Saatnya Pendidikan Wirausaha Solusi Kurangi Pengangguran JOGJA - Tak banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki daya

upaya untuk membuka usaha sendiri. Padahal banyaknya wirausahawan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran. Terlebih, masalah pengangguran dan kemiskinan masih menjadi problem klasik yang dihadapi bangsa ini. Hal itu terungkap dalam Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan Keluarga Alumni MM UMY. Hadir sebagai pembicara Direktur Program Magister Manajemen UMY Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ Drs. Untung Sukaryadi, MM. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ Drs. Untung Sukaryadi, MM bahwa saat ini di DIJ tingkat pengangguran masih relatif tinggi. Hal itu disebabkan karena keterbatasan kerja. Data tahun 2010, di DIJ terdapat 122.225 pengangguran atau 6,48 persen jumlah penduduk. Dari jumlah itu, 11.910 merupakan lulusan pendidikan tinggi. "Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi permasalahan yang dihadapi," ujarnya. Terpisah, Direktur Program Magister Manajemen UMY Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono mengatakan, salah satu penyebab banyaknya pengangguran karena rendahnya jumlah wirausahawan yang ada. Setidaknya, jumlahnya hanya 0,24 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Padahal di negara-negara maju, setidaknya wirausawahan mencapai 7 hingga 11 persen. "Rendahnya keinginan berwirausaha menjadikan rendahnya tingkat kesejahteraan dan keterbatasan kesempatan kerja. Untuk itu, diperlukan transformasi pendidikan kewirausahaan terutama pada pendidikan tingkat lanjutan sangat penting untuk segera dilakukan," terangnya. Dalam uraiannya, Heru menjelaskan, pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan sebetulnya sangat diperlukan. Karena berdasarkan riset yang dilakukan, konsep pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan masih sebagai pelengkap. Sehingga kewirausahaan masih saja berkutat pada konteks pengetahuan saja, sedangkan untuk sisi keterampilan masih sangat terbatas. "Perubahan dalam pendidikan wirausaha harus segera diwujudkan. Mulai dari pemahaman konsep, peningkatan ketrampilan, hingga perubahan perilaku. Dengan begitu output dari pendidikan kewirausahaan adalah sikap mental untuk memulai wirausaha," jelasnya.(ila)
http://wirausaha-1plus.blogspot.com/2011/04/saatnya-pendidikan-wirausaha-radar.html

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) menggelar acara Workshop Kewirausahaan Perguruan Tinggi sebagai komitmen Dikti dalam melaksanakan program 100 hari Kementerian Pendidikan Nasional dimana pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi menjadi salah satu ujung tombaknya. Dengan mengusung tema ³wirausaha muda inovatif untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa´, workshop ini dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Ir. Mohammad NUH, DEA yang memberikan arahan bagaimana seharusnya dunia pendidikan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pendidikan entrepreneurship. ³Hari ini

menghadapi persaingan global. Meningkatkan knowledge based entrepreneurship di Perguruan Tinggi. Dan sidang komisi 3 yang berisi kelembagaan pusat pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi.´ Lebih lanjut Mendiknas mengatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu jawaban terhadap masalah pendidikan di Iindonesia. inkubator bisnis dan teknologi serta Technopark.´ Pembicara yang didatangkan adalah mereka yang sangat berpengalaman dalam mendorong pendidikan entrepreneurship di Indonesia seperti Bob Sadino. Sandiaga Uno. Elsa dan Wahyu Saidi. masukan dan saran bagi program pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi pada tahun 2010. Trinil. Peningkatan relevansi hasil riset dan kewirausahaan. Sidang komisi 2 berisi para mahasiswa dan pelaku usaha yang menjadi mentor dalam sidang tersebut. Batik fraktal adalah salah satu contohnya. Ir. berharap agar kegiatan yang merupakan inisiatif Dikti ini dapat mendekatkan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan wilayah. Fasli Jalal. Itulah sebabnya ³Workshop ini menampilkan pelaku usaha. Sidang komisi 1 terdiri dari para dosen yang membahas penerapan pendidikan kewirausahaan dalam pembelajaran di kampus.merupakan kesempatan bagi para pemangku kepentingan holder untuk dapat saling berbagai pengalaman. untuk meningkatkan daya saing nasional dan kemandirian bangsa. Inovasi dan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi. 1 milyar untuk Universitas. Skema kedua untuk pendampingan mahasiswa yang menerima bantuan permodalan ini Dikti telah melatih 1500 dosen dari sekitar 300 perguruan tinggi dalam Training Of Trainer Dosen . Institut dan Sekolah Tinggi Negeri. Dr. Meningkatkan kerja sama perguruan tinggi dengan dunia usaha. Dirjen Dikti. Dalam usaha untuk menampung evaluasi. Diharapkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi penyumbang terhadap meningkatnya jumlah wirausahawan yang pada saat ini masih sekitar 0. Fasli Jalal menambahkan bahwa workshop kali ini secara khusus memiliki 6 tujuan: Meningkatkan daya saing dan kemandirian nasional.´ demikian sambutan Mendiknas. bagaimana teori fraktal dalam Matematika digunakan untuk menciptakan pola-pola batik yang diterima oleh masyarakat luas. dikti menggelar 3 sidang komisi yang dilaksanakan secara paralel. dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis IPTEKS kepada para mahasiswa agar menjadi pengusaha nasional yang tangguh dan sukses. keterampilan. dosen dan mahasiswa yang selama ini terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang telah diluncurkan oleh Dirjen Dikti pada tahun anggaran 2009. Prof. Dr. Prof. Mereka didatangkan untuk memberikan kesaksian bagaimana perguruan tinggi menjadi pendorong terbentuknya wirausaha yang berbasis pengetahuan. dan 1 Milyar rupiah untuk setiap koordinator perguruan tinggi swasta (Kopertis). menjadi minimal 1%. Ciputra dan Budi Gunadi Sadikin. ³Pendidikan Indonesia seharusnya mengalami transformasi bukan reformasi. 500 Juta rupiah untuk Politeknik Negeri. Melalui program ini dana yang telah dicairkan oleh Dikti masing-masing 2 Milyar rupiah untuk Perguruan Tinggi bertaraf Internasional. PMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan. Dalam mengembangkan kewirausahaan di perguruan tinggi. Peningkatan kapasitas SDM. Mempromosikan Teaching University ± Research University ± Entrepreneurship University dengan mengembangkan pusat kewirausahaan. Dikti melakukan program-program dengan beberapa skema. Skema pertama adalah dengan memberikan dana bantuan kepada perguruan-perguruan tinggi sebagai bentuk permodalan bagi mahasiswa dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Dikti. dr. Selain itu Dikti juga mendatangkan para entrepreneur yang berhasil yang berasal dari perguruan tinggi seperti Nancy Magrid.18% dari jumlah penduduk Indonesia.

Tidak hanya praksis pendidikan yang link and match (tanggem).php/kegiatan-terbaru/391-dikti-meluncurkan-program-100-haripendidikan-kewirausahaan Oleh ST SULARTO KOMPAS. Dikti berhasil membangun jejaring Sinergi Busines-Intelectual-Government (BIG) yang merupakan kerja sama Dikti dan Kadin Indonesia.id/index. Skema ketiga.com . Praksis pendidikan. 17 Desember 2009 ± http://kelembagaan. industri. mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan keterpurukan ekonomis. Kota Yogyakarta. UKM selama 3-6 bulan. tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja.dikti. Skema terakhir yang dilakukan oleh Dikti adalah Kuliah Kewirausahaan. eksploratif. lewat kurikulum.Pengembangan entrepreneurship (kewirausahaan) adalah kunci kemajuan.go. Dalam ranah pendidikan. menciptakan lapangan kerja. Program Kreativitas Mahasiswa adalah program lain yang menawarkan Rp. persoalannya menyangkut bagaimana dikembangkan praksis pendidikan yang tidak hanya menghasilkan manusia terampil dari sisi ulah intelektual. Peserta juga diperkenalkan dengan model-model pembelajaran entrepreneurship di perguruan tinggi. yang lulusannya siap memasuki lapangan kerja. sistem dan penyelenggaraannya harus serba terbuka. kreativitas sebagai dasar inovasi. Magang Kewirausahaan (MKU). Skema keempat. Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) dan Inkubator Wirausaha Baru (INWUB).Kewirausahaan yang bekerja sama dengan Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC). dan membebaskan. tetapi juga praksis pendidikan yang inspiratif-pragmatis. Program ini adalah kegiatan pendidikan bagi mahasiswa S1 yang telah selesai semester 6 yang diberikan kesempatan untuk bekerja pada perusahaan. Di satu sisi bermunculan banyak entrepreneur muda yang kreatif. Program ini dirancang dengan menyertakan 5 kegiatan saling terkait sebagai wahana: Kuliah Kewirausahaan (KWU). Beberapa tujuan penting yang ingin dicapai melalui sinergi ini adalah pemetaan potensi-potensi penelitian kerjasama antara perguruan tinggi. dunia industri dan wilayah. 10 juta untuk setiap proposal yang masuk. Panelis Agus Bastian menangkap gejala yang berkebalikan di lingkungan terdekatnya. Misalnya bisnis refil tinta. best-practices lifeskill. merakit . Lebih jauh lagi dan politis. Jakarta. Kuliah Kerja Usaha (KKU). meningkatkan harkat sebagai bangsa yang mandiri dan bermartabat. Mengapa? Itulah cara mengurangi jumlah penganggur. Melalui TOT para dosen diperkenalkan dengan fondasi pendidikan Entrepreneurship di perguruan tinggi. Mereka jeli menangkap peluang menjawab kebutuhan komunitas kampus. Dikti melakukan program Cooperative Academic Edcuation atau yang lebih dikenal dengan Coop. dan bagaimana mengajarkan memulai sebuah business kepada mahasiswa.

Ribuan anak muda terdidik berdesakan antre mendaftar. tak ada kata terlambat . cuci kiloan. Sejak digulirkan Desember 2009 dan telah disosialisasikan ke sembilan provinsi. kewirausahaan itu bukan bimsalabim.18 persen dari total sekitar 225 juta penduduk. Proyek itu menambah adrenalin Kementerian Pendidikan Nasional yang lama terengah-engah dengan masalah-masalah teknis dan sistem. Meskipun demikian. jiwa.43 juta atau 8. Misalnya.000 sarjana pertanian lulusan 58 perguruan tinggi di Indonesia menganggur.komputer. bahkan untuk sarjana yang relatif potensial terserap di lapangan kerja pun.000 sarjana wirausaha perlu dihargai. Merekalah bagian dari 9. kewirausahaan bisa diajarkan lewat sistem terstruktur. tampaknya faktor dan tantangan terpenting adalah bagaimana institusi pendidikan berhasil membentuk atau menanamkan semangat. Dana UKM itu digunakan untuk pemberdayaan sarjana di bawah usia 30 tahun yang masih menganggur. pakar manajemen yang kondang pada tahun 1990-an. sampai pertengahan tahun lalu 70 persen dari 6. lebih jauh lagi potret lemahnya jiwa kewirausahaan. Memang terlambat. dan sikap kewirausahaan.000 atau seluruhnya 50. Banyak faktor lain menjadi penyebab. rekan-rekan mereka berebut tempat meraih kursi pegawai negeri. Singapura dengan memiliki 4 persen wirausaha dari total penduduknya. mengikuti ujian saringan. Tidak terserapnya lulusan pendidikan ke lapangan kerja memang tidak sepenuhnya disebabkan faktor tak adanya jiwa kewirausahaan. Ditarik dalam konteks nasional. Ketimpangan itu disebabkan kurang terselenggaranya praksis pendidikan yang membuka ke arah kreativitas dan temuan-temuan bersama.000 wirausaha baru hingga tahun 2014. tetapi bisa memastikan agar hasil didik mampu menciptakan pekerjaan.46 persen jumlah penduduk pada Februari 2008. program ini diikuti 4.525 sarjana dan akan berlangsung sampai tahun 2014 dengan target tahunan tercipta 10. Para lulusan lebih tampil sebagai pencari kerja dan belum sebagai pencipta lapangan kerja. bahkan ada yang perlu merogoh kocek ratusan ribu untuk pelicin. melukis sepatu²sebelumnya tentu saja yang sudah lama melukis kaus²sama seperti rekan-rekan mereka di kota lain. Sebaliknya. Namun. Mengutip Peter F Drucker. Inisiatif pada tahun 2010 ini Kementerian Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengalokasikan dana Rp 50 miliar untuk mencetak 10. gejalanya merata di seluruh pelosok²bahkan jumlah penganggur terdidik semakin membesar²menunjukkan kecilnya jiwa kewirausahaan. pada saat yang sama. sebab justru kewirausahaan seharusnya ditanamkan sejak di jenjang pendidikan anak usia dini dan bukan dicangkokkan setelah lulus. Sebagai disiplin ilmu. jual beli buku. pengamatan Bastian itulah miniatur kondisi ketenagakerjaan Indonesia. salah satu hasil penting dan utama praksis pendidikan. Lembaga pendidikan tidak dapat memberikan pekerjaan. bukan karena mayoritas penduduknya beretnis China dan Indonesia mayoritas Jawa. sementara Indonesia baru 0. seperti Bandung. apalagi berurusan dengan keturunan. Tidak imbangnya jumlah pelamar kerja dan lowongan kerja.

tetapi milik orang lain juga. melainkan kreativitas. setidaknya Indonesia harus memiliki 2 persen dari jumlah itu. Dia tawarkan lewat internet atas mentoring langsung Ciputra. yang ada bukanlah entrepreneur sejati.untuk suatu perbaikan. Munculnya entrepreneur sebagai hasil lembaga pendidikan dan buah learning by doing masih ada perbedaan persepsi. Keyakinan Agus didukung panelis Agung Waluyo. Ada contoh. salah satu entrepreneur Indonesia yang obses. Program ini merupakan bagian dari upaya memperbesar jumlah wirausaha Indonesia. Minimal dari jumlah total penduduk. sampai akhirnya dia merasa tak sanggup lagi melayani permintaan pasar. Upaya itu sejalan dengan ´impian´ Ciputra. Seorang entrepreneur jadi dari sosok seorang pedagang atau juragan. bukan lewat pendidikan khusus kewirausahaan atau manajemen. Selain Kementerian Urusan Koperasi dan UKM. Sebab. Kementerian Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam urusan pendidikan perlu diakui belum lama tanggap. seorang sarjana lulusan UGM menciptakan nilai mau membantu yang sama-sama jadi korban gempa bulan Mei 2006. ia sudah menciptakan nilai untuk desanya. bekerja sama dengan lembaga penggiat wiraswasta seperti Ciputra Entrepreneurship Center. Ada yang berpendapat jiwa kewirausahaan tidak harus dihasilkan dari lembaga pendidikan. kewirausahaan sosial). sementara jiwa dagang hanya menawarkan alternatif. Walaupun masih terengah-engah bergulat dengan soal-soal teknis. tetapi yang benar-benar wirausahawan sejati sebenarnya hanya 0.000 orang.1 persen atau sekitar 400. syarat utama seorang calon entrepreneur. melainkan pedagang. ada pendapat lain bisa dilakukan tidak lewat proses yang direncanakan. entrepreneur dan kemudian politisi yang merasa sebagai entrepreneur lahir dari jalanan. Contoh kasus itu menunjukkan. terutama dalam konteks menciptakan nilai untuk orang lain (social entrepreneurship. menciptakan lapangan kerja baru. Yang dia lakukan adalah menginspirasikan generasi muda bahwa mereka bisa menjadi berkah bagi masyarakat. Nilainya bukan hanya miliknya sendiri. sikap menolong orang lain diwujudkan untuk orang lain. bahwa pada 25 tahun lagi lahir 4 juta entrepreneur Indonesia. kewirausahaan menawarkan dan menciptakan nilai. Tetapi. Usahanya berkembang. Relatif barang baru Kewirausahaan memang masih merupakan barang baru untuk Indonesia. Tanpa kreativitas. Modal utama seorang entrepreneur bukanlah uang. Sosok sarjana lulusan UGM di atas mirip jiwa kewirausahaan Mangunwijaya. yakin kewirausahaan bisa dihasilkan juga dari semangat mengambil risiko tanpa takut. Tercatat jumlah 48 juta wirausaha Indonesia. Kementerian Pendidikan Nasional . sementara AS sudah mengenalnya sejak 30 tahun lalu dan Eropa 6-7 tahun lalu. bahkan sekarang sudah merambah mancanegara di tiga benua besar. Dia buat desain pakaian Muslim. Menurut panelis Agus Bastian.

http://edukasi. sampai pada pengarbitan calon-calon entrepreneur yang dicangkokkan di lembaga pendidikan tinggi. Dalam konteks Indonesia. kewirausahaan menjadi keharusan.Kewirausahaan . dengan kecilnya jumlah entrepreneur. bisnis. dan mendirikan perusahaan. mengapa kekayaan alam dan kekayaan budaya dengan segala keragamannya itu tidak dimanfaatkan untuk ekonomi? Karena kita tidak kreatif. memperbaiki praksis pendidikan di sekolah kejuruan dan tinggi. latihan). menerjemahkan ide menjadi kenyataan. Karena kita tidak punya jiwa kewirausahaan²yang dengan gampang terbelokkan karena sejak awal pun bangsa ini terbelenggu tidak dibesarkan dalam budaya wirausaha. dan sebaliknya menjauhkannya dari keterjebakan ´kekeliruan yang satu ke kekeliruan yang lain´ yang bersifat teknis-metodis-yuridis. Dunia membutuhkan solusi masalah yang bisa mewujudkan impian jadi kenyataan.com/read/2010/04/09/11340991/Urgensi. Itulah tantangan urgen-mendesak Indonesia yang seharusnya menjadi batu penjuru dan batu sendi praksis pendidikan. sebagai contoh SD Mangunan di Sleman dan Sanggar Anak Alam di Bantul. Dibutuhkan satu gerakan nasional. Banyaknya industri kreatif yang dihasilkan bangsa ini menunjukkan sebenarnya bangsa ini kreatif. selain sikap dan kemauan terus menemukan yang baru tanpa kenal risiko. dilandasi ambisi dan keberanian mengambil risiko secara cerdas. dan tindakan yang menghasilkan ide-ide dan inovasi. Dialah kunci kemajuan. yang umumnya kembali pada dasar paling mendasar dari praksis pendidikan. Kewirausahaan membuat orang yang berhasrat besar terhadap sesuatu menjadi mandiri secara finansial dan berkontribusi untuk masyarakat. semacam Gerakan Kewirausahaan berbasis komunitas untuk melahirkan UKM-UKM baru di satu pihak. Menanamkan jiwa kewirausahaan perlu dimulai dini dalam praksis pendidikan mengusung kebebasan. dan sosok-sosok sosial. Dilakukan dengan membenahi kurikulum berbasis komunitas. yakni praksis pembelajaran yang membebaskan yang kadang direcoki dengan pendekatan teknis dan persoalan remeh-temeh mengganggu seperti kasus ujian nasional atau UU Badan Hukum Pendidikan. Gerakan nasional Masalahnya.kompas.Pendidikan. Melalui kewirausahaan sebenarnya anugerah alam raya Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Dia melatih keterampilan. Gerakan baru itu dirumuskan oleh Ciputra sebagai Gerakan Budaya Wirausaha yang melibatkan pemerintah. akademisi. Masih banyak yang lain. meyakinkan orang lain untuk menolong dan bekerja dalam sebuah tim.melakukan upaya membangun jiwa kewirausahaan. know-how. Tetapi. lingkungan. apakah yang perlu dipelajari generasi muda mengembangkan jiwa kewirausahaan? Kepercayaan diri menjadi modal utama. sekaligus praksis pendidikan yang berorientasi pada pendidikan yang membebaskan di atas habitat masyarakat yang kondusif positif menyangkut 3 L (lahir.

Output dari pendidikan kewirausahaan adalah sikap mental untuk memulai berwirausaha. http://www. Sedangkan bentuk kursus wirausaha yang diselenggarakan di Amerika Serikat di antaranya berusaha keluar dari kelaziman sebuah pendidikan formal. Sementara itu. Rabu (30/3). Heru Kurnianto Tjahjono dalam Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan Keluarga Alumni MM UMY di lingkungan Balai Latihan Pendidikan Teknik. kurangnya pendidikan kewirausahaan bagi angkatan kerja mengakibatkan kesempatan kerja belum bisa terbuka luas. Jumlah itu termasuk sangat rendah jika dibandingkan Negara maju seperti Amerika yang memiliki wirausahawan sekitar 11 persen dan Singapura sebanyak 7 persen dari jumlah penduduknya. Pendidikan kewirausahaan lainnya yang dikenal oleh masyarakat dunia yaitu Action Coach yang digagas dan dikomandani oleh Brad Sugar. perubahan dalam pendidikan wirausaha harus segera diwujudkan. kewirausahaan telah lama menjadi isu utama. ungkapnya. Untuk itu. Untung Sukaryadi. peningkatan keterampilan (skill) dan perubahan perilaku (attitude). Berdasar riset yang ia lakukan.JOGJA Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi problem klasik yang dihadapi bangsa ini. Heru lebih lanjut menegaskan. Sehingga kewirausahaan masih saja berkutat pada konteks pengetahuan dan hanya sedikit keterampilan. Salah satunya belum adanya link and match antara sistem pendidikan nasional dan sistem ketenagakerjaan nasional. dan menyelenggarakannya secara berbeda dengan pendidikan kewirausahaan yang disajikan lembaga pendidikan formal. konsep pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan masih sebagai konsep pelengkap. Di negara maju seperti Amerika Serikat maupun Eropa.html Beberapa puluh tahun yang lalu berkembang pendapat bahwa kewirausahaan tidak dapat diajarkan. Jogja.com/berita/%E2%80%9Dpendidikan-kewirausahaan-masih-sebataskonsep%E2%80%9D-40261. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya jumlah wirausahawan yang hanya 0. Transformasi pendidikan kewirausahaan harus segera diwujudkan dalam mewujudkan pemahaman konsep (knowledge).harianjoglosemar. Akan tetapi sekarang ini entrepreneurship atau kewirausahaan telah menjadi disiplin ilmu yang dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan telah tumbuh dengan pesat. transformasi pendidikan kewirausahaan terutama pada pendidikan tingkat lanjutan dan tinggi penting segera dilakukan. Hal itu diungkapkan Direktur Program Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.24 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. memaparkan ada beberapa permasalahan pokok yang kini dihadapi dunia ketenagakerjaan. menetapkan tujuan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DIY. Lembaga kursus tersebut menyajikan materi. Sebelumnya. Selain itu. Heru dalam uraiannya menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan. Sementara di Cina tercatat Universitas Beijing menghapus mata kuliah Marxis dan diganti dengan mata kuliah kewirausahaan. Mata kuliah kewirausahaan diberikan dalam bentuk kuliah umum ataupun dalam bentuk konsentrasi program studi. Rendahnya kemauan berwirausaha mengakibatkan rendah pula tingkat kesejahteraan dan keterbatasan kesempatan kerja. Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan di Amerika Serikat dan Eropa berkembang pesat dalam bentuk kursus maupun diajarkan di perguruan tinggi. Ropbert T Kiyosaki juga telah .

setiap negara mengalami tantangan yang semakin berat. Banyak faktor lain menjadi penyebab. luas wilayah.100 dari 9. maka faktor pendidikan mempunyai peran yang sangat dominan dalam menghasilkan manusia yang bermutu. termasuk sekitar 1.mempopulerkan pentingnya berwirausaha dengan mempopulerkan konsep cashflow quadran Bagi negara Indonesia. Untuk mempertajam minat dan kemampuan wirausahawan perlu ditumbuhkembangkan melalui proses pembelajaran. Tingkat kemajuan dan keterbelakangan suatu negara tidak bergantung pada jumlah penduduk. Berangkat dari ³Sumber Daya Manusia´. 22 Agustus 2008). Sebagai disiplin ilmu. paling tidak ada sedikitnya 10% orang Indonesia yang berbakat menjadi entrepreneur. Angka pengangguran berada pada kisaran 10. urgensi pengembangan kewirausahaan dan pendidikan kewirausahaan antara lain karena jumlah penduduknya besar. kekayaan alam. Kurangnya lulusan pendidikan yang diserap di lapangan kerja memang tidak sepenuhnya disebabkan faktor tak adanya jiwa kewirausahaan.000 alumni PT yang menganggur. karena tak pernah dididik. suku bangsa. Implikasinya adalah memerlukan kerja keras setiap warga negara Indonesia agar tidak tersisih dari lajunya persaingan dunia.600 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka pada Februari 2008 adalah lulusan SMA. Jumlah penduduk yang tinggi bisa merupakan potensi jika sebagian penduduk itu merupakan SDM yang berkualitas baik. gejalanya merata di seluruh pelosok ²bahkan jumlah penganggur terdidik semakin membesar² menunjukkan kecilnya jiwa kewirausahaan. mereka tidak berhasil menjadi entrepreneur. sehingga banyak negara lemah yang terpuruk. kewirausahaan bisa diajarkan lewat sistem terstruktur. Para lulusan lebih tampil sebagai pencari kerja dan belum sebagai pencipta lapangan kerja. setiap diadakan bursa kerja. Di sinilah letak dan pentingnya pendidikan wirausahawan dalam pendidikan. dengan sebagian besar penduduknya adalah angkatan kerja. Tetapi.516. Apalagi memasuki era globalisasi. namun jika tidak diasah melalui belajar dan dimotivasi dalam proses pembelajaran. Tidak imbangnya jumlah pelamar kerja dan lowongan kerja. tampak ada korelasi positif antara jumlah penduduk yang berwirausaha dengan tingkat kemakmuran dalam suatu masyarakat. dan dari jumlah itu adalah tenaga muda dari alumni perguruan tinggi. dan diberi kesempatan. Sebanyak 4. dan sikap kewirausahaan. program diploma dan universitas. tampaknya faktor dan tantangan terpenting adalah bagaimana institusi pendidikan berhasil membentuk atau menanamkan semangat. sulit dapat diwujudkan. SMK. Dari tahun 2006. tetapi bila tidak. Menurut Ciputra. 30% tetap tidak terpenuhi/kosong karena kompetensi peminat tidak memenuhi syarat (headline Kompas.427. Menurut Mc Clelland. atau lamanya kemerdekaan yang dialami. Wirausaha merupakan hasil belajar sehingga meskipun jiwa wirausaha mungkin juga diperoleh sejak lahir (bakat). jumlah penduduk yang besar itu akan menambah beratnya beban pembangunan. warna kulit.8% sampai dengan 11% dari tenaga kerja yang masuk kategori sebagai pengangguran terbuka. dilatih. salah satu hasil .100. jiwa. Meskipun demikian. tetapi terletak pada kualitas manusianya.

baik di dalam kurikulumnya maupun di dalam pesertanya (Tilaar. sehingga di masa mendatang lahir para lulusan yang mempunyai stigma positif terhadap wirausaha serta memberikan wawasan bahwa wirausaha merupakan salah satu lapangan kerja yang terhormat yang sejajar dengan profesi sebagai pegawai/karyawan. kelompok belajar. Jadi tak perlu dipertentangkan apakah kemampuan wirausaha . Selain pendidikan kewirausahaan di sekolah atau melalui lembaga pendidikan formal. baik di lembaga maupun tidak. jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) pada dasarnya bisa ditanamkan oleh para orang tua ketika anak-anak mereka dalam usia dini. Program pendidikan nonformal dapat merupakan lanjutan atau pengayaan dari bagian program sekolah.penting dan utama praktis pendidikan. Pendidikan nonformal lebih ditekankan pada keterampilan seseorang untuk hidup. pengembangan dari program sekolah. Penyelenggaraan kegiatan pendidikan nonformal lebih terbuka. Seseorang memang tidak perlu berpredikat sarjana untuk menjadi pengusaha. Proses pendidikan mempunyai berbagai bentuk ialah bentuk-bentuk formal. upaya menciptakan pengusaha atau calon wirausaha dapat pula melalui lembaga pendidikan nonformal serta pelatihan yang dilaksanakan dalam periode waktu tertentu oleh suatu lembaga. serta diharapkan di masa yang akan datang lahir wirausahawan yang tanggung yang mampu berinovasi sehingga negara kita menjadi negara produsen bukan menjadi negara konsumen. pusat kegiatan belajar masyarakat. tetapi dengan latar belakang pendidikan akademik. Hakekat dari program pendidikan kewirausahaan pada dasarnya merupakan proses pembelajaran penanaman tata nilai kewirausahaan melalui pembiasaan dan pemeliharaan perilaku dan sikap. pembukaan wawasan dan pembekalan pengalaman awal yang dalam proses pembelajarannya bukan sekedar hafalan atau target kognitif. tetapi dipelajari melalui penanaman kebiasaan yang harus dikerjakan atau dilakukan sendiri secara berulang-ulang dan tidak sekedar hanya mengerti dan mengalami. tidak terikat. lembaga pelatihan. 2000: 188). dan tidak terpusat. berarti akan banyak kesempatan terbuka karena lebih luas wawasannya dalam melihat berbagai peluang bisnis yang ada. Pendidikan nonformal dapat dijadikan wahana sebagai proses pemberian kekuatan yang difokuskan untuk pemanfaatan pemecahan masalah secara kolaboratif. tetapi bisa memastikan agar hasil didik mampu menciptakan pekerjaan. Mewadahi pendidikan dan latihan (diklat) kewirausahaan untuk masyarakat miskin adalah melalui pendidikan nonformal. Lembaga pendidikan formal salah satu yang diharapkan mengubah pola pikir ini. Lembaga pendidikan tidak dapat memberikan pekerjaan. Metode pembelajaran pendidikan Kewirausahaan adalah menanamkan sikap. Dalam pengertian sebenarnya proses pendidikan tidak dapat diartikan secara sempit yaitu proses mendidik di dalam gedung sekolah (schooling). Lebih jauh. khususnya yang lebih diorientasikan kepada yang mempengaruhi struktur sosial ekonomi. Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah. dan program yang setara dengan pendidikan sekolah. pendidikan bisa menjadi faktor pendorong kesuksesan untuk berwirausaha. Kewirausahaan ternyata lebih kepada menggerakkan perubahan mental. Bagi sebagian orang. nonformal dan informal. dan majelis taklim. Lembaga nonformal di masyarakat ini antara lain lembaga kursus. serta satuan pendidikan sejenis. Oleh sebab itu lembaga-lembaga pendidikan nonformal sangat beragam dan terbuka.

mau berbagi dengan orang lain. http://www.itu berkat adanya bakat atau hasil pendidikan. Atau kalau ada aspek aplikatifnya. mampu mengatasi stres. diantaranya adalah . (Kasmir. Kiranya perlu kajian fakta masuknya mata kuliah Kewirausahaan ke dalam kurikulum perkuliahan ternyata kurang berdampak signifikan bagi pencetakan wirausaha baru dari kalangan generasi muda. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Dengan bekal pelbagai disiplin keilmuan yang mumpuni yang dapat dijadikan ³modal´ untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang muncul dan berkembang di masyarakat. 2007 : 18). dan mampu membuat keputusan.makassarpreneur. mesin pemintal. dll. sedangkan aspek aplikatifnya dilupakan. yaitu dengan mendorong dan mengawal mahasiswa untuk menciptakan ide pendirian usaha yang kreatif. Hakikat dan Konsep Dasar Kewirusahaan Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuanpenemuan baru seperti mesin uap. Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda. Karakter tersebut tentu melalui sebuah proses yang panjang. menghargai waktu (time orientation). Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. mampu berpikir kritis. dalam mata kuliah Kewirausahaan.com/index. sangat kurang dan tidak berdampak signifikan untuk menghasilkan kader pengusaha muda. bisa mengendalikan emosi. mampu membawa diri di berbagai lingkungan. Dengan kata lain. tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. Selain itu. Karakter unggul tersebut meliputi pengenalan terhadap diri sendiri (self awareness). Mungkin hal ini disebabkan karena dosen lebih menitikberatkan aspek teoritis.php?option=com_content&view=article&id=55:konseppendidikan-kewirausahaan&catid=30:entrepreneurship&Itemid=66 PDF PENDAHULUAN : KEWIRAUSAHAAN 1. hendaknya pengajaran teori dipangkas dan lebih dititiberatkan pada aplikasi. kreatif. dengan jiwa wirausahanya peserta didik akan selalu melakukan pembaharuan dan inovasi secara dinamis di masyarakat. untuk menjadi wirausahawan handal dibutuhkan sebuah karakter unggul. empati. Saatnya pendidikan di Indonesia dapat berperan sebagai problem solver dengan dibarengi mental wirausaha yang terpatri dalam diri anak didik. mampu memecahkan permasalahan (problem solving). dapat berkomunikasi. Padahal.

Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif. Frank Knight (1921) Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. 1934). Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian Jean Baptista Say (1816) Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya. Harvey Leibenstein (1968. Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. dan membawa visi ke dalam kehidupan. dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say.penciptaan organisasi baru (Gartner. . ekplorasi berbagai peluang (Kirzner. peluang. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. 1973). (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: Richard Cantillon (1775) Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan Joseph Schumpeter (1934) Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahanperubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. 1988). Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Israel Kirzner (1979) Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru. menghadapi ketidakpastian (Knight. 1921). (3) membuka pasar yang baru (new market). 1803). (2) memperkenalkan metoda produksi baru. mengembangkaan. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi. 1979) Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas.

tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional. Drucker Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. inovasi dan caracara baru. berbeda dari yang lain. Kesimpulan lain dari kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan.Peter F. tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya. terutama . Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul. Persepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur. memikul resiko finansial. psikologi dan sosial yang menyertainya. Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja. serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya. Zimmerer Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi. Sedikit perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami. Istilah wirausaha kini makin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya. Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan wiraswasta yang sejak awal sebagian orang masih kurang sreg dengan kata swasta. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. tenaga kerja. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluangpeluang yang muncul di pasar. Selain itu. Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha.

Preferensi kepada resiko menengah . 1999) : 1. menanggapi saran-saran dan kritik 5 Keorisinilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel 6 Berorientasi ke masa depan Pandanga ke depan. Keinginan untuk bertanggung jawab 3. Kepercayaan diri 6. perspektif Sumber : dari Meredith. 2001 : 8. Ciri dan Watak Wirausaha Ciri-ciri dan watak kewirausahaan No Ciri Watak 1 Percaya diri Keyakinan. atau agar lebih memiliki kecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha. dalam Suryana. maka pendidikan yang diberikan sekarang lebih cenderung kedua aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha. et.a. seorang entrepreneur membuka usaha baru (new ventures) yang menyebabkan munculnya produk baru arau ide tentang penyelenggaraan jasa-jasa.oleh para pengajar agar arah dan tujuan pendidikan yang diberikan tidak salah. bergaul dengan orang lain. Karena kedua aspek itu sama pentingnya. Berorientasi pada action Karakteristik Wirausahawan (Masykur W) 1. mempunyai dorongan kuat. Karakteristik tipikal entrepreneur (Schermerhorn Jr. sosial. dan optimisme 2 Berorientasi pada tugas dan hasil Kebutuhan untuk berprestasi. energetik dan inisiatif 3 Pengambilan resiko Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan 4 Kepemimpinan Perilaku sebagai pemimpin. Kebutuhan tinggi akan prestasi 4.. Lokus pengendalian internal 2. dan profesional (Soesarsono. Toleransi terhadap ambiguitas 5. individualistis. Dalam konteks bisnis. 2002 : 48) 2. tekad kerja keras. Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek finansial maupun personal. Keinginan untuk berprestasi 2. ketidaktergantungan. Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang. Tingkat energi tinggi 3. berorientasi laba. ketekunan dan ketabahan. Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebih bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi tantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat.

(Winardi. mencakup . Obyektivitas 7. apabila mereka tidak melakukan hal tersebut. Tanggung jawab pribadi 8. trampil mempraktekkan transformasi-transformasi atraktif 2. Orientasi ke masa depan 8. dalam konteks ilmu ekonomi disebut sebagai Rent-seekers (pemburu rente). Kemampuan inovatif 2. melakukan akuisisi. 4. Proses Kewirausahaan Tahap-tahap Kewirausahaan Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha : (1) Tahap memulai. Kepemimpinan berorientasi pada tujuan 6. Rangsangan untuk umpan balik 6. diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru. Kemampuan perencanaan realistis 5. Tingkat komitmen tinggi (survival) Jenis Kewirausahaan (Williamson. Aktivitas Energik 7. mereka akan kehilangan posisi relatif pada industri yang bersangkutan. 1961) 1. Drone Entrepreneurship Drone = malas. Potensi kewirausahaan tersebut dapat dilihat sebagai berikut : (Masykur. tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya. Di banyak negara berkembang masih terdapat jenis entrepreneurship yang lain yang disebut sebagai Parasitic Entrepreneurship. Sikap terhadap uang Wirausahawan yang berhasil mempunyai standar prestasi (n Ach) tinggi. Keinginan untuk berprestasi 4. Kemampuan beradaptasi (Flexibility) 9.4. Kemampuan sebagai pengorganisator dan administrator 10. Penolakan untuk memanfaatkan peluang-peluang untuk melaksanakan perubahan-perubahan dalam rumus produksi sekalipun hal tersbut akan mengakibatkan mereka merugi diandingkan dengan produsen lain. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity) 3. Fabian Entrepreneurship Sikap yang teramat berhati-hati dan sikap skeptikal tetapi yang segera melaksanakan peniruan-peniruan menjadi jelas sekali. atau melakukan franchising. Innovating Entrepreneurship Bereksperimentasi secara agresif. Persepsi kepada kemungkian berhasil 5. industri / manufaktur / produksi atau jasa. (2) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan". Imitative Entrepreneurship Meniru inovasi yang berhasil dari para Innovating Entrepreneur 3. Winardi) 1. tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian. Ketrampilan dalam pengorganisasian 9. 1977) 3.

dan melakukan evaluasi. sosiologi. dan jenis usaha yang pernah dilakukan b. aktivitas. kepemilikan. Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3). Oleh karena itu. proses pemicu 3. organisasi dan keluarga (Suryana. pendidikan. seperti pendidikan. proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. diketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah : a. dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. proses inovasi 2.aspek-aspek : pembiayaan. Secara internal. kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan. tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil. nilai-nilai. proses pelaksanaan 4. SDM. organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki f. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi. pengalaman. kepemilikan : peran-peran dalam pelaksanaan usaha e. mencari peluang usaha baru : lama usaha dilakukan. 27 ± 28) a. Pemasaran : lokasi dan tempat usaha 4. tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi (4) Mengembangkan usaha. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran. keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu. dan peluang. 2001 : 34). kebudayaan dan lingkungan. kepemimpinan : kejujuran. agama. tujuan jangka panjang. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut . SDM : tenaga kerja yang dipergunakan d. inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan. Secara ringkas. Faktor-faktor Motivasi Berwirausaha Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir. keinovasian. kreativitas. seperti locus of control. toleransi. (3) Mempertahankan usaha. model proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma. implementasi. organisasi. Memiliki visi dan tujuan yang jelas. proses manajerial (POAC) g. proses pertumbuhan Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control. pemasaran. pembiayaan : pendanaan ± jumlah dan sumber-sumber dana c. 2007 : 10 ± 12) : 1. organisasi.

Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. . Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu. baik dalam bentuk uang maupun waktu. dan mau melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan kemampuannya. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material. di mana ada peluang di situ dia datang. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. pemerintah. dalam arti berani untuk mengemukakan kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan. serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. h. Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Berorientasi pada prestasi. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. f. dalam arti mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkembangan akhir dari usaha yang dilaksanakan. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. serta masyarakat luas. antara lain kepada : para pelanggan. pelayanan yang diberikan. baik sekarang maupun yang akan datang. g. tetapi Tuhan-lah yang menentukan !´ dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita. Dalam bahasa lain. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan. pemasok. Mutu produk. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan. ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat berhasil dapat dirangkum dalam tiga sikap. Inisiatif dan selalu proaktif. c. baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Berani mengambil risiko. Hal ini diperlukan karena dengan sikap tersebut cenderung akan membuat pembeli mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengusaha sehingga mau dengan rela untuk menjadi pelanggan dalam jangka waktu panjang ke depan b. c. e. Dari analisis pengalaman di lapangan. Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan. d. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun. jujur.b. selalu taat berdoa. tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan. dapat dikemukakan bahwa ´manusia yang berusaha. Kerja keras. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya. yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. tetapi juga moral kepada berbagai pihak. yaitu : a. mempunyai tujuan jangka panjang. Hal ini untuk dapat memberikan motivasi yang besar kepada pelaku wirausaha untuk dapat melakukan kerja walaupun pada saat yang bersamaan hasil yang diharapkan masih juga belum dapat diperoleh. kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan.

Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan. mau menambah ilmu pengetahuan (college education) 7. 3. secara efektif dan efisien. seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati. dan ancaman (threat). memprediksi. Mengatur. kelemahan (weaks). Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing. Oleh karena itu. yaitu memiliki modal yang cukup. yakin (self confidence) 5. dirinya dan pesaing. industriawan. ambisi untuk maju (ambition drive) . 2007 :137 ± 139) Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma. 10. proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien. menghitung. statisfying customer by providing high quality product. harus cukup waktu. 2. cukup uang. mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan. mengatur. termasuk dapat memperhitungkan. mengarahkan / memotivasi. mau kerja keras (capacity for hard work) 2. managing time efficiently. bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people) 3. penampilan yang baik (good appearance) 4. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength). having adequate capital. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat. yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang.yaitu : 1. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. having the proper attitude. tidak tersirat. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. misalnya cara merancang usaha. Dengan kata lain. tempat dan mental. copying with regulation and paper work. managing people. dan mengendalikannya secara akurat. knowing the basic business management. knowing your business. knowing Hozu to Compete. terdiri atas : 1. pengusaha. cukup tenaga. 6. 4. 9. pandai membuat keputusan (making sound decision) 6. 8. managing finances effectively. dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis. mengadministrasikan. yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. bermanfaat dan memuaskan. 5. 106 ± 109). 7. yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat. yaitu kemampuan merencanakan. yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. peluang (opportunity). dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. cara. (Triton.

2003. Dr. Kasus Kewirausahaan Mahasiswa mencari kasus-kasus wirausaha khususnya yang sukses dari internet atau sumber lainnya ± TUGAS INDIVIDU. Entrepreneur & Entrepreneurship. . ATAU mahasiswa ditugaskan untuk mengambil data mengenai wirausaha atau usaha kecil menengah (UKM) dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan ± TUGAS KELOMPOK : masing-masing mahasiswa dikelompokkan dengan anggota minimal 3 orang dan setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan 5 kasus UKM) (KUESIONER TERLAMPIR ± Kuesioner Lampiran) Rujukan . Kewirausahaan. Pengantar Kewirausahaan. Jakarta. Edisi Revisi.Soesarsono. Jakarta. 2004.Suryana. UPP AMP YKPN. . . Bogor. . Kewirausahaan: Seri diktat kuliah. Buku I.Mas¶ud & Mahmud Machfoedz. Bandung. 2007. Jurusan Teknologi Industri IPB. 2007.Kasmir.Masykur Wiratmo. Entrepreneurship : Kiat Sukses Menjadi Pengusaha. Jakarta. . PT RajaGrafindo Perkasa.. Kencana. Penerbit Salemba Empat. pandai berkomunikasi (ability to communicate) 5. 1994. Prof. Gunadarma.html yang diakses pada tanggal 13 Januari 2006 .Triton PB. 2001. .org/definitions/def_entrepreneurship_1. Jakarta.Alma. Kewirausahaan. Penerbit Alfabeta.8. Yogyakarta. Buchari. 2002.http://westaction. Tugu Publisher. . . Yogyakarta. 2007. Kewirausahaan.Winardi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful