P. 1
Laporan Hasil Penelitian Biota Laut (Biologi)

Laporan Hasil Penelitian Biota Laut (Biologi)

4.0

|Views: 6,061|Likes:
Published by FauziahMas'ud
A.FauziahMas'ud Document
A.FauziahMas'ud Document

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: FauziahMas'ud on Jun 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2014

pdf

text

original

Kelompok 3 Harmika Lukman Fauziah Mas ud Wulan Apriliani Haeril Salam Chrestella Nadra Juharis Gusman Wahyuddin Alfa

Saad Muh.Arfan

1

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan ini dibuat sebagai Hasil Praktikum Biologi (Pengamatan Biota laut) dan telah disetujui oleh Kakak Pembimbing.

Mengetahui:

Mengetahui:

Guru Bidang Studi Maqbul, S.Ag

Tutor Pembimbing Irma

NIP: 196908282003121005

Nis:

2

KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah yang telah memberikan kami kesehatan dan rahmatnya, sehingga kami mampu menyelesaikan laporan tentang penelitian biologi yang kami laksanakan pada hari selasa tanggal 17 mei 2011 di pantai kupa Barru . Tak lupa pula, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu kami terutama bapak Maqbul S.pd sebagai pembimbing sekaligus sebagai guru bidang studi biologi, dalam hal penyelesaian laporan ini, sehingga kami bisa lebih memahami mengenai biota laut. Seluruh isi laporan ini memang jauh dari kesempurnaan, maka kami tim penulis sangat mengharapkan kritik dan saran sebagai evaluasi untuk menyempurnakan tugas yang telah kami buat ini.

Tertanda kelompok 3

Tim Penulis

3

Daftar Isi
Lembar pengesahan . . Kata pengantar Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 3 4

Bab I (pendahuluan) A.Rumusan masalah . . B.Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5 .5 5 5

C.Tujuan penelitian. .

D.Waktu dan tempat pengamatan. . Bab ii (pembahasan) A.Penjelasan . B.Alat dan bahan. . . . . . . . . . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

6 10 10 11 12

C.Metode penelitian. . D.Hasil pengamatan . E.Cara pengawetan Bab III (penutup) A.Simpulan B.Saran . . . . .

. .

. .

. .

. .

. .

. .

. .

13 13

4

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hewan memiliki habitat kehidupan hampir pada semua lingkungan di bumi ini, ada yang hidup di lingkungan akuatik baik di air tawar maupun di lautan. Sebagian lagi beradaptasi pada kehidupan di darat. Arthropodadan vertebrata merupakan filum yang memiliki keanekaragaman spesies paling besar yang beradaptasi pada berbagai lingkungan di daratan. Lebih dari sejuta spesies hewan yang hidup dan dikenali saat ini, mungkin pada masa mendatang bila diidentifikasi akan ditemukan banyak spesies-spesies baru. Para ahli sistematika akan menempatkan hewan-hewan tersebut dalam cara pengelompokkan menurut pandangan mereka dan perubahan pada objek yang diamati.

B. Tujuan
Yaitu agar kami dapat lebih memahami mengenai keanekaragaman biota laut, seperti yang tergabung dalam filum molusca,porifera,echinodermata,crustacea, dengan mencari dan meneliti langsung ke habitatnya.\\ C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : Bagaimana pembagian animalia?

D. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui manfat serta bahaya dari animalia. 2. Menambah referensi pustaka sekolah. 3. Mencari tahu pembagian animalia serta bentuk animalia itu.

E. Waktu dan tempat Pengamatan
Pukul wita di Pantai kupa,kab.Barru

5

BAB II

Pembahasan
A.Penjelasan Organisme yang dikelompokkan dalam dunia hewan (kindom animalia) adalah organisme yang memiliki ciri eukariotik, multiseluler, tidak memiliki dinding sel dan krorofil, dan hidup heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lain). Selain memiliki persamaan cirri umum, hewan memiliki banyak perbedaan. Perbedaan cirri pada hewan tampak dari struktur tubuhnya. Berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, hewan dibedakan menjadi invertebrata (hewan yang tidak bertulang belakang) dan vertebrata (hewan yang betulang belakang). Anggota filum invertebrata yang tubuhnya tidak memiliki jaringan disebut parazoa. Contoh parazoa adalah porifera. Invertebrata lainnya yang sudah menbentuk jaringan disebut eumetazoa. Tubuh eumetazoa ada yang simetri radial maupun simetri bilateral. Hewan dengan tubuh simetri radial memiliki tubuh dorsal (bagian atas) dan ventral (bagian bawah), tetapi tidak memiliki tubuh anterior (bagian depan) dan posterior (bagian belakang). Potongan khayal yang melalui sumbu pusat hewan kearah manapun akan membagi tubuh hewan menjadi dua atau lebih bagian yang sama. Hewan simetri bilateral memiliki tubuh bagian dorsal dan ventral, juga memiliki tubuh bagian anterior dan posterior. Potongan khayal membagi tubuh hewan menjadi dua bagian yang sama besar pada satu bidang datar. Tubuh eumetazoa memiliki lapisan embrional. Lapisan embrional adalah lapisan yang terbentuk pada saat perkembangan embrio. Lapisan embrional akan berdiferensiasi membentuj jaringan atau organ tubuh. Lapisan embrional pada hewan tertentu terdiri dari lapisan luar yang disebut ektoderm dan lapisan dalam yang disebut endoderm. Hewan yang memiliki dua lapisan embrional disebut hewan diploblastik. Jenis eumetazoa lainnya membentuk lapisan ketiga yang disebut mesoderm. Lapisan mesoderm terbentuk diantara lapisan ektoderm dan endoderm. Hewan yang memiliki tiga lapisan embrional disebut hewan triploblastik. Penyokong tubuhSebagian besar invertebrata tidak memiliki bagian tubuh yang keras. Bentuk tubuh dipertahankan oleh tekana yang berasal dari cairan tubuhnya, yang disebut system rangka hidrostatik. System rangka lain pada invertebrata yaitu cangkang luar dan eksoskeleton (rangka luar). Pada vertebrata terdapat endoskeleton (rangka dalam). Endoskeleton tersusun dari tulang yang bersifat kuat, ringan, dan fleksibel. Invertebrata Invertebrata berasal dari kata latin in = tanpa, vertebrae = tulang belakang berarti kelompok hewan yang tidak bertulang belakang. Invertebrata dikelompokkan menjadi delapan filum utama, yaitu Porifera, Coelentera, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthopoda, dan Echinodermata. Phylum Porifera Porifera (Latin, porus = pori, fer = membawa) adalah hewan multiseluler (metazoa) yang paling sederhana. Cirri utamanya adalah tubuhnya berpori serpe rti busa atau spon sehingga disebut juga hewan spons. · Ciri tubuh · Ukuran dan bentuk
6

Tubuh porifera umumnya asimetris (tidak beraturan) meskipun ada yang simetri radial. Tubuhnya memiliki lubang-lubang kecil atau pori (ostium). Warna tubuh berfariasi, ada yang berwarna pucat dan ada yang berwarna cerah. · Struktur dan fungsi tubuh tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga porifera dikelompokkan dalam parazoa. Permukaan luar tubuhnya tersusun dari sel sel berbentuk pipih dan berdinding tebal yang disebut pinakosit.pinakosit berfungsi sebagai pelindung. Pori-pori membentuk saluran air yang bermuara di spongosol (rongga tubuh). Spongosol dilapisi oleh sel berleher yang memiliki flagellum, yang disebut koanosit. Koanosit berfungsi membentuk aliran air satu arah sehingga air yang mengandung makanan dan oksigen masuk melalui pori spongosol, di spongosol, makanan ditelan secara fagositosis dan oksigen diserap secara difusi ole koanosit. Sedangkan sisa makan dibuang melalui lubang pengeluaran yang disebut oskulum. Sebagian makanan dan oksigen digunakan oleh koanosit dan sebagian ditansfer secara difusi ke sel-sel yang selalu bergerak seperti Amoeba, yaitu amoebosit (sel amoeboid). · Cara hidup Hidup secara heterotrof. Makannya adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pimakan cairan. · Habitat Habitat porifera umumnya di laut, mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km. porifera dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu karang atau benda lain di dasar laut. Karena cirinya yang tidak berpindah tempat, porifera kadang-kadang dianggap sebagai tumbuhan. · Reproduksi Cara reproduksi porifera dengan cara aseksual maupun seksual.Cara aseksual dengan membentuk tunas, gemmule dan generasi, sedangkan cara seksual dengan pembentukan gamet. · Klasifikasi Berdasarkan atas kerangka tubuh atau spikulanya, porifera dibagi menjadi tiga kelas. A. Calcarea Kerangka tubuh kelas Calcarea berupa spikula seperti duri-duri kecil dari kalsium karbonat. B. Hexatinellida Kerangka tubuh kelas Hexatinellida berupa spikula yang mengandung silikat atau kersik (SiO2). Bentuk tubuh umumnya berbentuk silinder atau corong. C. Demospongia Kerangka tubuh kelas Demospongia terbuat dari spongin saja, atau campuran spongin dan zat kersik. Phylum Mollusca Filum Mollusca (Latin, molluscus = lunak) merupakan kelompok hewan bertubuh lunak. Tubuh lunaknya dilindungi oleh cangkang, meskipunada juga yang tidak bercangkang. · Ciri tubuh · Ukuran dan bentuk tubuh Ukuran dan bebtuk tubuh Mollusca sangat bervariasi. · Struktur dan fungsi tubuh Tubuh Mollusca terdiri dari tiga bagian, yaitu kaki, massa viseral, dan mantel. 7

· Kaki merupakan penjuluran bagian ventral tubuhnya yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak merayap atau menggali. · Massa viseral adalah bagian tubuh Mollusca yang lunak. Massa viseral merupakan kumpulan sebagisn besar organ tubuh seperti organ pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. · Mantel membentuk rongga mantel yang berisi cairan. Cairan tersebut merupakan tempat lubang insang, lubang ekskresi, dan anus. Selain itu, mantel dapat mensekresikanbagan penyusun cangkang pada Mollusca bercangkang. · Cara hidup Mollusca hidup secara heterotrof dengan memekan ganggang, udang, ikan, mollusca lainnya, dan sisa-sisa organisme. · Habitat Mollusca dapat ditemukan di dalam laut, air tawar, maupun di darat. Beberapa jenis hidup sebagai parasit pada Mollusca lain atau pada Pilychaeta. · Reproduksi Mollusca bereproduksi secara seksual. Organ reproduksi jantan dan betina umunya terpisah pada individu berbeda. · Klasifikasi A. Gastropoda Gastropoda merupakan hewab berkaki di perut, tubuh asimetris, cangkang berbentuk kerucut. B. Pelecypoda Kaki berbentuk serti mata kapak, insang berbentuk seperti papan pipih, dan cangkang terdiri dua belahan serta tidak memiliki kepala. C. Cephalopoda Kaki terdapat pada bagian kepala. Pada kepala terdapat sepasang mata yang berkembang dengan baik, mulut dikelilingi tentakel dengan alat pengisap. · Peranan Mollusca A. Sumber makanan (kerang, kijing, cumi-cumi, keong) B. Bahan perhiasan (kerang mutiara) C. Memperkelas jalan (cangkang) D. Untuk sangkar bayi di India timur (cangkang Tridacna) E. Perhiasan baju (cangkang yang berwarna) Phylum Arthropoda Arthropoda (Latin, artha = ruas, buku, segmen, podos = kaki) merupakn hewan yang memiliki cirri kaki beruas, berkuku, atau bersegmen. Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya. · Ciri tubuh · Ukuran dan bentuk tubuh Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam. Beberapa Arthropoda memiliki panjang lebih dari 60 cm, namun kebanyakan berukuran lebih kecil. · Struktur dan fungsi tubuh Tubuh Arthropoda bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariasipada setiap segmen tubuh tersebut biasanya terdapat sepasang kaki yang beruas. Segmen tubuh bergabung membentuk bagian tubuh, yaitu kaput(kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut). Arthropoda juga memiliki ciri lainnya, yaitu adanya kutikula keras yang membentuk rangka luar (eksoskeleton). Eksoskeleton tersusun dari kitin. Kitin disekresikan oleh sel kulit. Eksoskeleton melekat pada kulit membentuk perlindungan tubuh yang kuat. Eksoskeleton terdiri dari lempengan-lempengan yang dihubungkan oleh ligamen yang fleksibel 8

dan lunak. Susunan eksoskeleton tidak mengganggu pergerakan hewan tersebut. Eksoskeleton yang kuat juga tidak tembus air sehingga dapat menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama pada Athropoda air. · Cara hidup Cara hidup Athropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit,komensal, atau si\mbiotik. · Habitat Habitat penyebaran anggota Athropoda sangant luas. Anggota Athropoda hampir dapat di jumpai di semua tepat, misalnya di laut, perairan tawar, gurun pasir, dan padang rumput. · Reproduksi System reproduksi Athropoda umumnya terjadi secara seksual. Namun ada juga yang secara aseksual, yaitu dengan parthenogenesis. Parthenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan). A. Crustacea Kelompok Crustacea, misalnya udang dan kepiting memiliki kulit yang keras. Tubuh terbagi menjadi dua bagian yaitu sefalothorak dan dan abdomen. Sefalothorak dilindungi oleh eksoskeleton yang keras berupa karapaks. Pada bagian kaput terdapat sepasang anteluna (sebagai alat peraba), sepasang antena (sebagai alat keseimbangan tubuh), dan tiga pasang bagian mulut. Pada bagian thorak terdapat kaki jalan (periopod). Pada bagian abdomen terdapat lima pasang kaki renang (pleopod). Phylum Echinodermata Echinodermata (Yunani, echino = lanadk, derma = kulit) adalah kelompok hewan triploblastik selomata yang memiliki ciri khas adanya rangka dalam (endoskeleton) berduri yang menembus kulit. · Ciri tubuh · Ukuran dan bentuk tubuh Bentuk tubuh Echinodermata ada yang seperti bintang, bulat, pipih bulat memanjang, dan seperti tumbuhan. Tubuh Echinodermata berbentuk simetri bilateral pada saat larva dan simetri radial pada saat dewasa. Tubuh terdiri dari bagian oral (yang memiliki mulut) dan aboral (yang tidak memiliki mulut). · Struktur dan fungsi tubuh Permukaan tubuh Echinodermata umumnya berduri, dengan duri pendek tumpul atau panjang runcing. Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa. Hewan ini juga memiliki cirri lain, yaitu system saluran air dalam rongga tubuhnya yang disebut system ambulakral. System ambulakral untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral atau kaki tabung. Kaki ambulakral juga merupakan alat pengisap. · Cara hidup Echinodermata merukan hewan yang hidup bebas. Makanannya bergantung pada jenisnya. Makananya misalnya kerang, plankton, dan organisme yang mati atau yang membusuk. · Habitat Echinodermata hidup bebas di dasar laut, dari daerah pantai sampai laut dalam. · Reproduksi Banyak anggota filum Echinodermata yang dioseus bersaluran reproduksi sederhana. Fertilisasi berlangsung secara eksternal. Gamet di keluarkan ke air. Air menjadi media fertilisasi. Zigot berkembang menjadi larva yang simetri bilateral bersilia. Larva menetap di dasar laut dan memakan plankton. Larva 9

mengalami metamorfosis menjadi individu dewasa dengan simetri radial. Hewan ini juga dapat melakukan regenerasi. · Klasifikasi A. Asteroidea (bintang laut) Tubuh bintang laut memiliki duri tumpul dan pendek. Durinya ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti pediselaria yang berfungsi untuk menangkap makanan. System ambulakral Asteroidea terdiri dari madreporit, saluran cincin, saluran radial, dan kaki ambulakral. B. Ophiuroidea (bintang ular) Lengan-lengan Ophiuroidea lebih panjang, langsing, dan fleksibel berfungsi untuk pergerakan. Bintang ular tidak memiliki pediselaria. Kaki ambulakral disebut tentakel yang dilengkapi alat isap (ampula) dan alat-alat sensori yang berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam mulut. C. Echinoidea (landak laut) Tubuh berbentuk bola atau pipih tanpa lengan. D. Holothuroidea (timun laut atau tripang) Tubuh memanjang tidak berduri dan tidak berlengan. Anggota kelas ini dikenal dengannama timun laut atau tripang. Timun laut dapat dibuat krupuk dan dapat digunakan sebagai obat. E. Chrinoidea (lili laut) Tubuhnya berbentuk seperti tumbuhan dan tidak memiliki duri. Jumlah lengan kelipatan lima dan mengandung cabang-cabang kecil disebut pinila. System ambulakral tidak memiliki madreporit dan ampula. · Peranan Echinodermata A. Sebagai bahan makanan. B. Sebagai pupuk C. Pembersih pantai

B. Alat dan bahan Alat:
1. Pencungkil 2.Sploit 3.Paku penahan 4.Gelas beker 5.Selotip 6.Gunting 7.Masker 8.Handscool 9.Baju laboraturium

Bahan:
1.Alkohol 8. 2.Air mineral 3.Formalin

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

C.Metode pengamatan
Mencari di tempat penelitian yaitu di dasar pantai ,setelah itu diadakan pengamatan pada hewan laut yang telah kami temukan.

10

D.Hasil Pengamatan
Dari Hasil pengamatan, kami dapat menemukan beberapa hewan dibawah ini, Kepiting Kepiting adalah binatang anggota krustasea berkaki sepuluh dari upabangsa (infraordo) Brachyura, yang dikenal mempunyai "ekor" yang sangat pendek (bahasa Yunani: brachy = pendek, ura = ekor), atau yang perutnya (abdomen) sama sekali tersembunyi di bawah dada (thorax). Tubuh kepiting dilindungi oleh kerangka luar yang sangat keras, tersusun dari kitin, dan dipersenjatai dengan sepasang capit. Teripang atau timun laut merupakan hewan invertebrata dan merupakan anggota dari echinodermata, teripang merupakan hewan yang bergerak lambat yang hidup pada dasar substrat pasir, lumpur pasiran maupun dalam lingkungan terumbu.

Bintang ular adalah hewan dari filum Echinodermata, yang memiliki hubungan dekat dengan bintang laut. Mereka berjalan di dasar laut dengan menggunakan lengan fleksibel mereka untuk bergerak. Bintang ular umumnya memiliki lima lengan berbentuk seperti cambuk yang panjangnya bisa mencapai 60 cm (2 kaki) pada spesimen terbesar.Ada sekitar 1.500 spesies bintang ular yang hidup sekarang, dan mereka kebanyakan ditemukan pada kedalaman lebih dari 500 meter (1.620 kaki).

Bintang laut merupakan hewan invertebrata yang termasuk dalam filum Echinodermata, dan kelas Asteroidea. Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan. Bintang laut tidak memiliki rangka yang mampu membantu pergerakan. Rangka mereka berfungsi sebagai perlindungan. Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air. Mereka bergantung kepada kaki tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang ular, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan. Bintang laut sebenarnya adalah makhluk hidup yang bebas, namun dikarenakan ketiadaannya organ gerak yang memadai, 11

bintang laut hanya bergerak mengikuti arus air laut.

Porifera Porifera dalam bahasa latin , porus artinya pori, sedangkan fer artinya membawa.Porifera adalah hewan multiseluler atau metazoa yang paling sederhana.Karena hewan ini memiliki ciri yaitu tubuhnya berpori seperti busa tau spons sehinggaporifera disebut juga sebagai hewan spons

E.Cara pengawetan
1. Pengawetan basah 

Untuk pengawetan ini kita memerlukan beberapa campuran, dan yang pertama dalam melakukan pengawetan ini yaitu kita mencampurkan aquades sebanyak 300 ml, kemudian formalin 100 ml, dan yang terakhir adalah alkohol sebanyak 100 ml. setelah itu masukkan hewan ke dalam sebuah toples kaca kemudian dimasukkan campuran tersebut, dan yang terakhir ditutup rapat. Dan di selotip agar tahan lebih lama.
2. Pengawetan kering 

Untuk melakukan pengawetan ini kita hanya memerlukan 20 ml formalin, kemudian itu langsung di suntikkan ke hewan yang masih dalam keadaan hidup. Seteah itu di jemur di bawah sinar matahari selam 1 hari.

12

BAB III PENUTUP
Sekianlah laporan hasil penelitian yang telah kami susun, semoga laporan ini dapat menjadi bermanfaat sekaligus dapat menjadi bahan pembelajaran bagi siswa,agar dapat lebih memahami dan lebih mengerti mengenai materi yang telah kami susun, kami sadar dalam laporan ini masih banyak hal-hal yang perlu dikoreksi oleh karena itu kami meminta maaf apa bila ada kesalahan dalam laporan ini

A. Simpulan,
Secara anatomis dan embriologis, hewan-hewan anggota dari suatu filum menunjukkan kombinasi ciri tubuh yang berbeda dengan anggota filum yang lain. Kingdom Animalia berdasarkan struktur tubuhnya dibagi menjadi beberapa filum, yaitu Porifera, Cnidaria, Platyhelminthes, Nematoda, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata. Biota yang termasuk dalam filum echinodermata di tandai dengan adanya duri pada

bagian tubuhnya dan mempunyai kaki ambulakrar. Biota yang termasuk mollusca ditandai dengan tubuh lunaknya yang dilindungi oleh cangkang. Biota yang termasuk pisces(ikan) di tandai dengan adanya gurat sisi dan alat geraknya berupa sirip. Biota yang termasuk coral (terumbu karang) ditandai dengan banyaknya kandungan kalsium dalam coral.

B.Saran
Dunia hewan telah menjadi bagian kehidupan di bumi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk lainnya. Khususnya manusia. Mereka menyediakan sumber makanan yang penting serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem di bumi. Dunia tumbuhan juga bisa memberikan sumber makanan bagi manusia sehingga jika di bumi hanya ada tumbuhan dan manusia saja, hal itu akan menjadi masalah yang besar karena tidak adanya keseimbagan ekosistem.oleh karena itu kita harus menjaga kelestarian mahkluk hidup di sekitar kita agar dapat berkembang-biak secara terus menerus.

13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->