P. 1
Konservasi Tanah Dan Air

Konservasi Tanah Dan Air

|Views: 677|Likes:

More info:

Published by: One-ty Noer Nurwanti on Jun 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2015

pdf

text

original

)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 1

KONSERVASI TANAH DAN AIR
Oleh :
Nurwanti (G111 08 289)
Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin
Makassar. 2011

ABSTRAK
Konservasi tanah adalah penempatan tiap bidang tanah pada cara penggunaan
vang sesuai dengan kemampuan tanah dan memperlakukannva sesuai dengan svarat-
svarat vang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Pemakaian istilah
konservasi tanah sering diikuti dengan istilah konservasi air. Meskipun keduanva
berbeda tetapi saling terkait. Secara umum, tujuan konservasi tanah adalah
meningkatkan produktivitas lahan secara maksimal, memperbaiki lahan vang
rusak/kritis, dan melakukan upava pencegahan kerusakan tanah akibat erosi. Kegiatan
praktek lapang terpadu ini dilaksanakan pada hari Minggu, 24 April 2ô11 vang secara
administrasi daerah praktek lapang terletak dalam wilavah Kelurahan Darma,
Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Adapun
vang melatarbelakangi diambilnva kelurahan Darma sebagai daerah praktek lapang
karena penggunaan wilavahnva didasarkan pada pertimbangan praktek-praktek usaha
konservasi tanah dan air serta merupakan areal percontohan usaha konservasi oleh
Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi 1anah dan pelestarian lingkungan oleh
masvarakat setempat. Kegiatan praktek lapang terpadu ini dilaksanakan karena dapat
dipergunakan untuk membantu menerangkan prediksi erosi dan pengaruh penggunaan
lahan terhadap erosi dengan tujuan untuk mendapatkan angka prediksi erosi vang
mewakili kondisi lapangan vang sangat penting dalam penetapan rekomendasi teknik
konservasi.
PENDAHULUAN
Seiak awal kehidupan manusia, sumberdaya alam sudah merupakan sumber
kehidupan manusia dan sebagai pendukung kelangsungan hidup manusia sekaligus
merupakan sumberdaya yang sangat menentukan hidup dan kehidupan manusia. Untuk itu
penggunaan sumberdaya alam tersebut perlu disadari bahwa keseimbangan harus dicapai
antara kemampuan sumberdaya alam terhadap penggunaannya karena bagaimanapun iuga
kemampuan sumberdaya alam tersebut adalah terbatas.
Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen
padat, cair, dan gas dan mempunyai siIat serta perilaku yang dinamik. Benda alami ini
terbentuk oleh hasil keria interaksi antara iklim (i) dan iasad hidup (o) terhadap suatu
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 2

bahan induk (b) yang dipengaruhi oleh relieI tempatnya terbentuk (r) dan waktu (t)
(Sitanala Arsyad, 1989).
Tanah yang merupakan sumberdaya alam mempunyai pengaruh yang besar bagi
kehidupan manusia, baik dipandang sebagai tempat melakukan segala aktiIitas
dipermukaan bumi, maupun sebagai media alami bagi pertumbuhan tanaman, sehingga
tanah akan mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan
manusia. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuannya serta tidak diikuti
dengan usaha-usaha konservasi tanah dan air, akan menyebabkan tanah meniadi kritis,
sehingga akan menurunkan kualitas sumberdaya alam yang ada. Penurunan kualitas
sumberdaya alam tersebut salah satunya bisa di sebabkan karena kerusakan lingkungan,
erosi merupakan salah satu dari sekian banyak kerusakan lingkungan yang teriadi. Erosi
Tanah adalah proses penguraian dan proses pengangkutan partikel-partikel tanah oleh
tenaga erosi, seperti air dan angin (Morgan, 1979 dalam Taryono 1995).
Erosi tanah adalah peristiwa terangkutnya tanah dari satu tempat ke tempat lain
oleh air atau angin (Arsyad, 1976). Pada dasarnya ada tiga proses penyebab erosi yaitu
pelepasan (detachment) partikel tanah, pengangkutan (transportation), dan pengendapan
(sedimentation). Erosi menyebabkan hilangnya tanah lapisan atas (top soil) dan unsur hara
yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Erosi yang disebabkan oleh air huian
merupakan penyebab utama degradasi lahan di daerah tropis termasuk Indonesia. Tanah-
tanah di daerah berlereng mempunyai risiko tererosi yang lebih besar daripada tanah di
daerah datar. Selain tidak stabil akibat pengaruh kemiringan, air huian yang iatuh akan
terusmenerus memukul permukaan tanah sehingga memperbesar risiko erosi. Berbeda
dengan daerah datar, selain massa tanah dalam posisi stabil, air huian yang iatuh tidak
selamanya memukul permukaan tanah karena dengan cepat akan terlindungi oleh genangan
air.
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239)

Tanah yang hilang akibat proses erosi tersebut terangkut oleh air sehingga
menyebabkan pendangkalan saluran drainase termasuk parit, sungai, dan danau. Erosi yang
telah berlaniut menyebabkan rusaknya ekosistem sehingga penanganannya akan memakan
waktu lama dan biaya yang mahal. Menurut Kurnia et al. (2002), kerugian yang harus
ditanggung akibat degradasi lahan tanpa tindakan rehabilitasi lahan mencapai Rp 291.715,-
/ha, sedangkan apabila lahan dikonservasi secara vegetatiI, maka kerugian akan iauh lebih
rendah. Pencegahan dengan teknik konservasi yang tepat sangat diperlukan dengan
mempertimbangkan Iaktor-Iaktor penyebab erosi. Kondisi sosial ekonomi dan sumber daya
masyarakat iuga meniadi pertimbangan sehingga tindakan konservasi yang dipilih
diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan, menambah pendapatan petani serta
memperkecil risiko degradasi lahan.
Sitanala Arsyad (1989) mengemukakan bahwa konservasi tanah diartikan sebagai
penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan
tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai syarat-syarat yang diperlukan agar tidak
teriadi kerusakan tanah. SiIat-siIat Iisik dan kimia tanah dan keadaan topograIi lapangan
menentukan kemampuan tanah untuk suatu penggunaan dan perlakuan yang diperlukan.
Sistem penilaian tanah untuk maksud tersebut dirumuskan dalam system klasiIikasi
kemampuan lahan yang dituiukan untuk mencegah kerusakan tanah oleh erosi,
memperbaiki tanah yang rusak dan memelihara serta meningkatkan produktiIitas tanah
agar dapat dipergunakan secara lestari.
Permasalahan yang sering dihadapi di daerah yang berbukit-bukit, adalah
permasalahan yang dapat menimbulkan kerusakan tanah, seperti dengan adanya proses
erosi, dan Iaktor manusia dan vegetasi yang kurang mendukung konservasi tanah. Oleh
karena itu perhatian pada tindakan konservasi tanah sangat diperlukan. Agar tindakan
konservasi tanah dapat eIisien dan eIektiI baik dari segi waktu maupun biaya, maka
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239)

diperlukan perencanaan yang matang. Perencanaan dapat dimulai dengan mengidentiIikasi
ienis dan penyebab kerusakan pada tanah. IdentiIikasi diperlukan agar dalam pelaksanaan
dapat diarahkan sesuai dengan sasaran-sasaran yang dituiu, yang merupakan sumber
kerusakan, sehingga dapat ditentukan prioritas mana yang harus dikeriakan terlebih dahulu
dan akhirnya dapat ditentukan metode perlakuan konservasi tanah pada masing-masing
lahan.
Bentuk-bentuk konservasi tanah dapat di bedakan meniadi 3, yaitu : cara mekanis,
vegetatiI dan cara gabungan dari kedua cara tersebut, cara mekanis dapat dilihat dengan
adanya pembuatan teras-teras seperti teras kredit, teras guludan dan teras bangku
sedangkan cara vegetatiI yakni berupa penanaman seiaiar kontur dan reboisasi serta
penghiiauan tanah milik penduduk (Kartasaputra, Mul Mulyadi Sutedio, 2000).
Sitanala Arsyad (1989) iuga mengemukakan tentang dua strategi konservasi tanah.
Pertama, metode prediksi erosi yaitu cara untuk memperkirakan laiu erosi yang akan
teriadi dari tanah yang dipergunakan untuk penggunaan dan pengelolaan lahan tertentu.
Prediksi erosi merupakan salah satu hal penting untuk mengambil keputusan dalam
perencanaan konservasi tanah pada suatu bidang lahan. Model prediksi erosi yang umum
digunakan di Indonesia adalah model USLE (Universal Soil Loss Equation).
Metode untuk mengetahui erosi yang dikembangkan oleh Wischmeier dan Smith
(1978 dalam Sitanala Arsyad, 1989), yang disebut dengan metode USLE adalah metode
yang paling umum. Pertimbangan-pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pemakaian
rumus USLE antara lain:
1. USLE hanya memperkirakan erosi lembar dan erosi alur, dan tidak untuk erosi parit.
2. USLE tidak memperhiraukan endapan sedimen, hanya memperkirakan besarnya tanah
yang tererosi, tetapi tidak memperhatikan deposisi sedimen dalam perhitungan
besarnya perkiraan erosi.
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239)

Metode USLE adalah model prediksi erosi yang dirancang untuk memprediksi
erosi iangka paniang dari erosi lembar dan alur pada keadaan tertentu dengan
menggunakan rumus :
A ÷ R x K x LS x C x P
Dimana :
A ÷ Besarnya kehilangan tanah (ton\ha\tahun), diperoleh dari perkaitan Iaktor-Iaktor erosi.
Besarnya kehilangan tanah atau erosi dalam hal ini hanya terbatas pada erosi
permukaan. Tidak termasuk sedimen yang diendapkan.
R ÷ Indeks erosivitas huian
K ÷ Indeks erodibilitas tanah
L ÷ Indeks Paniang Lereng
S ÷ Indeks Kemiringan Lereng
C ÷ Indeks penutup tanah
P ÷ Indeks tindakan konservasi tanah
Metode yang kedua adalah metode konservasi tanah. Metode konservasi tanah
adalah masalah meniaga agar struktur tanah tidak terdepresi. dan mengatur kekuatan gerak
dan iumlah aliran pernukaan. Berdasarkan asas ini ada tiga cara pendekatan dalam
konservasi tanah, yaitu (1) menutup tanah dengan tumbuh-tumbuhan dan tanaman atau
sisa-sisa tanaman atau tetumbuhan agar terlindung dari daya perusak butir-butir huian yang
iatuh, (2) memperbaiki dan meniaga keadaan tanah agar resisten terhadap penghancuran
agregat dan terhadap pengangkutan, dan lebih besar dayanya untuk menyerap air di
permukaan tanah, dan (3) mengatur air aliran permukaan agar mengalir dengan kecepatan
yang tidak merusak dan memperbesar iumlah air yang terinIiltrasi ke dalam tanah.
Secara Administrasi daerah praktek lapang terletak dalam wilayah Kelurahan
Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Jenis
Penggunaan lahan yang ada meliputi lahan sawah, permukiman, hutan, dan perkebunan.
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239)

Adapun yang melatarbelakangi diambilnya kelurahan Darma sebagai daerah praktek
lapang karena penggunaan wilayahnya didasarkan pada pertimbangan praktek-praktek
usaha konservasi tanah dan air serta merupakan areal percontohan usaha konservasi oleh
Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah dan pelestarian lingkungan oleh
masyarakat setempat.
Oleh karena itu diperlukan pengamatan yang cermat atas kenyataan yang
berlangsung di dalam penanganan konservasi tanah dan air. Sehingga dapat dirumuskan
suatu konsep sebagai perkakas pembanguna menuiu harapa di masa depan yang lebih cerah
dalam pembangunan pertanian, khususnya yang menyangkut pengembangan sumbe daya
alam terutama upaya konservasi tanah dan air.

METODE PENELITIAN
Praktek lapang dilaksanakan di Desa Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten
Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pelaksanaan praktek lapang terpadu dimulai pada hari
Minggu, 24 April 2011.
Metode yang digunakan adalah metode survei, analisa lapangan, dan analisa
laboratorium serta pengumpulan data sekunder. Sedangkan untuk besarnya indikasi erosi
digunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation).
Metode pengambilan sampel dalam praktek lapang ini adalah stratified sampling
dimana satuan lahan sebagai stratanya. Pada setiap satuan lahan tersebut dilakukan
pencatatan kenampakan erosi, pengelolaan tanaman dan pengelolaan lahan atau konservasi
tanah.
Data primer yang digunakan dalam praktek lapang terpadu ini, yang merupakan
hasil pengamatan dan pengukuran di lapangan meliputi paniang dan kemiringan lereng,
dan tindakan pengendalian erosi. Selain dari data primer (pencatatan dan pengamatan di
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239)

lapangan) iuga diperlukan data sekunder berupa data curah huian bulanan dan tahunan
daerah praktek lapang terpadu.
Dari data tersebut diatas kemudian dilakukan analisis data. Hasil dari data dari
masing-masing Iaktor erosi untuk memperkirakan besar erosi tanah (Nilai A) dan
digunakan untuk rekomendasi konservasi daerah penelitian. Hasil analisis tanah di
laboratorium meliputi nilai Iaktor erosivitas huian, Iaktor erodibilitas tanah, tekstur tanah,
kandungan bahan organik, permeabilitas, Iaktor vegetasi penutup tanah, dan Iaktor
tindakan konservasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
aktor Erosivitas Hujan (R)
Indeks erosivitas huian (R) yang digunakan adalah EI
30
yang menurut Bols (1978) dapat
ditentukan dengan persamaan berikut:
EI

÷ ô.119 (R)
1.21
(H)
-ô.47
(R
M
)
ô.53

Dimana :
EI
30
÷ indeks erosivitas huian bulanan rata-rata
R ÷ curah huian rata-rata bulanan (cm)
H ÷ iumlah hari huian rata-rata bulanan (hari)
R
M
÷ curah huian maksimum 24 iam bulanan (cm)
Tabel 1. Data Curah Hujan Tahun 200
1an Feb Mar Apr Mei 1un 1ul Ags Sep Okt Nop Des
Curah Huian Rata-
Rata (cm/bulan)
9 16 21 15 21 10 12 19 24 15 10 18
Jumlah Hari Huian
(hari)
6 11 4 16 12 10 4 2 1 11 11 15
Curah Huian
Maksimal (cm)
20 27 43 45 40 23 20 26 24 29 17 40

Besarnya indeks erosivitas huian pada lahan praktek lapang diketahui sebesar
6076.11 cm/bulan.
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 8

aktor Erodibilitas 1anah (K)
Erodibilitas tanah (K) adalah kepekaan tanah terhadap erosi. Erodibiltas tanah dapat diduga
dengan mengetahui nilai analisis ukuran partikel (tekstur tanah), kandungan C-organik dan
permeabilitasnya. Erodibiltas tanah dapat diduga dengan menggunakan nomograI
(Wischmeier, 1971), atau menggunakan rumus Hammer (1978) berikut :
ͭ =
2. 713ͯ
1.14
(1û
-4
)(12 -ͷ) + 3. 25(͸ -2) +2. 5(͹ -3)
1ûû

Dimana :
M ÷ persen pasir sangat halus ¹ persen debu nya (100 - °liat)
A ÷ kandungan bahan organik (°C nya 1,724)
B ÷ harkat struktur tanah
C ÷ harkat permeabilitas tanah
Tabel 2. Kelas erodibilitas tanah menurut USDA-SCS
Kelas USDA-SCS Nilai K Uraian Kelas
1
2
3
4
5
6
0 0,10
0,11 0,20
0,21 0,32
0,33 0,43
0,44 0,55
0,56 0,64
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Agak tinggi
Tinggi
Sangat tinggi

Berdasarkan dari hasil analisis tersebut maka diketahui bahwa nilai erodibiltas
tanah (K) pada lahan praktek lapang terpadu yaitu sebesar 0,1199 dengan kriteria rendah.
Penetapan 1ekstur 1anah
Penetapan tekstur tanah dapat diketahui dengan analisis laboratorium menggunakan
metode segitiga tekstur (USDA) sehingga akan diperoleh persentase pasir, debu, dan liat.
Hasil analisis tekstur menuniukkan bahwa lahan praktek lapang memiliki 44,42 ° pasir,
1,71 ° debu, dan 53,87 ° liat, dalam analisis segitiga tekstur (USDA) tergolong kedalam
kelas liat.
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 9

Penetapan Bahan Organik
Pada prinsipnya metode penetapan bahan organik dapat dikelompokkan
berdasarkan kehilangan berat, kandungan unsur C, dan Reagen. Bahan organik pada suatu
lahan dapat ditentukan dengan persamaan berikut:
% C =
(ͽͼ B -ͽͼ t)Nx3x1, 33
ͽg ͹Ϳ;tͿh tͷ;ͷh tͷ;΀ͷ ͷ|΂

% Bͷhͷ; O΂gͷ;|ͻ = %C x 1, 724
Dari hasil analisis diketahui bahwa persentase bahan organik pada lahan praktek lapang
terpadu, yaitu sebesar 0,013.

Penentuan Permeabilitas
Permeabilitas merupakan siIat yang menyatakan laiu pergerakan suatu zat cair
melalui suatu media yang berpori-pori, dan disebut pula konduktiIitas hidrolik yang
dipengaruhi oleh kadar air pada saat air dialirkan sehingga permeabilitas tanah dan
hantaran hidrolik tanah sebagian besar pada ukuran pori dan tingkat pengisian pori-pori
oleh air pada suatu tingkat tertentu. Perhitungan permeabilitas dengan dasar Hukum Darcy
(SyarieI, 1989) :
ͭ =
O
t
x
ͮ
h
x
1
A
͹ͽ¡ͺͷͽ
Dimana :
K ÷ permeabilitas (cm/iam)
Q ÷ banyaknya air yang mengalir pada setiap pengukuran (ml)
L ÷ tebal contoh tanah (cm) (tinggi ring sample)
A ÷ luas contoh tanah (cm) (luas permukaan tanah)
t ÷ waktu pengukuran (iam)
Hasil analisis diketahui bahwa nilai permeabilitas lahan tersebut yaitu sebesar 0,4
cm
/
iam

dengan kriteria lambat.
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 10

aktor Panjang Lereng dan Kemiringan Lereng (LS)
Faktor paniang dan kemiringan lereng dihitung menggunakan rumus Morgan
(1979), menggunakan nomograI nilai Iaktor LS (Arsyad, 2006), dengan persamaan :
ͮS =

1ûû
(1, 38 +û, 9ó5 S + û, 138 S
2
)
Dimana :
LS ÷ Iaktor lereng
L ÷ paniang lereng
S ÷ persen kemiringan lahan
Sedangkan untuk nilai Iaktor paniang lereng (L) dan kemiringan lereng (S), dapat
diketahui dari persamaan berikut :
ͮ =
ͮͿ
22
dͷ; S = Ӛ
΃
9
ӛ
1.4

Nilai Iaktor paniang dan kemiringan lereng pada lahan praktek lapang tersebut, diketahui
sebesar 0,75 cm
aktor Jegetasi Penutup 1anah (C)
Kondisi tutupan lahan berdasarkan ienis penggunaan lahan untuk mengetahui nilai
indeks tutupan vegetasi di lokasi praktek. Dan nilai C dapat dihitung dengan persamaan :
C =
A
R x ͭ x ͮS x P

Dimana :
A ÷ Banyaknya tanah yang tererosi
R ÷ Faktor Erosivitas huian
K ÷ Faktor Erodibilitas tanah
L ÷ Faktor paniang lereng
S ÷ Faktor kemiringan lereng
C ÷ Faktor vegetasi penutup tanah
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 11

P ÷ Faktor tindakan konservasi tanah
Nilai C iuga dapat diketahui dengan menggunakan tabel indeks pengelolaan tanaman
berikut, sehingga diperoleh niilai indeks tutupan vegetasi di lokasi praktek lapang
diketahui sebesar 0,43.
Tabel . Indeks Pengelolaan Tanaman (Nilai C)
1enis Tanaman C 1enis Tanaman C
Padi sawah 0,01 Kopi 0,6
Tebu 0,2 0,3* Coklat 0,8
Padi gogo (lahan kering) 0,53 Kelapa 0,7
Jagung 0,64 Kepala sawit 0,5
Sorgum 0,35 Cengkeh 0,5
Kedelai 0,4 Jambu mete 0,5
Kacang tanah 0,4 Serai wangi 0,45
kacang hiiau 0,35 Rumput Brachiaria decumbens tahun 1 0,29
Kacang tunggak 0,3 Rumput Brachiaria decumbens tahun 2 0,02
Kacang gude 0,3 Rumput gaiah, tahun 1 0,5
Ubi kayu 0,7 Rumput gaiah, tahun 2 0,1
Talas 0,7 Padang rumput (permanen) bagus 0,04
Kentang ditanam searah lereng 0,9 Padang rumput (permanen) ielek 0,4
Kentang ditanam menurut kontur 0,35 Alang-alang, permanen 0,02
Ubi ialar 0,4 Alang-alang, dibakar sekali setiap tahun 0,1
Kapas 0,7 Tanah kosong, tak diolah 0,95
Tembakau 0,4 06* Tanah kosong diolah 1,0
Jahe dan seienisnya 0,8 Ladang berpindah 0,4
Cabe, bawang, sayuran lain 0,7 Pohon reboisasi, tahun 1 0,32
Nanas 0,4 Pohon reboisasi, tahun 2 0,1
Pisang 0,4 Tanaman perkebunan, tanah ditutup dengan bagus 0,1
Teh 0,35 Tanaman perkebunan, tanah berpenutupan ielek 0,5
Karet 0,60,75* Semak tak terganggu 0,01
Sumber: Abdurrachman et al. (1984), Ambar dan svahfrudin dikutip oleh BPDAS Wampu Sei ular
(2005) dan Rahmawatv (2009).

aktor 1indakan Konservasi (P)
Nilai Iaktor tindakan manusia dalam konservasi tanah (P) adalah nisbah antara
besarnya erosi dari lahan dengan suatu tindakan konservasi tertentu terhadap besarnya
erosi pada lahan tanpa tindakan konservasi (Suripin, 2001). Nilai P adalah 1,0 yang
diberikan untuk lahan tanpa adanya tindakan pengendalian erosi. Menurut USLE
persamaan umum nilai P yaitu sebagai berikut:
P =
A
R x ͭ x ͮS x C


dimana :
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 12

C ÷ nilai Iaktor pertanaman
R ÷ erosivitas
K ÷ erodibilitas
LS ÷ Iaktor lereng
P ÷ Iaktor tindakan konservasi
Nilai Iaktor tindakan manusia dalam konservasi tanah (P) sebesar 0,04.
Tabel . Nilai faktor P Berbagai Aktivitas Konservasi Tanah di 1awa
No. Teknik Konservasi Tanah Nilai P
1 Teras Bangku 0,20
a) Baik 0,350
b) Jelek 0,056
2 Teras bangku : iagung ubi kayu / kedelai 0,024
3 Teras bangku : sorghum sorghum 0,40
4 Teras tradisional 0,013
5 Teras gulud : padi iagung 0,063
6 Teras gulud : ketela pohon 0,006
7 Teras gulud : iagung kacang ¹ mulsa sisa tanaman 0,105
8 Teras gulud : kacang kedelai
9 Tanaman dalam kontur :
a) Kemiringan 0 8 ° 0,50
b) Kemiringan 9 20 ° 0,75
c) Kemiringan ~ 20° 0,90
10 Tanaman dalam ialur-ialur : iagung-kacang tanah¹mulsa 0,05
11 Mulsa limbah ierami :
a) 6 ton / th / ha 0,30
b) 3 ton / th / ha 0,50
c) 1 ton / th / ha 0,80
12 Tanaman perkebunan
a) Penutup rapat 0,10
b) Penutup sedang 0,50
13 Padang rumput
a) Baik 0,04
b) Jelek 0,40
Sumber : Abdulrachman. dkk (1981) dan Hammer (1981 dalam Tarvono. 1997)
Dari Iaktor erosivitas huian, Iaktor erodibilitas tanah, tekstur tanah, permeabilitas
tanah, kandungan bahan organik, Iaktor paniang dan kemiringan lereng, Iaktor vegetasi
penutup tanah, dan Iaktor tindakan konservasi, maka diketahui indikasi erosi lokasi praktek
lapang terpadu, yaitu sebesar 5,45
cm
/
iam
yang diperoleh dari persamaan berikut :
A ÷ R x K x L x S x C x P
Dimana :
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 1

A ÷ Banyaknya tanah yang tererosi
R : Indeks erosivitas huian
K : Indeks erodibilitas tanah
L : Indeks Paniang Lereng
S : Indeks Kemiringan Lereng
C : Indeks penutup tanah
P : Indeks tindakan konservasi tanah
KESIMPULAN
Hasil praktikum teknik konservasi tanah dan air dengan paniang lahan 200 cm dan
kemiringan lereng 60° sehingga diperoleh nilai Iaktor paniang dan kemiringan lereng
0,75 cm memiliki indikasi erosi 9,37
cm
/
iam
, yang diperoleh dari Iaktor erosivitas huian
6076,11
cm
/
hari
, Iaktor erodibiltas tanah 0.1199, dengan tekstur liat (44,42° pasir, 1,71°
debu, dan 53,87° liat), kandungan bahan organik 0.013 °, permeabilitas 0,4 cm/iam, dan
Iaktor vegetasi penutup tanah 0,43 dan tindakan konservasi 0,04.
Teknik konservasi tanah yang baik dan benar umumnya dilakukan pada dataran
tinggi, sehingga kehilangan tanah (erosi) dari lahan pertanaman terus teriadi, menyebabkan
produktivitas tanah terus menurun. Selain itu, erosi membawa seiumlah unsur hara dari
dalam tanah, menyebabkan berkurangnya tingkat kesuburan tanah. Penerapan teknik
konservasi tanah yang sesuai dengan agroekosistem dan sosial budaya petani dataran tinggi
sudah saatnya dilakukan dan dimasyarakatkan.


DAFTAR PUSTAKA
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 1

Abdurachman, A., S. Abuyamin, dan U. Kurnia. 1984. Pengelolaan tanah dan tanaman
untuk usaha konservasi tanah. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk 3: 7-11.
Anonim. 2011. Modul dan Penuntun Praktikum Konservasi Tanah dan Air. Laboratorium
Fisika Tanah. Jurusan Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin.
Makassar. 2011.
Arsyad, S. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Penerbit Institut Pertanian Bogor Press.
Bogor.
Kurnia, et al. 2002. Pengaruh Bedengan dan Tanaman Penguat Teras terhadap Erosi dan
Produktivitas Tanah pada Lahan Savuran. Hlm. 207-219 dalam Prosiding
Seminar Nasional Pengelolaan Sumber Dava Lahan dan Pupuk. Cisarua Bogor.
30 31 Oktober 2001. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan
Agroklimat, Bogor. Buku II.
Kartasapoetra, A.G, dan M.M. Sutedio. 1985. Teknologi Konservasi Tanah dan Air.
Penerbit Rineka Cipta. Jakarta
Taryono. 1995. Kaiian Erosi Permukaan dan Perlakuaan Konservasai Tanah di Sub
Daerah Aliran Sungai Gobeh Kabupaten Wonogiri. Thesis. Yogyakarta : Fakultas
GeograIi UGM.

)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 1

LAMPIRAN
aktor Erosivitas Hujan (R)
Diketahui data curah huian untuk lokasi praktek lapang Polewali Mandar untuk tahun
2007 sebagai berikut :
Tabel 1. Data Curah Hujan Tahun 200
1an Feb Mar Apr Mei 1un 1ul Ags Sep Okt Nop Des
Curah Huian Rata-
Rata /R
(cm/bulan)
9 16 21 15 21 10 12 19 24 15 10 18
Jumlah Hari
Huian/H
(hari)
6 11 4 16 12 10 4 2 1 11 11 15
Curah Huian
Maksimal/R
M

(cm)
20 27 43 45 40 23 20 26 24 29 17 40
Penyelesaian :
R ÷ _
n
÷ 1 E I
30
E I
30
÷ E ( I
30
10
-2
)
Atau dengan digunakan berbagai Iormula atau persamaan untuk memperoleh nilai R,
diantaranya rumus pendugaan EI
30
menurut Bols (1978), yaitu :
E I
30
÷ 6.119 (R)
1,21
(H)
-0,47
( R
M
)
0,53
EI
30
(Jan) ÷ 6.119 (9)
1,21
(6)
-0,47
(20)
0,53
÷ 184,13
EI
30
(Feb) ÷ 6.119 (16)
1,21
(11)
-0,47
(27)
0,53
÷ 325,71
EI
30
(Mar) ÷ 6.119 (21)
1,21
(4 )
-0,47
(43)
0,53
÷ 931,83
EI
30
(Apr) ÷ 6.119 (15)
1,21
(16)
0,47
(45)
0,53
÷ 331,14
EI
30
(Mei) ÷ 6.119 (21)
1,21
(12)
-0,47
(40)
0,53
÷ 535,11
EI
30
(Jun) ÷ 6.119 (10
) 1,21
(10)
-0,47
(23)
0,53
÷ 177,17
EI
30
(Jul) ÷ 6.119 (12)
1,21
(4)
-0,47
(20)
0,53
÷ 315,55
EI
30
(Ags) ÷ 6.119 (19)
1,21
(2)
-0,47
(26)
0,53
÷ 875,84
EI
30
(Sep) ÷ 6.119 (24)
1,21
(1)
-0,47
(24)
0,5
÷ 1542,58
EI
30
(Okt) ÷ 6.119 (15)
1,21
(11)
-0,47
(29)
0,53
÷ 312,87
EI
30
(Nov) ÷ 6.119 (10)
1,21
(11)
-0,47
(17)
0,53
÷ 144,33
EI
30
(Des) ÷ 6.119 (18)
1,21
(15)
-0,47
(40)
0,53
÷ 399,84
Total ÷ 0.11
Jadi, nilai Iaktor erosivitas huian sebesar 6076,11 cm/hari
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 1

aktor Erodibilitas 1anah (K)
Diketahui persentase pasir 44,42°, debu 1,71°, dan liat 53,87°, dengan harkat struktur
tanah 0,07
cm
/
iam
dan permeabilitas tanah 0,4
cm
/
iam
, memiliki kandungan bahan organik
0,013 gram.
Penvelesaian .
M ÷ Persen pasir sangat halus ¹ persen debu x (100 - º liat)
÷ 44,42° ¹ 1,71° x (100 53,87°)
÷ 123,225°
H =
2.713M
1.14
(10
-4
)(12-u)+3.25(b-2)+2.5(c-3)
100

=
2.713(123,225)
1.14
(10
-4
)(12-0,013)+3.25(0,07-2)+2.5(0,4-3)
100
÷ 0.1199
Jadi, nilai Iaktor erodibilitas tanah sebesar 0,1199
Penetapan 1ekstur di Laboratorium
Diketahui nilai H
1
8, H
2
7, T
1
29, dan T
2
28, serta nilai c sebesar 3,9.
Penvelesaian .
I˥JIˮ ˤ˥I˯ ˤIJ ˬ˩Iˮ (I) = Ӛ
H
1
+ 0,3(t
1
-19,8)
2
ӛ -Ŵ,Ź
= Ӛ
8 + 0,3(29-19,8)
2
ӛ -Ŵ,Ź
÷ 4,88
I˥JIˮ ˬ˩Iˮ (I) = Ӛ
H
2
+ 0,3(t
2
-19,8))
2
ӛ
= Ӛ
8 + 0,3(29-19,8)
2
ӛ -Ŵ,Ź
÷ 4,73
Berat debu ÷ berat (debu ¹ liat ) berat liat
÷ 4,88 4,73 ÷ 0,15
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 1

persentase pasir, debu dan liat dengan persamaan
% pIJ˩J =
˕
I +c
˲ ŵŴŴ %
=
3,9
4,88+3,9
˲ ŵŴŴ %
÷ .2 º
% ˤ˥I˯ =
(I -I)
I + c
˲ ŵŴŴ %
=
(Ÿ,88 - Ÿ,Żŷ)
Ÿ,88 +ŷ,9
˲ ŵŴŴ % = 1, 71 %
% ˬ˩Iˮ =
I
I +c
˲ ŵŴŴ %
=
Ÿ,Żŷ
Ÿ,88 + ŷ,9
˲ ŵŴŴ % = 53, 87 %
Jadi, persentase pasir 44,42 °, debu 1,71°, dan liat 53,87°.
Penetapan Bahan Organik
Diketahui ml b 32,9 gram, ml t 23,6 gram, normalitas 0,2 N, dan contoh tanah tanpa air
1000 gram.
Penvelesaian .
% ˕ =
(ŷŶ,9 -Ŷŷ,ź)˚˲ŷ˲ŵ,ŷŷ
ŵŴŴŴ

=
(32,9-23,6)Nx3x1,33
1000

÷ 0,0074
º bahan organik ÷ º C x 1.724
÷ 0.0074214 x 1.724 ÷ 0.01
Jadi, nilai kandungan bahan organik yaitu 0,013
)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 18

Penentuan Permeabilitas
Diketahui banyaknya air yang mengalir pada setiap pengukuran 400 ml, waktu pengukuran
1 iam, dan tinggi permukaan air dari permukaan contoh tanah konstan 4 cm.
Penvelesaian .
H =
˝
ˮ
˲
I
˨
˲
ŵ
˓
c˭¡˪I˭
÷ 0.
cm
/
jam

Jadi, permeabilitas tanah 0,4
cm
/
iam


aktor Panjang Dan Kemiringan Lereng (LS)
Diketahui Lo 200 cm dan s 60 °
Penvelesaian.
I =

Io
ŶŶ
=

ŶŴŴ
ŶŶ
= ŷ,ŴŶ
˟ = |
˟
9
1
1,4
= |
źŴ
9
1
1,4
= ŵŸ,ŶŸ
Faktor paniang dan kemiringan lereng dihitung menggunakan rumus Morgan (1979).
Menggunakan nomograIi nilai Iaktor LS (Arsyad,2006 ) dengan persemaan :
I˟ =
VL
100
(ŵ,ŷ8 + Ŵ,9źŹ ˟ + Ŵ,ŵŷ8 ˟
2
)
=
Vŷ,ŴŶ
ŵŴŴ
(ŵ,ŷ8 +Ŵ,9źŹ ˲ ŵŸ,ŶŸ +ŵŸ,ŶŸ
2
)
= û, 75
Jadi, nilai Iaktor paniang dan kemiringan lereng, yaitu 0,75 cm.


)urna¦ Kon·crva·: 1ana¦ dan ^:r ŶŴŵŵ

ur.an': (C!!! O3 239) 19

Indikasi Erosi
Diketahui Iaktor erosivitas huian 6076,11
cm
/
hari
, Iaktor erodibilitas tanah 0,1199, Iaktor
paniang dan kemiringan lereng 0,75 cm, Iaktor vegetasi penutup tanah 0,43 dan Iaktor
tindakan konservasi tanah 0,04.
Penvelesaian .
A ÷ R x K x LS x C x P
÷ 6076,11 x 0,1199 x 0,75 x 0,43 x 0,04
÷ 9.
Jadi, banyaknya tanah yang terosi yaitu sebesar 9,37
cm
/
iam
.







You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->