DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I

BAB I SIKLUS AKUNTANSI
SISTEM AKUNTANSI BERPASANGAN (DOUBLE-ENTRY ACCOUNTING SYSTEM)
Sistem akuntansi berpasangan mengenal dua istilah, yaitu debit (Dr) dan kredit (Cr). Debit dapat diartikan sebagai kiri dan kredit dapat diartikan sebagai kanan (Kieso, et.al, 2004). Total nilai yang ada disebelah debit (kiri) harus sama (seimbang) dengan total nilai disebelah kredit (kanan). Dalam sistem akuntansi berpasangan, debit harus sama dengan kredit (Dr = Cr). Sistem akuntansi berpasangan didasarkan pada persamaan dasar akuntansi, yaitu: Dari persamaan itu dapat disimpulkan: 1. Saldo normal (letak yang seharusnya) akun aktiva adalah disebelah dan debit ekuitas sedangkan akun hutang

memiliki saldo normal kredit. Artinya pada saat penutupan buku saldo akhir aktiva harus disebelah debit sedangkan hutang dan ekuitas harus disebelah kredit.

2. Aktiva bertambah disebelah debit dan
berkurang disebelah kredit. Hutang dan ekuitas bertambah disebelah kredit dan berkurang di sebelah debit. 3. Bila dikaitkan dengan pendapatan dan atau biaya maka:

Aktiva = hutang + ekuitas
Aktiva merupakan harta entitas sumberdaya entitas yang digunakan untuk

Pendapatan sama

akan

menambah ekuitas

menjalankan operasi usaha. Aktiva bersumber dari pendanaan kreditur (hutang) maupun setoran dari pemegang saham (pemilik) dan hasil usaha periode sebelumnya (ekuitas). Apabila persamaan dasar akuntansi dihubungkan dengan keseimbangan debit dan kredit maka:

ekuitas/modal, sehingga saldo normal pendapatan dengan (sebelah kredit). Apabila pendapatan terjadi dicatat disebelah kredit. • Biaya-biaya akan mengurangi ekuitas/modal, sehingga saldo normal biaya disebelah debit dan apabila biaya terjadi dicatat disebelah debit.

Dr

(Aktiva) = Cr ( Hutang + Ekuitas)

SIKLUS AKUNTANSI
Siklus akuntansi merupakan tahapantahapan transaksi yang dilalui dalam memproses merupakan akuntansi. Akuntansi data keuangan yang berasal dari transaksi atau peristiwa- peristiwa suatu informasi yang (events) menjadi berguna untuk

salah satu system informasi yang memproses

membantu pembuatan keputusan. Peristiwa-

1

DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I
peristiwa yang terdapat pada suatu entitas dapat diklasifikasi atas: 1. Peristiwa Internal, yaitu peristiwa-peristiwa yang terjadi didalam suatu entitas tanpa melibatkan pihak di luar entitas. Misalnya perpindahan bahan baku dari suatu departemen ke departemen lainnya atau penggunaan aktiva tetap. 2. Peristiwa eksternal, yaitu peristiwa-peristiwa yang terjadi antara pihakl entitas dengan pihak lain di luar entitas. Misalnya interaksi entitas dengan pihak pemasok atau pembeli atau dengan

3.

pemegang ini sering

saham. disebut

Peristiwa sebagai

yang

datanya

hendak

ditangkap

(data

eksternal

capturing) dan diproses menjadi informasi keuangan dapat dikategorikan atas:

transaksi, yaitu pertukaran yang terjadi antara dua pihak (entitas dan pihal luar) dimana salah satu pihak mengorbankan atau menerima suatu nilai. Tidak semua peristiwaperistiwa atau transaksi yang terjadi dan melibatkan entitas harus dicatat. Peristiwa atau transaksi yang dicatat hanya peristiwa-peristiwa atau transaksi yang berpengaruh terhadap posisi harta (aktiva), hutang dan ekuitas. Untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat maka diperlukan suatu tahapantahapan yang sistematis untuk memproses peristiwa-peristiwa atau Peristiwa-peristiwa atau transaksi-transaksi. Transaksi-transaksi

1.
2. 3. 4.

Transaksi Penerimaan Kas Transaksi Pengeluaran Kas Transaksi Pembelian Kredit Transaksi Penjualan Kredit Penyesuaian dan perisiwa

5.

lainnya yang tidak bisa dikategorikan pada keempat transaksi sebelumnya. Untuk memproses data yang diperoleh dari transaksi atau peristiwa tersebut selama satu atau perioda siklus akuntansi atau itu tahun dapat pembukuan diperlukan akuntansi. tahapan Siklus sistematis

digambarkan sebagai berikut:

2

DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I
Data

Dokumen (Bukti Transaksi)

Pencatatan (Penjurnalan)

J urnal

Pengk lasifikas ian (Pemos tingan

Membuat Ayat jurnal pembalik

Buku Pembantu

Akun-akun buku besar

Tutup akun-akun nomi nal

Neraca saldo

Menyusun Laporan Keuangan

Membuat Kertas Kerja

K lasifik asi penyes uai an

Lembar jurnal (jurnal umum)

Pemadanan dan Melakukan penyesuai an

Untuk memproses data akuntansi menjadi informasi yang berguna untuk pembuatan keputusan, aktivitas berikut dilakukan dalam pemrosesan data:

akun

yang

terpengaruh

di

buku

besar (General Ledger)

5.

Mengumpulkan akun di buku besar

atau ke

mengiktisarkan saldo dari masingmasing akan untuk Neraca Saldo (Trial Balance).

1.

Merancang nomor-nomor dan akun yang

nama-nama merupakan

terpengaruh oleh transaksi. Akun tempat menampung data aktiva, hutang atau modal/ ekuitas. 2. Menangkap data atau dari transaksi peristiwa-peristiwa

6.

Menganalisa

masing-masing

akun untuk menemukan akun yang perlu disesuaikan dengan membuat jurnal penyesuaian (Adjustment).

7.
dan 8. 9. 10.

Memosting penyesuaian akun membuat neraca saldo

dalam dokumen sumber.

disesuaikan (Adjusted trial Balance) data Menyusun laporan keuangan Menutup akun-akun nominal Membuat ayat jurnal

3.
ke

Melakukan Buku

pencatatan

transaksi (penjurnalan) ke jurnal dan Pembantu (Subsidiary Ledger).

ke laba ditahan atau modal pembalik, jika perlu

4.

Mengklasifikasi

atau

memosting data

ke masing-masing

1. Mencatat data dari dokumen sumber ke jurnal dan Buku Pembantu
Dokumen digunakan untuk sumber (Source atau transaksi. untuk dokumen Dokumen sumber penerimaan adalah dapat kas Bukti Document) merupakan dokumen yang menangkap merekam data peristiwa-peristiwa atau dibedakan dari jenis transaksi. Misalnya transaksi sumbernya

3

Transaksi Penjualan (penjualan). transaksi.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Penerimaan Kas. maka jurnal umum tidak memadai lagi untuk mencatat seluruh peristiwa-peristiwa sehingga diperlukan jenis jurnal yang lain yang Jurnal disebut khusus sebagai jurnal khusus. hutang atau ekuitas/modal. Tahun: Tanggal Bulan JURNAL UMUM Akun dan Keterangan Ref Dr dapat digambarkan sebagai berikut: Hal: Jumlah Cr Ilustrasi1. dalam kolom debit Apabila ukuran perusahaan Konosemen Masing-masing bukti tersebut merupakan bukti atas terjadinya suatu semakin besar. adalah Jurnal yang paling sederhana jurnal umum. Jurnal merupakan sarana pencatatan awal (Book of Original Entry). Akun dan keterangan. Jurnal Umum Pencatatan ke jurnal Umum Jurnal umum terdiri dari kolomkolom tanggal. kredit. Jurnal merupakan buku untuk mencatat seluruh atau kejadianperistiwa-peristiwa ditangkap sedangkan ditangkap Barang atau atau di melalui Faktur transaksi Bukti Tagihan (Bill of kronologis atas peristiwa-peristiwa yang ditunjukkan kredit. debit. Dokumen-dokumen atau sarana sumber dicatat ke Jurnal. pembelian Penerimaan Pemasok Lading). membagi jurnal atas jenis transaksinya.1: 4 . Untuk Transaksi kejadian yang terjadi pada suatu entitas dan mempengaruhi posisi aktiva. dokumen sumbernya adalah Bukti Pengeluaran Kas. referensi. yaitu catatan dan Pengeluaran Kas.

PT. ERA Rp. DINO Rp.290 Sales Purchase Rent Expense Total 2450 2450 Transaksi yang terjadi selama tahun 2005 04/01/2005 Pembelian kredit dari PT. Dumai Rp. Famas Rp. 25 yang akan dibayarkan awal tahun 2006 5. A NERACA SALDO PER 1 JANUARY 2005 (000.15 dan dari PT. ABU Rp.400 18/11/2005 Pembelian kredit dari PT.350 07/10/2005 Pembayaran sewa peralatan untuk 1 tahun Rp. AKUN NAMA AKUN DEBIT KREDIT Cash 1.000 Retained earnings 1.500 10/05/2005 Dijual barang secara kredit kepada Tuan Budi Rp. Adiaksi Rp. 2.150 05/01/2005 Dijual barang kepada Tuan Anci Rp. Aktiv Tetap adalah gedung yang diperoleh 5/1/2000.50 2.150 07/01/2005 Pembelian tunai dari PT. 60 20/12/2005 Penjualan tunai kepada PT. Guna Rp.250 3. CICI Rp. 200 19/12/2005 Pembayaran hutang kepada PT.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I PT. A menerima pengumuman Div iden Rp. Berdasarkan hasil perhitungan fisik atas sediaan barang dagang.000) NO.175 15/05/2005 Penerimaan piutang dari PT.150 05/11/2005 Diterima sewa gudang untuk 1 tahun Rp. Biaya telepon bulan desember ditaksir Rp.200 Account Receiv able 250 Allowance For Doubtful Account 50 Merchandise Inv entory 100 Long Term Inv estment 600 Building 300 Accumulated Depreciation of Building 50 Account Payable 60 Unearned Rent Income Common Stock 1. per 31/12-2005 sediaan digudang tinggal Rp.150 10/05/2005 Pembelian perlengkapan Rp. umur ekonomis 30 tahun dan a disusutkan dengan metode garis lurus 4. 60 (dibayar Januari 2006) Transaksi tersebut dapat dicatat ke jurnal umum berikut: 5 . Pada 31/12/2005 perlengkapan tersisa Rp.200 100 110 120 130 140 150 155 200 210 300 350 400 500 600 Informasi Tambahan: 1.35 16/09/2005 Penjualan tunai kepada PT.

Guna) Cash Sales (Penjualan tunai kepada PT.400 200 200 60 60 200 200 4. Dumai) Account Payable Cash (Pembayaran hutang kepada PT.400 2.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Tahun:2005 Tanggal Bulan 4 Januari Nomor Bukti FP01 JURNAL UMUM Akun dan Keterangan Purchase Account Payable (Pembelian kredit dari PT. Adiaksi) Total Ref 500 200 Hal: Jumlah Dr Cr 150 150 5 Januari BKM01 100 400 150 150 500 100 150 150 10 Mei BKK02 125 100 500 500 10 Mei F01 110 400 175 175 15 Mei BKM02 100 110 50 50 16 September BKM03 100 400 600 100 350 350 150 150 7 Oktober BKK03 5 Nov BKM04 100 210 500 200 200 100 100 400 2. ABU) Cash Sales (Penjualan Tunai kepada Tuan ANCI) 7 Januari BKK01 Purchase Cash (Pembelian tunai dari PT.15 & PT.535 18 Nov FP02 19 Desember BKK04 20 Desember BKM05 Pencatatan ke Buku Pembantu (Subsidiary Ledger) 6 .535 4. FAMAS) Rent Expense Cash (Pembayaran sewa Gedung untuk 1 Tahun) Cash Unearned Rent Income (penerimaan pend. Sewa) Purchase Account Payable (Pembelian kredit dari PT. ERA Rp. Dino Rp. Cici) Supplies Cash (Pembelian Perlengkapan) Account Receivable Sales (Penjualan kredit kepada Tuan Budi) Cash Account Receivable (Penerimaan Piutang Usaha dari PT.35) Cash Sales (Penjualan kepada PT.

Pemegang buku pembantu dan buku besar harus dipisahkan untuk menjamin pengendalian dan keandalan data akuntansi. Buku pembantu biasanya dibuat untuk akun piutang dagang. A memiliki data piutang dagang dan data Hutang Dagang per 31 Desember 2004 sebagai berikut: Data Piutang Dagang No 1 2 3 4 Nama PT. buku pembantu dengan dicocokkan dan buku akun yang dan berkaitan harus mencari pembantu (rekonsiliasi) penyebab perbedaan.1 7 . Saldo antara akun Ilustrasi 1. maka kita perlu membuat terlebih dahulu buku pembantu untuk masing-masing pelanggan dan pemasok dan memosting data dari bukti.2: PT. Dino PT. total saldo piutang masing-masing saldo hutang pelanggan dagang dan total masing-masing piutang dagang dan hutang dagang. A dan pencatatan dari bukti transaksi: pemasok harus sama dengan total saldo akun piutang dagang dan hutang dagang di Buku Besar. hutang dagang. aktiva tetap ataupun investasi. Berikut disajikan buku pembantu piutang dagang dan hutang dagang PT. Buku Pembantu perlu dibuat untuk merinci bagian-bagian dari akun di buku besar dan sebagai akuntabilitas/penjelasan akun di buku besar. GUNA Total Tanggal Jumlah Faktur Pemasok Piutang 27/12/2004 60 60 Daftar piutang tersebut dibuat ke masing-masing buku pembantu berdasarkan saldo yang ada di buku pembantu piutang dagang dan hutang dagang. Secara berkala. Data yang dicatat di buku besar berasal dari dokumen sumber. Perhatikan. Apabila kita akan menangkap data transaksi diilustrasi 1. Data Hutang Dagang No Nama 1 PT.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Buku Pembantu merupakan buku untuk mencatat rincian dari suatu akun di buku besar. Era Total Tanggal Jumlah Faktur Piutang 16/12/2004 150 28/12/2004 50 05/12/2004 15 04/12/2004 35 250 di buku besar dengan total saldo masing masing buku pembantu harus sama. Kinta Tuan Budi PT.

paling keterangan. Pemostingan dapat dilakukan setiap hari ataupun secara periodik. D IN O D e b it 15 15 K re d it S a ld o 15 0 N a m a P e la n g g a n : Tangg al Nom or B u k ti 2 8/1 2/20 04 1 0/0 5/20 05 1 F0 Tua n B ud i D e b it K re d it 50 175 S a ld o 50 225 N a m a P e la n g g a n : Ta n g g a l N o m or B ukti 04/1 2/2 00 4 15/0 5/2 00 5 M 0 2 BK P T. referensi. tanggal. G u n a Tanggal N o m o r D e b it K re d it S a ld o B uk ti 2 7 /1 2 /2 0 0 4 60 60 1 9 / 1 2 / 2 0B0K K 0 3 5 60 0 N a m a P e m a s o k : P T. debit. kredit dan Bentuk sederhana adalah akun berbentuk T (T 8 .DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I B u k u P e m b a n tu P iu ta n g D a g a n g N a m a P e la n g g a n : Tangg al Nom or B u k ti 1 6/1 2/20 04 P T. akun Nomor yang bukti. E R A D e b it 35 35 K re d it S a ld o 35 0 B u k u P e m b an tu H u ta n g D a g a ng N a m a P e m a s o k : P T. K in t a D e b it K re d it 150 S a ld o 150 N a m a P e la n g g a n : Ta n g g a l N o m or B ukti 05/1 2/2 00 4 15/0 5/2 00 5 M 0 2 BK P T . Account). Memosting (mengelompokkan) debet dan kredit di jurnal ke masing-masing akun di Buku Besar Memosting merupakan aktivitas mengelompokkan nilai-nilai transaksi ke masing-masing akun di buku besar. D U M A I Tanggal N o m o r D e b it B uk ti 1 8 / 1 1 / 2 0F0P5 0 2 K re d it S a ld o 200 200 2. Akun di buku besar memiliki kolom-kolom saldo. Sumber untuk melakukan pemostingan adalah buku jurnal.A B U Ta n g g a l N o m o r D e b it B uk ti 0 4 / 0 1 / 2 0F0P 0 1 5 K re d it S a ld o 150 150 N a m a P e m a s o k : P T.

Dino dan P T. E RA & P T. A diaks i JU JU JU JU JU JU JU JU JU Ref Debit 150 150 500 50 350 150 2. Guna P enjualan ke P T. Fam as P em bayaransewa P eralatan P enerim aan sewa Gudang P em bayaran Hutang ke P T.1 ke masing-masing saldo akun di buku besar dapat dilakukan Nam a A k un: Cash K ode ak un: 100 Nom or B uk ti 01/01/2005 05/01/2005 K M 01 B 07/01/2005 K K 01 B 10/05/2005 K K 02 B 15/05/2005 K M 02 B 16/09/2005 K M 03 B 07/10/2005 K K 03 B 05/11/2005 K M 04 B 19/12/2005 K K 04 B 20/12/2005 K M 05 B Tanggal K eterangan S aldo A wal P enjualan ke P T. Guna JU JU JU Ref Debit K redit 150 200 60 S aldo Dr(Cr) (60) (210) (410) (350) 9 . A NCI P em belian dari P T.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Pemostingan data transaksi PT. A B U P em belian dari P T. Dum ai P em bayaran k epada pt.400 60 200 K redit S aldo Dr(Cr) 1200 1350 1200 700 750 1100 950 3350 3290 3490 sebagai berikut (disajikan hanya akunakun yang terpengaruh transaksi): Nam a A k un: A c count Receivable K ode ak un: 110 Nom or B uk ti 01/01/2005 10/05/2005 F01 15/05/2005 K M 02 B Tanggal K eterangan S aldo A wal P enjualan ke Tuan B udi P enerim aan dari P T. DINO JU JU Ref Debit 175 50 K redit S aldo Dr(Cr) 250 425 375 Nam a A k un: S upplies K ode ak un: 125 Nom or B uk ti 01/01/2005 10/05/2005 K K 02 B Tanggal K eterangan S aldo A wal P em belian P erlengkapan JU Ref Debit 500 K redit S aldo Dr(Cr) 500 Nam a A k un: A c count P ayable K ode ak un: 200 Nom or B uk ti 01/01/2005 04/01/2005 01 FP 18/11/2005 02 FP 19/12/2005 K K 03 B Tanggal K eterangan S aldo A wal P em belian dari P T. A di ilustrasi 1. CICI P em belian P erlengkapan P enerim aan P iutang P T. E RA P enjualan ke P T.

DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Nama Akun: Unearned Rent Income Kode akun: 210 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Penerimaan pend. Neraca saldo juga diperlukan untuk melihat 10 .4 Neraca saldo PT. Sewa diterima dimuka JU Ref Debit Kredit 2400 Saldo Dr(Cr) 0 (2. ANCI Penjualan ke Tuan Budi Penjualan ke PT. A per 31 Januari 2005 setelah dilakukan pemostingan adalah: debit dan kredit maka seluruh saldo akun diiktisarkan dalam Neraca Saldo. ABU Pembelian dari PT. Famas Penjualan ke PT. Ilustrasi 1. Mengiktisarkan saldo akhir masing-masing akun ke dalam Neraca Saldo (Trial Balance) Untuk melihat keseimbangan akun-akun yang perlu dikoreksi atau disesuaikan atau direklasifikasi. Adiaksi JU JU JU JU Ref Debit Kredit 150 175 350 200 Saldo Dr(Cr) 0 (150) (325) (675) (875) Nama Akun: purchase Kode akun: 500 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Pembelian dari PT. Cici Pembelian dari PT. Dumai JU JU JU Ref Debit 150 150 200 Kredit Saldo Dr(Cr) 150 300 500 01/01/2005 04/01/2005 FP01 07/01/2005 BKK01 18/11/2005 FP02 Nama Akun: Rent Expense Kode akun: 600 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Pembayaran sewa Peralatan JU Ref Debit Kredit 150 Saldo Dr(Cr) 0 150 01/01/2005 07/10/2005 BKK02 3.400) 01/01/2005 05/11/2005 BKM04 Nama Akun: Sales Kode akun: 400 Tanggal 01/01/2005 05/01/2005 10/05/2005 16/09/2005 20/12/2005 Nomor Bukti BKM01 F01 BKM03 BKM05 Keterangan Saldo Awal Penjualan ke PT.

DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I PT. Biaya-biaya yang dibayar dimuka(Prepaid Expense) Biaya-biaya ini dibayar sebelum suatu entitas mengkonsumsi manfaat dari pembayaran tersebut atau sebelum periode biasanya waktu biaya tersebut habis. Penyesuaian dilakukan agar Pendapatan dan Biaya mencerminkan pendapatan dan biaya pada periode penyusunan laporan Keuangan (landasan untuk melakukan penyesuaian adalah PENYESUAIAN YANG PERLU DIBUAT Penyesuaian biasa dIbuat untuk akun-akun yang dibayar atau diterima terlebih dahulu (Prepayments) dan akunakun yang akan diterima atau yang akan dibayar (Akrual (Accruals). Penyesuaian hanya dilakukan pada saat laporan keuangan akan disusun. yaitu antara tugas berikutnya memadankan/menandingkan akun-akun pendapatan periode penyusunan laporan keuangan dengan kos yang terjadi pada periode penyusunan laporan keuangan. Biaya-biaya yang dibayar terlebih dahulu terkait dengan pembelian 11 .015 4. PENYESUAIAN UNTUK AKUN-AKUN YANG DIBAYAR ATAU DITERIMA TERLEBIH DAHULU 1. disesuaikan.015 6.400 1. A. dan Prinsip Pengakuan Pendapatan). A NERACA SALDO PER 31 DESEMBER 2005 Nama Akun Cash Account Receivable Allowance for Doubtful Account Supplies Merchandise Inventory Long Term Investment Fixed Asset Accumulated depreciation Account Payable Unearned Rent Income Common stock Retained Earnings Sales Purchase Rent Expense Total No akun 100 110 120 125 130 140 150 155 200 210 300 350 400 500 600 Debit 3.290 875 500 150 6.490 375 500 100 600 300 Kredit 50 50 350 2.000 1. memeriksa Neraca saldo yang selesai adalah perlu prinsip pemadanan/ Matching. Melakukan pencatatan ke jurnal atas penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan oleh suatu akun Setelah dilakukan.

500. dalam satu yang digunakan untuk operasi Biasanya periode sehari-hari perlengkapan akuntansi atau perlengkapan dilakukan pencatatan ke jurnal.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I perlengkapan (misalnya alat tulis kantor).50. Asuransi (Insurance) 12 . • yang habis sebagai sangat dicatat perlengkapan pada tanggal 10 januari Desember 2005 perlengkapan tersisa Rp. Pada perlengkapan hanya dilakukan pada saat PT. pembayaran sewa. aktiva tetap. A di ilustrasi 1. dalam praktik. Biaya-biaya ini seharusnya dicatat sebagai aktiva sebelum konsumsi efisien apabila setiap penggunaan dilakukan atau sebelum periode waktu berakhir. maka penyesuaian penyusunan kasus 2005 atas laporan pemakaian keuangan. dibeli Rp. 1a. Namun. maka perlengkapan yang terpakai (biaya perlengkapan) sebesar Rp. pembayaran premi asuransi. 450. Kronologis masing-masing peristiwa dapat dicatat sebagai berikut: Namun. A pada saat pembelian mencatat sebagai biaya: 10/01/2005 Supplies Expense 500 Cash (Mencatat pembelian perlengkapan) Supplies 50 Supplies Expense (Mencatat penyesuaian perlengkapan) 500 31/12/2005 50 1B. dan apabila per 31 yang merupakan barang yang habis pakai periode pembukuan. Perlengkapan (Supplies) Perlengkapan merupakan aktiva perusahaan mendukung perusahaan. Untuk penghematan waktu. A pada saat pembelian mencatat sebagai aktiva 10/01/2005 Supplies 500 Cash (Mencatat pembelian perlengkapan) 500 31/12/2005 Supplies Expense 450 Supplies 450 (Mencatat penyesuaian perlengkapan) • Apabila PT.1. Apabila PT. sudah seharusnya perlengkapan diakui sebagai aktiva sampai perlengkapan digunakan biaya tidak tersebut digunakan oleh entitas. Apabila entitas membeli perlengkapan. terkadang ditemui juga biaya-biaya ini dicatat sebagai biaya periode berjalan. dan lainlain. Setiap perlengkapan harus perlengkapan. Contohnya adalah perlengkapan kantor (alat tulis kantor).

Biaya Sewa dibayar dimuka (Prepaid Rent) Biaya merupakan sewa dibayar dimuka yang saat akan menyusun laporan pembayaran keuangan. A membayar sewa peralatan untuk masa 1 tahun Rp. Pada saat • sebagai berikut: Apabila pada saat pembayaran mencatat sebagai aktiva 01/11/2005 Prepaid Insurance 600 Cash (Mencatat pembayaran premi asuransi) 600 31/12/2005 Insurance expense 100 Prepaid Insurance 100 (Mencatat penyesuaian Premi Asuransi) • Apabila pada saat pembelian dicatat sebagai biaya: 01/11/2005 Insurance Expense 600 Cash (Mencatat pembayaran premi asuransi) 31/12/2005 Prepaid Insurance 500 Insurance Expense (Mencatat penyesuaian asuransi) 600 500 1c.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I Biasanya aktiva pada dari pencurian. Dari kasus PT. Ada dua cara untuk menyesuaikan: diberikan kepada pihak lain sementara jasa dari pihak diluar entitas belum dinikmati. Akun ini dikategorikan sebagai aktiva lancar di neraca apabila masa sewa kurang dari 1 tahun. maka pencatatan penyesuaian dilakukan bahaya kebakaran asuransi pertanggungan Pembayaran premi biasanya dilakukan tidak selalu pada awal tahun. Jasa atau barang yang telah dikonsumsi selama periode berjalan harus dicatat sebagai biaya.600 untuk masa satu tahun (12 bulan). Untuk mencerminkan hal itu perlu dibuat penyesuaian pada 1. Misalkan pada tanggal 1 November 2005 dibayar premi asuransi Rp. 150. penyusunan laporan keuangan bisa jadi premi asuransi belum jatuh tempo. Premi kontrak entitas asuransi yang melindungi dan dan didasarkan disepakati. Apabila pada tanggal 7/10-2005 dicatat sebagai biaya sewa. A diilustrasi 1. pada tanggal 7/10-2005 PT.1. maka penyesuaian yang perlu dilakukan adalah: 13 .

Sistem pencatatan perpetual mencatat pembelian barang dagang dengan mendebit akun sediaan (bukan akun pembelian) dan mengkredit akun sediaan Dengan apabila demikian terjadi sistem penjualan.5 2.5 Kredit Perhitungan: Biaya sew seharusnya a Sew dibayar dim a uka seharusnya 3/12 x 150 9/12 x 150 37. pembelian barang (dagang) dicatat dengan mendebit akun sediaan dan setiap penjualan tidak dilakukan pengkreditan (barang sebenarnya atas bisa akun Nilai diketahui sediaan sediaan  Penyesuaian sediaan dibuat dengan mengkredit akun sediaan ∗ mendebit akun Kos dari Barang Terjual (Cost of Goods Sold) serta mendebit Untuk mencerminkan makna kos (cost) yang sebenarnya dan menunjukkan kos harus dikaitkan dagang). Apabila pada tanggal 7/10-2005 dicatat sebagai sewa dibayar dimuka (Prepaid Rent). yaitu sistem perpetual dan periodik. perlu dibuat pencatatan penyesuaian sediaan. Berbeda dengan sistem periodik. apabila menggunakan sistem periodik.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I D ebit 31/12/2005 Prepaid R ent R Expense ent (M encatat penyesuaian biaya sew a) 112.5 (Mencatat penyesuaian biaya sewa) Perhitungan: Biaya sewa seharusnya 3/12 x 150 Sewa dibayar dimuka seharusnya 9/12 x 150 37. sediaan sediaan.5 1e. (awal) dan perlu menyesuaikan kekurangan perpetual pada akhir periode akan mencerminkan nilai sediaan yang ada digudang. Sediaan barang dagang (Merchandise Inventory) Ada dua sistem pencatatan dilakukan perhitungan sediaan yang ada di Agar mencerminkan gudang laporan nilai (Stock keuangan yang opname/Inventory Taking).5 112. sediaan sebenarnya pada akhir periode maka. apabila 14 . tidak kecuali Sistem ada sediaan perpetual sediaan sediaan.5 Prepaid Rent 37.5 112.5 112. maka penyesuaian yang perlu dilakukan adalah: Debit Kredit 31/12/2005 Rent Expense 37.

BPFE. maka dapat dilihat di Suwardjono. Pemakaian istilah Kos untuk menunjukkan Cost juga telah dipakai IAI dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). maka pemakaian istilah kos dari barang terjual lebih tepat untuk mencerminkan Cost Of Goods Sold alih-alih Harga Pokok Penjualan. A menggunakan sistem sediaan Periodik sehingga penyesuaian untuk akun sediaan dibuat sebagai berikut: 31/12/2005 Cost of G oods S old 100 M erc handis e Inventory 100 (M enc atat penyesuaian s ediaan awal) 31/12/2005 erchandise Inventory M 250 Cos t of G oods S old 250 (M enc atat penyesuaian s ediaan akhir) dengan suatu obyek. Cost diterjemahkan sebagai Kos dan Expense diterjemahkan sebagai biaya bukan Beban. Dalam buku ini.Untuk diskusi lebih lanjut tentang makna Cost.2005 15 . Teori Akuntansi. Contoh: PT.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I akun sediaan (akhir) dan mengkredit akun kos dari barang terjual.

300/Rp30). aktiva of penyusutan di depreciation neraca dibebankan ke rugi laba melalui biaya penyusutan. Biaya Penyusutan per tahun Rp.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I 1e. Ada berbagai metode untuk membebankan kos pemerolehan aktiva tetap ke masa-masa pemakaian aktiva tetap yang akan menghasilkan biaya penyusutan yang berbeda-beda. belum Penerimaan bisa diakui ini atau sebenarnya diterima dimuka atau keharusan entitas Contoh transaksi sewa untuk memberikan barang atau jasa. Aktiva tetap merupakan kategori biaya dahulu –biaya yang dibayar panjang terlebih dan berjangka diketahui laba rugi yang sebenarnya diperoleh oleh entitas.300 dan disusutkan selama 30 tahun dengan metode penyusutan Garis lurus. A Memiliki Gedung yang dibeli senilai Rp. Pencatatan yang dibuat untuk penyesuaian tersebut adalah: D K 10 10 penyusutan aktiva tetap sehingga bisa 31/12/2005 Depreciation Expense of Building Accumulated Depreciation of Building (Mencatat Penyusutan aktiva tetap gedung) 2. dicatat sebagai pendapatan sebelum jasa atau barang tersebut diberikan kepada 16 . uang muka pendapatan-pendapatan diterima dimuka penjualan. pendapatan adalah masa adalah yang hutang terlebih dahulu kas atas jasa atau barang yang pada saat itu belum diberikan kepada pelanggan. Pendapatan-pendapatan Adakalanya entitas yang diterima dimuka (Unearned Pendapatan- Revenue) menerima pelanggan/pembeli. Di mendatang. Biaya penyusutan (Depreciation Expenses) (terkumpul) depreciation akumulasi Asset) (Accumulated dalam of akun terakumulasi akumulasi Akun tetap Fixed sebagai penyusutan aktiva tetap (Accumulated Fixed Asset). Aktiva Tetap merupakan aktiva berujud perusahaan yang dipakai dalam operasi dalam rangka memperoleh pendapatan dan memiliki umur lebih dari satu periode akuntansi atau lebih dari 1 tahun. Contoh: PT. 10 (Rp. Topik ini akan dibahas secara khusus pada topic aktiva tetap. Aktiva Tetap. Pada saat akan menyusun laporan keuangan maka akuntan pembebanan perlu biaya memperhitungkan disajikan pengurang (Contra Account) dari aktiva tetap untuk mengetahui nilai buku atau nilai terbawa (Book Value/Carrying Amount) dari aktiva tetap.

sedangkan kewajiban.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I diterima dimuka.400 = Rp. 1.000 (Mencatat Penyesuaian pendapatan sewa) Pencatatan ini menjadikan saldo akun pendapatan sewa (Rent Income) Rp. A pada saat penerimaan mencatat transaksi tersebut sebagai pendapatan sewa: Debet 2. Desember keuangan) padahal 2005 dari seluruh sampai 31 (tanggal laporan (bulan november dan desember).400) (400) 01/01/2005 05/11/2005 BKM 31/12/2005 JM 2. 400.000 Kredit yang menjadi pendapatan hanya 2 bulan 31/12/2005 penyesuaian berikut ini: Rent Income Unearned Rent 2. 2.2.000.000 Nama Akun: Unearned Rent Kode akun: 250 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Penyesuaian Pendapatan sewa Gudang JU Ref Debit Kredit 2000 Saldo Dr(Cr) (2. yaitu sebesar 2/12 x Rp. seperti terlihat dalam akun dibawah ini: Debit Kredit 2400 Saldo Dr(Cr) 0 (2. Untuk menyesuaikan akun ini perlu diperhatikan periode waktu jasa yang telah terpakai atau jumlah barang yang telah diberikan untuk memenuhi kewajiban ini.000) 01/01/2005 31/12/2005 JM 17 .2.400 dan sewa diterima dimuka (Unearned Nama Akun: Rent Income Kode akun: 800 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Penerimaan sewa gudang Penyesuaian pendapatan sewa Ref JKM JU Rent) Rp. Debet 2. A menerima sewa gudang untuk 1 tahun Rp.400 (Mencatat Penerimaan pendapatan sewa Pencatatan itu sebenarnya salah karena penerimaan seluruhnya diakui sebagai pendapatan. Apabila akuntan PT. pencatatan itu sisanya Untuk dibuat masih berupa mengoreksi pencatatan penerimaan.400.400 Kredit 05/11/2005 Cash Rent Income 2. Contoh: Tanggal 5/11-2005 PT. dan lain-lain.

400 pencatatan penyesuaian berikut ini: Debet Kredit Unearned Rent 400 Rent Income 400 (Mencatat Penyesuaian pendapatan sewa) Pencatatan ini menjadikan saldo akun pendapatan sewa (Rent Income) Rp. A.400 (Mencatat Penerimaan sewa diterima dimuka) Apabila laporan keuangan disusun per 31 Desember 2005.2.000) 01/01/2005 05/11/2005 BKM 31/12/2005 BM B. Apabila akuntan PT. sedangkan 10 bulan sisanya masih kewajiban PT.400 dan sewa diterima dimuka (Unearned Nama Akun: Rent Income Kode akun: 800 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Penyesuaian pendapatan sewa JU Ref Rent) Rp. A pada saat menerima mencatat transaksi tersebut sebagai sewa diterima dimuka (Unearned Rent) Debet 2.400 Kredit 05/11/2005 Cash Unearned Rent 2.000.2. Akun-akun ini merupakan: 18 .DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I 2. Untuk 31/12/2005 menyesuaikan akun Unearned Rent agar menyajikan sebenarnya Rp.2. PENYESUAIAN UNTUK AKUN-AKUN AKRUAL (YANG AKAN DIBAYAR ATAU AKAN DITERIMA) Akunakun-akun akun yang akrual timbul merupakan dan belum pernah dicatat selama pencatatan harian. maka masa sewa yang telah dijalani dan telah menjadi pendapatan adalah 2 bulan (November dan desember).400) (2.000) nilai (10/12 dilakukan hutang x yang = Rp. seperti terlihat dalam akun dibawah ini: Debit Kredit 400 Saldo Dr(Cr) 0 (400) 01/01/2005 31/12/2005 JM Nama Akun: Unearned Rent Kode akun: 250 Tanggal Nomor Bukti Keterangan Saldo Awal Penerimaan sewa Penyesuaian pendapatan sewa Ref JKM JU Debit Kredit 2400 400 Saldo Dr(Cr) (2.

Penaksiran dapat 19 .DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I 1. Biaya atas Piutang yang ditaksir tidak dapat ditagih (Bad debt Expense). B1. Pada akhir tahun pendapatan ini menjadi tagihan (Receivable) entitas kepada pihak lain diluar perusahaan. A 2006. metode yaitu dalam metode didasarkan persentase pada umur piutang atau mencatat piutang usaha yang ditaksir langsung metode penyisihan. Terdapat tidak dapat dan dua ditagih. Pendapatan-pendapatan telah menjadi hak entitas yang pada 2. PT. Biaya-biaya yang telah terjadi namun sampai penyusunan laporan keuangan belum dibayarkan (Accrued Expense). Per 31 Desember 2005. PT. Pencatatan penyesuaian dibuat dengan mendebet akun Bad debt Expense (Biaya piutang tak tertagih) dan mengkredit akun Akun Penyisihan untuk piutang tak tertagih (Allowance for doubtful account). Penyisihan untuk piutang tak tertagih Apabila digunakan metode penyisihan (Allowance method) maka akuntan perlu membuat penyesuaian atas piutang yang ditaksir tidak tertagih. Pencatatan dilakukan sebagai berikut: menerima pengumuman dividen Rp.25 yang akan dibayarkan pada awal tahun 31/12/2005 Debet Kredit Dividend Receiv able 25 Div idend Income 25 (Mencatat Pendapatan Dividen yang akan diterima) B2. Biaya-biaya ini menjadi kewajiban atau hutang yang harus dibayarkan oleh entitas ke pihak lain pada laporan keuangan. 60 yang akan dibayarkan bulan januari 2006 31/12/2005 Debet Telephone Expense 60 Accrued telephone expense (Mencatat hutang biaya telepon) Kredit 60 B3. Biaya-biaya yang telah terjadi namun sampai penyusunan laporan keuangan belum dibayarkan (Accrued Expense). periode setelah periode itu namun sampai laporan keuangan disusun belum diterima (Accrued Income). Pendapatan-pendapatan yang telah menjadi hak entitas namun sampai laporan keuangan disusun belum diterima (Accrued Income) Tanggal 31 Desember 2005. penjualan. A memiliki tagihan telepon bulan desember Rp.

A: Ditaksir 1 % dari penjualan akan sulit ditagih Kredit 8.7 8 5 .5 10 3 40 5 10 0 10 0 3 Ds me 1 ee br J 2 Ma 40 5 10 3 20 5 20 5 3 Ds me 1 ee br J 3 M 50 2 10 6 1 0 1 0 3 Ds me 1 ee br J 4 M 20 1 80 0 40 0 40 0 3 Ds me 1 ee br J 5 M 14 2 80 1 2 5 2 5 3 Ds me 1 ee br J 6 M 50 3 20 2 6 0 6 0 3 D se b r 1 e me J 6 M 50 4 10 2 8 5 .DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I (Allowance for doubtful account) dari Piutang Dagang (Account merupakan akun kontra (Contra Account) Debet 8.75 Receivable). Contoh dari kasus PT.1 dan ditambah informasi penyesuaian. maka tugas berikutnya adalah memosting ke masing-masing akun dan mengiktisarkan 20 .7 1 1 . Neraca Saldo setelah penyesuaian dapat dilihat dibawah ini: atas penyesuaian yang diperlukan.4 6 5. Mengiktisarkan saldo-saldo akun ke Neraca Saldo Setelah disesuaikan (Adjusted Trial Balance) Setelah melakukan pencatatan ke Neraca Saldo Setelah Penyesuaian. A diiktisarkan sebagai berikut: Rf e 50 1 15 2 H l: a Jm h u la D r 40 5 40 5 C r 3 Ds me 1 ee br J 2 M 16 2 60 0 12 1 .4 6 1 1 . A. Dari Contoh PT. maka Th n 0 5 a u :2 0 Tn g l aga B la u n 3 Ds me 1 ee br Nmr o o Bk u ti J 1 M J RA U U UNL MM A u d nK tea g n k n a e r na S p lie E p n e up s xes S p lie up s ( ey s a a Pr nk pn M n e u ik n ele g a a ) Pe a R n r p id e t Rn E p n e et x es ( e y s a a B y S w) M n e u ik n ia a e a 3 Ds me 1 ee br J 2 Ma M r h n is I v n r ec a d e n e toy C s o G o s S ld ot f od o ( eysa a sd a a a M n e u ik n e ia n w l) C s O G o s S ld ot f od o M r h n is I v n ry ec a d e n e to ( ey s a a s d a ah) M n e u ik n e ia n k ir D pe ia nE p n eo B ild g e r c tio x e s f u in A c m la dD pe ia no B ild g c u u te e r c tio f u in ( e y s a nB y P n u u n P n e u ia ia a e y s ta ) U e r e R n In o e n an d e t c m Rn I c m et no e ( e y s a a S w d r ad u a M n e u ik n e a iteim im k ) D id n R c iv b iv e d e e a le D id n In o e iv e d c m ( e g k u lk nP n a a nd id n M n a r a a e d p ta iv e ) T le h n E p n e e poe x es A c e T le h n E p n e c ru d e p o e x e s ( e y s a a b y te p n M n e u ik n ia a le o ) B dD b E p n e a et x es A w n eF r D u tf l A c u t llo a c o o b u c o n ( e c ta p n e u ia a s p ta gta teta ih) M n a t e y s a n ta iu n k r g ) T ta o l pencatatan penyesuaian untuk PT. A diilustrasi 1.75 31/12/2005 Bad Debt Expense Allowance for Doubtful Account (Mencatat penyesuaian atas piutang tak tertagih) Dalam kasus PT.5 12 1 .

4 0 35 7 Ke it rd 5 . A maka dapat disusun Neraca. A T NR C S L O EEA D E U I A E A A AD S T L H I S A N S K P R 1D S M E 2 0 E 3 E E B R 05 Nm A u a a kn Cs ah Ac u t Rc ivb c o n e e a le A wn ef r Du tf l A c u t llo a c o o b u c o n Did n Rc ib le iv e d e e a Sp lie up s P p idRn r a et e Mr h n is I vn r ec a d e ne toy L n Tr I vsmn o g emne t e t F e As t ix d s e Ac mlae d pe iaio c u u t d er c t n Ac u t P y b c o n a a le Ue r e Rn I c m n an d e t n o e Acu dTle h n E p n e c r e e poe x es Cm o s c o mn to k Rta e E r in s e in d an g Sle as Cs o Go sS ld ot f od o Pr h s uc a e Sp lie Ep n e up s x es Dpe ia nE p n eo B ild g e r c tio x e s f u in Tle h n Ep n e e poe x es BdDb E p n e a e t x es Rn E p n e et x es Rn I c m e t no e Did n I c m iv e d n o e Tta ol N au o kn 10 0 10 1 10 2 15 2 15 2 16 2 10 3 10 4 10 5 15 5 20 0 20 1 20 2 30 0 30 5 40 0 40 5 50 0 50 1 50 2 50 3 50 4 60 0 80 0 80 1 Db e it 39 . penyesuaian PT. Laporan laba rugi.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I P. Beberapa laporan keuangan akan Dari Neraca saldo setelah dibahas pada bab-bab berikutnya. Penghasilan/Laporan (Income Statement) 3.0 0 6 0 10 .2 0 85 7 10 5 50 0 40 5 1 0 6 0 88 .0 0 19 .5 7 40 0 2 5 66 . 20 5 60 0 30 0 6 0 30 5 20 .2 9 6.2 9 66 .8 8 2 5 5 0 1 25 1. dan laporan laba ditahan (laporan ini merupakan bagian dari laporan perubahan ekuitas) sebagai berikut: 1. Catatan- catatan (Notes atas to laporan keuangan Financial Statement) 21 . 4. equity) Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) Laporan Perubahan Ekuitas of Stockholders’ (Statement 5. 2. 3 . Menyusun laporan keuangan berdasar dari Neraca Saldo setelah disesuaikan Laporan Keuangan yang lengkap terdiri dari: Neraca dan laporan rugi laba merupakan laporan keuangan pokok. sedangkan sisa Neraca (Balance sheet) Laporan rugi laba tiga laporan lagi adalah penjelasan atas laporan keuangan pokok karena disusun berdasarkan neraca dan laporan rugi laba.

A T B alan e S eet c h A o D em er 3 .5 S ckh ld rs' E u to o e q ity 20 5 .0 5 0 45 0 2 .3 (4 .0 .6 3 5 8 .1 -2 0 P rch se u a G o s A a b fo so o d v ila le r ld M rc a d e In e to 1 2 0 5 e h n is v n ry.0 383.2005 1.0 33 0 8 .5 7 0 56 0 6 .0 60 0 0 .7 PT.3 /1 -2 0 C st o G o s S ld o f od o G ss P fit ro ro O e tin E e se p ra g xp n s: S p lie E e se u p s xp n D p cia n E e se o B ild g e re tio xp n f u in T le h n E e se e p o e xp n B dd b E e s a e t xp n e Rn E p n e t x e se T ta o l T ta O e tin In m (lo o l p ra g co e ss) O e In o e (E e s ) th r c m xp n e R n In m e t co e D id n In m iv e d co e T ta O e In m (E p n ) o l th r co e x e se N t In o e ( ss e c m lo ) 85 0 7 .0 U e rn d R n In m n a e e t co e (5 .0 0 1 7 .8 8 ) A ccru d T le h n E e se e e p o e xp n 36 1 .0 0 12 1 .2 0 o h e r n e e me 1 0 5 S le a s C s o G o s S ld ot f od o M rc a d e In e to /1 0 5 e h n is v n ry.0 0 ) 20 4 .2 3 R ta e E rn g e in d a in s T ta S ckh ld rs' E u o l to o e q ity 60 0 .0 (6 .0 ( 5 .0 0 2 1 .8 3 . Jan 1.0 C m o S ck o m n to 4 4 . 2 0 s f ec b 1 05 C rre t L b u n ia ilitie s 3 9 .2 T ta L b o l ia ilitie s 2 .0 1 .3 ) 1 0 40 0 0 .7 .0 40 0 5 .2005 add: Net Income Retained Earnings.0 2 .7 22 .0 50 0 0 .0 5 5 .0 0 0 6 .0 10 0 0 .A T In m S te e t co e ta m n F r T e Y a E d d D ce b r 3 .0 0 0 8 0 .290.4 0 A u t P ya le cco n a b 35 7 .7 .0 2 0 .0 5 8 .0 .7 .0 .0 3 C rre t A ts: u n sse C sh a A u t R ce a le cco n e iv b A w n fo D u tfu A u t llo a ce r o b l cco n C rryin A o n a g mu t D id n R ce a le iv e d e iv b S p lie up s P p id R n re a et M rch n ise In e to e ad v n ry T ta C rre t A t o l u n sse L n T rmIn e e t og e v stm n F d A t: ixe sse B ild g u in A m la d D p cia n o B ild g ccu u te e re tio f u in C rryin A o n a g mu t T ta A ts o l sse 30 5 .0 ) 55 0 2 .6 3 2 7 .0 3 P. Dec 31. A Statement of Retained Earnings For 31 Desember 2005 Retained Earnings.4 0 1 0 .673.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I P .0 .0 T ta L b o l ia ilitie & S s E 30 0 .7 .0 ) 20 0 (3 0 0 5 .7 1.0 0 6 .7 .

Jumlah itu sama dengan laba neto PT.00 25. maka Setelah akun.0 8.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I 7.70 ( Rp. Pada kasus PT.8 37. berikut: penutupan diposting ke masing-masing maka Neraca dapat saldo setelah sebagai disusun akun laba ditahan akan menunjukkan mutasi kredit sebesar Rp.00 • Proses mendebit Menutup seluruh akun biaya & kos dari barang terjual kea kun ini dilakukan laba dengan dan dari barang terjual.00 400. Pencatatan ini • Menutup akun penjualan ke laba ditahan Proses ini dilakukan dengan mendebit seluruh akun pendapatan (karena saldo akhir pendapatan di sisi kredit maka ditutup dengan mendebitkan akun ini) mengkredit laba ditahan.1300 (Cr)).00 Kredit laba ditahan akun ditahan mengkredit seluruh akun biaya dan kos 31/12/2005 R etained Earnings C of Goods Sold ost Purchase Supplies Expense D epreciation Expense of Building T elephone Expense Bad D Expense ebt R Expense ent 500. A.30 150. penutupan dicatat sebagai berikut: 31/12/2005 Sales Rent Income Dividend Income Retained Earnings (Menutup akun pendapatan ke laba ditahan) Debet 875. penutupan dicatat sebagai berikut: Debet 916. A.0 60.3 (Db) rugi laba. Menutup akun-akun nominal ke akun Riil Proses berikutnya dari siklus dibuat untuk memindahkan akun-akun di rugi laba ke akun-akun di neraca. Proses penutupan dilakukan sebagai berikut: akuntansi adalah menutup akun-akun nominal (akun-akun di laporan rugi laba) ke akun laba ditahan.300. A di laporan 23 . Rp.383.00 Kredit dan 1.0 10. 916.5 Dari proses penutupan.0 450. Pada kasus PT.

8 60.0 Fixed Asset 300. Akun-akun yang dibalikkan bersumber dari pencatatan jurnal penyesuaian untuk pos-pos yang dibayar dimuka(Prepayments) pos akrual (Accrual).0 Account Receivable 375.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I PT.000.0 350. dilakukan jumlah 2.7 5.0 Supplies 50. A.0 1.5 8. dimuka biaya.5 No akun 100 110 120 125 125 126 130 140 150 155 200 210 220 300 350 Kredit 58.202.202.0 2.0 60. Pembalikan dibuat pada awal periode berikutnya dan bukan pada akhir periode berjalan.0 Long Term Investment 600.0 Prepaid Rent 112. Apabila diterapkan pada PT.5 Merchandise Inventory 250. Namun.0 Allowance for Doubtful Account Dividend Receibale 25.000. Membuat pencatatan pembalikan (Reversing Entries) Pencatatan pembalikan dilakukan untuk menyederhanakan pada karena periode tidak Pembalikan dilaporkan pencatatan akuntansi harus laporan mengubah di transaksi berikutnya. tidak 3. Pendapatan yang masih harus diterima (Accrued Income) Biaya-biaya yang masih pos-pos agar yang keuangan. A NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN PER 31 DESEMBER 2005 Nama Akun Debit Cash 3. Biaya-biaya yang dicatat pada pada dibayar saat akun dan pos- harus dibayar (Accrued Expense) Pembalikan penyesuaian ini keempat dilakukan konsistensi pencatatan ke suatu akun tetap terjadi pada periode berikutnya.0 Accumulated depreciation Account Payable Unearned Rent Income Accrued Telephone Expense Common stock Retained Earnings Total 5. Pendapatan diterima dimuka yang pada saat penerimaan dicatat pada akun pendapatan. yaitu: 1.490.0 1.673. 4. maka pembalikan dicatat sebagai berikut: pembayaran 24 . pembalikan ini bukan sesuatu yang harus dilakukan.

P e n d a p a t a n y a n g a k a n d it e r im a 3 1 /1 2 /2 D 0v5d e n d R e c e i v a b l e 0i i D i v i d e n d In c o m e 25 25 0 1 /0 1 /2 D 0v6d e n d In c o m e 0i i 25 D e vid e n d R e c e iva b le 2 5 25 .5 P re p a id R e n t 1 1 2 . P e n d a p a t a n .0 0 0 3 .5 0 1 /0 1 /2 R 0 6 t E x p e n s e 0en 1 1 2 . B i a y a .p e n d a p a t a n d it e r im a d i m u k a p a d a s a a t p e r is t iw a t e r ja d i d ic a t a t d a la m a k u n p e n d a p a t a n 0 5 /1 1 /2 C 0 5 h 0as 2 4 0 0 3 1 /1 2 /2 R 0 5 t In c o m e 0en 2000 0 1 /0 1 /2 0 0n 6e a r n e d R e n t In c o.DIKTAT AKUNTANSI KEUANGAN-MENENGAH I P e n c a ta ta n p a d a s a a t P e n c a t a t a n P e n y e s u a ia n P e n c a t a t a n p e m b a lik a n p e r is t iw a t e r ja d i 1 .b i a y a y a n g m a s ih h a r u s d ib a y a r 3 1 /1 2 /2 T e0 l5 p h o n e E x p e n s e 0 e 60 0 1 /0 1 /2 A c0c6r u e d T e l e p h o n e E6 x0p e n s e 0 A c c r u e d T e l e p h o n e E x p e n6 s0 e T e le p h o n e E xp e n s e 6 0 4 .5 C ash 1 5 03 1 /1 2 /2 0 0 5 e n t E x p e n s e R 1 1 2 .b i a y a d ib a y a r d im u k a p a d a s a a t p e r is t i w a t e r ja d i d ic a t a t d a la m a k u n b ia y a 0 7 /1 0 /2 R 0 5 t E x p e n 1s 5e 0 0en P re p a id R e n t 1 1 2 .5 2 . B i a y a .0m0 e U 2 0 R e n t In c o m 2e4 0 0 U n e a r n e d R e n t In c o m e 2 0 0 0 R e n t In c o m e 2 .

MENGGUNAKAN JURNAL KHUSUS Apabila akan diolah ukuran semakin jurnal seluruh suatu banyak umum transaksi entitas maka untuk tidak 3. Untuk mengatasi ini dibuat jurnal khusus yang membagi jurnal atas jenis transaksinya: 1. maka pencatatan ke jurnal khusus dilakukan sebagai berikut: . Transaksi penerimaan kas Transaksi pengeluaran Kas dicatat ke JurnalPenerimaan Kas dicatat ke Jurnal Pengeluaran Kas masing-masing jurnal dapat ditunjukkan dalam tabel dibawah Tanggal Keterangan Ref Cash Lain-lain Akun Jumlah Jumlah Jurnal Pengeluaran Kas Tanggal Keterangan Nomor Bukti Debit Ref Purchase Acct. Receivable (debit) Sales (Kredit) Jurnal Pembelian Tanggal Nama Pemasok Nomor Bukti Ref Acct. Transaksi Penjualan Kredit Transaksi Pembelian Kredit semakin besar dan jumlah transaksi yang penggunaan mencatat dicatat ke Jurnal Penjualan dicatat ke Jurnal Pembelian Transaksi diluar keempat transaksi diatas dicatat ke Jurnal Umum atau lembar jurnal (Kournal Vocher). Payable(Kredit) Purchase (Debit) Apabila diterapkan pada PT.Payable Akun Lain-lain Jumlah Kredit Cash Purchase Discount Jumlah Jurnal Penjualan Tanggal Nama Debitur Nomor Bukti Ref Acct. Bentuk ini: Jurnal Penerimaan Kas Nomor Bukti Debit Sales Discount Kredit Sales Account Receivable memadai. 4. terdapat empat jurnal khusus yang dapat digunakan untuk mencatat data transaksi dari dokumen sumbernya. 2. A. Dengan demikian.

F A M A S 0e 2 0 / 1 2 /2 0 P 5 n ju a la n k e P T . G U N A Ref 0 4 / 0 1 /2 0 P 5 . sistem Sarana informasi untuk akuntansi melakukan tidak dilakukan untuk setiap transaksi. Apabila pemostingan dilakukan. E ra 1 6 / 0 9 /2 0 P 5 n ju a la n k e P T . A B U 0T J u m la h Pemostingan namun ke masing-masing secara akun dibawah total jumlah apabila dilakukan pemostingan.40 0 2 . Pemostingan ini disebut pemrosesan tumpuk (Batch Processing) dalam manual. pemostingan melalui lembar jurnal dapat disajikan sebagai berikut: . P a y a b le (K re d it ) P u rc h a s e (D e b it ) Rp 150 Rp 150 N a m a D e b it u r Nom or B u k ti F01 R ef H a l: J P -1 A c c t .40 0 0 5 / 1 1 /2 0 P 5 n e rim a a n s e w a d ite rim a d im uB K M 0 4 0e ka 200 700 Rp √ 50 Rp P T.1). P a y a b le (5 0 0 ) (2 0 0 ) A kun Rp 150 1 25 R p 6 00 R p Rp H a l: J K K -1 K re d it L a in -la in Ju m la h Cash (1 0 0 ) Rp 500 Rp 150 Rp Rp 650 Rp √ 150 500 150 60 860 P u rc h a s e D is c o u n t (5 0 5 ) Tan gga l 0 7 / 0 1 /2 0 0 5 1 0 / 0 5 /2 0 0 5 0 7 / 1 0 /2 0 0 5 1 9 / 1 2 /2 0 0 5 J u m la h K e t e ra n g a n P e m b e lia n d a ri P T .A (Ilustrasi 1. R e c e iva b le (d e b it ) S a le s (K re d it) Rp 175 Rp √ 175 Rp 150 R p √ 60 60 D e b it P u rc h a s e A c c t. A J u rn a l P e n g e lu a ra n K a s Nom or B u k ti B K K 01 B K K 02 B K K 03 B K K 04 √ √ Rp √ P T.1 50 Rp Rp √ Rp 350 Rp 150 H a l: J K M -1 K re d it Ac c o u n t A 10) R e c e iva b le (1 k u n Rp 15 L a in -la in J u m la h 0 5 / 0 1 /2 0 P 5 n ju a la n k e T n A N C I 0e 1 5 / 0 5 /2 0 P 5 n e rim a a n d a ri P T . dilakukan periodik (biasanya tiap bulan) dan yang diposting adalah total jumlah dari masing-masing akun.Tan gga l K e t e ra n g a n P T.4 00 200 3. Dalam kasus PT. maka kolom ref diisi dengan tanda ceklis (√) untuk akun pada kolom lain-lain. Untuk akun yang sering terjadi dibuatkan kolom khusus dan diberi tanda ceklis (√) pemostingan adalah lembar jurnal ( Jural Voucher). A J u rn a l P e n ju a la n Tan gga l 1 0 / 0 5 /2 0 T u a n B u d i 05 J u m la h PT A J u rn a l P e m b e lia n Tan gga l N a m a P em as ok Nom or B u k ti FP01 R ef H a l: JB -1 A c c t . C IC I P e m b e lia n p e rle n g k a p a n B ia y a s e w a P T. D IN O 0e P e n e rim a a n d a ri P T . A Ju rn a l P e n e rim a a n K a s Nom or D e b it B u k ti Ref Cas h S a le s D is c S u let s o an (1 0 0 ) (4 0 5 ) (4 0 0 ) B K M 01 B K M 02 B K M 02 B K M 03 √ B K M 05 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp √ 150 15 35 350 2. A D IA K S I 0e J u m la h Rp 35 210 Rp 2 .

2 o o: J0 Tn g l aga 3 /1 /2 0 1 2 05 Nm A u a a kn Pr h s uc a e Ac u t P y b c o n a a le S p lie up s Rn E p n e et x es Cs ah Nmr oo Au kn 50 0 20 0 15 2 60 0 Rf e J K1 KJ K1 KJ K1 KJ K1 KR p R p R p R p Db e it 10 5 6 0 50 0 10 5 R p R p D eik ao h ip r s le .P. Lem Jurnal bar Nomor: LJ-03 T anggal 31/12/2005 Jumlah D ibuat oleh. D o tin o h ip s g le . Nam Akun a Purchase Account Payable Nom or Akun R ef 500 JB-1 200 JB-1 R p R p Debit 150 150 Rp Rp 150 150 Kredit Diposting oleh. D eik ao h ip r s le . pemeriksa dan tanda pemosting) tangan harus membubuhkan tanda data. A T L ma J r a e b r un l ) ( ) Nmr L . A T L ma J r a e b r un l Nmr L .1 0 Ke it rd Jmh u la D ut o h ib a le . R p 3 5 . ( ) ( ) ( ) Penggunaan dilihat dari sisi lembar jurnal karena akun setiap pihak (pembuat.4 0 3 5 . Diperiksa oleh. sebagai kebenaran sebagai wahana pemostingan lebih baik pengendalian ke sebelum diposting masing-masing pemeriksaaan .1 o o: J0 Tn g l aga 3 /1 /2 0 1 2 05 Nm A u a a kn Cs ah S le as A c u t Rc iv b c o n e e a le Ue r e Rn I c m n an d e t n o e Nmr oo Au kn 10 0 40 0 10 1 20 1 Rf e JM K1 JM K1 JM K1 JM K1 R p Db e it 3 5 . ( ) ( P.1 0 D o tin o h ip s g le . Diperiksa oleh. Nam Akun a Account Receibale Sales Nom or Akun R ef 110 JP-1 400 JP-1 R p R p Debit 175 175 Rp Rp 175 175 Kredit Diposting oleh. ( ) ( ) ( ) PT A .1 0 R p R p R p R p 70 0 5 0 2 0 . ( ) ( PT A . 80 6 R p 80 6 80 6 Ke it rd Jmh u la D ut o h ib a le . Lem Jurnal bar ) ( ) Nomor: LJ-04 T anggal 31/12/2005 Jumlah D ibuat oleh.

Soal Latihan: .Selanjutnya pemegang buku besar memosting total masing-masing akun ke akunnya masing-masing.

590 Rp 320.000 Rp 40.500 Rp 11. IN C AR AN N E R AC A S ALD O P E R IOD E YAN G B E R AK H IR 31-D es-09 No.150 . Akun Nama Akun K as 100Cas h and B ank ( dan B ank ) Rp P( 110A cc ount Rec eivable iutang Us aha) Rp P enyis 115A llowanc e for doubtful A c c ount ( ihan untuk piutang tak tertagih) (A 120P repaid Ins urance surans i yang s udah dib ayar) 130P repaid TaxP(ajak yang s udah dib ayar) ( 140S upplies S ediaan perlengk apan) Rp M erchandis e Inventory ediaan b arang dagang) S ( 150 Rp 210Land(Tanah) Rp 220B uilding(Gedung) Rp Ak ( 230A cc um ulated deprec iation of buildingum ulas i penyus utan gedung ) (Hutang dagang) 300A cc ount P ay able ( e 310Unearned rent inc omP endapatan s ewa diterim a dim uk a) (Hutang P ajak ) 320Tax P ay able S aham b ias a) 400Com m on s toc k ( Retained earnings ( a ditahan) Lab 410 ( 500S ales P enjualan) 510S ales Dis c ount (Dis k un penjualan) es 520S ales return and allowanc(Retur dan penyis ihan penjualan) ( 600P urc has eP em b elian b arang dagang) Dis 610P urc has e dis c ount ( k un pem b elian) (Retur 620P urc has e return and allowanc es dan penyis ihan pem b elian) S alary expens e ( B iaya gaji) 700 (B 710A dvertis ing expens e iaya ik lan) e 720Interes t ex pens(B iaya b unga) B( 730S upplies ex pense iaya perlengk apan) B( 740B ad debt ex pense iaya piutang us aha yang sulit ditagih) e( 745Ins uranc e ex pens B iaya as urans i) B iaya 750Deprec iation ex pens e of building ( penyus utan gedung) Rent Inc om eP(endapatan s ewa) 760 Total am ount Rp D 54.900 46.500 45.000 Rp K 9.300 97.B erikut ini adalah neraca saldo P T.450 78.625 Rp 34.000 94. Incaran untuk periode yang berakhir 31 desem ber 2009: P T.435 416.150 Rp 416.

467 18.Daftar Hutang Usaha tanggal 31 Desem ber 2009 No P em as ok Jum lah Daftar P iutang Usaha tanggal 31 Desem ber 2009: No P elanggan Jum lah 1 P T. S ienterem B urung Nuri B ins ar A nc ar S entos a E urek a P erm ai Jum lah Transak si s elam a bulan januari 2010: Ta ngga l No. 8.800 2.12. n/30 P em bay aran prem i asurans i untuk m asa 6 bulan Rp.000 P enjualan k redit kepada P T. Bukti Tra nsa ksi P enjualan k redit kepada P T. 5 P T.2. Ditaksir 1% dari penjualan neto akan sulit ditagih 3. 6.Sediaan barang dagang Rp. Filuk ito Rp.6.500 FP 03/ 01/2010 100101 B 03/ 01/2010 K M 100101 B 04/ 01/2010 K M 100102 FP 05/ 01/2010 100102 B 06/ 01/2010 K K 100110 B 10/ 01/2010 K M 100103 B 12/ 01/2010 K M 100104 B 15/ 01/2010 K K 100102 P 16/ 01/2010 001 B 17/ 01/2010 K K 100103 B 19/ 01/2010 K K 100104 B 22/ 01/2010 K K 100105 FP 25/ 01/2010 100103 B 27/ 01/2010 K K 100106 FP 29/ 01/2010 100104 B 30/ 01/2010 K K 100107 28. 27. 2.900. 10.370 97.163 50. 10.722 P em bay aran angsuran pajak penghas ilan Rp.700 Dibay ar ik lan di s urat kabar Rp. 8.500 Dibay ar gaji kary awan. n/30 P em bay aran hutang dagang k epada P T. Rp. 18.163 Diterim a k as atas piutang usaha P T. B insar Rp.750 .000 P elunas an hutang kepada P T. 8163). Buat neraca saldo 4.590 30.500 dipotong P P h pasal 21 5% DATA TAM BAHAN P ENYES UAIAN: 1.590 1 P T. Posting ke akun-akun terkait dan ke buku pembantu 3. s y arat 2/10. Bangunan disusutkan 1% per bulan Dim inta : 1. 4 P T. A uditiro Rp.500 P enjualan tunai Rp.500 P em belian s ec ara kredit barang dagang dari P T.6.Sediaan perlengkapan Rp. potongan tunai Rp. B urung Nuri Rp. S ienterem .900. Hasil perhitungan sediaan 31 Januari 2010: . 64.15. Filuk ito Jum lah 4. 3 P T. S ienterem Rp. B urung Nuri P em belian tunai atas perlengk apan Rp. n/30 Rp. Filukito Rp. 2/10. Buat penyesuaian di jurnal umum 5. 2 P T. anc ar s entos a (Rp.000 P enerim aan k as atas piutang dari P T. Ria M anjakani 2 P T. Catat transaksi itu ke buku jurnal khusus 2.000 - 34.000 Diterim a s ewa gudang untuk m asa 1 tahun Rp. Susun neraca dan laporan rugi laba untuk bulan januari dan tutup akun-akun nominal . 500 P enjualan s ecara k redit k epada P T. 6.000 Diterim a k as atas piutang usaha P T.2/10. A uditiro 3 P T.

Suatu transaksi yang peristiwa tidak bisa atau diukur dengan andal tidak akan dilaporkan dalam laporan rugi laba meskipun mungkin 2. maka sering terdapat dorongan atau motivasi untuk menyesuaikan laba agar sesuai atau melebihi terlihat membuat target kurang atau membuat Perilaku laba ini dalam disebut berisiko. Pengukuran laba/penghasilan rugi laba dasar sering untuk banyak melibatkan pertimbangan.BAB II LAPORAN RUGI LABA (INCOME STATEMENT)DAN NERACA (BALANCE SHEET) LAPORAN RUGI LABA KEGUNAAN DAN KELEMAHAN LAPORAN RUGI LABA Laporan rugi laba adalah laporan yang menunjukkan kinerja atau prestasi operasi perusahaan selama satu periode operasi. Manajemen Tindakan laba (Earnings . dan membandingkannya dengan kinerja perusahaan lain yang 1. Agar prestasi suatu perusahaan atau manajernya tampak baik. Informasi laba atau rugi dalam laporan ini juga bisa mempengaruhi harga saham perusahaan yang tercatat di bursa efek. 3. Walaupun manfaat yang diberikan laporan rugi laba cukup banyak. penghasilan sangat dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan. adalah: harus menyadari asumsi kelemahan bahwa laba-rugi dan lain beberapa pos dalam laporan berdasarkan Beberapa kualitas informasi ini laporan rugi laba menjadi berkurang keandalannya. Menaksir masa tentang pengguna depan. Laporan rugi laba dapat digunakan sebagai dasar memprediksi kinerja perusahaan di masa yang akan dating. Jumlah mempengaruhi laba atau operasi perusahaan. mnaksir ketidaktercapaian depan perusahaan. 3. Laporan rugi laba digunakan oleh pengguna untuk: 1. Mengevaluasi kinerja/prestasi periode lalu suatu entitas sejenis. Laporan digunakan mengevaluasi sebagai 2. namun pengguna disusun estimasi. risiko dan ketidakpastian pencapaian arus kas Dengan informasi dan kas biaya risiko masa pendapatan dapat arus kinerja/prestasi perusahaan atau prestasi manajernya.

Untung (Gains): Peningkatan dalam ekuitas (aktiva neto) yang berasal dari aktivitas incidental (kadang-kadang) atau tambahan (peripheral) suatu entitas dan dari seluruh transaksi lainnya dan peristiwa lainnya dan keadaan yang mempengaruhi entitas selama suatu periode kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi pemilik. 1. atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi pusat yang berlanjut dari suatu entitas. yang tersebut keuntungan atau kerugian.Management). pendapatan. Pendapatan (Revenue): Arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya pelunasan dari aktiva atau (atau hutang kombinasi dari keduanya) selama suatu periode. operasi pusat yang berlanjut suatu dalam laporan rugi laba. Manajemen laba sering juga disebut Perataan laba (Income Smoothing). lainnya utama transaksi- pendapatan. penyerahan jasa. dengan pengakuan pendapatan periode ini untuk diakui di periode yang akan dating. keduanya) selama suatu periode dari penyerahan aktivitas operasi atau produksi atau yang atau barang. Tindakan yang serupa dapat dilakukan untuk akun-akun biaya. Tindakan ini meningkatkan mengakui menunda pendapatan masa yang akan dating pada sekarang BENTUK LAPORAN RUGI LABA ELEMEN-ELEMEN LAPORAN RUGI LABA Penghasilan entitas dihasilkan transaksi (laba) dari neto biaya. keuntungan dan kerugian. Seluruh transaksi-transaksi dengan pos-pos berhubungan diiktisarkan melakukan merupakan entitas. Rugi aktivitas (Losses): incidental Penurunan (kadang- dalam ekuitas (aktiva neto) dari kadang) atau aktivitas tambahan (peripheral) suatu entitas dan dari seluruh lainnya transaksi dan dan keadaan peristiwa yang 2. atau penyerahan jasa. yang berasal dari penyerahan menghasilkan barang barang. 4. Biaya (Expenses): Arus keluar atau penggunaan lainnya dari aktiva kewajiban atau (atau keterjadian kombinasi . atau dengan dengan atau kerugian maksud meratakan laba. pengakuan keuntungan dilakukan pendapatan periode yaitu merencanakan biaya. Defenisi masingmasing elemen laporan rugi laba adalah: 3.

789.SALES EXPENSE .000 272. Bentuk laporan laba-rugi dengan menggunakan pendekatan ini adalah: pendapatan yang berasal dari operasi PT. investor.000 1.000 103. SWADARMA INCOME STATEMENT FOR THE YEAR ENDED DEC 31.INTEREST INCOME Rp TOTAL REVENUE Rp EXPENSES: . Pendekatan ini jarang digunakan untuk laporan rugi laba yang diperuntukkan bagi pengguna diluar perusahaan (kreditur. dari pendekatan pendapatan menghindari kesalahan pengklasifikasian . untuk biaya.ADMINISTRATION EXPENSE .000 40. FORMAT LAPORAN RUGI LABA PENDEKATAN LAPORAN RUGI LABA LANGKAH TUNGGAL (SINGLE-STEP INCOME STATEMENT) Pelaporan dengan rugi laba semua dua biaya.000 Bentuk sederhana Penggunaan item-item ini merupakan laporan rugi ini dan bentuk laba.2005 REVENUE: .COST OF GOODS SOLD .INCOME TAX EXPENSE TOTAL EXPENSE NET INCOME 1.883.000 76.000 1.780.INTEREST EXPENSE . dengan sumber bagian.SALES Rp .190.000 94. pemerintah.mempengaruhi entitas selama suatu periode kecuali yang dihasilkan dari biaya atau distribusi kepada pemilik. Seluruh ataupun disatukan non baik operasi yang disatukan dari menggunakan pendekatan ini dilakukan menyatukan atas dan pendapatan pendapatan pelaporannya dan seluruh biaya juga bersumber operasi maupun dari non operasi.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.000 211.dll).

Bagian ini dibai atas dua bagian: operasi. dengan Setiap untuk pendapatan subseksi memperoleh yaitu suatu daftar pendapatan yang diperoleh atau keuntungan yang terjadi dari trnsaksi diluar operasi (non operasi). Bagian yang dihasilkan atau Non dari bukan Operasi.dll. yaitu yang menunjukkan jumlah kos dari barang yang dijual pada periode tersebut. penjualan. pendapatanpendapatan non operasi. penyisihan pengembalian dan informasi berkaitan operasi. gaji • Administrasi (Administrative Expenses). 1. yaitu 2. dijumlahkan ini Keuntungan biasa Penjualan pendapatan diskun atau kerugian yang jarang terjadi atau yang tidak umumnya dilaporkan di bagian ini. dari daftar biaya atau kerugian yang berasal transaksi operasi (non operasi). dan biaya-biaya non operasi. penjualan. • Kos dari Barang • dan Biaya Lainnya yaitu suatu diluar Terjual (Cost of Goods Sold). Pengklasifikasian dan industri adalah: dilakukan untuk perusahaan manufaktur administrasi atau biaya umum. promosi.PENDEKATAN LAPORAN RUGI LABA LANGKAH GANDA (MULTIPLE-STEP INCOME STATEMENT) Dengan pendekatan ini. • bagian Bagian pendapatan. Pengklasifikasian pendapatan dan biaya didasarkan dan kepada jenis yang biasa perusahaan fungsi-fungsi yang • (Selling Biaya Penjualan Expenses). . yaitu yang meunjukkan daftar biayabiaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan misalnya biaya bagian penjualan. penjualan. biaya-biaya operasi. Bagian operasi. Pembagian ini membuat laporan rugi laba lebih bermanfaat bagi pengguna. penjualan neto. laporan laba-rugi disusun dengan memisahkan pendapatan yang diperoleh dari operasi. aktivitas utama atau bagian yang melaporkan pendapatan dan biaya yang terjadi dari operasi utama usaha: yaitu laporan pendapatan dan biaya tambahan perusahaan. kerugian. (retur) yang itu menunjukkan penjualan lainnya • lainnya Pendapatan dan keuntungan. melaporkan dan or yaitu Biaya Umum General yang biaya-biaya terlibat dalam perusahaan.

Pengaruh kumulatif dari perubahan dalam Prinsip-Prinsip Akuntansi. Pajak Penghasilan. yaitu pajak penghasilan badan yang dikutip oleh Pmerintah dari operasi yang berlanjut. yaitu pengaruh 4. Pos-pos biasa (Extraordinary Items) yaitu . operations). Operasi-operasi berlanjut kerugian dihasilkan yang dari tidak (Discontinued material penjualan yang suatu perubahan prinsip akuntansi yang telah digunakan beberapa period eke prinsip kuntansi yang baru. yaitu keuntungan atau 7. Laba per saham segmen usaha (Earnings per share).3. yang tidak Contoh laporan rugi laba yang disajikan menggunakan bentuk multiple step adalah: 5. keuntungan atau kerugian yang tidak biasa dan jarang terjadi 6.

961 8 ) 5 9.19 30 2 1.60 00 4 0.0 .56 0.2 .6 3.1 .4 6.29 08 9 4.35 0.000 0 ) 50.0 .000 9 0.48 0.2 SA E R VE U : L S E N E .4 .SA LES L SS: E S ALES D O N ISC U T S ALES R U N & ALLO AN E ET R W C N SAL R ET ES EVEN E U C ST O G O S SO O F O D LD M C AN ISE IN ER H D VEN O Y.64 30 4 5.0 .6 .7 R p R p (7 1.60 .000 0 R p R p 258 75.05 .62 .100 3 R p R p R p 6 5.000 0 R p R p 76.224 1 ) 114 05.9 3.32 .IN E H R N R AT N T T M R H N ISE AVAIL LE FO SAL O AL E C A D AB R E M C AN ISE IN ER H D VEN O Y.86 2 5 37. maka tidak ada keterlibatan perusahaan induk pada segmen atau divisi itu.0 .16 .8 7.8 06 R p R p R p R p R p R p 1 4.458 00) 9 .4 7.7 0.18 32 2 6.41 6.56 00 R p R p R p R p R p (1 0.770 8 ) 186 26.4 .00 00 R p 4 1.60 00 1 0.924 (3 .0 .PT AYAL SU .94 .09 6 3 33 3 PELAPORAN TRANSAKSI-TRANSAKSI YANG JARANG TERJADI (IRREGULAR ITEMS) Transaksi-transaksi terjadi dapat dibagi kategori: yang jarang menerus dari salah satu segmen bisnis sehingga segmen atau divisi itu harus dihentikan atau dijual.1 00 T R /1-2 5 PU C ASE R H PU C ASE D C U T R H IS O N PU C ASE R U N& AL O AN ES R H ET R L W C N PU C ASE ET R H FR IG T& T A SPO T IO .54 7 1 R p R p 1 0. Keuntungan disebabkan atau Kerugian yang yang tidak operasi atas beberapa 1.900 (3.45 00 R p 3 5.9 00 (7 2.50 00 2 0.865 7 R p R p R p R p R p R p 1 5.00 .65 0.594 5 0.678 0 ) 49.29 08 2 0.9 7.676 1 1.87 00 3 0.000 R p 22.3 2-2 5 T R 1/1 00 C ST O G O S SO O F O D LD G O P O R SS R FIT O SA S N LE O PER IN EX AT G PEN ES S SEL G EX LIN PEN SES SAL SAL IE AN C M ISIO S ES AR S D O M N SAL O FIC SALA IES ES F E R T AVEL & EN E T M T R T R AIN EN AD R ISIN EX VE T G PEN SE FR IG TAN T AN PO T IO O T E H D R S R AT N U D EPR IA IO O SAL EQ IP EN EC T N F ES U M T AD IN R IV EX M IST AT E PEN SES O IC S SAL IES FF ER ' AR O IC SALAR FF E IES LEG & PR FESSIO AL S VIC AL O N ER E U IL IES EX T IT PEN SE IN R C EX SU AN E PEN SE M EL ISC LAN U O FIC EX EO S F E PEN SE T T O O AL PER IN E PEN AT G X SES IN O E F O O C M R M PER IO S AT N OH R T ER EVEN ES AN G S: U D AIN D IVID D R EN EVEN E U R T R VEN E EN AL E U O H EX T ER PEN ES A D L SSE S N O S: IN ER T ESTO B N N O D LO S O SAL O M H E S N E F AC IN IN O E B FO E TA C M E R X IN O E T C M AX N IN O E AF ERT ET C M T AX EAR IN S PER SH E N G AR R p R p R p 1 2.0 . Setelah segmen bisnis dilepas.25 00 2 0.0 .94 .345 2 ) (5.22 .52 6.77 6 1 (5 4.770 8 6 0. yang (Discontinued Operasi-operasi yang tidak berlanjut terjadi karena terjadinya arus kas negatif atau rugi yang terus berlanjut dilaporkan di laporan rugi .0 30 R p R p R p R p R p R p 6 8.1 .4 .824 6 11 79 0.23 5 0 R p R p 5 0.6 . Operasi-operasi tidak berlanjut operations).0 . A KSES IN O E ST EM T C M AT EN FO T E Y R H EAREN ED D 3 005 D EC 1.2 .541 2 6.

Misalnya: kerugian karena terjadi bencana alam. fluktuasi kerugian keuntungan dan and kerugiantidak biasa Losses). misalnya perubahan umur ekonomis aktiva tetap. kedua kriteria berikut dipenuhi: • • Sifatnya tidak biasa. Sangat atau berulang jarang jarang terjadi sekali 3. Perubahan-perubahan dalam prinsip Akuntansi. Perubahan-perubahan dalam estimasi akuntansi. 4. seluruh (Allpos-pos Inclusive tidak pada diramalkan (diprediksi) Suatu pos apabila yaitu memasukkan yang terjadi terjadi. atau kontrak.laba setelah bagian “Laba dari 5.keuntungan karena atau harga kerugian laporan rugi laba hanya berisi informasi pendapatan dan biaya dari operasi yang teratur. Kesalahan-kesalahan pengukuran atau pelaporan laba dan perubahanperubahan estimasi dan pemakaian metode akuntansi pada periode yang lalu tidak dimasukkan dalam laporan laba-rugi periode ini. Pendekatan operasi approach). dikatakan extraordinary pos-pos yang periode itu ke laporan laba-rugi. Pendekatan memasukkan tidak seluruh teratur teratur approach). Keuntungankeuntungan kerugian (Unusual misalnya: usaha. piutang sediaan. Terdapat tiga cara pelaporan pospos yang tidak teratur: operasi berlanjut” namun sebelum pos-pos luar biasa 2. yang dalam Pendapatan tidak dan biaya penjualan aktiva tetap. dari yang Gains 2. menggunakan periode kinerja berjalan Dengan penghapusan penghapusan (Current operating performance pendekatan ini. keuntungan atau kerugian karena kurs. diperoleh secara tidak teratur dicantumkan laporan rugi laba namun dalam laporan perubahan ekuitas . misalnya perubahan dari penggunaan metode LIFO menuju FIFO dalam akuntansi sediaan. atau perubahan metode penyusutan aktiva tetap. namun disesuaikan ke laba ditahan. Pos-pos luar biasa (Extraordinary Items) merupakan pos-pos yang jumlahnya relatif besar (material) namun bukan peristiwa yang sangat aktivitas tidak berulang jauh utama bisa dan peristiwa itu dari dan menyimpang perusahaan 1.

6 0 . Pendekatan ini periode-periode Pendekatan sekarang banyak digunakan dalam NERACA Neraca juga disebut merupakan sebagai atau salah satu Posisi Aktiva. Rumus dikembangkannya adalah: Mod al kerja Z = aktiv a total x 1. Penghitungan rates of return dan pengevaluasian perusahaan 2. memasukkan perubahan laporan mencapai pengaruh prinsip laba-rugi ini laba di masa depan. Pendekatan ini hampir sama dengan pendekatan teratur sehingga all-inclusive tampak concept. Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham suatu perusahaan bisnis pada suatu tanggal tertentu. neraca yaitu dan kombinasi laporan ukuran laba yang rugi modal 1. Salah satu model prediksi kebangkrutan perusahaan adalah model yang dikembangkan oleh Altman (1993) yang mengembangkan ukuran Z Score. 4 EBI T + Ase t Tot al x 3.3. Menaksir digunakan kesulitan Neraca untuk keuangan dapat menaksir tentang aktiva. laporan keuangan pokok yang sering Laporan Keuangan Laporan MANFAAT NERACA Dengan memberikan informasi 3. ke sekarang. kewajiban/hutang dan ekuitas pemegang saham maka neraca memberikan dasar untuik: perusahaan. solvensi keuangan. 2 laba ditah an + Aktiv a Total x 1. Pendekatan memodifikasi concept.9 9 Nilai Pasar Ekuitas + Kewajib an Total x 0. jelas laporan namun untuk pos-pos yang tidak harus (highlighted) di laporan keuangan pengguna keuangan dapat menilai dengan jelas all-inclusive kemampuan perusahaan juga kumulatif akuntansi sebelumnya periode praktik. kebangkrutan perusahaan. Menaksir risiko perusahaan dan arus kas masa depan dengan menghitung rasio-rasio likuiditas. dan fleksibilitas struktur untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan. 3 Penjual an + Aktiva Total x 0.

Banyak pos-pos yang memiliki kontribusi ke perusahaan diabaikan dan tidak dicatat di neraca (misalnya kos sumberdaya manusia). Klasifikasi dalam Neraca dapat digambarkan sebagai berikut: memudahkan menganalisa sumberdaya yang dimiliki perusahaan dan struktur modal. 1.Altman menemukan bahwa akan bangkrut sedangkan skor Z dibawah bangkrut. kewajiban dan ekuitas.etc Additional Paid-in Capital . Untuk ASSETS Current Assets Cash & Cash Equivalent Short term investment Account Receivable Accrued Revenue Inventories Prepaid Expenses Long Term Investment Fixed Assets Building LIABILITIES Current Liabilities Account Payable Unearned Revenue Accrued Expense Current Maturities of long term Liabilities Long Term Liabilities Bond Payable Mortgage Payable Long term Notes Payable Accumulated Depreciation of Buildings STOCKHOLDERS’ EQUITY Intangible Assets Capital Stock Patent. KLASIFIKASI DALAM NERACA Akun-akun riil (permanent) harus diklasifikasikan akun-akun pemegang dilakukan di Neraca. pemisahan juga dilakukan untuk setiap akun yang memiliki karakteristik yang mirip dan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap fleksibilitas dan likuiditas keuangan perusahaan.81 cenderung akan perusahaan yang memiliki nilai skor Z diatas 3 cenderung tidak KETERBATASAN NERACA 1. Dalam neraca. untuk dan Pemisahan setiap kelompok aktiva. Hampir seluruhnya aktiva dan hutang (kewajiban) disajikan pada Kos Historikal (kos berdasarkan bukti transaksi) . Copyright. penyajian banyak pos-pos di dan melibatkan pertimbangan (Judgement) estimasi akuntansi. namun tidak mencerminkan nilai saat ini ( Kos sekarang/ Current Cost) dari aktiva dan kewajiban. Pemisahan ekuitas ini dilakukan antara akun-akun aktiva dan kewajiban saham. Akibatnya pospos aktiva dan neraca sangat tinggi keandalannya. 3. 2.

yaitu hutang yang akan dilunasi dalam jangka waktu satu tahun atau satu siklus operasi. dikategorikan sebagai aktiva lancar. yaitu memiliki substansi fisik merupakan Dalam berujud peningkatan instrument diharapkan pendapatan jangka dan bukan keuangan. dimuka . Aktiva lancar disajikan atau diurutkan di Jika neraca suatu untuk dalam berdasarkan atau akan likuiditas. 2. Hutang lancar diharapkan akan dibayar dengan menggunakan aktiva kategori Biaya (Accrued diterima lancar. aktiva dapat pada asset dapat dikonversi menjadi kas digunakan lancar membayar hutang panjang. yaitu aktiva-aktiva yang tidak dapat dikategorikan pada aktiva-aktiva yang lain. Jangka dalam investasi Panjang). Tetap). Contoh dari aktiva ini adalah: Paten. Long Term Investment (Investasi investasi panjang. investasi dalam dana-dana khusus. waktu satu tahun atau satu siklus operasi. hutang yang Termasuk lancar dalam adalah: terhutang Pendapatan (Unearned beberapa tahun 3. mana yang lebih panjang. Fixed perusahaan operasi memiliki panjang Assets dipakai (Aktiva dalam dan jangka tahun). 4. aktiva Aktiva Account) tetap biasanya disajiakn bersma dengan akun kontra (Contra Akumulasi Penyusutan (Accumulated Depreciation). menambah arus kas masuk melalui perusahaan. tetap yang tidak digunakan dalam operasi. Current Assets (Aktivaaktiva Lancar). hak cipta (Copyright). yang dimaksudkan atau Investasi tidak dalam jangka panjang merupakan investasi untuk dijual dikonversi 6. mana yang lebih panjang. masih Expense). Other Assets (Aktiva- aktiva Lainnya). Intangible yang tidak atau Assets kurang (Aktiva-Aktiva Tak Berujud).Other Assets Retained Earnings Penjelasan Pos-pos Neraca: 1. dijual atau dikonsumsi dalam satu tahun atau satu siklus operasi. mana yang lebih panjang. yaitu aktiva yang akan dikonversi menjadi kas. Goodwill. dan investasi dalam anak perusahaan yang tidak dikonsolidasi atau perusahaan afiliasi. Current ( Hutang-hutang Liabilities lancar). yaitu aktiva yang diperoleh untuk normal umur (lebih perusahaan ekonomis dari satu hutang dagang (Account Payable). sekuritas dalam yaitu jangka aktiva 5.

diasumsikan Termasuk 7.Revenue) dan hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (Current Maturities o Long Term Liabilities).Term Liabilities (Hutang hutang Jangka yang Panjang). dan laba ditahan (Retained Earnings). Stockholder’s Equity (Ekuitas Pemegang Saham). dalam siklus operasi atau satu tahun. Long. yaitu sisa aktiva setelah dikurangi seluruh kewajiban kepada kreditur perusahaan apabila dilikuidasi. akan yaitu dilunasi tidak dalam kelompok ini adalah: modal saham (saham biasa atau saham preferen). Hutang Lancar diurutkan berdasarkan urutan jatuh tempo dari hutang. Contoh jenis hutang ini adalah hutang obligasi (Bond Payable) . tambahan modal disetor (Paid in Capital). sering juga disebut sebagai aktiva neto (Net asset). 8. Hutang ini jatuh tempo pada suatu tanggal beberapa tahun kemudian.

300.000 Rp 115. 370.000 Rp 97.000 Rp 450.Soal Latihan: Berikut ini merupakan data yang disarikan dari neraca saldo PT.700.000 Rp 6.000 Rp 231. Cash and bank Short term investment Account Receivable Allowance for doubtful account Prepaid insurance Merchadise inventory Long term investment Land Building Accumulated depreciation of buildings Other assets Account payable Tax Payable Interest payable Current maturities of long term debt Bond payable Notes payable Common stock Additional paid in Capital Rp 205.300.000 Rp 90.000 Rp1. Susunlah laporan rugi laba dalam format langkah tunggal (single step) dan langkah ganda (multiple step) serta sajikan juga neraca.000 Rp 456.0 00 Rp 25.000 Rp 120.700 Rp 267. Tri C Sukses untuk periode yang berakhir 31 desember 2009.600.000 Rp 560.000 Rp 90.500. Asumsikan: Sediaan akhir barang dagang Rp. Seluruh data dalam ribuan (000).000 Rp 46.250.016.000 Rp 34.000 Rp 123.4 80 Rp6.0 00 Rp 565.700 Rp 7.800 Rp 56.000 43 .000 Rp 4.0 00 Rp2.000 Rp 67.500 Rp 132.000 Rp 9.000 Rp4.0 00 Rp 280.000 Rp 120.000 Rp 200.700 Rp 25.000 Rp 224.0 00 Rp5.000 Retained earnings Sales Sales return and allowance Sales discount Purchase Purchase discount Purchase return and allowance Freight in Sales commisions expense Travel and entertainment expense Accounting and legal services Insurance expense Supplies Expense Bad debt expense Advertising expense Depreciation expense Telephone-sales expense Rental revenue Extraordinary loss Interest expense Rp1.000 dan pajak 30%.000 Rp 6.120 Rp 123.0 00 Rp 25.000 Rp 478.000 Rp2.

Kas yang untuk dibatasi tujuan renovasi aktiva tetap. cek. investasi dalam surat hutang (obligasi) atau surat berharga ekuitas (saham) yang dimaksudkan untuk spekulasi dan sewaktu-waktu dapat dijual (marketable securities/available on sale securities). Termasuk dalam pengertian dana adalah: • dana Kas kecil (Petty Cash) yaitu yang disisihkan rutin untuk pengeluaranperusahaan atau tidak membayar pengeluaran besar yang jumlahnya tidak terlampau (material) memerlukan cek. penggunaannya tertentu (dana). Yang termasuk kas adalah uang koin. sehingga dana kas kecil digabungkan pelaporannya dengan kas. Biasanya jumlah kas kecil tidak terlampau besar atau material. ini diklasifikasi sebagai investasi jangka panjang atau aktiva lain-lain. lancar Aktiva yang setara dengan kas (atau: menjadi setara deposito berumur kurang dari 3 bulan. 44 . uang kertas.BAB III AKUNTANSI KAS PENGERTIAN KAS DAN SETARA KAS Kas merupakan aktiva atau perusahaan dikonversikan termasuk yang aktiva segera kas. kas dapat Yang adalah sumberdaya ekonomi perusahaan yang paling cepat dapat ditukarkan (likuid) dengan sumberdaya atau aktiva lainnya dan tidak dibatasi penggunaannya. dipisahkan Apabila jumlahnya material. • atau Penyisihan untuk membayar obligasi (sinking fund) membayar pembelian atau pembangunan. • Penyisihan Kas kas yang diwajibkan bank sebagai syarat kas untuk pinjaman. Kas yang dicadangkan untuk hal-hal tertentu apabila jumlahnya tidak material tetap dilaporkan sebagai kas namun harus dicantumkan atau dijelaskan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (Notes to dana Financial ini harus Statement). maka pelaporannya dengan kas. uang yang disimpan di bank yang setara penggunaannya kas) adalah tidak aktiva dibatasi. MASALAH-MASALAH DALAM PELAPORAN KAS: 1. apakah sebagai aktiva lancar lainnya atau sebagai investasi.

2. Beberapa pengendalian internal yang dapat diterapkan terhadap akun kas adalah: 1. internal yang lebih dana kehilangan dan kecurangan yang tinggi. A harus membuat reklasifikasi: Cash 500 500 Bank Overdraft direklasifikasi PENGENDALIAN ATAS KAS Karena maka Kas memiliki risiko pengendalian baik berfluktuasi. • Sistem Dana Berfluktuasi (Fluctuating system). menghasilkan DANA KAS KECIL (Petty Cash) Dana kas kecil adalah kas yang Ada dua pendekatan atau kebijakan disisihkan yang tidak untuk memerlukan pemisahan periodik kasir pengeluarancek. kas. bendahara mengisi kas di kasir kas kecil. Melakukan perhitungan kas (Cash Opname) secara mendadak pada waktu tertentu 4. 6. Menggunakan sistem Sistem Imprest Imprest (dana tetap) untuk dana kas kecil. Menyimpan penyimpanan kas yang yang aman belum dari sempat disetorkan ke bank di wadah pencurian dan kebakaran (Misalnya: menyediakan brankas). Menyetorkan penerimaan kas ke bank setiap hari. menjadi hutang Contoh: Saldo bank PT. yaitu sistem kas kecil dimana pengisian kas kecil dilakukan dalam jumlah yang tidak teratur dan tidak didasarkan bukti kas keluar.2. perusahaan sebaiknya menetapkan pengendalian internal yang baik untuk kas. dilakukan Secara pemegang kas kecil dengan kasir utama. Memisahkan menghindari Kecurangan fungsi penyimpan. Melakukan Rekonsiliasi Bank apabila fungsi-fungsi itu disatukan. A per 31/12-2005 menunjukkan saldo (500). pencatat dan otorisasi kas untuk penyalahgunaan kas potensial terjadi daripada sistem 3. Bank Overdraft (cerukan) Cerukan terjadi karena saldo kas di bank tidak mencukupi membayar cek yang ditulis perusahaan tetapi bank tetap membayarkannya dan akibatnya saldo di bank menjadi minus. antara utama Dalam kasir atau dalam system dana kas kecil: pengeluaran harian yang relatif kecil mengoperasikan system dana kas kecil. Overdraft Cerukan harus atau Bank (dipindahkan) lancar. Setiap pengeluaran kas kecil yang terjadi 45 . 5. PT.

000 expense Expense 46 .000 Cash Traveling 125.000. Pada Contoh: Pada tanggal 5/1-2006 PT.000 Petty 7/1-06 Biaya Bensin Rp. Sistem imprest.000 Tidak dicatat Petty Cash Imprest 400.000 Petty Cash 20.000 Fuel & 20. Pengisian kas kecil Rp.000 Rp.169. Catat transaksi diatas dengan menggunakan: A. Berapa sisa kas kecil seharusnya? Jawaban: Transaksi Dibentuk dana kas kecil Rp. dimana sewaktu penghitungan ditemukan jumlah kas kecil tersisa Rp.20. Kasir kas kecil hanya mengumpulkan buktibukti pengeluaran setelah kas.000 Tidak dicatat 125.50.000 dan diisi setiap minggu.18. Kas kecil diisi hanya sejumlah pengeluaran yang terjadi sehingga dana kas kecil tetap. yaitu sistem kas kecil pengisian pada didasarkan pengisian kas kecil.125. 350. ada terjadi tidak dilakukan pencatatan atas bukti-bukti transaksi.000 Rp.400. Pengeluaran yang terjadi selama satu minggu adalah: Dibayar biaya perjalanan dinas Dibayar biaya bensin Pembelian alat tulis kantor Dibayar pembelian materai Dibayar biaya bnsin Tanggal 12/1-2006 kas kecil diisi.000 Rp. kecuali dilakukan kebijakan perubahan saldo kas kecil. pengeluaran di bukti kas keluar kas kecil. 400.000 Oil Cash 400. Sistem berfluktuasi.000 Rp.langsung Dalam dicatat akun ini sistem dengan kas tidak kecil. 200.500 B.000 Cash Fluctuating Petty Cash 400. Pencatatan transaksi pengeluaran mengkreditkan pertanggungjawaban pengeluaran kas kecil.000 Rp. terhadap • Sistem dimana Dana Tetap (Imprest kas kecil jumlah dilakukan dilakukan System).15. A 6/1-2006 7/1-2006 9/1-2006 10/1-2006 11/1-2006 saat transaksi membentuk dana kas kecil sebesar Rp.000 6/1-06 dinas Biaya perjalanan 400.

penerimaan kas dalam akun kas penerimaan tersebut belum tercantum. Rp.000 Petty Cash 350.500+ Rp.000 Cash Saldo kas kecil setelah 230. Perusahaan dibank.500 sort & & Oil Expense Expense Expense Over Cash 15.000 10/1-06 Pembelian Materai Tidak dicatat Supplies Expense 50.50.000 Fuel 15.000 pengisian REKONSILIASI BANK Rekonsiliasi bank dibuat untuk 1.000 350. perbedaan Perbedaan ini biasanya disebabkan oleh: 47 .000 Supplies 68.000 Cash 2. Rekening berbeda menurut Rekonsiliasi mengetahui Koran dengan tersebut akun kas dibuat biasanya di bank untuk itu.500 = Rp.000 50.000 & Oil Expense Petty Cash 12/1-06 Pengisian kas kecil Travelling 125. 522. 172.500 Rp. Apabila perusahaan memiliki rekening giro di bank.000 230.000 Supplies 18.9/1-06 Pembelian alat tulis Rp.000 Fuel 35.400. Contoh: Setoran dalam perjalanan (Deposit in transit).169. Koran namun diterima.000 Tidak dicatat 18. 15.000+350. maka bank mengeluarkan rekening Koran bank secara teratur setiap bulan. yaitu setoran yang sudah dicatat menambah saldo akun kas di bank di buku besar perusahaan namun sampai rekening Koran diterbitkan belum tercantum di Rekening Koran.000 = Rp. catatan bank penyebab perusahaan. telah sampai mencatat rekening kas menyesuaikan akun kas di bank menurut catatan perusahaan dan menurut catatan bank (rekening Koran).000 Petty Cash Tidak dicatat Expense Petty Cash 11/1-06 Pembelian Bensin Rp.

namun samapi menerima rekening Koran. maka bank belum mengurangkan dari saldo bank. dicatat namun dicairkan Karena pengeluaran. Rekonsiliasi bank 4 kolom (Proof of Cash) biasanya digunakan oleh auditor untuk memeriksa 48 . namun perusahaan tidak mengetahui adanya penagihan sampai Contoh: atau penerimaan yang rekening Setoran penagihan kas atau bank yang dilakukan Koran pelanggan bank 1. Rekonsiliasi menyesuaikan bank 1 kolom rekening saldo Koran bank agar sesuai dengan saldo kas di bank di buku besar atau besar sebaliknya. Bank perusahaan telah belum mendebitkan/ mengetahui (Bank Koran Bank dan catatan saldo kas di bank di buku besar perusahaan sehingga diperoleh saldo kas di bank yang sebenarnya. membebankan perusahaan. perusahaan menyesuaikan agar sesuai saldo kas di bank di akun Buku dengan saldo di rekening Koran. Pembebanan bank Charges) biasanya terdiri dari: 3. Kesalahanatau kesalahan Bank ditulis perusahaan dan diserahkan telah Koran cek. diterima. telah namun mencatat sampai • biaya Biaya administrasi. yaitu pengeluaran cek (pengeluaran kas) rekening Koran diterima perusahaan. Kesalahan- kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan mencatat jumlah cek atau penerimaan atau kesalahan pendebitan atau pengkreditan yang dilakukan oleh bank. rekening bank pemegang belum perusahaan. Rekonsiliasi menyesuaikan bank 2 kolom rekening saldo 4. yaitu cek-cek yang diterima pelanggan memadai. Bank telah mencatat penerimaan kas dalam rekening Koran bank. Ada beberapa pendekatan atau cara membuat rekonsiliasi bank: dikeluarkan diuangkan oleh si penerima cek. 3. langsung ke rekening perusahaan kepada pelanggan (Collected by Bank) 2. (Outstanding yang sudah sebagai sampai oleh si belum oleh Pengeluaran ini disebut Cek yang pengurusan rekening perusahaan • Cek kosong (Not Sufficient perusahaan namun dari ketika Fund/NSF). cek-cek (pengeluaran kas) itu belum ada di rekening Koran karena cek belum belum Cheque) serta ditukarkan dicairkan yaitu Cek pelanggan.2. dicairkan dana pelanggan tidak 5. Perusahaan di register cek.

Deposit in transit .540. menurut dianggap bank saldo kas di bank menurut buku besar diasumsikan disesuaikan menurut ke salah.000 5.000.650.000 Rp. Rp.000 15.000.000.540. penerimaan bank dan bank. akhir.000.000 Add: Less: .000 5.000 1. Sebaliknya. (2.000 0 0 9. 2 kolom dan 4 kolom.250.100. menurut Rekonsiliasi Bank 1 kolom (menyesuaikan saldo kas di bank rekening Koran bank menuju saldo kas di buku besar perusahaan.000) Balance per book Catatan Kas di Bank bulan Juli: Saldo 31 Juli 2004 Setoran Juli Cek bulan juli Penagihan wesel tagih Biaya bank NSF Cheque Diminta: Buat Rekonsiliasi bank dengan bentuk 1 kolom. 6. Model 1 kolom untuk rekonsiliasi bank PT. Ayala Sukses dapat dibuat sebagai berikut: rekening Koran bank diasumsikan salah.810.000.000 4. apabila 49 . saldo maka kas di koran perlu bank yang rekening diasumsikan benar. harus diasumsikan salah satu saldo menuju Apabila salah saldo saldo dan yang kas perlu di disesuaikan benar.000 335.000 Rekening Koran 8. atau sebaliknya). dan awal. 1. maka perlu disesuaikan ke saldo kas di bank menurut buku besar yang diasumsikan benar.mutasi meguji bank saldo perusahaan bank.Outstanding cheque 1.000 0 Buku Rp. saldo Dilakukan pengeluaran dengan menyesuaikan saldo bank Contoh: PT. Dalam membuat rekonsiliasi bank model ini. AYALA SUKSES REKONSILIASI BANK PER 30 Juni 2004 Balance per bank statement (Saldo menurut rekening Koran) 7.000 3.

Pos. namun sudah perusahaan deposit oleh NSF in Bank Cheque) transit). pendapatan bunga atas simpanan (pendapatan jasa giro) belum dicatat oleh sehingga perusahaan dan harus sebagai penerimaan ke pengeluaran ditambahkan saldo rekening Koran.000.000 Keterangan: 1.000 15. Rekonsiliasi Bank 2 kolom (menyesuaikan masing-masing saldo kas di bank untuk mencari saldo yang sebenarnya) Rekening Koran ini dibuat dengan menyesuaikan kedua saldo kas di bank.000 335. 2.PT. AYALA SUKSES dapat dibuat sebagai berikut: PT.000) (1. Model 2 kolom untuk kasus PT. adalah mencari saldo kas di bank yang sebenarnya.000 2. AYALA SUKSES REKONSILIASI BANK (Saldo di rekening Koran menuju saldo di buku besar) Per 31 Juli 2009 Saldo kas di bank menurut rekening koran Menambah: Deposit in transit Bank Charge NSF Cheque Mengurangi: Outstanding Checks Notes Receivable Saldo Kas di Bank menurut Buku Besar 8. baik menurut buku besar ataupun Tujuannya menurut rekening Koran.pos yang menambah saldo rekening Koran adalah penerimaanpenerimaan dicatat besar oleh (yaitu yang belum terlihat di buku (biaya dan dalam rekening Koran. Penagihan-penagihan bank kepada pelanggan atau setoran pelanggan ke rekening perusahaan yang belum dicatat perusahaan ke buku besar (dalam kasus itu adalah Note Receivable) harus dikurangkan dari rekening Koran.250. 2. AYALA SUKSES 50 .650.000 (1. Pembebanan administrasi.350.100.000) 9. Pos-pos yang mengurangi saldo rekening Koran adalah pengeluaranpengeluaran yang sudah dicatat di buku besar namun tidak terlihat di rekening Koran (contoh: Outstanding Cheque).

000.000.000 (1.000 Saldo seharusnya Kas di Bank 2. 2.350.000 Setoran dalam perjalanan bulan juli Rp.000.350.000 Saldo kas di bank 9.000.650. Saldo rekening koran dan saldo kas di bank menurut buku besar disesuaikan untuk mencari saldo yang benar 2.540. Unsur-unsur yang menambah atau mengurangi saldo rekening Koran adalah unsure yang belum dicatat oleh bank sebagai penerimaan atau pengeluaran samapi rekening Koran dikirimkan. Rekonsiliasi Bank 4 kolom Ada 3 cara melakukan rekonsiliasi bank 4 kolom: 1.000) 9.000 (Rp.2. Perhitungan setoran dalam perjalanan (Deposit in transit) bulan juli: Setoran bulan juli menurut buku Setoran bulan juli menurut rekening Rp.100. 1. 3.000 Perhitungan Cek-cek yang masih beredar (Oustanding Cheques) bulan juli: Rp. Saldo bank disesuaikan (dicari perbedaannya) buku perusahaan terhadap saldo 51 . 4.810.900. koran Selisih setoran Rp.5. 4.000) (Rp.000 ) 1.000 (15.000 Rp. 2.000 (Rp.REKONSILIASI BANK Per 31 Juli 2004 Saldo kas di bank menurut rekening koran Menambah: Deposit in transit Mengurangi: Outstanding Checks 8.250.000 2.100. 810.5.000) (335. 1.100.000 Cek-cek bulan juli dikeluarkan perusahaan Cek bulan juli menurut Rekening Koran (termasuk cek bulan juni) Cek-Cek beredar bulan juni Cek bulan juli yang sebenarnya diterima bank Cek-Cek yang beredar bulan juli 3.000.000) seharusnya Kas di 9.000) Rp.000 menurut Buku Besar Menambah: Notes Receivable Mengurangi: Bank Charge NSF Cheque Saldo Bank Keterangan: 1.900.000 Setoran dalam perjalanan bulan juni Rp. Unsur-unsur yang menambah atau mengurangi saldo akun kas di bank menurut buku besar adalah unsur yang belum dicatat di buku besar sampai rekening Koran diterima.

000) Rp 9.000.000 Rp Rp 1. Per 31 Juli 2007 1.000 Saldo Kas di Bank menurut buku besar Penagihan wesel tagih Biaya jasa bank NSF Cheque Saldo kas di bank yang benar Rp 6.000.000 6.350.000 Rp 1.000 Rp 335. Saldo rekening koran dan saldo kas di bank menurut buku besar disesuaikan untuk mencari saldo yang benar Untuk kasus PT.000 Rp 350. AYALA SUKSES REKONSILIASI BANK 4 KOLOM (PROOF OF CASH) PER 31 Juli 2007 Saldo per Juli Keterangan 30-Jun-04 Penerimaan Pengeluaran Saldo rekening koran Rp Rp Rp Saldo per 31/07/2007 Rp 52 . Saldo Penyesuaian awal.0 a. terhadap saldo rekening koran.000 Rp 1. AYALA SUKSES dibuat rekonsiliasi bank 4 kolom berikut ini: PT.900. Per 31 Juli 2007 2.000 4.000 Setroran dalam perjalanan Rp Rp(1. buku dibuat besar disesuaikan saldo pengeluaran pada bulan dilakukannya rekonsiliasi bank.540. Per 31 Juni 2007 00) 00) Rp b.900. AYALA SUKSES REKONSILIASI BANK 4 KOLOM (PROOF OF CASH) PER 31 Juli 2007 Saldo per Juli Keterangan 30-Jun-04 Penerimaan Pengeluaran Rp Rp Rp Saldo rekening koran 7.0 Rp(2.540.000 Outstanding Cheque: Rp(2.100. terhadap saldo penerimaan dan saldo 1.000 Saldo per 31/07/2007 Rp 8.000.000 Rp (15. AYALA SUKSES dibuat rekonsiliasi bank 4 kolom berikut ini: PT.650.000 Rp 9.000.450.000 Rp Rp 2.810.540.250.000 3.540.100. Saldo bank disesuaikan (dicari perbedaannya) terhadap saldo buku perusahaan Untuk kasus PT.3.000 Rp Rp 15. dan saldo akhir.0 a.000.540.000 Rp(1.000.000 00) Rp b.000.350.000 2.000 6.00 0) Rp 9.350. Per 31 Juni 2007 1.000 Rp Rp Rp Saldo kas di bank yang benar 6.000) Rp (335.000 Rp 6.

000 Rp(1.000) Rp 3. Saldo buku besar disesuaikan terhadap saldo rekening koran.000 Rp(2.540.000 Rp Rp(2. Per 31 Juli 2007 Penagihan wesel Biaya Jasa Bank NSF Cheque Saldo kas di bank menurut buku besar Rp 7.000.350.350.000 Rp 335.350.000 3.000 Rp 335.00 0) Rp(1.000 ) Rp 1.000 Rp(1.000.000.000 Rp (15.540.250.000 Rp 15.000 Rp 4.0 00) Saldo per 31/07/2007 Rp 9.000 Rp(1.000.000 Membuat Pencatatan Penyesuaian Saldo Kas di Bank di buku besar 53 .000) Rp 8.000.540.350.000) Rp (335.100.000 4.000 Rp 6.000.000 Rp 1.100.000 Rp 2.810.650. Per 31 Juli 2007 Penagihan wesel Biaya Jasa Bank NSF Cheque Saldo kas di bank menurut buku besar Rp 6. Per 31 Juli 2007 Outstanding Cheque: a. Per 31 Juni 2007 b.100.000.000 Saldo per 30-Jun-04 Rp 6.540.000 Rp(2.100.810.540.000 Rp(2.650.000) Rp (335.7.000.000 Rp 1.000 8.100. Per 31 Juni 2007 b.000 Rp(1.000 3.00 0) Rp (15.350.000. AYALA SUKSES REKONSILIASI BANK 4 KOLOM (PROOF OF CASH) PER 31 Juli 2007 Keterangan Saldo menurut buku besar Setroran dalam perjalanan a.000 ) Rp 1.000 Rp 5.100.000 6.000 Setroran dalam perjalanan a.540.000 Rp Rp 2. AYALA SUKSES dibuat rekonsiliasi bank 4 kolom berikut ini: PT.350. Per 31 Juni 2007 b.250.000. Per 31 Juli 2007 Outstanding Cheque: a.0 00) Rp 2. Untuk kasus PT. Per 31 Juni 2007 b.000 Rp 9.000 Rp(1.000.000.000 Rp 1.0 00) Juli Penerimaan Pengeluaran Rp Rp 5.0 00) Rp 2.0 00) Rp 1.00 0) Rp 15.

000 350. 1. Pengisian penggunaan kas kecil: 5/6-2009 dibentuk dana kas kecil Rp.000.000 18/6-2009: pengeluaran kas kecil adalah: membayar biaya perjalanan dinas Rp. 45. 25. 465.000 Soal Latihan: 1. pembayaran iuran kebersihan dan keamanan Rp. Bintang Mas dari informasi berikut ini dan bagaimana memperlakukan yang tidak termasuk saldo kas dan setara kas? • • • • • • • Uang tunai di brankas Rp 15.000 1.000. Ayala Sukses.000. Tentukanlah berapa saldo kas dan setara kas PT. Menyesuaikan Pengeluaran kas Bank charge expense Account Receivable Cash 335. 650.000.000.unsur yang belum dicatat di buku besar sampai rekening Koran diterima.000 Saldo dana kas kecil Rp.000 Perusahaan memiliki dana pelunasan obligasi Rp. penyesuaian dicatat sebagai berikut: 1. 450.000. 100. Berikut adalah informasi 2.000.000 15.000 Salah satu rekening bank perusahaan bersaldo (Rp.000 Terdapat sertifikat deposito 6 bulan Rp.000 yang diinvestasikan dalam saham yang beredar di bursa efek Saldo kas di bank Rp. 18. Menyesuaikan penerimaan kas Cash Note Receivable 2.000.000 Perusahaan meminjam di bank dan bank menyiaratkan saldo minimum simpanan Rp.000. 60.000. 54 .000. 150. pembayaran BBM petugas penjualan Rp. Tri C Sukses menggunakan system impres dalam pengelolaan kas kecil.500.Penyesuaian dilakukan untuk unsur. 152.000. membeli materai Rp.000) kas kecil dilakukan setiap minggu.000 12/6-2009: pengeluaran kas kecil adalah: membeli perlengkapan kantor Rp.000. membayar biaya pemeliharaan rutin sepeda motor Rp. 5.000 1. Sisa dana kas kecil Rp. 780. Untuk kasus PT. PT.

6. 445.500.000.146.000. 310.000 2. Petugas pembukuan salah mencatat cek untuk membeli perlengkapanRp.34.000 dan bunga Rp. 164. 3. 3. Penagihan wesel dari salah seorang pelanggan Rp. Cek-cek yang sudah dikeluarkan namun belum kelihatan di rekening Koran Rp. Saldo kas menurut buku kas tanggal 1 agustus 2009 Rp.000.000.000 5. 1.704.000 dan pengeluaran kas selama bulan agustus Rp.000. A untuk tanggal 31 November 2009: 55 . Penagihan ini sudah dikreditkan bank.089.000. 4. 7. penerimaan kas selama bulan agustus Rp. Data buku kas perusahaan dan rekening Koran PT.000. 500. 40.000 3. membayar pemeliharaan rutin mobil kantor Rp. seharusnya Rp. Setoran dalam perjalanan Rp. 200.000. 900. membayar tagihan HP direktur (biaya telekomunikasi) Rp. 8.500. Pada tanggal ini diputuskan dana kas kecil Rp.9. saldo kas di bank tanggal 31 agustus 2009 Rp. Andalas menyetorkan semua penerimaan dan melakukan semua pembayaran dengan menggunakan cek. Saldo kas yang ada ditangan kasir perusahaan Rp.000. Informasi berikut ini diperoleh dari catatan kas dan rekening Koran bank untuk membuat rekonsiliasi bank tanggal 31 agustus 2009: 1. Menurut rekening Koran bank.000. Sisa dana kas kecil Rp. 35.050.000 4. PT. 250. 150. 20.000. Bank membebankan biaya pemeliharaan rekening Rp.94.000 Diminta: Buat laporan rekonsiliasi bank dan buat pencatatan penyesuaian yang diperlukan. Sisa dana kas kecil Rp. 1.200.903.000. membayar sumbangan Rp.000 25/6-2009 pengeluaran kas kecil adalah: pembelian BBM petugas penjualan Rp. 1.800.

0 0 0 1 6 .916 Rp.6 0 0 0 9 . ut eo s s ak 2 B a P n e u ia .C k o e B e /G o ily t ir 0 /1 /2 0 1 1 09 0 /1 /2 0 5 1 09 1 /1 /2 0 0 1 09 45 1 1 /1 /2 0 5 1 09 46 1 2 /1 /2 0 5 1 09 67 1 2 /1 /2 0 6 1 09 47 1 2 /1 /2 0 9 1 09 Kt r na eea g n S ld A a a o wl P n a nt n i e ju la u a P me np r laa e b lia ea t n P ma aa h t n e b y r n ua g P n r a nP t n Ua ad r C .5 0 0 4 0 .6 0 0 2 0 .560 Rp.A ir e oa iua g V m 1 Ck A8 2 e #4 7 1 A m is a i 3 d in tr s 1 Ja ag o 4 s ir Mt s uai K 9 0 .A uu ak T T n gl a ga N .9 0 0 0 5 . e a h n e c t t n e ila u a ih k e u a a n 1 B a R k n iliai B n . 40.0 0 50 S ld a o 4 .0 0 5 .0 0 0 2 . 75.900.549 12.7 0 0 0 0 .000.0 0 0 4 4 .0 0 0 1 4 .000 Pembebanan cek kosong Biaya administrasi rekening Setoran dalam perjalanan Salah pembebanan cek Cek-cek yang masih beredar Dana kas kecil: Perusahaan menggunakan system impres dank as kecil diisi setiap tanggal 5 dan 20 setiap bulan. 354 BUKU BESAR Rp.0 0 .5 0 0 1 .5 0 0 6 0 . 5.6 5 0 0 7 .A D e e ima iua g s h ai V B i P ma aa H t n e b y r n ua g P n a nt n i e ju la u a D K S ld a o 4 .0 0 0 2 0 .0 0 . A Dd nd a d i N F e : . Berikut ini adalah data kas di bank PT.500 Rp.B k B n P .700 Rp.0 0 .416 Rp. 36.6 0 0 4 0 .0 0 0 2 0 . Hasil pemeriksaan kas kecil dari tanggal 20/12/2009 – 5/1/2010 menunjukkan pengeluaran-pengeluaran berikut ini: BANK Rp.0 0 .6 0 0 5 0 .0 0 5 .7 0 0 4 0 .0 0 5 . Dana kas kecil Rp.7 0 0 4 0 .000 56 .0 0 0 1 5 . 25. 43.0 0 5 .0 0 Bn A B ak C R k n g oa e e in K r n B la :N v me u n oe br T n gl a ga Sn i ad 0 /1 /2 0 1 1 09 0 /1 /2 0 6 1 09 1 /1 /2 0 0 1 09 1 /1 /2 0 5 1 09 2 /1 /2 0 4 1 09 2 /1 /2 0 6 1 09 2 /1 /2 0 8 1 09 2 /1 /2 0 8 1 09 Kt r na eea g n D 1 St r n e oa 1 C k# 5 5 e 4 1 1 C k 46 2 e# 1 1 S t r nP t n C . 550 Rp. 16. ut e y s a n 5.0 0 50 1 .6 0 0 3 5 .770 Rp. seharusnya Rp.0 0 5 .0 0 .760 Rp.640 Rp.0 0 5 . a k e g ma a e V B i a it n a S 2 K s la a p n aaa c kd k k np a p r s h a . 165 Rp.0 0 .945.0 0 6 .0 0 5 .0 0 .6 0 0 5 0 .0 0 9 0 .0 0 5 . 34.0 0 5 .000 Rp.0 0 K t 1 B n mn e b lik nc kC .6 0 0 2 0 .0 0 0 3 4 .0 0 . 85.0 0 5 . Central (dalam ribuan) pada tanggal 31 desember 2009 Saldo awal Penerimaan Pengeluaran Setoran pelanggan Jasa giro Salah catat cek untuk pembayaran hutang usaha (terlampau besar).0 0 .0 0 5 .47.6 0 0 4 0 .0 0 .0 0 5 .0 0 0 1 0 .5 0 0 7 4 .

namun dicatat di jurnal pengeluaran kas sejumlah $965.715) (44) 153.475 untuk bunga wesel yang dikeluarkan perusahaan ini pada tanggal 31/7.192 682. dan 31/8-2002 berjumlah 21.446 Hasil penelaahan atas rekonsiliasi bank bulan lalu dan rekening bank bulan agustus menunjukkan hal-hal berikut: 1. 1.118 3.842 • • Akun Kas di buku besar perusahaan adalah sebagai berikut: 1/7 31/7 Penerimaan Kas 31/8 Penerimaan Kas 64. 23/12/2009 biaya BBM Rp. Diminta: 1.872 31/7 Pengeluaran Kas 1/8 Rekonsiliasi Bank 31/8 Pengeluaran Kas 665. 216 untuk perlengkapan kantor telah ditulis 695. 4/1/2009 biaya jamuan makan Rp. 500.22/12/2009 pembelian perlengkapan Rp. 5. 26/12/2009 biaya perjalanan dinas Rp.561 2. Laporan bank menunjukkan data berikut (Dalam ribuan rupiah): • • • Saldo awal 1/8-2002 Setoran Cek plus memo deposit Beban administrasi Saldo akhir 31/8-2002 90. Cek No.500. 57 . 6. Berapa jumlah kas yang harus disajikan di neraca 31 desember 2009? 6.000. Termasuk dalam rekening Koran bank adalah sebuah memo debit bertanggal 31/8 sebesar 2.491 375 856.429 919.16422. Cek-cek yang belum ditukarkan (outstanding cheque) 31/7/2002 berjumlah 26. dan 31/8-2002 berjumlah 33. Setoran yang belum dilaporkan oleh bank per 31/7-2002 berjumlah Rp.425 915. Catat pengeluaran kas kecil sampai 31 desember 2009 4.042. Buat pencatatan penyesuaian hasil rekonsiliasi bank 3. Buat rekonsiliasi bank 2. Cek yang ditulis oleh perusahaan lain senilai 583 telah dikurangkan oleh bank dari rekening perusahaan ini.600.176 (851. Bank mencatat cek tersebut senilai 695 4. 1. Sevice charge untuk bulan agustus belum dicatat perusahaan.

c. Siapkan ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk menyesuaikan buku perusahaan. 58 . ditunjukkan terdapat service charge 26 & cek kosong 349 Instruksi: a. Dalam rekonsiliasi bank per 31/7-2002. Siapkan rekonsiliasi bank 4 kolom untuk menyesuaikan saldo bank menjadi saldo buku b. Siapkan rekonsiliasi bank 4 kolom yang menyesuaikan saldo bank dan saldo buku menjadi saldo yang benar.7.

Selanjutnya. Piutang wesel bisa berjangka panjang dan berjangka pendek. Piutang Non Dagang timbul dari berbagai jenis transaksi yang bukan dari kegiatan piutang perdagangan. saham. 45 hari atau 60 hari tergantung syarat-syarat penjualan (term). 66 . Piutang Piutang lain yang diharapkan tertagih dalam satu tahun atau satu siklus operasi wesel merupakan atau janji pihak tertulis lain dari pelanggan kepada perusahaan untuk membayar sejumlah uang tertentu pada suatu tanggal di masa depan. Piutang Jangka Panjang adalah klaim kepada pihak lain yang diharapkan tertagih lebih dari satu periode akuntansi atau lebih dari satu siklus operasi. Piutang Jangka Pendek merupakan klaim kepada pelanggan atau pihak normal. Diskun Dagang (Trade discount). Dalam pengakuan atas 1. terdapat dua faktor yang memengaruhi pencatatan nilai piutang usaha. Untuk tujuan pelaporan keuangan piutang dapat diklasifikasikan atas piutang jangka panjang dan piutang jangka pendek. karyawan. piutang kepada pemegang PIUTANG USAHA (ACCOUNT RECEIVABLE) PENGAKUAN PIUTANG USAHA Piutang usaha diakui/dicatat piutang usaha. piutang dapat juga digolongkan Dagang Piutang Usaha dan di neraca Piutang terdiri atas Non atas Piutang Dagang. uang muka misalnya Dagang (Account wesel (Notes Receivable) dan Piutang Receivable). yaitu: sebesar nilai pertukaran atau nilai faktur yang telah disepakati oleh pihak penjual dan pembeli. Sedangkan Piutang Usaha biasanya berjangka pendek dan diharapkan ditagih dalam 30 hari.BAB IV AKUNTANSI PIUTANG (Receivable) Piutang (Receivable) merupakan klaim suatu entitas terhadap pelanggan atau pihak lain atas uang. Piutang Usaha merupakan janji lisan dari pelanggan untuk membayar sejumlah uang tertentu pada suatu tanggal di masa depan. tergantung perjanjian antara peminjam/pembeli dengan yang memberi pinjaman/penjual. jasa atau barang.

2/10 diskun EOM 2% diberikan apabila membayar dalam 10 sejak Pengakuan dan piutang terhadap diskun tunai syarat-syarat pembelian (term).000) x 70% 1. Apabila diskun tidak diambil 67 . of Month) akhir atau maka bulan.000 1. Apabila diberikan terdapat diskun dagang maka piutang usaha diakui senilai jumlah neto (setelah dikurangi diskun). Piutang diakui ini sebesar jumlah dengan (pembayaran melebihi periode diskun) maka manajemen pembeli tidak efisien.000. Diskun Tunai (Cash Discount). syarat 2/10. Diskun ini biasanya diberikan barang/jasa tertentu atau memberikan ulang (harga karena pembeli membeli dalam diskun tetap volume/jumlah perusahaan mencegah katalog. Aris mencatat penjualan 100 unit barang yang dijual secara kredit sebagai berikut: D K pembeli atas dasar daftar harga yang diberikan penjual.400. Diskun yang tidak diambil akan diakui sebagai penjualan Forfeited).000 2. keuntungan dibatalkan karena (Sales diskun Discount setelah Metode dikurangi mengasumsikan diskun yang pembeli akan mengambil kesempatan memanfaatkan diberikan. diskun tunai diberikan apabila pembeli barang membayar sesuai dengan periode diskun yang tercantum dalam syaratsyarat pembayaran. PT. 20. maka PT. Aris memberikan diskun 30% untuk setiap pembelian barang. Apabila pada tanggal tersebut daftar harga menunjukkan harga perunit Rp. 20. net 30 maka diskun 2% dapat dilakukan dengan dua pendekatan: a. untuk sesuai kebijakan terjadinya perubahan harga berulang- Account Receivable (piutang Usaha Sales (Penjualan) (100 Unit @ Rp. dalam dalam Apabila periode pembeli yang membayar disebutkan diberikan apabila membayar dalam 10 hari sejak tanggal penagihan/faktur dan jatuh tempo dalam masa 30 hari sejak tanggal (Ending hari penjualan. penjualan diskun. Misalnya. untuk Metode Neto ( Net Method). Berbeda dengan diskun dagang. maka diskun diberikan sebesar persentase tertentu.Diskun yang dagang oleh adalah penjual diskun kepada namun diberikan diskun). Misalnya.400.

Untuk menaksir jumlah piutang yang tak tertagih terdapat dua metode yang biasa digunakan: 68 . 15.500.000 A c c ount Receivable Rp 15. maka perlu mengestimasi piutang usaha yang tak tertagih dan penaksiran atas retur dan penyisihan penjualan yang akan terjadi. Metode bruto (Gross Method).000 4. n/ 30 receivable Account 24.500.000 diskun.000 s etelah periode disk un Dibandingkan metode bruto.700.500.000 Return S ales Rp 500.000 4. Diterima pengembalian barang (retur) Rp.000.000. Diterim a Cic ilan P iutang Us aha dalam peirodeCas h Rp 14. Diterim a P elunas an piutang Usaha sejum lah Cas h Rp. Diskun penjualan disajikan di laporan rugi-laba (Income Statement) sebagai pengurang dari akun Penjualan. Dalam kenyataan.000. Untuk menilai Piutang Usaha pada nilai realisasinya.000 9.000 Sales 24.000 S ales Cas h Disc ount Rp 300. Diterima pelunasan piutang usaha Rp.000 Cash 9. 15.700. Penjualan kredit Rp. S y arat 2/10. P enjualan K redit Rp.000. ada pada faktur dan diskun dicatat dalam akun “Diskun Penjualan” apabila perusahaan menerima pembayaran pada periode diskun. Jum lah piutang Rp. Piutang dicatat sebesar nilai yang metode yang paling mudah diterapkan dan paling banyak digunakan.000.000 A c c ount Receivable Rp 500. Syarat 2/ 10.310.500.000 disk un.000 2. jumlah piutang Rp.000 setelah periode diskun Account receivable 9.000 S ales Rp 25.000 3. A c c ount Receivable Rp 9.Transaksi Nama Akun D K 1.500.000.500.000. yaitu nilai yang diperkirakan bisa dikonversi menjadi kas. metode neto sulit diterapkan PENILAIAN PIUTANG USAHA Piutang Usaha dinilai sebesar nilai realisasi neto (Net Realizable Value). Diterim a pengem balian barang (retur) Rp.000 2.500.000 Account receivable 490.000 Sales discount forfeited 190. karena membutuhkan analisa tambahan dan pencatatan penyesuaian diakhir perode untuk diskun tunai yang tidak diambil (Sales Discount Forfeited).700.000 b. 25.000 Rp 9.000. 25.500.000 Cash 14.000 Sales return 490. Diterima cicilan piutang usaha dalam periode Account receivable 14. metode neto menghasilkan praktik yang lebih baik karena piutang disajikan dekat dengan nilai realisasinya. 500.000.000 3.9. Metode ini merupakan Tra nsa ksi Na m a Akun D K 1.AN/30 Rec eivable cc ount Rp 25.

1. Metode Penghapusan Langsung
(Direct Write-Off Method) Metode Penghapusan Langsung Metode ini digunakan hanya bila piutang yang tidak tertagih tidak material. Secara teoretis, metode ini tidak cocok karena tidak memadankan biaya dan pendapatan periode. Metode Penghapusan Langsung mencatat biaya piutang tak tertagih (Bad debt Expense) pada periode ketika piutang usaha tidak bisa ditagih. Piutang yang benar-benar tidak bisa ditagih dicatat dengan

2. Metode
Method)

Penyisihan

(Allowance

mendebit akun biaya piutang tak tertagih dan mengkreditkan akun piutang usaha. Apabila setelah dihapus, pelanggan periode maka sebagai ini membayar penghapusan penerimaan keuntungan Amount merupakan kembali piutang itu (Gain metode from yang setelah usaha, dicatat

Uncollectible Metode diwajibkan

Recovery).

dalam Undang-Undang Perpajakan.

Metode Penyisihan (Allowance Method) Dalam metode penyisihan, setiap akhir periode akuntansi ditaksir/ diestimasi jumlah biaya piutang tidak tertagih. Hasil taksiran biaya piutang tak tertagih (Bad debt Expense) dicatat ke jurnal piutang dengan tak mendebit dan akun biaya tertagih mengkredit Metode Metode Akuntansi (PABU)/Standar (SAK). Misalnya, total penjualan berdasarkan pengalaman PT. A selama Tahun 2006 Rp. 250.000.000. sebelumnya, 2% dari total penjualan akan sulit ditagih. Pada tanggal 1/5-2007 salah seorang pelanggan PT. A jatuh pailit, sehingga Piutang Usaha sebesar Rp. 500.000 atas nama pelanggan itu diputuskan oleh manajemen harus dihapus. Tanggal 28/12008 pelanggan itu memberitahukan akan membayar seluruh kewajibannya pada tanggal 5 maret 2008. Transaksi Piutang PT. A dapat dicatat dengan kedua metode seperti ilustrasi dalam tabel berikut ini: penyisihan ini cocok menilai dengan piutang Prinsip Umum Keuangan dalam jumlah yang dapat direalisasikan. Berterima Akuntansi

akun penyisihan untuk piutang tak tertagih (Allowance For Doubtful Account). Apabila pelanggan benar-benar tidak bisa membayar, dengan demikian piutang usaha harus itu dihapus, dicatat For kembali maka dengan Doubtful setelah dengan penghapusan Tertagih Usaha. piutang

mendebit akun Penyisihan Piutang Tak (Allowance Pembayaran dihapus Account) dan mengkredit akun Piutang dilakukan

mendebit Piutang Usaha yang sudah dihapus dan mengkredit kembali akun Penyisihan Piutang Yang Tak Tertagih (Allowance For Doubtful Account).

69

P e r b a n d in g a n M e t o d e P e n y is ih a n d a n M e t o d e P e n g h a p u s a n L a n g s u n g
Tanggal K e te r a n g a n M e to d e P e n y is ih a n M e to d e P e n g h a p u sa n L a n g s u n g 3 1 / 1 2 M2 e0 n0 c6 a t a t e s t i m Ba as di pd i e b at n Eg x tpa ek n s R p 5 . 0 0 0 . 0 0 0 / ut e T id a k d ic a t a t k e ju r n a l t e r t a g ih A l l o w a n c e F o r D o u b t fu l a c Rc po u n5 t . 0 0 0 . 0 0 0 0 1 / 0 5 P 2 e0 n0 g7 h a p u s a n p Ai ul lt oa wn a n c e f o r D o uRb pt f u l A 0c 0c .o0 u0 n0 t / 5 B a d d e b t E x p e Rn ps e 0 0 . 0 0 0 5 g Rp 5 0 0 . 0 0A0 c c o u n t R e c e i v a b l e R p 5 0 0 . 0 0 0 p e l a n g g a n y a n g pAa ci l ci t o u n t R e c e i v a b l e 2 8 / 0 1 P 2 e0 l 0 8 g g a n m e mA bc ec roi tua nh tu R a ek ca en i v a bRl ep / an 5 0 0 .0 0 0 T id a k d ic a t a t k e ju r n a l m em bayar A l l o w a n c e f o r D o u b t f u l A c R op u n t 5 0 0 . 0 0 0 c 0 5 / 0 3 P 2 e0 n0 e8 r i m a a n p e C ab sa hy a r a n / m Rp 5 0 0 .0 0 0 Cash R p 5 0 0 .0 0 0 P i u t a n g y a n g s u d Aa ch c do i uh na tp u se c e i v a b l e R Rp 5 0 0 . 0 0G0 a i n F r o m U n c o l e c t i b l e R p 5 0 0 .0 0 0 a m o u n t R e c o ve ry

Menaksir Jumlah Biaya Piutang Tak Tertagih Biaya piutang yang tak tertagih ditaksir berdasarkan dan Usaha pengalaman dan pertimbangan masamasa keuangan. membuat Untuk membantu ada dalam dua pertimbangan,

pendekatan yang bisa dipakai:

sebelumnya terkait dengan Piutang transaksi penjualan. Pertimbangan yang cermat dan wajar harus dilakukan agar mencerminkan nilai realisasi dari Piutang Usaha pada tanggal penyusunan laporan

1. Pendekatan Laporan Rugi-Laba
(Income Approach) Statement

2. Pendekatan Neraca (Balance
Sheet Approach)

Pendekatan Rugi Laba dalam menaksir Biaya Piutang Tak Tertagih Penaksiran penjualan kredit didasarkan yang terjadi jumlah dalam penjualan kredit yang dilakukan sebesar Rp. 650.000.000 dan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya piutang yang sulit ditagih 0,5% dari penjualan. Maka, tahun 2006 jumlah piutang tak tertagih adalah 0,5% x Rp. 650.000.000= Rp. 3.250.000. Biaya piutang tak tertagih dan Penyisihan piutang dicatat sebagai berikut:

periode itu dan manajemen suatu entitas mempertimbangkan jumlah piutang yang tidak tertagih dari penjualan kredit yang terjadi dalam periode itu. Persentase ketidaktertagihan dengan total piutang berdasarkan kredit dalam pertimbangan manajemen itu dikalikan penjualan periode itu. Misalnya dalam tahun 2006

Bad Debt Expense Allowance For Doubtul Account

D Rp3.250.000

K Rp3.250.000

70

Pendekatan Neraca dalam menaksir Biaya Piutang Tak Tertagih Pendekatan neraca dilakukan atau usaha umur ketidaktertagihan dalam setiap kelompok piutang pelanggan. Total taksiran jumlah piutang usaha tak tertagih merupakan jumlah Akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih yang akan disajikan di neraca. Selisih antara jumlah Akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih sebelum dengan merupakan dilakukan akun Akun penyesuaian perhitungan itu. Misalnya, dari akun Piutang Usaha di Buku Besar PT. A per 31 Desember 2007 saldo akhir Piutang Usaha sebesar Rp. 207.160.000. Jumlah Piutang Usaha tersebar pada pelanggan diambil dari buku Piutang Usaha):
Jumlah Rp 2.560.000 Rp 4.500.000 Rp 55.000.000 Rp 25.600.000 Rp 15.500.000 Rp 65.500.000 Rp 32.000.000 Rp 6.500.000 Rp 207.160.000

dengan membuat suatu bagan (Aging Schedule). Piutang

skedul Analisa Atas Umur Piutang Usaha diklasifikasikan berdasarkan

piutang usaha sejak tanggal penagihan atau faktur dikeluarkan sampai tanggal penyusunan laporan keuangan. Piutang usaha umur masing-masing piutang masingdari hari pelanggan masing jatuh (Customer) dikelompokkan berdasarkan pelanggan. didasarkan Biasanya kelipatan pengelompokkan

jumlah jumlah

penyisihan Piutang Tak Tertagih hasil Biaya Piutang tak tertagih pada periode

tempo ( misalnya, piutang usaha jatuh tempo 30 hari, maka piutang pelanggan dikelompokkan dalam kelipatan 30, yaitu 60 hari, 90 hari atau 120 hari). Setelah pengelompokan manajemen dilakukan maka menaksir, berdasarkan

berikut (data

pembantu/kartu

pengalaman periode-perode sebelumnya,
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pelanggan Toko Adiaksa Tentram Toko Biduan Lestari Toko Cahaya Sakti PT.Damai Sehati PT. Ermas Sentosa Toko Famas Abadi PT. Gilang Ramadhani PT. Harapan Imak Total Piutang Usaha

Tanggal faktur 04 Februari 2007 15 September 2007 15 Nopember 2007 05 Oktober 2007 05 Mei 2005 16 Desember 2005 02 Desember 2005 18 Desember 2005

Piutang Usaha dan Penyisihan untuk Piutang yang tak tertagih sebelum Penyisihan disesuaikan menunjukkan saldo piutang usaha Rp. 207.160.000 dan untuk Piutang yang tak tertagih Rp. 7.456.000. Kebijakan Piutang perusahaan untuk penyisihan adalah:

hari -

Piutang usaha jatuh tempo 30 Umur 31-60 hari, persentase Umur 61-90 hari, persentase Umur 91-120 hari persentase

ketertagihan 90% ketertagihan 85% ketertagihan 80%

71

755. 0 0 0 4 P T . 50 0 0 R. E r m a s S e 0n 5t o/ 0s 5a R2 p01 05 7. 40 60R 0 p / .456. 1 6 0 . 8 4 0 R. persentase Analisa atas Umur Piutang Usaha dapat dibuat seperti tabel dibawah ini: ketertagihan Piutang 75% No J u m la h P e la n g g Ta an n g g a l J u m l a h B e lu m J a t u h U m u r P iu ta n g fa k tu r H a rT i e m p o 3 1 -6 0 6 1 -9 0 9 1 -1 2 0 > 1 2 0 1 T o k o A d i a k s a 0 T4 e/ 0n 2t r R2 m0 20 . p02 05 0. 0 0 0 6 T o k o F a m a s A1 b6 a/ 1d 2i R2 p06 05 7. 0 0 0 5 P T .000 Bad Debt expense D Rp7.Rp R p1 5 .000 Biaya Piutang Tak Tertagih dicatat ke jurnal umum dengan cara sebagai berikut: Bad Debt Expense Allowance For Doubtful Account WESEL TAGIH (PROMISORY NOTE) Di Indonesia.a Ri k pa5 n.299. 0 0 0 . 5 0 0 .000 -. 6 0 0 .Allowance for Doubtful Account sebelum penyesuaian 7.0 0 0 2 T o k o B i d u a n L1 e5 s/ 0t a9 r R2 p0 40 . 6 0 0R .75 6 0 .000 Rp.Rp R p 2 .75 0 0 . 5 0 0 R. 0 0 0R . 0 0 0 . 0 0 0 /a p 8 P T . 6 0 0 . 5 0 0 . 0 0 0 . 03 03 R p /a p 0 .7 5 5 . 0 p 03 0. Wesel Aksep bank penerbit draft kepada pihak lainnya (tertarik) untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang tertentu atau orang yang ditunjuknya pada waktu yang telah ditentukan. 0 R0 01 0 4 .0 0 0 Biaya Piutang tak tertagih (Bad debt Expense) per 31 Desember 2007 dapat dihitung sebagai berikut: -. 5 0 0 . Rp.Rp . 80 70R 0 p 0 / . 5 0 0 . 5 1 5 . 0 0 0 3 T o k o C a h a y a 1S 5a / k1 t1i R2 p05 05 7. 5 0 0 2 0 40R 0 p / . 7. 10 50R 0 p 6 5 . Rp. 01 0 R p /i 07 . 0 0 0 p P e r s e n ta s e ta k te r ta g i h 0 10% 15% 20% 25% J u m la h P e n y i s i h a n s e t e la h R d p i s e s u . 0p10 80 . 0 0 0 / 7 P T . p04 0.R p2 5 .Allowance for Doubtful Account setelah penyesuaian 14.R p5 5 .000 K Rp7.5 6 0 . 0 6 0 .- > 120 hari.50 50 . G i la n g R a 0m 2 a/ 1d 2h R2 n03i 02 7. 0 0 0 1 / 0 T o t a l P i u t a n g U s a h aR p2 0 7 .Rp R p4 . 0 10 3R p 6 . 0 0 0 . Bank draft ini adalah (Bank draft) merupakan surat berharga yang berisi perintah tak bersyarat dari 72 . D a m a i S e h a5 t/ i1 0 R2 p02 05 7.299. wesel memiliki dua bentuk yaitu wesel aksep (Bank Draft) dan promes (Promisory Note). 0 p 09 00 0 . 0 0 R0 p.75 0 0 . 20 90R 0 p 3 2 .299. 0 . 0R 0p 0 . 5 0 0 . 0 0 0 4 T o ta l Rp 1 4 . H a r a p a n Im 8a / k1 2 R2 p0 60 .

pula yang mengatur Kadangkala suatu si apabila dicantumkan ketentuan adanya pembayar mengalami gagal bayar1. Wesel yang jatuh tempo dalam periode 1 tahun disebut sebagai wesel jangka pendek. sedangkan wesel yang jatuh tempo lebih dari 1 periode akuntansi disebut wesel jangka panjang.com 73 . sedangkan dari pihak peminjam disebut sebagai wesel bayar (hutang wesel).merupakan cek namun sumber dana pembayarannya rekening rekening Sedangkan diuangkan" bank adalah penerbit berasal bukan dari dari namun bisa juga tanpa bunga (non interest bearing implisit tidak note). Kewajiban ini dapat timbul dari adanya suatu kewajiban pelunasan suatu hutang. Wesel (note) apabila dilihat dari pihak yang memberi pinjaman disebut sebagai wesel tagih (piutang wesel). Wesel tanpa mencantumkan suatu bunga merupakan wesel yang secara persentase bunga namun ada komitmen untuk membayar suatu jumlah tertentu melebihi diberikan. Wesel bisa dikenai bunga (interest bearing note) 1 Lihat www.wikipedia. jumlah pinjaman yang nasabah Promes adalah dalam perorangan. penjualan sebagian beberapa secara dalam suatu transaksi dimana dan sisanya promes barang tunai pembayarannya mungkin saja dilakukan dibayar dengan menggunakan satu atau promes. Misalnya. Dalam disebutkan jumlah pokok hutang serta bunga (apabila ada) dan tanggal jatuh tempo pembayarannya. akuntansi suatu dapat juga disebut "nota yang dapat merupakan kontrak yang berisi janji secara terinci dari suatu pihak ( pembayar) untuk membayarkan pihak lainnya sejumlah (pihak uang yang kepada dibayar).

000 Interest Revenue Rp250.000 Notes Receivable Rp10. itu dijurnal PT. tempo selama 3 tahun dan suku bunga pasar untuk wesel yang berisiko sama adalah 12%.000. maka harus dicari nilai sekarang dari wesel dan nilai sekarang dari anuitas penerimaan bunga wesel itu. A mencatat berikut: wesel sebagai (promes) 3 bulan berbunga 10%/tahun.000.000.000. direalisasikan sesuai dengan kondisi suku untuk instrumen sesuai dengan wesel itu. suku bunga nominal berbeda dengan suku bunga pasar (efektif) Nilai realisasi wesel jangka panjang Misalnya.000 (Mencatat penerimaan wesel ) Rp10. pada awal januari 2007 Bank X memberi panjang pinjaman berbunga Rp.000 = Rp .000 15/04/2007 Cash Wesel jangka pendek diklasifikasikan sebagai aktiva lancar dan disajikan sama dengan piutang usaha.PENGAKUAN WESEL Wesel bunga biasanya pasar dibebani bunga dan yang wesel berjangka waktu pendek. maka nilai sekarang wesel dapat dihitung sebagai berikut: berbunga biasanya memperhitungkan pengaruh dari suku bunga pasar wesel yang berisiko sama dengan wesel itu.000. D K 15/01/2007 Notes Receivable Rp10. bunga pasar tidak memengaruhi nilai realisasi wesel. B dan penjualan menerima barang wesel kepada Nilai wesel Rp. Wesel jangka panjang berbunga.000.10. 10.000 Sales Rp10.250 . A melakukan PT. Untuk mengetahui jumlah nilai realisasi dari wesel.000 (Mencatat pelunasan wesel dan penerimaan pendapatan bunga wesel) Perhitungan Pendapatan bunga: 3 12 10 x 100 x Rp . 10. Pada tanggal 15 Januari 2007 PT.000 Wesel jatuh kepada PT.A dan menerima wesel jangka 10%. Namun untuk WESEL JANGKA PENDEK BERBUNGA Misalnya.000.250. 74 .

3 7 Pemasukan ke jurnal pada awal januari 2007 dilakukan sebagai berikut: Notes Receivable Discount on notes Receivable Cash D Rp 10.356 2 Rp 1.00 p 0 0 0 N ilai s aran d an itasp erim ek g ari u en aan b n a ug 1− 1 (1 +r ) n × Pn a a edp r t n bna a ug ws l ee 1− 1 (1 +0.1 ) 3 2 × R .5 9 3 R40 6 p 8 .000.8 1 p .178.519.159.00 .572 Rp 10.000.1 ) 3 2 × R .1.N ilai J h tem o w el atu p es N ilai s aran d n ek g ari ilai jatu tem o h p: R 1 .000 142.821.0 0 0 p 0 0 .519.439 Rp 9.000 Pemasukan ke jurnal untuk amortisasi diskun dan penerimaan pendapatan bunga pada tahun pertama dibuat: D 1.1 .000 K Rp 480.428 Rp178.0 p 0 0 0.000.1 2 .000.1 7 0 1 (1 +0.0 0 1 (1 +r ) n ×N ilai ja h tem tu po R 7 1 .356 K Cash Discount on notes Receivable Interest Revenue Rp Rp Rp 1.142.439 3 Rp 1.6 3 p .000.356 75 .000.8 2 p .000 Rp1.571 Amortisasi Diskun Nilai terbawa Rp 9.989 Rp159.356 Rp 9.000 Rp1.661. Skedul Amortisasi dengan metode bunga efektif dapat dilakukan sebagai berikut: periode tempo Skedul Amortisasi Diskun Tahun Kas Pendapatan Diterima Bunga 0 1 Rp 1.142.0 0 0 R 2 0 .633 Diskun selama yang dihasilkan jatuh diamortisasi wesel.367 Rp 9.633 Rp142.000 Rp1.4 1 3 N ilai S aran d w el ek g ari es P ed erb aan (d k n is u ) R 9 1 .

nilai sekarang Rp1 untuk periode 3 tahun dan suku bunga 9% adalah Rp. PT. bunga nilai menyamakan nominal sekarang adalah 9 % (lihat tabel nilai sekarang pada periode 3 dan suku bunga 9%.000. B meminjamkan memiliki resiko yang sama adalah 10%. PT.782.218. Ini berarti wesel diterbitkan sama dengan nilai nominal. Pada saat wesel dilunaskan maka pihak peminjam harus membayar sebesar nilai nominal dari wesel itu.218. Suku bunga wesel dan suku bunga pasar untuk wesel yang Notes Receivable Cash WESEL BERBUNGA NOL (ZERO-INTEREST BEARING NOTE) Wesel berbunga nol merupakan wesel yang tidak mencantumkan tingkat suku bunga nominal pada wesel namun nilai realisasi nominal saat yang wesel dan lebih nilai kecil dari nilai nominal wesel.000 sejumlah uang Rp.000 kepada PT. 77.65.000 K Rp 22.000.000. SUKU BUNGA NOMINAL WESEL SAMA DENGAN SUKU BUNGA PASAR (EFEKTIF) Misalnya.000.000 K Rp 65. X dan menerima wesel 3 tahun berbunga 10%.000.000 Misal.A tahun Tingkat berbunga suku meminjam Rp. sehingga tidak ada diskun yang dicatat.77218). X juta dari PT.WESEL JANGKA PANJANG BERBUNGA. PT. dimana implisit dan nilai yang nilai dan memberi wesel 3 sekarang dari wesel Rp. B mencatat wesel itu sebagai berikut: D Rp 65. A adalah sebagai berikut: Diskun wesel diamortisasi pada akhir periode dengan menggunakan metode bunga efektif: 76 . Perbedaan antara nilai realisasi buku dengan dicatat sebagai nilai sebagai diskun dan daimortisasi pada penutupan menyamakan pendapatan bunga sebesar suku bunga sekarang dari wesel.000 Rp 77. Untuk mencatat transaksi itu di jurnal PT. 100 nol. Notes Receivable Discount on notes Receivable Cash D Rp 100. 0.

620 Rp 91.294 Amortisasi Diskun Rp6. Namun. Perusahaan memiliki sulit akses atau tidak 1.62 Discount on notes Receivable Interest Revenue Rp PENILAIAN WESEL TAGIH Sama wesel juga seperti Piutang Usaha.000.000 Rp 84.949. nilai piutang wesel.086 Rp8.949.086 3 Rp .Rp6.620 2 Rp . Apabila tidak dilakukan. pelepasan transfer Alasan piutang perusahaan industri itu melakukan penjualan secara kredit/cicilan. yaitu nilai yang diestimasi bisa direalisasi setelah dikurangi penyisihan-penyisihan PELEPASAN PIUTANG USAHA DAN WESEL Dalam peristiwa bisnis normal. piutang usaha dan wesel ditagih ketika jatuh tempo dan dikeluarkan dari pembukuan. Memberikan pembeli seluruhnya fasilitas karena perusahaan kepada hampir dalam melakukan pinjaman ke pihak lain atau untuk 77 .949. disajiakan sebesar realisasi neto (Net Realizable Value).000 Pencatatan ke jurnal untuk amortisasi pada periode pertama adalah: D 6.575.575.257.Rp7. 2.294 Nilai terbawa Rp 77.167.706 Rp 100.218.257.Skedul Amortisasi Diskun Tahun Kas Pendapatan Diterima Bunga 0 1 Rp .Rp8.742. sama seperti pada Piutang Usaha.949.62 Rp K 6. Estimasi atas Wesel tagih yang tidak tertagih bisa juga dilakukan dengan pendekatan neraca atau pendekatan rugi laba. perusahaan sepeda dengan Biasanya penjual ini suatu perusahaan dalam industri jenis (misalnya mobil atau motor) bekerjasama perusahaan pendanaan ( Finance Company) atau Bank. terdapat peristiwa dimana perusahaan pemilik piutang dan wesel membutuhkan kas dalam waktu singkat piutang lainnya adalah: sehingga ke dilakukan melakukan lain. maka perusahaan tidak dapat bersaing.620 Rp7.

kepada Rp. diskun Piutang usaha. menjaminkan Piutang Usaha senilai Rp. Transfer piutang usaha dan wesel ke pihak lain untuk memperoleh kas dapat dilakukan dengan: 1. Rp. MENGGADAIKAN PIUTANG USAHA Piutang Usaha dan wesel bisa menjadi jaminan atas pinjaman. 3.000.000. Menggadaikan Usaha Piutang 2. untuk pembiayaan) Setiap melunasi retur penjualan Rp. A menagih piutang senilai tunai Pada Rp.000. 30. Mentransfer piutang usaha dengan tanggung non tanggung perjanjian renteng atau renteng (Factoring). 100. bulan 600. A penagihan memberinya perusahaan atau pinjaman perusahaan charge).000 pinjaman 1 memiliki atas jaminan. Penagihan piutang akan memakan waktu yang panjang dan mahal sehingga mengalihkan ke pihak lain penagihan piutang. pemberi penagihan pihak yang (bank akan 2.000 dan Juni PT. A Akun Piutang Usaha tetap dipegang dan perusahaan Mei 2007 Bank Juta. yang PT. melakukan pembayaran kepada Bank X atas penagihan Piutang Usaha. Transaksi yang terjadi atas piutang usaha: Bulan Mei PT. debiturnya menyetorkan Biasanya. Pada bulan Juli dilunaskan seluruh pinjaman kepada Bank X Pencatatan ke jurnal yang harus dilakukan kedua belah pihak adalah: Piutang Usaha piutang Bulan Juni dan membebankan suatu beban keuangan (Finance digunakan pemberi melakukan dicatat penagihan pinjaman. Dalam perjanjian biasanya perusahaan pemilik piutang kepada hasil tetap melakukan dan kepada pinjaman. 2. Cicilan PT. 4. 3. A dilakukan setiap bulan atas penerimaan 1.menghindari penyimpangan dari persetujuan pinjaman.000. membebankan suatu beban keuangan 2% dan bunga wesel pinjaman 12%. menggadaikan piutang usaha. 5 Juta. 80 untuk Bank penghapusan 78 . hak Apabila pinjaman tidak dilunasi maka pinjaman penagihan oleh Misalkan.000. Seluruh berhasil ditagih terdapat Rp.

(Finance Company) . d is k u n t u n a i R p .0 0 0 .4 0 0 .0 0 0 S a le s D is c o u n t R p 6 0 0.0 0 0 5 .1 2 6 .1 2 6 . 0 0 0 .0 0 0 Cash R p 7 8 .4 0 0 . A m e la k u k a n p e m b a y a ra n k e p a d a B a n k X a ta s p e n a g ih a n P iu ta n g U s a h a N o te s P a y a b le R p 2 7 .0 0 0 In t e r e s t E x p e n s e R p 5 2 6 .P E M B U K U A N P T . B u la n M e i P T . 6 0 0 . T id a k M e n c a ta t K e J u rn a l A c c o u n t R e c e i va b le R p 7 0 .0 0 0 T id a k M e n c a ta t K e J u rn a l s a l e s r e t u r n A n d A lRopw 2 .0 0 0 In t e r e s t R e v e n u e R p 5 2 6 . 3 0 . 0 0 0 .2 0 0 .n0c0e0 .0 0 0 2 .0 0 0 A l l o w a n c e F o r D o u R tpfu 5 .0 0 0 C ash R p 5 3 . 2 . 0 0 0 N o t e s R e c e i va b l e R p 5 2 .0 0 0 . 1 0 0 ju t a .A 1 .A0 c c o 0u 0n 0t b l 00.6 0 0 .6 0 0 . 0 0 0 .R p .0 0 0 TRANSFER (ANJAK) PIUTANG Piutang Usaha juga bisa ditransfer (dijual dijual Menteri 012/2006 atau ke dijaminkan) untuk memperoleh kas.0 0 0 C ash R p 2 8 . 0 0 0 F in a n c e R e ve n u e R p 1 .0 0 0 PEM BUKUAN BANK X d a n P e n ja m in a n P iu t a n g U s a h a R e c e iva b le R p 8 0 .3 0 J u t a = R p .6 0 0 . 0 0 0 l a A c c o u n t R e c e i va b le R p 3 0 .0 0 0 C ash R p2 8 .0 0 0 . Transfer piutang dilakukan dengan tanggung renteng/dengan jaminan (with recourse) Renteng/tanpa jaminan piutang renteng dianggap penjualan piutang usaha.0 0 0 N o t e s P a y a b le R p 8 0 . 0 0 0 N o t e s R e c e i va b l e R p 2 7 .0 0 0 In t e r e s t R e v e n u e R p 8 0 0 . 7 0 ju t a ) d a n te r d a p a t p e n g h a p u s a n p iu ta n Cash R p 6 5 . 0 0 0 ) N o te s P a y a b le R p 5 2 . 0 0 0 .0 0 0 In t e r e s t E x p e n s e R p 8 0 0 . 4 0 0 . P e n e rim a a n P in ja m a n Cash R p 7 8 . S e lu r u h P iu ta n g U s a h a b e r h a s il d it a g ih B u la n J u n i ( R p .0 0 0 4 .0 0 0 N o te s F in a n c e C h a r g e R p 1 . A m e n a g ih p iu t a n g s e n ila i R p .6 0 0 .0 0 0 C ash R p5 3 .0 0 0 .R p . Dalam transfer 79 . 0 0 0 d a n re t u r p e n ju a la n R p .2 0 0 . Dalam Peraturan Keuangan tentang perusahaan Anjak Piutang maupun tanpa tanggung renteng/tanpa jaminan Piutang kepada (Without usaha Recourse). P a d a b u l a n J u l i d il u n a s k a n s e l u r u h p i n j a m a n k e p a d a B a n k X ( R p .4 0 0 . 0 0 0 Cash R p 2 7 . P a d a b u la n J u n i P T .0 0 0 3 .4 0 0 .4 0 0 . biasanya agar Transfer dilakukan melakukan piutang dengan pemberitahuan atau notifikasi pelanggan pembayaran kepada Faktor (pihak yang menerima usaha/Transferee) Transfer Piutang Transfer tanggung tanpa Tanggung usaha tanpa sebagai transfer pembiayaan disebutkan (Factoring) adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan berikut pengurusan atas piutang itu. 2 7 . Piutang usaha biasanya perusahaan Nomor pendanaan 84/PMK. 8 0 j u t a .

kewajiban diestimasi/ditaksir secara andal. pihak pembeli piutang (Faktor) menanggung seluruh Risiko ketidaktertagihan piutang. dalam (tanggung Kewajiban perjanjian renteng) klien recourse dapat Kewajiban 80 . Pengendalian terhadap piutang usaha berpindah kepada Faktor. Apabila ketiga ketentuan itu tidak terpenuhi. (Recourse mentransfer sebesar yang gagal Liability) piutang kewajiban disepakati membayar tanggung dianggap menjamin pembayaran renteng meminjam dapat dengan dipandang jaminan sbagai transaksi penjualan atau transaksi Piutang Usaha. penjualan Keuntungan piutang dihitung dengan cara: xxx jaminan (retensi) apabila ada klaim dari . 43 menjelaskan bahwa Transfer Piutang Usaha dapat dipandang terpenuhi: 1. penjual Dalam piutang atau dapat mengakui keuntungan atau kerugian dari piutang. tidak pihak (retur) atau ada piutang transaksi penjualan kerugian tertagih. PSAK No. mentransfer) tidak lagi memiliki sebagai penjualan berikut apabila keadaan-keadaan semuanya menanggung risiko kolektibilitas yang terkandung dalam piutang. dan Klien tidak memiliki atau opsi untuk membeli kembali piutang itu.Nilai yang ditahan factor (Retensi Kepada Faktor) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Piutang xxx+ usaha (xxx) xxx Piutang Usaha xxx TRANSFER PIUTANG SECARA TANGGUNG RENTENG/DENGAN JAMINAN Transfer tanggung pinjam Piutang Usaha secara 3.Nilai Buku Piutang Usaha . Faktor akan mengenakan beban pendanaan (Finance Charge) tertentu dan dari menahan piutang persentase sebagai usaha pelanggan terhadap barang rusak atau ada pengembalian yang ini. 2.Nilai Realisasi Penjualan . maka transfer piutang usaha harus dipandang antara sebagai penjualan pinjaman. piutang bukan sebagai penjualan. Klien manfaat dari ekonomi piutang (Pihak masa dan yang depan tidak Perbedaan dengan tanggung renteng dan tanpa tanggung renteng adalah pihak pemilik piutang usaha piutang tanggung apabila piutang renteng usaha dan usaha renteng pelanggan usaha.piutang tanpa tanggung renteng.

0 0 0 Tra n s a k s i P iu ta n g R e t e n s i A n ja k P iu ta n g (R p . 0 0 0 P iu ta n g R e t e ns i A n ja k P iu 1 5n g 0 0 . pelanggan membayar (Finance Charge) 5% dari piutang menahan jaminan atas retur atau diskun penjualan.0 0 0 P iu t a n g U s a h a 1 3 8 . 0 0 0 ) P e n y is ih a n U n tu k P iu ta n g Ta k t e rta g ih3 . 0 0 0 1 4 7 . diskun usaha itu akan sulit maka akun kewajiban tanggung renteng dibebankan ke akun Retensi pada Faktor. 3juta dari piutang ditagih.2 5 0 . 0 0 0 ha P e n d a p a ta n P e n d a n a a n 7 .000.2 5 0 . 0 0 0 P e n y is ih a n u n tu k p iu t a n g ta k te rt a g ih 3 . Ta n g g a l P e n c a t a t a n o le h p ih a k P e n ju a l (P T.0 0 0 .000. 0 0 0 . maka Pihak kembali kewajiban tanggung renteng ini Namun. 0 0 0 P iu ta n g R e t e n s i A n ja k P iu ta n g K as H u t a n g R e t e n s i A n a ja k P iu t n g 8 . 0 0 0 D is k u n P e n ju a la n 5 . Perusahaan mengenakan dan beban 10 pembiayaan pendanaan % sebagai penjualan estimasi (Tranferor) pendapatan.7 5 0 .250.000.0 00 P e n y e le s a ia n K a s 6 .pihak sebagai Apabila Penjual sebagai penjual kerugian piutang (Transferor) Piutang.2 5 0 .0 0 0 M e i d a n Ju n i R e tu r P e n ju a la n 3 .2 5 0 .0 0 0 81 . piutang usaha tidak terjadi.3. 0 0 0 . 2.000.0 0 0 6 .A ) P e n c a t a t a n o le h p ih a k F a k t o r (P e ru s a h a a n P e m b ia y a a n ) 0 1 /0 5 / 2 0 0 8K a s 1 2 7 .000 2 5% x 1 50.000. Selama bulan Mei dan Juni.0 H u t a n g R e t e n s i A n a ja k P iu t n g 1 5 . Ditaksir. 5 0 0 . penagihan Retur yang Rp.000. Pihak Faktor Piutang Rp.R p .0 0 0 P iu ta n g U s a h a 1 5 0 .0 0 0 . 1 5 . 0 010 ta .000. gagal ketidaktertagihan akan mencatat apabila piutang. 0 0 0 P iu t a n g U s a h a 1 5 0 .7 5 0 . P e n ju a la n T a n p a T a n g g u n g R e n te n g (W ith o u t R e c o u rs e ) diberikan Rp.0 0 0 K as 2 . 5.0 0 0 .750.0 0 0 K as 1 2 7 .0 0 0 .000 B ia y a P iu t a n g Ta k te rt a g ih 3 . 0 0 0 . Contoh model penjualan transaksi piutang itu dan dapat pencatatan untuk membedakan kedua diilustrasikan sebagai berikut: 1.5 0 0 .0 0 0 . 8 . A mentransfer Piutang Usaha Jangka A .000 dan tak tertagih Rp. 0 0 0 P iu t a n g U s a h a H u t a n g R e t e n s i A n a ja k P iu t n g 6 . Rp. 7 5 0 .0 0 0 2 R u g i P e n ju a la n P iu t a n g U s a7 . 2 5 0 . 0 0 0 8 . 150 juta. melakukan 5. 0 0 0 . Tanggal 1/5-2008 PT. 0 0 0 .0 0 0 .7 5 0 . 0 0 0 6 .0 00 1 10% x 150.138. Pendek kepada suatu perusahaan pembiayaan. Piutang Usaha yang ditransfer sebesar Rp.5 0 0 . 5 0 0 .

3 .2 5 0 .50 0. 1 5 .0 0 0 K e w a jib a n T a n g g u n g R e n t e n g 3.0 0 0 P iu t a n g R e t e n s i A n ja k P iu t a n g K as 1 3 8 .0 0 0 T ra n s a k s i P iu t a n g R e t e n s i A n ja k P iu t a n g 3.0 00 P e n y e le s a ia n a s K 3 .R p .0 00. P iu t a n g R e t e n s i A n ja k P iu t a n g 3.5 00.0 0 0 D is k u n P e n ju a la n 5 . 0 0 0 ang H u t a n g R e t e n s i A n ja k P iu ta n g 1 5.25 0.00 0. 7 5 0 .0 0 0 . 0 0 0 ) 82 .0 0 0 K as 3 .2 5 0 .2 50.00 0. P e n ju a la n D e n g a n T a n g g u n g R e n te n g (W ith R e c o u r s e ) Tanggal P e n c a t a t a n o le h p ih a k P e n ju a l (P T .0 00 1 1 0 % x 1 5 0 .2 5 0 .0 0 0 K a s 1 2 7 . A ) P e n c a t a t a n o le h p ih a k F a k t o r (P e ru s a h a a n P e m b ia y a a n ) 0 1/05/2 00 8 as K 1 27. 3 .0 0 0 .50 0.0 00 P iu t a n g U s a h a 1 5 0 . 0 0 0 3. 0 0 0 .0 00 H u t a n g R e t e n s i A n ja k P iu ta n g 3.75 0.7 5 0 . 0 0 0 -R p . 0 0 0 ng 8. 0 0 0 .0 0 0 R u g i P e n ju a la n P iu t a n g U s 1 0 .B .0 0 0 1 P iu t a n g R e t e n s i A n ja k P iu t1 5 .00 0 (R p . 0 0 0 . 0 0 0 2 (5 % x 1 5 0 .0 0 0 . 0 0 0 .0 0 0 H u t a n g R e te n s i A n ja k P iu t a 1 1 .0 00 P iu t a n g U s a h a 1 5 0 . 8 . 0 0 0 .0 0 0 .5 0 0 . 0 020 aha P endapatan P endanaan 7. 0 0 0 )+ R p . 7 5 0 . 0 0 0 M e i d a n J u n iR e t u r P e n ju a la n 3 .0 0 0 K e w a jib a n T a n g g u n g R e n t e n g 0 0 0 . 0 0 0 .00 0 P iu t a n g U s a h a 1 5 0 .00 0.

25. Menggunakan metode penyisihan b. Burung Nuri menjual barang Rp. Beberapa informasi penting yang diperlukan berkaitan dengan piutang usaha adalah: 31/12/2008 terdapat pelanggan (PT. Suku bunga pasar pada saat itu 11%. 985. 2. Bahtera permai dan menerima wesel 3 tahun berbunga 9% bungan dibayar tahunan. (Pengakuan Piutang Usaha) Berikut ini adalah transaksi penjualan PT.236. A: • Penjualan barang dagang secara kredit Rp. 76. 1 september 2009 dalam bentuk jurnal umum. Diminta: Catat seluruh transaksi ke jurnal umum menggunakan metode neto dan metode bruto 2. Menggunakan metode penghapusan Langsung 3. Berikut ini adalah sebagian data piutang usaha PT. 31/12/2008. Menggunakan metode penyisihan b. 2. 1.750).Soal Latihan: 1.000 harus dihapus.096. Uni Unio membayar seluruh kewajibannya Diminta: 1.774.d 15/2/2009 dalam bentuk jurnal umum dengan asumsi a.231. saldo penyisihan untuk piutang tak tertagih (Rp.000. (Pengakuan biaya piutang tak tertagih).540. Mulia meminjam Rp.000. PT. 13. Tingkat suku bunga pasar 9 % (lihat tabel nilai sekarang pada periode 3 dan suku bunga 9%. adalah Rp. Buat Pencatatan tanggal 1/9’08. 0. 2. Mutiara untuk membuat pencatatan tanggal 1 september 2008 dan 31 desember 2008.000 • Penerimaan piutang dagang Rp.400. (Wesel Tagih Jangka Panjang berbunga nol) 1 September 2008 PT. Anda diminta memberikan saran kepada PT. Uni Unio menyatakan akan melunasi hutangnya 15/2/2009 PT. Syarat 2/10. 31/12/2008 ditaksir 0. (Wesel tagih jangka pendek) 1/12-2008 PT. • Barang dikembalikan senilai Rp.456. Mulia menerima kas Rp. bunga pasar berbeda dengan bunga nominal) 1 september 2008 PT. 61. Jumlah piutang usaha Rp. Menggunakan metode penghapusan Langsung Sajikan Piutang usaha di neraca 31 desember 2008: a.000 kepada PT.897. (Wesel tagih jangka panjang berbunga. Catat transaksi 31/12/2008 s. Amas sekora: Penjualan Kredit selama tahun 2008 Rp.000.000 dalam periode potongan tunai • Penerimaan sisa piutang dagang melebihi periode potongan tunai.300.77218). 80 juta dari PT. Uni Unio) yang sudah pailit dan tidak mampu membayar. n/30.000.000.000 dan mengeluarkan wesel 3 bulan berbunga 9%/tahun Diminta: Buat pencatatan dalam bentuk jurnal umum pada tanggal 1/12-2008. Jumlah piutang usaha Rp. 5. 15. 1/3-2009 4.5% dari penjualan kredit akan sulit untuk ditagih 1/2/2009 PT.A dan memberi wesel 3 tahun berbunga nol. 23. Mutiara memberi pinjaman Rp.31/12/08 dalam bentuk jurnal umum 82 .000.

10-Feb-05 PT .50% 9. Menurut manajemen Perusahaan ini sudah pailit sehingga piutang harus dihapuskan.750 Pada 26 desember 2005 diketahui PT H telah jatuh pailit dan manajemen memutuskan untuk menghapus piutang PT H T . 65. 16.000.000 c.000 Anda menemukan fakta-fakta berikut ini: 1. Darli Rp.000 untuk bunga pinjaman dikirimkan ke Andika Finance d.000 telah digadaikan kepada Andika Finance sebagai jaminan untuk pinjaman Rp. 30. ransaksi ini belum dicatat.625.000.000.000 61. 1.750 PENYISIH UNT PIU AN U AN UK T G SAHA T T AK ERT AGIH (12. Pada 1/3-2008 PT.000 b. PIUT ANG USAHA 140. Buat taksiran biaya piutang tak tertagih tahun 2005 dengan membuat skedul umur piutang usaha 2.E 19-Agust-05 PT . 1.G 26-Des-05 PT . 1.6. Berapa jumlah piutng neto periode sampai 31 desember 2005 setelah dilakukan koreksi dan penyesuaian 4. Terdapat piutang usaha kepada PT.F 17-Okt-05 PT . Skala 5.000 (Rp. Hasil penagihan piutang dan cek senilai Rp. Neraca saldo PT.000. ditaksir 5% dari piutang bruto akan sulit untuk ditagih.000. Piutang yang ditransfer sejumlah Rp.200. . 3.000. 3. Buat pencatatan ke jurnal (ayat jurnal) yang harus dibuat oleh PT.H 05-Feb-03 Ketentuan % tak tertagih 8.500 90-120 hari 15% 8. Berikut ini adalah informasi yang berhubungan dengan PT.500) PIUT ANG USAHA NET O 128.000 e.25.250 0-30 hari 0. Pihak Moga Finance mengenakan beban pembiayaan 6% dari 83 . Enrico 2. Skala: a.500 140. .750 31-60 hari 5% 15. 2. Menurut manajemen.250 2. Jumlah Diminta: 1.C 11-Nop-05 PT D . Piutang Pelanggan sejumlah Rp.B 06-Mar-05 PT .000.200.500 >120 hari 35% 25. 150. 08-Des-05 PT . Sajikan seluruh piutang usaha per 31 Desember 2006 setelah penyesuaian 3. Hasil penagihan atas piutang yang digadaikan Rp.000 Diminta: Buat pencatatan ke jurnal umum oleh PT.250 Saldo Piutang U saha terdiri dari: D ebitur T anggal PT A . Wesel tagih merupakan wesel berjangka waktu 6 bulan yang dikeluarkan pada tanggal 5 november 2006 berbunga 10% Diminta: 1. Buat penyesuaian dan koreksi yang diperlukan sehingga menunjukkan jumlah piutang yang benar di neraca periode 31 desember 2005 3. 18.A membutuhkan dana sehingga mentransfer piutang dagang kepada Moga Finance. Pinjaman dilunasi ditambah bunga Rp.000.450. Posisi saldo piutang usaha neto PT Ayala per 31 desember 2005 sebelum penyesuaian: .000) Rp.000.000 61-90 hari 10% 10. Enrico per 31 Desember 2006 sebelum penyesuaian menunjukkan data berikut: Account Receivable Allowance for Doubtful Account Note Receivable Rp. Penagihan kas atas piutang yang digadaikan adalah Rp. 40.

000. Beberapa contoh dari sediaan adalah: • • • Sediaan Bahan Baku Sediaan Barang Dalam Proses Sediaan Barang Jadi sediaan terdiri dari tiga jenis. bukan persediaan. Buat Pencatatan ke jurnal umum oleh PT. 4.000 dari piutang itu akan sulit untuk ditagih.000. yaitu Sediaan Bahan Baku. 2. Arus kos sediaan pada perusahaan manufaktur dapat digambarkan sebagai berikut: Menurut kaidah ejaan yang disempurnakan (EYD).780. penyedia (pelaku/alat). sediaan merupakan hasil dari proses menyediakan (penyediaan). digudang penyimpanan suatu entitas pada tanggal tertentu. Pertalian yang tepat dari bentuk dasar sedia adalah menyediakan (verba).piutang dan menahan 8% sebagai jaminan atas retur atau potongan penjualan. Ditaksir Rp.500. tergantung pada bentuk entitasnya. Selama bulan April dan Mei. pihak Moga Finance melakukan penagihan piutang usaha Rp. 2 84 . A dan Moga Finance apabila: • Penjualan Piutang dengan tanggung renteng • Penjualan piutang tanpa tanggung renteng BAB V AKUNTANSI SEDIAAN2 (INVENTORIES) Sediaan tersedia adalah barang atau yang tempat • • Sediaan Barang Dagang Sediaan Barang Habis Pakai Untuk jenis perusahaan manufaktur.000 dan tak tertagih Rp. maka istilah yang tepat adalah sediaan.500. penyediaan (proses) dan sediaan (hasil). Untuk mengikuti pertalian antara bentuk dan makna yang sudah diatur dalam EYD. 126. retur penjualan Rp. 3. Sediaan Barang Dalam Proses dan Sediaan Barang Jadi. Sediaan terdiri atas beberapa jenis.000.

D S e d i a a n B a h a n B aK k u P e m b e l i a x x Px e m a k ax i a x n xn D S e d i a a n B a r a n g D a lKa m P r o s e s S e d i a a n B a r a n g J a d K D i S e d i a a n A w ax l x S e l e s a i dx i xp x o s e s S e d i a a n A w a C G S x x x x x r l D T e n a g a K e rja K a n g s u n g B a h a n B a k u x x x L B DP xxx B y . ung dan O verhead k Produks e i Sediaan Barang da lam Proses (W ork In P roces ) s xxx Sediaan Ba n Baku ( ha R Materia aw l) xxx U pah T naga kerja Langsung ( e D irect Labor) xxx O erhead Pa v brik d itentukan dim ka u xxx (P redeterm ined Fa ctory O verhe ad) 5. M bebankan s em ediaan bahan bak tenaga kerja langs u. U p a h x x Px e m b e bx ax nx a n TK L xxx O HP xxx K o s d a i b a r a n g t e rju a l D (C o s t o f G o o d sKS o ld ) S e d ia a n x x x xxx D O v e r h e a d P a b Kr i k B y . Penjualan barang jadi Kos da ba ng terjual ( ri ra Sediaan Ba ng J ( ra adi xxx xxx C t of G os oods s old) Finis hend G oods ) xxx xxx Mutasi sediaan pada perusahaan dagang. m bayar upah em U pah T ga kerja Langsu ( ena ng D irec La t bor) Kas/H n U h ( uta g pa C h/Acc d w s as rue age ) 3. dapat diilustrasikan sebagai berikut: 85 . U p a h x x Px e m b e bx ax nx a n Aliran kos itu dapat dimasukkan dalam jurnal sebagai berikut: 1. M peroleh O erhead Pabrik em v O erhead Pa v brik ( Fa ctory O verhe ad) Kas/H n uta g (C s a a h/P yable ) xxx xxx xxx xxx 4. B arang y ang s eles diproduks m ai i enjadi s ediaan barang jadi Sediaan Barang jadi (Finis hed G oods ) Sediaan Ba ng d ra alam Prose s (W ork In P roces ) s 6. M peroleh B em ahan B u ak Sediaan Bahan B aku ( Kas/hu ng U ha ( ta sa R Material) aw C h/Ac as count P ble) aya xxx xxx 2.

dll) Pembelian barang dagang Retur Penjualan 86 . menyusut.Ann kt s ua i (M e aas i a e si n d n n uk ea y ) P bi n e e ma l l Penj ua an P nn e g l a a Si aB nDa ea a g a n d n r a gg bi n e la e P t e u m Rr /p bi e e m l R r eua e Pj an t u n l PAK ES MO Saldo sediaan oleh barang dagang • • • Retur Pembelian dan diskun dipengaruhi berikut ini: • • transaksi-transaksi pembelian Penjualan barang dagang penyesuaian-penyesuaan terhadap saldo sediaan (sediaan hilang.

Setiap barang. bukan ke akun sediaan. akun retur 3. 4. atau pengembalian dan transaksi langsung dicatat ke akun masing-masing (Akun biaya angkut pembelian. bukan ke penyisihan transaksi untuk maka akun langsung dicatat ke akun sediaan. Setiap terjadi penjualan barang. Apabila ongkos tunai atas terjadi masuk. dan penyisihan terjadi pembelian) penjualan bukan ke akun sediaan. dan nilai pembelian. maka akun sediaan di kreditkan dan akun kos dari barang terjual (Cost of Goods Sold) didebitkan 4. atas nilai pembayaran menerima penyisihan • secara periodik Sistem Pencatatan sediaan secara perpetual Sistem pencatatan sediaan secara perpetual sediaan sediaan melakukan secara Setiap pencatatan menerus perubahan dicatat kos ke terus pembukuan. Setiap jenis sediaan dibuatkan kartu sediaan yang berfungsi sebagai buku pembantu (subsidiary ledger) dari akun sediaan. maka sistem pencatatan sediaan secara perpetual bisa digunakan. khusus mencatat peristiwa-peristiwa itu. 2. Sold). tunai maka terjadi masuk. Teknik pencatatan apabila menggunakan sistem ini adalah: 1. 3. diskun pembelian. maka akun sediaan tidak dikreditkan. dalam dengan langsung mendebit atau mengkredit akun sediaan. Setiap terjadi pembelian barang. Sistem Pencatatan sediaan Untuk menghasilkan pengendalian yang baik. Teknik pencatatan apabila menggunakan sistem ini adalah: 1. pengembalian penjualan. Sistem Pencatatan sediaan secara periodik Sistem ini mencatat mutasi (perubahan) terhadap saldo sediaan ke masing-masing akun yang menunjukkan transaksinya. menerima pembelian. akun sediaan didebit 2. pembayaran diskun atau Apabila ongkos diskun penjualan.SISTEM PENCATATAN SEDIAAN Terdapat dua sistem pencatatan sediaan: • Perpetual Sistem pencatatan sediaan Sistem sediaan perpetual mencatat mutasi sediaan secara terus menerus ke akun sediaan sehingga posisi sediaan tetap bisa diketahui setiap saat. Setiap terjadi pembelian barang kos sediaan dicatat ke akun Pembelian. Untuk menghitung kos dari maka harus dilakukan barang yang terjual (Cost of Goods perhitungan sebagai berikut: 87 .

sediaan Dibuat akhir ke jurnal neraca untuk saldo dan menutup/menyesuaikan akhir diketahui jumlahnya hanya dengan melakukan menutup akun-akun pembelian. 6.Kos dari barang terjual (Cost of Goods Sold) Sediaan awal periode (Beginning Balance) xxx Pembelian (Purchases) xxx Retur pembelian (Purchase Return) (xxx) Diskun pembelian (Purchase Discount) (xxx) Biaya angkut (Freight In) xxx + Pembelian neto (Net Purchase) xxx+ Barang tersedia untuk dijual xxx (Goods Available for sale) Sediaan akhir Periode (Ending Balance) (xxx) Kos dari barang terjual (Cost of Goods Sold) xxx 5. retur pembelian. Perbandingan sistem perpetual dan sistem periodik 88 . Sediaan perhitungan fisik. biaya angkut pembelian.

T ra n s a k s i S is t e m p e rp e t u a l 1 .M enc atat P e njualan ount R ec eivable Acc S ale s . P e njualan . P e n g e m b a liaA c c o u n t P a y a b le n (re t u r) p e m b e lia n In ve n t o ry 3 . P e m b e lia n b a ra nngt o ry (S e d ia a n ) In ve xxx A c c o u n t P a y a b le (H u t a n g U s a h ax)x x 2 . P e m b a y a ra n In ve n t o ry ongk os angkut Cash xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx S is t e m p e rio d ik P u rc h a s e (P e m b e lia n ) xxx A c c o u n t P a y a b le (H u t a n g U s a x x x ha) A c c o u n t P a y a b le P u rc h a s e R e t u rn A c c o u n t P a y a b le P u rc h a s e D is c o u n t Cash F re ig h t -in Cash xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx 5.R etur P e njualanS ales R eturn A c c ount R ec eivable Inve ntory C os t O f G oods S old Inve ntory s ort and over 7.M enc atat k os darios t of goo ds s old C barang y a ng d ijua l Inventory 6. S e telah perhitungan fis ik atas Inventory s edia an. P e n e rim a a n A c c o u n t P a y a b le d is k u n t u n a i In ve n t o ry Cash 4 . M eny es uaik an s aldo s ed iaan dan m enutup ak un -ak u n xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx A c c ount R ec eiva ble S ales xxx xxx S ales R eturn A c c ou nt R ec e ivable xxx xxx Tidak D ic atat C os t of G oods S o ld P urc has e R eturn P urc has e dis c ou nt P urc has e Inventory b eginning) Inventory (E nding) C os t of G o ods S old xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx 89 . terny ata te rdapat k ek urangan k uantitas s ediaan 8.

atas sediaan. FOB Shipping Point (Free On Board Shipping Point) atau franko penjual.5. M eny es uaik an s aldo s ed iaan dan m enutup ak un -ak u n xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx A c c ount R ec eiva ble S ales xxx xxx S ales R eturn A c c ou nt R ec e ivable xxx xxx Tidak D ic atat C os t of G oods S o ld P urc has e R eturn P urc has e dis c ou nt P urc has e Inventory b eginning) Inventory (E nding) C os t of G o ods S old xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx KEPEMILIKAN ATAS SEDIAAN Kepemilikan (hak) atas sediaan menentukan barang menetapkan • siapa hak yang mencatat Untuk ada sebagai sediaannya. penjual dan pihak ini pembeli biasanya pihak mendebitkan akun pembelian atau Ketentuan (misalnya: dituliskan sesuai dengan kota pihak apabila penjual berada di Kota Medan maka 90 . maka harus dilihat syarat (term) dari pembayaran ongkos angkut yang ada di konosemen (Bill of Lading). Hal itu berarti kepemilikan berpindah sudah keluar dari pelabuhan atau tempat pengiriman. Pihak penjual dengan segera mengkreditkan akun sediaan sediaan.R etur P e njualanS ales R eturn A c c ount R ec eivable Inve ntory C os t O f G oods S old Inve ntory s ort and over 7. S e telah perhitungan fis ik atas Inventory s edia an. Apabila penjualan dilakukan dengan ketentuan ini maka ongkos angkut ditanggung barang pengiriman oleh pihak apabila barang pembeli barang beberapa kondisi yang harus dianalisis: Barang dalam perjalanan pada saat menyusun laporan keuangan Untuk perjalanan menetapkan pada saat siapa yang berhak atas barang yang sedang dalam penyusunan laporan keuangan.M enc atat k os darios t of goo ds s old C barang y a ng d ijua l Inventory 6.M enc atat P e njualan ount R ec eivable Acc S ale s . Terdapat dua syarat pengiriman yang bisa menunjukkan kepemilikan dari barang: barang. 1. terny ata te rdapat k ek urangan k uantitas s ediaan 8. P e njualan .

dituliskan FOB Medan atau Franko Medan)

mengganti barang dengan barang yang baru. secara barang komisi Dalam metode pemasaran tetap yang dan dan konsinyasi itu atas barang Pihak barang barang

2.

FOB Destination (Free On

Board Shipping Point) atau franko pembeli. Apabila penjualan dilakukan dengan ketentuan ini maka ongkos angkut ditanggung barang pembeli pengiriman oleh pihak apabila Pihak barang penjual barang penjual

menjadi hak penitip barang sampai terjual. penjualan menjaga menerima titipan (konsinyee) menerima berkewajiban pantas. • Perjanjian Penjualan Khusus 1. Penjualan dengan perjanjian membeli kembali Kadang-kadang perusahaan mendanai sediaannya tanpa melaporkan adanya hutang atau sediaan di neraca. Hal ini dilakukan perjanjian dengan membeli penjualan kembali. dengan

barang. Hal itu berarti kepemilikan berpindah berada. sudah sampai ke tujuan atau tempat mengkreditkan akun sediaan apabila barang sudah sampai pada pembeli barang sediaan dan apabila ini pihak sudah pembeli diterima. dituliskan pembeli maka mendebitkan akun pembelian atau Ketentuan (misalnya: berada Jakarta) • Barang Konsinyasi Salah Pihak penjual satu metode (disebut barang agen pemasaran konsinyor) agen penjual di biasanya pihak Jakarta

menempatkan barang di tempat yang

sesuai dengan kota pihak pembeli apabila Kota

Dalam model transaksi ini pihak penjual dan pembeli melakukan perjanjian jual beli dimana pihak penjual berjanji akan membeli kembali sediaan dengan harga yang disepakati. Oleh pihak pembeli, barang ini digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman dari bank. Hasil peminjaman uang dari bank digunakan oleh pembeli untuk melunasi transaksi penjualan barang. Dimasa depan, pihak penjual membeli kembali seluruh barang dan pihak pembeli menggunakan hasilnya untuk melunasi hutang ke bank. Transaksi itu dapat diilustrasikan sebagai berikut:

dituliskan FOB Jakarta atau Franko

yang banyak dipakai adalah konsinyasi. penitip mengirimkan kepada

dimana

berkewajiban menjual barang konsinyasi itu. Apabila barang tidak terjual maka pihak penitip bisa mengambil atau

91

2. M e m in ja m d e n g a n ja m in a n b a r a n g P e n ju a 4. U a n g p e m inP ja m b e li l em an bank 3. U a n g d a r i b a n k u n tu k m e lu n a s i p e m b e lia n 1. M e n ju a l b a r a n g 5. P a d a t a n g g a ,l y a n g6. Hd is se ilp pa ek a t ib e lia n k e m b a li d ig u n a k a n a m m e m b e li k e m b a li b U rna t nu gk m e lu n a s i h u t a n g k e b a n k a

Dengan melakukan penjualan dengan perjanjian membeli kembali pihak penjual bisa menghindarkan pencatatan hutang dan memanipulasi penghasilan. Sedian dengan skema penjualan ini tetap 2. Penjualan Apabila usaha (return) perjanjian alternatif penjualan. penjualan terjadinya penjualan Penjual bisa terdapat yang dengan suatu tingkat operasi ada yang transaksi transaksi pada saat mencatat taksiran mencatat akan Apabila ditaksir

dicatat oleh pihak penjual. Pihak penjual tetap sebagai pemilik barang dan juga harus mencatat hutang ke bank sebagai kewajibannya. dikreditkan penjualan. 3. Penjualan Cicilan Penjualan cicilan merupakan cara penjualan lainnya dalam praktik bisnis. Pelanggan akan melakukan cicilan tertentu. cicilan sampai Cara sangat periode penjualan beresiko, waktu secara terutama pada saat mencatat

pengembalian yang tinggi dalam tingkat tinggi dagang pencatatan Pencatatan bisa dilakukan dan akun tidak transaksi pada juga pengembalian karena

memungkinkannya, maka terdapat dua

tingkat ketertagihan piutang. Oleh karena itu, dalam penjualan cicilan biasanya barang dengan dalam sediaan hak kepemilikan apabila atas atas cicilan sediaan barangapabila berpindah kepemilikan penjualan pihak

taksiran pengembalian dan penyisihan penembalian dan penyisihan penjualan. penjualan sampai suatu keadaan yang mengindikasikan dikembalikan jumlah jumlah yang bisa oleh pembeli.

telah diselesaikan. Namun, terkait cicilan, penjual

barang harus dikeluarkan dari akun persentase dari piutang yang tak tertagih bisa ditaksir secara akurat.

pengembalian

dengan akurat, maka sediaan juga bisa

92

PENGARUH POTONGAN TUNAI PEMBELIAN TERHADAP KOS SEDIAAN
Diskun pada rentang pembelian waktu diterima yang pada Metode dengan jumlah bruto bruto. dioperasikan Pada saat apabila entitas membayar hutang usaha diskun diberikan pihak penjual. Untuk mencatat diskun pembelian terdapat dua metode yang bisa digunakan, yaitu metode neto (Net Method) dan Metode Bruto (Gross Method). Dengan menggunakan metode neto diskun dari pembelian pembelian/ langsung sediaan akun dikurangkan tidak diambil atas tidak mencatat pembelian/sediaan

pembayaran hutang pada masa diskun, pembeli barang mencatat diskun dalam akun diskun pembelian sistem akun sistem sediaan (apabila atau (apabila menggunakan mengkreditkan menggunakan periodik)

perpetual).

Misalnya, PT. A menggunakan sistem periodik dan membeli barang dengan syarat 2/10,n/30 pada tanggal 1/5-2005 seharga Rp. 10 juta. Apabila pembayaran dilakukan dalam periode diskun atau diluar periode diskun, pencatata yang dilakukan adalah:

barang da hutang usaha. Apabila diskun maka didebitkan kerugian karena diskun pembelian dikun

(Purchase discount Lost). Akun kerugian memanfaatkan pembelian dilaporkan di laporan rugi laba pada kelompok biaya lain-lain (Other Expenses and Losses).

Me tode ne to (ne t Me thod) Me tode bruto (Gross M e thod) Pe m be lia n ba ra ng Rp. 10.000.000, sya ra t 2/10,n/30 Purchase 9.800.000 Purchase 10.000.000 A ccount Payable 9.800.000 Account Payable 10.000.000 Apa bila huta ng usa ha dibayar pa da pe riode diskun 9.800.000 Account P ayable 9.800.000 9.800.000 Purchase Disc ount 200.000 Cash 10.000.000 Apa bila Huta ng Usa ha diba ya r m e le w a ti pe riode diskun Account P ayable 9.800.000 Account P ayable 10.000.000 Purchase Discount lost 200.000 Cash 10.000.000 Cash 10.000.000 Account payable Cash

PENILAIAN SEDIAAN BERBASIS ALIRAN KOS HISTORIS
Sediaan dinilai atas dasar kos historis. Penyimpangan atas basis ini dapat dilakukan apabila terdapat kondisikondisi lain, misalnya penurunan nilai sediaan menuju nilai pasar atau kondisi yang memerlukan estimasi atas nilai sediaan. Penilaian berbasis aliran kos historis terdiri atas beberapa metode:

• •

Identifikasi

spesifik

(Specific Identification) FIFO (First In First

Out/Masuk Pertama Keluar Pertama)

93

maka kos sediaan akhir dapat dihitung: 94 . PT. maka setiap barang yang dikenali (sediaan) diidentifikasi kos-nya. 31/1 (160 unit). Karena setiap jenis berbeda-beda. Misalkan terkait dengan sediaan sebagai berikut: Sediaan Awal Pembelian 02/01/2007 16/01/2007 20/01/2007 31/01/2007 Total Pembelian Retur Pembelian 17/01/2007 Penjualan 05/01/2007 17/01/2007 25/01/2007 Total Penjualan Retur Penjualan 26/01/2007 Unit 300 150 200 175 160 685 30 @ 150 150 165 170 175 Total Rp 45. metode ini digunakan pada memiliki sedikit.• • dapat LIFO (Last In First Out/ Average (Rata-Rata) diterapkan pada sistem pembeliannya tersisa ini sehingga dan barang terjual yang yang bisa Masuk Terakhir Keluar Pertama) Keempat asumsi aliran kos sediaan itu pencatatan periodik maupun perpetual. pembelian 02/1-07 (70 unit). sediaan barang mobil. perhiasan. mahal dan mudah dibedakan berdasarkan (misalnya: karakteristik emas.500 33.750 28.dll).000 29. 16/1 (10 unit). dan 20/1 (175 unit).000 165 115 80 200 395 40 Apabila Sediaan akhir ( 600 unit. Identifikasi Spesifik Metode aliran kos ini digunakan apabila memiliki terjual terdapat kualitas harus ciri-ciri dan khusus harga dari yang tanggal setiap jenis sediaan. Metode aliran kos merupakan barang yang metode yang terbaik banyak.000 Rp Rp Rp Rp 22. data namun sulit untuk dilakukan. A memiliki furniture. A. berasal dari 300 + 685 -30 -395 + 40) diidentifikasi berasal dari sediaan awal (185 unit). terutama pada entitas jenisnya jenis Biasanya. berlian.

00 0 R p 97 . maka kos sediaan akhir dengan metode FIFO dalam sistem Periodik dapat dihitung sebagai berikut: periodik Pada sistem pencatatan periodik.50 0 1 65 R p 1 . Metode ini mengasumsikan kos sediaan akhir berasal dari sediaan yang terakhir masuk ke gudang/tempat penyimpanan. Berdasarkan contoh PT. diterapkan dalam Metode sistem FIFO bisa pencatatan ( kos yang sediaan yang pertama masuk merupakan periodik maupun perpetual. Kos dari barang yang terjual (Cost of Goods Sold) berasal dari harga pembelian yang paling awal 95 .65 0 B. A sebelumnya.75 0 1 50 R p 10 . FIFO Metode aliran kos sediaan dengan FIFO mengasumsikan aliran kos atas sediaan yang keluar diambil dari kos sediaan yang paling awal masuk basis menentukan kos sediaan Ba ra ng M as u dikeluarkan).65 0 1 70 R p 29 . k Mu ak s 3 Mu ak s 2 Mu ak s 1 Mu ak s Mu P t m a k ea a s r 1 .75 0 1 75 R p 28 .U nit 1 85 70 10 1 75 1 60 6 00 @ To ta l 1 50 R p 27 . Kur ea a e aP t m l r FIFO pada sistem pencatatan sedangkan kos sediaan akhir berasal dari pembelian yang terakhir dan ditarik mundur sampai suatu tanggal dimana kuantitas sediaan terpenuhi. Kunatitas dan kos sediaan akhir diketahui apabila dilakukan perhitungan fisik terhadap sediaan.

750 150 200 (30) PEM BELIAN @ 150 165 165 PEN ALAN (C S) JU G @ T T O AL SALD O @ 150 150 150 150 165 150 165 150 165 150 165 170 150 165 170 150 165 170 150 165 170 175 T T O AL 22. kartu sediaan.000) 31/01/2007 160 175 28.000 Rp 9. A dapat dihitung dengan menggunakan metode aliran FIFO dalam sistem sediaan perpetual: setiap barang yang keluar karena terjual FIFO PE PE A R TU L T G AL AN G U IT N 01/01/2007 02/01/2007 05/01/2007 16/01/2007 17/01/2007 17/01/2007 20/01/2007 175 170 29.300 355 53.750 28.750 Rp 100.250 33.000 T tal o 655 108.750 14.000 67.500 50. METODE LIFO Metode LIFO bergerak dalam arah yang berlawanan dengan metode FIFO.250 28. namun perhitungan fisik terhadap sediaan akhir C.000 50.050 29. sediaan akhir yang pertama dibeli.000 (4.500 (dari pembelian 31/1/07) (dari pembelian 20/1/07) (dari pembelian 16/1/07) (dari pembelian 2/1/07) FIFO pada sistem pencatatan dihitung kos-nya berdasarkan kos Perpetual Dalam sistem sediaan perpetual.750 Rp 33.250 28. maka dipakai metode FIFO.050 29. Dari contoh sebelumnya. Kos dari sediaan akhir berasal dari harga pembelian barang yang terakhir. kos dari 96 .000 100.500 U IT N U IT N 300 450 335 335 200 335 170 255 170 255 170 175 55 170 175 95 170 175 95 170 175 160 600 115 33.050 29.250 150 12.000 Rp 29.050 38.250 50.FIFO PERIODIK SEDIAAN AKHIR Kos Sediaan akhir: 160 unit 175 Unit 200 Unit 65 Unit 600 600 UNIT 175 170 165 150 Rp 28.050 Walaupun diketahui saldo dari sediaan akhir bisa tetap harus dilakukan minimal pada saat akhir periode akuntansi barang yang dijual (Cost of Goods Sold) diambil dari kos sediaan yang terakhir dibeli sehingga kos sediaan akhir berasal dari kos barang yang pertama dibeli. sediaan akhir PT.750 14.000 25/01/2007 200 150 30.050 38.750 8. Pada metode aliran kos ini. manajemen sediaan dilakukan dengan membuat kartu sediaan (di bagian akuntansi) yang memuat setiap mutasi (pergerakan) Apabila barang serta kos-nya..250 T T O AL 45.950) 80 150 17.250 28.000 26/01/2007 (40 ) 150 (6.250 28.250 28.050 29.250 28.

kos sediaan akhir PT. sebelumnya.Ms kT r k ir a u ea h Ba ra ng M as uk Ms k au 3 . kos ditarik sediaan maju sampai kepada Dalam tanggal contoh periodik sediaan akhir diketahui jika dilakukan perhitungan fisik terhadap sediaan. apabila dinilai dengan metode LIFO pada sistem sediaan periodik.750 (dari pembelian 16/1-07) Rp 92. dapat dihitung sebagai berikut: 150 Rp 45.500 (dari pembelian 2/1-07) 165 Rp 24. K lu rP ra a e a et m Ms k au 3 Ms k au 2 Ms k au 1 LIFO pada Dalam sistem sistem pencatatan periodik. Dari contoh PT.250 LIFO pada sistem pencatatan terakhir. nilai sediaan akhir dapat dihitung sebagai berikut: perpetual Pada sistem perpetual. Kos sediaan akhir dihitung dari harga pembelian yang pertama dilakukan. A sebelumnya. A. kos dari barang yang kos dijual ditentukan barang berdasarkan pembelian 97 .000 (dari sediaan awal) 150 Rp 22. Kos sediaan akhir berasal dari pembelian yang pertama dilakukan dan kemudian LIFO PERIODIK SEDIAAN AKHIR Kos Sediaan akhir: 300 unit 150 Unit 150 Unit 600 600 UNIT pembelian dimana seluruh unit dalam terpenuhi.

8 0 4 5 2 .5 5 5 7 2 /0 /2 0 6 1 07 3 /0 /2 0 1 1 07 T ta o l 65 5 18 0 0 . Dari contoh PT.1 0 . kos periodik dan perpetual.750 31/01/2007 160 175 Rp 28.7 5 0 2 5 .300 R .3 0 35 5 5 .0 0 5 0 6 .0 0 8 0 9 .0 0 8 5 5 .7 5 7 2 D.2 0 0 5 3 .950) 955 153.2 0 0 5 2 .7 0 9 5 10 5 20 0 (3 ) 0 P M E IA E B L N @ 10 5 15 6 15 6 P N U L N(C S E J AA G) @ T TL OA S L O AD @ 10 5 10 5 10 5 10 5 15 6 10 5 15 6 10 5 15 6 10 5 15 6 10 7 10 5 15 6 10 5 15 6 10 5 15 6 15 7 T TL OA 2 .1 5 (6 0 ) .0 0 8 0 10 7 15 6 15 6 2 .0 0 3 0 (4 5 ) .3 0 p 5 0 95 u i 5 nt Kos per unit Kos sediaan akhir= = R . Metode Average dalam sistem sediaan akhir dapat dihitung sebagai berikut: periodik (Rata-Rata Tertimbang) AVERAGE PERIODIK (WEIGHTED AVERAGE/RATA-RATA TERTIMBANG) SEDIAAN AKHIR 600 UNIT Sediaan Awal 300 150 Rp 45.3 5 7 2 2 .6 0 T TL OA 4 . sediaan Dari data akhir dapat Perpetual (Rata-rata Bergerak) Sediaan yang di catat dikartu sediaan dirata-ratakan kos-nya setiap dihitung dari kartu sediaan berikut ini: 98 .000 Retur Pembelian (30) 165 Rp (4.2 0 0 5 1 .5 0 7 0 5 .7 0 9 5 5 .314 Metode Average dalam Sistem terjadi pembelian barang.52 x Rp 600 = Rp 96.0 0 3 0 5 .5 0 2 0 U IT N U IT N 30 0 40 5 35 3 35 3 20 0 35 3 10 7 35 3 9 0 35 3 9 0 15 7 35 3 6 5 35 3 15 0 35 3 15 0 10 6 60 0 15 1 3 .2 0 3 0 2 /0 /2 0 5 1 07 15 7 2 5 (4 ) 0 10 6 15 7 2 . A sebelumnya.2 0 0 5 1 .500 16/01/2007 200 165 Rp 33. A.2 0 7 5 15 6 1 .5 3 p 6 26 160.000 Pembelian 02/01/2007 150 150 Rp 22.L OP R E U L IF E P T A TN GL A G A U IT N 0 /0 /2 0 1 1 07 0 /0 /2 0 2 1 07 0 /0 /2 0 5 1 07 1 /0 /2 0 6 1 07 1 /0 /2 0 7 1 07 1 /0 /2 0 7 1 07 2 /0 /2 0 0 1 07 15 7 10 7 2 .7 0 9 5 4 2 .2 0 0 5 1 .9 0 8 0 10 5 1 .2 0 0 5 5 .000 20/01/2007 175 170 Rp 29.3 5 7 2 5 . sediaan PT.8 0 4 5 5 .2 0 0 5 1 . aliran namun barang merata- pada sistem pencatatan ratakan kos dari barang yang tersedia untuk menghitung kos sediaan akhir.2 0 0 5 1 .1 3 . METODE RATA) Metode diaplikasikan AVERAGE rata-rata juga (RATAdapat masuk Metode ini tidak mendasarkan kos sediaan berdasarkan atau keluar.

3 00 p 15 3 . 7 5 0R p 8 8 . 0 2 5R p 3 1 . 0 5 0R p 5 7 .AVERAGE PERPETUAL (MOVING AVERAGE/RATA-RATA BERGERAK) TANGGAL UNIT 01/01/2007 02/01/2007 05/01/2007 16/01/2007 17/01/2007 17/01/2007 20/01/2007 25/01/2007 26/01/2007 31/01/2007 Total PEMBELIAN @ TOTAL 150 200 (30) 175 150 165 165 170 22. 9 5 0 ) R p (4 . 7 5 0R p 9 8 .850 160 70.800 (6.500 150 50. 156. 5 0 0R p 2 7 . 7 2 5R p 5 6 . 4 5 0R p 3 5 . Kos sediaan yang berbeda-beda ini Rugi-laba Masing- sederhana dan mudah dilakukan.3 0 0 R p 1 53 . 0 0 0R) p (1 0 . 0 0 0R) p (1 0 . 9 8 6R p 5 5 .250 164 98. 0 0 0R p 4 5 .400 150 17. 0 0 0R) p (1 0 .25 0 R R p 1 1 3. dengan asumsi setiap barang dijual seharga Rp.250 PENJUALAN (CGS) @ TOTAL SALDO @ TOTAL 150 45. kos/unit sediaan pada tanggal 16 Januari Perbandingan Masing Metode Masing-masing metode menghasilkan kos sediaan dan kos dari barang terjual yang berbeda-beda.750 200 (40) 160 655 175 28. 7 5 0R p 8 8 .3 00 (B a ra n g T e rs e d ia U n t u k d iju a l) E n d in g In ve n t o ry R p (9 8 . menghasilkan laba bruto yang berbeda. 0 0 0R) p (1 0 0 . 2 5 0R p 5 3 .000 P u rc h a s e s (p e m b e lia n ) R p 1 1 3. 7 5 0R p 8 8 . 7 5 0R p 8 8 .2 5 0 R p 1 13 . 0 5 0 ) R p (9 2 . 7 5 0R p 8 8 .250 98. 0 0 0R) p (1 0 . 5 0 0R p 3 5 .000 150 67. 2 5 0R p 6 1 . 7 6 4R p 3 3 . Dari beberapa metode sediaan yang sudah dijelaskan.400) 55. 0 0 0R) p (1 0 . 7 0 0 99 .050 155 12.000 (4. 250 per unit. 0 0 0R) p (1 0 .300 355 159 160 31. 7 5 0R p 8 8 .000 R p 45. 7 0 0R p 3 1 .30 0 R R p 1 5 3. 9 5 0 ) G o o d s A va ila b le F o r S o ld R p 1 5 3.900 159 95.650 160 63.250 155 78.300 155 65.250 156 83.250 UNIT UNIT 300 450 335 535 505 425 600 400 440 600 600 Rata-rata dengan total sediaan total dihitung saldo 2007 dapat dihitung sebagai berikut: ( 50.000 108.p2 5908 .2 50 p 11 3 . 3 1 4 ) (S e d ia a n A k h ir) C o s t O f G o o d s S o ld R p 5 5 . diilustrasikan sebagai berikut: dapat Id e n t ifik a s i F IF O L IF O AVERAGE K husus P e rio d ik P e rp e t u a l P e rio d ik P e rp e t u a l P e rio d ik P e rp e t u a l S a le s (P e n ju a la n ) 3 9 5 u n it x R p . 0 0 0 ) N e t S a l e s (P e n j u a l a n N e to ) R p 8 8 . Misalnya. 0 5 0 G r o ss P r o fi t (L a b a B r u to ) R p 3 3 .2 50 P u rc h a s e R e t u rn (R e t u r P e m b e R pn ) (4 . kemudian itu membagikan penjumlahan dengan total kuantitas sediaan.250 +33. 2 5 0 ) R p (9 6 . A diatas. 7 5 0 C o st O f G o o d s S o l d (K o s d a ri B a ra n g T e rju a l) B e g in n in g In ve n t o ry (S e d ia a n A w a l) 4 5 . 7 5 0R p 9 8 . 9 5 0 ) lia ) R p (4 . 3 0 0R p 5 3 .950) 80 29. 0 0 0 Rp R p 4 5. Perbandingan laba rugi masing-masing metode dengan menggunakan data PT. metode yang rata-rata paling merupakan metode menambahkan beli hasil sediaan sebelum pembelian ditambah harga barang. 9 5 0R p (4 .000) : (335 +200) = Rp. 7 5 0 R 98750 98750 98750 98750 S a le s R e t u rn (R e t u r P e n ju a la n ) R p (1 0 .500 115 33.

Kos sediaan yang dinilai dengan salah satu metode berbasis kos (FIFO. LIFO. Metode Bruto) Gross Profit (Laba 5. FIFO. Metode Relative Sales Value (Nilai Penjualan Relatif) menaksir sediaan diluar metode aliran kos histories adalah: 4. aliran kos sediaan ke metode lainnya tetap dimungkinkan dengan alasan yang masuk akal dan dijelaskan dalam Catatan Terhadap Laporan Keuangan (Notes to Financial Statements). FIFO Metode lebih aliran tinggi kos dibandingkan metode-metode aliran kos apapun yang dipilih untuk dipakai harus digunakan secara konsisten (dipakai dari satu periode ke periode berikutnya) untuk menjaga Perpindahan keandalan dari satu dan metode keterbandingan informasi keuangan. METODE LAIN UNTUK MENILAI DAN MENAKSIR KOS SEDIAAN Secara umum sediaan dinilai 1. Penyimpangan dari basis kos histories ini bisa dilakukan sepanjang terdapat hal yang memungkinkan untuk untuk metode dilakukan. Metode Lower of Cost or berdasarkan metode kos histories. Metode ini digunakan apabila manfaat nilai/kos sediaan sediaan. kerugian karena nilai pasar yang lebih rendah dari kos sediaan harus diakui/dicatat pada periode penilaian. 4. menurun Kondisi dibawah tersebut 100 . yaitu salah satu dari antara metode identifikasi khusus.Dari tabel diatas terlihat bahwa metode FIFO menghasilkan laba yang lebih tinggi karena kos sediaan akhir dengan sediaan metode lainnya. AVERAGE atau Identifikasi Khusus) Market (Terendah antara Kos dan Pasar) digunakan untuk menilai sediaan pada waktu laporan keuangan akan disusun. Akibatnya. menilai atau berdasarkan kos historis sulit atau tidk memungkinkan Beberapa cara Market (Terendah antara Kos dan Pasar) 2. atau rata-rata. Metode Retail Inventory (Sediaan Eceran) LOWER PASAR) OF COST ANTARA Lower OR MARKET DAN or terjadi apabila nilai pasar sediaan lebih karena rendah dari kos sediaan atau kerusakan sediaan (TERENDAH Metode KOS of Cost sediaan merupakan barang usang. Metode Lower of Cost or Net Realizable Neto) Value (Terendah antara Kos dan Nilai Realisasi 3.

barang yang memiliki kos Rp. mn y n te n a a a a g re d h T a b le l b d r id k o h e ih ai Ps r aa K sP n g ni o egat (R p c mn el e et a Cs ) ot T a b le k ra gd r id k o h u n ai N i re li a i N to i la as s e d ua g ik r n i p n i ih nu tu ey a n k s mrjnla an r a a i b oml Penjelasan: 1. Selisih antara nilai sediaan yang dinilai berbasis kos dengan nilai pasarnya periode Penilaian dianggap dimana ini sebagai penurunan cara kerugian terjadi. LIFO. 19.500. 3. Kos sediaan merupakan nilai sediaan yang dinilai dari salah satu metode berbasis kos: FIFO. Cara kerja metode LCM Metode LCM bekerja sesuai dengan gambar berikut ini: N i re li a i n t i la as s eo D a d ga i n in k n b . Harga pengganti sediaan. bukan harga jual dari sediaan itu.19. melebihi 2. penyisihan Apabila marjin laba nilai pengganti melebihi nilai realisasi neto maka yang digunakan sebagai nilai pasar adalah nilai realisasi neto karena nilai realisasi neto merupakan nilai penjualan neto (harga jual dikurangi biaya penyelesaian dan biaya penjualan) yang diharapkan mengalir ke perusahaan. 20.dibandingkan dengan nilai pasarnya. yaitu estimasi penjualan sediaan tidak setelah (estimasi biaya lebih dikurangi estimasi pengeluaran untuk menyelesaikan biaya penjualan. dan penyelesaian) dan boleh realisasi rendah dari nilai realisasi neto setelah dipakai sebagai asumsi nilai pasar maka sediaan menjadi lebih tinggi 101 . K ss d a o ei n a konservatif dalam menilai sediaan. Misalnya. dikurangi normal. Kos pengganti (Replacement Cost) tidak boleh melebihi nilai realisasi neto. yang penurunan sediaan dan dibebankan pada merupakan barang yang sama dibeli pada tanggal penilaian. Nilai Realisasi Neto menutupi kerugian yang disebabkan oleh kerusakan Apabila nilai atau nilai keusangan pengganti neto dan sediaan.000 pada tanggal penyusunan laporan dapat dibeli dengan harga Rp.500 maka kos pengganti adalah yaitu harga beli barang apabila pada saat penilaian barang itu dibeli kembali. Nilai pasar merupakan Kos pengganti. yaitu harga beli sediaan pada saat penilaian dilakukan. dan Identifikasi Khusus. yaitu pasar harga merupakan Cost) pasar kos dari apabila (Replacement Rp. AVERAGE.

500 dan penyelesaian penjualan Rp. Harga Cost) beli sediaan saat (Replacement pada 4. dan nilai realisasi neto Rp 500. sediaan taksiran Misalnya. individu PT. sebagai dengan normal. maka yang digunakan sebagai nilai pasar adalah Rp. realisasi digunakan pengurangan Hasil neto penyisihan pengurangan dengan penilaian dilakukan Rp.150.> B a t a s A t a s P e n y is ih a n m a r j in l a b a n o r m a l( 2( 1 0 % ) Rp 5 ) N il a i R e a li s a s i N e t o s e t e la h d ik u r a n g i p e n y is i h a n m a r jin la b a n o r mRap2 .100. 2.dari nilai realisasinya. Karena yang terendah 102 . 2. 600.1.950. 3 5 -0. Penyisihan untuk marjin laba normal sebesar 10% dari penjualan.550. 2. Misalnya: kos sediaan akhir Rp. PT. maka tidaklah tepat untuk nilai menilai sediaan sebesar 5. Selanjutnya metode LCM diaplikasikan untuk kos Rp.> B a t a s B a w a h l sediaan akhir yang disajikan di keuangan Karena (Replacement Nilai Cost) Pengganti Rp. kurang dikurangi normal. 1 0 -0. 2. nilai atau laba. 550. kos sediaan maka adalah nilai Rp. itu. 5 0 0 T a k s ir a n b i a y a p e n y e l e s a ia n d a n b ia y a p e n ju a la n R p (1 5 0 ) N il a i R e a li s a s i N e t o R p2 . karena sediaan hanya bisa direalisasi (dijual.950 sediaan. Batas atas dan Batas Bawah dapat dihitung: adalah laporan 2. batas Nilai bawah batas dimana dibawah ini dari bawah sediaan tidak boleh dijual merupakan nilai yang dapat diperoleh direalisasi perusahaan sediaan dengan tetap memperoleh pengganti Rp.000 dan nilai pasar Rp. Nilai dan sediaan yang dinilai dengan FIFO. Kos Apabila Nilai kos pengganti dari nilai realisasi marjin adalah realisasi marjin neto laba hasil neto laba nilai penyisihan maka nilai yang pasar nilai penjualan dari sediaan Rp. APLIKASI METODE LCM Metode LCM bisa diaplikasikan kepada masing-masing sediaan. penyisihan marjin laba normal merupakan H a r g a j u a l s e d ia a n R p2 . Data-data untuk menilai sediaan dapat dilihat pada ilustrasi berikut ini (penyisihan marjin laba normal 10% dari harga jual): sudah dibawah batas bawah. nilai pengganti Rp.000. 6. kategori utama sediaan atau keseluruhan Misalnya Aditia memiliki beberapa jenis sediaan yang bisa dikategorikan atas dua jenis sediaan. 1. setelah dikurangi biaya-biaya pelepasan) Rp. A memiliki akhir biaya Rp. 2. 500.000.100.

0R0 1 .3R5 2 .p e n y .5 0 0 7p 2p 0p 2p 0p 4 . 0 0 0R p 3 . 0 0 0R p 1 . 6 6 2 .> B LC M N ila i R e a l is a N iR N .0R03 .5 0 0 8 3 6 .0R0 1 . 2 5R0 p 2 7 9 .6 6 2 .5 0R p 0 0 1 1 3 .5 0 0 1 . ada dua metode pencatatan: 1.8 0 5 .2 7 5 .7 3 7 . 5 0R0 p 8 6 3 .4 4 0 .9 0 0 . 0 0 0R p 4 2 5 .500 Rp 222. 0 0 0 1 9 0 .0 0 0R p 1 . 0 0R0 p 1 5 2 .8 1 6 .5 0 0 2p 7p 0p 7p 0p 0p Hasil penilaian sediaan menurut metode LCM berdasarkan ketiga kategori itu adalah: In d ivid u a l K a t e g o ri u t a m a e s e lu ru h a n K LCM R p 3 . 3 7 5 .0 0 0 Aplikasi metode LCM untuk setiap item sediaan. 0 R 0 0p T o ta l R p 2 . kategori utama sediaan dan keseluruhan dapat dilakukan sebagai berikut: S e d ia a n U n it a To ta l K o s B a t a s A t a sB a t a s b a w a h b a < . 5 0 0R p 1 . 5 0 0 B e rb a s is K o s R p 3 . 0 0R0 p K ode 103 2 0 0R p 3 5 0 .2 50 3 4 .-. 7 5 0R p 6 7 0 . 0 0 R p 0 1 7 5 R p 4 . 5 0R0 p 8 3 6 . 5 0 0R p Rp 4 00 .0 0R p 0 4 0 0 .6 0 3 .5R0 2 . 8 7 5 P e rb e d a a n R p (2 2 2 .0R0 1 .9 4 4 . 0 0R0 p 9 9 .4 0 6 .0 0 0 8 99 . 1 2 5 ) p ) R 255.0 3 7 .5 0R p 3 . Dari ilustrasi diatas.0 0 0 99.6 6 2 .5 0 0R p (1 . 2 7 5 .0 0R p 0 0 R p 2 . penyesuaian dengan metode langsung untuk LCM Individual dapat dibuat sebagai berikut: Rp 222. 4 4 0 .8 1 6 .0 0 0 1 2 5 .0 0 0 S uk u C adang A K ode 101 K ode 102 K ode 103 Total S uk u C adang B K ode 201 K ode 202 Total 1 5 0 R p 3 .6R5 2 . 6 2R5 p 6 7 0 .1R5 3 .5 7 4 . s In N e t o ( N R N ) m a r ji n la b a o s P e n g g a N tila i P a s a r d i vid u a l K n i 4 0 2 . 5 0 0 R p 7 8 7 .00 0 4 00 . 2 5R0 p 3 1 1 .500 103 .6 6 2 . 6 2R5 p 7 8 7 .0R0 3 . 1 3 7 . 5 0 0R p 5.5R0 0p 4 0 0 . 1 0 3 . 7 5R0 p LC i L C M k a t e g o rM U t a m a K e s e lu r u h a n S uku C adang A K ode 101 1 5 0R p 4 5 0 .625 Untuk menyesuaikan nilai sediaan dari berbasis kos menuju berbasis pasar (LCM). 5 0 0 7p 1 .0 4 5 . 0 0 0 R p 2 .8 1 9 . 0 0 0R p 3 5 0 . 5 0 0R p 4 1 . 0 0R0 p 1 5 2 . 5 0R0 p 1 6 9 . 0 0 0R p 1 2 5 .6 2 6 . 5 0 0R p 3 2 .S e d ia a n U n it K o s p e r u n it t a l K o s To H a rg a J u a l E s t im a s i M a rjin la b aK o s B ia y a P e n ju a lanno rm a l (1 0 % )e n g g a n t i P 2 2 . 0 0 0R p 9 2 5 .0R0 2 .0R0 3 . 7 3 7 . 5 0R0 p 8 8 3 .1 25 4 2 .6R5 3 .7 3 7 . Tidak ada pengakuan kerugian atas penurunan nilai sediaan.0 0 0 3 1 1 . 0 0 0R p 11 8 .75 0R p Rp 4 5 0 .6 1 5 . 9 5 0 . 5 0R0 p K ode 202 3 5 0R p 1 . 2 5R0 p 4 0 0 . 0 0 0R p 3 2 5 .5 7 4 . 0 0R0 p K ode 102 5 0 R p 1 2 5 . 0 0R0 p 4 0 0 . 0 0R0 p T o ta l R p 9 2 5 .1 2 9 .8 1 6 . 7 5R0 p 3 1 1 . 0 0R0 p 7 9 1 . 0 0R0 p 9 8 9 .0 0 0 0p 0p 0p 0p 3 .4 0 6 . 7 5R0 p 3 6 0 .0R0 2 .250R p 1 3 .3R5 3 .5 0 0R p 4 .8R5 3 . 0 0 0R p 1 7 5 .00 0R p 5 0 R p 2 .0 0R p 1 . 0 0R0 p S uku C adang B K ode 201 1 7 5R p 7 8 7 . 1 2 5R p 3 .. 9 5 0 . 0 0R0 p 8 9 9 . 5 0 0R p 1 7 .7 0 3 .50 0R p 2 0 0 R p 1 . Metode langsung Metode ini menyesuaikan selisih penilaian ke akun Kos dari Barang Terjual LCM Individual Cost of Goods Sold (Kos dari barang terjual) Inventory (Sediaan) (Cost of Goods Sold) dan sediaan periode itu.0 0 0R p 3 . 1 2 5R p 8 4 . 5 0 R p 0 3 5 0 R p 6 .5R0 0p K e s e l u ru h a n R p 3 .7 0 3 . 0 0 0R p 2 . 3 R 5 9 8 9 .9 45 .6 6 9 .

Nilai terendah antara nilai sediaan yang dinilai berbasis kos historis dengan nilai realisasi neto diangkat sebagai nilai sediaan akhir di laporan keuangan. 500. metode ini lebih baik dari metode langsung. 600 namun hanya bisa dijual (direalisasi) sebesar Rp. secara dapat langsung kelompok keseluruhan. Untuk mencegah maka melaporkan terendah sediaan dalam jumlah yang melebihi nilai realisasinya metode antara kos dan nilai realisasi neto dapat digunakan untuk menilai sediaan akhir. Nilai Kos dari barang terjual (Cost of Goods Sold) tidak berubah sama sekali. Sama dengan metode LCM. Metode ini membandingkan nilai sediaan yang dinilai berbasis kos histories dengan nilai realisasi neto dari (TERENDAH ANTARA KOS DAN NILAI REALISASI menurut harga jual dikurangi dengan taksiran-taksiran biaya penyelesaian dan penjualan. seperti diterapkan pada metode LCM Argumen pendukung terhadap metode ini adalah nilai sediaan tidak boleh melebihi nilai realisasi neto-nya. sediaan. Misalnya. Penyebab nilai sediaan melebihi nilai realisasinya adalah barang yang rusak atau usang atau bila harga penjualan menurun dibawah kos sediaan. tidak wajar apabila dilaporkan di neraca sebesar kos-nya Rp. penilaian sediaan juga dapat dilakukan masing-masing utama Selisih dengan sediaan. sediaan yang memiliki kos Rp. nilai realisai neto dihitung dengan mengurangkan nilai sediaan METODE LOWER OF COST OR NET REALIZABLE NETO) Apabila nilai sediaan lebih tinggi dari nilai realisasinya.500 Rp 222. maka kos dari sediaan tidak akan bisa lagi dipulihkan atau diperoleh. sedangkan penurunan akun nilai penyisihan sediaan VALUE terhadap di disajikan neraca sebagai pengurang akun sediaan (Contra Account). 104 . dicatat ataupun metode tidak langsung. Metode LCM Individual Loss due to market decline of Inventory (kerugian penurunan nilai pasar sediaan) Allowance to reduce inventory (Penyisihan penurunan nilai sediaan) langsung mengurangi nilai sediaan di pengungkapan informasi keuangan.500 Akun kerugian karena penurunan nilai pasar sediaan disajikan di laporan rugi laba pada kelompok biaya lain-lain. Metode langsung/Penyisihan Tidak ini mengungkapkan nilai Dari kerugian dan atas tidak penurunan neraca.2. 600. Rp 222. sediaan segi Metode ini menyesuaikan selisih penilaian ke akun penyisihan penurunan nilai sediaan dan mengakui kerugian karena penurunan nilai sediaan. Sama untuk dengan metode item atau penilaian metode LCM. Nilai realisasi Neto merupakan nilai penjualan neto yang diharapkan mengalir dari sediaan.

0 0 0 METODE NILAI PENJUALAN RELATIF (RELATIVE SALES VALUE) Metode nilai penjualan relative digunakan untuk menilai sediaan yang dibeli secara borongan (lump-sum).000. cara: Saldo 35. PT. dengan Rasio itu keseluruhan kemudian dikalikan dengan total harga beli seluruh sediaan. terdiri dari pakaian anak- 1. 3.0 0 0 . 0 0 0 . maka sediaan sudah disajikan terlampau tinggi METODE LABA laba BRUTO bruto (GROSS digunakan (overstatement).0 0 0 2 G o o d s A v a i l a b l e fo r RSp o5 l0d . perusahaan (SAK) Standar dalam Akuntansi PSAK No. w 0a 0l ). 0 0 0 3 0 C o s t o f G o o d s S o l d ( K o s d a r i B a r a n g t e r j u a P) u r c h a s e s ( P e m b e l i a n ) R p1 5 . dll). Misalnya. 50. 0 0 0 ) (B a ra n g t e rs e d ia U n t u k d iju a l) C o s t O f G o o d s S o ld R p1 7 . Keuangan metode ini. diasuransikan.000. 0 0 0 B e g i n n i n g In v e n t o r y ( S e d i aRa pn 5a.000 dan ditaksir laba bruto sediaan Secara 15% awal dari Rp. Harga anak: 1 bal pakaian adalah Rp. 0 0 0 G r o s s P r o fi t R p( 3 . penjualan. Rp. 0 0 0 . Kualitas I (80 buah). atau oleh auditor untuk menaksir nilai sediaan akhir.000. kebakaran. 0 0 0 . Biasanya metode ini digunakan apabila sediaan terkena bencana alam (banjir. 0a 0w0 a l ) S 0 G o o d s A v a i l a b l e fo r S o l d R p5 0 . 0 0 0 P u r c h a s e s ( P e m b e Ri ap n1 )5 .500. pembelian dalam periode itu 15. 0 0 0 ) ( E n d i n g In v e n t o r y ( s e d i a?a n a k) h i r ) ( E n d i n g In v e n t o r y ( S e d ia a n R Ap3k 3h . 0 0 0 l S a le s R p 0 .0 0 0 . 0 0 0 .14 menganjurkan penilaian sediaan dengan Bila harus memungkinkan. Misalnya.000. harga jual Rp. tetap melakukan PROFIT METHOD) Metode untuk menaksir sediaan dalam kondisi tidak memungkinkan atau tidak efisien dari segi waktu untuk melakukan perhitungan fisik terhadap saldo sediaan. Alokasi kos sediaan didasarkan pada perbandingan total harga jual masingmasing item harga sediaan jual. 0 0 0 . atau apabila laporan keuangan disusun untuk periode interim. sederhana sediaan akhir dapat dihitung dengan S a le s ( P e n j u a l a n ) R p 2 0 . Metode laba bruto dioperasikan dengan menetapkan suatu persentase laba bruto dari penjualan. ia 0a 0n . Andika memiliki penjualan Rp 20. Metode ini juga digunakan oleh perusahaan asuransi untuk menaksir sediaan yang terkena bencana alam dan perhitungan fisik atas sediaan minimal sekali setahun. i0r )0 0 . 0 0 0 . 0 0 0 C o s t o f G o o d s S o ld ( ? ) G r o s s P r o fit ( 1 5 % ) R p 3 .000. 0 0 0 . 0 0 0 l B e g i n n i n g In v e n t o r y R ( p 3e5d. Tuan A membeli pakaian bekas dalam bal (suatu ukuran untuk pembelian pakaian jadi).000.karena aktiva tidak boleh dinilai melebihi nilai realisasinya Apabila sediaan sudah melebihi nilai realisasi neto.000/unit 105 .

217.900 Rp 798. Metode ini digunakan untuk menaksir nilai sediaan yang tersisa pada suatu tanggal.804 Rp 38.000 100 Rp 10.521.000 120 Rp 35. 35.900 3. Kualitas II ( 120 buah).000/unit Pada akhir periode.500. barang dihitung yaitu yang dengan rasio kos terhadap harga eceran membandingkan perhitungan fisik atas sediaan kurang perusahaan membuat laporan keuangan secara interim.022 Rp 380.108696 Rp 3.826 Rp 13.500. 2. 10.000.000 Rp 4.200.440 Rp 1. yang tersisa adalah: 1.141.434783 Rp 3.500. buah) Kualitas Kualitas II III ( 60 (10 harga jual Rp. kenaikan atau penurunan harga eceren sangat sering dilakukan terutama untuk menyambut peristiwa-peristiwa tertentu atau untuk menanggapi pertumbuhan atau penurunan permintaan terhadap menggunakan metode sediaan eceran.739 Rp 19. buah). terutama sehingga apabila untuk dijual.580 METODE Pada sediaan efektif RETAIL perusahaan INVENTORY eceren item setiap barang yang tersedian (SEDIAAN ECERAN) sangat dilakukan banyak.000 Alokasi Harga beli Harga beli (kos)/unit Rp 1.000 Rp 4.380 Rp 2. Kualitas III (100 buah).000 Jenis Kualitas I Kualitas II Kualitas III Sediaan akhir 20 60 10 Unit Terjual Kos/unit 60 Rp 60 Rp 90 Rp Kos sediaan Kos dari Akhir barang terjual 19.000 0.360 Rp 1.456522 Rp 3. Perusahaan memiliki catatan tentang kos dan harga eceran 106 .435 Rp 3. Istilah-istilah yang digunakan dalam metode sediaan eceran Dalam perusahaan eceran.022 Rp 1.315 Rp 798.040 Rp 342.000 Rp 9.000.000/unit harga jual Rp. Taksiran (Cost to nilai retail nilai sediaan ratio). Perusahaan memiliki catatan tentang kos dan harga eceran dari setiap barang yang dibeli 2.597.320 13. Memiliki catatan penjualan pada periode itu.200.500. Jenis Kualitas I Kualitas II Kualitas III Unit Total Harga jual 80 Rp 50. 3.315 Rp 380. Metode sediaan eceran bisa digunakan dengan asumsi: 1.000 0.000 Harga/u Kualitas I (20 Kos dari sediaan akhir dapat dihitung sebagai berikut: Harga jual Harga Relatif Beli 0.804 Rp 3.000 Rp 1. Untuk mengetahui nilai sediaan tanpa fisik perlu adalah melakukan dengan perhitungan tersedia untuk dijual pada harga eceran dengan nilai barang yang tersedia untuk dijual berdasarkan kos-nya (harga pemerolehan).282. buah) 3.2. 3.

barang. Beberapa istilah yang digunakan untuk menjelaskan kenaikan atau Rp. penurunan harga eceran adalah:

Misalnya, harga eceran barang X 5.000. Apabila harga dinaikkan menjadi Rp. 6.000 maka mark up Rp. maka pembatalan mark Up Rp. 500. Apabila harga menurun menjadi Rp. 4.800, maka pematalan mark up Rp. 500 dan mark down Rp. 200. Bila harga dinaikkan menjadi Rp. 4.950, maka telah terjadi pembatalan mark down Rp. 150. Ilustrasi itu bisa digambarkan sebagai berikut:

1. Mark up, yaitu jumlah kenaikan 1.000. Apabila harga menjadi Rp. 5.500
diatas harga eceran

2. Pembatalan Mark Up (Mark Up
Cancellation), yaitu penurunan harga pada interval mark up yang sudah dibuat

3. Mark

Down,

yaitu

jumlah

penurunan harga eceran

4. Pembatalan Mark Down, yaitu
kenaikan harga pada interval mark down yang sudah dibuat.

P m a la M rk U R e b ta n a p p

.50 0

H rg m n d a a e ja i R . 6.0 0 p 0

H rg R a a p M rkU R a p p . 1.0 0 0

. 5.5 0 0

P m a la m rku R e b ta n a p p H rg E e n a a c ra R . 5.0 0 p 0 M rkd w R a o n p H rg a a R . 4.9 0 p 5 H rg a a R . 4.8 0 p 0 P m a la m rkd w R e b ta n a o n p .10 5

.50 0

.20 0

Misalnya, PT. Aditya memiliki data sediaan menurut kos dan harga eceran seperti dibawah ini:
Sediaan awal Pembelian (neto) Barang tersedia Untuk dijual Mark up Pembatalan mark up Mark down Pembatalan mark down Penjualan (neto) Kos Harga eceran Rp 50.000 Rp 65.000 Rp 115.000 Rp 149.500 Rp 165.000 Rp 214.500 Rp 10.000 Rp 2.000 Rp 3.000 Rp 1.500 Rp 150.000

Nilai sediaan akhir dapat dihitung dengan metode konvensional atau metode Kos. Dengan metode konvensial, nilai barang tersedia untuk

dijual

menurut

harga

eceran

tidak

termasuk mark down dan pembatalan mark down (hanya sampai Mark up). Apabila metode kos yang digunakan,

107

maka nilai mark up, pembatalan mark up, mark down, dan pembatalan mark down diikutkan dalam perhitungan. Nilai sediaan akhir menurut harga eceran diperoleh dengan mengurangkan nilai barang tersedia untuk dijual menurut Metode Kos (Cost Method)
Kos sediaan Akhir = Barang Barang tersedia untuk tersedia dijual ( untuk harga

harga eceran dengan nilai penjualan. Kos sediaan akhir diperoleh dengan mengalikan rasio kos terhadap harga eceran terhadap nilai sediaan menurut harga eceran.

dijual ,

(

M enurut setelah

Kos m ark

) up & M ark dow n )

x Sediaan

akhir (

m enurut

Eceran

)

eceran

Metode Konvensional (Conventional Method)
Kos sediaan Akhir = B arang B arang terse dia tersedia untuk dijual untuk ( dijual h arga ( M enu t ru , Kos setelah ) m ark up ) x Sed iaan akhir ( m urut en Eceran ) ecera n

Berdasarkan rumus diatas maka sediaan akhir PT. Aditya dapat dihitung:
Sediaan awal Pembelian (neto) Barang tersedia Untuk dijual Mark up Pembatalan mark up Barang tersedia Untuk dijual, setelah Mark down Pembatalan mark down Barang tersedia Untuk dijual, setelah Penjualan (neto) Sediaan Akhir Kos Rp 50.000 Rp 115.000 Rp 165.000 Rp Rp mark up (A) Rp Rp mark down (B) Harga eceran Rp 65.000 Rp 149.500 Rp 214.500 10.000 (2.000) Rp 8.000 Rp 222.500 3.000 (1.500) Rp (1.500) Rp 221.000 Rp 150.000 Rp 71.000 Rp Rp 53.009 52.652

Kos Sediaan Akhir (Metode Kos ) Kos Sediaan Akhir (Metode Konvensional)

Metode memasukkan

Konvensional mark-down

tidak untuk

Metode kos memasukkan mark up maupun mark down untuk menghitung nilai sediaan akhir. Metode ini tidak mengakui adanya kerugian akibat penurunan nilai sediaan.

menghitung rasio sediaan akhir. Metode ini digunakan apabila perusahaan ingin menaksir nilai sediaan akhir yang dinilai dengan menggunakan metode terendah antara kos (rata-rata) dan nilai pasar.

PENGARUH KOMITMEN PEMBELIAN TERHADAP NILAI SEDIAAN
Komitmen pembelian adalah dan menjamin pasokan barang. Bagi pihak penjual, kontrak dan saat Pasa ini menjamin arus kas komitmen penjualan perusahaan. barang suatu kontrak pembelian antara pihak penjual dengan pihak pembeli barang. Bagi pembeli, kontrak pembelian melindunginya dari kenaikan harga yang akan terjadi dalam masa-masa kontrak

disepakati, tidak ada pencatatan yang perlu dilakukan pada catatan akuntansi

108

(jurnal). Apabila nilai kontrak material, maka kontrak harus diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statement). Pencatatan ke jurnal dilakukan Pada saat ketika itu, laporan penilaian yang keuangan (interim atau tahunan) akan disusun. dilakukan terhadap harga

dilakukan

pada

saat

barang

akan

diterima dan pembayaran dilakukan. Misalnya, PT. Aditia melakukan komitmen pembelian dengan PT. Biduan Lestari. Komitmen untuk membeli barang dari PT. Biduan Lestari pada harga yang disepakati Rp. 2.500/unit untuk 3.000 unit barang. Pada akhir periode di akuntansi, kehilangan harga barang tersebut

tercantum dalam kontrak terhadap harga pasarnya. Apabila harga pasar menurun dibawah harga kesepakatan, maka pihak pembeli harus mengakui kerugian dan hutang yang terkait dengan kerugian penurunan harga itu. Penilaian harga kontrak terhadap harga pasar juga

pasar Rp. 2.000. Hal itu berarti PT. Aditia kesempatan untuk memperoleh harga yang lebih murah dari harga kontrak. Untuk itu, PT. Aditia harus mengakui kerugian karena harga pasar dibawah harga komitmen:
Rp 1.500.000 Rp 1.500.000

Untung/rugi yang belum terealisasi--komitmen pembelian (Unrealized holding gain or loss) Hutang taksiran atas komitmen pembelian (Estimated Liability on Purchase Commitment)

Kerugian karena penurunan harga pasar itu disajikan di laporan rugi laba pada kelompok lainnya. komitmen akun Akun Biaya hutang dan kerugian atas pada taksiran disajikan

lancar). maka

Apabila PT.

pada

saat

barang

diterima harga pasar sebesar Rp. 2.200, Aditia harus mengakui keuntungan (ingat: keuntungan boleh

pembelian

diakui hanya ketika realisasi dilakukan):
Rp 600.000 Rp 600.000

kelompok hutang jangka pendek (hutang
Hutang taksiran atas komitmen pembelian (Estimated Liability on Purchase Commitment) Untung/rugi yang belum terealisasi--komitmen pembelian (Unrealized holding gain or loss) Sediaan ( Inventory) Hutang taksiran atas komitmen pembelian Liability on Purchase Commitment) Kas ( Cash)

6.600.000 (Estimated900.000 7.500.000

109

800. sediaan akhir berjumlah 560 unit. 107 . Berikut ini adalah data sediaan PT.0 0 R 10 0 p 5 .0 0 R 10 0 p 1 .500. Seluruh barang dijual pada harga Rp.525. Sediaan akhir PT.0 0 R 18 2 p 5 .000 dengan syarat FOB shipping Point.1 5 R 9 .0 0 p 2 0 50 5 1 . 700 per unit) Diminta: A. 19. • Pada tanggal 29 desember 2007 dilakukan pembelian barang Rp. Sediaan ini telah dicatat padahal barang belum sampai. biduan Lestari melakukan penjualan barang kepada PT.000 sudah dikurangi dari nilai sediaan. Hitung laba rugi masing-masing metode dalam sistem periodik dan perpetual 2. padahal barang belum sampai ditempat pembeli.900.5 0 6 0 25 7 30 0 20 0 75 7 4 0 Dari hasil Perhitungan fisik.Soal Latihan: 1. Andalan Jaya selama bulan januari 2007: Sed iaan A wal Pem elian b 0 /0 /20 7 2 1 0 1 /0 /20 7 6 1 0 2 /0 /20 7 0 1 0 3 /0 /20 7 1 1 0 T ta Pe b lia o l me n R r Pem elian etu b 1 /0 /20 7 7 1 0 Pen alan ju 0 /0 /20 7 5 1 0 1 /0 /20 7 7 1 0 2 /0 /20 7 5 1 0 T ta Pe jua n o l n la R r Penju etu alan 2 /0 /20 7 6 1 0 U nit 40 0 30 0 20 0 25 7 10 6 95 3 3 0 @ 50 0 50 0 50 5 55 7 55 7 To tal R 20 0 p 0 . Catat setiap transaksi ke jurnal umum dengan mengasumsikan: • • • Sistem pencatatan FIFO periodik dan perpetual (buat kartu sediaan) Sistem pencatatan LIFO periodik dan perpetual (buat kartu sediaan) Sistem pencatatan AVERAGE periodik dan perpetual (buat kartu sediaan) B. Kejadian berikut terkait sediaan mereka: • Pada tanggal 28 desember 2007 PT. Biduan Lestari per 31 Desember 2007 Rp. 23. Kos dari barang yang dijual (Cost of Goods Sold) Rp. Kulancar dengan syarat FOB destination. 267.

0 0 0R p W3 2 0 0 R p 5 5 .000) pada sediaan PT. di neraca saldo perusahaan. sedangkan marjin laba normal 15% dari W a n ita W1 1 5 0 R p 1 5 . 0 0 0R p 7 5 .000 (800 unit @Rp. BUNGA JELITA memiliki satu jenis sediaan.55 0R p 5.00 0 111 . Biaya penjualan Rp. 6. 0 0 0R p 900 R p 1.500. 100. Diminta: Tentukan nilai sediaan akhir dan catat penyesuaian apabila terjadi penurunan nilai (metode penyisihan dan metode langsung).000).50 0 Pada akhir tahun 2008. perusahaan menjual barang Rp. 105.50 0 6 2 . Caraka. Ditaksir.25 0R p 4. kelompok utama dan keseluruhan) 108 .95 0R p 1 4 . Biduan Lestari terdapat barang yang dititip oleh PT.70 0R p 2. 0 0 0R p 9 0 . barang itu hanya bisa dijual dengan harga Rp. b. 10. Hitung kos sediaan dengan menggunakan metode LCM (Terendah antara Kos dan Pasar) dan buat penyesuaian dengan menggunakan metode langsung dan metode penyisihan. 0 0 0R p Rp Estimasi penyisihan untuk marjin laba normal sebesar 15% dari penjualan.000/unit. Petugas pembukuan telah memasukkan barang itu (Rp. 0 0 0R p W2 5 0 R p 4 5 . 0 0 0R p P2 3 5 0 R p 6 0 . dengan menggunakan: • • Lower of cost or market (Individual. Pada saat melakukan perhitungan fisik atas sediaan. sediaan akhir memiliki kos Rp. Biasanya.000/unit. Berikut ini adalah data sediaan PT. 115. Hitung kos sediaan dengan menggunakan metode LCN/Lower of Cost or Net Realizable Value (terendah antara kos dan nilai realisasi neto) dan buat penyesuaian dengan menggunakan metode langsung dan metode penyisihan.000/unit.00 0 6 7 . a. kelompok utama dan keseluruhan) Lower of cost or net realizable value (Individual. kos barang. Biduan Lestari dan tentukan kos sediaan akhir 3.25 0R p 2. kos pengganti dari barang Rp. 0 0 0R p Rp P ria P1 1 7 5 R p 7 5 . 0 0 0R p 6 0 . 0 0 0R p 1 6 5 .00 0 129 . Pada akhir tahun 2008. Biduan Lestari. 0 0 0R p 8 5 .000. Cukup Lancar (menggunakan metode FIFO) S e d ia a n P a k a ia n K ode K ode K ode To tal P a k a ia n K ode K ode To tal U n it K o s p e r u n ita rg a J u a l E s t im a s i B ia y a s H Ko P e r u n it P e n ju a la n / u n P e n g g a n t i/ u n it it 3 0 . Diminta: Catat koreksi yang harus dilakukan oleh PT.00 0 6 0 .80 0R p 2. 80. terdapat 50 unit barang memiliki kemasan yang rusak.• Dalam gudang PT. 4.000/unit.00 0 3 7 . 80. PT. 0 0 0R p 1 7 5 .

PT. Bandung Jaya membeli tanah seharga Rp. Sunset Cemerlang ingin menyusun laporan keuangan interim.000. PT. 3. lokasi II (15 Kavling). 6.000 Rp. PT.000 Rp 50.000 Rp 161.000.861.000 Rp. Hitung kos sediaan akhir dengan menggunakan metode laba bruto.000 Rp 400. Adella Jaya mengalami bencana alam.000 Rp 5.250.000.615.000 Rp 7.2.000 Rp 715. 2. nilai realisasi (masih bisa dijual) seharga Pada periode itu.5.000 20 Rp 20.0000 Rp.000 40% dari penjualan Dari sisa sediaan akhir yang terbakar.000 Diminta: 1.975. dimana gudang mereka terbakar. Hitung kerugian PT. Adella: Sediaan Awal Pembelian Penjualan Persentase laba bruto Rp. 550.000 Rp 5.000 15 Rp 15. Gunakan metode nilai jual relative. Adella akibat kebakaran itu. kos barang terjual dan laba PT. kavlingan yang terjual adalah: lokasi I ( 5 kavling).000 Sediaan awal Pembelian (neto) Barang tersedia Untuk dijual Mark up Pembatalan mark up Mark down Pembatalan mark down Penjualan (neto) Diminta: 109 .500.000. 7.000.900. Bandung Jaya pada periode itu.000 Rp 40.750.1.000.000.000 Rp 7. Sebagian dari sediaan bisa diselamatkan.000 Rp 115. berikut ini data sediaan PT. Berikut data yang diperlukan untuk menaksir nilai sediaan menurut metode eceran: Kos Harga eceran Rp 5.700. Untuk keperluan klaim asuransi atas sediaan. Lokasi III (7 Kavling) Diminta: Hitung sediaan akhir.000 Rp 225. 550.000 Rp 90.000 Rp 160.000 Rp 25.000. Tanah itu akan dikavling dengan harga jual sebagai berikut: Total Jumlah Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Harga per kavling 10 Rp 9.000.

Danar Hati pada saat proses penyusunan laporan keuangan 110 . 900/unit. Pada saat penyusunan laporan keuangan. 800/unit dan pada saat barang diterima dan akan dilakukan pembayaran harga pasar Rp. Danar Hati melakukan komitmen pmbelian 5. harga pasar barang Rp. PT.000 unit barang pada harga Rp. Diminta: Buat penyesuaian yang harus dilakukan PT.Hitung Kos sediaan akhir dengan menggunakan metode kos dan metode konvensional 8. 750.

untuk disewakan kepada pihak lain. cukup tetap aktiva Fasilitas Fisik atau aset tetap. Kos dapat diukur secara andal. lainnya nilai entitas. Diperoleh untuk digunakan dalam operasi dan bukan untuk dijual kembali 2. Dari defenisi itu. Contoh Aktiva tetap adalah: Tanah. Bersifat jangka panjang sehingga merupakan subyek dari penyusutan (kecuali tanah) material dibandingkan nilai total aktiva Dengan sehingga disajikan aktiva demikian. besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aktiva itu akan mengalir ke entitas. Gedung Pabrik. dan nilai tetap. yaitu kos yang ditunjukkan dalam bukti pemerolehan aktiva. Dasar pengakuan awal untuk aktiva tetap adalah kos historical (Historical Cost). atau untuk tujuan administrative dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode. setelah aktiva penyajian pertukaran) (Impairment). Memiliki substansi fisik Meskipun kuantitas aktiva tetap tidak terlalu banyak dibandingkan jenis aktiva namun suatu dengan keuangan wajar. tetap. karakteristik dari aktiva tetap adalah: 1. PENYUSUTAN DAN PENURUNAN NILAI Aktiva Tetap. B. Perabotan. adalah aktiva berujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa. baik dapat Akuntansi (misalnya: aktiva sediaan). Mesin. Gedung Kantor. sering disebut juga 3.BAB VI AKUNTANSI AKTIVA TETAP. Manfaat ekonomi dimasa depan dalam bentuk pendapatan atau penjualan Aktiva tetap harus (Cost) pemerolehan sangat pasti (probable) akan mengalir ke perusahaan di masa yang akan datang. pelepasan (penjualan penurunan KOMPONEN KOS PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP Suatu aktiva apabila: A.dll. 111 . laporan secara tetap akuntansi aktiva tetap harus ditangani mencakup tentang pengakuan aktiva pengeluaran-pengeluaran pemerolehan aktiva tetap serta aktiva tetap. dan pengeluaran diakui sebagai Kedua criteria pengakuan aktiva itu juga berlaku untuk pengakuan aktiva tetap.

bangunan diatasnya yang harus dibeli kemudian dimusnahkan Pengeluaran lahan tanah diciptakan untuk konstruksi atau pembuatan tanah.000 Kos Pemerolehan Rp158. 5.47): 1. 6. 7. prasarana.000 Pencatatan mesin itu K Rp 158.Secara umum.000.000) PPN 10% Rp. dikreditkan beli dan dikurangi potongan potongan-potongan Tanah bisa dimiliki untuk tujuan spekulatif atau untuk mendukung operasi normal perusahaan. Harga transaksi pembelian tanah termasuk tanaman.250. 500. Termasuk dalam biaya yang ditangguhkan untuk pengurusan legal hak atas tanah adalah: ke jurnal dilakukan sebagai berikut: Mesin Kas/Hutang D Rp 158.000 Instalasi Rp.000. Misalnya PT.500.000 Kos dari tanah 112 . 14.000 perantara jual bei tanah Kos (cost) pinjaman • • terkapitalisasi ke dalam tanah Kos (Cost) pematangan • Pengeluaran untuk pengurusan legal hak atas tanah. Kos yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aktiva ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen 3. Tanah yang diperoleh untuk tujuan spekulatif dikategorikan sebagai investasi. A membeli mesin yang memiliki harga faktur Rp. termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh harga lainnya.000 dan • • instalasi Rp. Tidak seperti aktiva tetap lainnya.750.000 Potongan tunai (Rp.750. 1. 4. 500. A juga membayar untuk pengangkutan Rp. Estimasi awal kos pembongkaran dan pemindahan aktiva tetap dan restorasi lokasi aktiva.500.750. meliputi: 1. 7. PSAK No. 1. 150. Harga pemerolehannya. Aktiva Tetap diakui sebesar kos pemerolehannya. Akun ini diamortisasi selama umur ekonomisnya. 150.000 Pengangkutan Rp. 47 menyatakan pengeluaran ini dicatat ke akun biaya yang ditangguhkan atas pengurusan legal hak atas tanah. Pengeluaranpengeluaran yang termasuk kos pemerolehan tanah adalah (PSAK No.500.000 maka kos pemerolehan dari mesin adalah: Harga Faktur Rp.000 (potongan 2. 2. bila 3. tanah tidak memiliki umur ekonomis atau masa manfaat terbatas karena nilai tanah cenderung meningkat. tanah Kos (Cost) untuk ganti rugi penghuni dan relokasi Kos (Cost) untuk pembelian tanah lain sebagai pengganti Kos (Cost) untuk komisi tunai 5%) ditambah PPN dan PT.

Pengeluaran untuk menebang pohon Rp.000. seperti pemeriksaan Misalnya. perataan dan pembersihan menghabiskan dana Rp.000 dan kayu bisa dijual Rp.500. 113 .000 Rp 678.000 ( Kas (Cash) Rp 973.000. Dalam hal tanah diperoleh untuk lokasi membangun sebuah bangunan maka kos yang terjadi sampai gedung baru dibangun merupakan bagian dari kos tanah. PPAT 4. 5. perataan dan pembersihan Pembangunan fasilitas umum Kos Pemerolehan Tanah Pengembangan Tanah Pengurusan legal untuk hak atas tanah Rp 500. 500. Penjualan puing-puing gedung lama ataupun batang pohon yang ada dilokasi tanah diperlakukan mengurangi kos dari tanah karena pengeluaran itu dimaksudkan agar tanah bisa digunakan untuk maksud yang diinginkan.000 Rp 45.000 6. Harga pembelian tanah Rp. rencana tata Biaya-biaya pengukuran. Pengeluaran-pengeluaran berikut untuk membuat tanah siap digunakan dalam operasi: 1. Rp. 750. 1.000.000 (selanjutnya dipelihara Negara) 7.000 Rp 250. 5. lampu jalan) tidak dimasukkan dalam akun Tanah. Pemerintah setempat maka kos diperlakukan dari Namun.000 Rp (1. harus disusutkan sepanjang umur ekonomisnya Pencatata n ke jurnal Tanah (Land) Rp 678.000) Rp 500.000.000.000 Pajak terkait jual beli tanah Biaya resmi yang harus dibayar ke 2. Jalan desa menuju tanah diaspal sebesar Rp. Akun pengembangan tanah. jembatan. jalan.000 3.250.1. Diatas tanah terdapat pepohonan.000 PT.000 dan puing-puing bangunan bisa dijual Rp.000 4.000. Legal audit.000 Rp 5.000 Rp (750. 250. yang Tekindo diatasnya membeli terdapat keasian sertifikat tanah.000.000. 3.500. biaya jual-beli dan kas Negara untuk pemerolehan hak.000. sebuah bangunan. namun dalam akun Pengembangan Tanah (Land Improvement). Penimbunan 25.000) Rp 25. Tekindo mencatat kos pemerolehan tanah: Pembelian Tanah Penghancuran gedung Hasil penjualan puing bangunan Penebangan pohon Hasil penjualan Kayu Penimbunan. pembuatan lampu jalan Rp.000 5.000 Biaya ditangguhkan atas tanahDeffered Charges) Rp 45.000 Rp 150.250. kota 2.000 Pengembangan Tanah Land Improvement) ( Rp 250. pemagaran. lokasi pengembangan-pengembangan tanah yang memiliki umur terbatas (misalnya: pembangunan pagar. karena memiliki umur terbatas. perpanjangan atau pembaharuan hak baik status maupun peruntukan.000 Kos dari Gedung/bangunan atau masa manfaat. Dilokasi tanah dilakukan pengaspalan. Pengurusan legal atas tanah 45. 500. 150. Pengeluaran untuk menghancurkan gedung Rp.000 pematokan dan pemetaan ulang Biaya notaries. sebidang tanah PT.000. Apabila terdapat pengembangan lokal diluar lokasi tanah yang memiliki umur tidak terbatas yang dimaksudkan untuk menunjang operasi di areal itu tanah akan dan selanjutnya oleh pengembangan sebagai kos dipelihara tanah.000.000.000. di tanah.000.250.

16 Revisi 2007. pengeluaran untuk jasa professional (arsitektur. overhead yang dibebankan. dalam dibangun tidak sama dengan barang yang perusahaan terdapat permasalahan pembebanan kos overhead. Tidak membebankan overhead ke aktiva tetap yang dibuat sendiri (PSAK No. Tidak membebankan kos overhead tetap ke kos aktiva yang dibuat sendiri (hanya membebankan overhead variabel) 2. Apabila gedung dibangun berdasarkan harga kontrak. dijual maka pembebanan kos overhead sama seperti pembebanan dengan unsur sediaan Namun. peralatan pabrik dan aktiva tetap yang sejenis dengan itu. mesin pabrik. maka lainnya. Kos dari peralatan itu adalah seluruh pengeluaran atau kos yang terjadi sampai peralatan siap untuk digunakan ) dioperasikan.dll) dan ijin mendirikan bangunan. Yang menjadi permasalahan overhead ke adalah aktiva pembebanan yang dibuat kos sendiri. Termasuk dalam pengeluaran ini adalah bahan baku yang dihabiskan. maka nilai kontrak merupakan basis pengakuan. apabila aktiva tetap yang dalam operasi normal.Kos dari bangunan adalah seluruh pengeluaran sampai gedung siap digunakan. Apabila aktiva tetap yang dibuat sendiri merupakan bagian dari barang atau sediaan perusahaan yang dijual pada aktivitas normal. Kos overhead tidak hanya dinikmati oleh aktiva tetap yang dibuat sendiri namun juga aktivitas operasi lainnya cara: 1. tenaga kerja yang digunakan. Kos dari Aktiva Tetap yang dibuat sendiri Kadang-kadang perusahaan membuat sendiri aktiva tetapnya. Membebankan porsi tertentu dari seluruh kos overhead ke proses konstruksi 3. Untuk kos langsung (bahan baku dan tenaga kerja langsung) bisa ditelusuri atau dikaitkan dengan aktiva tetap yang dibangun sendiri. diluar pembuatan aktiva tetap. Paragrap19). Kos dari peralatan (Equipment) Peralatan dalam hal ini adalah peralatan pengangkutan (kendaraan). Masalah ini dapat diatasi dengan beberapa 114 . perabotan kantor.

Apabila proses konstruksi dihentikan atau ditunda atau ditangguhkan untuk waktu yang cukup lama. Aktiva yang bisa dikapitalisasi (Qualifying Assets) Aktiva tetap yang bisa dikapitalisasi kos pinjamannya memerlukan (umumnya adalah rentang lebih dari aktiva 1 tetap yang dalam waktu tahun) tertentu mengkonstruksi aktiva (aktiva tetap dan sediaan). Kos pinjaman yang bisa dikapitalisasi adalah kos yang timbul dalam proses membangun aktiva tetap yang ditujukan untuk dipakai perusahaan (termasuk gedung. Periode kapitalisasi dimulai ketika ketiga kondisi berikut telah terjadi: 1. Hal ini didasari pemikiran bahwa selama aktiva tetap dikonstruksi. Aktivitas pembuatan aktiva tetap sedang dijalankan 3. pabrik. Kos pinjaman dari Aktiva tetap yang sudah siap untuk dipakai atau yang sedang digunakan. Periode Kapitalisasi Periode Kapitalisasi adalah periode waktu dimana kapitalisasi kos pinjaman dilakukan. Kos pinjaman sudah terjadi Kapitalisasi kos pinjaman terus dilakukan sepanjang ketiga kondisi diatas terjadi dan periode kapitalisasi berakhir ketika aktiva tetap diselesaikan dan siap dipakai. maka hal-hal berikut perlu diperhatikan: sehingga harus 115 . membiayai kontrak konstruksi namun dipakai untuk mendanai kontrak konstruksi. Untuk pinjaman yang dapat dikaitkan/diatribusikan secara langsung terhadap perolehan. konstruksi atau produksi suatu aktiva. maka kos pinjaman itu harus dikapitalisasi (Psak No. maka perlu pertimbangan khusus untuk mengkapitalisasi kos pinjaman yang terjadi. maka kapitalisasi harus dihentikan. sumber pembiayaan bisa berasal dari sumber internal atau pinjaman. dan mesin-mesin utama). pinjaman Permasalahan yang tidak muncul pada untuk dimaksudkan konstruksi sampai siap dipakai. Pengeluaran untuk membuat aktiva tetap telah dikeluarkan 2. PSAK No. Proses kapitalisasi dimulai ketika proses pembuatan sampai aktiva tetap selesai dibangun. Untuk sumber pembiayaan sejumlah kos berasal dari pinjaman maka entitas pada umumnya akan membayar pinjaman (Borrowings Cost) berupa bunga pinjaman dan pengeluaran lainnya terkait dengan pinjaman. 2. dikapitalisasi Untuk mengoperasikan pendekatan ini. aktiva tetap belum bisa menghasilkan pendapatan.PEMBEBANAN KOS PINJAMAN YANG TERJADI SELAMA KONSTRUKSI Untuk membangun atau 1. Karena tidak terdapat keterkaitan langsung antara pinjaman dan aktiva tetap yang dikonstruksi. 26 menyatakan bahwa seluruh kos pinjaman yang timbul dari pinjaman khusus untuk konstruksi dan pinjaman tidak untuk konstruksi namun digunakan untuk konstruksi harus dikapitalisasi. Apabila sumber pembiayaan berasal dari internal perusahaan. maka tidak ada kos pinjaman yang terjadi. tidak dikapitalisasi. 26 tentang biaya pinjaman).

Untuk menentukan jumlah kos pinjaman yang harus dikapitalisasi. suku bunga 8%.000 Institusi Rp 1.000. Kredit Investasi dari Bank Mandira Rp. Jumlah yang dikapitalisasi Jumlah kos pinjaman yang dikapitalisasi ditentukan berdasarkan tingkat kapitalisasi dikalikan pengeluaran yang terjadi untuk memeroleh aktiva. Tingkat kapitalisasi dihitung jumlah dengan kos pinjaman cara yang membagi dibagi rata-rata dengan untuk tertimbang konstruksi. PT. Pendapatan dari investasi ini Rp.000 Obligasi Rp 2. Pinjaman per tahun dari institusi lain (bukan bank) Rp. maka beberapa langkah perlu dilakukan: A.000. 2 Milyar. 150 juta. 1.000. Misalkan PT.000. PT.5 Milyar untuk membangun pabrik tersebut dan konstruksi akan selesai dalam waktu 1. A membutuhkan dana Rp. Obligasi perusahaan Rp.000.000.000 Rp 8% Rp 160. A membangun fasilitas pabrik pengolahan. A memeroleh kredit dari perbankan sebagai berikut: 1. Menghitung rata-rata tertimbang dari kos Pinjaman Sumber Pinjaman Suku bunga bunga/ tahun Bank M andira 2.000 Total Rp 5. Untuk mendanai pembangunan.000 Rp 390. Pada tahap awal pembangunan. suku bunga 7% pertahun Dari seluruh pinjaman.000. terdapat dana yang menganggur Rp. 2. 1 Milyar.000 9% Rp 90.000.5 tahun. 2 Milyar. Rp.000 7% Rp 140.3.000. 500 juta akan digunakan untuk menambah modal kerja.000.5 Milyar yang kemudian diinvestasikan selama 6 bulan. 4.000. suku bunga 9 % pinjaman 3.000 digunakan 116 .000.

00 0 0 0.00 ) 0 0 0 20 .00 1 0 0 117 .0 0.0 0 C K P ja a y n d a ita a i .00 K apitalisa si × Jum lah Pinjam an untuk konstruksi = .00 1 0 0 (15 .80%x Rp.000 ×1 0 0 % × 100% = B Ju la K P ja a .0 0.5 . os in m n a g ik p lis s Jum Kos Pinjam lah an Hasil Investasi Kos Pinjam yangdikapitalisasi an Rp Rp Rp 35 .80 Rp 5.000.0 0.50 .0 0.000 5.00 7 00 0 0 35 00 0 1. 4.00 ) 0 0 0 Rp 4.00 .0 0.00 0 0 0.000.000.00 Rp (50 . m h os in m n Total Pinjam an Pinjam untuk m an odal kerja Pinjam untuk konstruksi an Jum kos pinjam lah an= Tingkat 7 % .0 .Rata-ratatertim bangkos Pinjam (ting kapitalisasi): an kat T o takl o s i n ja m a n P T o t aP in ja m a n l 390.

000. 5.000. . Pemerolehan tetap yang sejenis dan juga diterima aktiva moneter tambahan (dalam aktiva bentuk tetap kas) yang sebagai diterima. Pembelian borongan (Lump-Sum) Masalah dalam pembelian aktiva tetap muncul ketika beberapa jenis aktiva tetap dibeli secara borongan (gabungan) pada satu harga. penggunaan wesel.000. kos pemerolehan aktiva tetap diukur pada nilai wajar dari aktiva yang diterima atau yang diserahkan 118 . 0 aktiva dengan 2. Kos dapat Anggaplah suatu perusahan membeli aktiva 450. A memutuskan untuk membeli tanah dengan Masalah yang timbul adalah berapa jumlah kos pemerolehan yang harus dicatat dan bagaimana pengakuan terhadap laba atau rugi pertukaran.000 Land Common stock Additional paid-in Capital Rp 3. Pembelian Aktiva kontrak dan tetap kredit dengan kadangkala jagka hutang kontrak dibeli kredit dengan melalui Agar jangka panjang panjang lainnya. 6 0 00 0 00 0 0 .000 2. . pembelian rumah dan tanah pada satu harga.1 5 00 0 00 0 atau . Rp. . 0 Pemerolehan Rumah: pembayaran total diakui sebagai biaya bunga 4. Perbedaan antara nilai tunai (Present Value) dengan 400. Rp. 6 0 00 0 00 0 0 . . mengeluarkan saham Aktiva tetap bisa juga diperoleh dengan mengeluarkan sekuritas saham. . sedangkan nilai pasar rumah Pemisahan dan rumah dilakukan sebagai berikut: 1. hutang hipotek. PSAK No.000.200.500.000 lembar yang memiliki nilai pari Rp. × 4 5 00 0 00 0 0= R p.16 (direvisi 2007) dan IAS No.000. Kos 4 0 00 0 00 0 0 . . PT. Kos pemerolehan aktiva tetap yang dibeli secara gabungan harus dipsahkan menggunakan nilai pasar wajar relatif tetap masing-masing tanah dan Nilai rumah pasar aktiva seharga tanah tetap.3 0 00 0 00 0 selama periode kredit.500.000.000. pemerolehan tanah: × 4 5 00 0 00 0 0= R p. A melakukan pencatatan ke jurnal umum: D 27. Misalnya. . pemerolehan tanah mengeluarkan saham biasa 5. Pertukaran Aktiva Tetap Aktiva tetap mungkin juga diperoleh dengan cara menukar dengan aktiva tetap lainnya aktiva non moneter lainnya.000 Rp Rp K 25. 16 memberikan preskripsi bahwa dalam pertukaran aktiva tetap. Penilaian Aktiva tetap dilakukan berdasarkan harga pasar saham pada waktu itu atau apabila harga pasar saham tidak bisa ditentukan pada waktu itu maka nilai pasar wajar aktiva tetap harus ditentukan dan digunakan sebagai basis untuk mencatat aktiva dan pengeluaran saham biasa. .PENGUKURAN KOS PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP 1. . 5.000. Pertuakaran juga bias terjadi antara aktiva 2. obligasi instrument merefleksikan kos pemerolehan aktiva tetap maka aktiva tetap dinilai sebesar nilai tunai pada saat transaksi terjadi.500. . Misalnya PT. Rp. . Nilai pasar saham pada saat pertukaran Rp. Kos 2 0 00 0 00 0 0 .

nilai wajar dari aktiva tetap yang diterima bias digunakan apabila nilai wajar dari aktiva tetap yang diberikan tidak dapat ditentukan secara andal/jelas.A Rp. PT. Apabila aktiva tetap yang diterima memiliki nilai pasar wajar yang lebih jelas daripada aktiva tetap yang diserahkan.tergantung mana yang lebih andal.000. maka dasar untuk mencatat kos pemerolehan adalah nilai tercatat masingmasing aktiva tetap pada saat pertukaran terjadi. mobil dengan Misalnya. namun tidak ada tambahan kas diterima 3.1Pertukaran Aktiva tetap tidak sejenis Aktiva tetap tidak sejenis adalah aktiva tetap yang melakukan fungsi yang berbeda pada entitasnya pertukaran masing-masing. terdapat aktiva tiga tetap jenis tidak kombinasi pertukaran aktiva tetap: 1.000. Apabila nilai wajar dapat ditentukan secara andal maka nilai wajar dari aktiva tetap yang diserahkan digunakan untuk mengukur kos pemerolehan dari aktiva tetap yang diterima. Apabila kedua aktiva tetap tidak memiliki nilai pasar wajar. 650.000. Pertukaran sejenis 2. Pertukaran aktiva tetap sejenis. Umumnya.000. Apabila aktiva tetap yang diserahkan memiliki nilai pasar wajar yang jelas. Pertukaran aktiva tetap sejenis. 3.000.000. A menukar sebuah truk yang memiliki nilai buku Rp. Apabila nilai wajar dari aktiva tetap yang diterima atau yang diserahkan tidak dapat ditentukan. Sebagai ilustrasi. Perhitungan dan Pencatatan yang dilakukan oleh PT. 450.000 (Kos Truk Rp. Transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersil b. mesin. maka dipakai nilai tercatat masing-masing aktiva tetap sebagai dasar untuk pertukaran. 150. 50. A yang memiliki Kos Rp. karena masing-masing menyelesaikan memeroleh laba. Pengecualian pemakaian nilai wajar dilakukan apabila: a. 250.000. maka nilai ini digunakan sebagai dasar untuk mengakui kos aktiva tetap yang diperoleh. namun ada tambahan kas yang diterima 4.000) dengan sebidang tanah PT. maka nilai pasar wajar aktiva tetap yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk mengakui kos aktiva tetap yang diterima 4.000 dan harus menambah kas Rp. 160. Sebaliknya.000 dan akumulasi penyusutan Rp. Kos 119 . Apakah aktiva tetap yang itu diterima memiliki ditentukan berdasarkan : pertukaran substansi komersil? 2. Nilai Pasar wajar truk PT. A adalah: fungsi aktiva tetap dalam telah proses pertukaran antara mobil dan gedung. Pada pertukaran aktiva tetap tidak sejenis. Nilai wajar dari aktiva tetap yang diterima atau diserahkan tidak dapat diukur secara andal. atau pemerolehan 1. keuntungan atau kerugian dari pertukaran harus segera diakui pada saat pertukaran.000.

ditangguhkan ke kos PT. sebesar perbandingan antara kas yang diterima (KD) dengan jumlah antara kas yang diterima (KD) dan nilai pasar wajar (NW) aktiva tetap yang diterima dikalikan dengan total keuntungan (TK). maka kerugian itu harus segera diakui (prinsip konservatisme). 0 0 0 0 P ncatatan ole P .000. Rp.000. 0 6.000. 0 6. penyusutan 40.000 sedangkan 175. 80.A adalah: 120 . Apabila dalam karena pertukaran pertukaran sebagai diperoleh tidak keuntungan dan sejenis. dan 50.000.000. sebelumnya menunjukkan menerima kas dari pertukaran mesin dengan 95. Sebagai ilustrasi. 0 0 D 20 0.00 0 0 0. nilai Rp. Keuntungan yang tidak Ilustrasi diakui.000. 160. 0.000.000 akumulasi 90.000 95.000. B pemerolehan aktiva tetap yang diterima. PT.000). B yang memiliki kapasitas lebih tinggi.000 (50. A Rp.000) 30. 0 p 0.000. pasar A Mesin B kas Rp.000.000. 0 0 0 0 40 0.000. 0 5.000. 0 0 0 0 R ( 5. harus diakui kas masalah Apakah atau pada pengakuan keuntungan Untuk hanya seluruh aktiva tetap sejenis.000 R p 10 0. 0.000 Rp Rp K R 60 0. B memiliki Kos Rp.000. 0 1. 0 0 20 0.000. 200. 0 0 0 0 5.000) dengan sebuah mesin PT. 0 0 0 0 K R p R p Rp Rp Rp 80. namun ada tambahan kas yang diterima Pertukaran aktiva tetap dalam situasi keuntungan dan ada kas yang diterima memunculkan keuntungan.2 Pertukaran aktiva tetap 4.000 D 145. A menukar sebuah mesin yang memiliki (Kos Rp.00 0 0 0. menambah K e u n tu n g a n n gd ia k u= ya i Rasionalitas pengakuan KD K D+ N W × TK itu keuntungan adalah ketika kas diterima maka ada bagian dari aktiva tetap itu yang dijual atau sudah menyelesaikan fungsinya. 0) p 10 0 0 0 0 R p 1.000 95.000 ditangguhkan? keuntungan entitas yang mengalami keuntungan dan menerima maka sebagian. 0 0 0 0 0 0 R p 5.000. Mesin PT.000. tercatat Rp. maka keuntungan itu diakui diperlakukan pengurang kos pemerolehan aktiva tetap yang diperoleh.000.000. 40.000 dan akumulasi penyusutan Rp.000 4. A e h T Perh n itu gan ko p eroleh m in B s em an es Nilai Pasar wajar Mesin A Kas yangdibayarkan Kos Pemerolehan Mesin B K euntung na uk g nda pertuk ra a ta eru ia ri a n Nilai Pasar wajar Mesin A Nilai tercatat Mesin A keuntungan pelepasan Mesin A P ata nk jurna Um enc ta e l um Machine (New) Accumulated depreciation of Old Machine Machine (Old) Cash Rp Rp Rp 80. 0 0 0 0 0 0 Rp Rp 90.000. namun tidak ada tambahan kas diterima Pertukaran aktiva tetap sejenis adalah pertukaran aktiva tetap yang memiliki tipe sama atau yang menjalankan fungsi/aktiivitas yang sama.Pr i ugn o pm o hn aa eh na ks e e l a Tnh t re N i P s rwja Tu A ila aa a r r k Ksy n d aak n a a g iby r a K sP mr le a Tn h o e eo h n a a Kut na a u eui n a prua n e n gn t kr g dr et kr u a a i a N i P s rwja Tu A ila aa a r r k N i B k Tu A ila u u r k K u t n a p le aa t u e nu gn e p s n r k Pna t n eunlU u e ct a k j r a m a m Ln ( a a ) a d Tn h Ac mlae d peiaio o Tuk cu u t d e r c t n f r c Tuk rc Gin n is oao Tuk a o d p sl f r c Cs ah R p R p R p 10 0. 0 0 0 0 R p 1.3 Pertukaran aktiva tetap sejenis. Perhitungan dan pencatatan ke jurnal yang dilakukan PT. Sedangkan apabila dalam pertukaran dialami kerugian.000 175. nilai PT.000.000 (kos Rp. Nilai pasar mesin PT.000 40. 0. 0 1.

00 70 . Selanjutnya. 00 ) 500 40 . 27 D 31 . Mencatat Kontribusi Pendekatan ini menekankan bahwa seluruh sumbangan yang diterima harus kepada entitas. Entitas akan memenuhi kondisi atau prasyarat hibah tersebut. 0 500 (60 .00 R 5 0 . Pemerintah. 51 ) 6 74 8. r t g o m a r PA o N iP a ar en ia a r j Mi B l sw a s K y giem aa dr a s n ti K n n na du a e t g y gi n uu a n t d K Pm l h Mi diPA o e e ea ena T s r o n s r . 2004). 27 40 .00 . 25 1. 00 00 . PT.00 . 74 8. 7 Knnn n iu a e t g y gtn uu a a d d R p 651 . 16 (Revisi 2007)): 1. 3 ->ka k kK P el h Mn . Apabila Aktiva tetap yang diterima dijual maka akun biaya kontribusi harus dikreditkan. 0 000 .00 0 848 .1 . B melakukan perhitungan dan pencatatan sebagai berikut: Ph nn n nttnT eiu ad P ca PB r t g a ea a . 00 1 . Knnn akuadi eur e t g au rg aptka uu a t e i n r r an N iP a ar en ia a r j Mi B l sw a s N iB ur k ia u T B l k u K n n ne p atu e t g pe s rk uu a l an Knnn n i k: e t g y ga i uu a a d u R .9 . 00 70 .8 . 0 500 . Pendekatan ini diadopsi oleh FASB (Kieso. P can j ra m e at k u l u nt a e nU m Mh e e) ai ( w cn N Au ut der ct nfO Mh e c m ed ea o l a i c l a p i i o d cn Ch a s Mh e l ) ai ( d cn O G odp a fMh e a ni o lo a i i n ss cn R p R p R p R p R p 1 . sumbangan sumbangan pihak lain atau hibah Pemerintah dinilai berdasarkan nilai pasar wajar dari aktiva tetap itu Untuk pada hibah tanggal dari pemerolehannya. 00 ×p .D r gn o e r e n e i una e s m a s o i Ph nn seel h TkT eiu ak p r e n u . 00 ) 000 10 . Aktiva Aktiva Tetap tetap yang yang diperoleh diperoleh dari dari dikreditkan ke akun pendapatan kontribusi (Contribution Revenue) pada periode sumbangan diterima.00 p 5 0 0 +p . 0 500 (30 . dan 2. 3 31 .00 R 0 0 . 121 . 0 1 . hibah akan diperoleh Terdapat untuk aktiva dua tetap perlakuan yang akuntansi dari Argumen yang diajukan adalah sumbangan sebagai pendapatan tidak bisa dicatat ke modal karena modal hanya berasal itu dari pemilik entitas dan sumbangan hanya memberi manfaat diperoleh K etikaS bang diterim um an a Fixed Assets Contribution Revenue ApabilaAktivatetap itu dijual Contribution Expense Fixed Assets D xxx K xxx xxx xxx sumbangan. 00 (. A.PT.00 p 5 0 0 R . 5 348 . 0 000 .9 . 5 348 . 0 500 R p R p K R p R p R p 2 . 00 30 . 0 1 .00 0 R p R p R p 1 . 0 000 848 . 25 1. yaitu: 1. diakui setelah keadaan-keadaan berikut tercapai (PSAK No. 7 5.

Ketika Sumbangan diterima D Fixe d A ssets xxx Contributio n Capital K xxx ke modal kontribusi daripada Pendekatan ini diadopsi di SAK (Standar Keuangan) (paragraph 13) dan IAS. Argumennya 122 . 21 adalah Aktiva tetap yang diterima dari sumbangan juga member manfaat ekonomis yang lebih dari 1 periode akuntansi atau lebih dari 1 tahun kalender sehingga lebih tepat dikreditkan pendapatan.2. Peningkatan dalam asset akibat dari sumbangan yang diterima dipandang sebagai menambah modal kontribusi daripada pendapatan. Mencatat sebagai modal kontribusi Pendekatan dikreditkan kelompok Akuntansi ke akun ini menyatakan sumbangan modal PSAK bahwa pada aktiva tetap yang diterima dari sumbangan modal tambahan pada disetor. No.

maka pertimbangan dikembalikan pada pengakuan aktiva: apakah pengeluaran itu meningkatkan manfaat ekonomi masa depan? Atau hanya mempertahankan pada level aktivitas dari aktiva? Apabila pengeluaran akan menambah manfaat ekonomi masa depan.PENGELUARAN-PENGELUARAN SETELAH PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP Setelah pemerolehan aktiva tetap. yang dapat masa meningkatkan depan harus pengeluaranekonomis penggantian atap seng dengan atap seng Untuk dengan Membedakan pengeluaran criteria pengeluaran harus untuk reparasi biasa. Peningkatan merupakan penggantian bagian dari aktiva tetap yang digunakan sekarang dengan aktiva yang lebih baik (misalnya. Penggantian dengan yang merupakan penggantian Entitas masih melakukan pengeluaran terkait dengan pemakaian aktiva tetap. Kualitas Beberapa dari unit yang dihasilkan harus meningkat contoh pengeluaranpengeluaran setelah pemerolehan adalah: • Pendekatan substitusi. Peningkatan (Improvement dan and Penggantian Replacement). Peningkatan manfaat ekonomis masa depan dari pengeluaran umumnya terjadi apabila salah satu dari criteria berikut terjadi: 1. Pengeluaran ini umumnya harus dikapitalisasi. Masa manfaat dari aktiva tetap harus bertambah 2. pengeluaran manfaat dikapitalisasi. Konsekwensinya adalah mengubah perhitungan penyusutan sehingga biaya 2. maka pengeluaran itu harus dikapitalisasi dengan satu dari tiga pendekatan berikut ini: sedangkan pengeluaran yang hanya bersifat memelihara aktiva tetap pada level operasinya harus dibiayakan pada periode terjadinya biaya. Pendekatan ini dilakukan apabila jumlah tercatat dari aktiva yang akan diganti tersedia di catatan akuntansi. atau atap seng diganti aktiva baru). Secara umum. lantai teraso diganti menjadi lantai keramik. Misalnya. Apabila entitas tidak mencatat secara terpisah kos aktiva yang akan diganti. Kos dari aktiva yang baru langsung saja didebit ke akun aktiva tetap. Penambahan pengeluaran untuk (Addition). Kuantitas dari unit yang dihasilkan aktiva tetap harus bertambah 3. (misalnya. penambahan AC. penambahan ruangan. maka pendekatan ini tidak cocok dilakukan 1. 123 . atau penambahan sayap bangunan. Pengeluaranpengeluaran ini mulai dari pengeluaransignifikan pengeluaran rutin ubtuk pemeliharaan sampai pengeluaran-pengeluaran Masalah utama ini untuk adalah yang seperti penambahan atau perbaikan besar. pengeluaranyang bisa pengeluaran mana menambah manfaat ekonomi dimasa depan yang mengalir ke entitas. yang baru. ini dengan yang atap sama genteng). menambah yaitu atau • Pendekatan mengapitalisasi kos memperluas aktiva tetap. Pendekatan ini digunakan tanpa menghapus kos dari aktiva lama yang akan diganti. yaitu penggantian suatu aktiva dengan yang lain.

peningkatan • Membebankan kos yang baru ke akun akumulasi ini penyusutan. apabila Pendekatan pengeluaran ataupun digunakan unit tidak menambah kuantitas produksi yang 4. Penggantian biasanya menambah umur aktiva. Kos dari aktiva tetap yang baru didebitkan aktiva ke akun akumulasi Pada ditangani penyusutan umumnya. besar merupakan Perbaikan yang pengeluaran dilakukan untuk memperbaiki sebagian besar dari aktiva tetap. Penambahan pelumasan. Perbaikan (Repairs). Biasanya ini dilakukan untuk 124 . akan ini berubah. 3. misalnya turun mesin untuk mobil atau mesin. maka pengeluaran ini bisa ditangani sebai penggantian (Replacements). pengecatan. namun ini ke akumulasi teoretis penyusutan menghasilkan nilai tercatat secara pendekatan berbeda. Jika tidak. untuk memelihara aktiva tetap supaya bisa beroperasi normal.penyusutan pendekatan Biasanya. Jenis pengeluaran ini terjadi untuk mengantisipasi manfaat ekonomi masa depan. tidak Walaupun namun signifikan. Walaupun mendebitkan pengeluaran ke akun aktiva dan yang mendebitkan sama. pembersihan. pengeluaran dihasilkan namun menambah umur aktiva tetap. mengganti suku penggantian dengan cara ini. umur mengurangi depresiasi masa lalu karena dicatat terlalu tinggi. Dengan mendebitkan ke akun akumulasi penyusutan maka nilai tercatat dari aktiva meningkat. Penyusunan ulang dan Instalasi ulang. dan lain-lain. Perbaikan besar biasanya mencakup penambahan atau besar penggantian harus atau peningkatan karena sehingga pengeluaran untuk perbaikan dikapitalisasi meningkatkan manfaat ekonomi masa depan dari aktiva tetap. perbaikan rutin. yaitu perbaikan biasa (Ordinary Repairs)dan perbaikan Perbaikan besar biasa (Major adalah Repairs). kurang tepat perbedaannya dengan cara ini. ditangani fasilitas mesin-mesin. Contoh dari pengeluaran cadang ini yang adalah: kecil. Terdapat dua kualitas jenis pengeluaran untuk perbaikan. Apabila kos awal dari instalasi sebelumnya dan akumulasi depresiasi sebelumnya diketahui. maka pengeluaran ini harus dikapitalisasi dan diamortisasi sepanjang masa manfaat ekonomisnya. Pengeluaran ini dibiayakan pada periode terjadinya biaya. tetap itu.

000 suatu aktiva direvaluasi. yaitu model kos (Cost Model) dan model revaluasi (Revaluation Model). Jika model ini. • juga Pemindahan dilakukan aktiva selisih pada saldo pada tetap model surplus revaluasi ke akun laba ditahan bisa masa-masa itu.000 M ach in e ry 90. 16 dan IAS No.000. Dengan model ini aktiva di tetap dicatat dan harga disajikan neraca sebesar jumlah setelah dilakukan revaluasi. Mesin itu diual seharga Rp. A memiliki Mesin tahun 10 pemerolehan 90. Akun aktiva tetap disajikan di sebesar kos aktiva tetap pemerolehannya. dan disajikan di neraca 125 . aktiva tetap kembali) dengan pengakuan teratur agar nilai tercatat tidak berbeda tercatatnya.000. 16.45.000.000.500. dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai (Impairment loss).000 ach ine ry Lo ss o n d isp o sal o f M achin e ry 10. Nilai wajar harus bisa diukur andal/jelas.500.000.000.000) dan selama tahun 2009 belum pernah dicatat penyusutan.000 A ccum u late d d e pre citio n o f M49. 45. Model). Maka pencatatn yang dilakukan oleh PT. (ditukar surplus revaluasi dipindahkan ke akun laba ditahan. Agar nilai tercatat mencerminkan nilai wajar aktiva tetap. 30.000) M encatat penjualan aktiva tetap: D K Cash 30.000 + Rp. 2. Model direvaluasi secara Revaluasi (dinilai signifikan Setelah (Revaluation secara nilai awal. Pada model ini. disusutkan pertahun Rp.000.000.PENJUALAN AKTIVA TETAP Apabila entitas melakukan penjualan aktiva tetap. maka terdapat dua model perlakuan akuntansi yang bisa diterapkan sesuai dengan PSAK No. 9.000 • (Rp .500. tanggal 9 Juli 2009. hal berikut harus diperhatikan: De n gan pe n catatan itu m aka sald o aku m u lasi p e n yu su tan m e sin b e rtam b ah m e n jadi Rp .500. umur sampai yang ekonomis pada dan mencatat biaya penyusutan dari penyusutan tanggal kos itu dan penjualan. kos yaitu biaya dan pemakaian sebesar penyusutan • neraca 1. Mesin telah disusutkan 5 tahun (berarti: akumulasi penyusuta Rp.000. maka entitas harus menghitung terakhir menjual memiliki dicatat mesin Rp.500. Model Kos (Cost Model). A sebagai berikut: M encatat biaya penyusutan tahun 2009 se lama 6 bulan D K De p re ciatio n e xp e n se o f M ach in e 4. aktiva atau maka tetap dilepas saldo dihentikan operasinya PENGUKURAN ATAU PENILAIAN SETELAH PENGAKUAN AWAL Setelah pengukuran awal.500.000. 4. maka seluruh aktiva tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi.000 A ccu m ulate d De p re ciati o n o f M ach i ne 4. Misalnya. maka entitas yang memilih model secara ini harus selalu Dalam melakukan melakukan tetap revaluasi.000 nilai tercatat aktiva tetap bisa berbeda dengan nilai pasar wajar aktiva tetap setelah beroperasi beberapa waktu. • Apabila atau suatu dijual). 49. PT.

000).000.000. Nilai wajar mesin pada saat 126 . A adalah: P e ncatatan ke ju rn al U m u m Cara 1: A ccum ulate d Dep re ciatio n o f M15.000 (Rp.000.000 achin e ry Eq uity--Re valuatio n Su rplu s 15.000 achin e ry M achin e ry 45.000.000. 120.000.setelah penurunan dilakukan. Nilai terbawa (Carrying Amount) dari mesin pada tanggal revaluasi 105. Rp.000 (M e ngh ap us akum ulasi pe nyusutan m e sin agar m e nce rm in kan n ilai re valu asian ) Cara 2 A ccum ulate d Dep re ciatio n o f M45. penyusutan revaluasi 45. 150. Pencatatan ke jurnal umum yang dibuat PT. A memiliki Mesin.000 (M e ngh ap us akum ulasi pe nyusutan m e sin agar m e nce rm in kan n ilai te rbaw a M esin ) M achine ry 15. – Rp.000.000.000.000 (M e ncatat p e n am bah an n ilai m e sin akibat revaluasi) akumulasi penyusutan dan akumulasi Ilustrasi model revaluasi: PT.000. dimana kos awal dari mesin Rp.000.000 45.000. direvaluasi nilai setelah dikurangi revaluasi revaluasi Rp.000.000. 150.000 pada tanggal dan akumulasi Rp.000 Eq uity--Re valuatio n Su rplu s 15.

Taksiran umur jasa. Biasanya umur jasa aktiva tetap didasarkan pada factor ekonomisnya. terbawa Penyusutan (Carrying dilakukan Amount) agar dari nilai aktiva tetap mencerminkan nilai wajar dari aktiva tetap karena nilai wajar suatu aktiva tetap cenderung penyusutan berfluktuasi secara bukanlah dan sulit untuk Proses untuk mengukurnya obyektif. yang basis Penyusutan Aktiva tetap. dalam proses penyusutan tidak ada sama sekali arus kas keluar. Penggantian aktiva tetap dihasilkan dari pendapatan atau (arus kas masuk dari operasi) didanai melalui pinjaman.000 digunakan dalam menyusutkan aktiva Metode produksi) • • • Metode Garis Lurus Metode jumlah angka tahun Metode saldo menurun aktivitas atau (unit unit pemanfaatan Misalnya. Misalnya.000. Terdapat beberapa factor yang memengaruhi proses depresiasi. Metode depresiasi jumlah beberapa tetap: • dibebankan penyusutan. Bisa saja aktiva tetap terus 127 . Basis penyusutan aktiva adalah pemerolehan awal dan nilai sisa.000. namun akan banyak pengeluaran untuk pemeliharan aktiva tetap.000.000. berpengaruh biaya setiap metode penyusutan Metode terhadap yang Ada dapat 1. Hasil pengurangan dari kos pemerolehan awal dan nilai sisa merupakan basis untuk menghitung Penyusutan. A memiliki mobil yang dibeli seharga Rp. Taksiran umur ekonomis mobil adalah 20 tahun dan nilai sisa Rp. Aktiva tetap dihentikan karena factor fisik aktiva tetap dan factor ekonomisnya. Aktiva tetap memiliki umur fisik namun belum tentu aktiva tetap dipakai selama umur fisiknya.PENYUSUTAN AKTIVA TETAP Penyusutan Aktiva tetap adalah proses dipakai selama umur fisiknya. Mobil itu diharapkan bisa dipakai selama 1.000 dan nilai sisa dari aktiva tetap Rp.000 maka kos yang digunakan sebagai basis untuk disusutkan adalah Rp. 150. Dengan demikian. 58. 60. PT.000. proses menyisihkan dana untuk penggantian aktiva tetap.200. kos pemerolehan Rp. Nilai yang digunakan tetap sebagai kos periode. 30. Keekonomisan suatu aktiva tetap dinilai berdasarkan: • Apakah aktiva tetap mampu memenuhi peningkatan pesanan • Apakah aktiva tetap masih ekonomis dan efisien digunakan • Keusangan aktiva tetap. yaitu berapa lama aktiva tetap mampu beroperasi secara ekonomis. mengalokasi kos pemerolehan aktiva tetap ke biaya selama masa-masa pemanfaatan aktiva tetap. Nilai sisa adalah taksiran nilai realisasi aktiva tetap apabila aktiva tetap dijual pada saat akhir masa ekonomisnya.000. 2. yaitu: 3.000 km Metode Aktivitas 2.000.

Metode ini didasarkan pada asumsi bahwa penyusutan merupakan fungsi dari penggunaan atau aktivitas.2 6 .8 7 .150.0 0 0 3 2 .0 0 0 1 0 0 . umur ekonomis aktiva tetap 5 tahun maka jumlah angka tahun adalah 15 (5+4+3+2+1).0 0 0 1 0 0 .5 1 2 1 7 1 .5 1 2 4 7 . Metode ini menjumlahkan angka tahun pemanfaatan aktiva tetap.0 0 2 .5 1 .0 0 3 .2 5 1 0 8 .000 Metode Jumlah Angka Tahun Metode ini (dan metode saldo menurun) berasumsi bahwa aktiva tetap semakin lama dipakai akan menurun kemampuan ekonomisnya.4 8 7 1 2 .7 4 8 5 1 .8 7 4 0 5 .000.4 9 3 .0 0 2 .8 7 4 2 8 .0 0 0 S au u is m r Pe a a chn e on is D re ia i k om ep s s 2 2 /2 0 0 0 1 1 1 /2 0 9 9 1 1 1 /2 0 8 8 1 1 1 /2 0 7 7 1 1 1 /2 0 6 6 1 1 1 /2 0 5 5 1 1 1 /2 0 4 4 1 1 1 /2 0 3 3 1 1 1 /2 0 2 2 1 1 1 /2 0 1 1 1 1 1 /2 0 0 0 1 99 1 /2 0 88 1 /2 0 77 1 /2 0 66 1 /2 0 55 1 /2 0 44 1 /2 0 33 1 /2 0 22 1 /2 0 11 1 /2 0 20 1 Metode Garis Lurus Metode ini mengalokasi biaya penyusutan dalam jumlah yang sama selama periode pemanfaatan aktiva tetap.1 2 5 4 7 . Misalnya.0 0 2 . Untuk kasus diatas.000.0 0 8 .8 7 .7 4 8 9 .4 9 3 . B y d p ia i ia a e res s 1 .0 0 0 1 0 0 .000 − Rp.4 8 7 6 5 .0 0 2 .000 Perhitungan N ib k ila u u a h ta u k ir h n 1 8 7 .0 0 .5 1 2 4 0 .30.000.4 8 7 1 2 .6.0 0 penyusutannya adalah: B s d res s a is ep ia i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 1 0 0 . Untuk mempermudah penghitungan angka tahun.0 0 0 1 0 0 .5 1 2 8 7 .0 0 0 1 0 0 .200.7 4 8 1 1 .0 0 2 . Seiring dengan pemakaian aktiva tetap.0 0 0 1 0 0 .000 − Rp.3.4 9 4 .0 0 2 .5 1 1 . v e 2 t 1.4 9 9 .7 4 9 1 . biaya penyusutan pertahun dapat dihitung sebagai berikut: Kos Pem eroleha− NilaiSisa n U m urEkonomis Rp.2 6 5 .4 8 7 3 2 .000Km Pencatatan Penyusutan ke jurnal umum: x 36.5 1 5 .0 0 0 1 0 0 .0 0 2 .2 6 .5 1 2 0 7 .0 0 0 1 0 0 .0 0 0 1 0 0 .0 0 2 .0 0 2 .A Km. jumlah angka tahun 210 (20(21)/2)).1 3 .1 2 5 51 2 7 .0 0 2 .0 0 2 .5 1 2 0 7 .0 0 0 1 0 0 .150.4 9 .0 0 0 6 0 .7 4 8 1 7 2 .7 4 8 7 1 . Untuk kasus diatas.000.7 4 .1 3 .2 5 1 5 1 .7 4 8 5 1 .0 0 2 .0 0 0 1 0 0 .2 6 0 .2 6 6 .0 0 2 .000. Tarif yang digunakan dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Tarif Penyusu tan = 1− n Nilai sisa Kos Pemeroleha n 128 .000 1.8 7 4 6 8 .600.000 adalah Th n au n= Umur ekonomis Untuk kasus diatas.0 0 .4 9 3 .0 0 0 1 0 0 .0 0 0 0 0 .5 1 3 .600.5 1 1 .0 0 0 1 0 0 .0 0 0 1 0 0 .2 6 3 .000 20tahun = Rp.0 0 0 1 0 0 .0 0 7 .4 9 6 .600. penyusutan yang lebih besar karena masih memiliki kemampuan memberikan jasa yang lebih besar. 4 o m.4 8 7 2 5 . seharusnya juga biaya penyusutan yang dibebankan semakin kecil jumlahnya.0 0 0 2 0 .000km = Rp.5 7 i2v e A t 28 o t Pencatatan Penyusutan ke jurnal umum: D K Depreciation Expense of A utomotive 6.4 9 1 0 0 . tahun-tahun awal pemakaian harus dibebani biaya penyusutan Metode Saldo menurun Metode saldo menurun diterapkan dengan menentukan tarif penyusutan yang akan diaplikasikan. dipakai rumus berikut: tahun ini sebesar: Kos Pemeroleha n − NilaiSisa x jumlah aktivitas yang dihasilkan Unit Aktivitas J u m la h n g ka a h u n A T = n ( n + 1) 2 Rp.0 0 2 .0 0 2 .30.7 4 .8 7 .000 biaya PT.0 0 0 0 0 . Untuk itu.0 0 2 .000 P e n ca ta ta n P e n y u s u ta n k e ju rn a l u m u m : D K D e p r e c i a t i o n E x p e n s e o f A u 1 o m4 2 8 i.1 2 5 8 7 .000 Accumulated Depreciation of A utomotive 6.0 0 0 7 2 .0 0 0 2 0 .000.0 0 2 .0 0 2 . Semakin besar produksi atau semakin banyak aktivitas yang dilakukan misalkan menjalani maka mobil 36.5 1 2 8 0 .0 0 0 1 0 0 .1 3 1 .7 4 8 5 4 .7 4 8 9 4 .0 0 2 .0 0 0 D K Depreciation Expense of Automotive 3.2 5 1 1 1 .7 4 8 1 4 .2 6 3 .5 1 2 8 7 .0 0 0 1 0 0 .5 1 .0 0 0 1 0 0 .000.2 6 2 .0 0 2 .4 9 . penyusutan ditahun maka ini juga telah seharusnya lebih besar.0 0 2 .0 0 4 . o t 57 A c c u m u l a t e d D e p r e c i a t i o n o f 1 1u.000 Accumulated Depreciation of Automotive 3.4 8 7 1 7 1 .2 6 .0 0 0 1 0 0 .

80 0 2 0.7 4 1 2 1 .9 0 0 .9 2 3 .3 2 5 .0 9 6 .7 % 7 3 .33 3 /1 x 1 3.000)/5 aktiva tetap pertahun – Rp.6 8 4 .8 0 3 .00 .7 4 .00 0) 3 2 2 5 4 0.9 0 4 .8 .5 4 .5 3 3 .000.7 % 7 3 .5 7 0 .2 8 6 5 3 . Pada akhir masa manfaat.5 3 5 1 .0 0 0 4 0 . 1.7 % 7 3 . nilai sisa aktiva tetap tidak akan sama dengan nilai sisa yang direncanakan.00 0) 3 2 1 5 4 0.3 1 9 1 9 .00 4 6.6 1 6 5 8 .9 4 .7 5 3 8 9 .00 . 00 2 3 0. awal tahun kemudian saldo diaplikasikan ke nilai buku aktiva tetap pada (sama seperti metode menurun).2 2 7 .1 6 8 6 0 .5 3 5 2 1 .7 0 8 1 7 2 .6 2 6 6 9 .00 T h n21: a u 00 ( /1 x( /1 x6.7 % 7 3 .6 7 .7 0 8 1 7 2 .67 .2 8 6 5 3 . T h n21 a u 01 ( /1 x( /1 x6.0 2 3 7 8 .7 % 7 3 .2 4 .000/tahun • Biaya penyusutan untuk tahun 2008 adalah: 3 12 x R p.9 7 6 2 1 . .1 6 2 4 8 .0 0 5 .3 7 .8 7 5 1 8 1 .9 4 5 .000000 .00 0) 9 2 2 5 4 0.6 8 5 .00 1.0 0 5 .7 % 1 .4 8 .1 0 0 8 0 . tariff penyusutan saldo kalau menggunakan ganda Tarif ini metode 2x B y P n uua t h np r a a 3 ko e s 3 Ds me 20) iaa e y s t n a u et m ( Ot b r .1 5 3 .4 3 4 .00 6 0.0 9 6 .000.6 8 5 9 8 .8 5 1 1 9 .00 .6 9 9 8 1 .8 5 1 .7 8 7 .33 .2 4 6 1 0 .4 5 0 7 5 . 65.7 3 0 2 0 . 33 1 1.73 % N ib k ila u u a a ta u wl h n 1 0 0 .6 4 .8 3 3 9 1 .9 2 65.6 8 .1 2. 00 6 2 3.00 ( /1 x( /1 x6.000.00 0) 3 2 3 5 4 0.7 % 7 3 .7 % 7 3 .2 5 1 .8 4 7 .5 3 3 .7 % 7 3 .5 8 3 .7 5 9 4 1 .6 8 4 .6 3 5 2 9 .3 3 . 00 4 1 6.7 9 3 3 6 .5 7 7 1 9 .0 0 6 .73 3 1 3. B y dp s s ia a e re ia i tarif Au u s k m la i Pe y s ta n uu n penyusutannya N ib k ila u u a h ta u k ir h n 1 0 0 . mendekati akhir umur masa manfaat.9 2 .0 .0 0 6 . 3.0 9 8 .9 0 0 .6 7 .3 2 5 . 65.7 % 7 3 .000.6 8 9 .0 0 0 1 8 0 .6 9 9 8 1 .0 6 0 .3 0 0 1 5 3 .2 1 .2 6 6 6 .2 0 00 0 0 .9 8 2 .3 1 9 1 9 .00 0) 3 2 4 5 4 0.0 0 0 4 0 .000.6 8 1 1 1 0 .800.67 Perhitungan penyusutan untuk tahun penuh Tahun 1 2 3 4 5 Basis depresiasi 6 . 66 2 2.4 6 4 1 0 0 .3 8 9 5 9 .5 5 7 2 5 .8 7 5 1 8 1 . 00 2 1.7 % 7 3 .6 3 5 2 9 .4 6 6 .1 9 3 1 8 0 .0 0 2 00 0 8 3 .6 8 5 .8 5 2 .00 0 6 0.4 8 7 3 0 .7 % 7 3 .00 3 0.8 5 1 1 9 .9 2 3 2 2 .2 0 8 2 5 .8 8 9 1 4 6 .d 1 e e b r 0 8: 3 2 2.3 5 .Untuk Th n au 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 kasus T rif a diatas.7 % 7 3 . Metode Jumlah Angka Tahun Modifikasi dari metode saldo menurun adalah metode saldo menurun ganda.9 0 4 .26 6 0 6.5 4 8 .0 . 66 4 T h n21 a u 03 ( /1 x( /1 x6.0 0 6 .0 0 • Penyusutan adalah (Rp.3 1 4 9 . Untuk ilustrasi kasus diatas.0 0 0 4 0 .0 4 5 3 5 .1 1 0 8 9 .000 7 3 .0 0 1 1 8 .00 3 0.9 1 8 .0 2 3 7 8 .0 0 0 12. 1.3 8 9 5 9 .2 2 .0 0 0 1 8 0 .4 2 2 1 7 0 .0 9 8 . Biasanya.000.5 7 7 1 9 .9 4 .3 .8 0 00 0 0= R p.1 9 1 7 0 .0 0 S um isa ur Pecahan ekonom D is epresiasi 55 5 /1 44 5 /1 33 5 /1 22 5 /1 11 5 /1 1 5 B iayadepresiasi 2 .2 5 1 .9 8 2 .0 2 3 .00 0) 9 2 1 5 4 0.4 4 2 7 4 .00 .7 7 .3 6 5 7 0 .4 6 6 .8 0 6 4 6 .9 6 .5 5 7 2 5 .8 0 8 2 9 .3 2 0 . 00 2 Metode saldo menurun BIAYA PARSIAL Misalnya PT. Tarif penyusutan untuk metode saldo menurun ganda adalah 2 kali tarif penyusutan metode garis lurus.6 1 0 4 0 .8 4 7 .7 % 7 3 .33 T h n21 a u 02 ( /1 x( /1 x6.7 1 3 0 0 . adalah 7.0 0 0 0 0 .3 3 1 33 3 1 .33 5 3.61% .7 6 5 1 0 1 .00 1.7 % 7 3 . Metode garis lurus 129 .67 . tahunRp.00 0) 9 2 3 5 4 0.67 .1 6 7 .1 2 4 2 7 .7 % 7 3 .4 3 4 .4 5 6 4 7 .7 % 7 3 .1 5 3 .6 7 7 66 6 1 . entitas beralih ke metode jumlah angka tahun atau ke metode garis lurus agar aktiva tetap disusutkan pada nilai sisa.00 0) 9 2 4 5 4 0.9 5 .0 0 4 00 0 menurun adalah: (100/20)=10%.7 5 3 8 9 .8 0 6 4 6 .0 0 6 .00 0 6 0. 66 0 7 6.3 6 .1 1 0 8 9 .7 1 3 1 7 8 .4 2 1 .4 7 1 .00 ( /1 x( /1 x6.0 2 2 5 2 .1 4 8 8 0 .00 0) 9 2 5 5 4 0. PENYUSUTAN PADA PERIODE Tarif Penyusutan: 1− n 1.9 1 6 .000000 = 56.2 9 1 2 9 .0 0 2 .00 .3 2 9 .0 8 1 .7 % 7 3 . Penyusutan setahun penuh: umur ekonomis aktiva tetap ditaksir 5 tahun dengan nilai sisa Rp.7 5 4 .0 0 4 .8 0 3 .5 8 3 .2 6 9 7 9 .7 8 7 .3 1 4 9 .5 3 3 4 6 .7 5 6 7 5 .2 3 5 1 8 .4 2 2 1 7 0 .1 0 0 .7 6 5 1 0 1 .1 9 1 7 0 .0 0 0 4 0 . 33 3 T h n20: a u 09 ( /1 x( /1 x6.33 .7 % 7 3 . A membeli peralatan pada tanggal 3 Oktober 2008 Rp.7 % 7 3 .1 7 9 7 .00 ( /1 x( /1 x6.7 3 0 2 0 .0 0 0 4 0 .00 9 0.5 3 5 2 1 .0 6 0 .00 ( /1 x( /1 x6.

5 6.3 3 /3 4 4 .0 0 4 . 2 7 ( /1 x p 1. 3) 9 2 ( p .000 Akumulasi penyusutan setelah 5 tahun 37.34 3 6.30 6 2 0.00 0 5 0.52 .3 0. 3 1 2 8.0 % 0 0 1 .0 0 4 . 3) 3 2 ( p .6 3 3 ) (3 2x(R . 0 0 N ib k ila u u ah t h n k ir a u 2.000.18 7 T h n20: a u 09 ( /1 xR .29 ( /1 x p 6 2.52 .000 * A a N i s as s a d n a n i res u m k b y d p s s g r ila is e u i e g n ila id .00 0 5 0.0 0 0 . 9 2 6 2.214.3 3 .0 0 .13 .0 0 /1 p .1 0 .00 6. 1 .76 2 3 0.0 0 3 0 .3 0 0 ) (3 2x(R .94 7 1 7.0 0 4 . 9 6 1 3.06 4 3 ( /1 x R .98 9) ( /1 x R .1 0. Per tahun Depresiasi dibebankan (5%) sampai tahun ke-5 Posisi Aktivatetappadaa khirta hunke-5 Gedung Akumulasi penyusutan mesin Nilai terbawa B iayaPenyusuta m n esin pertahun setela perubahan: h Rp.06 3 1 0.3 6 6 ) 3 6 .0 % 0 0 2 .0 0 1 .500.0 0 * 5 4 .78 .1 0 . 7 5 pengalaman sebelumnya atas aktiva yang lainnya).74 0 /1 x p 6 9.5 0 0 T h n2 0 : a u 09 (9 2x R .214.0 0 4 .84 .96 3 5 6.0 0 0 2 7 .0 6 6 7 0 .96 3) 3 2 R .6 3 3 5 6 .0 0 .286 130 .6 6 6 T h n2 1 a u 03 (9 2x(R .74 0) 9 2 p 6 9.500.6 0 0 ) /1 p 5 0 . 2 .66 . mengubah disesuaikan Penurunan tariff pada atau keusangan aktiva tetap dan T h n21 a u 01 ( /1 x R .Rp.214.3 6 6 ) 6 2 .000 35 tahun * * Sisa masa manfaat gedung= tahun .3 6 6 * 1 0 .1 3 3 9 9 .000 T h n2 1 a u 02 (9 2x(R .7 0 0 1 0 .0 0 0 )= p .0 0 0 ) /1 p 6 0 .0 0 (3 2xR .0 % 0 0 9 6 .2 0 0 3 6 .96 3) 9 2 R . berdasarkan estimasi.5 0 0 1 8 .13 9 2 ( p .0 0 0 )= p .0 0 0 5 0 .0 0 6 0 .6% 61 5.6 7 /1 p . 9 3 periode-periode di masa depan selama sisa umur aktiva tetap itu (prospektif).0 0 0 6 0 .8 9 . 2 7 1. 2 . Pada awal tahun keenam.d ta hun ke-4 0 D Depreciation expense of Buildingy 3.0 0 .28 1.000.86 . .6 0 0 5 0 .29 T h n21: a u 00 ( /1 x p 1. 1 e e b r 08: 3 2 R .0 0 (3 2xR .3 6 6 2% 0 4% 0 N i b ku ila u a h ta u k ir h n 3 .Th n au 1 2 3 4 5 Bs d pe iai ais e r s s 6.0 0 0 5 0 .4 0 0 3 0 .4 4 . 4 4 .91 6 3.Perubahan T h n21 a u 03 ( /1 x R .0 0 /1 p .0 0 2 4 .6 7 /3 4 4 .6 7 /1 p .0 0 0 Ilustrasi perubahan tarif penyusutan PT.34 2 5 98 9 7.00 6.000. 4 5 5 4.0 0 T h n2 1 : a u 00 (9 2xR .00 0 5 0.0 0 1 .3 3 /1 p .3 0.3 3 . 162. 8 9 .0 % 0 0 8 9 .0 0 0 4 4 .06 4 3 5 9. A memiliki gedung yang memiliki kos pemerolehan Rp.000 (37.0 0 0 4 4 .1 0.6 2.16 4 71 8 5. 7 0 3 9.98 9) 1.0 0 R .d 1 es m e 0 8 3 2xR .0 % 0 0 4 4 . 3) 3 2 ( p .0 0 .29 5 2 3. perusahaan mengubah masa manfaat gedung menjadi 40 tahun dan nilai residu tidak berubah.000 .3.3 0 0 1 .97 2 T h n21 a u 02 ( /1 x R .6 7 .500.0 0 . maka bisa saja entitas mengubah umur ekonomis atau mengubah nilai residu aktiva tetap selama umur ekonomisnya. 2 7 9 9.6 0 0 ) /1 p 5 0 . Metode Saldo Menurun Ganda T rif p y s ta m a en u u n etod g rislu s e a ru T rif p y s ta m a en u u n etod s ldom u ng n a e a en ru a d Th n au B s d p ia a is e res si Pec h n aa B y d ia a epres s ia i D epres s ia i 1 6 .00 0 REVISI TARIF PENYUSUTAN Penyusutan berdasarkan sama atau aktiva estimasi informasi tetap logis dilakukan (berdasarkan Karena B y P n uua t h np r a a 3 ko e sd3 Ds me 20) ia a e y s t n a u et m ( Ot b r .56 2 7 9.6 3 3 Pe y s ta ta u k 5 nuu n h n e : 1 x(1 .24 5 36 3 2.14 .0 0 0 .000.0 0 2 . Gedung ditaksir memiliki masa manfaat 20 tahun dengan nilai residu Rp.0 0 R .0 0 0 5 0 .00 P chn ea a Dpe iai er s s 5.3.6% 61 5.13 3 2 R .34 .0 0 2 6 .2 0 0 Pencatata ke jurnal um setiapta n um hun dari ta hunke-6s.00 0 5 0.3 0 0 4 6 .5 tahun 40 = 3.25 9 8 0.0 0 0 5 0 .3 6 6 B y P y s ta ta u p rta a(3O tob r s 3 D e b r 2 0 ): ia a en u u n h n e m k e .6% 61 B y d pe iai ia a e r s s 3. 1 . 3) 9 2 ( p .9 0 0 2 . 9 6 .0 0 0 /1 p 6 0 .0 0 .6% 61 5. 50.6 3 3 ) 7 2 .0 0 .0 0 .1 3 3 200.34 2 5 2 5.000.98 9 3 0.000) 162.0 0 0 5 0 .500.0 0 .00 6.6% 61 5.286 7.500.50 8 diluar harapan bisa juga mendorong entitas penyusutan tariff periode aktiva berjalan tetap.50 .6 7 .74 0 6 9.0 0 T h n2 1 a u 01 (9 2x(R .00 0 5 0.4 4 .3 3 /1 p .71 .000 serta disusutkan menggunakan metode garis lurus.0 0 0 9 0 .0 0 4 .0 0 .00 6.08 .8 9 .34 3 1 0. 200.0 0 .0 0 3 6 .00 .286 Accumulated depreciation of Building K 3. 7 7 2.09 5 1.6 7 .3 0 0 ) 1 .57 8 1 8. 9 6 .72 4 1. 5 6.3 3 .4 0 0 3 0 .5 0 0 9 0 .6 7 . a a ia a e re ia i d itu gd n a m g u a a m ih n e g n en g n k n etod ju la a g ata u : e m h nk h n Pe y s ta ta u k 4 nuu n h n e : 2 x(1 .00 0 4 0. 50.

000.000.000.000.400. 1. 150. dimana kos awal dari mesin Rp. 150. 50.000( tertinggi antara taksiran harga jual neto dan nilai pakai).000 ( Rp. penyusutan revaluasi nilai.000). Dilihat dari informasi tersebut jelas bahwa nilai terbawa mesin (Rp. Harga pasar wajar bangunan menurut penilai Rp.000 dan taksiran arus kas masa depan (nilai pakai) dari aktiva tetap Rp. yaitu nilai sekarang (Present value) dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima dari penggunaan aktiva tetap selama sisa masa pakainya. Setelah penilaian atas penuunan nilai dilakukan maka penyusutan dihitung berdasarkan basis nilai terbawa yang baru. Nilai pakai ini dipengaruhi oleh arus kas masuk dan arus kas keluar serta suatu tingkat diskon (Discount Rate) yang memadai. 20. – Rp. Nilai terbawa (Carrying Amount) dari mesin pada tanggal penilaian 105.000.000. 48. jalan. Kupas Jaya membeli mesin untuk produksi.000 K Rp 20. A membeli sebidang tanah dan bangunan senilai Rp.000 ditambah PPN 10%. maka penjual member potongan 131 . 95.500. yang dapat nilai dipulihkan 85. PT. 105.000 Soal Latihan: 1.000 – 85.200. Identifikasi adanya penurunan nilai dilakukan entitas yang memilih menggunakan model kos (Cost Model) dan yang menggunakan model Revaluasi (Revaluation model). adalah Jumlah Rp.000. dan lampu jalan Rp.000).000. Diminta: Lakukan pencatatan ke jurnal 2. 40. 2.000.000.000. Loss of Impairment of Machinery Accumulated of Impairment Loss D Rp 20.PENURUNAN NILAI (IMPAIRMENT) AKTIVA TETAP Penurunan Nilai aktiva tetap terjadi apabila Nilai terbawa aktiva tetap melebihi nilai yang dapat dipulihkan (Recovable amount). Taksiran Harga jual neto pada saat penilaian adalah Rp.000 serta saluran air.000 pada tanggal dan akumulasi Rp. yaitu jumlah yang dapat direalisasi dari penjualan aktiva tetap setelah dikurangi biaya-biaya terkait penjualan. Beberapa istilah yang digunakan dalam menentukan nilai aktiva tetap yang dapat dipulihkan adalah: Ilustrasi penurunan nilai PT. menurut PSAK No. A memiliki Mesin. 75.000.000.1.000.000.1.000 45. 85.000 (Rp. PT.000.000. Harga jual neto.000 dan tanah Rp.000) sudah melebihi nilai yang bisa dipulihkan (Recoverable amount) dari aktiva tetap. Apabila terjadi penurunan nilai maka penurunan nilai diakui sebagai kerugian pada periode dilakukan penilaian dan dikreditkan ke akumulasi rugi penurunan 45.000. Nilai pakai (Value in Use). A juga membangun pagar pembatasRp.000.000. 5/5/2005 PT. 105.000. Nilai yang dapat dipulihkan.000. Mesin itu memiliki Harga faktur Rp. Rp.000. Penurunan nilai (Impairment) sebesar Rp.000. adalah nilai tertinggi antara harga jual neto dengan nilai terpakai (Value In Use) suatu aktiva.000. Karena membeli tunai.

Gedung dipertukarkan dengan sebuah gedung yang memiliki nilai pasar wajar Rp.000. Biaya pemasangan ditanggung pihak penjual. PT.000 setiap tahun.000. 300. 170. truk dijual seharga Rp. PT. 375. Truk dibeli tanggal 1/7-2006 b.000. tanpa nilai sisa. dan masa manfaat 20 tahun.45.5. dibayar Rp.000. Mesin PT. Tentukan berapa nilai yang dapat dipulihkan (Recoverable Amount) dan penurunan nilai aktiva itu. PT. Metode saldo menurun ganda 8.225. Sumber Sukses membeli truk pada tanggal 2/9/2009 dimana kos pemerolehannya Rp. A dinilai seharga Rp.000). PT. Pada tanggal 1/6-2015 mesin ditukar dengan mesin lain yang teknologinya lebih baik. 132 .000.000 dan Pinjaman dari Bank Mandira berbunga 8%. Anggaplah harga jual neto aktiva itu Rp. Buat skedul penyusutan 2. 4.000.150.000.000. PT. Bernama membangun aktiva tetap (kapal) dimana ditaksir penyelesaian aktiva tetap selama 2 tahun. Pada tanggal 1/5 2008 mesin tersebut diperbaiki. 90. PT.31/12-2006 dan 1/5-2010 7.000.000. A membeli aktiva tetap dengan fasilitas kredit jangka panjang selama 5 tahun. 1 Milyar. Pada tahun pertama.2 Milyar. Andika memiliki Mobil dimana pada akhir tahun ke-5 memiliki nilai terbawa Rp. PT. yaitu Hutang obligasi.000 Diminta: Catat setiap transaksi ke jurnal 6. 900. 75.200.000 dan masa manfaat ditaksir 20 tahun. A juga membayar pengangkutan dan pemasangan Rp.60. Perbaikan ini hanya untuk menjaga operasi mesin. Metode saldo menurun d.000 sedangkan mesin yang diterima memiliki harga pasar Rp. A memiliki sebuah truk dengan nilai pemerolehan Rp.000). 290. A membeli mesin pada tanggal 1/9-2005 seharga Rp. Mobil disusutkan dengan metode garis lurus. 5 %. A harus mencicil 80. dibutuhkan dana 2. 150.000 dan akumulasi penyusutan Rp. Garis lurus b. A memiliki sebuah gedung yang memiliki nilai buku Rp. 5.000 b. Kupas Jaya. Diminta: Catat transaksi itu ke jurnal umum 3. 135.000.600.000. Berapa kos dari aktiva tetap? 5. Buat juga pencatatan ke jurnal umum. pada 1/5-2010.5 Milyar. Karena sesuatu hal.000.000.000. Anggaplah pada akhir tahun ke-5 nilai wajar aktiva itu Rp. Mesin ditaksir memiliki umur 20 tahun dan disusutkan dengan metode garis lurus. Hitung berapa biaya bunga yang harus dikapitalisasi dan buat pencatatan ke jurnal umum untuk kejadian itu.000.000.000.000. Buat pencatatan ke jurnal tanggal 1/7-2006. PT.000 (Kos Rp. Perbaikan ini hanya membutuhkan biaya Rp. a PT.000. bernama juga memiliki beberapa jenis pinjaman yang bukan untuk konstruksi.000 (Kos Rp. PT.80.harga 5%.000 c.000.000 ke perusahaan pengangkut.000.350. jatuh tempo 5 tahun Rp.000. Untuk mengangkat ke lokasi PT.000 disusutkan dengan metode jumlah angka tahun selama 10 tahun (tanpa nilai sisa).000. buat penyesuaian dengan menggunakan model revaluasi b. Dalam pertukaran PT.000. a. 1 Milyar. Untuk membangun aktiva tetap. Hitung biaya penyusutan. 130.000 Diminta: 1. Nilai residu truk Rp. akumulasi penyusutan dan nilai terbawa aktiva tetap selama 5 tahun dengan menggunakan metode penyusutan: a. 2. dibayar ke pihak kontraktor Rp. jatuh tempo 6 tahun Rp.105. Bernama meminjam dari Bank X Rp.000 Diminta: Catat transaksi tersebut ke jurnal 7. 1. Dengan suku bunga 8% per tahun. masa pinjaman 5 tahun dan berbunga 7%/tahun. PT.000.000 dan akumulasi penyusutan Rp.000.000 dan taksiran arus kas masa depan (nilai pakai) aktiva tetap Rp. a. Metode Jumlah angka tahun c. A menerima Rp.000.

.....................................................................................................................................35 PELAPORAN TRANSAKSI-TRANSAKSI YANG JARANG TERJADI (IRREGULAR ITEMS) .....................1 SIKLUS AKUNTANSI........44 AKUNTANSI KAS...............................................................................................................................................................39 MANFAAT NERACA......32 BENTUK LAPORAN RUGI LABA........................40 KLASIFIKASI DALAM NERACA.................................................................................................................................................29 BAB II....................................44 PENGERTIAN KAS DAN SETARA KAS..............................32 KEGUNAAN DAN KELEMAHAN LAPORAN RUGI LABA.........................................................47 1 133 ..26 Soal Latihan:..................1 SISTEM AKUNTANSI BERPASANGAN (DOUBLE-ENTRY ACCOUNTING SYSTEM) SIKLUS AKUNTANSI.............................................................. 32 LAPORAN RUGI LABA (INCOME STATEMENT)DAN NERACA (BALANCE SHEET)32 LAPORAN RUGI LABA........................33 ELEMEN-ELEMEN LAPORAN RUGI LABA....................45 DANA KAS KECIL (Petty Cash)..........................................................34 PENDEKATAN LAPORAN RUGI LABA LANGKAH GANDA (MULTIPLE-STEP INCOME STATEMENT) ........................................................................Table of Contents BAB I......................................................................................................................................33 FORMAT LAPORAN RUGI LABA.............................................................................................45 REKONSILIASI BANK......................................................................................................44 PENGENDALIAN ATAS KAS....................................................44 MASALAH-MASALAH DALAM PELAPORAN KAS:..............................................................................................................................40 Soal Latihan:...............................................................................................................................................................................................................................43 BAB III...........................................................................34 PENDEKATAN LAPORAN RUGI LABA LANGKAH TUNGGAL (SINGLE-STEP INCOME STATEMENT) ...........39 KETERBATASAN NERACA...............................................................................1 MENGGUNAKAN JURNAL KHUSUS............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 37 NERACA...........................................

...74 WESEL JANGKA PENDEK BERBUNGA.............................78 TRANSFER (ANJAK) PIUTANG.........54 BAB IV......................77 PELEPASAN PIUTANG USAHA DAN WESEL.............................................66 PENILAIAN PIUTANG USAHA.....76 PENILAIAN WESEL TAGIH...........................................77 MENGGADAIKAN PIUTANG USAHA........................................................111 KOMPONEN KOS PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP................111 PEMBEBANAN KOS PINJAMAN YANG TERJADI SELAMA KONSTRUKSI ................................................................................................................................................68 WESEL TAGIH (PROMISORY NOTE)............................................................................................................................................................................................................................................................................ PENYUSUTAN DAN PENURUNAN NILAI....................................................................84 SISTEM PENCATATAN SEDIAAN. 66 AKUNTANSI PIUTANG (Receivable).............................................66 PENGAKUAN PIUTANG USAHA........................................................................................................................................................................................................................................................93 PENILAIAN SEDIAAN BERBASIS ALIRAN KOS HISTORIS............................................................................................................................84 AKUNTANSI SEDIAAN (INVENTORIES).......................................................74 WESEL JANGKA PANJANG BERBUNGA.......................................................................... 111 AKUNTANSI AKTIVA TETAP..................66 PIUTANG USAHA (ACCOUNT RECEIVABLE)................76 WESEL BERBUNGA NOL (ZERO-INTEREST BEARING NOTE)................................118 134 ..............................................................................................................................74 Wesel jangka panjang berbunga..Soal Latihan:............................................79 TRANSFER PIUTANG SECARA TANGGUNG RENTENG/DENGAN JAMINAN.......................................................90 PENGARUH POTONGAN TUNAI PEMBELIAN TERHADAP KOS SEDIAAN.................................115 PENGUKURAN KOS PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP.................93 PENGARUH KOMITMEN PEMBELIAN TERHADAP NILAI SEDIAAN.........................87 KEPEMILIKAN ATAS SEDIAAN......... suku bunga nominal berbeda dengan suku bunga pasar (efektif)..........................................72 PENGAKUAN WESEL ..................................82 BAB V..........................108 Soal Latihan:..................... SUKU BUNGA NOMINAL WESEL SAMA DENGAN SUKU BUNGA PASAR (EFEKTIF) .....107 BAB VI...............80 Soal Latihan:.......................................................

.................................................................131 Table of Contents....................125 PENYUSUTAN AKTIVA TETAP..............................................................PENGELUARAN-PENGELUARAN SETELAH PEMEROLEHAN AKTIVA TETAP............................133 135 ...131 Soal Latihan:.............................................................123 PENJUALAN AKTIVA TETAP................................................................................................ ..............127 PENURUNAN NILAI (IMPAIRMENT) AKTIVA TETAP................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful