Saatnya Pendidikan Wirausaha Solusi Kurangi Pengangguran JOGJA - Tak banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki daya

upaya untuk membuka usaha sendiri. Padahal banyaknya wirausahawan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran. Terlebih, masalah pengangguran dan kemiskinan masih menjadi problem klasik yang dihadapi bangsa ini. Hal itu terungkap dalam Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan Keluarga Alumni MM UMY. Hadir sebagai pembicara Direktur Program Magister Manajemen UMY Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ Drs. Untung Sukaryadi, MM. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ Drs. Untung Sukaryadi, MM bahwa saat ini di DIJ tingkat pengangguran masih relatif tinggi. Hal itu disebabkan karena keterbatasan kerja. Data tahun 2010, di DIJ terdapat 122.225 pengangguran atau 6,48 persen jumlah penduduk. Dari jumlah itu, 11.910 merupakan lulusan pendidikan tinggi. "Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi permasalahan yang dihadapi," ujarnya. Terpisah, Direktur Program Magister Manajemen UMY Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono mengatakan, salah satu penyebab banyaknya pengangguran karena rendahnya jumlah wirausahawan yang ada. Setidaknya, jumlahnya hanya 0,24 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Padahal di negara-negara maju, setidaknya wirausawahan mencapai 7 hingga 11 persen. "Rendahnya keinginan berwirausaha menjadikan rendahnya tingkat kesejahteraan dan keterbatasan kesempatan kerja. Untuk itu, diperlukan transformasi pendidikan kewirausahaan terutama pada pendidikan tingkat lanjutan sangat penting untuk segera dilakukan," terangnya. Dalam uraiannya, Heru menjelaskan, pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan sebetulnya sangat diperlukan. Karena berdasarkan riset yang dilakukan, konsep pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan masih sebagai pelengkap. Sehingga kewirausahaan masih saja berkutat pada konteks pengetahuan saja, sedangkan untuk sisi keterampilan masih sangat terbatas. "Perubahan dalam pendidikan wirausaha harus segera diwujudkan. Mulai dari pemahaman konsep, peningkatan ketrampilan, hingga perubahan perilaku. Dengan begitu output dari pendidikan kewirausahaan adalah sikap mental untuk memulai wirausaha," jelasnya.(ila)
http://wirausaha-1plus.blogspot.com/2011/04/saatnya-pendidikan-wirausaha-radar.html

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) menggelar acara Workshop Kewirausahaan Perguruan Tinggi sebagai komitmen Dikti dalam melaksanakan program 100 hari Kementerian Pendidikan Nasional dimana pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi menjadi salah satu ujung tombaknya. Dengan mengusung tema ³wirausaha muda inovatif untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa´, workshop ini dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Ir. Mohammad NUH, DEA yang memberikan arahan bagaimana seharusnya dunia pendidikan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pendidikan entrepreneurship. ³Hari ini

Dirjen Dikti. Peningkatan relevansi hasil riset dan kewirausahaan. Mereka didatangkan untuk memberikan kesaksian bagaimana perguruan tinggi menjadi pendorong terbentuknya wirausaha yang berbasis pengetahuan. Selain itu Dikti juga mendatangkan para entrepreneur yang berhasil yang berasal dari perguruan tinggi seperti Nancy Magrid. Sidang komisi 1 terdiri dari para dosen yang membahas penerapan pendidikan kewirausahaan dalam pembelajaran di kampus. Fasli Jalal menambahkan bahwa workshop kali ini secara khusus memiliki 6 tujuan: Meningkatkan daya saing dan kemandirian nasional. Peningkatan kapasitas SDM. Meningkatkan kerja sama perguruan tinggi dengan dunia usaha.´ Pembicara yang didatangkan adalah mereka yang sangat berpengalaman dalam mendorong pendidikan entrepreneurship di Indonesia seperti Bob Sadino. Dikti melakukan program-program dengan beberapa skema. Elsa dan Wahyu Saidi. Melalui program ini dana yang telah dicairkan oleh Dikti masing-masing 2 Milyar rupiah untuk Perguruan Tinggi bertaraf Internasional. Institut dan Sekolah Tinggi Negeri. Mempromosikan Teaching University ± Research University ± Entrepreneurship University dengan mengembangkan pusat kewirausahaan. Dan sidang komisi 3 yang berisi kelembagaan pusat pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi.´ Lebih lanjut Mendiknas mengatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu jawaban terhadap masalah pendidikan di Iindonesia. Dr. Trinil. Dalam mengembangkan kewirausahaan di perguruan tinggi. bagaimana teori fraktal dalam Matematika digunakan untuk menciptakan pola-pola batik yang diterima oleh masyarakat luas.´ demikian sambutan Mendiknas. dan 1 Milyar rupiah untuk setiap koordinator perguruan tinggi swasta (Kopertis). ³Pendidikan Indonesia seharusnya mengalami transformasi bukan reformasi. Itulah sebabnya ³Workshop ini menampilkan pelaku usaha. masukan dan saran bagi program pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi pada tahun 2010. berharap agar kegiatan yang merupakan inisiatif Dikti ini dapat mendekatkan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan wilayah. Skema pertama adalah dengan memberikan dana bantuan kepada perguruan-perguruan tinggi sebagai bentuk permodalan bagi mahasiswa dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Dikti. dosen dan mahasiswa yang selama ini terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang telah diluncurkan oleh Dirjen Dikti pada tahun anggaran 2009. Diharapkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi penyumbang terhadap meningkatnya jumlah wirausahawan yang pada saat ini masih sekitar 0. dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis IPTEKS kepada para mahasiswa agar menjadi pengusaha nasional yang tangguh dan sukses. Skema kedua untuk pendampingan mahasiswa yang menerima bantuan permodalan ini Dikti telah melatih 1500 dosen dari sekitar 300 perguruan tinggi dalam Training Of Trainer Dosen . 500 Juta rupiah untuk Politeknik Negeri. Ciputra dan Budi Gunadi Sadikin.merupakan kesempatan bagi para pemangku kepentingan holder untuk dapat saling berbagai pengalaman. Dr. inkubator bisnis dan teknologi serta Technopark.18% dari jumlah penduduk Indonesia. Inovasi dan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Sandiaga Uno. Prof. dr. PMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan. menjadi minimal 1%. Dalam usaha untuk menampung evaluasi. Batik fraktal adalah salah satu contohnya. Ir. keterampilan. Sidang komisi 2 berisi para mahasiswa dan pelaku usaha yang menjadi mentor dalam sidang tersebut. untuk meningkatkan daya saing nasional dan kemandirian bangsa. Prof. menghadapi persaingan global. Meningkatkan knowledge based entrepreneurship di Perguruan Tinggi. dikti menggelar 3 sidang komisi yang dilaksanakan secara paralel. Fasli Jalal. 1 milyar untuk Universitas.

Mengapa? Itulah cara mengurangi jumlah penganggur.id/index. meningkatkan harkat sebagai bangsa yang mandiri dan bermartabat. Kota Yogyakarta. Skema ketiga. yang lulusannya siap memasuki lapangan kerja. UKM selama 3-6 bulan. Mereka jeli menangkap peluang menjawab kebutuhan komunitas kampus. Tidak hanya praksis pendidikan yang link and match (tanggem). Program ini adalah kegiatan pendidikan bagi mahasiswa S1 yang telah selesai semester 6 yang diberikan kesempatan untuk bekerja pada perusahaan.Pengembangan entrepreneurship (kewirausahaan) adalah kunci kemajuan. Jakarta. 17 Desember 2009 ± http://kelembagaan. tetapi juga praksis pendidikan yang inspiratif-pragmatis. Beberapa tujuan penting yang ingin dicapai melalui sinergi ini adalah pemetaan potensi-potensi penelitian kerjasama antara perguruan tinggi. Misalnya bisnis refil tinta. persoalannya menyangkut bagaimana dikembangkan praksis pendidikan yang tidak hanya menghasilkan manusia terampil dari sisi ulah intelektual. Skema keempat. Peserta juga diperkenalkan dengan model-model pembelajaran entrepreneurship di perguruan tinggi. Dalam ranah pendidikan. Skema terakhir yang dilakukan oleh Dikti adalah Kuliah Kewirausahaan. Magang Kewirausahaan (MKU). Di satu sisi bermunculan banyak entrepreneur muda yang kreatif. kreativitas sebagai dasar inovasi. Melalui TOT para dosen diperkenalkan dengan fondasi pendidikan Entrepreneurship di perguruan tinggi.com . Kuliah Kerja Usaha (KKU). mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan keterpurukan ekonomis. merakit .dikti. best-practices lifeskill. Program Kreativitas Mahasiswa adalah program lain yang menawarkan Rp. Dikti melakukan program Cooperative Academic Edcuation atau yang lebih dikenal dengan Coop. lewat kurikulum. 10 juta untuk setiap proposal yang masuk. Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) dan Inkubator Wirausaha Baru (INWUB). menciptakan lapangan kerja. dan bagaimana mengajarkan memulai sebuah business kepada mahasiswa. Program ini dirancang dengan menyertakan 5 kegiatan saling terkait sebagai wahana: Kuliah Kewirausahaan (KWU). eksploratif. Praksis pendidikan. sistem dan penyelenggaraannya harus serba terbuka. dan membebaskan. Panelis Agus Bastian menangkap gejala yang berkebalikan di lingkungan terdekatnya. tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja.php/kegiatan-terbaru/391-dikti-meluncurkan-program-100-haripendidikan-kewirausahaan Oleh ST SULARTO KOMPAS.go. Dikti berhasil membangun jejaring Sinergi Busines-Intelectual-Government (BIG) yang merupakan kerja sama Dikti dan Kadin Indonesia.Kewirausahaan yang bekerja sama dengan Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC). Lebih jauh lagi dan politis. industri. dunia industri dan wilayah.

Dana UKM itu digunakan untuk pemberdayaan sarjana di bawah usia 30 tahun yang masih menganggur. Memang terlambat. Namun.43 juta atau 8. tampaknya faktor dan tantangan terpenting adalah bagaimana institusi pendidikan berhasil membentuk atau menanamkan semangat. pada saat yang sama.komputer. kewirausahaan bisa diajarkan lewat sistem terstruktur. Ditarik dalam konteks nasional. bahkan ada yang perlu merogoh kocek ratusan ribu untuk pelicin. sebab justru kewirausahaan seharusnya ditanamkan sejak di jenjang pendidikan anak usia dini dan bukan dicangkokkan setelah lulus. salah satu hasil penting dan utama praksis pendidikan.525 sarjana dan akan berlangsung sampai tahun 2014 dengan target tahunan tercipta 10. jual beli buku. Proyek itu menambah adrenalin Kementerian Pendidikan Nasional yang lama terengah-engah dengan masalah-masalah teknis dan sistem. Ribuan anak muda terdidik berdesakan antre mendaftar. Merekalah bagian dari 9. jiwa. lebih jauh lagi potret lemahnya jiwa kewirausahaan. Banyak faktor lain menjadi penyebab. rekan-rekan mereka berebut tempat meraih kursi pegawai negeri. dan sikap kewirausahaan. program ini diikuti 4. Mengutip Peter F Drucker.000 sarjana pertanian lulusan 58 perguruan tinggi di Indonesia menganggur.000 wirausaha baru hingga tahun 2014. sampai pertengahan tahun lalu 70 persen dari 6. mengikuti ujian saringan. Inisiatif pada tahun 2010 ini Kementerian Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengalokasikan dana Rp 50 miliar untuk mencetak 10. Sejak digulirkan Desember 2009 dan telah disosialisasikan ke sembilan provinsi. Tidak terserapnya lulusan pendidikan ke lapangan kerja memang tidak sepenuhnya disebabkan faktor tak adanya jiwa kewirausahaan. Sebaliknya. melukis sepatu²sebelumnya tentu saja yang sudah lama melukis kaus²sama seperti rekan-rekan mereka di kota lain.000 atau seluruhnya 50. bahkan untuk sarjana yang relatif potensial terserap di lapangan kerja pun. bukan karena mayoritas penduduknya beretnis China dan Indonesia mayoritas Jawa. tak ada kata terlambat . Tidak imbangnya jumlah pelamar kerja dan lowongan kerja. Sebagai disiplin ilmu. apalagi berurusan dengan keturunan. gejalanya merata di seluruh pelosok²bahkan jumlah penganggur terdidik semakin membesar²menunjukkan kecilnya jiwa kewirausahaan. Para lulusan lebih tampil sebagai pencari kerja dan belum sebagai pencipta lapangan kerja.18 persen dari total sekitar 225 juta penduduk. seperti Bandung. sementara Indonesia baru 0. Ketimpangan itu disebabkan kurang terselenggaranya praksis pendidikan yang membuka ke arah kreativitas dan temuan-temuan bersama. Lembaga pendidikan tidak dapat memberikan pekerjaan.46 persen jumlah penduduk pada Februari 2008. kewirausahaan itu bukan bimsalabim. tetapi bisa memastikan agar hasil didik mampu menciptakan pekerjaan.000 sarjana wirausaha perlu dihargai. cuci kiloan. pengamatan Bastian itulah miniatur kondisi ketenagakerjaan Indonesia. Misalnya. pakar manajemen yang kondang pada tahun 1990-an. Meskipun demikian. Singapura dengan memiliki 4 persen wirausaha dari total penduduknya.

sampai akhirnya dia merasa tak sanggup lagi melayani permintaan pasar. Dia tawarkan lewat internet atas mentoring langsung Ciputra. Upaya itu sejalan dengan ´impian´ Ciputra. Program ini merupakan bagian dari upaya memperbesar jumlah wirausaha Indonesia. bahkan sekarang sudah merambah mancanegara di tiga benua besar. syarat utama seorang calon entrepreneur. Yang dia lakukan adalah menginspirasikan generasi muda bahwa mereka bisa menjadi berkah bagi masyarakat. Usahanya berkembang. entrepreneur dan kemudian politisi yang merasa sebagai entrepreneur lahir dari jalanan. Munculnya entrepreneur sebagai hasil lembaga pendidikan dan buah learning by doing masih ada perbedaan persepsi. Selain Kementerian Urusan Koperasi dan UKM. melainkan kreativitas. tetapi yang benar-benar wirausahawan sejati sebenarnya hanya 0. Dia buat desain pakaian Muslim. ia sudah menciptakan nilai untuk desanya. kewirausahaan menawarkan dan menciptakan nilai. kewirausahaan sosial). Relatif barang baru Kewirausahaan memang masih merupakan barang baru untuk Indonesia. Modal utama seorang entrepreneur bukanlah uang. Kementerian Pendidikan Nasional . sementara AS sudah mengenalnya sejak 30 tahun lalu dan Eropa 6-7 tahun lalu. Nilainya bukan hanya miliknya sendiri. seorang sarjana lulusan UGM menciptakan nilai mau membantu yang sama-sama jadi korban gempa bulan Mei 2006. Sebab. setidaknya Indonesia harus memiliki 2 persen dari jumlah itu. ada pendapat lain bisa dilakukan tidak lewat proses yang direncanakan. Tercatat jumlah 48 juta wirausaha Indonesia. Sosok sarjana lulusan UGM di atas mirip jiwa kewirausahaan Mangunwijaya. Ada contoh. yang ada bukanlah entrepreneur sejati. sementara jiwa dagang hanya menawarkan alternatif. bekerja sama dengan lembaga penggiat wiraswasta seperti Ciputra Entrepreneurship Center.1 persen atau sekitar 400. Keyakinan Agus didukung panelis Agung Waluyo. bukan lewat pendidikan khusus kewirausahaan atau manajemen. Kementerian Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam urusan pendidikan perlu diakui belum lama tanggap. Walaupun masih terengah-engah bergulat dengan soal-soal teknis. bahwa pada 25 tahun lagi lahir 4 juta entrepreneur Indonesia. salah satu entrepreneur Indonesia yang obses. menciptakan lapangan kerja baru. sikap menolong orang lain diwujudkan untuk orang lain. Menurut panelis Agus Bastian. Tetapi. melainkan pedagang.000 orang.untuk suatu perbaikan. terutama dalam konteks menciptakan nilai untuk orang lain (social entrepreneurship. Contoh kasus itu menunjukkan. tetapi milik orang lain juga. yakin kewirausahaan bisa dihasilkan juga dari semangat mengambil risiko tanpa takut. Seorang entrepreneur jadi dari sosok seorang pedagang atau juragan. Ada yang berpendapat jiwa kewirausahaan tidak harus dihasilkan dari lembaga pendidikan. Minimal dari jumlah total penduduk. Tanpa kreativitas.

yakni praksis pembelajaran yang membebaskan yang kadang direcoki dengan pendekatan teknis dan persoalan remeh-temeh mengganggu seperti kasus ujian nasional atau UU Badan Hukum Pendidikan. Dibutuhkan satu gerakan nasional. Dia melatih keterampilan. Menanamkan jiwa kewirausahaan perlu dimulai dini dalam praksis pendidikan mengusung kebebasan. know-how. meyakinkan orang lain untuk menolong dan bekerja dalam sebuah tim. sekaligus praksis pendidikan yang berorientasi pada pendidikan yang membebaskan di atas habitat masyarakat yang kondusif positif menyangkut 3 L (lahir. Dunia membutuhkan solusi masalah yang bisa mewujudkan impian jadi kenyataan. Banyaknya industri kreatif yang dihasilkan bangsa ini menunjukkan sebenarnya bangsa ini kreatif. yang umumnya kembali pada dasar paling mendasar dari praksis pendidikan. dan sebaliknya menjauhkannya dari keterjebakan ´kekeliruan yang satu ke kekeliruan yang lain´ yang bersifat teknis-metodis-yuridis. menerjemahkan ide menjadi kenyataan.Pendidikan. mengapa kekayaan alam dan kekayaan budaya dengan segala keragamannya itu tidak dimanfaatkan untuk ekonomi? Karena kita tidak kreatif. bisnis. Dialah kunci kemajuan. kewirausahaan menjadi keharusan. Dilakukan dengan membenahi kurikulum berbasis komunitas. memperbaiki praksis pendidikan di sekolah kejuruan dan tinggi. sampai pada pengarbitan calon-calon entrepreneur yang dicangkokkan di lembaga pendidikan tinggi. selain sikap dan kemauan terus menemukan yang baru tanpa kenal risiko. dan sosok-sosok sosial. dan tindakan yang menghasilkan ide-ide dan inovasi. Melalui kewirausahaan sebenarnya anugerah alam raya Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. http://edukasi. Kewirausahaan membuat orang yang berhasrat besar terhadap sesuatu menjadi mandiri secara finansial dan berkontribusi untuk masyarakat.melakukan upaya membangun jiwa kewirausahaan. semacam Gerakan Kewirausahaan berbasis komunitas untuk melahirkan UKM-UKM baru di satu pihak. lingkungan.kompas.com/read/2010/04/09/11340991/Urgensi. Gerakan nasional Masalahnya.Kewirausahaan . dan mendirikan perusahaan. apakah yang perlu dipelajari generasi muda mengembangkan jiwa kewirausahaan? Kepercayaan diri menjadi modal utama. dengan kecilnya jumlah entrepreneur. Itulah tantangan urgen-mendesak Indonesia yang seharusnya menjadi batu penjuru dan batu sendi praksis pendidikan. dilandasi ambisi dan keberanian mengambil risiko secara cerdas. Masih banyak yang lain. Tetapi. Dalam konteks Indonesia. Karena kita tidak punya jiwa kewirausahaan²yang dengan gampang terbelokkan karena sejak awal pun bangsa ini terbelenggu tidak dibesarkan dalam budaya wirausaha. Gerakan baru itu dirumuskan oleh Ciputra sebagai Gerakan Budaya Wirausaha yang melibatkan pemerintah. sebagai contoh SD Mangunan di Sleman dan Sanggar Anak Alam di Bantul. latihan). akademisi.

Selain itu. Ropbert T Kiyosaki juga telah . dan menyelenggarakannya secara berbeda dengan pendidikan kewirausahaan yang disajikan lembaga pendidikan formal. Rendahnya kemauan berwirausaha mengakibatkan rendah pula tingkat kesejahteraan dan keterbatasan kesempatan kerja. Salah satunya belum adanya link and match antara sistem pendidikan nasional dan sistem ketenagakerjaan nasional. Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan di Amerika Serikat dan Eropa berkembang pesat dalam bentuk kursus maupun diajarkan di perguruan tinggi. kurangnya pendidikan kewirausahaan bagi angkatan kerja mengakibatkan kesempatan kerja belum bisa terbuka luas. Sementara itu. Pendidikan kewirausahaan lainnya yang dikenal oleh masyarakat dunia yaitu Action Coach yang digagas dan dikomandani oleh Brad Sugar.24 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.JOGJA Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi problem klasik yang dihadapi bangsa ini.html Beberapa puluh tahun yang lalu berkembang pendapat bahwa kewirausahaan tidak dapat diajarkan. Mata kuliah kewirausahaan diberikan dalam bentuk kuliah umum ataupun dalam bentuk konsentrasi program studi. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya jumlah wirausahawan yang hanya 0. Di negara maju seperti Amerika Serikat maupun Eropa. memaparkan ada beberapa permasalahan pokok yang kini dihadapi dunia ketenagakerjaan. kewirausahaan telah lama menjadi isu utama. Lembaga kursus tersebut menyajikan materi. Rabu (30/3). Heru lebih lanjut menegaskan. Heru dalam uraiannya menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan. Jumlah itu termasuk sangat rendah jika dibandingkan Negara maju seperti Amerika yang memiliki wirausahawan sekitar 11 persen dan Singapura sebanyak 7 persen dari jumlah penduduknya. konsep pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan masih sebagai konsep pelengkap. ungkapnya. Output dari pendidikan kewirausahaan adalah sikap mental untuk memulai berwirausaha. peningkatan keterampilan (skill) dan perubahan perilaku (attitude). Sehingga kewirausahaan masih saja berkutat pada konteks pengetahuan dan hanya sedikit keterampilan. transformasi pendidikan kewirausahaan terutama pada pendidikan tingkat lanjutan dan tinggi penting segera dilakukan. Transformasi pendidikan kewirausahaan harus segera diwujudkan dalam mewujudkan pemahaman konsep (knowledge). Sedangkan bentuk kursus wirausaha yang diselenggarakan di Amerika Serikat di antaranya berusaha keluar dari kelaziman sebuah pendidikan formal. Untung Sukaryadi. Akan tetapi sekarang ini entrepreneurship atau kewirausahaan telah menjadi disiplin ilmu yang dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan telah tumbuh dengan pesat.com/berita/%E2%80%9Dpendidikan-kewirausahaan-masih-sebataskonsep%E2%80%9D-40261. Sebelumnya. Heru Kurnianto Tjahjono dalam Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan Keluarga Alumni MM UMY di lingkungan Balai Latihan Pendidikan Teknik. Jogja. Hal itu diungkapkan Direktur Program Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. perubahan dalam pendidikan wirausaha harus segera diwujudkan. Untuk itu.harianjoglosemar. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DIY. Sementara di Cina tercatat Universitas Beijing menghapus mata kuliah Marxis dan diganti dengan mata kuliah kewirausahaan. Berdasar riset yang ia lakukan. menetapkan tujuan. http://www.

jumlah penduduk yang besar itu akan menambah beratnya beban pembangunan.100 dari 9. Tidak imbangnya jumlah pelamar kerja dan lowongan kerja.427. tampak ada korelasi positif antara jumlah penduduk yang berwirausaha dengan tingkat kemakmuran dalam suatu masyarakat. Banyak faktor lain menjadi penyebab. Menurut Mc Clelland. jiwa. program diploma dan universitas.8% sampai dengan 11% dari tenaga kerja yang masuk kategori sebagai pengangguran terbuka. dilatih. dengan sebagian besar penduduknya adalah angkatan kerja.100. sulit dapat diwujudkan. Apalagi memasuki era globalisasi. setiap diadakan bursa kerja. dan sikap kewirausahaan.000 alumni PT yang menganggur. Sebagai disiplin ilmu. 22 Agustus 2008). Di sinilah letak dan pentingnya pendidikan wirausahawan dalam pendidikan. dan diberi kesempatan.mempopulerkan pentingnya berwirausaha dengan mempopulerkan konsep cashflow quadran Bagi negara Indonesia. suku bangsa. kekayaan alam. Implikasinya adalah memerlukan kerja keras setiap warga negara Indonesia agar tidak tersisih dari lajunya persaingan dunia. namun jika tidak diasah melalui belajar dan dimotivasi dalam proses pembelajaran. Dari tahun 2006. Tingkat kemajuan dan keterbelakangan suatu negara tidak bergantung pada jumlah penduduk. tampaknya faktor dan tantangan terpenting adalah bagaimana institusi pendidikan berhasil membentuk atau menanamkan semangat. SMK. Kurangnya lulusan pendidikan yang diserap di lapangan kerja memang tidak sepenuhnya disebabkan faktor tak adanya jiwa kewirausahaan. 30% tetap tidak terpenuhi/kosong karena kompetensi peminat tidak memenuhi syarat (headline Kompas. tetapi terletak pada kualitas manusianya. karena tak pernah dididik. urgensi pengembangan kewirausahaan dan pendidikan kewirausahaan antara lain karena jumlah penduduknya besar. Wirausaha merupakan hasil belajar sehingga meskipun jiwa wirausaha mungkin juga diperoleh sejak lahir (bakat). mereka tidak berhasil menjadi entrepreneur. Berangkat dari ³Sumber Daya Manusia´. gejalanya merata di seluruh pelosok ²bahkan jumlah penganggur terdidik semakin membesar² menunjukkan kecilnya jiwa kewirausahaan. tetapi bila tidak. sehingga banyak negara lemah yang terpuruk. termasuk sekitar 1. Untuk mempertajam minat dan kemampuan wirausahawan perlu ditumbuhkembangkan melalui proses pembelajaran. Sebanyak 4. salah satu hasil . warna kulit. Tetapi. paling tidak ada sedikitnya 10% orang Indonesia yang berbakat menjadi entrepreneur. Para lulusan lebih tampil sebagai pencari kerja dan belum sebagai pencipta lapangan kerja. Angka pengangguran berada pada kisaran 10. atau lamanya kemerdekaan yang dialami. maka faktor pendidikan mempunyai peran yang sangat dominan dalam menghasilkan manusia yang bermutu. kewirausahaan bisa diajarkan lewat sistem terstruktur.516. dan dari jumlah itu adalah tenaga muda dari alumni perguruan tinggi. Menurut Ciputra. Jumlah penduduk yang tinggi bisa merupakan potensi jika sebagian penduduk itu merupakan SDM yang berkualitas baik.600 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka pada Februari 2008 adalah lulusan SMA. Meskipun demikian. setiap negara mengalami tantangan yang semakin berat. luas wilayah.

tetapi dengan latar belakang pendidikan akademik. berarti akan banyak kesempatan terbuka karena lebih luas wawasannya dalam melihat berbagai peluang bisnis yang ada. Lebih jauh. tidak terikat. serta diharapkan di masa yang akan datang lahir wirausahawan yang tanggung yang mampu berinovasi sehingga negara kita menjadi negara produsen bukan menjadi negara konsumen. nonformal dan informal. Metode pembelajaran pendidikan Kewirausahaan adalah menanamkan sikap. Seseorang memang tidak perlu berpredikat sarjana untuk menjadi pengusaha. dan tidak terpusat. pembukaan wawasan dan pembekalan pengalaman awal yang dalam proses pembelajarannya bukan sekedar hafalan atau target kognitif. sehingga di masa mendatang lahir para lulusan yang mempunyai stigma positif terhadap wirausaha serta memberikan wawasan bahwa wirausaha merupakan salah satu lapangan kerja yang terhormat yang sejajar dengan profesi sebagai pegawai/karyawan. tetapi dipelajari melalui penanaman kebiasaan yang harus dikerjakan atau dilakukan sendiri secara berulang-ulang dan tidak sekedar hanya mengerti dan mengalami. Jadi tak perlu dipertentangkan apakah kemampuan wirausaha . Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah. Hakekat dari program pendidikan kewirausahaan pada dasarnya merupakan proses pembelajaran penanaman tata nilai kewirausahaan melalui pembiasaan dan pemeliharaan perilaku dan sikap. Lembaga nonformal di masyarakat ini antara lain lembaga kursus. serta satuan pendidikan sejenis. Lembaga pendidikan formal salah satu yang diharapkan mengubah pola pikir ini. tetapi bisa memastikan agar hasil didik mampu menciptakan pekerjaan. Oleh sebab itu lembaga-lembaga pendidikan nonformal sangat beragam dan terbuka. Penyelenggaraan kegiatan pendidikan nonformal lebih terbuka. baik di dalam kurikulumnya maupun di dalam pesertanya (Tilaar. pendidikan bisa menjadi faktor pendorong kesuksesan untuk berwirausaha. Bagi sebagian orang. 2000: 188). dan program yang setara dengan pendidikan sekolah. baik di lembaga maupun tidak. pusat kegiatan belajar masyarakat. Program pendidikan nonformal dapat merupakan lanjutan atau pengayaan dari bagian program sekolah. Dalam pengertian sebenarnya proses pendidikan tidak dapat diartikan secara sempit yaitu proses mendidik di dalam gedung sekolah (schooling). Kewirausahaan ternyata lebih kepada menggerakkan perubahan mental. Mewadahi pendidikan dan latihan (diklat) kewirausahaan untuk masyarakat miskin adalah melalui pendidikan nonformal. jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) pada dasarnya bisa ditanamkan oleh para orang tua ketika anak-anak mereka dalam usia dini. dan majelis taklim. Selain pendidikan kewirausahaan di sekolah atau melalui lembaga pendidikan formal. upaya menciptakan pengusaha atau calon wirausaha dapat pula melalui lembaga pendidikan nonformal serta pelatihan yang dilaksanakan dalam periode waktu tertentu oleh suatu lembaga. Pendidikan nonformal dapat dijadikan wahana sebagai proses pemberian kekuatan yang difokuskan untuk pemanfaatan pemecahan masalah secara kolaboratif. Pendidikan nonformal lebih ditekankan pada keterampilan seseorang untuk hidup. Proses pendidikan mempunyai berbagai bentuk ialah bentuk-bentuk formal. kelompok belajar. pengembangan dari program sekolah. Lembaga pendidikan tidak dapat memberikan pekerjaan. khususnya yang lebih diorientasikan kepada yang mempengaruhi struktur sosial ekonomi. lembaga pelatihan.penting dan utama praktis pendidikan.

Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha. Dengan kata lain.php?option=com_content&view=article&id=55:konseppendidikan-kewirausahaan&catid=30:entrepreneurship&Itemid=66 PDF PENDAHULUAN : KEWIRAUSAHAAN 1. Padahal. menghargai waktu (time orientation). mau berbagi dengan orang lain. empati. kreatif. Hakikat dan Konsep Dasar Kewirusahaan Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuanpenemuan baru seperti mesin uap. Kiranya perlu kajian fakta masuknya mata kuliah Kewirausahaan ke dalam kurikulum perkuliahan ternyata kurang berdampak signifikan bagi pencetakan wirausaha baru dari kalangan generasi muda. yaitu dengan mendorong dan mengawal mahasiswa untuk menciptakan ide pendirian usaha yang kreatif. mampu membawa diri di berbagai lingkungan. tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. Karakter unggul tersebut meliputi pengenalan terhadap diri sendiri (self awareness). Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. mesin pemintal. dan mampu membuat keputusan. Selain itu. mampu mengatasi stres. dengan jiwa wirausahanya peserta didik akan selalu melakukan pembaharuan dan inovasi secara dinamis di masyarakat. bisa mengendalikan emosi. mampu berpikir kritis. untuk menjadi wirausahawan handal dibutuhkan sebuah karakter unggul. sedangkan aspek aplikatifnya dilupakan. (Kasmir. hendaknya pengajaran teori dipangkas dan lebih dititiberatkan pada aplikasi.makassarpreneur. dalam mata kuliah Kewirausahaan. Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda.itu berkat adanya bakat atau hasil pendidikan. Saatnya pendidikan di Indonesia dapat berperan sebagai problem solver dengan dibarengi mental wirausaha yang terpatri dalam diri anak didik. diantaranya adalah . 2007 : 18). Mungkin hal ini disebabkan karena dosen lebih menitikberatkan aspek teoritis. Atau kalau ada aspek aplikatifnya. Dengan bekal pelbagai disiplin keilmuan yang mumpuni yang dapat dijadikan ³modal´ untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang muncul dan berkembang di masyarakat. Karakter tersebut tentu melalui sebuah proses yang panjang. sangat kurang dan tidak berdampak signifikan untuk menghasilkan kader pengusaha muda. dapat berkomunikasi.com/index. dll. http://www. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. mampu memecahkan permasalahan (problem solving).

Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian Jean Baptista Say (1816) Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya. Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter. 1803). Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. ekplorasi berbagai peluang (Kirzner. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan. 1921). 1979) Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas. dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say.penciptaan organisasi baru (Gartner. dan membawa visi ke dalam kehidupan. cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: Richard Cantillon (1775) Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru. Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Frank Knight (1921) Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Israel Kirzner (1979) Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. (3) membuka pasar yang baru (new market). Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru. 1934). . Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi. 1988). 1973). Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan Joseph Schumpeter (1934) Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahanperubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Harvey Leibenstein (1968. peluang. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif. (2) memperkenalkan metoda produksi baru. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. mengembangkaan. menghadapi ketidakpastian (Knight.

tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan.Peter F. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluangpeluang yang muncul di pasar. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya. Persepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur. Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja. serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Sedikit perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami. Selain itu. bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan. inovasi dan caracara baru. seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya. tenaga kerja. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi. maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan. Kesimpulan lain dari kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan. psikologi dan sosial yang menyertainya. Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. memikul resiko finansial. tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional. berbeda dari yang lain. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Drucker Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Istilah wirausaha kini makin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya. terutama . Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan wiraswasta yang sejak awal sebagian orang masih kurang sreg dengan kata swasta. Zimmerer Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).

Tingkat energi tinggi 3. atau agar lebih memiliki kecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha. tekad kerja keras. Dalam konteks bisnis. Keinginan untuk bertanggung jawab 3. Kepercayaan diri 6. berorientasi laba. maka pendidikan yang diberikan sekarang lebih cenderung kedua aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha. Karakteristik tipikal entrepreneur (Schermerhorn Jr.. 2001 : 8. bergaul dengan orang lain. Kebutuhan tinggi akan prestasi 4. Lokus pengendalian internal 2. dan optimisme 2 Berorientasi pada tugas dan hasil Kebutuhan untuk berprestasi. Preferensi kepada resiko menengah . individualistis. perspektif Sumber : dari Meredith. mempunyai dorongan kuat. Keinginan untuk berprestasi 2. Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang. 1999) : 1. Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebih bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi tantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat. dan profesional (Soesarsono. ketekunan dan ketabahan.a. 2002 : 48) 2. dalam Suryana. Ciri dan Watak Wirausaha Ciri-ciri dan watak kewirausahaan No Ciri Watak 1 Percaya diri Keyakinan. Toleransi terhadap ambiguitas 5. ketidaktergantungan. menanggapi saran-saran dan kritik 5 Keorisinilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel 6 Berorientasi ke masa depan Pandanga ke depan. sosial. et. Karena kedua aspek itu sama pentingnya. Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek finansial maupun personal.oleh para pengajar agar arah dan tujuan pendidikan yang diberikan tidak salah. energetik dan inisiatif 3 Pengambilan resiko Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan 4 Kepemimpinan Perilaku sebagai pemimpin. seorang entrepreneur membuka usaha baru (new ventures) yang menyebabkan munculnya produk baru arau ide tentang penyelenggaraan jasa-jasa. Berorientasi pada action Karakteristik Wirausahawan (Masykur W) 1.

Innovating Entrepreneurship Bereksperimentasi secara agresif. atau melakukan franchising. melakukan akuisisi. mereka akan kehilangan posisi relatif pada industri yang bersangkutan. Rangsangan untuk umpan balik 6. Kemampuan beradaptasi (Flexibility) 9. Obyektivitas 7.4. Potensi kewirausahaan tersebut dapat dilihat sebagai berikut : (Masykur. diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru. Persepsi kepada kemungkian berhasil 5. 1977) 3. Kemampuan perencanaan realistis 5. (2) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan". Keinginan untuk berprestasi 4. Aktivitas Energik 7. Penolakan untuk memanfaatkan peluang-peluang untuk melaksanakan perubahan-perubahan dalam rumus produksi sekalipun hal tersbut akan mengakibatkan mereka merugi diandingkan dengan produsen lain. Winardi) 1. (Winardi. 1961) 1. 4. industri / manufaktur / produksi atau jasa. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian. Kemampuan inovatif 2. Kemampuan sebagai pengorganisator dan administrator 10. Kepemimpinan berorientasi pada tujuan 6. trampil mempraktekkan transformasi-transformasi atraktif 2. dalam konteks ilmu ekonomi disebut sebagai Rent-seekers (pemburu rente). Orientasi ke masa depan 8. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity) 3. Di banyak negara berkembang masih terdapat jenis entrepreneurship yang lain yang disebut sebagai Parasitic Entrepreneurship. tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya. Tanggung jawab pribadi 8. Imitative Entrepreneurship Meniru inovasi yang berhasil dari para Innovating Entrepreneur 3. Proses Kewirausahaan Tahap-tahap Kewirausahaan Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha : (1) Tahap memulai. Tingkat komitmen tinggi (survival) Jenis Kewirausahaan (Williamson. Fabian Entrepreneurship Sikap yang teramat berhati-hati dan sikap skeptikal tetapi yang segera melaksanakan peniruan-peniruan menjadi jelas sekali. apabila mereka tidak melakukan hal tersebut. Drone Entrepreneurship Drone = malas. tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Ketrampilan dalam pengorganisasian 9. Sikap terhadap uang Wirausahawan yang berhasil mempunyai standar prestasi (n Ach) tinggi. mencakup .

tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi (4) Mengembangkan usaha. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran. proses inovasi 2. aktivitas. inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan. proses manajerial (POAC) g. Oleh karena itu. pembiayaan : pendanaan ± jumlah dan sumber-sumber dana c. dan melakukan evaluasi. proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Secara internal. nilai-nilai. organisasi. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut . Pemasaran : lokasi dan tempat usaha 4. model proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma. SDM. kepemilikan. tujuan jangka panjang. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control. kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan. implementasi. mencari peluang usaha baru : lama usaha dilakukan. dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. pengalaman. proses pertumbuhan Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan. kepemimpinan : kejujuran. kepemilikan : peran-peran dalam pelaksanaan usaha e. organisasi. seperti locus of control. pendidikan. Secara ringkas. proses pemicu 3. 2007 : 10 ± 12) : 1. organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki f. SDM : tenaga kerja yang dipergunakan d. pemasaran. keinovasian. tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil. 27 ± 28) a. sosiologi. diketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah : a. organisasi dan keluarga (Suryana. 2001 : 34). seperti pendidikan. Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3). Faktor-faktor Motivasi Berwirausaha Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir. kreativitas. toleransi. dan jenis usaha yang pernah dilakukan b.aspek-aspek : pembiayaan. dan peluang. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi. kebudayaan dan lingkungan. (3) Mempertahankan usaha. agama. proses pelaksanaan 4. keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu.

. baik sekarang maupun yang akan datang. mempunyai tujuan jangka panjang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun. Dari analisis pengalaman di lapangan. Hal ini untuk dapat memberikan motivasi yang besar kepada pelaku wirausaha untuk dapat melakukan kerja walaupun pada saat yang bersamaan hasil yang diharapkan masih juga belum dapat diperoleh. Hal ini diperlukan karena dengan sikap tersebut cenderung akan membuat pembeli mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengusaha sehingga mau dengan rela untuk menjadi pelanggan dalam jangka waktu panjang ke depan b. Kerja keras. serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat berhasil dapat dirangkum dalam tiga sikap. antara lain kepada : para pelanggan. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya. Berorientasi pada prestasi. Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan. pemasok. dalam arti berani untuk mengemukakan kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan. tetapi juga moral kepada berbagai pihak. dan mau melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan kemampuannya. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. baik dalam bentuk uang maupun waktu. dapat dikemukakan bahwa ´manusia yang berusaha. Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya. Berani mengambil risiko. d. Inisiatif dan selalu proaktif. tetapi Tuhan-lah yang menentukan !´ dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita. Dalam bahasa lain. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya.b. kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. jujur. f. tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan. Mutu produk. Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. h. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi. c. di mana ada peluang di situ dia datang. yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. selalu taat berdoa. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. g. serta masyarakat luas. dalam arti mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkembangan akhir dari usaha yang dilaksanakan. pelayanan yang diberikan. pemerintah. yaitu : a. Hubungan baik yang perlu dlijalankan. c. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak. e. baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak.

managing finances effectively. yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat. ambisi untuk maju (ambition drive) . copying with regulation and paper work. cukup uang. 8. knowing Hozu to Compete. mau kerja keras (capacity for hard work) 2. knowing the basic business management. yaitu memiliki modal yang cukup. Mengatur. terdiri atas : 1. bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people) 3. 4. (Triton. dirinya dan pesaing. yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. having adequate capital. 2. dan ancaman (threat). Oleh karena itu. 10. mengadministrasikan. 6. harus cukup waktu. 9. tempat dan mental. dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati. termasuk dapat memperhitungkan. 7. yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis. mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat. yaitu mengetahui strategi / cara bersaing.yaitu : 1. bermanfaat dan memuaskan. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength). yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. pengusaha. knowing your business. dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. mau menambah ilmu pengetahuan (college education) 7. industriawan. peluang (opportunity). yakin (self confidence) 5. 106 ± 109). pandai membuat keputusan (making sound decision) 6. statisfying customer by providing high quality product. cara. misalnya cara merancang usaha. Dengan kata lain. memprediksi. mengatur. penampilan yang baik (good appearance) 4. cukup tenaga. mengarahkan / memotivasi. proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien. secara efektif dan efisien. Dia harus bersikap seperti pedagang. 5. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. menghitung. yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan. mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan. dan mengendalikannya secara akurat. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. yaitu kemampuan merencanakan. having the proper attitude. managing time efficiently. managing people. 3. kelemahan (weaks). tidak tersirat. 2007 :137 ± 139) Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma.

Kewirausahaan: Seri diktat kuliah. . . ATAU mahasiswa ditugaskan untuk mengambil data mengenai wirausaha atau usaha kecil menengah (UKM) dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan ± TUGAS KELOMPOK : masing-masing mahasiswa dikelompokkan dengan anggota minimal 3 orang dan setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan 5 kasus UKM) (KUESIONER TERLAMPIR ± Kuesioner Lampiran) Rujukan . Kewirausahaan. 2007. Prof. Entrepreneur & Entrepreneurship.Kasmir. Jurusan Teknologi Industri IPB.Triton PB. Kencana.http://westaction. Kasus Kewirausahaan Mahasiswa mencari kasus-kasus wirausaha khususnya yang sukses dari internet atau sumber lainnya ± TUGAS INDIVIDU. . Buchari. Kewirausahaan..Mas¶ud & Mahmud Machfoedz. Penerbit Salemba Empat.Soesarsono.Alma. 2002.Masykur Wiratmo. 2007. Tugu Publisher. Entrepreneurship : Kiat Sukses Menjadi Pengusaha. . Yogyakarta. Kewirausahaan.html yang diakses pada tanggal 13 Januari 2006 . Jakarta.org/definitions/def_entrepreneurship_1. Bandung. . 2001. 1994. . pandai berkomunikasi (ability to communicate) 5. Pengantar Kewirausahaan. 2007. 2004.Suryana. Jakarta.8. Gunadarma. Penerbit Alfabeta. PT RajaGrafindo Perkasa. Jakarta. . Bogor. UPP AMP YKPN. . 2003.Winardi. Yogyakarta. Dr. Edisi Revisi. Buku I. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful