BAB I PENDAHULUAN

1.1.

LATAR BELAKANG Salah satu cara untuk pengembangan ekonomi di Indonesia yaitu melalui pasar modal

yang merupakan sumber pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang dalam usaha memobilisasi dana masyarakat guna pengembangan dunia usaha. Sejak diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun 1977, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memajukan pasar modal. Melalui BAPEPAM-LK sebagai institusi Pemerintah yang memiliki kewenangan dalam membuat kebijakan sesuai dengan Pasal 4 Undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, diharapkan mampu mewujudkan pasar modal yang lebih menjanjikan untuk kemajuan dunia usaha. Perkembangan yang cukup menggembirakan dalam beberapa tahun yang lalu menunjukkan pasar modal merupakan salah satu bidang jasa keuangan di Indonesia yang cukup diminati. Hal ini tampak dari besarnya dukungan untuk pengembangan pasar modal baik dari pelaku pasar modal maupun Pemerintah. Melalui potensi para pemodal dewasa ini baik perorangan maupun institusional, lebih-lebih lagi dengan dibukanya kesempatan bagi investor asing untuk berpartisipasi dalam pasar modal di Indonesia. Diharapkan prospek pasar modal ke depan semakin menjanjikan. Investor asing

memiliki banyak pilihan, disamping mencari saham di bursa terkenal di Asia seperti Tokyo Stock Exchange di Jepang, Taiwan Stock Exchange di Taiwan, dan Seoul Stock Exchange di Korea Selatan, juga dapat dicari di bursa kawasan Asia Tenggara seperti Bursa Malaysia di Malaysia, The Stock Exchange of Thailand di Thailand, Singapore Exchange Ltd. di Singapore, dan tentunya Bursa Efek Jakarta di Indonesia. Perkembangan pasar modal ditentukan pula oleh berbagai kinerja organisasi, yaitu Bapepam, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal. Dari struktur organisasi pasar modal, fungsi Bapepam merupakan komponen yang memegang peranan penting terhadap kemajuan pasar modal Indonesia. Hal ini sesuai dengan yang diamanatkan Pasal 3 Undang-

karena apabila belum maka peluang terjadinya penyimpangan dan pelanggaran hukum semakin besar. konsekuensinya akan berhadapan dengan sanksi hukum sesuai dengan jenis dan kualitas pelanggaran. Dalam upaya memuaskan para stakeholder-nya. maka penting dilakukan penerapan sistem kualitas oleh Bapepam. Dengan .Undang Pasar Modal yaitu pembinaan. Pada saat ini upaya berkesinambungan dilakukan oleh Pemerintah dan masyarakat agar hukum dapat mengayomi dan menjadi landasan bagi kegiatan masyarakat dan pembangunan. pengendalian kualitas dan peningkatan kualitas. Disamping itu. yang meliputi perencanaan kualitas. pengaturan dan pengawasan kegiatan Pasar Modal dilakukan oleh BAPEPAM-LK. Adanya kepastian hukum merupakan wahana untuk timbulnya kepercayaan kepada pasar. Bapepam perlu mengetahui apakah peraturan-peraturan yang diterapkan di Pasar Modal sudah berlandaskan kualitas atau belum. baik internal yaitu antar unit kerja di lingkungan Bapepam maupun eksternal yaitu pelaku-pelaku Pasar Modal. Upaya untuk melakukan penegakan hukum harus berlangsung secara konsisten dengan tetap memperhatikan kepentingan perkembangan Pasar Modal itu sendiri. Dalam rangka itulah maka sesuai dengan amanah yang digariskan dalam UndangUndang Pasar Modal. pengaturan dan pengawasan kepada industri pasar modal diharapkan mampu menjalankan fungsinya sesuai dengan yang diamanatkan UU tersebut. Kunci keberhasilan tugas Bapepam tersebut antara lain sejauh mana produk Bapepam (pembinaan. bahwa dalam rangka menyempurnakan pengaturan pasar modal telah dikeluarkan serangkaian peraturan yang memberikan kepastian dan jaminan hukum bagi para pelaku pasar modal. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal memiliki kewenangan yang sangat besar untuk melakukan pembinaan. Kebebasan dalam menjalankan aktivitas di Pasar Modal tentunya perlu bahkan harus dibatasi oleh rambu-rambu hukum dan tata cara yang ditentukan oleh perangkat perundangundangan serta ketentuan pelaksanaan lainnya. pengaturan dan pengawasan) mampu memuaskan para konsumennya. penyelidikan dan penyidikan seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1995 tentang tata cara pemeriksaan di Pasar Modal. BAPEPAM-LK diberi kewenangan melakukan pemeriksaan. Bila terdapat pelanggaran. untuk menjalankan pengawasan secara represif. Sebagai regulator.

1. yaitu Quality Legal Audit yang berbeda dengan Hak Uji Material di Mahkamah Konstitusi. Bagaimanakah peranan BAPEPAM-LK dalam menentukan adanya pelanggaran terhadap Undang-undang Pasar Modal? .2. maka dapat dirumuskan permasalahannya adalah: 1. PERMASALAHAN Berdasarkan uraian latar belakang di atas.demikian diperlukan suatu instrumen.

ketua BAPEPAM-LK dibantu oleh seorang sekretaris dan biro-biro yang terdiri dari : a.1. c. Lembaga ini merupakan benteng sekaligus ujung tombak dalam melakukan law enforcement dari kaidah-kaidah hukum pasar modal. Biro Pemeriksaan dan Evaluasi. visi dan kesigapan dari orang-orang yang duduk di BAPEPAM-LK itu sendiri. BAPEPAM yang sekarang di ganti menjadi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dipimpin oleh seorang ketua yang diangkat oleh presiden dan dalam melaksanakan tugasnya ia bertanggung jawab kepada mentri keuangan. b. lebih aman. adil dan tertib/ sebaliknya semakin kacau. BAPEPAM-LK merupakan satu-satunya lembaga yang diberi wewenang oleh Undang-undang Pasar Modal untuk menentukan apakah suatu perbuatan yang dilakukan oleh subyek hukum pasar modal dikatakan telah melanggar aturan dalam pasar modal. Biro Hukum dan Riset. apakah pasar modal akan menjadi lebih baik. Biro Pembinaan Bursa dan Perantara. termasuk kerapihan sistem yang ada di BAPEPAM-LK. . PERANAN BAPEPAM-LK DALAM MENENTUKAN ADANYA PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG PASAR MODAL Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) yang pada awalnya bernama Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) merupakan palang pintunya hukum pasar modal. Hal ini bergantung pada bagaimana BAPEPAM-LK membawa diri. d. Biro Pendaftaran Emisi dan Akutansi. kejelasan aturan main dan yang paling penting : obsesi.BAB II PEMBAHASAN 2. Oleh karena itu. penuh trik-trik dan tipu muslihat dari para aktor pasar modal dan spekulan yang beringas dan penuh nafsu. baik dalam ranah administrasi maupun dalam ranah pidana sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh BAPEPAM-LK selaku pemeriksa dan penyidik.

H. bahan dan/atau keterangan lain yang diperlukan sebagai bukti atas adanya pelanggaran terhadap Undang-undang Pasar Modal maupun peraturan pelaksanaannya. b.U. maka BAPEPAM-LK akan melaksanakan wewenangnya sebagai pemeriksa.) dan Undang-undang Pasar Modal Pasal 100 dan Pasal 101. informasi. mengumpulkan.A. BAPEPAMLK dalam Undang-undang Pasar Modal diberi kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap setiap Pihak yang diduga melakukan pelanggaran terhadap Undangundang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya (berdasar Pasal 5 huruf e Undang-undang Pasar Modal) yang pelaksanaannya didasarkan pada Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (K. meminta keterangan dan atau konfirmasi dari Pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap Undang-undang ini dan atau peraturan pelaksanaannya atau Pihak lain apabila dianggap perlu. PERANAN BAPEPAM-LK SEBAGAI PEMERIKSA Untuk meningkatkan kepercayaan pemodal terhadap industri pasar modal nasional dan lebih menjamin kepastian hukum pihak-pihak yang melakukan kegiatan pasar modal serta melindungi kepentingan masyarakat pemodal dari praktik yang merugikan. 46 Tahun 1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal. Undang-undang Pasar Modal memberi kewenangan dalam Pasal 100 ayat (2) Undang-undang Pasar Modal antara lain: a.P. hal ini sesuai dengan penjelasan Pasal 100 ayat (2) Undang-undang Pasar Modal. ”Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan mencari. Dalam hal setiap Pihak diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap Undang-undang Pasar Modal dan/atau peraturan pelaksanaannya. mewajibkan Pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap Undang-undang ini dan atau peraturan pelaksanaannya untuk melakukan atau tidak melakukan kegiatan tertentu.1.2. dan mengolah data dan/atau keterangan lain yang dilakukan oleh pemeriksa untuk membuktikan ada atau tidak adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Pemeriksaan menurut Pasal 1 angka 2 Peraturan Pemerintah No. Selain itu untuk mendukung tugas BAPEPAM-LK sebagai pemeriksa.” Dengan kewenangan tersebut. .1. BAPEPAM-LK dapat mengumpulkan data.

dan/atau d. Setelah dilakukan pemeriksaan. memeriksa dan atau membuat salinan terhadap catatan. atau c. dimana pemeriksaan dimulai setelah memperoleh penetapan dari Ketua BAPEPAM-LK. adanya laporan. pemberitahuan atau pengaduan dari Pihak tentang adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. 46 Tahun 1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal dapat dilakukan dalam hal: a. tidak dipenuhinya kewajiban yang harus dilakukan oleh Pihak-pihak yang memperoleh perizinan. persetujuan atau pendaftaran dari BAPEPAM-LK atau Pihak lain yang dipersyaratkan untuk menyampaikan laporan kepada BAPEPAMLK. b. temuan yang diperoleh dan kesimpulan hasil pemeriksaan yang akan digunakan sebagai dasar untuk membuktikan ada atau tidak adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang akan disampaikan kepada Ketua BAPEPAM-LK.c. pembukuan. Penetapan dari Ketua BAPEPAM-LK dikeluarkan setelah disusun program pemeriksaan yang sekurang-kurangnya memuat tujuan pemeriksaan. ruang lingkup pemeriksaan dan saat dimulainya pemeriksaan. terdapat petunjuk tentang terjadinya pelanggaran atas peraturan perundang- undangan di bidang pasar modal. hal ini diatur pada Pasal 14 dan penjelasan Pasal . baik milik Pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap Undang-undang ini dan atau peraturan pelaksanaannya maupun milik Pihak lain apabila dianggap perlu. Pemeriksaan berdasar Pasal 2 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. dan atau dokumen lain. maka pemeriksa membuat laporan pemeriksaan yang isinya antara lain tujuan pemeriksaan. 46 Tahun 1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal. menetapkan syarat dan atau mengizinkan Pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap Undang-undang ini dan/atau peraturan pelaksanaannya untuk melakukan tindakan tertentu yang diperlukan dalam rangka penyelesaian kerugian yang timbul. Tata cara pemeriksaan diatur pada peraturan pelaksana Undang-undang Pasar Modal yakni dalam Pasal 12 Peraturan Pemerintah No.

Berdasarkan penjelasan Pasal 102 ayat (1) Undang-undang Pasar Modal.14 Peraturan Pemerintah No. bahan dan/atau keterangan lain. hal ini berdasarkan penjelasan Pasal 100 ayat (2) Undang-undang Pasar Modal) telah terjadinya pelanggaran dalam Undang-undang Pasar Modal maupun peraturan pelaksanaannya maka akan dijatuhi sanksi administrasi yang terdapat pada Pasal 102 ayat (2) Undang-undang Pasar Modal apabila pelanggaran tersebut hanya bersifat administrasi saja. yang isinya sebagai berikut: (1) Pemeriksa membuat laporan pemeriksaan untuk digunakan sebagai dasar untuk membuat ada atau tidak adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Pembatasan kegiatan usaha. informasi. BAPEPAM-LK perlu memperhatikan aspek pembinaan terhadap semua pihak yang bertindak sebagai pelaku pasar. (2) Laporan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Ketua Bapepam. Denda yaitu kewajiban untuk membayar sejumlah uang tertentu. Dalam mengenakan suatu sanksi administratif. Peringatan tertulis. Pembekuan kegiatan usaha. f. g. Pencabutan izin usaha. Pembatalan pendaftaran. b. Ada 2 (dua) kemungkinan yang terjadi berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa. atau pendaftaran. . 46 Tahun 1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal. dimana sanksi administrasi tersebut dapat berupa: a. persetujuan. Pembatalan persetujuan. Pengenaan sanksi administrasi atas pelanggaran aturan main di pasar modal oleh BAPEPAM-LK diberikan terhadap pihak-pihak yang memperoleh izin. d. c. e. yang pertama dalam hal ditemukan bukti permulaan (bukti permulaan tersebut dapat berupa data.

1.” Yang kedua adalah apabila berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang pasar modal. Wakil Penjamin Emisi Efek. Perusahaan Efek. Bursa Efek.2. Biro Administrasi Efek. dan Pihak lain yang telah memperoleh izin. Apabila kerugian yang ditimbulkan membahayakan sistem pasar modal atau kepentingan pemodal dan/atau masyarakat. 46 Tahun 1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal adalah sebagai berikut: (1) Apabila dalam pemeriksaan ditemukan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana di bidang pasar modal. Lembaga Kliring dan Penjamin. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. 46 Tahun 1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal maka pemeriksaan tetap dilanjutkan dan pemeriksa wajib membuat laporan kepada Ketua BAPEPAM-LK bahwa telah ditemukan bukti permulaan tindak pidana di bidang pasar modal. Ketua BAPEPAM-LK dapat menetapkan untuk dimulainya penyidikan. dan berdasarkan laporan dari pemeriksa tersebut. berdasarkan Pasal 15 Peraturan Pemerintah No. persetujuan. Wakil Manajer Investasi. Reksa Dana. komisaris dan setiap pihak yang memiliki sekurangkurangnya lima persen saham Emiten atau Perusahaan Publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 Undang-undang Pasar Modal. Penasihat Investasi. Perusahaan Publik. BAPEPEM-LK dapat memulai tindakan . PERANAN BAPEPAM-LK SEBAGAI PENYIDIK BAPEPAM-LK diberikan wewenang untuk mempertimbangkan konsekuensi dari pelanggaran yang terjadi dan wewenang untuk meneruskan ke tahap penyidikan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dari berbagai sudut pandang (misal pertimbangan dari aspek yuridis dan ekonomis). pemeriksaan tetap dilanjutkan dan Pemeriksa wajib membuat laporan kepada Ketua Bapepam mengenai ditemukannya bukti permulaan tindak pidana tersebut. Isi dari Pasal 15 Peraturan Pemerintah No. atau pendaftaran dari BAPEPAM-LK. Ketua Bapepam dapat menerapkan dimulainya penyidikan. 2. Ketentuan ini juga berlaku bagi direktur. Wakil Perantara Pedagang Efek. atau apabila tidak tercapai penyelesaian atas kerugian yang telah timbul.”Pihak-pihak tersebut antara lain Emiten. (2) Berdasarkan bukti permulaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

” Penyidikan di bidang pasar modal berdasarkan penjelasan Pasal 101 ayat (2) Undangundang Pasar Modal adalah “serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang diperlukan sehingga dapat membuat terang tentang tindak pidana di bidang pasar modal yang terjadi. Tidak semua pelanggaran terhadap Undangundang Pasar Modal dan/atau peraturan pelaksanaannya di bidang pasar modal harus dilanjutkan ke tahap penyidikan karena hal tersebut justru dapat menghambat kegiatan penawaran dan/atau perdagangan Efek secara keseluruhan. serta mengetahui besarnya kerugian yang ditimbulkannya. dimana kewenangan khusus BAPEPAM-LK sebagai penyidik tersebut dalam K. Bapepam diberikan wewenang untuk mempertimbangkan konsekuensi dari pelanggaran yang terjadi dan wewenang untuk meneruskannya ke tahap penyidikan berdasarkan pertimbangan dimaksud.P. Apabila kerugian yang ditimbulkan membahayakan sistem pasar modal atau kepentingan pemodal dan/atau masyarakat. dan isi dari pasal-pasal tersebut adalah sebagai berikut: Pasal 101 ayat (2) Undang-undang Pasar Modal adalah sebagai berikut: ”Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Bapepam diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang pasar .” Wewenang BAPEPAM-LK sebagai penyidik merupakan kewenangan khusus yang diatur oleh Undang-undang Pasar Modal. Oleh karena itu.penyidikan dalam rangka penuntutan pidana. Bapepam dapat memulai tindakan penyidikan dalam rangka penuntutan tindak pidana Tindakan untuk memulai penyidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat ini oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).A. diatur pada Pasal 101 ayat (2) Undang-undang Pasar Modal jo Pasal 1 angka (1) jo Pasal 6 ayat (1) huruf b yakni sebagai Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) tertentu yang diberi wewenang khusus oleh Undang-undang (dalam hal ini Undang-undang Pasar Modal) untuk melakukan penyidikan. atau apabila tidak tercapai penyelesaian atas kerugian yang timbul. Bapepam dilakukan setelah memperoleh penetapan dari Ketua Bapepam. Hal tersebut diatas juga dijelaskan pada penjelasan Pasal 101 ayat (1) Undang-undang Pasar Modal: “Pelanggaran yang terjadi di Pasar Modal sangat beragam dilihat sari segi jenis.H. modus operandi.U. menemukan tersangka. atau kerugian yang mungkin ditimbulkannya.

A.P. memanggil.U. melakukan penelitian atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindak pidana di bidang Pasar Modal. memeriksa. sebagai berikut: ”Penyidik adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang. dan . melakukan pemeriksaan di setiap tempat tertentu yang diduga terdapat setiap barang bukti pembukuan. b. catatan. f. dan dokumen lain serta melakukan penyitaan terhadap barang yang dapat dijadikan bahan bukti dalam perkara tindak pidana di bidang Pasar Modal.” Berikut ini adalah kewenangan BAPEPAM-LK sebagai penyidik berdasar Pasal 101 ayat (3) Undang-undang Pasar Modal antara lain: a.H. atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana di bidang Pasar Modal. d.modal berdasarkan ketentuan dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. pemberitahuan. memblokir rekening pada bank atau lembaga keuangan lain dari Pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam tindak pidana di bidang Pasar Modal.K. atau sebagai saksi dalam tindak pidana di bidang Pasar Modal.” Pasal 1 angka (1) K. menerima laporan. melakukan pemeriksaan atas pembukuan. c.H.U. meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang Pasar Modal. pencatatan. melakukan penelitian terhadap Pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam tindak pidana di bidang Pasar Modal.A. h.P. dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang Pasar Modal.” Pasal 6 ayat (1) huruf b . dan meminta keterangan dan barang bukti dari setiap Pihak yang disangka melakukan. e. g. sebagai berikut: ”Penyidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan.

H. informasi. dimana proses penyidikan tidak bergantung dari ada atau tidak adanya hasil pemeriksaan..H.A. Proses penyidikan yang merupakan kelanjutan dari proses pemeriksaan dilakukan setelah ditemukan bukti permulaan (berdasarkan penjelasan Pasal 100 ayat (2) Undangundang Pasar Modal. Ketua BAPEPAM-LK menetapkan dimulainya penyidikan. bukti permulaan tersebut dapat berupa data. kewenangan BAPEPAM-LK sebagai pemeriksa dan kewenangan BAPEPAM-LK sebagai penyidik adalah mandiri.U. hal ini berdasar pada Pasal 15 Peraturan Pemerintah No. Proses penyidikan tanpa adanya proses pemeriksaan terlebih dahulu sebelumnya dapat dilakukan oleh BAPEPAM-LK apabila BAPEPAM-LK berpendapat bahwa terdapat pelanggaran terhadap Undang-undang Pasar Modal dan/atau peraturan pelaksanaannya mengenai kejahatan di bidang pasar modal yang mengakibatkan kerugian bagi kepentingan Pasar Modal dan/atau membahayakan kepentingan pemodal atau masyarakat. kemudian berdasarkan bukti permulaan tersebut. hal ini diatur pada Pasal 7 ayat (2) jo Pasal 6 ayat (1) huruf b jis Pasal 6 ayat (1) huruf a K.U. tidak bergantung antara yang satu dengan yang lain. . hal ini diatur pada Pasal 101 ayat (1) dan penjelasan Pasal 100 ayat (2) Undang-undang Pasar Modal. selain itu BAPEPAM-LK dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyidik juga harus melakukan koordinasi dengan penuntut umum mulai dari memberitahukan dimulainya penyidikan sampai menyampaikan hasil penyidikannya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 101 ayat (2) jis ayat (5) Undang-undang Pasar Modal jo Pasal 8 ayat (2) K.P. BAPEPAM-LK dalam melaksanakan kewenangannya sebagai penyidik berada di bawah koordinasi dan pengawasan penyidik kepolisian Republik Indonesia. bahan dan/atau keterangan lain) tentang adanya tindak pidana di bidang pasar modal oleh pemeriksa yang dilaporkan kepada Ketua BAPEPM-LK.P. Dalam rangka proses penyidikan yang dilakukan oleh BAPEPAM-LK dapat dilakukan atas 2 (dua) kondisi yakni yang pertama adalah sebagai kelanjutan dari proses pemeriksaan dan yang kedua adalah penyidikan dilakukan tanpa ada proses pemeriksaan terlebih dahulu.A.i. 46 Tahun 1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal. Jadi dalam hal ini. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyidik. menyatakan saat dimulai dan dihentikannya penyidikan. Hal ini dikarenakan BAPEPAM-LK oleh Undang-undang Pasar Modal diberi 2 (dua) kewenangan yakni kewenangan sebagai pemeriksa dan penyidik.

BAB III PENUTUP 2. maka dapat ditarik kesimpulan. yaitu: 1.1. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah di uraikan di atas. BAPEPAM-LK merupakan satu-satunya lembaga yang diberi wewenang oleh Undang-undang Pasar Modal untuk menentukan apakah suatu perbuatan yang dilakukan oleh subyek hukum pasar modal dikatakan telah melanggar aturan .

2.H. 3. maka BAPEPAM-LK akan melaksanakan wewenangnya sebagai pemeriksa.” 4. baik dalam ranah administrasi maupun dalam ranah pidana sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh BAPEPAM-LK selaku pemeriksa dan penyidik. BAPEPAM-LK dapat mengumpulkan data. dan mengolah data dan/atau keterangan lain yang dilakukan oleh pemeriksa untuk membuktikan ada atau tidak adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Pemeriksaan menurut Pasal 1 angka 2 Peraturan Pemerintah No. mengumpulkan. serta mengetahui besarnya kerugian yang ditimbulkannya. ”Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan mencari.dalam pasar modal.P. Penyidikan di bidang pasar modal berdasarkan penjelasan Pasal 101 ayat (2) Undang-undang Pasar Modal adalah “serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang diperlukan sehingga dapat membuat terang tentang tindak pidana di bidang pasar modal yang terjadi.A. 46 Tahun 1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal. dan isi dari pasal-pasal tersebut adalah sebagai berikut: Pasal 101 ayat (2) Undang-undang Pasar Modal adalah sebagai berikut: ”Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Bapepam diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di . dimana kewenangan khusus BAPEPAM-LK sebagai penyidik tersebut dalam K. Dalam hal setiap Pihak diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap Undang-undang Pasar Modal dan/atau peraturan pelaksanaannya. diatur pada Pasal 101 ayat (2) Undang-undang Pasar Modal jo Pasal 1 angka (1) jo Pasal 6 ayat (1) huruf b yakni sebagai Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) tertentu yang diberi wewenang khusus oleh Undang-undang (dalam hal ini Undang-undang Pasar Modal) untuk melakukan penyidikan. menemukan tersangka. Wewenang BAPEPAM-LK sebagai penyidik merupakan kewenangan khusus yang diatur oleh Undang-undang Pasar Modal. informasi. bahan dan/atau keterangan lain yang diperlukan sebagai bukti atas adanya pelanggaran terhadap Undang-undang Pasar Modal maupun peraturan pelaksanaannya. Dengan kewenangan tersebut. hal ini sesuai dengan penjelasan Pasal 100 ayat (2) Undangundang Pasar Modal.U.

” 2. 2.2. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas. dapat diberikan masukan berupa saran. Selain itu untuk mendukung kinerja BAPEPAM-LK sebagai pemeriksa maupun sebagai penyidik maka kualitas dari SDM BAPEPAM-LK harus terus ditingkatkan dengan cara melakukan diklat dan pelatihan mengenai pasar modal. yaitu: 1. agar BAPEPAM-LK selaku lembaga yang mengemban amanat untuk menjaga pelaksanaan dalam pasar modal tidak kebingungan dalam mencari dasar hukum dikarenakan adanya loopehole (celah hukum). Perlu adanya pengaturan yang lebih jelas mengenai segala sesuatu mengenai tindak pidana Pasar Modal dalam era globalisasi seperti saat ini.bidang pasar modal berdasarkan ketentuan dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. . dalam bentuk peraturan pemerintah yang baru maupun merevisi undang-undang yang telah ada.

64. Undang-Undang No. Bandung. Citra Aditya Bakti. Munir. Alumni. Bandung. 2001. 3608) . Suta. Seri Pasar Modal 2.DAFTAR PUSTAKA Anwar. P. 2000. Penegakan Hukum dan Pengawasan Pasar Modal Indonesia. 2008. Fuady. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. Menuju Pasar Modal Modern. Jusuf. I Putu Gede Ary. Pasar Modal Modern: Tinjauan Hukum.T. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara tahun 1995 No. SAD Satria Bhaki.