P. 1
Etika Berhias Dan Berpakaian

Etika Berhias Dan Berpakaian

|Views: 557|Likes:
Published by Z' Caen Rsj

More info:

Published by: Z' Caen Rsj on Jun 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

ETIKA BERHIAS DAN BERPAKAIAN

Disunnatkan memakai pakaian baru, bagus dan bersih. Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam telah bersabda kepada salah seorang shahabatnya di saat beliau melihatnya mengenakan pakaian jelek : ³Apabila Allah Tabaroka wata¶ala mengaruniakan kepadamu harta, maka tampakkanlah bekas ni`mat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). Pakaian harus menutup aurat, yaitu longgar tidak membentuk lekuk tubuh dan tebal tidak memperlihatkan apa yang ada di baliknya. Pakaian laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya. Karena hadits yang bersumber dari Ibnu Abbas Radhiallaahu µanhu ia menuturkan: ³Rasulullah melaknat (mengutuk) kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.´ (HR. Al-Bukhari). Tasyabbuh atau penyerupaan itu bisa dalam bentuk pakaian ataupun lainnya. Pakaian tidak merupakan pakaian show (untuk ketenaran), karena Rasulullah Radhiallaahu µanhu telah bersabda: ³Barang siapa yang mengenakan pakaian ketenaran di dunia niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari Kiamat.´ ( HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani). Pakaian tidak boleh ada gambar makhluk yang bernyawa atau gambar salib, karena hadits yang bersumber dari Aisyah Radhiallaahu µanha menyatakan bahwasanya beliau berkata: ³Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam tidak pernah membiarkan pakaian yang ada gambar salibnya melainkan Nabi menghapusnya´. (HR. Al-Bukhari dan Ahmad). Laki-laki tidak boleh memakai emas dan kain sutera kecuali dalam keadaan terpaksa. Karena hadits yang bersumber dari Ali Radhiallaahu µanhu mengatakan: ³Sesungguhnya Nabi Allah Subhaanahu wa Ta¶ala pernah membawa kain sutera di tangan kanannya dan emas di tangan kirinya, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya dua jenis benda ini haram bagi kaum lelaki dari umatku´. (HR. Abu Daud dan dinilai shahih oleh Al-Albani). Pakaian laki-laki tidak boleh panjang melebihi kedua mata kaki. Karena Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam telah bersabda : ³Apa yang berada di bawah kedua mata kaki dari kain itu di dalam neraka´ (HR. Al-Bukhari). ±penting- <tilmidzi> Adapun perempuan, maka seharusnya pakaiannya menutup seluruh badannya, termasuk kedua kakinya. Adalah haram hukumnya orang yang menyeret (meng-gusur) pakaiannya karena sombong dan bangga diri. Sebab ada hadits yang menyatakan : ³Allah tidak akan memperhatikan di hari Kiamat kelak kepada orang yang menyeret kainnya karena sombong´. (Muttafaq¶alaih).

Lalu. Karena Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam di dalam haditsnya mengatakan: ³Allah melaknat (mengutuk) wanita pemasang tato dan yang minta ditatoi.Disunnatkan mendahulukan bagian yang kanan di dalam berpakaian atau lainnya. (mereka) mengubah ciptaan Allah´. ketika memakai sandal. atau jika ia berada di suatu tempat yang ada laki-laki asing (bukan mahramnya). Islam mengajak kaum muslimin secara keseluruhan untuk selalu berpenampilan bagus. menyisir rambut dan bersuci¶. terlebih lagi jika sudah membina rumah tangga. wanita yang menipiskan bulu alisnya dan yang meminta ditipiskan dan wanita yang meruncingkan giginya supaya kelihatan cantik. atau jika perempuan itu sedang berihdad (berkabung) atas kematian suaminya. Disunnatkan kepada orang yang mengenakan pakaian baru membaca : ³Segala puji bagi Allah yang telah menutupi aku dengan pakaian ini dan mengaruniakannya kepada-ku tanpa daya dan kekuatan dariku´. (Muttafaq¶alaih). karena yang putih itu adalah yang terbaik dari pakaian kamu «´ (HR. Disunnatkan menggunakan farfum bagi laki-laki dan perempuan. seorang muslimah tidak boleh mengabaikan dirinya dan bersikap tidak acuh terhadap penampilan yang rapi dan bersih. Hendaknya ia senantiasa berpenampilan yang baik dengan tidak berlebih-lebihan. Bertolak dari hal itu. Perhatiannya pada penampilan yang baik bersumber dari pemahaman yang baik pula terhadap agamanya. Karena penampilan yang rapi dan bersih merupakan hal yang mulia. Dari Abu Hurairah radhiyallau µanhu. Disunnatkan memakai pakaian berwarna putih. karena larangannya shahih. karena hadits mengatakan: ³Pakailah yang berwarna putih dari pakaianmu. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani). Semuanya itu termasuk hal yang dibenci oleh Islam. memotong gigi supaya cantik dan menyambung rambut (bersanggul). Haram bagi perempuan memasang tato. nabi shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. Muslimah yang cerdas akan senantiasa menyelaraskan antara lahir dan batin. Aisyah Radhiallaahu µanha di dalam haditsnya berkata: ³Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam suka bertayammun (memulai dengan yang kanan) di dalam segala perihalnya. (HR. Sudah seharusnya seorang wanita menjaga kebersihan badannya dengan mandi. menipiskan bulu alis. Ahmad dan dinilah shahih oleh Albani). Dan di dalam riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan: ³Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya´. bagaimanakah tuntunan Islam dalam berhias? Kebersihan badan adalah kuncinya. . (Muttafaq¶-alaih). kecuali bila keduanya dalam keadaan berihram untuk haji ataupun umrah. TATA CARA BERHIAS BAGI WANITA Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam telah mengkategorikan kondisi dan pakaian yang tidak bagus sebagai suatu hal yang buruk.

³Seandainya tidak memberatkan umatku.´ (HR. Wanita muslimah hendaknya selalu menjaga kebersihan mulutnya dengan cara membersihkan giginya dengan siwak atau sikat gigi dan alat pembersih lain jika tidak ada siwak. .¶´ (Ibnu Majah dan Abu Daud. akan shalat. derajat haditsnya hasan) Mandi dapat menghilangkan kotoran sehingga menjauhkan seorang muslimah dari penyakit dan menjaga agar badannya tidak bau. menipiskan kumis. maka beliau mandi setiap keluar dari rumah istri-istrinya.Dari Abu Hurairah radhiyallau µanhu bahwa Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. µYa.´ (HR. hendaknya seorang muslimah menjaga mulutnya dari bau yang tidak sedap. mencabut bulu ketiak dan memotong kuku. Bersiwak dianjurkan dalam setiap keadaan dan lebih ditekankan lagi ketika hendak berwudhu¶. Rasulullah. Oleh karenanya. ³Barangsiapa yang makan bawang merah dan bawang putih serta kucai. Hal ini sangat dianjurkan dalam Islam. Maka Abu Rofi¶ bertanya. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. niscaya aku akan memerintahkan kepada mereka untuk bersiwak setiap kali akan shalat. selain dapat menjaga kebersihan dan keindahan tubuh seorang muslimah. Bukhari dan Muslim) Selain itu. bahwa Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam pada suatu malam berkeliling mengunjungi beberap istrinya (untuk menunaian hajatnya). Rawatlah keindahan mahkotamu. menyebabkan menumpuknya kotoran di bawah kuku dan mengurangi kegesitan pemiliknya dalam bekerja. ³Lima hal yang termasuk fitrah (kesucian): mencukur bulu kemaluan. Muslim) Karena bau yang tidak sedap mengganggu malaikat dan orang-orang yang hadir di dalam masjid serta mengurangi konsentrasi dalam berdzkikir. Maka hendaknya seorang muslimah juga menjaga bau mulutnya di mana pun ia berada. maka janganlah dia mendekati masjid kami.³Dari Abi Rofi¶. tidakkah mandi sekali saja?¶ Maka jawab Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam.´ (HR. Hal lain yang termasuk fitrah adalah mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan. µIni lebih suci dan lebih bersih. Kuku yang panjang akan tampak buruk dipandang. khitan. akan membaca Al Qur¶an. ia berkata. Hendaklah seorang wanita juga menjaga hal-hal yang termasuk fitrah yaitu memotong kuku dan memelihara kebersihannya agar tidak panjang atau kotor. masuk ke dalam rumah dan bangun malam ketika hendak shalat tahajjud. seorang muslimah hendaknya tidak membiarkannya lebih dari 40 hari. Bukhari Muslim) Perhatikanlah mulut karena dengannya engkau berdzikir dan berbicara kepada manusia. Sehingga ia pun akan menjadi dekat dengan orang-orang di sekitarnya.

Perbaikilah penampilan. Hal yang dapat membantu memperbaiki penampilan seorang muslimah adalah memakan makanan yang bergizi serta tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Dari Jabir radhiyallahu µanhu. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam merupakan teladan yang baik dalam hal ini. beliau pernah mengajak µAisyah radhiyallahu µanha untuk lomba lari (HR. Jika petunjuk nabi ini ditujukan pada laki-laki.´ (Qs. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Imam Ahmad dan Nasa¶i). dan janganlah berlebih-lebihan. Dan hendaknya dia menjaga kebersihan.´ (HR. Dan tentu saja berhias di sini bukanlah dengan maksud mempercantik diri di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. Nasa¶i dan Thabrani) . Abu Daud.Sudah seharusnya seorang muslimah menjaga keindahan rambutnya karena rambut merupakan mahkota seorang wanita.´ (HR. ³Sesungguhnya Allah senang melihat tanda nikmat yang diberikan kepada hamba-hambaNya. lalu beliau melihat seorang laki-laki yang mengenakan pakaian kotor. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam pernah mengunjungi kami. mutiara dan berbagai jenis batu permata. Abu Dawud) Kebersihan pakaian tidak pantas diabaikan. ³Barangsiapa yang memiliki rambut maka hendaklah dia memuliakannya. menggunakan kosmetik alami atau kosmetik yang tidak mengandung zat berbahaya dengan tidak berlebihan. Hendaklah seorang muslimah memperbaiki penampilannya untuk menampakkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya. ³Orang ini tidak mempunyai sabun yang dapat digunakan untuk mencuci pakaiannya. menyisir. celak. maka beliau pun bersabda. ³Makan dan minumlah. merapikan dan memperindah bentuknya. Al A¶raf: 31) Selain itu juga rajin berolahraga dapat bermanfaat untuk menjaga stamina dan keindahan tubuh serta mempercantik kulit seorang muslimah. menggunakan inai (pacar) pada kuku dan menyemir rambut yang beruban. Islam menyukai orang yang menjaga kebersihan pakaiannya dan tidak menyukai orang yang berpakaian kotor padahal ia mampu mencuci dan membersihkannya. maka terlebih lagi pada wanita karena ia memegang peranan penting dalam rumah tangganya. Tirmidzi dan Hakim) Seorang muslimah diperbolehkan untuk menghiasi dirinya dengan hal-hal yang mubah misalnya mengenakan sutra dan emas.´ (HR.

sehingga aurat di depan wanita sama dengan aurat di hadapan mahram. berteriak dengan suara keras dan merobek-robek pakaiannya (ketika mendapat musibah). ³Aku terbebas dari wanita yang menggundul rambut kepalanya. Berhias untuk suami hukumnya dianjurkan dan tidak memiliki batasan. . Mentatto bagian tubuhnya. kecuali dalam kondisi darurat.Janganlah tabarruj. Berhias bagi wanita ada 3 macam. leher. yaitu: 1. Menyambung rambut. kepala. kedua tangan dan kedua kaki. yaitu berhias untuk suami. Mengikir sela-sela gigi. Bukhari Muslim) 3. dan wanita yang mengikir sela-sela gigi depannya untuk kecantikan. Menyemir rambut dengan warna hitam. berhias di depan wanita dan lelaki mahram (orang yang haram dinikahi). Berhias di depan lelaki bukan mahram hukumnya haram dan inilah yang disebut dengan tabarruj. Namun menurut Syaikh Al Albani. Menghilangkan sebagian atau seluruh alis.´ (HR. yaitu mengikir sela-sela gigi dengan alat kikir sehingga membentuk sedikit kerenggangan untuk tujuan mempercantik diri. dan berhias di depan lelaki bukan mahram. ³Allah melaknat wanita yang mentato bagian-bagian dari tubuh dan wanita yang meminta untuk ditato.´ (HR. 5. Di mana aurat wanita bagi wanita lain adalah mulai pusar hingga lutut[*] sedangkan aurat wanita di hadapan lelaki mahram adalah seluruh tubuh kecuali muka. Tidak diperbolehkan untuk berhias dengan cara yang dilarang oleh Islam. yang merubah ciptaan Allah µAzza wa Jalla. 6. [*] Demikianlah pendapat banyak ulama. ³Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dengan rambut lain dan wanita yang meminta agar rambutnya disambung. Berhias di hadapan wanita dan lelaki mahram dibolehkan tetapi dengan batasan tidak menampakkan aurat dan boleh menampakkan perhiasan yang melekat pada selain aurat. Memotong rambut di atas pundak karena menyerupai laki-laki.´ 4. Jauhilah cara berhias yang dilarang oleh Islam. Tertera dalam Shahih Muslim bahwa Ibnu Mas¶ud radhiyallau µanhu berkata. Muslim) 2. wanita yang mencukur seluruh atau sebagian alisnya dan wanita yang meminta untuk dicukur alisnya. pendapat ini tidak ada dalilnya.

8153) Berhati-hati dalam memilih cara berhias. Ahmad dan Abu Daud) 3. ³Dan akan aku suruh mereka merubah ciptaan Allah dan mereka pun benar-benar melakukannya. 6. Tidak membuang-buang waktu sehingga kewajiban lain terlalaikan. An Nisa: 119) 4. 5. ³Barangsiapa menyerupai suatu kaum. Tidak boleh menyerupai orang kafir. Hal ini disebabkan termasuk hasutan setan sebagaimana diceritakan oleh Allah.´ (Qs. Tidak berbahaya bagi tubuh. takabur. Abu Daud) 2. 8.´ (HR. Tidak boleh menyerupai laki-laki. di antaranya adalah sebagai berikut: 1.´ (HR. Sesungguhnya cara berhias sangatlah banyak dan beragam. 7.´ (Shahih Jami¶ush Shaghir no. ³Sungguh Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam melaknat seorang wanita yang menyerupai laki-laki. Penggunaannya jangan sampai membuat wanita sombong. Tidak menghalangi air untuk bersuci ke kulit atau rambut. membanggakan diri dan tinggi hati di hadapan orang lain. Tidak mengandung pemborosan atau membuang-buang uang. . Hendaknya seorang muslimah berhati-hati dalam memilih cara berhias.³Pada akhir zaman akan ada suatu kaum yang mewarnai (rambutnya) dengan warna hitam seperti dada burung merpati. mereka tidak akan mencium baunya surga. Tidak boleh berbentuk permanen sehingga tidak hilang seumur hidup misalnya tatto dan tidak mengubah ciptaan Allah misalnya operasi plastik. maka dia termasuk mereka.

Masuk kategori shalat dengan pakaian asal-asalan adalah shalat memakai piyama atau baju tidur. sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang di masa ini. mereka juga telah terbius oleh para penyeru permisivisme yang membolehkan manusia berkreasi dan melakukan apa saja tanpa mengindah kan norma dan aturan syari¶at. namun yang lebih utama adalah dengan mengenakan gamis (baju panjang) hingga menutupi lutut.´ Maka Ibnu Umar berkata. benar. Memakai pakaian ketat dalam shalat adalah makruh dalam tinjauan syar¶i dan tidak baik dari segi kesehatan. Masalah terbukanya aurat ini terjadi pada beberapa klasifikasi manusia:-Pertama. atau setengah betis dan boleh dijulurkan maksimal hingga mata kaki. Jika ketika memakainya sampai tingkat meninggalkan shalat (dengan alasan susah untuk melakukan gerakan ini dan itu). Maka bagaimana orang seperti ini berdiri di hadapan Rabb seru sekalian alam? Jika celana yang dipakai adalah longgar maka menurut Syaikh al-Albani tidak apa-apa. y Shalat dengan aurat terbuka. dan aurat laki-laki adalah dari lutut sampai pusar. y Shalat dengan pakaian tipis atau asal-asalan.TATA CARA BERPAKAIAN DAN BERHIAS BAGI LAKI-LAKI y Shalat dengan pakaian ketat. maka beliau menjawab. yakni dengan terlihat bentuk kedua pantatnya (karena sempitnya celana itu-red). Mereka telah tergiring oleh syahwat sehingga menjadi pengikut mode dan adat. Seorang yang sedang shalat harus semaksimal mungkin menjauhi segala kemaksiatan ketika dia sedang sujud.´ Tidak. Seseorang mengenakan celana ketat yang membentuk lekuk tubuh (aurat) kemudian memakai baju yang pendek. ³Celana panjang (ketat. maka hukum memakainya menjadi haram. red) itu membentuk aurat.Syaikh Muhammad Nashiruddin alAlbani berkata. Dan terbukti bahwa kebanyakan orang yang memakai celana ketat adalah mereka yang tidak shalat atau jarang melakukannya. karena tentu dia akan merasa malu apabila bepergian atau ke pasar dengan memakai piyama tersebut. ³Apakah engkau ketika keluar ke pasar hanya dengan satu pakaian?´ Nafi¶ menjawab. Dan bagi wanita. ³Bukankah masing masing kalian mendapati dua pakaian? Abdullah Ibnu Umar ra melihat Nafi¶ shalat sendirian dengan memakai satu pakaian. atau bahkan membentuk aurat yang ada di antara keduanya (kemaluan). sehingga ketika rukuk atau sujud pakaiannya tersingkap.´ Bukankah aku memberikan untukmu dua pakaian? Nafi¶ menjawab. Dengan sengaja memakainya maka berarti sengaja memperlihatkan bagian auratnya yang seharusnya tertutup. karena meskipun menutup seluruh tubuh namun tetap memperlihatkan kulit dan badannya. ³Sungguh berhias untuk Allah adalah lebih berhak (dilakukan). ³Ya.´ Maka Ibnu Umar bertanya.´ Maka dengan demikian orang yang shalat dengan baju tidur termasuk dalam kategori ini. . shalat dengan pakaian yang tipis urusannya lebih berat dari pada laki-laki. maka dia berkata kepada Nafi¶. Tidak boleh shalat dengan pakaian tipis yang menampakkan anggota badan. Suatu ketika Rasululah n ditanya oleh seseorang tentang shalat dengan memakai satu pakaian (misal: celana panjang saja tanpa memakai baju atau memakai gamis tanpa mengenakan celana-red). Maka jangan sampai para wanita shalat dengan pakaian yang terbuat dari kain yang tipis atau transparan.

Hadits ini dinyatakan hasan oleh An-Nawawi di dalam kitab Riyadhus Shalihin dan oleh Ahmad Syakir dalam ta¶liqnya terhadap kitab Al Mahalli. Terbukanya aurat dalam keadaan shalat dapat menyebabkan batalnya shalat.´ (HR Muslim).maka kelihatan bagian bawah punggungnya dan bentuk auratnya karena ketatnya celana yang dipakai dan pendeknya baju. padahal ada sebuah riwayat marfu¶ dari Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa Allah tidak menerima shalat seseorang yang musbil (menjulurkan pakaiannya di bawah mata kaki). Maka dengan pakaian seperti ini berarti dia membuka auratnya. ³Rasulullah bersabda. Perhatian juga kepada para wanita. ³Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah mengalami haid (baligh) kecuali dengan mengenakan tutup kepala (khimar). ³Aku diperintahkan untuk sujud di atas tuju anggota badan. Termasuk kesalahan dalam pakaian shalat adalah menyingsingkan atau melipat lengan baju ketika akan shalat. artinya. y Shalat dalam keadaan isbal ( khusus pria ). seperti memakaikan celana pendek untuk mereka. Banyak sekali dalil yang menjelaskan haramanya isbal. Namun masih banyak kaum muslimin yang kurang perhatian dengan masalah ini. Hal ini biasanya karena faktor kebodohan. atau tidak tertutup keseluruhannya. Orang tua yang mengajak shalat anak-anak mereka yang sudah cukup besar (usia di atas tujuh tahun) hanya dengan pakaian seadanya. Ke tiga. y Menyingsingkan atau melipat lengan baju. padahal dia sedang rukuk dan sujud di hadapan Allah swt. sehingga meskipun shalatnya sah. baik ketika shalat maupun di luar shalat. tidak menahan rambut dan menyingsingkan pakaian. maka amat banyak kaum muslimin yang berada dalam bahaya besar karena melakukan shalat dalam keadaan isbal. Karena menurut jumhur (mayoritas) ulama kalau sampai demikian.Orang yang tidak sungguh-sungguh menutup auratnya dan tidak berusaha semaksimal mungkin menutupinya. semoga Allah menjaga kita semua dari hal itu. malas dan ketidakpedulian seseorang dalam menutup auratnya. padahal sebenarnya dia mampu. pelakunya mendapatkan dosa. Jangan pula tersingkap lengan atau betisnya. Larangan di atas menunjukkan atas makruhnya hal itu.´ y Shalat dengan pundak terbuka. ³Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian shalat hanya dengan satu pakaian tanpa adanya penutup sedikit pun di atas pundaknya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah bersabda. dan inilah salah satu efek negatif mengimpor pakaian dari negri kafir. maka hendaknya ia mengulang shalatnya tersebut. Sebab jika . Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. hadits tersebut adalah dha¶if karena rawi dari tabi¶in adalah majhul (tidak dikenal).´ Salah satu pakaian yang dikhawatirkan menjadi sebab terbukanya aurat wanita adalah jilbab kecil yang sangat memungkinkan apabila shalat dengan tanpa tutup lain yang lebih lebar akan tersingkap bagian rambutnya. jangan sampai shalat dalam keadaan sebagian rambutnya terlihat. Ke dua. bukan keharamannya. Namun tetap saja shalat dengan kondisi isbal adalah sebuah kesalahan. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sayyidah Aisyah ra bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda. dia berkata. Namun berdasar penelitian. Andaikan hadits tersebut shahih.

y Shalat dengan pakaian yang bergambar. Suatu ketika Rasulullah shalat dengan memakai qamishah (gamis) yang terdapat gambar. tatkala selesai shalat beliau bersabda. ´ Singkirkan dia dariku karena selalu terlintas dalam pandanganku ketika aku melakukan shalat.´Anbijaniyah adalah jenis kain yang agak tebal yang tidak bermotif dan tidak ada gambar(kain polos). Maka Nabi n bersabda kepadanya. Diriwayatkan dari Aisyah ra dia berkata. karena qamishah tadi telah mengganggu shalatku.seseorang telah menutup auratnya. Aisyah ra pernah memasang sehelai kain untuk menutup salah satu dinding sisi rumahnya. ³Bawalah qamishah ini kepada Abu Jahm bin Khudzaifah dan bawakan untukku anbijaniyah. namun perbuatan ini dibenci.´ . maka shalatnya sah meskipun tidak meletakkan sesuatu di atas pundaknya. Dari Anas Radhiallaahu anha dia berkata.

TATA CARA BERHIAS DAN BERPAKAIAN BAGI LAKI-LAKI .1.TATA CARA BERHIAS DAN BERPAKAIAN BAGI WANITA 3.ETIKA BERHIAS DAN BERPAKAIAN 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->