10 Aspek Kepemimpinan Posted by Narindra on Nov 15, '07 1:15 AM for everyone Apa yang membedakan seorang manajer yang memiliki karakter

“pemimpin” dengan manajer “biasa” walaupun ia telah mengikuti berbagai macam pelatihan kepemimpinan yang sangat keras? Mengapa ada pemimpin yang seperti ditakdirkan sebagai orang besar, sedangkan ada pemimpin lainnya disalahkan atau menyalahkan diri karena memimpin secara biasa-biasa saja. Jika menurut anda perbedaan tersebut hanya terletak pada “keberuntungan” atau “kesempatan” , pendapat anda tidak sepenuhnya benar. Hanya sebagian kecil dari pemimpin sukses mencapai keberhasilan besar melalui keberuntungan dan kesempatan. Berdasarkan suatu data statistik, banyak pemimpin besar meraih keberhasilan dalam pekerjaan dan kehidupannya melalui seperangkat hukum kepemimpinan yang mendetail dan merupakan prinsip-prinsip yang telah diujicobakan. Sedangkan manajer “biasa”, tanpa mengecilkan usaha mereka dalam menjalankan sistem kepemimpinan lain yang cukup beragam, pada kenyataannya tidak mempunyai banyak kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin sejati. Dengan menerima kesepuluh prinsip ini atau paling tidak sebagian besar darinya, kesuksesan berada tak jauh dari anda. Berikut adalah ringkasan dari 10 hukum kepemimpinan yang telah diterima dan dikembangkan oleh pelaku-pelaku bisnis dengan landasan yang cukup kuat sehingga memungkinkan seorang manajer “biasa” membuat satu lompatan besar menjadi seorang “pemimpin”. Hukum 1 – Pemimpin memiliki visi. Visi adalah kunci untuk memahami kepemimpinan. Seorang pemimpin sejati tidak pernah kehilangan kemampuan seperti yang dimiliki anak-anak: berimajinasi/ bermimpi. Dan ini mereka ujudkan dalam bentuk visi; yaitu impian tentang masa depan; atau seperti melihat sebuah lukisan besar yang mana pemimpin itu sendiri ikut melukis suatu bagiannya. Dengan demikian, visi menjadi sebuah tantangan dunia bagi setiap pemimpin untuk membuat jejak langkah di sana, melalui kekuatan ide, kepribadian, nilai-nilai diri, dan harapan. Bagi kepemimpinan dan pengikutnya, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan dan memotivasi orang daripada visi untuk mendapatkan sesuatu yang istimewa. Maka, kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk meraih tujuan yang diminati oleh sebagian besar kelompok tersebut. Di lain pihak, tujuan tersebut menguntungkan bagi mereka. Oleh karena itu, visi bersama haruslah menjadi perasaan yang komperehensif tentang posisi, arah, dan cara hidup untuk meraih tujuan, dan apa yang akan dilakukan ketika tujuan itu teraih. Visi seperti api ungun di perkemahan, dimana orang-orang berkumpul mengelilinginya karena cahaya, energi, kehangatan, dan kebersamaan. Meski visi adalah impian, namun visi harus fokus dan khas. Visi yang terlalu luas akan membuat pemimpin seolah-olah berada di awang-awang dan kehilangan keberanian untuk mencoba. Visi anda harus berpijak pada kenyataan sehingga tujuan bisa diraih dengan sukses dan tidak mematahkan semangat anda dan orang-orang di sekitar anda. Hukum 2 – Pemimpin memiliki disiplin. Di dunia ini berlaku hukum tak tertulis, apakah kita akan mendisiplinkan diri sendiri atau yang akan didisiplinkan oleh orang lain. Keberhasilan yang berlangsung terus menerus tidak bisa diraih tanpa disiplin, ketekunan, dan usaha. Disiplin merupakan mandat bagi pemimpin untuk meraih tujuan dan visivisinya. Salah satu kesalahan besar generasi kita adalah tidak terlalu menghargai pentingnya kedisiplinan. Banyak orang terpengaruh oleh budaya superfisial yang cenderung menolak segala bentuk pengekangan, dan mengikuti dorongan alami diri kita untuk bersikap santai. Kita dengan mudah melupakan fakta bahwa segala sesuatu dalam hidup tidak mungkin diraih tanpa disiplin. Sangat sering terjadi seorang pemimpin meraih sukses pada tingkat tertentu, dan kemudian berhenti dan kehilangan semangat bertarung. Mereka harus kembali pada titik start mereka. Ini dikarenakan mereka kehilangan milik mereka yang berharga, yaitu, kedisiplinan diri. Hukum 3 – Pemimpin memiliki kebijaksanaan.

penderitaan. Kebersajahaan adalah sikap untuk tidak berpusat pada diri sendiri. Itu pula mengapa kebersahajaan selalu dihargai orang lain pula. Bahkan mereka akan memberikan penghargaan mereka pada siapa pun tak peduli siapa yang melakukan pekerjaan baik itu. Jika anda melakukan sesuatu tanpa takut. Hukum 5 – Pemimpin memiliki Kebersahajaan. Kepemimpinan sejati adalah mengatakan “ya” untuk hidup. dan kebutuhan akan bersaing memberikan inspirasi bagi pemimpin. Ada yang menyatakannya dalam istilah: kegagahan. dan terbatu untuk mengatasi banyak masalah. organisasi dan tim mereka. itu bukan keberanian. Pemimpin sejati selalu menjaga visinya menyala dalam dirinya. sedangkan kebijaksanaan menembus batas-batas fisik. atau khawatir dalam menyelesaikan pekerjaan. Kebijaksanaan menuntun diri seorang pemimpin untuk mengenali suatu masalah terlebih dahulu sebelum masalah itu terlanjur menjadi besar. pengetahuan kita akan berlipat ganda pada dekade terakhir. Kebanyakan orang hanya memikirkan dirinya sendiri dan mengingkari bahwa keberhasilan yang mereka raih tak terlepas dari usaha orang lain. Kepemimpinan adalah perjuangan yang memerlukan keberanian.Mereka mengumpulkan fakta yang diperlukan sehingga tidak terbatasi dirinya dalam mengambil keputusan. Mereka mengerti apa yang harusdilakukan dan menjalankan pekerjaannya dengan baik. Itu membuat hidup mereka sendiri di luar fokus. Sedangkan pemimpin yang tidak bersahaja. Keberanian adalah suatu jalan untuk mengekspresikan kekuatan di dalam diri kita. Kita hidup di jaman ledakan pengetahuan. seorang pemimpin tidak takut. . bukan tanpa ketakutan. oleh karena itu pemimpin perlu menilai diri mereka secara terus-menerus pula. Pemimpin yang bersahaja tidak memperdulikan siapa yang menghargai mereka. Seorang pemimpin yang efektif memiliki penglihatan kebijaksanaan bukan dari matanya. Bagi orang semacam ini penghargaan merupakan jaminan bagi nilai diri mereka.Pengetahuan dapat diingat. kecerdikan. Tingginya gunung Himalaya menantang keberanian seorang pendaki. namun mereka tidak mengharapkan penghargaan untuk setiap perolehan yang mereka capai. sekaligus merupakan alat untuk berproses. Mereka tidak akan mengambil sikap yang berbeda untuk menghadapi situasi-situasi yang berbeda seperti itu. menginginkan lebih banyak penghargaan. Hukum 4 – Pemimpin memiliki keberanian. peneguhan bagi kita untuk tetap bertahan pada posisi tersebut. Mereka menuntut orang lain menghargai mereka dan menjadikannya sebagai motivasi hidup. Seseorang yang rendah hati tidak dapat dijatuhkan atau dipuji setinggi langit. Ada beberapa alasan untuk menciptakan keberanian: pemimpin sejati ingin hidup untuk sebuah alasan yang benar dan luhur. Kebijaksanaan adalah sesuatu yang memudahkan kita untuk menggunakan pengetahuan secara benar. Kesulitan pekerjaan memotivasi seorang pemimpin. Salah satu bukti kebesaran seorang pemimpin adalah semangat rendah hati. Berbagai studi memperlihatkan bahwa setengah dari pengetahuan manusia telah ditemukan satu dekade yang lalu dan seterusnya. Lebih lanjut. Hukum 6 – Pemimpin adalah pembuat keputusan. dan ketidakbahagiaan melanda seseorang karena mereka menjadikan diri mereka sebagai pusat kehidupan mereka. ragu-ragu. dan mengembangkan kemampuan untuk menyatakan pendapat. Kebijaksanaan adalah bagaimana menggunakan pengetahuan yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Kebersahajaan adalah karakter yang penting dalam kehidupan seorang pemimpin. Keberanian adalah bertindak dalam ketakutan. kepahlawanan. Keberanian adalah melakukan hal yang ditakutkan. inti dari pikiran kita untuk melawan semua keganjilan. Memang secara alami. Inilah yang menumbuhkan keberanian. Kebersahajaan menghargai usaha-usaha orang lain. Dengan berpengetahuan. Pemimpin sejati sadar bahwa orang memperhitungkan mereka. Memiliki keberanian berarti melakukan sesuatu yang diyakini benar. Pemimpin yang efektif selalu mengembangkan pengetahuannya dengan membaca. Tetapi apapun namanya. pemimpin cenderung bersikap arogan. Keberanian seringkali diungkapkan dengan istilah yang berbeda-beda. Kita selalu berada di dalam perubahan yang berlangsung terus-menerus. bahkan keluarga mereka. tidak menghindar ketika tugas memanggil. Namun percayalah setiap orang selalu menilai diri kita. namun dari dalam dirinya. keberanian tidak pernah dapat didefinisikan. Banyak frustasi. dan bersedia menanggung segala resikonya. tidak bersikap rendah hati.

untuk itu ia harus menguasai seni membuat keputusan. Mereka mengupas masalah hingga menjadi sederhana. Pemimpin yang efektif bekerja secara konstan untuk mempermudah pengambilan keputusan. Hukum 8 – Pemimpin itu melatih dan berdiplomasi. seorang pemimpin membutuhkan kehangatan. Bagi mereka. dan komunikasi dapat dilakukan tanpa suara. Tak ada seorang pun mampu melakukan semuanya sendiri. Mereka senantiasa melatih bawahannya untuk bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. bermoral atau tidak. antusiasme. Oleh karena itu sekali membuat keputusan mereka tidak mudah untuk mengubah-ubahnya. mereka menjernihkan masalahnya terlebih dahulu. Itu berarti mereka harus mengusahakan pemikiran dari anggota tim mereka. Oleh karena itumereka memperhitungkan nilai sebuah resiko. Keempat. namun mereka menumbuhkan minat pada orang lain. Dalam bekerja dengan orang lain. Mereka tidak mengandalkan asumsi. Pemimpin yang sukses berusaha membantu orang lain sukses dalam pekerjaannya. Sedangkan apa yang kita lakukan untuk orang lain akan diingat oleh dunia dan abadi. Kepemimpinan itu bukan sekedar mengetahui arah perjalanan pemimpin. mereka memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. melainkan dari siapa teman-teman mereka. Untuk mendapatkan teman. mereka menghindari situasi yang menekan. Ada beberapa pedoman yang mereka pegang dalam mengambil keputusan. Apakah keputusan itumembuat hati menjadi damai atau tidak. Terakhir. • • • • • • • Pertama. mereka memikirkan dampak dari keputusan mereka hingga lima tahun ke muka. Pemimpin yang baik membuat keputusan dengan cepat. Cepat bukan berarti singkat. oleh karena itu mereka harus memiliki fakta sebanyak mungkin. Hukum 7 – Pemimpin mengembangkan persahabatan. Ini membuat orang-orang merasa nyaman dengan diri dan pekerjaan mereka. Keenam. Seorang bijak mengatakan. melainkan juga bagaimana bisa bekerja dengan orang lain secara efektif. atau bahkan sepuluh tahun ke depan. pemimpin tidak berusaha membuat orang lain tertarik pada mereka. Persahabatan selalu dibangun di atas penghargaan yang setara.Seorang pemimpin adalah orang yang melakukan tindakan. mereka mengumpulkan fakta. Ketiga. apa yang kita lakukan untuk diri kita sendiri akan mati bersama kita. Mereka mendorong orang lain mampu meraih tujuannya. Pemimpin sejati tahu bahwa hidup ini selalu tergantung pada semangat dan bantuan orang lain. mereka mempertimbangkan bagaimana keputusan yang mereka buat bisa mempengaruhi semua orang yang terlibat. teman adalah pulau dimana mereka menemukan rasa aman. maka keputusan akan datang dengan sendirinya. . namun mungkin juga sesuatu yang baik. Mereka menghargai teman. etis atau tidak. Ini semua akan menumbuhkan loyalitas dari orangorang. Dan. Mereka tidak suka mengambil keputusan yang singkat. Loyalitas hanya diberikan oleh orang-orang pada pemimpinnya hanya bila mereka berpikir bahwa pemimpin itu cukup bernilai untuk mendapatkannya. Mereka berupaya dengan sungguh-sungguh membangun persahabatan. Kedua. Kelima. Bagi mereka resiko bukan hanya sesuatu yang buruk. Bila masalah telah jernih dan fakta terkumpulkan. Mereka tidak terburu-buru mengambil keputusan sebelum mengumpulkan cukup fakta. pemimpin sejati tidak memanfaatkan teman demi kepentingan mereka sendiri. mereka mempertanyakan apakah keputusan mereka legal atau tidak. Namun demikian. Mereka pun mampu menghargai keberhasilan teman tanpa ada rasa iri dan cemburu. dan sesitivitas. Mereka memilih teman bukan dari apa yang dimiliki. Membangun loyalitas semacam ini membutuhkan waktu yang lama. Hukum 9 – Pemimpin mengembangkan kemampuan eksekutif.

mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif. 4. Namun. Kepemimpinan justru menarik orang untuk membuat komitmen yang paling tinggi dan memungkinkan mereka untuk bersaing. berjalan dengan langkah tegap. sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya. tapi juga di dalam. Ini dikarenakan mereka mempunyai visi dan tujuannya sendiri. Menggunakan bahasa positif Maksudnya. tak banyak yang tahu.Ada saat-saat dimana seorang pemimpin meragukan diri mereka sendiri. Tidak bikin alasan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat. Kedua. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide Karena dengan begitu. Tapi. Orang yang sukses adalah mereka yang punya disiplin untuk mengembangkan diri mereka. tapi langsung bikin tindakan Pernah dengar pelesetan NATO (No Action. tidak menyerah sampai meraih sukses. Segala sesuatu ini adalah bagian dari hidup. serta menciptakan kesenangan. dan menikmati setiap pekerjaan yang dilakukan. pelajarilah tehnik-tehnik pemimpin yang sukses. adalah kemampuan untuk membangkitkan inspirasi bagi anak buahnya. Menikmati hidupnya Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati. Keempat. Pemimpin selalu memotivasi diri untuk membuat tindakan positif dan berorientasi pada tujuan. 10 Ciri Orang yang Berfikir Positif 10 Ciri Orang yang Berfikir Positif Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Hukum 10 – Pemimpin memiliki kekuatan inspiratif. pemimpin selalu adalah orang-orang yang antusias. 10. Peduli pada citra diri Itu sebabnya. Mereka memiliki keberanian untuk menemukan hasil-hasil dalam jangka pendek. Talk Only). 7. capailah keseimbangan hidup. asahlah kreativitas. pemimpin bertidak sebagai figur yang diteladani. Beda seorang pemimpin yang sukses dengan pemimpin lainnya.Para pemimpin yang sukses tahu bahwa mengembangkan ketrampilan kepemimpinan adalah usaha sepanjang hidup. Sebetulnya tidak apa-apa. Menggunakan bahasa tubuh yang positif Di antaranya adalah senyum. bagaimana kita bisa melakukan hal yang lebih baik. namun pemimpin yang berhasil selalu menjaga kepercayaan diri mereka. Kunci menumbuhkan inspirasi adalah dengan bersikap antusias. Karenanya. ternyata malah bisa menimbulkan masalah. Ketiga. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu Sudah pasti." dan "Dia memang berbakat. dan 'hidup'. 2. • • • • Pertama. meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik. kan? Nah. Bahkan mereka menyadari bahwa menjadi pemimpin adalah sesuatu dan proses yang harus terus-menerus dipelajari. Namun demikian. Antusiasme selalu menarik perhatian orang lain dan menjaring pengikut. atau anggukan. jangan campuradukkan kepemimpinan dengan keinginan untuk dihormati. pemimpin mengembangkan gayanya sendiri. 3." 9. Dalam upaya menumbuhkan inspirasi bagi pengikut. kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak 'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan. 8. dan gerakan tangan yang ekspresif. Mensyukuri apa yang dimilikinya Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya 6. antusias. Karena itu. Studi itu menemukan bahwa seorang pemimpin adalah juga seorang pelajar. Perhatikan bagaimana mereka mengartikulasikan visi dan memberikan inspirasi bagi orang lain. (hannie k. Antusiasme ditunjukkan melalui usaha keras. Bukan hanya di luar. Selalulah bertanya pada diri sendiri.wardhanie) . jagalah kepercayaan diri. gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. motivasilah diri sendiri. Ini adalah kunci keberhasilan. Melihat masalah sebagai tantangan Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia. Ada beberapa saran untuk mengembangkan kemampuan eksekutif. karenanya lalui dengan penuh keseimbangan. 1. 5. boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik. mereka berusaha tampil baik. bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita. mereka ini jelas bukan penganutnya. Mereka tidak statis. Oleh karena itu. Terakhir. Sebuah studi membuktikan bahwa hal yang membedakan seorang pemimpin dengan pengikutnya adalah bahwa para pemimpin mempunyai kapasitas untuk mengembangkan dan meningkatkan ketrampilan mereka.

Informasi Lewat Saluran Tepat * Bila Anda memberi informasi pada tim kerja tentang pedoman perusahaan atau informasi industri. Anda harus memiliki pandangan yang terbaik mengenai sasaran yang akan dicapai. 1. Mengevaluasi Setiap tahun selalu ada penilaian terhadap prestasi setiap pegawai dan nilai prestasi bawahan Anda akan dievaluasi oleh perusahaan sesudah mendapat nilai evaluasi dari Anda. Andalah yang menentukan kemana akan mengarahkan tim kerja dalam mencapai tujuan perusahaan. memotivasi setiap orang lalu duduk santai di meja kerja dan menunggu laporan akhir. Komunikasi Jelas & Hati-hati Komunikasi memegang peranan penting pada setiap kegiatan pengelolaan. Manajer yang baik dapat melatih kedisiplinan dalam pengelolaan waktu baik untuk diri mereka sendiri ataupun untuk bawahannya. 3. Walaupun memerlukan orang yang memiliki motivasi. Setiap orang merasa pekerjaannyalah yang terpenting dan terberat. Anda dapat memulainya dengan mengatur waktu Anda sendiri dan memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Memonitor Ingat. alias bos? Berikut sejumlah keterampilan yang diperlukan untuk membantu Anda dalam soal mengelola pekerjaan sehingga semuanya berjalan lancar dan Anda pun akan dinilai sebagai atasan teladan. atasan. 7. Anda harus ingat bahwa motivasi dari pimpinan dapat membentuk inspirasi. Jarang ada seorang manajer sukses tanpa memiliki cara berkomunikasi yang baik. Anda mempromosikan visi dan penghargaan tim kerja di dalam perusahaan. atasan. Cara penyampaian dan pendekatan kepada tim dapat mengubah . Anda harus dapat memilah-milah dan mengatur pembagian kerja di dalam tim kerja. memeriksa apakah mereka menghadapi kendala atau tidak. Prioritaskan Kegiatan Anda bertanggung jawab untuk mengawasi tim kerja. Anda tetap harus memonitor sampai di mana bawahan mengerjakan tugas yang dibebankan kepada mereka. Anda telah mengantisipasi dari awal kendala-kendala yang dihadapi dan dengan begitu pekerjaan akan dapat diselesaikan tepat waktu. Motivasi Tim Kerja Tim kerja yang dimotivasi akan berusaha bekerja untuk mencapai sasaran. apa sebenarnya yang harus Anda lakukan sebagai seorang manajer. berarti Anda mempromosikan nilai tim kerja dan memberitahukan sumber-sumber yang diperlukan untuk kelancaran pekerjaan mereka. pegawai yang bersangkutan akan kecewa. Menyebarkan informasi merupakan keahlian tersendiri yang harus Anda miliki. apa sebenarnya yang harus Anda lakukan sebagai seorang manajer. Anda bisa membantu memotivasi mereka untuk mencapai sasaran. stres. Motivasi bukan hanya mengenai uang atau kompensasi. alias bos? Berikut sejumlah keterampilan yang diperlukan untuk membantu Anda dalam soal mengelola pekerjaan sehingga semuanya berjalan lancar dan Anda pun akan dinilai sebagai atasan teladan. Nilai prestasi tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan oleh pegawai dan bila hal ini terjadi. 2. menjelaskan tujuan. Dengan misi dan tujuan perusahaan. * Bila Anda melaporkan tim kerja pada pimpinan perusahaan tentang kontribusi dan kebutuhan mereka. Pernahkah Anda berpikir. 5. Siapkan Sasaran Karena berada di depan. walaupun hal ini juga memegang peranan penting. * Bila Anda menyampaikan berita tentang keberhasilan dan kebutuhan tim kerja kepada departemen lain di perusahaan. sekaligus membantu mereka saat membuat keputusan sesuai dengan informasi yang Anda berikan.Pernahkah Anda berpikir. serta tidak bersemangat. dan merupakan komponen dasar dari keberhasilan Anda. 4. 6. Perhatikan siapa yang perlu didorong dan siapa yang sedang stres karena dikejar tenggat waktu. Dengan demikian. tugas Anda bukan hanya membagi tugas.

Bimbing mereka menuju tangga sukses. Mengatasi Konflik Konflik membuat orang menjadi stres dan konflik dapat terjadi di tempat kerja di mana pun juga. 9. Pandai Menempatkan Diri Ada saatnya Anda harus turun tangan bila anak buah memerlukan bantuan dan Anda harus mau serta bisa melakukannya. Misalnya dengan memberi pelatihan yang sesuai dengan sasaran yang dituju. berarti Anda melancarkan kerja sama yang memperbaiki mutu kehidupan setiap orang di lingkungan kerja. 8. Kendala #2: Salah Menentukan Prioritas Kendala #3: Kalian tidak melakukan set up pikiran untuk bekerja Kendala #4: Mudah mengalihkan perhatian Kendala #5: Terlalu banyak time-break Kendala #6: Gaya hidup tidak sehat Kendala #7: Tidak pernah (mau) belajar PROGRAM-PROGRAM PENGEMBANGAN POTENSI DIRI Menciptakan Hidup Berkelimpahan Menjadi Magnet Uang Pengembangan Karakter Mengatasi Amarah Mengatasi Kecemasan Datang Tepat Waktu Menjadi Pribadi Yg Tegas Mengatasi Keterikatan Pada Mantan Pasangan Mengatasi Rasa Cemas Menghilangkan Kebiasaan-Kebiasaan Buruk Mempersingkat Kurva Belajar Meningkatkan Kreatifitas Meningkatka Percaya Diri Meningkatkan Daya Ingat Meningkatkan Daya Konsentrasi Super Learning English Mengatasi Depresi Berani Berbicara Didepan Publik Meningkatkan Daya Ingat Meningkatkan Daya Konsentrasi Menghilangkan Berbagai Rasa Takut ( Phobia ) Berinvestasi di Forex / Bursa Efek Yg Eefktif . Anda harus jeli melihat kekurangan dari tim kerja dan mengatasinya. 10. Tentu tidak selalu karena Anda sendiri juga dituntut untuk memusatkan perhatian pada tugas dan tanggung jawab yang Anda pikul dalam memberikan panduan pada anak buah. Anda harus memahami prinsip-prinsip dan cara-cara mengatasi konflik yang terjadi. Agar tim kerja mencapai keberhasilan. Sebagai atasan yang baik. Hindari sikap menghakimi dan lakukan pendekatan yang mendukung. Bila Anda berhasil mengurangi friksi yang tidak produktif. Anda harus dapat mengantisipasi konteks masa depan dan mengembangkan keterampilan yang sesuai. Hal ini termasuk keterampilan pribadi Anda dan keterampilan pribadi tim kerja.pandangan mereka terhadap penilaian yang diberikan. Mengembangkan Keterampilan Tim Tuntutan saat ini terhadap tim Anda belum tentu menjadi tuntutan masa depan. Praktekkan keterampilan Anda dan latih bawahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful