HADIS MARDUD KARENA RAWI YANG CACAT

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat pada mata kuliah Ulumul Hadis Dosen : Hadiyan, MA

Disusun Oleh: Nama Mutia Ismiyawati NIM 2010517042 2010510066

FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA CIRENDEU-CIPUTAT

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Bapak Hadiyan. Nabi Muhammad Rasulullah Saw. Amin. Referensi yang kami jadikan sumber dalam makalah ini. Dan tidak lupa pula. Juni 2011 Penyusun . semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Shalawat teriring salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita. Akhirnya.Wb. Cireundeu. yang telah membawa kita dari zaman jahiliah menuju alam ilmiah seperti yang kita rasakan sekarang ini. dan khususnya bagi kami (penyusun) dan Bapak Dosen yang terhormat. meridhoi dan memberkati setiap usaha dan do'a kita.Wb.2010/2011 KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum Wr. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan “HADIS MARDUD KARENA RAWI YANG CACAT” ini tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. berkat rahmat dan karuniaNya. kami sampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan ataupun motivasi. Karena pastinya masih sangat banyak referensi lain yang dapat kita ambil sebagai sumber ilmu. Atas selesainya penyusunan makalah ini. baik berupa moril maupun materil. juga telah mendo'akan kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. kami sampaikan rasa terima kasih sedalam-dalamnya kepada orang tua kami yang telah memberikan bantuan moril dan materil. pastilah tidak selengkap dan sesempurna dari sumber aslinya. Dan semoga Allah SWT. Tapi semoga makalah yang tidak terlepas dari kekurangan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca umumnya.. MA. Wassalamu'alaikum Wr. tiada lain harapan kami. pembuatan makalah ini dapat kami selesaikan.

......................................... Hadis Syadz........ 2.................................................................. Hadis Bid’ah........................... 4................................................ Hadis Mudhtharib......................................... 4........................ ............................................ Hadis Mu’allal........... Hadis Ikhthilath............................. Mardud karena Cacat pada hal Keadilan (‘adalalah) C........................... 8.... Hadis Jahalah/Majhul.............. Hadis Mushahhaf dan Muharraf..... 3........................ Hadis Mudraj................................ ............... Hadis Munkar..... A..................................................... DAFTAR ISI...................................... 1................ BAB I BAB II PENDAHULUAN............................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. BAB III 2 3 3 4 4 4 5 6 6 7 7 8 8 9 i ii 1 2 2 B................................................................................................................... 6........................................................ Mardud karena Cacat pada hal Kadhabitan (al-dhabth) PENUTUP.................. Pengertian Hadis Mardud................................... Hadis Maudhu’...................................................... 9.......................................... Hadis Maqlub.................. Hadis Muzayyad fi muttashil al-asanaid............................................................................................................... 3................................................ 11 DAFTAR PUSTAKA.............. 5............................................................. 11 Saran................................ Hadis matruk....................................... 12 ................................................................................................................................................ 2................................................................................................................................................................................................2 1.. 7...... 11 Kesimpulan............................ HADIS MARDUD KARENA RAWI YANG CACAT...........................

Muhammad. Sedangkan menurut urf Muhaddisin. Secara garis besar yang menyebabkan suatu hadis digolongkan menjadi hadis daif dikarenakan dua hal. marilah kita baca dan diskusikan pada bab berikutnya. cacat pada hal keadilan dan cacat pada hal kedhabitan. Ulumul Hadis. Dan pada makalah ini kami akan membahas tentang hadis yang digolongkan hadis daif karena rawi yang cacat.BAB I PENDAHULUAN Mardud menurut bahasa berarti yang ditolak. 1 Ahmad. Sebagaimana telah diterangkan di atas bahwa setiap hadis yang mardud tidak boleh diterima dan tidak boleh diamalkan (harus ditolak). tetapi adanya dengan ketidakadaannya bersamaan. Pada pembahasan makalah sebelumnya sudah dibahas tentang hadis yang digolongkan hadis daif karena sanad yang terputus. hadis mardud adalah hadis yang tidak menunjuki keterangan yang kuat akan adanya dan tidak menunjuki keterangan yang kuat atas ketidakadaannya. yaitu terbagi menjadi dua. yang tidak diterima. 1 Hadis daif menurut bahasa berarti hadis yang lemah. M. hadis mardud adalah semua hadis yang telah dihukumi daif. Jadi. Mudzakir. yakni para ulama memiliki dugaan yang lemah tentang benarnya hadis itu berasal dari Rasulullah. yaitu: karena sanad terputus dan karena rawi yang cacat. Atau kata lain hadis daif adalah hadis yang tidak menghimpun sifat-sifat hadis sahih dan hadis hasan. 2000 . Untuk lebih jelasnya. Bandung: Pustaka Setia.

Petunjuk terpenting adalah makna hadis tersebut rusak atau batil. Siapa yang telah mengetahui kepalsuan suatu hadis. yakni: tidak masuk akal. B. yaitu hadis mardud karena sanad terputus yang telah dibahas pada pemakalah sebelumnya dan hadis mardud karena rawi yang cacat. yang masing-masing dapat menghilangkan sifat adil pada rawi. 2 Sahrani. 2010 3 Op. pernah berdusta. Sedangkan menurut istilah mardud yaitu hadis yang tidak memenuhi syarat atau sebagian syarat hadis maqbul. Ahmad. bertentangan dengan kebenaran yang sudah dapat dipastikan secara ilmiah/historis. Mardud karena Cacat pada hal Keadilan (‘adalalah) Banyak macam cacat yang dapat menimpa para rawi. yaitu karena cacat pada hal keadilan dan cacat pada hal kedhabitan. hadis maudhu’ berarti palsu atau dibuat-buat. fasiq.BAB II HADIS MARDUD KARENA RAWI YANG CACAT A. maka ia tidak boleh meriwayatkannya dengan menyandarkan kepada Rasulullah SAW. dan berbuat bid’ah merupakan cacat-cacat.3 Banyak tanda untuk menetapkan suatu hadis maudhu’. Sohari. Pengertian Hadis Mardud Mardud menurut bahasa berarti yang ditolak.2 Hadis mardud terbagi menjadi dua. bertentangan dengan akal sehat. kecuali dengan maksud untuk menjelaskan kepalsuannya. yang tidak diterima.. bertentangan dengan hadis-hadis yang lebih kuat. Cit. atau bertentangan dengan ayat Al-Quran. di antaranya yaitu: 1. tidak dikenal. Bogor: Ghalia Indonesia. Hadis Maudhu’ Dari segi bahasa. Ulumul Hadis. Hadis maudhu’ merupakan seburuk-buruk hadis daif. Muhammad . Berdasarkan istilah yaitu hadis dusta yang dicipta serta dibuat dan dinisbahkan kepada Rasulullah SAW. di antaranya pendusta. Hadis mardud karena rawi yang cacat terbagi menjadi dua.

Hadis majhul adalah hadis yang di dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang tidak dikenal jati dirinya atau orangnya dan tidak dikenal identitas atau tidak dikenal sifat-sifat keadilan dan kedhabitannya. Ilmu Hadis.5 Ad Daraquthni menandaskan. atau Nampak kefasikannya. Jakarta: Bumi Aksara. Bulan Bintang. 3. Contoh hadis matruk: Hadis yang diriwayatkan oleh Ad Daraquthni dari Muhammad ibn Isma’il ibn Al Farisi. karena Allah telah memuliaknannya”. Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadits. Ulumul Hadis. telah melarang kita memotong roti dengan pisau. Pustaka Setia. Hadits Matruk Hadis Matruk secara bahasa berarti yang ditinggalkan. Nabi bersabda: “Muliakan roti. PT. tidak dipedulikan.” 2. diceritakan kepada kami oleh Nuh ibn Marjam. ditinggalkan hadisnya. Abdul Khon. baik pada perbuatan atau pada perkataannya. diceritakan kepada kami oleh ‘Abdah ibn Sulaiman. Muhammad.6 4 Mudasir. 2010 . 1958 6 Majid. H. 2008 5 Hasbi.4 Para ulama ahli hadis memandang bahwa hadis matruk dan hadis munkar adalah dua macam hadis yang paling lemah setelah hadis maudhu’. atau orang yang banyak lupa atau banyak ragu. َ َ ( 164 : ‫ول ت َزر وازرةٌ وزر أ ُخرى ) النعام‬ َ ْ َ ْ ِ َ ِ َ ُ ِ “Pemikul dosa itu tidaklah memikul dosa orang lain. katanya: diceritakan kepada kami oleh Waqid ibn Musa. Hadits Jahalah/Majhul Kata Majhul berarti tidak diketahui. dari sa’ied ibn Al Musaiyab.. dari Abi Hurairah katanya: ‫نهى رسول ال ص م ان يقطع الخبز بالسكين وقال اكرموه فان ال قد اكرمه‬ “Rasulullah SAW. tak boleh diambil. Ash Shiddieqi. bahwa sesungguhnya hadis ini Cuma Nuh yang meriwayatkannya. Menurut istilah yaitu seorang perawi yang tidak dikenal jati diri dan identitasnya. Nuh itu matruk. Jakarta.” Hadis tersebut bertentangan dengan ayat Al-Quran/Firman Allah SWT. dari Yahya ibn Sa’ied Al Anshari. Sedangkan secara istilah yaitu hadis yang diriwayatkan oleh seseorang yang tertuduh dusta (terhadap hadis yang diriwayatkannya).Contoh hadis maudhu’: ‫ل يدخل ولد الزنا الجنة الى سبع ابتاء‬ ّ ّ “Anak zina itu tidak masuk surga hingga tujuh turunan. Bandung: CV.

4.or. Hukum periwayatannya menurut mayoritas muhadditsin ditolak.Sebab-Sebab tidak dikenal jati diri atau identitas itu (jahalah) yaitu: • • • Seseorang mempunyai banyak nama atau sifat. Abdullah bin Sulaiman An-Nufali tidak diketahui jati dirinya (Majhul) karena tidak ada yang meriwayatkan daripadanya kecuali Hisyam bin Yusuf. bahkan telah banyak sebelumku dari para rasul yang telah mendahuluiku. Badiiu' as-samaawaati wal ardli "Artinya : Allah pencipta langit dan bumi" [Al-Baqarah : 117] Artinya adalah Allah yang mengadakannya tanpa ada contoh sebelumnya. Contoh Hadis Majhul: Hadis yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Al-Hakim melalui jalan Hisyam bin Yusuf dari Abdullah bin Sulaiman An-Nufali dari Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas dari ayahnya dari kakeknya secara marfu’: ‫احبوا ال لما يغذوكم به من نعمه واحبونى لحب ال واحبوا اهل بيتي لحبي‬ Cintailah Allah karena sesuatu yang diberikan kepadamu daripada nikmat-nikmatNya. gelar. dan cintailah ahli keluarganya karena mencintaiku.htm . Seorang perawi yang sedikit periwayatan hadis. diambil dari bida' yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh. maksudnya : memulai satu cara yang belum ada sebelumnya. [Al-Ahqaf : 9]. nama panggilan. sifat profesi atau suku dan bangsa.7 Sebelumnya Allah berfirman. Dan dikatakan juga : "Fulan mengada-adakan bid'ah". Juga firman Allah. Tidak tegas nama perawi karena diringkas menjadi nama kecil. 7 http://blog.id/pengertian-bidah-macam-macam-bidah-dan-hukumhukumnya. Maksudnya adalah : Aku bukanlah orang yang pertama kali datang dengan risalah ini dari Allah Ta'ala kepada hamba-hambanya.re. Qul maa kuntu bid'an min ar-rusuli "Artinya : Katakanlah : 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul". cintailah aku karena cinta Allah. Hadis Bid’ah Bid'ah menurut bahasa. baik nama asli.

Mardud karena Cacat pada hal Kadhabitan (al-dhabth) 1. Kedua : yaitu sebuah hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang lemah dan bertentangan dengan riwayat perawi yang tsiqah. Perbedaan Antara Munkar dan Syadz Adalah : a. Adapaun hadits munkar menurut istilah. para ulama mendefiniskannya dengan dua pengertian berikut ini : Pertama: yaitu sebuah hadits dengan perawi tunggal yang banyak kesalahan atau kelalaiannya. sedangkan hadits munkar perawinya adalah dla'if.C. Syadz adalah hadits yang diriwayatkan perawi yang maqbul yang bertentangan hadits yang diriwayatkan perawi yang lebih utama darinya. Namun terdapat perbedaan dimana hadits syadz perawinya masih maqbul. menjadi jelas bahwa keduanya terdapat kesamaan dalam hal : "menyelisihi riwayat yang lebih kuat darinya". tidak menerima. Sedangkan menurut istilah yaitu hadis yang terdapat padanya sebab- 8 Op. karena cacat hadis munkar sangat parah. Cit. Khon . 2.” Hadis di atas munkar karena periwayatan Usamah bin Zaid Al-Madani secara marfu’. b. Hadis Mu’allal Menurut bahasa Mu’allal adalah yang terkena penyakit atau bencana (bercacat). Contoh: Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah melalui Usamah bin Zaid Al-Madani dari ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf dari ayahnya secara marfu’:8 ‫صائم رمضان فى السفر كالمفطر فى الحضر‬ “Seorang puasa Ramadhan dalam perjalanan seperti seorang berbuka dalam tempat tinggalnya. Hadis Munkar Munkar menurut bahasa adalah menolak.. bertentangan periwayatan Ibn Abi Dzi’bin yang tsiqah. Munkar adalah hadits yang diriwayatkan oleh perawi dla'if yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi tsiqah. Dengan demikian. atau nampak kefasiqannya. Tingkatan kedha’ifannya sangat dha’if setelah matruk. Abdul. Majid.

Matan hadis di atas sahih. Contohnya: Maqlub pada sanad misalnya periwayatan hadis dari Ka’ab bin Murrah diucapkan Murrah bin Ka’ab.. dia bertempat tinggal di taman surga. dari Amru bin Dinar. tata dan berjuang di jalan Allah.. Seharusnya bukan dari Amru bin Dinar melainkan dari Amrullah bin Dinar.” Hadis tersebut diriwayatkan oleh Nasai. 2010 adalah sisipan. Muhammad Ash Shiddieqy 10 Op. . dan disebut hadis Mudraj. Cit. “Saya adalah zaim dan zaim itu adalah penanggung jawab dari orang yang beriman kepadaku. Ulumul Hadis. beliau duduk di atas bangku menghadap kiblat dan membelakangi Syam.11 Sedang maqlub pada matan misalnya hadis yang diriwayatkan oleh ibnu Umar: ‫فاذا انا بالنبي ص م جالس على مقعته مستقبل القبلة مستدبر الشام‬ “Maka ketika itu aku bersama Nabi. sedangkan berdasarkan istilah yaitu hadis yang terbalik. Muhammad 11 Khon. yang dating kepadanya lalu tercacatnya. dari Ibnu Umar.10 3. karena ungkapan ‫والزعيم الحميل‬ 4.” Hadis di atas dimaqlubkan menjadi: 9 Op. Berdasarkan istilah yaitu tersisipi sesuatu yang bukan termasuk dalam susunan sanad atau dimasukkan ke dalam matannya sesuatu yang bukan hadis tanpa terpisah. Hadis tersebut diriwayatkan Yala bin Ubaid bersanad Sufyan Ats-Tsauri. Hadis Maqlub Pengertian secara bahasa yaitu terbalik. selama mereka belum berpisah”. Contohnya: ‫قال رسول ال ص م : انا زعيم والزعيم الحميل لمن امن بى واسلم وجاهد فى سبيل ال يبيت فى روض الجنة‬ “Rasulullah bersabda. baik sanad atau pada matan. Cit. Abdul Majid.sebab yang tak nyata. tetapi sanadnya memiliki illat. Ahmad. Jakarta: Bumi Aksara. Hasbi. Hadis Mudraj Secara bahasa Mudraj berarti hadis yang dimasuki sisipan. tidak berasal dari sabda Rasulullah SAW.”9 Contoh: ‫قال رسول ال ص م : البيعان بالخيار مالم يتفرقا‬ ّ “Rasulullah bersabda: “Penjual dan pembeli boleh berikhyar.

Khor. telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah. yaitu Abu 'Alqamah. Dari Ya'la bin ‘Atha’. Hadis Mudhtharib Secara bahasa berarti goncang dan bergetar13. dari Abu ‘Alqamah. 6. Muslim di dalam kitab Shahihnya menyebutkan riwayat yang tidak ada ziyadahnya bahwa Ya’la bin Atha’ telah menjelaskan bahwa ia menerima hadis dari gurunya. Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Dawud. Aku mendengar Abu Hurairah ra berkata. Hadis Muzayyad fi muttashil al-asanaid Seorang rawi menambahkan seseorang rijal di dalam suatu sanad. ia berkata: Aku mendengar Abu Alqamah berkata. Hadis ini diriwayatkan oleh an-Nasa’i di dalam Sunan-nya dengan sanad sebagai berikut. dari ayahnya. Berdasarkan istilah yaitu hadis yang diriwayatkan pada beberapa segi yang berbeda. dan barangsiapa yang mentaati amir (pemimpin)ku maka ia telah mentaatiku. dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka ia telah durhaka kepada Allah. yang tidak disebutkannya di dalam sanad lainnya. Abu Awanah dengan jalur sanad dari Abu 'Awanah. dari Ya’la bin ‘Atha’. Telah menceritakan kepada kami Abu al-Walid.12 Contoh. dan barangsiapa yang mendurhakai amir (pemimpin)ku maka ia telah durhaka kepadaku. dengan cara as-sima’. h. ia berkata. Abdul Majid . Rasulullah saw bersabda. 171 13 Ibid. Contoh idhthirab di sanad: Seperti hadis Abu Bakar: ‫يا رسول ال ارىك شبت ؟ قال : شيبتنى هود واخواتها‬ 12 Mukhtashar 'Ulum al-Hadis. Abu Hurairah telah menceritakan kepadaku …. "Barangsiapa yang mentaatiku maka ia telah mentaati Allah. tetapi sama dalam kualitasnya. Di dalam sanad di atas ada tambahan 'Atha' yaitu ayah Ya'la. Inilah yang dinamakan Mazid fi Muttasil al-Asanid. Ibnu Katsir. berantakan.‫مستقبل الشام مستدبر القبلة‬ Menghadap Syam dan membelakangi kiblat. ia berkata. 5. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Muslim.

“Ya Rasulullah.” Ad Daraquthni mengatakan. Ibnu Hajar membedakan adanya perubahan yang terjadi pada hadis. Hadis ini Cuma diriwayatkan dari jalan Abu Ishaq As Suba’I dan perselisihan terhadapnya banyak. Muhammad Ash Shiddieqy . 8. akan tetapi bertentangan (matannya) dengan periwayatan dari orang yang kualitasnya lebih utama. Hadis ini ditashhikan oleh Abu Bakar Ash-Shuli dengan ungkapan: ‫من صام رمضان واتبعه شيئا من شوال كصوم الدهر‬ Contoh Muharraf: hadis Jabir berkata: ‫رمي ابي يوم الحزاب فكواه رسول ال ص م‬ ّ Ubay dipanah pada peperangan Ahzab di urat lengannya.. Cit. saya lihat anda telah berubah. Muharraf berarti mengubah atau mengganti. Nabi saw. menjawab: Surat Hud dan audara-saudaranya telah menyebabkan saya berubah. dan jika perubahan itu berbentuk syakal/harakat huruf disebut Muharraf. maka Rasulullah mengobatinya dengan besi panas. 7. Hadis di atas diubah oleh Ghandar pada kata Ubay menjadi Abi. maka ia sama dengan berpuasa satu tahun.” Hadis di atas diriwayatkan oleh Musa bin Ali bin Kubah dengan sanad dari 14 Op. Sedangkan menurut istilah yaitu hadis yang diriwayatkan oleh orang yang maqbul. jika perubahan itu berupa pada titik pada suatu huruf atau beberapa huruf itulah disebut Mushahhaf. bahwa hadis ini mudhtharib. Hadis Mushahhaf dan Muharraf Mushahhaf berarti salah baca tulisan. Hasbi.14 Contoh: ‫قال رسول ال ص م : يوم عرفة وايام التشريق ايام اكل وشرب‬ “Rasulullah bersabda: “Hari arafah dan hari tasyrik adalah hari-hari makan dan minum. Hadis Syadz Hadis Syadz menurut bahasa yaitu hadis yang ganjil. Berdasarkan istilah Mushahhaf adalah perubahan kalimat dalam hadis selain apa yang diriwayatkan oleh orang tsiqah baik secara lafal atau makna. Contoh Mushahhaf : ‫من صام رمضان واتبعه ستا من شوال كصوم الدهر‬ Barang siapa yang berpuasa ramadhan dan diikutinya dari enam hari dari bulan syawal.

" As-Sakhawi rahimahullahberkata:"Hakekatnya Ash-Shan'ani rahimahullah berkata:"Seorang menjadikannya tidak tsiqah (tidak kredibel. Pada hadis lain tidak dijumpai ungkapan Keganjilan hadis di atas terletak pada adanya ungkapan tersebut. kemudian tertimpa sesuatu yang merubah hafalannya dan berpengaruh terhadap ingatannya. Hadis Ikhthilath Pengertian Ikhtilath Ibnu Hajar rahimahullah berkata: "Buruknya hafalan yang menimpa seorang perawi hadits. di antaranya adalah : a. ia berkata. ia berkata. dan kejadian ini (kecurian) termasuk musibah yang kadang-kadang mempengaruhi akal sebagian perawi. Contoh. Hadis yang diriwayatkan oleh an-Nasa’i di dalam kitab Sunan (3/54) ُ ّ َ َ ِ َّ َ َ ِ ِ َ ْ َ ِ ِ ّ ُ ْ ُ َ َ َ َ ّ َ َ َ ٌ ّ َ َ َ ّ َ َ َ ّ َ َ ِ ْ ِ ِ َ ُ ْ َ ْ َ َ َ َ ْ َ ‫أخبرنا يحيى بن حبيب بن عربي قال حدثنا حماد قال حدثنا عطاء بن السائب عن أبيه قال صلى بنا عمار‬ ْ َ َ َ َِ ََ ّ َ َ َ َ ‫ْ ُ َ ِ ٍ َ َ ً ََ ْ َ َ ِ َ َ َ َ َ ُ َ ْ ُ ْ َ ْ ِ َ َ ْ َ ّ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ ّ َة‬ ‫ابن ياسر صلة فأوجز فيها فقال له بعض القوم لققد خففقت أو أوجقزت الصقل َ فقققال أمققا علقى ذلقك فققد‬ ِ ْ َ ْ َ ِ ٌ ُ َ ُ َ ِ َ َ َ ّ َ‫َع ْ ُ ِ َ ِ َ َ َ ٍ َ ِ ْ ُ ُ ّ ِ ْ َ ُ ِ ّ َ ّ ّ ََ ْ ِ َ َ ّ َ ف‬ ‫د َوت فيهققا بقدعوات سقمعتهن مقن رسققول الق صقلى الق عليقه وسقلم َلمققا قققام تبعقه رجقل مقن الققوم‬ ِ Telah meberitakan kepada kami Yahya bin Habib bin Arabiy. c.serentetan rawi yang dipercaya. 9.) Dan pernyataan yang mengatakan bahwa hakekat Ikhtilath adalah rusaknya akal menunjukkan secara jelas bahwa seorang perawi yang disifati dengan Ikhtilath dahulunya adalah orang yang sehat akalnya. Telah menceritakan kepada adalah perawi rusaknya yang akal seorang perawi dan ketidakteraturan ucapan-ucapan dan perbuatannya." Sebab-sebab Ikhtilath ada bermacam-macam. Hilang." Mukhtalath (orang yang tertimpa ikhtilath) adalah seorang perawi yang tertimpa hal-hal yang . Telah menceritakan kepada kami Hammad. d. Oleh sebab itu kita mendapati sebagian ulama mengungkapkan hal itu dengan perkataanya:"Thari'u atau 'Aridh. seperti kebutaan dan lain-lain apabila dia meriwayatkan hadits dari kitabnya. jika dibandingkan dengan hadis-hadis yang diriwayatkan oleh rawi-rawi yang juga dipercaya. Kecurian harta (hartanya dicuri). Usia yang semakin tua dan apa-apa yang menimpanya berupa berbagai macam penyakit. namun matan hadis tersebut ganjil. b. . apabila dia meriwayatkan hadits dari kitabnya. rusak atau terbakar kitab-kitabnya (kitab hadits). Matinya orang yang dicintainya seperti anak dan yang semisalnya.

engkau telah meringankan shalatmu –atau pendekkan– Lalu Ammar menjawab. Yahya bin Sa’id al-Qaththan berkata. Ammar bin Yasir pernah melakukan suatu salat bersama kami dengan salat yang ringan (pendek) lalu orang bertanya kepadanya. dari ayahnya. Dia termasuk orang yang telah mendengar hadis dari Atha' sebelum ia mengalami ikhtilath. Demikian juga penilaian Abu hatim ar-Razi. . ia berkata. hanya saja ia mengalami ikhtilath di akhir usianya. dan Hammad yang meriwayatkan hadis ini darinya adalah Hammad bin Zaid. Adapun dalam hal itu aku telah berdoa di dalamnya dengan suatu do’a yang aku dengar dari Rasulullah saw. "Hammad bin Zaid telah mendengar dari Atha’ sebelum ia mengalami ikhtilath". lalu ketika beliau berdiri seseorang di antara kaum itu mengikutinya… Atha’ bin Sa’ib adalah siqah.Kami Atha’ bin as-Sa’ib.

tentu akan membuat kita menjadi semakin terpacu untuk berpikir dan menggali pengetahuan secara lebih mendalam serta dilandasi nafsiyah (sikap) keimanan dan ketakwaan yang mantap. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. Menunjukkan betapa maha kuasanya Allah dalam memberikan kepahaman terhadap hamba-hambanya.1 Kesimpulan Pada pembahasan makalah ini dapat kita petik kesimpulan bahwa kajian keislaman itu sangatlah luas salah satunya ilmu hadis. Yûsuf [12]: 21) Meskipun ada sebagian kaum muslimin mengingkari Qur’an dan Hadits (terlebih hadits dhaif).”(QS Yunus 36). Karena sesungguhnya Allah SWT. sehingga kita dapat memilih-milih mana yang harus kita ikuti dan mana yang tidak.” (QS.2 Saran Kami selaku penyusun makalah ini menghimbau dan menyarankan kepada pembaca untuk lebih banyak lagi membaca tentang ilmu-ilmu hadis. maka itulah yang perlu kita luruskan bersama. sanad. 3. “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya. hasan dan daif. karena sanad terputus dan karena cacat pada rawi atau matan semakin memudahkan kita untuk mengetahui sebab-sebab mengapa hadits-hadits menjadi dhaif. Berfirman yang artinya : “(Dan) kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka. Dengan mengetahui Ilmu Hadits (di sini lebih dikhususkan hadits dhaif karena rawi yang cacat).BAB III PENUTUP 3. Dengan lebih banyak membaca dan mendalami ilmu hadis maka kita menjadi tahu bahkan memahami mana hadis yang sahih. maupun matannya. baik dari segi rawinya (orang yang meriwayatkan). termotivasi untuk terus mencari dan mengamalkannya karena pembahasan dalam makalah ini hanyalah berisi sebagian kecilnya saja. Terbaginya hadits dhaif dalam dua bagian. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. . sebab jika kita telusuri begitu luasnya pembahasan tentang ilmu hadis ini.

PT. Ilmu Hadis untuk Pemula. Ash Shiddieqi. 2008 Hasbi. Ulumul Hadis.htm . 2010 Sahrani. Ulumul Hadis. Sohari. Ulumul Hadis. Bogor: Ghalia Indonesia. 1997 http://www.net/Afanza/ilmu-hadis-untuk-pemula http://blog.id/pengertian-bidah-macam-macam-bidah-dan-hukum-hukumnya.or. 2000 Khon.DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Bulan Bintang. Muhammad. Jakarta: Bumi Aksara. 2010 Mudasir. Bandung: CV. Muhammad. Pustaka Setia.re. Mesir: Maktabah Ibnu Taymiyah. 1958 Amr Abdul Mun’im Salim. Bandung: Pustaka Setia. Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadits. Ilmu Hadis. M..slideshare. Jakarta. Mudzakir. Abdul Majid. H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful