8ab 3 Teori Pettumbuhan dan Pembangunan Ekonomi

Bab ini bertujuan untuk menjelaskan teori-teori pertumbuhan ekonomi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mashab Historis Teori Klasik Teori Neo Klasik Teori Keynesian Teori Schumpeter Teori Ketergantungan (Dependencia)

dengan pembangunan

PENGELOMPOKKAN

TEORI

Untuk mengelompokkan teori-teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi secara tepatdan sederhana bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyakhal yang harus dipertimbangkan misalnya "peri ode waktu" lahirnya teori tersebut atau "ide" dari teori tersebut. Namun demikian, setelah memperhatikan beberapa kepustakaan yang membahas ten tang teori pembangunan, akhirnya penulis membuat klasifikasi seperti yang dibahas dalam bab ini. Tentunya tidak semua teori yang ada akan dibahas disini mengingat buku ini hanya ditujukan untuk tingkat pengantar saja, tetapi mudah-mudahan teori yang dibahas disini cukup representatif. Dari mashab historis dibahas teori Friedrich List, Bruno Hilderbrand, Karl Bucher, dan W. W. Rostow. Dari mashab analitis yang mencakup teori Klasik, Neo-Klasik, dan Keynesian dibahas teori dari Adam Smith, David Ricardo, Harrod- Domar, dan Solow-Swan. Sedangkan teori Schumpeter dibahas secara tersendiri karena teori ini sulit untuk "dikelompokkan" dimana, demikian pula halnya Teori Ketergantungan (Dependencia Theory) yang relatif muda ini juga akan dibahas secara terpisah.

MASHAB HfSTORIS
Mashab historis ini melihat pembangunan ekonomi berdasarkan pengalaman sejarah tentang tahap-tahap perkembangan ekonomi suatu negara. Teori ini berasal dari Jerman dan muncul pada abad ke 19.

34

FRIEDRICH LIST
Menurut List, sistem liberalisme yang laissez-faire dapat menjamin alokasi sumberdaya secara optimal. Perkembangan ekonomi sebenamya tergantung pada peranan pemerintah, organisasi swasta dan lingkungan kebudayaan. Perkembangan ekonomi hanya akan terjadi, menurut List, jika dalam masyarakat ada kebebasan dalam organisasi politik dan kebebasan perorangan. Perkembangan ekonomi, menu rut List, melalui 5 fase yaitu fase primitif, betemak, pertanian, pertanian dan industri pengolahan (manufacturing), dan akhimya pertanian, industri pengolahan dan perdagangan. Pendekatan List dalam menentukan tahap-tahap perkembangan ekonomi tersebut berdasarkan pada "cara produksi"nya. Selain itu, List juga berpendapat bahwa daerah-daerah beriklim sedang paling cocok untuk pengembangan industri, karena adanya kepadatan penduduk yang sedang yang merupakan pasar yang cukup memadai. Sedangkan daerah tropis kurang cocok untuk industri karena pada umumnya daerah terse but berpenduduk sangat padat dan pertanian masih kurang efisien. Akhirnya, untuk perkembangan ekonomi sektor industri pengolahan dikembangkan, walaupun pada awalnya perlu diberikan proteksi. sangat perlu

BRUNO HILDERBRAND
Sebagai kritiknya terhadap List, Hilderbrand mengatakan bahwa perkembangan ekonomi bukan didasarkan pada "cara produksi" ataupun "cara konsumsi", tetapi pada "cara distribusi" yang digunakan. Oleh karena itu ia mengemukakan 3 sistem distribusi yaitu: 1. 2. 3. Perekonomian Barter (natura) Perekonomian Uang Perekonomian Kredit

Sayangnya, Hilderbrand tidak menjelaskan proses perkembangan dari tahap tertentu ke tahap berikutnya.

KARL BUCHER
Pendapat Bucher merupakan sintesa dari pendapat List dan Hilderbrand. Menurut Bucher, perkembangan ekonomi melalui 3 tahap yaitu: 1. 2. 3. Produksi untuk kebutuhan sendiri (subsisten) Perekonomian kota dimana pertukaran sudah meluas Perekonomian nasional dimana peran pedagang menjadi semakin penting.

W. W. ROSTOW
Teori pembangunan ekonomi dari Rostow ini sangat populer dan paling banyak mendapatkan komentar dari para ahli. Teori ini pada mulanya merupakan artikel Rostow yang dimuat dalam Economics Journal (Maret 1956) dan kemudian dikembangkannya lebih lanjut dalam bukunya yang berjudul The Stages of Economic Growth (1960). Menurut
35

membeli rumah. struktur sosialisnya bersifat hirarkhis yaitu mobilitas vertikal anggota masyarakat dalam struktur sosial kemungkinannya sangat kecil. politik. (4) perubahan sikap hidup dan adat istiadat yang terjadi kurang merangsang pembangunan ekonomi (misalnya penghargaan terhadap waktu. menuju kekedewasaan (the drive to maturity). Menurut Rostow. Masyakarat Tradisional Menurut Rostow. proses pembangunan ekonomi bisa dibedakan ke dalam 5 tahap yaitu masyarakat tradisional (the traditional society). Kebijaksanaan pemeritah pusat selalu dipengaruhi oleh pandangan para tuan tanah di daerah tersebut. Maksudnya adalah bahwa kedudukan seseorang dalam masyarakat tidak akan berbeda dengan nenek moyangnya. sosial. tetapi kcbiasaan terse but telah turun temurun. oleh karena itu sebagian besar sumberdaya masyarakat digunakan untuk kegiatan sektor pertanian. (2) perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga. Menurut Rostow. teori Rostow ini dikelompokkan ke dalam model jenjang linear (linear stages model). Dasar pembedaan proses pembangunan ekonomi menjadi 5 tahap tersebut adalah karakteristik perubahan keadaan ekonorni.pengklasifikasian Todaro. dan sebagainya) menjadi investasi yang produktif. yang terjadi. prasyarat untuk tinggallandas (the preconditions for take-off). dan politik. yaitu dari menginginkan banyak anak menjadi keluarga keci!. Dalam suatu masyarakat tradisional. menurut Rostow. pembangunan ekonomi atau proses transformasi suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat moderen merupakan suatu proses yang multi-demensional. tetapi pusat kekuasaan politik di daerah-daerah berada di tangan para tuan tanah yang ada didaerah tersebut. Sementara itu kegiatan politik dan pemerintah pada masa ini digambarkan Rostow dengan adanya kenyataan bahwa walaupun kadang-kadang terdapat sentralisasi dalam pemerintahan. tinggal landas (the take-off). pembangunan ekonomi berarti pula sebagai suatu proses yang menyebabkan antara lain: (1) perubahan orientasi organisasi ekonorni. dari melakukan investasi yang tidak produktif (menumpuk emas. penghargaan terhadap pertasi perorangan dan sebagainya). dan masa konsumsi tinggi (the age of high mass-consumption). Dalam sektor pertanian ini. Pembangunan ekonomi bukan berarti perubahan struktur ekonomi suatu negara yang ditunjukkan oleh menurunnya peranan sektir pertanian dan peningkatan peranan sektor industri saja. tingkat produktivitas per pekerja masih rendah. (3) perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat. dan sosial yang pada mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi ke luar. Menurut Rostow. yang dimaksudkan dengan masyarakat tradisional adalah masyarakat yang fungsi produksinya terbatas yang ditandai oleh cara produksi yang relatif masih primitif dan cara hidup masyarakat yang masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kurang rasional. disamping perubahan seperti itu. 36 .

Jika perubahan-perubahan seperti itu terjadi. kenaikan investasi yang akan menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih cepat dari sebelumnya bukan semata-mata tergantung kepada kenaikan tingkat tabungan. Kanada. Disamping itu harus ada pula orang-orang yang menggunakan penemuan baru tersebut untuk memodernisircara produksi dan harus didukung puladengan adanya kelompok masyarakat yang menciptakan tabungan dan meminjamkannya kepada wiraswasta (entrepreneurs) yang inovatif untukmeningkatkan produksi dan menaikkan produktivitas.Tahap Prasyarat Tinggal Landas Seperti telah diungkapkan di muka. Menurut Rostow. misalnya perubahan keadaan sistem politik. bolehlah dianggap sudah berada pada tahap prasyarat tinggallandas. maka proses pertumbuhan ekonomi bisalah dikatakan sudah terjadi. karena ia tak yakin akan kebenaran pandangan yang menyatakan bahwa pembangunan akan dapat dengan mudah diciptakan hanya jika jumlah tabungan ditingkatkan. Corak yang kedua adalah tahap prasyarat tinggal landas yang dicapai oleh negara-negara yang born free (menurut Rostow) seperti Amerika Serikat. dan sebagainya. tetapi juga kepada perubahan radikal dalam sikap masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Pertama adalah tahap prasyarat lepas landas yang dialami oleh negara-negara Eropa. Timur Tengah. Namun menurut Rostow pertumbuhan ekonomi hanya akan tercapai jika diikuti oleh perubahan-perubahan lain dalam masyarakat. pengambilan resiko. dan Afrika. Selandia Baru. Rostow sangat menekankan perlunya perubahanperubahan yang multidimensional. dimana tahap ini dicapai dengan perombakan masyarakat tradisional yang sudah lama ada. Menurut pendapat tersebut tingkat tabungan yang tinggi akan mengakibatkan tiangkat investasi tinggi pula sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi yang dicerminkan oleh kenaikan pendapatan nasional. Hal ini disebabkan oleh sifat dari masyarakat negara-negara tersebut yang terdiri dari imigran yang telah mempunyai sifat-sifat yang dibutuhkan oleh suatu masyarakat untuk tahap prasyarat tinggallandas. Perubahan-perubahan yang dimaksudkan Rostow misalnya kemampuan masyarakat untuk menggunakan ilmu pengetahuan moderen dan membuat penemuan-penemuan baru yang bisa menurunkan biaya produksi. Suatu masyarakat yang sudah mencapai proses pertumbuhan yang demikian sifatnya. dimana pertumbuhan ekonomi sudah mulai sering terjadi. Australia. Tahap prasyarat tinggallandas ini mempunyai 2 corak. Tahap prasyarat tinggal landas ini didefinisikan Rostow sebagai suatu masa transisi dimana masyarakat mempersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self-sustained growth). perubahan teknik produksi. Asia. pada tahap ini dan sesudahnya pertumbuhan ekonomi akan terjadi secara otomatis. sistem nilai dalam masyarakat dan struktur ekonominya. 37 . pembangunan ekonomi menurut Rostow adalah suatu proses yang menyebabkan perubahan karakteristik penting suatu masyarakat. struktur sosial. Seperti telah diungkapkan di muka. Singkatnya. Perubahan-perubahan itulah yang akan memungkinkan terjadinya kenaikan tabungan dan penggunaan tabungan itu sebaik-baiknya. dimana negara-negara tersebut mencapai tahap tinggallandas tanpa harus merombak sistem masyarakat yang tradisional.

modernisasi yang terjadi tidak akan secepat yang terjadi sekarang ini. Tahap Tinggal Landas Pada tahap tinggal landas. pertambangan. Kemajuan di sektor pertanian. pertumbuhan ekonomi selalu terjadi. terciptanyakemajuan yang pesat dalam inovasi. Rostow menekankan pula bahwa kenaikan tingkat investasi hanya mungkin tercipta jika terjadi perubahan dalam struktur ekonomi. kenaikan produktivitas pertanian akan memperluas pasar industri-industri penghasil input pertanian modern seperti mesin-mesin pertanian dan pupuk kimia. bisa menghabiskan sebagian besar dari dana investasi. Menurut taksiran Rostow. Pada awal tahap ini terjadi perubahan yang drastis dalam masyarakat seperti revolusi politik. Berdasarkan sifatnya ini. 38 . Selain hal-hal yang diungkapkan di atas. lnvestasi di bidang prasarana ini mempunyai 3 ciri yaitu tenggang waktu antara pembangunannya dan pemetikan hasilnya (gestation period) sangat lama. atau berupa terbukanya pasar-pasar baru. Investasi yang semakin tinggi ini akan mempercepat laju pertumbuhan pendapatan nasional dan melebihi tingkat pertumbuhan penduduk. Untuk menjamin terciptanya pembangunan yang teratur. menurut Rostow. pembangunannya harus dilakukan secara besar-besaran sehingga memerlukan biaya yang banyak. Peranan sektor pert anian terse but antara lain: pertama. Kenaikan pendapatan petani akan memperluas pasar industri barang-barang konsumsi. Pembangunan ekonomi hanya dimungkinkan oleh adanya kenaikan produktivitas di sektor pertanian dan perkembangan di sektor pertambangan. Dengan demikian tingkat pendapatan per kapita semakin besar. Menurut Rostow. kenaikan pendapatan di sektor pertanian akan menaikkan penerimaan pemerintah melalui pajak sektor pertanian dan kemajuan sektor pertanian akan menciptakan tabungan yang bisa digunakan sektor lain (terutama industri) sehingga bisa meningkatkan investasi di sektor-sektor lain tersebut.1 di bawah ini. Sementara itu pembangunan prasarana. maka pembangunan prasarana terutama sekali harus dilakukan pemerintah. dan manfaat pembangunannya dirasakan oleh masyarakat banyak. Rostow juga menunjukkan bentuk perubahan dalam kepemimpinan pemerintahan dari masyarakat yang mengalami transisi. kenaikan produktivitas di sektor pertanian akan memperluas pasar dari berbagai kegiatan industri. Sebagai akibat dari perubahan-perubahan tersebut secara teratur akan tercipta inovasi-inovasi dan peningkatan investasi. kemajuan pertanian menjamin penyediaan bahan makanan bagi penduduk di pedesaan maupun di perkotaan. dan prasarana harus terjadi bersarna-sama dengan proses peningkatan investasi. kemajuan sektor pertanian mempunyai peranan penting dalam masa peralihan sebelum mencapai tahap tinggallandas. suatu kepemimpinan baru haruslah mempunyai sifat nasionalisme yang reaktif (reactive nationalism) yaitu bereaksi secara positif atas tekanantekanan dari negara maju. masa tinggallandas di beberapa negara adalah seperti tampak pada Tabel 3. Hal ini menjamin penduduk agar tidak kelaparan dan menghematdevisa karena impor bahan makanan bisa dihindari. kedua.Selain hal-hal di atas. Rostow yakin bahwa tanpa adanya tekanan atau hinaan dari negara-negara maju.

Terjadinya kenaikan investasi produktif dari 5 persen atau kurang menjadi 10persen dari Produk Nasional Bersih (Net National Product = NNP). Terciptanya suatu kerangka dasarpolitik. kecuali Inggris.30 tahun. 3. I di Negara Inggris Perancis Belgia Amerika Serikat Jerman Swedia Jepang Rusia Kanada Argentina Turki India Cina Komunis I Scktor Pcmimpin Industri tekstil Jaringan jalan kereta api Jaringan Jaringan Industri Industri Jaringan Jaringan Industri jalan kereta api jalan kereta api kayu sutera jalan kereta api jalan kereta api substitusi impor Dari Tabel 3. 2.1 Taksiran masa tinggallandas dan sektor pemimpin pad a masa tinggallandas beberapa negara menurut Rostow Masa Tinggal Landas 1783 1830 1833 1843 1850 1868 1878 1890 1896 1935 1937 1952 1952 1802 1860 1860 1860 1873 1890 1900 1914 1914 . Inggris dan Jepang. dan kelembagaan yang bisa menciptakan perkembangan sektor modern dan eksternalitas ekonomi yang bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus terjadi. Terjadinya perkembangan satu atau beberapa sektor industri dengan tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi (leading sectors). misalnya mencapai mas a tinggallandas tanpa mengimpor modal (bantuan luar negeri) sarna sekali. 39 . masa tinggallandas itu berkisar antara 20 . yang sudah mencapainya seabad sebelumnya. karena kenaikan tabungan dalam negeri peranannya besar sekali dalam menciptakan tahap lepas landas.1 di atas bisa disimpulkan bahwa: 1) 2) sebagian besar negara Barat mencapai masa tinggallandas pada abad yang lalu. Rostow mengemukakan 3 ciri utama dari negara-negara yang sudah mencapai masa tinggal landas yaitu: 1.Tabel3. sosial. Disini juga termasuk kemampuan negara tersebut untuk mengerahkan sumber-sumber modal dalam negeri.

Kanada. dan Rusia. Pembangunan dan transformasi teknologi sektor pemimpin haruslah bisa menciptakan kebutuhan akan adanya perluasan kapasitas dan modemisasi sektor-sektor lain. Sedangkan di Amerika Serikat. Di Inggris. Namun demikian. industri tekstil yang telah mempelopori pembangunan pada tahap tinggal landas telah digantikan oleh industri besi. sifat -sifat dari tahap lepas landas yang terjadi. Oleh karena itu. telah digantikan oleh industri baja dan industri peralatan berat pada tahap menuju ke kedewasaan. Dalam sektor terse but harus dikembangkan teknik produksi yang modem dan kapasitas produksi harus bisa diperluas. misalnya. sektor pemimpin adalah industri kayu.1) perkembangan sektor pemimpin (leading sector) berbeda-beda untuk setiap negara. dan Jerman di mana pembangunanjaringanjalan kereta api memegang peranan penting pada tahap tinggallandas. Tahap Menuju Kekedewasaan Tahap menuju kedewasaan ini diartikan Rostow sebagai masa dimana masyarakat sudah secara efektif menggunakan teknologi moderen pada hampir semua kegiatan produksi. Berdasarkan pada kenyataan tersebut. dan Argentina adalah industri substitusi impor barang-barang konsumsi. 3. Pad a tahap ini sektor-sektor pemimpin baru akan muncul menggantikan sektor-sektor pemimpin lama yang akan mengalami kemunduran. 40 . Perancis. suatu negara tertentu tidak bisa hanya sekedar mencontoh pola perkembangan sektor pemimpin negara-negara lain. dan juga oleh kebijaksanaan pemerintah. Rostow menekankan analisisnya kepada corak perubahan sektor-sektor pemimpin di beberapa negara yang sekarang sudah maju.Menurut Rostow (lihat Tabel 3. Harus tercipta tabungan dalam masyarakat dan para pengusaha harus menanamkan kembali keuntungannya untuk membiayai pembangunan sektor pemimpin. Di Inggris. Di Swedia. tekstil katun merupakan sektor pemimpin pada mas a tinggal landasnya. Sektor-sektorpemimpin baru ini coraknyaditentukan oleh perkembangan teknologi.2. Ia juga menunjukkan bahwa di tiap-tiap negara terse but jenis-jenis sektor pemimpin pada tahap sesudah tinggal landas adalah berbeda dengan yang ada pada tahap tinggallandas. Rostow menaksir mas a dimana tahap menuju ke dewasaan dicapai oleh beberapa negara seperti tampak pada Tabel 3. batu bara dan peralatan teknik berat. Jerman. sedangkan perkembangan jaringan jalan kereta api memegang peranan yang sarna di Amerika Serikat. 2. kekayaan alam. Dalam menganalisis karakteristik tahap menuju ke kedewasaan. 4. Rostow mengambil kesimpulan bahwa untuk mencapai tahap tinggallandas tidak satu sektor ekonomipun yang baku untuk semua negara yang bisa menciptakan pembangunan ekonomi. di Jepang sutera. Perancis. Harus ada kemungkinan untuk perluasan pasar bagi barang-barang yang diproduksi yang mempunyai kemungkinan untuk berkembang dengan cepat. ada 4 faktor penting yang harus diperhatikan dalam menciptakan sektor pemimpin yaitu: 1.

pangan. Taksiran Tabap menuju ke Kedewasaan beberapa negara menurut Rostow Ncgara Inggris Amerika Serikat Jerman Perancis Swedia Jepang Rusia Kanada Menuju ke Kedewasaan 1850 1900 1910 1910 1930 1940 1950 1950 I Selanjutnya Rostow mengemukakan pula karakteristik non-ekonomis dari masyarakat yang telah mencapai tahap menuju ke kedewasaan sebagai berikut: I. Pada tahap ini ada 3 macam tujuan masyarakat (negara) yaitu: 1. Struktur dan keahlian tenaga kerja mengalami perubahan. MASHAB ANAL/TIS Teori-teori pembangunan ekonomi yang termasuk dalam mashab ini berusaha 41 . Memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negeri dan kecenderungan ini bisa berakhir pada penjajahan terhadap bangs a lain. Meningkatkan konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok (sandang. Tabap Konsumsi Tinggi Tahap konsumsi tinggi ini merupakan tahap terakhir dari teori pembangunan ekonomi Rostow. Menciptakan negara kesejahteraan (welfare state) dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang lebih merata melalui sistem pajak yang prog resif.barang konsumsi tahan lama dan barang-barang mewah. 3. Sifat kepemimpinan dalam perusahaan mengalami perubahan. 2. Peranan sektor industri semakin penting. 2.TabeI3. Pada tahap ini perhatian masyarakat telah lebih menekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat bukan lagi kepada masalah produksi. 3. sedangkan sektor pertanian menurun.2. dan papan) menjadi meliputi pula barang. Kritik-kritik terhadap industrialisasi mulai muncul sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap dampak industrialisasi. Peranan manajer profesional semakin penting dan menggantikan kedudukan pengusaha-pemilik.

jumlah penduduk akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan . sumberdaya alam yang tersedia merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi suatu masyarakat. Maksudnya. Pengaruh langsung ini maksudnya adalah karena pertambahan modal (sebagai input) akan langsung meningkatkan output. akan tenaga kerja dari suatu masyarakat. 2. TEORI KLASIK: 1. maka jumlah penduduk dan stok modal yang ada yang memegang peranan dalam pertumbuhan output. 3. Stok modal. Dalam bukunyaAn Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) ia mengemukakan ten tang proses pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang secara sistematis. Menurut Smith. Jumlah sumberdaya alam yang tersedia merupakan "batas maksimum" bagi pertumbuhan suatu perekonomian. Pertumbuhan output total Unsur pokok dari sistem produksi suatu negara menurut Smith ada tiga yaitu: l. ADAM SMITH (1723 -1790) Adam Smith temyata bukan saja terkenal sebagai pelopor pembangunan ekonomi dan kebijaksanaan laissez-faire. semakin 42 .mengungkapkan proses pertumbuhan ekonomi secara logis dan taat-asas (konsisten). tetapi sering bersifat abstrak dan kurang menekankan kepada aspek empiris (historis)nya. menurut Smith. tetapi juga merupakan ekonom pertama yang banyak menumpahkan perhatian kepada masalah pertumbuhan ekonomi. pertumbuhan output total pertumbuhan penduduk ad (a). Maksudnya. Semakin besar stok modal. Jumlah dan tingkat pertumbuhan output tergantung pada laju pertumbuhan stok modal (sampai "batas maksimum" dari sumber alam). Peranannya sangat sentral dalam proses pertumbuhan output. Agar inti dari proses pertumbuhan ekonomi menurut Smith ini mudah dipahami. Tetapi pertumbuhan output tersebut akan berhenti jika semua sumberdaya alam tersebut telah digunakan secara penuh. Sedangkan pengaruh tak langsung maksudnya adalah peningkatan produkti vitas per kapita yang dimungkinkan oleh karena adanya spesialisasi dan pembagian kerja yang lebih tinggi. menurut Smith. kita bedakan dua aspek utama pertumbuhan ekonomi yaitu: a. Pengaruh stok modal terhadap tingkat output total bisa secara langsung dan tak langasung. merupakan unsur produksi yang secara aktif menentukan tingkat output.jika sumberdaya ini belum digunakan sepenuhnya. b. Kecenderungan semacam ini tampak lebihjelas dalam teori-teori pertumbuhan "moderen". Sumberdaya insani (jumlah penduduk) mempunyai peranan yang pasif dalam proses pertumbuhan output. sumberdaya alam yang tersedia (atau faktor produksi "tanah") sumberdaya insani (ataujumlah penduduk) stok barang modal yang ada.

besar kemungkinan dilakukannya spesialisasi dan pembagian kerja yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas per kapita. laju pertumbuhan permintaan akan tenagakerja ditentukan oleh laju pertumbuhan stok modal (akumulasi modal) dan laju pertumbuhan output. dalam jangka panjang tingkat keuntungan tersebut akan menurunkan dan pada akhirnya akan mencapai tingkat keuntungan minimal pada posisi stasioner perekonomian tersebut. makin meluasnya pasar. undang-undang yang menjadi penghambat kebebasan berusaha dan kegiatan ekonomi. Jika pasar tidak tumbuh secepat pertumbuhan modal. Menurut Smith. baik antara warga masyarakat di suatu negara maupun antara warga masyarakat antar negara. Tingkat upah yang berlaku. jumlah penduduk akan meningkat jika tingkat upah yang berlaku lebih tinggi dari tingkat upah subsisten yaitu tingkat upah yang pas-pasan untuk hidup. sebenarnya ada 2 faktor penunjang penting dibalik proses akumulasi modal bagi terciptanya pertumbuhan output yaitu: l. Namun demikian. dan adanya tingkat keuntungan di atas tingkat keuntungan minimal. karena spesialisasi tersebut bisa meningkatkan ketrampilan setiap pekerja dalam bidangnya dan pembagian kerja bisa mengurangi waktu yang hilang pada saat peralihan macam pekerjaan.orang akan kawin pada umur muda. Sebaliknyajika tingkat upah yang berlaku lebih rendah dari tingkat upah subsisten. 43 . Spesialisasi dan pembagian kerja ini bisa menghasilkan pertumbuhan output. menurut Smith. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi perlu dilakukan pembenahan dan penghilangan peraturan-peraturan. 2. menurut Adam Smith. ad (b) Pertumbuhan Penduduk Menurut Adam Smith. maka orang. makajumlah penduduk akan menurun. dan hanya jika. Tingkat upah yang tinggi dan meningkatjika permintaan akan tenaga kerja (DL) tumbuh lebih cepat daripada penawaran tenaga kerja (SL)' Sementara itu permintaan akan tenaga kerja ditentukan oleh stok modal dan tingkat output masyarakat. Menurut Adam Smith. tingkat kematian menurun. maka tingkat keuntungan akan segera merosot. setiap warga masyarakat diberi kebebasan seluas-luasnya untuk melakukan pertukaran dan melakukan kegiatan ekonominya. potensi pasar akan bisa dicapai secara maksimal jika. Jika tingkat upah di atas tingkat subsisten. Tingkat keuntungan ini erat hubungannya dengan luas pasar. Oleh karena itu. dan akhirnya akan mengurangi gairah para pemilik modal untuk melakukan akumulasi modal. Faktor penunjang yang kedua yaitu tingkat keuntungan yang memadai. ditentukan oleh tarik-menarik antara kekuatan permintaan dan penawaran tenaga kerja. Hal ini menunjukkan bahwa Adam Smith merupakan penganjur laissez-faire danfree trade. danjumlah kelahiran meningkat.

Sejumlah kendalalbatasan malahan dikenakan pada sektor perorangan (misalnya larangan monopoli) dan perdagangan internasional (misalnya adanya proteksi) pada setiap negara di dunia. Asumsi Stasioner Menurut Smith. Mereka inilah yang menciptakan inovasi dan pada akhirnya menghasilkan akumulasi modal. Teori ini mengasumsikan adanya pembagian masyarakat secara tegas yaitu antara golongan kapitalis (termasuk tuan tanah) dan para buruh. Namun dernikian. Asumsi Persaingan Sempurna Asumsi utama teori Adam Smith ini adalah persaingan sempurna. Ini berarti bahwa perubahan hanya terjadi di sekitar titik keseimbangan tersebut. dan lintah darat. ada beberapa kritik terhadap teori Adam Smith antara lain: 1.Kritik terhadap teori Adam Smith Seperti digambarkan di muka. teori Smith mengabaikan peranan kelas menengah dalam mendorong pembangunan ekonomi. Namun ini adalah alasan yang tidak adil. teori Adam Smith ini telah memberikan sumbangan yang besar dalam menunjukkan bagaimana pertumbuhan ekonomi terjadi dan faktor-faktor apa yang dapat menghambatnya. sebab tidak terpikir olehnya bahwa sumber utama tabungan di dalam masyarakat yang maju adalah para penerima pendapatan. 5. 2. dan bukan kapitalis serta tuan tanah 3. Jadi asumsi ini tidak realistis. Padahal dalam kenyataannya. Dengan kata lain. Padahal para entrepreneur ini mempunyai peranan yang sentral dalam pembangunan. seringkali kelas menengah mempunyai peran yang sangat penting dalam masyarakat modern. Padahal dalam kenyataannya proses pembangunan itu seringkali terjadi teraturdan tidak seragam. hasil akhir suatu perekonomian kapitalis adalah keadaan stasioner. Selain itu Ricardo juga menganggap bahwa jumlah faktor produksi tanah (sumberdaya alam) tidak bisa 44 . Pembagian kelas dalam masyarakat Teori Smith ini didasarkan pada lingkungan sosial ekonomi yang berlaku di Inggris dan di beberapa negara Eropa. Pengabaian peranan entrepreneur Smith agak mengambaikan peranan entrepreneur dalam pembangunan. 2. Kebijakan pasar bebas dari persaingan sempurna ini tidak ditemukan di dalam perekonomian manapun. DAVID RICARDO (1772 . Alasan menabung Menurut Smith orang yang dapat menabung adalah para kapitalis. Tema dari proses pertumbuhan ekonomi masih pada perpacuan antara laju pertumbuhan penduduk dan laju pertumbuhan output.1823) Garis besar proses pertumbuhan dan kesimpulan-kesimpulan dari Ricardo tidak jauh berbeda dengan teori Adam Smith. 4. tuan tanah.

Proses ini tidak lain adalah proses tarik menarik antara dua kekuatan dinamis yaitu antara: a) b) the law of diminishing returns dan kemajuan teknologi. maka penduduk (tenaga kerja) akan terus bertambah. Kemajuan teknologi terjadi sepanjang waktu. ada suatu kekuatan dinamis yang selalu menarik perekonomian ke arah tingkat upah minimum. demikian Ricardo.bertambah. Selama buruh yang dipekerjakan pada tanah tersebut bisa menerima tingkat upah di atas tingkat upah alamiah. Proses yang dijelaskan di atas akan berhentijika tingkat upah turun sampai tingkat upah alamiah. Jika tingkat upah turun sampai di bawah tingkat upah alamiah. dan hal ini akan menurunkan lagi produk marginal tenaga kerja dan pada gilirannya akan menekankan tingkat upah ke bawah. maka jumlah pen dud uk (tenaga kerja) menurun. peranan akumulasi modal dan kemajuan teknologi adalah cenderung meningkatkan produktivitas tenaga kerja. artinya. Akumulasi modal terjadi bila tingkat keuntungan yang diperoleh pemilik modal berada di atas tingkat keuntungan minimal yang diperlukan untuk menarik mereka melakukan investasi. Sayangnya. d) e) Dengan terbatasnya luas tanah. sehingga akhimya menjadi faktor pembatas dalam proses pertumbuhan suatu masyarakat. Suatu negara hanya bisa tumbuh dampai batas yang dimungkinkan oleh sumberdaya alamnya. Sektor pertanian dominan. 45 . bisa memperlambat bekerjanya the law of diminishing returns yang pada gilirannya akan memperlambat pula penurunan tingkat hidup ke arah tingkat hidup minimal. Pada posisi ini jumlah penduduk konstan. Tenaga kerja (penduduk) meningkat atau menurun tergantung pada apakah tingkat upah di atas atau di bawah tingkat upah minimal (tingkat upah alamiah = natural wage). Proses Pertumbuhan Sebelum membicarakan aspek-aspek pertumbuhan dari Ricardo. Menurut Ricardo. Jadi dari segi faktor produksi tanah dan tenaga kerja. Inilah inti dari proses pertumbuhan ekonomi (kapitalis) menurut Ricardo. maka pertumbuhan penduduk (tenaga kerja) akan menurunkan produk marginal (marginal product) yang kita kenal dengan istilah the law of diminishing returns. proses tarik-menarik tersebut akhimya dimenangkan oleh the law of diminishing returns. Keterbatasan faktor produksi tanah (sumbersdaya alam) akan membatasi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Teori Ricardo ini diungkapkan pertama kali dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political Economy and Taxation yang diterbitkan pada tahun 1917. yaitu bekerjanya the law of diminishing returns. terlebih dulu kita coba untuk mengenai ciri-ciri perekonomian Ricardo sebagai berikut: a) b) c) Jumlah tanah terbatas. Dan tingkat upah akan naik lagi sampai tingkat upah alamiah.

karena tidak ada perekonomian yang mencapai keadaan stasioner dengan laba yang meningkat. Bahkan dia menganggap bahwa pangsa untuk tanah adalah sangat utama. Pada awalnya kemajuan teknologi tersebut dapat menahan laju berlakunya the law of diminishing returns. 46 Kritik terhadap teori Ricardo . Faktor-faktor ini diasumsikan secara tertentu. tetapi akhirnya pengaruh kemajuan teknologi tersebut habis dan perekonomian menuju ke arah stasioner. Ricardo gagal menunjukkan teori distribusi fungsional karena ia tidak menentukan pangsa dari masing-masing faktor produksi secara terpisah. tingkat output konstan jumlah penduduk konstan pendapatan per kapita juga menjadi konstan tingkat upah pada tingkat upah alamiah (minimal) tingkat keuntungan pada tingkat yang minimal akumulasi modal berhenti (stok modal konstan) tingkat sewa tanah yang maksimal. Masyarakat mencapai posisi stasionernya. faktor tersebut penting sekali dalam pembangunan ekonomi dan tidak dapat diabaikan. teori Ricardo bukanlah teori pertumbuhan ekonomi tetapi teori distribusi yang menentukan besarnya pangsa tenaga kerja. Kenyataannya kenaikan produksi pertanian yang sangat pesat di negara-negara maju telah membuktikan bahwa Ricardo kurang memperhatikan potensi kemajuan teknologi dalam menahan laju berlakunya the law of diminishing returns dari faktor produksi tanah. 3. Pengertian yang salah tentang keadaan stasioner Pandangan Ricardo bahwa negara akan mencapai keadaan stasioner secara otomatis adalah tidak beralasan. dan sisanya sebagai pangs a tenaga kerja dan modal. Pengabaian suku bunga Kelemahan lain dari teori Ricardo ini adalah pengabaian suku bunga dalam pertumbuhan ekonomi. dan akumulasi modal terjadi. Pendapat yang salah ini berasal dari ketidakmampuannya untuk membedakan pemilik modal dari pengusaha (entrepreneur). Teori Ricardo bukan teori pertumbuhan Menurut Schumpeter. dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) g) 1. 4. tuan tanah. 2. produksi yang meningkat. Meskipun demikian. Pengabaian faktor-faktor kelembagaan Salah satu kelemahan pokok dari teori Ricardo ini adalah pengabaian peranan faktorfaktorkelembagaan. Ia tidak menganggap suku bunga sebagai imbalan jasa yang terpisah dari modal tetapi termasuk dalam laba. dan pemilik modal. Pengabaian pengaruh kemajuan teknologi Ricardo menjelaskan bahwa kemajuan teknologi di sektor industri akan mengakibatkan penggantian tenaga kerja.Apabila semua potensi sumberdaya alam telah dieksploitir secara penuh maka perekonomian berhenti tumbuh. 5.

suatu tingkat output tertentu dapat diciptakan dengan menggunakan berbagai kombinasi modal dan tenaga kerja. Misalnya walaupun jumlah modal tetap sebesar K. tetapi pada umumnya mereka didasarkan kepada fungsi produksi yang telah dikembangkan oleh Charles Cobb dan Paul Douglas yang sekarang dikenal sebutan fungsi produksi Cobb. jumlah output dapat diperbesr menjadi 12. pertumbuhan ekonomi tergantung kepada pertambahan penyediaan faktor -faktor produksi (penduduk. Misalnya untuk menciptakan output sebesar II' kombinasi modal dan tenaga kerja yang dapat digunakan antara lain (a) K. dan (c) KI dengan LI. maka lebih banyak tenaga kerja yang digunakan. akumulasi kapital. Teori ini berkembang berdasarkan analisis-analisis mengenai pertumbuhan ekonomi menurut pandangan ekonomi Klasik. yaitu perekonomian akan tetap mengalami tingkat pengerjaan penuh (full employment) dan kapasitas peralatan modal akan tetap sepenuhnya digunakan sepanjang waktu. Dalam fungsi produksi yang berbentuk dernikian. bisa digunakan jumlah modal yang berbeda-beda dengan bantu an tenaga kerja yang jumlahnya berbedabeda pula. Di samping itu. Fungsi produksinya ditunjukkan oleh 12. Sifat teori pertumbuhan Neo Klasik bisa digambarkan seperti pada Gambar 3. Ekonomi yang menjadi perintis dalam mengembangkan teori tersebut adalah Robert Solow (Massachussets Institute of Technology) dan Trevor Swan (Australia National University). walaupun jumlah modal berubah tetapi terdapat kemungkinan bahwa tingkat output tidak mengalami perubahan. dan akumulasi modal) dan tingkat kemaj uan teknologi. Dengan dernikian. Solow ini memenangkan hadiah Nobel Ekonomi tahun 1987 atas karyanya tentang teori pertumbuhan ekonomi ini. sesuai dengan yang dibutuhkan.l' (b) K2dengan L2. Dengan kata lain. untuk menciptakan sejumlah output tertentu. maka tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit. Dengan adanya "keluwesan" (fleksibilitas) ini suatu perekonomian mempunyai kebebasan yang tak terbatas dalam menentukan kombinasi modal dan tenaga kerja yang akan digunakan untuk menghasilkan tingkat output tertentu. rasio modal-output (cpital.Douglas. Jika lebih banyak modal yang digunakan. 12.output ratio = COR) bisa berubah. tenaga kerj a. Pandangan ini didasarkan kepada anggapan yang mendasari analisis Klasik.jika tenaga kerja digunakan ditambah dari L3 menjadi L" Teori pertumbuhan Neo Klasik ini mempunyai banyak variasi.1.NEO KLASIK (SOLOW-SWAN) Teori pertumbuhan ekonomi Neo Klasik berkembang sejak tahun 1950-an. dan kemajuan teknologi. Menurut teori ini. Sebaliknya jika modal yang digunakan lebih sedikit. jumlah output dapat mengalami perubahan walaupun jumlah modal tetap. Dengan kata lain. 47 . sampai dimana perekonomian akan berkembang tergantung pada pertambahan penduduk. Selanjutnya menurut teori ini. dan seterusnya.ldengan L.

= jumlah tenaga kerja pada tahun t a = pertambahan output yang diciptakan oleh pertambahan satu unit modal. = tingkat teknologi pada tahun t Kt = jumlah stok barang modal pada tahun t L. b = pertambahan output yang diciptakan oleh pertambahan satu unit tenaga kerja.Gambar 3. yang berarti bahwa a dan b nilainya adalah sarna dengan produksi batas dari masing. 48 . .1. Nilai Tt' a dan b bisa diestimasi secara empiris. Fungsi Produksi Neo Klasik Modal K3 . nilai a dan b ditentukan dengan melihat peranan tenaga kerja dan modal dalam menciptakan output. .masing faktor produksi tersebut. K2 K. Tetapi pada umumnya nilai a dan b ditentukan saja besarnya dengan menganggap bahwa a + b = 1. o Tenaga Kerja Fungsi tersebut bisa dituliskan dengan cara berikut: Q=TaKLb t t t t di mana: Qt = tingkat produksi pada tahun t T. Dengan kata lain.

Domar mengemukakan teorinya tersebut pertama kali pada tahun 1947 dalam jurnal American Economic Review. Sedangkan teori Harrod-Domar ini menganalisis syarat-syarat yang diperlukan agar perekonomian bisa tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang. Dengan kata lain. 49 . maka sekarang ini dikenal sebagai teori Harrod-Domar. setiap perekonomian dapat menyisihkan suatu proporsi tertentu dari pendapatan nasionalnya jika hanya untuk mengganti barangbarang modal (gedung-gedung. diperlukan investasi. Harrod.Domar ini dikembangkan oleh dua ekonom sesudah Keynes yaitu Evsey Domar dan R. Teori ini sebenarnya dikembangkan oleh kedua ekonom secara sendiri-sendiri. besarnya tabungan masyarakat adalah proporsional dengan besarnya pendapatan nasional. terdiri dari 2 sektor yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan. sekarang kita membahas inti dari teori Harrod-Domar tersebut. COR dan ICOR yang tetap ini bisa dilihat pada Gambar 3.investasi baru sebagai tambahan stok modal. demikian juga ratio antara modal-output (capital-output ratio = COR) dan rasio pertambahan modal-output (incremental capital-output ratio = ICOR). sedangkan Harrod telah mengemukakannya pada tahun 1939 dalam Economic Journal.nya tetap. berarti fungsi tabungan dimulai dari titik nol. Teori Harrod-Domar itu merupakan perluasan dari analisis Keynes mengenai kegiatan ekonomi secara nasional dan masalah tenaga kerja. F. Untuk output sebesar Q2' misalnya hanya dapat diciptakan jika stok modal sebesar K2• Setelah mengemukakan berbagai asumsi di atas. berarti pemerintah dan perdagangan luar negeri tidak ada. Dalam teori Harrod-Domar ini. Teori Harrod-Domar ini mempunyai beberapa asumsi yaitu: I) 2) 3) 4) perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh (full employment) dan barang-barang modal yang terdiri dalam masyarakat digunakan secara penuh. Analisis Keynes dianggap kurang lengkap karen a tidak membicarakan masalah-masalah ekonomijangka panjang.KEYNESIAN (HARROD-DOMAR) Teori pertumbuhan Harrod. misalnyajika 3 rupiah modal diperlukan untuk menghasilkan (kenaikan) output total sebesar 1rupiah. untuk menumbuhkan perekonomian tersebut. material) yang rusak. Jika kita menganggap bahwa ada hubungan ekonomis secara langsung antara besarnya stok modal (K) dan output total (Y). tetapi karena inti teori tersebut sarna. teori ini berusaha menunjukkan syarat yang dibutuhkan agar perekonomian bisa tumbuh dan berkembang dengan mantap (steady growth).2. peralatan. maka setiaptambahan bersih terhadap stok modal (investasi baru) akan mengakibatkan kenaikan output total sesuai dengan rasio modal-output tersebut. Menurut Harrod-Domar. Namun demikian. Untuk menghasilkan output sebesar QJ diperlukan modal KJ dan tenaga kerja LJ. dan apabila kombinasi itu berubah maka tingkat output berubah. kecenderungan untuk menabung (marginal propensity to save = MPS) besar. fungsi produksinya berbentuk L karena sejumlah modal hanya dapat menciptakan suatu tingkat output tertentu (modal dan tenaga kerja tidak substitutif).

Tabungan (S) merupakan suatu proporsi (s) dari output total (Y). Y (lIa) 50 . maka K = k atau i1K i1Y = k atau K = k. yaitu 3 berbanding 1. Fungsi Produksi Harrod-Domar Modal Tenaga Kerja Hubungan tersebut. oleh karenanya kita mempunyai persamaan yang sederhana: S =S. seperti ditunjukkan oleh COR atau k.Y 2. yang telah kita kenai dengan istilah rasio modal-output (COR). dan investasi ditentukan oleh tingkat tabungan. rasio kecenderungan menabung (MPS) = s yang merupakan proporsi tetap dari output total. maka (II) Tetapi karena stok modal (K) mempunyai hubungan lang sung dengan output total (Y). (I) Investasi (I) didefinisikan sebagai peru bah an stok modal dan dilambangkan dengan i1K.2. maka kita bisa menyusun model pertumbuhan ekonomi yang sederhana seperti berikut: 1. Jika kita menetapkan COR = k.Gambar 3.

maka S =I (III) Tetapi dari persamaan (I) di atas kita tahu bahwa S = s. Karena s = SlY. Persamaan (IV). makin rendah tingkat pertumbuhan output). maka semakin cepat perekonomian itu akan tumbuh. Jika ingin tumbuh. bisa dihitung dengan kebalikan dari rasio modal . Semakin banyak tabungan dan kemudian diinvestasikan. II ~Y maka s. Selanjutnya dengan mengalikan tingkat investasi baru yaitu s = I1Y dengan produktivitasnya yaitu Ilk. ~ Y = ~K = I atau s. kita bisa menuliskan identitas dari tabungan yang sarna dengan investasi pada persamaan (lIa) itu sebagai: S = s. ~Y dan akhimya kita mendapatkan: ~Y = = s -(IV) Y k ~ Y I Y pada persamaan (IV) menunjukkan tingkat pertumbuhan output (persentase perubahan output). karena tabungan total (S) harus sarna dengan investasi total (I).investasi. makin tinggi pula output.output (COR = k).Y dan dari persamaan (II) dan (lIa) kita tahu bahwa I = K = k. Oleh karena itu. menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan output ( Y/Y) ditentukan secara bersama oleh rasio tabungan (s) dan rasio modal. 51 . Logika ekonomi dari persamaan (IV) itu sangat sederhana. Produktivitas investasi tersebut. akan menghasilkan tingkat kenaikan output total. dan Ilk bisa dituliskan dengan ---. Y.3.output (COR at au k) karena kebalikan ini (Ilk) menggambarkan rasio output-modal atau rasio output. Makin tinggi tabungan dan diinvestasikan. ~YII = ~YN) Sebagai contoh perhitungan dari tingkat pertumbuhan ekonomi menurut Harrod-Domar ini adalah seperti di bawah ini. yang merupakan persamaan Harrod-Domar yang disederhanakan. yaitu berapa ban yak tambahan investasi.Y = k. Akhimya.Y = k. Tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi yang nyata sebenamya tergantung pada produktivitas dari investasi. perekonomian harus menabung dan menginvestasikan suatu proporsi tertentu dari output totalnya. persamaan itu menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan output secara positif berhubungan dengan rasio tabungan.llk = I1Y. Sedangkan hubungan antara COR dengan tingkat pertumbuhan output adalah negatif (makin besar COR. Secara lebih spesifik.

Harga tidak akan tetap konstan Model Harrod-Domar ini mengabaikan perubahan-perubahan harga pada umumnya. 52 . Suku bunga berubah Asumsi bahwa suku bung a tidak mengalami perubahan adalah tidak relevan dengan analisis yang bersangkutan. maka pertumbuhan ekonomi negara terbentuk naik dari 2 persen menjadi 5 persen per tahun. kecenderungan untuk menabung (MPS) dan ICOR diasumsikan konstan. Padahal perubahan harga selalu terjadi di setiap waktu dan sebaliknya dapat menstabilkan situasi yang tidak stabil. 2. Proporsi penggunaan tenaga kerja dan modal tidak tetap Asumsi bahwa tenaga kerja dan modal dipergunakan dalam proporsi yang tetap tidaklah dapat dipertahankan. Suku dapat berubah dan pada akhirnya akan mempengaruhi investasi.=. 4. Pada umumnya tenaga kerja dapat menggantikan modal dan perekonomian dapat bergerak lebih mulus ke arah lintasan pertumbuhan yang mantap.= . 3.= . Dalam kenyataannya. MPS dan ICOR tidak konstan Menurut teori ini. Keterbatasan teori Harrod-Domar Ada beberapa kelemahan dari teori Harrod-Domar ini yang patut untuk dikemukakan yaitu: 1. Dengan menggunakan persamaan (IV) kita akan mendapatkan bahwa pertumbuhan ekonomi per tahun negara terse but adalah 2 persen. Padahal kenyataannya kedua hal tersebut mungkin sekali berubah dalam jangka panjang dan ini berarti memodifikasi persyaratan-persyaratan pertumbuhan yang mantap yang diinginkan. lintasan ini tidak begitu stabil sehingga perekonomian harus mengalami inflasi kronis atau pengangguran kronis jika G tidak berhimpit dengan Gw. ~Y Y .= 2 persen Sekarangjika tingkat tabungan sebesar 15 persen.Misalkan rasio modal-output (COR atau k) dari suatu negara adalah 3 dan rasio tabungan adalah 6 persen dari output total. ~y Y s k 6 3 .=k s 15 3 = 5 persen Demikianlah gambaran secara ringkas teori Keynesian yang dalam hal ini "diwakili" oleh teori Harrod-Domar.

Schumpeter membedakan pengertian pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi walaupun keduanya merupakan sumber peningkatan output masyarakat. Mungkin tidak semua perintis tersebut akan berhasil dalam melakukan inovasi. Adanya lingkungan yang menunjang kreativitas akan menimbulkan beberapa wiraswasta perintis (pioneer) yang mencoba menerapkan ideide baru dalam kehidupan ekonomi (cara berproduksi baru. pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan output masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi masyarakat tanpa adanya perubahan "teknologi" produksi itu sendiri. Namun demikian. adalah keyakinannya bahwa sistem kapitalisme merupakan sistem yang paling baik untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang pesat. Kemajuan ekonomi suatu masyarakat hanya bisa diterapkan dengan adanya inovasi oleh para entrepreneur. Salah satu pendapat Schumpeter yang penting. dan teknologi yang menunjang kreativitas para wiraswasta. dan sebagainya). Posisi monopoli ini akan menghasilkan keuntungan di atas keuntungan normal yang diterima para pengusaha yang tidak berinovasi. 53 . Pembangunan ekonomi berawal pada suatu lingkungan sosial. dan sebagainya. Hasrat untuk berinovasi terdorong oleh adanya harapan memperoleh keuntungan monopolistis tersebut. Dan kemajuan ekonomi tersebut diartikan sebagai peningkatan output total masyarakat. Kemudian Schumpeter menggambarkan teorinya lebih lanjut tentang proses pembangunan dan faktor utama yang menentukan pembangunan dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1939 dengan judul Business Cyle. Pendapat ini sarna dengan pendapat kaumn Klasik. Inovasi disini berarti perbaikan "teknologi" dalam arti luar. faktor utama yang menyebabkan perkembangan ekonomi adalah proses inovasi dan pelakunya adalah parainovator atau wiraswasta (entrepreneur). Bagi yang berhasil melakukan inovasi tersebut akan menimbulkan posisi monopoli bagi pencetusnya. menurut Schumpeter. bahan mentah. politik. Menurut Schumpeter. Keuntungan monopolistis ini merupakan imbalan bagi para inovator dan sekaligus juga merupakan rangsangan bagi para calon inovator. yang merupakan landasan teori pembangunannya. Inovasi tersebut menyangkut perbaikan kuantitatif dari sistem ekonomi itu sendiri yang bersumber dari kreativitas para wiraswastanya. Sekarang bagaimana proses perkembangan ekonomi. Dalam membahas perkembangan ekonomi. Schumpeter meramalkan secara pesimis bahwa dalam jangka panjang sistem kapitalisme akan mengalami kemandegan (stagnasi). Misalnyakenaikan output yang disebabkan oleh pertumbuhan stok modal tanpa perubahan teknologi produksi yang lama. Sedangkan pembangunan ekonomi adalah kenaikan output yang disebabkan oleh inovasi yang dilakukan oleh para wiraswasta. itu sendiri? Menurut Schumpeter. pembukaan pasar baru. misalnya penemuan prod uk baru.TEORI SCHUMPETER Teori Schumpeter ini pertama kali dikemukakan dalam bukunya yang berbahasa Jerman pada tahun 1911 yang dikemukakan pada tahun 1934 diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul The Theory of Economic Development. produk baru.

inovasi adalah penerapan pengetahuan teknologi di dunia ekonomi/komersial/kemasyarakatan.Inovasi mempunyai 3 pengaruh yaitu: 1. tetapi bukan inovator. perubahan organisasi industri sehingga efisiensi industri. atau sebaliknya. dan penyebaran teknologi baru di dalam masyarakat. politik. 3. 2. Syarat-syarat terjadinya inovasi: Sedangkan yang dimaksudkan dengan inovator atau entrepreneur adalah orang-orang yang terjun dalam dunia bisnis yang mempunyai semangat dan keberanian untuk menerapkan ide-ide baru menjadi kenyataan. Dan menurut Schumpeter. diperkenalkannya teknologi baru menimbulkan keuntungan lebih (keuntungan monopolistis) yang merupakan sumber dana penting bagi akumulasi modal. penemuan sumber-sumber bahan mentah baru. Biasanya mereka be rani mengambil resiko usaha tersebut karena: 54 . Seseorang yang menemukan msein uap bisa disebut inventor (penemu). Proses peniruan (imitasi) terse but di atas pada akhirnya akan diikuti oleh investasi (akumulasi modal) oleh para peniru (imitator) tersebut. Kesemua proses yang dijelaskan dimuka meningkatkan output masyarakat dan secara keseluruhan merupakan proses pembangunan ekonomi. karena memang ide-ide baru tersebut belum pernah dicoba diterapkan secara ekonomis sebelumnya. sumber kemajuan ekonomi yang lebih penting adalah pembangunan ekonomi tersebut. Dengan kata lain. Pengusaha yang mendirikan perusahaan karena api adalah inovatornya. harus tersedia cukup calon-calon pelaku inovasi (inovator dan wiraswasta) di dalam masyarakat. diperkenalkannya cara berproduksi baru. berarti teknologi terse but tidak lagi menjadi monopoli bagi pencetusnya. Seorang inovator atau entrepreneur bias any a berani mengambil resiko usaha. Faktor-faktor Penunjang Inovasi Schumpeter membedakan inovasi dan invensi (penemuan). 4. a) b) diperkenalkannya produk baru yang sebelumnya tidak ada. 5. 2. harus ada lingkungan sosial . Jadi seorang inovator belum tentu inventor. inovasi akan diikuti oleh timbulnya proses peniruan (imitasi) yaitu adanya pengusahapengusaha lain yang meniru teknologi baru tersebut. Menurut Schumpeter ada 5 macam kegiatan yang dimasukkan sebagai inovasi yaitu: I. pembukaan daerah-daerah pasar baru. 3. dan teknologi yang bisa merangsang semangat inovasi dan pelaksanaan ide-ide untuk berinovasi. Proses peniruan ini mempunyai pengaruh berupa: a) b) menurunnya keuntungan monopolistis yang dinikmati oleh para inovator.

Tanpa adanya sistem kredit. Hanya mereka yang berani meneoba dan melaksanakan ide-ide baru yang bisa tersebut entrepreneur menurut Sehumpeter. Hanya dalam sistem inilah. Pertama. 55 . Jelas bahwa seorang inovator atau entrepreneur. Menurut Schumpeter. Dengan demikian. menurut Schumpeter. semangat berinovasi paling tinggi. Kedua. Seperti disinggung di muka. yang menyediakan dana bagi mereka yang tidak memiliki dana tetapi mempunyai reneana penggunaan dana. hanya mereka yang mempunyai danalah yang bisa menjadi inovator. Cadangan ide-ide baru merupakan hasil-hasil penemuan para inovator. adanya sistem perkreditan yang bisa menyediakan dana bagi para entrepreneur untuk merealisir ide-ide tersebut menjadi kenyataan. sistem kapitalis dan bebas berusaha. seperti telah disinggung di muka. bukanlah sekedar pengusaha atau wiraswasta biasa. dan pertumbuhan ekonomi. ada 2 faktor lain yang menunjang terlaksananya inovasi yaitu: 1. tersedianya eadangan ide-ide baru seeara memadai. bagi negara-negara sedang berkembang yang berusaha mengejar kemajuan ekonomi (pertumbuhan output) maka sistem kapitalis tersebut sangat sesuai untuk diterapkan. Pengusaha yang hanya mengelola seeara rutin perusahaannya bukan entrepreneur tetapi hanyalah seorang manajer. juga merupakan faktor penunjang bagi terwujudnya inovasi. menurut Schumpeter. Disini peranan masyarakat ilmiah yang berkembang dan dinamis yaitu sebagai salah satu unsur utama dari lingkungan inovasi. Cadangan yang eukup berarti adanya kelompok inovator yang eukup di dalam masyarakat dan adanya lingkungan ilmiah yang menunjang. Distribusi pendapatan yang semakin merata ini disebabkan oleh adanya inovasi-inovasi yang akan mengarah kepada barang-barang yang di konsumsi oleh orang banyak sehingga barang-barang ini menjadi berlimpah. pembangunan ekonomi. Sehumpeter berpendapat bahwa dalam jangka panjang sistem kapitalis akan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat dan sekaligus distribusi pendapatannya akan lebih merata. dan adanya seman gat dan keinginan pada diri mereka untuk bisa mengalahkan saingansaingan mereka melalui ide baru. Sistem perkreditan. menurut dia. Selain itu. kunei dalam proses inovasi adalah ter dapatnya lingkungan yang menunjang terjadinya inovasi tersebut. merupakan lingkungan yang paling subur bagi timbulnya inovator dan inovasi. yang didukung oleh lembaga-lembaga sosial politik yang sesuai.a) b) adanya kemungkinan bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan monopolistis jika usahanya berhasil. 2. yaitu sistem kapitalis merupakan sistern yang paling coeok bagi timbulnya inovasi. Runtuhnya Kapitalisme Berkaitan dengan sistem kapitalis Sehumpeter mengemukakan beberapa pendapat. Oleh karena itu antara penyedia dana dan ealon inovator perlu kerjasama.

56 . sistem sekolah murah atau gratis semakin banyak. Menurut para pengikut teori ini.Yang ketiga. demikian pula sistem asuransi. Gambar 3. Sistem tunjangan sosial bagi penganggur dan orangtua semakin meluas. keterbelakangan (under development) negara-negara Amerika Latin terjadi pada saat masyarakat prakapitalis tersebut "tergabung" (incorporated) ke dalam sistem ekonomi dunia kapitalis. Proses Kemajuan Ekonomi Menurut Schum peter Secara Skematis Lingkungan Sosial. Ciri dari sistem kapitalis itu sendiri akan berubahjustru karena kesuksesannya dalam mencapai kemajuan ekonomi dan kemakmuran. karena adanya transformasi gradual di dalam sistem tersebut menuju ke arah sistem yang lebih bersifat sosialistis. Dengan demikian masyarakat tersebut kehilangan otonominya dan menjadi daerah "pinggiran" dari daerah-daerah metropolitan yang kapitalis. Dengan semakin makmurnya masyarakat maka akan terjadi proses perubahan kelambagaan dan perubahan pandangan masyarakat yang semakin jauh dari sistem kapitalis asli. Politik dan Teknologi yang Menunjang Inovasi PEMBANGUNAN: (DELEPMENT) Keuntungan (Profit) Akumulasi Kapital Perbaikan Teknologi Wiraswasta (Enterpreuner) PERTUMBUHAN (GROWTH) I------~ Akumulasi Kapital Tanpa Perbaikan Teknologi TEORIKETERGANTUNGAN Teori ketergantungan (dependencia) ini pertama kali dikembangkan di Amerika Latin pada tahun 1960-an. menurut Schumpeter bahwa dalamjangka panjang sistem kapitalis akan "runtuh".3. dan sebagainya.

meskipun struktur intern ini di masa lampau atau masa kini dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar negeri. Oleh karena itu. Aliran kedua. karena kedua struktur tersebut pada dasarnya dipandang sebagai faktor yang berasal dari sistem kapitalis dunia itu sendiri.H. sehingga seluruh struktur ini sudah terbuka bagi faktor ekstern. menurut teori ini. Rudolfo Stavenhagen. Mereka hanya berfungsi sebagai produsen-produsen bahan mentah bagi kebutuhan industri negara-negara metropolitan itu. Meskipun mashab ketergantungan ini mula-mula dikembangkan di Amerika Latin. Dalam menghadapi tantangan pembangunan maka konsep negara atau bangsa ini perlu dijadikan landasan untuk mengadakan pernbaharuan-pembaharuan yang diperlukan untuk menentukan sikap terhadap dunia ekstern.Daerah-daerah "pinggiran" ini dijadikan daerah-daerah jajahan dari negara-negara metropolitan. subyek yang perlu dibangun adalah "bangsa" atau "rakyat dalam suatu negara" atau negara-negara yang termasuk kawasan Amerika Latin. Cardoso. maka kaum proletar dunia perlu mengambil prakarsa dengan menumbangkan kekuasaan golongan kelas pemerintah yang hanya menjadi alat dari pusat metropolitan yang jahat. Anibal Pinto. Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa. dan sebaliknya merupakan konsumen barang-barang jadi yang dihasilkan industri-industri di negara-negara metropolitan tersebut. Aliran Non-Marxis ini terutama melihat masalah ketergantungan dari perspektif nasional atau regional. resep pembangunan untuk daerah pinggiran adalah revolusi. Helio laguaribe. Dalam Mashab "ketergantungan" ada 2 aliran yaitu aliran Marxis serta Neo-Marxis dan aliran non-Marxis. Menurut aliran ini struktur dan kondisi intern pada umumnya dilihat sebagai faktor yang berasal dari sistem itu sendiri. yaitu kawasan Amerika Latin. menu rut aliran ini. Thomas Neiskopf dan Bharat Jhunjhunwala di Asia. Theotonio Dos Santos. namun beberapa ekonom dan ilmuwan sosial yang berasal dari kawasan-kawasan lain yang keadaan ekonominya masih terbelakang telah berusaha pula untuk menerangkan keterbelakangan kawasan tersebut dengan menggunakan kerangka analisis teori ketergantungan. yaitu aliran non-Marxis di pelopori oleh Celso Furtado. Aliran ini menggunakan kerangka analisis dari teori Marx dan Neo-Marxis tentang imperialisme. struktur intern daerah pinggiran tersebut hanya menjadi bagian yang tergantung dari struktur kapitalis dunia. Ruy Mauro Marini. dan Osvaldo Sunkel. Aliran ini dengan tegas membedakan antara keadaan dalam negeri dan luar negeri. Dengan demikian timbul struktur ketergantungan yang merupakan rintangan yang hampir tak dapat diatasi serta merintangi pula pembangunan yang mandiri. Misalnya Samir Amin untuk kawasan Afrika. dan Sritua Arief dan Adi Sasono di Indonesia. aliran Marxis dan Neo-Marxis ini mengambil perspektif perjuangan kelas internasional antara para pemilik modal (para kapitalis) di satu pihak dan kaun buruh (massa proletar yang besar) dilain pihak. Vasconi. Aliran ini tidak membedakan secara tajam antara struktur intern dan struktur ekstern. Selain itu. Dengan kata lain. Untuk memperbaiki nasib dan kedudukan mereka. Struktur intern mas a kini dari daerah-daerah pinggiran tersebut memang sudah berabad-abad dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari luar sistem tersebut. Oleh karena itu. dan F. tergabungnya secara paksa (forced incorporated) daerah-daerah pinggiran ke dalam sistem ekonomi kapitalisme 57 . Aliran pertamadiwakili oleh Andre Gunder Frank.

dunia merupakan satu-satunya sebab dari keterbelakangan (under development) negaranegara sedang berkembang sekarang ini.faire danfree trade Masyarakat tradisional (traditional society) Prasyarat Tinggal Landas (pre condition for take-off) Masa Tinggal Landas (take-off) Masa menuju ke kedewasaan (drive to maturity) Masa konsumsi tinggi (high-mass consumption) Batas maksimum pertumbuhan Spesialisasi dan pembagian kerja Tingkat keuntungan minimal Tingkat upah subsisten The Law of Diminishing Returns Tingkat upah alamiah Negara Pinggiran Negara Metropolitan 58 . cenderung untuk mengidealkan masyarakat-masyarakat prokolonial. negara-negara sedang berkembang sekarang ini sudah berhasil mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi dan sangat. mungkin sudah dapat mengembangkan industriindustri manufactur mereka atas usaha dan kekuatan mereka sendiri. Demikianlah penjelasan secara ringkas. Selain itu. Pada umumnya para sejarawan dan para ekonom maupun ilmuwan sosial yang menggunakan teori ketergantungan untuk menerangkan keterbelakangan negara-negara sedang berkembang serta menuding kolonialisme sebagai penyebab utama dari ketergantungan tersebut. Dengan menyalahkan kolonialisme dan neo-kolonialisme Barat sebagai faktor utama yang bertanggungjawab atas keterbelakangan daerah-daerah pinggiran tersebut dan atas masalah-masalah besar yang merintangi pembangunan daerah-daerah tersebut. Sering efisiensi administratif negara-negara pra kolonial terlampau dilebihlebihkan untuk menekankan kemungkinan yang sebenarnya terbuka bagi negara-negara tersebut untuk mengalami suatu transisi ke kapitalisme borjuis yang serupa yang telah terjadi di Eropa Barat. yang merupakan tingkat pengenalan. teori ketergantungan pada umumnya juga mengabaikan faktor-faktor intern. seperti struktur sosial-budaya dan pola perilaku masyarakat -masyarakat pra kolonial itu. KONSEP PENTING DALAM BAB INI Laissez. Namun hal ini tidak terjadi di masyarakat-masyarakat kolonial karena penetrasi dan kolonialisme Barat. Dengan demikian implikasi dan kesimpulan tersebut adalah bahwa tanpa kolonialisme dan integrasi ke daiam sistem ekonomi kapitaiisme dunia. dari teori ketergantungan yang relatif masih muda ini. maka struktur sosial-budaya masyarakat -masyarakat prakolonial ini sebagai suatu faktorpenyebab penting dari keterbelakangan mereka rupanya kurang diperhatikan oleh penganut teori ketergantungan.

c. 59 . Rostow Harrod-Domar Samir Amin Garry S. e. e. Perkembangan ekonomi melalui fase primitif beternak. Tokoh-tohoh di bawah ini adalah penganjur teori pembangunan dari mazhab historis. W. Adanya perubahan orientasi organisasi ekonomi. I. Friedrich List Karl Bucher W. 3. Dos Santos Paul Samuelson Beberapa pernyataan berikut yang bukan termasuk dalam pokok-pokok pikiran Fredrick List mengenai teori pembangunan adalah a. politik dan sosial. kecuali a. Perkembangan ekonomi didasarkan pada cara distribusi yang digunakan.Kaum Borjuis Kaum Proletar Capital-Output Ratio (COR) Incremental Capital-Output Ratio (ICOR) Fungsi produksi Keynesian Fungsi produksi Neo Klasik (Cobb-Douglas) lnovasi dan inovator lnvestasi dan investor Entrepreneur dan manajer Keuntungan monopoli SOAL LATIHAN PILIHAN BERGANDA Petunjuk: Pilih satu jawaban yang benar di antara lima pilihan jawaban yang tersedia dengan cara melingkari huruf di muka jawaban yang Saudara anggap benar. d. d. e. Becker Bruno Hildebrand _~V Karl Marx b. /c. b. Tokoh yang termasuk dalam penganjur teori pembangunan dari mazhab analitis adalah: b. bertani dan industri pengolahan. c. Yang termasuk dalam pokok-pokok pikiran Rostow mengenai perkembangan ekonomi adalah a. 2. 4. Perkembangan ekonomi sektor industri pengolahan sangat perlu dikembangkan walaupun pacta awalnya perlu diberikan proteksi. Perkembangan ekonomi hanya terjadi jika dalam masyarakat ada kebebasan dalam organisasi politik dan kebebasan perorangan. Sistem liberalisme yang laissez-faire dapat menjamin alokasi sumber daya secara optimum.

Di antara pernyataan-pernyataan a. b. c. 7. d. Adanya perubahan sikap hidup dan adat istiadat. Adam Smith mengabaikan peranan kelas menengah dalam mendorong pembangunan ekonomi. Adam Smith menganggap makin luasnya pasar sebagai faktor penunjang penting dalam proses akumulasi modal. 60 . Oleh Rostow tahap tersebut disebut sebagai a. Semua jawaban benar. b.b. prasyarat tinggallandas. Teori pertumbuhan Neo Klasik sebenamya sudah adajauh sebelum teori pertumbuhan Klasik muncul Tidak ada jawaban yang tepat. d. Adam Smith menganggap tingkat upah yang berlaku hasil tarik menarik antara kekuatan permintaan dan penawaran. karena memiliki asumsi yang berbeda. e. c. Beberapa pokok pikiran berikut adalah ungkapan David Ricardo mengenai ekonomi pembangunan kecuali a. 5. Adam Smith menganggap semua sumber daya alam yang tersedia merupakan batas maksimum bagi pertumbuhan suatu perekonomian. b. c. e. d. e. tinggal landas menuju kedewasaan masa konsumsi tinggi 6. c. Tahap Tahap Tahap Tahap Tahap masyarakat tradisional. Yang termasuk kelemahan dan kritik terhadap teori Adam Smith mengenai teori pembangunan adalah a. d. e. Kemandirian untuk tumbuh atas kekuatan sendiri bagi Rostow merupakan hal yang penting. e. b. Adanya perubahan dalam kegiatan industri masyarakat. d. Munculnya teori pertumbuhan ekonomi Neo Klasik bertolak dari reaksi keras terhadap mazhab Klasik Tidak ada hubungan yangjelas antara teori Neo Klasik dengan teori klasik. Adam Smith optimis terhadap perkembangan output total. c. jumlah tanah terbatas kemajuan teknologi terjadi sepanjang waktu utang luar negeri akan semakin besar berlaku the law of diminishing returns sektor pertanian dominan berikut yang paling tepat adalah Teori pertumbuhan ekonomi Neo-Klasik berkembang berdasarkan analisis-analisis mengenai pertumbuhan ekonomi menurut pandangan ekonomi Klasik. Adanya peru bah an pandangan masyarakat mengenai jumlah anak. 8.

1. a. b. Schumpeter sebagai seorang penganjur teori pembangunan mempunyai pandangan terhadap kapitalisme. 5 persen tidak dapat dihitung karena informasi tidak cukup 12. Kelemahan-kelemahan 61 . Diantara pandangan yang paling tepat adalah a. c. e. 10. b. kecuali: Pengabaian kemajuan teknologi Pengabaian faktor-faktor kelembagaan 14. c. c. d. maka pertumbuhan ekonomi negara terse but adalah: a. c. e. Di antara pernyataan berikut yang paling tepat mengenai teori ketergantungan adalah Mazhab ketergantungan ada 2 aliran yaitu aliran Marxis (Neo-marxis) dan Non Marxis Teori ketergantungan bertolak dari kondisi yang memprihatinkan di daerah-daerah Amerika Latin Teori ketergantungan pada umumnya mengabaikan faktor-faktor intern seperti struktur sosial budaya dan pada perilaku masyarakat-masyarakat pra kolonial. b. Teori ketergantungan banyak menyalahkan kolonialisme dan neo-kolonialisme Barat sebagai penyebab keterbelakangan Teori ketergantungan hanya cocok diterapkan untuk negara Amerika Latin 11. Proporsi penggunaan tenaga kerja dan modal tetap Suku bunga konstan b. Hal-hal berikut ini adalah asumsi-asumsi dari teori Harrod-Domar. e. Berikut ini adalah hal-hal yang tergolong sebagai inovasi menurut Schumpeter.9. d. kecuali: pen genal an prod uk baru pengenalan cara berproduksi baru pembukaan daerah-daerah pasar baru pen emu an sumber bahan mentah baru sistem perkreditanlkeuangan teori Ricardo adalah sebagai berikut. d. kecuali: 13. b. c. e. e. d.25 persen 0. Kapitalisme Kapitalisme Kapitalisme Kapitalisme Kapitalisme semakin dikritik semakin besar akan runtuh seperti halnya sosialisme tanpa adanya inovasi adalah omong kosong hanya bisa bertahan dengan alat kekuasaan dalam jangka panjang akan mengalami kemandegan (stagnasi).05 persen tidak ada jawaban yang benar MPS dan ICOR konstan Harga konstan MPS dan ICOR selalu berubah b. a. Jika suatu negara mempunyai ICOR sebesar 5 dan hasrat menabung marginal (marginal propensity to save) sebesar sebesar 0.25. a. a. d.

b. d. d. Pengabaian suku bunga Bukan teori pertumbuhan ekonomi Hanya cocok untuk negara-negara Eropa pada saat itu investasi naik dari 5 persen atau kurang menjadi 10 persen dari NNP investasi naik menjadi 5 persen dari NNP pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5 persen per tahun konsumsi meningkat pesat sekali tidak ada jawaban yang benar 15. e. c. Salah satu ciri ekonomi yang utama pada tahap tinggallandas menurut Rostow adalah: 62 .c. e. a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful