P. 1
Metode Pidato Naskah

Metode Pidato Naskah

|Views: 3,102|Likes:
Published by Uut Karang TAnjung
A. Latar Belakang Masalah Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaijan kepada orang banyak. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Pada saat berpidato sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi hubungan antara yang berpidato dengan yang diberi pidato. Oleh sebab itu , maka yang berpidato hendaknya mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya,agar tercapai apa yang diharapkannya. Peranan pidato dalam menyampaik
A. Latar Belakang Masalah Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaijan kepada orang banyak. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Pada saat berpidato sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi hubungan antara yang berpidato dengan yang diberi pidato. Oleh sebab itu , maka yang berpidato hendaknya mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya,agar tercapai apa yang diharapkannya. Peranan pidato dalam menyampaik

More info:

Published by: Uut Karang TAnjung on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2014

pdf

text

original

A.

Latar Belakang Masalah Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaijan kepada orang banyak. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Pada saat berpidato sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi hubungan antara yang berpidato dengan yang diberi pidato. Oleh sebab itu , maka yang berpidato hendaknya mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya,agar tercapai apa yang diharapkannya. Peranan pidato dalam menyampaikan ide atau informasi secara lisan pada kelompok massa merupakan aktivitas yang sangat penting,baik masa lalu maupun masa yang akan datang. Seorang yang sudah mahir berbicara di depan umum akan dengan mudah menguasai massa dan menawarkan ide-idenya agar dapat diterima orang lain. Salah satunya dengan menggunakan metode naskah. Metode naskah penting bagi seorang pembicara resmi misalnya dalam pidato kenegaraan agar pembicara tidak salah dalam memberikan informasi yang disampaikan kepada massa. Selain itu informasi yang akan disampaikan lebih luas dan terarah sehingga pembicara tidak keluar dari topik yang dibicarakan. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini yaitu: 1. Apakah yang dimaksud dengan pidato? 2. Apa saja tujuan dari berpidato? 3. Apakah pengertian dari metode naskah? 4. Sebutkan keuntungan dan kekurangan dari metode naskah? 5. Bagaimana cara berpidato yang baik dengan metode naskah ? C. Tujuan Tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui pengertian pidato,tujuan dari berpidato,mengetahui pengertian metode naskah dalam berpidato, mengetahui kekurangan dan keuntungan metode naskah dan mengetahui cara berpidato yang baik dengan metode naskah.

D. Pengertian Pidato Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. E. Tujuan Pidato Suatu pidato tentu memiliki tujuan atau maksud yang akan disampaikan, tujuan pidato antara lain : 1.Menyampaikan informasi, pidato merupakan bentuk komunikasi dengan pihak lain, sehingga dapat juga menjadi media penyampaian informasi kepada masyarakat secara langsung. 2.Menghibur, tujuan pidato ini bermaksud untuk menghibur pendengar, tentu dengan batasan-batasan dan tidak melupakan kesan pidato yang formal. 3.Mempengaruhi, tujuan pidato ini biasanya mempengaruhi atau mengajak masyarakat untuk melakukan sesuatu seperti yang diinginkan oleh pembawa pidato. Misalnya pidato mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. 4. Memotivasi,tujuan pidato ini memberikan semangat atau dorongan moral pada pendengar. F.Pengertian Metode Naskah Metode naskah merupakan metode pidato yang benar-benar dipersiapkan terlebih dahulu apa yang akan dipidatokan secara lengkap kedalam bentuk naskah. Metode ini

biasanya digunakan dalam pidato resmi, pidato lewat radio atau televisi. Penampilan metode ini menimbulkan kesan kaku dan kurangnya perhatian pembicara kepada pendengar. Pandangan pembicara lebih tertuju kepada naskah pidato daripada para pendengar. 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berpidato Sebelum berpidato sebaiknya kita menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan pidato yang akan kita sampaikan antara lain : 1.Naskah / Teks Pidato Agar pidato lebih terarah, kita dapat menyusun naskahnya terlebih dahulu. Ada beberapa peristiwa saat akan berpidato dan menulis teks pidato, yakni sabagai berikut : a.Menentukan topik dan tujuan pidato Pokok atau topik dan tujuan pembicara dalam suatu pidato merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pokok atau topik pembicaraan merupakan persoalan yang dikemukakan, sedangkan tujuan pembicaraan berhubungan dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar berkenaan dengan persoalan yang dikemukakan itu. b.Menganalisis pendengar dan situasi Menganalisis situasi dan pendengar terlebih dahulu perlu dilakukan agar pembicaraan dapat mencapai tujuannya. Misalnya, menganalisis dahulu maksud pengunjung mendengarkan uraian, susunan acara, tempat pembicaraan berlangsung, usia, pekerjaan, serta pendidikan pendengar. c.Mengumpulkan bahan Bahan-bahan yang dikumpulkan harus berhubungan dengan persoalan atau topik yang akan dibahas. Lebih lengkap bahan yang diperoleh akan memperlancar pembicaraan dalam menyusun suatu naskah. d.Membuat kerangka uraian Kerangka uraian yang dibuat itu sebaiknya terperinci dan tersusun baik. Dengan demikian, akan memudahkan kita dalam menyusun naskah pidato.Contoh kerangka isi pidato

Topik / tema : Meningkatkan kegemaran pembaca Tujuan 1.Pendahuluan a.Salam pembuka b.Sapaan untuk pendengar (audiens) 2.Isi a. Derasnya informasi di sekitar kita b Akibat yang timbul jika tidak suka membaca 3.Salam penutup e. Mengembangkan kerangka uraian Naskah pidato disusun berdasarkan kerangka yang telah dibuat sebelumnya. Pergunakanlah kata-kata yang tepat, penggunaan kalimat yang efektif, pemakaian istilah dan gaya bahasa yang dikehendaki sehingga dapat memperjelas uraian. Oleh karena itu, gaya bahasa (retorika) dan pilihan kata (diksi) dalam kalimat-kalimat pidato perlu diperhatikan. 1.Melatih Intonasi, Artikulasi, dan Volume Suara untuk Berpidato dengan Percaya Diri. Agar penyampaian isi pidato menarik, tidak monoton, dan tampak berenergi, seorang pembawa pidato perlu melakukan persiapan. Persiapan yang utama menyangkut intonasi, artikulasi, dan volume suara saat berpidato. Seorang pembawa pidato perlu berlatih masalah intonasi, artikulasi, dan volume suaranya agar terdengar jelas. a.Intonasi Adalah lagu kalimat, sedangkan tempo adalah cepat-lambatnya kalimat itu diucapkan. Sementara itu, anada menggambarkan tinggi rendahnya pengucapan kata atau suku kata, sedangkan jeda adalah penghentian pada satuan-satuan gagasan dalam suatu kalimat. Lagu kalimat menggambarkan naik-turunnya kalimat itu dilafalkan. Intonasi yang tepat dalam mengucapkan kalimat akan menarik perhatian pendengar (audiens) dan sekaligus pendengar dapat terbantu untuk menulusuri nama bagian yang penting (gagasan utama) dan mana bagian yang kurang penting (gagasan pendukung). Intonasi kalimat perlu divariasikan untuk menunjukkan bagian yang penting atau kurang penting. Suatu : Meningkatkan minat baca para pelajar

saat, digunakan intonasi menaik untuk gagasan utama, dan pada saat yang lain digunakan intonasi menurun untuk gagasan pendukung. Kedua cara itu dapat divariasikan, saling mengganti agar tidak membosankan. Banyak-banyaklah berlatih dan minta dikoreksi oranglain. b.Artikulasi Adalah pengucapan huruf atau kata dengan jelas, tidak mendengung. Pengertian lain, artikulasi itu jelas “a”,”i”,”u”,”e”,”o” nya . c.Volume suara Volume suara dalam berpidato harus seimbang, tidak terlalu keras, tidak juga terlalu pelan. Kita dapat menyesuaikan dengan pendengarnya, dan juga tempatnya. Volume suara tidak perlu terlalu keras seperti ngotot, atau terlalu pelan, sekiranya para pendengar (audiens) dapat mendengarkan suara kita. Di sela-sela pergantian topik pidato, dapat juga disisipkan kata atau kalimat sapaan. Penggunaan sapaan bermanfaat untuk mengajak pendengar (audiens) untuk tetap memperhatikan pidato. Sapaan yang digunakan harus sopan dan pengucapannya dengan intonasi yang bertekanan serta artikulasi dan volume yang bertekanan. Contoh kalimat sapaan : oBapak dan Ibu guru yang saya hormati oTeman-teman yang saya cintai 2.Bahasa yang Digunakan Dalam Menyampaikan Pidato Bahasa adalah alat komunikasi yang paling penting, begitu juga dalam menyampaikan pidato, bahasa yang kita gunakan harus sesuai dengan para pendengarnya, misalnya jika kita diharuskan menyampaikan pidato di depan para pemuka, pemimpin, seperti kepala desa, kepala sekolah, dewan juri, dan seterusnya, sebaiknya kita menggunakan bahasa baku dan formal. Sedangkan jika kita membawakan pidato di depan teman-teman sebaya kita, kita dapat menggunakan bahasa sehari-hari yang lebih santai agar terkesan lebih komunikatif dan lebih dimengerti oleh pendengar (audiens) 2.Hal-hal yang Harus Dihindari Selama Berpidato

Selama menyampaikan pidato ada beberapa hal yang harus kita hindari agar dapat menyampaikan pidato dengan baik, dan menarik perhatian pendengar (audiens). Mungkin tidak semua hal di bawah ini dapat kita lakukan dengan baik, tetapi dengan berusaha sebaik-baiknya kita pasti bisa mencobanya. Beberapa hal yang harus kita hindari saat membawakan pidato di depan umum, agar pidato yang kita tampilkan dapat semaksimal mungkin dimengerti oleh pendengar (audiens) sehingga dapat menarik perhatian mereka, yaitu : 1.Jangan menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti oleh pendengar (audiens). Agar pendengar (audiens) mengerti betul apa yang kita sampaikan dalam pidato yang kita bawakan, hindari menggunakan kata-kata sulit yang artinya kurang dimengerti oleh pendengar (audiens) agar tidak menimbulkan salah paham di antara pendengar pidato. Dalam pemilihan kata-kata kita harus menganalisis para pendengarnya. Kata-kata yang kita pakai harus disesuaikan juga dengan tingkat pendidikan para pendengarnya (audiens). Kita tentu tidak akan membacakan pidato di depan para petani dengan menggunakan kata-kata yang digunakan untuk berpidato di depan Bapak Presiden. Jadi pemilihan kata-kata sangat perlu agar isi pidato dapat tersampaikan dengan baik dan hindari menggunakan kata-kata yang artinya sulit dimengerti oleh pendengar. Jika memang penggunaan kata tersebut perlu dilakukan, maka berilah keterangan arti katakata tersebut setelah mengucapkan kata tersebut. 2.Jangan menggunakan kata-kata yang kurang sopan. Dalam menyampaikan pidato jangan menggunakan kata-kata yang kurang sopan didengar, karena itu akan mempengaruhi minat pendengar (audiens) 3.Jangan membuat isi pidato menjadi tidak jelas Dalam hal ini maksudnya, jangan membuat isi pidato tidak jelas denga membawakan pidato panjang lebar tetapi isinya tidak jelas, sehingga membuat para pendengar (audiens) merasa bosan ketika mendengarkan pidato. Usahakan pidato yang kita bawakan temanya menarik bagi pendengar (audiens). Jangan membawakan pidato terlalu panjang, tetapi isi maksud dari pidato tersebut tidak jelas. Maka pendengar

(audiens) tidak akan mengerti maksud dari pidato yang kita bawakan. Selain itu juga dapat menimbulkan rasa bosan. 4.Pergunakan waktu sebaik mungkin, jangan terlalu lama menyampaikan pidato Rasa bosan yang timbul saat mendengarkan pidato, sebagian besar disebabkan karena lamanya seorang pembawa pidato menyampaikan pidatonya. Di samping waktu yang terlalu lama, topiknya juga kurang menarik, sehingga pendengar (audiens) merasa bosan dengan pidato yang dibawakan dan akhirnya tidak merespon apa yang kita sampaikan. Sesuaikan waktu pidato dengan situasi dan kondisinya. Jika dirasa pidato tersebut sudah mengungkapkan semua maksud dan tujuan dari pidato kita, maka cukupkanlah jangan terlalu panjang lebar, tetapi membuat isinya menjadi tidak jelas, lebih baik menggunakan kalimat yang efektif. 5.Jangan memakai pakaian yang kurang rapi Pidato bersifat formal dan resmi, jadi masalah penampilan juga sangat penting dan harus benar-benar diperhatikan karakteristik seseorang dapat dilihat dari cara dia berpakaian. Dalam berpidato pakaian yang kita pakai harus sesuai dengan situasi dan kondisi. Berpakainlah yang rapi sehingga ada nilai tambah bagi pendengar (audiens) untuk mendengarkan pidato yang kita bawakan. 6.Jangan menunjukkan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan Dalam berpidato, ekspresi wajah juga menjadi penilaian oleh pendengar (audiens). Oleh karena itu dalam membawakan pidato tunjukkan ekspresi wajah yang ramah dan jangan lupa sesekali memberikan senyuman pada pendengar (audiens) agar pendengar (audiens) merasa tertarik untuk mendengarkan pidato yang kita sampaikan. 7.Jangan terlalu banyak bergerak saat membawakan pidato Ketika membawakan pidato atau berpidato jangan terlalu banyak bergerak. Usahakan tetap tenang, kita dapat melakukan gerakan tangan (gestur) untuk memberikan penekanan pada sesuatu yang kita maksudkan. G. Keuntungan dan Kekurangan dalam Metode Naskah

a. Keutungannya : 1) 2) 3) 4) 5) Kata-katanya dapat dipilih sebaik-baiknya Pernyataan dapat dihemat Lebih fasih dalam berbicara Hal-hal yang menyimpang dapat dihindari Naskah dapat diterbitkan atau diperbanyak

b. Kerugiannya : 1) 2) 3) 4) Interaksi dengan pendengar menjadi kurang Pembicara terlihat kaku Tanggapan pendengar tak dapat mempengaruhi pesan Persiapannya lebih lama

Untuk mengurangi kerugian tersebut, dapat dilakukan : (1) Susun dulu garis besarnya dan siapkan bahan-bahannya (2) Tulis naskah seakan-akan Anda berbicara (3) Baca naskah berkali-kali sambil membayangkan pendengar (4) Hafalkan sekedarnya sehingga Anda dapat lebih sering melihat pendengar (5) Siapkan naskah dengan ketikan dan spasi besar serta batas pinggir yang luas.

H. Teknik Penyajian Berpidato yang Baik Dalam menyampaikan materi pidato diperlukan strategi penyampaian yang baik, hal ini di maksudkan agar menarik simpati pendengar. Oleh karena itu, di bawah ini ada beberapa teknik penyampaian pidato yang baik . 1. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami pendengar. 2. Menggunakan contoh dan ilustrasi yang mempermudah pendengar dalam memahami konsep yang abstrak apabila diperlukan. 3. Memberi penekanan dengan cara mengadakan variasi dalam gaya penyajian. 4. Mengorganisasikan materi sajian dengan urut dari hal mudah ke hal yang sulit dan lengkap. 5. Menghindari penggunaan kata-kata yang meragukan dan berlebih-lebihan. 6. Program atau materi disajikan dengan urutan yang jelas. 7. Berikan ikhtisar butir-butir yang penting, baik selama sajian maupun pada akhir sajian. 8. Gunakan variasi suara dalam memberikan penekanan pada hal-hal yang penting. 9. Kejelasan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat agar pendengar tidak bosan atau terkesan monoton. 10. Membuat dan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman

pendengar, minat pendengar, atau sikap pendengar, jika diperlukan. 11. Menggunakan nada suara, volume suara, kecepatan bicara secara bervariasi. 12. Menggunakan bahasa tubuh yang mendukung komunikasi Anda dengan pendengar.

H. Kesimpulan Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaijan kepada orang banyak. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Metode berpidato dapat dilakukan dengan empat cara: membaca naskah, menghafal,spontanitas,menguraikan kerangka. Sebagai pembicara, harus memiliki salah satu metode yang dikehendaki, sesuai selera,kemampuan, tujuan dan situasi yang akan dihadapi. Dalam berpidato dalam menggabungkan metode-metode tersebut. Sebelum memilih harus mempertimbangkan secara matang teknik yang akan dipilih sebab masing-masing metode itu memiliki kekurangan dan keunggulan. Salah satu metode pidato yang sering digunakan dalam acara resmi adalah metode naskah. Metode naskah adalah berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya. Pembicara menuliskan terlebih dahulu apa yang akan dipidatokannya itu secara lengkap didalam bentuk naskah. Penampilan dengan metode ini menimbulkan kesan kaku dan kurangnya perhatian pembicara pada pendengar. Pandangan pembicara lebih banyak tertuju pada naskah pidato daripada para pendengar. Untuk mengurangi kelemahan ini pembicara harus mengadakan latihan-latihan secara intensif. I. Muhammad, Daftar Pustaka Alfiansyah. 2010. Bahasa Indonesia. http://www.sentra-

Haryanta, Agus. 2007. Panaduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Esis. edukasicom//diunduh 15 April 2011.Pukul. 14. 22 WIB. Supinah, Pien. 1992. MKDU Bahasa Indonesia. Bandung: Pionir Jaya

Lampiran Pertanyaan 1. Mengapa pembicara tidak terpaku kepada naskah dan dapat berinteraksi dengan audiens 2. Bagaimana cara mengatasi sikap kaku? 3. Apakah metode naskah dikatakan metode satu arah? 4. Bagaimana peran metode naskah baik formal maupun nonformal? 5. Bagaimana cara untuk melatih intonasi dan volume suara? 6. Bagaimana cara menghibur pendengar pada saat berpidato? 7. Jelaskan kelebihan metode naskah dapat “ menghemat pernyataan”?

MAKALAH RETORIKA METODE PIDATO NASKAH
Disusun untuk memenuhi tugas semester IV Mata Kuliah Retorika dosen pembimbing: Umi Faizah

Nama Kelompok : Subagyo Taufik Taufik Teguh Nugroho Tri Utami Trio Marta Turyati Yuda Sudirman Kelas : IV D : 092110152 : 092110154 : 092110155 : 092110157 : 092110158 : 092110159 : 092110160

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO 2011

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->