DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN NOTA DINAS ..............................................................................

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………… HALAMAN MOTTO........................................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………. KATA PENGANTAR ....................................................................................... DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. DAFTAR SINGKATAN .................................................................................... ABSTRAK .......................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………. A. Latar Belakang Masalah .............................................................. B. Rumusan Masalah ....................................................................... C. Tujuan Penelitian ......................................................................... D. Telaah Pustaka ............................................................................. E. Metodologi Penelitian .................................................................. F. Sistematika Pembahasan .............................................................. BAB II. SKETSA BIOGRAFI T.B. SIMATUPANG ………………………. A. Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan ................................ B. Karir dan Kegiatannya ................................................................. C. Karya-Karya T.B. Simatupang .................................................... ii iii iv v vi viii xi xii 1 1 7 7 8 11 12 14 14 18 21

viii

D. Orang-Orang Yang Mempengaruhi Pemikiran T.B. Simatupang .. 22 BAB III. PEMIKIRAN T. B. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA. 27 A. Pemahaman Indonesia ...27 1. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia .............. 28 2. Pemahaman T.B.Simatupang Kristen Protestan Tentang Ideologi Pancasila .............................................................................................32 B. Aspek-aspek Pemikiran T.B. Simatupang Tentang Hubungan Kristen 35 35 37 40 T.B.Simatupang Tentang Kristen Protestan di

Protestan dengan Pancasila di Indonesia ..................................... 1. Aspek Sejarah ....................................................................... 2. Aspek Politik ........................................................................ 3. Aspek Agama ........................................................................

C. Pemahaman Tentang Pancasila .......................................................... 41 1. Pengertian Pancasila .................................................................... a. Pengertian Pancasila dari Etimologi ..................................... b. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi ......................... 2. Sejarah Singkat Tentang Pancasila .............................................. 3. Fungsi Pancasila ........................................................................... a. 42 42 43 43 51

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia ....... 51

ix

b. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia ........... c. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia ..................... BAB IV. PENGARUH PEMIKIRAN T.B. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA …………… A. Pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa .....................................................

53 56

58

58

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia Sebagai Pengamalan Pancasila ....................................................... C. Analisis Penulis ............................................................................. BAB V. PENUTUP …………………………………………………………… A. Kesimpulan ..................................................................................... D. Saran-Saran ..................................................................................... E. Kata Penutup.................................................................................... DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... CURICCULUM VITAE 63 70 76 76 78 79 80

x

). 1996). orang-orang yang sudah memiliki agama dapatlah terus melakukan dialog berdasarkan sikap saling menghargai demi tanggung jawab bersama. yang dinyatakan dalam sikap hidup yang didasarkan kepada ajaran-ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang penuh toleransi di antara pemeluk-pemeluknya.2 T. tidak ada masalah untuk menerima Pancasila. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah diakui oleh masyarakat Indonesia. Gunung Mulia. 1984). Simatupang . Namun sejarah dari masa ke masa menunjukkan.B. bahwa agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah menjadi dasar dan memberikan warna terhadap semua segi kehidupan bangsa. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: BPK.1 Menurut pandangan Kristen Protestan. 2 T. sejak semula telah dikenal sebagai bangsa yang religius. Bahwa Pancasila telah memberikan banyak inspirasi. 1 xi . Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila Yang Membangun (Jakarta: PT. 92. dengan menyatakan bahwa di dalam kerangka kepercayaan kepada yang transenden. hlm. selama pemahaman tentang kelima sila dari Pancasila tetap terbuka dan Pancasila tidak kemudian menjadi doktrin yang tertutup.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia. bangsa yang memiliki kepercayaan dan hubungan dengan Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa.B. 12-13. BPK. Simatupang ( dkk . Orang-orang Kristen Protestan dapat memahami sila pertama. Gunung Mulia. hlm.

Negara Indonesia yang memilki Pancasila sebagai dasar negara maupun filsafat hidup atau pegangan hidup bangsa Indonesia. hlm.3 Pancasila berfungsi sebagai bimbingan moral dan etika. 1999).. pemimpin politik dari kalangan Protestan. pemimpin politik dari kalangan Hindu. bahkan nasionalis sekuler tidak menggunakan agama sebagai ideologi atau sistem politik. setiap rakyat Indonesia harus mempercayai Tuhan Yang Maha Esa..4 Kelompok nasionalis muslim adalah kelompok yang mempunyai gagasan bahwa Islam harus dijadikan sebagai dasar negara.cit. Secara tegas kelompok-kelompok nasionalis sekuler menolak agama dijadikan sebagai dasar negara.) . antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan karena tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam Islam. pada dasarnya sila-sila dari Pancasila itu telah berakar pada jiwa Bangsa Indonesia.5 3 T. Pertama. yang telah ditransformasikan menjadi dasar konsep politik yang sedemikian rupa. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok-kelompok yang menjadi pemimpin politik yang di Indonesia seperti pemimpin pilitik dari kalangan muslim. 5 4 Faisal Ismail.B.cit. Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila (Yogyakarta: Tiara Wacana. Meskipun secara personal nasionalis sekuler bukan kaum sekuleris.97.4-5. Faisal Ismail . xii . Simatupang (dkk. pemimpin politik dari kalangan Katolik. kelompok nasionalis sekuler kedua kelompok nasionalis muslim. loc. Ada dua kelompok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan ideologi suatu bangsa. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama. op. hlm.

49.. Hindu dan Budha yang butuh perlindungan dari negara. sehingga terbentuklah Piagam Jakarta pada butir pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Bunyi butir pertama Piagam Jakarta yang memberikan posisi umat Islam di Indonesia yang memungkinkan untuk menerapkan syariat Islam.Di bumi Indonesia tidak hanya mayoritas agama Islam saja tetapi masih ada agama-agama lain seperti Katolik. agar semua agama yang ada di Indonesia dapat menerimanya.7 Bunyi butir pertama dari Piagam Jakarta mendapatkan tantangan yang keras dari orang-orang yang non muslim. 7 8 xiii .45-46. tetapi Pancasila dan agama harus sejalan. di negara Indonesia yang meskipun umat Islam yang pada dasarnya harus menerima Pancasila sebagai ideologi negara. Ibid. hlm. yang pantas dijadikan dasar negara adalah Pancasila. yang menyatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam sangat mengesampingkan agama-agama lain yang ada di Indonesia. Pancasila tanpa agama akan kosong hasilnya. jika tidak diganti butir pertama dari Piagam Jakarta. 1983). Ibid . bukan berarti setelah ber Pancasila lalu meninggalkan agama.6 Menurut Faisal Ismail Konflik antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim mengenai landasan falsafah negara tetap tegang.5. Oleh sebab itu . hlm .. maka dengan 6 Deliar Noer. Seakan-akan menonjolkan agama orang yang mayoritas yaitu agama Islam. maka dari kalangan agama orang yang minoritas yaitu agama non Islam akan memisahkan diri dari Republik Indonesia. Islam Pancasila dan Asas Tunggal (Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. hlm. Protestan.8 Agar bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah maka kedua kelompok tersebut melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi pertama dari Piagam Jakarta agar tidak menyinggung perasaan dari kalangan agama minoritas.

10 Dengan disahkannya UUD 45. maka PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani ( Yogyakarta : Paradigma. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia . hlm. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.. Kaelan . Selain itu juga kebebasan untuk memeluk agama di Indonesia ditegaskan dalam UUD 45 Pasal 29 yang berbunyi: 1.11 9 Ibid . 11 Eka Darmaputra. Persatuan Indonesia 5. 110 –111. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan 6. 1997 ). Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta : BPK. Ketuhanan Yang Maha Esa 3.1999 ). 2.9 Untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan antara kelompok nasionalis sekuler dan kelompok nasionalis muslim. 55-56. hlm.kesepakatan bersama antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim . 10 xiv . Kemanusiaan yang adil dan beradab 4. maka nilai-nilai yang esensial dalam Pancasila adalah: 2. Gunung Mulia. Pancasila Yuridis kenegaraan. maka Piagam Jakarta diganti dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pancasila Identitas dan Moralitas.

14 xv . sosial dan ekonomi.14 Penjelasan butir demi butir dari kelima butir Pancasila yang erat hubungannya dengan Al-Kitab adalah: 1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Sila ini dapat memberikan suatu kebebasan ruang gerak bagi kemerdekaan beragama. setiap orang harus meyakini adanya Tuhan Yang maha Esa dan memberikan kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa . sebagai mana jelas dalam tindakannya Penciptaan langit dan bumi. Bernegara. Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kasih (1 Yohanes 4:8) PJ. 1985 ). 21-22. 1992 ). Filosofis. hlm. hukum. Sosiologis . P. dapat diterima oleh semua pihak. (Kejadian 1:127). 13. dalam pelaksanaannya secara keseluruhan dapat mendukung pengembangan kegiatan setiap agama yang ada di Indonesia. 13 12 Rozikin Daman.Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis. Bermasyarakat ( Malang : Departemen Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia . Pancasila Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Rajawali Press. Penjelasan Al-Kitab: Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.Pasal-pasal yang terdapat dalan UUD 45 yang merupakan sebuah transformasi Pancasila sebagai norma-norma untuk hidup bermasyarakat. hlm. 135-136. politik. Suwarno.12 Pancasila dapat dijadikan sebagi alat pemersatu bangsa Indonesia. dalam bidang keagamaan. Yuridis Kenegaraan ( Yogyakarta: Kanisius. hlm. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Oktavianus.13 Butir demi butir dari kelima sila Pancasila dalam penjelasannya jelas tidak bertentangan dengan Al-Kitab. Kenyataan telah mewujudkan bahwa dengan Pancasila dapat menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dapat membawa keutuhan negara Republik Indonesia. 1993).

Penjelasan Al-Kitab: “Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri…” (Roma 14:7a) 4. Kasih itu murah hati……” (I.15 15 Ibid. dan dapat menikmati hak-haknya dan melaksanakan tanggung jawabnya. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Sila ini menjelaskan. untuk bersikap adil.. 13:14) “Tidak mengambil keuntungan diri sendiri” (I. 121:1-2) 2. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Sila ini menjelaskan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. musyawarah untuk mancapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. suka memberikan pertolongan kepada orang lain. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab Sila ini menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia harus meningkatkan martabat manusia. Sila Persatuan Indonesia Sila ini menjelasakan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan demi keselamatan bangsa dan negara. hlm. (Mazmur 82:3) Dengan demikian menurut orang Kristen sila-sila dalam Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Kitab bahkan dalam pelaksanaannya secara konsekuen/mendukung apa yang terdapat dalam Al-Kitab. Penjelasan Al-Kitab: “Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim belalah hak orang-orang yang sengsara dan orang yang kekurangan”. Penjelasan Al-Kitab: Manusia itu agung dan mulia karena manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang dibentuk atau diciptakan Allah (Kejadian: 1:22) 3.Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Penolong. Penjelasan Al-Kitab: “Kasih itu sabar. Tuhan Khalik Langit dan Bumi beserta segala isinya (Mazmur. 13:5) 5. 16-20 xvi . Korintus. Korintus. mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. mendahulukan kepentingan masyarakat dari kepentingan pribadi walaupun berbeda-beda kita tetap satu.

16 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. hlm.B. 10.. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia mempunyai beberapa tujuan yaitu : Untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T. xvii . Simatupang Pancasila adalah lebih dari sekedar payung. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia dalam konteks yang lebih spesifik Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T.B.B. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ? Apa pengaruh pemikiran T. Simatupang .B. Simatupang Indonesia ? terhadap agama Kristen Protestan di Tujuan Penelitian Penelitian tentang pemikiran T. Pancasila mempunyai daya tarik emosionalnya tersendiri.B.cit.Penjelasan di atas menurut pandangan T. Pancasila sebuah ideologi dan sebuah pandangan hidup. op.B. yang menjadi fokus perhatian untuk diteliti adalah: Bagaimana pemikiran T. 16 T. Iman Kristen dan Pancasila .B. Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah: 2. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. Secara akademik penelitian ini sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama.

Simatupang dalam buku. Spiritualis. Amsy Susilaradeya pada tahun 1997. Dalam buku ini menggunakan pendekatan sosiologis. sejauh penulis ketahui agar tidak terjadi duplikasi dalam penelitian ini yang sebelumnya membahas T. yang memaparkan bagaimana peranan agama khususnya Iman Kristiani dalam memberikan sumbangan terhadap tuntutan pembangunan di tengah masyarakat Indonesia yang pluralistik berdasarkan Pancasila sebagai satu-satunya asas bermasyarakat. Hoekema.3. berbangsa. yang berjudul : Berpikir Dalam Keseimbangan Yang Dinamis .B. yang memaparkan tentang bagaimana perkembangan teologi Protestan di Indonesia selama tahun 1860-1960. di tulis oleh Victor I Tanja pada tahun 1996.B.Dalam buku ini menggunakan pendekatan historis-teologis. Untuk menambah pengetahuan tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . yang di terjemahkan oleh Ny. Kemudian ada buku yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo. Simatupang. maka penulis melakukan telaah pustaka sebagai berikut: Karya ilmiah yang mengkaji tentang pemikiran T. Kemudian ada buku yang di tulis oleh : A.G. dan beragama. Telaah Pustaka Setelah mengadakan penelusuran pustaka. dan kapan teologi Protestan di Indonesia lahir ? dan juga siapa tokoh yang membangun teologi Protestan di Indonesia. Pluralitas dan Pembangunan di Indonesia.1960). pada tahun1993 yang berjudul: Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan xviii . Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia ( 1860.

yang memaparkan untuk mengungkap dan mengkaji perkembangan dan pertemuan kedua agama tersebut di bumi Indonesia atau di bumi Pancasila. dalam skripsi ini menggunakan metode deskriptif analisis dan metode historis. Kemudian ada skripsi yang berjudul : Gereja dan Pembangunan ( Studi Pemikiran Tahi Bonar ( T. di tulis oleh Ahmad Musfik. Kemudian ada skripsi yang berjudul: Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). dan pembahasannya lebih terfokus bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang makmur dan beradab. skripsi tersebut menggunakan pendekatan historis.B. yang ditulis oleh: Tri Budi Waryanto.) Simatupang ). Simatupang adalah Viktor I Tanja yang xix .Islam dan Kristen di Indonesia. dan juga untuk membantu bisa saling mengenal satu sama lain dalam rangka saling mengasihi sesama insan yang saling berlainan agama dan kepercayaan. Berdasarkan telaah pustaka di atas maka peneliti akan mengkaji mengenai pemikiran T. Akan tetapi peneliti harus membedakan terlebih dahulu antara penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian sebelumnya. penelitian sebelumnya yang sudah pernah mengkaji pemikiran T. Dalam skripsi ini lebih memfokuskan tentang pengertian organisasi kemasyarakatan dalam arti apakah persekutuan gereja-gereja di Indonesia dapat dijadikan sebagai organisasi kemasyarakatan yang dapat mengayomi atau melindungi masyarakat Kristen Protestan di Indonesia.B.B. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Dalam buku ini mengunakan pendekatan sosiologis dan teologis.

Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini bercorak Library Research (Penelitian Pustaka). Melalui karya-karya ilmiah.dan apakah gereja –gereja yang di Indonesia dapat mengayomi atau melindungi umat Kristiani di Indonesia. Pengumpulan Data xx . majalah. Simatupang ) yang tidak terlepas dari beberapa faktor yaitu: Faktor sejarah. Kemudian yang membedakan antara penelitian penulis dengan penelitian sebelumnya adalah: Bahwa penelitian sebelumnya hanya memfokuskan bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini. maupun data-data kepustakaan lainnya yang berkenaan dengan pemikiran T. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis sekarang yang berjudul hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas Pemikiran T. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo yang berjudul Hidup Bersama di Bumi Pancasila : Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia.berjudul Gereja dan Pembangunan. dalam arti sumber-sumber datanya berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan topik yang dibahas.B. baik yang tertuang dalam buku. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Tri Budi Waryanto yang berjudul Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Ahmad Musfik yang berjudul Gereja dan Pembangunan. faktor politik dan faktor agama.B. Simatupang.

hlm. dan juga buku yang berjudul Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. hlm. Analisis Data Dalam penelitian ini penulis dapat mengumpulan tulisan atau data yang berhubungan dengan tema yang diangkat dalam penelitian ini. Metode dokumentasi adalah pngumpulan data yang bersipat dokumenter.Dalam penelitian ini penulis dalam mencari data menggunakan metode dokumentasi.B. Winarno Surachmad. Simatupang yang berjudul. 1986). 1997 ). maka sumber data primer yang utama adalah tulisan T. jadi dalam menganalisis data tidak hanya sebatas mengumpulan data saja dan menyusunan data. Metode-Metode Penelitian Masyarakat ( Jakarta: Gramedia. kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan wawasan penulis. Kemudian dalam penelitian ini juga penulis dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif 18 . Metode deskriptif adalah langkah-langkah melakukan reinterpretasi obyektif tentang permasalahan yang di teliti. dokumen yang tersimpan di perpustakaan . kemudian penulis menelaah data yang telah terkumpul tersebut. Dan data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku yang memang representatif dalam mendukung penelitian ini. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Dapan Masyarakat. 34. 1970 ).17 Dalam metode dokumentasi nantinya peneliti akan menemukan sumber data primer dan sumber data sekunder. hlm. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat ( Jakarta : Gramedia. tapi harus mencakup analisis dan interpretasi tentang data itu agar mendapat pemahaman yang lebih jelas lagi 19. Lihat ! Jacob Vredenbergt. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah ( Bandung :Tarsito . Bangsa dan Negara. Lihat ! Kontjaraningrat . 19 18 17 xxi . Iman Kristen dan Pancasila . 63. 131.

tujuan penelitian.Metode Pendekatan Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan historis.20 Sistematika Pembahasan Untuk lebih memudahkan dalam penyelesaian penelitian ini. sketsa biografi T. Simatupang Bab ketiga. yang meliputi sejarah singkat masuknya Kristen Protestan di Indonesia. daftar isi. karir dan kegiatan. Pengantar Ilmu Sejarah ( Yogyakarta : Yayasan Budi Budya. halaman pengesahan. rumusan masalah. Simatupang. penyusun akan menggunakan sistematika sebagai berikut : Bagian depan memuat halaman judul. penulis susun dalam bab-bab sebagai berikut: Bab pertama. 1995 ). Masa kecil dan latar belakang pendidikan. hlm.B. Simatupang . kata pengantar . Sedangkan bagian isi yang merupakan inti dari pembahasan skripsi ini. dan orang-orang yang mempengaruhi pemikiran T.B. karena pendekatan sejarah biasanya meliputi pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu mengetahui apa yang harus di kerjakan sekarang dan masa yang akan datang. xxii . Bab kedua. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. telaah pustaka. 17. daftar singkatan dan abstrak.B. metodologi penelitian dan sistematika pembahasan. membahas pemikiran T.B.B. halaman persembahan. latar belakang masalah.Simatupang tentang Kristen Protestan di Indonesia. halaman motto. yang meliputi pemahaman T. karya-karya T. halaman nota dinas.dan pemahaman 20 Kuntowijoyo.

saran-saran. T.B. Simatupang mempunyai delapan bersaudara. berasal dari Laguboti. Bab kelima. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. T. seorang wanita yang penuh kasih sayang kepada anak-anaknya. Simatupang adalah anak dari seorang Pegawai Negeri. B. Sedangkan Simatupang merupakan nama marga untuk orang Batak dari pihak ayahnya. Nama-nama yang diberikan oleh ayahnya untuk nama xxiii . ayahnya bernama Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. penutup. lahir di Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatra Utara tanggal 28 Januari 1920-1990. B. Bab keempat. Kemudian aspek-aspek pemikiran T. beliau anak yang kedua. aspek politik.B.Simatupang tentang ideologi Pancasila.B. dan meningkatkan partisipasi gereja dalam membangun bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. pengertian Pancasila.T.B. membahas tentang apa pengaruh pemikiran T. dan aspek agama. T. Kepala Kantor Pos Sidikalang.B. dari delapan bersaudara. yang meliputi : aspek sejarah. yang terdiri dari kesimpulan. Kemudian pemahaman tentang Pancasila yang meliputi. BAB II SKETSA BIOGRAFI T. fungsi Pancasila. Simatupang. sejarah singkat tentang Pancasila. kata penutup daftar pustaka dan curriculum vitae. yang meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemudian analisis penulis. Simatupang singkatan dari Tahi Bonar dalam bahasa Batak yang berarti permufakatan atau tujuan yang benar. dan ibunya.B. SIMATUPANG Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan T.

dengan adanya media cetak semacam ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Batara dari mitologi Batak-Hindu ditambah dengan Ningrat. yang berarti perempuan. hal semacam ini terlihat jelas dengan pertumbuhan berbagai macam organisasi yang dapat mengasah pengetahuan. dan juga telah terbit berbagai macam media cetak seperti: Suara Kita. anak yang kedua Tahi Bonar yang memiliki arti permufakatan atau tujuan yang benar. T. 2 Pada tahun 1927-1934 berkembang semacam kesadaran nasionalisme yang tinggi dalam masyarakat Pematang Siantar. anak yang keenam Tapi Omas yang berarti perempuan. anak yang ketiga Frieda Theodora. Simatupang masuk sekolah HIS (Hollands Inlandse School) yaitu pada tahun 1927. hlm.B. yang memiliki arti anak pemberian Tuhan yang lahir pada hari Jumat. 22. kesadaran nasionalisme yang lebih luas dari nasionalis Batak.B. Bangsa dan Negara (Jakarta : Sinar Harapan . Simatupang termasuk anak yang pintar. hlm. Simatupang meyelesaikan sekolahnya di HIS pada tahun 1934. anak yang ketujuh Batara Ningrat. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. B. xxiv . Ada nasionalisme Indonesia dan nasionalisme Batak dan Kristen. 2 1 Ibid. karena T. tapi keluarga beliau tinggal hanya 9 bulan di Siborong-borong. di sinilah beliau masuk sekolah Zending. Sahala Hamonangan.1 T. yang mempunyai arti wibawa kemenangan.. anak yang keempat Pinta Pasu. yang artinya anak laki-laki.anaknya menciri khaskan nama-nama orang Batak. di Pematang Siantar inilah telah tumbuh sebuah semangat baru yang dapat menambah kesadaran mengenai harga diri dan tanggung jawab yang dimiliki oleh orang-orang Pematang Siantar. yang berarti laki-laki. Simatupang . rajin T. Di Pematang Siantar inilah T. kemudian keluarganya pindah ke Pematang Siantar. dengan predikat yang memuaskan. 1991). Bintang Batak. Simatupang pada usia 6 tahun keluarganya pindah ke Siborong-borong. anak kelima Maruli Humala Diasi. dan anak yang kedelapan Riaraja. B. B. 20 . seperti nama anak yang pertama dari ayahnya.

Christelijke MULO merupakan sekolah elite bagi masyarakat Kristen Batak .dan juga kutu buku. Batavia (Jakarta) karena pada waktu itu di Sumatra belum ada SMA.B.. Simatupang belajarnya sangat tekun sekali. berkualitas. B. T. Simatupang menyelesaikan studinya di MULO tahun 1937 dengan mendapat predikat yang memuaskan. 39. B. dan rajin membaca buku. maka siapa yang mau sekolah SMA harus ke pulau Jawa. T.3 Setelah masuk sekolah MULO. maka semangat nasionalisme sangat berkobarkobar. hlm. Nomensen yang terletak di Tarutung. Kemudian T. xxv . baik itu buku pelajaran atau buku-buku umum yang lebih banyak menambah pengetahuan. dan mendidik siswasiswinya dengan baik agar dapat menjadi orang yang pintar. T. AMS di Salemba ini termasuk sekolah yang terbaik di Hindia-Belanda. dan siswa-siswinya kebanyakan anak-anak orang Belanda yang mempunyai status sosial yang tinggi. dan bertanggunga jawab. Simatupang melanjutkan studinya di pulau Jawa yaitu masuk sekolah Christelijke Algemene Middelbare School atau Christelijke AMS (SMA Kristen). di Salemba. B. sekolah yang mempunyai kualitas yang bagus dan disiplin yang tinggi. pada tahun 1934 melanjutkan studinya ke Sekolah Menengah Pertama Kristen. dalam bahasa Belanda (Christelijke Meer Uitgebreid Lagar Onderwijs atau Christelijke MULO ) Dr. sedangkan 3 Ibid. dalam hal ini ia telah dapat menyelesaikan sekolahnya dengan baik. Simatupang.

Simatupang menyelesaikan studi AMS di Salemba.4 Akan tetapi iklim pada saat itu tidak memungkinkan. Pada tahun 1940 T. karena ada berita tentang penguasaan Jerman terhadap Belanda. yang ada di jalan Kernolong Jakarta.cita ingin melanjutkan studinya tentang kedokteran. Simatupang sewaktu sekolah AMS di Batavia ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan di gereja. Simatupang dapat menyelesaikan studi AMSnya dengan hasil yang memuaskan. meskipun hanya tiga tahun di Batavia. Kemudian setelah T. Oleh karena itu dibukalah pembukaan sekolah KMA (Koninlijke Militaire Academie) 4 Ibid. tapi ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa yang dapat hidup mandiri. hlm. Semangat nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia ketika masuk sekolah AMS makin bergejolak seperti yang dialami oleh T. ia berangan-angan atau bercita. 80. T. Jadi pemuda-pemuda Belanda yang ada Hindia-Belanda harus ikut jadi militer untuk mempertahankan Belanda. xxvi . dengan berorientasi dengan orang-orang Belanda di lingkungannya. B. ketika ia aktif di gereja ia banyak mendapatkan teman dari mahasiswamahasiswa teologi. B. B. Simatupang. karena nanti apabila telah selesai studi kedokteran akan mengabdi dan bekerja di rumah sakit Gereja.putra-putri bangsa Indonesia yang masuk sekolah AMS adalah golongan-golongan kelas atas. khususnya gereja Batak. ia sering hadir dalam pertemuan-pertemuan mahasiswa teologi yang telah memiliki semangat yang tinggi dengan hadirnya gereja-gereja di Indonesia. dan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap kecintaannya dengan Indonesia.. B.

Simatupang. B. Karir T. B. Simatupang dalam pangkat kemiliterannya berpangkat Letnan satu. Karir dan Kegiatannya T. ia juga dipercaya untuk membantu sepenuhnya pembangunan militer angkatan bersenjata Indonesia. orang-orang Indonesia bisa menjadi militer dan mampu bersaing dengan militer di negara-nagara lain. memiliki pengalaman militer sangat banyak sekali. T. dari pengalaman-pengalaman yang ia peroleh dapat dikembangkan kepada tentara-tentara atau militer Indonesia. tetapi yang perlu diingat dan dicatat T. Simatupang tentang militer. mendaftarkan diri untuk masuk akademi itu. B. Akan tetapi T. bahwa orang Indonesia tidak cocok untuk menjadi militer. sangat dibanggakan sebagai anak bangsa dapat mejadi militer yang profesional. B. Simatupang bekerja untuk orang Belanda tetapi rasa nasionalisme terhadap Indonesia tetap tidak berubah dan tidak akan pernah padam. Misi utamanya adalah xxvii . dan ia lulus dengan baik. Simatupang. B. Simatupang bertekad dan berusaha untuk menolak semua mitos-mitos itu. T. yang berjuang untuk merebut kemerdekaan Indonesia. semua itu untuk menepis mitos-mitos yang dilontarkan orang-orang Belanda kepada Indonesia. yang ia dapatkan dari orang-orang Belanda/militer Belanda yang pernah medidik ia untuk mejadi militer.atau Akademi Militer kerajaan Belanda di Bandung. B. T. Simatupang masuk militer. dan selalu mejadi perwakilan dari pihak angkatan bersenjata dalam delegasi Indonesia berbagai perundingan dengan Belanda di Konfrensi Meja Bundar. B. B. Orang Indonesia tidak mampu membangun suatu angkatan perang.

Simatupang di pensiunkan dari Kepala Angkatan Perang pada tanggal 21 Juli 1959. Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan ( Jakarta: PT. dengan demikian yang menggantikan Kepala Staf Angkatan Perang adalah T. Pada tanggal 29 Januari 1950. dan yang menjadi Kepala Angkatan Perang (KSAP) pada saat itu adalah Jendral Sudirman. Simatupang pernah memegang jabatan wakil II Kepala Staf Angkatan Perang (W II KSAP). B. Simatupang memang agak menanjak. T.mendesak Belanda membubarkan KNIL (tentara boneka ciptaan Belanda) serta mengukuhkan TNI sebagai kekuatan inti bagi angkatan perang RI. maka T. Simatupang . tetapi Kolonel Hidayat ditugaskan di Sumatra. dan juga diundang dalam pelayanan gereja-gereja di Indonesia. sebagai wakil KSAP ia membantu Jendral Sudirman dalam pengamanan bangsa Indonesia terhadap penjajah. T. Waktu luang tersebut diisi T. ia di percayakan sebagai pengganti Kolonel Hidayat. Karir T. 5 xxviii . B. Setelah keluar dari dinas kemiliteran. T. Jendral Sudirman meninggal dunia. dengan menduduki sebagai wakil I Kepala Staf Angkatan Perang. B. Pembangunan.B.5 Sebagai wakil Kepala Staf Angkatan Perang. Simatupang telah banyak jasanya terhadap perjuangan bangsa Indonesia. yang merangkap menjadi panglima Besar Angkatan Perang (PBAP). B.Simatupang . sebagai Panglima Tentara dan Teriotorium Sumatra (PTTS). 1960 ). maka Jendral Sudirman memberikan tanggung jawab kepada T. Simatupang di minta untuk menjadi penasehat militer. Pada saat itu Jendral Sudirman dalam keadaan sakit yang sangat kritis. maka. 9. tapi dalam waktu yang sangat singkat. B. B. B. hlm. ia banyak mempunyai waktu luang. Dengan adanya pergeseran jabatan. Simatupang agar dapat memimpin Staf Angkatan Perang Republik Indonesia. dan yang memegang wakil I Kepala Staf Angkatan Perang adalah Kolonel Hidayat.

Studi tentang teologi sangat luas. Membuktikan Ketidakbenaran …………. Pengabdiannya terhadap gereja-gereja dan juga bangsa dan negara. 1990 ). ia meninggal dunia pada tanggal 1 Januari 1990 karena sakit. B.187-188. T. B. tahun 1984.cit. Saya adalah Orang yang Berhutang ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.7 Periode 1984-1989 T. hlm. dalam dimensi teologi.dengan menulis dan membaca banyak tulisan-tulisannya yang beredar di media masa dan forum-forum pertemuan. hlm. tapi dengan faktor usia yang sudah tua. Simatupang aktif juga dalam sidang gereja-gereja dan dewan gereja-gereja sedunia. pengabdiannya sangat luar biasa maka haruslah kita hargai. dan juga ia menekuni studi tentang teologi. Samuel Pardede ( penyunting . Masa pengabdiannya di DGI/PGI. Simatupang dalam Dewan-Dewan Gereja di Indonesia lewat bidang gereja dan masyarakat.Simatupang. sehingga kita dapat terus mempelajari teologi itu seumur hidup. maka semua pengabdian harus berhenti..). sampai periode 19891994. B.op. Simatupang terpilih sebagai Ketua Majlis Pertimbangan PGI.B. menjadi presiden mewakili gereja-gereja se-Asia selama satu periode. Ia sejak tahun 1975-1984. sangat cemerlang. ia aktif menjadi anggota DGI. 15. 7 xxix .6 Ketertarikan T. maka masalahnya terbukti dapat dipahami secara lebih mendalam. 6 T. jabatan itu dipercayakan kepadanya sampai sidang raya X DGI di Ambon. kemudian ia terpilih sebagai ketua Badan Pekerja Harian.

Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa xxx . Simatupang 1.C. Kehadiran Kristen Dalam Perang. Jakarta: Badan Penerbit Kristen. B. Jakarta: BPK. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. Tugas Kristen Dalam Revolusi. Jakarta: Idayu. 1967 c. 1960 b. 1987 g. Gunung Mulia. 1990 h. Peranan Angkatan Perang Dalam Negara Pancasila yang Membangun. 1980 d. Gunung Mulia. Jakarta: PT. 70 Tahun Dr. 1984 e. Karya-Karya T. T.B. Pembangunan. 1986 f. Simatupang: Saya Adalah Orang Yang Berhutang. Pembangunan: Berjuang Mengamalkan Pancasila Dalam Terang Iman. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Laporan dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan. BPK. Jakarta: BPK. Revolusi dan Iman Kristen dan Pancasila . Jakarta. Dalam Bentuk Buku a. Dari Revolusi ke Pembangunan. Gunung Mulia.

1979 Karya-karya T. Simatupang yang dicantumkan oleh penulis di atas. c. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1996 2. 1991 i. xxxi . Jakarta: PT. Setia. BPK Gunung Mulia. Bangsa dan Negara.B.Depan. Peranan Teologi Dalam Masyarakat Indonesia. Simatupang Ada beberapa pemikiran yang mempengaruhi perjalanan intelektual T. penulis peroleh dari berbagai sumber buku yang dikarang oleh T. D. B. Peninjau. “Dukungan Birokrasi Modal Memenagkan Pemilu”. 1984 d. Masalah.masalah Etika dan Moral Dalam Pembangunan Yang Mengamalkan Pancasila. 1984 e. Masyarakat. Prisma. untuk mempelajari tentang perang. Artikel a. “Strategi Partisipasi Kristen Dalam Pembangunan Pendidikan Di Indonesia”. Simatupang sendiri . Orang Orang Yang Mempangaruhi Pemikiran T. B. Dapatkah Ilmu-Ilmu Sosial Memberikan Sumbangan Dalam Mission Imposible Kita ?. Peranan Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila yang Membangun. T. Peninjau. Peninjau. 1982 b. Peninjau. 1987 f. B. 1987 “Spiritualitas dan Beragam Keagamaan di Indonesia”. B. Simatupang yaitu Carl Von Clausewitz.

op. perjuangan kelas sosial akan melukiskan revolusi. Menurut Karl Marx revolusi harus dibedakan menjadi dua yaitu: revolusi politik dan revolusi sosial. 8 T. T.9 Masih ada pemikiran yang mempengaruhi intelektual T. kemudia ia memberikan landasan teoritis bagi sumbangan dalam perjuangan bangsa dan negara Indonesia. Revolusi Politik apabila kekuasaan politik dipegang oleh kaum proletar (kelas bawah). Membuktikan Ketidakbenaran……. kaum proletar dapat memegang kekuasaan dari kaum borjuis. B... B.cit.. Revolusi sosial.Simatupang pada masa mudanya mengagumi tentang pemikiran Carl Von Clausewitz tentang perang. xxxii . Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPK. Simatupang yaitu Karl Marx. 118.B. 1984 ). B.8 T. sehingga ia dapat mempelajari dengan sungguh-sungguh. untuk mempelajari tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx tentang struktur sosial yang ada dalam masyarakat.B. 9 13. Simatupang . Simatupang sejak dari muda ia sudah mempelajari atau menambah wawasannya tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx. Gunung Mulia. kemudian Pengetahuan yang ia miliki tentang perang ia praktekkan dan ikut terlibat dalam pengorganisasian tentara dalam melakukan perang gerilya. dalam menumpas penjajah. Simatupang . kekayaan-kekayaan yang dimiliki kaum borjuis dapat dimanfaatkan oleh kaum proletar untuk kepentingan dan perubahan yang ada dalam masyarakat . T.hlm. Simatupang setelah mendapat pengetahuan tentang perang dari pemikiran Carl Von Clausewitz. hlm. T. khususnya bidang militer serta masalah-masalah diplomasi dan politik yang terkait dengan perjuangan militer. B.

Simatupang mempelajari revolusi ini untuk mengetahui sebagai mana pentingnya perubahan-perubahan yang harus dilakukan dan tidak ada penindasan terhadap rakyat. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. Maksud kemerdekaan di sini adalah merdeka dari tindakan kejahatan dan penindasan. Karl Barth. B. Swiss (10 Mei 1886) dengan teologinya yang sangat terkenal Teologi Kemerdekaan. dan manusia harus suci dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. Ideologi-Ideologi Politik Kontemporer. Simatupang mengagumi juga pemikiran Teologi Karl Barth. Clifford Green. Marie Claire Barth ( Jakarta: BPK. Karl Bath berasal dari kota Basel. yang disimpulkan dalam istilah “dosa”. dan menjauhkan dari dosa. ( terj .10 T. 1989 ). B. Simatupang dengan teologinya Karl Barth adalah bahwa Karl Bath menginginkan manusia itu selalu dekat dengan Tuhan. 1087 ).). Sebuah Analisis Komperatif. dan apabila melaksanakan perbuatan-perbuatan kejahatan dan penindasan maka akan mendapat dosa. 47. dan lebih dari itu merdeka untuk sungguh-sungguh hidup bersama Allah dan sesama dalam prikemanusiaan yang sejati11. Gunung Mulia. Karl Lyman Tower Sargent.hlm. Edisi keenam ( Jakarta: Erlangga . 14. hlm. menurutnya teologi kemerdekaan adalah sebuah teologi yang memandang pada kemerdekaan Allah yang memberikan kasih sayang dan karunia kepada kemerdekaan manusia. dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut maka akan selau dikasihi Allah. semajak ia mempelajari revolusi nya Karl Marx dapat menambah rasa sosialismenya terhadap rakyat Indonesia atau bangsa Indonesia. Jadi menurut Karl Barth manusia jangan sampai melakukan tindakan kejahatan dan menindas orang-orang yang lemah atau tidak mampu. Ketertarikan T. 11 10 xxxiii .

terutama pernyataan Allah dalam Yesus Kristus sebagaimana disaksikan dalam kitab suci. 12 Ibid. karena tidak memberikan ruang kebebasan.B. hlm. seorang teologi Amerika Serikat yang berusaha memikirkan masalah-masalah kekuasaan keadilan dan kebebasan di negerinya sendiri dan juga di luar negeri. membuka selebar-lebarnya dalam semua bidang.Barth membangun teologinya atas dasar “Pernyataan”. hlm. Itulah ungkapan Soekarno untuk menegakkan demokrasi terpimpinnya. T.. Secara sederhana masalah kekuasaan. B. Simatupang mempelajari Teologinya Karl Barth.12 Setelah T. antara lain pembentukan partai-partai politik dan pembentukan-pembentukan tentara-tentara bersenjata. setelah Proklamasi Kemerdekaan. 17. berhubungan dengan kekuasaan Amerika Serikat yang sangat besar setelah perang dunia II berakhir. 13 xxxiv .. B. sehingga sistem politik yang dibangun menjadi penuh penyalahgunaan dan penuh kebobrokan. kebebasan dan keadilan bertolak dari kodrat manusia seperti yang terdapat dalam Al-Kitab yaitu mahluk yang mempunyai martabat yang sangat tinggi.13 Sistem kekuasaan sangat diperlukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban secara efektif terhadap kekuasaan. op. Kebebasan juga diperlukan untuk memperjuangkan dan menegakkan keadilan. Akan tetapi ungkapan semacam ini adalah kesalahan besar dalam demokrasinya. kemudian ia mempelajari juga pemkiran Reinhold Niebuhr.189. Simatupang . T. Membuktikan Ketidakbenaran……….cit. Simatupang melihat perkembangan sitem-sitem politik ekonomi sepanjang sejarah bangsa Indonesia.

97.B. T. hlm. Simatupang. maka dapat ia terapkan dalam kehidupannya sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara yang baik. ia sempat menjadi Ketua Dewan Gereja Indonesia . Dalam bidang ketentaraan ia sangat berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan. dalam buku. 15 xxxv . Ketua Dewan. Simatupang.B. 70 tahun Dr. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . dalam buku.B. Khususnya di tahun 1970-1990 ia membuktikan dirinya seorang teolog awam yang sangat produktif yang telah banyak 14 P.). Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. Saya Adalah Orang yang Berhutang. dan juga memberikan pengetahuan tentang kemiliteran kepada tentara –tentara Indonesia .15 Itulah yang menjadikannya tokoh nasional paling tegas dikalangan gereja-gereja Kristen di Indonesia sehingga seluruh pemikirannya sungguh layak untuk dianalisis dan dipelajari. Gereja yang semula lahir terpisah-pisah ingin dipadukan agar bersama-sama melaksanakan tugas Dewan Gereja Indonesia dalam rangka pembangunan sebagai pengamalan Pancasila . Simatupang.T. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi.Dari beberapa orang yang telah mempengaruhi pemikiran T. 70 tahun Dr. Simatupang adalah seorang yang telah memiliki pengetahuan yang luas tentang ketentaraan. Dewan Gereja adalah medan juang yang di pilihnya. ( Penyunting .B.B.( Penyunting .Dewan Gereja se Asia. dan pernah menjadi Presiden Dewan Gereja-Gereja se Dunia. Latuihamallo. 22. hlm. Emil Salim. Simatupang di atas. 1990 ).). 1990 ). Menyambut Usia ke 70 T.Simatupang tidak aktif dalam bidang kemiliteran maka ia lebih mencurahkan perhatiannya kepada organisasi agama.B. oleh karena itu T.14 Setelah T. Saya Adalah Orang yang Berhutang .D. diplomasi ( politik dan militer) dan teologi.

Amsy Susilaradeya. Dari tiga agama yang disebutkan di atas. bahwa setiap agama memiliki misi untuk menyebarkan agamanya ke seluruh wilayah Indonesia. seperti yang dialami oleh agama Islam dengan misi dakwahnya. 16 xxxvi .). Belanda dan Inggris. Ny. hlm. B. ( terjemah . agama Islam. agama Hindu. Hoekema. Jakarta: Gunung Mulia.16 BAB III PEMIKIRAN T. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA Pemahaman T. 1997. Simatupang Tentang Kristen Protestan di Indonesia Menurut T. Berpikir Dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia 1860-1960. Akan tetapi masih ada daerah-daerah yang belum begitu mengenal Islam dalam arti Islam belum tersiar di daerah tersebut A.memberikan sumbangan kepada sejarah nasional dan sejarah gereja. Simatupang bangsa Indonesia sebelum kedatangan bangsabangsa Barat seperti Portugis. bahwa di bumi Indonesia yang tercinta ini telah memiliki budaya yang tinggi dan sudah menganut agama pribumi yang telah lama hadir di bumi Indonesia seperti. 272.G. Agama-agama tersebut telah dianut oleh rakyat Indonesia jauh sebelum kedatangan orang-orang Barat ke Indonesia. dan pada bidang pembangunan bangsa dan dengan berangkat dari ideologi Pancasila. B. Spanyol. sehingga dapat menyebar luas misi tersebut sampai kepelosok nusantara Indonesia. agama Budha.B.

dan Belanda. dan pada akhir abad XVI tahun 1512 sudah berdiri beberapa gereja seperti di Minahasa.seperti. yaitu pada tahun 1596. Hasbulah Bakry.1 Untuk lebih jelasnya tentang pembahasan sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia sebagai berikut: 1.2 Kesuburan dan kekayaan hasil bumi Indonesia sangat mengundang simpati bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia. tapi lama kelamaan melihat bangsa Indonesia yang rakyatnya bodoh-bodoh dapat ditipu daya oleh orang-orang Portugis dan Spanyol. kemudian disusul kedatangan Belanda ke Indonesia. Mereka menyebarkan agama Kristen Katolik kepada rakyat Indonesia pada wilayah-wilayah yang belum banyak menganut agama Islam. sehingga Portugis dan Spanyol tidak senang atas kedatangan Belanda ke Indonesia. 21. Portugis dan Spanyol menganut agama Kristen Katolik. Maluku. Ilmu Perbandingan Agama ( Jakarta : Widjaya. Gunung Mulia. 2 xxxvii . Sangir dan Talaud. baik itu Kristen Katolik. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia Pada abad XVI tahun 1511 Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang. telah banyak dianut oleh daerah-daerah yang masih sedikit menganut agama Islamnya. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPk. Ambon. sehingga penyebaran agama Kristen berhasil dan banyak rakyat Indonesia yang masuk Kristen Katolik. Medan dan masih banyak lagi daerah yang lain. hlm. Setelah bangsa Portugis dan Spanyol dapat menguasai Indonesia. yang dibawa oleh Spanyol. Oleh karena itu kadatangan Kristen. Simatupang. dan Protestan. hlm. 1 T. Irian Jaya.B. 1986 ). maka mereka melakukan suatu penjajahan terhadap bangsa Indonesia. Kedatangan Belanda sangat mengganggu kestabilan ekonomi Portugis di Indonesia karena ada yang menyaingi dalam bidang perdagangan dan kekuasaan jajahannya. 1984). Portugis. yang membawa Kristen Protestan. 23.

pada tanggal 31 Desember 1799 dengan demikian Indonesia resmi dijajah oleh Belanda. op. Dengan demikian VOC leluasa melakukan monopoli perdagangannya. Hasbulah Bakry..2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen ). hlm.4 Keberadaan VOC yang berkuasa di Indonesia yang sangat menindas rakyat Indonesia..O. 5 xxxviii .).5 3 Soetarman Soediman Partonadi. 28. Sehingga kekuasaan Portugis di Indonesia telah berakhir dan digantikan oleh Belanda.3 VOC untuk memperluas perdagangan di Indonesia agar tidak ada yang menyaingi perdagangannya maka VOC melakukan penyerangan terhadap Portugis sehingga terjadilah peperangan antara Belanda dengan Portugis yang kemudian dimenangkan oleh Belanda dan benteng Portugis yang ada di Ambon dapat direbut oleh Belanda pada tanggal 23 Februari 1605 dan disusul kota Tidore pada tahun yang sama. hlm. 28 .Belanda datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang untuk lebih mengkoordinasi dalam perdagangan Belanda di Indonesia. Dengan dukungan penuh oleh pemerintah Belanda.C (Verenigde Oost Indische Compagne) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602.cit. Sehingga VOC dapat mendominasi perdagangan di Indonesia. 4 Ibid. 24. hlm. sehingga sampai dengan masa pembubaran VOC. tidak ada hasil. maka rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap VOC tetapi semua itu gagal. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. Widi Harijati Rahadi ( Jakarta: Gunung Mulia. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. lalu Belanda membentuk suatu perkumpulan dagang dengan nama V.

B.Belanda adalah yang pertama kali membawa agama Kristen Protestan masuk di Indonesia dan banyak rakyat yang masuk Kristen Protestan. Steenbrink. yang disebut dengan zending. Kedua timbulnya gerakan penyebaran Kristen yang lebih terorganisir dalam bentuk lembaga penyiaran Kristen yang mantap. 246..cit. loc. rakyat yang sudah beragama Kristen Katolik harus pindah ke Kristen Protestan karena yang berkuasa di Indonesia sekarang adalah Belanda.6 Ada dua faktor yang menyebabkan penyiaran Kristen Protestan di masa kolonial Belanda menjadi lebih efektif. Hindu. Hasbulah Bakry. kedua faktor itu adalah pertama timbulnya gerakan Kristen Protestan. maka Kristen Katolik dilarang di bumi Indonesia. Biasanya satu daerah hanya dilayani oleh satu organisasi zending. baik itu dalam arti konsolidasi untuk orang yang sudah memeluk Kristen atau dalam arti “zending” dalam kalangan yang belum menganut agam Islam. Mencari Tuhan Dengan Kacamata Barat. tetapi setelah Portugis kalah perang dengan Belanda. seperti di daerah Batak itu di tempatkan organisasi zending dari Jerman Barat yang bernama Rheinisehe Missionsgesell . Budha. loc. 8 xxxix . Simatupang . Pada masa Portugis rakyat Indonesia banyak memeluk Kristen Katolik. Di pulau Jawa dan Sulawesi kegiatan zending didominasi oleh Belanda. cit.7 Sekitar tahun 1850-an Belanda mulai melakukan usaha yang lebih intensif untuk mengadakan Kristenisasi di Indonesia yang dilakukan oleh Kristen Protestan sendiri melalui organisasi gereja. A..8 Derasnya arus 6 T. 7 Karel. 1988). hlm. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press.

melainkan dapat memberikan dampak yang negatif dalam arti fisik bagi kehadiran agama tersebut. Wiwin Siti Aminah.80.misi dan zending yang masuk ke Indonesia semakin meramaikan proses Kristenisasi di Indonesia. karena Indonesia sebagai lahan terbuka bagi Kristenisasi. (dkk. dan Etos Kewirausahaan.10 Bahtiar Effendy. 10 9 xl . Setelah tahun 1800-an perkembangan agama Kristen Protestan sangat meluas. sampai ke pelosokpelosok Indonesia sehingga dengan praktis daerah-daerah tersebut menganut Kristen Protestan. 2003). Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama (Yogyakarta: Dian/Interpedi. hlm. Konsolidasi atas penduduk yang sudah beragama Kristen sejak zaman Portugis dan Spanyol. 2001).). (Yogyakarta: Galang Press. Kehadiran orang-orang Eropa jumlahnya sangat meningkat dan tujuannya untuk meningkatkan pendidikan dan meningkatkan pelayanan gereja-gereja terhadap masyarakat di Indonesia. Fenomena semacam ini tidak hanya membuat penyebaran Kristen berlangsung secara substansial. 57. diambil tanggung jawabnya oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1800-an. Masyarakat Madani. Sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia tidak terlepas dari misi dagang Belanda yang ingin menguasai perdagangan yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari daerah-daerah jajahannya yang dapat melakukan eksploitasi ekonomi di tanah jajahannya dan kemudian sambil menyebarkan ajaran agama Kristen Protestan. hlm. Untuk mendukung para misionaris datang ke Indonesia maka infrastruktur sosial keagamaan harus disediakan seperti sekolah-sekolah dan gereja-gereja.9 Sekitar tahun 1851 di Indonesia telah berdiri suatu organisasi Pekabaran Injil. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. Dengan adanya lambaga Penyiaran Injil yang datang dari luar negeri akan memantapkan Kristenisasi di Indonesia.

pengertian dasar. Teuku Umar.Kehadiran Belanda di Indonesia makin lama makin menindas rakyat Indonesia. Pemahaman T. maka secara harfiah ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. karena di dalam kehidupan rakyat Indonesia kelima sila dari Pancasila dapat Kaelan.B. dasar. Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani (Yogyakarta: Paradigma. konsep. 1996).B. cita-cita” dan logos yang berarti “ilmu”. 1999). 30-31. 35. Filsafat Pancasila. Baharuddin di Palembang (1819).11 2. Dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang ide-ide.12 Menurut T. Sisinga Mangaraja di tanah Batak (1900). pengertianpengartian. Polim. maka rakyat Indonesia tidak segan-segan melakukan perlawanan seperti peristiwa di Maluku (1817). tapi rakyat Indonesia tidak putus asa dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah sampai Indonesia merdeka. gagasan-gagasan dan cita-cita. Kaelan. Rakyat Indonesia pada waktu itu belum tumbuh rasa kesatuan dan persatuan. Jlentik. Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP Paradigma.Simatupang Pancasila merupakan awal untuk kehidupan bersama. Simatupang tentang Ideologi Pancasila Istilah ideologi berasal dari kata “Idea” yang berarti “gagasan. 12 11 (Yogyakarta: xli . Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah (1825-1830). kata “idea” berasal dari kata bashasa Yunani “eidos” yang berarti bentuk. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. hlm. maka rakyat Indonesia banyak mengalami korban dan akhirnya mengalami kekalahan. Imam Bonjol di Minangkabau (1821-1837 ). Tjik di Tiro di Aceh (1860) Anak Agung Made di Lombok (1894-1895). hlm.

Pancasila dilahirkan dari kenyataan ketika rakyat Indonesia menghadapi masalah yang sangat mendesak dan menentuk. dalam Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. ( penyunting. 45. 1991). 12.Simatupang sangat menentang pernyataan seperti itu.B.Simatupang sering di sebut Modus Vivendi yang isinya ditentukan melalui proses dialog.dan ada juga yang mencoba untuk meringkas kelima sila dari Pancasila menjadi tiga.Simatupang . Pancasila Sebagai Ideologi Ditinjau Dari Segi Pandangan Hidup Bersama. Oetojo Oesman dan Alfian. Berbangsa dan Bernegara (Jakarta: BP-7 Pusat.dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari . karena menurut T.B.B. op. Karena Pancasila harus dipahami dari latar belakang sejarah Indonesia. melalui kerja sama. hlm. T. kelima sila dari pancasila itulah jawabanya.Simatupang Pancasila sebagai jawaban terhadap tantangan bersama . yaitu negara macam apa yang harus rakyat Indonesia bangun supaya rakyat Indonesia tetap hidup bersatu. ). hlm.B. dan dapat menghadapi tantangan bersama oleh seluruh bangsa Indonesia . cit . dan dari satu memperkembangkan apa yang mereka sebut doktrin bangsa Indonesia yang bersipat Falsafati. 13 Ideologi Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang mengarahkan pada terwujudnya suatu masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila yang dapat dijadikan sebagai pedoman berbangsa dan bernegara14 13 T. dan tiga menjadi satu . Ada orang yang ingin memberikan status yang lain terhadap Pancasila . 14 xlii . karena Pancasila sebuah ideology atau menurut T..

yang kemudian dapat dituangkan dalam konsep teoritis tentang cita-cita dan keyakinan yang menjdi landasan kehidupan bersama dalam berbangsa dan bernegara. Bunga Rampai Pancasila (Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. bernegara. 92. Filsafat Pancasila (Yogyakarta: Kanisius. hlm.Ideologi Pancasila juga merupakan suatu ideologi negara yang dapat menjamin kehidupan negara yang bermartabat. juga kehidupan negaranya. 1986) hlm.15 Untuk mewujudkan ideologi Pancasila itu. karena ideologi negara dapat disusun atas dasar keyakinan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk menciptakan negeranya sendiri. 16 15 Paulus Wahana. baik dalam kehidupan berbangsa. 108. Pancasila bukan lagi merupakan alternatif melainkan suatu Imperatif. hak yang inherent pada kemanusiaan setiap manusia dan setiap bangsa. yang harus tetap diperhatikan awal terbentuknya dan ditetapkannya ideologi Pancasila. Bangsa Indonesia menyadari akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang tinggi. karena manusia memiliki kebebasan untuk menciptakan dan melaksanakan kehidupannya. xliii . Pancasila yang merupakan falsafah dan pandangan hidup bangsa secara operasional dijadikan ideologi bangsa Indonesia.16 Pancasila memiliki peranan yang menentukan bagi kehidupan bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila merupakan ideologi yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. Bagi bengsa Indonesia.) . Justru karena peranan yang menentukan itulah. maupun bermasyarakat. bukan ideologi dari seseorang atau sekelompok kecil bangsa Indonesia yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. kita sebagai rakyat Wisnu Tri Hanggoro ( editor. 1993). dan hal itu merupakan hak asasi.

A.. dinamis dan terbuka. Aspek-Aspek Pemikiran T. Rakyat Indonesia yang dulunya sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda. yang sudah menjajah dan menindas 17 Ibid.Indonesia perlu mendukung dan terpanggil untuk terus-menerus mendalaminya. Dengan berjalannya waktu rakyat Indonesia melihat tindak tanduk Belanda terhadap Indonesia sangat tidak manusiawi. 7. 1. xliv . Simatupang Tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. dinamis.17 Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup melainkan bersifat reformatif. Portugis pada masa itu kalah dan angkat kaki dari bumi Indonesia. ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan masyarakat. Hal tersebut akan semakin menguatkan keyakinan dan akan semakin mendorong untuk mengamalkan dan mempertahankannya sebagai milik bangsa yang sudah teruji melalui berbagai peristiwa sejarah. Aspek Sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. B. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah bersifat aktual. maka dari itu rakyat Indonesia banyak menganut agama Kristen Protestan. Melalui pengalaman yang terus-menerus tersebut semakin dapat menyelami dan menemukan kekayaan yang sangat berharga. hlm. Keterbukaan ideologi Pancasila tidak berarti untuk mengubah nilai-nilai Pancasila yang telah ada. yang terkandung di dalamnya.

Simatupang .rakyat Indonesia dengan sendirinya muncul rasa nasionalisme dari rakyat untuk melakukan suatu perjuangan untuk melawan penjajah yang ada di bumi Indonesia yang tercinta ini. Semuanya ikut andil dalam memperjuangkan untuk merebut kemerdekaan Indonesia dengan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. tidak heran ketika T. dengan didukung oleh para tokoh-tokoh nasional Indonesia dan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia serta didukung oleh rakyat Indonesia yang pluralisme agama baik agama Islam. hlm. Cita-cita yang besar itu tentu tidak selalu jelas bentuk dan isinya dalam setiap pemikiran dan hati nurani semua orang. apabila melihat Sangsaka Merah Putih yang berkibar di udara. dengan tercetusnya kebangkitan nasional yang dipelopori Budi Utomo sebagai penggerak untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi. agama Katolik. 101. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai ( Jakarta : Sinar Harapan. Apakah yang terbayang di depan mata rakyat Indonesia pada waktu menyambut Proklamasi Kemerdekaan dengan semangat yang begitu menggelora . Proklamasi meletakkan seluruh kekuasaan tanah air di dalam tangan rakyat sendiri. Apakah yang terbayang didepan mata sejuta pemuda-pemuda untuk bersedia berjuang. pokok-pokok dari cita-cita yang tersimpan dalam Proklamasi Kemerdekaan hidup juga didalam hati setiap orang yang masih dapat mencucurkan air mata.18 Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia itu sendiri. Akan tetapi disadari atau tidak.B. agama Protestan agama Hindu. dengan tujuan Indonesia merdeka. rela berkorban demi tercetusnya suatu kemerdekaan ?. 18 xlv . tidak terkecuali rakyat Indonesia yang beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan negara ini dari tangan penjajah. agama Budha. 1981). Proklamasi telah mengakhiri kekuasaan asing di tanah air kita.

Oleh karena itu gereja dan negara harus bahu membahu dalam mengusahakan penegakan 19 T. Gereja mengakui bahwa negara adalah alat dalam tangan Tuhan yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia dan memelihara ciptaan Allah. Gunung Mulia. 2002 ). hlm. Simatupang . dan keutuhan bangsa Indonesia. Iman Kristen dan Pancasila. 166. dan budaya.cit. Aspek Politik Gereja ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam konteks sosial politik. hlm. tanpa membedabedakan kepercayaan ataupun keturunan 19 2. keadilan. Visi Gereja Manusia Milinium Baru.32. dengan tujuan orang Kristen Protestan untuk memusatkan perhatian pada prinsip yang akan membimbing kehidupan negara Indonesia yang baru itu dengan tujuan agar kebebasan beragama dan kesamaan hak serta kesamaan kesempatan untuk semua warga negara dijamin.bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut merumuskan dasar Negara Republik Indonesia.20 Kehadiran gereja di Indonesia merupakan tanda pengutusan Tuhan bagian dalam mewujudkan perdamaian. op. 20 xlvi . Dengan demikian halnya dengan gereja-gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya di tengah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan bedaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang diyakini sebagai anugrah dari Tuhan..B. ekonomi. Bunga Rampai Pemikiran ( Jakarta : BPK. tugas panggilan itu untuk mencegah segala hal yang merong-rong dan merendahkan harkat dan martabat manusia Indonesia. Wainata Sairin.

22 Hal semacam ini dalam keadaan politik dan pemerintahan sekarang untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat yang diutamakan. ruang bagi orang-orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak dibatasi. bahwa orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik dan pemerintahan.. 21 Ibid. Simatupang .21 Pada umumnya orang-orang Kristen Protestan di Indonesia telah menganggap sebagai hal yang wajar. Dari Revolusi ke Pembangunan ( Jakarta: BPK. 23 xlvii . Partisipasi ini harus dilihat sebagai suatu tugas yang diberikan oleh Tuhan sendiri untuk melayani kepentingan masyarakat. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kristis dan kreatif.B. Ibid. bahkan seluruh ciptaannya.23 Dengan mengakui peranan kreatif dari partai Kristen Indonesia. Gereja dan negara masing-masing mempunyai tugas panggilannya yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab bagi kebaikan seluruh manusia. sebaliknya. T. 1987 ). perlu ditekankan bahwa gereja tidak dapat disamakan dengan partai politik manapun juga. dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat.keadilan dan kesejahteraan rakyat. negara berkewajiban mengayomi dan melindungi seluruh rakyatnya termasuk gereja agar leluasa dalam menjalankan fungsi dan panggilannya masing-masing. 9. 22 hlm. Gereja mempunyai kewajiban untuk mentaati hukum negara. Dapat pula diketahui bahwa di dalam negara Pancasila.. Gunung Mulia.

xlviii . tanpa membedakan ikatan kepartaiannya.. Bambang Ruseno Utomo. Dalam negara Pancasila setiap agama dijamin kebebasannya untuk tumbuh dan berkembang serta untuk membangun masa depan bersama sebagai suatu bangsa yang berdaulat yang berdasarkan Pancasila.254. maka tidak dapat lain harus mau menerima secara ikhlas keanekaragaman yang ada serta meyakini dan menghormati kehadiran golongan lain dengan hak dan kewajiban yang sama di bumi Pancasila ini. bahwa negara Indonesia itu bersifat kesatuan dan untuk membangun jenis negara yang dikehendaki (bersatu. ternyata semua gagal tidak pernah mendapat dukungan dari seluruh bangsa dengan demikian jika tetap ingin mempertahankan negara Indonesia ini sebagai negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila. Simatupang (editor.Gunung Mulia. Hidup Bersama di Bumi Pancasila. berdaulat.26 24 T.Atas dasar perlakuan yang sama gereja harus memberikan bimbingan dan pelajaran kepada semua orang Kristen yang terlibat dalam politik.B. 1993 ).25 Di dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.24 Secara politik dari sejarah perjalanan bangsa pernah ada alternatif lain yang ditawarkan misal: Islam. adanya kesadaran yang tumbuh terus menerus dari kalangan rakyat Indonesia. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia ( Jakarta: BPK. 26 25 Ibid. untuk menjadi dasar dan ideologi negara. hlm. yang berdasarkan Pancasila ini nampak ada satu tenaga gerak politik yang sekaligus politik dan sosial kultural. Sebuah Tinjauan Tentang Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia ( Malang : Pusat Studi Agama dan Kebudayaan . adil dan makmur).). hlm. 7.1986 ).

seperti dalam agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan (gereja) mempunyai tanggung jawab di dalam kehidupan masyarakat di manapun ia berada.cit. bahu membahu mengusir penjajah dari persada nusantara demi hadirnya sebuah negara Indonesia yang merdeka.. Hindu dan Budha. Kristen Protestan. Di dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. op. Kristen Katolik. Kemajemukan agama inilah yang kemudian menjadi ciri signifikan dan determinan negara Republik Indonesia. Aspek Agama Indonesia ternyata bukan hanya sebuah wilayah yang terdiri dari ribuan pulau. Kemajemukan agama dalam konteks Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila telah memposisikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang mempunyai religius. beraneka suku. 158. Oleh karena itu juga negara Indonesia bukanlah negara agama. terutama sekali tentang ketaatannya kepada Tuhan harus 27 Wainata Sairin.3. xlix . budaya. berbangsa dan bernegara. gunung. tetapi fungsi dan peranan agama itu diakui dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara. Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila bukanlah negara sekuler. Oleh karena itu di sini agama tidak hanya diakui eksistensinya tetapi diakui pula fungsi dan peranannya secara resmi di dalam kehidupan bermasyarakat. bangsa dan negara. hlm. tetapi juga sebuah negara yang di dalamnya hadir dan hidup agama-agama yang dianut oleh rakyat Indonesia yang telah diakui oleh negara seperti agama Islam. bahasa.27 Realitas seperti ini telah dibuktikan dengan cemerlang ketika bangsa Indonesia yang menganut berbagai agama dengan dipimpin oleh para tokoh agama dalam kebersamaan yang mantap dan solid.

Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa . yaitu sifat religius yang kuat dan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan.). Budha.27. Pemahaman Tentang Pancasila Pancasila pada dasarnya memang berakar dari kebudayaan asli Indonesia. hlm. dalam Negara Pancasila yang Memmbangun ( Jakarta : BPK. Semua menurut Pancasila adalah sama tidak ada perbedaan.cit. 140. hlm. Pancasila juga berakar pada kebudayaan bersama masyarakat Indonesia dan tidak sekedar merefleksikan salah satu tiga lapisan budaya (lapisan budaya asli. 29 28 Bambang Ruseno Utomo. l . selain itu juga dapat mempersatukan identitasnya masing-masing. Pengertian Pancasila T. Dalam Pancasila tidak ada istilah untuk mendiskriminasikan dari suatu kelomok dengan kelompk lain. Gunung Mulia .. maupun di dalam mengambil suatu keputusan/musyawarah untuk mufakat . Simatupang ( dkk. Hidup Bersama………. Secara keseluruhan dapat merangkul semua kelompok dan memberikan ruang kepada semua golongan dengan segala keanekaragamannya.op. dan Islam).28 Dan kehendak Tuhan itu adalah keselamatan rohani maupun kesejahteraan manusia.B.29 Untuk lebih jelasnya lagi tentang pembahasan Pancasila adalah sebagai berikut: 1.. atau mayoritas dengan minoritas. 1996 ).. Hindu.senantiasa terpanggil untuk mengusahakan terwujudnya kehendak Tuhan di manapun ia berada.

yang dipakai oleh Bung Karno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 tentang sila yang kelima.30 Menurut Muhammad Yamin perkataan Pancasila.hlm. berarti Pancasila yang mempunyai lima dasar. b. Pembahasan UUD Indonesia ( Jakarta: Prapanca. dalam bahasa Sansekerta parkataan Pancasila mamiliki dua macam arti “berbatu sendi yang lima” (consisting of 5 roels) Pancasila dengan huruf Dewanagari. Mohammad Yamin. Menurut Muhammad Yamin. dengan huruf “i” Panjang bermakna “lima peraturan tingkah laku yang penting”. Pengertian Pancasila dari Segi Etimologi Secara Etimologi Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta. yaitu: tidak boleh melakukan kekerasan tidak boleh mencuri tidak boleh berjiwa dengki tidak boleh berbohong tidak boleh mabuk minuman keras. 31 li . Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi 30 Darji Darmodiharjo (dkk. Dalam buku Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular. 15. 437.a. Pancasila ini mempunyai arti lima kesusilaan (Pancasila Karma). Santiaji Pancasila ( Surabaya : Usaha Nasional. yang terdiri dari dua suku kata Panca berarti lima dan sila berarti dasar. telah menjadi istilah hukum.1991). hlm.31 Demikianlah istilah Pancasila yang telah ada dan dikenal dalam budaya kehidupan bangsa Indonesia sejak dahulu kala baik dalam kehidupan bermasyarakat.). 1959 ).

1992 ). Dalam proses perumusan Pancasila dapat dikoordinasi oleh suatu badan yang bernama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang didirikan pada tanggal 29 April 1945. 33 32 lii . Pancasila Identitas dan Modernitas . 1995). Sejarah Singkat Tentang Pancasila Sejarah lahirnya Pancasila tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu sendiri. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta: BPK. BPUPKI telah melakukan beberapa kali sidang dalam pembentukan dasar negara Indonesia. BPUPKI beranggotakan 60 orang dengan diketuai oleh Dr. K. Raja Grafindo Persada. RT. yang kemudian menjadi populer dalam kehidupan bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan suatu dasar negara yang harus diakui dan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila harus dijalankan dan ditaati. Eka Darmaputra. hlm. Dibentuknya BPUPKI ini sebagai sarana untuk pembentukan dasar negara Indonesia. 104. Pancasila Dasar Falsfah Negara ( Jakarta : PT. yang menginginkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. pada tanggal 29 Mei 1945 diadakan sidang pertama yang dibuka oleh K.Istilah Pancasila telah lama dikenal dalam budaya bangsa Indonesia. yang dipelopori oleh tokoh-tokoh perjungan bangsa ini. hlm. T. R. kemudian diperkenalkan kembali oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.32 2. 3. Gunung Mulia . Radjiman Widiodiningrat sebagai ketua. Dalam sidang ini membahas tentang apa yang sebaiknya dijadikan sebagai dasar negara Indonesia ini ?. Dari anggota BPUPKI muncul bermacam-macam pendapat yang diusulkan tentang dasar negara Indonesia dan ada juga yang mengusulkan Undang-Undang Dasar dulu yang dibentuk kemudian lalu membentuk dasar negara. Radjiman Widiodiningrat .33 Rozikin Daman.

.36 34 Kaelan . Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia .Pri Kebangsaan 2.Sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945. Pri Kemanusiaan 3. op. Moh.34 Setelah berpidato Muhammad Yamin juga menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Persatuan 2.. hlm. 113. Ibid.Musyawarah 5. Pri Kerakyatan 5. Kekeluargaan 2. 3. Keseimbangan Lahir Batin 4. Muhammad Yamin dapat diberikan kesempatan atau untuk menyampaikan atau mengungkapkan pidatonya di hadapan para sidang BPUPKI tentang rumusan dasar negara Indonesia.35 Pada tanggal 31 Mei 1945 Soepomo di berikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia).. Pri Ketuhanan 4.cit. Yamin. 2. Pendidikan Pancasila……. Pidatonya yang berisikan : 1. 35 36 liii .cit. op. Di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tercantum lima rumusan asas dasar negara yang rumusannya sebagai berikut: 1.. pidatonya itu merumuskan dasar negara Indonesia sebagai berikut: 1. Pri Kesejahteraan Rakyat. 4. Keadilan Rakyat. Ketuhanan Yang Maha Esa Kebangsaan Persatuan Indonesia Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5. hlm. 35.

. ketua sidang BPUPKI membentuk suatu panitia kecil yang di dalamnya terdapat berbagai macam unsur agama yang ada dibumi Indonesia seperti Agama Islam. Yamin.cit. 22. Pendidikan Pancasila…………….). Sosio Nasional yaitu “Nasionalisme dan Internasionalisme” Sosio Demokrasi yaitu “Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat” Ketuhanan Yang Maha Esa38 Pidato yang disampaikan oleh Bung Karno itu mendapat sambutan yang meriah oleh seluruh anggota sidang BPUPKI.. Soekarno menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tentang dasar negara Indonesia yang berbunyi: 1. sebagai anggotanya Moh. Soetardjo Kartohadikoesoemo. Hindu. 37 Darji Darmodiharjo ( dkk. Ir. yang dianggap mempunyai ahli dalam konstitusi. Kaelan. 5. Kristen Katolik. hlm.. 2.cit. 38 liv . 27.dan Budha. Nasionalisme atau Demokrasi Internasionalisme atau Prikemanusiaan Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan Sosial Ketuhanan Yang Berkebudayaan. Usulan tersebut diterima oleh sidang BPUPKI selanjutnya kelima sila tersebut dapat disimpulkan menjadi “Tri Sila” yang rumusannya: 1. 2. op. op.37 Untuk lima dasar itu diusulkan agar diberi nama Pancasila. 3. Panitia kecil itu terdiri dari 8 orang yang dipimpin oleh Bung Karno.Pada tanggal 1 Juni 1945. 3.. Kristen Protestan. Hatta. Moh. Sebelum sidang BPUPKI itu ditutup. 4. hlm.

Wachid Hasim. A. Maramis. 40 41 lv . Ahmad Subardjo. dan Muhammad Yamin. Oto Iskandardinata. Dari pertemuan ini terbentuk pula panitia kecil lainnya yang terdiri atas Bung Karno sebagai Ketua. Ibid. lalu anggotanya Moh. Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia merdeka. Maramis dan Bung Karno. Abdul Kahar Muzakir. op.39 Tujuan panitia kecil ini adalah: 1.. Ki Bagus Hadikoesoemo. susunan dan rumusannya lebih disistematisasikan oleh Moh.41 Yang isinya: 1. Yamin. Panitia sembilan ini berhasil merumuskan rancangan pembukuan hukum dasar. 2. Agus Salim. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. yang menarik dalam rancangan hukum dasar ini adalah dimasukkannya Ide dasar Pancasila yang dipidatokan Soekarno 1 Juni 1945. H.. Merumuskan kembali Pancasila yang disampaikan oleh Bung Karno pada sidang BPUPKI 2.A. A..cit. Ibid. Karena anggotanya sembilan orang. 39 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Wisnu Tri Hanggoro. Abikoesomo Tjokrosoejoso. 24. hlm. Hatta. panitia kecil mengadakan pertemuan dengan anggota BPUPKI untuk menampung usul-usul dan saran dari BPUPKI. rancangan ini diberi nama “Piagam Jakarta”.40 Tanggal 22 Juni 1945.A. maka lebih dikenal dengan sebutan panitia sembilan.

Abdul Wahid Hasyim meyakinkan bahwa kalimat yang dicapai melalui musyawarah yang sulit ini dan juga terlalu keras bagi beberapa orang. 4. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. lvi . jika tidak Piagam Jakarta tersebut ditolak oleh fraksi Islam. Islam Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama : Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila ( Yogyakarta : PT. mengekspresikan keberatannya dengan mengatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam tersebut akan besar. Dalam menanggapi keberatan itu. dan akan menghasilkan kesulitan-kesulitan . jangan dasar negara itu diperuntukkan untuk umat Islam saja. terutama dengan agama-agama lain. Tiara Wacana. tapi untuk semua rakyat Indonesia walaupun berbeda agama. namun tidak mencukupi yang lain. bahwa Piagam Jakarta adalah hasil dari musyawarah politik dan persetujuan kelompok nasionalis dan Islam. hlm. Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. 46. seorang Kristen Protestan dan salah satu anggota dari BPUPKI. Oleh karena itu dikeluarkanlah kalimat Islam didalam Piagam Jakarta. 43 42 Ibid.42 Adapun bunyi kalimat Piagam Jakarta pada butir pertama di atas mandapat tantangan keras dari non Muslim. hlm. untuk mengorbankan keberatan mereka demi persatuan bangsa dengan Faisal Ismail. karena yang ada di bumi Indonesia bukan hanya Islam saja tetapi masih ada agama-agama yang lain. terutama sekali dari kelompok Kristen. Soekarno juga membujuk dari kalangan Kristen. 47..3. 1999 ).43 Latuharhary. Dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia sembilan. Soekarno meyakinkan anggotanya.

... 48... Dari persetujuan sidang itu.. Wisnu Tri Hanggoro.. kemudian Piagam Jakarta tersebut dilaporkan pada sidang BPUPKI tanggal 10 Juli 1945. op. 25. PPUUD menyetujui Piagam Jakarta dijadikan Preambule UUD yang akan disusunnya. yang terbentuk dalam suatu negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya..cit. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.. hlm. dan sebagai ketuanya Soekarno. Pada sidang kedua itu Piagam Jakarta diterima baik oleh para anggota sidang BPUPKI. BPUPKI membentuk panitia perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD) yang terdiri 19 orang.menerima Piagam Jakarta untuk digunakan sebagai rancangan Undang-Undang Dasar bersama dengan rancangan batang tubuh UUD.46 Pada tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI menggelar rapat pleno.44 Piagam Jakarta yang disusun oleh panitia sembilan disetujui BPUPKI. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.. Pendidikan Pancasila………. hlm. 45 46 lvii . Kemudian tanggal 11 Juli 1945 PPUUD membentuk Panitia Kecil Perancang UUD Dasar (PKPUUD) yang anggotanya terdiri dari para sarjana hukum dengan anggota 7 orang yang diketuai oleh Prof... 44 Pernyataan Indonesia Merdeka Ibid. Kaelan .. maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia... 38. mendengarkan laporan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD). Soepomo. op. yang disampaikan oleh Bung Karno yang meliputi tiga hal: 1.cit.. hlm.45 Adapun bunyi bagian terakhir naskah Preambule UUD tersebut adalah sebagai berikut: “..

cit. Darji Darmodiharjo ( dkk. dan memilih Presiden dan wakil Presiden.cit.48 Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagai mana lazimnya suatu negara yang merdeka.. Tujuan PPKI ini untuk mempersiapkan kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang terhadap Indonesia. 30-31. pada saat itulah terjadi kekosongan kekuasaan Jepang di Indonesia. karena kalimat tersebut seakan-akan mendiskriminasikan kelompok-kelompok minoritas. dan menyelengarakan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Oleh karena itu Bung Hatta 47 Wisnu Tri Hanggoro. op. Hal itu tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia.47 Untuk mewujudkan Indonesia merdeka. 48 lviii . Pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia. Hatta sebagai wakil. loc.). para pemudanya mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan merumuskan teks Proklamsi Kemerdekaan Indonesia. sifat perwakilan bagi rakyat Indonesia..2. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang ditaklukkan oleh sekutu. hlm. setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta. Sebelum UUD 1945 disahkan oleh PPKI ada perubahan dalam pembukaan UUD 1945. pada tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan beranggotakan 21 orang. tentang kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” dari orang-orang non muslim protes atas bunyi kalimat tersebut. 3. pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkanlah Kemerdekaan Indonesia. Soekarno sebagai ketua dan Moh. pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945. Pembukaan Undang-Undang Dasar Undang-Undang Dasar (Batang Tubuh). maka PPKI segera mengadakan sidang. Oleh karena itu PPKI pada hakekatnya juga sebagai Komite Nasional memiliki representatif.

Dengan demikian. Hatta dan teman-temannya setuju untuk mengganti kalimat yang melukai perasaan dari golongan non muslim dan menggantinya dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pancasila dalam pengertian ini sering juga disebut way of life. op. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD sebagai dasar negara. jiwa kabangsaan (sebagai Faisal Ismail.49 3. Wachid Hasyim. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. hlm. Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang. pegangan hidup/pedoman hidup.cit. pandangan hidup. 49. dengan demikian pernyataan ini diterima oleh kelompok non muslim. Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari oleh warga negara Indonesia. jiwa yang berprikemanusiaan (sebagai manifestasi/perwujudan dari sila kemanusiaan 49 yang adil dan beradab). Keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis. jiwa keagamaan (sebagai manifestasi/perwujudan sila Ketuhanan Yang Maha Esa). Fungsi Pancasila a. ini berarti bawa semua tingkah laku dan tindakan/perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila karena Pancasila merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lainnya. Kasman Singodimedjo dan Teuku Hasan untuk membahas masalah tersebut agar sebagai bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah. lix .berinisiatif mengundang Ki Bagus Hadikusumo..

51 Di dalam negara yang Berbhineka Tunggal Ika. sebab dengan pandangan hidup suatu bangsa akan: 1. 3. sehingga tidak terombang-ambing dalam menghadapi persoalanpersoalan besar baik yang datang dari dalam masyarakat/bangsanya sendiri maupun dari luar. ekonomi.cit. 15-16. op. op. 50 Darji Darmodiharjo ( dkk.cit. Rozikin Daman. membuktikan bahwa Pancasila merupakan pilihan yang terbaik.). hlm. Selalu terpancar dalam segala tingkah laku dan tindakan/perbuatan serta sikap hidup seluruh bangsa Indonesia. Memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya. sosial dan budaya. hlm.. jiwa kerakyatan (sebagai manifestasi/perwujudan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan). 2. dan jiwa yang menjunjung nilai keadilan sosial (sebagai manifestasi/perwujudan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). 51 lx . dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa ini memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Upaya untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain berulang kali terjadi baik melalui kekerasan maupun dengan cara halus.50 Dalam kehidupan suatu bangsa adanya pandangan hidup sangat diperlukan. 16.manifestasi/perwujudan sila Persatuan Indonesia).. Memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah- masalah politik. Mempunyai pedoman bagaimana bangsa ini mambangun dirinya sendiri demi kesejahteraan rakyat.

dalam mengatsi tantangan-tantangan yang mengancam kesatuan dan mewujudkan negara Indonesia. Dapat dikatakan juga bahwa Pancasila ini dibuat dari materi atau bahan-bahan dalam negeri. 25. T. bahan asli murni dan merupakan kebanggan bagi suatu bangsa tersendiri. 68. Demikianlah pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Kansil. Dengan pandangan hidup yang mantap maka bangsa Indonesia akan mengetahui ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila dalam pengertian ini sering disebut dasar falsafah negara. Pancasila Suatu Orientasi Singkat ( Malang : Lembaga Penerbit Universitas Brawijaya. b. Dilihat dari kedudukannya. S. 53 Darji Darmodiharjo. Ini terbukti melalui kemampuannya untuk bertahan di tengah-tengah perubahan-perubahan konstitusional.53 C.1978 ). Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Pradanya Pramita. atau dengan kata lain Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. 52 lxi . hlm. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tersebut terkandung didalamnya konsep dasar mengenai kehidupan yang dicitacitakannya. hlm. Philosofische Grondslag dari negara.52 Bangsa Indonesia dalam hidup bernegara telah memiliki suatu pandangan hidup bersama yang bersumber pada akar budaya dan nilai-nilai religius. 1979 ).Hal semacam ini menunjukkan bahwa efektivitas Pancasila benar-benar nilai rakyat Indonesia secara emosional dan menggerakkan tindakan.

Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum. Mengandung norma-norma yang mengharuskan Undang- Undang Dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara (termasuk para penyelenggara partai dan golongan fungsional). maupun yang tidak tertulis. Merupakan sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar 1945. Mewujudkan cita-cita hukum bagi dasar negara (baik hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis). lxii . Untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Meliputi suasana kebatinan (Geistlickenhintergrund) dari Undang-Undang Dasar 1945. Dengan demikian Pancasila merupakan asas kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam pembukaan UUD 1945.Sebagai dasar negara Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum dasar baik yang tertulis atau UndangUndang Dasar. karena masyarakat di negara Indonesia senantiasa tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tersebut dapat dirinci sebagai berikut: Pancasila sebagai dasar adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai dasar negara. hal ini dipahami sangat penting bagi pelaksanaan dan penyelenggaraan negara.

62.. kesadaran dan citacita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana serta watak dari bangsa Indonesia. IX/MPR/1978).. 55 lxiii .54 Menurut Notonegoro. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai kedudukan istimewa dalam hukum kenegaraan dan hukum bangsa Indonesia (merupakan pokok kaedah negara yang Fundamental). op. IX/MPRS/1966. sehingga dengan jalan hukum tidak dapat diubah. hlm. 26. mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tertuang dalam Tap. Oleh karena itu segala agenda dalam 54 Kaelan .55 Dalam proses reformasi dewasa ini MPR melalui sidang istimewa tahun 1998.cit. Pokok kaedah yang fundamental itu dalam hukum mempunyai kedudukan yang kuat tak berubah bagi negara yang dibentuk. Ketetapan MPR No. op. Darji Darmodiharjo.. hlm. Dijelaskan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.. LJO. Pendidikan Pancasila ………. Sebagai pokok kaedah negara yang Fundamental. V/MPR/1973 dan Ketetapan No. Hal ini sesuai dengan dasar yuridis sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. yang merupakan suatu pandangan hidup.cit. Pancasila menjadi sumber dari Undang-Undang Dasar dan harus dijadikan landasan dalam menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan kebijaksanaan pemerintah. No.XVIII/MPR/1998. Ketetapan No.Sebagaimana telah ditentukan oleh pembentuk negara bahwa tujuan utama dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. Oleh karena itu fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Ideologi Pancasila tumbuh dan berkembang melalui dalam pandangan hidup manyarakat bangsa Indonesia sendiri. Pancasila sebagai ideologi bangsa. Bahkan ideologi Pancasila memandang bangsa Indonesia sebagai bagian dari cita-cita perjuangan kemanusiaan yang berdasarkan kemerdekaan.56 c. yang meliputi berbagai bidang selain mendasarkan pada kenyataan aspirasi rakyat (sila keempat).. kecerdasan.cit. kemudian menjadi pandangan hidup bangsa dan pada gilirannya menjadi suatu dasar filsafat negara yang sekaligus sebagai suatu ideologi bangsa dan negara. dengan suatu kesepakatan serta perjanjian yang luhur diangkat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan 56 Kaelan.57 Perlu diingat bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara adalah diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia. perdamaian abadi. 90. solidaritas. hlm. persatuan. demokrasi dan kebudayaan.cit. 57 lxiv . op.proses reformasi. yang tertuang dalam sila yang kelima dalam Pancasila. Paulus Wahana. loc.. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia Dalam sejarah asal-usulnya ideologi Pancasila itu lahir dari perjuangan bangsa Indonesia yang mencita-citakan kemerdekaan. dan keadilan sosial. juga harus mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Oleh karena itu ideologi Pancasila merupakan suatu kesatuan yang mutlak karena menyangkut kehidupan bangsa. kemajuan. setiap warga negara Republik Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar.

op. Sebagai falsafah negara. bukan hanya sekedar masingmasing sila.58 58 Oetojo Oesman dan Alfian. 163. Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir yang harus diikuti dalam menyusun Undang-Undang dan hukum-hukum yang lain. Tata pikir seluruh bangsa ditentukan lingkupnya oleh sebuah falsafah yang harus terus menerus dijaga kebaradaannya dan konsisitennya oleh negara.. hlm. lxv .harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. agar pemikiran kenegaraan yang berkembang juga akan terjaga dengan baik.cit.

Menurut Prof. B. 10. Poebatjaraka mengatakan bahwa Tuhan berasal dari kata “Tuha” yang berarti tua.Pemahaman Kristen Protestan Terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Menurut T. B. S.BAB IV PENGARUH PEMIKIRAN T. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA A.1 Istilah Ketuhanan berasal dari ke-Tuhan-an. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: Bpk. Simatupang. suatu keputusan yang mutlak harus dapat diterima oleh setiap agamaagama yang ada di Indonesia. Oleh karena itu sila Ketuhanan Yang Maha Esa terdapat dalam sila pertama dari Pancasila merupakan. Maka makna yang terkandung dari sila pertama Pancasila bukanlah “Kepercayaan kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide Ketuhanan”. B. 1984). bahwa Tuhan berasal dari kata Tu (h) a yang berarti 1 T. oleh karena kata yang dipakai di sini bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian juga ditambah Keesaan dan Kemahaan. hlm. Gunung Mulia. “Tuha” ditambah dengan “an” menjadi Tuhan yang berarti yang harus dihormati dan didengar. lxvi . Menurut Prof. Simatupang Pancasila merupakan sebuah payung yang dapat melindungi rakyat Indonesia baik itu muslim maupun non muslim. Takdir Alisyahbana.

sama dengan tuan. Sejarah Ringkas ( terj . dengan perkataan lain istilah Ketuhanan dipilih dengan tepat. 1959). Yang Maha Kuasa. 32. holy.). suci. Sehingga dengan demikian “Ketuhanan” itu adalah “sila”. Allah sendiri bukan sila ia adalah pribadi “Tuhan” itu nama jenis yang abstrak. lxvii . Pancasila Dasar Negara Indonesia (Yogyakarta: Basis. Hitti.2 Sedangkan Allah dari Al Ilah berarti The God. hlm. Tuhan. suatu kuasa Ilahi. 64. hlm. Yang Maha tinggi itu siapa? Terserah kepada agama masing-masing. 27. hlm. kudus.P. Pencipta. Ketuhanan berarti Yang Ilahi. Dengan demikian “Ketuhanan” adalah perkataan yang terbaik yang dapat memberikan kesempatan berbagai penafsiran sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Kita dapat mengartikan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu pengakuan atau keyakinan adanya suatu kekuasaan yang tertinggi dan abadi. Dari uraian di atas sila pertama nampak jelas kedudukan yang sama daripada semua agama yang ada di Indonesia untuk merealisasikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan yang konkrit. 1970 ). Sihombing (Bandung: Sumur Bandung . 1955). Problematika Pancasila (Bandung: Cahaya Remaja. agar supaya dapat dikonkritkan oleh setiap orang sesuai dengan agama dan kepercayaannya. akhiran-an menjadi kata sifat.D. 4 3 Rahmat Subagyo. keramat. mandapat awalan-ke. yang mengatur dan menguasai segala yang ada di dunia ini.4 Istilah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan pengertian teologis melainkan rumusan politis (kenegaraan) karena tidak dapat diartikan hanya menurut pengertian agama yang tertentu.3 Tuhan dalam sila Pertama. 2 Ismaun. Usuludin Hutagalung dan O. Dunia Arab . Philip K.

lxviii . yang merupakan pengakuan Iman kesatuan untuk seluruh warga negara Republik Indonesia melainkan tugas negara yang berdasarkan Pancasila adalah melindungi perbedaan-perbedaan agama warga negaranya. tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan Tuhannya sendiri”. Sebagai asas hidup bermasyarakat sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntut agar bangsa Indonesia dalam melaksanakan hidup bermasyarakat memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang Maha Esa.Yang dimaksud dengan Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah peleburan semua pengakuan kepercayaan semua agama-agama menjadi suatu pengakuan yang tunggal. “Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan. Nasional. memupuk rasa kebersamaan 5 Soekarno. Lahirnya Pencasila (Jakarta: Bp. 27. tidak dibenarkan menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang telah digariskan. 1958). dalam kehidupan bernegara. Pada hakekatnya tidak boleh menyimpang dari jalan yang lurus untuk mencapai kebahagian rakyat dan keselamatan masyarakat. dapat disebutkan bahwa sila pertama ini merupakan dasar kerohanian dasar bermasyarakat. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar yang memimpin cita-cita kenegaraan kemudian untuk menyelenggarakan segala yang baik bagi masyarakat dan pemerintahan negara. berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa berarti dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara wajib memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang maha Esa. hlm.5 Dari segi nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

1985). Bebas menjalankan ibadat sesuai ajaran agama/kepercayaannya Ahmad Azhar Basyir.2.menuju kerukunan hidup bermasyarakat kebebasan beragama dan beribadat menurut keyakinan masing-masing agama. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. hlm. Bebas memeluk agama dan kepercayaan 2. 10. yaitu negara bertugas untuk memberikan jaminan perlindungan agar setiap penduduk yang notabenenya adalah pemeluk agama tersebut dapat secara bebas malaksanakan ajaran agama atau kepercayaannya. Bebas beralih agama dan kepercayaan 3. 6 lxix . Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa . Hubungan Agama dan Pancasila (Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Tugas tersebut dijalankan dengan cara menjamin kesempatan yang sama dan adil bagi setiap warga negara untuk mengamalkan konsepsinya tentang Tuhan sesuai ajaran agama yang diyakininya.6 Sebagai pengaturan lebih lenjut perinsip KetuhananYang Maha Esa maka UUD 1945 menentukan dalam pasal 29 sebagai berikut: 1. Negara bertugas untuk menjaga kesejahteraan bersama dalam bermasyarakat. Ketentuan ini menegaskan tugas negara dalam bidang hidup keagamaan. Oleh karena itu sebenarnya ketentuan di atas pada sisi yang lain menunjukkan pula sejumlah hak dari warga negara Indonesia untuk: 1.

4. Bebas untuk mengajar atau mendidik keluarganya sesuai ajaran agama yang diyakininya.7 Jadi setiap orang bebas menganut kepercayaannya dan menyembah Tuhannya dengan tidak menganggu agama lain, apalagi memusuhi atau memerangi orang yang menganut kepercayaan yang lain dari kepercayaan golongannya atau orang yang menyembah Tuhan lain dari Tuhan yang disembah oleh golongannya. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pengakuan bahwa Tuhan adalah sumber kemerdekaan, oleh karena itu Tuhan sendiri membebaskan manusia dari segala penindasan yang ada dimuka bumi ini. Akan tetapi hal itu bukanlah berarti bahwa negara harus memaksakan sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi suatu pengakuan iman rasuli Kristen . Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa Indonesia, oleh sebab itu sila pertama dalam Pancasila adalah suatu seruan terutama bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragama, agar selalu ingat dalam tanggung jawab dan tugasnya di dalam memelihara, memupuk dan mewujudan prikemanusiaan, kebangsaan, kedaulatan rakyat dan keadilan sosial. Setiap Rakyat Indonesia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengahayati ajaran-ajarannya, tentu tidak akan ragu-ragu lagi menyatakan bahwa agama merupakan ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa, mengandung nilai-

Wisnu Tri Hanggoro ( edit .), Bunga Rampai Pancasila ( Yogyakarta : Taman Pustaka Kristen, 1986 ), hlm. 51-52.

7

lxx

nilai luhur yang dihayati dan diamalkan oleh pemeluknya masing-masing dan merupakan faktor yang berpengaruh dalam usaha bangsa Indonesia untuk mensukseskan pembangunan bangsa.8

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia sebagai Pengamalam Pancasila Menurut T. B. Simatupang, gereja adalah berada dalam dunia dan diutus oleh Tuhannya ke dalam dunia. Tuhan tidaklah mengutus gereja ke wilayah yang asing. Sebab Tuhan itu sendiri adalah Tuhan bagi dunia. Pengertian tentang dunia hanya terbatas pada bumi dan alam semesta. Dunia memiliki arti jauh lebih luas dari itu. Dunia memiliki makna yang meliputi bumi, alam semesta, sekaligus kesejahteraan umat manusia dengan segala daya dan upayanya untuk memenuhi bumi serta menaklukkannnya. Arti dunia yang demikian, menurut T. B. Simatupang menegaskan bahwa umat manusia dengan segala kebudayaan, dengan hidup berpolitik, sosial, ekonomi,dan sejarah, ideologi agama dan teknologi juga dengan segala harapan yang

T. B. Simatupang (dkk.), Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam Negara Pancasila yang Membangun (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1996), hlm. 94.

8

lxxi

membentang dan kekhawatiran yang mengandung keseluruhannya adalah bagian dari isi dunia.9 Kembali kepada pembahasan gereja dalam pembangunan menghadapkan kita dengan permasalahan yang mendasar mengenai hubungan antara gereja dengan perkembangan dalam masyarakat negara dan kebudayaan di mana gereja berada. Pembangunan adalah tindakan manusia dalam sejarah untuk mengembangkan masyarakat, negara dan kebudayaan yang baik, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Pada satu pihak gereja adalah bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan yang membangun. Pada pihak lain gereja tidak hanya bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan dimana dia berada. Gereja mempunyai hubungan yang khas dengan Kristus seperti dinyatakan dalam kiasan bahwa gereja adalah tubuh kristus.10 Sebagaimana dijelaskan dalam al-Kitab . “tidak ada seseorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11).11 Sejak gereja tiba di Indonesia, maka gereja telah berpartisipasi dalam pembangunan, seperti dalam pelayanan pendidikan, kesehatan dan pertanian. Oleh karena itu gereja-gereja di Indonesia juga meningkatkan partisipasinya dan melayani pembangunan nasional berdasarkan tugas pengikutnya yang bersumber pada Injil
9

T. B. Simatupang, Dari Revolusi ke Pembangunan (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1987), T. B. Simatupang ( dkk.), Peranan Agama-Agama dalam …….., op. cit., hlm. 9. Perjanjian Baru (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1999), hlm. 470.

hlm. 9.
10 11

lxxii

tetapi juga untuk mengajak dan mengaharapkan partisipasi secara bertanggung jawab dari semua warga negara dan golongan. kritis artinya setiap pembangunan yang dilakukan oleh gereja sesuatu yang telah tertuang dalam firman Tuhan.Yesus Kristus. Gereja di Indonesia dengan sikap sebagai hamba dan pelayanan menurut teladan Yesus. dengan mengambil sikap yang positif.12 Tugas panggilan gereja dalam pembangunan bangsa ini tidak hanya memberikan ruang bagi gereja-gereja untuk berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional. kreatif artinya adanya jasa roh kudus dalam sikap pembangunan yang dilakukan oleh gereja. PGI. hlm. kesejahteraan dan kelestarian serta dalam rangka mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia yang selaras. Pembangunan dengan segala proses perubahannya dalam berbagai aspek kehidupan dalam rangka berjuang untuk menegakkan keadilan. 21-30 Oktober 1994 (Jakarta: Gunung Mulia. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKGPGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. 12 lxxiii . serasi dan seimbang antara dimensi material dan spiritual. realistis artinya sadar akan waktu dan batas-batas kenyataan terhadap pembanguan yang dilakukan oleh gereja. Jayapura. Positif artinya terbuka terhadap yang baik. 2002). kritis dan realistis dalam pelaksanaan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. pemerataan. dalam pembangunan nasional berdasarkan hak dan kewajiban yang sama. kreatif. 29. merupakan isi dunia yang tidak berada di luar rancana Penyelamatan Tuhan. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia sebagai pengamalan Pancasila dipandang oleh gereja adalah bagian dari dunia yang dikasihi Allah.

Simatupang. hlm. B. Kontek Berteologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. ( Jakarta: Bpk. maka dalam keadaan yang seperti inipun masih tetap akan menimbulkan bentukbentuk penindasan dan ketidakadilan dalam masyarakat pada umumnya.14 Jadi walaupun menurut kita bahwa pembangunan yang dilaksanakan menurut ukuran kita telah mampu menegakkan keadilan. hanya dapat terwujud oleh kehendak Tuhan sendiri. realistis dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. Dr. . maka hasilnya tidak akan pernah sampai pada tatanan masyarakat yang sempurna dengan keadilan yang demikian. 1997 ).B.15 T. Iman Kristen dan Pancasila ……. tidak identik dengan kerajaan Allah. Kehadiran Kristen dalam Perang. kreatif. 130. op. Gunung Mulia. T. D. 39. cit. Oleh sebab itu maka dalam terang Injil kerajaan Allah.. kemanusiaan dan kesejahteraan bagi semua orang. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. Simatupang . 1985).). hlm. 41-42. kritis. B. Eka Darmaputra . Latuihamallo (Penyunting . Gunung Mulia.Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. 14 13 T. hlm. (Jakarta: Bpk. pemerataan. pambaharuan kesejahteraan dan telah mampu mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia. gereja-gereja di Indonesia mengambil bagian secara positif. Simatupang. Etik dan Spiritual Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal landas.13 Pembangunan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia sebagai Pengamalan Pancasila dapat saja mengalami kegagalan dan penyelewengan sehingga berlawanan dengan kehendak Tuhan. P. Revolusi dan Pembangunan. 15 lxxiv . keadilan. Oleh karena itu pembangunan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi upaya-upaya untuk menegakkan perdamaian. Oleh karena itu pembangunan yang di usahakan manusia. Bersama-Sama Meletakkan Landasan Moral. dalam buku.

maka gereja dapat mendukung segala pambangunan yang menunjukkan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Sikap gereja yang kritis. Seperti. Iman Kristen dan Pancasila. perdamaian dan sebagainya. seperti: banyaknya korupsi-korupsi yang terjadi di birokrasi pemerintahan kita sekarang ini yang dikorupsi itu adalah uang rakyat. Sikap gereja yang realistis adalah untuk mendorong gereja agar dapat meilihat dan memahami tentang batas-batas yang telah dapat dicapai oleh bangsa ini dalam membangun sikap tersebut sebagai alat kontrol untuk mengawasi agar setiap 16 T. cit. gereja dapat memberikan sumbangan untuk berpartisipasi dalam menjawab berbagai tantangan dalam perubahan zaman dan dapat menyisihkan berbagai hambatan-hambatan yang selalu mengahadang atau mengahalangi untuk suksesnya suatu pembangunan yang kita lakukan untuk bangsa ini. kreatif. bahwa gereja dapat mengoreksi berbagai cita-cita atau kebijakan-kebijakan bangsa kita ini dalam melakukan pembangunan yang memang bertentangan dengan kehendak Tuhan. keadilan. B. Oleh karena itu Tuhan tidak mengajarkan tentang hal-hal yang tidak baik.. kesejahteraan. Pasti Tuhan mengajarkan tentang hal-hal yang baik. loc. lxxv .Gereja-gereja di Indonesia dalam berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini harus memiliki beberapa sikap diantaranya gereja harus bersikap positif. Maka dari itu gereja dapat mengembangkan hal-hal yang baik dalam proses pembangunan. Simatupang. kritis dan harus realistis. Sikap gereja yang kreatif.16 Dengan sikap gereja yang positif.

. Seperti pengamalan sila pertama.17 Bentuk partisipasi gereja dalam pembagunan bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. Simatupang. 43. Pancasila dengan sila-silanya haruslah diamalkan secara utuh dan konsekuen. Kehadiran Kristen ……. Ketuhanan Yang Maha Esa.. cit. 18 lxxvi . dalam bentuk partisipasinya dalam pembangunan berusaha dalam memberikan sumbangan untuk mengembangkan suatu gagasan.pembangunan itu selalu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. B. yang mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan agama supaya untuk terus-menerus dan bersama-sama dalam meletakkan landasan moral.18 Gereja. dan pandangan mengenai sejarah yang menguasai pemikiran dalam pembangunan itu. T. op. Pendangan gereja tentang pengamalan dari sila-sila Pancasila dalam pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu hal tersebut akan dapat menentukan gerak pembangunan nasional akan berjalan kearah dari cita-cita perjuangan bangsa Indonesia ini dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur yang dapat berasaskan Pancasila. dalam partisipasi ini yang paling penting adalah gereja terhadap masyarakat dan masa depan bangsa Indonesia ini. hlm. yang mengangkat dasardasar dan corak-corak dari negara. 130. etika dan 17 Ibid. ide-ide dan pikiran menganai arah dan tujuan dalam melakukan suatu pembangunan sebagai pangamalan Pancasila. hlm. . masyarakat dan kebudayaan serta dasar-dasar hukum yang ada didalamnya. dalam artian setiap pembangunan itu harus sesuai dengan manfaatnya dan tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Tuhan. .

kemanusiaan yang adil dan beradab. Pengamalan sila kedua. Simatupang.21atau pembinaan bangsa dari semua bidang kehidupan manusia. 22 lxxvii . 121. Simatupang . hlm. Persatuan Indonesia. Sila ini hanya menjamin tempat yang wajar bagi dimensi religius dalam kehidupan negara dan bangsa.19 Dengan demikian sila ini bukan merupakan dalil teologi. 1993).op. 28. 19 T. 31. 20 21 Bambang Ruseno Utomo. menurut gereja menyangkut Pembinaan kesatuan bangsa.B. Iman Kristen dan Pancasila .22 Pengamalan sila keempat dari Pancasila. . Tapi bagi gereja untuk mengamalkan kamanusiaan dan keadilan dengan ikut dalam sepenuhnya bertanggung jawab dalam mengenai keamanan negara. sebab negara sama sekali tidak memiliki apa yang namanya teologi. . T. hlm. sehingga makin kuat rasa kesatuan kamanusiaan dalam memperkokoh rasa Persatuan dan kesatuan negara. cit. hlm. 121. masyarakat. Bersama-Sama meletakkan……………………………. . op. bangsa dan negara. hlm. B. Ibid. dipandang oleh gereja dalam menyangkut persoalan-persoalan yang mendorong begitu besar peran partisipasi rakyat dalam aspek politik dalam usaha menegakkan demokrasi yang bertanggung jawab. menurut gereja menyangkut usaha-usaha pengembangan dan pemantapan hak-hak asasi manusia dan tanggung jawabnya dalam pembagunan. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia (Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan.20 Pengamalan sila ketiga.spiritual yang kokoh bagi pembangunan nasional sebagai Pengamalan Pancasila. cit.

Partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini dapat berhasil apabila adanya kerjasama antara gereja-gereja dengan berbagai lembaga-lembaga yang ada di luar gereja. 23 T. cit. bahkan dengan orang-orang yang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda dan di ajak untuk bekerjasama dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju.. hanya sebagai motivasi bagi umat Kristiani dalam benar-benar mangamalkan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila dan sebagai perwujudan gereja dalam berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. Bambang Ruseno Utomo.24 Partisipasi gereja dalam memberikan sumbangan pemikiran tentang pengamalan Pancasila di atas. 24 lxxviii .Pengamalan sila kelima dari Pancasila dalam pembangunan menurut gereja menyangkut peletakkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka menjunjung cita-cita keadilan sosial.. loc. Hidup Bersama………. B. Iman Kristen dan Pancasila . adil dan sejahtera. loc. cit. 23 dan dapat juga pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Simatupang.

seluruh partisipasi gereja dan umat Kristen dalam berpartisipasi membangun bangsa ini harus bertolak sebagai usaha untuk menegakkan tanda-tanda penyelamatan dan kedatangan kerajaan Tuhan. B. Analisis Penulis Ada satu hal yang khas. membangun. dan mempersatukan gereja dan memupuk kemanusiaan di bidang teologi. yaitu bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat majmuk. Simatupang. C. b. Untuk bersama-sama dapat membaharui.budaya. perdamaian dan kemanusiaan yang dikehendaki oleh Tuhan untuk dunia ini. Gereja berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional dengan tujuan dalam kehidupan masyarakat. dapat melahirkan atau menciptakan kesejahteraan. yang terdiri dari berbagai suku. Menurut T. persaudaraan.yang membedakan Indonesia dengan masyarakat dan bangsa manapun di dunia ini.adat.Adapun tujuan gereja dengan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini adalah: a.agama dan lxxix . kebebasan. bangsa dan negara Pancasila yang sedang melaksanakan pambangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila keadilan.

Ibid . Pancasila walaupun ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. tapi membiarkan orang Kristen ber-Trinitas. Pancasila Sebagai Ideologi . hlm.. ( Jakarta: BP-7. Akan tetapi perlu kita cermati apakah Islam sesuai dengan Pancasila ? maka segera akan nampak bahwa banyak dari ajaran-ajaran Islam yang tidak tercakup dalam Pancasila atau tidak dipersoalkan oleh Pancasila. agama Hindu mempercayai banyak dewa –dewa . jelas setiap agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki visi sendiri. dan dalam agama Budha tidak membicarakan tentang Tuhan sama sekali. Dengan kata lain. serta Pancasila adalah dasar bermasyarakat. Hal ini upaya Pancasila untuk menekankan sisi kehidupan antar umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. berbangsa dan bernegara.Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki lingkup masing-masing yang berjangkauan universal. tidak akan banyak berpungsi jika didudukkan dalam status yang jelas. Islam mengajarkan tentang tauhid. 26 27 25 Ibid. bukan hanya sekedar masing-masing sila .wawasan Pancasila tentang kebersamaan antara agama-agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tidak sepenuhnya sama dengan wawasan sekian agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang satu sama yang lain saling berbeda. berlaku seluruh umat manusia.kepercayaan. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. di samping visi universal yang mempersamakan semua agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.disunting oleh. Dalam buku. 257. Karena kesepakatan luhur bangsa Indonesia itu akhirnya dirumuskan sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara. hlm..26 Pancasila sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara disinilah ada tumpang tindih antara Pancasila dengan sebagian sisi kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa . Oetojo Oesman dan Alfian.25 Pancasila merupakan kesepakatan luhur antara semua golongan yang hidup di bumi Indonesia.27 Dengan demikian dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila setiap sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia termasuk agama Islam. 164. Sebagai falsafah negara Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir dalam menyusun undang-undang dan hukum di dalam negara Republik Indonesia. hlm. Sebuah kesepakatan seluhur apa pun. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Berbangsa dan Bernegara. Abdurrahman Wahid.( keesaan Tuhan ). artinya setiap warga negara Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar yang tertuang dalam sila Pancasila. 163. 1991). lxxx . Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Ideologi bangsa.

tapi perlu diketahui bahwa Islam adalah agama dan Pancasila adalah ideologi . Identitas Politik Umat Islam ( Mizan : Bandung. Hal semacam ini tidak berarti bahwa Islam bertentangan dengan Pancasila . berbangsa dan bernegara. bahwa sebuah ideologi harus memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahwa merangsang pengembangan pemikiran –pemikiran baru yang relevan tentang dirinya.Kemudian Islam mengajarkan tentang iman kepada rasul-rasul. (de ) Konstruksi Ideologi Negara . 113.1983). 28 Jika melihat persoalan-persoalan tadi. Kuntowijoyo.115. maka ajaran Islam lebih bersifat luas. Melalui idealisme atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dihayati suatu masyarakat atau bangsa dapat diketahui kearah mana mereka ingin membangun kehidupan bersama. 2003 ). demikian pula agama tidak akan memjadi ideologi. Islam Pancasila dan asas Tunggal ( Jakarta : Yayasan Perkhidmatan. sebagaimana juga kemudahan yang sama dinikmati oleh para pengikut agama lain. Oleh sebab itu bagi setiap muslim ajaran –ajaran agama itu wajib dilaksanakan. Dimensi fleksibilitas. shalat. 31 Berdasarkan pada tiga dimensi tadi maka Pancasila jelas memenuhi standar realitas.. dimana ideologi itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup dalam masyarakat. zakat . hlm. 30 Pada dasarnya kekuatan ideologi (Pancasila) dapat diukur dari tiga dimensi yang saling berkaitan. 70. saling mengisi dan saling memperkuat. suatu ideologi harus mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. haji dan masih banyak lagi ketentuan –ketentuan lain yang diajarkan oleh Islam. 3. 1997 ). Sekurang –kurangnya kita dapat perhatikan . puasa Ramadhan.Rat. 29 30 Listiyono Santoso (dkk. Ketiga dimensi itu adalah : 1. bahwa kemudahan diberikan di negeri kita untuk melaksanakan ibadah tersebut. Sering dinyatakan bahwa Pancasila tidak akan menjadi agama. hlm. 31 lxxxi . 2. Suatu Upaya Membaca Ulang Pancasila ( Jogjakarta : Ning. terutama karena dinamika internal yang 28 Deliar Noer. Dimensi idealitas . mencakup hal-hal yang oleh Pancasila mungkin tidak terpikirkan. Ajaran Islam dalam hal-hal tertentu terperinci dan tegas. 29 Mengenai Islam dan Pancasila pada dasarnya tidak bertentangan . pada umumnya memang terdapat kesepakatan di negeri kita bahwa hal-hal ibadah dibiarkan saja . 85. hlm.). tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. hlm. idealitas bahkan fleksibilitas. Ibid. Dimensi realitas .

33 Harus disadari. Tetapi hal itu tetap tergantung pada kehadiran beberapa faktor: 1. Jadi secara ideal konseptual Pancasila adalah ideologi yang kuat. Ibid . Ibid. Selama ini. Kemampuan masyarakat mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang ideologi. hlm. Pancasila lebih diletakkan sebagai gundukan “ rangkuman “ konsep-konsep belaka yang tidak mempunyai kekuatan untuk “merubah” tatanan masyarakat.34 Itulah sebabnya kita harus berihktiar untuk semakin menjadikan Pancasila itu sebagai ideologi dan menjadikan dasar yang kokoh bagi perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. hlm. 71. hlm. 72. sikap dan tingkah laku masyarakata terhadap Pancasila.. 4. 32 Ibid . memapankan serta menguatkan relevansi ideologi itu dalam masyarakat. Pancasila di masa lalu seolah-olah hanya berhenti pada konsep nilai-nilai yang tidak mampu merambah pada tataran empirik masyarakat. 33 34 lxxxii . 70. ber..32 Dinamika internal yang terkandung dalam suatu ideologi terbuka biasanya memantapkan. Kelima sila tersebut adalah “ paradigma “ bagi terbentuknya masyarakat berperadaban Pancasila. betapa dalam Pancasila sesungguhnya memuat kualitas nilai dasar yang objektif kebenarannya dan berlaku secara universal. Kualitas nilai-nilai dasar yang tergantung dalam ideologi. .Menyangkut seberapa jauh nilai-nilai yang terkandung dalam idelogi itu membudaya dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. ber-Kemanusiaan. Persepsi . ber-Kerakyatan dan ber-Keadilan. Kualitas nilai dasar itu memungkinkan bagi terbentuknya kualitas peradaban bangsa yang berlandaskan pada masyarakat yang ber-Ketuhanan. berbangsa dan bernegara . 2.terkandung dalam sifatnya sebagai ideologi terbuka.Satu. tangguh dan bermutu tinggi . 3.

lxxxiii .

B. yaitu : a. Maka yang dulunya sebahagian rakyat Indonesia yang sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda.BAB V PENUTUP A. aspek politik Indonesia yitu lxxxiv .tidak heran jika bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut juga dalam merumuskan dasar negara Pancasila . Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia. Simatupang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia tidak terlepas dari beberapa aspek. aspek sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang sudah beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan nagara ini dari tangan penjajah. b. maka rakyat Indonesia banyak yang menganut agama Kristen Protestan. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Menurut T.

ekonomi dan budaya. bangsa dan negara. politik. Di negara Pancasila ruang bagi orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak di batasi. Makna yang terkandung dari sila pertama bukanlah kepercayaan “Kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide lxxxv . c. yang merupakan suatu keputusan yang mutlak yang harus diterima oleh setiap agama-agama yang ada di Indonesia. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kritis dan kreatif yang dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. Demikian halnya dengan gereja –gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan untuk melaksanakan panggilannya pada bangsa dan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila.seperti agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen Protestan baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan ( gereja) mempunyai tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara. aspek agama Dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. di bagi menjadi dua : Pertama: meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa. 2. B. Pengaruh pemikiran T.Gereja ditempatakan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam kontek sosial. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia.

Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. akan tapi mengajak kepada semua warga Indonesia untuk bersamasama dalam membangun dan mengatasi bangsa yang tercinta ini dari ketertindasan dan kemiskinan. 2. Tugas penggilan gereja dalam membangun bangsa ini tidak hanya tertuju pada pembangunan nasional saja. Kedua. Saran-saran 1. Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Penulis menyarankan kepada setiap jurusan di Fakultas Ushuluddin bahwa sanya skripsi-skripsi yang lama yang terdapat di ruang dosen supaya di lxxxvi .Ketuhanan” oleh karena itu kata yang dipakai bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian ditambah Keesaan dan Kemahaan. maka setiap agama harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragma. Oleh karena itu setiap agama yang ada di Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. maka dari itu jangan sampai ada suatu golongan umat beragama yang ingin menggantikan dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain. meliputi partisipasi gereja dalam membangun bengsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa.

lxxxvii . sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas pemikiran T.susun dengan rapi atau disimpan dalam almari khusus supaya tidak acakacakan. penulis memohon hidayahNya mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat untuk orang lain dan juga untuk penulis sendiri. Kata Penutup Sebagai kata Penutup skripsi ini. B. penulis panjatkan puji syukur sedalamdalamnya kehadirat Allah atas segala curahan rahmat dan hidayahNya. Simatupang ) Hanya kepada Allah. C.

2003 Bakry.DAFTAR PUSTAKA Aminah.( dkk . Dunia Arab. 1985 Daman. 1991 Efendy. Surabaya: Usaha Nasional. Ahmad Azhar. 1986 Hitti.Yogyakarta: Dian/Interpedi. Jakarta: PT.Hasbulah. Gunung Mulia. Eka. Wisnu Tri (edit. Jakarta : Widjaya. 1995 Darmaputra. Gunung Mulia.). Susilaradeya. Pancasila Identitas dan Modernitas. Ilmu Perbandingan Agama . 2001 Green. Bunga Rampai Pancasila . Jakarta: BPK. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. 1997 lxxxviii . 1989 Hanggoro.).Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. Sejarah Ringkas (terj) Usuludin Hutagalung dan Sihombing.). Berfikir dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia( 1860-) 1960) ( terj. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. dan Etos Kewirausahaan. Karl Barth. Pancasila Suatu Orientasi Singkat. 1979 Malang: Lembaga -----------. Darji.). A. ( terj ) Marie Claire Barth . Rozikin. Raja Grafindo Persada. Santiaji Pancasila. Pancasila Dasar Falsafah Negara . Clifford . Jakarta : BPK. Gunung Mulia. Wiwin Siti (dkk. Penerbit Universitas Brawijaya. 1986 Basyir. 1997 Darmodihardjo.G.Bahtiar.Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Hubungan Agama dan Pancasila . Tinjauan Etis dan Budaya. Jakarta: BPK. Bandung: Sumur Bandung . Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama . Ny. Yogyakarta: Galang Press. Masyarakat Madani. Philip K. 1970 Hoekema.

1959 Kaelan. dalam buku. Jakarta: BP-7 Pusat.. 1996 Noer. 1990 Musfik. Islam Pancasila dan Asas Tunggal . Problematika Pancasila .Malang: Departeman Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia. Bermasyarakat . Paradigma. 1983 Oesman . 1991 Octavianus. Yogyakarta : Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga.Simatupang .B) Simatupang ).D. Bernegara. Bandung : Mizan. S. T. Filsafat Pancasila. 1999 Kansil . Simatupang.1997 Latuihamallo.Jakarta: PT. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara . 1985 lxxxix . Ahmad.Oetojo dan Alfian. 1997 Kuntowijoyo.Yogyakarta: Tiara Wacana. Jakarta: Pradanya Pramita. Saya Adalah Orang Yang Berhutang( Penyunting) Samuel Pardede. B. Berbangsa dan Bernegara. Pengantar Ilmu Sejarah . 1999 Ismaun.Ismail . Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani . Gramedia.Identitas Politik Umat Islam. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Faisal.Yogyakarta: Paradigma. P. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama. Skripsi. T. Metode-Metode Penelitian Masyarakat . Bandung: Cahaya Remaja. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. Menyambut Usia ke 70 .B. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa. Wacana Ketegangan Kreatif Isalan dan Pancasila . 70 Tahun Dr. Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. P. 1978 Koentjaraningrat. Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP.C. Yogyakarta: Yayasan Budi Budaya. Deliar. 1995 ……………. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1996 Yogyakarta: Kaelan. Gereja dan pembangunan ( Studi atas Pemikiran Tahi Bonar (T.T.

Jakarta: BPK. Emil . Lyman Tower. Gunung Mulia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.). T. Jakarta: Gunung Mulia. Saya adalah Orang yang Berhutang . Sebuah Analisis Komperatif.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen Perjanjian Baru . dalam buku. Iman Kristen dan Pancasila. Latuihamallo ( Penyunting) Eka Darmaputra. Pembangunan. Edisi keenam . Gunung Mulia.Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan . 2002 Baru. P.B. 1987 Simatupang. 1960 ---------. Jakarta: Bpk. Wainata. Dr. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia. Gunung Mulia.). Ideolog-Ideologi Politik Kontemporer. 1984 xc . Visi Gereja Manusia Milinium Pemikiran. 1981 -----------. Jakarta: Bpk. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. Jakarta: Erlangga . 2002 Sairin. (Jakarta: Bpk. Jayapura. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Bunga Rampai Salim. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai (Jakarta: Sinar Harapan. Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal Landas. D. dan Spiritual. Simatupang . Samuel ( penyunting. Soetarman Soediman. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKG-PGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. Jakarta: Gunung Mulia. 1997 ----------.B. 1999 PGI. 1990 Sargent.Pardede. Saya Adalah Orang Yang Berhutang ( Penyunting) Samuel Pardede . dalam buku . Bersama-sama Meletakkan Landasan Moral. T.70 Tahun Dr. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan .) Widi Harijati Rahadi . 21-30 Oktober 1994 . Kontek Berteknologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof.(editor. Jakarta: PT. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. 1986 -----------. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi. 1990 Partonadi. Gunung Mulia.

Karel. Lahirnya Pencasila . Metode Gramedia. Dari Revolusi ke Pembangunan .Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press. Sosiologis. Bangsa dan Negara . Filsafat Pancasila .(dkk.-----------. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia.). dan Pembangunan di Indonesia. Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. Jakarta: BPK. Viktor I .J. Jacob. 1991 ----------. Nasional. Spiritualitas. A . Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Gunung Mulia.1970 Soewarno. 1958 Surachmad. Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis.Winarno. 1985 -----------. 1993 Tanja. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah. Filosofis. Gunung Mulia.P. Jakarta: Bpk. 1996 Steenbrink. Jakarta: Bp. Yogyakarta: Basis.Yogyakarta: Kanisius. Revolusi dan Pembangunan. 1955 Soekarno.Jakarta: Bpk. 1988 Subagyo.Jakarta : Sinar Harapan . 1987 ------------. 1993 xci . Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia .Yuridis Kenegaraan . Paulus . Bandung: Tarsito.1996 dan Teknik Penelitian Masyarakat. 1993 Vredenbergt. Gunung Mulia. Bambang Ruseno. dalam Negara Pancasila yang Membangun. Kehadiran Kristen dalam Perang. Pancasila Dasar Negara Indonesia.Yogyakarta: Kanisius. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Jakarta: Wahana. Mencari Tuhan dengan Kacamata Barat. Pluralitas. 1996 Utomo.Gunung Mulia. Rahmat . Jakarta: Bpk.

Sapat. Nogorojo No. Pancasila Sebagai Ideologi. Tembilahan. Tanjung Makmur (1996-1999) Masuk IAIN Sunan Kalijaga Fakultas Ushuluddin.3 Klpk. Jakarta : B-7. Riau : Jl. Gowok Yogyakarta : Miswandi : Kampung Baru. Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. P. disunting oleh Oetojo Oesman dan Alfian . P. 11 Desember 1979 : Laki-Laki sekarang) xcii . Indragiri Al-Islami. Dalam buku. Kab. Muhammad. Yogyakarta (2000: Islam : Kampung Baru. 1991 Yamin. Pembahasan UUD Indonesia . Abdurrahman. Indragiri Al-Islami. 1959 CURRICULUM VITAE Nama Tempat Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Asal Alamat di Yogyakarta PENDIDIKAN SDN. Jakarta: Prapanca.Wahid. Tanjung Makmur (1993-1996) MA. VI. Kec. P. Berbangsa dan Bernegara . Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. P. 016 Kampung Baru (1987-1993) MTs.

NAMA ORANG TUA Ayah Ibu Agama Alamat : H. Miskun : Hj. Siti Wartini : Islam : Kampung Baru, kec. Sapat, Kab. Tambilahan, Riau.

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul Drs. Rahmat Fajri. Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta NOTA DINAS Kepada Yang Terhormat Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa maupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama Nim
Jurusan : PA

: MISWANDI : 00520012

xciii

Judul Skripsi : HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA ( Studi atas Pemikiran T. B. Simatupang ) Maka pembimbing / pembantu pembimbing kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk dimunaqasahkan . Demikian , mohon dimaklukmi adanya. Wassalammu’alaikum Wr. Wb. Yogyakarta, …….. Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul NIP. 150169820

Drs.Rahmat Fajri NIP. 150275041

MOTTO

“ Kalau Ingin Menguasai Negara Kuasailah Ilmu. Kalau Ingin Menguasai Dunia dan Akhirat Kuasailah Ilmu. ”

xciv

PERSEMBAHAN

Karya ini Kupersembahkan Kepada : Almamaterku yang sangat dibanggakan Bapak dan Ibu Tercinta Adik-Adikku tersayang, Jumadi, Salman al-Farisy Seseorang yang selalu dekat di Hati

xcv

yang telah menuntun kita kejalan kemenangan dunia dan akhirat. yang senantiasa melimpahkan taufik. penulis banyak mendapatkan masukan dan bantuan dari berbagai pihak baik moril maupun material. Dalam penulisan skripsi ini. Selaku Dekan Fakultas yang sebesar-besarnya kepada mereka yang Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. yang sudah sepantasnya penulis menghaturkan terima kasih terhormat : 2. Drs.Ag. Subagyo. Fahmi. xcvi . M. M. Bapak Drs. H. H. 3. Moh.hum. Selaku Ketua Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Shalawat seiring salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad Saw.. hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT.

2000. Dian. Yani tercinta. jurusan PA. Drs. Koler. xcvii . Selaku Penasehat memberikan dukungan dan saran demi Akademik yang telah banyak menyelesaikan studi penulis. Drs. selalu memberikan Bapak. Bapak. Kepada konco-konco seperjuangan. 11. Serta kepada adik-adikku yang tersayang. Kepada seseorang yang selalu setia mendampingi penulis baik dalam suka maupun duka. Dr. H. Subagyo. Selaku Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga 5. keluarga besar “HIMARISKA” (Himpunan Mahasiswa Riau Sunan Kalijaga). Kepada orang tua penulis. 6. Rahmat Fajri. Rahmat Fajri. Selaku Pembimbing II. Arif. Sony dan abang Tambunan). Ojay Bekers. Bapak Drs. Ag. Keluarga angkat di Imogiri (Pak Suprafto sekeluarga). atas pengorbanan dan jasanya yang tiada terhingga dan tak terbatas mudah-mudahan keduanya diberi umur panjang dan husnul khatimah di akhir hayat mereka. Bapak Prof. yang selalu banyak memberi masukan sehingga terwujudnya skripsi ini. spesial buat teman-teman kost “WISMA SAWO” (Dedi. Agussalim Sitompul. Petang. H. Nova. M. 8. 10. 7. Emon. Selaku Pembimbing I. Didit. Seluruh Dosen Fakultas Ushuluddin yang telah memberikan kuliah kepada penulis.4. 9. yang bimbingan dan memberi saran dan petunjuk dalam penyelesaian skripsi ini.

00520012 DAFTAR SINGKATAN T. Yogyakarta. ………. HIS MULO KMA AMS KSAP PTTS PBAP DGI = Tahi Bonar = Hollands Inlands School = Meer Uitgebried Lager Onderwijs = Koninlijke Militaire Academie = Algemene Middelbere School = Kepala Staf Angkatan Perang = Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra = Panglima Besar Angkata Perang = Dewan Gereja-Gereja Indonesia xcviii . penulis banyak berhutang budi. B. sehingga pengorbanan yang tekah mereka berikan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT. Penulis Miswandi Nim .Atas segala kebaikan mereka. hanya do’a yang dapat mengiringi ketulusan mereka.

Ketika bangsa Indonesia ingin membentuk dasar negara maka terjadilah suatu perdebatan yang hangat antara kalangan Islam dan non Islam . tapi ada juga yang beragama non Islam. tapi dari kalangan non mulslim menolak bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta yang berbunyi “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. sedangkan manfaat penelitian ini adalah untuk akademik sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Analisis data . dari kalangan Islam menginginkan dasar negara harus berasaskan Islam seperti Piagam Jakarta . ketiga. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T. Pengumpulan data. Penelitian ini bersifat kepustakaan murni ( library research). Untuk menghindari atau mengakhiri perdebatan tersebut.B. Karena Modus Vivendi itu merupakan sesuatu yang telah di xcix . Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. kedua. dan untuk menembah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T. Hasil penelitian ini adalah menurut T. karena penelitian sejarah ini mengkaji pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu menyakinkan apa yang harus dikerjakan sekarang dan masa yang akan datang. peneliti dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif. B.PGI VOC BPUPKI PPUUD PKPUUD PPKI PB UUD = Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia = Verenigde Oost Indische Compagnie = Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Panitia Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Perjanjian Baru = Undang-Undang Dasar ABSTRAK Negara Indonesia merupakan negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam. peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode dokumentasi. Metode Pendekatan. keempat. maka kedua tokoh-tokoh agama tersebut menyepakati untuk mengubah nya dengan kalimat “ Ketuhanan Yang Maha Esa “. maka tokohtokoh agama dari kalangan Islam dan non Islam melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta . dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sejarah atau historis. Metodologi Penelitian ini adalah pertama. jadi setiap warga negara Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia .Simatupang Pancasila adalah sebuah ideologi yang dapat melindungi semua rakyat Indonesia. atau yang sering di sebut dengan Modus Vivendi . B.

Sikap kreatif. Sikap positif. B. dan bisa menghadapi segala tantangan dari seluruh rakyat Indonesia . Kemudian Pancasila dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. melalui kerja sama. HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA (Studi Atas Pemikiran T. Sikap realistis.tentukan melalui dialog. Sikap-sikap tersebut sebagai partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini sebagai pengamalan Pancasila. keempat. ketika gereja ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa ini maka gereja mempunya beberapa sikap pertama. karena sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia . Simatupang) Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam Oleh: MISWANDI c . kadua. Maka dari itu setiap agama yang ada di Indonesia dapat berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. Sikap kritis. ketiga.

NIM: 00520012 JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2004 ci .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful