Pengukuran Arus dan Sedimentasi

Bab 5 Pengukuran Arus dan Sedimentasi 1. Pengukuran Arus Arus adalah proses pergerakan massa air menuju kesetimbangan yang menyebabkan perpindahan horizontal dan vertikal massa air. Gerakan tersebut merupakan resultan dari beberapa gaya yang bekerja dan beberapa factor yang mempengaruhinya. Arus laut (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping). Pengukuran secara langsung dengan dua metode pengukuran, yaitu pada titik tetap (Euler) dan metode dengan benda hanyut atau drifter (Langlarian). Pendekatan Langrangian dilakukan dengan melakukan gerakan massa air permukaan dalam rentarng waktu tertentu. Implementasinya biasanya menggunakan pelampung kemudian pengamat mencatat posisi pelampung tersebut. Pendekatan Eulerian dilakukan dengan pengamatan arus pada posisi tertentu dalam kolam air. Data yang diperoleh dengan pendekatan ini adalah kecepatan dan arah sebagai fungsi dari waktu. a. Sifat Gerakan Badan Air Kecepatan arus dapat dihitung dengan rumus: dimana: = kecepatan arus (m/s) = debit air (m3/s) = luas penampang (m2)

Survei Hidrografi II

1

Untuk daerah dengan pasut semi diurnal. Cakupan waktu tersebut sangat diperlukan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang arah dan kecepatan arus pasu pada satu periode. Untuk daerah dengan pasut diurnal.1 Profil vertikal kecepatan arus di perairan dangkal dengan kedalaman h Sedangakan debit air merupakan volume air (v) yang dialirkan dalam setiap waktu (t). Sedangkan untuk pantai dengan pasut semi diurnal dapat dilakukan setiap interval waktu 30´. maka durasi pengukuran arus pasut setidak-tidaknya adalah sepanjang periode pasut.Pengukuran Arus dan Sedimentasi Gambar 5. Pemilihan lokasi pengukuran ditentukan berdasarkan pertimbangan kemampuan alat. Saat pengukuran arus pasut. dan permintaan ketelitian. b. sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga mewakili kondisi saat bulan purnama dan bulan perbani. Untuk pengukuran pada pantai dengan pasut diurnal dapat dilakukan dengan setiap interval waktu 1 jam. Jika alat yang digunakan alat ukur mekanik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan arus suatu perairan adalah kedalaman dan morfologi dasar laut. Tempat yang diukur harus mewakili kondisi bathimetri perairan setempat. maka durasi pengukuran arus sekurangkurangnya 25 jam. Untuk itu pengukuran perlu dijadwalkan dua kali dengan selang waktu 7 hari. maka durasi pengukuran arus sekurang-kurangnya 13 jam. Jika pengukuran dilakukan di suatu Survei Hidrografi II 2 . maka sebaiknya pengukuran dilakukan di ketinggian 40% dari dasar perairan. kondisi lapangan. Prosedur Pengukuran Arus Pada lingkungan laut yang didominasi oleh pasut.

Survei Hidrografi II 3 . pengukuran arus dilakukan setiap percabangan. Melalui suatu proses kalibrasi. jumlah putaran per satuan waktu yang dicatat dari alat ini dikonversi ke kecepatan arus dalam meter per sekon (m/s). maka alat ukur ditempatkan setidak-tidaknya di tengah-tengah sungai dan jika memungkinkan ditambah 2 lokasi antara sumbu dan tepi sungai. merupakan pengukuran arus yang dihasilkan dari perputaran rotor.2 Beberapa tipe awal current meter mekanik Alat ukur ini mempunyai ketelitian pengukuran yang relative sangat baik. pengukuran perlu dilakukan 2 potongan. Kini. Untuk pantai.Pengukuran Arus dan Sedimentasi sungai atau kanal pasut. Potongan tersebut hendaknya tegak lurus terhadap kecenderungan arus laut. pengukuran arus dilakukan beberapa potongan tegak lurus garis pantai. yaitu Badan air yang bergerak memutar baling – baling yang dihubungkan dengan sebuah roda gigi. Pada suatu sistem sungai atau kanal (yang bercabang-cabang). Walaupun demikian. Untuk muara sungai. Alat ini bekerja secara mekanik. telah berkembang current meter yang bekerja secara elektronik dan mempunyai kemampuan perekaman data yang sangat besar. pada roda gigi tersebut terdapat penghitung (counter) dan pencatat waktu (time-keeper) yang merekam jumlah putaran untuk setiap satuan waktu. Pengukuran arus dengan cara mekanik Current Meter adalah alat ukur arah dan kecepatan arus. Gambar 5. keputusan pemilihan lokasi pengukuran bervariasi menurut tujuan survei. Beberapa desain Current meter mampu mengukur perubahan kecepatan gerak badan air sampai dengan 1 mm/s.

Alat Ukur: Accoustik Doppler Profiler (ADP) dan Accoustik Doppler Current Profiler (ADCP). Jika pada suatu kolom air diperlukan lebih dari satu data pengukuran arus. Keputusan mengenai jumlah alat yang dipakai pada suatu kolom pengukuran akan sangat bergantung pada kebutuhan dan penggunaan data pengukuran tersebut. Kedalaman pengukuran yang dipilih biasanya sekitar 60% dari permukaan air (atau 40% kedalaman dari dasar perairan). dan gesekan dalam bearing. maka akan diperlukan dua atau lebih current meter yang digantung pada kedalaman pengukuran yang berbeda. ketersediaan sumber daya (alat dan biaya) dan kondisi lapangan (utamanya sifat gerakan badan air). Sebuah current-meter yang ideal harus memiliki respon yang cepat dan konsisten dengan setiap perubahan yang terjadi pada kecepatan air. Survei Hidrografi II 4 .Pengukuran Arus dan Sedimentasi Current meter sangat umum dipakai untuk mengukur arah dan kecepatan arus pada suatu lokasi dengan ketinggian tertentu dari dasar perairan. dan harus secara akurat dan terpercaya sesuai dengan komponen velositas. gerakan air. Juga harus tahan lama. Seluruh current-meter mekanik mengukur kecepatan dengan melakukan pengubahan gerakan linear menjadi menjadi angular. dan simpel digunakan dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Pada kedalaman tersebut kecapatan yang terukur biasanya sama dengan kecepatan arus rata – ratanya. Pengukuran arus dengan cara akustik Efek Doppler adalah fenomena kesetaraan perubahan frekuensi suatu bunyi (yang diterima pengamat) dengan perubahan kecepatan sumber bunyi. Indikator kinerja tergantung pada inertia dari rotor. mudah dilakukan pemeliharaan.

Kelebihan: Alat ukur akustik mempunyai sifat tidak mengganggu badan air yang diukur (intrusive). Prinsip Pengukuran Arus dengan Cara Akustik Efek Doppler adalah fenomena kesetaraan perubahan frekuensi suatu bunyi (yang diterima oleh pengamat) dengan perubahan kecepatan sumber bunyi. c. Selain itu Resolusi spasial dan temporal alat ukur akustik lebih baik jika dibandingkan dengan current meter. maka material-material padat tersuspensi pada lapisan air yang akan diukur akan memantulkan gelombang yang ditembakkan tersebut kembali ke pembangkit. plankton. Survei Hidrografi II 5 . Jika perbedaan frekuensi gelombang pantul relatif terhadap gelombang pancar diketahui. Karena material pemantul bergerak relatif terhadap sumber gelombang. maka kecepatan relatif antara pembangkit gelombang dengan lapisan air yang diukur akian dapat dihitung.Pengukuran Arus dan Sedimentasi Gambar 5. maka frekuensi gelombang akan mengalami efek dopler. Jika gelombang akustik dengan frekuensi dan intensitas tertentu dibangkitkan dan ditembakkan ke suatu kolam.3 Beberapa jenis produk alat ukur arus akustik Di dalam air terdapat material-material padat yang tersuspensi (sedimen. maka materialmaterial padat tersuspensi pada lapisan air yang diukur akan memantulkan gelombang yang ditembakkan tersebut kembali ke pembangkit (transunder). dll) dan bergerak dengan arah dan kecepatan yang sama dengan arus. Jika gelombang akustik dengan frekuensi dan intensitas tertentu dibangkitkan dan ditembakkan ke suatu kolom air.

Sebagai ilustrasi. Sebelum menerima pantulan gelombang dari badan air. Setelah waktu terdiam tersebut. ADCP mempunyai empat tranduser yang menghadap ke empat arah yang berbeda dengan kemiringan masing-masing terhadap sumbu tegak sebesar . tranduser terdiam sejenak. Kedua pasang tranduser ADCP tersebut membentuk system koordinat kartesian yang disebut sebagai sumbu Utara untuk dua pasang tranduser yang saling bertolak belakang dan sumbu Timur untuk dua pasang Survei Hidrografi II 6 . Ketika traduser bergetar dan mulai mengirim gelombang akustik ke kolom air dengan frekuensi tertentu ( ) selama selang waktu Δ . perbedaan frekuensi Δ dipakai untuk menghitung perbedaan kecepatan arah arus relatife Δ pada lapisan air yang diukur. maka jarak dari transduser ke lapisan air yang pertama diukur ( ) dalam meter akan diketahui dari hubungan : = Δ Kemudian dengan memanfaatkan efek Doppler. Alat pencatat waktu menandai saat penerimaan tersebut (dengan t= ). Dari pengetahuan mengenai cepat rambat gelombang akustik dalam m/s dan selang waktu Δ = dalam s. Alat ukur arus akustik kemudian mengukur frekuensi gelombang pantulnya dan menghitung kecepatan relatife arus pada lapisan air yang diukur terhadap alat ukur arus akustik. tranduser mulai menerima pantulan gelombang akustik dengan frekuensi dari lapisan air yang pertama.Pengukuran Arus dan Sedimentasi Kekuatan Arus Melalui tranduser. Arah Gerak Alat ukur arus akustik menentukan arah gerakan badan air pada lapisan yang diukur dengan memanfaatkan konfigurasi multi transduser.alat pencatat waktu mulai bekerja dan menandai saat pengiriman tersebut (dengan t= ). alat ukur arus akustik menembakkan gelombang akustik dengan panjang gelombang sekitar 10µs dan mendengarkan pantulannya.

Kapasitas angkut tersebut merupakan representasi dari tekanan ( stress ) yang terjadi akibat gesekan ( friction ) antara lapisan badan air yang bergerak dan dengan dasar perairan.III dan IV dapat dihitung sebagai fungsi dari dan d. sedangkan sumbu Timur mendeteksi gerakan badan air pada arah Timur (dan vertikal) dan masing-masing disebut sebagai kecepatan Utara dan kecepatan Timur. maka nilai representatife pengukuran arus (ū) dari pengukuran di beberapa ketinggian di atas dasar perairan dihitung dengan nilai rata – rata terbobot menurut kedalaman : Keterangan : Survei Hidrografi II h = kedalaman perairan 7 .Pengukuran Arus dan Sedimentasi tranduser lainnya. sehingga kecepatan arus (u) dihitung dengan : u= Keterangan : = kecepatan arus representatif pada sumbu Utara dalam m/s = kecepatan arus representatif pada sumbu Timur dalam m/s Arah gerak arus (α) pada kuadran I. Pengolahan dan Penyajian Data Pengukuran Arus Arus memiliki energi atau kapasitas angkut ( carrying capacity ) yang sebanding dengan kecepatannya.II. Tekanan yang bekerja didasar perairan disebut sebagai tekanan geser dasar ( bed shear stress ) dan dinotasikan sebagai Perhitungan Debit Air Jika pengukuran arus sepanjang kolom vertikal tersedia. Sumbu Utara mendeteksi gerakan badan air pada arah Utara (dan vertikal).

Pengukuran Arus dan Sedimentasi z = tinggi pengukuran (dari dasar perairan) n = jumlah pengukuran pada suatu vertical u (z) = kekuatan arus u di ketinggian z Arah arus representatife ā ditentukan dengan : Keterangan : w= / ūh = arah arus di satu ketinggian pengukuran D = jarak vertical kolom air yang diwakili pengukuran Jika kecepatan representatife telah dihitung. Jika arah dan kekuatan arus pasut diasumsikan bidirectional dengan kekuatan yang sama. maka debit air dapat dihitung dengan : Keterangan : m= jumlah stasiun pengukuran b= jarak lateral antar stasiun pengukuran. Dengan itu dapat dipelajari pola arus saat air pasang dan air surut yang menunjukkan bahwa komponen arus ke Utara relative lebih dominan dibanding komponen arus kea rah Selatan. Deskripsi Dinamika Badan Air Hasil pengukuran arus (kekuatan dan arah) dengan interval sekitar 1 jam disajikan secara polar dan dengan vector menurut waktu. maka residu dari arus pasang dan arus surut dapat dipakai untuk menduga arah dan kekuatan arus tetap yang bukan dibangkitkan oleh pasut. Survei Hidrografi II 8 .

4 Vektor kecepatan arus dari pengukuran sesaat pada beberapa stasiun pengukuran ketika menjelang surut a. Sebagian besar kandungan sedimen di bumi adalah kuarsa dengan massa jenis rata-rata kg/ = 2650 Gambar 5. kecepatan jatuh. Untuk menyatakan klasifikasi sedimen berdasarkan ukuran butirnya adalah menggunakan : Φ (phi) : Survei Hidrografi II . Sedimen yang dipindahkan adalah sedimen yang terletak pada permukaan dasar perairan. Dalam studi angkutan sedimen. pasir (sand) dan kerikil (gravel). Karakter Sedimen Sedimen diciri atau dikarakterisasi menurut sifat-sifat alami yang dimilikinya. PENGUKURAN DAN ANALISIS SEDIMEN Sedimen adalah bahan utama pembentuk morfologi (topografi dan batimetri) pesisir. Berubahnya morfologi pesisir terjadi sebagai akibat berpindahnya sedimen yang berlangsung melalui mekanisme erosi. Berdasarkan ukuran butirnya. porositas.Pengukuran Arus dan Sedimentasi 2. ukuran butir merupakan karakter sedimen yang sangat penting karena dipakai untuk mempresentasikan resistensinya terhadap agen pengankutan. Sedimen berasal dari fragmentasi (pemecahan) batuan. densitas. Ukuran butir sedimen diwakili oleh diameternya yang biasanya disimbolkan sebagai d dengan satuan millimeter (mm) dan mikrometer (µm). bentuk dan sebagainya. Agen yang berperan dalam perpindahan sedimen ini adalah arus. misalnya: ukuran butir. pengangkutan dan pengendapan. komposisi. sedimen diklasifikasikan menurut: lumpur (mud). sehingga d = ( d dalam mm ) 9 .

Interpretasi terhadap informasi tentang sifat fisik dan komposisi kandungan sedimen sangat penting untuk dikembangkan menjadi kajian lanjutan antara lain untuk. Sedimen yang berukuran besar (misal: pasir kasar dan kerikil) cenderung resisten terhadap gerakan arus. Sedimen didasar perairan dikaji dengan mengambil contoh menggunakan grab sampler. Pengukuran sedimen yang terangkut ini dilakukan dengan mengambil contoh air dari suatu kolom pengukuran. Teknik pengambilan contoh ini disebut sebagai pengukuran langsung (direct sampling). Sedimen yang berukuran lebih kecil (missal: lumpur dengan konsentrasi rendah atau pasir halus) cenderung terangkut sebagai suspense dengan kecepatan dan arah yang mengikuti kecepatan dan arah arus. Terdapat juga sedimen yang terangkut oleh arus sebagai suspense. Pengukurannya dilakukan dengan mengambil contoh air dari suatu kolom pengukuran. Pada umumnya. Tujuannya untuk mengetahui konsentrasi sedimen (atau material padat tersuspensi lainnya) yang diangkut oleh arus. berat contoh sedimen 1 kg sudah cukup untuk dipakai sebagai bahan untuk menganalisis beberapa karakter sedimen dari suatu dasar perairan. Survei Hidrografi II 10 . analisis dinamika batimetri. terdapat juga sedimen yang terangkut oleh arus sebagai suspense. Selain sedimen yang berada di dasar perairan. Konsentrasi sedimen dapat dinyatakan secara absolute dalam kg/ / (massa sedimen per volume contoh air) atau relative dalam (volume sedimen per volume contoh air). Berat contoh sedimen yang diambil bervariasi menurut ukuran grab sampler yang digunakan. ketahanan tanah.Pengukuran Arus dan Sedimentasi b. Contoh sedimen yang diambil mewakili karakter sedimen yang terletak di lapisan teratas dari suatu dasar perairan. Pengambilan Contoh Sedimen Kajian terhadap contoh sedimen sangat berguna untuk penentuan sifat fisik sedimen serta komposisi kandungannya. Pengambilan contoh dapat dilakukan secara sesaat menggunakan trap atau bottle sampler. potensi penambangan atau pencemaran.

2002): 10log(c) = al + b a) Memanfaatkan perambatan cahaya tampak Survei Hidrografi II 11 . Pramono) Gambar 5. c= konsentrasi sedimen dan konstanta-konstanta kalibrasi yang dapat diperoleh melalui analisis regresi menggunakan beberapa data konsentrasi sedimen yang diukur secara langsung Hubungan antara pengukuran akustik dengan konsentrasi sedimen secara empiric dinyatakan dengan (Gartner. (1) (2) = intensitas yang . .Pengukuran Arus dan Sedimentasi Gambar 5.5 Grab sampler (Foto: Gatot H. adalah diterima melalui transmitter. 1993): = = dengan = intensitas perambatan yang diterima receiver. Pramono) Hubungan antara pengukuran optic dengan konsentrasi sedimen untuk teknik transmisi dan teknik pembelokan masing-masing dinyatakan dengan (van Rijn.6 Bottle sampler (Foto: Gatot H.

Analisis Distribusi Ukuran Butir Sedimen di alam tidak pernah memiliki ukuran seragam. tersebut.Pengukuran Arus dan Sedimentasi b) Memanfaatkan pembelokan cahaya tampak c) Memanfaatkan pantulan balik gelombang akustik Gambar 5. maka analisis menunjukkan bahwa contoh sedimen tersebut terdiri dari berbagai macam ukuran butir. Jika contoh sedimen yang terletak pada suatu permukaan dasar perairan diambil. memiliki ukuran butir yang sama dengan atau lebih kecil dari Distribusi ukuran butir dari suatu contoh sedimen juga merupakan parameter yang Survei Hidrografi II 12 . Ukuran representatif yang dipakai untuk mewakili contoh sedimen tersebut biasanya adalah diameter mediannya yang ditentukan menurut berat.7 Teknik-teknik pengukuran konsentrasi sedimen secara tak langsung dengan I = intensitas akustik yang diterima transduser serta a dan b adalah konstanta-konstanta regresi menggunakan beberapa data konsentrasi sedimen yang diukur secara langsung. yang artinya 50% berat contoh sedimen. diameter median tersebut dianotasikan sebagai . c.

053 0.94 2.10 0.180 0.250 0.500 0. Contoh sedimen yang tertinggal pada sebuah saringan pasti mempunyai ukuran butir yang lebih besar dari kerapatan jaring pada saringan tersebut dan lebih kecil dari ukuran kerapatan jarring pada saringan sebelumnya.212 0. Dari hasil penimbangan tersebut akan diperoleh distribusi berat sedimen berdasarkan rentang ukuran kerapatan jaring saringan. Untuk itu.08 0.106 0.355 0.07 0.00 0.053 TOTAL 0.125 0. sedimen yang tertinggal pada setiap jaringan masing-masing ditimbang beratnya.06 0.090 0.36 164. Data hipotetik hasil penimbangan suatu contoh sedimen dasar perairan dengan teknik sieving Survei Hidrografi II 13 .Pengukuran Arus dan Sedimentasi penting dalam studi angkutan sedimen.05 0.045 0.20 0.12 0.90 16. contoh sedimen terlebih dahulu dikeringkan.10 0.425 0. Distribusi ukuran butir dari suatu contoh sedimen dapat pula dinyatakan dengan standar deviasi geometric ( ): (3) =( / Teknik baku yang dipakai untuk menganalisis sebaran ukuran butir sedimen adalah sieving.59 0.180 0.063 0.46 0.106 0.55 19. kemudian disaring melalui saringan-saringan yang ukuran kerapatan jaringannya berbedabeda (terkecil 0.14 0.150 0.39 0.075 0. Diameter Minimum (mm) Diameter Maksimum (mm) Diameter Pertengahan (mm) Massa (g) Massa (%) Massa Komulatif (%) 0.16 7.99 53.33 0.16 0.07 19.28 4.355 0.17 0.075 0.300 0.063mm dan terbesar 20mm).212 0.063 0.80 8.300 0.28 0.250 0.425 0.125 0.150 0.23 0.090 0. Selanjutnya.37 0 0 0 2 12 33 12 19 10 5 5 1 0 0 100 0 100 100 100 97 85 53 41 22 12 7 2 1 0 Tabel 1.47 30.

yaitu: = 0. Data sedimen tersuspensi diperlukan terutama untuk mengukur laju pengangkutan sedimen pada suatu kolom air atau bidang potongan pengukuran.Pengukuran Arus dan Sedimentasi Dari contoh yang diberikan pada Tabel diatas diperoleh beberapa karakter sebaran butir sedimen. Gambar model perubahan elevasi dasar perairan dengan lebar satu satuan panjang Pada sistem yang ditujukan pada gambar. Sebaliknya. Informasi laju pengangkutan sedimen dari dua penampang pengukuran ditujukan untuk kajian batimetri diantara dua lokasi potongan pengukuran. kandungan lumpur 1% dan standar deviasi geometrik d.36. maka laju angkutan sedimen q dalam kg/ diperoleh dengan: q= uc (3) Laju angkutan sedimen q menyatakan massa sedimen yang terangkut pada setiap luas penampang dalam detik. Jika diketahui konsentrasi sedimen c dalam kg/ dan kecepatan arus u dalam m/s. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa tidak ada sumber sedimen lain kecuali yang berasal dari dasar perairan. jika > maka arus akan kehilangan kapasitas angkutnya ke dasar perairan sehingga terjadi deposisi (pengendapan) Perubahan elevasi dasar perairan per satuan waktu (misalnya: Soulsby. Massa sedimen pada contoh air yang diambil diperoleh dengan menimbang selisih berat kering filter setelah dan sebelum filtrasi. Analisis Konsentrasi sedimen Contoh air yang diambil dari suatu kolom air akan melalui proses filtrasi untuk memisahkan partikel-partikel sedimen dari air melalui sebuah filter. sifat sebaran yang well-sorted .159 mm. = 1. 1997): h/ t dimodelkan =- (4) Survei Hidrografi II 14 . Konsentrasi sedimen diperoleh dengan membagi massa sedimen dengan volume air contoh. jika < maka kapasitas angkut yang dimiliki arus mengangkat sedimen dari dasar perairan sehingga akan terjadi erosi (pengikidan).

sebaliknya erosi h/ t<0. Kelebihan pasokan dari sungai akan mengakibatkan pengendapan di pantai.Pengukuran Arus dan Sedimentasi dengan terjadi ketika = porositas sedimen. Dalam hal ini. sumber sedimen lain (selain yang berasal dari dasar perairan) yang berasal dari permukaan tanah pada suatu sistem aliran sungai juga harus diperhitungkan. sebaliknya kekurangan pasokan sedimen dari sungai akan mengakibatkan mundurnya garis pantai. Akresi terjadi ketika h/ t>0. Survei Hidrografi II 15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful