P. 1
Model Dan Bentuk Praktik Keperawatan Profesional Metode

Model Dan Bentuk Praktik Keperawatan Profesional Metode

|Views: 546|Likes:

More info:

Published by: Rachmat Ade Okiarlis on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

Model dan Bentuk Praktik Keperawatan Profesional Metode Tim

DISUSUN OLEH : Mey Mardianto ( 08.40.025 ) Nindy Yunita R. ( 08.40.031 ) Rinawati ( 08.40.038 ) Vicky Rudianto ( 08.40.045 ) PEMBIMBING : ERFANDI S.Kep. Ners * (Dosen Keperawatan Profesional STIKES Kabupaten Malang) Model dan Bentuk Praktik Keperawatan Profesional Metode Tim Metode ini menggunakan tim yang terdiri dari anggota yang berbeda-beda dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap sekelompok pasien. Perawat ruangan dibagi menjadi 2-3 tim / grup yang terdiri dari tenaga profesional, tehnikal dan pembantu dalam satu grup kecil yang saling membantu. Kelebihan : a. Memungkinkan pelayanan keperawatan yang menyeluruh. b. Mendukung pelaksanaan proses keperawatan. c. Memungkinkan komunikasi antar tim sehingga konflik mudah diatasi dan memberikan kepuasan pada anggota tim. Kelemahan : a. Komunikasi antar anggota tim terutama dalam bentuk konferensi tim, membutuhkan waktu dimana sulit melaksanakannya pada waktu-waktu sibuk. b. Akuntabilitas pada tim. Konsep metode tim : a. Ketua tim sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan berbagai tehnik kepemimpinan. b. Pentingnya komunikasi yang efektif agar kontinuitas rencana keperawatan terjamin. c. Anggota tim harus menghargai kepemimpinan ketua tim. d. Peran kepala ruang penting dalam model tim. Model tim akan berhasil baik bila didukung oleh Kepala Ruang. Tanggungjawab anggota tim : a. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dibawah tanggungjawabnya. b. Kerjasama dengan anggota tim dan antar tim. c. Memberi laporan. Tanggungjawab ketua Tim : a. Membuat perencanaan.

program pengobatan. Menyelenggarakan konferensi. 4) Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan kebutuhan klien bersama ketua tim. 9) Membantu membimbing terhadap peserta didik keperawatan. 6) Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan 7) Mengatur dan mengendalikan situasi lahan praktek Mendelegasikan tugas saat kepala ruang tidak berada ditempat kepada ketua tim 9) Memberikan wewenang kepada tata usaha untuk mengurus administrasi pasien. 6) Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim lain. Pengorganisasian 1) Merumuskan metode penugasan yang digunakan 2) Merumuskan tujuan metode penugasan 3) Membuat rincian tugas ketua tim dan anggota tim secara jelas 4) Membuat rentang kendali kepala ruangan membawahi 2 ketua tim dan ketua tim membawahi 2-3 perawat.b. mengatur tenaga yang ada setiap hari dll. Mengembangkan kemampuan anggota. dan mendiskusikan dengan dokter tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien. Pengarahan 1) Memberi pengarahan tentang penugasan kepada ketua tim 2) Memberi pujian kepada anggota yang melaksanakan tugas dengan baik 3) Memberi motivasi dalam peningkatan pengetahuan. 7) Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan . 10) Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawatan dan RS. e. 10) Mengatur penugasan jadwal pos dan pakarnya 11) Identifikasi masalah dan cara penanganan c. ketrampilan dan sikap 4) Menginformasikan hal-hal yang dianggap penting dan berhubungan dengan asuhan keperawatan pasien 5) Melibatkan bawahan yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya. b. Memberi pengarahan ketua tim. c. Supervisi dan evaluasi tugas staf c. b. mengatur penugasan/penjadwalan. patofisiologi. Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri. Perencanaan 1) Menunjukkan ketua tim akan bertugas di ruangan masing-masing 2) Mengikuti serah terima pasien di shift sebelumnya. 5) Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan 6) Mengikuti visite dokter untuk mengetahui kondisi. Uraian tugas Kepala Ruang : a. 5) Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan : membuat proses dinas. Menentukan standar pelaksanaan kerja. . 3) Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien. tindakan medis yang dilakukan. dan evaluasi. supervisi. Tanggungjawab Kepala ruang : a. Mengenal/mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan pasien. Membuat penugasan. d.

Peran kepala ruang penting dalam model tim. Ketua tim sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan tehnik kepemimpinan. Douglas. Second Edition St Luis . Metode tim merupakan suatu model dan praktik keperawatan profesional dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kelompok klien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif ( Douglas. (1992). The Efficacy of Primary Nursing as a Fundation for Patient Advocacy Nursing Practic . Philadelphia.d. b. C. Model tim akan berhasil baik bila didukung oleh kepala ruang. V Mosby comp. DAFTAR PUSTAKA : Cobell. (1984) The Effective Nurse Leader and Manager. d. Model tim didasarkan pada keyakinan bahwa setiap anggota kelompok mempunyai kontribusi dalam merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan sehingga timbul motivasi dan rasa tanggung jawab perawat yang tinggi sehingga diharapkan mutu asuhan keperawatan meningkat. 5 (3) : 2 ± 5. D (1989) Nursing Management Company a System Approach. 3) Evaluasi : Mengevaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dengan rencana keperawatan yang telah disusun bersama ketua tim serta melakukan Audit keperawatan.doc . The C. Gillies. Model dan Bentuk Praktik Keperawatan Profesional Metode Tim. c. Komunikasi yang efektif penting agar kontinuitas rencana keperawatan terjamin. Menurut Kron & Gray (1987) pelaksanaan model tim harus berdasarkan konsep berikut: a. Pengawasan 1) Melalui komunikas : Mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan ketua tim maupun pelaksanan mengenai asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien 2) Melalui superfisi : Pengawasan langsung dan tidak langsung. Anggota tim menghargai kepemimpinan ketua tim. LM. WB Saunders comp. 1984).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->