P. 1
Manajemen Strategi: Analisa Lingkungan Eksternal dan Internal oleh Jhanghiz Syahrivar

Manajemen Strategi: Analisa Lingkungan Eksternal dan Internal oleh Jhanghiz Syahrivar

|Views: 1,446|Likes:
Published by Jhanghiz Syahrivar

More info:

Published by: Jhanghiz Syahrivar on Jun 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2012

pdf

text

original

Manajemen Strategi

:
AnaIisa Lingkungan ExternaI dan
InternaI

Dirangkum oIeh :
JHANGHIZ SYAHRIVAR
Summary of Session 2:
External Environment
External Environment memiliki 3 bagian utama, yakni:
1. eneral Environment
%erdiri atas beberapa dimensi di tatanan masyarakat yang mempengaruhi industri dan
perusahaan di dalamnya.
Segmen Elemen
DemograIi O esar Populasi
O Struktur Umur
O Penyebaran GeograIi
O Percampuran Etnis
O Distribusi Pendapatan
Ekonomi O %ingkat InIlasi
O %ingkat unga
O DeIisit dan Surplus
Perdagangan
O DeIisit dan Surplus
udget
O %ingkat %abungan
Pribadi
O %ingkat %abungan
isnis
O Produk Domestik ruto
Politik/Legal O ukum Anti-%rust
O ukum Paiak
O ilosoIi Deregulasi
O ukum Pelatihan uruh
O ilosoIi dan Kebiiakan
Pendidikan
Sosiokultur O Kaum Wanita di
Lingkungan Keria
O Keanekaragaman %enaga
Keria
O Kualitas mengenai
Kehidupan Keria
O Keperihatinan mengenai
Lingkungan idup
O Pergeseran PreIerensi
Keria dan Karir
O Pergeseran PreIerensi
Karateristik Produk dan
Jasa
%eknologi O Inovasi Produk
O Penerapan Ilmu
Pengetahuan
O okus terhadap
Pengeluaran Penelitian
dan Pengembangan yang
Didukung Pihak Swasta
dan Pemerintah
O %eknologi Komunikasi
aru
Global O Peristiwa Penting di
idang Politik
O Globalisasi Pasar
O egara-egara Industri
aru
O Perbedaan Atribut
udaya dan
Kelembagaan


2. Industry Environment
erupakan Iaktor-Iaktor yang langsung mempengaruhi perusahaan dan kegiatan
operasionalnya meliputi: ancaman pendatang baru, kekuatan pemasok, kekuatan pembeli,
ancaman produk pengganti, dan intensitas persaingan di antara pesaing.
. ompetitor Environment
Analisa suatu perusahaan terhadap tuiuan iangka paniang, strategi saat ini, asumsi, dari
pesaing nya.
External Environment Analysis
Analisa Lingkungan External dibedakan ke dalam beberapa komponen seperti berikut:
Komponen Penjelasan
Scanning engidentiIikasi sinyal awal dari perubahan
lingkungan dan trend.
Monitoring endeteksi arti melalui observasi terus
menerus terhadap perubahan lingkungan dan
trend.
Forecasting engembangkan proyeksi terhadap hasil
yang diantisipasi berdasarkan perubahan
lingkungan dan trend yang dipantau.
Assessing enentukan waktu dan pentingnya
perubahan lingkungan dan trend untuk
strategi suatu perusahaan dan manaiemen
perusahaan tersebut.

%eknik yang berbeda digunakan untuk membuat inteliien pesaing (competitor intelligence)
yang merupakan himpunan data, inIormasi, dan pengetahuan yang memungkinkan
perusahaan untuk lebih memahami pesaing dan dengan demikian mereka dapat memprediksi
kemungkinan tindakan strategis dan taktis. Perusahaan harus menggunakan praktik-praktik
yang etis dan sesuai hukum saia untuk mengumpulkan inteliien pesaing tersebut. Internet
meningkatkan kemampuan perusahaan untuk mengumpulkan inIormasi berharga tentang
pesaing dan tuiuan strategis mereka.

Source: l(e|ard el a|. |2011): Cr. 2

Summary of Session :
Internal Environment Analysis
lobal Mind Set adalah kemampuan untuk mempelaiari lingkungan internal dengan cara-
cara yang tidak tergantung pada asumsi satu negara, budaya atau konteks.
Dalam lanskap global, Iaktor tradisional semisal biaya tenaga keria dan akses unggul
terhadap sumber daya keuangan dan bahan baku) masih bisa menciptakan keunggulan daya
saing. amun demikian, hal ini teriadi pada beberapa kasus yang iumlahnya semakin
menurun saat ini. Dalam lanskap baru, sumber daya, kemampuan, dan kompetensi inti dalam
lingkungan internal perusahaan dapat memiliki pengaruh yang relatiI lebih kuat pada kineria
perusahaan ketimbang kondisi di lingkungan eksternal. Organisasi yang paling eIektiI
menyadari bahwa daya saing strategis dan keuntungan di atas rata-rata hanya teriadi ketika
inti kompetensi (diidentiIikasi melalui studi dari lingkungan internal perusahaan) cocok
dengan peluang (ditentukan melalui studi lingkungan eksternal perusahaan).
%idak ada keunggulan daya saing yang berlangsung selamanya. Seiring waktu, pesaing
menggunakan sumber daya unik mereka sendiri, kemampuan, dan kompetensi inti untuk
membentuk proposisi penciptaan nilai yang berbeda yang dapat menduplikasi kemampuan
penciptaan nilai dari keunggulan daya saing perusahaan. Secara umum, merebaknya Internet
merupakan salah satu Iaktor utama yang mengurangi keberlaniutan dari keunggulan daya
saing banyak perusahaan. Karena keunggulan daya saing tidak berlangsung selamanya,
perusahaan harus mengeksploitasi keuntungan mereka saat ini iuga sementara secara
bersamaan menggunakan sumber daya dan kemampuan mereka untuk membentuk
keuntungan baru yang dapat meningkatkan daya saing di masa yang akan datang.
anaiemen yang eIektiI dari kompetensi inti memerlukan analisis sumber daya perusahaan
secara mendalam (input untuk proses produksi) dan kemampuan (sumber daya yang telah
sengaia diintegrasikan untuk mencapai suatu tugas tertentu atau serangkaian tugas).
Pengetahuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia termasuk yang paling signiIikan dari
kemampuan organisasi dan bisa saia meniadi akar dari semua keunggulan kompetitiI.
Perusahaan harus menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan orang untuk
mengintegrasikan pengetahuan masing-masing dengan yang dimiliki oleh orang lain
sehingga, secara kolektiI, perusahaan memiliki pengetahuan organisasi yang signiIikan.
Sumber daya individu biasanya tidak meniadi sumber keunggulan daya saing. Kemampuan
(capability) adalah lebih cenderung sumber dari keunggulan daya saing itu sendiri, terutama
yang relatiI berkelaniutan. Alasan utama untuk hal ini adalah bahwa perusahaan yang
memelihara dan didukung oleh kompetensi inti yang didasarkan pada kemampuan kurang
terlihat oleh pesaing dan, karena itu, lebih sulit untuk dipahami dan ditiru.
anya ketika suatu kemampuan itu berharga, langka, mahal untuk ditiru, dan tidak
tergantikan merupakan sebuah kompetensi inti dan sumber keunggulan daya saing. Seiring
waktu, kompetensi inti harus terus didukung, tetapi mereka tidak bisa dibiarkan meniadi inti
yang kaku. Kompetensi inti merupakan sumber keunggulan daya saing hanya ketika mereka
memungkinkan perusahaan untuk menciptakan nilai dengan memanIaatkan peluang dalam
lingkungan eksternalnya. Saat ini bukan lagi kasus, perhatian bergeser pada pemilihan atau
pembentukan kemampuan lainnya yang memenuhi empat kriteria keunggulan daya saing.
Analisis nilai berantai digunakan untuk mengidentiIikasi dan mengevaluasi potensi sumber
daya dan kemampuan yang kompetitiI. Dengan mempelaiari ketrampilan-ketrampilan yang
berhubungan dengan kegiatan utama dan kegiatan pendukung, perusahaan bisa memahami
struktur biaya mereka dan mengidentiIikasi kegiatan di mana mereka dapat menciptakan
nilai.
Jika perusahaan tidak dapat menciptakan nilai (tambah) baik di kegiatan utama dan
pendukung, outsourcing terpaksa digunakan. Sangat umum digunakan dalam ekonomi global,
outsourcing adalah pembelian kegiatan penciptaan nilai dari pemasok eksternal. Perusahaan
itu harus outsource hanya kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki keunggulan
kompetitiI dalam hal kegiatan utama dan kegiatan pendukung yang sedang dipertimbangkan
untuk diimplementasikan. Selain itu, perusahaan harus terus memveriIikasi bahwa
outsourcing ini benarlah suatu kegiatan yang dapat menciptakan nilai tambah bagi
perusahaan.

Source: l(e|ard el a|. |2011): Cr. 3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->