P. 1
Perilaku Mengatup Mimosa Pudica

Perilaku Mengatup Mimosa Pudica

|Views: 313|Likes:
Published by Risa

More info:

Published by: Risa on Jun 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Perilaku Mengatup Mimosa pudica

Putri malu atau Mimosa pudica merupakan tumbuhan yang berasal dari Amerika tropis yang ditemukan pada ketinggian 1200 meter di bawah permukaan laut. Ciri-ciri morfologi tumbuhan putri malu adalah daun berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah licin, panjang 6-16 mm, lebar 1-3 mm, berwarna hijau, umumnya tepi daun berwarna ungu. Jika daun disentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap. Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm. Batang bulat, berambut, dan berduri temple. Akar berupa akar pena yang kuat. Bunga berbentuk bulat seperti bola, bertangkai, berwarna ungu/merah. Buah berbentuk polong, pipih seperti garis. Berikut klasifikasi ilmiah tanaman putri malu : Kerajaan : Plantae Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Fabales : Fabaceae : Mimosa : Mimosa pudica

Tumbuhan putri malu memiliki dua macam kepekaan, yakni terhadap sentuhan (seismonasti) dan terhadap intensitas cahaya matahari atau melakukan gerakan tidur pada malam hari (niktinasti). Gerak niktinasti dan seismonasti yang dimiliki oleh putri malu tergolong dalam gerak nasti (gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak ditentukan oleh arah datangnya rangsangan) serta tergolong ke dalam gerak etionom (gerak yang disebabkan karena adanya rangsangan dari luar tumbuhan berupa faktor-faktor lingkungan). Gerak nasti terjadi disebabkan karena adanya rangsangan dari luar menyebabkan perubahan tekanan turgor pada sel-sel batang, cabang, dan tulang daun. Tekanan turgor merupakan tekanan air pada dinding sel akibat perubahan kadar air dalam sel tumbuhan.

Seiring dengan peristiwa ini vakuola menyerap air dengan cepat lalu membengkak dan menekan cairan sel ke dinding sel serta mengakibatkan tekanan turgor untuk meregangkan dinding sehingga berukuran lebih besar. Alhasil batang. Gerak buka-tutup terjadi karena perubahan keseimbangan air (turgor) dalam sel-sel pulvinus. Jika sebatang korek api menyala ditaruh di bawah ujung selembar daunnya. terjadi aliran air menjauhi daerah sentuhan.Pada saat bagian tumbuhan putri malu disentuh. struktur itu adalah vakuola. Sel-sel ini memiliki dinding sel tipis dan terisi air dari pembuluh lembut jaringan pengangkut yang berhubungan dengan sistem saluran pusat tumbuhan. Lalu ranting pun terkulai oleh karena hilangnya turgor pada pangkalnya. Pada saat mereaksi sentuhan. Sedangkan rangsangan yang lebih kuat menimbulkan reaksi serupa di dalam sel-sel pulvinus pangkal ranting. akhirnya rangsangan itu perlahan-lahan bergerak ke seluruh bagian atas dan bawah batang dan menyebabkan keadaan terkulai yang menyeluruh. cabang. sehingga tekanan turgornya mengecil. Adanya rangsangan kecil menghilangkan keseimbangan air di dalam sel-sel pulvinus pangkal daun karena air dalam sel-sel tersebut mengalir ke luar. maka bukan daun itu saja yang segera menguncup. Adanya aliran air tersebut menyebabkan kadar air sel-sel motor di daerah sentuhan berkurang. Di dalam sel tumbuhan terdapat suatu struktur yang dapat mempertahankan turgor. Setelah beberapa saat tertentu tekanan turgor sedikit demi sedikit akan kembali ke keadaan normalnya diikuti dengan tegaknya kembali batang. cabang. dan mekarnya seluruh daun. dan atau tulang daun menjadi layu dan diikuti dengan mengatupnya daun putri malu. . Kemudian perlahan-lahan ruas utama pun bereaksi. Pulvinus adalah organ penggerak khusus yang berada di tulang daun. Akhirnya mungkin seluruh tubuh terpengaruh. Vakuola mengeluarkan proton (H+) yang dapat melemahkan dinding. Juga disebabkan karena hilangnya turgor dalam sel-sel pulvinus. daun Putri malu menguncup akibat hilangnya turgor karena air dalam sel-sel pulvinus keluar. Rangsangan pada putri malu menjalar baik dari ujung ke pangkal maupun dari pangkal ke ujung. Putri malu ini seakan-akan jatuh pingsan dan daun-daunnya tergulung erat. tetapi secara bertahap dengan cepat semua daun yang lain yang setangkai dengan daun itu akan menguncup pula.

kalium adalah suatu zat osmotik yang menyebabkan pengambilan dan kehilangan air secara dapat dibalik oleh sel motor. Bila tumbuhan kekurangan air karena menguap atau keluar dari sel seperti yang terjadi pada sel-sel pulvinus putri malu yang terkena rangsangan. sehingga daun-daun putri malu saling menutup. Jika turgor hilang sama sekali maka daun dan batang akan menjadi semakin lemas dan putri malu pun terkulai. Tetapi pulvinus pada pangkal anak daun sekunder berperan dengan cara sebaliknya. Dengan kata lain. Hal yang sama dengan perubahan yang berlawanan dengan volume sel motor adalah suatu perpindahan masif ion kalium dari satu sisi pulvinus ke sisi lainnya. Pernyataan itu secara umum diterima bahwa pergerakan diakibatkan oleh pengurangan atau hilangnya turgor dalam sel secara tiba-tiba. Sel motor parenkim dalam pulvini merupakan unit yang memiliki kemampuan berkontraksi terhadap reaksi. Kekencangan ini dilipatgandakan beribu-ribu kali di dalam semua sel yang terdapat dalam pulvinus. pada saat tumbuhan terangsang. Pulvinus pada pangkal anak daun primer berperan sama seperti pulvinus pada pangkal tangkai daun. sementara sel pada sisi berlawanan akan menjadi lembek dan melemah. Hal ini akan terbalik pada malam hari ketika daun itu menutup ke posisi tidurnya. Pada kenyataannnya. air keluar dari sel-sel bagian bawah pulvinus yang berdinding tipis menuju ruang antar sel. Vakuola . Sedangkan pulvinus pada pangkal daun sekunder menyebabkan anak-anak daun mengarah ke atas sehingga saling menutup. Proses ini disebut juga gerak tidur. Ketika daun berada dalam posisi horizontal. Ketika pengaruh rangsangan telah dipindahkan menuju pulvinus pada pangkal tangkai daun. Respon daun putri malu satu per satu mengatup dari yang teratas sampai pada yang terbawah. sel-sel pada satu sisi pulvinus akan membengkak (turgid). maka turgor sel berkurang dan kekakuan tumbuhan pun berkurang. pulvinus pada pangkal tangkai daun dan pangkal tangkai anak daun primer akan menyebabkan tangkai daun dan tangkai anak daun mengarah ke bawah. sehingga bagian tumbuhan itu menjadi kaku. maka tangkai daun pun terkulai.Seperti bola sepak yang telah dipompa. Karena sel-sel ini kehilangan turgornya sedangkan sel-sel pada bagian atas pulvinus tetap membengkak. di mana putri malu menghentikan proses fotosintesisnya. dinding sel pun menjadi kencang. Hal yang tidak terlalu jauh berbeda terjadi ketika matahari mulai terbenam yang berarti intensitas cahaya matahari semakin lama semakin berkurang.

tannin. Yang pertama lebih luas dan pendek serta yang kedua lebih panjang dan sempit. mungkin karena kehilangan berbagai garam dalam sel dan pemulihannya dengan mengambil cairan kaya garam oleh vakuola. Ditemukan bahwa paliran kalium dari sel pulvinar Mimosa meningkat secara subtansi selama respon seismonasti dengan peningkatan konsentrasi kalium larutan luar. yang berada dalam vakuola tannin (dalam vakuola sentral). Peneliti berpendapat bahwa kalium mungkin merupakan agen osmotik yang bertanggungjawab pada penurunan turgor sel pulvinar selama reaksi seismonasti. Jalan hantaran Mimosa mirip pada syaraf hewan dan transmisi impuls mengikuti pola yang mirip oleh karena itu mudah dilihat mengapa sel khusus floem tersusun seperti komponen seluler yang keras. Telah ditunjukkan bahwa kalium berpindah dari sel motor menuju daerah interseluler selama rangsangan pada Mimosa. Terlihat bahwa keunikan pada Mimosa adalah sel khusus dalam floem luar dan floem dalam yang berperan sebagai jalan hantaran. ketika dilepaskan selama reaksi berikatan dengan protein dan mengubah konformasinya. . yang mana ini berada dalam vakuola sentral selsel motor. Subtansi tannin yang berfungsi bagi tumbuhan tidak diketahui berada dalam vakuola tannin. Hal ini dapat menaikkan kontraksi vakuola. dan juga ditemukan di daerah interseluler sehingga disimpulkan bahwa beberapa unsur-unsur dalam sel yang terlarut dalam cairan intraseluler atau cairan sel dilepaskan ke luar selama rangsangan yang berakibat pada penurunan turgor sel motor. Itu menunjukkan bahwa cairan intraseluler atau cairan sel yang akan dilepaskan atau dikeluarkan dari permukaan potongan pulvinus utama di bawah rangsangan yaitu kaya akan kalium. pertukaran garam ion terjadi diantara daerah intra dan ekstra seluler selama rangsangan. Seperti dijelaskan. Dua tipe dari sel tabung penyaring menyusun floem luar. Ditemukan juga bahwa permeabilitas kalium pada membran seluler menurun dengan konsentrasi kalium luar yang rendah. kalsium yang meninggalkan vakuola tannin mungkin membentuk komplek dengan fibril dan dapat mengubah konformasinya. dan subtansi lainnya.ini berkontraksi ketika terangsang. maka penurunan potensial pun terjadi. Fungsi umum elemen tabung penyaring adalah untuk transportasi zat terlarut sepanjang poros longitudinal tumbuhan. Ion kalsium. Hantaran akson pada hewan tergantung pada peningkatan permeabilitas ion dan mungkin terjadi juga pada sel motor Mimosa.

Berdasarkan hal ini dan bukti sebelumnya. Diusulkan bahwa sistem ATP-ATPase mungkin terlibat dalam pengumpulan garam atau ion dan berperan dalam proses pemulihan sel motor Mimosa.ATP berada dalam organ motor seperti pada pulvinus utama Mimosa. Aktivitas elektrikal dan mekanikal dari vakuola kontraktil terkait dengan peningkatan hilangnya ion melalui membran plasma dan secara bersamaan terlihat peningkatan aktivitas ATPase. . sekitar 3-4 kali lebih banyak daripada yang berada pada bagian tak bergerak dari tumbuhan. mekanisme umum diantara pergerakan kontraktil tumbuhan dan hewan dapat dikatakan ada. Diasumsikan bahwa pada Mimosa suatu sistem ATP-ATPase-kalsium mungkin mengaktifkan filament atau protein kontraktil yang terjadi dalam sitoplasma vacuolar dan menyebabkan kontraksi pulvinus. Ditemukan bahwa membukanya stomata dalam sel penjaga dipengaruhi oleh pengambilan ion ini.

b. c. Cassia corymbosa dan daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea) akan menutup dan akan membuka keesokan harinya ketika matahari terbit. rangsangan itu diteruskan keseluruh tumbuhan sehingga anak daun lain ikut mengatup. Lamanya waktu menutup tergantung pada suhu dank eras halusnya . Tekanan hidrostatik dalam sel disebut tekanan turgor. terjadi aliran air menjauhi bagian yang disentuh tersebut. Fotonasti Fotonasti adalah gerak nasti yang sumber rangsangannya berupa cahaya. Niktinasti terjadi karena selsel motor di persendian tangkai daun (anak-anak daun majemuk) atau pulvinus memompa ion K+ dari satu bagian ke bagian lainnya sehingga menyebabkan perubahan tekanan turgor. Aliran air tersebut menyebabkan kadar air selsel motor di daerah sentuhan berkurang dan tekanan turgor mengecil. Niktinasi Niktinasi (nyktos = malam) merupakan gerak nasti berupa gerak menutup/rebahnya tumbuhan yang disebabkan oleh suasana gelap. Tekanan turgor yang berkembang melawan dinding sebagai hasil masuknya air ke dalam vakuola sel disebut potensial tekanan. pada malam hari daun-daun tumbuhan Leguminosae atau polong-polongan seperti bunga merak (Caesalpinia pulcherrima). Tekanan turgor penting bagi sel karena dapat menyebabkan sel dan jaringan yang disusunnya menjadi kaku. Proses niktinasti banyak terjadi pada tumbuhan berdaun majemuk. Saat rangsangan sentuhan datang. Tigmonasti disebut juga seismonasti. sehingga disebut juga gerak tidur. Jika dibiarkan beberapa saat daun akan membuka kembali. tetapi ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri. serta gerak mekarnya bunga kupu-kupu. Misalnya. maka air akan bergerak dari sel yang mempunyai potensial air tinggi menuju ke sel yang mempunyai potensial air rendah. misalnya mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari karena telah memperoleh periode terang yang cukup dari cahaya matahari dan pada gerak mekarnya bunga waru (Hibiscus tiliaceus). karena air mengalir kembali ke daerah sentuhan.gerak nasti pada tumbuhan Nasti Nasti adalah gerak tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Macam-macam gerak nasti : a. Rangsangan akan menyebabkan perubahan tekanan turgor yaitu tekanan air pada dinding sel akibat perubahan kadar air dalam sel tumbuhan sehingga dinding sel meregang. Jika dua sel yang bersebelahan mempunyai potensial air yang berbeda. Akibatnya daun putri malu akan menutup dan tampak seperti layu. Tekanan turgor akan meningkat seiring dengan peningkatan kadar air. Potensial air suatu sel tumbuhan secara esensial merupakan kombinasi potensial osmotic dengan potensial tekanannya. Tigmonasti atau Seismonasti Tigmonasti merupakan gerak tumbuhan yang disebabkan adanya sentuhan atau getaran. Contoh tigmonasti terjadi pada putri malu (Mimosa pudica). Jika hanya satu anak daun dirangsang dengan sentuhan.

yaitu saat pagi dan sore hari. Gerak membukanya stomata pada siang hari dan menutupnya pada malam hari karena adanya perubahan turgor pada sel penutup. atau seperti mekarnya bunga tulip dan crocus. Contoh tanaman lain yaitu tanaman enceng gondok terbawa arus air kolam. Arah gerak menutupnya daun putri malu adalah tetap. f. Contohnya terjadi pada stomata daun yang terbuka pada siang hari dan tertutup pada malam hari. Akibatnya. d. Daun pada tumbuhan insektivora misalnya Dionaea. Bila ada serangga yang menyentuh bagian dalam daun. Contohnya adalah daun Poa pratensis yang menggulung dan melipat akibat hilangnya tekanan turgor dalam sel kipas. Daun akan terlipat jika disisi atas dan disisi bawah memiliki tekanan turgor yang berbeda. mengikuti arus air mengalir. Bunga-bunga tersebut mekar jika mendadak mengalami kenaikan temperature. pH. Termonasti disebut juga fotonasti karena perubahan suhu disebabkan oleh intensitas cahaya yang mengenai tumbuhan. walaupun pusat rangsangnya diubah. saar serangga menyentuh bagian tengah daun. cahaya. Misalnya bunga Mirabilis jalapa yang mekar pada saat suhu rendah. air. daun akan segera menutup sehingga serangga akan terperangkap di antara kedua belahan daun. Hidronasti Hidronasti atau higronasti merupakan gerakan bagian tumbuhan akibat adanya rangsangan konsentrasi air. dan akan menutup kembali bila temperatur menurun. g. Cahaya mengakibatkan peningkatan suhu sehingga penggunaan air dalam tubuh meningkat. temperature. tekanan turgor menjadi rendah dan tumbuhan akan tampak layu.getaran. dan zat kimia. sejenis tumbuhan perangkap lalat (Venus’s flytrap) sangat sensitif terhadap sentuhan. Nasti Kompleks Nasti kompleks terjadi akibat berbagai faktor rangsangan dari luar yang sekaligus bekerja sama. . e. Termonasti Termonasti merupakan gerak bagian tumbuhan yang disebabkan rangsangan suhu. seperti suhu. Haptonasi Haptonasi merupakan gerak nasti yang terjadi pada tumbuhan insektivora yang disebabkan oleh sentuhan serangga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->