DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN NOTA DINAS ..............................................................................

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………… HALAMAN MOTTO........................................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………. KATA PENGANTAR ....................................................................................... DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. DAFTAR SINGKATAN .................................................................................... ABSTRAK .......................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………. A. Latar Belakang Masalah .............................................................. B. Rumusan Masalah ....................................................................... C. Tujuan Penelitian ......................................................................... D. Telaah Pustaka ............................................................................. E. Metodologi Penelitian .................................................................. F. Sistematika Pembahasan .............................................................. BAB II. SKETSA BIOGRAFI T.B. SIMATUPANG ………………………. A. Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan ................................ B. Karir dan Kegiatannya ................................................................. C. Karya-Karya T.B. Simatupang .................................................... ii iii iv v vi viii xi xii 1 1 7 7 8 11 12 14 14 18 21

viii

D. Orang-Orang Yang Mempengaruhi Pemikiran T.B. Simatupang .. 22 BAB III. PEMIKIRAN T. B. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA. 27 A. Pemahaman Indonesia ...27 1. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia .............. 28 2. Pemahaman T.B.Simatupang Kristen Protestan Tentang Ideologi Pancasila .............................................................................................32 B. Aspek-aspek Pemikiran T.B. Simatupang Tentang Hubungan Kristen 35 35 37 40 T.B.Simatupang Tentang Kristen Protestan di

Protestan dengan Pancasila di Indonesia ..................................... 1. Aspek Sejarah ....................................................................... 2. Aspek Politik ........................................................................ 3. Aspek Agama ........................................................................

C. Pemahaman Tentang Pancasila .......................................................... 41 1. Pengertian Pancasila .................................................................... a. Pengertian Pancasila dari Etimologi ..................................... b. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi ......................... 2. Sejarah Singkat Tentang Pancasila .............................................. 3. Fungsi Pancasila ........................................................................... a. 42 42 43 43 51

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia ....... 51

ix

b. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia ........... c. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia ..................... BAB IV. PENGARUH PEMIKIRAN T.B. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA …………… A. Pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa .....................................................

53 56

58

58

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia Sebagai Pengamalan Pancasila ....................................................... C. Analisis Penulis ............................................................................. BAB V. PENUTUP …………………………………………………………… A. Kesimpulan ..................................................................................... D. Saran-Saran ..................................................................................... E. Kata Penutup.................................................................................... DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... CURICCULUM VITAE 63 70 76 76 78 79 80

x

dengan menyatakan bahwa di dalam kerangka kepercayaan kepada yang transenden.B.B. bahwa agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah menjadi dasar dan memberikan warna terhadap semua segi kehidupan bangsa.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia. bangsa yang memiliki kepercayaan dan hubungan dengan Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. 92. 1984). Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila Yang Membangun (Jakarta: PT. 12-13. Namun sejarah dari masa ke masa menunjukkan. 1 xi .). Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: BPK. selama pemahaman tentang kelima sila dari Pancasila tetap terbuka dan Pancasila tidak kemudian menjadi doktrin yang tertutup. Bahwa Pancasila telah memberikan banyak inspirasi. yang dinyatakan dalam sikap hidup yang didasarkan kepada ajaran-ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang penuh toleransi di antara pemeluk-pemeluknya. Gunung Mulia. 2 T. sejak semula telah dikenal sebagai bangsa yang religius. 1996). hlm. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah diakui oleh masyarakat Indonesia. hlm. tidak ada masalah untuk menerima Pancasila. BPK. Gunung Mulia.1 Menurut pandangan Kristen Protestan.2 T. Simatupang ( dkk . orang-orang yang sudah memiliki agama dapatlah terus melakukan dialog berdasarkan sikap saling menghargai demi tanggung jawab bersama. Simatupang . Orang-orang Kristen Protestan dapat memahami sila pertama.

Faisal Ismail . antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan karena tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam Islam.B. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama. pemimpin politik dari kalangan Protestan.97. bahkan nasionalis sekuler tidak menggunakan agama sebagai ideologi atau sistem politik. hlm. Secara tegas kelompok-kelompok nasionalis sekuler menolak agama dijadikan sebagai dasar negara. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok-kelompok yang menjadi pemimpin politik yang di Indonesia seperti pemimpin pilitik dari kalangan muslim.4-5. pemimpin politik dari kalangan Hindu.5 3 T.cit. Ada dua kelompok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan ideologi suatu bangsa. pada dasarnya sila-sila dari Pancasila itu telah berakar pada jiwa Bangsa Indonesia.Negara Indonesia yang memilki Pancasila sebagai dasar negara maupun filsafat hidup atau pegangan hidup bangsa Indonesia. Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila (Yogyakarta: Tiara Wacana.cit. setiap rakyat Indonesia harus mempercayai Tuhan Yang Maha Esa. op. loc. hlm. 1999). yang telah ditransformasikan menjadi dasar konsep politik yang sedemikian rupa. Pertama.) . xii . 5 4 Faisal Ismail.3 Pancasila berfungsi sebagai bimbingan moral dan etika. Meskipun secara personal nasionalis sekuler bukan kaum sekuleris.. Simatupang (dkk. pemimpin politik dari kalangan Katolik..4 Kelompok nasionalis muslim adalah kelompok yang mempunyai gagasan bahwa Islam harus dijadikan sebagai dasar negara. kelompok nasionalis sekuler kedua kelompok nasionalis muslim.

. agar semua agama yang ada di Indonesia dapat menerimanya. Pancasila tanpa agama akan kosong hasilnya. sehingga terbentuklah Piagam Jakarta pada butir pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. yang pantas dijadikan dasar negara adalah Pancasila.5.7 Bunyi butir pertama dari Piagam Jakarta mendapatkan tantangan yang keras dari orang-orang yang non muslim. di negara Indonesia yang meskipun umat Islam yang pada dasarnya harus menerima Pancasila sebagai ideologi negara. Ibid . hlm.8 Agar bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah maka kedua kelompok tersebut melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi pertama dari Piagam Jakarta agar tidak menyinggung perasaan dari kalangan agama minoritas. Seakan-akan menonjolkan agama orang yang mayoritas yaitu agama Islam. Islam Pancasila dan Asas Tunggal (Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. 1983). Bunyi butir pertama Piagam Jakarta yang memberikan posisi umat Islam di Indonesia yang memungkinkan untuk menerapkan syariat Islam. hlm .6 Menurut Faisal Ismail Konflik antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim mengenai landasan falsafah negara tetap tegang. Oleh sebab itu . Hindu dan Budha yang butuh perlindungan dari negara. jika tidak diganti butir pertama dari Piagam Jakarta. bukan berarti setelah ber Pancasila lalu meninggalkan agama. yang menyatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam sangat mengesampingkan agama-agama lain yang ada di Indonesia. 7 8 xiii .. hlm. maka dengan 6 Deliar Noer. tetapi Pancasila dan agama harus sejalan. maka dari kalangan agama orang yang minoritas yaitu agama non Islam akan memisahkan diri dari Republik Indonesia.45-46.Di bumi Indonesia tidak hanya mayoritas agama Islam saja tetapi masih ada agama-agama lain seperti Katolik. 49. Ibid. Protestan.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan 6.kesepakatan bersama antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim . Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani ( Yogyakarta : Paradigma. 1997 ). 55-56. Kemanusiaan yang adil dan beradab 4.9 Untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan antara kelompok nasionalis sekuler dan kelompok nasionalis muslim. 2. maka PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. 110 –111. Selain itu juga kebebasan untuk memeluk agama di Indonesia ditegaskan dalam UUD 45 Pasal 29 yang berbunyi: 1. hlm.10 Dengan disahkannya UUD 45. Gunung Mulia.1999 ).11 9 Ibid . Persatuan Indonesia 5. maka nilai-nilai yang esensial dalam Pancasila adalah: 2. 11 Eka Darmaputra. Kaelan . Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta : BPK. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia . Pancasila Identitas dan Moralitas.. maka Piagam Jakarta diganti dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. 10 xiv . hlm. Pancasila Yuridis kenegaraan. Ketuhanan Yang Maha Esa 3.

dalam pelaksanaannya secara keseluruhan dapat mendukung pengembangan kegiatan setiap agama yang ada di Indonesia.12 Pancasila dapat dijadikan sebagi alat pemersatu bangsa Indonesia. Penjelasan Al-Kitab: Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. dalam bidang keagamaan. (Kejadian 1:127). 13. 1985 ). 21-22. Bernegara. Yuridis Kenegaraan ( Yogyakarta: Kanisius. hlm. Bermasyarakat ( Malang : Departemen Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia . Kenyataan telah mewujudkan bahwa dengan Pancasila dapat menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dapat membawa keutuhan negara Republik Indonesia. Oktavianus. hlm. sosial dan ekonomi. Pancasila Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Rajawali Press.Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis.Pasal-pasal yang terdapat dalan UUD 45 yang merupakan sebuah transformasi Pancasila sebagai norma-norma untuk hidup bermasyarakat.14 Penjelasan butir demi butir dari kelima butir Pancasila yang erat hubungannya dengan Al-Kitab adalah: 1. 135-136. sebagai mana jelas dalam tindakannya Penciptaan langit dan bumi. politik. Sosiologis .13 Butir demi butir dari kelima sila Pancasila dalam penjelasannya jelas tidak bertentangan dengan Al-Kitab. hlm. Suwarno. hukum. Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kasih (1 Yohanes 4:8) PJ. Filosofis. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa . Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Sila ini dapat memberikan suatu kebebasan ruang gerak bagi kemerdekaan beragama. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. 14 xv . 13 12 Rozikin Daman. dapat diterima oleh semua pihak. 1992 ). 1993). setiap orang harus meyakini adanya Tuhan Yang maha Esa dan memberikan kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing. P.

untuk bersikap adil. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Sila ini menjelaskan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. Kasih itu murah hati……” (I. (Mazmur 82:3) Dengan demikian menurut orang Kristen sila-sila dalam Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Kitab bahkan dalam pelaksanaannya secara konsekuen/mendukung apa yang terdapat dalam Al-Kitab. Korintus..Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Penolong. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab Sila ini menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia harus meningkatkan martabat manusia. suka memberikan pertolongan kepada orang lain. musyawarah untuk mancapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. mendahulukan kepentingan masyarakat dari kepentingan pribadi walaupun berbeda-beda kita tetap satu. Penjelasan Al-Kitab: “Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim belalah hak orang-orang yang sengsara dan orang yang kekurangan”. Penjelasan Al-Kitab: Manusia itu agung dan mulia karena manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang dibentuk atau diciptakan Allah (Kejadian: 1:22) 3. Korintus. Tuhan Khalik Langit dan Bumi beserta segala isinya (Mazmur. 13:14) “Tidak mengambil keuntungan diri sendiri” (I. Penjelasan Al-Kitab: “Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri…” (Roma 14:7a) 4. 121:1-2) 2. 16-20 xvi .15 15 Ibid. 13:5) 5. dan dapat menikmati hak-haknya dan melaksanakan tanggung jawabnya. Penjelasan Al-Kitab: “Kasih itu sabar. hlm. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Sila ini menjelaskan. Sila Persatuan Indonesia Sila ini menjelasakan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan demi keselamatan bangsa dan negara.

Pancasila mempunyai daya tarik emosionalnya tersendiri. Iman Kristen dan Pancasila . Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia mempunyai beberapa tujuan yaitu : Untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ? Apa pengaruh pemikiran T.B. Secara akademik penelitian ini sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama. 10. Simatupang Pancasila adalah lebih dari sekedar payung. 16 T. hlm.B. Simatupang Indonesia ? terhadap agama Kristen Protestan di Tujuan Penelitian Penelitian tentang pemikiran T.B.B. Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah: 2.Penjelasan di atas menurut pandangan T. Pancasila sebuah ideologi dan sebuah pandangan hidup.B.cit.B. Simatupang .. op. xvii . Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. yang menjadi fokus perhatian untuk diteliti adalah: Bagaimana pemikiran T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia dalam konteks yang lebih spesifik Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T.16 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas.B.

Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia ( 1860. Amsy Susilaradeya pada tahun 1997. Kemudian ada buku yang di tulis oleh : A. pada tahun1993 yang berjudul: Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan xviii . yang memaparkan bagaimana peranan agama khususnya Iman Kristiani dalam memberikan sumbangan terhadap tuntutan pembangunan di tengah masyarakat Indonesia yang pluralistik berdasarkan Pancasila sebagai satu-satunya asas bermasyarakat. Pluralitas dan Pembangunan di Indonesia.1960).Dalam buku ini menggunakan pendekatan historis-teologis. Untuk menambah pengetahuan tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . Simatupang dalam buku. yang memaparkan tentang bagaimana perkembangan teologi Protestan di Indonesia selama tahun 1860-1960. dan kapan teologi Protestan di Indonesia lahir ? dan juga siapa tokoh yang membangun teologi Protestan di Indonesia. dan beragama. Hoekema.B. yang di terjemahkan oleh Ny. Dalam buku ini menggunakan pendekatan sosiologis. yang berjudul : Berpikir Dalam Keseimbangan Yang Dinamis . sejauh penulis ketahui agar tidak terjadi duplikasi dalam penelitian ini yang sebelumnya membahas T. berbangsa. Spiritualis. Simatupang.3.B. Kemudian ada buku yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo. maka penulis melakukan telaah pustaka sebagai berikut: Karya ilmiah yang mengkaji tentang pemikiran T. Telaah Pustaka Setelah mengadakan penelusuran pustaka.G. di tulis oleh Victor I Tanja pada tahun 1996.

skripsi tersebut menggunakan pendekatan historis. dan juga untuk membantu bisa saling mengenal satu sama lain dalam rangka saling mengasihi sesama insan yang saling berlainan agama dan kepercayaan. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Berdasarkan telaah pustaka di atas maka peneliti akan mengkaji mengenai pemikiran T. penelitian sebelumnya yang sudah pernah mengkaji pemikiran T.B. dan pembahasannya lebih terfokus bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang makmur dan beradab. yang ditulis oleh: Tri Budi Waryanto.B.) Simatupang ). Kemudian ada skripsi yang berjudul: Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ).B.Islam dan Kristen di Indonesia. Dalam skripsi ini lebih memfokuskan tentang pengertian organisasi kemasyarakatan dalam arti apakah persekutuan gereja-gereja di Indonesia dapat dijadikan sebagai organisasi kemasyarakatan yang dapat mengayomi atau melindungi masyarakat Kristen Protestan di Indonesia. yang memaparkan untuk mengungkap dan mengkaji perkembangan dan pertemuan kedua agama tersebut di bumi Indonesia atau di bumi Pancasila. Kemudian ada skripsi yang berjudul : Gereja dan Pembangunan ( Studi Pemikiran Tahi Bonar ( T. Akan tetapi peneliti harus membedakan terlebih dahulu antara penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian sebelumnya. Dalam buku ini mengunakan pendekatan sosiologis dan teologis. di tulis oleh Ahmad Musfik. dalam skripsi ini menggunakan metode deskriptif analisis dan metode historis. Simatupang adalah Viktor I Tanja yang xix .

Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo yang berjudul Hidup Bersama di Bumi Pancasila : Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia.B. Melalui karya-karya ilmiah. Kemudian yang membedakan antara penelitian penulis dengan penelitian sebelumnya adalah: Bahwa penelitian sebelumnya hanya memfokuskan bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini. Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini bercorak Library Research (Penelitian Pustaka). dalam arti sumber-sumber datanya berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis sekarang yang berjudul hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas Pemikiran T. baik yang tertuang dalam buku. Simatupang ) yang tidak terlepas dari beberapa faktor yaitu: Faktor sejarah. faktor politik dan faktor agama. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Tri Budi Waryanto yang berjudul Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). Pengumpulan Data xx . Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Ahmad Musfik yang berjudul Gereja dan Pembangunan.dan apakah gereja –gereja yang di Indonesia dapat mengayomi atau melindungi umat Kristiani di Indonesia. maupun data-data kepustakaan lainnya yang berkenaan dengan pemikiran T.berjudul Gereja dan Pembangunan.B. majalah. Simatupang.

Kemudian dalam penelitian ini juga penulis dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif 18 . 63. hlm. 1997 ). 19 18 17 xxi . tapi harus mencakup analisis dan interpretasi tentang data itu agar mendapat pemahaman yang lebih jelas lagi 19. hlm. Lihat ! Kontjaraningrat . Lihat ! Jacob Vredenbergt. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat ( Jakarta : Gramedia. Winarno Surachmad.Dalam penelitian ini penulis dalam mencari data menggunakan metode dokumentasi. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Dapan Masyarakat. dan juga buku yang berjudul Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos.17 Dalam metode dokumentasi nantinya peneliti akan menemukan sumber data primer dan sumber data sekunder. kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan wawasan penulis. hlm. Metode-Metode Penelitian Masyarakat ( Jakarta: Gramedia. Iman Kristen dan Pancasila . Simatupang yang berjudul. Bangsa dan Negara. Analisis Data Dalam penelitian ini penulis dapat mengumpulan tulisan atau data yang berhubungan dengan tema yang diangkat dalam penelitian ini.B. dokumen yang tersimpan di perpustakaan . 131. 1970 ). Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah ( Bandung :Tarsito . Dan data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku yang memang representatif dalam mendukung penelitian ini. maka sumber data primer yang utama adalah tulisan T. Metode deskriptif adalah langkah-langkah melakukan reinterpretasi obyektif tentang permasalahan yang di teliti. jadi dalam menganalisis data tidak hanya sebatas mengumpulan data saja dan menyusunan data. 1986). Metode dokumentasi adalah pngumpulan data yang bersipat dokumenter. 34. kemudian penulis menelaah data yang telah terkumpul tersebut.

halaman nota dinas. metodologi penelitian dan sistematika pembahasan.B.B. sketsa biografi T. Masa kecil dan latar belakang pendidikan. Simatupang .B. membahas pemikiran T. xxii . halaman pengesahan. telaah pustaka. 17. Pengantar Ilmu Sejarah ( Yogyakarta : Yayasan Budi Budya. hlm. karya-karya T.Simatupang tentang Kristen Protestan di Indonesia.dan pemahaman 20 Kuntowijoyo. daftar isi. dan orang-orang yang mempengaruhi pemikiran T. yang meliputi sejarah singkat masuknya Kristen Protestan di Indonesia. Simatupang Bab ketiga. daftar singkatan dan abstrak. latar belakang masalah. Sedangkan bagian isi yang merupakan inti dari pembahasan skripsi ini. karena pendekatan sejarah biasanya meliputi pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu mengetahui apa yang harus di kerjakan sekarang dan masa yang akan datang.20 Sistematika Pembahasan Untuk lebih memudahkan dalam penyelesaian penelitian ini. halaman persembahan.B. tujuan penelitian.Metode Pendekatan Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. yang meliputi pemahaman T. 1995 ). Simatupang. halaman motto. karir dan kegiatan. penyusun akan menggunakan sistematika sebagai berikut : Bagian depan memuat halaman judul. penulis susun dalam bab-bab sebagai berikut: Bab pertama. rumusan masalah.B. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. kata pengantar . Bab kedua.

Sedangkan Simatupang merupakan nama marga untuk orang Batak dari pihak ayahnya. membahas tentang apa pengaruh pemikiran T. BAB II SKETSA BIOGRAFI T. sejarah singkat tentang Pancasila. T.B.B.Simatupang tentang ideologi Pancasila. fungsi Pancasila. Bab keempat.B.B. Simatupang. yang meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. pengertian Pancasila. Simatupang adalah anak dari seorang Pegawai Negeri. yang terdiri dari kesimpulan. Bab kelima. penutup. dan ibunya.B. dan aspek agama. dan meningkatkan partisipasi gereja dalam membangun bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. Kepala Kantor Pos Sidikalang. yang meliputi : aspek sejarah. saran-saran. Nama-nama yang diberikan oleh ayahnya untuk nama xxiii .B. aspek politik.T. Kemudian pemahaman tentang Pancasila yang meliputi. dari delapan bersaudara. Simatupang mempunyai delapan bersaudara. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Simatupang singkatan dari Tahi Bonar dalam bahasa Batak yang berarti permufakatan atau tujuan yang benar. B. T. seorang wanita yang penuh kasih sayang kepada anak-anaknya. beliau anak yang kedua. kata penutup daftar pustaka dan curriculum vitae. Kemudian aspek-aspek pemikiran T. Kemudian analisis penulis. ayahnya bernama Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang. lahir di Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatra Utara tanggal 28 Januari 1920-1990. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. B. T. berasal dari Laguboti. SIMATUPANG Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan T.

Batara dari mitologi Batak-Hindu ditambah dengan Ningrat. B. anak yang keempat Pinta Pasu. T. karena T. yang memiliki arti anak pemberian Tuhan yang lahir pada hari Jumat. kemudian keluarganya pindah ke Pematang Siantar. 2 Pada tahun 1927-1934 berkembang semacam kesadaran nasionalisme yang tinggi dalam masyarakat Pematang Siantar.. hal semacam ini terlihat jelas dengan pertumbuhan berbagai macam organisasi yang dapat mengasah pengetahuan. yang artinya anak laki-laki. Simatupang termasuk anak yang pintar. dan anak yang kedelapan Riaraja.1 T. Bintang Batak. Bangsa dan Negara (Jakarta : Sinar Harapan . rajin T. B. anak yang kedua Tahi Bonar yang memiliki arti permufakatan atau tujuan yang benar. Simatupang . di Pematang Siantar inilah telah tumbuh sebuah semangat baru yang dapat menambah kesadaran mengenai harga diri dan tanggung jawab yang dimiliki oleh orang-orang Pematang Siantar. yang mempunyai arti wibawa kemenangan. Simatupang pada usia 6 tahun keluarganya pindah ke Siborong-borong.B. hlm. Simatupang masuk sekolah HIS (Hollands Inlandse School) yaitu pada tahun 1927. Sahala Hamonangan. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. anak kelima Maruli Humala Diasi. 1991). Di Pematang Siantar inilah T. B. yang berarti laki-laki. tapi keluarga beliau tinggal hanya 9 bulan di Siborong-borong. 22. Ada nasionalisme Indonesia dan nasionalisme Batak dan Kristen. dan juga telah terbit berbagai macam media cetak seperti: Suara Kita. dengan adanya media cetak semacam ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan. kesadaran nasionalisme yang lebih luas dari nasionalis Batak. di sinilah beliau masuk sekolah Zending. anak yang ketiga Frieda Theodora. seperti nama anak yang pertama dari ayahnya. anak yang ketujuh Batara Ningrat. Simatupang meyelesaikan sekolahnya di HIS pada tahun 1934.B. 20 . yang berarti perempuan. anak yang keenam Tapi Omas yang berarti perempuan. xxiv . 2 1 Ibid. dengan predikat yang memuaskan.anaknya menciri khaskan nama-nama orang Batak. hlm.

pada tahun 1934 melanjutkan studinya ke Sekolah Menengah Pertama Kristen. AMS di Salemba ini termasuk sekolah yang terbaik di Hindia-Belanda. Christelijke MULO merupakan sekolah elite bagi masyarakat Kristen Batak . B. dan siswa-siswinya kebanyakan anak-anak orang Belanda yang mempunyai status sosial yang tinggi. berkualitas. Batavia (Jakarta) karena pada waktu itu di Sumatra belum ada SMA. dalam bahasa Belanda (Christelijke Meer Uitgebreid Lagar Onderwijs atau Christelijke MULO ) Dr. maka semangat nasionalisme sangat berkobarkobar.B. xxv . dan bertanggunga jawab. Simatupang melanjutkan studinya di pulau Jawa yaitu masuk sekolah Christelijke Algemene Middelbare School atau Christelijke AMS (SMA Kristen). 39. sedangkan 3 Ibid. B. sekolah yang mempunyai kualitas yang bagus dan disiplin yang tinggi. baik itu buku pelajaran atau buku-buku umum yang lebih banyak menambah pengetahuan.. dan rajin membaca buku. Kemudian T. hlm. Nomensen yang terletak di Tarutung. dalam hal ini ia telah dapat menyelesaikan sekolahnya dengan baik. maka siapa yang mau sekolah SMA harus ke pulau Jawa. Simatupang.3 Setelah masuk sekolah MULO. T. di Salemba. Simatupang belajarnya sangat tekun sekali. T. dan mendidik siswasiswinya dengan baik agar dapat menjadi orang yang pintar. T. B. Simatupang menyelesaikan studinya di MULO tahun 1937 dengan mendapat predikat yang memuaskan.dan juga kutu buku.

hlm. Kemudian setelah T. B. Pada tahun 1940 T. tapi ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa yang dapat hidup mandiri. ia berangan-angan atau bercita. karena ada berita tentang penguasaan Jerman terhadap Belanda. yang ada di jalan Kernolong Jakarta. Semangat nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia ketika masuk sekolah AMS makin bergejolak seperti yang dialami oleh T. Jadi pemuda-pemuda Belanda yang ada Hindia-Belanda harus ikut jadi militer untuk mempertahankan Belanda. ketika ia aktif di gereja ia banyak mendapatkan teman dari mahasiswamahasiswa teologi. xxvi . B. meskipun hanya tiga tahun di Batavia. karena nanti apabila telah selesai studi kedokteran akan mengabdi dan bekerja di rumah sakit Gereja. dan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap kecintaannya dengan Indonesia. B. T. dengan berorientasi dengan orang-orang Belanda di lingkungannya. Simatupang sewaktu sekolah AMS di Batavia ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan di gereja.cita ingin melanjutkan studinya tentang kedokteran.4 Akan tetapi iklim pada saat itu tidak memungkinkan. Simatupang. khususnya gereja Batak. B.. 80. Simatupang menyelesaikan studi AMS di Salemba.putra-putri bangsa Indonesia yang masuk sekolah AMS adalah golongan-golongan kelas atas. ia sering hadir dalam pertemuan-pertemuan mahasiswa teologi yang telah memiliki semangat yang tinggi dengan hadirnya gereja-gereja di Indonesia. Oleh karena itu dibukalah pembukaan sekolah KMA (Koninlijke Militaire Academie) 4 Ibid. Simatupang dapat menyelesaikan studi AMSnya dengan hasil yang memuaskan.

orang-orang Indonesia bisa menjadi militer dan mampu bersaing dengan militer di negara-nagara lain. ia juga dipercaya untuk membantu sepenuhnya pembangunan militer angkatan bersenjata Indonesia.atau Akademi Militer kerajaan Belanda di Bandung. Simatupang. semua itu untuk menepis mitos-mitos yang dilontarkan orang-orang Belanda kepada Indonesia. B. memiliki pengalaman militer sangat banyak sekali. yang berjuang untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi T. B. B. B. B. T. dari pengalaman-pengalaman yang ia peroleh dapat dikembangkan kepada tentara-tentara atau militer Indonesia. B. Simatupang dalam pangkat kemiliterannya berpangkat Letnan satu. tetapi yang perlu diingat dan dicatat T. T. Karir dan Kegiatannya T. yang ia dapatkan dari orang-orang Belanda/militer Belanda yang pernah medidik ia untuk mejadi militer. Karir T. Orang Indonesia tidak mampu membangun suatu angkatan perang. dan selalu mejadi perwakilan dari pihak angkatan bersenjata dalam delegasi Indonesia berbagai perundingan dengan Belanda di Konfrensi Meja Bundar. B. sangat dibanggakan sebagai anak bangsa dapat mejadi militer yang profesional. Misi utamanya adalah xxvii . mendaftarkan diri untuk masuk akademi itu. dan ia lulus dengan baik. Simatupang bertekad dan berusaha untuk menolak semua mitos-mitos itu. Simatupang. Simatupang masuk militer. bahwa orang Indonesia tidak cocok untuk menjadi militer. T. Simatupang bekerja untuk orang Belanda tetapi rasa nasionalisme terhadap Indonesia tetap tidak berubah dan tidak akan pernah padam. Simatupang tentang militer. B.

tapi dalam waktu yang sangat singkat. B.Simatupang .mendesak Belanda membubarkan KNIL (tentara boneka ciptaan Belanda) serta mengukuhkan TNI sebagai kekuatan inti bagi angkatan perang RI. Simatupang telah banyak jasanya terhadap perjuangan bangsa Indonesia. dengan menduduki sebagai wakil I Kepala Staf Angkatan Perang. sebagai wakil KSAP ia membantu Jendral Sudirman dalam pengamanan bangsa Indonesia terhadap penjajah. Pada saat itu Jendral Sudirman dalam keadaan sakit yang sangat kritis. Pada tanggal 29 Januari 1950. B. 5 xxviii . ia di percayakan sebagai pengganti Kolonel Hidayat.B. B. B. Dengan adanya pergeseran jabatan. dan yang memegang wakil I Kepala Staf Angkatan Perang adalah Kolonel Hidayat. Simatupang pernah memegang jabatan wakil II Kepala Staf Angkatan Perang (W II KSAP). 9. T. Waktu luang tersebut diisi T. Simatupang di pensiunkan dari Kepala Angkatan Perang pada tanggal 21 Juli 1959. hlm. Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan ( Jakarta: PT. dan yang menjadi Kepala Angkatan Perang (KSAP) pada saat itu adalah Jendral Sudirman. Simatupang . maka Jendral Sudirman memberikan tanggung jawab kepada T. Jendral Sudirman meninggal dunia. Pembangunan. ia banyak mempunyai waktu luang. B. dan juga diundang dalam pelayanan gereja-gereja di Indonesia. B. tetapi Kolonel Hidayat ditugaskan di Sumatra. maka. sebagai Panglima Tentara dan Teriotorium Sumatra (PTTS). maka T. Setelah keluar dari dinas kemiliteran. dengan demikian yang menggantikan Kepala Staf Angkatan Perang adalah T.5 Sebagai wakil Kepala Staf Angkatan Perang. Karir T. T. B. yang merangkap menjadi panglima Besar Angkatan Perang (PBAP). 1960 ). Simatupang agar dapat memimpin Staf Angkatan Perang Republik Indonesia. Simatupang di minta untuk menjadi penasehat militer. T. Simatupang memang agak menanjak.

hlm. Studi tentang teologi sangat luas. tahun 1984. Ia sejak tahun 1975-1984.Simatupang. kemudian ia terpilih sebagai ketua Badan Pekerja Harian. maka semua pengabdian harus berhenti. dalam dimensi teologi. sangat cemerlang. Simatupang dalam Dewan-Dewan Gereja di Indonesia lewat bidang gereja dan masyarakat. dan juga ia menekuni studi tentang teologi.).187-188.. menjadi presiden mewakili gereja-gereja se-Asia selama satu periode.6 Ketertarikan T. jabatan itu dipercayakan kepadanya sampai sidang raya X DGI di Ambon. sehingga kita dapat terus mempelajari teologi itu seumur hidup. B. pengabdiannya sangat luar biasa maka haruslah kita hargai. ia aktif menjadi anggota DGI. 15. hlm. T. 1990 ).cit.B.dengan menulis dan membaca banyak tulisan-tulisannya yang beredar di media masa dan forum-forum pertemuan. Masa pengabdiannya di DGI/PGI.op. Samuel Pardede ( penyunting . Saya adalah Orang yang Berhutang ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. B. maka masalahnya terbukti dapat dipahami secara lebih mendalam. B. ia meninggal dunia pada tanggal 1 Januari 1990 karena sakit. sampai periode 19891994. 6 T. Membuktikan Ketidakbenaran …………. Simatupang aktif juga dalam sidang gereja-gereja dan dewan gereja-gereja sedunia.7 Periode 1984-1989 T. 7 xxix . Pengabdiannya terhadap gereja-gereja dan juga bangsa dan negara. tapi dengan faktor usia yang sudah tua. Simatupang terpilih sebagai Ketua Majlis Pertimbangan PGI.

1960 b. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.C. Kehadiran Kristen Dalam Perang. Karya-Karya T. 1967 c. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa xxx . 1984 e. Peranan Angkatan Perang Dalam Negara Pancasila yang Membangun. T. Jakarta: PT. Jakarta: BPK. Gunung Mulia. Simatupang: Saya Adalah Orang Yang Berhutang. Pembangunan. 1986 f. Tugas Kristen Dalam Revolusi. Simatupang 1. Dari Revolusi ke Pembangunan. Jakarta: BPK. Pembangunan: Berjuang Mengamalkan Pancasila Dalam Terang Iman. 70 Tahun Dr. 1980 d. Jakarta: Idayu. Jakarta: Badan Penerbit Kristen. Gunung Mulia. Laporan dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan. Gunung Mulia. Revolusi dan Iman Kristen dan Pancasila . 1987 g.B. 1990 h. Jakarta. Dalam Bentuk Buku a. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. B. BPK.

Peninjau. penulis peroleh dari berbagai sumber buku yang dikarang oleh T. 1984 d. T. B.B. Bangsa dan Negara. Peranan Teologi Dalam Masyarakat Indonesia. D. BPK Gunung Mulia. Simatupang Ada beberapa pemikiran yang mempengaruhi perjalanan intelektual T. untuk mempelajari tentang perang. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.Depan. “Strategi Partisipasi Kristen Dalam Pembangunan Pendidikan Di Indonesia”. 1979 Karya-karya T. Masyarakat. Peninjau. Peninjau. Dapatkah Ilmu-Ilmu Sosial Memberikan Sumbangan Dalam Mission Imposible Kita ?. Peranan Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila yang Membangun. Simatupang yang dicantumkan oleh penulis di atas. Prisma. 1991 i. xxxi . Artikel a. 1996 2. Orang Orang Yang Mempangaruhi Pemikiran T. Peninjau. “Dukungan Birokrasi Modal Memenagkan Pemilu”. Jakarta: PT. Simatupang yaitu Carl Von Clausewitz. Setia. 1987 f. 1987 “Spiritualitas dan Beragam Keagamaan di Indonesia”. B. B. 1982 b. 1984 e. Simatupang sendiri . Masalah. c.masalah Etika dan Moral Dalam Pembangunan Yang Mengamalkan Pancasila. B.

9 13. kaum proletar dapat memegang kekuasaan dari kaum borjuis. Revolusi sosial. B. khususnya bidang militer serta masalah-masalah diplomasi dan politik yang terkait dengan perjuangan militer. B. Gunung Mulia.9 Masih ada pemikiran yang mempengaruhi intelektual T. Simatupang sejak dari muda ia sudah mempelajari atau menambah wawasannya tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx. B. Simatupang . 1984 ). 118. sehingga ia dapat mempelajari dengan sungguh-sungguh. untuk mempelajari tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx tentang struktur sosial yang ada dalam masyarakat.Simatupang pada masa mudanya mengagumi tentang pemikiran Carl Von Clausewitz tentang perang. perjuangan kelas sosial akan melukiskan revolusi.8 T.B. T. op. 8 T. kemudia ia memberikan landasan teoritis bagi sumbangan dalam perjuangan bangsa dan negara Indonesia. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPK.B..cit. xxxii .hlm. Simatupang yaitu Karl Marx.. B. Membuktikan Ketidakbenaran……. kemudian Pengetahuan yang ia miliki tentang perang ia praktekkan dan ikut terlibat dalam pengorganisasian tentara dalam melakukan perang gerilya. hlm. T. T. Menurut Karl Marx revolusi harus dibedakan menjadi dua yaitu: revolusi politik dan revolusi sosial. Revolusi Politik apabila kekuasaan politik dipegang oleh kaum proletar (kelas bawah).. Simatupang setelah mendapat pengetahuan tentang perang dari pemikiran Carl Von Clausewitz. kekayaan-kekayaan yang dimiliki kaum borjuis dapat dimanfaatkan oleh kaum proletar untuk kepentingan dan perubahan yang ada dalam masyarakat . dalam menumpas penjajah. Simatupang .

Simatupang mengagumi juga pemikiran Teologi Karl Barth. Ketertarikan T. dan apabila melaksanakan perbuatan-perbuatan kejahatan dan penindasan maka akan mendapat dosa.hlm. ( terj . Clifford Green. Karl Barth. 14. hlm. Gunung Mulia. dan manusia harus suci dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. yang disimpulkan dalam istilah “dosa”. 11 10 xxxiii . menurutnya teologi kemerdekaan adalah sebuah teologi yang memandang pada kemerdekaan Allah yang memberikan kasih sayang dan karunia kepada kemerdekaan manusia.). Swiss (10 Mei 1886) dengan teologinya yang sangat terkenal Teologi Kemerdekaan. dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut maka akan selau dikasihi Allah. 1087 ). Karl Bath berasal dari kota Basel. Ideologi-Ideologi Politik Kontemporer. semajak ia mempelajari revolusi nya Karl Marx dapat menambah rasa sosialismenya terhadap rakyat Indonesia atau bangsa Indonesia. Jadi menurut Karl Barth manusia jangan sampai melakukan tindakan kejahatan dan menindas orang-orang yang lemah atau tidak mampu.Simatupang mempelajari revolusi ini untuk mengetahui sebagai mana pentingnya perubahan-perubahan yang harus dilakukan dan tidak ada penindasan terhadap rakyat. Maksud kemerdekaan di sini adalah merdeka dari tindakan kejahatan dan penindasan. Marie Claire Barth ( Jakarta: BPK. 1989 ). Simatupang dengan teologinya Karl Barth adalah bahwa Karl Bath menginginkan manusia itu selalu dekat dengan Tuhan. 47. B. dan menjauhkan dari dosa. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath.10 T. Karl Lyman Tower Sargent. Edisi keenam ( Jakarta: Erlangga . dan lebih dari itu merdeka untuk sungguh-sungguh hidup bersama Allah dan sesama dalam prikemanusiaan yang sejati11. Sebuah Analisis Komperatif. B.

B. Itulah ungkapan Soekarno untuk menegakkan demokrasi terpimpinnya. terutama pernyataan Allah dalam Yesus Kristus sebagaimana disaksikan dalam kitab suci. karena tidak memberikan ruang kebebasan.12 Setelah T. Akan tetapi ungkapan semacam ini adalah kesalahan besar dalam demokrasinya. Simatupang melihat perkembangan sitem-sitem politik ekonomi sepanjang sejarah bangsa Indonesia. setelah Proklamasi Kemerdekaan.. hlm.Barth membangun teologinya atas dasar “Pernyataan”.13 Sistem kekuasaan sangat diperlukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban secara efektif terhadap kekuasaan. Secara sederhana masalah kekuasaan.cit.. B. hlm.B. kebebasan dan keadilan bertolak dari kodrat manusia seperti yang terdapat dalam Al-Kitab yaitu mahluk yang mempunyai martabat yang sangat tinggi. Simatupang mempelajari Teologinya Karl Barth. sehingga sistem politik yang dibangun menjadi penuh penyalahgunaan dan penuh kebobrokan. T. T. antara lain pembentukan partai-partai politik dan pembentukan-pembentukan tentara-tentara bersenjata.189. 17. 12 Ibid. Kebebasan juga diperlukan untuk memperjuangkan dan menegakkan keadilan. Membuktikan Ketidakbenaran………. op. 13 xxxiv . berhubungan dengan kekuasaan Amerika Serikat yang sangat besar setelah perang dunia II berakhir. kemudian ia mempelajari juga pemkiran Reinhold Niebuhr. Simatupang . membuka selebar-lebarnya dalam semua bidang. seorang teologi Amerika Serikat yang berusaha memikirkan masalah-masalah kekuasaan keadilan dan kebebasan di negerinya sendiri dan juga di luar negeri.

Ketua Dewan. hlm.). Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.Dari beberapa orang yang telah mempengaruhi pemikiran T. dalam buku. 22. 70 tahun Dr. Simatupang di atas. 1990 ). ( Penyunting . Gereja yang semula lahir terpisah-pisah ingin dipadukan agar bersama-sama melaksanakan tugas Dewan Gereja Indonesia dalam rangka pembangunan sebagai pengamalan Pancasila . Emil Salim.Dewan Gereja se Asia.14 Setelah T. Simatupang. 1990 ). dan juga memberikan pengetahuan tentang kemiliteran kepada tentara –tentara Indonesia .T. dan pernah menjadi Presiden Dewan Gereja-Gereja se Dunia. Simatupang.B. Simatupang. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . hlm. dalam buku.( Penyunting .Simatupang tidak aktif dalam bidang kemiliteran maka ia lebih mencurahkan perhatiannya kepada organisasi agama. Latuihamallo. T. 97.B.B.B. Saya Adalah Orang yang Berhutang .15 Itulah yang menjadikannya tokoh nasional paling tegas dikalangan gereja-gereja Kristen di Indonesia sehingga seluruh pemikirannya sungguh layak untuk dianalisis dan dipelajari. ia sempat menjadi Ketua Dewan Gereja Indonesia .B. maka dapat ia terapkan dalam kehidupannya sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara yang baik. diplomasi ( politik dan militer) dan teologi.B.D. Menyambut Usia ke 70 T. 70 tahun Dr. Saya Adalah Orang yang Berhutang. oleh karena itu T. Dalam bidang ketentaraan ia sangat berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Simatupang adalah seorang yang telah memiliki pengetahuan yang luas tentang ketentaraan. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi. 15 xxxv . Dewan Gereja adalah medan juang yang di pilihnya.). Khususnya di tahun 1970-1990 ia membuktikan dirinya seorang teolog awam yang sangat produktif yang telah banyak 14 P.

dan pada bidang pembangunan bangsa dan dengan berangkat dari ideologi Pancasila. agama Hindu.). 1997. Berpikir Dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia 1860-1960. Belanda dan Inggris. seperti yang dialami oleh agama Islam dengan misi dakwahnya. hlm. Simatupang bangsa Indonesia sebelum kedatangan bangsabangsa Barat seperti Portugis. ( terjemah . Akan tetapi masih ada daerah-daerah yang belum begitu mengenal Islam dalam arti Islam belum tersiar di daerah tersebut A. Spanyol. Agama-agama tersebut telah dianut oleh rakyat Indonesia jauh sebelum kedatangan orang-orang Barat ke Indonesia.G. agama Islam. 16 xxxvi . agama Budha. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA Pemahaman T.memberikan sumbangan kepada sejarah nasional dan sejarah gereja.B. Amsy Susilaradeya. B. sehingga dapat menyebar luas misi tersebut sampai kepelosok nusantara Indonesia. bahwa di bumi Indonesia yang tercinta ini telah memiliki budaya yang tinggi dan sudah menganut agama pribumi yang telah lama hadir di bumi Indonesia seperti. Dari tiga agama yang disebutkan di atas. Simatupang Tentang Kristen Protestan di Indonesia Menurut T. Ny. B. Jakarta: Gunung Mulia. 272.16 BAB III PEMIKIRAN T. bahwa setiap agama memiliki misi untuk menyebarkan agamanya ke seluruh wilayah Indonesia. Hoekema.

Portugis. yaitu pada tahun 1596. kemudian disusul kedatangan Belanda ke Indonesia. hlm. Portugis dan Spanyol menganut agama Kristen Katolik. 2 xxxvii . tapi lama kelamaan melihat bangsa Indonesia yang rakyatnya bodoh-bodoh dapat ditipu daya oleh orang-orang Portugis dan Spanyol. dan pada akhir abad XVI tahun 1512 sudah berdiri beberapa gereja seperti di Minahasa. maka mereka melakukan suatu penjajahan terhadap bangsa Indonesia. sehingga penyebaran agama Kristen berhasil dan banyak rakyat Indonesia yang masuk Kristen Katolik. sehingga Portugis dan Spanyol tidak senang atas kedatangan Belanda ke Indonesia. dan Protestan. Sangir dan Talaud. Maluku. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPk. Irian Jaya.1 Untuk lebih jelasnya tentang pembahasan sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia sebagai berikut: 1. Setelah bangsa Portugis dan Spanyol dapat menguasai Indonesia. 21. Gunung Mulia. 1986 ).seperti. Ilmu Perbandingan Agama ( Jakarta : Widjaya. Medan dan masih banyak lagi daerah yang lain. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia Pada abad XVI tahun 1511 Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang. baik itu Kristen Katolik. yang dibawa oleh Spanyol. Ambon. 1 T. yang membawa Kristen Protestan. Simatupang.B. Mereka menyebarkan agama Kristen Katolik kepada rakyat Indonesia pada wilayah-wilayah yang belum banyak menganut agama Islam. 1984). telah banyak dianut oleh daerah-daerah yang masih sedikit menganut agama Islamnya. 23. dan Belanda.2 Kesuburan dan kekayaan hasil bumi Indonesia sangat mengundang simpati bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia. hlm. Kedatangan Belanda sangat mengganggu kestabilan ekonomi Portugis di Indonesia karena ada yang menyaingi dalam bidang perdagangan dan kekuasaan jajahannya. Oleh karena itu kadatangan Kristen. Hasbulah Bakry.

Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. hlm. 24.. op. lalu Belanda membentuk suatu perkumpulan dagang dengan nama V.5 3 Soetarman Soediman Partonadi.cit. 28.Belanda datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang untuk lebih mengkoordinasi dalam perdagangan Belanda di Indonesia. Hasbulah Bakry. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Dengan dukungan penuh oleh pemerintah Belanda. 5 xxxviii . hlm. tidak ada hasil. 28 . hlm.). Widi Harijati Rahadi ( Jakarta: Gunung Mulia.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen ). Dengan demikian VOC leluasa melakukan monopoli perdagangannya. Sehingga kekuasaan Portugis di Indonesia telah berakhir dan digantikan oleh Belanda.C (Verenigde Oost Indische Compagne) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602.O.4 Keberadaan VOC yang berkuasa di Indonesia yang sangat menindas rakyat Indonesia. Sehingga VOC dapat mendominasi perdagangan di Indonesia. 4 Ibid. maka rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap VOC tetapi semua itu gagal.3 VOC untuk memperluas perdagangan di Indonesia agar tidak ada yang menyaingi perdagangannya maka VOC melakukan penyerangan terhadap Portugis sehingga terjadilah peperangan antara Belanda dengan Portugis yang kemudian dimenangkan oleh Belanda dan benteng Portugis yang ada di Ambon dapat direbut oleh Belanda pada tanggal 23 Februari 1605 dan disusul kota Tidore pada tahun yang sama. pada tanggal 31 Desember 1799 dengan demikian Indonesia resmi dijajah oleh Belanda. sehingga sampai dengan masa pembubaran VOC..

Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press. Biasanya satu daerah hanya dilayani oleh satu organisasi zending.. 8 xxxix ..6 Ada dua faktor yang menyebabkan penyiaran Kristen Protestan di masa kolonial Belanda menjadi lebih efektif. yang disebut dengan zending.Belanda adalah yang pertama kali membawa agama Kristen Protestan masuk di Indonesia dan banyak rakyat yang masuk Kristen Protestan. Di pulau Jawa dan Sulawesi kegiatan zending didominasi oleh Belanda. A. loc. loc. B. Steenbrink. 7 Karel. Hasbulah Bakry. kedua faktor itu adalah pertama timbulnya gerakan Kristen Protestan. Budha. 246. Kedua timbulnya gerakan penyebaran Kristen yang lebih terorganisir dalam bentuk lembaga penyiaran Kristen yang mantap. rakyat yang sudah beragama Kristen Katolik harus pindah ke Kristen Protestan karena yang berkuasa di Indonesia sekarang adalah Belanda. Pada masa Portugis rakyat Indonesia banyak memeluk Kristen Katolik. cit. hlm. Mencari Tuhan Dengan Kacamata Barat. maka Kristen Katolik dilarang di bumi Indonesia. seperti di daerah Batak itu di tempatkan organisasi zending dari Jerman Barat yang bernama Rheinisehe Missionsgesell .7 Sekitar tahun 1850-an Belanda mulai melakukan usaha yang lebih intensif untuk mengadakan Kristenisasi di Indonesia yang dilakukan oleh Kristen Protestan sendiri melalui organisasi gereja.8 Derasnya arus 6 T. Hindu. Simatupang .cit. tetapi setelah Portugis kalah perang dengan Belanda. baik itu dalam arti konsolidasi untuk orang yang sudah memeluk Kristen atau dalam arti “zending” dalam kalangan yang belum menganut agam Islam. 1988).

Konsolidasi atas penduduk yang sudah beragama Kristen sejak zaman Portugis dan Spanyol. Setelah tahun 1800-an perkembangan agama Kristen Protestan sangat meluas. (dkk.misi dan zending yang masuk ke Indonesia semakin meramaikan proses Kristenisasi di Indonesia. Sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia tidak terlepas dari misi dagang Belanda yang ingin menguasai perdagangan yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari daerah-daerah jajahannya yang dapat melakukan eksploitasi ekonomi di tanah jajahannya dan kemudian sambil menyebarkan ajaran agama Kristen Protestan. hlm.9 Sekitar tahun 1851 di Indonesia telah berdiri suatu organisasi Pekabaran Injil. melainkan dapat memberikan dampak yang negatif dalam arti fisik bagi kehadiran agama tersebut. 10 9 xl . diambil tanggung jawabnya oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1800-an. Dengan adanya lambaga Penyiaran Injil yang datang dari luar negeri akan memantapkan Kristenisasi di Indonesia. sampai ke pelosokpelosok Indonesia sehingga dengan praktis daerah-daerah tersebut menganut Kristen Protestan.10 Bahtiar Effendy. Fenomena semacam ini tidak hanya membuat penyebaran Kristen berlangsung secara substansial. (Yogyakarta: Galang Press. dan Etos Kewirausahaan. Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama (Yogyakarta: Dian/Interpedi. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. Masyarakat Madani. 57. Untuk mendukung para misionaris datang ke Indonesia maka infrastruktur sosial keagamaan harus disediakan seperti sekolah-sekolah dan gereja-gereja.). 2001). Kehadiran orang-orang Eropa jumlahnya sangat meningkat dan tujuannya untuk meningkatkan pendidikan dan meningkatkan pelayanan gereja-gereja terhadap masyarakat di Indonesia. Wiwin Siti Aminah. karena Indonesia sebagai lahan terbuka bagi Kristenisasi. hlm. 2003).80.

Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. konsep. karena di dalam kehidupan rakyat Indonesia kelima sila dari Pancasila dapat Kaelan. hlm. Imam Bonjol di Minangkabau (1821-1837 ).B. dasar.Simatupang Pancasila merupakan awal untuk kehidupan bersama. cita-cita” dan logos yang berarti “ilmu”. Kaelan. 30-31. Tjik di Tiro di Aceh (1860) Anak Agung Made di Lombok (1894-1895). hlm. maka rakyat Indonesia banyak mengalami korban dan akhirnya mengalami kekalahan. Pemahaman T.Kehadiran Belanda di Indonesia makin lama makin menindas rakyat Indonesia. Simatupang tentang Ideologi Pancasila Istilah ideologi berasal dari kata “Idea” yang berarti “gagasan. kata “idea” berasal dari kata bashasa Yunani “eidos” yang berarti bentuk. Rakyat Indonesia pada waktu itu belum tumbuh rasa kesatuan dan persatuan. 1999). tapi rakyat Indonesia tidak putus asa dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah sampai Indonesia merdeka. pengertianpengartian. 12 11 (Yogyakarta: xli . Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani (Yogyakarta: Paradigma. Filsafat Pancasila. Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah (1825-1830). Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP Paradigma. Dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang ide-ide. 35. gagasan-gagasan dan cita-cita. Jlentik.B. maka rakyat Indonesia tidak segan-segan melakukan perlawanan seperti peristiwa di Maluku (1817). pengertian dasar. 1996).12 Menurut T. Teuku Umar. Polim.11 2. Sisinga Mangaraja di tanah Batak (1900). maka secara harfiah ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Baharuddin di Palembang (1819).

dan tiga menjadi satu . 1991). kelima sila dari pancasila itulah jawabanya.Simatupang Pancasila sebagai jawaban terhadap tantangan bersama . dan dapat menghadapi tantangan bersama oleh seluruh bangsa Indonesia . dalam Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. dan dari satu memperkembangkan apa yang mereka sebut doktrin bangsa Indonesia yang bersipat Falsafati. Pancasila Sebagai Ideologi Ditinjau Dari Segi Pandangan Hidup Bersama. ). 13 Ideologi Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang mengarahkan pada terwujudnya suatu masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila yang dapat dijadikan sebagai pedoman berbangsa dan bernegara14 13 T. T. yaitu negara macam apa yang harus rakyat Indonesia bangun supaya rakyat Indonesia tetap hidup bersatu.Simatupang sangat menentang pernyataan seperti itu. Ada orang yang ingin memberikan status yang lain terhadap Pancasila . Oetojo Oesman dan Alfian. 45. op. hlm. 12. karena Pancasila sebuah ideology atau menurut T. 14 xlii .Simatupang sering di sebut Modus Vivendi yang isinya ditentukan melalui proses dialog.B. cit . ( penyunting.dan ada juga yang mencoba untuk meringkas kelima sila dari Pancasila menjadi tiga.dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari ..B.Simatupang . Berbangsa dan Bernegara (Jakarta: BP-7 Pusat. karena menurut T. Karena Pancasila harus dipahami dari latar belakang sejarah Indonesia.B. hlm. melalui kerja sama. Pancasila dilahirkan dari kenyataan ketika rakyat Indonesia menghadapi masalah yang sangat mendesak dan menentuk.B.

15 Untuk mewujudkan ideologi Pancasila itu. Justru karena peranan yang menentukan itulah. 1993). Filsafat Pancasila (Yogyakarta: Kanisius. Ideologi Pancasila merupakan ideologi yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. yang harus tetap diperhatikan awal terbentuknya dan ditetapkannya ideologi Pancasila. 16 15 Paulus Wahana. yang kemudian dapat dituangkan dalam konsep teoritis tentang cita-cita dan keyakinan yang menjdi landasan kehidupan bersama dalam berbangsa dan bernegara.16 Pancasila memiliki peranan yang menentukan bagi kehidupan bangsa Indonesia.) . xliii . bernegara. Bagi bengsa Indonesia. bukan ideologi dari seseorang atau sekelompok kecil bangsa Indonesia yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. karena manusia memiliki kebebasan untuk menciptakan dan melaksanakan kehidupannya. 108. 1986) hlm. juga kehidupan negaranya. kita sebagai rakyat Wisnu Tri Hanggoro ( editor.Ideologi Pancasila juga merupakan suatu ideologi negara yang dapat menjamin kehidupan negara yang bermartabat. maupun bermasyarakat. dan hal itu merupakan hak asasi. baik dalam kehidupan berbangsa. Pancasila bukan lagi merupakan alternatif melainkan suatu Imperatif. hak yang inherent pada kemanusiaan setiap manusia dan setiap bangsa. 92. Bangsa Indonesia menyadari akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang tinggi. hlm. Bunga Rampai Pancasila (Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. karena ideologi negara dapat disusun atas dasar keyakinan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk menciptakan negeranya sendiri. Pancasila yang merupakan falsafah dan pandangan hidup bangsa secara operasional dijadikan ideologi bangsa Indonesia.

B. yang terkandung di dalamnya. Melalui pengalaman yang terus-menerus tersebut semakin dapat menyelami dan menemukan kekayaan yang sangat berharga. Aspek-Aspek Pemikiran T. Rakyat Indonesia yang dulunya sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda. dinamis dan terbuka. Hal tersebut akan semakin menguatkan keyakinan dan akan semakin mendorong untuk mengamalkan dan mempertahankannya sebagai milik bangsa yang sudah teruji melalui berbagai peristiwa sejarah. 1. A. ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan masyarakat. hlm.Indonesia perlu mendukung dan terpanggil untuk terus-menerus mendalaminya. xliv . Aspek Sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. 7. Dengan berjalannya waktu rakyat Indonesia melihat tindak tanduk Belanda terhadap Indonesia sangat tidak manusiawi. Keterbukaan ideologi Pancasila tidak berarti untuk mengubah nilai-nilai Pancasila yang telah ada.17 Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup melainkan bersifat reformatif. Portugis pada masa itu kalah dan angkat kaki dari bumi Indonesia. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah bersifat aktual. dinamis. yang sudah menjajah dan menindas 17 Ibid.. maka dari itu rakyat Indonesia banyak menganut agama Kristen Protestan. senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Simatupang Tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia.

Semuanya ikut andil dalam memperjuangkan untuk merebut kemerdekaan Indonesia dengan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Proklamasi telah mengakhiri kekuasaan asing di tanah air kita. 101. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan negara ini dari tangan penjajah. hlm. Cita-cita yang besar itu tentu tidak selalu jelas bentuk dan isinya dalam setiap pemikiran dan hati nurani semua orang. tidak heran ketika T.rakyat Indonesia dengan sendirinya muncul rasa nasionalisme dari rakyat untuk melakukan suatu perjuangan untuk melawan penjajah yang ada di bumi Indonesia yang tercinta ini. pokok-pokok dari cita-cita yang tersimpan dalam Proklamasi Kemerdekaan hidup juga didalam hati setiap orang yang masih dapat mencucurkan air mata.B. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai ( Jakarta : Sinar Harapan.18 Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia itu sendiri. Simatupang . 1981). dengan tercetusnya kebangkitan nasional yang dipelopori Budi Utomo sebagai penggerak untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi. Proklamasi meletakkan seluruh kekuasaan tanah air di dalam tangan rakyat sendiri. Apakah yang terbayang didepan mata sejuta pemuda-pemuda untuk bersedia berjuang. rela berkorban demi tercetusnya suatu kemerdekaan ?. dengan didukung oleh para tokoh-tokoh nasional Indonesia dan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia serta didukung oleh rakyat Indonesia yang pluralisme agama baik agama Islam. Akan tetapi disadari atau tidak. agama Katolik. dengan tujuan Indonesia merdeka. 18 xlv . apabila melihat Sangsaka Merah Putih yang berkibar di udara. Apakah yang terbayang di depan mata rakyat Indonesia pada waktu menyambut Proklamasi Kemerdekaan dengan semangat yang begitu menggelora . agama Budha. agama Protestan agama Hindu.

Simatupang . dan keutuhan bangsa Indonesia. dan budaya. Wainata Sairin. keadilan. Iman Kristen dan Pancasila. Oleh karena itu gereja dan negara harus bahu membahu dalam mengusahakan penegakan 19 T. op. Visi Gereja Manusia Milinium Baru.. ekonomi.bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut merumuskan dasar Negara Republik Indonesia. dengan tujuan orang Kristen Protestan untuk memusatkan perhatian pada prinsip yang akan membimbing kehidupan negara Indonesia yang baru itu dengan tujuan agar kebebasan beragama dan kesamaan hak serta kesamaan kesempatan untuk semua warga negara dijamin. Bunga Rampai Pemikiran ( Jakarta : BPK. tanpa membedabedakan kepercayaan ataupun keturunan 19 2. tugas panggilan itu untuk mencegah segala hal yang merong-rong dan merendahkan harkat dan martabat manusia Indonesia.32. Aspek Politik Gereja ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam konteks sosial politik. Gunung Mulia. hlm.B.20 Kehadiran gereja di Indonesia merupakan tanda pengutusan Tuhan bagian dalam mewujudkan perdamaian.cit. 2002 ). 166. hlm. Gereja mengakui bahwa negara adalah alat dalam tangan Tuhan yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia dan memelihara ciptaan Allah. 20 xlvi . Dengan demikian halnya dengan gereja-gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya di tengah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan bedaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang diyakini sebagai anugrah dari Tuhan.

22 Hal semacam ini dalam keadaan politik dan pemerintahan sekarang untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat yang diutamakan. perlu ditekankan bahwa gereja tidak dapat disamakan dengan partai politik manapun juga. Partisipasi ini harus dilihat sebagai suatu tugas yang diberikan oleh Tuhan sendiri untuk melayani kepentingan masyarakat. sebaliknya. Simatupang . Gereja dan negara masing-masing mempunyai tugas panggilannya yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab bagi kebaikan seluruh manusia. Dari Revolusi ke Pembangunan ( Jakarta: BPK.. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kristis dan kreatif.keadilan dan kesejahteraan rakyat. Gereja mempunyai kewajiban untuk mentaati hukum negara. negara berkewajiban mengayomi dan melindungi seluruh rakyatnya termasuk gereja agar leluasa dalam menjalankan fungsi dan panggilannya masing-masing. 1987 ). ruang bagi orang-orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak dibatasi. 22 hlm.23 Dengan mengakui peranan kreatif dari partai Kristen Indonesia. Gunung Mulia. 9.21 Pada umumnya orang-orang Kristen Protestan di Indonesia telah menganggap sebagai hal yang wajar. 21 Ibid. T. Ibid. 23 xlvii .B. dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. bahwa orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik dan pemerintahan. bahkan seluruh ciptaannya. Dapat pula diketahui bahwa di dalam negara Pancasila..

26 25 Ibid. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia ( Jakarta: BPK. Bambang Ruseno Utomo. tanpa membedakan ikatan kepartaiannya. 7. Simatupang (editor. untuk menjadi dasar dan ideologi negara. xlviii .25 Di dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.24 Secara politik dari sejarah perjalanan bangsa pernah ada alternatif lain yang ditawarkan misal: Islam.B. hlm. hlm.Atas dasar perlakuan yang sama gereja harus memberikan bimbingan dan pelajaran kepada semua orang Kristen yang terlibat dalam politik. 1993 ). adanya kesadaran yang tumbuh terus menerus dari kalangan rakyat Indonesia..).254. berdaulat.26 24 T.1986 ). Sebuah Tinjauan Tentang Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia ( Malang : Pusat Studi Agama dan Kebudayaan . bahwa negara Indonesia itu bersifat kesatuan dan untuk membangun jenis negara yang dikehendaki (bersatu. Hidup Bersama di Bumi Pancasila. yang berdasarkan Pancasila ini nampak ada satu tenaga gerak politik yang sekaligus politik dan sosial kultural. maka tidak dapat lain harus mau menerima secara ikhlas keanekaragaman yang ada serta meyakini dan menghormati kehadiran golongan lain dengan hak dan kewajiban yang sama di bumi Pancasila ini. Dalam negara Pancasila setiap agama dijamin kebebasannya untuk tumbuh dan berkembang serta untuk membangun masa depan bersama sebagai suatu bangsa yang berdaulat yang berdasarkan Pancasila. adil dan makmur).Gunung Mulia. ternyata semua gagal tidak pernah mendapat dukungan dari seluruh bangsa dengan demikian jika tetap ingin mempertahankan negara Indonesia ini sebagai negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila.

Kemajemukan agama inilah yang kemudian menjadi ciri signifikan dan determinan negara Republik Indonesia. Hindu dan Budha. Kemajemukan agama dalam konteks Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila telah memposisikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang mempunyai religius. Di dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. tetapi juga sebuah negara yang di dalamnya hadir dan hidup agama-agama yang dianut oleh rakyat Indonesia yang telah diakui oleh negara seperti agama Islam. berbangsa dan bernegara. berbangsa dan bernegara. Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila bukanlah negara sekuler. Kristen Protestan. gunung..27 Realitas seperti ini telah dibuktikan dengan cemerlang ketika bangsa Indonesia yang menganut berbagai agama dengan dipimpin oleh para tokoh agama dalam kebersamaan yang mantap dan solid. beraneka suku. budaya. 158. Oleh karena itu juga negara Indonesia bukanlah negara agama. Kristen Katolik. terutama sekali tentang ketaatannya kepada Tuhan harus 27 Wainata Sairin. bahasa. bahu membahu mengusir penjajah dari persada nusantara demi hadirnya sebuah negara Indonesia yang merdeka. Oleh karena itu di sini agama tidak hanya diakui eksistensinya tetapi diakui pula fungsi dan peranannya secara resmi di dalam kehidupan bermasyarakat. seperti dalam agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan (gereja) mempunyai tanggung jawab di dalam kehidupan masyarakat di manapun ia berada.cit. op. hlm. Aspek Agama Indonesia ternyata bukan hanya sebuah wilayah yang terdiri dari ribuan pulau.3. xlix . bangsa dan negara. tetapi fungsi dan peranan agama itu diakui dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam Pancasila tidak ada istilah untuk mendiskriminasikan dari suatu kelomok dengan kelompk lain. dalam Negara Pancasila yang Memmbangun ( Jakarta : BPK.senantiasa terpanggil untuk mengusahakan terwujudnya kehendak Tuhan di manapun ia berada. Pancasila juga berakar pada kebudayaan bersama masyarakat Indonesia dan tidak sekedar merefleksikan salah satu tiga lapisan budaya (lapisan budaya asli.cit. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa . l .28 Dan kehendak Tuhan itu adalah keselamatan rohani maupun kesejahteraan manusia. 140... Pemahaman Tentang Pancasila Pancasila pada dasarnya memang berakar dari kebudayaan asli Indonesia. Secara keseluruhan dapat merangkul semua kelompok dan memberikan ruang kepada semua golongan dengan segala keanekaragamannya.27. yaitu sifat religius yang kuat dan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan.. dan Islam). maupun di dalam mengambil suatu keputusan/musyawarah untuk mufakat .29 Untuk lebih jelasnya lagi tentang pembahasan Pancasila adalah sebagai berikut: 1. 1996 ). Pengertian Pancasila T. Semua menurut Pancasila adalah sama tidak ada perbedaan. hlm. Gunung Mulia .). Simatupang ( dkk. 29 28 Bambang Ruseno Utomo. Budha. atau mayoritas dengan minoritas. Hidup Bersama……….op. hlm. Hindu. selain itu juga dapat mempersatukan identitasnya masing-masing.B.

yang terdiri dari dua suku kata Panca berarti lima dan sila berarti dasar. dengan huruf “i” Panjang bermakna “lima peraturan tingkah laku yang penting”.31 Demikianlah istilah Pancasila yang telah ada dan dikenal dalam budaya kehidupan bangsa Indonesia sejak dahulu kala baik dalam kehidupan bermasyarakat. 1959 ). berarti Pancasila yang mempunyai lima dasar.hlm. Pembahasan UUD Indonesia ( Jakarta: Prapanca. 437.).30 Menurut Muhammad Yamin perkataan Pancasila. b.a. 15. Dalam buku Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular. hlm. Mohammad Yamin. yaitu: tidak boleh melakukan kekerasan tidak boleh mencuri tidak boleh berjiwa dengki tidak boleh berbohong tidak boleh mabuk minuman keras. Pengertian Pancasila dari Segi Etimologi Secara Etimologi Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta. 31 li . dalam bahasa Sansekerta parkataan Pancasila mamiliki dua macam arti “berbatu sendi yang lima” (consisting of 5 roels) Pancasila dengan huruf Dewanagari. Santiaji Pancasila ( Surabaya : Usaha Nasional. Menurut Muhammad Yamin. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi 30 Darji Darmodiharjo (dkk.1991). yang dipakai oleh Bung Karno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 tentang sila yang kelima. Pancasila ini mempunyai arti lima kesusilaan (Pancasila Karma). telah menjadi istilah hukum.

Dibentuknya BPUPKI ini sebagai sarana untuk pembentukan dasar negara Indonesia. 3. yang menginginkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. yang dipelopori oleh tokoh-tokoh perjungan bangsa ini. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta: BPK. 1995). Eka Darmaputra. Pancasila Dasar Falsfah Negara ( Jakarta : PT.Istilah Pancasila telah lama dikenal dalam budaya bangsa Indonesia. BPUPKI beranggotakan 60 orang dengan diketuai oleh Dr. hlm. pada tanggal 29 Mei 1945 diadakan sidang pertama yang dibuka oleh K. Dalam proses perumusan Pancasila dapat dikoordinasi oleh suatu badan yang bernama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang didirikan pada tanggal 29 April 1945. Gunung Mulia . K. Dari anggota BPUPKI muncul bermacam-macam pendapat yang diusulkan tentang dasar negara Indonesia dan ada juga yang mengusulkan Undang-Undang Dasar dulu yang dibentuk kemudian lalu membentuk dasar negara. R.33 Rozikin Daman. RT. 104. Radjiman Widiodiningrat sebagai ketua. kemudian diperkenalkan kembali oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila Identitas dan Modernitas . BPUPKI telah melakukan beberapa kali sidang dalam pembentukan dasar negara Indonesia. T. Radjiman Widiodiningrat .32 2. 1992 ). Sejarah Singkat Tentang Pancasila Sejarah lahirnya Pancasila tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu sendiri. Dalam sidang ini membahas tentang apa yang sebaiknya dijadikan sebagai dasar negara Indonesia ini ?. yang kemudian menjadi populer dalam kehidupan bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan suatu dasar negara yang harus diakui dan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila harus dijalankan dan ditaati. hlm. Raja Grafindo Persada. 33 32 lii .

Kekeluargaan 2. Pidatonya yang berisikan : 1.36 34 Kaelan . Pri Kerakyatan 5. op.cit. 4. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia .. pidatonya itu merumuskan dasar negara Indonesia sebagai berikut: 1.Musyawarah 5. Ketuhanan Yang Maha Esa Kebangsaan Persatuan Indonesia Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5.. Di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tercantum lima rumusan asas dasar negara yang rumusannya sebagai berikut: 1. Pri Kesejahteraan Rakyat. 113. Pri Ketuhanan 4.35 Pada tanggal 31 Mei 1945 Soepomo di berikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Persatuan 2. Ibid. Moh.. Pendidikan Pancasila……. hlm. Keadilan Rakyat.34 Setelah berpidato Muhammad Yamin juga menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. op. hlm. Muhammad Yamin dapat diberikan kesempatan atau untuk menyampaikan atau mengungkapkan pidatonya di hadapan para sidang BPUPKI tentang rumusan dasar negara Indonesia. 35 36 liii . Yamin. Keseimbangan Lahir Batin 4. 3.Sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945.cit. 35.. Pri Kemanusiaan 3.Pri Kebangsaan 2. 2.

Yamin. 2. Sebelum sidang BPUPKI itu ditutup. Ir. Soetardjo Kartohadikoesoemo.cit. Kristen Katolik.). ketua sidang BPUPKI membentuk suatu panitia kecil yang di dalamnya terdapat berbagai macam unsur agama yang ada dibumi Indonesia seperti Agama Islam. op.Pada tanggal 1 Juni 1945. Kaelan. Moh. 2. hlm...37 Untuk lima dasar itu diusulkan agar diberi nama Pancasila. Panitia kecil itu terdiri dari 8 orang yang dipimpin oleh Bung Karno. 3. 37 Darji Darmodiharjo ( dkk. Pendidikan Pancasila…………….cit. 3. 5. 22. Usulan tersebut diterima oleh sidang BPUPKI selanjutnya kelima sila tersebut dapat disimpulkan menjadi “Tri Sila” yang rumusannya: 1. Kristen Protestan. Soekarno menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tentang dasar negara Indonesia yang berbunyi: 1. hlm. sebagai anggotanya Moh.. 27. yang dianggap mempunyai ahli dalam konstitusi.. op. 38 liv .dan Budha. Hatta. 4. Sosio Nasional yaitu “Nasionalisme dan Internasionalisme” Sosio Demokrasi yaitu “Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat” Ketuhanan Yang Maha Esa38 Pidato yang disampaikan oleh Bung Karno itu mendapat sambutan yang meriah oleh seluruh anggota sidang BPUPKI. Hindu. Nasionalisme atau Demokrasi Internasionalisme atau Prikemanusiaan Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan Sosial Ketuhanan Yang Berkebudayaan.

39 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Wisnu Tri Hanggoro. susunan dan rumusannya lebih disistematisasikan oleh Moh. Abikoesomo Tjokrosoejoso. Abdul Kahar Muzakir. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. lalu anggotanya Moh. dan Muhammad Yamin.. Maramis.A. Ki Bagus Hadikoesoemo. Ahmad Subardjo.cit. hlm. Merumuskan kembali Pancasila yang disampaikan oleh Bung Karno pada sidang BPUPKI 2. Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia merdeka.40 Tanggal 22 Juni 1945. Panitia sembilan ini berhasil merumuskan rancangan pembukuan hukum dasar. rancangan ini diberi nama “Piagam Jakarta”. maka lebih dikenal dengan sebutan panitia sembilan. panitia kecil mengadakan pertemuan dengan anggota BPUPKI untuk menampung usul-usul dan saran dari BPUPKI. 24. H. yang menarik dalam rancangan hukum dasar ini adalah dimasukkannya Ide dasar Pancasila yang dipidatokan Soekarno 1 Juni 1945.39 Tujuan panitia kecil ini adalah: 1. Oto Iskandardinata. Maramis dan Bung Karno. A. Ibid. 40 41 lv . op. Yamin. A. Ibid. Dari pertemuan ini terbentuk pula panitia kecil lainnya yang terdiri atas Bung Karno sebagai Ketua. Agus Salim.A. 2.41 Yang isinya: 1. Karena anggotanya sembilan orang.Wachid Hasim... Hatta.

1999 ). jika tidak Piagam Jakarta tersebut ditolak oleh fraksi Islam. Islam Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama : Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila ( Yogyakarta : PT. hlm. lvi .3. terutama sekali dari kelompok Kristen. 47. jangan dasar negara itu diperuntukkan untuk umat Islam saja. seorang Kristen Protestan dan salah satu anggota dari BPUPKI. 43 42 Ibid. dan akan menghasilkan kesulitan-kesulitan . mengekspresikan keberatannya dengan mengatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam tersebut akan besar. Tiara Wacana. Dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia sembilan. Abdul Wahid Hasyim meyakinkan bahwa kalimat yang dicapai melalui musyawarah yang sulit ini dan juga terlalu keras bagi beberapa orang. karena yang ada di bumi Indonesia bukan hanya Islam saja tetapi masih ada agama-agama yang lain. hlm.43 Latuharhary. 4. Soekarno meyakinkan anggotanya. terutama dengan agama-agama lain. Dalam menanggapi keberatan itu. namun tidak mencukupi yang lain.. 46. Soekarno juga membujuk dari kalangan Kristen. tapi untuk semua rakyat Indonesia walaupun berbeda agama.42 Adapun bunyi kalimat Piagam Jakarta pada butir pertama di atas mandapat tantangan keras dari non Muslim. untuk mengorbankan keberatan mereka demi persatuan bangsa dengan Faisal Ismail. Oleh karena itu dikeluarkanlah kalimat Islam didalam Piagam Jakarta. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. bahwa Piagam Jakarta adalah hasil dari musyawarah politik dan persetujuan kelompok nasionalis dan Islam.

. 45 46 lvii . 44 Pernyataan Indonesia Merdeka Ibid. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. BPUPKI membentuk panitia perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD) yang terdiri 19 orang.. 48. op.. yang terbentuk dalam suatu negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. hlm.. hlm. Soepomo. hlm. PPUUD menyetujui Piagam Jakarta dijadikan Preambule UUD yang akan disusunnya.cit.cit. maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia. yang disampaikan oleh Bung Karno yang meliputi tiga hal: 1. Pendidikan Pancasila………..44 Piagam Jakarta yang disusun oleh panitia sembilan disetujui BPUPKI. Kaelan .. 25.... kemudian Piagam Jakarta tersebut dilaporkan pada sidang BPUPKI tanggal 10 Juli 1945. Kemudian tanggal 11 Juli 1945 PPUUD membentuk Panitia Kecil Perancang UUD Dasar (PKPUUD) yang anggotanya terdiri dari para sarjana hukum dengan anggota 7 orang yang diketuai oleh Prof. op.45 Adapun bunyi bagian terakhir naskah Preambule UUD tersebut adalah sebagai berikut: “.. Pada sidang kedua itu Piagam Jakarta diterima baik oleh para anggota sidang BPUPKI... Wisnu Tri Hanggoro. Dari persetujuan sidang itu.. 38...46 Pada tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI menggelar rapat pleno... dan sebagai ketuanya Soekarno. mendengarkan laporan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD).menerima Piagam Jakarta untuk digunakan sebagai rancangan Undang-Undang Dasar bersama dengan rancangan batang tubuh UUD.

3. 30-31. loc. tentang kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” dari orang-orang non muslim protes atas bunyi kalimat tersebut.cit. dan menyelengarakan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang ditaklukkan oleh sekutu. pada tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan beranggotakan 21 orang.48 Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagai mana lazimnya suatu negara yang merdeka.2. Soekarno sebagai ketua dan Moh. Pembukaan Undang-Undang Dasar Undang-Undang Dasar (Batang Tubuh). sifat perwakilan bagi rakyat Indonesia. Oleh karena itu Bung Hatta 47 Wisnu Tri Hanggoro. Darji Darmodiharjo ( dkk.cit. Pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia. setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta. Hal itu tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia. para pemudanya mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan merumuskan teks Proklamsi Kemerdekaan Indonesia. pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945.. dan memilih Presiden dan wakil Presiden. Hatta sebagai wakil..47 Untuk mewujudkan Indonesia merdeka. op.). hlm. maka PPKI segera mengadakan sidang. pada saat itulah terjadi kekosongan kekuasaan Jepang di Indonesia. Sebelum UUD 1945 disahkan oleh PPKI ada perubahan dalam pembukaan UUD 1945. pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkanlah Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu PPKI pada hakekatnya juga sebagai Komite Nasional memiliki representatif. karena kalimat tersebut seakan-akan mendiskriminasikan kelompok-kelompok minoritas. 48 lviii . Tujuan PPKI ini untuk mempersiapkan kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang terhadap Indonesia.

Wachid Hasyim.cit. jiwa keagamaan (sebagai manifestasi/perwujudan sila Ketuhanan Yang Maha Esa). 49. dengan demikian pernyataan ini diterima oleh kelompok non muslim. Pancasila dalam pengertian ini sering juga disebut way of life. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD sebagai dasar negara. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.49 3. Hatta dan teman-temannya setuju untuk mengganti kalimat yang melukai perasaan dari golongan non muslim dan menggantinya dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis. pandangan hidup. Kasman Singodimedjo dan Teuku Hasan untuk membahas masalah tersebut agar sebagai bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah. ini berarti bawa semua tingkah laku dan tindakan/perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila karena Pancasila merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lainnya. hlm. pegangan hidup/pedoman hidup. Dengan demikian. Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang. lix . jiwa yang berprikemanusiaan (sebagai manifestasi/perwujudan dari sila kemanusiaan 49 yang adil dan beradab).berinisiatif mengundang Ki Bagus Hadikusumo. op. Fungsi Pancasila a.. jiwa kabangsaan (sebagai Faisal Ismail. Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari oleh warga negara Indonesia.

hlm. dan jiwa yang menjunjung nilai keadilan sosial (sebagai manifestasi/perwujudan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia)..cit. sehingga tidak terombang-ambing dalam menghadapi persoalanpersoalan besar baik yang datang dari dalam masyarakat/bangsanya sendiri maupun dari luar. dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa ini memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. 15-16. sebab dengan pandangan hidup suatu bangsa akan: 1. 2. 51 lx . membuktikan bahwa Pancasila merupakan pilihan yang terbaik. jiwa kerakyatan (sebagai manifestasi/perwujudan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan). sosial dan budaya. 50 Darji Darmodiharjo ( dkk. Memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah- masalah politik.cit. Mempunyai pedoman bagaimana bangsa ini mambangun dirinya sendiri demi kesejahteraan rakyat. Upaya untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain berulang kali terjadi baik melalui kekerasan maupun dengan cara halus. Memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya. 16.).manifestasi/perwujudan sila Persatuan Indonesia).50 Dalam kehidupan suatu bangsa adanya pandangan hidup sangat diperlukan. Selalu terpancar dalam segala tingkah laku dan tindakan/perbuatan serta sikap hidup seluruh bangsa Indonesia. Rozikin Daman. op. hlm. op. 3. ekonomi.51 Di dalam negara yang Berbhineka Tunggal Ika..

68. b. Dengan pandangan hidup yang mantap maka bangsa Indonesia akan mengetahui ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Pradanya Pramita.53 C. Pancasila Suatu Orientasi Singkat ( Malang : Lembaga Penerbit Universitas Brawijaya. Dapat dikatakan juga bahwa Pancasila ini dibuat dari materi atau bahan-bahan dalam negeri. 53 Darji Darmodiharjo. S. Ini terbukti melalui kemampuannya untuk bertahan di tengah-tengah perubahan-perubahan konstitusional. Demikianlah pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. 52 lxi . Kansil. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. T. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tersebut terkandung didalamnya konsep dasar mengenai kehidupan yang dicitacitakannya. dalam mengatsi tantangan-tantangan yang mengancam kesatuan dan mewujudkan negara Indonesia.Hal semacam ini menunjukkan bahwa efektivitas Pancasila benar-benar nilai rakyat Indonesia secara emosional dan menggerakkan tindakan. Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia. bahan asli murni dan merupakan kebanggan bagi suatu bangsa tersendiri. atau dengan kata lain Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Dilihat dari kedudukannya. Philosofische Grondslag dari negara. hlm.52 Bangsa Indonesia dalam hidup bernegara telah memiliki suatu pandangan hidup bersama yang bersumber pada akar budaya dan nilai-nilai religius. hlm.1978 ). Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila dalam pengertian ini sering disebut dasar falsafah negara. 1979 ). 25.

lxii . Merupakan sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar 1945. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tersebut dapat dirinci sebagai berikut: Pancasila sebagai dasar adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Dengan demikian Pancasila merupakan asas kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam pembukaan UUD 1945. hal ini dipahami sangat penting bagi pelaksanaan dan penyelenggaraan negara.Sebagai dasar negara Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum dasar baik yang tertulis atau UndangUndang Dasar. Dalam kedudukannya sebagai dasar negara. Mengandung norma-norma yang mengharuskan Undang- Undang Dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara (termasuk para penyelenggara partai dan golongan fungsional). Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum. Mewujudkan cita-cita hukum bagi dasar negara (baik hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis). Untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. karena masyarakat di negara Indonesia senantiasa tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat. Meliputi suasana kebatinan (Geistlickenhintergrund) dari Undang-Undang Dasar 1945. maupun yang tidak tertulis.

Pendidikan Pancasila ……….XVIII/MPR/1998. IX/MPR/1978). Oleh karena itu fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai kedudukan istimewa dalam hukum kenegaraan dan hukum bangsa Indonesia (merupakan pokok kaedah negara yang Fundamental).. kesadaran dan citacita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana serta watak dari bangsa Indonesia.54 Menurut Notonegoro.. op. Hal ini sesuai dengan dasar yuridis sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. 26. yang merupakan suatu pandangan hidup. No. Ketetapan MPR No. LJO. mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tertuang dalam Tap.Sebagaimana telah ditentukan oleh pembentuk negara bahwa tujuan utama dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. 55 lxiii . Pancasila menjadi sumber dari Undang-Undang Dasar dan harus dijadikan landasan dalam menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan kebijaksanaan pemerintah. Pokok kaedah yang fundamental itu dalam hukum mempunyai kedudukan yang kuat tak berubah bagi negara yang dibentuk. IX/MPRS/1966. Ketetapan No..55 Dalam proses reformasi dewasa ini MPR melalui sidang istimewa tahun 1998. op.cit.cit. Sebagai pokok kaedah negara yang Fundamental. Oleh karena itu segala agenda dalam 54 Kaelan . 62. V/MPR/1973 dan Ketetapan No.. Darji Darmodiharjo. hlm. hlm. sehingga dengan jalan hukum tidak dapat diubah. Dijelaskan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Bahkan ideologi Pancasila memandang bangsa Indonesia sebagai bagian dari cita-cita perjuangan kemanusiaan yang berdasarkan kemerdekaan.cit. kecerdasan. solidaritas. yang meliputi berbagai bidang selain mendasarkan pada kenyataan aspirasi rakyat (sila keempat). dengan suatu kesepakatan serta perjanjian yang luhur diangkat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia.cit. Ideologi Pancasila tumbuh dan berkembang melalui dalam pandangan hidup manyarakat bangsa Indonesia sendiri. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia Dalam sejarah asal-usulnya ideologi Pancasila itu lahir dari perjuangan bangsa Indonesia yang mencita-citakan kemerdekaan. 57 lxiv . perdamaian abadi. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan 56 Kaelan..57 Perlu diingat bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara adalah diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia. 90. loc. kemudian menjadi pandangan hidup bangsa dan pada gilirannya menjadi suatu dasar filsafat negara yang sekaligus sebagai suatu ideologi bangsa dan negara. yang tertuang dalam sila yang kelima dalam Pancasila. dan keadilan sosial. juga harus mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.. persatuan. Oleh karena itu ideologi Pancasila merupakan suatu kesatuan yang mutlak karena menyangkut kehidupan bangsa. Paulus Wahana. setiap warga negara Republik Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar. Pancasila sebagai ideologi bangsa. op.proses reformasi.56 c. demokrasi dan kebudayaan. hlm. kemajuan.

Sebagai falsafah negara. agar pemikiran kenegaraan yang berkembang juga akan terjaga dengan baik.harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir yang harus diikuti dalam menyusun Undang-Undang dan hukum-hukum yang lain.. 163.cit. op. Tata pikir seluruh bangsa ditentukan lingkupnya oleh sebuah falsafah yang harus terus menerus dijaga kebaradaannya dan konsisitennya oleh negara. hlm. bukan hanya sekedar masingmasing sila. lxv .58 58 Oetojo Oesman dan Alfian.

hlm. Gunung Mulia. lxvi . bahwa Tuhan berasal dari kata Tu (h) a yang berarti 1 T. Oleh karena itu sila Ketuhanan Yang Maha Esa terdapat dalam sila pertama dari Pancasila merupakan. 10. Poebatjaraka mengatakan bahwa Tuhan berasal dari kata “Tuha” yang berarti tua.BAB IV PENGARUH PEMIKIRAN T. Takdir Alisyahbana. Simatupang. Menurut Prof. B. Menurut Prof. oleh karena kata yang dipakai di sini bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian juga ditambah Keesaan dan Kemahaan. B. Maka makna yang terkandung dari sila pertama Pancasila bukanlah “Kepercayaan kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide Ketuhanan”. 1984).Pemahaman Kristen Protestan Terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Menurut T. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: Bpk. “Tuha” ditambah dengan “an” menjadi Tuhan yang berarti yang harus dihormati dan didengar. B. Simatupang Pancasila merupakan sebuah payung yang dapat melindungi rakyat Indonesia baik itu muslim maupun non muslim. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA A. S.1 Istilah Ketuhanan berasal dari ke-Tuhan-an. suatu keputusan yang mutlak harus dapat diterima oleh setiap agamaagama yang ada di Indonesia.

hlm. agar supaya dapat dikonkritkan oleh setiap orang sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Dari uraian di atas sila pertama nampak jelas kedudukan yang sama daripada semua agama yang ada di Indonesia untuk merealisasikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan yang konkrit. lxvii .2 Sedangkan Allah dari Al Ilah berarti The God. Usuludin Hutagalung dan O. keramat. Tuhan. Pancasila Dasar Negara Indonesia (Yogyakarta: Basis. Yang Maha Kuasa. Ketuhanan berarti Yang Ilahi.sama dengan tuan. kudus. Sihombing (Bandung: Sumur Bandung . 1959).). 32. 4 3 Rahmat Subagyo. yang mengatur dan menguasai segala yang ada di dunia ini. 2 Ismaun. Problematika Pancasila (Bandung: Cahaya Remaja. hlm. suci. 64. Sehingga dengan demikian “Ketuhanan” itu adalah “sila”. Kita dapat mengartikan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu pengakuan atau keyakinan adanya suatu kekuasaan yang tertinggi dan abadi. Allah sendiri bukan sila ia adalah pribadi “Tuhan” itu nama jenis yang abstrak. Philip K. Pencipta. Dengan demikian “Ketuhanan” adalah perkataan yang terbaik yang dapat memberikan kesempatan berbagai penafsiran sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. mandapat awalan-ke.4 Istilah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan pengertian teologis melainkan rumusan politis (kenegaraan) karena tidak dapat diartikan hanya menurut pengertian agama yang tertentu. Yang Maha tinggi itu siapa? Terserah kepada agama masing-masing. suatu kuasa Ilahi.3 Tuhan dalam sila Pertama. holy. dengan perkataan lain istilah Ketuhanan dipilih dengan tepat. 1970 ). hlm. Sejarah Ringkas ( terj . 1955). 27.D.P. Hitti. akhiran-an menjadi kata sifat. Dunia Arab .

Pada hakekatnya tidak boleh menyimpang dari jalan yang lurus untuk mencapai kebahagian rakyat dan keselamatan masyarakat. tidak dibenarkan menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang telah digariskan. dapat disebutkan bahwa sila pertama ini merupakan dasar kerohanian dasar bermasyarakat. berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa berarti dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara wajib memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang maha Esa. yang merupakan pengakuan Iman kesatuan untuk seluruh warga negara Republik Indonesia melainkan tugas negara yang berdasarkan Pancasila adalah melindungi perbedaan-perbedaan agama warga negaranya. memupuk rasa kebersamaan 5 Soekarno.5 Dari segi nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. “Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan. tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan Tuhannya sendiri”. Lahirnya Pencasila (Jakarta: Bp. Nasional. 1958). hlm. Sebagai asas hidup bermasyarakat sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntut agar bangsa Indonesia dalam melaksanakan hidup bermasyarakat memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang Maha Esa. lxviii . dalam kehidupan bernegara.Yang dimaksud dengan Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah peleburan semua pengakuan kepercayaan semua agama-agama menjadi suatu pengakuan yang tunggal. 27. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar yang memimpin cita-cita kenegaraan kemudian untuk menyelenggarakan segala yang baik bagi masyarakat dan pemerintahan negara.

10. 6 lxix . Bebas menjalankan ibadat sesuai ajaran agama/kepercayaannya Ahmad Azhar Basyir.6 Sebagai pengaturan lebih lenjut perinsip KetuhananYang Maha Esa maka UUD 1945 menentukan dalam pasal 29 sebagai berikut: 1. Oleh karena itu sebenarnya ketentuan di atas pada sisi yang lain menunjukkan pula sejumlah hak dari warga negara Indonesia untuk: 1. Tugas tersebut dijalankan dengan cara menjamin kesempatan yang sama dan adil bagi setiap warga negara untuk mengamalkan konsepsinya tentang Tuhan sesuai ajaran agama yang diyakininya. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. yaitu negara bertugas untuk memberikan jaminan perlindungan agar setiap penduduk yang notabenenya adalah pemeluk agama tersebut dapat secara bebas malaksanakan ajaran agama atau kepercayaannya.menuju kerukunan hidup bermasyarakat kebebasan beragama dan beribadat menurut keyakinan masing-masing agama.2. Hubungan Agama dan Pancasila (Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Negara bertugas untuk menjaga kesejahteraan bersama dalam bermasyarakat. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa . Bebas beralih agama dan kepercayaan 3. Ketentuan ini menegaskan tugas negara dalam bidang hidup keagamaan. 1985). hlm. Bebas memeluk agama dan kepercayaan 2.

4. Bebas untuk mengajar atau mendidik keluarganya sesuai ajaran agama yang diyakininya.7 Jadi setiap orang bebas menganut kepercayaannya dan menyembah Tuhannya dengan tidak menganggu agama lain, apalagi memusuhi atau memerangi orang yang menganut kepercayaan yang lain dari kepercayaan golongannya atau orang yang menyembah Tuhan lain dari Tuhan yang disembah oleh golongannya. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pengakuan bahwa Tuhan adalah sumber kemerdekaan, oleh karena itu Tuhan sendiri membebaskan manusia dari segala penindasan yang ada dimuka bumi ini. Akan tetapi hal itu bukanlah berarti bahwa negara harus memaksakan sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi suatu pengakuan iman rasuli Kristen . Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa Indonesia, oleh sebab itu sila pertama dalam Pancasila adalah suatu seruan terutama bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragama, agar selalu ingat dalam tanggung jawab dan tugasnya di dalam memelihara, memupuk dan mewujudan prikemanusiaan, kebangsaan, kedaulatan rakyat dan keadilan sosial. Setiap Rakyat Indonesia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengahayati ajaran-ajarannya, tentu tidak akan ragu-ragu lagi menyatakan bahwa agama merupakan ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa, mengandung nilai-

Wisnu Tri Hanggoro ( edit .), Bunga Rampai Pancasila ( Yogyakarta : Taman Pustaka Kristen, 1986 ), hlm. 51-52.

7

lxx

nilai luhur yang dihayati dan diamalkan oleh pemeluknya masing-masing dan merupakan faktor yang berpengaruh dalam usaha bangsa Indonesia untuk mensukseskan pembangunan bangsa.8

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia sebagai Pengamalam Pancasila Menurut T. B. Simatupang, gereja adalah berada dalam dunia dan diutus oleh Tuhannya ke dalam dunia. Tuhan tidaklah mengutus gereja ke wilayah yang asing. Sebab Tuhan itu sendiri adalah Tuhan bagi dunia. Pengertian tentang dunia hanya terbatas pada bumi dan alam semesta. Dunia memiliki arti jauh lebih luas dari itu. Dunia memiliki makna yang meliputi bumi, alam semesta, sekaligus kesejahteraan umat manusia dengan segala daya dan upayanya untuk memenuhi bumi serta menaklukkannnya. Arti dunia yang demikian, menurut T. B. Simatupang menegaskan bahwa umat manusia dengan segala kebudayaan, dengan hidup berpolitik, sosial, ekonomi,dan sejarah, ideologi agama dan teknologi juga dengan segala harapan yang

T. B. Simatupang (dkk.), Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam Negara Pancasila yang Membangun (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1996), hlm. 94.

8

lxxi

membentang dan kekhawatiran yang mengandung keseluruhannya adalah bagian dari isi dunia.9 Kembali kepada pembahasan gereja dalam pembangunan menghadapkan kita dengan permasalahan yang mendasar mengenai hubungan antara gereja dengan perkembangan dalam masyarakat negara dan kebudayaan di mana gereja berada. Pembangunan adalah tindakan manusia dalam sejarah untuk mengembangkan masyarakat, negara dan kebudayaan yang baik, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Pada satu pihak gereja adalah bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan yang membangun. Pada pihak lain gereja tidak hanya bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan dimana dia berada. Gereja mempunyai hubungan yang khas dengan Kristus seperti dinyatakan dalam kiasan bahwa gereja adalah tubuh kristus.10 Sebagaimana dijelaskan dalam al-Kitab . “tidak ada seseorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11).11 Sejak gereja tiba di Indonesia, maka gereja telah berpartisipasi dalam pembangunan, seperti dalam pelayanan pendidikan, kesehatan dan pertanian. Oleh karena itu gereja-gereja di Indonesia juga meningkatkan partisipasinya dan melayani pembangunan nasional berdasarkan tugas pengikutnya yang bersumber pada Injil
9

T. B. Simatupang, Dari Revolusi ke Pembangunan (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1987), T. B. Simatupang ( dkk.), Peranan Agama-Agama dalam …….., op. cit., hlm. 9. Perjanjian Baru (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1999), hlm. 470.

hlm. 9.
10 11

lxxii

21-30 Oktober 1994 (Jakarta: Gunung Mulia. Positif artinya terbuka terhadap yang baik. kritis dan realistis dalam pelaksanaan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia sebagai pengamalan Pancasila dipandang oleh gereja adalah bagian dari dunia yang dikasihi Allah. kesejahteraan dan kelestarian serta dalam rangka mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia yang selaras. realistis artinya sadar akan waktu dan batas-batas kenyataan terhadap pembanguan yang dilakukan oleh gereja. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKGPGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. dengan mengambil sikap yang positif.12 Tugas panggilan gereja dalam pembangunan bangsa ini tidak hanya memberikan ruang bagi gereja-gereja untuk berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional. 12 lxxiii . Jayapura. Gereja di Indonesia dengan sikap sebagai hamba dan pelayanan menurut teladan Yesus. Pembangunan dengan segala proses perubahannya dalam berbagai aspek kehidupan dalam rangka berjuang untuk menegakkan keadilan. 2002). 29.Yesus Kristus. tetapi juga untuk mengajak dan mengaharapkan partisipasi secara bertanggung jawab dari semua warga negara dan golongan. dalam pembangunan nasional berdasarkan hak dan kewajiban yang sama. PGI. kreatif. hlm. merupakan isi dunia yang tidak berada di luar rancana Penyelamatan Tuhan. serasi dan seimbang antara dimensi material dan spiritual. kritis artinya setiap pembangunan yang dilakukan oleh gereja sesuatu yang telah tertuang dalam firman Tuhan. pemerataan. kreatif artinya adanya jasa roh kudus dalam sikap pembangunan yang dilakukan oleh gereja.

Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. Oleh karena itu pembangunan yang di usahakan manusia. Simatupang . realistis dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. kreatif. Eka Darmaputra . maka hasilnya tidak akan pernah sampai pada tatanan masyarakat yang sempurna dengan keadilan yang demikian. gereja-gereja di Indonesia mengambil bagian secara positif. Latuihamallo (Penyunting .. keadilan. Simatupang. 41-42. 15 lxxiv .15 T. 14 13 T. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. op. Simatupang. D. Revolusi dan Pembangunan. dalam buku. ( Jakarta: Bpk. pambaharuan kesejahteraan dan telah mampu mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia. Oleh karena itu pembangunan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi upaya-upaya untuk menegakkan perdamaian. 39. Oleh sebab itu maka dalam terang Injil kerajaan Allah. 1997 ). kritis. pemerataan. Gunung Mulia. B. hanya dapat terwujud oleh kehendak Tuhan sendiri. (Jakarta: Bpk. P. Bersama-Sama Meletakkan Landasan Moral. tidak identik dengan kerajaan Allah.14 Jadi walaupun menurut kita bahwa pembangunan yang dilaksanakan menurut ukuran kita telah mampu menegakkan keadilan. kemanusiaan dan kesejahteraan bagi semua orang. Kontek Berteologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. hlm. Etik dan Spiritual Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal landas. maka dalam keadaan yang seperti inipun masih tetap akan menimbulkan bentukbentuk penindasan dan ketidakadilan dalam masyarakat pada umumnya. hlm. hlm.B. Dr. Iman Kristen dan Pancasila …….13 Pembangunan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia sebagai Pengamalan Pancasila dapat saja mengalami kegagalan dan penyelewengan sehingga berlawanan dengan kehendak Tuhan. 130. . Kehadiran Kristen dalam Perang. 1985). B. Gunung Mulia.). cit. T.

Sikap gereja yang realistis adalah untuk mendorong gereja agar dapat meilihat dan memahami tentang batas-batas yang telah dapat dicapai oleh bangsa ini dalam membangun sikap tersebut sebagai alat kontrol untuk mengawasi agar setiap 16 T. Iman Kristen dan Pancasila. bahwa gereja dapat mengoreksi berbagai cita-cita atau kebijakan-kebijakan bangsa kita ini dalam melakukan pembangunan yang memang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Simatupang. B.. Sikap gereja yang kritis. Sikap gereja yang kreatif. gereja dapat memberikan sumbangan untuk berpartisipasi dalam menjawab berbagai tantangan dalam perubahan zaman dan dapat menyisihkan berbagai hambatan-hambatan yang selalu mengahadang atau mengahalangi untuk suksesnya suatu pembangunan yang kita lakukan untuk bangsa ini. kesejahteraan. Oleh karena itu Tuhan tidak mengajarkan tentang hal-hal yang tidak baik. maka gereja dapat mendukung segala pambangunan yang menunjukkan apa yang menjadi kehendak Tuhan. kreatif. Pasti Tuhan mengajarkan tentang hal-hal yang baik. seperti: banyaknya korupsi-korupsi yang terjadi di birokrasi pemerintahan kita sekarang ini yang dikorupsi itu adalah uang rakyat.Gereja-gereja di Indonesia dalam berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini harus memiliki beberapa sikap diantaranya gereja harus bersikap positif. cit. keadilan. loc. lxxv . Maka dari itu gereja dapat mengembangkan hal-hal yang baik dalam proses pembangunan. kritis dan harus realistis.16 Dengan sikap gereja yang positif. perdamaian dan sebagainya. Seperti.

. 18 lxxvi . dalam bentuk partisipasinya dalam pembangunan berusaha dalam memberikan sumbangan untuk mengembangkan suatu gagasan. 43. Kehadiran Kristen ……. ide-ide dan pikiran menganai arah dan tujuan dalam melakukan suatu pembangunan sebagai pangamalan Pancasila. . Simatupang. etika dan 17 Ibid. Oleh karena itu hal tersebut akan dapat menentukan gerak pembangunan nasional akan berjalan kearah dari cita-cita perjuangan bangsa Indonesia ini dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur yang dapat berasaskan Pancasila. T.pembangunan itu selalu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Seperti pengamalan sila pertama. B. 130. yang mengangkat dasardasar dan corak-corak dari negara. Ketuhanan Yang Maha Esa. yang mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan agama supaya untuk terus-menerus dan bersama-sama dalam meletakkan landasan moral. Pancasila dengan sila-silanya haruslah diamalkan secara utuh dan konsekuen.. cit. hlm. dalam partisipasi ini yang paling penting adalah gereja terhadap masyarakat dan masa depan bangsa Indonesia ini.17 Bentuk partisipasi gereja dalam pembagunan bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. dan pandangan mengenai sejarah yang menguasai pemikiran dalam pembangunan itu. Pendangan gereja tentang pengamalan dari sila-sila Pancasila dalam pelaksanaan pembangunan.18 Gereja. dalam artian setiap pembangunan itu harus sesuai dengan manfaatnya dan tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Tuhan. masyarakat dan kebudayaan serta dasar-dasar hukum yang ada didalamnya. op.. hlm.

Sila ini hanya menjamin tempat yang wajar bagi dimensi religius dalam kehidupan negara dan bangsa. 1993). Bersama-Sama meletakkan……………………………. masyarakat.spiritual yang kokoh bagi pembangunan nasional sebagai Pengamalan Pancasila. 28. Simatupang.op. hlm. 121. hlm. hlm. 31. Simatupang . sebab negara sama sekali tidak memiliki apa yang namanya teologi. cit. menurut gereja menyangkut Pembinaan kesatuan bangsa. B. op.19 Dengan demikian sila ini bukan merupakan dalil teologi. cit. Persatuan Indonesia. kemanusiaan yang adil dan beradab. sehingga makin kuat rasa kesatuan kamanusiaan dalam memperkokoh rasa Persatuan dan kesatuan negara. dipandang oleh gereja dalam menyangkut persoalan-persoalan yang mendorong begitu besar peran partisipasi rakyat dalam aspek politik dalam usaha menegakkan demokrasi yang bertanggung jawab. . hlm.20 Pengamalan sila ketiga.22 Pengamalan sila keempat dari Pancasila. Iman Kristen dan Pancasila . Tapi bagi gereja untuk mengamalkan kamanusiaan dan keadilan dengan ikut dalam sepenuhnya bertanggung jawab dalam mengenai keamanan negara. 20 21 Bambang Ruseno Utomo.B. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia (Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan. . menurut gereja menyangkut usaha-usaha pengembangan dan pemantapan hak-hak asasi manusia dan tanggung jawabnya dalam pembagunan. T. Pengamalan sila kedua. . 22 lxxvii . 19 T.21atau pembinaan bangsa dari semua bidang kehidupan manusia. Ibid. bangsa dan negara. 121.

Bambang Ruseno Utomo. adil dan sejahtera. 24 lxxviii . Partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini dapat berhasil apabila adanya kerjasama antara gereja-gereja dengan berbagai lembaga-lembaga yang ada di luar gereja.24 Partisipasi gereja dalam memberikan sumbangan pemikiran tentang pengamalan Pancasila di atas. 23 T. 23 dan dapat juga pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. bahkan dengan orang-orang yang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda dan di ajak untuk bekerjasama dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju. loc.. hanya sebagai motivasi bagi umat Kristiani dalam benar-benar mangamalkan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila dan sebagai perwujudan gereja dalam berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. cit..Pengamalan sila kelima dari Pancasila dalam pembangunan menurut gereja menyangkut peletakkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka menjunjung cita-cita keadilan sosial. cit. loc. B. Simatupang. Iman Kristen dan Pancasila . Hidup Bersama……….

kebebasan.budaya. B. Simatupang. Untuk bersama-sama dapat membaharui. seluruh partisipasi gereja dan umat Kristen dalam berpartisipasi membangun bangsa ini harus bertolak sebagai usaha untuk menegakkan tanda-tanda penyelamatan dan kedatangan kerajaan Tuhan.adat. Gereja berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional dengan tujuan dalam kehidupan masyarakat. Analisis Penulis Ada satu hal yang khas. membangun. dapat melahirkan atau menciptakan kesejahteraan. b.agama dan lxxix . yaitu bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat majmuk. C. bangsa dan negara Pancasila yang sedang melaksanakan pambangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila keadilan. yang terdiri dari berbagai suku. Menurut T. persaudaraan. perdamaian dan kemanusiaan yang dikehendaki oleh Tuhan untuk dunia ini.Adapun tujuan gereja dengan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini adalah: a.yang membedakan Indonesia dengan masyarakat dan bangsa manapun di dunia ini. dan mempersatukan gereja dan memupuk kemanusiaan di bidang teologi.

wawasan Pancasila tentang kebersamaan antara agama-agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tidak sepenuhnya sama dengan wawasan sekian agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang satu sama yang lain saling berbeda. hlm. Karena kesepakatan luhur bangsa Indonesia itu akhirnya dirumuskan sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara. tapi membiarkan orang Kristen ber-Trinitas. Dengan kata lain.. 26 27 25 Ibid. Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Dalam buku. tidak akan banyak berpungsi jika didudukkan dalam status yang jelas.Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki lingkup masing-masing yang berjangkauan universal. artinya setiap warga negara Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar yang tertuang dalam sila Pancasila.disunting oleh. Abdurrahman Wahid. hlm. jelas setiap agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki visi sendiri. lxxx .( keesaan Tuhan ). Islam mengajarkan tentang tauhid. Hal ini upaya Pancasila untuk menekankan sisi kehidupan antar umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.kepercayaan. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi perlu kita cermati apakah Islam sesuai dengan Pancasila ? maka segera akan nampak bahwa banyak dari ajaran-ajaran Islam yang tidak tercakup dalam Pancasila atau tidak dipersoalkan oleh Pancasila.26 Pancasila sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara disinilah ada tumpang tindih antara Pancasila dengan sebagian sisi kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa .25 Pancasila merupakan kesepakatan luhur antara semua golongan yang hidup di bumi Indonesia. serta Pancasila adalah dasar bermasyarakat. bukan hanya sekedar masing-masing sila . Sebuah kesepakatan seluhur apa pun. Ideologi bangsa. 257. 164. Pancasila walaupun ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. 1991). Berbangsa dan Bernegara. di samping visi universal yang mempersamakan semua agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.27 Dengan demikian dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila setiap sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia termasuk agama Islam. Ibid . 163. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. berlaku seluruh umat manusia.. ( Jakarta: BP-7. dan dalam agama Budha tidak membicarakan tentang Tuhan sama sekali. Sebagai falsafah negara Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir dalam menyusun undang-undang dan hukum di dalam negara Republik Indonesia. Oetojo Oesman dan Alfian. berbangsa dan bernegara. agama Hindu mempercayai banyak dewa –dewa . Pancasila Sebagai Ideologi . hlm.

saling mengisi dan saling memperkuat. 2003 ). shalat.Kemudian Islam mengajarkan tentang iman kepada rasul-rasul. tapi perlu diketahui bahwa Islam adalah agama dan Pancasila adalah ideologi .. Dimensi fleksibilitas. zakat . demikian pula agama tidak akan memjadi ideologi. 29 Mengenai Islam dan Pancasila pada dasarnya tidak bertentangan . hlm. 31 Berdasarkan pada tiga dimensi tadi maka Pancasila jelas memenuhi standar realitas. haji dan masih banyak lagi ketentuan –ketentuan lain yang diajarkan oleh Islam. berbangsa dan bernegara. tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. pada umumnya memang terdapat kesepakatan di negeri kita bahwa hal-hal ibadah dibiarkan saja . mencakup hal-hal yang oleh Pancasila mungkin tidak terpikirkan. Hal semacam ini tidak berarti bahwa Islam bertentangan dengan Pancasila . Kuntowijoyo.Rat. sebagaimana juga kemudahan yang sama dinikmati oleh para pengikut agama lain. Sering dinyatakan bahwa Pancasila tidak akan menjadi agama. Sekurang –kurangnya kita dapat perhatikan . 113.). bahwa sebuah ideologi harus memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahwa merangsang pengembangan pemikiran –pemikiran baru yang relevan tentang dirinya. maka ajaran Islam lebih bersifat luas. Dimensi realitas . terutama karena dinamika internal yang 28 Deliar Noer. hlm. puasa Ramadhan. dimana ideologi itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup dalam masyarakat. 29 30 Listiyono Santoso (dkk. Suatu Upaya Membaca Ulang Pancasila ( Jogjakarta : Ning. 1997 ). hlm. suatu ideologi harus mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. 85.115. Dimensi idealitas . 2. Melalui idealisme atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dihayati suatu masyarakat atau bangsa dapat diketahui kearah mana mereka ingin membangun kehidupan bersama. 70. (de ) Konstruksi Ideologi Negara . Identitas Politik Umat Islam ( Mizan : Bandung. Oleh sebab itu bagi setiap muslim ajaran –ajaran agama itu wajib dilaksanakan. Ajaran Islam dalam hal-hal tertentu terperinci dan tegas. Ibid. bahwa kemudahan diberikan di negeri kita untuk melaksanakan ibadah tersebut. idealitas bahkan fleksibilitas. hlm. 30 Pada dasarnya kekuatan ideologi (Pancasila) dapat diukur dari tiga dimensi yang saling berkaitan. 28 Jika melihat persoalan-persoalan tadi.1983). 31 lxxxi . 3. Ketiga dimensi itu adalah : 1. Islam Pancasila dan asas Tunggal ( Jakarta : Yayasan Perkhidmatan.

33 34 lxxxii .Menyangkut seberapa jauh nilai-nilai yang terkandung dalam idelogi itu membudaya dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. betapa dalam Pancasila sesungguhnya memuat kualitas nilai dasar yang objektif kebenarannya dan berlaku secara universal.34 Itulah sebabnya kita harus berihktiar untuk semakin menjadikan Pancasila itu sebagai ideologi dan menjadikan dasar yang kokoh bagi perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi hal itu tetap tergantung pada kehadiran beberapa faktor: 1. ber-Kemanusiaan.Satu.terkandung dalam sifatnya sebagai ideologi terbuka. 72. Selama ini. Persepsi .33 Harus disadari. 71. Kelima sila tersebut adalah “ paradigma “ bagi terbentuknya masyarakat berperadaban Pancasila. hlm. 4. memapankan serta menguatkan relevansi ideologi itu dalam masyarakat. 70. Ibid. . Ibid . 32 Ibid .32 Dinamika internal yang terkandung dalam suatu ideologi terbuka biasanya memantapkan.. hlm. hlm. Kualitas nilai dasar itu memungkinkan bagi terbentuknya kualitas peradaban bangsa yang berlandaskan pada masyarakat yang ber-Ketuhanan.. berbangsa dan bernegara . 3. tangguh dan bermutu tinggi . Pancasila di masa lalu seolah-olah hanya berhenti pada konsep nilai-nilai yang tidak mampu merambah pada tataran empirik masyarakat. ber-Kerakyatan dan ber-Keadilan. Kemampuan masyarakat mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang ideologi. 2. ber. sikap dan tingkah laku masyarakata terhadap Pancasila. Jadi secara ideal konseptual Pancasila adalah ideologi yang kuat. Pancasila lebih diletakkan sebagai gundukan “ rangkuman “ konsep-konsep belaka yang tidak mempunyai kekuatan untuk “merubah” tatanan masyarakat. Kualitas nilai-nilai dasar yang tergantung dalam ideologi.

lxxxiii .

Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia.tidak heran jika bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut juga dalam merumuskan dasar negara Pancasila . Kesimpulan Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang sudah beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan nagara ini dari tangan penjajah. aspek politik Indonesia yitu lxxxiv .BAB V PENUTUP A. maka rakyat Indonesia banyak yang menganut agama Kristen Protestan. Maka yang dulunya sebahagian rakyat Indonesia yang sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda.B. Simatupang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia tidak terlepas dari beberapa aspek. Menurut T. yaitu : a. aspek sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. b.

Demikian halnya dengan gereja –gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan untuk melaksanakan panggilannya pada bangsa dan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila. bangsa dan negara. B. ekonomi dan budaya. aspek agama Dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. 2. Makna yang terkandung dari sila pertama bukanlah kepercayaan “Kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide lxxxv . c. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kritis dan kreatif yang dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat.Gereja ditempatakan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam kontek sosial.seperti agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen Protestan baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan ( gereja) mempunyai tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara. yang merupakan suatu keputusan yang mutlak yang harus diterima oleh setiap agama-agama yang ada di Indonesia. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. di bagi menjadi dua : Pertama: meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Pengaruh pemikiran T. politik. Di negara Pancasila ruang bagi orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak di batasi.

maka setiap agama harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. 2. bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa. akan tapi mengajak kepada semua warga Indonesia untuk bersamasama dalam membangun dan mengatasi bangsa yang tercinta ini dari ketertindasan dan kemiskinan. Saran-saran 1. Penulis menyarankan kepada setiap jurusan di Fakultas Ushuluddin bahwa sanya skripsi-skripsi yang lama yang terdapat di ruang dosen supaya di lxxxvi . meliputi partisipasi gereja dalam membangun bengsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. Tugas penggilan gereja dalam membangun bangsa ini tidak hanya tertuju pada pembangunan nasional saja. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu setiap agama yang ada di Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.Ketuhanan” oleh karena itu kata yang dipakai bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian ditambah Keesaan dan Kemahaan. maka dari itu jangan sampai ada suatu golongan umat beragama yang ingin menggantikan dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain. Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa. tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragma. Kedua.

lxxxvii . Kata Penutup Sebagai kata Penutup skripsi ini. C. penulis panjatkan puji syukur sedalamdalamnya kehadirat Allah atas segala curahan rahmat dan hidayahNya. Simatupang ) Hanya kepada Allah.susun dengan rapi atau disimpan dalam almari khusus supaya tidak acakacakan. B. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas pemikiran T. penulis memohon hidayahNya mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat untuk orang lain dan juga untuk penulis sendiri.

Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama . Jakarta: BPK. Hubungan Agama dan Pancasila . 1986 Hitti. 1979 Malang: Lembaga -----------. Tinjauan Etis dan Budaya. 2001 Green. Jakarta: BPK. Gunung Mulia. Ilmu Perbandingan Agama . Gunung Mulia. Jakarta : Widjaya. ( terj ) Marie Claire Barth . 1986 Basyir. Bunga Rampai Pancasila . Santiaji Pancasila.( dkk .). 1991 Efendy. Surabaya: Usaha Nasional. 1970 Hoekema. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam.Yogyakarta: Dian/Interpedi. Gunung Mulia.Yogyakarta: Fakultas Hukum UII.DAFTAR PUSTAKA Aminah. A. 1997 lxxxviii . Ahmad Azhar.). Wisnu Tri (edit. Rozikin. Ny. Sejarah Ringkas (terj) Usuludin Hutagalung dan Sihombing.Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen.). Yogyakarta: Galang Press. Clifford . Penerbit Universitas Brawijaya. Pancasila Identitas dan Modernitas. 2003 Bakry. Susilaradeya. Pancasila Dasar Falsafah Negara . 1989 Hanggoro. Dunia Arab. Eka. Masyarakat Madani. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. Philip K. Wiwin Siti (dkk. Raja Grafindo Persada.).G. 1995 Darmaputra.Hasbulah. Berfikir dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia( 1860-) 1960) ( terj. Jakarta: PT.Bahtiar. dan Etos Kewirausahaan. 1997 Darmodihardjo. Karl Barth. Pancasila Suatu Orientasi Singkat. Bandung: Sumur Bandung . Darji. 1985 Daman. Jakarta : BPK.

Identitas Politik Umat Islam.Oetojo dan Alfian. Deliar. 1978 Koentjaraningrat. Yogyakarta : Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga.B. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. 1999 Kansil . Jakarta: BP-7 Pusat. Yogyakarta: Yayasan Budi Budaya. Skripsi. Islam Pancasila dan Asas Tunggal . Simatupang. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa. Bandung: Cahaya Remaja. 1985 lxxxix .Malang: Departeman Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia. Gereja dan pembangunan ( Studi atas Pemikiran Tahi Bonar (T. Pengantar Ilmu Sejarah .. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. S. Jakarta: Pradanya Pramita. Saya Adalah Orang Yang Berhutang( Penyunting) Samuel Pardede. Berbangsa dan Bernegara.Jakarta: PT. 1995 …………….Simatupang .C. 1997 Kuntowijoyo. Ahmad. 1990 Musfik. Metode-Metode Penelitian Masyarakat .Yogyakarta: Tiara Wacana. Bandung : Mizan. Menyambut Usia ke 70 . dalam buku. Faisal. 1991 Octavianus. P. T.B) Simatupang ). T. 1996 Noer. Filsafat Pancasila. B.Ismail . Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. 1983 Oesman .1997 Latuihamallo. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara . Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. 70 Tahun Dr. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani .T. 1959 Kaelan. Paradigma.D. Problematika Pancasila . Bermasyarakat . 1999 Ismaun. 1996 Yogyakarta: Kaelan. Bernegara. Wacana Ketegangan Kreatif Isalan dan Pancasila . Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama.Yogyakarta: Paradigma. Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP. P. Gramedia.

1986 -----------. Kontek Berteknologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. Gunung Mulia. Jakarta: PT. 2002 Baru. Iman Kristen dan Pancasila. Jakarta: Bpk. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Sebuah Analisis Komperatif. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Samuel ( penyunting. dalam buku.Pardede. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. Jakarta: Gunung Mulia. 1990 Partonadi. 1999 PGI.(editor. T. Gunung Mulia. 1990 Sargent. Edisi keenam . Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai (Jakarta: Sinar Harapan. Bunga Rampai Salim. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi. P.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen Perjanjian Baru . T. Bersama-sama Meletakkan Landasan Moral. Jayapura.). 1981 -----------.70 Tahun Dr.Jakarta: BPK. Gunung Mulia.B. Jakarta: Bpk. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia. 21-30 Oktober 1994 . Pembangunan. Emil . 1997 ----------. Latuihamallo ( Penyunting) Eka Darmaputra. Jakarta: Erlangga .B. Dr. Simatupang . Saya adalah Orang yang Berhutang . Saya Adalah Orang Yang Berhutang ( Penyunting) Samuel Pardede . dalam buku . 2002 Sairin. Visi Gereja Manusia Milinium Pemikiran. Jakarta: Gunung Mulia. dan Spiritual. (Jakarta: Bpk.Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan . 1987 Simatupang. 1984 xc . Soetarman Soediman. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKG-PGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal Landas. Gunung Mulia.). Ideolog-Ideologi Politik Kontemporer.) Widi Harijati Rahadi . Wainata. Lyman Tower. 1960 ---------. D.

1958 Surachmad.P. Lahirnya Pencasila . Bangsa dan Negara . Pluralitas. Jakarta: Bpk. Paulus . Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Spiritualitas. Bandung: Tarsito. dan Pembangunan di Indonesia. Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press. Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah.).Jakarta : Sinar Harapan . Gunung Mulia.Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. Sosiologis. 1987 ------------. Filsafat Pancasila . Gunung Mulia.Yuridis Kenegaraan . Jakarta: BPK. Rahmat . 1993 Tanja.(dkk. Nasional. Kehadiran Kristen dalam Perang. 1985 -----------. Filosofis. Metode Gramedia.-----------. 1988 Subagyo. Dari Revolusi ke Pembangunan . dalam Negara Pancasila yang Membangun. 1993 Vredenbergt. 1993 xci . 1991 ----------. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia .Gunung Mulia. Gunung Mulia. Pancasila Dasar Negara Indonesia. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia. 1996 Steenbrink. Revolusi dan Pembangunan. Jakarta: Bp. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. A . Jakarta: Bpk.Winarno. Mencari Tuhan dengan Kacamata Barat. Viktor I .Jakarta: Bpk. Bambang Ruseno.1996 dan Teknik Penelitian Masyarakat.Yogyakarta: Kanisius.J. Jacob.1970 Soewarno. Yogyakarta: Basis. Jakarta: Wahana. Karel.Yogyakarta: Kanisius. 1955 Soekarno. 1996 Utomo.

Indragiri Al-Islami. Jakarta: Prapanca. P. Jakarta : B-7. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Gowok Yogyakarta : Miswandi : Kampung Baru.Wahid. Muhammad. P. Sapat. 11 Desember 1979 : Laki-Laki sekarang) xcii . Riau : Jl. Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Pancasila Sebagai Ideologi. Kab. Kec. VI. Nogorojo No. Tembilahan. 016 Kampung Baru (1987-1993) MTs. 1991 Yamin. Dalam buku. Yogyakarta (2000: Islam : Kampung Baru.3 Klpk. P. Tanjung Makmur (1993-1996) MA. Tanjung Makmur (1996-1999) Masuk IAIN Sunan Kalijaga Fakultas Ushuluddin. P. 1959 CURRICULUM VITAE Nama Tempat Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Asal Alamat di Yogyakarta PENDIDIKAN SDN. Pembahasan UUD Indonesia . disunting oleh Oetojo Oesman dan Alfian . Indragiri Al-Islami. Berbangsa dan Bernegara . Abdurrahman.

NAMA ORANG TUA Ayah Ibu Agama Alamat : H. Miskun : Hj. Siti Wartini : Islam : Kampung Baru, kec. Sapat, Kab. Tambilahan, Riau.

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul Drs. Rahmat Fajri. Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta NOTA DINAS Kepada Yang Terhormat Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa maupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama Nim
Jurusan : PA

: MISWANDI : 00520012

xciii

Judul Skripsi : HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA ( Studi atas Pemikiran T. B. Simatupang ) Maka pembimbing / pembantu pembimbing kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk dimunaqasahkan . Demikian , mohon dimaklukmi adanya. Wassalammu’alaikum Wr. Wb. Yogyakarta, …….. Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul NIP. 150169820

Drs.Rahmat Fajri NIP. 150275041

MOTTO

“ Kalau Ingin Menguasai Negara Kuasailah Ilmu. Kalau Ingin Menguasai Dunia dan Akhirat Kuasailah Ilmu. ”

xciv

PERSEMBAHAN

Karya ini Kupersembahkan Kepada : Almamaterku yang sangat dibanggakan Bapak dan Ibu Tercinta Adik-Adikku tersayang, Jumadi, Salman al-Farisy Seseorang yang selalu dekat di Hati

xcv

Selaku Dekan Fakultas yang sebesar-besarnya kepada mereka yang Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. xcvi . Subagyo. Shalawat seiring salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad Saw. yang sudah sepantasnya penulis menghaturkan terima kasih terhormat : 2. yang telah menuntun kita kejalan kemenangan dunia dan akhirat. Selaku Ketua Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Dalam penulisan skripsi ini. H. Moh. H.hum. M. 3. Fahmi.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT. Drs. Bapak Drs. yang senantiasa melimpahkan taufik.Ag.. penulis banyak mendapatkan masukan dan bantuan dari berbagai pihak baik moril maupun material. M.

Ojay Bekers. Petang. Selaku Pembimbing II. H. 7. 8. selalu memberikan Bapak. Kepada seseorang yang selalu setia mendampingi penulis baik dalam suka maupun duka. H. jurusan PA. xcvii . Yani tercinta. 11. yang bimbingan dan memberi saran dan petunjuk dalam penyelesaian skripsi ini. Didit. Selaku Pembimbing I. Subagyo. Drs. Sony dan abang Tambunan). yang selalu banyak memberi masukan sehingga terwujudnya skripsi ini. Selaku Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga 5. Rahmat Fajri. M. Nova. Agussalim Sitompul. Arif. 6. keluarga besar “HIMARISKA” (Himpunan Mahasiswa Riau Sunan Kalijaga). Kepada konco-konco seperjuangan. Seluruh Dosen Fakultas Ushuluddin yang telah memberikan kuliah kepada penulis. Rahmat Fajri. Kepada orang tua penulis. Bapak Prof. Dr. Emon. Koler. atas pengorbanan dan jasanya yang tiada terhingga dan tak terbatas mudah-mudahan keduanya diberi umur panjang dan husnul khatimah di akhir hayat mereka.4. Ag. spesial buat teman-teman kost “WISMA SAWO” (Dedi. Selaku Penasehat memberikan dukungan dan saran demi Akademik yang telah banyak menyelesaikan studi penulis. Dian. Serta kepada adik-adikku yang tersayang. Drs. Bapak Drs. 2000. Keluarga angkat di Imogiri (Pak Suprafto sekeluarga). Bapak. 10. 9.

hanya do’a yang dapat mengiringi ketulusan mereka. HIS MULO KMA AMS KSAP PTTS PBAP DGI = Tahi Bonar = Hollands Inlands School = Meer Uitgebried Lager Onderwijs = Koninlijke Militaire Academie = Algemene Middelbere School = Kepala Staf Angkatan Perang = Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra = Panglima Besar Angkata Perang = Dewan Gereja-Gereja Indonesia xcviii . B. Yogyakarta.Atas segala kebaikan mereka. Penulis Miswandi Nim . ………. penulis banyak berhutang budi.00520012 DAFTAR SINGKATAN T. sehingga pengorbanan yang tekah mereka berikan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT.

Karena Modus Vivendi itu merupakan sesuatu yang telah di xcix . tapi dari kalangan non mulslim menolak bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta yang berbunyi “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Pengumpulan data. keempat. Analisis data . peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode dokumentasi. maka tokohtokoh agama dari kalangan Islam dan non Islam melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta . Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. B.B. atau yang sering di sebut dengan Modus Vivendi . maka kedua tokoh-tokoh agama tersebut menyepakati untuk mengubah nya dengan kalimat “ Ketuhanan Yang Maha Esa “. jadi setiap warga negara Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . dari kalangan Islam menginginkan dasar negara harus berasaskan Islam seperti Piagam Jakarta . sedangkan manfaat penelitian ini adalah untuk akademik sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. tapi ada juga yang beragama non Islam. dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sejarah atau historis. Metodologi Penelitian ini adalah pertama. dan untuk menembah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T. peneliti dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif. karena penelitian sejarah ini mengkaji pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu menyakinkan apa yang harus dikerjakan sekarang dan masa yang akan datang. Metode Pendekatan. Untuk menghindari atau mengakhiri perdebatan tersebut.PGI VOC BPUPKI PPUUD PKPUUD PPKI PB UUD = Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia = Verenigde Oost Indische Compagnie = Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Panitia Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Perjanjian Baru = Undang-Undang Dasar ABSTRAK Negara Indonesia merupakan negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T. ketiga. kedua. Hasil penelitian ini adalah menurut T. B.Simatupang Pancasila adalah sebuah ideologi yang dapat melindungi semua rakyat Indonesia. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Penelitian ini bersifat kepustakaan murni ( library research).Ketika bangsa Indonesia ingin membentuk dasar negara maka terjadilah suatu perdebatan yang hangat antara kalangan Islam dan non Islam .

B. Maka dari itu setiap agama yang ada di Indonesia dapat berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. keempat. Sikap kritis. ketika gereja ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa ini maka gereja mempunya beberapa sikap pertama.tentukan melalui dialog. kadua. HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA (Studi Atas Pemikiran T. dan bisa menghadapi segala tantangan dari seluruh rakyat Indonesia . karena sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia . Sikap kreatif. ketiga. Sikap-sikap tersebut sebagai partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini sebagai pengamalan Pancasila. Kemudian Pancasila dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. Sikap positif. melalui kerja sama. Simatupang) Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam Oleh: MISWANDI c . Sikap realistis.

NIM: 00520012 JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2004 ci .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful