P. 1
Berjabat Tangan Dengan Wanita Itu Haram Meskipun Di Hari Lebaran

Berjabat Tangan Dengan Wanita Itu Haram Meskipun Di Hari Lebaran

|Views: 6|Likes:
Published by Faiq Aiman Rcsu

More info:

Published by: Faiq Aiman Rcsu on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2011

pdf

text

original

Berjabat tangan dengan wanita itu haram meskipun di hari lebaran !!!

Jabat tangan dengan wanita di zaman ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah, padahal Rasullah shallallahu µalaihi wassallam sangat mengancam keras pelakunya: Dari Ma¶qil bin Yasar radhyallahu µanhu : Bersabda Rasulullah shallallahu µalaihi wassallam: ³Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.´ (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu¶jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283 lihat Ash Shohihah 1/447/226) Berkata Syaikh Al Albani rahimahullah: ³Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya, termasuk masalah berjabat tangan, karena jabat tangan itu termasuk menyentuh.´ [Ash Shohihah 1/448] Dan Rasulullahi Shallallahu µalaihi wassalam tidak pernah berjabat tangan dengan wanita, meskipun dalam keadaan-keadaan penting seperti membai¶at dan lain-lain. Dari Umaimah bintih Ruqoiqoh radhiyallahu µanha: Bersabda Rasulullahi Shallallahu µalaihi wassallam: ³Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.´ [HR Malik 2/982, Nasa'i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll] Dari Aisyah radhiyallahu µanha: ³Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu µalaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai¶at. Beliau tidak memba¶iat mereka kecuali dengan mangatakan: ³Saya ba¶iat kalian.´ [HR Bukhori: 4891] Keharaman berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahromnya ini berlaku umum, baik wanita masih muda ataupun sudah tua, cantik ataukah jelek, juga baik jabat tangan tersebut langsung bersentuhan kulit ataukah dilapisi dengan kain. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang hal tersebut, maka beliau menjawab: Tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahromnya secara mutlak, baik wanita tersebut masih muda ataukah sudah tua renta, baik lelaki yang berjabat tangan tesebut masih muda ataukah sudah tua, karena berjabat tangan ini bisa menimbulkan fitnah. Juga tidak dibedakan apakah jabat tangan ini ada pembatasnya atau tidak, hal ini dikarenakan keumuman dalil (larangan jabat tangan), juga untuk mencegah timbulnya fitnah´. [Fatawa Islamiyah 3/76 disusun Muahmmad bin Abdul Aziz Al Musnid] [Disalin dengan sedikit diringkas dari: Majalah "Al Furqon", Edisi 4 Th. II, Dzulqo'idah 1423, hal 29-31]

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->