P. 1
Hubungan Kristen Protestan Dengan Pancasila Di Indonesia-005

Hubungan Kristen Protestan Dengan Pancasila Di Indonesia-005

|Views: 2,063|Likes:
Published by Anto Kuddy

More info:

Published by: Anto Kuddy on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2015

pdf

text

original

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN NOTA DINAS ..............................................................................

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………… HALAMAN MOTTO........................................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………. KATA PENGANTAR ....................................................................................... DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. DAFTAR SINGKATAN .................................................................................... ABSTRAK .......................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………. A. Latar Belakang Masalah .............................................................. B. Rumusan Masalah ....................................................................... C. Tujuan Penelitian ......................................................................... D. Telaah Pustaka ............................................................................. E. Metodologi Penelitian .................................................................. F. Sistematika Pembahasan .............................................................. BAB II. SKETSA BIOGRAFI T.B. SIMATUPANG ………………………. A. Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan ................................ B. Karir dan Kegiatannya ................................................................. C. Karya-Karya T.B. Simatupang .................................................... ii iii iv v vi viii xi xii 1 1 7 7 8 11 12 14 14 18 21

viii

D. Orang-Orang Yang Mempengaruhi Pemikiran T.B. Simatupang .. 22 BAB III. PEMIKIRAN T. B. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA. 27 A. Pemahaman Indonesia ...27 1. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia .............. 28 2. Pemahaman T.B.Simatupang Kristen Protestan Tentang Ideologi Pancasila .............................................................................................32 B. Aspek-aspek Pemikiran T.B. Simatupang Tentang Hubungan Kristen 35 35 37 40 T.B.Simatupang Tentang Kristen Protestan di

Protestan dengan Pancasila di Indonesia ..................................... 1. Aspek Sejarah ....................................................................... 2. Aspek Politik ........................................................................ 3. Aspek Agama ........................................................................

C. Pemahaman Tentang Pancasila .......................................................... 41 1. Pengertian Pancasila .................................................................... a. Pengertian Pancasila dari Etimologi ..................................... b. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi ......................... 2. Sejarah Singkat Tentang Pancasila .............................................. 3. Fungsi Pancasila ........................................................................... a. 42 42 43 43 51

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia ....... 51

ix

b. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia ........... c. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia ..................... BAB IV. PENGARUH PEMIKIRAN T.B. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA …………… A. Pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa .....................................................

53 56

58

58

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia Sebagai Pengamalan Pancasila ....................................................... C. Analisis Penulis ............................................................................. BAB V. PENUTUP …………………………………………………………… A. Kesimpulan ..................................................................................... D. Saran-Saran ..................................................................................... E. Kata Penutup.................................................................................... DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... CURICCULUM VITAE 63 70 76 76 78 79 80

x

Orang-orang Kristen Protestan dapat memahami sila pertama.). Gunung Mulia. dengan menyatakan bahwa di dalam kerangka kepercayaan kepada yang transenden. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila Yang Membangun (Jakarta: PT. Simatupang ( dkk . Simatupang . hlm.2 T. orang-orang yang sudah memiliki agama dapatlah terus melakukan dialog berdasarkan sikap saling menghargai demi tanggung jawab bersama. Namun sejarah dari masa ke masa menunjukkan. selama pemahaman tentang kelima sila dari Pancasila tetap terbuka dan Pancasila tidak kemudian menjadi doktrin yang tertutup. 92.1 Menurut pandangan Kristen Protestan. bangsa yang memiliki kepercayaan dan hubungan dengan Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: BPK. Gunung Mulia. BPK. 1 xi . sejak semula telah dikenal sebagai bangsa yang religius. hlm. yang dinyatakan dalam sikap hidup yang didasarkan kepada ajaran-ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang penuh toleransi di antara pemeluk-pemeluknya. 12-13. Bahwa Pancasila telah memberikan banyak inspirasi. tidak ada masalah untuk menerima Pancasila.B. 1984). Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah diakui oleh masyarakat Indonesia. 1996).B. bahwa agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah menjadi dasar dan memberikan warna terhadap semua segi kehidupan bangsa. 2 T.

antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan karena tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam Islam. Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila (Yogyakarta: Tiara Wacana. Simatupang (dkk.97. bahkan nasionalis sekuler tidak menggunakan agama sebagai ideologi atau sistem politik.) . pada dasarnya sila-sila dari Pancasila itu telah berakar pada jiwa Bangsa Indonesia.. 5 4 Faisal Ismail. pemimpin politik dari kalangan Hindu. Meskipun secara personal nasionalis sekuler bukan kaum sekuleris. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok-kelompok yang menjadi pemimpin politik yang di Indonesia seperti pemimpin pilitik dari kalangan muslim.Negara Indonesia yang memilki Pancasila sebagai dasar negara maupun filsafat hidup atau pegangan hidup bangsa Indonesia.4 Kelompok nasionalis muslim adalah kelompok yang mempunyai gagasan bahwa Islam harus dijadikan sebagai dasar negara. Faisal Ismail . hlm. setiap rakyat Indonesia harus mempercayai Tuhan Yang Maha Esa. op.5 3 T. Pertama. xii . loc.B. hlm. yang telah ditransformasikan menjadi dasar konsep politik yang sedemikian rupa. Secara tegas kelompok-kelompok nasionalis sekuler menolak agama dijadikan sebagai dasar negara.cit.cit. pemimpin politik dari kalangan Protestan.4-5.. pemimpin politik dari kalangan Katolik. kelompok nasionalis sekuler kedua kelompok nasionalis muslim. Ada dua kelompok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan ideologi suatu bangsa. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama.3 Pancasila berfungsi sebagai bimbingan moral dan etika. 1999).

.Di bumi Indonesia tidak hanya mayoritas agama Islam saja tetapi masih ada agama-agama lain seperti Katolik. 7 8 xiii .. 1983). agar semua agama yang ada di Indonesia dapat menerimanya. maka dari kalangan agama orang yang minoritas yaitu agama non Islam akan memisahkan diri dari Republik Indonesia. Protestan. bukan berarti setelah ber Pancasila lalu meninggalkan agama. tetapi Pancasila dan agama harus sejalan.7 Bunyi butir pertama dari Piagam Jakarta mendapatkan tantangan yang keras dari orang-orang yang non muslim. hlm .5. di negara Indonesia yang meskipun umat Islam yang pada dasarnya harus menerima Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila tanpa agama akan kosong hasilnya. maka dengan 6 Deliar Noer. yang menyatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam sangat mengesampingkan agama-agama lain yang ada di Indonesia. jika tidak diganti butir pertama dari Piagam Jakarta. yang pantas dijadikan dasar negara adalah Pancasila. Hindu dan Budha yang butuh perlindungan dari negara. hlm. Ibid.6 Menurut Faisal Ismail Konflik antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim mengenai landasan falsafah negara tetap tegang. sehingga terbentuklah Piagam Jakarta pada butir pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Bunyi butir pertama Piagam Jakarta yang memberikan posisi umat Islam di Indonesia yang memungkinkan untuk menerapkan syariat Islam. Seakan-akan menonjolkan agama orang yang mayoritas yaitu agama Islam.45-46.8 Agar bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah maka kedua kelompok tersebut melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi pertama dari Piagam Jakarta agar tidak menyinggung perasaan dari kalangan agama minoritas. Oleh sebab itu . 49. hlm. Islam Pancasila dan Asas Tunggal (Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. Ibid .

hlm. 10 xiv .10 Dengan disahkannya UUD 45. 11 Eka Darmaputra.11 9 Ibid . Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. maka Piagam Jakarta diganti dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta : BPK.1999 ). Ketuhanan Yang Maha Esa 3. Pancasila Identitas dan Moralitas. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia . maka PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Kemanusiaan yang adil dan beradab 4. Gunung Mulia.. 55-56. maka nilai-nilai yang esensial dalam Pancasila adalah: 2. hlm. Persatuan Indonesia 5. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan 6. 110 –111. 2. Kaelan .9 Untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan antara kelompok nasionalis sekuler dan kelompok nasionalis muslim. Pancasila Yuridis kenegaraan. Selain itu juga kebebasan untuk memeluk agama di Indonesia ditegaskan dalam UUD 45 Pasal 29 yang berbunyi: 1.kesepakatan bersama antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim . Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani ( Yogyakarta : Paradigma. 1997 ).

14 xv . sebagai mana jelas dalam tindakannya Penciptaan langit dan bumi. Kenyataan telah mewujudkan bahwa dengan Pancasila dapat menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dapat membawa keutuhan negara Republik Indonesia.14 Penjelasan butir demi butir dari kelima butir Pancasila yang erat hubungannya dengan Al-Kitab adalah: 1.Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis. Suwarno. Bernegara. Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kasih (1 Yohanes 4:8) PJ. setiap orang harus meyakini adanya Tuhan Yang maha Esa dan memberikan kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing. Sosiologis .Pasal-pasal yang terdapat dalan UUD 45 yang merupakan sebuah transformasi Pancasila sebagai norma-norma untuk hidup bermasyarakat. Penjelasan Al-Kitab: Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. sosial dan ekonomi. dapat diterima oleh semua pihak. 1993). 13. Oktavianus. 13 12 Rozikin Daman.12 Pancasila dapat dijadikan sebagi alat pemersatu bangsa Indonesia. hlm.13 Butir demi butir dari kelima sila Pancasila dalam penjelasannya jelas tidak bertentangan dengan Al-Kitab. 135-136. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Sila ini dapat memberikan suatu kebebasan ruang gerak bagi kemerdekaan beragama. Bermasyarakat ( Malang : Departemen Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia . Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa . hlm. Yuridis Kenegaraan ( Yogyakarta: Kanisius. Pancasila Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Rajawali Press. Filosofis. 1985 ). politik. (Kejadian 1:127). dalam bidang keagamaan. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. P. hukum. dalam pelaksanaannya secara keseluruhan dapat mendukung pengembangan kegiatan setiap agama yang ada di Indonesia. 1992 ). hlm. 21-22.

Penjelasan Al-Kitab: “Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim belalah hak orang-orang yang sengsara dan orang yang kekurangan”. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab Sila ini menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia harus meningkatkan martabat manusia. dan dapat menikmati hak-haknya dan melaksanakan tanggung jawabnya. suka memberikan pertolongan kepada orang lain. (Mazmur 82:3) Dengan demikian menurut orang Kristen sila-sila dalam Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Kitab bahkan dalam pelaksanaannya secara konsekuen/mendukung apa yang terdapat dalam Al-Kitab. Penjelasan Al-Kitab: “Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri…” (Roma 14:7a) 4. Sila Persatuan Indonesia Sila ini menjelasakan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan demi keselamatan bangsa dan negara. 16-20 xvi . 13:14) “Tidak mengambil keuntungan diri sendiri” (I. mendahulukan kepentingan masyarakat dari kepentingan pribadi walaupun berbeda-beda kita tetap satu.Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Penolong. Kasih itu murah hati……” (I. Korintus. untuk bersikap adil. 13:5) 5..15 15 Ibid. mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. 121:1-2) 2. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Sila ini menjelaskan. Penjelasan Al-Kitab: “Kasih itu sabar. musyawarah untuk mancapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Korintus. hlm. Tuhan Khalik Langit dan Bumi beserta segala isinya (Mazmur. Penjelasan Al-Kitab: Manusia itu agung dan mulia karena manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang dibentuk atau diciptakan Allah (Kejadian: 1:22) 3. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Sila ini menjelaskan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

Pancasila mempunyai daya tarik emosionalnya tersendiri.B.Penjelasan di atas menurut pandangan T.B. yang menjadi fokus perhatian untuk diteliti adalah: Bagaimana pemikiran T. Iman Kristen dan Pancasila . hlm.. Simatupang . Pancasila sebuah ideologi dan sebuah pandangan hidup. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia.cit.16 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Simatupang Indonesia ? terhadap agama Kristen Protestan di Tujuan Penelitian Penelitian tentang pemikiran T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia dalam konteks yang lebih spesifik Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T.B. Secara akademik penelitian ini sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama.B. Simatupang Pancasila adalah lebih dari sekedar payung. xvii . 16 T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia mempunyai beberapa tujuan yaitu : Untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T. op. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ? Apa pengaruh pemikiran T.B.B.B. Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah: 2. 10.

1960). Simatupang. yang memaparkan bagaimana peranan agama khususnya Iman Kristiani dalam memberikan sumbangan terhadap tuntutan pembangunan di tengah masyarakat Indonesia yang pluralistik berdasarkan Pancasila sebagai satu-satunya asas bermasyarakat. Telaah Pustaka Setelah mengadakan penelusuran pustaka.3. Kemudian ada buku yang di tulis oleh : A. Simatupang dalam buku. berbangsa.G.B. Dalam buku ini menggunakan pendekatan sosiologis. Spiritualis. Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia ( 1860. Hoekema. pada tahun1993 yang berjudul: Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan xviii . Amsy Susilaradeya pada tahun 1997. Untuk menambah pengetahuan tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . maka penulis melakukan telaah pustaka sebagai berikut: Karya ilmiah yang mengkaji tentang pemikiran T. yang memaparkan tentang bagaimana perkembangan teologi Protestan di Indonesia selama tahun 1860-1960. yang di terjemahkan oleh Ny. dan kapan teologi Protestan di Indonesia lahir ? dan juga siapa tokoh yang membangun teologi Protestan di Indonesia. di tulis oleh Victor I Tanja pada tahun 1996.B. Kemudian ada buku yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo. Pluralitas dan Pembangunan di Indonesia.Dalam buku ini menggunakan pendekatan historis-teologis. yang berjudul : Berpikir Dalam Keseimbangan Yang Dinamis . dan beragama. sejauh penulis ketahui agar tidak terjadi duplikasi dalam penelitian ini yang sebelumnya membahas T.

Kemudian ada skripsi yang berjudul : Gereja dan Pembangunan ( Studi Pemikiran Tahi Bonar ( T.B. dalam skripsi ini menggunakan metode deskriptif analisis dan metode historis.) Simatupang ). Kemudian ada skripsi yang berjudul: Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). Dalam buku ini mengunakan pendekatan sosiologis dan teologis. penelitian sebelumnya yang sudah pernah mengkaji pemikiran T. Dalam skripsi ini lebih memfokuskan tentang pengertian organisasi kemasyarakatan dalam arti apakah persekutuan gereja-gereja di Indonesia dapat dijadikan sebagai organisasi kemasyarakatan yang dapat mengayomi atau melindungi masyarakat Kristen Protestan di Indonesia.B.Islam dan Kristen di Indonesia. Akan tetapi peneliti harus membedakan terlebih dahulu antara penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian sebelumnya. yang memaparkan untuk mengungkap dan mengkaji perkembangan dan pertemuan kedua agama tersebut di bumi Indonesia atau di bumi Pancasila. skripsi tersebut menggunakan pendekatan historis.B. Berdasarkan telaah pustaka di atas maka peneliti akan mengkaji mengenai pemikiran T. dan juga untuk membantu bisa saling mengenal satu sama lain dalam rangka saling mengasihi sesama insan yang saling berlainan agama dan kepercayaan. di tulis oleh Ahmad Musfik. Simatupang adalah Viktor I Tanja yang xix . Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. yang ditulis oleh: Tri Budi Waryanto. dan pembahasannya lebih terfokus bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang makmur dan beradab.

dan apakah gereja –gereja yang di Indonesia dapat mengayomi atau melindungi umat Kristiani di Indonesia.B. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Ahmad Musfik yang berjudul Gereja dan Pembangunan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis sekarang yang berjudul hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas Pemikiran T. baik yang tertuang dalam buku. Simatupang.berjudul Gereja dan Pembangunan. faktor politik dan faktor agama.B. maupun data-data kepustakaan lainnya yang berkenaan dengan pemikiran T. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Tri Budi Waryanto yang berjudul Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). Kemudian yang membedakan antara penelitian penulis dengan penelitian sebelumnya adalah: Bahwa penelitian sebelumnya hanya memfokuskan bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini. Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini bercorak Library Research (Penelitian Pustaka). Pengumpulan Data xx . dalam arti sumber-sumber datanya berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Melalui karya-karya ilmiah. Simatupang ) yang tidak terlepas dari beberapa faktor yaitu: Faktor sejarah. majalah. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo yang berjudul Hidup Bersama di Bumi Pancasila : Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia.

131. jadi dalam menganalisis data tidak hanya sebatas mengumpulan data saja dan menyusunan data. tapi harus mencakup analisis dan interpretasi tentang data itu agar mendapat pemahaman yang lebih jelas lagi 19. hlm. Simatupang yang berjudul. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat ( Jakarta : Gramedia. hlm. 1970 ). 34.Dalam penelitian ini penulis dalam mencari data menggunakan metode dokumentasi. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah ( Bandung :Tarsito . Iman Kristen dan Pancasila . Bangsa dan Negara. maka sumber data primer yang utama adalah tulisan T. Metode-Metode Penelitian Masyarakat ( Jakarta: Gramedia. Analisis Data Dalam penelitian ini penulis dapat mengumpulan tulisan atau data yang berhubungan dengan tema yang diangkat dalam penelitian ini. kemudian penulis menelaah data yang telah terkumpul tersebut. 63. Kemudian dalam penelitian ini juga penulis dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif 18 . Lihat ! Kontjaraningrat . Winarno Surachmad.B.17 Dalam metode dokumentasi nantinya peneliti akan menemukan sumber data primer dan sumber data sekunder. hlm. 1997 ). 19 18 17 xxi . dan juga buku yang berjudul Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan wawasan penulis. dokumen yang tersimpan di perpustakaan . 1986). Lihat ! Jacob Vredenbergt. Metode deskriptif adalah langkah-langkah melakukan reinterpretasi obyektif tentang permasalahan yang di teliti. Metode dokumentasi adalah pngumpulan data yang bersipat dokumenter. Dan data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku yang memang representatif dalam mendukung penelitian ini. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Dapan Masyarakat.

17. 1995 ).B. membahas pemikiran T. sketsa biografi T.dan pemahaman 20 Kuntowijoyo. yang meliputi sejarah singkat masuknya Kristen Protestan di Indonesia. daftar isi. hlm. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. xxii . Simatupang .B.20 Sistematika Pembahasan Untuk lebih memudahkan dalam penyelesaian penelitian ini.B. halaman nota dinas. telaah pustaka. penyusun akan menggunakan sistematika sebagai berikut : Bagian depan memuat halaman judul. halaman motto. halaman persembahan. dan orang-orang yang mempengaruhi pemikiran T. metodologi penelitian dan sistematika pembahasan. tujuan penelitian. penulis susun dalam bab-bab sebagai berikut: Bab pertama. Pengantar Ilmu Sejarah ( Yogyakarta : Yayasan Budi Budya. karya-karya T. latar belakang masalah. Bab kedua. Sedangkan bagian isi yang merupakan inti dari pembahasan skripsi ini. yang meliputi pemahaman T.B. kata pengantar . rumusan masalah.B.Metode Pendekatan Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. daftar singkatan dan abstrak.Simatupang tentang Kristen Protestan di Indonesia. Simatupang. Simatupang Bab ketiga. Masa kecil dan latar belakang pendidikan. karir dan kegiatan. karena pendekatan sejarah biasanya meliputi pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu mengetahui apa yang harus di kerjakan sekarang dan masa yang akan datang. halaman pengesahan.

Bab kelima. Kepala Kantor Pos Sidikalang.Simatupang tentang ideologi Pancasila. T. Bab keempat.B. beliau anak yang kedua. berasal dari Laguboti. ayahnya bernama Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang. dan meningkatkan partisipasi gereja dalam membangun bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. BAB II SKETSA BIOGRAFI T.B. B.B. kata penutup daftar pustaka dan curriculum vitae. SIMATUPANG Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan T. dan aspek agama. Simatupang. B. saran-saran. dari delapan bersaudara. Kemudian aspek-aspek pemikiran T. pengertian Pancasila. fungsi Pancasila. penutup. sejarah singkat tentang Pancasila. aspek politik. Nama-nama yang diberikan oleh ayahnya untuk nama xxiii . dan ibunya. Kemudian analisis penulis. Kemudian pemahaman tentang Pancasila yang meliputi. membahas tentang apa pengaruh pemikiran T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Simatupang mempunyai delapan bersaudara. yang meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Simatupang singkatan dari Tahi Bonar dalam bahasa Batak yang berarti permufakatan atau tujuan yang benar. Sedangkan Simatupang merupakan nama marga untuk orang Batak dari pihak ayahnya.B.T.B. Simatupang adalah anak dari seorang Pegawai Negeri. lahir di Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatra Utara tanggal 28 Januari 1920-1990. T. seorang wanita yang penuh kasih sayang kepada anak-anaknya. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia.B. yang meliputi : aspek sejarah. T. yang terdiri dari kesimpulan.

. Simatupang pada usia 6 tahun keluarganya pindah ke Siborong-borong. anak yang keempat Pinta Pasu. kemudian keluarganya pindah ke Pematang Siantar. dan juga telah terbit berbagai macam media cetak seperti: Suara Kita. rajin T. Batara dari mitologi Batak-Hindu ditambah dengan Ningrat. karena T. yang mempunyai arti wibawa kemenangan. anak yang ketiga Frieda Theodora. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. anak yang keenam Tapi Omas yang berarti perempuan. dan anak yang kedelapan Riaraja. yang memiliki arti anak pemberian Tuhan yang lahir pada hari Jumat. Simatupang meyelesaikan sekolahnya di HIS pada tahun 1934. Ada nasionalisme Indonesia dan nasionalisme Batak dan Kristen.anaknya menciri khaskan nama-nama orang Batak. 22. Simatupang . hlm. anak yang ketujuh Batara Ningrat. Bangsa dan Negara (Jakarta : Sinar Harapan . 2 Pada tahun 1927-1934 berkembang semacam kesadaran nasionalisme yang tinggi dalam masyarakat Pematang Siantar. kesadaran nasionalisme yang lebih luas dari nasionalis Batak. B. B. dengan predikat yang memuaskan. anak yang kedua Tahi Bonar yang memiliki arti permufakatan atau tujuan yang benar. B.B. anak kelima Maruli Humala Diasi. tapi keluarga beliau tinggal hanya 9 bulan di Siborong-borong. yang berarti laki-laki. Bintang Batak. hlm. yang berarti perempuan. di sinilah beliau masuk sekolah Zending.B. dengan adanya media cetak semacam ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan. T. di Pematang Siantar inilah telah tumbuh sebuah semangat baru yang dapat menambah kesadaran mengenai harga diri dan tanggung jawab yang dimiliki oleh orang-orang Pematang Siantar. hal semacam ini terlihat jelas dengan pertumbuhan berbagai macam organisasi yang dapat mengasah pengetahuan. Simatupang masuk sekolah HIS (Hollands Inlandse School) yaitu pada tahun 1927. 20 . xxiv . 1991). seperti nama anak yang pertama dari ayahnya. Simatupang termasuk anak yang pintar.1 T. Di Pematang Siantar inilah T. 2 1 Ibid. Sahala Hamonangan. yang artinya anak laki-laki.

Kemudian T. T. berkualitas. T. di Salemba. dan bertanggunga jawab. dalam hal ini ia telah dapat menyelesaikan sekolahnya dengan baik. Simatupang belajarnya sangat tekun sekali. dan siswa-siswinya kebanyakan anak-anak orang Belanda yang mempunyai status sosial yang tinggi. Simatupang melanjutkan studinya di pulau Jawa yaitu masuk sekolah Christelijke Algemene Middelbare School atau Christelijke AMS (SMA Kristen). Batavia (Jakarta) karena pada waktu itu di Sumatra belum ada SMA.. hlm. maka semangat nasionalisme sangat berkobarkobar. baik itu buku pelajaran atau buku-buku umum yang lebih banyak menambah pengetahuan. Nomensen yang terletak di Tarutung. B. dan rajin membaca buku. Christelijke MULO merupakan sekolah elite bagi masyarakat Kristen Batak . AMS di Salemba ini termasuk sekolah yang terbaik di Hindia-Belanda.B. sekolah yang mempunyai kualitas yang bagus dan disiplin yang tinggi. maka siapa yang mau sekolah SMA harus ke pulau Jawa. B. T. Simatupang menyelesaikan studinya di MULO tahun 1937 dengan mendapat predikat yang memuaskan.dan juga kutu buku. xxv . dalam bahasa Belanda (Christelijke Meer Uitgebreid Lagar Onderwijs atau Christelijke MULO ) Dr. B. Simatupang. 39.3 Setelah masuk sekolah MULO. sedangkan 3 Ibid. dan mendidik siswasiswinya dengan baik agar dapat menjadi orang yang pintar. pada tahun 1934 melanjutkan studinya ke Sekolah Menengah Pertama Kristen.

xxvi . karena ada berita tentang penguasaan Jerman terhadap Belanda. Simatupang sewaktu sekolah AMS di Batavia ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan di gereja. B. Simatupang dapat menyelesaikan studi AMSnya dengan hasil yang memuaskan. dengan berorientasi dengan orang-orang Belanda di lingkungannya. khususnya gereja Batak. Oleh karena itu dibukalah pembukaan sekolah KMA (Koninlijke Militaire Academie) 4 Ibid. Simatupang. hlm. B.4 Akan tetapi iklim pada saat itu tidak memungkinkan. Semangat nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia ketika masuk sekolah AMS makin bergejolak seperti yang dialami oleh T.. Kemudian setelah T.putra-putri bangsa Indonesia yang masuk sekolah AMS adalah golongan-golongan kelas atas. dan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap kecintaannya dengan Indonesia.cita ingin melanjutkan studinya tentang kedokteran. T. karena nanti apabila telah selesai studi kedokteran akan mengabdi dan bekerja di rumah sakit Gereja. ia berangan-angan atau bercita. Jadi pemuda-pemuda Belanda yang ada Hindia-Belanda harus ikut jadi militer untuk mempertahankan Belanda. Pada tahun 1940 T. ia sering hadir dalam pertemuan-pertemuan mahasiswa teologi yang telah memiliki semangat yang tinggi dengan hadirnya gereja-gereja di Indonesia. meskipun hanya tiga tahun di Batavia. tapi ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa yang dapat hidup mandiri. ketika ia aktif di gereja ia banyak mendapatkan teman dari mahasiswamahasiswa teologi. yang ada di jalan Kernolong Jakarta. 80. B. B. Simatupang menyelesaikan studi AMS di Salemba.

yang berjuang untuk merebut kemerdekaan Indonesia. dari pengalaman-pengalaman yang ia peroleh dapat dikembangkan kepada tentara-tentara atau militer Indonesia. Simatupang dalam pangkat kemiliterannya berpangkat Letnan satu. T. orang-orang Indonesia bisa menjadi militer dan mampu bersaing dengan militer di negara-nagara lain. Simatupang bertekad dan berusaha untuk menolak semua mitos-mitos itu. Simatupang. B. bahwa orang Indonesia tidak cocok untuk menjadi militer. B. yang ia dapatkan dari orang-orang Belanda/militer Belanda yang pernah medidik ia untuk mejadi militer.atau Akademi Militer kerajaan Belanda di Bandung. Misi utamanya adalah xxvii . B. B. B. B. B. ia juga dipercaya untuk membantu sepenuhnya pembangunan militer angkatan bersenjata Indonesia. Akan tetapi T. sangat dibanggakan sebagai anak bangsa dapat mejadi militer yang profesional. Simatupang masuk militer. Simatupang. T. mendaftarkan diri untuk masuk akademi itu. B. Simatupang tentang militer. Karir dan Kegiatannya T. dan selalu mejadi perwakilan dari pihak angkatan bersenjata dalam delegasi Indonesia berbagai perundingan dengan Belanda di Konfrensi Meja Bundar. Simatupang bekerja untuk orang Belanda tetapi rasa nasionalisme terhadap Indonesia tetap tidak berubah dan tidak akan pernah padam. tetapi yang perlu diingat dan dicatat T. dan ia lulus dengan baik. T. Karir T. memiliki pengalaman militer sangat banyak sekali. semua itu untuk menepis mitos-mitos yang dilontarkan orang-orang Belanda kepada Indonesia. Orang Indonesia tidak mampu membangun suatu angkatan perang.

dan yang memegang wakil I Kepala Staf Angkatan Perang adalah Kolonel Hidayat.B. Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan ( Jakarta: PT. dengan demikian yang menggantikan Kepala Staf Angkatan Perang adalah T. Pada saat itu Jendral Sudirman dalam keadaan sakit yang sangat kritis. Dengan adanya pergeseran jabatan. tetapi Kolonel Hidayat ditugaskan di Sumatra. B. Simatupang pernah memegang jabatan wakil II Kepala Staf Angkatan Perang (W II KSAP). tapi dalam waktu yang sangat singkat. sebagai wakil KSAP ia membantu Jendral Sudirman dalam pengamanan bangsa Indonesia terhadap penjajah. T. dan yang menjadi Kepala Angkatan Perang (KSAP) pada saat itu adalah Jendral Sudirman. 9.5 Sebagai wakil Kepala Staf Angkatan Perang. Simatupang memang agak menanjak. Pada tanggal 29 Januari 1950. T. ia banyak mempunyai waktu luang.Simatupang . Simatupang . T. B. B. maka. Waktu luang tersebut diisi T.mendesak Belanda membubarkan KNIL (tentara boneka ciptaan Belanda) serta mengukuhkan TNI sebagai kekuatan inti bagi angkatan perang RI. B. hlm. sebagai Panglima Tentara dan Teriotorium Sumatra (PTTS). Simatupang agar dapat memimpin Staf Angkatan Perang Republik Indonesia. B. dengan menduduki sebagai wakil I Kepala Staf Angkatan Perang. 5 xxviii . maka Jendral Sudirman memberikan tanggung jawab kepada T. Jendral Sudirman meninggal dunia. yang merangkap menjadi panglima Besar Angkatan Perang (PBAP). Simatupang di pensiunkan dari Kepala Angkatan Perang pada tanggal 21 Juli 1959. 1960 ). B. Karir T. Simatupang telah banyak jasanya terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Pembangunan. dan juga diundang dalam pelayanan gereja-gereja di Indonesia. maka T. B. ia di percayakan sebagai pengganti Kolonel Hidayat. Setelah keluar dari dinas kemiliteran. Simatupang di minta untuk menjadi penasehat militer.

Masa pengabdiannya di DGI/PGI. Membuktikan Ketidakbenaran …………. 6 T. kemudian ia terpilih sebagai ketua Badan Pekerja Harian. dalam dimensi teologi.187-188.Simatupang. tahun 1984. pengabdiannya sangat luar biasa maka haruslah kita hargai. sangat cemerlang.dengan menulis dan membaca banyak tulisan-tulisannya yang beredar di media masa dan forum-forum pertemuan. sampai periode 19891994.7 Periode 1984-1989 T. ia meninggal dunia pada tanggal 1 Januari 1990 karena sakit. jabatan itu dipercayakan kepadanya sampai sidang raya X DGI di Ambon. 1990 ). B. maka semua pengabdian harus berhenti. 15. tapi dengan faktor usia yang sudah tua. dan juga ia menekuni studi tentang teologi. Simatupang aktif juga dalam sidang gereja-gereja dan dewan gereja-gereja sedunia. 7 xxix . B.). menjadi presiden mewakili gereja-gereja se-Asia selama satu periode. Ia sejak tahun 1975-1984. Simatupang dalam Dewan-Dewan Gereja di Indonesia lewat bidang gereja dan masyarakat. hlm. hlm. Samuel Pardede ( penyunting .cit. B. Saya adalah Orang yang Berhutang ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Pengabdiannya terhadap gereja-gereja dan juga bangsa dan negara.op.B. ia aktif menjadi anggota DGI..6 Ketertarikan T. Simatupang terpilih sebagai Ketua Majlis Pertimbangan PGI. maka masalahnya terbukti dapat dipahami secara lebih mendalam. sehingga kita dapat terus mempelajari teologi itu seumur hidup. T. Studi tentang teologi sangat luas.

Simatupang: Saya Adalah Orang Yang Berhutang. Dari Revolusi ke Pembangunan. Pembangunan. 1986 f. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. T. 1984 e. Jakarta: BPK. Simatupang 1. Gunung Mulia. Tugas Kristen Dalam Revolusi. Kehadiran Kristen Dalam Perang. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa xxx . Gunung Mulia. 1990 h. B. Peranan Angkatan Perang Dalam Negara Pancasila yang Membangun. Jakarta: Idayu.B. 1967 c. Karya-Karya T. Revolusi dan Iman Kristen dan Pancasila . Jakarta: Badan Penerbit Kristen. BPK. Pembangunan: Berjuang Mengamalkan Pancasila Dalam Terang Iman. 1987 g. 1960 b. 1980 d. Jakarta: BPK. Jakarta: PT.C. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. Laporan dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan. Dalam Bentuk Buku a. 70 Tahun Dr. Gunung Mulia. Jakarta.

B.masalah Etika dan Moral Dalam Pembangunan Yang Mengamalkan Pancasila. T. Simatupang yaitu Carl Von Clausewitz. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Peninjau. Masalah. Simatupang sendiri . 1982 b. Bangsa dan Negara. BPK Gunung Mulia. “Dukungan Birokrasi Modal Memenagkan Pemilu”. Simatupang Ada beberapa pemikiran yang mempengaruhi perjalanan intelektual T. B. Peninjau. Orang Orang Yang Mempangaruhi Pemikiran T. Artikel a.Depan. Jakarta: PT. c. 1984 e. “Strategi Partisipasi Kristen Dalam Pembangunan Pendidikan Di Indonesia”. Masyarakat. Peninjau. Peninjau. 1987 f. Setia. 1979 Karya-karya T. 1991 i. Peranan Teologi Dalam Masyarakat Indonesia. 1996 2. B. D. 1987 “Spiritualitas dan Beragam Keagamaan di Indonesia”. Peranan Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila yang Membangun. B. untuk mempelajari tentang perang. penulis peroleh dari berbagai sumber buku yang dikarang oleh T. xxxi .B. Dapatkah Ilmu-Ilmu Sosial Memberikan Sumbangan Dalam Mission Imposible Kita ?. 1984 d. Simatupang yang dicantumkan oleh penulis di atas. Prisma.

perjuangan kelas sosial akan melukiskan revolusi.8 T. Simatupang setelah mendapat pengetahuan tentang perang dari pemikiran Carl Von Clausewitz. 9 13.cit. kekayaan-kekayaan yang dimiliki kaum borjuis dapat dimanfaatkan oleh kaum proletar untuk kepentingan dan perubahan yang ada dalam masyarakat . khususnya bidang militer serta masalah-masalah diplomasi dan politik yang terkait dengan perjuangan militer.. Revolusi Politik apabila kekuasaan politik dipegang oleh kaum proletar (kelas bawah). xxxii . kaum proletar dapat memegang kekuasaan dari kaum borjuis. Simatupang yaitu Karl Marx. 1984 ). Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPK. T.9 Masih ada pemikiran yang mempengaruhi intelektual T. Gunung Mulia.. B.. op.Simatupang pada masa mudanya mengagumi tentang pemikiran Carl Von Clausewitz tentang perang. T.B. 118. B. Simatupang sejak dari muda ia sudah mempelajari atau menambah wawasannya tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx. hlm. untuk mempelajari tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx tentang struktur sosial yang ada dalam masyarakat. Simatupang . sehingga ia dapat mempelajari dengan sungguh-sungguh. dalam menumpas penjajah. Revolusi sosial. kemudian Pengetahuan yang ia miliki tentang perang ia praktekkan dan ikut terlibat dalam pengorganisasian tentara dalam melakukan perang gerilya.B. kemudia ia memberikan landasan teoritis bagi sumbangan dalam perjuangan bangsa dan negara Indonesia. Membuktikan Ketidakbenaran…….hlm. T. Simatupang . B. 8 T. Menurut Karl Marx revolusi harus dibedakan menjadi dua yaitu: revolusi politik dan revolusi sosial. B.

Ketertarikan T.Simatupang mempelajari revolusi ini untuk mengetahui sebagai mana pentingnya perubahan-perubahan yang harus dilakukan dan tidak ada penindasan terhadap rakyat. Jadi menurut Karl Barth manusia jangan sampai melakukan tindakan kejahatan dan menindas orang-orang yang lemah atau tidak mampu. dan apabila melaksanakan perbuatan-perbuatan kejahatan dan penindasan maka akan mendapat dosa. dan manusia harus suci dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. 1989 ). Karl Lyman Tower Sargent.hlm. Edisi keenam ( Jakarta: Erlangga . B. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. 14. Ideologi-Ideologi Politik Kontemporer. dan lebih dari itu merdeka untuk sungguh-sungguh hidup bersama Allah dan sesama dalam prikemanusiaan yang sejati11. 11 10 xxxiii . Sebuah Analisis Komperatif. Karl Barth. hlm. Marie Claire Barth ( Jakarta: BPK. Simatupang dengan teologinya Karl Barth adalah bahwa Karl Bath menginginkan manusia itu selalu dekat dengan Tuhan. yang disimpulkan dalam istilah “dosa”. ( terj .10 T. 47. Maksud kemerdekaan di sini adalah merdeka dari tindakan kejahatan dan penindasan. menurutnya teologi kemerdekaan adalah sebuah teologi yang memandang pada kemerdekaan Allah yang memberikan kasih sayang dan karunia kepada kemerdekaan manusia. Gunung Mulia.). Simatupang mengagumi juga pemikiran Teologi Karl Barth. semajak ia mempelajari revolusi nya Karl Marx dapat menambah rasa sosialismenya terhadap rakyat Indonesia atau bangsa Indonesia. B. Swiss (10 Mei 1886) dengan teologinya yang sangat terkenal Teologi Kemerdekaan. dan menjauhkan dari dosa. 1087 ). dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut maka akan selau dikasihi Allah. Clifford Green. Karl Bath berasal dari kota Basel.

Membuktikan Ketidakbenaran………. Simatupang mempelajari Teologinya Karl Barth. antara lain pembentukan partai-partai politik dan pembentukan-pembentukan tentara-tentara bersenjata.cit. Kebebasan juga diperlukan untuk memperjuangkan dan menegakkan keadilan. B. Akan tetapi ungkapan semacam ini adalah kesalahan besar dalam demokrasinya. Simatupang . hlm. 13 xxxiv .189. Secara sederhana masalah kekuasaan. 12 Ibid. setelah Proklamasi Kemerdekaan.13 Sistem kekuasaan sangat diperlukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban secara efektif terhadap kekuasaan. Simatupang melihat perkembangan sitem-sitem politik ekonomi sepanjang sejarah bangsa Indonesia. hlm. 17.. T. terutama pernyataan Allah dalam Yesus Kristus sebagaimana disaksikan dalam kitab suci. kebebasan dan keadilan bertolak dari kodrat manusia seperti yang terdapat dalam Al-Kitab yaitu mahluk yang mempunyai martabat yang sangat tinggi. Itulah ungkapan Soekarno untuk menegakkan demokrasi terpimpinnya. seorang teologi Amerika Serikat yang berusaha memikirkan masalah-masalah kekuasaan keadilan dan kebebasan di negerinya sendiri dan juga di luar negeri.. membuka selebar-lebarnya dalam semua bidang.12 Setelah T. B. kemudian ia mempelajari juga pemkiran Reinhold Niebuhr. T. sehingga sistem politik yang dibangun menjadi penuh penyalahgunaan dan penuh kebobrokan.B.Barth membangun teologinya atas dasar “Pernyataan”. op. berhubungan dengan kekuasaan Amerika Serikat yang sangat besar setelah perang dunia II berakhir. karena tidak memberikan ruang kebebasan.

Menyambut Usia ke 70 T.D.B. Ketua Dewan.T. Saya Adalah Orang yang Berhutang . Saya Adalah Orang yang Berhutang. Emil Salim. Dalam bidang ketentaraan ia sangat berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Simatupang. 15 xxxv . oleh karena itu T. 97. Dewan Gereja adalah medan juang yang di pilihnya.B. 1990 ). ia sempat menjadi Ketua Dewan Gereja Indonesia . 1990 ).).B. Khususnya di tahun 1970-1990 ia membuktikan dirinya seorang teolog awam yang sangat produktif yang telah banyak 14 P. diplomasi ( politik dan militer) dan teologi.B. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi. Gereja yang semula lahir terpisah-pisah ingin dipadukan agar bersama-sama melaksanakan tugas Dewan Gereja Indonesia dalam rangka pembangunan sebagai pengamalan Pancasila . Simatupang adalah seorang yang telah memiliki pengetahuan yang luas tentang ketentaraan. ( Penyunting . Simatupang. 70 tahun Dr. hlm.).Simatupang tidak aktif dalam bidang kemiliteran maka ia lebih mencurahkan perhatiannya kepada organisasi agama.Dewan Gereja se Asia. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . Latuihamallo. Simatupang. 70 tahun Dr. 22. dalam buku. T. dan pernah menjadi Presiden Dewan Gereja-Gereja se Dunia. dalam buku.B. Simatupang di atas. dan juga memberikan pengetahuan tentang kemiliteran kepada tentara –tentara Indonesia . hlm.B. maka dapat ia terapkan dalam kehidupannya sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara yang baik.15 Itulah yang menjadikannya tokoh nasional paling tegas dikalangan gereja-gereja Kristen di Indonesia sehingga seluruh pemikirannya sungguh layak untuk dianalisis dan dipelajari.14 Setelah T.( Penyunting .Dari beberapa orang yang telah mempengaruhi pemikiran T.

Ny. B. Amsy Susilaradeya. B. dan pada bidang pembangunan bangsa dan dengan berangkat dari ideologi Pancasila. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA Pemahaman T. sehingga dapat menyebar luas misi tersebut sampai kepelosok nusantara Indonesia. Belanda dan Inggris.16 BAB III PEMIKIRAN T. bahwa setiap agama memiliki misi untuk menyebarkan agamanya ke seluruh wilayah Indonesia. seperti yang dialami oleh agama Islam dengan misi dakwahnya. 16 xxxvi . agama Budha. 272. Berpikir Dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia 1860-1960. Akan tetapi masih ada daerah-daerah yang belum begitu mengenal Islam dalam arti Islam belum tersiar di daerah tersebut A. Simatupang bangsa Indonesia sebelum kedatangan bangsabangsa Barat seperti Portugis.). Hoekema. ( terjemah . agama Hindu. agama Islam. Dari tiga agama yang disebutkan di atas.B. 1997. bahwa di bumi Indonesia yang tercinta ini telah memiliki budaya yang tinggi dan sudah menganut agama pribumi yang telah lama hadir di bumi Indonesia seperti. Jakarta: Gunung Mulia. hlm.memberikan sumbangan kepada sejarah nasional dan sejarah gereja. Agama-agama tersebut telah dianut oleh rakyat Indonesia jauh sebelum kedatangan orang-orang Barat ke Indonesia. Spanyol.G. Simatupang Tentang Kristen Protestan di Indonesia Menurut T.

dan Belanda.2 Kesuburan dan kekayaan hasil bumi Indonesia sangat mengundang simpati bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia. hlm. Maluku. 1986 ). Medan dan masih banyak lagi daerah yang lain. Sangir dan Talaud. telah banyak dianut oleh daerah-daerah yang masih sedikit menganut agama Islamnya. kemudian disusul kedatangan Belanda ke Indonesia.seperti. Gunung Mulia. yang membawa Kristen Protestan. Ambon. Portugis dan Spanyol menganut agama Kristen Katolik. Kedatangan Belanda sangat mengganggu kestabilan ekonomi Portugis di Indonesia karena ada yang menyaingi dalam bidang perdagangan dan kekuasaan jajahannya. yang dibawa oleh Spanyol. hlm. sehingga penyebaran agama Kristen berhasil dan banyak rakyat Indonesia yang masuk Kristen Katolik. Ilmu Perbandingan Agama ( Jakarta : Widjaya. tapi lama kelamaan melihat bangsa Indonesia yang rakyatnya bodoh-bodoh dapat ditipu daya oleh orang-orang Portugis dan Spanyol. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPk. 23.B.1 Untuk lebih jelasnya tentang pembahasan sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia sebagai berikut: 1. sehingga Portugis dan Spanyol tidak senang atas kedatangan Belanda ke Indonesia. Irian Jaya. 2 xxxvii . yaitu pada tahun 1596. dan pada akhir abad XVI tahun 1512 sudah berdiri beberapa gereja seperti di Minahasa. maka mereka melakukan suatu penjajahan terhadap bangsa Indonesia. 1984). 1 T. Simatupang. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia Pada abad XVI tahun 1511 Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang. dan Protestan. 21. Setelah bangsa Portugis dan Spanyol dapat menguasai Indonesia. Oleh karena itu kadatangan Kristen. baik itu Kristen Katolik. Mereka menyebarkan agama Kristen Katolik kepada rakyat Indonesia pada wilayah-wilayah yang belum banyak menganut agama Islam. Hasbulah Bakry. Portugis.

. hlm.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen ). 5 xxxviii . sehingga sampai dengan masa pembubaran VOC. op. Dengan demikian VOC leluasa melakukan monopoli perdagangannya. 4 Ibid. tidak ada hasil.3 VOC untuk memperluas perdagangan di Indonesia agar tidak ada yang menyaingi perdagangannya maka VOC melakukan penyerangan terhadap Portugis sehingga terjadilah peperangan antara Belanda dengan Portugis yang kemudian dimenangkan oleh Belanda dan benteng Portugis yang ada di Ambon dapat direbut oleh Belanda pada tanggal 23 Februari 1605 dan disusul kota Tidore pada tahun yang sama. pada tanggal 31 Desember 1799 dengan demikian Indonesia resmi dijajah oleh Belanda. Dengan dukungan penuh oleh pemerintah Belanda.. maka rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap VOC tetapi semua itu gagal.5 3 Soetarman Soediman Partonadi. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. lalu Belanda membentuk suatu perkumpulan dagang dengan nama V.Belanda datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang untuk lebih mengkoordinasi dalam perdagangan Belanda di Indonesia. Hasbulah Bakry. 24. hlm.C (Verenigde Oost Indische Compagne) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602.cit.).O.4 Keberadaan VOC yang berkuasa di Indonesia yang sangat menindas rakyat Indonesia. Sehingga VOC dapat mendominasi perdagangan di Indonesia. Widi Harijati Rahadi ( Jakarta: Gunung Mulia. 28 . Sehingga kekuasaan Portugis di Indonesia telah berakhir dan digantikan oleh Belanda. 28. hlm.

loc. 246... Hasbulah Bakry. rakyat yang sudah beragama Kristen Katolik harus pindah ke Kristen Protestan karena yang berkuasa di Indonesia sekarang adalah Belanda.8 Derasnya arus 6 T.6 Ada dua faktor yang menyebabkan penyiaran Kristen Protestan di masa kolonial Belanda menjadi lebih efektif. A. loc. Pada masa Portugis rakyat Indonesia banyak memeluk Kristen Katolik. Budha. B. yang disebut dengan zending.cit. tetapi setelah Portugis kalah perang dengan Belanda. kedua faktor itu adalah pertama timbulnya gerakan Kristen Protestan.Belanda adalah yang pertama kali membawa agama Kristen Protestan masuk di Indonesia dan banyak rakyat yang masuk Kristen Protestan. Biasanya satu daerah hanya dilayani oleh satu organisasi zending. maka Kristen Katolik dilarang di bumi Indonesia.7 Sekitar tahun 1850-an Belanda mulai melakukan usaha yang lebih intensif untuk mengadakan Kristenisasi di Indonesia yang dilakukan oleh Kristen Protestan sendiri melalui organisasi gereja. Di pulau Jawa dan Sulawesi kegiatan zending didominasi oleh Belanda. 1988). cit. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press. 7 Karel. hlm. Mencari Tuhan Dengan Kacamata Barat. 8 xxxix . Simatupang . Hindu. seperti di daerah Batak itu di tempatkan organisasi zending dari Jerman Barat yang bernama Rheinisehe Missionsgesell . Steenbrink. Kedua timbulnya gerakan penyebaran Kristen yang lebih terorganisir dalam bentuk lembaga penyiaran Kristen yang mantap. baik itu dalam arti konsolidasi untuk orang yang sudah memeluk Kristen atau dalam arti “zending” dalam kalangan yang belum menganut agam Islam.

Fenomena semacam ini tidak hanya membuat penyebaran Kristen berlangsung secara substansial.misi dan zending yang masuk ke Indonesia semakin meramaikan proses Kristenisasi di Indonesia. karena Indonesia sebagai lahan terbuka bagi Kristenisasi.). Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam.80. Konsolidasi atas penduduk yang sudah beragama Kristen sejak zaman Portugis dan Spanyol. Kehadiran orang-orang Eropa jumlahnya sangat meningkat dan tujuannya untuk meningkatkan pendidikan dan meningkatkan pelayanan gereja-gereja terhadap masyarakat di Indonesia. (dkk. Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama (Yogyakarta: Dian/Interpedi.9 Sekitar tahun 1851 di Indonesia telah berdiri suatu organisasi Pekabaran Injil. 2003). Dengan adanya lambaga Penyiaran Injil yang datang dari luar negeri akan memantapkan Kristenisasi di Indonesia. 57. melainkan dapat memberikan dampak yang negatif dalam arti fisik bagi kehadiran agama tersebut. Untuk mendukung para misionaris datang ke Indonesia maka infrastruktur sosial keagamaan harus disediakan seperti sekolah-sekolah dan gereja-gereja. 2001). sampai ke pelosokpelosok Indonesia sehingga dengan praktis daerah-daerah tersebut menganut Kristen Protestan.10 Bahtiar Effendy. Wiwin Siti Aminah. dan Etos Kewirausahaan. Masyarakat Madani. diambil tanggung jawabnya oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1800-an. 10 9 xl . Sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia tidak terlepas dari misi dagang Belanda yang ingin menguasai perdagangan yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari daerah-daerah jajahannya yang dapat melakukan eksploitasi ekonomi di tanah jajahannya dan kemudian sambil menyebarkan ajaran agama Kristen Protestan. hlm. Setelah tahun 1800-an perkembangan agama Kristen Protestan sangat meluas. hlm. (Yogyakarta: Galang Press.

Baharuddin di Palembang (1819). Imam Bonjol di Minangkabau (1821-1837 ). Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP Paradigma. 12 11 (Yogyakarta: xli . 1996). Tjik di Tiro di Aceh (1860) Anak Agung Made di Lombok (1894-1895). hlm. Kaelan.B. 30-31.12 Menurut T. hlm. pengertian dasar.Kehadiran Belanda di Indonesia makin lama makin menindas rakyat Indonesia. cita-cita” dan logos yang berarti “ilmu”. 35. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani (Yogyakarta: Paradigma. konsep. Filsafat Pancasila. tapi rakyat Indonesia tidak putus asa dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah sampai Indonesia merdeka. maka rakyat Indonesia banyak mengalami korban dan akhirnya mengalami kekalahan. karena di dalam kehidupan rakyat Indonesia kelima sila dari Pancasila dapat Kaelan. Polim.B.11 2. maka secara harfiah ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang ide-ide. Simatupang tentang Ideologi Pancasila Istilah ideologi berasal dari kata “Idea” yang berarti “gagasan.Simatupang Pancasila merupakan awal untuk kehidupan bersama. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. dasar. Sisinga Mangaraja di tanah Batak (1900). Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah (1825-1830). 1999). pengertianpengartian. maka rakyat Indonesia tidak segan-segan melakukan perlawanan seperti peristiwa di Maluku (1817). gagasan-gagasan dan cita-cita. Rakyat Indonesia pada waktu itu belum tumbuh rasa kesatuan dan persatuan. kata “idea” berasal dari kata bashasa Yunani “eidos” yang berarti bentuk. Teuku Umar. Pemahaman T. Jlentik.

hlm. karena menurut T. Pancasila Sebagai Ideologi Ditinjau Dari Segi Pandangan Hidup Bersama. karena Pancasila sebuah ideology atau menurut T.Simatupang sering di sebut Modus Vivendi yang isinya ditentukan melalui proses dialog. melalui kerja sama. 45.dan ada juga yang mencoba untuk meringkas kelima sila dari Pancasila menjadi tiga.B. T. Ada orang yang ingin memberikan status yang lain terhadap Pancasila . cit . kelima sila dari pancasila itulah jawabanya.B. Karena Pancasila harus dipahami dari latar belakang sejarah Indonesia.Simatupang sangat menentang pernyataan seperti itu. Oetojo Oesman dan Alfian..dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari . dan dapat menghadapi tantangan bersama oleh seluruh bangsa Indonesia . 14 xlii . Pancasila dilahirkan dari kenyataan ketika rakyat Indonesia menghadapi masalah yang sangat mendesak dan menentuk. 13 Ideologi Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang mengarahkan pada terwujudnya suatu masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila yang dapat dijadikan sebagai pedoman berbangsa dan bernegara14 13 T.Simatupang Pancasila sebagai jawaban terhadap tantangan bersama .B. op. ( penyunting. ). 1991). dan dari satu memperkembangkan apa yang mereka sebut doktrin bangsa Indonesia yang bersipat Falsafati. yaitu negara macam apa yang harus rakyat Indonesia bangun supaya rakyat Indonesia tetap hidup bersatu.B. Berbangsa dan Bernegara (Jakarta: BP-7 Pusat. 12.Simatupang . dan tiga menjadi satu . dalam Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. hlm.

bukan ideologi dari seseorang atau sekelompok kecil bangsa Indonesia yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. 92. Ideologi Pancasila merupakan ideologi yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. baik dalam kehidupan berbangsa. hak yang inherent pada kemanusiaan setiap manusia dan setiap bangsa. 1986) hlm. juga kehidupan negaranya. 1993). Pancasila bukan lagi merupakan alternatif melainkan suatu Imperatif.Ideologi Pancasila juga merupakan suatu ideologi negara yang dapat menjamin kehidupan negara yang bermartabat.15 Untuk mewujudkan ideologi Pancasila itu.) . yang harus tetap diperhatikan awal terbentuknya dan ditetapkannya ideologi Pancasila. Justru karena peranan yang menentukan itulah.16 Pancasila memiliki peranan yang menentukan bagi kehidupan bangsa Indonesia. hlm. Pancasila yang merupakan falsafah dan pandangan hidup bangsa secara operasional dijadikan ideologi bangsa Indonesia. kita sebagai rakyat Wisnu Tri Hanggoro ( editor. dan hal itu merupakan hak asasi. karena manusia memiliki kebebasan untuk menciptakan dan melaksanakan kehidupannya. xliii . 16 15 Paulus Wahana. Bunga Rampai Pancasila (Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. 108. Bangsa Indonesia menyadari akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang tinggi. yang kemudian dapat dituangkan dalam konsep teoritis tentang cita-cita dan keyakinan yang menjdi landasan kehidupan bersama dalam berbangsa dan bernegara. Bagi bengsa Indonesia. karena ideologi negara dapat disusun atas dasar keyakinan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk menciptakan negeranya sendiri. bernegara. Filsafat Pancasila (Yogyakarta: Kanisius. maupun bermasyarakat.

hlm. Dengan berjalannya waktu rakyat Indonesia melihat tindak tanduk Belanda terhadap Indonesia sangat tidak manusiawi. ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan masyarakat.Indonesia perlu mendukung dan terpanggil untuk terus-menerus mendalaminya. Portugis pada masa itu kalah dan angkat kaki dari bumi Indonesia. dinamis. Aspek-Aspek Pemikiran T.17 Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup melainkan bersifat reformatif. senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. dinamis dan terbuka. B. Simatupang Tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Rakyat Indonesia yang dulunya sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda. A. 1. Hal tersebut akan semakin menguatkan keyakinan dan akan semakin mendorong untuk mengamalkan dan mempertahankannya sebagai milik bangsa yang sudah teruji melalui berbagai peristiwa sejarah. xliv . Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah bersifat aktual. yang terkandung di dalamnya. Aspek Sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. Keterbukaan ideologi Pancasila tidak berarti untuk mengubah nilai-nilai Pancasila yang telah ada.. Melalui pengalaman yang terus-menerus tersebut semakin dapat menyelami dan menemukan kekayaan yang sangat berharga. 7. maka dari itu rakyat Indonesia banyak menganut agama Kristen Protestan. yang sudah menjajah dan menindas 17 Ibid.

Proklamasi telah mengakhiri kekuasaan asing di tanah air kita. Apakah yang terbayang di depan mata rakyat Indonesia pada waktu menyambut Proklamasi Kemerdekaan dengan semangat yang begitu menggelora . Cita-cita yang besar itu tentu tidak selalu jelas bentuk dan isinya dalam setiap pemikiran dan hati nurani semua orang.18 Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia itu sendiri. 1981). Proklamasi meletakkan seluruh kekuasaan tanah air di dalam tangan rakyat sendiri. pokok-pokok dari cita-cita yang tersimpan dalam Proklamasi Kemerdekaan hidup juga didalam hati setiap orang yang masih dapat mencucurkan air mata. agama Protestan agama Hindu. dengan tujuan Indonesia merdeka. agama Budha. Apakah yang terbayang didepan mata sejuta pemuda-pemuda untuk bersedia berjuang.B. 18 xlv . Simatupang . agama Katolik. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai ( Jakarta : Sinar Harapan. dengan didukung oleh para tokoh-tokoh nasional Indonesia dan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia serta didukung oleh rakyat Indonesia yang pluralisme agama baik agama Islam. apabila melihat Sangsaka Merah Putih yang berkibar di udara. rela berkorban demi tercetusnya suatu kemerdekaan ?. hlm. Semuanya ikut andil dalam memperjuangkan untuk merebut kemerdekaan Indonesia dengan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia.rakyat Indonesia dengan sendirinya muncul rasa nasionalisme dari rakyat untuk melakukan suatu perjuangan untuk melawan penjajah yang ada di bumi Indonesia yang tercinta ini. tidak heran ketika T. Akan tetapi disadari atau tidak. dengan tercetusnya kebangkitan nasional yang dipelopori Budi Utomo sebagai penggerak untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi. 101. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan negara ini dari tangan penjajah.

Simatupang . op. Visi Gereja Manusia Milinium Baru. dan keutuhan bangsa Indonesia. Dengan demikian halnya dengan gereja-gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya di tengah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan bedaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang diyakini sebagai anugrah dari Tuhan. tanpa membedabedakan kepercayaan ataupun keturunan 19 2. 2002 ). hlm. Gunung Mulia. hlm.. Iman Kristen dan Pancasila. tugas panggilan itu untuk mencegah segala hal yang merong-rong dan merendahkan harkat dan martabat manusia Indonesia. dan budaya. 20 xlvi .cit.32. keadilan.20 Kehadiran gereja di Indonesia merupakan tanda pengutusan Tuhan bagian dalam mewujudkan perdamaian.B. Aspek Politik Gereja ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam konteks sosial politik. Oleh karena itu gereja dan negara harus bahu membahu dalam mengusahakan penegakan 19 T. Bunga Rampai Pemikiran ( Jakarta : BPK. dengan tujuan orang Kristen Protestan untuk memusatkan perhatian pada prinsip yang akan membimbing kehidupan negara Indonesia yang baru itu dengan tujuan agar kebebasan beragama dan kesamaan hak serta kesamaan kesempatan untuk semua warga negara dijamin. 166. Wainata Sairin. Gereja mengakui bahwa negara adalah alat dalam tangan Tuhan yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia dan memelihara ciptaan Allah.bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut merumuskan dasar Negara Republik Indonesia. ekonomi.

23 xlvii . Ibid. Gereja dan negara masing-masing mempunyai tugas panggilannya yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab bagi kebaikan seluruh manusia. perlu ditekankan bahwa gereja tidak dapat disamakan dengan partai politik manapun juga.22 Hal semacam ini dalam keadaan politik dan pemerintahan sekarang untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat yang diutamakan. dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. bahwa orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik dan pemerintahan.. bahkan seluruh ciptaannya. 9. 22 hlm. negara berkewajiban mengayomi dan melindungi seluruh rakyatnya termasuk gereja agar leluasa dalam menjalankan fungsi dan panggilannya masing-masing.B. sebaliknya. T. Gunung Mulia. ruang bagi orang-orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak dibatasi. Partisipasi ini harus dilihat sebagai suatu tugas yang diberikan oleh Tuhan sendiri untuk melayani kepentingan masyarakat. Dari Revolusi ke Pembangunan ( Jakarta: BPK.21 Pada umumnya orang-orang Kristen Protestan di Indonesia telah menganggap sebagai hal yang wajar. 21 Ibid.keadilan dan kesejahteraan rakyat.23 Dengan mengakui peranan kreatif dari partai Kristen Indonesia. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kristis dan kreatif. Gereja mempunyai kewajiban untuk mentaati hukum negara. 1987 ).. Simatupang . Dapat pula diketahui bahwa di dalam negara Pancasila.

Sebuah Tinjauan Tentang Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia ( Malang : Pusat Studi Agama dan Kebudayaan . hlm.1986 ).Gunung Mulia.B. bahwa negara Indonesia itu bersifat kesatuan dan untuk membangun jenis negara yang dikehendaki (bersatu.26 24 T.). untuk menjadi dasar dan ideologi negara.25 Di dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. adanya kesadaran yang tumbuh terus menerus dari kalangan rakyat Indonesia. 26 25 Ibid.. berdaulat. yang berdasarkan Pancasila ini nampak ada satu tenaga gerak politik yang sekaligus politik dan sosial kultural. xlviii . tanpa membedakan ikatan kepartaiannya. Bambang Ruseno Utomo.24 Secara politik dari sejarah perjalanan bangsa pernah ada alternatif lain yang ditawarkan misal: Islam. adil dan makmur).254. maka tidak dapat lain harus mau menerima secara ikhlas keanekaragaman yang ada serta meyakini dan menghormati kehadiran golongan lain dengan hak dan kewajiban yang sama di bumi Pancasila ini. Hidup Bersama di Bumi Pancasila. ternyata semua gagal tidak pernah mendapat dukungan dari seluruh bangsa dengan demikian jika tetap ingin mempertahankan negara Indonesia ini sebagai negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila. 1993 ). Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia ( Jakarta: BPK. 7.Atas dasar perlakuan yang sama gereja harus memberikan bimbingan dan pelajaran kepada semua orang Kristen yang terlibat dalam politik. Dalam negara Pancasila setiap agama dijamin kebebasannya untuk tumbuh dan berkembang serta untuk membangun masa depan bersama sebagai suatu bangsa yang berdaulat yang berdasarkan Pancasila. Simatupang (editor. hlm.

Di dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. gunung. seperti dalam agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan (gereja) mempunyai tanggung jawab di dalam kehidupan masyarakat di manapun ia berada.. Kemajemukan agama dalam konteks Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila telah memposisikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang mempunyai religius. xlix . tetapi fungsi dan peranan agama itu diakui dalam kehidupan bermasyarakat. Kristen Katolik. Oleh karena itu juga negara Indonesia bukanlah negara agama. op. Oleh karena itu di sini agama tidak hanya diakui eksistensinya tetapi diakui pula fungsi dan peranannya secara resmi di dalam kehidupan bermasyarakat. Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila bukanlah negara sekuler. hlm. berbangsa dan bernegara. Aspek Agama Indonesia ternyata bukan hanya sebuah wilayah yang terdiri dari ribuan pulau. bahu membahu mengusir penjajah dari persada nusantara demi hadirnya sebuah negara Indonesia yang merdeka.3. berbangsa dan bernegara.27 Realitas seperti ini telah dibuktikan dengan cemerlang ketika bangsa Indonesia yang menganut berbagai agama dengan dipimpin oleh para tokoh agama dalam kebersamaan yang mantap dan solid. Hindu dan Budha. bangsa dan negara. 158. budaya. bahasa. Kristen Protestan. Kemajemukan agama inilah yang kemudian menjadi ciri signifikan dan determinan negara Republik Indonesia. beraneka suku.cit. tetapi juga sebuah negara yang di dalamnya hadir dan hidup agama-agama yang dianut oleh rakyat Indonesia yang telah diakui oleh negara seperti agama Islam. terutama sekali tentang ketaatannya kepada Tuhan harus 27 Wainata Sairin.

Pancasila juga berakar pada kebudayaan bersama masyarakat Indonesia dan tidak sekedar merefleksikan salah satu tiga lapisan budaya (lapisan budaya asli. Simatupang ( dkk. 140. Pengertian Pancasila T. selain itu juga dapat mempersatukan identitasnya masing-masing. hlm.). hlm.cit. Hidup Bersama……….. 1996 ). Gunung Mulia .27.. Pemahaman Tentang Pancasila Pancasila pada dasarnya memang berakar dari kebudayaan asli Indonesia. dalam Negara Pancasila yang Memmbangun ( Jakarta : BPK. Hindu. l . maupun di dalam mengambil suatu keputusan/musyawarah untuk mufakat . atau mayoritas dengan minoritas. 29 28 Bambang Ruseno Utomo.op.. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa . Budha. Secara keseluruhan dapat merangkul semua kelompok dan memberikan ruang kepada semua golongan dengan segala keanekaragamannya.B. Dalam Pancasila tidak ada istilah untuk mendiskriminasikan dari suatu kelomok dengan kelompk lain. Semua menurut Pancasila adalah sama tidak ada perbedaan.29 Untuk lebih jelasnya lagi tentang pembahasan Pancasila adalah sebagai berikut: 1.senantiasa terpanggil untuk mengusahakan terwujudnya kehendak Tuhan di manapun ia berada. dan Islam). yaitu sifat religius yang kuat dan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan.28 Dan kehendak Tuhan itu adalah keselamatan rohani maupun kesejahteraan manusia.

Pengertian Pancasila dari Segi Etimologi Secara Etimologi Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta. yaitu: tidak boleh melakukan kekerasan tidak boleh mencuri tidak boleh berjiwa dengki tidak boleh berbohong tidak boleh mabuk minuman keras.31 Demikianlah istilah Pancasila yang telah ada dan dikenal dalam budaya kehidupan bangsa Indonesia sejak dahulu kala baik dalam kehidupan bermasyarakat.hlm. Santiaji Pancasila ( Surabaya : Usaha Nasional. dengan huruf “i” Panjang bermakna “lima peraturan tingkah laku yang penting”. dalam bahasa Sansekerta parkataan Pancasila mamiliki dua macam arti “berbatu sendi yang lima” (consisting of 5 roels) Pancasila dengan huruf Dewanagari. Pembahasan UUD Indonesia ( Jakarta: Prapanca. 31 li . berarti Pancasila yang mempunyai lima dasar. Pancasila ini mempunyai arti lima kesusilaan (Pancasila Karma). Dalam buku Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular.1991). telah menjadi istilah hukum. b. Menurut Muhammad Yamin. 15. yang dipakai oleh Bung Karno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 tentang sila yang kelima. yang terdiri dari dua suku kata Panca berarti lima dan sila berarti dasar. 1959 ).). Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi 30 Darji Darmodiharjo (dkk.a. Mohammad Yamin. hlm. 437.30 Menurut Muhammad Yamin perkataan Pancasila.

Eka Darmaputra. T. hlm. BPUPKI telah melakukan beberapa kali sidang dalam pembentukan dasar negara Indonesia. 104. yang dipelopori oleh tokoh-tokoh perjungan bangsa ini. Dalam proses perumusan Pancasila dapat dikoordinasi oleh suatu badan yang bernama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang didirikan pada tanggal 29 April 1945. Dalam sidang ini membahas tentang apa yang sebaiknya dijadikan sebagai dasar negara Indonesia ini ?. yang kemudian menjadi populer dalam kehidupan bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan suatu dasar negara yang harus diakui dan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila harus dijalankan dan ditaati. Dibentuknya BPUPKI ini sebagai sarana untuk pembentukan dasar negara Indonesia. 1992 ). 1995). Dari anggota BPUPKI muncul bermacam-macam pendapat yang diusulkan tentang dasar negara Indonesia dan ada juga yang mengusulkan Undang-Undang Dasar dulu yang dibentuk kemudian lalu membentuk dasar negara. yang menginginkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.32 2. Gunung Mulia . R. Radjiman Widiodiningrat .Istilah Pancasila telah lama dikenal dalam budaya bangsa Indonesia. kemudian diperkenalkan kembali oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. pada tanggal 29 Mei 1945 diadakan sidang pertama yang dibuka oleh K.33 Rozikin Daman. hlm. K. Pancasila Identitas dan Modernitas . Radjiman Widiodiningrat sebagai ketua. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta: BPK. Sejarah Singkat Tentang Pancasila Sejarah lahirnya Pancasila tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu sendiri. 3. RT. Pancasila Dasar Falsfah Negara ( Jakarta : PT. 33 32 lii . BPUPKI beranggotakan 60 orang dengan diketuai oleh Dr. Raja Grafindo Persada.

113. Yamin.36 34 Kaelan . Pri Ketuhanan 4. Keadilan Rakyat.34 Setelah berpidato Muhammad Yamin juga menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Pendidikan Pancasila…….. op.cit.cit. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia . 4. 35.35 Pada tanggal 31 Mei 1945 Soepomo di berikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia).Musyawarah 5. Persatuan 2. hlm. Kekeluargaan 2. Ibid. Keseimbangan Lahir Batin 4. Pidatonya yang berisikan : 1.. Pri Kerakyatan 5. Moh. hlm.Sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945.. Pri Kemanusiaan 3. Pri Kesejahteraan Rakyat. pidatonya itu merumuskan dasar negara Indonesia sebagai berikut: 1. 2. Muhammad Yamin dapat diberikan kesempatan atau untuk menyampaikan atau mengungkapkan pidatonya di hadapan para sidang BPUPKI tentang rumusan dasar negara Indonesia. Di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tercantum lima rumusan asas dasar negara yang rumusannya sebagai berikut: 1. op.Pri Kebangsaan 2. 35 36 liii . 3. Ketuhanan Yang Maha Esa Kebangsaan Persatuan Indonesia Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5..

Kristen Protestan. Kristen Katolik. Kaelan. Usulan tersebut diterima oleh sidang BPUPKI selanjutnya kelima sila tersebut dapat disimpulkan menjadi “Tri Sila” yang rumusannya: 1.dan Budha. hlm. 22. Sebelum sidang BPUPKI itu ditutup. 3. Panitia kecil itu terdiri dari 8 orang yang dipimpin oleh Bung Karno.Pada tanggal 1 Juni 1945. yang dianggap mempunyai ahli dalam konstitusi. Sosio Nasional yaitu “Nasionalisme dan Internasionalisme” Sosio Demokrasi yaitu “Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat” Ketuhanan Yang Maha Esa38 Pidato yang disampaikan oleh Bung Karno itu mendapat sambutan yang meriah oleh seluruh anggota sidang BPUPKI.cit. 37 Darji Darmodiharjo ( dkk. 2. Soetardjo Kartohadikoesoemo. Ir. 2. op.. Moh. Pendidikan Pancasila……………. op.cit. 38 liv . Nasionalisme atau Demokrasi Internasionalisme atau Prikemanusiaan Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan Sosial Ketuhanan Yang Berkebudayaan.. Soekarno menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tentang dasar negara Indonesia yang berbunyi: 1.. Hindu. hlm. sebagai anggotanya Moh.37 Untuk lima dasar itu diusulkan agar diberi nama Pancasila. 4. 3. Hatta. ketua sidang BPUPKI membentuk suatu panitia kecil yang di dalamnya terdapat berbagai macam unsur agama yang ada dibumi Indonesia seperti Agama Islam. 27.. Yamin. 5.).

Maramis. Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia merdeka. Karena anggotanya sembilan orang.Wachid Hasim..40 Tanggal 22 Juni 1945. 24. Ki Bagus Hadikoesoemo. Ibid.39 Tujuan panitia kecil ini adalah: 1. A. Merumuskan kembali Pancasila yang disampaikan oleh Bung Karno pada sidang BPUPKI 2. 2. Dari pertemuan ini terbentuk pula panitia kecil lainnya yang terdiri atas Bung Karno sebagai Ketua. Abdul Kahar Muzakir. rancangan ini diberi nama “Piagam Jakarta”. maka lebih dikenal dengan sebutan panitia sembilan. Ibid. panitia kecil mengadakan pertemuan dengan anggota BPUPKI untuk menampung usul-usul dan saran dari BPUPKI. susunan dan rumusannya lebih disistematisasikan oleh Moh..A. Yamin. H. A. 39 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Wisnu Tri Hanggoro. Ahmad Subardjo. Abikoesomo Tjokrosoejoso. Oto Iskandardinata. Agus Salim. 40 41 lv .A. Panitia sembilan ini berhasil merumuskan rancangan pembukuan hukum dasar.cit.41 Yang isinya: 1. yang menarik dalam rancangan hukum dasar ini adalah dimasukkannya Ide dasar Pancasila yang dipidatokan Soekarno 1 Juni 1945. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. lalu anggotanya Moh. Hatta. dan Muhammad Yamin.. hlm. op. Maramis dan Bung Karno.

3. 1999 ). Islam Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama : Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila ( Yogyakarta : PT. Dalam menanggapi keberatan itu. karena yang ada di bumi Indonesia bukan hanya Islam saja tetapi masih ada agama-agama yang lain. hlm. 4.. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Soekarno juga membujuk dari kalangan Kristen. Dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia sembilan. dan akan menghasilkan kesulitan-kesulitan . untuk mengorbankan keberatan mereka demi persatuan bangsa dengan Faisal Ismail. bahwa Piagam Jakarta adalah hasil dari musyawarah politik dan persetujuan kelompok nasionalis dan Islam. mengekspresikan keberatannya dengan mengatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam tersebut akan besar. hlm. Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Oleh karena itu dikeluarkanlah kalimat Islam didalam Piagam Jakarta. terutama dengan agama-agama lain. terutama sekali dari kelompok Kristen. seorang Kristen Protestan dan salah satu anggota dari BPUPKI. tapi untuk semua rakyat Indonesia walaupun berbeda agama. 46. Tiara Wacana. 47. Soekarno meyakinkan anggotanya. namun tidak mencukupi yang lain.42 Adapun bunyi kalimat Piagam Jakarta pada butir pertama di atas mandapat tantangan keras dari non Muslim. 43 42 Ibid. jangan dasar negara itu diperuntukkan untuk umat Islam saja. Abdul Wahid Hasyim meyakinkan bahwa kalimat yang dicapai melalui musyawarah yang sulit ini dan juga terlalu keras bagi beberapa orang. jika tidak Piagam Jakarta tersebut ditolak oleh fraksi Islam.43 Latuharhary. lvi .

. mendengarkan laporan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD). Pendidikan Pancasila………..45 Adapun bunyi bagian terakhir naskah Preambule UUD tersebut adalah sebagai berikut: “. yang disampaikan oleh Bung Karno yang meliputi tiga hal: 1.... BPUPKI membentuk panitia perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD) yang terdiri 19 orang.. 48.cit. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. op...... hlm. PPUUD menyetujui Piagam Jakarta dijadikan Preambule UUD yang akan disusunnya. maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia. yang terbentuk dalam suatu negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.menerima Piagam Jakarta untuk digunakan sebagai rancangan Undang-Undang Dasar bersama dengan rancangan batang tubuh UUD... 25. 45 46 lvii . hlm.cit.44 Piagam Jakarta yang disusun oleh panitia sembilan disetujui BPUPKI. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.. Wisnu Tri Hanggoro. kemudian Piagam Jakarta tersebut dilaporkan pada sidang BPUPKI tanggal 10 Juli 1945. op.46 Pada tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI menggelar rapat pleno.. Dari persetujuan sidang itu. hlm. 44 Pernyataan Indonesia Merdeka Ibid. dan sebagai ketuanya Soekarno. Kaelan . Pada sidang kedua itu Piagam Jakarta diterima baik oleh para anggota sidang BPUPKI. Soepomo... Kemudian tanggal 11 Juli 1945 PPUUD membentuk Panitia Kecil Perancang UUD Dasar (PKPUUD) yang anggotanya terdiri dari para sarjana hukum dengan anggota 7 orang yang diketuai oleh Prof. 38.

Hatta sebagai wakil. sifat perwakilan bagi rakyat Indonesia. hlm. loc. tentang kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” dari orang-orang non muslim protes atas bunyi kalimat tersebut. Pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia. para pemudanya mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan merumuskan teks Proklamsi Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu PPKI pada hakekatnya juga sebagai Komite Nasional memiliki representatif. Tujuan PPKI ini untuk mempersiapkan kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang terhadap Indonesia. pada tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan beranggotakan 21 orang.). pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945.48 Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagai mana lazimnya suatu negara yang merdeka. pada saat itulah terjadi kekosongan kekuasaan Jepang di Indonesia. 30-31. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang ditaklukkan oleh sekutu. dan memilih Presiden dan wakil Presiden. Oleh karena itu Bung Hatta 47 Wisnu Tri Hanggoro. Darji Darmodiharjo ( dkk. pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkanlah Kemerdekaan Indonesia. maka PPKI segera mengadakan sidang..47 Untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Soekarno sebagai ketua dan Moh.cit. Pembukaan Undang-Undang Dasar Undang-Undang Dasar (Batang Tubuh). Sebelum UUD 1945 disahkan oleh PPKI ada perubahan dalam pembukaan UUD 1945.. 48 lviii . setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta. Hal itu tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia. dan menyelengarakan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.2.cit. karena kalimat tersebut seakan-akan mendiskriminasikan kelompok-kelompok minoritas. 3. op.

Wachid Hasyim. Dengan demikian. jiwa kabangsaan (sebagai Faisal Ismail.49 3. hlm. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia..berinisiatif mengundang Ki Bagus Hadikusumo. Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang. Keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis. jiwa keagamaan (sebagai manifestasi/perwujudan sila Ketuhanan Yang Maha Esa). jiwa yang berprikemanusiaan (sebagai manifestasi/perwujudan dari sila kemanusiaan 49 yang adil dan beradab). Fungsi Pancasila a. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD sebagai dasar negara. pegangan hidup/pedoman hidup. ini berarti bawa semua tingkah laku dan tindakan/perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila karena Pancasila merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lainnya. 49. Kasman Singodimedjo dan Teuku Hasan untuk membahas masalah tersebut agar sebagai bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah. Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari oleh warga negara Indonesia.cit. Hatta dan teman-temannya setuju untuk mengganti kalimat yang melukai perasaan dari golongan non muslim dan menggantinya dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pancasila dalam pengertian ini sering juga disebut way of life. dengan demikian pernyataan ini diterima oleh kelompok non muslim. pandangan hidup. op. lix .

ekonomi.. Mempunyai pedoman bagaimana bangsa ini mambangun dirinya sendiri demi kesejahteraan rakyat. Memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah- masalah politik.51 Di dalam negara yang Berbhineka Tunggal Ika. hlm. sosial dan budaya. 16. 15-16. 3. sebab dengan pandangan hidup suatu bangsa akan: 1. Memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya.cit.manifestasi/perwujudan sila Persatuan Indonesia). sehingga tidak terombang-ambing dalam menghadapi persoalanpersoalan besar baik yang datang dari dalam masyarakat/bangsanya sendiri maupun dari luar. membuktikan bahwa Pancasila merupakan pilihan yang terbaik. 50 Darji Darmodiharjo ( dkk. dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa ini memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. op. jiwa kerakyatan (sebagai manifestasi/perwujudan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan).cit. op. dan jiwa yang menjunjung nilai keadilan sosial (sebagai manifestasi/perwujudan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). Rozikin Daman. 2. 51 lx . Selalu terpancar dalam segala tingkah laku dan tindakan/perbuatan serta sikap hidup seluruh bangsa Indonesia. hlm.). Upaya untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain berulang kali terjadi baik melalui kekerasan maupun dengan cara halus.50 Dalam kehidupan suatu bangsa adanya pandangan hidup sangat diperlukan..

T. Pancasila Suatu Orientasi Singkat ( Malang : Lembaga Penerbit Universitas Brawijaya.52 Bangsa Indonesia dalam hidup bernegara telah memiliki suatu pandangan hidup bersama yang bersumber pada akar budaya dan nilai-nilai religius. b. 1979 ). Dengan pandangan hidup yang mantap maka bangsa Indonesia akan mengetahui ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya. dalam mengatsi tantangan-tantangan yang mengancam kesatuan dan mewujudkan negara Indonesia. bahan asli murni dan merupakan kebanggan bagi suatu bangsa tersendiri. hlm. 68. 53 Darji Darmodiharjo. 52 lxi . Ini terbukti melalui kemampuannya untuk bertahan di tengah-tengah perubahan-perubahan konstitusional. S. Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia. atau dengan kata lain Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Dapat dikatakan juga bahwa Pancasila ini dibuat dari materi atau bahan-bahan dalam negeri. Dilihat dari kedudukannya.53 C.Hal semacam ini menunjukkan bahwa efektivitas Pancasila benar-benar nilai rakyat Indonesia secara emosional dan menggerakkan tindakan. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Pradanya Pramita. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. Philosofische Grondslag dari negara.1978 ). Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tersebut terkandung didalamnya konsep dasar mengenai kehidupan yang dicitacitakannya. hlm. Kansil. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila dalam pengertian ini sering disebut dasar falsafah negara. 25. Demikianlah pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Meliputi suasana kebatinan (Geistlickenhintergrund) dari Undang-Undang Dasar 1945. Mengandung norma-norma yang mengharuskan Undang- Undang Dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara (termasuk para penyelenggara partai dan golongan fungsional). Mewujudkan cita-cita hukum bagi dasar negara (baik hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis). maupun yang tidak tertulis. hal ini dipahami sangat penting bagi pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. Merupakan sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar 1945. Untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tersebut dapat dirinci sebagai berikut: Pancasila sebagai dasar adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai dasar negara. karena masyarakat di negara Indonesia senantiasa tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat. Dengan demikian Pancasila merupakan asas kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam pembukaan UUD 1945. lxii .Sebagai dasar negara Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum dasar baik yang tertulis atau UndangUndang Dasar. Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum.

Darji Darmodiharjo. IX/MPR/1978). No. Oleh karena itu fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia.cit. Pendidikan Pancasila ………. Hal ini sesuai dengan dasar yuridis sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.. mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tertuang dalam Tap.. Sebagai pokok kaedah negara yang Fundamental. Ketetapan MPR No.54 Menurut Notonegoro. op.. 26.55 Dalam proses reformasi dewasa ini MPR melalui sidang istimewa tahun 1998. Oleh karena itu segala agenda dalam 54 Kaelan .cit. Ketetapan No. Pancasila menjadi sumber dari Undang-Undang Dasar dan harus dijadikan landasan dalam menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan kebijaksanaan pemerintah. Dijelaskan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. sehingga dengan jalan hukum tidak dapat diubah. op. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai kedudukan istimewa dalam hukum kenegaraan dan hukum bangsa Indonesia (merupakan pokok kaedah negara yang Fundamental). LJO. yang merupakan suatu pandangan hidup. Pokok kaedah yang fundamental itu dalam hukum mempunyai kedudukan yang kuat tak berubah bagi negara yang dibentuk. V/MPR/1973 dan Ketetapan No. hlm.XVIII/MPR/1998..Sebagaimana telah ditentukan oleh pembentuk negara bahwa tujuan utama dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. IX/MPRS/1966. hlm. 55 lxiii . kesadaran dan citacita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana serta watak dari bangsa Indonesia. 62.

perdamaian abadi. demokrasi dan kebudayaan. kemudian menjadi pandangan hidup bangsa dan pada gilirannya menjadi suatu dasar filsafat negara yang sekaligus sebagai suatu ideologi bangsa dan negara. 90.cit. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia Dalam sejarah asal-usulnya ideologi Pancasila itu lahir dari perjuangan bangsa Indonesia yang mencita-citakan kemerdekaan. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan 56 Kaelan. Paulus Wahana.. hlm. kemajuan. juga harus mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.57 Perlu diingat bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara adalah diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia. Bahkan ideologi Pancasila memandang bangsa Indonesia sebagai bagian dari cita-cita perjuangan kemanusiaan yang berdasarkan kemerdekaan. Pancasila sebagai ideologi bangsa. dan keadilan sosial. op. Ideologi Pancasila tumbuh dan berkembang melalui dalam pandangan hidup manyarakat bangsa Indonesia sendiri. Oleh karena itu ideologi Pancasila merupakan suatu kesatuan yang mutlak karena menyangkut kehidupan bangsa. dengan suatu kesepakatan serta perjanjian yang luhur diangkat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia. 57 lxiv . yang tertuang dalam sila yang kelima dalam Pancasila.56 c. yang meliputi berbagai bidang selain mendasarkan pada kenyataan aspirasi rakyat (sila keempat). persatuan.proses reformasi.. solidaritas. loc.cit. kecerdasan. setiap warga negara Republik Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar.

hlm. lxv . bukan hanya sekedar masingmasing sila. Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir yang harus diikuti dalam menyusun Undang-Undang dan hukum-hukum yang lain.cit. Tata pikir seluruh bangsa ditentukan lingkupnya oleh sebuah falsafah yang harus terus menerus dijaga kebaradaannya dan konsisitennya oleh negara. 163. Sebagai falsafah negara.harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan.58 58 Oetojo Oesman dan Alfian. op. agar pemikiran kenegaraan yang berkembang juga akan terjaga dengan baik..

hlm. B. 10. Menurut Prof. bahwa Tuhan berasal dari kata Tu (h) a yang berarti 1 T. Oleh karena itu sila Ketuhanan Yang Maha Esa terdapat dalam sila pertama dari Pancasila merupakan. “Tuha” ditambah dengan “an” menjadi Tuhan yang berarti yang harus dihormati dan didengar. Simatupang Pancasila merupakan sebuah payung yang dapat melindungi rakyat Indonesia baik itu muslim maupun non muslim. B. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia. Takdir Alisyahbana. Maka makna yang terkandung dari sila pertama Pancasila bukanlah “Kepercayaan kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide Ketuhanan”. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA A. 1984).1 Istilah Ketuhanan berasal dari ke-Tuhan-an. oleh karena kata yang dipakai di sini bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian juga ditambah Keesaan dan Kemahaan.Pemahaman Kristen Protestan Terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Menurut T.BAB IV PENGARUH PEMIKIRAN T. suatu keputusan yang mutlak harus dapat diterima oleh setiap agamaagama yang ada di Indonesia. B. lxvi . Simatupang. Menurut Prof. S. Poebatjaraka mengatakan bahwa Tuhan berasal dari kata “Tuha” yang berarti tua.

4 Istilah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan pengertian teologis melainkan rumusan politis (kenegaraan) karena tidak dapat diartikan hanya menurut pengertian agama yang tertentu.D. kudus.3 Tuhan dalam sila Pertama. Sehingga dengan demikian “Ketuhanan” itu adalah “sila”. Dari uraian di atas sila pertama nampak jelas kedudukan yang sama daripada semua agama yang ada di Indonesia untuk merealisasikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan yang konkrit. Tuhan. Pancasila Dasar Negara Indonesia (Yogyakarta: Basis. Ketuhanan berarti Yang Ilahi. Philip K. suci. Sejarah Ringkas ( terj . Sihombing (Bandung: Sumur Bandung . 27. hlm. 4 3 Rahmat Subagyo. 1970 ). 2 Ismaun.). Kita dapat mengartikan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu pengakuan atau keyakinan adanya suatu kekuasaan yang tertinggi dan abadi. Yang Maha tinggi itu siapa? Terserah kepada agama masing-masing. Pencipta. Dengan demikian “Ketuhanan” adalah perkataan yang terbaik yang dapat memberikan kesempatan berbagai penafsiran sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Allah sendiri bukan sila ia adalah pribadi “Tuhan” itu nama jenis yang abstrak. Yang Maha Kuasa.P. lxvii . 1955). Usuludin Hutagalung dan O. agar supaya dapat dikonkritkan oleh setiap orang sesuai dengan agama dan kepercayaannya. 64. 32. akhiran-an menjadi kata sifat. dengan perkataan lain istilah Ketuhanan dipilih dengan tepat. Dunia Arab .2 Sedangkan Allah dari Al Ilah berarti The God. Problematika Pancasila (Bandung: Cahaya Remaja. hlm. keramat. holy. Hitti. hlm. yang mengatur dan menguasai segala yang ada di dunia ini. mandapat awalan-ke. 1959). suatu kuasa Ilahi.sama dengan tuan.

dalam kehidupan bernegara. berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa berarti dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara wajib memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang maha Esa. Lahirnya Pencasila (Jakarta: Bp.5 Dari segi nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. lxviii . Pada hakekatnya tidak boleh menyimpang dari jalan yang lurus untuk mencapai kebahagian rakyat dan keselamatan masyarakat. memupuk rasa kebersamaan 5 Soekarno. Sebagai asas hidup bermasyarakat sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntut agar bangsa Indonesia dalam melaksanakan hidup bermasyarakat memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang Maha Esa. tidak dibenarkan menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang telah digariskan. 27. dapat disebutkan bahwa sila pertama ini merupakan dasar kerohanian dasar bermasyarakat. “Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan. hlm. Nasional. 1958). Sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar yang memimpin cita-cita kenegaraan kemudian untuk menyelenggarakan segala yang baik bagi masyarakat dan pemerintahan negara. yang merupakan pengakuan Iman kesatuan untuk seluruh warga negara Republik Indonesia melainkan tugas negara yang berdasarkan Pancasila adalah melindungi perbedaan-perbedaan agama warga negaranya. tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan Tuhannya sendiri”.Yang dimaksud dengan Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah peleburan semua pengakuan kepercayaan semua agama-agama menjadi suatu pengakuan yang tunggal.

Oleh karena itu sebenarnya ketentuan di atas pada sisi yang lain menunjukkan pula sejumlah hak dari warga negara Indonesia untuk: 1. 1985). Ketentuan ini menegaskan tugas negara dalam bidang hidup keagamaan. hlm. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa . Hubungan Agama dan Pancasila (Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Negara bertugas untuk menjaga kesejahteraan bersama dalam bermasyarakat. Tugas tersebut dijalankan dengan cara menjamin kesempatan yang sama dan adil bagi setiap warga negara untuk mengamalkan konsepsinya tentang Tuhan sesuai ajaran agama yang diyakininya. Bebas memeluk agama dan kepercayaan 2. 6 lxix . Bebas menjalankan ibadat sesuai ajaran agama/kepercayaannya Ahmad Azhar Basyir.6 Sebagai pengaturan lebih lenjut perinsip KetuhananYang Maha Esa maka UUD 1945 menentukan dalam pasal 29 sebagai berikut: 1.menuju kerukunan hidup bermasyarakat kebebasan beragama dan beribadat menurut keyakinan masing-masing agama. Bebas beralih agama dan kepercayaan 3. 10. yaitu negara bertugas untuk memberikan jaminan perlindungan agar setiap penduduk yang notabenenya adalah pemeluk agama tersebut dapat secara bebas malaksanakan ajaran agama atau kepercayaannya.2.

4. Bebas untuk mengajar atau mendidik keluarganya sesuai ajaran agama yang diyakininya.7 Jadi setiap orang bebas menganut kepercayaannya dan menyembah Tuhannya dengan tidak menganggu agama lain, apalagi memusuhi atau memerangi orang yang menganut kepercayaan yang lain dari kepercayaan golongannya atau orang yang menyembah Tuhan lain dari Tuhan yang disembah oleh golongannya. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pengakuan bahwa Tuhan adalah sumber kemerdekaan, oleh karena itu Tuhan sendiri membebaskan manusia dari segala penindasan yang ada dimuka bumi ini. Akan tetapi hal itu bukanlah berarti bahwa negara harus memaksakan sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi suatu pengakuan iman rasuli Kristen . Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa Indonesia, oleh sebab itu sila pertama dalam Pancasila adalah suatu seruan terutama bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragama, agar selalu ingat dalam tanggung jawab dan tugasnya di dalam memelihara, memupuk dan mewujudan prikemanusiaan, kebangsaan, kedaulatan rakyat dan keadilan sosial. Setiap Rakyat Indonesia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengahayati ajaran-ajarannya, tentu tidak akan ragu-ragu lagi menyatakan bahwa agama merupakan ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa, mengandung nilai-

Wisnu Tri Hanggoro ( edit .), Bunga Rampai Pancasila ( Yogyakarta : Taman Pustaka Kristen, 1986 ), hlm. 51-52.

7

lxx

nilai luhur yang dihayati dan diamalkan oleh pemeluknya masing-masing dan merupakan faktor yang berpengaruh dalam usaha bangsa Indonesia untuk mensukseskan pembangunan bangsa.8

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia sebagai Pengamalam Pancasila Menurut T. B. Simatupang, gereja adalah berada dalam dunia dan diutus oleh Tuhannya ke dalam dunia. Tuhan tidaklah mengutus gereja ke wilayah yang asing. Sebab Tuhan itu sendiri adalah Tuhan bagi dunia. Pengertian tentang dunia hanya terbatas pada bumi dan alam semesta. Dunia memiliki arti jauh lebih luas dari itu. Dunia memiliki makna yang meliputi bumi, alam semesta, sekaligus kesejahteraan umat manusia dengan segala daya dan upayanya untuk memenuhi bumi serta menaklukkannnya. Arti dunia yang demikian, menurut T. B. Simatupang menegaskan bahwa umat manusia dengan segala kebudayaan, dengan hidup berpolitik, sosial, ekonomi,dan sejarah, ideologi agama dan teknologi juga dengan segala harapan yang

T. B. Simatupang (dkk.), Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam Negara Pancasila yang Membangun (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1996), hlm. 94.

8

lxxi

membentang dan kekhawatiran yang mengandung keseluruhannya adalah bagian dari isi dunia.9 Kembali kepada pembahasan gereja dalam pembangunan menghadapkan kita dengan permasalahan yang mendasar mengenai hubungan antara gereja dengan perkembangan dalam masyarakat negara dan kebudayaan di mana gereja berada. Pembangunan adalah tindakan manusia dalam sejarah untuk mengembangkan masyarakat, negara dan kebudayaan yang baik, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Pada satu pihak gereja adalah bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan yang membangun. Pada pihak lain gereja tidak hanya bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan dimana dia berada. Gereja mempunyai hubungan yang khas dengan Kristus seperti dinyatakan dalam kiasan bahwa gereja adalah tubuh kristus.10 Sebagaimana dijelaskan dalam al-Kitab . “tidak ada seseorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11).11 Sejak gereja tiba di Indonesia, maka gereja telah berpartisipasi dalam pembangunan, seperti dalam pelayanan pendidikan, kesehatan dan pertanian. Oleh karena itu gereja-gereja di Indonesia juga meningkatkan partisipasinya dan melayani pembangunan nasional berdasarkan tugas pengikutnya yang bersumber pada Injil
9

T. B. Simatupang, Dari Revolusi ke Pembangunan (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1987), T. B. Simatupang ( dkk.), Peranan Agama-Agama dalam …….., op. cit., hlm. 9. Perjanjian Baru (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1999), hlm. 470.

hlm. 9.
10 11

lxxii

kreatif. Positif artinya terbuka terhadap yang baik. tetapi juga untuk mengajak dan mengaharapkan partisipasi secara bertanggung jawab dari semua warga negara dan golongan. kritis artinya setiap pembangunan yang dilakukan oleh gereja sesuatu yang telah tertuang dalam firman Tuhan. PGI. kesejahteraan dan kelestarian serta dalam rangka mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia yang selaras. Pembangunan dengan segala proses perubahannya dalam berbagai aspek kehidupan dalam rangka berjuang untuk menegakkan keadilan. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKGPGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. 2002). 21-30 Oktober 1994 (Jakarta: Gunung Mulia. Gereja di Indonesia dengan sikap sebagai hamba dan pelayanan menurut teladan Yesus.12 Tugas panggilan gereja dalam pembangunan bangsa ini tidak hanya memberikan ruang bagi gereja-gereja untuk berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional. Jayapura.Yesus Kristus. hlm. realistis artinya sadar akan waktu dan batas-batas kenyataan terhadap pembanguan yang dilakukan oleh gereja. merupakan isi dunia yang tidak berada di luar rancana Penyelamatan Tuhan. kritis dan realistis dalam pelaksanaan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. dalam pembangunan nasional berdasarkan hak dan kewajiban yang sama. serasi dan seimbang antara dimensi material dan spiritual. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia sebagai pengamalan Pancasila dipandang oleh gereja adalah bagian dari dunia yang dikasihi Allah. 29. kreatif artinya adanya jasa roh kudus dalam sikap pembangunan yang dilakukan oleh gereja. dengan mengambil sikap yang positif. 12 lxxiii . pemerataan.

keadilan. Etik dan Spiritual Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal landas. hanya dapat terwujud oleh kehendak Tuhan sendiri.14 Jadi walaupun menurut kita bahwa pembangunan yang dilaksanakan menurut ukuran kita telah mampu menegakkan keadilan. Oleh sebab itu maka dalam terang Injil kerajaan Allah. 15 lxxiv . Kehadiran Kristen dalam Perang. kreatif. 39. P. (Jakarta: Bpk.). Gunung Mulia. kritis. hlm. kemanusiaan dan kesejahteraan bagi semua orang. maka dalam keadaan yang seperti inipun masih tetap akan menimbulkan bentukbentuk penindasan dan ketidakadilan dalam masyarakat pada umumnya. ( Jakarta: Bpk. hlm. Latuihamallo (Penyunting .15 T. D. Dr. maka hasilnya tidak akan pernah sampai pada tatanan masyarakat yang sempurna dengan keadilan yang demikian. Oleh karena itu pembangunan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi upaya-upaya untuk menegakkan perdamaian. Simatupang. 41-42. 1985). tidak identik dengan kerajaan Allah. realistis dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. Oleh karena itu pembangunan yang di usahakan manusia. op. 130. . Iman Kristen dan Pancasila ……. gereja-gereja di Indonesia mengambil bagian secara positif. dalam buku.B. Gunung Mulia.13 Pembangunan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia sebagai Pengamalan Pancasila dapat saja mengalami kegagalan dan penyelewengan sehingga berlawanan dengan kehendak Tuhan. Simatupang . B.Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. Simatupang. 14 13 T. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. pambaharuan kesejahteraan dan telah mampu mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia. Bersama-Sama Meletakkan Landasan Moral. hlm. cit. pemerataan.. Eka Darmaputra . B. T. Revolusi dan Pembangunan. Kontek Berteologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. 1997 ).

B. lxxv . maka gereja dapat mendukung segala pambangunan yang menunjukkan apa yang menjadi kehendak Tuhan. kesejahteraan. cit. keadilan.16 Dengan sikap gereja yang positif. loc. Sikap gereja yang realistis adalah untuk mendorong gereja agar dapat meilihat dan memahami tentang batas-batas yang telah dapat dicapai oleh bangsa ini dalam membangun sikap tersebut sebagai alat kontrol untuk mengawasi agar setiap 16 T. Pasti Tuhan mengajarkan tentang hal-hal yang baik.Gereja-gereja di Indonesia dalam berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini harus memiliki beberapa sikap diantaranya gereja harus bersikap positif. kreatif. perdamaian dan sebagainya. bahwa gereja dapat mengoreksi berbagai cita-cita atau kebijakan-kebijakan bangsa kita ini dalam melakukan pembangunan yang memang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Oleh karena itu Tuhan tidak mengajarkan tentang hal-hal yang tidak baik. Seperti. Sikap gereja yang kreatif. gereja dapat memberikan sumbangan untuk berpartisipasi dalam menjawab berbagai tantangan dalam perubahan zaman dan dapat menyisihkan berbagai hambatan-hambatan yang selalu mengahadang atau mengahalangi untuk suksesnya suatu pembangunan yang kita lakukan untuk bangsa ini. kritis dan harus realistis.. seperti: banyaknya korupsi-korupsi yang terjadi di birokrasi pemerintahan kita sekarang ini yang dikorupsi itu adalah uang rakyat. Maka dari itu gereja dapat mengembangkan hal-hal yang baik dalam proses pembangunan. Sikap gereja yang kritis. Simatupang. Iman Kristen dan Pancasila.

hlm.. hlm. ide-ide dan pikiran menganai arah dan tujuan dalam melakukan suatu pembangunan sebagai pangamalan Pancasila. 43. Oleh karena itu hal tersebut akan dapat menentukan gerak pembangunan nasional akan berjalan kearah dari cita-cita perjuangan bangsa Indonesia ini dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur yang dapat berasaskan Pancasila.17 Bentuk partisipasi gereja dalam pembagunan bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. . Pancasila dengan sila-silanya haruslah diamalkan secara utuh dan konsekuen. 130. Simatupang. Kehadiran Kristen ……. Pendangan gereja tentang pengamalan dari sila-sila Pancasila dalam pelaksanaan pembangunan. dalam bentuk partisipasinya dalam pembangunan berusaha dalam memberikan sumbangan untuk mengembangkan suatu gagasan.pembangunan itu selalu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. 18 lxxvi . op. T. cit. yang mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan agama supaya untuk terus-menerus dan bersama-sama dalam meletakkan landasan moral. dalam partisipasi ini yang paling penting adalah gereja terhadap masyarakat dan masa depan bangsa Indonesia ini. Seperti pengamalan sila pertama. etika dan 17 Ibid. yang mengangkat dasardasar dan corak-corak dari negara. . dalam artian setiap pembangunan itu harus sesuai dengan manfaatnya dan tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Tuhan. B. Ketuhanan Yang Maha Esa. masyarakat dan kebudayaan serta dasar-dasar hukum yang ada didalamnya. dan pandangan mengenai sejarah yang menguasai pemikiran dalam pembangunan itu..18 Gereja.

20 Pengamalan sila ketiga. Tapi bagi gereja untuk mengamalkan kamanusiaan dan keadilan dengan ikut dalam sepenuhnya bertanggung jawab dalam mengenai keamanan negara. op. . . Persatuan Indonesia. Bersama-Sama meletakkan……………………………. sebab negara sama sekali tidak memiliki apa yang namanya teologi. hlm. kemanusiaan yang adil dan beradab. 31. Simatupang.op. cit. bangsa dan negara. 121. Pengamalan sila kedua. masyarakat.spiritual yang kokoh bagi pembangunan nasional sebagai Pengamalan Pancasila.B. 20 21 Bambang Ruseno Utomo. B. 22 lxxvii . hlm. Sila ini hanya menjamin tempat yang wajar bagi dimensi religius dalam kehidupan negara dan bangsa.22 Pengamalan sila keempat dari Pancasila.21atau pembinaan bangsa dari semua bidang kehidupan manusia. Ibid. 28. T. 121. 1993). hlm. cit. hlm. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia (Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan. dipandang oleh gereja dalam menyangkut persoalan-persoalan yang mendorong begitu besar peran partisipasi rakyat dalam aspek politik dalam usaha menegakkan demokrasi yang bertanggung jawab. sehingga makin kuat rasa kesatuan kamanusiaan dalam memperkokoh rasa Persatuan dan kesatuan negara. Iman Kristen dan Pancasila . menurut gereja menyangkut Pembinaan kesatuan bangsa.19 Dengan demikian sila ini bukan merupakan dalil teologi. Simatupang . . menurut gereja menyangkut usaha-usaha pengembangan dan pemantapan hak-hak asasi manusia dan tanggung jawabnya dalam pembagunan. 19 T.

cit. hanya sebagai motivasi bagi umat Kristiani dalam benar-benar mangamalkan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila dan sebagai perwujudan gereja dalam berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. bahkan dengan orang-orang yang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda dan di ajak untuk bekerjasama dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju. loc. Hidup Bersama……….. Partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini dapat berhasil apabila adanya kerjasama antara gereja-gereja dengan berbagai lembaga-lembaga yang ada di luar gereja. cit. 24 lxxviii .24 Partisipasi gereja dalam memberikan sumbangan pemikiran tentang pengamalan Pancasila di atas. Iman Kristen dan Pancasila . Bambang Ruseno Utomo. Simatupang.Pengamalan sila kelima dari Pancasila dalam pembangunan menurut gereja menyangkut peletakkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka menjunjung cita-cita keadilan sosial. loc. 23 dan dapat juga pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.. adil dan sejahtera. 23 T. B.

agama dan lxxix . membangun. B.yang membedakan Indonesia dengan masyarakat dan bangsa manapun di dunia ini. perdamaian dan kemanusiaan yang dikehendaki oleh Tuhan untuk dunia ini.budaya. Menurut T. bangsa dan negara Pancasila yang sedang melaksanakan pambangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila keadilan. dapat melahirkan atau menciptakan kesejahteraan. b. Gereja berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional dengan tujuan dalam kehidupan masyarakat. Simatupang. persaudaraan.Adapun tujuan gereja dengan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini adalah: a. kebebasan. C. yang terdiri dari berbagai suku.adat. Untuk bersama-sama dapat membaharui. Analisis Penulis Ada satu hal yang khas. seluruh partisipasi gereja dan umat Kristen dalam berpartisipasi membangun bangsa ini harus bertolak sebagai usaha untuk menegakkan tanda-tanda penyelamatan dan kedatangan kerajaan Tuhan. yaitu bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat majmuk. dan mempersatukan gereja dan memupuk kemanusiaan di bidang teologi.

Karena kesepakatan luhur bangsa Indonesia itu akhirnya dirumuskan sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara.kepercayaan. artinya setiap warga negara Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar yang tertuang dalam sila Pancasila. Dalam buku. 257. jelas setiap agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki visi sendiri. Abdurrahman Wahid. Dengan kata lain. Oetojo Oesman dan Alfian. Akan tetapi perlu kita cermati apakah Islam sesuai dengan Pancasila ? maka segera akan nampak bahwa banyak dari ajaran-ajaran Islam yang tidak tercakup dalam Pancasila atau tidak dipersoalkan oleh Pancasila. agama Hindu mempercayai banyak dewa –dewa . serta Pancasila adalah dasar bermasyarakat.Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki lingkup masing-masing yang berjangkauan universal. hlm. Ideologi bangsa. di samping visi universal yang mempersamakan semua agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. ( Jakarta: BP-7. 26 27 25 Ibid.27 Dengan demikian dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila setiap sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia termasuk agama Islam. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. Hal ini upaya Pancasila untuk menekankan sisi kehidupan antar umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Islam mengajarkan tentang tauhid. Sebuah kesepakatan seluhur apa pun.26 Pancasila sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara disinilah ada tumpang tindih antara Pancasila dengan sebagian sisi kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa . tidak akan banyak berpungsi jika didudukkan dalam status yang jelas. Pancasila walaupun ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.. berbangsa dan bernegara. hlm. dan dalam agama Budha tidak membicarakan tentang Tuhan sama sekali.wawasan Pancasila tentang kebersamaan antara agama-agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tidak sepenuhnya sama dengan wawasan sekian agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang satu sama yang lain saling berbeda. 163. 164. tapi membiarkan orang Kristen ber-Trinitas. berlaku seluruh umat manusia. lxxx . 1991). Ibid . Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. hlm.disunting oleh.( keesaan Tuhan ). Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Pancasila Sebagai Ideologi .. Berbangsa dan Bernegara.25 Pancasila merupakan kesepakatan luhur antara semua golongan yang hidup di bumi Indonesia. bukan hanya sekedar masing-masing sila . Sebagai falsafah negara Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir dalam menyusun undang-undang dan hukum di dalam negara Republik Indonesia.

tapi perlu diketahui bahwa Islam adalah agama dan Pancasila adalah ideologi . haji dan masih banyak lagi ketentuan –ketentuan lain yang diajarkan oleh Islam. sebagaimana juga kemudahan yang sama dinikmati oleh para pengikut agama lain. Identitas Politik Umat Islam ( Mizan : Bandung. Ketiga dimensi itu adalah : 1. shalat. 3. maka ajaran Islam lebih bersifat luas.. terutama karena dinamika internal yang 28 Deliar Noer. berbangsa dan bernegara. Kuntowijoyo. 29 Mengenai Islam dan Pancasila pada dasarnya tidak bertentangan . Melalui idealisme atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dihayati suatu masyarakat atau bangsa dapat diketahui kearah mana mereka ingin membangun kehidupan bersama. 113. Ajaran Islam dalam hal-hal tertentu terperinci dan tegas. 30 Pada dasarnya kekuatan ideologi (Pancasila) dapat diukur dari tiga dimensi yang saling berkaitan. Hal semacam ini tidak berarti bahwa Islam bertentangan dengan Pancasila . idealitas bahkan fleksibilitas. pada umumnya memang terdapat kesepakatan di negeri kita bahwa hal-hal ibadah dibiarkan saja . bahwa sebuah ideologi harus memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahwa merangsang pengembangan pemikiran –pemikiran baru yang relevan tentang dirinya. Dimensi realitas . Dimensi idealitas . Sekurang –kurangnya kita dapat perhatikan . Dimensi fleksibilitas.115. 31 Berdasarkan pada tiga dimensi tadi maka Pancasila jelas memenuhi standar realitas. Suatu Upaya Membaca Ulang Pancasila ( Jogjakarta : Ning. Islam Pancasila dan asas Tunggal ( Jakarta : Yayasan Perkhidmatan. hlm. bahwa kemudahan diberikan di negeri kita untuk melaksanakan ibadah tersebut.Rat.Kemudian Islam mengajarkan tentang iman kepada rasul-rasul.1983). demikian pula agama tidak akan memjadi ideologi. suatu ideologi harus mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. 29 30 Listiyono Santoso (dkk. Ibid. 1997 ). puasa Ramadhan. zakat . (de ) Konstruksi Ideologi Negara . hlm. 31 lxxxi . Sering dinyatakan bahwa Pancasila tidak akan menjadi agama. 2003 ). dimana ideologi itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup dalam masyarakat. 85. saling mengisi dan saling memperkuat. tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. hlm. hlm. Oleh sebab itu bagi setiap muslim ajaran –ajaran agama itu wajib dilaksanakan. 70.). mencakup hal-hal yang oleh Pancasila mungkin tidak terpikirkan. 2. 28 Jika melihat persoalan-persoalan tadi.

4. ber-Kerakyatan dan ber-Keadilan. betapa dalam Pancasila sesungguhnya memuat kualitas nilai dasar yang objektif kebenarannya dan berlaku secara universal. berbangsa dan bernegara . ber. Kelima sila tersebut adalah “ paradigma “ bagi terbentuknya masyarakat berperadaban Pancasila.Satu. 3. 2.33 Harus disadari. 32 Ibid .. Kualitas nilai dasar itu memungkinkan bagi terbentuknya kualitas peradaban bangsa yang berlandaskan pada masyarakat yang ber-Ketuhanan. Pancasila di masa lalu seolah-olah hanya berhenti pada konsep nilai-nilai yang tidak mampu merambah pada tataran empirik masyarakat. . 71.terkandung dalam sifatnya sebagai ideologi terbuka. Pancasila lebih diletakkan sebagai gundukan “ rangkuman “ konsep-konsep belaka yang tidak mempunyai kekuatan untuk “merubah” tatanan masyarakat.Menyangkut seberapa jauh nilai-nilai yang terkandung dalam idelogi itu membudaya dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kemampuan masyarakat mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang ideologi. 33 34 lxxxii . ber-Kemanusiaan. Tetapi hal itu tetap tergantung pada kehadiran beberapa faktor: 1. sikap dan tingkah laku masyarakata terhadap Pancasila. Selama ini. memapankan serta menguatkan relevansi ideologi itu dalam masyarakat. Kualitas nilai-nilai dasar yang tergantung dalam ideologi. 70. tangguh dan bermutu tinggi . 72. hlm. Ibid. Ibid . Persepsi . hlm.34 Itulah sebabnya kita harus berihktiar untuk semakin menjadikan Pancasila itu sebagai ideologi dan menjadikan dasar yang kokoh bagi perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara..32 Dinamika internal yang terkandung dalam suatu ideologi terbuka biasanya memantapkan. hlm. Jadi secara ideal konseptual Pancasila adalah ideologi yang kuat.

lxxxiii .

Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia. b. aspek sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia.tidak heran jika bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut juga dalam merumuskan dasar negara Pancasila . aspek politik Indonesia yitu lxxxiv . tidak terkecuali rakyat Indonesia yang sudah beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan nagara ini dari tangan penjajah.BAB V PENUTUP A.B. Simatupang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia tidak terlepas dari beberapa aspek. Menurut T. Maka yang dulunya sebahagian rakyat Indonesia yang sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. yaitu : a. maka rakyat Indonesia banyak yang menganut agama Kristen Protestan.

c. Demikian halnya dengan gereja –gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan untuk melaksanakan panggilannya pada bangsa dan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. Makna yang terkandung dari sila pertama bukanlah kepercayaan “Kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide lxxxv . Pengaruh pemikiran T. Di negara Pancasila ruang bagi orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak di batasi. ekonomi dan budaya. yang merupakan suatu keputusan yang mutlak yang harus diterima oleh setiap agama-agama yang ada di Indonesia. 2. di bagi menjadi dua : Pertama: meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa. aspek agama Dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. politik. bangsa dan negara. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kritis dan kreatif yang dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. B.seperti agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen Protestan baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan ( gereja) mempunyai tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara.Gereja ditempatakan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam kontek sosial.

Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa.Ketuhanan” oleh karena itu kata yang dipakai bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian ditambah Keesaan dan Kemahaan. Penulis menyarankan kepada setiap jurusan di Fakultas Ushuluddin bahwa sanya skripsi-skripsi yang lama yang terdapat di ruang dosen supaya di lxxxvi . maka setiap agama harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. maka dari itu jangan sampai ada suatu golongan umat beragama yang ingin menggantikan dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain. Oleh karena itu setiap agama yang ada di Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. meliputi partisipasi gereja dalam membangun bengsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. 2. tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragma. Tugas penggilan gereja dalam membangun bangsa ini tidak hanya tertuju pada pembangunan nasional saja. bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa. akan tapi mengajak kepada semua warga Indonesia untuk bersamasama dalam membangun dan mengatasi bangsa yang tercinta ini dari ketertindasan dan kemiskinan. Saran-saran 1. Kedua.

penulis panjatkan puji syukur sedalamdalamnya kehadirat Allah atas segala curahan rahmat dan hidayahNya. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas pemikiran T. B. Simatupang ) Hanya kepada Allah. C. Kata Penutup Sebagai kata Penutup skripsi ini. penulis memohon hidayahNya mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat untuk orang lain dan juga untuk penulis sendiri. lxxxvii .susun dengan rapi atau disimpan dalam almari khusus supaya tidak acakacakan.

Ilmu Perbandingan Agama . Hubungan Agama dan Pancasila .Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama . Penerbit Universitas Brawijaya. Pancasila Identitas dan Modernitas. Yogyakarta: Galang Press. Masyarakat Madani.). Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. 2001 Green. Jakarta: BPK. Dunia Arab. 1986 Basyir. Pancasila Suatu Orientasi Singkat. Ahmad Azhar.Yogyakarta: Dian/Interpedi. Gunung Mulia. Philip K. 1970 Hoekema. ( terj ) Marie Claire Barth . Jakarta : BPK. Jakarta : Widjaya. Bandung: Sumur Bandung .G.). Wisnu Tri (edit. Surabaya: Usaha Nasional. 1991 Efendy. Wiwin Siti (dkk. Darji.Hasbulah. 1997 lxxxviii . 1979 Malang: Lembaga -----------. 1989 Hanggoro. Gunung Mulia. Berfikir dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia( 1860-) 1960) ( terj. Ny.Bahtiar. Sejarah Ringkas (terj) Usuludin Hutagalung dan Sihombing.Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. A.DAFTAR PUSTAKA Aminah. Susilaradeya. Pancasila Dasar Falsafah Negara .). Raja Grafindo Persada. Rozikin. Clifford . 1986 Hitti. 1997 Darmodihardjo. Eka. Bunga Rampai Pancasila . 1995 Darmaputra.). Gunung Mulia.( dkk . Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. 2003 Bakry. 1985 Daman. Tinjauan Etis dan Budaya. Jakarta: BPK. Santiaji Pancasila. dan Etos Kewirausahaan. Jakarta: PT. Karl Barth.

Ahmad.1997 Latuihamallo. Problematika Pancasila .Malang: Departeman Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia. 1999 Ismaun. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani . Deliar. 1990 Musfik. P.B.T. 1995 …………….Identitas Politik Umat Islam.Jakarta: PT. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Bandung : Mizan. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. 1996 Yogyakarta: Kaelan. 1999 Kansil . 1991 Octavianus. 1985 lxxxix . Gramedia. Bermasyarakat . Bandung: Cahaya Remaja. 1997 Kuntowijoyo.B) Simatupang ). Jakarta: Pradanya Pramita. B.D. Yogyakarta: Yayasan Budi Budaya.Simatupang . Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa.Yogyakarta: Paradigma. P. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP. T.Oetojo dan Alfian. Metode-Metode Penelitian Masyarakat . T. Skripsi. Islam Pancasila dan Asas Tunggal . Gereja dan pembangunan ( Studi atas Pemikiran Tahi Bonar (T. Yogyakarta : Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga. Wacana Ketegangan Kreatif Isalan dan Pancasila . Filsafat Pancasila. 1996 Noer. Simatupang. Saya Adalah Orang Yang Berhutang( Penyunting) Samuel Pardede.Yogyakarta: Tiara Wacana.C. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara . Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama. Jakarta: BP-7 Pusat. S. 1983 Oesman . dalam buku. 1978 Koentjaraningrat. Paradigma. Bernegara. 1959 Kaelan. Faisal. Pengantar Ilmu Sejarah ..Ismail . 70 Tahun Dr. Berbangsa dan Bernegara. Menyambut Usia ke 70 . Jakarta: Yayasan Perkhidmatan.

1960 ---------. Pembangunan. Saya Adalah Orang Yang Berhutang ( Penyunting) Samuel Pardede . T. Gunung Mulia. Sebuah Analisis Komperatif. dalam buku. Lyman Tower.B.Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan . Bunga Rampai Salim. Iman Kristen dan Pancasila.(editor. dan Spiritual. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia. Simatupang . Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. 2002 Baru.B.Jakarta: BPK. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Gunung Mulia. Gunung Mulia. Jayapura. 1987 Simatupang. Jakarta: PT. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. Emil .70 Tahun Dr. 1990 Partonadi. Jakarta: Bpk. Soetarman Soediman. Edisi keenam . Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai (Jakarta: Sinar Harapan.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen Perjanjian Baru . Ideolog-Ideologi Politik Kontemporer. 1997 ----------. 1999 PGI. Gunung Mulia. Latuihamallo ( Penyunting) Eka Darmaputra. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi. 21-30 Oktober 1994 . 1986 -----------. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . (Jakarta: Bpk.). 1981 -----------. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKG-PGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. T. Dr. Jakarta: Gunung Mulia. Jakarta: Erlangga .). Saya adalah Orang yang Berhutang . 1984 xc . Bersama-sama Meletakkan Landasan Moral. Visi Gereja Manusia Milinium Pemikiran. dalam buku .Pardede. 1990 Sargent. Jakarta: Gunung Mulia. Wainata. P. Samuel ( penyunting. Kontek Berteknologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. Jakarta: Bpk. Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal Landas. 2002 Sairin. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.) Widi Harijati Rahadi . D.

Gunung Mulia. Kehadiran Kristen dalam Perang. Mencari Tuhan dengan Kacamata Barat. Bangsa dan Negara .(dkk. 1993 xci .). Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Jakarta: Bpk. Viktor I . Gunung Mulia. Spiritualitas. 1996 Steenbrink. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. Jakarta: Wahana. Jakarta: BPK. Jakarta: Bpk. Sosiologis. Paulus . Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia . Nasional.J. Yogyakarta: Basis. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.P. Filosofis. 1987 ------------.Jakarta: Bpk. Jacob.Yogyakarta: Kanisius. Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan.Jakarta : Sinar Harapan . 1993 Vredenbergt. Gunung Mulia.Yogyakarta: Kanisius. Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis. A . Revolusi dan Pembangunan.1970 Soewarno. 1955 Soekarno.Winarno. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia. 1993 Tanja.1996 dan Teknik Penelitian Masyarakat.Yuridis Kenegaraan . Pancasila Dasar Negara Indonesia.Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. Filsafat Pancasila . 1985 -----------. 1958 Surachmad. Jakarta: Bp. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press.-----------. Pluralitas. 1991 ----------. Gunung Mulia. Bambang Ruseno. Karel. Lahirnya Pencasila . Metode Gramedia. Dari Revolusi ke Pembangunan . dalam Negara Pancasila yang Membangun. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah. 1988 Subagyo. Bandung: Tarsito. Rahmat . dan Pembangunan di Indonesia. 1996 Utomo.

Nogorojo No. Yogyakarta (2000: Islam : Kampung Baru. Gowok Yogyakarta : Miswandi : Kampung Baru. disunting oleh Oetojo Oesman dan Alfian . Tanjung Makmur (1993-1996) MA. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 1959 CURRICULUM VITAE Nama Tempat Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Asal Alamat di Yogyakarta PENDIDIKAN SDN. Kab. P. VI. Abdurrahman. Pancasila Sebagai Ideologi. Jakarta : B-7. 11 Desember 1979 : Laki-Laki sekarang) xcii . Dalam buku. Kec.3 Klpk. 1991 Yamin. Indragiri Al-Islami. Tembilahan. Indragiri Al-Islami. 016 Kampung Baru (1987-1993) MTs. Berbangsa dan Bernegara .Wahid. Tanjung Makmur (1996-1999) Masuk IAIN Sunan Kalijaga Fakultas Ushuluddin. Jakarta: Prapanca. Riau : Jl. P. Sapat. Muhammad. P. Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. P. Pembahasan UUD Indonesia .

NAMA ORANG TUA Ayah Ibu Agama Alamat : H. Miskun : Hj. Siti Wartini : Islam : Kampung Baru, kec. Sapat, Kab. Tambilahan, Riau.

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul Drs. Rahmat Fajri. Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta NOTA DINAS Kepada Yang Terhormat Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa maupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama Nim
Jurusan : PA

: MISWANDI : 00520012

xciii

Judul Skripsi : HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA ( Studi atas Pemikiran T. B. Simatupang ) Maka pembimbing / pembantu pembimbing kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk dimunaqasahkan . Demikian , mohon dimaklukmi adanya. Wassalammu’alaikum Wr. Wb. Yogyakarta, …….. Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul NIP. 150169820

Drs.Rahmat Fajri NIP. 150275041

MOTTO

“ Kalau Ingin Menguasai Negara Kuasailah Ilmu. Kalau Ingin Menguasai Dunia dan Akhirat Kuasailah Ilmu. ”

xciv

PERSEMBAHAN

Karya ini Kupersembahkan Kepada : Almamaterku yang sangat dibanggakan Bapak dan Ibu Tercinta Adik-Adikku tersayang, Jumadi, Salman al-Farisy Seseorang yang selalu dekat di Hati

xcv

3. Moh. xcvi . yang sudah sepantasnya penulis menghaturkan terima kasih terhormat : 2. penulis banyak mendapatkan masukan dan bantuan dari berbagai pihak baik moril maupun material. hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Dalam penulisan skripsi ini. Bapak Drs. Subagyo. H. Fahmi. Selaku Dekan Fakultas yang sebesar-besarnya kepada mereka yang Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga.. yang senantiasa melimpahkan taufik. yang telah menuntun kita kejalan kemenangan dunia dan akhirat.hum. M.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT. M. Shalawat seiring salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad Saw. Drs.Ag. H. Selaku Ketua Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga.

Arif. Bapak. 11. H. Nova. selalu memberikan Bapak. Drs. Yani tercinta. Didit. yang selalu banyak memberi masukan sehingga terwujudnya skripsi ini. Kepada konco-konco seperjuangan. Serta kepada adik-adikku yang tersayang. Koler. Bapak Prof. Keluarga angkat di Imogiri (Pak Suprafto sekeluarga). 2000. Dian. Kepada orang tua penulis. 7. 6. Bapak Drs. Dr. Ojay Bekers. Rahmat Fajri. Selaku Penasehat memberikan dukungan dan saran demi Akademik yang telah banyak menyelesaikan studi penulis. keluarga besar “HIMARISKA” (Himpunan Mahasiswa Riau Sunan Kalijaga). H. jurusan PA.4. Emon. atas pengorbanan dan jasanya yang tiada terhingga dan tak terbatas mudah-mudahan keduanya diberi umur panjang dan husnul khatimah di akhir hayat mereka. 8. Selaku Pembimbing II. Kepada seseorang yang selalu setia mendampingi penulis baik dalam suka maupun duka. xcvii . Selaku Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga 5. 10. Seluruh Dosen Fakultas Ushuluddin yang telah memberikan kuliah kepada penulis. spesial buat teman-teman kost “WISMA SAWO” (Dedi. Subagyo. 9. Ag. Drs. Rahmat Fajri. yang bimbingan dan memberi saran dan petunjuk dalam penyelesaian skripsi ini. Sony dan abang Tambunan). Petang. Agussalim Sitompul. Selaku Pembimbing I. M.

hanya do’a yang dapat mengiringi ketulusan mereka. sehingga pengorbanan yang tekah mereka berikan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT. ……….00520012 DAFTAR SINGKATAN T. Penulis Miswandi Nim . B.Atas segala kebaikan mereka. HIS MULO KMA AMS KSAP PTTS PBAP DGI = Tahi Bonar = Hollands Inlands School = Meer Uitgebried Lager Onderwijs = Koninlijke Militaire Academie = Algemene Middelbere School = Kepala Staf Angkatan Perang = Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra = Panglima Besar Angkata Perang = Dewan Gereja-Gereja Indonesia xcviii . penulis banyak berhutang budi. Yogyakarta.

PGI VOC BPUPKI PPUUD PKPUUD PPKI PB UUD = Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia = Verenigde Oost Indische Compagnie = Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Panitia Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Perjanjian Baru = Undang-Undang Dasar ABSTRAK Negara Indonesia merupakan negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam. dari kalangan Islam menginginkan dasar negara harus berasaskan Islam seperti Piagam Jakarta . Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Penelitian ini bersifat kepustakaan murni ( library research). Metodologi Penelitian ini adalah pertama. kedua. peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode dokumentasi. Analisis data . tapi dari kalangan non mulslim menolak bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta yang berbunyi “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Metode Pendekatan. karena penelitian sejarah ini mengkaji pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu menyakinkan apa yang harus dikerjakan sekarang dan masa yang akan datang. atau yang sering di sebut dengan Modus Vivendi . jadi setiap warga negara Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . Untuk menghindari atau mengakhiri perdebatan tersebut.Ketika bangsa Indonesia ingin membentuk dasar negara maka terjadilah suatu perdebatan yang hangat antara kalangan Islam dan non Islam . ketiga. B. tapi ada juga yang beragama non Islam. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. B. Karena Modus Vivendi itu merupakan sesuatu yang telah di xcix . dan untuk menembah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Pengumpulan data. peneliti dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T. dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sejarah atau historis.Simatupang Pancasila adalah sebuah ideologi yang dapat melindungi semua rakyat Indonesia.B. Hasil penelitian ini adalah menurut T. sedangkan manfaat penelitian ini adalah untuk akademik sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. keempat. maka kedua tokoh-tokoh agama tersebut menyepakati untuk mengubah nya dengan kalimat “ Ketuhanan Yang Maha Esa “. maka tokohtokoh agama dari kalangan Islam dan non Islam melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta .

Sikap kreatif. Sikap positif. karena sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia . HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA (Studi Atas Pemikiran T. Simatupang) Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam Oleh: MISWANDI c .tentukan melalui dialog. kadua. Sikap kritis. keempat. melalui kerja sama. Maka dari itu setiap agama yang ada di Indonesia dapat berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. Sikap realistis. Kemudian Pancasila dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. ketiga. Sikap-sikap tersebut sebagai partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini sebagai pengamalan Pancasila. ketika gereja ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa ini maka gereja mempunya beberapa sikap pertama. dan bisa menghadapi segala tantangan dari seluruh rakyat Indonesia . B.

NIM: 00520012 JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2004 ci .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->