P. 1
siklus-akuntansi

siklus-akuntansi

|Views: 630|Likes:

More info:

Published by: Dian Triwahyu Lestari on Jun 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I

BAB I SIKLUS AKUNTANSI
SISTEM AKUNTANSI BERPASANGAN (DOUBLE-ENTRY ACCOUNTING SYSTEM)
Sistem akuntansi berpasangan mengenal dua istilah, yaitu debit (Dr) dan kredit (Cr). Debit dapat diartikan sebagai kiri dan kredit dapat diartikan sebagai kanan (Kieso, et.al, 2004). Total nilai yang ada disebelah debit (kiri) harus sama (seimbang) dengan total nilai disebelah kredit (kanan). Dalam sistem akuntansi berpasangan, debit harus sama dengan kredit (Dr = Cr). Sistem akuntansi berpasangan didasarkan pada persamaan dasar akuntansi, yaitu: Dari persamaan itu dapat disimpulkan: 1. Saldo normal (letak yang seharusnya) akun aktiva adalah disebelah dan debit ekuitas sedangkan akun hutang

memiliki saldo normal kredit. Artinya pada saat penutupan buku saldo akhir aktiva harus disebelah debit sedangkan hutang dan ekuitas harus disebelah kredit.

2. Aktiva bertambah disebelah debit dan
berkurang disebelah kredit. Hutang dan ekuitas bertambah disebelah kredit dan berkurang di sebelah debit. 3. Bila dikaitkan dengan pendapatan dan atau biaya maka:

Aktiva = hutang + ekuitas
Aktiva merupakan harta entitas sumberdaya entitas yang digunakan untuk

Pendapatan sama

akan

menambah ekuitas

menjalankan operasi usaha. Aktiva bersumber dari pendanaan kreditur (hutang) maupun setoran dari pemegang saham (pemilik) dan hasil usaha periode sebelumnya (ekuitas). Apabila persamaan dasar akuntansi dihubungkan dengan keseimbangan debit dan kredit maka:

ekuitas/modal, sehingga saldo normal pendapatan dengan (sebelah kredit). Apabila pendapatan terjadi dicatat disebelah kredit. • Biaya-biaya akan mengurangi ekuitas/modal, sehingga saldo normal biaya disebelah debit dan apabila biaya terjadi dicatat disebelah debit.

Dr

(Aktiva) = Cr ( Hutang + Ekuitas)

SIKLUS AKUNTANSI
Siklus akuntansi merupakan tahapantahapan transaksi yang dilalui dalam memproses merupakan akuntansi. Akuntansi data keuangan yang berasal dari transaksi atau peristiwa- peristiwa suatu informasi yang (events) menjadi berguna untuk

salah satu system informasi yang memproses

membantu pembuatan keputusan. Peristiwa-

1

DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I
peristiwa yang terdapat pada suatu entitas dapat diklasifikasi atas: 1. Peristiwa Internal, yaitu peristiwa-peristiwa yang terjadi didalam suatu entitas tanpa melibatkan pihak di luar entitas. Misalnya perpindahan bahan baku dari suatu departemen ke departemen lainnya atau penggunaan aktiva tetap. 2. Peristiwa eksternal, yaitu peristiwa-peristiwa yang terjadi antara pihakl entitas dengan pihak lain di luar entitas. Misalnya interaksi entitas dengan pihak pemasok atau pembeli atau dengan

3.

pemegang ini sering

saham. disebut

Peristiwa sebagai

yang

datanya

hendak

ditangkap

(data

eksternal

capturing) dan diproses menjadi informasi keuangan dapat dikategorikan atas:

transaksi, yaitu pertukaran yang terjadi antara dua pihak (entitas dan pihal luar) dimana salah satu pihak mengorbankan atau menerima suatu nilai. Tidak semua peristiwaperistiwa atau transaksi yang terjadi dan melibatkan entitas harus dicatat. Peristiwa atau transaksi yang dicatat hanya peristiwa-peristiwa atau transaksi yang berpengaruh terhadap posisi harta (aktiva), hutang dan ekuitas. Untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat maka diperlukan suatu tahapantahapan yang sistematis untuk memproses peristiwa-peristiwa atau Peristiwa-peristiwa atau transaksi-transaksi. Transaksi-transaksi

1.
2. 3. 4.

Transaksi Penerimaan Kas Transaksi Pengeluaran Kas Transaksi Pembelian Kredit Transaksi Penjualan Kredit Penyesuaian dan perisiwa

5.

lainnya yang tidak bisa dikategorikan pada keempat transaksi sebelumnya. Untuk memproses data yang diperoleh dari transaksi atau peristiwa tersebut selama satu atau perioda siklus akuntansi atau itu tahun dapat pembukuan diperlukan akuntansi. tahapan Siklus sistematis

digambarkan sebagai berikut:

2

DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I
Data

Dokumen (Bukti Transaksi)

Pencatatan (Penjurnalan)

J urnal

Pengk lasifikas ian (Pemos tingan

Membuat Ayat jurnal pembalik

Buku Pembantu

Akun-akun buku besar

Tutup akun-akun nomi nal

Neraca saldo

Menyusun Laporan Keuangan

Membuat Kertas Kerja

K lasifik asi penyes uai an

Lembar jurnal (jurnal umum)

Pemadanan dan Melakukan penyesuai an

Untuk memproses data akuntansi menjadi informasi yang berguna untuk pembuatan keputusan, aktivitas berikut dilakukan dalam pemrosesan data:

akun

yang

terpengaruh

di

buku

besar (General Ledger)

5.

Mengumpulkan akun di buku besar

atau ke

mengiktisarkan saldo dari masingmasing akan untuk Neraca Saldo (Trial Balance).

1.

Merancang nomor-nomor dan akun yang

nama-nama merupakan

terpengaruh oleh transaksi. Akun tempat menampung data aktiva, hutang atau modal/ ekuitas. 2. Menangkap data atau dari transaksi peristiwa-peristiwa

6.

Menganalisa

masing-masing

akun untuk menemukan akun yang perlu disesuaikan dengan membuat jurnal penyesuaian (Adjustment).

7.
dan 8. 9. 10.

Memosting penyesuaian akun membuat neraca saldo

dalam dokumen sumber.

disesuaikan (Adjusted trial Balance) data Menyusun laporan keuangan Menutup akun-akun nominal Membuat ayat jurnal

3.
ke

Melakukan Buku

pencatatan

transaksi (penjurnalan) ke jurnal dan Pembantu (Subsidiary Ledger).

ke laba ditahan atau modal pembalik, jika perlu

4.

Mengklasifikasi

atau

memosting data

ke masing-masing

1. Mencatat data dari dokumen sumber ke jurnal dan Buku Pembantu
Dokumen digunakan untuk sumber (Source atau transaksi. untuk dokumen Dokumen sumber penerimaan adalah dapat kas Bukti Document) merupakan dokumen yang menangkap merekam data peristiwa-peristiwa atau dibedakan dari jenis transaksi. Misalnya transaksi sumbernya

3

pembelian Penerimaan Pemasok Lading). Jurnal merupakan buku untuk mencatat seluruh atau kejadianperistiwa-peristiwa ditangkap sedangkan ditangkap Barang atau atau di melalui Faktur transaksi Bukti Tagihan (Bill of kronologis atas peristiwa-peristiwa yang ditunjukkan kredit. Transaksi Penjualan (penjualan). Jurnal Umum Pencatatan ke jurnal Umum Jurnal umum terdiri dari kolomkolom tanggal. adalah Jurnal yang paling sederhana jurnal umum. dalam kolom debit Apabila ukuran perusahaan Konosemen Masing-masing bukti tersebut merupakan bukti atas terjadinya suatu semakin besar. maka jurnal umum tidak memadai lagi untuk mencatat seluruh peristiwa-peristiwa sehingga diperlukan jenis jurnal yang lain yang Jurnal disebut khusus sebagai jurnal khusus. yaitu catatan dan Pengeluaran Kas. membagi jurnal atas jenis transaksinya. Akun dan keterangan. referensi. Untuk Transaksi kejadian yang terjadi pada suatu entitas dan mempengaruhi posisi aktiva. debit. Tahun: Tanggal Bulan JURNAL UMUM Akun dan Keterangan Ref Dr dapat digambarkan sebagai berikut: Hal: Jumlah Cr Ilustrasi1. hutang atau ekuitas/modal. Dokumen-dokumen atau sarana sumber dicatat ke Jurnal. transaksi. kredit.1: 4 . Jurnal merupakan sarana pencatatan awal (Book of Original Entry).DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Penerimaan Kas. dokumen sumbernya adalah Bukti Pengeluaran Kas.

Guna Rp.500 10/05/2005 Dijual barang secara kredit kepada Tuan Budi Rp.150 05/11/2005 Diterima sewa gudang untuk 1 tahun Rp. 25 yang akan dibayarkan awal tahun 2006 5.200 100 110 120 130 140 150 155 200 210 300 350 400 500 600 Informasi Tambahan: 1.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I PT.290 Sales Purchase Rent Expense Total 2450 2450 Transaksi yang terjadi selama tahun 2005 04/01/2005 Pembelian kredit dari PT.150 07/01/2005 Pembelian tunai dari PT.35 16/09/2005 Penjualan tunai kepada PT. 2.250 3. ABU Rp.50 2. 200 19/12/2005 Pembayaran hutang kepada PT.350 07/10/2005 Pembayaran sewa peralatan untuk 1 tahun Rp.15 dan dari PT. Dumai Rp. Pada 31/12/2005 perlengkapan tersisa Rp. 60 (dibayar Januari 2006) Transaksi tersebut dapat dicatat ke jurnal umum berikut: 5 . umur ekonomis 30 tahun dan a disusutkan dengan metode garis lurus 4.000) NO. Aktiv Tetap adalah gedung yang diperoleh 5/1/2000. Berdasarkan hasil perhitungan fisik atas sediaan barang dagang. ERA Rp. A menerima pengumuman Div iden Rp.400 18/11/2005 Pembelian kredit dari PT. DINO Rp.000 Retained earnings 1. PT. Famas Rp.150 10/05/2005 Pembelian perlengkapan Rp.200 Account Receiv able 250 Allowance For Doubtful Account 50 Merchandise Inv entory 100 Long Term Inv estment 600 Building 300 Accumulated Depreciation of Building 50 Account Payable 60 Unearned Rent Income Common Stock 1.150 05/01/2005 Dijual barang kepada Tuan Anci Rp. per 31/12-2005 sediaan digudang tinggal Rp. A NERACA SALDO PER 1 JANUARY 2005 (000. CICI Rp. AKUN NAMA AKUN DEBIT KREDIT Cash 1. 60 20/12/2005 Penjualan tunai kepada PT.175 15/05/2005 Penerimaan piutang dari PT. Biaya telepon bulan desember ditaksir Rp. Adiaksi Rp.

15 & PT. Dino Rp. Dumai) Account Payable Cash (Pembayaran hutang kepada PT.35) Cash Sales (Penjualan kepada PT. FAMAS) Rent Expense Cash (Pembayaran sewa Gedung untuk 1 Tahun) Cash Unearned Rent Income (penerimaan pend.535 18 Nov FP02 19 Desember BKK04 20 Desember BKM05 Pencatatan ke Buku Pembantu (Subsidiary Ledger) 6 . ABU) Cash Sales (Penjualan Tunai kepada Tuan ANCI) 7 Januari BKK01 Purchase Cash (Pembelian tunai dari PT.400 200 200 60 60 200 200 4. Adiaksi) Total Ref 500 200 Hal: Jumlah Dr Cr 150 150 5 Januari BKM01 100 400 150 150 500 100 150 150 10 Mei BKK02 125 100 500 500 10 Mei F01 110 400 175 175 15 Mei BKM02 100 110 50 50 16 September BKM03 100 400 600 100 350 350 150 150 7 Oktober BKK03 5 Nov BKM04 100 210 500 200 200 100 100 400 2.400 2. Cici) Supplies Cash (Pembelian Perlengkapan) Account Receivable Sales (Penjualan kredit kepada Tuan Budi) Cash Account Receivable (Penerimaan Piutang Usaha dari PT. Guna) Cash Sales (Penjualan tunai kepada PT. Sewa) Purchase Account Payable (Pembelian kredit dari PT.535 4. ERA Rp.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Tahun:2005 Tanggal Bulan 4 Januari Nomor Bukti FP01 JURNAL UMUM Akun dan Keterangan Purchase Account Payable (Pembelian kredit dari PT.

2: PT. total saldo piutang masing-masing saldo hutang pelanggan dagang dan total masing-masing piutang dagang dan hutang dagang. maka kita perlu membuat terlebih dahulu buku pembantu untuk masing-masing pelanggan dan pemasok dan memosting data dari bukti. A memiliki data piutang dagang dan data Hutang Dagang per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Data Piutang Dagang No 1 2 3 4 Nama PT. Buku Pembantu perlu dibuat untuk merinci bagian-bagian dari akun di buku besar dan sebagai akuntabilitas/penjelasan akun di buku besar. Secara berkala. Saldo antara akun Ilustrasi 1. Berikut disajikan buku pembantu piutang dagang dan hutang dagang PT. Data yang dicatat di buku besar berasal dari dokumen sumber. Era Total Tanggal Jumlah Faktur Piutang 16/12/2004 150 28/12/2004 50 05/12/2004 15 04/12/2004 35 250 di buku besar dengan total saldo masing masing buku pembantu harus sama. aktiva tetap ataupun investasi. A dan pencatatan dari bukti transaksi: pemasok harus sama dengan total saldo akun piutang dagang dan hutang dagang di Buku Besar. hutang dagang.1 7 . Buku pembantu biasanya dibuat untuk akun piutang dagang. GUNA Total Tanggal Jumlah Faktur Pemasok Piutang 27/12/2004 60 60 Daftar piutang tersebut dibuat ke masing-masing buku pembantu berdasarkan saldo yang ada di buku pembantu piutang dagang dan hutang dagang. Perhatikan. Dino PT. buku pembantu dengan dicocokkan dan buku akun yang dan berkaitan harus mencari pembantu (rekonsiliasi) penyebab perbedaan. Kinta Tuan Budi PT.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Buku Pembantu merupakan buku untuk mencatat rincian dari suatu akun di buku besar. Pemegang buku pembantu dan buku besar harus dipisahkan untuk menjamin pengendalian dan keandalan data akuntansi. Data Hutang Dagang No Nama 1 PT. Apabila kita akan menangkap data transaksi diilustrasi 1.

Akun di buku besar memiliki kolom-kolom saldo.A B U Ta n g g a l N o m o r D e b it B uk ti 0 4 / 0 1 / 2 0F0P 0 1 5 K re d it S a ld o 150 150 N a m a P e m a s o k : P T. kredit dan Bentuk sederhana adalah akun berbentuk T (T 8 . D U M A I Tanggal N o m o r D e b it B uk ti 1 8 / 1 1 / 2 0F0P5 0 2 K re d it S a ld o 200 200 2. Pemostingan dapat dilakukan setiap hari ataupun secara periodik. debit. D IN O D e b it 15 15 K re d it S a ld o 15 0 N a m a P e la n g g a n : Tangg al Nom or B u k ti 2 8/1 2/20 04 1 0/0 5/20 05 1 F0 Tua n B ud i D e b it K re d it 50 175 S a ld o 50 225 N a m a P e la n g g a n : Ta n g g a l N o m or B ukti 04/1 2/2 00 4 15/0 5/2 00 5 M 0 2 BK P T. G u n a Tanggal N o m o r D e b it K re d it S a ld o B uk ti 2 7 /1 2 /2 0 0 4 60 60 1 9 / 1 2 / 2 0B0K K 0 3 5 60 0 N a m a P e m a s o k : P T. K in t a D e b it K re d it 150 S a ld o 150 N a m a P e la n g g a n : Ta n g g a l N o m or B ukti 05/1 2/2 00 4 15/0 5/2 00 5 M 0 2 BK P T . Account). Sumber untuk melakukan pemostingan adalah buku jurnal. E R A D e b it 35 35 K re d it S a ld o 35 0 B u k u P e m b an tu H u ta n g D a g a ng N a m a P e m a s o k : P T. tanggal. akun Nomor yang bukti. Memosting (mengelompokkan) debet dan kredit di jurnal ke masing-masing akun di Buku Besar Memosting merupakan aktivitas mengelompokkan nilai-nilai transaksi ke masing-masing akun di buku besar.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I B u k u P e m b a n tu P iu ta n g D a g a n g N a m a P e la n g g a n : Tangg al Nom or B u k ti 1 6/1 2/20 04 P T. paling keterangan. referensi.

Guna JU JU JU Ref Debit K redit 150 200 60 S aldo Dr(Cr) (60) (210) (410) (350) 9 . E RA P enjualan ke P T. E RA & P T. A di ilustrasi 1. CICI P em belian P erlengkapan P enerim aan P iutang P T. DINO JU JU Ref Debit 175 50 K redit S aldo Dr(Cr) 250 425 375 Nam a A k un: S upplies K ode ak un: 125 Nom or B uk ti 01/01/2005 10/05/2005 K K 02 B Tanggal K eterangan S aldo A wal P em belian P erlengkapan JU Ref Debit 500 K redit S aldo Dr(Cr) 500 Nam a A k un: A c count P ayable K ode ak un: 200 Nom or B uk ti 01/01/2005 04/01/2005 01 FP 18/11/2005 02 FP 19/12/2005 K K 03 B Tanggal K eterangan S aldo A wal P em belian dari P T.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Pemostingan data transaksi PT.400 60 200 K redit S aldo Dr(Cr) 1200 1350 1200 700 750 1100 950 3350 3290 3490 sebagai berikut (disajikan hanya akunakun yang terpengaruh transaksi): Nam a A k un: A c count Receivable K ode ak un: 110 Nom or B uk ti 01/01/2005 10/05/2005 F01 15/05/2005 K M 02 B Tanggal K eterangan S aldo A wal P enjualan ke Tuan B udi P enerim aan dari P T. A B U P em belian dari P T. Fam as P em bayaransewa P eralatan P enerim aan sewa Gudang P em bayaran Hutang ke P T. Guna P enjualan ke P T. A NCI P em belian dari P T. A diaks i JU JU JU JU JU JU JU JU JU Ref Debit 150 150 500 50 350 150 2. Dum ai P em bayaran k epada pt. Dino dan P T.1 ke masing-masing saldo akun di buku besar dapat dilakukan Nam a A k un: Cash K ode ak un: 100 Nom or B uk ti 01/01/2005 05/01/2005 K M 01 B 07/01/2005 K K 01 B 10/05/2005 K K 02 B 15/05/2005 K M 02 B 16/09/2005 K M 03 B 07/10/2005 K K 03 B 05/11/2005 K M 04 B 19/12/2005 K K 04 B 20/12/2005 K M 05 B Tanggal K eterangan S aldo A wal P enjualan ke P T.

DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Nama Akun: Unearned Rent Income Kode akun: 210 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Penerimaan pend. Famas Penjualan ke PT. Cici Pembelian dari PT. Neraca saldo juga diperlukan untuk melihat 10 . ANCI Penjualan ke Tuan Budi Penjualan ke PT.400) 01/01/2005 05/11/2005 BKM04 Nama Akun: Sales Kode akun: 400 Tanggal 01/01/2005 05/01/2005 10/05/2005 16/09/2005 20/12/2005 Nomor Bukti BKM01 F01 BKM03 BKM05 Keterangan Saldo Awal Penjualan ke PT. Mengiktisarkan saldo akhir masing-masing akun ke dalam Neraca Saldo (Trial Balance) Untuk melihat keseimbangan akun-akun yang perlu dikoreksi atau disesuaikan atau direklasifikasi. Ilustrasi 1. Sewa diterima dimuka JU Ref Debit Kredit 2400 Saldo Dr(Cr) 0 (2. A per 31 Januari 2005 setelah dilakukan pemostingan adalah: debit dan kredit maka seluruh saldo akun diiktisarkan dalam Neraca Saldo.4 Neraca saldo PT. ABU Pembelian dari PT. Dumai JU JU JU Ref Debit 150 150 200 Kredit Saldo Dr(Cr) 150 300 500 01/01/2005 04/01/2005 FP01 07/01/2005 BKK01 18/11/2005 FP02 Nama Akun: Rent Expense Kode akun: 600 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Pembayaran sewa Peralatan JU Ref Debit Kredit 150 Saldo Dr(Cr) 0 150 01/01/2005 07/10/2005 BKK02 3. Adiaksi JU JU JU JU Ref Debit Kredit 150 175 350 200 Saldo Dr(Cr) 0 (150) (325) (675) (875) Nama Akun: purchase Kode akun: 500 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Pembelian dari PT.

Melakukan pencatatan ke jurnal atas penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan oleh suatu akun Setelah dilakukan.015 6.400 1. A. Penyesuaian dilakukan agar Pendapatan dan Biaya mencerminkan pendapatan dan biaya pada periode penyusunan laporan Keuangan (landasan untuk melakukan penyesuaian adalah PENYESUAIAN YANG PERLU DIBUAT Penyesuaian biasa dIbuat untuk akun-akun yang dibayar atau diterima terlebih dahulu (Prepayments) dan akunakun yang akan diterima atau yang akan dibayar (Akrual (Accruals).015 4. memeriksa Neraca saldo yang selesai adalah perlu prinsip pemadanan/ Matching. Biaya-biaya yang dibayar terlebih dahulu terkait dengan pembelian 11 .000 1. Penyesuaian hanya dilakukan pada saat laporan keuangan akan disusun. disesuaikan.290 875 500 150 6.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I PT. Biaya-biaya yang dibayar dimuka(Prepaid Expense) Biaya-biaya ini dibayar sebelum suatu entitas mengkonsumsi manfaat dari pembayaran tersebut atau sebelum periode biasanya waktu biaya tersebut habis. A NERACA SALDO PER 31 DESEMBER 2005 Nama Akun Cash Account Receivable Allowance for Doubtful Account Supplies Merchandise Inventory Long Term Investment Fixed Asset Accumulated depreciation Account Payable Unearned Rent Income Common stock Retained Earnings Sales Purchase Rent Expense Total No akun 100 110 120 125 130 140 150 155 200 210 300 350 400 500 600 Debit 3. dan Prinsip Pengakuan Pendapatan). PENYESUAIAN UNTUK AKUN-AKUN YANG DIBAYAR ATAU DITERIMA TERLEBIH DAHULU 1. yaitu antara tugas berikutnya memadankan/menandingkan akun-akun pendapatan periode penyusunan laporan keuangan dengan kos yang terjadi pada periode penyusunan laporan keuangan.490 375 500 100 600 300 Kredit 50 50 350 2.

dibeli Rp. Contohnya adalah perlengkapan kantor (alat tulis kantor). Asuransi (Insurance) 12 . • yang habis sebagai sangat dicatat perlengkapan pada tanggal 10 januari Desember 2005 perlengkapan tersisa Rp. pembayaran premi asuransi. 450. Setiap perlengkapan harus perlengkapan. dan lainlain. dalam praktik. dan apabila per 31 yang merupakan barang yang habis pakai periode pembukuan.50. Kronologis masing-masing peristiwa dapat dicatat sebagai berikut: Namun. maka perlengkapan yang terpakai (biaya perlengkapan) sebesar Rp. A pada saat pembelian mencatat sebagai biaya: 10/01/2005 Supplies Expense 500 Cash (Mencatat pembelian perlengkapan) Supplies 50 Supplies Expense (Mencatat penyesuaian perlengkapan) 500 31/12/2005 50 1B. A di ilustrasi 1. 1a.500. Namun. A pada saat pembelian mencatat sebagai aktiva 10/01/2005 Supplies 500 Cash (Mencatat pembelian perlengkapan) 500 31/12/2005 Supplies Expense 450 Supplies 450 (Mencatat penyesuaian perlengkapan) • Apabila PT. Apabila PT. pembayaran sewa. dalam satu yang digunakan untuk operasi Biasanya periode sehari-hari perlengkapan akuntansi atau perlengkapan dilakukan pencatatan ke jurnal.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I perlengkapan (misalnya alat tulis kantor).1. sudah seharusnya perlengkapan diakui sebagai aktiva sampai perlengkapan digunakan biaya tidak tersebut digunakan oleh entitas. Untuk penghematan waktu. Biaya-biaya ini seharusnya dicatat sebagai aktiva sebelum konsumsi efisien apabila setiap penggunaan dilakukan atau sebelum periode waktu berakhir. Pada perlengkapan hanya dilakukan pada saat PT. Perlengkapan (Supplies) Perlengkapan merupakan aktiva perusahaan mendukung perusahaan. maka penyesuaian penyusunan kasus 2005 atas laporan pemakaian keuangan. Apabila entitas membeli perlengkapan. aktiva tetap. terkadang ditemui juga biaya-biaya ini dicatat sebagai biaya periode berjalan.

Jasa atau barang yang telah dikonsumsi selama periode berjalan harus dicatat sebagai biaya. Misalkan pada tanggal 1 November 2005 dibayar premi asuransi Rp. Pada saat • sebagai berikut: Apabila pada saat pembayaran mencatat sebagai aktiva 01/11/2005 Prepaid Insurance 600 Cash (Mencatat pembayaran premi asuransi) 600 31/12/2005 Insurance expense 100 Prepaid Insurance 100 (Mencatat penyesuaian Premi Asuransi) • Apabila pada saat pembelian dicatat sebagai biaya: 01/11/2005 Insurance Expense 600 Cash (Mencatat pembayaran premi asuransi) 31/12/2005 Prepaid Insurance 500 Insurance Expense (Mencatat penyesuaian asuransi) 600 500 1c.600 untuk masa satu tahun (12 bulan). Premi kontrak entitas asuransi yang melindungi dan dan didasarkan disepakati. maka pencatatan penyesuaian dilakukan bahaya kebakaran asuransi pertanggungan Pembayaran premi biasanya dilakukan tidak selalu pada awal tahun.1. pada tanggal 7/10-2005 PT. Akun ini dikategorikan sebagai aktiva lancar di neraca apabila masa sewa kurang dari 1 tahun.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Biasanya aktiva pada dari pencurian. Ada dua cara untuk menyesuaikan: diberikan kepada pihak lain sementara jasa dari pihak diluar entitas belum dinikmati. Dari kasus PT. Apabila pada tanggal 7/10-2005 dicatat sebagai biaya sewa. A diilustrasi 1. 150. A membayar sewa peralatan untuk masa 1 tahun Rp. Biaya Sewa dibayar dimuka (Prepaid Rent) Biaya merupakan sewa dibayar dimuka yang saat akan menyusun laporan pembayaran keuangan. Untuk mencerminkan hal itu perlu dibuat penyesuaian pada 1. maka penyesuaian yang perlu dilakukan adalah: 13 . penyusunan laporan keuangan bisa jadi premi asuransi belum jatuh tempo.

yaitu sistem perpetual dan periodik. Berbeda dengan sistem periodik. Sediaan barang dagang (Merchandise Inventory) Ada dua sistem pencatatan dilakukan perhitungan sediaan yang ada di Agar mencerminkan gudang laporan nilai (Stock keuangan yang opname/Inventory Taking). apabila 14 . maka penyesuaian yang perlu dilakukan adalah: Debit Kredit 31/12/2005 Rent Expense 37. tidak kecuali Sistem ada sediaan perpetual sediaan sediaan.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I D ebit 31/12/2005 Prepaid R ent R Expense ent (M encatat penyesuaian biaya sew a) 112. pembelian barang (dagang) dicatat dengan mendebit akun sediaan dan setiap penjualan tidak dilakukan pengkreditan (barang sebenarnya atas bisa akun Nilai diketahui sediaan sediaan  Penyesuaian sediaan dibuat dengan mengkredit akun sediaan ∗ mendebit akun Kos dari Barang Terjual (Cost of Goods Sold) serta mendebit Untuk mencerminkan makna kos (cost) yang sebenarnya dan menunjukkan kos harus dikaitkan dagang).5 112.5 1e.5 112.5 (Mencatat penyesuaian biaya sewa) Perhitungan: Biaya sewa seharusnya 3/12 x 150 Sewa dibayar dimuka seharusnya 9/12 x 150 37.5 112. perlu dibuat pencatatan penyesuaian sediaan.5 Prepaid Rent 37. apabila menggunakan sistem periodik.5 2. sediaan sebenarnya pada akhir periode maka. Sistem pencatatan perpetual mencatat pembelian barang dagang dengan mendebit akun sediaan (bukan akun pembelian) dan mengkredit akun sediaan Dengan apabila demikian terjadi sistem penjualan.5 Kredit Perhitungan: Biaya sew seharusnya a Sew dibayar dim a uka seharusnya 3/12 x 150 9/12 x 150 37. (awal) dan perlu menyesuaikan kekurangan perpetual pada akhir periode akan mencerminkan nilai sediaan yang ada digudang. sediaan sediaan. Apabila pada tanggal 7/10-2005 dicatat sebagai sewa dibayar dimuka (Prepaid Rent).

maka pemakaian istilah kos dari barang terjual lebih tepat untuk mencerminkan Cost Of Goods Sold alih-alih Harga Pokok Penjualan. Teori Akuntansi. Pemakaian istilah Kos untuk menunjukkan Cost juga telah dipakai IAI dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).Untuk diskusi lebih lanjut tentang makna Cost. A menggunakan sistem sediaan Periodik sehingga penyesuaian untuk akun sediaan dibuat sebagai berikut: 31/12/2005 Cost of G oods S old 100 M erc handis e Inventory 100 (M enc atat penyesuaian s ediaan awal) 31/12/2005 erchandise Inventory M 250 Cos t of G oods S old 250 (M enc atat penyesuaian s ediaan akhir) dengan suatu obyek. maka dapat dilihat di Suwardjono. BPFE.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I akun sediaan (akhir) dan mengkredit akun kos dari barang terjual.2005 15 . Dalam buku ini. Contoh: PT. Cost diterjemahkan sebagai Kos dan Expense diterjemahkan sebagai biaya bukan Beban.

Aktiva Tetap merupakan aktiva berujud perusahaan yang dipakai dalam operasi dalam rangka memperoleh pendapatan dan memiliki umur lebih dari satu periode akuntansi atau lebih dari 1 tahun. Contoh: PT. Aktiva Tetap. Pendapatan-pendapatan Adakalanya entitas yang diterima dimuka (Unearned Pendapatan- Revenue) menerima pelanggan/pembeli. Biaya Penyusutan per tahun Rp. Topik ini akan dibahas secara khusus pada topic aktiva tetap. Ada berbagai metode untuk membebankan kos pemerolehan aktiva tetap ke masa-masa pemakaian aktiva tetap yang akan menghasilkan biaya penyusutan yang berbeda-beda. dicatat sebagai pendapatan sebelum jasa atau barang tersebut diberikan kepada 16 . 10 (Rp. belum Penerimaan bisa diakui ini atau sebenarnya diterima dimuka atau keharusan entitas Contoh transaksi sewa untuk memberikan barang atau jasa. Di mendatang. Biaya penyusutan (Depreciation Expenses) (terkumpul) depreciation akumulasi Asset) (Accumulated dalam of akun terakumulasi akumulasi Akun tetap Fixed sebagai penyusutan aktiva tetap (Accumulated Fixed Asset). pendapatan adalah masa adalah yang hutang terlebih dahulu kas atas jasa atau barang yang pada saat itu belum diberikan kepada pelanggan. Pada saat akan menyusun laporan keuangan maka akuntan pembebanan perlu biaya memperhitungkan disajikan pengurang (Contra Account) dari aktiva tetap untuk mengetahui nilai buku atau nilai terbawa (Book Value/Carrying Amount) dari aktiva tetap.300 dan disusutkan selama 30 tahun dengan metode penyusutan Garis lurus. Aktiva tetap merupakan kategori biaya dahulu –biaya yang dibayar panjang terlebih dan berjangka diketahui laba rugi yang sebenarnya diperoleh oleh entitas. Pencatatan yang dibuat untuk penyesuaian tersebut adalah: D K 10 10 penyusutan aktiva tetap sehingga bisa 31/12/2005 Depreciation Expense of Building Accumulated Depreciation of Building (Mencatat Penyusutan aktiva tetap gedung) 2.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I 1e. A Memiliki Gedung yang dibeli senilai Rp. aktiva of penyusutan di depreciation neraca dibebankan ke rugi laba melalui biaya penyusutan. uang muka pendapatan-pendapatan diterima dimuka penjualan.300/Rp30).

2. Apabila akuntan PT.000 (Mencatat Penyesuaian pendapatan sewa) Pencatatan ini menjadikan saldo akun pendapatan sewa (Rent Income) Rp.400) (400) 01/01/2005 05/11/2005 BKM 31/12/2005 JM 2.400 = Rp. 1.400 (Mencatat Penerimaan pendapatan sewa Pencatatan itu sebenarnya salah karena penerimaan seluruhnya diakui sebagai pendapatan. pencatatan itu sisanya Untuk dibuat masih berupa mengoreksi pencatatan penerimaan. A pada saat penerimaan mencatat transaksi tersebut sebagai pendapatan sewa: Debet 2.000. Untuk menyesuaikan akun ini perlu diperhatikan periode waktu jasa yang telah terpakai atau jumlah barang yang telah diberikan untuk memenuhi kewajiban ini. Debet 2.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I diterima dimuka.000 Kredit yang menjadi pendapatan hanya 2 bulan 31/12/2005 penyesuaian berikut ini: Rent Income Unearned Rent 2. sedangkan kewajiban. seperti terlihat dalam akun dibawah ini: Debit Kredit 2400 Saldo Dr(Cr) 0 (2.2.400 Kredit 05/11/2005 Cash Rent Income 2.400 dan sewa diterima dimuka (Unearned Nama Akun: Rent Income Kode akun: 800 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Penerimaan sewa gudang Penyesuaian pendapatan sewa Ref JKM JU Rent) Rp. 2.000 Nama Akun: Unearned Rent Kode akun: 250 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Penyesuaian Pendapatan sewa Gudang JU Ref Debit Kredit 2000 Saldo Dr(Cr) (2. dan lain-lain. Contoh: Tanggal 5/11-2005 PT. A menerima sewa gudang untuk 1 tahun Rp.400. Desember keuangan) padahal 2005 dari seluruh sampai 31 (tanggal laporan (bulan november dan desember). yaitu sebesar 2/12 x Rp.000) 01/01/2005 31/12/2005 JM 17 . 400.

2. Apabila akuntan PT. Akun-akun ini merupakan: 18 .000.2.400) (2.000) nilai (10/12 dilakukan hutang x yang = Rp. A pada saat menerima mencatat transaksi tersebut sebagai sewa diterima dimuka (Unearned Rent) Debet 2. A.400 (Mencatat Penerimaan sewa diterima dimuka) Apabila laporan keuangan disusun per 31 Desember 2005.400 dan sewa diterima dimuka (Unearned Nama Akun: Rent Income Kode akun: 800 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Penyesuaian pendapatan sewa JU Ref Rent) Rp. PENYESUAIAN UNTUK AKUN-AKUN AKRUAL (YANG AKAN DIBAYAR ATAU AKAN DITERIMA) Akunakun-akun akun yang akrual timbul merupakan dan belum pernah dicatat selama pencatatan harian.000) 01/01/2005 05/11/2005 BKM 31/12/2005 BM B. maka masa sewa yang telah dijalani dan telah menjadi pendapatan adalah 2 bulan (November dan desember).400 pencatatan penyesuaian berikut ini: Debet Kredit Unearned Rent 400 Rent Income 400 (Mencatat Penyesuaian pendapatan sewa) Pencatatan ini menjadikan saldo akun pendapatan sewa (Rent Income) Rp.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I 2. seperti terlihat dalam akun dibawah ini: Debit Kredit 400 Saldo Dr(Cr) 0 (400) 01/01/2005 31/12/2005 JM Nama Akun: Unearned Rent Kode akun: 250 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Penerimaan sewa Penyesuaian pendapatan sewa Ref JKM JU Debit Kredit 2400 400 Saldo Dr(Cr) (2. Untuk 31/12/2005 menyesuaikan akun Unearned Rent agar menyajikan sebenarnya Rp.2.400 Kredit 05/11/2005 Cash Unearned Rent 2. sedangkan 10 bulan sisanya masih kewajiban PT.

B1. Terdapat tidak dapat dan dua ditagih.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I 1. Biaya-biaya ini menjadi kewajiban atau hutang yang harus dibayarkan oleh entitas ke pihak lain pada laporan keuangan. Penaksiran dapat 19 . Pencatatan penyesuaian dibuat dengan mendebet akun Bad debt Expense (Biaya piutang tak tertagih) dan mengkredit akun Akun Penyisihan untuk piutang tak tertagih (Allowance for doubtful account). Pendapatan-pendapatan yang telah menjadi hak entitas namun sampai laporan keuangan disusun belum diterima (Accrued Income) Tanggal 31 Desember 2005. metode yaitu dalam metode didasarkan persentase pada umur piutang atau mencatat piutang usaha yang ditaksir langsung metode penyisihan. PT. Biaya-biaya yang telah terjadi namun sampai penyusunan laporan keuangan belum dibayarkan (Accrued Expense). Biaya atas Piutang yang ditaksir tidak dapat ditagih (Bad debt Expense). penjualan. Per 31 Desember 2005. PT. Pada akhir tahun pendapatan ini menjadi tagihan (Receivable) entitas kepada pihak lain diluar perusahaan. Pendapatan-pendapatan telah menjadi hak entitas yang pada 2. A 2006. Pencatatan dilakukan sebagai berikut: menerima pengumuman dividen Rp. 60 yang akan dibayarkan bulan januari 2006 31/12/2005 Debet Telephone Expense 60 Accrued telephone expense (Mencatat hutang biaya telepon) Kredit 60 B3. Biaya-biaya yang telah terjadi namun sampai penyusunan laporan keuangan belum dibayarkan (Accrued Expense). Penyisihan untuk piutang tak tertagih Apabila digunakan metode penyisihan (Allowance method) maka akuntan perlu membuat penyesuaian atas piutang yang ditaksir tidak tertagih. periode setelah periode itu namun sampai laporan keuangan disusun belum diterima (Accrued Income). A memiliki tagihan telepon bulan desember Rp.25 yang akan dibayarkan pada awal tahun 31/12/2005 Debet Kredit Dividend Receiv able 25 Div idend Income 25 (Mencatat Pendapatan Dividen yang akan diterima) B2.

7 1 1 . A: Ditaksir 1 % dari penjualan akan sulit ditagih Kredit 8. maka Th n 0 5 a u :2 0 Tn g l aga B la u n 3 Ds me 1 ee br Nmr o o Bk u ti J 1 M J RA U U UNL MM A u d nK tea g n k n a e r na S p lie E p n e up s xes S p lie up s ( ey s a a Pr nk pn M n e u ik n ele g a a ) Pe a R n r p id e t Rn E p n e et x es ( e y s a a B y S w) M n e u ik n ia a e a 3 Ds me 1 ee br J 2 Ma M r h n is I v n r ec a d e n e toy C s o G o s S ld ot f od o ( eysa a sd a a a M n e u ik n e ia n w l) C s O G o s S ld ot f od o M r h n is I v n ry ec a d e n e to ( ey s a a s d a ah) M n e u ik n e ia n k ir D pe ia nE p n eo B ild g e r c tio x e s f u in A c m la dD pe ia no B ild g c u u te e r c tio f u in ( e y s a nB y P n u u n P n e u ia ia a e y s ta ) U e r e R n In o e n an d e t c m Rn I c m et no e ( e y s a a S w d r ad u a M n e u ik n e a iteim im k ) D id n R c iv b iv e d e e a le D id n In o e iv e d c m ( e g k u lk nP n a a nd id n M n a r a a e d p ta iv e ) T le h n E p n e e poe x es A c e T le h n E p n e c ru d e p o e x e s ( e y s a a b y te p n M n e u ik n ia a le o ) B dD b E p n e a et x es A w n eF r D u tf l A c u t llo a c o o b u c o n ( e c ta p n e u ia a s p ta gta teta ih) M n a t e y s a n ta iu n k r g ) T ta o l pencatatan penyesuaian untuk PT. A diilustrasi 1. A.75 Receivable).75 31/12/2005 Bad Debt Expense Allowance for Doubtful Account (Mencatat penyesuaian atas piutang tak tertagih) Dalam kasus PT. maka tugas berikutnya adalah memosting ke masing-masing akun dan mengiktisarkan 20 .DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I (Allowance for doubtful account) dari Piutang Dagang (Account merupakan akun kontra (Contra Account) Debet 8.4 6 5.4 6 1 1 . A diiktisarkan sebagai berikut: Rf e 50 1 15 2 H l: a Jm h u la D r 40 5 40 5 C r 3 Ds me 1 ee br J 2 M 16 2 60 0 12 1 . Contoh dari kasus PT. Neraca Saldo setelah penyesuaian dapat dilihat dibawah ini: atas penyesuaian yang diperlukan. Mengiktisarkan saldo-saldo akun ke Neraca Saldo Setelah disesuaikan (Adjusted Trial Balance) Setelah melakukan pencatatan ke Neraca Saldo Setelah Penyesuaian.5 10 3 40 5 10 0 10 0 3 Ds me 1 ee br J 2 Ma 40 5 10 3 20 5 20 5 3 Ds me 1 ee br J 3 M 50 2 10 6 1 0 1 0 3 Ds me 1 ee br J 4 M 20 1 80 0 40 0 40 0 3 Ds me 1 ee br J 5 M 14 2 80 1 2 5 2 5 3 Ds me 1 ee br J 6 M 50 3 20 2 6 0 6 0 3 D se b r 1 e me J 6 M 50 4 10 2 8 5 .7 8 5 .5 12 1 . Dari Contoh PT.1 dan ditambah informasi penyesuaian.

sedangkan sisa Neraca (Balance sheet) Laporan rugi laba tiga laporan lagi adalah penjelasan atas laporan keuangan pokok karena disusun berdasarkan neraca dan laporan rugi laba.5 7 40 0 2 5 66 . 20 5 60 0 30 0 6 0 30 5 20 .0 0 6 0 10 . penyesuaian PT.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I P. 2.8 8 2 5 5 0 1 25 1.2 0 85 7 10 5 50 0 40 5 1 0 6 0 88 . A maka dapat disusun Neraca. Catatan- catatan (Notes atas to laporan keuangan Financial Statement) 21 .2 9 6. equity) Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) Laporan Perubahan Ekuitas of Stockholders’ (Statement 5. dan laporan laba ditahan (laporan ini merupakan bagian dari laporan perubahan ekuitas) sebagai berikut: 1. Menyusun laporan keuangan berdasar dari Neraca Saldo setelah disesuaikan Laporan Keuangan yang lengkap terdiri dari: Neraca dan laporan rugi laba merupakan laporan keuangan pokok.4 0 35 7 Ke it rd 5 .0 0 19 . Beberapa laporan keuangan akan Dari Neraca saldo setelah dibahas pada bab-bab berikutnya. Laporan laba rugi. 4. A T NR C S L O EEA D E U I A E A A AD S T L H I S A N S K P R 1D S M E 2 0 E 3 E E B R 05 Nm A u a a kn Cs ah Ac u t Rc ivb c o n e e a le A wn ef r Du tf l A c u t llo a c o o b u c o n Did n Rc ib le iv e d e e a Sp lie up s P p idRn r a et e Mr h n is I vn r ec a d e ne toy L n Tr I vsmn o g emne t e t F e As t ix d s e Ac mlae d pe iaio c u u t d er c t n Ac u t P y b c o n a a le Ue r e Rn I c m n an d e t n o e Acu dTle h n E p n e c r e e poe x es Cm o s c o mn to k Rta e E r in s e in d an g Sle as Cs o Go sS ld ot f od o Pr h s uc a e Sp lie Ep n e up s x es Dpe ia nE p n eo B ild g e r c tio x e s f u in Tle h n Ep n e e poe x es BdDb E p n e a e t x es Rn E p n e et x es Rn I c m e t no e Did n I c m iv e d n o e Tta ol N au o kn 10 0 10 1 10 2 15 2 15 2 16 2 10 3 10 4 10 5 15 5 20 0 20 1 20 2 30 0 30 5 40 0 40 5 50 0 50 1 50 2 50 3 50 4 60 0 80 0 80 1 Db e it 39 . 3 .2 9 66 . Penghasilan/Laporan (Income Statement) 3.

A T B alan e S eet c h A o D em er 3 .2 T ta L b o l ia ilitie s 2 .7 1.0 3 C rre t A ts: u n sse C sh a A u t R ce a le cco n e iv b A w n fo D u tfu A u t llo a ce r o b l cco n C rryin A o n a g mu t D id n R ce a le iv e d e iv b S p lie up s P p id R n re a et M rch n ise In e to e ad v n ry T ta C rre t A t o l u n sse L n T rmIn e e t og e v stm n F d A t: ixe sse B ild g u in A m la d D p cia n o B ild g ccu u te e re tio f u in C rryin A o n a g mu t T ta A ts o l sse 30 5 .0 0 6 .DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I P .7 .7 . 2 0 s f ec b 1 05 C rre t L b u n ia ilitie s 3 9 .0 (6 .8 3 .0 C m o S ck o m n to 4 4 .0 .7 .4 0 1 0 .0 0 2 1 .5 S ckh ld rs' E u to o e q ity 20 5 .0 2 .2 0 o h e r n e e me 1 0 5 S le a s C s o G o s S ld ot f od o M rc a d e In e to /1 0 5 e h n is v n ry.0 50 0 0 .0 3 P.4 0 A u t P ya le cco n a b 35 7 .0 U e rn d R n In m n a e e t co e (5 .0 5 8 .7 PT.0 ) 55 0 2 .290.0 .0 .7 22 .0 .0 0 ) 20 4 .673.0 ) 20 0 (3 0 0 5 .0 0 0 6 .0 5 5 .2005 add: Net Income Retained Earnings.0 T ta L b o l ia ilitie & S s E 30 0 .2 3 R ta e E rn g e in d a in s T ta S ckh ld rs' E u o l to o e q ity 60 0 .0 ( 5 .0 0 1 7 . A Statement of Retained Earnings For 31 Desember 2005 Retained Earnings.6 3 5 8 .0 1 . Dec 31.8 8 ) A ccru d T le h n E e se e e p o e xp n 36 1 .0 40 0 5 .1 -2 0 P rch se u a G o s A a b fo so o d v ila le r ld M rc a d e In e to 1 2 0 5 e h n is v n ry.0 33 0 8 .0 2 0 .0 0 0 8 0 .0 0 12 1 .5 7 0 56 0 6 .3 (4 .3 /1 -2 0 C st o G o s S ld o f od o G ss P fit ro ro O e tin E e se p ra g xp n s: S p lie E e se u p s xp n D p cia n E e se o B ild g e re tio xp n f u in T le h n E e se e p o e xp n B dd b E e s a e t xp n e Rn E p n e t x e se T ta o l T ta O e tin In m (lo o l p ra g co e ss) O e In o e (E e s ) th r c m xp n e R n In m e t co e D id n In m iv e d co e T ta O e In m (E p n ) o l th r co e x e se N t In o e ( ss e c m lo ) 85 0 7 . Jan 1.2005 1.7 .3 ) 1 0 40 0 0 .A T In m S te e t co e ta m n F r T e Y a E d d D ce b r 3 .0 10 0 0 .0 383.0 60 0 0 .0 5 0 45 0 2 .6 3 2 7 .7 .

0 450. penutupan dicatat sebagai berikut: 31/12/2005 Sales Rent Income Dividend Income Retained Earnings (Menutup akun pendapatan ke laba ditahan) Debet 875. penutupan dicatat sebagai berikut: Debet 916. Pencatatan ini • Menutup akun penjualan ke laba ditahan Proses ini dilakukan dengan mendebit seluruh akun pendapatan (karena saldo akhir pendapatan di sisi kredit maka ditutup dengan mendebitkan akun ini) mengkredit laba ditahan. A. A. berikut: penutupan diposting ke masing-masing maka Neraca dapat saldo setelah sebagai disusun akun laba ditahan akan menunjukkan mutasi kredit sebesar Rp.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I 7. Jumlah itu sama dengan laba neto PT.00 Kredit dan 1. Proses penutupan dilakukan sebagai berikut: akuntansi adalah menutup akun-akun nominal (akun-akun di laporan rugi laba) ke akun laba ditahan.8 37. A di laporan 23 .0 10.00 400.70 ( Rp. Pada kasus PT.0 60.00 25.300. Rp.5 Dari proses penutupan.0 8. Menutup akun-akun nominal ke akun Riil Proses berikutnya dari siklus dibuat untuk memindahkan akun-akun di rugi laba ke akun-akun di neraca. 916.1300 (Cr)).3 (Db) rugi laba.00 Kredit laba ditahan akun ditahan mengkredit seluruh akun biaya dan kos 31/12/2005 R etained Earnings C of Goods Sold ost Purchase Supplies Expense D epreciation Expense of Building T elephone Expense Bad D Expense ebt R Expense ent 500.383. Pada kasus PT. maka Setelah akun.30 150.00 • Proses mendebit Menutup seluruh akun biaya & kos dari barang terjual kea kun ini dilakukan laba dengan dan dari barang terjual.

0 Supplies 50. pembalikan ini bukan sesuatu yang harus dilakukan.0 Fixed Asset 300.0 2. Membuat pencatatan pembalikan (Reversing Entries) Pencatatan pembalikan dilakukan untuk menyederhanakan pada karena periode tidak Pembalikan dilaporkan pencatatan akuntansi harus laporan mengubah di transaksi berikutnya. dimuka biaya. Akun-akun yang dibalikkan bersumber dari pencatatan jurnal penyesuaian untuk pos-pos yang dibayar dimuka(Prepayments) pos akrual (Accrual). tidak 3. A. Apabila diterapkan pada PT.0 1. Pendapatan diterima dimuka yang pada saat penerimaan dicatat pada akun pendapatan.0 Long Term Investment 600.000.000.0 1.5 Merchandise Inventory 250. maka pembalikan dicatat sebagai berikut: pembayaran 24 . Pembalikan dibuat pada awal periode berikutnya dan bukan pada akhir periode berjalan.0 60.673. A NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN PER 31 DESEMBER 2005 Nama Akun Debit Cash 3.202.5 8.490.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I PT. dilakukan jumlah 2.0 350. Biaya-biaya yang dicatat pada pada dibayar saat akun dan pos- harus dibayar (Accrued Expense) Pembalikan penyesuaian ini keempat dilakukan konsistensi pencatatan ke suatu akun tetap terjadi pada periode berikutnya.7 5. Namun.0 Prepaid Rent 112.0 Allowance for Doubtful Account Dividend Receibale 25. 4.5 No akun 100 110 120 125 125 126 130 140 150 155 200 210 220 300 350 Kredit 58.0 Accumulated depreciation Account Payable Unearned Rent Income Accrued Telephone Expense Common stock Retained Earnings Total 5. yaitu: 1.0 Account Receivable 375.202. Pendapatan yang masih harus diterima (Accrued Income) Biaya-biaya yang masih pos-pos agar yang keuangan.8 60.

5 C ash 1 5 03 1 /1 2 /2 0 0 5 e n t E x p e n s e R 1 1 2 .DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I P e n c a ta ta n p a d a s a a t P e n c a t a t a n P e n y e s u a ia n P e n c a t a t a n p e m b a lik a n p e r is t iw a t e r ja d i 1 .b i a y a y a n g m a s ih h a r u s d ib a y a r 3 1 /1 2 /2 T e0 l5 p h o n e E x p e n s e 0 e 60 0 1 /0 1 /2 A c0c6r u e d T e l e p h o n e E6 x0p e n s e 0 A c c r u e d T e l e p h o n e E x p e n6 s0 e T e le p h o n e E xp e n s e 6 0 4 .5 0 1 /0 1 /2 R 0 6 t E x p e n s e 0en 1 1 2 . B i a y a .0 0 0 3 .0m0 e U 2 0 R e n t In c o m 2e4 0 0 U n e a r n e d R e n t In c o m e 2 0 0 0 R e n t In c o m e 2 . B i a y a . P e n d a p a t a n .p e n d a p a t a n d it e r im a d i m u k a p a d a s a a t p e r is t iw a t e r ja d i d ic a t a t d a la m a k u n p e n d a p a t a n 0 5 /1 1 /2 C 0 5 h 0as 2 4 0 0 3 1 /1 2 /2 R 0 5 t In c o m e 0en 2000 0 1 /0 1 /2 0 0n 6e a r n e d R e n t In c o.b i a y a d ib a y a r d im u k a p a d a s a a t p e r is t i w a t e r ja d i d ic a t a t d a la m a k u n b ia y a 0 7 /1 0 /2 R 0 5 t E x p e n 1s 5e 0 0en P re p a id R e n t 1 1 2 .5 P re p a id R e n t 1 1 2 .5 2 . P e n d a p a t a n y a n g a k a n d it e r im a 3 1 /1 2 /2 D 0v5d e n d R e c e i v a b l e 0i i D i v i d e n d In c o m e 25 25 0 1 /0 1 /2 D 0v6d e n d In c o m e 0i i 25 D e vid e n d R e c e iva b le 2 5 25 .

Receivable (debit) Sales (Kredit) Jurnal Pembelian Tanggal Nama Pemasok Nomor Bukti Ref Acct. A. Bentuk ini: Jurnal Penerimaan Kas Nomor Bukti Debit Sales Discount Kredit Sales Account Receivable memadai. 2.MENGGUNAKAN JURNAL KHUSUS Apabila akan diolah ukuran semakin jurnal seluruh suatu banyak umum transaksi entitas maka untuk tidak 3. Transaksi Penjualan Kredit Transaksi Pembelian Kredit semakin besar dan jumlah transaksi yang penggunaan mencatat dicatat ke Jurnal Penjualan dicatat ke Jurnal Pembelian Transaksi diluar keempat transaksi diatas dicatat ke Jurnal Umum atau lembar jurnal (Kournal Vocher). terdapat empat jurnal khusus yang dapat digunakan untuk mencatat data transaksi dari dokumen sumbernya. Untuk mengatasi ini dibuat jurnal khusus yang membagi jurnal atas jenis transaksinya: 1. maka pencatatan ke jurnal khusus dilakukan sebagai berikut: .Payable Akun Lain-lain Jumlah Kredit Cash Purchase Discount Jumlah Jurnal Penjualan Tanggal Nama Debitur Nomor Bukti Ref Acct. Transaksi penerimaan kas Transaksi pengeluaran Kas dicatat ke JurnalPenerimaan Kas dicatat ke Jurnal Pengeluaran Kas masing-masing jurnal dapat ditunjukkan dalam tabel dibawah Tanggal Keterangan Ref Cash Lain-lain Akun Jumlah Jumlah Jurnal Pengeluaran Kas Tanggal Keterangan Nomor Bukti Debit Ref Purchase Acct. 4. Payable(Kredit) Purchase (Debit) Apabila diterapkan pada PT. Dengan demikian.

C IC I P e m b e lia n p e rle n g k a p a n B ia y a s e w a P T. A Ju rn a l P e n e rim a a n K a s Nom or D e b it B u k ti Ref Cas h S a le s D is c S u let s o an (1 0 0 ) (4 0 5 ) (4 0 0 ) B K M 01 B K M 02 B K M 02 B K M 03 √ B K M 05 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp √ 150 15 35 350 2. A D IA K S I 0e J u m la h Rp 35 210 Rp 2 . A J u rn a l P e n ju a la n Tan gga l 1 0 / 0 5 /2 0 T u a n B u d i 05 J u m la h PT A J u rn a l P e m b e lia n Tan gga l N a m a P em as ok Nom or B u k ti FP01 R ef H a l: JB -1 A c c t .40 0 0 5 / 1 1 /2 0 P 5 n e rim a a n s e w a d ite rim a d im uB K M 0 4 0e ka 200 700 Rp √ 50 Rp P T.1). sistem Sarana informasi untuk akuntansi melakukan tidak dilakukan untuk setiap transaksi. P a y a b le (K re d it ) P u rc h a s e (D e b it ) Rp 150 Rp 150 N a m a D e b it u r Nom or B u k ti F01 R ef H a l: J P -1 A c c t .Tan gga l K e t e ra n g a n P T. D IN O 0e P e n e rim a a n d a ri P T .1 50 Rp Rp √ Rp 350 Rp 150 H a l: J K M -1 K re d it Ac c o u n t A 10) R e c e iva b le (1 k u n Rp 15 L a in -la in J u m la h 0 5 / 0 1 /2 0 P 5 n ju a la n k e T n A N C I 0e 1 5 / 0 5 /2 0 P 5 n e rim a a n d a ri P T . E ra 1 6 / 0 9 /2 0 P 5 n ju a la n k e P T . G U N A Ref 0 4 / 0 1 /2 0 P 5 . Dalam kasus PT. P a y a b le (5 0 0 ) (2 0 0 ) A kun Rp 150 1 25 R p 6 00 R p Rp H a l: J K K -1 K re d it L a in -la in Ju m la h Cash (1 0 0 ) Rp 500 Rp 150 Rp Rp 650 Rp √ 150 500 150 60 860 P u rc h a s e D is c o u n t (5 0 5 ) Tan gga l 0 7 / 0 1 /2 0 0 5 1 0 / 0 5 /2 0 0 5 0 7 / 1 0 /2 0 0 5 1 9 / 1 2 /2 0 0 5 J u m la h K e t e ra n g a n P e m b e lia n d a ri P T .4 00 200 3. Apabila pemostingan dilakukan. dilakukan periodik (biasanya tiap bulan) dan yang diposting adalah total jumlah dari masing-masing akun. maka kolom ref diisi dengan tanda ceklis (√) untuk akun pada kolom lain-lain.40 0 2 . A J u rn a l P e n g e lu a ra n K a s Nom or B u k ti B K K 01 B K K 02 B K K 03 B K K 04 √ √ Rp √ P T. Pemostingan ini disebut pemrosesan tumpuk (Batch Processing) dalam manual. Untuk akun yang sering terjadi dibuatkan kolom khusus dan diberi tanda ceklis (√) pemostingan adalah lembar jurnal ( Jural Voucher). R e c e iva b le (d e b it ) S a le s (K re d it) Rp 175 Rp √ 175 Rp 150 R p √ 60 60 D e b it P u rc h a s e A c c t. pemostingan melalui lembar jurnal dapat disajikan sebagai berikut: . F A M A S 0e 2 0 / 1 2 /2 0 P 5 n ju a la n k e P T .A (Ilustrasi 1. A B U 0T J u m la h Pemostingan namun ke masing-masing secara akun dibawah total jumlah apabila dilakukan pemostingan.

sebagai kebenaran sebagai wahana pemostingan lebih baik pengendalian ke sebelum diposting masing-masing pemeriksaaan . A T L ma J r a e b r un l ) ( ) Nmr L .1 0 D o tin o h ip s g le . ( ) ( ) ( ) Penggunaan dilihat dari sisi lembar jurnal karena akun setiap pihak (pembuat.2 o o: J0 Tn g l aga 3 /1 /2 0 1 2 05 Nm A u a a kn Pr h s uc a e Ac u t P y b c o n a a le S p lie up s Rn E p n e et x es Cs ah Nmr oo Au kn 50 0 20 0 15 2 60 0 Rf e J K1 KJ K1 KJ K1 KJ K1 KR p R p R p R p Db e it 10 5 6 0 50 0 10 5 R p R p D eik ao h ip r s le . R p 3 5 . Nam Akun a Purchase Account Payable Nom or Akun R ef 500 JB-1 200 JB-1 R p R p Debit 150 150 Rp Rp 150 150 Kredit Diposting oleh. A T L ma J r a e b r un l Nmr L . Nam Akun a Account Receibale Sales Nom or Akun R ef 110 JP-1 400 JP-1 R p R p Debit 175 175 Rp Rp 175 175 Kredit Diposting oleh. ( ) ( P. Lem Jurnal bar Nomor: LJ-03 T anggal 31/12/2005 Jumlah D ibuat oleh. D o tin o h ip s g le .1 0 R p R p R p R p 70 0 5 0 2 0 . 80 6 R p 80 6 80 6 Ke it rd Jmh u la D ut o h ib a le .1 o o: J0 Tn g l aga 3 /1 /2 0 1 2 05 Nm A u a a kn Cs ah S le as A c u t Rc iv b c o n e e a le Ue r e Rn I c m n an d e t n o e Nmr oo Au kn 10 0 40 0 10 1 20 1 Rf e JM K1 JM K1 JM K1 JM K1 R p Db e it 3 5 . Diperiksa oleh. Diperiksa oleh.4 0 3 5 .1 0 Ke it rd Jmh u la D ut o h ib a le . pemeriksa dan tanda pemosting) tangan harus membubuhkan tanda data. Lem Jurnal bar ) ( ) Nomor: LJ-04 T anggal 31/12/2005 Jumlah D ibuat oleh. D eik ao h ip r s le . ( ) ( ) ( ) PT A . ( ) ( PT A .P.

Selanjutnya pemegang buku besar memosting total masing-masing akun ke akunnya masing-masing. Soal Latihan: .

590 Rp 320.500 Rp 11.150 Rp 416.150 .000 Rp K 9. Incaran untuk periode yang berakhir 31 desem ber 2009: P T.B erikut ini adalah neraca saldo P T.900 46.435 416.000 94.000 Rp 40.625 Rp 34. Akun Nama Akun K as 100Cas h and B ank ( dan B ank ) Rp P( 110A cc ount Rec eivable iutang Us aha) Rp P enyis 115A llowanc e for doubtful A c c ount ( ihan untuk piutang tak tertagih) (A 120P repaid Ins urance surans i yang s udah dib ayar) 130P repaid TaxP(ajak yang s udah dib ayar) ( 140S upplies S ediaan perlengk apan) Rp M erchandis e Inventory ediaan b arang dagang) S ( 150 Rp 210Land(Tanah) Rp 220B uilding(Gedung) Rp Ak ( 230A cc um ulated deprec iation of buildingum ulas i penyus utan gedung ) (Hutang dagang) 300A cc ount P ay able ( e 310Unearned rent inc omP endapatan s ewa diterim a dim uk a) (Hutang P ajak ) 320Tax P ay able S aham b ias a) 400Com m on s toc k ( Retained earnings ( a ditahan) Lab 410 ( 500S ales P enjualan) 510S ales Dis c ount (Dis k un penjualan) es 520S ales return and allowanc(Retur dan penyis ihan penjualan) ( 600P urc has eP em b elian b arang dagang) Dis 610P urc has e dis c ount ( k un pem b elian) (Retur 620P urc has e return and allowanc es dan penyis ihan pem b elian) S alary expens e ( B iaya gaji) 700 (B 710A dvertis ing expens e iaya ik lan) e 720Interes t ex pens(B iaya b unga) B( 730S upplies ex pense iaya perlengk apan) B( 740B ad debt ex pense iaya piutang us aha yang sulit ditagih) e( 745Ins uranc e ex pens B iaya as urans i) B iaya 750Deprec iation ex pens e of building ( penyus utan gedung) Rent Inc om eP(endapatan s ewa) 760 Total am ount Rp D 54.300 97.450 78. IN C AR AN N E R AC A S ALD O P E R IOD E YAN G B E R AK H IR 31-D es-09 No.500 45.

Daftar Hutang Usaha tanggal 31 Desem ber 2009 No P em as ok Jum lah Daftar P iutang Usaha tanggal 31 Desem ber 2009: No P elanggan Jum lah 1 P T.750 . 18.000 - 34.000 P enjualan k redit kepada P T. Catat transaksi itu ke buku jurnal khusus 2. s y arat 2/10.500 P em belian s ec ara kredit barang dagang dari P T. Bukti Tra nsa ksi P enjualan k redit kepada P T. Ria M anjakani 2 P T. anc ar s entos a (Rp. 10.370 97. B urung Nuri P em belian tunai atas perlengk apan Rp. S ienterem . 6.590 1 P T.Sediaan perlengkapan Rp. Buat penyesuaian di jurnal umum 5. Filuk ito Jum lah 4. n/30 P em bay aran hutang dagang k epada P T. Filuk ito Rp.6.900.000 Diterim a k as atas piutang usaha P T. Bangunan disusutkan 1% per bulan Dim inta : 1. n/30 P em bay aran prem i asurans i untuk m asa 6 bulan Rp.6. A uditiro Rp. Ditaksir 1% dari penjualan neto akan sulit ditagih 3. 2 P T. 8.Sediaan barang dagang Rp. Filukito Rp.800 2.500 Dibay ar gaji kary awan. 3 P T.000 Diterim a s ewa gudang untuk m asa 1 tahun Rp. S ienterem Rp.500 dipotong P P h pasal 21 5% DATA TAM BAHAN P ENYES UAIAN: 1. Rp. 10.15. 2.700 Dibay ar ik lan di s urat kabar Rp.590 30.900.500 P enjualan tunai Rp. B insar Rp.12. potongan tunai Rp. S ienterem B urung Nuri B ins ar A nc ar S entos a E urek a P erm ai Jum lah Transak si s elam a bulan januari 2010: Ta ngga l No. Buat neraca saldo 4. 64. 6.000 P enerim aan k as atas piutang dari P T. Susun neraca dan laporan rugi laba untuk bulan januari dan tutup akun-akun nominal .163 50. 4 P T. Posting ke akun-akun terkait dan ke buku pembantu 3.467 18.163 Diterim a k as atas piutang usaha P T. 8.2. Hasil perhitungan sediaan 31 Januari 2010: . 500 P enjualan s ecara k redit k epada P T. 27. 5 P T.722 P em bay aran angsuran pajak penghas ilan Rp. A uditiro 3 P T. 8163). B urung Nuri Rp.2/10. n/30 Rp.500 FP 03/ 01/2010 100101 B 03/ 01/2010 K M 100101 B 04/ 01/2010 K M 100102 FP 05/ 01/2010 100102 B 06/ 01/2010 K K 100110 B 10/ 01/2010 K M 100103 B 12/ 01/2010 K M 100104 B 15/ 01/2010 K K 100102 P 16/ 01/2010 001 B 17/ 01/2010 K K 100103 B 19/ 01/2010 K K 100104 B 22/ 01/2010 K K 100105 FP 25/ 01/2010 100103 B 27/ 01/2010 K K 100106 FP 29/ 01/2010 100104 B 30/ 01/2010 K K 100107 28. 2/10.000 P elunas an hutang kepada P T.

Laporan digunakan mengevaluasi sebagai 2. 3. Jumlah mempengaruhi laba atau operasi perusahaan. Mengevaluasi kinerja/prestasi periode lalu suatu entitas sejenis. penghasilan sangat dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan. Pengukuran laba/penghasilan rugi laba dasar sering untuk banyak melibatkan pertimbangan. Laporan rugi laba dapat digunakan sebagai dasar memprediksi kinerja perusahaan di masa yang akan dating. maka sering terdapat dorongan atau motivasi untuk menyesuaikan laba agar sesuai atau melebihi terlihat membuat target kurang atau membuat Perilaku laba ini dalam disebut berisiko. dan membandingkannya dengan kinerja perusahaan lain yang 1. mnaksir ketidaktercapaian depan perusahaan. Manajemen Tindakan laba (Earnings . 3.BAB II LAPORAN RUGI LABA (INCOME STATEMENT)DAN NERACA (BALANCE SHEET) LAPORAN RUGI LABA KEGUNAAN DAN KELEMAHAN LAPORAN RUGI LABA Laporan rugi laba adalah laporan yang menunjukkan kinerja atau prestasi operasi perusahaan selama satu periode operasi. Walaupun manfaat yang diberikan laporan rugi laba cukup banyak. Agar prestasi suatu perusahaan atau manajernya tampak baik. risiko dan ketidakpastian pencapaian arus kas Dengan informasi dan kas biaya risiko masa pendapatan dapat arus kinerja/prestasi perusahaan atau prestasi manajernya. adalah: harus menyadari asumsi kelemahan bahwa laba-rugi dan lain beberapa pos dalam laporan berdasarkan Beberapa kualitas informasi ini laporan rugi laba menjadi berkurang keandalannya. Informasi laba atau rugi dalam laporan ini juga bisa mempengaruhi harga saham perusahaan yang tercatat di bursa efek. Menaksir masa tentang pengguna depan. Laporan rugi laba digunakan oleh pengguna untuk: 1. Suatu transaksi yang peristiwa tidak bisa atau diukur dengan andal tidak akan dilaporkan dalam laporan rugi laba meskipun mungkin 2. namun pengguna disusun estimasi.

Untung (Gains): Peningkatan dalam ekuitas (aktiva neto) yang berasal dari aktivitas incidental (kadang-kadang) atau tambahan (peripheral) suatu entitas dan dari seluruh transaksi lainnya dan peristiwa lainnya dan keadaan yang mempengaruhi entitas selama suatu periode kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi pemilik. lainnya utama transaksi- pendapatan. 4. Defenisi masingmasing elemen laporan rugi laba adalah: 3. Biaya (Expenses): Arus keluar atau penggunaan lainnya dari aktiva kewajiban atau (atau keterjadian kombinasi .Management). keuntungan dan kerugian. penyerahan jasa. 1. dengan pengakuan pendapatan periode ini untuk diakui di periode yang akan dating. pendapatan. Tindakan yang serupa dapat dilakukan untuk akun-akun biaya. yang berasal dari penyerahan menghasilkan barang barang. keduanya) selama suatu periode dari penyerahan aktivitas operasi atau produksi atau yang atau barang. atau penyerahan jasa. Pendapatan (Revenue): Arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya pelunasan dari aktiva atau (atau hutang kombinasi dari keduanya) selama suatu periode. Manajemen laba sering juga disebut Perataan laba (Income Smoothing). operasi pusat yang berlanjut suatu dalam laporan rugi laba. atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi pusat yang berlanjut dari suatu entitas. yang tersebut keuntungan atau kerugian. Seluruh transaksi-transaksi dengan pos-pos berhubungan diiktisarkan melakukan merupakan entitas. atau dengan dengan atau kerugian maksud meratakan laba. Rugi aktivitas (Losses): incidental Penurunan (kadang- dalam ekuitas (aktiva neto) dari kadang) atau aktivitas tambahan (peripheral) suatu entitas dan dari seluruh lainnya transaksi dan dan keadaan peristiwa yang 2. Tindakan ini meningkatkan mengakui menunda pendapatan masa yang akan dating pada sekarang BENTUK LAPORAN RUGI LABA ELEMEN-ELEMEN LAPORAN RUGI LABA Penghasilan entitas dihasilkan transaksi (laba) dari neto biaya. pengakuan keuntungan dilakukan pendapatan periode yaitu merencanakan biaya.

000 211. pemerintah.000 272.883. investor.COST OF GOODS SOLD .000 40.dll).780. FORMAT LAPORAN RUGI LABA PENDEKATAN LAPORAN RUGI LABA LANGKAH TUNGGAL (SINGLE-STEP INCOME STATEMENT) Pelaporan dengan rugi laba semua dua biaya. untuk biaya.000 103.000 94. Bentuk laporan laba-rugi dengan menggunakan pendekatan ini adalah: pendapatan yang berasal dari operasi PT.INTEREST EXPENSE .INCOME TAX EXPENSE TOTAL EXPENSE NET INCOME 1.ADMINISTRATION EXPENSE .190. dengan sumber bagian.789. Seluruh ataupun disatukan non baik operasi yang disatukan dari menggunakan pendekatan ini dilakukan menyatukan atas dan pendapatan pendapatan pelaporannya dan seluruh biaya juga bersumber operasi maupun dari non operasi.000 Bentuk sederhana Penggunaan item-item ini merupakan laporan rugi ini dan bentuk laba.000 1.mempengaruhi entitas selama suatu periode kecuali yang dihasilkan dari biaya atau distribusi kepada pemilik.SALES Rp .INTEREST INCOME Rp TOTAL REVENUE Rp EXPENSES: .000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.2005 REVENUE: .000 76. Pendekatan ini jarang digunakan untuk laporan rugi laba yang diperuntukkan bagi pengguna diluar perusahaan (kreditur.000 1. SWADARMA INCOME STATEMENT FOR THE YEAR ENDED DEC 31.SALES EXPENSE . dari pendekatan pendapatan menghindari kesalahan pengklasifikasian .

gaji • Administrasi (Administrative Expenses). dari daftar biaya atau kerugian yang berasal transaksi operasi (non operasi). dan biaya-biaya non operasi. dengan Setiap untuk pendapatan subseksi memperoleh yaitu suatu daftar pendapatan yang diperoleh atau keuntungan yang terjadi dari trnsaksi diluar operasi (non operasi). 1. Bagian yang dihasilkan atau Non dari bukan Operasi. penjualan neto. laporan laba-rugi disusun dengan memisahkan pendapatan yang diperoleh dari operasi. promosi. yaitu 2. yaitu yang menunjukkan jumlah kos dari barang yang dijual pada periode tersebut. penjualan. kerugian. pendapatanpendapatan non operasi. biaya-biaya operasi. Bagian ini dibai atas dua bagian: operasi. dijumlahkan ini Keuntungan biasa Penjualan pendapatan diskun atau kerugian yang jarang terjadi atau yang tidak umumnya dilaporkan di bagian ini. (retur) yang itu menunjukkan penjualan lainnya • lainnya Pendapatan dan keuntungan. Bagian operasi. yaitu yang meunjukkan daftar biayabiaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan misalnya biaya bagian penjualan. aktivitas utama atau bagian yang melaporkan pendapatan dan biaya yang terjadi dari operasi utama usaha: yaitu laporan pendapatan dan biaya tambahan perusahaan. penjualan. Pengklasifikasian pendapatan dan biaya didasarkan dan kepada jenis yang biasa perusahaan fungsi-fungsi yang • (Selling Biaya Penjualan Expenses).dll. melaporkan dan or yaitu Biaya Umum General yang biaya-biaya terlibat dalam perusahaan. penyisihan pengembalian dan informasi berkaitan operasi. • Kos dari Barang • dan Biaya Lainnya yaitu suatu diluar Terjual (Cost of Goods Sold). . penjualan. • bagian Bagian pendapatan.PENDEKATAN LAPORAN RUGI LABA LANGKAH GANDA (MULTIPLE-STEP INCOME STATEMENT) Dengan pendekatan ini. Pembagian ini membuat laporan rugi laba lebih bermanfaat bagi pengguna. Pengklasifikasian dan industri adalah: dilakukan untuk perusahaan manufaktur administrasi atau biaya umum.

Operasi-operasi berlanjut kerugian dihasilkan yang dari tidak (Discontinued material penjualan yang suatu perubahan prinsip akuntansi yang telah digunakan beberapa period eke prinsip kuntansi yang baru. Laba per saham segmen usaha (Earnings per share). yaitu pajak penghasilan badan yang dikutip oleh Pmerintah dari operasi yang berlanjut. operations). yaitu pengaruh 4.3. Pajak Penghasilan. yaitu keuntungan atau 7. keuntungan atau kerugian yang tidak biasa dan jarang terjadi 6. Pos-pos biasa (Extraordinary Items) yaitu . yang tidak Contoh laporan rugi laba yang disajikan menggunakan bentuk multiple step adalah: 5. Pengaruh kumulatif dari perubahan dalam Prinsip-Prinsip Akuntansi.

1 .48 0.SA LES L SS: E S ALES D O N ISC U T S ALES R U N & ALLO AN E ET R W C N SAL R ET ES EVEN E U C ST O G O S SO O F O D LD M C AN ISE IN ER H D VEN O Y.86 2 5 37.23 5 0 R p R p 5 0.50 00 2 0.2 .770 8 ) 186 26.16 .0 .9 00 (7 2.9 3.0 .35 0.32 .45 00 R p 3 5.29 08 2 0.4 .924 (3 .0 30 R p R p R p R p R p R p 6 8.9 7.2 .0 .345 2 ) (5.IN E H R N R AT N T T M R H N ISE AVAIL LE FO SAL O AL E C A D AB R E M C AN ISE IN ER H D VEN O Y.594 5 0.0 .3 2-2 5 T R 1/1 00 C ST O G O S SO O F O D LD G O P O R SS R FIT O SA S N LE O PER IN EX AT G PEN ES S SEL G EX LIN PEN SES SAL SAL IE AN C M ISIO S ES AR S D O M N SAL O FIC SALA IES ES F E R T AVEL & EN E T M T R T R AIN EN AD R ISIN EX VE T G PEN SE FR IG TAN T AN PO T IO O T E H D R S R AT N U D EPR IA IO O SAL EQ IP EN EC T N F ES U M T AD IN R IV EX M IST AT E PEN SES O IC S SAL IES FF ER ' AR O IC SALAR FF E IES LEG & PR FESSIO AL S VIC AL O N ER E U IL IES EX T IT PEN SE IN R C EX SU AN E PEN SE M EL ISC LAN U O FIC EX EO S F E PEN SE T T O O AL PER IN E PEN AT G X SES IN O E F O O C M R M PER IO S AT N OH R T ER EVEN ES AN G S: U D AIN D IVID D R EN EVEN E U R T R VEN E EN AL E U O H EX T ER PEN ES A D L SSE S N O S: IN ER T ESTO B N N O D LO S O SAL O M H E S N E F AC IN IN O E B FO E TA C M E R X IN O E T C M AX N IN O E AF ERT ET C M T AX EAR IN S PER SH E N G AR R p R p R p 1 2. maka tidak ada keterlibatan perusahaan induk pada segmen atau divisi itu.676 1 1.94 .824 6 11 79 0.0 .000 0 R p R p 76.00 .4 .18 32 2 6.22 .00 00 R p 4 1.865 7 R p R p R p R p R p R p 1 5.60 00 1 0.64 30 4 5.41 6.8 06 R p R p R p R p R p R p 1 4.900 (3. Setelah segmen bisnis dilepas.6 .6 .25 00 2 0.4 6.6 3.100 3 R p R p R p 6 5. A KSES IN O E ST EM T C M AT EN FO T E Y R H EAREN ED D 3 005 D EC 1.56 00 R p R p R p R p R p (1 0. yang (Discontinued Operasi-operasi yang tidak berlanjut terjadi karena terjadinya arus kas negatif atau rugi yang terus berlanjut dilaporkan di laporan rugi .52 6.4 7.1 . Keuntungan disebabkan atau Kerugian yang yang tidak operasi atas beberapa 1.000 0 ) 50.09 6 3 33 3 PELAPORAN TRANSAKSI-TRANSAKSI YANG JARANG TERJADI (IRREGULAR ITEMS) Transaksi-transaksi terjadi dapat dibagi kategori: yang jarang menerus dari salah satu segmen bisnis sehingga segmen atau divisi itu harus dihentikan atau dijual.000 9 0.7 R p R p (7 1.224 1 ) 114 05.770 8 6 0.7 0.54 7 1 R p R p 1 0.000 R p 22.1 00 T R /1-2 5 PU C ASE R H PU C ASE D C U T R H IS O N PU C ASE R U N& AL O AN ES R H ET R L W C N PU C ASE ET R H FR IG T& T A SPO T IO .56 0. Operasi-operasi tidak berlanjut operations).62 .0 .0 .000 0 R p R p 258 75.05 .541 2 6.678 0 ) 49.PT AYAL SU .458 00) 9 .65 0.94 .0 .60 00 4 0.77 6 1 (5 4.2 SA E R VE U : L S E N E .29 08 9 4.4 .87 00 3 0.60 .961 8 ) 5 9.19 30 2 1.8 7.

Sangat atau berulang jarang jarang terjadi sekali 3. diperoleh secara tidak teratur dicantumkan laporan rugi laba namun dalam laporan perubahan ekuitas . keuntungan atau kerugian karena kurs. atau kontrak.keuntungan karena atau harga kerugian laporan rugi laba hanya berisi informasi pendapatan dan biaya dari operasi yang teratur. Perubahan-perubahan dalam estimasi akuntansi. menggunakan periode kinerja berjalan Dengan penghapusan penghapusan (Current operating performance pendekatan ini. fluktuasi kerugian keuntungan dan and kerugiantidak biasa Losses). yang dalam Pendapatan tidak dan biaya penjualan aktiva tetap. kedua kriteria berikut dipenuhi: • • Sifatnya tidak biasa. Pendekatan operasi approach). Perubahan-perubahan dalam prinsip Akuntansi. namun disesuaikan ke laba ditahan. piutang sediaan. 4. seluruh (Allpos-pos Inclusive tidak pada diramalkan (diprediksi) Suatu pos apabila yaitu memasukkan yang terjadi terjadi. Kesalahan-kesalahan pengukuran atau pelaporan laba dan perubahanperubahan estimasi dan pemakaian metode akuntansi pada periode yang lalu tidak dimasukkan dalam laporan laba-rugi periode ini. Pos-pos luar biasa (Extraordinary Items) merupakan pos-pos yang jumlahnya relatif besar (material) namun bukan peristiwa yang sangat aktivitas tidak berulang jauh utama bisa dan peristiwa itu dari dan menyimpang perusahaan 1. Keuntungankeuntungan kerugian (Unusual misalnya: usaha. dikatakan extraordinary pos-pos yang periode itu ke laporan laba-rugi. misalnya perubahan dari penggunaan metode LIFO menuju FIFO dalam akuntansi sediaan. Terdapat tiga cara pelaporan pospos yang tidak teratur: operasi berlanjut” namun sebelum pos-pos luar biasa 2. Misalnya: kerugian karena terjadi bencana alam. misalnya perubahan umur ekonomis aktiva tetap.laba setelah bagian “Laba dari 5. Pendekatan memasukkan tidak seluruh teratur teratur approach). atau perubahan metode penyusutan aktiva tetap. dari yang Gains 2.

Menaksir risiko perusahaan dan arus kas masa depan dengan menghitung rasio-rasio likuiditas. ke sekarang. Penghitungan rates of return dan pengevaluasian perusahaan 2. Salah satu model prediksi kebangkrutan perusahaan adalah model yang dikembangkan oleh Altman (1993) yang mengembangkan ukuran Z Score. solvensi keuangan. Menaksir digunakan kesulitan Neraca untuk keuangan dapat menaksir tentang aktiva. Pendekatan ini hampir sama dengan pendekatan teratur sehingga all-inclusive tampak concept. kewajiban/hutang dan ekuitas pemegang saham maka neraca memberikan dasar untuik: perusahaan. Pendekatan ini periode-periode Pendekatan sekarang banyak digunakan dalam NERACA Neraca juga disebut merupakan sebagai atau salah satu Posisi Aktiva. laporan keuangan pokok yang sering Laporan Keuangan Laporan MANFAAT NERACA Dengan memberikan informasi 3. memasukkan perubahan laporan mencapai pengaruh prinsip laba-rugi ini laba di masa depan. 4 EBI T + Ase t Tot al x 3. 3 Penjual an + Aktiva Total x 0. Pendekatan memodifikasi concept. Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham suatu perusahaan bisnis pada suatu tanggal tertentu. dan fleksibilitas struktur untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan.6 0 . neraca yaitu dan kombinasi laporan ukuran laba yang rugi modal 1. kebangkrutan perusahaan.3.9 9 Nilai Pasar Ekuitas + Kewajib an Total x 0. Rumus dikembangkannya adalah: Mod al kerja Z = aktiv a total x 1. 2 laba ditah an + Aktiv a Total x 1. jelas laporan namun untuk pos-pos yang tidak harus (highlighted) di laporan keuangan pengguna keuangan dapat menilai dengan jelas all-inclusive kemampuan perusahaan juga kumulatif akuntansi sebelumnya periode praktik.

Untuk ASSETS Current Assets Cash & Cash Equivalent Short term investment Account Receivable Accrued Revenue Inventories Prepaid Expenses Long Term Investment Fixed Assets Building LIABILITIES Current Liabilities Account Payable Unearned Revenue Accrued Expense Current Maturities of long term Liabilities Long Term Liabilities Bond Payable Mortgage Payable Long term Notes Payable Accumulated Depreciation of Buildings STOCKHOLDERS’ EQUITY Intangible Assets Capital Stock Patent. kewajiban dan ekuitas. Akibatnya pospos aktiva dan neraca sangat tinggi keandalannya. 2. Banyak pos-pos yang memiliki kontribusi ke perusahaan diabaikan dan tidak dicatat di neraca (misalnya kos sumberdaya manusia). Klasifikasi dalam Neraca dapat digambarkan sebagai berikut: memudahkan menganalisa sumberdaya yang dimiliki perusahaan dan struktur modal. pemisahan juga dilakukan untuk setiap akun yang memiliki karakteristik yang mirip dan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap fleksibilitas dan likuiditas keuangan perusahaan.Altman menemukan bahwa akan bangkrut sedangkan skor Z dibawah bangkrut. Copyright. 1.81 cenderung akan perusahaan yang memiliki nilai skor Z diatas 3 cenderung tidak KETERBATASAN NERACA 1. penyajian banyak pos-pos di dan melibatkan pertimbangan (Judgement) estimasi akuntansi. KLASIFIKASI DALAM NERACA Akun-akun riil (permanent) harus diklasifikasikan akun-akun pemegang dilakukan di Neraca. namun tidak mencerminkan nilai saat ini ( Kos sekarang/ Current Cost) dari aktiva dan kewajiban. Dalam neraca.etc Additional Paid-in Capital . Hampir seluruhnya aktiva dan hutang (kewajiban) disajikan pada Kos Historikal (kos berdasarkan bukti transaksi) . untuk dan Pemisahan setiap kelompok aktiva. Pemisahan ekuitas ini dilakukan antara akun-akun aktiva dan kewajiban saham. 3.

dijual atau dikonsumsi dalam satu tahun atau satu siklus operasi. aktiva Aktiva Account) tetap biasanya disajiakn bersma dengan akun kontra (Contra Akumulasi Penyusutan (Accumulated Depreciation). mana yang lebih panjang. Long Term Investment (Investasi investasi panjang. Contoh dari aktiva ini adalah: Paten. mana yang lebih panjang. yaitu aktiva yang akan dikonversi menjadi kas. Jangka dalam investasi Panjang). dikategorikan sebagai aktiva lancar. dimuka . Other Assets (Aktiva- aktiva Lainnya). yaitu aktiva-aktiva yang tidak dapat dikategorikan pada aktiva-aktiva yang lain. Current ( Hutang-hutang Liabilities lancar). Goodwill. sekuritas dalam yaitu jangka aktiva 5. 2. yaitu memiliki substansi fisik merupakan Dalam berujud peningkatan instrument diharapkan pendapatan jangka dan bukan keuangan. Aktiva lancar disajikan atau diurutkan di Jika neraca suatu untuk dalam berdasarkan atau akan likuiditas. Hutang lancar diharapkan akan dibayar dengan menggunakan aktiva kategori Biaya (Accrued diterima lancar. Intangible yang tidak atau Assets kurang (Aktiva-Aktiva Tak Berujud). tetap yang tidak digunakan dalam operasi. investasi dalam dana-dana khusus. 4. waktu satu tahun atau satu siklus operasi. Fixed perusahaan operasi memiliki panjang Assets dipakai (Aktiva dalam dan jangka tahun). mana yang lebih panjang. Current Assets (Aktivaaktiva Lancar). masih Expense). yaitu hutang yang akan dilunasi dalam jangka waktu satu tahun atau satu siklus operasi. menambah arus kas masuk melalui perusahaan. dan investasi dalam anak perusahaan yang tidak dikonsolidasi atau perusahaan afiliasi. yaitu aktiva yang diperoleh untuk normal umur (lebih perusahaan ekonomis dari satu hutang dagang (Account Payable). Tetap).Other Assets Retained Earnings Penjelasan Pos-pos Neraca: 1. yang dimaksudkan atau Investasi tidak dalam jangka panjang merupakan investasi untuk dijual dikonversi 6. hak cipta (Copyright). aktiva dapat pada asset dapat dikonversi menjadi kas digunakan lancar membayar hutang panjang. hutang yang Termasuk lancar dalam adalah: terhutang Pendapatan (Unearned beberapa tahun 3.

sering juga disebut sebagai aktiva neto (Net asset).Revenue) dan hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Current Maturities o Long Term Liabilities). 8. tambahan modal disetor (Paid in Capital). diasumsikan Termasuk 7. akan yaitu dilunasi tidak dalam kelompok ini adalah: modal saham (saham biasa atau saham preferen). yaitu sisa aktiva setelah dikurangi seluruh kewajiban kepada kreditur perusahaan apabila dilikuidasi. Long. Stockholder’s Equity (Ekuitas Pemegang Saham). dalam siklus operasi atau satu tahun. Hutang Lancar diurutkan berdasarkan urutan jatuh tempo dari hutang.Term Liabilities (Hutang hutang Jangka yang Panjang). Hutang ini jatuh tempo pada suatu tanggal beberapa tahun kemudian. Contoh jenis hutang ini adalah hutang obligasi (Bond Payable) . dan laba ditahan (Retained Earnings).

600.000 Rp 6.000 Rp 115.000 Rp2.000 Rp1.000 Rp 560. Tri C Sukses untuk periode yang berakhir 31 desember 2009. Cash and bank Short term investment Account Receivable Allowance for doubtful account Prepaid insurance Merchadise inventory Long term investment Land Building Accumulated depreciation of buildings Other assets Account payable Tax Payable Interest payable Current maturities of long term debt Bond payable Notes payable Common stock Additional paid in Capital Rp 205.120 Rp 123.250.000 Retained earnings Sales Sales return and allowance Sales discount Purchase Purchase discount Purchase return and allowance Freight in Sales commisions expense Travel and entertainment expense Accounting and legal services Insurance expense Supplies Expense Bad debt expense Advertising expense Depreciation expense Telephone-sales expense Rental revenue Extraordinary loss Interest expense Rp1.0 00 Rp 25.500.000 Rp 120.300.700 Rp 7.000 Rp 456.000 Rp 123.000 Rp 224.000 Rp 4.000 Rp 97.000 Rp 46. Asumsikan: Sediaan akhir barang dagang Rp.800 Rp 56.000 43 .000 dan pajak 30%. Seluruh data dalam ribuan (000).000 Rp 478.4 80 Rp6.000 Rp4.700 Rp 25.300.000 Rp 34.0 00 Rp2.Soal Latihan: Berikut ini merupakan data yang disarikan dari neraca saldo PT.016.700.000 Rp 450.000 Rp 6. 370.0 00 Rp 565.700 Rp 267.0 00 Rp 280.000 Rp 9. Susunlah laporan rugi laba dalam format langkah tunggal (single step) dan langkah ganda (multiple step) serta sajikan juga neraca.000 Rp 231.0 00 Rp5.000 Rp 200.000 Rp 90.500 Rp 132.000 Rp 90.000 Rp 67.0 00 Rp 25.000 Rp 120.

• Penyisihan Kas kas yang diwajibkan bank sebagai syarat kas untuk pinjaman.BAB III AKUNTANSI KAS PENGERTIAN KAS DAN SETARA KAS Kas merupakan aktiva atau perusahaan dikonversikan termasuk yang aktiva segera kas. 44 . Kas yang dicadangkan untuk hal-hal tertentu apabila jumlahnya tidak material tetap dilaporkan sebagai kas namun harus dicantumkan atau dijelaskan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (Notes to dana Financial ini harus Statement). dipisahkan Apabila jumlahnya material. Yang termasuk kas adalah uang koin. Biasanya jumlah kas kecil tidak terlampau besar atau material. investasi dalam surat hutang (obligasi) atau surat berharga ekuitas (saham) yang dimaksudkan untuk spekulasi dan sewaktu-waktu dapat dijual (marketable securities/available on sale securities). uang yang disimpan di bank yang setara penggunaannya kas) adalah tidak aktiva dibatasi. Kas yang untuk dibatasi tujuan renovasi aktiva tetap. cek. apakah sebagai aktiva lancar lainnya atau sebagai investasi. uang kertas. MASALAH-MASALAH DALAM PELAPORAN KAS: 1. Termasuk dalam pengertian dana adalah: • dana Kas kecil (Petty Cash) yaitu yang disisihkan rutin untuk pengeluaranperusahaan atau tidak membayar pengeluaran besar yang jumlahnya tidak terlampau (material) memerlukan cek. penggunaannya tertentu (dana). maka pelaporannya dengan kas. ini diklasifikasi sebagai investasi jangka panjang atau aktiva lain-lain. • atau Penyisihan untuk membayar obligasi (sinking fund) membayar pembelian atau pembangunan. lancar Aktiva yang setara dengan kas (atau: menjadi setara deposito berumur kurang dari 3 bulan. kas dapat Yang adalah sumberdaya ekonomi perusahaan yang paling cepat dapat ditukarkan (likuid) dengan sumberdaya atau aktiva lainnya dan tidak dibatasi penggunaannya. sehingga dana kas kecil digabungkan pelaporannya dengan kas.

Menyetorkan penerimaan kas ke bank setiap hari. Melakukan perhitungan kas (Cash Opname) secara mendadak pada waktu tertentu 4. antara utama Dalam kasir atau dalam system dana kas kecil: pengeluaran harian yang relatif kecil mengoperasikan system dana kas kecil. A harus membuat reklasifikasi: Cash 500 500 Bank Overdraft direklasifikasi PENGENDALIAN ATAS KAS Karena maka Kas memiliki risiko pengendalian baik berfluktuasi. pencatat dan otorisasi kas untuk penyalahgunaan kas potensial terjadi daripada sistem 3. menghasilkan DANA KAS KECIL (Petty Cash) Dana kas kecil adalah kas yang Ada dua pendekatan atau kebijakan disisihkan yang tidak untuk memerlukan pemisahan periodik kasir pengeluarancek. Melakukan Rekonsiliasi Bank apabila fungsi-fungsi itu disatukan. Setiap pengeluaran kas kecil yang terjadi 45 . bendahara mengisi kas di kasir kas kecil. • Sistem Dana Berfluktuasi (Fluctuating system). Bank Overdraft (cerukan) Cerukan terjadi karena saldo kas di bank tidak mencukupi membayar cek yang ditulis perusahaan tetapi bank tetap membayarkannya dan akibatnya saldo di bank menjadi minus. Menyimpan penyimpanan kas yang yang aman belum dari sempat disetorkan ke bank di wadah pencurian dan kebakaran (Misalnya: menyediakan brankas). 6. A per 31/12-2005 menunjukkan saldo (500). perusahaan sebaiknya menetapkan pengendalian internal yang baik untuk kas. yaitu sistem kas kecil dimana pengisian kas kecil dilakukan dalam jumlah yang tidak teratur dan tidak didasarkan bukti kas keluar. 2. Memisahkan menghindari Kecurangan fungsi penyimpan. Beberapa pengendalian internal yang dapat diterapkan terhadap akun kas adalah: 1. Overdraft Cerukan harus atau Bank (dipindahkan) lancar.2. 5. PT. kas. menjadi hutang Contoh: Saldo bank PT. dilakukan Secara pemegang kas kecil dengan kasir utama. internal yang lebih dana kehilangan dan kecurangan yang tinggi. Menggunakan sistem Sistem Imprest Imprest (dana tetap) untuk dana kas kecil.

000 Tidak dicatat 125. ada terjadi tidak dilakukan pencatatan atas bukti-bukti transaksi. Pengisian kas kecil Rp. Catat transaksi diatas dengan menggunakan: A. Kasir kas kecil hanya mengumpulkan buktibukti pengeluaran setelah kas.000 Rp. Berapa sisa kas kecil seharusnya? Jawaban: Transaksi Dibentuk dana kas kecil Rp. terhadap • Sistem dimana Dana Tetap (Imprest kas kecil jumlah dilakukan dilakukan System). Kas kecil diisi hanya sejumlah pengeluaran yang terjadi sehingga dana kas kecil tetap. Pengeluaran yang terjadi selama satu minggu adalah: Dibayar biaya perjalanan dinas Dibayar biaya bensin Pembelian alat tulis kantor Dibayar pembelian materai Dibayar biaya bnsin Tanggal 12/1-2006 kas kecil diisi. 200. pengeluaran di bukti kas keluar kas kecil.15.500 B.000 Tidak dicatat Petty Cash Imprest 400. A 6/1-2006 7/1-2006 9/1-2006 10/1-2006 11/1-2006 saat transaksi membentuk dana kas kecil sebesar Rp. yaitu sistem kas kecil pengisian pada didasarkan pengisian kas kecil.000 Fuel & 20.000 Rp. 350. Pada Contoh: Pada tanggal 5/1-2006 PT. kecuali dilakukan kebijakan perubahan saldo kas kecil.400.000 Cash Fluctuating Petty Cash 400.000 Rp. Sistem berfluktuasi.000 Cash Traveling 125. Pencatatan transaksi pengeluaran mengkreditkan pertanggungjawaban pengeluaran kas kecil.langsung Dalam dicatat akun ini sistem dengan kas tidak kecil.000 dan diisi setiap minggu.000 Petty Cash 20.18.169.20.50.000 Rp.000 expense Expense 46 . 400.000 6/1-06 dinas Biaya perjalanan 400. dimana sewaktu penghitungan ditemukan jumlah kas kecil tersisa Rp. Sistem imprest.000 Oil Cash 400.000.000 Rp.000 Petty 7/1-06 Biaya Bensin Rp.125.

maka bank mengeluarkan rekening Koran bank secara teratur setiap bulan.000 Tidak dicatat 18.000 350.000 = Rp.000 50.9/1-06 Pembelian alat tulis Rp.000 pengisian REKONSILIASI BANK Rekonsiliasi bank dibuat untuk 1. 172.000 Petty Cash 350. Apabila perusahaan memiliki rekening giro di bank. Rekening berbeda menurut Rekonsiliasi mengetahui Koran dengan tersebut akun kas dibuat biasanya di bank untuk itu. perbedaan Perbedaan ini biasanya disebabkan oleh: 47 .400.000 & Oil Expense Petty Cash 12/1-06 Pengisian kas kecil Travelling 125.000 Supplies 18. Contoh: Setoran dalam perjalanan (Deposit in transit).000+350.000 230.500 sort & & Oil Expense Expense Expense Over Cash 15.000 Fuel 15.169. Koran namun diterima. 15.50.000 Cash Saldo kas kecil setelah 230.000 Cash 2.000 10/1-06 Pembelian Materai Tidak dicatat Supplies Expense 50.500+ Rp.000 Petty Cash Tidak dicatat Expense Petty Cash 11/1-06 Pembelian Bensin Rp. Rp. penerimaan kas dalam akun kas penerimaan tersebut belum tercantum. yaitu setoran yang sudah dicatat menambah saldo akun kas di bank di buku besar perusahaan namun sampai rekening Koran diterbitkan belum tercantum di Rekening Koran. catatan bank penyebab perusahaan.000 Supplies 68.500 Rp. Perusahaan dibank.000 Fuel 35. 522.500 = Rp. telah sampai mencatat rekening kas menyesuaikan akun kas di bank menurut catatan perusahaan dan menurut catatan bank (rekening Koran).

telah namun mencatat sampai • biaya Biaya administrasi. membebankan perusahaan. perusahaan menyesuaikan agar sesuai saldo kas di bank di akun Buku dengan saldo di rekening Koran. (Outstanding yang sudah sebagai sampai oleh si belum oleh Pengeluaran ini disebut Cek yang pengurusan rekening perusahaan • Cek kosong (Not Sufficient perusahaan namun dari ketika Fund/NSF). rekening bank pemegang belum perusahaan.2. yaitu cek-cek yang diterima pelanggan memadai. 3. Pembebanan bank Charges) biasanya terdiri dari: 3. Rekonsiliasi bank 4 kolom (Proof of Cash) biasanya digunakan oleh auditor untuk memeriksa 48 . Kesalahan- kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan mencatat jumlah cek atau penerimaan atau kesalahan pendebitan atau pengkreditan yang dilakukan oleh bank. maka bank belum mengurangkan dari saldo bank. Rekonsiliasi menyesuaikan bank 1 kolom rekening saldo Koran bank agar sesuai dengan saldo kas di bank di buku besar atau besar sebaliknya. Bank telah mencatat penerimaan kas dalam rekening Koran bank. Rekonsiliasi menyesuaikan bank 2 kolom rekening saldo 4. Ada beberapa pendekatan atau cara membuat rekonsiliasi bank: dikeluarkan diuangkan oleh si penerima cek. langsung ke rekening perusahaan kepada pelanggan (Collected by Bank) 2. namun perusahaan tidak mengetahui adanya penagihan sampai Contoh: atau penerimaan yang rekening Setoran penagihan kas atau bank yang dilakukan Koran pelanggan bank 1. Bank perusahaan telah belum mendebitkan/ mengetahui (Bank Koran Bank dan catatan saldo kas di bank di buku besar perusahaan sehingga diperoleh saldo kas di bank yang sebenarnya. namun samapi menerima rekening Koran. dicairkan dana pelanggan tidak 5. diterima. cek-cek (pengeluaran kas) itu belum ada di rekening Koran karena cek belum belum Cheque) serta ditukarkan dicairkan yaitu Cek pelanggan. dicatat namun dicairkan Karena pengeluaran. Kesalahanatau kesalahan Bank ditulis perusahaan dan diserahkan telah Koran cek. yaitu pengeluaran cek (pengeluaran kas) rekening Koran diterima perusahaan. Perusahaan di register cek.

000 Rekening Koran 8. AYALA SUKSES REKONSILIASI BANK PER 30 Juni 2004 Balance per bank statement (Saldo menurut rekening Koran) 7.100. saldo maka kas di koran perlu bank yang rekening diasumsikan benar.000) Balance per book Catatan Kas di Bank bulan Juli: Saldo 31 Juli 2004 Setoran Juli Cek bulan juli Penagihan wesel tagih Biaya bank NSF Cheque Diminta: Buat Rekonsiliasi bank dengan bentuk 1 kolom. menurut dianggap bank saldo kas di bank menurut buku besar diasumsikan disesuaikan menurut ke salah. Dalam membuat rekonsiliasi bank model ini.Deposit in transit . maka perlu disesuaikan ke saldo kas di bank menurut buku besar yang diasumsikan benar.000 0 0 9. dan awal. saldo Dilakukan pengeluaran dengan menyesuaikan saldo bank Contoh: PT. Ayala Sukses dapat dibuat sebagai berikut: rekening Koran bank diasumsikan salah.000 15. penerimaan bank dan bank.000.000.000 1.810. harus diasumsikan salah satu saldo menuju Apabila salah saldo saldo dan yang kas perlu di disesuaikan benar. atau sebaliknya).000 5. 6. Model 1 kolom untuk rekonsiliasi bank PT. akhir.mutasi meguji bank saldo perusahaan bank.000 Rp.000 5.000 Add: Less: .000.540.000 335.000 0 Buku Rp.540. 2 kolom dan 4 kolom. apabila 49 .000.250. menurut Rekonsiliasi Bank 1 kolom (menyesuaikan saldo kas di bank rekening Koran bank menuju saldo kas di buku besar perusahaan. Rp. 1.650. Sebaliknya.000 3.000. (2.000 4.Outstanding cheque 1.

000 335.250.000 (1.650. Pos-pos yang mengurangi saldo rekening Koran adalah pengeluaranpengeluaran yang sudah dicatat di buku besar namun tidak terlihat di rekening Koran (contoh: Outstanding Cheque).000) (1.000 Keterangan: 1. Pembebanan administrasi. 2. baik menurut buku besar ataupun Tujuannya menurut rekening Koran. AYALA SUKSES dapat dibuat sebagai berikut: PT.000) 9.000 2. Model 2 kolom untuk kasus PT. 2.000. namun sudah perusahaan deposit oleh NSF in Bank Cheque) transit). pendapatan bunga atas simpanan (pendapatan jasa giro) belum dicatat oleh sehingga perusahaan dan harus sebagai penerimaan ke pengeluaran ditambahkan saldo rekening Koran.350. AYALA SUKSES REKONSILIASI BANK (Saldo di rekening Koran menuju saldo di buku besar) Per 31 Juli 2009 Saldo kas di bank menurut rekening koran Menambah: Deposit in transit Bank Charge NSF Cheque Mengurangi: Outstanding Checks Notes Receivable Saldo Kas di Bank menurut Buku Besar 8.pos yang menambah saldo rekening Koran adalah penerimaanpenerimaan dicatat besar oleh (yaitu yang belum terlihat di buku (biaya dan dalam rekening Koran.000 15. AYALA SUKSES 50 .PT. Rekonsiliasi Bank 2 kolom (menyesuaikan masing-masing saldo kas di bank untuk mencari saldo yang sebenarnya) Rekening Koran ini dibuat dengan menyesuaikan kedua saldo kas di bank. Penagihan-penagihan bank kepada pelanggan atau setoran pelanggan ke rekening perusahaan yang belum dicatat perusahaan ke buku besar (dalam kasus itu adalah Note Receivable) harus dikurangkan dari rekening Koran. Pos.100. adalah mencari saldo kas di bank yang sebenarnya.

810.250.000 (Rp. Perhitungan setoran dalam perjalanan (Deposit in transit) bulan juli: Setoran bulan juli menurut buku Setoran bulan juli menurut rekening Rp.000.5. 2. koran Selisih setoran Rp.000) seharusnya Kas di 9.000 ) 1.000 Perhitungan Cek-cek yang masih beredar (Oustanding Cheques) bulan juli: Rp. Unsur-unsur yang menambah atau mengurangi saldo akun kas di bank menurut buku besar adalah unsur yang belum dicatat di buku besar sampai rekening Koran diterima.000 menurut Buku Besar Menambah: Notes Receivable Mengurangi: Bank Charge NSF Cheque Saldo Bank Keterangan: 1.000 Rp.000 (Rp.000 (15.000) (Rp.100.000 Cek-cek bulan juli dikeluarkan perusahaan Cek bulan juli menurut Rekening Koran (termasuk cek bulan juni) Cek-Cek beredar bulan juni Cek bulan juli yang sebenarnya diterima bank Cek-Cek yang beredar bulan juli 3.000.810.000 (1. Rekonsiliasi Bank 4 kolom Ada 3 cara melakukan rekonsiliasi bank 4 kolom: 1.000 Saldo kas di bank 9.000) (335.REKONSILIASI BANK Per 31 Juli 2004 Saldo kas di bank menurut rekening koran Menambah: Deposit in transit Mengurangi: Outstanding Checks 8.000.900. 4.000.000 2.000 Setoran dalam perjalanan bulan juli Rp. Unsur-unsur yang menambah atau mengurangi saldo rekening Koran adalah unsure yang belum dicatat oleh bank sebagai penerimaan atau pengeluaran samapi rekening Koran dikirimkan.100.000 Saldo seharusnya Kas di Bank 2.000) 9.350.000.000) Rp.100.650. 1. 1. 3.350.2. Saldo rekening koran dan saldo kas di bank menurut buku besar disesuaikan untuk mencari saldo yang benar 2.540.000 Setoran dalam perjalanan bulan juni Rp. Saldo bank disesuaikan (dicari perbedaannya) buku perusahaan terhadap saldo 51 . 2.900.5. 4.

100. Per 31 Juli 2007 1.00 0) Rp 9.540.000 Rp(1.3.000.000 Rp Rp Rp Saldo kas di bank yang benar 6.000 Rp 350.250.350.000 Setroran dalam perjalanan Rp Rp(1.000.000 Outstanding Cheque: Rp(2. AYALA SUKSES REKONSILIASI BANK 4 KOLOM (PROOF OF CASH) PER 31 Juli 2007 Saldo per Juli Keterangan 30-Jun-04 Penerimaan Pengeluaran Saldo rekening koran Rp Rp Rp Saldo per 31/07/2007 Rp 52 .0 Rp(2. AYALA SUKSES REKONSILIASI BANK 4 KOLOM (PROOF OF CASH) PER 31 Juli 2007 Saldo per Juli Keterangan 30-Jun-04 Penerimaan Pengeluaran Rp Rp Rp Saldo rekening koran 7.650. dan saldo akhir.000) Rp 9.0 a.000 Rp 335. Saldo Penyesuaian awal.810. buku dibuat besar disesuaikan saldo pengeluaran pada bulan dilakukannya rekonsiliasi bank.350.000.100.000 00) Rp b.000) Rp (335. Per 31 Juni 2007 1.000 Rp 9.900.000 Saldo per 31/07/2007 Rp 8. Per 31 Juli 2007 2.540.000 Saldo Kas di Bank menurut buku besar Penagihan wesel tagih Biaya jasa bank NSF Cheque Saldo kas di bank yang benar Rp 6.000.000 6.000 4.000 Rp Rp 1.350. Saldo rekening koran dan saldo kas di bank menurut buku besar disesuaikan untuk mencari saldo yang benar Untuk kasus PT.000 Rp Rp 15.000.000 Rp 6.540.000 6.000 Rp 1.450.540. terhadap saldo penerimaan dan saldo 1.000 2.000 Rp (15. Saldo bank disesuaikan (dicari perbedaannya) terhadap saldo buku perusahaan Untuk kasus PT. terhadap saldo rekening koran.000 Rp 1.000 3. Per 31 Juni 2007 00) 00) Rp b. AYALA SUKSES dibuat rekonsiliasi bank 4 kolom berikut ini: PT. AYALA SUKSES dibuat rekonsiliasi bank 4 kolom berikut ini: PT.000.000 Rp Rp 2.0 a.000.900.540.

000.0 00) Rp 1.000 Rp 6.000 ) Rp 1.100.000 Rp(1.000.250.000 3.000) Rp 3.00 0) Rp (15.000.350.000 Rp 9.000 Rp(1.7.250.000 Rp Rp(2.100.0 00) Saldo per 31/07/2007 Rp 9.000 Rp Rp 2.540. Per 31 Juli 2007 Outstanding Cheque: a. AYALA SUKSES REKONSILIASI BANK 4 KOLOM (PROOF OF CASH) PER 31 Juli 2007 Keterangan Saldo menurut buku besar Setroran dalam perjalanan a.350.000) Rp 8.000 Rp 1.000.000 Saldo per 30-Jun-04 Rp 6.000 Rp(2. Per 31 Juni 2007 b.000 Rp(1.000 3. Per 31 Juni 2007 b. Per 31 Juli 2007 Penagihan wesel Biaya Jasa Bank NSF Cheque Saldo kas di bank menurut buku besar Rp 6.000 Rp 2.00 0) Rp(1.000 Rp 5.000.100.650. Per 31 Juli 2007 Outstanding Cheque: a.000 8.000) Rp (335.540.0 00) Rp 2.100.000 Rp 335.100.00 0) Rp 15.810.650.350.540.000) Rp (335.000 Rp 4.000.540.000.000 Setroran dalam perjalanan a.000 4.000 Rp 1.000 Rp 335.000 Membuat Pencatatan Penyesuaian Saldo Kas di Bank di buku besar 53 .000 Rp(1.000 Rp 1.0 00) Juli Penerimaan Pengeluaran Rp Rp 5. Per 31 Juni 2007 b.0 00) Rp 2.350.540.000 6.810.000 Rp(2.000. Saldo buku besar disesuaikan terhadap saldo rekening koran.350. Per 31 Juni 2007 b.540. Untuk kasus PT. Per 31 Juli 2007 Penagihan wesel Biaya Jasa Bank NSF Cheque Saldo kas di bank menurut buku besar Rp 7.000.000 Rp (15. AYALA SUKSES dibuat rekonsiliasi bank 4 kolom berikut ini: PT.000 ) Rp 1.350.100.000.000 Rp(1.000 Rp(2.000 Rp 15.000.000.

Berikut adalah informasi 2. 1. 54 .000.000.000. Menyesuaikan Pengeluaran kas Bank charge expense Account Receivable Cash 335.000. 25. Tentukanlah berapa saldo kas dan setara kas PT. Tri C Sukses menggunakan system impres dalam pengelolaan kas kecil. Sisa dana kas kecil Rp. 152. Ayala Sukses. PT.000 1.000. 60.000 1. Untuk kasus PT.000 350.Penyesuaian dilakukan untuk unsur.000 Perusahaan meminjam di bank dan bank menyiaratkan saldo minimum simpanan Rp.000.000 Terdapat sertifikat deposito 6 bulan Rp. 450.000. Pengisian penggunaan kas kecil: 5/6-2009 dibentuk dana kas kecil Rp.000.000 Salah satu rekening bank perusahaan bersaldo (Rp.000.000) kas kecil dilakukan setiap minggu. Menyesuaikan penerimaan kas Cash Note Receivable 2. pembayaran BBM petugas penjualan Rp.000 18/6-2009: pengeluaran kas kecil adalah: membayar biaya perjalanan dinas Rp. 465. 780. Bintang Mas dari informasi berikut ini dan bagaimana memperlakukan yang tidak termasuk saldo kas dan setara kas? • • • • • • • Uang tunai di brankas Rp 15.000 15.000 yang diinvestasikan dalam saham yang beredar di bursa efek Saldo kas di bank Rp. 650.000 Saldo dana kas kecil Rp.000.000 12/6-2009: pengeluaran kas kecil adalah: membeli perlengkapan kantor Rp. membayar biaya pemeliharaan rutin sepeda motor Rp. 100. pembayaran iuran kebersihan dan keamanan Rp.000 Soal Latihan: 1.000.000 Perusahaan memiliki dana pelunasan obligasi Rp. membeli materai Rp.000. penyesuaian dicatat sebagai berikut: 1. 45.000. 18.unsur yang belum dicatat di buku besar sampai rekening Koran diterima.500. 5. 150.

000 5.000. 3. 900. 164.000 dan bunga Rp.200.050. 20. 4. 150. Menurut rekening Koran bank. membayar pemeliharaan rutin mobil kantor Rp.000 Diminta: Buat laporan rekonsiliasi bank dan buat pencatatan penyesuaian yang diperlukan.000.500. 8.000 dan pengeluaran kas selama bulan agustus Rp.000. 500. 3.000 3. 35. membayar tagihan HP direktur (biaya telekomunikasi) Rp. A untuk tanggal 31 November 2009: 55 .000. 40. Setoran dalam perjalanan Rp. 445. Pada tanggal ini diputuskan dana kas kecil Rp. 6. PT.000.800. saldo kas di bank tanggal 31 agustus 2009 Rp.000 2.704. Informasi berikut ini diperoleh dari catatan kas dan rekening Koran bank untuk membuat rekonsiliasi bank tanggal 31 agustus 2009: 1.000. seharusnya Rp.000. 7. Data buku kas perusahaan dan rekening Koran PT. Andalas menyetorkan semua penerimaan dan melakukan semua pembayaran dengan menggunakan cek. 1.000. Petugas pembukuan salah mencatat cek untuk membeli perlengkapanRp.34. membayar sumbangan Rp. Sisa dana kas kecil Rp. 1.500. 200.9.000.000 25/6-2009 pengeluaran kas kecil adalah: pembelian BBM petugas penjualan Rp. 1.903. Penagihan wesel dari salah seorang pelanggan Rp.94. Saldo kas menurut buku kas tanggal 1 agustus 2009 Rp. 310. Cek-cek yang sudah dikeluarkan namun belum kelihatan di rekening Koran Rp. Saldo kas yang ada ditangan kasir perusahaan Rp. Bank membebankan biaya pemeliharaan rekening Rp. Sisa dana kas kecil Rp.000 4.089. penerimaan kas selama bulan agustus Rp.000. Penagihan ini sudah dikreditkan bank.146.000. 250.000.

5 0 0 1 .0 0 .5 0 0 7 4 .6 0 0 0 9 .0 0 5 . 43.0 0 0 2 .0 0 0 1 4 .0 0 K t 1 B n mn e b lik nc kC .700 Rp.0 0 .0 0 Bn A B ak C R k n g oa e e in K r n B la :N v me u n oe br T n gl a ga Sn i ad 0 /1 /2 0 1 1 09 0 /1 /2 0 6 1 09 1 /1 /2 0 0 1 09 1 /1 /2 0 5 1 09 2 /1 /2 0 4 1 09 2 /1 /2 0 6 1 09 2 /1 /2 0 8 1 09 2 /1 /2 0 8 1 09 Kt r na eea g n D 1 St r n e oa 1 C k# 5 5 e 4 1 1 C k 46 2 e# 1 1 S t r nP t n C .5 0 0 6 0 .0 0 5 .0 0 0 1 0 .0 0 50 S ld a o 4 .549 12.0 0 5 .0 0 5 .0 0 .7 0 0 4 0 . e a h n e c t t n e ila u a ih k e u a a n 1 B a R k n iliai B n .0 0 0 2 0 .7 0 0 0 0 .0 0 5 .0 0 6 . Central (dalam ribuan) pada tanggal 31 desember 2009 Saldo awal Penerimaan Pengeluaran Setoran pelanggan Jasa giro Salah catat cek untuk pembayaran hutang usaha (terlampau besar).C k o e B e /G o ily t ir 0 /1 /2 0 1 1 09 0 /1 /2 0 5 1 09 1 /1 /2 0 0 1 09 45 1 1 /1 /2 0 5 1 09 46 1 2 /1 /2 0 5 1 09 67 1 2 /1 /2 0 6 1 09 47 1 2 /1 /2 0 9 1 09 Kt r na eea g n S ld A a a o wl P n a nt n i e ju la u a P me np r laa e b lia ea t n P ma aa h t n e b y r n ua g P n r a nP t n Ua ad r C .770 Rp.A D e e ima iua g s h ai V B i P ma aa H t n e b y r n ua g P n a nt n i e ju la u a D K S ld a o 4 . ut eo s s ak 2 B a P n e u ia .6 0 0 2 0 .0 0 0 4 4 .6 0 0 4 0 .000.0 0 50 1 .B k B n P . ut e y s a n 5.0 0 .0 0 . 16.0 0 .0 0 5 .0 0 5 .0 0 0 1 6 .5 0 0 4 0 .000 56 . Dana kas kecil Rp.0 0 . A Dd nd a d i N F e : .0 0 0 1 5 .0 0 9 0 .47. Berikut ini adalah data kas di bank PT.916 Rp. 36.640 Rp.900.0 0 .0 0 5 .6 5 0 0 7 . Hasil pemeriksaan kas kecil dari tanggal 20/12/2009 – 5/1/2010 menunjukkan pengeluaran-pengeluaran berikut ini: BANK Rp.6 0 0 5 0 . a k e g ma a e V B i a it n a S 2 K s la a p n aaa c kd k k np a p r s h a .0 0 0 3 4 . 34.0 0 5 .6 0 0 3 5 .0 0 5 . 40. 75. 550 Rp.0 0 5 .6 0 0 5 0 .6 0 0 2 0 .945. seharusnya Rp. 354 BUKU BESAR Rp.0 0 . 5.560 Rp.500 Rp.0 0 0 2 0 .000 Pembebanan cek kosong Biaya administrasi rekening Setoran dalam perjalanan Salah pembebanan cek Cek-cek yang masih beredar Dana kas kecil: Perusahaan menggunakan system impres dank as kecil diisi setiap tanggal 5 dan 20 setiap bulan. 85.0 0 5 .000 Rp.A ir e oa iua g V m 1 Ck A8 2 e #4 7 1 A m is a i 3 d in tr s 1 Ja ag o 4 s ir Mt s uai K 9 0 .6 0 0 4 0 .760 Rp.9 0 0 0 5 .A uu ak T T n gl a ga N .416 Rp. 165 Rp.7 0 0 4 0 . 25.0 0 .

192 682. 216 untuk perlengkapan kantor telah ditulis 695.176 (851. Cek yang ditulis oleh perusahaan lain senilai 583 telah dikurangkan oleh bank dari rekening perusahaan ini.22/12/2009 pembelian perlengkapan Rp.715) (44) 153.600. Cek-cek yang belum ditukarkan (outstanding cheque) 31/7/2002 berjumlah 26.500. Termasuk dalam rekening Koran bank adalah sebuah memo debit bertanggal 31/8 sebesar 2.491 375 856.16422.872 31/7 Pengeluaran Kas 1/8 Rekonsiliasi Bank 31/8 Pengeluaran Kas 665.475 untuk bunga wesel yang dikeluarkan perusahaan ini pada tanggal 31/7.429 919. Buat pencatatan penyesuaian hasil rekonsiliasi bank 3. dan 31/8-2002 berjumlah 33. 26/12/2009 biaya perjalanan dinas Rp.118 3. 500. dan 31/8-2002 berjumlah 21. 6. Berapa jumlah kas yang harus disajikan di neraca 31 desember 2009? 6. Buat rekonsiliasi bank 2. 4/1/2009 biaya jamuan makan Rp.042.000. Setoran yang belum dilaporkan oleh bank per 31/7-2002 berjumlah Rp. 1. Sevice charge untuk bulan agustus belum dicatat perusahaan. 5. Catat pengeluaran kas kecil sampai 31 desember 2009 4. 57 . Cek No. 23/12/2009 biaya BBM Rp.425 915. 1.842 • • Akun Kas di buku besar perusahaan adalah sebagai berikut: 1/7 31/7 Penerimaan Kas 31/8 Penerimaan Kas 64.446 Hasil penelaahan atas rekonsiliasi bank bulan lalu dan rekening bank bulan agustus menunjukkan hal-hal berikut: 1. Diminta: 1. namun dicatat di jurnal pengeluaran kas sejumlah $965. Bank mencatat cek tersebut senilai 695 4.561 2. Laporan bank menunjukkan data berikut (Dalam ribuan rupiah): • • • Saldo awal 1/8-2002 Setoran Cek plus memo deposit Beban administrasi Saldo akhir 31/8-2002 90.

Siapkan ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk menyesuaikan buku perusahaan. Siapkan rekonsiliasi bank 4 kolom untuk menyesuaikan saldo bank menjadi saldo buku b. Dalam rekonsiliasi bank per 31/7-2002. 58 . c.7. ditunjukkan terdapat service charge 26 & cek kosong 349 Instruksi: a. Siapkan rekonsiliasi bank 4 kolom yang menyesuaikan saldo bank dan saldo buku menjadi saldo yang benar.

uang muka misalnya Dagang (Account wesel (Notes Receivable) dan Piutang Receivable). Piutang wesel bisa berjangka panjang dan berjangka pendek. terdapat dua faktor yang memengaruhi pencatatan nilai piutang usaha. Dalam pengakuan atas 1. karyawan. 45 hari atau 60 hari tergantung syarat-syarat penjualan (term). Piutang Jangka Pendek merupakan klaim kepada pelanggan atau pihak normal. Diskun Dagang (Trade discount). 66 . Selanjutnya. Piutang Jangka Panjang adalah klaim kepada pihak lain yang diharapkan tertagih lebih dari satu periode akuntansi atau lebih dari satu siklus operasi. tergantung perjanjian antara peminjam/pembeli dengan yang memberi pinjaman/penjual. piutang kepada pemegang PIUTANG USAHA (ACCOUNT RECEIVABLE) PENGAKUAN PIUTANG USAHA Piutang usaha diakui/dicatat piutang usaha. Piutang Usaha merupakan janji lisan dari pelanggan untuk membayar sejumlah uang tertentu pada suatu tanggal di masa depan. Piutang Piutang lain yang diharapkan tertagih dalam satu tahun atau satu siklus operasi wesel merupakan atau janji pihak tertulis lain dari pelanggan kepada perusahaan untuk membayar sejumlah uang tertentu pada suatu tanggal di masa depan. Sedangkan Piutang Usaha biasanya berjangka pendek dan diharapkan ditagih dalam 30 hari. yaitu: sebesar nilai pertukaran atau nilai faktur yang telah disepakati oleh pihak penjual dan pembeli. Untuk tujuan pelaporan keuangan piutang dapat diklasifikasikan atas piutang jangka panjang dan piutang jangka pendek.BAB IV AKUNTANSI PIUTANG (Receivable) Piutang (Receivable) merupakan klaim suatu entitas terhadap pelanggan atau pihak lain atas uang. piutang dapat juga digolongkan Dagang Piutang Usaha dan di neraca Piutang terdiri atas Non atas Piutang Dagang. Piutang Non Dagang timbul dari berbagai jenis transaksi yang bukan dari kegiatan piutang perdagangan. jasa atau barang. saham.

Diskun yang dagang oleh adalah penjual diskun kepada namun diberikan diskun).400. 20. 20.000 2. keuntungan dibatalkan karena (Sales diskun Discount setelah Metode dikurangi mengasumsikan diskun yang pembeli akan mengambil kesempatan memanfaatkan diberikan.000 1. of Month) akhir atau maka bulan. Apabila diskun tidak diambil 67 . untuk Metode Neto ( Net Method). Aris memberikan diskun 30% untuk setiap pembelian barang. penjualan diskun. untuk sesuai kebijakan terjadinya perubahan harga berulang- Account Receivable (piutang Usaha Sales (Penjualan) (100 Unit @ Rp. 2/10 diskun EOM 2% diberikan apabila membayar dalam 10 sejak Pengakuan dan piutang terhadap diskun tunai syarat-syarat pembelian (term). Diskun Tunai (Cash Discount). Diskun ini biasanya diberikan barang/jasa tertentu atau memberikan ulang (harga karena pembeli membeli dalam diskun tetap volume/jumlah perusahaan mencegah katalog. maka PT. diskun tunai diberikan apabila pembeli barang membayar sesuai dengan periode diskun yang tercantum dalam syaratsyarat pembayaran. dalam dalam Apabila periode pembeli yang membayar disebutkan diberikan apabila membayar dalam 10 hari sejak tanggal penagihan/faktur dan jatuh tempo dalam masa 30 hari sejak tanggal (Ending hari penjualan.000.400. Misalnya. Misalnya. Apabila pada tanggal tersebut daftar harga menunjukkan harga perunit Rp. maka diskun diberikan sebesar persentase tertentu. net 30 maka diskun 2% dapat dilakukan dengan dua pendekatan: a. Berbeda dengan diskun dagang. Piutang diakui ini sebesar jumlah dengan (pembayaran melebihi periode diskun) maka manajemen pembeli tidak efisien. PT. Aris mencatat penjualan 100 unit barang yang dijual secara kredit sebagai berikut: D K pembeli atas dasar daftar harga yang diberikan penjual.000) x 70% 1. Apabila diberikan terdapat diskun dagang maka piutang usaha diakui senilai jumlah neto (setelah dikurangi diskun). Diskun yang tidak diambil akan diakui sebagai penjualan Forfeited). syarat 2/10.

000 Cash 14.000 Account receivable 490. Diterim a pengem balian barang (retur) Rp. Diterima pelunasan piutang usaha Rp.000 Cash 9.000 s etelah periode disk un Dibandingkan metode bruto.000.500.AN/30 Rec eivable cc ount Rp 25. yaitu nilai yang diperkirakan bisa dikonversi menjadi kas.000 setelah periode diskun Account receivable 9.000. 25.500.Transaksi Nama Akun D K 1.500.000 Sales 24.310.000 Sales discount forfeited 190.000 Return S ales Rp 500. Metode bruto (Gross Method). Piutang dicatat sebesar nilai yang metode yang paling mudah diterapkan dan paling banyak digunakan. n/ 30 receivable Account 24.000 9.000 4.000 Rp 9.000 A c c ount Receivable Rp 15.000 diskun. Untuk menilai Piutang Usaha pada nilai realisasinya. A c c ount Receivable Rp 9.000 3. P enjualan K redit Rp. Syarat 2/ 10.000. S y arat 2/10.000. Untuk menaksir jumlah piutang yang tak tertagih terdapat dua metode yang biasa digunakan: 68 .000.000 Sales return 490.000 S ales Cas h Disc ount Rp 300.000 disk un. Diterim a Cic ilan P iutang Us aha dalam peirodeCas h Rp 14. Diterim a P elunas an piutang Usaha sejum lah Cas h Rp.700.000.000 2. Penjualan kredit Rp. karena membutuhkan analisa tambahan dan pencatatan penyesuaian diakhir perode untuk diskun tunai yang tidak diambil (Sales Discount Forfeited). 15. jumlah piutang Rp.000 S ales Rp 25.000. Jum lah piutang Rp.500.000 4.000 b.500.000.500.700.500. metode neto sulit diterapkan PENILAIAN PIUTANG USAHA Piutang Usaha dinilai sebesar nilai realisasi neto (Net Realizable Value). Diterima cicilan piutang usaha dalam periode Account receivable 14. ada pada faktur dan diskun dicatat dalam akun “Diskun Penjualan” apabila perusahaan menerima pembayaran pada periode diskun. metode neto menghasilkan praktik yang lebih baik karena piutang disajikan dekat dengan nilai realisasinya.000 2.9.700. maka perlu mengestimasi piutang usaha yang tak tertagih dan penaksiran atas retur dan penyisihan penjualan yang akan terjadi.000 3. Metode ini merupakan Tra nsa ksi Na m a Akun D K 1. Dalam kenyataan. 25. Diskun penjualan disajikan di laporan rugi-laba (Income Statement) sebagai pengurang dari akun Penjualan. 500. Diterima pengembalian barang (retur) Rp.500.000 A c c ount Receivable Rp 500. 15.000.

1. Metode Penghapusan Langsung
(Direct Write-Off Method) Metode Penghapusan Langsung Metode ini digunakan hanya bila piutang yang tidak tertagih tidak material. Secara teoretis, metode ini tidak cocok karena tidak memadankan biaya dan pendapatan periode. Metode Penghapusan Langsung mencatat biaya piutang tak tertagih (Bad debt Expense) pada periode ketika piutang usaha tidak bisa ditagih. Piutang yang benar-benar tidak bisa ditagih dicatat dengan

2. Metode
Method)

Penyisihan

(Allowance

mendebit akun biaya piutang tak tertagih dan mengkreditkan akun piutang usaha. Apabila setelah dihapus, pelanggan periode maka sebagai ini membayar penghapusan penerimaan keuntungan Amount merupakan kembali piutang itu (Gain metode from yang setelah usaha, dicatat

Uncollectible Metode diwajibkan

Recovery).

dalam Undang-Undang Perpajakan.

Metode Penyisihan (Allowance Method) Dalam metode penyisihan, setiap akhir periode akuntansi ditaksir/ diestimasi jumlah biaya piutang tidak tertagih. Hasil taksiran biaya piutang tak tertagih (Bad debt Expense) dicatat ke jurnal piutang dengan tak mendebit dan akun biaya tertagih mengkredit Metode Metode Akuntansi (PABU)/Standar (SAK). Misalnya, total penjualan berdasarkan pengalaman PT. A selama Tahun 2006 Rp. 250.000.000. sebelumnya, 2% dari total penjualan akan sulit ditagih. Pada tanggal 1/5-2007 salah seorang pelanggan PT. A jatuh pailit, sehingga Piutang Usaha sebesar Rp. 500.000 atas nama pelanggan itu diputuskan oleh manajemen harus dihapus. Tanggal 28/12008 pelanggan itu memberitahukan akan membayar seluruh kewajibannya pada tanggal 5 maret 2008. Transaksi Piutang PT. A dapat dicatat dengan kedua metode seperti ilustrasi dalam tabel berikut ini: penyisihan ini cocok menilai dengan piutang Prinsip Umum Keuangan dalam jumlah yang dapat direalisasikan. Berterima Akuntansi

akun penyisihan untuk piutang tak tertagih (Allowance For Doubtful Account). Apabila pelanggan benar-benar tidak bisa membayar, dengan demikian piutang usaha harus itu dihapus, dicatat For kembali maka dengan Doubtful setelah dengan penghapusan Tertagih Usaha. piutang

mendebit akun Penyisihan Piutang Tak (Allowance Pembayaran dihapus Account) dan mengkredit akun Piutang dilakukan

mendebit Piutang Usaha yang sudah dihapus dan mengkredit kembali akun Penyisihan Piutang Yang Tak Tertagih (Allowance For Doubtful Account).

69

P e r b a n d in g a n M e t o d e P e n y is ih a n d a n M e t o d e P e n g h a p u s a n L a n g s u n g
Tanggal K e te r a n g a n M e to d e P e n y is ih a n M e to d e P e n g h a p u sa n L a n g s u n g 3 1 / 1 2 M2 e0 n0 c6 a t a t e s t i m Ba as di pd i e b at n Eg x tpa ek n s R p 5 . 0 0 0 . 0 0 0 / ut e T id a k d ic a t a t k e ju r n a l t e r t a g ih A l l o w a n c e F o r D o u b t fu l a c Rc po u n5 t . 0 0 0 . 0 0 0 0 1 / 0 5 P 2 e0 n0 g7 h a p u s a n p Ai ul lt oa wn a n c e f o r D o uRb pt f u l A 0c 0c .o0 u0 n0 t / 5 B a d d e b t E x p e Rn ps e 0 0 . 0 0 0 5 g Rp 5 0 0 . 0 0A0 c c o u n t R e c e i v a b l e R p 5 0 0 . 0 0 0 p e l a n g g a n y a n g pAa ci l ci t o u n t R e c e i v a b l e 2 8 / 0 1 P 2 e0 l 0 8 g g a n m e mA bc ec roi tua nh tu R a ek ca en i v a bRl ep / an 5 0 0 .0 0 0 T id a k d ic a t a t k e ju r n a l m em bayar A l l o w a n c e f o r D o u b t f u l A c R op u n t 5 0 0 . 0 0 0 c 0 5 / 0 3 P 2 e0 n0 e8 r i m a a n p e C ab sa hy a r a n / m Rp 5 0 0 .0 0 0 Cash R p 5 0 0 .0 0 0 P i u t a n g y a n g s u d Aa ch c do i uh na tp u se c e i v a b l e R Rp 5 0 0 . 0 0G0 a i n F r o m U n c o l e c t i b l e R p 5 0 0 .0 0 0 a m o u n t R e c o ve ry

Menaksir Jumlah Biaya Piutang Tak Tertagih Biaya piutang yang tak tertagih ditaksir berdasarkan dan Usaha pengalaman dan pertimbangan masamasa keuangan. membuat Untuk membantu ada dalam dua pertimbangan,

pendekatan yang bisa dipakai:

sebelumnya terkait dengan Piutang transaksi penjualan. Pertimbangan yang cermat dan wajar harus dilakukan agar mencerminkan nilai realisasi dari Piutang Usaha pada tanggal penyusunan laporan

1. Pendekatan Laporan Rugi-Laba
(Income Approach) Statement

2. Pendekatan Neraca (Balance
Sheet Approach)

Pendekatan Rugi Laba dalam menaksir Biaya Piutang Tak Tertagih Penaksiran penjualan kredit didasarkan yang terjadi jumlah dalam penjualan kredit yang dilakukan sebesar Rp. 650.000.000 dan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya piutang yang sulit ditagih 0,5% dari penjualan. Maka, tahun 2006 jumlah piutang tak tertagih adalah 0,5% x Rp. 650.000.000= Rp. 3.250.000. Biaya piutang tak tertagih dan Penyisihan piutang dicatat sebagai berikut:

periode itu dan manajemen suatu entitas mempertimbangkan jumlah piutang yang tidak tertagih dari penjualan kredit yang terjadi dalam periode itu. Persentase ketidaktertagihan dengan total piutang berdasarkan kredit dalam pertimbangan manajemen itu dikalikan penjualan periode itu. Misalnya dalam tahun 2006

Bad Debt Expense Allowance For Doubtul Account

D Rp3.250.000

K Rp3.250.000

70

Pendekatan Neraca dalam menaksir Biaya Piutang Tak Tertagih Pendekatan neraca dilakukan atau usaha umur ketidaktertagihan dalam setiap kelompok piutang pelanggan. Total taksiran jumlah piutang usaha tak tertagih merupakan jumlah Akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih yang akan disajikan di neraca. Selisih antara jumlah Akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih sebelum dengan merupakan dilakukan akun Akun penyesuaian perhitungan itu. Misalnya, dari akun Piutang Usaha di Buku Besar PT. A per 31 Desember 2007 saldo akhir Piutang Usaha sebesar Rp. 207.160.000. Jumlah Piutang Usaha tersebar pada pelanggan diambil dari buku Piutang Usaha):
Jumlah Rp 2.560.000 Rp 4.500.000 Rp 55.000.000 Rp 25.600.000 Rp 15.500.000 Rp 65.500.000 Rp 32.000.000 Rp 6.500.000 Rp 207.160.000

dengan membuat suatu bagan (Aging Schedule). Piutang

skedul Analisa Atas Umur Piutang Usaha diklasifikasikan berdasarkan

piutang usaha sejak tanggal penagihan atau faktur dikeluarkan sampai tanggal penyusunan laporan keuangan. Piutang usaha umur masing-masing piutang masingdari hari pelanggan masing jatuh (Customer) dikelompokkan berdasarkan pelanggan. didasarkan Biasanya kelipatan pengelompokkan

jumlah jumlah

penyisihan Piutang Tak Tertagih hasil Biaya Piutang tak tertagih pada periode

tempo ( misalnya, piutang usaha jatuh tempo 30 hari, maka piutang pelanggan dikelompokkan dalam kelipatan 30, yaitu 60 hari, 90 hari atau 120 hari). Setelah pengelompokan manajemen dilakukan maka menaksir, berdasarkan

berikut (data

pembantu/kartu

pengalaman periode-perode sebelumnya,
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pelanggan Toko Adiaksa Tentram Toko Biduan Lestari Toko Cahaya Sakti PT.Damai Sehati PT. Ermas Sentosa Toko Famas Abadi PT. Gilang Ramadhani PT. Harapan Imak Total Piutang Usaha

Tanggal faktur 04 Februari 2007 15 September 2007 15 Nopember 2007 05 Oktober 2007 05 Mei 2005 16 Desember 2005 02 Desember 2005 18 Desember 2005

Piutang Usaha dan Penyisihan untuk Piutang yang tak tertagih sebelum Penyisihan disesuaikan menunjukkan saldo piutang usaha Rp. 207.160.000 dan untuk Piutang yang tak tertagih Rp. 7.456.000. Kebijakan Piutang perusahaan untuk penyisihan adalah:

hari -

Piutang usaha jatuh tempo 30 Umur 31-60 hari, persentase Umur 61-90 hari, persentase Umur 91-120 hari persentase

ketertagihan 90% ketertagihan 85% ketertagihan 80%

71

0 0 0R . 6 0 0R . 8 4 0 R.7 5 5 . 6 0 0 . 0 10 3R p 6 .a Ri k pa5 n. 5 0 0 . 0p10 80 . 03 03 R p /a p 0 . H a r a p a n Im 8a / k1 2 R2 p0 60 .000 Bad Debt expense D Rp7.75 6 0 .299.- > 120 hari. 1 6 0 . 5 0 0 . 5 0 0 2 0 40R 0 p / . 40 60R 0 p / .000 K Rp7.000 -. 0 0 0 6 T o k o F a m a s A1 b6 a/ 1d 2i R2 p06 05 7.456. wesel memiliki dua bentuk yaitu wesel aksep (Bank Draft) dan promes (Promisory Note).75 0 0 . 0 0 0 p P e r s e n ta s e ta k te r ta g i h 0 10% 15% 20% 25% J u m la h P e n y i s i h a n s e t e la h R d p i s e s u . 5 0 0 . D a m a i S e h a5 t/ i1 0 R2 p02 05 7. 10 50R 0 p 6 5 .Allowance for Doubtful Account setelah penyesuaian 14. 0 0 0 /a p 8 P T .Allowance for Doubtful Account sebelum penyesuaian 7. Wesel Aksep bank penerbit draft kepada pihak lainnya (tertarik) untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang tertentu atau orang yang ditunjuknya pada waktu yang telah ditentukan. 0 0 0 1 / 0 T o t a l P i u t a n g U s a h aR p2 0 7 . 0 0 0 5 P T . Rp. 80 70R 0 p 0 / . 0 0 0 / 7 P T . Rp. persentase Analisa atas Umur Piutang Usaha dapat dibuat seperti tabel dibawah ini: ketertagihan Piutang 75% No J u m la h P e la n g g Ta an n g g a l J u m l a h B e lu m J a t u h U m u r P iu ta n g fa k tu r H a rT i e m p o 3 1 -6 0 6 1 -9 0 9 1 -1 2 0 > 1 2 0 1 T o k o A d i a k s a 0 T4 e/ 0n 2t r R2 m0 20 . 01 0 R p /i 07 . p04 0.299. 0 0 R0 p.000 Rp. 0 6 0 .Rp R p 2 . 0 0 0 .0 0 0 Biaya Piutang tak tertagih (Bad debt Expense) per 31 Desember 2007 dapat dihitung sebagai berikut: -. 5 1 5 . 5 0 0 . p02 05 0. 0 0 0 4 P T . 5 0 0 R.299.755. E r m a s S e 0n 5t o/ 0s 5a R2 p01 05 7.Rp R p4 . 5 0 0 . 0 0 0 .R p5 5 .Rp R p1 5 . 0 . 0 0 0 4 T o ta l Rp 1 4 . 0 0 0 3 T o k o C a h a y a 1S 5a / k1 t1i R2 p05 05 7.0 0 0 2 T o k o B i d u a n L1 e5 s/ 0t a9 r R2 p0 40 . 0 p 09 00 0 . 20 90R 0 p 3 2 . Bank draft ini adalah (Bank draft) merupakan surat berharga yang berisi perintah tak bersyarat dari 72 . 6 0 0 . 0 R0 01 0 4 .Rp . G i la n g R a 0m 2 a/ 1d 2h R2 n03i 02 7. 7. 0 0 0 .75 0 0 .000 Biaya Piutang Tak Tertagih dicatat ke jurnal umum dengan cara sebagai berikut: Bad Debt Expense Allowance For Doubtful Account WESEL TAGIH (PROMISORY NOTE) Di Indonesia. 0 p 03 0. 0 0 0 . 50 0 0 R.5 6 0 .50 50 .R p2 5 . 0R 0p 0 .

Dalam disebutkan jumlah pokok hutang serta bunga (apabila ada) dan tanggal jatuh tempo pembayarannya.wikipedia.com 73 . penjualan sebagian beberapa secara dalam suatu transaksi dimana dan sisanya promes barang tunai pembayarannya mungkin saja dilakukan dibayar dengan menggunakan satu atau promes. jumlah pinjaman yang nasabah Promes adalah dalam perorangan. Wesel (note) apabila dilihat dari pihak yang memberi pinjaman disebut sebagai wesel tagih (piutang wesel). sedangkan dari pihak peminjam disebut sebagai wesel bayar (hutang wesel). Misalnya. Wesel bisa dikenai bunga (interest bearing note) 1 Lihat www.merupakan cek namun sumber dana pembayarannya rekening rekening Sedangkan diuangkan" bank adalah penerbit berasal bukan dari dari namun bisa juga tanpa bunga (non interest bearing implisit tidak note). akuntansi suatu dapat juga disebut "nota yang dapat merupakan kontrak yang berisi janji secara terinci dari suatu pihak ( pembayar) untuk membayarkan pihak lainnya sejumlah (pihak uang yang kepada dibayar). pula yang mengatur Kadangkala suatu si apabila dicantumkan ketentuan adanya pembayar mengalami gagal bayar1. Kewajiban ini dapat timbul dari adanya suatu kewajiban pelunasan suatu hutang. Wesel yang jatuh tempo dalam periode 1 tahun disebut sebagai wesel jangka pendek. sedangkan wesel yang jatuh tempo lebih dari 1 periode akuntansi disebut wesel jangka panjang. Wesel tanpa mencantumkan suatu bunga merupakan wesel yang secara persentase bunga namun ada komitmen untuk membayar suatu jumlah tertentu melebihi diberikan.

000 (Mencatat penerimaan wesel ) Rp10.000. maka nilai sekarang wesel dapat dihitung sebagai berikut: berbunga biasanya memperhitungkan pengaruh dari suku bunga pasar wesel yang berisiko sama dengan wesel itu. Wesel jangka panjang berbunga. Untuk mengetahui jumlah nilai realisasi dari wesel.000 Notes Receivable Rp10.000 15/04/2007 Cash Wesel jangka pendek diklasifikasikan sebagai aktiva lancar dan disajikan sama dengan piutang usaha. 74 .000. maka harus dicari nilai sekarang dari wesel dan nilai sekarang dari anuitas penerimaan bunga wesel itu. Pada tanggal 15 Januari 2007 PT. suku bunga nominal berbeda dengan suku bunga pasar (efektif) Nilai realisasi wesel jangka panjang Misalnya. 10. 10.000.000.000. A mencatat berikut: wesel sebagai (promes) 3 bulan berbunga 10%/tahun.000.000. direalisasikan sesuai dengan kondisi suku untuk instrumen sesuai dengan wesel itu. pada awal januari 2007 Bank X memberi panjang pinjaman berbunga Rp.000 (Mencatat pelunasan wesel dan penerimaan pendapatan bunga wesel) Perhitungan Pendapatan bunga: 3 12 10 x 100 x Rp .250. tempo selama 3 tahun dan suku bunga pasar untuk wesel yang berisiko sama adalah 12%. itu dijurnal PT.000 Sales Rp10.10. bunga pasar tidak memengaruhi nilai realisasi wesel. A melakukan PT.000 Wesel jatuh kepada PT.PENGAKUAN WESEL Wesel bunga biasanya pasar dibebani bunga dan yang wesel berjangka waktu pendek.000 = Rp . D K 15/01/2007 Notes Receivable Rp10.000 Interest Revenue Rp250. B dan penjualan menerima barang wesel kepada Nilai wesel Rp.A dan menerima wesel jangka 10%. Namun untuk WESEL JANGKA PENDEK BERBUNGA Misalnya.250 .

1 ) 3 2 × R .821.571 Amortisasi Diskun Nilai terbawa Rp 9.000.356 Rp 9.367 Rp 9. Skedul Amortisasi dengan metode bunga efektif dapat dilakukan sebagai berikut: periode tempo Skedul Amortisasi Diskun Tahun Kas Pendapatan Diterima Bunga 0 1 Rp 1.000.3 7 Pemasukan ke jurnal pada awal januari 2007 dilakukan sebagai berikut: Notes Receivable Discount on notes Receivable Cash D Rp 10.142.159.0 0 0 p 0 0 .1 7 0 1 (1 +0.356 75 .000 Rp1.000.000 K Rp 480.N ilai J h tem o w el atu p es N ilai s aran d n ek g ari ilai jatu tem o h p: R 1 .356 2 Rp 1.8 2 p .1 .633 Rp142.6 3 p .8 1 p .1.519.5 9 3 R40 6 p 8 .000.0 p 0 0 0.0 0 0 R 2 0 .000 Rp1.439 3 Rp 1.1 ) 3 2 × R .00 .661.000.0 0 1 (1 +r ) n ×N ilai ja h tem tu po R 7 1 .633 Diskun selama yang dihasilkan jatuh diamortisasi wesel.439 Rp 9.572 Rp 10.1 2 .178.000 142.428 Rp178.519.000 Pemasukan ke jurnal untuk amortisasi diskun dan penerimaan pendapatan bunga pada tahun pertama dibuat: D 1.00 p 0 0 0 N ilai s aran d an itasp erim ek g ari u en aan b n a ug 1− 1 (1 +r ) n × Pn a a edp r t n bna a ug ws l ee 1− 1 (1 +0.000.000 Rp1.356 K Cash Discount on notes Receivable Interest Revenue Rp Rp Rp 1.989 Rp159.4 1 3 N ilai S aran d w el ek g ari es P ed erb aan (d k n is u ) R 9 1 .142.

000 Rp 77. Pada saat wesel dilunaskan maka pihak peminjam harus membayar sebesar nilai nominal dari wesel itu. X juta dari PT. Ini berarti wesel diterbitkan sama dengan nilai nominal. Untuk mencatat transaksi itu di jurnal PT.000 kepada PT. PT.000.218.WESEL JANGKA PANJANG BERBUNGA.000.000. Suku bunga wesel dan suku bunga pasar untuk wesel yang Notes Receivable Cash WESEL BERBUNGA NOL (ZERO-INTEREST BEARING NOTE) Wesel berbunga nol merupakan wesel yang tidak mencantumkan tingkat suku bunga nominal pada wesel namun nilai realisasi nominal saat yang wesel dan lebih nilai kecil dari nilai nominal wesel. sehingga tidak ada diskun yang dicatat. Notes Receivable Discount on notes Receivable Cash D Rp 100. 100 nol.000 Misal. bunga nilai menyamakan nominal sekarang adalah 9 % (lihat tabel nilai sekarang pada periode 3 dan suku bunga 9%. dimana implisit dan nilai yang nilai dan memberi wesel 3 sekarang dari wesel Rp.65.218. 0. A adalah sebagai berikut: Diskun wesel diamortisasi pada akhir periode dengan menggunakan metode bunga efektif: 76 .000 K Rp 65.000.77218).000 K Rp 22. PT. B meminjamkan memiliki resiko yang sama adalah 10%. nilai sekarang Rp1 untuk periode 3 tahun dan suku bunga 9% adalah Rp. SUKU BUNGA NOMINAL WESEL SAMA DENGAN SUKU BUNGA PASAR (EFEKTIF) Misalnya.782.000.000 sejumlah uang Rp. Perbedaan antara nilai realisasi buku dengan dicatat sebagai nilai sebagai diskun dan daimortisasi pada penutupan menyamakan pendapatan bunga sebesar suku bunga sekarang dari wesel.A tahun Tingkat berbunga suku meminjam Rp. B mencatat wesel itu sebagai berikut: D Rp 65. PT. 77. X dan menerima wesel 3 tahun berbunga 10%.

620 Rp7. Apabila tidak dilakukan. nilai piutang wesel. Namun.62 Rp K 6.294 Amortisasi Diskun Rp6.949.62 Discount on notes Receivable Interest Revenue Rp PENILAIAN WESEL TAGIH Sama wesel juga seperti Piutang Usaha.575.Skedul Amortisasi Diskun Tahun Kas Pendapatan Diterima Bunga 0 1 Rp . 2. Perusahaan memiliki sulit akses atau tidak 1. disajiakan sebesar realisasi neto (Net Realizable Value).Rp8. yaitu nilai yang diestimasi bisa direalisasi setelah dikurangi penyisihan-penyisihan PELEPASAN PIUTANG USAHA DAN WESEL Dalam peristiwa bisnis normal. Memberikan pembeli seluruhnya fasilitas karena perusahaan kepada hampir dalam melakukan pinjaman ke pihak lain atau untuk 77 .Rp7.086 Rp8.620 Rp 91.167.949.000 Rp 84. perusahaan sepeda dengan Biasanya penjual ini suatu perusahaan dalam industri jenis (misalnya mobil atau motor) bekerjasama perusahaan pendanaan ( Finance Company) atau Bank.000 Pencatatan ke jurnal untuk amortisasi pada periode pertama adalah: D 6.294 Nilai terbawa Rp 77. sama seperti pada Piutang Usaha.000.218.257.949.706 Rp 100.086 3 Rp .620 2 Rp .257.Rp6. maka perusahaan tidak dapat bersaing.949.575. Estimasi atas Wesel tagih yang tidak tertagih bisa juga dilakukan dengan pendekatan neraca atau pendekatan rugi laba. pelepasan transfer Alasan piutang perusahaan industri itu melakukan penjualan secara kredit/cicilan.742. terdapat peristiwa dimana perusahaan pemilik piutang dan wesel membutuhkan kas dalam waktu singkat piutang lainnya adalah: sehingga ke dilakukan melakukan lain. piutang usaha dan wesel ditagih ketika jatuh tempo dan dikeluarkan dari pembukuan.

MENGGADAIKAN PIUTANG USAHA Piutang Usaha dan wesel bisa menjadi jaminan atas pinjaman. 80 untuk Bank penghapusan 78 . Pada bulan Juli dilunaskan seluruh pinjaman kepada Bank X Pencatatan ke jurnal yang harus dilakukan kedua belah pihak adalah: Piutang Usaha piutang Bulan Juni dan membebankan suatu beban keuangan (Finance digunakan pemberi melakukan dicatat penagihan pinjaman. Mentransfer piutang usaha dengan tanggung non tanggung perjanjian renteng atau renteng (Factoring).000 dan Juni PT. 4. Transfer piutang usaha dan wesel ke pihak lain untuk memperoleh kas dapat dilakukan dengan: 1. menjaminkan Piutang Usaha senilai Rp. 100. 3. 2. A dilakukan setiap bulan atas penerimaan 1. debiturnya menyetorkan Biasanya.000. Transaksi yang terjadi atas piutang usaha: Bulan Mei PT.000. kepada Rp. yang PT. Dalam perjanjian biasanya perusahaan pemilik piutang kepada hasil tetap melakukan dan kepada pinjaman. membebankan suatu beban keuangan 2% dan bunga wesel pinjaman 12%. Cicilan PT. menggadaikan piutang usaha. pemberi penagihan pihak yang (bank akan 2.000. Menggadaikan Usaha Piutang 2.000 pinjaman 1 memiliki atas jaminan. melakukan pembayaran kepada Bank X atas penagihan Piutang Usaha. 5 Juta. bulan 600.menghindari penyimpangan dari persetujuan pinjaman. hak Apabila pinjaman tidak dilunasi maka pinjaman penagihan oleh Misalkan. untuk pembiayaan) Setiap melunasi retur penjualan Rp. Penagihan piutang akan memakan waktu yang panjang dan mahal sehingga mengalihkan ke pihak lain penagihan piutang. A Akun Piutang Usaha tetap dipegang dan perusahaan Mei 2007 Bank Juta. Seluruh berhasil ditagih terdapat Rp. 30. Rp.000. diskun Piutang usaha. A penagihan memberinya perusahaan atau pinjaman perusahaan charge).000. 3. A menagih piutang senilai tunai Pada Rp.

P a d a b u l a n J u l i d il u n a s k a n s e l u r u h p i n j a m a n k e p a d a B a n k X ( R p .0 0 0 .0 0 0 TRANSFER (ANJAK) PIUTANG Piutang Usaha juga bisa ditransfer (dijual dijual Menteri 012/2006 atau ke dijaminkan) untuk memperoleh kas. 6 0 0 . 0 0 0 . 0 0 0 l a A c c o u n t R e c e i va b le R p 3 0 .0 0 0 N o te s F in a n c e C h a r g e R p 1 .0 0 0 T id a k M e n c a ta t K e J u rn a l s a l e s r e t u r n A n d A lRopw 2 .6 0 0 .0 0 0 C ash R p 2 8 .2 0 0 .A 1 .1 2 6 . 0 0 0 F in a n c e R e ve n u e R p 1 .4 0 0 .R p .0 0 0 In t e r e s t R e v e n u e R p 5 2 6 .0 0 0 In t e r e s t E x p e n s e R p 8 0 0 . 0 0 0 N o t e s R e c e i va b l e R p 5 2 .0 0 0 PEM BUKUAN BANK X d a n P e n ja m in a n P iu t a n g U s a h a R e c e iva b le R p 8 0 . 0 0 0 ) N o te s P a y a b le R p 5 2 .0 0 0 2 . 4 0 0 .3 0 J u t a = R p . T id a k M e n c a ta t K e J u rn a l A c c o u n t R e c e i va b le R p 7 0 .R p .6 0 0 . (Finance Company) .6 0 0 .P E M B U K U A N P T .4 0 0 .0 0 0 N o t e s P a y a b le R p 8 0 . Piutang usaha biasanya perusahaan Nomor pendanaan 84/PMK.0 0 0 A l l o w a n c e F o r D o u R tpfu 5 . 1 0 0 ju t a .4 0 0 .0 0 0 . 8 0 j u t a .0 0 0 C ash R p 5 3 .0 0 0 .n0c0e0 .0 0 0 5 . 2 . 2 7 .0 0 0 In t e r e s t R e v e n u e R p 8 0 0 . Dalam Peraturan Keuangan tentang perusahaan Anjak Piutang maupun tanpa tanggung renteng/tanpa jaminan Piutang kepada (Without usaha Recourse). Dalam transfer 79 .4 0 0 .0 0 0 S a le s D is c o u n t R p 6 0 0.2 0 0 .A0 c c o 0u 0n 0t b l 00. A m e la k u k a n p e m b a y a ra n k e p a d a B a n k X a ta s p e n a g ih a n P iu ta n g U s a h a N o te s P a y a b le R p 2 7 .4 0 0 . S e lu r u h P iu ta n g U s a h a b e r h a s il d it a g ih B u la n J u n i ( R p .0 0 0 4 . biasanya agar Transfer dilakukan melakukan piutang dengan pemberitahuan atau notifikasi pelanggan pembayaran kepada Faktor (pihak yang menerima usaha/Transferee) Transfer Piutang Transfer tanggung tanpa Tanggung usaha tanpa sebagai transfer pembiayaan disebutkan (Factoring) adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan berikut pengurusan atas piutang itu.0 0 0 In t e r e s t E x p e n s e R p 5 2 6 . 7 0 ju t a ) d a n te r d a p a t p e n g h a p u s a n p iu ta n Cash R p 6 5 .0 0 0 Cash R p 7 8 .0 0 0 . Transfer piutang dilakukan dengan tanggung renteng/dengan jaminan (with recourse) Renteng/tanpa jaminan piutang renteng dianggap penjualan piutang usaha. d is k u n t u n a i R p . P a d a b u la n J u n i P T .0 0 0 C ash R p2 8 . 0 0 0 d a n re t u r p e n ju a la n R p . 3 0 . A m e n a g ih p iu t a n g s e n ila i R p . 0 0 0 .0 0 0 C ash R p5 3 .1 2 6 .6 0 0 . 0 0 0 Cash R p 2 7 . P e n e rim a a n P in ja m a n Cash R p 7 8 . B u la n M e i P T . 0 0 0 . 0 0 0 N o t e s R e c e i va b l e R p 2 7 .0 0 0 3 . 0 0 0 .

piutang bukan sebagai penjualan. kewajiban diestimasi/ditaksir secara andal. Faktor akan mengenakan beban pendanaan (Finance Charge) tertentu dan dari menahan piutang persentase sebagai usaha pelanggan terhadap barang rusak atau ada pengembalian yang ini. penjual Dalam piutang atau dapat mengakui keuntungan atau kerugian dari piutang. 2. (Recourse mentransfer sebesar yang gagal Liability) piutang kewajiban disepakati membayar tanggung dianggap menjamin pembayaran renteng meminjam dapat dengan dipandang jaminan sbagai transaksi penjualan atau transaksi Piutang Usaha. 43 menjelaskan bahwa Transfer Piutang Usaha dapat dipandang terpenuhi: 1. maka transfer piutang usaha harus dipandang antara sebagai penjualan pinjaman. Apabila ketiga ketentuan itu tidak terpenuhi.Nilai yang ditahan factor (Retensi Kepada Faktor) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Piutang xxx+ usaha (xxx) xxx Piutang Usaha xxx TRANSFER PIUTANG SECARA TANGGUNG RENTENG/DENGAN JAMINAN Transfer tanggung pinjam Piutang Usaha secara 3. tidak pihak (retur) atau ada piutang transaksi penjualan kerugian tertagih. penjualan Keuntungan piutang dihitung dengan cara: xxx jaminan (retensi) apabila ada klaim dari . pihak pembeli piutang (Faktor) menanggung seluruh Risiko ketidaktertagihan piutang.piutang tanpa tanggung renteng.Nilai Realisasi Penjualan . dan Klien tidak memiliki atau opsi untuk membeli kembali piutang itu.Nilai Buku Piutang Usaha . mentransfer) tidak lagi memiliki sebagai penjualan berikut apabila keadaan-keadaan semuanya menanggung risiko kolektibilitas yang terkandung dalam piutang. PSAK No. dalam (tanggung Kewajiban perjanjian renteng) klien recourse dapat Kewajiban 80 . Pengendalian terhadap piutang usaha berpindah kepada Faktor. Klien manfaat dari ekonomi piutang (Pihak masa dan yang depan tidak Perbedaan dengan tanggung renteng dan tanpa tanggung renteng adalah pihak pemilik piutang usaha piutang tanggung apabila piutang renteng usaha dan usaha renteng pelanggan usaha.

1 5 . Selama bulan Mei dan Juni.000. Rp. 0 0 0 . 0 010 ta .0 00 P e n y e le s a ia n K a s 6 . Ditaksir.000.000. diskun usaha itu akan sulit maka akun kewajiban tanggung renteng dibebankan ke akun Retensi pada Faktor.2 5 0 . Ta n g g a l P e n c a t a t a n o le h p ih a k P e n ju a l (P T. 0 0 0 8 .0 0 0 M e i d a n Ju n i R e tu r P e n ju a la n 3 .250. melakukan 5. penagihan Retur yang Rp.000 2 5% x 1 50.2 5 0 . 2 5 0 .R p . 8 .000. 0 0 0 ) P e n y is ih a n U n tu k P iu ta n g Ta k t e rta g ih3 .2 5 0 .000.5 0 0 . 0 0 0 D is k u n P e n ju a la n 5 . 0 0 0 1 4 7 . Pihak Faktor Piutang Rp.000 dan tak tertagih Rp. Contoh model penjualan transaksi piutang itu dan dapat pencatatan untuk membedakan kedua diilustrasikan sebagai berikut: 1.2 5 0 . 0 0 0 Tra n s a k s i P iu ta n g R e t e n s i A n ja k P iu ta n g (R p . 0 0 0 P iu t a n g U s a h a 1 5 0 . 0 0 0 6 . 5. 0 0 0 . 5 0 0 .0 0 0 6 .0 0 0 K as 2 .000.3. A mentransfer Piutang Usaha Jangka A . Pendek kepada suatu perusahaan pembiayaan.0 0 0 .0 0 0 .A ) P e n c a t a t a n o le h p ih a k F a k t o r (P e ru s a h a a n P e m b ia y a a n ) 0 1 /0 5 / 2 0 0 8K a s 1 2 7 .138.5 0 0 .0 0 0 P iu t a n g U s a h a 1 3 8 . 0 0 0 .0 0 0 K as 1 2 7 . pelanggan membayar (Finance Charge) 5% dari piutang menahan jaminan atas retur atau diskun penjualan. 0 0 0 ha P e n d a p a ta n P e n d a n a a n 7 . 3juta dari piutang ditagih.000 B ia y a P iu t a n g Ta k te rt a g ih 3 .0 H u t a n g R e t e n s i A n a ja k P iu t n g 1 5 .0 0 0 . 5 0 0 .000. 150 juta. maka Pihak kembali kewajiban tanggung renteng ini Namun.7 5 0 . 0 0 0 P iu ta n g R e t e ns i A n ja k P iu 1 5n g 0 0 . Perusahaan mengenakan dan beban 10 pembiayaan pendanaan % sebagai penjualan estimasi (Tranferor) pendapatan. piutang usaha tidak terjadi. 0 0 0 P iu ta n g R e t e n s i A n ja k P iu ta n g K as H u t a n g R e t e n s i A n a ja k P iu t n g 8 . Piutang Usaha yang ditransfer sebesar Rp.0 0 0 P iu ta n g U s a h a 1 5 0 . P e n ju a la n T a n p a T a n g g u n g R e n te n g (W ith o u t R e c o u rs e ) diberikan Rp. Tanggal 1/5-2008 PT. 0 0 0 .0 00 1 10% x 150. 0 0 0 P iu t a n g U s a h a H u t a n g R e t e n s i A n a ja k P iu t n g 6 .7 5 0 .0 0 0 2 R u g i P e n ju a la n P iu t a n g U s a7 .0 0 0 . 2. 7 5 0 . 0 0 0 .0 0 0 81 .0 0 0 .7 5 0 . 0 0 0 P e n y is ih a n u n tu k p iu t a n g ta k te rt a g ih 3 .pihak sebagai Apabila Penjual sebagai penjual kerugian piutang (Transferor) Piutang.0 0 0 .750. gagal ketidaktertagihan akan mencatat apabila piutang.

0 0 0 .7 5 0 .00 0 P iu t a n g U s a h a 1 5 0 . 3 .B .2 5 0 .2 5 0 . 0 0 0 .00 0.5 00.50 0.0 00 P iu t a n g U s a h a 1 5 0 . 0 0 0 ng 8.0 0 0 D is k u n P e n ju a la n 5 .2 5 0 .0 00 1 1 0 % x 1 5 0 . 0 0 0 ) 82 .0 00.50 0. 0 0 0 )+ R p .0 00 P e n y e le s a ia n a s K 3 . 0 0 0 -R p . 7 5 0 . 8 . 0 0 0 2 (5 % x 1 5 0 . 0 0 0 .00 0. 0 020 aha P endapatan P endanaan 7.0 0 0 T ra n s a k s i P iu t a n g R e t e n s i A n ja k P iu t a n g 3.5 0 0 . 0 0 0 . 0 0 0 . 0 0 0 .0 0 0 R u g i P e n ju a la n P iu t a n g U s 1 0 .R p . 7 5 0 .0 0 0 K e w a jib a n T a n g g u n g R e n t e n g 0 0 0 . 0 0 0 ang H u t a n g R e t e n s i A n ja k P iu ta n g 1 5.0 00 H u t a n g R e t e n s i A n ja k P iu ta n g 3. A ) P e n c a t a t a n o le h p ih a k F a k t o r (P e ru s a h a a n P e m b ia y a a n ) 0 1/05/2 00 8 as K 1 27.0 0 0 K e w a jib a n T a n g g u n g R e n t e n g 3.0 0 0 1 P iu t a n g R e t e n s i A n ja k P iu t1 5 . P e n ju a la n D e n g a n T a n g g u n g R e n te n g (W ith R e c o u r s e ) Tanggal P e n c a t a t a n o le h p ih a k P e n ju a l (P T .0 0 0 H u t a n g R e te n s i A n ja k P iu t a 1 1 . 0 0 0 3.0 0 0 .2 50.00 0 (R p .00 0.0 00 P iu t a n g U s a h a 1 5 0 .0 0 0 K a s 1 2 7 .0 0 0 .75 0.0 0 0 .25 0.0 0 0 . 1 5 .0 0 0 P iu t a n g R e t e n s i A n ja k P iu t a n g K as 1 3 8 .0 0 0 K as 3 . 3 . P iu t a n g R e t e n s i A n ja k P iu t a n g 3. 0 0 0 M e i d a n J u n iR e t u r P e n ju a la n 3 .

n/30. Menggunakan metode penghapusan Langsung Sajikan Piutang usaha di neraca 31 desember 2008: a.5% dari penjualan kredit akan sulit untuk ditagih 1/2/2009 PT. 76.400. 2.A dan memberi wesel 3 tahun berbunga nol. 61.000 dalam periode potongan tunai • Penerimaan sisa piutang dagang melebihi periode potongan tunai. Jumlah piutang usaha Rp. Beberapa informasi penting yang diperlukan berkaitan dengan piutang usaha adalah: 31/12/2008 terdapat pelanggan (PT. Anda diminta memberikan saran kepada PT.000 • Penerimaan piutang dagang Rp. • Barang dikembalikan senilai Rp. bunga pasar berbeda dengan bunga nominal) 1 september 2008 PT. 31/12/2008 ditaksir 0.Soal Latihan: 1.096.231.31/12/08 dalam bentuk jurnal umum 82 .897. 13. Mutiara untuk membuat pencatatan tanggal 1 september 2008 dan 31 desember 2008. 0. Catat transaksi 31/12/2008 s. (Wesel tagih jangka pendek) 1/12-2008 PT.000 kepada PT. Menggunakan metode penghapusan Langsung 3. 15. 25.000 dan mengeluarkan wesel 3 bulan berbunga 9%/tahun Diminta: Buat pencatatan dalam bentuk jurnal umum pada tanggal 1/12-2008. adalah Rp.300.000. 23.236. Buat Pencatatan tanggal 1/9’08. saldo penyisihan untuk piutang tak tertagih (Rp.000 harus dihapus. Tingkat suku bunga pasar 9 % (lihat tabel nilai sekarang pada periode 3 dan suku bunga 9%. Uni Unio menyatakan akan melunasi hutangnya 15/2/2009 PT. (Wesel tagih jangka panjang berbunga. (Pengakuan biaya piutang tak tertagih). Uni Unio membayar seluruh kewajibannya Diminta: 1. 5. Berikut ini adalah sebagian data piutang usaha PT.77218). Bahtera permai dan menerima wesel 3 tahun berbunga 9% bungan dibayar tahunan.000. 985. Menggunakan metode penyisihan b.000. 80 juta dari PT. 1/3-2009 4. 2. Amas sekora: Penjualan Kredit selama tahun 2008 Rp.000.750). Diminta: Catat seluruh transaksi ke jurnal umum menggunakan metode neto dan metode bruto 2. Syarat 2/10. (Pengakuan Piutang Usaha) Berikut ini adalah transaksi penjualan PT. (Wesel Tagih Jangka Panjang berbunga nol) 1 September 2008 PT. Uni Unio) yang sudah pailit dan tidak mampu membayar.774.000. 2.000. 31/12/2008. 1 september 2009 dalam bentuk jurnal umum. A: • Penjualan barang dagang secara kredit Rp. Jumlah piutang usaha Rp.456. 1. Mutiara memberi pinjaman Rp. Mulia menerima kas Rp. Burung Nuri menjual barang Rp. Mulia meminjam Rp. PT.d 15/2/2009 dalam bentuk jurnal umum dengan asumsi a. Suku bunga pasar pada saat itu 11%.540. Menggunakan metode penyisihan b.

000.B 06-Mar-05 PT .750 PENYISIH UNT PIU AN U AN UK T G SAHA T T AK ERT AGIH (12.000 e. 3. Sajikan seluruh piutang usaha per 31 Desember 2006 setelah penyesuaian 3.G 26-Des-05 PT .500 140. 08-Des-05 PT .200. 1. Pihak Moga Finance mengenakan beban pembiayaan 6% dari 83 . 30. Menurut manajemen Perusahaan ini sudah pailit sehingga piutang harus dihapuskan. Enrico 2.000.500 >120 hari 35% 25. Jumlah Diminta: 1.000 61-90 hari 10% 10.000 61. Enrico per 31 Desember 2006 sebelum penyesuaian menunjukkan data berikut: Account Receivable Allowance for Doubtful Account Note Receivable Rp.000 (Rp.000.000 Diminta: Buat pencatatan ke jurnal umum oleh PT.H 05-Feb-03 Ketentuan % tak tertagih 8.000.000. 10-Feb-05 PT .000 untuk bunga pinjaman dikirimkan ke Andika Finance d. 1. Hasil penagihan atas piutang yang digadaikan Rp. Hasil penagihan piutang dan cek senilai Rp. 1. Menurut manajemen. Terdapat piutang usaha kepada PT.000.500) PIUT ANG USAHA NET O 128.000 telah digadaikan kepada Andika Finance sebagai jaminan untuk pinjaman Rp. ransaksi ini belum dicatat. Buat taksiran biaya piutang tak tertagih tahun 2005 dengan membuat skedul umur piutang usaha 2. 16. 150.F 17-Okt-05 PT .250 0-30 hari 0.000.E 19-Agust-05 PT .450. Buat penyesuaian dan koreksi yang diperlukan sehingga menunjukkan jumlah piutang yang benar di neraca periode 31 desember 2005 3. 3. Skala: a.200. .000) Rp. Posisi saldo piutang usaha neto PT Ayala per 31 desember 2005 sebelum penyesuaian: .250 Saldo Piutang U saha terdiri dari: D ebitur T anggal PT A .750 Pada 26 desember 2005 diketahui PT H telah jatuh pailit dan manajemen memutuskan untuk menghapus piutang PT H T . Wesel tagih merupakan wesel berjangka waktu 6 bulan yang dikeluarkan pada tanggal 5 november 2006 berbunga 10% Diminta: 1.000. Neraca saldo PT.000 b. Penagihan kas atas piutang yang digadaikan adalah Rp.000. 65. Pada 1/3-2008 PT.6.500 90-120 hari 15% 8.A membutuhkan dana sehingga mentransfer piutang dagang kepada Moga Finance. 2.250 2. Berikut ini adalah informasi yang berhubungan dengan PT. 18.25. Berapa jumlah piutng neto periode sampai 31 desember 2005 setelah dilakukan koreksi dan penyesuaian 4.50% 9.000 Anda menemukan fakta-fakta berikut ini: 1. Piutang yang ditransfer sejumlah Rp.C 11-Nop-05 PT D .625. Skala 5. Buat pencatatan ke jurnal (ayat jurnal) yang harus dibuat oleh PT. Pinjaman dilunasi ditambah bunga Rp.000 c. 40. Piutang Pelanggan sejumlah Rp.750 31-60 hari 5% 15. PIUT ANG USAHA 140. . Darli Rp. ditaksir 5% dari piutang bruto akan sulit untuk ditagih.

126. penyedia (pelaku/alat).500.000 dan tak tertagih Rp. 2 84 . bukan persediaan.000. maka istilah yang tepat adalah sediaan. Pertalian yang tepat dari bentuk dasar sedia adalah menyediakan (verba). Buat Pencatatan ke jurnal umum oleh PT.000 dari piutang itu akan sulit untuk ditagih. Sediaan Barang Dalam Proses dan Sediaan Barang Jadi. pihak Moga Finance melakukan penagihan piutang usaha Rp.000.780. penyediaan (proses) dan sediaan (hasil). Sediaan terdiri atas beberapa jenis. 4. tergantung pada bentuk entitasnya. Arus kos sediaan pada perusahaan manufaktur dapat digambarkan sebagai berikut: Menurut kaidah ejaan yang disempurnakan (EYD). yaitu Sediaan Bahan Baku. Selama bulan April dan Mei. sediaan merupakan hasil dari proses menyediakan (penyediaan). 3.500. Ditaksir Rp. A dan Moga Finance apabila: • Penjualan Piutang dengan tanggung renteng • Penjualan piutang tanpa tanggung renteng BAB V AKUNTANSI SEDIAAN2 (INVENTORIES) Sediaan tersedia adalah barang atau yang tempat • • Sediaan Barang Dagang Sediaan Barang Habis Pakai Untuk jenis perusahaan manufaktur. retur penjualan Rp.piutang dan menahan 8% sebagai jaminan atas retur atau potongan penjualan. Untuk mengikuti pertalian antara bentuk dan makna yang sudah diatur dalam EYD. digudang penyimpanan suatu entitas pada tanggal tertentu. Beberapa contoh dari sediaan adalah: • • • Sediaan Bahan Baku Sediaan Barang Dalam Proses Sediaan Barang Jadi sediaan terdiri dari tiga jenis.000. 2.

Penjualan barang jadi Kos da ba ng terjual ( ri ra Sediaan Ba ng J ( ra adi xxx xxx C t of G os oods s old) Finis hend G oods ) xxx xxx Mutasi sediaan pada perusahaan dagang. ung dan O verhead k Produks e i Sediaan Barang da lam Proses (W ork In P roces ) s xxx Sediaan Ba n Baku ( ha R Materia aw l) xxx U pah T naga kerja Langsung ( e D irect Labor) xxx O erhead Pa v brik d itentukan dim ka u xxx (P redeterm ined Fa ctory O verhe ad) 5. U p a h x x Px e m b e bx ax nx a n TK L xxx O HP xxx K o s d a i b a r a n g t e rju a l D (C o s t o f G o o d sKS o ld ) S e d ia a n x x x xxx D O v e r h e a d P a b Kr i k B y . dapat diilustrasikan sebagai berikut: 85 . M peroleh B em ahan B u ak Sediaan Bahan B aku ( Kas/hu ng U ha ( ta sa R Material) aw C h/Ac as count P ble) aya xxx xxx 2. B arang y ang s eles diproduks m ai i enjadi s ediaan barang jadi Sediaan Barang jadi (Finis hed G oods ) Sediaan Ba ng d ra alam Prose s (W ork In P roces ) s 6. M peroleh O erhead Pabrik em v O erhead Pa v brik ( Fa ctory O verhe ad) Kas/H n uta g (C s a a h/P yable ) xxx xxx xxx xxx 4. M bebankan s em ediaan bahan bak tenaga kerja langs u. U p a h x x Px e m b e bx ax nx a n Aliran kos itu dapat dimasukkan dalam jurnal sebagai berikut: 1.D S e d i a a n B a h a n B aK k u P e m b e l i a x x Px e m a k ax i a x n xn D S e d i a a n B a r a n g D a lKa m P r o s e s S e d i a a n B a r a n g J a d K D i S e d i a a n A w ax l x S e l e s a i dx i xp x o s e s S e d i a a n A w a C G S x x x x x r l D T e n a g a K e rja K a n g s u n g B a h a n B a k u x x x L B DP xxx B y . m bayar upah em U pah T ga kerja Langsu ( ena ng D irec La t bor) Kas/H n U h ( uta g pa C h/Acc d w s as rue age ) 3.

Ann kt s ua i (M e aas i a e si n d n n uk ea y ) P bi n e e ma l l Penj ua an P nn e g l a a Si aB nDa ea a g a n d n r a gg bi n e la e P t e u m Rr /p bi e e m l R r eua e Pj an t u n l PAK ES MO Saldo sediaan oleh barang dagang • • • Retur Pembelian dan diskun dipengaruhi berikut ini: • • transaksi-transaksi pembelian Penjualan barang dagang penyesuaian-penyesuaan terhadap saldo sediaan (sediaan hilang.dll) Pembelian barang dagang Retur Penjualan 86 . menyusut.

akun retur 3. 3. dalam dengan langsung mendebit atau mengkredit akun sediaan. pengembalian penjualan. bukan ke penyisihan transaksi untuk maka akun langsung dicatat ke akun sediaan. Sistem Pencatatan sediaan secara periodik Sistem ini mencatat mutasi (perubahan) terhadap saldo sediaan ke masing-masing akun yang menunjukkan transaksinya. Untuk menghitung kos dari maka harus dilakukan barang yang terjual (Cost of Goods perhitungan sebagai berikut: 87 .SISTEM PENCATATAN SEDIAAN Terdapat dua sistem pencatatan sediaan: • Perpetual Sistem pencatatan sediaan Sistem sediaan perpetual mencatat mutasi sediaan secara terus menerus ke akun sediaan sehingga posisi sediaan tetap bisa diketahui setiap saat. Setiap barang. atas nilai pembayaran menerima penyisihan • secara periodik Sistem Pencatatan sediaan secara perpetual Sistem pencatatan sediaan secara perpetual sediaan sediaan melakukan secara Setiap pencatatan menerus perubahan dicatat kos ke terus pembukuan. Teknik pencatatan apabila menggunakan sistem ini adalah: 1. khusus mencatat peristiwa-peristiwa itu. dan nilai pembelian. Apabila ongkos tunai atas terjadi masuk. Sold). Teknik pencatatan apabila menggunakan sistem ini adalah: 1. maka akun sediaan di kreditkan dan akun kos dari barang terjual (Cost of Goods Sold) didebitkan 4. Setiap terjadi penjualan barang. dan penyisihan terjadi pembelian) penjualan bukan ke akun sediaan. maka sistem pencatatan sediaan secara perpetual bisa digunakan. maka akun sediaan tidak dikreditkan. Setiap terjadi pembelian barang kos sediaan dicatat ke akun Pembelian. atau pengembalian dan transaksi langsung dicatat ke akun masing-masing (Akun biaya angkut pembelian. Setiap terjadi pembelian barang. akun sediaan didebit 2. Setiap jenis sediaan dibuatkan kartu sediaan yang berfungsi sebagai buku pembantu (subsidiary ledger) dari akun sediaan. 4. bukan ke akun sediaan. tunai maka terjadi masuk. Sistem Pencatatan sediaan Untuk menghasilkan pengendalian yang baik. 2. diskun pembelian. menerima pembelian. pembayaran diskun atau Apabila ongkos diskun penjualan.

Kos dari barang terjual (Cost of Goods Sold) Sediaan awal periode (Beginning Balance) xxx Pembelian (Purchases) xxx Retur pembelian (Purchase Return) (xxx) Diskun pembelian (Purchase Discount) (xxx) Biaya angkut (Freight In) xxx + Pembelian neto (Net Purchase) xxx+ Barang tersedia untuk dijual xxx (Goods Available for sale) Sediaan akhir Periode (Ending Balance) (xxx) Kos dari barang terjual (Cost of Goods Sold) xxx 5. Sediaan perhitungan fisik. biaya angkut pembelian. sediaan Dibuat akhir ke jurnal neraca untuk saldo dan menutup/menyesuaikan akhir diketahui jumlahnya hanya dengan melakukan menutup akun-akun pembelian. Perbandingan sistem perpetual dan sistem periodik 88 . retur pembelian. 6.

terny ata te rdapat k ek urangan k uantitas s ediaan 8. P e n g e m b a liaA c c o u n t P a y a b le n (re t u r) p e m b e lia n In ve n t o ry 3 .T ra n s a k s i S is t e m p e rp e t u a l 1 . M eny es uaik an s aldo s ed iaan dan m enutup ak un -ak u n xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx A c c ount R ec eiva ble S ales xxx xxx S ales R eturn A c c ou nt R ec e ivable xxx xxx Tidak D ic atat C os t of G oods S o ld P urc has e R eturn P urc has e dis c ou nt P urc has e Inventory b eginning) Inventory (E nding) C os t of G o ods S old xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx 89 . S e telah perhitungan fis ik atas Inventory s edia an.M enc atat k os darios t of goo ds s old C barang y a ng d ijua l Inventory 6. P e m b a y a ra n In ve n t o ry ongk os angkut Cash xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx S is t e m p e rio d ik P u rc h a s e (P e m b e lia n ) xxx A c c o u n t P a y a b le (H u t a n g U s a x x x ha) A c c o u n t P a y a b le P u rc h a s e R e t u rn A c c o u n t P a y a b le P u rc h a s e D is c o u n t Cash F re ig h t -in Cash xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx 5. P e m b e lia n b a ra nngt o ry (S e d ia a n ) In ve xxx A c c o u n t P a y a b le (H u t a n g U s a h ax)x x 2 .M enc atat P e njualan ount R ec eivable Acc S ale s . P e n e rim a a n A c c o u n t P a y a b le d is k u n t u n a i In ve n t o ry Cash 4 . P e njualan .R etur P e njualanS ales R eturn A c c ount R ec eivable Inve ntory C os t O f G oods S old Inve ntory s ort and over 7.

R etur P e njualanS ales R eturn A c c ount R ec eivable Inve ntory C os t O f G oods S old Inve ntory s ort and over 7. P e njualan .M enc atat k os darios t of goo ds s old C barang y a ng d ijua l Inventory 6. Apabila penjualan dilakukan dengan ketentuan ini maka ongkos angkut ditanggung barang pengiriman oleh pihak apabila barang pembeli barang beberapa kondisi yang harus dianalisis: Barang dalam perjalanan pada saat menyusun laporan keuangan Untuk perjalanan menetapkan pada saat siapa yang berhak atas barang yang sedang dalam penyusunan laporan keuangan. Hal itu berarti kepemilikan berpindah sudah keluar dari pelabuhan atau tempat pengiriman.M enc atat P e njualan ount R ec eivable Acc S ale s . S e telah perhitungan fis ik atas Inventory s edia an. Terdapat dua syarat pengiriman yang bisa menunjukkan kepemilikan dari barang: barang. penjual dan pihak ini pembeli biasanya pihak mendebitkan akun pembelian atau Ketentuan (misalnya: dituliskan sesuai dengan kota pihak apabila penjual berada di Kota Medan maka 90 . Pihak penjual dengan segera mengkreditkan akun sediaan sediaan. atas sediaan. M eny es uaik an s aldo s ed iaan dan m enutup ak un -ak u n xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx A c c ount R ec eiva ble S ales xxx xxx S ales R eturn A c c ou nt R ec e ivable xxx xxx Tidak D ic atat C os t of G oods S o ld P urc has e R eturn P urc has e dis c ou nt P urc has e Inventory b eginning) Inventory (E nding) C os t of G o ods S old xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx KEPEMILIKAN ATAS SEDIAAN Kepemilikan (hak) atas sediaan menentukan barang menetapkan • siapa hak yang mencatat Untuk ada sebagai sediaannya.5. 1. maka harus dilihat syarat (term) dari pembayaran ongkos angkut yang ada di konosemen (Bill of Lading). terny ata te rdapat k ek urangan k uantitas s ediaan 8. FOB Shipping Point (Free On Board Shipping Point) atau franko penjual.

dituliskan FOB Medan atau Franko Medan)

mengganti barang dengan barang yang baru. secara barang komisi Dalam metode pemasaran tetap yang dan dan konsinyasi itu atas barang Pihak barang barang

2.

FOB Destination (Free On

Board Shipping Point) atau franko pembeli. Apabila penjualan dilakukan dengan ketentuan ini maka ongkos angkut ditanggung barang pembeli pengiriman oleh pihak apabila Pihak barang penjual barang penjual

menjadi hak penitip barang sampai terjual. penjualan menjaga menerima titipan (konsinyee) menerima berkewajiban pantas. • Perjanjian Penjualan Khusus 1. Penjualan dengan perjanjian membeli kembali Kadang-kadang perusahaan mendanai sediaannya tanpa melaporkan adanya hutang atau sediaan di neraca. Hal ini dilakukan perjanjian dengan membeli penjualan kembali. dengan

barang. Hal itu berarti kepemilikan berpindah berada. sudah sampai ke tujuan atau tempat mengkreditkan akun sediaan apabila barang sudah sampai pada pembeli barang sediaan dan apabila ini pihak sudah pembeli diterima. dituliskan pembeli maka mendebitkan akun pembelian atau Ketentuan (misalnya: berada Jakarta) • Barang Konsinyasi Salah Pihak penjual satu metode (disebut barang agen pemasaran konsinyor) agen penjual di biasanya pihak Jakarta

menempatkan barang di tempat yang

sesuai dengan kota pihak pembeli apabila Kota

Dalam model transaksi ini pihak penjual dan pembeli melakukan perjanjian jual beli dimana pihak penjual berjanji akan membeli kembali sediaan dengan harga yang disepakati. Oleh pihak pembeli, barang ini digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman dari bank. Hasil peminjaman uang dari bank digunakan oleh pembeli untuk melunasi transaksi penjualan barang. Dimasa depan, pihak penjual membeli kembali seluruh barang dan pihak pembeli menggunakan hasilnya untuk melunasi hutang ke bank. Transaksi itu dapat diilustrasikan sebagai berikut:

dituliskan FOB Jakarta atau Franko

yang banyak dipakai adalah konsinyasi. penitip mengirimkan kepada

dimana

berkewajiban menjual barang konsinyasi itu. Apabila barang tidak terjual maka pihak penitip bisa mengambil atau

91

2. M e m in ja m d e n g a n ja m in a n b a r a n g P e n ju a 4. U a n g p e m inP ja m b e li l em an bank 3. U a n g d a r i b a n k u n tu k m e lu n a s i p e m b e lia n 1. M e n ju a l b a r a n g 5. P a d a t a n g g a ,l y a n g6. Hd is se ilp pa ek a t ib e lia n k e m b a li d ig u n a k a n a m m e m b e li k e m b a li b U rna t nu gk m e lu n a s i h u t a n g k e b a n k a

Dengan melakukan penjualan dengan perjanjian membeli kembali pihak penjual bisa menghindarkan pencatatan hutang dan memanipulasi penghasilan. Sedian dengan skema penjualan ini tetap 2. Penjualan Apabila usaha (return) perjanjian alternatif penjualan. penjualan terjadinya penjualan Penjual bisa terdapat yang dengan suatu tingkat operasi ada yang transaksi transaksi pada saat mencatat taksiran mencatat akan Apabila ditaksir

dicatat oleh pihak penjual. Pihak penjual tetap sebagai pemilik barang dan juga harus mencatat hutang ke bank sebagai kewajibannya. dikreditkan penjualan. 3. Penjualan Cicilan Penjualan cicilan merupakan cara penjualan lainnya dalam praktik bisnis. Pelanggan akan melakukan cicilan tertentu. cicilan sampai Cara sangat periode penjualan beresiko, waktu secara terutama pada saat mencatat

pengembalian yang tinggi dalam tingkat tinggi dagang pencatatan Pencatatan bisa dilakukan dan akun tidak transaksi pada juga pengembalian karena

memungkinkannya, maka terdapat dua

tingkat ketertagihan piutang. Oleh karena itu, dalam penjualan cicilan biasanya barang dengan dalam sediaan hak kepemilikan apabila atas atas cicilan sediaan barangapabila berpindah kepemilikan penjualan pihak

taksiran pengembalian dan penyisihan penembalian dan penyisihan penjualan. penjualan sampai suatu keadaan yang mengindikasikan dikembalikan jumlah jumlah yang bisa oleh pembeli.

telah diselesaikan. Namun, terkait cicilan, penjual

barang harus dikeluarkan dari akun persentase dari piutang yang tak tertagih bisa ditaksir secara akurat.

pengembalian

dengan akurat, maka sediaan juga bisa

92

PENGARUH POTONGAN TUNAI PEMBELIAN TERHADAP KOS SEDIAAN
Diskun pada rentang pembelian waktu diterima yang pada Metode dengan jumlah bruto bruto. dioperasikan Pada saat apabila entitas membayar hutang usaha diskun diberikan pihak penjual. Untuk mencatat diskun pembelian terdapat dua metode yang bisa digunakan, yaitu metode neto (Net Method) dan Metode Bruto (Gross Method). Dengan menggunakan metode neto diskun dari pembelian pembelian/ langsung sediaan akun dikurangkan tidak diambil atas tidak mencatat pembelian/sediaan

pembayaran hutang pada masa diskun, pembeli barang mencatat diskun dalam akun diskun pembelian sistem akun sistem sediaan (apabila atau (apabila menggunakan mengkreditkan menggunakan periodik)

perpetual).

Misalnya, PT. A menggunakan sistem periodik dan membeli barang dengan syarat 2/10,n/30 pada tanggal 1/5-2005 seharga Rp. 10 juta. Apabila pembayaran dilakukan dalam periode diskun atau diluar periode diskun, pencatata yang dilakukan adalah:

barang da hutang usaha. Apabila diskun maka didebitkan kerugian karena diskun pembelian dikun

(Purchase discount Lost). Akun kerugian memanfaatkan pembelian dilaporkan di laporan rugi laba pada kelompok biaya lain-lain (Other Expenses and Losses).

Me tode ne to (ne t Me thod) Me tode bruto (Gross M e thod) Pe m be lia n ba ra ng Rp. 10.000.000, sya ra t 2/10,n/30 Purchase 9.800.000 Purchase 10.000.000 A ccount Payable 9.800.000 Account Payable 10.000.000 Apa bila huta ng usa ha dibayar pa da pe riode diskun 9.800.000 Account P ayable 9.800.000 9.800.000 Purchase Disc ount 200.000 Cash 10.000.000 Apa bila Huta ng Usa ha diba ya r m e le w a ti pe riode diskun Account P ayable 9.800.000 Account P ayable 10.000.000 Purchase Discount lost 200.000 Cash 10.000.000 Cash 10.000.000 Account payable Cash

PENILAIAN SEDIAAN BERBASIS ALIRAN KOS HISTORIS
Sediaan dinilai atas dasar kos historis. Penyimpangan atas basis ini dapat dilakukan apabila terdapat kondisikondisi lain, misalnya penurunan nilai sediaan menuju nilai pasar atau kondisi yang memerlukan estimasi atas nilai sediaan. Penilaian berbasis aliran kos historis terdiri atas beberapa metode:

• •

Identifikasi

spesifik

(Specific Identification) FIFO (First In First

Out/Masuk Pertama Keluar Pertama)

93

Metode aliran kos merupakan barang yang metode yang terbaik banyak. A. dan 20/1 (175 unit). Misalkan terkait dengan sediaan sebagai berikut: Sediaan Awal Pembelian 02/01/2007 16/01/2007 20/01/2007 31/01/2007 Total Pembelian Retur Pembelian 17/01/2007 Penjualan 05/01/2007 17/01/2007 25/01/2007 Total Penjualan Retur Penjualan 26/01/2007 Unit 300 150 200 175 160 685 30 @ 150 150 165 170 175 Total Rp 45. perhiasan. berasal dari 300 + 685 -30 -395 + 40) diidentifikasi berasal dari sediaan awal (185 unit).000 29.500 33. data namun sulit untuk dilakukan. A memiliki furniture. PT.000 Rp Rp Rp Rp 22.750 28. maka kos sediaan akhir dapat dihitung: 94 .000 165 115 80 200 395 40 Apabila Sediaan akhir ( 600 unit. 31/1 (160 unit). mahal dan mudah dibedakan berdasarkan (misalnya: karakteristik emas. Karena setiap jenis berbeda-beda. pembelian 02/1-07 (70 unit).• • dapat LIFO (Last In First Out/ Average (Rata-Rata) diterapkan pada sistem pembeliannya tersisa ini sehingga dan barang terjual yang yang bisa Masuk Terakhir Keluar Pertama) Keempat asumsi aliran kos sediaan itu pencatatan periodik maupun perpetual. sediaan barang mobil. 16/1 (10 unit). terutama pada entitas jenisnya jenis Biasanya. berlian.dll). maka setiap barang yang dikenali (sediaan) diidentifikasi kos-nya. metode ini digunakan pada memiliki sedikit. Identifikasi Spesifik Metode aliran kos ini digunakan apabila memiliki terjual terdapat kualitas harus ciri-ciri dan khusus harga dari yang tanggal setiap jenis sediaan.

FIFO Metode aliran kos sediaan dengan FIFO mengasumsikan aliran kos atas sediaan yang keluar diambil dari kos sediaan yang paling awal masuk basis menentukan kos sediaan Ba ra ng M as u dikeluarkan).75 0 1 50 R p 10 . A sebelumnya. Berdasarkan contoh PT. k Mu ak s 3 Mu ak s 2 Mu ak s 1 Mu ak s Mu P t m a k ea a s r 1 .00 0 R p 97 . Kur ea a e aP t m l r FIFO pada sistem pencatatan sedangkan kos sediaan akhir berasal dari pembelian yang terakhir dan ditarik mundur sampai suatu tanggal dimana kuantitas sediaan terpenuhi. Kos dari barang yang terjual (Cost of Goods Sold) berasal dari harga pembelian yang paling awal 95 .75 0 1 75 R p 28 .65 0 1 70 R p 29 .50 0 1 65 R p 1 . maka kos sediaan akhir dengan metode FIFO dalam sistem Periodik dapat dihitung sebagai berikut: periodik Pada sistem pencatatan periodik.65 0 B.U nit 1 85 70 10 1 75 1 60 6 00 @ To ta l 1 50 R p 27 . Metode ini mengasumsikan kos sediaan akhir berasal dari sediaan yang terakhir masuk ke gudang/tempat penyimpanan. Kunatitas dan kos sediaan akhir diketahui apabila dilakukan perhitungan fisik terhadap sediaan. diterapkan dalam Metode sistem FIFO bisa pencatatan ( kos yang sediaan yang pertama masuk merupakan periodik maupun perpetual.

300 355 53.000 Rp 29.950) 80 150 17.250 28.000 T tal o 655 108.750 150 200 (30) PEM BELIAN @ 150 165 165 PEN ALAN (C S) JU G @ T T O AL SALD O @ 150 150 150 150 165 150 165 150 165 150 165 170 150 165 170 150 165 170 150 165 170 175 T T O AL 22.250 28.250 28.000 26/01/2007 (40 ) 150 (6.050 38.. kartu sediaan.750 28.000 25/01/2007 200 150 30.050 38.000 Rp 9. Pada metode aliran kos ini.250 28. METODE LIFO Metode LIFO bergerak dalam arah yang berlawanan dengan metode FIFO. Kos dari sediaan akhir berasal dari harga pembelian barang yang terakhir. sediaan akhir yang pertama dibeli.050 29.750 14. A dapat dihitung dengan menggunakan metode aliran FIFO dalam sistem sediaan perpetual: setiap barang yang keluar karena terjual FIFO PE PE A R TU L T G AL AN G U IT N 01/01/2007 02/01/2007 05/01/2007 16/01/2007 17/01/2007 17/01/2007 20/01/2007 175 170 29.750 Rp 33. namun perhitungan fisik terhadap sediaan akhir C.050 29.000) 31/01/2007 160 175 28.250 150 12.050 29.000 100.000 67.500 50.750 Rp 100.FIFO PERIODIK SEDIAAN AKHIR Kos Sediaan akhir: 160 unit 175 Unit 200 Unit 65 Unit 600 600 UNIT 175 170 165 150 Rp 28.500 U IT N U IT N 300 450 335 335 200 335 170 255 170 255 170 175 55 170 175 95 170 175 95 170 175 160 600 115 33. Dari contoh sebelumnya.050 29.000 (4.250 28.050 Walaupun diketahui saldo dari sediaan akhir bisa tetap harus dilakukan minimal pada saat akhir periode akuntansi barang yang dijual (Cost of Goods Sold) diambil dari kos sediaan yang terakhir dibeli sehingga kos sediaan akhir berasal dari kos barang yang pertama dibeli.250 28. sediaan akhir PT.250 33.250 T T O AL 45. maka dipakai metode FIFO.500 (dari pembelian 31/1/07) (dari pembelian 20/1/07) (dari pembelian 16/1/07) (dari pembelian 2/1/07) FIFO pada sistem pencatatan dihitung kos-nya berdasarkan kos Perpetual Dalam sistem sediaan perpetual.250 50.750 14. manajemen sediaan dilakukan dengan membuat kartu sediaan (di bagian akuntansi) yang memuat setiap mutasi (pergerakan) Apabila barang serta kos-nya.750 8.000 50. kos dari 96 .

750 (dari pembelian 16/1-07) Rp 92. sebelumnya. A sebelumnya. kos sediaan akhir PT. kos dari barang yang kos dijual ditentukan barang berdasarkan pembelian 97 .000 (dari sediaan awal) 150 Rp 22. apabila dinilai dengan metode LIFO pada sistem sediaan periodik.250 LIFO pada sistem pencatatan terakhir.Ms kT r k ir a u ea h Ba ra ng M as uk Ms k au 3 . Kos sediaan akhir dihitung dari harga pembelian yang pertama dilakukan. K lu rP ra a e a et m Ms k au 3 Ms k au 2 Ms k au 1 LIFO pada Dalam sistem sistem pencatatan periodik. nilai sediaan akhir dapat dihitung sebagai berikut: perpetual Pada sistem perpetual. Dari contoh PT.500 (dari pembelian 2/1-07) 165 Rp 24. A. dapat dihitung sebagai berikut: 150 Rp 45. Kos sediaan akhir berasal dari pembelian yang pertama dilakukan dan kemudian LIFO PERIODIK SEDIAAN AKHIR Kos Sediaan akhir: 300 unit 150 Unit 150 Unit 600 600 UNIT pembelian dimana seluruh unit dalam terpenuhi. kos ditarik sediaan maju sampai kepada Dalam tanggal contoh periodik sediaan akhir diketahui jika dilakukan perhitungan fisik terhadap sediaan.

000 20/01/2007 175 170 Rp 29.5 0 2 0 U IT N U IT N 30 0 40 5 35 3 35 3 20 0 35 3 10 7 35 3 9 0 35 3 9 0 15 7 35 3 6 5 35 3 15 0 35 3 15 0 10 6 60 0 15 1 3 .3 0 p 5 0 95 u i 5 nt Kos per unit Kos sediaan akhir= = R .0 0 8 0 9 .1 3 .1 5 (6 0 ) . sediaan PT.7 0 9 5 10 5 20 0 (3 ) 0 P M E IA E B L N @ 10 5 15 6 15 6 P N U L N(C S E J AA G) @ T TL OA S L O AD @ 10 5 10 5 10 5 10 5 15 6 10 5 15 6 10 5 15 6 10 5 15 6 10 7 10 5 15 6 10 5 15 6 10 5 15 6 15 7 T TL OA 2 .5 5 5 7 2 /0 /2 0 6 1 07 3 /0 /2 0 1 1 07 T ta o l 65 5 18 0 0 . sediaan Dari data akhir dapat Perpetual (Rata-rata Bergerak) Sediaan yang di catat dikartu sediaan dirata-ratakan kos-nya setiap dihitung dari kartu sediaan berikut ini: 98 . Metode Average dalam sistem sediaan akhir dapat dihitung sebagai berikut: periodik (Rata-Rata Tertimbang) AVERAGE PERIODIK (WEIGHTED AVERAGE/RATA-RATA TERTIMBANG) SEDIAAN AKHIR 600 UNIT Sediaan Awal 300 150 Rp 45.7 0 9 5 4 2 .5 0 7 0 5 . A sebelumnya.0 0 8 5 5 . aliran namun barang merata- pada sistem pencatatan ratakan kos dari barang yang tersedia untuk menghitung kos sediaan akhir.8 0 4 5 5 .7 5 7 2 D.2 0 0 5 1 .300 R .2 0 7 5 15 6 1 .L OP R E U L IF E P T A TN GL A G A U IT N 0 /0 /2 0 1 1 07 0 /0 /2 0 2 1 07 0 /0 /2 0 5 1 07 1 /0 /2 0 6 1 07 1 /0 /2 0 7 1 07 1 /0 /2 0 7 1 07 2 /0 /2 0 0 1 07 15 7 10 7 2 . Dari contoh PT.2 0 0 5 1 .3 5 7 2 2 .500 16/01/2007 200 165 Rp 33.0 0 3 0 5 .9 0 8 0 10 5 1 .0 0 8 0 10 7 15 6 15 6 2 .000 Pembelian 02/01/2007 150 150 Rp 22.7 5 0 2 5 .3 5 7 2 5 .750 31/01/2007 160 175 Rp 28.0 0 5 0 6 .2 0 0 5 3 .7 0 9 5 5 . kos periodik dan perpetual.950) 955 153.2 0 0 5 5 .5 3 p 6 26 160.8 0 4 5 2 .52 x Rp 600 = Rp 96.2 0 0 5 1 .2 0 0 5 1 .2 0 0 5 2 .2 0 3 0 2 /0 /2 0 5 1 07 15 7 2 5 (4 ) 0 10 6 15 7 2 .0 0 3 0 (4 5 ) .314 Metode Average dalam Sistem terjadi pembelian barang.2 0 0 5 1 . METODE RATA) Metode diaplikasikan AVERAGE rata-rata juga (RATAdapat masuk Metode ini tidak mendasarkan kos sediaan berdasarkan atau keluar.3 0 35 5 5 .1 0 .6 0 T TL OA 4 .000 Retur Pembelian (30) 165 Rp (4. A.

2 50 p 11 3 .000 150 67. 0 0 0R) p (1 0 .250 156 83. 7 5 0R p 8 8 . 9 8 6R p 5 5 .950) 80 29. Perbandingan laba rugi masing-masing metode dengan menggunakan data PT.300 355 159 160 31. 0 5 0R p 5 7 . 250 per unit.000 (4.400 150 17.AVERAGE PERPETUAL (MOVING AVERAGE/RATA-RATA BERGERAK) TANGGAL UNIT 01/01/2007 02/01/2007 05/01/2007 16/01/2007 17/01/2007 17/01/2007 20/01/2007 25/01/2007 26/01/2007 31/01/2007 Total PEMBELIAN @ TOTAL 150 200 (30) 175 150 165 165 170 22. 0 0 0R) p (1 0 0 .25 0 R R p 1 1 3.500 115 33. 0 0 0R) p (1 0 . 7 5 0R p 9 8 . 7 5 0R p 9 8 .250 155 78. 7 5 0R p 8 8 . 0 0 0 Rp R p 4 5.2 50 P u rc h a s e R e t u rn (R e t u r P e m b e R pn ) (4 . Dari beberapa metode sediaan yang sudah dijelaskan. 7 2 5R p 5 6 .650 160 63.250 +33.000 R p 45. 9 5 0 ) R p (4 .850 160 70.p2 5908 . diilustrasikan sebagai berikut: dapat Id e n t ifik a s i F IF O L IF O AVERAGE K husus P e rio d ik P e rp e t u a l P e rio d ik P e rp e t u a l P e rio d ik P e rp e t u a l S a le s (P e n ju a la n ) 3 9 5 u n it x R p . 7 6 4R p 3 3 .750 200 (40) 160 655 175 28.3 00 (B a ra n g T e rs e d ia U n t u k d iju a l) E n d in g In ve n t o ry R p (9 8 .250 PENJUALAN (CGS) @ TOTAL SALDO @ TOTAL 150 45. Misalnya.30 0 R R p 1 5 3. 3 1 4 ) (S e d ia a n A k h ir) C o s t O f G o o d s S o ld R p 5 5 .250 98. kos/unit sediaan pada tanggal 16 Januari Perbandingan Masing Metode Masing-masing metode menghasilkan kos sediaan dan kos dari barang terjual yang berbeda-beda.300 155 65. 0 2 5R p 3 1 .050 155 12. 5 0 0R p 2 7 . 7 5 0R p 8 8 . 7 5 0R p 8 8 . kemudian itu membagikan penjumlahan dengan total kuantitas sediaan.000 108. 7 5 0R p 8 8 .000 P u rc h a s e s (p e m b e lia n ) R p 1 1 3. 0 0 0R p 4 5 . 7 5 0 R 98750 98750 98750 98750 S a le s R e t u rn (R e t u r P e n ju a la n ) R p (1 0 . 7 5 0 C o st O f G o o d s S o l d (K o s d a ri B a ra n g T e rju a l) B e g in n in g In ve n t o ry (S e d ia a n A w a l) 4 5 .500 150 50. 0 5 0 G r o ss P r o fi t (L a b a B r u to ) R p 3 3 . 7 0 0R p 3 1 . 4 5 0R p 3 5 . 3 0 0R p 5 3 .3 00 p 15 3 . 2 5 0R p 5 3 . 7 5 0R p 8 8 .250 UNIT UNIT 300 450 335 535 505 425 600 400 440 600 600 Rata-rata dengan total sediaan total dihitung saldo 2007 dapat dihitung sebagai berikut: ( 50.2 5 0 R p 1 13 . 0 0 0R) p (1 0 .250 164 98. 9 5 0R p (4 . 0 0 0R) p (1 0 .000) : (335 +200) = Rp.400) 55. 2 5 0 ) R p (9 6 .900 159 95. 7 0 0 99 . 0 0 0 ) N e t S a l e s (P e n j u a l a n N e to ) R p 8 8 . 2 5 0R p 6 1 . 0 5 0 ) R p (9 2 . metode yang rata-rata paling merupakan metode menambahkan beli hasil sediaan sebelum pembelian ditambah harga barang.800 (6. 9 5 0 ) lia ) R p (4 . 0 0 0R) p (1 0 . 9 5 0 ) G o o d s A va ila b le F o r S o ld R p 1 5 3. menghasilkan laba bruto yang berbeda. 156. 0 0 0R) p (1 0 . 5 0 0R p 3 5 .3 0 0 R p 1 53 . A diatas. Kos sediaan yang berbeda-beda ini Rugi-laba Masing- sederhana dan mudah dilakukan. dengan asumsi setiap barang dijual seharga Rp.

Metode Lower of Cost or berdasarkan metode kos histories. Akibatnya. AVERAGE atau Identifikasi Khusus) Market (Terendah antara Kos dan Pasar) digunakan untuk menilai sediaan pada waktu laporan keuangan akan disusun. menurun Kondisi dibawah tersebut 100 . kerugian karena nilai pasar yang lebih rendah dari kos sediaan harus diakui/dicatat pada periode penilaian.Dari tabel diatas terlihat bahwa metode FIFO menghasilkan laba yang lebih tinggi karena kos sediaan akhir dengan sediaan metode lainnya. aliran kos sediaan ke metode lainnya tetap dimungkinkan dengan alasan yang masuk akal dan dijelaskan dalam Catatan Terhadap Laporan Keuangan (Notes to Financial Statements). Metode Lower of Cost or Net Realizable Neto) Value (Terendah antara Kos dan Nilai Realisasi 3. 4. menilai atau berdasarkan kos historis sulit atau tidk memungkinkan Beberapa cara Market (Terendah antara Kos dan Pasar) 2. Kos sediaan yang dinilai dengan salah satu metode berbasis kos (FIFO. yaitu salah satu dari antara metode identifikasi khusus. Metode Retail Inventory (Sediaan Eceran) LOWER PASAR) OF COST ANTARA Lower OR MARKET DAN or terjadi apabila nilai pasar sediaan lebih karena rendah dari kos sediaan atau kerusakan sediaan (TERENDAH Metode KOS of Cost sediaan merupakan barang usang. FIFO. atau rata-rata. LIFO. Metode Bruto) Gross Profit (Laba 5. Penyimpangan dari basis kos histories ini bisa dilakukan sepanjang terdapat hal yang memungkinkan untuk untuk metode dilakukan. Metode Relative Sales Value (Nilai Penjualan Relatif) menaksir sediaan diluar metode aliran kos histories adalah: 4. FIFO Metode lebih aliran tinggi kos dibandingkan metode-metode aliran kos apapun yang dipilih untuk dipakai harus digunakan secara konsisten (dipakai dari satu periode ke periode berikutnya) untuk menjaga Perpindahan keandalan dari satu dan metode keterbandingan informasi keuangan. Metode ini digunakan apabila manfaat nilai/kos sediaan sediaan. METODE LAIN UNTUK MENILAI DAN MENAKSIR KOS SEDIAAN Secara umum sediaan dinilai 1.

dikurangi normal.500. yaitu harga beli sediaan pada saat penilaian dilakukan. 20.000 pada tanggal penyusunan laporan dapat dibeli dengan harga Rp. Cara kerja metode LCM Metode LCM bekerja sesuai dengan gambar berikut ini: N i re li a i n t i la as s eo D a d ga i n in k n b . Misalnya. AVERAGE. dan penyelesaian) dan boleh realisasi rendah dari nilai realisasi neto setelah dipakai sebagai asumsi nilai pasar maka sediaan menjadi lebih tinggi 101 . bukan harga jual dari sediaan itu. barang yang memiliki kos Rp. melebihi 2. yaitu pasar harga merupakan Cost) pasar kos dari apabila (Replacement Rp. Nilai pasar merupakan Kos pengganti. penyisihan Apabila marjin laba nilai pengganti melebihi nilai realisasi neto maka yang digunakan sebagai nilai pasar adalah nilai realisasi neto karena nilai realisasi neto merupakan nilai penjualan neto (harga jual dikurangi biaya penyelesaian dan biaya penjualan) yang diharapkan mengalir ke perusahaan. K ss d a o ei n a konservatif dalam menilai sediaan. dan Identifikasi Khusus. mn y n te n a a a a g re d h T a b le l b d r id k o h e ih ai Ps r aa K sP n g ni o egat (R p c mn el e et a Cs ) ot T a b le k ra gd r id k o h u n ai N i re li a i N to i la as s e d ua g ik r n i p n i ih nu tu ey a n k s mrjnla an r a a i b oml Penjelasan: 1. Harga pengganti sediaan.dibandingkan dengan nilai pasarnya.19. Kos sediaan merupakan nilai sediaan yang dinilai dari salah satu metode berbasis kos: FIFO. 19.500 maka kos pengganti adalah yaitu harga beli barang apabila pada saat penilaian barang itu dibeli kembali. yaitu estimasi penjualan sediaan tidak setelah (estimasi biaya lebih dikurangi estimasi pengeluaran untuk menyelesaikan biaya penjualan. LIFO. yang penurunan sediaan dan dibebankan pada merupakan barang yang sama dibeli pada tanggal penilaian. Kos pengganti (Replacement Cost) tidak boleh melebihi nilai realisasi neto. Selisih antara nilai sediaan yang dinilai berbasis kos dengan nilai pasarnya periode Penilaian dianggap dimana ini sebagai penurunan cara kerugian terjadi. 3. Nilai Realisasi Neto menutupi kerugian yang disebabkan oleh kerusakan Apabila nilai atau nilai keusangan pengganti neto dan sediaan.

sediaan taksiran Misalnya. Kos Apabila Nilai kos pengganti dari nilai realisasi marjin adalah realisasi marjin neto laba hasil neto laba nilai penyisihan maka nilai yang pasar nilai penjualan dari sediaan Rp. nilai pengganti Rp.1. 600. nilai atau laba. Misalnya: kos sediaan akhir Rp. kos sediaan maka adalah nilai Rp. karena sediaan hanya bisa direalisasi (dijual. maka yang digunakan sebagai nilai pasar adalah Rp. batas Nilai bawah batas dimana dibawah ini dari bawah sediaan tidak boleh dijual merupakan nilai yang dapat diperoleh direalisasi perusahaan sediaan dengan tetap memperoleh pengganti Rp. kurang dikurangi normal.100. individu PT.dari nilai realisasinya. 6. 2. PT. 3 5 -0. A memiliki akhir biaya Rp. Selanjutnya metode LCM diaplikasikan untuk kos Rp. 500. setelah dikurangi biaya-biaya pelepasan) Rp.950 sediaan. realisasi digunakan pengurangan Hasil neto penyisihan pengurangan dengan penilaian dilakukan Rp. APLIKASI METODE LCM Metode LCM bisa diaplikasikan kepada masing-masing sediaan. Harga Cost) beli sediaan saat (Replacement pada 4. 2.000 dan nilai pasar Rp. 2. itu.> B a t a s B a w a h l sediaan akhir yang disajikan di keuangan Karena (Replacement Nilai Cost) Pengganti Rp. 2. Nilai dan sediaan yang dinilai dengan FIFO. 2. 1 0 -0. kategori utama sediaan atau keseluruhan Misalnya Aditia memiliki beberapa jenis sediaan yang bisa dikategorikan atas dua jenis sediaan. dan nilai realisasi neto Rp 500. Data-data untuk menilai sediaan dapat dilihat pada ilustrasi berikut ini (penyisihan marjin laba normal 10% dari harga jual): sudah dibawah batas bawah. 5 0 0 T a k s ir a n b i a y a p e n y e l e s a ia n d a n b ia y a p e n ju a la n R p (1 5 0 ) N il a i R e a li s a s i N e t o R p2 . 550.550. Penyisihan untuk marjin laba normal sebesar 10% dari penjualan.000.500 dan penyelesaian penjualan Rp.000. Batas atas dan Batas Bawah dapat dihitung: adalah laporan 2.150. Karena yang terendah 102 .950.> B a t a s A t a s P e n y is ih a n m a r j in l a b a n o r m a l( 2( 1 0 % ) Rp 5 ) N il a i R e a li s a s i N e t o s e t e la h d ik u r a n g i p e n y is i h a n m a r jin la b a n o r mRap2 .100. maka tidaklah tepat untuk nilai menilai sediaan sebesar 5. 1. sebagai dengan normal. penyisihan marjin laba normal merupakan H a r g a j u a l s e d ia a n R p2 .

0 0 0R p 2 . 2 7 5 . 5 0R0 p 8 6 3 . 5 0R0 p 8 3 6 . 0 0 0R p 11 8 .2 7 5 . 5 0 0 R p 7 8 7 .0R0 2 . 1 2 5 ) p ) R 255.3R5 2 .6 6 2 .2 50 3 4 .6 6 9 . 5 0R0 p K ode 202 3 5 0R p 1 . 1 0 3 .7 0 3 .5 0 0 7p 2p 0p 2p 0p 4 .0R0 1 . 2 5R0 p 2 7 9 .7 3 7 .0R0 3 .0 0R p 0 0 R p 2 .S e d ia a n U n it K o s p e r u n it t a l K o s To H a rg a J u a l E s t im a s i M a rjin la b aK o s B ia y a P e n ju a lanno rm a l (1 0 % )e n g g a n t i P 2 2 .9 45 .625 Untuk menyesuaikan nilai sediaan dari berbasis kos menuju berbasis pasar (LCM).0R0 2 . 1 2 5R p 8 4 . 7 3 7 .6 2 6 . 7 5R0 p 3 6 0 . 0 0R0 p 1 5 2 .0 0 0 99. 0 0 0R p 4 2 5 .6R5 3 . Metode langsung Metode ini menyesuaikan selisih penilaian ke akun Kos dari Barang Terjual LCM Individual Cost of Goods Sold (Kos dari barang terjual) Inventory (Sediaan) (Cost of Goods Sold) dan sediaan periode itu. 0 0R0 p 9 8 9 .6R5 2 .00 0R p 5 0 R p 2 .7 0 3 .00 0 4 00 .-. 0 0R0 p 9 9 . 4 4 0 .5 0 0R p (1 .500 103 .50 0R p 2 0 0 R p 1 .p e n y . 7 5R0 p LC i L C M k a t e g o rM U t a m a K e s e lu r u h a n S uku C adang A K ode 101 1 5 0R p 4 5 0 . s In N e t o ( N R N ) m a r ji n la b a o s P e n g g a N tila i P a s a r d i vid u a l K n i 4 0 2 . 0 0R0 p K ode 102 5 0 R p 1 2 5 .4 4 0 .8 1 6 . 0 0 0R p 1 7 5 . 6 2R5 p 7 8 7 .7 3 7 . 7 5R0 p 3 1 1 .0 0 0R p 1 .0 0 0 Aplikasi metode LCM untuk setiap item sediaan.8 1 6 . 0 0 0R p 9 2 5 .8 0 5 . 0 0 0R p 3 2 5 . 0 0 0 R p 2 . 0 0 0R p 3 5 0 . 5 0 0 B e rb a s is K o s R p 3 .6 1 5 . 6 6 2 . 5 0R0 p 8 8 3 .0 4 5 .0 0 0 3 1 1 . 0 0 0R p 3 .500 Rp 222. 6 2R5 p 6 7 0 .1R5 3 .8R5 3 . 5 0 R p 0 3 5 0 R p 6 . 9 5 0 .4 0 6 .0 0R p 0 4 0 0 .0 0 0 S uk u C adang A K ode 101 K ode 102 K ode 103 Total S uk u C adang B K ode 201 K ode 202 Total 1 5 0 R p 3 . 0 0R0 p 1 5 2 . 5 0 0R p 5.0R0 3 .0R0 1 . 5 0R0 p 1 6 9 . 5 0 0R p 1 7 . 0 R 0 0p T o ta l R p 2 .4 0 6 . 1 3 7 .5 0R p 0 0 1 1 3 . 2 5R0 p 4 0 0 . 0 0R0 p K ode 103 2 0 0R p 3 5 0 .250R p 1 3 . 1 2 5R p 3 .0 0 0R p 3 .3R5 3 .0 0 0 1 2 5 .6 0 3 .1 2 9 . 0 0 0 1 9 0 .5R0 2 . 0 0R0 p 4 0 0 . 7 5 0R p 6 7 0 .6 6 2 . 0 0R0 p S uku C adang B K ode 201 1 7 5R p 7 8 7 . 0 0R0 p 7 9 1 .0R0 1 ..> B LC M N ila i R e a l is a N iR N .8 1 6 .9 0 0 .75 0R p Rp 4 5 0 .5 0R p 3 . penyesuaian dengan metode langsung untuk LCM Individual dapat dibuat sebagai berikut: Rp 222. 5 0 0R p 3 2 . 5 0 0 7p 1 .9 4 4 . 5 0 0R p Rp 4 00 . 0 0R0 p 8 9 9 .8 1 9 . 0 0R0 p T o ta l R p 9 2 5 . 0 0 0R p 1 .5 0 0 2p 7p 0p 7p 0p 0p Hasil penilaian sediaan menurut metode LCM berdasarkan ketiga kategori itu adalah: In d ivid u a l K a t e g o ri u t a m a e s e lu ru h a n K LCM R p 3 . Dari ilustrasi diatas. Tidak ada pengakuan kerugian atas penurunan nilai sediaan. 5 0 0R p 4 1 . 8 7 5 P e rb e d a a n R p (2 2 2 . 3 7 5 . ada dua metode pencatatan: 1.0 0R p 1 .5 0 0 8 3 6 .1 25 4 2 .5R0 0p 4 0 0 .0R03 .5R0 0p K e s e l u ru h a n R p 3 . 5 0 0R p 1 .5 0 0 1 .0 3 7 . 3 R 5 9 8 9 .0 0 0 8 99 . kategori utama sediaan dan keseluruhan dapat dilakukan sebagai berikut: S e d ia a n U n it a To ta l K o s B a t a s A t a sB a t a s b a w a h b a < . 0 0 R p 0 1 7 5 R p 4 .5 0 0R p 4 . 0 0 0R p 1 2 5 . 9 5 0 . 2 5R0 p 3 1 1 .5 7 4 .6 6 2 .0 0 0 0p 0p 0p 0p 3 .5 7 4 .

metode ini lebih baik dari metode langsung.2. Misalnya. dicatat ataupun metode tidak langsung. seperti diterapkan pada metode LCM Argumen pendukung terhadap metode ini adalah nilai sediaan tidak boleh melebihi nilai realisasi neto-nya. 500. Penyebab nilai sediaan melebihi nilai realisasinya adalah barang yang rusak atau usang atau bila harga penjualan menurun dibawah kos sediaan. sedangkan penurunan akun nilai penyisihan sediaan VALUE terhadap di disajikan neraca sebagai pengurang akun sediaan (Contra Account). Nilai terendah antara nilai sediaan yang dinilai berbasis kos historis dengan nilai realisasi neto diangkat sebagai nilai sediaan akhir di laporan keuangan. 104 .500 Rp 222. Metode LCM Individual Loss due to market decline of Inventory (kerugian penurunan nilai pasar sediaan) Allowance to reduce inventory (Penyisihan penurunan nilai sediaan) langsung mengurangi nilai sediaan di pengungkapan informasi keuangan. penilaian sediaan juga dapat dilakukan masing-masing utama Selisih dengan sediaan. secara dapat langsung kelompok keseluruhan. Metode ini membandingkan nilai sediaan yang dinilai berbasis kos histories dengan nilai realisasi neto dari (TERENDAH ANTARA KOS DAN NILAI REALISASI menurut harga jual dikurangi dengan taksiran-taksiran biaya penyelesaian dan penjualan. tidak wajar apabila dilaporkan di neraca sebesar kos-nya Rp. Nilai realisasi Neto merupakan nilai penjualan neto yang diharapkan mengalir dari sediaan. Rp 222. sediaan. sediaan segi Metode ini menyesuaikan selisih penilaian ke akun penyisihan penurunan nilai sediaan dan mengakui kerugian karena penurunan nilai sediaan. Untuk mencegah maka melaporkan terendah sediaan dalam jumlah yang melebihi nilai realisasinya metode antara kos dan nilai realisasi neto dapat digunakan untuk menilai sediaan akhir. Sama dengan metode LCM. sediaan yang memiliki kos Rp. nilai realisai neto dihitung dengan mengurangkan nilai sediaan METODE LOWER OF COST OR NET REALIZABLE NETO) Apabila nilai sediaan lebih tinggi dari nilai realisasinya. Sama untuk dengan metode item atau penilaian metode LCM. 600. maka kos dari sediaan tidak akan bisa lagi dipulihkan atau diperoleh. Metode langsung/Penyisihan Tidak ini mengungkapkan nilai Dari kerugian dan atas tidak penurunan neraca. Nilai Kos dari barang terjual (Cost of Goods Sold) tidak berubah sama sekali.500 Akun kerugian karena penurunan nilai pasar sediaan disajikan di laporan rugi laba pada kelompok biaya lain-lain. 600 namun hanya bisa dijual (direalisasi) sebesar Rp.

0 0 0 .0 0 0 METODE NILAI PENJUALAN RELATIF (RELATIVE SALES VALUE) Metode nilai penjualan relative digunakan untuk menilai sediaan yang dibeli secara borongan (lump-sum).500. 0 0 0 . ia 0a 0n .000. 0 0 0 . PT. cara: Saldo 35. harga jual Rp. perusahaan (SAK) Standar dalam Akuntansi PSAK No. diasuransikan. Keuangan metode ini. dll). 50. 0 0 0 B e g i n n i n g In v e n t o r y ( S e d i aRa pn 5a. 0a 0w0 a l ) S 0 G o o d s A v a i l a b l e fo r S o l d R p5 0 .0 0 0 2 G o o d s A v a i l a b l e fo r RSp o5 l0d . atau apabila laporan keuangan disusun untuk periode interim.000 dan ditaksir laba bruto sediaan Secara 15% awal dari Rp. 0 0 0 ) ( E n d i n g In v e n t o r y ( s e d i a?a n a k) h i r ) ( E n d i n g In v e n t o r y ( S e d ia a n R Ap3k 3h . kebakaran. dengan Rasio itu keseluruhan kemudian dikalikan dengan total harga beli seluruh sediaan. w 0a 0l ). 0 0 0 P u r c h a s e s ( P e m b e Ri ap n1 )5 . Misalnya. Rp.0 0 0 .0 0 0 . 0 0 0 ) (B a ra n g t e rs e d ia U n t u k d iju a l) C o s t O f G o o d s S o ld R p1 7 . Metode laba bruto dioperasikan dengan menetapkan suatu persentase laba bruto dari penjualan. 0 0 0 . Biasanya metode ini digunakan apabila sediaan terkena bencana alam (banjir. Kualitas I (80 buah). Alokasi kos sediaan didasarkan pada perbandingan total harga jual masingmasing item harga sediaan jual. 0 0 0 .000. penjualan. 0 0 0 . Harga anak: 1 bal pakaian adalah Rp.karena aktiva tidak boleh dinilai melebihi nilai realisasinya Apabila sediaan sudah melebihi nilai realisasi neto. 0 0 0 l B e g i n n i n g In v e n t o r y R ( p 3e5d. 3. i0r )0 0 . terdiri dari pakaian anak- 1.000. Andika memiliki penjualan Rp 20. Misalnya. sederhana sediaan akhir dapat dihitung dengan S a le s ( P e n j u a l a n ) R p 2 0 . pembelian dalam periode itu 15.000.000. 0 0 0 l S a le s R p 0 . 0 0 0 C o s t o f G o o d s S o ld ( ? ) G r o s s P r o fit ( 1 5 % ) R p 3 .14 menganjurkan penilaian sediaan dengan Bila harus memungkinkan. 0 0 0 G r o s s P r o fi t R p( 3 . Tuan A membeli pakaian bekas dalam bal (suatu ukuran untuk pembelian pakaian jadi). 0 0 0 . tetap melakukan PROFIT METHOD) Metode untuk menaksir sediaan dalam kondisi tidak memungkinkan atau tidak efisien dari segi waktu untuk melakukan perhitungan fisik terhadap saldo sediaan. atau oleh auditor untuk menaksir nilai sediaan akhir. maka sediaan sudah disajikan terlampau tinggi METODE LABA laba BRUTO bruto (GROSS digunakan (overstatement). Metode ini juga digunakan oleh perusahaan asuransi untuk menaksir sediaan yang terkena bencana alam dan perhitungan fisik atas sediaan minimal sekali setahun.000.000/unit 105 . 0 0 0 3 0 C o s t o f G o o d s S o l d ( K o s d a r i B a r a n g t e r j u a P) u r c h a s e s ( P e m b e l i a n ) R p1 5 .

buah) Kualitas Kualitas II III ( 60 (10 harga jual Rp.141. 35. Perusahaan memiliki catatan tentang kos dan harga eceran dari setiap barang yang dibeli 2.000 Harga/u Kualitas I (20 Kos dari sediaan akhir dapat dihitung sebagai berikut: Harga jual Harga Relatif Beli 0.804 Rp 38.440 Rp 1.739 Rp 19.500.380 Rp 2. 10.000 Rp 1. Jenis Kualitas I Kualitas II Kualitas III Unit Total Harga jual 80 Rp 50.434783 Rp 3.000 Rp 9. terutama sehingga apabila untuk dijual.000 100 Rp 10. Kualitas II ( 120 buah).000 120 Rp 35.580 METODE Pada sediaan efektif RETAIL perusahaan INVENTORY eceren item setiap barang yang tersedian (SEDIAAN ECERAN) sangat dilakukan banyak.217.000 Rp 4.000 0.000.282.000 Alokasi Harga beli Harga beli (kos)/unit Rp 1.521.500.500.000. Istilah-istilah yang digunakan dalam metode sediaan eceran Dalam perusahaan eceran.804 Rp 3. 3.000/unit harga jual Rp.000/unit Pada akhir periode.000 0.022 Rp 1.108696 Rp 3.200. Metode sediaan eceran bisa digunakan dengan asumsi: 1. Metode ini digunakan untuk menaksir nilai sediaan yang tersisa pada suatu tanggal.315 Rp 798. Perusahaan memiliki catatan tentang kos dan harga eceran 106 .826 Rp 13. kenaikan atau penurunan harga eceren sangat sering dilakukan terutama untuk menyambut peristiwa-peristiwa tertentu atau untuk menanggapi pertumbuhan atau penurunan permintaan terhadap menggunakan metode sediaan eceran. buah).900 Rp 798.000 Jenis Kualitas I Kualitas II Kualitas III Sediaan akhir 20 60 10 Unit Terjual Kos/unit 60 Rp 60 Rp 90 Rp Kos sediaan Kos dari Akhir barang terjual 19.597.315 Rp 380.000 Rp 4. Taksiran (Cost to nilai retail nilai sediaan ratio).435 Rp 3.900 3. Memiliki catatan penjualan pada periode itu.500.2. barang dihitung yaitu yang dengan rasio kos terhadap harga eceran membandingkan perhitungan fisik atas sediaan kurang perusahaan membuat laporan keuangan secara interim. Untuk mengetahui nilai sediaan tanpa fisik perlu adalah melakukan dengan perhitungan tersedia untuk dijual pada harga eceran dengan nilai barang yang tersedia untuk dijual berdasarkan kos-nya (harga pemerolehan). yang tersisa adalah: 1.200. buah) 3.022 Rp 380. 3.320 13. Kualitas III (100 buah).360 Rp 1.040 Rp 342. 2.456522 Rp 3.

barang. Beberapa istilah yang digunakan untuk menjelaskan kenaikan atau Rp. penurunan harga eceran adalah:

Misalnya, harga eceran barang X 5.000. Apabila harga dinaikkan menjadi Rp. 6.000 maka mark up Rp. maka pembatalan mark Up Rp. 500. Apabila harga menurun menjadi Rp. 4.800, maka pematalan mark up Rp. 500 dan mark down Rp. 200. Bila harga dinaikkan menjadi Rp. 4.950, maka telah terjadi pembatalan mark down Rp. 150. Ilustrasi itu bisa digambarkan sebagai berikut:

1. Mark up, yaitu jumlah kenaikan 1.000. Apabila harga menjadi Rp. 5.500
diatas harga eceran

2. Pembatalan Mark Up (Mark Up
Cancellation), yaitu penurunan harga pada interval mark up yang sudah dibuat

3. Mark

Down,

yaitu

jumlah

penurunan harga eceran

4. Pembatalan Mark Down, yaitu
kenaikan harga pada interval mark down yang sudah dibuat.

P m a la M rk U R e b ta n a p p

.50 0

H rg m n d a a e ja i R . 6.0 0 p 0

H rg R a a p M rkU R a p p . 1.0 0 0

. 5.5 0 0

P m a la m rku R e b ta n a p p H rg E e n a a c ra R . 5.0 0 p 0 M rkd w R a o n p H rg a a R . 4.9 0 p 5 H rg a a R . 4.8 0 p 0 P m a la m rkd w R e b ta n a o n p .10 5

.50 0

.20 0

Misalnya, PT. Aditya memiliki data sediaan menurut kos dan harga eceran seperti dibawah ini:
Sediaan awal Pembelian (neto) Barang tersedia Untuk dijual Mark up Pembatalan mark up Mark down Pembatalan mark down Penjualan (neto) Kos Harga eceran Rp 50.000 Rp 65.000 Rp 115.000 Rp 149.500 Rp 165.000 Rp 214.500 Rp 10.000 Rp 2.000 Rp 3.000 Rp 1.500 Rp 150.000

Nilai sediaan akhir dapat dihitung dengan metode konvensional atau metode Kos. Dengan metode konvensial, nilai barang tersedia untuk

dijual

menurut

harga

eceran

tidak

termasuk mark down dan pembatalan mark down (hanya sampai Mark up). Apabila metode kos yang digunakan,

107

maka nilai mark up, pembatalan mark up, mark down, dan pembatalan mark down diikutkan dalam perhitungan. Nilai sediaan akhir menurut harga eceran diperoleh dengan mengurangkan nilai barang tersedia untuk dijual menurut Metode Kos (Cost Method)
Kos sediaan Akhir = Barang Barang tersedia untuk tersedia dijual ( untuk harga

harga eceran dengan nilai penjualan. Kos sediaan akhir diperoleh dengan mengalikan rasio kos terhadap harga eceran terhadap nilai sediaan menurut harga eceran.

dijual ,

(

M enurut setelah

Kos m ark

) up & M ark dow n )

x Sediaan

akhir (

m enurut

Eceran

)

eceran

Metode Konvensional (Conventional Method)
Kos sediaan Akhir = B arang B arang terse dia tersedia untuk dijual untuk ( dijual h arga ( M enu t ru , Kos setelah ) m ark up ) x Sed iaan akhir ( m urut en Eceran ) ecera n

Berdasarkan rumus diatas maka sediaan akhir PT. Aditya dapat dihitung:
Sediaan awal Pembelian (neto) Barang tersedia Untuk dijual Mark up Pembatalan mark up Barang tersedia Untuk dijual, setelah Mark down Pembatalan mark down Barang tersedia Untuk dijual, setelah Penjualan (neto) Sediaan Akhir Kos Rp 50.000 Rp 115.000 Rp 165.000 Rp Rp mark up (A) Rp Rp mark down (B) Harga eceran Rp 65.000 Rp 149.500 Rp 214.500 10.000 (2.000) Rp 8.000 Rp 222.500 3.000 (1.500) Rp (1.500) Rp 221.000 Rp 150.000 Rp 71.000 Rp Rp 53.009 52.652

Kos Sediaan Akhir (Metode Kos ) Kos Sediaan Akhir (Metode Konvensional)

Metode memasukkan

Konvensional mark-down

tidak untuk

Metode kos memasukkan mark up maupun mark down untuk menghitung nilai sediaan akhir. Metode ini tidak mengakui adanya kerugian akibat penurunan nilai sediaan.

menghitung rasio sediaan akhir. Metode ini digunakan apabila perusahaan ingin menaksir nilai sediaan akhir yang dinilai dengan menggunakan metode terendah antara kos (rata-rata) dan nilai pasar.

PENGARUH KOMITMEN PEMBELIAN TERHADAP NILAI SEDIAAN
Komitmen pembelian adalah dan menjamin pasokan barang. Bagi pihak penjual, kontrak dan saat Pasa ini menjamin arus kas komitmen penjualan perusahaan. barang suatu kontrak pembelian antara pihak penjual dengan pihak pembeli barang. Bagi pembeli, kontrak pembelian melindunginya dari kenaikan harga yang akan terjadi dalam masa-masa kontrak

disepakati, tidak ada pencatatan yang perlu dilakukan pada catatan akuntansi

108

(jurnal). Apabila nilai kontrak material, maka kontrak harus diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statement). Pencatatan ke jurnal dilakukan Pada saat ketika itu, laporan penilaian yang keuangan (interim atau tahunan) akan disusun. dilakukan terhadap harga

dilakukan

pada

saat

barang

akan

diterima dan pembayaran dilakukan. Misalnya, PT. Aditia melakukan komitmen pembelian dengan PT. Biduan Lestari. Komitmen untuk membeli barang dari PT. Biduan Lestari pada harga yang disepakati Rp. 2.500/unit untuk 3.000 unit barang. Pada akhir periode di akuntansi, kehilangan harga barang tersebut

tercantum dalam kontrak terhadap harga pasarnya. Apabila harga pasar menurun dibawah harga kesepakatan, maka pihak pembeli harus mengakui kerugian dan hutang yang terkait dengan kerugian penurunan harga itu. Penilaian harga kontrak terhadap harga pasar juga

pasar Rp. 2.000. Hal itu berarti PT. Aditia kesempatan untuk memperoleh harga yang lebih murah dari harga kontrak. Untuk itu, PT. Aditia harus mengakui kerugian karena harga pasar dibawah harga komitmen:
Rp 1.500.000 Rp 1.500.000

Untung/rugi yang belum terealisasi--komitmen pembelian (Unrealized holding gain or loss) Hutang taksiran atas komitmen pembelian (Estimated Liability on Purchase Commitment)

Kerugian karena penurunan harga pasar itu disajikan di laporan rugi laba pada kelompok lainnya. komitmen akun Akun Biaya hutang dan kerugian atas pada taksiran disajikan

lancar). maka

Apabila PT.

pada

saat

barang

diterima harga pasar sebesar Rp. 2.200, Aditia harus mengakui keuntungan (ingat: keuntungan boleh

pembelian

diakui hanya ketika realisasi dilakukan):
Rp 600.000 Rp 600.000

kelompok hutang jangka pendek (hutang
Hutang taksiran atas komitmen pembelian (Estimated Liability on Purchase Commitment) Untung/rugi yang belum terealisasi--komitmen pembelian (Unrealized holding gain or loss) Sediaan ( Inventory) Hutang taksiran atas komitmen pembelian Liability on Purchase Commitment) Kas ( Cash)

6.600.000 (Estimated900.000 7.500.000

109

000 sudah dikurangi dari nilai sediaan.1 5 R 9 .0 0 R 10 0 p 5 . Sediaan ini telah dicatat padahal barang belum sampai.900.Soal Latihan: 1.0 0 R 18 2 p 5 . • Pada tanggal 29 desember 2007 dilakukan pembelian barang Rp. Seluruh barang dijual pada harga Rp. Kulancar dengan syarat FOB destination. 19. padahal barang belum sampai ditempat pembeli. 107 . biduan Lestari melakukan penjualan barang kepada PT.500.000 dengan syarat FOB shipping Point. Kos dari barang yang dijual (Cost of Goods Sold) Rp.800. Catat setiap transaksi ke jurnal umum dengan mengasumsikan: • • • Sistem pencatatan FIFO periodik dan perpetual (buat kartu sediaan) Sistem pencatatan LIFO periodik dan perpetual (buat kartu sediaan) Sistem pencatatan AVERAGE periodik dan perpetual (buat kartu sediaan) B. 267. Biduan Lestari per 31 Desember 2007 Rp. Berikut ini adalah data sediaan PT. Andalan Jaya selama bulan januari 2007: Sed iaan A wal Pem elian b 0 /0 /20 7 2 1 0 1 /0 /20 7 6 1 0 2 /0 /20 7 0 1 0 3 /0 /20 7 1 1 0 T ta Pe b lia o l me n R r Pem elian etu b 1 /0 /20 7 7 1 0 Pen alan ju 0 /0 /20 7 5 1 0 1 /0 /20 7 7 1 0 2 /0 /20 7 5 1 0 T ta Pe jua n o l n la R r Penju etu alan 2 /0 /20 7 6 1 0 U nit 40 0 30 0 20 0 25 7 10 6 95 3 3 0 @ 50 0 50 0 50 5 55 7 55 7 To tal R 20 0 p 0 .525.0 0 R 10 0 p 1 . 700 per unit) Diminta: A. 23.5 0 6 0 25 7 30 0 20 0 75 7 4 0 Dari hasil Perhitungan fisik. Sediaan akhir PT. Hitung laba rugi masing-masing metode dalam sistem periodik dan perpetual 2. Kejadian berikut terkait sediaan mereka: • Pada tanggal 28 desember 2007 PT.0 0 p 2 0 50 5 1 . sediaan akhir berjumlah 560 unit.

Petugas pembukuan telah memasukkan barang itu (Rp. Caraka.55 0R p 5.500.50 0 6 2 .000).000/unit. 0 0 0R p 6 0 .000.95 0R p 1 4 .25 0R p 4. sedangkan marjin laba normal 15% dari W a n ita W1 1 5 0 R p 1 5 . BUNGA JELITA memiliki satu jenis sediaan. Cukup Lancar (menggunakan metode FIFO) S e d ia a n P a k a ia n K ode K ode K ode To tal P a k a ia n K ode K ode To tal U n it K o s p e r u n ita rg a J u a l E s t im a s i B ia y a s H Ko P e r u n it P e n ju a la n / u n P e n g g a n t i/ u n it it 3 0 . Diminta: Catat koreksi yang harus dilakukan oleh PT. Biduan Lestari.80 0R p 2. terdapat 50 unit barang memiliki kemasan yang rusak. 0 0 0R p W2 5 0 R p 4 5 .25 0R p 2. 0 0 0R p 7 5 .50 0 Pada akhir tahun 2008. Ditaksir. Berikut ini adalah data sediaan PT. Biduan Lestari dan tentukan kos sediaan akhir 3.00 0 6 0 . 0 0 0R p 1 7 5 . 0 0 0R p 9 0 . 100. 115. 0 0 0R p W3 2 0 0 R p 5 5 .000/unit. kelompok utama dan keseluruhan) Lower of cost or net realizable value (Individual. PT. Diminta: Tentukan nilai sediaan akhir dan catat penyesuaian apabila terjadi penurunan nilai (metode penyisihan dan metode langsung).000) pada sediaan PT.• Dalam gudang PT. di neraca saldo perusahaan. 0 0 0R p 1 6 5 . Pada saat melakukan perhitungan fisik atas sediaan. 10. 0 0 0R p Rp Estimasi penyisihan untuk marjin laba normal sebesar 15% dari penjualan. perusahaan menjual barang Rp.000/unit. 80. barang itu hanya bisa dijual dengan harga Rp. kos barang.000 (800 unit @Rp.00 0 3 7 . a.00 0 111 .00 0 129 .00 0 6 7 . 0 0 0R p Rp P ria P1 1 7 5 R p 7 5 . Biaya penjualan Rp. Biduan Lestari terdapat barang yang dititip oleh PT. 6. kelompok utama dan keseluruhan) 108 . kos pengganti dari barang Rp.000/unit. Hitung kos sediaan dengan menggunakan metode LCM (Terendah antara Kos dan Pasar) dan buat penyesuaian dengan menggunakan metode langsung dan metode penyisihan. Pada akhir tahun 2008. dengan menggunakan: • • Lower of cost or market (Individual. b. 0 0 0R p P2 3 5 0 R p 6 0 . 4. sediaan akhir memiliki kos Rp. 0 0 0R p 8 5 .70 0R p 2. 0 0 0R p 900 R p 1. Biasanya. 105. Hitung kos sediaan dengan menggunakan metode LCN/Lower of Cost or Net Realizable Value (terendah antara kos dan nilai realisasi neto) dan buat penyesuaian dengan menggunakan metode langsung dan metode penyisihan. 80.

000 40% dari penjualan Dari sisa sediaan akhir yang terbakar. lokasi II (15 Kavling). kos barang terjual dan laba PT. 6. 3. 7. Adella akibat kebakaran itu.000 Rp 90. Tanah itu akan dikavling dengan harga jual sebagai berikut: Total Jumlah Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Harga per kavling 10 Rp 9. Hitung kos sediaan akhir dengan menggunakan metode laba bruto.000. berikut ini data sediaan PT.000 Rp 7.000. PT. kavlingan yang terjual adalah: lokasi I ( 5 kavling). PT.500.900.000 Rp 115.000. Adella Jaya mengalami bencana alam.000 Rp 5. 2.000 Rp. nilai realisasi (masih bisa dijual) seharga Pada periode itu.000.750.000.000 15 Rp 15.000 Rp 160.000 20 Rp 20. PT. dimana gudang mereka terbakar.000 Diminta: 1.000.000 Rp 400.861.700.1.000.000 Rp 5.000 Rp 225. Sunset Cemerlang ingin menyusun laporan keuangan interim.615. 550.000 Rp 50.000 Rp 161.000 Rp. Adella: Sediaan Awal Pembelian Penjualan Persentase laba bruto Rp.000 Rp 7. Sebagian dari sediaan bisa diselamatkan. Lokasi III (7 Kavling) Diminta: Hitung sediaan akhir.000 Rp 715. Untuk keperluan klaim asuransi atas sediaan.000 Sediaan awal Pembelian (neto) Barang tersedia Untuk dijual Mark up Pembatalan mark up Mark down Pembatalan mark down Penjualan (neto) Diminta: 109 .000.000. Bandung Jaya membeli tanah seharga Rp. Bandung Jaya pada periode itu.250.975. Hitung kerugian PT.000 Rp 25.000 Rp 40.2. Gunakan metode nilai jual relative.5.0000 Rp. 550. Berikut data yang diperlukan untuk menaksir nilai sediaan menurut metode eceran: Kos Harga eceran Rp 5.

PT. Danar Hati melakukan komitmen pmbelian 5. Danar Hati pada saat proses penyusunan laporan keuangan 110 . 750. 800/unit dan pada saat barang diterima dan akan dilakukan pembayaran harga pasar Rp. harga pasar barang Rp. 900/unit. Pada saat penyusunan laporan keuangan.000 unit barang pada harga Rp.Hitung Kos sediaan akhir dengan menggunakan metode kos dan metode konvensional 8. Diminta: Buat penyesuaian yang harus dilakukan PT.

Perabotan. 111 . Dasar pengakuan awal untuk aktiva tetap adalah kos historical (Historical Cost). cukup tetap aktiva Fasilitas Fisik atau aset tetap. setelah aktiva penyajian pertukaran) (Impairment). baik dapat Akuntansi (misalnya: aktiva sediaan). besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aktiva itu akan mengalir ke entitas. Bersifat jangka panjang sehingga merupakan subyek dari penyusutan (kecuali tanah) material dibandingkan nilai total aktiva Dengan sehingga disajikan aktiva demikian. Manfaat ekonomi dimasa depan dalam bentuk pendapatan atau penjualan Aktiva tetap harus (Cost) pemerolehan sangat pasti (probable) akan mengalir ke perusahaan di masa yang akan datang. atau untuk tujuan administrative dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode. Diperoleh untuk digunakan dalam operasi dan bukan untuk dijual kembali 2. Mesin. Kos dapat diukur secara andal. PENYUSUTAN DAN PENURUNAN NILAI Aktiva Tetap. tetap. lainnya nilai entitas. Dari defenisi itu. adalah aktiva berujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa. laporan secara tetap akuntansi aktiva tetap harus ditangani mencakup tentang pengakuan aktiva pengeluaran-pengeluaran pemerolehan aktiva tetap serta aktiva tetap. Memiliki substansi fisik Meskipun kuantitas aktiva tetap tidak terlalu banyak dibandingkan jenis aktiva namun suatu dengan keuangan wajar. dan nilai tetap. pelepasan (penjualan penurunan KOMPONEN KOS PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP Suatu aktiva apabila: A. Gedung Kantor. karakteristik dari aktiva tetap adalah: 1.BAB VI AKUNTANSI AKTIVA TETAP. sering disebut juga 3. dan pengeluaran diakui sebagai Kedua criteria pengakuan aktiva itu juga berlaku untuk pengakuan aktiva tetap. Gedung Pabrik. B. yaitu kos yang ditunjukkan dalam bukti pemerolehan aktiva. untuk disewakan kepada pihak lain.dll. Contoh Aktiva tetap adalah: Tanah.

A membeli mesin yang memiliki harga faktur Rp. 5.000 maka kos pemerolehan dari mesin adalah: Harga Faktur Rp. 500. tanah tidak memiliki umur ekonomis atau masa manfaat terbatas karena nilai tanah cenderung meningkat. Akun ini diamortisasi selama umur ekonomisnya. 14. Harga transaksi pembelian tanah termasuk tanaman. Termasuk dalam biaya yang ditangguhkan untuk pengurusan legal hak atas tanah adalah: ke jurnal dilakukan sebagai berikut: Mesin Kas/Hutang D Rp 158. Estimasi awal kos pembongkaran dan pemindahan aktiva tetap dan restorasi lokasi aktiva. Tidak seperti aktiva tetap lainnya.000) PPN 10% Rp. Tanah yang diperoleh untuk tujuan spekulatif dikategorikan sebagai investasi.750.250.000 Instalasi Rp. dikreditkan beli dan dikurangi potongan potongan-potongan Tanah bisa dimiliki untuk tujuan spekulatif atau untuk mendukung operasi normal perusahaan. A juga membayar untuk pengangkutan Rp. meliputi: 1.000 (potongan 2.000 Kos Pemerolehan Rp158. tanah Kos (Cost) untuk ganti rugi penghuni dan relokasi Kos (Cost) untuk pembelian tanah lain sebagai pengganti Kos (Cost) untuk komisi tunai 5%) ditambah PPN dan PT.500.Secara umum. 7.000 Potongan tunai (Rp. Aktiva Tetap diakui sebesar kos pemerolehannya. PSAK No.750. 47 menyatakan pengeluaran ini dicatat ke akun biaya yang ditangguhkan atas pengurusan legal hak atas tanah.500. 150.000. Harga pemerolehannya. Misalnya PT.000 dan • • instalasi Rp. 7.000 Kos dari tanah 112 . 4. 6. Kos yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aktiva ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen 3.47): 1.000. 1.500. 500. 1. prasarana.000 Pencatatan mesin itu K Rp 158.750. 150.000 perantara jual bei tanah Kos (cost) pinjaman • • terkapitalisasi ke dalam tanah Kos (Cost) pematangan • Pengeluaran untuk pengurusan legal hak atas tanah. Pengeluaranpengeluaran yang termasuk kos pemerolehan tanah adalah (PSAK No. termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh harga lainnya. bangunan diatasnya yang harus dibeli kemudian dimusnahkan Pengeluaran lahan tanah diciptakan untuk konstruksi atau pembuatan tanah.000 Pengangkutan Rp. 2. bila 3.

Harga pembelian tanah Rp.000) Rp 25. 5. jalan.000 3.000 Biaya ditangguhkan atas tanahDeffered Charges) Rp 45. sebidang tanah PT. sebuah bangunan. karena memiliki umur terbatas.000. Dalam hal tanah diperoleh untuk lokasi membangun sebuah bangunan maka kos yang terjadi sampai gedung baru dibangun merupakan bagian dari kos tanah. 1. biaya jual-beli dan kas Negara untuk pemerolehan hak.000 Rp 678. 750.000. Pengeluaran untuk menebang pohon Rp.000 PT.000. rencana tata Biaya-biaya pengukuran.000.000 dan puing-puing bangunan bisa dijual Rp. 5.000.000 ( Kas (Cash) Rp 973.000 Rp 250.000.250. 250. Tekindo mencatat kos pemerolehan tanah: Pembelian Tanah Penghancuran gedung Hasil penjualan puing bangunan Penebangan pohon Hasil penjualan Kayu Penimbunan.000 Rp (1.000 pematokan dan pemetaan ulang Biaya notaries. jembatan. pembuatan lampu jalan Rp. Rp. yang Tekindo diatasnya membeli terdapat keasian sertifikat tanah.000 dan kayu bisa dijual Rp. Dilokasi tanah dilakukan pengaspalan.000 Kos dari Gedung/bangunan atau masa manfaat. namun dalam akun Pengembangan Tanah (Land Improvement).000 Rp 45. 500. Pengeluaran-pengeluaran berikut untuk membuat tanah siap digunakan dalam operasi: 1. PPAT 4.500. Akun pengembangan tanah.250. 113 .000 Rp 150. 500. Jalan desa menuju tanah diaspal sebesar Rp.000 Rp (750. harus disusutkan sepanjang umur ekonomisnya Pencatata n ke jurnal Tanah (Land) Rp 678.000.000 Rp 5. Pengurusan legal atas tanah 45.000.000 4.000 Pengembangan Tanah Land Improvement) ( Rp 250. perpanjangan atau pembaharuan hak baik status maupun peruntukan.000. di tanah. pemagaran. 150. Penjualan puing-puing gedung lama ataupun batang pohon yang ada dilokasi tanah diperlakukan mengurangi kos dari tanah karena pengeluaran itu dimaksudkan agar tanah bisa digunakan untuk maksud yang diinginkan. Apabila terdapat pengembangan lokal diluar lokasi tanah yang memiliki umur tidak terbatas yang dimaksudkan untuk menunjang operasi di areal itu tanah akan dan selanjutnya oleh pengembangan sebagai kos dipelihara tanah. Pemerintah setempat maka kos diperlakukan dari Namun.000 5. seperti pemeriksaan Misalnya.000.000. perataan dan pembersihan Pembangunan fasilitas umum Kos Pemerolehan Tanah Pengembangan Tanah Pengurusan legal untuk hak atas tanah Rp 500.000 (selanjutnya dipelihara Negara) 7.000.000) Rp 500.000. perataan dan pembersihan menghabiskan dana Rp.000 Pajak terkait jual beli tanah Biaya resmi yang harus dibayar ke 2. Diatas tanah terdapat pepohonan.1.250. Legal audit. lampu jalan) tidak dimasukkan dalam akun Tanah. Penimbunan 25.000 6. kota 2. Pengeluaran untuk menghancurkan gedung Rp.000. 3. lokasi pengembangan-pengembangan tanah yang memiliki umur terbatas (misalnya: pembangunan pagar.500.

maka lainnya. peralatan pabrik dan aktiva tetap yang sejenis dengan itu. dijual maka pembebanan kos overhead sama seperti pembebanan dengan unsur sediaan Namun. 16 Revisi 2007. tenaga kerja yang digunakan. apabila aktiva tetap yang dalam operasi normal. Kos overhead tidak hanya dinikmati oleh aktiva tetap yang dibuat sendiri namun juga aktivitas operasi lainnya cara: 1. dalam dibangun tidak sama dengan barang yang perusahaan terdapat permasalahan pembebanan kos overhead. Apabila aktiva tetap yang dibuat sendiri merupakan bagian dari barang atau sediaan perusahaan yang dijual pada aktivitas normal. Kos dari peralatan itu adalah seluruh pengeluaran atau kos yang terjadi sampai peralatan siap untuk digunakan ) dioperasikan. Apabila gedung dibangun berdasarkan harga kontrak. Termasuk dalam pengeluaran ini adalah bahan baku yang dihabiskan. Kos dari Aktiva Tetap yang dibuat sendiri Kadang-kadang perusahaan membuat sendiri aktiva tetapnya. Tidak membebankan overhead ke aktiva tetap yang dibuat sendiri (PSAK No. Membebankan porsi tertentu dari seluruh kos overhead ke proses konstruksi 3. perabotan kantor. Masalah ini dapat diatasi dengan beberapa 114 . Paragrap19). Yang menjadi permasalahan overhead ke adalah aktiva pembebanan yang dibuat kos sendiri. Tidak membebankan kos overhead tetap ke kos aktiva yang dibuat sendiri (hanya membebankan overhead variabel) 2.dll) dan ijin mendirikan bangunan.Kos dari bangunan adalah seluruh pengeluaran sampai gedung siap digunakan. Kos dari peralatan (Equipment) Peralatan dalam hal ini adalah peralatan pengangkutan (kendaraan). mesin pabrik. overhead yang dibebankan. Untuk kos langsung (bahan baku dan tenaga kerja langsung) bisa ditelusuri atau dikaitkan dengan aktiva tetap yang dibangun sendiri. pengeluaran untuk jasa professional (arsitektur. maka nilai kontrak merupakan basis pengakuan. diluar pembuatan aktiva tetap.

Hal ini didasari pemikiran bahwa selama aktiva tetap dikonstruksi. Aktivitas pembuatan aktiva tetap sedang dijalankan 3. dan mesin-mesin utama). maka kapitalisasi harus dihentikan. Apabila proses konstruksi dihentikan atau ditunda atau ditangguhkan untuk waktu yang cukup lama. Pengeluaran untuk membuat aktiva tetap telah dikeluarkan 2. konstruksi atau produksi suatu aktiva. 2. Untuk sumber pembiayaan sejumlah kos berasal dari pinjaman maka entitas pada umumnya akan membayar pinjaman (Borrowings Cost) berupa bunga pinjaman dan pengeluaran lainnya terkait dengan pinjaman. maka tidak ada kos pinjaman yang terjadi. Aktiva yang bisa dikapitalisasi (Qualifying Assets) Aktiva tetap yang bisa dikapitalisasi kos pinjamannya memerlukan (umumnya adalah rentang lebih dari aktiva 1 tetap yang dalam waktu tahun) tertentu mengkonstruksi aktiva (aktiva tetap dan sediaan). dikapitalisasi Untuk mengoperasikan pendekatan ini. Apabila sumber pembiayaan berasal dari internal perusahaan. maka hal-hal berikut perlu diperhatikan: sehingga harus 115 . Untuk pinjaman yang dapat dikaitkan/diatribusikan secara langsung terhadap perolehan.PEMBEBANAN KOS PINJAMAN YANG TERJADI SELAMA KONSTRUKSI Untuk membangun atau 1. maka kos pinjaman itu harus dikapitalisasi (Psak No. aktiva tetap belum bisa menghasilkan pendapatan. Periode kapitalisasi dimulai ketika ketiga kondisi berikut telah terjadi: 1. 26 menyatakan bahwa seluruh kos pinjaman yang timbul dari pinjaman khusus untuk konstruksi dan pinjaman tidak untuk konstruksi namun digunakan untuk konstruksi harus dikapitalisasi. Kos pinjaman sudah terjadi Kapitalisasi kos pinjaman terus dilakukan sepanjang ketiga kondisi diatas terjadi dan periode kapitalisasi berakhir ketika aktiva tetap diselesaikan dan siap dipakai. pabrik. membiayai kontrak konstruksi namun dipakai untuk mendanai kontrak konstruksi. pinjaman Permasalahan yang tidak muncul pada untuk dimaksudkan konstruksi sampai siap dipakai. Kos pinjaman yang bisa dikapitalisasi adalah kos yang timbul dalam proses membangun aktiva tetap yang ditujukan untuk dipakai perusahaan (termasuk gedung. Karena tidak terdapat keterkaitan langsung antara pinjaman dan aktiva tetap yang dikonstruksi. Periode Kapitalisasi Periode Kapitalisasi adalah periode waktu dimana kapitalisasi kos pinjaman dilakukan. tidak dikapitalisasi. Proses kapitalisasi dimulai ketika proses pembuatan sampai aktiva tetap selesai dibangun. maka perlu pertimbangan khusus untuk mengkapitalisasi kos pinjaman yang terjadi. Kos pinjaman dari Aktiva tetap yang sudah siap untuk dipakai atau yang sedang digunakan. 26 tentang biaya pinjaman). PSAK No. sumber pembiayaan bisa berasal dari sumber internal atau pinjaman.

A memeroleh kredit dari perbankan sebagai berikut: 1. Misalkan PT.5 Milyar untuk membangun pabrik tersebut dan konstruksi akan selesai dalam waktu 1.000 Total Rp 5.000. Pada tahap awal pembangunan.000.000 7% Rp 140. suku bunga 7% pertahun Dari seluruh pinjaman. 2 Milyar. A membutuhkan dana Rp.000 Obligasi Rp 2. 4.000 9% Rp 90. Kredit Investasi dari Bank Mandira Rp. Untuk mendanai pembangunan. terdapat dana yang menganggur Rp.000 Rp 8% Rp 160.000 digunakan 116 . 2 Milyar.000 Institusi Rp 1. Rp.000. 2. suku bunga 9 % pinjaman 3. suku bunga 8%. Jumlah yang dikapitalisasi Jumlah kos pinjaman yang dikapitalisasi ditentukan berdasarkan tingkat kapitalisasi dikalikan pengeluaran yang terjadi untuk memeroleh aktiva.5 tahun. Tingkat kapitalisasi dihitung jumlah dengan kos pinjaman cara yang membagi dibagi rata-rata dengan untuk tertimbang konstruksi.000. 1.000. 1 Milyar. Menghitung rata-rata tertimbang dari kos Pinjaman Sumber Pinjaman Suku bunga bunga/ tahun Bank M andira 2.000.000. A membangun fasilitas pabrik pengolahan. PT. Obligasi perusahaan Rp.000.000.3.000 Rp 390. Pinjaman per tahun dari institusi lain (bukan bank) Rp. 150 juta. Untuk menentukan jumlah kos pinjaman yang harus dikapitalisasi.000. Pendapatan dari investasi ini Rp.000. PT.000.5 Milyar yang kemudian diinvestasikan selama 6 bulan. 500 juta akan digunakan untuk menambah modal kerja. maka beberapa langkah perlu dilakukan: A.

00 K apitalisa si × Jum lah Pinjam an untuk konstruksi = . os in m n a g ik p lis s Jum Kos Pinjam lah an Hasil Investasi Kos Pinjam yangdikapitalisasi an Rp Rp Rp 35 .000.00 0 0 0.0 .80%x Rp.80 Rp 5.00 .5 .000. 4.000. m h os in m n Total Pinjam an Pinjam untuk m an odal kerja Pinjam untuk konstruksi an Jum kos pinjam lah an= Tingkat 7 % .0 0.0 0.0 0.00 ) 0 0 0 Rp 4.000 ×1 0 0 % × 100% = B Ju la K P ja a .50 .00 7 00 0 0 35 00 0 1.00 1 0 0 (15 .0 0 C K P ja a y n d a ita a i .00 Rp (50 .000 5.0 0.Rata-ratatertim bangkos Pinjam (ting kapitalisasi): an kat T o takl o s i n ja m a n P T o t aP in ja m a n l 390.0 0.00 ) 0 0 0 20 .00 0 0 0.00 1 0 0 117 .

000 Rp Rp K 25. penggunaan wesel. Misalnya. 0 Pemerolehan Rumah: pembayaran total diakui sebagai biaya bunga 4.3 0 00 0 00 0 selama periode kredit. obligasi instrument merefleksikan kos pemerolehan aktiva tetap maka aktiva tetap dinilai sebesar nilai tunai pada saat transaksi terjadi.000 lembar yang memiliki nilai pari Rp. pemerolehan tanah mengeluarkan saham biasa 5. × 4 5 00 0 00 0 0= R p.500. Kos 4 0 00 0 00 0 0 . Kos 2 0 00 0 00 0 0 . . .000. Rp. Nilai pasar saham pada saat pertukaran Rp. . Misalnya PT. Pembelian Aktiva kontrak dan tetap kredit dengan kadangkala jagka hutang kontrak dibeli kredit dengan melalui Agar jangka panjang panjang lainnya.000. . PT.000. pembelian rumah dan tanah pada satu harga. . Pembelian borongan (Lump-Sum) Masalah dalam pembelian aktiva tetap muncul ketika beberapa jenis aktiva tetap dibeli secara borongan (gabungan) pada satu harga.16 (direvisi 2007) dan IAS No. A melakukan pencatatan ke jurnal umum: D 27. Perbedaan antara nilai tunai (Present Value) dengan 400. 16 memberikan preskripsi bahwa dalam pertukaran aktiva tetap.500. sedangkan nilai pasar rumah Pemisahan dan rumah dilakukan sebagai berikut: 1. kos pemerolehan aktiva tetap diukur pada nilai wajar dari aktiva yang diterima atau yang diserahkan 118 . .000. Penilaian Aktiva tetap dilakukan berdasarkan harga pasar saham pada waktu itu atau apabila harga pasar saham tidak bisa ditentukan pada waktu itu maka nilai pasar wajar aktiva tetap harus ditentukan dan digunakan sebagai basis untuk mencatat aktiva dan pengeluaran saham biasa. Rp.1 5 00 0 00 0 atau . A memutuskan untuk membeli tanah dengan Masalah yang timbul adalah berapa jumlah kos pemerolehan yang harus dicatat dan bagaimana pengakuan terhadap laba atau rugi pertukaran. mengeluarkan saham Aktiva tetap bisa juga diperoleh dengan mengeluarkan sekuritas saham. 0 aktiva dengan 2. PSAK No.PENGUKURAN KOS PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP 1. 5.000. . . hutang hipotek.000 2. Pemerolehan tetap yang sejenis dan juga diterima aktiva moneter tambahan (dalam aktiva bentuk tetap kas) yang sebagai diterima.000. pemerolehan tanah: × 4 5 00 0 00 0 0= R p. . Kos dapat Anggaplah suatu perusahan membeli aktiva 450. 6 0 00 0 00 0 0 . Rp. . 6 0 00 0 00 0 0 . Pertukaran Aktiva Tetap Aktiva tetap mungkin juga diperoleh dengan cara menukar dengan aktiva tetap lainnya aktiva non moneter lainnya. Pertuakaran juga bias terjadi antara aktiva 2.200. 5. .000 Land Common stock Additional paid-in Capital Rp 3. Kos pemerolehan aktiva tetap yang dibeli secara gabungan harus dipsahkan menggunakan nilai pasar wajar relatif tetap masing-masing tanah dan Nilai rumah pasar aktiva seharga tanah tetap.000.000.500.

Transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersil b.000.000. Apabila aktiva tetap yang diserahkan memiliki nilai pasar wajar yang jelas. maka dipakai nilai tercatat masing-masing aktiva tetap sebagai dasar untuk pertukaran. Perhitungan dan Pencatatan yang dilakukan oleh PT.1Pertukaran Aktiva tetap tidak sejenis Aktiva tetap tidak sejenis adalah aktiva tetap yang melakukan fungsi yang berbeda pada entitasnya pertukaran masing-masing. namun tidak ada tambahan kas diterima 3. Apabila kedua aktiva tetap tidak memiliki nilai pasar wajar.000 (Kos Truk Rp. A adalah: fungsi aktiva tetap dalam telah proses pertukaran antara mobil dan gedung.000 dan harus menambah kas Rp. Pengecualian pemakaian nilai wajar dilakukan apabila: a. Pertukaran aktiva tetap sejenis.000. A menukar sebuah truk yang memiliki nilai buku Rp. PT. maka nilai pasar wajar aktiva tetap yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk mengakui kos aktiva tetap yang diterima 4. 250. Apakah aktiva tetap yang itu diterima memiliki ditentukan berdasarkan : pertukaran substansi komersil? 2. Nilai Pasar wajar truk PT. mesin. keuntungan atau kerugian dari pertukaran harus segera diakui pada saat pertukaran. nilai wajar dari aktiva tetap yang diterima bias digunakan apabila nilai wajar dari aktiva tetap yang diberikan tidak dapat ditentukan secara andal/jelas. namun ada tambahan kas yang diterima 4. 3. 150. karena masing-masing menyelesaikan memeroleh laba.000 dan akumulasi penyusutan Rp. Nilai wajar dari aktiva tetap yang diterima atau diserahkan tidak dapat diukur secara andal.000. maka dasar untuk mencatat kos pemerolehan adalah nilai tercatat masingmasing aktiva tetap pada saat pertukaran terjadi. atau pemerolehan 1. Apabila nilai wajar dapat ditentukan secara andal maka nilai wajar dari aktiva tetap yang diserahkan digunakan untuk mengukur kos pemerolehan dari aktiva tetap yang diterima. 450.000. Kos 119 . 50. 650. Apabila aktiva tetap yang diterima memiliki nilai pasar wajar yang lebih jelas daripada aktiva tetap yang diserahkan. mobil dengan Misalnya. A yang memiliki Kos Rp. Sebagai ilustrasi. 160.000.A Rp.tergantung mana yang lebih andal. Sebaliknya. Pada pertukaran aktiva tetap tidak sejenis. terdapat aktiva tiga tetap jenis tidak kombinasi pertukaran aktiva tetap: 1.000.000) dengan sebidang tanah PT. Pertukaran aktiva tetap sejenis. Pertukaran sejenis 2.000. maka nilai ini digunakan sebagai dasar untuk mengakui kos aktiva tetap yang diperoleh. Apabila nilai wajar dari aktiva tetap yang diterima atau yang diserahkan tidak dapat ditentukan. Umumnya.

3 Pertukaran aktiva tetap sejenis.000.000. 0. harus diakui kas masalah Apakah atau pada pengakuan keuntungan Untuk hanya seluruh aktiva tetap sejenis.000.000. 0 0 0 0 0 0 Rp Rp 90.000 ditangguhkan? keuntungan entitas yang mengalami keuntungan dan menerima maka sebagian. sebelumnya menunjukkan menerima kas dari pertukaran mesin dengan 95. 0) p 10 0 0 0 0 R p 1. namun tidak ada tambahan kas diterima Pertukaran aktiva tetap sejenis adalah pertukaran aktiva tetap yang memiliki tipe sama atau yang menjalankan fungsi/aktiivitas yang sama.000 4.000. 0 5. 0 0 0 0 0 0 R p 5. A menukar sebuah mesin yang memiliki (Kos Rp. pasar A Mesin B kas Rp. 0 0 20 0.000. 0 1. Perhitungan dan pencatatan ke jurnal yang dilakukan PT.000) 30. nilai PT. 0 0 D 20 0. 0.000. maka keuntungan itu diakui diperlakukan pengurang kos pemerolehan aktiva tetap yang diperoleh. dan 50.00 0 0 0. menambah K e u n tu n g a n n gd ia k u= ya i Rasionalitas pengakuan KD K D+ N W × TK itu keuntungan adalah ketika kas diterima maka ada bagian dari aktiva tetap itu yang dijual atau sudah menyelesaikan fungsinya. 0 1. 0 0 0 0 40 0.000 (50. 0 0 0 0 K R p R p Rp Rp Rp 80. Mesin PT.000. 0. 160.000). nilai Rp.000 175. 0 6. 0 6.000. 0 0 0 0 R ( 5.000 dan akumulasi penyusutan Rp. sebesar perbandingan antara kas yang diterima (KD) dengan jumlah antara kas yang diterima (KD) dan nilai pasar wajar (NW) aktiva tetap yang diterima dikalikan dengan total keuntungan (TK). namun ada tambahan kas yang diterima Pertukaran aktiva tetap dalam situasi keuntungan dan ada kas yang diterima memunculkan keuntungan.000. B memiliki Kos Rp. B yang memiliki kapasitas lebih tinggi.000 akumulasi 90. 0 0 0 0 R p 1. maka kerugian itu harus segera diakui (prinsip konservatisme).000. Sedangkan apabila dalam pertukaran dialami kerugian. ditangguhkan ke kos PT. PT.000. penyusutan 40.000 D 145.000. Rp.000.000.000. Apabila dalam karena pertukaran pertukaran sebagai diperoleh tidak keuntungan dan sejenis.000. Sebagai ilustrasi.000.000 95. 0 0 0 0 P ncatatan ole P . 80.000 R p 10 0.A adalah: 120 .000) dengan sebuah mesin PT.000 95.000 Rp Rp K R 60 0. Nilai pasar mesin PT.00 0 0 0. 0 p 0. Keuntungan yang tidak Ilustrasi diakui. B pemerolehan aktiva tetap yang diterima.000 40. A Rp.000 (kos Rp. 200. 40.000.000 sedangkan 175.Pr i ugn o pm o hn aa eh na ks e e l a Tnh t re N i P s rwja Tu A ila aa a r r k Ksy n d aak n a a g iby r a K sP mr le a Tn h o e eo h n a a Kut na a u eui n a prua n e n gn t kr g dr et kr u a a i a N i P s rwja Tu A ila aa a r r k N i B k Tu A ila u u r k K u t n a p le aa t u e nu gn e p s n r k Pna t n eunlU u e ct a k j r a m a m Ln ( a a ) a d Tn h Ac mlae d peiaio o Tuk cu u t d e r c t n f r c Tuk rc Gin n is oao Tuk a o d p sl f r c Cs ah R p R p R p 10 0. 0 0 0 0 5. tercatat Rp.000.000. A e h T Perh n itu gan ko p eroleh m in B s em an es Nilai Pasar wajar Mesin A Kas yangdibayarkan Kos Pemerolehan Mesin B K euntung na uk g nda pertuk ra a ta eru ia ri a n Nilai Pasar wajar Mesin A Nilai tercatat Mesin A keuntungan pelepasan Mesin A P ata nk jurna Um enc ta e l um Machine (New) Accumulated depreciation of Old Machine Machine (Old) Cash Rp Rp Rp 80.2 Pertukaran aktiva tetap 4.

A. B melakukan perhitungan dan pencatatan sebagai berikut: Ph nn n nttnT eiu ad P ca PB r t g a ea a . 00 ×p . 27 40 . 0 500 R p R p K R p R p R p 2 .00 . 25 1.D r gn o e r e n e i una e s m a s o i Ph nn seel h TkT eiu ak p r e n u . 3 ->ka k kK P el h Mn . 16 (Revisi 2007)): 1. Aktiva Aktiva Tetap tetap yang yang diperoleh diperoleh dari dari dikreditkan ke akun pendapatan kontribusi (Contribution Revenue) pada periode sumbangan diterima.00 R 0 0 . 51 ) 6 74 8. 00 ) 500 40 . Knnn akuadi eur e t g au rg aptka uu a t e i n r r an N iP a ar en ia a r j Mi B l sw a s N iB ur k ia u T B l k u K n n ne p atu e t g pe s rk uu a l an Knnn n i k: e t g y ga i uu a a d u R . Apabila Aktiva tetap yang diterima dijual maka akun biaya kontribusi harus dikreditkan. sumbangan sumbangan pihak lain atau hibah Pemerintah dinilai berdasarkan nilai pasar wajar dari aktiva tetap itu Untuk pada hibah tanggal dari pemerolehannya. 00 (. 7 5. 3 31 . 74 8.00 0 R p R p R p 1 . diakui setelah keadaan-keadaan berikut tercapai (PSAK No.00 p 5 0 0 R .PT. 00 1 . dan 2. yaitu: 1. 25 1. 00 30 . 27 D 31 . 5 348 .00 0 848 . 0 1 . 7 Knnn n iu a e t g y gtn uu a a d d R p 651 . 2004). 121 . 0 000 . 0 1 .00 R 5 0 .9 . Mencatat Kontribusi Pendekatan ini menekankan bahwa seluruh sumbangan yang diterima harus kepada entitas. PT. 00 70 . 00 00 . 5 348 . 0 000 848 . 00 ) 000 10 . hibah akan diperoleh Terdapat untuk aktiva dua tetap perlakuan yang akuntansi dari Argumen yang diajukan adalah sumbangan sebagai pendapatan tidak bisa dicatat ke modal karena modal hanya berasal itu dari pemilik entitas dan sumbangan hanya memberi manfaat diperoleh K etikaS bang diterim um an a Fixed Assets Contribution Revenue ApabilaAktivatetap itu dijual Contribution Expense Fixed Assets D xxx K xxx xxx xxx sumbangan. r t g o m a r PA o N iP a ar en ia a r j Mi B l sw a s K y giem aa dr a s n ti K n n na du a e t g y gi n uu a n t d K Pm l h Mi diPA o e e ea ena T s r o n s r . Selanjutnya. 0 500 (30 . 00 70 . 0 500 (60 . P can j ra m e at k u l u nt a e nU m Mh e e) ai ( w cn N Au ut der ct nfO Mh e c m ed ea o l a i c l a p i i o d cn Ch a s Mh e l ) ai ( d cn O G odp a fMh e a ni o lo a i i n ss cn R p R p R p R p R p 1 . Pendekatan ini diadopsi oleh FASB (Kieso.8 . Pemerintah. 0 000 .1 .00 .9 . Entitas akan memenuhi kondisi atau prasyarat hibah tersebut. 0 500 .00 p 5 0 0 +p .

Argumennya 122 .2. Mencatat sebagai modal kontribusi Pendekatan dikreditkan kelompok Akuntansi ke akun ini menyatakan sumbangan modal PSAK bahwa pada aktiva tetap yang diterima dari sumbangan modal tambahan pada disetor. Peningkatan dalam asset akibat dari sumbangan yang diterima dipandang sebagai menambah modal kontribusi daripada pendapatan. 21 adalah Aktiva tetap yang diterima dari sumbangan juga member manfaat ekonomis yang lebih dari 1 periode akuntansi atau lebih dari 1 tahun kalender sehingga lebih tepat dikreditkan pendapatan. Ketika Sumbangan diterima D Fixe d A ssets xxx Contributio n Capital K xxx ke modal kontribusi daripada Pendekatan ini diadopsi di SAK (Standar Keuangan) (paragraph 13) dan IAS. No.

Masa manfaat dari aktiva tetap harus bertambah 2. (misalnya. Kualitas Beberapa dari unit yang dihasilkan harus meningkat contoh pengeluaranpengeluaran setelah pemerolehan adalah: • Pendekatan substitusi. Pendekatan ini dilakukan apabila jumlah tercatat dari aktiva yang akan diganti tersedia di catatan akuntansi. Secara umum.PENGELUARAN-PENGELUARAN SETELAH PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP Setelah pemerolehan aktiva tetap. Kos dari aktiva yang baru langsung saja didebit ke akun aktiva tetap. atau atap seng diganti aktiva baru). penambahan AC. maka pertimbangan dikembalikan pada pengakuan aktiva: apakah pengeluaran itu meningkatkan manfaat ekonomi masa depan? Atau hanya mempertahankan pada level aktivitas dari aktiva? Apabila pengeluaran akan menambah manfaat ekonomi masa depan. Konsekwensinya adalah mengubah perhitungan penyusutan sehingga biaya 2. menambah yaitu atau • Pendekatan mengapitalisasi kos memperluas aktiva tetap. yang baru. lantai teraso diganti menjadi lantai keramik. maka pengeluaran itu harus dikapitalisasi dengan satu dari tiga pendekatan berikut ini: sedangkan pengeluaran yang hanya bersifat memelihara aktiva tetap pada level operasinya harus dibiayakan pada periode terjadinya biaya. Apabila entitas tidak mencatat secara terpisah kos aktiva yang akan diganti. Kuantitas dari unit yang dihasilkan aktiva tetap harus bertambah 3. Peningkatan (Improvement dan and Penggantian Replacement). Misalnya. atau penambahan sayap bangunan. Penggantian dengan yang merupakan penggantian Entitas masih melakukan pengeluaran terkait dengan pemakaian aktiva tetap. Pengeluaran ini umumnya harus dikapitalisasi. 123 . Penambahan pengeluaran untuk (Addition). ini dengan yang atap sama genteng). penambahan ruangan. yaitu penggantian suatu aktiva dengan yang lain. Peningkatan merupakan penggantian bagian dari aktiva tetap yang digunakan sekarang dengan aktiva yang lebih baik (misalnya. Pengeluaranpengeluaran ini mulai dari pengeluaransignifikan pengeluaran rutin ubtuk pemeliharaan sampai pengeluaran-pengeluaran Masalah utama ini untuk adalah yang seperti penambahan atau perbaikan besar. maka pendekatan ini tidak cocok dilakukan 1. pengeluaranyang bisa pengeluaran mana menambah manfaat ekonomi dimasa depan yang mengalir ke entitas. pengeluaran manfaat dikapitalisasi. Peningkatan manfaat ekonomis masa depan dari pengeluaran umumnya terjadi apabila salah satu dari criteria berikut terjadi: 1. yang dapat masa meningkatkan depan harus pengeluaranekonomis penggantian atap seng dengan atap seng Untuk dengan Membedakan pengeluaran criteria pengeluaran harus untuk reparasi biasa. Pendekatan ini digunakan tanpa menghapus kos dari aktiva lama yang akan diganti.

mengganti suku penggantian dengan cara ini. akan ini berubah. perbaikan rutin. Walaupun mendebitkan pengeluaran ke akun aktiva dan yang mendebitkan sama. dan lain-lain. Apabila kos awal dari instalasi sebelumnya dan akumulasi depresiasi sebelumnya diketahui. namun ini ke akumulasi teoretis penyusutan menghasilkan nilai tercatat secara pendekatan berbeda. peningkatan • Membebankan kos yang baru ke akun akumulasi ini penyusutan. Biasanya ini dilakukan untuk 124 . misalnya turun mesin untuk mobil atau mesin. Perbaikan besar biasanya mencakup penambahan atau besar penggantian harus atau peningkatan karena sehingga pengeluaran untuk perbaikan dikapitalisasi meningkatkan manfaat ekonomi masa depan dari aktiva tetap. tidak Walaupun namun signifikan. besar merupakan Perbaikan yang pengeluaran dilakukan untuk memperbaiki sebagian besar dari aktiva tetap. Jenis pengeluaran ini terjadi untuk mengantisipasi manfaat ekonomi masa depan. Dengan mendebitkan ke akun akumulasi penyusutan maka nilai tercatat dari aktiva meningkat. Kos dari aktiva tetap yang baru didebitkan aktiva ke akun akumulasi Pada ditangani penyusutan umumnya. Terdapat dua kualitas jenis pengeluaran untuk perbaikan. pengecatan. maka pengeluaran ini harus dikapitalisasi dan diamortisasi sepanjang masa manfaat ekonomisnya. Jika tidak. kurang tepat perbedaannya dengan cara ini. Perbaikan (Repairs). Penyusunan ulang dan Instalasi ulang. pengeluaran dihasilkan namun menambah umur aktiva tetap. apabila Pendekatan pengeluaran ataupun digunakan unit tidak menambah kuantitas produksi yang 4. Penambahan pelumasan. untuk memelihara aktiva tetap supaya bisa beroperasi normal. Pengeluaran ini dibiayakan pada periode terjadinya biaya. yaitu perbaikan biasa (Ordinary Repairs)dan perbaikan Perbaikan besar biasa (Major adalah Repairs). 3. ditangani fasilitas mesin-mesin. umur mengurangi depresiasi masa lalu karena dicatat terlalu tinggi. pembersihan.penyusutan pendekatan Biasanya. Contoh dari pengeluaran cadang ini yang adalah: kecil. tetap itu. Penggantian biasanya menambah umur aktiva. maka pengeluaran ini bisa ditangani sebai penggantian (Replacements).

500.000.000 • (Rp . Pada model ini. 16. Jika model ini.000 ach ine ry Lo ss o n d isp o sal o f M achin e ry 10. • juga Pemindahan dilakukan aktiva selisih pada saldo pada tetap model surplus revaluasi ke akun laba ditahan bisa masa-masa itu. disusutkan pertahun Rp. 30.45. aktiva tetap kembali) dengan pengakuan teratur agar nilai tercatat tidak berbeda tercatatnya. umur sampai yang ekonomis pada dan mencatat biaya penyusutan dari penyusutan tanggal kos itu dan penjualan. Nilai wajar harus bisa diukur andal/jelas. hal berikut harus diperhatikan: De n gan pe n catatan itu m aka sald o aku m u lasi p e n yu su tan m e sin b e rtam b ah m e n jadi Rp . 45.000) M encatat penjualan aktiva tetap: D K Cash 30. Agar nilai tercatat mencerminkan nilai wajar aktiva tetap. 9. aktiva atau maka tetap dilepas saldo dihentikan operasinya PENGUKURAN ATAU PENILAIAN SETELAH PENGAKUAN AWAL Setelah pengukuran awal.000.000.000.000 nilai tercatat aktiva tetap bisa berbeda dengan nilai pasar wajar aktiva tetap setelah beroperasi beberapa waktu. Model Kos (Cost Model).000 + Rp.000. kos yaitu biaya dan pemakaian sebesar penyusutan • neraca 1. dan disajikan di neraca 125 .000. Maka pencatatn yang dilakukan oleh PT. Dengan model ini aktiva di tetap dicatat dan harga disajikan neraca sebesar jumlah setelah dilakukan revaluasi. dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai (Impairment loss).000 A ccum u late d d e pre citio n o f M49.PENJUALAN AKTIVA TETAP Apabila entitas melakukan penjualan aktiva tetap. A memiliki Mesin tahun 10 pemerolehan 90. Model).000.000.000 suatu aktiva direvaluasi. 2. maka seluruh aktiva tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi. 4. maka terdapat dua model perlakuan akuntansi yang bisa diterapkan sesuai dengan PSAK No. maka entitas harus menghitung terakhir menjual memiliki dicatat mesin Rp.000.000) dan selama tahun 2009 belum pernah dicatat penyusutan.500.000. Misalnya. A sebagai berikut: M encatat biaya penyusutan tahun 2009 se lama 6 bulan D K De p re ciatio n e xp e n se o f M ach in e 4. 16 dan IAS No.500. 49. Mesin itu diual seharga Rp. • Apabila atau suatu dijual). (ditukar surplus revaluasi dipindahkan ke akun laba ditahan.000 A ccu m ulate d De p re ciati o n o f M ach i ne 4. maka entitas yang memilih model secara ini harus selalu Dalam melakukan melakukan tetap revaluasi. Akun aktiva tetap disajikan di sebesar kos aktiva tetap pemerolehannya.500. Mesin telah disusutkan 5 tahun (berarti: akumulasi penyusuta Rp. PT.500. yaitu model kos (Cost Model) dan model revaluasi (Revaluation Model).500.000 M ach in e ry 90. tanggal 9 Juli 2009. Model direvaluasi secara Revaluasi (dinilai signifikan Setelah (Revaluation secara nilai awal.

000.000 45.000 (M e ncatat p e n am bah an n ilai m e sin akibat revaluasi) akumulasi penyusutan dan akumulasi Ilustrasi model revaluasi: PT.000.000 (Rp.000. Pencatatan ke jurnal umum yang dibuat PT. 150.000 Eq uity--Re valuatio n Su rplu s 15.000.000.000.000. A adalah: P e ncatatan ke ju rn al U m u m Cara 1: A ccum ulate d Dep re ciatio n o f M15.000. penyusutan revaluasi 45.000 (M e ngh ap us akum ulasi pe nyusutan m e sin agar m e nce rm in kan n ilai re valu asian ) Cara 2 A ccum ulate d Dep re ciatio n o f M45. dimana kos awal dari mesin Rp. 150.000). – Rp.000.000.000 pada tanggal dan akumulasi Rp.000 (M e ngh ap us akum ulasi pe nyusutan m e sin agar m e nce rm in kan n ilai te rbaw a M esin ) M achine ry 15. direvaluasi nilai setelah dikurangi revaluasi revaluasi Rp.000 achin e ry M achin e ry 45. Nilai terbawa (Carrying Amount) dari mesin pada tanggal revaluasi 105.000. 120.000 achin e ry Eq uity--Re valuatio n Su rplu s 15.000. Rp. Nilai wajar mesin pada saat 126 .000.000. A memiliki Mesin.setelah penurunan dilakukan.

mengalokasi kos pemerolehan aktiva tetap ke biaya selama masa-masa pemanfaatan aktiva tetap. Aktiva tetap dihentikan karena factor fisik aktiva tetap dan factor ekonomisnya. Bisa saja aktiva tetap terus 127 .000.000. Aktiva tetap memiliki umur fisik namun belum tentu aktiva tetap dipakai selama umur fisiknya. Metode depresiasi jumlah beberapa tetap: • dibebankan penyusutan. 2. Biasanya umur jasa aktiva tetap didasarkan pada factor ekonomisnya. 58.000.000. PT.000 maka kos yang digunakan sebagai basis untuk disusutkan adalah Rp. yaitu berapa lama aktiva tetap mampu beroperasi secara ekonomis. Misalnya. Terdapat beberapa factor yang memengaruhi proses depresiasi. namun akan banyak pengeluaran untuk pemeliharan aktiva tetap. Penggantian aktiva tetap dihasilkan dari pendapatan atau (arus kas masuk dari operasi) didanai melalui pinjaman. Basis penyusutan aktiva adalah pemerolehan awal dan nilai sisa. Taksiran umur jasa. A memiliki mobil yang dibeli seharga Rp. Hasil pengurangan dari kos pemerolehan awal dan nilai sisa merupakan basis untuk menghitung Penyusutan. berpengaruh biaya setiap metode penyusutan Metode terhadap yang Ada dapat 1. Mobil itu diharapkan bisa dipakai selama 1.PENYUSUTAN AKTIVA TETAP Penyusutan Aktiva tetap adalah proses dipakai selama umur fisiknya.000 digunakan dalam menyusutkan aktiva Metode produksi) • • • Metode Garis Lurus Metode jumlah angka tahun Metode saldo menurun aktivitas atau (unit unit pemanfaatan Misalnya.000. dalam proses penyusutan tidak ada sama sekali arus kas keluar. Nilai yang digunakan tetap sebagai kos periode. proses menyisihkan dana untuk penggantian aktiva tetap.200.000 km Metode Aktivitas 2. 60. Dengan demikian.000.000 dan nilai sisa dari aktiva tetap Rp. Keekonomisan suatu aktiva tetap dinilai berdasarkan: • Apakah aktiva tetap mampu memenuhi peningkatan pesanan • Apakah aktiva tetap masih ekonomis dan efisien digunakan • Keusangan aktiva tetap. terbawa Penyusutan (Carrying dilakukan Amount) agar dari nilai aktiva tetap mencerminkan nilai wajar dari aktiva tetap karena nilai wajar suatu aktiva tetap cenderung penyusutan berfluktuasi secara bukanlah dan sulit untuk Proses untuk mengukurnya obyektif. 30. 150. Taksiran umur ekonomis mobil adalah 20 tahun dan nilai sisa Rp.000. kos pemerolehan Rp. yang basis Penyusutan Aktiva tetap. yaitu: 3. Nilai sisa adalah taksiran nilai realisasi aktiva tetap apabila aktiva tetap dijual pada saat akhir masa ekonomisnya.

0 0 0 1 0 0 .7 4 8 5 1 .4 8 7 3 2 .0 0 0 1 0 0 .A Km.1 2 5 8 7 . biaya penyusutan pertahun dapat dihitung sebagai berikut: Kos Pem eroleha− NilaiSisa n U m urEkonomis Rp. Untuk kasus diatas.000Km Pencatatan Penyusutan ke jurnal umum: x 36.0 0 2 .5 1 5 .000km = Rp.5 1 2 0 7 .30.0 0 .0 0 0 1 0 0 .200. jumlah angka tahun 210 (20(21)/2)).0 0 0 1 0 0 .0 0 0 1 0 0 .5 7 i2v e A t 28 o t Pencatatan Penyusutan ke jurnal umum: D K Depreciation Expense of A utomotive 6.0 0 2 .7 4 .8 7 4 2 8 . seharusnya juga biaya penyusutan yang dibebankan semakin kecil jumlahnya.7 4 8 9 4 .0 0 2 .7 4 8 7 1 .5 1 1 .5 1 2 1 7 1 .0 0 2 .6.0 0 0 1 0 0 .2 5 1 5 1 .0 0 0 0 0 . Untuk itu.7 4 8 5 1 .0 0 2 .0 0 2 .0 0 2 .4 8 7 1 2 .0 0 0 2 0 .000 − Rp.0 0 0 D K Depreciation Expense of Automotive 3.0 0 0 1 0 0 .000 Accumulated Depreciation of A utomotive 6.600.0 0 2 .0 0 0 1 0 0 .0 0 2 . Untuk mempermudah penghitungan angka tahun. 4 o m.000.0 0 0 1 0 0 . B y d p ia i ia a e res s 1 . o t 57 A c c u m u l a t e d D e p r e c i a t i o n o f 1 1u.000 Metode Jumlah Angka Tahun Metode ini (dan metode saldo menurun) berasumsi bahwa aktiva tetap semakin lama dipakai akan menurun kemampuan ekonomisnya.150.5 1 2 0 7 .4 9 4 .5 1 .0 0 4 .4 8 7 6 5 .7 4 .5 1 2 8 7 .2 6 0 .7 4 8 1 7 2 .0 0 2 .1 3 . Tarif yang digunakan dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Tarif Penyusu tan = 1− n Nilai sisa Kos Pemeroleha n 128 .2 6 5 .5 1 2 8 0 .0 0 0 7 2 .0 0 2 .0 0 2 .000.2 5 1 1 1 . Semakin besar produksi atau semakin banyak aktivitas yang dilakukan misalkan menjalani maka mobil 36.2 6 2 .7 4 9 1 . dipakai rumus berikut: tahun ini sebesar: Kos Pemeroleha n − NilaiSisa x jumlah aktivitas yang dihasilkan Unit Aktivitas J u m la h n g ka a h u n A T = n ( n + 1) 2 Rp.8 7 4 0 5 .000 P e n ca ta ta n P e n y u s u ta n k e ju rn a l u m u m : D K D e p r e c i a t i o n E x p e n s e o f A u 1 o m4 2 8 i.000 1.7 4 8 9 .2 6 .4 9 .7 4 8 5 4 .2 6 .0 0 0 1 0 0 .1 2 5 4 7 . penyusutan ditahun maka ini juga telah seharusnya lebih besar.0 0 2 .4 8 7 1 7 1 .0 0 0 1 0 0 .7 4 8 1 4 .0 0 0 1 0 0 .2 6 3 .1 3 .4 9 6 . Metode ini menjumlahkan angka tahun pemanfaatan aktiva tetap.8 7 .0 0 2 .0 0 0 0 0 .8 7 4 6 8 .0 0 8 .5 1 2 8 7 .4 9 3 .4 8 7 1 2 .000 20tahun = Rp. v e 2 t 1.8 7 .0 0 0 S au u is m r Pe a a chn e on is D re ia i k om ep s s 2 2 /2 0 0 0 1 1 1 /2 0 9 9 1 1 1 /2 0 8 8 1 1 1 /2 0 7 7 1 1 1 /2 0 6 6 1 1 1 /2 0 5 5 1 1 1 /2 0 4 4 1 1 1 /2 0 3 3 1 1 1 /2 0 2 2 1 1 1 /2 0 1 1 1 1 1 /2 0 0 0 1 99 1 /2 0 88 1 /2 0 77 1 /2 0 66 1 /2 0 55 1 /2 0 44 1 /2 0 33 1 /2 0 22 1 /2 0 11 1 /2 0 20 1 Metode Garis Lurus Metode ini mengalokasi biaya penyusutan dalam jumlah yang sama selama periode pemanfaatan aktiva tetap.0 0 2 .8 7 . Misalnya.000 adalah Th n au n= Umur ekonomis Untuk kasus diatas.0 0 2 .0 0 2 .000.2 6 .0 0 .0 0 0 1 0 0 .0 0 0 1 0 0 .4 9 9 .0 0 0 1 0 0 .0 0 2 .30.4 9 3 .5 1 1 .1 3 1 .000 − Rp.4 9 1 0 0 .0 0 0 3 2 .0 0 2 .2 6 3 .000.5 1 . Seiring dengan pemakaian aktiva tetap.0 0 0 1 0 0 .000.Metode ini didasarkan pada asumsi bahwa penyusutan merupakan fungsi dari penggunaan atau aktivitas.000.0 0 0 1 0 0 .2 6 6 .0 0 7 .0 0 0 6 0 .5 1 2 4 7 .1 2 5 51 2 7 .0 0 0 1 0 0 .150.3.5 1 2 4 0 .0 0 2 .0 0 0 1 0 0 .5 1 3 .0 0 penyusutannya adalah: B s d res s a is ep ia i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 1 0 0 .600.4 9 . tahun-tahun awal pemakaian harus dibebani biaya penyusutan Metode Saldo menurun Metode saldo menurun diterapkan dengan menentukan tarif penyusutan yang akan diaplikasikan.000. umur ekonomis aktiva tetap 5 tahun maka jumlah angka tahun adalah 15 (5+4+3+2+1).4 8 7 2 5 .7 4 8 1 1 .000 biaya PT.0 0 2 .0 0 0 2 0 .2 5 1 0 8 .000 Perhitungan N ib k ila u u a h ta u k ir h n 1 8 7 .000 Accumulated Depreciation of Automotive 3.600. Untuk kasus diatas. penyusutan yang lebih besar karena masih memiliki kemampuan memberikan jasa yang lebih besar.4 9 3 .0 0 3 .

00 3 0.5 7 0 .Untuk Th n au 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 kasus T rif a diatas.3 1 4 9 .4 7 1 .0 8 1 .4 8 .8 0 3 .9 0 0 .3 0 0 1 5 3 .9 4 5 .5 7 7 1 9 . 00 2 Metode saldo menurun BIAYA PARSIAL Misalnya PT.33 T h n21 a u 02 ( /1 x( /1 x6.3 2 5 .67 .1 9 3 1 8 0 .1 2.9 1 6 .9 2 3 .000 7 3 .6 8 5 9 8 . 1.00 0) 9 2 3 5 4 0.8 0 00 0 0= R p.d 1 e e b r 0 8: 3 2 2.5 7 7 1 9 .0 .3 8 9 5 9 .8 5 2 .4 6 4 1 0 0 .7 % 7 3 .7 3 0 2 0 .7 % 7 3 . 00 4 1 6.3 1 9 1 9 .2 8 6 5 3 .4 5 0 7 5 .8 4 7 .0 0 5 .00 0 6 0. 33 3 T h n20: a u 09 ( /1 x( /1 x6.33 5 3.00 4 6.9 4 .5 4 8 . 1.0 9 8 .7 % 7 3 .9 7 6 2 1 . Metode Jumlah Angka Tahun Modifikasi dari metode saldo menurun adalah metode saldo menurun ganda. B y dp s s ia a e re ia i tarif Au u s k m la i Pe y s ta n uu n penyusutannya N ib k ila u u a h ta u k ir h n 1 0 0 .9 0 4 .7 7 . 66 4 T h n21 a u 03 ( /1 x( /1 x6. tahunRp.7 % 7 3 .61% .9 2 .0 0 0 4 0 . entitas beralih ke metode jumlah angka tahun atau ke metode garis lurus agar aktiva tetap disusutkan pada nilai sisa.00 .0 0 6 .00 ( /1 x( /1 x6.3 6 .8 5 1 1 9 .33 .6 7 7 66 6 1 .7 1 3 0 0 . mendekati akhir umur masa manfaat.7 % 7 3 . 33 1 1.2 8 6 5 3 .8 .2 6 6 6 .0 0 0 0 0 .0 0 0 12.0 0 S um isa ur Pecahan ekonom D is epresiasi 55 5 /1 44 5 /1 33 5 /1 22 5 /1 11 5 /1 1 5 B iayadepresiasi 2 .7 0 8 1 7 2 .7 % 7 3 .6 8 4 .0 0 • Penyusutan adalah (Rp.2 0 8 2 5 .8 0 6 4 6 .1 9 1 7 0 .6 3 5 2 9 .4 3 4 .0 0 0 4 0 .1 5 3 .00 1.7 6 5 1 0 1 .6 7 .00 3 0.4 5 6 4 7 .7 % 7 3 .8 5 1 .5 3 3 . .5 3 3 .0 9 6 .00 0) 9 2 1 5 4 0. Tarif penyusutan untuk metode saldo menurun ganda adalah 2 kali tarif penyusutan metode garis lurus. 66 2 2. tariff penyusutan saldo kalau menggunakan ganda Tarif ini metode 2x B y P n uua t h np r a a 3 ko e s 3 Ds me 20) iaa e y s t n a u et m ( Ot b r .6 9 9 8 1 .6 8 4 .7 % 7 3 .00 .7 5 4 .00 T h n21: a u 00 ( /1 x( /1 x6.00 0) 9 2 4 5 4 0. Metode garis lurus 129 .9 1 8 .8 7 5 1 8 1 .2 6 9 7 9 .0 0 4 00 0 menurun adalah: (100/20)=10%.33 3 /1 x 1 3.7 5 9 4 1 .00 1.67 .800.00 0) 3 2 1 5 4 0.1 9 1 7 0 .000/tahun • Biaya penyusutan untuk tahun 2008 adalah: 3 12 x R p.3 3 1 33 3 1 . A membeli peralatan pada tanggal 3 Oktober 2008 Rp.6 8 5 .4 2 2 1 7 0 .000000 = 56.0 6 0 .1 7 9 7 .2 2 .00 9 0.1 6 2 4 8 . Untuk ilustrasi kasus diatas.2 4 6 1 0 .3 5 . 65.7 8 7 .8 0 3 .1 5 3 .0 4 5 3 5 .9 2 3 2 2 .3 .2 5 1 .5 3 5 1 .7 4 .00 0) 3 2 4 5 4 0.7 % 7 3 .00 0) 3 2 3 5 4 0.0 0 1 1 8 .000000 .00 .4 6 6 .3 1 9 1 9 .6 3 5 2 9 .0 0 2 .2 5 1 .00 0) 9 2 2 5 4 0.0 0 2 00 0 8 3 .9 5 . 00 2 3 0.7 1 3 1 7 8 .6 9 9 8 1 .7 % 7 3 .7 % 7 3 .8 4 7 .6 4 .0 2 3 7 8 .8 0 6 4 6 .9 0 0 .00 0) 3 2 2 5 4 0.4 2 2 1 7 0 .0 0 6 .8 7 5 1 8 1 . Biasanya.80 0 2 0.7 6 5 1 0 1 .0 0 0 4 0 .5 8 3 .7 4 1 2 1 .4 3 4 .000.7 5 3 8 9 .7 0 8 1 7 2 .8 0 8 2 9 .2 0 00 0 0 . nilai sisa aktiva tetap tidak akan sama dengan nilai sisa yang direncanakan.6 1 0 4 0 .6 8 .1 4 8 8 0 . Pada akhir masa manfaat.2 2 7 .00 ( /1 x( /1 x6.73 3 1 3.7 % 7 3 .2 3 5 1 8 .00 ( /1 x( /1 x6.3 2 0 .33 .7 8 7 .00 .7 % 7 3 .0 9 8 .6 2 6 6 9 .1 1 0 8 9 .2 4 .5 3 3 4 6 .000.0 0 0 4 0 .3 8 9 5 9 .5 3 5 2 1 .3 2 5 .4 2 1 .3 2 9 .9 2 65.7 % 7 3 .5 5 7 2 5 .0 0 0 1 8 0 .0 0 6 .5 5 7 2 5 .1 6 8 6 0 .8 5 1 1 9 .1 1 0 8 9 .00 ( /1 x( /1 x6.67 .9 0 4 .00 . 00 2 1.4 8 7 3 0 . 66 0 7 6.1 6 7 .000.7 % 7 3 .26 6 0 6.7 9 3 3 6 . PENYUSUTAN PADA PERIODE Tarif Penyusutan: 1− n 1.0 0 0 4 0 .0 2 3 7 8 .0 .3 3 .9 4 .6 1 6 5 8 .7 5 6 7 5 .9 8 2 .0 0 0 1 8 0 .0 6 0 .4 4 2 7 4 .8 3 3 9 1 .9 6 . adalah 7.7 5 3 8 9 .5 4 .000.67 Perhitungan penyusutan untuk tahun penuh Tahun 1 2 3 4 5 Basis depresiasi 6 .7 % 7 3 .3 1 4 9 .6 8 5 .73 % N ib k ila u u a a ta u wl h n 1 0 0 .7 % 1 .5 3 5 2 1 .0 2 3 .2 1 .000. awal tahun kemudian saldo diaplikasikan ke nilai buku aktiva tetap pada (sama seperti metode menurun).000. T h n21 a u 01 ( /1 x( /1 x6.7 % 7 3 . 00 6 2 3.0 0 5 .9 8 2 .7 3 0 2 0 .7 % 7 3 .4 6 6 .0 0 4 .3 7 .7 % 7 3 .5 8 3 .1 2 4 2 7 .0 9 6 . 3. 65.3 6 5 7 0 .00 6 0.2 9 1 2 9 . Penyusutan setahun penuh: umur ekonomis aktiva tetap ditaksir 5 tahun dengan nilai sisa Rp.1 0 0 .00 0) 9 2 5 5 4 0.1 0 0 8 0 .00 0 6 0.6 8 1 1 1 0 .0 2 2 5 2 .6 8 9 .000)/5 aktiva tetap pertahun – Rp.0 0 6 .8 8 9 1 4 6 .6 7 .

98 9) 1.0 0 (3 2xR .000.6 3 3 ) (3 2x(R .000 Akumulasi penyusutan setelah 5 tahun 37.4 4 .3.74 0 6 9. 9 2 6 2.000 35 tahun * * Sisa masa manfaat gedung= tahun .3 6 6 2% 0 4% 0 N i b ku ila u a h ta u k ir h n 3 .0 0 4 .286 7.3 0 0 ) (3 2x(R .0 6 6 7 0 . Pada awal tahun keenam.96 3) 9 2 R . 2 .34 .00 0 5 0.500. 162.000 .71 .0 0 .00 0 REVISI TARIF PENYUSUTAN Penyusutan berdasarkan sama atau aktiva estimasi informasi tetap logis dilakukan (berdasarkan Karena B y P n uua t h np r a a 3 ko e sd3 Ds me 20) ia a e y s t n a u et m ( Ot b r .29 ( /1 x p 6 2.0 0 0 5 0 . 8 9 .d 1 es m e 0 8 3 2xR .13 9 2 ( p . 9 6 1 3.76 2 3 0.0 0 2 6 .0 0 .500. 1 .0 0 (3 2xR .97 2 T h n21 a u 02 ( /1 x R .6 0 0 5 0 .6% 61 5.3 0.00 0 5 0. 2 7 ( /1 x p 1.00 6.84 .0 0 1 .0 0 0 5 0 .000 (37.00 P chn ea a Dpe iai er s s 5.0 0 .18 7 T h n20: a u 09 ( /1 xR . 3) 9 2 ( p .6 3 3 5 6 . 9 3 periode-periode di masa depan selama sisa umur aktiva tetap itu (prospektif).29 T h n21: a u 00 ( /1 x p 1. perusahaan mengubah masa manfaat gedung menjadi 40 tahun dan nilai residu tidak berubah.0 % 0 0 8 9 .52 .0 0 .0 0 * 5 4 . Gedung ditaksir memiliki masa manfaat 20 tahun dengan nilai residu Rp.91 6 3. 50.6 7 .0 0 0 )= p .34 2 5 2 5.0 0 .0 0 0 .57 8 1 8.5 0 0 9 0 .0 0 6 0 .0 0 .30 6 2 0.3 6 6 * 1 0 .96 3 5 6.500.0 % 0 0 9 6 .29 5 2 3.0 0 0 5 0 .0 0 0 2 7 .4 4 .3 3 /3 4 4 .6 3 3 ) 7 2 . maka bisa saja entitas mengubah umur ekonomis atau mengubah nilai residu aktiva tetap selama umur ekonomisnya.0 0 T h n2 1 : a u 00 (9 2xR .6 7 /1 p .Rp.0 0 .00 6.06 4 3 ( /1 x R .6% 61 5.0 0 0 5 0 .34 3 1 0.286 Accumulated depreciation of Building K 3.0 0 0 /1 p 6 0 .1 0 .06 3 1 0.98 9) ( /1 x R .0 % 0 0 4 4 . 9 6 .00 6.3 6 6 ) 6 2 .78 .6% 61 5.16 4 71 8 5.50 .0 0 0 . 2 .74 0) 9 2 p 6 9.3 3 /1 p .7 0 0 1 0 .000 T h n2 1 a u 02 (9 2x(R .13 3 2 R .0 0 4 .000) 162.6 7 .00 0 5 0.08 .0 0 0 5 0 .3 0 0 1 . 3 1 2 8.6 0 0 ) /1 p 5 0 .3 3 .00 .8 9 .000. 3) 9 2 ( p . Per tahun Depresiasi dibebankan (5%) sampai tahun ke-5 Posisi Aktivatetappadaa khirta hunke-5 Gedung Akumulasi penyusutan mesin Nilai terbawa B iayaPenyusuta m n esin pertahun setela perubahan: h Rp.52 .214.6 7 /1 p .3 3 .0 0 4 .0 0 1 . 5 6.0 % 0 0 1 .2 0 0 Pencatata ke jurnal um setiapta n um hun dari ta hunke-6s.0 0 0 9 0 . 2 7 9 9.66 .0 0 .0 0 0 Ilustrasi perubahan tarif penyusutan PT.286 130 .34 3 6.0 0 R .3 3 .000 serta disusutkan menggunakan metode garis lurus.24 5 36 3 2. .74 0 /1 x p 6 9.3 0 0 4 6 . 7 5 pengalaman sebelumnya atas aktiva yang lainnya).94 7 1 7. 2 7 1. 0 0 N ib k ila u u ah t h n k ir a u 2.500.96 3) 3 2 R .3 3 /1 p .3 0 0 ) 1 .1 0 .28 1.0 0 4 .25 9 8 0.1 0.5 0 0 1 8 .3 0. 9 6 . 5 6.d ta hun ke-4 0 D Depreciation expense of Buildingy 3.6 7 .1 3 3 9 9 .500.Perubahan T h n21 a u 03 ( /1 x R .6 3 3 Pe y s ta ta u k 5 nuu n h n e : 1 x(1 .6 6 6 T h n2 1 a u 03 (9 2x(R .0 % 0 0 2 .6% 61 B y d pe iai ia a e r s s 3. 7 7 2.00 0 5 0.0 0 0 4 4 .3 6 6 B y P y s ta ta u p rta a(3O tob r s 3 D e b r 2 0 ): ia a en u u n h n e m k e . 4 4 .06 4 3 5 9. 3) 3 2 ( p . A memiliki gedung yang memiliki kos pemerolehan Rp.0 0 3 0 .214.0 0 2 . berdasarkan estimasi.98 9 3 0. 200.0 0 /1 p .000 * A a N i s as s a d n a n i res u m k b y d p s s g r ila is e u i e g n ila id .6 7 /3 4 4 . a a ia a e re ia i d itu gd n a m g u a a m ih n e g n en g n k n etod ju la a g ata u : e m h nk h n Pe y s ta ta u k 4 nuu n h n e : 2 x(1 .0 0 T h n2 1 a u 01 (9 2x(R .86 .00 6. 1 e e b r 08: 3 2 R . mengubah disesuaikan Penurunan tariff pada atau keusangan aktiva tetap dan T h n21 a u 01 ( /1 x R .6 2.5 tahun 40 = 3.4 0 0 3 0 .Th n au 1 2 3 4 5 Bs d pe iai ais e r s s 6.1 0.0 0 . Metode Saldo Menurun Ganda T rif p y s ta m a en u u n etod g rislu s e a ru T rif p y s ta m a en u u n etod s ldom u ng n a e a en ru a d Th n au B s d p ia a is e res si Pec h n aa B y d ia a epres s ia i D epres s ia i 1 6 .00 0 4 0.5 0 0 T h n2 0 : a u 09 (9 2x R .34 2 5 98 9 7.0 0 4 .0 0 0 )= p .13 .2 0 0 3 6 .0 0 .6% 61 5.6 0 0 ) /1 p 5 0 .50 8 diluar harapan bisa juga mendorong entitas penyusutan tariff periode aktiva berjalan tetap.6 7 .000.3 6 6 ) 3 6 .00 0 5 0.0 0 0 4 4 . 3) 3 2 ( p .0 0 3 6 .72 4 1.9 0 0 2 .0 0 /1 p .0 0 0 6 0 .214.09 5 1.1 3 3 200. 1 .000. 7 0 3 9.3.0 0 R . 4 5 5 4.8 9 .4 0 0 3 0 .0 0 .56 2 7 9.0 0 0 ) /1 p 6 0 .0 0 2 4 . 50.14 .000.

yaitu nilai sekarang (Present value) dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima dari penggunaan aktiva tetap selama sisa masa pakainya. 20.000 (Rp.000).000. 5/5/2005 PT. 150.200. A membeli sebidang tanah dan bangunan senilai Rp. 105. 50. Loss of Impairment of Machinery Accumulated of Impairment Loss D Rp 20. dan lampu jalan Rp. Harga pasar wajar bangunan menurut penilai Rp. Penurunan nilai (Impairment) sebesar Rp. 75. – Rp. dimana kos awal dari mesin Rp.000. Beberapa istilah yang digunakan dalam menentukan nilai aktiva tetap yang dapat dipulihkan adalah: Ilustrasi penurunan nilai PT. 2. Nilai yang dapat dipulihkan.000. Mesin itu memiliki Harga faktur Rp. adalah Jumlah Rp. Setelah penilaian atas penuunan nilai dilakukan maka penyusutan dihitung berdasarkan basis nilai terbawa yang baru. Taksiran Harga jual neto pada saat penilaian adalah Rp.000.000( tertinggi antara taksiran harga jual neto dan nilai pakai).PENURUNAN NILAI (IMPAIRMENT) AKTIVA TETAP Penurunan Nilai aktiva tetap terjadi apabila Nilai terbawa aktiva tetap melebihi nilai yang dapat dipulihkan (Recovable amount). jalan. Nilai pakai ini dipengaruhi oleh arus kas masuk dan arus kas keluar serta suatu tingkat diskon (Discount Rate) yang memadai.000 ditambah PPN 10%.000 45. penyusutan revaluasi nilai. Nilai terbawa (Carrying Amount) dari mesin pada tanggal penilaian 105. 40. A juga membangun pagar pembatasRp. yaitu jumlah yang dapat direalisasi dari penjualan aktiva tetap setelah dikurangi biaya-biaya terkait penjualan. A memiliki Mesin.000 dan taksiran arus kas masa depan (nilai pakai) dari aktiva tetap Rp.000 dan tanah Rp.1. Kupas Jaya membeli mesin untuk produksi.000.1. Diminta: Lakukan pencatatan ke jurnal 2.000.000 serta saluran air. 48. Harga jual neto. adalah nilai tertinggi antara harga jual neto dengan nilai terpakai (Value In Use) suatu aktiva. menurut PSAK No.000.000 K Rp 20. 95.000 Soal Latihan: 1.500.000.000) sudah melebihi nilai yang bisa dipulihkan (Recoverable amount) dari aktiva tetap.000.000.000.000.000. 1. Karena membeli tunai.000.000. Rp.000. Nilai pakai (Value in Use). Identifikasi adanya penurunan nilai dilakukan entitas yang memilih menggunakan model kos (Cost Model) dan yang menggunakan model Revaluasi (Revaluation model).000 pada tanggal dan akumulasi Rp. 150. 105.000. maka penjual member potongan 131 .000.000 – 85.000).000. Apabila terjadi penurunan nilai maka penurunan nilai diakui sebagai kerugian pada periode dilakukan penilaian dan dikreditkan ke akumulasi rugi penurunan 45.000 ( Rp.000. Dilihat dari informasi tersebut jelas bahwa nilai terbawa mesin (Rp. PT.000.000.000. 85.400. PT.000.000. yang dapat nilai dipulihkan 85.

000 dan taksiran arus kas masa depan (nilai pakai) aktiva tetap Rp. Pada tanggal 1/5 2008 mesin tersebut diperbaiki. Untuk membangun aktiva tetap.5.000. A memiliki sebuah gedung yang memiliki nilai buku Rp. buat penyesuaian dengan menggunakan model revaluasi b.5 Milyar. Karena sesuatu hal. Buat pencatatan ke jurnal tanggal 1/7-2006. 75.000 b. PT. jatuh tempo 5 tahun Rp. 5.000. A membeli mesin pada tanggal 1/9-2005 seharga Rp.000.31/12-2006 dan 1/5-2010 7. Metode saldo menurun ganda 8. Buat juga pencatatan ke jurnal umum.000 (Kos Rp.000. Berapa kos dari aktiva tetap? 5. bernama juga memiliki beberapa jenis pinjaman yang bukan untuk konstruksi.000 disusutkan dengan metode jumlah angka tahun selama 10 tahun (tanpa nilai sisa).105. 1 Milyar.000. Truk dibeli tanggal 1/7-2006 b. Metode Jumlah angka tahun c. PT.000. tanpa nilai sisa.60.000 ke perusahaan pengangkut.000). Gedung dipertukarkan dengan sebuah gedung yang memiliki nilai pasar wajar Rp.000 c. Anggaplah pada akhir tahun ke-5 nilai wajar aktiva itu Rp.000). dibayar ke pihak kontraktor Rp.000. A juga membayar pengangkutan dan pemasangan Rp. Dalam pertukaran PT. Mobil disusutkan dengan metode garis lurus. truk dijual seharga Rp. 4.000. dibutuhkan dana 2. Kupas Jaya.000. Nilai residu truk Rp. A membeli aktiva tetap dengan fasilitas kredit jangka panjang selama 5 tahun.000 dan akumulasi penyusutan Rp. 170.45. PT.000. a PT. Dengan suku bunga 8% per tahun. Bernama meminjam dari Bank X Rp.000.200. Pada tanggal 1/6-2015 mesin ditukar dengan mesin lain yang teknologinya lebih baik.000. 300. 90.000. dan masa manfaat 20 tahun. PT.000. Mesin PT. a.000. masa pinjaman 5 tahun dan berbunga 7%/tahun. PT.000. A menerima Rp. 1. A dinilai seharga Rp. 2.000 dan akumulasi penyusutan Rp. A memiliki sebuah truk dengan nilai pemerolehan Rp. Sumber Sukses membeli truk pada tanggal 2/9/2009 dimana kos pemerolehannya Rp. akumulasi penyusutan dan nilai terbawa aktiva tetap selama 5 tahun dengan menggunakan metode penyusutan: a.000 (Kos Rp. Hitung biaya penyusutan. Perbaikan ini hanya membutuhkan biaya Rp. Perbaikan ini hanya untuk menjaga operasi mesin. 1 Milyar. 900. 132 .000. Mesin ditaksir memiliki umur 20 tahun dan disusutkan dengan metode garis lurus.000 Diminta: Catat setiap transaksi ke jurnal 6. 375.000 dan masa manfaat ditaksir 20 tahun. Bernama membangun aktiva tetap (kapal) dimana ditaksir penyelesaian aktiva tetap selama 2 tahun. jatuh tempo 6 tahun Rp.350.2 Milyar. 135.000 Diminta: Catat transaksi tersebut ke jurnal 7.harga 5%.000 Diminta: 1. Pada tahun pertama.000.000. pada 1/5-2010. Andika memiliki Mobil dimana pada akhir tahun ke-5 memiliki nilai terbawa Rp. 150.000.000. Tentukan berapa nilai yang dapat dipulihkan (Recoverable Amount) dan penurunan nilai aktiva itu.000. Metode saldo menurun d. PT. 5 %.225. yaitu Hutang obligasi. PT. 290.000. PT. dibayar Rp. 130.000.000. a. Buat skedul penyusutan 2. Anggaplah harga jual neto aktiva itu Rp. Diminta: Catat transaksi itu ke jurnal umum 3. Untuk mengangkat ke lokasi PT. A harus mencicil 80.000 setiap tahun. Biaya pemasangan ditanggung pihak penjual. Hitung berapa biaya bunga yang harus dikapitalisasi dan buat pencatatan ke jurnal umum untuk kejadian itu.80.000 sedangkan mesin yang diterima memiliki harga pasar Rp.600.000.000 dan Pinjaman dari Bank Mandira berbunga 8%. Garis lurus b.000. PT. PT.150.000.

..............35 PELAPORAN TRANSAKSI-TRANSAKSI YANG JARANG TERJADI (IRREGULAR ITEMS) ...........40 Soal Latihan:.......................44 AKUNTANSI KAS...............................................................................................................45 REKONSILIASI BANK................1 SIKLUS AKUNTANSI.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 37 NERACA.39 MANFAAT NERACA.........................................................................................................................................................................44 PENGENDALIAN ATAS KAS...................................................34 PENDEKATAN LAPORAN RUGI LABA LANGKAH TUNGGAL (SINGLE-STEP INCOME STATEMENT) ..........................Table of Contents BAB I.....................................................................................................................................................................29 BAB II.........................................................................34 PENDEKATAN LAPORAN RUGI LABA LANGKAH GANDA (MULTIPLE-STEP INCOME STATEMENT) ............................................................................................................44 MASALAH-MASALAH DALAM PELAPORAN KAS:......................................................................43 BAB III............................................................1 SISTEM AKUNTANSI BERPASANGAN (DOUBLE-ENTRY ACCOUNTING SYSTEM) SIKLUS AKUNTANSI......................................................................45 DANA KAS KECIL (Petty Cash)........................................40 KLASIFIKASI DALAM NERACA..............................................................................33 ELEMEN-ELEMEN LAPORAN RUGI LABA....................1 MENGGUNAKAN JURNAL KHUSUS..................................................33 FORMAT LAPORAN RUGI LABA...................................................................32 KEGUNAAN DAN KELEMAHAN LAPORAN RUGI LABA...............26 Soal Latihan:...............................................................32 BENTUK LAPORAN RUGI LABA...............................................................................................................................................................................................47 1 133 ....................................................................................................................44 PENGERTIAN KAS DAN SETARA KAS..................39 KETERBATASAN NERACA.......................................................................................................... 32 LAPORAN RUGI LABA (INCOME STATEMENT)DAN NERACA (BALANCE SHEET)32 LAPORAN RUGI LABA......................................................................................

...77 PELEPASAN PIUTANG USAHA DAN WESEL........................................................................................................................118 134 .......................................................................66 PIUTANG USAHA (ACCOUNT RECEIVABLE)......................................................................................................107 BAB VI.............................................................................................115 PENGUKURAN KOS PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP............. PENYUSUTAN DAN PENURUNAN NILAI..............74 WESEL JANGKA PANJANG BERBUNGA.................... suku bunga nominal berbeda dengan suku bunga pasar (efektif)................78 TRANSFER (ANJAK) PIUTANG................................................................................................................................................................77 MENGGADAIKAN PIUTANG USAHA.........................................................84 AKUNTANSI SEDIAAN (INVENTORIES)............................................................111 KOMPONEN KOS PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP..................................................................................76 WESEL BERBUNGA NOL (ZERO-INTEREST BEARING NOTE).....................................................................54 BAB IV....................................................74 Wesel jangka panjang berbunga........................84 SISTEM PENCATATAN SEDIAAN..................................................................................80 Soal Latihan:.............................111 PEMBEBANAN KOS PINJAMAN YANG TERJADI SELAMA KONSTRUKSI ..............................................................................................................87 KEPEMILIKAN ATAS SEDIAAN...........66 PENILAIAN PIUTANG USAHA.............................................................................................66 PENGAKUAN PIUTANG USAHA...........76 PENILAIAN WESEL TAGIH..............................................................93 PENGARUH KOMITMEN PEMBELIAN TERHADAP NILAI SEDIAAN...............................................90 PENGARUH POTONGAN TUNAI PEMBELIAN TERHADAP KOS SEDIAAN..........................74 WESEL JANGKA PENDEK BERBUNGA......................................................82 BAB V..................... 66 AKUNTANSI PIUTANG (Receivable)................................72 PENGAKUAN WESEL ........108 Soal Latihan:.................79 TRANSFER PIUTANG SECARA TANGGUNG RENTENG/DENGAN JAMINAN.............................................................................................. SUKU BUNGA NOMINAL WESEL SAMA DENGAN SUKU BUNGA PASAR (EFEKTIF) ........68 WESEL TAGIH (PROMISORY NOTE)..........................................................93 PENILAIAN SEDIAAN BERBASIS ALIRAN KOS HISTORIS......... 111 AKUNTANSI AKTIVA TETAP............................................Soal Latihan:..........................................................

.............................123 PENJUALAN AKTIVA TETAP.............................................................................................................................................127 PENURUNAN NILAI (IMPAIRMENT) AKTIVA TETAP.PENGELUARAN-PENGELUARAN SETELAH PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP......................125 PENYUSUTAN AKTIVA TETAP....133 135 .................................................................. ...........................................................131 Soal Latihan:.....131 Table of Contents......................................

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->