JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.

1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN

I.

Volume 10 No. 1 April 2009

SISTEM INFORMASI DI PEMERINTAHAN KABUPATEN ACEH TENGAH Oleh : Ali Murtadha M Arifin1

ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sistem penyampaian informasi di Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah setelah diberlakukannya otonomi daerah di Kabupaten tersebut karena penyampaian informasi sebelumnya dilakukan oleh juru penerangan dibawah Pemerintahan Departemen Penerangan disamping itu juga tu juan penelitian ini adalah sebagai penambah wawasan tentang perubahan sistem informasi tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melakukan wawancara mendalam dengan Kasub Bagian Humas, Kepala Informasi dan Komunikasi serta karyawan yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai penyiar informasi di Kabupaten Aceh Tengah. Adapun hasil penelitian dapat digambarkan bahwa otonomi daerah dapat merubah sistem informasi di Daerah Kabupaten Aceh Tengah, sistem informasi juga mempengaruhi kelanjutan pertumbuhan pembangunan, maka membangun informasi juga perlu, sehingga sistem informasi pesan pemerintah di kemas dan disiarkan dengan melalui media cetak maupun elektronik sehingga dapat diperoleh / dinikmati oleh publik dan sistem informasi pada masa Orde Baru berbeda dengan sistem informasi di era Orde Baru. Pada masa Orde Baru sistem informasi ditentukan oleh Pemerintah Pusat sedangkan pada otonomi daerah sistem informasi ditentukan oleh Pemerintah setempat (Daerah).

1

Penulis adalah Peneliti di BBPPKI Wilayah I Medan.

1

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

Kata Kunci : Sistem informasi, Pemerintahan Kab. Aceh Tengah

A. Latar Belakang Masalah Di era otonomi daerah saat ini, sistem Pemerintahan Daerah sudah berbeda dibandingkan dengan sistem pemerintah diera orde baru. Kalau diera orde baru, organisasi Pemerintah dan sistem informasinya ditentukan oleh pemerintah pusat, di era otonomi daerah ini pembentukan instansi pemerintah daerah termasuk sistem informasinya ditentukan oleh pemerintah daerah setempat. Oleh karena itu sistem informasi pada setiap daerah bisa berbeda sesuai dengan perkembangan yang terjadi / kebutuhan di daerah masing-masing. Pada awal otonomi daerah, Pemerintah di daerah bisa membentuk dinas, Badan dan Lembaga tehnis sesuai dengan kebutuhan daerah setempat. Adanya ketentuan ini membuat berbagai daerah membentuk dinas secara berlebihan untuk menampung sebanyak mungkin pejabat struktural. Ketentuan mengenai pembentukan dinas dan lembaga tehnis tersebut kemudian disusul Peraturan Baru yang memberikan batasan jumlah dinas yang boleh dibentuk di Pemerintah Daerah. Daerah yang sudah terlanjur membentuk dinas dan lembaga teknis daerah melebihi ketentuan akan segera menyesuaikan dengan ketentuan baru dalam pembentukan Dinas dan lembaga teknis. Adanya kebebasan Pemerintah daerah untuk membentuk dinas dan lembaga tehnis di daerah maka bisa terjadi adanya perbedaan nama lembaga/dinas yang menangani informasi. Bahkan penanganan informasi di suatu daerah cukup hanya dimasukkan dalam suatu seksi/bagian dari dinas dan setiap daeah menggunakan istilah yang berbeda seperti : Hubungan Masyarakat (Humas) Informasi Komunikasi (Infokom), BadanInformasi Komunikasi Telematika (BIKT). Dengan berbedanya dinas yang berkaitan dengan informasi, maka dimungkinkan terjadinya perbedaan sistem informasi pemerintahan antara satu daerah dengan daerah-daeah lain. Saat ini sistem inforasi di pemerintahan masih berkembang dan mencari model yang tepat untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan yang sedang dilaksanakan. Adanya dua organisasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang secara khusus menangani informasi yaitu Kantor Informasi dan Komunikasi Daerah dan Sub Bagian Hubungan Masyrakat. Kantor Informasi dan Komunikasi Daerah merupakan lembaga hasil peleburan Kantor Departemen Penerangan semasa orde baru sebelum otonomi daerah. Hampir seluruh karyawan Kantor Informasi dan Komunikasi Daerah adalah mantan pegawai Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Aceh Tengah Perkantoran yang dipergunakan, sebelumnya juga pernah dipergunakan sebagai Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Aceh Tengah Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi berada pada eselon III. Sub Bagian Humas juga sudah ada sebelum era otonomi daerah. Struktur organisasinya berada di bagian Sekretariat Daerah. Sub Bagian Humas ini berada dibawah Bagian Humas, Pengolah Data Elektronik (PDE) dan Santel, yang berada dibawah Asisten Umum. Sebagai sub bagian di Sekretariat Daerah, Sub Bagian Humas hanya menempati satu ruangan di Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah Kepala Sub Bagian Humas berada pada eselon IV. Adanya dua lembaga yang menangani informasi ini merupakan salah satu unsur sistim informasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Kedua lembaga itu bisa secara bersama-sama menjalankan tugasnya dalam diseminasi informasi pada masyarakat. Sistem informasi pemerintah ini mempunyai peran yang penting untuk mensukseskan pembangunan di suatu daerah. Sistem informasi yang baik, bisa menciptakan kesatuan gerak dan langkah antar lembaga/dinas untuk mencapai tujuan. Jika sistem informasi antar lembaga/dinas tidak berjalan baik maka dimungkinkan terjadinya tumpang tindih kegiatan, bahkan bisa terjadi kegiatan yang saling bertentangan. Sistem informasi yang baik 2

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

memungkinkan program-program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah bisa direspon oleh masyrakat sehingga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat. B. Permasalahan Berdasarkan latar belakang diatas, dirumuskan permasalahan penelitian yaitu bagaimana pelaksanaan sistem informasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem informasi di Kabupaten Aceh Tengah. Dengan diketahuinya pelaksanaan sistem informasi di daerah tersebut dapat menambah pengetahuan mengenai sistem informasi di Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pembanding sistem informasi di berbagai daerah yang memiliki sistem informasi yang berbeda. D. Landasan Teori 1. Pengertian Sistem Informasi Berbagai pengertian tentang sistem informasi dikemukakan dalam berbagai buku untuk menggambarkan pengertian mengenai sistem informasi diantaranya ditulis oleh Alter (1992) bahwa Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan tehnologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Bodnar dan Hopwood (1993)mendifinisikan sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan peangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna. Gelinas, Oram dan Wiggins (1990) mendifinisikan sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada pemakai. Hall (2001) mendifinisikan sistem informasi sebagai sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai. Dari berbagai difinisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, tehnologi informasi dan prosedur kerja) berupa masukan (input), ada proses (data menjadi informasi) dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan (output).

2. Otonomi Daerah Untuk melaksanakan kebijakan desentralisasi dibentuk daerah otonom. Menurut UU No. 22 Tahun 1999, daerah otonomi merupakan ´kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasar aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indoneia´. Kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasar aspirasi masyarakat sering disebut otonomi daerah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa daerah otonom adalah daerah yang memiliki otonomi daerah. Kaho (1987) memaparkan ciri-ciri Daerah Otonom sebagai berikut :

3

tugas dan sasaran yang akan dicapai Humas dan kantor infokom. Proses transformasi sistem ini sering dilukiskan orang dengan mempergunakan model masukan-keluaran (inputoutput model). 2. 1 . Memiliki tugas dan sasaran yang jelas. dalam arti kepemimpinan yang kuat dalam mengkoordinasikan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kebijakan. peralatan perlengkapan dan sebagainya. Staf yang kompeten dan komitmen tinggi. Istilah kotak hitam disini dipergunakan untuk menunjukkan bahwa isiyang terkandung di dalam satuan (unit) pemroses (transformasi) atau jelasnya sistem itu tidak diketahui. b. kemampuan melaksanakan tugas. Model adalah gambaran mengenai sesuatu realitas untuk menggambarkan bagaimana suatu itu tampaknya atau bagaimana bekerjanya guna memudahkan memahami dan atau mengkajinya. 1974 : 128). c. mengolah.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 1. Sumberdaya yang tersedia dan siap. Pengaturan dan pengurusan urusan-urusan tersebut dilakukan atas inisiatif sendiri dan didasarkan pada kebijaksanaan sendiri pula. Teori Sistem Setiap sistem merupakan tempat memproses. 2002 : 38). Model masukan keluaran ini biasa disebut juga dengan model kotak hitam (black-box model). yang bisa dijadikan indikator untuk mengetahui masukan pelaksanaan sistem informasi di humas dan Kantor infokom adalah : a. Staf yang kompeten merupakan pra sarat mutlak dalam pelaksanaan tugas humas dan infokom. Pelaksanaan proses tugas penyampaian informasi ditandai oleh : Kepemimpinan lembaga yang kuat. jadi seperti kotak hitam (Tatang M.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Input Dari sisi masukan (input). atau menstransformasikan bahan-bahan yang disebut masukan (input) menjadi suatu hasil karya yang bisa disebut keluaran (output) (Shrode dan Voich. sejauh mana kesiapan sumberdaya baik sumberdaya manusia (yang mencakup jumlah dan kualitas) maupun sumbrdaya selebihnya seperti keuangan. Medan 1. maka pendekatan sistem merupakan cara yang tepat sebagai pemandu. Pengaturan urusan-urusan tersebut masyarakat daerah perlu memiliki sumber-sumber pendapatan/keuangan sendiri. Proses Dari sisi proses di Humas dan Kantor infokom yang bisa dijadikan indikator terjadinya proses pelaksanaan sistem informasi adalah : a. Adanya alat-alat perlengkapan atau organ-organ atau apatur sendiri. menggerakkan 4 . Arifin. Konsep dasarnya : Masukan Proses Keluaran Untuk menilai pelaksanaan sistem informasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Sumberdaya sangat strategis bagi keberhasilan pelaksanaan tugas humas dan infokom. dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas. Kompetensi ini dapat ditunjukkan dengan kesesuaian tingkat dan latar belakang pendidikan. Adanya urusan-urusan tertentu yang diserahkan oleh pemerintah pusat atau daerah tingkat atas kepada daerah untuk diatur dan diurusnya dalam batas-batas wilayahnya. 3. 2. 3. 4. Istilah kotak hitam disini dipergunakan untuk memudahkan memahami dan atau mengkajinya. Model kotak hitam itu digambarkan atau dilukiskan orang-orang bermacam-macam. mengubah.

c. 3. Studi dokumentasi. Output Setiap proses pelaksanaan sistem informasi selalu diharapkan adanya keluaran atau hasil berupa kinerja pelaksanaan sistem informasi. arsip dan catatan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas humas dan Kantor Infokom. Informan penelitian Adapun yang dijadikan informan sebagai sumber/ menghimpun data dalam penelitian ini adalah Kasub Bagian Hubungan Masyarakat. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di Sub Bagian Humas dan Kantor Infokom Kabupaten Aceh Tengah sebagai lembaga yang secara khusus menangani informasi. dan penarikan kesimpulan. 1 . 2. E. Indikator terjadinya kinerja pelaksanaan informasi tersebut. . karyawa Humas dan Infokoma yang bertugas n sebagai ujung tombak dalam penyiaran / penyampaian informasi publik di daerah Kabupaten Aceh Tengah. penyederhanaan data pemaparan data. Medan sumber daya manusia dilingkungan humas dan infokom serta menyerasikan semua sumberdaya yang ada pada satu tujuan yang sama. Kerja sama yang kompak dan cerdas serta dinamis.Informasi yang disampaikan oleh humas dan infokom dapat diterima. 3. b. dimanfaatkan instrument berupa panduan wawancara dan daftar topik. Jadi analisa data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. 5 . Partisipasi yang tinggi dari unit kerja di pemerintah daerah. Kasub Bagian Informasi dan Informatika. Dalam pelaksanaannya. Dengan tehnik ini peneliti berusaha memperoleh data atau informasi dengan cara menggali dan mempelajari dokumen-dokumen.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Tehnik pengumpulan data Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini dipergunakan dua macam tehnik yaitu : a. peneliti hanya dibantu dengan sejumlah topik umum tentang proses pelaksanaan sistim informasi di Kabupaten Aceh Tengah yang masih harus dikembangkan oleh pewawancara berdasar jawaban informan. 4. kerja sama yang didasari oleh saling pengertian dan kesediaan menerima perbedaan pendapat. infokom dan satuan unit kerja di pemerintahan. b. Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi. Dengan tehnik wawancara tidak berstruktur atau mendalam (Indepth/unstructured interviewing) peneliti melakukan tanya jawab dan tukar pikiran tanpa daftar wawancara. Dalam hal ini dapat diamati dari : keikutsertaan unit kerja di Pemda dalam berbgai aktifitas pelaksanaan tugas Humas dan Infokom. Wawancara mendalam. Metode Penelitian 1. 5.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Tehnik Analisa Data Metode yang dipergunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan model interaktif yaitu semacam siklus terkait antara kegiatan pengumpulan data. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. yang ditandai komunikasi yang baik dan harmonis antara humas.

sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 5 Tahun 2002 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah. 2. Sementara itu Sub Bagian Humas. Melaksanakan tugas sebagai juru bicara pemerintah daerah sesuai dengan petunjuk Bupati. Kualitas Masukan Sistem Informasi Sudah disinggung di atas. 5. Sumberdaya yang tersedia dan kompetensi sumberdaya. Melaksanakan koordinasi/kerja sama dengan organisasi kewartawanan. 4. dan sasaran yang jelas. media informasi dan publikasi. film dan Seksi Publikasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penyampaian informasi langsung.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Urusan bidang informasi dan komunikasi tersebut meliputi informasi yang bersifat umum yang tidak berkaitan dengan informasi didalam pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Hasil Penelitian Dalam penelitian ini. 3. Dalam melaksanakan tugas itu tiga seksi yang dimiliki Badan Infokom yaitu Seksi Pemberdayaan Informasi mempunyai tugas melaksanakan upaya pemberdayaan partisipasi masyarakat. televisi.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Melakukan hubungan intern dengan satuan dan unit kerja di lingkungan Pemerintah Daerah. radio. kualitas masukan. pengumpulan data bulan April dan pengolahan data/laporan bulan Mei 2009. Informasi yang bersifat umum itu bisa berasal dari pemerintah pusat maupun Provinsi seperti peraturan perundangan. Tugas dan sasaran Humas dan Kantor infokom diatur dalam peraturan daerah. Kualitas Masukan SDM Non Manusia 6 . Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 8 Tahun 2002 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor-Kantor Daerah. Dana : dana penelitian ini dibebankan kepada anggaran rutin BBPPKI Medan. proses dan keluaran sistim informasi. Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang kehumasan. Ketiga hal itu diuraikan berikut ini : 1. proses dan keluaran diperlukan sebagai cerminan realitas model dan implementasi pelaksanaan sistem informasi di Kabupaten Aceh Tengah. bahwa masukan sistim informasi diambil tiga indicator yaitu adanya tugas. Su b Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas : 1. Kantor Informasi dan Komunikasi Daerah mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah di bidang informasi dan komunikasi yang meliputi pemberdayaan informasi. 6. Dengan kata lain profil kualitas pelaksanaan sistem informasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah merupakan keutuhan kualitas masukan. kelompok komunikasi sosial. pemberdayaan potensi informasi lembaga swadaya masyarakat dan lembaga informasi desa. Medan Waktu penelitian ini dijadwalkan sebagai berikut penyusunan/ persiapan rancangan penelitian bulan Februari 2009. Melakukan hubungan timbal balik antar pemerintah daerah dengan masyarakat umum dan organisasi kemasyarakatan untuk memperjelas kebijakan dan kegiatan pemerintah daerah. Seksi Media Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan. Tugas dan fungsi Kantor Informasi dan Komunikasi Daerah telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah. 1 . 2. Melaksanakan usaha untuk peningkatan peliputan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat. F. memantau penyelenggaraan kegiatan penyebaran informasi melalui media interaktif.

misi dan tujuan serta sasaran masing-masing pengelola informasi. Sebagai pengelola informasi resmi milik pemerintah. Perangkat lunak yang terdapat di Humas jauh lebih mapan dibandingkan dengan perangkat lunak yang ada di Kantor Infokom karena eksistensi humas yang sudah berlangsung lama sementara eksistensi Kantor Infokom msih berjalan beberapa tahun setelah pelaksanaan otonomi daerah. Bangunan atau ruangan yang dimiliki sangat terbatas karena terbatasnya ruangan yang ada di sekretariat daerah. diskripsi tugas pokok dan fungsi. Tidak jarang perangkat lunak diyakini lebih penting dari pada sumberdaya bukan manusia meski tidak sepenting sumber daya manusia (Suryadi dan Budimansah. rencana pelayanan dan lain-lain sudah ada dan telah 7 . mencapai maksud dan tujuannya. masukan perangkat lunak menunjang dan menentukan beroperasi tidaknya dan berjalan tidaknya secara efektif dan maksimal proses penyampaian informasi di masyarakat. pasti. perlengkapan kantor (furniture. Medan Sumberdaya bukan manusia atau sekarang sering diistilahkan modal fiskal dan modal finansial (Thomas dkk. Berdasar pengamatan. Diskripsi tugas pokok dan fungsi ini menjadi dasar atas rencana dan program kegiatan Humas dan Infokom. Oleh sebab itu menjadi kewajiban setiap pengelola informasi untuk menerapkan harapan dan dorongan yang jelas. Kualitas Masukan Harapan Humas dan Infokom Implementasi penyebarluasan informasi selalu dikaitkan dengan harapan terjadinya peningkatan kualitas pelayanan informasi. harapan yang tertuang dalam bentuk visi. Namun demikian infratruktur yang dimilikinya sangat memadai dengan tersedianya perlengkapan yang dibutuhkan dalam setiap operasional kegiatannya. misi. Kualitas Masukan Perangkat Lunak Dalam penyelenggaraan pengelolaan informasi seperti halnya masukan sumberdaya manusia dan sumber daya bukan manusia. rencana jangka panjang.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. tinggi dan unggul dibidang kualitas pelayanan informasi dengan dilandasi oleh semangat ingin menjadi lebih baik. Humas dan Infokom memiliki peraturan perundangan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Secara kuantitatif bangunan dan ruang yang dipergunakan Kantor Infokom sangat representatif untuk melakukan kegiatan karena gedung yang dipergunakan adalah bekas Kantor Departemen Penerangan. Seluruh staf yang bergerak di Humas dan Kantor Infokom dapat bertindak. perlengkapan kantor dan alat bantu kegiatan yang dimiliki Kantor Infokom kelihatan kurang memadai untuk melaksanakan tugas karena peralatan yang dimiliki sebagian merupakan bekas peralatan lama yang pernah dipergunakan semasa masih ada Departemen Penerangan. efektif. prasarana (infrastruktur). 3. computer dll) dan dana merupakan sejumlah sumberdaya bukan manusia yang perlu disediakan kare secara na signifikan dapat mempengaruhi kinerja sumberdaya manusia. Demikian juga Humas dan Infokom Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang mengimplementasikan sistim pengelolaan informasi harus memiliki harapan yang jelas. rencana dan program kegiatan. mesin. rencana pengembangan. 2004 : 243-245) Implikasinya perangkat lunak harus ada dan tersedia di bagian pengelolaan informasi secara memadai supaya implementasi penyebaran informasi kepada masyarakat dengan baik. Sementara itu di lingkungan Humas. mantap dan tinggi serta terfokus untuk meraih kualita pelayanan informasi. bebruat dan melakukan sesuatu secara lebih maksimal dalam melaksanaka n tugas berkat tersedianya secara memadai sejumlah sumberdaya bukan manusia. terjadi hal yang sebaliknya. 1 . 4. Prasarana (infrastruktur). Harapan itu tergambar dalam rencana dan strategi (renstra) khususnya visi. Humas yang memiliki staf sebanyak 13 orang hanya menempati satu ruangan. Bangunan dan ruang. 2000) mendukung dan menunjang atau malah mempengaruhi kiprah kinerja sumber daya manusia.

Bersinergi dengan seluruh Dinas/Badan/Kantor. B. proses sistem informasi sudah cukup memadai bila dilihat secara makro. bukan terpusat pada beberapa orang atau kepala dinas/kepala bagian tidak boleh mendominasi pekerjaan dan tanggungjawab melainkan harus mengkoordinasi dan mensinergikan berbagai pihak yang disertai pekerjaan dan tanggungjawab yang mengelola informasi. ormas. 6. Kondisi Proses Penyebaran Informasi Dalam implementasi sistim informasi. tidak harus secara mikro. Kondisi Proses Pengelolaan Sistem Informasi Proses pengelolaan program penyebran informasi perlu dilakukan secara bersamasama oleh tim kerja yang kompak cerdas dan dinamis. Dalam kontek pelaksanaan sistem informasi di Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini dikarenakan proses penyebaran iformasi secara langsung menentukan kualitas keluaran informasi secara kognitif afektif dan behavior. Hampir semua karyawan juga mengetahui adanya visi dan misi tersebut karena seringkali ditempelkan di dinding dalam ruangan kerja. Kualitas Proses Sistem Informasi Dalam pelaksanaan sistem informasi di Kabupaten Aceh Tengah proses sistem informasi menempati kedudukan dan arti penting dan strategis. bukan mekanis dan artificial. afektif dan behavior yang ditentukan dalam juknis dan juklak. 1 . 5. dalam penyelenggaraan proses sistem informasi.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. proses penyebaran mendapat perhatian utama sehingga harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Selain itu dari diri. Untuk itu unit kerja yang lain siap memberi bantuan Humas dengan memberikan informasi yang diperlukan. agar dapat dikembangkan menjadi pengetahuan yang bermanfaat guna peningkatan kualitas kehidupan dan pembangunan. sikap dan perilaku mereka sebagai pemimpin dan pelaksana yang mempunyai komitmen. kerjsama dan sinergi antara program. Orpol. Medan ditetapkan di Humas dan Infokom. Kualitas Keluaran Sistim Informasi Setiap proses penyebaran informasi selalu meniscayakan keluaran bahkan juga hasil dan dampak sistim pengelolaan informasi walaupun keduanya tidak dapat diketahui atau 8 . menjadi pusat informasi dan komunikasi bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah sekaligus berperan menjadi pusat pembelajaran dan pengetahuan. menunjukkan bahwa baik Kepala Humas dan Kantor Infokom memiliki kesadaran akan kedudukan proses penyebaran informasi sebagai inti proses sistem pengelolaan informasi guna mencapai kompetensi koqnitif. Secara mikro proses sistem informasi yang mencerminkan terlaksana tidaknya atau berfungsi tidaknya pelaksanaan sistem informasi secara organis. LSM dan masyarakat untuk menjawab tantangan masa kini maupun masa depan. Dalam proses pengelolaan informasi ini Humas dan Infokom mengelola informasi secara sistematis. Berdasar hasil wawancara dengan Kasub Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah diketahui bahwa hampir semua pegawai pemerintah mendukung manajemen proses sistem informasi dengan menjadikan humas sebagai satu -satunya sumber informasi. A. Pekerjaan dan tanggungjawab pengelolaan program harus dibagi pada semua pihak dalam mengelola informasi. Artinya tinggi rendahnya kualitas keluaran sistim informasi ditentukan oleh proses penyebarannya. Seiring dengan itu partisipasi semua pihak menjadi penting selain kolaborasi. semangat dan etos kerja yang cukup kuat untuk melaksanakan proses penyebaran informasi. Hasil pengamatan dan wawancara dengan kepala Kantor Infokom dan Kepala Sub Bagian Humas.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Proses sistem informasi ini bersangkutan dengan bekerja tidaknya fungsi-fungsi manajemen di Humas dan Badan Infokom.

Keluaran pelayanan informasi berkaitan dengan kinerja atau prestasi lembaga pengelola informasi secara komprehensif. Kewenangan yang lebih besar ini diharapkan membuat daerah mandiri dalam mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan aspirasi masyarakat setempat. G. efektifitas. yang salah satunya peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Dalam pelayanan informasi Prestasi pelayanan informasi dilihat secara komprehensif dari pencapaian tujuan kegiatan program. perhatian di fokuskan pada keluaran pelayanan informasi. Kinerja atau pencapaian tujuan ini erat kaitannya dengan masukan yang ada sebelumnya diantaranya sumber dana yang tersedia untuk menghasilkan keluaran berupa produktifitas kerja.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. dapat ditarik satu model teoritis pelaksanaan sistem informasi. lancar dalam berkoordinasi dengan satuan atau unit kerja di pemerintah Kabupaten.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. melakukan hubungan timbal balik antar pemerintah daerah dengan masyarakat umum dan organisasi kemasyarakatan untuk memperjelas kebijakan dan kegiatan pemerintah daerah. Disamping itu dengan kewenangan lebih besar diharapkan daerah mampu menemukan masalah yang mencatat di daerahnya dan sekaligus mampu mencari solusi terbaik sesuai dengan kondisi dan karakteristik daerah. karena karakteristik masing-masing. efisiensi. Karena itu dalam kontek pengelolaan sistim informasi. Sementara tugas Kantor Infokom adalah melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah di bidang informasi dan komunikasi yang meliputi informasi. Kemandirian daerah ini diharapkan dapat mencapai apa yang diharapkan dapat mencapai apa yang menjadi tujuan kebijakan otonomi daerah. Pembahasan Berdasar uraian diatas. Tujuan adanya dua lembaga yang menangani informasi ini adalah untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat. inovasi dan moralitas atau etos kerja. bahkan buletin yang telah ada sejak Departemen Penerangan masih eksis. Medan diukur seketika. Keluaran yang terjadi di Infokom cukup memadai meski sumberdana yang tersedia terbatas. Model teoritis yang dimaksud digambarkan sebagai berikut : Kebijakan otonomi daerah memberi kewenangan lebih besar kepada daerah. Di Kabupaten Sistem informasinya dilaksanakan oleh Humas dan Kantor Infokom. Diantaranya melakukan kegiatan-kegiatan yang menggunakan sumber dana kecil atau tanpa sumber dana seperti pengkoordinasian penyampaian informasi secara terjadwal oleh dinasdinas yang ada di Kabupaten Aceh Tengah radio yang dikelola Infokom. Keluaran humas yang cukup menonjol adalah terlayaninya kebutuhan wartawan untuk memperoleh informasi melalui humas. Disamping keterbatasan dana SDM yang mengelola buletin tersebut pindah ke Humas untuk menangani tabloid Humas. 9 . melakukan hubungan intern dengan satuan dan unit kerja di lingkungan Pemerintah Daerah. Humas juga menghasilkan tabloid yang peredarannya cukup besar meski masih di lingkungan pegawai pemerintah. Sebagai lembaga yang memiliki sumber dana yang cukup besar. bahkan bila mungkin diperhatikan pula hasil dan dampak pelayanan informasi. Prestasi pelayanan informasi dapat berupa produktifitas. 1 . melaksanakan usaha untuk peningkatan peliputan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat dan melaksanakan koordinasi/kerja sama dengan organisasi kewartawanan. saat ini berhenti terbit. media informasi dan publikasi. Kebijakan otonomi daerah melahirkan sistem informasi di daerah sesuai dengan apa yang diputuskan bersama antara Pemerintah Kabupaten dan DPRD menjadi Peraturan daerah (Perda). Dibentuknya Humas diantaranya sebagai juru bicara pemerintah. humas bisa lebih produktif menghasilkan keluaran dalam melaksanakan tugas yang diembannya. Kegiatan yang memerlukan sumber dana yang besar sangat terbatas pelaksanaannya.

April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Information System Theory and Practice. Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 8 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 26 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi Tata Kerja Kantor Kepala Daerah. Perlunya kerjasama antar Humas dan Kantor Infokom dengan semua pihak utamanya Dinas/Badan/Kantor di Pemerintah Kabupaten untuk memberikan pelayanan informasi pada yang membutuhkan pelayanan. sementara di Humas karena sarana. 1990. Kanisius. 3. 1987. Jakarta. co.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Medan Sistem Informasi di Pemerintah Kabupaten ¥¡¥ £©§¦§¨§ ¦¥ ¥¤£¢¡  D D KINERJA PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI : y INPUT y PROSES y OUTPUT H. Pokok-Pokok Teori Sistem. prasarana dan sumber dana yang terbatas di Kantor Infokom membuat hasil akhir atau keluaran berupa hasil dan produktifitas kerja cukup terbatas. Jr. Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 52 Tahun 2002 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 22 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi Tataruang. 1 . Amiran. Kesimpulan 1. Malaysia. New York. Gelinas. prasarana. William A and Dan Voich. Basic System Conceps. Rineka Cipta. Kegiatan Humas yang banyak berhubungan dengan unit kerja di Pemda yang memiliki tingkat eselon yang lebih tinggi bisa menjadi hambatan bagi humas meski gengsi posisi humas cukup tinggi. produktifitasnya cukup besar. Oranda Wiggins. ( "   ! ! y HUMAS y INFOKOM £¥©§¦£ ¦¥¥¦¥ ¥¡ ©¡¨£ '!&! %#"#$# "!!  TUJUAN : MENINGKATKAN PELAYANAN INFORMASI OTONOMI SISTEM INFORMASI : HUMAS DAN INFOKOM DAFTAR PUSTAKA 10 . Organisasi and Management.2001. or win Book. PT Raja Grafika Persada. Sekretariat Daerah. 2. Suryadi dan Budimansah. Yosep. anggaran operasional yang dimiliki bisa untuk membiayai kegiatan yang dilakukan.Jakarta. Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah di Indonesia . Tatang M. Sarana. Yogyakarta. Shrode. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. 1974. Riwu Kaho.

sebagai berikut: Telah diseminarkan pada tanggal 10 Juli 2008 di Pematangsiantar dalam acara Seminar Peningkatan. Tidak ada khalayak yang secara tegas menolak hadirnya teknologi yang banyak diminati oleh berbagai kalangan tersebut. Perkembangan pesat dalam dunia sistem komunikasi kita tentunya akan mengubah pola komunikasi yang terjadi di masyarakat selama ini. Perkembangan jenis telepon seluler semakin hari semakin meningkat.Kabupaten Langkat) Oleh Budiman ** Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Indonesia diramaikan dengan pola komunikasi melalui telepon seluler atau biasa disebut dengan HandPhone (HP). Kecamatan Wampu. diversi. Mulai dari fasilitas yang disediakan sampai bentuknya. identitas personal dinyatakan bahwa telepon seluler sarana media untuk berkomunikasi yang dibutuhkan dan telah membantu masyaraka pedesaan. Penelitian ini bersifat deskriptif yakni hanya memaparkan situasi dan peristiwa apa adanya dengan memberikan gambaran secermat mungkin mengenai suatu individu. gejala. Melihat data perkembangan pengguna telepon seluler di Indonesia terus berkembang pesat dari tahun ke tahun.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Secara tidak langsung memang teknologi komunikasi membawa berbagai keuntungan bagi mereka penggunanya. Pemanfaatan telepon seluler ini berdasarkan aspek-aspek kebutuhan yang diadopsi dari asumsi-asumsi Teori Uses and Gratifications yang sudah lazim digunakan untuk meneliti media komunikasi modern yang berkonvergensi. Satu diantaranya adalah telepon seluler (telepon seluler. Latar Belakang Masalah Kemajuan dan rambahan teknologi komunikasi berupa telepon seluler (telepon seluler) yang semakin pesat dan maju tidak dapat kita hindari. disamping tren teknologi ini terus berkembang. Kata Kunci : Telepon Seluler. Akan tetapi delapan tahun terakhir. Hasil temuan penelitian berdasarkan kebutuhan inf ormasi.Efektivitas Komunikasi. Medan TELEPON SELULER DAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI MASYARAKAT PEDESAAN 2 (Studi Di Desa Pertumbukan. Bogor dalam acara Temu Ilmiah Peneliti X Badan Penelitian Dan Pengembangan SDM Depkominfo RI ** Penulis adalah Peneliti Pertama bidang Komunikasi Sosial pada B BPPKI Medan 2 11 . keadaan. Hampir setiap orang menjadikan telepon seluler ini sebagai kelengkapan sehari-hari sebagai media komunikasi. 1 .. menyebutnya dengan komunikasi seluler. Bagi orang komunikasi.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Pengembangan SDM Peneliti Kominfo Menuju Masyarakat Informasi Sumatera Utara. atau kelompok pada masyarakat Desa Pertumbukan bagaimana dalam memanfaatkan telepon seluler. dan diseminarkan pada tanggal 30 Oktober ± 1 November 2008 di Cisarua. juga dari aspek pemanfaatannya telah merambah hingga ke pedesaan. Sebelumnya nyaris sistem komunikasi yang berkembang di Indonesia masih memakai peralatan sederhana (media tradisional maupun tatap muka).dan Masyarakat Pedesaan.

12 . Namun kalau diperhatikan secara seksama pola penggunaan telepon seluler berdasarkan motif jelas berbeda dari aspek sosiodemografis masyarakat.org/ diakases tgl 12/5/08 Dan hingga sampai tahun 2007 telah terdapat 85 juta pelanggan telepon seluler dan sementara hanya 10 juta pelanggan telepon tetap (fixed) di Indonesia (http://www.pintunet. secara umum memberikan kontribusi yang baik dalam kecepatan mendapatkan informasi.php?pg= 2007/10/27102007/65568 . hal ini masyarakat menjadi konsumtif . Dari pra-riset yang dilakukan peneliti (19-22 Februari 2008) di Desa Pertumbukan. Kepintaran. Namun dengan memiliki telepon seluler juga telah menambah biaya pengeluaran bagi setiap keluarga terutama untuk pembelian pulsa. Teknologi telekomunikasi membuat dunia semakin dekat dan menyatu karena waktu dan jarak semakin pendek.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. silaturahmi dengan keluarga atau teman. 1 . Secara nyata jelas terlihat bahwa teknologi komunikasi memberikan keuntungan yang sangat besar bagi penggunanya terutama dalam hal berkomunikasi (komunikasi tidak lagi rumit seperti dulu). sebagai hiburan dan lain sebagainya. Medan Data Perkembangan Pengguna Telepon seluler Di Indonesia Sumber : http://data. Bagaimana tentang pola penggunaan telepon seluler dan sikap masyarakat desa.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Permasalahan Dari fenomena yang terjadi pada masyarakat di atas maka untuk mencari informasi tersebut di rangkum dalam pertanyaan sebagai berikut : Bagaimanakah penggunaan dan sikap masyarakat Desa Pertumbukan terhadap telepon seluler ? Tujuan Untuk mengetahui bagaimana penggunaan telepon seluler dan sikap masyarakat Desa Pertumbukan. Kecamatan Wampu.diakses tgl 11/4/08). kecanggihan dan fasilitas yang dimiliki oleh teknologi komunikasi menjadi tolok ukur seberapa besar fungsi dan kebutuhan dari teknologi komunikasi itu bagi penggunanya tanpa memikirkan dampak yang akan timbul dari pemakaian teknologi tersebut.com/lihat_opini. pergerakan informasi berjalan dengan cepat dan menyebar sesuai dengan tujuan tergantung siapa yang membutuhkan.un. penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian. Belum lagi berkembangnya model telepon seluler dari berbagai merek dagang yang semakin canggih dan terus bergulir yang menggoda konsumen melalui iklan dengan mengkaitkan terhadap gaya hidup tertentu. Kabupaten Langkat diperoleh gambaran tentang pola penggunaan telepon seluler oleh masyarakat desa tersebut yakni. Ada yang menggunakan untuk kelancaran usaha/niaga hasil hasil bumi atau pertanian.

Blumler dan Katz (1974) mengutarakan bahwa seorang pengguna media mencari sumber media yang terbaik guna memenuhi kebutuhan mereka. Tentang hal ini Katz dan Blumer mengatakan sebagai berikut : 13 . Media dianggap hanya menjadi salah satu cara pemenuhan kebutuhan dan individu bisa jadi menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan mereka. Telepon seluler telah berkembang secara fenomenal.majalahindonesia. mencontohkan jumlah produksi telepon seluler mencapai 6.com /divakar_ goswami. terutama telepon seluler. Khalayak berperan aktif dalam mengambil bagian dalam proses komunikasi dan diorientasikan pada tujuan penggunaan media.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 1 . Di sini. Teori komunikasi massa butuh penyesuaian dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan itu. Dari penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan studi komunikasi serta mampu memperkaya varian.741 menjadi 12. teori Uses and Gratification dianggap tepat sebagai acuan untuk memahaminya. dan investasi di bidang infrastruktur telepon seluler sangat agresif dilakukan oleh berbagai operator. Goswami dalam tulisannya ³Sustainability Proyek Harus Dipikirkan´. Dan secara teoretis. Uses and Gratifications mengangkat bahwa pengguna memiliki pilihanpilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhan mereka (http://www. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran pada studi Ilmu Komunikasi dan untuk mengetahui perkembangan serta penerapan teori uses and gratification. dimana dalam penelitian ini berusaha untuk menggambarkan motif kebutuhan dalam penggunaan telepon seluler bagi masyarakat pedesaan. Karena media teknologi baru yang memberi banyak kemudahan bagi pengguna.6 juta. hasil penelitian ini walau dalam cakupan wilayah penelitian yang kecil diharapkan dapat dijadikan masukan bagi pemerintah me lalui Depkominfo untuk mengkaji stategi perkembangan TIK khususnya telepon seluler dalam hal tren penggunaannya.htm ). Salah satu contoh gambaran lengkapnya sebagai berikut: sejak tahun 2005. Teori ini mengusulkan bahwa khalayak (pengguna) memainkan peran dalam pemilihan dan penggunaan media. baik dari model/merk maupun dari jumlah pengguna.156 sehingga terdapat pertumbuhan sebesar 57% (http://www.htm ). Medan Manfaat Secara praktis. Manusia sebagai individu aktif dan memiliki tujuan. Pada tahun 2006 nilai investasi infrastruktur telepon seluler yang dilakukan operator lebih dari US$ 2.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Telkomsel menambah BTS-nya dari 7. Teori ini berpandangan bahwa manusia menggunakan media karena dianggap memiliki manfaat baginya.edu/~drlane/capstone/contexts. para operator melakukan ekspansi jaringan. mereka bertanggung-jawab dalam pemilihan media yang akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan dan individu ini tahu kebutuhan mereka dan bagaimana memenuhinya. konsep dasar komunikasi massa mengalami perubahan. 2005) Terkait dengan pola penggunaan telepon seluler. tetapi yang lain mungkin memerlukan modifikasi untuk menyesuaikan dengan lingkungan baru ini (Severin dan Tankard.5 miliar.uky. alternatif rujukan juga sebagai khasanah referensi dalam penelitian-penelitian tentang khalayak di masa mendatang terhadap pemanfaatan industri teknologi komunikasi dan informasi. Teori-teori yang sudah ada mungkin masih bisa dipakai. Menurut pencetus teori ini. Bidang komunikasi sekarang ini sedang mengalami perubahan besar. Perilaku ini biasanya dipengaruhi oleh predisposisi sosial dan psikologinya. KAJIAN TEORETIS Kajian Pustaka Inovasi besar di bidang teknologi informasi dan komunikasi dalam empat dekade terakhir ini adalah ditemukannya telepon seluler atau handphone (HP).

1 .(West dan Turner. Sejak dicetuskan pertama kali pendekatan ini terus mengalami penyempurnaan oleh para ahli komunikasi melalui berbagai jenis penelitian.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.Expectation. Katz dan Blumer selanjutnya mengemukakan ada beberapa faktor sosial yang menyebabkan timbulnya kebutuhan seseorang yang berhubungan dengan media. 1974) . Social situation gives to rise certain values. yaitu : Social situation produces tensions and conflict.1999). Informasi itu dapat dicari lewat media ). 2008) 14 . Blumer. Juga dalam penggunaan media. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Louis Leung dan Ran Wei (2000) mempelajari Kegunaan dan Kepuasan pada telepon seluler. audien memiliki motivasi±motivasi tertentu yaitu mencari pemuasaan atas dasar kebutuhannya terhadap media massa tersebut.Diffferential pattern of media exposure (or engagement in other activities)resulting in.(Pendekatan Uses and Gratification berhubungan dengan kebutuhan sosial dan psikologis yang membentuk harapan pada media massa atau sumber lain yang mengakibatkan pola terpaan media yang berlainan yang menghasilkan kepuasan dan konsekuensi ± konsekuensi lain yang tidak diinginkan) (Katz. Leung dan Wei mengamati. khususnya k etika dikombinasikan dengan teori lainnva. namun secara global dapat dikatakan bahwa pendekatan Uses and Gratification memiliki asumsi bahwa audien dipandang aktif. serupa dengan pemyataan Gilder. bahwa "telepon seluler baru menggambarkan suatu konvergensi teknologi hibrid ketika ia mengaburkan batasan antara industri telekomunikasi dan penyiaran. Gurevitch. Social Situation creates an awareness of problem that demand attention. Needs which generate. Gurevitch. the affirmation and reinforcement of which is facilitated by the consumption media material ( Situasi sosial memberikan dukungan dan penguatan pada nilai ± nilai tertentu melalui konsumsi media yang selaras ) (Katz. melainkan memiliki harapanharapan dan kebutuhan±kebutuhan. Siranahan dan Morgan menambahkan bahwa teknologi baru selalu dikembangkan dengan mengadopsi isi pesan dari teknologi dominan sebelumnya. dan secara sadar audien memilih saluran komunikasi dan pesan±pesan paling memenuhi kebutuhanya (Elihu Katz. Simpulan studi yang dilakukan Leung dan Wei mengindikasikan bahwa teori Kegunaan dan Kepuasan. Perkembangan lebih lanjut penggunaan teori Uses and Gratifications banyak diterapkan pada penelitian penggunaan media baru seperti internet ( computer mediated communication) bahkan pada telepon seluler. Kemampuan Leung dan Wei untuk menerapkan teori Kegunaan dan Kepuasan pada teknologi baru dijelaskan oleh pengamatan Shanahan dan Morgan (1999) bahwa terdapat "konsistensi lingkungan dari isi pesan yang kita konsumsi dan pada sifat dasar dari lingkungan simbolik di mana kita hidup" meski jika terjadi perubahan distribusi teknologi.The mass media or other sources which lead to. Difusi Inovasi (Difusion of Innovations). Medan The social and psychological origins of. leading to resure for their easement via mass media consumption (Situasi sosial menimbulkan ketegangan dan pertentangan. tersedianya berbagai alternatif komunikasi. Blumer. Walaupun mereka menggunakan sudut pandang metodologi yang berbeda-beda. dkk. (Situasi sosial menciptakan kesadaran akan adanya masalah-masalah yang membutuhkan perhatian dan informasi. Pada pendekatan ini audien tidak lagi dipandang sebagai pasif. dapat menjelaskan penggunaan telepon seluler.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 1994).Need perhaps mostly unitended ones. Leung dan Wei tertarik tentang mengapa orang menggunakan telepon seluler dan apakah alasan mereka yang berbeda dari mengapa mereka menggunakan telepon kabel dan jaringan. Orang berusaha melepaskan dirinya dari hal itu dengan mengkonsumsi media massa ). Selanjutnya. information about which may be sought in the media. Namun demikian pemikiran tersebut jelas bahwa pendekatan Uses and Gratification merupakan kritik dari sudut pandang teori-teori yang terdahulu. memiliki kebutuhan kebutuhan tertentu.

media massa memenuhi kebutuhan akan hiburan dan informasi . kegunaan sosial. surveillance (pengawasan lingkungan). Tetapi seperti yang di jelaskan Blumer (1994). ternyata terdapat jenis±jenis kebutuhan yang setiap kali muncul walaupun sampelnya berbeda-beda. Medan Dari studi Louis Leung dan Ran Wei (2000) yang menggunakan teori ini juga menyatakan bahwa mobilitas. dan ³Interpersonal Utility´ (kegunaan pribadi) (Palmgreen. Sejumlah ahli media akhirnya mulai beralih dari sekedar mengumpulkan jenis jenis kebutuhan audien kepada suatu model penelitian baru karena dari hasil±hasil studi mereka menunjukkan jenis± jenis kebutuhan yang sama. Motif kognitif menekankan kebutuhan manusia akan informasi dan kebutuhan untuk mencapai tingkat ideasional tertentu. yaitu apa yang diharapkan audien dari media massa dengan apa yang diperolehnya dari media tersebut. yaitu melepaskan diri dari rutinitas dan masalah. Sedangkan menurut Wilbur Scramm. 1 . ³Entertaiment´ (hiburan). 1984). Personal identity. Harold D Laswell pernah mengajukan 3 fungsi media yaitu yaitu pengawasan (Surveyllance). dimana dan kapan saja (Leung dan Wei.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. mereka menemukan empat tipologi motivasi khalayak yang terangkum dalam skema media ± persons interactions sebagai berikut : Diversion. Jenis-jenis kebutuhan ini kemudian oleh para ahli dikelompokan menjadi beberapa kelompok. Manfaat kepuasan langsung juga dapat dirasakan oleh penggunanya. Dalam teori Uses and Gratification yang dikembangkan oleh Palmgreen dan Rayburn. Tiga fungsi ini kemudian ditambah oleh Charles Wright yaitu fungsi hiburan (Entertaiment). ³Diversion´ (pelepasan). yaitu referensi 15 . kebutuhan atau motif yang menuntun seorang individu untuk menggunakan suatu media dipandang sebagai Gratification Sought atau kepuasan yang dicari atau diharapkan (Dimmick. Mengenai fungsi media massa terhadap pemenuhan kebutuhan audien tersebut. 2000). 1981. Menurut Stephenson media massa hanya memenuhi satu jenis kebutuhan saja. Di sini media dianggap memberikan hiburan. Kemudian riset lebih lanjut yang dilakukan oleh Dennis McQuail dan kawan-kawan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Para peneliti media massa kemudian mencoba mengumpulkan seluas dan sebanyak mungkin daftar±daftar kebutuhan sosial dan psikologis yang dianggap audien sebagai terpenuhi dengan memanfaatkan media massa. dan intrumentalitas yang terdapat pada telepon seluler merupakan intrumen motivasi yang kuat yang diikuti dengan rasa ikatan kekeluargan atau sosial. media massa memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi ± menurut Weiss. Ahli komunikasi lainnya menyebutkan dua fungsi. kekinian. sedangkan kebutuhan afektif ditandai oleh kondisi perasaan atau dinamika yang menggerakan manusia mencapai tingkat perasaan tertentu. Kebutuhan kognitif menekankan pada kebutuhan akan informasi dan pencapaian tingkat ideasional tertentu. atau hiburan dan informasi ± menurut Wilbur Schramm. yaitu memuaskan hasrat bermain atau melarikan diri dari kenyataan. sarana pelepasan emosi. 1984) . Dengan demikian kecenderungan penelitian tentang Uses and Gratification mulai bergeser dan bertambah maju. fungsi±fungsi ini belum cukup untuk menggambarkan seluruh fungsi yang ada. Motif afektif menekankan aspek perasaan dan kebutuhan mencapai tingkat emosional tertentu (Rahmat. Personal relationships. Perkembangan ini diawali oleh penelitian Palmgreen dan Rayburn pada tahun 1979. dan hiburan dan transmisi kultural ± seperti yang dirumuskan oleh Harold dan Charles Wright. yang membedakan antara Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO). ³ Surveyllance´ (pengawasan). dan transmisi budaya atau sosialisasi (Cultur Transmission and Socialisation). ³ Knowledge´ (pengetahuan). yaitu persahabatan. korelasi (Correlation). correlation (hubungan sosial). Yang lain lagi menyebutkan tiga fungsi media massa dalam memenuhi kebutuhan. dan Dimmick. kesempatan melarikan diri dari kesibukan sehari-hari. Dan setelah mengamati hasil±hasil yang diperoleh dilapangan. ³Relaxation´ (relaksasi). 2000 ). Secara umum kebutuhan yang sering disebut dan digunakan oleh para peneliti media adalah. informasi dan lain sebagainya.

Ada berbagai kebutuhan yang dipuaskan oleh media massa. isi media yang dikonsumsi. antara lain: y Efek Kognitif: terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui. 2000). hiburan. 2004) efek media massa akan menyebabkan perubahan yang terjadi pada diri khalayak. Elemen ³pola terpaan media yang berlainan´ pada Teori Uses and Gratifications berkaitan dengan media exposure atau terpaan media. Perubahan yang dimaksud dapat meliputi perubahan pengetahuan. media massa dapat memberikan hiburan. Kebutuhan afektif adalah kebutuhan yang berkaitan yang berkaitan dengan peneguhan pengalaman-pengalaman yang estetis. 2001). dipahami atau dipersepsi khalayak. atau tempat ibadat (Rahmat. eksplorasi realitas. dan berbagai hubungan antara individu konsumen media dengan isi media yang dikonsumsi atau dengan media keseluruhan (Rahmat.blogspot. kepercayaan atau informasi. suatu loncatan dramatis dari model Jarum Hipodermik. hobi. Kita mengalami goncangan batin. media massa memberikan kesempatan untuk melarikan diri dari kenyataan. Kita kesepian. Pada teori Uses and Gratifications. 1 . Kebutuhan ini didasarkan pada hasrat untuk memahami dan menguasai lingkungan. manusia yang berperan dalam menentukan efek media. Chaffe (dalam Rahmat. (Wiryanto. Mengenai kebutuhan kognitif dan afektif Nurudin menjelaskan. pengetahuan. Sedangkan menurut Sari (dalam Kriyantono 2006) dapat dioperasionalkan menjadi jenis media yang digunakan. Ada 3 macam efek komunikasi massa. Selanjutnya terpaan media menurut Rosengreen (1974). Teori ini digambarkan sebagai ³a dramatic break with effects traditions of the past´. dapat dioperasionalkan menjadi jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai jenis media. dan emosional. ketenangan. 16 . perubahan perasaan atau sikap. 2000). dan prilaku nyata. perubahan kognitif. Kita ingin mencari kesenangan. Tentu saja. Menurut Steven M. maupun durasi penggunaan . com). 2005. Pada saat yang sama.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. (Nurudin. keterampilan. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan. pengetahuan dan keterampilan. menyenangkan. dan perubahan prilaku (dengan istilah lain. yaitu kebutuhan yang bersifat afektif (yang berkaitan dengan perasaan) dan kebutuhan kognitif (yang berkaitan dengan pengetahuan). dan pemahaman mengenai lingkungan. sikap. Medan diri. juga memuaskan rasa penasaran dan dorongan untuk penyelidikan kita. William J Mc Guire (dalam Muchati 1972) kemudian mengelompokan jenis-jenis kebutuhan tersebut menjadi 2 dimensi. tetapi yang juga dapat diatasi dengan media massa. http://komunikasimassa-umy. Dalam konsep ini hidup dipandang suatu medan yang penuh tantangan . dan persahabatan dapat juga diperoleh dari sumber-sumber lain seperti kawan. karena mengacu pada kegiatan menggunakan media (Kriyantono. Efek diartikan sebagai semua jenis perubahan yang terjadi didalam diri seseorang setelah menerima sesuatu pesan komunikasi dari suatu sumber. Dari berbagai jenis kebutuhan tersebut. afektif dan behavioral). kebutuhan ini dapat dipuaskan oleh sumber-sumber lain selain media massa. Surveillance (bentuk-bentuk pencarian informasi) (dalam Junaedi. seperti penerimaan informasi. kebutuhan kognitif adalah kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan informasi. 2006).JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. penguatan nilai. frekuensi penggunaan. dan media massa berfungsi sebagai sahabat. 2007) Kemudian dari teori Utilitarian memandang individu sebagai orang yang memperlakukan setiap situasi sebagai peluang untuk memperoleh informasi yang berguna atau keterampilan baru yang diperlukan dalam menghadapi tantangan hidup. Komunikasi massa dapat memberikan informasi.

Efek ini ada hubungannya dengan emosi. SMS dalam hal ini lebih berfungsi sebagai hiburan saja. radio film. Surat. Kalaupun digunakan untuk hal-hal yang sifatnya menghibur. 9 persen antara 201-300 ribu dan 8 persen lebih dari 300 ribu perbulan. gambar. y Konseptual Dalam proses komunikasi dibagi menjadi dua bagian yakni secara primer dan sekunder. Pemanfaatan telepon seluler berbeda pada setiap kelompok masyarakat. Penelitian yang dilakukan International Telecommunication Union (2001) menemukan bahwa jumlah penggunaan telepon seluler di 100 negara-negara miskin melampaui telepon tetap dan komputer. Bahkan. meliputi pola-pola tindakan. Ini bisa dikatakan pula bahwa budaya baca yang sudah terancam dengan budaya dengar dan lihat diancam lagi oleh budaya mengirim SMS.2000). warna dan lain sebagainya yang secara langsung mampu ³menerjemahkan´ pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan. 2005). 2004). Menurut data majalah Komputer Aktif (no. Dalam hal ini komunikasi melalui telepon seluler seperti pengiriman SMS ternyata berdampak buruk untuk menurunkan minat baca masyarakat. y Efek Behavioral : merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Bogor. kegiatan dan kebiasaan berperilaku (Rakhmat. Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media. (Onong.com/kompassenggang. 17 . telepon (telepon seluler). biasanya dilakukan pada waktu http://www. Kemudian sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah menggunakan lambang sebagai media pertama. teleks. dan banyak lagi adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa. AM Townsend (2000) menyatakan. Bahkan menurut data Kompas (4 April 2003) yang melakukan street polling yang dilakukan pada 100 remaja SMU di Jakarta. Bagi pelaku bisnis. Bandung. tv.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. karena harga telepon seluler terjangkau. (Nurudin. Medan Efek Afektif : timbul bila ada perubahan pada apa yang dirasakan. Ini adalah dampak dari segi sosial budaya masyarakat atas penggunaan Hand Phone/ telepon seluler. sebesar 73 persen mereka mengeluarkan biaya untuk membeli voucher perbulannya sekitar 100-200 ribu. Ini artinya bahwa di samping menurunkan minat baca. dan Semarang menunjukkan bahwa 51 persen mereka mengirim SMS 11-20 kali. telepon seluler lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. majalah atau koran. di negara-negara berkembang telepon seluler telah mengurangi kesenjangan berkomunikasi di masyarakat. disenangi atau dibenci khalayak. kial. 1 .kompas. 50/26 Maret 2003) berdasarkan survei Siemens Mobile Lifestyle III menyebutkan bahwa 60 persen remaja usia 15-19 tahun dan pasca-remaja lebih senang mengirim dan membaca SMS (Short Messege Service) daripada membaca buku. sikap atau nilai. Data yang merupakan fenomena ini jelas menjadi salah satu potret dampak komunikasi melalui telepon seluler. 35 persen 2-10 kali dan 14 persen lebih dari 20 kali sehari. Seorang komunikator menggunakan media kedua (sekunder) dalam melancarkan komunikasinya karena komunikan sebagai sasarannya berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. ( Fritz E Simandjuntak dalam cetak/0405/05/telkom/1002910htm ). isyarat. telepon seluler juga mengarahkan masyarakat untuk hidup konsumtif. Bahkan menurut data dari penelitian ³Survei Siemens Mobile Phone´ 58 persen orang Indonesia lebih memilih mengirim SMS daripada membaca buku. Berbagai keuntungan relatif yang dirasakan dari telepon seluler yang mengungguli telepon tetap karena mobilitas dan efisiensinya yang lebih besar.

kini ponsel juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur. Mencermati beberapa fungsi media massa yang ditulis Alamsjah Ratu Perwiranegara dalam Rafiq (1989) meliputi fungsi informatif. berbicara. menerima dan men girim pesan . telepon genggam menjadi gadget yang multifungsi. namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel. integratif. ketika berada dalam suatu lingkungan dan bercengkerama dengan lingkungan serta dengan proses tersebut. yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. eksistensi manusia. Ada pula penyedia jasa telepon genggam (provider) di beberapa negara yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G) dengan menambahkan jasa videophone. Sementara Hafied Cangara (1998) mengatakan bahwa komunikasi adalah sebuah proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya . 1964). dan rekreatif. SMS). Telepon genggam seringnya disebut handphone (disingkat HP) atau disebut pula sebagai telepon selular (disingkat ponsel) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line konvensional. industrial. kodrat. seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi. Saat ini Indonesia mempunyai dua jenis jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System For Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Sejalan dengan berkembangnya masyarakat beserta peradaban dan kebudayaannya. perangkat lunak pemutar audio (mp3) dan video. Medan Menurut Shannon dan Weaver (1949) komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lainnya. Mengikuti perkembangan teknologi digital. Berdasarkan fungsi-fungsi ini dapat disimpulkan bahwa media massa sebagai media pembangunan atau proses perubahan ke arah kondisi kehidupan yang lebih baik.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. dan layanan internet (WAP. yang paling pokok adalah dapat membantu menyebarluaskan informasi tentang pembangunan. Artinya . Pendapat ini dapat disimpulkan bahwa komunikasi memiliki andil dan sumbangan yang sangat besar dalam pembangunan. kamera digital. Jadi di ponsel tersebut. Di dunia bisnis. sebagai alat pembayaran. 3G). Pentingnya peranan media (media sekunder) dalam proses komunikasi disebabkan oleh efisiensinya mencapai komunikan dimana. seperti yang diungkapkan oleh McLuhan (1964) yakni kehadirannya umumnya adalah sebagai the extention of man . Sekarang. wireless). Selain fitur-fitur tersebut. ponsel umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service. dan kapan saja. ponsel sekarang sudah ditanamkan fitur komputer. Kehadiran media tidak selalu menarik perhatian masyarakat. Menurut Alvin Toffler dalam bukunya The Third Wave (1990) membagi tiga tahap perkembangan peradapan manusia yakni Agricultural. Selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon. komunikasi bermedia mengalami kemajuan pula dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). memahami apa yang dilihat dan didengar. maupun untuk televisi online di telepon genggam mereka. manusia menyatakan dan mengembangkan perikehidupan yang bermasyarakat. instruktif. pembawaan. dan information.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. orang bisa mengubah fungsi ponsel tersebut menjadi mini komputer. mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel. Seperti dalam menyatakan diri. Wilbur Schramm melalui hasil penelitiannya di negara-negara berkembang membuat laporannya pada tahun 1964 yang berjudul Mass media and National Development : The role of information in developing countries. game. fitur ini sangat membantu bagi para pebisnis untuk melakukan semua 18 . 1 . sengaja atau tidak. yang isinya menyatakan media massa dapat berpengaruh dalam beberapa hal. persuasif. GPRS. dan kebutuhan manusia adalah berkomunikasi. dapat mengajarkan melek huruf serta keterampilan lainnya yang memang dibutuhkan untuk pembangunan masyarakat dan menjadi penyalur suara masyarakat agar mereka turut ambil bagian dalam pengambilan keputusan di negaranya (Schramm. edukatif.

keadaan. tanpa mencari dan menjelaskan hubungan. Dengan memiliki keunggulan dalam efesiensinya ini. Selanjutnya pengambilan sampel dilakukan secara probability. Data pra-riset (19-22 Februari 2008) di Desa Pertumbukan terdata 263 orang yang telah memiliki telepon seluler. Kabupaten Langkat. komunikasi interpersonal. gejala. Kebutuhan ini dapat terpenuhi dan dipuaskan melalui media massa dan sumber lain. Kabupaten Langkat. dalam hal ini merupakan sebagai populasi. integratif sosial dan kebutuhan akan pelarian. maupun mengisi waktu luang dengan berbagai cara. namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel. 19 . perkembangan ponsel akan lebih mengefisienkan waktu dan sistem kerja dibandingkan dengan komunikasi/ informasi secara manual. yang membutuhkan waktu yang lama dan tempat yang terbatas. Sedangkan yang dimaksud dengan masyarakat desa adalah masyarakat yang merupakan penduduk Desa Pertumbukan . teman. yang memiliki dan menggunakan telepon seluler sebagai salah satu sarana media komunikasi. 1 . Kecamatan Wampu. ponsel menjadi salah satu fenomena komunikasi bermedia yang terus berkembang serta semakin dibutuhkan oleh masyarakat. dengan acak sederhana. wireless).wikipedia. Populasi Dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Pertumbukan. Pengembangan teknologi telekomunikasi terutama jenis telepon seluler ini membuka lebar penyampaian informasi dan komunikasi secara lebih mudah dan efisien. mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel. Dengan demikian. maka diperoleh sampel sebesar 263 x 20% = 54 orang. dalam memfasilitasi masyarakat dalam berkomunikasi dan membantu memperoleh informasi dengan cepat dan tak terbatas . yakni kebutuhan ini terpenuhi dengan hubungan keluarga. afektif. karena populasi dianggap homogen. Medan pekerjaan di satu tempat dan membuat pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu yang singkat (http://id. Definisi Operasional Telepon seluler dalam penelitian ini adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line konvensional.org/wiki/Telepon _genggam). atau kelompok tertentu.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Katz dan Gurevitch membuat tipologi kebutuhan manusia yang berhubungan dengan penggunaan media yakni : kebutuhan kognitif. Masyarakat memiliki kebutuhan dan motif beraneka ragam berdasarkan karakteristiknya sosialnya Blumler. Melalui sumber lain. Metode Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif yakni hanya memaparkan situasi dan peristiwa apa adanya. tidak menguji hipotesa atau membuat prediksi.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Efektifitas komunikasi dalam penelitian ini dimaksudkan penyampaian/penerimaan informasi dan komunikasi secara lebih mudah dan efisien. Dan pengambilan sampel mengacu pendapat Winarno Surakhmad (1998) yakni sebesar 20% . sehingga dapat memfasilitasi masyarakat dalam berkomunikasi dan membantu memperoleh informasi dengan cepat dan tak terbatas. Dengan kata lain dalam penelitian ini hanya memberikan gambaran secermat mungkin mengenai suatu individu. integratif pesan. METODOLOGI Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Pertumbukan. Kecamatan Wampu.

go. Besilam. Data Sekunder. usia dapat dilihat bahwa responden yang terbanyak terwakili dari kelompok umur 17-21 tahun sebanyak 31. Gergas. Disamping itu juga dilakukan wawancara terstruktur kepada beberapa sampel untuk memperkuat data yang terkumpul melalui kuisioner. Jenis Kelamin Dari tabel 01. Pada awal pembentukan kecamatan ini meliputi : Desa Bingai.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 1 . Stabat Lama/ Baru. kemudian kelompok umur 22-26 tahun dan 37-41 tahun masing-masing 16.5% dan perempuan sebanyak 31. Penghasilan 20 . dalam wilayah Propinsi Sumatera Utara.7% dan selanjutnya diikuti oleh kelompok umur 22-26 tahun dan 32-36 tahun masing-masing 13%. Stabat Lama. Jenis Kelamin. Penghasilan. Medan Metode Pengumpulan Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yakni : Data Primer. Kecamatan Wampu merupakan pemekaran dari sebagian wilayah Kecamatan Stabat. Toba Samosir. dan Sumber Mulyo ( http://www. Kebun Balok. Tapanuli Utara. Berikut datanya yang ditampilkan dalam bentuk tabel. hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode Analisis Data Data yang terkumpul seluruhnya akan ditabulasikan ke dalam tabel tunggal dan juga membuat beberapa tabulasi silang berdasarkan tujuan penelitian. makalah. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap : Membuat tabel distribusi frekuensi (f) dan prosentasi (%) serta interpretasi untuk keseluruhan data penelitian selanjutnya mengadakan diskusi dan pembahasan hasil temuan data penelitian Hasil Penelitian Gambaran Umum Lokasi Penelitian Kecamatan Wampu merupakan daerah pemekaran yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Pembentukan 13 (tiga belas) Kecamatan di wilayah kabupaten daerah tingkat II Tapanuli Selatan.5%. diperoleh melalui buku-buku. Gohor Lama. Bukit Melintang. Tabel 01. Tingkat Pendidikan Tabel 04. suratkabar. dan Pekerjaan. Tabel 03. jenis kelamin Responden dalam penelitian ini diperoleh laki-laki sebanyak 68.pdf ) Kemudian sekitar tahun 2006 dibentuk Desa Pertumbukan yang wilayahnya sebagian mengambil daerah Desa Bukit Melintang dan Desa Stabat Lama.bpkp.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Labuhan Batu.5%. Karakteristik Responden Responden yang berjumlah 54 orang dalam penelitian ini dilihat dari aspek sosiodemografis-nya mencakup : Usia.id/unit/hukum/pp/1999/043 -99. dan pencarian informasi melalui internet. Tingkat Pendidikan. Dan tabel 02. dan Langkat. diperoleh melalui kuisioner yang diberikan kepada sampel terpilih. Usia Tabel 02.

4%. ± Rp. serta dinyatakan kurang setuju oleh sekitar 3. mengenai Pendapatan responden yang terbanyak yakni diantara Rp. sebesar 24. Pekerjaan responden terbesar adalah sebagai wiraswasta/ berdagang yakni sebesar 57.000. Tabel 05.9% menyatakan sangat setuju serta diikuti sikap ragu-ragu dan kurang setuju masing-masing sebesar 7. kemudian antara Rp.000. 2. serta tingkat sarjana (S1) sebesar 7. Medan Dari tabel 03. Kemudian tabel 04.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.. serta diikuti tingkat penghasilan Rp. serta pegawai swasta sebesar 13%. sebesar 14.000.7%. ± Rp. 1.000. Informasi Sosial Dari tabel 06. Kebutuhan Informasi Kebutuhan akan informasi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap responden dalam pencaharian informasi melalui penggunaan telepon seluler yang tersaji dalam tabel. 21 .4% . dan dapat dilihat sebagai berikut : Tabel.4% responden menyatakan setuju untuk membutuhkan informasi sosial melalui telepon seluler. kemudian pada kategori lain-lain (petani.500.1%. 500.1%.7%.000. Sebanyak 44. 1. Dan tabel 07.000.4%. 06 Mencari Informasi Tabel 07. ± Rp.000.000. 1. Sikap Responden dalam mencari informasi melalui telepon seluler dinyatakan sangat setuju oleh sebesar 50% .JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. kemudian diikuti tamatan SD dan SMP pada urutan kedua masing-masing 24. Tingkat pendidikan responden yang terjaring menjadi responden terbanyak dalam penelitian ini adalah tamatan SMA yakni sebesar 40.8%. kemudian sebanyak 38. kemudian yang menyatakan setuju sebesar 44.8%.000. pelajar) sebesar 14. Pekerjaan Tabel 05.500. yakni sebesar 48.1%.4%. 1. 1 .

Kemudian diikuti pernyataan setuju sebesar 35.1% responden sangat setuju dengan penggunaan telepon seluler akan lebih mengetahui keadaan kehidupan diluar daerah. Sebanyak 48.6% menyatakan tidak setuju. Kemudian sebanyak 5.2% serta pernyataan tidak setuju sebesar 7. Kemudian sebesar 38. 22 . Termotivasi Pelajari daerah lain Tabel 11. Kemudian menjawab kurang setuju sebesar 25. masingmasing sebanyak 44. Pertanyaan ini terbanyak dijawab responden sangat setuju yakni sebesar 48. Mengenai penilaian responden tentang kesesuaian harapan dan kebutuhan.7%. Tabel 11 Telepon seluler sebagai dorongan sarana untuk menambah pengetahuan sesuai dengan kepetingan. Dengan adanya telepon seluler responden lebih terdorong untuk mempelajari sesuatu tentang lingkungan sekitar dan luar. Selanjutnya sebanyak 40. baik dari sekitar atau luar lingkungan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.9% dan diikuti menjawab setuju 16.2%.7% menyatakan setuju. 1 .4% menjawab sangat setuju dan setuju. Mengetahui Kondisi Daerah lain Tabel 08. Telepon seluler Sarana bermain Tabel 12. Dari tabel 09.Harapan dan Kebutuhan Tabel 09. serta hanya 5. Penambahan Pengetahuan Dan dari tabel 10.7%.6% menjawab ragu-ragu serta menjawab kurang setuju sebesar 3.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.1%. Kebutuhan Diversi Pernyataan-pernyataan kebutuhan diversi dalam penelitian ini yang tersaji dalam bentuk tabel berikut : Tabel. Medan Tabel 08.3%.9 % menjawab setuju dan diikuti sebesar 7.12 Meringankan Beban Hidup Tabel 13.4% menjawab ragu-ragu.4%. untuk ini responden terbanyak menyatakan sangat setuju yakni sebesar 46. Tabel 10. Penggunaan telepon seluler untuk melarikan diri dari persoalan kehidupan (meringankan bebab hidup) ternyata responden menjawab tidak setuju yakni sebesar 35.

Namun terdapat juga responden yang menyatakan ragu-ragu dan tidak setuju yakni masing-masing sebesar 3. responden menyatakan sangat setuju yakni sebesar 50% dan yang menyatakan setuju sebesar 40.7% untuk jawaban sangat setuju.7%.2% serta diikuti sikap ragu-ragu sebesar 7. Kemudian dari tabel 15. Tabel. telepon seluler salah bentuk komunikasi bermedia ternyata sangat membantu. 17 Mencari Persahabatan Tabel 16. Kemudian yang menjawab setuju dan tidak setuju masing-masing sebanyak 24. Kemudian jawaban sangat setuju sebesar 27. Tabel 14.15 Meningkatkan Hubungan Silaturahmi Dari tabel 14. Medan Dan dari tabel 13.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. telepon seluler sebagai sarana bermain.7%. Untuk meningkatkan hubungan silaturahmi dengan keluarga dan teman.1%.9%.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Telepon seluler menimbulkan kesenangan untuk pertanyaan ini responden terbanyak menjawab setuju yakni sebesar 40.7%.7%. kemudian yang menyatakan sangat setuju sebesar 22.7% responden menyatakan sangat setuju. Untuk mengisi waktu luang ataupun di saat santai telepon seluler digunakan responden bersama keluarga semisal menghubungi atau kirim sms kepada keluarga yang jauh dan teman. Selanjutnya diikuti sebesar 16. Menimbulkan kesenangan Tabel. Tabel 18. ternyata responden menjawab kurang setuju yakni sebesar 25.2%.8% serta diikuti jawaban kurang setuju sebesar 16. Atasi Sulitnya Perekonomian Tabel 19. Kemudian tabel 17. Atasi masalah kehidupan sosial 23 . 1 . untuk itu responden sebanyak 37% menyatakan setuju.4%. untuk itu sebesar 66. dan yang setuju dinyatakan oleh responden sebesar 22.5% responden menyatakan raguragu. Untuk mencari persahabatan baik dilingkungan sekitar ataupun di luar. 16 Mengisi waktu luang Tabel. Namun sebesar 18.

Dan tabel 19. Walau komunikasi tatap langsung lebih memberi makna dan pengaruh yang lebih besar. Tabel 21.2% menyatakan sangat setuju.8%.2%. Melepaskan ketegangan (stress) Tabel 21. serta yang ragu-ragu dan kurang setuju masing-masing sebesar 7. 1 .1% dan yang sangat setuju sebesar 18. Hal ini diakui oleh responden sebesar 57. Penggunakan telepon seluler bagian gaya hidup Tabel 20.4% menyatakan setuju dan diikuti sangat setuju oleh sebesar 27. Namun juga terdapat pernyataan responden yang ragu-ragu yakni sebesar 18. Selanjutnya yang menyatakan ragu-ragu sebesar 20. kesejahteraan) hal ini dijawab setuju oleh responden yakni sebesar 48. Kemudian sikap ragu-ragu diakui responden yakni sebesar 7.1% dan diikuti sikap setuju yakni 38.5%.7% dan diikuti sebesar 31.5% menyatakan setuju dan diikuti sebesar 22. telepon seluler juga dapat membantu.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Medan Dari tabel 18. Untuk ini responden yang menyatakan setuju sebesar 40. pernyataan ini disikapi oleh responden dengan menjawab sangat setuju yakni sebesar 48. Membantu berkreasi Tabel 23. Tabel 20. Kebutuhan Identitas Personal Dalam memenuhi kebutuhan indentitas personal dalam penggunaan telepon seluler dalam hasil temuan penelitian ini yang disajikan dalam bentuk tabel dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 22.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Penggunakan telepon seluler sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dan telepon seluler selalu mendampingi aktivitas responden (gaya hidup) . masyarakat. Selanjutnya terdapat responden yang menyatakan ragu-ragu yakni sebesar 13%. 24 . Walau secara tidak langsung telepon seluler telah membantu responden untuk memecahkan permasalahan ekonomi keluarga dan untuk ini sebesar 31. Dalam melepaskan persoalan sehari-hari yang dapat menimbulkan ketegangan (stress) melalui telepon seluler responden dapat menghubungi seseorang yang dianggap dapat memberikan jalan keluar jikalau untuk menjumpai seseorang secara langsung tidak memungkinkan.4%. Mencari ide/ pemikiran untuk berkreasi/berwirausaha.9%.5% yang menyatakan sangat setuju.4%.5%. namun komunikasi bermedia melalui telepon seluler juga dapat membantu memecahkan masalah kehidupan sosial (lingkungan keluarga. Kerjasama dengan pihak lain Tabel 22. karir/pekerjaan.

serta diikuti sebesar 9. Penilaian responden terhadap keberadaan telepon seluler telah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat adalah sebagai berikut.7% responden menyatakan sangat setuju dan 29. Medan Tabel 23.3% responden yang merasa ragu-ragu. untuk peryataan ini sebesar 53.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.6% menyatakan setuju. Tabel 24. Untuk mendapatkan informasi tentang dunia usaha/kegiatan dengan pihak lain.1% dan untuk sangat setuju sebesar 35. Dalam membantu masyarakat melancarkan/meningkatkan kerja sama usaha dengan pihak lain.Informasi dunia usaha 25 .1% responden yang merasa ragu-ragu.2% .Relasional dengan pihak lain Tabel 25. diakui responden dengan menyatakan setuju yakni sebesar 48.2%. Dan tabel 25. Terjalinnya hubungan dengan orang lain akan membantu untuk melancarkan/meningkatkan kerjasama usaha/kegiatan dengan pihak lain (relasional). 1 . Namun sebesar 18. Meningkatkan kerjasama usaha Tabel 27.Informasi aktifitas Tabel 24.3% responden menyatakan sangat setuju dan yang setuju sebesar 35. Tabel 27.2% menyatakan setuju dan sebesar 24. Tabel 28. tentu saja dengan adanya teknologi ini sangat memungkinkan seseorang dapat mengubungi orang lain di tempat yang jauh dan ini sangat efektif jika kalau harus menjumpainya secara langsung. Untuk itu responden yang menyatakan setuju sebesar 46. Alasan pernyataan ini karena adanya telepon seluler akan membuka isolasi informasi sehingga dapat membuka cakrawala ide atau untuk berkreasi dari potensi yang ada.Tingkatkan ekonomi masyarakat Tabel 26. Tabel 26.3% dan sangat setuju sebesar 35.1% menyatakan sangat setuju. telepon seluler bagi masyarakat desa telah sangat membantu. sebesar 35.2% serta responden yang merasa ragu-ragu sebesar 13%. untuk ini sebesar 46.5% menyatakan kurang setuju. Namun terdapat sebesar 11. Keberadaan telepon seluler sudah membantu menjalin kerja sama usaha dengan pihak lain.

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

Tabel 28, Hampir sama dengan tabel sebelumnya, hal ini lebih pada tingkat awal adanya penggunaan telepon seluler bagi masyarakat Desa Pertumbukan. Dalam pengembangan jaringan tentu akan membawa dampak-dampak positif yang diharapkan si pengguna. Untuk ha ini responden yang menyatakan setuju sebesar 48,1% dan sangat setuju sebesar 33,3 %, serta terdapat juga responden yang merasa ragu-ragu untuk pernyataan ini yakni sebesar 14,8%. Penggunaan Telepon seluler Penggunaan telepon seluler bagi responden dalam penelitian ini akan meliputi diantaranya pengalaman responden dalam pengalaman dan penggunaan telepon seluler, biaya pembelian pulsa dan sebagainya. Untuk lebih lanjut dapat disimak dibawah ini yang tersaji dalam bentuk tabel.
Tabel 29. Penggunaan telepon seluler Tabel 30. Sistem Ponsel yang Digunakan

Tabel 29, Melihat pengalaman responden tentang menggunakan atau memiliki telepon seluler dapat dilihat pada tabel diatas yakni sebesar 33,3% telah memiliki atau menggunakan telepon seluler kurang dari 1 tahun, kemudian terdapat sebesar 18,5% sudah 4 tahun serta untuk sudah 2 atau 3 masing-masing sebesar 16,7%. Tabel 30, Penggunaan jenis telepon seluler bagi responden hampir mayoritas menggunakan jenis GSM yakni sebesar 96,3% dan hanya 3,7% yang menggunakan jenis CDMA. Hampir mayoritas penggunaan jenis GSM disebabkan ketersediaan sarana dan prasarana di lokasi penelitian lebih memadai, kuatnya penerimaan sinyal ataupun varian telepon seluler untuk jenis ini lebih banyak dan lebih murah, terutama harga bekas.
Tabel 31. Alasan menggunakan Ponsel Tabel 32. Percakapan melalui Ponsel perhari

Tabel 31,Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong responden untuk menggunakan telepon seluler adalah alasan mencari informasi merupakan faktor yang terbesar dipilih responden yakni sebesar 72,2%, kemudian untuk menambah pengetahuan diakui responden 26

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

sebesar 13% seta diikuti alasan untuk mengawasi lingkungan/ pengawasan sosial yakni sebesar 5,6%. Tabel 32, Total lamanya melakukan percakapan melalui telepon seluler dalam sehari responden yang terbanyak melakukannya adalah antara 15-30 menit yakni sebesar 38,9%, kemudian dibawah 15 menit yakni sebesar 37% serta diikuti lebih dari 60 menit yakni sebesar 13%.
Tabel 33.Penggunaan SMS Dalam sehari Tabel 34. Kualitas suara

Tabel 33, Salah satu fasilitas fitur yang dimiliki telepon seluler dalam berkomunikasi secara tulisan adalah sms, fitur ini digunakan untuk mengirim pesan-pesan singkat. Responden menggunakan fitur ini sebanyak kurang dari 5 kali yakni sebesar 40,7%, kemudian 5-10 kali sebanyak 38,9%, serta diikuti yang menggunakan sebanyak 10-15 kali dalam sehari yakni sebesar 11,1%. Tabel, 34, Penilaian responden tentang kualitas suara yang didengar percakapan melalui telepon seluler dinilai jelas yakni sebesar 59,3%, kemudian dirasakan sangat jelas yakni sebesar 33,3%, serta diikuti sebesar 5,6% untuk peryataan ragu-ragu.
Tabel 35. Biaya percakapan melalui Ponsel Tabel 36. Biaya SMS

Tabel 35, Mengenai biaya percakapan melalui telepon seluler diakui responden sebesar 37% adalah mahal, namun peryataan yang bertolak belakang diakui responden yang menyatakan biaya percakapan melalui telepon seluler dianggap murah yakni sebesar 35,2% hal ini diakui responden bila menimbang jarak dan waktu yang harus dihabiskan bila akan menemui seseorang di suatu tempat yang jauh. Dan yang terakhir diakui sangat mahal oleh responden yakni sebesar 18,5%. Tabel 36, Penilaian mengenai biaya penggunaan sms, diakui responden sangat murah yakni sebesar 66,7%, kemudian terdapat sebesar 14,8% yang menyatakan mahal, kemudian sebesar 11,1% merasa ragu-ragu untuk memberikan pernyataan.
Tabel 37. Biaya pembelian pulsa perbulan Tabel 38. Kesesuaian Biaya dengan Percakapan

27

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

Tabel 37, Biaya pembelian pulsa yang dikeluarkan oleh responden rata-rata selama sebulan yang terbanyak adalah sekitar Rp. 50.000,- s/d Rp. 100.000,- (35,2%), kemudian kurang dari Rp. 50.000,- (25,9%), serta diikuti pembelian lebih dari Rp. 200.000,- (14,8%). Tabel 38, Pendapat responden mengenai perbandingan biaya percakapan dengan waktu percakapan dinyatakan sebagian besar oleh responden tidak sebanding yakni sebesar 51,9% dan yang menyatakan sebanding sebesar 48,1%.
Tabel 39. Faktor penyebab ketidakseimbangan Tabel 40. Perkembangan Pengguna Ponsel di desa

Tabel 39, Faktor penyebab ketidakseimbangan diasumsikan responden karena biaya percakapan terlalu tinggi (biaya talk time dianggap mahal) yakni dirasakan oleh responden sebesar 44,4%, kemudian tingkat ekonomi masyarakat masih rendah diasumsikan 22,2% oleh responden. Kemudian faktor penyebab lainnya sebesar 18,5%, diantaranya adalah responden merasa khawatir kehabisan pulsa. Tabel 40, Melihat perkembangan pengguna telepon seluler diakui responden untuk di daerahnya tergolong maju (51,9%), kemudian dianggap sangat maju (44,4%), namun terdapat penilaian responden yang ragu-ragu dan kurang maju terhadap perkembangan pengguna telepon seluler di desanya yakni masing-masing sebesar 1,9%. Sikap Terhadap Kehadiran Telepon seluler Sikap ataupun pendapat responden dalam penelitian ini adalah meliputi beberapa kriteria tentang seputar kehadiran teknologi komunikasi dan informasi khususnya telepon seluler yang akan disajikan dalam bentuk tabel dapat diperhatikan dibawah ini. Tabel 41. Membantu kesejahteraan masyarakat desa

Tabel 41, Kehadiran telepon seluler walau secara tidak langsung telah memberikan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal ini diakui responden yakni sebesar 57,4% dan yang menolak pernyataan tersebut sebesar 42,6%.

28

2% .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Medan Tabel 42. peternakan) yakni sebesar 7.9% dirasakan responden. dirasakan respo nden yakni sebesar 61. teman dan pekerjaan tanpa terkendala jarak. 1 . kemudian Peningkatan ekonomi/kesejahteraan masyarakat sebesar 9.3%.4%. pendidikan dan SDM Masyarakat yakni sebesar 35. Pengalaman Peningkatan Yang Dialami Tabel 42 Peningkatan kesejahteraan yang dirasakan menurut responden adalah Peningkatan kualitas pengetahuan. Mengenai dampak yang dirasakan responden dengan hadirnya telepon seluler menyebabkan pengeluaran semakin bertambah yakni diakui sebesar 33.4%.3% dan diikuti Peningkatan Potensi SDA (pertanian. kemudian Telepon seluler hanya menjadi gaya hidup hal ini diakui responden sebesar 7.1 % menyatakan Sangat membantu hubungan komunikasi dgn keluarga. Kemudian dampak lainnya yakni mayarakat menjadi konsumtif yakni sebesar 1. Pendapat masyarakat Desa adanya Telepon seluler Untuk tabel 44. Dari pertanyaan terbuka yang dijaring oleh peneliti mengenai pendapat masyarakat tentang kehadiran Telepon seluler di Desa Pertumbukan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kemudian memudahkan untuk mencari 29 . Tabel 43. Dampak Negatif Telepon seluler Dari Tabel 43. Tabel 44.

serta dapat mengetahui atau menambah wawasan tentang keadaan/kehidupan di tempat lain (11. merupakan upaya melepaskan diri dari rutinitas dan masalah. Namun terdapat hal-hal yang perlu diantisipasi terhadap dampak negatifnya. sarana pelepasan emosi. hal ini dirasakan oleh responden yakni sebesar 18. Namun tidak untuk melarikan atau melepaskan diri dari persoalan kehidupan dan kesulitan hidup. Sikap masyarakat terhadap hadirnya telepon seluler dewasa ini dirasakan telah memberikan kemudahan berkomunikasi. Poin-poin ini secara tidak langsung diakui akan membantu responden dan masyarakat dapat meningkatkan perekonomiannya. Masyarakat desa merasa dengan penggunaan telepon seluler ini sesuai dengan harapan dan kebutuhan. Dalam kegiatan sehari-hari telepon seluler sudah menjadi pelengkap terutama untuk kemudahan untuk berkomunikasi.5%. misalnya telepon seluler dijadikan sarana untuk menyimpan photo/video porno. penguatan nilai. Jenis telepon seluler yang familiar dengan responden adalah sistem GSM hal ini disebabkan ketersediaan sarana dan prasarana di lokasi penelitian lebih memadai. Kemudian faktor utama yang mendasari penggunaan telepon seluler diakui oleh responden adalah untuk mencari informasi. mencari informasi. dan menambah wawasan. dan hal ini menunjang efektivitas dalam komunikasi bermedia. 1 . hingga saat ini jumlah pengguna telepon seluler di desa ini mencapai kira-kira 80% (wawancara dengan Majidul Fahmi. Medan informasi dan menambah pengetahuan/pendidikan. mengisi waktu luang serta mencari persahabatan yang lebih luas. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Masyarakat Desa Pertumbukan memerlukan telepon seluler (media komunkasi) untuk memenuhi kebutuhan informasi termasuk informasi sosial bagi hal ini terkait dengan sistem jaringan sosial yang terdapat disekitar atau diluar lingkungannya yang pada gilirannya dapat 30 . yaitu referensi diri. menjalin serta meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak baik didalam lingkungan sekitar maupun di luar. Penggunaan telepon seluler di Desa Pertumbukan mengalami kemajuan yang sangat pesat. terutama harga yang bekas.1%). Pembahasan Masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan informasi termasuk informasi sosial sangat memerlukan hal ini terkait dengan sistem jaringan sosial yang terdapat di sekitar atau diluar lingkungannya yang pada gilirannya dapat memberikan pengetahuan atau menambah pengalaman. tentu saja hal ini tidak baik untuk anak-anak remaja. Hasil temuan ini menggambarkan bahwa keberadaan telepon seluler telah membantu masyarakat desa untuk mencari ide/pemikiran untuk berkreasi. Kebutuhan identitas personal (Personal identity).April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. bagi masyarakat desa sangat membantu terutama menimbulkan perasaan senang terkait dengan meningkatkan silaturahmi dengan keluarga dan teman. eksplorasi realitas. Penggunaan telepon seluler dalam memenuhi kebutuhan diversi . tgl 20/2/08). kuatnya penerimaan sinyal ataupun varian telepon seluler untuk jenis ini lebih banyak dan lebih murah. Pola penggunaan telepon seluler bagi masyarakat yakni cenderung menggunakan SMS karena biayanya relatif murah bila dibanding jika melakukan percakapan melalui telepon seluler.

London. Rachmat. Kriyantono. Kehadiran telepon seluler telah memberikan kemudahan berkomunikasi. PT. Jay. Keberadaan telepon seluler dapat dijadikan salah satu upaya melepaskan diri dari rutinitas dan masalah. mencari informasi. London. Sage Publications. & Elihu Katz. Jakarta. ABI/INFORM Global Muchati. RajaGrafindo Persada. Summer.Citra Aditya Bakti. Teori Dan Filsafat Ilmu. Dalam kegiatan sehari-hari telepon seluler sudah menjadi pelengkap terutama untuk kemudahan untuk berkomunikasi. DAFTAR PUSTAKA Blumler. Bandung. Medan memberikan pengetahuan atau menambah pengalaman. Pengantar Komunikasi Massa. Teknik Praktis Riset Komunikasi. PT. Ilmu. mengisi waktu luang serta mencari persahabatan yang lebih luas. 1993.G.. dan menambah wawasan. Roger. Louis dan Ran Wei. vol. dan ini sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka. dan hal ini menunjang efektivitas dalam komunikasi bermedia. 2003. 31 . sebaiknya pemerintah dan pihak operator seluler memberikan kemudahan dengan membuat regulasi untuk menurunkan biaya operasionalnya. Kencana. 1 . London. Sage Publication. PT. dan bagi masyarakat Desa Pertumbukan karena menimbulkan perasaan senang terkait dengan meningkatnya hubungan silaturahmi dengan keluarga dan teman. Jay G. 2007. Jakarta. 1994. Media Gratification Research. The Role of Theory in Uses and Gratification Studies. Namun terdapat hal-hal yang perlu diantisipasi terhadap dampak negatifnya. Leung. More than just talk on the move: Uses and gratifications of the cellular phone. 1991. RajaGrafindo Persada.Onong Uchjana. California . Remaja Rosdakarya.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. The Uses of Mass Communications Current Perspectives on Gratification Research. Journalism and Mass Communication Quarterly. Remaja Rosda Karya. PT. Nurudin. mencari informasi. Saran Telepon seluler salah satu media komunikasi yang sangat pesat perkembangannya dan populer telah memberikan kemudahan dalam berkomunikasi. PT. Sage Publication. Bandung. Mediamorfosis: Understanding New Media. sarana pelepasan emosi. Remaja Rosda Karya. menjalin serta meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak baik didalam lingkungan sekitar maupun di luar dan secara tidak langsung diakui dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya. 1972. ____________. Keberadaan telepon seluler telah membantu masyarakat Desa Pertumbukan untuk mencari ide/pemikiran untuk berkreasi. Sistem Komunikasi Indonesia. Efenddy. Palmgreen. Ilmu Komunikasi Teori Dan Praktek. 2006. Fidler. Philip. 2005 . Thousand Oaks. 2000. Pine Forge Perss.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Pola penggunaan telepon seluler bagi masyarakat yakni cenderung menggunakan SMS karena biayanya relatif murah bila dibanding jika melakukan percakapan melalui telepon seluler. Bandung. Media Massa dan Penerimaan Khalayak. Bandung. 1997. ___________. 2000. PT. dan menambah wawasan bagi masyarakat serta dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat. III. Jakarta. Bagi masyarakat dihimbau untuk menggunakan media telepon seluler secara bijaksana dan memberikan manfaat yang positif. Blumler. 1998. Dinamika Komunikasi. ____________.

Wenner.com/ divakar_goswami.html. 2000.org/wiki/Telepon _genggam. Salemba Humanika. 2005. Edisi Kelima. Jakarta. http://bdg. Dampak Penggunaan Telepon Seluler (Handphone). Singarimbun. hildadamayanti@yahoo.htm. Psikologi Komunikasi. Surakhmad. Jakarta.J. Rosengren.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Masri. Jr.diakses tgl 2/02/08 .uky. Jakarta. Edisi Revisi. 2001. Junaedi. PT. Medan Palmgreen. Rakhmat.com/hild4. ___________. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi.htm .majalahindonesia. Wiryanto. LP3ES Printing.Hilda . Bandung.diakses tgl 2/03/08.centrin. Turner. Teori Komunikasi : Sejarah. Fajar.org/ diakases tgl 12/5/08 http://www. Jakarta. Remaja Rosdakarya. Teori Komunikasi Massa. 2004.pikiranrakyat. Severin. Jalaluddin. Sumber-Sumber Informasi. diakses tgl 31/3/08 Saprudin. Metode Penelitian Komunikasi. 2001. 2005. PT. Lain-Lain Damayanti. 2007.. Gramedia Pustaka Utama.diakses tgl 8/02/08. Sage Publication.htm. Media.wordpress. Komunikasi. dan beberapa contoh Aplikasi Teori Komunikasi Massa Kontekstual. Tankard.com .htm . diakses tgl 26/8/07 http://www. West.com/cetak/2005 /0105/20/cakrawala/ lainnya01. 2005. 1 .id/~pawitmy/ -diakses tgl 26/3/08 ____________. Richard dan Lynn H. net. Tarsito.com/lihat_opini. W. 2000. Dan Terapan di Dalam Media Massa. Pawit M. http://data. Metode. http://www. Communication Contexts. Prenada Media.un. Grasindo. 1991.pintunet. Remaja RosdaKarya. http://www. James W. Teori Komunikasi Massa Terhadap Individu.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Metode Penelitian Survey.diakses tgl 2/02/08. diakses tgl 18/1/08. 2002. Metode Riset Komunikasi Organisasi.diakses tgl 11/4/08 32 . Yusup. http://www. Erik.com/kompas -cetak/0405/05/telkom/1002910.. Dasar Metoda Teknik.kompas. The Models of Uses and Gratifications. http://id.wikipedia. http://komunikasimassaumy. Bandung .Wawan. Bandung.blogspot. Pengantar Penelitian Ilmiah. Karl. Husein. PT.. Jakarta. 2008.com/2005/11/teori-komunikasi-massa-terhadap. Umar.2003.edu/~drlane/capstone/ contexts. 1998. Winarno.php? pg=2007/10/ 27102007/65568 . London .

Key words: Community radio. Pasca Reformasi juga menimbulkan iklim yang kondusif lahirnya proses demokratisasi . serta Undang-undang Penyiaran No. Motivation version with existence of radio of community get easiness in life of them. Identity motivation of personal with existence of community radio and also push community to get opportunities of hero/ commerce in Pasar Horas Pematang Siantar. But because limitation of time. society of Pasar Horas A. serta 56 lembaga penyiaran TV Swasta lokal yang tersebar di berbagai daerah. 32/2002 yang memberi peluang bagi tumbuhnya stasiun 3 Penulis adalah Peneliti Muda bidang Komunikasi Sosial pada BBPPKI Medan. fund and readiness of researcher to check all community merchant of Market of Horas Pematang Siantar. 33 . regulasi tentang pendirian media massa mengalami kemudahan. menyadarkan bahkan menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya. To facilitate and more directional in executing of this research. 1 . hence as research method which was used in this research was research survey by approach descriptive. Dalam proses demokratisasi inilah peran media massa sangat diperlukan untuk memotivasi. As for result of from this research is seen from cognate motivation aspect very agree with existence of community radio of Epiginosko. development. Desire of the merchant community develop. Perubahan yang terjadi seiring dengan perubahan kebijakan politik yang terjadi Pasca Reformasi ( setelah tahun 1998 ). Proses demokratisasi yang sedang berlangsung didukung oleh semangat otonomi daerah. Pada era Pasca Reformasi. 10 lembaga penyiaran TV Swasta dengan jangkauan nasional. Keadaan ini berdampak munculnya media massa baik cetak maupun elektronik. build that community radio is expected will be able to give respective information contribution with community dynamics merchant Lease of Horas. Medan Potensi Radio Komunitas Epiginosko Terhadap Pembangunan Masyarakat Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar Sumatera Utara Oleh : Parulian Sitompul 3 Abstract The topic of research in this article is ´Potency Community Radio of Epiginosko to Development Society Merchant of Pasar Horas in Pematang Siantar City´. hence taken some of pupulation become research sample with amount 10% from totalizing population become 54 responders. yang selama era orde baru proses ini belum berlangsung optimal.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Demikian juga dengan radio swasta yang tergabung dalam PRSSNI ada sekitar 84 radio swasta siaran berdiri di Provsu (PRSSNI 2006). This Research require to be conducted because pursuant to perception of writer of existence of this radio is in the reality woke up by community merchant of Lease of Horas Pematang Siantar. Radio Swasta Nasional.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. yang memberi peluang bagi daerah untuk menciptakan sumber pendapatan send iri. As for problems to this research is how potencial Radio of Epiginosko to develop society merchant of Pasar Horas in Pematang Siantar City. As for becoming population of this research are 540 community Mrchant of Market in Pematang Siantar. Demikian juga halnya dengan hadirnya TV. Saat ini tercatat ada 1 lembaga penyiaran publik dengan jangkauan nasional yaitu TVRI. Latar Belakang Masalah Perkembangan media massa di Indonesia mengalami kemajuan pesat sejak terjadinya perubahan kebijakan tentang Sistem Penyiaran di Indonesia.

optimalisasi fungsi lembaga penyiaran Radio Komunitas dapat mewujudkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggi dari kondisi sekarang. Dasar pertimbangan yang lebih spesifik dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Kota Pematang Siantar merupakan wilayah yang sangat potensial di Propinsi Sumatera Utara. terutama sebagai sarana untuk mensosialisasikan kebijakan Pemerintah Daerah di tingkat Lokal dan sebagai sarana mempromosikan potensi daerah. Kapankah Waktu dan bagaimanakah frekuen masyarakat Pedagang Pasar Horas di si Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko? 4. Adapun permasalahan khusus dalam penelitian ini adalah : 1. Medan televisi swasta berbasis daerah. dan industri kecil perlu dioptimalkan melalui kemasan program siaran yang mengedepankan upaya-upaya agar masyarakat bersedia berpartisipasi meningkatkan potensi daerahnya. lembaga penyiaran publik lokal ( TV/Radio Publik Lokal ). maka peneliti dapat merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut. Dengan potensi daerah yang dimiliki.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Bagaimanakah motivasi Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko untuk mendapatkan informasi daerah? 2. perdagangan. penulis menganggap perlu dilakukannya suatu penelitian untuk mengetahui bagaimana sebenarnya bagaimakah Potensi Rad Komunitas io Epiginosko Terhadap Pembangunan Masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar B. Dimanakah lokasi masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar biasanya mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko ? C. Potensi-potensi dalam bidang pariwisata peternakan. Apakah jenis informasi daerah yang didengar masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar dari Radio Komunitas Epiginosko ? 3. perdagangan dan peternakan merupakan potensi yang dapat dioptimalkan agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD ). Kehadiran Radio Komunitas dapat memberi kemudahan bagi masyarakat di Kota Pematang Siantar untuk mendapatkan informasi perdangan dengan biaya yang terjangkau dan kualitas siaran yang baik . Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang penelitian di atas. peternakan. 2. umum tentang 34 . perdagangan dan industri kecil perlu dilakukan promosi melalui Radio Komunitas agar dapat menarik minat investor lokal maupun luar negeri untuk menanamkan investasinya di Kota Pematang Siantar. Sektor pariwisata. Berdasarkan permasalahan inilah. serta lembaga penyiaran komunitas ( TV / Radio Komunitas ) memberi kesempatan bagi pengelola media massa untuk berperan secara optimal membangun daerahnya. Potensi daerah di Kota Pematang Siantar di sektor pariwisata. Kehadiran lembaga penyiaran komunitas (TV dan Radio Komunitas) dapat memberi kontribusi yang sangat berarti bagi suatu daerah. Siaran Radio Komunitas baik yang berbentuk berita maupun informasi potensi daerah Kota Pematang Siantar.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. bagaimakah Potensi Radio Komunitas Epiginosko Terhadap Pembangunan Masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar. 3. sehingga dapat berdampak kepada peningkatan pemasukan pendapatan daerah tersebut. Pembatasan Masalah Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. 1 .

2. masing-masing berbeda latar belakang sosialnya seperti usia. 4. 4. bukan kepada perseorangan atau kelompok tertentu. Sebagai bahan masukan bagi pengelola managemen radio komunitas epiginosko dalam upaya peningkatan dan pengembangannya. Uraian Teoritis Penelitian ini membahas tentang bagaimana masyarakat mendapatkan informasi daerah melalui Radio Komunitas. 5. Mengetahui waktu mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko masyarakat Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar . 2. 2.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Maksudnya pesan ditujukan kepada umum. Karena komunikator pada komunikasi massa bertindak atas nama lembaga. komunikasi massa mempunyai ciriciri (dikutip dari Effendi (1993:22-26) adalah : 1. Daerah penelitian ini adalah di Kota Pematang Siantar 3. Komunikan pada komunikasi massa bersifat heterogen. Siantar. Tujuan dan Manfaat Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. pengalaman dan sebagainya. Artinya komunikan atau khalayak merupakan masyarakat yang heterogen. kebudayaan. Responden penelitian ini adalah masyarakat Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar D. komunikator tidak mengetahui tanggapan khalayak (komunikan) terhadap pesan yang disampaikan. Dalam hal ini tidak terdapat arus balik dari komunikan kepada komunmikator. Pesan pada komunikasi massa bersifat umum. maka ia bertinndak sesuai dengan kebijaksanaan ( policy) media yang memilikinya. E. Mengetahui motivasi masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko untuk mendapatkan informasi daerah . 3. Keberadaannya terpencar. Mengetahui Jenis informasi daerah yang didengar masyarakat Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar dari Radio Komunitas. Dibanding dengan jenis-jenis komunikasi lainnya. Artinya khalayak menerima secara serempak (simultan ) pesan yang disampaikan melalui media massa. 1981 mengartikan komunikasi massa sebagai setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar. Mengetahui Lokasi masyarakat Pedagang Pasar Horas biasanya mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko di Kota Pematang Siantar. Komunikasi massa berlangsung satu arah. 35 . satu sama lain tidak saling mengenal dan tidak melakukan kontak pribadi. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah Kota P. Siantar agar dapat mendorong dalam pengembangan radio komunikator di P. pekerjaan. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. 3.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Komunikator pada komunikasi massa merupakan lembaga. Dengan kata lain. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah pusat Departemen Komunikasi dan Informatika dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan radio komunikator. agama. pendidikan. Ia tidak mempunyai kebebasan sebagai individu. Mengadopsi kepada karakteristik media massa maka keberadaan Radio Komunitas dapat dijelaskan fungsi dan peranannya dalam kerangka teoritis mengenai komunikasi massa. Media komunikasi massa menimbulkan keserempakan. Epiginosko 3. Medan 2. 1 . Seperti yang dikemukakan Melezke (1963) yang dikutip oleh Rakhmat. yakni satu institusi atau organisasi.

maupun mengisi waktu luang dengan berbagai cara. Gurevitch membuat tipologi kebutuhan manusia yang berhubungan dengan penggunaan media yang meliputi : 1.Frekuensi . media massa di sini dimaknai sebagai Radio Komunitas Epiginosko. komunikasi interpersonal. Kebutuhan melalui media massa dapat dipenuhi dengan membaca surat kabar dan majalah. Dalam pembahasan dan kerangka teoritis. ( Katz.Waktu . kebutuhan dapat terpenuhi melalui hubungan dengan keluarga. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Mass Media Uses and Gratifications . tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Kebutuhan akan pelarian Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dan dipuaskan melalui media massa dan sumber lain .Jenis Isi Variabel Lingkungan Sumber : Jalaluddin Rahmat.Diversi . mendengarkan radio serta menonton televisi. teman. Bagaimanakah motivasi masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko untuk mendapatkan informasi daerah ? 2. Kapankah Waktu masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko ? 4.Isi .Kepuasan . Melalui sumber lain . Dimana Lokasi masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar biasanya mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko ? Anteseden Media Variabel Individual Identitas Motif Penggunaan Efek . afiliasi kelompok. Katz. 1974 : 19 ± 32). Blumler. Kerangka teoritis yang digunakan dalam penelitian ini memang memodifikasi efek media massa terhadap sikap individu. Variabel Lingkungan juga masih merupakan bagian dari Variabel Anteseden yang biasanya terdiri dari lingkungan sosial.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.Pengetahuan Personal . gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak menggunakan media. Dalam penelitian ini tidak semua komponen yang ada dalam model Mass Media Uses and Gratifications diteliti.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kebutuhan Kognitif 2. model Mass 36 .Ketergantungan . Kebutuhan Afektif 3. organisasi dan lain sebagainya. Medan Komunikasi massa menyiarkan informasi. Penelitian ini akan mendeskripsikan tentang: 1. Gurevitch. 1985 Model ini dimulai dengan Variabel Anteseden yang terdiri dari Variabel Individual yaitu antara lain usia. Blumler. Kebutuhan Integratif Pesan 4. Masyarakat dalam model penelitian ini memiliki kebutuhan dan motif beraneka ragam berdasarkan karakteristik sosialnya. Model Mass Media Uses and Gratifications menurut para pendirinya menyatakan bahwa awal kebutuhan secara psikologis dan sosial individu menimbulkan harapan tertentu kepada media massa atau sumber lain. Kebutuhan Integratif Sosial 5. Apakah Jenis informasi daerah yang didengar masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar dari Radio Komunitas Epiginosko ? 3. 1 .Kognitif . Dalam penelitian ini. jenis kelamin.

Motif merupakan salah satu faktor pembentuk prilaku seseorang dalam menanggapi sesuatu. Sedangkan menurut Wahyusumidjo. Chaffe (1980) dalam Rakhmat (1985:215-217).Dougall mengemukakan faktor-faktor personal yang menentukan prilaku manusia. manusia mempunyai prilaku meningkatkan. pikiran dasar. 1988:17). 1984). Menurut Carl Rogers dalam konsepsi Humanistik ini. persepsi dan keputusan pada seseorang yang timbul karena adanya faktor intrinsik dan ekstrinsik (Wahyusumidjo . sistem kognitif. instink. mengemukakan tiga pendekatan untuk melihat efek media massa. Seperti penerimaan informasi. sikap. afeksi. dorongan bagi seseorang untuk berbuat atau ide pokok yang selalu berpengaruh terhadap tingkah laku manusia ( Kartono. Motif merupakan daya yang timbul dari dalam diri yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. meninjau satuan observasi yang dikenai efek media massa. Berkaitan dengan prilaku manusia. (2) efek afektif yang berhubungan dengan emosi. kebutuhan. mempertahankan dan pengaktualisasian diri. kepribadian. motivasi berasal dari bahasa Latin yaitu ´motivas´ yang berarti alasan dasar . motif merupakan deskripsi verbal yang memberikan gambaran. Medan Media Uses and Gratifications diadaptasi untuk meneliti hubungan antara motif masyarakat dengan penggunaan radio. dan televisi. perubahan perasaan atau sikap dan perubahan perilaku (perubahan kognisi. 1988 : 153). sedang (3) efek konatif erat hubungannya dengan niat dan kecenderungan berperilaku menurut cara tertentu. dan kebutuhannya (need). Konsep manusia yang dibahas dalam penelitian ini adalah konsepsi Psikologi Humanistik yang melihat manusia sebagai manusia seutuhnya. 1 . William Mc. Manusia memiliki faktor-faktor personal (internal) antara lain sikap. harapan. peneliti perlu mengawali dengan meletakkan konsepsi manusia karena yang diteliti adalah motif manusia. Dan ketiga. Kedua pandangan yang tadi disebutkan tidak menghormati manusia sebagai manusia. dalam pertumbuhannya manusia memerlukan orang lain. hidup manusia lebih bermakna ketika manusia itu melibatkan nilainilai dan pilihan yang membangun . belajar dan tambahan pengetahuan. 37 . Pertama. 2001 : 30 ). motivasi merupakan proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap. 1984:178 ) Dari pendapat di atas. menurut Gonzales (1978. penjelasan atau dasar kebenaran tingkah laku yang telah dilakukan (Turner. dan behavioral). dijelaskan lebih lanjut bahwa faktor intrinsik dalam diri manusia dapat timbul berdasarkan kepribadian.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. makna. yaitu : (1) efek kognitif yang meliputi peningkatan kesadaran. Secara Etimologis. dan pertumbuhan pribadi (Rakhmat. 2001:33). Keduanya tidak mampu menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif dan membangun seperti cinta. kreativitas. Manusia adalah pencari makna. Teori belajar sosial dari Bandura (1977). menjelaskan efek prososial dari media massa itu sendiri. radio. perasaan. dan sikap. Mar¶at (1981:124). Menurut tafsiran sosiologis Max Webber . pendekatan yang berkaitan dengan pesan media massa. dan motif ( Rakhmat. Tidak seperti pandangan Psikoanalisis yang cenderung menganggap manusia hanya dipengaruhi oleh naluri hewaninya dan Behaviorisme yang melihat manusia sebagai robot tanpa jiwa dan nilai. disebut tiga dimensi efek komunikasi massa. mengungkapkan bahwa komponen kognitif dan afektif banyak dipengaruhi oleh media komunikasi seperti film. Dengan kata lain. Kebutuhan inilah yang menimbulkan motif. surat kabar. pendekatan dengan melihat jenis perubahan yang terjadi pada khalayak. dalam Jahi. Ketika membicarakan motif. Kedua. Pendekatan tersebut. nilai .

mudah dimengerti. struktur pesan ditunjukkan dengan pola penyimpulan. Kekuasaan dioperasionalkan dengan tanggapan komunikan tentang kemampuan komunikator untuk memberikan ganjaran. gaya pesan. Capability adalah faktor yang terakhir dalam penelitian pesan untuk disebarkan kepada komunikan. 2. Consistency adalah ada tidaknya pertentangan / pebedaan dalam bagian -bagian ataukah terdapat suatu pengulangan dengan variasi di dalamnya. 38 . daya tarik dan kekuasaan. Appeals (imbauan) pesan mengacu pada motif-motif psikologis yang dikandung pesan (rasional. Dalam kata lain Efektifitas sebuah proses komunikasi ditentukan oleh tiga faktor. Perceived Control adalah kemampuan komunikator untuk melakukan pengawasan apakah komunikan itu tunduk kepada pesan atau tidak. fear appeals ). Di dalam faktor personal inilah terdapat motif yang memberikan asumsi tertentu bagi orang dalam menanggapi sesuatu. Kedua. imbauan pesan. 4. Prinsipprinsip yang harus dianalisis adalah sebagai berikut : 1. Credibility yaitu nilai kepercayaan khalayak atau publik kepada komunikator.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Pertama. kemampuan untuk meneliti apakah komunikan mengikuti pesan yang disampaikan atau tidak. Clarity adalah faktor kesederhanaan dan jelas tidaknya perumusan yang digunakan dalam pesan 5. ketiga faktor itu adalah sebagai berikut : 1. 2. reward appeals. gaya pesan menunjukkan variasi linguistik dalam penyampaian pesan (perulangan. emosional. keanggotaan kelompok dan proses selektif atau biasa juga disebut faktor personal.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Contents yaitu faktor makna dan arti yang tersimpulkan dalam pesan terutama memperhatikan apakah pesan dipahami oleh komunikan. Faktor Pesan Pesan terdiri dari struktur pesan. Context yaitu faktor yang menghubungkan isi pesan dengan keadaan lingkungan yang ada. Menurut Cultip dan Center dalam Susanto (1982:138) mengatakan bahwa pesan yang efektif adalah pesan yang memiliki 7 C yaitu : 1. Kredibilitas terdiri dari dua unsur yaitu keahlian dan kujujuran. menurut Rakhmat (1989:62). Perceived Security adalah kemampuan komunikator untuk memperhatikan/menyelidiki apakah komunikan itu tunduk kepada pesan. familiaritas dan kesukaan. 7. Faktor Komunikator Komunikator dalam model ini harus memiliki kredibilitas. Keahlian diukur dengan sejauhmana komunikan menganggap komunikator mengetahui jawaban yang benar. Demikian juga halnya motif menggunakan telepon pedesaan sabagai salah satu sarana berkomunikasi . Sedangkan kejujuran dioperasionalkan dengan persepsi komunikan tentang sejauhmana komunikan tidak memihak dalam penyampaian pesan. 3. Perceived Concern adalah kemampuan komunikator untuk melakukan penelitian/mersa peduli apakah komunikan tunduk kepada pesan. 3. 1 . Continuity adalah pesan yang bersifat kesinambungan 6. pola urutan argumentasi dan pola objektifitas. Daya tarik ukur dari kesamaan. 2. 2001: 198) pengaruh Komunikasi Massa ditentukan oleh faktor-faktor predisposisi personal. Jadi dapat dikatakan motif mempengaruhi seseorang dalam memilih sesuatu termasuk juga dalam memilih media massa dan mengkonsumsi isinya. Ketiga. Medan Menurut Yoseph Klapper (Rakhmat. perbendaharaan kata).

Kerangka Konsep dan Operasionalisasi Variabel Kerangka konsep adalah sebagai hasil pemikiran rasional yang bersifat kritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil yang akan dicapai dalam penelitian ( Nawawi.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. b. Metode ini digunakan berdasarkan penjelasan suharsimi arikunto. karena penelitian ini adalah penelitian survey dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang telah ditentukan. F. F. Penyebaran Kuesioner F. karena itu harus memerlukan desain riset ( Mayer dan Wood. Dari data tersebut dianalisa melalui tabel tunggal sebagaimana lazimnya dalam metode deskriptif. 15% hingga 20 %.2 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah dilakukan di Kota Pasar Horas Pematang Siantar .4 Metode Pengumpulan Data a. Jenis Kelamin c. 263 ) . Tingkat Pendidikan 39 . menyebutkan jika jumlah populasi dari 100 orang maka dapat diambil samnpel antara 10 %. 1 . Medan 3. F.5 Metode Analisis Data Analisa data dilakukan secara deskriptif. Kerangka konsep terdiri dari variabel-variabel ( konsep-konsep ) dan hubungan-hubungan yang membentuk konteks kausal dari penyelidikannya. Merujuk dari kerangka teori di atas yang menghasilkan kerangka konsep kemudian diimplementasikan dalam Operasionalisasi Variabel penelitian ini adalah sebagai berikut : G. yang dilakukan dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data dari literatur dan bahan bacaan yang ada hubungannya dengan masalah dalam penelitian ini. 1984 . Usia b. Metode ini digunakan karena penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menyebarkan kuesioner kepada responden terhadap sampel yang telah ditentukan. F.3 Populasi dan Sampel Adapun populasi dalam penelitian ini adalah komunitas Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar. Pengambilan sampel tersebut diambil 10 % jumlah populasi. G.1 Variabel Anteseden a. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 54 orang terdiri dari para pedagang di Pasar Horas Kota Pematang Siantar. 2001 : 40 ). METODOLOGI PENELITIAN F. Pengkajian Kepustakaan. Sementara sampel dalam penelitian ini adalah pendengar Radio Komunitas Epiginosko yaitu Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar. Faktor media Media yang diteliti adalah Radio Komunitas dengan asumsi semakin lengkap sarana dan prasarana yang disediakan untuk proses komunikasi maka hasil yang akandiperoleh akan semakin tampak lebih sempurna walaupun kadangkala banyak kendala yang harus dijumpai.

Diversi ( Kebutuhan Pelepasan Dari Tekanan. Frekuensi penggunaan Isi ( Bahan Pembicaraan) Jenis Isi ( Klasifikasi : ekonomi. Durasi yang digunakan. Ragu-ragu (39%). 40 . Setuju (46%). Ketergantungan H. sumber Informasi Kurang Setuju (2.9 juta sebesar (48%) dan diatas 2 juta (34%). Mencari Informasi Pada umumnya pedagang pajak horas sangat setuju mencari informasi tentang berkaitan dengan pekerjaan sebesar (65%). Setuju (48%). 1 . Keberadaan Radio Epiginosko sesuai dengan yang diharapkan dan kebutuhan Radio Epiginosko mendorong menam bah Menyatakan sangat setuju (41%). b.4 juta ± 1. Medan d.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Orientasi Kognitif ( Kebutuhan Informasi. Identitas Personal (Memperkuat/menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan ) G. ragu (11%). sosial. Keikutsertaan Organisasi f.3 Variabel Penggunaan Media ( Penggunaan Radio ) a. HASIL PENELITIAN Usia Responden Usia Responden pada penelitian ini adalah mayoritas berkisar diatas 42 x 4 (32%) sementara umur 27 -31 tahun hanya 4 % Jenis kelamin laki-laki ternyata lebidominan (66%) dibandingkan perempuan (35%).4 Variabel Efek ( Penggunaan Radio ) a. Pengetahuan b. Eksplorasi Realitas ) b. Ragu-ragu (9%). d.4%).2 Variabel Motif (Penggunaan Radio) a. walaupun ada yang mengajukan untuk mencari informasi pekerjaan mereka sebesar (2. Tingkat Pendidikan Mayoritas tingkat pendidikan pedagang yang menjadi responden dari penelitian ini adalah yang ditawar Oma (79%). c. Radio Epiginosko sebagai Menyatakan sangat setuju (45%). Tingkat Penghasilan Mayoritas responden berpenghasilan tiap bulannya dari dari hasil dagangan merekan antara 1.4%). pendidikan ) G. Pengawasan Lingkungan Sosial. Tingkat Penghasilan e. politik . Kebutuhan Hiburan ) c.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Kepuasan c.Ragu - Jenis Kelamin Yang menyatakan sangat setuju (37%). Pekerjaan G.

kebutuhan mendapatkan hiburan. Soedjono. Bandung. Rekomendasi Pengelola/managemen radio efiginosko meningkatkan kualitas materi saran yang diberkaitan dengan aktivitas pedagang pasar horas yang berkaitan dengan nilai nilai keagamaan. Teori-Teori Komunikasi. 1 . Pada umumnya perdagangan Pasar Horas sangat setuju mencari informasi yang berkaitan dengan pekerjaan responden. Depari. Aubrey B. I. Siantar. DeFleur. Eduard dan Collin Mac Andrew. Diterjemahkan Trimo. Fisher. kemudian motivasiidentitas personal yaitu dengan mendengarkan radio mendorong dalam pemenuhan syarat untuk berwirausaha.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Suatu Pendekatan Praktik. mendapatkan wawaan. Gajah Mada University Press. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan 1. 41 . Ragu-ragu (24%). Pada umumnya pedagang Pasar Horas P. mendapatkan kesenangan. Peranan Komunikasi Massa Dalam Pembangunan. Motivasi mendengarkan radio komunitas berdasarkan motivasi kognitif adalah untuk memperoleh informasi mendapatkan pengetahuan. Motivasi diversi responden mengakui dengan mendengarkan radio komunitas yaitu untuk kebutuhan pelepasan demi tekanan. 1982. Pemerintah Pusat dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika dapat memberikan pembinaan langsung maupun tidak langsung tentang manajemen pengelolaan radio komunitas secara modren. 3. Yogyakarta. 1. Pada umumnya pedagang Pasar Horas mendengarkan radio ketika berada di Pasar Horas dan sebagian lagi menyatakan ada yang dirumah. 1986. Pemerintah Daerah dalam hal pemko P. 1990. Jakarta. mempelajati sesuatu. Daftar Pustaka Arikunto. Siantar diharapkan dapat mendorong lebih banyak lagi berdiri dikota P. Bina Aksara. Remaja Rosdakarya. Suharsimi. New York & London. Theories of Mass Communication. 2. Penyunting: Jalaluddin Rakhmat.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 4. 2. Siantar mendengarkan radio pada pagi hari dan sampai sore hari masing-masing sebesar 28% dan ada juga pedagang sebesar 26%. Melvin and Ball-Rokeach. 1982. memberikan kesenangan Radio Epiginosko Yang menyatakan sangat setuju dan setuju (78%) dan mendorong berwira usaha ragu-ragu (22%). Prosedur Penelitian. Medan pengetahuan dunia usaha Radio Epiginosko sangat dan setuju (81%).

10 Juli 2008 Penulis adalah Peneliti Pertama Bidang Media Massa Pada BBPPKI Medan 42 . 1962. 1998.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Metode Penelitian Survai. Ohio. Fred N. Sosiologi Komunikasi Massa. 1 . Mass Communication Theories and Research. LP3ES. 1993. Individual In Society. 2005. Wright. Sejarah. Andrew. and Ballachey Egerton. Secon Edition. Teori Komunikasi . S. David. 1993.Womack. Charles R. Bandung. A Texbook of Social Psychology. New York University McQuail. Jakarta ---------------. Tokyo: McGraw-Hill International Book Company. 1985. Foundation of Behaviour Research. Building Communication Theory. Bandung: Remadja Karya. 1988. 1985. Pendit. dan Sofian Effendy (ed). Jalaluddin. 1987. Richard S. Kogakhusa. --------------------. Pengantar Studi Penelitian Terhadap Pembaca. Columbus. Deanna F. Severin Werner J. Psikologi Komunikasi. OPINI PUBLIK MENGENAI PERAN MEDIA CETAK LOKAL DALAM PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN HORTIKULTURA (Survei di Desa Ndokum Siroga dan Desa Surbakti Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo)* Oleh : IDAWATI PANDIA** * ** Telah diseminarkan di Siantar Hotel. Kerlinger. Pendengar.Model Komunikasi. Tankard.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Ltd. Audience Research. Tgl. Pematang Siantar. 1980. Bandung. Nazir Mohd. Jr. Crutchfield. Remadja Karya. Alih Bahasa : Putu Laxmant S. Waveland Press.Rancer. Alih Bahasa : Agus Dharma dan Aminuddin Ram. Remadja Karya. Rakhmat. (1991). Bandung. Medan Infante A Dominac. Teori Komunikasi Massa.dan Pemirsa. Jakarta. Jakarta. James W. (1989). Ghalia Indonesia. Metode dan Terapan di Dalam Media Massa. International Student Edition. Penyunting : Jalaluddin Rakhmat. Grid Publishing Inc. Uni Primas. Sari. Alexis. Endang. Metode Penelitian. Tan. Prenada Media Singarimbun. Metode Penelitian Komunikasi. Remadja Karya. S. Denis. Erlangga. Model . Masri. 1989. Krech.

ternyata masih memanfaatkan media cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan pertanian hortikultura.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Jadi keduanya. Sudah tentu semua kebijakan yang menyangkut pelaksanaan pembangunan daerah berada di institusi pemerintah daerah terutama Bupati dan Walikota. Sebaliknya pembangunan yang sehat sudah jelas sangat membutuhkan kebebasan pers yang sehat pula. 1 . 43 . Latar Belakang Masalah Salah satu masalah yang banyak dibicarakan dan masih aktual serta menarik perhatian di Indonesia. Akibatnya pembangunan daerah pun akan mandeg. Hortikultura. Oleh karena itu kebebasan pers yang sehat ( healthy press freedom ) menjadi prasyarat yang mutlak menuju pembangunan yang sehat pula. Kedua. Hasil temuan menunjukkan bahwa masyarakat di dua desa yang menjadi lokasi penelitian. Ketiga pilar utama dalam gerakan pelaksanaan pembangunan itu adalah sebagai berikut : pertama. layak dan mempunyai wibawa. Dan sudah barang tentu untuk mensukseskan pembangunan ini diperlukan peranan pers atau peranan media massa dalam menyampaikannya ditengah ± tengah masyarakat. Pilar utama yang ketiga ini ikut pula menentukan keberhasilan pembangunan. Peran inilah yang sangat diharapkan masyarakat yang dapat ditangkap dan diisi oleh media massa cetak lokal. Keberadaan media massa cetak lokal masih dapat dan sangat diharapkan oleh masyarakat dalam mendorong suksesnya pembangunan pertanian hortikultura. institusi pemerintah daerah. pers tidak akan berkembang. A. kuat dan bermartabat.Media Lokal Pertanian. Pilar utama yang kedua ini juga mempunyai peranan yang sangat menentukan didalam pembangunan daerah. sudah tentu pembangunan ini akan menimbulkan dampak yang negatif bagi masyarakat.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. media dan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari perkembangannya. Kata±kata Kunci : Opini Publik. khususnya di Sumatera Utara adalah masalah pembangunan. Kalau hal ini sampai terjadi. institusi pers. instutusi pers seperti suratkabar dan televisi turut menentukan berhasil tidaknya pembangunan daerah tersebut. Pelaksanaan pembangunan daerah yang demokratis digerakkan oleh tiga pilar utam yang saling berkaitan. peran dan kewajiban yang amat menentukan. apalagi masyarakat petani masih merasakan kurangnya informasi tentang pangsa pasar produk pertanian dan informasi tentang agrobisnis dan budidaya pertanian hortikultura. Kemudian perlu diingat bahwa media yang sehat tentu saja menjadi mutlak kehadirannya untuk mendorong agar pelaksanaan pembangunan itu juga menjadi sehat. Namun ini masih terkendala karena terbatasnya sirkulasi dan keterlambatan media lokal sampai ke masyarakat terutama masyarakat pedesaan. masyarakat. Tanpa keikutsertaan masyarakat. seharusnyalah media yang tangkas dan wartawan yang profesional sudah pasti sangat diperlukan karena memainkan fungsi. Dengan kata lain. Ketiga. Medan Abstrak Penelitian Opini Publik Mengenai Peran Media Cetak Lokal Dalam Pembangunan Pertanian Hortikultura ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. lalu pemerintah daerah akan sulit menentukan arah dan kebijaksanaan pembangunan.P opulasi dari penelitian ini adalah masyarakat di dua desa di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo yang membaca media cetak lokal. Pilar utama yang pertama ini mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Hal ini perlu diperhatikan dengan baik agar pembangunan ini tidak berjalan dengan semaunya saja ataupun sampai kebablasan. Melalui media massa yang ada. sehingga pelaksanaan pembangunan itu dapat berjalan dengan baik.

Misi ini tidak akan terwujud secara efektif tanpa fungsi dan peranan pers. Dengan melihat hal tersebut.maka penulis tertarik dan merasa penting untuk melakukan penelitian bagaimana opini publik mengenai peran media cetak lokal dalam pembangunan bidang pertanian hortikultura ini.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Pemerintah Kabupaten Karo menetapkan salah satu misi pembangunannya yang berbunyi ´ Mengembangkan secara optimal pertanian. Untuk mengetahui bagaimanakah pemanfaatan media cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura. Adapun jenis media cetak lokal yang turut mewarnai dan memberikan informasi bagi masyarakat. industri dan perdagangan berbasis agrobisnis yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan dan rehabilitasi lahan yang kritis ( BPS. Bagaimana pemanfaatan media cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura ? 2.sehingga opini publik menjadi sangat penting bagi pemerintah didalam melakukan perencanaan pembangunan. Medan Salah satu kabupaten yang sangat intens memperhatikan keberlangsungan pembangunan di Sumut adalah Kabupaten Karo. Tabloid Karo Membangun. 2006. Sora Mido. Humas Pemkab Karo. Kontribusi pertanian yang diberikan Kabupaten Karo pada Propinsi Sumatera Utara persentasenya cukup besar. dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika RI untuk membuat kebijakan dalam bidang komunikasi massa mendatang. Info Karo. 10 ). Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan diatas dan mengingat bahwa salah satu fungsi pers yaitu sebagai fungsi kontrol. khususnya yang tersebar pada masyarakat Kabupaten Karo. Apakah kendala yang dihadapi masyarakat tentang media massa cetak lokal dalam mensukseskan pembangunan bidang pertanian hortikultura.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. D. 1 . Sebagai bahan masukan berupa data dan informasi bagi pemerintah. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat tentang media massa cetak lokal dalam mensukseskan pembangunan bidang pertanian hortikultura. 44 . C. pariwisata. 2. B. Bagaimanakah opini publik mengenai peran media massa cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura. khususnya di Kabupaten Karo antara lain . Kabupaten Karo adalah kabupaten yang sangat didominasi oleh sektor pertanian yaitu sub sektor pertanian tanaman pangan dan palawija. Tujuan Penelitian Sebagai tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. sub sektor hortikultura. 3. peternakan dan sebagian kecil perikanan darat ( air tawar ). sudah sepantasnya Kabupaten Karo memiliki corong yang kuat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat melalui media massa. 2006. potensi wisata dan pertanian yang lebih luas dalam merencanakan dan mengelola sumber daya yang dimiliki dan untuk memberikan fasilitas dan dorongan yang lebih terarah pada perkembangan pembangunan kerakyatan. 10 ). Manfaat Dan Sasaran penelitian Manfaat Penelitian 1. dan Sirulo ( sumber : Dinas Infokom Karo ). Jumlah rumahtangga yang berusaha disektor ini berkisar antar 70 persen sampai dengan 74 persen ( BPS. Dinas Infokom. Untuk mengetahui bagaimana opini publik mengenai peran media massa cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura. Majalah Sibayak Pos terbitan Brastagi. perkebunan. 3.

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

2. Sebagai referensi bagi BBPPKI Medan dan instansi ± instansi yang terkait untuk bahan kajian lanjutan. Sasaran Adapun sasaran dengan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Secara tidak langsung masyarakat ikut berperan serta dalam mensukseskan pembangunan bidang pertanian hortikultura, ikut memberhasilkan pembangunan daerah yang terrencana dan terarah. 2. Adanya kebebasan pers yang sehat menjadi prasyarat yang mutlak menuju pembangunan bidang pertanian yang sehat pula. 3. Terwujudnya pelaksanaan pembangunan yang berjalan dengan baik, layak dan berwibawa. E. Kerangka Teori Kebutuhan melalui media massa dapat dipenuhi dengan membaca suratkabar. Tabloid dan majalah lokal. Dalam penelitian ini,model Teori Normatif,yaitu Teori Media Pembangunan diadaptasi untuk meneliti bagaimana Opini Publik Mengenai Peran Media Lokal Dalam Pembangunan Bidang Pertanian Hortikultura. Teori Normatif (cabang filsafat sosial) yang lebih berkenan dengan masalah bagaimana seharusnya media berperan bilamana serangkaian nilai sosial ingin diterapkan dan dicapai dengan sifat dasar nilai-nilai sosial tersebut.Jenis teori ini penting karena ia memang berperan dalam membentuk institusi media dan berpengaruh besar dalam menentukan sumbangsih media,sebagaimana yang diharapkan oleh publik media itu sendiri dan organisasi,serta para pelaksana organisasi sosial itu(McQuail,1994:4). Teori media pembangunan adalah penerimaan pembangunan ekonomi itu sendiri (yang karenanya perubahan sosial),dan sering kali ³pemban gunan bangsa´ (nationbuilding)yang bersangkutan,sebagai tujuan utama.Untuk mencapai tujuan tersebut,kebebasan tertentu dari media dan para wartawan tunduk pada tanggung jawab mereka untuk membantu pencapaiannya.Pada saat yang sama,yang ditekankan adalah tujuan kolektif dan bukan kebebasan individu.Unsur yang relatif baru dalam teori media pembangunan adalah penekanan pada ³hak untuk berkomunikasi,´yang didasarkan atas Pasal 17 Deklarasi Universal Hak-Hak Manusia: Setiap orang memiliki hak mengeluarkan pendapat:hak ini mencakup kebebasan menganut pendapat tanpa ganguan dan kebebasan untuk mencari, menerima,dan menyampaikan informasi dan gagasan melalui media manapun tanpa mempersoalkan batas negara.´Meskipun sukar menemukan kasus-kasus individu yang jelas menunjukkan teori media pembangunan,prinsip utama teori ini dapat diungkapkan sebagai berikut: 1. Media seyogyanya menerima dan melaksanakan tugas pembangunan positif sejalan dengan kebijaksanaan yang ditetapkan secara nasional. 2. Kebebasan media seyogyanya dibatasi sesuai dengan (1) prioritas ekonomi dan (2) kebutuhan pembangunan masyarakat. 3. Media perlu memprioritaskan isinya pada kebudayaan dan bahasa nasional. 4. Media hendaknya memperioritaskan berita dan informasinya pada negara sedang berkembang lainnya yang erat kaitannya secara geografis,kebudayaan,atau politik. 5. Para wartawan dan karyawan media lainnya memiliki tanggung jawab serta kebebasan dalam tugas mengumpulkan informasi dan penyebarluasannya. 6. Bagi kepentingan tujuan pembangunan,negara memiliki hak untuk campur tangan dalam,atau membatasi,pengoperasian media serta sarana penyensoran,subsidi,dan pengendalian langsung dapat dibenarkan. 45

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

Sementara pengguna media itu sendiri adalah orang-orang yang berpikiran rasionalyang secara aktif memilih media mana yang mereka anggap dapat memuaskan kebutuhan yang mereka ingin dapatkan.Ada beberapa katagori kebutuhan individu,yang semuanya berasal dari fungsi sosial dan psikologi dari media,kategori ini antara lain menurut Katz Hass dan Gurevitch (Marshall,Jr,2000) yakni: a. Kebutuhan kognitif; kebutuhan akan informasi,pengetahuan,dan pengertian tentang lingkungan sekitar. b. Kebutuhan afektif : kebutuhan untuk memperkuat pengalaman akan emosi,kesenangan,atau pengalaman keindahan. c. Kebutuhan integrative personal : memperkuat kredibilitas, kepercayaan diri,kesetian, dan status pribadi. d. Kebutuhan interaksi sosial : memperkuat hubungan dengan keluarga,teman,dengan alam sekitar. e. Kebutuhan akan pelarian : hasrat melarikan diri dari kenyataan, melepaskan ketegangan, kebutuhan akan hiburan.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dicapai dengan dua cara, yaitu: (1) Pemenuhan kebutuhan yang didapatkan dengan cara mengakses/menggunakan media yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan (2) Pemenuhan kebutuhan didapatkan dengan cara mempelajari isi informasi dalam media yang kemudian diterapkan dalam praktek. f. Sejalan dengan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa pengguna media secara umum adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi,hiburan dan intraksi sosial. Dari kerangka pemikiran inilah, peneliti akan menguraikan permasalahan bagaimana opini publik mengenai peran media lokal dalam pembangunan bidang pertanian hortikultura di Kabupaten Karo. F. Kerangka Konsep Kerangka konsep adalah istilah yang mengekspresikan sebuah ide abstark yang dibentuk dengan menggeneralisasikan objek atau hubungan fakta ± fakta yang diperoleh dari pengamatan. Bungin,´ Mengartikan konsep sebagai generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu yang dapat dipakai untuk menggambarkan berbagai fenomena yang sama. Sedangkan Kerlinger, menyebutkan konsep sebagai abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal ± hal khusus. Jadi konsep merupakan sejumlah ciri atau standar umum suatu objek.´ ( Kriyantono, 2006 : 17 ). Berdasarkan kerangka teroritis diatas, adapun konsep ± konsep dalam penelitian ini sebagai berikut Opini adalah suatu pernyataan mengenai sesuatu yang sifatnya bertentangan. Opini merupakan ´ expressed statement ´ yang bisa diucapkan dengan kata ± kata, isyarat atau cara lain yang mengandung arti dan dapat dipahami maksudnya ( Meinanda, 1980, 29 ). Ini berarti opini harus dinyatakan, dengan demikian pengertian opini atau pendapat mempunyai dua unsur yakni : 1. Ada pernyataan 2. Mengenai masalah yang bertentangan Disamping itu juga, opini dapat dinyatakan melalui media massa seperti televisi, radio maupun suratkabar atau majalah. Karena opini mempunyai ciri ± ciri antara lain : 1. Mempunyai pendukung dalam jumlah besar. 2. Selalu diketahui dari pernyataan ± pernyataan. 3. Merupakan sinthesa atau kesatuan dari banyak pendapat. Sehingga opini ini bisa ditemukan dari berbagai kalangan. Selanjutnya suatu pendapat harus dinyatakan terlebih dahulu agar dapat dinilai sebagai pendapat atau opini publik, sebab sesuatu yang belum dinyatakan belum bisa disebut opini karena belum mengalami proses 46

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

dalam diri manusia, sehingga masih merupakan sikap, Irish dan Protho ( Susanto, 1985, 92 ). Jadi yang dimaksud dengan opini publik adalah pendapat atau sikap masy arakat terhadap suatu masalah atau organisasi, dimana pembentukan opini publik melalui berbagai hal, pelayanan terhadap publik, opinion leader dan kegiatan komunikasi ( Hardiman, 2006, 87 ). Opini publik merupakan pendapat yang ditimbulkan oleh adanya unsur ± unsur sebagai berikut : 1. Adanya masalah atau situasi yang bersifat kontroversial yang menimbulkan pro dan kontra. 2. Adanya kesempatan bertukar pikiran atau berdebat mengenai masalah yang kontroversial tersebut 3. Adanya publik yang terikat kepada masalah tersebut dan berusaha memberikan pendapatnya. ³Opini dan perasaan rakyat dapat disalurkan kedalam program ± program pemerintah, sebab bagaimanapun yang berhubungan dengan fakta dilapangan adalah masyarakat ± masyarakat yang mempunyai opini dan emosi ³ ( Lipmann, Walter, 1998, 235 ). Sementara, berbicara tentang fungsi media massa, Harold Lasswell dan Charles Wright merupakan sebagian dari pakar yang benar ± benar serius mempertimbangkan fungsi dan peran media massa dalam masyarakat. Wright ( 1959 ) membagi media komunikasi berdasarkan sifat dasar pemirsa, sifat dasar pengalaman komunikasi, dan sifat dasar pemberi informasi. Lasswell ( 1984, 1960 ), pakar komunikasi dan profesor hukum di Yale University mencatat ada 3 fungsi media massa, pengamatan lingkungan, korelasi bagian ± bagian dalam masyarakat untuk merespon lingkungan dan penyampaian warisan masyarakat dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Selain ketiga fungsi ini, Wright menambahkan fungsi keempat yakni hiburan ( Severin, 2005, 386 ) Media massa yang dimaksud disini adalah media massa cetak ( printed mass media ). Pada umumnya kalau kita berbicara mengenai pers sebagai media massa tercetak, maka kita harus terlebih dahulu memahami bahwa pers adalah lembaga kemasyarakatan ( social institution ) dan merupakan sub sistem dari kemasyarakatan dimana ia berada, bersama ± sama dalam sub sistem lainnya. Dengan demikian maka pers tidak hidup secara sendiri, melainkan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga ± lembaga kemasyarakatan lainnya. Bersama ± sama dengan lembaga kemasyarakatan lainnya, pers berada dalam keterikatan organisasi bernama negara. Karenanya eksistensi pers dipengaruhi, bahkan ditentukan oleh falsafah negara dan sistem politik negara dimana pers itu hidup. Pers di negara mana dan dimasyarakat mana, ia berada sama ± sama mempunyai fungsi universal yakni : 1. Memberikan Informasi ( to inform ) Menyiarkan informasi adalah tugas suratkabar yang pertama dan utama. Khalayak pembaca berlangganan atau membeli suratkabar karena memerlukan informasi mengenai berbagai hal di bumi ini mengenai peristiwa yang terjadi, gagasan atau pikiran orang lain, apa yang dilakukan orang lain, apa yang dikatakan orang lain dan lain sebagainya. 2. Mendidik ( to educate ) Sebagai sarana pendidikan massa ( mass education ), suratkabar memuat tulisan ± tulisan yang mengandung pengetahuan, sehingga khalayak pembaca bertambah pengetahuannya. Fungsi mendidik ini bisa secara implisit dalam bentuk berita, dapat juga secara eksplisit dalam bentuk artikel atau tajuk rencana 3. Fungsi Menghibur ( to entertaint ) Hal yang bersifat hiburan sering dimuat suratkabar untuk mengimbangi berita ± berita berat ( hard news ) dan artikel ± artikel yang berbobot. Maksud pemuatan isi yang mengandung hiburan itu semata ± mata untuk melemaskan ketegangan pikiran setelah para pembaca dihidangi berita dan artikel yang berat ± berat. 4. Mempengaruhi ( to influence ) 47

Tanaman Buah ± Buahan Ilmu yang mempelajari tentang tanaman buah ± buahan disebut pomologi.terutama untuk jangka panjang.Sedangkan Lionberger dan Gwin mendefinisikan pembangunan sebagai proses pemecahan masalah.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. sayuran dan tanaman hias yang termasuk dalam kelompok hortikultura adalah tanaman obat ± obatan.dan moral sebagai panglima (Mastur Yahya). dimana sampai saat ini sektor pertanian memberikan kontribusi lebih dari 60 persen setiap tahun bagi pembentukan produk domestik regional bruto ( PDRB ) Kabupaten Karo.maka dalam hal ini masyarakat penting untuk dilibatkan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. mati terhormat karena memang prinsip. 94 ) Pengertian Pembangunan Sukses tidaknya perencanaan pembangunan daerah itu sudah barang tentu tidak bisa terlepas dari media massa didalamnya.yaitu penekanan politik. 2007 mengatakan bahwa hortikultura terdiri dari : A. Adapun sub sektor yang dominan bagi sektor pertanian yang disoroti disini adalah sub sektor hortikultura. Kenapa seperti itu. menyebabkan suratkabar memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat.dikalangan peneliti dan penyuluh. Sedangkan dalam GBHN 1993 ± 1998. selain buah ± buahan.Upaya ini dilaksanakan oleh pemerintah yang didukung oleh partisipasi masyarakatnya.yang masing ±masing menekankan pendekatan berbeda. Menurut Totok Mardikanto:Pembangunan didefinisikan sebagai upaya sadar dan terencana untuk melaksanakan perubahan ± perubahan yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi dan perbaikan mutu hidup atau kesejahteraan seluruh warga masyarakat. sayuran dan tanaman hias (Edmon et al.Sedangkan definisi kedua menyiratkan bahwa pembangunan tidak hanya untuk masyarakat. atau hidup tidak terhormat disebabkan tidak mempunyai kepribadian ( Effendi. Secara implisit terdapat pada berita.maupun masalah-masalah yang dihadapi oleh warga masyarakat(Mastur Yahya). Medan Fungsi mempengaruhi.ekonomi. Secara garis besar bisa diidentifikasikan tiga pola pemikiran dan praktek pembangunan yang berkembang di Indonesia.melainkan diperuntukkan pula bagi segenap Stake holder. sayuran dan tanaman hias. sedangkan orang ± orang yang mengusahakannya disebut pomologist. 48 . sedangkan secara eksplis it terdapat pada tajuk rencana dan artikel 5. pers dan masyarakat adalah satu kesatuan yang saling membutuhkan satu sama lain. karena pemerintah. 1981. Pengawasan ( social control ) Jika suratkabar benar melaksanakan tugas sosial kontrolnya. sehingga hortikultura merupakan suatu cabang dari ilmu pertanian yang mempelajari tentang budidaya buah ± buahan. Definisi pertama lebih menekankan pada masyarakat selaku penerima manfaat (beneficiaries) pembangunan. Dalam suatu situasi. Sektor Pertanian Hortikultura Mengingat bahwa perekonomian masyarakat Karo sangat didominasi oleh sektor pertanian. Secara harfiah istilah hortikultura diartikan sebagai usaha membudidayakan tanaman buah ± buahan. Onong. 1975). 1 . ataupu ekonomi.baik masalah yang dihadapi oleh setiap aparat dalam setiap jenjang birokrasi pemerintah. Hortikultura berasal dari kata ´ hortus ´ ( garden atau kebun ) dan ´ colore ´ ( = to cultirate atau budidaya ). akan banyak tantangan yang harus dijawab dengan sikap yang berani dan bijaksana.Benang merah dari definisi pembangunan ialah bahwa pembangunan bertujuan merubah´keadaan´ masyarakat kearah yang lebih baik dengan cara pemecahan masalah yang dihadapi.dengan menggunakan teknologi yang terpilih. suratkabar bisa dihadapkan kepada dua alternatif. Pengertian buah pada hortikultura agak berbeda dengan pengertian buah pada ilmu botani. Su¶ud Hassan.

Mudah rusak ( perishable ) dalam pengangkutan 4. bahkan sering tidak berhasil sama sekali. pangan. Pengolahan dan penyimpanan hasil ( processing and storage ). umbi dan lain ± lain tidaklah tepat. Sedangkan peranan hortikultura adalah : 1. sedangkan orang yang mengusahakan disebut floricultureti. Memperbesar devisa negara 3. Ini dikarenakan ada juga sayur ± sayuran yang dipetik dari tanaman tahunan seperti melinjo dan daun jambu mete. Begitu juga dengan buah labu dalam hortikultura dan buah tomat di Indonesia termasuk dalam golongan buah. sebangsa pakis dan lain ± lain. Tanaman Sayur ± Sayuran Ilmu yang mempelajari tentang tanaman sayur ± sayuran disebut olericulture dan orang yang mengusahakannya disebut olericulturist.uns. untuk menghasilkan benih sayur ± sayuran dan bunga ± bungaan daerah tropis bukanlah suatu hal yang mudah. 5. karena hampir semua hasil hortikultura bersifat tidak tahan lama. Kebanyakan tanaman sayuran baru mau berbuah ( menghasilkan biji ) didaerah ± daerah dingin. merupakan bagian penting terutama untuk benih±benih sayur±sayuran dan bungan±bungaan. Meliputi seluruh tanaman dalam bidang hortikultura. batang. Memperluas kesempatan kerja 4. kebun ( nursery production ). daun kangkung. Peningkatan pendapatan petani dan. Pengertian bahwa sayur ± sayuran hanyalah hasil yang dipanen dari tanaman tahunan ( annual crops ) atau tanaman muda/semusim baik yang menghasilkan buah. jalan. Pemenuhan kebutuhan keindahan dan kelestarian lingkungan Namun ketika kita membahas masalah hortikultura perlu diperhatikan pula mengenai sifat khas dari hortikultura yaitu : 1.id /~agronomi /dashor. Melimpah ruah pada suatu musim dan langka pada musim lainnya 5. Medan Umpamanya mentimun dalam arti botani adalah buah. 1 . Memperbaiki gizi masyarakat. Dengan demikian yang digolongkan kedalam buah dinegara ini adalah buah yang dihasilkan oleh tanaman tahunan (perennial crops ) B.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Hal ± hal lain yang termasuk kedalam hortikultura : 1. Ini merupakan bagian penting pada hortikultura. tetapi juga tanaman yang tidak berbunga yang biasanya dipergunakan untuk menghiasi baik berupa semak ± semak maupun rumput ± rumputan. Fluktuasi harganya tajam ( www. tidaklah semata ± mata berarti suatu bidang tanaman bunga ± bungaan. 3. 2. Ditinjau dari fungsinya tanaman hortikultura dapat memenuhi kebutuhan jasmani sebagai sumber utama. mineral dan protein ( dari buah dan sayur ). Perlu tempat yang lapang ( voluminous ) 3.ac. tetapi di negara yang sudah maju digolongkan kedalam sayur ± sayuran. Land scaping : meliputi planning dan pengaturan daripada pekerjaan. sehingga perlu adanya pengalengan oleh industri ± industri. taman untuk rekreasi dan lain ± lain. sehingga untuk Indonesia benih ± benih terpaksa diimpor. ketenangan hidup dan estetika ( dari tanaman hias/bunga ). Tanaman Bunga Ilmu yang mempelajari bunga ± bungaan disebut floricultura.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Pemeliharaan tanaman ± tanaman dalam taman. Tidak dapat disimpan lama 2. Seed Production. 2. C. juga letak bangunan ± bangunannya.pertanian. tetapi dalam arti hortikultura tergolong kedalam sayur ± sayuran. 4. tempat tinggal dan tanam tanaman umum.html ) 49 . serta memenuhi kebutuhan rohani karena dapat memberikan rasa tentram.

Tiga Binanga. jeruk. wortel. Populasi dan Sampel Populasi Populasi dari penelitian ini adalah seluruh masyarakat petani holtikultura di desa Ndokum Siroga dan desa Surbakti . maka diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap permasalahan hortikultura tersebut. Oleh karena itu kita harus berani untuk memulai mengembangkannya pada saat ini. Sementara pengembangan hortikultura di Indonesia pada umumnya masih dalam skala perkebunan rakyat yang tumbuh dan dipelihara secara alami dan tradisional. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Teknik purposive adalah suatu teknik yang 50 . kini telah mengekspor apel. Medan Dengan mengetahui manfaat serta sifat ± sifatnya yang khas. keadaan. bahkan Israel dari gurun pasirnya. Berdasrkan data yang ada dikecamatan. lembaga. Masyarakatnya betul±betul masyarakat petani yang bergerak dibidang pertanian hortikultura b.Dipilihnya hanya satu kecamatan mengingat kecamatan tersebut : a. Sampel Sampel dalam penelitian ini diambil melalui Teknik Pemilihan Sampel secara purposive ( purposive sampel technique ) . Seperti halnya negara ± negara lain yang mengandalkan devisanya dari hasil hortikultura antara lain Thailand dengan berbagai komoditas hortikultura yang serba Bangkok. buncis. gejala atau kelompok tertentu 2. desa ini paling banyak masyarakatnya bergerak dalam bidang pertanian hortikultura . kol.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 . Cakupan sub sektor hortikultura yang dominan diusahakan oleh masyarakat Karo adalah tanaman sayuran dan buah ± buahan yang meliputi tomat. Tegasnya penelitian deskriptif hanya memberi gambaran secermat mungkin mengenai suatu individu. yaitu Desa Ndokum Siroga dan Desa Surbakti. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian seseorang. Belanda dengan bunga tulipnya. G. Kabupaten Karo terdapat 13 kecamatan yaitu : Mardinding. arcis. Laubaleng. sedangkan jenis komoditas hortikultura yang diusahakan masih terbatas. Simpangempat. Kutabuluh.63 ). Dari 13 Kecamatan diatas. cabe. Tiga panah. anggur dan lain sebagainya. Metodologi Penelitian 1. markisah dan pisang. Brastagi. c.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.yaitu sebanyak 900 orang. saya mempurposive Kecamatan Simpang Empat sebagai lokasi penelitian. Barusjahe. Munthe. kentang. dalam pengembangan hortikultura agar dapat berhasil dengan baik. Merek. 1983. Hortikultura adalah komoditas yang akan memiliki prospek yang sangat cerah menilik dari keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimilikinya dalam pemulihan perekonomian Indonesia dimasa mendatang. Lokasi Penelitian Adapun lokasi penelitian ini hanya di fokuskan pada 2 desa . di kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo. Kabanjahe. Transportasi dari pusat ibukota propinsi ( Medan ke Kabupaten Karo ) bisa ditempuh dalam beberapa menit. Nikaragua dengan pisangnya. 3. Payung. bawang prei. jeruk. petsai/sawi. Juhar. masyarakat dan lain lain pada saat sekarang berdasarkan fakta± fakta yang nampak atau sebagaimana adanya ( Nawawi.

Gambaran Umum Lokasi Penelitian Letak geografis Kabupaten Karo berada diantara 2 0 50 0 ±3 0 19 0 Lintang Utara dan 97 0 55 0 ± 98 0 38 0 Bujur Timur dengan luas wilayah 2. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan melalui angket yang dipandu oleh enumerator ( pengumpul data ) dimana penulisan angket dilakukan melalui pertanyaan terbuka dan tertutup. Kecamatan Simpang Empat 51 . 1 . hortikultura. juga dilakukan metode library research ( riset kepustakaan ) yaitu pencarian referensi/bahan ± bahan dari buku ± buku jurnal. Kabupaten Karo terletak pada jajaran Bukit Barisan dan sebagian bersar wilayahnya merupakan dataran tinggi. Medan mencakup orang ± orang yang diseleksi atas dasar kriteria tertentu yang dibuat peneliti berdasarkan tujuan penelitian ( Kriyantono.400 meter diatas permukaan laut. dimana dari 40 desa yang ada di Kecamatan Simpang Empat ditentukan 2 ( dua ) desa yaitu : a. Sembiring. padi. adat suku bangsa Karo terbuka. Dalam pekembangannya. hasil ± hasil penelitian dan laman website yang berhubungan dengan materi penelitian ini. Disamping itu untuk memperkaya data. Suku bangsa Karo ini mempunyai adat istiadat yang sampai saat ini masih terpelihara dengan baik dan sangat mengikat bagi suku bangsa Karo sendiri. Ginting. Saat ini wilayah Kabupaten Karo sudah didiami oleh beragam suku bangsa.dengan besar sampel 10% dari Populasi yaitu sebanyak 90 orang. 154 ). dalam arti bahwa suku bangsa Indonesia lainnya dapat diterima menjadi suku bangsa Karo dengan beberapa persyaratan adat. sehingga rawan terjadi gempa vulkanik.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. tutur siwaluh dan rakut sitelu. Adapun batas ± batas wilayah Kabupaten Karo adalah sebagai berikut : a.25 Km 2 . Desa Ndokum Siroga yang dianggap pertaniannya paling maju sebanyak 45 responden b. Pusat pemerintahan Kabupaten Karo terletak di Kecamatan Kabanjahe yang berjarang sekitar 67 kilometer dari Medan Penduduk asli yang mendiami wilayah Kabupaten Karo disebut suku bangsa Karo.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Sebelah Barat berbatasan dengan Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam ( NAD ) Kabupaten Karo terdiri dari 13 kecamatan yang dibagi menjadi 248 desa dan 10 kelurahan. Merga Silima itu yakni : Karo ± Karo. Dua gunung berapi aktif terletak di wilayah ini. Sekitar 70 persen dari jumlah rumah tangga di Kabupaten ini berusaha disektor pertanian terutama bercocok tanam sayur ± sayuran. Suku ini terdiri dari 5 ( lima ) marga. Tarigan dan Perangin . 2006. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deliserdang b. palawija. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Toba Samosir c.127. Desa Surbakti yang pertaniannya kurang maju sebanyak 45 responden 4. H. Teknik Analisis Data Sesuai dengan sifat dan tujuan dari penelitian ini. tanaman perkebunan dan peternakan 1.dan akhirnya data lapangan yang telah diperoleh dikoding dan ditabulasi untuk memperoleh tendensi dengan persentase. buah ± buahan. 5.maka kriteria yang ditentukan adalah masyarakat yang betul-betul petani holtikultura. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun d.maka analisis penelitian dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kuantitatif didukung dengan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara mendalam. Perekonomian Kabupaten Karo sebagian besar adalah sektor pertanian.angin. Wilayah Kabupaten Karo berada pada ketinggian 120 ± 1.

Jarak dari kabupaten 7 kilometer. buah ± buah dan juga bunga ± bungaan.57 Km 2 dengan jumlah penduduk 2. Desa Ndokum Siroga Nama Kepala Desa : Supratman Surbakti. Sejak Januari 2007. Pembahasan Hasil Penelitian Kabupaten Karo adalah salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Sumatera Utar a yang mengandalkan pendapatan masyarakatnya dari sektor pertanian. luas daerah Desa Surbakti adalah 9. Begitu dominannya sektor pertanian yang dikelola daerah ini sehingga sampai saat ini kontribusi yang diberikan atas pembentukan produk domestik regional bruto ( PDRB ) hingga mencapai 60 persen. Jumlah penduduk 39. namun hingga kini sektor pariwisata belum juga mampu menggantikan peran sektor pertanian yang telah begitu dominan. Luas Desa Ndokum Siroga adalah 2. Sementara tingkat pendidikan di Desa Surbakti adalah 112 jiwa tidak bersekolah.003 jiwa laki ± laki dan 1. 170 jiwa tamat SLTP sederajat. jumlah penduduk 1. Desa Surbakti Nama Kepala Desa : Jasa Surbakti.167 jiwa dimana perbandingannya 1. I.966 jiwa dan 10. khususnya di lokasi yang dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini masih menggunakan media massa cetak khusus media cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan Bidang Pertanian Hortikultura. 85 orang SLTA sederajat dan 43 orang pernah ditingkat perguruan tinggi. Kecamatan Simpang Empat telah dimekarkan menjadi 3 ( tiga ) kecamatan 2. dimana pada tabel dibawah ini terlihat bahwa media cetak lokal tersebut dianggap sangat penting bagi masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat petani dalam memperoleh upaya informasi. Desa Ndokum Siroga adalah ibukota dari Kecamatan Simpang Empat. Sementara tingkat pendidikan di Desa Ndokum Siroga adalah : 45 orang tidak bersekolah. Dengan kata lain mayoritas Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yang dihasilkan dari sektor pertanian yang menghasilkan produk ± produk pertanian berbasis agrobisnis. J. 1 . 3.969 jiwa yang terdiri dari 522 KK. Asumsi ini terlihat seperti yang tertera dalam tabel penulisan laporan ini. Dari hasil penelitian tentang Opini Publik Mengenai Peran Media Lokal Dalam Pembangunan Bidang Pertanian Hortikultura terlihat bahwa masyarakat Karo. 160 jiwa SLTA sederajat dan 52 jiwa tingkat perguruan tinggi. 160 orang SLTP sederajat. Memang ada sektor pariwisata yang juga menjadi andalan bagi Pemerintah Kabupaten Karo. Produk ± produk andalan pertanian Kabupaten Karo ini adalah bermacam sayuran. 60 orang SD sederajat.47Km 2 yang terdiri dari 40 desa. Media cetak juga dianggap sebagai salah satu faktor dalam mempercepat proses tranfusi informasi pembangunan khususnya bidang pertanian hortikultura. Adapun mata pencaharian penduduk terdiri dari 491 KK ( 94% ) bertani dan sebanyak 31KK ( 6% ) adalah non tani. Medan Luas wilayah Kecamatan Simpang Empat adalah seluas 225. Salah satu diantaranya adalah upaya untuk terus memelihara pasar regional dengan mengundang pengusaha ± pengusaha dari Singapore dan Malaysia yang tergabung dalam Agri-Food And Veterinery Autority Of Singapore ( AVA ). terdiri dari 2 ( dua ) dusun. 90 jiwa tamat SD sederajat. Hasil Penelitian. Berbagai upaya terus dilakukan untuk tetap mempertahankan dan sekaligus meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian ini. Adapun mata pencaharian penduduknya terdiri dari 684 KK atau 94% adalah bertani dan sebanyak 41 KK atau 6 %nya bergerak disektor non pertanian.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. dengan perbandingan jenis kelamin 890 jiwa perempuan dan 2.164 jiwa perempuan yang terdiri dari 689 KK. terdiri dari 5 ( lima ) dusun.834 rumahtangga ( RT ).JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.97 Km 2 . Kedatangan para pengusaha Singapore ini ke Sumatera Utara 52 .070 jiwa laki ± laki.

0 4 31.3 9 20. dan jenis organik seperti ini sangat digemari oleh konsumen di negara ± negara Singapore dan Malaysia.1 28 62. Informasi seperti inilah yang sangat diperlukan oleh masyarakat petani. Jepang. 1 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. termasuk didalamnya peluang bisnis pemasaran serta proses pasca panennya. Pemerintah Kabupaten Karo sendiri melalui Dinas Pertanian setempat selalu mengirimkan petugas ± petugas penyuluh pertanian untuk membimbing para petani didalam melakukan aktivitas pertanian.6 9 20 Tdk Pernah 10 22. 53 .JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Keberadaan sumber daya manusia dalam hal ini petani juga harus selalu mengup-grade pengetahuannya didalam hal pengolahan pertanian untuk meningkatkan produksi. Namun upaya untuk mencari sendiri informasi tambahan yang paling terbaru juga perlu dilakukan.1 23 51.4 23 51.2 Total 5 100 45 100 45 100 45 100 45 100 Media Sering F % F % F % F % F % 16 35.2 Total 45 100 45 100 45 100 45 100 Media cetak juga dianggap sebagai salah satu faktor dalam mempercepat proses tranfusi informasi pembangunan khususnya bidang pertanian hortikultura.7 22 48. Medan bertujuan untuk melihat secara langsung proses produksi sayur ± sayuran langsung ke tempat produksi sekaligus sebagai upaya penjajakan atas peningkatan kerjasama yang telah ada selama ini terkait dengan pemenuhan kebutuhan sayur ± sayuran di negeri Singapur tersebut.7 17 37.2 18 40. Berbagai upaya dilakukan para petani didalam meningkatkan pengetahuannya dalam mengolah pertanian. yang pada akhirnya berimbas kepada peningkatan kesejahteraan petani tersebut. Salah satu kesempatan yang harus dimanfaatkan para petani di Kabupaten Karo dewasa ini adalah didalam membudidayakan tanaman ± tanam bersifat organik. Pemerintah Kabupaten Karo harus tetap konsisten didalam pengembangan kegiatan agrobisnis tersebut.6 11 24. Australia dan Indonesia.6 Jarang 9 20.2 21 46.6 6 13.2 10 22. karena inovasi ± inovasi yang terus berkembang terkadang tidak didapatkan dari sumber informasi seperti penyuluh pertanian. utamanya media massa lokal.2 Sibayak Pos Sora Mido Sora Sirulo Info Karo Karo Memba ngun Tidak Pernah 20 44.0 11 24. Dan tentu saja kondisi tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.8 Jarang 19 42. China.8 19 42. Penggunaan teknologi tinggi didalam meningkatkan produksi pertanian juga perlu diketahui. serta langkah ± langkah strategis lain yang pada intinya adalah bagaimana melaksanakan kegiatan pertanian yang efektif.9 26 57.7 7 15. Sebagaimana kita ketahui Negara Singapore sangat mengandalkan pasokan sayur dan buah untuk dikonsumsi dari negara ± negara tetangganya. 95 persen pasokan sayur dan buah berasal dari negara negara seperti Thailand. cerdas dan mempunyai output yang besar.4 10 22. Media Sibayak Pos Sora Mido Sora Sirulo Info Karo Karo Memba ngun Tabel 1 Frekuensi Membaca Media Cetak Lokal Desa Ndokum Siroga Desa Surbakti Sering F % F % F % F % F % 16 35. Malaysia.1 7 15.4 12 26. Jenis tanaman yang akhir ± akhir ini sangat populer karena produk organik ini terhindar dari bahan ± bahan kimia yang tidak bagus buat kesehatan. Solusi cerdas yang dipilih masyarakat petani dalam mencari informasi terbaru adalah melalui media massa yang ada di daerah. dimana pada tabel dibawah ini terlihat bahwa media cetak lokal tersebut dianggap sangat penting bagi masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat petani dalam memperoleh upaya informasi.0 12 26.

8 62. bahkan 22.9 100 F 17 28 45 Surbakti % 37.1 68.6 100 F 18 27 45 Surbakti % 40. terlihat sesuatu yang unik. dimana masing masing responden di dua desa tersebut menjawab bahwa media cetak memberikan perubahan yang positif bagi responden karena dengan persentase 77. Medan Tabel 2 Tingkat Kepentingan Media Cetak Dalam Membantu Usaha Pertanian Tingkat Kepentingan Media Cetak Sangat Tidak Desa Penting Total penting penting F 20 25 45 Ndokum Siroga % 44.2% responden pada masing ± masing 54 .JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.8 100 Untuk materi pertanyaan tentang pengaruh media cetak terhadap perubahan nyata responden didua desa tersebut. terlihat bahwa responden di Desa Ndokum Siroga dengan persentase sebesar 44.0 60. Tabel 4 Pengaruh Media Cetak Terhadap Perubahan Nyata Pengaruh Terhadap Perubahan Nyata Desa Sangat positif Positif Kurang positif Ndokum Siroga Total F 10 35 45 % 22. namun 68.2 77.6% didesa Ndokum Siroga dan 27% di Desa Surbakti. Tidak ada responden yang menjawab tidak penting untuk materi pertanyaan ini. responden lainnya menjawab penting sebesar 55.1 % responden yang menjawab sangat berpengaruh. sedangkan di Desa Surbakti yang memberi jawaban berpengaruh adalah sebesar 62. dimana 37.8 100 F 10 35 45 Surbakti % 22.2 100 Anggapan bahwa media cetak berpengaruh terhadap responden terlihat seperti tabel diatas.0 100 Pada tingkat kepentingan responden terhadap media cetak lokal dalam membantu usaha pertanian. juga tentang pemasaran hasil pertanian. Tabel 3 Pengaruh Membaca Media Cetak Terhadap Responden Pengaruh Membaca Media Cetak Tidak Sangat Desa Berpengaruh Berpengaru Total Berpengaruh h F 14 31 45 Ndokum Siroga % 31.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.4% menganggap media cetak lokal sangat penting dalam membantu usaha pertanian mereka karena selain kurangnya keberagaman pilihan media yang ada. 1 .2 77.9% responden di desa Ndokum Siroga menjawab berpengaruh.4 55.8%. media lokallah yang paling tahu kebutuhan para petani .2 %.8% responden didesa Surbakti menjawab media tersebut sangat berpengaruh terhadap responden karena dari medialah petani mengetahui informasi pertanian sehingga hasil pertanian mereka meningkat . sedangkan untuk pertanyaan yang sama di Desa Surbakti persentasenya sebesar 40%. sedangkan di Desa Ndokum Siroga 31.

4 11 24. Masyarakat Kabupaten Karo ternyata masih memanfaatkan media cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura.8% responden di desa Surbakti memberi jawaban senada. namun ada juga yang kurang setuju dengan hal tersebut.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Medan desa menjawab bahwa pengaruh media cetak terhadap perubahan yang nyata menjawab sangat positif Tabel 5 Dampak Media Cetak Terhadap Peningkatan Hasil Pertanian Dampak Terhadap Peningkatan Hasil Pertanian Desa Sering Kadang-kadang Tidak ada Total Ndokum Siroga Surbakti F % F % 13 28. bahkan masing ± masing responden didua desa tersebut ada yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut dengan nilai 17. terutama didesa Surbakti antusias masyarakat tentang media lokal masih tinggi.8% KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Beberapa point penting yang didapat dari penelitian Opini Publik Mengenai Peran Media Lokal Dalam Pembangunan Bidang Pertanian Hortikultura yang dilakukan oleh Tim BPPI Wilayah I Medan di Kabupaten Karo. 64. dimana 28.6% di Desa Surbakti.4% responden di masing ± masing desa menjawab tidak ada dampak media cetak terhadap peningkatan hasil pertanian Tabel 6 Media Massa Dimaksud Adalah Media Cetak Lokal Desa Media tersebut adalah media cetak lokal Setuju Kurang setuju Tidak setuju Total Ndokum Siroga Surbakti F % F % 26 57. 57. dan 16.7 36 80.8% responden di desa Ndokum Siroga memberi jawaban senada.7%.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.4% responden di desa Surbakti menjawab bahwa media dimaksud adalah media cetak lokal.8 29 64.4% responden di desa Ndokum Siroga tidak setuju dengan jawaban tersebut dan 17. tepatnya didesa Ndokum Siroga dan desa Surbakti adalah sebagai berikut : 1. Kecamatan Simpang Empat. sedangkan didesa Ndokum Siroga sebesar 66.4 8 17.9% responden di Desa Ndokum Siroga.9 7 16. 1 .8 8 17. terlihat bahwa media cetak tidak selalu memberikan peningkatan terhadap hasil pertanian.8 45 100 45 100 Dari mayoritas media massa sebagai sumber informasi pembangunan .8 8 17. dimana 24.4 2 4.0 2 4.4 45 100 45 100 Dari tabel diatas. Ini mungkin disebabkan masih 55 .6 30 66. 80% responden di Desa Surbakti menjawab bahwa media cetak hanya kadang ± kadang memberi peningkatan terhadap hasil pertanian. Namun responden yang menjawab bahwa informasi media cetak tersebut sering memberi peningkatan hasil pertanian juga ada. bahkan ada 4.

Hasan. Pemerintah Daerah harus berupaya dengan segala cara dan lebih maksimal untuk mengontrol keberadaan dan harga pupuk dan obat±obatan yang dibutuhkan masyarakat dalam kegiatan pertaniannya. serta mengawasi/menghilangkan peredaran pupuk dan obat ± obatan palsu yang belakangan ini beredar dikalangan masyarakat petani c. 1 . Jakarta Lippmann. 2004. apalagi masyarakat petani masih merasakan kurangnya informasi tentang pasar produk pertanian dan informasi tentang budidaya pertanian hortikultura. Banda Aceh 56 . Pradya. Dimensi ± Dimensi Komunikasi. Daftar Pustaka Effendy. Disamping itu sirkulasi atau keterlambatan terbit media lokal juga menjadi kendala informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura melalui media massa. 1994. Remaja Rosdakarya. Dan peran inilah yang diharapkan masyarakat dapat ditangkap dan diisi oleh media massa lokal. 2. Pemerintah Daerah diharapkan untuk mengembalikan ikon Tanah Karo dengan kembali membudidayakan jeruk yang selama ini dikenal sebagai primadona daerah ini. 2005. dibandingkan dengan desa Ndokum Siroga yang ada di pusat kecamatan. Saran a. Jakarta Su¶ud. Yayasan Obor Indonesia. Gagas Ulung. dan telah menembus pangsa pasar dunia d. dimana isi koran tersebut diharapkan memiliki muatan lokal yang memuat informasi mengenai tata cara dan budaya pengelolaan tanaman hortikultura secara tepat dan efisien. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Onong. Rusdakarya. Apalagi petani juga masih belum merasa cukup tentang informasi pertanian dari penyuluh pertanian yang belum rutin dan intens didesa Surbakti 3. dan bila memungkinkan program koran masuk desa dihidupkan kembali . Psikologi Komunikasi. Teori Komunikasi: Sejarah. 400 Istilah PR Media & Periklanan. Denis. Prenada Media. Perlu adanya penanganan pengelolaan hasil pasca panen e. Namun antusiasme ini terkendala oleh media cetak lokal yang masih sulit didapat didesa ± desa terutama desa yang masuk kepedalaman. Leksikon Komunikasi. 2007. Yayasan Pena.. apalagi mengingat bahwa Sumatera Utara termasuk daerah potensial bagi pengembangan tanaman hortikultura. 1981. Sirkulasi media lokal lebih ditingkatkan baik dari segi mutu (kuantitas dan kualitas). Jakarta. Jakarta Rakhmat. Jakarta McQuail. Werner dan Tankard James. Bandung Rakhmat. Bandung Severin. Rachmat. Ternyata keberadaan media massa cetak masih sangat diharapkan oleh masyarakat dapat mendorong suksesnya pembangunan bidang pertanian hortikultura. Walter.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Jakarta Kriyanto. Ima. 1998. 2006. Pemerintah agar lebih memperhatikan nasib petani hortikultura di Kabupaten Karo. Medan kurang beragamnya pilihan media yang ada di desa tersebut. Jalaluddin. disamping itu dari sisi pangsa pasar wilayah ini berdekatan dengan Singapura dan Malaysia yang membutuhkan hasil pertanian dari Sumatera Utara b. Alumni Bandung Hardiman. Kendala yang dihadapi masyarakat tentang pembangunan bidang pertanian hortikultura melalui media massa adalah kurangnya informasi pertanian hortikultura. Teknik Prakis Riset Komunikasi. Metode dan Terapan Didalam Media Massa. karena media lokal umumnya terbit per satu bulan sekali. 1998. Pengantar Ilmu Pertanian. Paramita. Opini Umum. 2006. juga masih belum mencukupinya isi berita tentang peluang pasar domestik maupun luar ne geri. Erlangga. 1984. Jalaluddin. Kencana Prenada Media Grup.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Metode Penelitian Komunikasi .

April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.org/opini-mastur-yahya. 2006. Simpang Empat 57 .htm.com/new/2006/06/21/editor/edi07.html www.suarapembaruan.uns. 2008.ac.pertanian. Peternakan.rehabrekon buyadong. Karo Program Pembangunan Pertanian Kecamatan Simpang Empat.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. BPS.id/~agronomi/dashor. Dinas Pertanian. Medan Sumber lain http://www. Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo Rencana Kerja Penyuluh Pertanian. 2007.html http://www. 1 .acehinstitute. Ikhtisar Eksekutif Pembangunan Kabupaten Karo.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey sampel dengan wawancara dan kuesioner serta dilengkapi dengan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Kewarganegaraan. Medan ANALISIS FAKTOR PENDUKUNG PEMANFAATAN GLOBALISASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN DI KOTA MAKASSAR RUKMAN PALA ABSTRAK Tulisan ini berjudul analisis faktor pendukung pemanfaatan globalisasi teknologi informasi dalam pengembangan kebudayaan di kota makassar. sosial budaya. Kebudayaan PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Kehadiran globalisasi membawa pengaruh bagi kehidupan suatu bangsa. 2005). Dimensi ruang yang dapat diartikan jarak semakin dekat atau dipersempit sedangkan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Menurut Edison A.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Teknologi Informasi. pertahanan keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi nilainilai nasionalisme bangsa. Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat yang kurang mengerti dan memahami pentingnya Tekno logi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Dengan kata lain proses globalisasi akan berdampak melampaui batas -batas kebangsaan dan kenegaraan. Secara umum globalisasi dapat dikatakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Jamli dkk. Pengaruh globalisasi dirasakan di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik. dalam interaksi antar bangsa. globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan. Hal ini dilihat dari beberapa faktor pendukung yang kurang terlaksana dengan baik.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Tujuan penulisan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana faktor pendukung pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di kota Makassar. 1 .Khususnya kemampuan masyarakat dalam memahami pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pesatnya laju 58 . Jamli (Edison A. Kata Kunci : Globalisasi. ideologi. fasilitas yang digunakan baik dari segi kualitas maupun kuantitas kurang mampu mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar serta sikap dan perilaku masyarakat dalam memahami pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi kurang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di kota Makassar kurang optimal.bangsa di seluruh dunia. ekonomi. Sebagai sebuah proses. kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa. yaitu kemampuan pemerintah dan kemampuan masyarakat kurang mampu memberikan dukungan terhadap pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi dalam perkembangan kebudayaan di kota Makassar. globalisasi berlangsung melalui dua dimensi.

informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. uk Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia. sejak dulu hingga sekarang ditujukan untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. dll ) yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat dilihat dari pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan. Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk memberikan data dan informasi tentang perkembangan kebudayaan di Kota Makssar. Makin canggih dukungan teknologi tersebut. Medan perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK). dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. sehingga semua manfaat positif yang terkandung di dalam TIK mampu dimanifestasikan agar mampu membantu dan mempermudah kehidupan masyarakat. keadilan. TIK tidak hanya membantu dan mempermudah manusia tetapi juga menawarkan cara-cara baru di dalam melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sehingga dapat mempengaruhi budaya masyarakat yang sudah tertanam sebelumnya. dan efek negatif dapat lebih diminimalkan. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. kebijaksanaan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. keindahan. Sedangkan pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya TIK. Namun perlu diingat. misalnya dari globalisasi aspek ekonomi. tenaga dan biaya. bahkan untuk mengatasi berbagai persoalan pelik yang timbul di masyarakat. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap prod dalam negeri. Seyogyanya. Sebagai contoh manifestasi TIK yang mudah dilihat di sekitar kita adalah pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat. Untuk memberikan data dan informasi tersebut. ketelitian hasil perhitungan dapat ditingkatkan dengan adanya komputasi numeris. Pada hakikatnya teknologi diciptakan. berkomunikasi. ketepatan. Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya TIK adalah peningkatan kecepatan. karena kehadiran surat elektronis (email). maka perlunya ditunjang oleh 59 . Demikian halnya perkembangan kebudayaan di Kota Makassar juga ikut berpengaruh terhadap perkembangan globalisasi Teknologi Informasi. akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu. Oleh karena itu selama ini dikenal asas ³kebebasan arus informasi´ berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain. masyarakat harus selektif dan bersikap kritis terhadap TIK yang berkembang sangat pesat. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi. baik pada saat manusia bekerja. Seperti kita ketahui budaya masyarakat Kota Makassar begitu beragam dan perlu dilestarikan sehingga dapat tetap bertahan dan memberikan devisa bagi Kota Makassar khususnya. pengelolaan data dalam jumlah besar juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database). dan masih banyak lagi. terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. Jadi bagaimana TIK dapat mempengaruhi nilai-nilai yang telah tumbuh di masyarakat dalam suatu bangsa itu sangat tergantung dari sikap masyarakat tersebut. kemanusiaan. Budaya atau kebudayaan adalah kerangka acuan perilaku bagi masyarakat pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran. 1 . pengaruh globalisasi dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.

Faktorfaktor tersebut seperti kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung dan memahami Teknologi Informasi yang digunakan. Medan beberapa faktor dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Mak assar. telaah dokumen serta observasi akan diolah dengan menggunakan sistem tabulasi data dengan memakai analisis frekuensi. Oleh karena itu sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memahami pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas. 1 . sarana atau fasilitas yang digunakan dalam mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi tersebut. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah masyarakat dan mereka yang memahami tentang pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. juga sangat membantu untuk mendapatkan data yang obyektif dan valid dalam rangka memahami.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Dengan rumus sebagai berikut : 60 . dari sejumlah informan akan bermanfaat guna mewujudkan validitas data secara keseluruhan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wawancara. Teknik aksidental ini adalah mereka yang ditemui dan memahami pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar yang dapat diberikan pertanyaan. dan sikap dan perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. yang dapat ditempuh dengan cara membandingkan data dari responden dengan informan yang . 2001 : 57). Namun permasalahan yang muncul adalah pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi terhada perkembangan budaya Makassar belum terlaksana secara optimal sehingga memerlukan peran serta pemerintah dan masyarakat memanfaatkan globalisasi Teknologi Informasi tersebut. serta mengupayakan pemecahan masalah tentang analisis faktor pendukung pemanfaatan globalisasi teknologi informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. didapat dari responden. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanaka faktor pendukung pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar ? Tujuan Penulisan Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana faktor pendukung pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar Metode Penelitian Dalam penelitian ini. Data mentah yang terkumpul dari hasil jawaban responden maupun yang didapat dari hasil wawancara. peneliti menggunakan metode survey yang lebih menekankan pada jenis penelitian deksriptif kuantitatif dimana metode ini sangat relevan dengan topik yang akan diteliti. memecahkan. Selanjutnya dengan kuesioner guna mendapatkan data yang akurat dan obyektif terhadap permasalahan yang diteliti. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik aksidental. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono.

Kita dapat mencari jawaban berdasarkan etimologi. dan kalau semuanya itu kita perhatikan secara saksama. Dalam gerak lintas-budaya mi terjadi berbagai pertemuan antar-budaya (cultural encounters) yang sekaligus mewujudkan proses saling-pengaruh antar-budaya. tapi keunggulan suatu teori berkenaan dengan sesuatu gej ala budaya tidak selalu bearti keunggulan teori itu secara menyeluruh. 1 . cara mi jelas dapat memperkaya wawasan kita tentang kebudayaan. Apakah yang kita maksudkan dengan µbudaya¶ atau µkebudayaan¶ itu? Untuk memberikan jawaban atas pertanyaan mi banyak cara dapat ditempuh.x 100 % N Keterangan : P = Persentase F = Jawaban responden N= Jumlah responden Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan diolah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif yang dikualitatifkan. tiap teori bisa saja memiliki keunggulan 61 . (Sudarmajid. dan makin mengaburkan implikasi dan komplikasi makna yang terkandung di dalamnya. lain lagi halnya kandungan pernyataan ³menjelang era globalisasi´ yang berarti kita belum berada dalam era tersebut. maka akan ternyata betapa kata µglobalisasi¶ itu cenderung dilontarkan tanpa terlalu dihiraukan apa maknanya. Pertemuan antar-budaya memang menggej ala sebagai keterbukaan (exposure) fihak yang satu terhadap lainnya. dengan kemungkinan satu fihak lebih besar pengaruhnya ketimbang fihak lainnya. terpaan budaya yang satu berpengaruh dominan terhadap budaya lainnya. cara mi mungkin menarik secara akademik namun mungkin terlalu steril untuk diturunkan sebagai medium analisis dalam terapan empirikal. maksudnya data yang ada diangkakan kemudian dideskripsikan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 2003 : 23).JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kelatahan dalam penggunaan kata µglobalisasi¶ sedemikian itu akhimya mengesankan kesembarangan arti kata globalisasi. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Globalisasi Kata µglobalisasi¶ makin lama makin menjadi sajian sehari-hari melalui berbagai pemyataan publik dan liputan media massa. Mungkin juga kita lakukan pendekatan komparatif antara suatu teori dengan lainnya. Medan F P = --------------------. cara mi akan membutuhkan uraian panjang lebar karena biasanya perlu diperjelas dengan tafsiran konseptual dan kontekstual. Menurut Aditya (2004 : 11) globalisasi pada hakikatnya adalah proses yang ditimbulkan oleh sesuatu kegiatan atau prakarsa yang dampaknya bekelanjutan melampaui batasbatas kebangsaan (nation-hood) dan kenegaraan (state-hood). Pernyataan seperti ³dalam era globalisasi dewasa mi´ berarti bahwa kita telah berada dalam era globalisasi. melainkan bolehjadi juga terjadi sebagai proses imposisi budaya yang satu terhadap lainnya. yaitu. dan mengingat bahwa jagad kemanusiaan ditandai oleh pluralisme budaya. namun pengaruh-mempengaruhi dalarn pertemuan antar-budaya itu tidak selalu berlangsung sebagai proses dua-arah atau timbal-balik yang berimbang. Cara lain ialah memperbandingkan berbagai definisi yang dapat dipandang terkemuka dalam literatur. maka globalisasi sebagai proses juga menggejala sebagai peristiwa yang melanda dunia secara lintas-budaya (trans-cultural).

Tapi juga dalam era kontemporer mi suatu kebudayaan sebagai sistem nilai dapat dengan suatu rekayasa didesak oleh sistem nilai barn. kebudayaan Pharaonic yang benlaku dalam masyarakat Mesir kuno surut seiring dengan klan memudarnya kebudayaan itu sebagai sumber acuan untuk penjabaran norma-norma perilaku bagi masyarakat Mesir sekarang. kemanusiaan. ketika Kemal Attaturk melancarkan gerakan modernisasi (yang diartikan sebagai µwestemisasi¶). hal mi berlaku balk bagi kebudayaan yang surut oleh perubahan zaman maupun yang kehadirannya dipaksakan untuk mendesak kebudayaan lama. Adanya tolokukur normatif mi menjadi dasar bagm berkembangnya peradaban (civilization) sebagai bagian dan dinamika budaya tertentu. 2002) Dalam sejarah kemanusiaan banyak contoh yang menunjukkan. keindahan. sedangkan peradaban adalah penjabaran nilai nilai tersebut melalui diwujudkannya norma-norma yang selanjutnya dijadikan tolokukur bagi kepantasan perilaku warga masyarakat ybs. kebajikan. nilai keindahan dijabarkan melalui berbagai norma artistik. Terjalinnya kesadaran transendensi dan immanensi inilah yang menjadikan dinamika sejarah kemanusiaan sebagai kaleidoskop perkembangan kebudayaan dan peradaban. µindah¶. Norma (nomos) adalah tolokukur yang memungkinkan terjadinya konformisme perilaku dalam sesuatu masyarakat. bahwa timbultenggelamnya kebudayaan sangat dipengaruhi oleh apa yang tenjadi dalam pertemuan 62 . seperti misalnya usaha pengenalan dan penyadaran tentang apa yang µbaik¶. µdosa¶. nilai kesusllaan dinyatakan melalui berbagai tatakrama. µburuk¶. dsb dalam tindak-tanduk seseorang. Dan uraian di atas mi dapat disimpulkan. penjabaran nilai kebudayaan menjadi norma peradaban dapat dipandang sebagai pengalihan dan sesuatu yang transenden menjadi sesuatu yang immanen. Singkatnya. batas antara apa yang dinilai sebagai kebajikan (good) atau kejahatan (evil) berlaku dalam garis besar yang memisahkan satu dan lainnya. belum lagi antara keduanya diperbedakan dalam perbandingan µseberapa balk¶ atau µseberapa buruk¶ dipandang dan tolokukur tertentu. Medan dalam satu dan lain hal. Pasang-surutnya kebudayaan sepanjang sejarah kemanusiaan nyata sekali ditentukan oleh sejaubmana kebudayaan itu masih berlanjut sebagai kerangka acuan untuk dijabarkan melalui sesuatu tatanan normatif. Perhatikan misalnya ³Revolusi Kebudayaan´ yang secara berencana dilancarkan di Republik Rakyat Cina pada pertengahan tahun 6Oan. Kalau kita sarikan muatan berbagai definisi yang terkemuka. Misalnya. sehingga kebudayaan yang lama kehilangan dayanya sebagai acuan untuk menjabarkan norma-norma perllaku.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. nilai religius diungkapkan melalui berbagai norma agama. Nilai-nilai itu juga berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup yang kemudian relatif menetap dan tampil melalui pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan. Kesemuanya mi sekaligus menunjukkan bahwa kebudayaan adalah suatu pengejawantahan yang hidup selama ada masyarakat pendukungnya. dsb). Sebagai sumber acuan. sehingga konvergensi antar-teori mungkin saja digunakan dalam usaha memahami berbagai manifestasi budaya. tolokukur itu baru menjelma melalui norma-norma sebagai pengatur kepantasan perllaku. dan begitu seterusnya. dan dengan demikian tersedia pula ukuran untuk nonkonformisme.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. persepi terhadap nilai-nilai itu masih besifat umum. maka tidak terlalu keliru kiranya kalau kita mengartikan kebudayaan sebagai sehimpunan nilai-nilai yang oleh masyarakat pendukungnya dijadikan acuan bagi perilaku warganya. Nilai-nilai itu pada sendirinya barn merupakan acuan dasar yang keberlakuannya disadarkan melalui ikhtiar pendidikan sejak dini. Perhatikan pula perubahan yang terjadi di Turki. perubahan serupa pun teijadi tatkala Partai Komunis Rusia berhasil menggulingkan kekaisaran di Rusia dan memperkenalkan nilai-nllai barn sebagai acuan bagi norma perllaku barn yang ideal bagi suatu masyarakat komunis. keadilan.(Kariadi. bahwa kebudayaan adalah kerangka acuan perilaku bagi masyarakat pendukungnya berupa nilai-nilai (kebenaran. Nilai keadilan diwujudkan melalui hukum dan sistem peradilan. 1 .

Sampai batas tertentu dan saling -pengaruh yang terjadi itu dapat terpantul seberapa tinggi derajat kesadaran dan tingkat ketahanan budaya masing-masing fihak yang saling bertemu. Budaya asing yang berpengarnh dominan terhadap satuan budaya asli bisa membangkitkan kesan sebagai µmodel¶ untuk ditiru. 1 .kondisi global yang plurisentnik dan multipolar dalam era kontemporer. Kebudayaan adalah suat daya yang u sekaligus tersimpan (latent) dan nyata (actual).(Ekawati. Kecenderungan meniru itu dalam kelanjutannya bisa terpantul melalui berkembangnya gayahidup (ljfestyle) barn yang dianggap superior dibandingkan dengan gayahidup lama. dan hal ml pada gllirannya mendorong berlangsungnya proses globalisasi yang terus berkembang atas kemekarannya sendiri. Antara kedua daya inilah tiap masyarakat pendukung kebudayaan tertentu berada. Justru plunisentrisme dan multipolaritas menjadi cmi dunia menjelang akhir abad ke-20 dan memasuki abad ke-2 1. Kesanggupan sesuatu satuan budaya untuk mempertahankan kesejatiannya dalam pertemuan antar-budaya yang demikian majemuknya itu sangat ditentukan oleh tinggirendahnya derajat kesadaran budaya dan tanguhrapuhnya tingkat ketahanan budaya masyarakat pendukungnya. Sebagai proses. Medan antarbudaya. globalisasi benlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antarbangsa. maka ada baiknya kita bahas dahulu hal-ihwal yang berkenaan dengan globalisasi sebagai proses maupun globalisme sebagai carapandang yang dewasa mi cenderung dianut dalam tata-pergaulan intemasional. melainkan terjadi dengan ketenlibatan sejumlah fihak secara segera (instantaneous) serta serempak (simultaneous). Proses globalisasi yang diakibatkan oleh berbagai prakarsa dan kegiatan pada skala internasional sebagaimana menggej ala dewasa mi pun penlu kita cermati sejauhmana siginifikan pengaruhnya dalam pertemuan antar-budaya. yaitu dimensi ruang (space) dan waktu (time). satu daya dengan kecenderungan preservatif dan satunya lagi dengan kecenderungan progresif. yaitu sejauh mana satu di antara fihak yang saling bertemu kurang atau tidak lagi memiliki ketahanan budaya (cultural resilience). Dalam kondisi demikian itulah pertemuan antarbudaya sangat berpengaruh atas perimbangan antara kedua daya tersebut. makin kuat pula budaya asing yang menerpanya berpengaruh dominan terhadap masyarakat itu. Seantero jagad seolah-olah tertangkap dalam satu janingan besar tanpa adanya suatu pusat tunggal. Dalam perkembangan sedemikian itu dirasakan makin dipenlukan nya suatu tatanan dunia baru yang perwujudannya memperhatikan plurisentrisme dan multipolanitas sebagai 63 . 2003) Karena perhatian akan kita pusatkan pada persoalan pertemuan antarbudaya dalam era globalisasi.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Dalam kaitan mi pertemuan antarbudayajangan terutama digambarkan sebagai pertemuan antara dua fihak belaka. Dalam kondisi demikian itulah globalisme menjadi cara pandang dalam interaksi antarbangsa. Berkembangnya gayaliidup baru itu dapat menimbulkan kondisi sosial yang ditandai oleh heteronomi. Ruang/jarak makin diperdekat dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala mondial. Perubahan gayahidup yang ditiru dan budaya asing bisa berkelanjutan dengan timbulnya gejala keterasingan dan kebudayaan sendiri (cultural alienation). Tangguh atau rapuhnya ketahanan budaya biasanya dilatani oleh menurunnya kesadaran masyarakat yang bersangkutan terhadap kebudayaannya sebagai pengukuh jatidirinya.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. satu daya mempertahankannya agar lestani dan daya lainnya menariknya untuk maju. yaitu berlakunya herbagai norma acuan penilaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Makin rendah derajat ketahanan budaya masyarakat pendukungnya. yaitu sebagai daya yang cenderung melestanikan dan daya yang cenderung berkembang atas kemekarannya sendiri. usainya Perang Dingin tidak menjadikan dunia kita monosentnik. Kendatipun dalam periode Perang Dingin kondisi bipolar seakanakan membelah-dua dunia mi dengan pengendalian dan dua pusat kekuatan dunia yang saling bertentangan. Tidak ada kekuatan tunggal yang mutlak dan sanggup mengabaikan apalagi mengungguli. Demikianlah kebudayaan mengandung dua daya sekaligus.

maka fmhak yang lebih unggul dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi niscaya lebih berkesanggupan untuk membiaskan pengaruhnya secara global. melainkan dominasi anus informasi dan fihak yang didukung oleh kesanggupan merentangkan sistem informasi dengan jangkauan global. Ditenimanya suatu tatanan global barn mestinya dapat diandalkan pada tergalangnya konsensus maksimal di antara sege nap eksponen yang berperan dalam janingan itu. banjir informasi melalui sistem dan pelembagaan yang didukung oleh teknologi canggih tidak dengan sendirinya mempenkaya wawasan kita. sedang kesiapan untuk ambilbagian dalam tatanan barn itu merupakan imperatif yang sukar dielakkan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kalau dewasa ml dianut asas µkebebasan arns informasi¶ (free flow of information). maka yang sesungguhnya terjadi bukanlah µpertukanan informasi¶ (exchange of information) berupa proses dua-arah yang cukup bermmbang. 2001) Gejala tersebut nyata berpengaruh atas terbentuknya sikap mental dan kultural pada fihak yang diterpa (expose) oleh fihak yang menerpanya (impose) dengan anus informasi. Dalam naskah mi perhatian kita pusatkan pada penjelmaan globalisme dalam bidang yang jelas berdampak terhadap wawasan budaya kita. Perlu dicatat. mau-tak-mau. Teknologi informasi dan komunikasi dalam era globalisasi mi merupakan pendukung utama bagi tenselenggaranya pertemuan antarbudaya. jarak makin diperdekat dan waktu makin dipersingkat. Dengan jangkaun sedemikian itu. Kecenderungan mi adakalanya dianggap sebagai bagian dan upaya µmodemisasi¶. Maka tidak mustahil kemajuan masyarakat yang diterpa cenderung diukur secara memperbandingkan dengan hal-ihwal yang dipenkenalkafl melalui informasi dan fihak yang menerpa. maka dalam hal mi pun terbawa limbah yang samasekali tidak berguna. Sikap yang naif mi antara lain juga ditandai oleh kecenderungan glonifikasi terhadap fihak yang diunggulkan sebagai 64 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Dalam bidang mi tampaknya tiada altematif lain bagi kita kecuali turut berperan di dalamnya. 1 . bahwa dalam pertemuan antar-budaya mengalirnya anus informasi itu tidak senantiasa terjadi secara dua-arah. Dewasa mi sistem dan pelembagaan termaksud tenutama nyata perkembangannya dalam bidang ekonomi dan perdagangan internasional. sehingga dengan mudah dapat mempengaruhi carapandang dan gayahidup kita. suka-tak-suka. Medan kenyataan global masakini. Rancangan demikian itu tentunya hams dapat ditenima oleh majonitas eksponen yang ambilbagian dalam janingan global yang plunisentrik dan multipolar. dan sebagaimana terjadi dengan setiap banj in. Makin canggih dukungan tersebut makin besar pula anus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Maka tidaklah mengherankan kalau banjir informasi itu akhirya juga bisa benpengaruh terhadap carapandang maupun gayahidup kita. Kesegeraan dan keserampakan anus informasi yang dengan derasnya men erpa kita seolaholah tidak membenikan kesempatan pada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap knitis. Dalam bidang inilah terjadi pemadatan dimensi rnang dan waktu (yang disebut Harvey µtimespace compression¶). (Ridwansyh. maka betapa pun paradoksal kedengarannya. Tatanan itu tentu menuntut dirancangnya berbagai sistem dan pelembagaan yang hams diwujudkan sebagai konsekuensinya. dominasi cendernng terjadi dan fihak yang memiliki dukungan teknologi lebih maju terhadap fihak yang lebih terbelakang. yaitu bidang informasi dan komunikasi yang sangat tertunjang oleh pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin canggih. Dalam bidang informasi. Dengan dukung teknologi modem an infonmasi dalam berbagai bentuk dan untuk benbagai kepentingan dapat disebarluaskan begitu rnpa. maka terjadilah banjir deras informasi (information glut) yang menghujani kita dan nyanis tak lagi terkendali. melainkan bisa juga mencemani kita secara mental. globalisasi dalam bidang ml sudah dijangkau oleh sistem dan pelembagaan yang makin dijadikan acuan dalam hubungan internasional. dan inilah awal dan suatu proses yang akhimya bisa bermuara pada pernbahan sikap mental dan kultural. dan ditenima dengan alasan µmengikuti kecenderungafl global¶.

tingkah laku. makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. kebudayaan disebut culture. yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. dalam interaksi an bangsa. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam bahasa Inggris. dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. yang berasal dari kata Latin Colere. Seperti dalam hal bahasa. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnya teknologi komunikasi. berkomunikasi. 1 . dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Semakin lama kebudayaan akan semakin berkembang. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. filsafat dan lainnya. Tapi. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. lisan. Medan sumber informasi global dan tampil sebagai penentu kecendeningafl (trend-setter) dalam pembentukan sikap mental dan kultural serta gaya hidup barn. Dimensi ruang yang dapat diartikan jarak semakin dekat atau dipersempit sedangkan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Sehingga kemudian sampailah pada era globalisasi. gambar-yang diam atau bergerak. ilmu pengetahuan. tata krama masyarakat. Sebagai sebuah proses. pertahanan keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme bangsa. Kita telah bergerak dari budaya lisan ke budaya tulisan sejak ditemukannya huruf. Dalam budaya visual. ideologi. Makin canggih dukungan teknologi tersebut. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Pengaruh globalisasi dirasakan di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik. teknologi. perlu diketahui terlebih dahulu tentang pengertian budaya itu sendiri.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. mempelajari naskah-naskah kuno. 1990). Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. globalisasi berlangsung melalui dua dimensi. Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan. ataupun gerakan (bahasa isyarat).menjadi bagian yang penting dalam proses komunikasi. dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Pengertian Budaya Sebelum mengulas tentang perkembangan tekologi komunikasi terhadap kehidupan budaya. baik lewat tulisan. mewujudkan seni (sastra). tar yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi. yaitu mengolah atau mengerjakan. Melalui bahasa. dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah. dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. sosial budaya. Kehadiran globalisasi membawa pengaruh bagi kehidupan suatu bangsa. 65 . Teknologi komunikasi adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. ekonomi. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Dimana era globalisasi ini erat sekali kaitannya dengan teknologi informasi atau komunikasi. manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat. yang meliputi kesenian. sekarang kita sedang bergeser dari budaya tulisan ke budaya visual.

tenaga dan biaya. dan infrastruktur komunikasi. yang pada waktu hampir bersamaan bisa disaksikan dari Gorontalo. Sedangkan pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya teknologi komunikasi. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. atau memungkinkan seorang ibu rumah tangga memprogram lemari-esnya untuk melakukan pemesanan saribuah secara otomatis jika stok yang disimpan di kulkas itu habis dan membayar berbagai tagihan rumah tangganya melalui 66 . TI di internet berkembang dengan kecepatan yang sukar dibayangkan. Jika e-Commerce ³hanya´ memungkinkan seseorang bertransaksi jual beli melalui internet dan melakukan pembayaran dengan kartu kreditnya secara on-line. Peran Internet tidak bisa dipungkiri dalam hal penyediaan informasi global ini sehingga dalam derajat tertentu. khususnya mikro-prosesor. 1 . AS. Konsep Teknologi Informasi (TI) Teknologi Informasi (TI) yang kini berkembang amat pesat. melainkan sudah berada dalam skala menit dan detik. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Sulawesi.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. (Radian. TI telah mengubah wajah ekonomi konvensional yang lambat dan mengandalkan interaksi sumber daya fisik secara lokal menjadi ekonomi digital yang serba cepat dan mengandalkan interaksi sumber daya informasi secara global. misalnya dari globalisasi aspek ekonomi. dalam waktu kurang dari satu menit sudah dikonfirmasi oleh Bank Indonesia di Medan Merdeka. yaitu dunia ³maya´. Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya Teknokom adalah peningkatan kecepatan. hingga internet dan telepon gengam dengan protokol aplikasi tanpa kabel (WAP). Internet menghilangkan semua batas-batas fisik yang memisahkan manusia dan menyatukannya dalam dunia baru. tak bisa dipungkiri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap seluruh proses globalisasi ini. Indeks nilai tukar dollar yang ditentukan di Wall Street. Demikian juga peragaan busana di Paris. informasi mengalir dengan sangat cepat dan menyeruak ruang kesadaran banyak orang. Kemudian dapat menunjang perkembangan kebudayaan. Internet sendiri memang fenomenal kemunculannya sebagai salah satu tiang pancang penanda kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Konsep perdagangan elektronik melalui internet. Setara dengan perkembangan perangkat keras komputer. Banyak hal yang didapat karena pengaruh teknologi komunikasi. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia. terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. 2004) Perubahan informasi kini tidak lagi ada dalam skala minggu atau hari atau bahkan jam. Mulai dari wahana TI yang paling sederhana berupa perangkat radio dan televisi. yang dikenal dengan nama e-Commerce yang lahir karena perkawinan TI dengan globalisasi ekonomi belum lagi genap berusia lima tahun dikenal ±dari fakta bahwa sebenarnya sudah ada sekitar 20 tahun yang lalu²ketika sudah harus merelakan dirinya digilas dengan konsepsi e-Business yang lebih canggih. TI disamaratakan dengan Internet. Medan Oleh karena itu selama ini dikenal asas ³kebebasan arus informasi´ berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain. saling mempelajari kebudayaan lain. akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. ketepatan. Perubahan harga saham sebuah perusahaan farmasi di Bursa Efek Jakarta hanya membutuhkan waktu kurang dari sepersepuluh detik untuk diketahui di Surabaya. Pengaruh globalisasi dengan dukungan teknologi komunikasi meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.

9%). Lebih buruk lagi. menyusun framework penggunaan TI. krisis ekonomi yang dialami Asia pada akhir tahun 90an menunda perkembangan TI di saat AS dan negara-negara Eropa sedang berkembang pesat dalam penggunaan teknologi itu. Sementara dari 17 sektor yang membelanjakan uang untuk TI tadi. akan tetap menempatkan Asia di pihak yang merugi. Kasus ini layaknya menghadapkan kemajuan TI dengan alat perang dan kekuasaan. masih menurut sumber dari Kontan On-line. maka dengan e-Business. pemerintah (12. dari seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah 220 juta jiwa. Salah satu tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah Asia yang disepakati dalam pertemuan GIIC itu adalah mempersiapkan hukum mengenai transaksi. Di jaman Orde Baru berkuasa dulu. keberadaan internet khususnya merupakan masalah yang pelik.8%). Sampai dengan bulan Juni 1999.7%) dibelanjakan untuk perangkat keras seperti PC dan notebook. Namun memang masih ada hambatan. Dari US$ 772. negara yang dianggap kurang maju.e-culture/203) Pertemuan Asian Regional Conference of the Global Information Infrastructure Commission (GIIC) di Manila pada bulan Juli 2000 menghasilkan rencana untuk membangun jaringan komunikasi. dipercaya bahwa gerakan mahasiswa dan bantuan logistiknya dikoordinasikan dengan 67 . merek dagang. TI disikapi dengan penuh kebingungan. menyediakan perangkat pengakses informasi dari internet untuk masyarakat.3%). transaksi ekspor impor antar negara lengkap dengan pembukaan LC dan model cicilan pembayarannya juga bisa dilakukan dengan wahana dan media yang sama. sektor yang paling banyak mengeluarkan uang adalah komunikasi & media (19. naik dari US$ 638. kini mulai secara resmi mendukung perkembangan TI setelah sekian lama diamkebingungan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan perkembangan teknologi yang demikian cepat ini. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Tabloid Kontan On-line tanggal 9 Oktober 2000 yang mengutip IDC (Information Data Corporation) . Seharusnya. angka untuk perangkat lunak ini jauh lebih besar daripada untuk perangkat kerasnya. masih kakunya sistem pemerintahan. Karena itu. angka sekecil itu yang diperkuat dengan TI. kekuatan TI yang ditekan itu kemudian tampil ³jumawa´ dalam episode jatuhnya Orde Baru. Sebagian yang lain (14. khususnya pemanfaatan jaringan internet. bisa cukup menimbulkan dilema bagi pemerintah. Namun.9 juta. kejahatan internet. Medan instruksi pada bank yang dikirim dengan menekan beberapa tombol pada telepon genggamnya. wajar jika pemerintah negara-negara Asia. lebih khusus lagi bagi negara yang memiliki peraturan ketat.4 juta tahun lalu. senjata lebih berkuasa daripada teknologi. Bagi Asia. (http://www. terutama antara lain sumber daya yang terbatas. Tahun 2000 ini diperkirakan US$ 772. sebagian besar (57.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. hak cipta dan masalah lain.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. dan perbankan (11. Itu berarti hanya 0. dana yang sudah dibelanjakan untuk kepentingan TI di Indonesia cukup besar.95% dari jumlah penduduk. yang saat ini sedang bekerja keras mengejar ketinggalan dari negara-negara maju dan pada saat yang sama mengalami perubahan sosial politik. membangun jaringan online-pemerintah. Namun. Jumlah ini belum termasuk investasi dotcom yang sempat bergairah obor-blarak dalam dua tahun terakhir. seperti misalnya dalam kasus penggerebekan salah satu Internet Service Provider (ISP) di Jakarta saat ³Kudatuli´ ±kerusuhan dua puluh tujuh juli²yang menghebohkan itu.9 juta itu. jumlah personal computer yang ada di negeri ini hanya sekitar 2 juta unit. serta perbedaan sosial politik di antara negara-negara yang kini harus bekerjasama ±yang bila gagal diatasi. 1 .4%) dibelanjakan untuk perangkat lunak. Dan seperti biasanya.4%). Konon. Angka ini masih sangat kecil dan jika dijadikan pijakan konsepsi utopis TI yang mampu mendorong terjadinya perubahan sosial. Hal ini diduga keras karena di Indonesia tingkat pembajakan masih di atas 90%. diikuti oleh discreet manufacturing (16. serta mengembangkan pendidikan untuk meningkatkan daya saing Asia.

menunjukkan dengan jelas kebingungan pemerintah dalam merespon perkembangan bisnis multimedia. dalam hal informasi dan dilihat dari kacamata TI. berkontribusi atas terjadinya suatu perubahan sosial yang bermakna di Ind onesia.1 juta unit usaha yang ³tahan banting´ ±sudah teruji dalam krisis ekonomi²maka pengusaha kecil. menengah dan koperasi merupakan sasaran pokok yang harus didorong dan diberdayakan dalam memanfaatkan TI untuk 68 . 1 . Sebuah paradoks: karena ekonomi global makin membesar. yang pada masa lalu tidak terlihat ±tapi bukannya tidak ada. informasi tidak ada. Dengan populasi mencapai 2. bukan negara (state). meningkatnya tribalisme saat ini mungkin bisa dianggap terkait dengan kemajuan TI karena memperjelas banyak hal sehingga setiap orang dapat mengetahui peristiwa yang terjadi di mana saja. komunikasi militer pun disadap dan semua sandi militer diterjemahkan oleh para aktivis dan dibagikan lewat pager. Globalisasi. untuk mengurus ijin pendirian warnet. Tanpa TI. yaitu dengan memberikan kesempatan pada yang kecil. Satu-satunya pemain lokal yang terlihat paling getol mendukung dikeluarkannya keppres tersebut hanyalah PT. pelaku ekonomi dan negara. Bagaimana memulai? Pertama. Dalam hal politik. secara langsung atau tidak. dari yang lokal. (Martinginsih. apabila seseorang ingin mendirikan warung internet. Konsep Negara Kesatuan misalnya. telepon gengam dan email pada para koordinator lapangan untuk mengantisipasi blokade militer yang menyapu Jakarta dan kota-kota lainnya saat itu. 1998 dan 1999. Kebingungan ini juga terlihat jelas dalam perumusan UU Telekomunikasi beserta PP yang menyertainya. yang tentu ada dalam mainstream TI.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Jelas. Pemerintah beranggapan bahwa proteksi itu diberikan dengan asumsi tidak mungkin pemain-pemain lokal mampu bersaing dengan investor asing dalam dunia TI. tersirat inferioritas yang luar biasa dalam diri pemerintah. entah dimana salahnya. Tak ada jalan untuk mundur lagi. sedang bermetamorfosa dari swapraja menuju swakelola. yaitu jatuhnya rejim militeristik yang sudah berkuasa 32 tahun lamanya. bahwa kebijakan pemerintah saat ini menimbulkan semakin banyak masalah yang timbul dalam pengembangan TI. Maka yang harus dilakukan dalam konteks perkembangan TI dan globalisasi ini adalah membangun kembali keberpihakan TI melalui strategi yang membela mereka yang selama ini ditinggalkan dan diabaikan dalam arus globalisasi. pemerintah baru yang terpilih secara relatif demokratis pasca rejim Orde Baru ini juga gagap menanggapi kemajuan TI. justru banyak pemain lokal yang berteriak dan menentang keppres ini. teknologi harus berpihak dan mengabdi pada manusia. maka negara-negara yang mengambil peran akan semakin mengecil. Telkom. melainkan pada legitimasi masyarakat. Dengan semakin banyaknya informasi yang diterima masyarakat. melihat dengan jelas bahwa gagasan ³pemerintah pusat adalah bagian yang terpenting dari sebuah pemerintahan´ sudah saatnya ditinggalkan. Dengan Kepres itu. Demokrasi melanda dunia dan dunia menerapkan demokrasi itu melalui sistem telekomunikasi global. Kenichi Ohmae dalam bukunya yang terkenenal The End of the Nation State. jelas adalah keniscayaan. Tapi. Dunia yang saat ini. Keppres 96/2000 yang garis besarnya berisi larangan masuknya investor asing di bidang industri multimedia di Indonesia. Menurut Amartya Sen. pemenang hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 1998. Medan memanfaatkan kecanggihan TI ini. Bahkan. Dalam PP No 52/2000 misalnya. dan tanpa informasi maka semua kegiatan akan berhenti. menurut pencetus ide ³The Third Way´ Anthony Giddens dengan teori strukturasi modernisnya. pemerintah harus mulai berubah ke arah sistem dimana peraturan dan hukum didasarkan bukan pada kemauan pemerintah.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Dunia dalam kacamata TI saat ini adalah dunia tentang pribadi orang per orang. jika dilihat dari kacamata TI dan globalisasi secara paradoks bisa jadi sudah punah karena negara yang efektif justru memecah dirinya menjadi bagian lebih kecil dan lebih efisien. TI. 2004) TI modern memungkinkan kerjasama yang luar biasa antar masyarakat. Padahal. harus meminta ijin yang ditandatangani oleh menteri (!).

Sedangkan dampak negatifnya adalah masuknya pengaruh budaya asing. generasi muda mesti dibekali sedini mungkin dengan ilmu pengetahuan tentang tata cara mengambil manfaat positif dari kemajuan teknologi informasi yang berkembang dengan deras dan pesat. hukum internasional maupun teknologi persenjataan militer untuk pertahanan dan keamanan negara bahkan kebutuhan intelijen. seperti pergaulan bebas. Dampak perkembangan teknologi informasi dirasa sangat berpengaruh terhadap pengaturan hukum. merupakan salah satu manfaat positif. terutama terhadap generasi muda itu. sehingga dalam membangun sosial budaya. bisa positif bisa pula negatif. terutama teknologi informasi (information technology) seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat. seni dan sastra. penyalahgunaan Narkoba. Globalisasi dunia melalui teknologi informasi (internet. Oleh karena adanya pergeseran demikian.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Dampak buruk dari perkembangan ³dunia maya´ ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini dan masa depan. Pemanfaatan Teknologi Informasi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. mudah. tindakan kriminalitas dan budaya kekerasan. Peranan pemerintah bersama serta segenap elemen masyarakat. Medan melakukan perdagangan elektronik karena keterbatasan modal.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Bangsa dan negara yang menguasai teknologi tinggi berarti akan menguasai ³dunia´. cepat dan aman. Dampak perkembangan teknologi informasi. Disamping itu. Kemudahan dalam mengakses informasi dan ilmu pengetahuan dari berbagai sumber dan belahan dunia. diperlukan persiapan yang matang. Selaku harapan serta tumpuan bangsa dan negara yang akan melanjutk pembangunan an di segala bidang. Perkembangan iptek. Betapa tidak dengan penggunaan teknologi informasi perilaku manusia secara nyata telah beralih dari model aktifitas yang didasarkan pada suatu bentuk hubungan face to face telah bergeser kepada pola hubungan digitally. Adanya penyalahgunaan teknologi informasi yang merugikan kepentingan pihak lain sudah menjadi realitas sosial dalam kehidupan masyarakat moderen sebagai dampak dari pada kemajuan iptek yang tidak dapat dihindarkan lagi bagi bangsa-bangsa yang telah mengenal budaya teknologi (the culture of technology). sumber daya manusia dan keahlian. Semua ini dapat dipahami. maka tidak mengherankan dalam setiap aspek kehidupan manusia pun mulai menunjukan suatu fenomena baru. 1 . karena teknologi memegang peran amat penting di dalam kemajuan suatu bangsa dan negara di dalam percaturan masyarakat internasional yang saat ini semakin global. Generasi muda adalah kelompok masyarakat yang sangat rentan terhadap pengaruh budaya asing ini. politik. agar mereka dapat mengambil manfaat positif dan membentengi diri dari dampak negatif globalisasi dunia yang tengah berkembang ini. Hal ini salah satunya dapat dilihat pada upaya kreasi manusia yang berkaitan dengan bidang ilmu pengetahuan. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik. telepon selular dan media elektronik lain) yang berkembang sangat pesat. Teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia dalam dunia yang semakin ³sempit´ ini. murah. baik secara ekonomi. kompetitif dan komparatif. semakin dituntut dan diperlukan untuk mengawasi. budaya. baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan secara ³potong kompas´. pemantapan kehidupan beragama dapat dijadikan benteng pertahanan bagi masyarakat untuk meminimalisasi pengaruh negatif dari 69 . membina dan menyelamatkan para generasi muda dari dampak negatif kemajuan teknologi informasi.

masyarakat bahkan bangsa dan negara. artinya ketentuan cybercrime tidak dibuat dalam bentuk perundang-undangan tersendiri (khusus). internasional dan melampaui batas ataupun kedaulatan suatu negara. akan tetapi juga akan mempengaruhi aspek kehidupan lain seperti agama. Kesulitan yang dialami adalah pada perangkat hukum atau undang-undang teknologi informasi dan telematika yang belum ada sehingga pihak kepolisian Indonesia masih raguragu dalam bertindak untuk menangkap para pelakunya. Munculnya revolusi teknologi informasi dewasa ini dan masa depan tidak hanya membawa dampak pada perkembangan teknologi itu sendiri. politik. Kejahatan mayantara dewasa ini mengalami perkembangan pesat tanpa mengenal batas wilayah negara lagi (borderless state). Konsep 70 . kecuali kejahatan mayantara yang bermotif pada kejahatan ekonomi/perbankan. Medan dampak globalisasi dunia melalui teknologi informasi yang masuk dengan deras ke semua pelosok negeri di Indonesia. Internet menjadi medium bagi pelaku kejahatan untuk melakukan kejahatan dengan sifatnya yang mondial.(Nugraha. Model yang digunakan adalah Umbrella Provision atau ³undang-undang payung´. namun amat disayangkan apabila unit ini bekerja tidak dilengkapi dengan perangkat legislasi anti cybercrime. Di sini perlu ada semacam batasan hukum yang tegas di dalam menanggulangi dampak sosial. akan tetapi diatur secara umum dalam RUU Teknologi Informasi dan RUU Telematika. Pihak kepolisian Indonesia telah membentuk suatu unit penanggulangan kejahatan mayantara dengan nama Cybercrime Unit yang berada di bawah kendali Direktrorat Reserse Kriminal Polri.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. ekonomi dan hukum dari kemajuan teknologi moderen yang tidak begitu mudah ditangani oleh aparat penegak hukum di negara berkembang seperti halnya Indonesia yang membutuhkan perangkat hukum yang jelas dan tepat dalam mengantisipasi setiap bentuk perkembangan teknologi dari waktu ke waktu. kehidupan pribadi. Artinya. Pembentukan unit kepolisian ini patut dipuji. Jaringan informasi global atau internet saat ini telah menjadi salah satu sarana untuk melakukan kejahatan baik domestik maupun internasional. khususnya kepolisian tidak mampu untuk menangkal dan menanggulangi disebabkan keterbatasan sumber daya manusia. Semua ini menjadi motif dan modus operandi yang amat menarik bagi para penjahat digital. 1 . 2002) Selain melakukan upaya dengan mengkriminalisasikan kegiatan di cyberspace dengan pendekatan global. sosial. kebudayaan. Para hacker dan cracker bisa melakukannya lewat lintas negara (cross boundaries countries) bahkan di negara-negara berkembang (developing countries) aparat penegak hukum. Mengantisipasi kejahatan ini seyogianya dimulai melalui pembentukan perangkat undangundang seperti dalam Konsep KUHP Baru dan RUU Teknologi Informasi yang disusun oleh Pusat Kajian Cyberlaw Universitas Padjadjaran. Harus diakui bahwa Indonesia belum mengadakan langkah-langkah yang cukup signifikan di bidang penegakan hukum (law enforcement) dalam upaya mengantisipasi kejahatan mayantara seperti dilakukan oleh negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat. sarana dan prasarana teknologi yang dimiliki. Pemerintah Indonesia sedang melakukan suatu pendekatan evolusioner untuk mengatur kegiatan-kegiatan santun di cyberspace dengan memperluas pengertianpengertian (ekstensif interpretasi) yang terdapat dalam Konsep KUHP Baru.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Manifestasi kejahatan mayantara yang terjadi selama ini dapat muncul dalam berbagai macam bentuk atau varian yang amat merugikan bagi kehidupan masyarakat ataupun kepentingan suatu bangsa dan negara pada hubungan internasional. Suatu hal yang patut diperhatikan adalah bahwa kejahatan sebagai gejala sosial sampai sekarang belum diperhitungkan dan diakui untuk menjadi suatu tradisi atau budaya yang selalu mengancam dalam setiap saat kehidupan masyarakat. karena kemajuan teknologi yang digunakan para pelaku cukup canggih dalam aksi kejahatannya.

perangkat undang-undang belum tersedia sebagai sarana penal dalam menanggulanginya. Dampak buruk teknologi yang disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab menjadi masalah hukum pidana dan harus segera ditanggulangi melalui sarana penal yang dapat dilakukan oleh penegak hukum kepolisian. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dewasa ini patut disyukuri sebagai hasil budaya manusia moderen. Dampak buruk teknologi menjadi pekerjaan rumah bersama yang merupakan sisi gelap dari perkembangan teknologi yang harus ditanggulangi. Seyogianya kemajuan teknologi menolong kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Sayangnya. Selain itupula dukungan kemampuan masyarakat untuk mengetahui perkembangan kebudayaan Kota Makassar juga berperan penting terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. termasuk kepedesaan di Indonesia. 1 . Namun kemajuan teknologi membawa dampak buruk dalam kehidupan masyarakat berupa kejahatan mayantara sehingga harus diantisipasi dengan tersedianya perangkat hukum atau undang-undang yang tepat. baik melalui sarana penal maupun non penal agar tidak menjadi masalah kejahatan besar bagi bangsa dan negara yang mengalami krisis ekonomi. Medan KUHP Baru sebelumnya tidak memperluas pengertian-pengertian yang terkait dengan kegiatan di cyberspace sebagai delik baru. Data tersebut dikumpulka melalui pra survey dan survey lapangan (observasi langsung) dan wawancara mendalam (debt interview) dengan menggunakan pedoman wawancara.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Berikut pendapat responden tentang kemampuan Pemerintah dalam mendukung pemanfaatan globalisasi teknologi informasi terhadap budaya masyarakat di Kota Makas sar yaitu sebagai berikut : 71 . karena telah menjadi ³kebutuhan pokok´ manusia moderen yang cenderung pada kemajuan dengan mempermudah kehidupan masyarakat melalui komunikasi dan memperoleh informasi baru. Namun perkembangan teknologi digital tidak akan dapat dihentikan oleh siapapun. Mengingat kemajuan teknologi telah merambah ke pelosok dunia. Data primer diperoleh melalui penyebaran angket kepada beberapa responden dengan menggunakan angket (questioner). HASIL PEMBAHASAN Hasil penelitian yang digunakan dalam pelaksanaan ini untuk menganalisa faktor pendukung pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. maka dampak buruk teknologi yang menjadi kejahatan mayantara pada masa depan harus ditanggulangi dengan lebih hati-hati. Adapun hasil penelitian yang dilakukan terhadap obyek penelitian adalah sebagai berikut : Kemampuan Masyarakat dan Pemerintah Pemanfaatan globalisasi teknologi informasi dapat terlaksana dengan baik jika didukung oleh kemampuan pemerintah mendukung penggunaan teknologi informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar.

Karena dari 63 responden yang memberikan jawaban mendukung sebanyak 35 orang (55. Hal ini dapat dilihat dari fasilitas yang digunakan saat melakukan kegiatan kebudayaan seperti pameran-pameran kebudayaan ataupun memperkenalkan seni-seni budaya yang ada di Kota Makassar kepada dunia luar.87 3. yaitu sebagai berikut : Tabel 2 Pendapat Responden Tentang Kemampuan Masyarakat Menggunakan Teknologi Informasi Dalam Mendukung Kebudayaan Masyarakat di Kota Makassar Frekuensi Persentase No Pendapat Responden (orang) (%) 1. Berikut pendapat responden tentang kemampuan masyarakat menggunakan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan budaya masyarakat di Kota Makassar.03 %). Mendukung 35 55.56 3. Sangat Mampu 13 20.46 Jumlah 63 100. 1 . Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemerintah sebagai motivator dalam mendukung penggunaan teknologi informasi terhadap perkembangan budaya masyarakat di Kota Makassar.56 %) Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa pemerintah mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap perkembangan budaya masyarakat di Kota Makassar. Hal ini dapat dilihat dari pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung kegiatan di Kota Makassar seperti pembuatan website Pemerintah Kota Makassar yang memuat tentang perkembangan sektor kebudayaan di KotaMakassar. Sangat mendukung 15 23. Mampu 10 15. Karena dari 63 responden yang memberikan jawaban kurang mampu sebanyak 29 orang (46. Tidak mendukung 6 9.00 Sumber : Data Primer diolah November 2008 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa kemampuan pemerintah mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi budaya masyarakat Kota Makassar. Kurang Mampu 29 46.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.81 2. Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan Teknologi Informasi masih kurang.00 Sumber : Data Primer diolah November 2008 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa kemampuan pegawai di instansi Pemerintah Kota Makassar masih kurang dalam menggunakan software computer PC di setiap unit kerja. 72 .03 4. Hal ini disebabkan masih kurang masyarakat yang membuka website-website yang memuat tentang perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Kurang mendukung 7 9.52 Jumlah 63 100.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.52 4. Tidak Mampu 11 17. Medan Tabel 1 Pendapat Responden Tentang Kemampuan Pemerintah Dalam Mendukung Globalisasi Teknologii Informasi terhadap Kegiatan Kebudayaan Di Kota Makassar Frekuensi Persentase No Pendapat Responden (orang) (%) 1.63 2.

22 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa kualitas fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung perkembangan budaya masyarakat di Kota Makassar kurang berkualitas. Dukungan Fasilitas Teknologi Informasi Fasilitas teknologi informasi yang memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitas sangat dibutuhkan. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami pemanfaatan globlalisasi Teknologi Informasi dari seluruh aspek kehidupan termasuk perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Hal ini dapat dilihat saat melakukan kegiatan kebudayaan Teknologi Informasi yang digunakan dapat digunakan baik oleh masyarakat maupun pihak. pihak Pemerintah Kota juga melakukan kerjasama dengan pihak penyediaan layanan Teknologi Informasi untuk mendukung kualitas fasilitas yang digunakan. Berikut pendapat responden tentang kuantitas fasilitas yang dimiliki dalam mendukung penggunaan Teknologi Informasi yaitu sebagai berikut : 73 .33 Berkualitas 18 28. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fasilitas yang digunakan dalam setiap kegiatan kebudayaan fasilitas yang digunakan cukup berkualitas.87 Kurang berkualitas 21 33. Dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Kota Makassar selain menggunakan fasilitas yang dimiliki. Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa fasilitas yang digunakan dalam mendukung peningkatan kegiatan kebudayaan di Kota Makassar telah memadai dan memiliki kualitas yang cukup berkualitas. Demikianlah halnya penggunaan teknologi informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar memerlukan fasilitas yang memadai bai dari segi kualitas maupun kuantitas.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 4 . 3 . Berikut pendapat responden tentang kualitas fasilitas Teknologi Informasi dalam mendukung perkembagan budaya masyarakat di Kota Makassar yaitu sebagai berikut : Tabel 3 Pendapat Responden Tentang Kualitas Sarana dan Prasarana Dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Perkembagan Kebudayaan di Kota Makassar No 1 . 2 . 1 . Jumlah 63 Sumber : Data Primer diolah November 2008 100.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.00 Tidak Berkualitas 10 15.33 %). Medan Hasil pengamatan menunjukkan bahwa teknologi informasi yang digunakan dalam mendukung kebudayaan di Kota Makassar kurang maksimal. Karena dari 63 orang yang memberikan jawaban kurang berkualitas adalah 21 orang (33. Fasilitas yang memadai akan memberikan kemudahan kepada pengguna Teknologi Informasi untuk memperoleh data dan informasi.58 Pendapat Responden Sangat Berkualitas Frekuensi (orang) 14 Persentase (%) 22.

46 26. 4. 4. Frekuensi (orang) Sangat baik 4 Baik 7 Kurang Baik 21 Tidak Baik 15 Jumlah 63 Sumber : Dara primer diolah November 2008 Pendapat Responden Persentase (%) 8. 2.51 19.68 %).98 36. Karena dari 63 responden yang memberikan jawaban kurang baik sebanyak 21 orang (44. maka untuk mendukung kegiatan kebudayaan masih menyewa peralatan dari penyediaan layanan Teknologi Informasi.00 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Kota Makassar dari segi kuantitas masih kurang. Medan Tabel 4 Pendapat Responden Tentang Fasilitas Teknologi Informasi Dari Segi Kuantitas Dalam Mendukung Kegiatan Kebudayaan di Kota Makassar No 1. Berikut pendapat responden tentang sikap dan perilaku masyarakat terhadap penggunaan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar yaitu sebagai berikut : Tabel 5 Pendapat Responden Tentang Sikap Masyarakat Terhadap Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Mendukung Perkembangan Budaya Masyarakat No 1.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran yang dimiliki untuk melakukan penambahan fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung perkembangan kebudayaan masyarakat di Kota Makassar kurang maksimal. 3. Sikap dan Perilaku Masyarakat Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar perlu didukung sikap dan perilaku masyarakat dalam memahami Teknolog i Informasi tersebut.05 74 .92 100. Hal ini dapat dilihat saat melakukan kegiatan kebudayaan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Kota Makassar masih perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Makassar. 3.51 14. 1 . Pendapat Responden Sangat baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Frekuensi 11 17 23 12 Persentase 17.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.68 31. Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Kota Makassar kurang baik.89 44. 2. Dukungan sikap dan perilaku masyarakat untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kegiatan kebudayaan di Kota Makassar. Kurang memadainya fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dari segi jumlah masih sangat terbatas.

Kurangnya keinginan tersebut disebabkan : 1. 3.63 34. Hal ini dapat dilihat dari sikap masyarakat untuk mengetah ui perkembangan kebudayaan di Kota Makassar masih perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari sikap masyarakat untuk mengetahui perkembangan kegiatan kebudayaan di Kota Makassar masih perlu mendapat perhatian dari pemerintah.29 20.93 %). Karena dari 63 responden yang memberikan jawaban kurang memahami sebanyak 22 orang (34. Karena dari 63 responden yang memberikan jawaban kurang baik sebanyak 23 orang (36. 2. Berikut pendapat responden tentang pemahaman masyarakat terhadap Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar yaitu sebagai berikut : Tabel 6 Pendapat Responden Tentang Pemahaman Masyarakat Terhadap TI Mendukung Perkembangan Budaya Masyarakat No 1.92 30. 1 . kurangnya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar kepada masyarakat untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dalam mengetahui perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. 3.00 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa sikap masyarakat dalam memahami Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Kota Makassar masih kurang memahami. Hal ini dapat dilihat dari keinginan dan animo masyarakat untuk mengetahui perkembangan kegiatan kebudayaan di Kota Makassar.00 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa sikap masyarakat terhadap penggunaan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar kurang baik. Medan Jumlah 63 Sumber : Dara primer diolah November 2008 100. Website yang memuat kegiatan kebudayaan di Kota Makassar sering mengalami gangguan atau dalam melakukan download file mengalami gangguan. 2.16 100. Frekuensi (orang) Sangat memahami 9 Memahami 13 Kurang Memahami 22 Tidak memahami 19 Jumlah 63 Sumber : Dara primer diolah November 2008 Pendapat Responden Persentase (%) 14.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 75 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa sikap masyarakat terhadap penggunaan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar masih kurang baik. 4. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sikap masyarakat terhadap Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar masih kurang baik. Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa sikap masyarakat terhada p penggunaan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar masih kurang baik.51 %). Masyarakat kurang termotivasi tentang kegiatan kebudayaan masyarakat.

1 . Medan Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa sikap masyarakat terhadap penggunaan Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar memerlukan pemahaman dari masyarakat.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 76 .JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.

Perlunya sosialisasi yang dilakukan pemerintah dalam mendukung peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Polity Press. London: Harper Collins. 3. yaitu : 1. The Standard of Living. 3. Oxford University Press. dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar kurang optimal. 1 . Amartya. Sikap dan perilaku yang dimiliki oleh masyarakat dalam memanfaatkan Teknologi Informasi sangat penting dimiliki sehingga masyarakat dapat memanfaatkan Teknologi Informasi secara maksimal dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar..kontan-online. 1995 Sen. Daftar Bacaan Giddens. Fasilitas yang digunakan baik segi kualitas dan kuantitas kurang mampu mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. India. 1995 Ohmae. Technology & Development.com/ Kontan On-line. 2000 Murray. 2. Saran Adapun saran yang dapat diberikan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. Anthony. Kenichi.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 2. Singapore. London. Third Way and Its Critics. 1985 Lain-lain : Infokomputer. Knowledge Machine : Language & Information in a Technological Society.com Edisi Juli-Agustus 2000. Longman Publisher. Khususnya kemampuan masyarakat dalam memahami pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi.infokomputer. Medan PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. Amartya.com/ di-Up load oleh: Anton Waspo 77 . Cambridge University Press. Kemampuan Pemerintah dan kemampuan masyarakat kurang mampu memberikan dukungan terhadap pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi dalam perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Hal ini dilihat dari beberapa faktor pendukung yang kurang terlaksana secara baik. http://www. Employment. The End of The Nation State ± The Rise of Regional Economies. 9 Oktober 2000. Denise E.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat yang kurang mengerti dan memahami pentingnya Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Sikap dan perilaku masyarakat dalam memahami pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi kurang optimal. 1975 Sen. http://www. Perlunya penambahan fasilitas yang memadai dalam mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar.

Dinas Tenaga Kerja Latar Belakang Masalah Keluhan pencari kerja. Diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui online pernah dilakukan dengan menggunakan internet khususnya e mail dan browsing. serta peraturan cuti kerja di negara tujuan. Umumnya informasi tentang hak dan kewajiban TKI yang lengkap belum diterima pada saat pendaftaran dan proses rekrutmen calon TKI.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. sistem gaji dan uang lembur. kedua Dinas Tenaga Kerja itu disarankan menyediakan leaflet berisi informasi ketenagakerjaan seperti lowongan pekerjaan dan persyaratan pembuatan kartu kuning. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dan wa wancara mendalam (depth interview) serta mempelajari data sekunder. Jakarta 4 78 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. sebelumnya peneliti yang sama pada Pusat Pengembangan Literasi Departemen Komunikasi dan Informatika. perusahaan tempat kerja. termasuk calon TKI mengenai informasi ketenagakerjaan belum banyak diungkapkan. Medan Diseminasi Informasi Ketenagakerjaan Pada Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kota Palangkaraya Oleh : Paraden Lucas Sidauruk4 Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran bagaimana pelaksanaan diseminasi informasi ketenagakerjaan bagi pencari kerja di Provinsi Kalimantan Tengah. Kata Kunci : Diseminasi Informasi Ketenagakerjaan. Wawancara menggunakan pedoman wawancara dengan nara sumber di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah dan di Kota Palangkarya. buletin dan leaflet. Penulis adalah Peneliti Madya bidang Studi Komunikasi dan Media pada Pusat Litbang Aptel SKDI. Sejauh ini belum banyak diteliti mengenai informasi apa yang selama ini diterima oleh pencari kerja baik yang bekerja di dalam negeri maupun calon TKI yang hendak berangkat ke luar negeri. dan pencari kerja di loket diseminasi kartu kuning. Pencari Kerja. Informasi yang diperoleh pencari kerja di Tanah Air dari sumber informasi resmi masih amat terbatas tentang informasi lowongan pekerjaan. Sikap ini terjadi karena kurang lengkap pengetahuan dan informasi yang dimilikinya mengenai hak dan kewajiban seorang TKI. tetapi sementara tidak dapat difungsikan karena hamb atan dana. siaran televisi. 1 . calon TKI sebagai pencari kerja cenderung menerima saja informasi yang disampaikan petugas atau sponsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua Dinas Tenaga Kerja tersebut telah melaksanakan diseminasi informasi ketenagakerjaan secara variatif melalui spanduk. Di dalamnya diungkapkan apa saja yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja sebagai institusi pemerintah di Daerah tersebut kepada pencari kerja. Di samping pemanfaatan internet. Semua aktivitas tersebut belum maksimal menjangkau khalayak pencari kerja. Calon TKI sebagai pencari kerja juga biasanya mengingikan informasi yang dianggap menarik perhatian saja seperti mengenai adat istiadat dan agama. Oleh karena itu. apakah diseminasi informasi online sudah berjalan ? Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi realistik. serta penyampaian informasi secara langsung atau tatap muka. khususnya di Kota Palangkaraya. Di masa yang akan datang. perlu dibangun jaringan LAN ketenagakerjaan di antara instansi ketenagakerjaan yang terkait.

Pencari kerja ini menggunakan informasi itu dalam jumlah yang cukup untuk menghasilaan keputusan yang tepat. Selain karena kurangnya sarana komunikasi. Berdasarkan pemikiran itu. Pemenuhan kebutuhan informasi ketenagakerjaan melalui diseminasi informasi yang efektif dapat memberdayakan pencari kerja sebagai warga negara.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan selama ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan informasi ketenagakerjaan pencari kerja seperti juga terjadi di Palangkaraya. Medan Padahal semua informasi berkaitan dengan ketenagakerjaan itu merupakan hak seorang pencari kerja sebagai warganegara yang dijamin oleh Pasal 28 F UUD 1945 dan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Di samping masalah informasi ketenagakerjaan itu. yaitu : 1. Secara spesifik melalui studi ini dapat diketahui : 1. Apa yang diharapkan oleh khalayak pencari kerja tidak lain adalah agar mereka mendapatkan informasi ketenagakerjaan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk memutuskan apakah pencari kerja bekerja di luar negeri atau di dalam negeri dibutuhkan data dan informasi ketenagakerjaan yang memadai. Diseminasi informasi ketenagakerjaan yang dilaksanakan pemerintah untuk pencari kerja. Akibatnya. 2. tidak sedikit di antaranya berganti-ganti pekerjaan dalam waktu singkat. Banyak juga yang menganggap pekerjaan tertentu hanya sebagai batu loncatan seperti bekerja sebagai penjual (sales) atau bekerja di perusahaan atau instansi yang tidak sesuai dengan harapannya. 1 . juga sering dikeluhkan kurangnya kualitas sumber daya manusia yang menangani kegiatan diseminasi informasi tersebut. perlu dijawab informasi apa yang disampaikan sumber informasi tersebut selama ini kepada stakeholder khusunya pencari kerja. tiap pencari kerja berhak untuk mendapatkan informasi yang lengkap sesuai dengan kebutuhannya sehingga mereka bisa membuat keputusan yang tepat.Oleh karena itu. tidak sedikit pula pencari kerja yang menerima tawaran suatu pekerjaan tanpa didasari pada keputusan yang matang. Selain itu. Provinsi Kalimantan Tengah ?´ Beberapa pertanyaan penelitian dapat diajukan. Informasi yang disampaikan pemerintah kepada pencari kerja. 79 . Apakah diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui on line telah dilaksanakan pemerintah kepada pencari kerja ? 3. Apa saja yang dilaksanakan pemerintah untuk pencari kerja dalam diseminasi informasi ketenagakerjaan? 2. Kurangnya informasi ketenagakerjaan membuat pencari kerja tidak melihat adanya alternatif atau kesempatan kerja lain. Rumusan Masalah Masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : ´Bagaimana pelaksanaan diseminasi informasi ketenagakerjaan bagi pencari kerja di Kota Palangkaraya. perlu penelitian mengenai pemerintah sebagai komunikator yang menangani ketenagakerjaan dalam diseminasi informasi ketenagakerjaan. 3. Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai pencari kerja mereka belum mendapatkan informasi ketenagakerjaan yang mencukupi untuk melamar pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja baru. Dalam kenyataannya. Pelaksanaan diseminasi informasi ketenagakerjaan on line kepada pencari kerja. Informasi apa yang disampaikan oleh pemerintah kepada pencari kerja ? Tujuan dan Manfaat Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran diseminasi informasi ketenagakerjaan bagi pencari kerja di Palangkarya. sumber informasi resmi di bidang ketenagakerjaan belum sepenuhnya melakukan diseminasi informasi ketenagakerjaan sebagai sutatu bentuk komunikasi yang benar-benar menjangkau khalayak pencari kerja. Kalimantan Tengah.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.

Setidaknya. terutama dalam mempersiapkan implementasi Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. 1997 : 50) bahwa ³information refers to the opportunity to reduce uncertainty´. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kredibilitas komunikator adalah kekuasaan dan keahlian yang dimiliki sehingga menimbulkan kepercayaan di mata khalayak. Ibnu Hamad (2007) mengatakan pembahasan lebih pada diseminasi informasi menggunakan 5W & 1H. Dalam kaitannya dengan diseminasi informasi sebagai bentuk dan proses komunikasi.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Dengan kekuasaan dimaksudkan sumber informasi mempunyai kewenangan di bidangnya secara resmi. Menurut Sasa Djuarsa dkk. punya integritas serta dipercayai oleh pihak komunikan (khalayak)´ Dalam diseminasi informasi sebagai proses komunikasi yang efektif memerlukan pengemasan pesan sehingga menimbulkan kebutuhan bagi khalayak. Unsur komunikasi lain adalah khalayak seringkali dipersepsikan sebagai unsur yang kurang penting karena dianggap sebagai orang bersikap pasif dan menerima saja apa yang disampaikan oleh komunikator. Terlebih lagi karena informasi berharga guna mengurangi ketidakpastian seperti dikemukakan dalam Shannon dalam Griffin. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkarya saran-saran penelitian ini dapat diterapkan untuk meningkatkan diseminasi infomasi ketenagakerjaan kepada pencari kerja. apabila syarat syarat pesan yang baik itu dapat terpenuhi. Harold D. Pemerintah sebagai komunikator atau sumber informasi menyampaikan pesan (message) kepada khalayaknya. 1973 dalam Hamidi. 1 . pesan (what) dan khalayak (whom) merupakan variabel penelitian yang penting dicermati dalam studi diseminasi informasi pada instasni pemerintah. Kerangka Pemikiran Tiap unsur komunikasi mempunyai perannya sendiri untuk mewujudkan proses komunikasi yang efektif. apalagi jika komunikatornya 80 . keahlian. 2007 : 72-73) Informasi yang dikandung dalam pesan itu akan digunakan khalayak. Proses pengambilan keputusan yang memberikan kepastian hanya mungkin jika tersedia informasi yang cukup. Agar khalayak tertarik terhadap pesan yang disampaikan komunikator. ´seorang komunikator akan berhasil dalam upaya persuasi yang dilakukannya apabilka ia (1) dipandang punya pengetahuan dan keahlian. Who. 1993 :72) meliputi Why. Rumus 5W & 1H yang dipakai dalam penyusunan berita ( Effendy. dan How dapat juga digunakan untuk diseminasi informasi. istilah. Satu unsur saja tidak ada membuat komunikasi tidak berlangsung dengan baik. Medan Hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai referensi menambah khazanah pengetahuan mengenai diseminasi informasi. Hal itu semakin jelas. What. Bagi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Tenaga Kerja. Komunikasi dapat berlangsung jika unsur-unsur yang menopangnya ada dan berperan sesuai dengan fungsinya masing-masing.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.. ¶attractiveness¶ (daya tarik) dan ¶power¶ (kekuasaan/kekuatan)´ Credibility atau kredibilitas menunjuk pada suatu kondisi di mana si sumber dinilai punya pengetahuan. atau pengalaman yang relevan dengan atau topik pesan yang disampaikannya. kata-kata dan kalimatnya (Wilbur Scramm. sehingga pihak penerima menjadi percaya bahwa pesan yang disampaikannya itu bersifat objektif´ Lebih lanjut dikemukakannya. Di samping itu. When. secara praktis dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan/penyempurnaan kebijakan pelayanan atau diseminasi informasi pada Departemen Komunikasi dan Informatika. maka pesan tersebut hendaknya mudah dipahami baik bahasa. sedikitnya ada tiga karakteristik dari sumber yang perlu diperhatikan yakni : ¶credibility¶ (kredibilitas). Dalam hal ini. Where. dan (2) dinilai jujur. Laswell dalam Wilbur Schramm (1963 :117) mengatakan ´a convenient way to describe an act of communication is to answer the following questions : who says what in which channel to whom with what effect ?´ Schramm menunjukkan unsur-unsur yang menggambarkan suatu tindakan komunikasi. pentingnya pelaku (sumber) dalam suatu kegiatan. unsur komunikator (who). perlu dirancang agar pesan menarik perhatian.. Untuk itu. (1993 : 204) .

. 1979) Informasi adalah ³data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang´ (Gordon B Davis. bahkan untuk membuka lapangan pekerjaan baru.. dan bahwa pesan adalah apa yang dibutuhkan oleh khalayak. khalayak dalam proses komunikasi yang dimaksud adalah pencari kerja yang juga pencari informasi. Diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui online adalah diseminasi informasi ketenagakerjaan yang ³terhubung secara langsung ke internet´ (Jasmadi. Model ini mengasumsikan khalayak setidaknya sama aktifnya dengan pengirim. dalam merancang suatu kegiatan komunikasi apakah melalui saluran kegiatan komunikasi personal atau melalui media massa. Khalayak adalah unsur dalam proses komunikasi yang merupakan sasaran dari penyampaian pesan atau penerima informasi dari komunikator atau sumber informasi.28). Sebagai khalayak adalah pencari kerja baik pencari yang bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri (calon TKI). sebagai komunikator adalah instansi pemerintah. Karena itulah. Secara implisit mereka membutuhkan informasi ketenagakerjaan yang berguna untuk membantunya dalam mencari atau melamar pekerjaan. Informasi ketenagakerjaan adalah informasi yang berkaitan dengan ketenagakerjaan seperti peraturan ketenagakerjaan. cara lain dan relasi sosial´. 1995. Padahal khalayak sebagai sasaran juga memiliki sikap sendiri dalam berkomunikasi sesuai dengan kepentingan dan tujuannya. lowongan kerja. John Fiske (2006 : 208) mengemukakan ³khalayak memiliki sekumpulan kebutuhan yang dicari pemuasannya melalui media massa.. Khalayak ternyata tidak pasif dalam proses komunikasi.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 2004 : 230) Komunikator atau sumber informasi adalah unsur dalam proses komunikasi yang menyampaikan atau menyebarluaskan pesan atau informasi kepada khalay Dalam hal ini ak. bukan yang dimaksudkan oleh pengirim. dkk (1993 : 221) . Diseminasi informasi ketenagakerjaan adalah suatu bentuk komunikasi yang menyampaikan atau menyebarkan informasi atau pesan mengenai ketenagakerjaan dari pemerintah sebagai komunikator kepada khalayak pencari kerja. kita seyogyanya berorientasi ke khalayak sasaran (audience oriented)´ Sejalan dengan itu. Menurut Sasa Djuarsa Sendjaja. pencari kerja termasuk informasi TKI meliputi persyaratan dan prosedur bekerja di luar negeri. khalayak bukanlah merupakan sekumpulan dari indvidu-individu yang bersikap dan bertindak ¶pasip¶. Medan merupakan instansi pemerintah yang dianggap memiliki kredibilitas di bidangnya.. hak dan kewajiban TKI. Dalam hal inilah pentingnya pengetahuan dan informasi bagi khalayak sehingga dapat menentukan sikap yang tepat. 1 . Mereka aktif dan juga selektif. Pesan adalah data dan informasi ketenagakejaan yang d isampaikan oleh pemerintah kepada pencari kerja.. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya. yakni Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Tenaga Kerja. Pencari kerja adalah setiap orang yang terdaftar di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota / Kabupaten untuk mencari atau melamar pekerjaan di dalam negeri maupun di luar negeri Kebutuhan informasi ketenagakerjaan adalah kebutuhan khalayak pencari kerja mengenai informasi ketenagakerjaan. tetapi mempunyai pandangan terhadap pesan dan komunikator. Definisi Konseptual Diseminasi adalah penyebaran (of information) (John M Echols dan Hassan Shadily. Dalam hubungannya dengan penelitian ini.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 81 ..

perkebunan 6. Pendekatan kualitatif ´lebih dimaksudkan untuk memberikan gambaran atau pemahaman mengenai gejala (dari perspektif subjek atau aktor). maka dipilih Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkarya dengan alasan kota ini merupakan pusat kegiatan pemerintahan dan masyarakat. Narasumber yang diwawancarai adalah pejabat Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Tenaga Kerja. Medan Metode Penelitian Metode penelitian merupakan seperangkat cara yang sistematik. Aman. 25 2 km . (Hamidi. GAMBARAN UMUM Geografi dan Demografi Provinsi Kalimantan Tengah Provinsi Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 10 tahun 1957 dengan ibukota Palangkaraya.637. 2007 : 44) Dalam hal ini salah satu varian fenomenologi yang digunakan adalah fenomelogi realistik. Dengan penelitian ini diharapkan dapat digambarkan proses diseminasi informasi dan jenis kebutuhan informasi khalayak pencari kerja.400 km . panas dengan suhu rata-rata 34 0 Celcius. termasuk kegiatan ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi.244.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.Wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara yang disusun terlebih dahulu.b.go. mengumpulkan. Lokasi penelitian ditetapkan secara purposive yaitu Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Provinsi Kalimantan Tengah di Kota Palangkaraya dengan pertimbangan bahwa instansi pemerintah yang melayani informasi ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat di kota tersebut.´ Selain melalui pengamatan atau observasi terhadap proses diseminasi informasi di lingkungan instansi pemerintah. Oleh karena diseminasi informasi ketenagakerjaan langsung kepada pencari kerja melalui loket pengurusan kartu kuning hanya dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten / Kota. Luas provinsi ini 153.744. petugas loket pelayanan kartu kuning.79 km2. pengumpulan data lapangan juga dilakukan wawancara mendalam (depth interview). sedangkan data yang kurang relevan tidak dimasukkan dalam analisis.id?web/id/KER 01/profil/kalteng/tanggal 25-4-2008) Secara administratif Provinsi Kalimantan Tengah terbagi atas 13 kabupaten. Kategori data dibuat berdasarkan permasalahan penelitian dan data lapangan.2001) dan (http://www. 1 . Data kualitatif yang diperoleh dari jawaban narasumber dan hasil observasi yang benar-benar sesuai dengan tujuan penelitian berkesempatan untuk dianalisis.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. mulia dan besar.62 km2.937. Mottonya adalah Kota Cantik (Terencana. menganalisis dan menyajikan data untuk menarik kesimpulan. sawah dan ladang 10. logis dan rasional yang digunakan oleh peneliti ketika merencanakan.564 km2 terdiri dari hutan dan pertanahan lainnya 134. fenomenologi realistik lebih menekankan pada pengamatan serta penggambaran esensi-esensi yang bersifat umum. Kalteng.177 desa dan 122 kelurahan. 1. (Dinas Tenaga Kerja Pemprov. A. Teras Nerang. Satu -satunya 2 pemerintahan kota di provinsi ini adalah Palangkaraya dengan luas 2. ´mulai tahun 2008-2010 Pemerintah Provinsi 82 . Tertib dan Keterbukaan). 1 kota.24 km2 (BPS.Provinsi ini terletak di daerah khatulistiwa dengan iklim tropis yang lembab. 2008a :2) Menurut Gubernur. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya. permukiman dan bangunan lainnya 1. membuat teori´ (Pawito. Menurut Embree (1998 :333-343) dalam Pawito (2007 :58). 95 kecamatan.i. Curah hujan terbanyak pada bulan-bulan Oktober sampai dengan Maret. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan melakukan reduksi data terlebih dahulu terhadap data yang masuk baik yang diperoleh melalui wawancara mendalam maupun catatan observasi di lapangan. 2007 : 122). dan pencari kerja. artinya tempat yang suci.

028. bergaul dengan masyarakat setempat.401 jiwa terdiri dari 1.259 Kab. Penduduk memilih bertempat tinggal di perkotaan karena faktor lapangan kerja sektor formal yang mulai berkembang. Sungai Kapuas. yaitu orang-orang Banjar. Minat penduduk untuk bekerja sebagai pegawai negeri sipil.003 41.449 Kab.003. Sungai Katingan. Barito Barat 58.75 penduduk / km2.957. Tabel itu juga memperlihatkan jumlah penduduk laki-laki secara keseluruhan maupun per kabupaten lebih besar daripada jumlah penduduk perempuan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.514 974.219 16. Barito Timur 43.823 42. sedangkan di kabupaten lainnya jumlah cukup kecil. terutama tari-tarian antara lain Deder Ketingan. Penduduk yang menganut agama Islam merupakan golongan terbesar.861 jiwa dengan laju pertumbuhan 2.377 55.513 27.003. Medan Kalimantan Tengah mempunyai program Mamangun Mahaga Lewu (Membangun Menjaga Desa). Kristen.176 Kota Palangkaraya 91.455 Kab. Kotawaringain Barat 106. Lamandau 28.351 Kab. Tabel 1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten dan Kota (orang) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kabupaten/Kota Penduduk Laki-laki Perempuan Kab. Jawa. Kapuas 176.36 % dan kepadatan 12. (2001 : 43-44) dikemukakan bahwa penduduk asli Provinsi Kalimantan Tengah adalah suku bangsa Dayak.089 42.180 jiwa.977 58.961 Kab.124 175. Sungai Kahayan.Gunung Mas 45. seperti perdagangan. Pada tahun 2005 jumlah penduduk tercatat 1.723 Jumlah 1. Lawangan.814 99. 83 .066 Kab.383 Kab. Pulang Pisau 59. dan Kinyah Kamber. jasa.231 Kab. yang terdiri dari beberapa sub suku bangsa seperti Ngaju. Bahasa Dayak Ngaju sebagai bahasa lingufranca. Ot-siang. Mereka bermukim dalam komunitas±komunitas desa di sepanjang Sungai Barito.025 Kab. (2008a:2) Tabel 1 menunjukkan tiga kabupaten dan kota Palangkaraya mempunyai jumlah penduduk yang tergolong besar. tetapi lebih terkonsentrasi di perkotaan.028. Bugis. Seruyan 57. Ot Danum.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. dan transportasi. Melayu. Selain orang Dayak ada juga penduduk pendatang.887 Jumlah total penduduk 2.071 92.kalteng bps.571 60. Makassar.357 dan 70 % di antaranya adalah desa´ (Kompas. Dalam tiga tahun akan ada 126 desa dijadikan percontohan. Kesenian masyarakat Dayak. desa dan kelurahan 1. tanggal 20-32008) Pada tahun 2006 jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 2.448 63. Katingan 69. 1 .401 Sumber : Diolah dari Dinas Tenaga Kerja Pemprov.697 Kab.887 perempuan dapat dilihat pada Tabel 1. Sukamara 19. Kabupaten Kapuas merupakan kabupaten terbesar dengan jumlah penduduknya 351. Ma¶anyam. Kalteng.514 laki-laki dan 974. 13-3-2008) Dalam publikasi yang diterbitkan oleh LIN. Murung Raya 45. Giring-giring. Sungai Mentaya dll.353 146. (http://www. TNI/Polri dan karyawan perusahaan dan berwirausaha cukup tinggi. Agama penduduk nya Islam. Penyebaran penduduk masih belum merata di seluruh provinsi Kalimantan Tengah.goid.545 Kab. Arab dan China.566 Kab. Kaharingan. Madura. dan Budha.132 50.579 jiwa. Di seluruh Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 30 bahasa daerah. Barito Selatan 62. Kotawaringin Timur 165. dan kabupaten Sukamara hanya berpenduduk 36. Katingan dll.

561.558 340.469 Sisa Lowongan 162 183 345 Bukan Tenaga Kerja 189. terutama di perdesaan hampir tidak ada yang kelihatan menganggur secara total.397 orang (1..6 % dengan jumlah penganggur laki-laki 5.670 46. Sektor pertanian dan perkebunan (berkebun sendiri) dan usaha mencari hasil hutan besar peranannya dalam menyerap tenaga kerja sehingga terkesan penduduk di Kalimantan Tengah. Pemprov Kalteng. Setidaknya penduduk di perdesaan bisa menggarap lahan pertanian atau berkebun di tanahnya sendiri atau milik keluarganya sebagai mata pencaharian. sebagai satu-satunya pemerintahan kota di Provinsi ini tampak karakteristik dan kemajuan perkotaan pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.337.631 orang (6. Angka yang disajikan itu merupakan jumlah penganggur yang tercatat secara resmi di Kantor Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. agama tidak berbeda jauh dari keadaan Provinsi Kalimantan Tengah. suku bangsa.dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2006 sebesar 5. Perusahaan dan mall di Kota Palangkaraya mulai menawarkan pekerjaan khusus untuk wanita sebagai sales promotion girls (SPG). (Dinas Tenaga Kerja.497 Bukan Angk. Berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di provinsi ini.8 % dan perempuan 13. (http://www.887 1.690 82.558 974.wikipeda.kalteng.51 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2003 tercatat 168. Data ini membuktikan bahwa daerah ini tidak bebas dari pengangguran meski wlayahnya amat luas untuk bisa digarap sebagai lahan pertanian. (2008a : 2) Jumlah pengangguran terbuka Agustus 2006 67. 1 . Bahkan sebagaimana dikemukakan sebelumnya.7 %) turun menjadi 55.478 Penganggur 35. Pendapatan penduduk per kapita pada tahun 2006 mencapai Rp 9.Hal ini mendorong penduduk perdesaan pindah (urbanisasi) ke kota Palangkaraya sebagai pencari kerja baru. Medan kecuali di Kota Palangkaraya.7 %)´ (http://www.0 %) pada Pebruari 2007 atau turun 12.84 %. 84 .360 Sisa Pencaker 2007 20. ³Bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian menyebabkan angka pengangguran menurun secara signifikan. Tabel 2 Data Ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Tengah ( orang) Uraian Laki-laki Perempuan Jumlah Tenaga Kerja 829.704 411.289 Sumber : Diolah dari Dinas Tenaga Kerja Pemprov. Kalteng.89 jiwa/km2.690 orang jauh lebih besar daripada jumlah penganggur laki-laki 35.go.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.asp.838 Kesempatan Kerja 578.048 38.7 %.168 376.360 orang terdiri dari penganggur perempuan 46. tercatat tingkat pengangguran sebesar 8.id/ viewarticle. tanggal 25-4-2008). Luas kota ini 2678.888 293.org/wki/kota Palangkaraya.590 872.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.423 Angkatan Kerja 614. Berbeda dengan di perdesaan penduduk yang benar-benar tidak bekerja sama sekali sulit ditemukan.449 jiwa dan kepadatan 62.329 187.421 18. Secara selayang pandang gambaran Kota Palangkaraya dalam beberapa hal seperti adat istiadat.id. 2008a : 2-3) Pada Tabel 2 dapat dilihat jumlah penganggur sebesar 82.670 orang.991. Keinginan untuk mendapatkan pekerjaan di kota mulai tumbuh di kalangan perempuan di perdesaan. Umumnya penganggur tersebut berdomisili di perkotaan sebagai akibat dari banyaknya lulusan terdidik khususnya SLTA hingga sarjana.244 orang (5.585 598. dan jumlah pencari kerja yang lebih terkonsentrasi pada pekerjaan perkantoran di instansi pemerintah dan perusahaan swasta.Kerja 186.280 954.

Kalteng. Karena tiap pencari kerja diharuskan mengisi Daftar Isian Pencari Kerja yang disediakan secara gratis. pekerjaan dan upah yang diinginkan pencari kerja.TNI.56 % merupakan tenaga terdidik mulai dari t amatan SLTA hingga kategori S1-S3´ (Dinas Tenaga Kerja.195 S1-S3 4.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. pindah wilayah.104 11. (2008a :5) No 1 2 3 4 5 6 Jumlah 91 307 1. Pelamar yang hendak mencari pekerjaan di kantor pemerintah (CPNS.124 2.048 Sumber : Diolah dari Dinas Tenaga Kerja Pemprov. tercatat 183.469 Data jumlah sisa pencari kerja atau pencaker hingga akhir tahun 2007 sebesar 38.Polri) dan perusahaan swasta diharuskan melampirkan kartu kuning (AK1) sebagai salah satu syarat.463 D1-D3/SM 3.421 18.307 23. Pemprov Kalteng. Kalteng.878 38. sebagian besar 36. Data pencari kerja yang diperoleh dari proses pengurusan kartu tersebut memuat jumlah pencari kerja dan jenis pekerjaan yang diinginkannya. Pencari Kerja (Pencaker) Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah tidak melayani langsung pengurusan kartu kuning bagi pencari kerja.677 Jumlah 20. Jumlah para penc ari kerja ini merupakan sisa yang tidak dapat disalurkan atau mendapat pekerjaan pada tahun 2007 dan mereka mencoba mendaftar kembali untuk mendapatkan kartu AK1 yang baru. 1 .201 3.567 5. terjadi pertambahan sebanyak 15. ³Jumlah pencari kerja yang belum ditempatkan sampai dengan akhir bulan Desember 2007 sebanyak 38. Medan tanggal 28-4-2008) Jumlah penduduknya menurut Tabel 1. 85 . Identitas pribadi dan pas photo pencari kerja yang tercantum dalam formulir meliputi tentang pekerjaan sekarang.469 orang. Di samping itu penghapusan sebagai pencari kerja dapat disebabkan karena permintaan sendiri.30 % atau 13.764 orang atau 95.469 orang diperoleh dari hasil pendaftaran melalui kartu kuning (AK1) yang dikeluarkan oleh Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota atau Kabupaten se Kalimantan Tengah. ³Pencari kerja yang tidak melaporkan atau tidak mendaftar ulang setelah terdaftar s ebagai pencari kerja selama 6 bulan berturut-turut akan dihapuskan sebagai pencari kerja karena diangggap tidak memerlukan Diseminasi antar kerja lagi.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.345 jiwa dalam waktu lima tahun. Jadi. Tabel 3 Jumlah Pencari Kerja Menurut Tingkat Pendidikan di Kalimantan Tengah (orang) Tingkat Pendidikan Laki-Laki Perempuan Tidak Tamat SD 67 24 SD 208 99 SLTP 717 590 SLTA 12.794 jiwa. 2008a : 8) Jumlah pencari kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berasal dari pencari kerja yang mengurus kartu kuning (AK1) di Kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya di Palangkaraya dan Kantor Dinas Tenaga Kerja yang terdapat di tiga belas kabupaten seKalimantan Tengah. Berdasarkan jumlah kartu yang dikeluarkan Dinas Tenaga Kerja Kota / Kabupaten itu dapat diketahui jumlah yang mendaftar sebagai pencari kerja. tetapi hanya mengolah dan merangkum data pencari kerja dalam publikasi Berita Pasar Kerja dan Lembar Informasi Ketenagakerjaan yang terbit tiap bulan seperti dapat dilihat pada Tabel 3.197 orang. tujuan mencari kartu AK1. Kartu kuning yang digunakan untuk melengkapi persyaratan lamaran kerja hanya dapat diperoleh di kantor Dinas Tenaga Kerja Kota/Kabupaten melalui loket Diseminasi kartu kuning. Jumlah pencari kerja berpendidikan tinggi D1-S3 ternyata cukup besar 34. (2008a : 5).319 7. meninggaal dunia atau sudah mendapat pekerjaan´ (Dinas Tenaga Kerja Pemprov.

643 7.949 Tenaga Usaha Penjualan 1.198 3. Tabel 4 Jumlah Pencari Kerja Menurut Golongan Pokok Jabatan Pada Tahun 2007di Kalimantan Tengah (orang) Golongan Pokok Jabatan Laki-Laki Perempuan Profesional. Kalteng.537 Tenaga Produksi 6.164 Tenaga Usaha Pertanian 2. tenaga profesional. Tiap organisasi di lingkungan birokrasi pemerintahan lebih digerakkan oleh misinya sehingga birokrasi mampu bertindak cepat dalam melayani masyarakatnya. pegawai.64 %).818 3.469 Pelaksanaan Diseminasi Informasi Ketenagakerjaan 1.230 Tenaga Usaha Jasa 1.Visi dan misi Gubernur Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bidang ketenagakerjaan merupakan dasar bagi penentuan visi dan misi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. peranan visi dan misi semakin penting dalam menjalankan organisasi pemerintahan. Keberhasilan sektor pendidikan melahirkan tenaga terdidik yang cukup besar di wilayah Kalimantan Tengah berpengaruh terhadap pilihan lapangan kerja. Orientasi pemerintah ditujukan kepada khalayaknya sebagai pelanggan yang harus dipenuhi kebutuhannya.053 1. Dalam publikasi Dinas Tenaga Kerja. 1998) termasuk kebutuhan informasi. misi dan tujuan organisasi pemerintahan tersebut diperlukan kesamaan persepsi semua pejabat.005 4.421 18.590 10. Tujuan Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ditetapkan untuk : 86 .048 Sumber : Diolah dari Dinas Tenaga Kerja Pemprov. Untuk memahami dan melaksanakan visi. yaitu ³reinventing government´.782 2. penempatan tenaga kerja dan peningkatan kesempatan kerja di perkotaan dan perdesaan.654 1. Kecenderungan pilihan jenis pekerjaan yang favorit di masa yang akan datang bersifat manajerial di instansi pemerintah dan perusahaan swasta.147 2. Pemprov Kalteng.552 1.664 1.555 Jumlah 20.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Medan Apabila diperhatikan jenis pekerjaan atau golongan pokok jabatan yang didaftar oleh pencari kerja yang belum ditempatkan (ybdi). Menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja. 1 . dan stakeholdernya. (2008a : 4) ³ visi Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2005-2010 adalah µmembuka Isolasi Menuju Kalimantan Tengah yang Sejahtera dan Bermanfaat¶. pengusaha dan perlindungan tenaga kerja. Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Dengan paradigma baru di bidang pemerintahan dewasa ini.929 3. (David Osborne dan Ted Gaebler. Program dan kebijakan mengenai diseminasi informasi ketenagakerjaan dibuat dalam rangka mencapai visi dan misi Dinas tersebut.634 Kepemimpinan dan Ketatalaksanaan 1.295 3.979 Pejabat Pelaksana dan Tata Usaha 3. dan pejabat pelaksana cukup banyak diminati ( 66. 3. dan Teknisi 4. 2. Sedangkan misinya adalah : 1. visi Dinas Tenaga Kerja µMengurangi Tingkat Pengangguran dan Meningkatkan Kualitas Hubungan Industrial untuk Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja¶. dengan misi di bidang ketenagakerjaan µMembangun Balai Pendidikan dan Ketrampilan untuk Meningkatkan Kemampuan Mengembangkan Semangat Kewirausahaan dan Keahlian Berusaha Melalui Kerjasama Dengan Berbagai Pihak Termasuk Perguruan Tinggi¶ Berdasarkan hal itu. Mewujukan pembangunan bidang ketenagakerjaan melalui perluasan lapangan kerja.560 38.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Mewujudkan peningkatan kualitas dan produktivitas angkatan kerja. (2008a :5) No 1 2 3 4 5 6 7 Jumlah 7. seperti dapat dilihat pada Tabel 4 tampaknya jabatan sebagai tenaga produksi.

Seksi Rencana dan Program 2. ´Diseminasi informasi ketenagakerjaan terutama yang ditujukan kepada stakeholder dan masyarakat dianggap sebagai tugas yang penting dalam masyarakat informasi´. Seksi Perencanaan Tenaga Kerja Ketiga seksi tersebut senantiasa bekerja sama dengan Seksi Informasi Ketenagakerjaan. sehingga tiap sumber daya manusia yang terdidik dan telah mendapat pelatihan ketrampilan mendapat pekerjaan. dalam kegiatan penyebaran informasi ketenagakerjaan serti penyusunan 87 . Hal ini berarti fokus perhatian utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah adalah mengatasi pengangguran. Program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja 2. Tingkat pengangguran di Kalimantan Tengah pada tahun 2006 sebesar 8. Tuntutan pekerjaan menghendaki Seksi ini mampu memberikan dukungan terhadap seluruh satuan organisasi yang berada dalam Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. termasuk informasi mengenai TKI di provinsi ini. 3. Tiga seksi lainnya pada Sub Dinas Perencanaan dan Program yang erat hubungannya dengan Seksi Informasi Ketenagakerjaan. Pemprov Kalteng. Tingginya tingkat pengangguran golongan terdidik -minimal tamatan SLTA. terutama tentang lowongan kerja yang tersedia di instansi dan perusahaan swasta. Meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah A. yaitu : 1. Sejalan dengan itu disusun Program Dinas tersebut meliputi : 1. salah satu tugas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah yang didelegasikan kepada Seksi Informasi Ketenagakerjaan adalah melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat guna memperkenalkan ketenagakerjaan. Memperluas dan mengembangakan kesempatan kerja.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Pembentukan Seksi Informasi Ketenagakerjaan dimaksudkan untuk melakukan diseminasi dan penyebaran informasi ketenagakerjaan. Upaya pemerintah ditujukan untuk memperluas dan mengembankan kesempatan kerja. Di samping itu.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Untuk dapat melaksanakan diseminasi informasi ketenagakerjaan secara khusus. Dalam hubungan itu. kebijakan di bidang ketenagakerjaan pada dasarnya adalah mendayagunakan sepenuhnya sumber daya manusia yang telah dikembangkan melalui pelaksanaan program utama ketenagakerjaan. Meningkatkan perlindungan dan pengembangan kelembagaan. Program perlindungan dan pengembangan kelembagaan. 1 . Oleh karena itu. Adanya pembagian tugas yang jelas tersebut tidak menghalangi satuan organisasi untuk menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Secara fungsional Seksi Informasi Ketenagakerjaan mempunyai tugas untuk melaksanakan diseminasi informasi ketenagakerjaan. dibentuk Seksi Informasi Ketenagakerjaan di bawah Sub Dinas Perencanaan dan Program.6 % merupakan yang tertinggi yang pernah dialami . Seksi Pelaporan dan Evaluasi 3. 3. fungsi dan pekerjaan masing-masing.di antaranya disebabkan faktor keberhasilan dunia pendidikan menciptakan tenaga terdidik lebih besar dari daya serap lapangan kerja untuk tenaga terdidik tersebut sehingga terjadi kelebihan penawaran tenaga terdidik (Dinas Tenaga Kerja. Walaupun demikian. (2008a : 5) Penganggur tersebut merupakan pencari kerja yang sebenarnya membutuhkan informasi ketenagakerjaan. tiap Sub Dinas dan Bagian Tata Usaha pada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah dapat memberikan informasi mengenai tugas. Medan 1. secara internal Seksi Informasi Ketenagakerjaan merupakan supporting unit bagi Sub Dinas dan Bagian Tata Usaha. Basuniansyah. Salah satu indikator rendahnya pendayagunaan atau pemborosan sumber daya manusia adalah tingginya tingkat pengangguran . 2.

Selama ini calon TKI yang akan bekerja ke luar negeri berangkat melalui daerah Kalimantan Selatan. BPS. RAN-PKTP (Rencana Aksi Nasional Penghapusasn Kekerasan Terhadap Perempuan) 8. diseminasi informasi mengenai TKI belum dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. tahun 2004 5. Tata Cara Permintaan Jaminan Kecelakaan Kerja. 2.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Medan dan penerbitan buletin dan leaflet. Kepala Seksi Informasi Ketenagakerjaan hanya dibantu oleh dua pegawai staf berpendidikan tamatan SLTA. Di samping produk berupa Lembar Informasi Ketenagakerjaan itu.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Kesepakatan Kerjasama Pembangunan Ketenagakerjaan Lintas Kabupaten Kota Se Kalimantan Tengah. Kegiatan diseminasi informasi ketenagakerjaan yang telah dilaksanakan selama ini secara rutin adalah membuat buletin Lembar Informasi Ketenagakerjaan yang diterbitkan tiap bulan. Leaflet yang berisi informasi ketenagakerjaan selain disebarkan di lingkungan instansi pemerintah seperti Bappeda. Trafiking (Perdagangan) Perempuan dan Anak 9. sejauh ini belum ada aktivitasnya´. Leaflet tentang TKI tidak disampaikan kepada calon TKI maupun Perusahaan Jasa TKI/Pelaksana Penempatan TKI Swata. Namun. tahun 2004 6. tahun 2004 3. Karena perusahaan TKI ini belum operasional. Visi dan Misi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. Untung Surapati nomor 8 Kapuas. Dinas Perhubungan. Jaminan Kecelakaan Kerja Program Jamsostek. Leaflet dimaksudkan sebagai sarana komunikasi untuk memperkenalkan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah sebagai institusi pemerintahan dan menyebarluaskan informasi atau peraturan ketenagakerjaan. juga diberikan secara selektif kepada pencari kerja atau petugas pemerintahan yang memintanya. pembuatan spanduk bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Diseminasi informasi ketenagakerjaan dalam bulan K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja (12 Desember-12 Januari) dilaksanakan dengan kampanye K3 melalui pemasangan spanduk di pinggir jalan besar dan tempat strategis di kota-kota Kalimantan 88 . Menurut Jahidin Siringo-ringo. tahun 2004 4. Persyaratan Permohonan Izin Pemutusan Hubungan Kerja dan Prosedur Permohonan Banding. lowongan kerja dan pengangguran di Kalimantan Tengah selama satu bulan. Diseminasi informasi secara institusional di tingkat provinsi merupakan tugas dan tanggung jawab Seksi Informasi Ketenagakerjaan. Pada umumnya Diseminasi informasi ketenagakerjaan dilaksanakan sendiri oleh Seksi tersebut. Standarisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja 7. ³di Kalimantan Tengah hanya terdapat satu perusahaan TKI yang baru berdiri berdasarkan izin tanggal 10 November 2007. tetapi dalam hal tertentu seperti kegiatan sosialisasi dan pembuatan spanduk melibatkan seksi lain dan Bagian Tata Usaha. Kepala Seksi Penyaluran dan Penempatan Tenaga Kerja. Kerjasama antar satuan kerja di lingkungan Dinas terutama karena jumlah dan kualifikasi pegawai yang menangani amat terbatas. 1 . Lembar informasi ketenagakerjaan yang dijilid secara sederhana dengan tampilan sebagai buletin dapat bermanfaat bagi stakeholder atau pengguna karena isinya memuat informasi yang menggambarkan perkembangan pencari kerja. Sub Dinas Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja. yaitu PT Titian Hidup Langgeng di Jalan Kol. Prosedur TKI Bekerja Ke Luar Negeri. sejumlah leaflet dicetak dan diterbitkan oleh Seksi Informasi Ketenagakerjaan. Sub Dinas Perencanaan dan Program. tahun 2002. Beberapa leaflet yang diterbitkan antara lain berjudul: 1. Menjadi TKI Meningkatkan Kesejahteraan 10. Sub Dinas Perencanaan dan Program.

Pada saat penelitian ini dilakukan internet keduanya untuk sementara waktu tidak bisa digunakan karena hambatan keuangan. Sebenarnya masalah internet ini tidak banyak berpengaruh terhadap kegiatan pelaporan ketenagakerjaan karena bukan andalan utama untuk mengirim data dan informasi ketenagakerjaan. Kampanye K3 ini penting bukan saja untuk setiap pekerja. Penyebaran informasi ketenagakerjaan melalui media massa khususnya siaran televisi dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. Laporan ini terbit tiap bulan merupakan ´salah satu kegiatan Proyek Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja (PPKK) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2007´ Pembuatannya dikoordinasikan oleh Sub Dinas Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja. diterbitkan pula Laporan Berita Pasar Kerja berupa himpunan data yang berasal dari laporan Informasi Pasar Kerja (IPK) dari seluruh kantor Dinas Tenaga Kerja Kota dan Kabupaten se -Kalimantan Tengah.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Untuk mengirim sebagian data dan informasi ketenagakerjaan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jakarta dikirim melalui e mail. Mahmud Fauzi dan Budi Ahmad Yani. Karena itu. Menurut kedua operator. Pegawai yang dapat mengoperasikan internet sebagai sarana dalam kegiatan diseminasi informasi ketenagakerjaan online telah siap sejak Mei 2007. mereka ´pernah mengikuti pelatihan operator dan mengoperasikan komputer online 3 hari yang dilaksanakan oleh Depnakertrans di Jakarta Mei 2007. Fasilitas yang mendukung aktivitas ini tersedia dua komputer yang tersambung (link) dengan jaringan internet milik Telkom. tetapi juga bagi perusahaan dan pemerintah sebagai penyedia kerja yang bertanggun jawab terhadap keselamatan dan kesehatan pekerjanya. Situs (website) Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sendiri belum ada. Dalam pelatihan diberikan mengoperasikan Windows dan cara membuka situs di internet´ Sebelumnnya Maret-April 2007 komputer (Windows) dikirim dulu dan sebagai tindak lanjutnya mereka mengikuti pelatihan komputer itu. gedung-gedung dan tempat kerja lainnya. Kedua fungsi internet itu belum dilaksanakan secara maksimal. Kampanye K3 yang dilakukan secara terus menerus diharapkan dapat menjadikan K3 sebagai budaya kerja sehingga para pekerja terhindar dari kecelakaan kerja. internet tidak digunakan sebagai satu-satunya 89 . Wawancara dengan topik ketenagakerjaan dilaksanakan secara periodik ( 3 bulanan ) di TVRI. Sosialiasi ini yang dimaksudkan untuk mengingatkan para pekerja agar lebih berhati-hati pada saat bekerja di bangunan-bangunan. go id di Jakarta. Selama ini penggunaan internet di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah terbatas hanya untuk mencari ( browsing) dan mengirim (e-mail) informasi. 1 . Sedangkan untuk mendapatkan informasi dan peraturan ketenagakerjaan terbaru sebagian dilakukan melalui browsing ke situs www. Medan Tengah. Sumber daya manusia (SDM) yang menangani internet ini dilaksanakan oleh dua orang operator.nakertrans. di acara itu dikemukakan mengenai perkembangan dan masalah ketenagakerjaan di daerah ini Acara siaran televisi ini dianggap penting sebagai sarana komunikasi untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang amat luas seperti Kalimantan Tengah.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kegiatan diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui online ditempakan pada satu ruangan dengan Seksi Penyaluran dan Penempatan Tenaga Kerja. Penggunaan cara manual dengan surat merupakan cara pengiriman yang utama. Penggunaan browsing untuk mencari data dan informasi ketenagakerjaan masih terbatas sebagai pelengkap. Di samping penyebaran informasi ketenagakerjaan sebagaimana dimuat dalam cakupan kegiatan Seksi Informasi Ketenagakerjaan itu. Internet bisa dioperasikan mulai bulan Mei sampai dengan Desember 2007. Menurut Fauzi ´ hal ini disebabkan belum ada (pencairan) dana tahun anggaran 2008 untuk membayar telepon´. mengingat penggunaannya masih baru dan lebih banyak dimaksudkan sebagai sarana pembelajaran teknologi informasi.

informasi lowongan kerja. 2. pencaker sering hanya membawa ijazah terakhir´ Ketidaklengkapan berkas fotocopy ijazah ini timbul karena pencari kerja baru mengetahui informasi persyaratan yang sebenarnya ketika membacanya di samping loket. Dengan mendapatkan informasi ketenagakerjaan pencari kerja mengetahui apa yang seharusnya dilakukan untuk mempersiapkan dan melamar pekerjaan secara lengkap Ketika mengurus karu kuning pencari kerja sekaligus memperoleh informai ketenagakerjaan.000. Semua petugas bekerja berdasarkan petunjuk dan prosedur tetap pembuatan kartu kuning dan mendapatkan bimbingan dari Kepala Seksinya. Ruangan berukuran 3 x 4 meter ini digunakan untuk memproses dokumen pembuatan kartu kuning dan menyerahkan hasilnya kepada pencari kerja.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Menurut petugas kartu kuning. prosedur dan syarat melamar perusahaan dan instansi pemerintah yang menawa rkan pekerjaan. walaupun secara ekonomi cukup banyak punya mobil dan motor´.. Kedua kebutuhan ini menyatu sehingga sukar untuk dipisahkan. kebutuhan akan mendapatkan pekerjaan secara implisit di dalamnya ada kebutuhan informasi ketenagakerjaan atau sebaliknya.bertentangan dengan ILO dan pencaker masih penganggur. 3. Komunikasi data dengan menggunakan LAN masih merupakan tantangan bagi Din Tenaga Kerja Provinsi dan as Dinas Tenaga Kerja kota dan kabupaten se-Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah belum memakai fasilitas jaringan Local Area Network (LAN). Demikian pula hubungan dengan stakeholder ketenagakerjaan di Palangkaraya. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kota Palangkaraya. Medan sarana pengiriman dan pencarian data dan informasi ketenagakerjaan. Peranan loket tidak hanya untuk memasukkan berkas dan menyerahkan kartu kuning.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.000-an. Dinas Tenaga Kerja. ³keluhan pencaker tidak ada. Fotocopy KTP yang masih berlaku 1 lembar. Kebutuhan informasi mendesak dari tiap pencari kerja pada dasarnya sama. Lilik.per orang masuk kas Daerah. 2. Pada Dinas Tenaga Kerja. Menurut Kepala Seksi Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja. sering terjadi kekeliruan karena yang diserahkan pencari kerja hanya ijazah terakhir. 90 . petugas kemudian memberikan kartu kuning melalui loket. Pasfoto ukuran 3x4 cm 3 lembar. 1 . tetapi di sana juga terjadi komunikasi antara petugas dengan pembuat kartu kuning yang tidak lain adalah pencari kerja. yaitu informasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamarnya. Darwono ³ jumlah pencaker tahun 2007 terdaftar 7.. Pengurusan kartu kuning di kota Palangkaraya mulai tanggal 1 Januari 2007 tidak dipungut biaya. Selama 2002-2006 dipungut Rp 10. Fotocopy ijazah SD s/d terakhir 1 lembar.. Petugas adalah pegawai dari Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja yan ditempatkan di g ruangan pembuatan kartu kuning. seperti persyaratan pembuatan kartu kuning. Meskipun persyaratan ijazah yang dicantumkan dalam pengumuman cukup jelas. diseminasi i formasi n ketenagakerjaan dilaksanakan petugas secara langsung kepada pencari kerja melalui loket dari ruangan pelayanan kartu kuning bersamaan dengan proses pembuatan kartu tersebut. Sebagai langkah awal tiap pencari kerja diminta untuk mengisi formulir terlebih dahulu dan menyerahkan dokumen sesuai dengan persyaratan seperti tercantum pada pengumuman yang ditempel di samping loket. Kenyataannya. Setelah berkas selesai diproses. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kota Palangkaraya Masalah pengangguran yang berkaitan erat dengan pencari kerja merupakan salah satu aspek ketenagakerjaan yang mendapatkan prioritas dalam program Dinas Tenaga Kerja baik di provinsi maupun di kota dan kabupaten. Kebijakan pembebasan biaya pembuatan kartu kuning dengan jelas tertera pada pengumuman yang ditempel di samping loket. Persyaratan pembuatan kartu kuning (AK1) dalam pengumuman 29 November 2006 adalah : 1.

Dalam pelayanan ini tidak ada petugas dan loket khusus yang menyampaikan informasi ketenagakerjaan. Komunikasi tatap muka terjadi antara petugas yang berada di dalam ruangan dengan pencari kerja yang berdiri di depan loket. Kedua pekerjaan itu dilakukan oleh petugas yang sama. Pada waktu yang sama petugas memberikan informasi dan juga menyeleksi berkas pembuatan kartu AK1. Para pencari kerja mendapat informasi dari petugas secara langsung atau mengetahuinya dari pengumuman yang ada di loket pelayanan kartu kuning. Medan Oleh karena itu. Informasi mengenai lowongan pekerjaan secara lengkap dapat dibaca pada pengumuman dan karena itu tidak disampaikan lagi. Veronika (23 tahun) ´mau menanyakan kepada petugas yang sibuk tidak enak. alamat dan pendidikan pencari kerja yang telah terdaftar di Buku Daftar Isian Pencari Kerja. tapi dari teman-teman´ Menurut keduanya diharapkan Dinas ini juga memberikan informasi lowongan kerja dan loket pelayanan kartu kuning tidak di belakang kantor. tidak ada keleluasaan bagi pencari kerja untuk bertanya guna mendapatkan informasi yang lengkap. 1 . Kebanyakan pencari kerja mengetahui adanya lowongan pekerjaan yang ditawarkan instansi dan perusahaan dari papan pengumuman tersebut. tetapi lebih esensial mengenai informasi ketersediaan lowongan pekerjaan. Dinas Tenaga Kerja. Di samping diseminasi informasi langsung melalui loket kartu kuning. karyawan perusahan itu menyampaikan persyaratan dan prosedur untuk mengisi lowongan yang tersedia diperusahaannya secara detail. Kegiatan pemberdayaan (empowering) tenaga kerja dan masyarakat melalui pelatihan ini secara tidak langsung melakukan diseminasi informasi dan motivasi kepada pesertanya. Akibatnya. ³informasi lowongan kerja diperoleh bukan dari Dinas Tenaga Kerja. orientasinya ke PNS´ Padahal peserta bukan saja mendapat informasi dan pengetahuan mengenai pelatihan yang diikutinya.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Menurut seorang pencari kerja yang mengurus kartu kuning. Namun. Hal ini menggambarkan bahwa kebutuhan informasi ketenagakerjaan tidak hanya sebatas persyaratan pembuatan kartu kuning. tetapi ditempatkan di depan kantor supaya mudah diketahui. Walaupun program pelatihan BLK cukup bermanfaat bagi tenaga kerja. Pencari kerja yang sedang mengurus kartu kuning dapat mendengarkan suara petugas melalui loket yang sama. Kebanyakan informasi yang disampaikan mengenai persyaratan kartu kuning. Peranan pengumuman ini sangat bermanfaat dalam diseminasi informasi lowongan pekerjaan. Kadangkala beberapa karyawan perusahaan asuransi jiwa yang menempelkan pengumuman lowongan pekerjaan turut memberikan informasi kepada pelamar yang berminat lewat loket. kecuali ditanya oleh pencari kerja. Dengan seizin petugas. ´Pencaker bertanya. perlu petugas loket informasi yang fokus memberikan informasi´ Untuk mendapatkan informasi ketenagakerjaan secara detail melalui loket tidak dimungkinkan karena tidak adanya petugas dan loket informasi. Komunikasi tidak dapat berlangsung lama sebab petugas amat sibuk melayani pencari kerja yang antre di depan loket. petugas memberikan informasi´ kata Lilik. Perusahaan yang demikian umumnya berasal dari perusahaan yang membutuhkan banyak karyawan sebagai agent atau tenaga survey. pengetahuan dan motivasi yang diberikan kepada peserta pelatihan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Secara implisit di dalam ³Program Peningkatan dan Produktivitas Tenaga Kerja´ terdapat informasi. 91 . Berdasarkan data pencari kerja itu perusahaan akan menawarkan informasi pekerjaan sebagai SPG melalui surat ke alamat masing-masing. ada pula karyawan dari perusahaan swasta yang aktif mencatat nama. menurut Kepala BLK Drs Anden ´putra daerah tidak mau dilatih dibengkel / bubut. petugas wanita yang melayani pembuatan kartu kuning. Keluhan yang sama dilontarkan oleh Nia (24 tahun). kegiatan diseminasi informasi dilakukan secara langsung atau tatap muka (face to face communication) dengan pencari kerja yang datang mendaftarkan diri di loket pembuatan kartu kuning. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya melaksanakan kegiatan pelatihan yang bermaksud meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

tujuan. Informasi yang disampaikan umumnya mengenai informasi ketenagakerjaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan masukan pengambilan kebijakan ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah. ´Lembar Informasi Ketenagakerjaan ini disusun sebagai sarana penyebaran informasi ketenagakerjaan dan keberhasilan bidang ketenagakerjaan yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Provisi Kalimantan Tengah´ (Dinas Tenaga Kera j Pemprov Kalteng. Informasi yang Disampaikan Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kota Salah satu penerbitan yang dimaksudkan sebagai sarana diseminasi informasi ketenagakerjaan untuk stakeholders adalah Lembar Informasi Ketenagakerjaan.Selain itu. 1 . misi. program. pasar kerja bulanan yang memuat tentang pencari kerja terdaftar. dan visi. Pencari kerja yang dihapuskan 5. Secara lebih rinci informasi yang dimuat di dalam terbitan tersebut. Proses pembuatannya tiap dimulai dari Seksi Informasi Ketenagakerjaan dilanjutkan ke Sub Dinas Perencanaan dan Program hingga ditandatangani Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah sebagai penanggung jawab terakhir. Seperti dalam terbitan Berita Pasar Kerja periode bulan Desember 2007 terdapat informasi tentang jumlah pencari kerja yang terdaftar. Lowongan kerja yang belum dipenuhi Sarana diseminasi informasi ketenagakerjaan yang lebih ringkas dan praktis diterbitkan dalam bentuk leaflet. Dalam bab situasi umum diinformasikan tentang keadaan geografi dan demografi. Pendaftaran pencari kerja 3. Informasi tentang instansi Dinas Tenaga Kerja 92 . (3) hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan antara lain mengenai upah minimum provinsi. Terbitan lain dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah berupa laporan Berita Pasar Kerja yang memuat informasi pasar kerja (IPK) bulanan. lowongan yang terdaftar. Medan tetapi juga memperoleh sertifikat dan kesempatan penempatan sesuai dengan jenis pelatihan yang pernah diikutinya di BLK. yaitu : 1. Di dalam bab situasi khusus tercantum mengenai (1) pembinaan dan penempatan tenaga kerja. Pencari kerja belum ditempatkan 6. Apabila dilihat dari isi (pesan) di dalam leaflet. Apabila dilihat dari isi publikasinya dapat dikatakan buletin ini merupakan produk unggulan yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. 2008a :18). dan penempatan tenaga kerja selama bulan itu.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Sebagai sarana komunikasi yang lebih bersifat intern. yakni : 1.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. ada juga leaflet yang bermaksud memperkenalkan visi dan misi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah sebagai instansi pemerintah di bidang ketenagakerjaan. Informasi di dalam leaflet kebanyakan memuat informasi peraturan dan permasalahan ketenagakerjaan secara nasional. kebijakan ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Kalimantan Te ngah. Lowongan yang dipenuhi 8. Jumlah kumulatif pencari kerja 2. penghapusan pencari kerja. Sebagaimana yang tercantum di dalam buletin Lembar Informasi Ketenagakerjaan terdapat bab yang menerangkan situasi umum dan situasi khusus tentang informasi ketenagakerjaan informasi. penempatan/pengisian lowongan kerja dan (2) pelatihan dan produktivitas tenaga kerja. PDRB dan pendapatan regional per kapita. setidaknya dapat dikelompokan menjadi tiga jenis informasi ketenagakerjaan. 3. Pencari kerja yang ditempatkan 4. publikasi ini didistribusikan kepada seluruh Dinas Tenaga Kerja di kabupaten/kota seKalimantan Tengah. lowongan kerja terdaftar/dihapuskan. Lowongan permintaan tenaga kerja 7.

diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui spanduk dimaksudkan untuk memberitahukan pentingnya K3 bagi para pekerja. jumlah pencari kerja dan lowongan kerja. Medan 2. Oleh karena itu. Selain itu. pengangguran. Saran Dengan memperhatikan kesimpulan tersebut dapat disampaikan beberapa saran berikut : 1. Diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui siaran TVRI kepada masyarakat luas masih minim. Informasi yang disampaikan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah kebanyakan berisi informasi ketenagakerjaan yang bersifat umum seperti informasi peraturan ketenagakerjaan. diseminasi informasi lowongan pekerjaan disampaikan kepada masyarakat.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Demikan pula wawancara pada siaran TVRI mengetengahkan informasi mengenai perkembangan dan masalah ketenagakerjaan yang ditujukan kepada masyarakat luas. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya sebagian besar menjawab kebutuhan informasi mengenai persyaratan pembuatan kartu kuning dan informasi lowongan pekerjaan dari sebagian kecil instansi pemerintah dan perusahaan swasta. 2. khususnya pencari kerja melalui pengumuman di loket 3. Diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui leaflet yang diterbitkan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah tentang peraturan ketenagakerjaan se baiknya tidak 93 . Informasi yang disampaikan petugas secara langsung di loket Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kota Palangkaraya kebanyakan mengenai persyaratan pembuatan kartu kuning kepada pencari kerja yang datang sendiri di instansi tersebut. Informasi lowongan pekerjaan yang tersedia merupakan informasi yang cukup banyak didiseminasikan melalui pengumuman di loket pembuatan kartu AK1. Informasi ketenagakerjaan yang disampaikan Dinas Tenaga Kerja.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kecuali itu. Informasi tentang peraturan ketenagakerjaan. serta penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Informasi tentang TKI dan perdagangan perempuan dan anak. sedangkan kebanyakan penerbitan bulletin dan leaflet dikirim kepada Dinas Tenaga Kerja Kota dan Kabupaten di provinsi ini. 3. spanduk kampanye K3 tentu isinya mengenai keselamatan dan kesehatan kerja untuk pekerja. dan penyebaran informasi ketenagakerjaan melalui online tidak berfungsi. Sebagaimana telah dikemukakan. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya melalui loket pelayanan pembuatan kartu kuning. Diseminasi informasi ketenagakerjaan bagi pencari kerja secara langsung sebagian besar dilaksanakan pada Dinas Tenaga Kerja. Kesimpulan Berdasarkan uraian dalam pembahasan sebelumnya dapat ditarik beberapa butir kesimpulan berikut : 1. Sejauh ini hanya diseminasi informasi K3 melalui spanduk yang ditujukan kepada tenaga kerja yang bekerja di kota-kota. Diseminasi informasi ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah belum banyak disampaikan kepada khalayak pencari kerja secara langsung. 1 . Umumnya kebutuhan informasi akan peraturan ketenagakerjaan bagi pencari kerja belum dapat dipenuhi oleh kedua Dinas Tenaga Kerja itu. pelatihan di BLK secara implisit menyampaikan pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta yang mengikutinya. Diseminasi informasi mengenai persyaratan kartu tersebut disampaikan petugas kepada pencari kerja secara langsung (tatap muka) bersamaan dengan proses pembuatan kartu kuning.

Palangkaraya ________. Menggunakan Fasilitas Internet . Bulan Desember 2007. Laswell.2007. Lembar Informasi Ketenagakerjaan. 2007. Palangkaraya.1995. tetapi lebih khusus dan detail sehingga dapat dimanfaatkan oleh pencari kerja. Trafiking (Perdagangan) Perempuan dan Anak . Penerbit PT Remaja Rosdakarya. 2. Pembahasan dan tanggapan(lisan) terhadap ³Studi Diseminasi Informasi Peringatan Dini (Early Warning System) Untuk Permasalahan Lingkungan dan Bencana Alam´ Seminar. Berita Pasar Kerja Bulan Desember 2007. Palangkaraya ________. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Gordon B. tetapi juga disediakan untuk pencari kerja melalui loket pelayanan kartu kuning di Dinas Kota/KabupatenseKalimantan Tengah. John M dan Hassan Shadily. 1 . Untuk memenuhi kebutuhan informasi khalayak pencari kerja. Lembaga Informasi Nasional (LIN). M.. Cultural and Communication Studies : Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Harold D. Leaflet. Yogyakarta. di Jakarta. Bandung. Leaflet. 2006. Bagian I. tetapi diupayakan dari seluruh instansi pemerintah. Jakarta. Penggunaan online melalui internet perlu difungsikan kembali dan di masa yang akan datang perlu dijajaki pemasangan jaringan Local Area Network. 2002 Visi dan Misi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. Fiske. Dinamika Komunikasi. 3. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya agar memanfaatkan loket pelayanan kartu kuning secara maksimal untuk diseminasi informasi ketenagakerjaan.t. ´The Structure and Function of Communication in Society´. Terjemahan Yosal Iriantara dan Idi Subandy Ibrahim... t. Medan hanya dikirimkan kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota. Urbana. Informasi ketenagakerjaan yang berkaitan dengan lowongan pekerjaan sebaiknya tidak bersifat umum. Dinas Tenaga Kerja. PT Pustaka Binaman Presindo. Informasi lowongan kerja agar tidak didominasi perusahaan swasta. Palangkaraya ________. Palangkaraya ________. 2004. Informasi Sosial Budaya. DAFTAR PUSTAKA Davis.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. PT Gramedia Effendy. Echols. tanggal 11-12-2007 Hamidi. Deli Publising dan Penerbit Andi. Mass Communication. Jakarta. dalam Wilbur Schramm. Malang. Transparansi dan Keterbukaan Informasi Publik Undang-Undang Republik Indonesia Nonor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.t. Jalasustra. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan.1993. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen.1979.1963. Departemen Komunikasi dan Informatika. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. sebaiknya Dinas Tenaga Kerja. Yogyakarta.2008. 2008. Hamad. t.2001. Ibnu . Palangkaraya Dinas Tenaga Kerja. t.t. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya mendiseminasikan peraturan ketenagakerjaan dan lowongan kerja yang lebih luas melalui pengumuman yang terdapat di loket. RAN-PKTP. Onong Uchjana.2008. University of Illinois Press. Kamus Inggris-Indonesia. Dinas Tenaga Kerja. Leaflet. UMM Press Jasmadi. Jakarta. John. perlu adanya petugas dan loket informasi ketenagakerjaan. Pusat Pelayanan Informasi. Pemerintah Kota Palangkaraya. Untuk itu. Jakarta 94 .

April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Palangkaraya ________. Penempatan Pencari Kerja dan Penghapusan Pencari Kerja Menurut Kelompok Pendidikan Tahun 2006 dan Trahun 2007 .id?web/id/KER01/profil/kalteng/tanggal 25-4-2008) (http://www. Jakarta. Lembaran. 1998. Tata Cara Permintaan Jaminan Kecelakaan Kerja. 1997. Palangkaraya ________. Rekapitulasi Pendaftaran Pencari Kerja. Leaflet. 2004. Menjadi TKI Meningkatkan Kesejahteraan. 2007. 1 . The McGraw-Hill Companies. CV Nuansa Aulia Internet : (http://www. Universitas Terbuka Shannon. Inc Sekretariat Jenderal MPR RI. Leaflet. tanggal 25-4-2008) 95 . dkk. David dan Ted Gaebler.goid. 1993. 2008. Pawito. LKIS Sendjaja. 2005.go. 2008.b. Leaflet. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tim Redaksi Nuansa Aulia. Palangkaraya. Prosedur TKI Bekerja ke Luar Negeri. Sasa Djuarsa. Yogyakarta. 2004. Leaflet. Jakarta Seksi Informasi Ketenagakerjaan Sub Dinas Perencanaan dan Program. Standarisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja.kalteng. 2005.go. Sub Dinas Perencanaan dan Program.id/ viewarticle. tanggal 20-3-2008) (http://www. PT Pustaka Binaman Presindo.kalteng bps. Palangkaraya ________. Leaflet. Himpunan PeundangUndangan Republik Indonesia Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Di Luar Negeri.. Leaflet. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Lowongan Kerja. 2006. 2004.asp.t.t. Teras A.i. Medan Nerang. Persyaratan Permohonan Izin Pemutusan Hubungan Kerja dan Prosedur Permohonan Banding. t.Third Edition. ´Gubernur Kalteng Dukung DPD Kembangkan Desa dengan Kearifan Lokal´. Mewirausahakan Birokrasi Reinventing Government. Jakarta. Palangkaraya ________. Pengantar Komunikasi. Osborne.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kesepakatan Kerjasama Pembangunan Ketenagakerjaan Lintas Kabupaten Kota Se-Kalimantan Tengah. New York. Palangkaraya. 13 Maret. Claude dan Warren Weaver. Kompas. Bandung. ³Information Theory´ dalam A First Look At Communication Theory. t. Palangkaraya ________.