PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DENGAN ANGGARAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA

(Studi Kasus pada PT. PELNI Kantor Cabang Makasar)

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro

Disusun oleh : ATHENA ADHARAWATI NIM. C2C606023

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

PERSETUJUAN SKRIPSI

Nama Penyusun Nomor Induk Mahasiswa Fakultas/Jurusan Judul Skripsi

: Athena Adharawati : C2C606023 : Ekonomi/Akuntansi :PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DENGAN ANGGARAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA (Studi Kasus pada PT. PELNI Kantor Cabang Makasar)

Dosen Pembimbing

: Endang Kiswara, SE, MSi., Akt. Semarang, Mei 2010

Dosen Pembimbing,

(Endang Kiswara, SE, MSi., Akt.)

NIP. 132125730

ii

PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN

Nama Mahasiswa Nomor Induk Mahasiswa Fakultas/Jurusan

: Athena Adharawati : C2C606023 : Ekonomi/Akuntansi

Judul Skripsi

: PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DENGAN ANGGARAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA (Studi kasus pada PT. Pelni Kantor Cabang Makasar)

Telah dinyatakan lulus ujian pada tanggal......................................................2010 Tim Penguji 1. Endang Kiswara, SE, MSi., Akt. (……………………………………………...…)

2. Drs. H. Sudarno, MSi., Akt., Ph.D (……………………………………………...…)

3. Puji Harto, SE, MSi., Akt.

(……………………………………………..….)

iii

PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI Yang bertanda tangan di bawah ini saya. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain. tiru. yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri. baik disengaja maupun tidak. dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin. Bila kemudian terbukti bahwa saya melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri. adalah hasil tulisan saya sendiri. dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Athena Adharawati. berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima. Apabila saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut di atas. (Athena Adharawati) NIM : C2C606023 iv . atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya. PELNI Kantor Cabang Makasar). Semarang. Mei 2010 Yang membuat pernyataan. menyatakan bahwa skripsi dengan judul: PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DENGAN ANGGARAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA (Studi Kasus pada PT.

Key words : responsibility accounting. This research use qualitative approach. This research also use divining manual study and interview with accounting staff of PT Pelni to obtain data.ABSTRACT PT Pelni is a state-owned corporation engaging in sea transport business. this matter can be known based on any qualifications and characteristics which have not been fulfilled. this matter can be seen from analysis for cost variance that have not been done. Application of responsibility accounting be able to motivate company in order to reach that purposes through cost control. responsibility centers.12% from total shipping cost. Therefore. Based on that background. increasing price of refined fuel oil significantly affect PT Pelni. budget and cost control v . as well as to increase internal control in order to tightly manage the expense side. As most transport companies in Indonesia. then the objective of this research is doing research about application of responsibility accounting in reaching cost control. which causes cost of refined fuel oil increase to 46. company tries to increase efficiency in all aspect. The company was built on 1950. From result of research in PT Pelni. the company have not applied responsibility accounting well enough. The analysis method of this research is comparing application of responsibility accounting and cost control that is obtained from case study. The company also have not implement cost control well.

ABSTRAK PT Pelni merupakan BUMN yang bergerak di bidang transportasi laut. yang menyebabkan komponen biaya BBM meningkat menjadi 46. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban mampu mendorong perusahaan guna mencapai tujuan tersebut melalui pengendalian biaya. Seperti juga perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi lainnya di Indonesia. maka tujuan penelitian ini adalah melakukan riset mengenai penerapan akuntansi pertanggungjawaban dalam mencapai pengendalian biaya. Penelitian ini juga menggunakan studi pustaka dan wawancara dengan staf bagian keuangan pada PT Pelni untuk memperoleh data. anggaran dan pengendalian biaya vi . hal ini dapat diketahui dengan adanya beberapa syarat-syarat dan karakteristik yang belum dipenuhi. pusat-pusat pertanggungjawaban. serta meningkatkan pengawasan internal untuk mengelola sisi biaya secara ketat. Dari hasil penelitian pada PT Pelni. Oleh karena itu. Perusahaan juga belum menjalankan pengendalian biaya dengan baik. hal ini dapat dilihat dari adanya analisis terhadap penyimpangan biaya yang belum dilakukan.12% dari total biaya perkapalan. Metode analisis dari penelitian ini adalah dengan membandingkan penerapan akuntansi pertanggungjawaban dan pengendalian biaya yang diperoleh dari studi kasus. perusahaan tersebut belum menerapkan akuntansi pertanggungjawaban dengan cukup baik. Kata-kata kunci : akuntansi pertanggungjawaban. Berdasakan latar belakang tersebut. kenaikan harga BBM sangat mempengaruhi PT Pelni. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1950. perusahaan berusaha meningkatkan efisiensi di segala aspek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.

Chabachib. H. 4. Msi. SE. yaitu : 1. Ayah dan Ibu selaku orang tua yang telah membesarkan penulis. Arifin S. Dr. Pada kesempatan ini. membimbing dan memberikan kasih sayang serta dorongan dan semangat penuh kepada penulis dan selalu membawa penulis di dalam doa-doanya. 2. H. Dr. MCom (Hons). M. Akt selaku Pembantu Dekan I yang telah membrikan ijin untuk mengadakan penelitian. serta adikku tersayang yang selalu memberikan saran dan motivasi kepada penulis. Prof.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sesuai dengan waktu yang direncanakan. Msi. penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini dalam bentuk bantuan moril maupun materiil. Akt selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk membantu penulis menyelesaikan skripsi ini vii . Akt selaku dekan Fakultas Ekonomi yang secara administratif telah menunjang terlaksananya penulisan skripsi ini. 3. Endang Kiswara.

MCom. Ayu. Dinoy. terutama untuk Anin. Pelni yang telah membantu penulis untuk mengumpulkan data sebagai bahan penyusunan skripsi. Semarang.D. Dosen pengajar Fakultas Ekonomi yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan selama perkuliahan di kampus Universitas Diponegoro. dan karyawan PT. Novel. untuk itu diharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca. Teman-teman akuntansi reguler II angkatan 2006. Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat kelemahan dan kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Thea. Ririn. Mei 2010 Penulis viii . Akhir kata. 9. dan juga mbak Siti. Akt selaku dosen wali penulis. penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Manajemen. Pipik. 5. Ph. 7. Anis Chariri. Rere. staf. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu. 6.serta memberikan saran dan masukan yang sangat berarti dalam penulisan skripsi ini. 8. Drs.

vii DAFTAR TABEL ………………………………………………………………….1 Latar Belakang Masalah ………………………………………….. 53 4.101 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………103 LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………….2 Objek Penelitian …………………………………………………… 49 3.2 Keterbatasan ……………………………………………………….100 5... 4 1.. 53 4.2 Analisa Data ………………………………………………………...3 Jenis dan Sumber Data ……………………………………………..3 Interpretasi Hasil ………………………………………………….3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian …………………………………. 1 1. 3 1.1 Deskripsi Objek Penelitian ……………………………………….96 5.xii BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………….2 Kerangka Penelitian ………………………………………………. 62 4.4 Metode Pengumpulan Data ………………………………………..105 ix .. 1 1. 5 BAB II TELAAH PUSTAKA ……………………………………………………. 7 2..5 Metode Analisis …………………………………………………… 51 BAB IV HASIL DAN ANALISIS ……………………………………………….3 Saran ……………………………………………………………….. 47 3.85 BAB V PENUTUP ………………………………………………………………. 50 3.x DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………………… xi DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………………..2 Rumusan Masalah …………………………………………………...... 46 BAB III METODE PENELITIAN ……………………………………………….. iv ABSTRACT …………………………………………………………………………v ABSTRAK ………………………………………………………………………… vi KATA PENGANTAR …………………………………………………………….1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel …………… 47 3.DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN ……………………………………………………...1 Landasan Teori dan Penelitian Terdahulu ………………………… 8 2... 49 3.4 Sistematika Penulisan …………………………………………….. ii HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN……………………………iii PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI …………………………………….96 5.1 Simpulan……………………………………………………………..

..87 x .4 Hasil Interpretasi Data ………………………………………………….1 Golongan dan Jenis Rekening pada Masing-masing Digit ……………....DAFTAR TABEL Tabel 4..74 Tabel 4.2 Periode Laporan ………………………………………………………… 73 Tabel 4. 70 Tabel 4.3 Laporan Pertanggungjawaban Kinerja Usaha ………………………….

2 Format Umum Laporan Pertanggungjawaban …………………….46 xi .DAFTAR GAMBAR Gambar 2... 34 Gambar 2...3 Kerangka Pemikiran………………………………………………….1 Arti Posisi Angka dalam Kode Rekening…………………………… 29 Gambar 2.

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Struktur Organisasi Kantor Cabang xii .

JANGAN TERALU TAKUT. Mario Teguh Skripsi ini ku persembahkan untuk: Ayah dan Ibuku tercinta Keluarga dan sahabatsahabatku tersayang xiii . KEAJAIBAN ATAU HAL-HAL YANG TIDAK ADA PADA DIRI KITA SENDIRI. KARENA DI DALAM MENCOBA ITULAH KITA MENEMUKAN DAN BELAJAR MEMBANGUN KESEMPATAN UNTUK BERHASIL. ORANG YANG BERHENTI BELAJAR AKAN MENJADI PEMILIK MASA LALU. Oprah Winfrey KEBERHASILAN SESEORANG BUKAN DIPEROLEH BERKAT BANTUAN ORANG-ORANG JENIUS. KARENA KESEIMBANGAN SIKAP ADALAH PENENTU KETEPATAN PERJALANAN KESUKSESAN ANDA. NAMUN KEBERHASILAN YANG SESUNGGUHNYA DITENTUKAN OLEH SIKAP KITA SENDIRI.MOTO DAN PERSEMBAHAN MERATAPI NASIB TANPA USAHA ADALAH TINDAKAN BODOH. TUGAS KITA ADALAH UNTUK MENCOBA. ORANG-ORANG YANG MASIH TERUS BELAJAR. TUGAS KITA BUKANLAH UNTUK BERHASIL. BERJUANG KERAS DENGAN MENTAL BAJA ADALAH KUNCINYA. Anonim JIKA ANDA SEDANG BENAR. JANGAN TERLALU BERANI DAN BILA ANDA SEDANG TAKUT. KETIKA KITA MENGINGINKAN KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK. AKAN MENJADI PEMILIK MASA DEPAN.

Pelni. yaitu untuk memperoleh laba dan memberikan layanan yang optimal. dari satu tempat ke tempat yang lain untuk tujuan tertentu. Semuanya berusaha menempatkan diri menjadi yang terbaik untuk mencapai tujuannya. Sejak tahun 2000. maka banyak bermunculan penyedia layanan jasa transportasi. pendapatan Pelni dari penumpang kapalnya telah mengalami penurunan karena kehadiran pesawat-pesawat yang secara .1 BAB I PENDAHULUAN 1. Sarana transportasi yang ada dimanfaatkan untuk mendistribusikan barang dan melayani jasa pengangkutan orang. Selanjutnya pada tahun 1975 statusnya berubah menjadi sebuah PT (Persero) sampai sekarang. baik itu transportasi darat.1 Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai salah satu Negara yang terdiri atas bermacam pulau menyebabkan diperlukannya pengembangan sarana transportasi untuk menunjang aktivitas perekonomian. Menanggapi kebutuhan akan sarana transportasi. laut maupun udara. Oleh karena itu persaingan yang ketat pun tidak dapat dihindarkan demi mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan hidup perusahaan. sebuah perusahaan pelayaran antar pulau milik Negara yang berdiri pada tahun 1950.

Dengan keterbatasan pada sisi penerimaan tersebut. . Kesulitan lain yang dihadapi berkaitan dengan meningkatnya biaya operasi kapal secara tajam menyusul dihapuskannya subsidi bahan bakar mesin kapal sedangkan persaingan usaha semakin ketat. upaya yang ada dipusatkan untuk peningkatan efisiensi di segala aspek. maka sebaiknya perlu dilakukan pengendalian terhadap biaya-biaya yang akan dikeluarkan dan mengurangi biayabiaya yang tidak efektif dalam kegiatannya. biaya. sedangkan pengendalian biaya yang baik akan memudahkan penerapan akuntansi pertanggungjawaban dalam perusahaan sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai. Demi kelangsungan hidup perusahaan. dan pendapatan yang dianggarkan (Mulyadi. Semakin baik penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada perusahaan maka akan semakin baik pula pengendalian biaya. dan pendapatan dilakukan sesuai dengan bidang pertanggungjawaban di dalam sebuah perusahaan. Akuntansi pertanggungjawaban adalah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga pengumpulan serta pelaporan aset. serta peningkatan pengendalian untuk mengelola sisi biaya secara ketat. biaya. Oleh karena itu. Tujuannya agar ditunjuk orang atau kelompok orang yang bertanggung jawab atas penyimpangan aset. 1997). perusahaan perlu menerapkan akuntansi pertanggungjawaban guna menunjang pengendalian biaya.2 cepat telah mengambil alih hampir semua penumpang Pelni.

Berdasarkan uraian di atas dan melihat pentingnya pengendalian suatu biaya. Penelitian dilakukan pada PT. Akuntansi pertanggungjawaban juga perlu dievaluasi agar berlangsung dengan baik sehingga manajemen dapat dengan mudah menghubungkan biaya yang timbul dengan manajer pusat pertanggungjawaban yang bertanggung jawab. Suatu pengendalian juga dibutuhkan agar proses yang dilakukan oleh manajemen dapat terlaksana dengan efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan .3 Dengan adanya akuntansi pertanggungjawaban. Pelni sebagai objek penelitian untuk memastikan apakah syarat-syarat tersebut sudah dipenuhi dan dilaksanakan oleh perusahaan tersebut. 1. “Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dengan Anggaran sebagai Alat Pengendalian Biaya (Studi Kasus pada PT. Pelni Kantor Cabang Makasar)”.2 Rumusan Masalah Dalam menilai apakah penerapan akuntansi pertanggungjawaban telah memadai. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban yang memadai mampu mendorong perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan. terlebih dahulu perusahaan memenuhi syarat-syarat apakah sistem ini dapat diterapkan. pimpinan dapat mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab ke tingkat pimpinan di bawahnya dengan lebih efisien tanpa memantau secara langsung seluruh kegiatan perusahaan.

2. Berdasarkan perumusan masalah di atas. Untuk mengetahui peranan akuntansi pertanggungjawaban dalam menunjang efisiensi pengendalian biaya pada PT. Pelni. Apakah akuntansi pertanggungjawaban berperan dalam menunjang efisiensi pengendalian biaya pada PT.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan Penelitian 1. 3. Pelni.4 organisasi yang telah ditetapkan. Mengevaluasi efisiensi pengendalian biaya pada PT. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengendalian biaya yang telah dilakukan perusahaan. Apakah penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada PT. Pelni. maka permasalahan yang akan diangkat adalah: 1. Pelni? 3. Kondisi lain yang akan diteliti adalah pengaruh penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap pengendalian biaya pada PT. Bagaimana efisiensi pengendalian biaya yang dilaksanakan pada PT. . PELNI? 1. Memberikan penjelasan tentang pelaksanaan akuntansi pertanggungjawaban pada PT. Pelni telah memadai? 2. Pelni.

dengan rincian sebagai berikut: . maka dalam penulisannya dibagi menjadi lima bab. antara lain : a. Bagi perusahaan : Sebagai bahan masukan guna perbaikan atau sumbangan pemikiran kepada manajemen mengenai sistem akuntansi pertanggungjawaban yang diterapkan dalam perusahaan. Agar perusahaan dapat lebih meningkatkan efisiensi pengendalian biaya.5 Kegunaan Penelitian Penulis melakukan penelitian pada perusahaan ini dengan harapan agar penelitian dapat berguna bagi semua pihak. 1. Bagi penulis : Dapat dijadikan bahan perbandingan antara teori yang didapat dari bangku kuliah dengan praktik yang terjadi di lapangan.4 Sistematika Penulisan Untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai penulisan skripsi ini. b. c. Bagi pembaca : Dapat menambah pengetahuan tentang konsep dan fungsi akuntansi pertanggungjawaban.

serta pembahasan hasil analisis data. jenis dan sumber data. karakteristik akuntansi pertanggungjawaban. penelitian terdahulu. syarat akuntansi pertanggungjawaban. definisi operasional. BAB IV Hasil dan Pembahasan Bab ini berisi tentang deskripsi dari objek yang diteliti. BAB III Metode Penelitian Bab ini menjelaskan tentang variabel penelitian. . analisis. rumusan masalah.6 BAB I Pendahuluan Bab ini membahas tentang latar belakang masalah. dan kerangka pemikiran. BAB II Telaah Pustaka Bab ini menjelaskan tentang dasar-dasar teori yang menyangkut penelitian ini yaitu mengenai pengertian akuntansi pertanggungjawaban. objek penelitian. hubungan akuntansi pertanggungjawaban dan pengendalian biaya. metode dalam pengumpulan data serta analisis data. tujuan dan kegunaan penelitian serta sistematika penulisan.

.7 BAB V Penutup Bab ini berisi tentang simpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

1 Landasan Teori dan Penelitian Terdahulu 2. pimpinan dapat mengendalikan tanggung jawab tiap unit kerja atau pusat pertanggungjawaban. Dengan akuntansi pertanggungjawaban. Akuntansi .1. Oleh karena itu. yaitu pemberian tanggung jawab. antara lain dikemukakan oleh Hansen dan Mowen (2009:229) adalah sebagai berikut : “Akuntansi pertanggungjawaban adalah alat fundamental untuk pengendalian manajemen dan ditentukan melalui empat elemen penting. pembuatan ukuran kinerja atau benchmarking.1 Landasan Teori Akuntansi Pertanggungjawaban Pengertian Akuntansi Pertanggungjawaban Seorang pimpinan diharapkan mampu memantau seluruh kegiatan operasi perusahaannya secara langsung. diperlukan adanya pendelegasian wewenang dan tanggung jawab melalui penerapan akuntansi pertanggungjawaban. semakin kompleksnya kegiatan suatu perusahaan menyebabkan pimpinan tak lagi mampu memantau seluruh kegiatan perusahaan secara langsung. dan pemberian penghargaan.8 BAB II TELAAH PUSTAKA 2. pengevaluasian kinerja. Ada beberapa pendapat mengenai definisi akuntansi pertanggungjawaban. Namun.

Akuntansi pertanggungjawaban mengidentifikasikan pusat pertanggungjawaban sebagai unit organisasi seperti departemen. tim kerja. atau individu.9 pertanggungjawaban bertujuan memengaruhi perilaku dalam cara tertentu sehingga seseorang atau kegiatan perusahaan akan disesuaikan untuk mencapai tujuan bersama. Adanya identifikasi pusat pertanggungjawaban. keluarga produk. Karakteristik Akuntansi Pertanggungjawaban Menurut Mulyadi (1997:186). dapat disimpulkan bahwa akuntansi pertanggungjawaban adalah suatu sistem yang membandingkan rencana (anggaran) dengan tindakan (hasil sesungguhnya) dari setiap pusat pertanggungjawaban yang digunakan untuk mengukur kinerja seseorang dan/atau suatu departemen dalam pencapaian tujuan perusahaan. dengan tujuan agar dapat ditunjuk orang atau kelompok orang yang bertanggung jawab atas penyimpangan biaya dan/ atau pendapatan yang dianggarkan.” Sehingga berdasarkan pendapat-pendapat tersebut di atas. sistem akuntansi pertanggungjawaban membebankan tanggung jawab . yaitu: 1. Apa pun satuan pusat pertanggungjawaban yang dibentuk.” Sedangkan menurut Mulyadi (1997:188) definisi akuntansi pertanggungjawaban adalah : “Akuntansi pertanggungjawaban adalah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga pengumpulan serta pelaporan biaya dan pendapatan dilakukan sesuai dengan pusat pertanggungjawaban dalam organisasi.

untuk memungkinkan setiap . 3. Setelah pusat pertanggungjawaban diidentifikasi dan ditetapkan. yang mencerminkan ukuran kinerja manajer pusat pertanggungjawaban dalam mencapai sasaran anggaran. Penggunaan sumber daya ini diukur dengan informasi akuntansi pertanggungjawaban. Pelaksanaan anggaran merupakan penggunaan sumber daya oleh manajer pusat pertanggungjawaban dalam mewujudkan sasaran yang ditetapkan dalam anggaran. 2. atas biaya secara yang prinsip ia individu hanya wewenang dimintai untuk pertanggungjawaban memiliki mempengaruhinya secara signifikan. Standar ditetapkan sebagai tolok ukur kinerja manajer yang bertanggung jawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Dengan informasi akuntansi pertanggungjawaban. Kinerja manajer diukur dengan membandingkan realisasi dengan anggaran. Biaya standar dan anggaran merupakan ukuran kinerja manajer pusat pertanggungjawaban dalam mewujudkan sasaran yang ditetapkan dalam anggaran. Anggaran berisi biaya standar yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. sistem akuntansi pertanggungjawaban menghendaki ditetapkannya biaya standar sebagai dasar untuk menyusun anggaran. Informasi akuntansi pertanggungjawaban menyajikan informasi biaya sesungguhnya dan informasi biaya yang dianggarkan kepada setiap manajer yang bertanggung jawab.10 kepada individu yang diberi wewenang. Tanggung jawab dibatasi dalam satuan keuangan (seperti biaya).

Manajer secara individual diberi penghargaan atau hukuman berdasarkan kebijakan manajemen yang lebih tinggi. Atas dasar evaluasi penyebab terjadinya penyimpangan biaya yang direalisasikan dari biaya yang dianggarkan. Manfaat Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan aset. Sistem penghargaan dan hukuman dirancang untuk memacu para manajer dalam mengelola biaya – untuk mencapai target standar biaya yang dicantumkan dalam anggaran. dan dapat pula berupa informasi masa yang akan datang. pendapatan dan/atau biaya masa lalu. 4. pendapatan dan/atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggung jawab terhadap pusat pertanggungjawaban tertentu. Penilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban . 1997) : 1.11 manajer mempertanggungjawabkan pelaksanaan anggaran mereka dan memungkinkan mereka untuk memantau pelaksanaan anggaran mereka. Sedangkan informasi akuntansi pertanggungjawaban yang berupa informasi masa lalu bermanfaat sebagai (Mulyadi. Informasi pertanggungjawaban yang berupa informasi masa yang akan datang bermanfaat untuk penyusunan anggaran. Informasi ini dapat berupa informasi historis yang berupa aset. para manajer secara individual diberi penghargaan atau hukuman menurut sistem penghargaan dan hukuman yang ditetapkan.

12 2. Anthony dan Vijay Govindarajan (2009:171) pusat pertanggungjawaban adalah “organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan. Pemotivasi manajer Pusat Pertanggungjawaban Pengertian Pusat Pertanggungjawaban Dalam organisasi perusahaan. Definisi pusat pertanggungjawaban menurut Hansen dan Mowen (2009:560) adalah : “Pusat pertanggungjawaban (responsibility center) merupakan suatu segmen bisnis yang manajernya bertanggung jawab terhadap serangkaian kegiatankegiatan tertentu. .” Sehingga dapat disimpulkan bahwa pusat pertanggungjawaban merupakan suatu unit dari organsisasi yang dikepalai oleh seorang manajer yang bertanggung jawab terhadap hasil dari aktivitas yang dilakukan oleh unit tersebut.” Menurut Robert N. 2005). penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggung jawab dilaksanakan dengan menetapkan pusat-pusat pertanggungjawaban dan tolok ukur kinerjanya (Diana Putri.

Pada umumnya. Hampir semua masukan suatu pusat pertanggungjawaban dapat diukur secara kuantitatif. Masukan suatu pusat pertanggungjawaban yang dinyatakan dalam satuan uang disebut dengan pendapatan. namun tidak semua keluaran pusat pertanggungjawaban dapat diukur secara kuantitatif. akan tetapi tidak ada upaya formal yang dilakukan untuk mengaitkan input (yaitu. digolongkan menurut sifat input dan/atau output moneter yang diukur untuk tujuan pengendalian (Anthony dan Govindarajan. 2009): • Pusat pendapatan Di pusat pendapatan. Ada empat jenis pusat pertanggungjawaban. beban atau biaya) dengan output. Hubungan antara masukan dan keluaran suatu pusat pertanggungjawaban mempunyai karakteristik tertentu. penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggung jawab dilaksanakan dengan menetapkan pusat-pusat pertanggungjawaban dan tolok ukur kinerjanya. pusat pendapatan merupakan unit pemasaran/penjualan yang tak memiliki wewenang untuk menetapkan harga jual dan tidak bertanggung jawab atas harga pokok penjualan dari barang-barang .13 Jenis-jenis Pusat Pertanggungjawaban Dalam organsisasi perusahaan. suatu output (yaitu. Suatu pusat pertanggungjawaban dapat dipandang sebagai suatu sistem yang mengolah masukan menjadi keluaran. pendapatan) diukur secara moneter.

Hal ini karena bidang-bidang di mana manajer mempunyai tanggung jawab dan otoritas atas biaya dapat diidentifikasi dengan cepat pada sebagian besar perusahaan. Apabila selisih dari standar bersifat signifikan. manajemen haruslah menginvestigasi aktivitas-aktivitas pusat biaya dalam upaya menentukan apakah biaya di luar kendali. manajer departemen atau divisi diserahi tanggung jawab untuk mengendalikan biaya yang dikeluarkan dan otoritas untuk mengambil keputusan-keputusan yang mempengaruhi biaya tersebut. Penjualan atau pesanan aktual diukur terhadap anggaran dan kuota. Manajer pusat biaya perlu memastikan bahwa tugas-tugas yang diembannya dituntaskan dalam batasan yang diperkenankan oleh anggaran atau biaya standar.14 yang mereka pasarkan. Pusat biaya (cost center). Pusat biaya merupakan jenis pusat pertanggungjawaban yang digunakan secara luas. Manajer pusat biaya tidak membuat . akan tetapi ukuran utamanya adalah pendapatan. standar biayanya yang memang perlu direvisi. Manajer pusat biaya memakai biaya standar dan anggaran yang fleksibel untuk mengendalikan biaya. Besar atau kecilnya pusat biaya tergantung pada aktivitasaktivitasnya. atau sebaliknya. namun outputnya tidak. • Pusat biaya Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang inputnya diukur secara moneter. dan manajer dianggap bertanggung jawab atas biaya yang terjadi secara langsung di dalam unitnya.

Oleh karena itu. Input-inputnya dapat diukur secara fisik. Ada dua jenis umum dari pusat biaya. Terdapat dua cara beroperasinya pusat biaya. Untuk menanggulangi tendensi ini perlu ditetapkan jenis dan banyaknya produksi yang dikehendaki serta standar mutu yang diisyaratkan. . yaitu: o Pusat biaya teknik Pusat biaya teknik memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Kinerja pusat biaya terutama diukur berdasarkan efisiensi dan mutu.15 keputusan menyangkut penjualan ataupun jumlah aset tetap yang diinvestasikan pada pusat biaya tersebut. Input-inputnya dapat diukur secara moneter. Kendatipun demikian. minimisasi biaya mungkin saja dilakukan dengan mengorbankan mutu dan volume produksi sehingga mengakibatkan tidak adanya keharmonisan dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan. Pengelolaan pusat biaya lainnya adalah dengan meminimalkan biaya-biaya seraya menghasilkan suatu kuantitas keluaran tertentu. Beberapa pusat biaya diberikan sejumlah tetap sumber daya (anggaran) dan diminta menghasilkan sebanyak mungkin keluaran dari sejumlah sumber daya tersebut. mutu produk yang diproduksi dalam pusat-pusat biaya harus dipantau. 2.

hubungan masyarakat. operasi litbang. selisih antara pendapatan dan biaya). dan hampir semua aktivitas pemasaran. hukum. Jumlah dolar optimum dan input yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit output dapat ditentukan. Output dari pusat biaya ini tidak bisa diukur secara moneter. dibandingkan jika harus menggunakan beberapa indikator (beberapa di antaranya menunjuk ke arah yang berbeda). • Pusat laba Ketika kinerja finansial suatu pusat pertanggungjawaban diukur dalam ruang lingkup laba (yaitu. Manajer pusat laba diukur kinerjanya dari selisih antara pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut.16 3. sumber daya manusia). maka pusat ini disebut sebagai pusat laba (profit center). Oleh karena itu dalam pusat laba. o Pusat biaya kebijakan Pusat biaya kebijakan meliputi unit-unit administratif dan pendukung (seperti. Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan manajemen senior untuk dapat menggunakan satu indikator yang komprehensif. hubungan industrial. masukan maupun keluarannya diukur dalam satuan rupiah untuk menghitung laba yang dipakai sebagai pengukur kinerja manajernya. akuntansi. Suatu pusat pertanggungjawaban merupakan pusat laba jika manajemen puncak menghendaki untuk mengukur keluaran pusat pertanggungjawaban tersebut dalam .

2005). Ukuran prestasi manajer pusat investasi dapat berupa rasio antara laba dengan investasi yang digunakan untuk memperoleh laba tersebut. . 5. Terdapatnya susunan kode rekening perusahaan yang dikaitkan dengan kewenangan pengendalian pusat pertanggungjawaban. yaitu : 1. Penggolongan biaya sesuai dengan dapat dikendalikan tidaknya (controllability) biaya oleh manajemen tertentu dalam operasi. Sistem pelaporan biaya kepada manajer yang bertanggung jawab (responsibility reporting). untuk dapat diterapkannya sistem akuntansi pertanggungjawaban ada lima syarat. 3. Struktur organisasi yang menetapkan secara tegas wewenang dan tanggung jawab tiap tingkatan manajemen. 2. • Pusat investasi Di unit usaha yang lain. Syarat-syarat Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Menurut Mulyadi (dikutip oleh Diana Putri. laba dibandingkan dengan aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Anggaran biaya yang disusun untuk tiap tingkatan manajemen. Pusat pertanggungjawaban ini disebut sebagai pusat investasi. 4.17 satuan rupiah dan manajer pusat pertanggungjawaban tersebut diukur kinerjanya atas dasar selisih antara pendapatan dengan biayanya.

Perusahaan sebagai suatu organisasi harus memiliki struktur organisasi yang disusun sedemikian rupa sehingga wewenang dan tanggung jawab setiap manajer menjadi lebih jelas. informasi akuntansi selalu dihubungkan dengan wewenang yang dimiliki oleh tiap-tiap manajer yang ada dalam perusahaan. manajer yang diserahi wewenang dari pimpinan perusahaan harus mempertanggungjawabkan kinerjanya pada pimpinan perusahaan tersebut. Struktur organisasi merupakan pengaturan garis tanggung jawab dalam satu entitas yang disusun untuk mencapai tujuan bersama orang-orang yang berada pada jajaran garis tersebut. struktur organisasi terbagi menjadi dua bagian. oleh karena itu setiap manajer di dalam organisasi harus bertanggung jawab terhadap segala aktivitas yang berada di bawah pengendaliannya. Tanggung jawab timbul karena diberikan wewenang mengalir dari atas ke bawah. yaitu (Diana Putri. Dengan kata lain. Dalam hubungannya dengan tingkat pertanggungjawaban atau pemberian wewenang. Struktur organisasi dalam akuntansi pertanggungjawaban menunjukkan bahwa tiap-tiap pimpinan jelas atas segala kegiatan yang berada di bawah pengendaliannya.18 Struktur Organisasi Dalam membahas sistem akuntansi pertanggungjawaban. 2005): .

keuangan. Biasanya manajer tingkat atas yang berperan untuk mengambil keputusan dan manajer tiap fungsi yang ada dalam organisasi tersebut terkadang memiliki wewenang terbatas dalam pengambilan keputusan. Artinya tiap manajer hanya bertanggung jawab atas kinerjanya yang menjadi tugasnya. Organisasi divisional sering disebut juga sebagai organisasi desentralisasi.19 1. karena perusahaan mempunyai beberapa divisi . setiap manajer bertanggung jawab atas setiap aktivitas operasi perusahaan berdasarkan fungsi manajer yang bersangkutan. Kadang-kadang struktur organisasi fungsional disebut juga sebagai organisasi sentralisasi karena perusahaan dibagi atas beberapa fungsi penjualan. produksi. dan sebagainya. manajemen puncak mendelegasikan wewenang-wewenangnya kepada tingkat manajemen yang lebih rendah. Struktur organisasi fungsional Pada tipe struktur organisasi ini. Struktur organisasi divisional Pada tiap struktur organisasi ini kegiatan-kegiatan fungsional dilaksanakan oleh unit-unit kerja dalam lingkup satu organisasi sendiri. Oleh karena itu. 2. perusahaan dibagi ke dalam segmen-segmen yang diperlukan sebagai unit penghasil laba berdiri sendiri. Secara umum maksud dari adanya proses divisional adalah untuk mendelegasikan otoritas kerja yang lebih besar kepada manajer operasional sehingga dalam tipe organisasi desentralisasi berdasarkan pusat laba. Dengan demikian hanya tingkat pimpinan tertinggi yang bertanggung jawab terhadap penghasilan dan biaya yang terjadi dalam perusahaan yang bersangkutan. pembelian. pada tipe organisasi desentralisasi.

Dampak keuangan yang diperkirakan akan terjadi sebagai akibat dari rencana kerja tersebut kemudian disusun dan dievaluasi melalui proses penyusunan anggaran. Anggaran Dalam pengelolaan perusahaan. Menurut Robert N. Setelah anggaran disusun dan kemudian dilaksanakan. Perbandingan dan analisis biaya sesungguhnya dengan biaya yang dianggarkan memberikan informasi bagi manajemen untuk memungkinkan mereka mengidentifikasi penyimpangan yang terjadi dari rencana kegiatan. akuntansi biaya berfungsi untuk memberikan umpan balik kepada manajemen mengenai konsumsi sumber daya dalam pelaksanaan rencana kegiatan. karena dikotomi antara sentralisasi dan desentralisasi lebih mengacu pada sejauh mana kebebasan didelegasikan untuk mengambil keputusan. Kurniawan Tjakrawala dan Krista (2005:73) anggaran didefinisikan melaksanakan . manajemen menetapkan tujuan atau sasaran dan kemudian membuat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran tersebut. X. Anthony dan Vijay Govindarajan yang dialih bahasakan oleh F.20 produk di mana masing-masing produk memerlukan cara tersendiri untuk beroperasi. Analogi seperti ini tidak seluruhnya benar. sedangkan pemisahan antara fungsional dan divisional lebih ditekankan pada sejauh mana masing-masing manajer mampu fungsinya. yang pada gilirannya dapat digunakan oleh manajemen sebagai dasar untuk melakukan tindakan koreksi.

“ Suatu anggaran operasi biasanya meliputi waktu satu tahun dan menyatakan pendapatan dan biaya yang direncanakan untuk tahun itu. Sedangkan menurut Anthony. kinerja keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran. manajer setuju untuk menerima tanggung jawab atas pencapaian tujuan-tujuan anggaran. Anggaran memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut (Anthony dan Govindarajan. dan kawan-kawan (dikutip oleh Diana Putri. • • Setelah disetujui. yaitu : . • Usulan anggaran ditinjau dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi wewenangnya dari pembuat anggaran. mungkin ada dua anggaran per tahun. • Biasanya meliputi waktu selama satu tahun. 2005). • Merupakan komitmen manajemen. anggaran dibagi menjadi tiga jenis.21 sebagai “alat penting untuk perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang efektif dalam organisasi. Dalam bisnis-bisnis yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor musiman. walaupun jumlah moneter mungkin didukung dengan jumlah non moneter . 2005): • • Anggaran mengestimasikan potensi laba dari unit bisnis tersebut. anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi-kondisi tertentu. dan varians dianalisis serta dijelaskan. Secara berkala. berdasarkan pusat-pusat pertanggungjawaban. Dinyatakan dalam istilah moneter.

setidak-tidaknya sebagian divisi anggaran disusun untuk memenuhi berbagai tujuan tertentu. 4. Anggaran laba Anggaran laba divisi digunakan oleh manajemen puncak : 1. Anggaran pendapatan Anggaran pendapatan mempunyai karakteristik berikut. di mana keluaran dapat diukur. Untuk merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan keseluruhan perusahaan. 2. Anggaran biaya Anggaran biaya dapat dibagi ke dalam dua macam. . 3. Untuk ikut mengendalikan. Untuk mereview unjuk kerja keuangan perusahaan total yang diharapkan untuk tahun mendatang dan untuk mengambil tindakan tertentu bila unjuk kerja tersebut tidak memuaskan. 2) Anggaran yang menyangkut pengeluaran diskresioner (discretionary expenses) di pusat tanggung jawab. yaitu : 1) Anggaran ini dirancang untuk mengukur efektifitas pemasaran. 3. 2) Manajer pemasaran tidak dapat dituntut untuk sepenuhnya bertanggung jawab atas pencapaian sasaran yang dianggarkan seperti halnya dengan anggaran biaya. Dalam pusat tanggung jawab. 2. yaitu : 1) Anggaran yang menyangkut pengeluaran terukur (engineered expenses). di mana keluaran tidak dapat diukur. Untuk berperan serta dalam perencanaan divisi.22 1.

Memperbaiki komunikasi dan koordinasi. 3. Untuk memperoleh komitmen yang merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja aktual manajer. Menyediakan standar evaluasi kinerja. sebuah sistem penganggaran memberikan beberapa manfaat untuk suatu organisasi. 4. 2005): 1. Menurut Hansen dan Mowen (2009: 424). 1. Untuk menyesuaikan rencana strategis. Untuk membantu mengoordinasikan aktivitas dari beberapa bagian organisasi. 2. 4. Memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan. Dengan demikian. untuk mengotorisasi jumlah yang berwenang untuk mereka gunakan. Biaya Terkendali dan Biaya Tidak Terkendali Tanggung jawab yang diminta tiap departemen terhadap manajer pusat pertanggungjawaban adalah tanggung jawab atas biaya yang dapat mereka kendalikan secara langsung. manajer tiap pusat pertanggungjawaban tersebut . Untuk menugaskan tanggung jawab kepada manajer.23 Penyusunan anggaran operasi mempunyai empat tujuan utama (Anthony dan Govindarajan. 3. 2. Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pengambilan keputusan. dan untuk menginformasikan kepada mereka mengenai kinerja yang diharapkan dari mereka.

Jika suatu biaya tidak dapat dikendalikan pada tingkat manajemen tertentu. semua biaya dapat dikendalikan pada tingkat manajemen tertentu. Laporan tersebut merupakan tolok ukur keberhasilan pelaksanaan kerja setiap pusat pertanggungjawaban dan manajer yang membawahinya.2005). Penentuan secara tegas ini sangat penting terutama dalam pengendalian biaya untuk laporan pelaksanaan.” Semua biaya atau semua kegiatan yang menimbulkan biaya harus mendapat otorisasi dari orang-orang yang bertanggung jawab pada kegiatan tersebut. maka biaya tersebut harus dapat dikendalikan oleh tingkat manajemen yang lebih tinggi. . Apabila seorang manajer tidak dapat mempengaruhi suatu biaya melalui kebijakannya. setiap pos biaya pada suatu departemen atas unit organisasi harus diklasifikasikan dan ditentukan secara jelas sebagai biaya terkendali dan biaya tak terkendali pada setiap pusat pertanggungjawaban tertentu. Berdasarkan konsep pengendalian biaya. Hanya biaya dan pendapatan yang terkendali saja yang menjadi tanggung jawab tiap manajer pusat pertanggungjawaban (Putri. Definisi biaya terkendali menurut Daljono (2009:21) adalah : “Biaya di mana manajer dapat mempengaruhi ada tidaknya dan besar kecilnya biaya tersebut. Oleh karena itu. yang di dalamnya membandingkan antara realisasi dengan yang dianggarkan. maka biaya tersebut merupakan biaya tak terkendali bagi manajer tersebut.24 dapat mengidentifikasi pendapatan dan biaya yang berada di bawah pengawasannya (controllable) dan yang tidak berada di bawah pengawasannya (uncontrollable).

3. Seorang manajer mungkin tidak mempunyai wewenang dalam memutuskan perolehan barang atau jasa.25 Untuk memisahkan biaya ke dalam biaya terkendali dan tidak terkendali pada kenyataannya seringkali ditemui kesulitan. Hanya sedikit biaya yang terjadinya menjadi tanggung jawab seseorang. ia harus dibebani dengan biaya jasa tersebut. . ia dapat juga dibebani biaya tersebut. Jika seorang manajer dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah biaya tertentu melalui tindakannya sendiri. sehingga ia dapat membantu manajer lain yang bertanggung jawab untuk mempengaruhi biaya tersebut. ia dapat dibebani dengan biaya tersebut. baik dalam perolehan maupun penggunaan jasa. Seorang manajer jelas dapat mempengaruhi jumlah suatu biaya jika ia memiliki wewenang dalam memperoleh dan menggunakan jasa. 2. jika manajemen puncak menghendaki agar ia menaruh perhatian. Jika seorang manajer memiliki wewenang. baik harga maupun jumlahnya. Pedoman untuk menetapkan apakah suatu biaya dapat dibebankan sebagai tanggung jawab seorang manajer pusat pertanggungjawaban menurut Mulyadi (1997:164) adalah sebagai berikut : 1. namun dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah pemakaiannya. Meskipun seorang manajer tidak dapat secara signifikan mempengaruhi jumlah biaya tertentu melalui tindakan langsungnya sendiri.

Pengubahan biaya tidak terkendalikan menjadi biaya terkendalikan dapat pula dilakukan dengan cara mendelegasikan wewenang untuk pengambilan keputusan dari manajemen puncak kepada manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan. biaya tersebut harus dibebankan sedemikian rupa kepada pusat pertanggungjawaban tertentu. Biaya yang dialokasikan kepada suatu pusat pertanggungjawaban dengan dasar yang sembarang. Untuk mengubah menjadi biaya terkendalikan. sehingga biaya tersebut dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan. Mengubah letak tanggung jawab pengambilan keputusan. Dengan demikian. Mengubah dasar pembebanan dari alokasi ke pembebanan langsung. Dalam sistem akuntansi pertanggungjawaban. akan dalam posisi dapat mempengaruhi biaya tersebut secara signifikan. semua biaya yang terkendalikan oleh manajer tingkat . sehingga biaya tersebut merupakan biaya tidak terkendalikan bagi manajer tersebut. dengan diterimanya wewenang dari manajemen puncak.26 Mulyadi (1997:165) juga mengemukakan bahwa biaya tidak terkendalikan dapat diubah menjadi biaya terkendalikan melalui dua cara yang saling berkaitan: 1. tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban kepada manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan. 2. manajer pusat pertanggungjawaban yang sebelumnya tidak mempunyai wewenang untuk mempengaruhi biaya tertentu.

Klasifikasi dan Kode Rekening Dalam akuntansi pertanggungjawaban.27 bawah. atau kombinasi keduanya (Ayuningtyas. maka diperlukan suatu bagan perkiraan yang diberi kode tertentu yang memuat perkiraan-perkiraan yang ada di neraca maupun pada perhitungan laba-rugi. maka biaya-biaya tersebut harus digolongkan dan diberi kode sesuai dengan tingkattingkat manajemen yang terdapat dalam struktur organisasi. Agar dapat terlaksana dengan baik. huruf. Dalam system akuntansi kode yang digunakan biasanya adalah angka. Biaya tersebut harus dipisahkan menjadi biaya terkendali dan tidak terkendali berdasarkan kepentingannya di dalam laporan keuangan dan dalam persiapan pembuatan laporan (Putri. Untuk memudahkan di dalam proses pengolahan data. Oleh karena biaya yang terjadi dikumpulkan untuk setiap tingkat manajemen. Proses ini mengakibatkan setiap tingkatan manajemen atau setiap bagian dalam perusahaan yang merupakan pusat pertanggungjawaban akan dibebani dengan biaya yang terjadi di dalamnya. biaya dan pendapatan dikumpulkan dan dilaporkan untuk setiap jenjang manajemen. Setiap tingkatan manajemen merupakan pusat pertanggungjawaban dan akan dibebani dengan biaya- . dipandang juga terkendalikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban yang membawahinya. 2006). 2005). rekening-rekening perlu diberi kode karena dengan begitu data akan lebih mudah diidentifikasi.

Posisi masing-masing angka mempunyai arti. Pemberian kode dapat dilaksanakan dengan cara (Putri. sehingga cara pemberian kodenya dapat digambarkan sebagai berikut : . Rekening buku besar diberi kode angka dengan metode kode kelompok. Dalam keadaan yang ideal. b. 2005): 1. di mana angka yang paling kiri adalah kode golongan perkiraan dan angka paling kanan adalah kode jenis rekening.28 biaya yang terjadi di dalamnya yang dipisahkan antara biaya terkendali dan biaya yang tidak terkendali. Setiap kode dalam golongan perkiraan terdiri dari angka-angka yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. kode rekening pembantu biaya tediri dari tujuan angka. Berdasarkan metode kode kelompok (group code method) Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sebagai berikut : a. di mana masing-masing angka mewakili jenis rekening.

tetapi dengan memberikan suatu blok nomor untuk setiap kelompok.29 Gambar 2. 2005) 2. Jadi di sini.1 Arti Posisi Angka Dalam Kode Rekening 5 x x x xxx Kelompok Rekening Biaya Pusat Pertanggungjawaban Direksi Pusat Pertanggungjawaban Departemen Pusat Pertanggungjawaban Bagian Jenis Biaya Sumber : Mulyadi (dikutip oleh Putri. kode diberikan pada setiap kelompok yang dimulai dengan angka-angka tertentu yang diakhiri dengan angka-angka tertentu juga merupakan suatu blok nomor kode. Kode block (block code) Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit. Contoh : Golongan Perkiraan Aset (Assets) Utang (Liabilities) Nomor Rekening 100-199 200-299 .

perkiraan diklasifikasikan menjadi golongan. 2005) 3. Laporan pertanggungjawaban merupakan ikhtisar hasil-hasil yang dicapai oleh seorang manajer bidang pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya selama periode tertentu.30 - Modal (Capital Funds) Pendapatan (Income) Biaya (Expenses) 300-399 400-499 500-599. Laporan Pertanggungjawaban Laporan pertanggungjawaban merupakan laporan-laporan yang menerangkan hasil dari aplikasi konsep akuntansi pertanggungjawaban yang memegang peranan penting dalam kegiatan penyusunan perencanaan dan pengawasan atas jalannya operasi perusahaan. 2005). Seperti kelompok golongan maupun jenis perkiraan diberi nomor kode mulai dari 0 sampai 9. Stelsel rekening desimal Melalui cara ini. dan seterusnya Sumber : Mulyadi (dikutip oleh Putri. kelompok. Di dalam pengumpulan atau pelaporan biaya. Laporan pertanggungjawaban harus dinyatakan dalam bentuk yang sederhana. Laporan pertanggungjawaban harus . tiap bidang pertanggungjawaban harus dipisahkan antara biaya terkendali dan biaya tidak terkendali (Putri. dan jenis rekening yang jumlahnya masing-masing maksimal 10. Jika laporan tersebut terlalu kompleks maka manajer akan mengalami kesulitan dalam menganalisis kegiatan operasi perusahaan.

Secara umum.31 menyajikan jumlah anggaran dan jumlah aktual dari pendapatan dan biaya yang dapat dikendalikan. Komunikasi regular antara penyaji laporan dengan pengguna laporan pertanggungjawaban harus selalu dilakukan untuk memastikan relevansi dari informasi yang disajikan tersebut. data harus semakin ringkas untuk jenjang pimpinan yang semakin tinggi. Harus diterapkan konsep “pertanggungjawaban”. 3. 2. angka-angka harus dapat diperbandingkan. Agar tujuan manajer pusat pertanggungjawaban tercapai. seperti yang dikemukakan Wilson dan Campbell (dikutip oleh Putri. Di dalam penyajian laporan pertanggungjawaban selisih yang terjadi antara actual dengan anggaran harus dianailsis dan diselidiki sebab terjadinya (Ayuningtyas. Sedapat mungkin harus diterapkan prinsip “pertanggungjawaban”. 2005) adalah : 1. tujuan dari laporan pertanggungjawaban adalah untuk memberikan informasi kepada para pimpinan tentang hasil-hasil pelaksanaan suatu pekerjaan yang berada dalam lingkup tanggung jawabnya dan memberikan motivasi kepada manajer untuk mengambil satu tindakan dalam upaya meningkatkan hasil. laporan pertanggungjawaban harus diterbitkan dengan dasar waktu yang tepat. . 4. Sejauh yang dapat dilaksanakan. maka harus diperhatikan lima prinsip dasar penyajian laporan. Secara umum. Lebih lanjut. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi harus menjadi perhatian yang penting. 2006).

6. 9. 7. Laporan harus sederhana dan jelas. 10. 5. Laporan harus tepat waktu.32 5. Biaya penyiapan laporan harus dipertimbangkan. 2005) ada berbagai faktor lain yang dapat membantu tanggapan atau penerimaan dari pembaca laporan yang lebih baik : 1. Laporan harus dinyatakan dalam bahasa dan istilah yang dikenal oleh pimpinan yang akan memakainya. Laporan harus akurat. Laporan harus berguna. 3. Bentuk penyajian harus disesuaikan dengan pimpinan yang akan untuk membuat menggunakannya. Rancangan laporan harus mencerminkan sudut pandang pimpinan. apabila mungkin. 2. Selalu distandarisasikan. menurut Wilson dan Campbell (dikutip oleh Putri. Informasi harus disajikan dalam urutan yang logis. 8. Setiap laporan harus disusun sedemikian rupa sehingga setiap penyimpangan secara jelas ditonjolkan dan mendapat perhatian dari manajer yang bertanggung . 4. Di samping lima prinsip di atas. Perhatian yang diberikan untuk penyiapan laporan harus sebanding dengan manfaatnya. Laporan-laporan pada umumnya harus mencakup komentar-komentar interpretatif atau yang jelas dengan sendirinya. 11.

Laporan pertanggungjawaban biaya berisi informasi berikut (Mulyadi. 2. laporan pertanggungjawaban biaya disajikan semakin ringkas. Realisasi biaya bulan ini. Nomor kode rekening biaya. Penyimpangan biaya bulan ini. 4. Jenis biaya atau pusat pertanggungjawaban. Anggaran biaya bulan ini. Format umum laporan pertanggungjawaban biaya. . Realisasi biaya sampai dengan bulan ini. Manajer jenjang terbawah diberi laporan pertanggungjawaban biaya yang berisi rincian realisasi biaya dibandingkan dengan anggaran biaya yang disusunnya. Manajer jenjang di atasnya diberi laporan mengenai biaya pusat melandasi penyusunan pertanggungjawaban sendiri dan ringkasan realisasi biaya yang dikeluarkan oleh manajer-manajer yang berada di bawah wewenangnya. yaitu : 1. Menurut Mulyadi (1997:190) dasar-dasar yang laporan pertanggungjawaban biaya.33 jawab sehingga ia tidak perlu banyak membaca dan mencari dalam laporan tersebut untuk memperoleh informasi yang diinginkan. 5. 3. Semakin ke atas. 6. Jenjang terbawah yang diberi laporan ini adalah tingkatan manajer bagian. 2. 4. 1997): 1. 3. yang disajikan dalam bentuk perbandingan dengan anggaran biaya yang disusun oleh masing-masing manajer yang bersangkutan.

2 Format Umum Laporan Pertanggungjawaban Kode Rek. Sampai dengan Bulan ini Realisasi Anggaran Peny.34 7.” Sedangkan Hansen dan Mowen (2009:47) mendefinisikan biaya sebagai berikut: “Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau di masa depan bagi organisasi.” Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa biaya adalah suatu bentuk pengorbanan yang dapat diukur dengan satuan uang atas barang atau jasa untuk suatu tujuan tertentu. Anggaran biaya sampai dengan bulan ini. untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan akan memberikan keuntungan/manfaat pada saat ini atau masa yang akan datang. 8. Penyimpangan biaya sampai dengan bulan ini. Gambar 2. Sumber : Mulyadi (1997:191) Efisiensi Pengendalian Biaya Pengertian Biaya Definisi biaya menurut Daljono (2009:13) adalah: “Biaya merupakan suatu pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang. . Jenis Biaya/ Pusat Biaya Realisasi Bulan ini Anggaran Peny.

35 Pengertian Pengendalian Manusia membutuhkan adanya suatu pengendalian dalam kehidupannya atas apa yang sedang dilakukan maupun yang telah dilakukannya. Adanya pengendalian juga dibutuhkan oleh suatu perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional. Jadi pengendalian dilakukan sebelum proses. Dengan pengendalian diharapkan juga agar pemanfaatan semua unsur manajemen dilakukan secara efektif dan efisien.” Tujuan Pengendalian Pengendalian bukan hanya untuk mencari kesalahan. Pengendalian biasanya dicapai dengan menggunakan umpan balik. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan sebelumnya. saat proses dan setelah proses yakni hingga hasil akhir diketahui. . tetapi berusaha untuk menghindari terjadinya kesalahan serta memperbaikinya jika terdapat kesalahan.” Sedangkan Hansen dan Mowen (2009:8) mendefinisikan pengendalian sebagai berikut: “Pengendalian adalah aktivitas manajerial untuk memonitor implementasi rencana dan melakukan perbaikan sesuai kebutuhan. Menurut Daljono (2009:4) definisi pengendalian adalah: “Pengendalian (control) merupakan kegiatan manajemen setiap hari untuk meyakinkan bahwa aktivitas organisasi sesuai dengan yang telah direncanakan.

2007): 1. Untuk mengetahui dan menyelidiki pelaksanaan kegiatan yang sedang atau yang telah dijalankan. Proses Pengendalian Untuk mencapai sasaran perusahaan. Menetapkan tolok ukur standar (anggaran) sebagai dasar untuk melaksanakan pengukuran. Adapun tujuan pengendalian itu adalah (Hafid. proses pengendalian harus melalui beberapa prosedur sebagai berikut (Hafid. 3. Tujuan pengendalian ini belum tentu berlaku di setiap perusahaan dan hal ini tentutergantung pada sifat dan keputusan yang ada di dalam perusahaan. Untuk mengetahui apakah pelaksanaan kegiatan berjalan secara efisien serta untuk mengetahui peningkatan efisiensi di masa yang akan dating. 2007): 1. Melaksanakan pencatatan hasil atas pelaksanaan yang sebenarnya. 2. 3. apakah sesuai dengan yang direncanakan. Melaksanakan perbandingan terhadap pelaksanaan hasil yang sebenarnya dengan standar-standar yang telah ditetapkan diantaranya: . Memperbaiki dan menilai tepat waktu atau tidaknya suatu keputusan yang diambil. 2.36 Tujuan pengendalian merupakan sasaran yang ingin dicapai dengan melaksanakan beberapa tindakan.

Pengertian Pengendalian Biaya Pengendalian biaya adalah tindakan yang dilakukan untuk mengarahkan aktivitas agar tidak menyimpang dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. • Menentukan dan melaporkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya selisih tersebut. 2007) bahwa tanggung jawab atas pengendalian biaya harus . agar didapat kesesuaian antara pelaksanaan dan standar yang telah ditetapkan. 2006). Pengendalian biaya ini dapat dilakukan melalui anggaran biaya yang secara kontinu diadakan pengawasan secara analisis terhadap penyimpangan yang terjadi sehingga dapat diketahui penyebab terjadinya penyimpangan atas selisih tersebut kemudian dilakukan tindak lanjut agar kerugian yang terjadi relatif kecil (Trisnawati. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Matz dkk (dikutip oleh Kusumardani. Walaupun sebenarnya tanggung jawab penuh dari suatu organisasi terletak pada manajer. kemudian dianalisis penyebab-penyebabnya. • Melaksanakan tindakan perbaikan yang diperlukan terhadap penyimpangan yang terjadi.37 • Menetapkan penyimpangan yang terjadi antara hasil pelaksanaan sebenarnya dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Tanggung jawab atas pengendalian biaya terletak pada pihak yang bertanggungjawab atas penyusunan anggaran untuk biaya yang dikendalikannya.

Tanggung jawab ini hanya terbatas pada biaya yang dapat dikendalikan. Meningkatkan harga penjualan. di mana tindakan tersebut merupakan bagian dari pengendalian biaya. salah satu cara di atas yang dapat digunakan untuk pencapaian efisiensi dengan cara mengurangi biaya.38 diserahkan kepada personel yang juga bertanggungjawab atas penyusunan anggaran untuk biaya yang dikendalikannya. Cara Pengendalian Biaya Untuk mencapai efisiensi dalam suatu perusahaan diperlukan suatu pengendalian karena dengan pengendalian. 2. dan prestasi kerja setiap personel harus diukur dengan membandingkan biaya yang sebenarya terjadi dengan biaya yang dianggarkan. Pengurangan biaya dimaksudkan dengan mengerahkan segala usaha untuk menggunakan semuanya secara lebih efektif dan efisien agar diperoleh lebih banyak hasil dengan biaya yang sedikit. Mengurangi biaya. Meningkatkan volume penjualan. biaya yang dikeluarkan bisa ditekan seminimal mungkin. . Pengendalian dapat dilakukan dengan cara (Kusumardani. 2007): a) Pengurangan biaya Terdapat tiga kemungkinan cara untuk meningkatkan laba yaitu : 1. Oleh sebab itu. 3.

Memungkinkan laporan yang segera atas informasi pengendalian biaya. Bagaimana pun juga biaya tidak terjadi dengan sendiri. Memberikan tolok ukur yang lebih baik mengenai prestasi pelaksanaan. 2. . Memungkinkan dipergunakannya prinsip pengecualian exception) dengan akibat penghematan waktu.39 b) Penggunaan biaya standar Jika biaya sesungguhnya menyimpang dari biaya standar. 4. Menganalisis sebab-sebab terjadi perbedaan. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pengendalian biaya dengan menggunakan standar adalah sebagai berikut : 1. Mengambil tindakan perbaikan untuk mengendalikan biaya sesungguhnya yang tidak memuaskan. Menetapkan sesungguhnya. agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan terlebih dahulu. 2. Kaitannya dengan pengendalian biaya. biaya standar mempunyai manfaat sebagai berikut: 1. maka yang dianggap benar adalah biaya standar sepanjang asumsi-asumsi yang mendasari penentuannya tidak berubah. c) Pemusatan sumber daya hasil Pemusatan sumber daya pada hasil adalah pengendalian biaya yang (principle of perbedaan antara standar dengan pelaksanaan yang terbaik dan paling efektif. 3. Standar berlaku sebagai inisiatif bagi karyawan. 3.

dan kemudian menyajikan informasi realisasi pendapatan dan/atau biaya tersebut menurut manajer yang bertanggung jawab (Mulyadi. 1997). sebagai pembanding untuk menilai (evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan adanya anggaran dan laporan pertanggungjawaban yang digunakan untuk menilai kinerjanya jika kinerja yang dinilai baik maka manajer secara individual akan diberi penghargaan sehingga manajer termotivasi untuk .40 Biaya selalu dikeluarkan paling tidak dengan maksud tertentu untuk mencapai suatu hasil. d) Penggunaan anggaran Anggaran dapat digunakan sebagai tolok ukur. Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dengan Anggaran sebagai Alat Pengendalian Biaya Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi yang penting dalam proses perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi. dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekerja ataukah kurang sukses bekerja. Dengan membandingkan antara apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara memberikan peran bagi setiap manajer untuk merencanakan pendapatan dan/atau biaya yang menjadi tanggung jawabnya. karena informasi tersebut menekankan hubungan antara informasi dengan manajer yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan realisasinya.

laporan pertanggungjawaban harus diterbitkan dengan dasar waktu yang tepat. Di dalam penyajian laporan pertanggungjawaban selisih yang terjadi antara aktual dengan anggaran harus dianailsis dan diselidiki sebab terjadinya.41 mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya dan jika kinerja yang dinilai tidak baik maka manajer secara individual akan diberi hukuman atau sanksi sehingga manajer termotivasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya. Dengan mengetahui sebab terjadinya selisih. 2006). Lebih lanjut. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi harus menjadi perhatian yang penting. Laporan pertanggungjawaban harus dinyatakan dalam bentuk yang sederhana. Laporan pertanggungjawaban harus menyajikan jumlah anggaran dan jumlah aktual dari pendapatan dan biaya yang dapat dikendalikan. Jika laporan tersebut terlalu kompleks maka manajer akan mengalami kesulitan dalam menganalisis kegiatan operasi perusahaan. . Komunikasi regular antara penyaji laporan dengan pengguna laporan pertanggungjawaban harus selalu dilakukan untuk memastikan relevansi dari informasi yang disajikan tersebut. Selisih dapat disebabkan oleh kesalahan atau penyimpangan di dalam pelaksanaan atau karena standarnya sendiri yang salah. manajemen dapat menentukan tindakan korektif yang perlu dilakukan dan penghargaan/hukuman yang pantas diberikan kepada manajer yang bersangkutan (Ayuningtyas.

Alasan lainnya yaitu kurangnya literatur dari riset-riset terdahulu yang bisa digunakan sebagai acuan yang memadai. Salah satu data penelitian yang digunakan diperoleh dari hasil lapangan yang diajukan dengan wawancara atas pihak-pihak yang bersangkutan. Peneliti terdahulu melakukan penelitian atas dasar ingin mengetahui sejauh mana hubungan antara penerapan akuntansi pertanggungjawaban dengan efektivitas pengendalian biaya. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penerapan akuntansi pertanggungjawaban dapat digunakan sebagai alat dalam menunjang pengendalian biaya pada suatu perusahaan.42 2. Berbeda dengan penelitian terdahulu. Keterbatasan penelitian terdahulu antara lain objek penelitian yang terbatas yaitu hanya pada wilayah Kota Tasikmalaya. Data penelitian yang digunakan berasal dari data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian terhadap 5 hotel yang ada di Kota Tasikmalaya pada tahun 2006. . sampel yang digunakan dalam penelitian terdahulu adalah hotel-hotel yang terdaftar di Dinas Pariwisata Kota Tasikmalaya.1.2 Penelitian Terdahulu Penelitian tentang penerapan akuntansi pertanggungjawaban dengan efektivitas pengendalian biaya pernah dilakukan oleh Susi Trisnawati dengan hasil bahwa terdapat hubungan yang positif antara penerapan akuntansi pertanggungjawaban dengan efektivitas pengendalian biaya.

manajemen memerlukan suatu alat bantu pengendalian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya. Untuk melakukan aktivitas perusahaan diperlukan manajer yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang telah menjadi tanggung jawabnya menurut struktur organisasi yang ada pada perusahaan tersebut. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara memberikan peran bagi setiap manajer untuk merencanakan pendapatan dan biaya tersebut menurut manajer yang bertanggungjawab. Laporan berisi tentang perbandingan anggaran dan realisasi yang merupakan alat bantu pengendalian. Semakin kompleksnya kegiatan suatu perusahaan menyebabkan pimpinan tak lagi mampu memantau seluruh kegiatan perusahaan secara langsung. Setiap manajer harus melaporkan hasil dari perencanaan tersebut supaya dapat dilakukan pengendalian. Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi yang penting dalam proses perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi. Semua biaya yang terjadi harus dapat .43 2. Oleh karena itu.2 Kerangka Pemikiran Pada perusahaan yang relatif besar perlu menerapkan akuntansi pertanggungjawaban karena perusahaan semacam ini pada umumnya menetapkan pembagian unit-unit organisasi dengan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab secara jelas dan tegas. karena informasi ini menekankan hubungan antara informasi dengan manajer yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan realisasinya.

Sebelum sistem akuntansi pertanggungjawaban disusun. dan apabila terjadi penyimpangan dalam penggunaan biaya tersebut maka dapat dengan mudah pimpinan perusahaan untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas penyimpangan yang terjadi dalam biaya tersebut. Sistem akuntansi pertanggungjawaban dirancang khusus sesuai dengan struktur organisasi . karena dalam akuntansi pertanggungjawaban terdapat struktur organisasi perusahaan secara terperinci sehingga memudahkan pimpinan perusahaan untuk mendelegasikan wewenang kepada manajer yang ada di bawahnya. Tiap-tiap manajer pusat biaya harus mengajukan rancangan anggaran biaya untuk pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. anggaran biaya harus disusun sesuai dengan tingkatan manajemen dalam organisasi. Organisasi yang baik adalah yang terbagi atas pusat-pusat pertanggungjawaban dan setiap manajernya mengetahui wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Dalam rangka pengendalian biaya. Salah satu alat untuk mengendalikan penggunaan biaya dalam perusahaan adalah akuntansi pertanggungjawaban. karena tanpa adanya pengendalian maka jika terjadi penyimpangan terhadap biaya dalam perusahaan akan mengakibatkan perusahaan menderita kerugian.44 dikendalikan pengeluarannya. harus lebih dahulu dipelajari garis wewenang dan atnggung jawabpembuatan keputusan sehingga dapat ditentukan pusat-pusat pertanggungjawaban yang ada dalam organisasi.

Setiap tingkat manajemen merupakan pusat biaya dan akan dibebani dengan biaya-biaya yang terjadi di dalamnya. Oleh karena itu. maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh akuntansi pertanggungjawaban terhadap pengendalian biaya. Untuk lebih jelasnya. meringkas. yang dipisahkan antara biaya terkendalikan dengan tidak terkendalikan.45 untuk dapat menyajikan laporan-laporan prestasi yang berguna dalam menilai sumbangan manajer tinkat pertanggungjawaban tertentu dalam pencapaian tujuan yang telah ditentukan. mencatat. biaya-biaya harus digolongkan dan diberi kode sesuai dengan tingkattingkat manajemen dalam struktur organisasi. sistem akuntansi pertanggungjawaban menggolongkan. Dalam rangka pengendalian biaya. Dengan melihat latar belakang yang telah disampaikan. uraian di atas dapat dilihat dalam bagan berikut: . dan melaporkan biaya-biaya yang dihubungkan dengan tingkatan-tingkatan manajemen yang bertanggung jawab. Anggaran yang telah ditetapkan merupakan komitmen manajemen untuk melaksanakan aktivitas operasi perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan atau direncanakan.

Karakteristik: 1. Identifikasi jawaban. pusat pertanggung- 2. Evaluasi Efisiensi Biaya 2. Kelayakan pengendalian biaya: 1. Penghargaan dan hukuman. Anggaran. kode-kode 5. 3 Adanya rekomendasi menanggapi penyimpangan materiil.46 Gambar 2. Laporan pertanggungjawaban. Adanya analisis untuk penyimpangan yang terjadi. Pengendalian Biaya . Adanya pencatatan dan otorisasi untuk pengeluaran biaya. 4. Standar pengukuran kinerja. 3 Kinerja manajer diukur dengan membandingkan anggaran & realisasi. Pengklasifikasian rekening. Akuntansi Pertanggungjawaban 4. Struktur organisasi. Pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali.3 Kerangka Pemikiran Syarat-syarat: 1. 2. 3.

47 BAB III METODE PENELITIAN 3. 1997).1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Sesuai dengan judul yaitu penerapan akuntansi pertanggungjawaban dengan anggaran sebagai alat pengendalian biaya. yaitu: 1. Indikator: a. Akuntansi pertanggungjawaban Yaitu suatu sistem yang disusun sedemikian rupa sehingga pengumpulan dan pelaporan biaya dan penghasilan dilakukan dengan bidang pertanggungjawaban dalam organisasi dengan tujuan agar dapat ditunjuk orang atau kelompok yang bertanggung jawab terhadap penyimpangan dari biaya dan penghasilan yang dianggarkan (Mulyadi. Syarat-syarat akuntansi pertanggungjawaban Sub indikator: • • Struktur organisasi Anggaran . maka terdapat variabel yang menjadi dimensi pengukuran dalam penelitian ini.

Terdapatnya karakteristik akuntansi pertanggungjawaban Sub indikator: • • Adanya identifikasi pusat-pusat pertanggungjawaban. Standar ditetapkan sebagai tolok ukur kinerja manajer yang bertanggung jawab atas pusat pertanggungjawaban. 2006). • Manajer secara individual diberikan penghargaan atau hukuman.48 • • • Pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali Pengklasifikasian kode-kode rekening Laporan pertanggungjawaban b. • Adanya analisis untuk penyimpangan yang terjadi. 2. Indikator : Kelayakan pengendalian biaya Sub indikator: • Adanya pencatatan dan otorisasi untuk pengeluaran biaya. . Pengendalian biaya Yaitu tindakan yang dilakukan untuk mengarahkan aktivitas agar tidak menyimpang dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya (Trisnawati. • Adanya rekomendasi menanggapi penyimpangan materiil. • Kinerja manajer diukur dengan membandingkan realisasi dengan anggaran.

2 Objek Penelitian Objek Penelitian Penelitian ini menggunakan data yang bersumber dari PT. 3. Pelni Kantor Cabang Makasar. kejadian atau kegiatan. Evaluasi efisiensi biaya Yaitu menghitung rasio yang menggambarkan perbandingan antara besarnya biaya yang dikeluarkan dengan biaya yang dianggarkan.49 3. Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok. Data primer: merupakan data yang berasal dari sumber pertama yang dikumpulkan secara khusus dan berhubungan langsung dengan yang diteliti. Data primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Dalam penelitian ini data primer yang dikumpulkan berasal dari opini subjek yang diperoleh dari hasil wawancara. 3. hasil observasi terhadap suatu benda (fisik).3 Jenis dan Sumber Data Data merupakan faktor yang penting untuk menunjang suatu penelitian. . dan hasil pengujian.

Untuk membekali diri akan teori akuntansi pertanggungjawaban. serta teori-teori lain yang dapat membantu penulis dalam menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Data sekunder umumnya berupa bukti. penulis melakukan penelitian langsung pada PT. serta artikel yang dibuat oleh pihak ketiga dan mempunyai relevansi dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini data sekunder yang digunakan adalah RKAP tahun 2009 PT. maka dilakukan studi kepustakaan dengan cara membaca literatur-literatur tentang sistem akuntansi pertanggungjawaban. 3. kondisi-kondisi yang dibutuhkan sebagai syarat dapat diterapkannya sistem ini pada perusahaan. jurnal. literatur-literatur.50 b. Studi pustaka Studi pustaka ini bertujuan untuk memperoleh data sekunder. Data yang didapat dari . b. Pelni Cabang Makasar tahun 2007-2009. Pelni. Pelni. Data sekunder: merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).4 Metode Pengumpulan Data a. catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan. Studi lapangan Untuk memperoleh gambaran yang sesungguhnya tentang hal-hal yang berkaitan dengan efisiensi penerapan sistem akuntansi pertanggungjawaban. laporan keuangan PT.

kemudian melakukan analisis perbedaan-perbedaan yang terjadi.51 lapangan berasal dari pengamatan dan pengambilan data dengan melakukan cara sebagai berikut: • Wawancara Dilakukan dengan mengajukan pertanyaan langsung oleh pewawancara kepada responden. dan menentukan apakah perbedaan-perbedaan itu menyangkut hal-hal yang mendasar. Untuk menganalisis akuntansi pertanggungjawaban. serta memberikan saran-saran yang tepat mengenai penerapannya di masa yang akan datang. Suatu penerapan akuntansi pertanggungjawaban dapat dikatakan memadai jika telah memenuhi syarat dan karakteristik akuntansi pertanggungjawaban. kemudian jawaban-jawaban responden dicatat / direkam. 3. dari analisis ini dapat disimpulkan tentang efisiensi penerapan sistem akuntansi pertanggungjawaban. maka kondisi-kondisi yang ada dalam perusahaan dibandingkan dengan teori-teori yang ada. Dalam analisis ini penulis melakukan pemahaman akan kondisi-kondisi yang ada dalam perusahaan.5 Metode Analisis Analisis dilakukan dengan cara membandingkan antara teori-teori yang telah ada dengan data-data yang didapat dari studi kasus. Sedangkan .

Dari analisis ini kemudian dapat ditetapkan besarnya penyimpangan yang nantinya akan dimintakan pertanggungjawaban kepada manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan. Realisasi biaya yang terjadi dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya di mana hasil analisis tersebut disajikan berupa persentase perbandingan. dapat diketahui efisiensi dari pengendalian biaya yang telah dilakukan perusahaan. Dalam penelitian ini anggaran digunakan sebagai informasi akuntansi pertanggungjawaban.52 pengendalian biaya dapat dikatakan baik jika telah memenuhi kelayakan pengendalian biaya secara memadai dan efisien. Rumus yang digunakan untuk mengukur efisiensi biaya adalah sebagai berikut: • Rasio realisasi biaya terhadap anggaran: Persentase = Realisasi biaya Anggaran biaya Varians = Anggaran biaya – Realisasi biaya x 100% Anggaran biaya atau Rupiah = Anggaran biaya – Realisasi biaya x 100% . Dengan menganalisis anggaran tersebut.

22 tanggal 4 Maret 1998 yang disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman No.A. selanjutnya disebut PT Pelni (Persero).A 2/1/1 tanggal 19 April 1952 serta dituangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 31 tanggal 30 Oktober 1975 dan disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman No.5/281/1 tanggal 17 Mei 1976.Y.1 Deskripsi Objek Penelitian Sejarah Singkat Berdirinya Objek Penelitian 1.C 2-11256 HT.53 BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4. berdiri pada tanggal 28 April 1952. dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. Perubahan terakhir anggaran dasar perusahaan dituangkan dengan akte notaris Imas Fatimah. 5 tanggal 10 Juni 1952.2/1/2 tanggal 28 April 1952 dan No. SH No. 9 tahun 1969. 31 tanggal .01. SH No.M. Pendirian dan Kegiatan Usaha PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero). Bentuk badan hukum adalah sebagai Perusahaan Perseroan (Persero) sesuai dengan UU No. ditetapkan dengan anggaran dasar perusahaan yang dituangkan dalam akte notaris Soeleman Ardjasasmita.04 tahun 1998 tanggal 13 Agustus 1998 dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.

b. Melakukan kegiatan operasi terminal. e. keagenan dan perbengkelan. 2. Usaha penunjang. rute dan ekspedisi untuk menunjang usaha dock/reparasi kapal.54 16 April 1999. Usaha perkapalan. Dalam pelaksanaannya kegiatan usaha tersebut dikelompokkan dalam 3 (tiga) kelompok besar yaitu: a. b. f. Kegiatan jasa konsultasi. c. Usaha sampingan. pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan kegiatan usaha pelayaran. Struktur/Komposisi Permodalan PT Pelni (Persero) . perdagangan. Melakukan kegiatan pemeliharaan kapal dan usaha dock/reparasi kapal. sesuai dengan yang tercantum di dalam anggaran dasar perusahaan sesuai akte notaris Imas Fatimah. pendidikan dan latihan. 22 tanggal 4 Maret 1998 adalah sebagai berikut : a. Melakukan kegiatan charter dan broker kapal. d. terdiri dari kapal penumpang. Pengadaan armada dan kelengkapannya untuk menyelenggarakan pengangkutan penumpang dan barang dengan jaringan pelayaran berjadwal dan pelayaran yang melayani potensi pasar. SH No. c. terdiri dari angkutan bandar untuk embarkasi/debarkasi penumpang. kapal barang dan kapal perintis. Menjalankan kegiatan keagenan usaha pelayaran. terdiri dari Rumah Sakit Pelni Petamburan dan rumah peristirahatan di Cipayung dan Tugu. Bidang usaha PT Pelni (Persero).

Susunan Manajemen PT Pelni (Persero) Dewan Komisaris Komisaris Utama : Kalalo Nugroho.33. SH . b. yang masing-masing dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab kepada Direktur Utama.12 tahun 2002 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham PT Pelni (Persero) sebesar Rp 4. Organisasi PT Pelni (Persero) disusun dalam dua tingkat yaitu : a. 3. Tingkat Pusat Organisasi tingkat pusat terdiri dari : Direktorat Keuangan.55 Modal ditempatkan dan disetor PT Pelni (Persero) sesuai dengan anggaran dasar sebesar Rp359.491.000. cabang dan usaha sampingan serta usaha lain-lain. Humas dan Klaim. Biro Direksi dan Biro Pusat Pengadaan.01/DIR/I-2010 tanggal 04 Januari 2010. Tingkat Pelaksana Organisasi tingkat pelaksana terdiri dari perkapalan. 4. Biro Hukum. No. Direktorat Usaha Direktorat Personalia Dan Umum dan Direktorat Armada dan Teknik yang masingmasing dipimpin oleh seorang Direktur selaku pimpinan perusahaan dibawah koordinasi Direktur Utama. serta Satuan Pengawas Intern.01/HKO.44 tahun 2000 dan No.924.000. Organisasi dan Kedudukan PT Pelni (Persero) Susunan organisasi dan tata kerja PT Pelni (Persero) diatur dalam Keputusan Direksi No.833.40 tahun 1992.000.00 serta tambahan modal Pemerintah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.469.

. Hasanuddin Massaile. Moch. MM Dewan Direksi Direktur Utama Direktur Usaha Direktur Armada Direktur Keuangan Direktur SDM & Umum Visi dan Misi Visi : : Dra. SE. H. MM Menjadi perusahaan pelayaran yang tangguh dan memiliki jaringan nasional yang optimal. SE. Jussabella Sahea. Mar : Wibisono. Sri Hardini. • Meningkatkan kontribusi pendapatan bagi Negara. MM : Asep Suparman : Capt. Noor Fuad.56 Anggota Komisaris : Drs. IP. SH. Lutfi. Omo Dahlan Drs. M. karyawan serta berperan di dalam pembangunan lingkungan dan pelayanan kepada masyarakat. MM : Agus Sumitro. Bc. MSc Drs. Misi : • Mengelola dan mengembangkan angkutan laut guna menjamin aksesibilitas masyarakat untuk menunjang terwujudnya wawasan nusantara. MSc Dra.

manajemen menyadari bahwa sumber daya manusia merupakan sebuah aset terbesar dan juga merupakan salah satu kunci utama untuk mempertahankan posisi perusahaan sebagai pelaku pasar yang kuat dan layak diperhitungkan dalam era globalisasi. Prima dalam sikap c. Prima dalam kreativitas Sumber Daya Manusia Selain terus meningkatkan pelayanan dan produktivitas kepada para karyawan. . Pelayaran Nasional Indonesia mengutamakan Tiga Prima yaitu: a. Prima dalam layan b. maksud dan tujuan perusahaan yaitu untuk turut serta melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya serta pembangunan di bidang usaha pelayaran dalam dan luar negeri untuk angkutan penumpang. hewan dan barang dalam bentuk unit curah kering atau cair dengan menerapkan prinsipprinsip perseroan terbatas.57 • Menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) Maksud dan Tujuan Sesuai anggaran dasar perusahaan. Budaya Perusahaan Nilai budaya PT.

065 pegawai dengan rincian sebagai berikut : 1. Perusahaan Anak PT SBN PT. Perusahaan Induk Kantor Pusat Kantor Cabang Kapal Wisma Bahtera Cipayung Galangan Surya Sub jumlah 2. Pelni Petamburan Sub jumlah Jumlah total : 162 :4 : 973 : 1.065 Pegawai : 430 : 658 : 2. PIDC RS.139 Pegawai : 5.58 Sejalan dengan hal tersebut.787 : 25 : 26 : 3. perusahaan mengembangkan program pelatihan khusus dan berkala yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial para karyawannya. Tenaga Kerja Jumlah sumber daya manusia pada akhir tahun 2008 diperkirakan sebanyak 5.926 Pegawai .

SCRB (Survival Craft and Rescue Boat) 5. ATT (Ahli Teknik Tingkat) Sertifikat Ketrampilan : 1. BST (Basic Safety Training) 2. Profesionalisme ABK (Anak Buah Kapal) yang dilengkapi dengan Sertifikasi Pengawakan (sesuai STCW 95) antara lain : Sertifikat Keahlian : 1.59 Pelatihan Perusahaan telah mengembangkan program pelatihan khusus dan berkala untuk meningkatkan keahlian operasional para karyawannya. AFF (Advance Fire Fighting) 3. Pelatihan dititikberatkan pada spesialisasi teknik dan manajerial dibidang masing-masing guna meningkatkan kinerja dan kompetensi yang mengarah pada peningkatan mutu pelayanan yang berkualitas tinggi. MEFA (Medical First Aid) 6. GMDSS (Global Maritime Distress Safety System) 4. ARPA Simulator . ANT (Ahli Nautika Tingkat) 2. Radar Simulator 8. Medical Care on Board 7.

Crisis Management 11. Wilayah Indonesia yang terdiri dari 17. Disamping itu PT Pelni juga mengoperasikan 4 unit armada kapal barang dengan total bobot mati berjumlah 1. . Tempat yang disinggahi berjumlah 91 pelabuhan dengan 47 kantor cabang dan kurang lebih 300 travel agent yang tersebar diseluruh Indonesia. tipe 500 pax. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).913 penumpang.503 pulau. sangat membutuhkan sarana transportasi laut untuk menghubungkan pulau-pulau yang tersebar di seluruh Indonesia. tipe 1. tipe Ro-Ro (Roll on .60 9.000 pax.200 ton. Saat ini perusahaan mengoperasikan 28 unit armada kapal penumpang yang diklasifikasi berdasarkan kapasitas jumlah penumpang. AT 55/I/8/DJPL-06 Tgl 5 April 2006 tentang penetapan jaringan trayek tetap dan teratur (Liner) angkutan laut penumpang dalam negeri untuk PT. BRM (Bridge Resource Management) Kegiatan Usaha Usaha Pokok Usaha pokok PT Pelayaran Nasional Indonesia adalah menyediakan jasa angkutan transportasi laut yang meliputi jasa angkutan penumpang dan jasa angkutan muatan barang antar pulau. diantaranya: Kapal tipe 3. Sesuai SK Dirjen Perla no.Roll off) dan 1 unit kapal ferry cepat dengan kapasitas seluruhnya berjumlah 36. tipe 2.000 pax.000 pax. Crowd Management 10.

PT Pelni melaksanakan tanggung jawabnya dengan tidak hanya terbatas melayari rute komersial. Pengelolaan Over bagasi . PIDC : Freight Forwarding. tetapi juga melayani pelayaran dengan rute pulau-pulau kecil terluar (Pepres No. Disamping itu pemanfaatkan sumber daya alam dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan dapat tercapai sesuai target sasaran. Usaha Terkait Lainnya Usaha Sampingan Rumah sakit Pelni Wisma Bahtera Cipayung Usaha Penunjang Angkutan Bandar Keagenan Kapal Dock / Perbengkelan Kapal Anak Perusahaan PT. SBN : Bongkar Muat & EMKL PT.78 tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar).61 Sesuai misinya 'Mengelola dan mengembangkan angkutan laut guna menjamin aksesibilitas masyarakat untuk menunjang terwujudnya wawasan nusantara'.

. Perusahaan juga telah merumuskan dengan jelas fungsi-fungsi pokok. Organisasi kantor cabang Makasar terdiri atas beberapa dinas sebagai berikut: a) Dinas Usaha.62 4. (2) Seksi Pelayanan Kapal.2 Analisis Data 4. Susunan Organisasi Kantor Cabang Makasar Organisasi Kantor Cabang dipimpin oleh seorang General Manager yang dalam kedudukannya sebagai unit kerja pelaksana Kantor Pusat dibentuk berdasarkan lokasi pengusahaan perusahaan dan dibedakan klasifikasinya berdasarkan bobot pengusahaan Kantor Cabang. tanggung jawab. tugas dan tanggung jawab unit kerja. membawahi unit kerja: (1) Seksi Pemasaran dan Pengembangan Usaha. Berikut ini adalah susunan organisasi dan tata kerja organisasi di PT. Pelni secara jelas telah menggambarkan jenjang wewenang.2. tugas dan kewajiban setiap tingkatan manajemen dengan baik. Pelni.1 Syarat Akuntansi Pertanggungjawaban Struktur Organisasi dan Pendelegasian Wewenang Struktur organisasi PT.

Tata Kerja Kantor Cabang Kantor cabang sebagai unit kerja pelaksana kantor pusat dalam penyelenggaraan pelayanan jasa-jasa perusahaan. c) Dinas Administrasi. Dalam rangka memenuhi fungsi-fungsi tersebut. strategi dan prosedur umum pengusahaan jasa-jasa perusahaan yang ditetapkan oleh Direksi perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tercapai kinerja usaha yang tinggi. (2) Seksi Perbendaharaan. membawahi unit kerja: (1) Seksi Nautika. (2) Seksi Teknika. pelayanan jasa-jasa perusahaan yang berkualitas prima dan memuaskan pengguna jasa-jasa perusahaan secara optimal. berfungsi dalam penyusunan rencana kerja. pengawasan dan pelaporan operasional dari kebijakan. kantor cabang perusahaan mempunyai tugas-tugas pokok sebagai berikut: . (3) Seksi Sumber Daya Manusia dan Umum.63 b) Dinas Armada. membawahi unit kerja: (1) Seksi Akuntansi. pengendalian.

volume penjualan. 2) Menyiapkan pengaturan kebijaksanaan operasional berskala kantor cabang dalam penyelenggaraan pengelolaan perusahaan pada wilayah kerjanya. mengorganisasikan. pendapatan perusahaan. 4) Menyiapkan laporan berkala hasil pengelolaan kegiatan operasional penyelenggaraan jasa-jasa perusahaan dari unit kerja atau fungsi-fungsi di wilayah kerja kantor cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. mengendalikan dan mengawasi penyelenggaraan kegiatan operasional pengelolaan unit kerja perusahaan di wilayah kerja kantor cabang perusahaan. General Manager Bertanggung jawab kepada Direktur Utama untuk menyiapkan kerja dan program kerja perusahaan pada tingkatan kantor cabang. kualitas pelayananjasa dan kepuasan pengguna jasa perusahaan di darat yang optimal dengan pembagian fungsi unit kerja seksi sebagai berikut: . produksi. pengawasan dan pembuatan laporan bidang pemasaran dan penjualan jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar dicapai kinerja pangsa pasar (market share). Dinas Usaha Menyelenggarakan kegiatan perencanaan.64 1) Menyiapkan rencana kerja jangka pendek dan program kerja perusahaan pada tingkatan kantor cabang. pengkoordinasian. 3) Mengkoordinir.

kualitas pelayanan jasa dan kepuasan pengguna jasa perusahaan di darat (pre/post on board service) yang optimal. Dinas Armada Menyelenggarakan kegiatan perencanaan. pelayanan dan perbekalan kapal sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar dicapai kesiapan pakai (serviceability . efektif dan efisien dengan pembagian fungsi unit kerja seksi sebagai berikut: 1) Seksi nautika Melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan sertifikasi kapal. pengawasan dan pembuatan laporan bidang pemeliharaan. volume penjualan dan pendapatan perusahaan yang optimal. perawatan dan perbaikan kapal sebagai alat produksi usaha jasa angkutan laut dan peralatan usaha jasa penunjang perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar dicapai laik laut (sea worthiness) dan kesiapan pakai kapal sebagai alat produksi yang optimal. perlengkapan deck kapal. penyiapan pakai fasilitas dan peralatan telekomunikasi. navigasi kapal. elektronika. pengkoordinasian.65 1) Seksi pemasaran dan penjualan jasa Melaksanakan kegiatan pemasaran dan penjualan jasa-jasa perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar dicapaikinerja pangsa pasar (market share). 2) Seksi pelayanan jasa Melaksanakan kegiatan pelayanan jasa-jasa perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar dicapai kinerja produksi.

kelaikan laut (sea worthiness) serta penyediaan perbekalan teknik armada kapal perusahaan yang optimal.66 performance) dan kelaikan laut (sea worthiness) fasilitas nautika kapal serta kepuasan pengguna jasa (customer satisfaction) atas pelayanan penumpang di kapal (pre/post on board service) yang optimal. perpajakan. 2) Seksi teknika Melaksankan kegiatan perencanaan dan analisis biaya penyiapan pakai kapal. pengkoordinasian. ketertiban dan kelancaran administratif penyelenggaraan kantor yang optimal dengan pilahan fungsi unit kerja seksi sebagai berikut: 1) Seksi akuntansi Melaksanakan kegiatan akuntansi keuangan. Dinas administrasi Menyelenggarakan kegiatan perencanaan. akuntansi manajemen dan anggaran perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku . keuangan. perbendaharaan. administrasi dan layanan umum kerumahtanggaan kantor serta pengamanan dan pengelolaan aset umum perusahaan agar dicapai kinerja pengelolaan akuntansi. penyediaan perbekalan teknik armada kapal sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar dicapai tertib program pemeliharaan armada kapal. administrasi personalia. efektivitas dan efisiensi biaya penyiapan pakai. produktivitas SDM. akuntansi. pengawasan dan pembuatan laporan bidang anggaran.

administrasi dan layanan umum kerumahtanggaan kantor serta pengamanan dan pendayagunaan aset umum perusahaan yang optimal. layanan umum kerumahtanggaan kantor. pengamanan dan pengelolaan asset umum perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar dicapai produktivitas SDM. hutang dan piutang serta program kemitraan dan bina lingkungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar dicapai kinerja pengelolaankeuangan perusahaan yang optimal.67 agar dicapai kinerja pencatatan akuntansi. Hal ini dapat dilihat dari adanya penggambaran secara jelas pembagian wewenang dan tanggung jawab untuk tiap tingkatan manajemen dan hubungan kerja antar bagian-bagian dalam perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi memungkinkan keberhasilan program perencanaan dan pengendalian yang ditetapkan perusahaan. 3) Seksi sumber daya manusia dan umum Melaksanakan kegiatan pengelolaan administrasi personalia. Efektivitas organisasi untuk mewujudkan tujuan perusahaan sangat ditentukan oleh pengorganisasian sumber daya manusia di dalam memanfaatkan sumber daya lain melalui struktur organisasi. Pelni telah menyusun struktur organisasi dengan cukup baik. pengembangan SDM. . 2) Seksi keuangan Melaksanakan kegiatan pengelolaan kas. adminstrasi perkantoran. PT. perpajakan dan penganggaran perusahaan yang optimal. organisasi. organisasi. pelaporan keuangan.

Hal ini dimaksudkan sebagai dasar perencanaan dan pengendalian keuangan perusahaan. Suatu pengendalian biaya yang efektif ditunjang dengan adanya anggaran yang disusun sesuai dengan tingkat manajemen dalam organisasi. Pelni telah mengikutsertakan partisipasi manajer-manajer bagian.68 Bentuk struktur organisasi yang digunakan PT. Kotak di atas mempunyai wewenang untuk memberi perintah dan meminta laporan dari kotak yang berada di bawahnya. Dengan demikian. Dengan adanya susunan organisasi yang memiliki pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas. sedangkan tanggung jawab mengalir sebaliknya. Pelni adalah untuk mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan masing-masing bagian perusahaan dalam membiayai seluruh kegiatan operasional yang akan dilaksanakan dan sebagai alat bantu bagi manajemen dalam mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan terhadap penggunaan dana . Pelni adalah bentuk piramid. Tujuan penyusunan anggaran pada PT. Struktur organisasi berbentuk piramid ini mengerucut ke atas sehingga membentuk piramida. Anggaran Anggaran dapat berfungsi sebagai alat perencanaan dan juga sebagai alat pengendalian. Proses penyusunan anggaran pada PT. Masing-masing kotak yang berada di atas mempunyai anggota kotak di bawahnya. perusahaan dapat menetapkan pihak yang bertanggung jawab jika terjadi penyimpangan dalam anggaran. Penyusunan anggaran ini biasanya dilakukan antara bulan Agustus sampai September dan paling lambat pada bulan Oktober. wewenang mengalir dari tingkat manajer atas ke bawah.

Pelni telah melakukan pengkodean rekening untuk setiap perkiraan dengan cukup memadai. Dalam anggaran perusahaan juga ditetapkan siapa yang akan berperan dalam melaksanakan sebagian aktivitas pencapaian sasaran perusahaan dan sumber daya yang disediakan bagi pemegang peran tersebut untuk memungkinkannya melaksanakan tugas. dapat dikatakan bahwa PT. Berdasarkan target operasional tersebut para manajer yang dibantu oleh para bawahannya mengajukan usulan anggaran yang diperlukan dalam melaksanakan aktivitas operasional. Biaya-biaya yang terjadi dicatat untuk . Klasifikasi dan Kode Rekening Salah satu syarat penerapan akuntansi pertanggungjawaban adalah adanya klasifikasi dan kode rekening perusahaan. Pelni bersifat realistis dan tidak kaku.69 perusahaan. Anggaran yang dibuat oleh PT. Dengan adanya partisipasi dari manajemen level bawah dalam proses penetapan anggaran. maka anggaran yang dibuat akan lebih baik karena disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan sehingga diharapkan mampu meningkatkan pengendalian. Pimpinan perusahaan terlebih dahulu menetapkan kebijakan yang memuat target operasional perusahaan periode yang akan datang sebagai dasar manajer untuk menyusun anggaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. Anggaran yang telah ada dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan yang mungkin berubah. Penyusunan anggaran dilakukan dengan pendekatan Top Down dan Bottom Up.

kemudian digolongkan dan diberi kode sesuai dengan tingkatan manajemen yang terdapat dalam struktur organisasi. Pengklasifikasikan kode rekening di PT. kode rekening yang ada telah mencerminkan kewenangan pusat pertanggungjawaban dan mampu memberikan informasi mengenai tempat terjadinya biaya dan manajer yang bertanggung jawab atas terjadinya biaya tersebut.70 setiap tingkat manajemen. Dengan demikian. Pelni telah dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban yang ada di dalam perusahaan. Klasifikasi dan kode rekening PT. Tabel 4.1 Golongan dan Jenis Rekening pada Masing-masing Digit Golongan 1 2 3 5 6 7 8 9 Rekening Aktiva Lancar Aktiva Tetap Hutang Saldo Laba/Rugi tahun lalu Pendapatan Usaha Beban Usaha Beban lain-lain Pendapatan lain-lain . Pelni juga bertujuan untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.

71

Pada setiap penggolongan, dibagi lagi atau dirinci lagi untuk keperluan analisa dan pengawasan, dan dibuatkan rekening sub golongan yang lebih detail. Biaya Terkendali dan Biaya Tidak Terkendali Manajer memiliki wewenang sehingga dapat mengendalikan sesuatu yang berada di bawah kewenangannya. Oleh sebab itu, ada atau tidaknya wewenang manajer dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap suatu biaya. Biaya dapat dikelompokkan menjadi dua golongan: (1) biaya terkendali dan (2) biaya tidak terkendali oleh manajer tersebut. Biaya terkendali adalah biaya yang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban tertentu dalam jangka waktu tertentu. Suatu biaya tidak akan dapat dipengaruhi secara penuh oleh seorang manajer. Biaya terkendali hanya dapat dipengaruhi secara signifikan dengan wewenang yang dimiliki oleh manajer tertentu. Sedangkan biaya tidak terkendali merupakan biaya yang tidak dapat dipengaruhi secara signifikan oleh seorang manajer pusat pertanggungjawaban tertentu dalam jangka waktu tertentu. Pemisahan antara biaya-biaya yang terkendali dengan yang tidak terkendali sangat penting untuk menetapkan pusat pertanggungjawaban yang bertanggung jawab atas realisasi dan penyimpangan dari suatu anggaran. Manajemen dapat mengetahui di mana biaya terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab atas realisasi dan penyimpangan pada anggaran biaya. Dengan mengetahui tempat biaya dan

72

penanggungjawab biaya, manajemen akan lebih mudah mengendalikan biaya. Namun PT. Pelni belum melakukan pemisahan biaya terkendali dan biaya tidak terkendali dengan cukup memadai, tidak ada pemisahan antar biaya terkendali dan biaya tidak terkendali yang dilakukan pada anggaran yang dibuat oleh PT. Pelni. Laporan Pertanggungjawaban Salah satu unsur penting dalam akuntansi pertanggungjawaban adalah laporan pertanggungjawaban kepada manajer yang bertanggung jawab. Laporan

pertanggungjawaban berisi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan manajer. Laporan pertanggungjawaban biaya disajikan untuk memungkinkan setiap manajer melakukan pengelolaan biaya. Laporan ini berisi mengenai biaya-biaya yang dianggarkan, biaya yang sebenarnya dan selisihnya. Dengan demikian, manajer memiliki dasar untuk memantau pelaksanaan anggaran. PT. Pelni telah membuat laporan pertanggungjawaban berupa laporan realisasi anggaran triwulanan. Pertanggungjawaban tiap unit usaha, dilakukan oleh masingmasing kepala cabang yang nantinya akan melaporkan anggaran dan realisasi yang terjadi pada unit usaha tersebut ke kantor pusat. Laporan periodik triwulanan ini harus diserahkan kepada Komisaris / Dewan Pengawas dan Pemegang Saham untuk Persero atau Menteri Keuangan paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya periode laporan. Periode laporan per triwulanan ini menunjukkan bahwa pemantauan

73

kinerja dilakukan secara berkesinambungan terhadap unit kerja organisasi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Tabel 4.2 Periode Laporan Triwulanan I II III IV 31 Maret 30 Juni 30 September 31 Desember Periode Berakhir

Berikut ini contoh tabel laporan pertanggungjawaban kinerja usaha pada kantor cabang Makassar periode triwulan-IV dan s/d semester II 2008:

Penumpang KEAGENAN A.280.891. Penghasilan Pasasi b.078 73 98.358.743 56 137.597 117.756.685 4.065.858.782 728 23.592 5.493 2. Penghasilan Muatan c.058.319 226 144.327.999 579 525.788 580 25.199 155.334 7.014. Penghasilan overbagage d.348 26 100 102.121 19.Tabel 4.480 174 119.238.070 68. Call Kapal b.997 165 8.587 5.484 77.3 Laporan Pertanggungjawaban Kinerja Usaha ANGGARAN REALISASI S/D TRW IV 2007 TRW-IV 2008 4 5 6 7 S/D SMT-II 2008 TRW-IV 2008 S/D SMT-II 2008 (6:4) REALISASI PERSENTASE NO URAIAN (7:5) (7:3) 1 2 3 8 9 10 583 16.969 11.635 1. Kendaraan d.051 14. Muatan (T/M3) c.391 196 6.131.784.192.855 686.637 566 422.314 18 38. Penghasilan Perkapalan lainnya Jumlah Penghasilan 110.474 27.191 48.904 9.371 45.675.196.319. Call Kapal PENGHASILAN USH PERKAPALAN a.449.859 3.414 694 446.660.563 31.210 145 131 141 74 .109 84 128 130 120 69 143 216 51 61 80 111 83 118 56 133 146 66 60 99 156 102 125 77 140 182 80 67 KINERJA PRODUK a.946.

910.793.479.663 59. Lumpsum Overhead SBN Jumlah Biaya Overhead Laba (Rugi) Usaha Cabang 75 .500 42. Lain-lain (sewa gedung) d.778 1.290.738 9 1.560 82.121 586.028.430 4.300.700 1. Komisi Penghasilan Kapal Milik e.827 788.689 290.467.700 1.750 963.300.920.567.939 3.193 854.209.000 S/D SMT-II 2008 TRW-IV 2008 S/D SMT-II 2008 REALISASI PERSENTASE NO URAIAN REALISASI S/D TRW IV 2007 USAHA CABANG a.398 7. Usaha Perbengkelan d.133 2.750.666.978 291.292.388 775.284 183.995 964.000 2.479.084 1.830 98.411 5.327 1.185.592.206 720.562 395.441 138.531 8.141 138.221.ANGGARAN TRW-IV 2008 (6:4) (7:5) (7:3) 17.606 4.711.727 5.000 77 100 145 84 136 124 61 100 31 80 1. Biaya Barang & Jasa 3.897.500 6.890 1.554.000 3.291.769 458.319 364.515.872 601.825.655.514 70.000 2.596 909.521 5.767.595 120.030 224.000 13.074 619.861 888.760 250.301 2.285 34.406.380 4.744 57.840 1.208.074 50 4.747.047 242.590 2.046.000 960.700 150.681 2.825.068 1. Biaya Penyusutan 4.751.500 240. Usaha Keagenan c.925 2.130 210 210 100 705 0 732 126 83 158 40 167 88 198 195 195 88 528 0 548 108 81 108 40 100 80 169 115 115 156 153 153 155 103 96 97 115 99 369 Jumlah Biaya Usaha Cabang LABA RUGI USAHA LUAR USAHA Pendapatan Biaya Jumlah Laba/rugi sebelum overhead BIAYA OVERHEAD 1.807 1.811.120 1.500 240.994 29 100 141 99 131 Jumlah Penghasilan Usaha Cabang BIAYA USAHA CABANG a.340 485.076 2.500 778.185.500 885. Pengh.103 216.473 4. Biaya Pegawai 2.925 2.636 9.209.710 290.611 1. Usaha Angkutan Bandar b.344.460.744 619.787 9 395.256. Biaya Komisi Travel 4.271 5.576 54.461 56. Usaha Angkutan Bandar b.939 775. Call Fee Kapal Milik 148.054 7.606 2. Usaha Keagenan c.

00.000.000.825.00 apabila dibandingkan dengan tahun 2007 tercapai 131%.199.398. Sampai dengan semester .000.291.597.590.210.000.925.221.000.014.00.700.778.00 atau 195% dari anggaran sebesar Rp 2.430.000. Sampai dengan semester II/2008 tercapai sebesar Rp 4. Realisasi laba usaha pada triwulan IV/2008 sebesar Rp 1.00 apabila dibandingkan dengan tahun 2007 tercapai 156%.103.00 atau 100% dari anggaran sejumlah Rp 1.292. Realisasi penghasilan usaha cabang pada triwulan IV/2008 sebesar Rp 2.811.00.592.00 atau 732% dari anggaran sejumlah Rp 54.000.473. Realisasi biaya usaha cabang pada triwulan IV/2008 sebesar Rp 1.084.000.046.00. Sampai dengan semester II/2008 tercapai sebesar Rp 4.00 atau 136% dari anggaran sejumlah Rp 1.910.00 atau 145% dari anggaran sejumlah Rp 31.00. Sampai dengan semester II/2008 tercapai sebesar Rp 155.000.074. Sampai dengan semester II/2008 tercapai sebesar Rp 9.479.290.00 atau 210% dari anggaran sejumlah Rp 619.00 apabila dibandingkan dengan tahun 2007 tercapai 115%.636.00 atau 88% dari anggaran sebesar Rp 4.00 atau 124% dari anggaran sebesar Rp 7.000.000.00 atau 131% dari anggaran sebesar Rp 117.000.000.300.562.000.3 dapat dilihat bahwa : Realisasi penghasilan usaha perkapalan pada triwulan IV/2008 sebesar Rp 45.000.00 apabila dibandingkan dengan tahun 2007 tercapai 141%.000.890.000. Realisasi laba di luar usaha pada triwulan IV/2008 sebesar Rp 395.096.131.76 Berdasarkan Tabel 4.371.000.946.514.

Pada kenyataannya kecil kemungkinan biaya yang sesungguhnya terjadi sama dengan biaya yang dianggarkan karena adanya situasi dan kondisi yang berubah-ubah dan terdapat beberapa kemungkinan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.344.301.744.028.000.00 atau 126% dari anggaran sejumlah Rp 1.185. Sampai dengan semester II/2008 tercapai sebesar Rp 2.000.000.406.460.00 atau 169% dari anggaran sebesar Rp 1.00 apabila dibandingkan dengan tahun 2007 tercapai 153%. Realisasi laba sebelum overhead pada triwulan IV/2008 sebesar Rp 1.596.000.000.00 atau 88% dari anggaran sejumlah Rp 885.681. seperti kenaikan harga BBM .00 atau 548% dari anggaran sebesar Rp 216.00.000.576.000.000. Pelni telah cukup memadai.000.130.840.00 atau 108% dari anggaran sebesar Rp 5.00.411.655.77 II/2008 tercapai sebesar Rp 1.000. Sampai dengan semester II/2008 tercapai sebesar Rp 2.340. Realisasi biaya overhead pada triwulan IV/2008 sebesar Rp 778.567.000. Sampai dengan semester II/2008 tercapai sebesar Rp 5. dapat dikatakan bahwa laporan pertanggungjawaban di PT.00.00 atau 80% dari anggaran sebesar Rp 3.00 apabila dibandingkan dengan tahun 2007 tercapai 155%.769. Realisasi laba usaha cabang pada triwulan IV/2008 sebesar Rp 909.000.688.000.00 apabila dibandingkan dengan tahun 2007 tercapai 369%.751.461. Berdasarkan keterangan di atas.000.807.00 atau 198% dari anggaran sejumlah Rp 458.811.00 apabila dibandingkan dengan tahun 2007 tercapai 99%.727.

4. Dalam prakteknya. pengkoordinasian. 2) Dinas administrasi sebagai pusat biaya administrasi yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan perencanaan. pengawasan dan pembuatan laporan bidang anggaran.78 dan pencapaian load factor kapal penumpang yang masih bersaing dengan moda transportasi lain. di mana PT. administrasi . Struktur organisasi PT. akuntansi. Pelni telah mengidentifikasikan pusat biaya sebagai berikut : 1) Dinas armada sebagai pusat biaya armada yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan perencanaan. pengkoordinasian. Dalam penelitian ini pembahasan hanya dipusatkan terhadap pusat biaya. pengawasan dan pembuatan laporan bidang pemeliharaan. suatu pusat pertanggungjawaban diberi tanggung jawab berdasarkan spesialisasi dan bidang yang ditempatinya. yaitu pusat biaya. pusat laba dan pusat investasi. pusat pendapatan. perawatan dan perbaikan kapal sebagai alat produksi usaha jasa angkutan laut dan peralatan usaha jasa penunjang perusahaan. perbendaharaan.2. Pelni telah membagi bagian kerja atas pusat-pusat pertanggungjawaban.2 Karakteristik Akuntansi Pertanggungjawaban Identifikasi Pusat Pertanggungjawaban Suatu pusat pertanggungjawaban dibentuk untuk membantu pencapaian tujuan suatu organisasi sebagai suatu keseluruhan.

Standar Pengukuran Kinerja Anggaran dapat digunakan sebagai standar dalam menilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban. maka akan diperoleh selisih atas biaya . Manajer secara Individual Diberikan Penghargaan atau Hukuman Dengan membandingkan antara realisasi biaya dengan anggaran biaya yang terdapat pada laporan pertanggungjawaban.79 personalia. Dengan adanya jenis laporan seperti itu. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa struktur organisasi perusahaan telah memenuhi salah satu karakteristik akuntansi pertanggungjawaban yaitu adanya identifikasi pusat-pusat pertanggungjawaban. Pengukuran Kinerja Manajer Di PT. Laporan ini berisi mengenai biaya-biaya yang dianggarkan. maka kinerja manajer dapat diukur oleh perusahaan. Pelni terdapat laporan pertanggungjawaban berupa laporan realisasi anggaran yang dapat dijadikan dasar yang memadai untuk mengukur kinerja manajer. Penilaian kinerja manajer dilakukan berdasarkan perbandingan antara realisasi biaya dengan anggaran biaya yang terdapat pada laporan pertanggungjawaban. biaya yang sebenarnya dan selisihnya. administrasi dan layanan umum kerumahtanggaan kantor serta pengamanan dan pengelolaan aset umum perusahaan.

maka manajer tersebut akan mendapat penghargaan atas prestasinya. Pelni.3 Kelayakan Pengendalian Biaya Adanya pencatatan dan otorisasi untuk pengeluaran biaya PT Pelni telah melaksanakan pencatatan dan otorisasi untuk pengeluaran biaya yang memadai. Sedangkan jika terdapat penyimpangan yang tidak menguntungkan. Apabila terdapat selisih yang menguntungkan. 4. Jika manajer tersebut tidak dapat memberikan pertanggungjawaban. Pemberian penghargaan dan hukuman ini disesuaikan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah ditetapkan oleh PT. Sebagai contoh. Sedangkan manajer akan diberikan kenaikan pangkat atas kinerjanya yang dinilai memuaskan. Melakukan pengawasan dan verifikasi serta pemeriksaan formal laporan keuangan atas biaya dari kegiatan usaha perusahaan. bonus 50% gaji diberikan kepada para karyawan atas pencapaian kinerja kantor cabang yang dinilai baik. .80 tersebut. Melakukan verifikasi atas semua bukti-bukti keabsahan pengeluaran sebelum dilakukan pembayaran. maka perusahaan akan memberikan hukuman. meneliti dan menganalisa laporan keuangan. maka manajer tersebut akan dimintai pertanggungjawaban atas kinerjanya. ini terlihat dari : Secara berkesinambungan mengadakan pemantauan atas sistem dan prosedur administrasi keuangan. mengawasi dan mencatat biaya yang terjadi.2.

Apabila terdapat penyimpangan yang tidak menguntungkan. sejauh ini perusahaan belum melakukannya. perusahaan tidak melakukan penelusuran mendalam sehingga sulit untuk mengambil tindakan koreksi. usaha sampingan dan usaha-usaha lainnya. Hasil dari analisis tersebut dicantumkan dalam memori penjelasan laporan realisasi anggaran. 4. maka perusahaan dapat segera menelusuri penyebabnya dan mengambil tindakan koreksi. anak perusahaan. Akuntansi pertanggungjawaban memfokuskan terhadap .4 Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Melalui Anggaran Sebagai Alat Pengendalian Biaya Akuntansi pertanggungjawaban merupakan salah satu tipe informasi akuntansi manajemen.81 Adanya analisis untuk penyimpangan yang terjadi. usaha penunjang. Perusahaan menyusun anggaran dalam rangka pengendalian biaya. Biaya yang sesungguhnya dianalisis dengan cara membandingkan dengan anggaran sehingga dapat diketahui penyimpangan yang terjadi. baik untuk intern maupun kepentingan ekstern. sebaiknya dibuat rekomendasi guna menanggapi penyimpangan materiil. PT Pelni telah melakukan perhitungan-perhitungan analisis laporan keuangan. Dengan adanya penyimpangan yang tidak menguntungkan. Adanya rekomendasi menanggapi penyimpangan materiil. Namun.2. Akan tetapi.

Hal ini dapat membantu manajemen dalam melakukan pengendalian biaya dengan menganalisis penyimpangan yang terjadi. Pelaksanaan perencanaan dan pengendalian dalam suatu perusahaan memerlukan sistem akuntansi pertanggungjawaban. biaya dikelompokkan dan dilaporkan untuk tiap tingkatan manajemen yang hanya dibebani dengan biaya-biaya yang berada di bawah pengendaliannya atau yang berada di bawah tanggung jawabnya. Akuntansi pertanggungjawaban berperan sebagai alat pengendalian biaya dengan menghubungkan biaya dengan bagian di mana biaya tersebut dikeluarkan atau diperoleh oleh manajer yang bertanggungjawab pada bagian tersebut. Dengan demikian.82 pembagian wewenang kepada manajer yang bertanggung jawab. Dengan membandingkan realisasi dan dengan anggaran. manajer dapat melakukan pengendalian dan pengawasan atas pengeluaran biaya. Selain itu. Laporan pertanggungjawaban dapat digunakan sebagai tolok ukur penilaian kinerja manajer pusat pertanggungjawaban dalam melaksanakan pengendalian biaya . biaya juga harus dilaporkan dan dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu. seorang manajer pusat pertanggungjawaban dapat mengetahui apakah pengendalian biaya telah berjalan dengan baik dan telah menggunakan biaya secara efisien. Setiap pusat pertanggungjawaban selalu menetapkan target-target operasional dan anggaran. Melalui akuntansi pertanggungjawaban.

Dalam pembahasan ini dapat dilihat bahwa perusahaan belum melakukan pemisahan biaya terkendali dan biaya tidak terkendali. Manajer hanya dimintai pertanggungjawaban atas biaya-biaya yang dapat dikendalikannya saja. Suatu penerapan akuntansi pertanggungjawaban dapat dikatakan memadai jika telah memenuhi syarat dan karakteristik akuntansi pertanggungjawaban. maka perusahaan tidak dapat melakukan pengendalian biaya dengan baik. Pelni belum dapat melakukan pengendalian biaya dengan baik karena tidak adanya . Dengan membandingkan antara teori-teori yang telah ada dengan data-data yang didapat dari studi kasus maka dapat dikatakan bahwa penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada PT. Anggaran yang telah ditetapkan perusahaan tidak dapat digunakan untuk mengukur kinerja manajer. akuntansi pertanggungjawaban mendorong manajer untuk mencapai tujuan pengendalian. laporan pertanggungjawaban juga tidak mencerminkan besarnya biaya yang menjadi tanggung jawab manajer. Selain itu. Dengan tidak adanya pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali. Dengan demikian. Sedangkan pengendalian biaya dapat dikatakan baik jika telah memenuhi kelayakan pengendalian biaya secara memadai dan efisien. Pelni Cabang Makasar belum memadai.83 karena secara berkala manajemen puncak menerima laporan pertangungjawaban dari setiap tingkatan manajemen. Dalam hal ini PT.

00. Pelni kantor cabang Makasar triwulanIV tahun 2008.000.84 pemisahan biaya terkendali dan biaya tidak terkendali sehingga sulit dilakukan analisis yang mendalam mengenai penyimpangan biaya yang terjadi. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang tidak menguntungkan yaitu sebesar Rp 680. dapat diketahui efisiensi dari pengendalian biaya yang telah dilakukan perusahaan. Dengan menganalisis anggaran tersebut. Dari analisis laporan realisasi anggaran triwulanan perusahaan.00.074. Efisiensi Pengendalian Biaya Tolok ukur yang digunakan perusahaan untuk mengukur efisiensi dari pengendalian biaya adalah dengan membandingkan antara biaya usaha dengan biaya standar.149. Pelni belum efisien. dapat dilihat bahwa pengendalian biaya pada PT. Realisasi biaya usaha cabang pada triwulan IV tahun 2008 sebesar Rp 1. .300.00 atau 210% dari anggaran sejumlah Rp 619. Realisasi biaya yang terjadi dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya di mana hasil analisis tersebut disajikan berupa persentase perbandingan.000. realisasi biaya lebih dari 100% atau melebihi anggaran biaya usaha yang telah ditetapkan.925. Dalam penelitian ini anggaran digunakan sebagai informasi akuntansi pertanggungjawaban.000. Berikut ini adalah analisis biaya PT.

realisasi biaya lebih dari 100% atau melebihi anggaran biaya barang dan jasa yang telah ditetapkan. realisasi biaya kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran biaya pegawai yang telah ditetapkan.00.500.00.00. realisasi biaya lebih dari 100% atau melebihi anggaran lumpsum overhead SBN yang telah ditetapkan.000.85 - Realisasi biaya pegawai pada triwulan IV tahun 2008 sebesar Rp 485. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan yaitu sebesar Rp 90.000.284.000.000.500.595. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang tidak menguntungkan yaitu sebesar Rp 106. Berdasarkan analisis di atas.00 atau 167% dari anggaran sejumlah Rp 34.663.000.689.000.000.744.00 atau 158% dari anggaran sejumlah Rp 183. Realisasi biaya penyusutan pada triwulan IV tahun 2008 sebesar Rp 59.000.00.000. - Realisasi biaya barang dan jasa pada triwulan IV tahun 2008 sebesar Rp 290.000.700. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang tidak menguntungkan yaitu sebesar Rp 23. realisasi biaya kurang dari 100% atau tidak melebihi anggaran biaya penyusutan yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang menguntungkan yaitu sebesar Rp 100.963.285.000.00.00.00 atau 83% dari anggaran sejumlah Rp 586.00.541. Realisasi lumpsum overhead SBN pada triwulan IV tahun 2008 sebesar Rp 57. maka dapat disimpulkan bahwa biaya yang terjadi pada PT Pelni Kantor Cabang Makasar belum efisien.00. .000.00 atau 40% dari anggaran sejumlah Rp 150.000.

Pelni belum memadai untuk digunakan sebagai alat bantu manajemen dalam mengendalikan biaya.86 4.3 Interpretasi Hasil Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. akuntansi pertanggungjawaban pada PT. penulis menyatakan demikian berdasarkan penjelasan di bawah ini: . Analisis deskriptif kualitatif merupakan metode yang menggunakan data yang diperoleh dan dikumpulkan untuk kemudian dianalisis berdasarkan metode-metode yang telah ditetapkan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menunjang pengendalian biaya dengan adanya penerapan akuntansi pertanggungjawaban. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis.

87 .

88 .

89 .

90 .

91 .

92 .

93 .

94 .

95 .

Syarat-syarat akuntansi pertanggungjawaban yang terdiri dari: 1.96 BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada PT. 1. maka penulis menarik kesimpulan bahwa penerapan akuntansi pertanggungjawaban di PT. Hal ini didukung oleh belum terpenuhinya indikator penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai berikut: a. Pelni telah menyusun struktur organisasi dengan cukup baik. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada perusahaan belum memadai. Struktur organisasi dan pendelegasian wewenang PT. Dengan adanya . Pelni belum memadai. Pelni mengenai penerapan akuntansi pertanggungjawaban melalui anggaran sebagai alat pengendalian biaya. Hal ini dapat dilihat dari adanya penggambaran secara jelas pembagian wewenang dan tanggung jawab untuk tiap tingkatan manajemen dan hubungan kerja antar bagian-bagian dalam perusahaan.

Pelni.97 struktur organisasi memungkinkan keberhasilan program perencanaan dan pengendalian yang ditetapkan perusahaan. Pengklasifikasian kode rekening Klasifikasi kode rekening juga telah diterapkan oleh PT. 3. Biaya-biaya yang terjadi dicatat untuk setiap tingkat . setiap pusat pertanggungjawaban telah menyusun anggarannya masing-masing. Pemisahan biaya terkendali dan biaya tidak terkendali PT. 2. Pelni belum melakukan pemisahan biaya terkendali dan biaya tidak terkendali dengan cukup memadai. Anggaran yang disusun oleh setiap bagian Berdasarkan penelitian yang dilakukan. 4. Pelni dengan cukup memadai. tidak ada pemisahan antara biaya terkendali dan biaya tidak terkendali yang dilakukan pada anggaran yang dibuat oleh PT. Penyusunan anggaran pada PT. Pelni bertujuan untuk mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan masing-masing bagian perusahaan dalam membiayai seluruh kegiatan operasional yang akan dilaksanakan dan sebagai alat bantu bagi manajemen dalam mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan terhadap penggunaan dana perusahaan.

b. Pada laporan pertanggungjawaban dapat dilihat berapa besarnya perbandingan antara anggaran dengan realisasinya. Pelni telah membuat laporan pertanggungjawaban berupa laporan realisasi anggaran. Karakteristik akuntansi pertanggungjawaban di PT. Untuk menilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban. Pelni telah membagi bagian kerja atas pusat-pusat pertanggungjawaban. Laporan pertanggungjawaban kepada manajer yang bertanggung jawab PT. Pengukuran kinerja manajer pusat pertanggungjawaban Di PT. Identifikasi pusat pertanggungjawaban Struktur organisasi PT. Pertanggungjawaban tiap unit usaha. 3. Standar tolok ukur kinerja manajer Di PT. Pelni telah ditetapkan beberapa standar untuk menilai kinerja para manajernya. 5. serta selisihnya. 2.98 manajemen. Pelni yang terdiri atas: 1. dilakukan perbandingan antara realisasi biaya dengan anggaran biaya yang terdapat pada laporan pertanggungjawaban. kemudian digolongkan dan diberi kode sesuai dengan tingkatan manajemen yang terdapat dalam struktur organisasi. . Pelni terdapat laporan pertanggungjawaban berupa laporan realisasi anggaran yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja manajer. dilakukan oleh masingmasing kepala cabang yang nantinya akan melaporkan anggaran dan realisasi yang terjadi pada unit usaha tersebut ke kantor pusat.

hal ini dapat dilihat dari: . namun perusahaan tidak melakukan penelusuran mendalam sehingga sulit untuk mengambil tindakan koreksi. 2.99 Dengan adanya jenis laporan seperti itu. Pelni belum memadai. dan manajer juga diberi hukuman atas penyimpangan yang dilakukannya. Perusahaan tidak membuat rekomendasi sehubungan dengan adanya penyimpangan materiil. Pelaksanaan pengendalian biaya pada PT. Pemberian penghargaan dan hukuman ini disesuaikan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah ditetapkan oleh PT. 3. Pelni telah melakukan perhitungan analisis laporan keuangan. hal ini dapat dilihat dari: PT. Pelni telah melaksanakan pencatatan dan otorisasi untuk pengeluaran biaya yang memadai. 4. Pelni. maka kinerja manajer dapat diukur oleh perusahaan. PT. Akuntansi pertanggungjawaban berperan sebagai alat pengendalian biaya. Pemberian penghargaan/hukuman kepada manajer Manajer secara individual diberi penghargaan atas prestasi yang dicapainya atau lamanya bekerja.

Dengan membandingkan realisasi dan dengan anggaran. 5. Laporan pertanggungjawaban dapat digunakan sebagai tolok ukur penilaian kinerja manajer pusat pertanggungjawaban dalam melaksanakan pengendalian biaya karena secara berkala manajemen puncak menerima laporan pertangungjawaban dari setiap tingkatan manajemen. c. Akuntansi pertanggungjawaban berperan sebagai alat pengendalian biaya dengan menghubungkan biaya dengan bagian di mana biaya tersebut dikeluarkan atau diperoleh oleh manajer yang bertanggungjawab pada bagian tersebut. Setiap pusat pertanggungjawaban selalu menetapkan target-target operasional dan anggaran.2 Keterbatasan Peneliti menyadari bahwa masih banyak terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini antara lain: 1. . akuntansi pertanggungjawaban mendorong manajer untuk mencapai tujuan pengendalian. seorang manajer pusat pertanggungjawaban dapat mengetahui apakah pengendalian biaya telah berjalan secara efektif dan telah menggunakan biaya secara efisien.100 a. Dengan demikian. b. Tidak menutup kemungkinan bahwa data jawaban yang diberikan responden adalah bias.

101

2. Kurangnya literatur dari riset-riset terdahulu yang bisa digunakan sebagai acuan yang memadai masih kurang. 5.3 Saran Akuntansi pertanggungjawaban pada PT. Pelni pada dasarmya belum diterapkan dan dilaksanakan dengan baik. Begitu juga dalam pelaksanaan pengendalian biaya, perusahaan belum melakukan pengendalian dengan cukup baik. Masih ditemukan beberapa kelemahan dalam perusahaan. Oleh karena itu, penulis mencoba memberikan saran berdasarkan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan mengenai penerapan akuntansi pertanggungjawaban yang berperan sebagai alat pengendalian biaya. Saran ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan, yaitu: 1. Dalam anggaran maupun laporan pertanggungjawaban sebaiknya dilakukan pemisahan biaya-biaya yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan oleh manajer karena hanya biaya yang dapat dikendalikan saja yang dapat dimintai pertanggungjawabannya. 2. Manajer sebaiknya melakukan analisis dan koreksi terhadap penyimpangan yang tidak menguntungkan kemudian mengajukan rekomendasi menanggapi

penyimpangan materiil yang terjadi. 3. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan mampu menilai tingkat kesehatan kantor cabang dengan memasukkan aspek keuangan, aspek operasional, dan aspek

102

dinamis sesuai dengan ketentuan dari kantor pusat. Aspek-aspek tersebut berisi indikator-indikator yang merupakan unsur kegiatan yang dianggap paling dominan dalam rangka menunjang keberhasilan operasi sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

103

Daftar Pustaka

Adisaputro, G dan Y. Anggarini. 2007. Anggaran Bisnis : Analisis, Perencanaan, dan Pengendalian Laba. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.

Anthony, R. N. dan V. Govindarajan. 2005. Sistem Pengendalian Manajemen Jilid 2. Jakarta: Salemba Empat.

Anthony, R. N. dan V. Govindarajan. 2009. Sistem Pengendalian Manajemen Jilid 1. Jakarta: Salemba Empat.

Ayuningtyas, S. 2006. Efisiensi dan Keefektivan Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban sebagai Alat Pengendalian dan Evaluasi Kinerja Manajemen. www.google.com

Chariri, A dan I. Ghozali. 2007. Teori Akuntansi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Daljono. 2009. Akuntansi Biaya: Penentuan Harga Pokok dan Pengendalian. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hafid, A. R. 2007. Peranan Anggaran Biaya Operasi dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Biaya Operasi. www.google.com

Hansen, D. R. dan M. M. Mowen. 2009. Akuntansi Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.

Supriyanto. www. Jakarta: Salemba Empat. 1988. 2001. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. U. Inc. 2006. Managerial Accounting.com .google. Edisi ke-1. Hubungan Antara Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dengan Efektivitas Pengendalian Biaya (Survei pada 5 Hotel di Kota Tasikmalaya). L. Smith. Keith dan W. S. Stephens. 1997. Y.104 Mardiasmo. 2002. Soemarso. Mulyadi.google. 2006.com Sekaran. dan Rekayasa. Edisi ke-2.. Putri. Akuntansi: Suatu Pengantar. Hubungan Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dengan Kinerja Manajer Pusat Investasi (Survei pada Perusahaan Bengkel di Bandung). Manfaat. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Metode Penelitian untuk Bisnis. Yogyakarta: Penerbit Andi. M. Jakarta: Salemba Empat. Singapore : Mc Graw-Hill. 2005. L. www. R. J. D. Akuntansi Manajemen : Konsep. 2004. Trisnawati. Anggaran Perusahaan. Akuntansi Sektor Publik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful