LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

(JUDUL PROGRAM) BIDANG KEGIATAN: PKM Kewirausahaan*

Oleh : Muhammad Adam Dalimunthe Rininda Yuliana Sakinah Irvan Sanjaya Edo Natunas Tria Veni Dwintasari (H34063134 / 2006) (I34063146 / 2006) (H44063152 / 2006) (H44060876 / 2006) (F24050719 / 2005)

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011

*) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih), M (merah), T (biru), dan K (kuning)

Anggrek No.com 5.Ir.HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN AKHIR PKM 1. Sinarsari.490. C31.1. Bogor / 085697222767 f. No. Muhammad Adam Dalimunthe NIM. Bidang Kegiatan 3. Dosen Pembimbing Prof.09.198503. Anggota Pelaksana Kegiatan: 4 orang 6.00 8. 19581228. dan K (kuning) .003 MegawatiSimanjuntak. Ketua Pelaksana Kegiatan a. NIP : 132 311 727 c. Alamat Rumah/HP : Jl. Ir. *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). Dr. Dosen Pendamping a. T (biru). Darmaga.19. Bogor / 081310870695 7. Nama Lengkap b.d. Rw. Juli 2008 Ketua Departemen Agribisnis Bogor. M (merah).01. Dramaga. SP NIP. Alamat Rumah/HP Muhammad Adam Dalimunthe H34063134 Agribisnis INSTITUT PERTANIAN BOGOR Pondok AA. Nama Lengkap dan Gelar: Megawati Simanjuntak. Institut e. Yonny Koesmaryono. Nunung Kusnadi. Jalan Babakan Tengah (Bateng). Rt. NIM c. Judul Kegiatan : TAS SERUT DUA SISI SEBAGAI TREN BARU YANG EKONOMIS SEKALIGUS MEDIA KAMPANYE CINTA LINGKUNGAN : ( ) PKMP (¥) PKMK ( ) PKMT ( ) PKMM : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa (¥) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan : : : : : 2.548. Departemen d. Alamat e-mail : adam_dalimunthe@yahoo. Biaya Kegiatan Total Dikti : Rp 5. Ketua Pelaksana Kegiatan Dr. Jangka Waktu Pelaksana : Februari s. MS NIP. Bidang Ilmu 4. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. 26 Juni 2008 Menyetujui. MS NIP. SP b.

Usaha tas ini bertujuan menambah variasi tas untuk berbagai kalangan. yaitu kain katun bermotif dan kain blacu sehingga memiliki kualitas yang baik. Model pertama ialah tas serut yang disandang dengan bahan kain motif. Di bawah abstrak disertakan 3-5 kata kunci (key words).ABSTRAK Pada halaman abstrak berisi tidak lebih dari 250 kata dan merupakan intisari seluruh tulisan yang meliputi latar belakang. Ketika tas serut tersebut dibalik dan menjadi sisi dalam. Tas ini terbuat dari dua lapis bahan. serta membuka peluang kerja bagi masyarakat umum dalam peningkatan jiwa kewirausahaan. Usaha tas serut dua sisi yang menyertakan pesan cinta lingkungan pada setiap produknya dilatarbelakangi oleh rendahnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.728. meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. M (merah). Produksi.00. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bisnis tas serut dua sisi dengan brand ³BG´ ini merupakan usaha yang menjanjikan. tujuan. Secara spesifik komoditas dalam bisnis ini adalah tas serut dua sisi. *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). yaitu perusahaan konveksi. sisi dalam sebelumnya akan menjadi sisi luar. Produksi tas dilakukan melalui kerja sama dengan pihak kedua. T (biru). yaitu tas selempang dengan bahan kain blacu yang diberi sablon berisi pesan cinta lingkungan. Kata Kunci : Tas serut. Contoh : ABSTRAK Kota Bogor yang menjadi salah satu sentra industri tas di Indonesia mendorong munculnya inovasi dan kreasi dalam usaha desain dan produksi tas. Keistimewaan tas ini adalah terdapatnya dua model dalam satu tas.500. Proses produksi ini akan dilakukan sepenuhnya oleh karyawan perusahaan konveksi dengan menggunakan desain dan bahan kain motif dari tim PKM. dan K (kuning) . Sementara itu metode pemasaran yang menjadi andalan dari usaha ini adalah promosi secara Word Of Mouth (WOM) dan direct selling. metode dan hasil. Selama ini tanggapan pasar cukup positif hingga total laba bersih yang dihasilkan sampai minggu ke-3 Juni 2008 mencapai Rp 1. Promosi. Kewirausahaan.

Contoh: KATA PENGANTAR Bogor. 25 Juni 2008 Tim Penyusun *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). T (biru). dan K (kuning) .KATA PENGANTAR Untuk kata pengantar disesuaikan dengan kreativitas masing-masing. M (merah).

Karena tas merupakan benda yang sering digunakan ke tempattempat umum.1 Latar Belakang Masalah Sertakan kreativitas yang meliputi orisinalitas. M (merah). Selain itu sebelumnya *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). Menurut salah satu konsep pemasaran. dan K (kuning) . banyak wisatawan domestik yang mengunjungi kawasan industri tas ini. rumusan masalah. yaitu tas selempang dengan bahan kain blacu yang diberi sablon berisi pesan-pesan cinta lingkungan. keunikan. inovasi. Model pertama ialah tas serut yang disandang dengan bahan kain motif. contoh: Salah satu industri tas lokal yang dikenal oleh masyarakat Indonesia berada di Kota Bogor. PENDAHULUAN Merupakan gambaran umum dari observasi awal dan fenomena mengenai topik yang diangkat. Terutama pada hari libur. tujuan kegiatan (penelitian. T (biru). Tema cinta lingkungan ini dipilih karena banyak sekali masalah lingkungan di Indonesia yang disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat. kemanfaatan. sisi dalam sebelumnya akan menjadi sisi luar. Pesan-pesan tersebut akan disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan menarik. yaitu mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. konsumen akan menyukai produk yang selaras dengan daya belinya. konsumen akan menyenangi produk yang menawarkan mutu dan kinerja yang paling baik serta istimewa. 1. Permintaan terhadap tas cenderung stabil bahkan meningkat pada waktu tertentu. seperti menjelang Hari Raya Idul Fitri dan tahun ajaran baru. atau yang lainnya) serta manfaat untuk waktu yang akan datang (lihat sistematika usulan PKM ). Industri tas di Kota Bogor yang ada saat ini memiliki segmentasi pasar yang luas dari segi umur. Ketika tas serut tersebut dibalik dan menjadi sisi dalam. Tas ini memiliki brand tersendiri. Kualitas tas dapat dilihat dari kekuatan tas itu sendiri. pengabdian. yaitu Konsep Produk. Kota ini memiliki kepadatan dan keberagaman penduduk yang tinggi. Tas serut dua sisi dibuat dari dua lapis bahan. yaitu kain katun bermotif dan kain blacu sehingga memiliki kualitas yang baik. Satu tas terdiri dari dua model. Produksi tas serut dua sisi dengan harga terjangkau namun memiliki model yang bervariasi dan berkualitas baik sesuai dengan kedua konsep pemasaran tersebut. yaitu ³BG´ (Botanical Garden). Menurut konsep pemasaran lainnya. yaitu Konsep Produksi. Kota Bogor merupakan sasaran pemasaran tas yang memiliki prospek cerah. dan kemandirian.I. Latar belakang. Keberagaman daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor penting bagi industri tas. Pemasaran tas pun tidak hanya di lokasi industri tetapi juga di pusat-pusat perbelanjaan. Tas ini juga memiliki keistimewaan tersendiri. Nama tersebut cukup mencirikan Kota Bogor sehingga mempunyai peluang untuk dijadikan alternatif baru cinderamata Kota Bogor. diharapkan pesan-pesan tersebut tidak hanya tersampaikan pada konsumen tas tetapi juga orang lain yang dapat membaca pesan yang ada pada tas.

hipotesis yang akan diuji. Tas yang diproduksi juga harus didesain semenarik mungkin dan memiliki keistimewaan tersendiri. salah satunya menyertakan pesan-pesan cinta lingkungan.3 Tujuan Program Berikan pernyataan singkat mengenai tujuan kegiatan PKM-P. Strategi pemasaran yang dilakukan ialah promosi dari mulut ke mulut kepada para mahasiswa di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor. dugaan yang akan dibuktikan. Oleh karena itu upaya desain dan produksi tas serut dua sisi ini memiliki peluang yang cukup baik sebagai wirausaha.P dapat bertujuan untuk menjajagi. Usaha tersebut diwujudkan dengan memproduksi tas serut dua sisi yang menarik. Dengan desain yang unik dan istimewa tersebut tas serut dua sisi memiliki peluang untuk dijadikan cinderamata Kota Bogor. berkualitas. Rumuskan tujuan yang akan dicapai secara spesifik yang merupakan kondisi baru yang diharapkan terwujud setelah kegiatan PKM-T.000. PKM-K maupun PKM-M selesai. telah memproduksi tas serut satu sisi tanpa menyertakan pesan-pesan cinta lingkungan. M (merah). T (biru).mahasiswa. Rumusan tujuan hendaknya jelas dan dapat diukur. Oleh karena itu. sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengingat banyaknya masalah lingkungan yang terjadi dikarenakan oleh masyarakat itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tas serut memiliki pasar yang menjanjikan. 1. dan terjangkau. diperlukan suatu usaha untuk menekan biaya produksi tas agar terjangkau oleh konsumen dari kalangan apapun. atau peluang usaha yang akan diraih.00 per tas. Contoh: *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). Tas habis terjual dengan harga Rp. Tas tersebut diproduksi sebanyak 30 buah dengan biaya total produksi tiap tas ialah sebesar Rp. masalah yang akan dicari penyelesaiannya. Kegiatan PKM. atau membuat suatu model.000. 1. Padahal masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah atau pun para pelajar dan mahasiswa merupakan sasaran pemasaran yang cukup potensial. Selain itu Kota Bogor belum memilliki cinderamata ataupun produk nonpangan dengan brand yang khas untuk kota itu sendiri. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. dan K (kuning) . tanpa bantuan tenaga kerja upahan. 12.2 Perumusan Masalah Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti atau diselesaikan. 30.00. Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti. membuktikan atau menerapkan suatu gejala. dan lingkup yang menjadi batasan kegiatan PKM. menguraikan. Uraian perumusan masalah tidak harus dalam bentuk pertanyaan Contoh: Segmentasi pasar industri tas terkenal di Kota Bogor saat ini terbatas pada masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas. menerangkan. konsep atau dugaan. asumsi.

Contoh: a. b. Contoh: Melalui program ini diharapkan mahasiswa dengan dibantu industri kecil yang bergerak dalam bidang konveksi tas dapat memproduksi tas serut dua sisi dan mengembangkan pemasarannya sehingga wirausaha ini dapat terus bertahan. M (merah). Anggota yang terlibat dapat membentuk suatu kelompok usaha untuk mendapatkan profit dan pengalaman. Sebaiknya dijelaskan secara detil segmentasi kegunaannya. dan K (kuning) . Membuka peluang kerja bagi masyarakat umum dengan pengembangan produk tas 1. y PKMT Luaran program ini adalah karya inovatif dan kreatif dalam menciptakan karya teknologi. 3. Di samping itu diharapkan tas serut dua sisi dengan brand ³BG´ dapat dijadikan cinderamata khas Kota Bogor. Untuk Diri Sendiri Program ini merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan. y PKMK Luaran program ini adalah karya inovatif dan kreatif dalam membuka peluang usaha. 2. Untuk Kelompok *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). 4.4 Luaran yang Diharapkan y PKMP Luaran program ini adalah karya inovasi serta kreatif dalam penelitian.Program ini bertujuan mendirikan usaha pembuatan tas serut dua sisi dalam upaya untuk : 1. 1. T (biru). y PKMM Luaran program ini adalah karya inovatif dan kreatif dalam membantu masyarakat. Menambah variasi tas untuk kalangan remaja Memasyarakatkan produk tas serut dua sisi Menciptakan brand cinderamata Kota Bogor Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dengan kampanye cinta lingkungan 5.5 Kegunaan Program Kontribusi untuk khalayak kesesuaian program PKM.

Pengembangan usaha produksi tas serut dua sisi ini juga dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat. Gambaran usaha yang direncanakan harus menjanjikan perolehan profit untuk menjamin peluang keberlanjutan usaha setelah kegiatan PKM-K selesai dilaksanakan. Desain yang unik dengan brand tersendiri dapat menarik perhatian dan mudah diingat sehingga tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan menjadi cinderamata khas Kota Bogor. Tinjauan Pustaka bukan kumpulan teori. Jadi. Untuk Masyarakat Produksi tas serut dua sisi ini dapat menambah variasi tas yang menarik namun terjangkau bagi semua kalangan masyarakat. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai penyusun kapasitor adalah barium titanat (Hamonangan. Gambaran mengenai potensi sumberdaya dan peluang pasar termasuk analisis ekonomi usaha yang direncanakan disajikan secara singkat untuk menunjukkan kelayakan usaha. dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari pustaka acuan serta menjadi landasan usulan kegiatan PKM. II. temuan.Kelompok dapat belajar membangun team work dalam pelaksanaan program ini. Sertakan juga CASHFLOW dan Analisis SWOT Contoh: pada contoh kurang cashflow *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). M (merah). Selain itu program ini juga diharapkan dapat menjadi media bagi kelompok untuk belajar menciptakan link bisnis serta membangun usaha yang sustainable. TINJAUAN PUSTAKA (Untuk PKMP dan PKMT) Usahakan pustaka terbaru. Pesan-pesan yang ada pada tas ini dapat meningkatkan kesadaran konsumen dan masyarakat terhadap lingkungan. Tinjauan Pustaka menguraikan teori. Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari kegiatan PKM yang akan dilakukan. namun merupakan rangkaian teori yang mempunyai sebuah atau beberapa alur piker tentang terjadinya suatu peristiwa ilmiah (mechanism of action) dari suatu topik ilmiah yang dikaji. 2009) GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA (Untuk PKMK) Uraikan kondisi umum lingkungan yang menimbulkan gagasan menciptakan kegiatan usaha. relevan dan asli dari jurnal ilmiah. T (biru). c. Contoh: Kapasitor memiliki sifat menyimpan energy listrik/muatan listrik. dan K (kuning) . Tinjauan Pustaka mengacu pada Daftar Pustaka. serta memiliki banyak kegunaan di antaranya adalah untuk menghindari terjadinya loncatan listrik pada rangkaian-rangkaian yang mendukung kumparan.

melakukan promosi produk dan memasarkan produk ke tempat-tempat pemasaran. Penanggung Jawab Keuangan bertanggung jawab melakukan survei harga peralatan dan bahan -bahan di pasaran. Skema Susunan Organisasi Usaha ini merupakan usaha desain dan pemasaran tas. Walaupun produksi diserahkan kepada perusahaan konveksi. Pemasaran tas dilakukan oleh tim PKM. Koordinator Pelaksana (Muhammad Adam Dalimunthe) Penanggung Jawab Keuangan (Veni Dwintasari) Penanggung Jawab Logistik (Irvan Sanjaya) Penanggung Jawab Produksi (Edo Natunas Tria) Penanggung Jawab Pemasaran (Rininda Yuliana S.Usaha tas serut dua sisi ini dijalankan dengan suatu jalur koordinasi tim PKM yang disusun dalam suatu struktur organisasi dengan Koordinator Pelaksana yang bertanggung jawab penuh terhadap segala urusan perusahaan yang meliputi perencanaan. pengawasan dan pengevaluasian kegiatan dari awal produksi hingga pemasaran.) Gambar 1. Seluruh penanggung jawab saling berkoordinasi dengan koordinator pelaksana dalam bisnis tas serut dua sisi ini (Gambar 1). T (biru). dan pembukuan. pemasaran. mengatur arus kas dan membuat pembukuan. Penanggung Jawab Pemasaran bertanggung jawab menjalin kerja sama dengan pihak luar untuk memperlancar proses pemasaran. produksi. Penanggung Jawab Produksi bertanggung jawab merancang desain dan mengontrol proses. seperti terlihat pada Tabel 1. Tim PKM membuat desain model tas serta desain sablon pesan cinta lingkungan pada tas tersebut. tetap ada biaya operasional yang dikeluarkan oleh tim PKM setiap minggunya. dan K (kuning) . M (merah). Penanggung Jawab Logistik bertanggung jawab menyediakan peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan mulai dari perancangan. *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). pelaksanaan. Penjahitan dan penyablonan tas dilakukan oleh perusahaan konveksi yang bekerja sama dengan tim PKM.

M (merah).O. Kelemahan (weakness) tas ini adalah tidak tahan air. Sementara itu ancaman (threats) yang mungkin akan dihadapi adalah para pembajak dan pesaing.T analysis sederhana sebelum menyusun strategi pemasaran.000 10.000 5. yaitu tas selempang dengan bahan kain blacu yang diberi sablon berisi pesan-pesan cinta lingkungan. Hindari adanya kegiatan percobaan/penelitian dalam usulan PKM-M. tas ini terdiri dari dua model. sehingga menghasilkan targetting untuk remaja dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. dan berikan gambaran solusi yang ditawarkan termasuk teknologi yang akan digunakan. segmentation produk tas ini didasarka pada umur dan latar belakang ekonomi. Opportunities yang dapat kami temukan adalah pemasaran yang luas serta dapat dijadika brand baru di Kota Bogor karena Bogor belum memiliki brand khas.W.000 Seperti yang telah diutarakan sebelumnya. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN (Untuk PKMM) Penjelasan mengenai kondisi masyarakat sasaran yang akan menerima kegiatan pengabdian agar diuraikan secara faktual. desain tas yang unik. Dalam hal positioning diharapkan tas ini dapat memberikan image peduli lingkungan sekaligus trendy pada si pemakai. Ketika tas serut tersebut dibalik dan menjadi sisi dalam. serta harga yang terjangkau.Tabel 1. Berangkat dari hal tersebut. *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). Tim PKM melakukan S. T (biru). kualitas yang baik karena tas terdiri dari dua lapis kain (kain katun bermotif dan kain blacu). sisi dalam sebelumnya akan menjadi sisi luar. Model pertama ialah tas serut yang disandang dengan bahan kain motif. Namun targetting yang telah ditetapkan tidak menutup kemungkinan bagi semua umur dan kalangan ekonomi untuk membeli produk tas ini. Strength yang dimiliki oleh tas serut dua sisi ini adalah sablon pesan cinta lingkungan serta desain sablon yang unik. dengan kata lain tidak waterproof.000 20.. Biaya Operasional selama Satu Minggu No 1 2 3 4 Jumlah Telepon Transportasi Promosi Alat Tulis Uraian Biaya (Rp) 5. Uraikan permasalahan yang dihadapi masyarakat yang membutuhkan bantuan penyelesaiannya. dan K (kuning) .000 40.

M (merah). Produksi Produksi tas serut dua sisi selama empat bulan dilakukan melalui kerja sama dengan pihak kedua. Khusus untuk PKM-P digunakan Metode Penelitian. Positioning). model yang digunakan. Berikut adalah skema pembuatan tas serut dua sisi : Kain Pemotongan kain Pembuatan pola Pemotongan sesuai pola Penjahitan kain motif dan kain blacu menjadi dua tas Penyatuan kedua tas Pemasangan tali Tas Serut Dua Sisi *) disesuaikan pada Penyablonan pesan cinta lingkungan di kain blacu bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). dan K (kuning) . Untuk PKMK mencakup 4P dan STP (Segmentasi. METODE PENDEKATAN Uraikan metode yang digunakan dalam pelaksanaan program secara rinci. Proses produksi ini akan dilakukan sepenuhnya oleh karyawan perusahaan konveksi dengan menggunakan desain dan bahan kain motif dari tim PKM. yaitu perusahaan konveksi.III. rancangan penelitian. Contoh: 1. Untuk semua proposal PKM yang didanai wajib mencantumkan Indikator Keberhasilan Jangka Pendek (IKJP) dan membuat LogBook (setiap tahap ditandatangani Pembimbing) untuk memudahkan monitoring. cara penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian. Targeting. Uraian untuk PKM-P dapat meliputi variable dalam penelitian. PKM-K dan PKM-M merupakan teknik atau cara menyelesaikan permasalahan (butir C) dan sekaligus untuk mencapai tujuan program (butir D). teknik pengumpulan data dan analisis data. T (biru). Sedangkan metode untuk PKM-T.

dan K (kuning) . digunakan leaflet/brosur maupun cara word of mouth (dari mulut ke mulut). promotion. strategi pemasaran tas yang diterapkan adalah berdasarkan bauran pemasaran (4P). d. yaitu 80%. yaitu product.W. Kegiatan evaluasi wajib dihadiri oleh pemimpin usaha (CEO) dan seluruh manajer yang bertanggung jawab pada bidangnya masing-masing. Produksi Tahap ini berhasil jika produksi memenuhi target setiap bulan (kuantitatif dan kualitatif) dan tepat waktu. Pemasaran Pemasaran dapat dikatakan berhasil jika perusahaan berhasil melakukan perjanjian dengan beberapa toko tas di Kota Bogor. Dari sisi place. Praoperasi Kegiatan ini dikatakan berhasil jika bahan kain motif yang dibutuhkan untuk produksi telah diperoleh sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.T analysis. 4.Tas Serut Dua Sisi Gambar 2. yaitu hanya Rp 35. Cara lain yang digunakan ialah melakukan perjanjian kerja sama dengan beberapa tok tas di o Bogor dan direct selling.O. serta memenuhi target penjualan. M (merah). melakukan promosi dengan leaflet dan promosi dari mulut ke mulut. pemasaran dilakukan di tempat yang mudah dijangkau oleh konsumen target pasar. Aspek keuangan usaha dinilai pada minggu ke-4 setiap bulan.00 per tas. T (biru). Pemasaran Terkait dengan S.000. meliputi : a. Hal-hal yang penting dilakukan dalam tahap evaluasi kegiatan. Tahap ini dikatakan tidak berhasil jika target penjualan kurang dari 60%. place. Dari sisi promotion. Evaluasi *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). Dari sisi product akan ditonjolkan keunikan. Diagram Alir Pembuatan Tas Serut Dua Sisi 3. b. Sementara itu dari sisi price ditonjolkan harga yang mampu bersaing dengan para kompetitor lainnya. kualitas. Evaluasi Kegiatan Evaluasi kegiatan dilakukan secara internal dengan melihat jumlah dan mutu produk. dan price. serta pesan cinta lingkungan pada tas. c.

PELAKSANAAN PROGRAM Buatlah jadwal kegiatan PKM yang meliputi rinci kegiatan persiapan. beberapa pasar di daerah Bogor.Proses ini berhasil jika seluruh penanggung jawab melaporkan hasil kegiatan divisinya selama satu bulan kepada Koordinator Pelaksana dan laporan hasil kegiatan telah dibuat sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. serta Kampus IPB. Penjelasan detail yang terkait dengan waktu dan tempat akan disampaikan pada bagian Tahapan Pelaksanaan. Untuk menghindari keterikatan waktu pelaksanaan dengan periode waktu tertentu. IV. M (merah). Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tahapan Pelaksanaan/Jadwal Faktual Pelaksanaan Instrumen Pelaksanaan Rancangan dan Realisasi Biaya Contoh: 1. Sebagai contoh. Catatan : lama pelaksanaan PKM maksimal 5 bulan. Khusus dalam hal finansial dilakukan evaluasi menggunakan laporan kas dan laporan laba rugi. dan seterusnya. Tempat pelaksanaan adalah di tempat kost salah satu anggota tim. Tabel 2. dan seterusnya. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Program PKM ini dilaksanakan dari Februari hingga Juli 2008. bukan bulan Maret. Februari Maret April Mei Juni Juli 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). bulan April. Barchart memberikan rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut. produksi. bulan ke-2´. pelaksanaan dan penyusunan laporan dalam bentuk Barchart. Jadwal Kegiatan Program No Uraian Persiapan kegiatan Proses praoperasi. Jadwal pelaksanaan mengacu pada Metode Pelaksanaan Program (h). untuk menggambarkan urutan waktu pelaksanaan. usahakan tidak menggunakan nama bulan secara eksplisit dalam penjadwalan rencana kegiatan. T (biru). Berikut ini adalah jadwal kegiatann program PKM Tas Serut Dua Sisi. gunakan kata ³bulan ke-1. dan K (kuning) . perusahaan konveksi.

Pemasaran menjangkau lingkungan kampus IPB serta berbagai SMA dan SMP di Kota Bogor. penerimaan pesanan dari konsumen. Persiapan kegiatan Persiapan kegiatan dilakukan pada bulan Februari dan Maret 2008. dan pemesanan tas ke perusahaan konveksi. dengan mengutamakan tas pesanan konsumen. pembelian bahan kain motif. Pemasaran Setiap akhir minggu tas yang telah diproduksi langsung dipasarkan. Produksi Produksi dilakukan mulai dari minggu pertama hingga minggu keempat setiap bulannya. Praproduksi Kegiatan praproduksi dilakukan pada minggu pertama setiap bulannya. Tahap selanjutnya adalah pembelian bahan kain motif berdasarkan pesanan konsumen dan peramalan selera konsumen. c. b. Materi kegiatan ini adalah perencanaan produksi. Setiap minggu diproduksi 20 tas. T (biru). Tahap pertama adalah perencanaan produksi yang dilakukan di rumah kontrakan salah satu anggota PKM.promosi dan pemasaran 3 4 5 Evaluasi kegiatan Monitoring Pelaporan 2. Tahapan Pelaksanaan a. dan K (kuning) . Tahap kedua adalah penerimaan pesanan dari konsumen yang dilakukan di kampus IPB yang diawali dengan promosi awal. Tim PKM juga melakukan perjanjian kerja sama dengan dua toko tas di Kota Bogor. M (merah). Tahap terakhir adalah pemesanan tas ke perusahaan konveksi. *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). Kegiatan ini dilakukan oleh karyawan perusahaan konveksi di tempat produksi mereka. d. Pada tahap ini juga dilakukan survei harga bahan kain motif di pasar-pasar di Kota Bogor. Tas jadi dapat langsung diambil oleh tim PKM di akhir minggu untuk dipasarkan. Tahap ini terdiri dari pencarian perusahaan konveksi yang akan membantu produksi tas. Pada tahap ini dilakukan penyusunan jadwal detail kegiatan bulan tersebut.

Poin-poin pada Hasil Laporan: a. termasuk pembahasan tentang pertanyaanpertanyaan yang timbul dari hasil observasi serta dugaan ilmiah yang dapat bermanfaat untuk kelanjutan bagi penelitian/kegiatan mendatang. V. Kegiatan ini dilakukan di tempat kost salah satu anggota PKM. Evaluasi Evaluasi dilakukan pada akhir minggu keempat setiap bulannya. Kreativitas Kegunaan sesuai bidang PKM y y y y Kontribusi bagi perkembangan ilmu dan teknologi bagi PKM-P Kontribusi terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat serta potensi paten bagi PKM-T Perolehan profit dan keberlanjutan usaha bagi PKM-K Kontribusi untuk meningkatkan tambah di masyarakat bagi PKM-M c. dan alat transportasi (sepeda motor dan angkutan umum). perbedaan dan persamaan dari hasil pengamatan terhadap informasi yang ditemukan dalam berbagai pustaka (penelitian/kegiatan terdahulu) perlu mendapatkan catatan disini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil menjelaskan tentang apa saja yang diperoleh dari observasi. kamera digital. T (biru). M (merah). 3. Data dapat diringkas dalam bentuk tabel dan gambar. Pembahasan umumnya berisi uraian dan analisis berkaitan dengan temuantemuan dari observasi yang telah dilakukan. Interpretasi dan ketajaman analisis dari penulis terhadap hasil yang diperoleh dikemukakan di sini. alat tulis. alat komunikasi (telepon selular).e. Pemecahan masalah yang berhasil dilakukan. Instrumen Pelaksanaan Pelaksanaan program ini ditunjang dengan laptop. Saat evaluasi dilakukan pelaporan hasil penjualan dan penyusunan laporan keuangan. b. Ketajaman analisis *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). dan K (kuning) . terutama dalam konteks yang berhubungan dengan apa yang pernah dilakukan oleh orang lain. Pada evaluasi juga didiskusikan berbagai kendala yang dihadapi sepanjang bulan tersebut.

Catatan penting: 1.tiff . dan K (kuning) . usahakan untuk memberi nama yang menggambarkan Isi dari file tersebut. Mood and Modality. J Rural Studies 10(2):197±210. setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam tubuh tulisan (lihat Pedoman khusus PKM-KT untuk detil dan contoh). Grinspoon L. The social integration of British home owners into rench rural communities. *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih).ii.VI. pelaksana diwajibkan disamping menyerahkan laporan dalam bentuk cetakan (hardcopy). Semua file disimpan dalam sebuah folder/direktori dengan nama folder/direktori mengikuti aturan penamaan sebagai berikut : PKMX-nnNamaPT-NamaDepanKetua-Judul_3_kata_Pertama dengan X : kode untuk PKM (P/T/K/M) nn : tahun anggaran pendanaan kegiatan NamaPT : Nama singkatan perguruan tinggi yang biasa digunakan Contoh: PKMP-06-UNDIP-Bambang-Optimasi Proses Separasi--PKMK-06-UNY-Hermawan-Sistem Deteksi Tanpa--Untuk setiap file yang disertakan. Halaman menggunakan angka Romawi ( i. Format gambar yang disarankan adalah. Hoggart K. Khusus PKM-AI ditulis dengan mengacu VANCOUVER STYLE. M (merah). di dalam Coppock JT (ed. T (biru). Secara umum kesimpulan menunjukkan jawaban atas tujuan yang telah dikemukakan dalam pendahuluan DAFTAR PUSTAKA (Untuk PKMP dan PKMK) Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan. juga foto dan gambar pada direktori terpisah dalam CD. Bakalar JB. 1994a. Contoh : Buller H. Dower M. Planning aspects of second homes. untuk PKM yang lain mengacu HARVARD STYLE. 1993. Cambridge: Cambridge Univ Press. Marijuana: the Forbidden Medicine. Dalam Laporan Akhir PKM. 1977. Foto bisa berasal dari kamera digital atau hasil digitasi menggunakan scanner. Palmer FR.2.iii) hanya pada halaman pengesahan. New England J Med 337(6): 435-439. abstrak. Second Homes: Curse or Blessing? Oxford: Pergamon Pr. KESIMPULAN DAN SARAN Merupakan bagian akhir tulisan yang membawa pembaca keluar dari pembahasan. 1994b.). VII. New drugs for acute respiratory distress syndrome. London: Yale Univ Press. dan kata pengantar terletak di pojok kanan bawah. begitu juga sebaliknya. dan softcopy dalam CD dengan format file Microsoft Word (doc) dan Adobe Acrobat Reader (pdf). Hoggart K. 1986. Buller H. Untuk setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka.3«) dimulai pada pendahuluan sampai lampiran terletak di pojok kanan atas.pdf atau jpg. Sedangkan untuk angka Arab (1. Hlm 210±237.

2. Cover belakang warna disesuaikan dengan bidang PKM tanpa sampul plastik. M (merah). T (biru). dan K (kuning) . *) disesuaikan pada bidang PKM masing-masing Pada cover muka disertakan sampul plastik berwarna yang disesuaikan dengan PKM: P (putih). Spasi 1 untuk penulisan dengan jumlah halaman maksimal sebanyak 25 (termasuk lampiran). 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful