BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Membicarakan tentang peranan pemerintah dalam pariwisata sangat tidak asing lagi bagi kehidupan kita.Peran pemerintah yang sangat penting terutama dalam melindungi wisatawan dan memperkaya atau mempertinggi pengalaman perjalanannya. Peran atau peraturan ± peraturan yang penting yang harus dibuat penerintah untuk kepentingan tersebut adalah Peraturan perlindungan wisatawan terutama bagi biro perjalanan wisata yang mengharuskan wisatawan untuk membayar uang muka ( deposit payment ) sebagai jaminan pemesanan jasa seperti akomodasi,tour dan lain ±lain,peraturan keamanan kebakaran yang mencakup pengaturan dengan jumlah minimal lampu yang ada dimasing ± masing lantai hotel dan alat pendukung keamanan lainnya,peraturan keamanan makan dan kesehatan yang mengatur mengenai standar kesehatan makanan yang disuguhkan kepada wisatawan, peraturan standar kompetensi pekerja ± pekerja yang membutuhkan pengetahuan dan keahlian khusus seperti pilot, sopir dan nahkoda. Selain itu, pemerintah juga bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya alam seperti; Flora dan Fauna yang langka, air tanah dan juga udara agar tidak terjadi pencemaran yang dapat mengganggu bahakan merusak suatu ekosistem. Oleh karena itu, penerapan semua peraturan pemerintah dan undang ± undang yang berlaku mutlak dilaksanakan oleh pemerintah. Didalam pengembangan pariwisata harus merupakan pengembangan yang berncana secara menyeluruh, sehingga dapat diperoleh manpaat yang optimal bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi. Social dan cultural. Perencanaan tersebut harus mengintegrasikan pengembangan pariwisata kedalam suatu program pembangunan ekonomi, fisik, dan social dari suatu negara. Disamping itu, rencana tersebut harus mampu memberikan kerangka kerja kebijakan pemerintah, untuk mendorong dan mengendalikan pengembangan pariwisata. Peranan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata dalam garis besarnya adalah menyediakan infrastruktur ( tidak hanya bentuk fisik ), memperluas berbagai fasilitas, kegiatan koordinasi antara aparatur pemerintah dengan pihak wisata, pengaturan dan promosi umum keluar negeri. Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir diseluruh daerah Indonesia terdapat potensi pariwisata, maka yang diperhatikan adalah saran transportasi, keadaan infrastruktur dan sarana ± sarana pariwisata

Dalam paper ini akan dibahas berbagai masalah.Dapat mengetahui lebih jelas peranan-peranan pemerintah dalam pariwisata. diantaranya : 1.Untuk mengetahui peranan pemerintah dalam pariwisata terutama dalam penentuan ekonomi masyarakat dalam pariwisata . Bagaimana Lingkupan Kepariwisataan ? 2. Selain itu. indikator ekonomi pariwisata dan peranan-peranan pemerintah dalam pariwisata 1.4 Manfaat Penulisan 1.Dapat memenuhi tugas dari pengantar pariwisata.Diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menentukan perputaran ekonomi pariwisata karena peranan pemerintah tersebut. Selain itu paper ini juga disusun dengan tujuan memberikan pengetahuan tentang lingkupan pkepariwisataan. paper ini juga bertujuan untuk memeberikan pengetahuan yang lebih terhadap pembaca.5 Ruang Lingkup Runag lingkup yang akan dibahas dalam paper ini. 1. 2. Bagi Masyarakat . hanya mengacu pada indikator atau tolak ukur dalam ekonomi pariwisata dan peranan pemerintah dalam pariwisata.3 Tujuan Paper ini dibuat dengan tujuan untuk menambah kepustakaan yang menyangkut peranan pemerintah dalam pariwisata. Bagi Mahasiswa . Bagaimana Peranan Pemerintah Dalam Pariwisata ? 1. Apakah Indikator Ekonomi Pariwisata ? 3. BAB II . .

Begitu juga penginapan dan transportasi secara ekonomi juga dipandang sebagai industri. meliputi industri-industri dalam arti yang klasik. melainkan orang yang berpariwisata berbisnis. Dari faktor tersebut. ini mempunyai dimensi-dimensi dan persepesi-persepesi yang bervariasi pula. zaman : Revolusi Industri.PEMBAHASAN 2. baik negara maju atau sedang berkembang. meskipun dalam beberapa hal kaidah kenikmatan dan rekreasi bukanlah tujuan utama kepergian mereka. Segi lain pariwisata hendaknya dilihat dari sudut pandang negara penerima wisatawan. Selain itu. Inilah unsur-unsur yang menjadi persyaratan terjadinya gejala pariwisata tersebut. Secara khusus kepariwisataan dapat dipergunakan sebagai suatu alat untuk memperkecil kesenjangan saling pengertian di antara negara-negara yang sudah berkembang yang biasanya adalah negara-negara wisatawan atau negara ³Pengirim Wisatawan´ dengan negara-negara yang sedang berkembang yakni negara-negara kunjungan wisatawan atau negara ³Penerima Wisatawan´. seperti misalnya industri kerajinan tangan dan industri cendra mata. Tetapi ada faktor kas lainnya yang dituntut untuk membedakan kegiatan pariwisata dari suatu kegiatan jalan-jalan ³cuci mata´ atau makan angin pada suatu saat tertentu. Tempat (unsur fisik sebenarnya tercakup oleh kegiatan itu sendiri). diantaranya : titik berat tulang punggung perekonomian dewasa ini sedang beralih dari industri klasik. dan Waktu (unsur tempo yang dihabiskan dalam perjalanan itu sendiri dan selama berdiam di tempat tujuan). bukanlah faktor kepariwisataan yang mutlak. . Lagi pula pariwisata sebagai suatu sektor yang komplek. maka badan usaha dan organisasi tersebut harus dianggap sebagai suatu kesatuan industri.1 Lingkupan Kepariwisataan Kepariwisataan dapat dipandang sebagai sesuatu yang abstrak. ada faktor-faktor kas yang dimaksud bepergian. Didalam konteks ini pariwisata hendaknya dipandang sebagai suatu industri yang turut memberi andil dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Pada dasarnya bagian-bagian dari gejala pariwisata terdiri dari 3 unsur yakni : Manusia (unsur insani sebagai pelaku kegiatan pariwisata). sifat sementara bebergian tersebut penggunaan fasilitas wisata dan yang dianggap paling penting yaitu faktor kenikmatan dan perasaan yang rileks berkreasi.

maka badan usaha dan organisasi tersebut harus dianggap sebagai suatu kesatuan industri. Beberapa kendala ekonomi dapat mempengaruhi pengembangan yang diharapkan antara lain :  Ketidakpastian pengendalian inflasi  Pengangguran yang berkembang terus  Proteksi yang mempengaruhi perdagangan valuta asing  Devaluasi mata uang (atau revaluasi) . pertanyaan ini hanya masalah sematik (arti kata) istilah industri itu. Mendesaknya kebutuhan dalam kehidupan ekonomi modern telah mengakibatkan begitu kompleksnya bidang produksi dan begitu bervariasinya aktivitas produksi sehingga pengertian kita mengenai apa yang dimaksud dengan istilah industri harus ditinjau kembali. Suatu industri dianggap oleh konsumen harus saling menunjang secara sempurna. 2. Jika serangkaian suatu produk yang dihasilkan oleh berbagai badan usaha dan organisasi kerja menunjukan secara khusus bahwa fungsi mereka secara menyeluruh ada kaitan dan membuktikan kedudukan mereka di dalam kehidupan ekonomi. setidaknya perubahan ekonomi yang terjadi mengkondisikan perubahan kegiatan usaha pariwisata.Definisi kalasik mengenai industri ini. Definisi itu dapat juga diperluas pengertiannya sehingga mencakup badan-badan usaha yang menghasilkan suatu jenis produksi melalui proses yang sama. haruslah dianggap sebagai suatu produk industri. Apakah jasa-jasa termasuk pada kelompok pengertian industri atau tidak. Suatu produk apakah yang dapat dijamah atau tidak dapat dijamah. jika memenuhi kebutuhan tertentu manusia.2 Indikator Ekonomi Periwisata Meskipun tidak terdapat hubungan langsung antara perubahan ekonomi nasional dengan pengembangan pariwisata . walaupun secara fisik industri itu mungkin berbeda. sudah membuka jalan pendekatan secara lebih modern menuju suatu batasan arti bahwa indutri sebagai suatu kelompok badan usaha yang menghasilkan barang-barang secara lebih modern menuju suatu batasan arti bahwa industri sebagai suatu kelompok badan usaha yang menghasilkan barang-barang tertentu.

Unsur lain yang mempengaruhi pengambangan pariwisata.3 Peranan Pemerintah Dalam Pariwisata 1. Untuk hal tersebut setiap upaya pengembangan pariwisata hendaknya dimulai dengan membuat Analisa Dampak lingkungan terlebih dahulu. Hal ini dapat mempengaruhi arus kunjungan wisatawan. 2. Kegiatan ini akan meningkatkan biaya pengembangan pariwisata tersebut. Selain dari hal diatas ada . lebih banyak tinggal dan lebih banyak menghamburkan uangnya. Negara yang satu seolah-olah hendak melebihi negara yang lain untuk menarik kedatangan lebih banyak wisatawan. bahwa bahan baku industri pariwisata tidak akan pernah habis-habis. khususnya mengenai keuntungan yang akan diperoleh apakah lebih besar daripada perusakan yang ditimbulkannya. Hal ini jelas kelihatan dengan banyaknya program pengembangan kepariwisataan di negara tersebut. Dalam hal mencari tempat-tempat rekreasi ada kecendrungan untuk menjadikan cahaya matahari dan laut untuk menjadi daya tarik wisata. adanya issue yang menyatakan pengembangan pariwisata akan merusak kelestarian lingkungan alam. Kenaikan bahan bakar minyak yang tidak terkendali (krisis energi) menyebabkan banyak perusahaan penerbangan menghentikan operasinya. Disamping itu kita mengetahui. kebijakan pemerintah pada sektor pariwisata ada yang memberikan dampak langsung dan ada pula yang memberikan dampak tidak langsung. Perubahan atas pajak / fiskal keberangkatan Inflasi dapat mempengaruhi investasi pariwisata menjadi tinggi. Dengan cara demikian potensi yang dimiliki dapat dikembangkan sebagai aktivitas perekonomian dalam membangun kepariwisataan menjadi sesuatu yang mudah untuk dapat menghasilkan devisa yang sifatnya quick yielding. karenanya banyak wisatawan yang tidak terangkut menuju daerah tujuan wisata. Peranan Pemerintah dalam Ekonomi Pariwisata Dalam dasawarsa terakhir ini banyak negara berkembang menaruh perhatian yang khusus terhadap industri pariwisata. karenanya harga jual daerahtujuan wisata menjadi mahal. Sayang bahwa banyak program kurang masak dipertimbangkan. sedangkan bahan baku industri lain terbatas.Seperti terjadi pada sektor lain. Untuk menggalakkan pembangunan perekonomian dengan suatu pertumbuhan yang berimbang kepariwisataan dapat diharapkan memegang peranan yang menentukan dan dapat dijadikan sebagai katalisator untuk mengembangkan pembangunan sektor-sektor lain secara bertahap. sosial dan budaya.

Pemerintah dalam pariwisata digambarkan sebagai berikut : REGULASI Lisensi. klasifikasi system. keadaan infrasruktur dan sarana-sarana pariwisata. perencana. (e)Kontribusi terhadap kesejahteraan sosial (f) Memaksimalkan peluang pendapatan fiscal Di dalam pengembangan pariwisata harus merupakan pengembangan yang berencana secara menyeluruh . Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir diseluruh daerah Indonesia terdapat potensi pariwisata.Tujuan pokok dari kebijakan ekonomi pemerintah terhadap pariwisata adalah untuk memaksimalkan kontribusi pariwisata terhadap ekonomi nasional. maka yang perlu diperhatikan adalah sarana transportasi. fisik. dan sosial dari suatu negara. pengaturan dan promosi umum ke luar negeri. Retribusi . (c) Menyiapkan tenaga kerja (d)Peningkatan dan pendistribusian pendapatan. baik dari segi ekonomi. sosial dan cultural. sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagi masyarakat.kemungkinan suatu kebijakan ekonomi pemerintah memberikan dampak langsung pada sektor lain tetapi dapat memberikan dampak tidak langsung bagi sektor pariwisata. memperluas berbagai bentuk fasilitas. untuk mendorong dan mengendalikan pengembangan pariwisata. rencana tersebut harus mampu memberikan kerangka kerja kebijakan pemerintah. Di samping itu.Tujuan kontribusi ini termasuk : (a)Optimalisasi kontribusi dalam neraca pembayaran (b) Menyiapkan perkembangan ekonomi regional dan neraca pembayaran regional. Peranan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata dalam garis besarnya adalah menyediakan infrastuktur (tidak hanya dalam bentuk fisik). kegiatan koordinasi antara aparatur pemerintah dengan pihak swasta. Perencanaan tersebut harus mengintegrasikan pengembangan pariwisata kedalam suatu program pembangunan ekonomi. pengupahan PENERIMAAN Pajak.

Investasi. pinjaman REDISTRIBUSI Pajak.Sumber biaya bagi sektor lain. pariwisata banyak diandalkan sebagai unsure utama dalam PAD. Pajak dalam pariwisata bisa dalam bentuk : .Paraguay dann Venezuela memberlakukan pajak kedatangan (arrival tour) bagi semua wisatawan. Beberapa negara mengatur pajak atas lalu lintas perjalanan terutama untuk perjalanan keluar. . Sebaliknya dalam rangka otonomi daerah . pelatihan EKONOMI Pemasok Konsumen 2. . bantuan. Pajak dalam Pariwisata Banyak pemerintah memanfaatkan pariwisata sebagai : .Pajak dibebankan kepada konsumen yang bertindak sebagai wisatawan .Pajak atas produk pariwisata biasa dalam bentuk . Tetapi di beberapa negara pariwisata masih tidak menonjol aktivitas kegiatan sehingga peranan dalam perolehan pendapatan tidak terperhatikan.Sumber pendapatan .Indonesia menerapkan pembayaran fiskal (hakekatnya sama dengan pajak/bagi warga negaranya yang bepergian keluar) . kesejahteraan.Pajak dibebankan kepada pemakai jasa pariwisata.PENGELUARAN Infrastruktur.

.Bunga Bank .Fasilitas pengembangan pariwisata .Pengeluaran langsung : -Subsidi / bantuan . Hanya bagian kecil dalam aktivitas pariwisata infrastrukturnya dibangun oleh sektor pariwisata. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mendukung sepenuhnya pengembangan pariwisata.Reduksi dari reabilitas .Investasi dan pemeliharaan infrastruktur .Partisipasi pemerintah dalam menyeimbangkan pembangunan .Pemasaran pariwisata Investasi infrastruktur pada umumnya disiapkan pemerintah bagi kepentingan ekonomi seluruh sektor tidak hanya sektor pariwisata saja. Pengeluaran pemerintah dalam pengembangan pariwisata : a.Reduksi pajak . karena melihat akan tumbuhnya pendapatan dari kegiatan pariwisata yang terwujud dari adanya pengembangan tersebut. tetapi disisi lain pemerintah banyak mengeluarkan untuk pariwisata. Pengeluaran Pemerintah dalam Pariwisata Dari satu sisi pemerintah memperoleh pendapatan dari pariwisata. Tiga pengeluaran besar pemerintah bagi pariwisata adalah : .Bantuan bagi penelitian . 3.Bantuan bagi pendidikan dan pelatihan b. Untuk ini pemerintah akan memberi bantuan pengeluaran bagi pengembangan pariwisata tersebut.Hampir semua negara memberlakukan pajak keberangkatan (departure tax) dalam bentuk airport tax / harbour tax.

Public Relation .Jaminan / Garansi .Kondisi barang / jasa yang diperdagangkan .Bebas ± pajak bagi barang / jasa tertentu c.Pemasok barang / jasa .Komunikasi dan distribusinya .Jaminan atas pinjaman komesrsial .Peraturan tentang keteraturan pemasaran Peraturan tersebut diatas mengemukakan jaminan atas : .Pengembangan produk 4.Kuantitas barang / jas serta uang yang diperdagangkan .Peraturan perlindungan terhadap konsumen b.Harga yang diciptakan . Pengawasan Ekonomi Dalam Pariwisata Pemerintah turut campur dalam sektor pariwisata untuk tujuan perlindungan terhadap konsumen dengan membuat peraturan (memperbaiki peraturan lama / melakukan deregulasi) menyangkut : a..Jaminan ijin atas pekerja asing Pengeluaran bagi pemasaran pariwisata yang dikerjakan pemerintah.Iklan dan promosi lainnya .Riset dan kegiatan pemasaran (NTO) . antara lain untuk : .

Penurunan tarif transportasi (udara) dengan penurunan biaya promosi.Integrasi antar perusahaan perjalanan atau integrasi antar perusahaan perjalanan dengan perusahaan komponen paket wisata lainnya akan menimbulkan suatu produk yang bersaing dengan produk paket wisata biasa. setidaknya perubahan ekonomi yang terjadi mengkondisikan perubahan kegiatan usaha pariwisata. Meskipun tidak terdapat hubungan langsung antara perubahan ekonomi nasional dengan pengembangan pariwisata . BAB III PENUTUP 3.Peraturan subsidi silang antar rute penerbangan dengan rute penerbangan yang tidak menguntungkan akan menyebabkan keberlangsungan operasi penerbangan bagi kedua rute tersebut. adalah sebagai berikut : a.Pengaturan harga atas pasokan produk Deregulasi dalam pariwisata (perjalanan) ini memberikan dampak yang bermanfaat bagi konsumen dalam hal : . . . sebagai berikut : 1..Pembayaran (perlindungan atas pembayaran dimuka) . Peranan Pemerintah dalam ekonomi pasar .Klasifikasi fasilitas akomodasi . Peranan-peranan Pemerintah dalam pariwisata. membuat konsumen lebih bergairah mengadakan perjalanan.Lisensi usaha berfungsi sebagai perlindungan konsumen . 2.1 Kesimpulan Dari pemaparan paper di atas dapat disimpulkan.

Pengeluaran Pemerintah dalam pariwisata d. 3.S. Jakarta .co. ³Manajemen Kepariwisataan´. Pengawasan Pemerintah dalam pariwisata. khususnya di Indonesia agar menaati dan memperhatikan kebijakan-kebijan pemerintah dalam hubungannya dengan pariwisata sebagai salah satu industri di Indonesia. Pariwisata dapat dipandang sebagai industri dalam lingkupan kepariwisataan yang menunjang perekonomian dalam pembangunan.2 Saran-Saran Dengan telah diketahuinya peranan pemerintah dalam kepariwisataan. Pajak dalam pariwisata c. DAFTAR PUSTAKA www. 3.id Wahab.b. Penerbit PT. maka diharapkan segenap pelaku-pelaku pariwisata.geogle. Pradnya Paramita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful