P. 1
mikrob-ii4

mikrob-ii4

|Views: 137|Likes:
Published by cietul

More info:

Published by: cietul on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2012

pdf

text

original

Pebrin Manurung 24021090132

PEMBAHASAN Pembuatan Medium Untuk mengembang-biakkan mikroorganisme seperti kapang, khamir, jamur ataupun yang lainya diperlukan medium. Medium merupakan suatu media untuk menumbuhkan mikroba, isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. untuk menumbuhkan mikroorganisme yang kita inginkan, yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Berdasarkan konsistensi ataupun kepadatannya, medium terbagi tiga bagian, yaitu : 1. Medium cair/broth/liquid yaitu media yang tidak mengandung agar, contohnya adalah NB (Nutrient Broth), LB (Lactose Broth). 2. Medium setengah padat (semi solid medium) yaitu media yang mengandung agar 0,3-0,4% sehingga menjadi sedikit kenyal, tidak padat, tidak begitu cair. Media semi solid dibuat dengan tujuan supaya pertumbuhan mikroba dapat menyebar ke seluruh media tetapi tidak mengalami percampuran sempurna jika tergoyang. Misalnya bakteri yang tumbuh pada media NfB (Nitrogen free Bromthymol Blue) semisolid akan membentuk cincin hijau kebiruan di bawah permukaan media, jika media ini cair maka cincin ini dapat dengan mudah hancur. Semisolid juga bertujuan untuk mencegah/menekan difusi oksigen, misalnya pada media Nitrate Broth, kondisi anaerob atau sedikit oksigen meningkatkan metabolisme nitrat tetapi bakteri ini juga diharuskan tumbuh merata diseluruh media. 3. Medium padat (solid medium) yaitu media yang mengandung agar 15% sehingga setelah dingin media menjadi padat.. Contoh : endo agar, PDA, Nutrient agar

Medium semi sintesis yaitu media yang sebagian komposisinya diketahui secara pasti. dll. 3. medium terbagi menjadi empat bagian. yaitu medium yang hanya ditumbuhi berbagai jenis mikroba. misalnya Tomato Juice Agar. yaitu medium yang dapat ditumbuhi berbagai jenis mikroorganisme. Medium diferensial. Contoh : Blood Agar. Brain Heart Infusion Agar. Pancreatic Extract. Medium umum. Medium sintesis yaitu media yang komposisi zat kimianya diketahui jenis dan takarannya secara pasti. Mikroorganisme dapat tumbuh sesuai dengan medium yang digunakan. Mac Conkey Agar. Medium selektif. yaitu : 1. yaitu medium yang kaya akan nutrient tertentu sehingga dapat menumbuhkan dan memperbanyak sel dengan cepat. 3. EMB agar.Berdasarkan komposisi medium dapat di bagi tiga bagian. dekstrosa dan ekstrak kentang. yaitu : 1. 2. PDA (potato dextrose agar) dan toge umum untuk jamur. Medium non sintesis yaitu media yang dibuat dengan komposisi yang tidak dapat diketahui secara pasti dan biasanya langsung diekstrak dari bahan dasarnya. Contoh : NA (nutrient agar) umum untuk bakteri. 4. 2. yaitu medium yang hanya ditunbuhi jenis mikroba tertentu. salah satu jenis memberikan cirri yang khas sehingga dapat segera diketahui berbeda dari yang lain. dll. Untuk bahan ekstrak kentang. Medium pengaya. Contoh: medium Tetrathionat Broth. misanya PDA (Potato Dextrose Agar) yang mengandung agar. kita tidak dapat mengetahui secara detail tentang komposisi senyawa penyusunnya. Medium untuk menumbuhkan mikroorganisme ada berbagai macam. Berdasarkan fungsinya. Berikut adalah berbagai medium yang sering digunakan : . misalnya Glucose Agar. Contoh : medium SSA untuk bakteri Salmonella dan Shigella.

untuk membawa stok kultur. karena mengandung banyak N2 (Dwidjoseputro. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. dalam artian mikroorganisme heterotrof. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Pada pembuatan medium NA ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh. dan setelah dilarutkan dalam aquades berubah menjadi kekuning-kuningan dan terdapat endapan. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Agar yang digunakan dalam proses ini untuk mengentalkan medium sama halnya dengan yang digunakan pada medium PDA yang juga berperan sebagai media tumbuh yang ideal bagi mikroba (Schlegel. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. 1993).Nutrien Agar(NA) Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. Tetapi pada praktikum kali ini PDA dilarutkan pada 50mL air dengan perhitungan : . Jadi untuk menghilangkan endapan tersebut maka dipanaskan dalam penangas air dengan tabung Erlenmeyer disumbat dengan alat penyumbat. produk pangan. sewage. dan agar. pepton. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Dalam percobaan warna NA sebelum dilarutkan dalam aquades adalah coklat. Setelah sterilisasi warna medium menjadi agak coklat Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. 1994). NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef.

medium dapat ditanami bakteri (Schegel. Serbuk PDA berwarna kuning karena merupakan ekstrak kentang yang pada dasarnya berarna kuning. 1993) Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. serbuk dicampur dan dipanaskan serta aduk.95gr jadi PDA yang digunakan untuk 50 ml aquades adalah 1. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.Setelah didinginkan. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. dan produk susu. setelah disterilisasi dalam autoklaf medium berwarna kecoklatan dan didapat endapan berwarna putih.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat . yaitu : Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air.39x50 = 1000x x= x = 1. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri.95gr. sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya.).6+0.2. agar) hingga membentuk suspensi 22. makanan. dextrose. Selain medium di atas masih terdapat medium lain yang juga memiliki fungsi untuk menumbuhkan kultur mikroorganisme. yeast extract.

4. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam.000 ml. 5. dan Salmonella. 1.difermentasi untuk organisme koliform. Intinya sama dengan nutrient agar. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut. dan 0. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. Sterilisasi dengan autoklaf.0. 3. aureus. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung.5% pepton. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. 2. Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.5% laktosa. Nutrient Broth (NB) Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair.3% ekstrak beef. Namun demikian. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E.coli. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. 0. Atur pH sampai 7. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Beri air distilasi sebanyak 1. aerugenosa. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT . P.

Protein dari kasein 10 g/L 2. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. Ekstrak ragi 4.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.1 ml contoh air. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. dan Shape (1960) untuk memperkaya. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Rogosa. D (+) glukosa 20 g/L 5. Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang . MRS agar mengandung: 1.0 g/L 4. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. Agar-agar 14 g/L 7. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.(jumlah perkiraan terdekat). tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Tween 80 1. Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. magnesium.0 g/L 3. menumbuhkan. untuk isolasi. Mangan sulfat 0. Ekstrak daging 8.2 g/L 6. Magnesium sulfat 0. Natrium asetat 5 g/L 11. MRS agar mengandung polysorbat. dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.0 g/L 9. asetat.

PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. agar). VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. kristal violet. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. dan menumbuhkan sel khamir. Agar merupakan agen pemadat. neutral red.coli.4. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. pH akhir adalah 7. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. agar dilelehkan dalam 500 ml air. empedu. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. PGYA dapat digunakan untuk . NaCl. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. enumerasi. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. glukosa. sedangkan sel mikroba bersifat asam. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. pepton. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Dinginkan hingga 50-60°C. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Neutral red sebagai indikator pH. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai.menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.

STERILISASI MEDIUM DAN KEMASAN Agar biakan bakteri dapat dibuat. sedangkan jika tanpa uap air disebut sterilisasi kering (menggunakan oven). Sterilisasi secara fisik (pemanasan. larutan alkohol. maka medium dan alat-alat yang diperlukan harus disterilisasi sebelum inokulasi. Metode yang lazim digunakan untuk mensterilisasikan media dan alat-alat ialah dengan pemanasan.mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Sistem kerja filter. 2. 3. digunakan untuk beberapa bahan yang akibat pemanasan tinggi atau tekanan tinggi akan mengalami perubahan.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. seperti pada saringan lain adalah melakukan seleksi terhadap partikel-partikel yang lewat (dalam hal ini adalah mikroba) (Suriawiria. . misalnya adalah dengan saringan/filter. Sterilisasi yaitu suatu proses untuk mematikan semua organisme yang dapat menjadi kontaminan. larutan formalin). Sterilisasi yang umum dilakukan dapat berupa: 1. Untuk membuatnya. penggunaan sinar gelombang pendek yang dapat dilakukan selama senyawa kimia yang akan disterilkan tidak akan berubah atau terurai akibat temperatur atau tekanan tinggi). semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. Jika panas digunakan bersama-sama dengan uap air disebut sterilisasi basah (menggunakan autaklaf). Dengan udara panas. dipergunakan alat ³bejana/ruang panas´ (oven dengan temperatur 170o ± 180oC dan waktu yang digunakan adalah 2 jam yang umumnya untuk peralatan gelas). Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. 2005). Sterilisasi secara kimia (misalnya dengan penggunaan disinfektan. Sterilisasi secara mekanik.

. Hal ini bertujuan untuk lebih menyempurnakan proses sterilisasi. Yang perlu diperhatikan selama mengoperasikan tutupnya sembarangan alat ini adalah jangan dan diletakkan dibuka-buka karena isi botol atau tempat medium akan meluap dan hanya boleh dibuka ketika manometer menunjukkan angka 0. waktu dan lab. Namun waktu keseluruhan mulai dari pemanasan awal (kenaikan suhu) sampai pendinginan (penurunan suhu) bisa mencapai kurang lebih 2 jam-an. Medium dapat langsung disimpan di lemasi es jika medium sudah dapat dipastikan steril (Dwidjoseputro. jangan membuka autoclave sebelum suhu dingin (dibawah 60 derajat celcius). isilah air sesuai ukuran yang ditentukan sebelum start. Tahap sterilisasi sebenarnya cukup singkat yaitu dengan suhu 121 derajat celsius selama 15 menit.Pengenalan Autoclave Autoclave mikroorganisme. selalu memakai sarung tangan tahan panas. Prinsip kerja alat ini sama dengan prinsip kerja kukusan (alat sederhana untuk menanak nasi) hanya saja memiliki tekanan sehingga menghasilkan panas yang lebih tinggi. Medium yang mengandung vitamin.) sebelum start. 1994). maka setelah sterilisasi medium harus segera didinginkan. gelatin atau gula. Cara ini untuk menghindari zat tersebut terurai. digunakan untuk mensterilkan alat-alat maupun medium Gambar di bawah adalah contoh jenis autoclave yang paling sederhana. Dan jangan lupa tulis siapa pengguna (nama.

y Sterilisasi yang umum dilakukan dalam laboratorium mikrobiologi adalah dengan cara pemanasan. . semi cair. terlebih dahulu alat dan medium disterilisasi supaya tidak terjadi kontaminasi bahan lain. yaitu : medium umum. yaitu dengan penggunaan oven dan autoclave. dan padat y Berdasarkan komposisinya medium juga terbagi tiga bagian. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. y Sebelum membiakkan mikroorganisme. yaitu: medium cair. isolasi. medium diferensial. memperbanyak jumlah. medium selektif.KESIMPULAN y Medium merupakan suatu media untuk menumbuhkan mikroba. yaitu : medium alami. y Medium berdasarkan bentuk terbagi tiga bagian. y Oven merupakan alat sterilisasi kering sedangkan autoclave merupakan alat sterilisasi basah dengan prinsip yang sama dengan pengukusan tetapi menggunakan tekanan uap. medium pengaya. medium semisintetk. dan medium sintetik y Medium berdasarkan fungsinya terbagi empat. y Untuk mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan.

Hadioetomo. 1994. 1993. enidchemicals. Jakarta. Jakarta. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Gramedia. Dasar-Dasar Mikrobiologi.S.com . Djambatan. R.DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro. D.

Pada medium yang mengandung pepton dan ektrak daging. Pengenceran dilakukan untuk memperoleh contoh dengan jumlah mikroba terbaik untuk dapat dihitung yaitu antara 30 sampai 300 sel mikroba per ml. air dengan kualitas air sadah sudah dapat menyebabkan terbentuknya endapan fosfat dan magnesium fosfat. Berbeda karena NA lebih dominan untuk pertumbuhan Bakteri sedangkan PDA untuk pertumbuhan kapang dan khamir. Jelaskan fungsi dari larutan pengencer? Mengapa harus menggunakan KH2PO4? Dapatkah digantikan dengan senyawa kimia lain? Jawab : Fungsi dari larutan pengencer adalah untuk mengencerkan contoh pada analisis mikrobiologi. jelaskan fungsi penambahan beef extract pada pembuatan media NA dan fungsi penambahan kentang pada pembuatan media PDA! Mengapa berbeda? Jawab : Fungsi penambahan beef extract pada pembuatan media NA adalah untuk menumbuhkan bakteri panambahan kentang berfungsi sebagai sebagai sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri.LAMPIRAN JAWABAN DAN PERTANYAAN 1. Setelah saudara pelajari dan dipraktekkan. Larutan pengencer dapat diganti dengan air sadah air sadah umumnya mengandung ion kalsium dan magnesium yang tinggi. 2. . Larutan pengencer harus menggunakan KH2PO4 karena kalium dan fosfatnya berguna untuk memberi nutrisi sel mikroorganisme.

BAB III ALAT DAN BAHAN 3.1 Pembuatan Medium y y y y y y y y y PCA (Plate Count Agar) PDA (Potato Dextrose Agar) NA (Nutrient Agar) Aquades Spatula Timbangan analitik Erlenmeyer Kapas Batang pengaduk 3.2 Sterilisasi Peralatan dan Kemasan y y y y y y y y y y y y Oven Kompor Panic Botol Kain saring Tabung reaksi Cawan petri Erlenmeyer Gelas ukur Lap Detergen Autoclave .

Salwa Rijadiputri Raditya Indirwan Bhakti Darmawan Anisa Rizky Fauzia Pebrin Manurung 240210090122 241210090123 240210090124 240210090125 240210090132 .PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PANGAN I ³Pembuatan Medium Dan Sterilisasi´ KELOMPOK 8 S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->