P. 1
Materi Cara Aktif Di Kelas

Materi Cara Aktif Di Kelas

|Views: 372|Likes:

More info:

Published by: Arvan S Cahya Saputra on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

MATERI LAYANAN INFORMASI BK CARA AKTIF DALAM MENGIKUTI KEGIATAN DI KELAS A.

Cara Aktif di Kelas Aktif di kelas sangat perlu, maka berikut tips agar dapat aktif di kelas: 1. niat dari rumah dengan niat belajar 2. ada rasa kemauan dan paksakan untuk belajar 3. terima pelajaran itu dengan ikhlas 4. ingat pada kebaikan ke depannya 5. ikut aktif bersama teman yang aktif dalam pelajaran 6. sering banyak mendengarkan dan bertanya dalam hal yang berkepentingan 7. senangi gurunya 8. ikut serta pada kegiatan apa saja yang bersangkutan dengan pelajaran 9. sering-seringlah mencatat hal yang sangat penting buat tambahan dalam belajar dan tidak lupa berdoa setelah belajar http://ritanovianisa.blogspot.com/2010/12/cara-aktif-belajar-di-kelas.html B. Cara Menyampaikan Pendapat dan Menghargai Orang Lain Contoh Sikap Positif terhadap penggunaan hak mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab a. Inisiatif artinya sikap suka memberi alternatif pemecahan masalah b. Pandangan ke depan artinya sikap menyenangi kemajuan dan pembaharuan c. Konstruktif artinya sikap terbiasa mengajukan kritik yang membangun untuk orang lain dan menerima yang membangun dirinya d. Tanggung jawab artinya berani menanggung resiko dari perbuatannya dan menghindari sikap buruk sangka dan lalai e. Tenggang rasa artinya sikap terbiasa menjaga perasaan dalam pergaulan dengan siapapun f. Bijaksana artinya sikap mau mengerti kelemahan yang dimiliki orang g. Komitmen artinya menghargai perjanjian yang sudah dibuat h. Sportif artinya bersedia mengakui keunggulan dan kelebihan orang lain i. Demokratis artinya selalu menghormati hak dan kewajiban diri maupun orang lain j. Taat asas artinya tidak mau menang sendiri dan ingkar janji k. Antisipatif artinya segera menyelesaikan pekerjaan rumah meskipun sedikit dan mudah l. Disiplin artinya sikap taat dan patuh yang harus diwujudkan dalam perilaku sehingga taat dan patuh pada ketentuan-ketentuan yang berlaku m. Sikap nalar artinya senang menyampaikan pendapat atau buah pikiran n. Beradab artinya sikap sopan terhadap orang lain o. Menghargai pendapat orang lain artinya sikap memperhatikan kemauan atau perkataan orang lain dengan sungguh-sungguh p. Menghargai waktu artinya tepat waktu dalam segala kegiatan Menghargai cara mengemukakan pendapat yang dilakukan secara benar dan bertanggung jawab antara lain : a. menghormati hak-hak, tugas dan tanggung jawab orang lain b. menghargai pendapat, pikiran atau gagasan orang lain

Penyampaian pendapat yang tanpa batas dan tidak bertanggung jawab akan menyebabkan hal-hal sebagai berikut : a. melahirkan suasana tidak tertib, kekacauan dan tidak aman b. merusak rasa kebersamaan c. memunculkan rasa permusuhan, penghinaan, dendam d. memunculkan hasutan, provokasi dan saling memfitnah http://pknsmpkebondalem.blogspot.com/2009/03/pkn7 -bab-iv-kemerdekaanmengemukakan.htmlhttp://pknsmpkebondalem.blogspot.com/2009/03/pkn7-bab-ivkemerdekaan-mengemukakan.html Terlebih dalam diskusi, yang harus dilakukan siswa adalah: 1. Simak baik-baik apa yang guru dan teman-teman lain sampaikan. 2. Catat poin-poin yang ingin disampaikan, bisa berupa pertanyaan atau tanggapan. Dalam diskusi, pertanyaan sama berharganya dengan pendapat karena itu menunjukkan bahwa kita sudah mau mengerti pendapat orang lain. 3. Sebelum memberi pendapat, lebih bagus lagi kalo kita menyampaikan dulu ringkasan dari pembicara yang sebelumnya. Ini menunjukkan kalo kita menyimak acara diskusi dengan baik. 4. Sampaikan pendapat dengan lugas, artinya langsung ke inti masalah, tidak putar-putar dulu bisa membingungkan. Kalau perlu lihat catatan yang telah dibuat. 5. Ketika beragumen, awali dengan mengambil contoh dari sumber referensi tertentu untuk menguatkan dasar argumen. 6. Begitu selesai menyampaikan pendapat, tidak ada salahnya menanyakan apakah para peserta diskusi telah jelas dengan apa yang kita sampaikan. C. Cara Berpikir Kritis dan Kreatif Berpikir kritis (Dalam Gunawan, Adi W, 2007) adalah kemampuan untuk melakukan analsis, menciptakan dan menggunakan kreatia secara objektif, dan melakukan evaluasi data. Berpkir kritis melibatkan keahlian berpikir yang meliputi: 1. Keahlian berpikir induktif (sebab dan akibat, membuat kesimpulan, pemecahan masalah. 2. Keahlian berpikir deduktif (Menggunakan logika, silogisme, kontradiksi) 3. Keahlian berpikir evaluatif (fakta, opin, mengientifikasi, mengevaluasi, memprediksi, dan menggolongkan, kesamaan dan perbedaan, dan mendeteksi). Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir pada level yang kompleks dan menggunakan proses analisis dan evaluasi. Berpikir kritis (Dalam Jhonson, Elaine B, 2008) merupakan sebuah proses penting, terarah, dan jelas yang digunakan dalam kegiatan mental seperti memecahkan masalah, mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, melakukan penelitian ilmiah dan sebagainya. Berpikir kreatif merupakan kegiatan mental yang memupuk ide-ide asli dan pemahaman baru. Berpikir kritis memungkinkan siswa untuk mempelajari masalah sistematis, menghadapi berjuta tantangan dengan cara yang terorganisasi, merumuskan pertanyaan inovatif, dan merancang solusi yang orisinal.

Berpikir kreatif (Dalam Gunawan, Adi W, 2007) adalah kemampuan untuk menggunakan struktur berpikir yang rumit untuk menghasilkan ide yang baru dan orisinal. Berpikir kreatif meliputi a. Kemahiran : kemahiran menghasilkan banyak ide b. Flekbilitas : kemampuan menghasilkan ide-ide yang berbeda. c. Originalitas : kemampuan menghasikan ide yang unik d. Elaborasi : kemapuan menghasilkan hal yang bersifat detail e. Sintesis : kemampuan menggabungkan komponen-komponen atau ide menjadi suatu rangkaian pemikiran yang baru. Gunawan, Adi W. 2007. Genius Learning Strategy. Jakarta: Gramedia Johnson, Elaine B. 2008. Contextual Teaching & Learning. Bandung: MLC http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/21/menjadikan-anak-berpikir-kritis-dan-kreatif/ D. Memahami Informasi secara Efektif Seseorang dalam mendengarkan informasi secara efektif memiliki prosesnya, yaitu mendengarkan, pemahaman, mengingat, penafsiran dan mengevaluasi. 1. Mendengarkan Mendengarkan melibatkan pemrosesan suara di dalam setiap otak manusia. Ada beberapa cara mendengarkan, yaitu: a. Menangkap, dapat mengenal dan mengetahui maksud yang terucapkan lewat nada, raut wajah, gerak dan lain-lain. b. Memperhatikan, memusatkan perhatian penuh terhadap informasi yang disampaikan oleh pihak pembicara. 2. Pemahaman Pemahaman merupakan proses penerimaan arti kata-kata yang disampaikan sehingga dapat sesuai dengan kata-kata yang keluar dari pihak pembicara. Dengan kata lain topik pembicaraan yang disampaikan, disusun dan diulang kembali sehingga informasi yang disampaikan dapat lebih memahaminya. 3. Mengingat Agar informasi dapat disimpan dalam jangka waktu lama, pendengar perlu melakukan konsentrasi penuh terhadap pesan yang dibicarakan. Hal ini bertujuan bahwa apabila sewaktu informasi dibutuhkan kembali, dapat digunakan sesuai apa yang telah didengarkan dan meminimalisir kesalahpahaman. 4. Menafsirkan Penafsiran merupakan proses memahami pesan yang disampaikan sesuai dengan ide, harapan dan pengalaman pribadi. Maksudnya Informasi/pesan yang disampaikan dihubungankan dengan informasi/pesan yang telah kita dengar, baca/lihat sebelumnya dari beberapa sumber.Sumbernya misalkan dari televisi, pengalaman pribadi, perbincangan, radio dan lain-lain. 5. Mengevaluasi Dengan kecakapan berpikir pendengar menilai yang diungkapkan oleh pembicara, membedakan fakta dan opini, serta mengevaluasi bukti yang dikemukakan pembicara. Apabila pembicaraan tidak sesuai dengan penafsiran pendengar, hal ini akan menimbulkan tanggapan kepada pembicara.

Penelitian menunjukkan bahwa setiap manusia menghabiskan waktunya untuk bekerja dengan mendengarkan sekitar 50%. Nilai ini sama besarnya dengan nilai gabungan waktu yang dihabiskan untuk membaca, menulis dan berbicara. Dengan demikian agar proses mendengarkan informasi dilakukan secara efektif, maka kita perlu menggunakan teknik sesuai dengan langkah-langkahnya. http://riswantohidayat.wordpress.com/komunikasi/komunikasi-verbal/mendengarkan-efektif/ E. Meningkatkan dan Mempertahankan Konsentrasi Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi belajar para pelajar dan mahasiswa : 1. Hilangkan Beban dan Tugas-Tugas Jika ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak kepikiran terus-menerus pada saat kegiatan belajar berlangsung. Lakukan identifikasi hal-hal yang harus dilakukan dan melaksanakannya agar tidak ada beban seperti cuci baju, bayar rekening listrik, mengembalikan dvd pinjaman ke teman, dan lain sebagainya. 2. Pikirkan Manfaat Belajar di Masa Depan Untuk menyemangati kegiatan belajar kita harus sedikit berandai-andai, yakni kalau kita sudah besar nanti akan sukses jadi orang pandai, penghasilan besar, punya pacar cakep, dan lain-lain. Dengan demikian maka kita akan menjadi lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita cita-citakan. Bayangkan orang lain juga yang sayang kepada kita seperti ayah, ibu, adik, kakak, pacar, saudara, dan lain-lain akan ikut senang kalau kita jadi orang sukses. Sebaliknya kalau jadi orang bodoh maka kemungkinan untuk jadi orang susah semakin besar. Cari kerja sebagai office boy saja sulit apalagi mau kerja kantoran jadi eksekutif muda. 3. Jangan Terlalu Capek Usahakan tidak membuat jadwal belajar dengan aktivitas fisik berlebih seperti olahraga, main seharian, jalan-jalan ke mall, dan lain sebagainya. kalau sudah terlanjur capek maka belajar sebentar pun sudah bisa membuat ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya langsung tidur siang atau sore lalu setelah bangun tidur langsung belajar yang serius. 4. Posisi Belajar Yang Pas (sekolah & rumah) Belajar jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti sambil tiduran, sambil jalan-jalan, sambil nonton tv, sambil ngobrol, sambil jongkok, dan lain sebagainya. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar jika ada atau di meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja kursi sekolah atau kampus. Jangan belajar sambil menghibur diri yang mengganggu seperti sambil main video game, main HP, sambil SMS-an, sambil baca komik, dan sebagainya. 5. Cari Tahu Metode Belajar Yang Tepat Terkadang ada orang yang pelajaran bisa masuk ke otak jika sambil mendengarkan musik, sambil menyanyi, sambil keliling-keliling, sambil corat-coret kertas, dan lain-lain. Coba saja aktivitas tertentu yang menurut kamu dapat menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak. 6. Strategi Menghapal Materi Pelajaran

Jika kamu punya kesulitan menghapal dan memahami pelajaran maka sebaiknya kamu membuat rangkuman pelajaran yang menurut kamu mudah dimengerti dan dapat dilihat dibaca-baca kembali jika ada yang lupa. Bisa juga membuat hubungan gambargambar yang mewakili point-poin pelajaran. Bisa juga merekam suara kita saat membaca materi pelajaran untuk didengar kembali. Bisa pula membuat pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi yang telah dipelajari, dan lain-lain. 7. Lupakan Sejenak Masalah Cinta dan Pacar (sekolah & rumah) Buat apa pacaran kalau masa depan kamu rusak. Lebih baik jangan pacaran dulu kalau belum punya pacar atau buat kesepakatan dengan kekasih pujaan hati untuk janji saling setia dan saling mendukung dalam kegiatan belajar mengajar. Setelah membuat komitmen maka kamu harus tidak mudah kangen, cemburu, dan sebagainya. Nanti kalau sudah sukses dan mapan maka akan ada banyak cewek atau cowok yang antri buat kamu. 8. Makanan dan Minuman Pendamping (dirumah) Siapkan makanan dan minuman ringan yang biasa -biasa saja sekedar untuk isi perut dan menghilangkan haus saja. Contohnya seperti singkong rebus sama teh tawar. Ketika lapar dan haus mendera kita akan dengan mudah untuk melenyapkannya. 9. Tempat Yang Tenang Tanpa Pengganggu Konsentrasi Belajar (dirumah & sekolah) Hindari lokasi belajar yang berisik yang mudah menghilangkan konsentrasi belajar kita. Bila perlu menyendirilah di kamar tanpa suara apapun. Beritahu orang-orang di rumah kalau kamu sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu demi masa depan yang cemerlang. Tutup jendela dan pintu juga agar bila ada sesuatu yang lewat atau bergerak kita tidak terpancing untuk melihatnya. 10. Istirahat / Break Jika Lelah Jangan dipaksakan tubuh yang lelah untuk terus belajar karena tidak ada gunanya. Percuma bila dipaksakan pun bisa-bisa menjadi sakit seperti pusing vertigo, demam, badan lemas, masuk angin, dan lain-lain. Pelajaran yang sudah dihapal pun mungkin saja bisa terlupakan. http://organisasi.org/tips-cara-meningkatkan-konsentrasi-belajar-untuk-dapat-nilai-bagustinggi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->