P. 1
makalah_pgpr

makalah_pgpr

|Views: 2,507|Likes:

More info:

Published by: Mila Sari Febriandi Salim on Jun 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

Selama dasawarsa terakhir istilah “rhizobacteria” digunakan untuk

menggambarkan bakteri rizosfer yang membentuk koloni dengan akar (Schroth and

Hancock, 1982 dalam Kloepper, et al., 1985). Kolonisasi akar adalah suatu proses di

mana bakteri bertahan melakukan inokulasi ke dalam benih tanaman atau ke dalam

tanah, penggandaan diri dalam spermosfer dalam responnya terhadap eksudat benih

yang kaya akan karbohidrat dan asam amino, menempel pada permukaan akar, dan

mengkoloni sistem perakaran yang sedang berkembang.

Berbagai manfaat positif dari bakteri dalam rizosfer telah menjadikannya

sumber potensial bagi ketersediaan nutrisi dalam tanah serta mendorong pertumbuhan

tanaman sehingga menjadi lebih baik. Beberapa bakteri tanah berasosiasi dengan akar

tanaman budidaya dan memberikan pengaruh yang bermanfaat pada tanaman

inangnya. Bakteri ini dikelompokkan ke dalam PGPR (Plant Growth Promoting

Rhizobacteria). Strains PGPR yang sering ditemukan di antaranya Pseudomonas

fluorescent.

Penelitian yang melibatkan bakteri yang hidup bebas sebagai inokulan bagi

tanaman pertanian memiliki genus yang sama dengan Azospirillum. Pada akhir tahun

1800, efek yang menguntungkan dari simbiosis rizobia pada tanaman legum telah

dikembangkan dan penelitian telah sampai pada pertanyaan dapatkah manfaat yang

22

diperoleh oleh tanaman yang bersimbiosis dengan legum diperoleh oleh tanaman

tanpa simbiosis legum dengan bakteri tanah lainnya.

Selama 70 tahun ke belakang, penggunaan inokulan mikrobia lebih banyak

melibatkan rizobia dan tanaman legum. Hak cipta pertama kali bagi inokulan rizobia

diberikan pada awal abad ini, kemudian diikuti dengan eksploitasi secara komersial.

Adanya berbagai kendala dan ketidaksesuaian yang ditimbulkan oleh rizobia hasil

produksi massal mengarahkan penelitian pada pengembangan perbaikan strain

Rhizobium yang akan memperbaiki rizobia asal tanah dan membentuk nodul yang

efektif dalam jumlah besar pada tanaman. Selain itu teknik aplikasinya dimodifikasi

untuk mendistribusikan inokulum yang viabilitasnya tinggi pada perkecambahan

benih. Banyak hambatan ekologis membatasi keberhasilan rizobia yang

diinokulasikan pada tanah (Young and Burns, 1993).

Seringkali diasumsikan bahwa peningkatan pertumbuhan tanaman setelah

inokulasi adalah respon langsung terhadap bakteri yang diinokulasikan. Dalam hal

rizobia, penampakkan nodul didampingkan dengan pengukuran sensitif terhadap

fiksasi nitrogen menggunakan 15

N dan teknik reduksi asetilen,memungkinkan

terjadinya korelasi yang jelas antara respon tanaman dengan inokulan. Bagaimana

pun masih terdapat sebab dan akibat yang membingungkan pada saat mengkaji fungsi

dari inokulan mikrobia lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->