Upacara Pernikahan / Pengantin Tradisional Adat Jawa Yogyakarta

Posted on April 14, 2008 by primantoro A. Nontoni Nontoni adalah upacara untuk melihat calon pasangan yang akan dikawininya. Dimasa lalu orang yang akan nikah belum tentu kenal terhadap orang yang akan dinikahinya, bahkan terkadang belum pernah melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga mereka sudah tahu dan mengenal atau pernah melihatnya. Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti maka diadakan tata cara nontoni. Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak pria. Setelah orang tua si perjaka yang akan diperjodohkan telah mengirimkan penyelidikannya tentang keadaan si gadis yang akan diambil menantu. Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping banyu atau penyelidikan secara rahasia. Setelah hasil nontoni ini memuaskan, dan siperjaka sanggup menerima pilihan orang tuanya, maka diadakan musyawarah diantara orang tua / pinisepuh si perjaka untuk menentukan tata cara lamaran««««.. B. Lamaran Melamar artinya meminang, karena pada zaman dulu diantara pria dan wanita yang akan menikah terkadang masih belum saling mengenal, jadi hal ini orang tualah yang mencarikan jodoh dengan cara menanyakan kepada seseorang apakah puterinya sudah atau belum mempunyai calon suami. Dari sini bisa dirembug hari baik untuk menerima lamaran atas persetujuan bersama. Upacara lamaran: Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebut Jodang ( tempat makanan dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria. Makanan tersebut biasanya terbuat dari beras ketan antara lain : Jadah, wajik, rengginan dan sebagainya. Menurut naluri makanan tersebut mengandung makna sebagaimana sifat dari bahan baku ketan yang banyak glutennya sehingga lengket dan diharapkan kelak kedua pengantin dan antar besan tetap lengket (pliket,Jawa). Setelah lamaran diterima kemudian kedua belah pihak merundingkan hari baik untuk melaksanakan upacara peningsetan. Banyak keluarga Jawa masih melestarikan sistem pemilihan hari pasaran pancawara dalam menentukan hari baik untuk upacara peningsetan dan hari ijab pernikahan. C. Peningsetan Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti pengikat. Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri. Menurut tradisi peningset terdiri dari : Kain batik, bahan kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon ( imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya, jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup. Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur . Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.

D. Upacara Tarub Tarub adalah hiasan janur kuning ( daun kelapa yang masih muda ) yang dipasang tepi tratag yang terbuat dari bleketepe ( anyaman daun kelapa yang hijau ). Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin ( siraman, Jawa ) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan. Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengan tuwuhan. Adapun macamnya : 1. Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang. 2. Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading, Jawa ) 3. 4. 5. 6. Dua untai padi yang sudah tua. Dua batang pohon tebu wulung ( tebu hitam ) yang lurus. Daun beringin secukupnya. Daun dadap srep.

Tuwuhan dan gegodongan ini dipasang di kiri pintu gerbang satu unit dan dikanan pintu gerbang satu unit ( bila selesai pisang dan kelapa bisa diperebutkan pada anak-anak ) Selain pemasangan tarub diatas masih delengkapi dengan perlengkapan-

Jajan pasar Nasi liwet yang dileri lauk serundeng. ento-ento. 1 butir kelapa. Nasi gebuli 33. 5. lenga sundul langit Ayam jantan hidup Tikar Kendi. harapan serta do¶a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ) yang dilambangkan melalui: 1. Tampah(niru) kecil yang berisi beras 1 takir yang diatasnya 1 butir telor ayam mentah. peyek gereh. 20. Empon-empon. Kopi pahit. 26. 5. 11. bengle. Area sumur Area memasak nasi Tempat membuat minum Tarub Untuk menebus kembarmayang ( kaum ) Tempat penyiapan makanan yanh akan dihidangkan. 24. 12. 2. kunir. dlingo. jungkat. 13. temulawak. kemiri gepak jendul. kenanga dan kantil) 21. gocok mentah dan uang logam yang diwadahi diatas ancak yang ditaruh di: 1. 28. Jembatan . 29. uang logam. Tempe keripik. 7. 3. kapur dan gambir Kembang telon (melati. 27. bunga telon. 8.perlengkapan sbb. 10. pengilon. 3. 25. (Ini merupakan petuah dan nasehat yang adi luhung. 18. kencur. 14. gebing Golong lulut. Jadah bakar. yang dilengkapi dengan buah-buahan. kolak. 19. Pisang raja dan pisang pulut yang berjumlah genap. hitam. 31. hijau. Roti tawar. teh pahit. 4. 6. Jeroan sapi. Tumpeng gundul Nasi golong sejodo yang diberi lauk. 2. 23. Pisang emas 1 lirang Masih ada lagi petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang dilambangkan melalui : Tumpeng kecil-kecil merah. Nasi gebuli Nasi punar Ayam 1 ekor Pisang pulut 1 lirang Pisang raja 1 lirang Buah-buahan + jajan pasar ditaruh yang tengah-tengahnya diberi tumpeng kecil. temu giring. Ketan. 22. kluwak. putih. Daun sirih. 6. 30. 16. damar jlupak (lampu dari tanah liat) dinyalakan Kepala/daging kerbau dan jeroan komplit Tempe mentah terbungkus daun dengan tali dari tangkai padi ( merang ) Sayur pada mara Kolak kencana 32. Jenang merah. gula merah 1 tangkep. 7. apem. jenang baro-baro. dan sebatang rokok. jenang putih. 15. Empluk-empluk tanah liat berisi beras. 9. 4. 17. suri.kuning.

pisang raja 1 sisir. 1 ekor ayam jantan Untuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan. E. 2. 7. 5. 3. 3.00 ini disebut juga sebagai malam . 4. awar-awar. Nyantri Upacara nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin putri 1 sampai 2 hari sebelum pernikahan. G. Tumpeng robyong Tumpeng gundul Nasi asrep-asrepan Jajan pasar. Midodareni Midodareni berasal dari kata dasar widodari ( Jawa ) yang berarti bidadari yaitu putri dari sorga yang sangat cantik dan sangat harum baunya. Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 18. Upacara Siraman Siraman dari kata dasar siram ( Jawa ) yang berarti mandi. sehingga saat-saat upacara pernikahan dilangsungkan maka calon pengantin pria sudah siap dit3empat sehingga tidak merepotkan pihak keluarga pengantin putri. 8. pisang pulut 1 sisir. 2meter persegi mori. Gula jawa 1 tangkep 10. 7. 7 macam jenang Empluk kecil ( wadah dari tanah liat) yang diisi bumbu dapur dan sedikit beras 1 butir telor ayam mentah Juplak diisi minyak kelapa 1 butir kelapa hijau tanpa sabut 9. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan dirumsh saudara atau tetangga dekat. Saat akan melaksanakan siraman ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam: 1. 5. koro. santan kanil. Satu macam yuyu sekandang ( kain lurik tenun berwarna coklat ada garis-garis benang kuning) 11. tujuh sama dengan pitu ( Jawa ) yang berarti pitulung (Jawa) yang berarti pertolongan. Upacara siraman ini diakhiri oleh juru rias ( pemaes ) dengan memecah kendi dari tanah liat.00 sampai dengan jam 24. Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk melancarkan jalannya upacara pernikahan. 12. 4. Prapatan. alang-alang Dlingo bengle Lima macam bangun tulak ( kain putih yang ditepinnya diwarnai biru) 10. F. 1 helai kain semen. Sampo dari londo merang ( air dari merang yang dibakar didalam jembangan dari tanah liat kemudian saat merangnya habis terbakar segera apinya disiram air. Bahan-bahan untuk upacara siraman : 1. Sabun dan handuk. 1 helai kain nogosari. 1 helai jinggo (kain merah). Kembang setaman secukupnya Lima macam konyoh panca warna ( penggosok badan yang terbuat dari beras kencur yang dikasih pewarna) Dua butir kelapa hijau yang tua yang masih ada sabutnya. 9. Satu macam pulo watu (kain lurik berwarna putih lorek hitam). 1 helai letrek ( kain kuning). turi. Asem. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membershkan diri agar menjadi suci dan murni. 6. 2. Kendi atai klenting Tikar ukuran ½ meter persegi Mori putih ½ meter persegi Daun-daun : kluwih. dadap srep. 8. air ini dinamakan air londo) 13. 1 helai kain grompol. 1 helai kain sidomukti atau kain sidoasih 14.8. 6.

2. 4. 6. Baki yang berisi potongan daun pandan. Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh petugas dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan syah menurut syariat agama dan disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah. Upacara Langkahan Langkahan berasal dari kata dasar langkah (Jawa) yang berarti lompat. empon-empon dan dua helai bangun tulak untuk menutup klemuk tadi Sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap srep ( tulang daun/ tangkai daun ).midodareni. calon penganten tidak boleh tidur. I. dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. 4. Penyerahan sanggan yang lazim disebut tebusan Keluarnya mempelai dari kamar pengantin yang didahului kembar mayang Lempar sirih Wijikan atau memecah telur Berjalan bergandengan jari kelingking menuju kepelaminan Kacar-kucur atau tampakaya Dahar klimah . 3. J. baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi. Sepasang kembarmayang ( dipasang di kamar pengantin ) Sepasang klemuk ( periuk ) yang diisi dengan bumbu pawon. Upacara Ijab Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin.00 calon pengantin dan keluarganya bisa makan hidangan yang terdiri dari : 1. 6. daun sirih yang dihias dengan kapur. Upacara Panggih Panggih ( Jawa ) berarti bertemu. maka sebelum akad nikah dimulai maka calon pengantin diwajibkan minta izin kepada kakak yang dilangkahi. 5. sambel pencok. Upacara Panggih dalam Perkawinan Adat Jawa merupakan puncak acara dari serangkaian upacara adat yang mendahuluinya. minyak wangi. parutan kencur. 3. 8. 4. Rangkaian acara yang mewarnai upacara panggih meliputi : 1. Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam: 1. biji-bijian. 2. upacara langkahan disini dimaksudkan apabila pengantin menikah mendahului kakaknya yang belum nikah . Jawa ) Sambel pecel. 7. 3. Setelah semuanya siap maka upacara panggih dapat segera dimulai. 7. Mayang jambe (buah pinang). Pengantin pria kembali ketempat penantiannya. lalapan Krecek Roti tawar. setelah upacara akad nikah selesai baru upacara panggih bisa dilaksanaakan. Adapun dengan selesainya midodareni saat jam 24. laos. 2. gula jawa Kopi pahit dan teh pahit Rujak degan Dengan lampu juplak minyak kelapa untuk penerangan ( jaman dulu) H. sedang pengantin putri kembali ke kamar pengantin. jeruk purut.. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria. 5. Nasi gurih Sepasang ayam yang dimasak lembaran ( ingkung.

Gending Bindri untuk mengiringi kedatangan penantin pria Gending Ladrang Pengantin untuk mengiringi upacara panggih mulai dari balangan ( saling melempar ) sirih. Gending Boyong/Gending Puspowarno untuk mengiringi tampa kayasungkeman (kacar-kucur). Penjemputaqn orangtua mempelai atau besan Sungkeman Untuk melengkapi upacara panggih tersebut sesuai dengan busana gaya Yogyakarta dengan iringan gending Jawa: 1. atau Gari padasih. lambang penyerahan nafkah dahar walimah. Setelah dahar walimah selesai. Pada waktu kirab diiringi gending : Gatibrongta. 3.8. . 2. pecah telor oleh pemaes. wijik ( pengantin putri mencuci kaki pengantin pria ). 9. gending itu bunyinya dilemahkan untuk mengiringi datangnya sang besan dan dilanjutkan upacara Setelah upacara panggih selesai dapat diiringi dengan gending Sriwidodo atau gending Sriwilujeng.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful