Shalat Tasbih

Cara Pengerjaan
Shalat tasbih dilakukan 4 raka'at (jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan sekali salam, jika malam 4 raka'at dengan dua salam ) sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut: No. 1 2 3 4 5 6 Waktu Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal adzim...) Setelah I'tidal Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a'la...) Setelah duduk diantara dua sujud Setelah tasbih sujud kedua (Subhana rabiyyal a'la...) Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau sebelum salam tergantung pada raka'at keberapa) Jumlah total satu raka'at Jml. Tasbih 15 kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali 10 Kali

7

10 Kali

75

Jumlah total empat raka'at 4 X 75 = 300 kali

Dasar Hukum Kesunahan sholat tasbih berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shohihnya dan Imam al-Thabrani. Hadits tersebut diriwayatkan dari berbagai jalur yang banyak dan juga diriwayatkan dari sekelompok shahabat sebagaimana keterangan yang telah diuraikan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani. Di antaranya adalah hadits yang bersumber dari Ikrimah bin Abbas RA, dimana Rasulullah SAW bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib: "Seandainya engkau mampu untuk mengerjakannya (sholat tasbih) sehari satu kali, maka kerjakanlah, apabila engkau tidak mampu, maka kerjakanlah tiap jum'at (satu minggu sekali), apabila engkau tidak mampu, maka kerjakanlah satu kali dalam setahun, dan seandainya hal itu tidak mampu, maka kerjakanlah sekali dalam umurmu." Hadis ini telah dishohihkan oleh sekelompok Huffadz (pakar ahli hadits). Imam Nawawi mengatakan bahwa sekelompok imam dari Madzhab Syafi'i telah menjelaskan tentang

Sedangkan tasbih-tasbih yang dibaca dalam sholat tasbih merupakan sunnah haiat seperti halnya takbir-takbir pada sholat Id. tahun atau usia?. membaca "Subhanallah wal Hamdulillah wa Laa Ilaaha Illallah wa Allahu Akbar" sebanyak lima belas kali ketika berdiri. bulan. dengan syarat tidak terlalu lama ketika i'tidal. "Apakah sholat tasbih termasuk dalam kategori sholat sunnah muthlaq. Oleh karena itu haram dikerjakan pada waktu-waktu karahah. kemudian ia ingat pada waktu i'tidal. Seandainya seseorang lupa membaca tasbih ketika rukuk. al-Ruyani yang menukil dari Ibnu al-Mubarak bahwa sholat tasbih merupakan sesuatu yang disenangi dan disunnahkan untuk dibiasakan dan dikerjakan pada tiap-tiap waktu dan al-Hafidz al-Mundziri yang telah menguraikan hadits-hadits yang banyak mengenai kesunahan sholat tasbih dari berbagai jalur. atau termasuk sholat sunnah yang dibatasi oleh hari. dua sujud. pada rakaat kedua membaca surat al-'Ashr.kesunahan sholat tasbih. sedangkan total keseluruhan menjadi 300 tasbih. Dan perlu diketahui bahwa dosa-dosa yang dihapus karena mengerjakan sholat tasbih adalah dosa-dosa kecil karena dosadosa besar tidak bisa terhapus kecuali dengan taubat yang sungguh-sungguh. seandainya engkau mengatakan bahwa sholat tasbih merupakan sholat sunnah yang dibatasi dengan waktu. duduk antara dua sujud dan duduk istirahat. setelah membaca Fatihah pada rakaat pertama membaca surat al-Takatsur. Maka dari itu. duduk di antara dua sujud dan tasyahud dibaca setelah membaca dzikirdzikir yang disunnahkan pada tempat-tempat tersebut. baik dikerjakan dengan satu kali tasyahud atau dua kali tasyahud seperti halnya mengerjakan sholat dhuhur. kemudian pada rakaat keempat membaca surat al-Ikhlash. Dengan begitu jumlah setiap rakaat ada 75 tasbih. jum'at (mingguan). baik yang awal maupun yang akhir. apakah mengqadlainya tidak disunnahkan dan mengerjakan berulang kali sehari semalam disunnahkan?. sujud. ketika meninggalkan tasbih-tasbih tersebut tidak diganti dengan sujud syahwi. Letak kesunahan muthlaq sholat tasbih adalah karena sholat tersebut tidak dibatasi oleh waktu dan sebab. i'tidal. dosa-dosa yang telah lampau maupun yang baru. apakah mengqadlainya disunnahkan dan apakah melakukannya berulang kali dalam sehari semalam tidak disunnahkan? Seandainya engkau mengatakan bahwa sholat tasbih adalah sholat sunnah muthlaq. i'tidal. sunnah ab'adl atau sunnah haiat?" Maka beliau menjawab: "Sebagaimana keterangan yang telah dijelaskan oleh para ulama bahwa sholat tasbih merupakan sholat sunnah muthlaq." Fadlilah Sholat Tasbih Keutamaan sholat tasbih sebagaimana keterangan dalam berbagai hadits adalah dapat menghapus dosadosa. Seandainya dikerjakan pada malam hari. Wallahu A'lam . baik yang disengaja maupun yang tidak dan juga yang tampak maupun yang tersembunyi. akan tetapi tasbih yang terlupakan tadi dibaca ketika sujud. bahwasanya sholat tasbih adalah sholat empat rakaat. duduk diantara dua sujud dan tasyahud masing-masing membaca sepuluh kali tasbih. Al-Imam Ibnu Hajar pernah ditanya seputar sholat tasbih. diantara mereka adalah al-Imam al-Baghawi. kemudian ketika rukuk. rakaat ketiga membaca surat al-Kafirun. Kemudian sholat yang dikerjakan oleh orang tersebut menjadi sholat sunnah muthlaq bukan sholat tasbih. Kemudian ketika bangun dari sujud disunnahkan untuk takbir dan ketika berdiri tidak disunnahkan untuk membaca takbir. demikian juga tentang kesunnahannya dapat dilakukan kapan saja baik siang maupun malam selain pada waktu karahah. Lalu apakah tasbih yang dibaca pada sholat tasbih merupakan hal yang fardlu. maka yang lebih baik dikerjakan dengan dua kali salam dan seandainya dikerjakan siang hari. maka tidak disunnahkan untuk diqadlai dan disunnahkan untuk dikerjakan berulang kali dalam satu waktu. bahkan lebih utama. Pembacaan tasbih pada rukuk. Imam Suyuthi dalam kitabnya al-Kalim al-Thayib wa al-Amal al-Shalih menjelaskan tentang kaifiyah sholat tasbih. maka yang lebih baik dikerjakan dengan satu kali salam. Karena sholat tasbih merupakan sholat sunnah muthlaq. maka sholatnya tetap sah. Seandainya seseorang berniat mengerjakan sholat tasbih akan tetapi tidak membaca tasbih. Karena menurut pendapat yang ashah bahwa memanjangkan duduk istirahat dapat membatalkan sholat sebagaimana yang telah aku uraiakan dalam Syarah al-Ubab dan kitab yang lain. dimana sebagian dari hadits-hadits itu adalah shohih dan sebagian yang lain terjadi perselisihan dikalangan para ulama ahli hadits. Setelah membaca surat. Tata Cara Sholat Tasbih Sholat tasbih adalah sholat sunah empat rakaat yang dikerjakan dengan satu atau dua kali salam. maka ia tidak boleh kembali melakukan rukuk untuk membaca tasbih dan juga tidak boleh membaca tasbih yang terlupakan tadi pada waktu i'tidal karena i'tidal merupakan rukun yang pendek. Akan lebih baik jika dalam membaca tasbih ditambah dengan kalimat: "Wa Laa Haula wa Laa Quwwata Illa Billahil 'Aliyil 'Adhim".

Hukum Sholat tashbih: Mustahab (Sunnah). sebagian mengatakan kebolehannya dan sebagian lainnya mengatakan tidak disunnahkan sama sekali. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Al-Abbas bin Abdul Muttalib. Bolehkah shalat Tasbih tersebut dilakukan berjama’ah? Demikian terima kasih atas perhatian yang Pak Ustad berikan. apa perbedaannya jika dilakukan malam hari dan siang hari? 4. Ibnu Majah. Perbedaan tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan mereka dalam hal kedudukan hadis yang menjadi pensyariatan ibadah sholat tersebut. Dari Ikrimah bin Abbas ra.) . yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.” (HR Abu Daud 2/67-68.jika engkau melakukannya Alloh akan mengampuni dosamu. 1. mka ucapkanlah: Subhanalloh Walhamdulillah Walaa Ilaaha Ilalloh Wallohu Akbar 15 kali. Itulah 75 kali dalam setiap rakaat. dan lakukanlah hal tersebut pada empat rakaat. yang terdahulu dan yang baru. Aku ingin memberikan padamu. yang tidak sengaja maupun yang disengaja. kemudian sujudlah dan bacalah do’a tersebut 10 kali ketika sujud. jika tidak maka lakukanlah sebulan sekali.Yang menjadi landasan adalah sabda Rasulullah SAW kepada paman beliau Abbas bin Abdul Muthalib yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Jika engkau sanggup untuk melakukannya satu kali dalam setiap hari. Jika memang shalat Tasbih tersebut boleh dijalankan. “Wahai Abbas pamanku. Hukum Shalat Tasbih Para fuqaha berbeda pendapat tentang hukum sholat tasbih. jika tidak. maka lakukanlah saru kali seminggu. dalam Shahihnya dan At-Thabarani. Sehubungan dengan rencana kami untuk melakukan Sholat Tasbih ada beberapa hal yang menjadi ganjalan dan perbedaan pendapat antara lain: 1. Ibnu Khuzaemah. Kemudian ruku’lah dan bacalah do’a tersebut 10 kali ketika sedang ruku. A. Sebagian mengangap hukumnya mustahab. LF Jawaban Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Shalat Tasbih. Benarkah shalat Tasbih tersebut tidak ada hadistnya? 2. yang kecil maupun yang besar. Dan apa manfaatnya jika kita menjalankan shalat Tasbih tersebut? Benarkah shalat Tasbih tersebut dapat menghapus dosa-dosa kita? 3. maka lakukanlah. Bid’ahkah Hukumnya? Assalamu’alaikum Wwb…. aku ingin engkau melakukan -sepuluh sifat. Wabillahitaufiq walhidayah Wassalamu’alaikum Wwb…. kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali kemudian sujudlah dan bacalah 10 kali kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali. Pendapat ini dikemukakan oleh sebahagian fuqoha dari kalangan mazhab As-Syafi’iyyah. Sepuluh sifat adalah: Engkau melaksankan sholat empat rakaat. engkau baca dalam setiap rakaat Al-Fatihah dan surat. aku benar-benar mencintaimu. baik yang pertama dan terakhir. jika tidak maka lakukanlah sekali dalam setahun dan jika tidak maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu. apabila engkau selesai membacanya di rakaat pertama dan engkau masih berdiri.

Dan hal tersebut hendaklah tidak dilakukan kalau tidak ada hadis yang menjelaskannya. dan adanya perubahan susunan sholat dalam sholat tasbih yang berbeda dengan sholat biasa. Oleh karena itu Ibnu Qudamah berkata: “Jika ada orang yang melakukannya maka hal tersebut tidak mengapa. Ibnu Qudamah menukil riwayat dari Imam Ahmad bahwa tidak ada hadis shahih yang menjelaskan hal tersebut.” Al-Hafizh menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan lewat jalur yang banyak dan dari sekumpulan jamaah dari kalangan shahabat. nyata disebutkan bahwa Allah akan mengampuni dosa. Ibnul Mubarak berkata. Lihat Fiqhus Sunnah oleh As-Sayyid Sabiq jilid 1 halaman 179. yang tersembunyi maupun yang terangterangan. Dan sejumlah ahli hadits telah menshahihkan hadits ini. Salah satunya hadits Ikrimah ini. Mereka berkata: “Tidak ada hadits yang tsabit (kuat) dan sholat tersebut termasuk fadhoilul a’maal (amal yang utama).” (Al-Mughny 2/123) 3. yang terdahulu dan yang baru. Al-Hafizh Abul Hasan Al-Maqdisi rahimahullah. Pendapat ini dikemukakan oleh sebahagian fuqoha Hanbilah. Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits-hadits yang berkaitan dengan shalat tasbih termasuk maudhu`/palsu. Abu Muhammad Abdurrahim Al-Mashri. akan tetapi hadits itu syadz karena hanya diriwayatkan oleh satu orang rawi dan tidak ada hadits lain yang menguatkannya. mustahab (disukai) untuk dikerjakan berulang-ulang setiap waktu dan tidak dilupakan. baik yang pertama dan terakhir. B.Mereka berpendapat bahwa hadits tersebut meskipun merupakan riwayat dari Abdul Aziz. “Shalat tasbih ini muraghghab (dianjurkan) untuk dikerjakan. . maka cukup berlandaskan hadis dhaif. di antaranya Al-Hafizh Abu Bakar AlAjiri. Hukum Shalat Tasbih: Tidak Disyariatkan Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ berkata: “Perlu diteliti kembali tentang kesunahan pelaksanaan sholat tasbih karena hadisnya dhaif. Dan juga shalat tasbih berbeda gerakannya dengan shalat-shalat yang lain. ada sejumlah ulama yang menerima kekuatan sanad atas hadits ini. Ibnu Hajar berkata dalam At-Talkhis bahwa yang benar adalah seluruh riwayat hadits adalah dhaif meskipun hadits Ibnu Abbas mendekati syarat hasan. karena sholat nawafil dan fadhoilul a’maal tidak disyaratkan harus dengan berlandaskan hadis shahih. Dalam kitab-kitab fiqih mazhab Hanafiyah dan Malikiyah tidak pernah disebutkan perihal shalat tasbih ini kecuali dalam kitab Talkhis Al-Habir dari Ibnul Arabi bahwa beliau berpendapat tidak ada hadits shahih maupun hasan yang menjelaskan tentang shalat tasbih ini. Az-Zarkasyi berpendapat: “Hadis ini shahih dan bukan dhaif”. yang tidak sengaja maupun yang disengaja. • • • • • • An-Nasaiy berkata: La ba’sa bihi (tidak apa-apa). 2. Manfaat Shalat Tasbih Kalau menurut para ulama yang menshaihkan hadits di atas. Dan hadis yang menjelaskan sholat tasbih tidak kuat”. yang kecil maupun yang besar. Ibnu As-Shalah: “Hadis iniadalah hasan”. Hukum Shalat Tasbih: Jaiz (boleh tapi tidak disunnahkan) Tidak apa-apa untuk dilaksanakan.

Kesimpulan: Dengan demikian kita tahu bahwa hukum shalat tasbih ini memang menjadi bahan khilaf di kalangan para ulama fiqih. bukan berarti terlarang. Wallahu a’lam bishshawab. boleh menggunakan pendapat yang mana saja. tanpa harus menjelekkan pendapat yang bukan pilihan kita. salah satu amalan tersebut adalah sholat tasbih. di luar waktu untuk aktifitas bekerja. Karena itu mereka tidak mengerjakannya. Nabi telah menjelaskan kepada pamannya Abbas Bin Abdul Mutholib suatu amalan yang mana kalau dikerjakan oleh beliau dapat menyebabkan diampuni dosannya baik yang akan datang maupun yang telah lewat. karena pertimbangan waktunya lebih luas. tentu saja shalat tasbih buat mereka tidak ada manfaatnya. Karena itu kita sebagai umat Islam yang awam bahkan berstatus muqallid. Wallahu a’lam. makanya kalau bisa alangkah baiknya bagi orang Islam untuk melakukannya minimal dalam seminggu sekali atau kalau tidak mampu mungkin dalam sebulan cukup sekali”. hukumnya tidak terlarang. ada lagi yang mengatakan bahwa hadis ini adalah lemah. karena merupakan salah satu sholat sunnah yang mana bisa dilakukan pada malam hari. Sebagian ulama memandang masalah shalat yang tidak disunnahkan dengan berjaamaah. Imam Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin mengatakan “Sholat tasbih ini adalah merupakan sholat yang pernah dilakukan oleh Rosululloh Saw. Bolehkah Dilakukan Secara Berjamaah? Tidak ada keterangan atau nash yang shahih tentang larangan untuk melakukannya secara berjamaah. sepanjang yang kami ketahuitidak ada nash sharih dan shahih tentang larangan untuk melakukannya dengan berjamaah. Ibnu Khuzaimah. Kecuali hanya tidak mendapatkan pahala berjamaah. diantara ulama’ ada yang mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih. sebagian besar umat Islam sering melakukannya.Sedangkan buat para ulama yang tidak menerima hadits ini. Imam Turmuzi. Ahmad Sarwat. serta shalat malam hari itu dikerjakan dengan jahriyah (suara terdengar) D. Tentang Shalat Tasbih Ditulis oleh Ulin Niam Masruri Kita sering mendengar yang namanya sholat tasbih. Waktu Pelaksanaan Kalau kita perhatikan hadits yang dianggap shahih oleh sebagian ulama di atas. maupun pada siang hari. Namun bila tetap dikerjakan juga dengan berjamaah. wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. seandainya tetap dikerjakan dengan berjamaah. Seperti yang terjadi pada kasus shalat Dhuha’. Ibnu Majjah dalam kitab Iqoomah Assholah bab sholat tasbih. Adapun tendensi hadis yang digunakan oleh ulama’ yang mengatakan bahwa sholat tasbih adalah sunnah berupa hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sholat bab sholat tasbih. Namun khusus buat shalat ini. Kecuali tidak ada pahala berjamaah. yang memang tidak diformat untuk berjamaah. bahkan ada juga yang mengatakan bahwa hadis ini . kita tidak menemukan keterangan lebih lanjut bahwa shalat ini harus dikerjakan pada siang atau malam hari. C. Tentu masing-masing ulama datang dengan hujjah dan argumentasi yang mereka anggap paling kuat. Namun biasanya dilakukan malam hari. Imam Thobroni dalam Mu’jam Alkabir dari Ibnu Abbas dan Abu Rofi’ bahwa dalam syarah hadis. Adapun pakar hadis dalam menganalisa hadis ini melalui jalur sanad maupun matan terjadi perbedaan. Imam Baihaqi dalam bab sholat tasbih. barangkali ada ulama lain yang punya penjelasan lebih lanjut dan kuat sanadnya. Lc.

Ibnu Qudamah dan Imam Syaukani. Imam Mizzi. namun pada akhirnya Imam Ahmad menarik fatwanya dengan mengatakan bahwa sholat tasbih adalah merupakan sesuatu amalan yang sunnah. sehingga dalam madzhab Hambali dijelaskan bahwa barang siapa yang melakukan sholat tasbih hukumnya adalah makruh akan tetapi seandainya ada orang yang melaksanakan sholat tersebut tidak apa-apa.الج‬ . Ibnu Hajar Al Asqolany. Syekh Albani. Abu Hasan Almaqdasi. Imam Subuki. kemudian bangun dari ruku membaca: ‫ربنا لك الحمد حمدا طيبا كثيرا مباركا . Ahmad Syakir dan masih banyak lagi ulama’ yang lain. mereka menganggap bahwa Ibnu Jauzi terlalu mempermudah dalam menghukumi suatu hadis sehingga hukum hadis yang sebetulnya shohih ataupun hasan kalau tidak sesuai dengan syarat yang beliau tetapkan langsung dilempar dalam hukum maudlu’. Demikian juga Syekh Muhammad Mubarokfuri mengatakan bahwa hadis yang menjelaskan tentang sholat tasbih tidak sampai turun pada derajat hadis hasan.. Adapun pernyataan Imam Ibnu Jauzi yang memasukkan hadis ini dalam kategori hadis maudlu’ mendapat banyak kritikan dari pakar hadis. Adapun cara kita melakukan sholat tasbih sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab fikih ada dua cara. yaitu sebagaimana berikut: 1. Imam Nawawi. Imam Suyuti. dimulai dengan takbir ikhrom setelah itu membaca doa istiftah kemudian membaca surat alfatihah dan membaca surat kemudian membaca: ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Sebanyak 15 kali kemudian ruku’ dengan membaca ‫سبحان ربي العظيم وبحمده‬ Sebanyak 3 kali kemudian membaca ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Sebanyak 10 kali. Syekh Syuab Al Arnauth. Di antara pakar hadis yang mengatakan bahwa hadis ini shohih adalah Imam Muslim. Melakukan sholat tasbih sebanyak empat rakaat.sampai kederajad maudlu’.. Ibnu Sholah. Imam Hakim. Dari kajiaan sanad yang telah dilakukan oleh pakar hadis dapat disimpulkan bahwa hadis ini adalah hasan atau shohih karena banyaknya jalan periwayatan dan tidak adanya cacat. Abu Said Al Sam’ani.. Syekh Ibnu Taimiyah. b. karena perbuatan yang sunnah tidak harus dengan menggunakan dalil hadis yang shohih. Abu Musa Almadini. Sedangkan pakar hadis yang mengatakan bahwa hadis ini dhoif adalah Imam Ahmad Bin Hambal. adapun yang mengatakan bahwa hadis ini adalah dloif karena hanya melihat satu jalan periwayatan saja dan tidak menggabungkan jalan periwayatan yang satu dengan yang lain. Ibnu Khuzaimah. Alkhotib Albaghdadi. adapun pendapat Ibnu Jauzi tidak bersandarkan pada dalil yang kuat sehingga lemah untuk bisa diterima sebagai sandaran hukum. Imam Daruqutni mengatakan hadis yang paling shohih dalam keutamaan surat adalah hadis yang menjelaskan keutamaan surat Al Ikhlas dan hadis yang paling shohih dalam keutamaan sholat adalah hadis yang menjelaskan tentang sholat tasbih. Ibnu Hajar Al Haitamy. a. Al Munzhiri. Imam Hakim mengatakan bahwa yang menjadikan standar hadis tentang sholat tasbih shohih adalah terbiasa dikerjakan mulai para Tabiit Tabi’in sampai zaman sekarang . c.

semoga bermanfaat. Wallahu A’lam Bishowab. akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dalam keadaan duduk istirahat (diantara dua sujud ) dan sebelum tasyahud tidak di anjurkan untuk membaca ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Cara yang kedua inilah menurut Iimam Ghozali yang paling baik.juga dibaca sebelum membaca tahiyyat ( tasyahud) 2. akan tetapi diperhatikan bahwa bacaan ini: ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ .Kemudian membaca ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Demikian juga dalam sujud dan ketika bangun dari sujud. Setelah membaca takbir ikhrom dan doa iftitah membaca ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Sebanyak 15 kali kemudian membaca surat alfatihah dan surat kemudian membaca: ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Sebanyak 10 kali sebagaimana dalam cara yang pertama tadi. Demikianlah kajian hadis yang dapat kami sampaikan dalam kegiatan I’tikaf pada kali ini. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful