Sosialisasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

Daftar isi
[sembunyikan]
y y y y

y y

1 Jenis sosialisasi 2 Tipe sosialisasi 3 Pola sosialisasi 4 Proses sosialisasi o 4.1 Menurut George Herbert Mead o 4.2 Menurut Charles H. Cooley 5 Agen sosialisasi 6 Lihat pula

[sunting] Jenis sosialisasi
Keluarga sebagai perantara sosialisasi primer Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.
y

Sosialisasi primer

Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.

sesama anggota klub. seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. apakah saya ini termasuk anak yang baik dan disukai teman atau tidak? Apakah perliaku saya sudah pantas atau tidak? . sahabat. Sedangkan dalam proses desosialisasi. ia mengalami proses sosialisasi. siswa akan disadarkan tentang peranan apa yang harus ia lakukan. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut. Dalam proses resosialisasi. dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat. misalnya.Dalam tahap ini. seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama. Di sekolah. dengan adanya proses soialisasi tersebut. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Dalam lingkungan formal seperti di sekolah. seperti antara teman. seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Dalam interaksi tersebut. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Misalnya. Baik sosialisasi formal maupun sosialisasi informal tetap mengarah kepada pertumbuhan pribadi anak agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungannya. standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. y Sosialisasi sekunder Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. y Formal Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara. Siswa juga diharapkan mempunyai kesadaran dalam dirinya untuk menilai dirinya sendiri. Sementara di kelompok sepermainan. y Informal Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan. seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer. Ada dua tipe sosialisasi. contoh. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya. [sunting] Tipe sosialisasi Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. seorang siswa bergaul dengan teman sekolahnya dan berinteraksi dengan guru dan karyawan sekolahnya.

hukuman dan imbalan bersifat simbolik. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang anma diri dan siapa nama orang tuanya. Contoh: Kata "makan" yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". orangorang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other) . dan sebagainya. Ciri lain dari sosialisasi represif adalah penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan.Meskipun proses sosialisasi dipisahkan secara formal dan informal. dan peran keluarga sebagai significant other. penekanan sosialisasi terletak pada orang tua dan keinginan orang tua. namun hasilnya sangat suluit untuk dipisah-pisahkan karena individu biasanya mendapat sosialisasi formal dan informal sekaligus. Dengan kata lain. Penekanan pada kepatuhan anak dan orang tua. Selain itu. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Keluarga menjadi generalized other. kakaknya. saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya. [sunting] Pola sosialisasi Sosiologi dapat dibagi menjadi dua pola: sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatoris. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya. Sosialisasi represif (repressive socialization) menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. nonverbal dan berisi perintah. Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. [sunting] Proses sosialisasi [sunting] Menurut George Herbert Mead George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan menlalui tahap-tahap sebagai berikut. Bagi seorang anak. yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. y Tahap persiapan (Preparatory Stage) Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Penekanan diletakkan pada interaksi dan komunikasi bersifat lisan yang menjadi pusat sosialisasi adalah anak dan keperluan anak. Sosialisasi partisipatoris (participatory socialization) merupakan pola di mana anak diberi imbalan ketika berprilaku baik. Dalam proses sosialisasi ini anak diberi kebebasan. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri. y Tahap meniru (Play Stage) Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.

Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya.y Tahap siap bertindak (Game Stage) Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. 1. [sunting] Menurut Charles H. Ia merasa orang lain selalu memuji dia. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. MIsalnya. Sesuatu yang kemudian disebut looking-glass self terbentuk melalui tiga tahapan sebagai berikut. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersamasama. sang anak membayangkan pandangan orang lain terhadapnya. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan. Sang anak mungkin merasa dirinya hebat padahal bila dibandingkan dengan orang lain. Perasaan ini bisa muncul dari perlakuan orang terhadap dirinya. kemampuan bekerja sama--bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya-. y Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other) Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dengan adanya penilaian bahwa sang anak adalah anak yang hebat. 3. Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi di kelas dan selalu menang di berbagai lomba. Bersamaan dengan itu. gurunya selalu mengikutsertakan dirinya dalam berbagai lomba atau orang tuanya selalu memamerkannya kepada orang lain. Kita membayangkan bagaimana kita di mata orang lain. ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya. Menurut dia. Peraturanperaturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. timbul perasaan bangga dan penuh percaya diri. Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.secara mantap. Dengan kata lain. Bagaimana perasaan kita sebagai akibat dari penilaian tersebut. Cooley Cooley lebih menekankan peranan interaksi dalam teorinya. Perasaan hebat ini bisa jadi menurun kalau sang anak memperoleh informasi dari orang lain bahwa ada anak yang lebih hebat dari dia. 2. ia tidak ada apa-apanya. Dengan pandangan bahwa si anak adalah anak yang hebat. Ingatlah bahwa pandangan ini belum tentu benar. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya. . selalu percaya pada tindakannya. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Konsep Diri (self concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain.

yaitu keluarga. Pada awalnya. meminum minman keras dan menggunakan obat-obatan terlarang (narkoba). teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif. sosialisasi dijalani oleh individu dalam situasi konflik pribadi karena dikacaukan oleh agen sosialisasi yang berlainan. nenek. dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. paman. sosialisasi dilakukan oleh orang-orabng yang berada diluar anggota kerabat biologis seorang anak. Kadangkala terdapat agen sosialisasi yang merupakan anggota kerabat sosiologisnya. tetapi mereka dengan leluasa mempelajarinya dari teman-teman sebaya atau media massa. agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek. ibu. di sekolah anak-anak diajarkan untuk tidak merokok. Misalnya. Ada empat agen sosialisasi yang utama. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu. Pesan-pesan yang disampaikan agen sosialisasi berlainan dan tidak selamanya sejalan satu sama lain. Pada masyarakat perkotaan yang telah padat penduduknya. saudara kandung. walaupun penilaian itu belum tentu kebenarannya. namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Proses sosialisasi akan berjalan lancar apabila pesan-pesan yang disampaikan oleh agen-agen sosialisasi itu tidak bertentangan atau selayaknya saling mendukung satu sama lain. y Teman pergaulan Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Akan tetapi. Jika seorang anak dicap "nakal".Ketiga tahapan di atas berkaitan erat dengan teori labeling. [sunting] Agen sosialisasi Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. dan lembaga pendidikan sekolah. y Keluarga (kinship) Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah. Apa yang diajarkan keluarga mungkin saja berbeda dan bisa jadi bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh agen sosialisasi lain. maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai "anak nakal" sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. . di masyarakat. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family). kelompok bermain. menurut Gertrudge Jaeger peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam ligkugan keluarganya terutama orang tuanya sendiri. dan bibi di samping anggota keluarga inti. misalnya pengasuh bayi (baby sitter). dimana seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan apa penilaian orang terhadapnya. media massa.

dan seterusnya) diyakini telah mengakibatkan kecanduan massal. penurunan kecerdasan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. dan kekhasan (specificity). tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab. sekolah. dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca. dan dampak buruk lainnya. y Lembaga pendidikan formal (sekolah) Menurut Dreeben. Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan. Dalam beberapa kasus. Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya. televisi. organisasi rekreasional. pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar. prestasi (achievement). menulis. kelompok bermain dan media massa. kekerasan. y Agen-agen lain Selain keluarga. baik dari internet maupun media cetak atau tv. ketaklogisan. dan peranan). majalah. dan berhitung. dan lingkungan pekerjaan. video. . menghilangnya perhatian/kepekaan sosial. didahului dengan gelombang game eletronik dan segmen-segmen tertentu dari media TV (horor. film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan. dalam kelompok bermain. Gelombang besar pornografi. y Media massa Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar. tabloid). Oleh sebab itu. sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama. sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. tetangga. universalisme. anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orangorang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan. media elektronik (radio. masyarakat. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence). pengalaman. Contoh: y y y Penayangan acara SmackDown! di televisi diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalam beberapa kasus.Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia.

ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other) Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Contoh: Kata ³makan´ yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan ³mam´. 4. anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya. kemampuan bekerja sama± . saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya. Dengan kata lain. yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Tahap persiapan (Preparatory Stage) Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan. dan sebagainya. 2. orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other) 3. Tahap siap bertindak (Game Stage) Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Dengan kata lain. Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya. kakaknya. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan.PROSES SOSIALOSASI Menurut George Herbert Mead George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan melalui tahap-tahap sebagai berikut : 1. Bagi seorang anak. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Tahap meniru (Play Stage) Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Bersamaan dengan itu.

Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita. Perasaan ini bisa muncul dari perlakuan orang terhadap dirinya. memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat b. d. selalu percaya pada tindakannya. membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. Konsep Diri (self concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Sesuatu yang kemudian disebut looking-glass self terbentuk melalui tiga tahapan sebagai berikut: 1. Menurut dia. Menurut Charles H. gurunya selalu mengikutsertakan dirinya dalam berbagai lomba atau orang tuanya selalu memamerkannya kepada orang lain. Ingatlah bahwa pandangan ini belum tentu benar. Tujuan Sosialisasi Sosialisasi mempunyai tujuan sebagai berikut : a.bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya± secara baik. Cooley Cooley lebih menekankan peranan interaksi dalam teorinya. Kita membayangkan bagaimana kita di mata orang lain. Sang anak mungkin merasa dirinya hebat padahal bila dibandingkan dengan orang lain. memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat b. Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi di kelas dan selalu menang di berbagai lomba. d. sang anak membayangkan pandangan orang lain terhadapnya. mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif c. TUJUAN SOSIALISASI Tujuan Sosialisasi Sosialisasi mempunyai tujuan sebagai berikut : a. ia tidak ada apa-apanya. Ia merasa orang lain selalu memuji dia. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya. Misalnya. 2. Perasaan hebat ini bisa jadi menurun kalau sang anak memperoleh informasi dari orang lain bahwa ada anak yang lebih hebat dari dia. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di . Dengan pandangan bahwa si anak adalah anak yang hebat. mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif c.

nakal dan sebagainya. Cinta / kasih sayang : cinta sangat diperlukan untuk kesehatan mental dan fisik seseorang. mempelajari pola-pola kebudayaan dan berpartisipasi dalam masyarakat. d. 2. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat. 3. dan cinta/kasih sayang. Sumber: http://id.shvoong. suka berontak. memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat b. pertumbuhan sosial dan emosional. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh : interaksi dengan sesama. merumuskan dan memahami kebudayaan. Melalui interaksi orang dapat belajar tentang pola perilaku yang tepat serta belajar hak. 3 Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan : 1. Bahasa : bahasa digunakan untuk mempelajari simbol . mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif c. Kesiapan atau kematangan pribadi seseorang. Lingkungan/sarana sosialisasi : potensi manusia tidak dapat berkembang secara otomatis melainkan memerlukan lingkungan sosial yang tepat.masyarakat. membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. Tujuan Sosialisasi Sosialisasi mempunyai tujuan sebagai berikut : a. Interaksi dengan sesama : dalam interaksi diperlukan pertumbuhan kecerdasan. bahasa. 2. Lingkungan yang ³buruk´ akan mempengaruhi perkembangan pribadinya. memahami gagasan yang kompleks dan menyatakan pandangan maupun nilai seseorang. Lingkungan dimana ia tinggal sangat berpengaruh pada sosialisasi. kewajiban dan tanggung jawab. Contoh : Dari keluarga ³Broken Home´ akan berpengaruh negatif pada perkembangan pribadi anak seperti rendah diri. .com/social-sciences/sociology/1943455-tujuansosialisasi/#ixzz1Oy4bY9Lt FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SOSIALISASI 1. Pendidikan yang diberikan pada anak mensyaratkan bahwa sosialisasi memerlukan kesiapan dalam menjalani proses tersebut yaitu potensi manusia untuk belajar dan kemampuan berbahasa.simbol kebudayaan.

b. Bernegara dan Kehidupan Global Problematika yang muncul dari keragaman yaitu munculnya berbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara. etnik.Bentuk dan Pola Sosialisasi a. Inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan. dan memiliki kebudayaan. Konsep pluralitas menekankan pada adanya hal-hal yang lebih dari satu (banyak).Masyarakat Setempat (community) Masyarakat setempat menunjukan pada bagianmasyarakat yang bertempat tinggal disatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar diantara anggota-anggotanya. Bermasyarakat. serta telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. ras.Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota Menurut Soerjono Soekamto. dan intervensi asing. khususnya terhadap perhatian keperluan hidup. Dalam kaitan inilah para pakar berbicara mengenai bentuk-bentuk proses sosialisasi seperti sosialisasi setelah masa kanak-kanak. berlandaskan perhatian dan tujuan bersama. yaitu: kegagalan kepemimpinan. Lain dengan pandangan orang kota. Dan pola partisipatori yabg merupakan pola yang didalamnya anak diberi imbalan manakala berperilaku baik dan anak menjadi pusat sosialisasi. multikulturalisme meberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama diruang publik. krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama.Masyarakat Multikultural Perlu diketahui. Jadi. . Keragaman menunjukan bahwa keberadaanya yang lebih dari satu itu berbeda-beda. Di desa. yaitu pluralitas. krisis sosial. bahasa dan budaya yang berbeda. fungsi-fungsi yang lain diabaikan. a. d. dibandingkan interaksi dengan penduduk diluar batas wilayahnya. yang diutamakan adalah perhatian khusus terhadap keperluan pokok. sedikit banyak bersifat kekal. dan perilaku yang dimiliki bersama. adanya kesinambungan dan pertahanan diri. bahasa ataupun agama. heterogen. krisis politik. mereka melihat selain kebutuhan pokok. memiliki kepercayaan. keragaman.Pengaruh Multikultural Terhadap Kehidupan Beragama. masyarakat kota dan desa memiliki perhatian yang berbeda. dan multikultural. Unsur-unsur masyarakat yaitu: kumpulan orang. ada tiga istilah yang digunakan secara bergantian untuk mengambarkan masyarakat yang terdiri atas agama. c. Sementara itu. konsep multikultralisme sebenarnya merupakan konsep yang relatif baru. atau pendidikan berkesinambungan. Pola-pola Sosialisasi Pada dasarrnya kita mengenal dua pola sosialisasi. b. gender. apabila pluralitas hanya menggambarkan kemajemukan. sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri. pendidikan sepanjang hidup. yaitu pola represi yang menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. dan bahkan tidak dapat dipersamakan. dapat disimpulkan adanya lima faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu. sikap. mereka melihat selain kebutuhan pokok. tanpa memperdulikan perbedaan budaya. Masyarakat dan Komunitas Masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektifitas manusia yang melakuakn antar hubungan. C. sudah terbentuk dengan lama. Bentuk-bentuk Sosialisasi Sosialisasi merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. pandangan sekitarnya sangat mereka perhatikan.

menulis. lingkungan kerja. Sekolah Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal. Teman bermain (kelompok bermain) Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. c. Hal ini terjadi apabila para remaja lebih taat kepada nilai dan norma kelompoknya. d. Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. b.Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antar budaya. menanamkan nilai-nilai religi baik dengan mempelajari agama maupun menerapkan ibadah dalam keluarga. prestasi (achievement). 4. Media Massa Media massa seperti media cetak. majalah. teman bermain media massa dan lingkungan kerja. 2. dan menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa. Proses sosialisasi dapat berlangsung melalui kelompok social. Adapun media yang dapat menjadi ajang sosialisasi adalah keluarga. sekolah. baik dan buruk memberikan keteladanan yang baik menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan-kesalahan dan tidak menjatuhkan hukuman di luar batas kejawaran. Keluarga Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya. a. yang mempengaruhi dinamika kehidupan bangsa sebagai kelompok sosial. antara lain : 1. maupun media massa. berusaha dekat dengan anak-anaknya mengawasi dan mengendalikan secara wajar agar anak tidak merasa tertekan mendorong agar anak mampu membedakan benar dan salah. Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari seorang anak di sekolah tidak hanya membaca. Kebijaksanaan orangtua yang baik dalam proses sosialisasi anak. sehingga timbul konflik antara anak dengan anggota keluarganya. Para remaja berusaha untuk melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bagi kelompoknya itu berbeda dengan nilai yang berlaku pada keluarganya. 5. (surat kabar. meenjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. Puncak pengaruh teman bermain adalah masa remaja. Diposkan oleh hasan di 02:25 Media Sosialisasi Sosialisasi dapat terjadi melalui interaksi social secara langsung ataupun tidak langsung. bapaknya dan saudara-saudaranya. oleh sebab itu kita harus bersikap terbuka melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada. alat pengikta persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam. 6. dan berhitung saja namun juga mengenai kemandirian (independence). universalisme (universal) dan kekhasan / spesifitas (specifity). 3. teman sepermainan dan sekolah. seperti keluarga. tabloid) maupun media elektronik .

dengan adegan kekerasan atau sadisme diyakini telah banyak memicu peningkatan perilaku agresif pada anak-anak yang menonton. . 3. 2) Lingkungan kerja dalam perbankan Lingkungan ini dapat membuat seseorang menjadi sangat penuh perhitungan terutama terhadap hal-hal yang bersifat material dan uang.shvoong. Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan. Contoh : 1.(televisi. radio. film-film. film dan video). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. 1) Lingkungan kerja dalam panti asuhan Orang yang bekerja di lingkungan panti asuhan lama kelamaan terbentuk kepribadian dengan tipe memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. e. Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya. adegan-adegan yang berbau pornografi telah mengikis moralitas dan meningkatkan pelanggaran susila di dalam masyarakat 2. dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. sabar dan penuh rasa toleransi. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory).com/social-sciences/sociology/1943459-mediasosialisasi/#ixzz1Oy6C2ML2 SOSIALISASI MASYARAKAT Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.blogspot. Lingkungan kerja Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat.html Sumber: http://id. penayangan berita-berita peperangan.com/2011/01/media-sosialisasi. lebih lengkap kunjungi : http://kumpulanistilah.

menulis. 2. Peter Berger : Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence). Paul B. standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. seperti antara teman. Di sekolah. seseorang belajar membaca. bagaimana cara hidup. seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer. universalisme. sahabat.Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli : 1. Untuk sosialisasi formal. dan kekhasan (specificity). prestasi (achievement). . Soerjono Soekanto : Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru. Sementara di kelompok sepermainan. Ada dua tipe sosialisasi.  Informal Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan. Horton : Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya. Sedangkan informal. Tipe sosialisasi Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat. misalnya. 4. seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. banyak bisa kita dapatkan dalam sosialisasi ini. formal dan informal. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut. Charlotte Buhler : Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri. dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya. kita lebih banyak mendapatkan tipe sosialisasi informal dalam kehidupan sehari-hari. Dari kedua tipe sosialisasi tersebut. sesama anggota klub. 3. dan berhitung.  Formal Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. contoh.

dan lainlain 6. Dan yang sekarang ini sedang marak di negara kita yaitu tentang dunia internet. Dan contoh berikutnya yaitu media masa. Oleh sebab itu. dan masih banyak lagi yang lainnya. memang tidak salah. media elektronik (radio. film). anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orangorang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan. teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif.Untuk mengantisipasi hal ini. video. 3. majalah. Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia. Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar. Dampak Positif: 1. pengalaman.Seperti Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan. para produsen browser melengkapi . Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan. televisi. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Contoh : Penayangan acara SmackDown ! di televisi diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalam beberapa kasus. merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. 2. dalam kelompok bermain. newsgroup. dengan menggunakan email. tabloid). kebudayaan. Pada awalnya. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet. ftp dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu. Media untuk mencari informasi atau data. Dampak Negatif 1. pornografi pun merajalela. lebih spesifiknya situs jejaring sosial. 4. dan peranan). 5. Berikut dampak negatif dan positif dari internet. sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. perkembangan internet yang pesat. Pornografi yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi. menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. TWITTER. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan. Internet sebagai media komunikasi. Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya. Media pertukaran data. namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. seperti FACEBOOK.

Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka. . Violence and Gore Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Penipuan Hal ini memang merajalela di bidang manapun. 3. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. 2. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut. Dengan sifat yang terbuka.program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas. Carding Karena sifatnya yang real time (langsung).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful