DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN NOTA DINAS ..............................................................................

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………… HALAMAN MOTTO........................................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………. KATA PENGANTAR ....................................................................................... DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. DAFTAR SINGKATAN .................................................................................... ABSTRAK .......................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………. A. Latar Belakang Masalah .............................................................. B. Rumusan Masalah ....................................................................... C. Tujuan Penelitian ......................................................................... D. Telaah Pustaka ............................................................................. E. Metodologi Penelitian .................................................................. F. Sistematika Pembahasan .............................................................. BAB II. SKETSA BIOGRAFI T.B. SIMATUPANG ………………………. A. Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan ................................ B. Karir dan Kegiatannya ................................................................. C. Karya-Karya T.B. Simatupang .................................................... ii iii iv v vi viii xi xii 1 1 7 7 8 11 12 14 14 18 21

viii

D. Orang-Orang Yang Mempengaruhi Pemikiran T.B. Simatupang .. 22 BAB III. PEMIKIRAN T. B. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA. 27 A. Pemahaman Indonesia ...27 1. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia .............. 28 2. Pemahaman T.B.Simatupang Kristen Protestan Tentang Ideologi Pancasila .............................................................................................32 B. Aspek-aspek Pemikiran T.B. Simatupang Tentang Hubungan Kristen 35 35 37 40 T.B.Simatupang Tentang Kristen Protestan di

Protestan dengan Pancasila di Indonesia ..................................... 1. Aspek Sejarah ....................................................................... 2. Aspek Politik ........................................................................ 3. Aspek Agama ........................................................................

C. Pemahaman Tentang Pancasila .......................................................... 41 1. Pengertian Pancasila .................................................................... a. Pengertian Pancasila dari Etimologi ..................................... b. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi ......................... 2. Sejarah Singkat Tentang Pancasila .............................................. 3. Fungsi Pancasila ........................................................................... a. 42 42 43 43 51

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia ....... 51

ix

b. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia ........... c. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia ..................... BAB IV. PENGARUH PEMIKIRAN T.B. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA …………… A. Pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa .....................................................

53 56

58

58

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia Sebagai Pengamalan Pancasila ....................................................... C. Analisis Penulis ............................................................................. BAB V. PENUTUP …………………………………………………………… A. Kesimpulan ..................................................................................... D. Saran-Saran ..................................................................................... E. Kata Penutup.................................................................................... DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... CURICCULUM VITAE 63 70 76 76 78 79 80

x

yang dinyatakan dalam sikap hidup yang didasarkan kepada ajaran-ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang penuh toleransi di antara pemeluk-pemeluknya.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia. bangsa yang memiliki kepercayaan dan hubungan dengan Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah diakui oleh masyarakat Indonesia. bahwa agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah menjadi dasar dan memberikan warna terhadap semua segi kehidupan bangsa. sejak semula telah dikenal sebagai bangsa yang religius.B.). Namun sejarah dari masa ke masa menunjukkan. dengan menyatakan bahwa di dalam kerangka kepercayaan kepada yang transenden. 2 T. tidak ada masalah untuk menerima Pancasila. 1 xi . Orang-orang Kristen Protestan dapat memahami sila pertama.B. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila Yang Membangun (Jakarta: PT. 1984). selama pemahaman tentang kelima sila dari Pancasila tetap terbuka dan Pancasila tidak kemudian menjadi doktrin yang tertutup. 12-13. hlm. Bahwa Pancasila telah memberikan banyak inspirasi. Gunung Mulia. BPK. Simatupang ( dkk .1 Menurut pandangan Kristen Protestan. orang-orang yang sudah memiliki agama dapatlah terus melakukan dialog berdasarkan sikap saling menghargai demi tanggung jawab bersama. hlm. 92. Simatupang . Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: BPK. Gunung Mulia. 1996).2 T.

4-5. Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila (Yogyakarta: Tiara Wacana. op. Ada dua kelompok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan ideologi suatu bangsa.Negara Indonesia yang memilki Pancasila sebagai dasar negara maupun filsafat hidup atau pegangan hidup bangsa Indonesia. kelompok nasionalis sekuler kedua kelompok nasionalis muslim. Pertama. hlm. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama.cit. Meskipun secara personal nasionalis sekuler bukan kaum sekuleris.97. Faisal Ismail . pemimpin politik dari kalangan Hindu. pemimpin politik dari kalangan Katolik.. pada dasarnya sila-sila dari Pancasila itu telah berakar pada jiwa Bangsa Indonesia. Secara tegas kelompok-kelompok nasionalis sekuler menolak agama dijadikan sebagai dasar negara..cit. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok-kelompok yang menjadi pemimpin politik yang di Indonesia seperti pemimpin pilitik dari kalangan muslim.5 3 T. loc. 1999). setiap rakyat Indonesia harus mempercayai Tuhan Yang Maha Esa. xii . hlm.3 Pancasila berfungsi sebagai bimbingan moral dan etika. bahkan nasionalis sekuler tidak menggunakan agama sebagai ideologi atau sistem politik. antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan karena tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam Islam. yang telah ditransformasikan menjadi dasar konsep politik yang sedemikian rupa. pemimpin politik dari kalangan Protestan. 5 4 Faisal Ismail.B.) .4 Kelompok nasionalis muslim adalah kelompok yang mempunyai gagasan bahwa Islam harus dijadikan sebagai dasar negara. Simatupang (dkk.

yang pantas dijadikan dasar negara adalah Pancasila. yang menyatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam sangat mengesampingkan agama-agama lain yang ada di Indonesia..45-46. Ibid .6 Menurut Faisal Ismail Konflik antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim mengenai landasan falsafah negara tetap tegang. 49. hlm . Oleh sebab itu . di negara Indonesia yang meskipun umat Islam yang pada dasarnya harus menerima Pancasila sebagai ideologi negara..5. Bunyi butir pertama Piagam Jakarta yang memberikan posisi umat Islam di Indonesia yang memungkinkan untuk menerapkan syariat Islam. 7 8 xiii .Di bumi Indonesia tidak hanya mayoritas agama Islam saja tetapi masih ada agama-agama lain seperti Katolik. bukan berarti setelah ber Pancasila lalu meninggalkan agama. sehingga terbentuklah Piagam Jakarta pada butir pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Hindu dan Budha yang butuh perlindungan dari negara.7 Bunyi butir pertama dari Piagam Jakarta mendapatkan tantangan yang keras dari orang-orang yang non muslim. Islam Pancasila dan Asas Tunggal (Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. agar semua agama yang ada di Indonesia dapat menerimanya. Seakan-akan menonjolkan agama orang yang mayoritas yaitu agama Islam. tetapi Pancasila dan agama harus sejalan. Ibid. Protestan. hlm. Pancasila tanpa agama akan kosong hasilnya.8 Agar bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah maka kedua kelompok tersebut melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi pertama dari Piagam Jakarta agar tidak menyinggung perasaan dari kalangan agama minoritas. 1983). jika tidak diganti butir pertama dari Piagam Jakarta. maka dengan 6 Deliar Noer. maka dari kalangan agama orang yang minoritas yaitu agama non Islam akan memisahkan diri dari Republik Indonesia. hlm.

Pancasila Identitas dan Moralitas. Gunung Mulia.11 9 Ibid . Kemanusiaan yang adil dan beradab 4. maka nilai-nilai yang esensial dalam Pancasila adalah: 2. Selain itu juga kebebasan untuk memeluk agama di Indonesia ditegaskan dalam UUD 45 Pasal 29 yang berbunyi: 1.kesepakatan bersama antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim . maka Piagam Jakarta diganti dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. maka PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani ( Yogyakarta : Paradigma. 10 xiv .9 Untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan antara kelompok nasionalis sekuler dan kelompok nasionalis muslim. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. 11 Eka Darmaputra. 2. Kaelan . Ketuhanan Yang Maha Esa 3. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta : BPK. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan 6. 110 –111. hlm.1999 ). 1997 ).. 55-56. Persatuan Indonesia 5. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. hlm. Pancasila Yuridis kenegaraan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia .10 Dengan disahkannya UUD 45.

(Kejadian 1:127). dalam pelaksanaannya secara keseluruhan dapat mendukung pengembangan kegiatan setiap agama yang ada di Indonesia. Oktavianus.Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa . Yuridis Kenegaraan ( Yogyakarta: Kanisius. hlm. Pancasila Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Rajawali Press. hlm. P. hlm. Filosofis. setiap orang harus meyakini adanya Tuhan Yang maha Esa dan memberikan kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing. politik. 135-136. Bernegara. dapat diterima oleh semua pihak. 13. 21-22.Pasal-pasal yang terdapat dalan UUD 45 yang merupakan sebuah transformasi Pancasila sebagai norma-norma untuk hidup bermasyarakat. 1992 ). Sosiologis . sosial dan ekonomi.13 Butir demi butir dari kelima sila Pancasila dalam penjelasannya jelas tidak bertentangan dengan Al-Kitab. Kenyataan telah mewujudkan bahwa dengan Pancasila dapat menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dapat membawa keutuhan negara Republik Indonesia. Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kasih (1 Yohanes 4:8) PJ. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Bermasyarakat ( Malang : Departemen Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia . Penjelasan Al-Kitab: Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. hukum. 1985 ). Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Sila ini dapat memberikan suatu kebebasan ruang gerak bagi kemerdekaan beragama. sebagai mana jelas dalam tindakannya Penciptaan langit dan bumi. dalam bidang keagamaan. 13 12 Rozikin Daman. 14 xv .14 Penjelasan butir demi butir dari kelima butir Pancasila yang erat hubungannya dengan Al-Kitab adalah: 1. Suwarno.12 Pancasila dapat dijadikan sebagi alat pemersatu bangsa Indonesia. 1993).

Sila kemanusiaan yang adil dan beradab Sila ini menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia harus meningkatkan martabat manusia.Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Penolong. Tuhan Khalik Langit dan Bumi beserta segala isinya (Mazmur.15 15 Ibid. suka memberikan pertolongan kepada orang lain. 16-20 xvi . Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Sila ini menjelaskan. dan dapat menikmati hak-haknya dan melaksanakan tanggung jawabnya. Penjelasan Al-Kitab: “Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim belalah hak orang-orang yang sengsara dan orang yang kekurangan”. musyawarah untuk mancapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Penjelasan Al-Kitab: “Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri…” (Roma 14:7a) 4. untuk bersikap adil.. (Mazmur 82:3) Dengan demikian menurut orang Kristen sila-sila dalam Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Kitab bahkan dalam pelaksanaannya secara konsekuen/mendukung apa yang terdapat dalam Al-Kitab. Korintus. Penjelasan Al-Kitab: “Kasih itu sabar. Kasih itu murah hati……” (I. mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Sila ini menjelaskan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. hlm. 13:5) 5. 13:14) “Tidak mengambil keuntungan diri sendiri” (I. Penjelasan Al-Kitab: Manusia itu agung dan mulia karena manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang dibentuk atau diciptakan Allah (Kejadian: 1:22) 3. Sila Persatuan Indonesia Sila ini menjelasakan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan demi keselamatan bangsa dan negara. 121:1-2) 2. mendahulukan kepentingan masyarakat dari kepentingan pribadi walaupun berbeda-beda kita tetap satu. Korintus.

Pancasila mempunyai daya tarik emosionalnya tersendiri.. yang menjadi fokus perhatian untuk diteliti adalah: Bagaimana pemikiran T.B. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. hlm.16 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas.cit. Iman Kristen dan Pancasila . Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ? Apa pengaruh pemikiran T. op. Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah: 2. Simatupang Indonesia ? terhadap agama Kristen Protestan di Tujuan Penelitian Penelitian tentang pemikiran T. xvii . 16 T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia mempunyai beberapa tujuan yaitu : Untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T.B.B. Pancasila sebuah ideologi dan sebuah pandangan hidup.Penjelasan di atas menurut pandangan T. Simatupang Pancasila adalah lebih dari sekedar payung.B. Secara akademik penelitian ini sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama.B. 10.B.B. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia dalam konteks yang lebih spesifik Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T. Simatupang .

dan beragama. yang memaparkan tentang bagaimana perkembangan teologi Protestan di Indonesia selama tahun 1860-1960. Spiritualis. yang di terjemahkan oleh Ny. Telaah Pustaka Setelah mengadakan penelusuran pustaka.G. Simatupang dalam buku. yang memaparkan bagaimana peranan agama khususnya Iman Kristiani dalam memberikan sumbangan terhadap tuntutan pembangunan di tengah masyarakat Indonesia yang pluralistik berdasarkan Pancasila sebagai satu-satunya asas bermasyarakat. Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia ( 1860. di tulis oleh Victor I Tanja pada tahun 1996. Simatupang. pada tahun1993 yang berjudul: Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan xviii . dan kapan teologi Protestan di Indonesia lahir ? dan juga siapa tokoh yang membangun teologi Protestan di Indonesia. Dalam buku ini menggunakan pendekatan sosiologis. Kemudian ada buku yang di tulis oleh : A.1960). berbangsa.3.B. sejauh penulis ketahui agar tidak terjadi duplikasi dalam penelitian ini yang sebelumnya membahas T. yang berjudul : Berpikir Dalam Keseimbangan Yang Dinamis . Hoekema.Dalam buku ini menggunakan pendekatan historis-teologis. Untuk menambah pengetahuan tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . Kemudian ada buku yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo. maka penulis melakukan telaah pustaka sebagai berikut: Karya ilmiah yang mengkaji tentang pemikiran T. Pluralitas dan Pembangunan di Indonesia.B. Amsy Susilaradeya pada tahun 1997.

Akan tetapi peneliti harus membedakan terlebih dahulu antara penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian sebelumnya. Dalam skripsi ini lebih memfokuskan tentang pengertian organisasi kemasyarakatan dalam arti apakah persekutuan gereja-gereja di Indonesia dapat dijadikan sebagai organisasi kemasyarakatan yang dapat mengayomi atau melindungi masyarakat Kristen Protestan di Indonesia. dalam skripsi ini menggunakan metode deskriptif analisis dan metode historis. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. skripsi tersebut menggunakan pendekatan historis. dan juga untuk membantu bisa saling mengenal satu sama lain dalam rangka saling mengasihi sesama insan yang saling berlainan agama dan kepercayaan. penelitian sebelumnya yang sudah pernah mengkaji pemikiran T. Kemudian ada skripsi yang berjudul : Gereja dan Pembangunan ( Studi Pemikiran Tahi Bonar ( T.Islam dan Kristen di Indonesia.B. Berdasarkan telaah pustaka di atas maka peneliti akan mengkaji mengenai pemikiran T. dan pembahasannya lebih terfokus bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang makmur dan beradab. di tulis oleh Ahmad Musfik.B. yang memaparkan untuk mengungkap dan mengkaji perkembangan dan pertemuan kedua agama tersebut di bumi Indonesia atau di bumi Pancasila. Simatupang adalah Viktor I Tanja yang xix . Dalam buku ini mengunakan pendekatan sosiologis dan teologis.) Simatupang ). yang ditulis oleh: Tri Budi Waryanto.B. Kemudian ada skripsi yang berjudul: Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ).

Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Tri Budi Waryanto yang berjudul Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). maupun data-data kepustakaan lainnya yang berkenaan dengan pemikiran T. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo yang berjudul Hidup Bersama di Bumi Pancasila : Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia.B. Kemudian yang membedakan antara penelitian penulis dengan penelitian sebelumnya adalah: Bahwa penelitian sebelumnya hanya memfokuskan bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis sekarang yang berjudul hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas Pemikiran T. Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini bercorak Library Research (Penelitian Pustaka). faktor politik dan faktor agama.B. majalah. Melalui karya-karya ilmiah. Simatupang. dalam arti sumber-sumber datanya berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Ahmad Musfik yang berjudul Gereja dan Pembangunan. Simatupang ) yang tidak terlepas dari beberapa faktor yaitu: Faktor sejarah.berjudul Gereja dan Pembangunan. baik yang tertuang dalam buku.dan apakah gereja –gereja yang di Indonesia dapat mengayomi atau melindungi umat Kristiani di Indonesia. Pengumpulan Data xx .

34.Dalam penelitian ini penulis dalam mencari data menggunakan metode dokumentasi. Iman Kristen dan Pancasila . dan juga buku yang berjudul Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. hlm.17 Dalam metode dokumentasi nantinya peneliti akan menemukan sumber data primer dan sumber data sekunder.B. dokumen yang tersimpan di perpustakaan . maka sumber data primer yang utama adalah tulisan T. Kemudian dalam penelitian ini juga penulis dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif 18 . Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat ( Jakarta : Gramedia. Simatupang yang berjudul. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Dapan Masyarakat. tapi harus mencakup analisis dan interpretasi tentang data itu agar mendapat pemahaman yang lebih jelas lagi 19. kemudian penulis menelaah data yang telah terkumpul tersebut. Winarno Surachmad. Metode deskriptif adalah langkah-langkah melakukan reinterpretasi obyektif tentang permasalahan yang di teliti. 1970 ). 19 18 17 xxi . 1986). Lihat ! Jacob Vredenbergt. Dan data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku yang memang representatif dalam mendukung penelitian ini. 131. hlm. Metode-Metode Penelitian Masyarakat ( Jakarta: Gramedia. Bangsa dan Negara. hlm. Lihat ! Kontjaraningrat . jadi dalam menganalisis data tidak hanya sebatas mengumpulan data saja dan menyusunan data. kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan wawasan penulis. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah ( Bandung :Tarsito . 1997 ). 63. Metode dokumentasi adalah pngumpulan data yang bersipat dokumenter. Analisis Data Dalam penelitian ini penulis dapat mengumpulan tulisan atau data yang berhubungan dengan tema yang diangkat dalam penelitian ini.

latar belakang masalah. sketsa biografi T. Simatupang . kata pengantar .20 Sistematika Pembahasan Untuk lebih memudahkan dalam penyelesaian penelitian ini. karena pendekatan sejarah biasanya meliputi pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu mengetahui apa yang harus di kerjakan sekarang dan masa yang akan datang. telaah pustaka. membahas pemikiran T.B. Bab kedua.dan pemahaman 20 Kuntowijoyo. Masa kecil dan latar belakang pendidikan. karir dan kegiatan. 1995 ). 17.Simatupang tentang Kristen Protestan di Indonesia.B. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. daftar isi. daftar singkatan dan abstrak. karya-karya T. rumusan masalah.B. yang meliputi sejarah singkat masuknya Kristen Protestan di Indonesia. halaman pengesahan. yang meliputi pemahaman T. halaman nota dinas. hlm. Simatupang Bab ketiga. penyusun akan menggunakan sistematika sebagai berikut : Bagian depan memuat halaman judul.B. metodologi penelitian dan sistematika pembahasan. Sedangkan bagian isi yang merupakan inti dari pembahasan skripsi ini.Metode Pendekatan Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. halaman persembahan. Simatupang.B. dan orang-orang yang mempengaruhi pemikiran T. halaman motto. Pengantar Ilmu Sejarah ( Yogyakarta : Yayasan Budi Budya. xxii . penulis susun dalam bab-bab sebagai berikut: Bab pertama. tujuan penelitian.

pengertian Pancasila. kata penutup daftar pustaka dan curriculum vitae.B. ayahnya bernama Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang.B.B. Kemudian aspek-aspek pemikiran T. Sedangkan Simatupang merupakan nama marga untuk orang Batak dari pihak ayahnya. dan meningkatkan partisipasi gereja dalam membangun bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. Bab keempat. yang meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. saran-saran. yang meliputi : aspek sejarah. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. T. beliau anak yang kedua. SIMATUPANG Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan T. dan aspek agama. Simatupang mempunyai delapan bersaudara. Simatupang adalah anak dari seorang Pegawai Negeri. dan ibunya. berasal dari Laguboti. Kemudian analisis penulis. Kepala Kantor Pos Sidikalang. aspek politik. dari delapan bersaudara. Simatupang.T.B.B. seorang wanita yang penuh kasih sayang kepada anak-anaknya. membahas tentang apa pengaruh pemikiran T.B. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. sejarah singkat tentang Pancasila. B. Nama-nama yang diberikan oleh ayahnya untuk nama xxiii . Simatupang singkatan dari Tahi Bonar dalam bahasa Batak yang berarti permufakatan atau tujuan yang benar. penutup. T. T. B. Kemudian pemahaman tentang Pancasila yang meliputi. Bab kelima. fungsi Pancasila.Simatupang tentang ideologi Pancasila. BAB II SKETSA BIOGRAFI T. lahir di Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatra Utara tanggal 28 Januari 1920-1990. yang terdiri dari kesimpulan.

anak yang kedua Tahi Bonar yang memiliki arti permufakatan atau tujuan yang benar. 20 . dan juga telah terbit berbagai macam media cetak seperti: Suara Kita. Simatupang meyelesaikan sekolahnya di HIS pada tahun 1934. dengan adanya media cetak semacam ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan. yang memiliki arti anak pemberian Tuhan yang lahir pada hari Jumat.1 T. yang berarti laki-laki. xxiv . anak yang ketujuh Batara Ningrat. 1991). Simatupang masuk sekolah HIS (Hollands Inlandse School) yaitu pada tahun 1927. karena T. rajin T. yang berarti perempuan. 22. Bangsa dan Negara (Jakarta : Sinar Harapan . hlm. B. Di Pematang Siantar inilah T. Simatupang termasuk anak yang pintar. kemudian keluarganya pindah ke Pematang Siantar. Bintang Batak. anak kelima Maruli Humala Diasi.. di Pematang Siantar inilah telah tumbuh sebuah semangat baru yang dapat menambah kesadaran mengenai harga diri dan tanggung jawab yang dimiliki oleh orang-orang Pematang Siantar. anak yang keenam Tapi Omas yang berarti perempuan. 2 1 Ibid. T. hal semacam ini terlihat jelas dengan pertumbuhan berbagai macam organisasi yang dapat mengasah pengetahuan. tapi keluarga beliau tinggal hanya 9 bulan di Siborong-borong. B. di sinilah beliau masuk sekolah Zending. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. Batara dari mitologi Batak-Hindu ditambah dengan Ningrat. yang mempunyai arti wibawa kemenangan. Simatupang . hlm. dan anak yang kedelapan Riaraja.B.anaknya menciri khaskan nama-nama orang Batak. kesadaran nasionalisme yang lebih luas dari nasionalis Batak. Sahala Hamonangan.B. B. dengan predikat yang memuaskan. anak yang keempat Pinta Pasu. Simatupang pada usia 6 tahun keluarganya pindah ke Siborong-borong. seperti nama anak yang pertama dari ayahnya. 2 Pada tahun 1927-1934 berkembang semacam kesadaran nasionalisme yang tinggi dalam masyarakat Pematang Siantar. yang artinya anak laki-laki. Ada nasionalisme Indonesia dan nasionalisme Batak dan Kristen. anak yang ketiga Frieda Theodora.

B. Simatupang menyelesaikan studinya di MULO tahun 1937 dengan mendapat predikat yang memuaskan. sekolah yang mempunyai kualitas yang bagus dan disiplin yang tinggi. B. baik itu buku pelajaran atau buku-buku umum yang lebih banyak menambah pengetahuan. 39. dalam hal ini ia telah dapat menyelesaikan sekolahnya dengan baik. T. T. xxv .3 Setelah masuk sekolah MULO. sedangkan 3 Ibid. B. B.. dan bertanggunga jawab. pada tahun 1934 melanjutkan studinya ke Sekolah Menengah Pertama Kristen. berkualitas. dan rajin membaca buku. di Salemba. Nomensen yang terletak di Tarutung. AMS di Salemba ini termasuk sekolah yang terbaik di Hindia-Belanda. maka siapa yang mau sekolah SMA harus ke pulau Jawa. Batavia (Jakarta) karena pada waktu itu di Sumatra belum ada SMA.dan juga kutu buku. Kemudian T. maka semangat nasionalisme sangat berkobarkobar. Simatupang. hlm. dan siswa-siswinya kebanyakan anak-anak orang Belanda yang mempunyai status sosial yang tinggi. Simatupang belajarnya sangat tekun sekali. Christelijke MULO merupakan sekolah elite bagi masyarakat Kristen Batak . dalam bahasa Belanda (Christelijke Meer Uitgebreid Lagar Onderwijs atau Christelijke MULO ) Dr. dan mendidik siswasiswinya dengan baik agar dapat menjadi orang yang pintar. T. Simatupang melanjutkan studinya di pulau Jawa yaitu masuk sekolah Christelijke Algemene Middelbare School atau Christelijke AMS (SMA Kristen).

Simatupang dapat menyelesaikan studi AMSnya dengan hasil yang memuaskan. B. ia berangan-angan atau bercita. Simatupang menyelesaikan studi AMS di Salemba. B. ketika ia aktif di gereja ia banyak mendapatkan teman dari mahasiswamahasiswa teologi. Simatupang sewaktu sekolah AMS di Batavia ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan di gereja. Semangat nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia ketika masuk sekolah AMS makin bergejolak seperti yang dialami oleh T.4 Akan tetapi iklim pada saat itu tidak memungkinkan. khususnya gereja Batak. 80. meskipun hanya tiga tahun di Batavia. Kemudian setelah T. tapi ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa yang dapat hidup mandiri. xxvi . Simatupang.putra-putri bangsa Indonesia yang masuk sekolah AMS adalah golongan-golongan kelas atas. ia sering hadir dalam pertemuan-pertemuan mahasiswa teologi yang telah memiliki semangat yang tinggi dengan hadirnya gereja-gereja di Indonesia. B. dengan berorientasi dengan orang-orang Belanda di lingkungannya. karena nanti apabila telah selesai studi kedokteran akan mengabdi dan bekerja di rumah sakit Gereja.. Jadi pemuda-pemuda Belanda yang ada Hindia-Belanda harus ikut jadi militer untuk mempertahankan Belanda. dan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap kecintaannya dengan Indonesia.cita ingin melanjutkan studinya tentang kedokteran. Oleh karena itu dibukalah pembukaan sekolah KMA (Koninlijke Militaire Academie) 4 Ibid. yang ada di jalan Kernolong Jakarta. T. B. hlm. Pada tahun 1940 T. karena ada berita tentang penguasaan Jerman terhadap Belanda.

Orang Indonesia tidak mampu membangun suatu angkatan perang. Simatupang dalam pangkat kemiliterannya berpangkat Letnan satu. Simatupang. B. mendaftarkan diri untuk masuk akademi itu.atau Akademi Militer kerajaan Belanda di Bandung. Akan tetapi T. dan ia lulus dengan baik. B. B. B. Simatupang. B. T. semua itu untuk menepis mitos-mitos yang dilontarkan orang-orang Belanda kepada Indonesia. bahwa orang Indonesia tidak cocok untuk menjadi militer. Misi utamanya adalah xxvii . yang berjuang untuk merebut kemerdekaan Indonesia. B. memiliki pengalaman militer sangat banyak sekali. tetapi yang perlu diingat dan dicatat T. T. dan selalu mejadi perwakilan dari pihak angkatan bersenjata dalam delegasi Indonesia berbagai perundingan dengan Belanda di Konfrensi Meja Bundar. orang-orang Indonesia bisa menjadi militer dan mampu bersaing dengan militer di negara-nagara lain. yang ia dapatkan dari orang-orang Belanda/militer Belanda yang pernah medidik ia untuk mejadi militer. Simatupang masuk militer. Simatupang bekerja untuk orang Belanda tetapi rasa nasionalisme terhadap Indonesia tetap tidak berubah dan tidak akan pernah padam. B. Karir dan Kegiatannya T. Simatupang tentang militer. Simatupang bertekad dan berusaha untuk menolak semua mitos-mitos itu. ia juga dipercaya untuk membantu sepenuhnya pembangunan militer angkatan bersenjata Indonesia. T. B. dari pengalaman-pengalaman yang ia peroleh dapat dikembangkan kepada tentara-tentara atau militer Indonesia. Karir T. sangat dibanggakan sebagai anak bangsa dapat mejadi militer yang profesional.

Simatupang pernah memegang jabatan wakil II Kepala Staf Angkatan Perang (W II KSAP). Waktu luang tersebut diisi T. dan yang menjadi Kepala Angkatan Perang (KSAP) pada saat itu adalah Jendral Sudirman. ia di percayakan sebagai pengganti Kolonel Hidayat. maka. Simatupang memang agak menanjak. Pembangunan. B. 1960 ). B. Simatupang agar dapat memimpin Staf Angkatan Perang Republik Indonesia. yang merangkap menjadi panglima Besar Angkatan Perang (PBAP). tapi dalam waktu yang sangat singkat.mendesak Belanda membubarkan KNIL (tentara boneka ciptaan Belanda) serta mengukuhkan TNI sebagai kekuatan inti bagi angkatan perang RI. Simatupang di pensiunkan dari Kepala Angkatan Perang pada tanggal 21 Juli 1959. sebagai Panglima Tentara dan Teriotorium Sumatra (PTTS). T. sebagai wakil KSAP ia membantu Jendral Sudirman dalam pengamanan bangsa Indonesia terhadap penjajah. dan yang memegang wakil I Kepala Staf Angkatan Perang adalah Kolonel Hidayat. maka T. dan juga diundang dalam pelayanan gereja-gereja di Indonesia. Karir T. B. Simatupang di minta untuk menjadi penasehat militer.Simatupang . Dengan adanya pergeseran jabatan. T. B. Simatupang . hlm. 5 xxviii . Pada tanggal 29 Januari 1950. 9.B. ia banyak mempunyai waktu luang. dengan demikian yang menggantikan Kepala Staf Angkatan Perang adalah T. B. Simatupang telah banyak jasanya terhadap perjuangan bangsa Indonesia.5 Sebagai wakil Kepala Staf Angkatan Perang. T. B. Setelah keluar dari dinas kemiliteran. dengan menduduki sebagai wakil I Kepala Staf Angkatan Perang. Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan ( Jakarta: PT. tetapi Kolonel Hidayat ditugaskan di Sumatra. Jendral Sudirman meninggal dunia. Pada saat itu Jendral Sudirman dalam keadaan sakit yang sangat kritis. B. maka Jendral Sudirman memberikan tanggung jawab kepada T.

Simatupang terpilih sebagai Ketua Majlis Pertimbangan PGI. Ia sejak tahun 1975-1984. Membuktikan Ketidakbenaran …………. hlm. ia meninggal dunia pada tanggal 1 Januari 1990 karena sakit. dan juga ia menekuni studi tentang teologi. jabatan itu dipercayakan kepadanya sampai sidang raya X DGI di Ambon. Masa pengabdiannya di DGI/PGI. maka semua pengabdian harus berhenti. Samuel Pardede ( penyunting . maka masalahnya terbukti dapat dipahami secara lebih mendalam.6 Ketertarikan T. sehingga kita dapat terus mempelajari teologi itu seumur hidup. hlm. ia aktif menjadi anggota DGI. pengabdiannya sangat luar biasa maka haruslah kita hargai. sangat cemerlang. tapi dengan faktor usia yang sudah tua.7 Periode 1984-1989 T.Simatupang. sampai periode 19891994. B. 6 T. B.op. kemudian ia terpilih sebagai ketua Badan Pekerja Harian. Simatupang dalam Dewan-Dewan Gereja di Indonesia lewat bidang gereja dan masyarakat. 15.B. 7 xxix .dengan menulis dan membaca banyak tulisan-tulisannya yang beredar di media masa dan forum-forum pertemuan.. tahun 1984. Simatupang aktif juga dalam sidang gereja-gereja dan dewan gereja-gereja sedunia.).187-188. 1990 ). Pengabdiannya terhadap gereja-gereja dan juga bangsa dan negara. Saya adalah Orang yang Berhutang ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.cit. Studi tentang teologi sangat luas. menjadi presiden mewakili gereja-gereja se-Asia selama satu periode. B. T. dalam dimensi teologi.

Dalam Bentuk Buku a. Jakarta: Idayu. Jakarta. Gunung Mulia. Tugas Kristen Dalam Revolusi. Karya-Karya T. BPK. Jakarta: PT. 70 Tahun Dr. Gunung Mulia. 1990 h. Simatupang 1. Simatupang: Saya Adalah Orang Yang Berhutang. Pembangunan: Berjuang Mengamalkan Pancasila Dalam Terang Iman. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. B. 1984 e. Laporan dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan. 1986 f. T. Jakarta: BPK. 1967 c. 1960 b. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Revolusi dan Iman Kristen dan Pancasila . Jakarta: BPK. Peranan Angkatan Perang Dalam Negara Pancasila yang Membangun. Gunung Mulia. Jakarta: Badan Penerbit Kristen. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa xxx .C. Kehadiran Kristen Dalam Perang. Pembangunan. 1980 d. Dari Revolusi ke Pembangunan. 1987 g.B.

1982 b. Peninjau.B. Dapatkah Ilmu-Ilmu Sosial Memberikan Sumbangan Dalam Mission Imposible Kita ?. B. 1996 2. 1987 f. T. Simatupang Ada beberapa pemikiran yang mempengaruhi perjalanan intelektual T. Jakarta: PT. Masyarakat. BPK Gunung Mulia. c. Simatupang yaitu Carl Von Clausewitz. Prisma. penulis peroleh dari berbagai sumber buku yang dikarang oleh T. 1979 Karya-karya T. Peninjau. Peranan Teologi Dalam Masyarakat Indonesia. Peninjau. B. Simatupang yang dicantumkan oleh penulis di atas. 1984 d. 1987 “Spiritualitas dan Beragam Keagamaan di Indonesia”. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Setia.Depan. untuk mempelajari tentang perang. Orang Orang Yang Mempangaruhi Pemikiran T. B. 1991 i. Artikel a. xxxi . Simatupang sendiri . “Dukungan Birokrasi Modal Memenagkan Pemilu”. “Strategi Partisipasi Kristen Dalam Pembangunan Pendidikan Di Indonesia”. B. Bangsa dan Negara. Masalah. Peninjau. 1984 e. D. Peranan Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila yang Membangun.masalah Etika dan Moral Dalam Pembangunan Yang Mengamalkan Pancasila.

Gunung Mulia.9 Masih ada pemikiran yang mempengaruhi intelektual T. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPK. Simatupang sejak dari muda ia sudah mempelajari atau menambah wawasannya tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx. T. B.Simatupang pada masa mudanya mengagumi tentang pemikiran Carl Von Clausewitz tentang perang. Simatupang setelah mendapat pengetahuan tentang perang dari pemikiran Carl Von Clausewitz. Simatupang . T. 118.B. Menurut Karl Marx revolusi harus dibedakan menjadi dua yaitu: revolusi politik dan revolusi sosial. Revolusi Politik apabila kekuasaan politik dipegang oleh kaum proletar (kelas bawah). Simatupang . perjuangan kelas sosial akan melukiskan revolusi.cit. kemudia ia memberikan landasan teoritis bagi sumbangan dalam perjuangan bangsa dan negara Indonesia. B.. kaum proletar dapat memegang kekuasaan dari kaum borjuis. op. Membuktikan Ketidakbenaran……. B. B. Revolusi sosial. Simatupang yaitu Karl Marx. hlm.. kekayaan-kekayaan yang dimiliki kaum borjuis dapat dimanfaatkan oleh kaum proletar untuk kepentingan dan perubahan yang ada dalam masyarakat .B. kemudian Pengetahuan yang ia miliki tentang perang ia praktekkan dan ikut terlibat dalam pengorganisasian tentara dalam melakukan perang gerilya. sehingga ia dapat mempelajari dengan sungguh-sungguh. khususnya bidang militer serta masalah-masalah diplomasi dan politik yang terkait dengan perjuangan militer.8 T. xxxii . 8 T.hlm. 1984 ). dalam menumpas penjajah.. untuk mempelajari tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx tentang struktur sosial yang ada dalam masyarakat. 9 13. T.

Marie Claire Barth ( Jakarta: BPK.10 T. ( terj .). Edisi keenam ( Jakarta: Erlangga . dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut maka akan selau dikasihi Allah. Ideologi-Ideologi Politik Kontemporer. B. dan menjauhkan dari dosa. Clifford Green. 14. Gunung Mulia. 1087 ). dan apabila melaksanakan perbuatan-perbuatan kejahatan dan penindasan maka akan mendapat dosa. Karl Bath berasal dari kota Basel. 11 10 xxxiii .hlm. 47. Sebuah Analisis Komperatif. yang disimpulkan dalam istilah “dosa”. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. Karl Barth. semajak ia mempelajari revolusi nya Karl Marx dapat menambah rasa sosialismenya terhadap rakyat Indonesia atau bangsa Indonesia. Karl Lyman Tower Sargent. hlm. Jadi menurut Karl Barth manusia jangan sampai melakukan tindakan kejahatan dan menindas orang-orang yang lemah atau tidak mampu. dan lebih dari itu merdeka untuk sungguh-sungguh hidup bersama Allah dan sesama dalam prikemanusiaan yang sejati11. B. Ketertarikan T.Simatupang mempelajari revolusi ini untuk mengetahui sebagai mana pentingnya perubahan-perubahan yang harus dilakukan dan tidak ada penindasan terhadap rakyat. Simatupang dengan teologinya Karl Barth adalah bahwa Karl Bath menginginkan manusia itu selalu dekat dengan Tuhan. Maksud kemerdekaan di sini adalah merdeka dari tindakan kejahatan dan penindasan. Swiss (10 Mei 1886) dengan teologinya yang sangat terkenal Teologi Kemerdekaan. Simatupang mengagumi juga pemikiran Teologi Karl Barth. dan manusia harus suci dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. menurutnya teologi kemerdekaan adalah sebuah teologi yang memandang pada kemerdekaan Allah yang memberikan kasih sayang dan karunia kepada kemerdekaan manusia. 1989 ).

kebebasan dan keadilan bertolak dari kodrat manusia seperti yang terdapat dalam Al-Kitab yaitu mahluk yang mempunyai martabat yang sangat tinggi.B. karena tidak memberikan ruang kebebasan. Simatupang mempelajari Teologinya Karl Barth. sehingga sistem politik yang dibangun menjadi penuh penyalahgunaan dan penuh kebobrokan. antara lain pembentukan partai-partai politik dan pembentukan-pembentukan tentara-tentara bersenjata. setelah Proklamasi Kemerdekaan.. membuka selebar-lebarnya dalam semua bidang. hlm. kemudian ia mempelajari juga pemkiran Reinhold Niebuhr. hlm. Itulah ungkapan Soekarno untuk menegakkan demokrasi terpimpinnya. berhubungan dengan kekuasaan Amerika Serikat yang sangat besar setelah perang dunia II berakhir. Kebebasan juga diperlukan untuk memperjuangkan dan menegakkan keadilan. op. terutama pernyataan Allah dalam Yesus Kristus sebagaimana disaksikan dalam kitab suci.Barth membangun teologinya atas dasar “Pernyataan”.13 Sistem kekuasaan sangat diperlukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban secara efektif terhadap kekuasaan.. B.189. Membuktikan Ketidakbenaran………. 12 Ibid. Akan tetapi ungkapan semacam ini adalah kesalahan besar dalam demokrasinya. Secara sederhana masalah kekuasaan.12 Setelah T. 17.cit. Simatupang . T. T. 13 xxxiv . seorang teologi Amerika Serikat yang berusaha memikirkan masalah-masalah kekuasaan keadilan dan kebebasan di negerinya sendiri dan juga di luar negeri. B. Simatupang melihat perkembangan sitem-sitem politik ekonomi sepanjang sejarah bangsa Indonesia.

Latuihamallo. dalam buku. ( Penyunting . Simatupang di atas.T. 22.( Penyunting . 15 xxxv . Simatupang adalah seorang yang telah memiliki pengetahuan yang luas tentang ketentaraan.D.B. 1990 ). Menyambut Usia ke 70 T. 1990 ). Dalam bidang ketentaraan ia sangat berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan. oleh karena itu T. 70 tahun Dr.B. ia sempat menjadi Ketua Dewan Gereja Indonesia .B. Simatupang.B. maka dapat ia terapkan dalam kehidupannya sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara yang baik.Dari beberapa orang yang telah mempengaruhi pemikiran T. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. 97. T.14 Setelah T. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi. Khususnya di tahun 1970-1990 ia membuktikan dirinya seorang teolog awam yang sangat produktif yang telah banyak 14 P. Saya Adalah Orang yang Berhutang .). Ketua Dewan. hlm.15 Itulah yang menjadikannya tokoh nasional paling tegas dikalangan gereja-gereja Kristen di Indonesia sehingga seluruh pemikirannya sungguh layak untuk dianalisis dan dipelajari. 70 tahun Dr.B.). dan juga memberikan pengetahuan tentang kemiliteran kepada tentara –tentara Indonesia .Dewan Gereja se Asia. diplomasi ( politik dan militer) dan teologi. dan pernah menjadi Presiden Dewan Gereja-Gereja se Dunia. Dewan Gereja adalah medan juang yang di pilihnya.B. Gereja yang semula lahir terpisah-pisah ingin dipadukan agar bersama-sama melaksanakan tugas Dewan Gereja Indonesia dalam rangka pembangunan sebagai pengamalan Pancasila . hlm. Emil Salim. Simatupang. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . dalam buku. Saya Adalah Orang yang Berhutang.Simatupang tidak aktif dalam bidang kemiliteran maka ia lebih mencurahkan perhatiannya kepada organisasi agama. Simatupang.

sehingga dapat menyebar luas misi tersebut sampai kepelosok nusantara Indonesia. seperti yang dialami oleh agama Islam dengan misi dakwahnya. bahwa setiap agama memiliki misi untuk menyebarkan agamanya ke seluruh wilayah Indonesia. Simatupang Tentang Kristen Protestan di Indonesia Menurut T. Amsy Susilaradeya. Hoekema. Spanyol.G. Agama-agama tersebut telah dianut oleh rakyat Indonesia jauh sebelum kedatangan orang-orang Barat ke Indonesia. agama Islam. agama Budha.16 BAB III PEMIKIRAN T.B.). Berpikir Dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia 1860-1960. agama Hindu. Dari tiga agama yang disebutkan di atas. B. 1997. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA Pemahaman T. Ny. dan pada bidang pembangunan bangsa dan dengan berangkat dari ideologi Pancasila. 272. Akan tetapi masih ada daerah-daerah yang belum begitu mengenal Islam dalam arti Islam belum tersiar di daerah tersebut A. B. 16 xxxvi . ( terjemah . Jakarta: Gunung Mulia. hlm.memberikan sumbangan kepada sejarah nasional dan sejarah gereja. Simatupang bangsa Indonesia sebelum kedatangan bangsabangsa Barat seperti Portugis. bahwa di bumi Indonesia yang tercinta ini telah memiliki budaya yang tinggi dan sudah menganut agama pribumi yang telah lama hadir di bumi Indonesia seperti. Belanda dan Inggris.

Gunung Mulia. Ambon. yaitu pada tahun 1596. 1986 ). Kedatangan Belanda sangat mengganggu kestabilan ekonomi Portugis di Indonesia karena ada yang menyaingi dalam bidang perdagangan dan kekuasaan jajahannya. Portugis dan Spanyol menganut agama Kristen Katolik. Ilmu Perbandingan Agama ( Jakarta : Widjaya. yang dibawa oleh Spanyol. sehingga penyebaran agama Kristen berhasil dan banyak rakyat Indonesia yang masuk Kristen Katolik.2 Kesuburan dan kekayaan hasil bumi Indonesia sangat mengundang simpati bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia. yang membawa Kristen Protestan. Hasbulah Bakry. baik itu Kristen Katolik. Oleh karena itu kadatangan Kristen. sehingga Portugis dan Spanyol tidak senang atas kedatangan Belanda ke Indonesia. dan pada akhir abad XVI tahun 1512 sudah berdiri beberapa gereja seperti di Minahasa. Mereka menyebarkan agama Kristen Katolik kepada rakyat Indonesia pada wilayah-wilayah yang belum banyak menganut agama Islam. 21.seperti. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPk. Maluku. hlm.1 Untuk lebih jelasnya tentang pembahasan sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia sebagai berikut: 1. 23. 1984). Simatupang. 2 xxxvii . 1 T. tapi lama kelamaan melihat bangsa Indonesia yang rakyatnya bodoh-bodoh dapat ditipu daya oleh orang-orang Portugis dan Spanyol. maka mereka melakukan suatu penjajahan terhadap bangsa Indonesia. telah banyak dianut oleh daerah-daerah yang masih sedikit menganut agama Islamnya.B. Sangir dan Talaud. Medan dan masih banyak lagi daerah yang lain. dan Protestan. Portugis. hlm. Irian Jaya. dan Belanda. Setelah bangsa Portugis dan Spanyol dapat menguasai Indonesia. kemudian disusul kedatangan Belanda ke Indonesia. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia Pada abad XVI tahun 1511 Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang.

C (Verenigde Oost Indische Compagne) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602. 28 .5 3 Soetarman Soediman Partonadi. tidak ada hasil.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen ). Dengan dukungan penuh oleh pemerintah Belanda. hlm. op.. 28. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Widi Harijati Rahadi ( Jakarta: Gunung Mulia. Sehingga kekuasaan Portugis di Indonesia telah berakhir dan digantikan oleh Belanda.O.4 Keberadaan VOC yang berkuasa di Indonesia yang sangat menindas rakyat Indonesia. 5 xxxviii ..). 24. lalu Belanda membentuk suatu perkumpulan dagang dengan nama V. maka rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap VOC tetapi semua itu gagal. Dengan demikian VOC leluasa melakukan monopoli perdagangannya. 4 Ibid.Belanda datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang untuk lebih mengkoordinasi dalam perdagangan Belanda di Indonesia. hlm. pada tanggal 31 Desember 1799 dengan demikian Indonesia resmi dijajah oleh Belanda. hlm. sehingga sampai dengan masa pembubaran VOC.cit.3 VOC untuk memperluas perdagangan di Indonesia agar tidak ada yang menyaingi perdagangannya maka VOC melakukan penyerangan terhadap Portugis sehingga terjadilah peperangan antara Belanda dengan Portugis yang kemudian dimenangkan oleh Belanda dan benteng Portugis yang ada di Ambon dapat direbut oleh Belanda pada tanggal 23 Februari 1605 dan disusul kota Tidore pada tahun yang sama. Sehingga VOC dapat mendominasi perdagangan di Indonesia. Hasbulah Bakry. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya.

. baik itu dalam arti konsolidasi untuk orang yang sudah memeluk Kristen atau dalam arti “zending” dalam kalangan yang belum menganut agam Islam. yang disebut dengan zending. Mencari Tuhan Dengan Kacamata Barat. Simatupang . 8 xxxix . 1988). Hasbulah Bakry.7 Sekitar tahun 1850-an Belanda mulai melakukan usaha yang lebih intensif untuk mengadakan Kristenisasi di Indonesia yang dilakukan oleh Kristen Protestan sendiri melalui organisasi gereja. maka Kristen Katolik dilarang di bumi Indonesia. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press.8 Derasnya arus 6 T. kedua faktor itu adalah pertama timbulnya gerakan Kristen Protestan. tetapi setelah Portugis kalah perang dengan Belanda. Di pulau Jawa dan Sulawesi kegiatan zending didominasi oleh Belanda. Pada masa Portugis rakyat Indonesia banyak memeluk Kristen Katolik. Biasanya satu daerah hanya dilayani oleh satu organisasi zending.. cit. Kedua timbulnya gerakan penyebaran Kristen yang lebih terorganisir dalam bentuk lembaga penyiaran Kristen yang mantap. Hindu. 7 Karel. 246. loc. Steenbrink. loc.Belanda adalah yang pertama kali membawa agama Kristen Protestan masuk di Indonesia dan banyak rakyat yang masuk Kristen Protestan. Budha.6 Ada dua faktor yang menyebabkan penyiaran Kristen Protestan di masa kolonial Belanda menjadi lebih efektif. seperti di daerah Batak itu di tempatkan organisasi zending dari Jerman Barat yang bernama Rheinisehe Missionsgesell . hlm. rakyat yang sudah beragama Kristen Katolik harus pindah ke Kristen Protestan karena yang berkuasa di Indonesia sekarang adalah Belanda. A. B.cit.

). Setelah tahun 1800-an perkembangan agama Kristen Protestan sangat meluas. Fenomena semacam ini tidak hanya membuat penyebaran Kristen berlangsung secara substansial. (Yogyakarta: Galang Press. 2001). Untuk mendukung para misionaris datang ke Indonesia maka infrastruktur sosial keagamaan harus disediakan seperti sekolah-sekolah dan gereja-gereja. hlm. Konsolidasi atas penduduk yang sudah beragama Kristen sejak zaman Portugis dan Spanyol. melainkan dapat memberikan dampak yang negatif dalam arti fisik bagi kehadiran agama tersebut. Wiwin Siti Aminah. diambil tanggung jawabnya oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1800-an. Kehadiran orang-orang Eropa jumlahnya sangat meningkat dan tujuannya untuk meningkatkan pendidikan dan meningkatkan pelayanan gereja-gereja terhadap masyarakat di Indonesia. Dengan adanya lambaga Penyiaran Injil yang datang dari luar negeri akan memantapkan Kristenisasi di Indonesia. 2003). hlm. (dkk.misi dan zending yang masuk ke Indonesia semakin meramaikan proses Kristenisasi di Indonesia.10 Bahtiar Effendy. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam.9 Sekitar tahun 1851 di Indonesia telah berdiri suatu organisasi Pekabaran Injil.80. Sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia tidak terlepas dari misi dagang Belanda yang ingin menguasai perdagangan yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari daerah-daerah jajahannya yang dapat melakukan eksploitasi ekonomi di tanah jajahannya dan kemudian sambil menyebarkan ajaran agama Kristen Protestan. 57. 10 9 xl . Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama (Yogyakarta: Dian/Interpedi. Masyarakat Madani. karena Indonesia sebagai lahan terbuka bagi Kristenisasi. dan Etos Kewirausahaan. sampai ke pelosokpelosok Indonesia sehingga dengan praktis daerah-daerah tersebut menganut Kristen Protestan.

B. Tjik di Tiro di Aceh (1860) Anak Agung Made di Lombok (1894-1895). cita-cita” dan logos yang berarti “ilmu”. Filsafat Pancasila. maka rakyat Indonesia banyak mengalami korban dan akhirnya mengalami kekalahan. Simatupang tentang Ideologi Pancasila Istilah ideologi berasal dari kata “Idea” yang berarti “gagasan. Kaelan. gagasan-gagasan dan cita-cita. 12 11 (Yogyakarta: xli .12 Menurut T. konsep. Sisinga Mangaraja di tanah Batak (1900). Rakyat Indonesia pada waktu itu belum tumbuh rasa kesatuan dan persatuan.B. Jlentik.Simatupang Pancasila merupakan awal untuk kehidupan bersama. maka rakyat Indonesia tidak segan-segan melakukan perlawanan seperti peristiwa di Maluku (1817). 1996). 35. tapi rakyat Indonesia tidak putus asa dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah sampai Indonesia merdeka. hlm. karena di dalam kehidupan rakyat Indonesia kelima sila dari Pancasila dapat Kaelan. Polim. Pemahaman T. Baharuddin di Palembang (1819). kata “idea” berasal dari kata bashasa Yunani “eidos” yang berarti bentuk.11 2. dasar. hlm. pengertian dasar. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani (Yogyakarta: Paradigma.Kehadiran Belanda di Indonesia makin lama makin menindas rakyat Indonesia. pengertianpengartian. Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP Paradigma. Imam Bonjol di Minangkabau (1821-1837 ). Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah (1825-1830). Teuku Umar. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. maka secara harfiah ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang ide-ide. 1999). 30-31.

T. dan tiga menjadi satu . 13 Ideologi Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang mengarahkan pada terwujudnya suatu masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila yang dapat dijadikan sebagai pedoman berbangsa dan bernegara14 13 T. Pancasila Sebagai Ideologi Ditinjau Dari Segi Pandangan Hidup Bersama.Simatupang . 45. kelima sila dari pancasila itulah jawabanya. hlm. yaitu negara macam apa yang harus rakyat Indonesia bangun supaya rakyat Indonesia tetap hidup bersatu. 1991). dan dari satu memperkembangkan apa yang mereka sebut doktrin bangsa Indonesia yang bersipat Falsafati. Karena Pancasila harus dipahami dari latar belakang sejarah Indonesia.B. karena Pancasila sebuah ideology atau menurut T. 12. Berbangsa dan Bernegara (Jakarta: BP-7 Pusat. cit . dalam Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. melalui kerja sama.dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari .Simatupang sering di sebut Modus Vivendi yang isinya ditentukan melalui proses dialog. ).Simatupang Pancasila sebagai jawaban terhadap tantangan bersama . dan dapat menghadapi tantangan bersama oleh seluruh bangsa Indonesia . hlm.Simatupang sangat menentang pernyataan seperti itu.B. op. ( penyunting.. Pancasila dilahirkan dari kenyataan ketika rakyat Indonesia menghadapi masalah yang sangat mendesak dan menentuk. 14 xlii .B.dan ada juga yang mencoba untuk meringkas kelima sila dari Pancasila menjadi tiga. Oetojo Oesman dan Alfian.B. Ada orang yang ingin memberikan status yang lain terhadap Pancasila . karena menurut T.

1993). Filsafat Pancasila (Yogyakarta: Kanisius.16 Pancasila memiliki peranan yang menentukan bagi kehidupan bangsa Indonesia. xliii . 108.15 Untuk mewujudkan ideologi Pancasila itu. Pancasila bukan lagi merupakan alternatif melainkan suatu Imperatif. Justru karena peranan yang menentukan itulah. 92. 16 15 Paulus Wahana. yang harus tetap diperhatikan awal terbentuknya dan ditetapkannya ideologi Pancasila. maupun bermasyarakat. bukan ideologi dari seseorang atau sekelompok kecil bangsa Indonesia yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. hak yang inherent pada kemanusiaan setiap manusia dan setiap bangsa. Bangsa Indonesia menyadari akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang tinggi. dan hal itu merupakan hak asasi. kita sebagai rakyat Wisnu Tri Hanggoro ( editor. Pancasila yang merupakan falsafah dan pandangan hidup bangsa secara operasional dijadikan ideologi bangsa Indonesia. Bagi bengsa Indonesia. karena manusia memiliki kebebasan untuk menciptakan dan melaksanakan kehidupannya. yang kemudian dapat dituangkan dalam konsep teoritis tentang cita-cita dan keyakinan yang menjdi landasan kehidupan bersama dalam berbangsa dan bernegara. juga kehidupan negaranya.) . Bunga Rampai Pancasila (Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. Ideologi Pancasila merupakan ideologi yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. 1986) hlm. baik dalam kehidupan berbangsa. bernegara.Ideologi Pancasila juga merupakan suatu ideologi negara yang dapat menjamin kehidupan negara yang bermartabat. hlm. karena ideologi negara dapat disusun atas dasar keyakinan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk menciptakan negeranya sendiri.

B. Melalui pengalaman yang terus-menerus tersebut semakin dapat menyelami dan menemukan kekayaan yang sangat berharga. Hal tersebut akan semakin menguatkan keyakinan dan akan semakin mendorong untuk mengamalkan dan mempertahankannya sebagai milik bangsa yang sudah teruji melalui berbagai peristiwa sejarah. A. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah bersifat aktual. Aspek Sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. Aspek-Aspek Pemikiran T. Simatupang Tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Rakyat Indonesia yang dulunya sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda. dinamis. senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. 1. 7. Dengan berjalannya waktu rakyat Indonesia melihat tindak tanduk Belanda terhadap Indonesia sangat tidak manusiawi. yang terkandung di dalamnya.Indonesia perlu mendukung dan terpanggil untuk terus-menerus mendalaminya. dinamis dan terbuka. Portugis pada masa itu kalah dan angkat kaki dari bumi Indonesia. maka dari itu rakyat Indonesia banyak menganut agama Kristen Protestan.17 Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup melainkan bersifat reformatif.. xliv . Keterbukaan ideologi Pancasila tidak berarti untuk mengubah nilai-nilai Pancasila yang telah ada. yang sudah menjajah dan menindas 17 Ibid. hlm. ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan masyarakat.

rakyat Indonesia dengan sendirinya muncul rasa nasionalisme dari rakyat untuk melakukan suatu perjuangan untuk melawan penjajah yang ada di bumi Indonesia yang tercinta ini. 101. dengan tujuan Indonesia merdeka.B. rela berkorban demi tercetusnya suatu kemerdekaan ?. Proklamasi meletakkan seluruh kekuasaan tanah air di dalam tangan rakyat sendiri. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai ( Jakarta : Sinar Harapan. dengan tercetusnya kebangkitan nasional yang dipelopori Budi Utomo sebagai penggerak untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi. Apakah yang terbayang di depan mata rakyat Indonesia pada waktu menyambut Proklamasi Kemerdekaan dengan semangat yang begitu menggelora . 1981). 18 xlv . pokok-pokok dari cita-cita yang tersimpan dalam Proklamasi Kemerdekaan hidup juga didalam hati setiap orang yang masih dapat mencucurkan air mata. agama Protestan agama Hindu. Apakah yang terbayang didepan mata sejuta pemuda-pemuda untuk bersedia berjuang. hlm.18 Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia itu sendiri. dengan didukung oleh para tokoh-tokoh nasional Indonesia dan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia serta didukung oleh rakyat Indonesia yang pluralisme agama baik agama Islam. Cita-cita yang besar itu tentu tidak selalu jelas bentuk dan isinya dalam setiap pemikiran dan hati nurani semua orang. agama Budha. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan negara ini dari tangan penjajah. agama Katolik. Proklamasi telah mengakhiri kekuasaan asing di tanah air kita. Simatupang . apabila melihat Sangsaka Merah Putih yang berkibar di udara. Semuanya ikut andil dalam memperjuangkan untuk merebut kemerdekaan Indonesia dengan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Akan tetapi disadari atau tidak. tidak heran ketika T.

Dengan demikian halnya dengan gereja-gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya di tengah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan bedaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang diyakini sebagai anugrah dari Tuhan. keadilan. hlm. Visi Gereja Manusia Milinium Baru.B.32.. op. ekonomi. tanpa membedabedakan kepercayaan ataupun keturunan 19 2. tugas panggilan itu untuk mencegah segala hal yang merong-rong dan merendahkan harkat dan martabat manusia Indonesia.20 Kehadiran gereja di Indonesia merupakan tanda pengutusan Tuhan bagian dalam mewujudkan perdamaian. Gereja mengakui bahwa negara adalah alat dalam tangan Tuhan yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia dan memelihara ciptaan Allah. Oleh karena itu gereja dan negara harus bahu membahu dalam mengusahakan penegakan 19 T. Gunung Mulia. Aspek Politik Gereja ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam konteks sosial politik. hlm. 20 xlvi . 2002 ). dengan tujuan orang Kristen Protestan untuk memusatkan perhatian pada prinsip yang akan membimbing kehidupan negara Indonesia yang baru itu dengan tujuan agar kebebasan beragama dan kesamaan hak serta kesamaan kesempatan untuk semua warga negara dijamin.cit. 166. Iman Kristen dan Pancasila. Bunga Rampai Pemikiran ( Jakarta : BPK. dan budaya. dan keutuhan bangsa Indonesia.bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut merumuskan dasar Negara Republik Indonesia. Wainata Sairin. Simatupang .

Simatupang . Gereja mempunyai kewajiban untuk mentaati hukum negara.. 9. negara berkewajiban mengayomi dan melindungi seluruh rakyatnya termasuk gereja agar leluasa dalam menjalankan fungsi dan panggilannya masing-masing. 1987 ). Gunung Mulia.B. T. ruang bagi orang-orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak dibatasi.23 Dengan mengakui peranan kreatif dari partai Kristen Indonesia.21 Pada umumnya orang-orang Kristen Protestan di Indonesia telah menganggap sebagai hal yang wajar.22 Hal semacam ini dalam keadaan politik dan pemerintahan sekarang untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat yang diutamakan. perlu ditekankan bahwa gereja tidak dapat disamakan dengan partai politik manapun juga. bahwa orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik dan pemerintahan. Dari Revolusi ke Pembangunan ( Jakarta: BPK. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kristis dan kreatif. Partisipasi ini harus dilihat sebagai suatu tugas yang diberikan oleh Tuhan sendiri untuk melayani kepentingan masyarakat. Gereja dan negara masing-masing mempunyai tugas panggilannya yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab bagi kebaikan seluruh manusia. dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. bahkan seluruh ciptaannya. sebaliknya. 22 hlm.. 23 xlvii . 21 Ibid. Ibid.keadilan dan kesejahteraan rakyat. Dapat pula diketahui bahwa di dalam negara Pancasila.

Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia ( Jakarta: BPK..Gunung Mulia.Atas dasar perlakuan yang sama gereja harus memberikan bimbingan dan pelajaran kepada semua orang Kristen yang terlibat dalam politik. bahwa negara Indonesia itu bersifat kesatuan dan untuk membangun jenis negara yang dikehendaki (bersatu. hlm. 26 25 Ibid.1986 ). tanpa membedakan ikatan kepartaiannya. untuk menjadi dasar dan ideologi negara.26 24 T.B. yang berdasarkan Pancasila ini nampak ada satu tenaga gerak politik yang sekaligus politik dan sosial kultural. adanya kesadaran yang tumbuh terus menerus dari kalangan rakyat Indonesia.254. Dalam negara Pancasila setiap agama dijamin kebebasannya untuk tumbuh dan berkembang serta untuk membangun masa depan bersama sebagai suatu bangsa yang berdaulat yang berdasarkan Pancasila.25 Di dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. hlm. adil dan makmur). berdaulat. 7. Bambang Ruseno Utomo. Sebuah Tinjauan Tentang Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia ( Malang : Pusat Studi Agama dan Kebudayaan . Simatupang (editor. xlviii . ternyata semua gagal tidak pernah mendapat dukungan dari seluruh bangsa dengan demikian jika tetap ingin mempertahankan negara Indonesia ini sebagai negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila. Hidup Bersama di Bumi Pancasila. maka tidak dapat lain harus mau menerima secara ikhlas keanekaragaman yang ada serta meyakini dan menghormati kehadiran golongan lain dengan hak dan kewajiban yang sama di bumi Pancasila ini. 1993 ).).24 Secara politik dari sejarah perjalanan bangsa pernah ada alternatif lain yang ditawarkan misal: Islam.

cit. Kristen Protestan.3. Aspek Agama Indonesia ternyata bukan hanya sebuah wilayah yang terdiri dari ribuan pulau. bangsa dan negara. terutama sekali tentang ketaatannya kepada Tuhan harus 27 Wainata Sairin. bahasa. Kemajemukan agama dalam konteks Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila telah memposisikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang mempunyai religius. berbangsa dan bernegara.. beraneka suku. Oleh karena itu juga negara Indonesia bukanlah negara agama. Kemajemukan agama inilah yang kemudian menjadi ciri signifikan dan determinan negara Republik Indonesia. Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila bukanlah negara sekuler. tetapi juga sebuah negara yang di dalamnya hadir dan hidup agama-agama yang dianut oleh rakyat Indonesia yang telah diakui oleh negara seperti agama Islam. 158. budaya. gunung.27 Realitas seperti ini telah dibuktikan dengan cemerlang ketika bangsa Indonesia yang menganut berbagai agama dengan dipimpin oleh para tokoh agama dalam kebersamaan yang mantap dan solid. Kristen Katolik. berbangsa dan bernegara. op. seperti dalam agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan (gereja) mempunyai tanggung jawab di dalam kehidupan masyarakat di manapun ia berada. hlm. xlix . bahu membahu mengusir penjajah dari persada nusantara demi hadirnya sebuah negara Indonesia yang merdeka. Di dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. Oleh karena itu di sini agama tidak hanya diakui eksistensinya tetapi diakui pula fungsi dan peranannya secara resmi di dalam kehidupan bermasyarakat. tetapi fungsi dan peranan agama itu diakui dalam kehidupan bermasyarakat. Hindu dan Budha.

Semua menurut Pancasila adalah sama tidak ada perbedaan. hlm. selain itu juga dapat mempersatukan identitasnya masing-masing. Hindu. Pengertian Pancasila T.29 Untuk lebih jelasnya lagi tentang pembahasan Pancasila adalah sebagai berikut: 1.28 Dan kehendak Tuhan itu adalah keselamatan rohani maupun kesejahteraan manusia. Hidup Bersama………. atau mayoritas dengan minoritas. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa .op. Pancasila juga berakar pada kebudayaan bersama masyarakat Indonesia dan tidak sekedar merefleksikan salah satu tiga lapisan budaya (lapisan budaya asli.cit.. yaitu sifat religius yang kuat dan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan. Pemahaman Tentang Pancasila Pancasila pada dasarnya memang berakar dari kebudayaan asli Indonesia. Simatupang ( dkk. Dalam Pancasila tidak ada istilah untuk mendiskriminasikan dari suatu kelomok dengan kelompk lain. 140. maupun di dalam mengambil suatu keputusan/musyawarah untuk mufakat .). l . Secara keseluruhan dapat merangkul semua kelompok dan memberikan ruang kepada semua golongan dengan segala keanekaragamannya.. dan Islam).B. 1996 ). dalam Negara Pancasila yang Memmbangun ( Jakarta : BPK.senantiasa terpanggil untuk mengusahakan terwujudnya kehendak Tuhan di manapun ia berada. 29 28 Bambang Ruseno Utomo. Gunung Mulia .. Budha.27. hlm.

Pancasila ini mempunyai arti lima kesusilaan (Pancasila Karma). 31 li . Pembahasan UUD Indonesia ( Jakarta: Prapanca. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi 30 Darji Darmodiharjo (dkk. b. 437. 1959 ).1991). Dalam buku Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular. Santiaji Pancasila ( Surabaya : Usaha Nasional. telah menjadi istilah hukum. yang dipakai oleh Bung Karno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 tentang sila yang kelima. 15. Mohammad Yamin. dalam bahasa Sansekerta parkataan Pancasila mamiliki dua macam arti “berbatu sendi yang lima” (consisting of 5 roels) Pancasila dengan huruf Dewanagari. hlm. berarti Pancasila yang mempunyai lima dasar. yang terdiri dari dua suku kata Panca berarti lima dan sila berarti dasar.hlm. dengan huruf “i” Panjang bermakna “lima peraturan tingkah laku yang penting”. yaitu: tidak boleh melakukan kekerasan tidak boleh mencuri tidak boleh berjiwa dengki tidak boleh berbohong tidak boleh mabuk minuman keras. Menurut Muhammad Yamin.a.31 Demikianlah istilah Pancasila yang telah ada dan dikenal dalam budaya kehidupan bangsa Indonesia sejak dahulu kala baik dalam kehidupan bermasyarakat.30 Menurut Muhammad Yamin perkataan Pancasila.). Pengertian Pancasila dari Segi Etimologi Secara Etimologi Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta.

hlm. 104. yang kemudian menjadi populer dalam kehidupan bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan suatu dasar negara yang harus diakui dan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila harus dijalankan dan ditaati. Raja Grafindo Persada. 1995). Gunung Mulia . BPUPKI telah melakukan beberapa kali sidang dalam pembentukan dasar negara Indonesia. R.33 Rozikin Daman. Dalam sidang ini membahas tentang apa yang sebaiknya dijadikan sebagai dasar negara Indonesia ini ?. Eka Darmaputra.32 2. yang dipelopori oleh tokoh-tokoh perjungan bangsa ini. BPUPKI beranggotakan 60 orang dengan diketuai oleh Dr. 33 32 lii . yang menginginkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. K. Dari anggota BPUPKI muncul bermacam-macam pendapat yang diusulkan tentang dasar negara Indonesia dan ada juga yang mengusulkan Undang-Undang Dasar dulu yang dibentuk kemudian lalu membentuk dasar negara. kemudian diperkenalkan kembali oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. hlm. 1992 ). Pancasila Dasar Falsfah Negara ( Jakarta : PT. Dibentuknya BPUPKI ini sebagai sarana untuk pembentukan dasar negara Indonesia. 3. pada tanggal 29 Mei 1945 diadakan sidang pertama yang dibuka oleh K. T. RT. Radjiman Widiodiningrat sebagai ketua. Sejarah Singkat Tentang Pancasila Sejarah lahirnya Pancasila tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu sendiri. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta: BPK. Pancasila Identitas dan Modernitas . Dalam proses perumusan Pancasila dapat dikoordinasi oleh suatu badan yang bernama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang didirikan pada tanggal 29 April 1945. Radjiman Widiodiningrat .Istilah Pancasila telah lama dikenal dalam budaya bangsa Indonesia.

op. op. hlm.cit. pidatonya itu merumuskan dasar negara Indonesia sebagai berikut: 1.34 Setelah berpidato Muhammad Yamin juga menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. hlm. 35 36 liii .35 Pada tanggal 31 Mei 1945 Soepomo di berikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia).. Pri Kesejahteraan Rakyat. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia . 113. 35. Pri Kemanusiaan 3. Ketuhanan Yang Maha Esa Kebangsaan Persatuan Indonesia Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5.. 4. Kekeluargaan 2. 3. Pidatonya yang berisikan : 1. Keadilan Rakyat.Sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945. Muhammad Yamin dapat diberikan kesempatan atau untuk menyampaikan atau mengungkapkan pidatonya di hadapan para sidang BPUPKI tentang rumusan dasar negara Indonesia. Keseimbangan Lahir Batin 4.Pri Kebangsaan 2.cit. Yamin. Di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tercantum lima rumusan asas dasar negara yang rumusannya sebagai berikut: 1.. Pendidikan Pancasila……. Persatuan 2.. Pri Kerakyatan 5. Ibid. 2. Pri Ketuhanan 4.36 34 Kaelan . Moh.Musyawarah 5.

Soetardjo Kartohadikoesoemo. Nasionalisme atau Demokrasi Internasionalisme atau Prikemanusiaan Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan Sosial Ketuhanan Yang Berkebudayaan. Sebelum sidang BPUPKI itu ditutup. ketua sidang BPUPKI membentuk suatu panitia kecil yang di dalamnya terdapat berbagai macam unsur agama yang ada dibumi Indonesia seperti Agama Islam. 4. Kaelan. yang dianggap mempunyai ahli dalam konstitusi. Pendidikan Pancasila……………. hlm.. Kristen Protestan. 5. Ir. Panitia kecil itu terdiri dari 8 orang yang dipimpin oleh Bung Karno. 2. 38 liv . Sosio Nasional yaitu “Nasionalisme dan Internasionalisme” Sosio Demokrasi yaitu “Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat” Ketuhanan Yang Maha Esa38 Pidato yang disampaikan oleh Bung Karno itu mendapat sambutan yang meriah oleh seluruh anggota sidang BPUPKI.. Moh. 3. 3. Hatta.. 37 Darji Darmodiharjo ( dkk. op. 2.dan Budha. op. Yamin.. Soekarno menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tentang dasar negara Indonesia yang berbunyi: 1. 27. Hindu.Pada tanggal 1 Juni 1945.37 Untuk lima dasar itu diusulkan agar diberi nama Pancasila. 22. hlm.cit. Kristen Katolik.cit. Usulan tersebut diterima oleh sidang BPUPKI selanjutnya kelima sila tersebut dapat disimpulkan menjadi “Tri Sila” yang rumusannya: 1.). sebagai anggotanya Moh.

Ibid. Panitia sembilan ini berhasil merumuskan rancangan pembukuan hukum dasar. 24. yang menarik dalam rancangan hukum dasar ini adalah dimasukkannya Ide dasar Pancasila yang dipidatokan Soekarno 1 Juni 1945.41 Yang isinya: 1. maka lebih dikenal dengan sebutan panitia sembilan. dan Muhammad Yamin.39 Tujuan panitia kecil ini adalah: 1. H. lalu anggotanya Moh. A. 40 41 lv . Dari pertemuan ini terbentuk pula panitia kecil lainnya yang terdiri atas Bung Karno sebagai Ketua. Ki Bagus Hadikoesoemo. Ahmad Subardjo. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.Wachid Hasim.A. 39 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Wisnu Tri Hanggoro.. Oto Iskandardinata. Yamin. panitia kecil mengadakan pertemuan dengan anggota BPUPKI untuk menampung usul-usul dan saran dari BPUPKI. Ibid. Abikoesomo Tjokrosoejoso. rancangan ini diberi nama “Piagam Jakarta”. Hatta.. Karena anggotanya sembilan orang. Agus Salim. Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia merdeka. Maramis dan Bung Karno. 2.40 Tanggal 22 Juni 1945.cit. Merumuskan kembali Pancasila yang disampaikan oleh Bung Karno pada sidang BPUPKI 2. Maramis. op.A. A. hlm. Abdul Kahar Muzakir.. susunan dan rumusannya lebih disistematisasikan oleh Moh.

42 Adapun bunyi kalimat Piagam Jakarta pada butir pertama di atas mandapat tantangan keras dari non Muslim. Abdul Wahid Hasyim meyakinkan bahwa kalimat yang dicapai melalui musyawarah yang sulit ini dan juga terlalu keras bagi beberapa orang. jangan dasar negara itu diperuntukkan untuk umat Islam saja. Tiara Wacana.3. seorang Kristen Protestan dan salah satu anggota dari BPUPKI. Soekarno juga membujuk dari kalangan Kristen. lvi . 4. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.43 Latuharhary. terutama sekali dari kelompok Kristen. bahwa Piagam Jakarta adalah hasil dari musyawarah politik dan persetujuan kelompok nasionalis dan Islam.. Oleh karena itu dikeluarkanlah kalimat Islam didalam Piagam Jakarta. Dalam menanggapi keberatan itu. Soekarno meyakinkan anggotanya. terutama dengan agama-agama lain. tapi untuk semua rakyat Indonesia walaupun berbeda agama. jika tidak Piagam Jakarta tersebut ditolak oleh fraksi Islam. 43 42 Ibid. dan akan menghasilkan kesulitan-kesulitan . 1999 ). Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. hlm. namun tidak mencukupi yang lain. 46. karena yang ada di bumi Indonesia bukan hanya Islam saja tetapi masih ada agama-agama yang lain. untuk mengorbankan keberatan mereka demi persatuan bangsa dengan Faisal Ismail. mengekspresikan keberatannya dengan mengatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam tersebut akan besar. 47. Dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia sembilan. hlm. Islam Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama : Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila ( Yogyakarta : PT.

. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. op.menerima Piagam Jakarta untuk digunakan sebagai rancangan Undang-Undang Dasar bersama dengan rancangan batang tubuh UUD. op.46 Pada tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI menggelar rapat pleno. mendengarkan laporan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD)... 48. hlm. Wisnu Tri Hanggoro.cit.. Pada sidang kedua itu Piagam Jakarta diterima baik oleh para anggota sidang BPUPKI. hlm.. maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia. 38. 25.cit... Soepomo. kemudian Piagam Jakarta tersebut dilaporkan pada sidang BPUPKI tanggal 10 Juli 1945. BPUPKI membentuk panitia perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD) yang terdiri 19 orang.... hlm. yang disampaikan oleh Bung Karno yang meliputi tiga hal: 1. dan sebagai ketuanya Soekarno. 44 Pernyataan Indonesia Merdeka Ibid.44 Piagam Jakarta yang disusun oleh panitia sembilan disetujui BPUPKI.... Kaelan . persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Pendidikan Pancasila……….45 Adapun bunyi bagian terakhir naskah Preambule UUD tersebut adalah sebagai berikut: “. yang terbentuk dalam suatu negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya... 45 46 lvii . PPUUD menyetujui Piagam Jakarta dijadikan Preambule UUD yang akan disusunnya... Dari persetujuan sidang itu. Kemudian tanggal 11 Juli 1945 PPUUD membentuk Panitia Kecil Perancang UUD Dasar (PKPUUD) yang anggotanya terdiri dari para sarjana hukum dengan anggota 7 orang yang diketuai oleh Prof.

48 lviii . maka PPKI segera mengadakan sidang. para pemudanya mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan merumuskan teks Proklamsi Kemerdekaan Indonesia. pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945. Tujuan PPKI ini untuk mempersiapkan kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang terhadap Indonesia. Darji Darmodiharjo ( dkk.47 Untuk mewujudkan Indonesia merdeka. dan memilih Presiden dan wakil Presiden.48 Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagai mana lazimnya suatu negara yang merdeka. pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkanlah Kemerdekaan Indonesia. Hal itu tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia. setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta. Hatta sebagai wakil. sifat perwakilan bagi rakyat Indonesia. dan menyelengarakan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Sebelum UUD 1945 disahkan oleh PPKI ada perubahan dalam pembukaan UUD 1945..2. Oleh karena itu PPKI pada hakekatnya juga sebagai Komite Nasional memiliki representatif. 30-31. op. Pembukaan Undang-Undang Dasar Undang-Undang Dasar (Batang Tubuh).cit. Soekarno sebagai ketua dan Moh. karena kalimat tersebut seakan-akan mendiskriminasikan kelompok-kelompok minoritas.cit. pada saat itulah terjadi kekosongan kekuasaan Jepang di Indonesia.). Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang ditaklukkan oleh sekutu. Oleh karena itu Bung Hatta 47 Wisnu Tri Hanggoro. loc. pada tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan beranggotakan 21 orang. Pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia. tentang kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” dari orang-orang non muslim protes atas bunyi kalimat tersebut. 3.. hlm.

49. ini berarti bawa semua tingkah laku dan tindakan/perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila karena Pancasila merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lainnya. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD sebagai dasar negara. Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari oleh warga negara Indonesia. Dengan demikian.cit.. dengan demikian pernyataan ini diterima oleh kelompok non muslim. pandangan hidup. jiwa yang berprikemanusiaan (sebagai manifestasi/perwujudan dari sila kemanusiaan 49 yang adil dan beradab). Kasman Singodimedjo dan Teuku Hasan untuk membahas masalah tersebut agar sebagai bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah. Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang. Pancasila dalam pengertian ini sering juga disebut way of life. jiwa kabangsaan (sebagai Faisal Ismail.berinisiatif mengundang Ki Bagus Hadikusumo. lix . Keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis. pegangan hidup/pedoman hidup. Wachid Hasyim. Fungsi Pancasila a. Hatta dan teman-temannya setuju untuk mengganti kalimat yang melukai perasaan dari golongan non muslim dan menggantinya dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. jiwa keagamaan (sebagai manifestasi/perwujudan sila Ketuhanan Yang Maha Esa).49 3. hlm. op.

Rozikin Daman. sebab dengan pandangan hidup suatu bangsa akan: 1.manifestasi/perwujudan sila Persatuan Indonesia). Memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah- masalah politik.cit. ekonomi. dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa ini memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. hlm. 2. hlm. Mempunyai pedoman bagaimana bangsa ini mambangun dirinya sendiri demi kesejahteraan rakyat. 50 Darji Darmodiharjo ( dkk. dan jiwa yang menjunjung nilai keadilan sosial (sebagai manifestasi/perwujudan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). sosial dan budaya... op. Selalu terpancar dalam segala tingkah laku dan tindakan/perbuatan serta sikap hidup seluruh bangsa Indonesia. 16. 3. 15-16. Upaya untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain berulang kali terjadi baik melalui kekerasan maupun dengan cara halus. Memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya. sehingga tidak terombang-ambing dalam menghadapi persoalanpersoalan besar baik yang datang dari dalam masyarakat/bangsanya sendiri maupun dari luar.51 Di dalam negara yang Berbhineka Tunggal Ika.).50 Dalam kehidupan suatu bangsa adanya pandangan hidup sangat diperlukan. jiwa kerakyatan (sebagai manifestasi/perwujudan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan). membuktikan bahwa Pancasila merupakan pilihan yang terbaik. 51 lx .cit. op.

53 C. atau dengan kata lain Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia.Hal semacam ini menunjukkan bahwa efektivitas Pancasila benar-benar nilai rakyat Indonesia secara emosional dan menggerakkan tindakan. T. 53 Darji Darmodiharjo. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila dalam pengertian ini sering disebut dasar falsafah negara. 25. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tersebut terkandung didalamnya konsep dasar mengenai kehidupan yang dicitacitakannya. Ini terbukti melalui kemampuannya untuk bertahan di tengah-tengah perubahan-perubahan konstitusional.52 Bangsa Indonesia dalam hidup bernegara telah memiliki suatu pandangan hidup bersama yang bersumber pada akar budaya dan nilai-nilai religius. 1979 ). Dengan pandangan hidup yang mantap maka bangsa Indonesia akan mengetahui ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya. S. bahan asli murni dan merupakan kebanggan bagi suatu bangsa tersendiri. 52 lxi . Dilihat dari kedudukannya. Philosofische Grondslag dari negara. hlm. Pancasila Suatu Orientasi Singkat ( Malang : Lembaga Penerbit Universitas Brawijaya. Dapat dikatakan juga bahwa Pancasila ini dibuat dari materi atau bahan-bahan dalam negeri. Kansil.1978 ). hlm. b. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. dalam mengatsi tantangan-tantangan yang mengancam kesatuan dan mewujudkan negara Indonesia. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Pradanya Pramita. Demikianlah pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. 68.

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tersebut dapat dirinci sebagai berikut: Pancasila sebagai dasar adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum. Meliputi suasana kebatinan (Geistlickenhintergrund) dari Undang-Undang Dasar 1945. Untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Mengandung norma-norma yang mengharuskan Undang- Undang Dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara (termasuk para penyelenggara partai dan golongan fungsional).Sebagai dasar negara Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum dasar baik yang tertulis atau UndangUndang Dasar. Merupakan sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar 1945. Dalam kedudukannya sebagai dasar negara. hal ini dipahami sangat penting bagi pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. maupun yang tidak tertulis. karena masyarakat di negara Indonesia senantiasa tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat. Mewujudkan cita-cita hukum bagi dasar negara (baik hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis). lxii . Dengan demikian Pancasila merupakan asas kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam pembukaan UUD 1945.

Ketetapan MPR No.. yang merupakan suatu pandangan hidup.55 Dalam proses reformasi dewasa ini MPR melalui sidang istimewa tahun 1998.. Pancasila menjadi sumber dari Undang-Undang Dasar dan harus dijadikan landasan dalam menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan kebijaksanaan pemerintah. Darji Darmodiharjo.cit. Pendidikan Pancasila ……….Sebagaimana telah ditentukan oleh pembentuk negara bahwa tujuan utama dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. 26. 55 lxiii .cit.. 62. Sebagai pokok kaedah negara yang Fundamental. IX/MPR/1978). op. Pokok kaedah yang fundamental itu dalam hukum mempunyai kedudukan yang kuat tak berubah bagi negara yang dibentuk. mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tertuang dalam Tap. Dijelaskan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. op. Oleh karena itu segala agenda dalam 54 Kaelan . Pancasila sebagai dasar negara mempunyai kedudukan istimewa dalam hukum kenegaraan dan hukum bangsa Indonesia (merupakan pokok kaedah negara yang Fundamental). Hal ini sesuai dengan dasar yuridis sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.54 Menurut Notonegoro. V/MPR/1973 dan Ketetapan No. sehingga dengan jalan hukum tidak dapat diubah. LJO. Oleh karena itu fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. Ketetapan No. No. hlm.XVIII/MPR/1998. hlm. IX/MPRS/1966.. kesadaran dan citacita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana serta watak dari bangsa Indonesia.

Oleh karena itu ideologi Pancasila merupakan suatu kesatuan yang mutlak karena menyangkut kehidupan bangsa. dengan suatu kesepakatan serta perjanjian yang luhur diangkat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia.. 90. loc. juga harus mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. dan keadilan sosial. yang tertuang dalam sila yang kelima dalam Pancasila.proses reformasi. hlm. setiap warga negara Republik Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar. Pancasila sebagai ideologi bangsa. demokrasi dan kebudayaan. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan 56 Kaelan.cit. Bahkan ideologi Pancasila memandang bangsa Indonesia sebagai bagian dari cita-cita perjuangan kemanusiaan yang berdasarkan kemerdekaan. Paulus Wahana. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia Dalam sejarah asal-usulnya ideologi Pancasila itu lahir dari perjuangan bangsa Indonesia yang mencita-citakan kemerdekaan. 57 lxiv . op. Ideologi Pancasila tumbuh dan berkembang melalui dalam pandangan hidup manyarakat bangsa Indonesia sendiri. kemudian menjadi pandangan hidup bangsa dan pada gilirannya menjadi suatu dasar filsafat negara yang sekaligus sebagai suatu ideologi bangsa dan negara. kecerdasan. solidaritas.57 Perlu diingat bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara adalah diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia. kemajuan. yang meliputi berbagai bidang selain mendasarkan pada kenyataan aspirasi rakyat (sila keempat)..56 c. perdamaian abadi.cit. persatuan.

Sebagai falsafah negara.harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan.58 58 Oetojo Oesman dan Alfian. op. 163. lxv . Tata pikir seluruh bangsa ditentukan lingkupnya oleh sebuah falsafah yang harus terus menerus dijaga kebaradaannya dan konsisitennya oleh negara.cit.. Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir yang harus diikuti dalam menyusun Undang-Undang dan hukum-hukum yang lain. agar pemikiran kenegaraan yang berkembang juga akan terjaga dengan baik. hlm. bukan hanya sekedar masingmasing sila.

Takdir Alisyahbana. lxvi . bahwa Tuhan berasal dari kata Tu (h) a yang berarti 1 T. 10.Pemahaman Kristen Protestan Terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Menurut T. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA A. Simatupang. Poebatjaraka mengatakan bahwa Tuhan berasal dari kata “Tuha” yang berarti tua. Menurut Prof. Simatupang Pancasila merupakan sebuah payung yang dapat melindungi rakyat Indonesia baik itu muslim maupun non muslim. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia. B. Menurut Prof. 1984). suatu keputusan yang mutlak harus dapat diterima oleh setiap agamaagama yang ada di Indonesia. “Tuha” ditambah dengan “an” menjadi Tuhan yang berarti yang harus dihormati dan didengar. S. B.BAB IV PENGARUH PEMIKIRAN T. oleh karena kata yang dipakai di sini bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian juga ditambah Keesaan dan Kemahaan. hlm. B. Maka makna yang terkandung dari sila pertama Pancasila bukanlah “Kepercayaan kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide Ketuhanan”. Oleh karena itu sila Ketuhanan Yang Maha Esa terdapat dalam sila pertama dari Pancasila merupakan.1 Istilah Ketuhanan berasal dari ke-Tuhan-an.

D. hlm. Kita dapat mengartikan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu pengakuan atau keyakinan adanya suatu kekuasaan yang tertinggi dan abadi. Pancasila Dasar Negara Indonesia (Yogyakarta: Basis. keramat. 27. hlm.2 Sedangkan Allah dari Al Ilah berarti The God. Yang Maha Kuasa. mandapat awalan-ke. yang mengatur dan menguasai segala yang ada di dunia ini. 64. Sihombing (Bandung: Sumur Bandung . 32. hlm. 2 Ismaun. 1959). Sehingga dengan demikian “Ketuhanan” itu adalah “sila”. Sejarah Ringkas ( terj . suatu kuasa Ilahi. Tuhan. dengan perkataan lain istilah Ketuhanan dipilih dengan tepat. suci.sama dengan tuan. Allah sendiri bukan sila ia adalah pribadi “Tuhan” itu nama jenis yang abstrak. holy. Yang Maha tinggi itu siapa? Terserah kepada agama masing-masing. Usuludin Hutagalung dan O. agar supaya dapat dikonkritkan oleh setiap orang sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Dari uraian di atas sila pertama nampak jelas kedudukan yang sama daripada semua agama yang ada di Indonesia untuk merealisasikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan yang konkrit.3 Tuhan dalam sila Pertama. 1970 ).). akhiran-an menjadi kata sifat. lxvii . Dengan demikian “Ketuhanan” adalah perkataan yang terbaik yang dapat memberikan kesempatan berbagai penafsiran sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. 1955). Pencipta. Hitti. 4 3 Rahmat Subagyo. kudus. Ketuhanan berarti Yang Ilahi. Philip K.P. Problematika Pancasila (Bandung: Cahaya Remaja.4 Istilah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan pengertian teologis melainkan rumusan politis (kenegaraan) karena tidak dapat diartikan hanya menurut pengertian agama yang tertentu. Dunia Arab .

tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan Tuhannya sendiri”. 1958). berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa berarti dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara wajib memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang maha Esa. lxviii . memupuk rasa kebersamaan 5 Soekarno. Nasional. Pada hakekatnya tidak boleh menyimpang dari jalan yang lurus untuk mencapai kebahagian rakyat dan keselamatan masyarakat. Lahirnya Pencasila (Jakarta: Bp. 27. dalam kehidupan bernegara. hlm. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar yang memimpin cita-cita kenegaraan kemudian untuk menyelenggarakan segala yang baik bagi masyarakat dan pemerintahan negara. “Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan. dapat disebutkan bahwa sila pertama ini merupakan dasar kerohanian dasar bermasyarakat.Yang dimaksud dengan Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah peleburan semua pengakuan kepercayaan semua agama-agama menjadi suatu pengakuan yang tunggal. yang merupakan pengakuan Iman kesatuan untuk seluruh warga negara Republik Indonesia melainkan tugas negara yang berdasarkan Pancasila adalah melindungi perbedaan-perbedaan agama warga negaranya. tidak dibenarkan menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang telah digariskan. Sebagai asas hidup bermasyarakat sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntut agar bangsa Indonesia dalam melaksanakan hidup bermasyarakat memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang Maha Esa.5 Dari segi nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bebas menjalankan ibadat sesuai ajaran agama/kepercayaannya Ahmad Azhar Basyir.menuju kerukunan hidup bermasyarakat kebebasan beragama dan beribadat menurut keyakinan masing-masing agama.6 Sebagai pengaturan lebih lenjut perinsip KetuhananYang Maha Esa maka UUD 1945 menentukan dalam pasal 29 sebagai berikut: 1. Bebas memeluk agama dan kepercayaan 2. Negara bertugas untuk menjaga kesejahteraan bersama dalam bermasyarakat. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa . Ketentuan ini menegaskan tugas negara dalam bidang hidup keagamaan. yaitu negara bertugas untuk memberikan jaminan perlindungan agar setiap penduduk yang notabenenya adalah pemeluk agama tersebut dapat secara bebas malaksanakan ajaran agama atau kepercayaannya. 6 lxix . Oleh karena itu sebenarnya ketentuan di atas pada sisi yang lain menunjukkan pula sejumlah hak dari warga negara Indonesia untuk: 1. Tugas tersebut dijalankan dengan cara menjamin kesempatan yang sama dan adil bagi setiap warga negara untuk mengamalkan konsepsinya tentang Tuhan sesuai ajaran agama yang diyakininya. 1985). Hubungan Agama dan Pancasila (Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Bebas beralih agama dan kepercayaan 3.2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. hlm. 10.

4. Bebas untuk mengajar atau mendidik keluarganya sesuai ajaran agama yang diyakininya.7 Jadi setiap orang bebas menganut kepercayaannya dan menyembah Tuhannya dengan tidak menganggu agama lain, apalagi memusuhi atau memerangi orang yang menganut kepercayaan yang lain dari kepercayaan golongannya atau orang yang menyembah Tuhan lain dari Tuhan yang disembah oleh golongannya. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pengakuan bahwa Tuhan adalah sumber kemerdekaan, oleh karena itu Tuhan sendiri membebaskan manusia dari segala penindasan yang ada dimuka bumi ini. Akan tetapi hal itu bukanlah berarti bahwa negara harus memaksakan sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi suatu pengakuan iman rasuli Kristen . Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa Indonesia, oleh sebab itu sila pertama dalam Pancasila adalah suatu seruan terutama bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragama, agar selalu ingat dalam tanggung jawab dan tugasnya di dalam memelihara, memupuk dan mewujudan prikemanusiaan, kebangsaan, kedaulatan rakyat dan keadilan sosial. Setiap Rakyat Indonesia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengahayati ajaran-ajarannya, tentu tidak akan ragu-ragu lagi menyatakan bahwa agama merupakan ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa, mengandung nilai-

Wisnu Tri Hanggoro ( edit .), Bunga Rampai Pancasila ( Yogyakarta : Taman Pustaka Kristen, 1986 ), hlm. 51-52.

7

lxx

nilai luhur yang dihayati dan diamalkan oleh pemeluknya masing-masing dan merupakan faktor yang berpengaruh dalam usaha bangsa Indonesia untuk mensukseskan pembangunan bangsa.8

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia sebagai Pengamalam Pancasila Menurut T. B. Simatupang, gereja adalah berada dalam dunia dan diutus oleh Tuhannya ke dalam dunia. Tuhan tidaklah mengutus gereja ke wilayah yang asing. Sebab Tuhan itu sendiri adalah Tuhan bagi dunia. Pengertian tentang dunia hanya terbatas pada bumi dan alam semesta. Dunia memiliki arti jauh lebih luas dari itu. Dunia memiliki makna yang meliputi bumi, alam semesta, sekaligus kesejahteraan umat manusia dengan segala daya dan upayanya untuk memenuhi bumi serta menaklukkannnya. Arti dunia yang demikian, menurut T. B. Simatupang menegaskan bahwa umat manusia dengan segala kebudayaan, dengan hidup berpolitik, sosial, ekonomi,dan sejarah, ideologi agama dan teknologi juga dengan segala harapan yang

T. B. Simatupang (dkk.), Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam Negara Pancasila yang Membangun (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1996), hlm. 94.

8

lxxi

membentang dan kekhawatiran yang mengandung keseluruhannya adalah bagian dari isi dunia.9 Kembali kepada pembahasan gereja dalam pembangunan menghadapkan kita dengan permasalahan yang mendasar mengenai hubungan antara gereja dengan perkembangan dalam masyarakat negara dan kebudayaan di mana gereja berada. Pembangunan adalah tindakan manusia dalam sejarah untuk mengembangkan masyarakat, negara dan kebudayaan yang baik, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Pada satu pihak gereja adalah bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan yang membangun. Pada pihak lain gereja tidak hanya bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan dimana dia berada. Gereja mempunyai hubungan yang khas dengan Kristus seperti dinyatakan dalam kiasan bahwa gereja adalah tubuh kristus.10 Sebagaimana dijelaskan dalam al-Kitab . “tidak ada seseorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11).11 Sejak gereja tiba di Indonesia, maka gereja telah berpartisipasi dalam pembangunan, seperti dalam pelayanan pendidikan, kesehatan dan pertanian. Oleh karena itu gereja-gereja di Indonesia juga meningkatkan partisipasinya dan melayani pembangunan nasional berdasarkan tugas pengikutnya yang bersumber pada Injil
9

T. B. Simatupang, Dari Revolusi ke Pembangunan (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1987), T. B. Simatupang ( dkk.), Peranan Agama-Agama dalam …….., op. cit., hlm. 9. Perjanjian Baru (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1999), hlm. 470.

hlm. 9.
10 11

lxxii

kreatif. dengan mengambil sikap yang positif. serasi dan seimbang antara dimensi material dan spiritual. Pembangunan dengan segala proses perubahannya dalam berbagai aspek kehidupan dalam rangka berjuang untuk menegakkan keadilan.12 Tugas panggilan gereja dalam pembangunan bangsa ini tidak hanya memberikan ruang bagi gereja-gereja untuk berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional. merupakan isi dunia yang tidak berada di luar rancana Penyelamatan Tuhan. Gereja di Indonesia dengan sikap sebagai hamba dan pelayanan menurut teladan Yesus. realistis artinya sadar akan waktu dan batas-batas kenyataan terhadap pembanguan yang dilakukan oleh gereja. kritis dan realistis dalam pelaksanaan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. 29.Yesus Kristus. Jayapura. 2002). kesejahteraan dan kelestarian serta dalam rangka mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia yang selaras. 12 lxxiii . kreatif artinya adanya jasa roh kudus dalam sikap pembangunan yang dilakukan oleh gereja. PGI. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKGPGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. Positif artinya terbuka terhadap yang baik. tetapi juga untuk mengajak dan mengaharapkan partisipasi secara bertanggung jawab dari semua warga negara dan golongan. pemerataan. hlm. 21-30 Oktober 1994 (Jakarta: Gunung Mulia. dalam pembangunan nasional berdasarkan hak dan kewajiban yang sama. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia sebagai pengamalan Pancasila dipandang oleh gereja adalah bagian dari dunia yang dikasihi Allah. kritis artinya setiap pembangunan yang dilakukan oleh gereja sesuatu yang telah tertuang dalam firman Tuhan.

Eka Darmaputra .. gereja-gereja di Indonesia mengambil bagian secara positif. . 15 lxxiv . Bersama-Sama Meletakkan Landasan Moral.15 T. Revolusi dan Pembangunan. D. tidak identik dengan kerajaan Allah. 1985). Simatupang. 41-42. hlm. Iman Kristen dan Pancasila ……. maka dalam keadaan yang seperti inipun masih tetap akan menimbulkan bentukbentuk penindasan dan ketidakadilan dalam masyarakat pada umumnya. 39. Latuihamallo (Penyunting .B. ( Jakarta: Bpk. realistis dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. pemerataan. maka hasilnya tidak akan pernah sampai pada tatanan masyarakat yang sempurna dengan keadilan yang demikian. Simatupang. B. Gunung Mulia.13 Pembangunan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia sebagai Pengamalan Pancasila dapat saja mengalami kegagalan dan penyelewengan sehingga berlawanan dengan kehendak Tuhan. kreatif. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. Simatupang . keadilan. Oleh sebab itu maka dalam terang Injil kerajaan Allah.Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. cit. Oleh karena itu pembangunan yang di usahakan manusia. kritis. hlm.14 Jadi walaupun menurut kita bahwa pembangunan yang dilaksanakan menurut ukuran kita telah mampu menegakkan keadilan. 130. pambaharuan kesejahteraan dan telah mampu mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia.). Kehadiran Kristen dalam Perang. hanya dapat terwujud oleh kehendak Tuhan sendiri. B. Dr. T. (Jakarta: Bpk. kemanusiaan dan kesejahteraan bagi semua orang. 14 13 T. Oleh karena itu pembangunan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi upaya-upaya untuk menegakkan perdamaian. hlm. op. Kontek Berteologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. 1997 ). dalam buku. P. Etik dan Spiritual Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal landas. Gunung Mulia.

Sikap gereja yang kritis. Maka dari itu gereja dapat mengembangkan hal-hal yang baik dalam proses pembangunan. Iman Kristen dan Pancasila. Sikap gereja yang realistis adalah untuk mendorong gereja agar dapat meilihat dan memahami tentang batas-batas yang telah dapat dicapai oleh bangsa ini dalam membangun sikap tersebut sebagai alat kontrol untuk mengawasi agar setiap 16 T. lxxv . Pasti Tuhan mengajarkan tentang hal-hal yang baik. loc. seperti: banyaknya korupsi-korupsi yang terjadi di birokrasi pemerintahan kita sekarang ini yang dikorupsi itu adalah uang rakyat. bahwa gereja dapat mengoreksi berbagai cita-cita atau kebijakan-kebijakan bangsa kita ini dalam melakukan pembangunan yang memang bertentangan dengan kehendak Tuhan. cit. kesejahteraan. perdamaian dan sebagainya. Oleh karena itu Tuhan tidak mengajarkan tentang hal-hal yang tidak baik.16 Dengan sikap gereja yang positif. Seperti. B. Sikap gereja yang kreatif. gereja dapat memberikan sumbangan untuk berpartisipasi dalam menjawab berbagai tantangan dalam perubahan zaman dan dapat menyisihkan berbagai hambatan-hambatan yang selalu mengahadang atau mengahalangi untuk suksesnya suatu pembangunan yang kita lakukan untuk bangsa ini. kritis dan harus realistis. maka gereja dapat mendukung segala pambangunan yang menunjukkan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Simatupang. keadilan. kreatif..Gereja-gereja di Indonesia dalam berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini harus memiliki beberapa sikap diantaranya gereja harus bersikap positif.

cit. hlm. Seperti pengamalan sila pertama. yang mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan agama supaya untuk terus-menerus dan bersama-sama dalam meletakkan landasan moral.17 Bentuk partisipasi gereja dalam pembagunan bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. dalam partisipasi ini yang paling penting adalah gereja terhadap masyarakat dan masa depan bangsa Indonesia ini.. T. 130.. Ketuhanan Yang Maha Esa.pembangunan itu selalu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. ide-ide dan pikiran menganai arah dan tujuan dalam melakukan suatu pembangunan sebagai pangamalan Pancasila. . Simatupang. B. Kehadiran Kristen ……. Pendangan gereja tentang pengamalan dari sila-sila Pancasila dalam pelaksanaan pembangunan. hlm. op. 43. masyarakat dan kebudayaan serta dasar-dasar hukum yang ada didalamnya. 18 lxxvi . dalam artian setiap pembangunan itu harus sesuai dengan manfaatnya dan tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Tuhan.18 Gereja. Oleh karena itu hal tersebut akan dapat menentukan gerak pembangunan nasional akan berjalan kearah dari cita-cita perjuangan bangsa Indonesia ini dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur yang dapat berasaskan Pancasila. etika dan 17 Ibid. yang mengangkat dasardasar dan corak-corak dari negara. dalam bentuk partisipasinya dalam pembangunan berusaha dalam memberikan sumbangan untuk mengembangkan suatu gagasan. . dan pandangan mengenai sejarah yang menguasai pemikiran dalam pembangunan itu. Pancasila dengan sila-silanya haruslah diamalkan secara utuh dan konsekuen.

Persatuan Indonesia. 22 lxxvii . kemanusiaan yang adil dan beradab. masyarakat. . 31. dipandang oleh gereja dalam menyangkut persoalan-persoalan yang mendorong begitu besar peran partisipasi rakyat dalam aspek politik dalam usaha menegakkan demokrasi yang bertanggung jawab.spiritual yang kokoh bagi pembangunan nasional sebagai Pengamalan Pancasila. menurut gereja menyangkut Pembinaan kesatuan bangsa.19 Dengan demikian sila ini bukan merupakan dalil teologi.20 Pengamalan sila ketiga. B. hlm. Simatupang. 28. . hlm. cit.21atau pembinaan bangsa dari semua bidang kehidupan manusia. hlm. 121. Iman Kristen dan Pancasila .B. 121. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia (Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan. Simatupang . 1993). Bersama-Sama meletakkan……………………………. 19 T. hlm. Tapi bagi gereja untuk mengamalkan kamanusiaan dan keadilan dengan ikut dalam sepenuhnya bertanggung jawab dalam mengenai keamanan negara. op. Sila ini hanya menjamin tempat yang wajar bagi dimensi religius dalam kehidupan negara dan bangsa. Ibid. T. 20 21 Bambang Ruseno Utomo. . menurut gereja menyangkut usaha-usaha pengembangan dan pemantapan hak-hak asasi manusia dan tanggung jawabnya dalam pembagunan. sehingga makin kuat rasa kesatuan kamanusiaan dalam memperkokoh rasa Persatuan dan kesatuan negara. Pengamalan sila kedua.op. cit. bangsa dan negara. sebab negara sama sekali tidak memiliki apa yang namanya teologi.22 Pengamalan sila keempat dari Pancasila.

. Iman Kristen dan Pancasila . Partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini dapat berhasil apabila adanya kerjasama antara gereja-gereja dengan berbagai lembaga-lembaga yang ada di luar gereja. Hidup Bersama………. loc.24 Partisipasi gereja dalam memberikan sumbangan pemikiran tentang pengamalan Pancasila di atas. 23 T. 23 dan dapat juga pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.Pengamalan sila kelima dari Pancasila dalam pembangunan menurut gereja menyangkut peletakkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka menjunjung cita-cita keadilan sosial. bahkan dengan orang-orang yang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda dan di ajak untuk bekerjasama dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju. 24 lxxviii . Simatupang. Bambang Ruseno Utomo. cit. adil dan sejahtera. B.. cit. hanya sebagai motivasi bagi umat Kristiani dalam benar-benar mangamalkan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila dan sebagai perwujudan gereja dalam berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. loc.

C.agama dan lxxix . Analisis Penulis Ada satu hal yang khas. persaudaraan. B. Untuk bersama-sama dapat membaharui. yang terdiri dari berbagai suku.yang membedakan Indonesia dengan masyarakat dan bangsa manapun di dunia ini. dan mempersatukan gereja dan memupuk kemanusiaan di bidang teologi. Gereja berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional dengan tujuan dalam kehidupan masyarakat. Simatupang. bangsa dan negara Pancasila yang sedang melaksanakan pambangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila keadilan. kebebasan. Menurut T. membangun. dapat melahirkan atau menciptakan kesejahteraan. perdamaian dan kemanusiaan yang dikehendaki oleh Tuhan untuk dunia ini. yaitu bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat majmuk.budaya. b.Adapun tujuan gereja dengan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini adalah: a. seluruh partisipasi gereja dan umat Kristen dalam berpartisipasi membangun bangsa ini harus bertolak sebagai usaha untuk menegakkan tanda-tanda penyelamatan dan kedatangan kerajaan Tuhan.adat.

Berbangsa dan Bernegara. Sebagai falsafah negara Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir dalam menyusun undang-undang dan hukum di dalam negara Republik Indonesia. Hal ini upaya Pancasila untuk menekankan sisi kehidupan antar umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan.. Dengan kata lain. 164. 1991).wawasan Pancasila tentang kebersamaan antara agama-agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tidak sepenuhnya sama dengan wawasan sekian agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang satu sama yang lain saling berbeda. 257. dan dalam agama Budha tidak membicarakan tentang Tuhan sama sekali. artinya setiap warga negara Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar yang tertuang dalam sila Pancasila.( keesaan Tuhan ). Pancasila walaupun ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Oetojo Oesman dan Alfian..disunting oleh. Pancasila Sebagai Ideologi . Islam mengajarkan tentang tauhid. serta Pancasila adalah dasar bermasyarakat. agama Hindu mempercayai banyak dewa –dewa . di samping visi universal yang mempersamakan semua agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. lxxx . Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dalam buku. Abdurrahman Wahid. jelas setiap agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki visi sendiri. hlm. bukan hanya sekedar masing-masing sila . ( Jakarta: BP-7. hlm. berlaku seluruh umat manusia.27 Dengan demikian dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila setiap sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia termasuk agama Islam. Akan tetapi perlu kita cermati apakah Islam sesuai dengan Pancasila ? maka segera akan nampak bahwa banyak dari ajaran-ajaran Islam yang tidak tercakup dalam Pancasila atau tidak dipersoalkan oleh Pancasila. Ibid . Sebuah kesepakatan seluhur apa pun. 163. Ideologi bangsa. 26 27 25 Ibid. berbangsa dan bernegara. tidak akan banyak berpungsi jika didudukkan dalam status yang jelas. tapi membiarkan orang Kristen ber-Trinitas.26 Pancasila sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara disinilah ada tumpang tindih antara Pancasila dengan sebagian sisi kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa .kepercayaan. hlm. Karena kesepakatan luhur bangsa Indonesia itu akhirnya dirumuskan sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara.Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki lingkup masing-masing yang berjangkauan universal.25 Pancasila merupakan kesepakatan luhur antara semua golongan yang hidup di bumi Indonesia.

113. Kuntowijoyo. Dimensi fleksibilitas.). 28 Jika melihat persoalan-persoalan tadi. Islam Pancasila dan asas Tunggal ( Jakarta : Yayasan Perkhidmatan. demikian pula agama tidak akan memjadi ideologi. (de ) Konstruksi Ideologi Negara . Ajaran Islam dalam hal-hal tertentu terperinci dan tegas. maka ajaran Islam lebih bersifat luas. Identitas Politik Umat Islam ( Mizan : Bandung. hlm. dimana ideologi itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup dalam masyarakat.Kemudian Islam mengajarkan tentang iman kepada rasul-rasul. 70. idealitas bahkan fleksibilitas. berbangsa dan bernegara. Sekurang –kurangnya kita dapat perhatikan . Ketiga dimensi itu adalah : 1. mencakup hal-hal yang oleh Pancasila mungkin tidak terpikirkan. 29 30 Listiyono Santoso (dkk. pada umumnya memang terdapat kesepakatan di negeri kita bahwa hal-hal ibadah dibiarkan saja . Melalui idealisme atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dihayati suatu masyarakat atau bangsa dapat diketahui kearah mana mereka ingin membangun kehidupan bersama. shalat. Suatu Upaya Membaca Ulang Pancasila ( Jogjakarta : Ning. 30 Pada dasarnya kekuatan ideologi (Pancasila) dapat diukur dari tiga dimensi yang saling berkaitan. 3. 31 Berdasarkan pada tiga dimensi tadi maka Pancasila jelas memenuhi standar realitas.1983).Rat. Sering dinyatakan bahwa Pancasila tidak akan menjadi agama. suatu ideologi harus mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. 1997 ). bahwa kemudahan diberikan di negeri kita untuk melaksanakan ibadah tersebut. Dimensi idealitas . Ibid. sebagaimana juga kemudahan yang sama dinikmati oleh para pengikut agama lain. terutama karena dinamika internal yang 28 Deliar Noer. 2. tapi perlu diketahui bahwa Islam adalah agama dan Pancasila adalah ideologi . hlm. bahwa sebuah ideologi harus memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahwa merangsang pengembangan pemikiran –pemikiran baru yang relevan tentang dirinya. 2003 ). zakat . puasa Ramadhan. 31 lxxxi . Dimensi realitas . hlm. 85. Hal semacam ini tidak berarti bahwa Islam bertentangan dengan Pancasila . 29 Mengenai Islam dan Pancasila pada dasarnya tidak bertentangan .115.. Oleh sebab itu bagi setiap muslim ajaran –ajaran agama itu wajib dilaksanakan. saling mengisi dan saling memperkuat. hlm. haji dan masih banyak lagi ketentuan –ketentuan lain yang diajarkan oleh Islam.

Ibid .. 3.Menyangkut seberapa jauh nilai-nilai yang terkandung dalam idelogi itu membudaya dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. . Persepsi . Pancasila lebih diletakkan sebagai gundukan “ rangkuman “ konsep-konsep belaka yang tidak mempunyai kekuatan untuk “merubah” tatanan masyarakat. 71. Kelima sila tersebut adalah “ paradigma “ bagi terbentuknya masyarakat berperadaban Pancasila. Kemampuan masyarakat mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang ideologi. ber-Kemanusiaan. 4. Ibid.Satu. memapankan serta menguatkan relevansi ideologi itu dalam masyarakat. hlm. hlm. sikap dan tingkah laku masyarakata terhadap Pancasila. Pancasila di masa lalu seolah-olah hanya berhenti pada konsep nilai-nilai yang tidak mampu merambah pada tataran empirik masyarakat. tangguh dan bermutu tinggi .. Jadi secara ideal konseptual Pancasila adalah ideologi yang kuat.32 Dinamika internal yang terkandung dalam suatu ideologi terbuka biasanya memantapkan. 2. Kualitas nilai-nilai dasar yang tergantung dalam ideologi.34 Itulah sebabnya kita harus berihktiar untuk semakin menjadikan Pancasila itu sebagai ideologi dan menjadikan dasar yang kokoh bagi perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. ber-Kerakyatan dan ber-Keadilan. 72.terkandung dalam sifatnya sebagai ideologi terbuka. 70. 33 34 lxxxii . hlm. Kualitas nilai dasar itu memungkinkan bagi terbentuknya kualitas peradaban bangsa yang berlandaskan pada masyarakat yang ber-Ketuhanan. berbangsa dan bernegara .33 Harus disadari. Tetapi hal itu tetap tergantung pada kehadiran beberapa faktor: 1. betapa dalam Pancasila sesungguhnya memuat kualitas nilai dasar yang objektif kebenarannya dan berlaku secara universal. 32 Ibid . Selama ini. ber.

lxxxiii .

Simatupang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia tidak terlepas dari beberapa aspek. yaitu : a. b. Menurut T. aspek politik Indonesia yitu lxxxiv .tidak heran jika bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut juga dalam merumuskan dasar negara Pancasila . maka rakyat Indonesia banyak yang menganut agama Kristen Protestan. Maka yang dulunya sebahagian rakyat Indonesia yang sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda.BAB V PENUTUP A. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang sudah beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan nagara ini dari tangan penjajah. Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia. aspek sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1.B.

2. Di negara Pancasila ruang bagi orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak di batasi. B. ekonomi dan budaya. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kritis dan kreatif yang dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. Makna yang terkandung dari sila pertama bukanlah kepercayaan “Kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide lxxxv . di bagi menjadi dua : Pertama: meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa.Gereja ditempatakan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam kontek sosial. yang merupakan suatu keputusan yang mutlak yang harus diterima oleh setiap agama-agama yang ada di Indonesia. Demikian halnya dengan gereja –gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan untuk melaksanakan panggilannya pada bangsa dan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila. aspek agama Dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. c. politik.seperti agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen Protestan baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan ( gereja) mempunyai tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara. bangsa dan negara. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. Pengaruh pemikiran T.

tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragma. Penulis menyarankan kepada setiap jurusan di Fakultas Ushuluddin bahwa sanya skripsi-skripsi yang lama yang terdapat di ruang dosen supaya di lxxxvi . meliputi partisipasi gereja dalam membangun bengsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. Saran-saran 1. Tugas penggilan gereja dalam membangun bangsa ini tidak hanya tertuju pada pembangunan nasional saja. akan tapi mengajak kepada semua warga Indonesia untuk bersamasama dalam membangun dan mengatasi bangsa yang tercinta ini dari ketertindasan dan kemiskinan. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa. Kedua. maka dari itu jangan sampai ada suatu golongan umat beragama yang ingin menggantikan dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain. maka setiap agama harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. 2.Ketuhanan” oleh karena itu kata yang dipakai bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian ditambah Keesaan dan Kemahaan. Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu setiap agama yang ada di Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

lxxxvii . Simatupang ) Hanya kepada Allah. penulis memohon hidayahNya mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat untuk orang lain dan juga untuk penulis sendiri.susun dengan rapi atau disimpan dalam almari khusus supaya tidak acakacakan. C. B. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas pemikiran T. Kata Penutup Sebagai kata Penutup skripsi ini. penulis panjatkan puji syukur sedalamdalamnya kehadirat Allah atas segala curahan rahmat dan hidayahNya.

Karl Barth. Philip K. Darji. Eka. Wiwin Siti (dkk. Sejarah Ringkas (terj) Usuludin Hutagalung dan Sihombing. dan Etos Kewirausahaan. Ilmu Perbandingan Agama . 1979 Malang: Lembaga -----------. Bandung: Sumur Bandung . Pancasila Suatu Orientasi Singkat. Tinjauan Etis dan Budaya.DAFTAR PUSTAKA Aminah.Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. Jakarta : Widjaya. Raja Grafindo Persada.). Berfikir dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia( 1860-) 1960) ( terj. 1970 Hoekema. Santiaji Pancasila. Gunung Mulia. Susilaradeya. Penerbit Universitas Brawijaya.( dkk .G. Surabaya: Usaha Nasional. Pancasila Dasar Falsafah Negara . Pancasila Identitas dan Modernitas. Hubungan Agama dan Pancasila . ( terj ) Marie Claire Barth . 2001 Green. 2003 Bakry. Jakarta : BPK. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. 1991 Efendy. 1989 Hanggoro.). Ahmad Azhar. Yogyakarta: Galang Press. Rozikin. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. 1986 Basyir.). Dunia Arab.Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Gunung Mulia. Masyarakat Madani. 1985 Daman.Hasbulah. Wisnu Tri (edit. Jakarta: PT. A. 1997 lxxxviii .Yogyakarta: Dian/Interpedi. 1986 Hitti. Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama . Clifford . Gunung Mulia. 1995 Darmaputra. 1997 Darmodihardjo. Ny.). Bunga Rampai Pancasila . Jakarta: BPK.Bahtiar. Jakarta: BPK.

Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. dalam buku.Simatupang . Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. Metode-Metode Penelitian Masyarakat .C. Problematika Pancasila . Filsafat Pancasila. Skripsi.D.T.Yogyakarta: Tiara Wacana.1997 Latuihamallo. Berbangsa dan Bernegara. Pengantar Ilmu Sejarah . Menyambut Usia ke 70 . 1990 Musfik. 1985 lxxxix . Saya Adalah Orang Yang Berhutang( Penyunting) Samuel Pardede. 1978 Koentjaraningrat. Yogyakarta : Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga. Wacana Ketegangan Kreatif Isalan dan Pancasila . Islam Pancasila dan Asas Tunggal . 1991 Octavianus. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan.Identitas Politik Umat Islam. S. 1999 Kansil . Yogyakarta: Yayasan Budi Budaya.B. 1999 Ismaun. Simatupang. Deliar. Bernegara. B. Bermasyarakat . P. T. Bandung : Mizan.Yogyakarta: Paradigma. 70 Tahun Dr. T. 1997 Kuntowijoyo. Jakarta: Pradanya Pramita. 1983 Oesman .Oetojo dan Alfian. 1996 Noer. Faisal.. 1996 Yogyakarta: Kaelan. 1995 ……………. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani .Ismail .Jakarta: PT. Gramedia. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara . P. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama.B) Simatupang ). Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa. Ahmad. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Gereja dan pembangunan ( Studi atas Pemikiran Tahi Bonar (T. Bandung: Cahaya Remaja. Jakarta: BP-7 Pusat. 1959 Kaelan. Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP.Malang: Departeman Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia. Paradigma.

1997 ----------. Jakarta: Bpk. 1999 PGI. Samuel ( penyunting. 2002 Baru. 21-30 Oktober 1994 . T. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi.B.) Widi Harijati Rahadi . Jakarta: Gunung Mulia. Iman Kristen dan Pancasila.Jakarta: BPK. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia. 2002 Sairin. Emil . dalam buku . Kontek Berteknologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. Simatupang . Bersama-sama Meletakkan Landasan Moral. Gunung Mulia. Edisi keenam . (Jakarta: Bpk.). Soetarman Soediman.). Jakarta: PT. Sebuah Analisis Komperatif. Jakarta: Gunung Mulia.Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan . dalam buku. 1960 ---------. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . 1981 -----------. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. 1990 Partonadi. Wainata.(editor. Lyman Tower. Gunung Mulia. D. dan Spiritual. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKG-PGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. Visi Gereja Manusia Milinium Pemikiran. Bunga Rampai Salim. Jakarta: Bpk. Jayapura. Gunung Mulia.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen Perjanjian Baru . T. 1986 -----------. Ideolog-Ideologi Politik Kontemporer. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai (Jakarta: Sinar Harapan. 1990 Sargent. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Latuihamallo ( Penyunting) Eka Darmaputra.Pardede. Pembangunan. 1987 Simatupang. Jakarta: Erlangga . Gunung Mulia. 1984 xc . Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. Saya adalah Orang yang Berhutang . Dr. Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal Landas.70 Tahun Dr.B. Saya Adalah Orang Yang Berhutang ( Penyunting) Samuel Pardede . P.

Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Filsafat Pancasila . Revolusi dan Pembangunan. Pancasila Dasar Negara Indonesia. Jakarta: Bpk. Mencari Tuhan dengan Kacamata Barat. Jakarta: Bpk. Jakarta: Wahana. Gunung Mulia. Gunung Mulia.Gunung Mulia.Yogyakarta: Kanisius. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia. Jacob. Bandung: Tarsito. Rahmat . 1988 Subagyo. dalam Negara Pancasila yang Membangun. Jakarta: Bp. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. Dari Revolusi ke Pembangunan . Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia . Spiritualitas. 1993 xci . Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press. 1987 ------------.Yuridis Kenegaraan .1970 Soewarno. A . Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis.Jakarta: Bpk. Gunung Mulia. Pluralitas.1996 dan Teknik Penelitian Masyarakat. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Kehadiran Kristen dalam Perang. 1955 Soekarno. 1993 Tanja. Yogyakarta: Basis.(dkk. Paulus . Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah. dan Pembangunan di Indonesia. Sosiologis.Winarno. 1985 -----------.).-----------. Bambang Ruseno. Lahirnya Pencasila . Bangsa dan Negara . Filosofis. Nasional. 1991 ----------. Jakarta: BPK. 1996 Utomo.P.Yogyakarta: Kanisius. Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan.Jakarta : Sinar Harapan . 1993 Vredenbergt. 1958 Surachmad.J. 1996 Steenbrink.Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. Viktor I . Karel. Metode Gramedia.

Kec. Jakarta : B-7. Sapat. Nogorojo No. P. Tembilahan. 11 Desember 1979 : Laki-Laki sekarang) xcii . Gowok Yogyakarta : Miswandi : Kampung Baru. disunting oleh Oetojo Oesman dan Alfian .Wahid. 016 Kampung Baru (1987-1993) MTs. 1991 Yamin. Muhammad. Tanjung Makmur (1993-1996) MA. P. Pancasila Sebagai Ideologi. Pembahasan UUD Indonesia . Jakarta: Prapanca. 1959 CURRICULUM VITAE Nama Tempat Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Asal Alamat di Yogyakarta PENDIDIKAN SDN. P. Abdurrahman. Yogyakarta (2000: Islam : Kampung Baru. P. Indragiri Al-Islami. Tanjung Makmur (1996-1999) Masuk IAIN Sunan Kalijaga Fakultas Ushuluddin. Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Indragiri Al-Islami. Berbangsa dan Bernegara . VI. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dalam buku. Riau : Jl.3 Klpk. Kab.

NAMA ORANG TUA Ayah Ibu Agama Alamat : H. Miskun : Hj. Siti Wartini : Islam : Kampung Baru, kec. Sapat, Kab. Tambilahan, Riau.

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul Drs. Rahmat Fajri. Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta NOTA DINAS Kepada Yang Terhormat Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa maupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama Nim
Jurusan : PA

: MISWANDI : 00520012

xciii

Judul Skripsi : HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA ( Studi atas Pemikiran T. B. Simatupang ) Maka pembimbing / pembantu pembimbing kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk dimunaqasahkan . Demikian , mohon dimaklukmi adanya. Wassalammu’alaikum Wr. Wb. Yogyakarta, …….. Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul NIP. 150169820

Drs.Rahmat Fajri NIP. 150275041

MOTTO

“ Kalau Ingin Menguasai Negara Kuasailah Ilmu. Kalau Ingin Menguasai Dunia dan Akhirat Kuasailah Ilmu. ”

xciv

PERSEMBAHAN

Karya ini Kupersembahkan Kepada : Almamaterku yang sangat dibanggakan Bapak dan Ibu Tercinta Adik-Adikku tersayang, Jumadi, Salman al-Farisy Seseorang yang selalu dekat di Hati

xcv

hum. hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Drs. H. yang sudah sepantasnya penulis menghaturkan terima kasih terhormat : 2. Dalam penulisan skripsi ini. Bapak Drs. M. xcvi . Subagyo.. Moh.Ag. H. M. yang telah menuntun kita kejalan kemenangan dunia dan akhirat. Shalawat seiring salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad Saw. yang senantiasa melimpahkan taufik. Fahmi. Selaku Dekan Fakultas yang sebesar-besarnya kepada mereka yang Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. 3. penulis banyak mendapatkan masukan dan bantuan dari berbagai pihak baik moril maupun material.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT. Selaku Ketua Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga.

Petang. 6. Nova. Emon. Bapak Drs. Seluruh Dosen Fakultas Ushuluddin yang telah memberikan kuliah kepada penulis.4. Keluarga angkat di Imogiri (Pak Suprafto sekeluarga). Arif. Ag. Kepada konco-konco seperjuangan. H. M. Selaku Pembimbing I. yang selalu banyak memberi masukan sehingga terwujudnya skripsi ini. Rahmat Fajri. H. Serta kepada adik-adikku yang tersayang. Selaku Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga 5. Rahmat Fajri. Dian. Agussalim Sitompul. atas pengorbanan dan jasanya yang tiada terhingga dan tak terbatas mudah-mudahan keduanya diberi umur panjang dan husnul khatimah di akhir hayat mereka. Bapak. Selaku Pembimbing II. 9. spesial buat teman-teman kost “WISMA SAWO” (Dedi. Subagyo. Yani tercinta. Sony dan abang Tambunan). Dr. 7. Drs. 11. jurusan PA. 8. xcvii . selalu memberikan Bapak. Koler. Kepada orang tua penulis. Bapak Prof. Didit. yang bimbingan dan memberi saran dan petunjuk dalam penyelesaian skripsi ini. Drs. keluarga besar “HIMARISKA” (Himpunan Mahasiswa Riau Sunan Kalijaga). Ojay Bekers. 2000. Selaku Penasehat memberikan dukungan dan saran demi Akademik yang telah banyak menyelesaikan studi penulis. Kepada seseorang yang selalu setia mendampingi penulis baik dalam suka maupun duka. 10.

hanya do’a yang dapat mengiringi ketulusan mereka. Penulis Miswandi Nim . ………. penulis banyak berhutang budi.Atas segala kebaikan mereka. Yogyakarta. HIS MULO KMA AMS KSAP PTTS PBAP DGI = Tahi Bonar = Hollands Inlands School = Meer Uitgebried Lager Onderwijs = Koninlijke Militaire Academie = Algemene Middelbere School = Kepala Staf Angkatan Perang = Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra = Panglima Besar Angkata Perang = Dewan Gereja-Gereja Indonesia xcviii . B. sehingga pengorbanan yang tekah mereka berikan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT.00520012 DAFTAR SINGKATAN T.

Hasil penelitian ini adalah menurut T. sedangkan manfaat penelitian ini adalah untuk akademik sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Karena Modus Vivendi itu merupakan sesuatu yang telah di xcix . keempat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T. Penelitian ini bersifat kepustakaan murni ( library research). maka kedua tokoh-tokoh agama tersebut menyepakati untuk mengubah nya dengan kalimat “ Ketuhanan Yang Maha Esa “. dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sejarah atau historis. Untuk menghindari atau mengakhiri perdebatan tersebut. ketiga. atau yang sering di sebut dengan Modus Vivendi . kedua. Metode Pendekatan.B. peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode dokumentasi.PGI VOC BPUPKI PPUUD PKPUUD PPKI PB UUD = Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia = Verenigde Oost Indische Compagnie = Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Panitia Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Perjanjian Baru = Undang-Undang Dasar ABSTRAK Negara Indonesia merupakan negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam. jadi setiap warga negara Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . B.Simatupang Pancasila adalah sebuah ideologi yang dapat melindungi semua rakyat Indonesia. karena penelitian sejarah ini mengkaji pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu menyakinkan apa yang harus dikerjakan sekarang dan masa yang akan datang.Ketika bangsa Indonesia ingin membentuk dasar negara maka terjadilah suatu perdebatan yang hangat antara kalangan Islam dan non Islam . Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. Analisis data . dan untuk menembah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. maka tokohtokoh agama dari kalangan Islam dan non Islam melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta . dari kalangan Islam menginginkan dasar negara harus berasaskan Islam seperti Piagam Jakarta . tapi ada juga yang beragama non Islam. tapi dari kalangan non mulslim menolak bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta yang berbunyi “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Metodologi Penelitian ini adalah pertama. peneliti dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Pengumpulan data. B.

Sikap positif. Maka dari itu setiap agama yang ada di Indonesia dapat berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. dan bisa menghadapi segala tantangan dari seluruh rakyat Indonesia . melalui kerja sama. kadua. Sikap kritis. B. ketiga.tentukan melalui dialog. Simatupang) Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam Oleh: MISWANDI c . Kemudian Pancasila dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. Sikap realistis. keempat. Sikap-sikap tersebut sebagai partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini sebagai pengamalan Pancasila. karena sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia . ketika gereja ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa ini maka gereja mempunya beberapa sikap pertama. HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA (Studi Atas Pemikiran T. Sikap kreatif.

NIM: 00520012 JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2004 ci .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful