P. 1
Cara Dan Spectrum Kerja Obat Simpatomimetik

Cara Dan Spectrum Kerja Obat Simpatomimetik

|Views: 512|Likes:
Published by Zelfi Primasari

More info:

Published by: Zelfi Primasari on Jun 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

Cara dan spectrum kerja obat simpatomimetik Dapat dikelompokkan berdasarkan cara kerja dan spectrum reseptor yang

mereka pengaruhi. Beberapa obat (seperti, norepinephrine, epinephrine ) bekerja dengan cara langsung, yakni mereka berinteraksi secara langsung dengan mengaktifkan adrenoreseptor. Beberapa obat lain, bekerja tidak langsung, kerja mereka bergantung pada rilis catecholamine sndogen. Bahan-bahan yang bekerja tidak langsung ini mempunyai salah satu dari dua mekanisme berbeda : 1. pemindahan catecholamine yang disimpan di ujung saraf adrenergic ( contoh, amphetamine) 2. penghambat catecholamine yang sudah dikeluarkan ( contoh, cocaine dan antidepresan trisiklik) kimia dan farmakokinetik obat simpatomimetik phenylethylamine dianggap sebagai senyawa induk dari mana obat-obat simpatomimetik berasal. Senyawa ini terdiri dari cincin benzene dengan rantai samping ethylamine. Subtitusii dapat dibuat pada ; a. kelompok terminal amin b. cincin benzene c. karbon alfa d. karbon beta STIMULANSIA Sejarah amphetamine Amphetaminee merupakan phenylisopropylamine yang penting terutama karena kegunaannya dan penyalahgunaannya sebagai stimulansia system saraf pusat. Farmakokinetiknya sama dengan ephedrine, tetapi amphetamine memasuki system saraf pusat dengan lebih mudah dan mempunyai efek stimulant yang lebih jelas terhadap mood dan kewaspadaan dan efek menekan selera makan. Kerja periferalnya di mediasi terutama melalui rilis cathecolamine. Amphetamines telah disintesis pada akhir tahun 1920-an dan diperkenalkan dalam praktek kedokteran 1936. dextroamphetamine adalah kelompok anggota utama, walau banyak amphetamine lainnya dan amphetamine pengganti seperti metamphetamine,

Akhirnya mabuk diakhiri oleh kelelahan akibat kurang tidur dan kurang makan. termasuk dopamine. Pengulangan pemberian injeksi intravena yang dilakukan sendiri untuk mendapatkan ”serangan” suatu reaksi orgasme.phenmetrazine. Ketergantungan psikologis sangat kuat pada beberapa obat ini. . Toleransi berkembang secara cepat. yang diperkenalkan berikutnya. yang menimbulkan karakteristik tersendiri yang suka mencela. Setelah beberapa hari penggunaan hingga memabukkan. pengguna mungkin masuk ke dalam keadaan seperti paranoid skizofrenik. mereka mengalami serangan delusi bahwa ada seranggaserangga merayap di bawah kulit mereka. amphetamine seringkali digunakan oleh anggota-anggota militer. Khususnya. Selama perang dunia II. Total dosis per hari pernah dilaporkan 4000 mg. misal sebagai anoreksia (pengurang nafsu makan). Aspek klinis amphetamine Salah satu pola dari penyalahgunaan amphetamine disebut ”lari”. Kimia dan farmakologi amphetamine Amphetamine kemungkinan bekerja di pusat terutama dengan meningkatkan rilis neurotransmitter catecholamine. dan methylpenidate. menghasilkan epidemic penyalahgunaan obat yang pada akhirnya diancam oleh hukuman draconian. Mereka juga merupakan penghambat yang lemah terhadap monoamine oxidase dan. kelelahan. diikuti dengan rasa kesiapsiagaan mental (alertness) dan euforia yang kuat. diikuti sindroma putus obat seperti di atas. Penyalahgunaan amphetamine dimulai tahun 1940-an. Bentuk khusus dari gejala putus obat meliputi nafsu makan yang besar. Sindroma ini mungkin berakhir beberapa hari setelah obat dihentikan. Suplai amphetamine dalam jumlah sangat besar tersedia bagi generasi muda di Jepang dalam periode pascaperang. Jumlah analog amphetamine dengan efek psikoaktif terus berlipat ganda. dengan struktur yang mirip kemungkinan secara langsung sebagai agonis katekolaminergik di otak. Zat kimia yang terdapat dama jumlah besar inhaler digunakan untuk dekongestan hidung. dan depresi mental. sehingga penyalahguna menggunakan dosis sangat besar dibandingkan dengan dosis terapetik.

Bentuk lesi spesifik yang dihubungkan dengan penggunaan kronis dari amphetamine adalah arteritis nekrotik. mereka selalu dapat diterapi dengan menimbulkan sedasi pada pasien dengan haloperidol. Overdosis amphetamine jarang menyebabkan kematian.Selain psikosis paranoid yang dihubungkan dengan penggunaan kronis amphetamine. injeksi intravena menggunakan jarum sunik yang terkontaminasi menimbulkan komplikasi infeksi yang sama seperti halnya dengan heroin. yang melibatkan banyak arteri ukuran kecil dan sedang dan menyebabkan perdarahan otak yang fatal atau gagal ginjal. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->