P. 1
Fisika Farmasi

Fisika Farmasi

|Views: 275|Likes:

More info:

Published by: Jonathan Marthen Pandiangan on Jun 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2013

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Tumbuhan 2.1.1 Minyak kayu Putih Secara Umum Tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra (L). L), merupakan salah satu tumbuhan penghasil minyak atsiri yang mana daun tumbuhan ini mengandung minyak atsiri sekitar 0,5 1,5% tergantung efektivitas penyulingan dan kadar minyak yang terkandung terhadap bahan yang disuling. (Lutony, 1994). Sistematika tumbuhan ini adalah sebagai berikut: Kingdom Divisio Kelas Ordo Family Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Dicotiledonae : Myrtales : Myrtaceae : Melaleuca : Melaleuca Leucadendra, (L.) L

2.1.2 Morfologi tumbuhan: Tumbuhan dari famili Myrtaceae merupakan salah satu sumber minyak atsiri yang memiliki nilai komersial yang cukup tinggi. Beberapa jenis dari famili ini yang terkenal sebagai penghasil minyak atsiri adalah tumbuhan dari marga Eucalyptus dan Melaleuca.

Universitas Sumatera Utara

Tanaman kayu putih tidak memerlukan syarat tumbuh yang spesifik. Universitas Sumatera Utara . Daun kayu putih yang akan disuling minyaknya mulai bisa dipangkas atau dipungut setelah berumur lima tahun. pada waktu pagi hari daun mampu menghasilkan rendeman minyak atsiri lebih tinggi dengan kualitas baik. terbukti bahwa tanaman yang satu ini memiliki toleransi yang cukup baik untuk berkembang. Keistimewaan tanaman ini adalah mampu bertahan hidup di tempat yang kering. Bagian yang paling berharga dari tanaman kayu putih untuk keperluan produksi minyak atsiri adalah daunnya. Seterusnya dapat dilakukan setiap enam bulan sekali sampai tanaman berusia 30 tahun. Di beberapa daerah yang subur. Bunga kayu putih berwarna merah. atau di daerah yang banyak memperoleh guncangan angin atau sentuhan air laut. Daunnya berbentuk lancip dengan tulang daun yang sejajar.3 Syarat tumbuh dan budidaya Tanaman kayu putih tidak mempunyai syarat tumbuh yang spesifik. 2. Pohon kayu putih dapat mencapai ketinggian 45 kaki. Alasannya. di tanah yang berair. 1994). Tanaman ini tumbuh liar di daerah berhawa panas. Dari ketinggian antara 5 – 450 m diatas permukaan laut. Setiap pohon kayu putih yang telah berumur lima tahun atau lebih dapat menghasilkan sekitar 50-100 kg daun berikut ranting.Tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra (L). sedangkan kulit batang kayunya berlapis-lapis dengan permukaan terkelupas. tanaman kayu putih telah bisa dipungut daunnya pada usia dua tahun. (Lutony.450 m di atas permukaan laut. terbukti bahwa tanaman yang satu ini memiliki toleransi yang cukup baik untuk berkembang. L) merupakan tumbuhan perdu yang mempunyai batang pohon kecil dengan banyak anak cabang yang menggantung ke bawah. Dari ketinggian antara 5 . Pemungutan daun kayu putih sebaiknya dilakukan pada pagi hari.1.

dan menghasilkan minyak dengan komposisi yang berbeda. dan Belanda. karena ranting daun hanya mengandung 0. Singapura. 2. Apabila yang disuling itu berikut dengan ranting daunnya sebaiknya menggunakan perbandingan antara berat ranting terhadap berat daun sebesar 15%.1 Mutu minyak kayu putih Standart mutu minyak kayu putih menurut EAO adalah sebagai berikut: Warna : cairan berwarna kuning atau hijau Universitas Sumatera Utara . Selanjutnya setiap kali pemungutan daun selalu diikuti dengan pemangkasan. pohon kayu putih dipangkas agar bisa tumbuh tunas baru dan yang akan menghasilkan daun yang lebih banyak. semenanjung malaya.1% minyak (Ketaren.2 Minyak kayu putih Minyak kayu putih disuling dari daun dan ranting (terminal branhlet) beberapa spesies melaleuca merupakan sejenis pohon yang tumbuh melimpah dikepulauan hindia timur (Indonesia). bahkan untuk mencukupi kebutuhan didalam negeri pun terpaksa mengimpornya (Lutony. Dalam dunia perdagangan.Setelah pemungutan daun yang pertama. (Lutony. 2. minyak kayu putih memiliki bau kamfor mirip sineol dengan flavor yang agak menyengat (burning flavor) dengan kesan dingin. maka minyaknya tidak memiliki arti komersial. Karena variatas ini tidak tau mengandung sineol dalam jumlah kecil. Cara yang ditempuh untuk memproduksi minyak kayu putih bisa langsung dengan menyuling daunnya saja atau dengan cara menyuling daun kayu putih tersebut berikut ranting daunnya sepanjang lebih kurang 20 cm dari pucuk daun. 1994) Ditemukan juga satu varietas yang banyak tumbuh didaerah berpayau. Pada saat sekarang produksi minyak kayu putih indonesia mengalami penurunan. dan dibeberapa tempat lainnya.2. Perancis. Jepang. Pasaran utama bagi minyak atsiri cajeput oil antara lain Amerika Serikat. 1994). 1985).

65% Minyak pelikan : Negatif Minyak lemak :Negatif Kelarutan dalam alkohol 80% : Larut dalam 1 volume Untuk mempertahankan mutunnya.2. dan berfungsi sebagai anthelmintic terutama efektif mengobati demam. sebagai obat masuk angin untuk dewasa maupun anak – anak . sebagai obat kulit (obat luar). Penduduk indonesia telah mengenal minyak kayu putih sejak berabad – abad serta mempergunakannya sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.908 – 0. 1994). Kutu pada anjing dan kucing akan mati jika diolesi minyak kayu putih. kram pada kaki. 2.4720.2 Khasiat dan Kegunaan minyak kayu putih Minyak kayu putih banyak digunakan dalam industri farmasi. sebaiknya minyak kayu putih dikemas dalam drum berlapis timah putih atau drum besi galvanis. Juga dapat digunakan sebagai pembasmi kutu busuk dan berbagai jenis serangga (Lutony. Minyak kayu putih juga sangat efektif digunakan sebagai insektisida. minyak kayu putih digunakan hanya dalam dosis kecil dan berkhasiat untuk mengobati rhinitis (radang selaput lendir hidung). Sebagai obat dalam (internal). Kegunaan tumbuhan kayu putih antara lain sebagai obat sakit perut dan saluran pencernaan (internal). Universitas Sumatera Utara . reumatik dan sakit persendian.- Berat jenis pada 25oC : 0. Kandungan sineol : 50% .4660 – 1. Minyak kayu putih juga berfungsi sebagai ekspektoran dalam kasus laryngitis dan bronchitis. dan jika diteteskan ke dalam gigi dapat mengurangi rasa sakit gigi.925 Putaran optik : o – (40) Indeks refraksi 200C : 1. berkhasiat sebagai obat oles bagi penderita sakit kepala.

-tetrametil – 8 metilen β linalool α terpineol kariofilena α kariofilena isokariofilena dehidro – 1.52 0. Minyak atsiri. Kandungan kimia dari minyak kayu putih yang dihasilkan dari tumbuhan Melaleuca leucadendra (L).7.44 1.tetrametil elemol Kadar % 1. minyak mudah menguap atau minyak terbang merupakan dari senyawa yang berwujud cairan atau padatan yang memiliki komposisi maupun titik didih yang beragam yang diperoleh dari bagian tanama. L. 11.03 0. akar.3 Kandungan Kimia Umumnya minyak atsiri dari jenis atau varietas tumbuhan yang berbeda juga memiliki komponen kimia yang berbeda. . 11. buah. kulit.87 5. biji maupun dari bunga (Sastrohamidjojo.1. 2004).96 1.59 14. penyedap masakan dan obat-obatan memiliki akar sejarah yang dalam. dapat dilihat pada tabel berikut: Nama Komponen Kimia β – pinena sineol terpinolena 4.26 0. Universitas Sumatera Utara .21 60.2.47 1.4.32 2.3 Minyak Atsiri Minyak atsiri sebagai bahan wewangian. daun.2. batang.

terkandung didalam semua jaringan (pada suku Coniferae) (Gunawan & Mulyani. tanah tempat tumbuh. umur panen. metode ekstraksi yang digunakan dan cara penyimpanan minyak (Ketaren. di dalam saluran minyak (pada suku Umbelliferae). Minyak atsiri merupakan salah satu hasil sisa proses metabolisme dalam tanaman. Pinaceae. Rutaceae).1 Komposisi Kimia Minyak Atsiri Pada umumnya perbedaan komponen minyak atsiri disebabkan perbedaan jenis tanama penghasil. dan Oksigen (O) serta beberapa persenyawaan kimia yang mengandung unsur Nitrogen (N) dan Belerang (S). di dalam rongga-rongga skizogen dan lisigen (pada suku Myrtaceae. Dalam tumbuhan minyak atsiri terkandung dalam berbagai jaringan. yang terbentuk karena reaksi antara berbagai persenyawaan kimia dengan adanya air. 2004). Pada umumnya sebagian besar minyak atsiri terdiri dari campuran persenyawaan golongan hidrokarbon dan hidrokarbon teroksigenasi. mencegah kerusakan tanaman oleh serangga atau hewan lain dan sebagai cadangan makanan dalam tanaman. 2. 1985). Hidrogen (H). Minyak atsiri umumnya terdiri dari berbagai campuran persenyawaan kimia yang terbentuk dari unsur Karbon (C).3. di dalam sel-sel parenkim (pada suku Zingiberaceae dan Piperaceae). Universitas Sumatera Utara . seperti didalam rambut kelenjar (pada suku Labiatae).Dalam tanaman minyak atsiri mempunyai 3 fungsi yaitu membantu proses peyerbukan dengan menarik beberapa jenis serangga atau hewan. kondisi iklim. Minyak tersebut disintesa dalam sel kelenjar pada jaringan tanaman dan ada juga yang terbentuk dalam pembuluh resin (Ketaren. 1985).

Besarnya pemutaran bidang polarisasi ditentukan oleh jenis minyak atsiri. temperatur dikontrol dengan hati-hati dalam kisaran temperatur yang pendek (Ketaren. Indeks Bias Indeks bias dari suatu zat ialah perbandingan kecepatan cahaya dalam udara dan kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Pada penetapan bobot jenis. Minyak atsiri yang bari di ekstrak biasanya tidak berwarna atau berwarna kekuning-kuningan. maka sinar akan membelok atau membias dari garis normal. Putaran Optik Setiap jenis minyak atsiri mempunyai kemampuan memutar bidang polarisasi cahaya ke arah kiri atau kanan. Alat yang digunakan untuk penentuan ini adalah piknometer. Penentuan putaran optik menggunakan alat polarimeter Universitas Sumatera Utara . bersifat optis aktif dan mempunyai sudut putar yang spesifik. Penentuan indeks bias menggunakan alat refraktometer.2 Sifat Fisika Minyak Atsiri Minyak atsiri mempunyai konstituen kimia yang berbeda. Indeks bias berguna untuk identifikasi suatu zat dan deteksi ketidakmurnian (Guenther. 1985).3.2. Sifat-sifat fisik minyak atsiri yaitu. Parameter yang dapat digunakan untuk tetapan fisik minyak atsiri antara lain : a. baunya yang karakteristik. tetapi dari segi fisiknya sama. Jika cahaya melewati media kurang pada ke media lebih padat. suhu dan panjang gelombang cahaya yang digunakan. Cara ini dapat digunakan untuk semua minyak dan lemak yang dicairkan. c. Bobot Jenis Bobot jenis adalah perbandingan berat dari suatu volume contoh pada suhu 250C dengan berat air pada volume dan suhu yang sama. b. 1987).

sehingga membentuk senyawa aldehid.(Ketaren.3. Proses hidrolisis ester merupakan proses pemisahan gugus OR dalam molekul ester sehingga terbentuk asam bebas dan alkohol. Hidrolisis Proses hidrolisis terjadi dalam minyak atsiri yang mengandung ester. asam organik dan keton yang menyebabkan perubahan bau yang tidak dikehendaki (Ketaren. 1985). Resinifikasi Beberapa fraksi dalam minyak atsiri dapat membentuk resin. 2. 2. 1985). hidrolisis. 1985). Universitas Sumatera Utara .4 Cara Isolasi Minyak Atsiri Isolasi minyak atsiri dapat dilakukandengan beberapa cara yaitu : 1) penyulingan (destilation). 1985). a. 1987). 2) pengepresan (Pressing). Peroksida yang bersifat labil akan berisomerisasi dengan adanya air. Ester akan terhidrolisis secara sempurna dengan adanya air dan asam sebagai katalisator (Ketaren.3. c. yang merupakan senyawa polimer. b. Oksidasi Reaksi oksidasi pada minyak atsiri terutaama terjadi pada ikatan ikatan rangkap dalam terpen.3 Sifat Kimia Minyak Atsiri Perubahan sifat kimia minyak atsiri merupakan ciri dari kerusakan minyak yang mengakibatkan perubahan sifat kimia minyak adalah proses oksidasi. polimerisasi (resinifikasi). Resin ini dapat terbentuk selama proses pengolahan (Ekstraksi) minyak yang mempergunakan tekanan dan suhu tinggi serta selama penyimpanan (Ketaren. 3) ekstraksi dengan pelarut menguap (solvent extraction). 4) ekstraksi dengan lemak padat (Guenther.

3.4. 1987). 1987). 1987).2. Hasil sulingannya adalah minyak atsiri yang belum murni (Guenther.3. uap air akan baik bersama minyak atsiri kemudian dialirkan melalui pendingin. Ketel diisi dengan air sampai permukaan air berada tidak jauh di bawah saringan. Pada metode ini bahan tumbuhan dialiri uap panas dengna tekanan tinggi. Minyak atsiri akan dibawa oleh uap air yang kemudian didinginkan dengan mengalirkannya melalui pendingin. atau kulit buah yang memiliki kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi. Metode Pengepresan Ekstraksi minyak atsiri dengan cara pengepresan umumnya dilakukan terhadap bahan berupa biji. Penyulingan dengan air (water destilation) Pada metode ini. Hasil sulingan adalah minyak atsiri yang belum murni. Metode Penyulingan a. 1985). Penyulingan dengan uap (steam destilation) Model ini disebut juga penyulingan uap atau penyulingan tak langsung.4. Ekstraksi dengan pelarut menguap Universitas Sumatera Utara . buah.3. maka sel-sel yang mengandung minyak atsiriakan pecah dan minyak atsiri akan mengalir kepermukaan bahan (Ketaren.1. Penyulingan dengan air dan uap (water and steam destilation) Bahan tumbuhan yang akan disuling dengan metode penyulingan air dan uap ditempatkan dalam suatu tempat yang bagian bawah dan tengah berlobang-lobang yang ditopang di atas dasar alat penyulingan.4.2. bahan tanaman yang akan disuling mengalami kontak langsung dengan air mendidih. Cara ini baik digunakan untuk bahan tumbuhan yang mempunyai titik didih yang tinggi (Guenther. Uap air selanjutnya dialirkan melalui pendingin dan hasil sulingan adalah minyak atsiri yang belum murni. Akibat tekanan pengepresan. 2. 2. Perlakuan ini sesuai untuk minyak atsiri yang tidak rusak oleh pemanasan (Guenther.3. c. b.

2009). untuk mendapatkan mutu dan rendeman minyak atsiri yang tinggi. b. 2009).4 Analisis Komponen Minyak Atsiri dengan GC-MS Analisa komponen minyak atsiri merupakan masalah yang cukup rumit karena minyak atsiri mengandung campuran senyawa dan sifatnya yang mudah menguap pada suhu kamar. Maserasi Metode pembuatan minyak dengan lemak panas tidak jauh bebrbeda dengan metode lemak dingin. absorbsi minyak atsiri oleh lemak digunakan pada suhu rendah (keadaan dingin) sehingga minyak terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh panas. a. Ekstraksi dengan lemak padat Proses ini umunya digunakanuntuk mengekstraksi bunga-bungaan. Daun bunga terus menjalankan proses hidupnya dan tetap memproduksi mintak atsiri dan minyak yang terbentuk dalam bunga akan menguap dalam waktu singkat (Armando. Ekstraksi dengan pelarut organik umumnya digunakan untuk mengekstraksi minyak atsiri yang mudah rusak oleh pemanasan uap dan air (Armando.Prinsip dari ekstraksi ini adalah melarutkan minyak atsiri dalam bahan dengan pelarut organik yang mudah menguap. Metode ekstraksi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu enfleurasi dan maserasi.4. yaitu menggunakan lemak panas (Armando.3. 2009). 2. Pada penggunaan GC. kendala dalam analisis komponen minyak atsiri mulai dapat diatasi. Metode ini digunakan untuk mengekstraksi beberapa jenis minyak bunga yang masih melanjutkan kegiatan fisiologisnya. Setelah ditemukan Kromatografi Gas (GC). efek penguapan dapat dihindari bahkan dihilangkan Universitas Sumatera Utara . Bahan dan peralaatan yang digunakan pun tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya terletak pada bagian awal proses.4. Enfleurasi Pada proses ini. 2.

kolom.1. Komponen yang akan dipisahkan di bawa oleh suatu gas lembam (gas pembawa) melalui kolom. Pita komponen ini meninggalkan kolom bersama aliran gas pembawa dan dicatat sebagai fungsi waktu oleh detektor (Mc Nair and Bonelli. dan mudah diperoleh. 2. 1988).1.sama sekali.4. 2000). sehingga terbentuk sejumlah pita yang berlainan pada gas pembawa. sistem injeksi. 1991). dkk. Campuran cuplikan akan terbagi diantara gas pembawa dan fase diam. Gas Pembawa Gas pembawa harus memenuhi persyaratan antara lain harus inert. Bagian utama dari kromatografi gas adalah gas pembawa. murni. yaitu gabungan antara kromatografi gas dan spektrometer massa. 2..4. fase diam. Fase diam akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya. Pemilihan gas pembawa tergantung pada detektor yang dipakai. Keuntunganya adalah karena semua gas ini harus tidak reaktif. suhu dan detektor. Perkembangan teknologi instrumentasi yang pesat akhirnya dapat menghasilkan suatu alat yang merupakan gabungan dua sistem dengan prinsip dasar yang berbeda satu sama lain tetapi saling melengkapi. Waktu yang menunjukkan berapa lama suatu senyawa tertahan di kolom disebut dengan waktu tambat (waktu retensi) yang diukur mulai saat penyuntikn sampai saat elusi terjadi (Gritter. Kromatografi gas berfungsi sebagai alat pemisah berbagai campuran komponen dalam sampel sedangkan spektrometer massa berfungsi untuk mendeteksi masing-masing komponen yang telah dipisahkan pada kromatografi gas (Agusta. dapat dibeli dalam keadaan murni dan kering yang Universitas Sumatera Utara .1 Kromatografi Gas Kromatografi gas digunakan untuk memisahkan komponen campuran kimia dalam suatu bahan.

1.1. Hidrogen (H).4.4.1. 2. maka suhu merupakan faktor utama dalam kromatografi gas. lengkung.Berdasarkan sifat minyak atsiri yang non polar sampai sedikit polar. Nitrogen (N). 2000). Fase Diam Fase diam dibedakan berdasarkan kepolaranya.2. melingkar (Agusta.. 2. aluminium. semi polar.1991). dan polar.1. suhu kolom. misalnya SE-52 dan SE54 (Agusta. 2. biasanya berupa lubang yang ditutupi dengan septum atau pemisah karet.3. 2000). yaitu non polar. Kolom Kolom dapat dibuat dari tembaga.dapat dikemas dalam tangki bertekanan tinggi. dan suhu detektor.4.4. baja nir karat. terpisah dari kolom. dan kaca yang berbentuk lurus. karbon dioksida (Agusta. Suhu Tekanan uap sangat tergantung pada suhu. 2000). dan biasanya pada suhu 10-15oC lebih tinggi dari suhu maksimum. Gas pembawa yang sering dipakai adalah helium (He). dkk.5. Universitas Sumatera Utara . Jadi cuplikan diuapkan segera setelah disuntikkan dan dibawa ke kolom (Gritter. Pada GC-MS terdapat tiga pengendali suhu yang berbeda yaitu: suhu injektor. Argon (Ar). Sistem Injeksi Cuplikan dimasukkan kedalam ruang suntik melalui gerbang suntik.4. 2. Ruang suntik harus dipanaskan tersendiri. maka untuk keperluan analisis sebaiknya digunakan kolom fase diam yang bersifat non polar.

1 Sistem Pemasukan Cuplikan Universitas Sumatera Utara .a. 2. c. Detektor Menurut Mc Nair and Bonelli.2. 2.6. b.4. 1988).2 Spektrometer Massa Molekul senyawa organik pada spektrometer massa. Pada kromatografi gas suhu diprogram. Suhu Injektor Suhu pada injektor harus cukup panas untuk menguapkan cuplikan sedemikian cepat (Mc Nair and Bonelli. Pilihan awal yang baik adalah suhu beberapa derajat dibawah titik didih komponen campuran utama. 1988). ditembak dengan berkas elektron dan menghasilkan ion bermuatan positip yang mempunyai energi yang tingggi karena lepasnya elektron dari molekul yang dapat pecah menjadi ion yang lebih kecil.4.1. 2004). Spektrum massa merupakan gambaran antara limpahan relatif lawan perbandingan massa/muatan (Sastrohamidjojo. atau pada suhu yang berubah secara terkendali (suhu diprogram). Suhu Kolom Pemisahan dapat dilakukan pada suhu tetap (isotermal).1991). Suhu Detektor Detektor harus cukup panas sehingga cuplikan dan atau fase diam tidak mengembun (Mc Nair and Bonelli. (1988) ada dua detektor yang populer yaitu Detektor Hantar Termal (DHT) dan Detektor Pengion Nyala (DPN). suhu dinaikkan mulai dari suhu tertentu sampai suhu tertentu yang lain dengan laju diketahui dan terkendali dalam waktu tertentu (Gritter.4. Kromatografi gas suhu isotermal paling baik digunakan pada analisis rutin atau jika kita mengetahui agak banyak mengenai yang akan dipisahkan. 2. dkk..

4 Pengumpul Ion dan Penguat Pengumpul terdiri dari satu celah atau lebih serta silinder Faraday. Cara pemasukan cuplikan langsung kekamar pengionan dilakukan terhadap senyawa yang sukar menguap dan tidak stabil terhadap panas.4. sebuah makromanometer untuk mengetahui jumlah cuplikan yang dimasukkan. Satu dari proses yang disebabkan oleh tekanan tersebut adalah ionisasi molekul yang berupa uap dengan kehilangan satu elektron dan terbentuk ion molekul bermuatan positif.4. 2.2. Cuplikan berupa cairan dimasukkan dengan menginjeksikanya melalui karet silikon kemudian dipanaskan untuk menguapkan cuplikan kedalam sistem masukan. dan sebuah sistem. berbentuk lengkung tempat melayangnya berkas ion dari sumber ion ke pengumpul.4. karena molekul senyawa organik mempunyai elektron berjumlah genap maka proses pelepasan satu elektron menghasilkan ion radikal.2. 2.Bagian ini terdiri dari suatu alat untuk memasukkan cuplikan.2 Ruang Pengion dan Percepatan Arus uap dari pembocor molekul masuk ke dalam kamar pengion ditembak pada kedudukan tegak lurus oleh seberkas elektron dipancarkan dari filament panas. sebuah alat pembocor molekul untuk mengatur cuplikan kedalam kamar pengion. 2.3 Tabung Analisis Tabung yang digunakan adalah tabung yang dihampakan. Universitas Sumatera Utara . Berkas ion membentur tegak lurus pada plat pengumpul dan isyarat yang timbul diperkuat dengan pelipat ganda elektron.2.

4. berkas sinar ultraviolet dapat menimbulkan berbagai puncak pada kertas pencatat yang peka terhadap sinar ultraviolet.5 Pencatat Spektrum massa biasanya dibuat dari massa rendah ke massa tinggi. dkk.. Pencatat yang banyak digunakan mempunyai 3-6 galvanometer yang mencatat secara bersama-sama.2. Galvanometer menyimpang jika ada ion yang menabrak lempeng pengumpul. Universitas Sumatera Utara . Cara penyajian yang lebih jelas dari puncak-puncak utama dapat diperoleh dengan membuat harga m/z terhadap kelimpahan relatif (Silverstein.1986).2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->