Saatnya Pendidikan Wirausaha Solusi Kurangi Pengangguran JOGJA - Tak banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki daya

upaya untuk membuka usaha sendiri. Padahal banyaknya wirausahawan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran. Terlebih, masalah pengangguran dan kemiskinan masih menjadi problem klasik yang dihadapi bangsa ini. Hal itu terungkap dalam Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan Keluarga Alumni MM UMY. Hadir sebagai pembicara Direktur Program Magister Manajemen UMY Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ Drs. Untung Sukaryadi, MM. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ Drs. Untung Sukaryadi, MM bahwa saat ini di DIJ tingkat pengangguran masih relatif tinggi. Hal itu disebabkan karena keterbatasan kerja. Data tahun 2010, di DIJ terdapat 122.225 pengangguran atau 6,48 persen jumlah penduduk. Dari jumlah itu, 11.910 merupakan lulusan pendidikan tinggi. "Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi permasalahan yang dihadapi," ujarnya. Terpisah, Direktur Program Magister Manajemen UMY Prof. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono mengatakan, salah satu penyebab banyaknya pengangguran karena rendahnya jumlah wirausahawan yang ada. Setidaknya, jumlahnya hanya 0,24 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Padahal di negara-negara maju, setidaknya wirausawahan mencapai 7 hingga 11 persen. "Rendahnya keinginan berwirausaha menjadikan rendahnya tingkat kesejahteraan dan keterbatasan kesempatan kerja. Untuk itu, diperlukan transformasi pendidikan kewirausahaan terutama pada pendidikan tingkat lanjutan sangat penting untuk segera dilakukan," terangnya. Dalam uraiannya, Heru menjelaskan, pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan sebetulnya sangat diperlukan. Karena berdasarkan riset yang dilakukan, konsep pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan masih sebagai pelengkap. Sehingga kewirausahaan masih saja berkutat pada konteks pengetahuan saja, sedangkan untuk sisi keterampilan masih sangat terbatas. "Perubahan dalam pendidikan wirausaha harus segera diwujudkan. Mulai dari pemahaman konsep, peningkatan ketrampilan, hingga perubahan perilaku. Dengan begitu output dari pendidikan kewirausahaan adalah sikap mental untuk memulai wirausaha," jelasnya.(ila)
http://wirausaha-1plus.blogspot.com/2011/04/saatnya-pendidikan-wirausaha-radar.html

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) menggelar acara Workshop Kewirausahaan Perguruan Tinggi sebagai komitmen Dikti dalam melaksanakan program 100 hari Kementerian Pendidikan Nasional dimana pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi menjadi salah satu ujung tombaknya. Dengan mengusung tema ³wirausaha muda inovatif untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa´, workshop ini dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Ir. Mohammad NUH, DEA yang memberikan arahan bagaimana seharusnya dunia pendidikan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pendidikan entrepreneurship. ³Hari ini

1 milyar untuk Universitas. keterampilan. Skema pertama adalah dengan memberikan dana bantuan kepada perguruan-perguruan tinggi sebagai bentuk permodalan bagi mahasiswa dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Dikti.´ demikian sambutan Mendiknas. dan 1 Milyar rupiah untuk setiap koordinator perguruan tinggi swasta (Kopertis). Dan sidang komisi 3 yang berisi kelembagaan pusat pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi. Sandiaga Uno. Meningkatkan knowledge based entrepreneurship di Perguruan Tinggi. menjadi minimal 1%. Sidang komisi 1 terdiri dari para dosen yang membahas penerapan pendidikan kewirausahaan dalam pembelajaran di kampus. inkubator bisnis dan teknologi serta Technopark. Fasli Jalal. Itulah sebabnya ³Workshop ini menampilkan pelaku usaha. Sidang komisi 2 berisi para mahasiswa dan pelaku usaha yang menjadi mentor dalam sidang tersebut. berharap agar kegiatan yang merupakan inisiatif Dikti ini dapat mendekatkan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan wilayah. dosen dan mahasiswa yang selama ini terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang telah diluncurkan oleh Dirjen Dikti pada tahun anggaran 2009. Batik fraktal adalah salah satu contohnya. Skema kedua untuk pendampingan mahasiswa yang menerima bantuan permodalan ini Dikti telah melatih 1500 dosen dari sekitar 300 perguruan tinggi dalam Training Of Trainer Dosen .´ Lebih lanjut Mendiknas mengatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu jawaban terhadap masalah pendidikan di Iindonesia. Dalam usaha untuk menampung evaluasi. Selain itu Dikti juga mendatangkan para entrepreneur yang berhasil yang berasal dari perguruan tinggi seperti Nancy Magrid. dr. dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis IPTEKS kepada para mahasiswa agar menjadi pengusaha nasional yang tangguh dan sukses.´ Pembicara yang didatangkan adalah mereka yang sangat berpengalaman dalam mendorong pendidikan entrepreneurship di Indonesia seperti Bob Sadino. Ir. ³Pendidikan Indonesia seharusnya mengalami transformasi bukan reformasi. Peningkatan kapasitas SDM. menghadapi persaingan global. Diharapkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi penyumbang terhadap meningkatnya jumlah wirausahawan yang pada saat ini masih sekitar 0. Dikti melakukan program-program dengan beberapa skema. Dirjen Dikti.merupakan kesempatan bagi para pemangku kepentingan holder untuk dapat saling berbagai pengalaman. Dr. Inovasi dan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Prof. masukan dan saran bagi program pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi pada tahun 2010. Fasli Jalal menambahkan bahwa workshop kali ini secara khusus memiliki 6 tujuan: Meningkatkan daya saing dan kemandirian nasional. Melalui program ini dana yang telah dicairkan oleh Dikti masing-masing 2 Milyar rupiah untuk Perguruan Tinggi bertaraf Internasional. Prof. Trinil. Elsa dan Wahyu Saidi. PMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan.18% dari jumlah penduduk Indonesia. 500 Juta rupiah untuk Politeknik Negeri. Ciputra dan Budi Gunadi Sadikin. Peningkatan relevansi hasil riset dan kewirausahaan. Dr. Mempromosikan Teaching University ± Research University ± Entrepreneurship University dengan mengembangkan pusat kewirausahaan. bagaimana teori fraktal dalam Matematika digunakan untuk menciptakan pola-pola batik yang diterima oleh masyarakat luas. dikti menggelar 3 sidang komisi yang dilaksanakan secara paralel. Institut dan Sekolah Tinggi Negeri. Mereka didatangkan untuk memberikan kesaksian bagaimana perguruan tinggi menjadi pendorong terbentuknya wirausaha yang berbasis pengetahuan. Meningkatkan kerja sama perguruan tinggi dengan dunia usaha. untuk meningkatkan daya saing nasional dan kemandirian bangsa. Dalam mengembangkan kewirausahaan di perguruan tinggi.

10 juta untuk setiap proposal yang masuk. Mereka jeli menangkap peluang menjawab kebutuhan komunitas kampus. Praksis pendidikan. eksploratif. sistem dan penyelenggaraannya harus serba terbuka. Tidak hanya praksis pendidikan yang link and match (tanggem). Dalam ranah pendidikan. Di satu sisi bermunculan banyak entrepreneur muda yang kreatif.Kewirausahaan yang bekerja sama dengan Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC). Dikti berhasil membangun jejaring Sinergi Busines-Intelectual-Government (BIG) yang merupakan kerja sama Dikti dan Kadin Indonesia. Mengapa? Itulah cara mengurangi jumlah penganggur. merakit . Program Kreativitas Mahasiswa adalah program lain yang menawarkan Rp. Lebih jauh lagi dan politis. Peserta juga diperkenalkan dengan model-model pembelajaran entrepreneurship di perguruan tinggi. Jakarta. lewat kurikulum. Panelis Agus Bastian menangkap gejala yang berkebalikan di lingkungan terdekatnya. yang lulusannya siap memasuki lapangan kerja.php/kegiatan-terbaru/391-dikti-meluncurkan-program-100-haripendidikan-kewirausahaan Oleh ST SULARTO KOMPAS. UKM selama 3-6 bulan. Kota Yogyakarta. Dikti melakukan program Cooperative Academic Edcuation atau yang lebih dikenal dengan Coop. Program ini adalah kegiatan pendidikan bagi mahasiswa S1 yang telah selesai semester 6 yang diberikan kesempatan untuk bekerja pada perusahaan. Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) dan Inkubator Wirausaha Baru (INWUB). kreativitas sebagai dasar inovasi. dunia industri dan wilayah. tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja.go. Skema keempat. Melalui TOT para dosen diperkenalkan dengan fondasi pendidikan Entrepreneurship di perguruan tinggi. tetapi juga praksis pendidikan yang inspiratif-pragmatis. Kuliah Kerja Usaha (KKU). Skema ketiga. best-practices lifeskill.Pengembangan entrepreneurship (kewirausahaan) adalah kunci kemajuan. menciptakan lapangan kerja. Beberapa tujuan penting yang ingin dicapai melalui sinergi ini adalah pemetaan potensi-potensi penelitian kerjasama antara perguruan tinggi. dan membebaskan. Magang Kewirausahaan (MKU).com . Misalnya bisnis refil tinta. meningkatkan harkat sebagai bangsa yang mandiri dan bermartabat. industri. Skema terakhir yang dilakukan oleh Dikti adalah Kuliah Kewirausahaan. persoalannya menyangkut bagaimana dikembangkan praksis pendidikan yang tidak hanya menghasilkan manusia terampil dari sisi ulah intelektual. 17 Desember 2009 ± http://kelembagaan.id/index. Program ini dirancang dengan menyertakan 5 kegiatan saling terkait sebagai wahana: Kuliah Kewirausahaan (KWU).dikti. dan bagaimana mengajarkan memulai sebuah business kepada mahasiswa. mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan keterpurukan ekonomis.

Para lulusan lebih tampil sebagai pencari kerja dan belum sebagai pencipta lapangan kerja. Proyek itu menambah adrenalin Kementerian Pendidikan Nasional yang lama terengah-engah dengan masalah-masalah teknis dan sistem. pengamatan Bastian itulah miniatur kondisi ketenagakerjaan Indonesia.43 juta atau 8. Namun.komputer. kewirausahaan itu bukan bimsalabim.000 sarjana wirausaha perlu dihargai. pada saat yang sama. bahkan ada yang perlu merogoh kocek ratusan ribu untuk pelicin. tetapi bisa memastikan agar hasil didik mampu menciptakan pekerjaan. dan sikap kewirausahaan. kewirausahaan bisa diajarkan lewat sistem terstruktur. sampai pertengahan tahun lalu 70 persen dari 6. salah satu hasil penting dan utama praksis pendidikan. Tidak imbangnya jumlah pelamar kerja dan lowongan kerja.525 sarjana dan akan berlangsung sampai tahun 2014 dengan target tahunan tercipta 10.000 wirausaha baru hingga tahun 2014. Lembaga pendidikan tidak dapat memberikan pekerjaan.000 atau seluruhnya 50. cuci kiloan. Mengutip Peter F Drucker. sebab justru kewirausahaan seharusnya ditanamkan sejak di jenjang pendidikan anak usia dini dan bukan dicangkokkan setelah lulus. program ini diikuti 4. apalagi berurusan dengan keturunan. Ditarik dalam konteks nasional. jual beli buku. tak ada kata terlambat . Dana UKM itu digunakan untuk pemberdayaan sarjana di bawah usia 30 tahun yang masih menganggur. gejalanya merata di seluruh pelosok²bahkan jumlah penganggur terdidik semakin membesar²menunjukkan kecilnya jiwa kewirausahaan. mengikuti ujian saringan. tampaknya faktor dan tantangan terpenting adalah bagaimana institusi pendidikan berhasil membentuk atau menanamkan semangat. Merekalah bagian dari 9. jiwa. Ribuan anak muda terdidik berdesakan antre mendaftar. Ketimpangan itu disebabkan kurang terselenggaranya praksis pendidikan yang membuka ke arah kreativitas dan temuan-temuan bersama. Inisiatif pada tahun 2010 ini Kementerian Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengalokasikan dana Rp 50 miliar untuk mencetak 10.000 sarjana pertanian lulusan 58 perguruan tinggi di Indonesia menganggur. Tidak terserapnya lulusan pendidikan ke lapangan kerja memang tidak sepenuhnya disebabkan faktor tak adanya jiwa kewirausahaan. Memang terlambat. bahkan untuk sarjana yang relatif potensial terserap di lapangan kerja pun. pakar manajemen yang kondang pada tahun 1990-an. Sejak digulirkan Desember 2009 dan telah disosialisasikan ke sembilan provinsi. Sebagai disiplin ilmu. Misalnya. Singapura dengan memiliki 4 persen wirausaha dari total penduduknya. melukis sepatu²sebelumnya tentu saja yang sudah lama melukis kaus²sama seperti rekan-rekan mereka di kota lain. rekan-rekan mereka berebut tempat meraih kursi pegawai negeri.18 persen dari total sekitar 225 juta penduduk.46 persen jumlah penduduk pada Februari 2008. Meskipun demikian. lebih jauh lagi potret lemahnya jiwa kewirausahaan. Sebaliknya. seperti Bandung. bukan karena mayoritas penduduknya beretnis China dan Indonesia mayoritas Jawa. sementara Indonesia baru 0. Banyak faktor lain menjadi penyebab.

Dia buat desain pakaian Muslim. entrepreneur dan kemudian politisi yang merasa sebagai entrepreneur lahir dari jalanan. kewirausahaan menawarkan dan menciptakan nilai. sementara jiwa dagang hanya menawarkan alternatif. Nilainya bukan hanya miliknya sendiri. seorang sarjana lulusan UGM menciptakan nilai mau membantu yang sama-sama jadi korban gempa bulan Mei 2006. bahwa pada 25 tahun lagi lahir 4 juta entrepreneur Indonesia. melainkan pedagang. Upaya itu sejalan dengan ´impian´ Ciputra. Relatif barang baru Kewirausahaan memang masih merupakan barang baru untuk Indonesia.1 persen atau sekitar 400. Sosok sarjana lulusan UGM di atas mirip jiwa kewirausahaan Mangunwijaya. Seorang entrepreneur jadi dari sosok seorang pedagang atau juragan. Usahanya berkembang. syarat utama seorang calon entrepreneur. menciptakan lapangan kerja baru. sementara AS sudah mengenalnya sejak 30 tahun lalu dan Eropa 6-7 tahun lalu. Ada yang berpendapat jiwa kewirausahaan tidak harus dihasilkan dari lembaga pendidikan. melainkan kreativitas. kewirausahaan sosial). salah satu entrepreneur Indonesia yang obses.untuk suatu perbaikan. Selain Kementerian Urusan Koperasi dan UKM. Tetapi. Walaupun masih terengah-engah bergulat dengan soal-soal teknis. tetapi milik orang lain juga. terutama dalam konteks menciptakan nilai untuk orang lain (social entrepreneurship. Kementerian Pendidikan Nasional . Program ini merupakan bagian dari upaya memperbesar jumlah wirausaha Indonesia. Munculnya entrepreneur sebagai hasil lembaga pendidikan dan buah learning by doing masih ada perbedaan persepsi. sampai akhirnya dia merasa tak sanggup lagi melayani permintaan pasar. bukan lewat pendidikan khusus kewirausahaan atau manajemen. yakin kewirausahaan bisa dihasilkan juga dari semangat mengambil risiko tanpa takut. Minimal dari jumlah total penduduk. Ada contoh. sikap menolong orang lain diwujudkan untuk orang lain. bekerja sama dengan lembaga penggiat wiraswasta seperti Ciputra Entrepreneurship Center. yang ada bukanlah entrepreneur sejati. Menurut panelis Agus Bastian. Modal utama seorang entrepreneur bukanlah uang. Contoh kasus itu menunjukkan. tetapi yang benar-benar wirausahawan sejati sebenarnya hanya 0. Keyakinan Agus didukung panelis Agung Waluyo. setidaknya Indonesia harus memiliki 2 persen dari jumlah itu. Tercatat jumlah 48 juta wirausaha Indonesia. bahkan sekarang sudah merambah mancanegara di tiga benua besar. Yang dia lakukan adalah menginspirasikan generasi muda bahwa mereka bisa menjadi berkah bagi masyarakat. ia sudah menciptakan nilai untuk desanya. Tanpa kreativitas. ada pendapat lain bisa dilakukan tidak lewat proses yang direncanakan. Kementerian Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam urusan pendidikan perlu diakui belum lama tanggap. Sebab.000 orang. Dia tawarkan lewat internet atas mentoring langsung Ciputra.

Tetapi. Masih banyak yang lain. latihan). know-how. bisnis. Dilakukan dengan membenahi kurikulum berbasis komunitas. dan sebaliknya menjauhkannya dari keterjebakan ´kekeliruan yang satu ke kekeliruan yang lain´ yang bersifat teknis-metodis-yuridis. sekaligus praksis pendidikan yang berorientasi pada pendidikan yang membebaskan di atas habitat masyarakat yang kondusif positif menyangkut 3 L (lahir. Dunia membutuhkan solusi masalah yang bisa mewujudkan impian jadi kenyataan. selain sikap dan kemauan terus menemukan yang baru tanpa kenal risiko. apakah yang perlu dipelajari generasi muda mengembangkan jiwa kewirausahaan? Kepercayaan diri menjadi modal utama. Menanamkan jiwa kewirausahaan perlu dimulai dini dalam praksis pendidikan mengusung kebebasan.Kewirausahaan . yang umumnya kembali pada dasar paling mendasar dari praksis pendidikan.Pendidikan. menerjemahkan ide menjadi kenyataan. sebagai contoh SD Mangunan di Sleman dan Sanggar Anak Alam di Bantul. dengan kecilnya jumlah entrepreneur. lingkungan. akademisi. http://edukasi. dan tindakan yang menghasilkan ide-ide dan inovasi. kewirausahaan menjadi keharusan.kompas. dilandasi ambisi dan keberanian mengambil risiko secara cerdas. meyakinkan orang lain untuk menolong dan bekerja dalam sebuah tim. dan mendirikan perusahaan. dan sosok-sosok sosial. Itulah tantangan urgen-mendesak Indonesia yang seharusnya menjadi batu penjuru dan batu sendi praksis pendidikan. yakni praksis pembelajaran yang membebaskan yang kadang direcoki dengan pendekatan teknis dan persoalan remeh-temeh mengganggu seperti kasus ujian nasional atau UU Badan Hukum Pendidikan. Dalam konteks Indonesia. Dialah kunci kemajuan. Karena kita tidak punya jiwa kewirausahaan²yang dengan gampang terbelokkan karena sejak awal pun bangsa ini terbelenggu tidak dibesarkan dalam budaya wirausaha. Banyaknya industri kreatif yang dihasilkan bangsa ini menunjukkan sebenarnya bangsa ini kreatif. semacam Gerakan Kewirausahaan berbasis komunitas untuk melahirkan UKM-UKM baru di satu pihak. Kewirausahaan membuat orang yang berhasrat besar terhadap sesuatu menjadi mandiri secara finansial dan berkontribusi untuk masyarakat. Melalui kewirausahaan sebenarnya anugerah alam raya Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Dibutuhkan satu gerakan nasional.melakukan upaya membangun jiwa kewirausahaan. mengapa kekayaan alam dan kekayaan budaya dengan segala keragamannya itu tidak dimanfaatkan untuk ekonomi? Karena kita tidak kreatif. Gerakan nasional Masalahnya.com/read/2010/04/09/11340991/Urgensi. Dia melatih keterampilan. sampai pada pengarbitan calon-calon entrepreneur yang dicangkokkan di lembaga pendidikan tinggi. Gerakan baru itu dirumuskan oleh Ciputra sebagai Gerakan Budaya Wirausaha yang melibatkan pemerintah. memperbaiki praksis pendidikan di sekolah kejuruan dan tinggi.

Ropbert T Kiyosaki juga telah . Untung Sukaryadi. perubahan dalam pendidikan wirausaha harus segera diwujudkan. Rabu (30/3). Selain itu. peningkatan keterampilan (skill) dan perubahan perilaku (attitude). Berdasar riset yang ia lakukan. Jumlah itu termasuk sangat rendah jika dibandingkan Negara maju seperti Amerika yang memiliki wirausahawan sekitar 11 persen dan Singapura sebanyak 7 persen dari jumlah penduduknya. kewirausahaan telah lama menjadi isu utama. dan menyelenggarakannya secara berbeda dengan pendidikan kewirausahaan yang disajikan lembaga pendidikan formal. menetapkan tujuan. Sementara itu. Heru lebih lanjut menegaskan. Sehingga kewirausahaan masih saja berkutat pada konteks pengetahuan dan hanya sedikit keterampilan. kurangnya pendidikan kewirausahaan bagi angkatan kerja mengakibatkan kesempatan kerja belum bisa terbuka luas. Hal itu diungkapkan Direktur Program Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Rendahnya kemauan berwirausaha mengakibatkan rendah pula tingkat kesejahteraan dan keterbatasan kesempatan kerja. Pendidikan kewirausahaan lainnya yang dikenal oleh masyarakat dunia yaitu Action Coach yang digagas dan dikomandani oleh Brad Sugar. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya jumlah wirausahawan yang hanya 0. Sementara di Cina tercatat Universitas Beijing menghapus mata kuliah Marxis dan diganti dengan mata kuliah kewirausahaan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DIY. Mata kuliah kewirausahaan diberikan dalam bentuk kuliah umum ataupun dalam bentuk konsentrasi program studi. Akan tetapi sekarang ini entrepreneurship atau kewirausahaan telah menjadi disiplin ilmu yang dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan telah tumbuh dengan pesat.com/berita/%E2%80%9Dpendidikan-kewirausahaan-masih-sebataskonsep%E2%80%9D-40261. http://www. Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan di Amerika Serikat dan Eropa berkembang pesat dalam bentuk kursus maupun diajarkan di perguruan tinggi. Output dari pendidikan kewirausahaan adalah sikap mental untuk memulai berwirausaha. Jogja.JOGJA Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi problem klasik yang dihadapi bangsa ini. Sebelumnya.html Beberapa puluh tahun yang lalu berkembang pendapat bahwa kewirausahaan tidak dapat diajarkan. Transformasi pendidikan kewirausahaan harus segera diwujudkan dalam mewujudkan pemahaman konsep (knowledge). Di negara maju seperti Amerika Serikat maupun Eropa. Untuk itu. transformasi pendidikan kewirausahaan terutama pada pendidikan tingkat lanjutan dan tinggi penting segera dilakukan. ungkapnya.24 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Heru Kurnianto Tjahjono dalam Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan Keluarga Alumni MM UMY di lingkungan Balai Latihan Pendidikan Teknik. Sedangkan bentuk kursus wirausaha yang diselenggarakan di Amerika Serikat di antaranya berusaha keluar dari kelaziman sebuah pendidikan formal. Salah satunya belum adanya link and match antara sistem pendidikan nasional dan sistem ketenagakerjaan nasional. konsep pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan masih sebagai konsep pelengkap. Lembaga kursus tersebut menyajikan materi. memaparkan ada beberapa permasalahan pokok yang kini dihadapi dunia ketenagakerjaan.harianjoglosemar. Heru dalam uraiannya menekankan pentingnya pendidikan kewirausahaan dalam dunia pendidikan.

Menurut Ciputra. termasuk sekitar 1.516. Jumlah penduduk yang tinggi bisa merupakan potensi jika sebagian penduduk itu merupakan SDM yang berkualitas baik. dan sikap kewirausahaan. Sebagai disiplin ilmu. dan diberi kesempatan.100 dari 9. 22 Agustus 2008). Implikasinya adalah memerlukan kerja keras setiap warga negara Indonesia agar tidak tersisih dari lajunya persaingan dunia. Berangkat dari ³Sumber Daya Manusia´. maka faktor pendidikan mempunyai peran yang sangat dominan dalam menghasilkan manusia yang bermutu.427. Tingkat kemajuan dan keterbelakangan suatu negara tidak bergantung pada jumlah penduduk. Apalagi memasuki era globalisasi. suku bangsa.mempopulerkan pentingnya berwirausaha dengan mempopulerkan konsep cashflow quadran Bagi negara Indonesia. paling tidak ada sedikitnya 10% orang Indonesia yang berbakat menjadi entrepreneur.100. dilatih. Wirausaha merupakan hasil belajar sehingga meskipun jiwa wirausaha mungkin juga diperoleh sejak lahir (bakat). luas wilayah. Tetapi.8% sampai dengan 11% dari tenaga kerja yang masuk kategori sebagai pengangguran terbuka. jiwa. dan dari jumlah itu adalah tenaga muda dari alumni perguruan tinggi. Tidak imbangnya jumlah pelamar kerja dan lowongan kerja.600 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka pada Februari 2008 adalah lulusan SMA. SMK. sehingga banyak negara lemah yang terpuruk. Angka pengangguran berada pada kisaran 10. 30% tetap tidak terpenuhi/kosong karena kompetensi peminat tidak memenuhi syarat (headline Kompas. Sebanyak 4. namun jika tidak diasah melalui belajar dan dimotivasi dalam proses pembelajaran. sulit dapat diwujudkan. tetapi bila tidak. Di sinilah letak dan pentingnya pendidikan wirausahawan dalam pendidikan. tetapi terletak pada kualitas manusianya. kekayaan alam. setiap negara mengalami tantangan yang semakin berat. dengan sebagian besar penduduknya adalah angkatan kerja. jumlah penduduk yang besar itu akan menambah beratnya beban pembangunan. karena tak pernah dididik. salah satu hasil . Banyak faktor lain menjadi penyebab. Menurut Mc Clelland. program diploma dan universitas. Para lulusan lebih tampil sebagai pencari kerja dan belum sebagai pencipta lapangan kerja. Kurangnya lulusan pendidikan yang diserap di lapangan kerja memang tidak sepenuhnya disebabkan faktor tak adanya jiwa kewirausahaan. tampak ada korelasi positif antara jumlah penduduk yang berwirausaha dengan tingkat kemakmuran dalam suatu masyarakat. Meskipun demikian. mereka tidak berhasil menjadi entrepreneur. Untuk mempertajam minat dan kemampuan wirausahawan perlu ditumbuhkembangkan melalui proses pembelajaran. gejalanya merata di seluruh pelosok ²bahkan jumlah penganggur terdidik semakin membesar² menunjukkan kecilnya jiwa kewirausahaan. tampaknya faktor dan tantangan terpenting adalah bagaimana institusi pendidikan berhasil membentuk atau menanamkan semangat. Dari tahun 2006. setiap diadakan bursa kerja. warna kulit. atau lamanya kemerdekaan yang dialami. kewirausahaan bisa diajarkan lewat sistem terstruktur.000 alumni PT yang menganggur. urgensi pengembangan kewirausahaan dan pendidikan kewirausahaan antara lain karena jumlah penduduknya besar.

Lebih jauh. tetapi dengan latar belakang pendidikan akademik. baik di lembaga maupun tidak. sehingga di masa mendatang lahir para lulusan yang mempunyai stigma positif terhadap wirausaha serta memberikan wawasan bahwa wirausaha merupakan salah satu lapangan kerja yang terhormat yang sejajar dengan profesi sebagai pegawai/karyawan. pendidikan bisa menjadi faktor pendorong kesuksesan untuk berwirausaha. Jadi tak perlu dipertentangkan apakah kemampuan wirausaha . Metode pembelajaran pendidikan Kewirausahaan adalah menanamkan sikap. Seseorang memang tidak perlu berpredikat sarjana untuk menjadi pengusaha. Bagi sebagian orang. tetapi bisa memastikan agar hasil didik mampu menciptakan pekerjaan. tetapi dipelajari melalui penanaman kebiasaan yang harus dikerjakan atau dilakukan sendiri secara berulang-ulang dan tidak sekedar hanya mengerti dan mengalami. serta diharapkan di masa yang akan datang lahir wirausahawan yang tanggung yang mampu berinovasi sehingga negara kita menjadi negara produsen bukan menjadi negara konsumen. Lembaga pendidikan formal salah satu yang diharapkan mengubah pola pikir ini. pengembangan dari program sekolah. Dalam pengertian sebenarnya proses pendidikan tidak dapat diartikan secara sempit yaitu proses mendidik di dalam gedung sekolah (schooling). Penyelenggaraan kegiatan pendidikan nonformal lebih terbuka. lembaga pelatihan. serta satuan pendidikan sejenis. 2000: 188). Mewadahi pendidikan dan latihan (diklat) kewirausahaan untuk masyarakat miskin adalah melalui pendidikan nonformal. dan tidak terpusat. upaya menciptakan pengusaha atau calon wirausaha dapat pula melalui lembaga pendidikan nonformal serta pelatihan yang dilaksanakan dalam periode waktu tertentu oleh suatu lembaga. Hakekat dari program pendidikan kewirausahaan pada dasarnya merupakan proses pembelajaran penanaman tata nilai kewirausahaan melalui pembiasaan dan pemeliharaan perilaku dan sikap. Kewirausahaan ternyata lebih kepada menggerakkan perubahan mental. Proses pendidikan mempunyai berbagai bentuk ialah bentuk-bentuk formal. jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) pada dasarnya bisa ditanamkan oleh para orang tua ketika anak-anak mereka dalam usia dini. Pendidikan nonformal lebih ditekankan pada keterampilan seseorang untuk hidup. Lembaga nonformal di masyarakat ini antara lain lembaga kursus. Oleh sebab itu lembaga-lembaga pendidikan nonformal sangat beragam dan terbuka. Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah. Pendidikan nonformal dapat dijadikan wahana sebagai proses pemberian kekuatan yang difokuskan untuk pemanfaatan pemecahan masalah secara kolaboratif. Lembaga pendidikan tidak dapat memberikan pekerjaan. dan program yang setara dengan pendidikan sekolah. pusat kegiatan belajar masyarakat.penting dan utama praktis pendidikan. baik di dalam kurikulumnya maupun di dalam pesertanya (Tilaar. berarti akan banyak kesempatan terbuka karena lebih luas wawasannya dalam melihat berbagai peluang bisnis yang ada. pembukaan wawasan dan pembekalan pengalaman awal yang dalam proses pembelajarannya bukan sekedar hafalan atau target kognitif. kelompok belajar. nonformal dan informal. khususnya yang lebih diorientasikan kepada yang mempengaruhi struktur sosial ekonomi. tidak terikat. dan majelis taklim. Program pendidikan nonformal dapat merupakan lanjutan atau pengayaan dari bagian program sekolah. Selain pendidikan kewirausahaan di sekolah atau melalui lembaga pendidikan formal.

makassarpreneur. mesin pemintal. dll. sedangkan aspek aplikatifnya dilupakan.php?option=com_content&view=article&id=55:konseppendidikan-kewirausahaan&catid=30:entrepreneurship&Itemid=66 PDF PENDAHULUAN : KEWIRAUSAHAAN 1. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. dapat berkomunikasi. sangat kurang dan tidak berdampak signifikan untuk menghasilkan kader pengusaha muda. hendaknya pengajaran teori dipangkas dan lebih dititiberatkan pada aplikasi. Mungkin hal ini disebabkan karena dosen lebih menitikberatkan aspek teoritis. empati. mampu berpikir kritis. mampu mengatasi stres.com/index. dan mampu membuat keputusan. dalam mata kuliah Kewirausahaan. http://www. dengan jiwa wirausahanya peserta didik akan selalu melakukan pembaharuan dan inovasi secara dinamis di masyarakat. Kiranya perlu kajian fakta masuknya mata kuliah Kewirausahaan ke dalam kurikulum perkuliahan ternyata kurang berdampak signifikan bagi pencetakan wirausaha baru dari kalangan generasi muda. Karakter unggul tersebut meliputi pengenalan terhadap diri sendiri (self awareness). (Kasmir. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Dengan kata lain. Karakter tersebut tentu melalui sebuah proses yang panjang. mau berbagi dengan orang lain. untuk menjadi wirausahawan handal dibutuhkan sebuah karakter unggul. Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda. Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha. menghargai waktu (time orientation). Saatnya pendidikan di Indonesia dapat berperan sebagai problem solver dengan dibarengi mental wirausaha yang terpatri dalam diri anak didik. Hakikat dan Konsep Dasar Kewirusahaan Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuanpenemuan baru seperti mesin uap. kreatif. diantaranya adalah . yaitu dengan mendorong dan mengawal mahasiswa untuk menciptakan ide pendirian usaha yang kreatif. Atau kalau ada aspek aplikatifnya.itu berkat adanya bakat atau hasil pendidikan. mampu membawa diri di berbagai lingkungan. 2007 : 18). mampu memecahkan permasalahan (problem solving). Padahal. bisa mengendalikan emosi. tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. Selain itu. Dengan bekal pelbagai disiplin keilmuan yang mumpuni yang dapat dijadikan ³modal´ untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang muncul dan berkembang di masyarakat.

Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: Richard Cantillon (1775) Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). 1803). Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru. mengembangkaan. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi. peluang. dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say. 1973). Visi tersebut bisa berupa ide inovatif. atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. dan membawa visi ke dalam kehidupan. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan. 1921). (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru. (2) memperkenalkan metoda produksi baru. menghadapi ketidakpastian (Knight. Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. Harvey Leibenstein (1968.penciptaan organisasi baru (Gartner. 1934). Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan Joseph Schumpeter (1934) Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahanperubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. (3) membuka pasar yang baru (new market). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian Jean Baptista Say (1816) Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya. 1988). ekplorasi berbagai peluang (Kirzner. Israel Kirzner (1979) Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Frank Knight (1921) Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. 1979) Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas. . menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter. cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.

Kesimpulan lain dari kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan. Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan. Persepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul. terutama . Istilah wirausaha kini makin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya. bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan. tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Selain itu. serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. psikologi dan sosial yang menyertainya. Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha. Sedikit perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi. inovasi dan caracara baru. Zimmerer Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan wiraswasta yang sejak awal sebagian orang masih kurang sreg dengan kata swasta. seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya. berbeda dari yang lain. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluangpeluang yang muncul di pasar. Drucker Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.Peter F. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. tenaga kerja. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional. memikul resiko finansial. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya.

Preferensi kepada resiko menengah . 1999) : 1. bergaul dengan orang lain. maka pendidikan yang diberikan sekarang lebih cenderung kedua aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha. dan optimisme 2 Berorientasi pada tugas dan hasil Kebutuhan untuk berprestasi. Ciri dan Watak Wirausaha Ciri-ciri dan watak kewirausahaan No Ciri Watak 1 Percaya diri Keyakinan.. atau agar lebih memiliki kecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha. Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek finansial maupun personal. Dalam konteks bisnis. seorang entrepreneur membuka usaha baru (new ventures) yang menyebabkan munculnya produk baru arau ide tentang penyelenggaraan jasa-jasa. mempunyai dorongan kuat.oleh para pengajar agar arah dan tujuan pendidikan yang diberikan tidak salah. energetik dan inisiatif 3 Pengambilan resiko Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan 4 Kepemimpinan Perilaku sebagai pemimpin. Kebutuhan tinggi akan prestasi 4. berorientasi laba. ketidaktergantungan. et.a. Karena kedua aspek itu sama pentingnya. individualistis. tekad kerja keras. Kepercayaan diri 6. Karakteristik tipikal entrepreneur (Schermerhorn Jr. 2001 : 8. sosial. Keinginan untuk bertanggung jawab 3. Keinginan untuk berprestasi 2. ketekunan dan ketabahan. perspektif Sumber : dari Meredith. menanggapi saran-saran dan kritik 5 Keorisinilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel 6 Berorientasi ke masa depan Pandanga ke depan. Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang. Tingkat energi tinggi 3. dalam Suryana. Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebih bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi tantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat. Toleransi terhadap ambiguitas 5. Berorientasi pada action Karakteristik Wirausahawan (Masykur W) 1. 2002 : 48) 2. dan profesional (Soesarsono. Lokus pengendalian internal 2.

Kemampuan beradaptasi (Flexibility) 9. Imitative Entrepreneurship Meniru inovasi yang berhasil dari para Innovating Entrepreneur 3. 4. Ketrampilan dalam pengorganisasian 9. Kemampuan inovatif 2.4. mereka akan kehilangan posisi relatif pada industri yang bersangkutan. Tanggung jawab pribadi 8. 1977) 3. diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity) 3. dalam konteks ilmu ekonomi disebut sebagai Rent-seekers (pemburu rente). Innovating Entrepreneurship Bereksperimentasi secara agresif. apabila mereka tidak melakukan hal tersebut. tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya. Obyektivitas 7. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian. Orientasi ke masa depan 8. Winardi) 1. melakukan akuisisi. tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Potensi kewirausahaan tersebut dapat dilihat sebagai berikut : (Masykur. Kemampuan sebagai pengorganisator dan administrator 10. atau melakukan franchising. 1961) 1. Kepemimpinan berorientasi pada tujuan 6. (Winardi. Keinginan untuk berprestasi 4. Aktivitas Energik 7. Persepsi kepada kemungkian berhasil 5. trampil mempraktekkan transformasi-transformasi atraktif 2. Kemampuan perencanaan realistis 5. Drone Entrepreneurship Drone = malas. Sikap terhadap uang Wirausahawan yang berhasil mempunyai standar prestasi (n Ach) tinggi. industri / manufaktur / produksi atau jasa. Di banyak negara berkembang masih terdapat jenis entrepreneurship yang lain yang disebut sebagai Parasitic Entrepreneurship. mencakup . Proses Kewirausahaan Tahap-tahap Kewirausahaan Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha : (1) Tahap memulai. Rangsangan untuk umpan balik 6. (2) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan". Fabian Entrepreneurship Sikap yang teramat berhati-hati dan sikap skeptikal tetapi yang segera melaksanakan peniruan-peniruan menjadi jelas sekali. Tingkat komitmen tinggi (survival) Jenis Kewirausahaan (Williamson. Penolakan untuk memanfaatkan peluang-peluang untuk melaksanakan perubahan-perubahan dalam rumus produksi sekalipun hal tersbut akan mengakibatkan mereka merugi diandingkan dengan produsen lain.

Memiliki visi dan tujuan yang jelas. organisasi. tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil. kepemimpinan : kejujuran. kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan. implementasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi. Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3). mencari peluang usaha baru : lama usaha dilakukan.aspek-aspek : pembiayaan. keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu. nilai-nilai. dan peluang. keinovasian. (3) Mempertahankan usaha. dan jenis usaha yang pernah dilakukan b. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran. aktivitas. inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan. seperti locus of control. toleransi. Faktor-faktor Motivasi Berwirausaha Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut . agama. kreativitas. kepemilikan : peran-peran dalam pelaksanaan usaha e. pembiayaan : pendanaan ± jumlah dan sumber-sumber dana c. proses pertumbuhan Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan. kepemilikan. pemasaran. organisasi. model proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma. 2001 : 34). kebudayaan dan lingkungan. diketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah : a. Secara ringkas. Pemasaran : lokasi dan tempat usaha 4. proses inovasi 2. tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi (4) Mengembangkan usaha. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control. Oleh karena itu. organisasi dan keluarga (Suryana. Secara internal. tujuan jangka panjang. dan melakukan evaluasi. 27 ± 28) a. SDM : tenaga kerja yang dipergunakan d. seperti pendidikan. proses manajerial (POAC) g. 2007 : 10 ± 12) : 1. proses pemicu 3. dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. pendidikan. proses pelaksanaan 4. proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. sosiologi. organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki f. SDM. pengalaman.

mempunyai tujuan jangka panjang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material. Inisiatif dan selalu proaktif. kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Hal ini diperlukan karena dengan sikap tersebut cenderung akan membuat pembeli mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengusaha sehingga mau dengan rela untuk menjadi pelanggan dalam jangka waktu panjang ke depan b. Berorientasi pada prestasi. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Kerja keras. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki. . Berani mengambil risiko. Dari analisis pengalaman di lapangan. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. pemasok. tetapi juga moral kepada berbagai pihak. tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan. dan mau melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan kemampuannya. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya. dalam arti berani untuk mengemukakan kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan. tetapi Tuhan-lah yang menentukan !´ dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita. di mana ada peluang di situ dia datang. Mutu produk. Dalam bahasa lain. pemerintah. baik dalam bentuk uang maupun waktu. g. h. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. serta masyarakat luas. baik sekarang maupun yang akan datang. yaitu : a. antara lain kepada : para pelanggan. yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya. Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan. d. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu. Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan. jujur. dalam arti mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkembangan akhir dari usaha yang dilaksanakan. f. ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat berhasil dapat dirangkum dalam tiga sikap. pelayanan yang diberikan. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun. Hubungan baik yang perlu dlijalankan.b. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi. dapat dikemukakan bahwa ´manusia yang berusaha. e. selalu taat berdoa. baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hal ini untuk dapat memberikan motivasi yang besar kepada pelaku wirausaha untuk dapat melakukan kerja walaupun pada saat yang bersamaan hasil yang diharapkan masih juga belum dapat diperoleh. c. c.

(Triton. dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. managing finances effectively. yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan.yaitu : 1. dan ancaman (threat). mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat. peluang (opportunity). 10. yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing. 8. yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. terdiri atas : 1. cukup uang. bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people) 3. tempat dan mental. dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis. 4. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. harus cukup waktu. 5. secara efektif dan efisien. yaitu memiliki modal yang cukup. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. dan mengendalikannya secara akurat. knowing the basic business management. 9. ambisi untuk maju (ambition drive) . yaitu kemampuan merencanakan. 6. proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien. 3. bermanfaat dan memuaskan. mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan. penampilan yang baik (good appearance) 4. 106 ± 109). seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. knowing Hozu to Compete. pandai membuat keputusan (making sound decision) 6. cukup tenaga. Dia harus bersikap seperti pedagang. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength). yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. industriawan. mau menambah ilmu pengetahuan (college education) 7. mengarahkan / memotivasi. cara. yakin (self confidence) 5. menghitung. Mengatur. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. 2. having adequate capital. yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan. tidak tersirat. mau kerja keras (capacity for hard work) 2. knowing your business. 2007 :137 ± 139) Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma. copying with regulation and paper work. kelemahan (weaks). managing people. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. pengusaha. 7. having the proper attitude. memprediksi. Oleh karena itu. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati. misalnya cara merancang usaha. Dengan kata lain. dirinya dan pesaing. mengadministrasikan. yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat. managing time efficiently. mengatur. termasuk dapat memperhitungkan. statisfying customer by providing high quality product.

Dr. . . . PT RajaGrafindo Perkasa. .html yang diakses pada tanggal 13 Januari 2006 . Kewirausahaan: Seri diktat kuliah. 2003. Prof.Kasmir. 2007.Suryana.Soesarsono. 2004. 1994. Yogyakarta. Kewirausahaan. Entrepreneurship : Kiat Sukses Menjadi Pengusaha. ATAU mahasiswa ditugaskan untuk mengambil data mengenai wirausaha atau usaha kecil menengah (UKM) dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan ± TUGAS KELOMPOK : masing-masing mahasiswa dikelompokkan dengan anggota minimal 3 orang dan setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan 5 kasus UKM) (KUESIONER TERLAMPIR ± Kuesioner Lampiran) Rujukan .Triton PB. Buchari. Yogyakarta. Tugu Publisher. Jakarta. 2001. Edisi Revisi. Kewirausahaan. Jakarta. Penerbit Salemba Empat. . Kewirausahaan.Alma.Masykur Wiratmo. Kasus Kewirausahaan Mahasiswa mencari kasus-kasus wirausaha khususnya yang sukses dari internet atau sumber lainnya ± TUGAS INDIVIDU. pandai berkomunikasi (ability to communicate) 5.. Entrepreneur & Entrepreneurship.8. Pengantar Kewirausahaan. UPP AMP YKPN. 2002. Jakarta. . Penerbit Alfabeta.org/definitions/def_entrepreneurship_1. Buku I.http://westaction. Jakarta. Bogor. 2007. Jurusan Teknologi Industri IPB. . .Winardi. Bandung.Mas¶ud & Mahmud Machfoedz. 2007. Kencana. Gunadarma.