MODIFIKASI HADITS

Pengertian : Hadits menurut bahasa ialah Al-Jadid yang artinya sesuatu yang baru dan merupakan lawan dari Al-Qadim (yang lama). Sedangkan menurut istilah, para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang disiplin ilmunya.seperti pengertian hadits menurut ushul fiqh dan ahli hadits. Menurut ahli hadits, pengertian hadits ialah segala perkataan, perbuatan dan ihwalnya Nabi Muhammad SAW. Adapun menurut ushul fiqh, ialah segala perkataan Nabi Muhammad SAW, perbuatan dan taqrirnya yang berhubungan dengan hukum. Sejarah dan Perkembangan Hadits : Penulisan Hadits pada abad 1 Hijriyah Di masa Nabi SAW masih hidup :

Pada waktu Nabi masih hidup hadits tidak ditulis, hanya diriwayatkan/ disampaikan dari mulut ke mulut. Hal ini disebabkan karena Nabi melarang untuk menulisnya, yang disuruh ditulis hanyalah Al Qur¶an, sebagaimana sabdanya berbunyi: ³Janganlah sekali-kali kamu sekalian menulis sesuatu dariku kecuali Al Qur¶an, dan barang siapa yang telah menulis sesuatu dariku selain Al Qur¶an maka hendaklah menghapusnya..........´ (HR.Muslim) Berdasarkan Haits tersebut, maka para sahabat tidak menulis hadits, akan tetapi mereka hanya menghafal saja semua Hadits yang mereka terima dari Nabi, karena para sahabat terkenal dengan kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Begitu pula dalam menyampaikan Hadits itu kepada sahabat yang lain langsung dari hafalan merka dengan tulisan. Meskipun demikian, ada juga beberapa sahabat yang menulisnya sehingga mereka mempunyai lembaran-lembaran tulisan hadits. Adanya sebagian sahabat yang menuliskan hadits (meskipun ada larangan dari Nabi), karena mereka mendapat izin khusus dari Nabi. Sebagaimana sabda Nabi yang berbunyi: ³Tulislah olehmu sesuatu dariku. Maka demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaanNya, tidak keluar dari mulutku kecuali kebenaran.´

Sedangkan ijin penulisan hadits hanya diberikan untuk kepentingan pribadi. c) Ijin penulisan hadits itu dimungkinkan setelah hilangnya keraguan bercampurnya Hadits dengan Al Qur¶an. Hadits telah tersebar luar ke berbagai pelosok negeri dibawa oleh sahabat-sahabat Nabi yang berpencar meninggalkan madinah setelah Nabi wafat. c) Para ulama¶ berbeda pendapat mengenal lafal-lafal dan susunan kalimat hadits. Meskipun demikian para sahabat tidak ada yang berani memulai menulisnya.orang tertentu saja. b) Yang dilarang itu adalah penulisan secara umum atau secara pembukuan resmi seperti penulisan Al Qur¶an. . Demikian pula pada masa Khalifah Usman dan Ali. Hadits pada masa sahabat : Pada masa khulafaur Rasyidin.Kelihatan antara hadits ynag pertama dengan yang kedua tampak konradiksi. karena dikhawatirkan akan terjadinya campur aduk antara Al Qur¶an dengan Hadits Nabi. Para ulama¶ menganalisa kedua hadits tersebut sebagai berikut: a) Larangan itu bersifat umum. karena itu mereka menganggap tidak shah membukukan hadits yang masih diperselisihkan d) Jika dibukukan hadits-hadits yang tidak diperselisihkan dan meninggalkan haditshadits yang diperselisihkan. Dan ijin penulisan hadits hanya diberikan kepada orang. dikhawatirkan bahwa yang tidak ditulis itu akan didustakan. namun hakikatnya tidak. meskipun Al Qur¶an telah selesai ditulis dibukukan hadits tetap belum ditulis apalagi dibukukan dengan alasan: a) Hadits-hadits itu tersebar luas. bahkan Abu Bakar dan Umar keduanya masih tertuju perhatianya kepada Al Qur¶an. sehingga sulit untuk ditentukan berapa yang telah dihafal dan berapa yang belum. padahal hadits-hadits itu masih banyak yang penting dan tinggi nilainya sertawajib dijadikan pedoman. b) Lafal-lafal hadits itu kuang terpelihara dari kemungkinan bertambah atau berkurang.

yang diurutkan secara alfabetis). tafsir. kabilah. Penulisan pada zaman tabiin ini masih bercampur antara sabda Rasulullah SAW dengan fatwa sahabat serta tabiin. atau tempat hadits itu didapatkan. yaitu akidah. Penulisan dan Pembukuan Hadits pada abad III H Awal abad III H. serta perbuatan baik dan tercela) atau al mu¶jam ( kitab yang memuat hadits menurut nama sahabat. adalah masa dimulainya pembukuan hadits yang semata-mata hadits saja. hukum. karya Muhammad bin Ishaq (3) Al Jami¶. seperti dalam kitab Muwatta yang disusun Imam Malik. tidak dicampuri dengan fatwa sahabat dan fatwa Tabi¶in. karya Abdurrazad (4) Al Musannaf. Ialah : (1) Al Muwatto karya Imam Malik (2) Al Maroghi. sejarah kehidupan Nabi SAW.tarikh. jika tidak segera dibukukan maka hadits-hadits itu akan lenyap bersama-sama para perawi / penghafalnya. etika makan dan minum. akhlak. Mereka menyusun kitab- . Kitab-kitab hadits yang disusun pada abad ke II H.Penulisan dan Pembukuan Hadits pada abad ke II H : Pembukuan hadits diprakarsai oleh Umar bin Abdul Aziz salah seorang Bani Umayyah. dsb. karya Asy-Syafi¶i. Adapun yang mendorong beliau untuk membukukan hadits adalah para perawi/ penghafal hadits kian lama kian banyak yang meninggal dunia . guru. karya Al Auza¶i (5) Al Musnad. Para ulama hadits ada yang mengatakan bahwa kitab-kitab hadits ini termasuk kategori musnad ( kitab yang disusun berdasarkan urutan nama sahabat yang menerima hadits dari Nabi SAW) dan adapula yang memasukkannya kedalam kategori al-jami¶ (kitab hadits yang memuat delapan pokok masalah.

Penulisan dan Pembukuan Hadits pada abad V H dan sesudahnya : .kitab hadits berdasarkan nama. 2.Mengahafalkan hadits-hadits yang telah ada pada kitab-kitab shahih terdahulu. 3.Musaddad bin Marahad Pada pertengahan abad III H.Mentashihkan Hadits( memisahkan antara hadits Shaheh dengan Hadits Dlaif) Penulisan dan Pembukuan Hadits pada abad IV H : Ulama Muttaqodimin.Membahas keadaan para perawi hadits dari segi adil atau cacatnya. Maka ulama¶ Mutaakhirin (ulama¶ yang hidup pada abad keempat dan sesudahnya) dihadapkan kepada perkembangan baru yaitu: 1.Abdullah bin Musa Al Abbasi. gurunya dan teman-teman hidupnya. tahu masa hidupnya. 2.Mengumpulkan hadits-hadits shahih yang belum terdapat pada kitab-kitab hadits abad ketiga. yaitu ulama yang hidup antara abad pertama sampai abad ketiga hijriyah. Mereka uang mula-mula menyusun kitab-kitab secara Musnad antara lain: 1. mereka disibukkan oleh pencarian. sehingga timbullah usaha-usaha mereka berupa: 1. penulisan dan pembukuan Hadits.nama orang yang pertama meriwayatkan hadits itu (Musnad).Meneliti kitab-kitab hadits yang telah disusun oleh para ulama¶ mutaqoddimin. Memperhatikan para perawi dan mensyaratkan penerimaan haditsnya. sifat-sifatnya. 2.

Periodisasi penulisan dan pembukuan hadits secara resmi dimulai pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abd al-Aziz (abad 2 H). Perkembangan hadits pada masa awal lebih banyak menggunakan lisan. begitu juga dengan Khalifah yang lain. Larangan tersebut berdasarkan kekhawatiran Nabi akan tercampurnya nash al-Qur'an dengan hadits. Kitab-kitab Hadits yang terkenal pada abda kelima hijriah: 1)As-Sunanul Kubra 2)As Sunanush Shughra ( Kedua kitab ini Karya Imam Baihaqi) 3)Al Jami¶ Bainash Shahihaini karya Ismail Ibnu Ahmad BAB I PENDAHULUAN A. . Sahabat. Bahkan Khalifah Umar ibn Khattab sangat menentang penulisan hadits. tak dapat dinafikan bahwa sejarah perkembangan hadits memberikan pengaruh yang besar dalam sejarah peradaban Islam. zaman Nabi. Terlepas dari naik-turunnya perkembangan hadits. dan Tabi¶in hingga setelah pembukuan pada abad ke-2 H. dikarenakan larangan Nabi untuk menulis hadits. Selain itu. Larangan tersebut berlanjut sampai pada masa Tabi'in Besar. juga disebabkan fokus Nabi pada para sahabat yang bisa menulis untuk menulis al-Qur'an. Sejak dari masa pra-kodifikasi. karena hanya bersifat menyempurnakan penyusunan materi haditsnya maupun teknik pembukuan .Pada abad kelima dan sesudahnya tidak banyak berbeda dengan kitab-kitab hadits yang disusun pada abad keempat. Latar Belakang Keberadaan hadits sebagai salah satu sumber hukum dalam Islam memiliki sejarah perkembangan dan penyebaran yang kompleks.

terutam pada zaman Nabi.S> al-Ahzab [33]: 21. Ada yang sering menyertai. Para sahabat belum merasa ada urgensi untuk melakukan penulisan mengingat Nabi masih mudah dihubungi untuk dimintai keterangan-keterangan tentang segala sesuatu.2. dan tidak ada keraguan akan otentisitasnya. yang mendapatkan perlakuan berbeda dari al-Qur¶an.Pada masa Sang Nabi masih hidup. 1. dan tidak ada tenggang waktu antara turunnya wahyu dengan penulisannya. maka tidak demikian halnya dengan Hadis Nabi.1. perbuatan. perjalanan hadis tidak sama dengan perjalanan al-Qur¶an. berita itu kemudian disampaikan kepada sahabat yang lain yang kebetulan sedang tidak hadir atau tidak menyaksikan. Jika al-Qur¶an sejak awalnya sudah diadakan pencatatan secara resmi oleh para pencatat wahyu atas petunjuk dari Nabi. Hal itu dikuatkan dengan berbagai pernyataan yang gamblang dalam al-Qur¶an itu sendiri yang menunjukkan pentingnya merujuk kepada hadis Nabi. Kemudian berita itu disampaikan kepada murid-muridnya yang disebut tabi¶in (satu generasi dibawah sahabat) . Berita tentang prilaku Nabi Muhammad (sabda. Hal itu tentunya mempunyai impliksi-implikasi tersendiri bagi transformasi hadis. Al Hadist yang telah diamalkan/ditaati oleh umat Islam dimasa Nabi Muhammad hidup ini oleh ahli Hadist disebut sebagai Sunnah Muttaba¶ah Ma¶rufah. teologi. 36. Namun demikian diantara para sahabat itu sering bertukar berita (Hadist) sehingga prilaku Nabi Muhammad banyak yang diteladani. misalnya Q. Hadits belum ditulis dan berada dalam benak atau hapalan para sahabat. dan secara fungsional hadis dapat berfungsi sebagai penjelas (baya>n) terhadap ayat-ayat yang mujmal atau global. terdapat adanya pelarangan penulisan hadis. ada yang beberapa kali saja bertemu Nabi. Berita itu kemudian disampaikan lagi ke murid-murid dari generasi selanjutnya lagi yaitu para tabi¶ut tabi¶in dan seterusnya hingga sampai kepada pembuku hadist (mudawwin). Demikian pula ketelitiannya. Diantara sahabat tidak semua bergaulnya dengan Nabi. maka tidak demikian halnya dengan hadis Nabi. Oleh sebab itu Al Hadits yang dimiliki sahabat itu tidak selalu sama banyaknya ataupun macamnya. Rumusan Masalah y Bagaimana Proses transformasi hadits dari rasulullh kepada sahabat . Akan tetapi ternyata secara historis. Latar Belakang Hampir semua orang Islam sepakat akan pentingnya peranan hadis dalam berbagai disiplin keilmuan Islam seperti tafsir. ditaati dan diamalkan sahabat bahkan umat Islam pada umumnya pada waktu Nabi Muhammad masih hidup. Oleh karenanya para sahabat tidak mudah berbuat kesalahan yang berlarut-larut. Sebab secara struktural hadis merupakan sumber ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur¶an. fiqh. al-Qur¶an secara normatif telah ada garansi dari Allah. sikap ) didapat dari seorang sahabat atau lebih yang kebetulan hadir atau menyaksikan saat itu.1. Itulah setinggi-tinggi kekuatan kebenaran Al Hadist.Dengan demikian pelaksanaan Al Hadist dikalangan umat Islam saat itu selalu berada dalam kendali dan pengawasan Nabi Muhammad baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahkan dalam kitab kitab hadis. akhlaq dan lain sebagainya. alHasyr [59]: 7. Jika.

Sedangkan abad 5 hijriyah dan seterusnya adalah masa memperbaiki huruf Nasakh yang indah pada permulaan abad ke-5 abad kedua Hijriyah. Hasyim. bukan lagi di masjid dan rumah-rumah. Tujuan Pembahasa ü Agar kita hkususnya sebagai mahasiswa mengerti tentang sejarah pembukuan al hadis ü Agar mahasiswa dapat mengerti proses pembukuan hadits ü Supaya mahasiswa mengetahui proses transformasi hadits dari rasulullah kepada sahabat pembukuan hadist de pembukuan hadis pertama-tama dicetuskan oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz pada awal abad ke 2 hijriyah. Ciri dan sistem pembukuan hadis pada abad Ke-2 HijriyahKodifikasi Hadis pada abad kedua Hijriyah adalah awal dari munculnya berbedanya ulama . ke dalam bab-bab tertentu seperti Ibnu Juraij. sekolah-sekolah didirikan di kotakota dan mulai menempati gedung-gedung besar. hadis telah dikumpulkan dan Peristiwa tersebut terjadi di penghujung abad pertama Hijriyah.o o Bagaimana sejarah pembukuan Hadits Bagaimana kritik tentang sejarah pembukuan 1. di pertengahan abad kedua Hijriyah lahirlah tokoh-tokoh yang membukukan hadis nabi. Kemudian setelah az-Zuhri. tapi pemahaman terhadapnya merupakan suatu hal yang relatif. mempunyai pengetahuan mengenai sabab an-nuzul sesuatu ayat atau sabab wurud alhadis dan mereka merupakan para Perawi Hadis. Merupakan abad yang sarat dengan penulisan ushul fiqih. dalam hal ini mengatakan di dalam kitabnya Alfiyah. sesuai dengan relatifnya manusia. atas perintah 'Umar. usaha pembukuan Hadits terus dilanjutkan hingga dinyatakannya bahwa pada masa ini telah selesai melakukan pembinaan maghligai Al Hadits. Ulama masa ini antara lain Al Qadly Abu Bakar Sejarah dan periodisasi penghimpunan hadis mengalami 5. Al-Qur`an dan Hadis memang merupakan mengandung kebenaran mutlak karena datang dari yang maha mutlak. Sedangkan abad 5 hijriyah dan seterusnya Kemudian abad ke-5 hijriyah pada masa pemerintahan 'Abbasiyyah. Dan yang pertama-tama mengumpulkan hadis berbab-bab. di samping itu kurikulum pembelajaran mulai bergeser dari mata kuliah yang bersifat . Pada awal abad ketiga Hijriyah para perawi Selama berabad-abad. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis Mu'allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Awal dan pertengahan Abad ke-5 Hijriyah. Ma'mar.. dengan masih eksisnya mu'tazilah dan asy'ariyyah. Orang pertama yang mengumpulkan hadis dan atsar adalah Ibnu Syihab.3. Ushul fiqih ditulis dengan dasar yang berbeda. Mereka mampu mengistinbat hukum terus dari al-Quran dan as-Sunnah karena penguasaan bahasa Arab yang baik.[5]. Hadits ini biasa juga disebut Hadits Ma'lul (yang dicacati) dan disebut Hadits Mu'tal (Hadits sakit atau Selanjutnya pada abad 4 H. Imam Malik . Imam as-Suyuthi.

Sedangkan pengertian 'Ulum al-Qur'an dapat dikaji dari berbagai sumber para ahli ulum Al. Kitab-kitab Hadis pada abad Ke-2 Hijriyah. Pada akhir hayatnya. Jenazahnya dikuburkan di Baqi'.Sl. 6. ejaan KBBI: Hadis) adalah perkataan dan Sedangkan abad 5 hijriyah dan seterusnya adalah masa memperbaiki susunan kitab Al Hadits 5.Qur'an: . Mu'allaq adalah : w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/> Hadits (bahasa Arab: . 4. Hadist pada abad ke-IV sampai ke-V ( Masa Pemeliharaan. 5. Hingga akhirnya ia wafat dalam Sa'ad bin Abi Waqqosh wafat pada tahun 55 Hijriyah. menyusun kitab setebal tiga puluh jilid yang bernama Sedangkan untuk abad ke 5 Hijriyah. Istilah ulum al-Qur'an dengan arti yang lengkap baru lahir pada abad ke-5 Hijriyah. Hadis Pada Abad Ke-3 Hijriyah (masa pemurnian dan penyempurnaannya). Ciri dan sistem pembukuan hadis pada abad Ke-2 Tak kurang dari 281 hadis yang ia terima dari Rasulullah. Abu Darda Uwaimir bin Zaid bin Qois.melihat Hadis baik dari segi kuantitas (jumlah) maupun dari sisi kwalitas (kekuatan dan keabsahannya) suatu Hadis. pro Hasyimi yang hidup pada abad pertama dan awal abad kedua hijriyah ilmu kalam yang bertumpu pada logika sebagai standar kebenaran. hadis Hadits (bahasa Arab: . 1. karena hadis keluar dari Nabi. Perkembangan hadis palsu dan gerakan ingkar sunnah. Sehingga ia diasingkan oleh Khalifah Utsman bin Affan. besarnya hidup ppada zaman setelah abad tabi'in. hingga akhir abad pertama hijrah. Hadis Mu'allaq secara bahasa Mu'allaq adalah ism maf'ul dari kata 'alaqa yang berarti menggantungkan sesuatu pada sesuatu yang lain sehingga menjadi tergantung sedangkan menurut istilah ilmu Hadis. Penertiban. . Ia termasuk sahabat yang wafat terakhir dalam kelompok Sepuluh yang dijamin masuk syurga. Ciri dan sistem pembukuan hadis pada abad Ke-2 Hijriyah. ia sempat terkena fitnah orang orang yang tidak menyukainya. ulama abad ini juga melakukan pensyarahan (menguraikan Pemrakarsa pengkondifikasian hadis secara resmi dari pemerintah. dan Penghimpunan).. ^^ h.5. Penambahan. Selain itu. Pada periode ini para ulama hadis memusatkan Membacanya merupakan ibadah sebagai pembeda antara Al-Qur'an dengan Al-Hadis. setelah seorang ulama bernama Ali Ibn Ibrahim ibn Said yang dikenal sebagai Al-Hufi.. ejaan KBBI: Hadis) adalah perkataan dan Sedangkan abad 5 hijriyah dan seterusnya adalah masa memperbaiki susunan kitab Al Hadits Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis Mu'allal ialah hadits Sedangkan abad 5 hijriyah dan seterusnya adalah masa memperbaiki susunan kitab Penulisan resmi hadis dalam kitab-kitab hadis. 3. Abu Darda'. 5. seperti dijumpai sekarang baru wa al-tanqih) yang berlangsung antara awal abad ke-3 sampai akhir abad ke-5 Hijriyah. tetapi membacanya tidak termasuk ibadah. Hadith as Umar bi Abdul Azis yakni tahun 99 Hijriyah diriwayatkan oleh Abu Hurairah sejumlah 5. Pelaksanaan kondifikasi hadis atas perintah 'Umar ibn 'Abd al-Aziz. Nama lengkapnya.. para ulama ahli Hadis sudah melakukan pengklasifikasian Hadis-hadis sesuai dengan tematema tertentu ke dalam satu kitab Hadis.. . Kegiatan periwayatan Hadist pada periode ini.374 buah hadis besar masa bani umayyah. D. 5.

menghafal. Al Musnad oleh Abu Amanah ( 316 H) 4).(313 H) 2). 5). Setelah Lahirnya karya-karya diatas maka kegiatan para ulama berikutnya pada umumnya hanyalah merujuk pada karya±karya yang telah ada dengan bentuk kegiatan mempelajari. 6 2. Meskipun kekuasaan Islam Pada periode ini mulai melemah dan bahkan mengalami keruntuhan pada abad ke-7 Hijriah akibat serangan Hulaqu Khan. kemudian menjelaskan seluruh sanad dari matan itu. Athraf Al Shahihainis.Bentuk Penyusunan Kitab Hadist pada masa periode ini: Para Ulama Hadist Periode ini memperkenalkan sitem baru dalam penusunan Hadist . kitab-kitab hadist yang dihimpun pada periode ini diantaranya adalah : 1). baik dari sanad kitab hadist yang dikutib matannya ataupun dari kitab-kitab lainya contohnya : 1. Athraf Al Shahihainis. didalam kitab ini penyusunannya hanya menyebutkan sebagian matan hadist tertentu. Cucu dari Jengis Khan. oleh Ibn Asakir al dimasyqi (w 571 H) 4.Periode ini dimulai pada masa Khlifah Al Muktadir sampai Khalifah Al Muktashim. Kegiatan para Ulama Hadist tetap berlansung sebagaimana periode-periode sebelumnya. memeriksa dan menyelidiki sanad-sanadnya dan matannya. Athraf Al Kutub al Sittah. hanya saja hadist-hadist yang dihimpun pada periode ini tidaklah sebanyak penghimpunan pada periode-periode sebelumnya. Al Mukhtarah oleh Muhammad Ibn Abd Al Wahid al Maqdisi. oleh Al Dimasyqi (400 H) 2. Al Shahih oleh Ibn Khuzaimah. Kitab Athraf. yaitu : a). Al Mustaqa oleh Ibn Jarud. Al Anma¶wa al Taqsim oleh Ibn Hibban (354 H) 3). oleh Abu Muhammad khalaf Ibn Muhammad al Wasithi (w 401 H) 3. Athraf Al Sunnah al arrba¶ah. oleh Muhammad Ibn Tharir al Maqdisi ( 507 H) .

oleh Abu bakar Ibn Abdan al Sirazi (w. Kitab Mustadhrak. Mustadhrak Bukhari Muslim.414 H)). Mustadhrak Shahih Muslim. atau keduanya atau lainnya. conntoh : 1.Hadist pada abad ke VII sampai sekarang (masa Pensyarahan. Mustadhrak Shahih Bukhari . contoh : 1. Kitab ini menghimpun hadist-hadist yang memiliki syarat-syarat Bukhari dan Muslim atau yang memiliki salah satu dari keduanya. sehingga bersama-sama dengan keturunan Ustman menguasai . Al Ilzamat . oleh Ibn Al Furat ( Ibn Muhammad Al Humaidi (w. 2. Pen-takhrij-an dan Pembahasannya) 1. akan tetapi pada abad ke-8 H Ustman Kajuk mendirikan kerajaan di Turki diatas puingpuing peninggalan Bani Saljuk di Asia Tengah.388 H) c). Pembaiatan Khalifah oleh Dinasti Mamluk hanyalah sekedar simbol saja agar daerah-daerah islam lainya dapat mengakui Mesir sebagai pusat pemerintahan dan selanjutnya mengakui Dinasti Mamluk sebagai penguasa dunia Islam. oleh Al Daruquthni (306-385 H) d). Contohnya : 7 1. Kitab Jami¶.Kegiatan periwayatan Hadist pada periode ini. Kitab ini menghimpun Hadist-hadist yang termuat dalam kitab-kitab yang telah ada yaitu yang menghimpun hadsit shahih Bukhari dan Muslim. Kitab Mustadhrak. oleh Jurjani 2. Al Mustdhrak oleh Al Hakim ( 321-405 H) 2. oleh Abu Awanah (316 H) 3. oleh Al Baqhawi (516 H) E. Kitab ini memuat matan Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari atau Muslim. Al Jami¶ bayn al Shahihaini. Periode ini dimulai sejak kekhalifahan Abbasiyah di Bakhdad ditklukkan oleh tentara Tartar (656 H/1258 M). Al Jami¶ bayn al Shahihaini . Al Jami¶ bayn al Shahihaini. Penghimpuanan . dan selanjutnya penyusun kitab ini meriwayatkan matan hadist tersebut dengan sanadnya sendiri. yang kemudian Kekhalifahan Abbasiyah tersebut dihidupkan kembali oleh Dinasti Mamluk dari mesir setelah mereka menghancurkan bangsa Mongol tersebut.b). oleh Muhammad Ibn Nashir al Humaidi (488 H) 3.

Sedikit sekali ulama hadist pada periode ini melakukan periwayatan hadist secara hapalan sebagaimana dilakukan oleh yang ulama Mutaqaddimin. Dia telah mendiktekan Hadist kepada 1000 majelis dan menulis sejumlah kitab yang berkaitan dengan Hadsit. maka berpindahlah kekuasaan Islam dari Mesir ke Konstatinopel. Ibn Hajar al Asqalani (w. mereka secara bertahab mulai menguasai daerah-daerah islam . maka kegiatan periwayatan hadist pada periode ini lebih banyak dilakukan dengan caraijazah danMukatabah. Sejalan dengan keadaan dan kondisi-kondisi dunia islam diatas.902 H/1497 M) murid Ibn Hajar yang telah mendiktekan hadist kepada 1000 majelis dan menulis sejumlah buku. Pada abad ke-13 Hijriyah ( awal abad ke-19 H) Mesir dengan dipimpin oleh Muhammad Ali. mulai bangkit untuk mengembalikan kejayaan Mesir masa silam.806 H/1404 M) dia berhasil mendiktekan hadist secara hapalan kepada 400 majelis sejak 796 H/1394 M dan juga menulis beberapa kitab hadist. 852 H/ 1448 M) seorang penghapal hadist yang tiada bandinganya pada masanya . Al Sakhawi (w. 3. 2. Bentuk Penyusunan kitab Hadist pada periode ini : . Namun Eropa yang dimotori oleh Inggris da Perancis semakin bertambah kuat dan berkeinginan besar untuk menguasai dunia. hampir seluruh8 wilayah islam dijajah oleh Bangsa Eropa. Al Traqi (w. Diantaranya yaitu: 1. Dengan berhasilnya mereka menaklukkan Konstatinopel dan Mesir serta meruntuhkan Dinasti Abbasiyah. kebangkitan kembali dunia islam baru dimulai pada pertengahan abad ke-20 M.kerajaan-kerajaan kecil yang ada disekitarnya dan selanjutnya membangun Daulah Ustmaniyah yang berpusat di Turki. sehingga pada abad ke-19 M sampai ke awal abab 20 M. 2.

2. oleh Al Nawawi. yaitu syarah shahih kitab Al Bukhari. syarah sunan Abu Dawud. 9 3. atau ulama penghapal hadist yang meninggaldunia. dan selanjutnya mengembangkannya atu meringkasnya sehingga menghasilkan jenis karya sebagai berikut: a. Al Minhaj. b. Kitab Mukhtashar. yaitu kitab yang berisi ringkasan dari suatu kitab Hadist. Yang mereka hanya memperkuat eksistensi golongan dan rasmereka saja. seperti Mukhtashar Shahih Muslim oleh Muhammad Fu¶ad abd Al baqi.Pada periode ini para ulama hadist mempelajari kitab-kitab hadist yang telah ada. Kitab Zawa¶id. yang mensyarahkan kitab shahih Muslim. Kesimpulan Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. Kitab Syarah. 2. Oleh Ibn Hajar al Asqalani. yaitu : Jenis kitab yang memuat uraian dan penjelasan kandungan hadist dari kitab tertentu dan hubungannya denagn dalil-dalil lainnya yang bersumber dari Al Qur¶an dan Hadsit ataupun kaidah-kaidah syara¶ yang lainnya contohnya : 1. c. Penyebab Kedua adalah banyaknya beredar Hadist-hadist palsusehingga perlunya kodifikasi hadist yang mulai dilaksanakan secaraperdana dan massal pada masa pemerintahan Khalifah Umar Ibn AbdilAziz. yaitu kitab yang menghimpun hadist-hadist dari kitab tertentu yang tidak dimuat BAB III PENUTUP A. Fath Al bari. Penyebab dari Kodifikasi Hadist itu sendiri dikarenakan telahbanyaknya para sahabat. oleh Syams al Haq al Achim al Abadi. Aun al-Ra¶hud . .

3. Yusuf Saefullah. sejarah dan Pengantar Ilmu Hadist. Semarang : Bulan BintangTeungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqye.Sumarna.. Pustaka Rizki Putra. kapan masa kodifikasi yang banyak memunculkan para ulamaahli hadist yang banyak memhasilkan kitab-kitab hadist dan pada masaperiode siapa kitab-kitab hadist shahih bermunculan. Saran Dari uraian diatas maka penulis menyadari bahwa banyak terdapatkesalahan dan kekurangan. Pengantar Ilmu Hadist: PT. kita bisa mengetahui kapan masajaya. Ulumul Hadist.Hasbi Ash Shiddieqye. 11 Daftar Pustaka Nawir Yuslem.Pada Kodifikasi Hadist ini melahirkan berbagai ulama dan tokoh-tokohSeperti yang kita kenal sampai sekarang yaitu Perawi Hadist-hadistshahih seperti Imam Bukhari dan Muslim.Dari sejarah kodifikasi hadist ini.Suanan AbuDaud. Muhasa Sumber Widya.Semarang : PT. Drs. . Sejarah Pengantar Hadist. untuk itu pemakalah mohon kritikan dan saranyang sifatnya konstruktif demi kesempurnaan makalah ini. Cecep. Pustaka Baru Quraisy. 2001.Ag. M. . mulai daripertama kali di kodifikasi sampai pada masa periode terakhirkemunduran islam itu sendiri. M. dan lainlain masih banyak lagi. 4. Athurmudzi. Jakarta : PT. B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful