ETIKA BERHIAS DAN BERPAKAIAN

Disunnatkan memakai pakaian baru, bagus dan bersih. Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam telah bersabda kepada salah seorang shahabatnya di saat beliau melihatnya mengenakan pakaian jelek : ³Apabila Allah Tabaroka wata¶ala mengaruniakan kepadamu harta, maka tampakkanlah bekas ni`mat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). Pakaian harus menutup aurat, yaitu longgar tidak membentuk lekuk tubuh dan tebal tidak memperlihatkan apa yang ada di baliknya. Pakaian laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya. Karena hadits yang bersumber dari Ibnu Abbas Radhiallaahu µanhu ia menuturkan: ³Rasulullah melaknat (mengutuk) kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.´ (HR. Al-Bukhari). Tasyabbuh atau penyerupaan itu bisa dalam bentuk pakaian ataupun lainnya. Pakaian tidak merupakan pakaian show (untuk ketenaran), karena Rasulullah Radhiallaahu µanhu telah bersabda: ³Barang siapa yang mengenakan pakaian ketenaran di dunia niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari Kiamat.´ ( HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani). Pakaian tidak boleh ada gambar makhluk yang bernyawa atau gambar salib, karena hadits yang bersumber dari Aisyah Radhiallaahu µanha menyatakan bahwasanya beliau berkata: ³Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam tidak pernah membiarkan pakaian yang ada gambar salibnya melainkan Nabi menghapusnya´. (HR. Al-Bukhari dan Ahmad). Laki-laki tidak boleh memakai emas dan kain sutera kecuali dalam keadaan terpaksa. Karena hadits yang bersumber dari Ali Radhiallaahu µanhu mengatakan: ³Sesungguhnya Nabi Allah Subhaanahu wa Ta¶ala pernah membawa kain sutera di tangan kanannya dan emas di tangan kirinya, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya dua jenis benda ini haram bagi kaum lelaki dari umatku´. (HR. Abu Daud dan dinilai shahih oleh Al-Albani). Pakaian laki-laki tidak boleh panjang melebihi kedua mata kaki. Karena Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam telah bersabda : ³Apa yang berada di bawah kedua mata kaki dari kain itu di dalam neraka´ (HR. Al-Bukhari). ±penting- <tilmidzi> Adapun perempuan, maka seharusnya pakaiannya menutup seluruh badannya, termasuk kedua kakinya. Adalah haram hukumnya orang yang menyeret (meng-gusur) pakaiannya karena sombong dan bangga diri. Sebab ada hadits yang menyatakan : ³Allah tidak akan memperhatikan di hari Kiamat kelak kepada orang yang menyeret kainnya karena sombong´. (Muttafaq¶alaih).

karena hadits mengatakan: ³Pakailah yang berwarna putih dari pakaianmu. Dari Abu Hurairah radhiyallau µanhu. Ahmad dan dinilah shahih oleh Albani). (Muttafaq¶-alaih). Lalu. Bertolak dari hal itu. (mereka) mengubah ciptaan Allah´. Disunnatkan menggunakan farfum bagi laki-laki dan perempuan. menipiskan bulu alis. Sudah seharusnya seorang wanita menjaga kebersihan badannya dengan mandi. karena yang putih itu adalah yang terbaik dari pakaian kamu «´ (HR. Muslimah yang cerdas akan senantiasa menyelaraskan antara lahir dan batin. Perhatiannya pada penampilan yang baik bersumber dari pemahaman yang baik pula terhadap agamanya. karena larangannya shahih. kecuali bila keduanya dalam keadaan berihram untuk haji ataupun umrah. TATA CARA BERHIAS BAGI WANITA Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam telah mengkategorikan kondisi dan pakaian yang tidak bagus sebagai suatu hal yang buruk. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani). atau jika perempuan itu sedang berihdad (berkabung) atas kematian suaminya. Hendaknya ia senantiasa berpenampilan yang baik dengan tidak berlebih-lebihan.Disunnatkan mendahulukan bagian yang kanan di dalam berpakaian atau lainnya. memotong gigi supaya cantik dan menyambung rambut (bersanggul). Islam mengajak kaum muslimin secara keseluruhan untuk selalu berpenampilan bagus. bagaimanakah tuntunan Islam dalam berhias? Kebersihan badan adalah kuncinya. Karena penampilan yang rapi dan bersih merupakan hal yang mulia. nabi shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. Disunnatkan memakai pakaian berwarna putih. menyisir rambut dan bersuci¶. Dan di dalam riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan: ³Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya´. . Aisyah Radhiallaahu µanha di dalam haditsnya berkata: ³Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam suka bertayammun (memulai dengan yang kanan) di dalam segala perihalnya. atau jika ia berada di suatu tempat yang ada laki-laki asing (bukan mahramnya). (HR. Haram bagi perempuan memasang tato. wanita yang menipiskan bulu alisnya dan yang meminta ditipiskan dan wanita yang meruncingkan giginya supaya kelihatan cantik. Disunnatkan kepada orang yang mengenakan pakaian baru membaca : ³Segala puji bagi Allah yang telah menutupi aku dengan pakaian ini dan mengaruniakannya kepada-ku tanpa daya dan kekuatan dariku´. seorang muslimah tidak boleh mengabaikan dirinya dan bersikap tidak acuh terhadap penampilan yang rapi dan bersih. (Muttafaq¶alaih). Karena Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam di dalam haditsnya mengatakan: ³Allah melaknat (mengutuk) wanita pemasang tato dan yang minta ditatoi. terlebih lagi jika sudah membina rumah tangga. Semuanya itu termasuk hal yang dibenci oleh Islam. ketika memakai sandal.

niscaya aku akan memerintahkan kepada mereka untuk bersiwak setiap kali akan shalat. masuk ke dalam rumah dan bangun malam ketika hendak shalat tahajjud. maka beliau mandi setiap keluar dari rumah istri-istrinya. maka janganlah dia mendekati masjid kami. Wanita muslimah hendaknya selalu menjaga kebersihan mulutnya dengan cara membersihkan giginya dengan siwak atau sikat gigi dan alat pembersih lain jika tidak ada siwak. ³Seandainya tidak memberatkan umatku. Sehingga ia pun akan menjadi dekat dengan orang-orang di sekitarnya. khitan. Bukhari Muslim) Perhatikanlah mulut karena dengannya engkau berdzikir dan berbicara kepada manusia.Dari Abu Hurairah radhiyallau µanhu bahwa Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. Bersiwak dianjurkan dalam setiap keadaan dan lebih ditekankan lagi ketika hendak berwudhu¶. Oleh karenanya. derajat haditsnya hasan) Mandi dapat menghilangkan kotoran sehingga menjauhkan seorang muslimah dari penyakit dan menjaga agar badannya tidak bau. Maka hendaknya seorang muslimah juga menjaga bau mulutnya di mana pun ia berada. Muslim) Karena bau yang tidak sedap mengganggu malaikat dan orang-orang yang hadir di dalam masjid serta mengurangi konsentrasi dalam berdzkikir. µIni lebih suci dan lebih bersih. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. menipiskan kumis. Hendaklah seorang wanita juga menjaga hal-hal yang termasuk fitrah yaitu memotong kuku dan memelihara kebersihannya agar tidak panjang atau kotor. .´ (HR. Rasulullah.¶´ (Ibnu Majah dan Abu Daud. akan membaca Al Qur¶an. Hal lain yang termasuk fitrah adalah mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan. Hal ini sangat dianjurkan dalam Islam. akan shalat. µYa. ³Lima hal yang termasuk fitrah (kesucian): mencukur bulu kemaluan. selain dapat menjaga kebersihan dan keindahan tubuh seorang muslimah. ³Barangsiapa yang makan bawang merah dan bawang putih serta kucai. menyebabkan menumpuknya kotoran di bawah kuku dan mengurangi kegesitan pemiliknya dalam bekerja. Rawatlah keindahan mahkotamu. ia berkata. bahwa Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam pada suatu malam berkeliling mengunjungi beberap istrinya (untuk menunaian hajatnya).³Dari Abi Rofi¶. Bukhari dan Muslim) Selain itu. Kuku yang panjang akan tampak buruk dipandang. Maka Abu Rofi¶ bertanya. mencabut bulu ketiak dan memotong kuku. seorang muslimah hendaknya tidak membiarkannya lebih dari 40 hari.´ (HR.´ (HR. tidakkah mandi sekali saja?¶ Maka jawab Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam. hendaknya seorang muslimah menjaga mulutnya dari bau yang tidak sedap.

Al A¶raf: 31) Selain itu juga rajin berolahraga dapat bermanfaat untuk menjaga stamina dan keindahan tubuh serta mempercantik kulit seorang muslimah. menggunakan inai (pacar) pada kuku dan menyemir rambut yang beruban. Abu Daud. dan janganlah berlebih-lebihan. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam pernah mengunjungi kami.´ (HR.´ (HR. merapikan dan memperindah bentuknya. Perbaikilah penampilan. beliau pernah mengajak µAisyah radhiyallahu µanha untuk lomba lari (HR. lalu beliau melihat seorang laki-laki yang mengenakan pakaian kotor. ³Makan dan minumlah. Abu Dawud) Kebersihan pakaian tidak pantas diabaikan. Dan tentu saja berhias di sini bukanlah dengan maksud mempercantik diri di hadapan lelaki yang bukan mahramnya.Sudah seharusnya seorang muslimah menjaga keindahan rambutnya karena rambut merupakan mahkota seorang wanita. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. maka beliau pun bersabda. ³Barangsiapa yang memiliki rambut maka hendaklah dia memuliakannya. ³Orang ini tidak mempunyai sabun yang dapat digunakan untuk mencuci pakaiannya. maka terlebih lagi pada wanita karena ia memegang peranan penting dalam rumah tangganya. menggunakan kosmetik alami atau kosmetik yang tidak mengandung zat berbahaya dengan tidak berlebihan. Hendaklah seorang muslimah memperbaiki penampilannya untuk menampakkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya. menyisir. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam merupakan teladan yang baik dalam hal ini. Islam menyukai orang yang menjaga kebersihan pakaiannya dan tidak menyukai orang yang berpakaian kotor padahal ia mampu mencuci dan membersihkannya. Nasa¶i dan Thabrani) . mutiara dan berbagai jenis batu permata. Dari Jabir radhiyallahu µanhu. Dan hendaknya dia menjaga kebersihan. celak. ³Sesungguhnya Allah senang melihat tanda nikmat yang diberikan kepada hamba-hambaNya. Hal yang dapat membantu memperbaiki penampilan seorang muslimah adalah memakan makanan yang bergizi serta tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Tirmidzi dan Hakim) Seorang muslimah diperbolehkan untuk menghiasi dirinya dengan hal-hal yang mubah misalnya mengenakan sutra dan emas.´ (Qs. Jika petunjuk nabi ini ditujukan pada laki-laki.´ (HR. Imam Ahmad dan Nasa¶i).

´ (HR. Menyambung rambut. berhias di depan wanita dan lelaki mahram (orang yang haram dinikahi).Janganlah tabarruj. Bukhari Muslim) 3. Berhias di depan lelaki bukan mahram hukumnya haram dan inilah yang disebut dengan tabarruj. ³Allah melaknat wanita yang mentato bagian-bagian dari tubuh dan wanita yang meminta untuk ditato. Mentatto bagian tubuhnya. kedua tangan dan kedua kaki. Di mana aurat wanita bagi wanita lain adalah mulai pusar hingga lutut[*] sedangkan aurat wanita di hadapan lelaki mahram adalah seluruh tubuh kecuali muka. yang merubah ciptaan Allah µAzza wa Jalla. kecuali dalam kondisi darurat. yaitu berhias untuk suami. Berhias bagi wanita ada 3 macam. ³Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dengan rambut lain dan wanita yang meminta agar rambutnya disambung. Namun menurut Syaikh Al Albani.´ (HR. Jauhilah cara berhias yang dilarang oleh Islam. yaitu: 1. Tertera dalam Shahih Muslim bahwa Ibnu Mas¶ud radhiyallau µanhu berkata. Menghilangkan sebagian atau seluruh alis. 5. . Berhias di hadapan wanita dan lelaki mahram dibolehkan tetapi dengan batasan tidak menampakkan aurat dan boleh menampakkan perhiasan yang melekat pada selain aurat. yaitu mengikir sela-sela gigi dengan alat kikir sehingga membentuk sedikit kerenggangan untuk tujuan mempercantik diri. kepala. Mengikir sela-sela gigi. 6. leher. sehingga aurat di depan wanita sama dengan aurat di hadapan mahram. dan berhias di depan lelaki bukan mahram. Muslim) 2. Tidak diperbolehkan untuk berhias dengan cara yang dilarang oleh Islam. berteriak dengan suara keras dan merobek-robek pakaiannya (ketika mendapat musibah). [*] Demikianlah pendapat banyak ulama. Memotong rambut di atas pundak karena menyerupai laki-laki. ³Aku terbebas dari wanita yang menggundul rambut kepalanya. wanita yang mencukur seluruh atau sebagian alisnya dan wanita yang meminta untuk dicukur alisnya. dan wanita yang mengikir sela-sela gigi depannya untuk kecantikan. Berhias untuk suami hukumnya dianjurkan dan tidak memiliki batasan. Menyemir rambut dengan warna hitam.´ 4. pendapat ini tidak ada dalilnya.

.´ (Shahih Jami¶ush Shaghir no. 8. Tidak boleh menyerupai laki-laki. Penggunaannya jangan sampai membuat wanita sombong. Tidak boleh menyerupai orang kafir. Ahmad dan Abu Daud) 3. ³Sungguh Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam melaknat seorang wanita yang menyerupai laki-laki.³Pada akhir zaman akan ada suatu kaum yang mewarnai (rambutnya) dengan warna hitam seperti dada burung merpati. maka dia termasuk mereka. Tidak membuang-buang waktu sehingga kewajiban lain terlalaikan. ³Dan akan aku suruh mereka merubah ciptaan Allah dan mereka pun benar-benar melakukannya. Tidak boleh berbentuk permanen sehingga tidak hilang seumur hidup misalnya tatto dan tidak mengubah ciptaan Allah misalnya operasi plastik. 5.´ (HR. di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Tidak menghalangi air untuk bersuci ke kulit atau rambut.´ (HR. takabur. 7. Hal ini disebabkan termasuk hasutan setan sebagaimana diceritakan oleh Allah. 6. Hendaknya seorang muslimah berhati-hati dalam memilih cara berhias.´ (Qs. Tidak berbahaya bagi tubuh. Sesungguhnya cara berhias sangatlah banyak dan beragam. ³Barangsiapa menyerupai suatu kaum. mereka tidak akan mencium baunya surga. membanggakan diri dan tinggi hati di hadapan orang lain. Abu Daud) 2. Tidak mengandung pemborosan atau membuang-buang uang. 8153) Berhati-hati dalam memilih cara berhias. An Nisa: 119) 4.

Maka bagaimana orang seperti ini berdiri di hadapan Rabb seru sekalian alam? Jika celana yang dipakai adalah longgar maka menurut Syaikh al-Albani tidak apa-apa. atau setengah betis dan boleh dijulurkan maksimal hingga mata kaki. ³Sungguh berhias untuk Allah adalah lebih berhak (dilakukan). . Seorang yang sedang shalat harus semaksimal mungkin menjauhi segala kemaksiatan ketika dia sedang sujud. ³Ya. benar. Dengan sengaja memakainya maka berarti sengaja memperlihatkan bagian auratnya yang seharusnya tertutup. Dan bagi wanita. Mereka telah tergiring oleh syahwat sehingga menjadi pengikut mode dan adat. Tidak boleh shalat dengan pakaian tipis yang menampakkan anggota badan. ³Apakah engkau ketika keluar ke pasar hanya dengan satu pakaian?´ Nafi¶ menjawab. dan aurat laki-laki adalah dari lutut sampai pusar. maka beliau menjawab. maka dia berkata kepada Nafi¶. Dan terbukti bahwa kebanyakan orang yang memakai celana ketat adalah mereka yang tidak shalat atau jarang melakukannya.´ Tidak.Masuk kategori shalat dengan pakaian asal-asalan adalah shalat memakai piyama atau baju tidur. Maka jangan sampai para wanita shalat dengan pakaian yang terbuat dari kain yang tipis atau transparan. atau bahkan membentuk aurat yang ada di antara keduanya (kemaluan).Syaikh Muhammad Nashiruddin alAlbani berkata. Masalah terbukanya aurat ini terjadi pada beberapa klasifikasi manusia:-Pertama. y Shalat dengan pakaian tipis atau asal-asalan. maka hukum memakainya menjadi haram. mereka juga telah terbius oleh para penyeru permisivisme yang membolehkan manusia berkreasi dan melakukan apa saja tanpa mengindah kan norma dan aturan syari¶at. red) itu membentuk aurat. karena meskipun menutup seluruh tubuh namun tetap memperlihatkan kulit dan badannya. ³Bukankah masing masing kalian mendapati dua pakaian? Abdullah Ibnu Umar ra melihat Nafi¶ shalat sendirian dengan memakai satu pakaian.´ Maka dengan demikian orang yang shalat dengan baju tidur termasuk dalam kategori ini. Memakai pakaian ketat dalam shalat adalah makruh dalam tinjauan syar¶i dan tidak baik dari segi kesehatan.´ Maka Ibnu Umar berkata.´ Maka Ibnu Umar bertanya. Seseorang mengenakan celana ketat yang membentuk lekuk tubuh (aurat) kemudian memakai baju yang pendek. Jika ketika memakainya sampai tingkat meninggalkan shalat (dengan alasan susah untuk melakukan gerakan ini dan itu). shalat dengan pakaian yang tipis urusannya lebih berat dari pada laki-laki. yakni dengan terlihat bentuk kedua pantatnya (karena sempitnya celana itu-red).TATA CARA BERPAKAIAN DAN BERHIAS BAGI LAKI-LAKI y Shalat dengan pakaian ketat. y Shalat dengan aurat terbuka. sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang di masa ini.´ Bukankah aku memberikan untukmu dua pakaian? Nafi¶ menjawab. Suatu ketika Rasululah n ditanya oleh seseorang tentang shalat dengan memakai satu pakaian (misal: celana panjang saja tanpa memakai baju atau memakai gamis tanpa mengenakan celana-red). namun yang lebih utama adalah dengan mengenakan gamis (baju panjang) hingga menutupi lutut. karena tentu dia akan merasa malu apabila bepergian atau ke pasar dengan memakai piyama tersebut. sehingga ketika rukuk atau sujud pakaiannya tersingkap. ³Celana panjang (ketat.

tidak menahan rambut dan menyingsingkan pakaian. dan inilah salah satu efek negatif mengimpor pakaian dari negri kafir. Namun tetap saja shalat dengan kondisi isbal adalah sebuah kesalahan. Namun berdasar penelitian. Hadits ini dinyatakan hasan oleh An-Nawawi di dalam kitab Riyadhus Shalihin dan oleh Ahmad Syakir dalam ta¶liqnya terhadap kitab Al Mahalli. padahal dia sedang rukuk dan sujud di hadapan Allah swt. Hal ini biasanya karena faktor kebodohan. bukan keharamannya. y Menyingsingkan atau melipat lengan baju. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sayyidah Aisyah ra bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda. pelakunya mendapatkan dosa. y Shalat dalam keadaan isbal ( khusus pria ).´ Salah satu pakaian yang dikhawatirkan menjadi sebab terbukanya aurat wanita adalah jilbab kecil yang sangat memungkinkan apabila shalat dengan tanpa tutup lain yang lebih lebar akan tersingkap bagian rambutnya. ³Aku diperintahkan untuk sujud di atas tuju anggota badan. malas dan ketidakpedulian seseorang dalam menutup auratnya. Ke dua. Larangan di atas menunjukkan atas makruhnya hal itu.´ (HR Muslim). padahal ada sebuah riwayat marfu¶ dari Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa Allah tidak menerima shalat seseorang yang musbil (menjulurkan pakaiannya di bawah mata kaki). Sebab jika . jangan sampai shalat dalam keadaan sebagian rambutnya terlihat. Ke tiga. seperti memakaikan celana pendek untuk mereka. artinya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ³Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah mengalami haid (baligh) kecuali dengan mengenakan tutup kepala (khimar). Termasuk kesalahan dalam pakaian shalat adalah menyingsingkan atau melipat lengan baju ketika akan shalat. hadits tersebut adalah dha¶if karena rawi dari tabi¶in adalah majhul (tidak dikenal). Banyak sekali dalil yang menjelaskan haramanya isbal. Jangan pula tersingkap lengan atau betisnya. Perhatian juga kepada para wanita. Namun masih banyak kaum muslimin yang kurang perhatian dengan masalah ini. maka amat banyak kaum muslimin yang berada dalam bahaya besar karena melakukan shalat dalam keadaan isbal. ³Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian shalat hanya dengan satu pakaian tanpa adanya penutup sedikit pun di atas pundaknya. Andaikan hadits tersebut shahih.Orang yang tidak sungguh-sungguh menutup auratnya dan tidak berusaha semaksimal mungkin menutupinya. dia berkata. Karena menurut jumhur (mayoritas) ulama kalau sampai demikian. maka hendaknya ia mengulang shalatnya tersebut.´ y Shalat dengan pundak terbuka. ³Rasulullah bersabda. baik ketika shalat maupun di luar shalat. Maka dengan pakaian seperti ini berarti dia membuka auratnya. Terbukanya aurat dalam keadaan shalat dapat menyebabkan batalnya shalat. semoga Allah menjaga kita semua dari hal itu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah bersabda.maka kelihatan bagian bawah punggungnya dan bentuk auratnya karena ketatnya celana yang dipakai dan pendeknya baju. sehingga meskipun shalatnya sah. atau tidak tertutup keseluruhannya. Orang tua yang mengajak shalat anak-anak mereka yang sudah cukup besar (usia di atas tujuh tahun) hanya dengan pakaian seadanya. padahal sebenarnya dia mampu.

Aisyah ra pernah memasang sehelai kain untuk menutup salah satu dinding sisi rumahnya. ´ Singkirkan dia dariku karena selalu terlintas dalam pandanganku ketika aku melakukan shalat. Diriwayatkan dari Aisyah ra dia berkata.seseorang telah menutup auratnya. Dari Anas Radhiallaahu anha dia berkata.´Anbijaniyah adalah jenis kain yang agak tebal yang tidak bermotif dan tidak ada gambar(kain polos). ³Bawalah qamishah ini kepada Abu Jahm bin Khudzaifah dan bawakan untukku anbijaniyah. Suatu ketika Rasulullah shalat dengan memakai qamishah (gamis) yang terdapat gambar. maka shalatnya sah meskipun tidak meletakkan sesuatu di atas pundaknya. namun perbuatan ini dibenci.´ . Maka Nabi n bersabda kepadanya. karena qamishah tadi telah mengganggu shalatku. y Shalat dengan pakaian yang bergambar. tatkala selesai shalat beliau bersabda.

ETIKA BERHIAS DAN BERPAKAIAN 2.TATA CARA BERHIAS DAN BERPAKAIAN BAGI WANITA 3.1.TATA CARA BERHIAS DAN BERPAKAIAN BAGI LAKI-LAKI .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful