P. 1
Pembahasan

Pembahasan

|Views: 121|Likes:

More info:

Published by: Nurdiana Khairany Nasution on Jun 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2012

pdf

text

original

I. Pengertian,Tujuan & Latar belakang Good Corporate Goverment.

A. Latar belakang Good Corporate Goverment (GCG)

Mulai populernya istilah ³tata kelolah perusahaan yang baik´ atau yang lebih dikenal dengan istilah asing good corporate goverment (GCG) tidak dapat dilepaskan dari maraknya skandal perusahaan yang menimpah perusahaan-perusahaan besar, baik Indonesia maupun yang ada di Amerika Serikat. Runtuhnya sistem ekonomi komunis menjelang akhir abad ke-20, menjadikan sistem ekonomi kapitalis sebagai satu-satunya sistem ekonomi yang paling dominan diseluruh dunia. Sistem ekonomi kapitalis ini makin kuat mengakar berkat arus globalalisasi dan perdagangan bebas yang mampu dipaksakan oleh negara-negara maju penganut sistem ekonomi kapitalis. Ciri utama sistem ekonimi kapitalis adalah kegiatan bisnis dan kepemilikan perusahaan dikuasai oleh individu-individu/sektor swasta. Dalam perjalanannya, beberapa perusahaan akan muncul sebagai perusahaan-perusahaan swasta raksasa yang yang ada di

bahkan aktivitas dan kekuasaannya telah melebihi batas-batas suatu negara. Para pemilik dan pengelola kelompok perusahaan-perusahaan raksasa ini bahkan mam pu mempengaruhi dan mengarahkan berbagai kebijakan yang diambil oleh para pemimpin politik suatu negara untuk kepentingan kelompok perusahaan mereka dengan kekuatan uangnya. Sebagaimana dikatakan oleh joel bakan (2002),perusahaan (korporasi )saat ini telah berkembang dari sesuatu yang relatif tidak jelas menjadi institusi dunia yang amat dominan.kekuatan dan pengaruh perusahaan ini sedemikian besarnya sehingga telah menjelma menjadi ³monster raksasa´ yang mendikte hampir seluruh hidup kita,mulai dari apa yang kita makan ,apa yang kita lihat,apa yang kita pakai,apa yang kita hasilkan, dan apa yang kita kerjakan. Itulah sebabnya, sering kali terjadi pemerintah suatu negara yang

harusnya menjadi kekuatan terakhir sebagai pengawas, penegak hukum,dan pengendali perusahaan-perusahaan tidak berdaya menghadapi penyimpangan perilaku yang dilakukan oleh para pelaku bisnis yang berpengaruh tersebut. Beberapa perusahaan besar di Indonesia ada yang bermasalah dan bahkan tidak mampu lagi meneruskan kegiatan usahanya akibat menjalankan praktik tata kelolah perusahaan yang buruk (bad corporate goverment). Contohnya antara lain : bank-bank pemerintah yang telah
1

Management Theory dan lainnya. Dengan demikian akibat praktik tata kelola perusahaan uang buruk oleh perusahaan perusahaan ini bukan daja telah menimbulkan krisis ekonomi di Indonesia tetapi juga mempengaruhi perekonomian dunia. yaitu untuk menghindari konflik antara principal dan agentnya. Konflik muncul karena perbedaan kepentingan tersebut haruslah dikelola sehingga tidak menimbulkan kerugian pada para pihak. Bank Bumi Daya-BBD. Dapat dilihat dari pengalaman Amerika Serikat yang harus melakukan restrukturisasi corporate governance sebagai akibat market crash pada tahun 1929. sehingga keberadaan korporasi dan para pihak yang berkepentingan (stakeholders) tersebut haruslah dilindungi melalui penerapan GCG. Korporasi yang dibentuk dan merupakan suatu Entitas tersendiri yang terpisah merupakan Subyek Hukum. kelompok usaha besar ini tidak mampu Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat pada saat ini juga ditengarai karena tidak diterapkannya prinsip-prinsip GCG. Xerox dan lainnya melibatkan top eksekutif perusahaan tersebut menggambarkan tidak diterapkannya pronsip-prinsip GCG. Kejatuhan beberapa bank pemerintah pada awal abad ke -21 ini lebih disebabkan oleh kebijakan ekspansi kredit direksi bank tersebut yang tidak bijaksana (unprudential credit policy). Bank Expor Impor-Bank Exim). Kep117/M-MBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate 2 . Sedangkan yang menjadi latar belakang secara akademis adalah kebutuhan good corporate governance timbul berkaitan dengan principal-agency theory.. Worldcom. Akibatnya. kajian permasalahan GCG oleh para akdemisi dan praktisi juga berdasarkan Stewardship Theory. Untuk memperbaiki itu semua maka pemerintah mengeluarkan suatu undang-undang berupa Surat Keputusan Menteri BUMN No. Bank Dagang Negara-BDN. bannk-bank pemerintah tersebut mengalami kesulitan keuangan karena mengembalikan pinjaman dan bungannya. Kredit diberikan dalam jumlah besar kepada beberapa kelompok usaha besar tanpa melalui suatu kajian yang cermat dan objektif atas studi kelayakan bisnis mereka. Corporate governance yang buruk disinyalir sebagai salah satu sebab terjadinya krisis ekonomi politik Indonesia yang dimulai tahun 1997 yang efeknya masih terasa hingga saat ini.dilikuidasi/dimerger (Bank Pembangunan Indonesia-Bapindo. beberapa kasus skandal keuangan seperti Enron Corp. Selain pendekatan model Agency Theory dan Stakeholders Theory tersebut di atas. Ini menjadi latar belakang yang prakris yang menjadi latar belakang timbulnya GCG di Indonesia.

Cadbury Committee of United Kingdom : ³A set of rules that define the relationship between shareholders. 3) Mendorong pemegang saham. Latar belakang diperlukanya GCG adalah : 1) Mendorong tercapainya kesinambungan perusahaan melalui pengelolaan yang didasarkan pada prinsip transparansi. menekankan kewajiban bagi BUMN untuk menerapkan GCG secara konsisten dan atau menjadikan prinsip-prinsip GCG sebagai landasan operasionalnya.Governance pada Badan Usaha Milik Negara. anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi agar dalammembuat keputusan dan menjalankan tindakannya dilandasi oleh nilai moral yang tinggi dankepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. yaitu Dewan Komisaris.the goverment. 6) Meningkatkan daya saing perusahaan secara nasional maupun internasional.manager.namun hingga saat ini belum ada definisi baku yang dapat disepakati oleh semua pihak.creditors. 5) Mengoptimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dengan tetap memperhatikan pemangku kepentingan lainnya. akuntabilitas. sehingga meningkatkan kepercayaan pasar yang dapat mendorong arus investasi dan pertumbuhanekonomi nasional yang berkesinambungan. yang pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya. B. Pengertian Good Corporate Goverment (GCG) Walaupun saat ini istilah GCG sudah sangat populer.employees. 2) Mendorong pemberdayaan fungsi dan kemandirian masing-masing organ perusahaan. Direksi dan Rapat Umum Pemegang Saham. independensi serta kesetaraan dan kewajaran. responsibilitas. Dibawah ini beberapa pengertian GCG dari beberapa sumber yang dapat dijadikan sebagai acuan : 1. 4) Mendorong timbulnya kesadaran dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaan.and other internal and external stakeholders in respect to their 3 . dan berlandaskan peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika.

pengurus (pengelolah) perusahaan. dan pemangku kepentingan lainnya. 3.2004) Mendefinisikan GCG sebagai : ³The structure throughwhich shareholder. pihak kreditur. atau dengan kata lain suatu sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan.pencapaiannya dan tujuan kerjanya. the means of attaining those objectives and monitorig performance. direksi.manager. yang jika diterjemahkan adalah :. dan kelompok kelompok kepentingan (stakeholder) yang lain. Hubungan ± hubungan ini dimanifestasikan dalam bentuk berbagai aturan permainan dan sistem insentif sebagai kerangka kerja (framework) yang diperlukan untuk mencapai tujuan -tujuan perusahaan dan cara-cara pencapaian tujuan-tujuan serta pemantauan kinerja yang dihasilkan ´ 4 .]´ 2. serta para pemegang kepentingan internal dan eksternal lainnya yang berkaitabn dengan hak-hak dan kewajiban mereka. Tata kelolah perusahaan yang baik juga disebut sebagai suatu proses yang transparan atau penentuan tujuan perusahaan.. pemegang saham.seperangkat aturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham. komisaris.right and responsibilities. peran Direksi. serta para pemegang kepentingan internal dan eksternal lainnya yang berkaitabn dengan hakhak dan kewajiban mereka. Forum for Corporate Governance in Indonesia-FCGI (2006) Forum ini tidak membuat definisi tersendiri tetapi mengambil definisi dari Cadbury Committee of United Kingdom. Sukrisno Agoes (2006) Mendefinisikan GCG sebagai tata kelolah perusahaan yang baik sebagai suatu sistem yang mengatur hubungan peran Dewan Komisaris.pemerintah. or the system by which companies are directed and controlied´³[yaitu seperangkat aturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham. Wahyu prakarsa (dalam Sukrisno Agoes..directors. pihak kreditur.2006) Mendefinisikan GCG sebagai :´.karyawan. seperangkat tujuan yang ingin dicapai perusahaan ]´ 5..pengurus (pengelolah) perusahaan. pemegang saham. manajer. Organization for Economic Cooperation and Development-OECD (dalam Tjager dkk..´ ³[Suatu struktur yang terdiri atas pemegang saham . mekanisme administratif yang mengatur hubunganhubungan antara manajemen perusahaan.pemerintah. 4.set of the board objectives of the company. atau dengan kata lain suatu sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan.karyawan. direktur.

pegawai dan stakeholders lainnya dan merupakan solusi yang elegan dalam menghadapi tantangan organisasi kedepan 2. dan kesinambungan suatu organisasi yang memberikan kontribusi kepada terciptanya kesejahteraan pemegang saham. 3. Tujuan Good Corporate Goverment (GCG) Penerapan sistim GCG diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) melalui beberapa tujuan berikut: 1. 5 . C. Sukrisno Agoes. Perusahaan menggunakan pendekatan berupa keyakinan yang kuat akan manfaat dari penerapanTataKelola Perusahaan yang baik. Suatu sistem pengecekan dan perimbangan kewenangan atas pengendalian perusahaan yang dapat membatasi munculnya dua peluang: pengelolaan yang salah dan penyalahgunaan aset perusahaan. Suatu proses yang transparan atas penentuan tujuan perusahaan. Guna memastikan bahwa Tata Kelola Perusahaan diterapkan secara konsisten di seluruh lini dan unit organisasi. Meningkatkan legitimasi organisasi yang dikelola dengan terbuka. 2. pencapaian. Dan Wahyu Prakarsa dapat mewakili pengertian GCG dalam arti luas. dan dapat dipertanggungjawabkan 3. maka akan tumbuh semangat yang tinggi untuk menerapkannya sesuai standar internasional. sedangkan pengertian yang diberikan olehCadbury Committee. Perseroan menyusun berbagai acuan sebagai pedoman bagi seluruh karyawan. Pemegang Saham dan Para Stakeholder lainnya. Direksi.Berdasarkan beberapa definisi tersebut. Selain acuan yang disusun sendiri. Suatu struktur yang mengatur pola hubungan harmonis tentang peran dewan komisaris. efektifitas. dapat diketahui bahwa GCG dapat diberi pengertian dalam arti sempit dan dalam arti luas. Berdasarkan keyakinan yang kuat. berikut pengukuran kinerjanya. Dari definisi di atas juga dapat disimpulkan bahwa Good Corporate Governance merupakan: 1. Meningkatkan efisiensi. Mengakui dan melindungi hak dan kewajiban para share holders dan stakeholders Dalam menerapkan nilai-nilai TataKelola Perusahaan. adil. Perseroan juga mengadopsi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Definisi yang disampaikan oleh OECD dapat mewakili pengertian dalam arti sempit.

Keterbukaan dalam menyampaikan informasi juga mengandung arti bahwa informasi yang disampaikan harus lengkap. Dengan pemberlakukan Undang-undang No. diperlukan kejelasan fungsi. tegas dan berkesinambungan dari seluruh pelaku bisnis. dan yang lainnya). Prinsip-prinsip Good Corporate Goverment (GCG) Berikut ini merupakan prinsip-prinsip dari GCG yaitu : y Prinsip Kesetaraan (fairness) Merupakan prinsip agar para pengelolah memperlakukan semua pemangku kepentingan secara adil dan setara. Melalui penerapan yang konsisten. Tidak boleh ada hal-hal yang dirahasiakan. benar. pelangan. dan tepat waktu kepada semua pemangku kepentingan. baik pemangku kepentingan primer (pemasok. y Prinsip Akuntabilitas Prinsip akuntabilitas ini adalah prinsip dimana para pengolah berkewajiban untuk membina sistem akuntansi yang efektif untuk menghasilkan laporan keuangan (financial statements) yang dapat dipercaya. II. pemodal) maupun pemangku kepentingan sekunder (pemerintah. 6 . ditutup-tutupi. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas akankah implementasi GCG di Indonesia akan terwujud ? Hal ini tergantung pada penerapan dan kesadaran dari perseroan tersebut akan pentingnya prinsip GCG dalam dunia usaha. y Prinsip Keterbukaan (transparency) Artinya kewajiban bagi para pengelolah untuk menjalankan prinsip keterbukaan dalam proses keputusan dan penyampaian informasi. Hal inilah yang memunculkan konsep stakeholder(seluruh kepentingan pemangku kepentingan). terlebih dahulu diterapkan oleh jajaran manajemen dan kemudian diikuti oleh segenap karyawan. atau ditunda-tunda pengungkapannya. bukan hanya kepentingan stockholder(pemegang saham saja). Untuk itu. disembunyikan. karyawan.Dalam hal penerapan prinsip GCG harus disadari bahwa penerapanTataKelola Perusahaan yang baik hanya akan efektif dengan adanya asas kepatuhan dalam kegiatan bisnis sehari-hari. masyarakat.

Prinsip tanggung jawab ada sebagai konsekuensi logis dari kepercayaan dan wewenang yang diberikan oleh para pemangku kepentingan kepada para pengelola perusahaan. 2) Dimensi hukum. 4) Dimensi sosial. dan bebas dari tekanan/pengaruh dari manapun yang bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pengelolaan yang sehat. artinya tanggung jawab pengelolan diwujudkan dalam bentuk ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. mandiri. artinya tanggung jawab pengelola diwujudkan dalam bentuk pemberian keuntungan ekonomis bagi para pemangku kepentingan. 3) Dimensi moral. y Prinsip Tanggung jawab (responsibility) Prinsip Tanggung jawab (responsibility) adalah prinsip dimana para pengelola wajib memberikan pertanggung jawaban atas semua tindakan dalam mengelola perusahaa kepada para pemangku kepentingan sebagai wujud kepercayaan yang diberikan kepadanya. 5) Dimensi spiritual. artinya sejauh mana tindakan manajement telah mampu mewujudkan aktualisasi diri atau telah dirasakan sebagai bagian dari ibadah sesuai dengan ajaran agama yang diyakini. dan pertanggung jawaban setiap organ sehingga pengelolaan berjalan efektif. Tanggung jawab ini mempunyai lima dimensi. artinya suatu keadaan dimana para pengelola dalam mengambil suatu keputusan bersifat profesional.pelaksanaan. artinya sejauh mana wujud tanggung jawab tindakan manajemen tersebut telah dirasakan keadilannya sebagai pemangku kepentingan. artinya sejauh mana manajemen telah menjalankan corporate social responsibility (CSR) sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam dilingkungan perusahaan. y Prinsip Kemandirian Prinsip kemandirian sebagai tambahan prinsip dalam mngelola BUMN. bebas dari koflik kepentingan. sejauh mana tindakan manajemen telah sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. 7 . yaitu : 1) Dimensi ekonomi.

Sebenarnya. dan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. moral. benar. Menurut Indra Surya dan Ivan Yustiavanda (2007) manfaat dari penerapan GCG adalah: 1) Memudahkan akses terhadap investasi domestik maupun asing. dan tanggung jawab sebenarnya merupakan jawaban langsung atas permasalahan/skandal yang dihadapi oleh dunia usaha. tujuan penerapan GCG adalah untuk meningkatkan kinerja organisasi serta mencegah atau memperkecil peluang praktik manipulasi dan kesalahan signifikan dalam pengelolaan kegiatan organsasi. Namun harusdimengerti bahwa laporan keuangan hanya salah satu jenis informasi yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan. tetapi juga mencakup empat dimensi lainnya (hukum. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumya. Keempat prinsip ini yaitu kesetaraan. direksi) kepada para pemangku kepentingan. III. 2) Mendapatkan biaya modal (cost of capital) yang llebih murah. 8 . transparansi. dan tanggung jawab mempunyai arti yang sangat erat juga tumpang tindih. sosial dan spiritual). tidak ada yang disembunyikan. dan tepat waktu kepada seluruh pemangku kepentingan. baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan secara lengkap. Laporan keuangan yang lengkap dan benar (prinsip akuntabilitas) merupakan alat pertanggung jawaban (prinsip tanggung jawab) para pengelolah (manajemen. bukakn saja di Indonesia tetapi juga diseluruh dunia. Manfaat Good Corporate Goverment (GCG) Penerapan konsep GCG merupakan salah satu upaya untuk memulihkan kepercayaan para investor dan institusi terkait dipasar modal. Ini berarti bahwa laporan keuangan yang disusun harus mengikuti prisip transparansi. akuntabilitas. Namun harus dipahami bahwa wujud pertanggung jawaban manajemen tidak terbatas hanya dalam bentuk penyampaiaan laporan keuangan (dimensi ekonomi) saja. Prinsip transparansi menghendaki penyampaian seluruh informasi. Laporan keuangan yang baik adalah laporan keuangan yang menyajikan kinerja keuangan apa adanya. akuntabilitas.tiga dari ke empat prinsip GCG tersebut yaitu transparansi.

dikatakan alasan pencabutan Undang-undang Nomor 1 tahun 1995 untuk diganti dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007. 4) Meningkatkakn keyakinan dan kepercayaan dari para pemangku kepentingan terhadap perusahaan. Pertimbangan tersebut antara lain karena adanya perubahan dan perkembangan yang cepat berkaitan dengan teknologi. Namun ada beberapa ketentuan baru yang ditambahkan. ekonomi. Namun Undang-Undang ini kemudian dicabut dan diganti dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007. didirikan terbagi dalam saham dan memenuhi perstaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya. yang kalau dicermati dengan baik sebenarnya merupakan penyempurnaan rambu-rambu secara garis besar yang beraitan dengan tata kelola perusahaan (corporate governance). Dalam penjelasan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007. 9 . harapan masyarakat tentang perlunya peningkatan pelayanan dan kepastian hukum. serta tuntutan pengelolaan usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (good corporate governance). kesadaran sosial dan lingkungan. Beberapa ketentuan lama yang masih relevan yang terdapat dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1995 masih diperhatikan. Sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat 1 UU nomor 40 tahun 2007. Good Corporate Goverment dan hukum perseroan di Indonesia Kegiatan perusahaan (perseroan) di Indonesia didasarkan atas payung hukum UndangUndang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. IV. yang dimaksud dengan Perseroan adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal. 5) Melindungi direksi dan komisaris dari tuntutan hukum.3) Memberikan keputusan yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja ekonomi perusahaan.

termasuk mengatur mengenai komisaris independen dan komisaris utusan (Bab VII). seperti : telekonferensi. tugas dan tanggung jawab.Ketentuan yang disempurnakan in antara lain : 1) Dimungkinkan mengadakan RUPS dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. atau media elektronik lainnya (Pasal 77). Organ hukum dalam penerapan Good Corporate Goverment Meskipun ketentuan mengenai organ perseroan telah diatur dalam Undang-undang Perseroan Terbatas nomor 40 tahun 2007 dan selanjutnnya dituangkan kembali di dalam Anggaran Dasar Perseroan. Disamping itu juga diatur mengenai persyaratan dan tata cara pengangkatan serta pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris. serta proses pengambilan keputusan dari organ minimal yang harus ada dalam perseroan. Hal ini karena sifat undang-undang hanya mengatur ketentuan-ketentuan secara garis besar saja sehingga pasti ada ketentuan-ketentuan dalam undang-undang yang memerlukan petunjuk pelaksanaan (juklak) atau petunjuk teknis (juknis) lebih lanjut dalam bentuk peraturan atau pedoman yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang secara institusi atau organisasi profesi terkait. video konferensi. namun dalam praktiknya organ ini belum mampu menjamin terselenggaranya tata kelola perusahaan yang baik. peran. yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). V. wewenang. Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 tidak mengatur secara eksplisit tentang GCG. 4) Kewajiban perseroan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Bab V). 10 . prosedur dan tata cara rapat. dan Dewan Komisaris. Undang-undang ini mengatur secara garis besar tentang mekanisme hubungan. 2) Kejelasan mengenai tata cara pengajuan dan pemberian pengesahan status badan hukum dan pengesahan Anggaran Dasar Perseroan (Bab II). Meskipun begitu. 3) Memperjelas dan mempertegas tugas dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris. Direksi.

komisaris dan direktur independen adalah seseorang yang ditunjuk untuk mewakili pemegang saham independen (pemegang saham minoritas). pengalaman. para anggota Direksi dan Komisaris tentunya akan selalu berpihak kepada kepentingan pemegang saham mayoritas dan sering kali mengabaikan dan merugikan kepenitngan lainnya. Yang dimaksud dengan kepentingan perusahaan disini adalah kepentingan bagi seluruh pemangku kepentingan. Jadi.Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Perseroan. Kedua. sedangkan keputusan yang diambil keputusan yang diambil didasarkan dalam RUPS didasarkan atas perbandingan jumlah suara para pemegang saham. bukan hanya pemegang saham mayoritas atau pemegang saham minoritas. tetapi didasarkan atas jumlah saham yang dimilikinya. bila anggota Dewan Direksi dan Dewan Komisaris lebih dari satu. maka setidaknya ada satu orang Direktur dan Komisaris yang mewakili kepentingan pemegang saham minoritas atau kepentingan pihak lain diluar kepentingan pemegang saham mayoritas. Hak suara dalam RUPS tidak didasarkan atas satu orang satu suara. komisaris dan direksi independen adalah pihak yang ditunjuk tidak dalam kapasitas mewakili pihak manapun dan semata-mata ditunjuk berdasarkan latar belakang pengetahuan. anggota direksidan komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Maka. Oleh karena itu. dan keahlian professional yang dimilikinya untuk sepenuhnya menjalankan tugas demi kepentingan perusahaan. 11 . Pertama.Indra Surya dan Ivan Yustiavananda (2006) menyebutkan paling tidak diperlukan empat organ tambahan untuk melengkapi penerapan GCG yaitu : 1) Komisaris Independen 2) Direktur Independen 3) Komite Audit 4) Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) KOMISARIS dan DIREKTUR INDEPENDEN Indra Surya dan Ivan Yustiavandana (2006) mengungkapkan ada dua pengertian independen terkait dengan konsep komisaris dan direktur independen tersebut. Komisaris dan direksi independen diangkat semata-mata karena pertimbangan ³profesionalisme´ demi kepentingan perusahaan. Sebaga konsekuensinya. pengertian disini lebih luas dibandingkan pengertian pertama. keputusan penetapan dan pemberhentian anggota komisaris dan direksi atas selalu berdasarkan kepentingan pemegang saham mayoritas.

atau mempunyai bukti kepemilikan utang piutang dengan perusahaan sehingga menyebabkan timbulnya konflik kepentingan antara kepentingan pribadi calon yang bersangkutan dengan kepentingan perusahaan. KOMITE AUDIT Munculnya komite audit disebabkan oleh kecenderungan makin meningkatnya berbagai skandal penyelewengan dan kelalaian yang dilakukan oleh para direktur dan komisaris perusahaan besar baik yang terjadi di Indonesia maupun Negara lain yang menandakan kurang memadainya fungsi pengawasan. Tugas. atau direktur) secara fisik tidak mempunyai hubungan darah (kepentingan langsung) dengan perusahaan atau dengan pemangku kepentingan lainnya yang dapat menimbulkan keraguan bagi pihak luar tentang kenetralan yang bersangkutan.anak.saudara. Sementara itu. pengaruh.Selain kedua pengertian tersebut. Mendorong terbentuknya struktur pengendalian intern yang memadai (prinsip tanggung jawab).komisaris. Namun dalam pengertian ketiga pertimbangan profesionalisme saja tidak cukup. atau tekanan dari pihak luar. dan wewenang Komite Audit adalah membantu Dewan Komisaris. 2. independent in appearance dilihat dari sudut pandang pihak luar yang mengharapkan calon yang bersangkutan (calon auditor. sebenarnya masih ada pengertian ketiga yang biasa dipakai dalam kode etik akuntan public. 3. kewajaran biaya audit eksternal. Mengkaji ruang lingkup dan ketepatan audit eksternal. persyaratan independen in appearance juga harus dipenuhi. Meningkatkan kualitas keterbukaan dan laporan keuangan (prinsip transparansi). 12 . Pada pengertian kedua mengenai komisaris dan direktur independen yang telah disebutkan.serta kemandirian dan objektivitas audit eksternal (prinsip akuntabilitas). Misalnya calon komisaris/direktur masih memiliki hubungan keluarga (sebagai menantu. dll) dengan para pemegang saham mayoritas atau para pemangnku kepentingan lainny. tanggung jawab. Independent in fact menekankan sikap mental dalam mengambil keputusan dan tindakan yang semta-mata didasarkan atas pertimbangan profesionalisme dari dalam diri yang bersangkutan tanpa campur tangan. antara lain : 1. yang dalam konteks ini sering dikenal dengan istilah independent in fact dan independent in appearance. pengertian tersebut sama dengan pengertian independent in fact yang semata-mata didasarkan atas pertimbangan profesionalisme saja.besan.

dalam perjalanan tujuan utama BUMN sudah sama dengan perusahaan swasta. Perusahan persero tunduk 13 . Sekretaris eksekutif biasanya direkrut sebagai staf khusus untuk keperluan para eksekutif puncak suatu perusahaan. pengurusan tiket dan document perjalanan. tat guna air.4. dan kedudukan pejabat sekretaris perusahaan (corporate secretary) sebagai bagian dari pelaksanaan GCG berbeda sekali dengan tugas. seperti : direksi. antara lain : menyangkut peraturan jadwal kegiatan. yaitu untuk memperoleh keuntungan. telekomunikasi. kedudukan. dan pertambangan. Mempersiapkan surat uraian tugas dan tanggung jawab komite audit selama tahun buku yang sedang diperiksa eksternal audit (prinsip tanggung jawab). Berdasarkan peraturan yang ada. Pemerintah melalui BUMN kemudian mencoba untuk menguasai dan mengendalikan kegiatan yang mempunyai dampak luas bagi kepentingan masyarakat seperti : kelistrikan. Akhirnya. dan sebagainya.atau eksekutif puncak lainnya. VI. SEKRETARIS PERUSAHAAN (Corporate Secretary) Tugas. Fungsi utama sekretaris eksekutif lebih banyak untuk membantu pejabat eksekutif yang bersangkutan. jadwal rapat. bentuk hukum BUMN dibagi 3. Perusahaan Umum (Perum).tujuan dibentuknya BUMN adalah merupakan penjabatan dan implementasi pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi : ³Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untu sebesar-besar k kemakmuran rakyat´. Oleh karena itu. yaitu : Perseroan. termasuk kesektor-sektor yang sudah biasa dilakukan oleh sector swasta. tanggung jawab. dan Perusahaan Jawatan (Perjan). Namun kemudian BUMN yang didirikan oleh pemerintah ini telah merambah kesegala sector dan jenis usaha. Good Corporate Goverment dalam Badan Usaha Miik Negara (BUMN) Pada awalnya.penerimaan telepon.komisaris. dokumentasi surat masuk dan surat keluar. seorang sekretaris eksekutif hanya bertanggung jawab kepada pejabat eksekutif yang bersangkutan Karen hanya menjalankan tugas-tugas yang diperintahkan oleh pejabat eksekutif yang bersangkutan. dan tanggung jawab seorang sekretaris eksekutif yang selama ini sudah sangat dikenal.

Menteri Negara BUMN mengeluarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-23/M-PM. listrik. dll. laut. Menyadari masih rendahnya kinerja BUMN serta mengingat modal yang telah disetor dan harta yang telah tertanam pada BUMN sangan besar. udra. maka pemerintah melalui Kementrian Negara BUMN mewajibkan semua BUMN menerapkan tata kelolah perusahaan yang sehat (good corporate governance). jasa konstruksi. mendistribusikan. Bidang usaha BUMN ini sangat menyebar mulai dari komoditas-komoditas yang dianggap vital. dan sebagainya. sampai dengan tahun 2002 masih ada BUMN sebanyak 161 perusahaan yang tersebar disekitar 37 sektor/bidang usaha. sedangkan pada PT Swasta seluruh saham atau sebagian besar saham dimiliki oleh individu/lembaga swasta.PBUMN/2000 Tanggal 31 Mei 2000 tentang Pengembangan 14 . seperti : air. tetapi juga membawa misi social. Saat ini tidak ada lagi perusahaan berbentuk badan hukum Perjan. yaitu hanya 3. Sebagai acuan pelaksanaan. seperti : beras. dan mengendalikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Pada Perusahaan Persero (BUMN). obat-obatan. Perum Bulog dibentuk untuk menyediakan. kehutanan. Perusahaan yang terakhir berbentuk Perjan adalah Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) yang dulunya dibawah kendali Departemen Perhubungan. persoalan pokok yang dihadapi oleh BUMN secara keseluruhan adalah rendahnya keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan total hartanya. Perusahaan Perum merupakan perusahaan Negara yang modalnya berupa setoran modal pemerintah dan misi yang diemban tidak sepenuhnya mencari keuntungan. minyak. transportasi darat. beras. Ini memunjukkan bahwa kinerja BUMN secara keseluruhan masih kurang memuaskan. Namun. Yang membedakannya dengan PT swasta hanya dalam hal kepemilikan saham. Rendahnya kinerja BUMN ini ada kaitannya dengan belum efektifnya penerapan tata kelolah perusahaan yang baik di BUMN tersebut.pada Undang-Undang Perseroan Terbatas dimana modal perusahaan terdiri atas saham-saham dan tujuan utama dari perusahaan ini adalah untuk memperoleh keuntungan. Menurut Tjager dkk (2003). seluruh saham atau sebagian besar saham dimilikii oleh Negara. minyak goring. dan kebutuhan pokok lainnya. Perumnas didirikan untuk membantu pemerintah dalam penyediaan perumahan untuk rakyat dengan memperhatikan kemampuan dan daya beli masyarakat pada umumnya. Contoh perusahaan umum adalah Perumnas dan Perum Bulog. Namun sekarang status hukum PJKA telah berubah menjadi Persero. Perusahaan Jawatan (Perjan) adalah perusahaan Negara yang modalnya disisihkan dari APBN dan dikelolah oleh Departemen Teknis Pemerintah. Persentasi keuntungan terhadap total harga sangat rendah. telekomunikasi.6%. pupuk. semen.

dan pertanggung jawaban organ sehinggan pengelolaan perusahan terlaksana secara efektif. serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian organ. bertanggung jawab. b) Kemandirian. d) Pertanggung jawaban. akuntabilitas. yaitu : a) Transparansi. yaitu : a) Memaksimalkan nilai BUMN dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan. yaitu kesesuaian dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip perusahaan yang sehat. 2. e) Menyukseskan program privatisasi. yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materil dan relevan mengenai perusahaan. baik secara nasional maupun internasional.Praktik Good Corporate Governance pada BUMN. Adapun tujuan dan prinsip-prinsip GCG menurut Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor Kep-117/M-MBU/2002 Tanggal 1 Agustus 2002 adalah sebagai berikut : 1. c) Mendorong agar organ dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan undnag -undnag yang berlaku serta kesadaran akan adanya tanggung jawab social BUMN terhadap para pemangku kepentingan maupun kelestarian lingkungan disekitar BUMN. dan efisien. transparan. c) Akuntabilitas. yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelolah secara professional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku dan prinsip-prinsip perusahaan yang sehat. Kemudian pedoman praktik GCG ini disempurnakan melalui Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor Kep-117/M-MBU/2002 Tanggal 1 Agustus 2002. d) Meningkatkan kontribusi BUMN dalam perekonomian nasional. yaitu kejelasan fungsi. pelaksanaan. b) Mendorong pengelolaan BUMN secara professional. 15 . dan adil agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat. dapat dipercaya. Prinsip-prinsip GCG diatur dalam pasal 3. Tujuan GCG diatur dalam pasal 4.

pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar dimana berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang dan bisa diperjual belikan. pusat perbelanjaan.e) Kewajaran (fairness).1996). VII. sarana angkutan darat. pelabuhan. Bila dalam pasar barang yang diperjualbelikan adalah berbagai jenis barang yang berwujud fisik. dan bandara. baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri. baik yang diterbitkan pemerintah maupun perusahaan swasta (Suad Husnan. baik dana jangka panjang maupun jangka pendek. saham. dalalm pasar modal dan keuangan yang diperjualbelikan adalah dana. Pasar modal (capital market) lebih sempit dari pasar keuangan (financial market) karena dalam pasar modal hanya memperjual belikan instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang (obligasi. yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak para pemangku kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan jenis-jenis pembangunan fisik lainnya. pembangunan prasarana jalan. Good Corporate Goverment dan Pengawasan pasar modal di Indonesia Secara formal. perhotelan. Keberadaan pasar modal ditentukan oleh lembag-lembaga dan unsur-unsur penunjang pasar modal. Kemajuan perekonomian negara saat ini tidak saja ditandai oleh tumbuhnya investasi dalam bentuk pebangunan pabrik. udara. laut. sedangkan pasar keuangan mencakup instrumen jangka pendek dan jangka panjang. antara lain : 1) Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) 2) Bursa Efek 3) Lembaga Kliring 4) Emiten 5) Underwrite 6) Investor/calon investor 7) Akuntan publik 16 . jaringan telekomunikasi dan sistem informasi. tetapi juga oleh pertumbuhan pasar modal dan pasar keuangan. dan instrumen derivatif).

termasuk seperangkat peraturan yang dikeluarkan oleh Bapepam LK tersebut. 17 . Bapepam LK juga berfungsi mengawasi dan menegakkan aturan main yang ada. pada intinya fungsi Bapepam LK dalam hal ini adalah memastikan agar semua lembaga penunjang yang terkait dibursa menjalankan tata kelola lembaga masing-masing secara sehat dan mematuhi berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku. benturan kepentingan. penggabungan usaha. pengambil alihan. peleburan. dan efisien.8) Notaris 9) Konsultan Hukum 10) Konsultan Keuangan Fungsi dan peran Bapepam LK dalam aktivitas pasar modal suatu negara sangat strategis karena lembaga inilah yang diberi wewenang oleh pemerintah untuk mengawasi semua lembaga terkait dan membuat berbagai peraturan yang harus dipatuhi oleh semua lembaga terkait agar kegiatan pasar modal dibursa dapat berjalan secara adil. seperti : hak memesan efek terlebih dahulu. Kegiatan pasar modal disebut efektif karena bila para investor dan calon investor tertarik untuk melakukan transaksi dibursa. efektif. antara lain : 1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. termasuk para calon investor tidak merasa dirugikan oleh kegiatan dibursa itu. dan sebagainya. Kegiatan pasar modal disebut efisien bila semua lembaga terkait termasuk investor merasakan bahwa penyelenggaraan kegiatan dibursa tersebut dapat terselenggara dengan cepat tanpa dibebani biaya yang berlebihan. Jadi. Mereka tertarik karena percaya bahwa se mua lembaga terkait dibursa telah menjalankan fungsi mereka sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan olehbadan pengawasan pasar modal. tender. usaha. Kegiatan pasar modal dianggap adil (fair) bila semua pihak terkait. Beberapa peraturan yang berhubungan dengan tata kelola yang sehat yang ditujukan pada lembaga-lembaga penunjang. termasuk memberikan sanksi yang diperlukan kepada lembaga terkait yang melanggar aturan main tersebut demi terciptanya pasar modal yang adil. efektif. terutama yang berkaitan dengan prinsip transparansi pengungkapan (disclosure) informasi penting. dan efisien.

10) Peraturan Bapepam Nomor IX. terutama berhubungan dengan prinsip transparansi. 3) Peraturan Bapepam Nomor VIII. 8) Peraturan Bapepam Nomor IX. 6) Peraturan Bapepam Nomor IX. dan tidak merugikan pihak lain untuk kepentingan pihak tertentu. terutama menyangkut prinsip keadilan antar investor.J.2 tentang Laporan Keuangan.1 tentang Penggabungan Usaha dan Peleburan perusahaan Publik dan Emiten. akuntabilitas. Ini menyangkut prinsip tata kelola dan aturan main pokok perusahaan yang akan menerbitkan ekuitas dibursa.I.1 tentang Rencana dan Pelaksanaan RUPS. 11) Peraturan Bapepam Nomor IX.G.G. dan tanggung jawab dalam penyusunan laporan keuangan.K.D. 4) Peraturan Bapepam Nomor IX. Ini untuk meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab anggota direksi dan komisaris dalam rangka penegakan prinsip tata kelola perusahaan yang sehat.1 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. 9) Peraturan Bapepam Nomor X.1 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. jujur.I.E.5 tentang Keterbukaan Informasi bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang Dimohonkan Pernyataan Pailit. Ini berkaitan erat dengan hukum persaingan usaha yang menyangkut prinsip keadilan.1 tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu untuk menjamin transaksi dijalankan secara independen.6 tentang Direksi dan Komisaris Emiten dan Perusahaan Publik. 5) Peraturan Bapepam Nomor IX. Ini menyangkut prinsip transparansi dan tanggung jawab perusahaan emiten.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha yang dilakukan perusahaan terbuka. Ini menyangkut transparansi.2) Peraturan Bapepam Nomor IX. 7) Peraturan Bapepam Nomor IX.I.4 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan.E. prinsip 18 . Ini menyangkut kepentingan pemegang saham minoritas agar tidak diperlakukan secara adil oleh pemegang saham mayoritas dalam RUPS. Ini berkaitan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->