DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN NOTA DINAS ..............................................................................

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………… HALAMAN MOTTO........................................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………. KATA PENGANTAR ....................................................................................... DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. DAFTAR SINGKATAN .................................................................................... ABSTRAK .......................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………. A. Latar Belakang Masalah .............................................................. B. Rumusan Masalah ....................................................................... C. Tujuan Penelitian ......................................................................... D. Telaah Pustaka ............................................................................. E. Metodologi Penelitian .................................................................. F. Sistematika Pembahasan .............................................................. BAB II. SKETSA BIOGRAFI T.B. SIMATUPANG ………………………. A. Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan ................................ B. Karir dan Kegiatannya ................................................................. C. Karya-Karya T.B. Simatupang .................................................... ii iii iv v vi viii xi xii 1 1 7 7 8 11 12 14 14 18 21

viii

D. Orang-Orang Yang Mempengaruhi Pemikiran T.B. Simatupang .. 22 BAB III. PEMIKIRAN T. B. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA. 27 A. Pemahaman Indonesia ...27 1. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia .............. 28 2. Pemahaman T.B.Simatupang Kristen Protestan Tentang Ideologi Pancasila .............................................................................................32 B. Aspek-aspek Pemikiran T.B. Simatupang Tentang Hubungan Kristen 35 35 37 40 T.B.Simatupang Tentang Kristen Protestan di

Protestan dengan Pancasila di Indonesia ..................................... 1. Aspek Sejarah ....................................................................... 2. Aspek Politik ........................................................................ 3. Aspek Agama ........................................................................

C. Pemahaman Tentang Pancasila .......................................................... 41 1. Pengertian Pancasila .................................................................... a. Pengertian Pancasila dari Etimologi ..................................... b. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi ......................... 2. Sejarah Singkat Tentang Pancasila .............................................. 3. Fungsi Pancasila ........................................................................... a. 42 42 43 43 51

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia ....... 51

ix

b. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia ........... c. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia ..................... BAB IV. PENGARUH PEMIKIRAN T.B. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA …………… A. Pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa .....................................................

53 56

58

58

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia Sebagai Pengamalan Pancasila ....................................................... C. Analisis Penulis ............................................................................. BAB V. PENUTUP …………………………………………………………… A. Kesimpulan ..................................................................................... D. Saran-Saran ..................................................................................... E. Kata Penutup.................................................................................... DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... CURICCULUM VITAE 63 70 76 76 78 79 80

x

yang dinyatakan dalam sikap hidup yang didasarkan kepada ajaran-ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang penuh toleransi di antara pemeluk-pemeluknya. Namun sejarah dari masa ke masa menunjukkan. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: BPK. dengan menyatakan bahwa di dalam kerangka kepercayaan kepada yang transenden.B. sejak semula telah dikenal sebagai bangsa yang religius. Orang-orang Kristen Protestan dapat memahami sila pertama. tidak ada masalah untuk menerima Pancasila. bahwa agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah menjadi dasar dan memberikan warna terhadap semua segi kehidupan bangsa. 1 xi . BPK.B. 2 T. selama pemahaman tentang kelima sila dari Pancasila tetap terbuka dan Pancasila tidak kemudian menjadi doktrin yang tertutup. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah diakui oleh masyarakat Indonesia.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia. hlm. Gunung Mulia. orang-orang yang sudah memiliki agama dapatlah terus melakukan dialog berdasarkan sikap saling menghargai demi tanggung jawab bersama. Simatupang ( dkk .2 T. 1996). Simatupang . 92.1 Menurut pandangan Kristen Protestan. 12-13. bangsa yang memiliki kepercayaan dan hubungan dengan Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. hlm.). Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila Yang Membangun (Jakarta: PT. 1984). Gunung Mulia. Bahwa Pancasila telah memberikan banyak inspirasi.

Pertama. pemimpin politik dari kalangan Katolik. pemimpin politik dari kalangan Hindu. Faisal Ismail ..97. bahkan nasionalis sekuler tidak menggunakan agama sebagai ideologi atau sistem politik. pemimpin politik dari kalangan Protestan. yang telah ditransformasikan menjadi dasar konsep politik yang sedemikian rupa. 5 4 Faisal Ismail.cit. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama. 1999). Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila (Yogyakarta: Tiara Wacana.B. Simatupang (dkk. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok-kelompok yang menjadi pemimpin politik yang di Indonesia seperti pemimpin pilitik dari kalangan muslim. xii . Secara tegas kelompok-kelompok nasionalis sekuler menolak agama dijadikan sebagai dasar negara.cit. pada dasarnya sila-sila dari Pancasila itu telah berakar pada jiwa Bangsa Indonesia. setiap rakyat Indonesia harus mempercayai Tuhan Yang Maha Esa.Negara Indonesia yang memilki Pancasila sebagai dasar negara maupun filsafat hidup atau pegangan hidup bangsa Indonesia. hlm. hlm.. op.4 Kelompok nasionalis muslim adalah kelompok yang mempunyai gagasan bahwa Islam harus dijadikan sebagai dasar negara. Meskipun secara personal nasionalis sekuler bukan kaum sekuleris. antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan karena tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam Islam.5 3 T.4-5. kelompok nasionalis sekuler kedua kelompok nasionalis muslim. Ada dua kelompok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan ideologi suatu bangsa.) .3 Pancasila berfungsi sebagai bimbingan moral dan etika. loc.

Pancasila tanpa agama akan kosong hasilnya. maka dari kalangan agama orang yang minoritas yaitu agama non Islam akan memisahkan diri dari Republik Indonesia. Bunyi butir pertama Piagam Jakarta yang memberikan posisi umat Islam di Indonesia yang memungkinkan untuk menerapkan syariat Islam.. 49. tetapi Pancasila dan agama harus sejalan.6 Menurut Faisal Ismail Konflik antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim mengenai landasan falsafah negara tetap tegang. maka dengan 6 Deliar Noer. yang pantas dijadikan dasar negara adalah Pancasila.45-46. bukan berarti setelah ber Pancasila lalu meninggalkan agama. 1983). Islam Pancasila dan Asas Tunggal (Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. Oleh sebab itu .Di bumi Indonesia tidak hanya mayoritas agama Islam saja tetapi masih ada agama-agama lain seperti Katolik. agar semua agama yang ada di Indonesia dapat menerimanya.7 Bunyi butir pertama dari Piagam Jakarta mendapatkan tantangan yang keras dari orang-orang yang non muslim. hlm.8 Agar bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah maka kedua kelompok tersebut melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi pertama dari Piagam Jakarta agar tidak menyinggung perasaan dari kalangan agama minoritas.. 7 8 xiii . di negara Indonesia yang meskipun umat Islam yang pada dasarnya harus menerima Pancasila sebagai ideologi negara. jika tidak diganti butir pertama dari Piagam Jakarta.5. Ibid . Protestan. hlm. sehingga terbentuklah Piagam Jakarta pada butir pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. yang menyatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam sangat mengesampingkan agama-agama lain yang ada di Indonesia. Seakan-akan menonjolkan agama orang yang mayoritas yaitu agama Islam. Hindu dan Budha yang butuh perlindungan dari negara. hlm . Ibid.

. 1997 ). 110 –111. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia . Gunung Mulia. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani ( Yogyakarta : Paradigma. 55-56. 2. maka PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. maka nilai-nilai yang esensial dalam Pancasila adalah: 2. Kaelan . 11 Eka Darmaputra. maka Piagam Jakarta diganti dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan 6. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta : BPK. 10 xiv . hlm. Pancasila Yuridis kenegaraan.1999 ). Persatuan Indonesia 5.kesepakatan bersama antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim . Ketuhanan Yang Maha Esa 3. Pancasila Identitas dan Moralitas. Kemanusiaan yang adil dan beradab 4. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.9 Untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan antara kelompok nasionalis sekuler dan kelompok nasionalis muslim. Selain itu juga kebebasan untuk memeluk agama di Indonesia ditegaskan dalam UUD 45 Pasal 29 yang berbunyi: 1.10 Dengan disahkannya UUD 45. hlm.11 9 Ibid .

Filosofis. Kenyataan telah mewujudkan bahwa dengan Pancasila dapat menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dapat membawa keutuhan negara Republik Indonesia. Bermasyarakat ( Malang : Departemen Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia . hlm. Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kasih (1 Yohanes 4:8) PJ. politik. hlm.14 Penjelasan butir demi butir dari kelima butir Pancasila yang erat hubungannya dengan Al-Kitab adalah: 1. Suwarno. Oktavianus.13 Butir demi butir dari kelima sila Pancasila dalam penjelasannya jelas tidak bertentangan dengan Al-Kitab. setiap orang harus meyakini adanya Tuhan Yang maha Esa dan memberikan kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing. 13 12 Rozikin Daman. (Kejadian 1:127). dapat diterima oleh semua pihak. hlm. 1993). 1992 ). 13.Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis. sosial dan ekonomi. 1985 ).Pasal-pasal yang terdapat dalan UUD 45 yang merupakan sebuah transformasi Pancasila sebagai norma-norma untuk hidup bermasyarakat. dalam pelaksanaannya secara keseluruhan dapat mendukung pengembangan kegiatan setiap agama yang ada di Indonesia. hukum.12 Pancasila dapat dijadikan sebagi alat pemersatu bangsa Indonesia. dalam bidang keagamaan. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. 135-136. Yuridis Kenegaraan ( Yogyakarta: Kanisius. Pancasila Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Rajawali Press. Sosiologis . Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Sila ini dapat memberikan suatu kebebasan ruang gerak bagi kemerdekaan beragama. 21-22. Bernegara. sebagai mana jelas dalam tindakannya Penciptaan langit dan bumi. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa . Penjelasan Al-Kitab: Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. P. 14 xv .

. suka memberikan pertolongan kepada orang lain. 16-20 xvi . dan dapat menikmati hak-haknya dan melaksanakan tanggung jawabnya. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab Sila ini menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia harus meningkatkan martabat manusia. 121:1-2) 2. Tuhan Khalik Langit dan Bumi beserta segala isinya (Mazmur. musyawarah untuk mancapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Korintus. Penjelasan Al-Kitab: “Kasih itu sabar.Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Penolong. Kasih itu murah hati……” (I. untuk bersikap adil. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Sila ini menjelaskan. 13:14) “Tidak mengambil keuntungan diri sendiri” (I. Sila Persatuan Indonesia Sila ini menjelasakan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan demi keselamatan bangsa dan negara. (Mazmur 82:3) Dengan demikian menurut orang Kristen sila-sila dalam Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Kitab bahkan dalam pelaksanaannya secara konsekuen/mendukung apa yang terdapat dalam Al-Kitab. Penjelasan Al-Kitab: “Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim belalah hak orang-orang yang sengsara dan orang yang kekurangan”. 13:5) 5. mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Sila ini menjelaskan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. hlm.15 15 Ibid. Penjelasan Al-Kitab: Manusia itu agung dan mulia karena manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang dibentuk atau diciptakan Allah (Kejadian: 1:22) 3. Korintus. Penjelasan Al-Kitab: “Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri…” (Roma 14:7a) 4. mendahulukan kepentingan masyarakat dari kepentingan pribadi walaupun berbeda-beda kita tetap satu.

16 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas.Penjelasan di atas menurut pandangan T. Simatupang Pancasila adalah lebih dari sekedar payung. Secara akademik penelitian ini sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama.B.B. Iman Kristen dan Pancasila .B. 16 T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia dalam konteks yang lebih spesifik Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T. 10. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ? Apa pengaruh pemikiran T. op. xvii .B.B.. yang menjadi fokus perhatian untuk diteliti adalah: Bagaimana pemikiran T. Simatupang Indonesia ? terhadap agama Kristen Protestan di Tujuan Penelitian Penelitian tentang pemikiran T.cit. hlm. Pancasila mempunyai daya tarik emosionalnya tersendiri. Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah: 2. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia.B. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia mempunyai beberapa tujuan yaitu : Untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T. Pancasila sebuah ideologi dan sebuah pandangan hidup. Simatupang .B.

pada tahun1993 yang berjudul: Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan xviii . Simatupang.B.Dalam buku ini menggunakan pendekatan historis-teologis.1960). Untuk menambah pengetahuan tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . Kemudian ada buku yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo. sejauh penulis ketahui agar tidak terjadi duplikasi dalam penelitian ini yang sebelumnya membahas T. yang memaparkan tentang bagaimana perkembangan teologi Protestan di Indonesia selama tahun 1860-1960.B. Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia ( 1860. maka penulis melakukan telaah pustaka sebagai berikut: Karya ilmiah yang mengkaji tentang pemikiran T. di tulis oleh Victor I Tanja pada tahun 1996. Kemudian ada buku yang di tulis oleh : A. Telaah Pustaka Setelah mengadakan penelusuran pustaka. Pluralitas dan Pembangunan di Indonesia. yang memaparkan bagaimana peranan agama khususnya Iman Kristiani dalam memberikan sumbangan terhadap tuntutan pembangunan di tengah masyarakat Indonesia yang pluralistik berdasarkan Pancasila sebagai satu-satunya asas bermasyarakat.3. Dalam buku ini menggunakan pendekatan sosiologis. Simatupang dalam buku. dan beragama. berbangsa. Amsy Susilaradeya pada tahun 1997.G. yang di terjemahkan oleh Ny. dan kapan teologi Protestan di Indonesia lahir ? dan juga siapa tokoh yang membangun teologi Protestan di Indonesia. Hoekema. Spiritualis. yang berjudul : Berpikir Dalam Keseimbangan Yang Dinamis .

yang ditulis oleh: Tri Budi Waryanto. Akan tetapi peneliti harus membedakan terlebih dahulu antara penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian sebelumnya. di tulis oleh Ahmad Musfik. dan juga untuk membantu bisa saling mengenal satu sama lain dalam rangka saling mengasihi sesama insan yang saling berlainan agama dan kepercayaan. yang memaparkan untuk mengungkap dan mengkaji perkembangan dan pertemuan kedua agama tersebut di bumi Indonesia atau di bumi Pancasila. Dalam skripsi ini lebih memfokuskan tentang pengertian organisasi kemasyarakatan dalam arti apakah persekutuan gereja-gereja di Indonesia dapat dijadikan sebagai organisasi kemasyarakatan yang dapat mengayomi atau melindungi masyarakat Kristen Protestan di Indonesia. Kemudian ada skripsi yang berjudul: Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). Kemudian ada skripsi yang berjudul : Gereja dan Pembangunan ( Studi Pemikiran Tahi Bonar ( T. penelitian sebelumnya yang sudah pernah mengkaji pemikiran T. Dalam buku ini mengunakan pendekatan sosiologis dan teologis. Simatupang adalah Viktor I Tanja yang xix .B. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia.Islam dan Kristen di Indonesia. dalam skripsi ini menggunakan metode deskriptif analisis dan metode historis. dan pembahasannya lebih terfokus bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang makmur dan beradab.B.B. Berdasarkan telaah pustaka di atas maka peneliti akan mengkaji mengenai pemikiran T.) Simatupang ). skripsi tersebut menggunakan pendekatan historis.

dalam arti sumber-sumber datanya berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Melalui karya-karya ilmiah. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo yang berjudul Hidup Bersama di Bumi Pancasila : Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis sekarang yang berjudul hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas Pemikiran T.dan apakah gereja –gereja yang di Indonesia dapat mengayomi atau melindungi umat Kristiani di Indonesia. baik yang tertuang dalam buku. Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini bercorak Library Research (Penelitian Pustaka). faktor politik dan faktor agama. Simatupang ) yang tidak terlepas dari beberapa faktor yaitu: Faktor sejarah. Kemudian yang membedakan antara penelitian penulis dengan penelitian sebelumnya adalah: Bahwa penelitian sebelumnya hanya memfokuskan bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini. majalah. maupun data-data kepustakaan lainnya yang berkenaan dengan pemikiran T.B.B. Simatupang. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Ahmad Musfik yang berjudul Gereja dan Pembangunan.berjudul Gereja dan Pembangunan. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Tri Budi Waryanto yang berjudul Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). Pengumpulan Data xx .

17 Dalam metode dokumentasi nantinya peneliti akan menemukan sumber data primer dan sumber data sekunder. dan juga buku yang berjudul Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. 131. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah ( Bandung :Tarsito . Analisis Data Dalam penelitian ini penulis dapat mengumpulan tulisan atau data yang berhubungan dengan tema yang diangkat dalam penelitian ini. 19 18 17 xxi . Bangsa dan Negara. Lihat ! Kontjaraningrat . Winarno Surachmad. hlm. tapi harus mencakup analisis dan interpretasi tentang data itu agar mendapat pemahaman yang lebih jelas lagi 19. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat ( Jakarta : Gramedia. 1997 ). 1986). 63. kemudian penulis menelaah data yang telah terkumpul tersebut. hlm.Dalam penelitian ini penulis dalam mencari data menggunakan metode dokumentasi. kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan wawasan penulis. Metode-Metode Penelitian Masyarakat ( Jakarta: Gramedia. Iman Kristen dan Pancasila . hlm. maka sumber data primer yang utama adalah tulisan T. Metode deskriptif adalah langkah-langkah melakukan reinterpretasi obyektif tentang permasalahan yang di teliti. Metode dokumentasi adalah pngumpulan data yang bersipat dokumenter. 1970 ). jadi dalam menganalisis data tidak hanya sebatas mengumpulan data saja dan menyusunan data. Lihat ! Jacob Vredenbergt. Dan data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku yang memang representatif dalam mendukung penelitian ini. dokumen yang tersimpan di perpustakaan .B. Kemudian dalam penelitian ini juga penulis dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif 18 . 34. Simatupang yang berjudul. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Dapan Masyarakat.

B. karir dan kegiatan.20 Sistematika Pembahasan Untuk lebih memudahkan dalam penyelesaian penelitian ini.B. latar belakang masalah. metodologi penelitian dan sistematika pembahasan. yang meliputi pemahaman T. daftar isi. Simatupang Bab ketiga. telaah pustaka. daftar singkatan dan abstrak. xxii . rumusan masalah. Pengantar Ilmu Sejarah ( Yogyakarta : Yayasan Budi Budya. Simatupang . halaman motto. Simatupang.B. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia.Metode Pendekatan Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. sketsa biografi T.dan pemahaman 20 Kuntowijoyo. penulis susun dalam bab-bab sebagai berikut: Bab pertama. yang meliputi sejarah singkat masuknya Kristen Protestan di Indonesia. hlm. halaman persembahan. tujuan penelitian.B. Sedangkan bagian isi yang merupakan inti dari pembahasan skripsi ini. 1995 ). Masa kecil dan latar belakang pendidikan. halaman nota dinas. 17. penyusun akan menggunakan sistematika sebagai berikut : Bagian depan memuat halaman judul. halaman pengesahan. karena pendekatan sejarah biasanya meliputi pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu mengetahui apa yang harus di kerjakan sekarang dan masa yang akan datang. Bab kedua. dan orang-orang yang mempengaruhi pemikiran T. membahas pemikiran T. kata pengantar .B. karya-karya T.Simatupang tentang Kristen Protestan di Indonesia.

Nama-nama yang diberikan oleh ayahnya untuk nama xxiii . pengertian Pancasila. lahir di Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatra Utara tanggal 28 Januari 1920-1990.B. yang meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. penutup. B. T. fungsi Pancasila. SIMATUPANG Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan T. BAB II SKETSA BIOGRAFI T. aspek politik. Simatupang singkatan dari Tahi Bonar dalam bahasa Batak yang berarti permufakatan atau tujuan yang benar. ayahnya bernama Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang.B. T. dan ibunya. berasal dari Laguboti.T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. sejarah singkat tentang Pancasila. T. Bab kelima.B. beliau anak yang kedua. Kemudian analisis penulis. Kemudian aspek-aspek pemikiran T. seorang wanita yang penuh kasih sayang kepada anak-anaknya.B. saran-saran. B.B. yang terdiri dari kesimpulan. Simatupang. kata penutup daftar pustaka dan curriculum vitae.B. yang meliputi : aspek sejarah. Simatupang mempunyai delapan bersaudara. Bab keempat. Simatupang adalah anak dari seorang Pegawai Negeri. Sedangkan Simatupang merupakan nama marga untuk orang Batak dari pihak ayahnya. dari delapan bersaudara. dan aspek agama. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. dan meningkatkan partisipasi gereja dalam membangun bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. Kemudian pemahaman tentang Pancasila yang meliputi.Simatupang tentang ideologi Pancasila. Kepala Kantor Pos Sidikalang. membahas tentang apa pengaruh pemikiran T.

B. 1991). anak yang keenam Tapi Omas yang berarti perempuan. dengan adanya media cetak semacam ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan. anak yang ketujuh Batara Ningrat. 2 1 Ibid. kemudian keluarganya pindah ke Pematang Siantar. anak yang ketiga Frieda Theodora. yang berarti perempuan.anaknya menciri khaskan nama-nama orang Batak. dengan predikat yang memuaskan. hlm.. hal semacam ini terlihat jelas dengan pertumbuhan berbagai macam organisasi yang dapat mengasah pengetahuan. seperti nama anak yang pertama dari ayahnya. yang memiliki arti anak pemberian Tuhan yang lahir pada hari Jumat. hlm. anak yang keempat Pinta Pasu. kesadaran nasionalisme yang lebih luas dari nasionalis Batak. xxiv . 22. anak yang kedua Tahi Bonar yang memiliki arti permufakatan atau tujuan yang benar. yang artinya anak laki-laki. Simatupang meyelesaikan sekolahnya di HIS pada tahun 1934. anak kelima Maruli Humala Diasi. rajin T. B. Bintang Batak. 20 . B. dan juga telah terbit berbagai macam media cetak seperti: Suara Kita. Simatupang termasuk anak yang pintar. Bangsa dan Negara (Jakarta : Sinar Harapan . di Pematang Siantar inilah telah tumbuh sebuah semangat baru yang dapat menambah kesadaran mengenai harga diri dan tanggung jawab yang dimiliki oleh orang-orang Pematang Siantar. Simatupang pada usia 6 tahun keluarganya pindah ke Siborong-borong. yang berarti laki-laki. Di Pematang Siantar inilah T. T.B. Simatupang . yang mempunyai arti wibawa kemenangan.1 T. dan anak yang kedelapan Riaraja. Batara dari mitologi Batak-Hindu ditambah dengan Ningrat. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. karena T. Ada nasionalisme Indonesia dan nasionalisme Batak dan Kristen. B. Simatupang masuk sekolah HIS (Hollands Inlandse School) yaitu pada tahun 1927. tapi keluarga beliau tinggal hanya 9 bulan di Siborong-borong. di sinilah beliau masuk sekolah Zending. 2 Pada tahun 1927-1934 berkembang semacam kesadaran nasionalisme yang tinggi dalam masyarakat Pematang Siantar. Sahala Hamonangan.

sekolah yang mempunyai kualitas yang bagus dan disiplin yang tinggi.B. dan siswa-siswinya kebanyakan anak-anak orang Belanda yang mempunyai status sosial yang tinggi. sedangkan 3 Ibid. T. T. Kemudian T. maka semangat nasionalisme sangat berkobarkobar. Christelijke MULO merupakan sekolah elite bagi masyarakat Kristen Batak . B. B. Simatupang melanjutkan studinya di pulau Jawa yaitu masuk sekolah Christelijke Algemene Middelbare School atau Christelijke AMS (SMA Kristen). hlm. dan mendidik siswasiswinya dengan baik agar dapat menjadi orang yang pintar.3 Setelah masuk sekolah MULO.dan juga kutu buku. Batavia (Jakarta) karena pada waktu itu di Sumatra belum ada SMA. baik itu buku pelajaran atau buku-buku umum yang lebih banyak menambah pengetahuan. T. berkualitas.. dalam bahasa Belanda (Christelijke Meer Uitgebreid Lagar Onderwijs atau Christelijke MULO ) Dr. xxv . dan rajin membaca buku. AMS di Salemba ini termasuk sekolah yang terbaik di Hindia-Belanda. dan bertanggunga jawab. Simatupang belajarnya sangat tekun sekali. Simatupang. B. pada tahun 1934 melanjutkan studinya ke Sekolah Menengah Pertama Kristen. 39. Simatupang menyelesaikan studinya di MULO tahun 1937 dengan mendapat predikat yang memuaskan. Nomensen yang terletak di Tarutung. dalam hal ini ia telah dapat menyelesaikan sekolahnya dengan baik. di Salemba. maka siapa yang mau sekolah SMA harus ke pulau Jawa.

hlm.putra-putri bangsa Indonesia yang masuk sekolah AMS adalah golongan-golongan kelas atas. Pada tahun 1940 T. Simatupang menyelesaikan studi AMS di Salemba. Semangat nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia ketika masuk sekolah AMS makin bergejolak seperti yang dialami oleh T. karena ada berita tentang penguasaan Jerman terhadap Belanda. ketika ia aktif di gereja ia banyak mendapatkan teman dari mahasiswamahasiswa teologi. 80. T.cita ingin melanjutkan studinya tentang kedokteran. khususnya gereja Batak. meskipun hanya tiga tahun di Batavia. B. yang ada di jalan Kernolong Jakarta. tapi ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa yang dapat hidup mandiri. dan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap kecintaannya dengan Indonesia. ia sering hadir dalam pertemuan-pertemuan mahasiswa teologi yang telah memiliki semangat yang tinggi dengan hadirnya gereja-gereja di Indonesia. xxvi . Jadi pemuda-pemuda Belanda yang ada Hindia-Belanda harus ikut jadi militer untuk mempertahankan Belanda. B. Simatupang. Simatupang sewaktu sekolah AMS di Batavia ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan di gereja. B..4 Akan tetapi iklim pada saat itu tidak memungkinkan. Simatupang dapat menyelesaikan studi AMSnya dengan hasil yang memuaskan. Kemudian setelah T. B. ia berangan-angan atau bercita. karena nanti apabila telah selesai studi kedokteran akan mengabdi dan bekerja di rumah sakit Gereja. Oleh karena itu dibukalah pembukaan sekolah KMA (Koninlijke Militaire Academie) 4 Ibid. dengan berorientasi dengan orang-orang Belanda di lingkungannya.

B. B. T. yang ia dapatkan dari orang-orang Belanda/militer Belanda yang pernah medidik ia untuk mejadi militer. bahwa orang Indonesia tidak cocok untuk menjadi militer. dan selalu mejadi perwakilan dari pihak angkatan bersenjata dalam delegasi Indonesia berbagai perundingan dengan Belanda di Konfrensi Meja Bundar. Simatupang. Simatupang masuk militer. B. orang-orang Indonesia bisa menjadi militer dan mampu bersaing dengan militer di negara-nagara lain. Misi utamanya adalah xxvii . T. B. dan ia lulus dengan baik. semua itu untuk menepis mitos-mitos yang dilontarkan orang-orang Belanda kepada Indonesia. B. T. B. B. Simatupang dalam pangkat kemiliterannya berpangkat Letnan satu.atau Akademi Militer kerajaan Belanda di Bandung. Orang Indonesia tidak mampu membangun suatu angkatan perang. Karir dan Kegiatannya T. B. Simatupang tentang militer. Simatupang bekerja untuk orang Belanda tetapi rasa nasionalisme terhadap Indonesia tetap tidak berubah dan tidak akan pernah padam. mendaftarkan diri untuk masuk akademi itu. sangat dibanggakan sebagai anak bangsa dapat mejadi militer yang profesional. Simatupang. memiliki pengalaman militer sangat banyak sekali. yang berjuang untuk merebut kemerdekaan Indonesia. ia juga dipercaya untuk membantu sepenuhnya pembangunan militer angkatan bersenjata Indonesia. Akan tetapi T. dari pengalaman-pengalaman yang ia peroleh dapat dikembangkan kepada tentara-tentara atau militer Indonesia. Karir T. tetapi yang perlu diingat dan dicatat T. Simatupang bertekad dan berusaha untuk menolak semua mitos-mitos itu.

mendesak Belanda membubarkan KNIL (tentara boneka ciptaan Belanda) serta mengukuhkan TNI sebagai kekuatan inti bagi angkatan perang RI. dan yang memegang wakil I Kepala Staf Angkatan Perang adalah Kolonel Hidayat. Dengan adanya pergeseran jabatan. Setelah keluar dari dinas kemiliteran. maka T. tetapi Kolonel Hidayat ditugaskan di Sumatra. Jendral Sudirman meninggal dunia. Simatupang telah banyak jasanya terhadap perjuangan bangsa Indonesia. B.Simatupang . Simatupang pernah memegang jabatan wakil II Kepala Staf Angkatan Perang (W II KSAP). Simatupang agar dapat memimpin Staf Angkatan Perang Republik Indonesia. Pada saat itu Jendral Sudirman dalam keadaan sakit yang sangat kritis. dan juga diundang dalam pelayanan gereja-gereja di Indonesia. B.B. B. ia di percayakan sebagai pengganti Kolonel Hidayat. Simatupang . Simatupang di pensiunkan dari Kepala Angkatan Perang pada tanggal 21 Juli 1959. T. maka. hlm. ia banyak mempunyai waktu luang. T. Pembangunan. 1960 ). Simatupang di minta untuk menjadi penasehat militer. 5 xxviii . Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan ( Jakarta: PT. 9. Pada tanggal 29 Januari 1950. T. B. maka Jendral Sudirman memberikan tanggung jawab kepada T. sebagai wakil KSAP ia membantu Jendral Sudirman dalam pengamanan bangsa Indonesia terhadap penjajah. Simatupang memang agak menanjak. dengan menduduki sebagai wakil I Kepala Staf Angkatan Perang. yang merangkap menjadi panglima Besar Angkatan Perang (PBAP). sebagai Panglima Tentara dan Teriotorium Sumatra (PTTS). Waktu luang tersebut diisi T. B. Karir T. B.5 Sebagai wakil Kepala Staf Angkatan Perang. tapi dalam waktu yang sangat singkat. dan yang menjadi Kepala Angkatan Perang (KSAP) pada saat itu adalah Jendral Sudirman. dengan demikian yang menggantikan Kepala Staf Angkatan Perang adalah T. B.

T. Ia sejak tahun 1975-1984. sangat cemerlang. Masa pengabdiannya di DGI/PGI. ia meninggal dunia pada tanggal 1 Januari 1990 karena sakit. menjadi presiden mewakili gereja-gereja se-Asia selama satu periode. Simatupang terpilih sebagai Ketua Majlis Pertimbangan PGI. maka semua pengabdian harus berhenti. Membuktikan Ketidakbenaran ………….).op. jabatan itu dipercayakan kepadanya sampai sidang raya X DGI di Ambon. 1990 ). hlm.7 Periode 1984-1989 T. pengabdiannya sangat luar biasa maka haruslah kita hargai. dalam dimensi teologi. 6 T.6 Ketertarikan T. Simatupang dalam Dewan-Dewan Gereja di Indonesia lewat bidang gereja dan masyarakat. Simatupang aktif juga dalam sidang gereja-gereja dan dewan gereja-gereja sedunia.Simatupang. 7 xxix . tapi dengan faktor usia yang sudah tua. 15. tahun 1984.B. Saya adalah Orang yang Berhutang ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. kemudian ia terpilih sebagai ketua Badan Pekerja Harian.. B. dan juga ia menekuni studi tentang teologi. B. sehingga kita dapat terus mempelajari teologi itu seumur hidup.dengan menulis dan membaca banyak tulisan-tulisannya yang beredar di media masa dan forum-forum pertemuan. Samuel Pardede ( penyunting . ia aktif menjadi anggota DGI. B.cit. Pengabdiannya terhadap gereja-gereja dan juga bangsa dan negara. sampai periode 19891994.187-188. Studi tentang teologi sangat luas. hlm. maka masalahnya terbukti dapat dipahami secara lebih mendalam.

Simatupang: Saya Adalah Orang Yang Berhutang. Jakarta: Badan Penerbit Kristen. Dari Revolusi ke Pembangunan. Gunung Mulia. Pembangunan: Berjuang Mengamalkan Pancasila Dalam Terang Iman. Dalam Bentuk Buku a. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Revolusi dan Iman Kristen dan Pancasila . Tugas Kristen Dalam Revolusi.C. 1980 d. 1984 e. Jakarta: BPK. B. T. Jakarta: BPK. 1967 c. Pembangunan. Jakarta. 1960 b. 1987 g.B. Gunung Mulia. Laporan dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan. Simatupang 1. 70 Tahun Dr. Karya-Karya T. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa xxx . Jakarta: PT. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. BPK. 1990 h. Jakarta: Idayu. Kehadiran Kristen Dalam Perang. 1986 f. Gunung Mulia. Peranan Angkatan Perang Dalam Negara Pancasila yang Membangun.

“Strategi Partisipasi Kristen Dalam Pembangunan Pendidikan Di Indonesia”. Setia. 1987 “Spiritualitas dan Beragam Keagamaan di Indonesia”. Simatupang yang dicantumkan oleh penulis di atas. T. 1984 d. Simatupang yaitu Carl Von Clausewitz. Orang Orang Yang Mempangaruhi Pemikiran T. Simatupang Ada beberapa pemikiran yang mempengaruhi perjalanan intelektual T. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. D. Dapatkah Ilmu-Ilmu Sosial Memberikan Sumbangan Dalam Mission Imposible Kita ?. B. “Dukungan Birokrasi Modal Memenagkan Pemilu”. 1982 b. Peninjau. 1991 i.masalah Etika dan Moral Dalam Pembangunan Yang Mengamalkan Pancasila. Peranan Teologi Dalam Masyarakat Indonesia. Peninjau. penulis peroleh dari berbagai sumber buku yang dikarang oleh T. Artikel a. 1996 2.Depan.B. B. Bangsa dan Negara. Peninjau. Jakarta: PT. Masyarakat. B. c. Peninjau. 1987 f. Prisma. BPK Gunung Mulia. 1979 Karya-karya T. B. Peranan Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila yang Membangun. xxxi . Masalah. 1984 e. untuk mempelajari tentang perang. Simatupang sendiri .

dalam menumpas penjajah. perjuangan kelas sosial akan melukiskan revolusi. Menurut Karl Marx revolusi harus dibedakan menjadi dua yaitu: revolusi politik dan revolusi sosial. Simatupang setelah mendapat pengetahuan tentang perang dari pemikiran Carl Von Clausewitz.hlm. Simatupang . kemudia ia memberikan landasan teoritis bagi sumbangan dalam perjuangan bangsa dan negara Indonesia. T.. Membuktikan Ketidakbenaran……. Revolusi Politik apabila kekuasaan politik dipegang oleh kaum proletar (kelas bawah). untuk mempelajari tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx tentang struktur sosial yang ada dalam masyarakat. B. 9 13.9 Masih ada pemikiran yang mempengaruhi intelektual T. kaum proletar dapat memegang kekuasaan dari kaum borjuis. B.8 T. 1984 ). op. Revolusi sosial.. 118. kekayaan-kekayaan yang dimiliki kaum borjuis dapat dimanfaatkan oleh kaum proletar untuk kepentingan dan perubahan yang ada dalam masyarakat . sehingga ia dapat mempelajari dengan sungguh-sungguh. Simatupang sejak dari muda ia sudah mempelajari atau menambah wawasannya tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx. kemudian Pengetahuan yang ia miliki tentang perang ia praktekkan dan ikut terlibat dalam pengorganisasian tentara dalam melakukan perang gerilya. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPK. khususnya bidang militer serta masalah-masalah diplomasi dan politik yang terkait dengan perjuangan militer. hlm.. Gunung Mulia. xxxii . B. B.Simatupang pada masa mudanya mengagumi tentang pemikiran Carl Von Clausewitz tentang perang.B. 8 T.B. T. Simatupang . Simatupang yaitu Karl Marx. T.cit.

1989 ). Karl Barth. B. Swiss (10 Mei 1886) dengan teologinya yang sangat terkenal Teologi Kemerdekaan. dan lebih dari itu merdeka untuk sungguh-sungguh hidup bersama Allah dan sesama dalam prikemanusiaan yang sejati11. dan manusia harus suci dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. yang disimpulkan dalam istilah “dosa”. semajak ia mempelajari revolusi nya Karl Marx dapat menambah rasa sosialismenya terhadap rakyat Indonesia atau bangsa Indonesia. Ideologi-Ideologi Politik Kontemporer. ( terj . Clifford Green. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. Marie Claire Barth ( Jakarta: BPK. Edisi keenam ( Jakarta: Erlangga . Maksud kemerdekaan di sini adalah merdeka dari tindakan kejahatan dan penindasan. Karl Bath berasal dari kota Basel. menurutnya teologi kemerdekaan adalah sebuah teologi yang memandang pada kemerdekaan Allah yang memberikan kasih sayang dan karunia kepada kemerdekaan manusia. Sebuah Analisis Komperatif. Karl Lyman Tower Sargent. dan apabila melaksanakan perbuatan-perbuatan kejahatan dan penindasan maka akan mendapat dosa.Simatupang mempelajari revolusi ini untuk mengetahui sebagai mana pentingnya perubahan-perubahan yang harus dilakukan dan tidak ada penindasan terhadap rakyat. 47. Jadi menurut Karl Barth manusia jangan sampai melakukan tindakan kejahatan dan menindas orang-orang yang lemah atau tidak mampu. Simatupang dengan teologinya Karl Barth adalah bahwa Karl Bath menginginkan manusia itu selalu dekat dengan Tuhan. hlm.hlm. B. Simatupang mengagumi juga pemikiran Teologi Karl Barth. Ketertarikan T. dan menjauhkan dari dosa. 14. dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut maka akan selau dikasihi Allah. 1087 ).10 T. Gunung Mulia. 11 10 xxxiii .).

hlm.12 Setelah T. hlm. 12 Ibid. terutama pernyataan Allah dalam Yesus Kristus sebagaimana disaksikan dalam kitab suci. membuka selebar-lebarnya dalam semua bidang..189. T. T. sehingga sistem politik yang dibangun menjadi penuh penyalahgunaan dan penuh kebobrokan. B. Itulah ungkapan Soekarno untuk menegakkan demokrasi terpimpinnya. setelah Proklamasi Kemerdekaan. Simatupang . kemudian ia mempelajari juga pemkiran Reinhold Niebuhr. B.Barth membangun teologinya atas dasar “Pernyataan”. Kebebasan juga diperlukan untuk memperjuangkan dan menegakkan keadilan.B. berhubungan dengan kekuasaan Amerika Serikat yang sangat besar setelah perang dunia II berakhir. Akan tetapi ungkapan semacam ini adalah kesalahan besar dalam demokrasinya.13 Sistem kekuasaan sangat diperlukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban secara efektif terhadap kekuasaan. karena tidak memberikan ruang kebebasan. op. kebebasan dan keadilan bertolak dari kodrat manusia seperti yang terdapat dalam Al-Kitab yaitu mahluk yang mempunyai martabat yang sangat tinggi. 17. 13 xxxiv . Secara sederhana masalah kekuasaan. seorang teologi Amerika Serikat yang berusaha memikirkan masalah-masalah kekuasaan keadilan dan kebebasan di negerinya sendiri dan juga di luar negeri.. Membuktikan Ketidakbenaran………. Simatupang melihat perkembangan sitem-sitem politik ekonomi sepanjang sejarah bangsa Indonesia.cit. Simatupang mempelajari Teologinya Karl Barth. antara lain pembentukan partai-partai politik dan pembentukan-pembentukan tentara-tentara bersenjata.

Latuihamallo. Dalam bidang ketentaraan ia sangat berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan. 70 tahun Dr.Dari beberapa orang yang telah mempengaruhi pemikiran T. dan pernah menjadi Presiden Dewan Gereja-Gereja se Dunia. Simatupang di atas. oleh karena itu T. Ketua Dewan. 1990 ). Saya Adalah Orang yang Berhutang .B.B. Dewan Gereja adalah medan juang yang di pilihnya.T. 15 xxxv .).15 Itulah yang menjadikannya tokoh nasional paling tegas dikalangan gereja-gereja Kristen di Indonesia sehingga seluruh pemikirannya sungguh layak untuk dianalisis dan dipelajari.( Penyunting . Emil Salim. hlm. 70 tahun Dr. T. Simatupang. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. dalam buku. 1990 ). maka dapat ia terapkan dalam kehidupannya sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara yang baik. 22.B. Simatupang adalah seorang yang telah memiliki pengetahuan yang luas tentang ketentaraan. 97. Khususnya di tahun 1970-1990 ia membuktikan dirinya seorang teolog awam yang sangat produktif yang telah banyak 14 P. Simatupang. Simatupang.D.). diplomasi ( politik dan militer) dan teologi. ia sempat menjadi Ketua Dewan Gereja Indonesia .14 Setelah T.Dewan Gereja se Asia. ( Penyunting . dalam buku. Menyambut Usia ke 70 T. Gereja yang semula lahir terpisah-pisah ingin dipadukan agar bersama-sama melaksanakan tugas Dewan Gereja Indonesia dalam rangka pembangunan sebagai pengamalan Pancasila . hlm.Simatupang tidak aktif dalam bidang kemiliteran maka ia lebih mencurahkan perhatiannya kepada organisasi agama. dan juga memberikan pengetahuan tentang kemiliteran kepada tentara –tentara Indonesia . Saya Adalah Orang yang Berhutang.B.B.B. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi.

Simatupang Tentang Kristen Protestan di Indonesia Menurut T. 272. bahwa di bumi Indonesia yang tercinta ini telah memiliki budaya yang tinggi dan sudah menganut agama pribumi yang telah lama hadir di bumi Indonesia seperti. ( terjemah . bahwa setiap agama memiliki misi untuk menyebarkan agamanya ke seluruh wilayah Indonesia.B. Amsy Susilaradeya. Jakarta: Gunung Mulia.). B. agama Islam.memberikan sumbangan kepada sejarah nasional dan sejarah gereja. sehingga dapat menyebar luas misi tersebut sampai kepelosok nusantara Indonesia. agama Budha.G. agama Hindu. Hoekema. seperti yang dialami oleh agama Islam dengan misi dakwahnya. Simatupang bangsa Indonesia sebelum kedatangan bangsabangsa Barat seperti Portugis. hlm. Agama-agama tersebut telah dianut oleh rakyat Indonesia jauh sebelum kedatangan orang-orang Barat ke Indonesia. Akan tetapi masih ada daerah-daerah yang belum begitu mengenal Islam dalam arti Islam belum tersiar di daerah tersebut A. Ny. 16 xxxvi . Berpikir Dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia 1860-1960. 1997. Belanda dan Inggris. Dari tiga agama yang disebutkan di atas. Spanyol.16 BAB III PEMIKIRAN T. dan pada bidang pembangunan bangsa dan dengan berangkat dari ideologi Pancasila. B. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA Pemahaman T.

23. Irian Jaya. Gunung Mulia. telah banyak dianut oleh daerah-daerah yang masih sedikit menganut agama Islamnya. Portugis dan Spanyol menganut agama Kristen Katolik. dan pada akhir abad XVI tahun 1512 sudah berdiri beberapa gereja seperti di Minahasa. Ambon. 1986 ). 1 T. baik itu Kristen Katolik. yang dibawa oleh Spanyol. Kedatangan Belanda sangat mengganggu kestabilan ekonomi Portugis di Indonesia karena ada yang menyaingi dalam bidang perdagangan dan kekuasaan jajahannya.1 Untuk lebih jelasnya tentang pembahasan sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia sebagai berikut: 1. Medan dan masih banyak lagi daerah yang lain. Hasbulah Bakry. yang membawa Kristen Protestan. dan Protestan. Oleh karena itu kadatangan Kristen.2 Kesuburan dan kekayaan hasil bumi Indonesia sangat mengundang simpati bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia. Ilmu Perbandingan Agama ( Jakarta : Widjaya. Sangir dan Talaud. Simatupang. Maluku. 1984). 21. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPk. hlm. hlm. sehingga Portugis dan Spanyol tidak senang atas kedatangan Belanda ke Indonesia. dan Belanda.B. maka mereka melakukan suatu penjajahan terhadap bangsa Indonesia. Mereka menyebarkan agama Kristen Katolik kepada rakyat Indonesia pada wilayah-wilayah yang belum banyak menganut agama Islam.seperti. sehingga penyebaran agama Kristen berhasil dan banyak rakyat Indonesia yang masuk Kristen Katolik. yaitu pada tahun 1596. 2 xxxvii . tapi lama kelamaan melihat bangsa Indonesia yang rakyatnya bodoh-bodoh dapat ditipu daya oleh orang-orang Portugis dan Spanyol. kemudian disusul kedatangan Belanda ke Indonesia. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia Pada abad XVI tahun 1511 Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang. Setelah bangsa Portugis dan Spanyol dapat menguasai Indonesia. Portugis.

Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. lalu Belanda membentuk suatu perkumpulan dagang dengan nama V. hlm. tidak ada hasil.. 24.C (Verenigde Oost Indische Compagne) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602. 28. Widi Harijati Rahadi ( Jakarta: Gunung Mulia. pada tanggal 31 Desember 1799 dengan demikian Indonesia resmi dijajah oleh Belanda. maka rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap VOC tetapi semua itu gagal.5 3 Soetarman Soediman Partonadi. hlm. 5 xxxviii . hlm.cit. Sehingga kekuasaan Portugis di Indonesia telah berakhir dan digantikan oleh Belanda. Dengan demikian VOC leluasa melakukan monopoli perdagangannya. op.4 Keberadaan VOC yang berkuasa di Indonesia yang sangat menindas rakyat Indonesia. Dengan dukungan penuh oleh pemerintah Belanda. Sehingga VOC dapat mendominasi perdagangan di Indonesia.3 VOC untuk memperluas perdagangan di Indonesia agar tidak ada yang menyaingi perdagangannya maka VOC melakukan penyerangan terhadap Portugis sehingga terjadilah peperangan antara Belanda dengan Portugis yang kemudian dimenangkan oleh Belanda dan benteng Portugis yang ada di Ambon dapat direbut oleh Belanda pada tanggal 23 Februari 1605 dan disusul kota Tidore pada tahun yang sama. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya.. 28 .O.Belanda datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang untuk lebih mengkoordinasi dalam perdagangan Belanda di Indonesia.). 4 Ibid. sehingga sampai dengan masa pembubaran VOC.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen ). Hasbulah Bakry.

6 Ada dua faktor yang menyebabkan penyiaran Kristen Protestan di masa kolonial Belanda menjadi lebih efektif. loc. Kedua timbulnya gerakan penyebaran Kristen yang lebih terorganisir dalam bentuk lembaga penyiaran Kristen yang mantap.8 Derasnya arus 6 T. 1988). Budha. maka Kristen Katolik dilarang di bumi Indonesia.Belanda adalah yang pertama kali membawa agama Kristen Protestan masuk di Indonesia dan banyak rakyat yang masuk Kristen Protestan. rakyat yang sudah beragama Kristen Katolik harus pindah ke Kristen Protestan karena yang berkuasa di Indonesia sekarang adalah Belanda. Mencari Tuhan Dengan Kacamata Barat. Simatupang . Hindu. seperti di daerah Batak itu di tempatkan organisasi zending dari Jerman Barat yang bernama Rheinisehe Missionsgesell . A. 246. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press. tetapi setelah Portugis kalah perang dengan Belanda.cit... Hasbulah Bakry. B. 7 Karel. loc. cit. Di pulau Jawa dan Sulawesi kegiatan zending didominasi oleh Belanda. 8 xxxix .7 Sekitar tahun 1850-an Belanda mulai melakukan usaha yang lebih intensif untuk mengadakan Kristenisasi di Indonesia yang dilakukan oleh Kristen Protestan sendiri melalui organisasi gereja. Pada masa Portugis rakyat Indonesia banyak memeluk Kristen Katolik. hlm. baik itu dalam arti konsolidasi untuk orang yang sudah memeluk Kristen atau dalam arti “zending” dalam kalangan yang belum menganut agam Islam. kedua faktor itu adalah pertama timbulnya gerakan Kristen Protestan. Biasanya satu daerah hanya dilayani oleh satu organisasi zending. Steenbrink. yang disebut dengan zending.

melainkan dapat memberikan dampak yang negatif dalam arti fisik bagi kehadiran agama tersebut. sampai ke pelosokpelosok Indonesia sehingga dengan praktis daerah-daerah tersebut menganut Kristen Protestan. 2001).misi dan zending yang masuk ke Indonesia semakin meramaikan proses Kristenisasi di Indonesia. Dengan adanya lambaga Penyiaran Injil yang datang dari luar negeri akan memantapkan Kristenisasi di Indonesia.). Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama (Yogyakarta: Dian/Interpedi. hlm. Kehadiran orang-orang Eropa jumlahnya sangat meningkat dan tujuannya untuk meningkatkan pendidikan dan meningkatkan pelayanan gereja-gereja terhadap masyarakat di Indonesia. diambil tanggung jawabnya oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1800-an.80. dan Etos Kewirausahaan. (Yogyakarta: Galang Press. Sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia tidak terlepas dari misi dagang Belanda yang ingin menguasai perdagangan yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari daerah-daerah jajahannya yang dapat melakukan eksploitasi ekonomi di tanah jajahannya dan kemudian sambil menyebarkan ajaran agama Kristen Protestan.10 Bahtiar Effendy. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. 57. Wiwin Siti Aminah. 2003). karena Indonesia sebagai lahan terbuka bagi Kristenisasi. 10 9 xl . Setelah tahun 1800-an perkembangan agama Kristen Protestan sangat meluas. hlm. Untuk mendukung para misionaris datang ke Indonesia maka infrastruktur sosial keagamaan harus disediakan seperti sekolah-sekolah dan gereja-gereja. Masyarakat Madani.9 Sekitar tahun 1851 di Indonesia telah berdiri suatu organisasi Pekabaran Injil. (dkk. Konsolidasi atas penduduk yang sudah beragama Kristen sejak zaman Portugis dan Spanyol. Fenomena semacam ini tidak hanya membuat penyebaran Kristen berlangsung secara substansial.

Teuku Umar. hlm. 12 11 (Yogyakarta: xli . 35.Simatupang Pancasila merupakan awal untuk kehidupan bersama. Kaelan. Rakyat Indonesia pada waktu itu belum tumbuh rasa kesatuan dan persatuan.B. Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah (1825-1830).B. maka rakyat Indonesia tidak segan-segan melakukan perlawanan seperti peristiwa di Maluku (1817). konsep. Simatupang tentang Ideologi Pancasila Istilah ideologi berasal dari kata “Idea” yang berarti “gagasan.12 Menurut T. Tjik di Tiro di Aceh (1860) Anak Agung Made di Lombok (1894-1895). pengertianpengartian. kata “idea” berasal dari kata bashasa Yunani “eidos” yang berarti bentuk. tapi rakyat Indonesia tidak putus asa dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah sampai Indonesia merdeka. hlm. Sisinga Mangaraja di tanah Batak (1900).Kehadiran Belanda di Indonesia makin lama makin menindas rakyat Indonesia. 1996). pengertian dasar. Dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang ide-ide. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani (Yogyakarta: Paradigma. Polim. cita-cita” dan logos yang berarti “ilmu”. dasar. Pemahaman T. maka secara harfiah ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Filsafat Pancasila. Imam Bonjol di Minangkabau (1821-1837 ). Jlentik.11 2. 30-31. 1999). gagasan-gagasan dan cita-cita. Baharuddin di Palembang (1819). Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP Paradigma. maka rakyat Indonesia banyak mengalami korban dan akhirnya mengalami kekalahan. karena di dalam kehidupan rakyat Indonesia kelima sila dari Pancasila dapat Kaelan. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan.

45. Berbangsa dan Bernegara (Jakarta: BP-7 Pusat. dan dari satu memperkembangkan apa yang mereka sebut doktrin bangsa Indonesia yang bersipat Falsafati.Simatupang . ( penyunting. ).Simatupang Pancasila sebagai jawaban terhadap tantangan bersama . dan dapat menghadapi tantangan bersama oleh seluruh bangsa Indonesia . dalam Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Pancasila dilahirkan dari kenyataan ketika rakyat Indonesia menghadapi masalah yang sangat mendesak dan menentuk.B. karena Pancasila sebuah ideology atau menurut T. T. melalui kerja sama. dan tiga menjadi satu . yaitu negara macam apa yang harus rakyat Indonesia bangun supaya rakyat Indonesia tetap hidup bersatu. 1991). kelima sila dari pancasila itulah jawabanya..B. 13 Ideologi Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang mengarahkan pada terwujudnya suatu masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila yang dapat dijadikan sebagai pedoman berbangsa dan bernegara14 13 T.Simatupang sangat menentang pernyataan seperti itu.Simatupang sering di sebut Modus Vivendi yang isinya ditentukan melalui proses dialog.dan ada juga yang mencoba untuk meringkas kelima sila dari Pancasila menjadi tiga. op. Oetojo Oesman dan Alfian. hlm. karena menurut T. hlm. 12. 14 xlii .B.B. Karena Pancasila harus dipahami dari latar belakang sejarah Indonesia. Ada orang yang ingin memberikan status yang lain terhadap Pancasila .dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari . cit . Pancasila Sebagai Ideologi Ditinjau Dari Segi Pandangan Hidup Bersama.

) . Justru karena peranan yang menentukan itulah. 1986) hlm. karena manusia memiliki kebebasan untuk menciptakan dan melaksanakan kehidupannya. Bunga Rampai Pancasila (Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. Filsafat Pancasila (Yogyakarta: Kanisius.Ideologi Pancasila juga merupakan suatu ideologi negara yang dapat menjamin kehidupan negara yang bermartabat. Bangsa Indonesia menyadari akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang tinggi. 108. Pancasila yang merupakan falsafah dan pandangan hidup bangsa secara operasional dijadikan ideologi bangsa Indonesia. xliii . yang harus tetap diperhatikan awal terbentuknya dan ditetapkannya ideologi Pancasila.15 Untuk mewujudkan ideologi Pancasila itu. hak yang inherent pada kemanusiaan setiap manusia dan setiap bangsa. karena ideologi negara dapat disusun atas dasar keyakinan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk menciptakan negeranya sendiri. bukan ideologi dari seseorang atau sekelompok kecil bangsa Indonesia yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia.16 Pancasila memiliki peranan yang menentukan bagi kehidupan bangsa Indonesia. baik dalam kehidupan berbangsa. 1993). maupun bermasyarakat. 92. Pancasila bukan lagi merupakan alternatif melainkan suatu Imperatif. juga kehidupan negaranya. 16 15 Paulus Wahana. bernegara. Bagi bengsa Indonesia. Ideologi Pancasila merupakan ideologi yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. hlm. yang kemudian dapat dituangkan dalam konsep teoritis tentang cita-cita dan keyakinan yang menjdi landasan kehidupan bersama dalam berbangsa dan bernegara. dan hal itu merupakan hak asasi. kita sebagai rakyat Wisnu Tri Hanggoro ( editor.

Aspek-Aspek Pemikiran T. Aspek Sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. yang sudah menjajah dan menindas 17 Ibid. B. Hal tersebut akan semakin menguatkan keyakinan dan akan semakin mendorong untuk mengamalkan dan mempertahankannya sebagai milik bangsa yang sudah teruji melalui berbagai peristiwa sejarah.17 Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup melainkan bersifat reformatif. dinamis dan terbuka. Simatupang Tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia.Indonesia perlu mendukung dan terpanggil untuk terus-menerus mendalaminya. xliv . Rakyat Indonesia yang dulunya sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda. yang terkandung di dalamnya. maka dari itu rakyat Indonesia banyak menganut agama Kristen Protestan. ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan masyarakat. senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. dinamis. 1. A. Portugis pada masa itu kalah dan angkat kaki dari bumi Indonesia. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah bersifat aktual. Melalui pengalaman yang terus-menerus tersebut semakin dapat menyelami dan menemukan kekayaan yang sangat berharga. hlm.. Keterbukaan ideologi Pancasila tidak berarti untuk mengubah nilai-nilai Pancasila yang telah ada. 7. Dengan berjalannya waktu rakyat Indonesia melihat tindak tanduk Belanda terhadap Indonesia sangat tidak manusiawi.

dengan tercetusnya kebangkitan nasional yang dipelopori Budi Utomo sebagai penggerak untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi. hlm. 101. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai ( Jakarta : Sinar Harapan. agama Katolik. agama Budha.B. Proklamasi meletakkan seluruh kekuasaan tanah air di dalam tangan rakyat sendiri. Semuanya ikut andil dalam memperjuangkan untuk merebut kemerdekaan Indonesia dengan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. 1981).rakyat Indonesia dengan sendirinya muncul rasa nasionalisme dari rakyat untuk melakukan suatu perjuangan untuk melawan penjajah yang ada di bumi Indonesia yang tercinta ini. tidak heran ketika T. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan negara ini dari tangan penjajah. Proklamasi telah mengakhiri kekuasaan asing di tanah air kita. agama Protestan agama Hindu. apabila melihat Sangsaka Merah Putih yang berkibar di udara. rela berkorban demi tercetusnya suatu kemerdekaan ?.18 Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia itu sendiri. 18 xlv . pokok-pokok dari cita-cita yang tersimpan dalam Proklamasi Kemerdekaan hidup juga didalam hati setiap orang yang masih dapat mencucurkan air mata. dengan tujuan Indonesia merdeka. Simatupang . dengan didukung oleh para tokoh-tokoh nasional Indonesia dan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia serta didukung oleh rakyat Indonesia yang pluralisme agama baik agama Islam. Apakah yang terbayang didepan mata sejuta pemuda-pemuda untuk bersedia berjuang. Akan tetapi disadari atau tidak. Cita-cita yang besar itu tentu tidak selalu jelas bentuk dan isinya dalam setiap pemikiran dan hati nurani semua orang. Apakah yang terbayang di depan mata rakyat Indonesia pada waktu menyambut Proklamasi Kemerdekaan dengan semangat yang begitu menggelora .

20 Kehadiran gereja di Indonesia merupakan tanda pengutusan Tuhan bagian dalam mewujudkan perdamaian. Wainata Sairin. op. 2002 ). tanpa membedabedakan kepercayaan ataupun keturunan 19 2. ekonomi. dan budaya.32. hlm. dengan tujuan orang Kristen Protestan untuk memusatkan perhatian pada prinsip yang akan membimbing kehidupan negara Indonesia yang baru itu dengan tujuan agar kebebasan beragama dan kesamaan hak serta kesamaan kesempatan untuk semua warga negara dijamin. Visi Gereja Manusia Milinium Baru.. 166. Bunga Rampai Pemikiran ( Jakarta : BPK. Oleh karena itu gereja dan negara harus bahu membahu dalam mengusahakan penegakan 19 T. Gereja mengakui bahwa negara adalah alat dalam tangan Tuhan yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia dan memelihara ciptaan Allah. dan keutuhan bangsa Indonesia.B. Dengan demikian halnya dengan gereja-gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya di tengah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan bedaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang diyakini sebagai anugrah dari Tuhan. Simatupang . Gunung Mulia.cit. Aspek Politik Gereja ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam konteks sosial politik. Iman Kristen dan Pancasila. tugas panggilan itu untuk mencegah segala hal yang merong-rong dan merendahkan harkat dan martabat manusia Indonesia. keadilan. 20 xlvi . hlm.bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut merumuskan dasar Negara Republik Indonesia.

Partisipasi ini harus dilihat sebagai suatu tugas yang diberikan oleh Tuhan sendiri untuk melayani kepentingan masyarakat. bahwa orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik dan pemerintahan.keadilan dan kesejahteraan rakyat. sebaliknya. 22 hlm. dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. 23 xlvii . ruang bagi orang-orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak dibatasi. 9.. Gunung Mulia. T. Dapat pula diketahui bahwa di dalam negara Pancasila. Gereja dan negara masing-masing mempunyai tugas panggilannya yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab bagi kebaikan seluruh manusia.22 Hal semacam ini dalam keadaan politik dan pemerintahan sekarang untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat yang diutamakan. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kristis dan kreatif. 1987 ). Simatupang . Gereja mempunyai kewajiban untuk mentaati hukum negara.. Dari Revolusi ke Pembangunan ( Jakarta: BPK.B.21 Pada umumnya orang-orang Kristen Protestan di Indonesia telah menganggap sebagai hal yang wajar. negara berkewajiban mengayomi dan melindungi seluruh rakyatnya termasuk gereja agar leluasa dalam menjalankan fungsi dan panggilannya masing-masing. bahkan seluruh ciptaannya. Ibid. 21 Ibid. perlu ditekankan bahwa gereja tidak dapat disamakan dengan partai politik manapun juga.23 Dengan mengakui peranan kreatif dari partai Kristen Indonesia.

hlm. 7.1986 ). Dalam negara Pancasila setiap agama dijamin kebebasannya untuk tumbuh dan berkembang serta untuk membangun masa depan bersama sebagai suatu bangsa yang berdaulat yang berdasarkan Pancasila.).25 Di dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hidup Bersama di Bumi Pancasila. hlm. berdaulat.B. yang berdasarkan Pancasila ini nampak ada satu tenaga gerak politik yang sekaligus politik dan sosial kultural. tanpa membedakan ikatan kepartaiannya. Sebuah Tinjauan Tentang Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia ( Malang : Pusat Studi Agama dan Kebudayaan . bahwa negara Indonesia itu bersifat kesatuan dan untuk membangun jenis negara yang dikehendaki (bersatu. 26 25 Ibid. Simatupang (editor. adil dan makmur). adanya kesadaran yang tumbuh terus menerus dari kalangan rakyat Indonesia. Bambang Ruseno Utomo. maka tidak dapat lain harus mau menerima secara ikhlas keanekaragaman yang ada serta meyakini dan menghormati kehadiran golongan lain dengan hak dan kewajiban yang sama di bumi Pancasila ini..254. 1993 ).24 Secara politik dari sejarah perjalanan bangsa pernah ada alternatif lain yang ditawarkan misal: Islam. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia ( Jakarta: BPK. untuk menjadi dasar dan ideologi negara. xlviii .26 24 T. ternyata semua gagal tidak pernah mendapat dukungan dari seluruh bangsa dengan demikian jika tetap ingin mempertahankan negara Indonesia ini sebagai negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila.Gunung Mulia.Atas dasar perlakuan yang sama gereja harus memberikan bimbingan dan pelajaran kepada semua orang Kristen yang terlibat dalam politik.

gunung. 158. Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila bukanlah negara sekuler.27 Realitas seperti ini telah dibuktikan dengan cemerlang ketika bangsa Indonesia yang menganut berbagai agama dengan dipimpin oleh para tokoh agama dalam kebersamaan yang mantap dan solid. Kristen Katolik. Aspek Agama Indonesia ternyata bukan hanya sebuah wilayah yang terdiri dari ribuan pulau.. berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu di sini agama tidak hanya diakui eksistensinya tetapi diakui pula fungsi dan peranannya secara resmi di dalam kehidupan bermasyarakat. Hindu dan Budha. Kemajemukan agama dalam konteks Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila telah memposisikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang mempunyai religius. xlix . tetapi juga sebuah negara yang di dalamnya hadir dan hidup agama-agama yang dianut oleh rakyat Indonesia yang telah diakui oleh negara seperti agama Islam. op. Di dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. hlm. Kristen Protestan. bahu membahu mengusir penjajah dari persada nusantara demi hadirnya sebuah negara Indonesia yang merdeka. terutama sekali tentang ketaatannya kepada Tuhan harus 27 Wainata Sairin. beraneka suku. bangsa dan negara.cit. budaya.3. seperti dalam agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan (gereja) mempunyai tanggung jawab di dalam kehidupan masyarakat di manapun ia berada. tetapi fungsi dan peranan agama itu diakui dalam kehidupan bermasyarakat. Kemajemukan agama inilah yang kemudian menjadi ciri signifikan dan determinan negara Republik Indonesia. bahasa. Oleh karena itu juga negara Indonesia bukanlah negara agama. berbangsa dan bernegara.

Pengertian Pancasila T. dan Islam).B. Semua menurut Pancasila adalah sama tidak ada perbedaan. atau mayoritas dengan minoritas. 1996 ). Dalam Pancasila tidak ada istilah untuk mendiskriminasikan dari suatu kelomok dengan kelompk lain.. Simatupang ( dkk.). Pancasila juga berakar pada kebudayaan bersama masyarakat Indonesia dan tidak sekedar merefleksikan salah satu tiga lapisan budaya (lapisan budaya asli. Budha.27. yaitu sifat religius yang kuat dan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan. selain itu juga dapat mempersatukan identitasnya masing-masing.29 Untuk lebih jelasnya lagi tentang pembahasan Pancasila adalah sebagai berikut: 1. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa . Secara keseluruhan dapat merangkul semua kelompok dan memberikan ruang kepada semua golongan dengan segala keanekaragamannya. maupun di dalam mengambil suatu keputusan/musyawarah untuk mufakat . l . 140. hlm.op.28 Dan kehendak Tuhan itu adalah keselamatan rohani maupun kesejahteraan manusia.senantiasa terpanggil untuk mengusahakan terwujudnya kehendak Tuhan di manapun ia berada. Hidup Bersama………. 29 28 Bambang Ruseno Utomo. Hindu.cit. Pemahaman Tentang Pancasila Pancasila pada dasarnya memang berakar dari kebudayaan asli Indonesia. Gunung Mulia . hlm. dalam Negara Pancasila yang Memmbangun ( Jakarta : BPK...

yang dipakai oleh Bung Karno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 tentang sila yang kelima. yaitu: tidak boleh melakukan kekerasan tidak boleh mencuri tidak boleh berjiwa dengki tidak boleh berbohong tidak boleh mabuk minuman keras. Dalam buku Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi 30 Darji Darmodiharjo (dkk. 437. Pengertian Pancasila dari Segi Etimologi Secara Etimologi Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta.1991). berarti Pancasila yang mempunyai lima dasar. yang terdiri dari dua suku kata Panca berarti lima dan sila berarti dasar. dengan huruf “i” Panjang bermakna “lima peraturan tingkah laku yang penting”. 1959 ). 31 li .hlm. Pancasila ini mempunyai arti lima kesusilaan (Pancasila Karma). telah menjadi istilah hukum. dalam bahasa Sansekerta parkataan Pancasila mamiliki dua macam arti “berbatu sendi yang lima” (consisting of 5 roels) Pancasila dengan huruf Dewanagari. Mohammad Yamin. Pembahasan UUD Indonesia ( Jakarta: Prapanca.a. Santiaji Pancasila ( Surabaya : Usaha Nasional.30 Menurut Muhammad Yamin perkataan Pancasila. hlm.31 Demikianlah istilah Pancasila yang telah ada dan dikenal dalam budaya kehidupan bangsa Indonesia sejak dahulu kala baik dalam kehidupan bermasyarakat. 15. b.). Menurut Muhammad Yamin.

T. 3. 1992 ). Dari anggota BPUPKI muncul bermacam-macam pendapat yang diusulkan tentang dasar negara Indonesia dan ada juga yang mengusulkan Undang-Undang Dasar dulu yang dibentuk kemudian lalu membentuk dasar negara. Pancasila Dasar Falsfah Negara ( Jakarta : PT. Radjiman Widiodiningrat . Dalam sidang ini membahas tentang apa yang sebaiknya dijadikan sebagai dasar negara Indonesia ini ?. 33 32 lii . Eka Darmaputra. Gunung Mulia . R. Sejarah Singkat Tentang Pancasila Sejarah lahirnya Pancasila tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu sendiri. yang menginginkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.32 2. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta: BPK. Dibentuknya BPUPKI ini sebagai sarana untuk pembentukan dasar negara Indonesia. BPUPKI telah melakukan beberapa kali sidang dalam pembentukan dasar negara Indonesia. BPUPKI beranggotakan 60 orang dengan diketuai oleh Dr. Raja Grafindo Persada. hlm. K. yang dipelopori oleh tokoh-tokoh perjungan bangsa ini. 104. pada tanggal 29 Mei 1945 diadakan sidang pertama yang dibuka oleh K. Pancasila Identitas dan Modernitas . Dalam proses perumusan Pancasila dapat dikoordinasi oleh suatu badan yang bernama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang didirikan pada tanggal 29 April 1945. yang kemudian menjadi populer dalam kehidupan bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan suatu dasar negara yang harus diakui dan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila harus dijalankan dan ditaati. kemudian diperkenalkan kembali oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.33 Rozikin Daman. 1995). Radjiman Widiodiningrat sebagai ketua.Istilah Pancasila telah lama dikenal dalam budaya bangsa Indonesia. RT. hlm.

Pri Kesejahteraan Rakyat. Pri Ketuhanan 4. 3. Muhammad Yamin dapat diberikan kesempatan atau untuk menyampaikan atau mengungkapkan pidatonya di hadapan para sidang BPUPKI tentang rumusan dasar negara Indonesia. Ketuhanan Yang Maha Esa Kebangsaan Persatuan Indonesia Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5. Persatuan 2.34 Setelah berpidato Muhammad Yamin juga menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia..35 Pada tanggal 31 Mei 1945 Soepomo di berikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia). pidatonya itu merumuskan dasar negara Indonesia sebagai berikut: 1. 4.Pri Kebangsaan 2. Pidatonya yang berisikan : 1. op. 2. Kekeluargaan 2. Pri Kemanusiaan 3. hlm. Pendidikan Pancasila…….. Pri Kerakyatan 5.Sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945. Ibid. 35. Di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tercantum lima rumusan asas dasar negara yang rumusannya sebagai berikut: 1.. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia . 35 36 liii . hlm. Yamin.cit.36 34 Kaelan . Moh. Keseimbangan Lahir Batin 4. op..Musyawarah 5. 113. Keadilan Rakyat.cit.

cit. 27. Usulan tersebut diterima oleh sidang BPUPKI selanjutnya kelima sila tersebut dapat disimpulkan menjadi “Tri Sila” yang rumusannya: 1. ketua sidang BPUPKI membentuk suatu panitia kecil yang di dalamnya terdapat berbagai macam unsur agama yang ada dibumi Indonesia seperti Agama Islam.. Soetardjo Kartohadikoesoemo. 3. 3. hlm. op. 5. Kristen Protestan. 2. Kaelan. Moh. Pendidikan Pancasila……………. hlm. 38 liv . 4. sebagai anggotanya Moh.37 Untuk lima dasar itu diusulkan agar diberi nama Pancasila. Nasionalisme atau Demokrasi Internasionalisme atau Prikemanusiaan Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan Sosial Ketuhanan Yang Berkebudayaan. 2. op. Sosio Nasional yaitu “Nasionalisme dan Internasionalisme” Sosio Demokrasi yaitu “Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat” Ketuhanan Yang Maha Esa38 Pidato yang disampaikan oleh Bung Karno itu mendapat sambutan yang meriah oleh seluruh anggota sidang BPUPKI. Sebelum sidang BPUPKI itu ditutup. Ir.).Pada tanggal 1 Juni 1945. yang dianggap mempunyai ahli dalam konstitusi.cit.. 22. Soekarno menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tentang dasar negara Indonesia yang berbunyi: 1.. Kristen Katolik. Hatta.. 37 Darji Darmodiharjo ( dkk. Yamin.dan Budha. Hindu. Panitia kecil itu terdiri dari 8 orang yang dipimpin oleh Bung Karno.

op.39 Tujuan panitia kecil ini adalah: 1.. 39 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Wisnu Tri Hanggoro. Ki Bagus Hadikoesoemo. Maramis dan Bung Karno.Wachid Hasim. yang menarik dalam rancangan hukum dasar ini adalah dimasukkannya Ide dasar Pancasila yang dipidatokan Soekarno 1 Juni 1945. Ibid. Abdul Kahar Muzakir. Karena anggotanya sembilan orang. Oto Iskandardinata. Ibid.A. Merumuskan kembali Pancasila yang disampaikan oleh Bung Karno pada sidang BPUPKI 2. Panitia sembilan ini berhasil merumuskan rancangan pembukuan hukum dasar.cit. 40 41 lv . Abikoesomo Tjokrosoejoso. rancangan ini diberi nama “Piagam Jakarta”. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Agus Salim. Yamin. A. Maramis. panitia kecil mengadakan pertemuan dengan anggota BPUPKI untuk menampung usul-usul dan saran dari BPUPKI. susunan dan rumusannya lebih disistematisasikan oleh Moh. Ahmad Subardjo. 24.41 Yang isinya: 1. lalu anggotanya Moh. 2. Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia merdeka. maka lebih dikenal dengan sebutan panitia sembilan. H. hlm. A. dan Muhammad Yamin.40 Tanggal 22 Juni 1945..A. Hatta.. Dari pertemuan ini terbentuk pula panitia kecil lainnya yang terdiri atas Bung Karno sebagai Ketua.

42 Adapun bunyi kalimat Piagam Jakarta pada butir pertama di atas mandapat tantangan keras dari non Muslim. Dalam menanggapi keberatan itu. karena yang ada di bumi Indonesia bukan hanya Islam saja tetapi masih ada agama-agama yang lain. bahwa Piagam Jakarta adalah hasil dari musyawarah politik dan persetujuan kelompok nasionalis dan Islam. terutama sekali dari kelompok Kristen. dan akan menghasilkan kesulitan-kesulitan . namun tidak mencukupi yang lain.. mengekspresikan keberatannya dengan mengatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam tersebut akan besar. 46. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. tapi untuk semua rakyat Indonesia walaupun berbeda agama. hlm. terutama dengan agama-agama lain. hlm. Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia sembilan. 43 42 Ibid. untuk mengorbankan keberatan mereka demi persatuan bangsa dengan Faisal Ismail. 1999 ). seorang Kristen Protestan dan salah satu anggota dari BPUPKI. 47. Abdul Wahid Hasyim meyakinkan bahwa kalimat yang dicapai melalui musyawarah yang sulit ini dan juga terlalu keras bagi beberapa orang. Soekarno juga membujuk dari kalangan Kristen.3. jika tidak Piagam Jakarta tersebut ditolak oleh fraksi Islam. Oleh karena itu dikeluarkanlah kalimat Islam didalam Piagam Jakarta. Tiara Wacana. Islam Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama : Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila ( Yogyakarta : PT.43 Latuharhary. jangan dasar negara itu diperuntukkan untuk umat Islam saja. 4. lvi . Soekarno meyakinkan anggotanya.

kemudian Piagam Jakarta tersebut dilaporkan pada sidang BPUPKI tanggal 10 Juli 1945. yang disampaikan oleh Bung Karno yang meliputi tiga hal: 1.. Kaelan . Pendidikan Pancasila……….44 Piagam Jakarta yang disusun oleh panitia sembilan disetujui BPUPKI. hlm. PPUUD menyetujui Piagam Jakarta dijadikan Preambule UUD yang akan disusunnya. BPUPKI membentuk panitia perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD) yang terdiri 19 orang.. op. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. 44 Pernyataan Indonesia Merdeka Ibid. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.menerima Piagam Jakarta untuk digunakan sebagai rancangan Undang-Undang Dasar bersama dengan rancangan batang tubuh UUD. Kemudian tanggal 11 Juli 1945 PPUUD membentuk Panitia Kecil Perancang UUD Dasar (PKPUUD) yang anggotanya terdiri dari para sarjana hukum dengan anggota 7 orang yang diketuai oleh Prof. 25. 38.... op. yang terbentuk dalam suatu negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.45 Adapun bunyi bagian terakhir naskah Preambule UUD tersebut adalah sebagai berikut: “. Dari persetujuan sidang itu.. mendengarkan laporan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD)...... Wisnu Tri Hanggoro.... maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia. hlm.46 Pada tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI menggelar rapat pleno.cit. Pada sidang kedua itu Piagam Jakarta diterima baik oleh para anggota sidang BPUPKI.. hlm. Soepomo. 45 46 lvii ..cit.. 48. dan sebagai ketuanya Soekarno.

Hatta sebagai wakil. pada tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan beranggotakan 21 orang. Pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia. tentang kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” dari orang-orang non muslim protes atas bunyi kalimat tersebut. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang ditaklukkan oleh sekutu. Tujuan PPKI ini untuk mempersiapkan kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang terhadap Indonesia. 3.. Oleh karena itu PPKI pada hakekatnya juga sebagai Komite Nasional memiliki representatif.cit. loc. Darji Darmodiharjo ( dkk. dan memilih Presiden dan wakil Presiden.48 Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagai mana lazimnya suatu negara yang merdeka. op. Sebelum UUD 1945 disahkan oleh PPKI ada perubahan dalam pembukaan UUD 1945. sifat perwakilan bagi rakyat Indonesia. pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkanlah Kemerdekaan Indonesia. pada saat itulah terjadi kekosongan kekuasaan Jepang di Indonesia.2. 48 lviii . karena kalimat tersebut seakan-akan mendiskriminasikan kelompok-kelompok minoritas. para pemudanya mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan merumuskan teks Proklamsi Kemerdekaan Indonesia. setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta. 30-31. pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945. dan menyelengarakan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. hlm. Soekarno sebagai ketua dan Moh.cit.47 Untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Pembukaan Undang-Undang Dasar Undang-Undang Dasar (Batang Tubuh). maka PPKI segera mengadakan sidang. Hal itu tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia..). Oleh karena itu Bung Hatta 47 Wisnu Tri Hanggoro.

Wachid Hasyim. lix . Pancasila dalam pengertian ini sering juga disebut way of life.49 3. op. Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang.. Keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis. Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari oleh warga negara Indonesia.cit. Kasman Singodimedjo dan Teuku Hasan untuk membahas masalah tersebut agar sebagai bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah. Hatta dan teman-temannya setuju untuk mengganti kalimat yang melukai perasaan dari golongan non muslim dan menggantinya dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dengan demikian. pegangan hidup/pedoman hidup. jiwa yang berprikemanusiaan (sebagai manifestasi/perwujudan dari sila kemanusiaan 49 yang adil dan beradab). Fungsi Pancasila a. ini berarti bawa semua tingkah laku dan tindakan/perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila karena Pancasila merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lainnya. jiwa keagamaan (sebagai manifestasi/perwujudan sila Ketuhanan Yang Maha Esa). dengan demikian pernyataan ini diterima oleh kelompok non muslim. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD sebagai dasar negara. pandangan hidup. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. hlm. jiwa kabangsaan (sebagai Faisal Ismail.berinisiatif mengundang Ki Bagus Hadikusumo. 49.

cit. Selalu terpancar dalam segala tingkah laku dan tindakan/perbuatan serta sikap hidup seluruh bangsa Indonesia. 16. 3. dan jiwa yang menjunjung nilai keadilan sosial (sebagai manifestasi/perwujudan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). op. dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa ini memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah- masalah politik. 50 Darji Darmodiharjo ( dkk. sebab dengan pandangan hidup suatu bangsa akan: 1. Mempunyai pedoman bagaimana bangsa ini mambangun dirinya sendiri demi kesejahteraan rakyat.).. membuktikan bahwa Pancasila merupakan pilihan yang terbaik. sosial dan budaya. Upaya untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain berulang kali terjadi baik melalui kekerasan maupun dengan cara halus. 15-16. op. hlm.50 Dalam kehidupan suatu bangsa adanya pandangan hidup sangat diperlukan.51 Di dalam negara yang Berbhineka Tunggal Ika. Memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya. 51 lx .cit.. sehingga tidak terombang-ambing dalam menghadapi persoalanpersoalan besar baik yang datang dari dalam masyarakat/bangsanya sendiri maupun dari luar.manifestasi/perwujudan sila Persatuan Indonesia). hlm. ekonomi. Rozikin Daman. 2. jiwa kerakyatan (sebagai manifestasi/perwujudan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan).

Demikianlah pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila dalam pengertian ini sering disebut dasar falsafah negara. 25. Pancasila Suatu Orientasi Singkat ( Malang : Lembaga Penerbit Universitas Brawijaya. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Pradanya Pramita. 1979 ). Dapat dikatakan juga bahwa Pancasila ini dibuat dari materi atau bahan-bahan dalam negeri. S.1978 ). hlm. 53 Darji Darmodiharjo. Kansil. bahan asli murni dan merupakan kebanggan bagi suatu bangsa tersendiri. Ini terbukti melalui kemampuannya untuk bertahan di tengah-tengah perubahan-perubahan konstitusional. Philosofische Grondslag dari negara. atau dengan kata lain Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. dalam mengatsi tantangan-tantangan yang mengancam kesatuan dan mewujudkan negara Indonesia.53 C. Dilihat dari kedudukannya. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. Dengan pandangan hidup yang mantap maka bangsa Indonesia akan mengetahui ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya. T.52 Bangsa Indonesia dalam hidup bernegara telah memiliki suatu pandangan hidup bersama yang bersumber pada akar budaya dan nilai-nilai religius. b. 68. hlm. Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tersebut terkandung didalamnya konsep dasar mengenai kehidupan yang dicitacitakannya.Hal semacam ini menunjukkan bahwa efektivitas Pancasila benar-benar nilai rakyat Indonesia secara emosional dan menggerakkan tindakan. 52 lxi .

maupun yang tidak tertulis. Meliputi suasana kebatinan (Geistlickenhintergrund) dari Undang-Undang Dasar 1945. Untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tersebut dapat dirinci sebagai berikut: Pancasila sebagai dasar adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum Indonesia. lxii . karena masyarakat di negara Indonesia senantiasa tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat. hal ini dipahami sangat penting bagi pelaksanaan dan penyelenggaraan negara.Sebagai dasar negara Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum dasar baik yang tertulis atau UndangUndang Dasar. Mengandung norma-norma yang mengharuskan Undang- Undang Dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara (termasuk para penyelenggara partai dan golongan fungsional). Dengan demikian Pancasila merupakan asas kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam pembukaan UUD 1945. Dalam kedudukannya sebagai dasar negara. Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum. Merupakan sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar 1945. Mewujudkan cita-cita hukum bagi dasar negara (baik hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis).

XVIII/MPR/1998. Ketetapan MPR No.Sebagaimana telah ditentukan oleh pembentuk negara bahwa tujuan utama dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. kesadaran dan citacita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana serta watak dari bangsa Indonesia.. sehingga dengan jalan hukum tidak dapat diubah. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai kedudukan istimewa dalam hukum kenegaraan dan hukum bangsa Indonesia (merupakan pokok kaedah negara yang Fundamental). Hal ini sesuai dengan dasar yuridis sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.54 Menurut Notonegoro. IX/MPR/1978).55 Dalam proses reformasi dewasa ini MPR melalui sidang istimewa tahun 1998.cit. Darji Darmodiharjo. V/MPR/1973 dan Ketetapan No. No. 55 lxiii . op. mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tertuang dalam Tap. Pendidikan Pancasila ………. Ketetapan No. Oleh karena itu segala agenda dalam 54 Kaelan ..cit. IX/MPRS/1966. Pokok kaedah yang fundamental itu dalam hukum mempunyai kedudukan yang kuat tak berubah bagi negara yang dibentuk.. hlm. Pancasila menjadi sumber dari Undang-Undang Dasar dan harus dijadikan landasan dalam menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan kebijaksanaan pemerintah. Dijelaskan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. op. LJO.. 26. Oleh karena itu fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. yang merupakan suatu pandangan hidup. hlm. Sebagai pokok kaedah negara yang Fundamental. 62.

juga harus mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. kecerdasan. dengan suatu kesepakatan serta perjanjian yang luhur diangkat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan 56 Kaelan. demokrasi dan kebudayaan. kemudian menjadi pandangan hidup bangsa dan pada gilirannya menjadi suatu dasar filsafat negara yang sekaligus sebagai suatu ideologi bangsa dan negara.56 c. 90..57 Perlu diingat bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara adalah diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia. loc. op. yang tertuang dalam sila yang kelima dalam Pancasila. Oleh karena itu ideologi Pancasila merupakan suatu kesatuan yang mutlak karena menyangkut kehidupan bangsa. setiap warga negara Republik Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar. kemajuan. dan keadilan sosial. solidaritas. 57 lxiv . perdamaian abadi. yang meliputi berbagai bidang selain mendasarkan pada kenyataan aspirasi rakyat (sila keempat). persatuan. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia Dalam sejarah asal-usulnya ideologi Pancasila itu lahir dari perjuangan bangsa Indonesia yang mencita-citakan kemerdekaan. Pancasila sebagai ideologi bangsa. Ideologi Pancasila tumbuh dan berkembang melalui dalam pandangan hidup manyarakat bangsa Indonesia sendiri.cit..cit. hlm.proses reformasi. Bahkan ideologi Pancasila memandang bangsa Indonesia sebagai bagian dari cita-cita perjuangan kemanusiaan yang berdasarkan kemerdekaan. Paulus Wahana.

lxv .harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. op. 163. Sebagai falsafah negara. Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir yang harus diikuti dalam menyusun Undang-Undang dan hukum-hukum yang lain. agar pemikiran kenegaraan yang berkembang juga akan terjaga dengan baik.cit. Tata pikir seluruh bangsa ditentukan lingkupnya oleh sebuah falsafah yang harus terus menerus dijaga kebaradaannya dan konsisitennya oleh negara. hlm..58 58 Oetojo Oesman dan Alfian. bukan hanya sekedar masingmasing sila.

Menurut Prof. lxvi . Gunung Mulia. B. Maka makna yang terkandung dari sila pertama Pancasila bukanlah “Kepercayaan kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide Ketuhanan”. Simatupang Pancasila merupakan sebuah payung yang dapat melindungi rakyat Indonesia baik itu muslim maupun non muslim. Takdir Alisyahbana. B. S. oleh karena kata yang dipakai di sini bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian juga ditambah Keesaan dan Kemahaan. 10.BAB IV PENGARUH PEMIKIRAN T. Menurut Prof.Pemahaman Kristen Protestan Terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Menurut T. B. bahwa Tuhan berasal dari kata Tu (h) a yang berarti 1 T. suatu keputusan yang mutlak harus dapat diterima oleh setiap agamaagama yang ada di Indonesia.1 Istilah Ketuhanan berasal dari ke-Tuhan-an. Simatupang. 1984). “Tuha” ditambah dengan “an” menjadi Tuhan yang berarti yang harus dihormati dan didengar. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: Bpk. Oleh karena itu sila Ketuhanan Yang Maha Esa terdapat dalam sila pertama dari Pancasila merupakan. hlm. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA A. Poebatjaraka mengatakan bahwa Tuhan berasal dari kata “Tuha” yang berarti tua.

3 Tuhan dalam sila Pertama. 64.sama dengan tuan. Dengan demikian “Ketuhanan” adalah perkataan yang terbaik yang dapat memberikan kesempatan berbagai penafsiran sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. 4 3 Rahmat Subagyo. suci. Kita dapat mengartikan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu pengakuan atau keyakinan adanya suatu kekuasaan yang tertinggi dan abadi.P. Sihombing (Bandung: Sumur Bandung . mandapat awalan-ke. keramat. Problematika Pancasila (Bandung: Cahaya Remaja. Sehingga dengan demikian “Ketuhanan” itu adalah “sila”. hlm. yang mengatur dan menguasai segala yang ada di dunia ini.2 Sedangkan Allah dari Al Ilah berarti The God. hlm. Yang Maha Kuasa. 1970 ). Sejarah Ringkas ( terj . 27. 2 Ismaun. Tuhan. 32. dengan perkataan lain istilah Ketuhanan dipilih dengan tepat. Pancasila Dasar Negara Indonesia (Yogyakarta: Basis. Philip K. holy. kudus. Dunia Arab . Allah sendiri bukan sila ia adalah pribadi “Tuhan” itu nama jenis yang abstrak. 1959). Usuludin Hutagalung dan O. hlm. Ketuhanan berarti Yang Ilahi. 1955). agar supaya dapat dikonkritkan oleh setiap orang sesuai dengan agama dan kepercayaannya. akhiran-an menjadi kata sifat. Pencipta.D. suatu kuasa Ilahi.). Yang Maha tinggi itu siapa? Terserah kepada agama masing-masing. Hitti. Dari uraian di atas sila pertama nampak jelas kedudukan yang sama daripada semua agama yang ada di Indonesia untuk merealisasikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan yang konkrit.4 Istilah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan pengertian teologis melainkan rumusan politis (kenegaraan) karena tidak dapat diartikan hanya menurut pengertian agama yang tertentu. lxvii .

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar yang memimpin cita-cita kenegaraan kemudian untuk menyelenggarakan segala yang baik bagi masyarakat dan pemerintahan negara. tidak dibenarkan menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang telah digariskan. Pada hakekatnya tidak boleh menyimpang dari jalan yang lurus untuk mencapai kebahagian rakyat dan keselamatan masyarakat. 1958). berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa berarti dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara wajib memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang maha Esa. Sebagai asas hidup bermasyarakat sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntut agar bangsa Indonesia dalam melaksanakan hidup bermasyarakat memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang Maha Esa. dapat disebutkan bahwa sila pertama ini merupakan dasar kerohanian dasar bermasyarakat.5 Dari segi nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. dalam kehidupan bernegara. tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan Tuhannya sendiri”. Nasional. “Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan. yang merupakan pengakuan Iman kesatuan untuk seluruh warga negara Republik Indonesia melainkan tugas negara yang berdasarkan Pancasila adalah melindungi perbedaan-perbedaan agama warga negaranya. lxviii . hlm. 27. memupuk rasa kebersamaan 5 Soekarno. Lahirnya Pencasila (Jakarta: Bp.Yang dimaksud dengan Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah peleburan semua pengakuan kepercayaan semua agama-agama menjadi suatu pengakuan yang tunggal.

Bebas beralih agama dan kepercayaan 3. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa .6 Sebagai pengaturan lebih lenjut perinsip KetuhananYang Maha Esa maka UUD 1945 menentukan dalam pasal 29 sebagai berikut: 1.menuju kerukunan hidup bermasyarakat kebebasan beragama dan beribadat menurut keyakinan masing-masing agama. yaitu negara bertugas untuk memberikan jaminan perlindungan agar setiap penduduk yang notabenenya adalah pemeluk agama tersebut dapat secara bebas malaksanakan ajaran agama atau kepercayaannya. Oleh karena itu sebenarnya ketentuan di atas pada sisi yang lain menunjukkan pula sejumlah hak dari warga negara Indonesia untuk: 1. hlm. Ketentuan ini menegaskan tugas negara dalam bidang hidup keagamaan. Negara bertugas untuk menjaga kesejahteraan bersama dalam bermasyarakat. Hubungan Agama dan Pancasila (Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Tugas tersebut dijalankan dengan cara menjamin kesempatan yang sama dan adil bagi setiap warga negara untuk mengamalkan konsepsinya tentang Tuhan sesuai ajaran agama yang diyakininya.2. 10. 6 lxix . Bebas menjalankan ibadat sesuai ajaran agama/kepercayaannya Ahmad Azhar Basyir. 1985). Bebas memeluk agama dan kepercayaan 2.

4. Bebas untuk mengajar atau mendidik keluarganya sesuai ajaran agama yang diyakininya.7 Jadi setiap orang bebas menganut kepercayaannya dan menyembah Tuhannya dengan tidak menganggu agama lain, apalagi memusuhi atau memerangi orang yang menganut kepercayaan yang lain dari kepercayaan golongannya atau orang yang menyembah Tuhan lain dari Tuhan yang disembah oleh golongannya. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pengakuan bahwa Tuhan adalah sumber kemerdekaan, oleh karena itu Tuhan sendiri membebaskan manusia dari segala penindasan yang ada dimuka bumi ini. Akan tetapi hal itu bukanlah berarti bahwa negara harus memaksakan sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi suatu pengakuan iman rasuli Kristen . Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa Indonesia, oleh sebab itu sila pertama dalam Pancasila adalah suatu seruan terutama bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragama, agar selalu ingat dalam tanggung jawab dan tugasnya di dalam memelihara, memupuk dan mewujudan prikemanusiaan, kebangsaan, kedaulatan rakyat dan keadilan sosial. Setiap Rakyat Indonesia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengahayati ajaran-ajarannya, tentu tidak akan ragu-ragu lagi menyatakan bahwa agama merupakan ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa, mengandung nilai-

Wisnu Tri Hanggoro ( edit .), Bunga Rampai Pancasila ( Yogyakarta : Taman Pustaka Kristen, 1986 ), hlm. 51-52.

7

lxx

nilai luhur yang dihayati dan diamalkan oleh pemeluknya masing-masing dan merupakan faktor yang berpengaruh dalam usaha bangsa Indonesia untuk mensukseskan pembangunan bangsa.8

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia sebagai Pengamalam Pancasila Menurut T. B. Simatupang, gereja adalah berada dalam dunia dan diutus oleh Tuhannya ke dalam dunia. Tuhan tidaklah mengutus gereja ke wilayah yang asing. Sebab Tuhan itu sendiri adalah Tuhan bagi dunia. Pengertian tentang dunia hanya terbatas pada bumi dan alam semesta. Dunia memiliki arti jauh lebih luas dari itu. Dunia memiliki makna yang meliputi bumi, alam semesta, sekaligus kesejahteraan umat manusia dengan segala daya dan upayanya untuk memenuhi bumi serta menaklukkannnya. Arti dunia yang demikian, menurut T. B. Simatupang menegaskan bahwa umat manusia dengan segala kebudayaan, dengan hidup berpolitik, sosial, ekonomi,dan sejarah, ideologi agama dan teknologi juga dengan segala harapan yang

T. B. Simatupang (dkk.), Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam Negara Pancasila yang Membangun (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1996), hlm. 94.

8

lxxi

membentang dan kekhawatiran yang mengandung keseluruhannya adalah bagian dari isi dunia.9 Kembali kepada pembahasan gereja dalam pembangunan menghadapkan kita dengan permasalahan yang mendasar mengenai hubungan antara gereja dengan perkembangan dalam masyarakat negara dan kebudayaan di mana gereja berada. Pembangunan adalah tindakan manusia dalam sejarah untuk mengembangkan masyarakat, negara dan kebudayaan yang baik, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Pada satu pihak gereja adalah bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan yang membangun. Pada pihak lain gereja tidak hanya bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan dimana dia berada. Gereja mempunyai hubungan yang khas dengan Kristus seperti dinyatakan dalam kiasan bahwa gereja adalah tubuh kristus.10 Sebagaimana dijelaskan dalam al-Kitab . “tidak ada seseorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11).11 Sejak gereja tiba di Indonesia, maka gereja telah berpartisipasi dalam pembangunan, seperti dalam pelayanan pendidikan, kesehatan dan pertanian. Oleh karena itu gereja-gereja di Indonesia juga meningkatkan partisipasinya dan melayani pembangunan nasional berdasarkan tugas pengikutnya yang bersumber pada Injil
9

T. B. Simatupang, Dari Revolusi ke Pembangunan (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1987), T. B. Simatupang ( dkk.), Peranan Agama-Agama dalam …….., op. cit., hlm. 9. Perjanjian Baru (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1999), hlm. 470.

hlm. 9.
10 11

lxxii

kreatif. serasi dan seimbang antara dimensi material dan spiritual. Pembangunan dengan segala proses perubahannya dalam berbagai aspek kehidupan dalam rangka berjuang untuk menegakkan keadilan. 29. Gereja di Indonesia dengan sikap sebagai hamba dan pelayanan menurut teladan Yesus. Jayapura. realistis artinya sadar akan waktu dan batas-batas kenyataan terhadap pembanguan yang dilakukan oleh gereja. dalam pembangunan nasional berdasarkan hak dan kewajiban yang sama. 12 lxxiii . merupakan isi dunia yang tidak berada di luar rancana Penyelamatan Tuhan. PGI. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia sebagai pengamalan Pancasila dipandang oleh gereja adalah bagian dari dunia yang dikasihi Allah. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKGPGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. 21-30 Oktober 1994 (Jakarta: Gunung Mulia. kritis dan realistis dalam pelaksanaan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Positif artinya terbuka terhadap yang baik. kritis artinya setiap pembangunan yang dilakukan oleh gereja sesuatu yang telah tertuang dalam firman Tuhan. 2002). pemerataan. kesejahteraan dan kelestarian serta dalam rangka mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia yang selaras. hlm. tetapi juga untuk mengajak dan mengaharapkan partisipasi secara bertanggung jawab dari semua warga negara dan golongan.12 Tugas panggilan gereja dalam pembangunan bangsa ini tidak hanya memberikan ruang bagi gereja-gereja untuk berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional.Yesus Kristus. dengan mengambil sikap yang positif. kreatif artinya adanya jasa roh kudus dalam sikap pembangunan yang dilakukan oleh gereja.

15 T. 1997 ). kreatif.B. keadilan. .). (Jakarta: Bpk. Revolusi dan Pembangunan. pemerataan. 130. Dr. Latuihamallo (Penyunting . pambaharuan kesejahteraan dan telah mampu mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia. dalam buku. P. Simatupang . 1985).. Eka Darmaputra . Oleh karena itu pembangunan yang di usahakan manusia. B. Simatupang. ( Jakarta: Bpk. Gunung Mulia. cit. Etik dan Spiritual Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal landas. maka dalam keadaan yang seperti inipun masih tetap akan menimbulkan bentukbentuk penindasan dan ketidakadilan dalam masyarakat pada umumnya. 39. hlm. 14 13 T. kemanusiaan dan kesejahteraan bagi semua orang.14 Jadi walaupun menurut kita bahwa pembangunan yang dilaksanakan menurut ukuran kita telah mampu menegakkan keadilan. Oleh sebab itu maka dalam terang Injil kerajaan Allah. B. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. Oleh karena itu pembangunan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi upaya-upaya untuk menegakkan perdamaian. D.Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. Bersama-Sama Meletakkan Landasan Moral. realistis dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. Kehadiran Kristen dalam Perang. Iman Kristen dan Pancasila ……. kritis. 15 lxxiv .13 Pembangunan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia sebagai Pengamalan Pancasila dapat saja mengalami kegagalan dan penyelewengan sehingga berlawanan dengan kehendak Tuhan. gereja-gereja di Indonesia mengambil bagian secara positif. hlm. Gunung Mulia. maka hasilnya tidak akan pernah sampai pada tatanan masyarakat yang sempurna dengan keadilan yang demikian. 41-42. Simatupang. tidak identik dengan kerajaan Allah. T. Kontek Berteologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. op. hanya dapat terwujud oleh kehendak Tuhan sendiri. hlm.

Sikap gereja yang kreatif. loc.16 Dengan sikap gereja yang positif. kesejahteraan. Seperti. Maka dari itu gereja dapat mengembangkan hal-hal yang baik dalam proses pembangunan. seperti: banyaknya korupsi-korupsi yang terjadi di birokrasi pemerintahan kita sekarang ini yang dikorupsi itu adalah uang rakyat. maka gereja dapat mendukung segala pambangunan yang menunjukkan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Pasti Tuhan mengajarkan tentang hal-hal yang baik. cit.Gereja-gereja di Indonesia dalam berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini harus memiliki beberapa sikap diantaranya gereja harus bersikap positif. Oleh karena itu Tuhan tidak mengajarkan tentang hal-hal yang tidak baik. kreatif. Simatupang. Iman Kristen dan Pancasila. Sikap gereja yang kritis. keadilan. gereja dapat memberikan sumbangan untuk berpartisipasi dalam menjawab berbagai tantangan dalam perubahan zaman dan dapat menyisihkan berbagai hambatan-hambatan yang selalu mengahadang atau mengahalangi untuk suksesnya suatu pembangunan yang kita lakukan untuk bangsa ini.. B. bahwa gereja dapat mengoreksi berbagai cita-cita atau kebijakan-kebijakan bangsa kita ini dalam melakukan pembangunan yang memang bertentangan dengan kehendak Tuhan. perdamaian dan sebagainya. kritis dan harus realistis. Sikap gereja yang realistis adalah untuk mendorong gereja agar dapat meilihat dan memahami tentang batas-batas yang telah dapat dicapai oleh bangsa ini dalam membangun sikap tersebut sebagai alat kontrol untuk mengawasi agar setiap 16 T. lxxv .

. ide-ide dan pikiran menganai arah dan tujuan dalam melakukan suatu pembangunan sebagai pangamalan Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa. B. dalam partisipasi ini yang paling penting adalah gereja terhadap masyarakat dan masa depan bangsa Indonesia ini. Simatupang. hlm. 130.pembangunan itu selalu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. etika dan 17 Ibid. dalam bentuk partisipasinya dalam pembangunan berusaha dalam memberikan sumbangan untuk mengembangkan suatu gagasan. Seperti pengamalan sila pertama.. dan pandangan mengenai sejarah yang menguasai pemikiran dalam pembangunan itu. . T. dalam artian setiap pembangunan itu harus sesuai dengan manfaatnya dan tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Tuhan. Oleh karena itu hal tersebut akan dapat menentukan gerak pembangunan nasional akan berjalan kearah dari cita-cita perjuangan bangsa Indonesia ini dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur yang dapat berasaskan Pancasila. hlm. Pancasila dengan sila-silanya haruslah diamalkan secara utuh dan konsekuen.18 Gereja.17 Bentuk partisipasi gereja dalam pembagunan bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. yang mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan agama supaya untuk terus-menerus dan bersama-sama dalam meletakkan landasan moral. . op. Kehadiran Kristen ……. masyarakat dan kebudayaan serta dasar-dasar hukum yang ada didalamnya. cit. yang mengangkat dasardasar dan corak-corak dari negara. 18 lxxvi . 43. Pendangan gereja tentang pengamalan dari sila-sila Pancasila dalam pelaksanaan pembangunan.

Simatupang . cit. sehingga makin kuat rasa kesatuan kamanusiaan dalam memperkokoh rasa Persatuan dan kesatuan negara. bangsa dan negara. Persatuan Indonesia. op.20 Pengamalan sila ketiga. B.22 Pengamalan sila keempat dari Pancasila. Sila ini hanya menjamin tempat yang wajar bagi dimensi religius dalam kehidupan negara dan bangsa. kemanusiaan yang adil dan beradab. 19 T. cit. T. hlm. 121. hlm. Tapi bagi gereja untuk mengamalkan kamanusiaan dan keadilan dengan ikut dalam sepenuhnya bertanggung jawab dalam mengenai keamanan negara.19 Dengan demikian sila ini bukan merupakan dalil teologi. . 28. Ibid. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia (Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan. hlm. 121. Iman Kristen dan Pancasila . 22 lxxvii . Bersama-Sama meletakkan……………………………. 31. hlm.spiritual yang kokoh bagi pembangunan nasional sebagai Pengamalan Pancasila.op. .21atau pembinaan bangsa dari semua bidang kehidupan manusia.B. 1993). Simatupang. masyarakat. 20 21 Bambang Ruseno Utomo. dipandang oleh gereja dalam menyangkut persoalan-persoalan yang mendorong begitu besar peran partisipasi rakyat dalam aspek politik dalam usaha menegakkan demokrasi yang bertanggung jawab. menurut gereja menyangkut Pembinaan kesatuan bangsa. . Pengamalan sila kedua. sebab negara sama sekali tidak memiliki apa yang namanya teologi. menurut gereja menyangkut usaha-usaha pengembangan dan pemantapan hak-hak asasi manusia dan tanggung jawabnya dalam pembagunan.

cit..Pengamalan sila kelima dari Pancasila dalam pembangunan menurut gereja menyangkut peletakkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka menjunjung cita-cita keadilan sosial. cit. Simatupang. loc. Hidup Bersama………. 23 dan dapat juga pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. hanya sebagai motivasi bagi umat Kristiani dalam benar-benar mangamalkan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila dan sebagai perwujudan gereja dalam berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. 24 lxxviii . B. bahkan dengan orang-orang yang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda dan di ajak untuk bekerjasama dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju. Bambang Ruseno Utomo. loc..24 Partisipasi gereja dalam memberikan sumbangan pemikiran tentang pengamalan Pancasila di atas. adil dan sejahtera. 23 T. Iman Kristen dan Pancasila . Partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini dapat berhasil apabila adanya kerjasama antara gereja-gereja dengan berbagai lembaga-lembaga yang ada di luar gereja.

Menurut T. b. dapat melahirkan atau menciptakan kesejahteraan. Analisis Penulis Ada satu hal yang khas.budaya.Adapun tujuan gereja dengan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini adalah: a. Untuk bersama-sama dapat membaharui.agama dan lxxix .yang membedakan Indonesia dengan masyarakat dan bangsa manapun di dunia ini. dan mempersatukan gereja dan memupuk kemanusiaan di bidang teologi. perdamaian dan kemanusiaan yang dikehendaki oleh Tuhan untuk dunia ini. yang terdiri dari berbagai suku. kebebasan.adat. bangsa dan negara Pancasila yang sedang melaksanakan pambangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila keadilan. Simatupang. seluruh partisipasi gereja dan umat Kristen dalam berpartisipasi membangun bangsa ini harus bertolak sebagai usaha untuk menegakkan tanda-tanda penyelamatan dan kedatangan kerajaan Tuhan. yaitu bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat majmuk. Gereja berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional dengan tujuan dalam kehidupan masyarakat. C. persaudaraan. membangun. B.

artinya setiap warga negara Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar yang tertuang dalam sila Pancasila. 26 27 25 Ibid. hlm. Oetojo Oesman dan Alfian. serta Pancasila adalah dasar bermasyarakat. Dalam buku. Dengan kata lain. Ibid . lxxx . Pancasila walaupun ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. berbangsa dan bernegara. Abdurrahman Wahid.kepercayaan. 163. hlm. 164.disunting oleh. Hal ini upaya Pancasila untuk menekankan sisi kehidupan antar umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai falsafah negara Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir dalam menyusun undang-undang dan hukum di dalam negara Republik Indonesia. Islam mengajarkan tentang tauhid. Sebuah kesepakatan seluhur apa pun. jelas setiap agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki visi sendiri. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki lingkup masing-masing yang berjangkauan universal.25 Pancasila merupakan kesepakatan luhur antara semua golongan yang hidup di bumi Indonesia. Karena kesepakatan luhur bangsa Indonesia itu akhirnya dirumuskan sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara. tapi membiarkan orang Kristen ber-Trinitas.. hlm. berlaku seluruh umat manusia.( keesaan Tuhan ).. Ideologi bangsa. 257.27 Dengan demikian dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila setiap sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia termasuk agama Islam.wawasan Pancasila tentang kebersamaan antara agama-agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tidak sepenuhnya sama dengan wawasan sekian agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang satu sama yang lain saling berbeda. Akan tetapi perlu kita cermati apakah Islam sesuai dengan Pancasila ? maka segera akan nampak bahwa banyak dari ajaran-ajaran Islam yang tidak tercakup dalam Pancasila atau tidak dipersoalkan oleh Pancasila.26 Pancasila sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara disinilah ada tumpang tindih antara Pancasila dengan sebagian sisi kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa . agama Hindu mempercayai banyak dewa –dewa . Berbangsa dan Bernegara. tidak akan banyak berpungsi jika didudukkan dalam status yang jelas. ( Jakarta: BP-7. dan dalam agama Budha tidak membicarakan tentang Tuhan sama sekali. 1991). di samping visi universal yang mempersamakan semua agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Pancasila Sebagai Ideologi . Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. bukan hanya sekedar masing-masing sila .

berbangsa dan bernegara. 30 Pada dasarnya kekuatan ideologi (Pancasila) dapat diukur dari tiga dimensi yang saling berkaitan.).115. 1997 ). 85. haji dan masih banyak lagi ketentuan –ketentuan lain yang diajarkan oleh Islam. idealitas bahkan fleksibilitas. tapi perlu diketahui bahwa Islam adalah agama dan Pancasila adalah ideologi . bahwa kemudahan diberikan di negeri kita untuk melaksanakan ibadah tersebut. hlm.. 2003 ). demikian pula agama tidak akan memjadi ideologi. Suatu Upaya Membaca Ulang Pancasila ( Jogjakarta : Ning.1983). hlm. pada umumnya memang terdapat kesepakatan di negeri kita bahwa hal-hal ibadah dibiarkan saja . 70. Dimensi realitas . Islam Pancasila dan asas Tunggal ( Jakarta : Yayasan Perkhidmatan. tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. Dimensi fleksibilitas. (de ) Konstruksi Ideologi Negara . 31 lxxxi . Melalui idealisme atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dihayati suatu masyarakat atau bangsa dapat diketahui kearah mana mereka ingin membangun kehidupan bersama. puasa Ramadhan. bahwa sebuah ideologi harus memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahwa merangsang pengembangan pemikiran –pemikiran baru yang relevan tentang dirinya. 3. 2. terutama karena dinamika internal yang 28 Deliar Noer. 29 30 Listiyono Santoso (dkk. Sering dinyatakan bahwa Pancasila tidak akan menjadi agama. Hal semacam ini tidak berarti bahwa Islam bertentangan dengan Pancasila . hlm. saling mengisi dan saling memperkuat. dimana ideologi itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup dalam masyarakat. Identitas Politik Umat Islam ( Mizan : Bandung. Ajaran Islam dalam hal-hal tertentu terperinci dan tegas. Ketiga dimensi itu adalah : 1. 31 Berdasarkan pada tiga dimensi tadi maka Pancasila jelas memenuhi standar realitas. 29 Mengenai Islam dan Pancasila pada dasarnya tidak bertentangan . maka ajaran Islam lebih bersifat luas. mencakup hal-hal yang oleh Pancasila mungkin tidak terpikirkan. suatu ideologi harus mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. sebagaimana juga kemudahan yang sama dinikmati oleh para pengikut agama lain. 113. Ibid. Sekurang –kurangnya kita dapat perhatikan . zakat . Dimensi idealitas . hlm. 28 Jika melihat persoalan-persoalan tadi. Kuntowijoyo. shalat.Rat. Oleh sebab itu bagi setiap muslim ajaran –ajaran agama itu wajib dilaksanakan.Kemudian Islam mengajarkan tentang iman kepada rasul-rasul.

33 Harus disadari. 72. Kemampuan masyarakat mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang ideologi. 4.32 Dinamika internal yang terkandung dalam suatu ideologi terbuka biasanya memantapkan. 70. hlm. ..34 Itulah sebabnya kita harus berihktiar untuk semakin menjadikan Pancasila itu sebagai ideologi dan menjadikan dasar yang kokoh bagi perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ibid . memapankan serta menguatkan relevansi ideologi itu dalam masyarakat. ber-Kemanusiaan. 33 34 lxxxii . ber-Kerakyatan dan ber-Keadilan. Jadi secara ideal konseptual Pancasila adalah ideologi yang kuat. Pancasila lebih diletakkan sebagai gundukan “ rangkuman “ konsep-konsep belaka yang tidak mempunyai kekuatan untuk “merubah” tatanan masyarakat. 3. 2. Selama ini. Persepsi . Ibid. Pancasila di masa lalu seolah-olah hanya berhenti pada konsep nilai-nilai yang tidak mampu merambah pada tataran empirik masyarakat. 71. betapa dalam Pancasila sesungguhnya memuat kualitas nilai dasar yang objektif kebenarannya dan berlaku secara universal. sikap dan tingkah laku masyarakata terhadap Pancasila.. hlm. 32 Ibid .Menyangkut seberapa jauh nilai-nilai yang terkandung dalam idelogi itu membudaya dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. hlm. tangguh dan bermutu tinggi . berbangsa dan bernegara .Satu. Kualitas nilai dasar itu memungkinkan bagi terbentuknya kualitas peradaban bangsa yang berlandaskan pada masyarakat yang ber-Ketuhanan. Tetapi hal itu tetap tergantung pada kehadiran beberapa faktor: 1.terkandung dalam sifatnya sebagai ideologi terbuka. Kelima sila tersebut adalah “ paradigma “ bagi terbentuknya masyarakat berperadaban Pancasila. Kualitas nilai-nilai dasar yang tergantung dalam ideologi. ber.

lxxxiii .

Menurut T. Maka yang dulunya sebahagian rakyat Indonesia yang sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda.BAB V PENUTUP A. maka rakyat Indonesia banyak yang menganut agama Kristen Protestan. aspek politik Indonesia yitu lxxxiv .tidak heran jika bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut juga dalam merumuskan dasar negara Pancasila . yaitu : a. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Simatupang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia tidak terlepas dari beberapa aspek. aspek sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang sudah beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan nagara ini dari tangan penjajah.B. b. Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia.

Demikian halnya dengan gereja –gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan untuk melaksanakan panggilannya pada bangsa dan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila. Makna yang terkandung dari sila pertama bukanlah kepercayaan “Kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide lxxxv . aspek agama Dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat.Gereja ditempatakan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam kontek sosial. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kritis dan kreatif yang dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. B. yang merupakan suatu keputusan yang mutlak yang harus diterima oleh setiap agama-agama yang ada di Indonesia. politik. bangsa dan negara. Pengaruh pemikiran T. Di negara Pancasila ruang bagi orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak di batasi. ekonomi dan budaya. c. 2.seperti agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen Protestan baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan ( gereja) mempunyai tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara. di bagi menjadi dua : Pertama: meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Tugas penggilan gereja dalam membangun bangsa ini tidak hanya tertuju pada pembangunan nasional saja. meliputi partisipasi gereja dalam membangun bengsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. 2.Ketuhanan” oleh karena itu kata yang dipakai bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian ditambah Keesaan dan Kemahaan. bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa. Oleh karena itu setiap agama yang ada di Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Kedua. maka setiap agama harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. akan tapi mengajak kepada semua warga Indonesia untuk bersamasama dalam membangun dan mengatasi bangsa yang tercinta ini dari ketertindasan dan kemiskinan. Penulis menyarankan kepada setiap jurusan di Fakultas Ushuluddin bahwa sanya skripsi-skripsi yang lama yang terdapat di ruang dosen supaya di lxxxvi . Saran-saran 1. maka dari itu jangan sampai ada suatu golongan umat beragama yang ingin menggantikan dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain. tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragma.

penulis memohon hidayahNya mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat untuk orang lain dan juga untuk penulis sendiri. lxxxvii . sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas pemikiran T.susun dengan rapi atau disimpan dalam almari khusus supaya tidak acakacakan. C. B. Simatupang ) Hanya kepada Allah. Kata Penutup Sebagai kata Penutup skripsi ini. penulis panjatkan puji syukur sedalamdalamnya kehadirat Allah atas segala curahan rahmat dan hidayahNya.

1997 Darmodihardjo. Tinjauan Etis dan Budaya.Hasbulah. 1991 Efendy. Wiwin Siti (dkk. Dunia Arab.). Philip K.). Eka. 1995 Darmaputra. Clifford . Sejarah Ringkas (terj) Usuludin Hutagalung dan Sihombing. Surabaya: Usaha Nasional.Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. 1989 Hanggoro. A.G. Bunga Rampai Pancasila .( dkk . Susilaradeya. 2001 Green. Pancasila Dasar Falsafah Negara . Rozikin. Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama . Jakarta : BPK. Jakarta: PT.DAFTAR PUSTAKA Aminah. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. Ny. Wisnu Tri (edit. Ilmu Perbandingan Agama .Bahtiar. Gunung Mulia. Jakarta: BPK. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. Pancasila Suatu Orientasi Singkat. Jakarta: BPK. 1985 Daman. dan Etos Kewirausahaan. Hubungan Agama dan Pancasila . Berfikir dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia( 1860-) 1960) ( terj. 1986 Hitti. Bandung: Sumur Bandung . Gunung Mulia.Yogyakarta: Dian/Interpedi. 1979 Malang: Lembaga -----------. Penerbit Universitas Brawijaya. Pancasila Identitas dan Modernitas. Yogyakarta: Galang Press. 1970 Hoekema. 1986 Basyir.Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen.).). Santiaji Pancasila. Jakarta : Widjaya. Ahmad Azhar. Gunung Mulia. ( terj ) Marie Claire Barth . 2003 Bakry. Darji. Raja Grafindo Persada. 1997 lxxxviii . Karl Barth. Masyarakat Madani.

D.Ismail . 1999 Kansil . Yogyakarta : Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga. 1996 Yogyakarta: Kaelan.Simatupang . Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara . 1990 Musfik. Pengantar Ilmu Sejarah .Jakarta: PT. Simatupang. Menyambut Usia ke 70 . Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP. T. Skripsi. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama. Deliar.Yogyakarta: Tiara Wacana. Ahmad. Wacana Ketegangan Kreatif Isalan dan Pancasila . 1959 Kaelan. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani . Bandung : Mizan. Jakarta: Pradanya Pramita. S. 1999 Ismaun. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Gramedia. Gereja dan pembangunan ( Studi atas Pemikiran Tahi Bonar (T. dalam buku. 1983 Oesman . 1985 lxxxix . Islam Pancasila dan Asas Tunggal .Oetojo dan Alfian. P. Yogyakarta: Yayasan Budi Budaya.1997 Latuihamallo. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa. Jakarta: BP-7 Pusat.B. Problematika Pancasila . P. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan.Yogyakarta: Paradigma. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat.. Bermasyarakat . Bandung: Cahaya Remaja.T. Berbangsa dan Bernegara. Paradigma. 1978 Koentjaraningrat. B.Malang: Departeman Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia. 70 Tahun Dr. Metode-Metode Penelitian Masyarakat . Bernegara. 1991 Octavianus. Saya Adalah Orang Yang Berhutang( Penyunting) Samuel Pardede. Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. 1995 ……………. 1996 Noer. Filsafat Pancasila. T. 1997 Kuntowijoyo.B) Simatupang ).C.Identitas Politik Umat Islam. Faisal.

(editor. T. Jakarta: PT. Simatupang . 1997 ----------. 2002 Baru.B. T. Edisi keenam . D.B.). Samuel ( penyunting. 1981 -----------. dalam buku . Jakarta: Gunung Mulia. Pembangunan. Gunung Mulia. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKG-PGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. Gunung Mulia. Kontek Berteknologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. Jayapura. Soetarman Soediman.) Widi Harijati Rahadi . Wainata. Jakarta: Erlangga . Saya Adalah Orang Yang Berhutang ( Penyunting) Samuel Pardede .2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen Perjanjian Baru . Jakarta: Bpk. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai (Jakarta: Sinar Harapan. Jakarta: Gunung Mulia. Visi Gereja Manusia Milinium Pemikiran. Bersama-sama Meletakkan Landasan Moral. Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal Landas. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. Lyman Tower. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . Bunga Rampai Salim.). (Jakarta: Bpk. 2002 Sairin. Gunung Mulia.Pardede.Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan .Jakarta: BPK. P. Iman Kristen dan Pancasila. 1986 -----------. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Ideolog-Ideologi Politik Kontemporer. Emil . 1990 Sargent.70 Tahun Dr. Dr. dalam buku. 21-30 Oktober 1994 . Gunung Mulia. Saya adalah Orang yang Berhutang . 1990 Partonadi. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia. 1984 xc . Latuihamallo ( Penyunting) Eka Darmaputra. 1960 ---------. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. dan Spiritual. 1987 Simatupang. Sebuah Analisis Komperatif. 1999 PGI. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi. Jakarta: Bpk.

Winarno. Gunung Mulia.-----------.Yogyakarta: Kanisius. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia. Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan. Nasional. Filsafat Pancasila . Jacob. Jakarta: Bpk.Yogyakarta: Kanisius.1970 Soewarno. Bangsa dan Negara . 1985 -----------. A . Bandung: Tarsito. Lahirnya Pencasila .). 1988 Subagyo. 1991 ----------. Jakarta: BPK. dalam Negara Pancasila yang Membangun.J. 1987 ------------. dan Pembangunan di Indonesia. Revolusi dan Pembangunan. Sosiologis. Kehadiran Kristen dalam Perang. 1955 Soekarno. Rahmat . Yogyakarta: Basis. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia .Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. Pluralitas.Jakarta: Bpk. Jakarta: Bpk. Viktor I . Bambang Ruseno. Jakarta: Wahana. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. Pancasila Dasar Negara Indonesia. Jakarta: Bp.(dkk. Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis.Gunung Mulia. Filosofis. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah. Gunung Mulia. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press. Dari Revolusi ke Pembangunan . Spiritualitas. 1958 Surachmad. 1993 Vredenbergt. 1993 xci .Jakarta : Sinar Harapan . Mencari Tuhan dengan Kacamata Barat.Yuridis Kenegaraan . Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 1996 Steenbrink.1996 dan Teknik Penelitian Masyarakat. 1993 Tanja. Paulus .P. Gunung Mulia. Metode Gramedia. Karel. 1996 Utomo.

Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 11 Desember 1979 : Laki-Laki sekarang) xcii . Berbangsa dan Bernegara . VI. Riau : Jl. P. Tanjung Makmur (1996-1999) Masuk IAIN Sunan Kalijaga Fakultas Ushuluddin. Kec. Jakarta: Prapanca. 1959 CURRICULUM VITAE Nama Tempat Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Asal Alamat di Yogyakarta PENDIDIKAN SDN. Gowok Yogyakarta : Miswandi : Kampung Baru. Muhammad. Pembahasan UUD Indonesia . Yogyakarta (2000: Islam : Kampung Baru. disunting oleh Oetojo Oesman dan Alfian . Indragiri Al-Islami. P. Kab. Nogorojo No. Jakarta : B-7. Dalam buku. P. Pancasila Sebagai Ideologi. 1991 Yamin. 016 Kampung Baru (1987-1993) MTs. Abdurrahman. Tembilahan.Wahid. Tanjung Makmur (1993-1996) MA. Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Sapat. P. Indragiri Al-Islami.3 Klpk.

NAMA ORANG TUA Ayah Ibu Agama Alamat : H. Miskun : Hj. Siti Wartini : Islam : Kampung Baru, kec. Sapat, Kab. Tambilahan, Riau.

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul Drs. Rahmat Fajri. Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta NOTA DINAS Kepada Yang Terhormat Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa maupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama Nim
Jurusan : PA

: MISWANDI : 00520012

xciii

Judul Skripsi : HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA ( Studi atas Pemikiran T. B. Simatupang ) Maka pembimbing / pembantu pembimbing kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk dimunaqasahkan . Demikian , mohon dimaklukmi adanya. Wassalammu’alaikum Wr. Wb. Yogyakarta, …….. Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul NIP. 150169820

Drs.Rahmat Fajri NIP. 150275041

MOTTO

“ Kalau Ingin Menguasai Negara Kuasailah Ilmu. Kalau Ingin Menguasai Dunia dan Akhirat Kuasailah Ilmu. ”

xciv

PERSEMBAHAN

Karya ini Kupersembahkan Kepada : Almamaterku yang sangat dibanggakan Bapak dan Ibu Tercinta Adik-Adikku tersayang, Jumadi, Salman al-Farisy Seseorang yang selalu dekat di Hati

xcv

yang senantiasa melimpahkan taufik. M..Ag. H. Dalam penulisan skripsi ini. Bapak Drs. H. penulis banyak mendapatkan masukan dan bantuan dari berbagai pihak baik moril maupun material. Fahmi. hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. M. Drs. Moh. yang telah menuntun kita kejalan kemenangan dunia dan akhirat. Shalawat seiring salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad Saw. Subagyo. 3. Selaku Ketua Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Selaku Dekan Fakultas yang sebesar-besarnya kepada mereka yang Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT. xcvi . yang sudah sepantasnya penulis menghaturkan terima kasih terhormat : 2.hum.

Didit. Yani tercinta. H. Seluruh Dosen Fakultas Ushuluddin yang telah memberikan kuliah kepada penulis. Rahmat Fajri. Agussalim Sitompul. Arif. M. Keluarga angkat di Imogiri (Pak Suprafto sekeluarga). keluarga besar “HIMARISKA” (Himpunan Mahasiswa Riau Sunan Kalijaga). Bapak. Selaku Pembimbing I. selalu memberikan Bapak. yang bimbingan dan memberi saran dan petunjuk dalam penyelesaian skripsi ini. Kepada orang tua penulis. Ojay Bekers. Subagyo.4. spesial buat teman-teman kost “WISMA SAWO” (Dedi. Nova. 8. Selaku Pembimbing II. atas pengorbanan dan jasanya yang tiada terhingga dan tak terbatas mudah-mudahan keduanya diberi umur panjang dan husnul khatimah di akhir hayat mereka. Kepada konco-konco seperjuangan. Serta kepada adik-adikku yang tersayang. 10. Bapak Prof. Sony dan abang Tambunan). 9. Selaku Penasehat memberikan dukungan dan saran demi Akademik yang telah banyak menyelesaikan studi penulis. Drs. Ag. Dian. Selaku Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga 5. yang selalu banyak memberi masukan sehingga terwujudnya skripsi ini. Rahmat Fajri. Koler. 11. 7. 6. Dr. Kepada seseorang yang selalu setia mendampingi penulis baik dalam suka maupun duka. 2000. Bapak Drs. H. jurusan PA. Drs. Petang. xcvii . Emon.

………. hanya do’a yang dapat mengiringi ketulusan mereka. sehingga pengorbanan yang tekah mereka berikan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT.Atas segala kebaikan mereka. Penulis Miswandi Nim . penulis banyak berhutang budi. B.00520012 DAFTAR SINGKATAN T. HIS MULO KMA AMS KSAP PTTS PBAP DGI = Tahi Bonar = Hollands Inlands School = Meer Uitgebried Lager Onderwijs = Koninlijke Militaire Academie = Algemene Middelbere School = Kepala Staf Angkatan Perang = Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra = Panglima Besar Angkata Perang = Dewan Gereja-Gereja Indonesia xcviii . Yogyakarta.

Untuk menghindari atau mengakhiri perdebatan tersebut. ketiga.PGI VOC BPUPKI PPUUD PKPUUD PPKI PB UUD = Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia = Verenigde Oost Indische Compagnie = Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Panitia Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Perjanjian Baru = Undang-Undang Dasar ABSTRAK Negara Indonesia merupakan negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam. B. Hasil penelitian ini adalah menurut T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. karena penelitian sejarah ini mengkaji pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu menyakinkan apa yang harus dikerjakan sekarang dan masa yang akan datang. tapi ada juga yang beragama non Islam. dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sejarah atau historis. atau yang sering di sebut dengan Modus Vivendi . peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode dokumentasi. jadi setiap warga negara Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . Analisis data . dari kalangan Islam menginginkan dasar negara harus berasaskan Islam seperti Piagam Jakarta .Ketika bangsa Indonesia ingin membentuk dasar negara maka terjadilah suatu perdebatan yang hangat antara kalangan Islam dan non Islam . peneliti dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif. Metode Pendekatan. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. kedua. maka kedua tokoh-tokoh agama tersebut menyepakati untuk mengubah nya dengan kalimat “ Ketuhanan Yang Maha Esa “. Pengumpulan data. tapi dari kalangan non mulslim menolak bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta yang berbunyi “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Karena Modus Vivendi itu merupakan sesuatu yang telah di xcix . keempat. Metodologi Penelitian ini adalah pertama. dan untuk menembah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T.B. B. Penelitian ini bersifat kepustakaan murni ( library research). maka tokohtokoh agama dari kalangan Islam dan non Islam melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta .Simatupang Pancasila adalah sebuah ideologi yang dapat melindungi semua rakyat Indonesia. sedangkan manfaat penelitian ini adalah untuk akademik sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T.

karena sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia . dan bisa menghadapi segala tantangan dari seluruh rakyat Indonesia . Sikap realistis. kadua. Sikap-sikap tersebut sebagai partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini sebagai pengamalan Pancasila. Kemudian Pancasila dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. Sikap positif. HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA (Studi Atas Pemikiran T. Sikap kreatif. Maka dari itu setiap agama yang ada di Indonesia dapat berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. Sikap kritis. keempat. B. ketika gereja ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa ini maka gereja mempunya beberapa sikap pertama.tentukan melalui dialog. melalui kerja sama. Simatupang) Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam Oleh: MISWANDI c . ketiga.

NIM: 00520012 JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2004 ci .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful