Birokrasi Dan Administrasi Di Indonesia TUGAS SOFTSKILL Nama : Richie Marciano Kelas : 2 KA 18 NPM : 12109336 A.

Latar Belakang Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang birokrasi di Indonesia. Pada dasar nya Birokrasi di Indonesia awalnya sebagaimana diperkenalkan oleh budaya Eropa di mulai dari masa-masa kolonial antara lain dengan masa cultuurstelsel, masa desentralisasi dan emansipasi, masa pemerintah pusat (centraal bestuur), masa Binnenlands Bestuur dan ambtskostuum binnenlands bestuur, masa pendudukan bala tentara Jepang dan kemudian masa dimana setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 pemerintahan Indonesia melalui Kasman Singodimedjo ketua KNIP pada 25 September 1945 mengumumkan bahwa presiden Indonesia memutuskan bagi keseluruhan pegawai-pegawai pemerintahan terdahulu dari segala jabatan dan tingkatan ditetapkan menjadi pegawai pemerintahan Indonesia. Fenomena birokrasi selalu ada bersama kita dalam kehidupan kita sehari-hari dan setiap orang seringkali mengeluhkan cara berfungsinya birokrasi sehingga pada akhirnya orang akan mengambil kesimpulan bahwa birokrasi tidak ada manfaatnya karena banyak disalahgunakan oleh pejabat pemerintah (birokratisme) yang merugikan masyarakat. Apakah hal tersebut benar? Birokrasi juga bisa dikatakan Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai bayaran yang tidak dipilih oleh rakyat;Cara pemerintahan yang sangat dikuasai oleh pegawai. Peranan Birokrasi Pemerintah Indonesia adalah: -Stabilisator (menciptakan suasana aman dan stabil); -Dinamisator (menggerakkan); -Inovator (pembaharuan);Arbitrator dan moderator (perantara).

10 Prinsif Birokrasi Pemerintah Indonesia (Kepres No. 15 tahun 1984) yaitu sebagai berikut : Pembagian habis tugas,Perumusan tugas pokok dan fungsi yang jelas,Fungsionalisasi,Koordinasi, sinkronisasi, dan integrasi,Kontinuitas,Jalur dan staf,Kesederhanaan;Asas fleksibelitas,Pendelegasian wewenang yang jelas,Pengelompokan sehomogen mungkin. Pada paragraph ini saya akan menjelaskan tentang administrasi, administrasi terdiri dari 2 kata yang masing-masing mempunyai pengetian tersendiri. kata

. tetapi tidak dirumuskan secara rinci dan jelas (tidak membumi). membantu. Pembagian tugas tidak adil. Mental aparat birokrasi yang rapuh. dan memenuhi. tidak tuntas dan tidak jelas batas-batas (tidak adil). c. jadi tugas utama seorang adminisatrator/manajer adalah memberikan layanan prima.Ekonomi biaya tinggi. f. yang lain tidak/kurang penting (sok penting). Struktur organisasi a. terjadi pengkotak-kotakan (kaku). administrare adalah kata kerja sedangkan kata bendanya adalah administration dan katasifatnya adalah administratiavus. tanggung jawab satu bidang tugas.Loyalitas pada atasan. kurang bermutu/asal jadi. tidak merata.Jumlah pegawai relatif banyak. Aparatus birokrasi b. e. Dalam struktur mengarah pada pola mekanik.administrasi menurut asal katanya berasal dari bahasa latin. Terlalu banyak bawahan yang harus diawasi – kewalahan (rakus). ad + ministrae.Belum berorientasi prestasi. Merasa dirinya/unitnya yang paling penting.Menunggu petunjuk/arahan. Anggota hanya mau bekerja sesuai dengan tugasnya. dalam kegiatan sehari-hari untuk istilah administrasi dibagi menjadi 2 pengertian yaitu B. 3. Pemberian tanggung jawab yang tidak seimbang dengan wewenang (zalim). Identifikasi Masalah Kendala Birokrasi di Indonesia: 1. Patologi (Penyakit) Birokrasi Pemerintahan Budaya feodalistik. prinsip pembagian habis tugas akibatnya terjadi pengkotakan. Koordinasi horizontal (kelemahan komunikasi dan unsur psikologis) 2 . d. Seseorang bawahan mendapat perintah dari satu atasan mengenai hal yang sama. ad berarti intensif sedangkan ministrae berarti melayani. Kapasitas kerja yang belum maksimal. d.Belum didukung teknologi menyeluruh. Kendali psikologis.Budaya melayani rendah. memandang tugasnya lebih penting. Kelemahan komunikasi. bukan organisasi. Hubungan antara atasan dan bawahan. Kendala komunikasi ke atas. b. Kendala dalam pendelegasian wewenang. Penyakit Organisasi Tujuan telah ditetapkan.

reformasi birokrasi mengalami hambatan signifikan hingga kini. kongkalikong dan konspirasi untuk memenangkang atau melindungi oknum tertentu. Pada reformasi politik 1998 adalah pintu gerbang Indonesia menuju sejarah baru dalam dinamika politik nasional. fakta sosial menunjukan. Sanksi terhadap pelanggaran tidak tegas (banyak pertimbangan). Bila kita tilik sejarah ke belakang. birokrasi Kolonial. tidak terlepas dari warisan mentalitas. serta menguasai masyarakat. yang seharusnya lembaga wakil rakyat tersebut menjadi mesin control terhadap jalannya tata kelola Pemerintahan yang baik (good govemance). Namun demikian. sehingga banyak tuduhan mafia peradilan yang dialamatkan kepada aparat penegak hukum. Kewenangan yang terlalu besar itu bahkan akhirnya menonjolkan peran birokrasi sebagai . tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah (PBJ) yang banyak menimbulkan kerugian Negara. pembuatan SIM. seperti. pemerintahan pasca reformasi pun tidak menjamin keberlangsungan reformasi birokrasi dapat terealisasi dengan baik. ijin usaha. biaya yang harus dikeluarkan masyarakat secara illegal dalam pengurusan berbagai dokumen. Sabagai bukti nyata atas situasi tersebut adalah buruknya pelayanan publik. misalnya. bukan melaksanakan dan menjalankan pemerintahan dengan baik. birokrasi pemerintah Indonesia telah memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap kondisi keterpurukan Bangsa Indonesia dalam krisis yang berkepanjangan. tidak hanya di kalangan Eksekutif tapi juga merambah juga wilayah Legislatif. dalam melayani dan melindungi masyarakat dari kesewenangan. Kolusi dan Nepotisme (KKN). kemudian lembaga penegak hukum juga tidak luput dari wabah "kanker korupsi". sertifikat tanah. dan lain lain. Kemudian kasus kasus Korupsi tidak semakin surut. Reformasi politik yang diharapkan dapat beriringan dengan reformasi birokrasi. birokrat di Indonesia memiliki kewenangan besar. Kurangnya komitmen pemerintah pasca reformasi terhadap reformasi birokrasi ini cenderung berbanding lurus dengan kurangnya komitmen pemerintah terhadap pemberantasan KKN yang sudah menjadi penyakit akut dalam birokrasi pemerintahan Indonesia selama ini. pengurusan IMB. sehingga hampir semua lini kehidupan masyarakat ditangani birokrasi.tetapi perintahnya saling bertentangan (plin plan). yang berfungsi mengawasi dan mengontrol. buruknya mentalitas birokrasi kita saat ini. birokrasi lebih seperti pangreh praja dari pada pamong praja. ini fakta sosial. akibatnya masyarakat tidak dapat banyak memetik manfkat nyata dari reformasi politik 98. pengurusan KTP. Birokrasi yang telah dibangun oleh pemerintah sebelum era reformasi telah membangun budaya birokrasi yang kental dengan Korupsi. lebih ingin dilayani dari pada melayani. bahkan telah merambah pada segala lini. perpanjang STNK.

Sikap mental seperti ini dapat membawa birokrasi pemerintahan Indonesia kembali kepada kondisi birokrasi pemerintahan pada masa lalu. lebih bersifat menguasai dari pada melayani masyarakat. Bahkan kemudian terjadi politisasi birokrasi. Pembahasan A.pembuat kebijakan ketimbang pelaksana kebijakan. manajemen dengan aturan yang jelas adanya pengendalian melalui aturan yang memungkinkan agar keputusan yang dibuat pada tingkat atas akan dapat dilaksanakan secara konsisten oleh semua tingkat di bawahnya. Era Pasca reformasi pun para pejabat politik yang kini menjabat dalam birokrasi pemerintah ingin melestarikan budaya tersebut dengan mengaburkan antara pejabat karier dengan non karier. birokrasi lebih bertindak sebagai pangreh praja daripada pamong praja. Pada rezim lalu. Pada landasan teori administrasi ini saya mengutip teori dari . Berikut rangkuman dari teori-teori birokrasi. Landasan Teori Pada landasan teori birokrasi ini saya mengutip teori dari Max Weber yang saya kutip dari Wikipedia. wajar saja jika kemudian birokrasi lebih dianggap sebagai sumber masalah atau beban masyarakat ketimbang sumber solusi bagi masalah yang dihadapi masyarakat. adanya kerja tim serta kontrol rekan sekerja (peer group) dan atasan bukan lagi merupakan dominasi atau kontrol. mempunyai sebuah misi target yang akan dituju atau yang sedangkan dilaksanakan dalam upaya agar tujuan agar organisasi ini dapat melayani kepentingan yang akan diberdayakan termasuk dalam misi untuk melayani organisasi itu sendiri harus melalui perhitungan pencapaian pada tujuan.sedangkan David Osborne dan Ted Gaebler menyarankan bahwa birokrasi harus berubah menjadi birokrasi yang lebih memperhatikan partisipasi masyarakat. Akan tetapi. Akhirnya. Dengan kata lain.org. organisasi dengan fungsional yang khusus pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh mereka yang benar merupakan ahli kemudian disusun dalam unit-unit berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilakukan berdasarkan keahlian. menurut Cyril Northcote Parkinson seorang sejarawan angkatan laut Inggris yang menulis bahwa Weber kurang menyadari bahwa manajemen dan staf profesional akan cenderung tumbuh mengikuti pada tingkat yang tidak diprediksi oleh garis organisasi. Dia adalah seorang sosiolog Jerman menulis sebuah alasan yang menggambarkan bentuk birokrasi sebagai cara ideal mengatur organisasi pemerintahan melalui prinsip-prinsip bentuk birokrasi antara lain harus terdapat adanya struktur hirarkis formal pada setiap tingkat dan di bawah kontrol dan dikendalikan dalam sebuah hirarki formal atas dasar dari perencanaan pusat dan pengambilan keputusan. bekerja berdasarkan kualifikasi teknis merupakan perlindungan bagi pelaksana agar dapat terhindar dari pemecatan sewenang-wenang dalam saat menjalankan tugasnya. Fenomena itu terjadi karena tradisi birokrasi yang dibentuk lebih sebagai alat penguasa untuk menguasai masyarakat dengan segala sumber dayanya. birokrasi menjadi alat mempertahankan kekuasaan. perlakuan secara impersonal idenya agar memperlakukan semua pelaksana dan kepentingan diperlakukan secara sama sama dan tidak boleh dipengaruhi oleh perbedaan individu.

Mengubah perilaku.1) merumuskan sebaagai "administration is a process comman to all group effort public or provaate. dan pemerintah harus professional. bukan birokrasi.efisien dan efektif serta memiliki daya tanggap yang luas. Pemerintahan yang digerakkan oleh misi: mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan. Organisasi dan pegawai berinovasi (strategi kontrol). Pemerintahan berorientasi pelanggan: memenuhi kebutuhan pelanggan. Menata ulang organisasi pemerintah (reinventing government) yang sebagaimana di kemukakan oleh david(David Osborne & Ted Gaebler) Pemerintahan katalis: mengarahkan ketimbang mengayuh. dan berfikir pegawai (strategi budaya). perasaan. bukan masukan. sipil atau militer baik secara besar-besaran ataupun kecil-kecilaan) A. Pemerintahan yang berorientasi hasil: mebiayai hasil. Pemerintahan desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja. Dan peran serta masyarakat sangat memegang erat birokrasi di Indonesia agar terciptanya transparansi dalam birokrasi ini. Pemerintahan wirausaha: menghasilkan ketimbang membelajakan. Pemerintahan berorientasi pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar Lalu menerapkan Strategi Memperbaharui Organisasi Pemerintah (Birokrasi) sebagai mana yang di kemukakan oleh (David Osborne dan Peter Plastik): Memperjelas tujuan/maksud organisasi (strategi inti). Lalu menurut saya pribadi seharus nya pemerintah harus transparan terhadap birokrasi ini dan menegakan hokum yang berlaku apabila terjadi penyelewengan. A. Konsekuensi terhadap kinerja organisasi (strategi konsekuensi). Pemerintahan milik masyarakat: memberi wewenang ketimbang melayani. Pembahasan Masalah Jadi menurut saya setelah di analisa Usaha Penyehatan Birokrasi dan Administrasi sebaik nya. civil or millitaaary. Pertanggung jawaban terhadap publik (strategi pelanggan/masyarakat). large scaale or smaall scall" (administrasi adalah suatu proses yang biasanya terdapat pada semua usaha kelompok baik usaha pemerintah. Kesimpulan . Pemerintahan antisipatif: mencegah daripada mengobati. ataupun swasta.Leonard D white (1955: P. Memerintahan yang kompetitif: menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan.

madina-sk. Sumber : http://www.html . Penyimpangan tersebut dapat terjadi karena masih rendahnya etos kerja pegawai birokrasi.id/index.suatu bentuk kebudayaan yang baik akan memberikan kemudahan bagi manusia.com/index. akan tetapi kebudayaan yang baik lahir dari manusia yang baik pula. B. Saran Sebaiknya budaya disiplin dalam menjalankan prosedur birokrasi harus ditegakkan. dengan di bentuk suatu bentuk badan pengawas birokrasi. Namun juga perbaikan dilakukan disetiap anggota birokrasi untuk memiliki mental taat hukum.org/wiki/Birokrasi_di_Indonesia http://www.pasamankab. sehingga suatu proses pelayanan birokrasi akan tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya. beretos kerja tinggi. melainkan hanya untuk mendapatkan hasil demi kepentingan pribadi.php?option=com_content&task=view&id=1478&Itemid=10 http://id.go.Jadi menurut saya birokrasi dan administrasi di Indonesia ini masih perlu dibenahi karena masih terdapat celah penyimpangan.wikipedia.php/artikel/48-kepemimpinan/156-teori-organisasi-publik-danorganisasi-a-manajemen-pemerintahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful