KODE MODUL EL.

006

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO

Elektronika Analog

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2003

KATA PENGANTAR

Modul ELEKTRONIKA ANALOG digunakan sebagai panduan kegiatan belajar untuk membentuk salah satu kompetensi, yaitu merawat peralatan Elektronik Audio-Video Game Komersial, Elektronika Industri, Elektronika Komunikasi, Bidang Keahlian Teknik Elektro. Modul ini menekankan pada pemahaman berbagai macam komponen elektronika analog pada rangkaian penyearah, penguat, filter dan osilator dalam rangka penguasaan kompetensi merawat peralatan Audio-Video, Elektronika Industri, dan Elektronika Komunikasi. Modul ini terkait dengan modul lain yang membahas tentang komponen elektronika, catu daya, dan alat ukur elektronik. Elektronik

Yogyakarta, Penyusun.

Desember 2003

Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

ii

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN DEPAN (COVER) ..................................................... KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ................................................................ ........................................................................ ................................................ i ii iii vi viii

PETA KEDUDUKAN MODUL....................................................... PERISTILAHAN / GLOSSARY BAB I. PENDAHULUAN A. DESKRIPSI ....................................................................... B. PRASARAT ..................................................................... ................................... C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1 1 2 2 2 3 4 4

1. Petunjuk bagi Peserta Diklat .......................................... 2. Petunjuk bagi Guru .......................................................

D. TUJUAN AKHIR .................................................................. E. KOMPETENSI .................................................................... F. CEK KEMAMPUAN .............................................................. BAB II. PEMBELAJARAN A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT .................................. B. KEGIATAN BELAJAR 1. Kegiatan Belajar 1 ........................................................ a. Tujuan kegiatan pembelajaran 1 ............................... b. Uraian materi 1 ....................................................... c. Rangkuman 1 .......................................................... d. Tugas 1 .................................................................. e. Tes formatif 1 .........................................................

5 6 6 6 15 15 15

iii

............................................ d... b.......... Kegiatan Belajar 2 .................................. e............. 3.......... c........................................ Lembar kerja 3 .................... Kunci jawaban formatif 2 ............................. Tes formatif 3 ........ b........................................... c........................ c......................f. b.......... Tujuan kegiatan pembelajaran 4 .. g....... Uraian materi 4 ......... Uraian materi 2 ............ 16 17 17 17 26 27 27 28 29 38 38 38 48 48 49 50 55 55 71 71 71 72 73 75 76 93 iv ........ Lembar kerja 2 ........................ Kunci jawaban formatif 3 .............................................................. g................... Tugas 4 ........ Tujuan kegiatan pembelajaran 3 ..................................... e.. Uraian materi 3 .................................. 5................ Kegiatan Belajar 5 a.......................... Rangkuman 5 .................. 4........................ b.. a..... Kegiatan Belajar 3 a..... Kunci jawaban formatif 4 .............................................................. d...................... Uraian materi 5 .................... Lembar kerja 4.... Kegiatan Belajar 4 a............... g...................................................... c..... Tes formatif 4 ......................................... Tujuan kegiatan pembelajaran 5 ............... 2...................................... Tujuan kegiatan pembelajaran 2 ..................... Tugas 2 ............................................................................. f. Rangkuman 2 ............................................................................................................. Tugas 3 ..... f....... Rangkuman 4............... d........................................ Rangkuman 3 .......................... Tes formatif 2 ....... e................. f................................... Kunci jawaban formatif 1 .......................................................................................................

............................... BAB III............... 103 DAFTAR PUSTAKA ...... PENUTUP ....................d.................................... e.......................... KUNCI JAWABAN LEMBAR EVALUASI ........................................... LEMBAR EVALUASI 94 94 96 97 A............................. Lembar kerja 5..... Tes formatif 5 ............................................................................. 101 B. Tugas 5 .......... f.................................................................. PERTANYAAN .............. 102 BAB IV...................................................... g. 104 v ............................................... 101 C......... KRITERIA KELULUSAN ......................... Kunci jawaban formatif 5 ........

1.1. B.1. C. E. 8 B A. B.1. Game Komersial (blok B1. B3). B. TINGKAT I TINGKAT II A. E.2.3.2.PETA KEDUDUKAN MODUL A. SLTP & yang sederajad 1 B. 10 11 12 E. A.1. 2 5 C.1. 7 A A. D.1.3. D.2.3.1.3. 9 C TINGKAT II TINGKAT III A B C D.2. Diagram Pencapaian Kompetensi Diagram di bawah ini menunjukkan urutan atau tahapan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga tahun. 4 C. B.3.1.3.3.2. 13 14 15 F.2. A. B2.2. 3 6 C.3.2. B. Modul Elektronika Analog merupakan salah satu dari 11 modul untuk membentuk kompetensi merawat peralatan elektronik Audio-Video. F. F. 16 17 18 LULUS SMK Keterangan : A. Mengopersikan Peralatan elektronik Audio Mengopersikan Peralatan elektronik Video Mengopersikan Peralatan elektronik Game Komersial Merawat Peralatan Elektronik Audio Merawat Peralatan ElektronikVideo Merawat Peralatan Elektronik Game Komersial Menginstalasi Peralatan Elektronik Audio vi .

010 EL.3.2. E.007. C.005 EL. D.009 EL.008 EL.006 merupakan prasyarat untuk menempuh modul EL. F. Menginstalasi Peralatan Elektronik Video Menginstalasi Peralatan Elektronik Game Komersial Menerapkan Peralatan Elektronik Audio Menerapkan Peralatan Elektronik Video Menerapkan Peralatan Elektronik Game Komersial Melakukan Troubleshooting Peralatan Elektronik Audio Melakukan Troubleshooting Peralatan Elektronik Video Melakukan Troubleshooting Peralatan Elektronik Game Komersial Memperbaiki Kerusakan atau Gangguan Peralatan Elektronik Audio Memperbaiki Peralatan Elektronik Video Memperbaiki Peralatan Elektronik Game Komersial B.007 EL.2.3.1.2.2.C.004 GA. D.3. Kedudukan Modul Modul kode EL.3. F. F.005 VI.006 EL.004 VI.011 GA. D. Keterangan : EL. E.005 Sistem Kelistrikan Dasar Elektronika Analog Sensor Dan Transduser Elektronika Digital Alat Ukut Listrik Dan Elektronika Teknik Pengukuran Listrik-Elektronika Penggunaan Alat Perawatan Lingkup Pekerjaan Perawatan Game Komersial Perawatan Pesawat Game Komersial Lingkup Pekerjaan Perawatan Game Ekomersial Perawatan Pesawat Audio vii .1.1. E.

Magnitude Band pass Low pass High pass Band pass : nilai besar. : jenis filter yang meloloskan sinyal frekuensi tinggi dan menahan sinyal frekuensi rendah. : penggunaan kaki kolektor pada transistor secara bersama bagi masukan dan keluaran. : pita (bagian) transisi antara yang meloloskan dan menahan frekuensi.PERISTILAHAN / GLOSSARY Common Emiter Common Collector Common Base Emiter Follower Inverting Amplifier : penggunaan kaki emitor pada transistor secara bersama bagi masukan dan keluaran. : pita (bagian) yang menahan frekuensi. : pengikut emitor. Pass band Stop band Transition band : pita (bagian) yang meloloskan frekuensi. keluaran diambil dari emitor. : jenis filter. : jenis filter yang meloloskan sinyal pada pita frekuensi tertentu dan menahan sinyal pada frekensi lainnya. viii . keluaran sefasa dengan masukan. keluaran berlawanan fasa dengan masukan. : masukan melalui input membalik (pada penguat operasional). : penggunaan kaki basis pada transistor secara bersama bagi masukan dan keluaran. : jenis filter yang meloloskan sinyal frekuensi rendah dan menahan sinyal frekuensi tinggi. Non Inverting Amplifier : masukan melalui input tak membalik (pada penguat operasional).

Periode : waktu untuk satu gelombang setiap detik. ix .Frekuensi : Jumlah gelombang tiap detik (Hertz).

dan mengoperasikan osciloscope. 4. Setelah menyelesaikan modul ini peserta diklat memiliki sub kompetensi menguasai elektronika analog dalam rangka penguasaan kompetensi merawat peralatan elektronik Audio Video. Peserta diklat telah mengenal berbagai alat ukur seperti multimeter. 1 . komponen aktif. dasar penyearah dan penguat. Peserta diklat telah memahami dasar-dasar fisika dan matematika. Peserta diklat telah memahami gambar rangkaian elektronika. Peserta diklat telah mengetahui dan memahami catu daya (power supply).BAB I PENDAHULUAN A. B. PRASYARAT Untuk menempuh modul ELEKTRONIKA ANALOG memerlukan kemampuan awal yang harus dimiliki peserta diklat. filter dan osilator. penguat. 3. op-amp. yaitu: 1. DESKRIPSI JUDUL Modul “ELEKTRONIKA ANALOG” merupakan modul yang berisi penerapan komponen elektronika analog dalam sistem penyearah. 2. filter dan pembangkit gelombang. komponen pasif. Dalam modul ini terdapat 5 (lima) kegiatan belajar berkaitan teori atom dan molekul.

Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. praktik baru.C. Persiapkan dan periksalah kondisi alat dan bahan yang akan digunakan dalam setiap kegiatan belajar!. b. Membantu siswa dalam memahami konsep. dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa. d. Konsultasikan rangkaian yang akan diuji kepada instruktur sebelum dihubungkan ke sumber tegangan!. 2. e. Petunjuk bagi Peserta Diklat Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mempelajari modul ini : a. Bacalah lembar informasi pada setiap kegiatan belajar dengan seksama sebelum mengerjakan lembar kerja yang ada dalam modul! c. c. d. Lakukan langkah kerja sesuai dengan urutan yang telah ditentukan!. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1. Mengerjakan soal-soal baik yang ada dalam lembar latihan pada setiap kegiatan belajar!. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan 2 . Petunjuk bagi Guru a. b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.

filter aktif dan pembangkit gelombang atau osilator. TUJUAN AKHIR Setelah menyelesaikan modul ini. penguat. D. sistim penyearah. diharapkan peserta diklat kompeten dalam merawat peralatan elektronik audio-video dan game komersial berkaitan dengan komponen aktif.f. 3 . pasif. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

Menguasai Elektronika Analog Kriteria Unjuk Kerja Komponen pasif. Apabila anda menjawab YA pada semua pernyataan. maka isilah cek list (ü) seperti pada tabel dibawah ini dengan sikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. IC. Menguasai Elektronika Analog berupa komponen akif 4. Lingkup Belajar Ÿ Ÿ Ÿ Ÿ Ÿ Komponen pasif Komponen aktif IC analog Dasar penyearah Penguat. Osilator. Menguasai penguat. osilator dan opamp dapat digunakan dalam rangkaian elektronika analog Osilator. CEK KEMAMPUAN Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah anda miliki. Saya dapat melakukan pekerjaan ini dengan kompeten Ya Tidak Sub-kompetensi Menguasai Elektronika Analog Pernyataan 1. Op-Amp F. Menguasai teori atom dan molekul 2.1. 4 . komponen aktif. osilator dan op-amp dapat digunakan dalam rangkaian elektronika analog dengan tepat. IC.E. Filter. molekul Ketrampilan Penggunaan Komponen pasif. penguat. maka anda dapat melanjutkan mengerjakan bagian evaluasi yang ada pada modul ini. Menguasai Elektronika Analog berupa komponen pasif 3.4. komponen aktif. penguat. penyearah. op-amp. Op-Amp Materi Pokok Pembelajaran Sikap Pengetahuan Ÿ Teori atom dan Ÿ Komponen pasif Ÿ Komponen aktif Ÿ Dasar penyearah Ÿ Penguat. filter dan osilator. filter. KOMPETENSI Kompetensi/ Sub Kompetensi B. Filter. filter. Bila Jawaban “Ya” Kerjakan Test formatif 1 Test formatif 2 Test formatif 3 Test formatif 4 Test formatif 5 Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas. penyearah. Menguasai Elektronika Analog berupa Dasar Penyearah 5. maka pelajarilah modul ini.

RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Kompetensi : Mengoperasikan Peralatan Elektronik Video Sub Kompetensi : Menguasai Elektronika Analog Jenis Kegiatan TEORI ATOM DAN MOLEKUL KOMPONEN PASIF KOMPONEN AKTIF DASAR PENYEARAH PENGUAT.BAB II PEMBELAJARAN A. OP-AMP. Tanggal Waktu Tempat Alasan Belajar Perubahan Tanda Tangan Guru 5 . FILTER DAN OSILATOR.

b. Elektron-elektron ini tersusun berlapis-lapis. Struktur atom dengan model Bohr dari bahan semikonduktor yang paling banyak digunakan adalah silikon dan germanium. Semikonduktor adalah bahan yang sifat-sifat kelistrikannya terletak antara sifat-sifat konduktor dan isolator. yaitu: neutron. KEGIATAN BELAJAR 1. cahaya atau medan magnit. 6 . Sifat-sifat kelistrikan konduktor maupun isolator tidak mudah berubah oleh pengaruh temperatur. Kegiatan Belajar 1 : Teori Atom dan Molekul a. Tujuan kegiatan pembelajaran 1 1) Peserta diklat mampu memahami dan menjelaskan struktur atom semikonduktor. 2) Peserta diklat mampu memahami dan menjelaskan semikonduktor tipe N dan tipe P. Transistor Bipolar dan FET serta Op-Amp atau rangkaian terpadu lainnya didasarkan atas sifat-sifat semikonduktor. proton dan neutron membentuk inti atom yang bermuatan positip. Suatu atom terdiri atas tiga partikel dasar. dan elektron. Dalam struktur atom.B. sedangkan elektron-elektron yang bermuatan negatip mengelilingi inti. tetapi pada semikonduktor sifat-sifat tersebut sangat sensitive. proton. LED. Elemen terkecil dari suatu bahan yang masih memiliki sifat-sifat kimia dan fisika yang sama adalah atom. Uraian materi 1 Operasi komponen elektronika benda padat seperti dioda.

Atom silikon dan germanium masing mempunyai empat elektron valensi. sehingga setiap elektron valensi akan membentuk ikatan kovalen dengan elektron valensi dari atom-atom yang bersebelahan.Seperti ditunjukkan pada Gambar 1 atom silikon mempunyai elektron yang mengorbit (mengelilingi inti) sebanyak 14 dan atom germanium mempunyai 32 elektron.602C. Empat elektron valensi tersebut terikat dalam struktur kisi-kisi. jumlah proton dalam inti. 19 Pada atom yang seimbang (netral) jumlah elektron dalam orbit sama dengan Muatan listrik sebuah elektron adalah: .1. Oleh karena itu baik atom silikon maupun atom germanium disebut juga dengan atom tetra-valent (bervalensi empat). (b) Germanium Elektron yang menempati lapisan terluar disebut sebagai elektron valensi. Struktur Atom (a) Silikon. Gambar 1.602-19 C dan muatan sebuah proton adalah: + 1. Struktur kisi-kisi kristal pada silikon murni dapat digambarkan secara dua dimensi Gambar 2 guna memudahkan pembahasan. 7 .

jumlah elektron 8 . Bila energi panas tersebut cukup kuat untuk memisahkan elektron dari ikatan kovalen maka elektron tersebut menjadi bebas atau disebut dengan elektron bebas. Semikonduktor Tipe N Apabila bahan semikonduktor intrinsik (murni) diberi (didoping) dengan bahan bervalensi lain maka diperoleh semikonduktor ekstrinsik.5 x 1010 elektron bebas dalam 1 cm3 bahan silikon murni (intrinsik) dan 2. Struktur Kristal Silikon dengan Ikatan Kovalen Meskipun terikat dengan kuat dalam struktur kristal. dengan kata lain konduktivitas bahan meningkat. Pada bahan semikonduktor intrinsik.Si Si Si elektron valensi ikatan kovalen Si Si Si Si Si Si Gambar 2. Semakin besar energi panas yang diberikan semakin banyak jumlah elektron bebas yang keluar dari ikatan kovalen. namun bisa saja elektron valensi tersebut keluar dari ikatan kovalen menuju daerah konduksi apabila diberikan energi panas. Pada suhu ruang terdapat kurang lebih 1.5 x 1013 elektron bebas pada germanium.

Bahan dopan yang bervalensi lima ini misalnya antimoni. karena terbatasnya jumlah pembawa muatan yakni hole maupun elektron bebas tersebut. Konduktivitas semikonduktor intrinsik sangat rendah. maka empat elektron valensi mendapatkan pasangan ikatan kovalen dengan atom silikon sedangkan elektron valensi yang kelima tidak mendapatkan pasangan. Si Si Si Si atom antimoni (Sb) Si Sb Si elektron valensi kelima Si Si Gambar 3. Jika bahan silikon didoping dengan bahan ketidak murnian (impuritas) bervalensi lima (penta-valens). arsenik. Oleh karena itu ikatan elektron kelima ini dengan inti menjadi lemah dan mudah menjadi elektron bebas. Struktur kisi-kisi kristal bahan silikon type n dapat dilihat pada Gambar 3. Karena setiap atom depan ini menyumbang sebuah 9 . dan pospor. Struktur Kristal Semikonduktor (Silikon) Tipe N Karena atom antimoni (Sb) bervalensi lima. maka diperoleh semikonduktor tipe n.bebas dan holenya adalah sama.

05 eV untuk silikon dan 0. Sehingga jumlah 10 . holenya menurun.elektron. Dan elektron “bebas” sumbangan dari atom dopan inipun dapat dikontrol jumlahnya atau konsentrasinya. Meskipun bahan silikon type n ini mengandung elektron bebas (pembawa mayoritas) cukup banyak. maka semua elektron donor sudah bisa mencapai pita konduksi dan menjadi elektron bebas. ternyata jumlah holenya (pembawa minoritas) menurun. maka atom yang bervalensi lima disebut dengan atom donor. namun secara keseluruhan kristal ini tetap netral karena jumlah muatan positip pada inti atom masih sama dengan jumlah keseluruhan elektronnya. Jarak antara pita konduksi dengan level energi donor sangat kecil yaitu 0. Oleh karena itu pada suhu ruang saja. Level energi dari elektron bebas sumbangan atom donor dapat digambarkan seperti pada Gambar 4. Pada bahan type n disamping jumlah elektron bebasnya (pembawa mayoritas) meningkat.01 eV untuk germanium. maka kecepatan hole dan elektron ber-rekombinasi (bergabungnya kembali elektron dengan hole) semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena dengan bertambahnya jumlah elektron bebas.

Bahan Semikonduktor Tipe N 11 .energi pita konduksi 0. Dan pembawa minoritasnya berupa hole. 0. Sedangkan elektron bebasnya menjadi pembawa mayoritas. 1. maka menjadi ion yang bermuatan positip. pembawa minoritas + ion donor + + + + + pembawa mayoritas + + Gambar 5.05eV (Si) level energi donor Eg = 0.1eV (Si) pita valensi Gambar 4. Diagram Pita Energi Semikonduktor Tipe N Bahan semikonduktor tipe n dapat dilukiskan seperti pada Gambar 5. Sehingga digambarkan dengan tanda positip.01eV (Ge). Karena atom-atom donor telah ditinggalkan oleh elektron valensinya (yakni menjadi elektron bebas).67eV (Ge).

hole merupakan Karena dengan penambahan atom pembawa muatan mayoritas. 12 . secara keseluruhan kristal semikonduktor type n ini adalah netral. maka akan diperoleh semikonduktor type p. demikian sebuah atom bervalensi tiga akan menyumbangkan Atom bervalensi tiga (trivalent) disebut juga atom akseptor. Karena atom dopan mempunyai tiga elektron valensi. dalam Gambar 6 adalah atom Boron (B) . Bahan dopan yang bervalensi tiga tersebut misalnya boron. sebuah hole. Sedangkan tempat yang seharusnya Dengan membentuk ikatan kovalen keempat menjadi kosong (membentuk hole) dan bisa ditempati oleh elektron valensi lain. dopan akan meningkatkan jumlah hole sebagai pembawa muatan. karena atom ini siap untuk menerima elektron.Semikonduktor Tipe P Apabila bahan semikonduktor murni (intrinsik) didoping dengan bahan impuritas (ketidak-murnian) bervalensi tiga. dan indium. Struktur kisi-kisi kristal semikonduktor (silikon) type p adalah seperti Gambar 6. galium. Seperti halnya pada semikonduktor type n. maka hanya tiga ikatan kovalen yang bisa dipenuhi. Karena jumlah hole dan elektronnya sama. Pada bahan type p. Sedangkan pembawa minoritasnya adalah elektron.

Si Si Si Si atom Boron (B) B Si hole Si Si Si Gambar 6. Struktur Kristal Semikonduktor (Silikon) Tipe P Level energi dari hole akseptor dapat dilihat pada Gambar 7. dengan tanda negatip. Dengan demikian hanya dibutuhkan energi yang sangat kecil bagi elektron valensi untuk menempati hole di level energi akseptor. pembawa minoritasnya berupa elektron.01 eV untuk germanium dan 0.05 eV untuk silikon. Jarak antara level energi akseptor dengan pita valensi sangat kecil yaitu sekitar 0. Oleh karena itu pada suhur ruang banyak sekali jumlah hole di pita valensi yang merupakan pembawa muatan. Karena atom-atom akseptor telah menerima elektron. Pembawa mayoritas berupa hole dan 13 . maka Sehingga digambarkan menjadi ion yang bermuatan negatip. Bahan semikonduktor type p dapat dilukiskan seperti pada Gambar 8.

1. Diagram Pita Energi Semikonduktor Tipe P pembawa minoritas ion akseptor - pembawa mayoritas - - Gambar 8.05eV (Si) pita valensi Gambar 7.67eV (Ge). 0.1eV (Si) level energi akseptor 0.01eV (Ge).energi pita konduksi Eg = 0. Bahan Semikonduktor Tipe P 14 .

Tes formatif 1 1) Jelaskan pengertian dari bahan semikonduktor! 2) Apa arti dari elektron valensi? 3) Apa yang dimaksud dengan semikonduktor intrinsik? 4) Sebutkan beberapa contoh semikonduktor bervalensi tiga! didoping dengan bahan impuritas (ketidakmurnian) bervalensi tiga. Tugas 1 Carilah unsur-unsur kimia yang termasuk ke dalam kategori semikonduktor ! (Cari dalam tabel periodik unsur-unsur kimia) e. dan elektron. maka diperoleh semikonduktor 15 .602-19 C dan muatan sebuah proton adalah: + 1. yaitu: neutron.602-19 C. Pada atom yang seimbang (netral) jumlah elektron dalam orbit sama dengan jumlah proton dalam inti. Rangkuman 1 ü Suatu atom terdiri atas tiga partikel dasar. Apabila bahan semikonduktor murni (intrinsik) type p d. proton. ü Bahan silikon yang didoping dengan bahan ketidak murnian (impuritas) bervalensi lima (penta-valens) menghasilkan semikonduktor tipe n. ü Muatan listrik sebuah elektron adalah: .1.c.

f. tetapi pada semikonduktor sifat-sifat tersebut sangat sensitif. 2) Elektron valensi adalah jumlah elektron yang menempati orbit terluar dari struktur atom suatu bahan. 16 . Konduktivitas semikonduktor intrinsik sangat rendah. 4) Bahan semikonduktor yang bervalensi tiga misalnya boron. Kunci jawaban 1 1) Semikonduktor adalah bahan yang sifat-sifat kelistrikannya terletak antara sifat-sifat konduktor dan isolator. 3) Semikonduktor intrinsik adalah bahan semikonduktor murni (belum diberi campuran/pengotoran) dimana jumlah elektron bebas dan holenya adalah sama. dan indium. cahaya atau medan magnit. karena terbatasnya jumlah pembawa muatan hole maupun elektron bebas. Sifat-sifat kelistrikan konduktor maupun isolator tidak mudah berubah oleh pengaruh temperatur. galium.

Satuan harga resistor adalah Ohm. Resistor Resistor disebut juga dengan tahanan atau hambatan. Resistor terbagi menjadi dua macam. kawat atau paduan logam. 2) Peserta diklat menguasai tentang kode warna dan angka resistor dengan benar. ( 1 MW (mega ohm) = 1000 KW (kilo ohm) = 106 W (ohm)).2. berfungsi untuk menghambat arus listrik yang melewatinya. kapasitor. Kegiatan Belajar 2 : Komponen Pasif a. Tujuan kegiatan pembelajaran 2 1) Peserta diklat memahami jenis-jenis resistor dengan benar. Panjang lintasan karbon 17 . biasanya terbuat dari karbon. induktor. 4) Peserta diklat menjelaskan kode angka dan huruf kapasitor dengan benar. yaitu : ü Resistor tetap yaitu resistor yang nilai hambatannya relatif tetap. 5) Peserta diklat menghitung induktor dengan benar. Nilainya hambatannya ditentukan oleh tebalnya dan panjangnya lintasan karbon. b. Uraian materi 2 Yang termasuk komponen pasif adalah resistor. 3) Peserta diklat memahami kode warna pada kapasitor dengan benar.

(a) atau (b) Gambar 8.tergantung dari kisarnya alur yang berbentuk spiral. (a) Resistor tetap. yaitu resistor yang besarnya hambatan dapat diubah-ubah. (b) Simbol resistor tetap Resistor variabel atau potensiometer. Gambar simbol dan bentuk resistor variabel dapat dilihat 18 . Gambar simbol dan bentuk resistor tetap dapat dilihat pada gambar 8. (Voltage Dependent Resistor). Yang termasuk kedalam potensiometer ini antara lain : Resistor KSN (koefisien suhu negatif). Resistor LDR (light dependent resistor) dan Resistor VDR pada gambar 9.

Terdapat resistor yang mempunyai 4 gelang warna dan 5 gelang warna seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini : Gambar 10. karena harga sebenarnya adalah harga yang tertera ± harga toleransinya. (a) Resistor Variabel / Potensiometer. (b) Simbol resistor variabel/potensiometer Menentukan Kode Warna pada Resistor Kode warna pada resistor menyatakan harga resistansi dan toleransinya. 19 .(a) (b) Gambar 9. Semakin kecil harga toleransi suatu resistor adalah semakin baik. Resistor dengan 4 Gelang dan 5 Gelang Warna.

Kode Warna pada Resistor 4 Gelang Warna Hitam Coklat Merah Oranye Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Emas Perak Tanpa warna Gelang 1 (Angka pertama) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 2 (Angka kedua) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 3 (Faktor pengali) 1 10 102 103 104 105 106 107 108 10 9 Gelang 4 (Toleransi/ %) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 5 10 20 10-1 10-2 10-3 Contoh : Sebuah resistor dengan 4 gelang. Tentukan nilai tahanan resistor ! Nilai Resistor tersebut : Gelang 1 (cokelat) =1. Gelang 2(cokelat)=0. Gelang 3(orange)= 103 . gelang kedua cokelat. Gelang pertama cokelat. Gelang 4 (emas) = 5 % Sehingga nilai tahanan resistor adalah 10 K W dengan toleransi 5 % 10 x 103 W ± 5 % atau 20 .Tabel 1. gelang ketiga orange dan gelang keempat emas.

seperti terlihat pada gambar di bawah ini : ] Gambar 11.Kode Huruf Resistor Resistor yang mempunyai kode angka dan huruf biasanya adalah resistor lilitan kawat yang diselubungi dengan keramik/porselin. Resistor dengan Kode Angka dan Huruf Arti kode angka dan huruf pada resistor dengan kode 5 W 22 R J adalah sebagai berikut : 5 W berarti kemampuan daya resistor besarnya 5 watt 22 R berarti besarnya resistansi 22 W Dengan besarnya toleransi 5% 21 .

Kapasitor Kapasitor atau kondensator adalah suatu komponen listrik yang dapat menyimpan muatan listrik. kapasitor kertas tidak membedakan kutub positif dan kutub negatif (non polar). (a) Kapasitor. Kapasitas kapasitor diukur dalam F (Farad) = 10-6 mF (mikro Farad) = 10-9 nF (nano Farad) = 10-12 pF (piko Farad). Kapasitor elektrolit mempunyai dua kutub positif dan kutub negatif (bipolar). (b) Simbol kapasitor 22 . Bentuk dan simbol kapasitor dapat dilihat pada gambar di bawah ini: (a) (b) – + Gambar 12. sedangkan kapasitor kering misal kapasitor mika.

Kode Warna pada Kapasitor Arti kode angka dan huruf pada kapasitor dapat dilihat pada tabel di bawah 2. Kode Angka dan Huruf pada Kapasitor 23 .Gambar 13. Tabel 2. Kode Warna pada Kapasitor Warna Hitam Coklat Merah Jingga Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Gelang 1 (Angka) Gelang 2 (Angka) Gelang 3 (Pengali) Gelang 4 (Toleransi) Gelang 5 (Tegangan Kerja) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 10 102 103 104 105 106 107 108 109 1 2 3 4 5 6 7 8 9 250 V 400 V 630 V - 160 V 200 V 220 V - Tabel 3.

besarnya toleransi = 5%. 24 .kode kapasitor = 562 J 100 V artinya : besarnya kapasitas = 56 x 102 pF = 5600 pF. kemampuan tegangan kerja = 100 Volt.Kode angka Gelang 1 (Angka pertama) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 2 (Angka kedua) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang 3 (Faktor pengali) 1 10 102 103 104 105 106 107 108 109 Kode huruf (Toleransi %) B C D F=1 G=2 H=3 J =5 K = 10 M = 20 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Contoh : .

..Induktor Induktor adalah komponen listrik yang digunakan sebagai beban induktif.. Kapasitas induktor diberi lambang L.. L (ohm). Simbol induktor seperti pada gambar di bawah ini : (a) (b) Gambar 14.. sedangkan reaktansi induktif diberi lambang XL......... (1) dimana : XL = reaktansi induktif (W) p = 3... (a) Induktor ..14 f = frekuensi (Hz) L = kapasitas induktor (Henry) 25 . f .. (b) Simbol Induktor Kapasitas induktor dinyatakan dalam satuan H (Henry) = 1000mH (mili Henry)... …………….. XL = 2 p ....

maka hanya terdapat unsur R saja.. maka Z dapat dihitung. jika R diketahui. (2) Z = R2 + L X 2 XL = Dimana : Z 2 . maka L dapat dihitung....... Dari persamaan (1) jika f diketahui.. Dalam sumber tegangan AC berlaku rumus : Z =V /I Z2 = R2 + XL2 XL2 = Z2 – R2 .... R R = Tahanan (W) XL = Reaktansi induktif (W) (3) Z = Impedansi (W) V = Tegangan AC (Volt) I = Arus (Ampere) Dari persamaan (2) jika sumber tegangan AC (V) dan arus (I) diketahui.. ü Nilai resistor dan kapasitor dapat diketahui dengan melihat kode warna dan angka yang terdapat pada resistor dan kapasitor.... Jika digunakan sebagai beban sumber tegangan DC. c.. 26 .……………. Dari persamaan (3).. Rangkuman 2 ü Resistor...Pada induktor terdapat unsur resistansi (R) dan induktif (XL) jika digunakan sebagai beban sumber tegangan AC. maka XL dapat dihitung.. Kapasitor dan Induktor termasuk ke dalam komponen pasif.2……….........

hitam. induktor tersebut berharga 99 W. jika diukur dengan Ohmmeter. putih. Tugas 2 1) Sebutkan kisaran kuat terkecil sampai terbesar resistor yang ada ! 2) Sebutkan tipe kapasitor dan bahan pembuat kapasitor ! 3) Sebutkan contoh-contoh penggunaan induktor ! e. Tes formatif 2 1) Jelaskan apa yang dimaksud : a) Resistor b) Kapasitor c) Induktor 2) Apa arti kode 82 k W 5% 9132 W pada resistor ? 3) Apa arti kode 5 W 22 R J pada resistor ? 4) Apakah arti kode warna pada kapasitor berikut Coklat. Jika frekuensi sumber 50 Hz.ü Induktor memiliki unsur resistansi dan induktansi jika digunakan sebagai beban dalam sumber tegangan AC. berapakah kapasitas induktansi L ? 27 . arus yang mengalir 1 Ampere. jingga. d. sedangkan bila digunakan sebagai beban pada sumber tegangan DC hanya akan menghasilkan unsur resistansi. merah 5) Apa arti kode pada kapasitor : 562 J 100 V? 6) Suatu induktor diberi sumber tegangan AC 100 Volt.

5 W 22 R J artinya besarnya kemampuan = 5 watt.1 W R 99 = 100 Volt =2. p . 6). besarnya resistansi = 22 W. Kunci jawaban 2 1). 50) . f = (14.p. nomor serinya = 9132 W. besarnya toleransi = 5%. jingga = 103. 82 k W 5% 9132 W artinya besarnya resistansi = 82 k W.f. besarnya toleransi = 5%. a).L = XL / 2 .14 .f. Diketahui : I R f Z XL = XL L V =1A = 99 W = 50 Hz = V / I = 100 / 1 W = 100 W Z 2 .1 / 2 . 100 mH = 44. b). Kapasitor adalah suatu komponen listrik 2).9 mH 28 .2 = 14. putih = toleransi 10 %. merah = tegangan kerja 250 V untuk DC dan 160 V untuk AC 5). 4). Besarnya kapasitas = 5600 pF. hitam = 0. 3). toleransi 5 %. 3. tegangan kerja 100volt. Coklat = 1.2 = 100 2 . Resistor adalah suatu komponen listrik yang berguna untuk menghambat arus listrik.

....... 2 dan 3 untuk huruf masing-masing resistor yang mempunyai kode angka dan huruf! 6) Catatlah harga resistor tersebut pada Tabel 6 di bawah ini! 7) Bandingkan hasil pengamatan dengan hasil pengukuran! 8) Buatlah kesimpulan ! 9) Kembalikan semua alat dan bahan! 29 ........................................................ 10 macam Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar! 2) Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter............... 5 macam 3) Resistor 5 gelang...... 5 macam 4) Resistor dari bahan porselin ...................... Lembar Kerja 2 LEMBAR KERJA I: RESISTOR Alat dan Bahan 1) Ohmmeter ... amper meter dan ohm meter)..................... mulailah dari batas ukur yang besar! 3) Jangan meletakkan alat dan bahan ditepi meja! Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan! 2) Amatilah kode warna pada masing resistor 4 gelang dan 5 gelang! 3) Ukurlah resistansi resistor satu-persatu dengan Ohmmeter ! 4) Catatlah harga resistor tersebut pada Tabel 4 di bawah ini! 5) Ulangilah langkah no..................... 1 buah 2) Resistor 4 gelang.............g.

Tabel 4. Data Hasil Pengamatan Kode Warna pada Resistor Gelang 1 Gelang 2 Gelang 3 Gelang 4 Gelang 5 Harga pengamatan (W) Harga pengukuran (W) Resistor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tabel 5. Hasil Pengamatan Resistor dengan Kode Angka dan Huruf Resistor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode Harga pengamatan (W) Harga pengukuran (W) 30 .

Latihan : 1) Apa perbedaan antara hasil pengukuran dengan hasil pengamatan pada resistor ! mengapa itu bisa terjadi ? 2) Dari besarnya nilai resistansi yang tertera pada resistor buat kesimpulan tentang kedua jenis resistor ! 31 .

LEMBAR KERJA II: KAPASITOR Alat dan Bahan 1) Alat tulis dan kertas ................................. 2) Kapasitor ................................................ Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar! 2) Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter, amper meter dan ohm meter), mulailah dari batas ukur yang besar! 3) Jangan meletakkan alat dan bahan ditepi meja! secukupnya 10 macam

Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan! 2) Amatilah kode kapasitor berupa angka/huruf dan warna kapasitor satu persatu dan catatlah hasil pengamatan pada Tabel 6 dan 7 di bawah ini! 3) Kembalikan alat dan bahan!

32

Tabel 6. Data Pengamatan Kode Angka dan Huruf pada Kapasitor
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode kapasitor Kapasitas (pF) Toleransi (%) Tegangan kerja (volt)

Tabel 7. Data Hasil Pengamatan Kode Warna pada Kapasitor
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. Gelang 1 Gelang 2 Gelang 3 Gelang 4 Gelang 5 Kapasitas (pF) Toleransi (%) Teg. kerja (volt)

33

Latihan 1) Mengapa dalam kapasitor tercantum tegangan kerja yang digunakan ? adakah pengaruhnya terhadap penggunaan kapasitor tersebut ? 2) Adakah perbedaan ketepatan antara hasil pengamatan dan hasil pengukuran antara kapasitor kode angka dan huruf dengan kapasitor kode warna ? buat hasil kesimpulannya !

34

...........................................LEMBAR KERJA III INDUKTOR Alat dan Bahan 1) Ohmmeter ..................................................... 6) Saklar kutub tunggal........... 7) Kabel penghubung................................. 4) Sumber tegangan AC variabel . 3) Amperemeter ............. 2) Voltmeter.. mulailah dari batas ukur yang besar! 3) Jangan meletakkan alat dan bahan ditepi meja! Langkah Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan! 2) Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah ini! 35 ............ 1 buah 1 buah 1buah 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar! 2) Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter.................... amper meter dan ohm meter)................. 5) Induktor Dekade 1-100 mH.........................................

induktor dekade diatur seperti Tabel 8 ! 4) Tutuplah saklar S dan aturlah sumber tegangan sehingga amperemeter menunjukkan harga seperti pada Tabel 8! 5) Catatlah harga penunjukkan Voltmeter dalam tabel pengamatan! 6) Bukalah saklar S! 7) Ukurlah resistansi (R) induktor dengan ohmmeter ! 8) Catatlah hasilnya dalam Tabel 8 di bawah ini! 9) Ulangilah langkah kerja no.A VS V L S Gambar 15. 4 s/d 8 untuk harga induktor seperti pada Tebel 8! 10) Kembalikan semua alat dan bahan! 36 . Rangkaian Induktor Dengan Sumber Tegangan AC 3) Aturlah sumber tegangan pada 0 volt dan saklar dibuka.

Data Hasil Pengamatan Kode Warna pada Kapasitor Induktor (mH) L 10 20 30 40 50 Harga Pengukuran Tahanan (W) R Tegangan (volt) V Arus (mA) I 1 2 3 4 5 Harga frekuensi (f) = 50 Hz Harga Perhitungan Impedansi (W) Z XL (W) L (H) No 1 2 3 4 5 Latihan 1) Apa yang akan terjadi pada harga impedansi jika dari kelima induktor diatas diberikan arus yang sama ! 2) Jelaskan pengaruh besar tahanan dan tegangan terhadap harga impedansi yang diperoleh ! 37 .Tabel 8.

hole-hole pada bahan p dan elektron-elektron pada bahan n disekitar sambungan cenderung untuk berkombinasi.3. 2) Peserta Diklat mampu mengetahui prinsip kerja transistor sebagai saklar. Pada saat terjadinya sambungan (junction) p dan n. 38 . Tujuan kegiatan pembelajaran 3 1) Peserta Diklat mampu memahami dan menjelaskan kurva karakteristik dioda semikonduktor. b. sehingga pada daerah sekitar sambungan ini kosong dari pembawa muatan dan terbentuk daerah pengosongan (depletion region). Kegiatan Belajar 3 : Komponen Aktif a. Uraian materi 3 DIODA SEMIKONDUKTOR Dioda semikonduktor dibentuk dengan cara menyambungkan semi-konduktor tipe p dan semikonduktor tipe n. Hole dan elektron yang berkombinasi ini saling meniadakan.

Lihat Gambar 16. (a) Pembentukan Sambungan.daerah pengosongan (b) (a) tipe p - - - + + + + + + + + + + + tipe n + + (c) (d) Gambar 16. Suatu dioda bisa diberi bias mundur (reverse bias) atau diberi bias maju (forward bias) untuk mendapatkan karakteristik yang 39 . karena potensial dari ion-ion positip dan negatip ini akan mengahalanginya.(d) Simbol Dioda Oleh karena itu pada sisi p tinggal ion-ion akseptor yang bermuatan negatip dan pada sisi n tinggal ion-ion donor yang bermuatan positip.(b) Daerah Pengosongan. Namun proses ini tidak berlangsung terus.2 untuk germanium dan 0. (c) Dioda Semikonduktor . (barrier potential).6 untuk silikon. Tegangan atau potensial ekivalen pada Besarnya tegangan penghalang ini adalah daerah pengosongan ini disebut dengan tegangan penghalang 0.

Dioda Diberi Bias Maju 40 . Apabila tegangan positip baterai dihubungkan ke terminal Anoda (A) dan negatipnya ke terminal katoda (K). Dengan kata lain. tegangan anoda katoda VA-K adalah negatip (VA-K < 0). daerah pengosongan A + - - + + + + + + + + + + + + + + + K + tipe p Is tipe n K A + Gambar 17.diinginkan. maka dioda disebut mendapatkan bias maju (foward bias). Bias mundur adalah pemberian tegangan negatip baterai ke terminal anoda (A) dan tegangan positip ke terminal katoda (K) dari suatu dioda. Dioda Diberi Bias Mundur daerah pengosongan A + + + + + + + + + + + + - - - K ID tipe p A tipe n K + - Gambar 18. Lihat pada gambar 17.

Kurva Karakteristik Dioda Hubungan antara besarnya arus yang mengalir melalui dioda dengan tegangan VA-K dapat dilihat pada kurva karakteristik dioda (Gambar 19). yaitu untuk dioda germanium dan silikon.6 VA-K (Volt) Gambar 19. Kurva Karakteristik Dioda Bagian kiri bawah dari grafik pada Gambar 19 merupakan kurva karakteristik dioda saat mendapatkan bias mundur. Gambar 19 menunjukan dua macam kurva. maka arus ID akan naik dengan cepat setelah VA-K mencapai tegangan cut-in (Vg). yakni bila VA-K positip. Besarnya arus jenuh mundur (reverse saturation current) Is 41 . Dengan pemberian tegangan baterai sebesar ini. yakni dioda germanium (Ge) dan dioda silikon (Si). maka potensial penghalang (barrier potential) pada persambungan akan teratasi. Disini juga terdapat dua kurva. Tegangan cut-in (Vg) ini kira-kira sebesar 0. ID (mA) Ge Si Is(Si)=10nA 0.6 Volt untuk dioda silikon. Pada saat dioda diberi bias maju.2 Is(Ge)=1mA Si Ge 0. sehingga arus dioda mulai mengalir dengan cepat.2 Volt untuk dioda germanium dan 0.

untuk dioda germanium adalah dalam orde mikro amper dalam contoh ini adalah 1 mA. Sedangkan untuk dioda silikon Is adalah dalam orde nano amper dalam hal ini adalah 10 nA.. pembawa minoritas dipercepat hingga mencapai kecepatan yang cukup tinggi untuk mengeluarkan elektron valensi dari atom. Apabila tegangan VA-K yang berpolaritas negatip tersebut dinaikkan terus. yaitu: Pada dioda biasa pencapaian tegangan break-down ini selalu dihindari ID = Is [e(VD/n. Pada saat mencapai tegangan break-down ini. VD = beda tegangan pada dioda (volt) n = konstanta. karena dioda bisa rusak. Shockley..1] dimana: ID = arus dioda (amper) Is = arus jenuh mundur (amper) e = bilangan natural. maka suatu saat akan mencapai tegangan patah (break-down) dimana arus Is akan naik dengan tiba-tiba. 1 untuk Ge. Hubungan arus dioda (ID) dengan tegangan dioda (VD) dapat dinyatakan dalam persamaan matematis yang dikembangkan oleh W. dan » 2 untuk Si VT = tegangan ekivalen temperatur (volt) 42 . Kemudian elektron ini juga dipercepat untuk membebaskan yang lainnya sehingga arusnya semakin besar. 2.VT) .71828.

25 oC atau 273 + 25 = 298 K. Sedangkan harga VT ditentukan dengan persamaan: kT VT = ¾¾ q dimana: k = konstanta Boltzmann. tingkat doping dan geometri dioda. dan temperatur. 43 . Namun persambungan adalah tetap. 1.602 x 10-19 C = 0. dapat dihitung besarnya VT yaitu: (1. Dan konstanta n tergantung pada sifat konstruksi dan parameter fisik dioda. dalam dan persambungan.381 x 10-23 J/K)(298K) VT = ¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾ 1. 1.602 x 10-19 C Pada temperatur ruang. seperti: karena doping faktor doping. Is.381 x 10-23 J/K (J/K artinya joule per derajat kelvin) T = temperatur mutlak (kelvin) q = muatan sebuah elektron. Sebagaimana telah disebutkan bahwa arus jenuh mundur. maka yang perlu mendapat perhatian serius adalah pengaruh temperatur.02569 J/C @ 26 mV Harga VT adalah 26 mV ini perlu diingat untuk pembicaraan selanjutnya. dipengaruhi pemakaian oleh suatu beberapa komponen faktor dioda.Harga Is suatu dioda dipengaruhi oleh temperatur.

Perbandingan kedua arus ini dalam orde 15 sampai 100. Simbol Transistor 44 . berikut ini. (b). (a) (b) Gambar 20.TRANSISTOR Transistor merupakan peralatan yang mempunyai 3 lapis N-P-N atau P-N-P. Sedangkan karakteristik transistor dapat digambarkan seperti 21. Simbol untuk transistor dapat dilihat pada Gambar 20a dan Gambar 20b. arus kolektor IC merupakan fungsi dari arus basis IB. Perubahan pada arus basis IB memberikan perubahan yang diperkuat pada arus kolektor untuk tegangan emitor-kolektor VCE yang diberikan. Dalam rentang operasi. (a) Transistor .

Gambar 21. Jika digunakan untuk jenis NPN. Rangkaian Transistor 45 . Gambar 22. sedangkan untuk jenis PNP tegangannya negatif.A. Karakteristik Transistor Daya Gambar 21. maka tegangan Vcc-nya positif. Karakteristik transistor Salah satu cara pemberian tegangan kerja dari transistor dapat dilakukan seperti pada Gambar 22.

Untuk mendapatkan on-off yang bergantian dengan periode tertentu.Arus Ib (misalnya Ib1) yang diberikan dengan mengatur Vb akan memberikan titik kerja pada transistor. Pada saat itu transistor akan menghasilkan arus collector (Ic) sebesar Ic dan tegangan Vce sebesar Vce1. Transistor dapat bekerja pada daerah jenuh dan daerah cut off-nya. Titik Q (titik kerja transistor) dapat diperoleh dari persamaan sebagai berikut : Persamaan garis beban = Y = Vce = Vcc – Ic x RL Jadi untuk Ic = 0. Adapun kerja transistor yang berfungsi sebagai switching ini. akan diperoleh titik kerja transistor atau titik Q. maka dengan menggunakan karakteristik transistor yang bersangkutan. 46 . selalu berada pada daerah jenuh (saturasi) dan daerah cut off (bagian yang diarsir pada Gambar 21). maka diperoleh Ic = Vcc/RL Apabila harga-harga untuk Ic dan Ice sudah diperoleh. dapat dilakukan dengan memberikan tegangan Vb yang berupa pulsa. seperti pada Gambar 23. dengan cara melakukan pengaturan tegangan Vb dan rangkaian pada basisnya (tahanan Rb) dan juga tahanan bebannya (RL). maka Vce = Vcc dan untuk Vce = 0. Pada umumnya transistor berfungsi sebagai suatu switching (kontak on-off).

47 . umumnya RL didisain sedemikian rupa sehingga RL mempunyai tahanan yang kecil. harga Ic = 0. harga Vce= 0 dan Iv = I saturasi Untuk mendapatkan arus Ic. dihasilkan Vce= +Vcc Pada kondisi Vb = V1. (I saturasi) yang cukup besar pada rangkaian switching ini. Pulsa Trigger dan Tegangan Output Vce Apabila Vb = 0. sehingga menghasilkan arus Ib yang akan menyebabkan transistor dalam keadaan jenuh. sedangkan apabila Vb=V1 dan dengan mengatur Rb dan R1 sedemikian rupa.Gambar 23. maka transistor off (cut off). Bentuk output Vce yang terjadi pada Gambar 23.2 volt). dan berdasarkan persamaan loop : Vcc+ IcR1 + Vce= 0. Pada keadaan ini Vce adalah kira-kira sama dengan nol (Vsat = 0. Apabila dijelaskan adalah sebagai berikut (lihat Gambar 22 dan Gambar 23) : Pada kondisi Vb = 0.

d. Tugas 3 1) Sebutkan macam-macam diode yang ada di pasaran ! 2) Carilah contoh penggunaan bias forward dan bias reverse ! 3) Berikan contoh penggunaan transistor sebagai saklar !.c. forward bias 2) Jelaskan prinsip kerja transistor sebagai saklar ! 48 . colektor dan basis. ü Transistor memiliki 3 lapisan NPN atau PNP dengan tiga terminal yaitu emitor. Rangkuman 3 ü Dioda semikonduktor dapat diberi bias maju (forward bias) atau bias mundur (reverse bias) untuk mendapatkan karakteristik tertentu. Tes formatif 3 1) Apa yang dimaksud dengan : dioda semikonduktor. ü Transistor dapat berfungsi sebagai saklar pada daerah jenuh (saturasi) dan daerah cut off. reverse bias. e.

49 . Forwards bias adalah pemberian tegangan positip ke terminal Anoda (A) dan negatipnya ke terminal katoda (K) dari suatu dioda. Sehingga tegangan anoda katoda VA-K adalah negatip (VA-K < 0). Reverse bias adalah pemberian tegangan negatip baterai ke terminal anoda (A) dan tegangan positip ke terminal katoda (K) dari suatu dioda. pada transistor telah terjadi pemicuan arus pada basis yang mengakibatkan terjadi aliran arus pada kolektor ke emitor. Sedangkan jika saklar terbuka maka pada basis tidak diperoleh arus pemicuan tetapi masih ada arus yang melewati kolektor.f. 2) Pada saat saklar telah terhubung. Kunci jawaban 3 1) Diode semikonduktor adalah penyearah yang dibuat dari bahan semikonduktor dengan menggabungkan type p dan type n.

........... 2 X Lampu LED .............. Rangkaian dioda 1 2) Rakitlah rangkaian seperti Gambar 24 di atas.............. ........... 50 .. 0 Gambar 24..........g.................................... Lembar kerja 3 Lembar Kerja I : Dioda Semikonduktor Alat dan Bahan: 1) Diode 1N 4002 ... Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Periksalah terlebih dahulu semua komponen aktif maupun pasif sebelum digunakan ! 2) Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar kegiatan belajar! 3) Hati-hati dalam penggunaan peralatan pratikum! Langkah Kerja: 1) Siapkanlah Gambar rangkaian serta alat dan bahan yang diperlukan pada rangkaian dibawah ini ! 1 1 buah 1 Unit 1 buah 1 unit ..... usahakan agar komponen diode tidak terbalik anode dan katodenya dan periksakan hasil rangkaian pada instruktur ! 3) Setelah dinilai benar hubungkan dengan sumber tegangan DC 3 Volt........ 4) Voltmeter dan Amperemeter DC ................ 3) Lampu LED ............................. 2) Sumber Daya 12 V DC ..

2 s/d No. serta masukkan data pengamatan 1 . Sedangkan pengukuran tegangan. 2.4) Lakukanlah pengamatan pada simpul pengukuran yang ada serta catatlah hasil pengukuran tersebut pada Tabel 9! 5) Untuk pengukuran arus. 1. 0 7) Lakukanlah kembali langkah No. 2. simpul pengukuran yang diamati adalah: 6) Simpul No. 2 X Lampu LED . 0 Gambar 25. Rangkaian dioda 2 8) Jika telah selesai semua maka lepaskan sumber DC dari rangkaian dan kembalikan semua alat dan bahan ke tempat semula. Pengamatan Diode No. 5 pada Tabel 9! untuk rangkaian dibawah ini. 2 s/d No. simpul pengukuran yang diamati adalah: Simpul No. . Tabel 9. Kondisi yang diamati Bias maju Bias mundur V1 (Volt) (2-0) A1 (Ampere) (2) Keterangan (Kondisi Lampu) 51 .

………… Kesehatan dan Keselamatan Kerja: 1) Hati-hatilah dalam pemakaian alat ukur ! 2) Jangan menghidupkan catu daya sebelum rangkaian diperiksa secara cermat.. 3) Segera kembalikan saklar pemilih alat ukur Multimeter dari posisi Ohm ke posisi Vac setelah melakukan pengukuran dengan besaran Ohmmeter. 6) Resistor 200 W 2 A ………………………………….……………………………………… 4) Multimeter ……………………………………………… 5) Transistor BC 547…… ………………………………. 1 unit 1 unit 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya Langkah Kerja: 1) Periksalah dan uji transistor dan resistor dengan Ohmmeter sebelum digunakan ! 2) Rakitlah rangkaian transistor sebagai sakelar seperti pada Gambar diagram di bawah ini ! 52 . 7) Kabel penghubung ………………….Latihan 1) Bagaimana dioda semikonduktor dibentuk? 2) Bagaimana arus pada dioda yang diberi bias mundur? 3) Bagaimana arus pada dioda yang diberi bias maju? Lembar Kerja II : Transistor Alat dan Bahan : 1) Catu daya 16 V AC …… ……………………………… 2) Osiloskop dua kanal (dual trace)…… …………… 3) Ampermeter …….

Rangkaian transistor sebagai saklar 3) Setelah rangkaian diperiksa secara cermat dan tidak ada kesalahan pada rangkaian.+ A V Sumber 16 V dc A lampu Saklar Gambar 26. catatlah hasil pengukuran tersebut ke Tabel 10! 6) Amatilah pada layar osciloscope bentuk gelombang kotak dari FG dan ukurlah tegangan kolektor-emitor saat sakelar terbuka dan catatlahlah data tersebut kedalam Tabel 10! 7) Gambarkanlah bentuk kedua gelombang tersebut ! 8) Lakukanlah langkah-langkah percobaan tersebut di atas dengan menaikkan tegangan keluaran generator fungsi hingga 4 Vpp ! 9) Selesai percobaan. hubungkanlah saklar dan catu daya ! 4) Aturlah tegangan dari generator fungsi hingga tegangan keluaran adalah 2 Vpp dan frekuensi = 5 KHz ! 5) Ukurlah besaran arus kolektor dan arus basis. Pengaturan Tegangan Posisi Saklar Saklar Tertutup Kondisi yang diamati Tegangan keluaran 2 Vpp Tegangan keluaran 4 Vpp Saklar Terbuka Tegangan keluaran 2 Vpp Tegangan keluaran 4 Vpp A1 A2 (ampere) (ampere) kondisi lampu 53 . kembalikanlah alat dan bahan ke tempatnya semula! Tabel 10.

Lembar Latihan 1) Jelaskanlah prinsip kerja rangkaian di atas? 2) Gambarkan bentuk gelombang keluaran dari frekuensi generator pada osiloskop ? 54 .

Vm merupakan tegangan puncak atau tegangan maksimum. Dari persamaan tersebut.4. b. maka hanya setengah gelombang saja yang akan disearahkan. Gambar 13 menunjukkan rangkaian penyearah setengah gelombang. Rangkaian penyearah setengah gelombang mendapat masukan dari skunder trafo yang berupa sinyal ac berbentuk sinus. yaitu yang terdiri dari sebuah dioda.707 Vm Ö2 55 . Sedangkan pada umumnya harga yang tercantum pada skunder trafo adalah tegangan Hubungan antara tegangan puncap Vm dengan tegangan efektif (Veff) atau tegangan rms (Vrms) adalah: Vm Veff = Vrms = ¾¾¾ = 0. Uraian materi 4 Penyearah Setengah Gelombang Dioda semikonduktor banyak digunakan sebagai penyearah. gelombang penuh dengan trafo CT. dan gelombang penuh sistem jembatan. Vi = Vm Sin wt (Gambar 13 (b)). Tujuan kegiatan pembelajaran 4 1) Peserta Diklat mampu mengetahui prinsip dari penyearahan setengah gelombang. 2) Peserta Diklat mampu mengetahui prinsip kerja dari penggunaan dioda sebagai pemotong dan penggeser. Penyearah yang paling sederhana adalah penyearah setengah gelombang. Melihat dari namanya. Kegiatan Belajar 4 : Dasar Penyearah a. Harga Vm ini hanya bisa diukur dengan CRO yakni dengan melihat langsung pada gelombangnya. efektif.

dan sebaliknya bila sinyal input berupa siklus negatip maka dioda mendapat bias mundur sehingga tidak mengalir arus. vd masukan sinyal ac vi vi i RL (a) Vm 0 p 2p Id c i Im 0 p (c) 2p (b) Gambar 27. Bentuk gelombang tegangan input (vi) ditunjukkan pada (b) dan arus beban (i) pada (c) dari Gambar 27. Karena harga Vm pada umumnya jauh lebih besar dari pada Vg (tegangan cut-in dioda). maka pada pembahasan penyearah ini Vg diabaikan. (c) Arus Beban 56 .Tegangan (arus) efektif atau rms (root-mean-square) adalah tegangan (arus) yang terukur oleh voltmeter (amper-meter). (b) Tegangan Skunder Trafo. Prinsip kerja penyearah setengah gelombang adalah bahwa pada saat sinyal input berupa siklus positip maka dioda mendapat bias maju sehingga arus (i) mengalir ke beban (RL). Penyearah Setengah Gelombang (a) Rangkaian.

maka arus yang mengalir adalah negatip. Berarti harga rata-ratanya tidak lagi nol seperti halnya arus bolak-balik. namun ada suatu harga 57 .jika 0 £ wt £ p (siklus positip) . Pada saat dioda OFF (mendapat bias mundur) resistansinya besar sekali atau dalam pembahasan ini dianggap tidak terhingga. sehingga arus dioda tidak mengalir atau i = 0. Apabila arah dioda dibalik. yang umumnya nilainya lebih kecil dari RL.Arus dioda yang mengalir melalui beban RL (i) dinyatakan dengan: i = Im Sin wt i=0 .jika p £ wt £ 2p (siklus negatip) . Arus yang mengalir ke beban (i) terlihat pada Gambar (c) bentuknya sudah searah (satu arah) yaitu positip semua. namun arah gelombangnya adalah sama. puncak berikutnya adalah sama. Frekuensi sinyal keluaran dari penyearah setengah Karena jarak dari puncak satu ke gelombang ini adalah sama dengan frekuensi input (dari jalajala listrik) yaitu 50 Hz. dimana: Vm Im = ¾¾¾¾ Rf + RL Resistansi dioda pada saat ON (mendapat bias maju) adalah Rf. Bila diperhatikan meskipun sinyal keluaran masih berbentuk gelombang. yaitu positip (Gambar c).

maka: Vm = Im.RL Vdc = p Vm Vdc = @ . yang berarti Rf bisa diabaikan.RL Sehingga: Im.RL Apabila harga Rf jauh lebih kecil dari RL.318 Vm 0 p 58 .318 p Tegangan keluaran dc yang berupa turun tegangan dc pada beban adalah: Vdc = Idc. dinyatakan: Arus rata-rata ini (Idc) secara matematis bisa 1 Idc = ò t i dw 2p 0 2p Untuk penyearah setengah gelombang diperoleh: 1 Idc = ò Sin w dt t Im 2p0 p Im Idc = @0.tertentu.

yaitu: Vdc = .Apabila penyearah bekerja pada tegangan Vm yang kecil. maka tegangan cut-in dioda (Vg) perlu dipertimbangkan. untuk memperoleh hasil yang lebih teliti. Tegangan maksimum yang harus ditahan oleh dioda ini sering disebut dengan istilah PIV (peak-inverse voltage) atau tegangan puncak balik. Hal ini karena pada saat dioda mendapat bias mundur (balik) maka tidak arus yang mengalir dan semua tegangan dari skunder trafo berada pada dioda.318 (Vm . Bentuk gelombang dari sinyal pada dioda dapat dilihat pada Gambar 28. PIV untuk penyearah setengah gelombang ini adalah: PIV = Vm Vd 0 p 2p Vm Gambar 28 Bentuk Gelombang Sinyal pada Dioda 59 .g 0 V ) Dalam perencanaan rangkaian penyearah yang juga penting untuk diketahui adalah berapa tegangan maksimum yang boleh diberikan pada dioda.

Sedangkan saat siklus negatip.Bentuk gelombang sinyal pada dioda seperti Gambar 28 dengan anggapan bahwa Rf dioda diabaikan. maka iL menjadi satu arah 60 . Dengan demikian D1 dan D2 hidupnya bergantian. yaitu dengan menggunakan trafo CT (center-tap = tap tengah) dan dengan sistem jembatan. sehingga saat D1 mendapat sinyal siklus positip maka D1 mendapat sinyal siklus negatip. dan sebaliknya. terlihat turun tegangannya adalah nol. dioda sedang OFF (mendapat bias mundur) sehingga tegangan puncak dari skunder trafo (Vm) semuanya berada pada dioda. Namun karena arus i1 dan i2 melewati tahanan beban (RL) dengan arah yang sama. Sehingga pada saat siklus positip dimana dioda sedang ON (mendapat bias maju). Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT Rangkaian penyearah gelombang penuh ada dua macam. Terminal skunder dari Trafo CT mengeluarkan dua buah tegangan keluaran yang sama tetapi fasanya berlawanan dengan titik CT sebagai titik tengahnya. karena nilainya kecil sekali dibanding RL. (29 c). Gambar 29 menunjukkan rangkaian penyearah gelombang penuh dengan menggunakan trafo CT. Kedua keluaran ini masing-masing dihubungkan ke D1 dan D2.

(a) Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh dengan Trafo CT. (c) Arus Dioda dan Arus Beban Terlihat dengan jelas bahwa rangkaian penyearah gelombang penuh ini merupakan gabungan dua buah penyearah setengah gelombang yang hidupnya bergantian setiap setengah siklus. maka diperoleh: 61 .D1 Vi Vi D2 i1 iL masukan sinyal ac i2 RL VL i1 (a) vi Im 0 p 2p 0 V m p i2 2p 0 p Im 2p (b) iL Im Idc 0 (c) p 2p Gambar 29. (b) Sinyal Input. Dengan cara penurunan yang sama. Sehingga arus maupun tegangan rata-ratanya adalah dua kali dari penyearah setengah gelombang.

maka Rf bisa diabaikan. dimana D1 sedang hidup (ON) dan D2 sedang mati (OFF).2Im Idc = ¾¾¾¾ @ 0. yaitu:0 Vdc =0. maka tegangan cut-in dioda (Vg) perlu dipertimbangkan. sehingga: 2 Vm Vdc = @0. Sehingga PIV untuk masing-masing dioda dalam rangkaian penyearah dengan trafo CT adalah: 62 .636 ( .636 Vm p Apabila penyearah bekerja pada tegangan Vm yang kecil.g Vm V ) Tegangan puncak inverse yang dirasakan oleh dioda adalah sebesar 2Vm. untuk memperoleh hasil yang lebih teliti. maka jumlah tegangan yang berada pada dioda D2 yang sedang OFF tersebut adalah dua kali dari tegangan sekunder trafo.636 Im p dan 2Im.RL Vdc = Idc.RL = ¾¾¾¾ p Apabila harga Rf jauh lebih kecil dari RL. Misalnya pada saat siklus positip.

atau bahkan bisa juga tanpa menggunakan trafo.PIV =2 Vm Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan Penyearah gelombang penuh dengan sistem jembatan ini bisa menggunakan sembarang trafo baik yang CT maupun yang biasa. rangkaian dasarnya adalah seperti pada Gambar 30. Penyearah Gelombang Penuh dengan Jembatan (a) Rangkaian Dasar. (b) Saat Siklus Positip. (d) Arus Beban 63 . D4 D1 input ac D3 D2 i1 (a) D4 D1 i1 0 Im 2 input ac D3 i1 D2 i2 (b) Im D4 D1 i2 i2 0 2 input ac D3 D2 il (c) Im idc 0 2 (d) Gambar 30. (c) Saat Siklus Negatip.

RL. yaitu: Idc = 2Im/p = 0. dan D4. 64 . maka (Gambar 30 b) : .636 Im. dengan menempati paruh waktu masing-masing (Gambar 30d). sinyal ac. Sedangkan apabila jembatan memperoleh bagian siklus negatip.D1 dan D3 hidup (ON). yaitu dari ujung atas RL menuju ground.Prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh sistem jembatan dapat dijelaskan melalui Gambar 30. karena mendapat bias mundur Sehingga arus i2 mengalir melalui D2.636 (Vm . Dengan demikian arus yang mengalir ke beban (iL) merupakan penjumlahan dari dua arus i1 dan i2.D1 dan D3 mati (OFF). karena mendapat bias mundur Sehingga arus i1 mengalir melalui D1.D2 dan D4 hidup (ON). RL. karena mendapat bias maju .2Vg) Harga 2Vg ini diperoleh karena pada setiap siklus terdapat dua buah dioda yang berhubungan secara seri. Arah arus i1 dan i2 yang melewati RL sebagaimana terlihat pada Gambar 30b dan c adalah sama. Besarnya arus rata-rata pada beban adalah sama seperti penyearah gelombang penuh dengan trafo CT. karena mendapat bias maju .D2 dan D4 mati (OFF). dan D3. Untuk harga Vdc dengan memperhitungkan harga Vg adalah: Pada saat rangkaian jembatan mendapatkan bagian positip dari siklus Vdc = 0. maka (Gambar 30 c): .

yaitu: seri dan paralel. Petunjuk untuk menganalisa rangkaian clipper seri adalah sebagai berikut: 1). Rangkaian clipper seri berarti diodanya berhubungan secara seri dengan beban. maka bagian positip dari sinyal input akan dilewatkan. Secara umum rangkaian clipper dapat digolongkan menjadi dua. dan bagian negatip akan dipotong (berarti clipper negatip) 65 . Perhatikan arah dioda Dalam analisa ini diodanya . dianggap ideal. Rangkaian ini memotong atau menghilangkan sebagian sinyal masukan di atas atau di bawah level nol.bila arah dioda ke kanan. Sedangkan untuk masing-masing jenis tersebut dibagi menjadi clipper negatip (pemotong bagian negatip) dan clipper positip (pemotong bagian positip). Contoh sederhana dari rangkaian clipper adalah penyearah setengah gelombang. perbedaan lainnya dibanding dengan trafo CT adalah harga PIV.Disamping harga 2Vg ini. sedangkan clipper paralel berarti diodanya dipasang paralel dengan beban. Pada penyearah gelombang penuh dengan sistem jembatan ini PIV masing-masing dioda adalah: PIV = Vm Dioda Semikonduktor Sebagai Pemotong (clipper) Rangkaian clipper (pemotong) digunakan untuk memotong atau menghilangkan sebagian sinyal masukan yang berada di bawah atau di atas level tertentu.

Batas pemotongan sinyal adalah pada sumbu nol semula (sesuai dengan sinyal input) Rangkaian clipper seri positip adalah seperti Gambar 31 dan rangkaian clipper seri negatip adalah Gambar 32. maka bagian negatip dari sinyal input akan dilewatkan. VB vi Vm Vi D Vo RL -VB vO Vo RL +VB vO VB Vi D vi Vm Gambar 31. dan bagian positip akan dipotong (berarti clipper positip) 2). Gambarlah sinyal output dengan sumbu nol pada level baterai (yang sudah ditentukan pada langkah 2 di atas) 4).bila arah dioda ke kiri.. Rangkaian Clipper Seri Positif D VB vO Vi Vo RL VB Vi -VB vO Vo RL +VB D Gambar 32. Perhatikan polaritas baterai (bila ada) 3). Rangkaian Clipper Seri Negatip 66 .

Rangkaian clipper paralel positip adalah seperti Gambar 33 dan rangkaian clipper paralel negatip adalah Gambar 34. maka bagian negatip dari sinyal input akan dipotong (berarti clipper negatip) 2. Gambarlah sinyal output dengan sumbu nol sesuai dengan input. vi Vm Vi R Vo D VB R Vo D VB -VB +VB vO Vi vO Gambar 33. Rangkaian Clipper Paralel Positip 67 .Petunjuk untuk menganalisa rangkaian clipper paralel adalah sebagai berikut: 1. Perhatikan arah dioda : Bila arah dioda ke bawah. 4. Perhatikan polaritas baterai (bila ada). bila arah dioda ke atas. 3. maka bagian positip dari sinyal input akan dipotong (berarti clipper positip). Batas pemotongan sinyal adalah pada level baterai.

Dalam analisa ini dianggap didodanya adalah ideal. Rangkaian Clipper Paralel Negatip Dioda Semikonduktor Sebagai Penggeser (clamper) Rangkaian Clamper (penggeser) digunakan untuk menggeser suatu sinyal ke level dc yang lain. Sebuah rangkaian clamper sederhana (tanpa baterai) terdiri atas sebuah R. dan C terlihat pada Gambar 35.vi Vm Vi R Vo D VB -VB vO Vi R Vo D VB vO +VB Gambar 34. dan resistor. dioda. disamping itu bisa pula ditambahkan sebuah baterai. Rangkain Clamper paling tidak harus mempunyai sebuah kapasitor. 68 . D. Harga R dan C harus dipilih sedemikian rupa sehingga konstanta waktu RC cukup besar agar tidak terjadi pengosongan muatan yang cukup berarti saat dioda tidak menghantar.

vi +V Vi C Vo D R Vo 0 T/2 T -V (a) (b) 0 T/2 T -2V (c) C + Vo + V (d) R V + R C + Vo (e) Gambar 35. karena dioda ideal). Kemudian saat T/2 . Rangkaian Clamper Sederhana Gambar 35 (a) adalah gelombang kotak yang menjadi sinyal input rangkaian clamper (b). Pada saat 0 . Pada saat ini sinyal output pada R adalah nol (Gambar d). sehingga Dioda menghantar (ON). sehingga dioda tidak menghantar (OFF) (Gambar e). 69 .T/2 sinyal input adalah positip sebesar +V. Kapasitor membuang muatan sangat lambat. karena RC dibuat cukup lama.T sinyal input berubah ke negatip. Kapasitor mengisi muatan dengan cepat melalui tahanan dioda yang rendah (seperti hubung singkat. Sehingga pengosongan tegangan ini tidak berarti Sinyal output merupakan dibanding dengan sinyal output.

Rangkaian Clamper Negatip dan Positip 70 . baterai secara seri dengan dioda. Beberapa rangkaian clamper negatip dan positip dapat dilihat pada Gambar 36.penjumlahan tegangan input -V dan tegangan pada kapasitor V. Besarnya penggeseran ini bisa divariasi dengan menambahkan sebuah Disamping itu arah penggeseran juga bisa dinuat kearah positip dengan cara membalik arah dioda. C Vi D VB R Vo Vo VB 0 T/2 T 2V C Vi D VB R Vo Vo 0 T/2 T VB 2V Gambar 36. yaitu sebesar -2V (Gambar c). Terlihat pada Gambar 35 c bahwa sinyal output merupakan bentuk gelombang kontak (seperti gelombang input) yang level dc nya sudah bergeser kearah negatip sebesar -V.

Rangkuman 4 ü Prinsip kerja penyearah setengah gelombang adalah bahwa pada saat sinyal input berupa siklus positip maka dioda mendapat bias maju sehingga arus (i) mengalir ke beban (RL). sedangkan clipper paralel berarti diodanya dipasang paralel dengan beban. Secara umum rangkaian clipper dapat digolongkan menjadi dua. d.c. Tes formatif 4 1) Sebutkan macam-macam penggunaan dioda semikonduktor! 2) Jelaskan prinsip kerja penyearah setengah gelombang! 3) Jelaskan prinsip kerja penyearah gelombang penuh dengan trafo CT! 4) Jelaskan prinsip kerja penyearah gelombang penuh system jembatan! 71 . Tugas 4 Buatlah rangkaian penyearah menggunakan trafo CT gelombang penuh e. yaitu: seri dan paralel. ü Rangkaian penyearah gelombang penuh ada dua macam. Rangkaian clipper seri berarti diodanya berhubungan secara seri dengan beban. yaitu dengan menggunakan trafo CT (center-tap = tap tengah) dan dengan sistem jembatan. dan sebaliknya bila sinyal input berupa siklus negatip maka dioda mendapat bias mundur sehingga tidak mengalir arus. ü Rangkaian clipper (pemotong) digunakan untuk menghilangkan sebagian sinyal masukan yang berada di bawah atau di atas level tertentu.

dan sebaliknya bila sinyal input berupa siklus negatip maka dioda mendapat bias mundur sehingga tidak mengalir arus. Kedua keluaran ini masing-masing dihubungkan ke D1 dan D2. 4) Prinsip kerja penyearah gelombang penuh system jembatan: Prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh sistem jembatan dapat dijelaskan melalui Gambar 30. maka (Gambar 30 b): .D1 dan D3 hidup (ON). karena mendapat bias maju Pada saat rangkaian jembatan mendapatkan bagian positip dari siklus 72 . c) Diode sebagai pemotong sinyal. maka iL menjadi satu arah. sehingga saat D1 mendapat sinyal siklus positip maka D1 mendapat sinyal siklus negatip. 3) Prinsip kerja penyearah gelombang penuh dengan trafo CT: Terminal sekunder dari Trafo CT mengeluarkan dua buah tegangan keluaran yang sama tetapi fasanya berlawanan dengan titik CT sebagai titik tengahnya.f. b) Diode sebagai penyearah gelombang penuh. Namun karena arus i1 dan i2 melewati tahanan beban (RL) dengan arah yang sama. d) Diode sebagai penggeser gelombang. Dengan demikian D1 dan D2 hidupnya bergantian. Kunci jawaban 4 1) Macam-macam penggunaan dioda semikonduktor: a) Diode sebagai penyearah setengah gelombang. 2) Prinsip kerja penyearah setengah gelombang: Prinsip kerja penyearah setengah gelombang adalah bahwa pada saat sinyal input berupa siklus positip maka dioda mendapat bias maju sehingga arus (i) mengalir ke beban (RL). dan sebaliknya. sinyal ac.

karena mendapat bias mundur Sehingga arus i2 mengalir melalui D2.. karena mendapat bias mundur Sehingga arus i1 mengalir melalui D1. 73 . 4) Trafo step down……………………………………. 2) Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar kegiatan belajar!.D1 dan D3 mati (OFF). maka (Gambar 30 c): . 3) Hati-hati dalam penggunaan peralatan pratikum!. dan D4.D2 dan D4 hidup (ON).. dan D3. Sedangkan apabila jembatan memperoleh bagian siklus negatip. RL. 1 unit 1 unit 1 buah 1 buah 1 buah Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Periksalah terlebih dahulu semua komponen aktif maupun pasif sebelum digunakan !..D2 dan D4 mati (OFF). 3) Dioda IN 4002………………………………………. karena mendapat bias maju . g. RL. 5) Resistor 1 KW………………………………………. Lembar kerja 4 Alat dan Bahan 1) Multimeter…………………………………………… 2) Osiloskop…………………………………………….

2 s/d No. 0 (untuk ground) Sedangkan pengukuran tegangan dengan Voltmeter. 4) Lakukanlah pengamatan pada simpul pengukuran yang ada serta catatlah hasil pengukuran tersebut pada Tabel 11! 5) Untuk pengukuran tegangan dengan CRO. 1 s/d No. simpul pengukuran yang diamati adalah: v Simpul No. 7) Buatlah rangkaian penyearah gelombang penuh sistem jembatan seperti Gambar 30a. 8) Ulangi langkah-langkah 3-5.Langkah Kerja 1) Buatlah rangkaian penyearah setengah gelombang seperti Gambar 27a. 0 (untuk ground) v Simpul No.0 v Simpul No. 3) Amatilah tegangan skuder trafo dengan CRO dan catatlah hasil pengukuran tersebut pada Tabel 11. 2) Setelah dinilai benar hubungkan dengan sumber tegangan AC 220 Volt. 2 (untuk DC) s/d No. 74 . 1 (untuk DC) s/d No. simpul pengukuran yang diamati adalah: v Simpul No. 9) Percobaan tentang penyearah gelombang penuh telah selesai maka lepaskanlah semua rangkaian.0 6) Percobaan tentang penyearahan setengah gelombang telah selesai maka lepaskanlah semua rangkaian.

gelombang sinus.Tabel 11. Op-Amp. a. 6) Peserta diklat dapat melihat dan mengukur bentuk gelombang kotak. Penyearahan Gelombang Penyearahan Penyearahan ½ Gelombang Penyearahan Geleombang Penuh Komponen yang diamati Transformator Beban Resistor Transformator Beban Resistor V1 (Volt) (1-0) V2 (Volt) (2-0) Hasil Keluaran CRO Lembar Latihan 1) Sebutkan macam-macam penggunaan dioda semikonduktor! 2) Jelaskan prinsip kerja penyearah setengah gelombang! 3) Jelaskan prinsip kerja penyearah gelombang penuh dengan trafo CT! 4) Jelaskan prinsip kerja penyearah gelombang penuh system jembatan! 5. Filter dan Osilator. 75 . dan gelombang segi tiga dengan menggunakan osciloscope. Kegiatan Belajar 5 : Penguat. Tujuan kegiatan pembelajaran 5 1) Peserta diklat mengetahui jenis-jenis penguat transistor 2) Peserta diklat dapat mengidentifikasi macam-macam komponen dalam rangkaian penguat transistor 3) Peserta diklat memahami prinsip kerja filter aktif 4) Peserta diklat dapat merangkai filter aktif sederhana 5) Peserta diklat dapat mengetahui prinsip kerja op-amp sebagai pembangkit gelombang.

maka dikatakan sinyal keluarannya cacat. Tunggal Kolektor (Common Collector). Masing-masing pola diatas mempunyai karakteristik yang berbeda. Kalau bentuk sinyal keluaran tidak tepat sama dengan sinyal masukan.Tunggal Basis (Common Base). Ada tiga kemungkinan pemasangan transistor sebagai penguat. Perbandingan antara ketiga pola tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : 76 . Prinsip Penguat Salah satu syarat yang dituntut pada penguat adalah bahwa sinyal keluaran harus tepat benar bentuknya seperti sinyal masukan.b. Uraian materi 5 Penguat satu transistor Penguat adalah suatu peranti yang berfungsi menguatkan daya sinyal masukan. PENGUAT sinyal masukan catu daya sinyal keluaran Gambar 37. yaitu :Tunggal Emitor (Common Emiter). Penguat paling sederhana terdiri dari satu buah transistor. hanya saja amplitudo-nya lebih tinggi. meskipun beda bentuk ini hanya kecil saja.

rC = 2. Penguat Tunggal Emitor Gambar 38.5 k Ohm (untuk tunggal emitor dan tunggal kolektor).No 1 2 3 4 5 Karakteristik Penguatan tegangan Penguatan arus Penguatan daya Impedansi masukan Impedansi keluaran Tunggal Emiter 100 120 12000 3 k Ohm 125 k Ohm 1 Tunggal Kolektor 120 120 50 k Ohm 25 Ohm 1 Tunggal Basis 100 100 25 Ohm 15 M Ohm Harga-harga di atas adalah harga untuk : IE = 1 mA. Rangkaian Penguat Tunggal Emitor Beberapa rumus praktis pada rangkaian Tunggal Emitor: Penguatan tegangan tanpa C3 Penguatan tegangan dengan C3 Penguatan arus Impedansi keluaran : Av = RC / RE : Av = RC / rE : Ai = R2 / RE : Zo = RC 77 . serta rE = 390 Ohm untuk tunggal kolektor.

Impedansi masukan tanpa C3 :Zi = R1//R2//Zib dengan Zib = hfe(rE + re’) Impedansi masukan dengan C3 = hfe . re’ :Zi = R1//R2//Zib dengan Zib Penguat Tunggal Kolektor Gambar 39. Rangkaian Penguat Tunggal Kolektor Beberapa rumus praktis pada rangkaian Tunggal Kolektor : Penguatan tegangan Av Penguatan arus : = rE / (rE + re’) » 1 (sebab rE >> re’) Ai = hfe Zo = re’ Zi = R1 // R2 // Zib dengan Zib = hfe (rE + re’) Impedansi keluaran : Impedansi masukan : 78 .

dapat diandalkan dan ekonomis. Suatu penguat operasi ideal mempunyai beberapa karakteristik (tanpa umpan balik): 79 .Penguat Tunggal Basis Gambar 40. Rangkaian Penguat Tungggal Basis Beberapa rumus praktis pada rangkaian Tunggal Basis : Penguatan tegangan Penguatan arus Impedansi keluaran Impedansi masukan : : : : Av Ai Zo = rC/re’ = hfe = rE Zi = RE // re’ » re’ (karena RE >> re’) Penguat Operasi (Op-Amp) Penguat operasi (operating amplifier. Penguat operasi telah memperoleh pengakuan secara luas sebagai suatu komponen elektronik yang serba guna. dikenal sebagai op-amp) adalah suatu penguat gandengan langsung dengan bati (gain) tinggi dan dilengkapi dengan umpan balik untuk mengendalikan kinerjanya secara menyeluruh. Penguat operasi biasanya diperoleh dalam rangkaian terintegrasi (integrated circuit = IC) analog.

pengubah arus ke tegangan. dengan keterangan sebagai berikut: 80 . pengubah tegangan ke arus. pengikut tegangan DC dan sebagainya. Penguat Operasi Dasar Suatu penguat operasi dapat digunakan untuk berbagai keperluan. IC ini mempunyai delapan kaki.· impedansi masukan · penguatan tegangan · lebar pita Zi = tak terhingga Av = . misalnya penguat membalik. yaitu penguat membalik (inverting amplifier) dan penguat tak membalik (non inverting amplifier). penjumlah. penggeser fasa. Berikut ini akan dibahas dua penguat dasar. Penguat operasi yang dipakai disini adalah tipe 741 yang telah banyak dikenal. penguat tak membalik.tak terhingga · impedansi keluaran Zo = 0 BW = tak terhingga · keseimbangan sempurna Vo = 0 bila V1 = V2 · karakteristik tak berubah karena suhu Gambar41.

Penguat Membalik (Inverting Amplifier) Beberapa rumus praktis pada penguat membalik (dengan umpan balik): Penguatan tegangan Impedansi masukan : : AVf Zif = . Keluaran dari penguat ini mempunyai fasa yang berlawanan dengan masukannya. Tata Letak Kaki IC 741 · · · · · · · Kaki 1 & 5 : offset null Kaki 2 : masukan membalik (inverting input) Kaki 3 : masukan tak membalik (non inverting input) Kaki 4 : tanah (ground) Kaki 6 : keluaran Kaki 7 : catu tegangan positif Kaki 8 : tak digunakan Penguat membalik mempunyai ciri yaitu yang dipakai sebagai masukan adalah masukan membalik. Gambar 43.Rf / Ri = Ri 81 . sementara masukan tak membalik dihubungkan ke tanah (ground).1 2 3 4 8 7 6 5 Gambar 42.

Zi dan Zo terdapat pada lembaran data IC. 82 . Gambar 44. Penguat Tak Membalik (Non Inverting Amplifier) Beberapa rumus praktis pada penguat tak membalik (dengan umpan balik): Penguatan tegangan Impedansi masukan Impedansi keluaran : : : AVf = (R2 / R1) + 1 Zif Zof = Zi = Zo 1+ A R1 R1 + 2 R dimana Zi = impedansi masukan tanpa umpan balik Zo = impedansi keluaran tanpa umpan balik A = penguatan tanpa umpan balik Nilai A. Penguat tak membalik mempunyai ciri yaitu masukan yang dipakai adalah masukan tak membalik (non inverting input) dan keluarannya sefasa dengan masukannya.Impedansi keluaran : Zof = Zo 1+ A Ri Ri + f R dimana Zo = impedansi keluaran tanpa umpan balik A = penguatan tanpa umpan balik Nilai A dan Zo terdapat pada lembaran data IC.

dalam hal ini secara praktis dilemahkan. dalam hal ini dibiarkan lewat.Salah satu terapan khusus dari penguat tak membalik adalah penguat dengan penguatan satu. Impedansi masukannya sangat tinggi. Penguat Tak Membalik dengan Penguatan Satu Untuk penguat ini. atau Vo = Vi. ada frekuensi yang diterima. penguat ini sering dipakai sebagai penyangga tegangan (buffer voltage) Filter Filter adalah suatu sistem yang dapat memisahkan sinyal berdasarkan frekuensinya. dan ada pula frekuensi yang ditolak. tegangan keluaran sama dan sefasa dengan tegangan masukan. Rangkaian untuk terapan ini adalah sebagai berikut: Gambar 45. Hubungan keluaranmasukan suatu filter dinyatakan dengan fungsi alih (transfer function): 83 . Karena karakteristiknya tersebut. sementara impedansi keluarannya mendekati nol.

Filter lolos atas (high pass filter). 3. 84 . frekuensi dari w1 radian/detik sampai w2 radian/detik adalah dilewatkan. sementara frekuensi lain ditolak. dimana w0 adalah frekuensi cut-off. 1.kuantitas output fungsi alih = = T kuantitas input Magnitude (nilai besar) dari fungsi alih dinyatakan dengan |T|. sementara pada stop band. Filter lolos bawah (low pass filter). sementara frekuensi lain diteruskan. berkebalikan dengan filter lolos pita. stop band berawal dari w = 0 radian/detik sampai dengan w = w0 radian/detik. Berikut ini gambaran karakteristik filter ideal dalam grafik magnitude terhadap frekuensi (dalam radian/detik). magnitude-nya adalah 1 (= 0 dB).¥ dB). dimana w0 adalah frekuensi cut-off. frekuensi dari w1 radian/detik sampai w2 radian/detik adalah ditolak. 4. Filter dapat diklasifikasikan menurut fungsi yang ditampilkan. yaitu passband dan stopband. magnitude-nya adalah nol (= . Filter lolos pita (band pass filter). Dalam pass band ideal. pass band berawal dari w = 2pf = 0 radian/detik sampai dengan w = w0 radian/detik. berkebalikan dengan filter lolos bawah. dengan satuan dalam desibel (dB). Berdasarkan hal ini filter dapat dibagi menjadi 4. 2. dalam term jangkauan frekuensi. Filter stop band.

85 . bukan 0 dB. Karakteristik Filter Ideal Karakter filter riil tidaklah sama dengan karakter filter ideal. Dalam filter riil. yang kemiringannya dinyatakan dalam dB/oktav atau dB/dekade. Pada filter riil juga terdapat apa yang disebut pita transisi (transititon band). frekuensi cut-off mempunyai magnitude -3 dB.|T| 0 dB |T| 0 dB pass stop 0 w0 w filter lolos bawah ideal |T| 0 dB pass stop 0 w0 w filter lolos atas ideal |T| 0 dB pass stop 0 w1 w2 w filter lolos pita ideal stop pass 0 w1 w2 w filter bandstop ideal Gambar 46.

induktor (L) dan kapasitor (C).|T| 0 dB |T| Low pass 0 dB High pass -3 dB Transisi -3 dB 0 |T| 0 dB w0 Band pass w 0 |T| 0 dB w0 Band stop w -3 dB -3 dB 0 w1 w2 0 w1 w2 Gambar 47. Filter ini mempunyai beberapa kelemahan. Komponen filter hanya terdiri dari komponen-komponen pasif : tahanan (R). RC. khususnya filter yang menggunakan induktor (L) c. Karakteristik Filter Riil Menurut pemakaian komponen aktif. peka terhadap masalah kesesuaian impedansi b. relatif berukuran besar dan berat. khususnya untuk frekuensi rendah atau untuk arus yang cukup besar 86 . antara lain: a. filter dapat dibedakan menjadi filter pasif dan filter aktif. Filter Pasif Yaitu filter yang tidak menggunakan komponen aktif. non linieritas. LC atau RLC. 1.

2. Filter Aktif

Yaitu filter yang menggunakan komponen aktif, biasanya transistor atau penguat operasi (op-amp). Kelebihan filter ini antara lain:
a. untuk frekuensi kurang dari 100 kHz, penggunaan

induktor (L) dapat dihindari
b. relatif lebih murah untuk kualitas yang cukup baik,

karena komponen pasif yang presisi harganya cukup mahal Beberapa macam filter yang termasuk ke dalam filter aktif adalah :
a. Filter Lolos Bawah (Low Pass Filter)

Suatu filter lolos bawah orde satu dapat dibuat dari satu tahanan dan satu kapasitor seperti pada Gambar 19. Filter orde satu ini mempunyai pita transisi dengan kemiringan -20 dB/dekade atau –6 dB/oktav. Penguatan tegangan untuk frekuensi lebih rendah dari frekuensi cut off adalah: Av = - R2 / R1 sementara besarnya frekuensi cut off didapat dari: fC = 1 / (2pR2C1)

87

Gambar 48. Filter Lolos Bawah Orde 1
b. Filter Lolos Atas (High Pass Filter)

Suatu filter lolos bawah orde satu dapat dibuat dari satu tahanan dan satu kapasitor seperti pada Gambar 49 (perhatikan dengan perbedaannya 20 dengan Gambar atau 6 48 pada penempatan C1). Filter orde satu ini mempunyai pita transisi kemiringan dB/dekade dB/oktav. Penguatan tegangan untuk frekuensi lebih tinggi dari frekuensi cut off adalah: Av = - R2 / R1 sementara besarnya frekuensi cut off didapat dari: fC = 1 / (2pR1C1) (Catatan : perhatikan perbedaan dengan rumus pada filter lolos bawah).

88

Gambar 49. Filter Lolos Atas Orde 1
c. Filter Lolos Pita (Band Pass Filter)

Suatu filter lolos pita dapat disusun dengan menggunakan dua tahap, pertama adalah filter lolos atas dan kedua adalah filter lolos bawah seperti pada gambar berikut:

Gambar 50. Filter Lolos Pita Penguatan tegangan untuk pita lolos adalah: Av = (-R2 / R1) (-R4 / R3) Besarnya frekuensi cut off atas didapat dari: fCH = 1 / (2pR1C1) Besarnya frekuensi cut off bawah didapat dari: fCL = 1 / (2pR4C2)

89

Vsat R3 Vref (+V T dan . salah satunya adalah generator gelombang sinus dengan osilator jembatan Wien. Pembangkit Gelombang kotak 2) Pembangkit Gelombang Sinus Terdapat berbagai macam pembangkit gelombang sinus dalam rangkaian elektronika.Osilator Yang termasuk ke dalam golongan osilator adalah 1) Pembangkit Gelombang Kotak Pembangkit gelombang kotak disebut juga multivibrator astabil atau multivibrator bergerak bebas (free-running). Dalam Gambar 52. R1 +15 V 741 Vout + Vsat + C -15 V R2 0V . penerapan osilator jembatan Wien untuk menghasilkan gelombang sinus dengan menggunakan op- 90 . berikut diperlihatkan sebuah contoh amp 741. karena keluaran terus menerus berubah keadaannya (tinggi dan rendah) tanpa adanya masukan.V T) Gambar 51.

sebuah lagi untuk membuat integrator. Pembangkit Gelombang Sinus Jembatan Wien Frekuensi keluaran dapat ditentukan dengan rumus : 1 ¦out = 2p R1 R2 C1 C2 Atau bila R1 = R2 dan C1 = C2 .1 uF R5 = 22K R2 = 10K +15 V 741 Vout -15 V Umpan balik negatif Gambar 52.1 uF Umpan balik positif R3 =22K R4 = 50K R1 = 10K C2 = 0. 91 .1 V C1 = 0. maka 1 2 p R1 C1 ¦out = 3) Pembangkit Gelombang Segitiga Untuk pembangkitan gelombang segitiga digunakan dua buah op-amp. Sebuah op-amp dipakai untuk membuat rangkaian dasar yakni pembangkit gelombang kotak.1N 4739(Vz = 9.

Rangkaian Gelombang Segitiga dan Bentuk Gelombang Keluaran 92 .VT .C2 = 1 uF R1 = 100 K + 741 R2 = 22 K - R4 = 100 K+ 741 Vtri C1 = 0.2 uF R3 = 10 K Vsqu +15 V + Vsat + VT Vsqu Vtri » 13 .Vsat -15 V » 26 Gambar 53.

filter aktif. penanding (comparator). pencampur (mixer). Rangkuman 5 ü Penguat Tunggal Emitor adalah penguat yang paling banyak digunakan.c. penguat diferensial (differential amplifier). LC atau RLC. Penguat ini mempunyai penguatan tegangan maupun penguatan arus. dan kedua. sedangkan impedansi keluarannya rendah. Penguat ini kadang diterapkan dalam penguat untuk frekuensi tinggi (di atas 10 MHz). 93 . integrator. ü Filter dibedakan menjadi dua : a) Filter Pasif yaitu filter yang tidak menggunakan komponen aktif sehingga hanya terdiri dari komponenkomponen pasif : tahanan (R). ü Penguat Tunggal Kolektor biasanya dipakai sebagai transformator impedansi. tanggapan frekuensinya lebar. Contoh penggunaannya misalnya untuk penguat AC. Penguat ini lebih unggul dibanding transformator biasa dalam dua hal. pertama. penguat instrumentasi. ü Penguat Tunggal Basis sedikit terapannya dalam teknik frekuensi rendah. RC. penguat DC. pembangkit gelombang dan sebagainya. ada penguatan daya. karena impedansi masukannya tinggi. ü Penguat Operasi (Op-Amp) mempunyai terapan yang sangat banyak dan harganya relatif murah. karena impedansi masukannya yang begitu rendah akan membebani sumber sinyal. Hanya saja perlu diingat bahwa penguat ini mempunyai impedansi masukan yang relatif rendah dan impedansi keluaran yang relatif tinggi. dimana lazimnya sumber sinyalnya berimpedansi rendah. induktor (L) dan kapasitor (C). diferensiator. penguat penjumlah (summing amplifier).

ü Pembangkitan gelombang ada 3 macam. yaitu : a) Pembangkitan gelombang kotak b) Pembangkitan gelombang sinus c) Pembangkitan gelombang segitiga d. Rangkaian Penguat Tunggal Emitor 94 . Tugas 5 Berikan contoh aplikasi penggunaan : 1) Penguat 2) Filter 3) Pembangkit gelombang e. biasanya transistor atau penguat operasi (op-amp). penguatan arus. Tes Formatif 5 1) Hitunglah berapa penguatan tegangan.b) Filter Aktif yaitu filter yang menggunakan komponen aktif. impedansi masukan dan keluaran pada rangkaian Penguat Tunggal Emitor dibawah ini Gambar 54.

Jelaskan alasannya! 95 . Filter Lolos Atas Orde 1 3) Pada perancangan penguat dengan inverting amplifier.2) Berapakah kemiringan pada transition band yang dihasilkan oleh rangkaian filter di bawah ini? dan jika nilai R1 = 5 k W. dan C1 = 100 nF. tahanan umpan balik hendaknya dipilih agar nilainya tidak terlalu besar (kurang dari 100 k W). berapa frekuensi cut-off nya? Gambar 55. R2 = 10 k W.

41) = 56641 Ohm.67 Ohm @ 6.41 = 641 Ohm. maka: Zib = 100 (560 + 6.86 Impedansi keluaran : Zo = RC = 2.9 mA = 6. Kunci jawaban formatif 5 1) Penguatan tegangan tanpa C3 A = RC / RE = 2200/560 = 3. sehingga: Zi = R1 // R2 // Zib = 6758.2 k Ohm Impedansi masukan tanpa C3 : Zib = hfe (rE + re’) . misalkan nilai penguatan arus hfe = 100.41 = 343.f.8 k Ohm Impedansi masukan dengan C3 : Zib = hfe .79 V sehingga re' = 25 mV / 3. re’ = 100 x 6.2 : Penguatan arus : Ai = R2 / RE = 10000 / 560 = 17.59 Ohm @ 592 Ohm 2) Menghasilkan kemiringan sebesar + 6 dB/dekade dan frekuensi cut-off sebesar: fC = 1/(2pR1C1) = 1/(2p(10000)(100 x 10-9)) = 159.6 dan VR2 = 10/(10+33) x 12 V = 2. maka: Zi = R1 // R2 // Zib = 591.16 Hz 3) Karena tahanan umpan balik yang terlalu besar akan menyebabkan rangkaian menjadi lebih peka terhadap derau (noise) 96 .9 Penguatan tegangan dengan C3 : IE = V/RE dimana VE = VR2 – 0.41 Av = RC / re' = 2200 / 6.

..................... 10)Kabel penghubung .. 5) IC LM 741 ..................... perhatikan letak kaki-kaki penguat operasi dan kaki-kaki kapasitor elektrolit 3) Sebelum catu daya dihidupkan.... Bila simpangan terlalu kecil dan masih di bawah batas ukur yang lebih rendah................ 3) Catu daya 12 Volt ............... 7) Resistor variabel 10 k Ohm ............... 9) Kertas Semilog .................................................. 97 . 8) Kapasitor 0..................................... 4) Pembangkit sinyal ..................... hubungi guru untuk mengecek kebenaran pemasangan rangkaian........... dan atur kontras secukupnya 5) Dalam menggunakan meter kumparan putar.................. mulailah dari batas ukur yang besar............. turunkan batas ukur........................... Lembar kerja 5 Alat dan Bahan : 1) Osciloscope .......... 4) Kalibrasi osciloscope........................ 6) Resistor 10 k Ohm ..............01 mF............................g.............. 2) Multimeter . Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Pastikan tegangan keluaran catu dibutuhkan 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 2 buah 1 buah secukupnya secukupnya daya sesuai yang 2) Dalam menyusun rangkaian......................

juga pembangkit sinyal dan oscilloscope! 4) Pilihlah sinyal jenis sinus pada pembangkit sinyal! Pilihlah frekuensi 10 Hz! Aturlah amplitudo sinyal keluaran dari pembangkit sinyal. dibawah ini: (catu daya untuk penguat operasi tidak digambar)! Gambar 54.Langkah Kerja 1) Susunlah rangkaian seperti Gambar 22. Sehingga Tabel 12 berikut dapat terisi secara lengkap: 98 . Rangkaian Filter Lolos Bawah Orde 1 2) Aturlah kedua resistor variabel pada nilai 5. sedemikian rupa sehingga keluaran filter maksimum dan tidak cacat! 5) Ukurlah tegangan puncak ke pucak pada masukan (Vi) dan pada keluaran (Vo) dengan menggunakan oscilloscope! Kemudian ulangi hal tersebut untuk berbagai frekuensi! Hitunglah perbandingan Vo dan Vi.9 k Ohm! 3) Hidupkan catu daya untuk filter. kemudian nyatakan perbandingan tersebut dalam dB.

10 .20 10 100 1 k 10k frekuensi (Hz). sementara nilai perbandingan Vo/Vi (dalam dB) digambar pada sumbu vertikal yang linier! dB linier 0 -3 . Contoh Grafik Tanggapan Frekuensi 99 . log Gambar 55.Tabel 12. Tabel Tanggapan Frekuensi dari Filter Lolos Bawah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Frek (Hz) 10 50 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 Vi (volt) Vo (volt) Vo/Vi Vo/Vi (dB) 6) Pindahkan hasil pengamatan dalam tabel diatas ke dalam kertas semilog! Nilai frekuensi dalam Hz tersebut digambar pada sumbu datar yang logaritmis.

7) Amati dari grafik hasil pengamatan! Berapakah magnitude pada frekuensi 1 k Hz ? Apakah nilainya –3 dB ? Kalau tidak. Kenapa tidak menggunakan filter aktif ? 100 . filter yang digunakan biasanya adalah filter pasif. kenapa? Dan bagaimana cara untuk membetulkannya? Lembar Latihan 1) Berapakah nilai magnitude pada filter riil dimana frekuensi cut-off berada? 2) Apa yang membedakan filter pasif dengan filter aktif ? 3) Sebutkan kelebihan filter aktif dibandingkan dengan filter pasif ! 4) Pada pesawat pemancar radio.

KUNCI JAWABAN LEMBAR EVALUASI Prosedur Perancangan Pembangkit Gelombang Kotak Dengan memanfaatkan prinsip umpan balik.BAB III LEMBAR EVALUASI A. PERTANYAAN Buatlah langkah-langkah atau prosedur untuk merancang salah satu rangkaian pembangkit gelombang. Kedua komponen tersebut memberikan tetapan waktu RC. perancangan dapat menggunakan Untuk memperjelas prosedur gambar rangkaian berikut ini: R1 +V Vout + C1 -V R2 R3 Resistor R2 dan R3 membentuk pembagi tegangan dengan ratio sama dengan dua kali tetapan waktu. boleh rancangan rangkaian pembangkit gelombang kotak. sinus ataupun prosedur rancangan pembangkit gelombang segi tiga! B. Frekuensi gelombang kotak ditentukan oleh rangkaian umpan balik R dan C. sehingga frekuensi dapat ditentukan dengan rumus : 101 . dengan sebuah op-amp dapat menghasilkan sebuah rangkaian pembangkit gelombang kotak.

5. 3. 2. C.1 fout = ¾¾¾ 2RC Dengan menggunakan rumus tersebut maka dapat dilakukan pemilihan komponen elektronika yang akan digunakan yaitu : 1. Pilih R1 misalnya 100kW Pilih R2 sama dengan R1 yaitu 100kW Hitung R3 berdasarkan rumus teori : R3 = 0.167 Nilai Akhir = 0. KRITERIA KELULUSAN Teori No 1 Tipe Pertanyaan Uraian Jumlah Soal 1 Jumlah Skor 100 Praktek No 1 2 3 4 5 6 Uraian Ketepatan alat/bahan Kebenaran hasil praktek Keselamatan kerja Prosedur kerja Interpretasi hasil Waktu Jumlah 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Bobot 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 Nilai Praktik = Jumlah x 4.7 Nilai Praktik Jika skor nilai akhir telah mencapai 70 maka peserta diklat dinyatakan lulus 102 .86 R2 Selanjutnya menentukan frekuensi yang diinginkan Dengan rumus diatas maka C1 = ½ f.R1 Kemudian komponen dirakit dan diuji hasil perhitungannya. 6. 4.3 Nilai Teori + 0.

BAB IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas serta evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian. Apabila dinyatakan lulus maka dapat melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta kududukan modul. 103 . sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul selanjutnya. peserta diklat dapat dinyatakan lulus/ tidak lulus.

DAFTAR PUSTAKA Hughes. Aneka Hoby Elektronika. Woollard.inc 104 . 1987. Elektronika Teori dan Penerapannya. 1999. Fredrick W. Jakarta : Elex Media Komputindo. Barry. Bandung : ITB Bandung. Jakarta : Elex Media Komputindo. GC. Elektronika Praktis. 2001. 1999. Jakarta : PT Pradnya Paramitra. 1990. Robert. USA :Prentice Hall. Sutrisno. Bandung : CV. Dedy. 1993. Boylestad. Rusmadi. Loveday. Panduan Op-Amp. Melacak Kesalahan Elektronika. Pionir Jaya. Electronic Devices And Circuit Theory.