P. 1
Makalah Kasus SPK

Makalah Kasus SPK

|Views: 916|Likes:

More info:

Published by: 루게릭병소량의 사냥 on Jun 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

TUGAS SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

PEMILIHAN KARYAWAN BERPRESTASI BERDASARKAN KINERJA

Dosen : Ega Tassha Perwira

Oleh : Baldwin Gabe 17109105 5KA15

UNIVERSITAS GUNADARMA 2010

Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja

2

Abstraksi Dalam penentuan karyawan berprestasi oleh Departemen Sumber Daya Manusia pada sebuah instansi terdapat beberapa faktor yang menjadi penilaian. Penilaian ini berdasarkan penilaian kinerja, yakni pengetahuan tentang pekerjaan, kreativitas, perencanaan, pelaksanaan instruksi, pelaksanaan deskripsi tugas, kualitas kerja, kerjasama dan sikap terhadap karyawan lain, inisiatif, kehandalan, kedadiran, sikap pekerjaan, keuletan, dan kejujuran . Demi efisiensi dan efektifitas kerja maka pengambilan keputusan yang tepat sangat diperlukan. Makalah ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan yang mempunyai kemampuan analisa pemilihan karyawan berprestasi dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), dimana masing-masing kriteria dalam hal ini faktor- faktor penilaian dan alternatif dalam hal ini para karyawan dibandingkan satu dengan yang lainnya sehingga memberikan output nilai intensitas prioritas yang menghasilkan suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap setiap karyawan. Sistem pendukung keputusan ini membantu melakukan penilaian setiap karyawan, melakukan perubahan kriteria,dan perubahan nilai bobot. Hal ini berguna untuk memudahkan pengambil keputusan yang terkait dengan masalah pemilihan karyawan berprestasi, sehingga akan di dapatkan karyawan yang paling layak diberi reward atau penghargaan. Pendahuluan Perkembangan suatu instansi sangat dipengaruhi oleh jumlah karyawan yang bekerja, baik karyawan edukatif maupun karyawan non edukatif. Bertambahnya karyawan ini sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan untuk menentukan karyawan berprestasi. Selain jumlah yang banyak, keheterogenan karyawan juga semakin komplek sehingga sangat sulit memilih karyawan yang berprestasi menurut lembaga dan sulitnya menentukan prioritasnya.

SPK-5KA15

Baldwin Gabe - 17109105

Jadi perbedaan yang mencolok model AHP dengan model lainnya terletak pada jenis inputnya. dan menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Pada hakekatnya AHP merupakan suatu model pengambil keputusan yang komprehensif dengan memperhitungkan hal. Scoott Morton pada tahun 1970-an dengan istilah Management Decision System (Sprague.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 3 Konsep Sistem Pendukung Keputusan Konsep sistem pendukung keputusan diperlenalkan pertama kali oleh Michael S. sampai mengevaluasi pemilihan alternatif.elemennya dapat dibandingkan satu sama lainnya.hal yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. SPK dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah.2001) Peralatan utama dari model ini adalah sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya adalah persepsi manusia. AHP (Analytic Hierarchy Process) Untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh Departemen Sumber Daya Manusia dapat digunakan pendekatan AHP.1982).elemen yang dibandingkan tersebut tidak homogen dan harus dibentuk cluster (kelompok elemen) yang baru SPK-5KA15 Baldwin Gabe . Kalau aksioma ini tidak dipenuhi maka elemen. Dalam model pengambilan keputusan dengan AHP pada dasarnya berusaha menutupi semua kekurangan dari model-model sebelumnya. AHP juga memungkinkan ke struktur suatu sistem dan lingkungan kedalam komponen saling berinteraksi dan kemudian menyatukan mereka dengan mengukur dan mengatur dampak dari komponen kesalahan sistem (Saaty. Homogenity artinya preferensi seseorang harus dapat dinyatakan dalam skala terbatas atau dengan kata lain elemen. Salah satu teknik pengambilan keputusan/ optimasi multivariate yang digunakan dalam analisis kebijaksanaan. Reciprocal Comparison artinya pengambilan keputusan harus dapat memuat perbandingan dan menyatakan preferensinya. maka B lebih disukai daripada A dengan skala 1/x 2. Prefesensi tersebut harus memenuhi syarat resiprokal yaitu apabila A lebih disukai daripada B dengan skala x. Terdapat 4 aksioma-aksioma yang terkandung dalam model AHP 1.17109105 . memilih data yang relevan.

Prinsip Kerja AHP Prinsip kerja AHP adalah penyederhanaan suatu persoalan kompleks yang tidak terstruktur. Independence artinya preferensi dinyatakan dengan mengasumsikan bahwa kriteria tidak dipengaruhi oleh alternatif-alternatif yang ada melainkan oleh objektif keseluruhan. Prosedur AHP Pada dasarnya langkah-langkah dalam metode AHP meliputi : 1. stratejik. dan dinamik menjadi bagian-bagiannya. serta menata dalam suatu hierarki. Apabila asumsi ini tidak dipenuhi maka pengambil keputusan tidak memakai seluruh kriteria atau objectif yang tersedia atau diperlukan sehingga keputusan yang diambil dianggap tidak lengkap Selanjutnya Saaty (2001) menyatakan bahwa proses hirarki analitik (AHP) menyediakan kerangka yang memungkinkan untuk membuat suatu keputusan efektif atas isu kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pendukung keputusan.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 4 3. Dari berbagai pertimbangan tersebut kemudian dilakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas tinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut (Marimin. Struktur hirarki diasumsikan lengkap. Expectation artinya untuk tujuan pengambil keputusan. 2004). Menyusun hirarki dari permasalahan yang dihadapi. Kemudian tingkat kepentingan setiap variabel diberi nilai numerik secara subjektif tentang arti penting variabel tersebut secara relatif dibandingkan dengan variabel lain. Pada dasarnya AHP adalah suatu metode dalam merinci suatu situasi yang kompleks.17109105 . Ini menunjukkan bahwa pola ketergantungan dalam AHP adalah searah. maksudnya perbandingan antara elemen-elemen dalam satu tingkat dipengaruhi atau tergantung oleh elemen-elemen pada tingkat diatasnya 4. SPK-5KA15 Baldwin Gabe . yang terstruktur kedalam suatu komponen-komponennya. Artinya dengan menggunakan pendekatan AHP kita dapat memecahkan suatu masalah dalam pengambilan keputusan.

kemudian disusun menjadi struktur hierarki seperti Gambar 1. Nilai dan definisi pendapat kualitatif dari skala perbandingan Saaty dapat dilihat pada Tabel 1. Menurut Saaty (1988).17109105 . diuraikan menjadi unsur-unsurnya. skala 1 sampai 9 adalah skala terbaik dalam mengekspresikan pendapat. di bawah ini : Goal Objectives SubObjectives Alternatives Gambar 1. Penilaian kriteria dan alternatif Kriteria dan alternatif dinilai melalui perbandingan berpasangan. untuk berbagai persoalan.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 5 Persoalan yang akan diselesaikan. Struktur Hierarki AHP 2. yaitu kriteria dan alternatif. SPK-5KA15 Baldwin Gabe .

misal A1. Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan Intensitas Kepentingan 1 3 5 7 9 2. dimulai dari level hirarki paling atas yang ditujukan untuk memilih kriteria.6. kemudian diambil elemen yang akan dibandingkan. dan A3. Penilaian ini dilakukan oleh seorang pembuat keputusan yang ahli dalam bidang persoalan yang sedang dianalisa dan mempunyai kepentingan terhadapnya..17109105 . A2.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 6 Tabel 1.4. Maka susunan elemen-elemen yang dibandingkan tersebut akan tampak seperti pada gambar matriks di bawah ini : Tabel 2.8 Kedua elemen sama pentingnya Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen yang lainnya Elemen yang satu lebih penting daripada yang lainnya Satu elemen jelas lebih mutlak penting daripada elemen lainnya Satu elemen mutlak penting daripada elemen lainnya Nilai-nilai antara dua nilai pertimbangan-pertimbangan yang berdekatan Perbandingan dilakukan berdasarkan kebijakan pembuat keputusan dengan menilai tingkat kepentingan satu elemen terhadap elemen lainnya Proses perbandingan berpasangan. SPK-5KA15 Baldwin Gabe . misalnya A. Contoh matriks perbandingan berpasangan A1 A1 A2 A3 1 1 1 A2 A3 Keterangan Untuk menentukan nilai kepentingan relatif antar elemen digunakan skala bilangan dari 1 sampai 9 seperti pada Tabel 1.

Dalam AHP ini. Pertimbangan-pertimbangan terhadap perbandingan berpasangan disintesis untuk memperoleh keseluruhan prioritas melalui tahapan-tahapan berikut: a. Baik kriteria kualitatif. Hitung jumlah nilai dari setiap baris. 1998): SPK-5KA15 Baldwin Gabe . Matriks bobot yang diperoleh dari hasil perbandingan secara berpasangan tersebut harus mempunyai hubungan kardinal dan ordinal. Kuadratkan matriks hasil perbandingan berpasangan. Jika si pengambil keputusan memiliki pengalaman atau pemahaman yang besar mengenai masalah keputusan yang dihadapi. Biasanya nilai-nilai ini berasal dari sebuah analisis sebelumnya atau dari pengalaman dan pengertian yang detail dari masalah keputusan tersebut. Konsistensi Logis Semua elemen dikelompokkan secara logis dan diperingatkan secara konsisten sesuai dengan suatu kriteria yang logis. penilaian alternatif dapat dilakukan dengan metode langsung (direct). maka dia dapat langsung memasukkan pembobotan dari setiap alternatif. kemudian lakukan normalisasi matriks. maka elemen j dibandingkan dengan elemen i merupakan kebalikannya.17109105 .Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 7 Apabila suatu elemen dibandingkan dengan dirinya sendiri maka diberi nilai 1. maupun kriteria kuantitatif. perlu dilakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparisons). Bobot atau prioritas dihitung dengan manipulasi matriks atau melalui penyelesaian persamaan matematik. Jika elemen i dibandingkan dengan elemen j mendapatkan nilai tertentu. b. 4. yaitu metode yang digunakan untuk memasukkan data kuantitatif. dapat dibandingkan sesuai dengan penilaian yang telah ditentukan untuk menghasilkan bobot dan proritas. Hubungan tersebut dapat ditunjukkan sebagai berikut (Suryadi & Ramdhani. Penentuan prioritas Untuk setiap kriteria dan alternatif. Nilai-nilai perbandingan relatif kemudian diolah untuk menentukan peringkat alternatif dari seluruh alternatif. 3.

di mana RI adalah indeks random konsistensi. Penghitungan konsistensi logis dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut : a. Hasil penjumlahan tiap baris dibagi prioritas bersangkutan dan hasilnya dijumlahkan. misalnya bila anggur lebih enak empat kali dari mangga dan mangga lebih enak dua kali dari pisang maka anggur lebih enak delapan kali dari pisang. Pada keadaan sebenarnya akan terjadi beberapa penyimpangan dari hubungan tersebut. sehingga matriks tersebut tidak konsisten sempurna. Daftar RI dapat dilihat pada Tabel 3. Menjumlahkan hasil perkalian per baris. SPK-5KA15 Baldwin Gabe . Mengalikan matriks dengan proritas bersesuaian. Rasio Konsistensi = CI/ RI.17109105 . Aj > Ak maka Ai > Ak Hubungan diatas dapat dilihat dari dua hal sebagai berikut : a. Hal ini terjadi karena ketidakkonsistenan dalam preferensi seseorang. ajk = aik : Ai > Aj.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 8 Hubungan kardinal Hubungan ordinal : aij . c. Indeks Konsistensi (CI) = (λmaks-n) / (n-1) f. e. b. akan didapat λmaks. d. Jika rasio konsistensi ≤ 0. misalnya anggur lebih enak dari mangga dan mangga lebih enak dari pisang maka anggur lebih enak dari pisang. hasil perhitungan data dapat dibenarkan.1. b. Dengan melihat preferensi multiplikatif. Dengan melihat preferensi transitif. Hasil c dibagi jumlah elemen.

90 1.32 1.2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Gambaran Umum Sistem Sistem yang dikembangkan adalah sebuah sistem yang berupa perangkat lunak yang membantu pengambil keputusan yakni Departemen Sumber Daya Manusia untuk pemilihan karyawan berprestasi berdasarkan kinerjanya. untuk selanjutnya dilakukan analisis pada setiap karyawan. Nilai Indeks Random Ukuran Matriks 1.56 1.51 1.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 9 Tabel 3.49 1. dan seorang kepala bagian menilai seluruh karyawan yang ada.12 1.59 SPK-5KA15 Baldwin Gabe . Dari analisis dokumen penilaian kinerja yang diisi oleh seluruh karyawan dan kepala bagian dari tiap-tiap departemen lalu diproses melalui pemodelan menggunakan AHP.24 1.00 0.kriteria penilaian.48 1.45 1. Kemudian setelah semua penilaian dianalisis.41 1. Satu karyawan menilai teman se-departemennya. setiap penilaian diberi bobot.57 1. Analisis dokumen-dokumen penilaian ini menghasilkan keluaran berupa nilai prioritas karyawan. Nilai RI 0. Setiap form isian dianalisis berdasarkan kriteria.17109105 .58 0.

Diagram Alir (Flowchart) SPK Untuk menggambarkan diagram alir algoritma semua proses yang dijalankan Sistem Pendukung Keputusan pemilihan karyawan berprestasi dapat dilihat pada diagram alir berikut: Diagram Alir Utama Dalam diagram alir utama ini digambarkan algoritma secara umum semua proses yang ada dalam Sistem Pendukung Keputusan.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 10 Pengambil keputusan dalam hal ini departemen SDM melakukan proses komunikasi dengan sistem lewat dialog (GUI) yang telah disediakan. mulai Form penilaian Analisis dokumen lagi? Y T SPK pemilihan karyawan berprestasi selesai Gambar 2. Diagram Alir Sistem Pendukung Keputusan Utama SPK-5KA15 Baldwin Gabe . Keluaran informasi sistem bisa dijadikan pertimbangan untuk menentukan karyawan yang berprestasi berdasarkan prioritas. Departemen SDM dapat melakukan pengolahan data dan memberi perintah pada sistem untuk mengolah data yang ada sesuai model yang digunakan dan meminta sistem memberikan alternatif solusi setelah dimasukkan beberapa kriteria dan bobot yang diperhitungkan. Algoritma utama ini dapat dilihat pada gambar 2. kemudian proses selanjutnya adalah proses Sistem Pendukung pemilihan karyawan berprestasi. Proses diawali dengan pengisian form penilaian.17109105 .

Diagram Alir Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Berprestasi SPK-5KA15 Baldwin Gabe . proses AHP karyawan dan proses hasil analisis.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 11 Diagram alir Sistem Pendukung Keputusan pemilihan karyawan berprestasi Diagram alir yang digambarkan merupakan diagram alir Sistem Pendukung Keputusan pemilihan karyawan berprestasi.17109105 . mulai AHP Kriteria Penilaian AHP Karyawan Hasil Analisis Penilaian selesai Gambar 3. Proses yang terdapat dalam Sistem Pendukung Keputusan pemilihan karyawan berprestasi ini adalah proses AHP kriteria penilaian. Proses AHP ini digunakan untuk menghitung nilai intensitas kriteria dan karyawan.

mulai Input Kriteria Penilaian Set Skala Perbandingan Analisis Kriteria Penilaian selesai Gambar 4.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 12 Diagram alir AHP kriteria Diagram alir ini berfungsi untuk menggambarkan algoritma untuk proses AHP kriteria Penilaian. Gambaran umum algoritma pada proses AHP kriteria ini dapat dilihat pada Gambar 4. dan analisis kriteria Penilaian. Proses yang terdapat dalam AHP kriteria ini adalah input kriteria penilaian. menjelaskan algoritma umum dari proses set skala perbandingan. Diagram Alir AHP Kriteria Penilaian Penghitungan nilai intensitas kriteria ini diawali dengan melakukan perbandingan berpasangan dari tiap-tiap kriteria.17109105 . set skala perbandingan berpasangan. Dalam AHP kriteria Penilaian ini. SPK-5KA15 Baldwin Gabe . Gambar 5. pengguna harus memasukkan kriteria-kriteria penilaian yang akan dipakai pada form penilaian karyawan.

j] Simpan skala_ perbandingan [i.i] Y Input skala_ perbandingan [i.j]= 1/skala_perbandingan [j. Diagram Alir Set Skala Perbandingan SPK-5KA15 Baldwin Gabe .i] = 0 T skala_perbandingan [i.j]=1 T skala_ perbandingan [j.17109105 .Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 13 mulai i=1 T i <= n Y j=1 j <= n T i=i+1 Y i=j Y skala_perbandingan [i.j] selesai Gambar 5.j] j = j +1 Tampil skala_perbandingan [i.

dan Gambar 8. kemudian proses selanjutnya adalah proses perhitungan nilai intensitas kriteria. mulai n = banyaknya kriteria Penilaian Kuadrat matriks Normalisasi Matriks Menghitung Konsistensi Rasio selesai Gambar 6.17109105 . dan penghitungan konsistensi rasio.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 14 Setelah perbandingan berpasangan dilakukan. SPK-5KA15 Baldwin Gabe . Diagram Alir Analisis Kriteria Penilaian Hasil dari normalisasi matriks kuadrat ini adalah nilai intensitas kriteria penilaian. Proses perhitungan nilai intensitas kriteria penilaian ini dimulai dengan melakukan pengkuadratan matriks yang dihasilkan pada saat perbandingan berpasangan. Sedangkan gambaran umum mengenai proses kuadrat matriks dan normalisasi matriks berturut-turut dapat dilihat pada Gambar 7. Gambaran umum mengenai proses analisis kriteria penilaian ini dapat dilihat pada Gambar 6. kemudian dilanjutkan proses normalisasi matriks kuadrat tersebut.

j] = 0.k]*skala_perbandingan[k.j]=kuadrat[i.j]) k = k+1 selesai Gambar 7. Diagram Alir Kuadrat Matriks SPK-5KA15 Baldwin Gabe .17109105 . k = 1 k <= n T j=j+1 Y kuadrat[i.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 15 mulai i=1 i <= n T Y j=1 i=i+1 T j <= n Y kuadrat[i.j] + (skala_perbandingan[i.

i=1 T i <= n i=i+1 Y temp[i] = 0. j=1 j <= n T Y jumlah = jumlah + temp[i] temp[i] = temp[i] + kuadrat[i.17109105 .Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 16 mulai jumlah = 0.j] j = j +1 k=1 k <= n T Y intensitas_kriteria_ penilaian [k] = temp[k] / jumlah Simpan intensitas_kriteria_ penilaian [k] Tampil intensitas_kriteria_ penilaian [k] k=k+1 selesai Gambar 8. Diagram Alir Normalisasi Matriks SPK-5KA15 Baldwin Gabe .

ci=(rata-n)/(n-1). mulai i = 1. cr=ci/ri[n] selesai Gambar 10. jumlah_rata=jumlah_rata+temp[i].Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 17 Pada proses analisis kriteria ini juga terdapat proses untuk menghitung nilai konsistesi rasio dari perbandingan berpasangan yang telah dilakukan.17109105 .j ] * intensitas_kriteria_ penilaian [j]). Nilai konsistensi rasio ini bergantung pada banyaknya kriteria penilaian yang ada. i = i+ 1 temp[i]= jumlah[i] / intensitas_kriteria_ penilaian [i]. j=1 T j <= n j = j+ 1 Y jumlah[i]= jumlah[i]+( skala_perbandingan [i. Diagram Alir Konsistensi Rasio SPK-5KA15 Baldwin Gabe . Gambaran umum algoritma untuk menghitung nilai konsistensi rasio ini dapat dilihat pada Gambar 9. jumlah_rata=0 T i <= n Y jumlah [i] = 0. rata=jumlah_rata/n.

mulai Kriteria Penilaian Tampil kriteria Penilaian m = banyaknya kriteria Penilaian k=1 k <= m T Y karyawan Tampil karyawan n = banyaknya karyawan Input Bobot karyawan Bobot Terhitung karyawan k= k + 1 selesai Gambar 10.17109105 . maka proses selanjutnya adalah proses AHP karyawan. Gambaran umum algoritma AHP karyawan ini dapat dilihat melalui Gambar 10. Proses-proses yang terdapat dalam AHP karyawan ini adalah input bobot karyawan per kriteria dan hitung nilai intensitas karyawan per kriteria.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 18 Diagram Alir AHP Karyawan Setelah nilai intensitas kriteria penilaian diketahui. Diagram Alir AHP Karyawan SPK-5KA15 Baldwin Gabe .

Rumus penghitungan nilai intensitas karyawan per kriteria ini adalah dengan melakukan pembagian antara bobot karyawan per kriteria dengan jumlah bobot karyawan per kriteria yang telah dimasukkan tersebut. Gambaran algoritma hitung nilai intensitas program ini dapat dilihat pada Gambar 12. kemudian dilakukan proses penghitungan nilai intensitas akhir.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 19 Proses AHP karyawan ini dimulai dengan proses memasukkan nilai bobot karyawan tiap kriteria. SPK-5KA15 Baldwin Gabe . i = 1 T i <= n Y Input bobot_karyawan [i.k] jumlah[k] = jumlah[k] + bobot_karyawan [i. mulai jumlah[k] = 0. Diagram Alir Input karyawan Per Kriteria Setelah proses pemasukkan nilai bobot karyawan tiap kriteria disimpan.k] Simpan bobot_karyawan [i. Gambaran algoritma untuk input bobot karyawan ini dapat dilihat pada Gambar 11.k] i=i+ 1 selesai Gambar 11.k] Tampil bobot_karyawan [i.17109105 .

Gambaran umum mengenai algoritma proses hasil analisis penilaian dapat dilihat pada Gambar 13.k] / jumlah [k] Simpan bobot_karyawan [i.k] bobot_terhitung_karyawan [i.k] Tampil bobot_terhitung_karyawan [i.k] i=i+1 selesai Gambar 12. proses selanjutnya yaitu menghitung nilai intensitas total karyawan.17109105 . Diagram Alir Bobot Terhitung karyawan Per Kriteria Diagram Alir Hasil Analisis Setelah semua karyawan diberi bobot untuk tiap kriteria.k] = bobot_karyawan [i. SPK-5KA15 Baldwin Gabe .Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 20 mulai i=1 i <= n T Y Baca bobot_karyawan [i.

Diagram Alir Hasil Analisis Penilaian karyawan SPK-5KA15 Baldwin Gabe . j = 1 j <= m T i=i+1 Y bobot_total_karyawan [i] = bobot_total_karyawan [i]+ (intensitas_kriteria_ penilaian [j] * bobot_terhitung_karyawan[i.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 21 mulai karyawan Tampil karyawan n= banyaknya karyawan i=1 T i <= n Y bobot_total_karyawan [i] = 0 Kriteria penilaian m= banyaknya kriteria penilaian.17109105 .j]) Simpan bobot_total_karyawan [i] Tampil bobot_total_karyawan [i] j=j+1 selesai Gambar 13.

... Penilaian alternatif pada Sistem Pendukung Keputusan pemilihan karyawan berprestasi ini dilakukan dengan metode langsung (direct). Struktur Hirarki AHP pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Berprestasi SPK-5KA15 Baldwin Gabe . maka dia dapat langsung memasukkan pembobotan dari setiap alternatif.. karyawan ke-n Gambar 14. selanjutnya masing-masing alternatif juga dianalisis dengan metode AHP.. Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja Analisis pemilihan karyawan berprestasi berdasarkan kinerja dimodelkan oleh metode AHP.17109105 . Menetukan karyawan berprestasi Kriteria ke-1 Kriteria ke-2 .. yaitu metode yang digunakan untuk memasukkan data kuantitatif.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 22 Subsistem Manajemen Model Subsistem manajemen model merupakan metode yang digunakan dalam proses analisis SPK ini. karyawan ke-3 Kriteria ke-n karyawan ke-1 karyawan ke-2 . Biasanya nilai-nilai ini berasal dari sebuah analisis sebelumnya atau dari pengalaman dan pengertian yang detail dari masalah keputusan tersebut.. Tiap-tiap kriteria diperbandingkan berdasarkan metode AHP.. Penentuan kriteria pada Sistem Pendukung Keputusan pemilihan karyawan berprestasi ini dapat dilakukan oleh Departemen SDM. Jika si pengambil keputusan memiliki pengalaman atau pemahaman yang besar mengenai masalah keputusan yang dihadapi.

Hirarki kedua adalah kriteria-kriteria yang dipakai untuk menganalisis karyawan. 1 adalah kurang dari cukup. b. Kesimpulan Adapun kesimpulan-kesimpulan yang didapatkan dalam penulisan ini: 1. 2. SPK-5KA15 Baldwin Gabe . 2 adalah cukup. 3 adalah baik. Semakin tinggi nilai bobot penilaian dokumen maka semakin tinggi pula nilai intensitas total penilaian karyawan.17109105 . Hirarki terbawah adalah nama-nama karyawan yang ada di instansi yang terkait. Karyawan inilah yang layak mendapatkan reward atau penghargaan. c. Hirarki ketiga adalah hirarki yang berisi karyawan dengan prioritas tertinggi. dan 4 adalah sangat baik.Pemilihan Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja 23 Keterangan Gambar 14 : a. dimana 0 adalah buruk. Hasil perhitungan AHP yang diterapkan ini akan menghasilkan keluaran nilai intensitas prioritas karyawan tertinggi sehingga karyawan yang memiliki nilai tertinggi layak untuk mendapatkan reward atau penghargaan. Interval bobot yang dipakai dalam penilaian karyawan ini adalah 0-4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->