P. 1
CONTOH PROYEKSI PENDUDUK

CONTOH PROYEKSI PENDUDUK

|Views: 1,700|Likes:
Published by ibn_yusman

More info:

Published by: ibn_yusman on Jun 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2013

pdf

text

original

PROYEKSI PENDUDUK

Propinsi SUMATERA SELATAN
D
I
S
U
S
U
N
OLEH ;
Nama : Nugraha pukuh
Nim : 03.4283
Kelas : III sk 2
Sekolah tinggi ilmu statistik
Jakarta
2006
1
PROYEKSI PENDUDUK
propinsi sumatera selatan
Penduduk sebagai subyek dan obyek pembangunan, menjadi titik
sentral dalam pembangunan nasional bangsa Indonesia. Dalam
perkembangannya penduduk akan dipengaruhi oleh variabel demografi dan
non demografi, yang mengakibatkan tiap-tiap daerah memiliki potensi dan
keunikan karakteristik penduduk masing- masing. Keunikan karakteristik ini
menjadi salah satu dasar pelaksanaan otonomi daerah yang diatur oleh
Undang-Undang No. 22 Tahun 1999.
Perencanaan pembangunan baik di tingkat nasional atau dalam
konteks otonomi daerah, harus didasarkan pada kondisi demografi
penduduk. Untuk Perencanaan pembangunan yang berkesinambungan
disegala bidang, diperlukan informasi yang berkesinambungan mengenai
keadaan penduduk seperti jumlah penduduk, persebaran penduduk, dan
susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin yang relevan dengan
rencana tersebut. Informasi yang dibutuhkan tidak hanya menyangkut
keadaan pada saat perencanaan disusun, tetapi juga informasi masa lampau
masa kini, dan yang yang lebih penting lagi adalah informasi perkiraan pada
waktu yang akan datang. Untuk data penduduk pada waktu yang lalu dan
masa kini sudah dapat diperoleh dari hasil-hasil sensus dan survei.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan data penduduk masa yang akan
datang, informasi tersebut belum tersedia sehingga perlu dibuat suatu
proyeksi penduduk yaitu perkiraan jumlah penduduk dan komposisinya di
masa mendatang.
Proyeksi penduduk adalah perhitungan jumlah penduduk (menurut
komposisi umur dan jenis kelamin) yang menunjukkan keadaan fertilitas,
mortalitas serta migrasi di masa yang akan datang. Proyeksi penduduk bukan
merupakan ramalan jumlah penduduk tetapi suatu perhitungan ilmiah yang
didasarkan pada asumsi arah perkembangan dari komponen-komponen laju
2
pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan
(migrasi).ketiga komponen inilah yang menentukan besarnya jumlah
penduduk di masa yang akan datang. Untuk menentukan asumsi daritingkat
perkembangan kelahiran, kematian dan perpindahan di masa yang akan
datang diperlukan data yang menggambarkan trend dimasa lampau hingga
saat ini, factor-faktor yang mempengaruhi masing-masing komponen itu, dan
hubungan antara satu komponen dengan yang lain serta target yang akan
dicapai atau diharapkan pada masa yang akan datang. Jadi proyeksi
penduduk menggunakan beberapa asumsi sehingga jumlah penduduk dimasa
yang akan datang adalah X kalau fertilitas, mortalitas, dan migrasi berada
pada tingkat tertentu. Berbeda dengan estimasi penduduk, Estimasi penduduk
adalah perkiraan jumlah penduduk berdasarkan ketentuan – ketentuan dan
rumus – rumus sederhana.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memproyeksikan
jumlah penduduk masa yang akan datang antara lain:
1. Mathematical Method (Metode Matematik).
Metode matematik digunakan bila komponen pertumbuhan penduduk
tidak diketahui. Menggunakan fitting curve data sensus untuk
menggambarkan perubahan penduduk antara dua sensus. Perubahan
penduduk digunakan untuk mengestimasi jumlah penduduk antara dua sensus
atau setelah sensus dilaksanakan (forward projection). Pola pertambahan
penduduk yang sering dipakai adalah pola pertambahan penduduk menurut
kurva geometrik dan eksponensial.
Geometrik :
Pt = Po (1+r)
t
r = 1-anti log {(log Pt/Po)/t}
Eksponensial :
Pt = Po e
rt
r = 1 / t (2,3026) * log (Pt/Po)
3
2. Component Method (Metode Komponen).
Metode ini memperhatikan perubahan tiap-tiap komponen
pertumbuhan penduduk yaitu fertilitas,mortalitas, dan migrasi. Dengan
melakukan penghitungan tiap komponen penduduk secara terpisah, dan untuk
mendapatkan proyeksi jumlah penduduk total, hasil proyeksi tiap komponen
digabungkan. Metode ini membutuhkan data-data sebagai berikut:
1. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin yang telah
dilakukan perapihan (smothing).
Tahap I adalah perapihan jumlah penduduk menurut jenis kelamin
kelompok umur 10-64 tahun, menggunakan metode dari PBB yang
disusun dalam paket program “ Micro Computer Programs for
Demographics Analysis” (MCPDA).
Tahap II adalah perapihan umur penduduk usia 65+ menggunakan
distribusi umur penduduk 65+ dari suatu negara yang penduduknya sudah
stabil (metode Stable Population).
Tahap III adalah perapihan penduduk umur 0-4 dan 5-9 tahun dengan
metode survival ratio pada saat lahir.
2. Pola mortalitas menurut umur.
Menentukan level kematian suatu penduduk tertentu (west
Model),level kematian dihitung dari estimasi angka kematian bayi dengan
metode trussel.
3. Pola fertilitas menurut umur.
Mengestimasi pola fertilitas (ASFR). Estimasi fertilitas dilakukan
dengan methode anak kandung. Selain TFR juga didapat ASFR. Methode
ini dipakai sejak SP71, ini untuk menjaga kesinambungan data.
4. Rasio jenis kelamin saat lahir.
Ketika dapat proyeksi jumlah penduduk, maka proyeksi untuk
penduduk perempuan dan laki-laki dihitung berdasarkan pola rasio jenis
kelamin.
4
5. Proporsi migrasi menurut umur.
Data migrasi yang dipakai adalah migrasi risen (migrasi antar
propinsi). Untuk proyeksi Indonesia, migrasi internasional diasumsikan 0.
dengan metode life Table Survival Ratio dihitung besarnya rata-rata net
migrasi per kelompok umur per tahun. Pola migrasi untuk tahun-tahun ke
depan diasumsikan sama dengan pola migrasi periode tahun yang
dihitung.
Untuk mempermudah penghitungan proyeksi penduduk digunakan
software program komputer yaitu “Fivsin”. Output yang diperoleh adalah:
jumlah penduduk menurut kelompok umur,laju pertumbuhan
penduduk,TFR,ASFR,CBR, CDR dan level kematian.
Data penduduk Indonesia yang dapat dipakai dan dapat dipercaya
untuk keperluan proyeksi adalah berasal dari sensus penduduk (SP) yang
diselenggarakan setiap 10 tahun sekali yaitu pada tahun yang berakhiran “0”
dan survei penduduk antar sensus (SUPAS) pada tahun yang berakhiran “5”.
Propinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah otonom,
memerlukan data proyeksi penduduk yang dapat menggambarkan kondisi
demografi penduduk dari aspek kuantitas dan kualitas sebagai dasar
dalam pembuatan perencanaan pembangunan. Pada paper ini akan
melakukan perhitungan proyeksi penduduk propinsi sumatera selatan.
Propinsi sumatera selatan,di sébelah utara berbatasan dengan propinsi
jambi, sébelah timur dengan selat karimata dan laut jawa,sebelah selatan
dengan propinsi lampung dan sébelah barat dengan propinsi bengkulu.
Memiliki luas wilayah  8.701.742 Ha terdiri dari 14 kabupaten dan kota
,153 kecamatan, 314 kelurahan, dan 2465 desa.dengan penyebaran penduduk
dan profil daerah seperti tercantum dari tabel dibawah ini :
5
Luas daerah, pembagian daerah administrasi, jumlah penduduk dan rumah tangga,
dan kepadatan penduduk Menurut kabupaten /kota
Jumlah/total
Kabupaten / Kota Luas Daerah
Kecamatan Kelurahan Desa
Jumlah
Penduduk
Kepadatan Per
(Km2)
Jumlah rumah
tangga
1. Ogan komering ulu 291760 9 15 122 255246 87,48 16798
2. Ogan komering ilir 1690532 12 20 267 656828 38,85 61609
3. Muara Enim 858794 19 20 270 632222 73,62 37987
4. Lahat 663250 19 23 507 545754 82,28 40235
5. Musi rawas 1213457 17 1 260 474430 39,1 34364
6. Musi banyuasin 1447700 9 5 200 469175 32,41 36083
7. Banyuasin 1214274 11 12 244 733828 60,43 60678
8. Oku selatan 540301 10 3 199 317277 58,72 28612
9. Oku timur 335604 10 11 195 556010 165,67 48452
10.Ogan ilir 266609 6 12 152 356983 133,9 29845
11.Palembang 37403 14 101 2 1338793 3579,37 83983
12.Prabumulih 42162 4 19 12 130340 309,14 5727
13.Pagar alam 57916 5 19 16 114562 197,65 6755
14.Lubuk Linggau 41980 8 53 19 174452 415,56 11082
Jumlah 8701742 153 314 2465 6755900 77,64 502210
Sumber : kanwil badan pertahanan nasional dan BPS Sumatera Selatan
6
Jumlah dan Pertumbuhan penduduk
Propinsi Sumatera selatan tahun 1990 , 2003 , 2004
Jumlah Penduduk
2004 Provinsi
1990 2003
laki-laki Perempuan Total
Rata-rata
pertumbuhan per
tahun 2003-2004
Sumatera Selatan 5492993 6486015 3322293 3273764 6596057 1,7
Sumber : BPS, Hasil SP 1990, Susenas 2003, dan 2004
Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) 2002 - 2004
Angka Harapan
Hidup
Angka Melek
Hurup
Rata2 lama
sekolah
Rata2 pengeluaran
rill
IPM Peringkat
Propinsi
2002 2004 2002 2004 2002 2004 2002 2004 2002 2004 2002 2004
Sumatera
selatan 65,7 57,7 94,1 95,7 7,1 7,4 582,9 608,4 66 69,6 16 12
Sumber : BPS Propinsi sumatera selatan, Sumatera selatan dalam angka
7
Jumlah penduduk sumatera selatan
menurut kelompok umur
Distibusi Persentase Jumlah Penduduk
Kelompok
umur
1980 1990 2000*
)
1980 1990 2000*
)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
0-4 16,52 13,83 10,77 656.819 759.681 738.539
5-9 15,07 14,63 11,45 599.169 803.625 785.170
10-14 12,37 13,3 12,89 491.819 730.568 883.916
15-19 10,64 10,51 12,04 423.036 577.314 825.628
20-24 9,51 8,43 9,96 378.108 463.059 682.995
25-29 7,73 8,36 8,72 307.337 459.214 597.963
30-34 5,23 7,21 7,25 207.940 396.045 497.160
35-39 5,35 5,98 6,71 212.711 328.481 460.130
40-44 4,55 4,06 5,58 180.904 223.016 382.642
45-49 3,62 3,73 4,21 143.928 204.889 288.696
50-54 3,14 3,13 3,05 124.843 171.931 209.150
55-59 1,85 2,1 2,19 73.554 115.353 150.177
60-64 1,79 1,93 2,08 71.169 106.015 142.633
65-69 0,99 1,14 1,28 39.361 62.620 87.774
70-74 0,8 0,84 1,01 31.807 46.141 69.259
75+ 0,82 0,81 0,81 32.602 44.493 55.545
TT 0,02 0,01 0 795 549 0
Jumlah 100 100 100 3975904 5492993 6857376
Sumber : BPS hasil SP1980, SP1990 dan SP2000
Catatan : *
)
Tidak termasuk penduduk non respon (41681 jiwa) dan penduduk tidak
bertempat tinggal tetap (618 jiwa).
Penyebaran penduduk berdasarkan kelompok umur pada tahun 2000
dapat dilihat dari piramida penduduk dibawah ini :
8
Piramida penduduk Sumatera Selatan tahun 2000
0 200.000 400.000 600.000 800.000 1.000.00
0
0-4
5-9
10-14
15-19
20-24
25-29
30-34
35-39
40-44
45-49
50-54
55-59
60-64
65-69
70-74
75+
TT
U
m
u
r
Jumlah
Untuk melakukan proyeksi hal pertama yang akan kita lakukan adalah
Evaluasi data dasar. Data yang diperoleh dari hasil sensus dan survei
biasanya masih mengandung kesalahan,kesalahan yang paling sering
ditemukan adalah kurang tepatnya pelaporan umur.kesalahan ini sering
terjadi karena banyak penduduk terutama di daerah pedesaan yang tidak
melaporkan umurnya dengan benar.terutama yang tidak tahu tanggal
lahirnya,melaporkan umurnya pada tahun-tahun yang berakhiran 0 dan 5.
karena dari hasil-hasil sensus dan survei yang dilakukan, penduduk yang
umurnya berakhiran dengan 0 dan 5 sangat menonjol jika dibandingkan
dengan umur disekitarnya.
Jumlah penduduk sumatera selatan
menurut kelompok umur dan jenis kelamin tahun 2000
Kelompok umur Perempuan Laki-laki Total
0-4 370.548 367.991 738.539
5-9 388.948 396.221 785.170
10-14 439.126 444.790 883.916
15-19 411.292 414.336 825.628
20-24 351.860 331.135 682.995
9
5 5 10 5 5 5 5 5 5 10
1
( 4 10 4 )
16
x x x x x x
P P P P P P
   
     
25-29 302.552 295.411 597.963
30-34 248.047 249.113 497.160
35-39 231.233 228.897 460.130
40-44 182.776 199.866 382.642
45-49 135.125 153.570 288.696
50-54 99.100 110.050 209.150
55-59 72.591 77.585 150.177
60-64 69.956 72.677 142.633
65-69 45.430 42.345 87.774
70-74 34.677 34.583 69.259
75+ 29.934 25.611 55.545
Jumlah 3.413.193 3.444.183 6857376
Sumber : BPS hasil SP2000
Catatan : *
)
Tidak termasuk penduduk non respon (41681 jiwa) dan penduduk tidak
bertempat tinggal tetap (618 jiwa).
Jumlah penduduk yang dirinci menurut umur dan jenis kelamin
adalah salah satu data dasar yang dibutuhkan untuk membuat proyeksi
penduduk dengan metode komponen.oleh karena itu untuk keperluan
proyeksi, data dasar yang mengandung banyak kesalahan tersebut harus
dievaluasi secara cermat, kemudian dilakukan perapihan dengan tujuan
untuk menghapus atau memperkecil berbagai kesalahan yang ditemukan.
Perapihan umur perlu dilakukan untuk memperkecil kesalahan yang
ada dalam data. Dengan tujuan agar kesalahan-kesalahan itu tidak terbawa
kedalam perhitungan proyeksi, karena akan mempengaruhi jumlah dan
struktur umur penduduk dalam periode proyeksi tersebut.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,perpihan umur akan
dilakukan dalam tiga tahap yaitu perapihan data penduduk kelompok umur
10 – 64 tahun dengan metode dari PBB ( UN Method ) dengan Rumus :
Yang telah disusun dalam paket program MCPDA. Selanjutnya penduduk
kelompok umur ( 65+ ) tahun dengan menggunakan metode Stable
Population. Dan terakhir kelompok umur 0-4 dan 5-9 tahun dengan
menggunakan data angka kelahiran total (TFR) masa lampau dengan metode
Survival Rasio.
10
Perapihan Umur 10-64 tahun dengan UN Smoothing Method`
Kelompok
umur
Perapihan
Perempuan
Perapihan
Laki-laki
PerapihanTotal
0-4
5-9
10-14 429.363 436.938 866.301
15-19 411.585 409.714 821.299
20-24 355.425 341.027 696.452
25-29 298.914 289.492 588.406
30-34 255.060 253.585 508.646
35-39 224.871 227.244 452.115
40-44 184.128 198.085 382.213
45-49 135.933 154.305 290.238
50-54 98.071 109.536 207.607
55-59 76.349 81.928 158.277
60-64 64.867 66.366 131.233
65-69 48.144 46.831 94.975
70-74
75+
Jumlah
Perapihan umur 70-74 dan 75+ dengan stable Population :
I. Perempuan :
(70-74) (75+)
(70-74) (75+)
(0-75+)
P + P
Rasio P dan P = 100
P
34677+29934
= 100
3413193
1.892978%



Ratio 1,89 % untuk P
(70-74)
terletak pada persen 1,5 = 0,9 dan 2,0 = 1,16
Interpolasi (Perempuan P
(70-74)
) :
1.892978-1.5
(1.16 0.9) 0.9 1.10434856
2.0-1.5
1.10434856
3413193 37693.54775 37694
100
    
   
11
Ratio 1,89% untuk P
(75+)
terletak pada persen 1,5 = 0,6 dan 2,0 = 0,84
Interpolasi (Perempuan P
(75+)
) :
1.892978-1.5
(0.84 0.6) 0.6 0.78862944
2.0-1.5
0.78862944
3413193 26917.4448 26917
100
    
   
II. Laki – laki :
(70-74) (75+)
(70-74) (75+)
(0-75+)
P + P
Rasio P dan P = 100
P
34583+25611
= 100
3444183
1.7477034



Ratio 1,74 % untuk P
(70-74)
terletak pada persen 1,5 = 0,9 dan 2,0 = 1,16
Interpolasi (Laki-laki P
(70-74)
) :
1.7477034-1.5
(1.16 0.9) 0.9 1.028805768
2.0-1.5
1.028805768
3444183 35433.95336 35434
100
    
   
Ratio 1,74% untuk P
(75+)
terletak pada persen 1,5 = 0,6 dan 2,0 = 0,84
Interpolasi (Laki-laki P
(75+)
) :
1.7477034-1.5
(0.84 0.6) 0.6 0.718897632
2.0-1.5
0.718897632
3444183 24760.15003 24760
100
    
   
Perapihan umur 0-4 dan 5-9 dengan Survival rasio :
12
Umur
Penduduk
tahun 2000
Survival
rasio level
18,04
population
estimasi 1995
Survival
rasio level
18,04
population
estimasi 1990
average of
population
1995-2000
average of
population 1990-
1995
Married
Women
Proportion
ASMFR
marrital
weight
ASMFR
marrital
born 0,930464 398240,0179 0,930464 428001,5324 413120,7752 0,56097
0-4 370548 0,979964 396900,2943 0,979964 405015,1784 383724,1471 400957,7364
5-9 388948 0,992124 442612,0122 0,992124 446125,6982 415780,0061 444368,8552
10-14 439126 0,987104 416665,3159 0,987104 422108,8314 427895,658 419387,0737
15-19 411292 0,988048 356116,302 0,988048 360424,0908 383704,151 358270,1964 1,1840 0,664188
20-24 351860 0,985164 307108,2581 0,985164 311733,1308 329484,1291 309420,6945 1,0000 0,56097
25-29 302552 0,982828 252380,8845 0,982828 256790,4909 277466,4423 254585,6877 0,9350 0,524507
30-34 248047 0,979940 235966,4877 0,979940 240796,873 242006,7439 238381,6804 0,8520 0,477946
35-39 231233 0,975996 187271,2593 0,975996 191877,0767 209252,1297 189574,168 0,6850 0,384264
40-44 182776 0,969900 139318,4864 0,969900 143642,1141 161047,2432 141480,3003 0,3490 0,195779
45-49 135125
Lanjutan
Weight
Population
1995-
2000
Weight
Population
1990-1995
Birth rate
1995-2000
Birth rate
1990-1995
average
birth rate
birth
female
1995-
2000
Adjusted
female 0-4
tahun
birth female
1990-1995
Adjusted
female 5-9
tahun
birth male
1995-2000
Adjusted
male 0-4
tahun
birth male
1990-
1995
Adjusted
male 5-9
tahun
0,10531275 0,112699 0,109006 443011 412206 413975 385189 465162 432816 434674 404449
254852 237959
184831 173576
145533 133532
115666 113934
13
80408 72847
31530 27699
812820 759546
Hasil Perapihan secara keseluruhan :
Kelompok
umur
Perempuan Laki-laki Total
Perapihan
Perempuan
Perapihan
Laki-laki
PerapihanTotal
0-4 370.548 367.991 738.539 412.206 432.816 845.022
5-9 388.948 396.221 785.170 385.189 404.449 789.638
10-14 439.126 444.790 883.916 429.363 436.938 866.301
15-19 411.292 414.336 825.628 411.585 409.714 821.299
20-24 351.860 331.135 682.995 355.425 341.027 696.452
25-29 302.552 295.411 597.963 298.914 289.492 588.406
30-34 248.047 249.113 497.160 255.060 253.585 508.646
35-39 231.233 228.897 460.130 224.871 227.244 452.115
40-44 182.776 199.866 382.642 184.128 198.085 382.213
45-49 135.125 153.570 288.696 135.933 154.305 290.238
50-54 99.100 110.050 209.150 98.071 109.536 207.607
55-59 72.591 77.585 150.177 76.349 81.928 158.277
60-64 69.956 72.677 142.633 64.867 66.366 131.233
65-69 45.430 42.345 87.774 48.144 46.831 94.975
70-74 34.677 34.583 69.259 37.694 35439 73.133
75+ 29.934 25.611 55.545 26.918 24.765 51.683
Jumlah 3.413.193 3.444.183 6857376 3.444.716 3.512.522 6.957.238
14
Setelah menyelesaikan perapihan umur maka langkah selanjutnya
yang dilakukan adalah melakukan Penentuan Asumsi. Tahap ini merupakan
kunci perhitungan proyeksi penduduk, yang merupakan tiga komponen laju
pertumbuhan penduduk yaitu, tingkat kelahiran,kematian, dan migrasi.
I. Asumsi fertilitas
Angka kelahiran total (TFR) sumatera selatan menurun sesuai dengan
tren dimasa lampau dan diproyeksikan dengan menggunakan rumus :
1
at
k
Y L
be
 

Catatan :
Y = Perkiraan TFR
L = Perkiraan asymtot bawah TFR pada saat NRR=1
k = Konstanta,untuk menentukan asymtot atas
a dan b= Koefisien kurva logistic
t = Waktu sebagai variable bebas
e = Konstanta eksponensial
selain menggunakan kecenderungan tingkat fertilitas dimasa
lampau,juga digunakan target pencapaian tingkat fertilitas di masa yang akan
datang yang didapat dari badan koordinasi keluarga berencana
(BKKBN).seperti halnya pada tingkat nasional apabila propinsi telah
mencapai situasi NRR=1 atau setara TFR = 2,1, maka TFR akan
ditahan/dipagu pada angka 2,1 tersebut.
Estimasi angka kelahiran total (TFR) Sumatera selatan tahun 2000-2025
Estimasi hasil Fitting
ASFR
Periode
Tahun
Rujukan
TFR
15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49
2000-
2005 2002 2,537 0,0689 0,1367 0,1056 0,0735 0,0484 0,0172 0,0019
15
2005-
2010 2007 2,291 0,0628 0,1246 0,0963 0,067 0,0441 0,0157 0,0012
2010-
2015 2012 2,125 0,0614 0,1216 0,094 0,0655 0,0431 0,0153 0,0016
2015-
2020 2017 2,1 0,0611 0,1212 0,0936 0,0652 0,0429 0,0153 0,0019
2020-
2025 2022 2,1 0,0611 0,1212 0,0936 0,0652 0,0429 0,0153 0,0019
Sumber : BPS, Proyeksi penduduk indonesia 2000-2025
II. Asumsi mortalitas
Angka kematian bayi (IMR) sumatera selatan menurun sesuai
dengan tren dimasa lampau dan diproyeksikan dengan menggunakan
rumus :
1
at
k
Y L
be
 

Y = Perkiraan IMR
L = Perkiraan asymtot bawah
k = Konstanta,dimana k+L = 180 adalah asymtot atas
a dan b= Koefisien kurva logistic
t = Waktu sebagai variable bebas
e = Konstanta eksponensial
selain menggunakan kecenderungan tingkat mortalitas dimasa
lampau,juga digunakan informasi mengenai target pencapaian tingkat
mortalitas di masa yang akan datang yang didapat dari departemen kesehatan.
Estimasi angka Kematian Bayi (IMR) Sumatera selatan tahun 2000-2025
IMR
2000-2005
(2002)
2005-2010
(2007)
2010-2015
(2012)
2015-2020
(2017)
2020-2025
(2022)
40 31 24 19 16
Sumber : BPS, Proyeksi penduduk indonesia 2000-2025
16
III. Asumsi migrasi
Migrasi internacional Neto dapat diabaikan (diasumsikan sama
dengan nol). Pola migrasi sumatera selatan disesuaikan dengan pola migrasi
data dasar yaitu pola migrasi berdasarkan data SP 2000. Pola yang dipakai
adalah pola migrasi risen tahun 1995-2000 dan dihitung dengan metode Age
Specific Net Migration Rate (ASNMR) menurut umur dan jenis kelamin.
ASNMR untuk penduduk 5tahun keatas (laki-laki dan perempuan)
dihitung dengan humus :
95 00
1000
(5 )
i i
i
i mid
Mig in Mig out
ASNMR x
x P

  

Catatan : Mig-in = migrasi masuk di Sumatera selatan
Mig-out = migrasi keluar di Sumatera selatan
P
i mid 95-00
= penduduk pertengahan tahun 1995-2000
Sedangkan ASNMR untuk penduduk 0-4tahun dihitung dengan
rumus :
Permpuan :
15 49
0 4
0 4
0.25 100/ 205
1000
5
p
p
p
M
ASNMR
P



 
 

Laki-laki :
15 49
0 4
0 4
0.25 105/ 205
1000
5
p
L
L
M
ASNMR
P



 
 

Dimana :
M
15-49
p
= jumlah migran perempuan umur 15-49 tahun
P
0-4
P
= Jumlah penduduk perempuan umur 0-4 tahun
P
0-4
L
= Jumlah penduduk laki-laki umur 0-4 tahun
Migrasi neto Menurut kelompok umur dan
jenis kelamin di sumatera selatan
KELOMPOK UMUR
Jenis
Kelamin
0-4 5-9
10-
14
15-
19
20-
24
25-
29
30-
34 35-39
Laki-laki
-
0,25 1,35 1,26 -0,23 -3,03 -0,13 0,87 0,79
Perempuan
-
0,25 1,35 1,19 -1,25 -4,00 0,08 0,92 1,35
17
Lanjutan
KELOMPOK UMUR
Jenis
Kelamin
40-
44
45-
49
50-
54
55-
59
60-
64
65-
69
70-
74 75+
Laki-laki 0,93 1,16 1,15 1,08 1,48 1,22 1,43 1,19
Perempuan 1,33 1,51 1,55 1,05 1,24 1,30 1,65 1,27
Sumber : BPS, Proyeksi penduduk indonesia 2000-2025
Setelah diperoleh hasil perapihan dan asumsi dari komponen
pertumbuhan penduduk dalam bentuk data TFR,IMR,ASFR, dan migrasi net
rate. Selanjutnya data tersebut diolah dengan software program komputer
FIVSIN, dan diperoleh hasil sebagai berikut :
Proyeksi Penduduk sumatera selatan tahun 2000-2005
Perempuan
FEMALE
UMUR 2000 2005 2010 2015 2020 2025
0-4 412206 413718 411977 396508 380757 365753
5-9 385189 413290 414806 412367 391471 369289
10-14 429363 387635 415914 417005 412607 389620
15-19 411585 429299 387577 415307 414112 407360
20-24 355425 406154 423634 381713 405889 401651
25-29 298914 351882 402106 418451 373388 393466
30-34 255060 299601 352691 401902 413544 365319
35-39 224871 256451 301235 353168 397396 404442
40-44 184128 226330 258115 301295 348228 387338
45-49 135933 185389 227880 257325 295396 337392
50-54 98071 136922 186738 226012 249843 283016
55-59 76349 98654 137736 183464 215680 234562
60-64 64867 76741 99161 133371 170334 196005
65-69 48144 65240 77182 93775 118410 147058
70-74 37694 48421 65615 69782 77195 94099
75+ 26918 58187 92593 105923 100493 98234
TOTAL 3444717 3853914 4254960 4567368 4764743 4874604
18
Laki-laki
MALE
UMUR 2000 2005 2010 2015 2020 2025
0-4 432816 434390 432563 414612 394314 377290
5-9 404449 433937 435515 432538 408252 381417
10-14 436938 407088 436768 437520 432465 406314
15-19 409714 438063 408136 436645 435076 427981
20-24 341027 406290 434402 402883 427781 423374
25-29 289492 338150 402862 428505 393788 414563
30-34 253585 289868 338589 401182 422369 384374
35-39 227244 254515 290931 337560 395140 411318
40-44 198085 228121 255497 289182 330632 381935
45-49 154305 199016 229193 252648 280772 316221
50-54 109536 155074 200008 224328 241632 263949
55-59 81928 110008 155742 192374 209350 221082
60-64 66366 82340 110561 145917 173060 183954
65-69 46831 66717 82776 99330 124016 142859
70-74 35439 47063 67048 69364 77263 93088
75+ 24765 52397 83027 91217 86552 85399
TOTAL 3512520 3943037 4363618 4655805 4832462 4915118
Total
Both
UMUR 2000 2005 2010 2015 2020 2025
0-4 845022 848108 844540 811120 775071 743043
5-9 789638 847227 850321 844905 799723 750706
10-14 866301 794723 852682 854525 845072 795934
15-19 821299 867362 795713 851952 849188 835341
20-24 696452 812444 858036 784596 833670 825025
25-29 588406 690032 804968 846956 767176 808029
30-34 508645 589469 691280 803084 835913 749693
35-39 452115 510966 592166 690728 792536 815760
40-44 382213 454451 513612 590477 678860 769273
45-49 290238 384405 457073 509973 576168 653613
50-54 207607 291996 386746 450340 491475 546965
55-59 158277 208662 293478 375838 425030 455644
60-64 131233 159081 209722 279288 343394 379959
65-69 94975 131957 159958 193105 242426 289917
70-74 73133 95484 132663 139146 154458 187187
75+ 51683 110584 175620 197140 187045 183633
TOTAL 6957237 7796951 8618578 9223173 9597205 9789722
19
Nilai GRR,NRR dan mean age
TAHUN
2000-
2005
2005-
2010
2010-
2015
2015-
2020
2020-
2025
GRR 1,238 1,118 1,037 1,024 1,024
NRR 1,237 1,117 1,016 0,917 0,84
MEAN
AGE 27,002 26,977 26,998 27,015 27,015
Dari data proyeksi diatas terlihat penrkembangan penduduk setiap
tahun semakin bertambah akan tetapi laja pertumbuhannya semakin
menurun, hal ini mungkin disebabkan berhasilnya program keluarga
berencana (KB) yang dicanangkan pemerintah hal ini juga terbukti dengan
penurunan angka kelahiran yang terlihat dari GRR dan NRR serta jumlah
penduduk berumur 0-4 tahun.

PROYEKSI PENDUDUK propinsi sumatera selatan
Penduduk sebagai subyek dan obyek pembangunan, menjadi titik sentral dalam pembangunan nasional bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya penduduk akan dipengaruhi oleh variabel demografi dan non demografi, yang mengakibatkan tiap-tiap daerah memiliki potensi dan menjadi salah satu dasar pelaksanaan otonomi daerah Undang-Undang No. 22 Tahun 1999. keunikan karakteristik penduduk masing- masing. Keunikan karakteristik ini

FI
yang pada

diatur

oleh

konteks otonomi daerah, harus didasarkan

GR A
1

Perencanaan pembangunan baik di tingkat nasional atau dalam kondisi demografi penduduk. Untuk Perencanaan pembangunan yang berkesinambungan disegala bidang, diperlukan informasi yang berkesinambungan mengenai keadaan penduduk seperti jumlah penduduk, persebaran penduduk, dan susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin yang relevan dengan keadaan pada saat perencanaan disusun, tetapi juga informasi masa lampau masa kini, dan yang yang lebih penting lagi adalah informasi perkiraan pada waktu yang akan datang. Untuk data penduduk pada waktu yang lalu dan masa kini sudah dapat diperoleh dari hasil-hasil sensus dan survei. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan data penduduk masa yang akan datang, informasi tersebut belum tersedia sehingga perlu dibuat suatu proyeksi penduduk yaitu perkiraan jumlah penduduk dan komposisinya di masa mendatang. Proyeksi penduduk adalah perhitungan jumlah penduduk (menurut komposisi umur dan jenis kelamin) yang menunjukkan keadaan fertilitas, mortalitas serta migrasi di masa yang akan datang. Proyeksi penduduk bukan merupakan ramalan jumlah penduduk tetapi suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi arah perkembangan dari komponen-komponen laju rencana tersebut. Informasi yang dibutuhkan tidak hanya menyangkut

DE

MO

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->