P. 1
Masa arsitektur pra modern & modern (ringkasan)

Masa arsitektur pra modern & modern (ringkasan)

|Views: 3,459|Likes:
Published by nusantara knowledge

More info:

Published by: nusantara knowledge on Jun 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2014

7.

1
Masa arsitektur pra modern (pre modern architecture periods) Diawali dengan adanya gejala-gejala yang muncul sebagai suatu bentuk perubahan menuju kearah arsitektur yang lebih baru apakah itu modern atau pembaharuan dari gaya renaissance ataupun aliran-aliran yang pernah berkembang sebelumnya. Arsitektur modern perkembangannya mulai sekitar akhir abad sembilanbelas dan puncaknya pada abad duapuluh, maka lebih populer disebut arsitektur modern, dan yang terjadi sebelumnya merupakan arsitektur pra modern yang mengawali abad-abad sebelum duapuluhan. Keadaan seperti ini merupakan perkembangan sebelum modern atau pre modern architecture periods dalam bentuknya antara lain : Karya tulis dalam bidang arsitektur Bentukbentuk karya tulis seperti ini sudah banyak Alberti,Vignola dan Palladio. dilakukan oleh tokoh-tokoh renaissance seperti Dalam bidang arsitektur perubahan yang jelas menonjol sebagai dampak dari revolusi industri adalah dikuti dengan revolusi ide, misalnya antara lain :

• • • • •

Tampilan bangunan harus menarik. Bangunan jujur dalam penerapan konstruksi. Pengurangan sedapat mungkin unsur-unsur hiasan sebagai konsekwensi penerapan asas guna/manfaat. Muncul wujud-wujud bangunan dengan konsep idealisme. Peranan arsitek sebagai tokoh arsitek individu mulai berperan dan mengemuka dan semakin menguatkan posisinya.

Hal-hal tersebut diatas menjadi landasan pijak menuju perkembangan arsitektur modern atau arsitektur abad duapuluh. 1. Dimulainya Sistem Mekanisasi Tingkat seni atau keterampilan tangan tidak utama lagi, karena hanpir semua telah digantikan dengan mesin, dan keadaan semacam ini mengakibatkan, nilai-nilai seni semakin berkurang, kemudian dimulainya bahan-bahan produk dengan ukuran-ukuran yang disamakan (sistem prefabrikasi), tapi masih belum ada standarisasi produk pabrik karena belum diorganisir secara baik. Pendidikan arsitektur yang mengajarkan bahwa arsitektur adalah bagian dari kesenirupaan bergeser dan berkembang menjadikam arsitektur menjadi bagian dari ilmu(science), kemudian mendapatkan pendidikan struktur dan mekanika teknik. 2. Munculnya Bangunan-Bangunan Utilitas Bangunan utilitas yang dimaksud di masa pra modern adalah jenis-jenis bangunan baru akibat lahirnya fungsi-fungsi baru. Bangunan utilitas ini antara lain seperti pabrik. pasar, gudang dan sebagainya. Pada jaman renaissance pabrik adalah sejenis home indutry, yang merupakan kerajinan rumah tangga. Keadaan ini juga dirangsang oleh penemuan-penemuan bahan bangunan baru (baja/besi,kaca ukuran lebar, tebal) memungkinkan membuat bentangan lebar dan panjang, sistem struktur lebih berkembang (sistem struktur rangka ruang). 3. Kemajuan pada sistem pendidikan 3.1. Dicetaknya banyak buku dipermudah oleh karena adanya mesin cetak. Sedangkan pembuatan mesin serta cara pengoperasiannya membutuhkan tenaga-tenaga siap pakai dan terampil, hal ini tantangan bagi tenaga yang sebagian besar berasal dari sektor pertanian tradisional di pedesaan. Tenaga terampil ini harus didapatkan dengan memberi pelatihan-pelatihan dan pendidikan serta kursus-kursus yang nantinya menguasai bidang-bidang seperti pemasaran, pemeliharaan maupun pengoperasian mesin-mesin, penyimpanan dan sebagainya yang dibutuhkan industri. 3.2. Bermunculannya kemudian lembaga-lembaga pendidikan yang pada akhirnya tersedianya tenaga-tenaga terdidik secara melimpah, melebihi keinginan dari sipendiri lembaga. Dari sini kemudian muncul kelompok manusia yang lebih mengedepankan egonya (egoistis, individualistis modern). 3.3. Lahirnya paham atau pendapat-pendapat yang mendorong munculnya aliran-aliran dengan kelompok-kelompok pengikutnya. 3.4. Kemajuan dalam bidang pendidikan berarti bertanda berkembangnya ilmu pengetahuan termasuk pemahaman yang sebelumnya dunia ini lebar berubah dunia ini diyakini bulat adanya. 3.5. Daerah-daerah baru diketemukan. Daerah-daerah baru ini tentu masih kaya akan bahan-bahan alam yang asli dan melimpah. Penguasaan daerah baru oleh para pendatang dari Eropa yang kulit putih sebagai raja-raja baru yang kaya (Orang Kaya Baru/OKB). Keadaan ini menandai adanya bangsawan-bangsawan Eropa diluar benua Eropa. OKB, berhasil bukan karena warisan, tetapi oleh kerakusan orang-orang ini yang pada umumnya tidak dilandasi oleh pendidikan yang memadai, bahkan sebagaian terdiri dari para avonturir. 3.6. Orang-orang ini membangun istana (rumah tinggal) yang meniru istana-istana bangsawan di negara asalnya Eropa.Tiruannya kadang-kadang hanya pada tampak luar dari warisan arsitektur renaissance, tetapi yang dilebihlebihkan, ditambah kadang dikurangi sesuai selera, ditambah lagi situasi daerah setempat. Pada masa ini banyak

Terobosan Baru dalam Desain C.N.Ledoux (arsitek Perancis); dalam desain arsitekturnya, bereksprimen membuat rumah tinggal berbentuk bola/Maison des Gardes Agricoles 1773-1779. Hal seperti ini masih dianggap asing atau tidak seperti biasanya, dan menunjukkan pemboikotan dari kaidah-kaidah arsitektur renaissance. C.N. Ledoux Rumah Bola, hasil eksprimen yang keluar dari pakem-pakem arsitektur biasanya. Ini sebuah rancangan yang berani, suatu terobosan baru terutama penerapannya dalam rumah tinggal. Banyak pula yang menganggap keberanian arsitek Perancis ini belum mampu lepas dari ciri klasik arsitektur Eropa, dilihat dari desain pintu jendela yang tetap simetris dan taat pada pola as. Gagasan-gagasan C.N.Ledoux kandas oleh antara lain , keinginan Kaisar Napoleon waktu itu untuk kembali ke gaya kuno, ditambah kemudian Ecole des Beauxs Arts, dalam pelajaran arsitektur, bahwa arsitektur itu adalah seni semata. Violet-Le-Duc (1814-1879), mengembangkan bentuk-bentuk arsitektur yang tumbuh dari sistem konstruksi bangunan yang diterapkannya. Ecole Polytecnique (1794), yaitu pendidikan ke politeknikan justru lebih menekankan arsitektur itu adalah keilmuan/science, artinya siapa saja bisa belajar arsitektur tanpa bakat seni sekalipun. Terjadinya revolusi industri, di hampir seluruh kawasan Eropa, terutama sekali dimotori Inggris (abad 18), banyak membawa kemungkinan-kemungkinan baru terutama dalam bidang ekonomi dan membawa perubahan pada bidang struktur sosial masyarakatnya. Revolusi Industri Eropa dimotori oleh Inggris berdampak pada hal-hal mendasa dan membawa pembaharuanpembaharuan terutama yang diakibatkan oleh : 1. 2. 3. 4. Dimulainya sistem mekanisasi Munculnya bangunan –bangunan utilitas Perubahan pada sistem pendidikan Urbanisasi, perkotaan menjadi gaya tarik masyarakat

pedesaan.

7.2
bangunan dibongkar. Hanya beberapa yang dianggap baik tetap dipertahankan. Yang lebih berperan dalam perancangan kadang bukan si arsitek tetapi pemiliknya. Arsitek tidak lebih sebatas draftman, sehingga arsitektur kehilangan fungsinya. 4. Urbanisasi, perkotaan menjadi gaya tarik masyarakat pedesaan 4.1.Tumbuhnya pabrik-pabrik, pertokoan, pergudangan mengundang imigran-imigran datang berbondong-bondong kekota mendapatkan pekerjaan-pekerjaan baru. 4.2. Perpindahan yang mendadak dan membludak, menjadikan kota semrawut, tidak teratur karena ketidak siapan kota sehingga timbulah daerah-daerah kumuh atau yang dikenal dengan sebutan slum area . Perlu pembenahan kota melalui pola dan sistem perancangan perkotaan. Timbulnya keadaan-keadaan demikian rupa, maka gagasan-gagasan atau usaha-usaha baru mulai berpeluang untuk muncul. Dalam bidang arsitektur ada upaya-upaya pembaharuan baik dalam bidang konsepsi-konsepsi, pelaksanaan pembangunan, bentuk-bentuk bangunan. Walaupun ide-ide baru ini pada awalnya boleh dikatakan tidak berjalan mulus. Berikutnya produk bahan-bangunan baru secara besar-besaran akibat sistem fabrikasi memberikan kesempatan kepada arsitek dan konsumen untuk meluaskan kreasinya dalam rancangan berbagai fungsi gedung maupun bangunan. Industri bahan bangunan mengeluarkan berbagai produk seperti baja,besi tuang dalam bentuk profilprofil, beton, kaca dan gelas. Sudah diketahui bahan bangunan ini usianya relatif masih muda terutama sebagai bahan bangunan untuk bangunan besar dan komplek yang jelas dari segi kekuatan, homogenitas dan jumlah telah memiliki kwalifikasi/standard para ahli. Pada halaman selanjutnya akan dijelaskan latar belakang dan sejarah singkat tentang bahan bangunan mulai dari baja/besi, beton sampai kepada beton bertulang. BAHAN BANGUNAN BAJA, BETON & KACA BAJA Tahun 1800-an besi tuang sudah dipraktekkan penggunaannya sebagai bagian dari struktur tiang dan balok (postlintel) pada bangunan-bangunan gedung. Empat tahun kemudian baja profil diproduksi secara besar-besaran dan ini membawa kemungkinan-kemungkinan luar biasa dalam teknik pembangunan. Masa ini dikenal dengan dimulainya periode bangunan baja dan kaca, terutama sejak kubah gereja agung ST.Pietro Roma dibangun. Selanjutnya dimulailah keajaiban-keajaiban pembangunan dalam dunia arsitektur maupun sipil dengan bahanbangunan utama dari baja/besi & kaca. Lahirnya jenis-jenis bangunan baru – bangunan utilitas- berskala raksasa dengan menggunakan bahan bangunan baru ini yang umurnya relatif masih muda, mengawali revolusi dibidang arsitektur, terutama yang menyangkut unsur bentuk, fungsi, struktur, bahan dan estetika. Kemudian ditambah lagi kesepakatan pemberlakuan standarisasi pada bahan-bangunan produk industri /pabrik. Pada era ini bangunan yang dapat dikatakan mengawali penggunaan baja dan kaca dengan ukuran-ukuran dan bentuk yang menakjubkan secara sivil engineer maupun architectural engineer,dapat disebutkan 4 bangunan gedung yaitu Bibliotheque di St.Senievieve Paris, Crystal Palace (Istana Kaca) , Eiffel Tower (Menara Eiffel) dan Machine Hall. Bibliotheque Interior Yang merancang gedung ini adalah H.Labrouste, kemudian dibangun tahun 1843-1850. Bibliotheque sebuah gedung Ceiling Detail di St.Senievieve Paris ini, Bibliotheque perpustakaan menggunakan besi tuang yang mendominasi keseluruhan gedung mulai dari pondasi sampai atap. Bibliotheque Front Elevation lebih mendalam pada bagian strukturnya kelihatan sekali baja belum begitu dihayati sepenuhnya sesuai karakter sebagai bahan bangunan buatan/industri

BIBLIOTHEQUE Arsitek H.Labrouste masih menampilkan bentuk klasik, terlihat dari desain atap, bentuk busur pada bagian pintu&jendela. Tembok luar dari batu alam tempelan yang cukup terampil dari para tukang batu. Memperhatikan

7.3

Tampak Depan Gerbang Crystal Palace CRYSTAL PALACE Sebuah gedung raksasa baja hasil rancangan arsitek bangsawan Inggris Sir Joseph Paxton pada tahun 1850-1851. Pelaksanaan pembangunannya dipercayakan kepada Fox&Handerson . Pada tahun 1936 gedung ini mengalami kebakaran dan berhasil dibangun kembali tahun 1953 di kota Sydenham. Bangunan ini dikatakan sebagai bukti keberhasilan yang menakjubkan dalam bidang arsitektur sebagai sebuah terobosan yang berani dari segi desain, sistem struktur, dimensi, penggunaan bahan baja dan kaca. Keberanian seperti ini tidak pernah ada sebelumnya setelah gereja St.Peter Roma. Yang perlu diingat pada bangunan Crytasl Palace ini adalah : • Pembangunannya dengan sistem prefabrikasi. • Ukuran-ukuran baja yang dibutuhkan telah distandarissi, ini dilakukan akibat kebutuhan yang cukup banyak. Dengan demikian baja standard ini dapat diproduksi oleh beberapa pabrik. Sir Joseph Paxton Perancang Crytal Palace Sebuah bangunan sepenuhnya baja dengan dinding kaca Denah,Tampak dan Potongan Crystal Palace

A Gustave Eiffel Perancang Eiffel Tower Menara raksasa baja Paris Perancis

• Bangunan ini dirancang dengan sistem knock down (bongkar-pasang)

artinya membangun/merakit dan membongkar kembali tidak membutuhkan waktu lama, ditambah lagi dapat memilih tempat (site) dimana maunya didirikan. • Memanfaatkan ekonomisasi dalam perhitungan pembeayaan.

kesan-kesan ruang inter-penetrasi (saling menembus), memberikan kesan tanpa pembatas antara ruang dalam dan ruang luar yang ditimbulkan oleh dinding maupun atap full glass (kaca).

• Bangunan Crystal Palace menciptakan

• •

EIFFEL TOWER Dibangun tahun 1886 – 1889 hasil dari rancangan arsitek A.Gustave Eiffel. Effel Tower (Menara Eiffel) menerapkan struktur rangka ruang dengan bahan baja. Menara ini memiliki empat buah tiang sebagai kaki-kaki menara berdiri diatas dua sisi kiri-kanan bolevard kota Paris. Tinggi menara mencapai 984 feet (sekitar 325 meter) dan tertinggi didunia pada saat itu. Bangunan ini sebenarnya sebuah karya yang menakjubkan dalam ilmu sivil ketimbang sebagi sebuah karya arsitektur. Bahan baja dipergunakan secara total dengan konsekwensi pemeliharaan/maintenance yang tinggi,ketat,rajin dan telaten dalam upaya pencegahan bahaya korosi. Diperlukan pengecatan yang berulang-ulang. Bagian yang melengkung pada bagian bawah yang menghubungkan kaki-kaki menara, baru ditambahkan kemudian –perhatikan gambar close up- menambah keluwesan disamping untuk mengelabui aliran art nouveau yang menampakkan kesan tegap kokoh dan kaku. Kini Eiffel tidak hanya sekedar menara tetapi ia adalah trade mark negara Perancis yang membanggakan, sekaligus obyek wisata dan sebagai focal point kota Paris. Eiffel selalu ramai dikunjungi para wisatawan, yang dan dapat mebawanya naik sampai kepuncak menara untuk melihat-lihat sky-line ibu kota Perancis ini,apalagi diwaktu malam hari menyuguhkan gemerlap cahaya lampu warnawarni. Pada even-even tertentu Eiffel sering dijadikan latar pertunjukan-pertunjukan dunia spektakuler apakah musik, tari atau jenis keramaian lainnya. Menara Eiffel di hari yang cerah, ramai dikunjungi wisatawan, menjadi titik orientasi kota menghindari kehilangan arah

Memberikan pengalaman baru sebagai kejutan dalam bidang estetika arsitektur. Tampilan tidak lagi menekankan estetika yang bersifat emosional atau subyektifitas semata yang biasanya ditandai dengan desain yang semarak ornamen, relief dan hiasan, tetapi menawarkan sesuatu yang baru dalam bentuk estetika yang rasional dengan desain-desain seni yang wajar, jujur dan sederhana. Memberikan ritme (irama) pada tampak bangunan, untuk mendapatkan pengulangan bentuk yang teratur yang tidak terlepas akibat penggunaan atau tuntutan struktur & konstruksi baja dan kaca

Eiffel dilihat dari selangkangannya,

7.4
memperlihatkan kaki-kaki menara dengan struktur rangka ruang dari bahan baja

Tampak Samping Kiri Galerie Des Machines

Bagian Kaki Eiffel Tower

Eiffel close-up Salah satu bagian kaki Eiffel, dari empat kaki yang berada masing-masing dua, diseberang jalan utama kota Paris MACHINE HALL (GALERIE DES MACHINES) Bangunan raksasa baja satu lantai ini dirancang oleh arsitek Dutert & Contamin , dibangun tahun 1889. Mempergunakan bahan sepenuhnya baja. Bahan-bahan ini diproduksi secara besar-besaran saat itu. Penerapan sistem struktur dan konstruksi rangka ruang dengan bentangan yang sangat lebar mampu menciptakan ruangan bebas tiang tengah, dan ini sangat dibutuhkan untuk hangar pesawat terbang , pabrik, stasiun dan sebagainya. Periode ini menandai kelahiran bangunan-bangunan ramping, berskala raksasa dengan ruang-ruang yang luas, lebar. Machine Hall adalah bagian dari sebuah pameran di Paris tahun 1889, yang diadakan sebagai sebuah ajang unjuk kebolehan bagi para arsitek, industriawan dan owner serta masyarakat banyak. Tampak Samping Kanan Galerie Des Machines

Interior Galerie Des Machine

Penerapan Sistem tekstoon dalam konstruksi industrial, bangunan satu lantai, bahan sepenuhnya baja. Bukti yang. menakjubkan dalam teknologi dan sipil engineering

BETON Tahun 1824 Portland Cement (PC) diketemukan oleh Joseph Aspdin melalui percoban-percobaan. Kemudian beton di tahun 1845 baru dipakai sebagai bahan bangunan walaupun masih terbatas pada bangunan kapal. Tahun 1867 Joseph Monier mempraktekkan penggunaan beton digabungkan dengan bahan anyaman kawat sebagai tulangan pada bangunan gedung. Patent kemudian didapatkan setelah melakukan percobaan-percobaan yang dilakukan hampir selama 22 tahun. Beton pada awalnya kurang mendapat tempat dimasyarakat dengan alasan-alasan antara lain:


MACHINE HALL

Memberikan kesan berat, besar,

7.5
• Keamanan bangunan masih diragukan, Dalam pelaksanaan memakan beaya yang lebih besar, karena memerlukan cetakan. • Perhitungan-perhitungan statika belum pernah dilakukan. Tahun 1892 Prof.Bauschinger dari Munchen dan Hennebique mengadakan percobaan-percobaan terhadap bahan beton ini, sebagai tiang dan balok dengan memulai menggunakan perhitungan-perhitungan statika dan matematika. Auguste Perret dengan rancangan rumah tinggalnya di Rue Franklin, Paris tahun 1903, mampu memperlihatkan seni-seni dan teknik bangunan dari beton. Setelah itu bermunculan tokoh-tokoh arsitek bersamaan dengan populernya penggunaan beton sebagai bahan bangunan gedung..

Rue Franklin Apartment

Notre Dame Du Reincy

Auguste Perret Arsitek antara tahun 1874-1954 dikenal sebagai arsitek beton pertama dalam jalur arsitektur modern. Berhasil memperkenakan sekaligus memasyarakatkan beton sebagai bahan bangunan yang dapat diterima oleh masyarakat umum. Arsitek ini dianggap sebagai bapak beton arsitektur abad duapuluh. Dia berasal dari lingkungan keluarga pemborong asal Perancis.

Toni Garnier Tokoh ini seangkatan dengan Perret, sehingga dalam karyakaryanya sealiran dengan Perret yaitu menonjolkan beton-beton eklusif, cuma jangkauannya ke masa datang.

Karya-karyanya antara lain, Rue Franklin Apartments gambar atas, gedung Church of Notre Dame, di kota Le Raincy. Bangunan ini memiliki bidang-bidang yang saling tegak lurus, dengan penggunaan beton tampak eklusif,

G a rn i eU

kecuali pada bagian atap&lantai.

7.6
Peter Behrens, Pabrik Turbin AEG Berlin Jerman

Robert Maillart Karya-karyanya sealiran dengan Perret, berasal dari Swiss. Ia termasuk tokoh yang berani pada jamannya dengan menunjukkan hasil karyanya berupa Jembatan Tavanasa yang terbentang melintasi sungai Rhein dengan tampilan yang sangat kontras dengan alam pegunungan disekitarnya.

Peter Behrens Arsitek asal Jeman ini juga seangkatan dengan Perret. Pabrik Turbin AEG di Berlin Jerman adalah salah satu karyanya di tahun 1901. Bergaya art nouveau (seni baru). Disamping sebagai seorang arsitek Behrens juga mahir dalam melukis dan mematung.

Jembatan Tavanasa diatas sungai Rhein KACA Sebelum revolusi kaca merupakan hasil kerajinan tangan perseorangan (home industry). Jenis pekerjaan ini sebagai seni keterampilan yang tinggi mutunya dan mampu membuat berbagaimacam hiasan, alat rumah tangga, lampulampu bahkan seni hias/dekorasi dan termasuk kaca-kaca untuk daun jendela/pintu,dengan tampilan corak/motif beragam berwarna-warni. Khususnya gelas/kaca yang penggunaannya sebagai bahan bangunan untuk pintu/jendela masih sangat terbatas baik dari segi ukuran yang relatif kecil-kecil dan tipis maupun penyediaan dalam jumlah. Hasil-hasil home industry memang memiliki kelebihan disamping kelemahan. Dalam hal ini nilai seni dan faktor individu lebih dominan.

7.7
Dimulainya produksi kaca secara industrial memungkinkan mendapakan berbagai macam ukuran-ukuran kaca -kaca lebar dan tebal- sesuai permintaan pasar. Penggunaan kaca sebagai bahan bangunan sangat mendorong usahausaha industri memproduksi berbagai jenis, motif, corak, dimensi mengikuti perkembangan pembangunan. Peran para perancang/arsitek melalui karya-karya desainnya menempatkan kaca sebagai salah satu bahan bangunan utama untuk berbagai jenis bangunan gedung lebih-lebih bangunan bertingkat banyak. Hubungan dua bahan kaca dan logam (besi/aluminium) dapat dikonstruksi sedemikian baik, memberikan kesan/gaya tersendiri dalam penampilan gedung. Kesan ringan, tembus pandang, bidang-bidang tipis memotong dapat dikatakan sebagai kelebihan yang dimiliki kaca dan tentunya bisa pecah, mudah mengalirkan panas /dingin ke interior /ke exterior sebagai sifat/karakter kaca menjadi faktor kelemahan bahan ini. Kini kaca penggunaannya sudah memasyarakat sebagai bahan utama dan dapat ditemukan dalam berbagai jenis bangunan, bahkan dari segi kekuatan ada kaca tahan pecah/anti peluru dan bisa dipilih apakah bening, riben atau kaca cermin dari berbagai ukuran dan ketebalan. Dengan diproduksinya secara melimpah bahan bangunan yang terhitung baru seperti besi, baja, kaca dan beton seperti diketahui pada penjelasan-penjelasan terdahulu maka bermunculanlah bangunan-bangunan yang juga terhitung baru. Dengan demikian dapat dikatakan dimulailah era baru dalam perkembangan arsitektur . Berbarengan dengan keadaan tersebut dan rancangan-rancangan yang diakibatkan oleh revolusi industri/modernisasi muncul pula pandangan-pandangan, aliran-aliran arsitektur dari banyak tokoh arsitek dari beberapa negara. Dari sinilah arah perkembangan arsitektur modern mulai kelihatan dan ditegakkan, walaupun tetap saja pertentanganpertentangan itu – dari paham-paham arsitektur- ada. Aliran-aliran yang muncul dan berpengaruh pada perkembangan arsitektur kedepan yaitu kearah yang lebih modern antara lain : Lembaga pendidikan kesenirupaan termasuk tertua di Perancis menekankan skema dan sketsa / Parti et esquisse. Tahun 1818 Ecole des Beaux Arts baru kemudian melakukan pemisahan pendidikan pada mata pelajaran sejarah yang sebelumnya sama-sama ditempatkan pada pelajaran teori & sejarah dalam kuliah perancangan arsitektur. Sekolah ini mengelompokkan pelajaran seni lukis dan seni pahat kedalam seni rupa / fine arts. Calon arsitek dididik bersama calon pelukis dan pemahat dibawah satu atap. Gagasan sekolah ini mula-mula dicetuskan oleh Colbert Paris pada tahun 1671. Pengaruh sekolah ini cukup kuat bahkan sampai ke Amerika Serikat. Meskipun pada akhir abad ke 19, lebih-lebih abad 20 banyak penentangnya, terutama dari arsitek beraliran International Style. Pada tahun 1806 Napoleon meresmikan sekolah ini dengan suatu program pendidikan yang meliputi seluruh bidang kesenirupaan. Seni rupa semata-mata seni sebagai kehidupan sehari-hari. Ecole Pololytechnique Lembaga ini berdiri sejak tahun 1894 (abad 19), merupakan lembaga pendidkan teknik yang dasar-dasarnya diletakkan oleh Jean Antoine Chaptel Ia seorang insinyur kimia dan industrialis yang menjabat menteri dalam negeri semasa Napoleon I. Pengaruh pendidikan lembaga ini juga sangat besar di Perancis pada abad 19, karena salah satu tujuannya adalah, mendekatkan pengetahuan dan teknologi pada kehidupan masyarakat. Rondelet seorang teoritikus konstruksi berjasa menghindarkan keruntuhan bangunan Pantheon, kemudian mengatakan teknologi dengan dasar ilmu pengetahuan (science) sangat penting. Ucapan Rondelet ini mendukung alasan-alasan mengapa mata pelajaran eksakta, mekanika, konstruksi harus masuk dalam kurikulum pendidikan arsitektur. Art Nouveau Seni Baru / Art Nouveau adalah suatu seni dekorasi dalam arsitektur dan melakukan penerapan seni pakai /applied art pada persoalan-persoalan rancangan gedung dan berkembang secara mendasar di Perancis, Belgia terus melaju sampai akhir abad ke sembilan belas. Karakteristik gaya-gaya art nouveau, sangat organis, bentuk-bentuk yang diambil dinamis, dengan desain berkelakkelok, linier seperti sifat sebuah cemeti. Pada masa ini promosi dan pemasyarakatan dalam pameran seni & teknik, pelaksanaan bangunan, sistem struktur & konstruksi menonjol. Langkah awal tokoh-tokoh arsitek modern menapak ke konsep desain yang makin mantap sebagai arsitektur abad duapuluh. Art Nouveau (AN) muncul bermula dari adanya pameran-pameran lukisan pada sebuah toko di tahun 1905-1920. Kelahiran AN sebagai titik tolak penyimpangan jalur yang baru ke arsitektur modern. Kegagalan kota Chicago di Amerika Serikat , memerlukan pembangunan kembali. Momen ini dimanfaatkan oleh para arsitek untuk merancang bangunan-bangunan baru. Tetapi secara keseluruhan ada kesamaan. Chicago School menampilkan karakter-karakter bahan itu sendiri pada bangunan pencakar langit. Tokoh-tokohnya; H.H.Richardson, L.A.Sullivan, M.C.Kim&Mead and White, Frank Lloyd Wright, James Bogardus. Gaya dan perkembangan AN ditiap-tiap negara bervariasi terutama di Eropa Barat dan Amerika Serikat. AN dalam mempergunakan bahan bangunan mempertimbangkan hal-hal : kejujuran, kesederhanaan, membuang dekorasi/hiasan, dan menciptakan ruang-ruang transparan. AN di Amerika Serikat berkembang dengan ciri-ciri sendiri. Bangunan bertingkat banyak (skyscapper),bahan bangunan besi baja. Ide-ide ini didasarkan atas ciri-ciri : struktural, perubahan yang terus menerus, beban menerus, jenis bangunannya utilitas. AN di Eropa , seperti di Spanyol memiliki arsitek Antoni Gaudi, Victor Horta. Di Perancis tokoh yang menonjol adalah Auguste Perret, Tony Gardnier dan Le Corbusier. Belgia meiliki arsitek Josef Hoffman, sedang Belanda dengan tokoh-tokoh yang tak asing lagi yaitu H.P.Berlage, Gerrit Rietveld dan Theo van Doesburg. Di Negara Austria sudah ada OttoWagner, kemudian Jerman memiliki Peter Behren diikuti oleh Inggris arsiteknya adalah C.R.Mc.Kintosh. Sebutan-sebutan lain untuk gaya Art Nouveau dinegaranya sendiri, seperti Jerman menyebut Jugendstil demikian juga di Austria dan Brussel. Di Italia dengan nama Stile Liberty, di Spanyol dan Perancis dengan nama Modernismo. Belanda sendiri menyebut De Sttyls , disini terjadi penggabungan exterior dan interior oleh arsitek-arsitek yang berasal dari para seniman seperti Frits Mondrian, Gerrit Rietveld dengan menampilkan gaya-gaya kubisme.

1. 2. 3. 4.

Ecole des Beaux Arts di Paris, sebagai pendidikan yang tertua. Art &Craft Movement, di Inggris dan negara-negara di Eropa. Ecole Polytechnique di Perancis, dengan arsitektur sciencenya. Art Nouveau di Inggris dan kemudian menyebar hampir keseluruh daratan Eropa barat. Ekletisme mencapai puncaknya. Hiasan-hiasan mulai muncul dominan. Tiap-tiap daerah dengan karakternya msing-masing.Art Nouveau sampai pula ke Amerika Serikat. Perkembangan Art Nouveau ini terjadi sekitar tahun 1905 hampir seperti mewabah dihampir semua koloni-koloni penjajah bangsa Eropa. Le Moderne Style, di Perancis, Jugendstile di Jerman dan Austria, Stile Liberty di Italia, Chicago School di Amerika Serikat abad ke 18.

5. 6. 7. 8.
Sebagai catatan

Art Deco/Style Moderne/La Moderne Style Melahirkan gaya-gaya dekoratif yang dirangsang oleh adanya pameran internasional di Paris tentang seni dekorasi dalam industri modern tahun 1925. Berkembang dalam seni arsitektur, dipakai pada rancangan bangunan bertingkat banyak seperti penerapannya pada Crysler Building di New York dan karakteristik seni zig-zag dengan sudut-sudut tajam pada permukaan dan ornamen . Mengenai bahan bangunan baru ada pandangan berbeda dari para tokoh arsitek bahkan sampai pada Perang Dunia I. Sama bedanya dengan pandangan-pandangan mereka masing-masing terhadap prinsip-prinsip arsitektur modern. Teori-teori, buku-buku, bahkan aliran-aliran timbul – tentu masing-masing dengan kebenaran pada pihaknya. Ecole des Beaux Arts

7.8
Jerman dengan sekolah Bauhaussnya mempertegas De Sttjls dengan tidak saja dengan warna-warna transparan, tetapi juga dalam bangunan-bangunan industrial. Ini pengaruh dari pimpinan Bauhauss Walter Gropius. Dalam perkembangannya sampai pada Perang Dunia I, pandangan tokoh-tokoh arsitek terhadap bahan bangunan produk ini berbeda-beda. Sama bedanya dengan pandangan-pandangan mereka masing-masing terhadap prinsipprinsip arsitektur modern. Terori-teori, buku-buku bahkan aliran-aliran timbul membawa pendapat/prinsip sendiri atau kelompok. Pengaruh beberapa lembaga pendidikan , kursus-kursus, pelatihan, melahirkan fanatisme dalam proses berkarya dan berkreasi. Dua lembaga seperti Ecoles des Beaux Art dan Ecole Polytechnique memiliki pengaruh yang tidak boleh dikatakan kecil dalam pekembangan arsitektur kedepan. Periode arsitektur yang mngedepankan pewujudan bentuk yang menarik, menekankan keindahan dengan mengadopsi beberapa atau sebagian karya arsitektur yng berasal dari gaya/langgam berbeda, menandai perkembangan arsitektur setelah renaissance dimasa arsitektur pra modern. Perkembangan arsitektur ini sebagai arsitektur pancaroba, ada yang menyebut sebagai arsitektur tambal sulam, campur aduk bahkan ada yang memberi cap sebagai arsitektur gado-gado bermunculan dalam berbagai jenis bangunan rumah tangga, bangunan pemerintahan , pertokoan, gedung kesenian, peribadahan dan sebagainya. Masa kelahiran karya-karya arsitektur seperti ini menandai masa perkembangan arsitektur ekletisme di Eropa. Eropa sendiri dipandang sebagai barometer ekletisme berpengaruhnya sampai keluar Eropa. Pengaruh yang begitu besar dari kebudayaan barat menjadi pembudayaan barat terhadap seluruh dunia atau dikenal dengan westerisme. Sudah sangat tipis perbedaan pengertian antara kebudayaan modern/modernisme dengan kebudayaan barat/westernisme. Selalu yang berasal dari barat dianggap modern, terlebih lagi bidang arsitekturnya. EKLETISME Pada masa abad ke 19 menjelang abad 20 di Eropa muncul dua kelompok masyarakat konsumen aritektur dan seni serta pemakainya yang berselisih paham dalam menuju dan mengikuti perjalanan arsitektur ke depan. Kelompok pertama, adalah revivalis, dimana kelompok ini menyarankan bahwa gaya arsitektur yang menjadi ciri arsitektur eropa adalah kembali kegaya atau langgam kuno (klasikisme, romantisme, Gothik dengan neo Gothiknya, Barok dan Rococo) karena menurut mereka inilah cermin arsitektur mereka sebagai identitas bangsanya (bangsa Eropa). Sementara ada kelompok lainnya adalah kelompok yang menentang konsep revivalis atau sebut saja anti revivalis yang beranggapan berbeda. Cara kelompok pertama menurutnya sama saja dengan kembali ke jaman kuno/lampau. Dengn kata lain menurut istilah kelompok anti revivalis ini, kisahnya baru tetapi bahasanya lama, ini basi. Kelompok kedua ini menghendaki pengembangkan arsitektur yang betul-betu baru. Artinya, tema atau kisah baru dengan bahasa yang baru pula. Dalam perjalanannya, kelompok antirevivalisme lemah dan mundur. Karena pada kenyataannya kelompok mereka ini banyak melakukan ketidaksingkronan konsep, langgam, gaya dan ditambah lagi pengaruh kekusaan Napoleon yang menginginkan kembali ke gaya arsitektur kuno –Ecoles des Beaux Art- yang menganjurkan arsitektur adalah seni semata. Periode ini merupakan era pancaroba , kekacauan, emosional perkembangan arsitektur dan belum menemukan prinsip jelas mana yang akan dituju. Ini sebetulnya akibat pertentangan dua kelompok diatas yang pada akhirnya ada kelompok ketiga yang berdiri diatas keduanya. Lahirlah kemudian gaya arsitektur yang kacau, tambal sulam campuran berbagai gaya yang dicomot disana sini untuk menandakan arsitektur seperti ini dalah gaya arsitektur lain dari yang lain atau lain dari biasanya. Inilah arsitektur ekletime seperti yang dijuluki oleh para ahli kritik arsitektur.Arsitektur ini sebenarnya tidak baru, tetapi boleh dikatakan tidak lama? Ekletisme adalah pancarobanya perkembangan arsitektur dunia yang berlangsung cukup lama dalam rentang waktu dari abad sembilanbelas sampai awal abad duapuluh. Keberhasilan bangunan raksasa baja sebagai sebuah keajaiban teknik arsitektur maupun civil engineering di Eropa tidak berlangsung diseluruh negara-negara maju. Ternyata kemajuan-kemajuan ini hanya seakan-akan diakui atau dihargai di Inggris dan Perancis saja, padahal dikedua negara itubaru memiliki beberapa arsitek saja. Dinegaranegara lainnya di Eropa masih berlangsung gaya klasik, meskipun sudah meiliki arsitek yang cukup maju antara lain Schinkel (Jerman) dan Cuypers (Belanda). Kehebatan Crystal Palace, Machine Hall tidak berlanjut alias mandeg. Penggunaan baja ikut tidak berkembang akibat kebutuhan menurun.Penggunaan baja justru berkembang pesat di Amerika Serikat, bahkan penggunaan baja mulai penerapannya pada bangunan-banguna bertingkat. Arsitek James Bogardus mendirikan gedung dengan empat lantai tingkat , memakai bahan besi tuang yang difrefabrikasi di New York. Menyusul kemudian Chicago dengan bangunan-bangunan menjulang tinggi (skyscrapper). Tahun 1865Amerika Serikat mendirikan Institut Technology of Massachuset (ITM) pertama kali, yang menandai dimulainya pembangunan kota-kota besar dengan menggunakan bahan baja. Inilah salah satu penyebab mengapa bangunan baja sangat berkembang pesat diluar Eropa walaupun bangunan-bangunan baja dipelopori oleh Eropa khususnya Inggris dan Perancis. Berikut ini beberapa contoh bangunan pelopor dalam penggunaan bahan baja di Amerika Serikat.Memang setelah diteliti dalam penerapannya, baja belum sepenuhnya dimanfaatkan. Artinya baja untuk struktur masih setengah hati. Barangkali keadaan ini karena belum begitu dihayatinya bajauntuk dipakai pada struktur bangunan tinggi. GedungMarshall Field Ware House, Guaranty Trust Building Buffalo, Reliance Building dan Carson Pierce & Scoot, boleh dikatakan cukup berperan mendorong berkembangnya bangunan bertingkat banyak berbahan baja dan memodernisasi arsitektur Amerika Serikat.

Marshall Field Ware House , Gedung ini dirancang oleh Henry Hobson Richardson, Chicago 18851887. Bentuk dan gayanya kental dengan ciri-ciri Romanik & Renaissance yang dicampur-campur (Ekletisme), menandakan masih kuatnya pengaruh tersebut, terlihat dari desain pintu jendela khas busur. Bangunan ini mengawali bangunan bertingkat di Amerika Serikat, disamping sebagai bangunan utilitas ramah dan sederhana. Gedung ini sudah dibongkar. Gambar kiri.

7.9
Guaranty Trust Building, 1894 – 1895, Oleh arsitek Louis A Sullivan, ini sebuah gedung perkantoran yang mendemontrasikan tingkat banyak, dengan kemampuan struktur dan konstruksi rangka baja (metal frame construction). Aliran ekletisme menjadi pasaran pada Chicago world fair tahun1893. Foto ini memperlihatkan penerapan prinsip-prinsip dasar menuju arsitektur modern. Ciri-ciri kesederhanaan (simplicity, mengambil adagium form follow function. Gambar sebelah kiri. Menandai kelahiran paham/gaya campur aduk/tambal sulam yang populer dengan julukan gaya ekletisme (arsitektur gaya gado-gado di Indonesia). Abad kesembilan belas akhir timbul pemberontakan-pemberontakan dibidang seni rupa khusunya seni lukis dan seni patung. Lahirnya lukisan-lukisan dan patung-patung beraliran abstrak juga terjadi pada abad ini. Di abad kedua puluh berlangsung dengan kental karya-karya arsitektur bercirikan : 1. seni tiga dimensi 2. ruang-ruang transparan 3. ruang-ruang interpenetrasi 4. Bangunan-bangunan berkesan ringan, ramping berkat pemakainan metal frame dan dinding kaca/glass. 5. Ditandai dengan pembanguna gedung-gedung bertingkat banyak (skyscrapper). 6. Adagium-adagium baru dipakai sebagai konsepsi desain bermunculan. Adagium Form Follow Function menjadi merk baru.

Reliance Building 1890 – 1895 Chicago, oleh Burham & Root, bangunan ber-frame baja, masih menggunakan batu kasar alami, untuk dasar kaca dan sebuah keramik putih.

7.2. arsitektur modern Memasuki abad duapuluh terjadi perkembangan dengan pesat, setelah diawali dengan kejadian-kejadian diabad akhir 18 memasuki abad 19 disemua bidang kebudayaan, terlebih lebih di bidang arsitektur. Keinginan untuk menggantikan arsitektur sebelumnya ke arsitektur yang modern sangat kuat.Peristiwa-peristiwa diabad duapuluh sempat menggoncangkan perobahan-perobahan kearah itu. Perang Dunia Pertama, 1911 – 1918 tak terhindarkan. Peperangan kapanpun dan dimanapun selalu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit dikedua belah pihak, ketimbang keuntungan yang diraih bagi sipemenang. Penghancuran budaya terjadi dikedua belah pihak. Hilangnya rasa kepercayaan – sebagai jembatan penghubung ke masa depan – membuat frustasi dalam menjalani kehidupan. Kerugian terbesar terjadi di bidang arsitektur. Kehancuran karyakarya master peace, kemegahan dan kebanggaan yang dibangun dengan pengorbanan waktu,beaya dan tenaga hasil dari kreatifitas seni tinggi, terlebih lagi demi gengsi terjadi dalam sekejap. Perang tidak lagi dapat ditahan untuk tidak saling mengalahkan/menghancurkan demi prestise, harga diri kehormatan yang berlebihan dan keinginan pada puncak kekuasaan untuk tidak didahului dikuasai. Pengakuan manusia satu lebih tinggi dari manusia lainnya atau bangsa satu lebih tinggi dari bangsa lainnya ternyata membawa andil besar timbulnya perang. Selama sikap ini ada, kemungkinan perang berikutnya tidak akan bisa dihindarkan. Diakhir peperangan tahun 1918 sudah terlihat ide-ide dan karya-karya menuju ke arsitektur yang lebih baruarsitektur modern/arsmo, dalam memasuki abad 20. Gejala-gejala ini terlihat misalnya di negara-negara kecil Eropa seperti Belanda dan Austria. F.L.Wright mpu-nya arsitektur modern sebelum perang sudah menunjukkan karya-karyanya yang modern dengan menerapkan konsep arsitektur yang akrab dengan alam. Perhatikan tampilan wujud rumah tinggal Robie House,1909 di Chicago, amat dekat dengan alam. Dunia seni mengalami pergeseran dari tahapan yang mulanya impresionisme ke aliran expresionisme. Dunia arsitektur yang sangat dekat dengan bidang seni/fine artt tidak luput dari pergeseran aliran tersebut. Sementara itu ada kelompok-kelompok yang berkeinginan untuk kembali ke alam/suasana yang tenang, aman yaitu yang dinamakan ke masa romantikisme. Paham ini tidak berlangsung begitu lama disebbkan munculnya aliran baru pop. Aliran yang menerima beton sebagai bahan bangunan yang sangat ideal untuk mencentuskan gagasan atau kreasinya. Arsitek yang yang juga seniman expresionisme tokohnya adalah Le Corbusier asal Perancis. Reaksi terhadap aliran ini segera muncul. Ada kelompok-kelompok yang dalam perencanaan-perencanaannya mengikatkan diri kepada bentuk-bentuk dasar geometris ketimbang bentuk-bentuk yang dianggap tidak menentu, tidak memiliki dasar konsep yang jelas. Aliran ini adalah kubisme, lahir di Belanda dari De Stijl. Aliran De Stijl memiliki ciri-ciri antara lain, dalam bidang seni lukis, teori-teori tentang warna baru dan kesan optik yang menguntungkan

Ringkasan Peritiwa pada masa Abad XIX Abad ini merupakan abad yang paling pendek bagi perkembangan arsitektur. Paham/gaya yeng berlangsung pada masa ini yang cukup kuat bertahan adalah paham klasikisme, romantisme, neo gothic dan ekletisme. Kempat aliran ini adalah warisan hasil lembaga pendidikan Ecoles des Beaux Arts. Masa ini juga ditandai dengan penggunaan bahan bangunan baru (bahan bangunan produksi mesin) dan kemajuan dalam sistem pelaksanaan bangunan. Munculnya kegiatan-kegiatan berupa pameran untuk hasil-hasil industri mulai tahun 1830-an dan seterusnya untuk memperingati terjadinya revolusi Perancis, melahirkan bangunan-bangunan, seperti : 1. Bibliotechque, di St. Senievieve Paris 1843-1850 2. Crystal Palace, Inggris 1850-1851 3. Eiffel Tower, Paris 1886 4. Machine Hall, 1889 Paris.

7.10
dikembangkan. Dapat dilihat pada karya seniman Teo van Doesburg dan Frits Mondrean. Sedang dalam bidang arsitektur, teori-teori dengan ide menembus dan adanya permainan bidang-bidang dalam menata suatu ruang fungsi, mencetuskan pandangan bahwa: dinding tidak harus mati, tapi ia dapat ditembus melalui warna, gelas atau kaca . Selanjutnya melahirkan arsitektur gelas&kaca. Kubisme dalam perkembangannya mendapat saingan dari aliran fungsionalisme. Aliran ini menyatakan ketidak setujuannya terhadap bentuk-bentuk yang diakibatkan oleh permainan bidang-bidang dari paham kubisme. Aliran fungsionalisme menginginkan kegunaan/manfaat/faedah harus dinyatakan dengan tegas dan pas dijadikan konsep atau dasar-dasar perencanaan. Kelompok ini menjadi kuat dengan berdirinya Bauhaus di Dessau,Jerman oleh Walter Grophius. Di bidang politik juga mengalami perubahan terutama yang terjadi di negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan lawannya Rusia. Pada masa ini persaingan arsitektur sangat keras akibat perbedaan politik kedua negara. Amerika dengan terapan arsitektur organiknya yang alami dan lemah lembut, sementara itu Rusia menerapkan konstruktifisme yang mengedepankan kekokohan, kekuatan dalam ukuran-ukuran raksasa/besar. Diluar dua aliran itu ada tanda-tanda paham arsitektur yang perancangan-perancangannya atau ide-idenya sudah menjangkau jauh kemasa depan/utopis dan ini agak bertolak belakang dengan kubisme. Dari berbagai aliran arsitektur yang ada seperti yang telah disebutkan, bisa dikelompokkan kedalam tiga aliran besar perkembangan arsitektur abad dua puluh. Pertama, kelompok aliran arsitektur organik/ Organic Architecture boleh dikatakan merancang arsitektur dengan mendekatkan diri kealam, arsitektur seperti ini dianggap berkiblat kemasa lampau. Kedua, kelompok aliran arsitektur kubisme /Cubism Architecture , rancangan-rancangannya berkiblat kemasa yang sedang berlangsung atau ke masa kini. Ketiga, kelompok aliran arsitektur futuristik atau Utopian Architecture, para arsitek kelompok ini gagasan atau ideidenya sudah menjangkau jauh kedepan. Mereka merancang dunia dalam arsitektur dimasa depan. Kadang-kadang kelompok ini tergolong terlalu utopis/penghayal yang menyebabkan hasil rancangannya sulit dilaksanakan. Ketiga aliran besar dalam dunia arsitektur ini, tetap tidak keluar dari dasar-dasar pengetian terhadap tafsiran asasasas arsitek abad pertama Vitruvius Pollio yaitu, asas fungsional-struktural-dan aestetis atau kekuatan, fungsional, kenyamanan/keindahan. Didalam bahasa latinnya terkenal dengan istilah firmitas,utilitas dan venustas). Sebelum munculnya arsitektur modern (arsmo), arsitektur sebelumnya yang menjadi tradisional yaitu arsitektur klasik sudah sangat melekat di Eropa dan diwilayah-wilayah jajahannya. Ciri-ciri klasik sangat ditentukan oleh langgam-langgam doric, ionic, korintia Yunani dan etruscan, komposit roman architecture. Materi tradisi yang ditentang oleh arsmo adalah tidak lebih, dari urutan sebagai berikut: • Doktrin klasik harmoni, simetris, order (komposisi,proporsi) klasik &langgam klasik. • Bila seluruh urutan tersebut dinamakan teori arsitektur klasik, maka teori itulah yang ingin diperbaharui oleh arsmo. • Yang pertama kali harus dirubah adalah latar belakang historinya yaitu doktrin klasik. Dalam hal ini masyarakat diajak untuk mengetahui mana komposisi yang indah dan mana tidak, juga tahu kapan dan dimana komposisi itu dipakai. Sejak itu terbukalah peluang bagi arsitek untuk benar-benar berperan sebagai penyususn komposisi yang indah dan bertanggung jawab sepenuhnya atas karyanya. Arsitek adalah seorang penafsir aspirasi masyarakat untuk diekspresikan kedalam komposisi yang disusunnya dan bertanggung jawab sepenuhnya pada dirinya. Tokoh-tokoh individu dalam arsitektur modern setelah revolusi industri mendobrak pandangan-pandangan lama dan berperan dalam penggunaan bahan baja, besi dan beton, memunculkan nama-nama arsitek dari beberapa negara seperti, Louis A Sullivan dari Chicago, H.P.Berlage dari Belanda, Henry van de Velde dari Belgia dan Otto Wagner dari Wina Austria. Mereka-mereka ini boleh dikatakan sebagai pembuka jalan menuju kearah perkembangan arsitektur modern. Dari keempat tokoh pembuka jalan ini dapat diketahui hal-hal yang dilakukan dalam memodernisasi perkembangan arsitektur dunia misalnya mulai dari :

Louis A Sullivan Memperkenalkan Prinsip-Prinsip : FORM FOLLOWS FUNCTION, SKYSCRAPPER

Perubahan itu pertama kali dilakukan oleh Claude Perrault (1613 – 1688). Ia seorang dokter asal Perancis yang menjadi arsitek (1683), menurutnya: kita bisa menyenangi suatu formasi obyek visual tanpa latar belakang apapun selain rasa senang itu sendiri. Orang lebih menyukai obyek visual ketimbang obyek dengar(audio). Ini harus ada yang dapat menjelaskan. Menurut Perrault hal itu dapat diselesaikan dengan membagi aspek keindahan kedalam dua jenis yaitu keindahan positif dan keindahan arbitrer.

Yang dimaksud keindahan positif adalah suatu komposisi yang didasarkan pada tiga asas komposisi klasik. Sedangkan keindahan arbitrer adalah mode/fashion yang dimanifestasikan kedalam bentuk komposisi yang disesuaikan dengan aspirasi yang berkembang dimasyarakat pada periode yang bersangkutan.

Memperkenalkan prinsip-prinsip adagium/slogan form follow function dan berhasil dalam menentukan arah penggunaan baja untuk gedung-gedung bertingkat banyak/bangunan tinggi atau bangunan skyscrapper. Menurutnya, bangunan bertingkat banyak sebaiknya terdiri dari pembagian lantai tingkat yang disesuaikan dengan tuntutan fungsi tingkat yang dikehendaki, dan L.A.Sullivan membaginya kedalam tiga pemenggalan. Pada bagian lantai tanah/ground floor sebaiknya difungsikan untuk pencapaian/access kegedung dan kelantai tingkatnya atau untuk information. Pada bagian typical floor/tipe lantai tingkat baru difungsikan untuk wadah kegiatan-kegiatan utama apakah untuk perkantoran, pertokoan atau sejenisnya. Sedangkan pada bagian top floor/lantai atap atau roof floor bisa difungsikan sebgai service dan utility. Hal-hal lain yang juga ditegaskan adalah mengenai vertikal karakter, bisa didapatkan dengan membuat bidang-bidang horisontal diletakkan diambang bawah jendela agak masuk kedalam atau dengan melakukan set back, seperti pada gedung Guaranty Trust Building, 1894-1895.

7.11
Guaranty Trust Building, 18941895 Louis A Sullivan. Sebuah bangunan perkantoran yang mendemontrasikan banyak tingkat dengan kemampuan struktur /konstruksi rangka baja/metal frame construction. Aliran ekletisme menjadi pasaran pada Chicago world fair tahun 1893. Terapan prinsip Arsitektur modern. Hendrik Petrus Berlage Amsterdam Commodities 1898-1902

Otto Wagner, Majollca House Keindahan konstruksi dan bentuk harus berdasarkan kepada sifat dan karakter bahan bangunan yang dipakainya.

H.P. Berlage

Otto Wagner

Henry v.d.Velde

Henry van de Velde antara lain mengatakan, The compelete useful obyect, wich is created according to the principales of rational and logical construction, fulfiles the first condition of beauty, architecture the very essence of beauty. Karyanya antara lain Werkbund Theatre di Keulen Jerman tahun 1914.

H.P.Berlage , bersama-sama dengan Henry van de Velde, Otto Wagner berpendapat bahwa keindahan konstruksi dan bentuk harus berdasarkan kepada sifat dan karakter bahan bangunan tersebut. Contohnya, pada Amsterdam Bourse (Gedung Bursa Amsterdam) 1898-1902 karya H.P.Berlage dimana bahan bata dikombinasikan dengan metal dan kaca untuk memberi kesan Romanesque. Dinding bangunan dibiarkan polos, pilar-pilar tanpa kepala tiang (kapitel) dan dekorasinya struktural.

Kempat arsitek ini berada pada masa peralihan dari abad kesembilanbelas ke abad duapuluh sehingga karyakaryanya sering dikatakan sebagai karya pembuka jalan atau tokoh arsiteknya sebagai tokoh pemula menuju arsitektur abad duapuluh atau arsitektur modern.

7.12
Arsitektur Modern Tokoh dan Karyanya (Master and Modern Architecture) Tokoh-tokoh pemula seperti L.A.Sullivan, H.P.Berlage, Henry v.d. Velde dan Otto Wagner mempunyai andil yang besar dalam merangsang dan mendorong terbukanya jalan menuju arsitektur yang lebih maju/modern dalam memasuki abad duapuluh. Dari tokoh-tokoh pemula kemudian lahir tokoh-tokoh baru atau pionir/pelopor yang dikenal dengan julukan Dewa Arsitektur Modern/Master of Modern Architectures. Dewa arsitektur ini kemudian mengembangkan arsitektur yang lebih baru memiliki konsep yang lebih jelas. Pertimbangan-pertimbangan ilmu dan teknologi sudah nasuk pada tahapan proses perancangan. Arsitektur tidak lagi semata-mata berorientasi ke seni semata seperti semarak dengan hiasan ornamen, relief, refleksi-refleksi subyektif tetapi arsitektur kini adalah bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada tahun 1928 berlangsung Congres Internationaux d`Architecture Moderne (CIAM) dijelaskan persamaan tujuan, metode, teknik dan teori estetikabaru dari arsitektur modern, suatu pertanda bahwa arsitektur modern mulai mempunyai pengaruh di dunia. Hasil kongres ini yang terpenting adalah mampu mengeluarkan pernyataan bahwa: Arsitektur Modern adalah pernyataan jiwa dari suatu masa, dapat menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan ekonomi yang telah ditimbulkan jaman mesin pada waktu itu, yaitu dengan mencari keharmonisan dari elemenelemen modern serta mengembalikan arsitektur pada bidang yang sebenarnya (ekonomi, sosial dan kemasyarakatan) yang secara keseluruhan siap melayani umat manusia Perjalanan arsitektur modern pada rentang waktu abad duapuluh karya-karya arsitektur yang muncul amat bervariasi dan peranan individu arsitek memberikan warna sebagai sebuah sebagai sebuah bukti ketokohan dan kekuatan pengaruhnya dimasa abad duapuluh. Warna-warna arsitektur modern dapat dipilah-pilah kedalam tiga gelombang/generasi perkembangan. Arsitektur Modern Generasi Pertama berlangsung antara 1900 sampai terjadinya perang dunia pertama (1911-1918). Arsmo generasi kedua berlangsung antara perang dunia pertama sampai dengan tahun 1950-an, setelah itu memasuki arsmo gelombang ketiga dari tahun 1950 sampai dengan tahun 1970-an. Arsitektur gelombang ketiga menonjolkan gaya arsitektur universal yang dikenal dengan sebutan International Architecture Style. Apa yang terjadi setelah tahun 1970-an keatas? Para arsitek penentang arsmo mengatakan; arsmo telah mati, sudah tidak modern lagi sudah ketingalan jaman dan harus segera ditinggalkan untuk digantikan oleh gaya yang baru dan lebih maju. Siapa dan apa yang sudah dilakukan dalam mengembangkan arsitektur dalam memasuki abad duapuluh sehingga mereka-mereka ini dijuluki dengan predikat terhormat sebagai dewanya arsitektur modern atau Master of Modern Architecture? Mereka-mereka ini berasal dari berbagai negara dari benua Eropa dan Amerika Serikat dan memiliki prestasi yang gemilang baik dalam merancang, konsepsi-konsepsi serta pengikut-pengikut yang sealiran. Maka diantaranya kemudian dikenal nama-nama empat dewa arsitektur modern yaitu Frank Lloyd Wright, Charles Edward Jeanneret, Ludwig Mies van de Rohe dan Walter Adolf Gropius terutama pada masa-masa pertama arsitektur modern. Tokoh-tokoh lain yang tak kalah populernya juga bermunculan bahkan Frank Lloyd beberapa diantaranya berasal dari Jepang mewakili Asia. Wright Salah satu Dewa Arsitektur Modern / Master of Modern Architecture Arsitek kelahiran Richland Center, Wisconsin Amerika Serikat. Ia seorang sarjana teknik sipil yang profesional dalam bidang arsitektur. Gelar sipilnya diperoleh pada Universitas Wisconsin tahun 1884. Dalam perjalanan kariernya dalam bidang arsitektur, diawali dengan bekerja magang pada beberapa arsitek yang sudah punya nama. Antara lain dengan J.L. Silsbee, Adler dan kemudian dengan L.A.Sullivan. Menurut F.L.Wright Sullivan adalah sosok arsitek yang dikaguminya sekaligus dianggap sebagai gurunya. Saat itu Sullivan sudah terkenal. Sebagai arsitek profesional, Frank L.Wright telah menghasilkan karya-karya desain mencapai 750 buah. Karyanya yang terakhir adalah museum Guggenheim. Dalam masa perjalanan arsitektur modern (arsmo) ia berperan mulai dari generasi pertama dan menonjol pada generasi kedua dengan paham Internasional Style yang pada waktu itu mulai mewabah. Pada akhirnya tokoh Chicago School ini menemukan cirinya sendiri yang khas dan memberi trade mark kedalam semua karya-karyanya dengan mempromosikan Organic Architecture atau arsitektur organik (Arso). Apa katanya mengenai arso ? “ Arsitektur organik (arso) pada intinya dimaksudkan sebagai konsep rancangan arsitektur yang sangat demokratis dan idealis yang memperjuangkan makna akan kebebasan yang murni. Idealis dalam pengertian arsitektur sesungguhnya adalah pola alami, bukan sesuatu yang mati atau tidak memiliki roh, tetapi didalamnya ada kehidupan sesuai dengan perputaran lam yang selalu mengikuti siklus sebuah sistem lahir hidup dan mati.Identik dengan hidupnya tanaman tumbuh secara selektif – ekologis, mengikuti potensi alam yang juga sebuah sistem. Arsitektur itu dirancang untuk dibangun (lahir), kemudian dihuni/difungsikan/dioperasionalkan (hidup) dan selanjutnya lenyap atau dirombak, dibongkar (mati) karena harus sudah digantikan oleh yang lainnya akibat usia, disfungsional, atau sebab lainnya. Demikian seharusnya karya sebuah arsitektur yang dilandasi oleh konsep organik.Organis karena lahir dari konsepsi penyatuan antara konstruksi dan bentuk-bentuk dari alami”. Pada kenyataannya konsep arso hanya cocok penerapannya didaerah pedesaan/rural yang masih alami. Rancanganrangan arso akan semakin kuat bila mendapatkan tapak/site, lingkungan potensial alamiah terlebih lagi struktur tapak yang menantang. Hal ini dapat dilihat dari karya-karya master piece-nya seperti Falling Water, Taliesin West, Robie House yang sebagian besar berupa hunian. Pada bangunan-bangunan ini benar-benar arso dapat diterapkan secara murni, sepenuhnya. Ini adalah harga sebuah kepuasan tersendiri arti dari penerimaan sebuah konsep. Pada gelombang pertama konsepsi-konsepsi Frank belum begitu matang, baru pada gelombang kedua, melakukan pematangan dengan menekankan pada detail-detail yang cermat dan dibarengi dengan banyak menulis. Di tahun 1825, Frank melibatkan diri dengan menangani proyek-proyek pemerintah maupun swasta. Tokoh ini disamping sukses dengan arsonya juga tidak luput dari kritik negatif, terutama terhadap karya-karyanya yang mengambil lokasi di perkotaan. Bangunan bertingkat banyak Frank juga tidak lepas dari kritikan negatif. Barangkali keadaan seperti ini disebabkan oleh arus perkembangan arsitektur gelombang kedua yang sedang dalam proses pematangan diri. Frank mempunyai banyak pengikut dan karya-karyanya dikagumi masyarakat dunia, walaupun kritik tetap berlangsung hal yang wajar untuk suatu karya profesional. Menjadi terkenal dengan karya/design-design rumah tinggal, sedang sumbangan terhadap bangunan utilitas relatif kurang beberapa diantaranya adalah:

• •

Unity Temple, Dark Park, Illinois sebuah bangunan gereja Larkin Building, bangunan perkantoran

7.13 •
Imperial Hotel Tokyo, kritikus arsitektur menyatakan karyanya ini dianggap keluar dari konsepnya sendiri.

Dari sekian karyanya, yang cukup terkenal adalah dengan sebutan Prairie House. Konsepsi F. L. Wright dipengaruhi oleh L. A. Sullivan pencetus adagium form follow funtion dan arsitektur tradisional Jepang. Organisasi aneh, Frank “ apa yang perlu dihubungkan antara arsitektur dengan alam”. Dari konsep-konsep kedekatan dengan alam, F. L. Wright pada jamannya, dianggap tokoh yang menyimpang dalam sejarah arsitektur. Frank menganggap bahwa dekorasi akan terlahir dengan sendirinya dimana warna bahan dan texture merupakan elemen dekorasi seperti pada Price Tower, Bartlesville, Oklhoma California 1955. Museum of Abstract Art, New York, 1959 atau Solomon R. Guggenheim Museum di boulevard New York menjadi teridentifikasi akibat bentuknya amat sangat berbeda dari sederetan gedung yang mirip serupa. Taliesin West, masih rancangan rumah tinggal Frank, perwujudannya mendekati sebuah biara, dilengkapi dengan zone pendidikan organik, pada zone studionya mendekati wadah aktifitas kehidupan komune seperti di Rusia dan China. Karya-Karya Frank Lloyd Wright Robie House Adalah sebuah rumah tinggal karyanya pada generasi pertama yaitu tahun 1909. Rumah ini terletak di Chicago, inilah sebuah rancangan yang akrab dengan alam lingkungannya. Garis-garis horisontal yang dibentuk akibat list plank, tembok tepian yang, tidak menghiraukan atap terkesan sangat kuat. Aksen vertikalnya ditunjukkan melalui semburan cerobong asap. Ruang keluarnya sangat mengena, apalagi bahannya, bahan-bahan alami yang ditelanjangi/expose . Permainan gelap terang cahaya alam yang jatuh ke dinding dimungkinkan karena adanya overstek/tritisan lebar, kantilever atap limasan yang berani ditambah penataan tanaman yang se-bahasa dengan bangunan dan bahannya. Semua itu menjadikan Robie House contoh rancangan yang berasal dari alam. Ini sesuai dengan cita-cita arsitektur organik (arso)-nya F.L.W. Penataan material dengan konsep expose ditambah kemahiran memilih dan meng-konstruksi ke dalam beberapa jenis material produk adalah ciri setiap karya-karyanya. Perhatikan gambar berikut:

Falling Water Juga Sebuah rumah tinggal dibangun untuk Kaufman di BearKun – Pensylvania pada tahun 1936. Bangunan ini menunjukkan keberanian struktur sebagai bukti bahwa perancangnya memahami betul teori struktur secara eksak ilmiah. Pada bangunan ini mengangkat perpaduan yang harmonis berbagai elemen baik antara alimiah-buatan, kelembutan dengan kekerasan keaslian dan permainan kreasi yang apik. Dengan demikian potensi bangunan, pepohonan, Cadas/karang dan air yang mengalir dan gemercik menjadi satu kesatuan sebuah sistem kehidupan.

Robie House tampak dari depan, latar alami Robie House Penerapan organik arsitektur yang akrab lingkungan (lihat juga gambar berikutnya), penonjolan bidang/garis horisontal, dengan aksen vertikal dari cerobong asap

Sketsa persfektif Falling Water Tampak Depan

7.14
alliesin West Sebuah rumah tinggal sekaligus studionya Frank, komune organik di Poenix, didaerah rural Arizona tahun 19371940. Disini F.L. Wright sudah memperlihatkan kematangannya dan konsekwenannya dengan ARSO. Penyatuan yang lebih sempurna antara ruang luar yang alami dengan ruang dalam/interior dengan ciri artifisialnya. Bahan alam, buatan, bentuk rancangan kursi, meja, atap dan sebagainya lahir dalam satu konsep. Tidak menjadi keharusan bidang-bidang tegak lurus satu sama lain, demikian juga sampai kepada flapond/ceilingnya. Merupakan bangunan perkantoran bertingkat banyak terletak di Bartlesville Oklahoma Amerika Serikat (th. 1955) tergolong perintis arsitektur rasional dunia industri maju, tetapi tampak bahwa selera romantiknya belum hilang. Berbeda dengan gedung-gedung bertingkat banyak lainnya yang hampir selalu bersudut 90o. Pada karyanya inilah dikatakan F.L. Wright tidak mampu dengan arsitektur organiknya. Arsonya terasa dipaksakan, bandingkan dengan skyscrappernya Mies van de Rohe. Ada pertentangan antara tuntutan efisiensi mengharuskan sudut bidang serba 90 derajat dengan konsep akrab lingkungan dari arsitektur organik (arso).

Tidak perlu sudutsudut 90º
Tampilan Price Tower di lingkungan jalan sekitarnya Antara Price Tower dengan Seagram & Son Building Adalah antara F.L.Wright dengan Mies V.D.Rohe Solomon R. Guggenheim Sebuah gedung museum seni abstrak terletak di Fifth Avenue New York, karyanya sekitar tahun 1959. Bentuk seperti itu terinspirasi dari bentuk mahluk hidup di alam seperti kerang nautilus, dari atas terlihat sangat dramatis. Berdiri di jalan raya pemandangannya amat sangat kontras dengan gedung-gedung lainnya yang seragam berbentuk balok-balok kubus berjejer berbaris dengan rapinya. Kekontrasannya ini justru menjadikan Guggenheim mudah dikenal. Gedung ini dikatakan sebagai karya terakhir Frank Loyd Wright, sumbangannya pada generasi ketiga perjalanan arsitektur modern. Para pengeritiknya berkomentar inilah suatu kegagalan dari sebuah konsep, terasing pada lingkungan yang sudah tidak alami.

Tampak luar (exterior) Taliesin West Konstruksi, concrete with timber frame canvas roof

Sudut-sudut tidak menjadi keharusan siku-siku

Price Tower

7.15
Tampak Depan/Front Elevation Pintu Masuk Utama Guggenheim

Le Corbusier (Chales Edward Jeanneret) 1887-1965 Salah satu dewa arsitektur modern/Master of Modern Architecture

Awalnya Corbu adalah seorang pelukis aliran kubisme generasi pertama.Tahun 1903 ia mulai berexprimen dalam bidang arsitektur sebagai perancang rumah tinggal dan juga aktif menulis tentang teori-teori arsitektur. Idealisme Corbu (nama populernya) disebutkan dalam tulisannya Machine A Habiter sebagai berikut : … bahwa sebuah rumah dapat diidentikkan dengan sebuah mesin/machine untuk dapat dihuni , sebagai suatu analogi mekanik dalam arsitektur Dan mesin sendiri adalah lambang dari dinamika dan alat untuk menciptakan harmoni dan keteraturan hidup. ….. Perencanaannya terus berkembang ke sekup yang lebih luas ke perencanaan kota, dan ia juga sebagai peletak dasardasar yang kuat tentang paham fungsionalisme dan terkenal dengan pernyataannya : “ bahwa segala apa yang dibutuhkan manusia, seharusnya didasarkan kepada bentuk dan ukuran manusia itu juga. Arsitektur semestinya melayani (berfungsi) sebagai pelayan manusia”. Melalui hasil karyanya Le Pavillios de L`esprit, 1925 sewaktu diadakannya pameran struktur, berani dan berhasil memproyeksikan lima dasar pemikiran dalam dunia arsitektur mendatang.

Bentuknya sangat dramatis sehingga mudah dikenal Sketsa Interior dan potongan melintang Guggenheim dan menjadi sangat kontras dengan Gedung-gedung sekitarnya yang segi empat berbentuk kubus atau balok (gambar atas dan samping)

Skyligh t, usaha memasu k kan sina r alami
Ram melin gkar

1. 2. 3. 4. 5.

The Free standing support, bentuk bangunan boleh bebas disangga oleh tiang-tiang, pada bagian bawahnya difungsikan sebagai misalnya untuk pedestrian. Independence of wall frome the frame, dinding-dinding merupakan panil-panil atau elemen-elemen yang dapat lepas dari kerangkanya, dindingnya dan kerangka tidak usah mati atau saling terikat. The Free Plan, penacangan-perancangan yang bebas dalam mencari ide gagasan-gagasan denah. The Free Façade, permukaan exterior bangunan bukan lagi semata-mata expresi dari kerangka didalamnya, melainkan suatu bidang datar yang kokoh.

The roof garden, atap yang datar dapat dimanfaatkan atau difungsikan sebagai taman diatas atap atau sebagai roof sculpture (roof garden and roof sculpture). Atas pandangannya ini ada yang menggolongkan Corbu sebagai penganut aliran kubisme, karena ide-idenya mirip dengan paham yang diajarkan/dikeluarkan De Styl. Seorang rekan Corbu yang pemahat modern Amerika yaitu Constantino Nivella berpendapat tentang Corbu di tahun 1970-an sebagai berikut : … cara pendekatan yang dilakukan corbu dalam menghadapi suatu masalah pendekatannya sangat artistik sekali. Ia biarkan idenya berjalan dan yang pikirkan hanyalah FORM (bentuk). Dengan keakhlian yang dilatarbelakangi seniman lukis dan pahat, kemudian belajar dan berexprimen dalam bidang arsitektur sangat membantu membentuk ruang dan bidang, dibandingkan dengan gambar-gambar berskala. Corbu sangat peka terhadap ruang berkat kerja kerasnya dalam penyelidikan-penyelidikan tersebut diatas.

7.16
Pada tahun 1914 idenya dalam industri bangunan ide-idenya meluas dan dapat disejajarkan dengan jenis-jenis industri lainnya. Karya-Karya Corbu/Le Corbusier Karya tulis dalam bidang arsitektur yaitu Verns Une Architecture/To Ward New Architecture, banyak mengungkapkan filosofi Corbu sendiri. Bukunya Le Modulor, mengulas dan menekankan modul yang diambil dari antropometri manusia(ukuran-ukuran yang diambil dari bagian-bagian tubuh manusia). Penampilan wujud bangunannya lebih cendrung mengikuti adagium form follow form. Karya desain arsitekturnya cukup banyak dan beberapa diantaranya adalah berikut ini.

Le Corbusier Notre Dame Du Haut Ronchamp, tidak mengungkapkan kesan vertikalisme, yang menonjol adalah garis-garis serta bidang-bidang lengkung, kengganan akan pakem tegak lurus siku-siku.

Villa Savoye Top Floor-nya dipergunakan sebagai roof garden, sebagai teras atap (atas) Spiral Stairs (samping kiri)

Notre Dame Du Haut Ronchamp (atas) Tampak Belakang (samping kiri)

Le Corbusier Villa Savoye Tangga melingkar

Gambar Rancangan Tampak depan , tampak samping dan potongan Villa Savoye Le Corbusier

7.17
Le Corbusier High Court Building Chandigard India

Le Corbusier Carpenter Center

Ludwig Mies van de Rohe Salah satu dewa arsitektur modern/ Master of Modern Architecture

Le Corbusier Unite d`Habitation

Salah seorang dewa arsitektur modern kelahiran Jerman. Mula-mula sebagai murid Peter Behren, sejak tahun 1919 mencari jalannya sendiri dengan mempertajam pengetahuan tentang arsitektur modern/modern architecture design. Dalam perjalanan kariernya dibidang arsitektur Mies dikenal sebagai bapak arsitektur International style yang berkembang di Amerika Serikat sejak ia resmi menjadi warga negara Amerika Serikat tahun 1937 akibat pelariannya dari kejaran tentara Nazi Jerman sebagai negara asalnya. Sewaktu di Jerman bersama-sama dengan Walter Gropius ia menanamkan benih-benih keindahan yang mereka sebut sebagai estetika rational kemudian dikembangkan di Amerika Serikat. Penekanan karya-karyanya didasarkan atas konsep flowing space divided by only free standing walls. Dari pemahaman ini desain-desainnya akan memperlihatkan permainan struktur yang diperlihatkan dengan jelas, nyata dan terang. Dinding berdiri bebas tanpa terpengaruh oleh keteraturan tiang . Kehidupan manusia merupakan sebagian dari alam , pernyataan ini merupakan ciri pengikut Frank Loyd Wright, tetapi dalam rancangan-rancangannya keduanya sangat kontras. Sebuah slogan Less is More merupakan pegangan sebagai landasan pijak yang dia terapkan dengan tegas dalam setiap karya arsitekturnya. Dengan slogan ini ia mengembangkan suatu tampilan gaya arsitektur telanjang /expose, tanpa tempelan, tanpa ornamen. Kekuatan, kehebatan dan keindahan justru terlahir dari sistem strukturnya. Mies melakukan batang-batang kerangka baja yang menjadi struktur utama, sebagai elemen-elemen visual. Ia membawa kerangka konstruksinya keluar bangunan, kemudian mewujudkan dan mengisinya dengan elemen-elemen pre fabrikasi. Gaya arsitektur Mies adalah cerminan dalam kesederhanaan bentuk/ simplicity in form sebagai kosekwensi less is more yang dipegang teguh. Untuk menghadirkan keindahan tampilan justru ia punya prinsip dasar keindahan modern yaitu dibalik kesederhanaan itulah memunculkan keindahan. Untuk itulah ia harus cermat dan teliti dalam

7.18
detail dan sangat terampil dalam praktek. Menurutnya makin sedikit semakin baik/less is more itulah sebuah karya arsitektur. Melalui konsep-konsepnya tersebut arsitektur Mies adalah sebuah puisi rasional. Dia berhasil membawa arsitektur kekancah industri. Ini sesuai dengan kecendrungan pola hidup masyarakat modern, terutama pola hidup bisnis kaum bermodal (kaum kapitalis), yang serba ingin cepat, tepat, rasional, efektif dan efisen. Dengan cepat arsitektur Mies-an ini melanda kota-kota industri yang berbasis bisnis dan gelombangnya masih bisa dirasakan hingga kini. Mien Van de Rohe juga memperkenalkan gaya arsitektur dengan istilah Architecture of Steel and Glass. Gaya ini menggunakan bahan utama baja sebagai struktur dan kaca sebagai dinding. Baja dan kaca berhasil dipadukan secara harmonis tentu dituntut pengerjaan dengan teliti rapi dan terampil dan ini adalah kelebihan Mies. Masih menurutnya, kepekaan arsitek dapat diketahui dari peranan komposisi, harmoni, sedang peranan dinding/wall hanya sebagai tirai/curtain mempunyai fungsi yang fleksibel. Dari Curtain wll lahir konsepsi universal space. Penerapan konsep ini telah diterapkan pada rancangan rumah tinggal Tugendhat House di Cekoslovakia dan kini bangunan itu menjadi gimnasium. Ciri-ciri khas karya arsitektur Mies van de Rohe pada hampir semua desainnya; berkesan ringan, bentuk-bentuk persegi panjang mendominasi denah dan juga tampak. Bahan bangunan glass/kaca dikonstruksi dengan struktur dari besi/baja. Keteraturan bentuk sangat kentara, mengejar gelap dan terang dengan memanfaatkan penyinaran matahari. Dinding-dinding sangat minim, cermat dan teliti dalam detail-detailnya. Mies sebelumnya adalah seorang furniture designer. Dia meninggal tahun 1969. Beberapa karya arsitekturnya antara lain; • Barcelona Pavillion • Fransworth House, sebuah rumah tinggal tahun 1950 • Seagram & Sons Building, bangunan perkantoran 1955 – 1957, New York • Illinois Institut of Technology, 1962 Chicago • Lake Shore Drive Housing, sebuah apartemen, 1950 Chicago • New National Gallery, Berlin Jerman.

Mies van de Rohe Barcelona Pavillion

7.19

Mies van de Rohe Institut of Technology Illinois Mies van de Rohe& Philip Johnson Seagram Building & Son, New York 1955-1957 Amat sangat berbeda dengan Price Tower

Mies van de Rohe Tugendhat House (Atas) Tampak Depan (Samping kiri) Potongan denah tiga dimensi

Walter Adolf Gropius Salah satu dewa arsitektur modern/ Master of modern architecture

Figur ini digolongkan sebagai bapak arsitektur modern salah satu dari empat dewa/master arsitektur modern. Sebagai pimpinan Bauhaus menurutnya arsmo tidak akan keluar dari empat faktor utama dalam proses perancangan.

7.20 1. 2. 3.
Art, rasa akan keindahan, karena arsitektur adalah karya visual. Craft, dimaksudkan sabagai material, hasil dari olah akal.

Ratio (akal,pikiran). Machine, dalam hal ini adalah teknologi. Pada gelombang ketiga arsmo yaitu di tahun 1960-an Gropius mewujudkan konsep kerja team work design kedalam proses perancangan arsitektur dan terus berlansung seperti hingga kini. Dimasa sekarang sesuatu yang tidak mungkin menggarap proyek rancangan arsitektur tanpa sistem kerja team work design (kerja tim interdisipliner). Terlebih lagi dalam menggarap proyek-proyek berskala besar dan kompleks. Bauhaus sebuah gedung dengan bentuk biasa-biasa saja sangat sederhana. Sebagai sebuah pabrik sekolah dari sinilah pendidikan arsitektur itu berlangsung. Keberhasilan Gropius dalam pendidikan arsitektur yang dikelolanya mampu mencetuskan ide-ide bahwa, Art and Technic harus dipadukan untuk mendapatkan karya arsitektur yang baik untuk mencapai kesatuan /unity. Ini dipakai sebagai dasar konsep seni arsitektur modern yang kreatif.. Team work merupakan bentuk kerja sama dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu. Kerja tim ternyata diilhami oleh Williem Morris. Morris terkenal dengan pertimbangan art and craft movement, anggapan mesin menguasai segalanya. Tahun 1933 Gropius pergi ke Amerika Serikat, Bauhaus akhirnya ditutup. Di Amerika Serikat Gropius membentuk The Architects Collaborative (T.A.C.) tahun 1945 dari sini meneruskan dan mengembangkan ide-ide dan konsepkonsep sebelumnya. Pada generasi pertama arsitektur modern , Gropius dan Adolf Meyer melakukan penegasan atas bagian-bagian struktur dan non struktur. Struktur yang bukan dinding pemikul, struktur kolom dan rangka dikreasi dengan menyembunyikannya dibalik dinding kaca. Pemecahan atap-atap datar dan dinding didominasi dari bahan kaca. Dinding kaca ibarat korden/glass curtain walls . Walter Gopius adalah seorang tokoh yang ingin menginternasionalkan arsitektur. Ini terlihat pada bangunan Fagus Shoe Factory, Model Factory Werkbund Exibition, juga perumahan rakyat Siemen Stadt. Pada generasi kedua arso, dia bereksprimen dalam pendidikan arsitektur, tahun 1919 diangkat sebagai direktur sekolah Walmer Art and Craft School, sebuah sekolah seni dan kerajinan menggantikan Henry van de Velde. Di tahun 1923 Gropius mendirikan Bauhaus di Dessau dan dari sinilah dia memulainya sehingga kemudian dikenal sebagai tokoh master dimasa perkembangan arsitektur abad duapuluhan. Sebagai bapak pendidikan Bauhaus, Gropius disamping Le Corbusier, dianggap mampu memimpin arsitektur dunia sampai saat ini. Di Indonesia tidak ada satupun lembaga pendidikan arsitektur yang tidak dipengaruhi oleh konsep bengkel kerja Bauhaus dalam pelaksanaan studio perancangan. Masing-masing analisa progran Gropius terbaca pada tulisannya tahun 1910 berjudul, Program for the entablishment of company for the provision of housing on aesthetically consisten principles. Konsepsi Gopius sepenuhnya bersifat teoritis bentuk-bentuknya dikenal tidak bermerek. Memegang prinsip-prinsip International Style yaitu pengulangan-pengulangan penahan sinar dan warna. Ketenaran Gropius justru setelah berkarya sampai ke Arab seperti Univercity of Bagdad, Irak dan kedutaan-kedutaan Amerika dibeberapa negara. Bauhaus sebagai pabrik sekolahnya Walter Gropius

Walter Adolf Gropius Gedung Bauhaus

Bauhaus diambil dari samping atas hasil rancangan Walter Gropius

7.21
Sebagai contoh. …kantor-kantor di Singapura sepintas kelihatan sama dengan kantor-kantor di Jerman atau di San Fransisco. Dalam dunia arsitektur langgam ini benar-benar melahirkan perwujudan arsitektur yang bersifat universal,tidak dibatasi oleh paham politis, geografi negara masing-masing baik di Eropa maupun di Amerika Serikat. Ada kesamaan umum/ciri dalam bentuk arsitekturnya misalnya akibat pemakaian bahan bangunan beton, baja dan kaca sebagai bahan bangunan andalan utama arsitektur langgam ini. Kesan-kesan perwujudan bentuk IS

Rancangan-rancangan Gopius kuat dengan konsep struktur dan non struktur harus tegas, kolom-kolom tersembunyi oleh dinding-dinding yang tidak memikul beban , atap datar, pemakaian kaca dominan sebagai dinding. Dinding sebagai curtain/Glass Architecture Curtain Wall, sebagai contoh perhatikan Bauhauss dan Fagus Shue Factory.

• • • •

Bentuk, sederhana akibat dari penerapan denah, tampak segi empat. Penampilan satu elemen yang dominan (kalau saja), menjadikan unsur ritme menonjol tanpa klimak. Wujud yang demikian menjadi motif yang membosankan karena monotone. Asimetri, dalam bentuk, terutama dalam menciptakan komposisi dan harmoni masa. Ruang, ruang-ruangnya menerus antara interior dengan ekterior dikenal dengan istilah free flowing space. Warna, Pemakainan warna-warna alamiah sangat diexposed pada penggunaan bahan bahan non-produk. Dalam penataan dibutuhkan keterampilan mengkomposisi saja. Cahaya, permainan cahaya adalah ciri khas International Style untuk mendapatkan kesan gelap terang pada bidangnya, baik pencayaan dari alam maupun buatan/artifisial.

Walter Adolf Gropius, Fagus Shue Factory

International Style Latar Belakang Sekitar tahun 1930-an banyak orang Eropa berimigrasi ke Amerika Serikat . Diantaranya ada dua tokoh arsitektur Eropa asal Jeman yaitu Mies Van De Rohe dan Walter Gropius. Di Amerika Serikat karier dua tokoh ini terus berkembang dan mendapat banyak pengikut/murid, mengikuti aliran arsitektur yang dibawa dari Jerman. Dua orang pengikut paham Mies adalah Phylip Johnson dan Henry Russel Hitchkock. Kedua arsitek inilah yang memproklamirkan aliran dari dua dewa ini menjadi arsitektur langgam International Style , terutama sekali pengaruh terbesar dari konsepsi Mies v. d. Rohe . Dalam perjalanan perkembangan International Style justru yang dikenal sebagai bapak International Style (IS) adalah Mies v.d.Rohe.Kemudian IS diakui sebagai langgam yang tidak dapat dipisahkan dari keempat dewa/master arsitektur modern. International Style berkembang pada generasi kedua dan ketiga masa arsitektur modern yaitu sekitar tahun 1930-an sampai 1950-an. Konsepsi IS IS pada dasarnya bukanlah sebuah langgam yang sebenarnya seperti pada pengertian langgam klasik atau renaissance. Nama ini berkaitan dengan semua karya arsitektur yang secara tidak resmi terbentuk oleh suatu disiplin(pengertian) yang cukup elastis untuk interpretasi perorangan dan memungkinkan perkembangan selanjutnya.

Prinsip-prinsip lainnya dapat dirasakan secara langsung pada Gedung-gedung bergaya International Style seperti, • • Pengurangan/menghindari sedapat mungkin sistem struktur dinding pemikul/bearing walls. Pemanfaatan sebanyak mungkin bahan-bahan produksi pabrik seperti besi, baja, kaca dan beton. Membuang dekorasi yang tidak logis/estetika emosional untruk digantikan dengan menerapkan estetika rasional. Pengolahan yang berhubungan dengan permaslahan urban plannimng lebih mendapat penekanan, demi meningkatkan efisiensi masalah-masalah pada persoalan hunian perkotaan.


Karya arsitektur langgam ini adalah the high rise glass block, pencakar langit berbentuk kotak/kubus atau balok kaca dapat dijumpai dimana saja, New York, Berlin Singapura bahkan sampai ke Jakarta. Arsitektur seperti ini dapat menjadi serupa/seragam monotone yang pada akhirnya membosankan terutama dari segi tampilan. Kritikus arsitektur mengatakan arsitektur seperti ini dari less is more menjadi less is bore. International Style dikomersilkan sejak tahun 1950-an. Pada tahun-tahun tersebut merupakan masa-masa perkembangan arsitektur modern generasi ketiga. Peranan keempat dewa/master masih kuat pengaruhnya, apalagi dalam IS masing-masing tokoh ini melahirkan ciri tersendiri. Ada aliran, Mies-an Corbuism, Frank dan Gropius dalam International Style. Aliran ini akhirnya memudar pada sekitar tahun 1960-an, walaupun tidak mati/musnah sama sekali. Pengaruh Mies dan Corbu pada generasi kedua dan ketiga arsitektur modern. Generasi kedua 1930-1950 Generasi ketiga 1960-1970

Prinsip-Prinsip IS

1. Adanya prinsip/konsep baru yang menganggap arsitektur lebih menjurus ke pemahaman volume daripada
ke pemahaman massa.

2. Adanya keteraturan daripada simetri axial sebagai sistem perancangan.
Langgam ini tumbuh bersama-sama disemua negara didunia, kecuali di beberapa negara tertentu karena alasan politis. Meskipun luwes langgam ini menunjukkan timbulnya sifat monotone pada perwujudan arsitektur di banyak negara.

7.22
Pengaruh Mies van de Rohe Pengaruh Le Corbusier Robert Venturi Arsitek yang melahirkan Aliran Pop Arsitektur Juga disebut dengan Bill Board Architecture (arsitektur papan reklame)

Arsitektur Mies-an

Bentuk-bentuk struktural

International Style Phylip Johnson H.R.Hithckock Variasi dalam kolom Kostruksi, proporsi IS dengan bangunan standard, mengalami kemunduran akibat renovasi dibidang bentuk

Beton expose (beton telanjang)

Tampil struktur bearing wall (Dinding pemikul) Adanya kerja sama antara arsitekt dengan disiplin lain Arsitek yang memperluas makna grafik desain yang tidak hanya dengan permainan warna-warni yang kontras, tetapi juga dengan tanda-tanda lain seperti pemberian nomor-nomor rumah yang besar, tiang bendera, kotak pos dan sebagainya yang kesemuanya itu dianggap sebagai elemen-elemen arsitektur yang sangat penting. Idenya ini muncul dilatarbelakangi oleh kota-kota di Amerika serikat. Menurut Venturi jalan yang lurus tidak memberikan tidak memberikan kenikmatan bagi pengendara mobil, walaupun baik bagi pejalan kaki. Seharusnya penataan kota-kota yang padat lalu lintas memperhatikan dan mempertimbangkan skala mobil. Dengan kecepatan mobil kecepatan pandangan membutuhkan tanda pengenal yang mudah. Pemecahan yang dilakukan oleh venturi adalah dengan pemecahan bidang memakai set back, nomor-nomor rumah, tiang bendera, kotak pos dan sejenisnya. Tanda-tanda seperti ini dibuat besar-besar dimaksudkan supaya mudah ditangkap pandangan mata bagi pemakai skala kecepatan mobil. Aliran seperti ini disebut sebagai aliran Papan Reklame, kemudian populer dengan sebutan Bill Board Architecture, yang sinis menyebutnya dengan Pop Architecture.

Ludwig Mies Van De Rohe melaksanakan konsepsi-konsepsinya secara teguh dan konsekwen sampai tahun 1969. Sebagai bapak International Style ia membuktikan dengan banyak sekali karya-karyanya yang tersebar sampai ke Jerman (New National Gallery/museum kantor dan kampus di Berlin). Di Amerika Serikat ada Farnsworth House, Seagram Building, Institut of Technology Illinois, Lake Shore Drive dan seterusnya. Le Corbusier setelah tahun 1930-an karyanya sampai keluar Eropa dan Amerika Serikat. Di India yaitu Gedung Chandigarh dan senada dengan gedung ini adalah Unite d`Habitation Merseilles Perancis. Ada permainan cahaya lewat penahan sinar, warna dan tiang tiang penopang. Robert Venturi, Allen ArtMuseum

Set back sebagai usaha gaya tarik

7.23
• • Art Museum of South Texas. I.D.S. Center, gedung pencakar langit dengan memakai kaca masif di Mineapolis.

Pengikut taat asas yang sefanatik Jonhson adalah Marcel Breuer, walaupun dia lebih bebas dalam menggali bentuk dengan sedikit keberanian melalui pembaharuan konsepsi Mies. Marcel yang moderat ini awalnya menonjol sebagai tukang mebel.

Robert Venturi, Fire Station Number 4

Hal ini sangat kentara pada pada awal kariernya merancang Rumah Tinggal di New Canaan Connecticut, untuk arsitek yang dibangun tahun 1949. Denah, tampak berbentuk segi empat, sangat sederhana. Mempergunakan baja sebagai struktur utama dan kaca sebagai dinding. Rancangannya ini hampir tidak dapat dibedakan dengan Rumah Tinggal rancangan Mies v d Rohe, Farnworth House. Bentuk kotak sebagai konsekwensi mengejar kesederhanaan yang menjadi ciri khas Mies-an. Perkembangan arsitektur modern dari tahun 1950-an sampai tahun 1960-an masih didominasi oleh pengaruh Mies v.d.Rohe yang sangat taat dan tegas dengan adagium Less is More. Tahun 1960-an Jonhson berexprimen sendiri melalui rangcangannya dengan menampilkan bentuk-bentuk masif sebagai alternatif lain sebagai pengganti gelas/kaca. Sehabis dengan Mies dia kemudian mendekati ke gaya Corbusier dengan bentuk-bentuk rancangan bebas. Philip Jonhson juga dikenal ikut arus/aliran bentuk mengikuti fungsi/form follow function. Teori ini pada arsitektur landscape dikenal sebagai “sequence”, setiap jarak atau momen harus dapat memberi kesan. Karya-karyanya antara lain: • Rumah Tinggal Glass House di New Canaan Connecticut 1947-1949, yang hampir kembar dengan Farnworth House-nya Mies v.d.Rohe.

Nomor gedung Sebagai elemen arsitektur
Philip Jonhson Penganut aliran Mies v d Rohe yang taat dan fanatik bersama seorang rekannya Marcel Breuer

Philip Jonhson, The Glass House lihat juga Farnworth House dan bandingkan Paul Rudolph dikatakan sebagai arsitek urakan yang turut membidani kelahiran Pop Architecture tahun 1960-an. Perinsip rancangannya; Arsitektur harus mampu menantang jaman dan menjadi pelopor hari esok. Arsitektur merupakan suatu yang expresif mengungkapkan gejolak jiwa. Ia merupakan pengolahan bentuk dan ruang untuk membebaskan kebutuhan psikologis manusia, artinya tuntutan psikologis harus tertampung dalam “idiem” independensi antara ruang dan bentuk. Rudolph tidak hanya berbicara fungsi tetapi lebih dari sekedar itu, harus memperhatikan efek pencahayaan pada gedung.Permainan antara yang isi (solid) dengan yang kosong (void), juga menempatkan struktur dan material sebagai faktor penentu. Disamping seni lain, arsitektur lebih berubah sifatnya karena arsitektur harus digunakan dan kondisi penggunaannya yang selalu berubah akibat iklim dan waktu. Waktu menimbulkan konsekwensi rancangan yang diperhitungkan. Makanya penyelesaian rancangan harus terbuka/open ended. Pada awalnya Rudolph merancang Rumah Tinggal, sudah memberontak terhadap arsitektur yang luar biasa yaitu dengan sistem konstruksi kabel, tahun 1949. Mulai tahun 1960-an Paul beralih dari bahan kaca ke beton masif/kasar (unsur Mies dan Corbu). Berlanjut dengan karya exprimennya sebuah kompleks Gereja St. John Abbey di College Ville Minnesota, 1953-1963. Ketajamannya dalam perspektif/architect draftman mengantarkannya kemampuannya dalam ruang/space terkesan sangat kuat, tapi ia juga kadang-kadang kontroversial karena bentuk-bentuk yang diambil kadang-kadang kembali ke tahun `50-an atau bahkan maju jauh kedepan sangat futuristik. Karya-karyanya bisa jadi acuh terhadap fungsi, manfaat dan mengada-ada dengan permainan dekorasi rame. Karyanya yang exklusif adalah, Art Building di New Heaven milik Yale Univercity. Bentuk seperti tahun-tahun `50an. Mirip seperti sebuah sculpture/patung besar.

7.24
Dapat dikatakan karya-karyanya perpaduan antara konsep Frank L.Wright, Corbu dan Mies v.d.Rohe yang menyatakan manusia harus berani menampilakn diri dan berpenampilan wajar. Dalam berkarya banyak memanfaatkan bahan bangunan yang serasi dengan alam seperti batu bata, dengan komposisi-komposisi sederhana. Hasil karyanya banyak dibangun di Finlandia dan Skandinavia dan ternyata hampir seluruh bahan bangunan yang dipakai adalah batu bata. Lihat saja House of Culture di Helsinki, kemudian Town Hall keduanya berada di Finlandia. dinding bata merah

Paul Rudolph Orange-County Government-Center (atas) Sketsa Skayscrapper ada kemiripan dengan Wisma Dharmala. (samping kiri).

House of Culture Town Hall Kedua bangunan ini menggunakan batu bata merah sebagai tembok/dinding, keduanya berada di Finlandia.

Louis I Kahn Arsitek asal Irlandia menetap di Amerika Serikat sekitar tahun 1960-an Alvar Aalto Arsitek asal Finlandia Banguan hasil rancangannya berkesan amuba Menurutnya sebagai arsitek semestinya rancangan-rancangan sebuah karya arsitektur harus dapat memenuhi dan mewakili empat keinginan yang sangat dekat dengan karya arsitektur itu sendiri. Empat keinginan itu dapat diwakili oleh :

1. 2. 3. 4.

Pemilik Gedung atau bangunan/Owner/Bouwheer Si Arsitek sebagai perancang bangunan Pemakai yaitu masyarakat konsumen, dan Bangunan itu sendiri.

7.25
Dikatakan oleh Louis I Kahn, antara unsur pemakai dan bangunan ada hubungan yang saling ketergantungan satu dengan yang lain yaitu hubungan saling melayani dan dilayani/servant space and served space. Ada hubungan timbal balik antara pelaku dan gedung sebagai wadah pelaku. Yang dimaksud sebagai keinginan dari sebuah gedung/bangunan itu adalah difungsikannya dan dioperasionalkannya sesuai dengan tujuan perancangan gedung/bangunan itu sendiri. Dengan demikian diharapkan umur bangunan akan sesuai dengan umur bahan bangunannya, lakukan pemeliharaan serta perawatan dengan baik. Louis juga melakukan exprimen dengan melahirkan rancangan-rancangan Pop Arsitektur. Sebuah karya tulisnya yang berjudul; What the Building Want to Be, mempertegas konsep servant space and served space (melayani dan dilayani). Ternyata dalam pelaksanaan konsep ini mengakibatkan beaya pembangunan menjadi sangat tinggi (beaya tinggi) dan gedung menjadi sangat fungsuonal dan mahal. Untuk menekan beaya ini pemecahan yang dilakukan adalah penggunaan sistem beton precast. Pada sebagian besar rancangannya kelihatan unsur-unsur aliran Mies dan Corbu dipadukan. Dari Mies diambil unsur keteraturannya sedang dari Corbu diambil unsur architecture sculpture dan beton brut. Karyanya yang khas Louis I Kahn adalah Richard Medical Research Building dan Kimbel Art Gallery Texas. Pada Gedung Kimbel Art Gallery di Fort Worth Texas mengungkapkan konsep;

… cahaya adalah temannya, suasana siang hari berubah sepanjang musim , maupun selama satu hari saja, adalah kunci untuk melengkapi suatu karya seni besar. Dalam rancangannya itu pikiran dipusatkannya untuk membawa sifat siang hari yang berubah kedalam bangunan-bangunan. (Louis I Kahn, Light is theTheme).

Richard Medical Research (kiri atas), Kimbel Art Gallery

Eero Saarinen Perancang TWA Kennedy Air port New York

Interior Kimbel Art Gallery, Texas penerapan konsep puisi Light is the Theme Louis I Kahn

Melalui karya-karyanya Saarinen ingin menggabungkan konsepsi Mies v.d.Rohe dan Le Corbusier, tetapi dalam perjalanannya lebih cendrung memilih menerapkan konsep Mies v.d.Rohe terutama dalam penggunaan bahan bangunan dari kaca/glass. Sedang dari konsep Corbu penerapannya pada rancangan dekorasi saja. Saarinen juga sangat kuat dalam bidang struktur, dan dalam melahirkan bentuk arsitektur metapora. Lihat saja karyanya pada T.W.A, Kennedy Air Port New York.

Perma i na cahaya n , tema de sebagai sain

7.26

Arsitektur metapora kepak sayap seekor burung

Yorn Utzon Arsitek asal Denmark terkenal setelah menang sayembara Sydney Opera House
Memenangkan sayembara perencanaan Sydney Opera House dengan berhasil menyisihkan 233 tim dari 32 negara peserta. Dalam sayembara, Yorn Utzon hanya membuat gambar-gambar sketsa kasar, gambar-gambar skematik mengenai tampak, denah hanya menunjukkan indikasi dari fungsi-fungsi. Gagasan ide didasarkan atas pengamatan yang sensitif terhadap lingkungan existing tapak/site. Hasil pengamatannya : … tapak/site adalah sebuah daratan yang menjorok ke laut, didominir oleh permukaan laut yang suram dan pada saat malam hari suasananya mati…

Dulles Air Port

Berpenampan g segi tiga ,metal frame dibangun bersamaan, kaki kiri dan kanan.
Arch Gate penampang three anggle

7.27
Pada tapak/site yang demikian tidak diketemukan warna yang cerah seperti warna putih bersih memantulkan cahaya matahari, seperti yang dimiliki oleh Laut Tengah. Gambar-gambar kemudian dilanjutkan oleh Peter Hall arsitek Australia sebagai pegangan pelaksanaan pembangunan. Yorn Utzon sendiri disebut-sebut sebagai penerus Eero Saarinen. Pendekatan konsepnya tidak jauh berbeda mengambil arsitektur metapora. Sydney Opera House ibarat sebuah perahu dengan layar-layar putih memantulkan cahaya gemerlap menghilangkan kesan suram lingkungan tapak/site. Saarinen dan Yorn Utzon membuat para konstruktur untuk menggunakan sistem atap shell pada gedung TWA dan Sydney Opera House. memperlihatkan bentuk-bentuk yang tidak teratur seperti bentuk-bentuk sebelumnya yang berupa kotak. Pada dasarnya bukan menerapkan teori arsitektur tetapi teori akustik. James Sterling Arsitek Inggris yang memelopori ketenaran arus arsitektur pengikut konsepsi Le Corbusier. Pada jamannya permainan beton tanpa finishing menjadi favorit. Ketiga arsitek diatas Nervi, Hans Scharoem dan James Sterling menonjol bukan karena pengikut salah satu aliran tetapi boleh dikatakan memberontak.

Kevin Roche Ia bekerja sama dengan John Dinkeloo membentuk Roche & Dinkeloo Associate . Kelihatan tanda-tanda Mies dengan mengadopsi bentuk-bentuk teratur, ada unsur Corbu dari kesan bangunan berat dan ringan. Dari Frank Lloyd Wright dari bagaimana menata tanaman, pertamanan. Karya-karya asosiasi ini dapat dilihat pada tahun 1960-an. Landasan rancangannya : Kebosanan menjadi pangkal tolak dalam memberi bentuk. Dengan bangunan berbahan beton , manusia seolah-olah terlempar dari alam. Untuk memecahkan hal seperti ini, guna menghindari kebosanan, sebaliknya mampu memberi kesegaran dapat dipecahkan dengan penghijauan atau penanaman pepohonan. Dapat dilihat pada rancangan gedung Ford Foundation di New York, gedung Oakland Museum di California. Khusus Oakland Museum didramatisir dengan sistem teras-teras. Associate Roche & Dinkeloo juga menggarapproyek-proyek mega structure antara lain proyek : 1. Knight of Columbus Head Quartress 2. Colliseum, rancangannya ini sepertinya ada pengaruh dari Louis I Kahn. Kedua bangunan tersebut dapat dibuat skemanya sebagai berikut ini:

Paolo Soleri Masuk kelompok arsitek beraliran Utopian Jangkauannya sudah jauh kedepan bahkan kadang-kadang karyanya yang utopis masih dianggap khayalan

Didalam sebuah pameran idenya mengungkapkan : Kota, lapangan terbang, jembatan dipresentasikan dengan beribu meter kertaskerja, melalui sketsa-sketsa yang besar-besar dikomentari dengan bahasa yang puitis (prosa liris). Memasuki ruang pameran disuguhkan ruangruang yang indah, wajah dunia khayal, bentuk-bentuk geometris yang besar, meperlihatkan gubahan tentang dunia kehidupan masa depan. Kota diibaratkan sebagai susunan jamur, seperti juga sarang lebah, seperti ngarai atau gugusan bintang-bintang yang mengisi ruang bola maha besar. Pengunjung yang melimpah dibuat kagum, kaget menangkap arti sebuah perencanaan yang khayali tak terjangkau bagi masyarakat umum , tetapi adalah sebuah jalan yang ditunjukkan oleh para arsitek. Paolo Soleri adalah seorang arcolog gabungan dua bidang ilmu yaitu arsitektur dan ekologi. Arcologi merupakan rangkaian dari bahtera hidup bagi tenggelamnya dunia polusi (pengotorannya) sendiri. Menurutnya: Sebuah kota hendaknya bekerja untuk manusia, memberikan kepada masing-masing individu atau kelompok rasa kebesaran, rasa kebebasan yang mereka miliki. Khayalan sebuah kota masa depan, sebuah karya arsitektur dari Paolo Soleri. Dalam perkembanmgan selanjutnya Paolo lebih berkarya ke skala merancang kota yang lengkap dan kompleks sebuah integrated city. Yang pertama dapat ditunjukan pada Siedlungen, sebuah lingkungan perumahan, pasar, taman-taman dan sebagainya dengan utilitas yang lengkap, dikembangkan menjadi bentuk kota megapolis/bangunan kota dengan mega struktur. Tahun 1970-an perkembangan arsitektur cendrung ke megapolis dengan mega strukturnya.

1 Pier Luigi Nervi

2

Arsitek yang terkenal dengan perencanaan ruang-ruang berskala raksasa dengan cara-cara baru menyebabkan Italia menonjol dalam ilmu pengetahuan arsitektur. Nervi sarjana yang diprolehnya bidang sipil sehingga sangat ketat dengan slogan form follows structure, dengan tampilan ruang tanpa plafon. Juga sebagai pengikut penggunaan bahan beton. Bentuk yang terlahir dan segala hiasan yang timbul semuanya terjadi karena gejala-gejala mekanika dari penerapan konstruksi beton yang dipakai untuk penutup bangunan. Hans Scharoem Arsitek kelahiran Jerman 1890, tidak begitu menonjol, dikenal karena memberontak terhadap bentuk-bentuk yang sudah ada sebelun tahun 1950-an. Dapat dilihat pada karyanya Philharmonic Hall, Berlin tahun 1956 yang

7.28
Bentuk menjadi sangat kuat dan stabil oleh karena sistem strukturnya. Terciptanya ruang seolah-olah tak terbatas, fleksibelitas yang tinggi, juga dari segi waktu. Memiliki sifat empat dimensional, 3dimensi merupakan ruang, dimensi yang keempat adalah menentukan waktu/space and time. Buah karyanya : Dome Expo Montreol. Nervi : Karya-karyanya lebih banyak berbicara dengan menampilkan bahan dari beton.

Frei Otto: Dalam bekerja sama dengan Fuller pada akhirnya Lahirkan bangunan dengan sitem bongkar pasang/knock-down, contoh dapat diambil pada Crystal Palace. Karya arsitekturnya : Komplek olympiade di Muenchen yang memakai sistem struktur tenda. Dari segi bentuk karya-karya Fuller, Nervi dan Otto lebih dekat ke doktrin form follows structure. Dengan dasar dokrin seperti itu akan tercipta ruang-ruang yang dapat difungsikan bermaca-macam/multi purpose. Charles Moore/Moore Moore bersama-sama dengan Lyndon, Turbaa dan Whitaker (MLTW), terkenal dengan grafik desainnya atau dikatakan sebagai pengikut aliran super graphic. Biasanya para arsitek mendekatkan diri pada seni patung, tetapi disini Moore melalui desain-desainya lebih berorientasi ke seni lukis. Konsep graphic design penerapannya pada arsitekturdengan cara memberikan gambar pada bidang-bidang masif. Bidang-bidang masif pada bangunan diibaratkan sebagai sebuah kanvas yang siap dilukisi. Inti dari konsep ini bersumber dari bentuk-bentuk struktur yang sederhana untuk menjadi keharusan bisa tampil dinamis. Kesan dinamis ini bisa didapat dengan cara membuat garis-garis ataupun bidang secara diagonal. Penerapannya juga tidak sebatas pada exterior bangunan, bidang-bidang interiornya juga diharapkan dinamis dengan pemberian warna yang cerah dan mencolok. Konsep-konsep Moore bermanfaat dalam proses peremajaan bangunan-bangunan kuno. Sasarannya adalah peninggalan arsitektur klasik, agar penampilannya memberikan warna dan suasana baru. Moore mencapai ketenarannya sekitar tahun 1970-an, karena graphic design-nya terutama pada bangunan kuno cukup bermanfaat tanpa harus melakukan perubahanperubahan yang mendasar baik pada exterior maupun pada interiornya. Dari arsitektur graphic design kemudian Moore memberikan bibit, mendorong membidani kelahiran arsitektur Pop Modern /Pop Modern Architecture yang digagas oleh Robert Venturi.

R. Buckminste Fuller Pier Luige Nervi Frei Otto Ketiga arsitek pada rancangan-rancangannya lebih menekankan struktur. Fuller : menginginkan siapa saja bisa membangun dan sangat praktis memakai , elemen yang tidak berujung pangkal sebagai elemen struktur, praktis dan tidak dituntut perhitungan-perhitungan mekanika teknik yang sulit. Segitiga sebagai elemen dasar dapat dirangkai menjadi segi banyak sama sisi dapat dibentuk ruang tak berujung pangkal seperti bentuk bola/geodesic dome. Geodesic dome :

7.29
Pengalaman yang lain, Griffin memenangkan hadiah pertama dalam kompetisi perencanaan perpustakaan di Luknow di tahun 1936. Griffin meninggalkan Australia menuju India, karena negara ini menerima ide-ide rancangannya antara lain, istana, perkantoran bangunan monumental, universitas. Griffin meningal pada usia 61 tahun akibat luka yang dideritanya sewaktu jatuh dari perancah. 1 2 C.A. Doxiadis (Constationos A Doxiadis) Mengatakan, kita melihat arsitektur sebagai sebuah obyek, tidak hanya dikunjungi tapi untuk hidup didalamnya ( dalam Doxiadis, Architecture in Transition). Riwayat hidupnya: Dia adalah seorang arsitek, seorang planner dan juga seorang guru yang sudah terkenal secara luas terutama sebagai planner di Amerika Serikat. Lulus dari National Metrovision Technical University, Athena tahun 1935 jurusan arsitektur. Mendapat gelar Doktor dalam bidang Engineering & City Planning pada Berlin Charlottenburg Technical University dengan thesis berjudul Communitas Yunani Kuno yang direncanakan dengan sabar. Morris Lapidus Melahirkan konsep bangunan yang gemulai ornamental seperti macam hotel rancangannya, Fountainebleau di Miami Beach. Konsep dan pandangannya: Bermula dari perasaan tidak enak, tak senang, tak puas, dingin dan asing atas kungkungan International Style yang mengharamkan ornamen pada setiap bangunan. Lapidus mencari pijakan lain yang semoga lebih dapat memuaskan emosinya. Setelah menjelajahi sosiologi, psikologi dan antropologi akhirnya ia menemukan landasan itu, pada apa yang disebutnya naluri-naluri manusia yang paling orimitif. Naluri itu adalah keinginan, kecintaan, kebutuhan akan perhiasan dan menghias.

B

A

C

Penerapan Graphic Design pada bidang-bidang exterior bangunan dari 1 ke 2 atau dari A ke B atau C

Robert Gedoes Walter Burley Griffin Arsitek perancang kota Canberra, ibu kota Australia. Dia kelahiran Chicago Amerika Serikat dan berteman dengan tokoh arsitektur modern Frank Lloyd Wright dan menjadi tokoh arsitektur internasional setelah keberhasilannya merancang kota Canberra di usia 35 tahun pada tahun 1911. Karyanya yang lain adalah perumahan prairie, Chicago dan menjadi model pada pembangunan perumahan disana. Menurut Griffin: Arsitektur, Lingkungan dan Town Planning tidaklah dapat dipisahkan satu sama lain. Urutan dalam suatu perencanaan kota, landscape mendahului arsitektur desain.Tentang perencanaan kota Canberra tidak didasarkan atas penelitian-penelitian yang saling berhubungan, ketajaman analisa serta persoalan-persoalan yang dilakukan ahli sosial dan para perencana. Griffin merasa cukup puas karena dalam pelaksanaan kota Canberra sesuai remcana aslinya tanpa mengalami perubahan. Kini kota ini tetap relevan walau telah berusia 40 tahun (dilihat dari tulisan ini tahun 1955). Arsitektur diwujudkan oleh makna arsitektur itu sendiri yang dapat dirumuskan dalam beberapa pengertian: 1. Arsitektur bisa diartikan sebagai baju kedua manusia karena berfungsi melindungi fisik dari cuaca (panas matahari, hujan, angin). 2. Arsitektur adalah penghubung antara manusia satu dengan yang lainnya, juga antara lembaga satu dengan lainnya. Menampung banyak kegiatan. 3. Arsitektur ( Rumah Tinggal sebagai wadah kelembagaan terkecil) adalah simbol dari keluarga sampai sekolah dan seterusnya. 4. Arsitektur dapat mempengaruhi manusia untuk diundang masuk atau melarangnya, terutama untuk kelembagaan yang terbuka bagi setiap orang. 5. Arsitektur dapat melahirkan atau mempengaruhi karakter /watak penghuni atau pemakainya. 6. Arsitektur dapat mengkomunikasikan emosi. Contoh, memasuki sebuah rumah sakit jangan ribut. Memasuki ruang pesta janganlah sedih. 7. Arsitektur adalah fakta sebuah kenyataan sebagai bahasa lingkungan, misal dengan cara menampilkan keaslian dan apa adanya. 8. Arsitektur dapat dikaitkan dengan idealisme terhadap diri manusia. 9. Arsitektur adalah bukti pertentangan-pertentangan yang terjadi di masyarakat dan arsitektur dapat dimatangkan oleh hal-hal tersebut disamping oleh antara lain : teknologi, kenyamanan hubungan manusia dengan ekonomi, policy arsitektur sekarang dan mendatang.

7.30
Pengertian-pengertian yang terkandung didalamnya berkembang dan bertambah komplek mengikuti perkembangan dan kemajuan ilmu dan teknologi. Berikut ini beberapa pengertian arsitektur modern yang dikutif didasarkan atas kemajuan arsitektur pada jamannya. • Arsitektur modern adalah suatu karya budaya yang dilandasi oleh pemikiran-pemikiran tertentu yang dipraktekan oleh para perancang bangunan dalam menciptakan karyanya yang lain dari sebelumnya atau lain dari yang lain. Arsitektur modern adalah juga suatu usaha menuju pada pembaharuan, mengganti pranata-pranata tradisional dengan sesuatu yang dianggap lebih hebat, lebih baru dan lebih inovatif. Arsitektur modern berkembang dan diterima pada jamannya dengan melibatkan mode, teknologi bahan dan sistem-sistem pelaksanaan konstruksi dan struktur yang terbaru. Arsitektur modern menurut CIAM (Congres Internationaux d`Architecture Moderne) dimaksudkan sebagai suatu pernyataan jiwa dari suatu masa yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahanperubahan sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh jaman mesin waktu lampau. Arsitektur modern mengembalikan pada tujuan yang sebenarnya seperti mempertimbangkan masalah-masalah ekonomisasi, sosiologis, kemasyarakatan sebagai wadah pelayanan manusia. Arsitektur modern adalah suatu karya dalam bentuk dan gayanya yang paling mutakhir, yang sedang mode atau yang terbaru pada masa itu.

Beberapa Pengertian Arsitektur Kata arsitektur sendiri berasal dari kata Latin architectura yang diambil dari kata Yunani APXITEXTWV atau ARCHITECTON. APXI (ARCHI) artinya master atau sesuatu yang asli, atau yang utama bahkan dapat dikatakan yang paling awal. Sedangkan kata TEXTWV (TECTON) diartikan sebagai builder, yaitu seseorang yang dapat menghasilkan sesuatu yang kokoh, kuat dan stabil. Apxitextwv atau Architecton artinya ahli bangunan atau master builder. Pada awalnya kata arsitektur hanya punya pengertian dari sudut pandang teknis semata atau statis bangunan belaka. Arsitek tidak lebih sebagai seorang pembangun utama (akhli). Dahulu pembangun utama menyiapkan rancangan atau disain, dan memimpin cara-cara pembangunannya, sampai terwujudnya sebuah bangunan atau gedung. Arsitek berkembangsaan Romawi pada abad pertama Masehi Marcus Vitruvius Pollio dalam tulisannya De Re Architectura merumuskan, bagaimana sebaiknya suatu bangunan dirancang untuk dilaksanakan kemudian dapat disebut baik adalah sebagai berikut: Bahwa setiap bangunan harus dapat memenuhi tiga tujuan atau tuntutan yang terdiri dari : 1. Kegunaan (fungsional) 2. Kekuatan (struktural) 3. Keindahan (estetika), atau terkenal dalam bahasa latinnya Firmitas, Utilitas dan Venustas (kekuatan, fungsi dan keindahan/kenyamanan). Kini pengertian tersebut terus berkembang. Arsitektur tidak hanya menyangkut hal-hal tiga dimensional saja, tetapi sudah meluas menjangkau makna yang bersifat empat dimensional. Ruang (space) berskala 3 dimensional dan waktu (time) sebagai dimensi yang keempat, dengan demikian karya arsitektur sudah menjangkau skala ruang dan waktu atau space and time sesuatu yang empat dimensional. Arsitektur sebagai sebuah karya budaya ternyata sama tuanya dengan jenis kebudayaan-kebudayaan lainnya, dan ini dapat dilihat dari sinonim kata arsitek maupun kata arsitektur dibeberapa negara.


• •

Arsitektur Barat (Western Architecture) Arsitektur yang asalnya dari belahan dunia barat yaitu dari daratan Eropa dan Amerika yang dalam perwujudannya memang mencerminkan pemikiran-pemikiran modern. Rancangannya dilandasi oleh konsep yang lain mengenai fungsi. Pemikirannya lebih dititik beratkan pada fungsi fisik dan duniawi. Maka masuklah istilah rasional, efisien, ekonomis dan banyak lagi yang lainnya. Nilai-nilai ini menambah kepekaan terhadap pengertian comfortable. Pola kehidupan modern yang lebih pelik, dunia usaha/industri, ilmu pengetahuan, hiburan dan sebagainya, mewarnainya sehingga tuntutan-tuntutan muncul dari berbagai segi kehidupan. Mungkin diantara beberapa keluarga yang tinggal berdampingan didunia barat mempunyai mata pencaharian, kebiasaan dan kesenangan yang sama. Arsitektur Timur (Eastern Architecture/Arsitektur Oriental) Arsitektur yang umumnya dimiliki oleh masyarakat yang tinggal dibelahan dunia Asia-Pasifik. Pada hakekatnya hampir sama dengan konsep-konsep arsitektur tradisional Arsitektur Tradisional Merupakan karya arsitektur yang lebih mengutamakan nilai-nilai spiritual dari pola kehidupan masyarakatnya yang komunal yang tercermin kuat dari adanya hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Sang Pencipta (Tuhannya). Ditinjau dari aspek sosial budaya, arsitektur tradisional merupakan hasil dari pola kehidupan kolektif. Artinya dalam suatu kelompok kebudayaan tersebut, mata pencaharian, kebiasaan, kebutuhan spiritual dan material anggota-anggotanya adalah sama. Kalau ada variasi biasanya disebabkan oleh perbedaan tingkat sosialnya saja.Arsitektur tradisional tidak saja sebagai perlindungan secara jasmaniah (fisik/sekala), tetapi juga sebagai perlindungan secara rohaniah (jiwa/niskala). Arsitektur tradisional tidak lepas dari latar belakang masa silamnya. Sejarah Arsitektur Sejarah arsitektur pada umunya meliputi pengertian tentang perkembangan kebutuhan manusia akan ruang hidup. Ini sangat tergantung pada waktu dan tempat. Khusus untuk sejarah dan perkembangan arsitektur lebih diutamakan pengertian-pengertian dasar tentang suatu aliran arsitektur tertentu, tempat dan waktu merupakan suatu pegangan

• • • • • • • •
Modern

Silpasastra, arsitektur dalam bahasa Sanskerta Magister Operis, guru/akhli karya, arsitek dalam bahasa Latin. Magister Lapidum, guru/akhli batu, sebutan arsitek di Eropa pada abad pertengahan Mpu, sebutan arsitek di Jawa Pandita Bala, sebutan arsitek di Sulawesi Undagi/Sangging, sebutan arsitek di Bali Sthapati, dapat diartikan sebagai chief architect, akhli dan penasehat bangunan Acharya, artinya direktur utama atau disebut juga sutradara, adalah padanan kata untuk kata arsitek, seniman atau pemahat.

Kata modern berasal dari kata Latin modernus atau modo yang artinya just now atau of the present time atau yang terbaru/paling mutakhir. Jadi dengan kata modern dapat diartikan sesuatu yang terbaru dan terkini pada jamannya,misalnya dalam perkembangan mode fashion atau arsitektur. Arsitektur Modern

7.31
saja. Sejarah arsitektur dan perkembangannya merupakan sumber penting dalam mengerti perkembangan arsitektur masa kini, baik yang berkembang diluar negeri maupun didalam negeri sendiri, dan dapat menjadi pembanding bagi penentuan perkembangan arsitektur masa datang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->