DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN NOTA DINAS ..............................................................................

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………… HALAMAN MOTTO........................................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………. KATA PENGANTAR ....................................................................................... DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. DAFTAR SINGKATAN .................................................................................... ABSTRAK .......................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………. A. Latar Belakang Masalah .............................................................. B. Rumusan Masalah ....................................................................... C. Tujuan Penelitian ......................................................................... D. Telaah Pustaka ............................................................................. E. Metodologi Penelitian .................................................................. F. Sistematika Pembahasan .............................................................. BAB II. SKETSA BIOGRAFI T.B. SIMATUPANG ………………………. A. Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan ................................ B. Karir dan Kegiatannya ................................................................. C. Karya-Karya T.B. Simatupang .................................................... ii iii iv v vi viii xi xii 1 1 7 7 8 11 12 14 14 18 21

viii

D. Orang-Orang Yang Mempengaruhi Pemikiran T.B. Simatupang .. 22 BAB III. PEMIKIRAN T. B. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA. 27 A. Pemahaman Indonesia ...27 1. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia .............. 28 2. Pemahaman T.B.Simatupang Kristen Protestan Tentang Ideologi Pancasila .............................................................................................32 B. Aspek-aspek Pemikiran T.B. Simatupang Tentang Hubungan Kristen 35 35 37 40 T.B.Simatupang Tentang Kristen Protestan di

Protestan dengan Pancasila di Indonesia ..................................... 1. Aspek Sejarah ....................................................................... 2. Aspek Politik ........................................................................ 3. Aspek Agama ........................................................................

C. Pemahaman Tentang Pancasila .......................................................... 41 1. Pengertian Pancasila .................................................................... a. Pengertian Pancasila dari Etimologi ..................................... b. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi ......................... 2. Sejarah Singkat Tentang Pancasila .............................................. 3. Fungsi Pancasila ........................................................................... a. 42 42 43 43 51

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia ....... 51

ix

b. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia ........... c. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia ..................... BAB IV. PENGARUH PEMIKIRAN T.B. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA …………… A. Pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa .....................................................

53 56

58

58

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia Sebagai Pengamalan Pancasila ....................................................... C. Analisis Penulis ............................................................................. BAB V. PENUTUP …………………………………………………………… A. Kesimpulan ..................................................................................... D. Saran-Saran ..................................................................................... E. Kata Penutup.................................................................................... DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... CURICCULUM VITAE 63 70 76 76 78 79 80

x

1 Menurut pandangan Kristen Protestan. Simatupang . Orang-orang Kristen Protestan dapat memahami sila pertama. BPK. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila Yang Membangun (Jakarta: PT. 1996). hlm. bangsa yang memiliki kepercayaan dan hubungan dengan Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. yang dinyatakan dalam sikap hidup yang didasarkan kepada ajaran-ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang penuh toleransi di antara pemeluk-pemeluknya. dengan menyatakan bahwa di dalam kerangka kepercayaan kepada yang transenden.2 T. hlm. 92. Namun sejarah dari masa ke masa menunjukkan. Gunung Mulia. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: BPK. Simatupang ( dkk .B. orang-orang yang sudah memiliki agama dapatlah terus melakukan dialog berdasarkan sikap saling menghargai demi tanggung jawab bersama. 1984).BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia. selama pemahaman tentang kelima sila dari Pancasila tetap terbuka dan Pancasila tidak kemudian menjadi doktrin yang tertutup. 12-13. Bahwa Pancasila telah memberikan banyak inspirasi. tidak ada masalah untuk menerima Pancasila. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah diakui oleh masyarakat Indonesia.). bahwa agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah menjadi dasar dan memberikan warna terhadap semua segi kehidupan bangsa.B. sejak semula telah dikenal sebagai bangsa yang religius. 1 xi . 2 T. Gunung Mulia.

hlm. antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan karena tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam Islam. 1999).cit.cit.5 3 T. pada dasarnya sila-sila dari Pancasila itu telah berakar pada jiwa Bangsa Indonesia.. 5 4 Faisal Ismail. Pertama.Negara Indonesia yang memilki Pancasila sebagai dasar negara maupun filsafat hidup atau pegangan hidup bangsa Indonesia. xii . pemimpin politik dari kalangan Hindu.4 Kelompok nasionalis muslim adalah kelompok yang mempunyai gagasan bahwa Islam harus dijadikan sebagai dasar negara. Meskipun secara personal nasionalis sekuler bukan kaum sekuleris. bahkan nasionalis sekuler tidak menggunakan agama sebagai ideologi atau sistem politik. kelompok nasionalis sekuler kedua kelompok nasionalis muslim. pemimpin politik dari kalangan Katolik.3 Pancasila berfungsi sebagai bimbingan moral dan etika. loc. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama. hlm. pemimpin politik dari kalangan Protestan.. Ada dua kelompok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan ideologi suatu bangsa. setiap rakyat Indonesia harus mempercayai Tuhan Yang Maha Esa. Faisal Ismail .4-5.B. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok-kelompok yang menjadi pemimpin politik yang di Indonesia seperti pemimpin pilitik dari kalangan muslim. Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila (Yogyakarta: Tiara Wacana. yang telah ditransformasikan menjadi dasar konsep politik yang sedemikian rupa.) . Secara tegas kelompok-kelompok nasionalis sekuler menolak agama dijadikan sebagai dasar negara.97. Simatupang (dkk. op.

Pancasila tanpa agama akan kosong hasilnya. hlm . Islam Pancasila dan Asas Tunggal (Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. jika tidak diganti butir pertama dari Piagam Jakarta. Seakan-akan menonjolkan agama orang yang mayoritas yaitu agama Islam. Hindu dan Budha yang butuh perlindungan dari negara. maka dari kalangan agama orang yang minoritas yaitu agama non Islam akan memisahkan diri dari Republik Indonesia. Oleh sebab itu .Di bumi Indonesia tidak hanya mayoritas agama Islam saja tetapi masih ada agama-agama lain seperti Katolik.6 Menurut Faisal Ismail Konflik antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim mengenai landasan falsafah negara tetap tegang..45-46. sehingga terbentuklah Piagam Jakarta pada butir pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. bukan berarti setelah ber Pancasila lalu meninggalkan agama. 7 8 xiii .5. agar semua agama yang ada di Indonesia dapat menerimanya. Ibid .8 Agar bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah maka kedua kelompok tersebut melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi pertama dari Piagam Jakarta agar tidak menyinggung perasaan dari kalangan agama minoritas. hlm.7 Bunyi butir pertama dari Piagam Jakarta mendapatkan tantangan yang keras dari orang-orang yang non muslim.. Ibid. hlm. Bunyi butir pertama Piagam Jakarta yang memberikan posisi umat Islam di Indonesia yang memungkinkan untuk menerapkan syariat Islam. 49. Protestan. 1983). maka dengan 6 Deliar Noer. tetapi Pancasila dan agama harus sejalan. di negara Indonesia yang meskipun umat Islam yang pada dasarnya harus menerima Pancasila sebagai ideologi negara. yang menyatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam sangat mengesampingkan agama-agama lain yang ada di Indonesia. yang pantas dijadikan dasar negara adalah Pancasila.

Gunung Mulia. Pancasila Yuridis kenegaraan.9 Untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan antara kelompok nasionalis sekuler dan kelompok nasionalis muslim. maka nilai-nilai yang esensial dalam Pancasila adalah: 2. Ketuhanan Yang Maha Esa 3. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan 6. Kaelan . Kemanusiaan yang adil dan beradab 4. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani ( Yogyakarta : Paradigma.10 Dengan disahkannya UUD 45. hlm. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta : BPK. 55-56.1999 ). 11 Eka Darmaputra. 110 –111. hlm.. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. 1997 ). 10 xiv . Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia . maka Piagam Jakarta diganti dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. 2.11 9 Ibid . Persatuan Indonesia 5. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Pancasila Identitas dan Moralitas. maka PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara.kesepakatan bersama antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim . Selain itu juga kebebasan untuk memeluk agama di Indonesia ditegaskan dalam UUD 45 Pasal 29 yang berbunyi: 1.

Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kasih (1 Yohanes 4:8) PJ. (Kejadian 1:127). dalam bidang keagamaan. dapat diterima oleh semua pihak. Sosiologis . hlm.Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis. Bernegara. 13 12 Rozikin Daman. Pancasila Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Rajawali Press. hlm. Oktavianus.Pasal-pasal yang terdapat dalan UUD 45 yang merupakan sebuah transformasi Pancasila sebagai norma-norma untuk hidup bermasyarakat. Kenyataan telah mewujudkan bahwa dengan Pancasila dapat menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dapat membawa keutuhan negara Republik Indonesia.13 Butir demi butir dari kelima sila Pancasila dalam penjelasannya jelas tidak bertentangan dengan Al-Kitab. 21-22.12 Pancasila dapat dijadikan sebagi alat pemersatu bangsa Indonesia. dalam pelaksanaannya secara keseluruhan dapat mendukung pengembangan kegiatan setiap agama yang ada di Indonesia. 1992 ). Penjelasan Al-Kitab: Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. hlm. Yuridis Kenegaraan ( Yogyakarta: Kanisius. Suwarno. Filosofis. P. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Sila ini dapat memberikan suatu kebebasan ruang gerak bagi kemerdekaan beragama. 1985 ).14 Penjelasan butir demi butir dari kelima butir Pancasila yang erat hubungannya dengan Al-Kitab adalah: 1. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa . sebagai mana jelas dalam tindakannya Penciptaan langit dan bumi. hukum. sosial dan ekonomi. setiap orang harus meyakini adanya Tuhan Yang maha Esa dan memberikan kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. 1993). 14 xv . 13. politik. 135-136. Bermasyarakat ( Malang : Departemen Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia .

Tuhan Khalik Langit dan Bumi beserta segala isinya (Mazmur. hlm. 13:5) 5. suka memberikan pertolongan kepada orang lain.Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Penolong. 13:14) “Tidak mengambil keuntungan diri sendiri” (I. Penjelasan Al-Kitab: Manusia itu agung dan mulia karena manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang dibentuk atau diciptakan Allah (Kejadian: 1:22) 3. (Mazmur 82:3) Dengan demikian menurut orang Kristen sila-sila dalam Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Kitab bahkan dalam pelaksanaannya secara konsekuen/mendukung apa yang terdapat dalam Al-Kitab. mendahulukan kepentingan masyarakat dari kepentingan pribadi walaupun berbeda-beda kita tetap satu.. Penjelasan Al-Kitab: “Kasih itu sabar. Penjelasan Al-Kitab: “Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri…” (Roma 14:7a) 4. 16-20 xvi . untuk bersikap adil. mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. Korintus. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Sila ini menjelaskan. Sila Persatuan Indonesia Sila ini menjelasakan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan demi keselamatan bangsa dan negara. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab Sila ini menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia harus meningkatkan martabat manusia. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Sila ini menjelaskan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Penjelasan Al-Kitab: “Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim belalah hak orang-orang yang sengsara dan orang yang kekurangan”. musyawarah untuk mancapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. 121:1-2) 2. Korintus. dan dapat menikmati hak-haknya dan melaksanakan tanggung jawabnya. Kasih itu murah hati……” (I.15 15 Ibid.

10. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. Pancasila sebuah ideologi dan sebuah pandangan hidup.B. Simatupang . hlm. Simatupang Pancasila adalah lebih dari sekedar payung. op.B.B.B. xvii . Iman Kristen dan Pancasila . Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah: 2.. 16 T. Pancasila mempunyai daya tarik emosionalnya tersendiri.cit. Simatupang Indonesia ? terhadap agama Kristen Protestan di Tujuan Penelitian Penelitian tentang pemikiran T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia mempunyai beberapa tujuan yaitu : Untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T.B.B.16 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ? Apa pengaruh pemikiran T.Penjelasan di atas menurut pandangan T.B. yang menjadi fokus perhatian untuk diteliti adalah: Bagaimana pemikiran T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia dalam konteks yang lebih spesifik Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T. Secara akademik penelitian ini sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama.

di tulis oleh Victor I Tanja pada tahun 1996. Telaah Pustaka Setelah mengadakan penelusuran pustaka. Spiritualis. Amsy Susilaradeya pada tahun 1997. dan beragama. berbangsa. Simatupang. yang berjudul : Berpikir Dalam Keseimbangan Yang Dinamis . Untuk menambah pengetahuan tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . Pluralitas dan Pembangunan di Indonesia.B. Kemudian ada buku yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo. dan kapan teologi Protestan di Indonesia lahir ? dan juga siapa tokoh yang membangun teologi Protestan di Indonesia.B.G. Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia ( 1860.Dalam buku ini menggunakan pendekatan historis-teologis. yang memaparkan bagaimana peranan agama khususnya Iman Kristiani dalam memberikan sumbangan terhadap tuntutan pembangunan di tengah masyarakat Indonesia yang pluralistik berdasarkan Pancasila sebagai satu-satunya asas bermasyarakat. yang di terjemahkan oleh Ny.1960).3. Hoekema. pada tahun1993 yang berjudul: Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan xviii . yang memaparkan tentang bagaimana perkembangan teologi Protestan di Indonesia selama tahun 1860-1960. maka penulis melakukan telaah pustaka sebagai berikut: Karya ilmiah yang mengkaji tentang pemikiran T. sejauh penulis ketahui agar tidak terjadi duplikasi dalam penelitian ini yang sebelumnya membahas T. Simatupang dalam buku. Kemudian ada buku yang di tulis oleh : A. Dalam buku ini menggunakan pendekatan sosiologis.

Dalam buku ini mengunakan pendekatan sosiologis dan teologis. dan pembahasannya lebih terfokus bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang makmur dan beradab. dan juga untuk membantu bisa saling mengenal satu sama lain dalam rangka saling mengasihi sesama insan yang saling berlainan agama dan kepercayaan. skripsi tersebut menggunakan pendekatan historis.) Simatupang ).B. di tulis oleh Ahmad Musfik. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Akan tetapi peneliti harus membedakan terlebih dahulu antara penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian sebelumnya. Simatupang adalah Viktor I Tanja yang xix . Kemudian ada skripsi yang berjudul: Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). yang ditulis oleh: Tri Budi Waryanto. Berdasarkan telaah pustaka di atas maka peneliti akan mengkaji mengenai pemikiran T.B. penelitian sebelumnya yang sudah pernah mengkaji pemikiran T. Kemudian ada skripsi yang berjudul : Gereja dan Pembangunan ( Studi Pemikiran Tahi Bonar ( T.Islam dan Kristen di Indonesia. yang memaparkan untuk mengungkap dan mengkaji perkembangan dan pertemuan kedua agama tersebut di bumi Indonesia atau di bumi Pancasila. dalam skripsi ini menggunakan metode deskriptif analisis dan metode historis. Dalam skripsi ini lebih memfokuskan tentang pengertian organisasi kemasyarakatan dalam arti apakah persekutuan gereja-gereja di Indonesia dapat dijadikan sebagai organisasi kemasyarakatan yang dapat mengayomi atau melindungi masyarakat Kristen Protestan di Indonesia.B.

Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini bercorak Library Research (Penelitian Pustaka).berjudul Gereja dan Pembangunan.dan apakah gereja –gereja yang di Indonesia dapat mengayomi atau melindungi umat Kristiani di Indonesia. Melalui karya-karya ilmiah.B. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Tri Budi Waryanto yang berjudul Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). maupun data-data kepustakaan lainnya yang berkenaan dengan pemikiran T. Simatupang ) yang tidak terlepas dari beberapa faktor yaitu: Faktor sejarah. Kemudian yang membedakan antara penelitian penulis dengan penelitian sebelumnya adalah: Bahwa penelitian sebelumnya hanya memfokuskan bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini. Pengumpulan Data xx . majalah. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo yang berjudul Hidup Bersama di Bumi Pancasila : Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Ahmad Musfik yang berjudul Gereja dan Pembangunan.B. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis sekarang yang berjudul hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas Pemikiran T. Simatupang. faktor politik dan faktor agama. dalam arti sumber-sumber datanya berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. baik yang tertuang dalam buku.

tapi harus mencakup analisis dan interpretasi tentang data itu agar mendapat pemahaman yang lebih jelas lagi 19. Simatupang yang berjudul. Kemudian dalam penelitian ini juga penulis dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif 18 . Lihat ! Jacob Vredenbergt. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah ( Bandung :Tarsito . Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat ( Jakarta : Gramedia. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Dapan Masyarakat. kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan wawasan penulis. dan juga buku yang berjudul Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. maka sumber data primer yang utama adalah tulisan T. 1997 ). Bangsa dan Negara. Metode-Metode Penelitian Masyarakat ( Jakarta: Gramedia. Iman Kristen dan Pancasila . Metode deskriptif adalah langkah-langkah melakukan reinterpretasi obyektif tentang permasalahan yang di teliti. kemudian penulis menelaah data yang telah terkumpul tersebut. hlm. Dan data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku yang memang representatif dalam mendukung penelitian ini. 63. 131. 1986). jadi dalam menganalisis data tidak hanya sebatas mengumpulan data saja dan menyusunan data. 34. hlm. Winarno Surachmad. Analisis Data Dalam penelitian ini penulis dapat mengumpulan tulisan atau data yang berhubungan dengan tema yang diangkat dalam penelitian ini. Lihat ! Kontjaraningrat . Metode dokumentasi adalah pngumpulan data yang bersipat dokumenter.17 Dalam metode dokumentasi nantinya peneliti akan menemukan sumber data primer dan sumber data sekunder. 1970 ).B. 19 18 17 xxi . hlm. dokumen yang tersimpan di perpustakaan .Dalam penelitian ini penulis dalam mencari data menggunakan metode dokumentasi.

B. Masa kecil dan latar belakang pendidikan. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. karena pendekatan sejarah biasanya meliputi pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu mengetahui apa yang harus di kerjakan sekarang dan masa yang akan datang. Pengantar Ilmu Sejarah ( Yogyakarta : Yayasan Budi Budya. halaman persembahan.dan pemahaman 20 Kuntowijoyo. tujuan penelitian. Sedangkan bagian isi yang merupakan inti dari pembahasan skripsi ini.Simatupang tentang Kristen Protestan di Indonesia. Simatupang . 1995 ). daftar isi. halaman motto. daftar singkatan dan abstrak. latar belakang masalah.B. xxii . 17. metodologi penelitian dan sistematika pembahasan. karya-karya T. hlm. Simatupang Bab ketiga. halaman nota dinas.Metode Pendekatan Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. penulis susun dalam bab-bab sebagai berikut: Bab pertama. kata pengantar . Bab kedua. membahas pemikiran T. halaman pengesahan.20 Sistematika Pembahasan Untuk lebih memudahkan dalam penyelesaian penelitian ini. karir dan kegiatan.B. dan orang-orang yang mempengaruhi pemikiran T. rumusan masalah. penyusun akan menggunakan sistematika sebagai berikut : Bagian depan memuat halaman judul.B. yang meliputi pemahaman T. sketsa biografi T.B. telaah pustaka. Simatupang. yang meliputi sejarah singkat masuknya Kristen Protestan di Indonesia.

B. T. SIMATUPANG Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan T. Kemudian analisis penulis.B. dan meningkatkan partisipasi gereja dalam membangun bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. T.T. Kepala Kantor Pos Sidikalang. Simatupang. Simatupang singkatan dari Tahi Bonar dalam bahasa Batak yang berarti permufakatan atau tujuan yang benar. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. berasal dari Laguboti. ayahnya bernama Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang.B.B. Kemudian pemahaman tentang Pancasila yang meliputi. B. BAB II SKETSA BIOGRAFI T. membahas tentang apa pengaruh pemikiran T. dan aspek agama. seorang wanita yang penuh kasih sayang kepada anak-anaknya.B. T. sejarah singkat tentang Pancasila. kata penutup daftar pustaka dan curriculum vitae. Sedangkan Simatupang merupakan nama marga untuk orang Batak dari pihak ayahnya. Bab keempat. Simatupang mempunyai delapan bersaudara. fungsi Pancasila. Kemudian aspek-aspek pemikiran T. dari delapan bersaudara. dan ibunya. lahir di Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatra Utara tanggal 28 Januari 1920-1990. pengertian Pancasila. yang terdiri dari kesimpulan. yang meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Simatupang adalah anak dari seorang Pegawai Negeri.Simatupang tentang ideologi Pancasila. penutup.B. Bab kelima. saran-saran. yang meliputi : aspek sejarah. aspek politik. Nama-nama yang diberikan oleh ayahnya untuk nama xxiii . beliau anak yang kedua.B.

. dengan adanya media cetak semacam ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan. yang memiliki arti anak pemberian Tuhan yang lahir pada hari Jumat.1 T. anak yang ketiga Frieda Theodora. B. hal semacam ini terlihat jelas dengan pertumbuhan berbagai macam organisasi yang dapat mengasah pengetahuan. T. Ada nasionalisme Indonesia dan nasionalisme Batak dan Kristen. yang mempunyai arti wibawa kemenangan. Di Pematang Siantar inilah T. Simatupang termasuk anak yang pintar. di sinilah beliau masuk sekolah Zending. anak yang keenam Tapi Omas yang berarti perempuan. seperti nama anak yang pertama dari ayahnya. yang artinya anak laki-laki. anak kelima Maruli Humala Diasi. karena T. anak yang kedua Tahi Bonar yang memiliki arti permufakatan atau tujuan yang benar. 20 . dan juga telah terbit berbagai macam media cetak seperti: Suara Kita. xxiv . 1991). anak yang ketujuh Batara Ningrat. Batara dari mitologi Batak-Hindu ditambah dengan Ningrat. rajin T. B. Bangsa dan Negara (Jakarta : Sinar Harapan . yang berarti perempuan. 22. Simatupang masuk sekolah HIS (Hollands Inlandse School) yaitu pada tahun 1927. hlm. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. 2 1 Ibid. tapi keluarga beliau tinggal hanya 9 bulan di Siborong-borong. hlm. Sahala Hamonangan. Bintang Batak.B. kesadaran nasionalisme yang lebih luas dari nasionalis Batak. Simatupang meyelesaikan sekolahnya di HIS pada tahun 1934. B. dan anak yang kedelapan Riaraja. dengan predikat yang memuaskan. kemudian keluarganya pindah ke Pematang Siantar. di Pematang Siantar inilah telah tumbuh sebuah semangat baru yang dapat menambah kesadaran mengenai harga diri dan tanggung jawab yang dimiliki oleh orang-orang Pematang Siantar.B.anaknya menciri khaskan nama-nama orang Batak. Simatupang . anak yang keempat Pinta Pasu. yang berarti laki-laki. Simatupang pada usia 6 tahun keluarganya pindah ke Siborong-borong. 2 Pada tahun 1927-1934 berkembang semacam kesadaran nasionalisme yang tinggi dalam masyarakat Pematang Siantar.

B. B. dan mendidik siswasiswinya dengan baik agar dapat menjadi orang yang pintar. hlm. Simatupang. xxv .B. dan siswa-siswinya kebanyakan anak-anak orang Belanda yang mempunyai status sosial yang tinggi. di Salemba. T. 39..3 Setelah masuk sekolah MULO. Nomensen yang terletak di Tarutung.dan juga kutu buku. baik itu buku pelajaran atau buku-buku umum yang lebih banyak menambah pengetahuan. sekolah yang mempunyai kualitas yang bagus dan disiplin yang tinggi. B. dan rajin membaca buku. T. Batavia (Jakarta) karena pada waktu itu di Sumatra belum ada SMA. dan bertanggunga jawab. AMS di Salemba ini termasuk sekolah yang terbaik di Hindia-Belanda. T. maka siapa yang mau sekolah SMA harus ke pulau Jawa. sedangkan 3 Ibid. Kemudian T. maka semangat nasionalisme sangat berkobarkobar. dalam hal ini ia telah dapat menyelesaikan sekolahnya dengan baik. dalam bahasa Belanda (Christelijke Meer Uitgebreid Lagar Onderwijs atau Christelijke MULO ) Dr. berkualitas. Christelijke MULO merupakan sekolah elite bagi masyarakat Kristen Batak . pada tahun 1934 melanjutkan studinya ke Sekolah Menengah Pertama Kristen. Simatupang melanjutkan studinya di pulau Jawa yaitu masuk sekolah Christelijke Algemene Middelbare School atau Christelijke AMS (SMA Kristen). Simatupang menyelesaikan studinya di MULO tahun 1937 dengan mendapat predikat yang memuaskan. Simatupang belajarnya sangat tekun sekali.

meskipun hanya tiga tahun di Batavia. Jadi pemuda-pemuda Belanda yang ada Hindia-Belanda harus ikut jadi militer untuk mempertahankan Belanda.. ketika ia aktif di gereja ia banyak mendapatkan teman dari mahasiswamahasiswa teologi. Simatupang. B. xxvi .4 Akan tetapi iklim pada saat itu tidak memungkinkan.putra-putri bangsa Indonesia yang masuk sekolah AMS adalah golongan-golongan kelas atas. karena nanti apabila telah selesai studi kedokteran akan mengabdi dan bekerja di rumah sakit Gereja. B. ia sering hadir dalam pertemuan-pertemuan mahasiswa teologi yang telah memiliki semangat yang tinggi dengan hadirnya gereja-gereja di Indonesia. Simatupang sewaktu sekolah AMS di Batavia ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan di gereja. B. Semangat nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia ketika masuk sekolah AMS makin bergejolak seperti yang dialami oleh T. Simatupang menyelesaikan studi AMS di Salemba. dan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap kecintaannya dengan Indonesia. khususnya gereja Batak. Pada tahun 1940 T. T. tapi ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa yang dapat hidup mandiri. karena ada berita tentang penguasaan Jerman terhadap Belanda. 80. hlm. ia berangan-angan atau bercita. Oleh karena itu dibukalah pembukaan sekolah KMA (Koninlijke Militaire Academie) 4 Ibid. dengan berorientasi dengan orang-orang Belanda di lingkungannya. B. yang ada di jalan Kernolong Jakarta. Simatupang dapat menyelesaikan studi AMSnya dengan hasil yang memuaskan. Kemudian setelah T.cita ingin melanjutkan studinya tentang kedokteran.

dan ia lulus dengan baik.atau Akademi Militer kerajaan Belanda di Bandung. Simatupang bertekad dan berusaha untuk menolak semua mitos-mitos itu. Simatupang tentang militer. Simatupang bekerja untuk orang Belanda tetapi rasa nasionalisme terhadap Indonesia tetap tidak berubah dan tidak akan pernah padam. orang-orang Indonesia bisa menjadi militer dan mampu bersaing dengan militer di negara-nagara lain. Orang Indonesia tidak mampu membangun suatu angkatan perang. Simatupang. Karir T. semua itu untuk menepis mitos-mitos yang dilontarkan orang-orang Belanda kepada Indonesia. Simatupang masuk militer. Akan tetapi T. B. Simatupang. B. B. bahwa orang Indonesia tidak cocok untuk menjadi militer. B. yang berjuang untuk merebut kemerdekaan Indonesia. dari pengalaman-pengalaman yang ia peroleh dapat dikembangkan kepada tentara-tentara atau militer Indonesia. tetapi yang perlu diingat dan dicatat T. Karir dan Kegiatannya T. memiliki pengalaman militer sangat banyak sekali. Simatupang dalam pangkat kemiliterannya berpangkat Letnan satu. T. T. B. B. dan selalu mejadi perwakilan dari pihak angkatan bersenjata dalam delegasi Indonesia berbagai perundingan dengan Belanda di Konfrensi Meja Bundar. mendaftarkan diri untuk masuk akademi itu. yang ia dapatkan dari orang-orang Belanda/militer Belanda yang pernah medidik ia untuk mejadi militer. B. B. ia juga dipercaya untuk membantu sepenuhnya pembangunan militer angkatan bersenjata Indonesia. T. sangat dibanggakan sebagai anak bangsa dapat mejadi militer yang profesional. Misi utamanya adalah xxvii .

maka T. Simatupang di pensiunkan dari Kepala Angkatan Perang pada tanggal 21 Juli 1959. 5 xxviii . T. ia di percayakan sebagai pengganti Kolonel Hidayat. dan yang menjadi Kepala Angkatan Perang (KSAP) pada saat itu adalah Jendral Sudirman. B. Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan ( Jakarta: PT. Pada saat itu Jendral Sudirman dalam keadaan sakit yang sangat kritis. sebagai Panglima Tentara dan Teriotorium Sumatra (PTTS). Dengan adanya pergeseran jabatan. Simatupang . dengan menduduki sebagai wakil I Kepala Staf Angkatan Perang. T. B. Pembangunan. B. Karir T. ia banyak mempunyai waktu luang. sebagai wakil KSAP ia membantu Jendral Sudirman dalam pengamanan bangsa Indonesia terhadap penjajah. tapi dalam waktu yang sangat singkat. maka Jendral Sudirman memberikan tanggung jawab kepada T.5 Sebagai wakil Kepala Staf Angkatan Perang. T. Simatupang agar dapat memimpin Staf Angkatan Perang Republik Indonesia.Simatupang . 1960 ).mendesak Belanda membubarkan KNIL (tentara boneka ciptaan Belanda) serta mengukuhkan TNI sebagai kekuatan inti bagi angkatan perang RI. Waktu luang tersebut diisi T. hlm. dengan demikian yang menggantikan Kepala Staf Angkatan Perang adalah T. Simatupang di minta untuk menjadi penasehat militer. Pada tanggal 29 Januari 1950. dan yang memegang wakil I Kepala Staf Angkatan Perang adalah Kolonel Hidayat. B. yang merangkap menjadi panglima Besar Angkatan Perang (PBAP). B. maka. 9. Simatupang pernah memegang jabatan wakil II Kepala Staf Angkatan Perang (W II KSAP). dan juga diundang dalam pelayanan gereja-gereja di Indonesia. Simatupang telah banyak jasanya terhadap perjuangan bangsa Indonesia.B. Setelah keluar dari dinas kemiliteran. B. tetapi Kolonel Hidayat ditugaskan di Sumatra. B. Simatupang memang agak menanjak. Jendral Sudirman meninggal dunia.

tapi dengan faktor usia yang sudah tua. 15. ia meninggal dunia pada tanggal 1 Januari 1990 karena sakit. Masa pengabdiannya di DGI/PGI. maka semua pengabdian harus berhenti..op. B.).cit. tahun 1984. 1990 ). menjadi presiden mewakili gereja-gereja se-Asia selama satu periode. Pengabdiannya terhadap gereja-gereja dan juga bangsa dan negara. sehingga kita dapat terus mempelajari teologi itu seumur hidup. maka masalahnya terbukti dapat dipahami secara lebih mendalam. Membuktikan Ketidakbenaran ………….Simatupang.187-188. T. hlm. 6 T.dengan menulis dan membaca banyak tulisan-tulisannya yang beredar di media masa dan forum-forum pertemuan.7 Periode 1984-1989 T. hlm. dan juga ia menekuni studi tentang teologi. Samuel Pardede ( penyunting . pengabdiannya sangat luar biasa maka haruslah kita hargai. jabatan itu dipercayakan kepadanya sampai sidang raya X DGI di Ambon. Studi tentang teologi sangat luas. sangat cemerlang. Ia sejak tahun 1975-1984. Simatupang aktif juga dalam sidang gereja-gereja dan dewan gereja-gereja sedunia. Saya adalah Orang yang Berhutang ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. B. 7 xxix . sampai periode 19891994. Simatupang terpilih sebagai Ketua Majlis Pertimbangan PGI. B. Simatupang dalam Dewan-Dewan Gereja di Indonesia lewat bidang gereja dan masyarakat.6 Ketertarikan T. dalam dimensi teologi. ia aktif menjadi anggota DGI.B. kemudian ia terpilih sebagai ketua Badan Pekerja Harian.

Revolusi dan Iman Kristen dan Pancasila . 1967 c. Laporan dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan. Gunung Mulia. Jakarta: BPK. Jakarta: BPK. Simatupang: Saya Adalah Orang Yang Berhutang. 1984 e. Tugas Kristen Dalam Revolusi. 1990 h. Jakarta: Idayu. Jakarta. B. Dari Revolusi ke Pembangunan. BPK. Jakarta: PT. Peranan Angkatan Perang Dalam Negara Pancasila yang Membangun. Kehadiran Kristen Dalam Perang. 1986 f. Gunung Mulia. Karya-Karya T.C. Gunung Mulia. 1987 g. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 70 Tahun Dr. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. T. 1960 b. 1980 d. Dalam Bentuk Buku a. Pembangunan: Berjuang Mengamalkan Pancasila Dalam Terang Iman. Jakarta: Badan Penerbit Kristen. Pembangunan.B. Simatupang 1. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa xxx .

Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Peranan Teologi Dalam Masyarakat Indonesia.Depan. untuk mempelajari tentang perang. Peninjau. Simatupang sendiri . penulis peroleh dari berbagai sumber buku yang dikarang oleh T. BPK Gunung Mulia. Dapatkah Ilmu-Ilmu Sosial Memberikan Sumbangan Dalam Mission Imposible Kita ?. Orang Orang Yang Mempangaruhi Pemikiran T. 1991 i. 1982 b. Peninjau. “Dukungan Birokrasi Modal Memenagkan Pemilu”. 1987 “Spiritualitas dan Beragam Keagamaan di Indonesia”. B. T. Bangsa dan Negara. D. B. Setia. Simatupang yaitu Carl Von Clausewitz. Prisma. Peranan Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila yang Membangun. “Strategi Partisipasi Kristen Dalam Pembangunan Pendidikan Di Indonesia”. Peninjau. c. Simatupang Ada beberapa pemikiran yang mempengaruhi perjalanan intelektual T. Peninjau. Masyarakat. B.masalah Etika dan Moral Dalam Pembangunan Yang Mengamalkan Pancasila.B. Jakarta: PT. Masalah. 1984 e. 1987 f. xxxi . 1979 Karya-karya T. Artikel a. 1984 d. Simatupang yang dicantumkan oleh penulis di atas. 1996 2. B.

Simatupang sejak dari muda ia sudah mempelajari atau menambah wawasannya tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx. 8 T. B. hlm. Simatupang . kekayaan-kekayaan yang dimiliki kaum borjuis dapat dimanfaatkan oleh kaum proletar untuk kepentingan dan perubahan yang ada dalam masyarakat . op. untuk mempelajari tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx tentang struktur sosial yang ada dalam masyarakat. T. Membuktikan Ketidakbenaran……. 118. dalam menumpas penjajah. khususnya bidang militer serta masalah-masalah diplomasi dan politik yang terkait dengan perjuangan militer. 9 13.hlm. perjuangan kelas sosial akan melukiskan revolusi. Simatupang yaitu Karl Marx.B. B. T. B. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPK.cit.. kemudia ia memberikan landasan teoritis bagi sumbangan dalam perjuangan bangsa dan negara Indonesia. T.B.9 Masih ada pemikiran yang mempengaruhi intelektual T. Revolusi sosial. Simatupang setelah mendapat pengetahuan tentang perang dari pemikiran Carl Von Clausewitz.8 T. 1984 ). Revolusi Politik apabila kekuasaan politik dipegang oleh kaum proletar (kelas bawah). B.. Menurut Karl Marx revolusi harus dibedakan menjadi dua yaitu: revolusi politik dan revolusi sosial.Simatupang pada masa mudanya mengagumi tentang pemikiran Carl Von Clausewitz tentang perang.. Simatupang . xxxii . Gunung Mulia. kemudian Pengetahuan yang ia miliki tentang perang ia praktekkan dan ikut terlibat dalam pengorganisasian tentara dalam melakukan perang gerilya. sehingga ia dapat mempelajari dengan sungguh-sungguh. kaum proletar dapat memegang kekuasaan dari kaum borjuis.

11 10 xxxiii . Gunung Mulia. dan manusia harus suci dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. yang disimpulkan dalam istilah “dosa”. Ketertarikan T. Marie Claire Barth ( Jakarta: BPK.10 T. hlm. 1989 ). 14. Simatupang dengan teologinya Karl Barth adalah bahwa Karl Bath menginginkan manusia itu selalu dekat dengan Tuhan. B. dan apabila melaksanakan perbuatan-perbuatan kejahatan dan penindasan maka akan mendapat dosa. Sebuah Analisis Komperatif. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. Karl Bath berasal dari kota Basel. Edisi keenam ( Jakarta: Erlangga . Karl Lyman Tower Sargent. dan menjauhkan dari dosa.Simatupang mempelajari revolusi ini untuk mengetahui sebagai mana pentingnya perubahan-perubahan yang harus dilakukan dan tidak ada penindasan terhadap rakyat. semajak ia mempelajari revolusi nya Karl Marx dapat menambah rasa sosialismenya terhadap rakyat Indonesia atau bangsa Indonesia. dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut maka akan selau dikasihi Allah. menurutnya teologi kemerdekaan adalah sebuah teologi yang memandang pada kemerdekaan Allah yang memberikan kasih sayang dan karunia kepada kemerdekaan manusia. Karl Barth. 1087 ). Ideologi-Ideologi Politik Kontemporer. Jadi menurut Karl Barth manusia jangan sampai melakukan tindakan kejahatan dan menindas orang-orang yang lemah atau tidak mampu. dan lebih dari itu merdeka untuk sungguh-sungguh hidup bersama Allah dan sesama dalam prikemanusiaan yang sejati11. Maksud kemerdekaan di sini adalah merdeka dari tindakan kejahatan dan penindasan. Swiss (10 Mei 1886) dengan teologinya yang sangat terkenal Teologi Kemerdekaan. ( terj . 47. B.). Simatupang mengagumi juga pemikiran Teologi Karl Barth.hlm. Clifford Green.

Simatupang melihat perkembangan sitem-sitem politik ekonomi sepanjang sejarah bangsa Indonesia.cit. Akan tetapi ungkapan semacam ini adalah kesalahan besar dalam demokrasinya. Secara sederhana masalah kekuasaan. 13 xxxiv . T. kemudian ia mempelajari juga pemkiran Reinhold Niebuhr.12 Setelah T. Simatupang mempelajari Teologinya Karl Barth.B. 12 Ibid. op. setelah Proklamasi Kemerdekaan.189.. antara lain pembentukan partai-partai politik dan pembentukan-pembentukan tentara-tentara bersenjata. sehingga sistem politik yang dibangun menjadi penuh penyalahgunaan dan penuh kebobrokan. Itulah ungkapan Soekarno untuk menegakkan demokrasi terpimpinnya. Membuktikan Ketidakbenaran………. hlm. kebebasan dan keadilan bertolak dari kodrat manusia seperti yang terdapat dalam Al-Kitab yaitu mahluk yang mempunyai martabat yang sangat tinggi. B. Simatupang . berhubungan dengan kekuasaan Amerika Serikat yang sangat besar setelah perang dunia II berakhir. 17. membuka selebar-lebarnya dalam semua bidang.Barth membangun teologinya atas dasar “Pernyataan”. Kebebasan juga diperlukan untuk memperjuangkan dan menegakkan keadilan.. karena tidak memberikan ruang kebebasan. T. seorang teologi Amerika Serikat yang berusaha memikirkan masalah-masalah kekuasaan keadilan dan kebebasan di negerinya sendiri dan juga di luar negeri.13 Sistem kekuasaan sangat diperlukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban secara efektif terhadap kekuasaan. hlm. terutama pernyataan Allah dalam Yesus Kristus sebagaimana disaksikan dalam kitab suci. B.

hlm. Simatupang di atas. 97.B. Latuihamallo.B. oleh karena itu T.D. 22. dalam buku.B. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. Dewan Gereja adalah medan juang yang di pilihnya. Saya Adalah Orang yang Berhutang.Dewan Gereja se Asia.14 Setelah T. Ketua Dewan.15 Itulah yang menjadikannya tokoh nasional paling tegas dikalangan gereja-gereja Kristen di Indonesia sehingga seluruh pemikirannya sungguh layak untuk dianalisis dan dipelajari.B. 70 tahun Dr.B. Simatupang. Saya Adalah Orang yang Berhutang . 1990 ). Emil Salim.B. Khususnya di tahun 1970-1990 ia membuktikan dirinya seorang teolog awam yang sangat produktif yang telah banyak 14 P. T. 1990 ). Menyambut Usia ke 70 T.Dari beberapa orang yang telah mempengaruhi pemikiran T. dan juga memberikan pengetahuan tentang kemiliteran kepada tentara –tentara Indonesia . Dalam bidang ketentaraan ia sangat berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Simatupang adalah seorang yang telah memiliki pengetahuan yang luas tentang ketentaraan. Simatupang.T. hlm. maka dapat ia terapkan dalam kehidupannya sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara yang baik. ( Penyunting . diplomasi ( politik dan militer) dan teologi. Simatupang.( Penyunting . Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi. 70 tahun Dr. dan pernah menjadi Presiden Dewan Gereja-Gereja se Dunia. dalam buku. 15 xxxv . ia sempat menjadi Ketua Dewan Gereja Indonesia . Gereja yang semula lahir terpisah-pisah ingin dipadukan agar bersama-sama melaksanakan tugas Dewan Gereja Indonesia dalam rangka pembangunan sebagai pengamalan Pancasila .). Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan .).Simatupang tidak aktif dalam bidang kemiliteran maka ia lebih mencurahkan perhatiannya kepada organisasi agama.

B. hlm. Jakarta: Gunung Mulia. agama Budha. Ny. Akan tetapi masih ada daerah-daerah yang belum begitu mengenal Islam dalam arti Islam belum tersiar di daerah tersebut A. Hoekema.G. agama Hindu. 1997. Belanda dan Inggris. B.B. Dari tiga agama yang disebutkan di atas. Amsy Susilaradeya. bahwa di bumi Indonesia yang tercinta ini telah memiliki budaya yang tinggi dan sudah menganut agama pribumi yang telah lama hadir di bumi Indonesia seperti. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA Pemahaman T. bahwa setiap agama memiliki misi untuk menyebarkan agamanya ke seluruh wilayah Indonesia. 16 xxxvi .16 BAB III PEMIKIRAN T. ( terjemah . agama Islam. sehingga dapat menyebar luas misi tersebut sampai kepelosok nusantara Indonesia. Simatupang bangsa Indonesia sebelum kedatangan bangsabangsa Barat seperti Portugis.memberikan sumbangan kepada sejarah nasional dan sejarah gereja.). Spanyol. seperti yang dialami oleh agama Islam dengan misi dakwahnya. Simatupang Tentang Kristen Protestan di Indonesia Menurut T. Berpikir Dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia 1860-1960. 272. dan pada bidang pembangunan bangsa dan dengan berangkat dari ideologi Pancasila. Agama-agama tersebut telah dianut oleh rakyat Indonesia jauh sebelum kedatangan orang-orang Barat ke Indonesia.

Oleh karena itu kadatangan Kristen. Mereka menyebarkan agama Kristen Katolik kepada rakyat Indonesia pada wilayah-wilayah yang belum banyak menganut agama Islam. Simatupang.B. Irian Jaya. 1986 ). Portugis. yang dibawa oleh Spanyol.seperti. dan Protestan. 21. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia Pada abad XVI tahun 1511 Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang. Maluku. hlm. 23. sehingga penyebaran agama Kristen berhasil dan banyak rakyat Indonesia yang masuk Kristen Katolik. 2 xxxvii . Ambon. Sangir dan Talaud. Hasbulah Bakry. sehingga Portugis dan Spanyol tidak senang atas kedatangan Belanda ke Indonesia. tapi lama kelamaan melihat bangsa Indonesia yang rakyatnya bodoh-bodoh dapat ditipu daya oleh orang-orang Portugis dan Spanyol. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPk. Medan dan masih banyak lagi daerah yang lain. yang membawa Kristen Protestan. Portugis dan Spanyol menganut agama Kristen Katolik. kemudian disusul kedatangan Belanda ke Indonesia. maka mereka melakukan suatu penjajahan terhadap bangsa Indonesia. yaitu pada tahun 1596. dan pada akhir abad XVI tahun 1512 sudah berdiri beberapa gereja seperti di Minahasa. Gunung Mulia. telah banyak dianut oleh daerah-daerah yang masih sedikit menganut agama Islamnya.2 Kesuburan dan kekayaan hasil bumi Indonesia sangat mengundang simpati bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia. 1984). baik itu Kristen Katolik. dan Belanda. Kedatangan Belanda sangat mengganggu kestabilan ekonomi Portugis di Indonesia karena ada yang menyaingi dalam bidang perdagangan dan kekuasaan jajahannya. 1 T.1 Untuk lebih jelasnya tentang pembahasan sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia sebagai berikut: 1. Ilmu Perbandingan Agama ( Jakarta : Widjaya. hlm. Setelah bangsa Portugis dan Spanyol dapat menguasai Indonesia.

C (Verenigde Oost Indische Compagne) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602..3 VOC untuk memperluas perdagangan di Indonesia agar tidak ada yang menyaingi perdagangannya maka VOC melakukan penyerangan terhadap Portugis sehingga terjadilah peperangan antara Belanda dengan Portugis yang kemudian dimenangkan oleh Belanda dan benteng Portugis yang ada di Ambon dapat direbut oleh Belanda pada tanggal 23 Februari 1605 dan disusul kota Tidore pada tahun yang sama.O. Sehingga kekuasaan Portugis di Indonesia telah berakhir dan digantikan oleh Belanda. hlm. pada tanggal 31 Desember 1799 dengan demikian Indonesia resmi dijajah oleh Belanda.. sehingga sampai dengan masa pembubaran VOC. 28 . Dengan demikian VOC leluasa melakukan monopoli perdagangannya. 28. Sehingga VOC dapat mendominasi perdagangan di Indonesia. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. 24. hlm.Belanda datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang untuk lebih mengkoordinasi dalam perdagangan Belanda di Indonesia.4 Keberadaan VOC yang berkuasa di Indonesia yang sangat menindas rakyat Indonesia.5 3 Soetarman Soediman Partonadi.). Widi Harijati Rahadi ( Jakarta: Gunung Mulia. Hasbulah Bakry. Dengan dukungan penuh oleh pemerintah Belanda. op.cit. maka rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap VOC tetapi semua itu gagal. lalu Belanda membentuk suatu perkumpulan dagang dengan nama V. 5 xxxviii . 4 Ibid.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen ). tidak ada hasil. hlm.

7 Karel. seperti di daerah Batak itu di tempatkan organisasi zending dari Jerman Barat yang bernama Rheinisehe Missionsgesell . kedua faktor itu adalah pertama timbulnya gerakan Kristen Protestan.7 Sekitar tahun 1850-an Belanda mulai melakukan usaha yang lebih intensif untuk mengadakan Kristenisasi di Indonesia yang dilakukan oleh Kristen Protestan sendiri melalui organisasi gereja. 1988).cit. 246. rakyat yang sudah beragama Kristen Katolik harus pindah ke Kristen Protestan karena yang berkuasa di Indonesia sekarang adalah Belanda.. Budha.. loc. 8 xxxix . Steenbrink.8 Derasnya arus 6 T. Pada masa Portugis rakyat Indonesia banyak memeluk Kristen Katolik. cit. tetapi setelah Portugis kalah perang dengan Belanda. Kedua timbulnya gerakan penyebaran Kristen yang lebih terorganisir dalam bentuk lembaga penyiaran Kristen yang mantap. yang disebut dengan zending. Simatupang . Hindu. loc. B.Belanda adalah yang pertama kali membawa agama Kristen Protestan masuk di Indonesia dan banyak rakyat yang masuk Kristen Protestan. Di pulau Jawa dan Sulawesi kegiatan zending didominasi oleh Belanda. A. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press. baik itu dalam arti konsolidasi untuk orang yang sudah memeluk Kristen atau dalam arti “zending” dalam kalangan yang belum menganut agam Islam. maka Kristen Katolik dilarang di bumi Indonesia. hlm. Biasanya satu daerah hanya dilayani oleh satu organisasi zending.6 Ada dua faktor yang menyebabkan penyiaran Kristen Protestan di masa kolonial Belanda menjadi lebih efektif. Hasbulah Bakry. Mencari Tuhan Dengan Kacamata Barat.

9 Sekitar tahun 1851 di Indonesia telah berdiri suatu organisasi Pekabaran Injil. dan Etos Kewirausahaan.misi dan zending yang masuk ke Indonesia semakin meramaikan proses Kristenisasi di Indonesia. (Yogyakarta: Galang Press. 57. Wiwin Siti Aminah. karena Indonesia sebagai lahan terbuka bagi Kristenisasi. Fenomena semacam ini tidak hanya membuat penyebaran Kristen berlangsung secara substansial. Sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia tidak terlepas dari misi dagang Belanda yang ingin menguasai perdagangan yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari daerah-daerah jajahannya yang dapat melakukan eksploitasi ekonomi di tanah jajahannya dan kemudian sambil menyebarkan ajaran agama Kristen Protestan. diambil tanggung jawabnya oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1800-an. sampai ke pelosokpelosok Indonesia sehingga dengan praktis daerah-daerah tersebut menganut Kristen Protestan. Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama (Yogyakarta: Dian/Interpedi. Untuk mendukung para misionaris datang ke Indonesia maka infrastruktur sosial keagamaan harus disediakan seperti sekolah-sekolah dan gereja-gereja.). Dengan adanya lambaga Penyiaran Injil yang datang dari luar negeri akan memantapkan Kristenisasi di Indonesia. melainkan dapat memberikan dampak yang negatif dalam arti fisik bagi kehadiran agama tersebut. 2003). Masyarakat Madani. Konsolidasi atas penduduk yang sudah beragama Kristen sejak zaman Portugis dan Spanyol. hlm. Kehadiran orang-orang Eropa jumlahnya sangat meningkat dan tujuannya untuk meningkatkan pendidikan dan meningkatkan pelayanan gereja-gereja terhadap masyarakat di Indonesia. 2001). 10 9 xl . Setelah tahun 1800-an perkembangan agama Kristen Protestan sangat meluas. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. (dkk.80.10 Bahtiar Effendy. hlm.

hlm. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani (Yogyakarta: Paradigma. dasar. Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP Paradigma. pengertianpengartian. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. maka rakyat Indonesia tidak segan-segan melakukan perlawanan seperti peristiwa di Maluku (1817).B. hlm. Baharuddin di Palembang (1819). 30-31. Imam Bonjol di Minangkabau (1821-1837 ). Rakyat Indonesia pada waktu itu belum tumbuh rasa kesatuan dan persatuan. maka secara harfiah ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. 1996).Simatupang Pancasila merupakan awal untuk kehidupan bersama. kata “idea” berasal dari kata bashasa Yunani “eidos” yang berarti bentuk. pengertian dasar. Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah (1825-1830). cita-cita” dan logos yang berarti “ilmu”. tapi rakyat Indonesia tidak putus asa dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah sampai Indonesia merdeka.B. 1999). karena di dalam kehidupan rakyat Indonesia kelima sila dari Pancasila dapat Kaelan.11 2. Dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang ide-ide. Filsafat Pancasila. Jlentik.Kehadiran Belanda di Indonesia makin lama makin menindas rakyat Indonesia. 12 11 (Yogyakarta: xli . Tjik di Tiro di Aceh (1860) Anak Agung Made di Lombok (1894-1895). Polim. 35.12 Menurut T. Kaelan. Sisinga Mangaraja di tanah Batak (1900). konsep. Teuku Umar. Simatupang tentang Ideologi Pancasila Istilah ideologi berasal dari kata “Idea” yang berarti “gagasan. maka rakyat Indonesia banyak mengalami korban dan akhirnya mengalami kekalahan. Pemahaman T. gagasan-gagasan dan cita-cita.

B. dalam Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat.B. karena menurut T. Pancasila dilahirkan dari kenyataan ketika rakyat Indonesia menghadapi masalah yang sangat mendesak dan menentuk. dan dapat menghadapi tantangan bersama oleh seluruh bangsa Indonesia . Karena Pancasila harus dipahami dari latar belakang sejarah Indonesia. karena Pancasila sebuah ideology atau menurut T. T. Berbangsa dan Bernegara (Jakarta: BP-7 Pusat. melalui kerja sama. ).. Ada orang yang ingin memberikan status yang lain terhadap Pancasila .Simatupang . kelima sila dari pancasila itulah jawabanya.Simatupang sangat menentang pernyataan seperti itu. Oetojo Oesman dan Alfian. ( penyunting.dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari . yaitu negara macam apa yang harus rakyat Indonesia bangun supaya rakyat Indonesia tetap hidup bersatu. dan dari satu memperkembangkan apa yang mereka sebut doktrin bangsa Indonesia yang bersipat Falsafati. hlm. cit . 1991). 45. hlm.B.dan ada juga yang mencoba untuk meringkas kelima sila dari Pancasila menjadi tiga. dan tiga menjadi satu . Pancasila Sebagai Ideologi Ditinjau Dari Segi Pandangan Hidup Bersama. 12. 14 xlii .Simatupang Pancasila sebagai jawaban terhadap tantangan bersama . op.B.Simatupang sering di sebut Modus Vivendi yang isinya ditentukan melalui proses dialog. 13 Ideologi Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang mengarahkan pada terwujudnya suatu masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila yang dapat dijadikan sebagai pedoman berbangsa dan bernegara14 13 T.

xliii . Bunga Rampai Pancasila (Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. juga kehidupan negaranya. baik dalam kehidupan berbangsa. Bangsa Indonesia menyadari akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang tinggi. yang kemudian dapat dituangkan dalam konsep teoritis tentang cita-cita dan keyakinan yang menjdi landasan kehidupan bersama dalam berbangsa dan bernegara. hak yang inherent pada kemanusiaan setiap manusia dan setiap bangsa. Justru karena peranan yang menentukan itulah. Pancasila bukan lagi merupakan alternatif melainkan suatu Imperatif. Filsafat Pancasila (Yogyakarta: Kanisius. 108. 1986) hlm. 92. karena manusia memiliki kebebasan untuk menciptakan dan melaksanakan kehidupannya. maupun bermasyarakat. 16 15 Paulus Wahana. dan hal itu merupakan hak asasi. kita sebagai rakyat Wisnu Tri Hanggoro ( editor. Bagi bengsa Indonesia. hlm.) . 1993).Ideologi Pancasila juga merupakan suatu ideologi negara yang dapat menjamin kehidupan negara yang bermartabat.16 Pancasila memiliki peranan yang menentukan bagi kehidupan bangsa Indonesia. bukan ideologi dari seseorang atau sekelompok kecil bangsa Indonesia yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia.15 Untuk mewujudkan ideologi Pancasila itu. bernegara. yang harus tetap diperhatikan awal terbentuknya dan ditetapkannya ideologi Pancasila. karena ideologi negara dapat disusun atas dasar keyakinan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk menciptakan negeranya sendiri. Ideologi Pancasila merupakan ideologi yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. Pancasila yang merupakan falsafah dan pandangan hidup bangsa secara operasional dijadikan ideologi bangsa Indonesia.

yang terkandung di dalamnya. dinamis. Aspek Sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. 7. senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Portugis pada masa itu kalah dan angkat kaki dari bumi Indonesia.17 Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup melainkan bersifat reformatif. ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan masyarakat. Dengan berjalannya waktu rakyat Indonesia melihat tindak tanduk Belanda terhadap Indonesia sangat tidak manusiawi. Keterbukaan ideologi Pancasila tidak berarti untuk mengubah nilai-nilai Pancasila yang telah ada. A.. B. dinamis dan terbuka. Hal tersebut akan semakin menguatkan keyakinan dan akan semakin mendorong untuk mengamalkan dan mempertahankannya sebagai milik bangsa yang sudah teruji melalui berbagai peristiwa sejarah. xliv . Aspek-Aspek Pemikiran T. yang sudah menjajah dan menindas 17 Ibid.Indonesia perlu mendukung dan terpanggil untuk terus-menerus mendalaminya. maka dari itu rakyat Indonesia banyak menganut agama Kristen Protestan. Rakyat Indonesia yang dulunya sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah bersifat aktual. hlm. Melalui pengalaman yang terus-menerus tersebut semakin dapat menyelami dan menemukan kekayaan yang sangat berharga. Simatupang Tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. 1.

rakyat Indonesia dengan sendirinya muncul rasa nasionalisme dari rakyat untuk melakukan suatu perjuangan untuk melawan penjajah yang ada di bumi Indonesia yang tercinta ini. agama Katolik. 18 xlv . Simatupang . Proklamasi meletakkan seluruh kekuasaan tanah air di dalam tangan rakyat sendiri. 1981). dengan tujuan Indonesia merdeka. Apakah yang terbayang didepan mata sejuta pemuda-pemuda untuk bersedia berjuang. tidak heran ketika T. hlm. Cita-cita yang besar itu tentu tidak selalu jelas bentuk dan isinya dalam setiap pemikiran dan hati nurani semua orang. Apakah yang terbayang di depan mata rakyat Indonesia pada waktu menyambut Proklamasi Kemerdekaan dengan semangat yang begitu menggelora .B. dengan didukung oleh para tokoh-tokoh nasional Indonesia dan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia serta didukung oleh rakyat Indonesia yang pluralisme agama baik agama Islam. agama Protestan agama Hindu. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai ( Jakarta : Sinar Harapan. 101. rela berkorban demi tercetusnya suatu kemerdekaan ?. agama Budha. Akan tetapi disadari atau tidak.18 Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia itu sendiri. pokok-pokok dari cita-cita yang tersimpan dalam Proklamasi Kemerdekaan hidup juga didalam hati setiap orang yang masih dapat mencucurkan air mata. Proklamasi telah mengakhiri kekuasaan asing di tanah air kita. apabila melihat Sangsaka Merah Putih yang berkibar di udara. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan negara ini dari tangan penjajah. dengan tercetusnya kebangkitan nasional yang dipelopori Budi Utomo sebagai penggerak untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi. Semuanya ikut andil dalam memperjuangkan untuk merebut kemerdekaan Indonesia dengan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia.

20 xlvi .B. hlm. keadilan.bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut merumuskan dasar Negara Republik Indonesia. Dengan demikian halnya dengan gereja-gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya di tengah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan bedaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang diyakini sebagai anugrah dari Tuhan. tanpa membedabedakan kepercayaan ataupun keturunan 19 2.20 Kehadiran gereja di Indonesia merupakan tanda pengutusan Tuhan bagian dalam mewujudkan perdamaian. Oleh karena itu gereja dan negara harus bahu membahu dalam mengusahakan penegakan 19 T. Gereja mengakui bahwa negara adalah alat dalam tangan Tuhan yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia dan memelihara ciptaan Allah. dan keutuhan bangsa Indonesia. 2002 ). dan budaya.. ekonomi. Iman Kristen dan Pancasila.cit. Bunga Rampai Pemikiran ( Jakarta : BPK. Simatupang . dengan tujuan orang Kristen Protestan untuk memusatkan perhatian pada prinsip yang akan membimbing kehidupan negara Indonesia yang baru itu dengan tujuan agar kebebasan beragama dan kesamaan hak serta kesamaan kesempatan untuk semua warga negara dijamin. hlm. 166. Visi Gereja Manusia Milinium Baru. tugas panggilan itu untuk mencegah segala hal yang merong-rong dan merendahkan harkat dan martabat manusia Indonesia. Wainata Sairin. Gunung Mulia. Aspek Politik Gereja ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam konteks sosial politik. op.32.

1987 ).21 Pada umumnya orang-orang Kristen Protestan di Indonesia telah menganggap sebagai hal yang wajar. Ibid. perlu ditekankan bahwa gereja tidak dapat disamakan dengan partai politik manapun juga. Gereja dan negara masing-masing mempunyai tugas panggilannya yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab bagi kebaikan seluruh manusia. Gunung Mulia. 9.keadilan dan kesejahteraan rakyat.. bahwa orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik dan pemerintahan. Dapat pula diketahui bahwa di dalam negara Pancasila. T.23 Dengan mengakui peranan kreatif dari partai Kristen Indonesia. Partisipasi ini harus dilihat sebagai suatu tugas yang diberikan oleh Tuhan sendiri untuk melayani kepentingan masyarakat. Simatupang . ruang bagi orang-orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak dibatasi.. bahkan seluruh ciptaannya. dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. Dari Revolusi ke Pembangunan ( Jakarta: BPK. sebaliknya. 22 hlm. 21 Ibid. negara berkewajiban mengayomi dan melindungi seluruh rakyatnya termasuk gereja agar leluasa dalam menjalankan fungsi dan panggilannya masing-masing. 23 xlvii .22 Hal semacam ini dalam keadaan politik dan pemerintahan sekarang untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat yang diutamakan.B. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kristis dan kreatif. Gereja mempunyai kewajiban untuk mentaati hukum negara.

Sebuah Tinjauan Tentang Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia ( Malang : Pusat Studi Agama dan Kebudayaan . tanpa membedakan ikatan kepartaiannya.Gunung Mulia.. 26 25 Ibid. Simatupang (editor. yang berdasarkan Pancasila ini nampak ada satu tenaga gerak politik yang sekaligus politik dan sosial kultural.26 24 T.Atas dasar perlakuan yang sama gereja harus memberikan bimbingan dan pelajaran kepada semua orang Kristen yang terlibat dalam politik. berdaulat. untuk menjadi dasar dan ideologi negara. 1993 ). xlviii .).254. hlm. adanya kesadaran yang tumbuh terus menerus dari kalangan rakyat Indonesia. bahwa negara Indonesia itu bersifat kesatuan dan untuk membangun jenis negara yang dikehendaki (bersatu.25 Di dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.B. Bambang Ruseno Utomo. 7. Hidup Bersama di Bumi Pancasila.1986 ). ternyata semua gagal tidak pernah mendapat dukungan dari seluruh bangsa dengan demikian jika tetap ingin mempertahankan negara Indonesia ini sebagai negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila. Dalam negara Pancasila setiap agama dijamin kebebasannya untuk tumbuh dan berkembang serta untuk membangun masa depan bersama sebagai suatu bangsa yang berdaulat yang berdasarkan Pancasila.24 Secara politik dari sejarah perjalanan bangsa pernah ada alternatif lain yang ditawarkan misal: Islam. adil dan makmur). maka tidak dapat lain harus mau menerima secara ikhlas keanekaragaman yang ada serta meyakini dan menghormati kehadiran golongan lain dengan hak dan kewajiban yang sama di bumi Pancasila ini. hlm. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia ( Jakarta: BPK.

bahasa. Kristen Protestan. Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila bukanlah negara sekuler. Aspek Agama Indonesia ternyata bukan hanya sebuah wilayah yang terdiri dari ribuan pulau. terutama sekali tentang ketaatannya kepada Tuhan harus 27 Wainata Sairin. Hindu dan Budha. op. Di dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. berbangsa dan bernegara.cit. seperti dalam agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan (gereja) mempunyai tanggung jawab di dalam kehidupan masyarakat di manapun ia berada.3. hlm. berbangsa dan bernegara. bahu membahu mengusir penjajah dari persada nusantara demi hadirnya sebuah negara Indonesia yang merdeka.27 Realitas seperti ini telah dibuktikan dengan cemerlang ketika bangsa Indonesia yang menganut berbagai agama dengan dipimpin oleh para tokoh agama dalam kebersamaan yang mantap dan solid.. Kemajemukan agama dalam konteks Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila telah memposisikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang mempunyai religius. beraneka suku. gunung. Oleh karena itu juga negara Indonesia bukanlah negara agama. Kristen Katolik. bangsa dan negara. Oleh karena itu di sini agama tidak hanya diakui eksistensinya tetapi diakui pula fungsi dan peranannya secara resmi di dalam kehidupan bermasyarakat. 158. tetapi juga sebuah negara yang di dalamnya hadir dan hidup agama-agama yang dianut oleh rakyat Indonesia yang telah diakui oleh negara seperti agama Islam. xlix . Kemajemukan agama inilah yang kemudian menjadi ciri signifikan dan determinan negara Republik Indonesia. budaya. tetapi fungsi dan peranan agama itu diakui dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemahaman Tentang Pancasila Pancasila pada dasarnya memang berakar dari kebudayaan asli Indonesia.op. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa . Gunung Mulia . selain itu juga dapat mempersatukan identitasnya masing-masing.29 Untuk lebih jelasnya lagi tentang pembahasan Pancasila adalah sebagai berikut: 1. Hindu.27. Pengertian Pancasila T. Semua menurut Pancasila adalah sama tidak ada perbedaan. Hidup Bersama……….senantiasa terpanggil untuk mengusahakan terwujudnya kehendak Tuhan di manapun ia berada. Pancasila juga berakar pada kebudayaan bersama masyarakat Indonesia dan tidak sekedar merefleksikan salah satu tiga lapisan budaya (lapisan budaya asli. hlm. Dalam Pancasila tidak ada istilah untuk mendiskriminasikan dari suatu kelomok dengan kelompk lain.cit.28 Dan kehendak Tuhan itu adalah keselamatan rohani maupun kesejahteraan manusia. atau mayoritas dengan minoritas.. maupun di dalam mengambil suatu keputusan/musyawarah untuk mufakat . 1996 ). hlm. dan Islam). l .. dalam Negara Pancasila yang Memmbangun ( Jakarta : BPK. 140.). 29 28 Bambang Ruseno Utomo.. Budha. Secara keseluruhan dapat merangkul semua kelompok dan memberikan ruang kepada semua golongan dengan segala keanekaragamannya. Simatupang ( dkk.B. yaitu sifat religius yang kuat dan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan.

Menurut Muhammad Yamin.30 Menurut Muhammad Yamin perkataan Pancasila. 1959 ). yang terdiri dari dua suku kata Panca berarti lima dan sila berarti dasar. dengan huruf “i” Panjang bermakna “lima peraturan tingkah laku yang penting”. Dalam buku Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular.1991). telah menjadi istilah hukum. yaitu: tidak boleh melakukan kekerasan tidak boleh mencuri tidak boleh berjiwa dengki tidak boleh berbohong tidak boleh mabuk minuman keras. Santiaji Pancasila ( Surabaya : Usaha Nasional. Pancasila ini mempunyai arti lima kesusilaan (Pancasila Karma). yang dipakai oleh Bung Karno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 tentang sila yang kelima.hlm. hlm. b.31 Demikianlah istilah Pancasila yang telah ada dan dikenal dalam budaya kehidupan bangsa Indonesia sejak dahulu kala baik dalam kehidupan bermasyarakat. 31 li . berarti Pancasila yang mempunyai lima dasar. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi 30 Darji Darmodiharjo (dkk. 15.).a. 437. Mohammad Yamin. Pembahasan UUD Indonesia ( Jakarta: Prapanca. Pengertian Pancasila dari Segi Etimologi Secara Etimologi Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta. dalam bahasa Sansekerta parkataan Pancasila mamiliki dua macam arti “berbatu sendi yang lima” (consisting of 5 roels) Pancasila dengan huruf Dewanagari.

Pancasila Identitas dan Modernitas . Dalam sidang ini membahas tentang apa yang sebaiknya dijadikan sebagai dasar negara Indonesia ini ?. hlm.32 2. 104. Pancasila Dasar Falsfah Negara ( Jakarta : PT. yang menginginkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. K. Dibentuknya BPUPKI ini sebagai sarana untuk pembentukan dasar negara Indonesia. yang kemudian menjadi populer dalam kehidupan bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan suatu dasar negara yang harus diakui dan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila harus dijalankan dan ditaati. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta: BPK. 1992 ). Radjiman Widiodiningrat sebagai ketua. Radjiman Widiodiningrat . Eka Darmaputra. pada tanggal 29 Mei 1945 diadakan sidang pertama yang dibuka oleh K. kemudian diperkenalkan kembali oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. BPUPKI beranggotakan 60 orang dengan diketuai oleh Dr. 1995). yang dipelopori oleh tokoh-tokoh perjungan bangsa ini.33 Rozikin Daman. 33 32 lii . R. Gunung Mulia . RT. Raja Grafindo Persada. hlm.Istilah Pancasila telah lama dikenal dalam budaya bangsa Indonesia. BPUPKI telah melakukan beberapa kali sidang dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam proses perumusan Pancasila dapat dikoordinasi oleh suatu badan yang bernama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang didirikan pada tanggal 29 April 1945. Sejarah Singkat Tentang Pancasila Sejarah lahirnya Pancasila tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu sendiri. 3. Dari anggota BPUPKI muncul bermacam-macam pendapat yang diusulkan tentang dasar negara Indonesia dan ada juga yang mengusulkan Undang-Undang Dasar dulu yang dibentuk kemudian lalu membentuk dasar negara. T.

Keadilan Rakyat. Pri Ketuhanan 4. Muhammad Yamin dapat diberikan kesempatan atau untuk menyampaikan atau mengungkapkan pidatonya di hadapan para sidang BPUPKI tentang rumusan dasar negara Indonesia. hlm. Ketuhanan Yang Maha Esa Kebangsaan Persatuan Indonesia Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5. 2. Pendidikan Pancasila……. 35 36 liii ..Sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945.cit. Persatuan 2.Musyawarah 5.Pri Kebangsaan 2. Di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tercantum lima rumusan asas dasar negara yang rumusannya sebagai berikut: 1.cit.. Ibid.. 3. Pri Kesejahteraan Rakyat. Pri Kemanusiaan 3. pidatonya itu merumuskan dasar negara Indonesia sebagai berikut: 1. hlm.36 34 Kaelan . 113. Pri Kerakyatan 5.35 Pada tanggal 31 Mei 1945 Soepomo di berikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia). 35. Pidatonya yang berisikan : 1. Moh.. Kekeluargaan 2. op. Yamin. op. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia .34 Setelah berpidato Muhammad Yamin juga menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. 4. Keseimbangan Lahir Batin 4.

. Panitia kecil itu terdiri dari 8 orang yang dipimpin oleh Bung Karno. Kristen Protestan.. Moh.cit. Pendidikan Pancasila……………. ketua sidang BPUPKI membentuk suatu panitia kecil yang di dalamnya terdapat berbagai macam unsur agama yang ada dibumi Indonesia seperti Agama Islam. 3. 3. 38 liv . 5. 22. Sebelum sidang BPUPKI itu ditutup. 2. Hindu.dan Budha. 2. Yamin. hlm. Sosio Nasional yaitu “Nasionalisme dan Internasionalisme” Sosio Demokrasi yaitu “Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat” Ketuhanan Yang Maha Esa38 Pidato yang disampaikan oleh Bung Karno itu mendapat sambutan yang meriah oleh seluruh anggota sidang BPUPKI. 4. sebagai anggotanya Moh. Hatta. op. Soekarno menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tentang dasar negara Indonesia yang berbunyi: 1. yang dianggap mempunyai ahli dalam konstitusi. Usulan tersebut diterima oleh sidang BPUPKI selanjutnya kelima sila tersebut dapat disimpulkan menjadi “Tri Sila” yang rumusannya: 1. 27.). Nasionalisme atau Demokrasi Internasionalisme atau Prikemanusiaan Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan Sosial Ketuhanan Yang Berkebudayaan.37 Untuk lima dasar itu diusulkan agar diberi nama Pancasila. Kaelan. Soetardjo Kartohadikoesoemo. Ir. op.cit. Kristen Katolik. 37 Darji Darmodiharjo ( dkk. hlm...Pada tanggal 1 Juni 1945.

Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia merdeka. hlm. Abdul Kahar Muzakir. 40 41 lv . A. Abikoesomo Tjokrosoejoso. Ibid. Dari pertemuan ini terbentuk pula panitia kecil lainnya yang terdiri atas Bung Karno sebagai Ketua.. Oto Iskandardinata.cit.40 Tanggal 22 Juni 1945. 2. Merumuskan kembali Pancasila yang disampaikan oleh Bung Karno pada sidang BPUPKI 2.39 Tujuan panitia kecil ini adalah: 1. maka lebih dikenal dengan sebutan panitia sembilan. A. Agus Salim. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Yamin. Maramis.. susunan dan rumusannya lebih disistematisasikan oleh Moh. Hatta..A. 39 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Wisnu Tri Hanggoro. Maramis dan Bung Karno. Ibid. lalu anggotanya Moh. panitia kecil mengadakan pertemuan dengan anggota BPUPKI untuk menampung usul-usul dan saran dari BPUPKI. Panitia sembilan ini berhasil merumuskan rancangan pembukuan hukum dasar. Karena anggotanya sembilan orang.41 Yang isinya: 1. rancangan ini diberi nama “Piagam Jakarta”.A. Ahmad Subardjo. op. yang menarik dalam rancangan hukum dasar ini adalah dimasukkannya Ide dasar Pancasila yang dipidatokan Soekarno 1 Juni 1945. 24. Ki Bagus Hadikoesoemo.Wachid Hasim. dan Muhammad Yamin. H.

Abdul Wahid Hasyim meyakinkan bahwa kalimat yang dicapai melalui musyawarah yang sulit ini dan juga terlalu keras bagi beberapa orang. Dalam menanggapi keberatan itu. Dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia sembilan. terutama sekali dari kelompok Kristen. untuk mengorbankan keberatan mereka demi persatuan bangsa dengan Faisal Ismail. 1999 ). 43 42 Ibid. 47. Soekarno meyakinkan anggotanya. Islam Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama : Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila ( Yogyakarta : PT.3.42 Adapun bunyi kalimat Piagam Jakarta pada butir pertama di atas mandapat tantangan keras dari non Muslim. Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. jika tidak Piagam Jakarta tersebut ditolak oleh fraksi Islam. hlm. tapi untuk semua rakyat Indonesia walaupun berbeda agama. hlm. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. terutama dengan agama-agama lain.. mengekspresikan keberatannya dengan mengatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam tersebut akan besar. Oleh karena itu dikeluarkanlah kalimat Islam didalam Piagam Jakarta. dan akan menghasilkan kesulitan-kesulitan . bahwa Piagam Jakarta adalah hasil dari musyawarah politik dan persetujuan kelompok nasionalis dan Islam. 4. Tiara Wacana. namun tidak mencukupi yang lain. karena yang ada di bumi Indonesia bukan hanya Islam saja tetapi masih ada agama-agama yang lain. Soekarno juga membujuk dari kalangan Kristen. lvi .43 Latuharhary. jangan dasar negara itu diperuntukkan untuk umat Islam saja. 46. seorang Kristen Protestan dan salah satu anggota dari BPUPKI.

45 Adapun bunyi bagian terakhir naskah Preambule UUD tersebut adalah sebagai berikut: “.. Pendidikan Pancasila………. op. yang disampaikan oleh Bung Karno yang meliputi tiga hal: 1. BPUPKI membentuk panitia perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD) yang terdiri 19 orang. 38. 44 Pernyataan Indonesia Merdeka Ibid.menerima Piagam Jakarta untuk digunakan sebagai rancangan Undang-Undang Dasar bersama dengan rancangan batang tubuh UUD. hlm...cit.. Kaelan . Dari persetujuan sidang itu. PPUUD menyetujui Piagam Jakarta dijadikan Preambule UUD yang akan disusunnya... hlm.44 Piagam Jakarta yang disusun oleh panitia sembilan disetujui BPUPKI.. kemudian Piagam Jakarta tersebut dilaporkan pada sidang BPUPKI tanggal 10 Juli 1945. 48. hlm.cit. maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia. mendengarkan laporan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD).. Pada sidang kedua itu Piagam Jakarta diterima baik oleh para anggota sidang BPUPKI.. Kemudian tanggal 11 Juli 1945 PPUUD membentuk Panitia Kecil Perancang UUD Dasar (PKPUUD) yang anggotanya terdiri dari para sarjana hukum dengan anggota 7 orang yang diketuai oleh Prof.. Soepomo. Wisnu Tri Hanggoro.46 Pada tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI menggelar rapat pleno. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. 25. op.. 45 46 lvii ... menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.. yang terbentuk dalam suatu negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. dan sebagai ketuanya Soekarno....

loc. para pemudanya mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan merumuskan teks Proklamsi Kemerdekaan Indonesia.. pada tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan beranggotakan 21 orang. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang ditaklukkan oleh sekutu. Oleh karena itu PPKI pada hakekatnya juga sebagai Komite Nasional memiliki representatif. karena kalimat tersebut seakan-akan mendiskriminasikan kelompok-kelompok minoritas.47 Untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Sebelum UUD 1945 disahkan oleh PPKI ada perubahan dalam pembukaan UUD 1945..). 48 lviii . 3. hlm. Hal itu tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia. pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkanlah Kemerdekaan Indonesia. Pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia.2. setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta. Hatta sebagai wakil. Pembukaan Undang-Undang Dasar Undang-Undang Dasar (Batang Tubuh). pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945. op. tentang kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” dari orang-orang non muslim protes atas bunyi kalimat tersebut. Soekarno sebagai ketua dan Moh. Darji Darmodiharjo ( dkk.cit.cit. Oleh karena itu Bung Hatta 47 Wisnu Tri Hanggoro. sifat perwakilan bagi rakyat Indonesia. dan memilih Presiden dan wakil Presiden. pada saat itulah terjadi kekosongan kekuasaan Jepang di Indonesia. dan menyelengarakan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.48 Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagai mana lazimnya suatu negara yang merdeka. 30-31. Tujuan PPKI ini untuk mempersiapkan kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang terhadap Indonesia. maka PPKI segera mengadakan sidang.

Pancasila dalam pengertian ini sering juga disebut way of life. dengan demikian pernyataan ini diterima oleh kelompok non muslim. Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD sebagai dasar negara. lix . Dengan demikian. hlm. ini berarti bawa semua tingkah laku dan tindakan/perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila karena Pancasila merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lainnya.berinisiatif mengundang Ki Bagus Hadikusumo. Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari oleh warga negara Indonesia. Kasman Singodimedjo dan Teuku Hasan untuk membahas masalah tersebut agar sebagai bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah. 49. jiwa kabangsaan (sebagai Faisal Ismail. jiwa yang berprikemanusiaan (sebagai manifestasi/perwujudan dari sila kemanusiaan 49 yang adil dan beradab).cit. op. jiwa keagamaan (sebagai manifestasi/perwujudan sila Ketuhanan Yang Maha Esa). Wachid Hasyim. pandangan hidup. Keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis.. pegangan hidup/pedoman hidup. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Hatta dan teman-temannya setuju untuk mengganti kalimat yang melukai perasaan dari golongan non muslim dan menggantinya dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Fungsi Pancasila a.49 3.

15-16. Memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya.cit. Selalu terpancar dalam segala tingkah laku dan tindakan/perbuatan serta sikap hidup seluruh bangsa Indonesia. op.50 Dalam kehidupan suatu bangsa adanya pandangan hidup sangat diperlukan.). Upaya untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain berulang kali terjadi baik melalui kekerasan maupun dengan cara halus. sebab dengan pandangan hidup suatu bangsa akan: 1. hlm.cit. Memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah- masalah politik. membuktikan bahwa Pancasila merupakan pilihan yang terbaik. 51 lx . 2... 50 Darji Darmodiharjo ( dkk. sehingga tidak terombang-ambing dalam menghadapi persoalanpersoalan besar baik yang datang dari dalam masyarakat/bangsanya sendiri maupun dari luar. 3. ekonomi. hlm. sosial dan budaya. 16.51 Di dalam negara yang Berbhineka Tunggal Ika. jiwa kerakyatan (sebagai manifestasi/perwujudan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan). op. dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa ini memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Rozikin Daman. Mempunyai pedoman bagaimana bangsa ini mambangun dirinya sendiri demi kesejahteraan rakyat.manifestasi/perwujudan sila Persatuan Indonesia). dan jiwa yang menjunjung nilai keadilan sosial (sebagai manifestasi/perwujudan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).

52 lxi . Dilihat dari kedudukannya. hlm. atau dengan kata lain Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. hlm. Dengan pandangan hidup yang mantap maka bangsa Indonesia akan mengetahui ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya. 68. 25. dalam mengatsi tantangan-tantangan yang mengancam kesatuan dan mewujudkan negara Indonesia.1978 ). Dapat dikatakan juga bahwa Pancasila ini dibuat dari materi atau bahan-bahan dalam negeri. Ini terbukti melalui kemampuannya untuk bertahan di tengah-tengah perubahan-perubahan konstitusional. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Pradanya Pramita.Hal semacam ini menunjukkan bahwa efektivitas Pancasila benar-benar nilai rakyat Indonesia secara emosional dan menggerakkan tindakan. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila dalam pengertian ini sering disebut dasar falsafah negara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tersebut terkandung didalamnya konsep dasar mengenai kehidupan yang dicitacitakannya. bahan asli murni dan merupakan kebanggan bagi suatu bangsa tersendiri.53 C. Demikianlah pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila Suatu Orientasi Singkat ( Malang : Lembaga Penerbit Universitas Brawijaya. 53 Darji Darmodiharjo. Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia. b. Kansil. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. T. S. 1979 ).52 Bangsa Indonesia dalam hidup bernegara telah memiliki suatu pandangan hidup bersama yang bersumber pada akar budaya dan nilai-nilai religius. Philosofische Grondslag dari negara.

Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum. lxii . Meliputi suasana kebatinan (Geistlickenhintergrund) dari Undang-Undang Dasar 1945. Mengandung norma-norma yang mengharuskan Undang- Undang Dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara (termasuk para penyelenggara partai dan golongan fungsional). Dengan demikian Pancasila merupakan asas kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam pembukaan UUD 1945. Mewujudkan cita-cita hukum bagi dasar negara (baik hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis). Merupakan sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar 1945. Untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tersebut dapat dirinci sebagai berikut: Pancasila sebagai dasar adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai dasar negara. maupun yang tidak tertulis. karena masyarakat di negara Indonesia senantiasa tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat.Sebagai dasar negara Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum dasar baik yang tertulis atau UndangUndang Dasar. hal ini dipahami sangat penting bagi pelaksanaan dan penyelenggaraan negara.

hlm.. V/MPR/1973 dan Ketetapan No. mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tertuang dalam Tap. Dijelaskan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. 26.cit. Sebagai pokok kaedah negara yang Fundamental.. Oleh karena itu fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. Darji Darmodiharjo. No. 62.Sebagaimana telah ditentukan oleh pembentuk negara bahwa tujuan utama dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. Oleh karena itu segala agenda dalam 54 Kaelan . IX/MPRS/1966.55 Dalam proses reformasi dewasa ini MPR melalui sidang istimewa tahun 1998. op. kesadaran dan citacita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana serta watak dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai kedudukan istimewa dalam hukum kenegaraan dan hukum bangsa Indonesia (merupakan pokok kaedah negara yang Fundamental). hlm.. IX/MPR/1978). op. Pancasila menjadi sumber dari Undang-Undang Dasar dan harus dijadikan landasan dalam menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan kebijaksanaan pemerintah. Pokok kaedah yang fundamental itu dalam hukum mempunyai kedudukan yang kuat tak berubah bagi negara yang dibentuk.54 Menurut Notonegoro. Hal ini sesuai dengan dasar yuridis sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.XVIII/MPR/1998. LJO. yang merupakan suatu pandangan hidup. 55 lxiii . sehingga dengan jalan hukum tidak dapat diubah.cit. Ketetapan No. Pendidikan Pancasila ……….. Ketetapan MPR No.

yang tertuang dalam sila yang kelima dalam Pancasila. setiap warga negara Republik Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar. kecerdasan. 90. juga harus mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.57 Perlu diingat bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara adalah diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia. kemajuan. Oleh karena itu ideologi Pancasila merupakan suatu kesatuan yang mutlak karena menyangkut kehidupan bangsa.cit.. Bahkan ideologi Pancasila memandang bangsa Indonesia sebagai bagian dari cita-cita perjuangan kemanusiaan yang berdasarkan kemerdekaan.cit. 57 lxiv . persatuan. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan 56 Kaelan.proses reformasi. Paulus Wahana. kemudian menjadi pandangan hidup bangsa dan pada gilirannya menjadi suatu dasar filsafat negara yang sekaligus sebagai suatu ideologi bangsa dan negara. loc. hlm. op. dan keadilan sosial. Ideologi Pancasila tumbuh dan berkembang melalui dalam pandangan hidup manyarakat bangsa Indonesia sendiri. dengan suatu kesepakatan serta perjanjian yang luhur diangkat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa.56 c. demokrasi dan kebudayaan.. perdamaian abadi. yang meliputi berbagai bidang selain mendasarkan pada kenyataan aspirasi rakyat (sila keempat). solidaritas. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia Dalam sejarah asal-usulnya ideologi Pancasila itu lahir dari perjuangan bangsa Indonesia yang mencita-citakan kemerdekaan.

58 58 Oetojo Oesman dan Alfian. lxv . agar pemikiran kenegaraan yang berkembang juga akan terjaga dengan baik. op. Sebagai falsafah negara. Tata pikir seluruh bangsa ditentukan lingkupnya oleh sebuah falsafah yang harus terus menerus dijaga kebaradaannya dan konsisitennya oleh negara. 163. Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir yang harus diikuti dalam menyusun Undang-Undang dan hukum-hukum yang lain..harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. bukan hanya sekedar masingmasing sila. hlm.cit.

Menurut Prof. 1984). suatu keputusan yang mutlak harus dapat diterima oleh setiap agamaagama yang ada di Indonesia. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia. hlm. oleh karena kata yang dipakai di sini bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian juga ditambah Keesaan dan Kemahaan.BAB IV PENGARUH PEMIKIRAN T. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA A. lxvi . Simatupang Pancasila merupakan sebuah payung yang dapat melindungi rakyat Indonesia baik itu muslim maupun non muslim.Pemahaman Kristen Protestan Terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Menurut T. 10. Oleh karena itu sila Ketuhanan Yang Maha Esa terdapat dalam sila pertama dari Pancasila merupakan. Simatupang. B. Menurut Prof. “Tuha” ditambah dengan “an” menjadi Tuhan yang berarti yang harus dihormati dan didengar. Takdir Alisyahbana. bahwa Tuhan berasal dari kata Tu (h) a yang berarti 1 T. Maka makna yang terkandung dari sila pertama Pancasila bukanlah “Kepercayaan kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide Ketuhanan”.1 Istilah Ketuhanan berasal dari ke-Tuhan-an. S. B. B. Poebatjaraka mengatakan bahwa Tuhan berasal dari kata “Tuha” yang berarti tua.

D. 2 Ismaun. Dengan demikian “Ketuhanan” adalah perkataan yang terbaik yang dapat memberikan kesempatan berbagai penafsiran sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Dari uraian di atas sila pertama nampak jelas kedudukan yang sama daripada semua agama yang ada di Indonesia untuk merealisasikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan yang konkrit. akhiran-an menjadi kata sifat. 64.). agar supaya dapat dikonkritkan oleh setiap orang sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Sejarah Ringkas ( terj . Sihombing (Bandung: Sumur Bandung . suci. Tuhan.P. Kita dapat mengartikan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu pengakuan atau keyakinan adanya suatu kekuasaan yang tertinggi dan abadi. hlm.sama dengan tuan. Hitti. lxvii . Yang Maha Kuasa. keramat. Allah sendiri bukan sila ia adalah pribadi “Tuhan” itu nama jenis yang abstrak. hlm. Yang Maha tinggi itu siapa? Terserah kepada agama masing-masing. 1959). Pencipta. 4 3 Rahmat Subagyo. holy. Pancasila Dasar Negara Indonesia (Yogyakarta: Basis. Sehingga dengan demikian “Ketuhanan” itu adalah “sila”. 32. 1955).2 Sedangkan Allah dari Al Ilah berarti The God. dengan perkataan lain istilah Ketuhanan dipilih dengan tepat. Ketuhanan berarti Yang Ilahi. Problematika Pancasila (Bandung: Cahaya Remaja. Dunia Arab . Usuludin Hutagalung dan O.3 Tuhan dalam sila Pertama. Philip K. 1970 ). 27.4 Istilah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan pengertian teologis melainkan rumusan politis (kenegaraan) karena tidak dapat diartikan hanya menurut pengertian agama yang tertentu. yang mengatur dan menguasai segala yang ada di dunia ini. kudus. suatu kuasa Ilahi. mandapat awalan-ke. hlm.

berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa berarti dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara wajib memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang maha Esa. memupuk rasa kebersamaan 5 Soekarno. Nasional. Lahirnya Pencasila (Jakarta: Bp. tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan Tuhannya sendiri”. tidak dibenarkan menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang telah digariskan.5 Dari segi nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. yang merupakan pengakuan Iman kesatuan untuk seluruh warga negara Republik Indonesia melainkan tugas negara yang berdasarkan Pancasila adalah melindungi perbedaan-perbedaan agama warga negaranya. lxviii . “Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan. Sebagai asas hidup bermasyarakat sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntut agar bangsa Indonesia dalam melaksanakan hidup bermasyarakat memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang Maha Esa. dapat disebutkan bahwa sila pertama ini merupakan dasar kerohanian dasar bermasyarakat. 1958).Yang dimaksud dengan Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah peleburan semua pengakuan kepercayaan semua agama-agama menjadi suatu pengakuan yang tunggal. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar yang memimpin cita-cita kenegaraan kemudian untuk menyelenggarakan segala yang baik bagi masyarakat dan pemerintahan negara. dalam kehidupan bernegara. hlm. Pada hakekatnya tidak boleh menyimpang dari jalan yang lurus untuk mencapai kebahagian rakyat dan keselamatan masyarakat. 27.

Tugas tersebut dijalankan dengan cara menjamin kesempatan yang sama dan adil bagi setiap warga negara untuk mengamalkan konsepsinya tentang Tuhan sesuai ajaran agama yang diyakininya. 6 lxix . hlm. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. 10.2. Hubungan Agama dan Pancasila (Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Ketentuan ini menegaskan tugas negara dalam bidang hidup keagamaan. Oleh karena itu sebenarnya ketentuan di atas pada sisi yang lain menunjukkan pula sejumlah hak dari warga negara Indonesia untuk: 1. Bebas beralih agama dan kepercayaan 3. 1985).menuju kerukunan hidup bermasyarakat kebebasan beragama dan beribadat menurut keyakinan masing-masing agama.6 Sebagai pengaturan lebih lenjut perinsip KetuhananYang Maha Esa maka UUD 1945 menentukan dalam pasal 29 sebagai berikut: 1. Negara bertugas untuk menjaga kesejahteraan bersama dalam bermasyarakat. yaitu negara bertugas untuk memberikan jaminan perlindungan agar setiap penduduk yang notabenenya adalah pemeluk agama tersebut dapat secara bebas malaksanakan ajaran agama atau kepercayaannya. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa . Bebas menjalankan ibadat sesuai ajaran agama/kepercayaannya Ahmad Azhar Basyir. Bebas memeluk agama dan kepercayaan 2.

4. Bebas untuk mengajar atau mendidik keluarganya sesuai ajaran agama yang diyakininya.7 Jadi setiap orang bebas menganut kepercayaannya dan menyembah Tuhannya dengan tidak menganggu agama lain, apalagi memusuhi atau memerangi orang yang menganut kepercayaan yang lain dari kepercayaan golongannya atau orang yang menyembah Tuhan lain dari Tuhan yang disembah oleh golongannya. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pengakuan bahwa Tuhan adalah sumber kemerdekaan, oleh karena itu Tuhan sendiri membebaskan manusia dari segala penindasan yang ada dimuka bumi ini. Akan tetapi hal itu bukanlah berarti bahwa negara harus memaksakan sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi suatu pengakuan iman rasuli Kristen . Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa Indonesia, oleh sebab itu sila pertama dalam Pancasila adalah suatu seruan terutama bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragama, agar selalu ingat dalam tanggung jawab dan tugasnya di dalam memelihara, memupuk dan mewujudan prikemanusiaan, kebangsaan, kedaulatan rakyat dan keadilan sosial. Setiap Rakyat Indonesia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengahayati ajaran-ajarannya, tentu tidak akan ragu-ragu lagi menyatakan bahwa agama merupakan ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa, mengandung nilai-

Wisnu Tri Hanggoro ( edit .), Bunga Rampai Pancasila ( Yogyakarta : Taman Pustaka Kristen, 1986 ), hlm. 51-52.

7

lxx

nilai luhur yang dihayati dan diamalkan oleh pemeluknya masing-masing dan merupakan faktor yang berpengaruh dalam usaha bangsa Indonesia untuk mensukseskan pembangunan bangsa.8

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia sebagai Pengamalam Pancasila Menurut T. B. Simatupang, gereja adalah berada dalam dunia dan diutus oleh Tuhannya ke dalam dunia. Tuhan tidaklah mengutus gereja ke wilayah yang asing. Sebab Tuhan itu sendiri adalah Tuhan bagi dunia. Pengertian tentang dunia hanya terbatas pada bumi dan alam semesta. Dunia memiliki arti jauh lebih luas dari itu. Dunia memiliki makna yang meliputi bumi, alam semesta, sekaligus kesejahteraan umat manusia dengan segala daya dan upayanya untuk memenuhi bumi serta menaklukkannnya. Arti dunia yang demikian, menurut T. B. Simatupang menegaskan bahwa umat manusia dengan segala kebudayaan, dengan hidup berpolitik, sosial, ekonomi,dan sejarah, ideologi agama dan teknologi juga dengan segala harapan yang

T. B. Simatupang (dkk.), Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam Negara Pancasila yang Membangun (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1996), hlm. 94.

8

lxxi

membentang dan kekhawatiran yang mengandung keseluruhannya adalah bagian dari isi dunia.9 Kembali kepada pembahasan gereja dalam pembangunan menghadapkan kita dengan permasalahan yang mendasar mengenai hubungan antara gereja dengan perkembangan dalam masyarakat negara dan kebudayaan di mana gereja berada. Pembangunan adalah tindakan manusia dalam sejarah untuk mengembangkan masyarakat, negara dan kebudayaan yang baik, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Pada satu pihak gereja adalah bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan yang membangun. Pada pihak lain gereja tidak hanya bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan dimana dia berada. Gereja mempunyai hubungan yang khas dengan Kristus seperti dinyatakan dalam kiasan bahwa gereja adalah tubuh kristus.10 Sebagaimana dijelaskan dalam al-Kitab . “tidak ada seseorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11).11 Sejak gereja tiba di Indonesia, maka gereja telah berpartisipasi dalam pembangunan, seperti dalam pelayanan pendidikan, kesehatan dan pertanian. Oleh karena itu gereja-gereja di Indonesia juga meningkatkan partisipasinya dan melayani pembangunan nasional berdasarkan tugas pengikutnya yang bersumber pada Injil
9

T. B. Simatupang, Dari Revolusi ke Pembangunan (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1987), T. B. Simatupang ( dkk.), Peranan Agama-Agama dalam …….., op. cit., hlm. 9. Perjanjian Baru (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1999), hlm. 470.

hlm. 9.
10 11

lxxii

kritis artinya setiap pembangunan yang dilakukan oleh gereja sesuatu yang telah tertuang dalam firman Tuhan. kreatif artinya adanya jasa roh kudus dalam sikap pembangunan yang dilakukan oleh gereja. tetapi juga untuk mengajak dan mengaharapkan partisipasi secara bertanggung jawab dari semua warga negara dan golongan. hlm. realistis artinya sadar akan waktu dan batas-batas kenyataan terhadap pembanguan yang dilakukan oleh gereja. 21-30 Oktober 1994 (Jakarta: Gunung Mulia. kesejahteraan dan kelestarian serta dalam rangka mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia yang selaras.Yesus Kristus. pemerataan.12 Tugas panggilan gereja dalam pembangunan bangsa ini tidak hanya memberikan ruang bagi gereja-gereja untuk berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional. merupakan isi dunia yang tidak berada di luar rancana Penyelamatan Tuhan. Positif artinya terbuka terhadap yang baik. 2002). 29. PGI. dengan mengambil sikap yang positif. 12 lxxiii . kreatif. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia sebagai pengamalan Pancasila dipandang oleh gereja adalah bagian dari dunia yang dikasihi Allah. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKGPGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. serasi dan seimbang antara dimensi material dan spiritual. kritis dan realistis dalam pelaksanaan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Jayapura. Gereja di Indonesia dengan sikap sebagai hamba dan pelayanan menurut teladan Yesus. dalam pembangunan nasional berdasarkan hak dan kewajiban yang sama. Pembangunan dengan segala proses perubahannya dalam berbagai aspek kehidupan dalam rangka berjuang untuk menegakkan keadilan.

Revolusi dan Pembangunan.). hlm. 1997 ). gereja-gereja di Indonesia mengambil bagian secara positif. Simatupang. hlm. Simatupang . Bersama-Sama Meletakkan Landasan Moral. Latuihamallo (Penyunting . Gunung Mulia. pemerataan. hlm. Oleh karena itu pembangunan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi upaya-upaya untuk menegakkan perdamaian. Etik dan Spiritual Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal landas. kemanusiaan dan kesejahteraan bagi semua orang.13 Pembangunan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia sebagai Pengamalan Pancasila dapat saja mengalami kegagalan dan penyelewengan sehingga berlawanan dengan kehendak Tuhan. B. Gunung Mulia. 14 13 T. T. 15 lxxiv . D. .14 Jadi walaupun menurut kita bahwa pembangunan yang dilaksanakan menurut ukuran kita telah mampu menegakkan keadilan. Kontek Berteologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. 1985). cit. Oleh sebab itu maka dalam terang Injil kerajaan Allah. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. ( Jakarta: Bpk. Dr. P. kreatif. tidak identik dengan kerajaan Allah. Kehadiran Kristen dalam Perang. dalam buku. (Jakarta: Bpk..15 T. Simatupang. Oleh karena itu pembangunan yang di usahakan manusia. 41-42. 130. Iman Kristen dan Pancasila ……. maka hasilnya tidak akan pernah sampai pada tatanan masyarakat yang sempurna dengan keadilan yang demikian. 39. pambaharuan kesejahteraan dan telah mampu mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia.Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. Eka Darmaputra .B. op. realistis dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. kritis. B. hanya dapat terwujud oleh kehendak Tuhan sendiri. keadilan. maka dalam keadaan yang seperti inipun masih tetap akan menimbulkan bentukbentuk penindasan dan ketidakadilan dalam masyarakat pada umumnya.

Iman Kristen dan Pancasila. Seperti. kesejahteraan. Pasti Tuhan mengajarkan tentang hal-hal yang baik.. B. lxxv . keadilan. Sikap gereja yang realistis adalah untuk mendorong gereja agar dapat meilihat dan memahami tentang batas-batas yang telah dapat dicapai oleh bangsa ini dalam membangun sikap tersebut sebagai alat kontrol untuk mengawasi agar setiap 16 T. Sikap gereja yang kritis. Sikap gereja yang kreatif. kritis dan harus realistis. Maka dari itu gereja dapat mengembangkan hal-hal yang baik dalam proses pembangunan. maka gereja dapat mendukung segala pambangunan yang menunjukkan apa yang menjadi kehendak Tuhan. bahwa gereja dapat mengoreksi berbagai cita-cita atau kebijakan-kebijakan bangsa kita ini dalam melakukan pembangunan yang memang bertentangan dengan kehendak Tuhan. kreatif. gereja dapat memberikan sumbangan untuk berpartisipasi dalam menjawab berbagai tantangan dalam perubahan zaman dan dapat menyisihkan berbagai hambatan-hambatan yang selalu mengahadang atau mengahalangi untuk suksesnya suatu pembangunan yang kita lakukan untuk bangsa ini. seperti: banyaknya korupsi-korupsi yang terjadi di birokrasi pemerintahan kita sekarang ini yang dikorupsi itu adalah uang rakyat. perdamaian dan sebagainya. loc.16 Dengan sikap gereja yang positif. cit. Oleh karena itu Tuhan tidak mengajarkan tentang hal-hal yang tidak baik. Simatupang.Gereja-gereja di Indonesia dalam berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini harus memiliki beberapa sikap diantaranya gereja harus bersikap positif.

dalam bentuk partisipasinya dalam pembangunan berusaha dalam memberikan sumbangan untuk mengembangkan suatu gagasan. dan pandangan mengenai sejarah yang menguasai pemikiran dalam pembangunan itu.pembangunan itu selalu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Pendangan gereja tentang pengamalan dari sila-sila Pancasila dalam pelaksanaan pembangunan.18 Gereja. 43. yang mengangkat dasardasar dan corak-corak dari negara. 18 lxxvi .. cit.. etika dan 17 Ibid. hlm. Ketuhanan Yang Maha Esa. hlm. dalam artian setiap pembangunan itu harus sesuai dengan manfaatnya dan tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Tuhan. dalam partisipasi ini yang paling penting adalah gereja terhadap masyarakat dan masa depan bangsa Indonesia ini. ide-ide dan pikiran menganai arah dan tujuan dalam melakukan suatu pembangunan sebagai pangamalan Pancasila. op. 130. Kehadiran Kristen ……. . . Simatupang.17 Bentuk partisipasi gereja dalam pembagunan bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. T. Pancasila dengan sila-silanya haruslah diamalkan secara utuh dan konsekuen. B. yang mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan agama supaya untuk terus-menerus dan bersama-sama dalam meletakkan landasan moral. Seperti pengamalan sila pertama. Oleh karena itu hal tersebut akan dapat menentukan gerak pembangunan nasional akan berjalan kearah dari cita-cita perjuangan bangsa Indonesia ini dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur yang dapat berasaskan Pancasila. masyarakat dan kebudayaan serta dasar-dasar hukum yang ada didalamnya.

Simatupang . cit. 28. . hlm. Ibid. Tapi bagi gereja untuk mengamalkan kamanusiaan dan keadilan dengan ikut dalam sepenuhnya bertanggung jawab dalam mengenai keamanan negara. sebab negara sama sekali tidak memiliki apa yang namanya teologi. 1993).op. .spiritual yang kokoh bagi pembangunan nasional sebagai Pengamalan Pancasila. 20 21 Bambang Ruseno Utomo. hlm. menurut gereja menyangkut usaha-usaha pengembangan dan pemantapan hak-hak asasi manusia dan tanggung jawabnya dalam pembagunan. kemanusiaan yang adil dan beradab.20 Pengamalan sila ketiga.21atau pembinaan bangsa dari semua bidang kehidupan manusia. 22 lxxvii .B. . menurut gereja menyangkut Pembinaan kesatuan bangsa. hlm. B. Bersama-Sama meletakkan……………………………. bangsa dan negara. dipandang oleh gereja dalam menyangkut persoalan-persoalan yang mendorong begitu besar peran partisipasi rakyat dalam aspek politik dalam usaha menegakkan demokrasi yang bertanggung jawab. Iman Kristen dan Pancasila . Sila ini hanya menjamin tempat yang wajar bagi dimensi religius dalam kehidupan negara dan bangsa. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia (Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan. 19 T. cit.22 Pengamalan sila keempat dari Pancasila. sehingga makin kuat rasa kesatuan kamanusiaan dalam memperkokoh rasa Persatuan dan kesatuan negara. Persatuan Indonesia. 121. 121. 31. hlm. T. op.19 Dengan demikian sila ini bukan merupakan dalil teologi. masyarakat. Pengamalan sila kedua. Simatupang.

. loc. Iman Kristen dan Pancasila . Bambang Ruseno Utomo.24 Partisipasi gereja dalam memberikan sumbangan pemikiran tentang pengamalan Pancasila di atas. Simatupang. 23 dan dapat juga pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.Pengamalan sila kelima dari Pancasila dalam pembangunan menurut gereja menyangkut peletakkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka menjunjung cita-cita keadilan sosial. cit. B. adil dan sejahtera. hanya sebagai motivasi bagi umat Kristiani dalam benar-benar mangamalkan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila dan sebagai perwujudan gereja dalam berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. 24 lxxviii . loc.. Hidup Bersama………. Partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini dapat berhasil apabila adanya kerjasama antara gereja-gereja dengan berbagai lembaga-lembaga yang ada di luar gereja. bahkan dengan orang-orang yang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda dan di ajak untuk bekerjasama dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju. 23 T. cit.

B. seluruh partisipasi gereja dan umat Kristen dalam berpartisipasi membangun bangsa ini harus bertolak sebagai usaha untuk menegakkan tanda-tanda penyelamatan dan kedatangan kerajaan Tuhan. membangun.yang membedakan Indonesia dengan masyarakat dan bangsa manapun di dunia ini. yaitu bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat majmuk. Menurut T. Analisis Penulis Ada satu hal yang khas. Untuk bersama-sama dapat membaharui. Simatupang. dan mempersatukan gereja dan memupuk kemanusiaan di bidang teologi.adat. Gereja berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional dengan tujuan dalam kehidupan masyarakat.budaya.Adapun tujuan gereja dengan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini adalah: a. perdamaian dan kemanusiaan yang dikehendaki oleh Tuhan untuk dunia ini. dapat melahirkan atau menciptakan kesejahteraan. persaudaraan.agama dan lxxix . b. kebebasan. bangsa dan negara Pancasila yang sedang melaksanakan pambangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila keadilan. yang terdiri dari berbagai suku. C.

Ibid .25 Pancasila merupakan kesepakatan luhur antara semua golongan yang hidup di bumi Indonesia. 1991). hlm.27 Dengan demikian dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila setiap sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia termasuk agama Islam. berbangsa dan bernegara. Hal ini upaya Pancasila untuk menekankan sisi kehidupan antar umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. agama Hindu mempercayai banyak dewa –dewa .. artinya setiap warga negara Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar yang tertuang dalam sila Pancasila.( keesaan Tuhan ). Islam mengajarkan tentang tauhid. 257. ( Jakarta: BP-7. Pancasila Sebagai Ideologi . Oetojo Oesman dan Alfian. Berbangsa dan Bernegara. Pancasila walaupun ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan kata lain. Sebuah kesepakatan seluhur apa pun. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. Sebagai falsafah negara Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir dalam menyusun undang-undang dan hukum di dalam negara Republik Indonesia. Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. 163. lxxx . dan dalam agama Budha tidak membicarakan tentang Tuhan sama sekali. di samping visi universal yang mempersamakan semua agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 26 27 25 Ibid.disunting oleh.wawasan Pancasila tentang kebersamaan antara agama-agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tidak sepenuhnya sama dengan wawasan sekian agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang satu sama yang lain saling berbeda. bukan hanya sekedar masing-masing sila .26 Pancasila sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara disinilah ada tumpang tindih antara Pancasila dengan sebagian sisi kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa . tidak akan banyak berpungsi jika didudukkan dalam status yang jelas. Dalam buku. Akan tetapi perlu kita cermati apakah Islam sesuai dengan Pancasila ? maka segera akan nampak bahwa banyak dari ajaran-ajaran Islam yang tidak tercakup dalam Pancasila atau tidak dipersoalkan oleh Pancasila. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. serta Pancasila adalah dasar bermasyarakat. berlaku seluruh umat manusia. jelas setiap agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki visi sendiri. tapi membiarkan orang Kristen ber-Trinitas. Karena kesepakatan luhur bangsa Indonesia itu akhirnya dirumuskan sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara. hlm. Ideologi bangsa. hlm.kepercayaan. 164. Abdurrahman Wahid..Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki lingkup masing-masing yang berjangkauan universal.

Ketiga dimensi itu adalah : 1. hlm. (de ) Konstruksi Ideologi Negara . Ajaran Islam dalam hal-hal tertentu terperinci dan tegas. haji dan masih banyak lagi ketentuan –ketentuan lain yang diajarkan oleh Islam. hlm. 3. 29 Mengenai Islam dan Pancasila pada dasarnya tidak bertentangan . bahwa sebuah ideologi harus memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahwa merangsang pengembangan pemikiran –pemikiran baru yang relevan tentang dirinya. 28 Jika melihat persoalan-persoalan tadi. tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. zakat . 113. idealitas bahkan fleksibilitas. Melalui idealisme atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dihayati suatu masyarakat atau bangsa dapat diketahui kearah mana mereka ingin membangun kehidupan bersama. Sering dinyatakan bahwa Pancasila tidak akan menjadi agama. hlm. demikian pula agama tidak akan memjadi ideologi. sebagaimana juga kemudahan yang sama dinikmati oleh para pengikut agama lain. Identitas Politik Umat Islam ( Mizan : Bandung.115. bahwa kemudahan diberikan di negeri kita untuk melaksanakan ibadah tersebut.Rat. suatu ideologi harus mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. Hal semacam ini tidak berarti bahwa Islam bertentangan dengan Pancasila . Kuntowijoyo. 85. Dimensi realitas . terutama karena dinamika internal yang 28 Deliar Noer. 2. Islam Pancasila dan asas Tunggal ( Jakarta : Yayasan Perkhidmatan. 1997 ). 70. Dimensi fleksibilitas. Dimensi idealitas . puasa Ramadhan. hlm. maka ajaran Islam lebih bersifat luas. Ibid. berbangsa dan bernegara.). pada umumnya memang terdapat kesepakatan di negeri kita bahwa hal-hal ibadah dibiarkan saja .1983). Sekurang –kurangnya kita dapat perhatikan . mencakup hal-hal yang oleh Pancasila mungkin tidak terpikirkan.. 31 Berdasarkan pada tiga dimensi tadi maka Pancasila jelas memenuhi standar realitas. tapi perlu diketahui bahwa Islam adalah agama dan Pancasila adalah ideologi . saling mengisi dan saling memperkuat. 30 Pada dasarnya kekuatan ideologi (Pancasila) dapat diukur dari tiga dimensi yang saling berkaitan. Oleh sebab itu bagi setiap muslim ajaran –ajaran agama itu wajib dilaksanakan.Kemudian Islam mengajarkan tentang iman kepada rasul-rasul. 2003 ). 29 30 Listiyono Santoso (dkk. Suatu Upaya Membaca Ulang Pancasila ( Jogjakarta : Ning. 31 lxxxi . dimana ideologi itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup dalam masyarakat. shalat.

hlm. 32 Ibid .. Kemampuan masyarakat mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang ideologi. 72. Pancasila di masa lalu seolah-olah hanya berhenti pada konsep nilai-nilai yang tidak mampu merambah pada tataran empirik masyarakat. 2. Kualitas nilai-nilai dasar yang tergantung dalam ideologi.terkandung dalam sifatnya sebagai ideologi terbuka. ber. Kelima sila tersebut adalah “ paradigma “ bagi terbentuknya masyarakat berperadaban Pancasila. 4. Persepsi . betapa dalam Pancasila sesungguhnya memuat kualitas nilai dasar yang objektif kebenarannya dan berlaku secara universal. berbangsa dan bernegara . Pancasila lebih diletakkan sebagai gundukan “ rangkuman “ konsep-konsep belaka yang tidak mempunyai kekuatan untuk “merubah” tatanan masyarakat. Selama ini. sikap dan tingkah laku masyarakata terhadap Pancasila. memapankan serta menguatkan relevansi ideologi itu dalam masyarakat. 71. 3. . ber-Kerakyatan dan ber-Keadilan. ber-Kemanusiaan. hlm. Jadi secara ideal konseptual Pancasila adalah ideologi yang kuat.34 Itulah sebabnya kita harus berihktiar untuk semakin menjadikan Pancasila itu sebagai ideologi dan menjadikan dasar yang kokoh bagi perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ibid .. Ibid. Kualitas nilai dasar itu memungkinkan bagi terbentuknya kualitas peradaban bangsa yang berlandaskan pada masyarakat yang ber-Ketuhanan. 33 34 lxxxii . hlm. tangguh dan bermutu tinggi .33 Harus disadari.32 Dinamika internal yang terkandung dalam suatu ideologi terbuka biasanya memantapkan. Tetapi hal itu tetap tergantung pada kehadiran beberapa faktor: 1.Menyangkut seberapa jauh nilai-nilai yang terkandung dalam idelogi itu membudaya dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. 70.Satu.

lxxxiii .

Menurut T. aspek politik Indonesia yitu lxxxiv . Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia. yaitu : a. b. Maka yang dulunya sebahagian rakyat Indonesia yang sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda. maka rakyat Indonesia banyak yang menganut agama Kristen Protestan. aspek sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia.BAB V PENUTUP A.tidak heran jika bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut juga dalam merumuskan dasar negara Pancasila .B. Simatupang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia tidak terlepas dari beberapa aspek. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang sudah beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan nagara ini dari tangan penjajah. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1.

Gereja ditempatakan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam kontek sosial.seperti agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen Protestan baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan ( gereja) mempunyai tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara. 2. di bagi menjadi dua : Pertama: meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. Pengaruh pemikiran T. aspek agama Dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kritis dan kreatif yang dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. politik. B. ekonomi dan budaya. bangsa dan negara. Demikian halnya dengan gereja –gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan untuk melaksanakan panggilannya pada bangsa dan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila. Di negara Pancasila ruang bagi orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak di batasi. Makna yang terkandung dari sila pertama bukanlah kepercayaan “Kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide lxxxv . c. yang merupakan suatu keputusan yang mutlak yang harus diterima oleh setiap agama-agama yang ada di Indonesia.

bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa.Ketuhanan” oleh karena itu kata yang dipakai bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian ditambah Keesaan dan Kemahaan. 2. maka dari itu jangan sampai ada suatu golongan umat beragama yang ingin menggantikan dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain. tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragma. Penulis menyarankan kepada setiap jurusan di Fakultas Ushuluddin bahwa sanya skripsi-skripsi yang lama yang terdapat di ruang dosen supaya di lxxxvi . Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Tugas penggilan gereja dalam membangun bangsa ini tidak hanya tertuju pada pembangunan nasional saja. meliputi partisipasi gereja dalam membangun bengsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. akan tapi mengajak kepada semua warga Indonesia untuk bersamasama dalam membangun dan mengatasi bangsa yang tercinta ini dari ketertindasan dan kemiskinan. Saran-saran 1. Kedua. Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa. maka setiap agama harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. Oleh karena itu setiap agama yang ada di Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

penulis memohon hidayahNya mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat untuk orang lain dan juga untuk penulis sendiri. Kata Penutup Sebagai kata Penutup skripsi ini. C. Simatupang ) Hanya kepada Allah. B. penulis panjatkan puji syukur sedalamdalamnya kehadirat Allah atas segala curahan rahmat dan hidayahNya. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas pemikiran T. lxxxvii .susun dengan rapi atau disimpan dalam almari khusus supaya tidak acakacakan.

1995 Darmaputra. Pancasila Suatu Orientasi Singkat. ( terj ) Marie Claire Barth . Yogyakarta: Galang Press. Ilmu Perbandingan Agama .DAFTAR PUSTAKA Aminah. Pancasila Dasar Falsafah Negara . Gunung Mulia. Wiwin Siti (dkk.). 1989 Hanggoro. Ahmad Azhar.).Hasbulah. Philip K. A.Yogyakarta: Dian/Interpedi. Sejarah Ringkas (terj) Usuludin Hutagalung dan Sihombing.Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. 1970 Hoekema. Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama . Masyarakat Madani. Darji. Hubungan Agama dan Pancasila . 1986 Basyir. 1997 Darmodihardjo. 1997 lxxxviii . Eka.( dkk . Jakarta: BPK. Gunung Mulia. Surabaya: Usaha Nasional. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. Ny. Clifford . Jakarta: BPK. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. Raja Grafindo Persada. Penerbit Universitas Brawijaya. 2003 Bakry. Jakarta : BPK. Bunga Rampai Pancasila . Susilaradeya. 2001 Green.). Santiaji Pancasila. 1986 Hitti. Jakarta: PT. Bandung: Sumur Bandung .G. Jakarta : Widjaya. Wisnu Tri (edit.Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Karl Barth. Rozikin. 1979 Malang: Lembaga -----------. Pancasila Identitas dan Modernitas. 1985 Daman.). Dunia Arab. Gunung Mulia.Bahtiar. dan Etos Kewirausahaan. 1991 Efendy. Berfikir dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia( 1860-) 1960) ( terj. Tinjauan Etis dan Budaya.

B) Simatupang ). 1978 Koentjaraningrat.1997 Latuihamallo. dalam buku. 1983 Oesman . P. Metode-Metode Penelitian Masyarakat .B. Islam Pancasila dan Asas Tunggal . Skripsi. 70 Tahun Dr. Pengantar Ilmu Sejarah . B.C. Problematika Pancasila . S. 1990 Musfik. Bernegara.Yogyakarta: Tiara Wacana. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa. T. Ahmad. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. Bermasyarakat . Yogyakarta : Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga.Oetojo dan Alfian. Yogyakarta: Yayasan Budi Budaya. Faisal. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara .Yogyakarta: Paradigma. 1959 Kaelan. Deliar. 1995 ……………. Filsafat Pancasila. 1997 Kuntowijoyo. Gramedia. Bandung : Mizan.D. 1985 lxxxix . Berbangsa dan Bernegara. Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama. Jakarta: Pradanya Pramita. 1999 Kansil . Wacana Ketegangan Kreatif Isalan dan Pancasila . T. 1999 Ismaun. Saya Adalah Orang Yang Berhutang( Penyunting) Samuel Pardede. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat.Jakarta: PT. Simatupang. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani . Bandung: Cahaya Remaja. 1996 Yogyakarta: Kaelan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1991 Octavianus.Ismail . 1996 Noer.Malang: Departeman Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia.Identitas Politik Umat Islam.Simatupang .. Gereja dan pembangunan ( Studi atas Pemikiran Tahi Bonar (T. Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP.T. Jakarta: BP-7 Pusat. P. Paradigma. Menyambut Usia ke 70 .

dalam buku. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai (Jakarta: Sinar Harapan. Simatupang . Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal Landas. dan Spiritual. Jakarta: Gunung Mulia. 1990 Partonadi. 2002 Sairin. 1984 xc . Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKG-PGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Lyman Tower. Kontek Berteknologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. 1987 Simatupang. Saya adalah Orang yang Berhutang . Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Gunung Mulia. Jakarta: Bpk. 2002 Baru. dalam buku .). Sebuah Analisis Komperatif. Soetarman Soediman. Jayapura. Iman Kristen dan Pancasila.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen Perjanjian Baru . 1981 -----------. Gunung Mulia. 1986 -----------. (Jakarta: Bpk.Jakarta: BPK.) Widi Harijati Rahadi . Jakarta: Bpk. Bunga Rampai Salim. Saya Adalah Orang Yang Berhutang ( Penyunting) Samuel Pardede . Dr. T.(editor. 1990 Sargent. Pembangunan. Jakarta: PT. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi.B. Jakarta: Gunung Mulia. Visi Gereja Manusia Milinium Pemikiran. Samuel ( penyunting. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . 1960 ---------. Bersama-sama Meletakkan Landasan Moral. Gunung Mulia.B. P. Gunung Mulia. Ideolog-Ideologi Politik Kontemporer. T. 21-30 Oktober 1994 . 1999 PGI. D. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia.Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan .Pardede. 1997 ----------. Emil .70 Tahun Dr. Jakarta: Erlangga . Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. Wainata. Edisi keenam . Latuihamallo ( Penyunting) Eka Darmaputra. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.).

Yogyakarta: Kanisius. 1996 Utomo. Filosofis. 1996 Steenbrink. 1991 ----------. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press.Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. Jakarta: Bpk. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia. Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis. Bambang Ruseno.Yogyakarta: Kanisius. Filsafat Pancasila .). Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. Jakarta: Bp. Gunung Mulia. 1988 Subagyo.Winarno. dan Pembangunan di Indonesia. Bandung: Tarsito.J. Lahirnya Pencasila . Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan. Bangsa dan Negara . Paulus .1996 dan Teknik Penelitian Masyarakat.Gunung Mulia. Pancasila Dasar Negara Indonesia. Viktor I . 1955 Soekarno. Jakarta: Bpk. Revolusi dan Pembangunan.-----------. Dari Revolusi ke Pembangunan . Nasional. 1993 xci .Jakarta : Sinar Harapan . dalam Negara Pancasila yang Membangun.P. Pluralitas. Jacob. Spiritualitas. A .(dkk. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 1958 Surachmad.Jakarta: Bpk. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah. Mencari Tuhan dengan Kacamata Barat. Kehadiran Kristen dalam Perang. Karel. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia .Yuridis Kenegaraan . 1987 ------------. Metode Gramedia. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Rahmat . 1993 Tanja. Jakarta: Wahana. 1993 Vredenbergt. Yogyakarta: Basis. Sosiologis. Jakarta: BPK. 1985 -----------.1970 Soewarno. Gunung Mulia. Gunung Mulia.

016 Kampung Baru (1987-1993) MTs. Indragiri Al-Islami. Tanjung Makmur (1996-1999) Masuk IAIN Sunan Kalijaga Fakultas Ushuluddin. 1991 Yamin. Berbangsa dan Bernegara . Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Dalam buku. Indragiri Al-Islami. Nogorojo No. P. Yogyakarta (2000: Islam : Kampung Baru. Kab. Riau : Jl. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Wahid. VI. Pancasila Sebagai Ideologi. disunting oleh Oetojo Oesman dan Alfian . 11 Desember 1979 : Laki-Laki sekarang) xcii .3 Klpk. Pembahasan UUD Indonesia . P. Muhammad. Sapat. P. P. Tembilahan. Abdurrahman. Gowok Yogyakarta : Miswandi : Kampung Baru. Kec. Jakarta: Prapanca. Tanjung Makmur (1993-1996) MA. 1959 CURRICULUM VITAE Nama Tempat Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Asal Alamat di Yogyakarta PENDIDIKAN SDN. Jakarta : B-7.

NAMA ORANG TUA Ayah Ibu Agama Alamat : H. Miskun : Hj. Siti Wartini : Islam : Kampung Baru, kec. Sapat, Kab. Tambilahan, Riau.

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul Drs. Rahmat Fajri. Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta NOTA DINAS Kepada Yang Terhormat Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa maupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama Nim
Jurusan : PA

: MISWANDI : 00520012

xciii

Judul Skripsi : HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA ( Studi atas Pemikiran T. B. Simatupang ) Maka pembimbing / pembantu pembimbing kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk dimunaqasahkan . Demikian , mohon dimaklukmi adanya. Wassalammu’alaikum Wr. Wb. Yogyakarta, …….. Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul NIP. 150169820

Drs.Rahmat Fajri NIP. 150275041

MOTTO

“ Kalau Ingin Menguasai Negara Kuasailah Ilmu. Kalau Ingin Menguasai Dunia dan Akhirat Kuasailah Ilmu. ”

xciv

PERSEMBAHAN

Karya ini Kupersembahkan Kepada : Almamaterku yang sangat dibanggakan Bapak dan Ibu Tercinta Adik-Adikku tersayang, Jumadi, Salman al-Farisy Seseorang yang selalu dekat di Hati

xcv

Subagyo. H. xcvi .. Bapak Drs. yang telah menuntun kita kejalan kemenangan dunia dan akhirat. M. penulis banyak mendapatkan masukan dan bantuan dari berbagai pihak baik moril maupun material.Ag. Drs. Dalam penulisan skripsi ini. Fahmi. yang senantiasa melimpahkan taufik. Shalawat seiring salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad Saw.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT. Selaku Dekan Fakultas yang sebesar-besarnya kepada mereka yang Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. M.hum. 3. H. hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Selaku Ketua Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Moh. yang sudah sepantasnya penulis menghaturkan terima kasih terhormat : 2.

Yani tercinta. Ojay Bekers. Bapak. selalu memberikan Bapak. Serta kepada adik-adikku yang tersayang. Rahmat Fajri. H. Selaku Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga 5. Subagyo. 9. Didit. Selaku Pembimbing II. jurusan PA. H. Arif. Drs. xcvii . Seluruh Dosen Fakultas Ushuluddin yang telah memberikan kuliah kepada penulis. Sony dan abang Tambunan). Dr. spesial buat teman-teman kost “WISMA SAWO” (Dedi. Kepada konco-konco seperjuangan. Keluarga angkat di Imogiri (Pak Suprafto sekeluarga). Nova. Selaku Penasehat memberikan dukungan dan saran demi Akademik yang telah banyak menyelesaikan studi penulis. Kepada seseorang yang selalu setia mendampingi penulis baik dalam suka maupun duka. Ag. Emon. 2000. Koler. M. 7. Drs. Rahmat Fajri. 10. yang bimbingan dan memberi saran dan petunjuk dalam penyelesaian skripsi ini. Selaku Pembimbing I. Bapak Drs. 8. keluarga besar “HIMARISKA” (Himpunan Mahasiswa Riau Sunan Kalijaga). 11. Dian. Kepada orang tua penulis. Bapak Prof. atas pengorbanan dan jasanya yang tiada terhingga dan tak terbatas mudah-mudahan keduanya diberi umur panjang dan husnul khatimah di akhir hayat mereka. Agussalim Sitompul.4. Petang. 6. yang selalu banyak memberi masukan sehingga terwujudnya skripsi ini.

………. hanya do’a yang dapat mengiringi ketulusan mereka.Atas segala kebaikan mereka. sehingga pengorbanan yang tekah mereka berikan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT. HIS MULO KMA AMS KSAP PTTS PBAP DGI = Tahi Bonar = Hollands Inlands School = Meer Uitgebried Lager Onderwijs = Koninlijke Militaire Academie = Algemene Middelbere School = Kepala Staf Angkatan Perang = Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra = Panglima Besar Angkata Perang = Dewan Gereja-Gereja Indonesia xcviii . penulis banyak berhutang budi. Yogyakarta. B. Penulis Miswandi Nim .00520012 DAFTAR SINGKATAN T.

peneliti dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini adalah menurut T. tapi ada juga yang beragama non Islam. tapi dari kalangan non mulslim menolak bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta yang berbunyi “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. maka tokohtokoh agama dari kalangan Islam dan non Islam melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta . Pengumpulan data.Ketika bangsa Indonesia ingin membentuk dasar negara maka terjadilah suatu perdebatan yang hangat antara kalangan Islam dan non Islam . karena penelitian sejarah ini mengkaji pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu menyakinkan apa yang harus dikerjakan sekarang dan masa yang akan datang. Metode Pendekatan. dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sejarah atau historis. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Karena Modus Vivendi itu merupakan sesuatu yang telah di xcix . sedangkan manfaat penelitian ini adalah untuk akademik sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. dari kalangan Islam menginginkan dasar negara harus berasaskan Islam seperti Piagam Jakarta . kedua. ketiga. peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode dokumentasi. B. Penelitian ini bersifat kepustakaan murni ( library research). Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia.B. jadi setiap warga negara Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . keempat.PGI VOC BPUPKI PPUUD PKPUUD PPKI PB UUD = Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia = Verenigde Oost Indische Compagnie = Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Panitia Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Perjanjian Baru = Undang-Undang Dasar ABSTRAK Negara Indonesia merupakan negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam. B. maka kedua tokoh-tokoh agama tersebut menyepakati untuk mengubah nya dengan kalimat “ Ketuhanan Yang Maha Esa “.Simatupang Pancasila adalah sebuah ideologi yang dapat melindungi semua rakyat Indonesia. Analisis data . atau yang sering di sebut dengan Modus Vivendi . Metodologi Penelitian ini adalah pertama. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T. dan untuk menembah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T. Untuk menghindari atau mengakhiri perdebatan tersebut.

Kemudian Pancasila dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. ketiga. B. keempat. Maka dari itu setiap agama yang ada di Indonesia dapat berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. dan bisa menghadapi segala tantangan dari seluruh rakyat Indonesia . Simatupang) Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam Oleh: MISWANDI c . Sikap-sikap tersebut sebagai partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini sebagai pengamalan Pancasila. ketika gereja ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa ini maka gereja mempunya beberapa sikap pertama. Sikap kreatif. Sikap realistis. HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA (Studi Atas Pemikiran T. Sikap positif. Sikap kritis.tentukan melalui dialog. karena sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia . kadua. melalui kerja sama.

NIM: 00520012 JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2004 ci .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful