I.

Prospek Agribisnis Jagung

Salah satu komoditi tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian adalah komoditi jagung. Di Indonesia Jagung merupakan komoditas pangan kedua setelah padi dan sumber kalori atau

makanan pengganti beras disamping itu juga sebagai pakan ternak. Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ketahun sejalan dengan peningkatan taraf hidup ekonomi masyarakat dan kemajuan industri pakan ternak sehingga perlu upaya peningkatan produksi melalui sumber daya manusia dan sumber daya alam, ketersediaan lahan maupun potensi hasil dan teknologi. Jagung menjadi salah satu komoditas pertanian yang sangat penting dan saling terkait dengan industri besar. Selain untuk dikonsumsi untuk sayuran, buah jagung juga bisa diolah menjadi aneka makanan. Selain itu, pipilan keringnya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Kondisi ini membuat budidaya jagung memiliki prospek yang sangat menjanjikan, baik dari segi permintaan maupun harga jualnya. Terlebih lagi setelah ditemukan benih jagung hibrida yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan benih jagung biasa. Keunggulan tersebut antara lain, masa panennya lebih cepat, lebih tahan serangan hama dan penyakit, serta produktivitasnya lebih b anyak. Jagung memiliki potensi yang cukup besar untuk diusahakan secara agribisnis, hal ini karena tanaman ini memiliki prospek yang cerah untuk diusahakan baik dari aspek budidaya maupun dari aspek peluang pasar. Dari aspek budidaya tanaman jagung tidak s ulit untuk dibudidayakan. Tanaman jagung dapat tumbuh hampir di semua jenis tanah. Yang terpenting dan sangat berhubungan erat dengan hasil jagung adalah tersedianya unsur hara NPK pada tanah tersebut. Untuk pertumbuhan yang lebih baik lagi, tanaman jagung memerlukan tanah yang subur, gembur dan kaya humus (Sudjana dkk., 1991). Demikian juga benih jagung telah banyak varietas -varietas unggul yang dilepas. Menurut Rahmanto (1997), perkembangan daya hasil dari varietas -varietas unggul yang diadopsi petani tel ah terbukti memberikan sumbangan yang tidak kecil terhadap peningkatan produksi dan produktivitas jagung nasional. Dari aspek peluang pasar tanaman jagung mempunyai prospek yang cerah untuk diusahakan, karena permintaan konsumen dalam negeri dan peluang ek spor yang terus meningkat. Rukmana (1997) mengemukakan bahwa prospek

 Subsistem produksi dalam usahatani (on -farm). baik untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan. Permintaan pasar dalam negeri dan peluang ekspor komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun.  Subsistem pengolahan hasil panen (subsistem hilir). wingko jagung dan produk jagung olahan lainnya dan untuk keperluan bahan baku pakan ternak. Kegiatan pada subsistem ini meliputi pemilihan benih jagung. serta untuk ekspor memerlukan produk jagung dalam jumlah yang besar. Demikian juga untuk keperluan bahan baku industri rumah tangga seperti emping jagung. Menurut Sa¶id dan Intan (2001) sistem agribisnis terdiri dari subsistem pengadaan dan penyalu ran sarana produksi. Pada umumnya sistem agribisnis jagung yang dilakukan oleh petani antara lain meliputi :  Subsistem pembuatan (subsistem hulu). Keadaan ini merupakan peluang pas ar yang potensial bagi petani dalam mengusahakan tanaman jagung. Disamping itu juga prospek pasar produksi jagung semakin baik. karena didukung oleh adanya kesadaran gizi dan diversifikasi bahan makanan pada masyarakat. hal ini karena petani belum memiliki alat teknologi dan biaya yang cukup untuk . subsistem pengolahan. subsistem pemasaran dan lembaga penunjang. baik hasil usahatani maupun hasil olahannya. Sistem Agribisnis Jagung Secara konsepsional sistem agribisnis jagung merupakan keseluruhan aktivitas yang saling berkaitan mulai dari pembuatan dan pengadaan sarana produksi pertanian hingga pemasaran hasil jagung. subsistem produksi primer. Penanganan lepas panen jagung pada tingkat petani pada umumnya baru sampai pada pengeringan jagung tongkol dan pengupasan kulit jagung (klobot) .usahatani tanaman jagung cukup cerah bila dikelola secara intensif dan komersial berpola agribisnis. penyiapan lahan. pengadaan dan pen yaluran sarana produksi pertanian. II. pemeliharaan tanaman dan panen. Sarana produksi pertanian ini diperoleh petani dengan sistem pembelian atau dengan bantuan dalam bentuk kemitraan. Dengan demikian peningkatan produksi jagung baik kualitas maupun kuantitas sangat penting. penanaman.

Hal ini terbukti dari besarnya balas jasa yang d iterima oleh tanah dibandingkan faktor-faktor produksi lainnya (Mubyarto. Lembaga ditingkat petani terdiri dari kelompok tani dan koperasi. pabrik pengolahan dan konsumen. ada pula yang langsung menjual produknya ke pabrik pengolahan atau langsung ke konsumen jika produk tersebut untuk langsung dikonsumsi. . Rukmana (1997). Subsistem Hulu 1) Lahan Pertanaman Tanah sebagai salah satu faktor produksi merupakan pabrik hasil -hasil pertanian yaitu tempat dimana produksi berjalan dan darimana hasil produksi ke luar.  Subsistem pemasaran hasil (subsistem hilir).melakukan pengolahan lanjutan. mendorong aktivitas mikroorganisme tanah serta membuang ga s-gas beracun dari dalam tanah. Bagi petani y ang telah melakukan kemitraan usaha dengan perusahaan mitra pemasaran produk jagung dilakukan melalui kelompok tani atau koperasi. sehingga nilai tambah yang besar biasanya berada pada tingkat ini. Faktor produksi tanah mempunyai kedudukan paling penting. memperbaiki aerasi dan drainase tanah. Lembaga di luar petani seperti pemerintah. A. lembaga keuangan. perusahaan mitra. perusahaan dan lain -lain. pengolahan tanah minimum (minimum tillage) dan pengolahan tanah maksimum (ma ximum tillage) (Rukmana. memberantas gulma dan hama dalam tanah.  Kelembagaan pendukung agribisnis jagung (subsistem hilir) pada umumnya adalah lembaga di tingkat petani dan lembaga di luar petani. 1995). 1997). Pola pemasaran jagung melalui jalur pemasaran yang beragam. Penyiapan lahan untuk tanaman jagung dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu tanpa olah tanah (TOT) atau disebut zero tillage. Pengolahan tanah secara sempurna sangat diperlukan agar dapat memperbaiki tekstur dan struktur tanah. Untuk tingkat pengolahan lanjutan seperti pemipilan dan pengolahan dilakukan pada tingkat pedagang atau perusahaan. diantaranya bagi petani yang tidak melakukan kemitraan usaha dengan perusahaan mitra biasanya pemasaran jagung dilakukan melalui pedagang pengumpul baik yang memfungsikan kelompok tani atau koperasi maupun yang tidak.

2003). Di tanah berat dengan kandungan liat tinggi. 2) Modal (sarana produksi) Dalam kegiatan proses produksi pertanian.  Macam komoditas. Air yang berlebihan den gan membentuk genangan air akan mengakibatkan benih busuk. misalnya biaya produksi yang dikeluarkan untuk membeli benih. Pada kondisi seperti ini tanah harus sering diolah dalam masa pertumbuhan dan saluran air dibuat diantara barisan selalu diperbaiki. bangunan. ta naman kekurangan udara sehingga pertumbuhannya tidak nor mal. besar kecilnya skala usaha sangat menentukan besar kecilnya modal yang dipakai makin besar skala usaha makin besar pula modal yang dipakai. komoditas tertentu dalam proses produksi pertanian juga menentukan besar -kecilnya modal yang dipakai. Sebaliknya dengan modal tidak tetap atau modal variabel adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dan habis dalam satu kali dalam proses produksi tersebut. obat -obatan. jagung masih bisa ditanam dengan pertumbuhan yang normal asalkan tata air (drainase) dan tata udara tanahnya baik. mengemukakan bahwa jagung hibrida tidak membutuhkan persyaratan tanah yang terlalu kompleks karena tanaman ini dapat tumbuh disemua macam tanah asalka n tanah tersebut subur. dan kaya akan bahan organik. Peristiwa ini terjadi dalam waktu yang relative pendek dan tidak berlaku untuk jan gka panjang (Soekartawi.2003). Perbedaan tersebut disebabkan karena ciri yang dimiliki oleh model tersebut. Faktor produksi seperti tanah.Zulkifli (2005). atau yang dibayarkan untuk pembayaran tenaga kerja. dan mesin-mesin sering dimasukkan dalam kategori modal tetap. pupuk. Dengan demikian modal tetap didefinisikan sebagai biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang tidak habis dalam sekali proses produksi tersebut. gembur. . Besar kecilnya modal dalam usaha pertanian tergantung dari :  Skala usaha.  Tersedianya kredit sangat menentukan keberhasilan sua tu usahatani (Soekartawi. maka modal dibedakan menjadi dua macam yaitu modal tetap dan tidak tetap.

Pemberian pupuk organi k. Biji jagung yang akan dijadikan benih diproses melalui tahap -tahap pengeringan. Pupuk sangat bermanfaat dalam menyediakan unsur hara yang kurang atau bahkan tidak tersedia ditanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. 2) tidak keropos dan berlubang. Berbagai benih varietas unggul jagung dapat dengan mudah diperoleh ditoko -toko sarana produksi pertanian. Manfaat lain dari pupuk yaitu memperbaiki kemasaman tanah. P. Menurut Marsono dan Sigit (2005). 1997). mengemukakan bahwa benih yang bermutu tinggi yang berasal dari varietas unggul merupakan salah satu faktor penentu untuk memperoleh kepastian hasil usahatani jagung. Benih jagung tersebut sudah dikemas dalam kantong plastik dan berlabel sertifikat sehingga petani tinggal menggunakannya. 6) ukuran biji seragam (Rukmana. Pupuk phonska merupakan pupuk majemuk yang mengandung nitrogen.Rukmana (1997). Syarat benih jagung yang baik adalah: 1) daya tumbuh minimum 80%. 5) berwarna seragam sesuai dengan warna asli suatu varietas. pupuk phonska digunakan untuk pertumbuhan akar tanaman muda. Manfaat utama dari pupuk yang berkaitan dengan sifat fisika tanah yaitu memperbaiki struktur tanah dari padat menjadi gembur. pemupukan juga membantu mencegah kehilangan unsur hara yang cepat hilang seperti N. Selain menyediakan unsur hara. Dosis pupuk phonska pada tanaman jagung ya itu 50-100 kilogram per hektar. pemipilan. membantu asimilasi dan pernapasan serta mempercepat pembungaan. pemasakan biji dan buah. K yang mudah hilang oleh penguapan. 3) bebas dari hama dan penyakit 4) murni atau bebas dari campuran varietas lain. phosfor dan kalium. Tanah yang masam dapat ditingkatkan pHnya menjadi pH optimum dengan pemberian kapur dan pupuk organik. . pengeringan ulang dan pengemasan sesuai dengan kaidah tata laksana pembenihan. Namun kadang benih jagung diproduksi sendiri oleh petani. terutama dapat memperbaiki struktur tanah dengan menyediakan ruang pada tanah untuk udara dan air. Menurut Pinus (1994).

Tenaga kerja pria mempunyai spesialisasi dalam bidang pekerjaan tertentu seperti mengolah tanah. Sering dijumpai alat -alat teknologi canggih tidak dioperasikan karena belum tersedianya tenaga kerja yang mempunyai klasifikasi untuk mengoperasikan ala t tersebut. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan sampai tingkat tertentu sehingga jumlahnya optimal. apalagi dalam proses produksi pertanian. merupakan faktor produksi yang penting dan perlu diperhitungkan dalam proses produksi dalam jumlah yang cukup bukan saja dilihat dari tersedianya tenaga kerja tetapi juga kualitas dan macam tenaga kerja perlu pula diperhatikan. Persediaan tenaga kerja spesialisasi ini diperlukan sejumlah tenaga kerja yang mempunyai spesialisasi pekerjaan tertentu.  Jenis kelamin. Bila terjadi pengangguran semacam ini. selalu diperlukan spesialisasi. Beberapa hal yang p erlu diperhatikan pada faktor produksi tenaga kerja adalah :  Tersedianya tenaga kerja. musim dan upah tenaga kerja. jenis kelamin. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan ini memang masih banyak dipengaruhi dan dikaitkan dengan kualitas tenaga kerja.3) Tenaga Kerja Faktor produksi tenaga kerja. Bila m asalah kualitas tenaga kerja ini tidak diperhatikan. . maka akan terjadi kemacetan dalam proses produksi. Dalam proses produksi. dan tenaga kerj a wanita mengerja kan tanam. Kualitas tenaga kerja juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. Pertanian ditentukan oleh musim. maka konsekuensinya juga terjadi migrasi atau urbanis asi musiman (Soekartawi. 2003). maka terjadilah penyediaan tenaga kerja musiman dan pengangguran tenaga kerja musiman. apakah itu proses produksi barang-barang pertanian atau bukan. Setiap proses produksi diperlukan tenaga kerja yang cukup memadai. dan ini tersedianya adalah dalam jumlah yang terbatas.  Kualitas tenaga kerja.  Tenaga kerja musiman.

Oleh karena itu penilaian terhadap upah perlu distandarisasi menjadi hari kerja orang (HKO) atau hari kerja setara pria (HKSP). Mereka yang tergolong dib awah usia dewasa akan menerima upah yang juga lebih rendah bila dibandingkan dengan tenaga kerja yang dewasa. Begitu pula halnya tenaga kerja ternak. Tenaga kerja bukan manusia seperti mesin dan ternak juga menentukan basar kecilnya upah tenaga kerja.Dalam usahatani sebagian besar tenaga kerja berasal dari keluarga petani sendiri. Lama waktu bekerja juga menentukan besar kecilnya tenaga kerja makin lama jam kerja. 2003). Karena proses produksi ini melibatkan sejumlah orang (tenaga kerja) dari berbagai tingkatan. karena kemampuan traktor tersebut dalam mengolah tanah yang relatif lebih tinggi. nilainya lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai te naga kerja traktor karena kemampuan yang lebih tinggi daripada tenaga kerja tersebut (Soekartawi. Upah tenaga kerja ternak umumnya lebih tinggi daripada upah tenaga kerja manusia (Mubyarto. 1995). maka manajemen berarti pula bagaimana mengelola orang - . mengorganisasikan dan melaksanakan serta mengevalusi suatu proses produksi. Tenaga kerja keluarga ini merupakan sumbangan keluarga pada produksi pertanian secara keseluruhan dan tidak perlu dinilai dengan uang tetapi terkadang juga membutuhkan tenaga kerja tambahan misalnya dalam penggarapan tanah baik dalam bentuk pekerjaan ternak maupun tenaga kerja langsung sehingga besar kecilnya upah tenaga kerja ditentukan oleh jenis kelamin. Nilai tenaga kerja traktor mini akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai tenaga kerja orang. makin tinggi upah yang mereka ter ima dan begitu pula sebaliknya. Umur tenaga kerja di pedesaan juga sering menjadi penentu besar kecilnya upah. Upah tenaga kerja pria umumnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan upah tenaga kerja wanita. 4) Manajemen Manajemen terdiri dari mere ncanakan.

pupuk dan obat -obatan. baik dari segi jenis. baik dari segi jumlah maupun mutu dan kapasitas. 2003). jumlah dan mutu atau spesifikasinya.orang tersebut dalam tingkatan atau dalam tahapan pros es produksi (Soekartawi. K etiga. Dilain pihak. mendidik para petani agar mampu mangambil sikap atau suatu keput usan yang tegas dan tepat serta harus didasarkan pada pertimbangan yang ada. pencapaian efisiensi dalam pengorganisasian input -input dan fasilitas produksi lebih mengarah kepada optimasi penggunaan berbagai sumberdaya tersebut sehingga dapat dihasilkan output maksimum dengan biaya minimum. Faktor manajemen dipengar uhi oleh: 1) tingkat pendidikan 2) Pengalaman berusahatani 3) skala usaha. mendidik para petani agar mampu berpikir dalam menciptakan suatu gagasan yang dapat menguntungkan usahataninya. Diantaranya pe rtama. Setelah itu maka disusun rencana dan sistem pengadaannya dua hal mendasar yang perlu menjadi titik perhatian dalam memilih sistem pengadaan adala h membuat sendiri atau membeli. membantu petani dalam memperincikan secara jelas kebutuhan sarana produksi yang diperlukan seperti bibit unggul. Menurut Entang dalam Tahir Marzuki (2005). K edua. 2005). Dalam . Keempat. Perencanaan input -input dan sarana produksi mencakup kegiatan mengidentifikasi input -input dan sarana produksi yang dibutuhkan. Kelima. perencanaan usahatani akan menolong keluarga tani di pedesaan. Pengorganisasian mengenai sumberd aya berupa input -input dan sarana produksi yang akan digunakan akan sangat berguna bagi pencapaian efisiensi usaha dan waktu. 4) besar kecilnya kredit dan 5) macam komoditas. membantu dalam meramalkan jumlah produksi dan pendapatan yang diharapkan (Soekartawi. Pencapaian efektivitas dalam pengorganisasian menekankan pada penempatan fasilitas dan input-input secara tepat dalam suatu rangkaian proses. Pengorganisasian tersebut terutama menyangkut bagaimana mengalokasikan berbagai input dan fasilitas yang akan digunakan dalam pros es produksi sehingga proses produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien. membantu petani dalam mendapatkan kredit utang yang akan dipinjamnya sekaligus juga dengan cara -cara pengembaliannya.

obat -obatan dan terbatasnya persediaan modal untuk pembiayaan usaha pertanian dalam skala tersebut. Pengawasan dalam usaha produksi pertanian meliputi pengawasan anggaran. proses. Dengan pengawasan yang baik terhadap penggunaan faktor -faktor produksi dapat menentukan efisien tidaknya suatu usahatani. obat -obatan dan persediaan modal untuk membiayai usaha pertanian. luasan yang terlalu kecil cenderung menghasilkan usaha yang tidak efisien pula (Soekartawi. Pengawasan pada suatu usahatani meliputi pengawasan terhadap penggunaan faktor produksi lahan. 2005). kelebihan biaya pada suatu tahap proses produksi dan lain-lain. 1999). jadwal kerja yan g merupakan upaya untuk memperoleh hasil maksimal dari usaha produksi. pupuk. upaya pengawasan terhadap faktor produksi semakin baik. sehingga jika terjadi penyimpangan dari rencana yang dianggap dapa t merugikan maka segera dilakukan p engendalian (Soekartawi. Sebaliknya pada luas lahan yang sempit. sebab diperlukan modal yang tidak terlalu besar sehingga usaha pertanian seperti ini lebih efisien. bibit. Selanjutnya dikemukakan bahwa Pengendalian dalam usaha produksi pertanian berfungsi untuk menjamin agar proses produksi berjalan pada rel yang telah direncanakan. masukan. Sedangkan evaluasi dilakukan secara berkala mulai saat perencanaan sampai akhir usaha tersebut berlangsung. .usahatani pengorganisasian input -input dan fasilitas produksi menjadi penentu dalam pencapaian optimalitas alokasi sumber -sumber produksi (Soekartawi. Dalam usahatani misalnya pengendalian dapat dilakukan p ada masalah kelebihan penggunaan tenaga manusia. pupuk. 2005). Meskipun demikian. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa luasnya lahan mengakibatkan upaya untuk melakukan tindakan yang mengarah pada segi efisiensi akan berkurang disebabkan lemahnya pengawasan terhadap penggunaan faktor produksi bibit. Seringkali dijumpai makin luas lahan yang dipakai sebagai usaha pertanian akan semakin tidak efisien lahan tersebut. penggunaan air.

benih dapat digunakan beberapa generasi tanpa mengalami degenerasi(kemund uran hasil). yaitu (a) subsistem hulu yaitu kegiatan ekonomi yang menghasilkan sarana produksi (input) pertanian. pilihan kombinasi usaha dan juga intensitas pengusahaan tanaman (Hernanto. Salah satu yang menentukan komoditas adalah jumlah permintaan dan penawaran harga produk dan faktor produksi yang sering mengalami perubahan akan berpengaruh terhadap tin gkat keuntungan yang diterima.an penting kenapa jagung komposit ditanam di beberapa lingkungan tumbuh. dapat dikembangkan pada lahan marginal maupun lahan subur.Faktor produksi tersebut berpengaruh pada biaya produksi sedangkan keduanya akan mempengaruhi penerimaan usahatani. 1991). umur genjah dan daya hasil cukup tinggi. biaya produksi lebih murah. : mudah dan sederhana dikembangkan. (b) subsistem pertanian primer yaitu kegiatan ekonomi yang menggunakan sarana produksi yang dihasilkan subsistem hu lu. Beberapa alas . Selain itu. dan (d) subsistem penunjang yaitu kegiatan yang menyediakan jasa penunjang antara lain permodalan. B. . teknologi dan lain-lain. (c) subsitem agribisnis hilir yaitu yang mengolah dan memasarkan komoditas`pertanian. Penerimaan usahatani akan terkait dengan jumlah produk yang dihasilkan dengan harga komoditas. benih dapat secara cepat diperbanyak oleh petani atau kelompok tani sehingga memungkinkan menyebar. Agribisnis adalah rangkaian kegiatan usaha pertanian yang terdiri atas 4 (empat) sub-sistem. mengurangi ketergantungan petani kepada pihak lain karena dapat menyimpan benih sendiri. tingkat produksi. ada beberapa alasan kenapa sebagian besar petani masih menggunakan jagung komposit varietas unggul. antara lain : daya adaptasi yang luas. harga benih relatif murah. Faktor -faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani adalah luas usaha. Subsistem On-Farm Di negara berkembang seperti Indonesia penggunaan jagung benih unggul masih didominasi oleh varietas bersari bebas atau jagung komposit.

Pemupukan diberikan secara ditugal pada setiap tanaman jarak 3 -5 cm dari tanaman kemudian ditutup dengan tanah. Kresna. y Benih bermutu merupakan syarat terpenting dalam budidaya tanaman jagung . Saat tanam pupuk Urea 50 -75 kg/ha + SP36 75-100 kg/ha+ KCl 50-75 kg/ha. 4. Palakka. y Penggunaan benih unggul Varietas unggul jagung komposit antara lain : Bisma. untuk tanah bekas sawah tidak perlu dilakukan pengolahan tanah. tanaman . tergantung jarak tanam. Benih sehat dan memiliki daya tumbuh minimal 90 %. y Penyiapan lahan Pengolahan tanah dilakukan sekali hingga 2 kali (tergantung kondisi tanah). Jarak tanam yang optimal antara 80 cm x 40 cm. Srikandi kuning.000 tanaman/ha. Penanaman 3. y Populasi tanaman jagung yang optimal antara 62. sedalam 20-25 cm. y Jika curah hujan masi h cukup tinggi perlu dibuat saluran drainase setiap 3 m. Sukmaraga. y y Umur 30-40 hari setelah tanam diberikan pupuk Urea 100 -150 kg/ha. y Penyiangan fase pertumbuhan awal sangat baik dilakukan agar tidak terjadi persaingan dalam pemanfaatan unsur hara dengan pengganggu (gulma). 5.TEKNIK BUDIDAYA 1. y Kebutuhan benih antara 20 -25 kg/ha. Srikandi putih. Pemeliharaan Pemeliharaan meliputi kegiatan : penyiangan. pembumbunan dan pengaturan drainase. 75 cm x 50 cm. Lamuru. sepanjang petakan.500 -100. y y Pemupukan Pupuk kandang dengan dosis antara 5 ± 15 ton/ha. y Campurkan benih jagung sebelum tanam dengan Redomil/Saromil dosis 100 gr/kg benih. 2. dan 80 cm x 25 cm. masing-masing dengan 2 (dua) tanaman per lubang.

6. terutama pada musim hujan dapat mengakibatkan tanaman mati. inang dan lingkungan (PIL). Pengendalian dilakukan setelah terbentuk jambul jag ung dengan Decis 25 EC setiap 1-2 hari sekali sehingga biayanya mahal. y Pemanfaatan musuh alami dengan cara menghindari tindakan -tindakan yang dapat merugikan perkembangan musuh alami. merusak daun. Usaha -usaha pengendalian . merusak tanaman muda. umur 10- y Pembumbunan tanaman jagung dilakukan pada saat tanaman umur 4 ± 5 minggu. Pengendalian penyakit Suatu penyakit merupakan hasil interaksi 3(tiga) komponen utama yaitu: pathogen.) dan ulat tanah (Agrotis sp. Penyiangan pertama 15 hari setelah tanam. tanam serempak. Hama yang menyerang di pertanaman antara la in : y Lalat bibit (Atherigona sp. y Penggerek batang (Ostrinia Furnacalis) . y Pengendalian fisik dan mekanik antara lain dilakukan dengan mengambil kelompok telur dan membunuh larva hama atau imagonya atau mengambil tanaman yang sakit. Pengendalian dengan menggunakan Furadan 3 G diberikan melalui pucuk sebelum berbunga (40 hari) d an diikuti Decis 25 EC. Pengendalian dengan insektisida yang mengandung khlorpirifos dan karbofuran. y Penggerek tongkol (Helicoverpa sp. Pengendalian dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman. biasanya pada ujung tongkol dan merusak sebagian biji jagung dalam tongkol. 7. bunga jantan dan juga tongkol saat tanaman umur 1 bulan. menyerang bagian reproduksi tanaman termasuk kuncup bunga dan buah.) . Pengendalian hama Serangan hama merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan produksi jagung. y Kegiatan pembumbunan tanaman dapat memperbaikan drainase pada lahan pertanaman.y Penyiangan dilakukan satu atau dua kali selama periode tumbuh tanaman tergantung pertumbuhan gulma. batang.).

Penundaan dimaksud untuk menurunkan kadar air benih sampai 25 -30 %. Pengendalian dilakukan dengan penyiangan. Tanaman jagung rentan VMKJ sampai umur 5 minggu dan semakin tua akan lebih tahan. penggunaan varietas tahan d an eradikasi. timbul bercak-bercak pada daun bawah tua kemudian menuju daun -daun muda. Penyebaran penyakit melalui angin yang membawa konidia dari sumber inokulum ke tanaman di sekitarnya.untuk mengatasi masalah penyakit pada dasarnya adalah cara -cara memanfaatkan PIL tersebut untuk memperkecil akibat yang ditimbulkannya sehingga mencapai suatu titik di bawah ambang ekonomi dengan kerugian yang dapat diabaikan. sanitasi. dan Virus Mosaik Kerdil Jagung (VMKJ). penyakit yang paling berbahaya dapat menurunkan hasil sampai 100 %. 8. terutama sejak bunga jantan muncul dengan interval 7-10 hari. Pengendalian gunakan fungisida sistemik. Seedtreatment pada benih sebelum ditanam dengan Ridomil/Saromil dengan dosis 100 gr/kg benih dapat menekan serangan bulai. sehingga biaya pengeringan dan kerusakan mekanis yang terjadi saat panen dapat ditekan. . Tamaron atau Thiodan. Kerugian dapat mencapai 70 %. y Bulai (Downy mildew) . saat ini ada 3 (tiga) macam. y Virus Mosaik. yaitu : Virus Mosaik Tebu. tanam serempak. Virus Mosaik Ketimun. Belum ada varietas jagung yang tahan terhadap VMKJ. dengan insektisida efektif seperti Monokrofos. y Penundaan waktu panen adalah sampai benih mencapai masak panen asalkan keadaan lapang cukup menguntungkan (tidak ada hujan). Dapat menular melalui biji dan tepung sari. Pengendalian tidak menggunakan benih dari tanaman sakit. karena pada saat itu kadar air benih jagung masih cukup tinggi. pada infeksi berat tanaman mati. y Panen dan pasca panen Panen dilakukan saat setelah benih mencapai masak fisiologis. yaitu sekitar 35 40 % maka segera dilakukan penjemuran. y Hawar daun (Helminthosporium turcicum) .

bentuk biji mutiara. bobot 1. warna biji kuning tua.5 t/ha. bobot 1. Umur 95-100 hari. C. bentuk biji semi mutiara. secara jelasnya dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. warna biji kuning. tinggi tanaman 160 -200 cm. Umur 96 hari.000 biji 275 gr. tinggi tanaman 180 -220 cm. cukup tahan bulai dan karat.000 biji 307 gr. potensi hasil 7 -8 t/ha. bentuk biji mutiara. potensi hasil 7. tahan penyakit bulai dan karat daun . Umur 105-110 hari. Kegiatan pascapanen merupakan b agian integral dari pengembangan agribisnis. warna biji kuning. tahan karat dan bercak daun. kemudian dipipil. cukup tahan terhadap bulai. potensi hasil 7. tahan penyakit bulai. bentuk biji mutiara. y SUKMARAGA. bentuk biji semi mutiara. Umur 90 hari. karena merupakan salah satu sub -sistem agribisnis yang . bobot 1. bobo t 1.000 biji 240 -280 gr. bobot 1. tinggi tanaman 190 cm. pemipilan pada saat kadar air masih tinggi akan merusak kualitas biji jagung.y Tongkol jagung dipanen manual. tinggi tanaman 230 cm. yang dimulai dari aspek produksi bahan mentah sampai pemasaran produk akhir. potensi hasil 8. potensi hasil 8.5 t/ha. Subsistem Hilir Subsitem agribisnis hilir yaitu yang mengolah dan memasarkan komoditas`pertanian . tinggi tanaman 185 cm.0 t/ha. y LAMURU. warna biji kuning. Pengolahan produk Pengolahan produk dilakukan setelah kegiatan panen dalam subsistem agribisnis atau biasa disebut denga kegiatan pasca panen. y BISMA. Peran kegiatan pascapanen menjadi sangat penting.000 biji 275 gr. warna biji kuning. y Jagung pipilan kemudian dijemur lagi hingga kadar air < 9 % apabila akan disimpan. segera kulit dikupas dan dijemur sampai kadar air 10-14 %.0 t/ha. VARIETAS UNGGUL y KRESNA.000 biji 270 gr. y PALAKKA. Umur 95 hari.

maka diperlukan 0. Pati Jagung. Proses pembuatan pati jagung secara garis besar melalui tahapan perendaman biji jagung. kegiatan pasca panen dilakukan dengan pemanfaatan teknologi pengolahan jagung yang berpeluang meningkatkan nilai komoditas jagung tidak hanya sebagai sumber pakan tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk pangan yang bernilai ekonomi Pascapanen jagung selama ini masih dkerj akan secara tradisional. terutama masyarakat pedesaan yang mengkonsumsi jagung sebagai makanan pokok. kemudian pemisahan antara pati dari glutennya. .mempunyai peluang besar dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk agribisnis. pemisahan lembaga dari endosperm. Beberapa produk olahan dari jagung telah umum dikenal oleh masyarakat. Pati jagung potensial mensubstitusi terigu maupun tapioka dari 20-100%. Pati jagung dapat dibuat menjadi berbagai macam produk olahan pangan. dicetak dan dikemas. b. karena selama ini hanya mengandalkan keunggulan komparatif dengan kelimpahan sumberdaya alam dan tenaga kerja tak terdidik (factor ±driven). Pada komuditi Jagung. produk olahan mampu memberikan nilai tambah yang sangat besar. garam dan santan kelapa yang dimasak menjadi bub ur kental.0 juta ton p ati jagung per tahun. Untuk pengembangan industri pati jagung. Dibanding dengan produk segar. sehingga produk yang dihasilkan didominasi oleh produk primer atau bersifat natural recources based dan unskilled -labor intensive. Dodol Jagung Dodol jagung diolah dari tepung jagung yang diberi gula. Pati jagung dalam perdagangan biasa disebut tepung maizena. Daya saing komoditas Indonesia masih lemah. dibutuhkan investasi mencapai Rp 80 -160 miliar. Jika pati jagung menggantikan 10% saja. kemudian pengeringan pati.3-1. penggilingan. a. Adapun berbagai produk olahan lain seperti pada uraian berikut ini. pemisahan serat kasar dari pati dan gluten.

menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Di negara barat emping jagung ini disebut cor n flake. dikonsumsi untuk sarapan ataupun sebagai makanan kecil (kudapan). Tepung Jagung Pembuatan tepung jagung lebih mudah daripada pembuatan pati jagung. e. Keripik Jagung Berbeda dengan emping jagung. Produk ini dapat dimakan dengan menuangkan susudan biasanya digunakan untuk sarapan. Pemasaran Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan. Emping Jagung Emping jagung adalah biji jagung yang dipres tipis seperti emping. yaitu : . dll. keju atau susu. Cara seperti ini di Indonesia belum membudaya. Keripik jagung banyak dikonsumsi di Meksiko dan Amerika Serikat disebut tortilla. Meskipun demikian keberadaan emping jagung di Indonesia dewasa ini semakin berkembang dan berdampak positif dalam u saha diversifikasi menu makanan. Adonan tersebut kemudian digiling dan dicetak lalu dilakukan pengeringan dan penggorengan (Munarso dan Mujisihono. Definisi ini berdasarkan pada k onsep inti. Guna mendukung upaya diversifikasi penggunaan tepung jagung menjadi berbagai bentuk makanan. Tahapan pembuatan tepung jagung meliputi penggilingan kasar hingga berbentuk butiran (beras jagung). Mula -mula dilakukan pemasakan biji jagung utuh di dalam air kapur. dilakukan pembuatan tepung jagung komposit yang disebut sebagai bahan makanan campuran (BMC). penggilingan halus hi ngga berbentuk tepung dan pengayakan. 2. 1993). pemisahan kulit dan lembaga. Penyajiannya dapat ditambah sayur. daging. yaitu pencampuran tepung jagung dengan tepung dari komoditas lain untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan baku produk olahan antara lain produk rerotian. keripik jagung dibuat dari biji jagung utuh.c. d.

transaksi dan hubungan. Brazil 6. Afrika Selatan 1. Jambi dan Gorontalo) dengan rata -rata produksi jagung nasional 16 jt ton per tahun . melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran.kebutuhan. sisa lainnya (NTT. diikuti China 20.92% dan negara negara lainnya 14.3 jt ton. Petani Pedagang tingkat desa Pedagang besar kabupaten Pedagang dalam negeri/Eksportir Prosesor .3 jt ton. NTB.44% dan Canada 1. Sedangkan untuk negara -negara Uni Eropa sebanyak 7. India 2. Ukraina 1. Jawa Tengah : 3.2 jt ton. Pola 1. Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.16%. Total produksi jag ung pada tahun 2008/2009 adalah sebesar 791. keinginan dan permintaan. Sumatera Utara : 1. nilai. pertukaran. pemasaran dan pemasar.34%. 85% dari total produksi dunia). meneliti dan memi lih pasar sasaran. Lampung : 2 jt ton. merancang strategi pemasaran.3 juta MT . Provinsi penghasil jagung di Indonesia : Jawa Timur : 5 jt ton. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia. biaya dan kepuasan. Mexico 3.34%. Sedangkan proses pemasaran terdiri dari analisa peluang pasar. Jawa Barat : 700 ± 800 rb ton. dan mengorganisir. pasar. Sulawesi Selatan: 1.61%. Berikut digambarkan pola pemasaran dari agribisnis jagung sebagai berikut. Produsen jagung terbesar saat ini adalah Amerika Serikat (38.34%. merancang program pemasaran.45%. produk.97%.

Satu are jagung tua. Manajemen Manajemen adalah suatu proses untuk mencapai hasil -hasil yang diinginkan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dengan menjalankan fungsi -fungsi manajemen yaitu fungsi perencanaan. karena sudah banyak pembeli yang langsung membeli di sawah. Untuk jagung yang sudah dirontokan atau jagung bijian. Petani KUD/Pasar lelang Prosesor Pedagang dalam negeri/Eksportir Pola 3. sedangkan yang masih tongkolan hanya Rp 900.fungsi pengorganisasian. Petani KUD Prosesor Pedagang dalam negeri/Eksportir Kebutuhan akan jagung di daerah ini cukup tinggi. Harganya pun lumayan menjanjikan. laku terjual rata -rata Rp 90. Jagung muda memang banyak diserap pasar. laku terjual Rp 1. jagung muda pun banyak diminta. Di samping jagung bijian untuk pakan ternak. Petani pun belakangan tidak lagi repot-repot memetik jagung di sawah. karena pasarnya masih terbuka lebar.000 per arenya serta jagung muda Rp 200 per tongkol. 3. baik di pasar tradisional maupun di objek -objek wisata di daerah ini. .000. sedangkan kalau borongan harganya bisa mencapai Rp 90.fungsi pengarahan dan pengimplementasian fungsi pengawasan dan pengendalian. dimana pada subsistem hilir perencanaan misalnya dilakukan dengan mendiskusikan suatu perencanaan tentang akan diolah seperti apa hasil produk yang telah diperoleh pada on-farm apakah jagungnya nanti akan dijadikan dodol jagung.Pola 2. Subsistem hilir serta agribisnis manajemen dapat dijelaskan sebagai berikut: y Fungsi perencanaan. Jagung rebus dan jagung bakar memang merupakan menu makanan favorit di sejumlah objek wisata .500 per kilogram.

. Pada subsistem hilir manajer diharapakan dapar secara intensif memberikan pengarahan agar tidak terjadi kekeliruan dalam mencapai tujuan sebagimana direncanakan. merencanakan setelah produk jadi akan di pasarkan dimana dan dengan harga berapa. promosi sampai pasar. y Fungsi pengevaluasian pada subsistem hilir dilakukan dengan melihat sejauh mana kinerja yang ttelah dilakukan apakah telah mencapai tujuan yang telah direncanakan ataukah perusahaan menghadapi masalah dan sejauh mana masalah tersebut mempengaruhi produktivitas.pati jagung atau yang lainnya. sebagai contoh suatu perusahaan setelah memeutuskan produksinya akan mereka kelola menjadi tepung jagung kemudian di organisasikanlah karyawannya yang mana pembagiannya ada yaSng mengurusi penyediaan bahan pelengkap selain jagung. y Fungsi pengorganisasian. ada yang mengurusi distribusi. dimana pada subsi stem hilir pengorganisasian dilakukan dengan mengelompokkan orang -orang yang akan di tempatkan sebagai coordinator suatu kegiatan yang dapat dikhususkan. CONTOH KASUS . y Fungsi pengendalian dan f ungsi pengarahan ini kebanyakan yang berperan adalah manajer.