P. 1
Rekruitmen dan Seleksi SDM

Rekruitmen dan Seleksi SDM

5.0

|Views: 5,452|Likes:
Published by IRWANDI HUTBAH

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: IRWANDI HUTBAH on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2015

pdf

text

original

Sasaran dari perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja

yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang

dilakukan oleh tenaga kerja, analisis pekerjaan (job analysis) adalah dasar dari

perekrutan.

Menurut Mathis and Jakson, perekrutan adalah proses mengumpulkan

sejumlah pelamar yang berkualifikasi bagus untuk pekerjaan didalam

organisasi atau perusahaan.

Penarikan (recruitment) adalah proses pencarian dan pemikatan para

calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan

(Handoko,2001:69).

Menurut Ivancevich dan glueck (dalam Sukamti,1989:133) rekruiting

adalah serentetan kegiatan yang digunakan oleh organisasi untuk menarik

calon pegawai yang memiliki kemampuan dan sikap yang dibutuhkan untuk

membantu mencapai tujuannya. Sedangkan menurut Schuler dan Youngblood

(dalam Sukamti,1989:133) rekrut (recruitmen) adalah serentetan kegiatan dan

proses yang digunakan untuk mendapatkan secara sah orang-orang yang tepat

5

dan dalam jumlah yang cukup. Pada tepat dan waktu yang tepat sedemikian

sehingga orang dan organisasi dapat memilih satu dengan lainnya sesuai

dengan keinginan mereka dalam jangka waktu pendek dan panjang.

Rekruitmen (penarikan) adalah proses mendapatkan sejumlah calon

tenaga kerja yang kualifaid untuk jabatan/pekerjaan utama di lingkungan suatu

organisasi atau perusahaan (Nawawi,2000:167). Berdasarkan pengertian

tersebut bearti rukrutmen merupakan langkah pertama dalam rangka menerima

seseorang dalam proses pengupahan.

Melalui rekrutmen inilah kontak pertama kali diusahakan organisasi atau

perusahan untuk pegawai potensial, melalui rekrutmen inilah banyak individu

datang untuk mengenal organisasi dan yang ada pada akhirnya nanti

memutuskan ingin bekerja denganya atau tidak. suatu usaha rekrutmen yang

dirancang dan dimanage dengan baik akan menghasilkan pelamar yang

berkualitas baik dan sebaiknya yang terjadi apabila usaha ini dijalankan

setengah-setengah. Pegawai yang berkualitas tidak dapat dipilih apabila

mereka tidak mengetahui adanya lowongan pekerjaan sehingga tidak melamar.

Dengan rekrut harus diushakan bahwa orang-orang dengan kualitas tinggi

mengetahui kesempatan kerja ini, perusahaan atau organisasi perlu

menyediakan informasi yang cukup mengenai pekerjaan sehingga pelamar

6

dapat memprertimbangkan kesesuaiannya dengan minat dan kualifikasi

mereka.

Haal dan Goodale (dalam sukamti,1989:134) menegaskan bahwa rekrut

adalah suatu proses melalui mana lowongan pekerjaan didalam organisasi

dengan jelas dinyatakan dan calon pegawai didapatkan untuk mengisi

lowongan pekerjaan itu. Ditambahkan pula proses rekrut terdiri dari dua fase

utama yaitu:

1. untuk memonitor perubahan lingkungan dan organisasi yang menimbulkan

kebutuhan untuk pegawai baru dan menetapkan pekerjaan-pekerjaan yang

harus diisi dan tipe-tipe pelamar yang diperlukan.

2. untuk menyebarkan pada pelamar potensial bahwa ada lowongan

pekerjaan, menarik mereka untuk kesempatan itu, menyisikan pelamar

yang kurang memenuhi kualifikasi yang diperlukan.

Menurut Simamora (2006:170) rekrutmen merupakan serangkaian

aktifitas untuk mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi,

kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi

kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepagawaian. Aktivitas

rekrutmen dimulai pada saat calon mulai dicari dan berakhir tatkala lamaran

mereka diserahkan. Melalui rekrutmen, individu yang memiliki keahlian yang

dibutuhkan didorong membuat lamaran untuk lowongan kerja yang tersedia

6

7

diperusahaan atau organisasi. Hasil rekrutmen adalah sekumpulan pelamar

kerja yang akan diseleksi untuk menjadi karyawan baru.

Rekrutmen tidak hanya penting bagi organisasi saja, rekrutmen

merupakan proses dua arah. Pelamar menghendaki informasi yang akurat

mengenai seperti apakah rasanya bekerja didalam organisasi yang

bersangkutan, organisasi juga sangat menginginkan informasi yang akurat

tentang seperti apakah pelamar jikalau kelak dia diangkat jadi pegawai.

Pelamar maupun organisasi saling berkirim sinyal tentang hubungan

kepegawaian. Para pelamar mununjukkan bahwa mereka adalah calon-calon

yang dan harus mendapat tawaran kerja, para pelamar juga mencoba untuk

meminta organisasi agar memberikan informasi guna menentukan apakah

mereka akan bergabung dengannya. Organisasi ingin menunjukkan bahwa

mereka merupakan tempat yang nyaman untuk bekerja, mereka ingin

mendapat sinyal dari para pelamar yang memberikan gambaran yang

sejujurnya tentang nilai potensial mereka kelak sebagai karyawan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->