B.

IV

TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA STRATEJIK DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN AGAMA

DEPARTEMEN AGAMA RI SEKRETARIAT JENDERAL BIRO ORGANISASI DAN TATALAKSANA TAHUN 2007

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, atas petunjuk dan rahmatNya buku Teknik Penyusunan Rencana Stratejik di lingkungan Departemen Agama dapat diselesaikan dan diterbitkan. Buku ini disusun dan diterbitkan sebagai realisasi kegiatan Biro Organisasi dan Tatalaksana Tahun 2007 dan dimaksudkan agar seluruh pejabat di lingkungan Departemen Agama mengerti dan memahami tentang perencanaan stratejik. Sangat disadari bahwa buku ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan untuk perbaikan. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus disampaikan kepada semua pihak atas upaya dan jerih payahnya yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran sehingga buku ini dapat disusun dan diterbitkan. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi seluruh pejabat di lingkungan Departemen Agama.

Jakarta, Februari 2007 Kepala Biro Organisasi dan Tatalaksana

H. Muhammad Irfan NIP. 150157009

C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai

i

........................................... Tujuan ......................................... B.... F.....................................................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .................................................................................................................................... Waktu Penyusunan ......................... Tujuan Organisasi ............................ G. D................................................................................. G............................ Siapa yang harus menyusun Rencana Strateji ....... BAB II TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA STRATEJIK A............................................................................................................................................... H............ Pengertian ..................... C.. E............................................. Faktor-Faktor Kunci Keberhasilan ....................................................... E........................................................................ BAB I PENDAHULUAN A........................................................................................................ Kebijaksanaan ........... Kegiatan ........................................................................... Misi Organisasi ............ Dasar Hukum .... C................................ Langkah-langkah Penyusunan Rencana Stratejik ......................................... DAFTAR ISI ................ B............................................................................. Latar Belakang .... LAMPIRAN 7 10 12 14 17 18 19 20 25 1 4 4 5 5 5 5 i ii C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai ii ................. BAB III PENUTUP ............ Visi Organisasi ................................................... Sasaran ............................................. F.................. Program ....................... D....................................................................

Perwujudan suatu strateji dari suatu organisasi membentuk suatu Rencana Induk yang komprehensif yang menyatakan bagaimana organisasi akan mencapai misi dan tujuannya. Perubahan tersebut harus disusun dalam suatu tahapan yang konsisten dan berkelanjutan. Suatu pernyataan stratejik menggambarkan bagaimana setiap isu stratejik akan dipecahkan. filosofi-filosofi operasional dan prioritas-prioritas. maka suatu instansi pemerintah harus terus menerus melakukan perubahan kearah perbaikan. Latar Belakang Perencanaan stratejik merupakan proses secara sistematis yang berkelanjutan dari pembuatan keputusan yang beresiko. dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif. sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil. Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang merupakan instrumen pertanggungjawaban. serta agar mampu eksis dan unggul dalam persaingan yang semakin ketat dalam lingkungan yang berubah sangat cepat seperti dewasa ini. Suatu strateji mencakup sejumlah langkah atau taktik yang dirancang untuk mencapai setiap strateji yang dicanangkan termasuk pemberian tanggungjawab. Perencanaan stratejik merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang dibuat oleh pimpinan puncak untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Strateji tersebut memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan kelemahan kompetitif.BAB I PENDAHULUAN A. nasional dan global serta tetap berada dalam tatanan sistem manajemen nasional. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas programnya. perencanaan stratejik merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah. Perencanaan stratejik merupakan kebutuhan nyata untuk mengatasi persoalan yang dihadapi dalam milenium ketiga ini. jadwal dan sumber-sumber daya. mengorganisasi secara sistematis usaha-usaha melaksanakan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang terorganisasi dan sistematis. . Strateji merupakan komitmen organisasi secara keseluruhan terhadap kelompok nilai-nilai. Perencanaan stratejik instansi pemerintah merupakan integrasi antara keahlian sumber daya manusia dan sumber daya lain agar mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan stratejik.

Menciptakan sistem umpan balik untuk mengetahui efektivitas pencapaian implementasi perencanaan stratejik. Organisasi harus mengenali dan menghadapi secara efektif perubahan lingkungan yang terjadi terus menerus. Mengenali lingkungan dimana organisasi mengimplementasikan interaksinya. organisasi harus : 1. tujuan dan sasaran yang akan dicapai. Apa yang ingin dicapai oleh organisasi untuk keberhasilan dapat tetap tidak berubah selama bertahun-tahun. Mempersipakan semua faktor penunjang yang diperlukan terutama dalam mencapai keberhasilan operasional organisasi. Dalam merumuskan dan mempersiapkan perencanaan stratejik. 3. Organisasi demikian tidak mampu mengembangkan strateji-strateji pada saat yang tepat dan tidak mampu menjalankan strateji secara efektif. Uni Soviet dan lain-lain) yang semula besar dan kuat tetapi kemudian tidak mampu menjawab tantangan jaman. terutama suasana pelayanan yang wajib diselenggarakan oleh organisasi kepada masyarakat. cara mencapai tujuan dan sasaran yang meliputi kebijaksanaan. 2. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perencanaan stratejik merupakan keputusan mendasar yang dinyatakan secara garis besar sebagai acuan operasional kegiatan organisasi terutama dalam pencapaian tujuan akhir organisasi. Rencana Stratejik mengandung visi. peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Tetapi bagaimana organisasi tersebut mencapai apa yang diinginkan dapat berubah setiap saat. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 menyebutkan perencanaan stratejik merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi. tujuan. 5. Banyak terdapat contoh organisasi (Sempati Air. program dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan. maka selanjutnya akan dibahas unsur-unsur perencanaan stratejis sesuai dengan Inpres Nomor 7 tahun 1999 dan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. misi. Menentukan visi. Strateji bisa berubah sebagai hasil usaha para manajer yang terus menerus mencoba memperbaiki proses dan hasil.Pengembangan strateji dan implementasinya yang efektif adalah penting untuk kelangsungan hidup organisasi. misi. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 2 . Melakukan berbagai analisis yang bermanfaat dalam memposisikan organisasi dalam percaturan memperebutkan kepercayaan pelanggan. Untuk kepentingan buku ini. Pimpinan organisasi harus memastikan bahwa strateji yang dilakukannya sesuatu untuk organisasinya dan sesuai dengan waktunya. 4. sasaran.

Perencanaan stratejik akan menuntun diagnosa organisasi terhadap pencapaian hasil yang diinginkan secara obyektif. Fleksibilitas merupakan suatu kriteria yang sangat penting dalam perencanaan stratejik walaupun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan jangka panjang. 2. Dengan dicanangkannya perencanaan stratejik. Kapabilitas dan sumber daya difokuskan secara optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan. serta semakin beragamnya tuntutan pelayanan yang harus disediakan. organisasi dapat menyiapkan perubahan secara proaktif yang bukan hanya sekedar bereaksi terhadap perubahan yang terjadi. Hal inilah yang mendorong organisasi untuk melakukan perubahan mendasar. Pelayanan prima. Diperlukan untuk merencanakan perubahan dalam lingkungan yang semakin kompleks. Adaptif.Setiap instansi pemerintah diharapkan dapat mengembangkan langkah-langkah stratejik untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga terwujud suatu pelayanan yang prima. Berbagai perkembangan yang sangat cepat dalam era informasi mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pelayanan masyarakat yang lebih prima. organisasi dapat membangun stratejinya sebagai bagian penting organisasi yang berorientasi hasil. Selanjutnya melalui penyusunan suatu laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Dalam era globalisasi ini. 5. Untuk itu polapola pelayanan yang perlu diselenggarakan harus disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 3 . semakin menipisnya sumber daya. Oleh karena itu pemahaman terhadap siapa pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan sangat diperlukan. Berorientasi pada masa depan. 3. dalam era keterbukaan masyarakat menuntut instansi pemerintah dan aparat untuk memberikan pelayanan yang prima. Diperlukan untuk pengelolaan keberhasilan. 4. pelayanan kepada masyarakat merupakan hal yang utama untuk diperhatikan. Perencanaan stratejik sangat bermanfaat dan diperlukan untuk beberapa alasan : 1. Perencanaan stratejik memerlukan pengumpulan informasi secara menyeluruh untuk kemudian menyiapkan analisis atas berbagai alternatif dan implikasi yang dapat diarahkan pada masa mendatang. Kepuasan pelanggan merupakan faktor penentu keberhasilan bagi setiap organisasi untuk dapat diterima oleh masyarakat. Disamping. pihak-pihak yang berkepentingan akan mengetahui keberhasilan atau kegagalan instansi yang bersangkutan dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat. Penyesuaian terhadap perkembangan yang muncul dapat dilakukan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Perencanaan stratejik memungkinkan organisasi untuk memberikan komitmen pada aktivitas dan kegiatan dimasa mendatang. Dengan perencanaan stratejik. Capaian terhadap indikator kinerja dan mengukur kemajuan capaian hasil tetap menjadi fokus utama dalam perencanaan stratejik.

Instruksi Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Agama Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi. 4. organisasi dapat meningkatkan komunikasi baik vertikal maupun horizontal antar unit kerja. 3. Peraturan Menteri Agama Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. Tugas. 2. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. C. Keputusan Menteri Agama Nomor 373 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota (disempurnakan). Peraturan Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. 7. Beberapa sumber dapat dipergunakan melalui pengalokasian secara fokus pada prioritas-prioritas kunci. mengakomodasi perbedaan kepentingan dan nilai. Dasar Hukum 1. Meningkatkan komunikasi. Implementasi perencanaan stratejik akan dapat memfasilitasi komunikasi dan partisipasi. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 4 . Peningkatan efektivitas dan efisiensi dapat meningkatkan produktivitas organisasi. Tujuan Agar seluruh pejabat mengerti dan memahami tentang Perencanaan Stratejik. 7. 8.6. mendorong proses pengambilan keputusan yang teratur serta keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Dalam implementasi perencanaan stratejik. 6. Menjamin efektivitas penggunaan sumber-sumber organisasi. 5. Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. B. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005. Meningkatkan produktivitas.

sasaran. b. yang disusun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi. F. strateji (kebijakan dan program) serta ukuran keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya. Surat Keputusan Gubernur/KDH dan kebijakan pimpinan unit organisasi/kerja masing-masing. misi.ditetapkan oleh Presiden berupa Undang-undang. Langkah keempat mengumpulkan data baik data Internal maupun Eksternal. Rencana Stratejik satuan organisasi/kerja. d. indikator sasaran. Apportunities dan Threats) atau analisis KEKEPAN (Kekuatan. yang setidaknya memuat visi. Langkah ketiga menentukan dan melakukan analisis SWOT (Strengths. Langkah kedua mengumpulkan dan mempelajari kebijakan antara lain : a. peluang. E. dan Ancaman) serta menentukan faktor-faktor kunci keberhasilan. Langkah pertama membentuk Tim Kerja.ditetapkan oleh Menteri berupa Peraturan. Weaknesses. Surat Edaran. Surat Edaran. Kebijaksanaan Pelaksanaan . G. dan bahannya berdasarkan usulan unit organisasi/kerja yang akan melaksanakan program/kegiatan yang disusun. Langkah-Langkah Penyusunan Rencana Stratejik 1. tujuan. Peraturan-Peraturan Daerah. dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. e. Siapa yang harus menyusun Rencana Stratejik Yang bertanggungjawab dalam Penyusunan Rencana Stratejik adalah satuan organisasi/kerja yang tugas dan fungsinya melaksanakan perencanaan. 3. 2. Kelemahan. Kebijaksanaan Umum . Kesemuanya yang relevan dan terkait dengan Rencana Stratejik yang disusun. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 5 . Kebijaksanaan Nasional .D. 4. Waktu Penyusunan Karena Rencana Stratejik berlaku untuk lima tahun kedepan maka sebelum berlakunya rencana stratejik yang dibuat atau sebelum habis berlakunya rencana stratejik yang akan diganti harus sudah dibuat rencana stratejik yang baru. Instruksi.ditetapkan oleh Pejabat Eselon I berupa Peraturan Keputusan. Kebijaksanaan Teknis . Peraturan Pemerintah. Keputusan. Peluang. Pengertian Rencana Stratejik adalah suatu proses perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun. Instruksi. c.ditetapkan oleh Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Keputusan Presiden dan Inpres.

7. Langkah kelima menentukan Visi diawali dengan menginventarisasi rumusan tugas satuan organisasi/kerja. 8. 6. Langkah kedelapan dalam satu tujuan disusun atau ditentukan beberapa sasaran prioritas. Langkah keenam menentukan Misi diawali dengan menginventarisasi rumusan fungsi satuan organisasi/kerja. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 6 . Rencana Stratejik yang telah ditetapkan jika diperlukan setiap saat dapat diubah.5. 10. outcomes). Langkah beikutnya menentukan cara mencapai tujuan dan sasaran yang dijabarkan dalam bentuk kebijakan dan program dengan memilih program yang tepat dan prioritas sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing unit organisasi/kerja. 9. Langkah kesembilan dalam satu sasaran dibuat indikator sasaran (outputs. Langkah ketujuh dalam satu misi disusun atau ditentukan beberapa tujuan.

Pengertian Umum Perubahan paradigma dalam kegiatan pemerintahan diperlukan agar senantiasa dapat mengakomodasikan kebutuhan perubahan dalam masyarakat dan memungkinkan administrasi publik menata kembali masyarakat. mengkomunikasikannya kepada semua anggota dan berusaha memperoleh dukungan partisipasi semua pihak untuk terwujudnya visi. tetapi juga pada kehidupan organisasi ini selanjutnya. visi dapat diubah dan disempurnakan. Oleh karenanya.BAB II TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA STRATEJIK Perumusan perencanaan stratejik mengikuti pola yang merupakan tahapan-tahapan kegiatan yang paling kualitatif sampai dengan yang paling teknis. visi organisasi juga harus menyesuaikan dengan perubahan tersebut dan jika memang perlu. Pemimpin yang efektif mempunyai visi. Penetapan visi. Mereka selalu memperbaharui atau menyesuaikan visinya agar dapat diwujudkan dan diinginkan. Hal tersebut memerlukan suatu kerangka pemikiran upaya yang terstruktur untuk memberdayakan fungsi publik agar lebih sesuai dengan tuntutan perkembangan ekonomi. Visi Organisasi 1. agenda. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 7 . Kehidupan organisasi sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan internal dan eksternal. memperbaiki kinerja sektor publik dan mengobati praktek administrasi yang tidak sehat. politik dan budaya. kuantitatif dan sangat rinci. Pemimpin yang sukses mengatakan bahwa visi adalah suatu pedoman dan pendorong organisasi untuk mencapai tujuannya. sebagai bagian dari perencanaan stratejik. Model perencanaan stratejik sebagaimana telah disebutkan dalam bab pendahuluan dapat dijelaskan sebagai berikut : A. Visi tidak hanya penting pada waktu mulai berkarya. merupakan suatu langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi. Perubahan paradigma dapat mendorong tercapainya kepemerintahan yang baik. Instansi pemerintah harus secara terus menerus melakukan perubahan kearah perbaikan agar dapat tetap berarti keberadaannya dan agar dapat unggul dalam persaingan yang semakin ketat dalam lingkungan yang berubah secara cepat. Semakin besarnya tantangan sebagai konsekuensi logis dari era globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia memberi makna peningkatan persaingan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan yang prima. dan berorientasi hasil.

Menjembatani keadaan sekarang dan keadaan masa depan. Menumbuhkan komitmen seluruh jajaran dalam lingkungan organisasi. pengelolaan sumber daya. Bagian terbesar dari kita berada dalam keadaan “kepatuhan”. mereka mendukung visi sesuai dengan konteksnya. visi memainkan peran yang menentukan dalam dinamika perubahan lingkungan sehingga pemerintah pada umumnya dan instansi pemerintah pada khususnya dapat bergerak maju menuju masa depan yang lebih baik. 3. Memberikan makna bagi kehidupan anggota organisasi. mereka mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. b. Menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi. d. berupa komitmen murni tanpa adanya rasa terpaksa. Visi yang tepat bagi masa depan suatu instansi pemerintah akan mampu menjadi akselerator kegiatan instansi tersebut. Visi adalah mental model masa depan. Bagi suatu organisasi. c. termasuk perancangan rencana stratejik secara keseluruhan. Menarik komitmen dan menggerakkan anggota organisasi. cara pengukuran kinerja. namun mereka tidak menjadi anggota sebenarnya. Mencerminkan apa yang ingin dicapai sebuah organisasi. yang akan diintegrasikan menjadi sinergi yang diperlukan oleh instansi tersebut. tujuan penetapan visi adalah : a. Untuk menghasilkan visi yang baik. dan bukan komitmen. f. c. Tujuan Penetapan Visi Pada hakekatnya membentuk visi organisasi adalah menggali gambaran bersama mengenai masa depan. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 8 . Membentuk suatu standar keunggulan. Di dalam konteks kehidupan bernegara. dimulai dengan perumusan visi yang jelas dan mampu : a. Menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan stratejik. evaluasi pengukuran kinerja. Proses Penetapan Visi Organisasi yang bermaksud untuk membentuk visi bersama. pengembangan indikator kinerja. e. Ketiadaan visi individu cenderung menghasilkan hanya sekedar “persetujuan” terhadap visi orang lain.2. b. Anggota yang taat berjalan bersama suatu visi. Memberikan arah dan fokus strateji yang jelas. Memiliki orientasi terhadap masa depan. Hasilnya adalah kepatuhan. perlu secara terus menerus mengajak anggotanya untuk mengembangkan visi individu mereka. dengan demikian visi harus menjadi milik bersama dan diyakini oleh seluruh anggota organisasi. d.

Komunikasi pernyataan visi dan persuasif pimpinan. tetapi di lain pihak dapat menimbulkan sinisme. Suatu visi yang tidak konsisten dengan nilai-nilai yang mendasari kehidupan sehari-hari. visi harus memenuhi kriteria dan persyaratan sebagai berikut : a. merupakan gambran yang dibawa oleh orang-orang dalam suatu organisasi. c. Visi bukan merupakan jawaban dari suatu masalah. Tujuan terluas dan terumum. Pencapaian pada hasil. Visi bersama muncul dari visi individu. f. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh instansi pemerintah. antisipatif dan inovatif. Inspirasi untuk mendapatkan yang terbaik. e. Visi bersama berakar dari visi individu. termasuk semuanya yang berarti memperjelas arah yang akan dicapai organisasi. c. Dapat dibayangkan oleh seluruh jajaran organisasi. Memiliki nilai yang memang diinginkan oleh anggota organisasi. e. Harus ada keinginan untuk melihat kejelekan dari visi kita. Visi adalah cara pandang jauh kedepan kemana instansi pemerintah harus dibawa agar dapat eksis. Rumusan visi yang demikian seharusnya mencakup : a. Terfokus pada permasalahan utama instansi agar dapat beroperasi secara 3E. b. Visi tersebut memberi fokus kepada pencapaian sesuatu dan membandingkan dengan pihak luar. Gambaran aspirasi dimasa depan. Memungkinkan untuk dicapai. begitu juga visi bersama. Berwawasan jangka panjang dan tidak mengabaikan perkembangan zaman. seperti misalnya pesaing organisasi tersebut (dalam arti positif). yang kemudian terbentuk berdasarkan adanya aspirasi bersama. sehingga muncul enerji dan komitmen dari anggota organisasi. Visi bersama pada umumnya bersifat eksentrik. b. d. Dapat dikomunikasikan dan dimengerti oleh seluruh jajaran organisasi. d. Walaupun sebenarnya visi merupakan suatu impian. tidak hanya akan gagal untuk membandingkan antusiasme. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 9 .Sama seperti visi individu yang merupakan gambaran atau ciri khas yang dibawa oleh seseorang dalam dirinya. tetapi lebih kepada sarana pemecahan masalah sehari-hari yang dihadapi organisasi. Proses pembentukan visi merupakan refleksi keadaan dari organisasi tersebut.

apa yang dilakukannya dan bagaimana melakukannya. setiap instansi pemerintah harus mempunyai misi yang jelas. Sejalan dengan pembentukan tujuan umum dan sasaran umum organisasi. harus diikuti dengan pembentukan tujuan yang terukur. Misi Organisasi 1. yang membuat suatu usaha berbeda dengan usaha sejenis lainnya dan menunjukkan cakupan dari kegiatan usaha dari segi produk yang ditawarkan dan pasar yang dilayani. 2. Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan instansi pemerintah dan sasaran yang ingin dicapai. Misi dan visi akan mendorong alokasi sumber daya di seluruh unsur organisasi. menetapkan tujuan yang unik dan mendasar. Proses pengembangan misi organisasi pemerintah pada umumnya memerlukan banyak input. sehingga kedua ungkapan tersebut harus selaras dengan tugas. Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada. Pengertian Umum Pimpinan organisasi harus memastikan agar visi masa depan sesuai dan selaras dengan perubahan yang harus dilakukan. Dengan pernyataan misi tersebut. Hal ini merupakan sesuatu yang mendasar walaupun sangat sulit dicapai dalam birokrasi pemerintah yang begitu luas. sehubungan dengan banyaknya pihak yang berkepentingan dalam organisasi pemerintah. Tujuan Perumusan Misi Misi dari sikap organisasi adalah tonggak dari perencanaan stratejiknya.B. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal instansi pemerintah dan mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa mendatang. Dalam konteks organisasi swasta. akan memberikan arahan jangka panjang dan stabilitas dalam manajemen dan kepemimpinan organisasi pemerintah. sehingga organisasi akan efektif dan efisien dalam pencapaian misi. Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh instansi pemerintah agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. proses perumusan misi instansi pemerintah harus juga memperhatikan masukan pihakpihak yang berkepentingan dan memberikan peluang untuk penyesuaian sesuai dengan tuntutan lingkungan. suatu pernyataan misi yang tersusun baik. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 10 . Dalam konteks organisasi publik. obyektif dan spesifik. Pernyataan misi yang jelas.

Menilai lingkungan yang sangat berguna untuk menentukan apakah misi organisasi tidak bertentangan secara internal dan eksternal dengan kebijakan pemerintah dan kesepakatan antar negara. Melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan yang mencakup para pegawai. Apakah produk atau pelayanan tersebut memang dibutuhkan masyarakat. masyarakat yang akan dilayani. mitra kerja. Menyelaraskan kegiatan. proses utama dan sumber daya untuk memungkinkan instansi melaksanakan kegiatannya secara lebih baik dan dengan biaya yang lebih sedikit. d. Aspirasi apa yang diinginkan dimasa mendatang utamanya yang berhubungan dengan manfaat dan keuntungan masyarakat dengan produk atau pelayanan tersebut. Misi merupakan pernyataan tentang tujuan organisasi yang diwujudkan dalam produk dan pelayanan. a. Misi sebaiknya dirumuskan oleh suatu kelompok orang yang dibentuk khusus untuk melakukan hal tersebut. Misi sebagai pernyataan cita-cita merupakan landasan kerja yang harus diikuti dan seharusnya mendukung keseluruhan misi organisasi. Produk atau pelayanan apa yang dihasilkan dan untuk ditawarkan. akademisi dan birokrasi. kebutuhan yang dapat ditanggulangi kelompok masyarakat. Kualitas produk atau pelayanan yang ditawarkan harus memiliki daya saing. b. e. b.Suatu pernyataan misi secara ekplisit menyatakan apa yang harus dicapai oleh suatu organisasi pemerintah dan kegiatan spesifik apa yang harus dilaksanakan dalam pencapaian hal tersebut. c. Sasaran publik mana yang akan dilayani. 3. Langkah-langkah perumusan misi dimaksud dapat ditempuh sebagai berikut : C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 11 . c. nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita dimasa mendatang. Untuk itu perumusan misi dilakukan dengan : a. pelanggan dan pihakpihak yang berkepentingan dan permasalahan yang harus ditangani. Dari batasan tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan misi suatu organisasi. Pengkajian secara mendasar perlu dilakukan antara lain dengan mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi organisasi. Proses Perumusan Misi Pendefinisian misi harus dilakukan dengan mencoba mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya tentang apa yang akan dicapai organisasi.

Tujuan yang tercapai merupakan pelaksanaan atau menyumbang pelaksanaan misi lembaga. Tujuan adalah hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 12 . Tujuan organisasi mewakili tujuan umum seluruh unit organisasi di Lingkungan organisasi. sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah dan menjelaskan visi dan misi organisasi. tujuan harus dapat menyediakan dasar yang kuat untuk menetapkan indikator kinerja.a. Tujuan organisasi harus konsisten dengan tugas dan fungsinya. Tujuan harus sesuai undang-undang yang berlaku. Sebab itu. tujuan organisasi menggambarkan arah stratejik organisasi dan perbaikan-perbaikan yang ingin diciptakan sesuai tugas dan fungsi organisasi. Tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif. Arti dan Makna Tujuan Organisasi Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi. Hasil rumusan misi kemudian dikembalikan kepada tiap anggota kelompok untuk diperdebatkan. Tujuan organisasi mempertajam fokus pelaksanaan misi lembaga. Kelompok terdiri dari semua unsur yang terkait dengan organisasi seperti partai politik. Tujuan Organisasi 1. b. media massa dan lain-lain. Dari uraian diatas. Kesan atau masukan tersebut bisa datang dari luar organisasi. akan tetapi harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang. Oleh karena itu pelaksanaannya akan mendorong sinerji antar unit organisasi. Kemudian diikuti dengan diskusi kelompok tentang misi yang ditulis masing-masing anggota sehingga menghasilkan rumusan bersama yang jelas. kelompok profesi. program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi. penyusunan tujuan organisasi setidaknya memenuhi kriteria berikut : a. c. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran. d. Seorang ditetapkan untuk menghimpun hasrat aspirasi dan keinginan yang dihadapi organisasi. Tujuan organisasi meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah semua program dan aktivitas lembaga dalam melaksanakan misi lembaga. C. secara kolektif. Tujuan lembaga menggambarkan isu-isu stratejik yang merupakan keprihatinan yang ingin diatasi oleh seluruh unsur organisasi lembaga. b. kebijaksanaan. Setelah dilakukan pengkajian mengenai pihak terkait. tiap anggota mengisi formulir misi dengan rumusan masing-masing.

Bersifat idealistik yang berarti mengandung nilai-nilai keluhuran dan keinginan kuat untuk menjadi baik dan berhasil. e. f. b. Tujuan merupakan jawaban dari prioritas atau permasalahan yang teridentifikasi dalam kajian lingkungan internal/eksternal serta dapat dikembangkan untuk menjawab isu-isu stratejik. tujuan memiliki karakteristik seperti : a. h. Mudah dipahami. c. Tujuan harus menantang. Tujuan menggambarkan hasil-hasil yang ingin dicapai organisasi. Keberhasilan perumusan tujuan sangat dipengaruhi beberapa kriteria berikut : a. Tujuan menunjukkan secara jelas arah lembaga dan program-programnya.c. Jangkauan waktu yang jauh kedepan dengan kriteria 5 (lima) tahun atau lebih sebagaimana ditentukan oleh organisasi. d. f. i. Tujuan menjawab kesenjangan antara tingkat pelayanan pada saat kini dengan tingkat pelayanan yang ingin dicapai. Pertimbangkan. yang berarti tujuan dapat diterima oleh berbagai pihak dalam organisasi. yang berarti tujuan agar dapat dinyatakan secara jelas dan nyata. namun tidak spesifik menentukan kejadian dan strateji pelaksanaannya. Dengan karakteristik tersebut upaya pencapaian tujuan akhirnya berlangsung secara terus menerus. Sasaran akan menjelaskan hal-hal tersebut. Fleksibilitas. Tujuan tidak akan mengalami perubahan yang bermakna. Akseptabilitas. b. Dan bersifat abstrak dalam artian hampir-hampir tidak tergambar dalam angkaangka. Dapat diukur. c. Motivator. g. kecuali bila terjadi suatu perubahan yang sangat mendasar atau apabila hasil yang diinginkan dalam mengatasi isu stratejik tertentu telah tercapai. apabila ada tujuan organisasi yang dapat dicapai dalam waktu kurang dari 3 (tiga) tahun maka tujuan itu mungkin lebih merupakan sasaran. Kesesuaian dengan rumusan visi dan misi organisasi. sebagai pendorong bagi kriteria yang memuaskan yang berarti tujuan cukup menantang namun masih dalam batasan untuk dapat dicapai. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 13 . d. lebih dari dua tahun. akan tetapi realistis dan dapat dicapai. Disamping kriteria diatas. e. Tujuan pada umumnya mencakup jangka waktu yang relatif panjang. yakni mudah untuk disesuaikan dengan perubahan yang begitu cepat.

Menganalisis kesenjangan pelayanan. f. Lebih menjamin suksesnya pelaksanaan rencana jangka panjang yang sifatnya menyeluruh yang berarti menyangkut keseluruhan instansi berikut satuan kerjanya. terinci. Persiapan. Sasaran 1. Peninjauan data lingkungan internal da eksternal.Disamping kriteria tersebut. Memadukan umpan balik customer dan stakeholders. yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh instansi pemerintah dalam jangka waktu tahunan. triwulan atau bulanan. g. c. dapat diukur dan dapat dicapai. Menentukan arah untuk mencapai keberhasilan yang diinginkan. Sasaran diusahakan dalam bentuk kuantitatif sehingga dapat diukur. b. Keberhasilan pencapaian berbagai sasaran organisasi sangat penting ditinjau untuk : a. Meletakkan dasar yang kuat untuk mengendalikan dan memantau kinerja organisasi. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan sehingga bersifat spesifik. Arti dan Makna Sasaran Sasaran adalah penjabaran dari tujuan. perumusan tujuan juga harus mengikuti proses sebagai berikut : a. Sasaran harus memberikan arah dan tolok ukur yang jelas sehingga dapat dijadikan landasan untuk penyusunan strateji dan kegiatan yang spesifik pula. Agar sasaran ini dapat efektif maka sasaran harus bersifat atau memiliki kriteria berikut : a. Sasaran harus menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakantindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. e. Penyempurnaan. semesteran. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 14 . b. Memilih tujuan yang akan dimasukkan dalam dokumen perencanaan stratejik. karena adanya bidang-bidang kegiatan. sasaran harus menggambarkan hasil spesifik yang diinginkan bukan cara pencapaiannya. c. d. Spesifik. Fokus utama penentuan sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya organisasi dalam kegiatan atau operasional organisasi. D. Sebagai alat untuk memicu agar semua bagian organisasi sadar akan kemungkinan timbulnya permasalahan. Sasaran organisasi merupakan bagian integral dalam proses perencanaan stratejik instansi pemerintah.

Menantang namun dapat dicapai. d. c. Oleh karenanya metodologi untuk mengukur pencapaian sasaran harus ditetapkan sebelum kegiatan yang terkait dengan sasaran tersebut dilaksanakan. Sasaran akan lebih mudah dikelola dan dapat lebih serasi dengan proses anggaran apabila dibuatnya sesuai dengan batas-batas tahun fiskal. sasaran harus menspesifikasikan hasil yang ingin dicapai. Berbagai manfaat yang dapat dipetik karena adanya sasaran tahunan. contoh : menyediakan asistensi teknis bagi 50 industri kulit yang berorientasi ekspor. apabila sasaran harus dijadikan standar keberhasilan. Agar benar-benar mampu memberikan peranan positif bagi keberhasilan organisasi secara keseluruhan.b. b. penetapan sasaran tahunan perlu memperhatikan : a. Konsistensi dalam sasaran tahunan yang tercermin pada adanya tolok ukur dan skala prioritas yang jelas serta dinyatakan secara terfokus. c. sasaran harus terukur dan dapat dipergunakan untuk memastikan apa dan kapan pencapaiannya. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 15 . maka sasaran harus menantang. Sasaran operasional tahunan ialah pernyataan tentang hal-hal yang diharapkan oleh setiap unit organisasi dalam perannya terhadap pencapaian visi dan misi organisasi yang telah ditetapkan. Ciri-ciri sasaran tahunan terutama yang berkaitan dengan tujuan. Akuntabilitas harus ditanamkan kedalam proses perencanaan. Dapat dinilai dan terukur. namun tidak boleh mengandung target yang tidak layak. Berorientasi pada hasil. Dan dapat dicapai dalam waktu satu tahun atau berlaku pada masa sekarang. e.

Dengan demikian strateji akan dapat memberikan kesatuan pandang dalam melaksanakan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Cara mencapai tujuan dan sasaran merupakan faktor terpenting dalam proses perencana stratejik. Pemilihan strateji adalah proses pembuatan keputusan untuk memilih alternatif terbaik dalam upaya pencapaian tujuan dan sasaran dengan cara yang paling baik. Cara mencapai tujuan dan sasaran atau strateji merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya organisasi yang meliputi penetapan kebijaksanaan. Tujuan dan sasaran merupakan apa dan kapan sesuatu akan dicapai. Kelemahan yang terkait dengan strateji ini meliputi : 1. strateji ini akan memperjelas makna dan hakikat suatu rencana strateji khususnya sasaran tahunan dengan identifikasi rincian yang sifat spesifik tentang bagaimana para pimpinan harus mengelolanya. Sesuatu hal yang harus diperhatikan ialah bahwa strateji memperhitungkan juga lingkungan organisasi secara keseluruhan yang akan mempengaruhi implementasi strateji. strateji hendaknya telah membahas mengenai masalah yang diperkirakan akan timbul diwaktu yang akan datang yang mungkin dapat berubah-rubah. program operasional dan kegiatan atau aktivitas dengan memperhatikan sumber daya organisasi serta keadaan lingkungan yang dihadapi. strateji akan memberikan arah dan dorongan kegiatan operasi pada para pelaksana kegiatan instansi. program operasional dan kegiatan atau aktivitas organisasi tetap mengacu pada visi. Untuk itu diperlukan teknis probabilitas yang lebih akurat dalam memprediksi apa yang akan terjadi dimasa depan. Dengan kata lain strateji merupakan terjemahan pemikiran kepada tindakan yang diarahkan pada penyelenggaraan operasional sehari-hari dari seluruh komponen dan unsur organisasi. tetapi organisasi sulit menyusun prediksi yang sangat kompleks dan berubah-ubah. akan tetapi instansi pemerintah masih sulit mengimplementasikannya untuk meraih visi dan misi organisasi. misi. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 16 . Namun demikian langkah instansi pemerintah tidak hanya sampai pada tahapan tersebut saja. Agar strateji dapat diterapkan dengan baik. akan tetapi perlu ditentukan mengenai bagaimana hal tersebut dapat dicapai. tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian tidak ada pilihan lain bagi pimpinan organisasi kecuali mengembangkan berbagai strateji dengan memberikan prioritas pada hal-hal penting yang akan terkait dengan ukuran kinerja organisasi. Kebijaksanaan. Cara mencapai tujuan dan sasaran merupakan strateji instansi pemerintah untuk merealisasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Strateji didasarkan pada prediksi. Kesalahan penetapan strateji akan membawa dampak tidak dapat dilaksanakannya strateji tersebut. Selain merupakan upaya untuk antisipasi keadaan yang akan datang. perlu diminta komitmen pimpinan puncak terutama dalam menentukan kebijaksanaan organisasi.Meskipun telah ditentukan sasaran tahunan dengan jelas dan terdapat keterkaitan yang nyata dengan tujuan 5 (lima) tahunan. Strateji yang disusun dengan seksama tetap saja tidak mengurangi beberapa kelemahan yang dikandungnya.

Kesulitan menyusun pola-pola kebijaksanaan. Kebijaksanaan yang dimaksud dalam cara mencapai tujuan dan sasaran harus disusun oleh organisasi dengan berdasarkan pandangan dari pimpinan puncak organisasi. E. Kebijaksanaan adalah pedoman pelaksanaan tindakan-tindakan tertentu. Strateji yang disusun harus merupakan satu kesatuan komprehensif yang terpadu. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 17 . Pemilihan kebijaksanaan secara hati-hati dapat mempertajam arti strateji dan menjadi pedoman bagi keputusan-keputusan dalam suatu arah yang mendukung strateji.2. Kebijaksanaan Strateji menentukan garis besar atau dasar-dasar pokok pedoman pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. 3. Dedikasi yang berlebihan terhadap strateji yang telah ditetapkan dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan yang ada. 2. Juga dapat timbul konflik antara tujuan dan sasaran di visi yang satu dengan di visi lainnya. Perlu disadari bahwa strateji harus bersifat fleksibel dalam menghadapi lingkungan yang kompleks dan cepat berubah. Sayangnya hal ini sulit untuk dipenuhi karena adanya konflik antara tujuan dan sasaran korporat dengan tujuan dan sasaran di visi atau bagian-bagian dalam organisasi. Dalam hal ini diperlukan pertimbangan pimpinan organisasi. Kebijaksanaan merupakan kumpulan keputusan-keputusan yang : 1. 3. program operasional dan kegiatan organisasi. Untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi memerlukan persepsi dan tekanan khusus dalam bentuk kebijaksanaan. Pimpinan puncak beserta pimpinan lainnya menetapkan kebijaksanaan untuk korporat. 4. Mengatur suatu mekanisme tindakan lanjutan untuk pelaksanaan pencapaian tujuan dan sasaran. Strateji yang semula telah ditetapkan mungkin tidak cocok dengan kondisi yang ada sebagai akibat arus perubahan. Dalam hal ini perlu konsep keseimbangan alokasi sumber daya organisasi dan eliminasi konflik antara di visi organisasi. Seringkali stratejinya dinyatakan dalam ukuran-ukuran umum tang interpretasinya dapat berbeda-beda. Menciptakan kebijaksanaan mengarahkan pada kondisi-kondisi dimana setiap pejabat dan pelaksana di organisasi mengetahui tentang apakah mereka memperoleh dukungan untuk bekerja dan mengimplementasikan keputusan. Menentukan secara teliti tentang bagaimana strateji akan dilaksanakan atau dengan kata lain kebijaksanaan merupakan pedoman pelaksanaan tindakan atau kegiatan tertentu.

dapat dilaksanakan dan tidak hanya baik secara teoritis. Meskipun jumlah kebijaksanaan yang akan disusun pada setiap instansi pemerintah berbeda. misalnya kebijaksanaan keuangan. tujuan. Program kerja operasional tidak terlepas dari kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengertian Umum Program kerja operasional pada dasarnya merupakan upaya untuk implementasi strateji organisasi. misi. Bagi para pejabat menengah mereka tidak hanya memutuskan perubahan strateji tetapi yang lebih penting ialah bagaimana strateji baru tersebut dapat dilaksanakan. Kebijaksanaan apa saja yang harus dibuat secara formal dalam organisasi tentu saja bervariasi dengan besarnya dan komplesitasnya instansi pemerintah tersebut. Program operasional merupakan penjabaran rinci tentang langkah-langkah yang diambil untuk menjabarkan kebijaksanaan. kapan dilaksanakan. F. dan bagaimana dilaksanakannya secara efisien dan efektif. Program kerja operasional merupakan proses penentuan jumlah dan jenis sumber daya yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan suatu rencana. Penyusunan program kerja operasional jangka menengah didasarkan atas visi. Program 1. Untuk suatu bidang atau unit kerja. maka program kerja operasional didasarkan atas perumusan visi. Pada instansi pemerintah yang relatif kecil atau menengah mungkin cukup jika mempunyai kebijaksanaan untuk setiap aspek penting organisasi. Penjabaran program operasional harus memiliki tingkat kerincian yang sesuai dengan kebutuhan sebagaimana diuraikan dalam kebijaksanaan.Elemen penting dalam menyiapkan kebijaksanaan adalah kemampuan untuk menjabarkan strateji kedalam kebijaksanaan-kebijaksanaan yang cocok. akan tetapi kebijaksanaan minimal yang harus dikembangkan adalah kebijakan yang menjadi pedoman bagi instansi pemerintah dalam melaksanakan kegiatan dan program organisasi. kebijaksanaan pelayanan dan lain-lain. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 18 . misi. tujuan dan sasaran serta kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebagai pedoman organisasi. Program kerja operasional meliputi program kerja untuk mengimplementasikan sasaran sebagaimana yang dimaksudkan oleh kebijakan organisasi. Suatu instansi pemerintah yang melaksanakan perencanaan stratejik akan mengadakan program kerja operasional pada fungsi-fungsinya. sasaran dan kebijaksanaan yang ada hubungannya dengan segala aspek fungsi bidang atau unit kerja yang bersangkutan. Program kerja operasional dapat bersifat jangka panjang dan menengah yaitu memiliki tenggang waktu antara 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) tahun atau bersifat tahunan saja.

bahwa pada Rencana Stratejik hanya disajikan batas program saja dan kegiatan baru disusun pada waktu membuat Rencana Kinerja Tahunan. b.Agar program operasional dapat dilaksanakan secara realistis. Aktivitas atau kegiatan ini berdimensi waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun. c. misi. Pimpinan harus mengupayakan suatu keterkaitan yang menimbulkan keseimbangan antara program-program yang bersangkutan. Harus diperhatikan agar jangan sampai suatu program kerja hanya merupakan suatu ekstrapolasi keadaan yang lampau akan tetapi yang lebih penting adalah yang berkaitan dengan masa kini dan masa yang akan datang. e. Koordinasi atas program kerja tidak perlu secara menyeluruh. sasaran dan kebijaksanaan dengan program kerja. Setiap pimpinan unit memberikan kontribusinya dengan mengajukan program kerja operasional dari masing-masing unit. Pencapaian kinerja dapat diukur dengan baik apabila terdapat satuan pengukuran yang memadai. tujuan dan sasaran instansi pemerintah. f. Kegiatan Sesuai dengan Surat Keputusan Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. akan tetapi cukup dilakukan terhadap program kerja yang memang penting saja. Penentuan pimpinan mengenai sejauhmana tingkat keterkaitan (atau hubungan) antara visi. hal ini dilakukan untuk mengurangi kebebasan dan motivasi pegawai. G. d. tujuan. Kegiatan yang disusun secara tahunan ini menjadi bahan untuk mengevaluasi dan memperbaiki program kerja operasional instansi pemerintah yang berdimensi 5 (lima) tahun. Aktivitas adalah kegiatan organisasi yang merupakan penjabaran kebijaksanaan sebagai arah dari pencapaian tujuan dan sasaran yang memberikan kontribusi bagi pencapaian visi dan misi organisasi. Aktivitas atau kegiatan instansi pemerintah merupakan penjabaran dari program kerja operasional yang telah dibuat oleh organisasi tersebut. 1. Program kerja operasional hendaknya cukup sederhana. Untuk itu tentunya diperlukan suatu program aksi yang dapat menunjang organisasi dalam menilai kinerjanya. namun demikian untuk membedakan dengan program maka kegiatan ikut dibahas pada Rencana Stratejik tersebut. maka diperlukan upaya-upaya : a. Pengertian Umum Tujuan dan sasaran yang merupakan bagian dari perencanaan stratejik merupakan upaya untuk peningkatan organisasi. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 19 . misi. Program kerja dibuat dengan memperhatikan prioritas tinggi dan berdampak dalam pencapaian visi.

Result oriented (hasil yang ingin dicapai) : kegiatan harus menspesifikasikan hasil yang ingin dicapai dalam periode 1 (satu) tahun. Aktivitas merupakan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah dalam merealisasikan program kerja operasionalnya. Uraian tentang aktivitas organisasi ini mencerminkan ruang lingkup kegiatan instansi pemerintah yang digunakan sebagai bahan yang dituangkan dalam LAKIP. aktivitas dominan dan vital bagi pencapaian visi dan misi instansi. b. proses. e. Tanpa penentuan aktivitas yang jelas akan mengakibatkan banyak tenaga yang tidak terpakai. H. bukan cara pencapaiannya. Visi dan misi harus mengarahkan faktor-faktor kunci keberhasilan. Aggressive but attainable (agresif tetapi tujuan dan dicapai) : kegiatan harus dijadikan standar keberhasilan dalam satu tahun sehingga harus cukup menantang namun masih dalam ruang tingkat keberhasilannya. Pengertian Umum Informasi yang dikembangkan dari unsur perencanaan stratejik sebelumnya harus dievaluasi dan dianalisis untuk menetapkan tindakan apa yang akan diambil. Misi suatu organisasi adalah pengarah utama dari tindakan organisasi tersebut. Time – bound (batas waktu) : kegiatan harus dapat direalisasikan dalam waktu yang relatif pendek mulai dari beberapa minggu sampai beberapa bulan. c. Specifik (spesifik) : kegiatan harus menggambarkan hasil spesifik yang diinginkan. tujuan dan sasaran C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 20 . peralatan dan sistem kerja dalam rangka mengimplementasikan program kerja operasional yang telah dibuat sebelumnya. Dengan demikian aktivitas yang dipilih oleh organisasi untuk dilaksanakan dalam rangka peningkatan kinerja organisasi. yang pasti tidak lebih dari 1 (satu) tahun. sesuai peran pemerintah. Kegiatan harus memberikan arah dan tolok ukur yang jelas. keterampilan. Faktor-Faktor Kunci Keberhasilan 1.Perhatian utama dari suatu aktivitas akan terlihat pada tugas pokok dan fungsi. program kerja yang menjadi isu nasional. Dalam menyusun kegiatan hendaknya memperhatikan kriteria sebagai berikut : a. Penyusunan Rencana Stratejik menggunakan alat bantu berupa formulir Rencana Stratejik (RS) sebagaimana contoh terlampir. Rencana kegiatan terdiri dari pilihan-pilihan instansi pemerintah untuk melaksanakan metode. d. Aktivitas merupakan cerminan dari strateji konkrit organisasi untuk mengimplementasikan dengan sebaikbaiknya dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran. Kegiatan yang disusun tetap memperhatikan lingkungan yang ada di organisasi baik lingkungan internal maupun eksternal. Aktivitas menjadi jantung kehidupan keseharian organisasi dan menjadikan organisasi tersebut tetap hidup. Measurable (terukur) : kegiatan harus terukur dan dapat dipastikan waktu dan tingkat pencapaiannya.

kendala dan kelemahan yang dihadapi termasuk sumber daya. Strateji mengoptimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. 2.dalam mempertimbangkan apa yang harus dilaksanakan dan kapan akan dilaksanakan. dana. Strateji mengurangi kelemahan untuk memanfaatkan peluang. yang pada dasarnya dapat dikelompokkan kedalam (empat) kelompok strateji. b. Analisis lingkungan internal dan eksternal yang dilakukan menjadi metoda analisis SWOT (Strengths/kekuatan. Penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang memiliki kekuatan dalam faktor-faktor kunci keberhasilannya cenderung memiliki kinerja yang prima. Strateji mengurangi kelemahan untuk mencegah dan mengatasi ancaman. Faktor-faktor kunci tersebut antara lain berupa potensi. Faktor-faktor kunci keberhasilan berbeda diantara organisasi. sarana dan prasarana serta peraturan perundangundangan dan kebijaksanaan yang digunakan instansi pemerintah dalam kegiatankegiatannya. dan d. Strateji menggunakan kekuatan untuk mencegah dan mengatasi ancaman. Nilai-nilai dari organisasi. Tujuan Penetapan Faktor-faktor Kunci Keberhasilan Faktor-faktor kunci keberhasilan berfungsi untuk lebih memfokuskan strateji organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan misi organisasi secara efektif dan efisien. and Threats/tantangan). Faktor-faktor kunci keberhasilan merupakan hal yang sangat kritikal bagi eksistensi organisasi. Faktor-faktor kunci keberhasilan memungkinkan manajemen untuk mengembangkan suaatu rencana stratejik yang lebih mudah untuk mengkomunikasikan dan menerapkannya. Opportunities/peluang. yaitu : a. c. dan untuk mengarhkan perumusan tujuan organisasi. Weaknesses/kelemahan. kekuatan. 3. tantangan. Faktor-faktor kunci keberhasilan adalah topik atau bidang yang berkaitan secara luas dengan misi. asumsi dan analisis dari lingkungan internal dan eksternal seharusnya membantu dalam menetapkan bagaimana tindakan harus diambil. Faktor-faktor kunci keberhasilan direkomendasikan karena memberikan fokus sekaligus. Faktor-faktor kunci keberhasilan merupakan hasil pengembangan informasi yang diperoleh dari unsur perencanaan stratejik sebelumnya. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 21 . Uraian tentang faktor-faktor kunci keberhasilan ini dapat dimulai dengan melakukan identifikasi indikator atau ukuran yang dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Proses Penetapan Faktor-faktor Kunci Keberhasilan Faktor-faktor kunci keberhasilan adalah unsur-unsur dari suatu organisasi yang menentukan keberhasilan atau kegagalan strateji organisasi tersebut. peluang.

c. Harus diingat bahwa faktor-faktor kunci keberhasilan. Sebaiknya tidak terlalu banyak. Penting untuk pencapaian keseluruhan tujuan dan sasaran organisasi.Faktor-faktor kunci keberhasilan adalah beberapa hal yang harus berjalan baik jika ingin meyakinkan keberhasilan suatu organisasi. beberapa faktor berlaku untuk keseluruhan organisasi namun beberapa faktor lain hanya berfokus kepada satu fungsi tertentu. yaitu beberapa faktor yang keberhasilannya mempengaruhi keberhasilan organisasi secara keseluruhan. Organisasi tersebut justru memberi fokus kepada pengukuran faktor-faktor kunci keberhasilan. b. d. Dapat diukur dan dikendalikan oleh organisasi. Dinyatakan sebagai sesuatu yang harus dilaksanakan. berlainan dengan tujuan. Dapat diterapkan di berbagai organisasi sejenis dengan tujuan dan strateji yang sama. f. Setiap faktor cenderung menjadi faktor stratejik bagi organisasi. e. Faktor-faktor kunci keberhasilan seharusnya memenuhi kriteria : a. Bersifat hirarki. tidak bersifat spesifik dan tidak harus dapat diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi dengan manajemen yang baik seringkali hanya memiliki sedikit tujuan pengendalian yang formal. karena tidak semua merupakan kunci. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 22 .

Selanjutnya misi yang lain belum dibuat contohnya. dalam satu tujuan dibuat beberapa sasaran. Katolik. Mengingat keterbatasan waktu dan sebagainya maka pada misi pertama meningkatkan kualitas Bimas Islam. fleksibel. Setelah adanya perrencanaan stratejik diperlukan rencana kinerja tahunan. dan Budha. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 23 . Hindu. Kristen. dan seterusnya. waktu serta sumber daya manusia yang diperlukan guna mencapai tujuan dan sasaran jangka panjang tersebut (Perencanaan Stratejik). Seharusnya menurut ketentuan satu misi dibuat beberapa tujuan. skala prioritas dan berkelangsungan yang berarti jika sesuatu dimulai maka terus dilaksanakan sampai selesai. pada satu tujuan tersebut baru dibuat dua contoh sasaran. Pada misi ketiga meningkatkan kualitas kelembagaan agama Islam hanya dibuat satu tujuan dan satu sasaran. sehingga akan lebih teratah hasil yang ingin dicapai dari tahun ke tahun sehingga tujuan jangka panjang tersebut secara efisien dan dapat dihindari pemborosan walaupun memperhatikan prinsip pragmatis. peralatan. biaya. baru dibuat satu contoh tujuan yang berhubungan dengan kualitas Bimas Islam. Untuk membantu dan memudahkan penyusunan Rencana Stratejik terlampir telah disajikan contoh alur berpikir penyusunan Rencana Stratejik.BAB III PENUTUP Perencanaan Stratejik bermanfaat bagi para pimpinan organisasi karena dapat menentukan arah dan tujuan organisasi yang lebih efektif dan efisien karena dapat menentukan secara pasti sarana dan prasarana. Pada misi kedua meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji baru mampu dibuat satu tujuan dan dua sasaran.

Kristen. Sasaran Tujuan Uraian 1 2 Indikator 3 Outputs : Tersedianya tenaga profesional. 1. Meningkatkan Kualitas Bimas Islam. dst Menyiapkan tenaga Peningkatan yang berkualitas. 5. Meningkatkan Kualitas Litbang dan Diklat Keagamaan.1. Meningkatkan Kualitas Penyelenggaraan Haji. Bimas Islam.1. Menyiapkan sarana Peningkatan dan prasarana kualitas sarana dan prasarana. 1. spiritual dalam kehidupan masyarakat. Hindu dan Budha.1.Contoh alur berpikir penyusunan Rencana Stratejik Rencana Stratejik Tahun 2000 s/d 2004 Instansi Visi Misi : Departemen Agama : Menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan moral.2. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana URAIS. 3.1. Meningkatnya 2. petugas yang tepat.1. dst 1. Outcomes : Kualitas SDM meningkat Outputs : Tersedianya sarana dan prasarana. Meningkatnya kualitas Kualitas SDM URAIS. 2. Meningkatnya 1. Outputs : Tersedianya petugas Merekrut calon Peningkatan profesional.1. Outcomes : Kualitas pelayanan meningkat Kebijakan 4 Program 5 6 Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Ket 1. 4.1. Katolik.1. Meningkatkan Kualitas Kelembagaan Agama Islam. kualitas SDM.1. berbangsa dan bernegara. aan Haji. kualitas SDM Outcomes : Kualitas SDM meningkat. Meningkatnya kualitas Kualitas SDM Penyelenggar penyelenggaraan haji.3. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 24 . : 1. Meningkatkan Kualitas Pengawasan Fungsional.2. 2.

dst Indikator 3 Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran Ket Kebijakan 4 Program 5 6 Outputs : Tersedianya petugas. kualitas sarana sarana/prasarana meningkat. meningkat.2.1. Meningkatnya 3. 2. Meningkatnya kualitas/ kuantitas sarana & prasarana 2. dan prasarana. pendidik yang kualitas/kuantit Outcomes : Kualitas tenaga pendidik tepat. Meningkatnya kualitas Kualitas & tenaga pendidik.1.1. as SDM.Sasaran Tujuan Uraian 1 2 2.1. Outputs : Tersedianya tenaga pendidik Menyiapkan tenaga Peningkatan profesional. Kuantitas SDM Pendidikan.2. C:\Fjr\KMA\06\RS\Ver Zai 25 . Merekrut calon Peningkatan Outcomes : Kualitas/kuantitas petugas yang tepat.3.1. dst 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful