P. 1
Manajemen Agribisnis (Tanaman Jagung)

Manajemen Agribisnis (Tanaman Jagung)

|Views: 3,234|Likes:
Published by Rhuslin Chaerul

More info:

Published by: Rhuslin Chaerul on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2014

pdf

text

original

I.

Prospek Agribisnis Jagung

Salah satu komoditi tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian adalah komoditi jagung. Di Indonesia Jagung merupakan komoditas pangan kedua setelah padi dan sumber kalori atau

makanan pengganti beras disamping itu juga sebagai pakan ternak. Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ketahun sejalan dengan peningkatan taraf hidup ekonomi masyarakat dan kemajuan industri pakan ternak sehingga perlu upaya peningkatan produksi melalui sumber daya manusia dan sumber daya alam, ketersediaan lahan maupun potensi hasil dan teknologi. Jagung menjadi salah satu komoditas pertanian yang sangat penting dan saling terkait dengan industri besar. Selain untuk dikonsumsi untuk sayuran, buah jagung juga bisa diolah menjadi aneka makanan. Selain itu, pipilan keringnya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Kondisi ini membuat budidaya jagung memiliki prospek yang sangat menjanjikan, baik dari segi permintaan maupun harga jualnya. Terlebih lagi setelah ditemukan benih jagung hibrida yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan benih jagung biasa. Keunggulan tersebut antara lain, masa panennya lebih cepat, lebih tahan serangan hama dan penyakit, serta produktivitasnya lebih b anyak. Jagung memiliki potensi yang cukup besar untuk diusahakan secara agribisnis, hal ini karena tanaman ini memiliki prospek yang cerah untuk diusahakan baik dari aspek budidaya maupun dari aspek peluang pasar. Dari aspek budidaya tanaman jagung tidak s ulit untuk dibudidayakan. Tanaman jagung dapat tumbuh hampir di semua jenis tanah. Yang terpenting dan sangat berhubungan erat dengan hasil jagung adalah tersedianya unsur hara NPK pada tanah tersebut. Untuk pertumbuhan yang lebih baik lagi, tanaman jagung memerlukan tanah yang subur, gembur dan kaya humus (Sudjana dkk., 1991). Demikian juga benih jagung telah banyak varietas -varietas unggul yang dilepas. Menurut Rahmanto (1997), perkembangan daya hasil dari varietas -varietas unggul yang diadopsi petani tel ah terbukti memberikan sumbangan yang tidak kecil terhadap peningkatan produksi dan produktivitas jagung nasional. Dari aspek peluang pasar tanaman jagung mempunyai prospek yang cerah untuk diusahakan, karena permintaan konsumen dalam negeri dan peluang ek spor yang terus meningkat. Rukmana (1997) mengemukakan bahwa prospek

Demikian juga untuk keperluan bahan baku industri rumah tangga seperti emping jagung. karena didukung oleh adanya kesadaran gizi dan diversifikasi bahan makanan pada masyarakat.  Subsistem pengolahan hasil panen (subsistem hilir). baik hasil usahatani maupun hasil olahannya. Menurut Sa¶id dan Intan (2001) sistem agribisnis terdiri dari subsistem pengadaan dan penyalu ran sarana produksi. penanaman. pengadaan dan pen yaluran sarana produksi pertanian. Pada umumnya sistem agribisnis jagung yang dilakukan oleh petani antara lain meliputi :  Subsistem pembuatan (subsistem hulu).  Subsistem produksi dalam usahatani (on -farm). Kegiatan pada subsistem ini meliputi pemilihan benih jagung. II. baik untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan. Sistem Agribisnis Jagung Secara konsepsional sistem agribisnis jagung merupakan keseluruhan aktivitas yang saling berkaitan mulai dari pembuatan dan pengadaan sarana produksi pertanian hingga pemasaran hasil jagung.usahatani tanaman jagung cukup cerah bila dikelola secara intensif dan komersial berpola agribisnis. subsistem pengolahan. Sarana produksi pertanian ini diperoleh petani dengan sistem pembelian atau dengan bantuan dalam bentuk kemitraan. subsistem produksi primer. Keadaan ini merupakan peluang pas ar yang potensial bagi petani dalam mengusahakan tanaman jagung. Disamping itu juga prospek pasar produksi jagung semakin baik. subsistem pemasaran dan lembaga penunjang. wingko jagung dan produk jagung olahan lainnya dan untuk keperluan bahan baku pakan ternak. hal ini karena petani belum memiliki alat teknologi dan biaya yang cukup untuk . Penanganan lepas panen jagung pada tingkat petani pada umumnya baru sampai pada pengeringan jagung tongkol dan pengupasan kulit jagung (klobot) . Dengan demikian peningkatan produksi jagung baik kualitas maupun kuantitas sangat penting. serta untuk ekspor memerlukan produk jagung dalam jumlah yang besar. Permintaan pasar dalam negeri dan peluang ekspor komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun. pemeliharaan tanaman dan panen. penyiapan lahan.

sehingga nilai tambah yang besar biasanya berada pada tingkat ini. Pola pemasaran jagung melalui jalur pemasaran yang beragam. 1995). Penyiapan lahan untuk tanaman jagung dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu tanpa olah tanah (TOT) atau disebut zero tillage. Pengolahan tanah secara sempurna sangat diperlukan agar dapat memperbaiki tekstur dan struktur tanah. . A. memperbaiki aerasi dan drainase tanah. Untuk tingkat pengolahan lanjutan seperti pemipilan dan pengolahan dilakukan pada tingkat pedagang atau perusahaan. Bagi petani y ang telah melakukan kemitraan usaha dengan perusahaan mitra pemasaran produk jagung dilakukan melalui kelompok tani atau koperasi. Subsistem Hulu 1) Lahan Pertanaman Tanah sebagai salah satu faktor produksi merupakan pabrik hasil -hasil pertanian yaitu tempat dimana produksi berjalan dan darimana hasil produksi ke luar. perusahaan mitra. 1997). pabrik pengolahan dan konsumen. diantaranya bagi petani yang tidak melakukan kemitraan usaha dengan perusahaan mitra biasanya pemasaran jagung dilakukan melalui pedagang pengumpul baik yang memfungsikan kelompok tani atau koperasi maupun yang tidak. lembaga keuangan. Hal ini terbukti dari besarnya balas jasa yang d iterima oleh tanah dibandingkan faktor-faktor produksi lainnya (Mubyarto.melakukan pengolahan lanjutan. perusahaan dan lain -lain. Lembaga ditingkat petani terdiri dari kelompok tani dan koperasi. Faktor produksi tanah mempunyai kedudukan paling penting. ada pula yang langsung menjual produknya ke pabrik pengolahan atau langsung ke konsumen jika produk tersebut untuk langsung dikonsumsi. Lembaga di luar petani seperti pemerintah. pengolahan tanah minimum (minimum tillage) dan pengolahan tanah maksimum (ma ximum tillage) (Rukmana. memberantas gulma dan hama dalam tanah. mendorong aktivitas mikroorganisme tanah serta membuang ga s-gas beracun dari dalam tanah. Rukmana (1997).  Kelembagaan pendukung agribisnis jagung (subsistem hilir) pada umumnya adalah lembaga di tingkat petani dan lembaga di luar petani.  Subsistem pemasaran hasil (subsistem hilir).

Sebaliknya dengan modal tidak tetap atau modal variabel adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dan habis dalam satu kali dalam proses produksi tersebut. jagung masih bisa ditanam dengan pertumbuhan yang normal asalkan tata air (drainase) dan tata udara tanahnya baik. atau yang dibayarkan untuk pembayaran tenaga kerja. gembur. Perbedaan tersebut disebabkan karena ciri yang dimiliki oleh model tersebut. besar kecilnya skala usaha sangat menentukan besar kecilnya modal yang dipakai makin besar skala usaha makin besar pula modal yang dipakai. Dengan demikian modal tetap didefinisikan sebagai biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang tidak habis dalam sekali proses produksi tersebut. 2003). dan kaya akan bahan organik. Air yang berlebihan den gan membentuk genangan air akan mengakibatkan benih busuk.Zulkifli (2005). obat -obatan. Di tanah berat dengan kandungan liat tinggi. mengemukakan bahwa jagung hibrida tidak membutuhkan persyaratan tanah yang terlalu kompleks karena tanaman ini dapat tumbuh disemua macam tanah asalka n tanah tersebut subur. ta naman kekurangan udara sehingga pertumbuhannya tidak nor mal. Faktor produksi seperti tanah.2003). maka modal dibedakan menjadi dua macam yaitu modal tetap dan tidak tetap.  Tersedianya kredit sangat menentukan keberhasilan sua tu usahatani (Soekartawi. Peristiwa ini terjadi dalam waktu yang relative pendek dan tidak berlaku untuk jan gka panjang (Soekartawi. misalnya biaya produksi yang dikeluarkan untuk membeli benih. Besar kecilnya modal dalam usaha pertanian tergantung dari :  Skala usaha. .  Macam komoditas. pupuk. komoditas tertentu dalam proses produksi pertanian juga menentukan besar -kecilnya modal yang dipakai. bangunan. Pada kondisi seperti ini tanah harus sering diolah dalam masa pertumbuhan dan saluran air dibuat diantara barisan selalu diperbaiki. 2) Modal (sarana produksi) Dalam kegiatan proses produksi pertanian. dan mesin-mesin sering dimasukkan dalam kategori modal tetap.

pengeringan ulang dan pengemasan sesuai dengan kaidah tata laksana pembenihan. K yang mudah hilang oleh penguapan. 2) tidak keropos dan berlubang. 5) berwarna seragam sesuai dengan warna asli suatu varietas. 1997). Manfaat utama dari pupuk yang berkaitan dengan sifat fisika tanah yaitu memperbaiki struktur tanah dari padat menjadi gembur. 3) bebas dari hama dan penyakit 4) murni atau bebas dari campuran varietas lain. mengemukakan bahwa benih yang bermutu tinggi yang berasal dari varietas unggul merupakan salah satu faktor penentu untuk memperoleh kepastian hasil usahatani jagung. membantu asimilasi dan pernapasan serta mempercepat pembungaan. pupuk phonska digunakan untuk pertumbuhan akar tanaman muda. phosfor dan kalium. Selain menyediakan unsur hara. .Rukmana (1997). Tanah yang masam dapat ditingkatkan pHnya menjadi pH optimum dengan pemberian kapur dan pupuk organik. terutama dapat memperbaiki struktur tanah dengan menyediakan ruang pada tanah untuk udara dan air. Berbagai benih varietas unggul jagung dapat dengan mudah diperoleh ditoko -toko sarana produksi pertanian. Benih jagung tersebut sudah dikemas dalam kantong plastik dan berlabel sertifikat sehingga petani tinggal menggunakannya. Dosis pupuk phonska pada tanaman jagung ya itu 50-100 kilogram per hektar. Menurut Marsono dan Sigit (2005). pemasakan biji dan buah. Menurut Pinus (1994). Syarat benih jagung yang baik adalah: 1) daya tumbuh minimum 80%. Biji jagung yang akan dijadikan benih diproses melalui tahap -tahap pengeringan. P. Pemberian pupuk organi k. Pupuk sangat bermanfaat dalam menyediakan unsur hara yang kurang atau bahkan tidak tersedia ditanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. pemipilan. Pupuk phonska merupakan pupuk majemuk yang mengandung nitrogen. pemupukan juga membantu mencegah kehilangan unsur hara yang cepat hilang seperti N. Manfaat lain dari pupuk yaitu memperbaiki kemasaman tanah. Namun kadang benih jagung diproduksi sendiri oleh petani. 6) ukuran biji seragam (Rukmana.

apalagi dalam proses produksi pertanian. Bila terjadi pengangguran semacam ini. musim dan upah tenaga kerja. Pertanian ditentukan oleh musim.  Tenaga kerja musiman. maka terjadilah penyediaan tenaga kerja musiman dan pengangguran tenaga kerja musiman. maka akan terjadi kemacetan dalam proses produksi. selalu diperlukan spesialisasi. .3) Tenaga Kerja Faktor produksi tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan ini memang masih banyak dipengaruhi dan dikaitkan dengan kualitas tenaga kerja. Setiap proses produksi diperlukan tenaga kerja yang cukup memadai. dan ini tersedianya adalah dalam jumlah yang terbatas. Beberapa hal yang p erlu diperhatikan pada faktor produksi tenaga kerja adalah :  Tersedianya tenaga kerja. Kualitas tenaga kerja juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. Bila m asalah kualitas tenaga kerja ini tidak diperhatikan. Tenaga kerja pria mempunyai spesialisasi dalam bidang pekerjaan tertentu seperti mengolah tanah. apakah itu proses produksi barang-barang pertanian atau bukan. jenis kelamin. merupakan faktor produksi yang penting dan perlu diperhitungkan dalam proses produksi dalam jumlah yang cukup bukan saja dilihat dari tersedianya tenaga kerja tetapi juga kualitas dan macam tenaga kerja perlu pula diperhatikan. Dalam proses produksi. 2003).  Jenis kelamin.  Kualitas tenaga kerja. Sering dijumpai alat -alat teknologi canggih tidak dioperasikan karena belum tersedianya tenaga kerja yang mempunyai klasifikasi untuk mengoperasikan ala t tersebut. maka konsekuensinya juga terjadi migrasi atau urbanis asi musiman (Soekartawi. Persediaan tenaga kerja spesialisasi ini diperlukan sejumlah tenaga kerja yang mempunyai spesialisasi pekerjaan tertentu. dan tenaga kerj a wanita mengerja kan tanam. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan sampai tingkat tertentu sehingga jumlahnya optimal.

nilainya lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai te naga kerja traktor karena kemampuan yang lebih tinggi daripada tenaga kerja tersebut (Soekartawi. maka manajemen berarti pula bagaimana mengelola orang - . Karena proses produksi ini melibatkan sejumlah orang (tenaga kerja) dari berbagai tingkatan. Lama waktu bekerja juga menentukan besar kecilnya tenaga kerja makin lama jam kerja. 4) Manajemen Manajemen terdiri dari mere ncanakan. Oleh karena itu penilaian terhadap upah perlu distandarisasi menjadi hari kerja orang (HKO) atau hari kerja setara pria (HKSP).Dalam usahatani sebagian besar tenaga kerja berasal dari keluarga petani sendiri. Tenaga kerja keluarga ini merupakan sumbangan keluarga pada produksi pertanian secara keseluruhan dan tidak perlu dinilai dengan uang tetapi terkadang juga membutuhkan tenaga kerja tambahan misalnya dalam penggarapan tanah baik dalam bentuk pekerjaan ternak maupun tenaga kerja langsung sehingga besar kecilnya upah tenaga kerja ditentukan oleh jenis kelamin. makin tinggi upah yang mereka ter ima dan begitu pula sebaliknya. Nilai tenaga kerja traktor mini akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai tenaga kerja orang. 1995). mengorganisasikan dan melaksanakan serta mengevalusi suatu proses produksi. 2003). karena kemampuan traktor tersebut dalam mengolah tanah yang relatif lebih tinggi. Upah tenaga kerja ternak umumnya lebih tinggi daripada upah tenaga kerja manusia (Mubyarto. Tenaga kerja bukan manusia seperti mesin dan ternak juga menentukan basar kecilnya upah tenaga kerja. Mereka yang tergolong dib awah usia dewasa akan menerima upah yang juga lebih rendah bila dibandingkan dengan tenaga kerja yang dewasa. Begitu pula halnya tenaga kerja ternak. Upah tenaga kerja pria umumnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan upah tenaga kerja wanita. Umur tenaga kerja di pedesaan juga sering menjadi penentu besar kecilnya upah.

mendidik para petani agar mampu berpikir dalam menciptakan suatu gagasan yang dapat menguntungkan usahataninya. Setelah itu maka disusun rencana dan sistem pengadaannya dua hal mendasar yang perlu menjadi titik perhatian dalam memilih sistem pengadaan adala h membuat sendiri atau membeli. jumlah dan mutu atau spesifikasinya. 2005). Keempat. K edua. K etiga. baik dari segi jenis. baik dari segi jumlah maupun mutu dan kapasitas. Pencapaian efektivitas dalam pengorganisasian menekankan pada penempatan fasilitas dan input-input secara tepat dalam suatu rangkaian proses. Perencanaan input -input dan sarana produksi mencakup kegiatan mengidentifikasi input -input dan sarana produksi yang dibutuhkan. Kelima. mendidik para petani agar mampu mangambil sikap atau suatu keput usan yang tegas dan tepat serta harus didasarkan pada pertimbangan yang ada. Pengorganisasian mengenai sumberd aya berupa input -input dan sarana produksi yang akan digunakan akan sangat berguna bagi pencapaian efisiensi usaha dan waktu. pencapaian efisiensi dalam pengorganisasian input -input dan fasilitas produksi lebih mengarah kepada optimasi penggunaan berbagai sumberdaya tersebut sehingga dapat dihasilkan output maksimum dengan biaya minimum. Pengorganisasian tersebut terutama menyangkut bagaimana mengalokasikan berbagai input dan fasilitas yang akan digunakan dalam pros es produksi sehingga proses produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien. membantu dalam meramalkan jumlah produksi dan pendapatan yang diharapkan (Soekartawi. Diantaranya pe rtama. membantu petani dalam memperincikan secara jelas kebutuhan sarana produksi yang diperlukan seperti bibit unggul. Faktor manajemen dipengar uhi oleh: 1) tingkat pendidikan 2) Pengalaman berusahatani 3) skala usaha. membantu petani dalam mendapatkan kredit utang yang akan dipinjamnya sekaligus juga dengan cara -cara pengembaliannya. Menurut Entang dalam Tahir Marzuki (2005). 2003).orang tersebut dalam tingkatan atau dalam tahapan pros es produksi (Soekartawi. Dalam . 4) besar kecilnya kredit dan 5) macam komoditas. Dilain pihak. pupuk dan obat -obatan. perencanaan usahatani akan menolong keluarga tani di pedesaan.

bibit. obat -obatan dan persediaan modal untuk membiayai usaha pertanian. 2005). kelebihan biaya pada suatu tahap proses produksi dan lain-lain. 1999). 2005). Sebaliknya pada luas lahan yang sempit. sebab diperlukan modal yang tidak terlalu besar sehingga usaha pertanian seperti ini lebih efisien. luasan yang terlalu kecil cenderung menghasilkan usaha yang tidak efisien pula (Soekartawi. Pengawasan dalam usaha produksi pertanian meliputi pengawasan anggaran. penggunaan air. pupuk. Seringkali dijumpai makin luas lahan yang dipakai sebagai usaha pertanian akan semakin tidak efisien lahan tersebut. proses. Pengawasan pada suatu usahatani meliputi pengawasan terhadap penggunaan faktor produksi lahan. Selanjutnya dikemukakan bahwa Pengendalian dalam usaha produksi pertanian berfungsi untuk menjamin agar proses produksi berjalan pada rel yang telah direncanakan. upaya pengawasan terhadap faktor produksi semakin baik. jadwal kerja yan g merupakan upaya untuk memperoleh hasil maksimal dari usaha produksi. Dengan pengawasan yang baik terhadap penggunaan faktor -faktor produksi dapat menentukan efisien tidaknya suatu usahatani. Sedangkan evaluasi dilakukan secara berkala mulai saat perencanaan sampai akhir usaha tersebut berlangsung. . Meskipun demikian. obat -obatan dan terbatasnya persediaan modal untuk pembiayaan usaha pertanian dalam skala tersebut. pupuk. Dalam usahatani misalnya pengendalian dapat dilakukan p ada masalah kelebihan penggunaan tenaga manusia. masukan. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa luasnya lahan mengakibatkan upaya untuk melakukan tindakan yang mengarah pada segi efisiensi akan berkurang disebabkan lemahnya pengawasan terhadap penggunaan faktor produksi bibit.usahatani pengorganisasian input -input dan fasilitas produksi menjadi penentu dalam pencapaian optimalitas alokasi sumber -sumber produksi (Soekartawi. sehingga jika terjadi penyimpangan dari rencana yang dianggap dapa t merugikan maka segera dilakukan p engendalian (Soekartawi.

Beberapa alas . Faktor -faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani adalah luas usaha.Faktor produksi tersebut berpengaruh pada biaya produksi sedangkan keduanya akan mempengaruhi penerimaan usahatani. benih dapat digunakan beberapa generasi tanpa mengalami degenerasi(kemund uran hasil). Salah satu yang menentukan komoditas adalah jumlah permintaan dan penawaran harga produk dan faktor produksi yang sering mengalami perubahan akan berpengaruh terhadap tin gkat keuntungan yang diterima. 1991). (b) subsistem pertanian primer yaitu kegiatan ekonomi yang menggunakan sarana produksi yang dihasilkan subsistem hu lu. tingkat produksi. umur genjah dan daya hasil cukup tinggi. harga benih relatif murah. B. Subsistem On-Farm Di negara berkembang seperti Indonesia penggunaan jagung benih unggul masih didominasi oleh varietas bersari bebas atau jagung komposit. benih dapat secara cepat diperbanyak oleh petani atau kelompok tani sehingga memungkinkan menyebar. Penerimaan usahatani akan terkait dengan jumlah produk yang dihasilkan dengan harga komoditas. dan (d) subsistem penunjang yaitu kegiatan yang menyediakan jasa penunjang antara lain permodalan. pilihan kombinasi usaha dan juga intensitas pengusahaan tanaman (Hernanto. yaitu (a) subsistem hulu yaitu kegiatan ekonomi yang menghasilkan sarana produksi (input) pertanian. antara lain : daya adaptasi yang luas. dapat dikembangkan pada lahan marginal maupun lahan subur. Agribisnis adalah rangkaian kegiatan usaha pertanian yang terdiri atas 4 (empat) sub-sistem. biaya produksi lebih murah. Selain itu.an penting kenapa jagung komposit ditanam di beberapa lingkungan tumbuh. : mudah dan sederhana dikembangkan. mengurangi ketergantungan petani kepada pihak lain karena dapat menyimpan benih sendiri. teknologi dan lain-lain. ada beberapa alasan kenapa sebagian besar petani masih menggunakan jagung komposit varietas unggul. . (c) subsitem agribisnis hilir yaitu yang mengolah dan memasarkan komoditas`pertanian.

Lamuru. Srikandi putih. sedalam 20-25 cm. dan 80 cm x 25 cm. Pemupukan diberikan secara ditugal pada setiap tanaman jarak 3 -5 cm dari tanaman kemudian ditutup dengan tanah.TEKNIK BUDIDAYA 1. 4. 5. y Campurkan benih jagung sebelum tanam dengan Redomil/Saromil dosis 100 gr/kg benih. Srikandi kuning. Sukmaraga. y Jika curah hujan masi h cukup tinggi perlu dibuat saluran drainase setiap 3 m. Jarak tanam yang optimal antara 80 cm x 40 cm. y y Pemupukan Pupuk kandang dengan dosis antara 5 ± 15 ton/ha. y Populasi tanaman jagung yang optimal antara 62. Palakka. sepanjang petakan. 2. y Penyiangan fase pertumbuhan awal sangat baik dilakukan agar tidak terjadi persaingan dalam pemanfaatan unsur hara dengan pengganggu (gulma). pembumbunan dan pengaturan drainase. tergantung jarak tanam. Saat tanam pupuk Urea 50 -75 kg/ha + SP36 75-100 kg/ha+ KCl 50-75 kg/ha. y Benih bermutu merupakan syarat terpenting dalam budidaya tanaman jagung . 75 cm x 50 cm.000 tanaman/ha. y Kebutuhan benih antara 20 -25 kg/ha. y y Umur 30-40 hari setelah tanam diberikan pupuk Urea 100 -150 kg/ha. masing-masing dengan 2 (dua) tanaman per lubang. Kresna. y Penggunaan benih unggul Varietas unggul jagung komposit antara lain : Bisma.500 -100. Penanaman 3. untuk tanah bekas sawah tidak perlu dilakukan pengolahan tanah. Benih sehat dan memiliki daya tumbuh minimal 90 %. Pemeliharaan Pemeliharaan meliputi kegiatan : penyiangan. tanaman . y Penyiapan lahan Pengolahan tanah dilakukan sekali hingga 2 kali (tergantung kondisi tanah).

) dan ulat tanah (Agrotis sp. tanam serempak.) . umur 10- y Pembumbunan tanaman jagung dilakukan pada saat tanaman umur 4 ± 5 minggu. batang. y Pengendalian fisik dan mekanik antara lain dilakukan dengan mengambil kelompok telur dan membunuh larva hama atau imagonya atau mengambil tanaman yang sakit. 7. y Penggerek tongkol (Helicoverpa sp. biasanya pada ujung tongkol dan merusak sebagian biji jagung dalam tongkol. menyerang bagian reproduksi tanaman termasuk kuncup bunga dan buah. merusak tanaman muda. Pengendalian dilakukan setelah terbentuk jambul jag ung dengan Decis 25 EC setiap 1-2 hari sekali sehingga biayanya mahal. merusak daun. Pengendalian dengan insektisida yang mengandung khlorpirifos dan karbofuran. Pengendalian dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman. 6. terutama pada musim hujan dapat mengakibatkan tanaman mati. Hama yang menyerang di pertanaman antara la in : y Lalat bibit (Atherigona sp. y Penggerek batang (Ostrinia Furnacalis) . Pengendalian penyakit Suatu penyakit merupakan hasil interaksi 3(tiga) komponen utama yaitu: pathogen.).y Penyiangan dilakukan satu atau dua kali selama periode tumbuh tanaman tergantung pertumbuhan gulma. inang dan lingkungan (PIL). y Pemanfaatan musuh alami dengan cara menghindari tindakan -tindakan yang dapat merugikan perkembangan musuh alami. Usaha -usaha pengendalian . Penyiangan pertama 15 hari setelah tanam. Pengendalian dengan menggunakan Furadan 3 G diberikan melalui pucuk sebelum berbunga (40 hari) d an diikuti Decis 25 EC. Pengendalian hama Serangan hama merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan produksi jagung. bunga jantan dan juga tongkol saat tanaman umur 1 bulan. y Kegiatan pembumbunan tanaman dapat memperbaikan drainase pada lahan pertanaman.

dan Virus Mosaik Kerdil Jagung (VMKJ). y Penundaan waktu panen adalah sampai benih mencapai masak panen asalkan keadaan lapang cukup menguntungkan (tidak ada hujan). . 8. terutama sejak bunga jantan muncul dengan interval 7-10 hari. y Panen dan pasca panen Panen dilakukan saat setelah benih mencapai masak fisiologis. saat ini ada 3 (tiga) macam. Pengendalian tidak menggunakan benih dari tanaman sakit. pada infeksi berat tanaman mati. Penyebaran penyakit melalui angin yang membawa konidia dari sumber inokulum ke tanaman di sekitarnya. Tamaron atau Thiodan. Virus Mosaik Ketimun. yaitu : Virus Mosaik Tebu. timbul bercak-bercak pada daun bawah tua kemudian menuju daun -daun muda. Penundaan dimaksud untuk menurunkan kadar air benih sampai 25 -30 %. y Virus Mosaik. Pengendalian gunakan fungisida sistemik. sehingga biaya pengeringan dan kerusakan mekanis yang terjadi saat panen dapat ditekan. penggunaan varietas tahan d an eradikasi. yaitu sekitar 35 40 % maka segera dilakukan penjemuran. penyakit yang paling berbahaya dapat menurunkan hasil sampai 100 %. y Hawar daun (Helminthosporium turcicum) . dengan insektisida efektif seperti Monokrofos. y Bulai (Downy mildew) . Seedtreatment pada benih sebelum ditanam dengan Ridomil/Saromil dengan dosis 100 gr/kg benih dapat menekan serangan bulai. Pengendalian dilakukan dengan penyiangan. karena pada saat itu kadar air benih jagung masih cukup tinggi. Dapat menular melalui biji dan tepung sari. sanitasi. Kerugian dapat mencapai 70 %. tanam serempak. Belum ada varietas jagung yang tahan terhadap VMKJ. Tanaman jagung rentan VMKJ sampai umur 5 minggu dan semakin tua akan lebih tahan.untuk mengatasi masalah penyakit pada dasarnya adalah cara -cara memanfaatkan PIL tersebut untuk memperkecil akibat yang ditimbulkannya sehingga mencapai suatu titik di bawah ambang ekonomi dengan kerugian yang dapat diabaikan.

cukup tahan bulai dan karat.000 biji 307 gr.0 t/ha. Umur 90 hari. cukup tahan terhadap bulai. y LAMURU. Peran kegiatan pascapanen menjadi sangat penting.000 biji 275 gr. bobot 1. bobot 1.000 biji 275 gr. kemudian dipipil. tinggi tanaman 230 cm.5 t/ha. potensi hasil 7. potensi hasil 7. Umur 95-100 hari. pemipilan pada saat kadar air masih tinggi akan merusak kualitas biji jagung. bobot 1. tahan penyakit bulai. y BISMA. warna biji kuning.0 t/ha. tinggi tanaman 185 cm.y Tongkol jagung dipanen manual. potensi hasil 7 -8 t/ha. Kegiatan pascapanen merupakan b agian integral dari pengembangan agribisnis. tinggi tanaman 180 -220 cm. tahan penyakit bulai dan karat daun . tinggi tanaman 160 -200 cm. VARIETAS UNGGUL y KRESNA. potensi hasil 8. y PALAKKA.5 t/ha.000 biji 270 gr. bentuk biji mutiara. secara jelasnya dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Umur 95 hari. yang dimulai dari aspek produksi bahan mentah sampai pemasaran produk akhir. bobot 1. Umur 105-110 hari. Pengolahan produk Pengolahan produk dilakukan setelah kegiatan panen dalam subsistem agribisnis atau biasa disebut denga kegiatan pasca panen. Umur 96 hari.000 biji 240 -280 gr. warna biji kuning tua. bentuk biji mutiara. karena merupakan salah satu sub -sistem agribisnis yang . C. y Jagung pipilan kemudian dijemur lagi hingga kadar air < 9 % apabila akan disimpan. bentuk biji semi mutiara. potensi hasil 8. segera kulit dikupas dan dijemur sampai kadar air 10-14 %. bobo t 1. warna biji kuning. tahan karat dan bercak daun. bentuk biji mutiara. tinggi tanaman 190 cm. y SUKMARAGA. Subsistem Hilir Subsitem agribisnis hilir yaitu yang mengolah dan memasarkan komoditas`pertanian . bentuk biji semi mutiara. warna biji kuning. warna biji kuning.

penggilingan. Pada komuditi Jagung. kemudian pemisahan antara pati dari glutennya. Pati Jagung. . Beberapa produk olahan dari jagung telah umum dikenal oleh masyarakat. b. Jika pati jagung menggantikan 10% saja. Untuk pengembangan industri pati jagung. karena selama ini hanya mengandalkan keunggulan komparatif dengan kelimpahan sumberdaya alam dan tenaga kerja tak terdidik (factor ±driven). Pati jagung dalam perdagangan biasa disebut tepung maizena. kemudian pengeringan pati. dibutuhkan investasi mencapai Rp 80 -160 miliar. Dibanding dengan produk segar. kegiatan pasca panen dilakukan dengan pemanfaatan teknologi pengolahan jagung yang berpeluang meningkatkan nilai komoditas jagung tidak hanya sebagai sumber pakan tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk pangan yang bernilai ekonomi Pascapanen jagung selama ini masih dkerj akan secara tradisional. Daya saing komoditas Indonesia masih lemah. Dodol Jagung Dodol jagung diolah dari tepung jagung yang diberi gula. a. sehingga produk yang dihasilkan didominasi oleh produk primer atau bersifat natural recources based dan unskilled -labor intensive. Adapun berbagai produk olahan lain seperti pada uraian berikut ini.3-1. pemisahan serat kasar dari pati dan gluten.0 juta ton p ati jagung per tahun. Pati jagung potensial mensubstitusi terigu maupun tapioka dari 20-100%. dicetak dan dikemas. Pati jagung dapat dibuat menjadi berbagai macam produk olahan pangan. Proses pembuatan pati jagung secara garis besar melalui tahapan perendaman biji jagung.mempunyai peluang besar dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk agribisnis. garam dan santan kelapa yang dimasak menjadi bub ur kental. produk olahan mampu memberikan nilai tambah yang sangat besar. maka diperlukan 0. terutama masyarakat pedesaan yang mengkonsumsi jagung sebagai makanan pokok. pemisahan lembaga dari endosperm.

menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Tepung Jagung Pembuatan tepung jagung lebih mudah daripada pembuatan pati jagung. yaitu : . Emping Jagung Emping jagung adalah biji jagung yang dipres tipis seperti emping. keju atau susu. Di negara barat emping jagung ini disebut cor n flake. Guna mendukung upaya diversifikasi penggunaan tepung jagung menjadi berbagai bentuk makanan. Keripik jagung banyak dikonsumsi di Meksiko dan Amerika Serikat disebut tortilla. Penyajiannya dapat ditambah sayur. yaitu pencampuran tepung jagung dengan tepung dari komoditas lain untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan baku produk olahan antara lain produk rerotian. keripik jagung dibuat dari biji jagung utuh. d. 1993). 2. Definisi ini berdasarkan pada k onsep inti. Cara seperti ini di Indonesia belum membudaya. Mula -mula dilakukan pemasakan biji jagung utuh di dalam air kapur. e. pemisahan kulit dan lembaga. penggilingan halus hi ngga berbentuk tepung dan pengayakan. Tahapan pembuatan tepung jagung meliputi penggilingan kasar hingga berbentuk butiran (beras jagung). Adonan tersebut kemudian digiling dan dicetak lalu dilakukan pengeringan dan penggorengan (Munarso dan Mujisihono.c. Pemasaran Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan. dikonsumsi untuk sarapan ataupun sebagai makanan kecil (kudapan). Keripik Jagung Berbeda dengan emping jagung. Produk ini dapat dimakan dengan menuangkan susudan biasanya digunakan untuk sarapan. dll. Meskipun demikian keberadaan emping jagung di Indonesia dewasa ini semakin berkembang dan berdampak positif dalam u saha diversifikasi menu makanan. daging. dilakukan pembuatan tepung jagung komposit yang disebut sebagai bahan makanan campuran (BMC).

biaya dan kepuasan. diikuti China 20. nilai. Sumatera Utara : 1.61%.34%. meneliti dan memi lih pasar sasaran. dan mengorganisir.34%.97%.kebutuhan. Sedangkan proses pemasaran terdiri dari analisa peluang pasar.2 jt ton. Mexico 3. Pola 1.45%.92% dan negara negara lainnya 14. merancang strategi pemasaran. Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.16%. melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran. pemasaran dan pemasar. 85% dari total produksi dunia). Jawa Tengah : 3. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia.34%. Provinsi penghasil jagung di Indonesia : Jawa Timur : 5 jt ton.3 juta MT . produk. Brazil 6. Jawa Barat : 700 ± 800 rb ton. Berikut digambarkan pola pemasaran dari agribisnis jagung sebagai berikut. sisa lainnya (NTT. Sedangkan untuk negara -negara Uni Eropa sebanyak 7. Total produksi jag ung pada tahun 2008/2009 adalah sebesar 791.3 jt ton.3 jt ton. pertukaran. Produsen jagung terbesar saat ini adalah Amerika Serikat (38. transaksi dan hubungan. Lampung : 2 jt ton. merancang program pemasaran. India 2. keinginan dan permintaan. Sulawesi Selatan: 1. NTB. Ukraina 1. Afrika Selatan 1.44% dan Canada 1. Petani Pedagang tingkat desa Pedagang besar kabupaten Pedagang dalam negeri/Eksportir Prosesor . Jambi dan Gorontalo) dengan rata -rata produksi jagung nasional 16 jt ton per tahun . pasar.

Di samping jagung bijian untuk pakan ternak. sedangkan yang masih tongkolan hanya Rp 900. Satu are jagung tua.500 per kilogram. karena pasarnya masih terbuka lebar. Subsistem hilir serta agribisnis manajemen dapat dijelaskan sebagai berikut: y Fungsi perencanaan. jagung muda pun banyak diminta.Pola 2.000 per arenya serta jagung muda Rp 200 per tongkol. sedangkan kalau borongan harganya bisa mencapai Rp 90. Petani KUD/Pasar lelang Prosesor Pedagang dalam negeri/Eksportir Pola 3. Jagung rebus dan jagung bakar memang merupakan menu makanan favorit di sejumlah objek wisata . Petani pun belakangan tidak lagi repot-repot memetik jagung di sawah. baik di pasar tradisional maupun di objek -objek wisata di daerah ini. Manajemen Manajemen adalah suatu proses untuk mencapai hasil -hasil yang diinginkan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dengan menjalankan fungsi -fungsi manajemen yaitu fungsi perencanaan. laku terjual rata -rata Rp 90. Untuk jagung yang sudah dirontokan atau jagung bijian. dimana pada subsistem hilir perencanaan misalnya dilakukan dengan mendiskusikan suatu perencanaan tentang akan diolah seperti apa hasil produk yang telah diperoleh pada on-farm apakah jagungnya nanti akan dijadikan dodol jagung. karena sudah banyak pembeli yang langsung membeli di sawah. 3. laku terjual Rp 1. Petani KUD Prosesor Pedagang dalam negeri/Eksportir Kebutuhan akan jagung di daerah ini cukup tinggi.fungsi pengarahan dan pengimplementasian fungsi pengawasan dan pengendalian.fungsi pengorganisasian. Harganya pun lumayan menjanjikan. . Jagung muda memang banyak diserap pasar.000.

dimana pada subsi stem hilir pengorganisasian dilakukan dengan mengelompokkan orang -orang yang akan di tempatkan sebagai coordinator suatu kegiatan yang dapat dikhususkan. CONTOH KASUS . ada yang mengurusi distribusi. sebagai contoh suatu perusahaan setelah memeutuskan produksinya akan mereka kelola menjadi tepung jagung kemudian di organisasikanlah karyawannya yang mana pembagiannya ada yaSng mengurusi penyediaan bahan pelengkap selain jagung. merencanakan setelah produk jadi akan di pasarkan dimana dan dengan harga berapa. y Fungsi pengendalian dan f ungsi pengarahan ini kebanyakan yang berperan adalah manajer. promosi sampai pasar. y Fungsi pengorganisasian..pati jagung atau yang lainnya. Pada subsistem hilir manajer diharapakan dapar secara intensif memberikan pengarahan agar tidak terjadi kekeliruan dalam mencapai tujuan sebagimana direncanakan. y Fungsi pengevaluasian pada subsistem hilir dilakukan dengan melihat sejauh mana kinerja yang ttelah dilakukan apakah telah mencapai tujuan yang telah direncanakan ataukah perusahaan menghadapi masalah dan sejauh mana masalah tersebut mempengaruhi produktivitas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->