P. 1
II. Uji Anion

II. Uji Anion

|Views: 1,668|Likes:

More info:

Published by: Rani Jumratul Ahrani on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR – DASAR KIMIA ANALITIK

UJI ANION

OLEH : NAMA STAMBUK : KHRISMALA SURYA NINGSIH : F1C1 08019

PROG. STUDI : KIMIA JURUSAN : KIMIA

KELOMPOK : III (TIGA) ASISTEN : SURIADI, S.Si

LABORATORIUM KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2009

Landasan Teori Analisa kualitatif merupakan analisis kimia yang berhubungan dengan identifikasi suatu zat atau campuran zat yang belum diketahui zatnya. uji mutiara boraks. Untuk mendeteksi anion dalam suatu campuran tidak memerlukan metode yang sistematik seperti pada kation. sulfat. keluarnya gas). Sifat – sifat ini sebagai sifat periodik menentukan kecenderungan dari kelarutan klorida. sifat penguapan dan ekstraksi. meyublim. . Anion dapat dipisahkan dalam golongan – golongan utama. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengidentifikasi anion secara kualitatif. meliputi pemeriksaan pendahuluan dengan uji kering. Ada dua aspek penting dalam analisis kualitatif yaitu pemisahan dan identifikasi.UJI ANION A. Pemeriksaan pendahuluan dengan uji kering meliputi: uji rupa dan bentuk zat pada suhu kamar. keluarnya uap air. Kedua aspek ini didasari oleh kelarutan. dan garam – garam lainnya (Ruslin. Namun ini hanya dianggap berguna untuk memberi indikasi dari keterbatasan pada metode ini (Vogel. sulfida. hidroksida. karbonat. Dengan uji pendahuluan maka akan diperoleh data sementara dari zat yang diperiksa. uji tes nyala. uji reduksi arang kayu. fosfat. B. 2009). maka selanjutnya dilakukan identifikasi kation ataupun anion (Syarief. uji zat dalam pipa pijar (gejala yang dapat dilihat adalah: perubahan warna. 1985). Analisis pendahuluan atau pemeriksaan pendahuluan. 2009). uji warna zat pada keadaan panas dan dingin. dan natrium karbonat. garam kalsium atau bariumnya dan garam zinknya. melumer. bergantung pada kelarutan garam peraknya.

regensia yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi anion dalam suatu campuran adalah : 1. Kapasitas pertukaran anion bergantung pada perbandingan mol M3+/(M2++M3+). HT-NO3-CO32-. Konstanta kesetimbangan pertukaran anion meningkat yang bergantung pada penurunan diameter anion. HT-Cl-Naphthol Yellow S2. 2000). bromida. Kapasitas pertukaran yang besar menunjukkan tingkat keefektifan yang tinggi. yaitu dari 15 detik menjadi 25 detik. namun hal ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap waktu pemisahan dengan metode agregasi hidrofobik yang digunakan (Suharta et al. 1987).HT-NO3-SO42-. Setiap anion mempunyai kapasitas pertukaran yang berbeda-beda. Isoterm penukaran anion pada sistem HT-NO3-OH-. Zat kimia kualitas teknis 2. Reagensia USP yaitu memenuhi persyaratan kemurnian yang telah ditetapkan oleh United States Pharmacopoeia (Day et al. Secara kinetika keberadaan anion tersebut hanya berpengaruh terhadap waktu pembentukan partikel primer menjadi lebih lama. nitrat.. . seringkali jauh lebih murni daripada reagensia USP 3. P. dan iodida terhadap rekovery akhir dalam tahap pemisahan logam. Kemudahan suatu anion untuk dipertukarkan dapat ditinjau dari kinetika pertukaran anion. Reagensia C. Pengaruh dari anion sulfat.. HT-NO3-F-. secara umum dapat dijelaskan bahwa keberadaan anion tersebut tidak mempengaruhi hasil rekoveri pemisahan logam. nitrat.Uji selektivitas pemisahan dilakukan dengan menambahkan ion-ion logam pengganggu baik dalam bentuk ion logam tunggal maupun campuran terhadap campuran anion yang meliputi ion sulfat. bromida. Secara kasar.dan HT-SO4-CO32 mengikuti tipe Langmuir. dan iodida ..

2008). Pertukaran anion nitrat dalam hidrotalsit Zn-AlNO3 oleh anion heksasianoferrat(II) serta uji regenerasi diamati dengan bantuan analisis struktur dan analisis kinetika reaksi pertukaran. Urutan kekuatan dalam penukaran anion dipengaruhi oleh muatan anion.. Logam besi(II) dalam bentuk anion komplek hexasianoferrat(II) merupakan senyawa kimia yang mengandung ion [Fe(CN)6]4-. C. Anion [Fe(CN)6]4. Alat . Lapisan struktur dibentuk dari perulangan unit OH-Mg-OH-OH-Mg-OH-OH-Mg-OH. anion komplek hexasianoferrat (II) merupakan polutan yang perlu ditangani lebih lanjut dan diolah melalui mekanisme pertukaran anion.mengandung gugus sianida yang merupakan racun bagi semua mahluk hidup. dan ikatan hidrogen (Tahir et al.Kuantitas kemampuan untuk penukaran anion ditentukan menurut kapasitas pertukaran anion (Roto et al.. densitas elektron. Alat dan Bahan 1. 2007). dengan interaksi OH-OH merupakan interaksi Van der Waals.

FeCl3 .Na2CO3 .Elektromantel .HNO3.Amonium molibdat -AgNO3 .Tabung reaksi .H2SO4 1 M .Kertas saring . Prosedur Kerja Larutan sampel .Larutan sampel .Corong 2..(NH4)2CO3 .KBr 1 M . Bahan .Pipet tetes .Tissu . 6 M .FeSO4 D. 2 M.Gelas kimia 250 mL .

tidak terbentuk endapan 2. Uji Anion ClLarutan sampel .­ ­ ­ Diambil sebanyak 100 mL Dimasukkan dalam gelas kimia 250 mL Ditambahkan Na2CO3 10 mL Larutan sample + Na2CO3 dalam gelas kimia ­ ­ ­ Residu Filtrat ­ ­ Didinginkan Disimpan dalam gelas kimia yang bersih Larutan Sampel murni 1. Uji Anion PO43Larutan sampel Dipanaskan Ditunggu hingga terbentuk endapan Disaring ­ ­ ­ ­ Dimasukkan dalam tabung reaksi Ditambahkan HNO3 6 M Ditambahkan pereaksi amonium molibdat Diamati perubahannya Larutan bening.

Diamati perubahannya Tidak terbentuk endapan 3.­ ­ ­ ­ ­ ­ Larutan I .Diamati perubahannya Tidak terbentuk endapan Dimasukkan reaksi kedalam tabung Ditambahkan AgNO3 Diamati perubahannya Ditambahkan HNO3 Diamati perubahannya Terdapat endapan putih 4. Uji Anion BrLarutan sampel ­ ­ ­ ­ ­ Larutan II Dimasukkan dalam tabung reaksi Ditambahkan AgNO3 Ditambahkan HNO3 2 M Ditambahkan (NH4)2CO3 Dikocok Larutan dibagi dua .Ditambahkan KBr 1 M .Ditambahkan HNO3 . Uji Anion ILarutan sampel .

Diamati perubahannya Tidak terbentuk endapan E. Uji Anion SCNLarutan sampel ­ ­ Dimasukkan reaksi Ditambahkan FeCl3 . Uji Anion NO3Larutan Sampel ­ ­ ­ ­ ­ Dimasukkan reaksi Ditambahkan H2SO4 pekat Ditambahkan FeSO4 Diamati perubahannya Ditambahkan HSO4 kedalam tabung .Diamati perubahannya Tidak terbentuk endapan 6. Data Pengamatan kedalam tabung .­ ­ ­ ­ ­ Dimasukkan reaksi kedalam tabung Ditambahkan AgNO3 Diamati perubahannya Ditambahkan HNO3 Diamati perubahannya Tidak terbentuk endapan 5.

No. Penambahan HNO3 larutan kembali jernih Larutan sampel + HNO3 6 M + Amonium 2 Uji anion ClLarutan sampel + AgNO3 + HNO3 2 M + Amonium karbonat . lalu kembali jernih setelah penambahan HNO3 tidak terbentuk endapan tidak terbentuk endapan Pada saat penambahan AgNO3 terdapat endapan.+ F. 5 Uji anion ILarutan sample + AgNO3 + HNO3 Uji anion NO3Larutan sample + H2SO4 1 M + FeSO4 + H2SO4 pekat 6 Uji anion SCNLarutan sampel + FeCl3 Reaksi-reaksi • • • • • • • • PO43.+ Cl+ HNO3 AgNO3 HNO3 AgNO3 HNO3 AgNO3 HNO3 FeCl3 AgCl AgNO3 AgBr AgNO3 Tidak terbentuk endapan Tidak terbentuk endapan Tidak terbentuk endapan + + + + NO3HCl NO3HBr AgCl + Br+ AgBr + II+ + SCN. tidak terbentuk endapan larutan berwarna keruh.KBr 1 M . 1 Perlakuan Uji anion PO4 molibdat 3- Pengamatan larutan bening.HNO3 6 M 3 Uji anion BrLarutan sample + AgNO3 + HNO3 4. Pembahasan .

I-. Anion umumnya terbagi dalam tiga golongan yaitu golongan sulfat.dan SCN-. uji warna zat pada keadaan panas dan dingin. Percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis – jenis anion yang terdapat dalam suatu sample yang belum diketahui zat yang terkandung didalamnya. Larutan sampel yang telah mengalami pemurnian direaksikan dengan beberapa reagen yang spesifik terhadap jenis anion yang diidentifikasi. Dengan pemanasan yang cukup. bergantung pada kelarutan garam – garamnya. filtrat dari pemurnian larutan yang didihkan tersebut dapat dipakai untuk pengujian dalam mengidentifikasi kandungan anion dari sampel terssebut. Sebab melaui pendidihan larutan sampel didalam natrium karbonat.Percobaan yang dilakukan dalam praktikum dasar –dasar kimia analitik kali ini adalah mengenai uji anion. Untuk mendeteksi anion dalam suatu sampel. NO3. nitrat dan halida. semua ion logamnya akan mengendap sebagai karbonat sehingga setelah penyaringan. Br-. Cl-. Larutan sampel tersebut direaksikan dengan natrium karbonat melaui pemanasan. meliputi pemeriksaan pendahuluan dengan uji kering yaitu uji rupa dan bentuk zat pada suhu kamar. ataupun pengendapan bersama ion logam yang terkandung dalam sampel tersebut. Masing – masing golongan . anion dapat dipisahkan dalam golongan – golongan utama. Anion yang akan diidentifikasi dalam sampel yang digunakan adalah anion PO43-. Analisis pendahuluan atau pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan terhadap sampel dalam percobaan ini. Identifikasi keberadaan ion dalam suatu bahan atau sampel sebagaimana biasa harus dilakukan pemeriksaan kualitatif dari sampel tersebut melalui uji pendahuluan. bahan – bahan pengganggu atau kotoran – kotoran yang masih terkandung dalam sampel dapat dihilangkan baik melalui proses penguapan.

Reaksi antara larutan sampel dengan AgNO3 dalam identifikasi anion Cl-dan Br. Larutan sampel tidak berreaksi dengan AgNO3 dan asam nitrat. Larutan menjadi keruh dengan endapan berwarna putih AgCl dan AgBr didasar tabung. Anion golongan halida yang diidentifikasi adalah Cl-. Berarti dalam sampel tidak terkandung ion I-. . Ini menunjukkan bahwa anion – anion tersebut berreaksi kembali dengan asam nitrat membentuk asam. Pengujian yang dilakukan terhadap identifikasi anion ini adalah dengan mereaksikan larutan sampel dengan asam nitrat dan amonium molibdat namun tidak ada endapan yang terbentuk. Pengujian sampel dalam identifikasi anion I.menunjukkan hasil selayaknya anion golongan halida yang mengendap bersama Ag. asam nitrat. Anion PO43merupakan anion golongan sulfat yang seyogianya mengendap dengan Ba+ dalam suasana basa. namun penambahan asam nitrat kedalam larutan membuat endapan dari larutan tersebut larut dan kembali seperti warna semula yaitu jernih.tidak menunjukkan perubahan. Sebab ada endapan yang baik justru terbentuk pada larutan yang panas.tersebut akan mengendap jika direaksikan dengan reagennya yang sesuai.dalam suasana asam. Pereaksi yang digunakan adalah AgNO3. Endapan tidak terbentuk ada dua kemungkinan yang dapat disoroti yaitu yang pertama. sedangkan kemungkinan yang kedua adalah endapan tidak terbentuk karena reaksi tidak dilakukan dalam temperatuir yang cukup bagi ion untuk berreaksi membentuk endapan. amonium karbonat dan KBr. sebagaimana prosedur dari percobaan yang menyatakan bahwa campuran sampel dalam asam nitrat dan amonium molibdat harus mengalami pemanasan agar terbentuk endpan berwarna kuning. didalam sampel memang tidak terkandung anion PO43-. Br-dan I-.

masih ada kemungkinan terdapatnya kandungan NO3. G. DAFTAR PUSTAKA . dapat dikatakan bahwa tidak ada kandungan anion nitrat dari sampel yang diuji tersebut. Namun sepertinya tidak terbentuknya endapan belum dapat memastikan ada dan tidaknya anion yang diidentifikasi dalam sampel ini sebab sebagaimana sifat dari anion golongan nitrat dimana garam dari anion golongan nitrat semuanya bersifat larut.Anion nitrat diidentifikasi dalam sampel dengan pereaksi asam sulfat dan besi (II) sulfat. Sampel yang diuji hanya terkandung anion Cl. tidak terjadi reaksi antara larutan sampel dengan perreaksinya baik dalam perubahan warna maupun pengendapan.dari golongan anion halida. Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan. Namun. Jika ditinjau dari segi tidak terbentuknya endapan. Beda halnya dengan anion sianida yang diidentifikasi dengan pereaksi FeCl3 dimana larutan sampel sama sekali tidak berreaksi dengan FeCl3. Jadi. larutan sampel direaksikan dengan pereaksi yang spesifik dengan janis anion yang diidentifikasi.dalam sampel tersebut yang mungkin dapat dikemukakan dengan indikator selain pembentukan endapan dan perubahan warna larutan.dan Br. pengamatan dan pembahasan mengenai identifikasi anion dalam suatu sampel maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengidentifikasi anion dalam sampel.

Grant Penelitian Fundamental.. Roto dan Umi Nur Sholikha. Fitriana Nindiyasaridan Iqmal Tahir. JMS Prosiding Seminar Kimia Bersama ITB-UKM Keempat. Suharta. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro.. “Uji Selektivitas dan Penentuan Rekoveri Akhir pada Pemisahan Logam Emas dengan Metode Agregasi Hidrofobik”. 1987. 5. Erlangga. Roto. “Sintesis Hidrotalsit Zn-Al-SO4 sebagai Agen Penukar Anion untuk Aplikasi Pengolahan Polutan Heksacyanoferrat (II)”. A.Day. Gadjah Mada University. . Faculty of Mathematics and Natural Science. Chemistry Department. Iqmal. R. Buchari dan Djulia Onggo. J. “ Hidrotalsit Zn-Al-NO3 Sebagai Penukar Anion Dalam Pengolahan Polutan Anion Hexasianoferrat(II)”. Kalman Media Pustaka. Jakarta. Analytical Chemistry Laboratory. Vol. 1. 2000. N.. Surdia.I..A dan Underwood. Vol. Analisis Kimia Kuantitatif. 2007. Vol. Chem. Tahir.. Jakarta. Indo. 1990.M. 8 Vogel.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->