BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Produksi adalah sebuah proses yang telah terlahir di muka bumi ini semenjak manusia menghuni planet ini. Produksi sangat prinsip bagi kelangsungan hidup dan juga peradaban manusia dan bumi. Sesungguhnya produksi lahir dan tumbuh dari menyatunya manusia dengan alam. Kegiatan produksi merupakan mata rantai dari konsumsi dan distribusi. Kegiatan produksilah yang menghasikan barang dan jasa, kemudian dikonsumsi oleh para konsumen. Tanpa produksi maka kegiatan ekonomi akan berhenti, begitu pula sebaliknya. Untuk menghasilkan barang dan jasa kegiatan produksi melibatkan banyak faktor produksi. Fungsi produksi menggambarkan hubungan antar jumlah input dengan output yang dapat dihasilkan dalam satu waktu periode tertentu. Dalam teori produksi memberikan penjelasan tentang perilaku produsen tentang perilaku produsen dalam memaksimalkan keuntungannya maupun mengoptimalkan efisiensi produksinya. Dimana Islam mengakui pemilikian pribadi dalam batas-batas tertentu termasuk pemilikan alat produksi, akan tetapi hak tersebut tidak mutlak. B. Rumusan Masalah Ada beberapa hal yang akan kami kemukan sebagai pokok masalah, yaitu: 1. Apa itu pengertian produksi? 2. Bagaimanakah arti pentingnya produksi?
3. Bagaimanakah pandangan ekonomi konvensional dan ekonomi Islam tentang

faktor-faktor produksi? 4. Apakah jenis-jenis atau klasifikasi faktor-faktor produksi?
5. Bagaimanakah pandangan Islam tentang prinsip-prinsip produksi?

6. Apa sajakah tujuan-tujuan produksi?

C. Tujuan Dan Manfaat Penulisan Makalah
Sesuai dangan pokok masalah di atas, penulisan ini mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Memahami apa itu produksi dan arti penting produksi. 2. Memahami perbedaan pandangan ekonomi konvensional dan ekonomi islam tentang faktor-faktor produksi. 3. Mengetahui jenis-jenis atau klasifikasi faktor-faktor produksi. 4. Memahami bagaimanakah pandangan Islam tentang prinsip-prinsip produksi. 5. Mengetahui tujuan-tujuan yang akan dicapai dalam berproduksi.

1

D. Metode Penulisan Penyusunan makalah ini menggunakan referensi-referensi dari beberapa media, literatur, dan buku-buku tentang perwalian yang diedit dan diunduh secara langsung.

E. Sistematika Penulisan Penyusun menggunakan sistematika berupa pendahuluan yang berisi, latar belakang, perumusan masalah, tujuan & manfaat penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan, yang diikuti oleh bab pembahasan, dan terakhir penutup berupa kesimpulan.

2

Apa yang bisa dilakukan manusia dalam “memproduksi” tidak sampai pada merubah substansi benda. karenanya tenaga kerja yang dikeluarkan untuk memproduksi barang tersebut dianggap tidak produktif. atau mengubahnya dari satu bentuk menjadi bentuk yang lainnya dengan melakukan sterilisasi. Dengan memberikan landasan rohani bagi manusia sehingga sifat manusia yang semula tamak dan mementingkan diri sendiri menjadi terkendali. Dari sifat dasar manusia yang tamak itu pula menyebabkan manusia memiliki dorongan yang kuat dan bimbingan serta arahan yang benar dan pasti akan menjadikan manusia memiliki sifat mulia. sehingga pada kondisi yang barupun substansinya tetap tidak berubah. pemintalan. menutupi kebutuhan tertentu. atau penggilingan. Dengan begitu akan memacu manusia untuk melakukan kegiatan yang produktif.BAB II PEMBAHASAN MATERI A.” Sifat tamak manusia menjadikan manusia berkeluh kesah. Kemajuan manusia akan terus berlanjut 3 . bukan untuk memproduksi barang mewah secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan manusia. pengukiran. Yang dapat dilakukan manusia berkisar pada misalnya mengambilnya dari tempat yang asli dan mengeluarkan atau mengeksploitasi (ekstraktif). Berarti barang itu harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Al Qur’an memberi kebebasan yang luas bagi manusia untuk berusaha memperoleh kekayaan yang lebih banyak lagi dalam menuntut kehidupan ekonomi. Atau mencampurnya dengan cara tertentu agar menjadi sesuatu yang baru. Memindahkannya dari tempat yang tidak membutuhkan ke tempat yang membutuhkannya. sehingga akibatnya manusia cenderung melakukan kerusakan (mafsadat) di muka bumi. Al Qur’an menggunakan konsep produksi barang dalam artian luas. tidak sabar dan gelisah dalam perjuangan mendapatkan kekayaan. Memproduksi suatu barang harus mempunyai hubungan dengan kebutuhan manusia. Al Qur’an menekankan manfaat dari barang yang diproduksi. atau menjaganya dengan cara menyimpan agar bisa dimanfaatkan di masa yang akan datang atau mengolahnya dengan memasukkan bahanbahan tertentu. Maksudnya adalah bahwa manusia mengolah materi itu untuk mencukupi berbagai kebutuhannya. Dalam surat al Ma’aarij dijelaskan ada beberapa sifat alami manusia yang menjadi azas semua kegiatan ekonomi yaitu : “sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Namun demikian. sehingga materi itu mempunyai kemanfaatan. Hal itu semua hanya mengubah kondisi materi. dan sebagainya. Pengertian Produksi Produksi adalah menciptakan manfaat dan bukan menciptakan materi. Manusia akan giat untuk memuaskan kebutuhannya yang terus bertambah.

sepanjang mereka terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 78:11) Allah memerintahkan 4 .(Ali Imran: !4) B. serta butuh tempat tinggal untuk melindungi dirinya serta beribadah juga berbagai kebutuhan lainnya. Itulah kesenangan hidup di dunia. . Itu semua baru bisa diperoleh dan bisa dinikmati manusia jika manusia mengelolanya agar menjadi barang dan jasa yang siap dikonsumsi dengan jalan diproduksi terlebih dahulu. Dalam Surah An-Nahl (16):10. Manusia butuh makan. . dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga). Arti Pentingnya Produksi kegiatan produksi merupakan mata rantai dari konsumsi. kegiatan produksi merupakan suatu hal yang diwajibkan karena tanpa kegiatan produksi maka aktifitas kehidupan akan berhenti. 4:32.12. Surat ar Rum ayat 23 : . وَ الله عن ْد َ ه ُ حسن ال ْما‬ ْ َ َ َ ُ ‫َب‬ ِ ُ َ َ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ ِ ُ ْ ُ ِ َ َ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan.11. harta yang banyak dari jenis emas. yaitu : wanita-wanita. Oleh karena itu. . Pentingnya peranan produksi dalam memakmurkan kehidupan suatu bangsa dan taraf hidup manusia. ‫. Allah SWT telah menyediakan bahan bakunya berupa kekayaan alam yang sepenuhnya diciptakan untuk kepentingan manusia. ‫. . . minum agar bisa beraktifitas dan beribadah. disebutkan dalam beberapa ayat dan hadits. واب ْت ِغآؤ ُك ُم من فَضل ِه‬ َ َ ِ ْ ْ ّ ْ Dan usahamu mencari bagian dari karuniaNya. perlu pakaian untuk menutupi aurat dan beribadah. kuda pilihan. Daya ciptanya yang tinggi akan terus menghasilkan produk-produk baru dan metode serta teknik produksi yang makin sempurna. ذ َل ِك متاع ُ ال ْحيوةِ الد ّن ْيا . anak-anak. sehingga mampu menjaga taraf hidup manusia seiring dengan perubahan zaman. 30:23. . . seperti : Surat al Qashash ayat 73 : . . perak.18 telah diuraikan secara singkat bahwa Allah telah menyediakan kekayaan alam untuk kepentingan dan kesejahteraan manusia.binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Pada beberapa ayat yang lainnya (QS 28:73. Sifat-sifat dasar manusia dijelaskan dalam surat lain yaitu Ali Imran ayat 14 yang artinya : ّ ‫زي ّن للنا س حب الشهَوَت من الن ّسآءوالب َن ِي ْن وال ْقناط ِي ْرال ْمقن ْط َرةِ من الذ ّهب وال ْفضة‬ َ ُ ِ َ ِ ّ ِ َ َ َ َ َ ّ ِ َ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ َ ِ ِ َ ‫وال ْخي ْل ال ْمسوّمةِ وال َن ْعام ِ وال ْحرث . وَل ِت َب ْت َغُوا من فَضل ِه‬ ِ ْ ْ ِ ْ Supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya. maka tanpa kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa tak akan ada yang bisa dikonsumsi.

modal. melalui pengelolaan.  Produksi barang-barang mewah akan dikurangi sedemikian rupa sehingga semakin sedikit sumber daya untuk memproduksinya  Akan ada perluasan industri untuk menghasilkan barang dan jasa yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehingga sumber daya ekonomi lebih banyak dialokasikan untuk itu. dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimal. Contohnya. yaitu alat atau sarana untuk melakukan proses produksi. Penentuan harga faktor produksi Penentuan harga faktor produksi dalam ekonomi konvensional menggunakan pendekatan produktivitas marginal yaitu nilai marginal dari faktor produksi yang merupakan nilai tambah dari satu unit output yang dihasilkan dengan asumsi faktor produksi lainnya dianggap tetap. Faktor-faktor Produksi Dalam menghasilkan barang-barang dan jasa dalam proses produksi kita membutuhkan beberapa faktor-faktor produksi. Al-Qur’an juga telah memberikan berbagai alternatif kepada manusia bagaimana melakukan perubahan yang lebih baik dengan menggali dan menggunakan sumber daya alam yang tak terbatas di dunia ini. kemampuan dan kecenderungannya di dalam proses produksi. Hubungan antara tujuan produksi dengan penggunaan faktor produksi. prinsip dan tujuan produksi ekonomi yang Islami alokasi sumber daya ekonomi akan berorientasi pada hal-hal berikut :  Berbagai barang dan jasa yang dilarang oleh agama Islam tidak akan diproduksi sehingga tidak ada sumber daya ekonomi atau faktor produksi yang dialokasikan untuk itu. Beberapa pandangan ekonomi konvensional dan Islami terhadap faktor produksi: 1.manusia untuk bekerja keras memanfaatkan semua sumber daya itu seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. maka dengan demikian seluruh faktor produksi akan dialokasikan berdasarkan tujuan tersebut. maka kita akan mendapatkan bahwa penekanan atas usaha manusia untuk memperoleh sumber penghidupan merupakan salah satu prinsip ekonomi yang mendasar di dalam Islam. Misalnya produk marginal tenaga kerja adalah tambahan output yang dihasilkan akibat satu unit tenaga kerja dengan menggunakan 5 . produsen akan memeras dan menindas para pekerjanya. Apabila dikaji secara terperinci dalam Al-Qur’an. 2. C. Hal ini berakibat pada eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Jika dalam ekonomi konvensional tujuan produksi adalah menghasilkan alat pemuas kebutuhan manusia melalui proses produksi dengan harapan memberikan keuntungan paling maksimal. Dalam pandangan ekonomi Islam.

yaitu nilai keadilan (justice) dan pertimbangan kelangkaan (scarcity). Ketiga. laut. bebatuan dan sebagainya yang terkandung di dalam tanah yang juga dapat dimanfaatkan oleh manusia. Namun demikian. dan sebagainya.  Gunung. Dalam sistem ini harga tanah tidak ditetapkan di awal dan bersifat tetap seperti bunga tetapi ditentukan secara bersama dengan kontribusi kewirausahaan. seperti logam. D. perusahaan. Yang termasuk dalam faktor produksi tanah adalah:  Bumi (tanah) merupakan permukaan tanah yang di atasnya kita dapat berjalan. Tanah Tanah mengandung pengertian yang luas. rumah. Padahal fungsi ini jarang terjadi pada dunia nyata.  Implementasi bunga sebagai harga dari modal tidak dapat dilakukan karena ajaran Islam menganggap sebagai riba nasyiah yang haram hukumnya. Jenis-jenis/Klasifikasi Faktor Produksi Ada beberapa jenis faktor produksi yaitu : 1. konsep ini mengasumsikan adanya persaingan sempurna dalam pasar faktor produksi dimana semua kekuatan ekonomi terfragmentasi. Produktivitas marginal ini mengikuti hukum the law of the diminishing marginal product atau tambahan hasil yang semakin menurun. angin.  Penggunaan sewa (rent) sebagai harga dari faktor produksi tanah tidak dapat diterima begitu saja. Kedua. Implikasi dari adanya nilai dasar ini adalah:  Kekuatan pasar tidak dapat digunakan begitu saja bagi penentuan upah. Gunung-gunung berfungsi sebagai 6 .  Mineral. Penentuan harga modal akan dilakukan secara integratif dengan kontribusi dari kewirausahaan berdasarkan sistem bagi hasil (profit lost sharing). konsep ini hanya dapat diterapkan pada fungsi produksi yang memiliki fungsi homogenitas berderajat pertama. Penentuan upah dilakukan berdasarkan pertimbangan objektif yaitu tingkat upah pasar dan pertimbangan subjektif yaitu implementasi nilai-nilai kemanusiaan. Sementara dalam kenyataan mungkin memiliki beberapa tujuan. merupakan suatu sumber lain yang menjadi sumber tenaga asli yang membantu dalam mengeluarkan harta kekayaan. sampai keadaan geografi. dan iklim yang terkandung dalam tanah. Terdapat kontroversi pendapat dikalangan pemikir Islam tentang legalitas sistem sewa dalam legalitas sistem persewaan. gunung. dalam pandangan Islam ada dua prinsip dasar yang harus dijadikan pedoman dalam menentukan faktor produksi. mendirikan bangunan. yaitu termasuk semua sumber yang kita peroleh dari udara. Pertama. konsep ini juga mengasumsikan adanya wirausahawan yang profit maximizer.faktorproduksi lainnya tetap. penentuan harga faktor produksi dengan pendekatan ini mendapat kritikan dari ekonom muslim dengan berbagai alasan. Sementara.

perkapalan. Hutan memberikan bahan api.  Hewan.  Hutan. Dari analisis tersebut. Baik Al Qur’an maupun sunnah banyak memberikan tekanan pada pembudidayaan tanah secara baik. hipotesis atau kebijaksanaan pedoman dapat disusun sebagai berikut : a) Pembangunan pertanian pada negara-negara Islam dapat ditingkatkan melalui metode penanaman yang intensif dan ekstensif jika dilengkapi dengan suatu program pendidikan moral.  Tanah sebagai Sumber Daya yang Dapat Habis (Exhaustable) Menurut pandangan Islam sumber daya yang dapat habis adalah milik generasi kini maupun generasi-generasi masa yang akan datang. Generasi kini tidak berhak untuk menyalahgunakan sumbersumber daya yang dapat habis sehingga menimbulkan bahaya bagi generasi yang akan datang. susu. b) Penghasilan yang diperoleh dari penggunaan sumber daya yang dapat habis (exhaustable resources) lebih digunakan untuk pembangunan lembaga-lembaga sosial (seperti universitas. Al Qur’an menaruh perhatian akan perlunya mengubah tanah kosong menjadi kebun-kebun dengan mengadakan pengaturan pengairan. Penggunaan dan pemeliharaan sumber-sumber daya alam itu dapat menimbulkan dua komponen penghasilan. Jadi manusia berhak untuk memanfaatkan dan memiliki tanah untuk dipergunakan dalam mencari nafkah dan menggunakannya sebagai salah satu faktor produksi. merupakan sumber kekayaan alam yang penting. rumah sakit) dan untuk infrastruktur fisik daripada konsumsi sekarang ini. dan menanaminya dengan tanaman yang baik. dan sebagainya. Seperti KalamNya dalam surat As Sajadah ayat 27 : Dan apakah mereka tidak memerhatikan bahwasanya Kami menghalau hujan ke bumi yang tandus. perabotan rumah tangga. yaitu : a) Penghasilan dari sumber-sumber daya alam sendiri (yaitu sewa ekonomis murni) b) Penghasilan dari perbaikan dalam penggunaan sumbersumber daya alam melalui kerja manusia dan modal. bahan-bahan mentah untuk industri kertas. Tenaga Kerja 7 .penadah hujan dan menajdi aliran sungai-sungai dan melaluinya semua kehidupan mendapatkan rizki masing-masing. berdasarkan ajaran Islam. c) Sewa ekonomis murni boleh lebih digunakan untuk memenuhi tingkat pengeluaran konsumsi sekarang ini. lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan tanam-tanaman yang daripadanya dapat makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri… Tanah dapat dipandang dari dua sisi yaitu:  Tanah sebagai Sumber Daya Alam Seorang Muslim dapat memperoleh hak milik atas sumber-sumber daya alam setelah memenuhi kewajibannya terhadap masyarakat. Sebagian lagi digunakan untuk kerja dan pengangkutan. 2. Dengan demikian. industri dan perhiasan. mempunyai kegunaan memberikan daging. dan lemak untuk tujuan ekonomi. damar.

pandai besi. merupakan keahlian dan ketrampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja. Islam menjunjung tinggi hasil kerja yang cakap dan memerintahkan umat Islam untuk mengajarkan semua jenis kerja dengantekun dan sempurna. Namun Islam tetap menggariskan bahwa ada pekerjaan yang halal dan haram. Kemuliaan Bekerja Setiap pekerjaan yang halal terbuka untuk semua orang tanpa memandang warna kulit. Sehingga mereka harus diperhatikan. Kebebasan Bekerja Islam memberikan kebebasan dalam hal mencari lapangan pekerjaan baik macam maupun wilayah kerja demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. keturunan atau kepercayaan. Keunikan tenaga kerja jika dibandingkan faktor produksi lainnya karena mereka manusia. Idealnya pertumbuhan pendudukseiring/seimbang dengan pertumbuhan lapangan kerja (pertumbuhan ekonomi).  Penduduk. Sedangkan penawaran tenaga kerja tergantung pada beberapa faktor :  Kecakapan tenaga kerja. Hal ini mencakup buruh maupun managerial.Tenaga kerja merupakan faktor produksi kedua yang dianggap paling penting. Dalam al Qur’an disebutkan tentang tenaga ahli. Mobilisasi terkait erat dengan kondisi ekonomi pekerja. misalnya pekerja bangunan.  Tenaga kerja terdidik. Mobilisasi dipengaruhi oleh faktor tingkat upah. Kriteria Pemilihan Tenaga Kerja Pemilihan tenaga kerja tergantung ketersediaan/penawaran tenaga kerja. dan sebagainya. Hal itu menunjukkan bahwa faktor keahlian dan pendidikan menjadi sangat penting dalam bekerja. dan sebagainya. Tenaga kerja secara umum dibagi menjadi beberapa tingkat yaitu :  Tenaga kerja kasar/buruh kasar. • Mobilisasi tenaga kerja. Tenaga kerja di sini mencakup segala kerja manusia yang diarahkan untuk menghasilkan produksi baik berupa jasa. merupakan pergerakan tenaga kerja dari suatu kawasan geografi ke kawasan yang lain. Bagaimana memberi harga atas tenaga kerja serta bagaimana menghargai unsur-unsur kejiwaan. Al Qur’an membolehkan adanya mobilisasi tenaga kerja demi untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Allah memuliakan hambanya meskipun yang bekerja sebagai pekerja kasar. dimana biasanya pekerja akan berupaya untuk mencari tempat kerja yang memberikan tingkat upah lebih tinggi. Cerita tentang Nabi Yusuf yang diakui pengetahuan dan kejujurannya oleh raja yang mempercayakan tugas mengurus dan menjaga gudang padi dan sebagainya. Islam mengajarkan umatnya agar menghormati saudara seagama tanpa memandang pekerjaan dan ia memberikan kemuliaan dan 8 . mental dan moral serta pendidikan dan pelatihan bagi para pekerja. moralitas dan unsur-unsur kemanusiaan yang lainnya. Kecakapan tenaga kerja tergantung pada tiga faktor yaitu : kesehatan fisik. jumlah penduduk merupakan faktor yang sangat memengaruhi terhadap penawaran tenaga kerja. Nabi Hud dengan pembuatan kapal. karena kekayaan alam dapat berubah menjadi hasil produksi yang bernilai karena jasa tenaga kerja. Banyak ayat dan riwayat yang membahas tentang kegiatan para nabi terkait dengan peghargaan terhadap para pekerja kasar –pekerja/tukang Nabi Sulaiman. fisik maupun mental.

3. Hal ini seperti disampaikan 9 . mesin. Ada beberapa faktor yang menentukan terhadap pengumpulan modal yaitu :  Peningkatan pendapatan. dapat dilakukan melalui cara yang bersifat wajib pembayaran zakat dan larangan mengenakan bunga. Modal Modal adalah segala kekayaan baik yang berwujud uang maupun bukan uang (gedung. penanaman modal secara tunai dan melalui warisan. Islam membenci kegiatan pembekuan modal atau menyimpan harta bukan untuk digunakan dalam kegiatan produktif. Islam menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan pertimbangan-pertimbangan kemanusiaan. Secara umum konsep ini diimplementasikan dalam konsep mudharabah dan musyarakah. Sedangkan cara pilihan yaitu dengan penggunaan harta anak yatim. • Memperhatikan waktu kerja pekerja dengan berdasarkan kekuatan fisik dan alokasi waktu bagi tertunaikannya hak Allah (beribadah) oleh si pekerja dengan tidak mengurangi upah bagi pekerja.status kepada golongan buruh.  Menghindari sikap berlebih-lebihan. • Tingkat upah minimum hendaklah mencukupi bagi pemenuhan kebutuhan dasar para pekerja.  Pembekuan modal. Terminologi adil dalam pengupahan harus memperhatikan kondisi pekerja (ajir) maupun majikan (mustajir) bukan hanya salah satunya saja. Upah merupakan harga dari orang yang telah bekerja serta kewajiban bagi orang yang mempekerjakannya. Sehingga tidak dibenarkan pemerintah menetapkan suatu upah hanya semata-mata ingin meningkatkan kesejahteraan para buruh tetapi di sisi lain menimbulkan kezaliman. AlQur’an membuat banyak contoh tentang kehidupan para Rasul yang bekerja dengan tenaga sendiri untuk kehidupannya. hal ini bertolak belakang dengan pandangan Islam yang mengharamkan bunga karena dikategorikan riba sehingga harus dihapus secara mutlak. bunga merupakan harga dari modal (uang). Isu terpenting tentang modal ini adalah bagaimana menentukan harganya. dalam hal ini adalah mengurangi kebiasaan melakukan pembelanjaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Sebagai gantinya ajaran Islam menawarkan konsep profi-loss sharing yang dipandang lebih mencerminkan nilai-nilai keadilan bagi pelaku ekonomi. Dimana dalam ekonomi konvensional. menghindari gaya hidup mewah dan mubazir. cara ini dapat menyebabkan berkurangnya modal yang dapat digunakan. perabotan dan kekayaan fisik lainnya) yang dapat digunakan dalam menghasilkan output. Beberapa prinsip pemberian upah menurut pandangan Islam yang menjamin diperlakukannya tenaga kerja secara manusiawi: • Hubungan antara pekerja dan majikan harus memperlihatkan nilai kemanusiaan. Dalam penentuan upah. Berbeda dengan bunga dalam sistem ini harga modal dan entrepreneur ditentukan bersama berdasarkan persentase keuntungan/kerugian yang akan diterima.

Seperti disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 173 yang artinya : 10 . Organisasi Organisasi atau manajemen merupakan proses merencanakan dan mengarahkan kegiatan usaha perusahaan untuk mencapai tujuan. volume tabungan akan berkurang. Islam membolehkan dua cara pembentukan modal yang berlawanan yaitu konsumsi sekarang yang berkurang (mengurangi tingkat konsumsi untuk menabung) dan konsumsi mendatang yang bertambah. dan dengan adanya kecenderungan yang sama untuk menabung. Wirausaha Wirausaha (entrepreneur) pada dasarnya adalah motor penggerak kegiatan produksi. semakin tinggi tingkat bunga semakin besar imbalan tabungan. orang akan lebih banyak menabung. Menurut ekonom konvensional. wirausaha tentu berbeda dengan tenaga kerja. Pentingnya perencanaan dan organisasi dapat dilihat pada hakikat bahwa Allah sendiri adalah perencana yang terbaik. perlu adanya rasa aman dan ketentraman dalam negara dimana lokasi penanaman modal itu dilakukan. dan motivasi untuk mendapatkan manfaat sekaligus bersedia menanggung resiko dari para wirausaha ini. Islam membolehkan adanya laba yang berlaku sebagai insentif untuk menabung. pendapatan uang yang terkumpul akan mengecil. Organisasi memegang peranan penting dalam kegiatan produksi. 5. Menurut Keynes. semakin tinggi pula kecenderungan untuk menabung dan sebaliknya. 4. Dalam pengertian fungsional tenaga kerja mungkin dapat diganti dengan mesin. berdasarkan alasan-alasan murni. Suatu tingkat bunga yang tinggi berarti lebih tingginya imbalan bagi tabungan. dalam proses penghimpunan modal. Kegiatan produksi berjalan karena adanya gagasan. upaya. Oleh karena itu. Sebagai akibatnya. Kenyataannya adalah bahwa jika individu-individu rasional. Dalam perspektif ekonomi konvensional. Dengan demikian memungkinkan modal memainkan peranan yang sesungguhnya dalam proses produksi. Bila ada jaminan keselamatan dan keamanan dalam suatu negara. modal dapat tumbuh dari sebagian pendapatan yang ditabungkan oleh masyarakat. Yang terpenting dalam hal ini ialah bahwa modal dapat juga tumbuh dalam perekonomian masyarakat yang bebas bunga. Meskipun sama-sama manusia. tingkat bunga yang tinggi akan menekan kegiatan ekonomi dan menyebabkan volume penanaman modal yang lebih kecil.”  Keselamatan dan keamanan. bila tingkat bunganya tinggi. mereka mungkin lebih banyak menabungkan penghasilan mereka. Tenaga kerja pada dasarnya hanyalah alat produksi yang hanya menjalankan produksi sebagaimana fungsinya. Besarnya tabungan dipengaruhi oleh tingkat bunga. maka rakyat akan lebih giat dalam melakukan pemupukan modal.dalam surat Al Ma’arij ayat 18 yang artinya : “Dan menghimpun (harta) lalu menyimpannya (tidak membayarkan zakatnya). tetapi hal ini tidak dapat dilakukan terhadap seorang wirausahawan.

11 . 6. yaitu :  Dalam ekonomi Islam yang pada hakekatnya lebih berdasarkan ekuiti (equitybased) daripada berdasarkan pinjaman (loan-based). para manajer cenderung mengelola perusahaan yang bersangkutan dengan pandangan untuk membagi dividen di kalangan pemegang saham atau berbagi keuntungan di antara mitra suatu usaha ekonomi. tanah dan keahlian) juga termasuk kegiatan produksi (dilakukan oleh rumah tangga). Hal ini tidak berarti bahwa manajemen tidak berusaha untuk mencari laba.  Karena sifat terpadu organisasi inilah tuntutan akan integritas moral.  Sebagai akibatnya. Arti yang sesungguhnya bahwa organisasi Islam sebagai faktor produksi berbeda dengan organisasi dalam ekonomi konvensional/secular. ketepatan dan kejujuran dalam proses perakunan (accounting) jauh lebih diperlukan daripada dalam organisasi secular. baik pada tingkatan konseptual maupun pada tingkatan operasional dalam usaha menyelaraskan banyaknya tujuan yang tunduk pada kendala-kendala keuntungan. Sifat motivasi organisasi demikian sangatlah berbeda dalam arti bahwa mereka cenderung untuk mendorong kekuatan-kekuatan koperatif melalui berbagai bentuk investasi berdasarkan persekutuan dalam bermacammacam bentk seperti musyarakah. Ada beberapa ciri mendasar yang harus dimiliki oleh organisasi Islam terkait dengan fungsinya sebagai salah satu faktor produksi. dan lain-lain. mudharabah.  Faktor manusia dalam produksi dan strategi usaha mempunyai signifikansi lebih diakui dibandingkan dengan strategi manajemen lainnya yang didasarkan pada memaksimalkan keuntungan atau penjualan. Misalnya memelihara taman depan rumah sehingga asri (mengkombinasikan mesin. Modal manusia yang diberikan oleh manajer harus diintegrasikan dengan modal yang berbentuk uang.” Peranan organisasi dalam Islam sangat penting. yaitu:  Kegiatan produksi tidak hanya dilakukan terbatas oleh perusahaan saja.“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dialah sebaik-baik pelindung. Fungsi Produksi Berikut ini beberapa asumsi dasar yang melandasi analisa fungsi produksi dalam pandangan konvensional. apalagi jika dikaitkan dengan kegiatan produksi. pengertian tentang keuntungan biasa mempunyai arti yang lebih luas dalam kerangka ekonomi Islam karena bunga pada modal tidak dapat dikenakan lagi. Perilaku mengutamakan kepentingan orang lain dalam Islam. mungkin berbeda dalam kenyataan dan siasat pengelolaannya. tenaga kerja. Dengan demikian maka bahasan utama dalam ekonomi konvensional adalah kegiatan produksi yang dilakukan oleh perusahaan atau suatu organisasi dengan bentuk badan hukum tertentu yang bertujuan mencari keuntungan. kecuali bila secara kebetulan perilaku sebenarnya dari organisasi tersebut serupa dengan tindakan yang diperlukan dalam memaksimalkan keuntungan.

 Setiap perusahaan bebas keluar-masuk dalam industri (free entry-exit).  Biaya eksplisit: biaya yang dengan jelas mengeluarkan uang kas. Biaya (Cost) Secara umum biaya dikelompokkan menjadi dua bagian:  Biaya implisit: biaya yang diakui tanpa mengeluarkan uang kas secara nyata. dalam jangka pendek terdiri dari: o Biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) o Biaya total (total cost) terdiri dari total biaya tetap (total fixed cost) dan total biaya variabel (total variable cost) (TC) = TFC + TVC o Biaya rata-rata (average cost) terdiri dari biaya tetap rata-rata (average fixed cost) dan biaya variabel rata-rata (average variable cost) ATC/AC = AFC + AVC o Biaya marginal. Implikasi dari asumsi ini adalah adanya tarikan yang kuat pada industri yang memiliki tingkat keuntungan yang tinggi. biaya tambahan dari satu unit output yang dihasilkan yang direpresentasikan dari turunan pertama biaya total MC = TC’ ATC/TC = TC = TFC + TVC Q Q Q MC= ΔTC/ ΔQ 12 . contohnya penyusutan dan opportunity cost. Sehingga dengan asumsi ini output setiap perusahaan merupakan bagian kecil dari keseluruhan output yang dibutuhkan oleh pasar. Kondisi pasar yang eksis dalam industri adalah pasar persaingan sempurna.

L) yang menunjukkan jumlah maksimum barang yang dapat diproduksi dengan menggunakan berbagai alternatif kombinasi input modal (K) dan tenaga kerja (L). 13 .Penggunaan Faktor Produksi Untuk memproduksi suatu barang (q) dapat diformulasikan q = f(K.

yaitu:  Skala hasil yang tetap (constant return to scale): kenaikan output memiliki proporsi yang sama dengan penambahan input  Skala hasil yang meningkat (increasing return to scale): kenaikan output memiliki proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan penambahan input  Skala hasil yang menurun (decreasing return to scale): kenaikan output memiliki proporsi yang lebih kecil dibandingkan dengan penambahan input. Dalam hal penambahan faktor input produksi maka implikasi dari hal tersebut adalah perubahan dari output produksi sebagai variabel dependen produksi. Pada gambar 2 semakin jauh isoquant dari titik origin semakin besar jumlah output yang dihasilkan dan semakin banyak jumlah input yang digunakan.Kombinasi dua jenis faktor produksi yang memberikan tingkat hasil yang sama ditunjukkan dalam kurva isoquant seperti gambar 2 diatas. 14 . Dalam produksi jangka panjang seluruh faktor produksi seluruhnya bersifat variabel atau dengan kata lain tidak terdapat lagi biaya tetap seperti halnya produksi dalam jangka pendek. Perusahaan dapat memilih kombinasi penggunaan input sesuai dengan skala produksi yang diharapkannya. Ada tiga fenomena yang biasanya muncul akibat penambahan faktor produksi yang berkaitan dengan ouput produksi. Sumbu vertikal adalah modal yang direpresentasikan dengan mesin (per jam) dengan sumbu horizontal tenaga kerja (per jam).

Pendapatan (Revenue) 15 .

pendapatan ratarata (AR) dan harga (P). Beberapa pandangan para ulama mengenai komponen biaya dalam hal ini antara lain: o Biaya tetap diperhitungkan sehingga yang menjadi objek zakat adalah economic rent o Hanya biaya variabel saja yang diperhitungkan atau quasi rent Berdasarkan pandangan yang manapun. Pendapatan (revenue) dapat dinotasikan dengan: TR=Pd x Q Dalam kaitannya dengan penghitungan keuntungan maka diperlukan nilai marginal (tambahan satu unit) dari pendapatan yaitu marginal revenue (MR) MR=TR’ MR= TR / Q Berdasarkan asumsi pasar dalam keadaan sempurna maka kurva umum dari MR adalah garis horizontal yang nilainya sama dengan permintaan (D). 16 . yang berarti tidak pula berpengaruh terhadap laba yang dihasilkan. Pada kurva MC zakat perniagaan juga tidak memberikan pengaruh sehingga kurva penawaran tidak akan berubah.5% yang diwajibkan bagi penjualan yang telah memenuhi dua kriteria o Batas minimal (nisab) setara dengan 96 gram emas o Masa kepemilikan (haul) lebih dari 1 tahun Objek zakat perniagaan adalah profit (revenue minus cost). antara lain mempertimbangka hal-hal berikut:  Zakat Perniagaan Tingkat rate nya 2. zakat perniagaan tidak sama sekali memberikan pengaruh terhadap ATC.Salah satu parameter keberhasilan dalam berproduksi adalah jumlah pendapatan(revenue) yang didapatkan dari kegiatan produksi. Di sisi lain pajak penjualan yang umumnya dibebankan dalam penjualan justru akan berpengaruh terhadap: o Turunnya laba atau keuntungan o Turunnya tingkat laba maksimum o Berkurangnya jumlah barang yang diproduksi. Begitu pula fungsi profit menurut Islam yang muatannya berbeda dengan pandangan konvensional. Keuntungan (Profit) Dengan berdasarkan ke tiga asumsi produksi konvensional maka tujuan utama perusahaan dalam industri dapat dinotasikan dengan: Profit = Total Revenue – Total Production Cost Dalam pandangan Islam profit bukanlah satu-satunya dan tujuan utama dalam berproduksi (telah dijelaskan diatas).

2. kehidupan. kelangsungan keturunan. pandangan adil dalam Islam diterjemahkan menjadi: o Dilarang melakukan mafsadah o Dilarang melakukan ghoror o Dilarang melakukan maisir o Dilarang melakukan transaksi riba Dengan demikian menimbulkan biaya eksternalitas yang buruk bagi masyarakat sama halnya melanggar prinsip adil yang pertama dalam Islam. Biaya Eksternal Dalam konvensional berdasarkan asumsi maksimalisasi keuntungan yang hendak dicapai mendorong produsen melimpahkan sebagian biaya yang menjadi tanggung jawabnya kepada pihak lain yang disebut biaya eksternal. Metwally (1992) mengatakan ”perbedaan dari perusahaan-perusahaan non Islami tak hanya pada tujuannya. Contoh dari biaya eksternal adalah biaya penyaringan limbah atau daur ulang buangan pabrik yang mengakibatkan biaya kesehatan tambahan bagi masyarakat sekitar atau biaya hilangnya lingkungan yang bersih yang menjadi hak masyarakat. 4. larangan ini juga berlaku bagi segala mata rantai dalam produksinya. proses produksi hingga pemasaran dan dan pelayanan kepada konsumen semuanya harus mengikuti moralitas Islam. Tindakan tersebut dalam Islam adalah zhalim dan tidak adil. Produksi barag dan jasa yang dapat merusak moralitas dan menjauhkan manusia dari nilai-nilai relijius tidak akan diperbolehkan. Seluruh kegiatan produksi terikat pada tataran nilai moral dan teknikal yang Islami Sejak dari kegiatan mengorganisisr faktor produksi. kebenaran. Prinsip-prinsip Produksi Pada prinsipnya kegiatan produksi terkait seluruhnya dengan syariat Islam. harta. Selain itu Islam juga mengajarkan adanya skala prioritas (dharuriyah. Konsumsi seorang muslim dilakukan untuk mencari falah (kebahagiaan) demiian pula produksi dilakukan untuk menyediakan barang dan jasa guna falah tersebut. ilmu pengetahuan dan 5. yaitu : 1. Terdapat lima jenis kebutuhan yang dipandng bermanfaat untuk mnecapai falah. tetapi juga pada kebijakan-kebijakan ekonomi dan strategi pasarnya”. Sehubungan dengan prinsip tersebut maka biaya eksternalitas yang buruk dalam Islam adalah biaya internalitas yang merupakan tanggung jawab produsen sepenuhnya. Di bawah ini ada beberapa implikasi mendasar bagi kegiatan produksi dan perekonomian secara keseluruhan. dimana seluruh kegiatan produksi harus sejalan dengan tujuan dari konsumsi itu sendiri. antara lain : 1. 3. hajjiyah dan tahsiniyah) dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi serta melarang sikap berlebihan. 17 . Sehingga di dapatlah fungsi keuntungan dalam Islam sebagai berikut: Profit – Zakat= Total Revenue – Total Cost (Production Cost* + External Cost) E.

Prinsip-prinsip produksi menurut pandangan beberapa tokoh ekonomi Islam adalah sebagai berikut: 1. Permasalahan ekonomi muncul bukan saja karena kelangkaan tetapi lebih kompleks Masalah ekonomi muncul bukan karena adanya kelangkaan sumber daya ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan manusia saja. tetapi secara luas adalah bagaimana mengoptimalisasikan pemanfaatan sumber daya ekonomi dalam kerangka pengabdian manusia kepada Tuhannya. memiliki dorongan untuk melayani masyarakat sehingga segala keputusan perusahaan harus mempertimbangkan hal ini. Pemerataan manfaat dan keuntungan produksi bagi keseluruhan masyarakat dan dilakukan dengan cara yang paling baik merupakan tujuan utama kegiatan ekonomi. yaitu mementingkan kepentingan orang lain tanpa mengabaikan kepentingan diri sendiri. 3. memiliki komitmen yang penuh terhadap keadilan. Kegiatan produksi harus memperhatikan aspek sosial-kemasyarakatan Kegiatan produksi harus menjaga nilai-nilai keseimbangan dan harmoni dengan lingkungan sosial dan lingkungan hidup dalam masyarakat dalam skala yang lebih luas. Produsen harus mengejar tujuan yang lebih luas sebagaimana tujuan ajaran Islam yaitu falah didunia dan akhirat. Kegiatan produksi juga harus berpedoman kepada nilai-nilai keadilan dan kebajikan bagi masyarakat. tetapi juga disebabkan oleh kemalasan dan pengabaian optimalisasi segala anugerah Allah. Mannan (1992) menyebutkan bahwa kegiatan produksi dalam perspektif Islam bersifat altruistik. masyarakat juga nerhak menikmati hasil produksi secara memadai dan berkualitas. Kegiatan produksi dalam perspektif Islam bersifat alturistik sehingga produsen tidak hanya mengejar keuntungan maksimum saja.2. Lebih jauh sebagai konsekuensi dari sifat altruistik ini maka prinsip produksi Islam menolak dua konsep ekonomi konvensional dalam produksi yaitu Pareto Optimal dan Given Demand Hypothesis karena tidak sejalan dengan prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam. 2. tetapi dia mempunyai tujuan lebih luas yaitu mencapai falah di dunia dan akhirat. Jadi produksi bukan hanya menyangkut kepentingan para produsen (staock holders) saja tapi juga masyarakat secara keseluruhan (stake holders). 3. optimasi keuntungan diperkenankan dengan batasan kedua prinsip di atas. Prinsip pokok produsen yang Islami yaitu : 1. Adanya perilaku altruistik ini menuntut produsen muslim tidak hanya mengejar keuntungan maksimum saja. 18 . baik dalam bentuk sumber daya alam maupunmanusia. Sikap terserbut dalam Al-Qur’an sering disebut sebagai kezaliman atau pengingkaran terhadap nikmat Allah. Selain itu. Hal ini akan membawa implikasi bahwa prinsip produksi bukan sekedar efisiensi. sebagaimana dalam kapitalisme. karena secara umum Islam menekankan keseimbangan antara keduanya.

Persediaan bagi generasi mendatang.”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman.”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. tetapi juga dalam rangka optimalisasi falah. sebagai berikut: 1.”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. terutama dalam jangka panjang. Khalifah ini diberiamanat olehAllah untuk memakmurkan bumi.” Mereka berkata. Dengan mendasarkan pada prinsip umum ekonomi syari’ah. maka dengan sendirinya dalam jangka panjang eksistensi perusahaan akan lebih terjamin.2. Sesungguhnya penerapan prinsip-prinsip produksi dalam Islam ternyata sangat kondusif bagi upaya produsen untuk mencapai keuntungan yang maksimum. 3. Berdasarkan prinsip-prinsip dasar produksi di atas maka tujuan produksi dalam perspektif Islam tidak hanya berorientasi pada mencari keuntungan yang maksimal. 2. Allah-lah yang telah menciptakan alam semesta dan manusia sebagai penguasanya. artinyaupaya optimalisasi keuntungan tidak boleh dilakukan dengan meninggalkan prinsip keadilan dan kebajikan bagi kesejahteraan masyarakat keseluruhan. tujuan keadilan dan kebajikan dalam produksi akan berkorelasi positif dengan keuntungan yang dicapai perusahaan. untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Menemukan kebutuhan masyarakat. Sesungguhnya Tuhan-mu 19 . Jadi. Persediaan terhadap kemungkinan-kemungkinan di masa depan. Pemenuhan sarana kebutuhan manusia pada takaran moderat.” (QS Al-Baqarah:30) ‫وَهو ال ّذي جعَل َك ُم خل َئ ِف ا ْل َرض وَرفَعَ ب َعْضك ُم فَوْقَ ب َعْض د َرجات ل ّي َب ْل ُوَك ُم في مآءاتاك ُم‬ َ ْ َ ِ ْ ٍ َ َ ٍ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ‫إ ِن رب ّك سريعُ ال ْعِقاب وَإ ِن ّه ل‬ ‫ُ غَفور رحيم‬ ٌ ِ َ ٌ ُ ِ َ ِ َ َ َ ّ Dan Dia-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat. dan secara spesifik Siddiqi (1992) menguraikan tujuan produksi sebagai berikut: 1. maka dari ayat-ayat AlQur’an dapat diderivasikan prinsip-prinsip produksi Islam. Pemenuhan sarana bagi kegiatan sosial dan ibadah kepada Allah. 5. Kesadaran manusia sebagai seorang khalifah Manusia menyandang status sebagai seorang khalifah di bumi. Siddiqi (1992) mengatakan bahwa prinsip-prinsip produksi dalam Islam adalah :  Memiliki komitmen penuh terhadap keadilan  Memiliki dorongan untuk menciptakan kebajikan Optimalisasi keuntungan diperkenankan dengan batasan kedua prinsip di atas. Jika perusahaan mengutamakan keadilan dan kebajikan dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat. ُ َ ً َ ِ َ َ َ َ َ ‫وَإ ِذ ْ قال رب ّك ل ِل ْمل َئ ِك َةِ إ ِني جاعل في ال َرض خليفة قالوا أ َت َجعَل فيها من ي ُفس فيها‬ ِ ٌ ِ َ ّ َ َ ِ ُ ْ َ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ‫ويسفك الدمآء ونحن نسبح بحمدك ونقدس ل َك قال إني أ‬ ُ ِ ْ ََ ُ ‫ّ َ َ َ َ ْ ُ ُ َ ّ ُ ِ َ ْ ِ َ َ ُ َ ّ ُ َ َ َ ِ ّ ع ْل َم ما ل َ ت َعْل َمون د‬ َ ُ َ ُ Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat. 4.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. manusia dilarang bermalas-malasan. Allah telah memerintahkan manusia untuk bekerja keras memanfaatkan semua sumber dayaitu seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. (QS Al-An’am: 165) Pemberian amanah dari Allah kepada manusia mengenai bumi ini bertujuan agar manusia dapat memanfaatkan isi bumi dan memperoleh pendidikan agar manusia ingat nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah. dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-Nya. ً ‫أ َمن ي ُجيب ال ْمضط َر إ ِذا د َعاه ُ وَي َك ْشف السوء وَي َجعَل ُك ُم خل َفآء ا ْل َرض أ َءل َه معَ اللهِ قَليل‬ َ ّ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ّ َ ِ ُ ِ ْ ُ ِ ّ ُ ِ ِ ْ ّ ّ ‫مات َذ َآ‬ ‫ّ رون‬ َ ُ Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya. Untuk dapat menghasilkan hasil produksi yang maksimal madiperlukankemauan kerja secara maksimal. (QS An-Naml:62) Dalam menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi. Sesungguhnya Allah akan memberikan kepada seorang muslim (sebagai khalifah) yang bekerja suatu penghidupan yang baik dan memberikan balasan kepada mereka berupa pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.amat cepat siksaan-Nya. َ َ ‫وَمن رحمت ِهِ جعَل ل َك ُم ال ّي ْل والن ّهار ل ِت َسك ُنوا فيهِ وَل ِت َب ْت َغوا من فَضل ِهِ وَل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ ُ ِ ِ ُ ْ َ ُ ْ ْ ْ ُ َ ْ ّ ْ ِ َ َ َ َ Dan karena rahmat-Nya. Dia jadikan untukmu malam dan siang. Sesungguhnya kemauan kerja merupakan hal yang fithnah dalam kejiwaan manusia yang hukumnya telah diputuskan oleh kebutuhan manusia untuk mewujudkan keinginan-keinginannya. Di dalam Al-Qur’an. supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. Ar-Ruum:23) 20 . (QS. Islam menganggap kerja sebagai cara yang paling utama untuk mencari rezeqi dan tiang pokok produksi. Amanah yang diembankan kepada manusia ini pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan. (QS Al-Qasas:73) ‫وَمن ءايات ِهِ منامكم بال ّي ْل والن ّهارِ واب ْت ِغآؤ ُك ُم من فَضل ِهِ إ ِن في ذ َل ِك ل َيات ل ّقوْم ٍ ي َسمعون‬ َ ٍ َ َ َ َ ِ ّ َ ُ َ ْ ْ َ َ ْ ِ ّ ْ َ َ ِ ِ ُ ُ َ َ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian karunia-Nya. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu bekerja dan mencari karunia-Nya. Oleh karena itu.

tujuannya adalah merealisasi pemenuhan kebutuhan baginya. Dengan modal indera dan akal maka manusia sebagai khalifah dapat memaksimalkan potensinya untuk mencapai tingkat penghidupan yang lebih baik dengan memberdayakan segala kekayaan di alam yang telah dibentangkan oleh Allah bagi manusia. Di dalam ekonomi Islam kegiatan produksi menjadi sesuatu yang unik dan istimewa sebab di dalamnya terdapat faktor itqan (profesionalitas) yang dicintai Allah dan ihsan yang diwajibkan Allah atas segala sesuatu. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan. 21 . kemudian mengemukakannya kepada para malaikat. Memenuhi kebutuhan setiap individu.ً َ َ َ َ ‫وَجعَل ْنا الن ّهار معاشا‬ َ َ Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan. lalu berfirman. F. َ ْ َ َ ّ ‫وَع َل ّم ءاد َم ال َسمآء آ ُك ّها ث ُم ع َرضهُم ع َلى ال ْمل َئ ِك َةِ فَقال أنب ِئو ني ب ِأ َسمآء هَؤ ُ ل ء إن‬ ِ َ ْ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ ِ ‫آنتم صاد ِقين‬ ُ ُ َ ِ َ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Al-Baqarah:31) ً‫أ َل َم ت َروا أ َن الله سخر ل َكم مافي السماوات وَمافي ا ْل َرض وَأ َسب َغَ ع َل َي ْك ُم ن ِعَمه ظاه ِرة‬ ِ َ ِ َ َ ّ ِ ّ ُ َ ّ َ َ ّ ْ ْ َ َ ُ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ‫وَباط ِن َة وَمن الناس من ي ُجاد ِل في اللهِ ب ِغَي ْرِ عل ْم ٍ وَل‬ ‫هُدى ولك ِتاب من ِير‬ ِ ِ ُ َ ً َ ٍ ّ ٍ َ َ َ ِ ّ َ ِ ً Tidakkah kau perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. (QS An-Naba’:11) 2. Pengoptimalan fungsi indera dan akal. Dengan akal dan indera pula manusia. Tujuan Produksi Tujuan dari kegiatan produksi mencapai dua hal pokok pada tingkat pribadi muslim dan umat Islam adalah : 1. (QS Luqman:20) Manusia oleh Allah telah diberi kesempurnaan indera dan akal pikiran sehingga memungkinkannya untuk dapat memanfaatkan kekayaan yang dikandung oleh alam semesta. Akal merupakan modal yang sangat mahal dan berharga yang dikaruniakan Allah hanya kepada manusia. Optimalisasi pemanfaatan akal akan mengantarkan manusia untuk mencapai tujuan.”Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” (QS. Pada tingkat pribadi muslim.

4. keahlian dan prasarana yang memungkinkan terpenuhinya kebutuhan material dan spiritual. 2. Penetapan upah. Perencanaan yang dilakukan seperti disyari’atkan oleh Nabi Yusuf adalah selama 15 tahun. hendaknya umat memiliki berbagai kemampuan. 6.2. yaitu : 1. Mengoptimalkan fungsi kekayaan berupa mata uang. 22 . Merealisasikan kemandirian umat. Mempersiapkan sumberdaya manusia dan pembagian tugas yang baik. Perencanaannya mencakup produksi. 3. penyimpanan. Melakukan perencanaan. Dalam upaya merealisasikan pemenuhan kebutuhan umat ada beberapa hal yang perlu dilakukan. pengeluaran dan distribusi. 5. Keragaman produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan umat. Memperlakukan sumber daya alam dengan baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful