HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN SIKAP TERHADAP PERGAULAN BEBAS REMAJA DI KAMPUNG KALIGELIS KELURAHAN LANGGAR DALEM

KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS

Diajukan Guna Mengikuti Beasiswa Akademik Stain Kudus

Oleh Miftahul Falah 409026

FAKULTAS DAKWAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS

2011 PENDAHULUAN

A. Penegasan Judul Untuk menghindari disinterprestasi (kesalahpahaman) dalam

memahami judul ini, maka penulis memandang perlu untuk memberikan penegasan serta pembatasan lebih lanjut mengenai istilah-istilah dan maksud yang ada pada judul ini. Dalam judul ada beberapa istilah yang perlu penulis jelaskan dan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Konsep Diri Konsep diri menurut Hurlock dalam Catur merupakan pengertian dan harapan seseorang mengenai bagaimana dirinya yang dicita-citakan dan bagaimana dirinya dalam realita yang sesungguhnya, baik secara fisik maupun psikologiknya.1 Konsep diri seseorang berkaitan dengan kepribadiannya. Kalau kepribadian seseorang dapat diamati dari perilakunya dalam berbagai situasi dari pola reaksinya maka konsep diri tidak langsung dapat diamati seperti halnya perilaku ekspresi seseorang, konsep diri terlihat dari pola reaksi seseorang dapat diamati dari reaksi yang tetap yang mendasari pola perilakunya. Dalam penelitian ini penulis menegaskan ada 2 macam konsep diri yaitu konsep diri positif dan negatif. Seperti orang yang memiliki pola perilaku optimis, tidak mudah menyerah dan selalu ingin mencoba pengalaman yang baru yang dianggap berguna, pola perilaku tersebut merupakan pencerminan konsep diri positif. Sebaliknya orang yang menganggap kurang mampu, takut menghadapi hal-hal yang baru dan takut tidak berhasil maka perihal tersebut merupakan pencerminan dari konsep diri negatif.

Catur Budi Siswntik, Hubungan Antara Konsep Diri Dan Anomie Dengan Pergaulan Bebas Pada Mahasiswa Kos, Skripsi, tidak diterbitkan, (Solo: Fakultas Psikologi UMS,2000),hlm.17.

1

ii

2. Sikap Sikap atau attitude adalah kecenderungan untuk memberikan penilaian (menerima atau menolak) terhadap objek yang dihadapi. Pergaulan bebas adalah pergaulan yang tidak mengenal batas norma dan adat yang ada di lingkungannya. Sikap dikatakan sebagai respon evaluatif. Respons hanya akan timbul apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya reaksi yang dinyatakan sebagai sikap tersebut, timbulnya didasari oleh proses evaluasi dalam diri individu yang memberi kesimpulan terhadap stimulus dalam bentuk nilai baik- buruk, positif- negatif, menyenangkan- tidak menyenangkan, yang kemudian mengkristal sebagai potensi reaksi terhadap obyek sikap.2 Berdasarkan definisi di atas maka penelitian ini penulis menekankan pada respons atau sikap remaja terhadap pergaulan bebas. Sikap atau responsnya cenderung menerima atau menolak terhadap pergaulan bebas. 3. Pergaulan Bebas Menurut Sarwono dalam Catur pergaulan bebas adalah pergaulan yang melibatkan pembauran antara laki-laki dan perempuan dengan tidak mengindahkan norma dan adat yang ada dilingkungannya. Dalam definisi di atas penulis menekankan pada pergaulan bebas seperti pacaran di luar batas, kumpul kebo, seks di luar nikah dan lain-lain. 4. Remaja Remaja merupakan masa transisi kehidupan antara masa kanakkanak menuju masa dewasa yang ditandai dengan perubahan-perubahan fisik dan psikologisnya. Dalam penelitian ini penulis menekankan pada remaja yang berusia 12 sampai 22 tahun.
Saifuddin Azwar, Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1988),hlm.15.
2

iii

Manusia sebagai makhluk sosial selalu membutuhkan pergaulan dengan orang lain. karena manusia tidak dapat hidup sendirian. 1971). Pergaulan yang mengakibatkan timbulnya kesulitan. Dengan kebutuhannya terhadap orang lain maka manusia harus saling kenal mengenal agar dapat bergaul satu dengan yang lain seperti Firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya : Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. imitasi dan identifikasi. Al-Qur’an dan Terjemahnya. agar mencapai taraf tingkah laku yang baik dalam hidupnya. sehingga justru menimbulkan kesulitan bagi orang yang bersangkutan. sehingga manusia tersebut dapat melakukan peranannya dan dapat memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalani kehidupannya manusia menempati lingkungan tertentu. (Jakarta : Yayasan penyelenggara Penterjemah atau pentafsir Al-Qur’an.B. Perubahan sosial yang tidak disertai dengan kesiapan diri dan peningkatan kehidupan spiritual menyebabkan mudah terjadinya pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan. Hasbi Assidiqi dkk. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. hlm. kurang T. (QS Al-Hujurat ayat 13)3 Pergaulan merupakan suatu hubungan antara manusia yang tidak dapat dihindarkan akan tetapi pergaulan ini seringkali menimbulkan persoalan. Setiap individu bereaksi atau berinteraksi satu dengan yang lainnya.M. 3 iv . Dalam interaksi sosial ini terjadi proses pengaruh mempengaruhi. yang menyebabkan manusia berbuat dan bertindak sebagai makhluk sosial. Dengan adanya interaksi ini akan menyebabkan adanya pergaulan antar individu dalam kelompok ataupun dalam masyarakat. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. yang akhirnya akan terjadi perubahan sosial. Latar Belakang Masalah Manusia dalam kehidupannya selalu membutuhkan orang sebagai teman hidup. baik kelompok maupun dalam masyarakat.847.

. khususnya dikalangan generasi muda.2.membantu kelancaran hidup bahkan menimbulkan kegoncangan jiwa dan akan menghambat dan merugikan individu yang bersangkutan.4 Masyarakat Indonesia sedang mengalami perubahan sosial yang cepat akibat bertemunya berbagai kebudayaan dunia. Op. kewajiban dan hak. Secara fenomenal kebudayaan dalam era globalisasi mengarah kepada nilai-nilai sekuler yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa keagamaan. Menurut Simanjuntak dalam Catur. hlm. namun dalam kehidupan masyarakat global yang cenderung sekuler barangkali akan ada pengaruhnya terhadap pertumbuhan jiwa keagamaan pada generasi muda. Pada hakikatnya pergaulan manusia harus tertuju pada keamanan. nilainilai dan perilaku yang sebelumnya telah tertanam dalam diri remaja. Remaja yang selektif akan mempelajari dan menerima kebudayaan yang baru untuk menambah wawasan bagi dirinya. Masyarakat sebagai lingkungan yang terluas bagi remaja dan sekaligus paling banyak menawarkan pilihan dari mulai gaya hidup. Cit. Ketentraman dan keselamatan maka akan menimbulkan suatu pergaulan yang hampir meremehkan moral. yang dengan kata lain disebut pergaulan bebas. Dalam kehidupan remaja selalu datang kebudayaan yang belum tentu positif pengaruhnya bagi kehidupan remaja. pergaulan yang dilakukan oleh manusia akan mengakibatkan timbulnya persamaan dan perbedaan kepentingan. Meskipun dalam sisi-sisi tertentu kehidupan tradisi keagamaan tampak meningkat dalam kesemarakannya. v . dan sebaliknya remaja yang berkonsep diri negatif akan mudah terbawa arus sehingga akan terjerumus dalam kebudayaan yang merusak kepribadiannya dan remaja tersebut akan mengalami 4 Catur Budi Siswntik. gaya hidup ataupun pergaulannya. Masyarakat Indonesia cenderung untuk mengikuti cara berpakaian. Kalau hal ini tidak diatur akan timbul kekacauan dan kerusakan.

Namun demikian sebagai remaja mereka harus menyadari bahwa masa depan mereka ada ditangan mereka sendiri. Menurut Sarwono dalam Primaria pergaulan bebas merupakan pergaulan yang tidak mengenal batas norma dan adat yang ada dilingkungannya. Skripsi. Seseorang yang memiliki konsep diri yang baik akan mampu menghadapi tuntutan dari dalam diri maupun dari luar dirinya. kebudayaan dan keluarga. (Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM. Kondisi remaja yang seperti ini mengakibatkan kegagalan dalam menyesuaikan diri dan pencapaian konsep diri yang mantap karena ketidakmampuan dirinya berperilaku sebagai remaja yang bertanggungjawab.keguncangan jiwa yang menjerumus kearah kenakalan remaja atau pergaulan bebas yang tidak Islami. akan tetapi faktor yang paling menentukan masa depan bagi remaja adalah remaja itu sendiri. Remaja harus menyesuaikan dari terhadap tuntutan dirinya dan harapan lingkungan yang mengakibatkan adanya perubahan pada kepribadiannya oleh karena itu remaja terkadang merasa gelisah dan cemas. Masa depan banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. 5 vi .5 Remaja dalam menghadapi tantangan hidupnya perlu mendapatkan perhatian semua pihak. Sikap dan pandangan individu terhadap seluruh keadaan dirinya merupakan pengertian konsep diri. Hubungan Antara Minat Menonton Film Barat di TV Dengan Sikap Remaja Terhadap Pergaulan Remaja Antar Jenis.29. Sebaliknya seseorang yang memiliki konsep diri negatif kurang mempunyai keyakinan diri. merasa kurang yakin dengan kepuasannya sendiri dan cenderung mengandalkan opini dari orang lain dalam memutuskan.2000). Dan tiap orang memiliki konsep diri yang berbeda- Primaria Yogiwulandari. hlm. Lingkungan yang baru dan norma yang ada pada lingkungan sering dirasa sebagai suatu keadaan yang menghambat remaja di dalam menyatakan dirinya secara wajar. Masalah yang dihadapi remaja sangat kompleks karena pertumbuhan fisik dan mentalnya. tidak diterbitkan.

beda. Pengantar Psikologi.194. Rumusan Masalah 1. Dalam keadaan yang demikian remaja butuh suatu pegangan dalam dirinya yaitu suatu kejelasan konsep yang dapat dijadikan sarana untuk bertingkah laku dalam menghadapi segala masalah hidupnya. Konsep diri merupakan serangkaian pendapat individu mengenai dirinya.Bagaimana sikap remaja terhadap pergaulan bebas? 3. (Batam: Interaksara t.Apakah ada hubungan antara konsep diri dengan sikap terhadap pergaulan bebas remaja di kampung kaligelis kelurahan langgar dalem kecamatan kota kabupaten kudus? Rita L Atkinson dkk. C.Bagaimanakah konsep diri remaja? 2. Widjahja Kusuma. Seseorang yang memiliki konsep diri positif akan mampu menjalani kehidupannya berdasarkan al-Qur’an dan hadist. hlm. Karena konsep diri berperan dalam menentukan keberhasilan dan kegagalan remaja serta sangat mempengaruhi kepribadiannya dalam masyarakat.). akan tetapi remaja yang berkonsep diri negatif perilaku mereka tidak didasari oleh alQur’an dan hadist sehingga mereka cenderung mempunyai perilaku dan harapan yang rendah terhadap keberhasilannya. sebab masyarakat tidak tahu akan dirinya sendiri dan mereka harus berhadapan dengan pola kehidupan masyarakat Barat yang tidak berdasarkan atas al-Qur’an dan Hadist. Dan ini sangat berbahaya pada masyarakatnya dan akan menimbulkan kebingungan.t. Al-Qur’an ataupun hadist sangat menentukan dalam membentuk konsep diri seseorang.6 Keadaan serba tidak tahu banyak terjadi di negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. terj. 6 vii . meskipun tidak ada yang orang yang betul-betul sepenuhnya berkonsep diri positif atau negatif.

1984). atau yang tidak mendukung atau unfavorabel terhadap objek sikap tersebut. E. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan sikap terhadap pergaulan bebas remaja di Kampung Joyonegaran Kelurahan Wirogunan Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta. Sikap Para Tokoh Agama Islam Terhadap Masalah Gender Ditinjau Dari Beberapa Ayat Al-Qur’an dan Hadits di Wilayah Yogyakarta. Alimatul Qibtiyah.8 Agus Sujanto dkk. Tujuan Penelitian 1. Sikap a.97.D. Tesis. Psikologi Kepribadian. 3. Pengertian Sikap Sikap atau attitude adalah kecenderungan untuk memberikan penilaian (menerima atau menolak) terhadap obyek yang dihadapi. Untuk mengetahui sikap remaja terhadap pergaulan bebas. Kegunaan Praktis Dapat memberikan tambahan wawasan pengetahuan bagi konselor untuk menentukan suatu metode dalam melakukan konseling terhadap remaja yang berkonsep diri negatif. perasaan tersebut dapat positif maupun negatif. F. Untuk mengetahui konsep diri remaja. hlm . Manfaat Penelitian Kegunaan penelitian ini adalah: 1.7 Ajzen dan Fishbein dalam Alimatul mengemukakan sikap merupakan perasaan yang mendalam seseorang terhadap suatu objek sikap. baik yang mendukung atau favorabel. Sedangkan Trurstone dalam Alimatul mengatakan suatu tingkatan perasaan. khususnya dalam hal remaja yang berkonsep diri negatif. 2. (Jakarta: Bumi Aksara. Kegunaan Teoritis Diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan ilmu dakwah. Kerangka Teori 1. (Yogyakarta: Program Psikologi Dengan Kekhususan Psikologi Sosial Jurusan Psikologi 8 7 bimbingan konseling terhadap viii . tidak diterbitkan. 2.

tetapi sikap mana disertai oleh kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap terhadap objek. hlm. Jadi attitude lebih tepat diartikan sebagai sikap dan kesediaan bereaksi terhadap sesuatu hal. pemikiran (kognisi).W. setuju atau tidak setuju.Cit.10 Menurut Berkowitz sikap seseorang terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak (favorabel) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorabel) pada objek tersebut.11 Pengertian lain mengenai sikap dikemukakan oleh Secord dan Backman sikap sebagai keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi). 12 Ibid.A Gerungan berpendapat bahwa attitude dapat diterjemahkan dengan kata sikap terhadap objek tertentu. 10 Saifuddin Azwar.hlm. 9 W. Struktur Sikap Sosial. 1983). (AlMaaidah:105)13 Menurut Cacioppo dan petty bahwa sikap merupakan evaluasi atau penilaian seseorang terhadap objek sikap yang tercermin dalam suka atau tidak suka. dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya.9 Sikap menurut Louis Thurstone. Hasbi Assidiqi dkk. mendukung atau tidak mendukung sebagai potensi reaksi terhadap objek sikap tersebut. hlm.A Gerungan. hal. Rensis Linkert.. hlm. Op..151. Charles Osgood adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. 180 14 Ibid. 13 T.12 Artinya: Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu sendiri.2000).14 b.5. 4-5. Psikologi Sosial (Bandung: PT Eresco. hlm.. 1995).M. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. hlm. Sikap Manusia (Teori dan Pengukurannya).6.5. yang dapat merupakan sikap pandangan atau sikap perasaan.8. ix . 11 Ibid.

Liberty. Seringkali komponen kognitif ini dapat disamakan dengan pandangan (opini).Dari strukturnya sikap terdiri atas 3 komponen yang saling menunjang. dari pengetahuan ini terbentuk keyakinan seseorang mengenai objek sikap. kepercayaan dan stereotype yang dimiliki individu mengenai sesuatu. Cit. yaitu : 1) Komponen Kognitif (cognitive) Komponen kognitif berisi persepsi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek sikap. hlm.hlm. Op.19 Ibid.24. Cit. atau problem yang kontroversal. Sikap Manusia. dan informasi ini dapat melalui pengalaman pribadi atau didapat dari orang lain. menyatakan komponen kognitif terbentuk dari pengetahuan atau kepercayaan yang dimiliki seseorang terhadap objek sikap.. hlm.. Op. Mann berpendapat bahwa komponen afektif merupakan perasaan individu terhadap objek sikap dan perasaan menyangkut masalah emosional. pengetahuan tersebut diperoleh dari informasi mengenai objek sikap.18 Komponen afektif merupakan emosional subjektif seseorang terhadap objek sikap yang berkaitan dengan perasaan seseorang mendukung 3) Komponen Konatif 15 16 tidak mendukung.11.17 2) Komponen Afektif Komponen afektif menyangkut masalah emosional subjektif seseorang terhadap suatu objek sikap secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu..11. terutama apabila menyangkut masalah isyu.. dalam Alimatul.15 Mann menjelaskan komponen kognitif berisi persepsi.16 Krech dkk. atau suka tidak suka terhadap suatu objek sikap.hlm. hlm 18-19 19 Alimatul Qibtiyah.24. 17 Alimatul Qibtiyah. Ibid. x . 18 Saifuddin Azwar. 1988). (Yogyakarta.

. Op. pengalaman pribadi haruslah meninggalkan kesan yang kuat. Op. akan tetapi meliputi pula bentukbentuk perilaku yang berupa pernyataan atau perkataan yang diucapkan seseorang. 22 Alimatul Qibtiyah. 3) Sikap melibatkan perasaan dan motivasi. karena sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi yang melibatkan emosi. tetapi dapat menetap.Komponen konatif atau konsep perilaku dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapinya.27. hlm. yaitu : 1) Sikap tidak dibawa sejak lahir. Cit. xi .13.hlm. Pengertian kecenderungan berperilaku menunjukkan bahwa komponen konatif meliputi bentuk perilaku yang tidak hanya dapat dilihat secara langsung saja. Alimatul Qibtiyah. Dengan demikian komponen konatif ini adalah kecenderungan seseorang untuk bertindak. 20 21 Saifuddin Azwar. Ciri-ciri Sikap. Cit.20 Brigham dan Azwar dalam Alimatul menyebut sebagai behavior component yaitu kecenderungan untuk berperilaku yang ada dalam diri seseorang yang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapi. atau mendekati terhadap suatu objek sikap. Op.. karena sikap didapat melalui proses belajar dan pengalaman..hlm.21 c. Faktor-faktor Dalam Pembentukan Dan Perubahan Sikap 1) Faktor-faktor Pembentukan Sikap : a) Pengalaman Pribadi Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap. Cit. tergantung kuat tidaknya keyakinan seseorang terhadap objek sikap tersebut.22 d.11. 2) Sikap selalu berhubungan dengan objek yang dipersepsi oleh individu. yaitu menjauhi. 4) Sikap dapat berlangsung sebentar.

23 b) Pengaruh Orang Lain Yang Dianggap Penting Middlebrook pada masa anak-anak dan remaja. Kepribadian tidak lain dari pada perilaku yang konsisten yang menggambarkan sejarah reinforcement (penguatan. Sikap orang tua dan sikap anak cenderung untuk selalu sama sepanjang hidup. Gerungan berpendapat bahwa media massa berpengaruh 23 24 Saifuddin Azwar. orang tua biasanya menjadi figure yang paling berarti bagi anak. hlm.. Op. 34. 26 Saifuddin Azwar.32.. Cit. hlm.31. Middlebrook menyatakan bahwa tidak adanya pengalaman sama sekali dengan suatu objek psikologis cenderung akan membentuk sikap negatif terhadap objek tersebut. radio. Interaksi antara anak dan orang tua merupakan determinan utama sikap anak. Cit.26 d) Media Massa Sebagai sarana komunikasi.A Gerungan. Op. Dengan demikian dari keluarga pula seseorang memperoleh norma-norma dasar dan sikap-sikap pertama. Op. Saifuddin Azwar.. Cit. Op.159..24 Gerungan menambahkan bahwa dalam keluarga seseorang merasakan adanya hubungan batin karena norma-norma kebudayaan serta sikap-sikapnya terhadap berbagai hal adalah sesuai dengan diri pribadinya. surat kabar. xii . ganjaran) yang kita alami.Penghayatan akan pengalaman akan lebih mudah mendalam dan lebih lama berbekas.25 c) Pengaruh Kebudayaan Burrhus Frederic Skinner menekankan pengaruh lingkungan termasuk kebudayaan dapat membentuk pribadi seseorang. hlm. berbagai bentuk media massa seperti TV. majalah dll mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang lain. 25 W. Cit. hlm.

. Cit. Dikarenakan konsep moral dan ajaran agama sangat menentukan sistem kepercayaan maka tidaklah mengherankan kalau pada gilirannya kemudian konsep tersebut ikut berperan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu hal. hlm. apakah tidak. Adanya aksi dari luar akan diseleksi oleh subjek pemilik sikap. Op. Radio. Sikap demikian dapat merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu begitu frustasi hilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih persisten dan tahan lama. 166.hlm. Cit. TV.36.. surat kabar. Op. . apakah positif atau negatif. garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Saifuddin Azwar.29 Gerungan memberi istilah faktor ini dengan faktor intern atau faktor individu itu sendiri. Pemahaman antara baik dan buruk. karena itu faktor ini justru menjadi penentu. hlm 36 29 Saifuddin Azwar. majalah dll relatif mudah membentuk sikap orang banyak. Cit.28 f) Pengaruh Faktor Emosional Suatu bentuk sikap kadang-kadang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego.besar dalam membentuk dan merubah sikap. apakah cocok dengan hal yang 27 28 W. Op.27 e) Lembaga Pendidikan Dan Lembaga Agama Lembaga pendidikan serta lembaga agama sebagai suatu sistem mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap karena keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. apakah objek sikap tertentu itu akan diterima. diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajaranajarannya. xiii .A Gerungan.

Adapun proses perubahan dan pembentukan sikap adalah kesediaan. b) Proses identifikasi.157. Saifuddin Azwar.. Op. Pengertian Pergaulan Bebas Pergaulan merupakan suatu hubungan yang meliputi suatu tingkah laku individu. benda atau situasi tertentu.30 2) Faktor-faktor Perubahan Sikap : Kelman menyebutkan secara khusus tentang proses yang mempengaruhi perubahan sikap adalah: a) Kesediaan. dimana proses ini terjadi apabila individu menerima pengaruh dan bersedia bersikap menurut pengaruh dari luar karena sikap tersebut sesuai dengan nilai yang dianutnya. Sikap juga merupakan kecenderungan untuk bertingkah laku terhadap suatu objek.hlm.hlm.A Gerungan. c) Proses imitasi. proses identifikasi serta proses internalisasi. xiv . Dapat dikatakan juga bahwa sikap merupakan suatu kesiapan mental dalam suatu tingkah laku yang dinyatakan langsung maupun tidak langsung.31 Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu bentuk evaluatif atau reaksi perasaan seseorang terhadap objek adalah mendukung (favorable) atau tidak mendukung (unfavorable). objek sikap berupa orang. Pergaulan antar sesama manusia harus bertujuan 30 31 W. 2.61. Cit . Faktorfaktor yang mempengaruhi perubahan sikap adalah faktor dari dalam dan faktor dari luar.telah diketahui sebelumnya ataukah tidak. apakah menyenangkan atau menjerumuskan. Op.. dimana individu bersedia menerima pengaruh dari orang lain atau dari kelompok lain untuk memperoleh reaksi atau tanggapan positif dari orang lain. terjadi apabila individu meniru perilaku atau sikap seseorang dikarenakan sikap tersebut sesuai yang dipilihnya. Cit.

sehingga orang mengatakan bahwa kedua muda mudi tersebut berpacaran. Cit. Fakta-fakta Yang Mempengaruhi Pergaulan Bebas Pada Remaja Menurut Gunarsa fakta-fakta yang mempengaruhi pergaulan bebas . Pergaulan bebas dan kenakalan remaja berkaitan dengan kehidupan remaja yang pengaruh sosial dan kebudayaannya memainkan peranan pembentukan dan pengkondisian tingkah laku.pada keamanan. ketentraman. ketentraman. maka akan menimbulkan suatu pergaulan atau hubungan yang meremehkan moral. dengan adanya waktu luang yang tidak bermanfaat akan lebih mudah menimbulkan adanya pergaulan bebas. Menurut Gunarsa dalam Catur menyatakan pergaulan bebas adalah suatu pergaulan yang luas antara pemuda-pemudi pergaulan yang terbatas antara muda mudi yang berarti adanya suatu kekhususan. Op. Menurut Sarwono pergaulan bebas merupakan pergaulan yang tidak mengenal batas norma dan adat yang ada dilingkungannya. Pergaulan bebas dan kenakalan remaja tidak dapat dilepaskan dari konteks kondisi sosial budaya jamannya. 32 yang besar dalam Catur Budi Siswntik. Apabila dalam pergaulan khususnya remaja yang tidak bertujuan pada keamanan. Hal ini disebabkan karena pacaran merupakan proses yang secara pasti dan perlahan-lahan menuju kearah keintiman yang lebih jauh sehingga berakibat semakin meningkatnya keinginan-keinginan seksual. Dalam arti remaja putra-putri yang mementingkan hura-hura dan berkumpul dan bergadang akan lebih mudah terbawa arus pergaulan bebas. xv . a. yaitu : 1) Waktu. Dalam pergaulan bebas yakni bergaul dengan siapa saja tidak pandang laki-laki ataupun perempuan. kesenangan dan keselamatan.32 Pengalaman berpacaran berpengaruh terhadap pergaulan bebas antara lawan jenis pada remaja.. kesenangan dan keselamatan. hlm.12.

Dimana hubungan pria dan wanita sudah intim dan bebas layaknya suami istri yang sah.1. terutama sekali bagi remaja yang kurang melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Wahyu Srihananto. pergaulan sosial. Pergaulan bebas pada layar televise maupun bioskop dapat merangsang remaja untuk turut membaca dan melakukan pergaulan bebas dan kenakalan remaja. kebanyakan anggota masyarakat beranggapan bahwa setiap norma yang baru datang dari luar itulah yang benar.2001). remaja banyak dijadikan objek pembahasan. 5) Pengaruh norma baru dari luar. 3) Kurangnya pengawasan terhadap remaja. Remaja dengan cepat menelan apa saja yang dilihat dari film barat. misalnya : a) Cara-cara berpakaian yang tidak langsung menutupi bagian tubuh yang rahasia. model dan lain-lain.2) Kurangnya pelaksanaan ajaran agama secara konsekuen. 33 xvi . sebagai contoh ialah norma yang datang dari barat. b) Sistem pacaran atau tunangan yang tidak mengenal batas lagi. baik melalui bacaan maupun film di televisi. Pengaruh Pergaulan Bebas Terhadap Perilaku seksual di Kalangan Remaja. hlm. 4) Adanya faham seks sekuler. c) Pemilihan ratu-ratu kecantikan dan bermacam-macam kontes. yang sudah membudaya dalam pergaulan remaja dan masyarakat. tidak diterbitkan. orang tua terlalu ketat dan tidak memberikan kebebasan serta orang tua terlalu sibuk di luar rumah sehingga remaja kurang perhatian dan pengawasan. b. (Solo: Fakultas Psikologi UMS. baik melalui film. Bentuk-bentuk Pergaulan Bebas 1) Kumpul kebo yaitu pergaulan yang menjerumus ke arah seksual antara jenis kelamin yang berbeda tanpa adanya ikatan perkawinan atau hidup bersama sebelum menikah.33 Akhir-akhir ini melalui berbagai alat komunikasi. televisi. contohnya pergaulan bebas. Makalah.

Remaja yang terjerumus ke pergaulan bebas mempunyai perilaku seperti melakukan hubungan seks di luar nikah.. pernyataan mengenai tubuh atau penampilan fisik. Ragam tindakan pelecehan ini dapat berupa siulan nakal. nyolek atau mencubit.34 Remaja yang terjerumus ke pergaulan bebas karena ketidak mampuan remaja dalam memanfaatkan waktu luang dan tidak dapat mengendalikan diri terhadap dorongan meniru dan kurangnya pengetahuan tentang agama. xvii . 3) Ikut dalam pelacuran atau melacurkan diri baik dengan tujuan kesulitan ekonomi maupun tujuan lain. akan tetapi ada unsur rasa senang dan perasaan bergelora dengan disertai peracikan bunga api cinta.Op. mencuri cium. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sikap Remaja Terhadap Pergaulan Bebas 1) 2) 34 Pribadi subjek Lingkungan keluarga Catur Budi Siswantik. 4) Keluyuran pergi sendiri maupun berkelompok tanpa tujuan. Cit. gerakan isyarat hingga kontak fisik yang dilakukan dengan sengaja dan berulang-ulang yang tidak bisa diterima oleh penderita.14. memegang tangan. 5) Pelecahan seksual (sexual harassment) berarti perilaku yang menyangkut pernyataan seksual. Berbentuk komentar-komentar. akan menimbulkan perbuatan iseng yang negatif. 6) Pacaran yang bukan sekedar berkumpul untuk belajar. hlm. ataupun berjudi. memperlihatkan gambar porno ataupun mencoba memperkosa. meletakkan tangan di atas paha. gurauan dan olok-olokan seks. memandang tubuh dari atas hingga bawah. minum-minuman keras.2) Berpesta pora semalam suntuk tanpa pengawasan sehingga mudah menimbulkan tindakan-tindakan yang kurang bertanggung jawab atau amoral dan asosial. c.

dapat dilihat dari pribadi yang meliputi faktor biologis. hlm. 37 Ibid. Pergaulan bebas dapat diartikan sebagai suatu proses hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan individu yang lain. sehingga sedikit demi sedikit perilaku itu terbentuk. kesempatan. Ibid. xviii .36 Dalam pergaulan bebas yakni bergaul dengan siapa saja tanpa pandang laki-laki ataupun perempuan atau sebaliknya. hlm. Menurut Gunarsa dan Turner 35 36 Primaria Yogiwulandari.. 3. pengetahuan tentang seks yang dimiliki.30.29. pendidikan dan agama. Pengertian Sikap Terhadap Pergaulan Bebas Remaja Kata remaja berasal dari istilah bahasa Inggris adolescence dan dari bahasa latin adolescere. hlm. artinya tumbuh menjadi dewasa dengan melalui masa peralihan yang disertai dengan perubahan-perubahan fisiknya yaitu antara usia 12-22 tahun. kebebasan..Op Cit. pergaulan pribadi. dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi atau mengubah kelakuan individu yang lain.. mengeluarkan pendapat serta bebas dalam memilih teman.3) Lingkungan sosial35 Faktor-faktor yang berpengaruh pada sikap remaja terhadap pergaulan bebas antar jenis. jenis kelamin.37 Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pergaulan bebas merupakan hubungan timbal balik antar individu yang satu dengan individu yang lain tanpa memandang laki-laki ataupun perempuan yang saling mempengaruhi atau mengubah kelakuan individu yang lain tanpa mengindahkan batas norma agama dan adat yang ada dilingkungannya.29. Faturrochman menyatakan meluasnya perilaku pergaulan bebas remaja sekarang ini dikarenakan sekarang lebih bebas bertindak. anggapan yang salah. umur.

j. e. Kecenderungan membentuk kelompok dan melakukan kegiatan berkelompok. Konflik yang ada pada diri remaja sering menjadi pangkal penyebab timbulnya pertentangan dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Kegelisahan dan keadaan yang tidak senang menguasai diri remaja. 1999). 21.hlm. Banyaknya fantasi. Sikap menentang orang tua atau orang dewasa lainnya. f.21-22. Adanya perombakan pandangan dan pertunjuk hidup. Dukungan Orang Tua Terhadap Keputusan Karir Remaja dan Status Keputusan Karir Remaja. Ada perasaan canggung dan kaku dalam pergaulan. sehingga menyulitkan orang lain untuk mengadakan pendekatan dengan dirinya. Adanya ketidakseimbangan emosi.. g. menyebabkan perasaan kosong di dalam diri remaja. h. xix . ( Solo: Fakultas Psikologi UMS .Helms dalam Martha Yulia remaja merupakan masa transisi kehidupan antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang ditandai dengan perubahan-perubahan fisik dan psikologis. Remaja mempunyai keinginan besar yang mendorongnya suka melakukan segala kegiatan orang dewasa. khayalan dan bualan merupakan ciri khas remaja.38 Gunarsa menyatakan ada beberapa ciri khas pada remaja yaitu: a. sosial dan psikologik.39 38 Martha Yulia WS. tidak diterbitkan. 39 Martha Yulia WS. c. Makalah. b. hlm. Eksplorasi (keinginan untuk menjelajahi lingkungan alam sekitar). Cit. d. Sarwono menggunakan batasan usia 11 hingga 22 tahun merupakan mulainya perkembangan fisik. sehingga ada rasa rendah diri. Op. i. Banyak hal yang diinginkan remaja tetapi tidak semua sanggup dipenuhinya.

dengan tujuan ingin memperlihatkan kemampuannya kepada orang lain ataupun orang tuanya. baik di kota.24. Konsep Diri a.41 Kadang-kadang remaja bersikap atau berperilaku di luar kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. dimana pergaulan bebas sudah menjadi bagian dari kehidupannya.Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan apa yang ada pada suatu kaum. (Jakarta: PT Erlangga. hingga lebih dahulu mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. khususnya dengan konsep-konsep moral tentang benar dan salah yang bersifat umum. Kenyataan ini terlihat dalam perilaku seksual yang berhubungan dengan pergaulan sosial remaja. (Ar-Ra’d:11) Perubahan pokok dalam moralitas selama masa remaja terdiri dari mengganti konsep-konsep moral..40 Tugas perkembangan remaja adalah yang berhubungan dengan penyesuaian sosial. Akibatnya hamil di luar nikah merupakan fenomena yang dapat terjadi dimana-mana. Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis dalam hubungan yang sebelumnya belum pernah ada dan harus menyesuaikan dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga dan sekolah. membangun kode moral berdasarkan pada prinsip-prinsip moral individu dan mengendalikan perilaku melalui perkembangan hati nurani. Remaja pria mulai terdorong untuk mendekati remaja putri dan remaja putri mulai terdorong untuk mendekati remaja pria. 41 Ibid. seperti mendekati lawan jenisnya.hlm. hlm. Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan). 4. 40 xx . di desa ataupun di lingkungan sekolah. Hal ini disebabkan remaja bersikap positif terhadap pergaulan bebas antar jenis kelamin. Pengertian Konsep Diri Elizabeth B.213. Hurlock.1999).

hlm.Konsep dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai pengertian.520. tetapi juga penilaian individu terhadap dirinya. extended self dan possible self. yaitu : 1) 2) Komponen kognitif disebut citra diri (self image) Komponen afektif disebut harga diri (self esteem)45 Komponen kognitif merupakan pengetahuan individu. Op. 1983). social self. situasional self.536. (Depok: Bagian PIO Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. 46 Urip Mokoginta. (Jakarta: Balai Pustaka. Sedangkan komponen afektif merupakan penilaian individu terhadap dirinya sendiri. yaitu : ideal self.hlm. expected self. Ada dua komponen konsep diri. yang secara keseluruhan membentuk diri seseorang. (Bandung: PT Remaja Rodaskarya.42 Secara umum konsep diri (self-concept) merupakan cara keseluruhan informasi yang kompleks. Op.99. 44 Jalaluddin Rahmad. W..43 William mendifinisikan konsep diri sebagai pandangan dan perasaan kita tentang diri kita.44 Rahmad menyatakan konsep diri bukan hanya sekedar gambaran deskriptif saja. Kamus Bahasa Indonesia.537-538. ideal social self. Cit.S.2003). Cit.hlm.2001). 45 Jalaluddin Rahmad. 42 xxi .100. rancangan (cita-cita) yang telah ada dalam pikiran.. Mowen mendifinisikan konsep diri sebagai cerminan totalitas pemikiran dan perasaan individu yang merujuk pada diri sendiri sebagai sebuah objek.46 Mowen juga membagi tipe konsep diri menjadi delapan.hlm. Psikologi Komunikasi. gambaran diri tersebut akan membentuk citra diri.hlm. Pengembangan Kualitas SDM Dari Perspektif PIO. 43 Urip Mokoginta dkk.J. Jadi konsep diri meliputi apa saja yang dipikirkan dan apa yang dirasakan tentang individu sendiri. pendapat (faham). Purwodarminto.

Seseorang berusaha menjadi dirinya sendiri (diri aktual atau real self) dengan patokan yang disebut ideal self.Sementara Atwater membedakan konsep diri menjadi empat.538. Body image (citra tubuh) yaitu cara seseorang memandang tubuhnya. tidak diterbitkan.23.24. moral ideal dan nilai. Konsep Diri dan Sikap pada Siswa SMU “14” I di Yogyakarta. Ideal self (diri ideal) yaitu diri yang diinginkan seseorang. Persepsi terhadap diri sendiri itu bukan hanya penilaian terhadap diri sendiri melainkan juga penilaian atau penaksiran mengenai diri sendiri oleh individu yang bersangkutan. yaitu diri ideal yang ingin dicapai seseorang.hlm. Harapan terhadap diri sendiri.. (Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM. Keseimbangan atau ketidakseimbangan antara diri aktual dan diri ideal inilah yang menentukan kedewasaan (motority) penyesuaian (adjustment) dan kesehatan mental seseorang.hlm.47 Menurut Carl Rogers dalam Yuni menyatakan konsep diri 2) 3) 4) seseorang dalam kehidupan secara bertahap berkembang. 49 Ibid. Skripsi.49 Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konsep diri adalah persepsi individu terhadap dirinya sendiri.. 1996). Yuni Dwi Astuti. Persepsi terhadap diri sendiri ini dibentuk oleh pengalaman-pengalaman 47 48 dan pendapat dari lingkungan yang Ibid. xxii . yaitu : 1) Subjective self (diri subjektif) yaitu cara seseorang memandang dirinya sendiri. Social self yaitu persepsi diri berkaitan dengan pengaruh sosial yang ada.48 Calhoun dalam Yuni menyatakan bahwa konsep diri terdiri dari tiga dimensi. termaksud aspirasi. yaitu: 1) 2) 3) Pengetahuan terhadap diri sendiri.hlm. Evaluasi terhadap diri sendiri.

mengembangkan konsep diri yang menyenangkan sehingga dapat menyesuaikan diri dengan baik. b. Remaja yang matang terlambat yang diperlakukan seperti anak-anak. Ketidakpatutan seks membuat remaja sadar diri dan hal ini memberi akibat buruk pada perilakunya.dipengaruhi oleh penguatan. penilaian orang lain dan pribadi individu bagi tingkah lakunya. c) Kepatutan Seks Kepatutan seks dalam penampilan diri. d) Nama dan Julukan Remaja peka dan merasa malu bila teman-temannya sekelompok menilai namanya buruk atau bila mereka memberi nama julukan yang bernada cemoohan. yang diperlakukan seperti orang yang hampir dewasa. baik segi fisik. b) Penampilan Diri Penampilan diri yang berbeda membuat remaja merasa rendah diri meskipun perbedaan yang akan menambah daya tarik fisik. kepercayaan dan nilai diri individu. merasa salah dimengerti dan bernasib kurang baik sehingga cenderung berperilaku kurang dapat menyesuaikan diri. Oleh karena itu konsep diri mempunyai pengaruh besar terhadap tingkah lakunya. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Dan Pembentuk Konsep Diri 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri remaja : a) Usia Kematangan Remaja yang matang lebih awal. xxiii . psikis dan sosial yang akan membentuk sikap. minat dan perilaku membantu remaja mencapai konsep diri yang baik.

. Dan remaja yang realistik tentang kemampuannya lebih banyak mengalami keberhasilan daripada kegagalan. Konsep diri terbentuk dalam waktu yang lama dan pembentukan ini tidak dapat diartikan bahwa 50 untuk mengembangkan ciri-ciri kepribadian yang diakui oleh kelompok. akan mendefinisikan diri dengan orang ini dan ingin mengembangkan pola kepribadian yang sama. Sebailiknya remaja yang sejak awal masa kanak-kanak didorong untuk mengikuti pola yang sudah diakui akan kurang mempunyai perasaan identitas dan individualitas. ia akan mengalami kegagalan. Ini akan menimbulkan kepercayaan diri dan kepuasaan diri yang lebih besar yang memberikan konsep diri yang lebih baik. xxiv . Cit.e) Hubungan Keluarga Seorang remaja mempunyai hubungan yang erat dengan seorang anggota keluarga. Hurlock.235. Op. hlm.50 Menurut Argyle dalam Catur faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri meliputi 4 faktor : a) Reaksi dari orang lain. h) Cita Remaja yang mempunyai cita-cita yang tidak realistik. Elizabeth B. f) Teman Sebaya Seman sebaya mempengaruhi pola keperibadian remaja dalam dua cara. yaitu konsep diri remaja merupakan cerminan dari anggapan tentang konsep teman-teman tentang dirinya dan ia berada dalam tekanan g) Kreativitas Remaja di masa kanak-kanak didorong agar kreatif dalam bermain dan dalam tugas-tugas akademis. mengembangkan perasaan individualitas dan identitas yang memberi pengaruh yang baik pada konsep dirinya.

b) Perbandingan dengan orang lain. Biasanya salah satu cara bagaimana individu menerima peran kelompoknya di dalam mengembangkan konsep dirinya ialah dengan identifikasi terhadap orang tua yang berjenis kelamin sama. seperti orang tua. disenangi karena keadaan kita.51 2) Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Konsep Diri a) Orang Lain Harry Stack Sullivan menjelaskan bahwa jika kita diterima orang lain. individu memiliki harga diri yang tinggi biasanya memiliki orang tua yang juga memiliki harga diri yang tinggi. kita akan cenderung bersikap menghormati dan menerima diri kita. Konsep diri juga sangat tergantung dengan bagaimana cara individu membandingkan dengan orang lain. Cit. kita akan cenderung tidak akan menyenangi diri kita.adanya reaksi yang tidak biasa dari seseorang akan dapat mengubah konsep diri. dihormati. bila orang lain selalu meremehkan kita. c) Peranan seseorang. d) Identifikasi terhadap orang lain. teman dekat dan lain-lain. Op. xxv . maka reaksi ini mungkin berpengaruh terhadap konsep diri. menyalahkan kita dan menolak kita. Individu biasanya lebih suka membandingkan dirinya dengan orang lain yang serupa dengan dirinya.20. Namun demikian reaksi yang sangat sering terjadi atau bila reaksi muncul dari orang lain yang mempunyai arti yaitu orang-orang yang dinilai. hlm. b) Kelompok Rujukan (reference group) 51 Catur Budi Siswantik. terutama orang itu mempunyai arti penting bagi individu dan dianggap individu seseorang itu mempunyai kuasa untuk mempengaruhi konsep diri seseorang.

baik konsep diri positif maupun konsep diri negatif. Dalam kenyataannya tidak ada individu yang sepenuhnya memiliki konsep diri yang positif atau sepenuhnya negatif. Setiap kelompok mempunyai norma-norma tertentu yang berpengaruh pada emosional kita dan menjadi pembentuk konsep diri kita. Cit. d) Merasa sama dengan orang lain. 52 Jalaluddin Rakhmad.52 c.Dalam pergaulan bermasyarakat. Seperti Hamachek dalam Catur memberikan karakteristik individu yang memiliki konsep diri positif antara lain : 1) Konsep Diri Positif Hamachek dalam Catur Budi Siswantik memberikan karakteristik individu yang memiliki konsep diri positif antara lain : a) Ia meyakini betul nilai-nilai dan prinsip-prinsip tertentu serta bersedia mempertahankannya walaupun menghadapi pendapat kelompok yang kuat. xxvi . h) Cenderung menolak usaha orang lain untuk mendominasinya. Op. i) Sanggup mengaku pada orang lain bahwa ia mampu merasakan berbagai dorongan dan keinginan.. Konsep Diri Positif Dan Negatif Setiap individu pasti memiliki konsep diri. b) Mampu bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa bersalah yang berlebihan atau menyesali tindakannya jika orang lain tidak setuju dengan tindakannya.100-104. Misalnya remaja masjid. c) Tidak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak perlu. e) Memiliki keyakinan pada kemampuannya untuk mengatasi persoalannya. g) Dapat menerima pujian tanpa pura-pura rendah hati. kita pasti menjadi anggota berbagai kelompok. f) Sanggup menerima dirinya sebagai orang yang penting dan bernilai bagi orang lain.hlm.

hal ini menyebabkan evaluasi remaja terhadap dirinya sendiri sebagaimana adanya. hlm. c) Ia menerima pujian tanpa rasa malu. dalam berbagai kegiatan meliputi pekerjaan. mampu bertanggung jawab. persahabatan atau sekedar mengisi waktu. merasa bangga akan prestasi yang dicapainya dan mampu mempengaruhi orang lain. Remaja berkonsep diri positif mempunyai kemampuan mentalnya. Jalaluddin Rakhmad. permainan. b) Ia merasa setara dengan orang lain. xxvii . Individu yang berkonsep diri positif akan mampu untuk bertindak mandiri.105. Individu yang berkonsep diri positif juga mempunyai pengetahuan yang seksama tentang dirinya sendiri dan ini menjadikan individu mempunyai penerimaan diri. Remaja yang berkonsep diri positif menetapkan tujuantujuannya secara masuk akal. bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan. ungkapan diri yang kreatif.20. Dia dapat mengukur kemampuannya secara objektif dalam meraih tujuan yang hendak dicapainya. d) Ia menyadari. Cit. Brooks dan Philip Emmert individu yang memiliki konsep diri positif ditandai dengan lima hal. 53 54 Ibid..hlm. Op. yaitu : a) Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah.. e) Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenangi dan berusaha mengubahnya. harapan-harapan yang realistik dan harga diri yang tinggi. keinginan dan perilaku yang tidak sepenuhnya disetujui masyarakat.53 Menurut William D.54 Ciri khas individu yang berkonsep diri positif adalah pengetahuan tentang dirinya sendiri yang luas dan bervariasi.j) Mampu menikmati dirinya secara utuh.

dan mudah marah dan naik pitam. ia tidak dapat menyembunyikan antusiasmenya pada waktu menerima pujian. b) Orang yang memiliki konsep diri negatif. xxviii .M. penerimaan diri sebagai seseorang yang sama berharga dengan orang lain. memberi kepuasan dalam kehidupannya dengan dunia sekitarnya tanpa harus menimbulkan gangguan mentalnya. hal. Hasbi Assidiqi dkk.. Brooks dan Philip Emmert ada lima tanda individu yang memiliki konsep diri negatif. Mereka tidak mampu mengungkapkan penghargaan atau pengakuan pada kelebihan orang lain.105. c) Memiliki sikap hiperkritis terhadap orang lain. Op.Cit. Ia selalu mengeluh. yaitu : a) Ia peka pada kritik. e) Bersikap pesimis terhadap kompetisi seperti ia enggan untuk bersaing dengan orang lain dalam membuat prestasi. 2) Konsep Diri Negatif Menurut William D.56 55 56 T.hlm. 177 Ibid.Artinya: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang sholeh. Ia merasa tidak diperhatikan. (Al-Maaidah:93)55 Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konsep diri positif akan membawa kepribadian yang mantap. mencela atau meremehkan apapun dan siapapun. responsif sekali terhadap pujian. d) Cenderung merasa tidak disenangi orang lain. dan ia bereaksi pada orang lain sebagai musuh sehingga tidak dapat melahirkan kehangatan dan keakraban persahabatan. Ia menganggap tidak akan berdaya melawan persaingan yang merugikan dirinya. Orang ini sangat tidak tahan kritik yang diterimanya.

Seperti Firman Allah : Artinya : Tidak sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu (Az-Zumar :9)57 Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konsep diri negatif akan cenderung membuat individu bersikap tidak efektif. dkk.1987). Winarno surachmat. Hipotesis Hipotesis menurut Winarno Surachmad adalah perumusan jawaban sementara terhadap suatu soal. ini akan terlihat dari kemampuan lingkungan dalam masyarakat.Cit.M. xxix . hlm. evaluasi diri yang dimilikinya juga meliputi penilaian yang negatif terhadap dirinya. ia tidak sungguh-sungguh mengetahui siapa dia. Dasar dan Tehnik Research. Bagi remaja yang berkonsep diri negatif.58 Untuk kepentingan uji statistik diperlukan sesuatu untuk membandingkan hipotesa kerja. (Bandung: Tarsito. Individu yang mempunyai pemahaman atau pengetahuan yang kurang atau sedikit tentang dirinya. baik dengan apa yang dirasakannya dan selalu membandingkan apa yang akan dicapai dengan yang dicapai orang lain.Ciri khas individu yang berkonsep diri negatif adalah ketidakakuratan pengetahuan tentang dirinya sendiri. yang dimaksudkan sebagai tuntunan sementara dalam penyelidikan untuk mencari jawaban yang sebenarnya. apa kelebihan dan kekurangannya. 747. Harapan-harapan yang tidak masuk akal dan harga diri yang rendah menyebabkan remaja kurang percaya diri akan kemampuannya.38. T. Op. Hasbi Ash-shiddiq. G.hlm. Remaja merasa tidak pernah cukup. maka hipotesa kerja (HK) di atas diubah menjadi hipotesa nihil (HO) sebagai berikut : interpersonal dan penguasaan 57 58 .

a. tidak terpengaruh terhadap pernyataan hipotesa kerja (HK).152. Metode Penelitian Survai. Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Populasi atau universe adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga. kemudian diuji kebenarannya yang masih diragukan. 59 Subyek dan Obyek Penelitian. Yang menjadi subyek penelitian ini adalah remaja yang tinggal di Kampung Joyonegaran Kelurahan Wirogunan Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta. 1. (Jakarta: LP3ES. Karena berjumlah 160 orang maka penulis menggunakan penelitian populasi.Ha : Ada hubungan antara konsep diri dengan sikap terhadap pergaulan bebas remaja di Kampung Joyonegaran Kelurahan Mergangsan Kota Yogyakarta. Ho : Tidak ada hubungan antara konsep diri dengan sikap terhadap pergaulan bebas remaja di Kampung Joyonegaran Kelurahan Mergangsan Kota Yogyakarta. kemudian hipotesa nihil (HO) dikembalikan lagi ke hipotesa kerja (HK) pada rumusan akhir pengetasan hipotesa. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah semua pihak yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. xxx . Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara yang dilakukan untuk menemukan atau menggali sesuatu yang telah ada. hlm. Berdasarkan jumlahnya remaja di Kampung Joyonegaran Kelurahan Wirogunan Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta sebanyak 160 orang. Agar peneliti tidak memiliki prasarangka dan dapat bersikap jujur.59 Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal baik warga asli maupun yang hanya kost di Kampung Joyonegaran Kelurahan Wirogunan Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta.1989). H.

1 Penentuan populasi No 1. Obyek Penelitian Obyek kajian dalam penelitian ini adalah hubungan antara konsep diri dengan sikap terhadap pergaulan bebas remaja. 2. Metode angket atau kuesioner adalah suatu cara atau metode penelitian berupa daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh subyek.hlm. Klasifikasi Remaja pelajar SMP Remaja pelajar SMU Mahasiswa Jumlah Populasi 30 40 90 160 b. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut : a. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengungkapkan data tentang variabel yang akan diteliti dan angket ini digunakan sebagai metode pokok dikarenakan metode ini digunakan untuk mengungkapkan data-data primer dalam penelitian60 Suharsimi Arikunto. Tabel. 3. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.1993). 2.Karakteristik populasi dalam penelitian ini berdasarkan tingkat pendidikan subjek. Metode Angket atau Kuesioner.140. (Jakarta: Rineka Cipta. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah suatu cara yang dipakai oleh peneliti untuk memperoleh data yang akan diselidiki. 60 xxxi .

keahlian dan seksualitasnya. Skripsi. Setuju (S) diberi skor 3. mencerminkan perasaan mampu dan evaluasi terhadap kepribadian terlepas dari fisik atau hubungannya dengan orang lain. perasaan menjadi orang yang baik atau jelek serta kepuasan dan ketidakpuasan terhadap agama yang dianutnya. arti dan nilai moral. Angket konsep diri yang disusun berdasarkan 5 aspek konsep diri yang dikemukakan oleh Fitts.Bentuk pertanyaan dalam angket ini bersifat tertutup artinya subyek memilih satu di antara beberapa alternatif jawaban yang telah disediakan. berharga. mencerminkan diri dalam konteks moral-etik. 1) Angket Konsep Diri Angket ini berbentuk pilihan. keadaan kesehatan. yaitu angket konsep diri dan angket sikap terhadap pergaulan bebas remaja. yaitu subyek diminta untuk memilih satu jawaban yang dianggap sesuai dari empat pilihan yang disediakan. Tidak Fris Winayoga. dan berarti sebagai anggota keluarga.hlm. mencerminkan perasaan mampu.29. b) Diri Pribadi (personal self). 61 xxxii . c) Diri Moral-etik (moral-ethical self). e) Diri Sosial (social self).1999). d) Diri Keluarga (family self). menggambarkan bagaimana individu memandang tubuh. penampilan fisik.61 Dalam penelitian ini jawaban pada setiap pertanyaan dalam angket yang bersifat favorabel dan unfavorabel. Hubungan Konsep Diri Dengan Kenakalan Remaja dalam Pembinaan BAPAS. hubungan dengan Tuhan. tidak diterbitkan (Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM. yaitu : a) Diri Fisik (physical self). Favorabel yang mengandung skor sebagai berikut : Sangat Setuju (SS) diberi skor 4. mencerminkan perasaan mampu dalam berinteraksi dengan orang lain secara umum. Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua macam angket.

Obyek yang dimaksud seperti pakaian seksi. pulang larut malam dll. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengandung sikap yang favorabel dan unfavorabel. pacaran. Unfavorabel yang mengandung skor sebagai berikut : Sangat Setuju (SS) diberi skor 1. akan menjawab pertanyaan apa yang dipikirkan atau dipersepsikan tentang obyek. Obyek yang dimaksud seperti berganti-ganti pasangan. Obyek yang dimaksud seperti ciuman. menjawab pertanyaan tentang apa yang dirasakan senang atau tidak senang terhadap obyek. untuk mengetahui atau mengungkap sejauhmana sikap terhadap pergaulan bebas pada remaja digunakan angket sikap terhadap pergaulan bebas. Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1. bergandengan tangan. Angket sikap terhadap pergaulan bebas berdasarkan aspekaspek sebagai berikut: a) Aspek Kognitif. bergaul dengan lawan jenis dll. kumpul kebo. Setuju (S) diberi skor 2. b) Aspek Afektif. jawaban pada setiap pertanyaan dalam angket yang favorabel mengandung skor sebagai berikut : xxxiii . Dalam penelitian ini. akan menjawab pertanyaan apa dan bagaimana kesediaan atau kesiapan untuk bertindak terhadap suatu obyek.Setuju (TS) diberi skor 2. Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 4 2) Angket Sikap Terhadap Pergaulan Bebas Dalam penelitian ini. Tidak Setuju (TS) diberi skor 3. seks di luar nikah dll. c) Aspek Konatif.

. Dari angket yang terkumpul tersebut di dapat skor angka kasar yang kemudian diuji dengan validitas dan relibialitas. Setuju (S) diberi skor 3.hlm. b. Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1. Setuju (S) diberi skor 2. karena penulis bukan merupakan bagian dari subyek penelitian. Uji Coba Uji coba angket dilakukan pada 30 orang subyek uji coba angket terpakai. Adapun pelaksanaan uji coba angket dengan cara menyebar angket kepada mahasiswa Sarjanawiyata. Setelah angket diisi oleh subyek kemudian dikembalikan kembali pada peneliti.107. Metode Observasi Metode observasi merupakan salah satu metode penelitian dengan cara mengamati dan melakukan pengamatan. xxxiv . Adapun pelaksanaan uji coba angket dengan menyebar angket kepada seluruh subjek uji coba. Dan metode penelitian yang penulis pakai adalah metode observasi nonpartisipan. Tidak Setuju (TS) diberi skor 2. 3.62 Metode observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data-data yang berupa kenyataan atau bahan-bahan keterangan tentang kondisi dari obyek penelitian. Cit. 62 Suharsimi Arikunto. pencatatan sistematis terhadap fenomena yang diselidiki. Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 4. Op. Tidak Setuju (TS) diberi skor 3. Unfavorabel yang mengandung skor sebagai berikut : Sangat Setuju (SS) diberi skor 1.Sangat Setuju (SS) diberi skor 4.

alasannya adalah untuk bahwa statistik merupakan menyusun. Lebih dari itu diharapkan Azwar. dasar-dasar (Yogyakarta: Reliabilitas xxxv . Validitas Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.1997). 5. Dengan alat ukur yang kualitasnya tinggi maka hasil dari suatu penelitian akan menghaasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan. 63 mengumpulkan.4.hlm. Validitas dan Reliabilitas Setelah angket diuji cobakan kepada mahasiswa universitas Sarjanawiyata Tamansiswa untuk selanjutnya dilakukan uji validitas dan relibialitas. cara ilmiah yang dan dapat Pelajar dipersiapkan statistik Saifuddin Offset. dapat menyajikan yang Pustaka menganalisis data penelitian yang berwujud angka-angka. Suatu tes dapat dikatakan validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya.5. Metode Analisis Data Metode analisis data yang ditetapkan pada penelitian ini adalah metode analisis statistik. menyediakan dan Validitas. a. Validitas dan reliabilitas merupakan dua hal yang saling berkaitan dan menentukan alat ukur. Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauhmana alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Dengan demikian suatu alat ukur penelitian sebelum digunakan haruslah memenuhi persyaratan valid dan reliabel sehingga alat-alat ukur tersebut tidak menyesuaikan hasil pengukuran dan kesimpulan. dengan uji korelasi product moment dari person. atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut.63 b.

Yogyakarta. Angket konsep diri diungkap melalui: 1) Diri Fisik 2) Diri Pribadi 3) Diri Moral-etik 4) Diri Keluarga 64 Winarno Surachmat. xxxvi . Analisis dilaksanakan dengan bantuan komputerisasi dari SPS 2000 Edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Pamardiningsih. (Bandung : Tarsito. Definisi Operasional a. Variabel Penelitian Menurut Winarno Surachmat variabel dibedakan menjadi dua.64 Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu : a.hlm. yang merupakan hasil pengenalan diri yang diperoleh melalui serangkaian proses pemikiran. perasaan. b.1990). Versi IBM/IN.80. yang di dapatkan dari interaksi dengan orang lain. Hak Cipta tahun 2001 Dilindungi Undang-undang. Variabel terikat (y) : Sikap terhadap pergaulan bebas remaja 7. sebagai satu kesatuan bertindak dan bereaksi. persepsi. Konsep Diri Konsep diri adalah gambaran seseorang tentang dirinya sendiri secara keseluruhan. yaitu : a. Variabel bebas atau variabel eksperimen yaitu variabel yang diselidiki sepenuhnya. Variabel terikat atau variabel ramalan yaitu variabel yang diramalkan akan timbul dalam hubungan yang fungsional atau sebagai pengaruh dalam variabel bebas. dan evaluasi tentang dirinya sendiri. Variabel bebas (x) : Konsep diri b. Pengantar Penelitian Ilmiah. 6.dipertanggung jawabkan untuk menarik kesimpulan yang benar dan mengambil keputusan yang baik. Universitas Gadjah Mada.

UMS. Psikologi Kepribadian. 1984.1999. Angket sikap terhadap pergaulan bebas diungkap melalui : 1) Aspek Kognitif 2) Aspek Afektif 3) Aspek Konatif DAFTAR PUSTAKA Agus Sujanto dkk. Catur budi Siswantik. Solo: Fakultas Psikologi. Sikap Terhadap Pergaulan Bebas Remaja Sikap terhadap pergaulan bebas adalah kecenderungan untuk bertingkah laku terhadap obyek. Tesis. Alimatul Qibtiyah. Sikap Para Tokoh Agama Islam Terhadap Masalah Gender Ditinjau dari Beberapa Ayat Al-Qur’an dan Hadits di Wilayah Yogyakarta. Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan). Obyek yang dimaksud adalah individu melakukan hubungan timbal balik antara yang satu dengan yang lain tanpa pandang laki-laki atau perempuan yang saling mempengaruhi atau mengubah perilaku individu tanpa mengindahkan batas norma yang ada. Hubungan Antara Konsep Diri dan Anomie Dengan Pergaulan Bebas Pada Mahasiswa Kos. Elizabeth B Hurlock. Untuk mengetahui sikap terhadap pergaulan bebas maka diungkap dengan alat ukur sikap terhadap pergaulan bebas yang berupa angket. 2000.5) Diri Sosial b. Jakarta: Bumi Akasara. Jakarta: Penerbit Erlangga. tidak diterbitkan. Yogyakarta: Program Psikologi dengan Kekhususan Psikologi Sosial Jurusan Psikologi Sosial. tidak diterbitkan. Skripsi. xxxvii .2000.

Bandung: PT Tarsito. Terjemahan Widjahja Kusuma. Rita L. Jakarta: LP3ES. Sikap Manusia. tidak diterbitkan. Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Skripsi. (Teori dan Pengukurannya). Makalah. Bandung: PT. xxxviii . Sikap Manusia. Pengantar Psikologi. Yogyakarta. Saifuddin Azwar. Fakultas Psikologi UGM 2000.1999. Skripsi. Metode Statistika. Atkinson dkk. Jalaluddin Rahmad.Fris Winayoga. t. Solo: Fakultas Psikologi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM. Dukungan Orang Tua Terhadap Keputusan Karir Remaja dan Status Keputusan Karir Remaja.1989. Sudjana. 1999. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. 1988. 2003. UMS. Hubungan Antara Minat Menonton Film Barat di TV Dengan Sikap Remaja Terhadap Remaja Antar Jenis. Psikologi Komunikasi. Primaria Yogiwulandari. 1997. Remaja Rodaskarya. Batam: Interaksara. Martha Yulia WS. Reliabilitas dan Validitas. Tidak Diterbitkan. Saifuddin Azwar.t. Metode Penelitian Survei. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Saifuddin Azwar. Hubungan Konsep Diri Dengan Kenakalan Remaja Dalam Pembinaan BAPAS. tidak diterbitkan. Yogyakarta: Liberty. 1989. 1995.

1983. Jakarta: Balai Pustaka. 1987. Bimbingan Konseling Kelompok. xxxix . Bandung: Tarsito. Urip A. Konsep Diri dan Sikap Pada Siswa SMU “14” I di Yogyakarta. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah atau Pentafsir Al-Qur’an. 2001. T. Kamus Bahasa Indonesia. tidak diterbitkan.S. Solo: Fakultas Psikologi UMS. Gerungan.A. Yuni Dwi Astuti. Pengaruh Pergaulan Bebas Terhadap Perilaku Seksual di Kalangan Remaja.Suharsimi Arikunto. 1988. Depok: Bagian PIO Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 2001. W. Dasar Tehnik Research. 1990. Pengembangan Kualitas SDM dari Perspektif PIO. Psikologi Sosial. tidak diterbitkan. Eresco. Wahyu Srihananto. dkk. Winarno Surachmat. Pengantar Penelitian Ilmiah. 1971. WJ. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM. Mokoginta. Bandung: Tarsito.M Hasbi Assidiqi dkk. 1983. Yogyakarta: UD Rama. Bandung: PT. Winarno Surachmat.1996. 1993. Syamsudin. Skripsi. Makalah. Purwodarminto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful