JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.

1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN

I.

Volume 10 No. 1 April 2009

SISTEM INFORMASI DI PEMERINTAHAN KABUPATEN ACEH TENGAH Oleh : Ali Murtadha M Arifin1

ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sistem penyampaian informasi di Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah setelah diberlakukannya otonomi daerah di Kabupaten tersebut karena penyampaian informasi sebelumnya dilakukan oleh juru penerangan dibawah Pemerintahan Departemen Penerangan disamping itu juga tu juan penelitian ini adalah sebagai penambah wawasan tentang perubahan sistem informasi tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melakukan wawancara mendalam dengan Kasub Bagian Humas, Kepala Informasi dan Komunikasi serta karyawan yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai penyiar informasi di Kabupaten Aceh Tengah. Adapun hasil penelitian dapat digambarkan bahwa otonomi daerah dapat merubah sistem informasi di Daerah Kabupaten Aceh Tengah, sistem informasi juga mempengaruhi kelanjutan pertumbuhan pembangunan, maka membangun informasi juga perlu, sehingga sistem informasi pesan pemerintah di kemas dan disiarkan dengan melalui media cetak maupun elektronik sehingga dapat diperoleh / dinikmati oleh publik dan sistem informasi pada masa Orde Baru berbeda dengan sistem informasi di era Orde Baru. Pada masa Orde Baru sistem informasi ditentukan oleh Pemerintah Pusat sedangkan pada otonomi daerah sistem informasi ditentukan oleh Pemerintah setempat (Daerah).

1

Penulis adalah Peneliti di BBPPKI Wilayah I Medan.

1

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

Kata Kunci : Sistem informasi, Pemerintahan Kab. Aceh Tengah

A. Latar Belakang Masalah Di era otonomi daerah saat ini, sistem Pemerintahan Daerah sudah berbeda dibandingkan dengan sistem pemerintah diera orde baru. Kalau diera orde baru, organisasi Pemerintah dan sistem informasinya ditentukan oleh pemerintah pusat, di era otonomi daerah ini pembentukan instansi pemerintah daerah termasuk sistem informasinya ditentukan oleh pemerintah daerah setempat. Oleh karena itu sistem informasi pada setiap daerah bisa berbeda sesuai dengan perkembangan yang terjadi / kebutuhan di daerah masing-masing. Pada awal otonomi daerah, Pemerintah di daerah bisa membentuk dinas, Badan dan Lembaga tehnis sesuai dengan kebutuhan daerah setempat. Adanya ketentuan ini membuat berbagai daerah membentuk dinas secara berlebihan untuk menampung sebanyak mungkin pejabat struktural. Ketentuan mengenai pembentukan dinas dan lembaga tehnis tersebut kemudian disusul Peraturan Baru yang memberikan batasan jumlah dinas yang boleh dibentuk di Pemerintah Daerah. Daerah yang sudah terlanjur membentuk dinas dan lembaga teknis daerah melebihi ketentuan akan segera menyesuaikan dengan ketentuan baru dalam pembentukan Dinas dan lembaga teknis. Adanya kebebasan Pemerintah daerah untuk membentuk dinas dan lembaga tehnis di daerah maka bisa terjadi adanya perbedaan nama lembaga/dinas yang menangani informasi. Bahkan penanganan informasi di suatu daerah cukup hanya dimasukkan dalam suatu seksi/bagian dari dinas dan setiap daeah menggunakan istilah yang berbeda seperti : Hubungan Masyarakat (Humas) Informasi Komunikasi (Infokom), BadanInformasi Komunikasi Telematika (BIKT). Dengan berbedanya dinas yang berkaitan dengan informasi, maka dimungkinkan terjadinya perbedaan sistem informasi pemerintahan antara satu daerah dengan daerah-daeah lain. Saat ini sistem inforasi di pemerintahan masih berkembang dan mencari model yang tepat untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan yang sedang dilaksanakan. Adanya dua organisasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang secara khusus menangani informasi yaitu Kantor Informasi dan Komunikasi Daerah dan Sub Bagian Hubungan Masyrakat. Kantor Informasi dan Komunikasi Daerah merupakan lembaga hasil peleburan Kantor Departemen Penerangan semasa orde baru sebelum otonomi daerah. Hampir seluruh karyawan Kantor Informasi dan Komunikasi Daerah adalah mantan pegawai Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Aceh Tengah Perkantoran yang dipergunakan, sebelumnya juga pernah dipergunakan sebagai Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Aceh Tengah Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi berada pada eselon III. Sub Bagian Humas juga sudah ada sebelum era otonomi daerah. Struktur organisasinya berada di bagian Sekretariat Daerah. Sub Bagian Humas ini berada dibawah Bagian Humas, Pengolah Data Elektronik (PDE) dan Santel, yang berada dibawah Asisten Umum. Sebagai sub bagian di Sekretariat Daerah, Sub Bagian Humas hanya menempati satu ruangan di Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah Kepala Sub Bagian Humas berada pada eselon IV. Adanya dua lembaga yang menangani informasi ini merupakan salah satu unsur sistim informasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Kedua lembaga itu bisa secara bersama-sama menjalankan tugasnya dalam diseminasi informasi pada masyarakat. Sistem informasi pemerintah ini mempunyai peran yang penting untuk mensukseskan pembangunan di suatu daerah. Sistem informasi yang baik, bisa menciptakan kesatuan gerak dan langkah antar lembaga/dinas untuk mencapai tujuan. Jika sistem informasi antar lembaga/dinas tidak berjalan baik maka dimungkinkan terjadinya tumpang tindih kegiatan, bahkan bisa terjadi kegiatan yang saling bertentangan. Sistem informasi yang baik 2

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

memungkinkan program-program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah bisa direspon oleh masyrakat sehingga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat. B. Permasalahan Berdasarkan latar belakang diatas, dirumuskan permasalahan penelitian yaitu bagaimana pelaksanaan sistem informasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem informasi di Kabupaten Aceh Tengah. Dengan diketahuinya pelaksanaan sistem informasi di daerah tersebut dapat menambah pengetahuan mengenai sistem informasi di Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pembanding sistem informasi di berbagai daerah yang memiliki sistem informasi yang berbeda. D. Landasan Teori 1. Pengertian Sistem Informasi Berbagai pengertian tentang sistem informasi dikemukakan dalam berbagai buku untuk menggambarkan pengertian mengenai sistem informasi diantaranya ditulis oleh Alter (1992) bahwa Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan tehnologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Bodnar dan Hopwood (1993)mendifinisikan sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan peangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna. Gelinas, Oram dan Wiggins (1990) mendifinisikan sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada pemakai. Hall (2001) mendifinisikan sistem informasi sebagai sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai. Dari berbagai difinisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, tehnologi informasi dan prosedur kerja) berupa masukan (input), ada proses (data menjadi informasi) dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan (output).

2. Otonomi Daerah Untuk melaksanakan kebijakan desentralisasi dibentuk daerah otonom. Menurut UU No. 22 Tahun 1999, daerah otonomi merupakan ´kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasar aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indoneia´. Kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasar aspirasi masyarakat sering disebut otonomi daerah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa daerah otonom adalah daerah yang memiliki otonomi daerah. Kaho (1987) memaparkan ciri-ciri Daerah Otonom sebagai berikut :

3

peralatan perlengkapan dan sebagainya. yang bisa dijadikan indikator untuk mengetahui masukan pelaksanaan sistem informasi di humas dan Kantor infokom adalah : a. Staf yang kompeten dan komitmen tinggi. Pelaksanaan proses tugas penyampaian informasi ditandai oleh : Kepemimpinan lembaga yang kuat.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Input Dari sisi masukan (input). tugas dan sasaran yang akan dicapai Humas dan kantor infokom. Teori Sistem Setiap sistem merupakan tempat memproses. 1 . dalam arti kepemimpinan yang kuat dalam mengkoordinasikan. 3. atau menstransformasikan bahan-bahan yang disebut masukan (input) menjadi suatu hasil karya yang bisa disebut keluaran (output) (Shrode dan Voich. Model masukan keluaran ini biasa disebut juga dengan model kotak hitam (black-box model). 1. 3. dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas. c. Model adalah gambaran mengenai sesuatu realitas untuk menggambarkan bagaimana suatu itu tampaknya atau bagaimana bekerjanya guna memudahkan memahami dan atau mengkajinya. maka pendekatan sistem merupakan cara yang tepat sebagai pemandu. 1974 : 128). b. Istilah kotak hitam disini dipergunakan untuk memudahkan memahami dan atau mengkajinya. Sumberdaya sangat strategis bagi keberhasilan pelaksanaan tugas humas dan infokom. sejauh mana kesiapan sumberdaya baik sumberdaya manusia (yang mencakup jumlah dan kualitas) maupun sumbrdaya selebihnya seperti keuangan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kebijakan. Proses transformasi sistem ini sering dilukiskan orang dengan mempergunakan model masukan-keluaran (inputoutput model). kemampuan melaksanakan tugas. mengolah. Pengaturan urusan-urusan tersebut masyarakat daerah perlu memiliki sumber-sumber pendapatan/keuangan sendiri. Adanya alat-alat perlengkapan atau organ-organ atau apatur sendiri. Konsep dasarnya : Masukan Proses Keluaran Untuk menilai pelaksanaan sistem informasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. 2. Sumberdaya yang tersedia dan siap. Arifin. Proses Dari sisi proses di Humas dan Kantor infokom yang bisa dijadikan indikator terjadinya proses pelaksanaan sistem informasi adalah : a. Staf yang kompeten merupakan pra sarat mutlak dalam pelaksanaan tugas humas dan infokom. Kompetensi ini dapat ditunjukkan dengan kesesuaian tingkat dan latar belakang pendidikan. Pengaturan dan pengurusan urusan-urusan tersebut dilakukan atas inisiatif sendiri dan didasarkan pada kebijaksanaan sendiri pula. jadi seperti kotak hitam (Tatang M. Memiliki tugas dan sasaran yang jelas.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Medan 1. 2. Istilah kotak hitam disini dipergunakan untuk menunjukkan bahwa isiyang terkandung di dalam satuan (unit) pemroses (transformasi) atau jelasnya sistem itu tidak diketahui. mengubah. 4. menggerakkan 4 . Model kotak hitam itu digambarkan atau dilukiskan orang-orang bermacam-macam. Adanya urusan-urusan tertentu yang diserahkan oleh pemerintah pusat atau daerah tingkat atas kepada daerah untuk diatur dan diurusnya dalam batas-batas wilayahnya. 2002 : 38).

kerja sama yang didasari oleh saling pengertian dan kesediaan menerima perbedaan pendapat. Kerja sama yang kompak dan cerdas serta dinamis. Output Setiap proses pelaksanaan sistem informasi selalu diharapkan adanya keluaran atau hasil berupa kinerja pelaksanaan sistem informasi. Jadi analisa data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. penyederhanaan data pemaparan data. Tehnik Analisa Data Metode yang dipergunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan model interaktif yaitu semacam siklus terkait antara kegiatan pengumpulan data. karyawa Humas dan Infokoma yang bertugas n sebagai ujung tombak dalam penyiaran / penyampaian informasi publik di daerah Kabupaten Aceh Tengah. peneliti hanya dibantu dengan sejumlah topik umum tentang proses pelaksanaan sistim informasi di Kabupaten Aceh Tengah yang masih harus dikembangkan oleh pewawancara berdasar jawaban informan. Dengan tehnik ini peneliti berusaha memperoleh data atau informasi dengan cara menggali dan mempelajari dokumen-dokumen. dimanfaatkan instrument berupa panduan wawancara dan daftar topik. Medan sumber daya manusia dilingkungan humas dan infokom serta menyerasikan semua sumberdaya yang ada pada satu tujuan yang sama. 5 . 1 .JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Tehnik pengumpulan data Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini dipergunakan dua macam tehnik yaitu : a. Kasub Bagian Informasi dan Informatika. Dalam hal ini dapat diamati dari : keikutsertaan unit kerja di Pemda dalam berbgai aktifitas pelaksanaan tugas Humas dan Infokom. b. Indikator terjadinya kinerja pelaksanaan informasi tersebut. E. dan penarikan kesimpulan. . Dengan tehnik wawancara tidak berstruktur atau mendalam (Indepth/unstructured interviewing) peneliti melakukan tanya jawab dan tukar pikiran tanpa daftar wawancara. Dalam pelaksanaannya. Metode Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di Sub Bagian Humas dan Kantor Infokom Kabupaten Aceh Tengah sebagai lembaga yang secara khusus menangani informasi. 4. 2. 5. infokom dan satuan unit kerja di pemerintahan. Wawancara mendalam. Informan penelitian Adapun yang dijadikan informan sebagai sumber/ menghimpun data dalam penelitian ini adalah Kasub Bagian Hubungan Masyarakat. Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi. 3. yang ditandai komunikasi yang baik dan harmonis antara humas. Partisipasi yang tinggi dari unit kerja di pemerintah daerah. Studi dokumentasi.Informasi yang disampaikan oleh humas dan infokom dapat diterima. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 3. arsip dan catatan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas humas dan Kantor Infokom. b. c.

televisi. 2. 2. Tugas dan fungsi Kantor Informasi dan Komunikasi Daerah telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah. kelompok komunikasi sosial. proses dan keluaran diperlukan sebagai cerminan realitas model dan implementasi pelaksanaan sistem informasi di Kabupaten Aceh Tengah. 4. Hasil Penelitian Dalam penelitian ini. proses dan keluaran sistim informasi. 3. 6. sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 5 Tahun 2002 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Melaksanakan tugas sebagai juru bicara pemerintah daerah sesuai dengan petunjuk Bupati. Informasi yang bersifat umum itu bisa berasal dari pemerintah pusat maupun Provinsi seperti peraturan perundangan. Melakukan hubungan intern dengan satuan dan unit kerja di lingkungan Pemerintah Daerah. Melaksanakan koordinasi/kerja sama dengan organisasi kewartawanan. Melaksanakan usaha untuk peningkatan peliputan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Sementara itu Sub Bagian Humas. media informasi dan publikasi. Ketiga hal itu diuraikan berikut ini : 1. Medan Waktu penelitian ini dijadwalkan sebagai berikut penyusunan/ persiapan rancangan penelitian bulan Februari 2009. Seksi Media Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan. pemberdayaan potensi informasi lembaga swadaya masyarakat dan lembaga informasi desa. Kantor Informasi dan Komunikasi Daerah mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah di bidang informasi dan komunikasi yang meliputi pemberdayaan informasi. bahwa masukan sistim informasi diambil tiga indicator yaitu adanya tugas. dan sasaran yang jelas. 1 . Dengan kata lain profil kualitas pelaksanaan sistem informasi di Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah merupakan keutuhan kualitas masukan. Sumberdaya yang tersedia dan kompetensi sumberdaya. Melakukan hubungan timbal balik antar pemerintah daerah dengan masyarakat umum dan organisasi kemasyarakatan untuk memperjelas kebijakan dan kegiatan pemerintah daerah. film dan Seksi Publikasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penyampaian informasi langsung. radio. Dana : dana penelitian ini dibebankan kepada anggaran rutin BBPPKI Medan. 5. Su b Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas : 1. Dalam melaksanakan tugas itu tiga seksi yang dimiliki Badan Infokom yaitu Seksi Pemberdayaan Informasi mempunyai tugas melaksanakan upaya pemberdayaan partisipasi masyarakat. Tugas dan sasaran Humas dan Kantor infokom diatur dalam peraturan daerah. kualitas masukan. Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang kehumasan. Kualitas Masukan SDM Non Manusia 6 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. pengumpulan data bulan April dan pengolahan data/laporan bulan Mei 2009. F. Kualitas Masukan Sistem Informasi Sudah disinggung di atas. memantau penyelenggaraan kegiatan penyebaran informasi melalui media interaktif. Urusan bidang informasi dan komunikasi tersebut meliputi informasi yang bersifat umum yang tidak berkaitan dengan informasi didalam pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 8 Tahun 2002 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor-Kantor Daerah.

pasti. Sebagai pengelola informasi resmi milik pemerintah. Oleh sebab itu menjadi kewajiban setiap pengelola informasi untuk menerapkan harapan dan dorongan yang jelas. Namun demikian infratruktur yang dimilikinya sangat memadai dengan tersedianya perlengkapan yang dibutuhkan dalam setiap operasional kegiatannya. Harapan itu tergambar dalam rencana dan strategi (renstra) khususnya visi. rencana pelayanan dan lain-lain sudah ada dan telah 7 . harapan yang tertuang dalam bentuk visi. prasarana (infrastruktur). misi. 3. Tidak jarang perangkat lunak diyakini lebih penting dari pada sumberdaya bukan manusia meski tidak sepenting sumber daya manusia (Suryadi dan Budimansah. masukan perangkat lunak menunjang dan menentukan beroperasi tidaknya dan berjalan tidaknya secara efektif dan maksimal proses penyampaian informasi di masyarakat. perlengkapan kantor dan alat bantu kegiatan yang dimiliki Kantor Infokom kelihatan kurang memadai untuk melaksanakan tugas karena peralatan yang dimiliki sebagian merupakan bekas peralatan lama yang pernah dipergunakan semasa masih ada Departemen Penerangan. rencana jangka panjang. Prasarana (infrastruktur). Seluruh staf yang bergerak di Humas dan Kantor Infokom dapat bertindak. 2004 : 243-245) Implikasinya perangkat lunak harus ada dan tersedia di bagian pengelolaan informasi secara memadai supaya implementasi penyebaran informasi kepada masyarakat dengan baik. Medan Sumberdaya bukan manusia atau sekarang sering diistilahkan modal fiskal dan modal finansial (Thomas dkk. Berdasar pengamatan. perlengkapan kantor (furniture. Perangkat lunak yang terdapat di Humas jauh lebih mapan dibandingkan dengan perangkat lunak yang ada di Kantor Infokom karena eksistensi humas yang sudah berlangsung lama sementara eksistensi Kantor Infokom msih berjalan beberapa tahun setelah pelaksanaan otonomi daerah. Humas yang memiliki staf sebanyak 13 orang hanya menempati satu ruangan. mencapai maksud dan tujuannya. Bangunan atau ruangan yang dimiliki sangat terbatas karena terbatasnya ruangan yang ada di sekretariat daerah. rencana dan program kegiatan. rencana pengembangan. computer dll) dan dana merupakan sejumlah sumberdaya bukan manusia yang perlu disediakan kare secara na signifikan dapat mempengaruhi kinerja sumberdaya manusia. 1 . Secara kuantitatif bangunan dan ruang yang dipergunakan Kantor Infokom sangat representatif untuk melakukan kegiatan karena gedung yang dipergunakan adalah bekas Kantor Departemen Penerangan. Bangunan dan ruang. Humas dan Infokom memiliki peraturan perundangan. bebruat dan melakukan sesuatu secara lebih maksimal dalam melaksanaka n tugas berkat tersedianya secara memadai sejumlah sumberdaya bukan manusia. Demikian juga Humas dan Infokom Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang mengimplementasikan sistim pengelolaan informasi harus memiliki harapan yang jelas. efektif.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. terjadi hal yang sebaliknya. tinggi dan unggul dibidang kualitas pelayanan informasi dengan dilandasi oleh semangat ingin menjadi lebih baik. 2000) mendukung dan menunjang atau malah mempengaruhi kiprah kinerja sumber daya manusia. Kualitas Masukan Harapan Humas dan Infokom Implementasi penyebarluasan informasi selalu dikaitkan dengan harapan terjadinya peningkatan kualitas pelayanan informasi. diskripsi tugas pokok dan fungsi. Kualitas Masukan Perangkat Lunak Dalam penyelenggaraan pengelolaan informasi seperti halnya masukan sumberdaya manusia dan sumber daya bukan manusia. mantap dan tinggi serta terfokus untuk meraih kualita pelayanan informasi. mesin. misi dan tujuan serta sasaran masing-masing pengelola informasi. Sementara itu di lingkungan Humas. Diskripsi tugas pokok dan fungsi ini menjadi dasar atas rencana dan program kegiatan Humas dan Infokom.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 4.

tidak harus secara mikro.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Dalam proses pengelolaan informasi ini Humas dan Infokom mengelola informasi secara sistematis. Hal ini dikarenakan proses penyebaran iformasi secara langsung menentukan kualitas keluaran informasi secara kognitif afektif dan behavior. B. menunjukkan bahwa baik Kepala Humas dan Kantor Infokom memiliki kesadaran akan kedudukan proses penyebaran informasi sebagai inti proses sistem pengelolaan informasi guna mencapai kompetensi koqnitif. Untuk itu unit kerja yang lain siap memberi bantuan Humas dengan memberikan informasi yang diperlukan. Berdasar hasil wawancara dengan Kasub Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah diketahui bahwa hampir semua pegawai pemerintah mendukung manajemen proses sistem informasi dengan menjadikan humas sebagai satu -satunya sumber informasi. Orpol. 1 . menjadi pusat informasi dan komunikasi bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah sekaligus berperan menjadi pusat pembelajaran dan pengetahuan. A. proses penyebaran mendapat perhatian utama sehingga harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Hampir semua karyawan juga mengetahui adanya visi dan misi tersebut karena seringkali ditempelkan di dinding dalam ruangan kerja. Kondisi Proses Pengelolaan Sistem Informasi Proses pengelolaan program penyebran informasi perlu dilakukan secara bersamasama oleh tim kerja yang kompak cerdas dan dinamis. Seiring dengan itu partisipasi semua pihak menjadi penting selain kolaborasi. afektif dan behavior yang ditentukan dalam juknis dan juklak. bukan terpusat pada beberapa orang atau kepala dinas/kepala bagian tidak boleh mendominasi pekerjaan dan tanggungjawab melainkan harus mengkoordinasi dan mensinergikan berbagai pihak yang disertai pekerjaan dan tanggungjawab yang mengelola informasi. kerjsama dan sinergi antara program. dalam penyelenggaraan proses sistem informasi. ormas. Proses sistem informasi ini bersangkutan dengan bekerja tidaknya fungsi-fungsi manajemen di Humas dan Badan Infokom. semangat dan etos kerja yang cukup kuat untuk melaksanakan proses penyebaran informasi. Pekerjaan dan tanggungjawab pengelolaan program harus dibagi pada semua pihak dalam mengelola informasi. 6. 5. bukan mekanis dan artificial. Artinya tinggi rendahnya kualitas keluaran sistim informasi ditentukan oleh proses penyebarannya. Kondisi Proses Penyebaran Informasi Dalam implementasi sistim informasi. sikap dan perilaku mereka sebagai pemimpin dan pelaksana yang mempunyai komitmen. Secara mikro proses sistem informasi yang mencerminkan terlaksana tidaknya atau berfungsi tidaknya pelaksanaan sistem informasi secara organis. Kualitas Keluaran Sistim Informasi Setiap proses penyebaran informasi selalu meniscayakan keluaran bahkan juga hasil dan dampak sistim pengelolaan informasi walaupun keduanya tidak dapat diketahui atau 8 . agar dapat dikembangkan menjadi pengetahuan yang bermanfaat guna peningkatan kualitas kehidupan dan pembangunan. Bersinergi dengan seluruh Dinas/Badan/Kantor. Kualitas Proses Sistem Informasi Dalam pelaksanaan sistem informasi di Kabupaten Aceh Tengah proses sistem informasi menempati kedudukan dan arti penting dan strategis. Selain itu dari diri. LSM dan masyarakat untuk menjawab tantangan masa kini maupun masa depan. Dalam kontek pelaksanaan sistem informasi di Kabupaten Aceh Tengah.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. proses sistem informasi sudah cukup memadai bila dilihat secara makro. Hasil pengamatan dan wawancara dengan kepala Kantor Infokom dan Kepala Sub Bagian Humas. Medan ditetapkan di Humas dan Infokom.

Keluaran pelayanan informasi berkaitan dengan kinerja atau prestasi lembaga pengelola informasi secara komprehensif.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 9 . dapat ditarik satu model teoritis pelaksanaan sistem informasi. 1 . G. melakukan hubungan intern dengan satuan dan unit kerja di lingkungan Pemerintah Daerah. Pembahasan Berdasar uraian diatas. Kemandirian daerah ini diharapkan dapat mencapai apa yang diharapkan dapat mencapai apa yang menjadi tujuan kebijakan otonomi daerah. Kinerja atau pencapaian tujuan ini erat kaitannya dengan masukan yang ada sebelumnya diantaranya sumber dana yang tersedia untuk menghasilkan keluaran berupa produktifitas kerja. Model teoritis yang dimaksud digambarkan sebagai berikut : Kebijakan otonomi daerah memberi kewenangan lebih besar kepada daerah. Tujuan adanya dua lembaga yang menangani informasi ini adalah untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kegiatan yang memerlukan sumber dana yang besar sangat terbatas pelaksanaannya. saat ini berhenti terbit. Sementara tugas Kantor Infokom adalah melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah di bidang informasi dan komunikasi yang meliputi informasi. Keluaran yang terjadi di Infokom cukup memadai meski sumberdana yang tersedia terbatas. Keluaran humas yang cukup menonjol adalah terlayaninya kebutuhan wartawan untuk memperoleh informasi melalui humas. yang salah satunya peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Prestasi pelayanan informasi dapat berupa produktifitas. media informasi dan publikasi. efektifitas. Disamping itu dengan kewenangan lebih besar diharapkan daerah mampu menemukan masalah yang mencatat di daerahnya dan sekaligus mampu mencari solusi terbaik sesuai dengan kondisi dan karakteristik daerah. Diantaranya melakukan kegiatan-kegiatan yang menggunakan sumber dana kecil atau tanpa sumber dana seperti pengkoordinasian penyampaian informasi secara terjadwal oleh dinasdinas yang ada di Kabupaten Aceh Tengah radio yang dikelola Infokom. Di Kabupaten Sistem informasinya dilaksanakan oleh Humas dan Kantor Infokom. Dalam pelayanan informasi Prestasi pelayanan informasi dilihat secara komprehensif dari pencapaian tujuan kegiatan program. humas bisa lebih produktif menghasilkan keluaran dalam melaksanakan tugas yang diembannya. melakukan hubungan timbal balik antar pemerintah daerah dengan masyarakat umum dan organisasi kemasyarakatan untuk memperjelas kebijakan dan kegiatan pemerintah daerah. Kewenangan yang lebih besar ini diharapkan membuat daerah mandiri dalam mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan aspirasi masyarakat setempat. karena karakteristik masing-masing. Dibentuknya Humas diantaranya sebagai juru bicara pemerintah. Sebagai lembaga yang memiliki sumber dana yang cukup besar. perhatian di fokuskan pada keluaran pelayanan informasi. Karena itu dalam kontek pengelolaan sistim informasi. Humas juga menghasilkan tabloid yang peredarannya cukup besar meski masih di lingkungan pegawai pemerintah. Medan diukur seketika. lancar dalam berkoordinasi dengan satuan atau unit kerja di pemerintah Kabupaten. efisiensi. bahkan buletin yang telah ada sejak Departemen Penerangan masih eksis. melaksanakan usaha untuk peningkatan peliputan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat dan melaksanakan koordinasi/kerja sama dengan organisasi kewartawanan. Disamping keterbatasan dana SDM yang mengelola buletin tersebut pindah ke Humas untuk menangani tabloid Humas. bahkan bila mungkin diperhatikan pula hasil dan dampak pelayanan informasi. inovasi dan moralitas atau etos kerja. Kebijakan otonomi daerah melahirkan sistem informasi di daerah sesuai dengan apa yang diputuskan bersama antara Pemerintah Kabupaten dan DPRD menjadi Peraturan daerah (Perda).

Sekretariat Daerah. co. Organisasi and Management.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Pokok-Pokok Teori Sistem. produktifitasnya cukup besar. 1 . anggaran operasional yang dimiliki bisa untuk membiayai kegiatan yang dilakukan. Tatang M. 2. Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 52 Tahun 2002 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 22 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi Tataruang. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. 1987. Gelinas.Jakarta. or win Book. Malaysia. Kesimpulan 1. Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 8 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Nomor 26 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi Tata Kerja Kantor Kepala Daerah. Yosep. Sarana. Amiran. 3. Kegiatan Humas yang banyak berhubungan dengan unit kerja di Pemda yang memiliki tingkat eselon yang lebih tinggi bisa menjadi hambatan bagi humas meski gengsi posisi humas cukup tinggi. Jakarta. PT Raja Grafika Persada. Rineka Cipta. Information System Theory and Practice. William A and Dan Voich. New York. Medan Sistem Informasi di Pemerintah Kabupaten ¥¡¥ £©§¦§¨§ ¦¥ ¥¤£¢¡  D D KINERJA PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI : y INPUT y PROSES y OUTPUT H. Oranda Wiggins. Perlunya kerjasama antar Humas dan Kantor Infokom dengan semua pihak utamanya Dinas/Badan/Kantor di Pemerintah Kabupaten untuk memberikan pelayanan informasi pada yang membutuhkan pelayanan. Shrode. ( "   ! ! y HUMAS y INFOKOM £¥©§¦£ ¦¥¥¦¥ ¥¡ ©¡¨£ '!&! %#"#$# "!!  TUJUAN : MENINGKATKAN PELAYANAN INFORMASI OTONOMI SISTEM INFORMASI : HUMAS DAN INFOKOM DAFTAR PUSTAKA 10 . 1974. Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah di Indonesia . Kanisius.2001. Jr. Yogyakarta. prasarana dan sumber dana yang terbatas di Kantor Infokom membuat hasil akhir atau keluaran berupa hasil dan produktifitas kerja cukup terbatas.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. prasarana. sementara di Humas karena sarana. 1990. Riwu Kaho. Suryadi dan Budimansah. Basic System Conceps.

Latar Belakang Masalah Kemajuan dan rambahan teknologi komunikasi berupa telepon seluler (telepon seluler) yang semakin pesat dan maju tidak dapat kita hindari.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Bogor dalam acara Temu Ilmiah Peneliti X Badan Penelitian Dan Pengembangan SDM Depkominfo RI ** Penulis adalah Peneliti Pertama bidang Komunikasi Sosial pada B BPPKI Medan 2 11 . Secara tidak langsung memang teknologi komunikasi membawa berbagai keuntungan bagi mereka penggunanya. Tidak ada khalayak yang secara tegas menolak hadirnya teknologi yang banyak diminati oleh berbagai kalangan tersebut. Satu diantaranya adalah telepon seluler (telepon seluler. Pengembangan SDM Peneliti Kominfo Menuju Masyarakat Informasi Sumatera Utara. Pemanfaatan telepon seluler ini berdasarkan aspek-aspek kebutuhan yang diadopsi dari asumsi-asumsi Teori Uses and Gratifications yang sudah lazim digunakan untuk meneliti media komunikasi modern yang berkonvergensi. Medan TELEPON SELULER DAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI MASYARAKAT PEDESAAN 2 (Studi Di Desa Pertumbukan. Kecamatan Wampu. keadaan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Akan tetapi delapan tahun terakhir. Penelitian ini bersifat deskriptif yakni hanya memaparkan situasi dan peristiwa apa adanya dengan memberikan gambaran secermat mungkin mengenai suatu individu. identitas personal dinyatakan bahwa telepon seluler sarana media untuk berkomunikasi yang dibutuhkan dan telah membantu masyaraka pedesaan. Bagi orang komunikasi.. Hampir setiap orang menjadikan telepon seluler ini sebagai kelengkapan sehari-hari sebagai media komunikasi. Perkembangan pesat dalam dunia sistem komunikasi kita tentunya akan mengubah pola komunikasi yang terjadi di masyarakat selama ini.Kabupaten Langkat) Oleh Budiman ** Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat. atau kelompok pada masyarakat Desa Pertumbukan bagaimana dalam memanfaatkan telepon seluler.Efektivitas Komunikasi. Kata Kunci : Telepon Seluler. Mulai dari fasilitas yang disediakan sampai bentuknya. Melihat data perkembangan pengguna telepon seluler di Indonesia terus berkembang pesat dari tahun ke tahun. juga dari aspek pemanfaatannya telah merambah hingga ke pedesaan. Hasil temuan penelitian berdasarkan kebutuhan inf ormasi. dan diseminarkan pada tanggal 30 Oktober ± 1 November 2008 di Cisarua.dan Masyarakat Pedesaan. Sebelumnya nyaris sistem komunikasi yang berkembang di Indonesia masih memakai peralatan sederhana (media tradisional maupun tatap muka). menyebutnya dengan komunikasi seluler. disamping tren teknologi ini terus berkembang. gejala. Perkembangan jenis telepon seluler semakin hari semakin meningkat. diversi. 1 . Indonesia diramaikan dengan pola komunikasi melalui telepon seluler atau biasa disebut dengan HandPhone (HP). sebagai berikut: Telah diseminarkan pada tanggal 10 Juli 2008 di Pematangsiantar dalam acara Seminar Peningkatan.

silaturahmi dengan keluarga atau teman.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Permasalahan Dari fenomena yang terjadi pada masyarakat di atas maka untuk mencari informasi tersebut di rangkum dalam pertanyaan sebagai berikut : Bagaimanakah penggunaan dan sikap masyarakat Desa Pertumbukan terhadap telepon seluler ? Tujuan Untuk mengetahui bagaimana penggunaan telepon seluler dan sikap masyarakat Desa Pertumbukan. 12 . Kabupaten Langkat diperoleh gambaran tentang pola penggunaan telepon seluler oleh masyarakat desa tersebut yakni. Teknologi telekomunikasi membuat dunia semakin dekat dan menyatu karena waktu dan jarak semakin pendek.diakses tgl 11/4/08). Kecamatan Wampu. sebagai hiburan dan lain sebagainya.pintunet. Secara nyata jelas terlihat bahwa teknologi komunikasi memberikan keuntungan yang sangat besar bagi penggunanya terutama dalam hal berkomunikasi (komunikasi tidak lagi rumit seperti dulu). kecanggihan dan fasilitas yang dimiliki oleh teknologi komunikasi menjadi tolok ukur seberapa besar fungsi dan kebutuhan dari teknologi komunikasi itu bagi penggunanya tanpa memikirkan dampak yang akan timbul dari pemakaian teknologi tersebut.com/lihat_opini.un. Belum lagi berkembangnya model telepon seluler dari berbagai merek dagang yang semakin canggih dan terus bergulir yang menggoda konsumen melalui iklan dengan mengkaitkan terhadap gaya hidup tertentu. Namun dengan memiliki telepon seluler juga telah menambah biaya pengeluaran bagi setiap keluarga terutama untuk pembelian pulsa. penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian. Medan Data Perkembangan Pengguna Telepon seluler Di Indonesia Sumber : http://data. pergerakan informasi berjalan dengan cepat dan menyebar sesuai dengan tujuan tergantung siapa yang membutuhkan.org/ diakases tgl 12/5/08 Dan hingga sampai tahun 2007 telah terdapat 85 juta pelanggan telepon seluler dan sementara hanya 10 juta pelanggan telepon tetap (fixed) di Indonesia (http://www. hal ini masyarakat menjadi konsumtif . Dari pra-riset yang dilakukan peneliti (19-22 Februari 2008) di Desa Pertumbukan. Bagaimana tentang pola penggunaan telepon seluler dan sikap masyarakat desa. secara umum memberikan kontribusi yang baik dalam kecepatan mendapatkan informasi.php?pg= 2007/10/27102007/65568 . Ada yang menggunakan untuk kelancaran usaha/niaga hasil hasil bumi atau pertanian. 1 . Namun kalau diperhatikan secara seksama pola penggunaan telepon seluler berdasarkan motif jelas berbeda dari aspek sosiodemografis masyarakat. Kepintaran.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.

htm ).com /divakar_ goswami. Media dianggap hanya menjadi salah satu cara pemenuhan kebutuhan dan individu bisa jadi menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan mereka. Teori ini mengusulkan bahwa khalayak (pengguna) memainkan peran dalam pemilihan dan penggunaan media. dan investasi di bidang infrastruktur telepon seluler sangat agresif dilakukan oleh berbagai operator. Uses and Gratifications mengangkat bahwa pengguna memiliki pilihanpilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhan mereka (http://www. alternatif rujukan juga sebagai khasanah referensi dalam penelitian-penelitian tentang khalayak di masa mendatang terhadap pemanfaatan industri teknologi komunikasi dan informasi.156 sehingga terdapat pertumbuhan sebesar 57% (http://www. Di sini.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.uky.5 miliar. Teori-teori yang sudah ada mungkin masih bisa dipakai. Tentang hal ini Katz dan Blumer mengatakan sebagai berikut : 13 . Pada tahun 2006 nilai investasi infrastruktur telepon seluler yang dilakukan operator lebih dari US$ 2. Bidang komunikasi sekarang ini sedang mengalami perubahan besar. Telkomsel menambah BTS-nya dari 7. Medan Manfaat Secara praktis. Perilaku ini biasanya dipengaruhi oleh predisposisi sosial dan psikologinya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran pada studi Ilmu Komunikasi dan untuk mengetahui perkembangan serta penerapan teori uses and gratification. Karena media teknologi baru yang memberi banyak kemudahan bagi pengguna. Khalayak berperan aktif dalam mengambil bagian dalam proses komunikasi dan diorientasikan pada tujuan penggunaan media. Goswami dalam tulisannya ³Sustainability Proyek Harus Dipikirkan´. KAJIAN TEORETIS Kajian Pustaka Inovasi besar di bidang teknologi informasi dan komunikasi dalam empat dekade terakhir ini adalah ditemukannya telepon seluler atau handphone (HP). mencontohkan jumlah produksi telepon seluler mencapai 6. Salah satu contoh gambaran lengkapnya sebagai berikut: sejak tahun 2005. Teori komunikasi massa butuh penyesuaian dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan itu. Dan secara teoretis. Dari penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan studi komunikasi serta mampu memperkaya varian. Blumler dan Katz (1974) mengutarakan bahwa seorang pengguna media mencari sumber media yang terbaik guna memenuhi kebutuhan mereka. 1 . para operator melakukan ekspansi jaringan. 2005) Terkait dengan pola penggunaan telepon seluler. dimana dalam penelitian ini berusaha untuk menggambarkan motif kebutuhan dalam penggunaan telepon seluler bagi masyarakat pedesaan. konsep dasar komunikasi massa mengalami perubahan. hasil penelitian ini walau dalam cakupan wilayah penelitian yang kecil diharapkan dapat dijadikan masukan bagi pemerintah me lalui Depkominfo untuk mengkaji stategi perkembangan TIK khususnya telepon seluler dalam hal tren penggunaannya. baik dari model/merk maupun dari jumlah pengguna.edu/~drlane/capstone/contexts. Menurut pencetus teori ini.6 juta. Manusia sebagai individu aktif dan memiliki tujuan.htm ).majalahindonesia. Telepon seluler telah berkembang secara fenomenal.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. mereka bertanggung-jawab dalam pemilihan media yang akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan dan individu ini tahu kebutuhan mereka dan bagaimana memenuhinya.741 menjadi 12. teori Uses and Gratification dianggap tepat sebagai acuan untuk memahaminya. Teori ini berpandangan bahwa manusia menggunakan media karena dianggap memiliki manfaat baginya. tetapi yang lain mungkin memerlukan modifikasi untuk menyesuaikan dengan lingkungan baru ini (Severin dan Tankard. terutama telepon seluler.

Gurevitch. Orang berusaha melepaskan dirinya dari hal itu dengan mengkonsumsi media massa ).Expectation.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Sejak dicetuskan pertama kali pendekatan ini terus mengalami penyempurnaan oleh para ahli komunikasi melalui berbagai jenis penelitian. Selanjutnya. Difusi Inovasi (Difusion of Innovations).Need perhaps mostly unitended ones. 1 . Blumer. 1994). Kemampuan Leung dan Wei untuk menerapkan teori Kegunaan dan Kepuasan pada teknologi baru dijelaskan oleh pengamatan Shanahan dan Morgan (1999) bahwa terdapat "konsistensi lingkungan dari isi pesan yang kita konsumsi dan pada sifat dasar dari lingkungan simbolik di mana kita hidup" meski jika terjadi perubahan distribusi teknologi. dkk.1999). (Situasi sosial menciptakan kesadaran akan adanya masalah-masalah yang membutuhkan perhatian dan informasi. Social Situation creates an awareness of problem that demand attention. leading to resure for their easement via mass media consumption (Situasi sosial menimbulkan ketegangan dan pertentangan. tersedianya berbagai alternatif komunikasi. Katz dan Blumer selanjutnya mengemukakan ada beberapa faktor sosial yang menyebabkan timbulnya kebutuhan seseorang yang berhubungan dengan media. dan secara sadar audien memilih saluran komunikasi dan pesan±pesan paling memenuhi kebutuhanya (Elihu Katz. Namun demikian pemikiran tersebut jelas bahwa pendekatan Uses and Gratification merupakan kritik dari sudut pandang teori-teori yang terdahulu. Leung dan Wei tertarik tentang mengapa orang menggunakan telepon seluler dan apakah alasan mereka yang berbeda dari mengapa mereka menggunakan telepon kabel dan jaringan. namun secara global dapat dikatakan bahwa pendekatan Uses and Gratification memiliki asumsi bahwa audien dipandang aktif. bahwa "telepon seluler baru menggambarkan suatu konvergensi teknologi hibrid ketika ia mengaburkan batasan antara industri telekomunikasi dan penyiaran.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. audien memiliki motivasi±motivasi tertentu yaitu mencari pemuasaan atas dasar kebutuhannya terhadap media massa tersebut. Social situation gives to rise certain values. Walaupun mereka menggunakan sudut pandang metodologi yang berbeda-beda.(West dan Turner. Informasi itu dapat dicari lewat media ).The mass media or other sources which lead to.Diffferential pattern of media exposure (or engagement in other activities)resulting in. dapat menjelaskan penggunaan telepon seluler. Needs which generate. Juga dalam penggunaan media. the affirmation and reinforcement of which is facilitated by the consumption media material ( Situasi sosial memberikan dukungan dan penguatan pada nilai ± nilai tertentu melalui konsumsi media yang selaras ) (Katz. yaitu : Social situation produces tensions and conflict. melainkan memiliki harapanharapan dan kebutuhan±kebutuhan. Perkembangan lebih lanjut penggunaan teori Uses and Gratifications banyak diterapkan pada penelitian penggunaan media baru seperti internet ( computer mediated communication) bahkan pada telepon seluler. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Louis Leung dan Ran Wei (2000) mempelajari Kegunaan dan Kepuasan pada telepon seluler. Simpulan studi yang dilakukan Leung dan Wei mengindikasikan bahwa teori Kegunaan dan Kepuasan. 2008) 14 . khususnya k etika dikombinasikan dengan teori lainnva. memiliki kebutuhan kebutuhan tertentu.(Pendekatan Uses and Gratification berhubungan dengan kebutuhan sosial dan psikologis yang membentuk harapan pada media massa atau sumber lain yang mengakibatkan pola terpaan media yang berlainan yang menghasilkan kepuasan dan konsekuensi ± konsekuensi lain yang tidak diinginkan) (Katz. 1974) . Medan The social and psychological origins of. Pada pendekatan ini audien tidak lagi dipandang sebagai pasif. information about which may be sought in the media. Blumer. Leung dan Wei mengamati. serupa dengan pemyataan Gilder. Siranahan dan Morgan menambahkan bahwa teknologi baru selalu dikembangkan dengan mengadopsi isi pesan dari teknologi dominan sebelumnya. Gurevitch.

yaitu persahabatan. kesempatan melarikan diri dari kesibukan sehari-hari. Sedangkan menurut Wilbur Scramm. dan intrumentalitas yang terdapat pada telepon seluler merupakan intrumen motivasi yang kuat yang diikuti dengan rasa ikatan kekeluargan atau sosial. Motif kognitif menekankan kebutuhan manusia akan informasi dan kebutuhan untuk mencapai tingkat ideasional tertentu. Personal relationships. Di sini media dianggap memberikan hiburan. 1984) . dan Dimmick. kebutuhan atau motif yang menuntun seorang individu untuk menggunakan suatu media dipandang sebagai Gratification Sought atau kepuasan yang dicari atau diharapkan (Dimmick. Menurut Stephenson media massa hanya memenuhi satu jenis kebutuhan saja. dan ³Interpersonal Utility´ (kegunaan pribadi) (Palmgreen. informasi dan lain sebagainya. Ahli komunikasi lainnya menyebutkan dua fungsi. 2000 ). correlation (hubungan sosial). 1984). yang membedakan antara Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO). Tiga fungsi ini kemudian ditambah oleh Charles Wright yaitu fungsi hiburan (Entertaiment). Motif afektif menekankan aspek perasaan dan kebutuhan mencapai tingkat emosional tertentu (Rahmat. Manfaat kepuasan langsung juga dapat dirasakan oleh penggunanya. Yang lain lagi menyebutkan tiga fungsi media massa dalam memenuhi kebutuhan. yaitu referensi 15 . media massa memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi ± menurut Weiss. yaitu melepaskan diri dari rutinitas dan masalah. Harold D Laswell pernah mengajukan 3 fungsi media yaitu yaitu pengawasan (Surveyllance). Dalam teori Uses and Gratification yang dikembangkan oleh Palmgreen dan Rayburn. dimana dan kapan saja (Leung dan Wei. yaitu apa yang diharapkan audien dari media massa dengan apa yang diperolehnya dari media tersebut. Perkembangan ini diawali oleh penelitian Palmgreen dan Rayburn pada tahun 1979. kegunaan sosial. atau hiburan dan informasi ± menurut Wilbur Schramm. ³ Knowledge´ (pengetahuan). Medan Dari studi Louis Leung dan Ran Wei (2000) yang menggunakan teori ini juga menyatakan bahwa mobilitas. Secara umum kebutuhan yang sering disebut dan digunakan oleh para peneliti media adalah. kekinian. yaitu memuaskan hasrat bermain atau melarikan diri dari kenyataan. Dengan demikian kecenderungan penelitian tentang Uses and Gratification mulai bergeser dan bertambah maju. sarana pelepasan emosi. 1981. sedangkan kebutuhan afektif ditandai oleh kondisi perasaan atau dinamika yang menggerakan manusia mencapai tingkat perasaan tertentu. Para peneliti media massa kemudian mencoba mengumpulkan seluas dan sebanyak mungkin daftar±daftar kebutuhan sosial dan psikologis yang dianggap audien sebagai terpenuhi dengan memanfaatkan media massa. dan transmisi budaya atau sosialisasi (Cultur Transmission and Socialisation). ³Diversion´ (pelepasan). Personal identity. ³Entertaiment´ (hiburan).JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Jenis-jenis kebutuhan ini kemudian oleh para ahli dikelompokan menjadi beberapa kelompok. mereka menemukan empat tipologi motivasi khalayak yang terangkum dalam skema media ± persons interactions sebagai berikut : Diversion. fungsi±fungsi ini belum cukup untuk menggambarkan seluruh fungsi yang ada.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 2000). media massa memenuhi kebutuhan akan hiburan dan informasi . ternyata terdapat jenis±jenis kebutuhan yang setiap kali muncul walaupun sampelnya berbeda-beda. korelasi (Correlation). 1 . Sejumlah ahli media akhirnya mulai beralih dari sekedar mengumpulkan jenis jenis kebutuhan audien kepada suatu model penelitian baru karena dari hasil±hasil studi mereka menunjukkan jenis± jenis kebutuhan yang sama. Tetapi seperti yang di jelaskan Blumer (1994). surveillance (pengawasan lingkungan). ³ Surveyllance´ (pengawasan). Mengenai fungsi media massa terhadap pemenuhan kebutuhan audien tersebut. Dan setelah mengamati hasil±hasil yang diperoleh dilapangan. dan hiburan dan transmisi kultural ± seperti yang dirumuskan oleh Harold dan Charles Wright. Kebutuhan kognitif menekankan pada kebutuhan akan informasi dan pencapaian tingkat ideasional tertentu. Kemudian riset lebih lanjut yang dilakukan oleh Dennis McQuail dan kawan-kawan. ³Relaxation´ (relaksasi).

Kita mengalami goncangan batin. Efek diartikan sebagai semua jenis perubahan yang terjadi didalam diri seseorang setelah menerima sesuatu pesan komunikasi dari suatu sumber.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 2005. Pada saat yang sama. frekuensi penggunaan. yaitu kebutuhan yang bersifat afektif (yang berkaitan dengan perasaan) dan kebutuhan kognitif (yang berkaitan dengan pengetahuan). media massa memberikan kesempatan untuk melarikan diri dari kenyataan. Pada teori Uses and Gratifications. perubahan kognitif. 2004) efek media massa akan menyebabkan perubahan yang terjadi pada diri khalayak. ketenangan. Komunikasi massa dapat memberikan informasi. seperti penerimaan informasi. tetapi yang juga dapat diatasi dengan media massa. dan pemahaman mengenai lingkungan. Chaffe (dalam Rahmat. dan persahabatan dapat juga diperoleh dari sumber-sumber lain seperti kawan. pengetahuan dan keterampilan. media massa dapat memberikan hiburan. kebutuhan kognitif adalah kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan informasi. manusia yang berperan dalam menentukan efek media. pengetahuan. Ada berbagai kebutuhan yang dipuaskan oleh media massa. isi media yang dikonsumsi. Dalam konsep ini hidup dipandang suatu medan yang penuh tantangan . antara lain: y Efek Kognitif: terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui. suatu loncatan dramatis dari model Jarum Hipodermik. Medan diri. 2001). Selanjutnya terpaan media menurut Rosengreen (1974). Sedangkan menurut Sari (dalam Kriyantono 2006) dapat dioperasionalkan menjadi jenis media yang digunakan. Surveillance (bentuk-bentuk pencarian informasi) (dalam Junaedi. http://komunikasimassa-umy.blogspot. eksplorasi realitas. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan. Teori ini digambarkan sebagai ³a dramatic break with effects traditions of the past´. 2007) Kemudian dari teori Utilitarian memandang individu sebagai orang yang memperlakukan setiap situasi sebagai peluang untuk memperoleh informasi yang berguna atau keterampilan baru yang diperlukan dalam menghadapi tantangan hidup. Tentu saja. Elemen ³pola terpaan media yang berlainan´ pada Teori Uses and Gratifications berkaitan dengan media exposure atau terpaan media. Kita kesepian. dan perubahan prilaku (dengan istilah lain. 2000). afektif dan behavioral). kebutuhan ini dapat dipuaskan oleh sumber-sumber lain selain media massa. (Nurudin. (Wiryanto. Ada 3 macam efek komunikasi massa. Kebutuhan ini didasarkan pada hasrat untuk memahami dan menguasai lingkungan. dan prilaku nyata. juga memuaskan rasa penasaran dan dorongan untuk penyelidikan kita. William J Mc Guire (dalam Muchati 1972) kemudian mengelompokan jenis-jenis kebutuhan tersebut menjadi 2 dimensi. perubahan perasaan atau sikap. dipahami atau dipersepsi khalayak. 1 . menyenangkan. Kita ingin mencari kesenangan. com). karena mengacu pada kegiatan menggunakan media (Kriyantono. kepercayaan atau informasi. Perubahan yang dimaksud dapat meliputi perubahan pengetahuan. 16 . dan berbagai hubungan antara individu konsumen media dengan isi media yang dikonsumsi atau dengan media keseluruhan (Rahmat. Kebutuhan afektif adalah kebutuhan yang berkaitan yang berkaitan dengan peneguhan pengalaman-pengalaman yang estetis. maupun durasi penggunaan . Mengenai kebutuhan kognitif dan afektif Nurudin menjelaskan. hobi. 2000). 2006). dan emosional. sikap.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Dari berbagai jenis kebutuhan tersebut. atau tempat ibadat (Rahmat. Menurut Steven M. penguatan nilai. dapat dioperasionalkan menjadi jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai jenis media. keterampilan. dan media massa berfungsi sebagai sahabat. hiburan.

2004). Penelitian yang dilakukan International Telecommunication Union (2001) menemukan bahwa jumlah penggunaan telepon seluler di 100 negara-negara miskin melampaui telepon tetap dan komputer. Bogor. sikap atau nilai. y Efek Behavioral : merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati.com/kompassenggang. SMS dalam hal ini lebih berfungsi sebagai hiburan saja. (Onong. Pemanfaatan telepon seluler berbeda pada setiap kelompok masyarakat. isyarat. 2005). telepon (telepon seluler). Ini adalah dampak dari segi sosial budaya masyarakat atas penggunaan Hand Phone/ telepon seluler. Bandung. tv. Seorang komunikator menggunakan media kedua (sekunder) dalam melancarkan komunikasinya karena komunikan sebagai sasarannya berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Ini artinya bahwa di samping menurunkan minat baca. biasanya dilakukan pada waktu http://www. 17 . Bagi pelaku bisnis. gambar. disenangi atau dibenci khalayak. Efek ini ada hubungannya dengan emosi. Kemudian sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah menggunakan lambang sebagai media pertama. Bahkan. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa. Kalaupun digunakan untuk hal-hal yang sifatnya menghibur. Bahkan menurut data Kompas (4 April 2003) yang melakukan street polling yang dilakukan pada 100 remaja SMU di Jakarta.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. karena harga telepon seluler terjangkau. majalah atau koran. radio film. sebesar 73 persen mereka mengeluarkan biaya untuk membeli voucher perbulannya sekitar 100-200 ribu. Berbagai keuntungan relatif yang dirasakan dari telepon seluler yang mengungguli telepon tetap karena mobilitas dan efisiensinya yang lebih besar. Surat. (Nurudin. warna dan lain sebagainya yang secara langsung mampu ³menerjemahkan´ pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan. telepon seluler lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Data yang merupakan fenomena ini jelas menjadi salah satu potret dampak komunikasi melalui telepon seluler. ( Fritz E Simandjuntak dalam cetak/0405/05/telkom/1002910htm ). 9 persen antara 201-300 ribu dan 8 persen lebih dari 300 ribu perbulan. y Konseptual Dalam proses komunikasi dibagi menjadi dua bagian yakni secara primer dan sekunder. telepon seluler juga mengarahkan masyarakat untuk hidup konsumtif. dan banyak lagi adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. 1 . Menurut data majalah Komputer Aktif (no. Ini bisa dikatakan pula bahwa budaya baca yang sudah terancam dengan budaya dengar dan lihat diancam lagi oleh budaya mengirim SMS. kegiatan dan kebiasaan berperilaku (Rakhmat. di negara-negara berkembang telepon seluler telah mengurangi kesenjangan berkomunikasi di masyarakat.2000).kompas. AM Townsend (2000) menyatakan. 35 persen 2-10 kali dan 14 persen lebih dari 20 kali sehari. kial. Dalam hal ini komunikasi melalui telepon seluler seperti pengiriman SMS ternyata berdampak buruk untuk menurunkan minat baca masyarakat. dan Semarang menunjukkan bahwa 51 persen mereka mengirim SMS 11-20 kali.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 50/26 Maret 2003) berdasarkan survei Siemens Mobile Lifestyle III menyebutkan bahwa 60 persen remaja usia 15-19 tahun dan pasca-remaja lebih senang mengirim dan membaca SMS (Short Messege Service) daripada membaca buku. Medan Efek Afektif : timbul bila ada perubahan pada apa yang dirasakan. teleks. Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media. Bahkan menurut data dari penelitian ³Survei Siemens Mobile Phone´ 58 persen orang Indonesia lebih memilih mengirim SMS daripada membaca buku. meliputi pola-pola tindakan.

Saat ini Indonesia mempunyai dua jenis jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System For Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Berdasarkan fungsi-fungsi ini dapat disimpulkan bahwa media massa sebagai media pembangunan atau proses perubahan ke arah kondisi kehidupan yang lebih baik. 3G). 1964). Sekarang. eksistensi manusia. Wilbur Schramm melalui hasil penelitiannya di negara-negara berkembang membuat laporannya pada tahun 1964 yang berjudul Mass media and National Development : The role of information in developing countries.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. perangkat lunak pemutar audio (mp3) dan video. memahami apa yang dilihat dan didengar. seperti yang diungkapkan oleh McLuhan (1964) yakni kehadirannya umumnya adalah sebagai the extention of man . Telepon genggam seringnya disebut handphone (disingkat HP) atau disebut pula sebagai telepon selular (disingkat ponsel) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line konvensional. Sejalan dengan berkembangnya masyarakat beserta peradaban dan kebudayaannya. sengaja atau tidak. Sementara Hafied Cangara (1998) mengatakan bahwa komunikasi adalah sebuah proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya . maupun untuk televisi online di telepon genggam mereka. Selain fitur-fitur tersebut. Ada pula penyedia jasa telepon genggam (provider) di beberapa negara yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G) dengan menambahkan jasa videophone. mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel. GPRS. fitur ini sangat membantu bagi para pebisnis untuk melakukan semua 18 . dan information. telepon genggam menjadi gadget yang multifungsi. Seperti dalam menyatakan diri. ponsel sekarang sudah ditanamkan fitur komputer. yang paling pokok adalah dapat membantu menyebarluaskan informasi tentang pembangunan. persuasif. 1 . dan layanan internet (WAP. integratif. Medan Menurut Shannon dan Weaver (1949) komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lainnya. kodrat. Mencermati beberapa fungsi media massa yang ditulis Alamsjah Ratu Perwiranegara dalam Rafiq (1989) meliputi fungsi informatif. Artinya . menerima dan men girim pesan . edukatif. dapat mengajarkan melek huruf serta keterampilan lainnya yang memang dibutuhkan untuk pembangunan masyarakat dan menjadi penyalur suara masyarakat agar mereka turut ambil bagian dalam pengambilan keputusan di negaranya (Schramm. pembawaan. Mengikuti perkembangan teknologi digital. kini ponsel juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur. wireless). manusia menyatakan dan mengembangkan perikehidupan yang bermasyarakat. instruktif. seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi. Kehadiran media tidak selalu menarik perhatian masyarakat. sebagai alat pembayaran. kamera digital. dan kebutuhan manusia adalah berkomunikasi. yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. game. Pendapat ini dapat disimpulkan bahwa komunikasi memiliki andil dan sumbangan yang sangat besar dalam pembangunan. komunikasi bermedia mengalami kemajuan pula dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Jadi di ponsel tersebut. dan rekreatif. industrial. yang isinya menyatakan media massa dapat berpengaruh dalam beberapa hal. namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel. Menurut Alvin Toffler dalam bukunya The Third Wave (1990) membagi tiga tahap perkembangan peradapan manusia yakni Agricultural. Pentingnya peranan media (media sekunder) dalam proses komunikasi disebabkan oleh efisiensinya mencapai komunikan dimana. berbicara. ketika berada dalam suatu lingkungan dan bercengkerama dengan lingkungan serta dengan proses tersebut. dan kapan saja. ponsel umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service. SMS). Di dunia bisnis. orang bisa mengubah fungsi ponsel tersebut menjadi mini komputer.

afektif. perkembangan ponsel akan lebih mengefisienkan waktu dan sistem kerja dibandingkan dengan komunikasi/ informasi secara manual. sehingga dapat memfasilitasi masyarakat dalam berkomunikasi dan membantu memperoleh informasi dengan cepat dan tak terbatas. karena populasi dianggap homogen. dengan acak sederhana. namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel. 1 . integratif pesan.wikipedia. dalam memfasilitasi masyarakat dalam berkomunikasi dan membantu memperoleh informasi dengan cepat dan tak terbatas .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. wireless).JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Metode Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif yakni hanya memaparkan situasi dan peristiwa apa adanya. METODOLOGI Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Pertumbukan. Dengan memiliki keunggulan dalam efesiensinya ini. tidak menguji hipotesa atau membuat prediksi. integratif sosial dan kebutuhan akan pelarian. Melalui sumber lain. Masyarakat memiliki kebutuhan dan motif beraneka ragam berdasarkan karakteristiknya sosialnya Blumler. ponsel menjadi salah satu fenomena komunikasi bermedia yang terus berkembang serta semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Dan pengambilan sampel mengacu pendapat Winarno Surakhmad (1998) yakni sebesar 20% . Dengan kata lain dalam penelitian ini hanya memberikan gambaran secermat mungkin mengenai suatu individu. mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel. maka diperoleh sampel sebesar 263 x 20% = 54 orang. Data pra-riset (19-22 Februari 2008) di Desa Pertumbukan terdata 263 orang yang telah memiliki telepon seluler. dalam hal ini merupakan sebagai populasi. Kabupaten Langkat. Dengan demikian. tanpa mencari dan menjelaskan hubungan. Kecamatan Wampu. Selanjutnya pengambilan sampel dilakukan secara probability. gejala. Kecamatan Wampu. Populasi Dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Pertumbukan. teman. komunikasi interpersonal. Definisi Operasional Telepon seluler dalam penelitian ini adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line konvensional. keadaan. Sedangkan yang dimaksud dengan masyarakat desa adalah masyarakat yang merupakan penduduk Desa Pertumbukan . yakni kebutuhan ini terpenuhi dengan hubungan keluarga. Medan pekerjaan di satu tempat dan membuat pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu yang singkat (http://id. Katz dan Gurevitch membuat tipologi kebutuhan manusia yang berhubungan dengan penggunaan media yakni : kebutuhan kognitif. 19 . Kebutuhan ini dapat terpenuhi dan dipuaskan melalui media massa dan sumber lain. maupun mengisi waktu luang dengan berbagai cara. atau kelompok tertentu. yang memiliki dan menggunakan telepon seluler sebagai salah satu sarana media komunikasi. Efektifitas komunikasi dalam penelitian ini dimaksudkan penyampaian/penerimaan informasi dan komunikasi secara lebih mudah dan efisien. Pengembangan teknologi telekomunikasi terutama jenis telepon seluler ini membuka lebar penyampaian informasi dan komunikasi secara lebih mudah dan efisien. Kabupaten Langkat.org/wiki/Telepon _genggam). yang membutuhkan waktu yang lama dan tempat yang terbatas.

Tingkat Pendidikan. dan pencarian informasi melalui internet.7% dan selanjutnya diikuti oleh kelompok umur 22-26 tahun dan 32-36 tahun masing-masing 13%. Stabat Lama/ Baru. dan Langkat. dan Pekerjaan. Medan Metode Pengumpulan Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yakni : Data Primer. diperoleh melalui kuisioner yang diberikan kepada sampel terpilih. Jenis Kelamin Dari tabel 01. Berikut datanya yang ditampilkan dalam bentuk tabel. jenis kelamin Responden dalam penelitian ini diperoleh laki-laki sebanyak 68. Tabel 01. kemudian kelompok umur 22-26 tahun dan 37-41 tahun masing-masing 16. Penghasilan.go. Dan tabel 02. Bukit Melintang. hasil-hasil penelitian terdahulu.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Disamping itu juga dilakukan wawancara terstruktur kepada beberapa sampel untuk memperkuat data yang terkumpul melalui kuisioner. suratkabar. Stabat Lama.pdf ) Kemudian sekitar tahun 2006 dibentuk Desa Pertumbukan yang wilayahnya sebagian mengambil daerah Desa Bukit Melintang dan Desa Stabat Lama.5%.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Besilam. Metode Analisis Data Data yang terkumpul seluruhnya akan ditabulasikan ke dalam tabel tunggal dan juga membuat beberapa tabulasi silang berdasarkan tujuan penelitian. makalah. Karakteristik Responden Responden yang berjumlah 54 orang dalam penelitian ini dilihat dari aspek sosiodemografis-nya mencakup : Usia. diperoleh melalui buku-buku. Penghasilan 20 . Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap : Membuat tabel distribusi frekuensi (f) dan prosentasi (%) serta interpretasi untuk keseluruhan data penelitian selanjutnya mengadakan diskusi dan pembahasan hasil temuan data penelitian Hasil Penelitian Gambaran Umum Lokasi Penelitian Kecamatan Wampu merupakan daerah pemekaran yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Pembentukan 13 (tiga belas) Kecamatan di wilayah kabupaten daerah tingkat II Tapanuli Selatan. Data Sekunder. Tapanuli Utara. Gergas. Tingkat Pendidikan Tabel 04. usia dapat dilihat bahwa responden yang terbanyak terwakili dari kelompok umur 17-21 tahun sebanyak 31. Kecamatan Wampu merupakan pemekaran dari sebagian wilayah Kecamatan Stabat. Jenis Kelamin. Usia Tabel 02.5%. 1 . Tabel 03.5% dan perempuan sebanyak 31. Gohor Lama. Kebun Balok. Pada awal pembentukan kecamatan ini meliputi : Desa Bingai.id/unit/hukum/pp/1999/043 -99. Toba Samosir.bpkp. Labuhan Batu. dan Sumber Mulyo ( http://www. dalam wilayah Propinsi Sumatera Utara.

serta diikuti tingkat penghasilan Rp.000. Pekerjaan responden terbesar adalah sebagai wiraswasta/ berdagang yakni sebesar 57. ± Rp. serta tingkat sarjana (S1) sebesar 7. ± Rp. kemudian pada kategori lain-lain (petani.500. 1.4% . kemudian yang menyatakan setuju sebesar 44. Kemudian tabel 04.7%. Sikap Responden dalam mencari informasi melalui telepon seluler dinyatakan sangat setuju oleh sebesar 50% . Medan Dari tabel 03.9% menyatakan sangat setuju serta diikuti sikap ragu-ragu dan kurang setuju masing-masing sebesar 7.1%. sebesar 24. serta pegawai swasta sebesar 13%. Tabel 05.000.4%. 1.000.1%. Kebutuhan Informasi Kebutuhan akan informasi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap responden dalam pencaharian informasi melalui penggunaan telepon seluler yang tersaji dalam tabel.000. 1. Pekerjaan Tabel 05.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.000. Informasi Sosial Dari tabel 06. kemudian diikuti tamatan SD dan SMP pada urutan kedua masing-masing 24. mengenai Pendapatan responden yang terbanyak yakni diantara Rp.000.8%. ± Rp.8%.000. dan dapat dilihat sebagai berikut : Tabel. pelajar) sebesar 14.7%. Sebanyak 44..1%.000. kemudian antara Rp. 21 . Tingkat pendidikan responden yang terjaring menjadi responden terbanyak dalam penelitian ini adalah tamatan SMA yakni sebesar 40. 1. yakni sebesar 48. sebesar 14.4%. 1 . 2.000. 500.4%.4% responden menyatakan setuju untuk membutuhkan informasi sosial melalui telepon seluler. 06 Mencari Informasi Tabel 07. kemudian sebanyak 38.500. serta dinyatakan kurang setuju oleh sekitar 3.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Dan tabel 07.

Tabel 10. Dari tabel 09.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kemudian sebesar 38. Telepon seluler Sarana bermain Tabel 12. Mengenai penilaian responden tentang kesesuaian harapan dan kebutuhan.2%. untuk ini responden terbanyak menyatakan sangat setuju yakni sebesar 46.Harapan dan Kebutuhan Tabel 09.2% serta pernyataan tidak setuju sebesar 7. Medan Tabel 08.4%. Dengan adanya telepon seluler responden lebih terdorong untuk mempelajari sesuatu tentang lingkungan sekitar dan luar. baik dari sekitar atau luar lingkungan. serta hanya 5.4% menjawab sangat setuju dan setuju. Tabel 11 Telepon seluler sebagai dorongan sarana untuk menambah pengetahuan sesuai dengan kepetingan.4% menjawab ragu-ragu.7%. 22 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Mengetahui Kondisi Daerah lain Tabel 08.3%. Termotivasi Pelajari daerah lain Tabel 11.12 Meringankan Beban Hidup Tabel 13.9% dan diikuti menjawab setuju 16. Sebanyak 48.7% menyatakan setuju. Kemudian diikuti pernyataan setuju sebesar 35. Pertanyaan ini terbanyak dijawab responden sangat setuju yakni sebesar 48. Kebutuhan Diversi Pernyataan-pernyataan kebutuhan diversi dalam penelitian ini yang tersaji dalam bentuk tabel berikut : Tabel.1%. Kemudian menjawab kurang setuju sebesar 25. Selanjutnya sebanyak 40. masingmasing sebanyak 44. Kemudian sebanyak 5.1% responden sangat setuju dengan penggunaan telepon seluler akan lebih mengetahui keadaan kehidupan diluar daerah. 1 . Penambahan Pengetahuan Dan dari tabel 10.7%.9 % menjawab setuju dan diikuti sebesar 7. Penggunaan telepon seluler untuk melarikan diri dari persoalan kehidupan (meringankan bebab hidup) ternyata responden menjawab tidak setuju yakni sebesar 35.6% menjawab ragu-ragu serta menjawab kurang setuju sebesar 3.6% menyatakan tidak setuju.

1 .7%.7%. 16 Mengisi waktu luang Tabel.9%. Untuk mengisi waktu luang ataupun di saat santai telepon seluler digunakan responden bersama keluarga semisal menghubungi atau kirim sms kepada keluarga yang jauh dan teman.7%. Kemudian dari tabel 15.4%.1%. dan yang setuju dinyatakan oleh responden sebesar 22. Atasi Sulitnya Perekonomian Tabel 19.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Kemudian tabel 17. Kemudian jawaban sangat setuju sebesar 27.7% responden menyatakan sangat setuju.7%. ternyata responden menjawab kurang setuju yakni sebesar 25.2%.5% responden menyatakan raguragu. Untuk meningkatkan hubungan silaturahmi dengan keluarga dan teman. Tabel. responden menyatakan sangat setuju yakni sebesar 50% dan yang menyatakan setuju sebesar 40. Kemudian yang menjawab setuju dan tidak setuju masing-masing sebanyak 24. untuk itu responden sebanyak 37% menyatakan setuju. Selanjutnya diikuti sebesar 16.7% untuk jawaban sangat setuju. telepon seluler salah bentuk komunikasi bermedia ternyata sangat membantu. Atasi masalah kehidupan sosial 23 . Menimbulkan kesenangan Tabel.15 Meningkatkan Hubungan Silaturahmi Dari tabel 14.2% serta diikuti sikap ragu-ragu sebesar 7. Tabel 14. 17 Mencari Persahabatan Tabel 16. untuk itu sebesar 66.8% serta diikuti jawaban kurang setuju sebesar 16. Namun sebesar 18. Telepon seluler menimbulkan kesenangan untuk pertanyaan ini responden terbanyak menjawab setuju yakni sebesar 40. Untuk mencari persahabatan baik dilingkungan sekitar ataupun di luar. telepon seluler sebagai sarana bermain.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Namun terdapat juga responden yang menyatakan ragu-ragu dan tidak setuju yakni masing-masing sebesar 3. Tabel 18. Medan Dan dari tabel 13. kemudian yang menyatakan sangat setuju sebesar 22.

4%. Selanjutnya terdapat responden yang menyatakan ragu-ragu yakni sebesar 13%. Melepaskan ketegangan (stress) Tabel 21. telepon seluler juga dapat membantu. Kemudian sikap ragu-ragu diakui responden yakni sebesar 7. Walau secara tidak langsung telepon seluler telah membantu responden untuk memecahkan permasalahan ekonomi keluarga dan untuk ini sebesar 31. Penggunakan telepon seluler bagian gaya hidup Tabel 20. Mencari ide/ pemikiran untuk berkreasi/berwirausaha. Tabel 20. serta yang ragu-ragu dan kurang setuju masing-masing sebesar 7.1% dan yang sangat setuju sebesar 18. Dan tabel 19.4% menyatakan setuju dan diikuti sangat setuju oleh sebesar 27.8%. Dalam melepaskan persoalan sehari-hari yang dapat menimbulkan ketegangan (stress) melalui telepon seluler responden dapat menghubungi seseorang yang dianggap dapat memberikan jalan keluar jikalau untuk menjumpai seseorang secara langsung tidak memungkinkan.5% menyatakan setuju dan diikuti sebesar 22. Kerjasama dengan pihak lain Tabel 22. 24 . Namun juga terdapat pernyataan responden yang ragu-ragu yakni sebesar 18.7% dan diikuti sebesar 31.5%. pernyataan ini disikapi oleh responden dengan menjawab sangat setuju yakni sebesar 48.2%.5%. Hal ini diakui oleh responden sebesar 57. Selanjutnya yang menyatakan ragu-ragu sebesar 20. Tabel 21. kesejahteraan) hal ini dijawab setuju oleh responden yakni sebesar 48. Medan Dari tabel 18. 1 .2% menyatakan sangat setuju. Kebutuhan Identitas Personal Dalam memenuhi kebutuhan indentitas personal dalam penggunaan telepon seluler dalam hasil temuan penelitian ini yang disajikan dalam bentuk tabel dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 22. Untuk ini responden yang menyatakan setuju sebesar 40. Membantu berkreasi Tabel 23.1% dan diikuti sikap setuju yakni 38.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. karir/pekerjaan. masyarakat. Walau komunikasi tatap langsung lebih memberi makna dan pengaruh yang lebih besar.4%. namun komunikasi bermedia melalui telepon seluler juga dapat membantu memecahkan masalah kehidupan sosial (lingkungan keluarga. Penggunakan telepon seluler sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dan telepon seluler selalu mendampingi aktivitas responden (gaya hidup) .5% yang menyatakan sangat setuju.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.9%.

serta diikuti sebesar 9.2% . Alasan pernyataan ini karena adanya telepon seluler akan membuka isolasi informasi sehingga dapat membuka cakrawala ide atau untuk berkreasi dari potensi yang ada.3% responden yang merasa ragu-ragu.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Tabel 28.3% responden menyatakan sangat setuju dan yang setuju sebesar 35. Dalam membantu masyarakat melancarkan/meningkatkan kerja sama usaha dengan pihak lain. untuk ini sebesar 46.Relasional dengan pihak lain Tabel 25. diakui responden dengan menyatakan setuju yakni sebesar 48. tentu saja dengan adanya teknologi ini sangat memungkinkan seseorang dapat mengubungi orang lain di tempat yang jauh dan ini sangat efektif jika kalau harus menjumpainya secara langsung. Namun sebesar 18. Tabel 24. sebesar 35.1% dan untuk sangat setuju sebesar 35.Informasi dunia usaha 25 . Untuk itu responden yang menyatakan setuju sebesar 46.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. telepon seluler bagi masyarakat desa telah sangat membantu.Informasi aktifitas Tabel 24.2% serta responden yang merasa ragu-ragu sebesar 13%.1% responden yang merasa ragu-ragu. 1 .5% menyatakan kurang setuju. Tabel 27.Tingkatkan ekonomi masyarakat Tabel 26. Keberadaan telepon seluler sudah membantu menjalin kerja sama usaha dengan pihak lain. Terjalinnya hubungan dengan orang lain akan membantu untuk melancarkan/meningkatkan kerjasama usaha/kegiatan dengan pihak lain (relasional).3% dan sangat setuju sebesar 35. Medan Tabel 23.6% menyatakan setuju. Untuk mendapatkan informasi tentang dunia usaha/kegiatan dengan pihak lain.7% responden menyatakan sangat setuju dan 29. Namun terdapat sebesar 11.2%. untuk peryataan ini sebesar 53. Meningkatkan kerjasama usaha Tabel 27.1% menyatakan sangat setuju. Dan tabel 25. Tabel 26. Penilaian responden terhadap keberadaan telepon seluler telah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat adalah sebagai berikut.2% menyatakan setuju dan sebesar 24.

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

Tabel 28, Hampir sama dengan tabel sebelumnya, hal ini lebih pada tingkat awal adanya penggunaan telepon seluler bagi masyarakat Desa Pertumbukan. Dalam pengembangan jaringan tentu akan membawa dampak-dampak positif yang diharapkan si pengguna. Untuk ha ini responden yang menyatakan setuju sebesar 48,1% dan sangat setuju sebesar 33,3 %, serta terdapat juga responden yang merasa ragu-ragu untuk pernyataan ini yakni sebesar 14,8%. Penggunaan Telepon seluler Penggunaan telepon seluler bagi responden dalam penelitian ini akan meliputi diantaranya pengalaman responden dalam pengalaman dan penggunaan telepon seluler, biaya pembelian pulsa dan sebagainya. Untuk lebih lanjut dapat disimak dibawah ini yang tersaji dalam bentuk tabel.
Tabel 29. Penggunaan telepon seluler Tabel 30. Sistem Ponsel yang Digunakan

Tabel 29, Melihat pengalaman responden tentang menggunakan atau memiliki telepon seluler dapat dilihat pada tabel diatas yakni sebesar 33,3% telah memiliki atau menggunakan telepon seluler kurang dari 1 tahun, kemudian terdapat sebesar 18,5% sudah 4 tahun serta untuk sudah 2 atau 3 masing-masing sebesar 16,7%. Tabel 30, Penggunaan jenis telepon seluler bagi responden hampir mayoritas menggunakan jenis GSM yakni sebesar 96,3% dan hanya 3,7% yang menggunakan jenis CDMA. Hampir mayoritas penggunaan jenis GSM disebabkan ketersediaan sarana dan prasarana di lokasi penelitian lebih memadai, kuatnya penerimaan sinyal ataupun varian telepon seluler untuk jenis ini lebih banyak dan lebih murah, terutama harga bekas.
Tabel 31. Alasan menggunakan Ponsel Tabel 32. Percakapan melalui Ponsel perhari

Tabel 31,Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong responden untuk menggunakan telepon seluler adalah alasan mencari informasi merupakan faktor yang terbesar dipilih responden yakni sebesar 72,2%, kemudian untuk menambah pengetahuan diakui responden 26

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

sebesar 13% seta diikuti alasan untuk mengawasi lingkungan/ pengawasan sosial yakni sebesar 5,6%. Tabel 32, Total lamanya melakukan percakapan melalui telepon seluler dalam sehari responden yang terbanyak melakukannya adalah antara 15-30 menit yakni sebesar 38,9%, kemudian dibawah 15 menit yakni sebesar 37% serta diikuti lebih dari 60 menit yakni sebesar 13%.
Tabel 33.Penggunaan SMS Dalam sehari Tabel 34. Kualitas suara

Tabel 33, Salah satu fasilitas fitur yang dimiliki telepon seluler dalam berkomunikasi secara tulisan adalah sms, fitur ini digunakan untuk mengirim pesan-pesan singkat. Responden menggunakan fitur ini sebanyak kurang dari 5 kali yakni sebesar 40,7%, kemudian 5-10 kali sebanyak 38,9%, serta diikuti yang menggunakan sebanyak 10-15 kali dalam sehari yakni sebesar 11,1%. Tabel, 34, Penilaian responden tentang kualitas suara yang didengar percakapan melalui telepon seluler dinilai jelas yakni sebesar 59,3%, kemudian dirasakan sangat jelas yakni sebesar 33,3%, serta diikuti sebesar 5,6% untuk peryataan ragu-ragu.
Tabel 35. Biaya percakapan melalui Ponsel Tabel 36. Biaya SMS

Tabel 35, Mengenai biaya percakapan melalui telepon seluler diakui responden sebesar 37% adalah mahal, namun peryataan yang bertolak belakang diakui responden yang menyatakan biaya percakapan melalui telepon seluler dianggap murah yakni sebesar 35,2% hal ini diakui responden bila menimbang jarak dan waktu yang harus dihabiskan bila akan menemui seseorang di suatu tempat yang jauh. Dan yang terakhir diakui sangat mahal oleh responden yakni sebesar 18,5%. Tabel 36, Penilaian mengenai biaya penggunaan sms, diakui responden sangat murah yakni sebesar 66,7%, kemudian terdapat sebesar 14,8% yang menyatakan mahal, kemudian sebesar 11,1% merasa ragu-ragu untuk memberikan pernyataan.
Tabel 37. Biaya pembelian pulsa perbulan Tabel 38. Kesesuaian Biaya dengan Percakapan

27

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

Tabel 37, Biaya pembelian pulsa yang dikeluarkan oleh responden rata-rata selama sebulan yang terbanyak adalah sekitar Rp. 50.000,- s/d Rp. 100.000,- (35,2%), kemudian kurang dari Rp. 50.000,- (25,9%), serta diikuti pembelian lebih dari Rp. 200.000,- (14,8%). Tabel 38, Pendapat responden mengenai perbandingan biaya percakapan dengan waktu percakapan dinyatakan sebagian besar oleh responden tidak sebanding yakni sebesar 51,9% dan yang menyatakan sebanding sebesar 48,1%.
Tabel 39. Faktor penyebab ketidakseimbangan Tabel 40. Perkembangan Pengguna Ponsel di desa

Tabel 39, Faktor penyebab ketidakseimbangan diasumsikan responden karena biaya percakapan terlalu tinggi (biaya talk time dianggap mahal) yakni dirasakan oleh responden sebesar 44,4%, kemudian tingkat ekonomi masyarakat masih rendah diasumsikan 22,2% oleh responden. Kemudian faktor penyebab lainnya sebesar 18,5%, diantaranya adalah responden merasa khawatir kehabisan pulsa. Tabel 40, Melihat perkembangan pengguna telepon seluler diakui responden untuk di daerahnya tergolong maju (51,9%), kemudian dianggap sangat maju (44,4%), namun terdapat penilaian responden yang ragu-ragu dan kurang maju terhadap perkembangan pengguna telepon seluler di desanya yakni masing-masing sebesar 1,9%. Sikap Terhadap Kehadiran Telepon seluler Sikap ataupun pendapat responden dalam penelitian ini adalah meliputi beberapa kriteria tentang seputar kehadiran teknologi komunikasi dan informasi khususnya telepon seluler yang akan disajikan dalam bentuk tabel dapat diperhatikan dibawah ini. Tabel 41. Membantu kesejahteraan masyarakat desa

Tabel 41, Kehadiran telepon seluler walau secara tidak langsung telah memberikan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal ini diakui responden yakni sebesar 57,4% dan yang menolak pernyataan tersebut sebesar 42,6%.

28

3% dan diikuti Peningkatan Potensi SDA (pertanian. Dampak Negatif Telepon seluler Dari Tabel 43. kemudian Peningkatan ekonomi/kesejahteraan masyarakat sebesar 9. Kemudian memudahkan untuk mencari 29 . peternakan) yakni sebesar 7. Medan Tabel 42. Mengenai dampak yang dirasakan responden dengan hadirnya telepon seluler menyebabkan pengeluaran semakin bertambah yakni diakui sebesar 33. Dari pertanyaan terbuka yang dijaring oleh peneliti mengenai pendapat masyarakat tentang kehadiran Telepon seluler di Desa Pertumbukan.2% . Pendapat masyarakat Desa adanya Telepon seluler Untuk tabel 44.1 % menyatakan Sangat membantu hubungan komunikasi dgn keluarga. Kemudian dampak lainnya yakni mayarakat menjadi konsumtif yakni sebesar 1. dirasakan respo nden yakni sebesar 61. pendidikan dan SDM Masyarakat yakni sebesar 35. teman dan pekerjaan tanpa terkendala jarak.9% dirasakan responden. Tabel 43. Tabel 44. kemudian Telepon seluler hanya menjadi gaya hidup hal ini diakui responden sebesar 7.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.4%.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 .4%. Pengalaman Peningkatan Yang Dialami Tabel 42 Peningkatan kesejahteraan yang dirasakan menurut responden adalah Peningkatan kualitas pengetahuan.3%.

Medan informasi dan menambah pengetahuan/pendidikan. dan menambah wawasan. Namun tidak untuk melarikan atau melepaskan diri dari persoalan kehidupan dan kesulitan hidup. Dalam kegiatan sehari-hari telepon seluler sudah menjadi pelengkap terutama untuk kemudahan untuk berkomunikasi. penguatan nilai.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Masyarakat Desa Pertumbukan memerlukan telepon seluler (media komunkasi) untuk memenuhi kebutuhan informasi termasuk informasi sosial bagi hal ini terkait dengan sistem jaringan sosial yang terdapat disekitar atau diluar lingkungannya yang pada gilirannya dapat 30 . dan hal ini menunjang efektivitas dalam komunikasi bermedia. Poin-poin ini secara tidak langsung diakui akan membantu responden dan masyarakat dapat meningkatkan perekonomiannya. menjalin serta meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak baik didalam lingkungan sekitar maupun di luar. Kemudian faktor utama yang mendasari penggunaan telepon seluler diakui oleh responden adalah untuk mencari informasi. kuatnya penerimaan sinyal ataupun varian telepon seluler untuk jenis ini lebih banyak dan lebih murah. Masyarakat desa merasa dengan penggunaan telepon seluler ini sesuai dengan harapan dan kebutuhan.1%). Penggunaan telepon seluler dalam memenuhi kebutuhan diversi . yaitu referensi diri. hal ini dirasakan oleh responden yakni sebesar 18. merupakan upaya melepaskan diri dari rutinitas dan masalah. Namun terdapat hal-hal yang perlu diantisipasi terhadap dampak negatifnya. Pembahasan Masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan informasi termasuk informasi sosial sangat memerlukan hal ini terkait dengan sistem jaringan sosial yang terdapat di sekitar atau diluar lingkungannya yang pada gilirannya dapat memberikan pengetahuan atau menambah pengalaman. terutama harga yang bekas. Jenis telepon seluler yang familiar dengan responden adalah sistem GSM hal ini disebabkan ketersediaan sarana dan prasarana di lokasi penelitian lebih memadai.5%. hingga saat ini jumlah pengguna telepon seluler di desa ini mencapai kira-kira 80% (wawancara dengan Majidul Fahmi. sarana pelepasan emosi. mencari informasi. Pola penggunaan telepon seluler bagi masyarakat yakni cenderung menggunakan SMS karena biayanya relatif murah bila dibanding jika melakukan percakapan melalui telepon seluler. Hasil temuan ini menggambarkan bahwa keberadaan telepon seluler telah membantu masyarakat desa untuk mencari ide/pemikiran untuk berkreasi.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. bagi masyarakat desa sangat membantu terutama menimbulkan perasaan senang terkait dengan meningkatkan silaturahmi dengan keluarga dan teman. Kebutuhan identitas personal (Personal identity). misalnya telepon seluler dijadikan sarana untuk menyimpan photo/video porno. serta dapat mengetahui atau menambah wawasan tentang keadaan/kehidupan di tempat lain (11. Penggunaan telepon seluler di Desa Pertumbukan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Sikap masyarakat terhadap hadirnya telepon seluler dewasa ini dirasakan telah memberikan kemudahan berkomunikasi. tgl 20/2/08). eksplorasi realitas. mengisi waktu luang serta mencari persahabatan yang lebih luas. 1 . tentu saja hal ini tidak baik untuk anak-anak remaja.

dan bagi masyarakat Desa Pertumbukan karena menimbulkan perasaan senang terkait dengan meningkatnya hubungan silaturahmi dengan keluarga dan teman. Remaja Rosda Karya. ABI/INFORM Global Muchati. Sage Publications. Dalam kegiatan sehari-hari telepon seluler sudah menjadi pelengkap terutama untuk kemudahan untuk berkomunikasi. 1994. Keberadaan telepon seluler telah membantu masyarakat Desa Pertumbukan untuk mencari ide/pemikiran untuk berkreasi. Jakarta. 1993. PT. 1998. PT. 2000. Palmgreen. London. ____________. Bandung. RajaGrafindo Persada. PT. Sage Publication. Leung. Bandung. dan ini sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka. California . 2007. Pola penggunaan telepon seluler bagi masyarakat yakni cenderung menggunakan SMS karena biayanya relatif murah bila dibanding jika melakukan percakapan melalui telepon seluler. Saran Telepon seluler salah satu media komunikasi yang sangat pesat perkembangannya dan populer telah memberikan kemudahan dalam berkomunikasi. mengisi waktu luang serta mencari persahabatan yang lebih luas. More than just talk on the move: Uses and gratifications of the cellular phone. Jay.Onong Uchjana. Bandung. mencari informasi. The Role of Theory in Uses and Gratification Studies. Pine Forge Perss. mencari informasi. Sistem Komunikasi Indonesia. Media Gratification Research.. Bagi masyarakat dihimbau untuk menggunakan media telepon seluler secara bijaksana dan memberikan manfaat yang positif. Rachmat. III. PT. RajaGrafindo Persada. Teori Dan Filsafat Ilmu. Kriyantono. 2000. Remaja Rosda Karya. Bandung. 2005 . sebaiknya pemerintah dan pihak operator seluler memberikan kemudahan dengan membuat regulasi untuk menurunkan biaya operasionalnya. sarana pelepasan emosi. dan hal ini menunjang efektivitas dalam komunikasi bermedia. PT. dan menambah wawasan bagi masyarakat serta dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. vol. Roger. Mediamorfosis: Understanding New Media. Efenddy. Summer. 1991. Thousand Oaks. & Elihu Katz. Jakarta. Media Massa dan Penerimaan Khalayak. 2006. 1972. Ilmu. Kehadiran telepon seluler telah memberikan kemudahan berkomunikasi. London. DAFTAR PUSTAKA Blumler.Citra Aditya Bakti. Keberadaan telepon seluler dapat dijadikan salah satu upaya melepaskan diri dari rutinitas dan masalah. Jakarta. Blumler. London.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Dinamika Komunikasi. Remaja Rosdakarya. menjalin serta meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak baik didalam lingkungan sekitar maupun di luar dan secara tidak langsung diakui dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya. The Uses of Mass Communications Current Perspectives on Gratification Research. Nurudin. dan menambah wawasan. Sage Publication. Namun terdapat hal-hal yang perlu diantisipasi terhadap dampak negatifnya. Medan memberikan pengetahuan atau menambah pengalaman. Pengantar Komunikasi Massa. Journalism and Mass Communication Quarterly. Kencana. 31 . Philip. Ilmu Komunikasi Teori Dan Praktek. Jay G. 2003. Louis dan Ran Wei.G. Fidler. ____________. PT. 1997. 1 . ___________. Teknik Praktis Riset Komunikasi.

http://id.id/~pawitmy/ -diakses tgl 26/3/08 ____________.uky.pikiranrakyat. Turner. diakses tgl 26/8/07 http://www.htm .J.org/wiki/Telepon _genggam. Karl. 2005. Remaja RosdaKarya. Jr. diakses tgl 31/3/08 Saprudin. Metode Penelitian Survey. 2005.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Metode Penelitian Komunikasi. 2000. Lain-Lain Damayanti. Media. Jakarta. 2001.htm. ___________. 1 .Hilda . Wiryanto. Jakarta. http://www.majalahindonesia.com . The Models of Uses and Gratifications. Remaja Rosdakarya. Teori Komunikasi : Sejarah.Wawan. 2002.com/ divakar_goswami. http://www. Pengantar Penelitian Ilmiah. Fajar. Umar. Surakhmad. diakses tgl 18/1/08. Rakhmat. Sumber-Sumber Informasi.blogspot. Edisi Kelima. Metode. Teori Komunikasi Massa. Erik. Dampak Penggunaan Telepon Seluler (Handphone). 1991. LP3ES Printing. Grasindo.. W. London . 1998.2003. Rosengren.wordpress. Komunikasi.centrin.diakses tgl 2/02/08. Singarimbun. Prenada Media.php? pg=2007/10/ 27102007/65568 .diakses tgl 2/02/08 .edu/~drlane/capstone/ contexts.com/kompas -cetak/0405/05/telkom/1002910. Richard dan Lynn H. PT. 2008.diakses tgl 2/03/08. Metode Riset Komunikasi Organisasi. Gramedia Pustaka Utama. http://bdg. Bandung.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. PT. 2007. Tankard. Dasar Metoda Teknik. 2005.diakses tgl 8/02/08. Husein.kompas. Pawit M.com/cetak/2005 /0105/20/cakrawala/ lainnya01. Sage Publication. http://data. Jakarta. Yusup. Psikologi Komunikasi.un. dan beberapa contoh Aplikasi Teori Komunikasi Massa Kontekstual.pintunet. Wenner. Winarno. 2000. Edisi Revisi. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi.wikipedia. Jakarta.htm . James W. PT.. Masri. Medan Palmgreen. Severin. Dan Terapan di Dalam Media Massa.htm. 2004. Jakarta. West. 2001. Bandung . Salemba Humanika. Jalaluddin. http://komunikasimassaumy. net.com/2005/11/teori-komunikasi-massa-terhadap. Teori Komunikasi Massa Terhadap Individu.com/hild4. Junaedi.org/ diakases tgl 12/5/08 http://www. Tarsito. Bandung.com/lihat_opini. http://www. hildadamayanti@yahoo. Communication Contexts.html..diakses tgl 11/4/08 32 .

serta 56 lembaga penyiaran TV Swasta lokal yang tersebar di berbagai daerah. As for becoming population of this research are 540 community Mrchant of Market in Pematang Siantar. As for result of from this research is seen from cognate motivation aspect very agree with existence of community radio of Epiginosko. fund and readiness of researcher to check all community merchant of Market of Horas Pematang Siantar. 33 . Identity motivation of personal with existence of community radio and also push community to get opportunities of hero/ commerce in Pasar Horas Pematang Siantar. To facilitate and more directional in executing of this research. This Research require to be conducted because pursuant to perception of writer of existence of this radio is in the reality woke up by community merchant of Lease of Horas Pematang Siantar. Keadaan ini berdampak munculnya media massa baik cetak maupun elektronik. 1 . Desire of the merchant community develop. Medan Potensi Radio Komunitas Epiginosko Terhadap Pembangunan Masyarakat Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar Sumatera Utara Oleh : Parulian Sitompul 3 Abstract The topic of research in this article is ´Potency Community Radio of Epiginosko to Development Society Merchant of Pasar Horas in Pematang Siantar City´. Latar Belakang Masalah Perkembangan media massa di Indonesia mengalami kemajuan pesat sejak terjadinya perubahan kebijakan tentang Sistem Penyiaran di Indonesia. society of Pasar Horas A. As for problems to this research is how potencial Radio of Epiginosko to develop society merchant of Pasar Horas in Pematang Siantar City. 32/2002 yang memberi peluang bagi tumbuhnya stasiun 3 Penulis adalah Peneliti Muda bidang Komunikasi Sosial pada BBPPKI Medan. Key words: Community radio. Pada era Pasca Reformasi. Dalam proses demokratisasi inilah peran media massa sangat diperlukan untuk memotivasi. hence as research method which was used in this research was research survey by approach descriptive. Demikian juga dengan radio swasta yang tergabung dalam PRSSNI ada sekitar 84 radio swasta siaran berdiri di Provsu (PRSSNI 2006). Proses demokratisasi yang sedang berlangsung didukung oleh semangat otonomi daerah. build that community radio is expected will be able to give respective information contribution with community dynamics merchant Lease of Horas. yang selama era orde baru proses ini belum berlangsung optimal. Perubahan yang terjadi seiring dengan perubahan kebijakan politik yang terjadi Pasca Reformasi ( setelah tahun 1998 ).JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. hence taken some of pupulation become research sample with amount 10% from totalizing population become 54 responders. Motivation version with existence of radio of community get easiness in life of them. But because limitation of time. yang memberi peluang bagi daerah untuk menciptakan sumber pendapatan send iri. Radio Swasta Nasional. menyadarkan bahkan menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Pasca Reformasi juga menimbulkan iklim yang kondusif lahirnya proses demokratisasi . development. Demikian juga halnya dengan hadirnya TV. serta Undang-undang Penyiaran No. Saat ini tercatat ada 1 lembaga penyiaran publik dengan jangkauan nasional yaitu TVRI. 10 lembaga penyiaran TV Swasta dengan jangkauan nasional.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. regulasi tentang pendirian media massa mengalami kemudahan.

Apakah jenis informasi daerah yang didengar masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar dari Radio Komunitas Epiginosko ? 3. Kehadiran Radio Komunitas dapat memberi kemudahan bagi masyarakat di Kota Pematang Siantar untuk mendapatkan informasi perdangan dengan biaya yang terjangkau dan kualitas siaran yang baik . Berdasarkan permasalahan inilah. terutama sebagai sarana untuk mensosialisasikan kebijakan Pemerintah Daerah di tingkat Lokal dan sebagai sarana mempromosikan potensi daerah. Dimanakah lokasi masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar biasanya mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko ? C. Dengan potensi daerah yang dimiliki. Siaran Radio Komunitas baik yang berbentuk berita maupun informasi potensi daerah Kota Pematang Siantar. Kehadiran lembaga penyiaran komunitas (TV dan Radio Komunitas) dapat memberi kontribusi yang sangat berarti bagi suatu daerah. optimalisasi fungsi lembaga penyiaran Radio Komunitas dapat mewujudkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggi dari kondisi sekarang. Kapankah Waktu dan bagaimanakah frekuen masyarakat Pedagang Pasar Horas di si Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko? 4. Potensi daerah di Kota Pematang Siantar di sektor pariwisata. perdagangan dan peternakan merupakan potensi yang dapat dioptimalkan agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD ). Bagaimanakah motivasi Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko untuk mendapatkan informasi daerah? 2. maka peneliti dapat merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut. Adapun permasalahan khusus dalam penelitian ini adalah : 1. peternakan. perdagangan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. perdagangan dan industri kecil perlu dilakukan promosi melalui Radio Komunitas agar dapat menarik minat investor lokal maupun luar negeri untuk menanamkan investasinya di Kota Pematang Siantar. umum tentang 34 . Medan televisi swasta berbasis daerah. Pembatasan Masalah Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. bagaimakah Potensi Radio Komunitas Epiginosko Terhadap Pembangunan Masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar. serta lembaga penyiaran komunitas ( TV / Radio Komunitas ) memberi kesempatan bagi pengelola media massa untuk berperan secara optimal membangun daerahnya. dan industri kecil perlu dioptimalkan melalui kemasan program siaran yang mengedepankan upaya-upaya agar masyarakat bersedia berpartisipasi meningkatkan potensi daerahnya. lembaga penyiaran publik lokal ( TV/Radio Publik Lokal ). Potensi-potensi dalam bidang pariwisata peternakan. Sektor pariwisata. 3. Dasar pertimbangan yang lebih spesifik dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang penelitian di atas. penulis menganggap perlu dilakukannya suatu penelitian untuk mengetahui bagaimana sebenarnya bagaimakah Potensi Rad Komunitas io Epiginosko Terhadap Pembangunan Masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar B. 2.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 1 . sehingga dapat berdampak kepada peningkatan pemasukan pendapatan daerah tersebut. Kota Pematang Siantar merupakan wilayah yang sangat potensial di Propinsi Sumatera Utara.

Ia tidak mempunyai kebebasan sebagai individu. Daerah penelitian ini adalah di Kota Pematang Siantar 3.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 . Komunikasi massa berlangsung satu arah. E. Mengetahui motivasi masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko untuk mendapatkan informasi daerah . bukan kepada perseorangan atau kelompok tertentu. Seperti yang dikemukakan Melezke (1963) yang dikutip oleh Rakhmat. Komunikan pada komunikasi massa bersifat heterogen. Maksudnya pesan ditujukan kepada umum. 2. Media komunikasi massa menimbulkan keserempakan. masing-masing berbeda latar belakang sosialnya seperti usia. 2. Epiginosko 3. Dibanding dengan jenis-jenis komunikasi lainnya. komunikasi massa mempunyai ciriciri (dikutip dari Effendi (1993:22-26) adalah : 1. Uraian Teoritis Penelitian ini membahas tentang bagaimana masyarakat mendapatkan informasi daerah melalui Radio Komunitas. 4. satu sama lain tidak saling mengenal dan tidak melakukan kontak pribadi. 5. 3. Karena komunikator pada komunikasi massa bertindak atas nama lembaga. Sebagai bahan masukan bagi pengelola managemen radio komunitas epiginosko dalam upaya peningkatan dan pengembangannya. maka ia bertinndak sesuai dengan kebijaksanaan ( policy) media yang memilikinya. Siantar. agama. pendidikan. Dengan kata lain. Dalam hal ini tidak terdapat arus balik dari komunikan kepada komunmikator. Artinya khalayak menerima secara serempak (simultan ) pesan yang disampaikan melalui media massa. Pesan pada komunikasi massa bersifat umum.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Artinya komunikan atau khalayak merupakan masyarakat yang heterogen. Tujuan dan Manfaat Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah pusat Departemen Komunikasi dan Informatika dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan radio komunikator. 3. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. komunikator tidak mengetahui tanggapan khalayak (komunikan) terhadap pesan yang disampaikan. Siantar agar dapat mendorong dalam pengembangan radio komunikator di P. 2. Responden penelitian ini adalah masyarakat Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar D. 1981 mengartikan komunikasi massa sebagai setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar. Komunikator pada komunikasi massa merupakan lembaga. Medan 2. Mengetahui Jenis informasi daerah yang didengar masyarakat Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar dari Radio Komunitas. yakni satu institusi atau organisasi. pekerjaan. Mengetahui waktu mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko masyarakat Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar . Keberadaannya terpencar. Mengadopsi kepada karakteristik media massa maka keberadaan Radio Komunitas dapat dijelaskan fungsi dan peranannya dalam kerangka teoritis mengenai komunikasi massa. kebudayaan. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah Kota P. pengalaman dan sebagainya. 4. 35 . Mengetahui Lokasi masyarakat Pedagang Pasar Horas biasanya mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko di Kota Pematang Siantar.

Kepuasan .Jenis Isi Variabel Lingkungan Sumber : Jalaluddin Rahmat.Pengetahuan Personal . model Mass 36 . Masyarakat dalam model penelitian ini memiliki kebutuhan dan motif beraneka ragam berdasarkan karakteristik sosialnya. Melalui sumber lain . kebutuhan dapat terpenuhi melalui hubungan dengan keluarga. teman.Waktu .Ketergantungan . organisasi dan lain sebagainya. Bagaimanakah motivasi masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko untuk mendapatkan informasi daerah ? 2. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Mass Media Uses and Gratifications . mendengarkan radio serta menonton televisi.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Dalam pembahasan dan kerangka teoritis. maupun mengisi waktu luang dengan berbagai cara. afiliasi kelompok. 1 . Dalam penelitian ini tidak semua komponen yang ada dalam model Mass Media Uses and Gratifications diteliti. gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak menggunakan media. komunikasi interpersonal. Apakah Jenis informasi daerah yang didengar masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar dari Radio Komunitas Epiginosko ? 3. tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Penelitian ini akan mendeskripsikan tentang: 1. Kebutuhan Integratif Sosial 5.Diversi . Kapankah Waktu masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko ? 4. media massa di sini dimaknai sebagai Radio Komunitas Epiginosko. Kebutuhan Afektif 3.Kognitif . 1985 Model ini dimulai dengan Variabel Anteseden yang terdiri dari Variabel Individual yaitu antara lain usia. Katz. Blumler. Kebutuhan melalui media massa dapat dipenuhi dengan membaca surat kabar dan majalah. Kebutuhan Kognitif 2.Frekuensi . Dimana Lokasi masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar biasanya mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko ? Anteseden Media Variabel Individual Identitas Motif Penggunaan Efek . Dalam penelitian ini. Gurevitch membuat tipologi kebutuhan manusia yang berhubungan dengan penggunaan media yang meliputi : 1. Gurevitch. Variabel Lingkungan juga masih merupakan bagian dari Variabel Anteseden yang biasanya terdiri dari lingkungan sosial. Kerangka teoritis yang digunakan dalam penelitian ini memang memodifikasi efek media massa terhadap sikap individu. 1974 : 19 ± 32). Blumler. Kebutuhan Integratif Pesan 4. jenis kelamin. Medan Komunikasi massa menyiarkan informasi.Isi . Model Mass Media Uses and Gratifications menurut para pendirinya menyatakan bahwa awal kebutuhan secara psikologis dan sosial individu menimbulkan harapan tertentu kepada media massa atau sumber lain.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. ( Katz. Kebutuhan akan pelarian Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dan dipuaskan melalui media massa dan sumber lain .

perubahan perasaan atau sikap dan perubahan perilaku (perubahan kognisi. afeksi. dan televisi. Medan Media Uses and Gratifications diadaptasi untuk meneliti hubungan antara motif masyarakat dengan penggunaan radio. 1984:178 ) Dari pendapat di atas. 1988:17). (2) efek afektif yang berhubungan dengan emosi. William Mc. hidup manusia lebih bermakna ketika manusia itu melibatkan nilainilai dan pilihan yang membangun . kreativitas. Secara Etimologis. sikap. Mar¶at (1981:124). mengungkapkan bahwa komponen kognitif dan afektif banyak dipengaruhi oleh media komunikasi seperti film. kepribadian. dan behavioral). sedang (3) efek konatif erat hubungannya dengan niat dan kecenderungan berperilaku menurut cara tertentu. dalam Jahi. dan kebutuhannya (need). Pertama. dorongan bagi seseorang untuk berbuat atau ide pokok yang selalu berpengaruh terhadap tingkah laku manusia ( Kartono. Chaffe (1980) dalam Rakhmat (1985:215-217). perasaan. 1 . Kebutuhan inilah yang menimbulkan motif. Ketika membicarakan motif. Dengan kata lain. Pendekatan tersebut. radio. Konsep manusia yang dibahas dalam penelitian ini adalah konsepsi Psikologi Humanistik yang melihat manusia sebagai manusia seutuhnya.Dougall mengemukakan faktor-faktor personal yang menentukan prilaku manusia. instink. harapan. 2001:33). peneliti perlu mengawali dengan meletakkan konsepsi manusia karena yang diteliti adalah motif manusia. Manusia adalah pencari makna. motivasi berasal dari bahasa Latin yaitu ´motivas´ yang berarti alasan dasar . disebut tiga dimensi efek komunikasi massa. Sedangkan menurut Wahyusumidjo. 1984). kebutuhan. dan motif ( Rakhmat. Kedua. belajar dan tambahan pengetahuan. Teori belajar sosial dari Bandura (1977). dan sikap. makna. sistem kognitif. 2001 : 30 ). Dan ketiga. Menurut tafsiran sosiologis Max Webber . menjelaskan efek prososial dari media massa itu sendiri.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. mengemukakan tiga pendekatan untuk melihat efek media massa. Keduanya tidak mampu menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif dan membangun seperti cinta. Tidak seperti pandangan Psikoanalisis yang cenderung menganggap manusia hanya dipengaruhi oleh naluri hewaninya dan Behaviorisme yang melihat manusia sebagai robot tanpa jiwa dan nilai. Seperti penerimaan informasi. penjelasan atau dasar kebenaran tingkah laku yang telah dilakukan (Turner. pendekatan yang berkaitan dengan pesan media massa. mempertahankan dan pengaktualisasian diri. manusia mempunyai prilaku meningkatkan. surat kabar. 37 . motivasi merupakan proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap. Menurut Carl Rogers dalam konsepsi Humanistik ini. dalam pertumbuhannya manusia memerlukan orang lain. Manusia memiliki faktor-faktor personal (internal) antara lain sikap. Kedua pandangan yang tadi disebutkan tidak menghormati manusia sebagai manusia. persepsi dan keputusan pada seseorang yang timbul karena adanya faktor intrinsik dan ekstrinsik (Wahyusumidjo . menurut Gonzales (1978. Motif merupakan salah satu faktor pembentuk prilaku seseorang dalam menanggapi sesuatu. nilai .JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. yaitu : (1) efek kognitif yang meliputi peningkatan kesadaran. motif merupakan deskripsi verbal yang memberikan gambaran. Motif merupakan daya yang timbul dari dalam diri yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. pendekatan dengan melihat jenis perubahan yang terjadi pada khalayak. dan pertumbuhan pribadi (Rakhmat. 1988 : 153). meninjau satuan observasi yang dikenai efek media massa. dijelaskan lebih lanjut bahwa faktor intrinsik dalam diri manusia dapat timbul berdasarkan kepribadian. pikiran dasar. Berkaitan dengan prilaku manusia.

4. fear appeals ). 7. 2001: 198) pengaruh Komunikasi Massa ditentukan oleh faktor-faktor predisposisi personal. pola urutan argumentasi dan pola objektifitas.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Perceived Control adalah kemampuan komunikator untuk melakukan pengawasan apakah komunikan itu tunduk kepada pesan atau tidak. Sedangkan kejujuran dioperasionalkan dengan persepsi komunikan tentang sejauhmana komunikan tidak memihak dalam penyampaian pesan. Kedua. Prinsipprinsip yang harus dianalisis adalah sebagai berikut : 1. Clarity adalah faktor kesederhanaan dan jelas tidaknya perumusan yang digunakan dalam pesan 5. Faktor Pesan Pesan terdiri dari struktur pesan. gaya pesan. 2. ketiga faktor itu adalah sebagai berikut : 1. 2. Medan Menurut Yoseph Klapper (Rakhmat. Keahlian diukur dengan sejauhmana komunikan menganggap komunikator mengetahui jawaban yang benar. 2. Jadi dapat dikatakan motif mempengaruhi seseorang dalam memilih sesuatu termasuk juga dalam memilih media massa dan mengkonsumsi isinya. Kredibilitas terdiri dari dua unsur yaitu keahlian dan kujujuran. Perceived Security adalah kemampuan komunikator untuk memperhatikan/menyelidiki apakah komunikan itu tunduk kepada pesan. familiaritas dan kesukaan. Contents yaitu faktor makna dan arti yang tersimpulkan dalam pesan terutama memperhatikan apakah pesan dipahami oleh komunikan. reward appeals. menurut Rakhmat (1989:62). keanggotaan kelompok dan proses selektif atau biasa juga disebut faktor personal. Capability adalah faktor yang terakhir dalam penelitian pesan untuk disebarkan kepada komunikan. Dalam kata lain Efektifitas sebuah proses komunikasi ditentukan oleh tiga faktor. Pertama. Daya tarik ukur dari kesamaan. Perceived Concern adalah kemampuan komunikator untuk melakukan penelitian/mersa peduli apakah komunikan tunduk kepada pesan. mudah dimengerti. daya tarik dan kekuasaan. gaya pesan menunjukkan variasi linguistik dalam penyampaian pesan (perulangan. Demikian juga halnya motif menggunakan telepon pedesaan sabagai salah satu sarana berkomunikasi . imbauan pesan. 1 . Appeals (imbauan) pesan mengacu pada motif-motif psikologis yang dikandung pesan (rasional. Context yaitu faktor yang menghubungkan isi pesan dengan keadaan lingkungan yang ada. Ketiga. 3.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 3. Faktor Komunikator Komunikator dalam model ini harus memiliki kredibilitas. emosional. Di dalam faktor personal inilah terdapat motif yang memberikan asumsi tertentu bagi orang dalam menanggapi sesuatu. Menurut Cultip dan Center dalam Susanto (1982:138) mengatakan bahwa pesan yang efektif adalah pesan yang memiliki 7 C yaitu : 1. Consistency adalah ada tidaknya pertentangan / pebedaan dalam bagian -bagian ataukah terdapat suatu pengulangan dengan variasi di dalamnya. perbendaharaan kata). Continuity adalah pesan yang bersifat kesinambungan 6. Kekuasaan dioperasionalkan dengan tanggapan komunikan tentang kemampuan komunikator untuk memberikan ganjaran. struktur pesan ditunjukkan dengan pola penyimpulan. 38 . kemampuan untuk meneliti apakah komunikan mengikuti pesan yang disampaikan atau tidak. Credibility yaitu nilai kepercayaan khalayak atau publik kepada komunikator.

April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 15% hingga 20 %. Usia b. 263 ) . yang dilakukan dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data dari literatur dan bahan bacaan yang ada hubungannya dengan masalah dalam penelitian ini. METODOLOGI PENELITIAN F. 1 . Penyebaran Kuesioner F. 2001 : 40 ). Kerangka konsep terdiri dari variabel-variabel ( konsep-konsep ) dan hubungan-hubungan yang membentuk konteks kausal dari penyelidikannya. F. 1984 . F. karena penelitian ini adalah penelitian survey dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang telah ditentukan. Faktor media Media yang diteliti adalah Radio Komunitas dengan asumsi semakin lengkap sarana dan prasarana yang disediakan untuk proses komunikasi maka hasil yang akandiperoleh akan semakin tampak lebih sempurna walaupun kadangkala banyak kendala yang harus dijumpai. G. Merujuk dari kerangka teori di atas yang menghasilkan kerangka konsep kemudian diimplementasikan dalam Operasionalisasi Variabel penelitian ini adalah sebagai berikut : G. F.4 Metode Pengumpulan Data a. Tingkat Pendidikan 39 . karena itu harus memerlukan desain riset ( Mayer dan Wood. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 54 orang terdiri dari para pedagang di Pasar Horas Kota Pematang Siantar. Sementara sampel dalam penelitian ini adalah pendengar Radio Komunitas Epiginosko yaitu Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar. F. b.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey. Jenis Kelamin c. Pengambilan sampel tersebut diambil 10 % jumlah populasi. Kerangka Konsep dan Operasionalisasi Variabel Kerangka konsep adalah sebagai hasil pemikiran rasional yang bersifat kritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil yang akan dicapai dalam penelitian ( Nawawi. menyebutkan jika jumlah populasi dari 100 orang maka dapat diambil samnpel antara 10 %. Dari data tersebut dianalisa melalui tabel tunggal sebagaimana lazimnya dalam metode deskriptif.3 Populasi dan Sampel Adapun populasi dalam penelitian ini adalah komunitas Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar. Pengkajian Kepustakaan. Metode ini digunakan berdasarkan penjelasan suharsimi arikunto.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.1 Variabel Anteseden a. Medan 3.2 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah dilakukan di Kota Pasar Horas Pematang Siantar . Metode ini digunakan karena penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menyebarkan kuesioner kepada responden terhadap sampel yang telah ditentukan.5 Metode Analisis Data Analisa data dilakukan secara deskriptif.

pendidikan ) G. politik .4%). Orientasi Kognitif ( Kebutuhan Informasi. walaupun ada yang mengajukan untuk mencari informasi pekerjaan mereka sebesar (2. d. Pekerjaan G. Keikutsertaan Organisasi f. Tingkat Penghasilan Mayoritas responden berpenghasilan tiap bulannya dari dari hasil dagangan merekan antara 1. Identitas Personal (Memperkuat/menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan ) G. Ragu-ragu (9%). Diversi ( Kebutuhan Pelepasan Dari Tekanan. Kepuasan c.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.3 Variabel Penggunaan Media ( Penggunaan Radio ) a.4 juta ± 1. 40 . Tingkat Penghasilan e. Kebutuhan Hiburan ) c. b. Pengawasan Lingkungan Sosial.Ragu - Jenis Kelamin Yang menyatakan sangat setuju (37%).4%). ragu (11%). Radio Epiginosko sebagai Menyatakan sangat setuju (45%). Setuju (46%). Frekuensi penggunaan Isi ( Bahan Pembicaraan) Jenis Isi ( Klasifikasi : ekonomi. Setuju (48%). Medan d.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Ragu-ragu (39%).4 Variabel Efek ( Penggunaan Radio ) a. Durasi yang digunakan. HASIL PENELITIAN Usia Responden Usia Responden pada penelitian ini adalah mayoritas berkisar diatas 42 x 4 (32%) sementara umur 27 -31 tahun hanya 4 % Jenis kelamin laki-laki ternyata lebidominan (66%) dibandingkan perempuan (35%).2 Variabel Motif (Penggunaan Radio) a. Mencari Informasi Pada umumnya pedagang pajak horas sangat setuju mencari informasi tentang berkaitan dengan pekerjaan sebesar (65%). Keberadaan Radio Epiginosko sesuai dengan yang diharapkan dan kebutuhan Radio Epiginosko mendorong menam bah Menyatakan sangat setuju (41%).9 juta sebesar (48%) dan diatas 2 juta (34%). sumber Informasi Kurang Setuju (2. Tingkat Pendidikan Mayoritas tingkat pendidikan pedagang yang menjadi responden dari penelitian ini adalah yang ditawar Oma (79%). 1 . Eksplorasi Realitas ) b. Ketergantungan H. c. sosial. Pengetahuan b.

April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 1982. kemudian motivasiidentitas personal yaitu dengan mendengarkan radio mendorong dalam pemenuhan syarat untuk berwirausaha. Fisher. Diterjemahkan Trimo. Prosedur Penelitian. Pemerintah Pusat dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika dapat memberikan pembinaan langsung maupun tidak langsung tentang manajemen pengelolaan radio komunitas secara modren. Depari. Remaja Rosdakarya.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. DeFleur. New York & London. Pada umumnya pedagang Pasar Horas mendengarkan radio ketika berada di Pasar Horas dan sebagian lagi menyatakan ada yang dirumah. Yogyakarta. Jakarta. kebutuhan mendapatkan hiburan. Medan pengetahuan dunia usaha Radio Epiginosko sangat dan setuju (81%). 2. 1 . Suatu Pendekatan Praktik. 1982. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan 1. Peranan Komunikasi Massa Dalam Pembangunan. Siantar. Theories of Mass Communication. 3. Penyunting: Jalaluddin Rakhmat. Bandung. Gajah Mada University Press. mendapatkan wawaan. Melvin and Ball-Rokeach. I. 41 . 1986. Siantar mendengarkan radio pada pagi hari dan sampai sore hari masing-masing sebesar 28% dan ada juga pedagang sebesar 26%. Rekomendasi Pengelola/managemen radio efiginosko meningkatkan kualitas materi saran yang diberkaitan dengan aktivitas pedagang pasar horas yang berkaitan dengan nilai nilai keagamaan. Pemerintah Daerah dalam hal pemko P. Suharsimi. Motivasi mendengarkan radio komunitas berdasarkan motivasi kognitif adalah untuk memperoleh informasi mendapatkan pengetahuan. Eduard dan Collin Mac Andrew. Siantar diharapkan dapat mendorong lebih banyak lagi berdiri dikota P. Bina Aksara. 4. Pada umumnya perdagangan Pasar Horas sangat setuju mencari informasi yang berkaitan dengan pekerjaan responden. Aubrey B. mendapatkan kesenangan. memberikan kesenangan Radio Epiginosko Yang menyatakan sangat setuju dan setuju (78%) dan mendorong berwira usaha ragu-ragu (22%). Soedjono. 1990. Pada umumnya pedagang Pasar Horas P. Ragu-ragu (24%). Teori-Teori Komunikasi. Daftar Pustaka Arikunto. 1. Motivasi diversi responden mengakui dengan mendengarkan radio komunitas yaitu untuk kebutuhan pelepasan demi tekanan. 2. mempelajati sesuatu.

Metode Penelitian Komunikasi. 2005. Krech. Metode dan Terapan di Dalam Media Massa. Sari. Masri. 1980. LP3ES. (1991). 1998. S. Foundation of Behaviour Research. Crutchfield. Pendengar. Bandung: Remadja Karya. Secon Edition. S. Remadja Karya. Building Communication Theory. Pematang Siantar. Medan Infante A Dominac. Rakhmat. 1 . Bandung. (1989). Wright. and Ballachey Egerton. Remadja Karya. Ltd. Penyunting : Jalaluddin Rakhmat. Uni Primas. Ohio. Bandung. New York University McQuail. Tgl. Deanna F. Bandung. OPINI PUBLIK MENGENAI PERAN MEDIA CETAK LOKAL DALAM PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN HORTIKULTURA (Survei di Desa Ndokum Siroga dan Desa Surbakti Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo)* Oleh : IDAWATI PANDIA** * ** Telah diseminarkan di Siantar Hotel. 10 Juli 2008 Penulis adalah Peneliti Pertama Bidang Media Massa Pada BBPPKI Medan 42 . Richard S. Remadja Karya. Erlangga. International Student Edition.dan Pemirsa. Sosiologi Komunikasi Massa. Teori Komunikasi Massa. dan Sofian Effendy (ed). Kerlinger. Mass Communication Theories and Research. Individual In Society. Kogakhusa. 1993. Denis. Pendit. 1988. Jakarta. Tan. Endang. Grid Publishing Inc. Waveland Press. Metode Penelitian. 1987. Jakarta. Alih Bahasa : Agus Dharma dan Aminuddin Ram. Nazir Mohd.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 1985.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.Womack. Alih Bahasa : Putu Laxmant S. Tankard. 1962. Alexis. Model . Psikologi Komunikasi. Pengantar Studi Penelitian Terhadap Pembaca. 1993. Teori Komunikasi . Metode Penelitian Survai. Audience Research. Jr. --------------------. Severin Werner J. Columbus. Prenada Media Singarimbun. David.Model Komunikasi. Charles R.Rancer. Fred N. Andrew. Sejarah. 1985. Jalaluddin. Tokyo: McGraw-Hill International Book Company. 1989. A Texbook of Social Psychology. Ghalia Indonesia. Jakarta ---------------. James W.

Dengan kata lain. kuat dan bermartabat. Peran inilah yang sangat diharapkan masyarakat yang dapat ditangkap dan diisi oleh media massa cetak lokal. Namun ini masih terkendala karena terbatasnya sirkulasi dan keterlambatan media lokal sampai ke masyarakat terutama masyarakat pedesaan. Hasil temuan menunjukkan bahwa masyarakat di dua desa yang menjadi lokasi penelitian. ternyata masih memanfaatkan media cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan pertanian hortikultura. media dan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari perkembangannya. lalu pemerintah daerah akan sulit menentukan arah dan kebijaksanaan pembangunan. peran dan kewajiban yang amat menentukan. Ketiga pilar utama dalam gerakan pelaksanaan pembangunan itu adalah sebagai berikut : pertama. Pilar utama yang kedua ini juga mempunyai peranan yang sangat menentukan didalam pembangunan daerah. Medan Abstrak Penelitian Opini Publik Mengenai Peran Media Cetak Lokal Dalam Pembangunan Pertanian Hortikultura ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. sehingga pelaksanaan pembangunan itu dapat berjalan dengan baik. masyarakat.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Sebaliknya pembangunan yang sehat sudah jelas sangat membutuhkan kebebasan pers yang sehat pula. Pelaksanaan pembangunan daerah yang demokratis digerakkan oleh tiga pilar utam yang saling berkaitan. layak dan mempunyai wibawa. apalagi masyarakat petani masih merasakan kurangnya informasi tentang pangsa pasar produk pertanian dan informasi tentang agrobisnis dan budidaya pertanian hortikultura. pers tidak akan berkembang. 43 . institusi pers. seharusnyalah media yang tangkas dan wartawan yang profesional sudah pasti sangat diperlukan karena memainkan fungsi. Pilar utama yang ketiga ini ikut pula menentukan keberhasilan pembangunan. Keberadaan media massa cetak lokal masih dapat dan sangat diharapkan oleh masyarakat dalam mendorong suksesnya pembangunan pertanian hortikultura. Oleh karena itu kebebasan pers yang sehat ( healthy press freedom ) menjadi prasyarat yang mutlak menuju pembangunan yang sehat pula. Hortikultura.Media Lokal Pertanian. Ketiga. Pilar utama yang pertama ini mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan pembangunan. institusi pemerintah daerah. Akibatnya pembangunan daerah pun akan mandeg.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kedua. Jadi keduanya. Kemudian perlu diingat bahwa media yang sehat tentu saja menjadi mutlak kehadirannya untuk mendorong agar pelaksanaan pembangunan itu juga menjadi sehat. sudah tentu pembangunan ini akan menimbulkan dampak yang negatif bagi masyarakat. Dan sudah barang tentu untuk mensukseskan pembangunan ini diperlukan peranan pers atau peranan media massa dalam menyampaikannya ditengah ± tengah masyarakat. Kalau hal ini sampai terjadi.P opulasi dari penelitian ini adalah masyarakat di dua desa di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo yang membaca media cetak lokal. 1 . Hal ini perlu diperhatikan dengan baik agar pembangunan ini tidak berjalan dengan semaunya saja ataupun sampai kebablasan. Sudah tentu semua kebijakan yang menyangkut pelaksanaan pembangunan daerah berada di institusi pemerintah daerah terutama Bupati dan Walikota. A. Latar Belakang Masalah Salah satu masalah yang banyak dibicarakan dan masih aktual serta menarik perhatian di Indonesia. Tanpa keikutsertaan masyarakat. Melalui media massa yang ada. khususnya di Sumatera Utara adalah masalah pembangunan. instutusi pers seperti suratkabar dan televisi turut menentukan berhasil tidaknya pembangunan daerah tersebut. Kata±kata Kunci : Opini Publik.

perkebunan. industri dan perdagangan berbasis agrobisnis yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan dan rehabilitasi lahan yang kritis ( BPS. Tujuan Penelitian Sebagai tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. 44 . Pemerintah Kabupaten Karo menetapkan salah satu misi pembangunannya yang berbunyi ´ Mengembangkan secara optimal pertanian. Info Karo. Kontribusi pertanian yang diberikan Kabupaten Karo pada Propinsi Sumatera Utara persentasenya cukup besar. Sebagai bahan masukan berupa data dan informasi bagi pemerintah. sub sektor hortikultura. dan Sirulo ( sumber : Dinas Infokom Karo ). Apakah kendala yang dihadapi masyarakat tentang media massa cetak lokal dalam mensukseskan pembangunan bidang pertanian hortikultura. Manfaat Dan Sasaran penelitian Manfaat Penelitian 1. D. dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika RI untuk membuat kebijakan dalam bidang komunikasi massa mendatang. Untuk mengetahui bagaimanakah pemanfaatan media cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat tentang media massa cetak lokal dalam mensukseskan pembangunan bidang pertanian hortikultura. 2. sudah sepantasnya Kabupaten Karo memiliki corong yang kuat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat melalui media massa. B. Medan Salah satu kabupaten yang sangat intens memperhatikan keberlangsungan pembangunan di Sumut adalah Kabupaten Karo. Kabupaten Karo adalah kabupaten yang sangat didominasi oleh sektor pertanian yaitu sub sektor pertanian tanaman pangan dan palawija. 3. potensi wisata dan pertanian yang lebih luas dalam merencanakan dan mengelola sumber daya yang dimiliki dan untuk memberikan fasilitas dan dorongan yang lebih terarah pada perkembangan pembangunan kerakyatan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan diatas dan mengingat bahwa salah satu fungsi pers yaitu sebagai fungsi kontrol. Tabloid Karo Membangun. Adapun jenis media cetak lokal yang turut mewarnai dan memberikan informasi bagi masyarakat. Sora Mido. 10 ). Bagaimanakah opini publik mengenai peran media massa cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura. Humas Pemkab Karo. Dinas Infokom. peternakan dan sebagian kecil perikanan darat ( air tawar ). khususnya di Kabupaten Karo antara lain . Dengan melihat hal tersebut. khususnya yang tersebar pada masyarakat Kabupaten Karo. 1 . Misi ini tidak akan terwujud secara efektif tanpa fungsi dan peranan pers. 10 ).April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.sehingga opini publik menjadi sangat penting bagi pemerintah didalam melakukan perencanaan pembangunan. C. Untuk mengetahui bagaimana opini publik mengenai peran media massa cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura. 2006. pariwisata. 2006. Bagaimana pemanfaatan media cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura ? 2. Jumlah rumahtangga yang berusaha disektor ini berkisar antar 70 persen sampai dengan 74 persen ( BPS. 3.maka penulis tertarik dan merasa penting untuk melakukan penelitian bagaimana opini publik mengenai peran media cetak lokal dalam pembangunan bidang pertanian hortikultura ini. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1. Majalah Sibayak Pos terbitan Brastagi.

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

2. Sebagai referensi bagi BBPPKI Medan dan instansi ± instansi yang terkait untuk bahan kajian lanjutan. Sasaran Adapun sasaran dengan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Secara tidak langsung masyarakat ikut berperan serta dalam mensukseskan pembangunan bidang pertanian hortikultura, ikut memberhasilkan pembangunan daerah yang terrencana dan terarah. 2. Adanya kebebasan pers yang sehat menjadi prasyarat yang mutlak menuju pembangunan bidang pertanian yang sehat pula. 3. Terwujudnya pelaksanaan pembangunan yang berjalan dengan baik, layak dan berwibawa. E. Kerangka Teori Kebutuhan melalui media massa dapat dipenuhi dengan membaca suratkabar. Tabloid dan majalah lokal. Dalam penelitian ini,model Teori Normatif,yaitu Teori Media Pembangunan diadaptasi untuk meneliti bagaimana Opini Publik Mengenai Peran Media Lokal Dalam Pembangunan Bidang Pertanian Hortikultura. Teori Normatif (cabang filsafat sosial) yang lebih berkenan dengan masalah bagaimana seharusnya media berperan bilamana serangkaian nilai sosial ingin diterapkan dan dicapai dengan sifat dasar nilai-nilai sosial tersebut.Jenis teori ini penting karena ia memang berperan dalam membentuk institusi media dan berpengaruh besar dalam menentukan sumbangsih media,sebagaimana yang diharapkan oleh publik media itu sendiri dan organisasi,serta para pelaksana organisasi sosial itu(McQuail,1994:4). Teori media pembangunan adalah penerimaan pembangunan ekonomi itu sendiri (yang karenanya perubahan sosial),dan sering kali ³pemban gunan bangsa´ (nationbuilding)yang bersangkutan,sebagai tujuan utama.Untuk mencapai tujuan tersebut,kebebasan tertentu dari media dan para wartawan tunduk pada tanggung jawab mereka untuk membantu pencapaiannya.Pada saat yang sama,yang ditekankan adalah tujuan kolektif dan bukan kebebasan individu.Unsur yang relatif baru dalam teori media pembangunan adalah penekanan pada ³hak untuk berkomunikasi,´yang didasarkan atas Pasal 17 Deklarasi Universal Hak-Hak Manusia: Setiap orang memiliki hak mengeluarkan pendapat:hak ini mencakup kebebasan menganut pendapat tanpa ganguan dan kebebasan untuk mencari, menerima,dan menyampaikan informasi dan gagasan melalui media manapun tanpa mempersoalkan batas negara.´Meskipun sukar menemukan kasus-kasus individu yang jelas menunjukkan teori media pembangunan,prinsip utama teori ini dapat diungkapkan sebagai berikut: 1. Media seyogyanya menerima dan melaksanakan tugas pembangunan positif sejalan dengan kebijaksanaan yang ditetapkan secara nasional. 2. Kebebasan media seyogyanya dibatasi sesuai dengan (1) prioritas ekonomi dan (2) kebutuhan pembangunan masyarakat. 3. Media perlu memprioritaskan isinya pada kebudayaan dan bahasa nasional. 4. Media hendaknya memperioritaskan berita dan informasinya pada negara sedang berkembang lainnya yang erat kaitannya secara geografis,kebudayaan,atau politik. 5. Para wartawan dan karyawan media lainnya memiliki tanggung jawab serta kebebasan dalam tugas mengumpulkan informasi dan penyebarluasannya. 6. Bagi kepentingan tujuan pembangunan,negara memiliki hak untuk campur tangan dalam,atau membatasi,pengoperasian media serta sarana penyensoran,subsidi,dan pengendalian langsung dapat dibenarkan. 45

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

Sementara pengguna media itu sendiri adalah orang-orang yang berpikiran rasionalyang secara aktif memilih media mana yang mereka anggap dapat memuaskan kebutuhan yang mereka ingin dapatkan.Ada beberapa katagori kebutuhan individu,yang semuanya berasal dari fungsi sosial dan psikologi dari media,kategori ini antara lain menurut Katz Hass dan Gurevitch (Marshall,Jr,2000) yakni: a. Kebutuhan kognitif; kebutuhan akan informasi,pengetahuan,dan pengertian tentang lingkungan sekitar. b. Kebutuhan afektif : kebutuhan untuk memperkuat pengalaman akan emosi,kesenangan,atau pengalaman keindahan. c. Kebutuhan integrative personal : memperkuat kredibilitas, kepercayaan diri,kesetian, dan status pribadi. d. Kebutuhan interaksi sosial : memperkuat hubungan dengan keluarga,teman,dengan alam sekitar. e. Kebutuhan akan pelarian : hasrat melarikan diri dari kenyataan, melepaskan ketegangan, kebutuhan akan hiburan.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dicapai dengan dua cara, yaitu: (1) Pemenuhan kebutuhan yang didapatkan dengan cara mengakses/menggunakan media yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan (2) Pemenuhan kebutuhan didapatkan dengan cara mempelajari isi informasi dalam media yang kemudian diterapkan dalam praktek. f. Sejalan dengan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa pengguna media secara umum adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi,hiburan dan intraksi sosial. Dari kerangka pemikiran inilah, peneliti akan menguraikan permasalahan bagaimana opini publik mengenai peran media lokal dalam pembangunan bidang pertanian hortikultura di Kabupaten Karo. F. Kerangka Konsep Kerangka konsep adalah istilah yang mengekspresikan sebuah ide abstark yang dibentuk dengan menggeneralisasikan objek atau hubungan fakta ± fakta yang diperoleh dari pengamatan. Bungin,´ Mengartikan konsep sebagai generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu yang dapat dipakai untuk menggambarkan berbagai fenomena yang sama. Sedangkan Kerlinger, menyebutkan konsep sebagai abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal ± hal khusus. Jadi konsep merupakan sejumlah ciri atau standar umum suatu objek.´ ( Kriyantono, 2006 : 17 ). Berdasarkan kerangka teroritis diatas, adapun konsep ± konsep dalam penelitian ini sebagai berikut Opini adalah suatu pernyataan mengenai sesuatu yang sifatnya bertentangan. Opini merupakan ´ expressed statement ´ yang bisa diucapkan dengan kata ± kata, isyarat atau cara lain yang mengandung arti dan dapat dipahami maksudnya ( Meinanda, 1980, 29 ). Ini berarti opini harus dinyatakan, dengan demikian pengertian opini atau pendapat mempunyai dua unsur yakni : 1. Ada pernyataan 2. Mengenai masalah yang bertentangan Disamping itu juga, opini dapat dinyatakan melalui media massa seperti televisi, radio maupun suratkabar atau majalah. Karena opini mempunyai ciri ± ciri antara lain : 1. Mempunyai pendukung dalam jumlah besar. 2. Selalu diketahui dari pernyataan ± pernyataan. 3. Merupakan sinthesa atau kesatuan dari banyak pendapat. Sehingga opini ini bisa ditemukan dari berbagai kalangan. Selanjutnya suatu pendapat harus dinyatakan terlebih dahulu agar dapat dinilai sebagai pendapat atau opini publik, sebab sesuatu yang belum dinyatakan belum bisa disebut opini karena belum mengalami proses 46

JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 - April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, Medan

dalam diri manusia, sehingga masih merupakan sikap, Irish dan Protho ( Susanto, 1985, 92 ). Jadi yang dimaksud dengan opini publik adalah pendapat atau sikap masy arakat terhadap suatu masalah atau organisasi, dimana pembentukan opini publik melalui berbagai hal, pelayanan terhadap publik, opinion leader dan kegiatan komunikasi ( Hardiman, 2006, 87 ). Opini publik merupakan pendapat yang ditimbulkan oleh adanya unsur ± unsur sebagai berikut : 1. Adanya masalah atau situasi yang bersifat kontroversial yang menimbulkan pro dan kontra. 2. Adanya kesempatan bertukar pikiran atau berdebat mengenai masalah yang kontroversial tersebut 3. Adanya publik yang terikat kepada masalah tersebut dan berusaha memberikan pendapatnya. ³Opini dan perasaan rakyat dapat disalurkan kedalam program ± program pemerintah, sebab bagaimanapun yang berhubungan dengan fakta dilapangan adalah masyarakat ± masyarakat yang mempunyai opini dan emosi ³ ( Lipmann, Walter, 1998, 235 ). Sementara, berbicara tentang fungsi media massa, Harold Lasswell dan Charles Wright merupakan sebagian dari pakar yang benar ± benar serius mempertimbangkan fungsi dan peran media massa dalam masyarakat. Wright ( 1959 ) membagi media komunikasi berdasarkan sifat dasar pemirsa, sifat dasar pengalaman komunikasi, dan sifat dasar pemberi informasi. Lasswell ( 1984, 1960 ), pakar komunikasi dan profesor hukum di Yale University mencatat ada 3 fungsi media massa, pengamatan lingkungan, korelasi bagian ± bagian dalam masyarakat untuk merespon lingkungan dan penyampaian warisan masyarakat dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Selain ketiga fungsi ini, Wright menambahkan fungsi keempat yakni hiburan ( Severin, 2005, 386 ) Media massa yang dimaksud disini adalah media massa cetak ( printed mass media ). Pada umumnya kalau kita berbicara mengenai pers sebagai media massa tercetak, maka kita harus terlebih dahulu memahami bahwa pers adalah lembaga kemasyarakatan ( social institution ) dan merupakan sub sistem dari kemasyarakatan dimana ia berada, bersama ± sama dalam sub sistem lainnya. Dengan demikian maka pers tidak hidup secara sendiri, melainkan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga ± lembaga kemasyarakatan lainnya. Bersama ± sama dengan lembaga kemasyarakatan lainnya, pers berada dalam keterikatan organisasi bernama negara. Karenanya eksistensi pers dipengaruhi, bahkan ditentukan oleh falsafah negara dan sistem politik negara dimana pers itu hidup. Pers di negara mana dan dimasyarakat mana, ia berada sama ± sama mempunyai fungsi universal yakni : 1. Memberikan Informasi ( to inform ) Menyiarkan informasi adalah tugas suratkabar yang pertama dan utama. Khalayak pembaca berlangganan atau membeli suratkabar karena memerlukan informasi mengenai berbagai hal di bumi ini mengenai peristiwa yang terjadi, gagasan atau pikiran orang lain, apa yang dilakukan orang lain, apa yang dikatakan orang lain dan lain sebagainya. 2. Mendidik ( to educate ) Sebagai sarana pendidikan massa ( mass education ), suratkabar memuat tulisan ± tulisan yang mengandung pengetahuan, sehingga khalayak pembaca bertambah pengetahuannya. Fungsi mendidik ini bisa secara implisit dalam bentuk berita, dapat juga secara eksplisit dalam bentuk artikel atau tajuk rencana 3. Fungsi Menghibur ( to entertaint ) Hal yang bersifat hiburan sering dimuat suratkabar untuk mengimbangi berita ± berita berat ( hard news ) dan artikel ± artikel yang berbobot. Maksud pemuatan isi yang mengandung hiburan itu semata ± mata untuk melemaskan ketegangan pikiran setelah para pembaca dihidangi berita dan artikel yang berat ± berat. 4. Mempengaruhi ( to influence ) 47

dengan menggunakan teknologi yang terpilih. 1 . Adapun sub sektor yang dominan bagi sektor pertanian yang disoroti disini adalah sub sektor hortikultura. Su¶ud Hassan. 1975). sedangkan orang ± orang yang mengusahakannya disebut pomologist. Tanaman Buah ± Buahan Ilmu yang mempelajari tentang tanaman buah ± buahan disebut pomologi. 94 ) Pengertian Pembangunan Sukses tidaknya perencanaan pembangunan daerah itu sudah barang tentu tidak bisa terlepas dari media massa didalamnya. Pengawasan ( social control ) Jika suratkabar benar melaksanakan tugas sosial kontrolnya. pers dan masyarakat adalah satu kesatuan yang saling membutuhkan satu sama lain. selain buah ± buahan. dimana sampai saat ini sektor pertanian memberikan kontribusi lebih dari 60 persen setiap tahun bagi pembentukan produk domestik regional bruto ( PDRB ) Kabupaten Karo.Sedangkan definisi kedua menyiratkan bahwa pembangunan tidak hanya untuk masyarakat.Sedangkan Lionberger dan Gwin mendefinisikan pembangunan sebagai proses pemecahan masalah.baik masalah yang dihadapi oleh setiap aparat dalam setiap jenjang birokrasi pemerintah. Kenapa seperti itu.dan moral sebagai panglima (Mastur Yahya). Secara harfiah istilah hortikultura diartikan sebagai usaha membudidayakan tanaman buah ± buahan. Sektor Pertanian Hortikultura Mengingat bahwa perekonomian masyarakat Karo sangat didominasi oleh sektor pertanian. suratkabar bisa dihadapkan kepada dua alternatif.maupun masalah-masalah yang dihadapi oleh warga masyarakat(Mastur Yahya). Definisi pertama lebih menekankan pada masyarakat selaku penerima manfaat (beneficiaries) pembangunan.maka dalam hal ini masyarakat penting untuk dilibatkan. sayuran dan tanaman hias yang termasuk dalam kelompok hortikultura adalah tanaman obat ± obatan. akan banyak tantangan yang harus dijawab dengan sikap yang berani dan bijaksana. Menurut Totok Mardikanto:Pembangunan didefinisikan sebagai upaya sadar dan terencana untuk melaksanakan perubahan ± perubahan yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi dan perbaikan mutu hidup atau kesejahteraan seluruh warga masyarakat. Medan Fungsi mempengaruhi.yang masing ±masing menekankan pendekatan berbeda. sehingga hortikultura merupakan suatu cabang dari ilmu pertanian yang mempelajari tentang budidaya buah ± buahan. sayuran dan tanaman hias (Edmon et al. karena pemerintah.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. ataupu ekonomi. mati terhormat karena memang prinsip. Secara garis besar bisa diidentifikasikan tiga pola pemikiran dan praktek pembangunan yang berkembang di Indonesia. Hortikultura berasal dari kata ´ hortus ´ ( garden atau kebun ) dan ´ colore ´ ( = to cultirate atau budidaya ). 1981.Benang merah dari definisi pembangunan ialah bahwa pembangunan bertujuan merubah´keadaan´ masyarakat kearah yang lebih baik dengan cara pemecahan masalah yang dihadapi. sedangkan secara eksplis it terdapat pada tajuk rencana dan artikel 5.Upaya ini dilaksanakan oleh pemerintah yang didukung oleh partisipasi masyarakatnya.melainkan diperuntukkan pula bagi segenap Stake holder. menyebabkan suratkabar memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Secara implisit terdapat pada berita. Sedangkan dalam GBHN 1993 ± 1998.yaitu penekanan politik. Dalam suatu situasi. sayuran dan tanaman hias.terutama untuk jangka panjang.dikalangan peneliti dan penyuluh. Onong. 2007 mengatakan bahwa hortikultura terdiri dari : A.ekonomi.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Pengertian buah pada hortikultura agak berbeda dengan pengertian buah pada ilmu botani. atau hidup tidak terhormat disebabkan tidak mempunyai kepribadian ( Effendi. 48 .

Mudah rusak ( perishable ) dalam pengangkutan 4. karena hampir semua hasil hortikultura bersifat tidak tahan lama. Hal ± hal lain yang termasuk kedalam hortikultura : 1. Ditinjau dari fungsinya tanaman hortikultura dapat memenuhi kebutuhan jasmani sebagai sumber utama. 4. tetapi di negara yang sudah maju digolongkan kedalam sayur ± sayuran.id /~agronomi /dashor. Tidak dapat disimpan lama 2.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. daun kangkung. sebangsa pakis dan lain ± lain. Perlu tempat yang lapang ( voluminous ) 3. 1 . umbi dan lain ± lain tidaklah tepat. Tanaman Bunga Ilmu yang mempelajari bunga ± bungaan disebut floricultura. Melimpah ruah pada suatu musim dan langka pada musim lainnya 5. Dengan demikian yang digolongkan kedalam buah dinegara ini adalah buah yang dihasilkan oleh tanaman tahunan (perennial crops ) B. juga letak bangunan ± bangunannya. Meliputi seluruh tanaman dalam bidang hortikultura. Kebanyakan tanaman sayuran baru mau berbuah ( menghasilkan biji ) didaerah ± daerah dingin. Land scaping : meliputi planning dan pengaturan daripada pekerjaan. taman untuk rekreasi dan lain ± lain. Tanaman Sayur ± Sayuran Ilmu yang mempelajari tentang tanaman sayur ± sayuran disebut olericulture dan orang yang mengusahakannya disebut olericulturist. sedangkan orang yang mengusahakan disebut floricultureti. tetapi juga tanaman yang tidak berbunga yang biasanya dipergunakan untuk menghiasi baik berupa semak ± semak maupun rumput ± rumputan. Pengertian bahwa sayur ± sayuran hanyalah hasil yang dipanen dari tanaman tahunan ( annual crops ) atau tanaman muda/semusim baik yang menghasilkan buah. merupakan bagian penting terutama untuk benih±benih sayur±sayuran dan bungan±bungaan.uns. 5. serta memenuhi kebutuhan rohani karena dapat memberikan rasa tentram. Memperbaiki gizi masyarakat. Memperbesar devisa negara 3.html ) 49 . sehingga perlu adanya pengalengan oleh industri ± industri. tetapi dalam arti hortikultura tergolong kedalam sayur ± sayuran.ac. Fluktuasi harganya tajam ( www. Seed Production. 2. batang. Sedangkan peranan hortikultura adalah : 1. sehingga untuk Indonesia benih ± benih terpaksa diimpor. Pengolahan dan penyimpanan hasil ( processing and storage ). untuk menghasilkan benih sayur ± sayuran dan bunga ± bungaan daerah tropis bukanlah suatu hal yang mudah. mineral dan protein ( dari buah dan sayur ). Ini dikarenakan ada juga sayur ± sayuran yang dipetik dari tanaman tahunan seperti melinjo dan daun jambu mete. Ini merupakan bagian penting pada hortikultura.pertanian. Medan Umpamanya mentimun dalam arti botani adalah buah. Peningkatan pendapatan petani dan. kebun ( nursery production ). 3. tempat tinggal dan tanam tanaman umum. ketenangan hidup dan estetika ( dari tanaman hias/bunga ). tidaklah semata ± mata berarti suatu bidang tanaman bunga ± bungaan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. jalan. Memperluas kesempatan kerja 4. C. bahkan sering tidak berhasil sama sekali. Pemenuhan kebutuhan keindahan dan kelestarian lingkungan Namun ketika kita membahas masalah hortikultura perlu diperhatikan pula mengenai sifat khas dari hortikultura yaitu : 1. Begitu juga dengan buah labu dalam hortikultura dan buah tomat di Indonesia termasuk dalam golongan buah. Pemeliharaan tanaman ± tanaman dalam taman. pangan. 2.

kini telah mengekspor apel.Dipilihnya hanya satu kecamatan mengingat kecamatan tersebut : a. Populasi dan Sampel Populasi Populasi dari penelitian ini adalah seluruh masyarakat petani holtikultura di desa Ndokum Siroga dan desa Surbakti . sedangkan jenis komoditas hortikultura yang diusahakan masih terbatas. Kabanjahe. Metodologi Penelitian 1. bawang prei. 3. Hortikultura adalah komoditas yang akan memiliki prospek yang sangat cerah menilik dari keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimilikinya dalam pemulihan perekonomian Indonesia dimasa mendatang. lembaga. Seperti halnya negara ± negara lain yang mengandalkan devisanya dari hasil hortikultura antara lain Thailand dengan berbagai komoditas hortikultura yang serba Bangkok. cabe. markisah dan pisang. Belanda dengan bunga tulipnya. yaitu Desa Ndokum Siroga dan Desa Surbakti. anggur dan lain sebagainya. keadaan. 1 . G. Berdasrkan data yang ada dikecamatan. Lokasi Penelitian Adapun lokasi penelitian ini hanya di fokuskan pada 2 desa . Tiga panah. Juhar. Teknik purposive adalah suatu teknik yang 50 . Masyarakatnya betul±betul masyarakat petani yang bergerak dibidang pertanian hortikultura b. c. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian seseorang. Tegasnya penelitian deskriptif hanya memberi gambaran secermat mungkin mengenai suatu individu. maka diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap permasalahan hortikultura tersebut. Merek. buncis. 1983. jeruk. gejala atau kelompok tertentu 2. bahkan Israel dari gurun pasirnya. Sementara pengembangan hortikultura di Indonesia pada umumnya masih dalam skala perkebunan rakyat yang tumbuh dan dipelihara secara alami dan tradisional. arcis.63 ). wortel. Barusjahe. Transportasi dari pusat ibukota propinsi ( Medan ke Kabupaten Karo ) bisa ditempuh dalam beberapa menit.yaitu sebanyak 900 orang. Dari 13 Kecamatan diatas. di kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo. Kutabuluh. kentang. Laubaleng. dalam pengembangan hortikultura agar dapat berhasil dengan baik. Kabupaten Karo terdapat 13 kecamatan yaitu : Mardinding. Cakupan sub sektor hortikultura yang dominan diusahakan oleh masyarakat Karo adalah tanaman sayuran dan buah ± buahan yang meliputi tomat. Munthe.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. masyarakat dan lain lain pada saat sekarang berdasarkan fakta± fakta yang nampak atau sebagaimana adanya ( Nawawi. Oleh karena itu kita harus berani untuk memulai mengembangkannya pada saat ini.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Payung. Simpangempat. Tiga Binanga. desa ini paling banyak masyarakatnya bergerak dalam bidang pertanian hortikultura . Sampel Sampel dalam penelitian ini diambil melalui Teknik Pemilihan Sampel secara purposive ( purposive sampel technique ) . Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. petsai/sawi. jeruk. Brastagi. Nikaragua dengan pisangnya. Medan Dengan mengetahui manfaat serta sifat ± sifatnya yang khas. kol. saya mempurposive Kecamatan Simpang Empat sebagai lokasi penelitian.

padi. juga dilakukan metode library research ( riset kepustakaan ) yaitu pencarian referensi/bahan ± bahan dari buku ± buku jurnal. Suku ini terdiri dari 5 ( lima ) marga. Wilayah Kabupaten Karo berada pada ketinggian 120 ± 1. Desa Ndokum Siroga yang dianggap pertaniannya paling maju sebanyak 45 responden b. Medan mencakup orang ± orang yang diseleksi atas dasar kriteria tertentu yang dibuat peneliti berdasarkan tujuan penelitian ( Kriyantono.maka kriteria yang ditentukan adalah masyarakat yang betul-betul petani holtikultura. Ginting. palawija. dalam arti bahwa suku bangsa Indonesia lainnya dapat diterima menjadi suku bangsa Karo dengan beberapa persyaratan adat. Sekitar 70 persen dari jumlah rumah tangga di Kabupaten ini berusaha disektor pertanian terutama bercocok tanam sayur ± sayuran. tanaman perkebunan dan peternakan 1. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Toba Samosir c. buah ± buahan. Kecamatan Simpang Empat 51 . Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun d. Dalam pekembangannya. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deliserdang b.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Dua gunung berapi aktif terletak di wilayah ini.25 Km 2 . Suku bangsa Karo ini mempunyai adat istiadat yang sampai saat ini masih terpelihara dengan baik dan sangat mengikat bagi suku bangsa Karo sendiri. 2006. hortikultura.maka analisis penelitian dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kuantitatif didukung dengan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara mendalam. Tarigan dan Perangin . 154 ). sehingga rawan terjadi gempa vulkanik. Kabupaten Karo terletak pada jajaran Bukit Barisan dan sebagian bersar wilayahnya merupakan dataran tinggi. Pusat pemerintahan Kabupaten Karo terletak di Kecamatan Kabanjahe yang berjarang sekitar 67 kilometer dari Medan Penduduk asli yang mendiami wilayah Kabupaten Karo disebut suku bangsa Karo. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Letak geografis Kabupaten Karo berada diantara 2 0 50 0 ±3 0 19 0 Lintang Utara dan 97 0 55 0 ± 98 0 38 0 Bujur Timur dengan luas wilayah 2. tutur siwaluh dan rakut sitelu. Desa Surbakti yang pertaniannya kurang maju sebanyak 45 responden 4. Sebelah Barat berbatasan dengan Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam ( NAD ) Kabupaten Karo terdiri dari 13 kecamatan yang dibagi menjadi 248 desa dan 10 kelurahan. 1 . dimana dari 40 desa yang ada di Kecamatan Simpang Empat ditentukan 2 ( dua ) desa yaitu : a. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan melalui angket yang dipandu oleh enumerator ( pengumpul data ) dimana penulisan angket dilakukan melalui pertanyaan terbuka dan tertutup. H. Sembiring. Merga Silima itu yakni : Karo ± Karo. Adapun batas ± batas wilayah Kabupaten Karo adalah sebagai berikut : a. Perekonomian Kabupaten Karo sebagian besar adalah sektor pertanian. Saat ini wilayah Kabupaten Karo sudah didiami oleh beragam suku bangsa. 5.127.angin. Disamping itu untuk memperkaya data.dan akhirnya data lapangan yang telah diperoleh dikoding dan ditabulasi untuk memperoleh tendensi dengan persentase.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. adat suku bangsa Karo terbuka. hasil ± hasil penelitian dan laman website yang berhubungan dengan materi penelitian ini.400 meter diatas permukaan laut.dengan besar sampel 10% dari Populasi yaitu sebanyak 90 orang. Teknik Analisis Data Sesuai dengan sifat dan tujuan dari penelitian ini.

Produk ± produk andalan pertanian Kabupaten Karo ini adalah bermacam sayuran. Salah satu diantaranya adalah upaya untuk terus memelihara pasar regional dengan mengundang pengusaha ± pengusaha dari Singapore dan Malaysia yang tergabung dalam Agri-Food And Veterinery Autority Of Singapore ( AVA ). Jarak dari kabupaten 7 kilometer. dimana pada tabel dibawah ini terlihat bahwa media cetak lokal tersebut dianggap sangat penting bagi masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat petani dalam memperoleh upaya informasi. Kedatangan para pengusaha Singapore ini ke Sumatera Utara 52 .164 jiwa perempuan yang terdiri dari 689 KK. Desa Surbakti Nama Kepala Desa : Jasa Surbakti.47Km 2 yang terdiri dari 40 desa.97 Km 2 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. namun hingga kini sektor pariwisata belum juga mampu menggantikan peran sektor pertanian yang telah begitu dominan. Medan Luas wilayah Kecamatan Simpang Empat adalah seluas 225. Sejak Januari 2007. Sementara tingkat pendidikan di Desa Ndokum Siroga adalah : 45 orang tidak bersekolah. 90 jiwa tamat SD sederajat.003 jiwa laki ± laki dan 1. Media cetak juga dianggap sebagai salah satu faktor dalam mempercepat proses tranfusi informasi pembangunan khususnya bidang pertanian hortikultura. 160 orang SLTP sederajat. Adapun mata pencaharian penduduknya terdiri dari 684 KK atau 94% adalah bertani dan sebanyak 41 KK atau 6 %nya bergerak disektor non pertanian. khususnya di lokasi yang dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini masih menggunakan media massa cetak khusus media cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan Bidang Pertanian Hortikultura. Sementara tingkat pendidikan di Desa Surbakti adalah 112 jiwa tidak bersekolah.57 Km 2 dengan jumlah penduduk 2. Pembahasan Hasil Penelitian Kabupaten Karo adalah salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Sumatera Utar a yang mengandalkan pendapatan masyarakatnya dari sektor pertanian. Jumlah penduduk 39. 160 jiwa SLTA sederajat dan 52 jiwa tingkat perguruan tinggi. 1 .969 jiwa yang terdiri dari 522 KK. Memang ada sektor pariwisata yang juga menjadi andalan bagi Pemerintah Kabupaten Karo. buah ± buah dan juga bunga ± bungaan. Asumsi ini terlihat seperti yang tertera dalam tabel penulisan laporan ini. I. Berbagai upaya terus dilakukan untuk tetap mempertahankan dan sekaligus meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian ini. J. Begitu dominannya sektor pertanian yang dikelola daerah ini sehingga sampai saat ini kontribusi yang diberikan atas pembentukan produk domestik regional bruto ( PDRB ) hingga mencapai 60 persen. 85 orang SLTA sederajat dan 43 orang pernah ditingkat perguruan tinggi. 3.966 jiwa dan 10. Dengan kata lain mayoritas Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yang dihasilkan dari sektor pertanian yang menghasilkan produk ± produk pertanian berbasis agrobisnis. 170 jiwa tamat SLTP sederajat.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. dengan perbandingan jenis kelamin 890 jiwa perempuan dan 2. luas daerah Desa Surbakti adalah 9. jumlah penduduk 1. terdiri dari 2 ( dua ) dusun.167 jiwa dimana perbandingannya 1. Desa Ndokum Siroga Nama Kepala Desa : Supratman Surbakti. 60 orang SD sederajat. Adapun mata pencaharian penduduk terdiri dari 491 KK ( 94% ) bertani dan sebanyak 31KK ( 6% ) adalah non tani. Luas Desa Ndokum Siroga adalah 2. Hasil Penelitian. terdiri dari 5 ( lima ) dusun. Dari hasil penelitian tentang Opini Publik Mengenai Peran Media Lokal Dalam Pembangunan Bidang Pertanian Hortikultura terlihat bahwa masyarakat Karo.834 rumahtangga ( RT ). Desa Ndokum Siroga adalah ibukota dari Kecamatan Simpang Empat. Kecamatan Simpang Empat telah dimekarkan menjadi 3 ( tiga ) kecamatan 2.070 jiwa laki ± laki.

Medan bertujuan untuk melihat secara langsung proses produksi sayur ± sayuran langsung ke tempat produksi sekaligus sebagai upaya penjajakan atas peningkatan kerjasama yang telah ada selama ini terkait dengan pemenuhan kebutuhan sayur ± sayuran di negeri Singapur tersebut. Sebagaimana kita ketahui Negara Singapore sangat mengandalkan pasokan sayur dan buah untuk dikonsumsi dari negara ± negara tetangganya. China. Berbagai upaya dilakukan para petani didalam meningkatkan pengetahuannya dalam mengolah pertanian. dan jenis organik seperti ini sangat digemari oleh konsumen di negara ± negara Singapore dan Malaysia.8 19 42.4 23 51.0 11 24. yang pada akhirnya berimbas kepada peningkatan kesejahteraan petani tersebut.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.6 Jarang 9 20.7 22 48. Penggunaan teknologi tinggi didalam meningkatkan produksi pertanian juga perlu diketahui. Jenis tanaman yang akhir ± akhir ini sangat populer karena produk organik ini terhindar dari bahan ± bahan kimia yang tidak bagus buat kesehatan. Pemerintah Kabupaten Karo harus tetap konsisten didalam pengembangan kegiatan agrobisnis tersebut. serta langkah ± langkah strategis lain yang pada intinya adalah bagaimana melaksanakan kegiatan pertanian yang efektif.1 28 62.1 7 15. utamanya media massa lokal. Namun upaya untuk mencari sendiri informasi tambahan yang paling terbaru juga perlu dilakukan. Salah satu kesempatan yang harus dimanfaatkan para petani di Kabupaten Karo dewasa ini adalah didalam membudidayakan tanaman ± tanam bersifat organik.2 Total 5 100 45 100 45 100 45 100 45 100 Media Sering F % F % F % F % F % 16 35.1 23 51. 95 persen pasokan sayur dan buah berasal dari negara negara seperti Thailand.2 21 46. termasuk didalamnya peluang bisnis pemasaran serta proses pasca panennya.7 7 15.9 26 57. Media Sibayak Pos Sora Mido Sora Sirulo Info Karo Karo Memba ngun Tabel 1 Frekuensi Membaca Media Cetak Lokal Desa Ndokum Siroga Desa Surbakti Sering F % F % F % F % F % 16 35. cerdas dan mempunyai output yang besar. Solusi cerdas yang dipilih masyarakat petani dalam mencari informasi terbaru adalah melalui media massa yang ada di daerah. Malaysia.2 18 40. 1 . dimana pada tabel dibawah ini terlihat bahwa media cetak lokal tersebut dianggap sangat penting bagi masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat petani dalam memperoleh upaya informasi.6 9 20 Tdk Pernah 10 22.2 Sibayak Pos Sora Mido Sora Sirulo Info Karo Karo Memba ngun Tidak Pernah 20 44.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Keberadaan sumber daya manusia dalam hal ini petani juga harus selalu mengup-grade pengetahuannya didalam hal pengolahan pertanian untuk meningkatkan produksi. Jepang. Australia dan Indonesia.6 6 13. Informasi seperti inilah yang sangat diperlukan oleh masyarakat petani. 53 .3 9 20.8 Jarang 19 42.4 12 26.2 10 22.0 4 31.0 12 26.2 Total 45 100 45 100 45 100 45 100 Media cetak juga dianggap sebagai salah satu faktor dalam mempercepat proses tranfusi informasi pembangunan khususnya bidang pertanian hortikultura.4 10 22.7 17 37. Dan tentu saja kondisi tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.6 11 24. karena inovasi ± inovasi yang terus berkembang terkadang tidak didapatkan dari sumber informasi seperti penyuluh pertanian. Pemerintah Kabupaten Karo sendiri melalui Dinas Pertanian setempat selalu mengirimkan petugas ± petugas penyuluh pertanian untuk membimbing para petani didalam melakukan aktivitas pertanian.

2 %. media lokallah yang paling tahu kebutuhan para petani .JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. juga tentang pemasaran hasil pertanian.2 100 Anggapan bahwa media cetak berpengaruh terhadap responden terlihat seperti tabel diatas. responden lainnya menjawab penting sebesar 55.4 55. terlihat bahwa responden di Desa Ndokum Siroga dengan persentase sebesar 44. Tabel 4 Pengaruh Media Cetak Terhadap Perubahan Nyata Pengaruh Terhadap Perubahan Nyata Desa Sangat positif Positif Kurang positif Ndokum Siroga Total F 10 35 45 % 22. Tabel 3 Pengaruh Membaca Media Cetak Terhadap Responden Pengaruh Membaca Media Cetak Tidak Sangat Desa Berpengaruh Berpengaru Total Berpengaruh h F 14 31 45 Ndokum Siroga % 31.2% responden pada masing ± masing 54 . Medan Tabel 2 Tingkat Kepentingan Media Cetak Dalam Membantu Usaha Pertanian Tingkat Kepentingan Media Cetak Sangat Tidak Desa Penting Total penting penting F 20 25 45 Ndokum Siroga % 44.8 62. namun 68.8 100 Untuk materi pertanyaan tentang pengaruh media cetak terhadap perubahan nyata responden didua desa tersebut.9% responden di desa Ndokum Siroga menjawab berpengaruh. terlihat sesuatu yang unik.4% menganggap media cetak lokal sangat penting dalam membantu usaha pertanian mereka karena selain kurangnya keberagaman pilihan media yang ada. sedangkan di Desa Surbakti yang memberi jawaban berpengaruh adalah sebesar 62.1 68.0 60.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.0 100 Pada tingkat kepentingan responden terhadap media cetak lokal dalam membantu usaha pertanian.6% didesa Ndokum Siroga dan 27% di Desa Surbakti.8 100 F 10 35 45 Surbakti % 22. Tidak ada responden yang menjawab tidak penting untuk materi pertanyaan ini.2 77.9 100 F 17 28 45 Surbakti % 37. sedangkan untuk pertanyaan yang sama di Desa Surbakti persentasenya sebesar 40%.6 100 F 18 27 45 Surbakti % 40. dimana masing masing responden di dua desa tersebut menjawab bahwa media cetak memberikan perubahan yang positif bagi responden karena dengan persentase 77.2 77.8%. sedangkan di Desa Ndokum Siroga 31.1 % responden yang menjawab sangat berpengaruh. dimana 37. bahkan 22. 1 .8% responden didesa Surbakti menjawab media tersebut sangat berpengaruh terhadap responden karena dari medialah petani mengetahui informasi pertanian sehingga hasil pertanian mereka meningkat .

1 .4 45 100 45 100 Dari tabel diatas. sedangkan didesa Ndokum Siroga sebesar 66. 57. Kecamatan Simpang Empat.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.7 36 80. Masyarakat Kabupaten Karo ternyata masih memanfaatkan media cetak lokal sebagai sumber informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura. 64.4 8 17.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. terlihat bahwa media cetak tidak selalu memberikan peningkatan terhadap hasil pertanian. Namun responden yang menjawab bahwa informasi media cetak tersebut sering memberi peningkatan hasil pertanian juga ada. tepatnya didesa Ndokum Siroga dan desa Surbakti adalah sebagai berikut : 1.8 8 17.8 29 64.9 7 16.4% responden di masing ± masing desa menjawab tidak ada dampak media cetak terhadap peningkatan hasil pertanian Tabel 6 Media Massa Dimaksud Adalah Media Cetak Lokal Desa Media tersebut adalah media cetak lokal Setuju Kurang setuju Tidak setuju Total Ndokum Siroga Surbakti F % F % 26 57. dan 16.4 11 24.8 45 100 45 100 Dari mayoritas media massa sebagai sumber informasi pembangunan . 80% responden di Desa Surbakti menjawab bahwa media cetak hanya kadang ± kadang memberi peningkatan terhadap hasil pertanian.8% KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Beberapa point penting yang didapat dari penelitian Opini Publik Mengenai Peran Media Lokal Dalam Pembangunan Bidang Pertanian Hortikultura yang dilakukan oleh Tim BPPI Wilayah I Medan di Kabupaten Karo. namun ada juga yang kurang setuju dengan hal tersebut.8% responden di desa Surbakti memberi jawaban senada.4% responden di desa Surbakti menjawab bahwa media dimaksud adalah media cetak lokal.8 8 17.0 2 4.4% responden di desa Ndokum Siroga tidak setuju dengan jawaban tersebut dan 17. Ini mungkin disebabkan masih 55 . Medan desa menjawab bahwa pengaruh media cetak terhadap perubahan yang nyata menjawab sangat positif Tabel 5 Dampak Media Cetak Terhadap Peningkatan Hasil Pertanian Dampak Terhadap Peningkatan Hasil Pertanian Desa Sering Kadang-kadang Tidak ada Total Ndokum Siroga Surbakti F % F % 13 28. bahkan ada 4. terutama didesa Surbakti antusias masyarakat tentang media lokal masih tinggi.4 2 4.7%.8% responden di desa Ndokum Siroga memberi jawaban senada.9% responden di Desa Ndokum Siroga. dimana 28. dimana 24.6% di Desa Surbakti.6 30 66. bahkan masing ± masing responden didua desa tersebut ada yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut dengan nilai 17.

Rachmat. Walter.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1981. 2007. Paramita. juga masih belum mencukupinya isi berita tentang peluang pasar domestik maupun luar ne geri. disamping itu dari sisi pangsa pasar wilayah ini berdekatan dengan Singapura dan Malaysia yang membutuhkan hasil pertanian dari Sumatera Utara b. Jalaluddin. Jakarta Su¶ud. karena media lokal umumnya terbit per satu bulan sekali. 1 . Pemerintah Daerah diharapkan untuk mengembalikan ikon Tanah Karo dengan kembali membudidayakan jeruk yang selama ini dikenal sebagai primadona daerah ini. Disamping itu sirkulasi atau keterlambatan terbit media lokal juga menjadi kendala informasi pembangunan bidang pertanian hortikultura melalui media massa. 2004. dan telah menembus pangsa pasar dunia d. Ima. 400 Istilah PR Media & Periklanan. Ternyata keberadaan media massa cetak masih sangat diharapkan oleh masyarakat dapat mendorong suksesnya pembangunan bidang pertanian hortikultura. Daftar Pustaka Effendy. Leksikon Komunikasi. 2006.. Namun antusiasme ini terkendala oleh media cetak lokal yang masih sulit didapat didesa ± desa terutama desa yang masuk kepedalaman. Sirkulasi media lokal lebih ditingkatkan baik dari segi mutu (kuantitas dan kualitas). Dimensi ± Dimensi Komunikasi. 1984.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung Severin. Alumni Bandung Hardiman. Metode dan Terapan Didalam Media Massa. Jakarta Kriyanto. apalagi masyarakat petani masih merasakan kurangnya informasi tentang pasar produk pertanian dan informasi tentang budidaya pertanian hortikultura. Jakarta. Pemerintah agar lebih memperhatikan nasib petani hortikultura di Kabupaten Karo. Kendala yang dihadapi masyarakat tentang pembangunan bidang pertanian hortikultura melalui media massa adalah kurangnya informasi pertanian hortikultura. Pradya. Banda Aceh 56 . Dan peran inilah yang diharapkan masyarakat dapat ditangkap dan diisi oleh media massa lokal. 2006. dimana isi koran tersebut diharapkan memiliki muatan lokal yang memuat informasi mengenai tata cara dan budaya pengelolaan tanaman hortikultura secara tepat dan efisien. Hasan. Bandung Rakhmat. Saran a. Pemerintah Daerah harus berupaya dengan segala cara dan lebih maksimal untuk mengontrol keberadaan dan harga pupuk dan obat±obatan yang dibutuhkan masyarakat dalam kegiatan pertaniannya. 2. Metode Penelitian Komunikasi . Kencana Prenada Media Grup. Apalagi petani juga masih belum merasa cukup tentang informasi pertanian dari penyuluh pertanian yang belum rutin dan intens didesa Surbakti 3. serta mengawasi/menghilangkan peredaran pupuk dan obat ± obatan palsu yang belakangan ini beredar dikalangan masyarakat petani c. 1998. apalagi mengingat bahwa Sumatera Utara termasuk daerah potensial bagi pengembangan tanaman hortikultura. Opini Umum. Medan kurang beragamnya pilihan media yang ada di desa tersebut. Rusdakarya. dan bila memungkinkan program koran masuk desa dihidupkan kembali . Yayasan Pena. Werner dan Tankard James. Erlangga. 1994. Remaja Rosdakarya. Teknik Prakis Riset Komunikasi. Onong. Denis. Psikologi Komunikasi. 1998. Teori Komunikasi: Sejarah. Yayasan Obor Indonesia. Pengantar Ilmu Pertanian. dibandingkan dengan desa Ndokum Siroga yang ada di pusat kecamatan. Jakarta McQuail. Jalaluddin. Jakarta Rakhmat. Jakarta Lippmann. 2005. Perlu adanya penanganan pengelolaan hasil pasca panen e. Prenada Media. Gagas Ulung.

Peternakan. Karo Program Pembangunan Pertanian Kecamatan Simpang Empat.uns. 2008. 2007.htm. 2006.suarapembaruan.id/~agronomi/dashor.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.org/opini-mastur-yahya.rehabrekon buyadong. BPS. Simpang Empat 57 .pertanian.acehinstitute. Ikhtisar Eksekutif Pembangunan Kabupaten Karo.ac. Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo Rencana Kerja Penyuluh Pertanian. Medan Sumber lain http://www.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.com/new/2006/06/21/editor/edi07.html www.html http://www. Dinas Pertanian. 1 .

Kata Kunci : Globalisasi.Khususnya kemampuan masyarakat dalam memahami pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi. dalam interaksi antar bangsa. yaitu kemampuan pemerintah dan kemampuan masyarakat kurang mampu memberikan dukungan terhadap pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi dalam perkembangan kebudayaan di kota Makassar. ideologi. fasilitas yang digunakan baik dari segi kualitas maupun kuantitas kurang mampu mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar serta sikap dan perilaku masyarakat dalam memahami pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi kurang optimal. Pengaruh globalisasi dirasakan di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik. Kebudayaan PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Kehadiran globalisasi membawa pengaruh bagi kehidupan suatu bangsa. Jamli (Edison A. globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. globalisasi berlangsung melalui dua dimensi. Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat yang kurang mengerti dan memahami pentingnya Tekno logi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Secara umum globalisasi dapat dikatakan suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Hal ini dilihat dari beberapa faktor pendukung yang kurang terlaksana dengan baik. Tujuan penulisan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana faktor pendukung pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di kota Makassar. 1 . Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pesatnya laju 58 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. pertahanan keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi nilainilai nasionalisme bangsa. Jamli dkk. Kewarganegaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di kota Makassar kurang optimal. Teknologi Informasi.bangsa di seluruh dunia. Medan ANALISIS FAKTOR PENDUKUNG PEMANFAATAN GLOBALISASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN DI KOTA MAKASSAR RUKMAN PALA ABSTRAK Tulisan ini berjudul analisis faktor pendukung pemanfaatan globalisasi teknologi informasi dalam pengembangan kebudayaan di kota makassar. Sebagai sebuah proses. Dengan kata lain proses globalisasi akan berdampak melampaui batas -batas kebangsaan dan kenegaraan. Dimensi ruang yang dapat diartikan jarak semakin dekat atau dipersempit sedangkan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. sosial budaya. kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey sampel dengan wawancara dan kuesioner serta dilengkapi dengan observasi sebagai teknik pengumpulan data. ekonomi. Menurut Edison A. 2005).

misalnya dari globalisasi aspek ekonomi. uk Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia. Jadi bagaimana TIK dapat mempengaruhi nilai-nilai yang telah tumbuh di masyarakat dalam suatu bangsa itu sangat tergantung dari sikap masyarakat tersebut. sehingga semua manfaat positif yang terkandung di dalam TIK mampu dimanifestasikan agar mampu membantu dan mempermudah kehidupan masyarakat. ketelitian hasil perhitungan dapat ditingkatkan dengan adanya komputasi numeris. informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Namun perlu diingat. dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. masyarakat harus selektif dan bersikap kritis terhadap TIK yang berkembang sangat pesat. terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. TIK tidak hanya membantu dan mempermudah manusia tetapi juga menawarkan cara-cara baru di dalam melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sehingga dapat mempengaruhi budaya masyarakat yang sudah tertanam sebelumnya. Pada hakikatnya teknologi diciptakan. Oleh karena itu selama ini dikenal asas ³kebebasan arus informasi´ berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain. 1 . Seyogyanya. Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk memberikan data dan informasi tentang perkembangan kebudayaan di Kota Makssar. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap prod dalam negeri. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. tenaga dan biaya. maka perlunya ditunjang oleh 59 . kemanusiaan. Makin canggih dukungan teknologi tersebut. dan masih banyak lagi. Budaya atau kebudayaan adalah kerangka acuan perilaku bagi masyarakat pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran. Medan perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK). dll ) yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat dilihat dari pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan. sejak dulu hingga sekarang ditujukan untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. pengaruh globalisasi dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. berkomunikasi. dan efek negatif dapat lebih diminimalkan. makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. ketepatan. Seperti kita ketahui budaya masyarakat Kota Makassar begitu beragam dan perlu dilestarikan sehingga dapat tetap bertahan dan memberikan devisa bagi Kota Makassar khususnya. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi. keindahan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu. kebijaksanaan. Untuk memberikan data dan informasi tersebut. Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya TIK adalah peningkatan kecepatan. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Demikian halnya perkembangan kebudayaan di Kota Makassar juga ikut berpengaruh terhadap perkembangan globalisasi Teknologi Informasi. Sedangkan pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya TIK. karena kehadiran surat elektronis (email). baik pada saat manusia bekerja. keadilan. Sebagai contoh manifestasi TIK yang mudah dilihat di sekitar kita adalah pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat. pengelolaan data dalam jumlah besar juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database). bahkan untuk mengatasi berbagai persoalan pelik yang timbul di masyarakat.

Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik aksidental. Faktorfaktor tersebut seperti kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung dan memahami Teknologi Informasi yang digunakan. serta mengupayakan pemecahan masalah tentang analisis faktor pendukung pemanfaatan globalisasi teknologi informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Dengan rumus sebagai berikut : 60 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. memecahkan. Oleh karena itu sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memahami pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Namun permasalahan yang muncul adalah pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi terhada perkembangan budaya Makassar belum terlaksana secara optimal sehingga memerlukan peran serta pemerintah dan masyarakat memanfaatkan globalisasi Teknologi Informasi tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wawancara. 2001 : 57). peneliti menggunakan metode survey yang lebih menekankan pada jenis penelitian deksriptif kuantitatif dimana metode ini sangat relevan dengan topik yang akan diteliti. Data mentah yang terkumpul dari hasil jawaban responden maupun yang didapat dari hasil wawancara. telaah dokumen serta observasi akan diolah dengan menggunakan sistem tabulasi data dengan memakai analisis frekuensi. didapat dari responden. 1 . maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanaka faktor pendukung pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar ? Tujuan Penulisan Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana faktor pendukung pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar Metode Penelitian Dalam penelitian ini. yang dapat ditempuh dengan cara membandingkan data dari responden dengan informan yang . Teknik aksidental ini adalah mereka yang ditemui dan memahami pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar yang dapat diberikan pertanyaan. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas. Selanjutnya dengan kuesioner guna mendapatkan data yang akurat dan obyektif terhadap permasalahan yang diteliti. sarana atau fasilitas yang digunakan dalam mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi tersebut. juga sangat membantu untuk mendapatkan data yang obyektif dan valid dalam rangka memahami. dan sikap dan perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. dari sejumlah informan akan bermanfaat guna mewujudkan validitas data secara keseluruhan. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah masyarakat dan mereka yang memahami tentang pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono. Medan beberapa faktor dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Mak assar.

cara mi akan membutuhkan uraian panjang lebar karena biasanya perlu diperjelas dengan tafsiran konseptual dan kontekstual.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. maka globalisasi sebagai proses juga menggejala sebagai peristiwa yang melanda dunia secara lintas-budaya (trans-cultural). Kita dapat mencari jawaban berdasarkan etimologi. namun pengaruh-mempengaruhi dalarn pertemuan antar-budaya itu tidak selalu berlangsung sebagai proses dua-arah atau timbal-balik yang berimbang. terpaan budaya yang satu berpengaruh dominan terhadap budaya lainnya. Kelatahan dalam penggunaan kata µglobalisasi¶ sedemikian itu akhimya mengesankan kesembarangan arti kata globalisasi. yaitu. 2003 : 23). tapi keunggulan suatu teori berkenaan dengan sesuatu gej ala budaya tidak selalu bearti keunggulan teori itu secara menyeluruh. dan makin mengaburkan implikasi dan komplikasi makna yang terkandung di dalamnya. dengan kemungkinan satu fihak lebih besar pengaruhnya ketimbang fihak lainnya. maksudnya data yang ada diangkakan kemudian dideskripsikan. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Globalisasi Kata µglobalisasi¶ makin lama makin menjadi sajian sehari-hari melalui berbagai pemyataan publik dan liputan media massa. melainkan bolehjadi juga terjadi sebagai proses imposisi budaya yang satu terhadap lainnya. Menurut Aditya (2004 : 11) globalisasi pada hakikatnya adalah proses yang ditimbulkan oleh sesuatu kegiatan atau prakarsa yang dampaknya bekelanjutan melampaui batasbatas kebangsaan (nation-hood) dan kenegaraan (state-hood). cara mi mungkin menarik secara akademik namun mungkin terlalu steril untuk diturunkan sebagai medium analisis dalam terapan empirikal. cara mi jelas dapat memperkaya wawasan kita tentang kebudayaan. Medan F P = --------------------. tiap teori bisa saja memiliki keunggulan 61 . dan kalau semuanya itu kita perhatikan secara saksama. Dalam gerak lintas-budaya mi terjadi berbagai pertemuan antar-budaya (cultural encounters) yang sekaligus mewujudkan proses saling-pengaruh antar-budaya. 1 . Pertemuan antar-budaya memang menggej ala sebagai keterbukaan (exposure) fihak yang satu terhadap lainnya. lain lagi halnya kandungan pernyataan ³menjelang era globalisasi´ yang berarti kita belum berada dalam era tersebut. Apakah yang kita maksudkan dengan µbudaya¶ atau µkebudayaan¶ itu? Untuk memberikan jawaban atas pertanyaan mi banyak cara dapat ditempuh.x 100 % N Keterangan : P = Persentase F = Jawaban responden N= Jumlah responden Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan diolah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif yang dikualitatifkan. dan mengingat bahwa jagad kemanusiaan ditandai oleh pluralisme budaya. (Sudarmajid. maka akan ternyata betapa kata µglobalisasi¶ itu cenderung dilontarkan tanpa terlalu dihiraukan apa maknanya. Cara lain ialah memperbandingkan berbagai definisi yang dapat dipandang terkemuka dalam literatur. Mungkin juga kita lakukan pendekatan komparatif antara suatu teori dengan lainnya.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Pernyataan seperti ³dalam era globalisasi dewasa mi´ berarti bahwa kita telah berada dalam era globalisasi.

Sebagai sumber acuan. Kalau kita sarikan muatan berbagai definisi yang terkemuka.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. batas antara apa yang dinilai sebagai kebajikan (good) atau kejahatan (evil) berlaku dalam garis besar yang memisahkan satu dan lainnya. seperti misalnya usaha pengenalan dan penyadaran tentang apa yang µbaik¶. kebajikan. bahwa kebudayaan adalah kerangka acuan perilaku bagi masyarakat pendukungnya berupa nilai-nilai (kebenaran. µindah¶.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. hal mi berlaku balk bagi kebudayaan yang surut oleh perubahan zaman maupun yang kehadirannya dipaksakan untuk mendesak kebudayaan lama. keindahan. kemanusiaan. 1 . 2002) Dalam sejarah kemanusiaan banyak contoh yang menunjukkan. Dan uraian di atas mi dapat disimpulkan. Misalnya. µburuk¶. Nilai-nilai itu pada sendirinya barn merupakan acuan dasar yang keberlakuannya disadarkan melalui ikhtiar pendidikan sejak dini. sehingga kebudayaan yang lama kehilangan dayanya sebagai acuan untuk menjabarkan norma-norma perllaku. perubahan serupa pun teijadi tatkala Partai Komunis Rusia berhasil menggulingkan kekaisaran di Rusia dan memperkenalkan nilai-nllai barn sebagai acuan bagi norma perllaku barn yang ideal bagi suatu masyarakat komunis. keadilan. ketika Kemal Attaturk melancarkan gerakan modernisasi (yang diartikan sebagai µwestemisasi¶). persepi terhadap nilai-nilai itu masih besifat umum. kebudayaan Pharaonic yang benlaku dalam masyarakat Mesir kuno surut seiring dengan klan memudarnya kebudayaan itu sebagai sumber acuan untuk penjabaran norma-norma perilaku bagi masyarakat Mesir sekarang. dsb dalam tindak-tanduk seseorang. nilai religius diungkapkan melalui berbagai norma agama. Medan dalam satu dan lain hal. dsb). maka tidak terlalu keliru kiranya kalau kita mengartikan kebudayaan sebagai sehimpunan nilai-nilai yang oleh masyarakat pendukungnya dijadikan acuan bagi perilaku warganya. nilai kesusllaan dinyatakan melalui berbagai tatakrama. µdosa¶. dan dengan demikian tersedia pula ukuran untuk nonkonformisme. Pasang-surutnya kebudayaan sepanjang sejarah kemanusiaan nyata sekali ditentukan oleh sejaubmana kebudayaan itu masih berlanjut sebagai kerangka acuan untuk dijabarkan melalui sesuatu tatanan normatif. bahwa timbultenggelamnya kebudayaan sangat dipengaruhi oleh apa yang tenjadi dalam pertemuan 62 . Nilai keadilan diwujudkan melalui hukum dan sistem peradilan. Perhatikan misalnya ³Revolusi Kebudayaan´ yang secara berencana dilancarkan di Republik Rakyat Cina pada pertengahan tahun 6Oan. dan begitu seterusnya. belum lagi antara keduanya diperbedakan dalam perbandingan µseberapa balk¶ atau µseberapa buruk¶ dipandang dan tolokukur tertentu. penjabaran nilai kebudayaan menjadi norma peradaban dapat dipandang sebagai pengalihan dan sesuatu yang transenden menjadi sesuatu yang immanen. Singkatnya. nilai keindahan dijabarkan melalui berbagai norma artistik. Perhatikan pula perubahan yang terjadi di Turki.(Kariadi. sedangkan peradaban adalah penjabaran nilai nilai tersebut melalui diwujudkannya norma-norma yang selanjutnya dijadikan tolokukur bagi kepantasan perilaku warga masyarakat ybs. tolokukur itu baru menjelma melalui norma-norma sebagai pengatur kepantasan perllaku. Terjalinnya kesadaran transendensi dan immanensi inilah yang menjadikan dinamika sejarah kemanusiaan sebagai kaleidoskop perkembangan kebudayaan dan peradaban. Adanya tolokukur normatif mi menjadi dasar bagm berkembangnya peradaban (civilization) sebagai bagian dan dinamika budaya tertentu. sehingga konvergensi antar-teori mungkin saja digunakan dalam usaha memahami berbagai manifestasi budaya. Norma (nomos) adalah tolokukur yang memungkinkan terjadinya konformisme perilaku dalam sesuatu masyarakat. Tapi juga dalam era kontemporer mi suatu kebudayaan sebagai sistem nilai dapat dengan suatu rekayasa didesak oleh sistem nilai barn. Kesemuanya mi sekaligus menunjukkan bahwa kebudayaan adalah suatu pengejawantahan yang hidup selama ada masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu juga berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup yang kemudian relatif menetap dan tampil melalui pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan.

Ruang/jarak makin diperdekat dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala mondial. 1 . Sampai batas tertentu dan saling -pengaruh yang terjadi itu dapat terpantul seberapa tinggi derajat kesadaran dan tingkat ketahanan budaya masing-masing fihak yang saling bertemu. makin kuat pula budaya asing yang menerpanya berpengaruh dominan terhadap masyarakat itu. Tangguh atau rapuhnya ketahanan budaya biasanya dilatani oleh menurunnya kesadaran masyarakat yang bersangkutan terhadap kebudayaannya sebagai pengukuh jatidirinya. yaitu dimensi ruang (space) dan waktu (time). Perubahan gayahidup yang ditiru dan budaya asing bisa berkelanjutan dengan timbulnya gejala keterasingan dan kebudayaan sendiri (cultural alienation). 2003) Karena perhatian akan kita pusatkan pada persoalan pertemuan antarbudaya dalam era globalisasi. Antara kedua daya inilah tiap masyarakat pendukung kebudayaan tertentu berada. globalisasi benlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antarbangsa.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kesanggupan sesuatu satuan budaya untuk mempertahankan kesejatiannya dalam pertemuan antar-budaya yang demikian majemuknya itu sangat ditentukan oleh tinggirendahnya derajat kesadaran budaya dan tanguhrapuhnya tingkat ketahanan budaya masyarakat pendukungnya. Dalam kondisi demikian itulah pertemuan antarbudaya sangat berpengaruh atas perimbangan antara kedua daya tersebut. Kebudayaan adalah suat daya yang u sekaligus tersimpan (latent) dan nyata (actual). Dalam perkembangan sedemikian itu dirasakan makin dipenlukan nya suatu tatanan dunia baru yang perwujudannya memperhatikan plurisentrisme dan multipolanitas sebagai 63 . satu daya dengan kecenderungan preservatif dan satunya lagi dengan kecenderungan progresif. Justru plunisentrisme dan multipolaritas menjadi cmi dunia menjelang akhir abad ke-20 dan memasuki abad ke-2 1.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Medan antarbudaya. Tidak ada kekuatan tunggal yang mutlak dan sanggup mengabaikan apalagi mengungguli.kondisi global yang plurisentnik dan multipolar dalam era kontemporer. usainya Perang Dingin tidak menjadikan dunia kita monosentnik. dan hal ml pada gllirannya mendorong berlangsungnya proses globalisasi yang terus berkembang atas kemekarannya sendiri. Berkembangnya gayaliidup baru itu dapat menimbulkan kondisi sosial yang ditandai oleh heteronomi. Seantero jagad seolah-olah tertangkap dalam satu janingan besar tanpa adanya suatu pusat tunggal. satu daya mempertahankannya agar lestani dan daya lainnya menariknya untuk maju. yaitu sejauh mana satu di antara fihak yang saling bertemu kurang atau tidak lagi memiliki ketahanan budaya (cultural resilience). Makin rendah derajat ketahanan budaya masyarakat pendukungnya. Dalam kondisi demikian itulah globalisme menjadi cara pandang dalam interaksi antarbangsa. Demikianlah kebudayaan mengandung dua daya sekaligus. Budaya asing yang berpengarnh dominan terhadap satuan budaya asli bisa membangkitkan kesan sebagai µmodel¶ untuk ditiru. yaitu berlakunya herbagai norma acuan penilaku dalam masyarakat yang bersangkutan. yaitu sebagai daya yang cenderung melestanikan dan daya yang cenderung berkembang atas kemekarannya sendiri. Kecenderungan meniru itu dalam kelanjutannya bisa terpantul melalui berkembangnya gayahidup (ljfestyle) barn yang dianggap superior dibandingkan dengan gayahidup lama. melainkan terjadi dengan ketenlibatan sejumlah fihak secara segera (instantaneous) serta serempak (simultaneous). Kendatipun dalam periode Perang Dingin kondisi bipolar seakanakan membelah-dua dunia mi dengan pengendalian dan dua pusat kekuatan dunia yang saling bertentangan. maka ada baiknya kita bahas dahulu hal-ihwal yang berkenaan dengan globalisasi sebagai proses maupun globalisme sebagai carapandang yang dewasa mi cenderung dianut dalam tata-pergaulan intemasional. Sebagai proses. Proses globalisasi yang diakibatkan oleh berbagai prakarsa dan kegiatan pada skala internasional sebagaimana menggej ala dewasa mi pun penlu kita cermati sejauhmana siginifikan pengaruhnya dalam pertemuan antar-budaya.(Ekawati. Dalam kaitan mi pertemuan antarbudayajangan terutama digambarkan sebagai pertemuan antara dua fihak belaka.

sehingga dengan mudah dapat mempengaruhi carapandang dan gayahidup kita. Dalam naskah mi perhatian kita pusatkan pada penjelmaan globalisme dalam bidang yang jelas berdampak terhadap wawasan budaya kita. bahwa dalam pertemuan antar-budaya mengalirnya anus informasi itu tidak senantiasa terjadi secara dua-arah. jarak makin diperdekat dan waktu makin dipersingkat. Kesegeraan dan keserampakan anus informasi yang dengan derasnya men erpa kita seolaholah tidak membenikan kesempatan pada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap knitis. Rancangan demikian itu tentunya hams dapat ditenima oleh majonitas eksponen yang ambilbagian dalam janingan global yang plunisentrik dan multipolar. Maka tidaklah mengherankan kalau banjir informasi itu akhirya juga bisa benpengaruh terhadap carapandang maupun gayahidup kita. maka fmhak yang lebih unggul dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi niscaya lebih berkesanggupan untuk membiaskan pengaruhnya secara global. Dalam bidang inilah terjadi pemadatan dimensi rnang dan waktu (yang disebut Harvey µtimespace compression¶). maka dalam hal mi pun terbawa limbah yang samasekali tidak berguna. Dalam bidang mi tampaknya tiada altematif lain bagi kita kecuali turut berperan di dalamnya. Makin canggih dukungan tersebut makin besar pula anus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Kalau dewasa ml dianut asas µkebebasan arns informasi¶ (free flow of information). mau-tak-mau. suka-tak-suka. dan sebagaimana terjadi dengan setiap banj in.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 1 . Sikap yang naif mi antara lain juga ditandai oleh kecenderungan glonifikasi terhadap fihak yang diunggulkan sebagai 64 . Tatanan itu tentu menuntut dirancangnya berbagai sistem dan pelembagaan yang hams diwujudkan sebagai konsekuensinya. dan ditenima dengan alasan µmengikuti kecenderungafl global¶. Ditenimanya suatu tatanan global barn mestinya dapat diandalkan pada tergalangnya konsensus maksimal di antara sege nap eksponen yang berperan dalam janingan itu. Dengan dukung teknologi modem an infonmasi dalam berbagai bentuk dan untuk benbagai kepentingan dapat disebarluaskan begitu rnpa. 2001) Gejala tersebut nyata berpengaruh atas terbentuknya sikap mental dan kultural pada fihak yang diterpa (expose) oleh fihak yang menerpanya (impose) dengan anus informasi. Dengan jangkaun sedemikian itu. sedang kesiapan untuk ambilbagian dalam tatanan barn itu merupakan imperatif yang sukar dielakkan. (Ridwansyh. Teknologi informasi dan komunikasi dalam era globalisasi mi merupakan pendukung utama bagi tenselenggaranya pertemuan antarbudaya. maka yang sesungguhnya terjadi bukanlah µpertukanan informasi¶ (exchange of information) berupa proses dua-arah yang cukup bermmbang. dominasi cendernng terjadi dan fihak yang memiliki dukungan teknologi lebih maju terhadap fihak yang lebih terbelakang.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Dalam bidang informasi. Maka tidak mustahil kemajuan masyarakat yang diterpa cenderung diukur secara memperbandingkan dengan hal-ihwal yang dipenkenalkafl melalui informasi dan fihak yang menerpa. Medan kenyataan global masakini. Dewasa mi sistem dan pelembagaan termaksud tenutama nyata perkembangannya dalam bidang ekonomi dan perdagangan internasional. yaitu bidang informasi dan komunikasi yang sangat tertunjang oleh pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin canggih. melainkan dominasi anus informasi dan fihak yang didukung oleh kesanggupan merentangkan sistem informasi dengan jangkauan global. Perlu dicatat. maka terjadilah banjir deras informasi (information glut) yang menghujani kita dan nyanis tak lagi terkendali. Kecenderungan mi adakalanya dianggap sebagai bagian dan upaya µmodemisasi¶. globalisasi dalam bidang ml sudah dijangkau oleh sistem dan pelembagaan yang makin dijadikan acuan dalam hubungan internasional. maka betapa pun paradoksal kedengarannya. banjir informasi melalui sistem dan pelembagaan yang didukung oleh teknologi canggih tidak dengan sendirinya mempenkaya wawasan kita. melainkan bisa juga mencemani kita secara mental. dan inilah awal dan suatu proses yang akhimya bisa bermuara pada pernbahan sikap mental dan kultural.

April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pesatnya laju perkembangan teknologi yang semakin canggih khususnya teknologi komunikasi. sekarang kita sedang bergeser dari budaya tulisan ke budaya visual. tingkah laku. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi. globalisasi berlangsung melalui dua dimensi. tar yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. ilmu pengetahuan. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan. Dimensi ruang yang dapat diartikan jarak semakin dekat atau dipersempit sedangkan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Makin canggih dukungan teknologi tersebut. Sehingga kemudian sampailah pada era globalisasi. Sebagai sebuah proses. Kehadiran globalisasi membawa pengaruh bagi kehidupan suatu bangsa. pertahanan keamanan dan lain-lain yang akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme bangsa. Teknologi komunikasi adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi. dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. Dimana era globalisasi ini erat sekali kaitannya dengan teknologi informasi atau komunikasi. 1 . Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. mempelajari naskah-naskah kuno. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah. ekonomi. Tapi. 1990). Dalam bahasa Inggris. dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. Pengertian Budaya Sebelum mengulas tentang perkembangan tekologi komunikasi terhadap kehidupan budaya. makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Kita telah bergerak dari budaya lisan ke budaya tulisan sejak ditemukannya huruf. Melalui bahasa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Pengaruh globalisasi dirasakan di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. 65 . Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. mewujudkan seni (sastra). perlu diketahui terlebih dahulu tentang pengertian budaya itu sendiri. yang berasal dari kata Latin Colere. sosial budaya. kebudayaan disebut culture. lisan. dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. filsafat dan lainnya. dalam interaksi an bangsa. baik lewat tulisan. berkomunikasi. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi. gambar-yang diam atau bergerak. ataupun gerakan (bahasa isyarat). yang meliputi kesenian. Medan sumber informasi global dan tampil sebagai penentu kecendeningafl (trend-setter) dalam pembentukan sikap mental dan kultural serta gaya hidup barn. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Seperti dalam hal bahasa. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. yaitu mengolah atau mengerjakan. yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan. teknologi. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. ideologi. Dalam budaya visual. Semakin lama kebudayaan akan semakin berkembang.menjadi bagian yang penting dalam proses komunikasi. dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. tata krama masyarakat.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.

Medan Oleh karena itu selama ini dikenal asas ³kebebasan arus informasi´ berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain. Setara dengan perkembangan perangkat keras komputer. dalam waktu kurang dari satu menit sudah dikonfirmasi oleh Bank Indonesia di Medan Merdeka. Sulawesi. yang dikenal dengan nama e-Commerce yang lahir karena perkawinan TI dengan globalisasi ekonomi belum lagi genap berusia lima tahun dikenal ±dari fakta bahwa sebenarnya sudah ada sekitar 20 tahun yang lalu²ketika sudah harus merelakan dirinya digilas dengan konsepsi e-Business yang lebih canggih. saling mempelajari kebudayaan lain. TI di internet berkembang dengan kecepatan yang sukar dibayangkan. dan infrastruktur komunikasi. Konsep Teknologi Informasi (TI) Teknologi Informasi (TI) yang kini berkembang amat pesat. Peran Internet tidak bisa dipungkiri dalam hal penyediaan informasi global ini sehingga dalam derajat tertentu. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia. Banyak hal yang didapat karena pengaruh teknologi komunikasi. AS. Pengaruh globalisasi dengan dukungan teknologi komunikasi meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu. (Radian. ketepatan. khususnya mikro-prosesor. terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Sedangkan pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya teknologi komunikasi. Internet menghilangkan semua batas-batas fisik yang memisahkan manusia dan menyatukannya dalam dunia baru. Internet sendiri memang fenomenal kemunculannya sebagai salah satu tiang pancang penanda kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. yaitu dunia ³maya´. yang pada waktu hampir bersamaan bisa disaksikan dari Gorontalo. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. melainkan sudah berada dalam skala menit dan detik. tenaga dan biaya. Kemudian dapat menunjang perkembangan kebudayaan. informasi mengalir dengan sangat cepat dan menyeruak ruang kesadaran banyak orang. Indeks nilai tukar dollar yang ditentukan di Wall Street.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Jika e-Commerce ³hanya´ memungkinkan seseorang bertransaksi jual beli melalui internet dan melakukan pembayaran dengan kartu kreditnya secara on-line. Konsep perdagangan elektronik melalui internet. atau memungkinkan seorang ibu rumah tangga memprogram lemari-esnya untuk melakukan pemesanan saribuah secara otomatis jika stok yang disimpan di kulkas itu habis dan membayar berbagai tagihan rumah tangganya melalui 66 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Demikian juga peragaan busana di Paris. Mulai dari wahana TI yang paling sederhana berupa perangkat radio dan televisi. TI telah mengubah wajah ekonomi konvensional yang lambat dan mengandalkan interaksi sumber daya fisik secara lokal menjadi ekonomi digital yang serba cepat dan mengandalkan interaksi sumber daya informasi secara global. tak bisa dipungkiri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap seluruh proses globalisasi ini. 1 . misalnya dari globalisasi aspek ekonomi. Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya Teknokom adalah peningkatan kecepatan. TI disamaratakan dengan Internet. Perubahan harga saham sebuah perusahaan farmasi di Bursa Efek Jakarta hanya membutuhkan waktu kurang dari sepersepuluh detik untuk diketahui di Surabaya. hingga internet dan telepon gengam dengan protokol aplikasi tanpa kabel (WAP). 2004) Perubahan informasi kini tidak lagi ada dalam skala minggu atau hari atau bahkan jam.

negara yang dianggap kurang maju. Lebih buruk lagi. angka sekecil itu yang diperkuat dengan TI. serta mengembangkan pendidikan untuk meningkatkan daya saing Asia. Jumlah ini belum termasuk investasi dotcom yang sempat bergairah obor-blarak dalam dua tahun terakhir. Itu berarti hanya 0.8%). naik dari US$ 638.9 juta. khususnya pemanfaatan jaringan internet. kekuatan TI yang ditekan itu kemudian tampil ³jumawa´ dalam episode jatuhnya Orde Baru. akan tetap menempatkan Asia di pihak yang merugi. dana yang sudah dibelanjakan untuk kepentingan TI di Indonesia cukup besar. Konon. diikuti oleh discreet manufacturing (16. Dari US$ 772. bisa cukup menimbulkan dilema bagi pemerintah. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Tabloid Kontan On-line tanggal 9 Oktober 2000 yang mengutip IDC (Information Data Corporation) . menyusun framework penggunaan TI. Karena itu. Angka ini masih sangat kecil dan jika dijadikan pijakan konsepsi utopis TI yang mampu mendorong terjadinya perubahan sosial. sektor yang paling banyak mengeluarkan uang adalah komunikasi & media (19. lebih khusus lagi bagi negara yang memiliki peraturan ketat. senjata lebih berkuasa daripada teknologi. maka dengan e-Business. dan perbankan (11. Namun. terutama antara lain sumber daya yang terbatas.4%). membangun jaringan online-pemerintah. Sebagian yang lain (14. Sementara dari 17 sektor yang membelanjakan uang untuk TI tadi. menyediakan perangkat pengakses informasi dari internet untuk masyarakat.4%) dibelanjakan untuk perangkat lunak.9%). Tahun 2000 ini diperkirakan US$ 772. dari seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah 220 juta jiwa. Di jaman Orde Baru berkuasa dulu. Namun. Medan instruksi pada bank yang dikirim dengan menekan beberapa tombol pada telepon genggamnya. keberadaan internet khususnya merupakan masalah yang pelik.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Salah satu tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah Asia yang disepakati dalam pertemuan GIIC itu adalah mempersiapkan hukum mengenai transaksi.3%). angka untuk perangkat lunak ini jauh lebih besar daripada untuk perangkat kerasnya. serta perbedaan sosial politik di antara negara-negara yang kini harus bekerjasama ±yang bila gagal diatasi. masih kakunya sistem pemerintahan. pemerintah (12. hak cipta dan masalah lain. jumlah personal computer yang ada di negeri ini hanya sekitar 2 juta unit. wajar jika pemerintah negara-negara Asia.7%) dibelanjakan untuk perangkat keras seperti PC dan notebook. kini mulai secara resmi mendukung perkembangan TI setelah sekian lama diamkebingungan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan perkembangan teknologi yang demikian cepat ini.9 juta itu. Seharusnya. sebagian besar (57.4 juta tahun lalu. TI disikapi dengan penuh kebingungan. Dan seperti biasanya. merek dagang. yang saat ini sedang bekerja keras mengejar ketinggalan dari negara-negara maju dan pada saat yang sama mengalami perubahan sosial politik. Kasus ini layaknya menghadapkan kemajuan TI dengan alat perang dan kekuasaan. Hal ini diduga keras karena di Indonesia tingkat pembajakan masih di atas 90%. Bagi Asia. masih menurut sumber dari Kontan On-line.95% dari jumlah penduduk.e-culture/203) Pertemuan Asian Regional Conference of the Global Information Infrastructure Commission (GIIC) di Manila pada bulan Juli 2000 menghasilkan rencana untuk membangun jaringan komunikasi. dipercaya bahwa gerakan mahasiswa dan bantuan logistiknya dikoordinasikan dengan 67 . Sampai dengan bulan Juni 1999.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. (http://www. kejahatan internet. 1 . seperti misalnya dalam kasus penggerebekan salah satu Internet Service Provider (ISP) di Jakarta saat ³Kudatuli´ ±kerusuhan dua puluh tujuh juli²yang menghebohkan itu. krisis ekonomi yang dialami Asia pada akhir tahun 90an menunda perkembangan TI di saat AS dan negara-negara Eropa sedang berkembang pesat dalam penggunaan teknologi itu. Namun memang masih ada hambatan. transaksi ekspor impor antar negara lengkap dengan pembukaan LC dan model cicilan pembayarannya juga bisa dilakukan dengan wahana dan media yang sama.

melainkan pada legitimasi masyarakat. informasi tidak ada. dari yang lokal. menunjukkan dengan jelas kebingungan pemerintah dalam merespon perkembangan bisnis multimedia. dalam hal informasi dan dilihat dari kacamata TI. pemerintah baru yang terpilih secara relatif demokratis pasca rejim Orde Baru ini juga gagap menanggapi kemajuan TI. Pemerintah beranggapan bahwa proteksi itu diberikan dengan asumsi tidak mungkin pemain-pemain lokal mampu bersaing dengan investor asing dalam dunia TI. teknologi harus berpihak dan mengabdi pada manusia. Medan memanfaatkan kecanggihan TI ini. Dengan populasi mencapai 2. Maka yang harus dilakukan dalam konteks perkembangan TI dan globalisasi ini adalah membangun kembali keberpihakan TI melalui strategi yang membela mereka yang selama ini ditinggalkan dan diabaikan dalam arus globalisasi. jika dilihat dari kacamata TI dan globalisasi secara paradoks bisa jadi sudah punah karena negara yang efektif justru memecah dirinya menjadi bagian lebih kecil dan lebih efisien. berkontribusi atas terjadinya suatu perubahan sosial yang bermakna di Ind onesia. secara langsung atau tidak.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kenichi Ohmae dalam bukunya yang terkenenal The End of the Nation State. untuk mengurus ijin pendirian warnet. maka negara-negara yang mengambil peran akan semakin mengecil. dan tanpa informasi maka semua kegiatan akan berhenti. justru banyak pemain lokal yang berteriak dan menentang keppres ini. pemerintah harus mulai berubah ke arah sistem dimana peraturan dan hukum didasarkan bukan pada kemauan pemerintah. tersirat inferioritas yang luar biasa dalam diri pemerintah. Demokrasi melanda dunia dan dunia menerapkan demokrasi itu melalui sistem telekomunikasi global. Padahal. menurut pencetus ide ³The Third Way´ Anthony Giddens dengan teori strukturasi modernisnya. Sebuah paradoks: karena ekonomi global makin membesar. bahwa kebijakan pemerintah saat ini menimbulkan semakin banyak masalah yang timbul dalam pengembangan TI. Dunia yang saat ini. (Martinginsih. yang tentu ada dalam mainstream TI. yaitu jatuhnya rejim militeristik yang sudah berkuasa 32 tahun lamanya. TI. Bagaimana memulai? Pertama. Jelas. Keppres 96/2000 yang garis besarnya berisi larangan masuknya investor asing di bidang industri multimedia di Indonesia. bukan negara (state). Tapi. Konsep Negara Kesatuan misalnya. Satu-satunya pemain lokal yang terlihat paling getol mendukung dikeluarkannya keppres tersebut hanyalah PT. meningkatnya tribalisme saat ini mungkin bisa dianggap terkait dengan kemajuan TI karena memperjelas banyak hal sehingga setiap orang dapat mengetahui peristiwa yang terjadi di mana saja. Bahkan. jelas adalah keniscayaan. Dengan Kepres itu. entah dimana salahnya. telepon gengam dan email pada para koordinator lapangan untuk mengantisipasi blokade militer yang menyapu Jakarta dan kota-kota lainnya saat itu. Dengan semakin banyaknya informasi yang diterima masyarakat. Dunia dalam kacamata TI saat ini adalah dunia tentang pribadi orang per orang. pemenang hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 1998. pelaku ekonomi dan negara. Kebingungan ini juga terlihat jelas dalam perumusan UU Telekomunikasi beserta PP yang menyertainya. Tanpa TI. 2004) TI modern memungkinkan kerjasama yang luar biasa antar masyarakat. yang pada masa lalu tidak terlihat ±tapi bukannya tidak ada.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Telkom. Globalisasi. 1998 dan 1999. Tak ada jalan untuk mundur lagi. Dalam hal politik.1 juta unit usaha yang ³tahan banting´ ±sudah teruji dalam krisis ekonomi²maka pengusaha kecil. 1 . sedang bermetamorfosa dari swapraja menuju swakelola. apabila seseorang ingin mendirikan warung internet. Menurut Amartya Sen. harus meminta ijin yang ditandatangani oleh menteri (!). yaitu dengan memberikan kesempatan pada yang kecil. Dalam PP No 52/2000 misalnya. melihat dengan jelas bahwa gagasan ³pemerintah pusat adalah bagian yang terpenting dari sebuah pemerintahan´ sudah saatnya ditinggalkan. komunikasi militer pun disadap dan semua sandi militer diterjemahkan oleh para aktivis dan dibagikan lewat pager. menengah dan koperasi merupakan sasaran pokok yang harus didorong dan diberdayakan dalam memanfaatkan TI untuk 68 .

telepon selular dan media elektronik lain) yang berkembang sangat pesat. politik. penyalahgunaan Narkoba. Globalisasi dunia melalui teknologi informasi (internet. merupakan salah satu manfaat positif. murah. sumber daya manusia dan keahlian. 1 . kompetitif dan komparatif. diperlukan persiapan yang matang. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik. Medan melakukan perdagangan elektronik karena keterbatasan modal. karena teknologi memegang peran amat penting di dalam kemajuan suatu bangsa dan negara di dalam percaturan masyarakat internasional yang saat ini semakin global. Hal ini salah satunya dapat dilihat pada upaya kreasi manusia yang berkaitan dengan bidang ilmu pengetahuan. Perkembangan iptek. Generasi muda adalah kelompok masyarakat yang sangat rentan terhadap pengaruh budaya asing ini. Sedangkan dampak negatifnya adalah masuknya pengaruh budaya asing. Kemudahan dalam mengakses informasi dan ilmu pengetahuan dari berbagai sumber dan belahan dunia. terutama teknologi informasi (information technology) seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat. budaya. generasi muda mesti dibekali sedini mungkin dengan ilmu pengetahuan tentang tata cara mengambil manfaat positif dari kemajuan teknologi informasi yang berkembang dengan deras dan pesat. seperti pergaulan bebas. bisa positif bisa pula negatif. Semua ini dapat dipahami.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Betapa tidak dengan penggunaan teknologi informasi perilaku manusia secara nyata telah beralih dari model aktifitas yang didasarkan pada suatu bentuk hubungan face to face telah bergeser kepada pola hubungan digitally. membina dan menyelamatkan para generasi muda dari dampak negatif kemajuan teknologi informasi. mudah. Teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia dalam dunia yang semakin ³sempit´ ini. semakin dituntut dan diperlukan untuk mengawasi. Pemanfaatan Teknologi Informasi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Dampak buruk dari perkembangan ³dunia maya´ ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini dan masa depan. baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan secara ³potong kompas´. pemantapan kehidupan beragama dapat dijadikan benteng pertahanan bagi masyarakat untuk meminimalisasi pengaruh negatif dari 69 . sehingga dalam membangun sosial budaya.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Dampak perkembangan teknologi informasi. Bangsa dan negara yang menguasai teknologi tinggi berarti akan menguasai ³dunia´. tindakan kriminalitas dan budaya kekerasan. Peranan pemerintah bersama serta segenap elemen masyarakat. Selaku harapan serta tumpuan bangsa dan negara yang akan melanjutk pembangunan an di segala bidang. Disamping itu. seni dan sastra. agar mereka dapat mengambil manfaat positif dan membentengi diri dari dampak negatif globalisasi dunia yang tengah berkembang ini. Oleh karena adanya pergeseran demikian. maka tidak mengherankan dalam setiap aspek kehidupan manusia pun mulai menunjukan suatu fenomena baru. cepat dan aman. terutama terhadap generasi muda itu. Adanya penyalahgunaan teknologi informasi yang merugikan kepentingan pihak lain sudah menjadi realitas sosial dalam kehidupan masyarakat moderen sebagai dampak dari pada kemajuan iptek yang tidak dapat dihindarkan lagi bagi bangsa-bangsa yang telah mengenal budaya teknologi (the culture of technology). Dampak perkembangan teknologi informasi dirasa sangat berpengaruh terhadap pengaturan hukum. baik secara ekonomi. hukum internasional maupun teknologi persenjataan militer untuk pertahanan dan keamanan negara bahkan kebutuhan intelijen.

akan tetapi juga akan mempengaruhi aspek kehidupan lain seperti agama. politik. khususnya kepolisian tidak mampu untuk menangkal dan menanggulangi disebabkan keterbatasan sumber daya manusia. Pembentukan unit kepolisian ini patut dipuji. sosial. Mengantisipasi kejahatan ini seyogianya dimulai melalui pembentukan perangkat undangundang seperti dalam Konsep KUHP Baru dan RUU Teknologi Informasi yang disusun oleh Pusat Kajian Cyberlaw Universitas Padjadjaran.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 1 .(Nugraha. Munculnya revolusi teknologi informasi dewasa ini dan masa depan tidak hanya membawa dampak pada perkembangan teknologi itu sendiri. Internet menjadi medium bagi pelaku kejahatan untuk melakukan kejahatan dengan sifatnya yang mondial. 2002) Selain melakukan upaya dengan mengkriminalisasikan kegiatan di cyberspace dengan pendekatan global. Kejahatan mayantara dewasa ini mengalami perkembangan pesat tanpa mengenal batas wilayah negara lagi (borderless state). internasional dan melampaui batas ataupun kedaulatan suatu negara. Pemerintah Indonesia sedang melakukan suatu pendekatan evolusioner untuk mengatur kegiatan-kegiatan santun di cyberspace dengan memperluas pengertianpengertian (ekstensif interpretasi) yang terdapat dalam Konsep KUHP Baru. Konsep 70 . Artinya. Semua ini menjadi motif dan modus operandi yang amat menarik bagi para penjahat digital. karena kemajuan teknologi yang digunakan para pelaku cukup canggih dalam aksi kejahatannya. Suatu hal yang patut diperhatikan adalah bahwa kejahatan sebagai gejala sosial sampai sekarang belum diperhitungkan dan diakui untuk menjadi suatu tradisi atau budaya yang selalu mengancam dalam setiap saat kehidupan masyarakat. sarana dan prasarana teknologi yang dimiliki. akan tetapi diatur secara umum dalam RUU Teknologi Informasi dan RUU Telematika. ekonomi dan hukum dari kemajuan teknologi moderen yang tidak begitu mudah ditangani oleh aparat penegak hukum di negara berkembang seperti halnya Indonesia yang membutuhkan perangkat hukum yang jelas dan tepat dalam mengantisipasi setiap bentuk perkembangan teknologi dari waktu ke waktu. masyarakat bahkan bangsa dan negara. Medan dampak globalisasi dunia melalui teknologi informasi yang masuk dengan deras ke semua pelosok negeri di Indonesia. kecuali kejahatan mayantara yang bermotif pada kejahatan ekonomi/perbankan. artinya ketentuan cybercrime tidak dibuat dalam bentuk perundang-undangan tersendiri (khusus). Jaringan informasi global atau internet saat ini telah menjadi salah satu sarana untuk melakukan kejahatan baik domestik maupun internasional. Di sini perlu ada semacam batasan hukum yang tegas di dalam menanggulangi dampak sosial. Harus diakui bahwa Indonesia belum mengadakan langkah-langkah yang cukup signifikan di bidang penegakan hukum (law enforcement) dalam upaya mengantisipasi kejahatan mayantara seperti dilakukan oleh negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat. Manifestasi kejahatan mayantara yang terjadi selama ini dapat muncul dalam berbagai macam bentuk atau varian yang amat merugikan bagi kehidupan masyarakat ataupun kepentingan suatu bangsa dan negara pada hubungan internasional. Model yang digunakan adalah Umbrella Provision atau ³undang-undang payung´. kehidupan pribadi. Kesulitan yang dialami adalah pada perangkat hukum atau undang-undang teknologi informasi dan telematika yang belum ada sehingga pihak kepolisian Indonesia masih raguragu dalam bertindak untuk menangkap para pelakunya. Pihak kepolisian Indonesia telah membentuk suatu unit penanggulangan kejahatan mayantara dengan nama Cybercrime Unit yang berada di bawah kendali Direktrorat Reserse Kriminal Polri. kebudayaan. Para hacker dan cracker bisa melakukannya lewat lintas negara (cross boundaries countries) bahkan di negara-negara berkembang (developing countries) aparat penegak hukum.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. namun amat disayangkan apabila unit ini bekerja tidak dilengkapi dengan perangkat legislasi anti cybercrime.

maka dampak buruk teknologi yang menjadi kejahatan mayantara pada masa depan harus ditanggulangi dengan lebih hati-hati.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Dampak buruk teknologi menjadi pekerjaan rumah bersama yang merupakan sisi gelap dari perkembangan teknologi yang harus ditanggulangi. Data tersebut dikumpulka melalui pra survey dan survey lapangan (observasi langsung) dan wawancara mendalam (debt interview) dengan menggunakan pedoman wawancara. Data primer diperoleh melalui penyebaran angket kepada beberapa responden dengan menggunakan angket (questioner). baik melalui sarana penal maupun non penal agar tidak menjadi masalah kejahatan besar bagi bangsa dan negara yang mengalami krisis ekonomi. Sayangnya. Selain itupula dukungan kemampuan masyarakat untuk mengetahui perkembangan kebudayaan Kota Makassar juga berperan penting terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. karena telah menjadi ³kebutuhan pokok´ manusia moderen yang cenderung pada kemajuan dengan mempermudah kehidupan masyarakat melalui komunikasi dan memperoleh informasi baru. Seyogianya kemajuan teknologi menolong kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Medan KUHP Baru sebelumnya tidak memperluas pengertian-pengertian yang terkait dengan kegiatan di cyberspace sebagai delik baru. Berikut pendapat responden tentang kemampuan Pemerintah dalam mendukung pemanfaatan globalisasi teknologi informasi terhadap budaya masyarakat di Kota Makas sar yaitu sebagai berikut : 71 .April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Dampak buruk teknologi yang disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab menjadi masalah hukum pidana dan harus segera ditanggulangi melalui sarana penal yang dapat dilakukan oleh penegak hukum kepolisian. termasuk kepedesaan di Indonesia. perangkat undang-undang belum tersedia sebagai sarana penal dalam menanggulanginya. Adapun hasil penelitian yang dilakukan terhadap obyek penelitian adalah sebagai berikut : Kemampuan Masyarakat dan Pemerintah Pemanfaatan globalisasi teknologi informasi dapat terlaksana dengan baik jika didukung oleh kemampuan pemerintah mendukung penggunaan teknologi informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dewasa ini patut disyukuri sebagai hasil budaya manusia moderen. Namun kemajuan teknologi membawa dampak buruk dalam kehidupan masyarakat berupa kejahatan mayantara sehingga harus diantisipasi dengan tersedianya perangkat hukum atau undang-undang yang tepat. Namun perkembangan teknologi digital tidak akan dapat dihentikan oleh siapapun. 1 . Mengingat kemajuan teknologi telah merambah ke pelosok dunia. HASIL PEMBAHASAN Hasil penelitian yang digunakan dalam pelaksanaan ini untuk menganalisa faktor pendukung pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar.

Mendukung 35 55. yaitu sebagai berikut : Tabel 2 Pendapat Responden Tentang Kemampuan Masyarakat Menggunakan Teknologi Informasi Dalam Mendukung Kebudayaan Masyarakat di Kota Makassar Frekuensi Persentase No Pendapat Responden (orang) (%) 1. Sangat mendukung 15 23.52 4.00 Sumber : Data Primer diolah November 2008 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa kemampuan pegawai di instansi Pemerintah Kota Makassar masih kurang dalam menggunakan software computer PC di setiap unit kerja. Karena dari 63 responden yang memberikan jawaban kurang mampu sebanyak 29 orang (46.56 %) Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa pemerintah mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap perkembangan budaya masyarakat di Kota Makassar. 72 .63 2. Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan Teknologi Informasi masih kurang. 1 .03 4.52 Jumlah 63 100. Kurang mendukung 7 9. Berikut pendapat responden tentang kemampuan masyarakat menggunakan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan budaya masyarakat di Kota Makassar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemerintah sebagai motivator dalam mendukung penggunaan teknologi informasi terhadap perkembangan budaya masyarakat di Kota Makassar.56 3. Mampu 10 15. Hal ini dapat dilihat dari pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung kegiatan di Kota Makassar seperti pembuatan website Pemerintah Kota Makassar yang memuat tentang perkembangan sektor kebudayaan di KotaMakassar. Karena dari 63 responden yang memberikan jawaban mendukung sebanyak 35 orang (55. Hal ini dapat dilihat dari fasilitas yang digunakan saat melakukan kegiatan kebudayaan seperti pameran-pameran kebudayaan ataupun memperkenalkan seni-seni budaya yang ada di Kota Makassar kepada dunia luar. Medan Tabel 1 Pendapat Responden Tentang Kemampuan Pemerintah Dalam Mendukung Globalisasi Teknologii Informasi terhadap Kegiatan Kebudayaan Di Kota Makassar Frekuensi Persentase No Pendapat Responden (orang) (%) 1.87 3.03 %). Tidak Mampu 11 17.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Tidak mendukung 6 9. Sangat Mampu 13 20.00 Sumber : Data Primer diolah November 2008 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa kemampuan pemerintah mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi budaya masyarakat Kota Makassar.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Kurang Mampu 29 46. Hal ini disebabkan masih kurang masyarakat yang membuka website-website yang memuat tentang perkembangan kebudayaan di Kota Makassar.81 2.46 Jumlah 63 100.

00 Tidak Berkualitas 10 15. Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa fasilitas yang digunakan dalam mendukung peningkatan kegiatan kebudayaan di Kota Makassar telah memadai dan memiliki kualitas yang cukup berkualitas. Dukungan Fasilitas Teknologi Informasi Fasilitas teknologi informasi yang memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitas sangat dibutuhkan.22 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa kualitas fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung perkembangan budaya masyarakat di Kota Makassar kurang berkualitas. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami pemanfaatan globlalisasi Teknologi Informasi dari seluruh aspek kehidupan termasuk perkembangan kebudayaan di Kota Makassar.58 Pendapat Responden Sangat Berkualitas Frekuensi (orang) 14 Persentase (%) 22. 4 . Fasilitas yang memadai akan memberikan kemudahan kepada pengguna Teknologi Informasi untuk memperoleh data dan informasi. 1 . Jumlah 63 Sumber : Data Primer diolah November 2008 100. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fasilitas yang digunakan dalam setiap kegiatan kebudayaan fasilitas yang digunakan cukup berkualitas. Berikut pendapat responden tentang kualitas fasilitas Teknologi Informasi dalam mendukung perkembagan budaya masyarakat di Kota Makassar yaitu sebagai berikut : Tabel 3 Pendapat Responden Tentang Kualitas Sarana dan Prasarana Dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Perkembagan Kebudayaan di Kota Makassar No 1 . 2 .JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.87 Kurang berkualitas 21 33. Berikut pendapat responden tentang kuantitas fasilitas yang dimiliki dalam mendukung penggunaan Teknologi Informasi yaitu sebagai berikut : 73 .33 Berkualitas 18 28. Karena dari 63 orang yang memberikan jawaban kurang berkualitas adalah 21 orang (33.33 %). 3 . Dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Kota Makassar selain menggunakan fasilitas yang dimiliki. Hal ini dapat dilihat saat melakukan kegiatan kebudayaan Teknologi Informasi yang digunakan dapat digunakan baik oleh masyarakat maupun pihak.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Medan Hasil pengamatan menunjukkan bahwa teknologi informasi yang digunakan dalam mendukung kebudayaan di Kota Makassar kurang maksimal. Demikianlah halnya penggunaan teknologi informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar memerlukan fasilitas yang memadai bai dari segi kualitas maupun kuantitas. pihak Pemerintah Kota juga melakukan kerjasama dengan pihak penyediaan layanan Teknologi Informasi untuk mendukung kualitas fasilitas yang digunakan.

maka untuk mendukung kegiatan kebudayaan masih menyewa peralatan dari penyediaan layanan Teknologi Informasi. Pendapat Responden Sangat baik Baik Kurang Baik Tidak Baik Frekuensi 11 17 23 12 Persentase 17. 4.68 31. 2. Dukungan sikap dan perilaku masyarakat untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kegiatan kebudayaan di Kota Makassar.92 100. 1 . Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Kota Makassar masih perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Makassar. Medan Tabel 4 Pendapat Responden Tentang Fasilitas Teknologi Informasi Dari Segi Kuantitas Dalam Mendukung Kegiatan Kebudayaan di Kota Makassar No 1.68 %).51 14. 2.89 44. Kurang memadainya fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dari segi jumlah masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran yang dimiliki untuk melakukan penambahan fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung perkembangan kebudayaan masyarakat di Kota Makassar kurang maksimal.98 36.05 74 . Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Kota Makassar kurang baik.00 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa fasilitas Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Kota Makassar dari segi kuantitas masih kurang.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 4. Karena dari 63 responden yang memberikan jawaban kurang baik sebanyak 21 orang (44. 3. Berikut pendapat responden tentang sikap dan perilaku masyarakat terhadap penggunaan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar yaitu sebagai berikut : Tabel 5 Pendapat Responden Tentang Sikap Masyarakat Terhadap Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Mendukung Perkembangan Budaya Masyarakat No 1. Sikap dan Perilaku Masyarakat Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar perlu didukung sikap dan perilaku masyarakat dalam memahami Teknolog i Informasi tersebut.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Frekuensi (orang) Sangat baik 4 Baik 7 Kurang Baik 21 Tidak Baik 15 Jumlah 63 Sumber : Dara primer diolah November 2008 Pendapat Responden Persentase (%) 8. 3.51 19. Hal ini dapat dilihat saat melakukan kegiatan kebudayaan.46 26.

Hal ini dapat dilihat dari keinginan dan animo masyarakat untuk mengetahui perkembangan kegiatan kebudayaan di Kota Makassar.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 2. kurangnya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar kepada masyarakat untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dalam mengetahui perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Frekuensi (orang) Sangat memahami 9 Memahami 13 Kurang Memahami 22 Tidak memahami 19 Jumlah 63 Sumber : Dara primer diolah November 2008 Pendapat Responden Persentase (%) 14. 1 . Hal ini dapat dilihat dari sikap masyarakat untuk mengetahui perkembangan kegiatan kebudayaan di Kota Makassar masih perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sikap masyarakat terhadap Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar masih kurang baik.29 20.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Berikut pendapat responden tentang pemahaman masyarakat terhadap Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar yaitu sebagai berikut : Tabel 6 Pendapat Responden Tentang Pemahaman Masyarakat Terhadap TI Mendukung Perkembangan Budaya Masyarakat No 1. 4. Medan Jumlah 63 Sumber : Dara primer diolah November 2008 100. Kurangnya keinginan tersebut disebabkan : 1. Website yang memuat kegiatan kebudayaan di Kota Makassar sering mengalami gangguan atau dalam melakukan download file mengalami gangguan. Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa sikap masyarakat terhada p penggunaan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar masih kurang baik.00 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa sikap masyarakat terhadap penggunaan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar kurang baik. 3.93 %). 75 . Karena dari 63 responden yang memberikan jawaban kurang baik sebanyak 23 orang (36.92 30.00 Mengacu kepada jawaban responden tersebut terlihat bahwa sikap masyarakat dalam memahami Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung kegiatan kebudayaan di Kota Makassar masih kurang memahami.16 100. Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa sikap masyarakat terhadap penggunaan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar masih kurang baik.51 %).63 34. Karena dari 63 responden yang memberikan jawaban kurang memahami sebanyak 22 orang (34. Hal ini dapat dilihat dari sikap masyarakat untuk mengetah ui perkembangan kebudayaan di Kota Makassar masih perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Masyarakat kurang termotivasi tentang kegiatan kebudayaan masyarakat. 3. 2.

1 . Medan Wawancara dengan informan diperoleh informasi bahwa sikap masyarakat terhadap penggunaan Teknologi Informasi yang digunakan dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar memerlukan pemahaman dari masyarakat.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 76 .

Saran Adapun saran yang dapat diberikan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. Amartya. Sikap dan perilaku yang dimiliki oleh masyarakat dalam memanfaatkan Teknologi Informasi sangat penting dimiliki sehingga masyarakat dapat memanfaatkan Teknologi Informasi secara maksimal dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar.com/ Kontan On-line. The End of The Nation State ± The Rise of Regional Economies. http://www. Medan PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. The Standard of Living. Daftar Bacaan Giddens. Amartya. Hal ini dilihat dari beberapa faktor pendukung yang kurang terlaksana secara baik. 9 Oktober 2000. Polity Press.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 2000 Murray. Knowledge Machine : Language & Information in a Technological Society. Oxford University Press. Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat yang kurang mengerti dan memahami pentingnya Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. London: Harper Collins. Anthony. Sikap dan perilaku masyarakat dalam memahami pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi kurang optimal. 2. Denise E. Longman Publisher. Cambridge University Press.kontan-online. dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar kurang optimal.com/ di-Up load oleh: Anton Waspo 77 . London. Third Way and Its Critics. 1995 Ohmae. http://www. Employment. 1 . Kemampuan Pemerintah dan kemampuan masyarakat kurang mampu memberikan dukungan terhadap pemanfaatan globalisasi Teknologi Informasi dalam perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. Kenichi. India. 1975 Sen. 3. Khususnya kemampuan masyarakat dalam memahami pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi. 2.com Edisi Juli-Agustus 2000. Fasilitas yang digunakan baik segi kualitas dan kuantitas kurang mampu mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. 1985 Lain-lain : Infokomputer.infokomputer. Singapore. Perlunya penambahan fasilitas yang memadai dalam mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. 3.. Technology & Development. 1995 Sen. Perlunya sosialisasi yang dilakukan pemerintah dalam mendukung peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dalam mendukung perkembangan kebudayaan di Kota Makassar. yaitu : 1.

Oleh karena itu. sistem gaji dan uang lembur. Pencari Kerja. dan pencari kerja di loket diseminasi kartu kuning. Semua aktivitas tersebut belum maksimal menjangkau khalayak pencari kerja. Calon TKI sebagai pencari kerja juga biasanya mengingikan informasi yang dianggap menarik perhatian saja seperti mengenai adat istiadat dan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua Dinas Tenaga Kerja tersebut telah melaksanakan diseminasi informasi ketenagakerjaan secara variatif melalui spanduk. siaran televisi. Medan Diseminasi Informasi Ketenagakerjaan Pada Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kota Palangkaraya Oleh : Paraden Lucas Sidauruk4 Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran bagaimana pelaksanaan diseminasi informasi ketenagakerjaan bagi pencari kerja di Provinsi Kalimantan Tengah. Informasi yang diperoleh pencari kerja di Tanah Air dari sumber informasi resmi masih amat terbatas tentang informasi lowongan pekerjaan. Umumnya informasi tentang hak dan kewajiban TKI yang lengkap belum diterima pada saat pendaftaran dan proses rekrutmen calon TKI. Di dalamnya diungkapkan apa saja yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja sebagai institusi pemerintah di Daerah tersebut kepada pencari kerja. kedua Dinas Tenaga Kerja itu disarankan menyediakan leaflet berisi informasi ketenagakerjaan seperti lowongan pekerjaan dan persyaratan pembuatan kartu kuning. Sikap ini terjadi karena kurang lengkap pengetahuan dan informasi yang dimilikinya mengenai hak dan kewajiban seorang TKI. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dan wa wancara mendalam (depth interview) serta mempelajari data sekunder. 1 . calon TKI sebagai pencari kerja cenderung menerima saja informasi yang disampaikan petugas atau sponsor. perlu dibangun jaringan LAN ketenagakerjaan di antara instansi ketenagakerjaan yang terkait. apakah diseminasi informasi online sudah berjalan ? Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi realistik. Penulis adalah Peneliti Madya bidang Studi Komunikasi dan Media pada Pusat Litbang Aptel SKDI. termasuk calon TKI mengenai informasi ketenagakerjaan belum banyak diungkapkan. Dinas Tenaga Kerja Latar Belakang Masalah Keluhan pencari kerja. sebelumnya peneliti yang sama pada Pusat Pengembangan Literasi Departemen Komunikasi dan Informatika. khususnya di Kota Palangkaraya. serta peraturan cuti kerja di negara tujuan. Diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui online pernah dilakukan dengan menggunakan internet khususnya e mail dan browsing. Kata Kunci : Diseminasi Informasi Ketenagakerjaan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. perusahaan tempat kerja. Di samping pemanfaatan internet. buletin dan leaflet. Wawancara menggunakan pedoman wawancara dengan nara sumber di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah dan di Kota Palangkarya. Jakarta 4 78 . tetapi sementara tidak dapat difungsikan karena hamb atan dana. Sejauh ini belum banyak diteliti mengenai informasi apa yang selama ini diterima oleh pencari kerja baik yang bekerja di dalam negeri maupun calon TKI yang hendak berangkat ke luar negeri. Di masa yang akan datang.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. serta penyampaian informasi secara langsung atau tatap muka.

tidak sedikit di antaranya berganti-ganti pekerjaan dalam waktu singkat. Medan Padahal semua informasi berkaitan dengan ketenagakerjaan itu merupakan hak seorang pencari kerja sebagai warganegara yang dijamin oleh Pasal 28 F UUD 1945 dan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. juga sering dikeluhkan kurangnya kualitas sumber daya manusia yang menangani kegiatan diseminasi informasi tersebut.Oleh karena itu. Banyak juga yang menganggap pekerjaan tertentu hanya sebagai batu loncatan seperti bekerja sebagai penjual (sales) atau bekerja di perusahaan atau instansi yang tidak sesuai dengan harapannya. 79 . Kalimantan Tengah. Kurangnya informasi ketenagakerjaan membuat pencari kerja tidak melihat adanya alternatif atau kesempatan kerja lain. Apa saja yang dilaksanakan pemerintah untuk pencari kerja dalam diseminasi informasi ketenagakerjaan? 2. Diseminasi informasi ketenagakerjaan yang dilaksanakan pemerintah untuk pencari kerja. Pelaksanaan diseminasi informasi ketenagakerjaan on line kepada pencari kerja. 3. Berdasarkan pemikiran itu.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1 . Apakah diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui on line telah dilaksanakan pemerintah kepada pencari kerja ? 3. Untuk memutuskan apakah pencari kerja bekerja di luar negeri atau di dalam negeri dibutuhkan data dan informasi ketenagakerjaan yang memadai. Pemenuhan kebutuhan informasi ketenagakerjaan melalui diseminasi informasi yang efektif dapat memberdayakan pencari kerja sebagai warga negara. Secara spesifik melalui studi ini dapat diketahui : 1. Apa yang diharapkan oleh khalayak pencari kerja tidak lain adalah agar mereka mendapatkan informasi ketenagakerjaan sesuai dengan kebutuhannya. Akibatnya. tiap pencari kerja berhak untuk mendapatkan informasi yang lengkap sesuai dengan kebutuhannya sehingga mereka bisa membuat keputusan yang tepat. Rumusan Masalah Masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : ´Bagaimana pelaksanaan diseminasi informasi ketenagakerjaan bagi pencari kerja di Kota Palangkaraya. Provinsi Kalimantan Tengah ?´ Beberapa pertanyaan penelitian dapat diajukan. Pencari kerja ini menggunakan informasi itu dalam jumlah yang cukup untuk menghasilaan keputusan yang tepat. Dalam kenyataannya. Selain itu. Di samping masalah informasi ketenagakerjaan itu. tidak sedikit pula pencari kerja yang menerima tawaran suatu pekerjaan tanpa didasari pada keputusan yang matang. Sebagai pencari kerja mereka belum mendapatkan informasi ketenagakerjaan yang mencukupi untuk melamar pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja baru. sumber informasi resmi di bidang ketenagakerjaan belum sepenuhnya melakukan diseminasi informasi ketenagakerjaan sebagai sutatu bentuk komunikasi yang benar-benar menjangkau khalayak pencari kerja. Informasi apa yang disampaikan oleh pemerintah kepada pencari kerja ? Tujuan dan Manfaat Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran diseminasi informasi ketenagakerjaan bagi pencari kerja di Palangkarya. Informasi yang disampaikan pemerintah kepada pencari kerja.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. perlu dijawab informasi apa yang disampaikan sumber informasi tersebut selama ini kepada stakeholder khusunya pencari kerja. 2. yaitu : 1. perlu penelitian mengenai pemerintah sebagai komunikator yang menangani ketenagakerjaan dalam diseminasi informasi ketenagakerjaan. Komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan selama ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan informasi ketenagakerjaan pencari kerja seperti juga terjadi di Palangkaraya. Provinsi Kalimantan Tengah. Selain karena kurangnya sarana komunikasi.

maka pesan tersebut hendaknya mudah dipahami baik bahasa. Laswell dalam Wilbur Schramm (1963 :117) mengatakan ´a convenient way to describe an act of communication is to answer the following questions : who says what in which channel to whom with what effect ?´ Schramm menunjukkan unsur-unsur yang menggambarkan suatu tindakan komunikasi. dan How dapat juga digunakan untuk diseminasi informasi.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. What. Untuk itu.. Pemerintah sebagai komunikator atau sumber informasi menyampaikan pesan (message) kepada khalayaknya. 2007 : 72-73) Informasi yang dikandung dalam pesan itu akan digunakan khalayak. 1973 dalam Hamidi. (1993 : 204) . Hal itu semakin jelas. Komunikasi dapat berlangsung jika unsur-unsur yang menopangnya ada dan berperan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Terlebih lagi karena informasi berharga guna mengurangi ketidakpastian seperti dikemukakan dalam Shannon dalam Griffin. istilah. Di samping itu. Bagi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Tenaga Kerja. unsur komunikator (who). Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kredibilitas komunikator adalah kekuasaan dan keahlian yang dimiliki sehingga menimbulkan kepercayaan di mata khalayak. Kerangka Pemikiran Tiap unsur komunikasi mempunyai perannya sendiri untuk mewujudkan proses komunikasi yang efektif. ¶attractiveness¶ (daya tarik) dan ¶power¶ (kekuasaan/kekuatan)´ Credibility atau kredibilitas menunjuk pada suatu kondisi di mana si sumber dinilai punya pengetahuan. Agar khalayak tertarik terhadap pesan yang disampaikan komunikator. kata-kata dan kalimatnya (Wilbur Scramm. Unsur komunikasi lain adalah khalayak seringkali dipersepsikan sebagai unsur yang kurang penting karena dianggap sebagai orang bersikap pasif dan menerima saja apa yang disampaikan oleh komunikator. Medan Hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai referensi menambah khazanah pengetahuan mengenai diseminasi informasi. Harold D. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkarya saran-saran penelitian ini dapat diterapkan untuk meningkatkan diseminasi infomasi ketenagakerjaan kepada pencari kerja. Where. keahlian. When. Setidaknya. terutama dalam mempersiapkan implementasi Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Proses pengambilan keputusan yang memberikan kepastian hanya mungkin jika tersedia informasi yang cukup. Dalam hal ini. punya integritas serta dipercayai oleh pihak komunikan (khalayak)´ Dalam diseminasi informasi sebagai proses komunikasi yang efektif memerlukan pengemasan pesan sehingga menimbulkan kebutuhan bagi khalayak. apabila syarat syarat pesan yang baik itu dapat terpenuhi. sedikitnya ada tiga karakteristik dari sumber yang perlu diperhatikan yakni : ¶credibility¶ (kredibilitas). 1993 :72) meliputi Why. 1 . pentingnya pelaku (sumber) dalam suatu kegiatan. ´seorang komunikator akan berhasil dalam upaya persuasi yang dilakukannya apabilka ia (1) dipandang punya pengetahuan dan keahlian.. pesan (what) dan khalayak (whom) merupakan variabel penelitian yang penting dicermati dalam studi diseminasi informasi pada instasni pemerintah. Rumus 5W & 1H yang dipakai dalam penyusunan berita ( Effendy. perlu dirancang agar pesan menarik perhatian. Who. Menurut Sasa Djuarsa dkk. sehingga pihak penerima menjadi percaya bahwa pesan yang disampaikannya itu bersifat objektif´ Lebih lanjut dikemukakannya. atau pengalaman yang relevan dengan atau topik pesan yang disampaikannya. 1997 : 50) bahwa ³information refers to the opportunity to reduce uncertainty´. Satu unsur saja tidak ada membuat komunikasi tidak berlangsung dengan baik. Dalam kaitannya dengan diseminasi informasi sebagai bentuk dan proses komunikasi. secara praktis dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan/penyempurnaan kebijakan pelayanan atau diseminasi informasi pada Departemen Komunikasi dan Informatika. Dengan kekuasaan dimaksudkan sumber informasi mempunyai kewenangan di bidangnya secara resmi.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. apalagi jika komunikatornya 80 . Ibnu Hamad (2007) mengatakan pembahasan lebih pada diseminasi informasi menggunakan 5W & 1H. dan (2) dinilai jujur.

bukan yang dimaksudkan oleh pengirim.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Dalam hubungannya dengan penelitian ini. Definisi Konseptual Diseminasi adalah penyebaran (of information) (John M Echols dan Hassan Shadily. Khalayak adalah unsur dalam proses komunikasi yang merupakan sasaran dari penyampaian pesan atau penerima informasi dari komunikator atau sumber informasi. Model ini mengasumsikan khalayak setidaknya sama aktifnya dengan pengirim. Sebagai khalayak adalah pencari kerja baik pencari yang bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri (calon TKI). hak dan kewajiban TKI.28). Medan merupakan instansi pemerintah yang dianggap memiliki kredibilitas di bidangnya. dkk (1993 : 221) . Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya. dalam merancang suatu kegiatan komunikasi apakah melalui saluran kegiatan komunikasi personal atau melalui media massa. Dalam hal inilah pentingnya pengetahuan dan informasi bagi khalayak sehingga dapat menentukan sikap yang tepat. Diseminasi informasi ketenagakerjaan adalah suatu bentuk komunikasi yang menyampaikan atau menyebarkan informasi atau pesan mengenai ketenagakerjaan dari pemerintah sebagai komunikator kepada khalayak pencari kerja. Diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui online adalah diseminasi informasi ketenagakerjaan yang ³terhubung secara langsung ke internet´ (Jasmadi. 1995. Secara implisit mereka membutuhkan informasi ketenagakerjaan yang berguna untuk membantunya dalam mencari atau melamar pekerjaan. Mereka aktif dan juga selektif. khalayak bukanlah merupakan sekumpulan dari indvidu-individu yang bersikap dan bertindak ¶pasip¶.. cara lain dan relasi sosial´. Informasi ketenagakerjaan adalah informasi yang berkaitan dengan ketenagakerjaan seperti peraturan ketenagakerjaan.... 81 . Pesan adalah data dan informasi ketenagakejaan yang d isampaikan oleh pemerintah kepada pencari kerja. khalayak dalam proses komunikasi yang dimaksud adalah pencari kerja yang juga pencari informasi. kita seyogyanya berorientasi ke khalayak sasaran (audience oriented)´ Sejalan dengan itu. John Fiske (2006 : 208) mengemukakan ³khalayak memiliki sekumpulan kebutuhan yang dicari pemuasannya melalui media massa. 2004 : 230) Komunikator atau sumber informasi adalah unsur dalam proses komunikasi yang menyampaikan atau menyebarluaskan pesan atau informasi kepada khalay Dalam hal ini ak.. Khalayak ternyata tidak pasif dalam proses komunikasi. lowongan kerja. Menurut Sasa Djuarsa Sendjaja. Karena itulah. tetapi mempunyai pandangan terhadap pesan dan komunikator. 1 .. dan bahwa pesan adalah apa yang dibutuhkan oleh khalayak. sebagai komunikator adalah instansi pemerintah. bahkan untuk membuka lapangan pekerjaan baru. yakni Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Tenaga Kerja. pencari kerja termasuk informasi TKI meliputi persyaratan dan prosedur bekerja di luar negeri. Padahal khalayak sebagai sasaran juga memiliki sikap sendiri dalam berkomunikasi sesuai dengan kepentingan dan tujuannya. Pencari kerja adalah setiap orang yang terdaftar di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota / Kabupaten untuk mencari atau melamar pekerjaan di dalam negeri maupun di luar negeri Kebutuhan informasi ketenagakerjaan adalah kebutuhan khalayak pencari kerja mengenai informasi ketenagakerjaan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 1979) Informasi adalah ³data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang´ (Gordon B Davis.

sawah dan ladang 10.637. permukiman dan bangunan lainnya 1. Medan Metode Penelitian Metode penelitian merupakan seperangkat cara yang sistematik. Pendekatan kualitatif ´lebih dimaksudkan untuk memberikan gambaran atau pemahaman mengenai gejala (dari perspektif subjek atau aktor).244.744. ´mulai tahun 2008-2010 Pemerintah Provinsi 82 . panas dengan suhu rata-rata 34 0 Celcius. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi. (Dinas Tenaga Kerja Pemprov. fenomenologi realistik lebih menekankan pada pengamatan serta penggambaran esensi-esensi yang bersifat umum. membuat teori´ (Pawito. Satu -satunya 2 pemerintahan kota di provinsi ini adalah Palangkaraya dengan luas 2. artinya tempat yang suci. Luas provinsi ini 153.´ Selain melalui pengamatan atau observasi terhadap proses diseminasi informasi di lingkungan instansi pemerintah. Curah hujan terbanyak pada bulan-bulan Oktober sampai dengan Maret. mulia dan besar.Provinsi ini terletak di daerah khatulistiwa dengan iklim tropis yang lembab.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.24 km2 (BPS. Tertib dan Keterbukaan). dan pencari kerja.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. GAMBARAN UMUM Geografi dan Demografi Provinsi Kalimantan Tengah Provinsi Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 10 tahun 1957 dengan ibukota Palangkaraya.2001) dan (http://www. termasuk kegiatan ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah. Dengan penelitian ini diharapkan dapat digambarkan proses diseminasi informasi dan jenis kebutuhan informasi khalayak pencari kerja. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya. Mottonya adalah Kota Cantik (Terencana. Menurut Embree (1998 :333-343) dalam Pawito (2007 :58). A.62 km2. perkebunan 6. mengumpulkan. 1 kota.b. 2007 : 122). sedangkan data yang kurang relevan tidak dimasukkan dalam analisis. 25 2 km .id?web/id/KER 01/profil/kalteng/tanggal 25-4-2008) Secara administratif Provinsi Kalimantan Tengah terbagi atas 13 kabupaten. Lokasi penelitian ditetapkan secara purposive yaitu Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Provinsi Kalimantan Tengah di Kota Palangkaraya dengan pertimbangan bahwa instansi pemerintah yang melayani informasi ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat di kota tersebut. Kategori data dibuat berdasarkan permasalahan penelitian dan data lapangan. Narasumber yang diwawancarai adalah pejabat Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Tenaga Kerja. 95 kecamatan. 1 .400 km . Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan melakukan reduksi data terlebih dahulu terhadap data yang masuk baik yang diperoleh melalui wawancara mendalam maupun catatan observasi di lapangan.564 km2 terdiri dari hutan dan pertanahan lainnya 134.79 km2. (Hamidi. 2007 : 44) Dalam hal ini salah satu varian fenomenologi yang digunakan adalah fenomelogi realistik.Wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara yang disusun terlebih dahulu. Data kualitatif yang diperoleh dari jawaban narasumber dan hasil observasi yang benar-benar sesuai dengan tujuan penelitian berkesempatan untuk dianalisis. 2008a :2) Menurut Gubernur.go. Kalteng. Teras Nerang. menganalisis dan menyajikan data untuk menarik kesimpulan. maka dipilih Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkarya dengan alasan kota ini merupakan pusat kegiatan pemerintahan dan masyarakat. 1.937.i. Oleh karena diseminasi informasi ketenagakerjaan langsung kepada pencari kerja melalui loket pengurusan kartu kuning hanya dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten / Kota.177 desa dan 122 kelurahan. pengumpulan data lapangan juga dilakukan wawancara mendalam (depth interview). Aman. petugas loket pelayanan kartu kuning. logis dan rasional yang digunakan oleh peneliti ketika merencanakan.

Selain orang Dayak ada juga penduduk pendatang. Sungai Kahayan.132 50. (2001 : 43-44) dikemukakan bahwa penduduk asli Provinsi Kalimantan Tengah adalah suku bangsa Dayak. Kalteng. Barito Timur 43.545 Kab. Barito Barat 58. Arab dan China. yang terdiri dari beberapa sub suku bangsa seperti Ngaju. Makassar. Kotawaringin Timur 165. Ot-siang.089 42. Sungai Kapuas.357 dan 70 % di antaranya adalah desa´ (Kompas. Jawa. tetapi lebih terkonsentrasi di perkotaan. Medan Kalimantan Tengah mempunyai program Mamangun Mahaga Lewu (Membangun Menjaga Desa).353 146. Giring-giring. Ot Danum.259 Kab. 83 .003 41. 13-3-2008) Dalam publikasi yang diterbitkan oleh LIN. Sungai Katingan.401 jiwa terdiri dari 1.887 perempuan dapat dilihat pada Tabel 1.455 Kab. dan kabupaten Sukamara hanya berpenduduk 36. yaitu orang-orang Banjar.219 16.514 974. (2008a:2) Tabel 1 menunjukkan tiga kabupaten dan kota Palangkaraya mempunyai jumlah penduduk yang tergolong besar.180 jiwa. Pulang Pisau 59. Bahasa Dayak Ngaju sebagai bahasa lingufranca. Ma¶anyam.514 laki-laki dan 974.025 Kab.887 Jumlah total penduduk 2.003. Madura.961 Kab. Sukamara 19.kalteng bps. Lawangan. (http://www. Kaharingan. Di seluruh Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 30 bahasa daerah.723 Jumlah 1.513 27.351 Kab. Kapuas 176.977 58.36 % dan kepadatan 12.957.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.383 Kab.377 55. Pada tahun 2005 jumlah penduduk tercatat 1. bergaul dengan masyarakat setempat.028. Kabupaten Kapuas merupakan kabupaten terbesar dengan jumlah penduduknya 351.823 42. dan Budha. desa dan kelurahan 1. Mereka bermukim dalam komunitas±komunitas desa di sepanjang Sungai Barito.697 Kab.75 penduduk / km2. jasa. seperti perdagangan.571 60. Tabel itu juga memperlihatkan jumlah penduduk laki-laki secara keseluruhan maupun per kabupaten lebih besar daripada jumlah penduduk perempuan. Bugis. dan transportasi.401 Sumber : Diolah dari Dinas Tenaga Kerja Pemprov. Penyebaran penduduk masih belum merata di seluruh provinsi Kalimantan Tengah.176 Kota Palangkaraya 91. Kesenian masyarakat Dayak.861 jiwa dengan laju pertumbuhan 2.goid.231 Kab. Penduduk yang menganut agama Islam merupakan golongan terbesar. Kristen.066 Kab. Kotawaringain Barat 106. Tabel 1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten dan Kota (orang) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kabupaten/Kota Penduduk Laki-laki Perempuan Kab. Barito Selatan 62. terutama tari-tarian antara lain Deder Ketingan. Seruyan 57.579 jiwa.071 92. Minat penduduk untuk bekerja sebagai pegawai negeri sipil. sedangkan di kabupaten lainnya jumlah cukup kecil.448 63. Melayu. Murung Raya 45. TNI/Polri dan karyawan perusahaan dan berwirausaha cukup tinggi.124 175. Penduduk memilih bertempat tinggal di perkotaan karena faktor lapangan kerja sektor formal yang mulai berkembang. Lamandau 28. Katingan 69. tanggal 20-32008) Pada tahun 2006 jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 2.028.814 99. Agama penduduk nya Islam.566 Kab. Katingan dll.003. Sungai Mentaya dll. Dalam tiga tahun akan ada 126 desa dijadikan percontohan.449 Kab.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. 1 .Gunung Mas 45. dan Kinyah Kamber.

168 376.337.048 38. tanggal 25-4-2008).561.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika.id/ viewarticle..7 %.org/wki/kota Palangkaraya. (2008a : 2) Jumlah pengangguran terbuka Agustus 2006 67.558 974. Pemprov Kalteng.89 jiwa/km2. dan jumlah pencari kerja yang lebih terkonsentrasi pada pekerjaan perkantoran di instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Keinginan untuk mendapatkan pekerjaan di kota mulai tumbuh di kalangan perempuan di perdesaan.id. Luas kota ini 2678.838 Kesempatan Kerja 578. Berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di provinsi ini.360 orang terdiri dari penganggur perempuan 46. (Dinas Tenaga Kerja.51 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2003 tercatat 168. (http://www.991.280 954.690 82.423 Angkatan Kerja 614.888 293.497 Bukan Angk. sebagai satu-satunya pemerintahan kota di Provinsi ini tampak karakteristik dan kemajuan perkotaan pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.7 %)´ (http://www.670 46. Kalteng.7 %) turun menjadi 55.631 orang (6. terutama di perdesaan hampir tidak ada yang kelihatan menganggur secara total. agama tidak berbeda jauh dari keadaan Provinsi Kalimantan Tengah. Pendapatan penduduk per kapita pada tahun 2006 mencapai Rp 9. Medan kecuali di Kota Palangkaraya.469 Sisa Lowongan 162 183 345 Bukan Tenaga Kerja 189. 1 .360 Sisa Pencaker 2007 20. Angka yang disajikan itu merupakan jumlah penganggur yang tercatat secara resmi di Kantor Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.585 598. Secara selayang pandang gambaran Kota Palangkaraya dalam beberapa hal seperti adat istiadat. Perusahaan dan mall di Kota Palangkaraya mulai menawarkan pekerjaan khusus untuk wanita sebagai sales promotion girls (SPG).Hal ini mendorong penduduk perdesaan pindah (urbanisasi) ke kota Palangkaraya sebagai pencari kerja baru. Setidaknya penduduk di perdesaan bisa menggarap lahan pertanian atau berkebun di tanahnya sendiri atau milik keluarganya sebagai mata pencaharian. ³Bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian menyebabkan angka pengangguran menurun secara signifikan.244 orang (5.887 1. Bahkan sebagaimana dikemukakan sebelumnya.670 orang.go.asp. Berbeda dengan di perdesaan penduduk yang benar-benar tidak bekerja sama sekali sulit ditemukan.kalteng.421 18.84 %.Kerja 186.478 Penganggur 35. Tabel 2 Data Ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Tengah ( orang) Uraian Laki-laki Perempuan Jumlah Tenaga Kerja 829.6 % dengan jumlah penganggur laki-laki 5.590 872.704 411.449 jiwa dan kepadatan 62.690 orang jauh lebih besar daripada jumlah penganggur laki-laki 35.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Sektor pertanian dan perkebunan (berkebun sendiri) dan usaha mencari hasil hutan besar peranannya dalam menyerap tenaga kerja sehingga terkesan penduduk di Kalimantan Tengah.329 187.558 340.397 orang (1.289 Sumber : Diolah dari Dinas Tenaga Kerja Pemprov. 84 . tercatat tingkat pengangguran sebesar 8.wikipeda. Umumnya penganggur tersebut berdomisili di perkotaan sebagai akibat dari banyaknya lulusan terdidik khususnya SLTA hingga sarjana.dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2006 sebesar 5.8 % dan perempuan 13.0 %) pada Pebruari 2007 atau turun 12. suku bangsa. 2008a : 2-3) Pada Tabel 2 dapat dilihat jumlah penganggur sebesar 82. Data ini membuktikan bahwa daerah ini tidak bebas dari pengangguran meski wlayahnya amat luas untuk bisa digarap sebagai lahan pertanian.

pekerjaan dan upah yang diinginkan pencari kerja. pindah wilayah.878 38. Identitas pribadi dan pas photo pencari kerja yang tercantum dalam formulir meliputi tentang pekerjaan sekarang. 85 .Polri) dan perusahaan swasta diharuskan melampirkan kartu kuning (AK1) sebagai salah satu syarat.463 D1-D3/SM 3. Jumlah para penc ari kerja ini merupakan sisa yang tidak dapat disalurkan atau mendapat pekerjaan pada tahun 2007 dan mereka mencoba mendaftar kembali untuk mendapatkan kartu AK1 yang baru. 2008a : 8) Jumlah pencari kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berasal dari pencari kerja yang mengurus kartu kuning (AK1) di Kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya di Palangkaraya dan Kantor Dinas Tenaga Kerja yang terdapat di tiga belas kabupaten seKalimantan Tengah.764 orang atau 95. Jadi. Kartu kuning yang digunakan untuk melengkapi persyaratan lamaran kerja hanya dapat diperoleh di kantor Dinas Tenaga Kerja Kota/Kabupaten melalui loket Diseminasi kartu kuning.469 orang diperoleh dari hasil pendaftaran melalui kartu kuning (AK1) yang dikeluarkan oleh Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota atau Kabupaten se Kalimantan Tengah. Tabel 3 Jumlah Pencari Kerja Menurut Tingkat Pendidikan di Kalimantan Tengah (orang) Tingkat Pendidikan Laki-Laki Perempuan Tidak Tamat SD 67 24 SD 208 99 SLTP 717 590 SLTA 12.124 2. terjadi pertambahan sebanyak 15. (2008a :5) No 1 2 3 4 5 6 Jumlah 91 307 1.104 11. ³Pencari kerja yang tidak melaporkan atau tidak mendaftar ulang setelah terdaftar s ebagai pencari kerja selama 6 bulan berturut-turut akan dihapuskan sebagai pencari kerja karena diangggap tidak memerlukan Diseminasi antar kerja lagi. meninggaal dunia atau sudah mendapat pekerjaan´ (Dinas Tenaga Kerja Pemprov.307 23. Di samping itu penghapusan sebagai pencari kerja dapat disebabkan karena permintaan sendiri. (2008a : 5).469 orang. Berdasarkan jumlah kartu yang dikeluarkan Dinas Tenaga Kerja Kota / Kabupaten itu dapat diketahui jumlah yang mendaftar sebagai pencari kerja.469 Data jumlah sisa pencari kerja atau pencaker hingga akhir tahun 2007 sebesar 38.TNI.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.421 18.319 7.30 % atau 13. sebagian besar 36. Kalteng. Kalteng.794 jiwa.56 % merupakan tenaga terdidik mulai dari t amatan SLTA hingga kategori S1-S3´ (Dinas Tenaga Kerja.197 orang.345 jiwa dalam waktu lima tahun. Data pencari kerja yang diperoleh dari proses pengurusan kartu tersebut memuat jumlah pencari kerja dan jenis pekerjaan yang diinginkannya. Jumlah pencari kerja berpendidikan tinggi D1-S3 ternyata cukup besar 34. 1 . Pelamar yang hendak mencari pekerjaan di kantor pemerintah (CPNS. Medan tanggal 28-4-2008) Jumlah penduduknya menurut Tabel 1. tercatat 183. Karena tiap pencari kerja diharuskan mengisi Daftar Isian Pencari Kerja yang disediakan secara gratis.195 S1-S3 4. tujuan mencari kartu AK1.201 3. tetapi hanya mengolah dan merangkum data pencari kerja dalam publikasi Berita Pasar Kerja dan Lembar Informasi Ketenagakerjaan yang terbit tiap bulan seperti dapat dilihat pada Tabel 3. Pencari Kerja (Pencaker) Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah tidak melayani langsung pengurusan kartu kuning bagi pencari kerja.048 Sumber : Diolah dari Dinas Tenaga Kerja Pemprov.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Pemprov Kalteng.677 Jumlah 20.567 5. ³Jumlah pencari kerja yang belum ditempatkan sampai dengan akhir bulan Desember 2007 sebanyak 38.

pegawai.643 7.634 Kepemimpinan dan Ketatalaksanaan 1.818 3. Tujuan Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ditetapkan untuk : 86 . 3.164 Tenaga Usaha Pertanian 2. Keberhasilan sektor pendidikan melahirkan tenaga terdidik yang cukup besar di wilayah Kalimantan Tengah berpengaruh terhadap pilihan lapangan kerja.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Untuk memahami dan melaksanakan visi.230 Tenaga Usaha Jasa 1.469 Pelaksanaan Diseminasi Informasi Ketenagakerjaan 1. dan Teknisi 4.005 4. Program dan kebijakan mengenai diseminasi informasi ketenagakerjaan dibuat dalam rangka mencapai visi dan misi Dinas tersebut. Tiap organisasi di lingkungan birokrasi pemerintahan lebih digerakkan oleh misinya sehingga birokrasi mampu bertindak cepat dalam melayani masyarakatnya.421 18. penempatan tenaga kerja dan peningkatan kesempatan kerja di perkotaan dan perdesaan. Kecenderungan pilihan jenis pekerjaan yang favorit di masa yang akan datang bersifat manajerial di instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja.555 Jumlah 20.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No.64 %). (2008a :5) No 1 2 3 4 5 6 7 Jumlah 7. Dalam publikasi Dinas Tenaga Kerja. 1 . Tabel 4 Jumlah Pencari Kerja Menurut Golongan Pokok Jabatan Pada Tahun 2007di Kalimantan Tengah (orang) Golongan Pokok Jabatan Laki-Laki Perempuan Profesional. Orientasi pemerintah ditujukan kepada khalayaknya sebagai pelanggan yang harus dipenuhi kebutuhannya.295 3. Mewujudkan peningkatan kualitas dan produktivitas angkatan kerja.537 Tenaga Produksi 6. Pemprov Kalteng. Mewujukan pembangunan bidang ketenagakerjaan melalui perluasan lapangan kerja. yaitu ³reinventing government´.147 2. Kalteng. seperti dapat dilihat pada Tabel 4 tampaknya jabatan sebagai tenaga produksi.949 Tenaga Usaha Penjualan 1. dengan misi di bidang ketenagakerjaan µMembangun Balai Pendidikan dan Ketrampilan untuk Meningkatkan Kemampuan Mengembangkan Semangat Kewirausahaan dan Keahlian Berusaha Melalui Kerjasama Dengan Berbagai Pihak Termasuk Perguruan Tinggi¶ Berdasarkan hal itu.053 1.664 1.560 38. (David Osborne dan Ted Gaebler.782 2. (2008a : 4) ³ visi Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2005-2010 adalah µmembuka Isolasi Menuju Kalimantan Tengah yang Sejahtera dan Bermanfaat¶. tenaga profesional. 2. 1998) termasuk kebutuhan informasi. Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Dengan paradigma baru di bidang pemerintahan dewasa ini.048 Sumber : Diolah dari Dinas Tenaga Kerja Pemprov. Sedangkan misinya adalah : 1.552 1.979 Pejabat Pelaksana dan Tata Usaha 3.929 3.198 3.Visi dan misi Gubernur Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bidang ketenagakerjaan merupakan dasar bagi penentuan visi dan misi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. dan stakeholdernya. peranan visi dan misi semakin penting dalam menjalankan organisasi pemerintahan. Medan Apabila diperhatikan jenis pekerjaan atau golongan pokok jabatan yang didaftar oleh pencari kerja yang belum ditempatkan (ybdi). visi Dinas Tenaga Kerja µMengurangi Tingkat Pengangguran dan Meningkatkan Kualitas Hubungan Industrial untuk Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja¶. dan pejabat pelaksana cukup banyak diminati ( 66.654 1.590 10. misi dan tujuan organisasi pemerintahan tersebut diperlukan kesamaan persepsi semua pejabat. pengusaha dan perlindungan tenaga kerja.

Salah satu indikator rendahnya pendayagunaan atau pemborosan sumber daya manusia adalah tingginya tingkat pengangguran . Secara fungsional Seksi Informasi Ketenagakerjaan mempunyai tugas untuk melaksanakan diseminasi informasi ketenagakerjaan. Hal ini berarti fokus perhatian utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah adalah mengatasi pengangguran. (2008a : 5) Penganggur tersebut merupakan pencari kerja yang sebenarnya membutuhkan informasi ketenagakerjaan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. secara internal Seksi Informasi Ketenagakerjaan merupakan supporting unit bagi Sub Dinas dan Bagian Tata Usaha. 2. Seksi Perencanaan Tenaga Kerja Ketiga seksi tersebut senantiasa bekerja sama dengan Seksi Informasi Ketenagakerjaan. termasuk informasi mengenai TKI di provinsi ini. Program perlindungan dan pengembangan kelembagaan. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah A. dalam kegiatan penyebaran informasi ketenagakerjaan serti penyusunan 87 .di antaranya disebabkan faktor keberhasilan dunia pendidikan menciptakan tenaga terdidik lebih besar dari daya serap lapangan kerja untuk tenaga terdidik tersebut sehingga terjadi kelebihan penawaran tenaga terdidik (Dinas Tenaga Kerja. ´Diseminasi informasi ketenagakerjaan terutama yang ditujukan kepada stakeholder dan masyarakat dianggap sebagai tugas yang penting dalam masyarakat informasi´. terutama tentang lowongan kerja yang tersedia di instansi dan perusahaan swasta.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Sejalan dengan itu disusun Program Dinas tersebut meliputi : 1. Untuk dapat melaksanakan diseminasi informasi ketenagakerjaan secara khusus. Tingginya tingkat pengangguran golongan terdidik -minimal tamatan SLTA. salah satu tugas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah yang didelegasikan kepada Seksi Informasi Ketenagakerjaan adalah melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat guna memperkenalkan ketenagakerjaan. sehingga tiap sumber daya manusia yang terdidik dan telah mendapat pelatihan ketrampilan mendapat pekerjaan. Tingkat pengangguran di Kalimantan Tengah pada tahun 2006 sebesar 8. 3. Di samping itu. yaitu : 1. fungsi dan pekerjaan masing-masing. Seksi Rencana dan Program 2. Adanya pembagian tugas yang jelas tersebut tidak menghalangi satuan organisasi untuk menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Memperluas dan mengembangakan kesempatan kerja. 3. Pembentukan Seksi Informasi Ketenagakerjaan dimaksudkan untuk melakukan diseminasi dan penyebaran informasi ketenagakerjaan. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Tuntutan pekerjaan menghendaki Seksi ini mampu memberikan dukungan terhadap seluruh satuan organisasi yang berada dalam Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. dibentuk Seksi Informasi Ketenagakerjaan di bawah Sub Dinas Perencanaan dan Program. Program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja 2. Upaya pemerintah ditujukan untuk memperluas dan mengembankan kesempatan kerja. Oleh karena itu. Pemprov Kalteng. kebijakan di bidang ketenagakerjaan pada dasarnya adalah mendayagunakan sepenuhnya sumber daya manusia yang telah dikembangkan melalui pelaksanaan program utama ketenagakerjaan. Medan 1.6 % merupakan yang tertinggi yang pernah dialami . Meningkatkan perlindungan dan pengembangan kelembagaan. Basuniansyah. Seksi Pelaporan dan Evaluasi 3. Dalam hubungan itu. 1 . tiap Sub Dinas dan Bagian Tata Usaha pada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah dapat memberikan informasi mengenai tugas. Walaupun demikian. Tiga seksi lainnya pada Sub Dinas Perencanaan dan Program yang erat hubungannya dengan Seksi Informasi Ketenagakerjaan. Meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.

Menjadi TKI Meningkatkan Kesejahteraan 10. Leaflet yang berisi informasi ketenagakerjaan selain disebarkan di lingkungan instansi pemerintah seperti Bappeda. 1 . Dinas Perhubungan. Kerjasama antar satuan kerja di lingkungan Dinas terutama karena jumlah dan kualifikasi pegawai yang menangani amat terbatas. Leaflet dimaksudkan sebagai sarana komunikasi untuk memperkenalkan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah sebagai institusi pemerintahan dan menyebarluaskan informasi atau peraturan ketenagakerjaan. Lembar informasi ketenagakerjaan yang dijilid secara sederhana dengan tampilan sebagai buletin dapat bermanfaat bagi stakeholder atau pengguna karena isinya memuat informasi yang menggambarkan perkembangan pencari kerja. sejauh ini belum ada aktivitasnya´. diseminasi informasi mengenai TKI belum dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. Jaminan Kecelakaan Kerja Program Jamsostek. Kepala Seksi Penyaluran dan Penempatan Tenaga Kerja. yaitu PT Titian Hidup Langgeng di Jalan Kol. juga diberikan secara selektif kepada pencari kerja atau petugas pemerintahan yang memintanya. Sub Dinas Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja. tahun 2004 6. Selama ini calon TKI yang akan bekerja ke luar negeri berangkat melalui daerah Kalimantan Selatan. Persyaratan Permohonan Izin Pemutusan Hubungan Kerja dan Prosedur Permohonan Banding. Karena perusahaan TKI ini belum operasional. Tata Cara Permintaan Jaminan Kecelakaan Kerja. BPS. Beberapa leaflet yang diterbitkan antara lain berjudul: 1. tahun 2004 3. tahun 2004 5. Namun. lowongan kerja dan pengangguran di Kalimantan Tengah selama satu bulan. pembuatan spanduk bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Medan dan penerbitan buletin dan leaflet. Pada umumnya Diseminasi informasi ketenagakerjaan dilaksanakan sendiri oleh Seksi tersebut. tahun 2002.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Kepala Seksi Informasi Ketenagakerjaan hanya dibantu oleh dua pegawai staf berpendidikan tamatan SLTA. tetapi dalam hal tertentu seperti kegiatan sosialisasi dan pembuatan spanduk melibatkan seksi lain dan Bagian Tata Usaha. tahun 2004 4. Kegiatan diseminasi informasi ketenagakerjaan yang telah dilaksanakan selama ini secara rutin adalah membuat buletin Lembar Informasi Ketenagakerjaan yang diterbitkan tiap bulan. Diseminasi informasi secara institusional di tingkat provinsi merupakan tugas dan tanggung jawab Seksi Informasi Ketenagakerjaan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Visi dan Misi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. Trafiking (Perdagangan) Perempuan dan Anak 9. Standarisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja 7. Leaflet tentang TKI tidak disampaikan kepada calon TKI maupun Perusahaan Jasa TKI/Pelaksana Penempatan TKI Swata. Untung Surapati nomor 8 Kapuas. Prosedur TKI Bekerja Ke Luar Negeri. Menurut Jahidin Siringo-ringo. RAN-PKTP (Rencana Aksi Nasional Penghapusasn Kekerasan Terhadap Perempuan) 8. Kesepakatan Kerjasama Pembangunan Ketenagakerjaan Lintas Kabupaten Kota Se Kalimantan Tengah. 2. Sub Dinas Perencanaan dan Program. Di samping produk berupa Lembar Informasi Ketenagakerjaan itu. ³di Kalimantan Tengah hanya terdapat satu perusahaan TKI yang baru berdiri berdasarkan izin tanggal 10 November 2007. Diseminasi informasi ketenagakerjaan dalam bulan K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja (12 Desember-12 Januari) dilaksanakan dengan kampanye K3 melalui pemasangan spanduk di pinggir jalan besar dan tempat strategis di kota-kota Kalimantan 88 . sejumlah leaflet dicetak dan diterbitkan oleh Seksi Informasi Ketenagakerjaan. Sub Dinas Perencanaan dan Program.

Penggunaan cara manual dengan surat merupakan cara pengiriman yang utama. Wawancara dengan topik ketenagakerjaan dilaksanakan secara periodik ( 3 bulanan ) di TVRI. Kampanye K3 ini penting bukan saja untuk setiap pekerja. Selama ini penggunaan internet di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah terbatas hanya untuk mencari ( browsing) dan mengirim (e-mail) informasi. gedung-gedung dan tempat kerja lainnya. Untuk mengirim sebagian data dan informasi ketenagakerjaan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jakarta dikirim melalui e mail. Medan Tengah. diterbitkan pula Laporan Berita Pasar Kerja berupa himpunan data yang berasal dari laporan Informasi Pasar Kerja (IPK) dari seluruh kantor Dinas Tenaga Kerja Kota dan Kabupaten se -Kalimantan Tengah. Dalam pelatihan diberikan mengoperasikan Windows dan cara membuka situs di internet´ Sebelumnnya Maret-April 2007 komputer (Windows) dikirim dulu dan sebagai tindak lanjutnya mereka mengikuti pelatihan komputer itu. Di samping penyebaran informasi ketenagakerjaan sebagaimana dimuat dalam cakupan kegiatan Seksi Informasi Ketenagakerjaan itu. Pada saat penelitian ini dilakukan internet keduanya untuk sementara waktu tidak bisa digunakan karena hambatan keuangan.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Mahmud Fauzi dan Budi Ahmad Yani.nakertrans. go id di Jakarta. mereka ´pernah mengikuti pelatihan operator dan mengoperasikan komputer online 3 hari yang dilaksanakan oleh Depnakertrans di Jakarta Mei 2007. Situs (website) Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sendiri belum ada. Sosialiasi ini yang dimaksudkan untuk mengingatkan para pekerja agar lebih berhati-hati pada saat bekerja di bangunan-bangunan. internet tidak digunakan sebagai satu-satunya 89 . 1 . Karena itu. Fasilitas yang mendukung aktivitas ini tersedia dua komputer yang tersambung (link) dengan jaringan internet milik Telkom. Laporan ini terbit tiap bulan merupakan ´salah satu kegiatan Proyek Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja (PPKK) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2007´ Pembuatannya dikoordinasikan oleh Sub Dinas Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja. Menurut Fauzi ´ hal ini disebabkan belum ada (pencairan) dana tahun anggaran 2008 untuk membayar telepon´. Sedangkan untuk mendapatkan informasi dan peraturan ketenagakerjaan terbaru sebagian dilakukan melalui browsing ke situs www. Kampanye K3 yang dilakukan secara terus menerus diharapkan dapat menjadikan K3 sebagai budaya kerja sehingga para pekerja terhindar dari kecelakaan kerja. Menurut kedua operator. Sebenarnya masalah internet ini tidak banyak berpengaruh terhadap kegiatan pelaporan ketenagakerjaan karena bukan andalan utama untuk mengirim data dan informasi ketenagakerjaan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Kedua fungsi internet itu belum dilaksanakan secara maksimal. Penyebaran informasi ketenagakerjaan melalui media massa khususnya siaran televisi dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. tetapi juga bagi perusahaan dan pemerintah sebagai penyedia kerja yang bertanggun jawab terhadap keselamatan dan kesehatan pekerjanya. Kegiatan diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui online ditempakan pada satu ruangan dengan Seksi Penyaluran dan Penempatan Tenaga Kerja. Penggunaan browsing untuk mencari data dan informasi ketenagakerjaan masih terbatas sebagai pelengkap. Internet bisa dioperasikan mulai bulan Mei sampai dengan Desember 2007. mengingat penggunaannya masih baru dan lebih banyak dimaksudkan sebagai sarana pembelajaran teknologi informasi. Sumber daya manusia (SDM) yang menangani internet ini dilaksanakan oleh dua orang operator. Pegawai yang dapat mengoperasikan internet sebagai sarana dalam kegiatan diseminasi informasi ketenagakerjaan online telah siap sejak Mei 2007. di acara itu dikemukakan mengenai perkembangan dan masalah ketenagakerjaan di daerah ini Acara siaran televisi ini dianggap penting sebagai sarana komunikasi untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang amat luas seperti Kalimantan Tengah.

Pasfoto ukuran 3x4 cm 3 lembar.000. Setelah berkas selesai diproses. Pengurusan kartu kuning di kota Palangkaraya mulai tanggal 1 Januari 2007 tidak dipungut biaya. 2. Peranan loket tidak hanya untuk memasukkan berkas dan menyerahkan kartu kuning. pencaker sering hanya membawa ijazah terakhir´ Ketidaklengkapan berkas fotocopy ijazah ini timbul karena pencari kerja baru mengetahui informasi persyaratan yang sebenarnya ketika membacanya di samping loket. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kota Palangkaraya. kebutuhan akan mendapatkan pekerjaan secara implisit di dalamnya ada kebutuhan informasi ketenagakerjaan atau sebaliknya. Kedua kebutuhan ini menyatu sehingga sukar untuk dipisahkan. Petugas adalah pegawai dari Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja yan ditempatkan di g ruangan pembuatan kartu kuning. petugas kemudian memberikan kartu kuning melalui loket. Meskipun persyaratan ijazah yang dicantumkan dalam pengumuman cukup jelas. 3. Dengan mendapatkan informasi ketenagakerjaan pencari kerja mengetahui apa yang seharusnya dilakukan untuk mempersiapkan dan melamar pekerjaan secara lengkap Ketika mengurus karu kuning pencari kerja sekaligus memperoleh informai ketenagakerjaan.000-an. 90 . Kebutuhan informasi mendesak dari tiap pencari kerja pada dasarnya sama. informasi lowongan kerja. Fotocopy KTP yang masih berlaku 1 lembar. tetapi di sana juga terjadi komunikasi antara petugas dengan pembuat kartu kuning yang tidak lain adalah pencari kerja. Lilik. sering terjadi kekeliruan karena yang diserahkan pencari kerja hanya ijazah terakhir. Kebijakan pembebasan biaya pembuatan kartu kuning dengan jelas tertera pada pengumuman yang ditempel di samping loket. Medan sarana pengiriman dan pencarian data dan informasi ketenagakerjaan.per orang masuk kas Daerah. Kalimantan Tengah belum memakai fasilitas jaringan Local Area Network (LAN). Kenyataannya. Dinas Tenaga Kerja.. diseminasi i formasi n ketenagakerjaan dilaksanakan petugas secara langsung kepada pencari kerja melalui loket dari ruangan pelayanan kartu kuning bersamaan dengan proses pembuatan kartu tersebut. Selama 2002-2006 dipungut Rp 10. ³keluhan pencaker tidak ada. Ruangan berukuran 3 x 4 meter ini digunakan untuk memproses dokumen pembuatan kartu kuning dan menyerahkan hasilnya kepada pencari kerja. walaupun secara ekonomi cukup banyak punya mobil dan motor´. Semua petugas bekerja berdasarkan petunjuk dan prosedur tetap pembuatan kartu kuning dan mendapatkan bimbingan dari Kepala Seksinya. Komunikasi data dengan menggunakan LAN masih merupakan tantangan bagi Din Tenaga Kerja Provinsi dan as Dinas Tenaga Kerja kota dan kabupaten se-Kalimantan Tengah. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kota Palangkaraya Masalah pengangguran yang berkaitan erat dengan pencari kerja merupakan salah satu aspek ketenagakerjaan yang mendapatkan prioritas dalam program Dinas Tenaga Kerja baik di provinsi maupun di kota dan kabupaten. 1 . Sebagai langkah awal tiap pencari kerja diminta untuk mengisi formulir terlebih dahulu dan menyerahkan dokumen sesuai dengan persyaratan seperti tercantum pada pengumuman yang ditempel di samping loket. 2. Pada Dinas Tenaga Kerja. Menurut petugas kartu kuning. Fotocopy ijazah SD s/d terakhir 1 lembar. seperti persyaratan pembuatan kartu kuning. Menurut Kepala Seksi Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja. Darwono ³ jumlah pencaker tahun 2007 terdaftar 7.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Persyaratan pembuatan kartu kuning (AK1) dalam pengumuman 29 November 2006 adalah : 1.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Demikian pula hubungan dengan stakeholder ketenagakerjaan di Palangkaraya... yaitu informasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamarnya.bertentangan dengan ILO dan pencaker masih penganggur. prosedur dan syarat melamar perusahaan dan instansi pemerintah yang menawa rkan pekerjaan.

ada pula karyawan dari perusahaan swasta yang aktif mencatat nama. petugas memberikan informasi´ kata Lilik. Veronika (23 tahun) ´mau menanyakan kepada petugas yang sibuk tidak enak. Pada waktu yang sama petugas memberikan informasi dan juga menyeleksi berkas pembuatan kartu AK1. Hal ini menggambarkan bahwa kebutuhan informasi ketenagakerjaan tidak hanya sebatas persyaratan pembuatan kartu kuning. Dinas Tenaga Kerja. Dengan seizin petugas. 1 . Di samping diseminasi informasi langsung melalui loket kartu kuning. 91 . Berdasarkan data pencari kerja itu perusahaan akan menawarkan informasi pekerjaan sebagai SPG melalui surat ke alamat masing-masing. orientasinya ke PNS´ Padahal peserta bukan saja mendapat informasi dan pengetahuan mengenai pelatihan yang diikutinya. Kebanyakan pencari kerja mengetahui adanya lowongan pekerjaan yang ditawarkan instansi dan perusahaan dari papan pengumuman tersebut. Para pencari kerja mendapat informasi dari petugas secara langsung atau mengetahuinya dari pengumuman yang ada di loket pelayanan kartu kuning. tapi dari teman-teman´ Menurut keduanya diharapkan Dinas ini juga memberikan informasi lowongan kerja dan loket pelayanan kartu kuning tidak di belakang kantor. Peranan pengumuman ini sangat bermanfaat dalam diseminasi informasi lowongan pekerjaan. Kebanyakan informasi yang disampaikan mengenai persyaratan kartu kuning. alamat dan pendidikan pencari kerja yang telah terdaftar di Buku Daftar Isian Pencari Kerja. Dalam pelayanan ini tidak ada petugas dan loket khusus yang menyampaikan informasi ketenagakerjaan. Menurut seorang pencari kerja yang mengurus kartu kuning.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. ³informasi lowongan kerja diperoleh bukan dari Dinas Tenaga Kerja. petugas wanita yang melayani pembuatan kartu kuning. Komunikasi tatap muka terjadi antara petugas yang berada di dalam ruangan dengan pencari kerja yang berdiri di depan loket. Informasi mengenai lowongan pekerjaan secara lengkap dapat dibaca pada pengumuman dan karena itu tidak disampaikan lagi. karyawan perusahan itu menyampaikan persyaratan dan prosedur untuk mengisi lowongan yang tersedia diperusahaannya secara detail. Secara implisit di dalam ³Program Peningkatan dan Produktivitas Tenaga Kerja´ terdapat informasi. Akibatnya. Pencari kerja yang sedang mengurus kartu kuning dapat mendengarkan suara petugas melalui loket yang sama. kecuali ditanya oleh pencari kerja. Perusahaan yang demikian umumnya berasal dari perusahaan yang membutuhkan banyak karyawan sebagai agent atau tenaga survey.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. perlu petugas loket informasi yang fokus memberikan informasi´ Untuk mendapatkan informasi ketenagakerjaan secara detail melalui loket tidak dimungkinkan karena tidak adanya petugas dan loket informasi. Walaupun program pelatihan BLK cukup bermanfaat bagi tenaga kerja. Kedua pekerjaan itu dilakukan oleh petugas yang sama. Medan Oleh karena itu. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya melaksanakan kegiatan pelatihan yang bermaksud meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Kadangkala beberapa karyawan perusahaan asuransi jiwa yang menempelkan pengumuman lowongan pekerjaan turut memberikan informasi kepada pelamar yang berminat lewat loket. Keluhan yang sama dilontarkan oleh Nia (24 tahun). tidak ada keleluasaan bagi pencari kerja untuk bertanya guna mendapatkan informasi yang lengkap. ´Pencaker bertanya. tetapi ditempatkan di depan kantor supaya mudah diketahui. tetapi lebih esensial mengenai informasi ketersediaan lowongan pekerjaan. kegiatan diseminasi informasi dilakukan secara langsung atau tatap muka (face to face communication) dengan pencari kerja yang datang mendaftarkan diri di loket pembuatan kartu kuning. Kegiatan pemberdayaan (empowering) tenaga kerja dan masyarakat melalui pelatihan ini secara tidak langsung melakukan diseminasi informasi dan motivasi kepada pesertanya. menurut Kepala BLK Drs Anden ´putra daerah tidak mau dilatih dibengkel / bubut. Komunikasi tidak dapat berlangsung lama sebab petugas amat sibuk melayani pencari kerja yang antre di depan loket. pengetahuan dan motivasi yang diberikan kepada peserta pelatihan. Namun.

Medan tetapi juga memperoleh sertifikat dan kesempatan penempatan sesuai dengan jenis pelatihan yang pernah diikutinya di BLK. Apabila dilihat dari isi (pesan) di dalam leaflet.Selain itu. 3. penghapusan pencari kerja. Seperti dalam terbitan Berita Pasar Kerja periode bulan Desember 2007 terdapat informasi tentang jumlah pencari kerja yang terdaftar. Informasi di dalam leaflet kebanyakan memuat informasi peraturan dan permasalahan ketenagakerjaan secara nasional. Proses pembuatannya tiap dimulai dari Seksi Informasi Ketenagakerjaan dilanjutkan ke Sub Dinas Perencanaan dan Program hingga ditandatangani Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah sebagai penanggung jawab terakhir.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. setidaknya dapat dikelompokan menjadi tiga jenis informasi ketenagakerjaan. ´Lembar Informasi Ketenagakerjaan ini disusun sebagai sarana penyebaran informasi ketenagakerjaan dan keberhasilan bidang ketenagakerjaan yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Provisi Kalimantan Tengah´ (Dinas Tenaga Kera j Pemprov Kalteng. lowongan kerja terdaftar/dihapuskan. Dalam bab situasi umum diinformasikan tentang keadaan geografi dan demografi. Apabila dilihat dari isi publikasinya dapat dikatakan buletin ini merupakan produk unggulan yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. dan visi. PDRB dan pendapatan regional per kapita. Informasi yang disampaikan umumnya mengenai informasi ketenagakerjaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan masukan pengambilan kebijakan ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah. kebijakan ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Kalimantan Te ngah. ada juga leaflet yang bermaksud memperkenalkan visi dan misi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah sebagai instansi pemerintah di bidang ketenagakerjaan. program. yakni : 1. publikasi ini didistribusikan kepada seluruh Dinas Tenaga Kerja di kabupaten/kota seKalimantan Tengah. lowongan yang terdaftar. pasar kerja bulanan yang memuat tentang pencari kerja terdaftar. Jumlah kumulatif pencari kerja 2. misi. Sebagai sarana komunikasi yang lebih bersifat intern. (3) hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan antara lain mengenai upah minimum provinsi. Terbitan lain dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah berupa laporan Berita Pasar Kerja yang memuat informasi pasar kerja (IPK) bulanan. Lowongan kerja yang belum dipenuhi Sarana diseminasi informasi ketenagakerjaan yang lebih ringkas dan praktis diterbitkan dalam bentuk leaflet.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Informasi tentang instansi Dinas Tenaga Kerja 92 . Di dalam bab situasi khusus tercantum mengenai (1) pembinaan dan penempatan tenaga kerja. Informasi yang Disampaikan Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kota Salah satu penerbitan yang dimaksudkan sebagai sarana diseminasi informasi ketenagakerjaan untuk stakeholders adalah Lembar Informasi Ketenagakerjaan. Pencari kerja belum ditempatkan 6. Pencari kerja yang ditempatkan 4. Lowongan permintaan tenaga kerja 7. dan penempatan tenaga kerja selama bulan itu. tujuan. Secara lebih rinci informasi yang dimuat di dalam terbitan tersebut. 2008a :18). 1 . yaitu : 1. Lowongan yang dipenuhi 8. Sebagaimana yang tercantum di dalam buletin Lembar Informasi Ketenagakerjaan terdapat bab yang menerangkan situasi umum dan situasi khusus tentang informasi ketenagakerjaan informasi. Pendaftaran pencari kerja 3. Pencari kerja yang dihapuskan 5. penempatan/pengisian lowongan kerja dan (2) pelatihan dan produktivitas tenaga kerja.

Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya melalui loket pelayanan pembuatan kartu kuning. Diseminasi informasi ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah belum banyak disampaikan kepada khalayak pencari kerja secara langsung. Saran Dengan memperhatikan kesimpulan tersebut dapat disampaikan beberapa saran berikut : 1. diseminasi informasi lowongan pekerjaan disampaikan kepada masyarakat. Informasi yang disampaikan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah kebanyakan berisi informasi ketenagakerjaan yang bersifat umum seperti informasi peraturan ketenagakerjaan.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Informasi ketenagakerjaan yang disampaikan Dinas Tenaga Kerja. Demikan pula wawancara pada siaran TVRI mengetengahkan informasi mengenai perkembangan dan masalah ketenagakerjaan yang ditujukan kepada masyarakat luas. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya sebagian besar menjawab kebutuhan informasi mengenai persyaratan pembuatan kartu kuning dan informasi lowongan pekerjaan dari sebagian kecil instansi pemerintah dan perusahaan swasta. jumlah pencari kerja dan lowongan kerja. serta penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui leaflet yang diterbitkan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah tentang peraturan ketenagakerjaan se baiknya tidak 93 . pelatihan di BLK secara implisit menyampaikan pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta yang mengikutinya. Oleh karena itu. Diseminasi informasi ketenagakerjaan bagi pencari kerja secara langsung sebagian besar dilaksanakan pada Dinas Tenaga Kerja. Kesimpulan Berdasarkan uraian dalam pembahasan sebelumnya dapat ditarik beberapa butir kesimpulan berikut : 1. Informasi tentang TKI dan perdagangan perempuan dan anak. Kecuali itu. 3. khususnya pencari kerja melalui pengumuman di loket 3. Informasi lowongan pekerjaan yang tersedia merupakan informasi yang cukup banyak didiseminasikan melalui pengumuman di loket pembuatan kartu AK1. 2. Diseminasi informasi mengenai persyaratan kartu tersebut disampaikan petugas kepada pencari kerja secara langsung (tatap muka) bersamaan dengan proses pembuatan kartu kuning. Selain itu. Umumnya kebutuhan informasi akan peraturan ketenagakerjaan bagi pencari kerja belum dapat dipenuhi oleh kedua Dinas Tenaga Kerja itu. Medan 2. 1 . spanduk kampanye K3 tentu isinya mengenai keselamatan dan kesehatan kerja untuk pekerja.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Sejauh ini hanya diseminasi informasi K3 melalui spanduk yang ditujukan kepada tenaga kerja yang bekerja di kota-kota. sedangkan kebanyakan penerbitan bulletin dan leaflet dikirim kepada Dinas Tenaga Kerja Kota dan Kabupaten di provinsi ini. dan penyebaran informasi ketenagakerjaan melalui online tidak berfungsi. Diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui siaran TVRI kepada masyarakat luas masih minim. Sebagaimana telah dikemukakan. Informasi tentang peraturan ketenagakerjaan. diseminasi informasi ketenagakerjaan melalui spanduk dimaksudkan untuk memberitahukan pentingnya K3 bagi para pekerja. Informasi yang disampaikan petugas secara langsung di loket Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kota Palangkaraya kebanyakan mengenai persyaratan pembuatan kartu kuning kepada pencari kerja yang datang sendiri di instansi tersebut. pengangguran.

Dinamika Komunikasi. Mass Communication. Lembar Informasi Ketenagakerjaan. Untuk itu. Lembaga Informasi Nasional (LIN). 1 . Informasi Sosial Budaya. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat. Departemen Komunikasi dan Informatika. Menggunakan Fasilitas Internet .t.1993. Harold D. PT Gramedia Effendy. M. Palangkaraya ________. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya mendiseminasikan peraturan ketenagakerjaan dan lowongan kerja yang lebih luas melalui pengumuman yang terdapat di loket. Yogyakarta. Leaflet.t.2001. Pemerintah Kota Palangkaraya. dalam Wilbur Schramm. tetapi lebih khusus dan detail sehingga dapat dimanfaatkan oleh pencari kerja. Jakarta. Cultural and Communication Studies : Sebuah Pengantar Paling Komprehensif.2008.1995. Terjemahan Yosal Iriantara dan Idi Subandy Ibrahim. Deli Publising dan Penerbit Andi.. Kamus Inggris-Indonesia. t.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. 2004. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Jakarta. Fiske. Pembahasan dan tanggapan(lisan) terhadap ³Studi Diseminasi Informasi Peringatan Dini (Early Warning System) Untuk Permasalahan Lingkungan dan Bencana Alam´ Seminar. Laswell. Dinas Tenaga Kerja. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi.2007. Palangkaraya ________. Palangkaraya ________. Ibnu .2008. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. Onong Uchjana. Informasi lowongan kerja agar tidak didominasi perusahaan swasta. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja.1963. Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangkaraya agar memanfaatkan loket pelayanan kartu kuning secara maksimal untuk diseminasi informasi ketenagakerjaan. t.April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Leaflet. di Jakarta. Jakarta. 2006. Transparansi dan Keterbukaan Informasi Publik Undang-Undang Republik Indonesia Nonor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Hamad. Bandung. t. 2002 Visi dan Misi Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Tengah. tetapi diupayakan dari seluruh instansi pemerintah. Yogyakarta. Pusat Pelayanan Informasi. Palangkaraya. Penggunaan online melalui internet perlu difungsikan kembali dan di masa yang akan datang perlu dijajaki pemasangan jaringan Local Area Network. Informasi ketenagakerjaan yang berkaitan dengan lowongan pekerjaan sebaiknya tidak bersifat umum. Urbana. sebaiknya Dinas Tenaga Kerja. Medan hanya dikirimkan kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota. Gordon B. John. tanggal 11-12-2007 Hamidi. ´The Structure and Function of Communication in Society´. Jalasustra. Rencana Aksi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan. UMM Press Jasmadi. DAFTAR PUSTAKA Davis. John M dan Hassan Shadily. Bagian I. 2007. Leaflet. Jakarta 94 . tetapi juga disediakan untuk pencari kerja melalui loket pelayanan kartu kuning di Dinas Kota/KabupatenseKalimantan Tengah. Palangkaraya ________. Bulan Desember 2007. 2. Trafiking (Perdagangan) Perempuan dan Anak . RAN-PKTP. Berita Pasar Kerja Bulan Desember 2007. 3. Dinas Tenaga Kerja. Palangkaraya Dinas Tenaga Kerja. perlu adanya petugas dan loket informasi ketenagakerjaan. Echols. Malang. University of Illinois Press. PT Pustaka Binaman Presindo..1979. 2008.. Untuk memenuhi kebutuhan informasi khalayak pencari kerja. Penerbit PT Remaja Rosdakarya.t.

April 2009 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika. Bandung. 1998. Jakarta. CV Nuansa Aulia Internet : (http://www.kalteng bps. 2008. Mewirausahakan Birokrasi Reinventing Government. 2008. Palangkaraya ________. Penelitian Komunikasi Kualitatif. ³Information Theory´ dalam A First Look At Communication Theory. dkk.goid. Leaflet. Leaflet. Lowongan Kerja. David dan Ted Gaebler..Third Edition. New York.JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN Volume 10 No. Jakarta. Kesepakatan Kerjasama Pembangunan Ketenagakerjaan Lintas Kabupaten Kota Se-Kalimantan Tengah.go. Tata Cara Permintaan Jaminan Kecelakaan Kerja. 1 .id?web/id/KER01/profil/kalteng/tanggal 25-4-2008) (http://www. Palangkaraya ________. Universitas Terbuka Shannon. Palangkaraya ________. 2004. t. Palangkaraya. Palangkaraya ________. Lembaran. 2005. Rekapitulasi Pendaftaran Pencari Kerja. Sasa Djuarsa. Menjadi TKI Meningkatkan Kesejahteraan. Pawito. Tim Redaksi Nuansa Aulia. Leaflet. Inc Sekretariat Jenderal MPR RI.id/ viewarticle. 1997. PT Pustaka Binaman Presindo. 2004. Persyaratan Permohonan Izin Pemutusan Hubungan Kerja dan Prosedur Permohonan Banding. Teras A.kalteng. 2006.t. Claude dan Warren Weaver. LKIS Sendjaja.asp. Jakarta Seksi Informasi Ketenagakerjaan Sub Dinas Perencanaan dan Program. 2007. Palangkaraya ________. Leaflet. Himpunan PeundangUndangan Republik Indonesia Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Di Luar Negeri. Penempatan Pencari Kerja dan Penghapusan Pencari Kerja Menurut Kelompok Pendidikan Tahun 2006 dan Trahun 2007 . Osborne. Leaflet.t. ´Gubernur Kalteng Dukung DPD Kembangkan Desa dengan Kearifan Lokal´. 1993. Palangkaraya. Standarisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sub Dinas Perencanaan dan Program.go. Yogyakarta. Medan Nerang. tanggal 20-3-2008) (http://www.i. t. 2004. 13 Maret. The McGraw-Hill Companies. 2005. tanggal 25-4-2008) 95 . Pengantar Komunikasi. Leaflet.b. Prosedur TKI Bekerja ke Luar Negeri. Kompas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful