P. 1
Pengertian Simulasi

Pengertian Simulasi

|Views: 6,565|Likes:

More info:

Published by: Novvie Riezky Gengsoolz on Jun 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

Pengertian Simulasi Simulasi ialah suatu metodologi untuk melaksanakan percobaan dengan menggunakan model dari satu sistem

nyata (Siagian, 1987). Simulasi adalah suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta keadaan sekelilingnya (state of affairs). Aksi melakukan simulasi ini secara umum menggambarkan sifat-sifat karakteristik kunci dari kelakuan sistem fisik yang di-abstraksikan. Menurut Hasan (2002), simulasi merupakan suatu model pengambilan keputusan dengan mencontoh atau mempergunakan gambaran sebenarnya dari suatu sistem kehidupan dunia nyata tanpa harus mengalaminya pada keadaan yang sesungguhnya. Simulasi adalah suatu teknik yang dapat digunakan untuk memformulasikan dan memecahkan model ± model dari golongan yang luas. Golongan atau kelas ini sangat luasnya sehingga dapat dikatakan , ³ Jika semua cara yang lain gagal, cobalah simulasi´ (Schroeder, 1997). Simulasi merupakan suatu teknik meniru operasi-operasi atau proses- proses yang terjadi dalam suatu sistem dengan bantuan perangkat komputer dan dilandasi oleh beberapa asumsi tertentu sehingga sistem tersebut bisa dipelajari secara ilmiah (Law and Kelton, 1991). Dalam simulasi digunakan komputer untuk mempelajari sistem secara numerik, dimana dilakukan pengumpulan data untuk melakukan estimasi statistik untuk mendapatkan karakteristik asli dari sistem. Simulasi merupakan alat yang tepat untuk digunakan terutama jika diharuskan untuk melakukan eksperimen dalam rangka mencari komentar terbaik dari komponen-komponen sistem. Hal ini dikarenakan sangat mahal dan memerlukan waktu yang lama jika eksperimen dicoba secara riil. Dengan melakukan studi simulasi maka dalam waktu singkat dapat ditentukan keputusan yang tepat serta dengan biaya yang tidak terlalu besar karena semuanya cukup dilakukan dengan komputer. Pendekatan simulasi diawali dengan pembangunan model sistem nyata. Model tersebut harus dapat menunjukkan bagaimana berbagai komponen dalam sistem saling berinteraksi sehingga benarbenar menggambarkan perilaku sistem. Setelah model dibuat maka model tersebut ditransformasikan ke dalam program komputer sehingga memungkinkan untuk disimulasikan. Kelebihan dan Kekurangan Simulasi Beberapa kelebihan model simulasi adalah sebagai berikut : 1. Simulasi dapat memberi solusi kalau model analitik gagal melakukannya.

2. Model simulasi lebih realistis terhadap sistem nyata karena memerlukan asumsi yang lebih sedikit. 3. Perubahan konfigurasi dan struktur dapat dilaksanakan lebih mudah untuk menjawab pertanyaan : what happen if« 4. 5. Dalam banyak hal, simulasi lebih murah dari percobaannya sendiri. Simulasi dapat digunakan untuk maksud pendidikan.

6. Untuk sejumlah proses dimensi, simulasi memberikan penyelidikan yang langsung dan terperinci dalam periode waktu khusus.

3. informasi yang masuk adalah secara acak. Model yang mendasarkan pada teknik peluang dan memperhitungkan ketidakpastian (uncertainty) disebut model probabilistic atau model stokastik. 1987).Namun. sehingga pemecahan masalahnya menjadi lebih sederhana. 5. dan pemilihan . model simulasi juga memiliki beberapa kekurangan. yaitu : 1. kalau dilandasi suatu teori masih bersifat ringan. Simulasi tidak menghasilkan solusi. Di dalam proses stochastic sifat ± sifat keluaran (output) merupakan hasil dari konsep random (acak). Model Statik Model statik adalah kebalikan dari model dinamik. namun kadang ± kadang ditunjukkan pula pola penyimpangannya. 2. 4. langkah perubahannya dilakukan berulang ± ulang. Model ini kadang ± kadang juga disebut sebagai model simulasi Monte Carlo. Model statik tidak memperhatikan perubahan ± perubahan nilai dari variabel ± variabel yang ada kalau terjadi pada waktu yang berbeda. tetapi ia menghasilkan cara untuk menilai solusi termasuk solusi optimal. Simulasi bukanlah presisi dan juga bukan suatu proses optimisasi. Model ± model Simulasi Model ± model simulasi yang ada dapat dikelompokkan ke dalam beberapa penggolongan. Model Dinamik Model simulasi yang dinamik adalah model yang memperhatikan perubahan ± perubahan nilai dari variabel ± variabel yang ada kalau terjadi pada waktu yang berbeda. antara lain : 1. Model Heuristik Model heuristik adalah model yang dilakukan dengan cara coba ± coba. 2. 3. Meskipun output yang diperoleh dapat dinyatakan dengan rata ± rata. Model Deterministik Pada model ini tidak diperhatikan unsur random. Model Stochastic atau probabilistic Model stokastik adalah model yang menjelaskan kelakuan sistem secara probabilistik. Model simulasi yang baik dan efektif sangat mahal dan membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan model analitik. Tidak semua situasi dapat dinilai melalui simulasi kecuali situasi yang memuat ketidakpastian (Siagian.

Menentukan persoalan atau sistem yang hendak disimulasi. 4. sampai diperoleh hasil yang lebih baik. Rancang percobaan ± percobaan simulasi. 3. yaitu : 1. Jalankan simulasi dan analisis data (Levin. Ujilah model dan bandingkan tingkah lakunya dengan tingkah laku dari sistem nyata.langkahnya bebas. 2002). Sumber: Dari semua sumber yang didapat setelah googling. . 5. dkk. 2000).. Simulasi Simbolik Simulasi Simbolik yang pada dasarnya adalah model matematik yang pemecahannya (dipermudah) dengan menggunakan komputer. kemudian berlakukanlah model simulasi tersebut. heheheh«. Formulasikan model simulasi yang hendak digunakan. 6. tetapi belum tentu optimal (Subagyo. Disebut juga dengan Simulasi Komputer. Langkah ± Langkah Dalam Proses Simulasi Pada umumnya terdapat 5 langkah pokok yang diperlukan dalam menggunakan simulasi. 2. Simulasi Analog Simulasi Analog mempergunakan representasi fisik untuk menjelaskan karakteristik penting dari suatu masalah model hidraulik sistem ekonomi makro 7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->