P. 1
Sampah Dan Pengelolaannya

Sampah Dan Pengelolaannya

|Views: 25|Likes:

More info:

Published by: The'Avenger Sevenfoldnindias on Jun 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2011

pdf

text

original

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA

SAMPAH DAN PENGELOLAANNYA Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume serta jenis sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang digunakan sehari-hari. Berdasarkan kamus istilah lingkungan (1994), "Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan". "Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis." (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). "Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula". (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) Berangkat dari pandangan tersebut sehingga sampah dapat dirumuskan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari: 1) rumah tangga;

2) kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan; 3) fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas; 4) fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan, dan 5) 6) 7) hasil fasilitas pembersihan saluran lainnya: terbuka umum, perkantoran, seperti sungai, danau, trotoar; industri; sekolah. pantai.

Secara umum, sampah padat dapat dibagi 2, yaitu sampah organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian,

Kertas. Berdasarkan asalnya. dan karton merupakan pengecualian. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. kertas. koran. Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit. koran. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut: ‡ Penyakit diare. dan karton termasuk sampah organik. tas plastik. dan daun. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan. dan kaleng. a. 2. dan plastik). Dampak terhadap Kesehatan Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit. Tetapi karena kertas. misalnya sampah dari dapur. koran. kulit buah. botol plastik. baik secara langsung maupun tidak langsung. dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam. atau dari proses industri. sisa tepung. Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi.2 Dampak Sampah Terhadap Manusia dan Lingkungan Sudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia. misalnya berupa botol. sayuran.perikanan atau yang lain. maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. kaleng. kolera. . Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga.

Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi ‡ Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah ‡ Memberikan dampak bertebaran negatif terhadap dimana-mana. b. kepariwisataan. seperti metana. rendahnya produktivitas).000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik. orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. c. dan lain-lain. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap. ‡ Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan.‡ Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit). Selain berbau kurang sedap. Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah. drainase. Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator. ‡ Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. ‡ Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). . ‡ Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki. seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak. jembatan. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja. ‡ Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai. Dampak terhadap Lingkungan Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.

khususnya dari segi sanitasi lingkungan. Global Anti-Incenatot Alliance (GAIA) juga menyebutkan bahwa insinerator juga merupakan sumber utama pencemaran Merkuri. adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan. sistem kekebalan. yang . Pada kenyataannya. SOx. dioksin.2. Gambaran yang paling mendasar dari penerapan teknologi lahan urug saniter (sanitary landfill) adalah kebutuhan lahan dalam jumlah yang cukup luas untuk tiap satuan volume sampah yang akan diolah. justru memberikan permasalahan lingkungan yang baru.3 Usaha Pengendalian Sampah Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif pengolahan yang benar. Dalam hal ini. partikulat. Teknologi landfill yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan akibat sampah. dan air permukaan sekitar akibat air lindi. furan. dan disertai dengan reduksi volume residu yang tersisa ( fly ash dan bottom ash ) dibandingkan dengan volume sampah semula. Ternyata pelaksanaan teknologi ini justru lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa pencemaran udara. Berdasarkan pertimbangan di atas. lahan di berbagai kota besar di Indonesia dapat dikatakan sangat terbatas dan dengan harga yang tinggi pula. air tanah. Teknologi ini memang direncanakan untuk suatu kota yang memiliki lahan dalam jumlah yang luas dan murah. Kerusakan tanah. dengan menggunakan insinerator. reproduksi. penerapan lahan urug saniter sangatlah tidak sesuai. misalnya kanker. NOx. Salah satu teknologi yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah teknologi pembakaran yang terkontrol atau insinerasi. Selain itu proses insinerator menghasilakan Dioxin yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. sudah mencapai tahap yang membahayakan kesehatan masyarakat. Merkuri merupakan racun saraf yang sangat kuat. dapat diperkirakan bahwa teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah di atas. Produk pembakaran yang terbentuk berupa gas buang COx. Teknologi insinerasi membutuhkan luas lahan yang lebih hemat. Konsep utama dalam pemusnahan sampah selaku buangan padat adalah reduksi volume secara maksimum. dan masalah pertumbuhan. dan logam berat yang dilepaskan ke atmosfer harus dipertimbangkan.

yaitu: 1. Teknologi daur ulang. misalnya. dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami. semakin banyak sampah yang dihasilkan. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan. mengurangi polusi secara keseluruhan. namun saat ini sudah banyak industri nonformal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. merupakan suatu jawaban atas upaya memaksimalkan material setelah menjadi sampah. 3. dan sampah logam. untuk dikembalikan lagi dalam siklus daur ulang material tersebut. barang-barang yg sudah tidak berguna lagi. teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Reduce (Mengurangi). Re-use (Memakai kembali). Misalnya. 4. Belajar dari kegagalan program pengolahan sampah di atas. bisa didaur ulang. dan menciptakan produkproduk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. maka paradigma penanganan sampah sebagai suatu produk yang tidak lagi bermanfaat dan cenderung untuk dibuang begitu saja harus diubah. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai. Replace ( Mengganti). sebisa mungkin. sistem panca indera dan kerja sistem kesadaran. Selain itu. dengan menerapkan Prinsip 4R. Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya. saat ini mulai dikembangkan penggunaan pupuk organik yang diharapkan dapat mengurangi .mengganggu sistem motorik. ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja. sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. khususnya bagi sampah plastik. Semakin banyak kita menggunakan material. untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan ( sustainable development ). Tidak semua barang bisa didaur ulang. Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian. buang). sampah kaca. 2. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Recycle (Mendaur ulang).

pengumpulan. perusakan untuk kebijakan: undanglingkungan mengurangi dan undang b) beban yang instrumen ekonomik: akhir penetapan sampah instrumen (sistem penanganan insentif disinsentif) . Berangkat dari pengertian pengelolaan sampah dapat disimpulkan adanya dua aspek. serta mampu memelihara mikroorganisme alami tanah yang ikut berperan dalam proses adsorpsi humus oleh tanaman. dan pelaksanaan pengelolaan sampah. Kebijakan pengelolaan sampah harus dilakukan oleh Pemerintah Pusat karena mempunyai cakupan 1) a) instrumen dan nasional. policy) pengelolaan sampah. Kebijakan Penetapan regulasi: hukum penetapan jelas aturan tentang pengelolaan sampah ini meliputi : instrumen kebijakan sampah dan ekonomi dan (beleidregels). pengangkutan. Penggunaan kompos sebagai produk pengolahan sampah organik juga harus diikuti dengan kebijakan dan strategi yang mendukung. meningkatkan waktu retensi air dalam tanah. akan mendorong petani lainnya untuk menjalankan sistem pertanian organik. Kelangkaan dan makin membubungnya harga pupuk kimia saat ini.4 Peran Pemerintah dalam Menangani Sampah Dari perkembangan kehidupan masyarakat dapat disimpulkan bahwa penanganan masalah sampah tidak dapat semata-mata ditangani oleh Pemerintah Daerah (Pemerintah Kabupaten/Kota). pemanfaatan. Penggunaan kompos telah terbukti mampu mempertahankan kualitas unsur hara tanah. Pemberian insentif bagi para petani yang hendak mengaplikasikan pertanian organik dengan menggunakan pupuk kompos. yaitu penetapan kebijakan (beleid. pengolahan. Pada tingkat perkembangan kehidupan masyarakat dewasa ini memerlukan pergeseran pendekatan ke pendekatan sumber dan perubahan paradigma yang pada gilirannya memerlukan adanya campur tangan dari Pemerintah. seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengembangkan sistem pertanian organik. Pengelolaan sampah meliputi kegiatan pengurangan.penggunaan pupuk kimia yang harganya kian melambung. 2. pemilahan.

terutama pihak pengusaha yang menimbulkan sampah yang membahayakan lingkungan. sampah. Pelaksanaan Perda pun kerap terjadi pelanggaran. Tetapi. penyebabnya adalah karena pemerintah kurang tegas dalam menindak masyarakat yang melanggar. lingkungan. sampai hari ini tak jelas nasibnya. kepedulian atas kebersihan lingkungan . Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan. ini berkaitan dengan pemahaman tentang agama serta tingkat kesejahteraa masyarakat. Ketidakseriusan itu tergambar antara lain dari tidak adanya urgensi pemerintah dalam mendorong keberadaan Undang-Undang (UU) Persampahan sebagai payung hukum dalam pengelolaan sampah secara nasional. Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah.pemberlakuan melakukan 2) Mendorong dan pajak bagi uji perusahaan yang menghasilkan sampah. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya. Pada negara maju. walaupun kadang harus dihadapkan pada mitos tertentu. serta dampak upaya mengurangi (reduce). Ide UU Persampahan itu sudah kita usulkan sejak 1995 dan kita kampanyekan lebih kencang lagi tahun 2000. yang notabene hanya berurusan dengan retribusi kalau ada yang membuang sampah sembarangan. kasus Bantar Gebang dan Leuwigajah menunjukkan belum seriusnya pemerintah menangani masalah sampah. mengganti ramah penanganan lokasi (replace). dan kemasan dan prosedur penentuan kriteria minimal akhir ‡ ‡ ‡ luas penetapan minimal lokasi lahan penetapan untuk pengolahan lokasi akhir pengolahan lahan akhir sampah. Menurut Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta Selamet Daroyni melihat. 3) 4) ‡ (recycling) dan standar standar sampah. Selain itu kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan hidupnya sangat rendah. dan memakai lingkungan kembali (re- pengembangan mendaur-ulang use). Pengembangan Pengembangan Penetapan produk teknologi. sampah: penanganan sampah. penyangga. Landasan hukum pengelolaan sampah yang ada sekarang ini baru peraturan daerah (perda).

sedikitnya 14 departemen dilibatkan di bawah koordinasi langsung presiden atau perdana menteri. seperti Filipina. Dana yang terhimpun harus dibayarkan pada pemerintah selaku pengelola IPS untuk mengolah sampah kemasan yang dihasilkan. untuk penanganan sampah dari produk tersebut. Menurut dia. Tanpa kedua hal tersebut. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam usaha mengatasi masalah sampah yang saat ini mendapatkan tanggapan pro dan kontra dari masyarakat adalah pemberian pajak lingkungan yang dikenakan pada setiap produk industri yang akhirnya akan menjadi sampah. pemahaman. Demikian pula pengembangan sumber daya manusia (SDM). Tanpa ada transformasi pengetahuan. fungsi dan sanksi masing-masing pihak. yang ternyata tidak efisien. Di beberapa negara. departemen agama. Undang-Undang ini akan mengatur hak. Sebagai contoh kegagalan proyek incinerator (pembakaran sampah) yang dibangun DKI. tidak mungkin konsep pengelolaan sampah berjalan baik di lapangan jika secara infrastruktur tidak didukung oleh departemen-departemen yang ada dalam pemerintahan. Industri diwajibkan membayar biaya pengolahan sampah untuk setiap produk yang dihasilkan. dan Singapura yang mengalami persoalan serupa dengan Indonesia. . Industri yang menghasilkan produk dengan kemasan. Amerika Serikat. sistem penanganan sampah tidak akan lagi berkesinambungan. kampanye yang kencang. Keberadaan Undang-Undang persampahan dirasa sangat perlukan. kewajiban. Mengubah budaya masyarakat soal sampah bukan hal gampang. Pajak lingkungan ini dikenal sebagai Polluters Pay Principle. dan mungkin Depkominfo. wewenang. tentu akan memberikan sampah berupa kemasan setelah dikonsumsi oleh konsumen.sangat tinggi. Kanada. UU juga akan mengatur soal kelembagaan yang terlibat dalam penanganan sampah. malahan mengakibatkan pencemaran dan akhirnya ditelantarkan begitu saja karena tak sesuai dengan karakteristik sampah Jakarta. Solusi yang diterapkan dalam hal sistem penanganan sampah sangat memerlukan dukungan dan komitmen pemerintah. Ini tak bisa dilakukan oleh pejabat setingkat Kepala Dinas seperti terjadi sekarang. Itu harus melibatkan dinas pendidikan dan kebudayaan.

Pemerintah berkewajiban untuk memberikan subsidi investasi dalam hal IPS dan juga sebagian subsidi biaya pengoperasian-pemeliharaan-perawatan IPS. tentu dapat dihitung berapa besar biaya pengelolaan lingkungan yang harus dikeluarkan akibat pencemaran udara ( akibat bau ) dan air lindi. berapa besar biaya pengobatan masyarakat karena penyakit bawaan sampah ( municipal solid waste borne disease ). seperti air minum. di satu sisi. sementara biaya pengoperasian-pemeliharaan-perawatan diserahkan pada masyarakat. Hal ini dikarenakan peran air minum sebagai kebutuhan dasar masyarakat ( basic needs ). namun biaya pengoperasian-pemeliharaan-perawatan dibebankan pada masyarakat selaku konsumen.Tetapi dalam pelaksanaannya banyak terdapat benturan. Sebagai contoh. Sebagian investasi infrastruktur dibiayai oleh pemerintah. akibat tidak tertanganinya sampah selama beberapa hari di Kota Bandung. biaya investasi disediakan oleh pemerintah. Bagi suatu kebutuhan sarana dasar. . masyarakat akan membayar biaya sosial yang tinggi akibat rendahnya kinerja sistem penanganan sampah. hingga menurunnya tingkat produktifitas masyarakat akibat gangguan bau sampah. pemerintah memiliki keterbatasan pembiayaan dalam sistem penanganan sampah. Namun di sisi lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->