DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i HALAMAN NOTA DINAS ..............................................................................

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………… HALAMAN MOTTO........................................................................................ HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………………. KATA PENGANTAR ....................................................................................... DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. DAFTAR SINGKATAN .................................................................................... ABSTRAK .......................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………. A. Latar Belakang Masalah .............................................................. B. Rumusan Masalah ....................................................................... C. Tujuan Penelitian ......................................................................... D. Telaah Pustaka ............................................................................. E. Metodologi Penelitian .................................................................. F. Sistematika Pembahasan .............................................................. BAB II. SKETSA BIOGRAFI T.B. SIMATUPANG ………………………. A. Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan ................................ B. Karir dan Kegiatannya ................................................................. C. Karya-Karya T.B. Simatupang .................................................... ii iii iv v vi viii xi xii 1 1 7 7 8 11 12 14 14 18 21

viii

D. Orang-Orang Yang Mempengaruhi Pemikiran T.B. Simatupang .. 22 BAB III. PEMIKIRAN T. B. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA. 27 A. Pemahaman Indonesia ...27 1. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia .............. 28 2. Pemahaman T.B.Simatupang Kristen Protestan Tentang Ideologi Pancasila .............................................................................................32 B. Aspek-aspek Pemikiran T.B. Simatupang Tentang Hubungan Kristen 35 35 37 40 T.B.Simatupang Tentang Kristen Protestan di

Protestan dengan Pancasila di Indonesia ..................................... 1. Aspek Sejarah ....................................................................... 2. Aspek Politik ........................................................................ 3. Aspek Agama ........................................................................

C. Pemahaman Tentang Pancasila .......................................................... 41 1. Pengertian Pancasila .................................................................... a. Pengertian Pancasila dari Etimologi ..................................... b. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi ......................... 2. Sejarah Singkat Tentang Pancasila .............................................. 3. Fungsi Pancasila ........................................................................... a. 42 42 43 43 51

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia ....... 51

ix

b. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia ........... c. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia ..................... BAB IV. PENGARUH PEMIKIRAN T.B. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA …………… A. Pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa .....................................................

53 56

58

58

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia Sebagai Pengamalan Pancasila ....................................................... C. Analisis Penulis ............................................................................. BAB V. PENUTUP …………………………………………………………… A. Kesimpulan ..................................................................................... D. Saran-Saran ..................................................................................... E. Kata Penutup.................................................................................... DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... CURICCULUM VITAE 63 70 76 76 78 79 80

x

92.). yang dinyatakan dalam sikap hidup yang didasarkan kepada ajaran-ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang penuh toleransi di antara pemeluk-pemeluknya.1 Menurut pandangan Kristen Protestan. Simatupang ( dkk .B.B. hlm. orang-orang yang sudah memiliki agama dapatlah terus melakukan dialog berdasarkan sikap saling menghargai demi tanggung jawab bersama. selama pemahaman tentang kelima sila dari Pancasila tetap terbuka dan Pancasila tidak kemudian menjadi doktrin yang tertutup. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: BPK. dengan menyatakan bahwa di dalam kerangka kepercayaan kepada yang transenden. Gunung Mulia. hlm. bangsa yang memiliki kepercayaan dan hubungan dengan Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. tidak ada masalah untuk menerima Pancasila. Simatupang . Gunung Mulia. 12-13. 1 xi . 1984). 1996). bahwa agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah menjadi dasar dan memberikan warna terhadap semua segi kehidupan bangsa. 2 T. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila Yang Membangun (Jakarta: PT. sejak semula telah dikenal sebagai bangsa yang religius. BPK. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah diakui oleh masyarakat Indonesia. Namun sejarah dari masa ke masa menunjukkan.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia. Orang-orang Kristen Protestan dapat memahami sila pertama. Bahwa Pancasila telah memberikan banyak inspirasi.2 T.

Faisal Ismail . yang telah ditransformasikan menjadi dasar konsep politik yang sedemikian rupa. setiap rakyat Indonesia harus mempercayai Tuhan Yang Maha Esa.97. loc.5 3 T. hlm. op.B. antara agama dan politik tidak dapat dipisahkan karena tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam Islam. Simatupang (dkk. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok-kelompok yang menjadi pemimpin politik yang di Indonesia seperti pemimpin pilitik dari kalangan muslim. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama. 1999). Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila (Yogyakarta: Tiara Wacana.) .Negara Indonesia yang memilki Pancasila sebagai dasar negara maupun filsafat hidup atau pegangan hidup bangsa Indonesia. Meskipun secara personal nasionalis sekuler bukan kaum sekuleris. Pertama.. pada dasarnya sila-sila dari Pancasila itu telah berakar pada jiwa Bangsa Indonesia.4 Kelompok nasionalis muslim adalah kelompok yang mempunyai gagasan bahwa Islam harus dijadikan sebagai dasar negara..cit. Ada dua kelompok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan ideologi suatu bangsa. pemimpin politik dari kalangan Hindu. kelompok nasionalis sekuler kedua kelompok nasionalis muslim.4-5. pemimpin politik dari kalangan Protestan. hlm.cit. pemimpin politik dari kalangan Katolik. bahkan nasionalis sekuler tidak menggunakan agama sebagai ideologi atau sistem politik. Secara tegas kelompok-kelompok nasionalis sekuler menolak agama dijadikan sebagai dasar negara.3 Pancasila berfungsi sebagai bimbingan moral dan etika. 5 4 Faisal Ismail. xii .

Hindu dan Budha yang butuh perlindungan dari negara. Islam Pancasila dan Asas Tunggal (Jakarta: Yayasan Perkhidmatan.7 Bunyi butir pertama dari Piagam Jakarta mendapatkan tantangan yang keras dari orang-orang yang non muslim. Pancasila tanpa agama akan kosong hasilnya. 1983). hlm . bukan berarti setelah ber Pancasila lalu meninggalkan agama. Ibid .8 Agar bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah maka kedua kelompok tersebut melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi pertama dari Piagam Jakarta agar tidak menyinggung perasaan dari kalangan agama minoritas. maka dengan 6 Deliar Noer. yang menyatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam sangat mengesampingkan agama-agama lain yang ada di Indonesia. hlm. 49. 7 8 xiii . Seakan-akan menonjolkan agama orang yang mayoritas yaitu agama Islam..5. Protestan. maka dari kalangan agama orang yang minoritas yaitu agama non Islam akan memisahkan diri dari Republik Indonesia. agar semua agama yang ada di Indonesia dapat menerimanya. yang pantas dijadikan dasar negara adalah Pancasila.Di bumi Indonesia tidak hanya mayoritas agama Islam saja tetapi masih ada agama-agama lain seperti Katolik. tetapi Pancasila dan agama harus sejalan. Ibid. di negara Indonesia yang meskipun umat Islam yang pada dasarnya harus menerima Pancasila sebagai ideologi negara. sehingga terbentuklah Piagam Jakarta pada butir pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. hlm.6 Menurut Faisal Ismail Konflik antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim mengenai landasan falsafah negara tetap tegang. Oleh sebab itu .45-46. jika tidak diganti butir pertama dari Piagam Jakarta. Bunyi butir pertama Piagam Jakarta yang memberikan posisi umat Islam di Indonesia yang memungkinkan untuk menerapkan syariat Islam..

Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani ( Yogyakarta : Paradigma. 10 xiv . Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia .kesepakatan bersama antara kelompok nasionalis sekuler dengan kelompok nasionalis muslim .1999 ). 110 –111.11 9 Ibid . Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan 6. Pancasila Identitas dan Moralitas. Pancasila Yuridis kenegaraan. 55-56. hlm. 11 Eka Darmaputra. maka PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta : BPK. maka nilai-nilai yang esensial dalam Pancasila adalah: 2. Kaelan . Ketuhanan Yang Maha Esa 3. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. maka Piagam Jakarta diganti dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. 1997 ).10 Dengan disahkannya UUD 45. Persatuan Indonesia 5.. Selain itu juga kebebasan untuk memeluk agama di Indonesia ditegaskan dalam UUD 45 Pasal 29 yang berbunyi: 1. 2. hlm. Kemanusiaan yang adil dan beradab 4.9 Untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan antara kelompok nasionalis sekuler dan kelompok nasionalis muslim. Gunung Mulia.

14 xv . Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. setiap orang harus meyakini adanya Tuhan Yang maha Esa dan memberikan kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing. Suwarno. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Sila ini dapat memberikan suatu kebebasan ruang gerak bagi kemerdekaan beragama. dapat diterima oleh semua pihak. Kenyataan telah mewujudkan bahwa dengan Pancasila dapat menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dapat membawa keutuhan negara Republik Indonesia. Penjelasan Al-Kitab: Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. politik. 1992 ).14 Penjelasan butir demi butir dari kelima butir Pancasila yang erat hubungannya dengan Al-Kitab adalah: 1.Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis. Oktavianus. P. hlm.Pasal-pasal yang terdapat dalan UUD 45 yang merupakan sebuah transformasi Pancasila sebagai norma-norma untuk hidup bermasyarakat. Sosiologis . dalam bidang keagamaan. 135-136. Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Kasih (1 Yohanes 4:8) PJ. 1993). 21-22. Bernegara. hlm. 13 12 Rozikin Daman. 1985 ). (Kejadian 1:127). 13.13 Butir demi butir dari kelima sila Pancasila dalam penjelasannya jelas tidak bertentangan dengan Al-Kitab. Filosofis. hukum. hlm. sosial dan ekonomi. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa .12 Pancasila dapat dijadikan sebagi alat pemersatu bangsa Indonesia. sebagai mana jelas dalam tindakannya Penciptaan langit dan bumi. Yuridis Kenegaraan ( Yogyakarta: Kanisius. dalam pelaksanaannya secara keseluruhan dapat mendukung pengembangan kegiatan setiap agama yang ada di Indonesia. Bermasyarakat ( Malang : Departemen Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia . Pancasila Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Rajawali Press.

. Penjelasan Al-Kitab: “Kasih itu sabar. 121:1-2) 2.Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan Yang Maha Penolong. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab Sila ini menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia harus meningkatkan martabat manusia. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Sila ini menjelaskan. Tuhan Khalik Langit dan Bumi beserta segala isinya (Mazmur. 16-20 xvi . Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Sila ini menjelaskan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Korintus. 13:14) “Tidak mengambil keuntungan diri sendiri” (I. musyawarah untuk mancapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Penjelasan Al-Kitab: “Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim belalah hak orang-orang yang sengsara dan orang yang kekurangan”. Kasih itu murah hati……” (I. Penjelasan Al-Kitab: Manusia itu agung dan mulia karena manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang dibentuk atau diciptakan Allah (Kejadian: 1:22) 3. hlm. (Mazmur 82:3) Dengan demikian menurut orang Kristen sila-sila dalam Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Kitab bahkan dalam pelaksanaannya secara konsekuen/mendukung apa yang terdapat dalam Al-Kitab. Sila Persatuan Indonesia Sila ini menjelasakan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan demi keselamatan bangsa dan negara. Korintus. 13:5) 5. mendahulukan kepentingan masyarakat dari kepentingan pribadi walaupun berbeda-beda kita tetap satu. Penjelasan Al-Kitab: “Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri…” (Roma 14:7a) 4. dan dapat menikmati hak-haknya dan melaksanakan tanggung jawabnya. suka memberikan pertolongan kepada orang lain.15 15 Ibid. untuk bersikap adil. mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.

B. Pancasila sebuah ideologi dan sebuah pandangan hidup. Iman Kristen dan Pancasila . Simatupang Indonesia ? terhadap agama Kristen Protestan di Tujuan Penelitian Penelitian tentang pemikiran T. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ? Apa pengaruh pemikiran T. Secara akademik penelitian ini sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama. Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah: 2.Penjelasan di atas menurut pandangan T. Simatupang Pancasila adalah lebih dari sekedar payung. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia dalam konteks yang lebih spesifik Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia mempunyai beberapa tujuan yaitu : Untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T.B.B. Pancasila mempunyai daya tarik emosionalnya tersendiri.B. op. 16 T.B.16 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas.B. hlm.. xvii .B. yang menjadi fokus perhatian untuk diteliti adalah: Bagaimana pemikiran T.cit. Simatupang . 10.

Telaah Pustaka Setelah mengadakan penelusuran pustaka. maka penulis melakukan telaah pustaka sebagai berikut: Karya ilmiah yang mengkaji tentang pemikiran T.Dalam buku ini menggunakan pendekatan historis-teologis.1960). yang berjudul : Berpikir Dalam Keseimbangan Yang Dinamis . Pluralitas dan Pembangunan di Indonesia. Kemudian ada buku yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo. pada tahun1993 yang berjudul: Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan xviii . berbangsa. Kemudian ada buku yang di tulis oleh : A. Simatupang dalam buku. Hoekema. dan kapan teologi Protestan di Indonesia lahir ? dan juga siapa tokoh yang membangun teologi Protestan di Indonesia. Untuk menambah pengetahuan tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . Dalam buku ini menggunakan pendekatan sosiologis. sejauh penulis ketahui agar tidak terjadi duplikasi dalam penelitian ini yang sebelumnya membahas T.B.G. yang memaparkan bagaimana peranan agama khususnya Iman Kristiani dalam memberikan sumbangan terhadap tuntutan pembangunan di tengah masyarakat Indonesia yang pluralistik berdasarkan Pancasila sebagai satu-satunya asas bermasyarakat. Spiritualis. Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia ( 1860.3. di tulis oleh Victor I Tanja pada tahun 1996. dan beragama. yang memaparkan tentang bagaimana perkembangan teologi Protestan di Indonesia selama tahun 1860-1960. Simatupang. yang di terjemahkan oleh Ny.B. Amsy Susilaradeya pada tahun 1997.

Kemudian ada skripsi yang berjudul: Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ).B. Dalam skripsi ini lebih memfokuskan tentang pengertian organisasi kemasyarakatan dalam arti apakah persekutuan gereja-gereja di Indonesia dapat dijadikan sebagai organisasi kemasyarakatan yang dapat mengayomi atau melindungi masyarakat Kristen Protestan di Indonesia.B. penelitian sebelumnya yang sudah pernah mengkaji pemikiran T. Simatupang adalah Viktor I Tanja yang xix . yang memaparkan untuk mengungkap dan mengkaji perkembangan dan pertemuan kedua agama tersebut di bumi Indonesia atau di bumi Pancasila.Islam dan Kristen di Indonesia.) Simatupang ). dalam skripsi ini menggunakan metode deskriptif analisis dan metode historis. Dalam buku ini mengunakan pendekatan sosiologis dan teologis. dan juga untuk membantu bisa saling mengenal satu sama lain dalam rangka saling mengasihi sesama insan yang saling berlainan agama dan kepercayaan. skripsi tersebut menggunakan pendekatan historis.B. di tulis oleh Ahmad Musfik. yang ditulis oleh: Tri Budi Waryanto. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. Berdasarkan telaah pustaka di atas maka peneliti akan mengkaji mengenai pemikiran T. Kemudian ada skripsi yang berjudul : Gereja dan Pembangunan ( Studi Pemikiran Tahi Bonar ( T. dan pembahasannya lebih terfokus bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang makmur dan beradab. Akan tetapi peneliti harus membedakan terlebih dahulu antara penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian sebelumnya.

Melalui karya-karya ilmiah. faktor politik dan faktor agama. maupun data-data kepustakaan lainnya yang berkenaan dengan pemikiran T. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis sekarang yang berjudul hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas Pemikiran T.dan apakah gereja –gereja yang di Indonesia dapat mengayomi atau melindungi umat Kristiani di Indonesia.berjudul Gereja dan Pembangunan. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Bambang Ruseno Utomo yang berjudul Hidup Bersama di Bumi Pancasila : Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia. Pengumpulan Data xx . baik yang tertuang dalam buku. Kemudian yang membedakan antara penelitian penulis dengan penelitian sebelumnya adalah: Bahwa penelitian sebelumnya hanya memfokuskan bagaimana gereja-gereja yang ada di Indonesia dapat ikut andil dalam membangun bangsa ini.B. Simatupang. dalam arti sumber-sumber datanya berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Ahmad Musfik yang berjudul Gereja dan Pembangunan. majalah.B. Kemudian ada juga penelitian yang di tulis oleh Tri Budi Waryanto yang berjudul Gereja dan Pancasila ( Studi Analisa Pemahaman dan Sikap PGI Terhadap Pancasila ). Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini bercorak Library Research (Penelitian Pustaka). Simatupang ) yang tidak terlepas dari beberapa faktor yaitu: Faktor sejarah.

Kemudian dalam penelitian ini juga penulis dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif 18 . Bangsa dan Negara. dokumen yang tersimpan di perpustakaan .Dalam penelitian ini penulis dalam mencari data menggunakan metode dokumentasi. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah ( Bandung :Tarsito . kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan wawasan penulis. 1986). Simatupang yang berjudul. 63. jadi dalam menganalisis data tidak hanya sebatas mengumpulan data saja dan menyusunan data. Lihat ! Jacob Vredenbergt. dan juga buku yang berjudul Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. 1970 ). Analisis Data Dalam penelitian ini penulis dapat mengumpulan tulisan atau data yang berhubungan dengan tema yang diangkat dalam penelitian ini. 131. hlm. maka sumber data primer yang utama adalah tulisan T.17 Dalam metode dokumentasi nantinya peneliti akan menemukan sumber data primer dan sumber data sekunder. tapi harus mencakup analisis dan interpretasi tentang data itu agar mendapat pemahaman yang lebih jelas lagi 19. Iman Kristen dan Pancasila . Lihat ! Kontjaraningrat . Metode-Metode Penelitian Masyarakat ( Jakarta: Gramedia. hlm. 34. kemudian penulis menelaah data yang telah terkumpul tersebut. Dan data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku yang memang representatif dalam mendukung penelitian ini. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat ( Jakarta : Gramedia. 1997 ). Winarno Surachmad. hlm. Metode dokumentasi adalah pngumpulan data yang bersipat dokumenter. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Dapan Masyarakat.B. Metode deskriptif adalah langkah-langkah melakukan reinterpretasi obyektif tentang permasalahan yang di teliti. 19 18 17 xxi .

halaman pengesahan. xxii . Pengantar Ilmu Sejarah ( Yogyakarta : Yayasan Budi Budya. hlm. karena pendekatan sejarah biasanya meliputi pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu mengetahui apa yang harus di kerjakan sekarang dan masa yang akan datang. daftar isi. daftar singkatan dan abstrak. kata pengantar . telaah pustaka. halaman persembahan. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia.B.20 Sistematika Pembahasan Untuk lebih memudahkan dalam penyelesaian penelitian ini. halaman motto. rumusan masalah.Simatupang tentang Kristen Protestan di Indonesia. latar belakang masalah. karya-karya T.B. yang meliputi pemahaman T. sketsa biografi T. Simatupang . Bab kedua.B. halaman nota dinas.dan pemahaman 20 Kuntowijoyo. 1995 ). penulis susun dalam bab-bab sebagai berikut: Bab pertama. 17. yang meliputi sejarah singkat masuknya Kristen Protestan di Indonesia. Simatupang. penyusun akan menggunakan sistematika sebagai berikut : Bagian depan memuat halaman judul. dan orang-orang yang mempengaruhi pemikiran T. tujuan penelitian. membahas pemikiran T.Metode Pendekatan Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. karir dan kegiatan. metodologi penelitian dan sistematika pembahasan. Masa kecil dan latar belakang pendidikan.B.B. Sedangkan bagian isi yang merupakan inti dari pembahasan skripsi ini. Simatupang Bab ketiga.

SIMATUPANG Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan T. BAB II SKETSA BIOGRAFI T. pengertian Pancasila. yang terdiri dari kesimpulan.B. dari delapan bersaudara. seorang wanita yang penuh kasih sayang kepada anak-anaknya.T. Sedangkan Simatupang merupakan nama marga untuk orang Batak dari pihak ayahnya. berasal dari Laguboti. Simatupang. dan aspek agama. Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. kata penutup daftar pustaka dan curriculum vitae.Simatupang tentang ideologi Pancasila. dan ibunya. beliau anak yang kedua. ayahnya bernama Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang. saran-saran. Simatupang singkatan dari Tahi Bonar dalam bahasa Batak yang berarti permufakatan atau tujuan yang benar. yang meliputi : aspek sejarah. T. Nama-nama yang diberikan oleh ayahnya untuk nama xxiii . Bab keempat.B. B. membahas tentang apa pengaruh pemikiran T. penutup. T.B. Simatupang adalah anak dari seorang Pegawai Negeri. aspek politik.B. Kemudian analisis penulis. Kemudian pemahaman tentang Pancasila yang meliputi. dan meningkatkan partisipasi gereja dalam membangun bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila.B. Bab kelima. Simatupang mempunyai delapan bersaudara.B. yang meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. lahir di Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatra Utara tanggal 28 Januari 1920-1990. fungsi Pancasila. Kemudian aspek-aspek pemikiran T. B. T. sejarah singkat tentang Pancasila. Kepala Kantor Pos Sidikalang.

anak yang kedua Tahi Bonar yang memiliki arti permufakatan atau tujuan yang benar.B. 2 Pada tahun 1927-1934 berkembang semacam kesadaran nasionalisme yang tinggi dalam masyarakat Pematang Siantar.B. dan anak yang kedelapan Riaraja. yang berarti perempuan. Batara dari mitologi Batak-Hindu ditambah dengan Ningrat. kemudian keluarganya pindah ke Pematang Siantar. B. Di Pematang Siantar inilah T. Bangsa dan Negara (Jakarta : Sinar Harapan . kesadaran nasionalisme yang lebih luas dari nasionalis Batak. dengan predikat yang memuaskan. Bintang Batak. 22. seperti nama anak yang pertama dari ayahnya. yang mempunyai arti wibawa kemenangan. anak yang ketujuh Batara Ningrat.1 T. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. B. B. Simatupang termasuk anak yang pintar. dan juga telah terbit berbagai macam media cetak seperti: Suara Kita. hlm. rajin T. anak kelima Maruli Humala Diasi. Ada nasionalisme Indonesia dan nasionalisme Batak dan Kristen. yang artinya anak laki-laki. 1991). anak yang keenam Tapi Omas yang berarti perempuan. dengan adanya media cetak semacam ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan.anaknya menciri khaskan nama-nama orang Batak. xxiv . Simatupang pada usia 6 tahun keluarganya pindah ke Siborong-borong. yang berarti laki-laki. Sahala Hamonangan. di sinilah beliau masuk sekolah Zending. anak yang ketiga Frieda Theodora. tapi keluarga beliau tinggal hanya 9 bulan di Siborong-borong. di Pematang Siantar inilah telah tumbuh sebuah semangat baru yang dapat menambah kesadaran mengenai harga diri dan tanggung jawab yang dimiliki oleh orang-orang Pematang Siantar.. Simatupang masuk sekolah HIS (Hollands Inlandse School) yaitu pada tahun 1927. Simatupang meyelesaikan sekolahnya di HIS pada tahun 1934. hlm. anak yang keempat Pinta Pasu. yang memiliki arti anak pemberian Tuhan yang lahir pada hari Jumat. T. 20 . hal semacam ini terlihat jelas dengan pertumbuhan berbagai macam organisasi yang dapat mengasah pengetahuan. 2 1 Ibid. Simatupang . karena T.

T. di Salemba. B. hlm. pada tahun 1934 melanjutkan studinya ke Sekolah Menengah Pertama Kristen. dalam hal ini ia telah dapat menyelesaikan sekolahnya dengan baik. baik itu buku pelajaran atau buku-buku umum yang lebih banyak menambah pengetahuan. dan siswa-siswinya kebanyakan anak-anak orang Belanda yang mempunyai status sosial yang tinggi. T. xxv . maka siapa yang mau sekolah SMA harus ke pulau Jawa. Kemudian T. B. Simatupang belajarnya sangat tekun sekali. maka semangat nasionalisme sangat berkobarkobar. Christelijke MULO merupakan sekolah elite bagi masyarakat Kristen Batak . T. dalam bahasa Belanda (Christelijke Meer Uitgebreid Lagar Onderwijs atau Christelijke MULO ) Dr. AMS di Salemba ini termasuk sekolah yang terbaik di Hindia-Belanda. Batavia (Jakarta) karena pada waktu itu di Sumatra belum ada SMA. 39. dan bertanggunga jawab. sekolah yang mempunyai kualitas yang bagus dan disiplin yang tinggi. Simatupang.B. dan rajin membaca buku. Nomensen yang terletak di Tarutung. Simatupang melanjutkan studinya di pulau Jawa yaitu masuk sekolah Christelijke Algemene Middelbare School atau Christelijke AMS (SMA Kristen).. Simatupang menyelesaikan studinya di MULO tahun 1937 dengan mendapat predikat yang memuaskan. B. sedangkan 3 Ibid. berkualitas.3 Setelah masuk sekolah MULO.dan juga kutu buku. dan mendidik siswasiswinya dengan baik agar dapat menjadi orang yang pintar.

hlm. ia berangan-angan atau bercita. karena nanti apabila telah selesai studi kedokteran akan mengabdi dan bekerja di rumah sakit Gereja. ketika ia aktif di gereja ia banyak mendapatkan teman dari mahasiswamahasiswa teologi. dengan berorientasi dengan orang-orang Belanda di lingkungannya. Simatupang dapat menyelesaikan studi AMSnya dengan hasil yang memuaskan. xxvi . Simatupang. dan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap kecintaannya dengan Indonesia. B. yang ada di jalan Kernolong Jakarta. 80. meskipun hanya tiga tahun di Batavia. Simatupang sewaktu sekolah AMS di Batavia ia juga aktif dalam kegiatan-kegiatan di gereja. khususnya gereja Batak.cita ingin melanjutkan studinya tentang kedokteran.4 Akan tetapi iklim pada saat itu tidak memungkinkan.putra-putri bangsa Indonesia yang masuk sekolah AMS adalah golongan-golongan kelas atas. T. B.. Pada tahun 1940 T. tapi ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa yang dapat hidup mandiri. ia sering hadir dalam pertemuan-pertemuan mahasiswa teologi yang telah memiliki semangat yang tinggi dengan hadirnya gereja-gereja di Indonesia. B. Semangat nasionalisme putra-putri bangsa Indonesia ketika masuk sekolah AMS makin bergejolak seperti yang dialami oleh T. Oleh karena itu dibukalah pembukaan sekolah KMA (Koninlijke Militaire Academie) 4 Ibid. B. Kemudian setelah T. Jadi pemuda-pemuda Belanda yang ada Hindia-Belanda harus ikut jadi militer untuk mempertahankan Belanda. Simatupang menyelesaikan studi AMS di Salemba. karena ada berita tentang penguasaan Jerman terhadap Belanda.

dari pengalaman-pengalaman yang ia peroleh dapat dikembangkan kepada tentara-tentara atau militer Indonesia. B. Simatupang dalam pangkat kemiliterannya berpangkat Letnan satu. semua itu untuk menepis mitos-mitos yang dilontarkan orang-orang Belanda kepada Indonesia. B. Simatupang. memiliki pengalaman militer sangat banyak sekali. bahwa orang Indonesia tidak cocok untuk menjadi militer. B. mendaftarkan diri untuk masuk akademi itu. B. Akan tetapi T. T. yang berjuang untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Simatupang tentang militer. Karir T. Simatupang masuk militer. B. dan ia lulus dengan baik. dan selalu mejadi perwakilan dari pihak angkatan bersenjata dalam delegasi Indonesia berbagai perundingan dengan Belanda di Konfrensi Meja Bundar. orang-orang Indonesia bisa menjadi militer dan mampu bersaing dengan militer di negara-nagara lain. ia juga dipercaya untuk membantu sepenuhnya pembangunan militer angkatan bersenjata Indonesia. T. B. tetapi yang perlu diingat dan dicatat T. Orang Indonesia tidak mampu membangun suatu angkatan perang. B. Simatupang bekerja untuk orang Belanda tetapi rasa nasionalisme terhadap Indonesia tetap tidak berubah dan tidak akan pernah padam.atau Akademi Militer kerajaan Belanda di Bandung. Misi utamanya adalah xxvii . Simatupang bertekad dan berusaha untuk menolak semua mitos-mitos itu. B. sangat dibanggakan sebagai anak bangsa dapat mejadi militer yang profesional. Simatupang. yang ia dapatkan dari orang-orang Belanda/militer Belanda yang pernah medidik ia untuk mejadi militer. Karir dan Kegiatannya T. T.

Setelah keluar dari dinas kemiliteran. Simatupang agar dapat memimpin Staf Angkatan Perang Republik Indonesia. 5 xxviii . tetapi Kolonel Hidayat ditugaskan di Sumatra. Simatupang memang agak menanjak. dan juga diundang dalam pelayanan gereja-gereja di Indonesia. Waktu luang tersebut diisi T. B. Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan ( Jakarta: PT. maka Jendral Sudirman memberikan tanggung jawab kepada T. T. B. sebagai Panglima Tentara dan Teriotorium Sumatra (PTTS). yang merangkap menjadi panglima Besar Angkatan Perang (PBAP). Pada tanggal 29 Januari 1950. maka. Pada saat itu Jendral Sudirman dalam keadaan sakit yang sangat kritis. tapi dalam waktu yang sangat singkat.5 Sebagai wakil Kepala Staf Angkatan Perang. B. sebagai wakil KSAP ia membantu Jendral Sudirman dalam pengamanan bangsa Indonesia terhadap penjajah. B. 9. Pembangunan. Simatupang . Karir T.mendesak Belanda membubarkan KNIL (tentara boneka ciptaan Belanda) serta mengukuhkan TNI sebagai kekuatan inti bagi angkatan perang RI. hlm. B. dengan demikian yang menggantikan Kepala Staf Angkatan Perang adalah T. Dengan adanya pergeseran jabatan. 1960 ). B. ia banyak mempunyai waktu luang. Simatupang di minta untuk menjadi penasehat militer. Simatupang telah banyak jasanya terhadap perjuangan bangsa Indonesia. dengan menduduki sebagai wakil I Kepala Staf Angkatan Perang. dan yang memegang wakil I Kepala Staf Angkatan Perang adalah Kolonel Hidayat.B. Simatupang pernah memegang jabatan wakil II Kepala Staf Angkatan Perang (W II KSAP). maka T. dan yang menjadi Kepala Angkatan Perang (KSAP) pada saat itu adalah Jendral Sudirman. Simatupang di pensiunkan dari Kepala Angkatan Perang pada tanggal 21 Juli 1959. T. Jendral Sudirman meninggal dunia. T. B.Simatupang . ia di percayakan sebagai pengganti Kolonel Hidayat.

Masa pengabdiannya di DGI/PGI. Membuktikan Ketidakbenaran …………. menjadi presiden mewakili gereja-gereja se-Asia selama satu periode. pengabdiannya sangat luar biasa maka haruslah kita hargai. tapi dengan faktor usia yang sudah tua. hlm. B. Simatupang terpilih sebagai Ketua Majlis Pertimbangan PGI. Saya adalah Orang yang Berhutang ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. sehingga kita dapat terus mempelajari teologi itu seumur hidup. Simatupang aktif juga dalam sidang gereja-gereja dan dewan gereja-gereja sedunia. 7 xxix .cit. B.. 15. kemudian ia terpilih sebagai ketua Badan Pekerja Harian. ia meninggal dunia pada tanggal 1 Januari 1990 karena sakit. maka semua pengabdian harus berhenti. tahun 1984. Samuel Pardede ( penyunting . 1990 ). dalam dimensi teologi. Simatupang dalam Dewan-Dewan Gereja di Indonesia lewat bidang gereja dan masyarakat. hlm.B. dan juga ia menekuni studi tentang teologi. B.7 Periode 1984-1989 T. 6 T. sangat cemerlang.op. jabatan itu dipercayakan kepadanya sampai sidang raya X DGI di Ambon. sampai periode 19891994. Studi tentang teologi sangat luas.Simatupang.6 Ketertarikan T. T. maka masalahnya terbukti dapat dipahami secara lebih mendalam. Pengabdiannya terhadap gereja-gereja dan juga bangsa dan negara.187-188. ia aktif menjadi anggota DGI.dengan menulis dan membaca banyak tulisan-tulisannya yang beredar di media masa dan forum-forum pertemuan. Ia sejak tahun 1975-1984.).

Karya-Karya T. 1967 c. Jakarta: PT. Pembangunan: Berjuang Mengamalkan Pancasila Dalam Terang Iman. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1987 g. Gunung Mulia. Laporan dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan. Gunung Mulia. 1990 h. Dalam Bentuk Buku a. Menelusuri Makna Pengalaman Seorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa xxx . Jakarta: BPK. 1986 f. Jakarta: Idayu. BPK. Kehadiran Kristen Dalam Perang. Gunung Mulia. 70 Tahun Dr.C. 1980 d. Simatupang 1. Pembangunan. Revolusi dan Iman Kristen dan Pancasila . Jakarta: Badan Penerbit Kristen. Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos. B. T. 1984 e. Simatupang: Saya Adalah Orang Yang Berhutang. Jakarta: BPK. Jakarta. Peranan Angkatan Perang Dalam Negara Pancasila yang Membangun. Tugas Kristen Dalam Revolusi. 1960 b.B. Dari Revolusi ke Pembangunan.

Simatupang yaitu Carl Von Clausewitz. Jakarta: PT. 1987 “Spiritualitas dan Beragam Keagamaan di Indonesia”. BPK Gunung Mulia.B.Depan. 1984 e. xxxi . B. D. B. Masyarakat. Prisma. Peranan Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dalam Negara Pancasila yang Membangun. Setia. 1996 2. Bangsa dan Negara. untuk mempelajari tentang perang. Peranan Teologi Dalam Masyarakat Indonesia. 1987 f. B. Peninjau. Peninjau. “Dukungan Birokrasi Modal Memenagkan Pemilu”. 1991 i. Dapatkah Ilmu-Ilmu Sosial Memberikan Sumbangan Dalam Mission Imposible Kita ?. 1979 Karya-karya T. B. Simatupang yang dicantumkan oleh penulis di atas. 1982 b. Artikel a. Masalah. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. T.masalah Etika dan Moral Dalam Pembangunan Yang Mengamalkan Pancasila. penulis peroleh dari berbagai sumber buku yang dikarang oleh T. Peninjau. c. Simatupang Ada beberapa pemikiran yang mempengaruhi perjalanan intelektual T. 1984 d. Peninjau. Orang Orang Yang Mempangaruhi Pemikiran T. “Strategi Partisipasi Kristen Dalam Pembangunan Pendidikan Di Indonesia”. Simatupang sendiri .

B. xxxii .Simatupang pada masa mudanya mengagumi tentang pemikiran Carl Von Clausewitz tentang perang. Revolusi Politik apabila kekuasaan politik dipegang oleh kaum proletar (kelas bawah). kaum proletar dapat memegang kekuasaan dari kaum borjuis. Simatupang setelah mendapat pengetahuan tentang perang dari pemikiran Carl Von Clausewitz. Membuktikan Ketidakbenaran…….B. khususnya bidang militer serta masalah-masalah diplomasi dan politik yang terkait dengan perjuangan militer.hlm. kemudia ia memberikan landasan teoritis bagi sumbangan dalam perjuangan bangsa dan negara Indonesia. B. hlm. Revolusi sosial. kemudian Pengetahuan yang ia miliki tentang perang ia praktekkan dan ikut terlibat dalam pengorganisasian tentara dalam melakukan perang gerilya.9 Masih ada pemikiran yang mempengaruhi intelektual T.. dalam menumpas penjajah. 9 13. untuk mempelajari tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx tentang struktur sosial yang ada dalam masyarakat. Menurut Karl Marx revolusi harus dibedakan menjadi dua yaitu: revolusi politik dan revolusi sosial. 8 T..cit.8 T. kekayaan-kekayaan yang dimiliki kaum borjuis dapat dimanfaatkan oleh kaum proletar untuk kepentingan dan perubahan yang ada dalam masyarakat . Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPK. 118. perjuangan kelas sosial akan melukiskan revolusi. Simatupang .. B. sehingga ia dapat mempelajari dengan sungguh-sungguh. B. Gunung Mulia. 1984 ). Simatupang sejak dari muda ia sudah mempelajari atau menambah wawasannya tentang revolusi yang dibangun oleh Karl Marx. T. T. Simatupang . Simatupang yaitu Karl Marx. T. op.B.

Simatupang mempelajari revolusi ini untuk mengetahui sebagai mana pentingnya perubahan-perubahan yang harus dilakukan dan tidak ada penindasan terhadap rakyat. B. menurutnya teologi kemerdekaan adalah sebuah teologi yang memandang pada kemerdekaan Allah yang memberikan kasih sayang dan karunia kepada kemerdekaan manusia. Jadi menurut Karl Barth manusia jangan sampai melakukan tindakan kejahatan dan menindas orang-orang yang lemah atau tidak mampu. Clifford Green. 47. Edisi keenam ( Jakarta: Erlangga . 11 10 xxxiii . dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut maka akan selau dikasihi Allah. Gunung Mulia. Karl Barth. Ideologi-Ideologi Politik Kontemporer. semajak ia mempelajari revolusi nya Karl Marx dapat menambah rasa sosialismenya terhadap rakyat Indonesia atau bangsa Indonesia.). dan manusia harus suci dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. Simatupang mengagumi juga pemikiran Teologi Karl Barth. hlm. Maksud kemerdekaan di sini adalah merdeka dari tindakan kejahatan dan penindasan.10 T. Swiss (10 Mei 1886) dengan teologinya yang sangat terkenal Teologi Kemerdekaan. dan lebih dari itu merdeka untuk sungguh-sungguh hidup bersama Allah dan sesama dalam prikemanusiaan yang sejati11. B. Marie Claire Barth ( Jakarta: BPK. dan menjauhkan dari dosa. Karl Bath berasal dari kota Basel. Ketertarikan T. Sebuah Analisis Komperatif.hlm. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. 14. Karl Lyman Tower Sargent. dan apabila melaksanakan perbuatan-perbuatan kejahatan dan penindasan maka akan mendapat dosa. 1989 ). 1087 ). yang disimpulkan dalam istilah “dosa”. Simatupang dengan teologinya Karl Barth adalah bahwa Karl Bath menginginkan manusia itu selalu dekat dengan Tuhan. ( terj .

berhubungan dengan kekuasaan Amerika Serikat yang sangat besar setelah perang dunia II berakhir. hlm. sehingga sistem politik yang dibangun menjadi penuh penyalahgunaan dan penuh kebobrokan. Simatupang mempelajari Teologinya Karl Barth.cit. T.. Itulah ungkapan Soekarno untuk menegakkan demokrasi terpimpinnya. Kebebasan juga diperlukan untuk memperjuangkan dan menegakkan keadilan. T. 17. Akan tetapi ungkapan semacam ini adalah kesalahan besar dalam demokrasinya.12 Setelah T. 12 Ibid.Barth membangun teologinya atas dasar “Pernyataan”. hlm.189. seorang teologi Amerika Serikat yang berusaha memikirkan masalah-masalah kekuasaan keadilan dan kebebasan di negerinya sendiri dan juga di luar negeri. Membuktikan Ketidakbenaran………. antara lain pembentukan partai-partai politik dan pembentukan-pembentukan tentara-tentara bersenjata. kemudian ia mempelajari juga pemkiran Reinhold Niebuhr. op. setelah Proklamasi Kemerdekaan. B. membuka selebar-lebarnya dalam semua bidang. Simatupang . karena tidak memberikan ruang kebebasan. B..B.13 Sistem kekuasaan sangat diperlukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban secara efektif terhadap kekuasaan. Simatupang melihat perkembangan sitem-sitem politik ekonomi sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Secara sederhana masalah kekuasaan. terutama pernyataan Allah dalam Yesus Kristus sebagaimana disaksikan dalam kitab suci. 13 xxxiv . kebebasan dan keadilan bertolak dari kodrat manusia seperti yang terdapat dalam Al-Kitab yaitu mahluk yang mempunyai martabat yang sangat tinggi.

Simatupang di atas. oleh karena itu T.Dari beberapa orang yang telah mempengaruhi pemikiran T. 22. 1990 ).B.).( Penyunting . 15 xxxv . Emil Salim. ( Penyunting . Ketua Dewan. Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi. diplomasi ( politik dan militer) dan teologi.D. Simatupang. Simatupang. 70 tahun Dr. dalam buku. dan pernah menjadi Presiden Dewan Gereja-Gereja se Dunia. Simatupang. Khususnya di tahun 1970-1990 ia membuktikan dirinya seorang teolog awam yang sangat produktif yang telah banyak 14 P.B.B.).Simatupang tidak aktif dalam bidang kemiliteran maka ia lebih mencurahkan perhatiannya kepada organisasi agama. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. Dewan Gereja adalah medan juang yang di pilihnya. ia sempat menjadi Ketua Dewan Gereja Indonesia . Dalam bidang ketentaraan ia sangat berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan. 97. dalam buku. Samuel Pardede ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . Saya Adalah Orang yang Berhutang . Simatupang adalah seorang yang telah memiliki pengetahuan yang luas tentang ketentaraan. 1990 ).T. Latuihamallo.Dewan Gereja se Asia. Saya Adalah Orang yang Berhutang.15 Itulah yang menjadikannya tokoh nasional paling tegas dikalangan gereja-gereja Kristen di Indonesia sehingga seluruh pemikirannya sungguh layak untuk dianalisis dan dipelajari. Gereja yang semula lahir terpisah-pisah ingin dipadukan agar bersama-sama melaksanakan tugas Dewan Gereja Indonesia dalam rangka pembangunan sebagai pengamalan Pancasila .B.B. Menyambut Usia ke 70 T. hlm.B. T. maka dapat ia terapkan dalam kehidupannya sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara yang baik. 70 tahun Dr. hlm. dan juga memberikan pengetahuan tentang kemiliteran kepada tentara –tentara Indonesia .14 Setelah T.

agama Islam. Belanda dan Inggris.). Amsy Susilaradeya. B. Ny.G. bahwa setiap agama memiliki misi untuk menyebarkan agamanya ke seluruh wilayah Indonesia. Jakarta: Gunung Mulia. Berpikir Dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia 1860-1960.16 BAB III PEMIKIRAN T. Agama-agama tersebut telah dianut oleh rakyat Indonesia jauh sebelum kedatangan orang-orang Barat ke Indonesia. Spanyol. SIMATUPANG TENTANG HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA Pemahaman T. Hoekema. 272. Simatupang bangsa Indonesia sebelum kedatangan bangsabangsa Barat seperti Portugis. hlm. dan pada bidang pembangunan bangsa dan dengan berangkat dari ideologi Pancasila. Akan tetapi masih ada daerah-daerah yang belum begitu mengenal Islam dalam arti Islam belum tersiar di daerah tersebut A. 16 xxxvi .memberikan sumbangan kepada sejarah nasional dan sejarah gereja. B. seperti yang dialami oleh agama Islam dengan misi dakwahnya.B. agama Hindu. Simatupang Tentang Kristen Protestan di Indonesia Menurut T. ( terjemah . bahwa di bumi Indonesia yang tercinta ini telah memiliki budaya yang tinggi dan sudah menganut agama pribumi yang telah lama hadir di bumi Indonesia seperti. agama Budha. sehingga dapat menyebar luas misi tersebut sampai kepelosok nusantara Indonesia. 1997. Dari tiga agama yang disebutkan di atas.

Irian Jaya. Setelah bangsa Portugis dan Spanyol dapat menguasai Indonesia. 2 xxxvii . 1 T. Ambon. Kedatangan Belanda sangat mengganggu kestabilan ekonomi Portugis di Indonesia karena ada yang menyaingi dalam bidang perdagangan dan kekuasaan jajahannya. 1986 ).2 Kesuburan dan kekayaan hasil bumi Indonesia sangat mengundang simpati bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia. Portugis dan Spanyol menganut agama Kristen Katolik. Simatupang. maka mereka melakukan suatu penjajahan terhadap bangsa Indonesia. Oleh karena itu kadatangan Kristen.B. Mereka menyebarkan agama Kristen Katolik kepada rakyat Indonesia pada wilayah-wilayah yang belum banyak menganut agama Islam. sehingga penyebaran agama Kristen berhasil dan banyak rakyat Indonesia yang masuk Kristen Katolik. yang membawa Kristen Protestan. dan Belanda. Iman Kristen dan Pancasila ( Jakarta: BPk. tapi lama kelamaan melihat bangsa Indonesia yang rakyatnya bodoh-bodoh dapat ditipu daya oleh orang-orang Portugis dan Spanyol. Medan dan masih banyak lagi daerah yang lain. Maluku. yang dibawa oleh Spanyol. Portugis. 21. hlm. Sangir dan Talaud. Ilmu Perbandingan Agama ( Jakarta : Widjaya. yaitu pada tahun 1596. Hasbulah Bakry. kemudian disusul kedatangan Belanda ke Indonesia. dan Protestan.seperti. dan pada akhir abad XVI tahun 1512 sudah berdiri beberapa gereja seperti di Minahasa. baik itu Kristen Katolik. Gunung Mulia. Sejarah Singkat Masuknya Kristen Protestan di Indonesia Pada abad XVI tahun 1511 Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang. sehingga Portugis dan Spanyol tidak senang atas kedatangan Belanda ke Indonesia. telah banyak dianut oleh daerah-daerah yang masih sedikit menganut agama Islamnya.1 Untuk lebih jelasnya tentang pembahasan sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia sebagai berikut: 1. 23. 1984). hlm.

. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. Hasbulah Bakry. Sehingga VOC dapat mendominasi perdagangan di Indonesia. hlm.C (Verenigde Oost Indische Compagne) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602.cit. maka rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap VOC tetapi semua itu gagal.3 VOC untuk memperluas perdagangan di Indonesia agar tidak ada yang menyaingi perdagangannya maka VOC melakukan penyerangan terhadap Portugis sehingga terjadilah peperangan antara Belanda dengan Portugis yang kemudian dimenangkan oleh Belanda dan benteng Portugis yang ada di Ambon dapat direbut oleh Belanda pada tanggal 23 Februari 1605 dan disusul kota Tidore pada tahun yang sama. 24.5 3 Soetarman Soediman Partonadi. Dengan demikian VOC leluasa melakukan monopoli perdagangannya. 4 Ibid.). 5 xxxviii . hlm. sehingga sampai dengan masa pembubaran VOC.O.4 Keberadaan VOC yang berkuasa di Indonesia yang sangat menindas rakyat Indonesia.. Dengan dukungan penuh oleh pemerintah Belanda.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen ). Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. 28 . hlm. lalu Belanda membentuk suatu perkumpulan dagang dengan nama V.Belanda datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang untuk lebih mengkoordinasi dalam perdagangan Belanda di Indonesia. Widi Harijati Rahadi ( Jakarta: Gunung Mulia. op. Sehingga kekuasaan Portugis di Indonesia telah berakhir dan digantikan oleh Belanda. tidak ada hasil. 28. pada tanggal 31 Desember 1799 dengan demikian Indonesia resmi dijajah oleh Belanda.

Simatupang . Hasbulah Bakry. cit. loc. baik itu dalam arti konsolidasi untuk orang yang sudah memeluk Kristen atau dalam arti “zending” dalam kalangan yang belum menganut agam Islam. 1988). Di pulau Jawa dan Sulawesi kegiatan zending didominasi oleh Belanda. Hindu. A. 246.. yang disebut dengan zending. Steenbrink.7 Sekitar tahun 1850-an Belanda mulai melakukan usaha yang lebih intensif untuk mengadakan Kristenisasi di Indonesia yang dilakukan oleh Kristen Protestan sendiri melalui organisasi gereja. B.6 Ada dua faktor yang menyebabkan penyiaran Kristen Protestan di masa kolonial Belanda menjadi lebih efektif. Biasanya satu daerah hanya dilayani oleh satu organisasi zending. 7 Karel. maka Kristen Katolik dilarang di bumi Indonesia. tetapi setelah Portugis kalah perang dengan Belanda. Kedua timbulnya gerakan penyebaran Kristen yang lebih terorganisir dalam bentuk lembaga penyiaran Kristen yang mantap. Pada masa Portugis rakyat Indonesia banyak memeluk Kristen Katolik.cit.8 Derasnya arus 6 T.Belanda adalah yang pertama kali membawa agama Kristen Protestan masuk di Indonesia dan banyak rakyat yang masuk Kristen Protestan. Budha. 8 xxxix . seperti di daerah Batak itu di tempatkan organisasi zending dari Jerman Barat yang bernama Rheinisehe Missionsgesell . Mencari Tuhan Dengan Kacamata Barat. kedua faktor itu adalah pertama timbulnya gerakan Kristen Protestan. rakyat yang sudah beragama Kristen Katolik harus pindah ke Kristen Protestan karena yang berkuasa di Indonesia sekarang adalah Belanda. loc. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press.. hlm.

Konsolidasi atas penduduk yang sudah beragama Kristen sejak zaman Portugis dan Spanyol.misi dan zending yang masuk ke Indonesia semakin meramaikan proses Kristenisasi di Indonesia. sampai ke pelosokpelosok Indonesia sehingga dengan praktis daerah-daerah tersebut menganut Kristen Protestan. Kehadiran orang-orang Eropa jumlahnya sangat meningkat dan tujuannya untuk meningkatkan pendidikan dan meningkatkan pelayanan gereja-gereja terhadap masyarakat di Indonesia. Wiwin Siti Aminah. 2003).80.9 Sekitar tahun 1851 di Indonesia telah berdiri suatu organisasi Pekabaran Injil. (dkk. melainkan dapat memberikan dampak yang negatif dalam arti fisik bagi kehadiran agama tersebut. Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. (Yogyakarta: Galang Press. dan Etos Kewirausahaan. Untuk mendukung para misionaris datang ke Indonesia maka infrastruktur sosial keagamaan harus disediakan seperti sekolah-sekolah dan gereja-gereja. 57.). Masyarakat Madani. 2001).10 Bahtiar Effendy. Dengan adanya lambaga Penyiaran Injil yang datang dari luar negeri akan memantapkan Kristenisasi di Indonesia. 10 9 xl . karena Indonesia sebagai lahan terbuka bagi Kristenisasi. Fenomena semacam ini tidak hanya membuat penyebaran Kristen berlangsung secara substansial. hlm. Setelah tahun 1800-an perkembangan agama Kristen Protestan sangat meluas. Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama (Yogyakarta: Dian/Interpedi. Sejarah masuknya Kristen Protestan di Indonesia tidak terlepas dari misi dagang Belanda yang ingin menguasai perdagangan yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari daerah-daerah jajahannya yang dapat melakukan eksploitasi ekonomi di tanah jajahannya dan kemudian sambil menyebarkan ajaran agama Kristen Protestan. diambil tanggung jawabnya oleh pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1800-an. hlm.

Polim. 1999). Sisinga Mangaraja di tanah Batak (1900). tapi rakyat Indonesia tidak putus asa dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah sampai Indonesia merdeka.Simatupang Pancasila merupakan awal untuk kehidupan bersama. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. Filsafat Pancasila. Kaelan. Baharuddin di Palembang (1819). Simatupang tentang Ideologi Pancasila Istilah ideologi berasal dari kata “Idea” yang berarti “gagasan. hlm. Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah (1825-1830). Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani (Yogyakarta: Paradigma. Rakyat Indonesia pada waktu itu belum tumbuh rasa kesatuan dan persatuan. karena di dalam kehidupan rakyat Indonesia kelima sila dari Pancasila dapat Kaelan. Teuku Umar. Jlentik. pengertianpengartian.Kehadiran Belanda di Indonesia makin lama makin menindas rakyat Indonesia. cita-cita” dan logos yang berarti “ilmu”. Pemahaman T. maka secara harfiah ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. 30-31. pengertian dasar. maka rakyat Indonesia banyak mengalami korban dan akhirnya mengalami kekalahan. Dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang ide-ide. maka rakyat Indonesia tidak segan-segan melakukan perlawanan seperti peristiwa di Maluku (1817). konsep.12 Menurut T.11 2. 35.B. dasar. 1996). hlm. kata “idea” berasal dari kata bashasa Yunani “eidos” yang berarti bentuk. Tjik di Tiro di Aceh (1860) Anak Agung Made di Lombok (1894-1895). 12 11 (Yogyakarta: xli . Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP Paradigma. Imam Bonjol di Minangkabau (1821-1837 ). gagasan-gagasan dan cita-cita.B.

dan tiga menjadi satu . Berbangsa dan Bernegara (Jakarta: BP-7 Pusat.B.. cit . ). Karena Pancasila harus dipahami dari latar belakang sejarah Indonesia. 1991). kelima sila dari pancasila itulah jawabanya.dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari .dan ada juga yang mencoba untuk meringkas kelima sila dari Pancasila menjadi tiga. hlm. ( penyunting. 12.B. Pancasila dilahirkan dari kenyataan ketika rakyat Indonesia menghadapi masalah yang sangat mendesak dan menentuk. dalam Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat.Simatupang Pancasila sebagai jawaban terhadap tantangan bersama . op.Simatupang sangat menentang pernyataan seperti itu. dan dari satu memperkembangkan apa yang mereka sebut doktrin bangsa Indonesia yang bersipat Falsafati. 13 Ideologi Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang mengarahkan pada terwujudnya suatu masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila yang dapat dijadikan sebagai pedoman berbangsa dan bernegara14 13 T.B. melalui kerja sama. T. 45. Oetojo Oesman dan Alfian. karena menurut T. karena Pancasila sebuah ideology atau menurut T. 14 xlii .B. hlm.Simatupang . Ada orang yang ingin memberikan status yang lain terhadap Pancasila . Pancasila Sebagai Ideologi Ditinjau Dari Segi Pandangan Hidup Bersama. dan dapat menghadapi tantangan bersama oleh seluruh bangsa Indonesia .Simatupang sering di sebut Modus Vivendi yang isinya ditentukan melalui proses dialog. yaitu negara macam apa yang harus rakyat Indonesia bangun supaya rakyat Indonesia tetap hidup bersatu.

92. Bunga Rampai Pancasila (Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. 108. karena ideologi negara dapat disusun atas dasar keyakinan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk menciptakan negeranya sendiri. yang harus tetap diperhatikan awal terbentuknya dan ditetapkannya ideologi Pancasila. 16 15 Paulus Wahana. bukan ideologi dari seseorang atau sekelompok kecil bangsa Indonesia yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia.Ideologi Pancasila juga merupakan suatu ideologi negara yang dapat menjamin kehidupan negara yang bermartabat. kita sebagai rakyat Wisnu Tri Hanggoro ( editor. dan hal itu merupakan hak asasi.15 Untuk mewujudkan ideologi Pancasila itu. baik dalam kehidupan berbangsa. Filsafat Pancasila (Yogyakarta: Kanisius.16 Pancasila memiliki peranan yang menentukan bagi kehidupan bangsa Indonesia. xliii . Justru karena peranan yang menentukan itulah. hak yang inherent pada kemanusiaan setiap manusia dan setiap bangsa. Bagi bengsa Indonesia. Ideologi Pancasila merupakan ideologi yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa Indonesia. bernegara. yang kemudian dapat dituangkan dalam konsep teoritis tentang cita-cita dan keyakinan yang menjdi landasan kehidupan bersama dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila yang merupakan falsafah dan pandangan hidup bangsa secara operasional dijadikan ideologi bangsa Indonesia. 1986) hlm. Bangsa Indonesia menyadari akan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang tinggi. karena manusia memiliki kebebasan untuk menciptakan dan melaksanakan kehidupannya.) . maupun bermasyarakat. hlm. 1993). Pancasila bukan lagi merupakan alternatif melainkan suatu Imperatif. juga kehidupan negaranya.

Simatupang Tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia. B. Keterbukaan ideologi Pancasila tidak berarti untuk mengubah nilai-nilai Pancasila yang telah ada. ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan masyarakat. senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Aspek-Aspek Pemikiran T. Dengan berjalannya waktu rakyat Indonesia melihat tindak tanduk Belanda terhadap Indonesia sangat tidak manusiawi. Portugis pada masa itu kalah dan angkat kaki dari bumi Indonesia. dinamis dan terbuka.17 Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup melainkan bersifat reformatif. yang sudah menjajah dan menindas 17 Ibid. yang terkandung di dalamnya. 7. 1.Indonesia perlu mendukung dan terpanggil untuk terus-menerus mendalaminya. Hal tersebut akan semakin menguatkan keyakinan dan akan semakin mendorong untuk mengamalkan dan mempertahankannya sebagai milik bangsa yang sudah teruji melalui berbagai peristiwa sejarah. Aspek Sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. A. Melalui pengalaman yang terus-menerus tersebut semakin dapat menyelami dan menemukan kekayaan yang sangat berharga. dinamis. hlm. Rakyat Indonesia yang dulunya sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda. xliv . maka dari itu rakyat Indonesia banyak menganut agama Kristen Protestan.. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah bersifat aktual.

dengan tercetusnya kebangkitan nasional yang dipelopori Budi Utomo sebagai penggerak untuk menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi. hlm. agama Katolik.18 Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia itu sendiri. dengan tujuan Indonesia merdeka. apabila melihat Sangsaka Merah Putih yang berkibar di udara. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan negara ini dari tangan penjajah. Proklamasi meletakkan seluruh kekuasaan tanah air di dalam tangan rakyat sendiri. Semuanya ikut andil dalam memperjuangkan untuk merebut kemerdekaan Indonesia dengan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai ( Jakarta : Sinar Harapan. Simatupang . 101. Cita-cita yang besar itu tentu tidak selalu jelas bentuk dan isinya dalam setiap pemikiran dan hati nurani semua orang. dengan didukung oleh para tokoh-tokoh nasional Indonesia dan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia serta didukung oleh rakyat Indonesia yang pluralisme agama baik agama Islam. agama Protestan agama Hindu. 1981). agama Budha. tidak heran ketika T.B. 18 xlv . pokok-pokok dari cita-cita yang tersimpan dalam Proklamasi Kemerdekaan hidup juga didalam hati setiap orang yang masih dapat mencucurkan air mata. rela berkorban demi tercetusnya suatu kemerdekaan ?. Akan tetapi disadari atau tidak. Proklamasi telah mengakhiri kekuasaan asing di tanah air kita.rakyat Indonesia dengan sendirinya muncul rasa nasionalisme dari rakyat untuk melakukan suatu perjuangan untuk melawan penjajah yang ada di bumi Indonesia yang tercinta ini. Apakah yang terbayang di depan mata rakyat Indonesia pada waktu menyambut Proklamasi Kemerdekaan dengan semangat yang begitu menggelora . Apakah yang terbayang didepan mata sejuta pemuda-pemuda untuk bersedia berjuang.

166. Simatupang . tugas panggilan itu untuk mencegah segala hal yang merong-rong dan merendahkan harkat dan martabat manusia Indonesia. 2002 ). tanpa membedabedakan kepercayaan ataupun keturunan 19 2. Wainata Sairin. Oleh karena itu gereja dan negara harus bahu membahu dalam mengusahakan penegakan 19 T. hlm. Dengan demikian halnya dengan gereja-gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya di tengah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan bedaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang diyakini sebagai anugrah dari Tuhan.bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut merumuskan dasar Negara Republik Indonesia. keadilan. hlm. op. Iman Kristen dan Pancasila. dan keutuhan bangsa Indonesia. Aspek Politik Gereja ditempatkan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam konteks sosial politik. Visi Gereja Manusia Milinium Baru. ekonomi.. Bunga Rampai Pemikiran ( Jakarta : BPK. dan budaya.20 Kehadiran gereja di Indonesia merupakan tanda pengutusan Tuhan bagian dalam mewujudkan perdamaian. Gereja mengakui bahwa negara adalah alat dalam tangan Tuhan yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia dan memelihara ciptaan Allah. 20 xlvi .cit.32. Gunung Mulia.B. dengan tujuan orang Kristen Protestan untuk memusatkan perhatian pada prinsip yang akan membimbing kehidupan negara Indonesia yang baru itu dengan tujuan agar kebebasan beragama dan kesamaan hak serta kesamaan kesempatan untuk semua warga negara dijamin.

T. Dapat pula diketahui bahwa di dalam negara Pancasila.23 Dengan mengakui peranan kreatif dari partai Kristen Indonesia. 1987 ). Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kristis dan kreatif.keadilan dan kesejahteraan rakyat. sebaliknya. Dari Revolusi ke Pembangunan ( Jakarta: BPK. Gunung Mulia. ruang bagi orang-orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak dibatasi. perlu ditekankan bahwa gereja tidak dapat disamakan dengan partai politik manapun juga. bahwa orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik dan pemerintahan. Gereja mempunyai kewajiban untuk mentaati hukum negara.22 Hal semacam ini dalam keadaan politik dan pemerintahan sekarang untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat yang diutamakan. dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat.21 Pada umumnya orang-orang Kristen Protestan di Indonesia telah menganggap sebagai hal yang wajar. Partisipasi ini harus dilihat sebagai suatu tugas yang diberikan oleh Tuhan sendiri untuk melayani kepentingan masyarakat. negara berkewajiban mengayomi dan melindungi seluruh rakyatnya termasuk gereja agar leluasa dalam menjalankan fungsi dan panggilannya masing-masing. Ibid. 9.. Gereja dan negara masing-masing mempunyai tugas panggilannya yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab bagi kebaikan seluruh manusia.B. bahkan seluruh ciptaannya. 21 Ibid. 22 hlm.. 23 xlvii . Simatupang .

B.Gunung Mulia. Bambang Ruseno Utomo.254. Dalam negara Pancasila setiap agama dijamin kebebasannya untuk tumbuh dan berkembang serta untuk membangun masa depan bersama sebagai suatu bangsa yang berdaulat yang berdasarkan Pancasila.Atas dasar perlakuan yang sama gereja harus memberikan bimbingan dan pelajaran kepada semua orang Kristen yang terlibat dalam politik. adanya kesadaran yang tumbuh terus menerus dari kalangan rakyat Indonesia. 7. maka tidak dapat lain harus mau menerima secara ikhlas keanekaragaman yang ada serta meyakini dan menghormati kehadiran golongan lain dengan hak dan kewajiban yang sama di bumi Pancasila ini. untuk menjadi dasar dan ideologi negara. xlviii .. adil dan makmur). yang berdasarkan Pancasila ini nampak ada satu tenaga gerak politik yang sekaligus politik dan sosial kultural. tanpa membedakan ikatan kepartaiannya. Simatupang (editor. bahwa negara Indonesia itu bersifat kesatuan dan untuk membangun jenis negara yang dikehendaki (bersatu. 26 25 Ibid. hlm.26 24 T. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia ( Jakarta: BPK.). berdaulat. hlm.1986 ).24 Secara politik dari sejarah perjalanan bangsa pernah ada alternatif lain yang ditawarkan misal: Islam. Hidup Bersama di Bumi Pancasila.25 Di dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. ternyata semua gagal tidak pernah mendapat dukungan dari seluruh bangsa dengan demikian jika tetap ingin mempertahankan negara Indonesia ini sebagai negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila. 1993 ). Sebuah Tinjauan Tentang Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia ( Malang : Pusat Studi Agama dan Kebudayaan .

cit. berbangsa dan bernegara.27 Realitas seperti ini telah dibuktikan dengan cemerlang ketika bangsa Indonesia yang menganut berbagai agama dengan dipimpin oleh para tokoh agama dalam kebersamaan yang mantap dan solid. 158. terutama sekali tentang ketaatannya kepada Tuhan harus 27 Wainata Sairin. Di dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. bahasa. Hindu dan Budha.3. gunung. Kristen Katolik. tetapi juga sebuah negara yang di dalamnya hadir dan hidup agama-agama yang dianut oleh rakyat Indonesia yang telah diakui oleh negara seperti agama Islam. Oleh karena itu di sini agama tidak hanya diakui eksistensinya tetapi diakui pula fungsi dan peranannya secara resmi di dalam kehidupan bermasyarakat. seperti dalam agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan (gereja) mempunyai tanggung jawab di dalam kehidupan masyarakat di manapun ia berada. Kristen Protestan. hlm. Oleh karena itu juga negara Indonesia bukanlah negara agama. Aspek Agama Indonesia ternyata bukan hanya sebuah wilayah yang terdiri dari ribuan pulau. budaya. Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila bukanlah negara sekuler. op. berbangsa dan bernegara. Kemajemukan agama dalam konteks Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila telah memposisikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang mempunyai religius.. beraneka suku. Kemajemukan agama inilah yang kemudian menjadi ciri signifikan dan determinan negara Republik Indonesia. xlix . bangsa dan negara. bahu membahu mengusir penjajah dari persada nusantara demi hadirnya sebuah negara Indonesia yang merdeka. tetapi fungsi dan peranan agama itu diakui dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengertian Pancasila T.. 1996 ). Pemahaman Tentang Pancasila Pancasila pada dasarnya memang berakar dari kebudayaan asli Indonesia. Simatupang ( dkk. Hidup Bersama……….senantiasa terpanggil untuk mengusahakan terwujudnya kehendak Tuhan di manapun ia berada.. maupun di dalam mengambil suatu keputusan/musyawarah untuk mufakat . Dalam Pancasila tidak ada istilah untuk mendiskriminasikan dari suatu kelomok dengan kelompk lain. atau mayoritas dengan minoritas. Budha.28 Dan kehendak Tuhan itu adalah keselamatan rohani maupun kesejahteraan manusia.27. 140. dan Islam). Semua menurut Pancasila adalah sama tidak ada perbedaan. selain itu juga dapat mempersatukan identitasnya masing-masing.).op.cit.. l . hlm. hlm. Hindu.B. yaitu sifat religius yang kuat dan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan. Pancasila juga berakar pada kebudayaan bersama masyarakat Indonesia dan tidak sekedar merefleksikan salah satu tiga lapisan budaya (lapisan budaya asli. dalam Negara Pancasila yang Memmbangun ( Jakarta : BPK. 29 28 Bambang Ruseno Utomo. Secara keseluruhan dapat merangkul semua kelompok dan memberikan ruang kepada semua golongan dengan segala keanekaragamannya. Gunung Mulia .29 Untuk lebih jelasnya lagi tentang pembahasan Pancasila adalah sebagai berikut: 1. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa .

yang dipakai oleh Bung Karno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 tentang sila yang kelima. 1959 ).). yang terdiri dari dua suku kata Panca berarti lima dan sila berarti dasar. dengan huruf “i” Panjang bermakna “lima peraturan tingkah laku yang penting”. dalam bahasa Sansekerta parkataan Pancasila mamiliki dua macam arti “berbatu sendi yang lima” (consisting of 5 roels) Pancasila dengan huruf Dewanagari. Pengertian Pancasila dari Segi Terminologi 30 Darji Darmodiharjo (dkk. Pancasila ini mempunyai arti lima kesusilaan (Pancasila Karma).30 Menurut Muhammad Yamin perkataan Pancasila.hlm. hlm. b. Pembahasan UUD Indonesia ( Jakarta: Prapanca. telah menjadi istilah hukum. 31 li .31 Demikianlah istilah Pancasila yang telah ada dan dikenal dalam budaya kehidupan bangsa Indonesia sejak dahulu kala baik dalam kehidupan bermasyarakat.1991). Menurut Muhammad Yamin. 15. Pengertian Pancasila dari Segi Etimologi Secara Etimologi Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta. Mohammad Yamin. Dalam buku Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular. 437. Santiaji Pancasila ( Surabaya : Usaha Nasional. yaitu: tidak boleh melakukan kekerasan tidak boleh mencuri tidak boleh berjiwa dengki tidak boleh berbohong tidak boleh mabuk minuman keras. berarti Pancasila yang mempunyai lima dasar.a.

32 2.33 Rozikin Daman. Eka Darmaputra. Pancasila Dasar Falsfah Negara ( Jakarta : PT. RT. pada tanggal 29 Mei 1945 diadakan sidang pertama yang dibuka oleh K. R. 1995). kemudian diperkenalkan kembali oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. 3. K. Dibentuknya BPUPKI ini sebagai sarana untuk pembentukan dasar negara Indonesia. BPUPKI beranggotakan 60 orang dengan diketuai oleh Dr. T. Sejarah Singkat Tentang Pancasila Sejarah lahirnya Pancasila tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu sendiri. Gunung Mulia . Pancasila Identitas dan Modernitas . Dari anggota BPUPKI muncul bermacam-macam pendapat yang diusulkan tentang dasar negara Indonesia dan ada juga yang mengusulkan Undang-Undang Dasar dulu yang dibentuk kemudian lalu membentuk dasar negara. yang dipelopori oleh tokoh-tokoh perjungan bangsa ini. Raja Grafindo Persada. BPUPKI telah melakukan beberapa kali sidang dalam pembentukan dasar negara Indonesia. 1992 ). yang kemudian menjadi populer dalam kehidupan bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan suatu dasar negara yang harus diakui dan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila harus dijalankan dan ditaati. Radjiman Widiodiningrat . 104. Dalam sidang ini membahas tentang apa yang sebaiknya dijadikan sebagai dasar negara Indonesia ini ?. hlm. hlm. Tinjauan Etis dan Budaya ( Jakarta: BPK. 33 32 lii . yang menginginkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Radjiman Widiodiningrat sebagai ketua.Istilah Pancasila telah lama dikenal dalam budaya bangsa Indonesia. Dalam proses perumusan Pancasila dapat dikoordinasi oleh suatu badan yang bernama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang didirikan pada tanggal 29 April 1945.

Yamin.34 Setelah berpidato Muhammad Yamin juga menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. 2. Keadilan Rakyat. 35 36 liii . Ibid. Persatuan 2. Pri Kerakyatan 5.Pri Kebangsaan 2. Ketuhanan Yang Maha Esa Kebangsaan Persatuan Indonesia Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5.. 4. Pri Ketuhanan 4. op..Musyawarah 5..cit. hlm. Kekeluargaan 2. 35.Sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945. Moh. 113. op. 3. Pri Kesejahteraan Rakyat. Pidatonya yang berisikan : 1. Keseimbangan Lahir Batin 4. Pendidikan Pancasila……. hlm. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia . pidatonya itu merumuskan dasar negara Indonesia sebagai berikut: 1. Pri Kemanusiaan 3.35 Pada tanggal 31 Mei 1945 Soepomo di berikan kesempatan untuk menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia).cit.36 34 Kaelan . Di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tercantum lima rumusan asas dasar negara yang rumusannya sebagai berikut: 1.. Muhammad Yamin dapat diberikan kesempatan atau untuk menyampaikan atau mengungkapkan pidatonya di hadapan para sidang BPUPKI tentang rumusan dasar negara Indonesia.

op. Nasionalisme atau Demokrasi Internasionalisme atau Prikemanusiaan Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan Sosial Ketuhanan Yang Berkebudayaan. 3. 2. Ir. 5. Panitia kecil itu terdiri dari 8 orang yang dipimpin oleh Bung Karno. hlm. ketua sidang BPUPKI membentuk suatu panitia kecil yang di dalamnya terdapat berbagai macam unsur agama yang ada dibumi Indonesia seperti Agama Islam. 22. hlm..cit.dan Budha. 3. Usulan tersebut diterima oleh sidang BPUPKI selanjutnya kelima sila tersebut dapat disimpulkan menjadi “Tri Sila” yang rumusannya: 1. Sosio Nasional yaitu “Nasionalisme dan Internasionalisme” Sosio Demokrasi yaitu “Demokrasi dengan Kesejahteraan Rakyat” Ketuhanan Yang Maha Esa38 Pidato yang disampaikan oleh Bung Karno itu mendapat sambutan yang meriah oleh seluruh anggota sidang BPUPKI. Kaelan. Hindu. Yamin. Kristen Protestan.cit. Pendidikan Pancasila……………. 2. Kristen Katolik.37 Untuk lima dasar itu diusulkan agar diberi nama Pancasila.. Moh.Pada tanggal 1 Juni 1945. 37 Darji Darmodiharjo ( dkk.). yang dianggap mempunyai ahli dalam konstitusi. Hatta. op. 27.. Sebelum sidang BPUPKI itu ditutup. 38 liv . sebagai anggotanya Moh.. Soekarno menyampaikan pidatonya di hadapan BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tentang dasar negara Indonesia yang berbunyi: 1. Soetardjo Kartohadikoesoemo. 4.

Karena anggotanya sembilan orang. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Ahmad Subardjo. Maramis. lalu anggotanya Moh. Yamin. Maramis dan Bung Karno. A. A. Abdul Kahar Muzakir. Ibid. 24. hlm. Dari pertemuan ini terbentuk pula panitia kecil lainnya yang terdiri atas Bung Karno sebagai Ketua. dan Muhammad Yamin. susunan dan rumusannya lebih disistematisasikan oleh Moh. Abikoesomo Tjokrosoejoso. Oto Iskandardinata.. 39 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Wisnu Tri Hanggoro. maka lebih dikenal dengan sebutan panitia sembilan. yang menarik dalam rancangan hukum dasar ini adalah dimasukkannya Ide dasar Pancasila yang dipidatokan Soekarno 1 Juni 1945. op. 2. Ki Bagus Hadikoesoemo.39 Tujuan panitia kecil ini adalah: 1.cit.A.Wachid Hasim. Hatta. Merumuskan kembali Pancasila yang disampaikan oleh Bung Karno pada sidang BPUPKI 2... Agus Salim. Panitia sembilan ini berhasil merumuskan rancangan pembukuan hukum dasar. H. rancangan ini diberi nama “Piagam Jakarta”.41 Yang isinya: 1. Ibid. panitia kecil mengadakan pertemuan dengan anggota BPUPKI untuk menampung usul-usul dan saran dari BPUPKI.40 Tanggal 22 Juni 1945. 40 41 lv . Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia merdeka.A.

Abdul Wahid Hasyim meyakinkan bahwa kalimat yang dicapai melalui musyawarah yang sulit ini dan juga terlalu keras bagi beberapa orang.3. namun tidak mencukupi yang lain. jika tidak Piagam Jakarta tersebut ditolak oleh fraksi Islam. bahwa Piagam Jakarta adalah hasil dari musyawarah politik dan persetujuan kelompok nasionalis dan Islam. terutama dengan agama-agama lain. Soekarno meyakinkan anggotanya. 4. 43 42 Ibid. Islam Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama : Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila ( Yogyakarta : PT. mengekspresikan keberatannya dengan mengatakan bahwa konsekuensi kalimat Islam tersebut akan besar. Oleh karena itu dikeluarkanlah kalimat Islam didalam Piagam Jakarta. 1999 ). hlm. Dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia sembilan. Tiara Wacana. dan akan menghasilkan kesulitan-kesulitan . hlm. seorang Kristen Protestan dan salah satu anggota dari BPUPKI. untuk mengorbankan keberatan mereka demi persatuan bangsa dengan Faisal Ismail. Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Dalam menanggapi keberatan itu.42 Adapun bunyi kalimat Piagam Jakarta pada butir pertama di atas mandapat tantangan keras dari non Muslim. Soekarno juga membujuk dari kalangan Kristen. terutama sekali dari kelompok Kristen.43 Latuharhary. jangan dasar negara itu diperuntukkan untuk umat Islam saja. karena yang ada di bumi Indonesia bukan hanya Islam saja tetapi masih ada agama-agama yang lain.. 47. lvi . Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. tapi untuk semua rakyat Indonesia walaupun berbeda agama. 46.

menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab... mendengarkan laporan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD). kemudian Piagam Jakarta tersebut dilaporkan pada sidang BPUPKI tanggal 10 Juli 1945. 48.. PPUUD menyetujui Piagam Jakarta dijadikan Preambule UUD yang akan disusunnya..cit. Soepomo. 38. Pendidikan Pancasila………..menerima Piagam Jakarta untuk digunakan sebagai rancangan Undang-Undang Dasar bersama dengan rancangan batang tubuh UUD. Dari persetujuan sidang itu. yang disampaikan oleh Bung Karno yang meliputi tiga hal: 1... maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia... hlm... Pada sidang kedua itu Piagam Jakarta diterima baik oleh para anggota sidang BPUPKI. Kemudian tanggal 11 Juli 1945 PPUUD membentuk Panitia Kecil Perancang UUD Dasar (PKPUUD) yang anggotanya terdiri dari para sarjana hukum dengan anggota 7 orang yang diketuai oleh Prof..cit.. op. 45 46 lvii . op. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Wisnu Tri Hanggoro. BPUPKI membentuk panitia perancang Undang-Undang Dasar (PPUUD) yang terdiri 19 orang. 44 Pernyataan Indonesia Merdeka Ibid. Kaelan ..45 Adapun bunyi bagian terakhir naskah Preambule UUD tersebut adalah sebagai berikut: “. dan sebagai ketuanya Soekarno.44 Piagam Jakarta yang disusun oleh panitia sembilan disetujui BPUPKI... yang terbentuk dalam suatu negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. 25. hlm. hlm..46 Pada tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI menggelar rapat pleno.

setelah selesai kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta. tentang kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” dari orang-orang non muslim protes atas bunyi kalimat tersebut. 30-31. hlm. Hatta sebagai wakil. Tujuan PPKI ini untuk mempersiapkan kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang terhadap Indonesia. pada tanggal 18 Agustus 1945 untuk mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945. para pemudanya mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan merumuskan teks Proklamsi Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu PPKI pada hakekatnya juga sebagai Komite Nasional memiliki representatif.2. Darji Darmodiharjo ( dkk. 48 lviii . Sebelum UUD 1945 disahkan oleh PPKI ada perubahan dalam pembukaan UUD 1945. maka PPKI segera mengadakan sidang. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang ditaklukkan oleh sekutu. pada saat itulah terjadi kekosongan kekuasaan Jepang di Indonesia. karena kalimat tersebut seakan-akan mendiskriminasikan kelompok-kelompok minoritas. pada tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan beranggotakan 21 orang. 3.48 Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagai mana lazimnya suatu negara yang merdeka. op. Soekarno sebagai ketua dan Moh. dan memilih Presiden dan wakil Presiden. Pembukaan Undang-Undang Dasar Undang-Undang Dasar (Batang Tubuh).cit. loc. pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkanlah Kemerdekaan Indonesia.cit..47 Untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Oleh karena itu Bung Hatta 47 Wisnu Tri Hanggoro. sifat perwakilan bagi rakyat Indonesia.. dan menyelengarakan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia.). Hal itu tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia.

Fungsi Pancasila a. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. lix .berinisiatif mengundang Ki Bagus Hadikusumo. dengan demikian pernyataan ini diterima oleh kelompok non muslim. Pancasila dalam pengertian ini sering juga disebut way of life. Hatta dan teman-temannya setuju untuk mengganti kalimat yang melukai perasaan dari golongan non muslim dan menggantinya dengan bunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. jiwa keagamaan (sebagai manifestasi/perwujudan sila Ketuhanan Yang Maha Esa).49 3. Keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis. pandangan hidup. op.cit. 49. Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari oleh warga negara Indonesia. jiwa kabangsaan (sebagai Faisal Ismail. ini berarti bawa semua tingkah laku dan tindakan/perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila karena Pancasila merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lainnya. pegangan hidup/pedoman hidup. hlm. Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang. Dengan demikian. Wachid Hasyim.. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD sebagai dasar negara. jiwa yang berprikemanusiaan (sebagai manifestasi/perwujudan dari sila kemanusiaan 49 yang adil dan beradab). Kasman Singodimedjo dan Teuku Hasan untuk membahas masalah tersebut agar sebagai bangsa Indonesia tidak terpecah-pecah.

op. 3. Selalu terpancar dalam segala tingkah laku dan tindakan/perbuatan serta sikap hidup seluruh bangsa Indonesia..cit. 50 Darji Darmodiharjo ( dkk. sehingga tidak terombang-ambing dalam menghadapi persoalanpersoalan besar baik yang datang dari dalam masyarakat/bangsanya sendiri maupun dari luar. dan jiwa yang menjunjung nilai keadilan sosial (sebagai manifestasi/perwujudan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa ini memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. jiwa kerakyatan (sebagai manifestasi/perwujudan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan). ekonomi. hlm. 2. 15-16. Rozikin Daman.). op.51 Di dalam negara yang Berbhineka Tunggal Ika. Memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya. Upaya untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain berulang kali terjadi baik melalui kekerasan maupun dengan cara halus. Mempunyai pedoman bagaimana bangsa ini mambangun dirinya sendiri demi kesejahteraan rakyat.manifestasi/perwujudan sila Persatuan Indonesia). hlm. membuktikan bahwa Pancasila merupakan pilihan yang terbaik. 16.cit.. 51 lx . sebab dengan pandangan hidup suatu bangsa akan: 1.50 Dalam kehidupan suatu bangsa adanya pandangan hidup sangat diperlukan. Memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah- masalah politik. sosial dan budaya.

Pancasila Suatu Orientasi Singkat ( Malang : Lembaga Penerbit Universitas Brawijaya. 53 Darji Darmodiharjo.Hal semacam ini menunjukkan bahwa efektivitas Pancasila benar-benar nilai rakyat Indonesia secara emosional dan menggerakkan tindakan. dalam mengatsi tantangan-tantangan yang mengancam kesatuan dan mewujudkan negara Indonesia. Dilihat dari kedudukannya. b. atau dengan kata lain Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Dapat dikatakan juga bahwa Pancasila ini dibuat dari materi atau bahan-bahan dalam negeri. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila dalam pengertian ini sering disebut dasar falsafah negara. Demikianlah pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Kansil. T. 25. Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia. Dengan pandangan hidup yang mantap maka bangsa Indonesia akan mengetahui ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya. hlm.1978 ). 68. bahan asli murni dan merupakan kebanggan bagi suatu bangsa tersendiri. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tersebut terkandung didalamnya konsep dasar mengenai kehidupan yang dicitacitakannya. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. Philosofische Grondslag dari negara. S.52 Bangsa Indonesia dalam hidup bernegara telah memiliki suatu pandangan hidup bersama yang bersumber pada akar budaya dan nilai-nilai religius.53 C. hlm. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara ( Jakarta : Pradanya Pramita. 1979 ). Ini terbukti melalui kemampuannya untuk bertahan di tengah-tengah perubahan-perubahan konstitusional. 52 lxi .

Meliputi suasana kebatinan (Geistlickenhintergrund) dari Undang-Undang Dasar 1945. Merupakan sumber semangat bagi Undang-Undang Dasar 1945. maupun yang tidak tertulis. lxii . hal ini dipahami sangat penting bagi pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tersebut dapat dirinci sebagai berikut: Pancasila sebagai dasar adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Dengan demikian Pancasila merupakan asas kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam pembukaan UUD 1945. karena masyarakat di negara Indonesia senantiasa tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat. Mengandung norma-norma yang mengharuskan Undang- Undang Dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara (termasuk para penyelenggara partai dan golongan fungsional). Mewujudkan cita-cita hukum bagi dasar negara (baik hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis). Dalam kedudukannya sebagai dasar negara.Sebagai dasar negara Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum dasar baik yang tertulis atau UndangUndang Dasar. Pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum.

55 lxiii ... 26. V/MPR/1973 dan Ketetapan No. op.cit. IX/MPR/1978). op. 62. sehingga dengan jalan hukum tidak dapat diubah. kesadaran dan citacita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana serta watak dari bangsa Indonesia. Dijelaskan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. Hal ini sesuai dengan dasar yuridis sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.Sebagaimana telah ditentukan oleh pembentuk negara bahwa tujuan utama dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. Pendidikan Pancasila ……….. Ketetapan No. yang merupakan suatu pandangan hidup. Oleh karena itu fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. No. hlm. Ketetapan MPR No. Oleh karena itu segala agenda dalam 54 Kaelan .XVIII/MPR/1998.54 Menurut Notonegoro. hlm.cit. LJO. mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang tertuang dalam Tap.55 Dalam proses reformasi dewasa ini MPR melalui sidang istimewa tahun 1998. Darji Darmodiharjo. Sebagai pokok kaedah negara yang Fundamental. Pokok kaedah yang fundamental itu dalam hukum mempunyai kedudukan yang kuat tak berubah bagi negara yang dibentuk. IX/MPRS/1966. Pancasila menjadi sumber dari Undang-Undang Dasar dan harus dijadikan landasan dalam menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan kebijaksanaan pemerintah.. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai kedudukan istimewa dalam hukum kenegaraan dan hukum bangsa Indonesia (merupakan pokok kaedah negara yang Fundamental).

56 c.. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia Dalam sejarah asal-usulnya ideologi Pancasila itu lahir dari perjuangan bangsa Indonesia yang mencita-citakan kemerdekaan. kecerdasan.57 Perlu diingat bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara adalah diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia. loc. perdamaian abadi.cit. yang meliputi berbagai bidang selain mendasarkan pada kenyataan aspirasi rakyat (sila keempat). solidaritas. op. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan 56 Kaelan. juga harus mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Paulus Wahana. Bahkan ideologi Pancasila memandang bangsa Indonesia sebagai bagian dari cita-cita perjuangan kemanusiaan yang berdasarkan kemerdekaan. Oleh karena itu ideologi Pancasila merupakan suatu kesatuan yang mutlak karena menyangkut kehidupan bangsa. dan keadilan sosial. demokrasi dan kebudayaan.. Pancasila sebagai ideologi bangsa. kemudian menjadi pandangan hidup bangsa dan pada gilirannya menjadi suatu dasar filsafat negara yang sekaligus sebagai suatu ideologi bangsa dan negara.proses reformasi. 90. Ideologi Pancasila tumbuh dan berkembang melalui dalam pandangan hidup manyarakat bangsa Indonesia sendiri. dengan suatu kesepakatan serta perjanjian yang luhur diangkat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia.cit. 57 lxiv . setiap warga negara Republik Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar. yang tertuang dalam sila yang kelima dalam Pancasila. hlm. kemajuan. persatuan.

Tata pikir seluruh bangsa ditentukan lingkupnya oleh sebuah falsafah yang harus terus menerus dijaga kebaradaannya dan konsisitennya oleh negara.58 58 Oetojo Oesman dan Alfian. lxv . Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir yang harus diikuti dalam menyusun Undang-Undang dan hukum-hukum yang lain. hlm.harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. op. Sebagai falsafah negara. agar pemikiran kenegaraan yang berkembang juga akan terjaga dengan baik.. 163. bukan hanya sekedar masingmasing sila.cit.

BAB IV PENGARUH PEMIKIRAN T. Menurut Prof. Gunung Mulia. lxvi . 1984). “Tuha” ditambah dengan “an” menjadi Tuhan yang berarti yang harus dihormati dan didengar. Maka makna yang terkandung dari sila pertama Pancasila bukanlah “Kepercayaan kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide Ketuhanan”. B. oleh karena kata yang dipakai di sini bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian juga ditambah Keesaan dan Kemahaan. Oleh karena itu sila Ketuhanan Yang Maha Esa terdapat dalam sila pertama dari Pancasila merupakan. Takdir Alisyahbana. suatu keputusan yang mutlak harus dapat diterima oleh setiap agamaagama yang ada di Indonesia. Simatupang Pancasila merupakan sebuah payung yang dapat melindungi rakyat Indonesia baik itu muslim maupun non muslim. Poebatjaraka mengatakan bahwa Tuhan berasal dari kata “Tuha” yang berarti tua. bahwa Tuhan berasal dari kata Tu (h) a yang berarti 1 T. hlm. 10. B. SIMATUPANG TERHADAP AGAMA KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA A. Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: Bpk.Pemahaman Kristen Protestan Terhadap Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Menurut T.1 Istilah Ketuhanan berasal dari ke-Tuhan-an. Menurut Prof. S. B. Simatupang.

Dunia Arab .4 Istilah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan pengertian teologis melainkan rumusan politis (kenegaraan) karena tidak dapat diartikan hanya menurut pengertian agama yang tertentu. suatu kuasa Ilahi. keramat. lxvii . 27.D. suci. 1959). Ketuhanan berarti Yang Ilahi.3 Tuhan dalam sila Pertama. agar supaya dapat dikonkritkan oleh setiap orang sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Sehingga dengan demikian “Ketuhanan” itu adalah “sila”. hlm.). Pancasila Dasar Negara Indonesia (Yogyakarta: Basis. mandapat awalan-ke. holy. Allah sendiri bukan sila ia adalah pribadi “Tuhan” itu nama jenis yang abstrak. akhiran-an menjadi kata sifat.2 Sedangkan Allah dari Al Ilah berarti The God. Kita dapat mengartikan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu pengakuan atau keyakinan adanya suatu kekuasaan yang tertinggi dan abadi. Usuludin Hutagalung dan O. hlm. 1970 ). 4 3 Rahmat Subagyo. Yang Maha tinggi itu siapa? Terserah kepada agama masing-masing. Sihombing (Bandung: Sumur Bandung . 1955). yang mengatur dan menguasai segala yang ada di dunia ini. 2 Ismaun. Tuhan.P. hlm. Yang Maha Kuasa. Dari uraian di atas sila pertama nampak jelas kedudukan yang sama daripada semua agama yang ada di Indonesia untuk merealisasikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan yang konkrit. dengan perkataan lain istilah Ketuhanan dipilih dengan tepat. Sejarah Ringkas ( terj . Hitti. Pencipta. 64.sama dengan tuan. 32. Philip K. Dengan demikian “Ketuhanan” adalah perkataan yang terbaik yang dapat memberikan kesempatan berbagai penafsiran sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Problematika Pancasila (Bandung: Cahaya Remaja. kudus.

berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa berarti dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara wajib memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang maha Esa. tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan Tuhannya sendiri”. Sebagai asas hidup bermasyarakat sila Ketuhanan Yang Maha Esa menuntut agar bangsa Indonesia dalam melaksanakan hidup bermasyarakat memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang Maha Esa. dalam kehidupan bernegara. 1958).5 Dari segi nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Nasional. dapat disebutkan bahwa sila pertama ini merupakan dasar kerohanian dasar bermasyarakat. “Bukan saja bangsa Indonesia ber-Tuhan.Yang dimaksud dengan Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah peleburan semua pengakuan kepercayaan semua agama-agama menjadi suatu pengakuan yang tunggal. tidak dibenarkan menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang telah digariskan. memupuk rasa kebersamaan 5 Soekarno. 27. lxviii . Sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar yang memimpin cita-cita kenegaraan kemudian untuk menyelenggarakan segala yang baik bagi masyarakat dan pemerintahan negara. yang merupakan pengakuan Iman kesatuan untuk seluruh warga negara Republik Indonesia melainkan tugas negara yang berdasarkan Pancasila adalah melindungi perbedaan-perbedaan agama warga negaranya. Pada hakekatnya tidak boleh menyimpang dari jalan yang lurus untuk mencapai kebahagian rakyat dan keselamatan masyarakat. hlm. Lahirnya Pencasila (Jakarta: Bp.

menuju kerukunan hidup bermasyarakat kebebasan beragama dan beribadat menurut keyakinan masing-masing agama. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. yaitu negara bertugas untuk memberikan jaminan perlindungan agar setiap penduduk yang notabenenya adalah pemeluk agama tersebut dapat secara bebas malaksanakan ajaran agama atau kepercayaannya. 1985). Bebas menjalankan ibadat sesuai ajaran agama/kepercayaannya Ahmad Azhar Basyir. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa . 6 lxix . 10. Oleh karena itu sebenarnya ketentuan di atas pada sisi yang lain menunjukkan pula sejumlah hak dari warga negara Indonesia untuk: 1. Bebas memeluk agama dan kepercayaan 2.6 Sebagai pengaturan lebih lenjut perinsip KetuhananYang Maha Esa maka UUD 1945 menentukan dalam pasal 29 sebagai berikut: 1. Negara bertugas untuk menjaga kesejahteraan bersama dalam bermasyarakat. Hubungan Agama dan Pancasila (Yogyakarta: Fakultas Hukum UII. Ketentuan ini menegaskan tugas negara dalam bidang hidup keagamaan. Bebas beralih agama dan kepercayaan 3. Tugas tersebut dijalankan dengan cara menjamin kesempatan yang sama dan adil bagi setiap warga negara untuk mengamalkan konsepsinya tentang Tuhan sesuai ajaran agama yang diyakininya.2. hlm.

4. Bebas untuk mengajar atau mendidik keluarganya sesuai ajaran agama yang diyakininya.7 Jadi setiap orang bebas menganut kepercayaannya dan menyembah Tuhannya dengan tidak menganggu agama lain, apalagi memusuhi atau memerangi orang yang menganut kepercayaan yang lain dari kepercayaan golongannya atau orang yang menyembah Tuhan lain dari Tuhan yang disembah oleh golongannya. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pengakuan bahwa Tuhan adalah sumber kemerdekaan, oleh karena itu Tuhan sendiri membebaskan manusia dari segala penindasan yang ada dimuka bumi ini. Akan tetapi hal itu bukanlah berarti bahwa negara harus memaksakan sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi suatu pengakuan iman rasuli Kristen . Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa Indonesia, oleh sebab itu sila pertama dalam Pancasila adalah suatu seruan terutama bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragama, agar selalu ingat dalam tanggung jawab dan tugasnya di dalam memelihara, memupuk dan mewujudan prikemanusiaan, kebangsaan, kedaulatan rakyat dan keadilan sosial. Setiap Rakyat Indonesia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengahayati ajaran-ajarannya, tentu tidak akan ragu-ragu lagi menyatakan bahwa agama merupakan ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa, mengandung nilai-

Wisnu Tri Hanggoro ( edit .), Bunga Rampai Pancasila ( Yogyakarta : Taman Pustaka Kristen, 1986 ), hlm. 51-52.

7

lxx

nilai luhur yang dihayati dan diamalkan oleh pemeluknya masing-masing dan merupakan faktor yang berpengaruh dalam usaha bangsa Indonesia untuk mensukseskan pembangunan bangsa.8

B. Meningkatkan Partisipasi Gereja dalam Membangun Bangsa Indonesia sebagai Pengamalam Pancasila Menurut T. B. Simatupang, gereja adalah berada dalam dunia dan diutus oleh Tuhannya ke dalam dunia. Tuhan tidaklah mengutus gereja ke wilayah yang asing. Sebab Tuhan itu sendiri adalah Tuhan bagi dunia. Pengertian tentang dunia hanya terbatas pada bumi dan alam semesta. Dunia memiliki arti jauh lebih luas dari itu. Dunia memiliki makna yang meliputi bumi, alam semesta, sekaligus kesejahteraan umat manusia dengan segala daya dan upayanya untuk memenuhi bumi serta menaklukkannnya. Arti dunia yang demikian, menurut T. B. Simatupang menegaskan bahwa umat manusia dengan segala kebudayaan, dengan hidup berpolitik, sosial, ekonomi,dan sejarah, ideologi agama dan teknologi juga dengan segala harapan yang

T. B. Simatupang (dkk.), Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam Negara Pancasila yang Membangun (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1996), hlm. 94.

8

lxxi

membentang dan kekhawatiran yang mengandung keseluruhannya adalah bagian dari isi dunia.9 Kembali kepada pembahasan gereja dalam pembangunan menghadapkan kita dengan permasalahan yang mendasar mengenai hubungan antara gereja dengan perkembangan dalam masyarakat negara dan kebudayaan di mana gereja berada. Pembangunan adalah tindakan manusia dalam sejarah untuk mengembangkan masyarakat, negara dan kebudayaan yang baik, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Pada satu pihak gereja adalah bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan yang membangun. Pada pihak lain gereja tidak hanya bagian dari masyarakat, negara dan kebudayaan dimana dia berada. Gereja mempunyai hubungan yang khas dengan Kristus seperti dinyatakan dalam kiasan bahwa gereja adalah tubuh kristus.10 Sebagaimana dijelaskan dalam al-Kitab . “tidak ada seseorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11).11 Sejak gereja tiba di Indonesia, maka gereja telah berpartisipasi dalam pembangunan, seperti dalam pelayanan pendidikan, kesehatan dan pertanian. Oleh karena itu gereja-gereja di Indonesia juga meningkatkan partisipasinya dan melayani pembangunan nasional berdasarkan tugas pengikutnya yang bersumber pada Injil
9

T. B. Simatupang, Dari Revolusi ke Pembangunan (Jakarta: Bpk. Gunung Mulia, 1987), T. B. Simatupang ( dkk.), Peranan Agama-Agama dalam …….., op. cit., hlm. 9. Perjanjian Baru (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1999), hlm. 470.

hlm. 9.
10 11

lxxii

12 Tugas panggilan gereja dalam pembangunan bangsa ini tidak hanya memberikan ruang bagi gereja-gereja untuk berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional. merupakan isi dunia yang tidak berada di luar rancana Penyelamatan Tuhan. kritis artinya setiap pembangunan yang dilakukan oleh gereja sesuatu yang telah tertuang dalam firman Tuhan. dalam pembangunan nasional berdasarkan hak dan kewajiban yang sama. kritis dan realistis dalam pelaksanaan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. hlm. Pembangunan dengan segala proses perubahannya dalam berbagai aspek kehidupan dalam rangka berjuang untuk menegakkan keadilan. Jayapura. 2002). kreatif artinya adanya jasa roh kudus dalam sikap pembangunan yang dilakukan oleh gereja. pemerataan. 12 lxxiii . tetapi juga untuk mengajak dan mengaharapkan partisipasi secara bertanggung jawab dari semua warga negara dan golongan. Positif artinya terbuka terhadap yang baik. realistis artinya sadar akan waktu dan batas-batas kenyataan terhadap pembanguan yang dilakukan oleh gereja. 21-30 Oktober 1994 (Jakarta: Gunung Mulia. dengan mengambil sikap yang positif. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia sebagai pengamalan Pancasila dipandang oleh gereja adalah bagian dari dunia yang dikasihi Allah. 29. kesejahteraan dan kelestarian serta dalam rangka mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia yang selaras. Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKGPGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. Gereja di Indonesia dengan sikap sebagai hamba dan pelayanan menurut teladan Yesus. PGI.Yesus Kristus. kreatif. serasi dan seimbang antara dimensi material dan spiritual.

hlm. 15 lxxiv . kritis. Bersama-Sama Meletakkan Landasan Moral. Simatupang. Iman Kristen dan Pancasila ……. D. hanya dapat terwujud oleh kehendak Tuhan sendiri. 14 13 T. kreatif. Oleh karena itu pembangunan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi upaya-upaya untuk menegakkan perdamaian. Gunung Mulia. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. 1985).Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. .B. Eka Darmaputra . kemanusiaan dan kesejahteraan bagi semua orang. Revolusi dan Pembangunan. maka dalam keadaan yang seperti inipun masih tetap akan menimbulkan bentukbentuk penindasan dan ketidakadilan dalam masyarakat pada umumnya.). gereja-gereja di Indonesia mengambil bagian secara positif. 39. Etik dan Spiritual Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal landas. P. dalam buku.15 T. Oleh karena itu pembangunan yang di usahakan manusia. B. 41-42. tidak identik dengan kerajaan Allah. cit. 1997 ). Simatupang . keadilan. Gunung Mulia. hlm. maka hasilnya tidak akan pernah sampai pada tatanan masyarakat yang sempurna dengan keadilan yang demikian.14 Jadi walaupun menurut kita bahwa pembangunan yang dilaksanakan menurut ukuran kita telah mampu menegakkan keadilan. pemerataan.13 Pembangunan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia sebagai Pengamalan Pancasila dapat saja mengalami kegagalan dan penyelewengan sehingga berlawanan dengan kehendak Tuhan. realistis dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. ( Jakarta: Bpk. Kontek Berteologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. Latuihamallo (Penyunting . hlm. Simatupang. 130. T. B. Oleh sebab itu maka dalam terang Injil kerajaan Allah. pambaharuan kesejahteraan dan telah mampu mengangkat harkat dan martabat manusia Indonesia. (Jakarta: Bpk.. op. Kehadiran Kristen dalam Perang. Dr.

perdamaian dan sebagainya. bahwa gereja dapat mengoreksi berbagai cita-cita atau kebijakan-kebijakan bangsa kita ini dalam melakukan pembangunan yang memang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Sikap gereja yang realistis adalah untuk mendorong gereja agar dapat meilihat dan memahami tentang batas-batas yang telah dapat dicapai oleh bangsa ini dalam membangun sikap tersebut sebagai alat kontrol untuk mengawasi agar setiap 16 T. cit. kritis dan harus realistis. kreatif. Sikap gereja yang kritis.. Simatupang. keadilan. Maka dari itu gereja dapat mengembangkan hal-hal yang baik dalam proses pembangunan.16 Dengan sikap gereja yang positif. Iman Kristen dan Pancasila. loc.Gereja-gereja di Indonesia dalam berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini harus memiliki beberapa sikap diantaranya gereja harus bersikap positif. gereja dapat memberikan sumbangan untuk berpartisipasi dalam menjawab berbagai tantangan dalam perubahan zaman dan dapat menyisihkan berbagai hambatan-hambatan yang selalu mengahadang atau mengahalangi untuk suksesnya suatu pembangunan yang kita lakukan untuk bangsa ini. Oleh karena itu Tuhan tidak mengajarkan tentang hal-hal yang tidak baik. lxxv . B. Seperti. kesejahteraan. maka gereja dapat mendukung segala pambangunan yang menunjukkan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Pasti Tuhan mengajarkan tentang hal-hal yang baik. seperti: banyaknya korupsi-korupsi yang terjadi di birokrasi pemerintahan kita sekarang ini yang dikorupsi itu adalah uang rakyat. Sikap gereja yang kreatif.

. cit. dalam bentuk partisipasinya dalam pembangunan berusaha dalam memberikan sumbangan untuk mengembangkan suatu gagasan. Oleh karena itu hal tersebut akan dapat menentukan gerak pembangunan nasional akan berjalan kearah dari cita-cita perjuangan bangsa Indonesia ini dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur yang dapat berasaskan Pancasila. Seperti pengamalan sila pertama. dalam partisipasi ini yang paling penting adalah gereja terhadap masyarakat dan masa depan bangsa Indonesia ini. Kehadiran Kristen ……. . Pancasila dengan sila-silanya haruslah diamalkan secara utuh dan konsekuen.. yang mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan agama supaya untuk terus-menerus dan bersama-sama dalam meletakkan landasan moral. hlm. B. Ketuhanan Yang Maha Esa. ide-ide dan pikiran menganai arah dan tujuan dalam melakukan suatu pembangunan sebagai pangamalan Pancasila.pembangunan itu selalu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Simatupang. yang mengangkat dasardasar dan corak-corak dari negara. etika dan 17 Ibid.18 Gereja. . dalam artian setiap pembangunan itu harus sesuai dengan manfaatnya dan tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Tuhan. dan pandangan mengenai sejarah yang menguasai pemikiran dalam pembangunan itu. masyarakat dan kebudayaan serta dasar-dasar hukum yang ada didalamnya. 43.17 Bentuk partisipasi gereja dalam pembagunan bangsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. hlm. 18 lxxvi . op. 130. T. Pendangan gereja tentang pengamalan dari sila-sila Pancasila dalam pelaksanaan pembangunan.

121.spiritual yang kokoh bagi pembangunan nasional sebagai Pengamalan Pancasila.22 Pengamalan sila keempat dari Pancasila. Simatupang. Simatupang . hlm. Persatuan Indonesia. . op. Ibid. menurut gereja menyangkut usaha-usaha pengembangan dan pemantapan hak-hak asasi manusia dan tanggung jawabnya dalam pembagunan. Tapi bagi gereja untuk mengamalkan kamanusiaan dan keadilan dengan ikut dalam sepenuhnya bertanggung jawab dalam mengenai keamanan negara. kemanusiaan yang adil dan beradab.20 Pengamalan sila ketiga. hlm. 31.B. 1993). B. masyarakat.19 Dengan demikian sila ini bukan merupakan dalil teologi.21atau pembinaan bangsa dari semua bidang kehidupan manusia. . sehingga makin kuat rasa kesatuan kamanusiaan dalam memperkokoh rasa Persatuan dan kesatuan negara. T. 19 T. Pengamalan sila kedua. . menurut gereja menyangkut Pembinaan kesatuan bangsa. bangsa dan negara. Iman Kristen dan Pancasila . hlm. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia (Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan.op. 22 lxxvii . Bersama-Sama meletakkan……………………………. cit. 28. 121. 20 21 Bambang Ruseno Utomo. dipandang oleh gereja dalam menyangkut persoalan-persoalan yang mendorong begitu besar peran partisipasi rakyat dalam aspek politik dalam usaha menegakkan demokrasi yang bertanggung jawab. hlm. Sila ini hanya menjamin tempat yang wajar bagi dimensi religius dalam kehidupan negara dan bangsa. cit. sebab negara sama sekali tidak memiliki apa yang namanya teologi.

Iman Kristen dan Pancasila . adil dan sejahtera. B. loc. cit...24 Partisipasi gereja dalam memberikan sumbangan pemikiran tentang pengamalan Pancasila di atas. 24 lxxviii .Pengamalan sila kelima dari Pancasila dalam pembangunan menurut gereja menyangkut peletakkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka menjunjung cita-cita keadilan sosial. Bambang Ruseno Utomo. bahkan dengan orang-orang yang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda dan di ajak untuk bekerjasama dalam membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju. 23 T. Partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini dapat berhasil apabila adanya kerjasama antara gereja-gereja dengan berbagai lembaga-lembaga yang ada di luar gereja. loc. hanya sebagai motivasi bagi umat Kristiani dalam benar-benar mangamalkan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila dan sebagai perwujudan gereja dalam berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. Hidup Bersama………. cit. Simatupang. 23 dan dapat juga pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

seluruh partisipasi gereja dan umat Kristen dalam berpartisipasi membangun bangsa ini harus bertolak sebagai usaha untuk menegakkan tanda-tanda penyelamatan dan kedatangan kerajaan Tuhan. yang terdiri dari berbagai suku.budaya.Adapun tujuan gereja dengan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini adalah: a. Untuk bersama-sama dapat membaharui. bangsa dan negara Pancasila yang sedang melaksanakan pambangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila keadilan. b. persaudaraan. C. membangun. Simatupang.adat. perdamaian dan kemanusiaan yang dikehendaki oleh Tuhan untuk dunia ini. dapat melahirkan atau menciptakan kesejahteraan.agama dan lxxix . B. dan mempersatukan gereja dan memupuk kemanusiaan di bidang teologi. yaitu bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat majmuk. Analisis Penulis Ada satu hal yang khas. kebebasan. Menurut T.yang membedakan Indonesia dengan masyarakat dan bangsa manapun di dunia ini. Gereja berpartisipasi dan melayani dalam pembangunan nasional dengan tujuan dalam kehidupan masyarakat.

( Jakarta: BP-7. 26 27 25 Ibid. berbangsa dan bernegara. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. agama Hindu mempercayai banyak dewa –dewa . Islam mengajarkan tentang tauhid.disunting oleh. tapi membiarkan orang Kristen ber-Trinitas. Ibid . 1991). 163. 257. tidak akan banyak berpungsi jika didudukkan dalam status yang jelas.Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki lingkup masing-masing yang berjangkauan universal.kepercayaan. bukan hanya sekedar masing-masing sila . Pancasila walaupun ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.( keesaan Tuhan ). Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat.27 Dengan demikian dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila setiap sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia termasuk agama Islam. artinya setiap warga negara Indonesia terikat oleh ketentuan-ketentuan yang sangat mendasar yang tertuang dalam sila Pancasila.26 Pancasila sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara disinilah ada tumpang tindih antara Pancasila dengan sebagian sisi kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa . Abdurrahman Wahid. Berbangsa dan Bernegara. Hal ini upaya Pancasila untuk menekankan sisi kehidupan antar umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. lxxx . Karena kesepakatan luhur bangsa Indonesia itu akhirnya dirumuskan sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara.. Akan tetapi perlu kita cermati apakah Islam sesuai dengan Pancasila ? maka segera akan nampak bahwa banyak dari ajaran-ajaran Islam yang tidak tercakup dalam Pancasila atau tidak dipersoalkan oleh Pancasila. hlm. Dalam buku. dan dalam agama Budha tidak membicarakan tentang Tuhan sama sekali. hlm. Oetojo Oesman dan Alfian. Pandangan hidup dan sikap warga negara secara keseluruhan harus bertumpu pada Pancasila sebagai keutuhan. Dengan kata lain. 164.25 Pancasila merupakan kesepakatan luhur antara semua golongan yang hidup di bumi Indonesia. serta Pancasila adalah dasar bermasyarakat. di samping visi universal yang mempersamakan semua agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. jelas setiap agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa memiliki visi sendiri. Ideologi bangsa.wawasan Pancasila tentang kebersamaan antara agama-agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tidak sepenuhnya sama dengan wawasan sekian agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang satu sama yang lain saling berbeda. Sebuah kesepakatan seluhur apa pun. Pancasila Sebagai Ideologi .. berlaku seluruh umat manusia. Sebagai falsafah negara Pancasila berstatus sebagai kerangka berpikir dalam menyusun undang-undang dan hukum di dalam negara Republik Indonesia. hlm.

Hal semacam ini tidak berarti bahwa Islam bertentangan dengan Pancasila . hlm. Ketiga dimensi itu adalah : 1. mencakup hal-hal yang oleh Pancasila mungkin tidak terpikirkan. 85.Rat. Melalui idealisme atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dihayati suatu masyarakat atau bangsa dapat diketahui kearah mana mereka ingin membangun kehidupan bersama. zakat . bahwa kemudahan diberikan di negeri kita untuk melaksanakan ibadah tersebut. 31 Berdasarkan pada tiga dimensi tadi maka Pancasila jelas memenuhi standar realitas. dimana ideologi itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup dalam masyarakat.. terutama karena dinamika internal yang 28 Deliar Noer. Identitas Politik Umat Islam ( Mizan : Bandung. Sekurang –kurangnya kita dapat perhatikan . 2. 113. puasa Ramadhan.). 29 30 Listiyono Santoso (dkk. Sering dinyatakan bahwa Pancasila tidak akan menjadi agama. 3. pada umumnya memang terdapat kesepakatan di negeri kita bahwa hal-hal ibadah dibiarkan saja . shalat. Oleh sebab itu bagi setiap muslim ajaran –ajaran agama itu wajib dilaksanakan. Dimensi idealitas . idealitas bahkan fleksibilitas. bahwa sebuah ideologi harus memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahwa merangsang pengembangan pemikiran –pemikiran baru yang relevan tentang dirinya. tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. Kuntowijoyo. 29 Mengenai Islam dan Pancasila pada dasarnya tidak bertentangan . haji dan masih banyak lagi ketentuan –ketentuan lain yang diajarkan oleh Islam. 31 lxxxi .Kemudian Islam mengajarkan tentang iman kepada rasul-rasul. Dimensi realitas . tapi perlu diketahui bahwa Islam adalah agama dan Pancasila adalah ideologi . 1997 ). berbangsa dan bernegara. Suatu Upaya Membaca Ulang Pancasila ( Jogjakarta : Ning.1983). Islam Pancasila dan asas Tunggal ( Jakarta : Yayasan Perkhidmatan. 70. Ibid. saling mengisi dan saling memperkuat. hlm. hlm. demikian pula agama tidak akan memjadi ideologi. Dimensi fleksibilitas. 30 Pada dasarnya kekuatan ideologi (Pancasila) dapat diukur dari tiga dimensi yang saling berkaitan. sebagaimana juga kemudahan yang sama dinikmati oleh para pengikut agama lain. (de ) Konstruksi Ideologi Negara . Ajaran Islam dalam hal-hal tertentu terperinci dan tegas. suatu ideologi harus mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. 28 Jika melihat persoalan-persoalan tadi. maka ajaran Islam lebih bersifat luas. 2003 ).115. hlm.

Persepsi .. hlm. berbangsa dan bernegara . Pancasila di masa lalu seolah-olah hanya berhenti pada konsep nilai-nilai yang tidak mampu merambah pada tataran empirik masyarakat. Pancasila lebih diletakkan sebagai gundukan “ rangkuman “ konsep-konsep belaka yang tidak mempunyai kekuatan untuk “merubah” tatanan masyarakat. ber-Kemanusiaan. Kelima sila tersebut adalah “ paradigma “ bagi terbentuknya masyarakat berperadaban Pancasila. .Menyangkut seberapa jauh nilai-nilai yang terkandung dalam idelogi itu membudaya dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.. Ibid. 4. Kemampuan masyarakat mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang ideologi. tangguh dan bermutu tinggi . Jadi secara ideal konseptual Pancasila adalah ideologi yang kuat. 3. 32 Ibid . Kualitas nilai dasar itu memungkinkan bagi terbentuknya kualitas peradaban bangsa yang berlandaskan pada masyarakat yang ber-Ketuhanan. Tetapi hal itu tetap tergantung pada kehadiran beberapa faktor: 1. Kualitas nilai-nilai dasar yang tergantung dalam ideologi.33 Harus disadari.32 Dinamika internal yang terkandung dalam suatu ideologi terbuka biasanya memantapkan. 2. sikap dan tingkah laku masyarakata terhadap Pancasila. hlm. ber-Kerakyatan dan ber-Keadilan. 71. memapankan serta menguatkan relevansi ideologi itu dalam masyarakat. 33 34 lxxxii .34 Itulah sebabnya kita harus berihktiar untuk semakin menjadikan Pancasila itu sebagai ideologi dan menjadikan dasar yang kokoh bagi perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. ber. 72. Ibid .terkandung dalam sifatnya sebagai ideologi terbuka.Satu. betapa dalam Pancasila sesungguhnya memuat kualitas nilai dasar yang objektif kebenarannya dan berlaku secara universal. Selama ini. 70. hlm.

lxxxiii .

BAB V PENUTUP A. Maka yang dulunya sebahagian rakyat Indonesia yang sudah beragama Katolik di Protestankan oleh orang Belanda. Simatupang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia tidak terlepas dari beberapa aspek.B. tidak terkecuali rakyat Indonesia yang sudah beragama Kristen Protestan ikut memperjuangkan nagara ini dari tangan penjajah. b. aspek politik Indonesia yitu lxxxiv .tidak heran jika bangsa Indonesia sudah merdeka umat Kristen Protestan ikut juga dalam merumuskan dasar negara Pancasila . Tercetusnya kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. maka rakyat Indonesia banyak yang menganut agama Kristen Protestan. aspek sejarah Ditinjau dari sejarah bahwa hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila tidak terlepas dari masa penjajahan Belanda yang membawa agama Kristen Protestan di Indonesia. yaitu : a. Menurut T.

Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. Di negara Pancasila ruang bagi orang Kristen Protestan dalam bidang politik tidak di batasi. di bagi menjadi dua : Pertama: meliputi pemahaman Kristen Protestan terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa. B. 2. ekonomi dan budaya. aspek agama Dalam negara Pancasila setiap agama mempunyai tugas dan panggilan bersama dalam masyarakat. Bagi orang Kristen Protestan berpartisipasi dalam bidang politik yang mempunyai jiwa kritis dan kreatif yang dapat disumbangkan sepenuhnya kepada perkembangan negara dan masyarakat. politik. c. Demikian halnya dengan gereja –gereja di Indonesia dipanggil dan ditempatkan oleh Tuhan untuk melaksanakan panggilannya pada bangsa dan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila.Gereja ditempatakan oleh Tuhan sendiri untuk melaksanakan tugas panggilannya dalam kontek sosial. Pengaruh pemikiran T. Makna yang terkandung dari sila pertama bukanlah kepercayaan “Kepada Allah” tetapi lebih berarti kepercayaan kepada “Ide lxxxv . yang merupakan suatu keputusan yang mutlak yang harus diterima oleh setiap agama-agama yang ada di Indonesia.seperti agama Kristen Protestan misalnya: dari segi teologi orang Kristen Protestan baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan ( gereja) mempunyai tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara. bangsa dan negara.

maka setiap agama harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. bukan hanya sebagai alat pemersatu bangsa.Ketuhanan” oleh karena itu kata yang dipakai bukan kata “Allah” tetapi lebih netral yaitu “Ketuhanan” kemudian ditambah Keesaan dan Kemahaan. Tugas penggilan gereja dalam membangun bangsa ini tidak hanya tertuju pada pembangunan nasional saja. akan tapi mengajak kepada semua warga Indonesia untuk bersamasama dalam membangun dan mengatasi bangsa yang tercinta ini dari ketertindasan dan kemiskinan. Saran-saran 1. Kedua. meliputi partisipasi gereja dalam membangun bengsa Indonesia sebagai pengamalan Pancasila. Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu setiap agama yang ada di Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Dengan demikian sila Ketuhanan Yang Maha Esa. maka dari itu jangan sampai ada suatu golongan umat beragama yang ingin menggantikan dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain. 2. Penulis menyarankan kepada setiap jurusan di Fakultas Ushuluddin bahwa sanya skripsi-skripsi yang lama yang terdapat di ruang dosen supaya di lxxxvi . tetapi juga merupakan manifestasi kepribadian bangsa bagi setiap orang yang mengaku dirinya orang yang beragma.

penulis memohon hidayahNya mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat untuk orang lain dan juga untuk penulis sendiri. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tentang Hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia ( Studi atas pemikiran T. Simatupang ) Hanya kepada Allah. Kata Penutup Sebagai kata Penutup skripsi ini. lxxxvii . B. penulis panjatkan puji syukur sedalamdalamnya kehadirat Allah atas segala curahan rahmat dan hidayahNya. C.susun dengan rapi atau disimpan dalam almari khusus supaya tidak acakacakan.

1970 Hoekema.DAFTAR PUSTAKA Aminah. Penerbit Universitas Brawijaya.Yogyakarta: Dian/Interpedi. Clifford . 1997 Darmodihardjo. Jakarta: PT. Karl Barth. Jakarta : BPK. 2003 Bakry. 1989 Hanggoro. Ny. 1986 Basyir. Rozikin. Teologi Kemerdekaan: kumpulan cuplikan Karya Karl Bath. Jakarta: BPK. Gunung Mulia. Santiaji Pancasila. Ilmu Perbandingan Agama . Sejarah Teologi dan Etika Agama-Agama . Masyarakat Madani. Wisnu Tri (edit. Gunung Mulia. Jakarta: BPK. ( terj ) Marie Claire Barth . Jakarta : Widjaya. Surabaya: Usaha Nasional.). Tinjauan Etis dan Budaya.( dkk . Raja Grafindo Persada. Bandung: Sumur Bandung .Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen. Hubungan Agama dan Pancasila . Pancasila Dasar Falsafah Negara . Pancasila Identitas dan Modernitas. Eka. 1979 Malang: Lembaga -----------. 1995 Darmaputra.Yogyakarta: Fakultas Hukum UII.G. 1986 Hitti. Dunia Arab. Sejarah Ringkas (terj) Usuludin Hutagalung dan Sihombing. Philip K. 1985 Daman. Bunga Rampai Pancasila . Masyarakat Agama dan Pluralisme Keagamaan Perbincangan Mengenai Islam. dan Etos Kewirausahaan.). Susilaradeya.Bahtiar. A.). Berfikir dalam Keseimbangan yang Dinamis Sejarah Lahirnya Teologi Protestan Nasional di Indonesia( 1860-) 1960) ( terj.Hasbulah.). 2001 Green. Wiwin Siti (dkk. Yogyakarta: Galang Press. 1997 lxxxviii . Pancasila Suatu Orientasi Singkat. Darji. 1991 Efendy. Ahmad Azhar. Gunung Mulia.

Jakarta: Pradanya Pramita. Bernegara.Yogyakarta: Paradigma. Skripsi. Bermasyarakat .Malang: Departeman Literatur Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia. Bandung : Mizan. 70 Tahun Dr.B. Menyambut Usia ke 70 . Simatupang. Problematika Pancasila .Ismail . Yogyakarta : Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga. Jakarta: BP-7 Pusat.T. Faisal.B) Simatupang ). P. 1990 Musfik. dalam buku. 1996 Yogyakarta: Kaelan. B. Pengantar Ilmu Sejarah .. 1959 Kaelan. S. 1983 Oesman . Yogyakarta: Yayasan Budi Budaya. Gereja dan pembangunan ( Studi atas Pemikiran Tahi Bonar (T. Paradigma.Simatupang . Membahas Proses Reformasi Paradigma Masyarakat Madani . Metode-Metode Penelitian Masyarakat . Ahmad. Berbangsa dan Bernegara.1997 Latuihamallo. Islam Pancasila dan Asas Tunggal . 1996 Noer.C. 1999 Ismaun. Bandung: Cahaya Remaja. 1991 Octavianus.Oetojo dan Alfian.D. 1985 lxxxix . Disusun Berdasarkan GBPD dan SAP. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama.Jakarta: PT. 1995 ……………. Filsafat Pancasila. 1978 Koentjaraningrat. T. Saya Adalah Orang Yang Berhutang( Penyunting) Samuel Pardede.Yogyakarta: Tiara Wacana. Gramedia. Jakarta: Yayasan Perkhidmatan. 1997 Kuntowijoyo. Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. Pancasila dan UUD 45 Dasar Falsafah Negara . T. Mengapa Umat Kristen Menerima Pancasila Sebagai Azaz Tunggal Dalam Hidup Berbangsa.Identitas Politik Umat Islam. Wacana Ketegangan Kreatif Isalan dan Pancasila . 1999 Kansil . Deliar. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. P.

Simatupang . Wainata. dalam buku . Yang Penting “ Lagu” Bukan Penyanyi.B. Sebuah Analisis Komperatif. 1984 xc . Gunung Mulia. Suatu Ekpresi Kekristenan Jawa Pada Abad ke XIX ( terj. Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya. Visi Gereja Manusia Milinium Pemikiran. Gunung Mulia. Jayapura.Laporan Dari Banaran : Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan . Jakarta: Gunung Mulia.).Jakarta: BPK. Saya Adalah Orang Yang Berhutang ( Penyunting) Samuel Pardede . 1987 Simatupang.). 1986 -----------.(editor.) Widi Harijati Rahadi . Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. Kontek Berteknologi di Indonesia : Buku Penghormatan untuk HUT ke 70 Prof. Saya adalah Orang yang Berhutang . Jakarta: Bpk. 1981 -----------. Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai (Jakarta: Sinar Harapan. Jakarta: PT. Dr.70 Tahun Dr. Edisi keenam . Emil . Iman Kristen dan Pancasila. 1997 ----------. Ideolog-Ideologi Politik Kontemporer. 1990 Sargent. 1990 Partonadi. T. Gunung Mulia. Bagi Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila Menuju Tinggal Landas. dalam buku.2001 dan Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen Perjanjian Baru . Jakarta : Pustaka Sinar Harapan . T. 1999 PGI. dan Spiritual.Pardede. Jakarta: Bpk. 1960 ---------. Pembangunan. 21-30 Oktober 1994 . Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (LDKG-PGI): Keputusan Sidang Raya XII PGI. Latuihamallo ( Penyunting) Eka Darmaputra.B. P. Lyman Tower. Jakarta: Gunung Mulia. Samuel ( penyunting. Bersama-sama Meletakkan Landasan Moral. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Bunga Rampai Salim. D. Jakarta: Erlangga . 2002 Baru. Soetarman Soediman. (Jakarta: Bpk. 2002 Sairin. Gunung Mulia. Partisipasi Kristen Dalam Nationbuilding di Indonesia.

Viktor I . Jakarta: Bpk.-----------. Pancasila Dasar Negara Indonesia.Winarno.Jakarta: Bpk. Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press.1970 Soewarno. Kehadiran Kristen dalam Perang. Jakarta: Bp. Karel. Bandung: Tarsito. dan Pembangunan di Indonesia. 1987 ------------. Nasional.P. Dasar dan Teknik Research : Pengantar Metodologi Ilmiah. Hidup Bersama di Bumi Pancasila: Tinjauan Hubungan Islam dan Kristen di Indonesia .Yogyakarta: Kanisius. 1993 Tanja.Yuridis Kenegaraan . Filsafat Pancasila . dalam Negara Pancasila yang Membangun. Jakarta: Wahana. Yogyakarta: Basis.). Rahmat . 1996 Utomo.(dkk. Spiritualitas. Bambang Ruseno. Mencari Tuhan dengan Kacamata Barat. Berjuang dalam Mengamalkan Pancasila dalam Terang Iman. Pluralitas. Revolusi dan Pembangunan. Gunung Mulia.Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos Menelusuri Makna Pengalaman Seseorang Prajurit Generasi Pembebas Bagi Masa Depan Masyarakat. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia.J. 1988 Subagyo. Metode Gramedia. Jakarta: Bpk. Sosiologis. Gunung Mulia. Penelitian Pancasila Dengan Pendekatan Historis. Gunung Mulia. 1991 ----------.Yogyakarta: Kanisius. Peranan Agama-Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Filosofis. 1993 Vredenbergt. Lahirnya Pencasila . Jacob.1996 dan Teknik Penelitian Masyarakat.Jakarta : Sinar Harapan . 1955 Soekarno.Gunung Mulia. Jakarta: BPK. Paulus . A . 1996 Steenbrink. Dari Revolusi ke Pembangunan . 1985 -----------. Bangsa dan Negara . 1993 xci . 1958 Surachmad. Malang: Pusat Studi Agama dan Kebudayaan.

Berbangsa dan Bernegara . Dalam buku. 1959 CURRICULUM VITAE Nama Tempat Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat Asal Alamat di Yogyakarta PENDIDIKAN SDN. Tembilahan. Indragiri Al-Islami. Kab. disunting oleh Oetojo Oesman dan Alfian .3 Klpk. Sapat. Indragiri Al-Islami. Pancasila Sebagai Ideologi. Jakarta : B-7. P.Wahid. P. Pembahasan UUD Indonesia . Tanjung Makmur (1996-1999) Masuk IAIN Sunan Kalijaga Fakultas Ushuluddin. P. Kec. VI. P. Nogorojo No. Pancasila Sebagai Ideologi Dalam Kaitannya Dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Muhammad. Riau : Jl. Jakarta: Prapanca. Yogyakarta (2000: Islam : Kampung Baru. Tanjung Makmur (1993-1996) MA. Gowok Yogyakarta : Miswandi : Kampung Baru. 1991 Yamin. 016 Kampung Baru (1987-1993) MTs. 11 Desember 1979 : Laki-Laki sekarang) xcii . Abdurrahman. Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Bermasyarakat.

NAMA ORANG TUA Ayah Ibu Agama Alamat : H. Miskun : Hj. Siti Wartini : Islam : Kampung Baru, kec. Sapat, Kab. Tambilahan, Riau.

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul Drs. Rahmat Fajri. Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta NOTA DINAS Kepada Yang Terhormat Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa maupun teknik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama Nim
Jurusan : PA

: MISWANDI : 00520012

xciii

Judul Skripsi : HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA ( Studi atas Pemikiran T. B. Simatupang ) Maka pembimbing / pembantu pembimbing kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk dimunaqasahkan . Demikian , mohon dimaklukmi adanya. Wassalammu’alaikum Wr. Wb. Yogyakarta, …….. Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul NIP. 150169820

Drs.Rahmat Fajri NIP. 150275041

MOTTO

“ Kalau Ingin Menguasai Negara Kuasailah Ilmu. Kalau Ingin Menguasai Dunia dan Akhirat Kuasailah Ilmu. ”

xciv

PERSEMBAHAN

Karya ini Kupersembahkan Kepada : Almamaterku yang sangat dibanggakan Bapak dan Ibu Tercinta Adik-Adikku tersayang, Jumadi, Salman al-Farisy Seseorang yang selalu dekat di Hati

xcv

yang sudah sepantasnya penulis menghaturkan terima kasih terhormat : 2. xcvi . Bapak Drs. H. hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. 3. Drs.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT.. Dalam penulisan skripsi ini.hum. Moh. Selaku Ketua Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Selaku Dekan Fakultas yang sebesar-besarnya kepada mereka yang Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Shalawat seiring salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad Saw.Ag. H. Fahmi. yang senantiasa melimpahkan taufik. penulis banyak mendapatkan masukan dan bantuan dari berbagai pihak baik moril maupun material. M. yang telah menuntun kita kejalan kemenangan dunia dan akhirat. Subagyo. M.

Selaku Penasehat memberikan dukungan dan saran demi Akademik yang telah banyak menyelesaikan studi penulis. Bapak. Subagyo. xcvii . 10. Ag. selalu memberikan Bapak.4. yang selalu banyak memberi masukan sehingga terwujudnya skripsi ini. Selaku Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga 5. Seluruh Dosen Fakultas Ushuluddin yang telah memberikan kuliah kepada penulis. 11. Rahmat Fajri. Kepada seseorang yang selalu setia mendampingi penulis baik dalam suka maupun duka. Yani tercinta. Emon. Drs. Rahmat Fajri. Agussalim Sitompul. Kepada orang tua penulis. Dr. 9. keluarga besar “HIMARISKA” (Himpunan Mahasiswa Riau Sunan Kalijaga). Serta kepada adik-adikku yang tersayang. yang bimbingan dan memberi saran dan petunjuk dalam penyelesaian skripsi ini. Kepada konco-konco seperjuangan. Ojay Bekers. Arif. 2000. Drs. M. 8. H. Nova. Selaku Pembimbing II. Didit. H. Selaku Pembimbing I. Dian. Petang. Bapak Prof. spesial buat teman-teman kost “WISMA SAWO” (Dedi. 7. atas pengorbanan dan jasanya yang tiada terhingga dan tak terbatas mudah-mudahan keduanya diberi umur panjang dan husnul khatimah di akhir hayat mereka. Bapak Drs. Koler. jurusan PA. Keluarga angkat di Imogiri (Pak Suprafto sekeluarga). 6. Sony dan abang Tambunan).

Penulis Miswandi Nim . ………. sehingga pengorbanan yang tekah mereka berikan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT. hanya do’a yang dapat mengiringi ketulusan mereka.Atas segala kebaikan mereka. HIS MULO KMA AMS KSAP PTTS PBAP DGI = Tahi Bonar = Hollands Inlands School = Meer Uitgebried Lager Onderwijs = Koninlijke Militaire Academie = Algemene Middelbere School = Kepala Staf Angkatan Perang = Panglima Tentara dan Teritorium Sumatra = Panglima Besar Angkata Perang = Dewan Gereja-Gereja Indonesia xcviii .00520012 DAFTAR SINGKATAN T. Yogyakarta. penulis banyak berhutang budi. B.

peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode dokumentasi. sedangkan manfaat penelitian ini adalah untuk akademik sebagai sumbangan pemikiran di bidang ilmu perbandingan agama tentang pemahaman umat Kristen Protestan dalam menerima Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. atau yang sering di sebut dengan Modus Vivendi . Simatupang terhadap agama Kristen Protestan di Indonesia. keempat. dari kalangan Islam menginginkan dasar negara harus berasaskan Islam seperti Piagam Jakarta . Simatupang tentang hubungan Kristen Protestan dengan Pancasila di Indonesia.B. maka tokohtokoh agama dari kalangan Islam dan non Islam melakukan musyawarah untuk mengganti bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta . maka kedua tokoh-tokoh agama tersebut menyepakati untuk mengubah nya dengan kalimat “ Ketuhanan Yang Maha Esa “.Simatupang Pancasila adalah sebuah ideologi yang dapat melindungi semua rakyat Indonesia. Analisis data . jadi setiap warga negara Indonesia harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia . Metodologi Penelitian ini adalah pertama. Untuk menghindari atau mengakhiri perdebatan tersebut. tapi dari kalangan non mulslim menolak bunyi sila pertama dari Piagam Jakarta yang berbunyi “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. kedua. Karena Modus Vivendi itu merupakan sesuatu yang telah di xcix . Hasil penelitian ini adalah menurut T.PGI VOC BPUPKI PPUUD PKPUUD PPKI PB UUD = Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia = Verenigde Oost Indische Compagnie = Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Panitia Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Kecil Perancang Undang-Undang Dasar = Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia = Perjanjian Baru = Undang-Undang Dasar ABSTRAK Negara Indonesia merupakan negara yang mayoritas rakyatnya beragama Islam. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Penelitian ini bersifat kepustakaan murni ( library research). Pengumpulan data. ketiga. B. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menelusuri pemikiran T. tapi ada juga yang beragama non Islam.Ketika bangsa Indonesia ingin membentuk dasar negara maka terjadilah suatu perdebatan yang hangat antara kalangan Islam dan non Islam . dan untuk menembah wawasan dan pengetahuan tentang sejauh mana pengaruh pemikiran T. karena penelitian sejarah ini mengkaji pengalaman masa lalu yang menggambarkan secara kritis seluruh kebenaran kejadian atau fakta untuk membantu menyakinkan apa yang harus dikerjakan sekarang dan masa yang akan datang. Metode Pendekatan. peneliti dalam menganalisis data menggunakan metode deskriptif. B. dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan sejarah atau historis.

Sikap kreatif. Sikap positif. Sikap kritis. ketika gereja ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa ini maka gereja mempunya beberapa sikap pertama. Maka dari itu setiap agama yang ada di Indonesia dapat berpartisipasi dalam membangun bangsa ini. kadua. B. Sikap-sikap tersebut sebagai partisipasi gereja dalam membangun bangsa ini sebagai pengamalan Pancasila. dan bisa menghadapi segala tantangan dari seluruh rakyat Indonesia . Kemudian Pancasila dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. ketiga. keempat. melalui kerja sama. karena sila-sila yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang ada di Indonesia . Sikap realistis. HUBUNGAN KRISTEN PROTESTAN DENGAN PANCASILA DI INDONESIA (Studi Atas Pemikiran T.tentukan melalui dialog. Simatupang) Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam Oleh: MISWANDI c .

NIM: 00520012 JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2004 ci .