P. 1
Karya Tulis

Karya Tulis

|Views: 2,343|Likes:
Published by Must Pin

More info:

Published by: Must Pin on Jun 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

Sections

  • BAB II
  • KAJIAN PUSTAKA
  • Hakekat Kemampuan dalam Pembelajaran
  • HAKEKAT MENULIS
  • Hakekat Metode Kontekstual
  • A.Hasil Penelitian
  • Tabel 4.1 Data Pengamatan Deklamasi Puisi Siklus I
  • Tabel 4.2 Daftar Nilai Tes Menulis Puisi Siklus I
  • Tabel 4.3 Data Pengamatan Deklamasi Puisi Siklus II
  • Jumlah 16 100 16 100 16 100
  • B. Deskripsi Temuan Per Siklus
  • Tabel 4.5
  • Tabel 4.6
  • C. Pembahasan Setiap Siklus
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran dan Tindak Lanjut
  • C. Indikator
  • D. Tujuan Perbaikan
  • G. Langkah Pembelajaran
  • H. Sarana dan Sumber Belajar
  • 1. Evaluasi
  • B. Kompetensi Dasar
  • C. Indikator
  • 2. Evaluasi
  • Dra. SUMIATI A R I F I N
  • NIM.: 814519087
  • Tahun XXVIII, 4Januari 2001
  • Tahun XXV-20 Oktober 2007
  • No. Kriteria Penilaian Nilai
  • Baik
  • Baik Baik Baik

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Menulis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh Pretes belajar yang dialami siswa selama menuntut ilmu di sekolah. Menulis memerlukan ketrampilan karena diperlukan latihan-latihan yang berkelanjutan dan terus menerus (Dawson, dkk, dalam Nurchasanah 1997 : 68). Pembelajaran ketrampilan menulis pada jenjang Sekolah Dasar merupakan landasan untuk jenjang yang lebih tinggi nantinya. Siswa Sekolah Dasar diharapkan dapat menyerap aspekaspek dasar dari ketrampilan menulis yang dimiliki, siswa dapat mengembangkan kreatiofitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ketrampilan menulis memiliki berbagai macam bentuk. Salah satunya adalah ketrampilan menulis puisi. Puisi merupakan bagian dari mata pelajaran bahasa Indonesia di sekitar Sekolah Dasar dengan standart kompetensi agar siswa memiliki kemampuan menulis dan membaca yang melibatkan aspek lafal, intonasi, kebermaknaan, ekspresi, dan gagasan. Pada umumnya siswa kurang motivasi terhadap materi tentang puisi, karena siswa mendapat kesulitan dalam menulisnya dan juga dalam membaca. Hal ini disebabkan karena siswa kurang menguasai kosa kata, keberanian yang rendah dan rasa malu tinggi, dan budaya belajar yang masih senang menerima. Hal di atas senada dengan yang terjadi pada siswa kelas IV SDN Sambirejo 3 kecamatan Mantingan Kab. Ngawi. Tingkat penguasaan siswa terhadap materi tentang puisi masih rendah. Dalam pelaksanaan tes evaluasi apresiasi sastra tentang menulis puisi terdapat sepertiga dari jumlah siswa kelas IV yang belum menunjukkan keberhasilan mengekspresikan imajinasinya dalam bentuk puisi. Ketidak berhasilan siswa dalam menulis puisi sudah tampak ketika pembelajaran berlangsung. Masih banyak siswa yang ramai. Hal ini menunjukkan siswa belum ada minat pada materi puisi, sehingga karya yang dihasilkannyapun kurang memuaskan. Dalam pembelajaran tersebut, guru kurang menggiring atau menuntun siswa untuk berimajinasi sesuai alam pikirannya. Karena guru hanya 1

memberikan beberapa contoh puisi di papan tulis, sehingga kreatifitas siswa kurang berkembang. Berdasarkan hal tersebut, penulis meminta bantuan supervisor untuk mengidentifikasi dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi dengan supervisor terungkap beberapa maslah yang terjadi dalam pembelajaran yaitu : 1. Masih banyak siswa yang ramai. 2. Siswa belum ada minat untuk mengikuti KBM. 3. Model pembelajaran yang kurang memotivasi siswa. 4. Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis puisi. Untuk meningkatkan kemampuan siswa terhadap materi tersebut, penulis melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan harapan penulis dapat mengevaluasi dan memperbaiki diri Proses Belajar Mengajar yang penulis laksanakan demi tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Laporan ini disusun berdasarkan catatan yang dibuat ketika merancang kegiatan perbaikan selama pelaksanaan, observasi dan diskusi Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran yang dilakukan dalam 2 siklus PTK untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Berkenaan dengan itu, laporan ini memuat Pendahuluan, Kaji Pustaka, Saran dan tindak lanjut. B. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis melakukan diskusi dengan supervisor dan teman sejawat. Diketahui bahwa kurangnya kemampuan siswa dalam menulis puisi disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut :  Media pembelajaran yang kurang memotivasi siswa dalam Model pembelajaran yang kurang menyenangkan. Kurangnya perhatian siswa ketika pembelajarn berlangsung. Pemberian contoh puisi yang kurang bervariasi. 2 mengembangkan kreativitas idenya.   

Berdasarkan hal tersebut, penulis dapat merumuskan masalah yang dijadikan focus Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah : "Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tentang Menulis Puisi Melalui Metode Kontekstual Pada Siswa Kelas IV SDN Sambirejo 3 Kecamatan Mantingan Kab. Ngawi?" C. Tujuan Dalam penyusunan laporan ini mempunyai tujuan umum dan tujuan khusus, diantaranya : 1) Tujuan Umum Tujuan umum dari penulisan laporan ini adalah untuk meningkatkan muu pendidikan sekolah melalui prestasi siswa. 2) tujuan Khusus  Meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi melalui Meningkatkan kreatifitas siswa dlam mengembangkan ide-idenya Meningkatkan prestasi belajar siswa, khusunya pada pembelajaran Meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam kegiatan belajar metode kontekstual.  melalui penggunaan media pembelajaran.  Bahasa Indonesia.  mengajar. D. Manfaat Dalam penyusunan laporan ini juaga memberi manfaat bagi beberapa pihak, diantaranya sebagai berikut : 1) Bagi Penulis  Sarana belajar atau pengalaman bagi penulis dalam menyelesaikan Sebagai alat evaluasi diri sejauh mana Proses Pembelajaran yang suatu masalah dalam kegiatan pembelajaran.  telah dilaksanakan dalam mencapai tujuan. 3

2) Bagi Siswa  Dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, khususnya pada mata Memberikan sajian pembelajaran yang menarik motivasi siswa pelajaran Bahasa Indonesia.  3) Bagi Guru  Memberi pengalaman bagi guru dalam mengatasi problem/masalah pembelajaran terutama berkaitan dengan ketidak berhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia.   Membantu guru berkembang menjadi guru profesional. Sarana pemberdayaan untuk meningkatkan kerjasama dan khususnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

kreatifitas guru. 4) Bagi Sekolah  Meningkatkan mutu pendidikan sekolah.

4

hal ini dipertegas oleh Spencer (1993 : 11) kompetensi atau kemampuan merupakan karakteristik mendasar dari seseorang yang merupakan hubungan kausal dalam 5 . Sedangkan ditinjau dari segi bahasa Indonesia. Sedangkan menurut Robert M. tugas khusus yang dimaksud adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas dari guru. kemampuan merupakan kesanggupan seseorang untuk berinteraksi di suatu masyarakat bahasa. Apabila dikaitkan dengan pembelajaran. Kemampuan idefenisikan sebagai kecakapan seseorang untuk mempergunakan bahasa yang secara sosial dapat diterima dan memadai. Kemampuan juga disebut kompetensi. Ada beberapa pengertian mengenai kemampuan. diantaranya adalah kesanggupan. memecahkan masalah.BAB II KAJIAN PUSTAKA Hakekat Kemampuan dalam Pembelajaran 1) Pengertian Kemampuan Kemapuan berasal dari dasar kata “mampu” yang mempunyai arti dapat atau bisa. Gagne (dalam Wardani. sanggup. memahami giliran bercakap-cakap. misalnya kemampuan mengerjakan tugas kelompok (LKS) maupun tes individu (Evaluasi). antara lain mencakupi sopan santun. dapat melakukan sesuatu. dkk : 69) kemampuan adalah kecakapan untuk melakukan suatu tugas khusus dalam kondisi yang telah ditentukan.

referensi kriteria yang efektif atau penampilan terbaik dalam pekerjaan pada suatu situasi. 6 .

kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran merupakan hal yang penting. Dalam pembelajaran. ketrampilan. Untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam menerima materi pelajaran dapat dilihat melalui data nilai. yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu objek atau peristiwa.Dilihat dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (2004) kemampuan didefenisikan sebagai perwujudan pengetahuan. dalam proses pembelajaran hendaknya guru membantu siswa agar memiliki kemampuan insight. Kemampuan merupakan kopetensi mendasar yang perlu dimiliki siswa yang mempelajari lingkup materi tertentu dalam suatu mata pelajaran pada jenjang tertentu. 2). Dari beberapa pengertian kemampuan diatas. maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan adalah kepetensi mendasar yang perlu dimiliki siswa yang mempelajari lingkup materi tertentu dalam suatu mata pelajaran pada jenjang tertentu. dkk. Selain itu. Sehububungan dengan hal itu. dan nilai dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Hasil penilaian merupakan perwujudan dari penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang diserap. kemampuan siswa diwujudkan dengan nilai yang diperoleh siswa untuk mengukur tingkatan psikomotornya. guru hendaknya juga mengembangkan kemampuan siswa dasar memecahkan masalah dalam proses insight (Wardani. 2003 : 101) 7 . Perlunya Kemampuan dalam Pembelajaran Dalam suatu pembelajaran.

menulis diartikan sebagai membuat huruf (angka) dengan pena (pensil. struktur bahasa dan memiliki pengetahuan bahasa yang memadai. 1986:122) mengartikan menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif. Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang dengan tujuan untuk menghasilkan suatu tulisan. Sedangkan (Morsey. HAKEKAT MENULIS 1. Menurut (Farris. Penulis harus terampil menggunakan grofologi. kapur). Pengertian Menulis Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang kompleks.3) Cara Meningkatkan Kemampuan pada Siswa Untuk meningkatkan kemampuan pada siswa. Metode belajar yang bervariasi akan membawa siswa pada pembelajaran yang tidak membosankan. dan dapat dianggap sebagai pre-tes ataupun suatu hasil. usaha guru dalam pembelajaran diantaranya adalah : Siswa mampu menguasai materi pelajaran dengan baik apabila KBM dengan menggunakan media pembelajaran. Dalam kamus besar bahasa Indonesia. 1193) menulis merupakan kegiatan yang paling kompleks untuk dipelajari dan diajarkan. dkk : 2004) bahwa pembelajaran tatap muka akan lebih baik dengan menggunakan alat peraga. 8 . Hal ini dipertegas (Winata Putra. Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. sehingga kemampuan siswa dalam menyerap materi akan lebih mudah.

keberhasilan pembinaan menulis pada suatu tahap akan menjadi kunci keberhasilan pembinaan menulis pada tahap berikutnya. kapan dan seterusnya. perbaikan. d) Kegiatan Berkomunikasi : Menulis tidak hanya ditujukan pada diri sendiri. yakni :  Menulis Permulaan 9 . pengedrafan. yaitu kompetensi mengelola cipta. dimana. terdiri atas dua bagian sebagaimana layaknya pembelajaran membaca. menulis dapat dipandang sebagai : a) Sebagai Pre-tes : Menulis berisi serangkaian kegiatan. Ciri – Ciri Menulis Mengacu pada ciri keberlangsungannya. Macam-Macam Menulis Pembelajaran menulis di SD baik dalam GBPP SD 1994. rasa dan karsa serta kompetensi memformulasikan tiga hal tersebut ke dalam bahasa tulis. c) Kegiatan Transformasi : Dalam menulis diperlukan dua kompetensi dasar. Semua aspek tersebut perlu dipertimbangkan agar tulisan yang disusun benar-benar komunikatif. Latihan dalam menulis sebaiknya berlangsung dalam konteks aktual dan fungsional. yakni perencanaan. e) Suatu Keterampilan : Menulis perlu sering dilatih dan ajeg (kontinu). namun menulis bertujuan untuk apa.2. dan publikasi. 3. Seperti membaca. agar menulis dapat memberikan manfaat secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. b) Kegiatan Bernalar : Penggunaan penalaran dalam tampak ketika penulis memilih dan mengembangkan topik serta menyusun kerangka karangan. KBK maupun KTSP.

matra. William Wordwoth. 10 . Muhammad Hj Salleh. perasaan. 5. puisi adalah pengucapan suatu fragmen pengalaman dari suatu keseluruhan seorang seniman. puisi ialah satu pernyataan sikap terhadap sesuatu atau salah satu atau keseluruhan kehidupan manusia. matra dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait serta jumlah suku kata dalam setiap baris. melengkapi. biasanya berirama.Keterampilan menulis permulaan ditekankan pada kegiatan menulis dengan menjiplak. mencontoh. H. dikte. Menurut arwan (2003) dikutip dari beberapa definisi tentang puisi dari beberapa tokoh. Usman Awang. puisi adalah pengucapan imajinatif dari perasaan yang mendalam. melengkapi cerita. dan menyalin puisi. diantaranya menurut KBBI (2007:903) puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama.B Jassin. puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penerapan bunyi. pengucapan secara spontan tentang perasaan yang memuncak timbul dari daya ingatan ketika berada dalam keadaan tenang. dan informasi dalam bentuk percakapan. puisi merupakan bentuk sastra yang kental dengan mozaik bahasa serta kebijaksaan penyair dan tradisinya. Pengertian Puisi Terdapat beberapa pengertian tentang puisi. puisi merupakan pengucapan dengan perasaan yang didalamnya mengandung pikiran-pikiran dan tanggapan-tanggapan. rima serta penyusunan larik dan bait. 4.  Menulis Lanjut Keterampilan menulis lanjut diarahkan pada untuk mengungkapkan pikiran. menebalkan. petunjuk dan cerita. Baha Zain. antara lain : 1. 2. 4. irama. menyalin. 3.

Penggunaan rima dalam puisi mendukung perasaan dan suasana hati. puisi pada hakekatnya adalah satu pernyataan perasaan dan pandangan hidup seorang penyair yang memandang sesuatu peristiwaalam dengan ketajaman perasaannya. 5. Gaya Bahasa atau Kiasan. diksi adalah kata-kata yang akan dipakai dalam penyajian puisi. Konotasi berarti memiliki kemungkinan makna lebih dari satu. 4. sehingga puisi tersebut memiliki jiwa dan terasa hidup. A. Samaf.6. biasanya bersifat konotatif dan puitis. yaitu : 1. 3. yaitu unsur puitis selain diksi dan rima yang akan menambah nilai keindahan yang terkandung dalam puisi. patriotisme. alam dan sebagainya. tema adalah gagasan-gagasan pokok yang hendak diungkapkan atau disajikan penyair melalui puisi. 11 . Unsur-Unsur Puisi Dalam penulisannya. Diksi. Tema. kritik. 2. yakni pengulangan bunyi dalam puisi agar menghasilkan efek merdu. 7. rima adalah sajak atau pengulangan bunyi. puisi adalah satu pengucapan yang konkrit dan artistik tentang pikiran manusia melaui penggunaan bahasa yang emosional dan berirama. Puitis berarti mempunyai efek keindahan dan berbeda dari kata-kata dalam kehidupan sehari-hari. puisi memiliki unsur-unsur pokok. Tema dapat digali (dieksplorasi) dari pengalaman atau kejadian. Rima. sosial. cinta. Theodore-Watts Dunton. Tema dalam puisi antara lain tema religius.

h. Dikutip dari majalah Media No. yang dimaksud metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untuk menyajikan atau menyampaikan materi pembelajaran. team teaching.Hakekat Metode Kontekstual. kerja kelompok.3) mengemukan pembelajaran dengan metode kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan mengambil (mensimulasikan. karya wisata. 12 . metode didefinisikan sebagai cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. 3) Definisi Metode Kontekstual Beberapa pendapat tentang metode kontekstual dikemukakan oleh Nurhadi (2003.5) mengemukakan bahwa metode kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antar materi dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. kemudian diangkat kedalam konsep yang dibahas. metode diartikan sebagai cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. berdialog. pemberian tugas (resitasi).2007.h. Kini di era 2000-an diperkenalkan metode kontekstual (CTL). 2) Macam-Macam Metode Pembelajaran Ada banyak metode yang perlu dikuasai guru. 1) Pengertian Metode Pembelajaran Dalam kamus besar bahasa Indonesia (2001:740). latihan siap (drill). menceritakan. sosiodrama dan sebagainya. 12/Tahun XXXVI/Peb. Selain itu. Tanya jawab. atau tanya jawab) kejadian pada dunia nyata kehidupan sehari-hari yang dialami siswa. mengorganisasikan. diantaranya adalah metode ceramah (ekspositori). Dalam pembelajaran bahasa Indonesia secara menyeluruh untuk memilih. Herman Siuherman (2003. diskusi. dan menyajikan materi pelajaran bahasa Indonesia secara teratur. demonstrasi.

Metode kontekstual . warga Negara. dan pekerja serta terlibat aktif dalam kegiatan belajar yang dituntut dalam pembelajaran dengan cara mengalami sendiri bukan sekedar menghafal. serta penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga. metode kontekstual merupakan konsep tentang pembelajaran yang membantu guru-guru untuk menghubungkan isi bahan ajar dengan situasi-situasi dunia nyata.erupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengakaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga.2) mengemukakan. pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata. 2001). Metode kontekstual (Contextual Teaching Learning) merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia nyata. warga negara. masyarakat dan pekerjaan di lingkungannya. pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dalam pembelajaran kontekstual materi disampaikan dalam konteks yang sesuai dengan lingkungannya dan bermakna bagi siswa. Lili Nurlaili (2003. sehingga peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari (Winataputra. 13 . mengemukakan bahwa metode kontekstual hamper sama dengan life skill yaitu pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman langsung sehari-hari siswa.h. dan tenaga kerja (University Of Washington.Metode kontekstual dalam Depdiknas (2002) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. 2003). Joshua (2003. 11) dalam "Fasilitator". Sedangkan menurut Ardiana (2001) dalam "media".

Pembelajaran harus dikemas menjadi Pretes " mengkonstruksi" bukan menerima pengetahuan. bekerja. 14 . (7) Authic Assement/penilaian : yang sebenarnya mengukur pengetahuan dan ketrampilan siswa melalui penilaian produk dan tugas-tugas releven. Bekerja sama. berbagi ide dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri. Beberapa cara dalam meningkatkan kemampuan siswa melalui metode kontekstual diantaranya : (1) pembelajaran kepada siswa dengan memandang siswa sebagai subjek belajar. Pembelajaran kontekstual hampir sama dengan "life skill" yaitu pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman langsung sehari-hari siswa. Siswa belajar menggunakan ketrampilan berpikir kritis. Diawali dengan bercerita atau tanya jawab lisan tentang kondisi aktual dalam ehidupan siswa (Daily of life). 2003. (2) Inquiry : Pretes perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman. masyarakat dan pekerjaan lingkungannya (Lili Nurlaili. tukar pengalaman. (2) memulai pembelajaran dengan cara mengkaitkan meteri yang akan diajarkan dengan dunia nyata.4) Komponen Metode Kontekstual Terdapat tujuh komponen dari metode kontekstual diantaranya adalah : (1) Kontruktivisme : membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasarkan pada pengetahuan awal. D. (5) Medelling/pemodelan : Pretes penampilan suatu contoh agar siswa berpikir. (4) Learning Community/masyarakat belajar : sekelompok orang terikat dalam kegiatan belajar. (3) Questioning/bertanya : kegiatan guru untuk mendorong membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. mencatat apa yang telah dipelajari. dan belajar. teaching and learning). (6) Reflection/refleksi : cara berpikir tentang apa yang kita pelajari. Cara meningkatkan Kemampuan Pada Siswa Melalui Metode Kontekstual Metode yang dianggap tepat dalam pengembangan pembelajaran satra adalah metode kontekstual (contextual.11) dalam "fasilitator" melalui metode kontekstual kemampuan siswa dalam menguasai materi mata pelajaran akan lebih mudah.

(6) membimbing siswa agar mereka bisa menemukan konsep sendiri (inguiry). (7) belajar kelompok. 15 . tujuannya agar siswa bisa mereview kembali pengalamn belajarnya. agar siswa bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman serta terbiasa bekerja sama. agar penilaian yang diberikan menjadi objektif. (8) melakukan refleksi. (4) melakukan tanya jawab atau menyusun pertanyaan yang diberikan kepada siswa sehingga merekam mau berfikir.(3) memotivasi siswa dengan cara mengarahkan melalui metode modeling. (9) memberikan penilaian autentik. (5) membimbing siswa agar dapat membangun pengertian (konstruktivisme).

33 100 4 9 3 16 26. yaitu data hasil pengamatan selama deklamasi puisi dan data nilai tes menulis puisi berdasarkan ide dengan menggunakan pilihan kata yang tepat. a) Data hasil pengamatan diskusi kelompok Tabel 4.67 20 100 3 Kurang Jumlah 16 .67 60 13. Hasil Penelitian 1. pelaksanaan. Berikut ini data-data yang diperoleh dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siswa Kelas IV SDN Sambirejo 3 Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi .BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.33 26. pengumpulan data dan refleksi.1 Data Pengamatan Deklamasi Puisi Siklus I No Kriterria 1 2 Bagus Cukup Aspek Yang dinilai Pelafalan Intonasi F % F % 7 6 3 16 44.67 40 13. Berdasarkan kegiatan perbaikan yang dilakukan diperoleh 2 jenis data.33 100 Keberanian F % 8 4 4 16 53. Siklus I Pada siklus 1 kegiatan yang dilakukan adalah perencanaan.

33 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kriteria Berhasil Belum Berhasil √ 16 p Jumlah Rata-rata 17 .44 83.33 77.78 10 66.67 √ √ √ 6 33.33 77.33 83.89 77.89 88.2 Daftar Nilai Tes Menulis Puisi Siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Siswa A B C D E F G H I J K L M N O Nilai 70 85 75 75 75 75 75 80 80 70 75 70 70 75 70 70 1120 74.33 83.78 83.33 83.78 83.b) Data nilai tes akhir Menulis Puisi Tabel 4.78 77.78 94.33 83.33 88.67 % 77.78 77.

Berdasarkan tabel diatas. Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa. dapat dibuat Grafik batang tentang perolehan nilai tes menulis puisi pada perbaikan pembelajaran siklus I.33%. Sedangkan masih ada 5 siswa yang mendapat nilai dibawah rata-rata dengan presentasi 33. baik dalam deklamasi puisi maupun hasil menulis puisi berdasarkan ide dengan menggunakan pilihan kata yang tepat Berikut ini data-data yang diperoleh dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II pada siswa kelas IV SDN Sambirejo 3 Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi . Namun pada siklus II ini menggunakan metode pembelajran yang berbeda dibanding pada siklus I. yaitu menggunakan metode konstekstual. Siklus II Pada siklus II ini kegiatan yang dilakukan sama seperti pada siklus sebelumnya. pengumpulan data dan refleksi. nilai tes menulis puisi yang diperoleh siswa menunjukkkan hasil yang kurang memuaskan. yaitu perencanaan.5. 10 6 Berdasarkan tabel 4. terdapat sepertiga yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata.67%. perlu diadakan lagi kegiatan perbaikan pembelajaran pada siklus II. 2. Dari seluruh jumlah siswa kelas IV . karena penulis menyimpulkan bahwa pembelajaranya belum berhasil. 18 . Berdasarkan hal tersebut. pelaksanaan. Tes menulis puisi yang diikuti oleh 15 siswa terdapat 10 siswa yang mendapat nilai diatas rata-rata dengan presentasi 66.

4 Daftar Nilai Tes Menulis Puisi Siklus II 19 .67 2 16 13.a) Data Hasil Pengamatan Deklamasi Puisi Tabel 4.3 Data Pengamatan Deklamasi Puisi Siklus II Aspek Yang dinilai Pelafalan Intonasi F % F % 12 80 12 73.67 0 100 No Kriterria 1 2 Bagus Cukup Keberanian F % 14 86.33 4 16 20 0 100 4 16 26.33 0 100 3 Kurang Jumlah b) Data Nilai Tes Menulis Puisi Tabel 4.

44 88. 12 20 .78 Kriteria Berhasil Belum √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 14 80 % √ 2 20 % 16 p Jumlah Rata-rata Berdasarkan tabel diatas.89 88.67 % 83.89 77.89 83.89 88. dapat dibuat Grafik batang tentang perolehan nilai tes menulis puisi pada perbaikan pembelajaran siklus II.89 88.89 77.89 94.33 88.89 88.78 88.89 88.89 88.33 100 88.No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Siswa A B C D E F G H I J K L M N O Nilai 75 90 80 80 80 80 80 85 80 75 80 80 70 80 80 70 1195 79.

Namun demikian. B. Hal ini terbukti dari hasil tes menulis puisi yang diikuti oleh 16 siswa terdapat 12 siswa yang mendapat nilai diatas ratarata dengan presentasi 80%. Deskripsi Temuan Per Siklus Siklus I Berdasarkan tabel 4. Aspek yang dinilai dalam pengamatan ini mencakup pelafalan. Sedangkan siswa yang mendapat nilai dibawah rata-rata berkurang menjadi 3 anak dengan presentasi 20%. dapat dikatakan bahwa perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus II ini sudah menunjukkan keberhasilan. 1. Berdasarkan hal tersebut.4 Berdasarkan tabel 4. nilai tes menulis puisi yang diperoleh siswa menunjukkkan peningkatan karena menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dibanding siklus yang sebelumnya. Pada kegiatan perbaikan pembelajaran siklus I. dan keberanian siswa dalam mendeklamasikan puisi.6. kemampuan siswa mendeklamasikan 21 a) Hasil Pengolahan Data Deklamasikan Puisi . Hal ini disebabkan karena kemampuan siswa dalam menguasai materi berbeda-beda. masih ada beberapa siswa yang nilainya belum memenuhi standart penilaian yang diharapkan guru. intonasi. yaitu metode konstekstual.1 diketahui bahwa kemampuan siswa dalam deklamasi puisi belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai tes menulis puisi pada siklus I dan siklus II.

33%.33% dengan criteria “kurang” mampu. sebesar 20% siswa kurang berani dalam mendeklamasikan puisi lebih meningkat b) Hasil Pengolahan Data Nilai Menulis Puisi Hasil penilaian terhadap 16 siswa dalam menulis puisi berdasarkan ide dengan menggunakan pilihan kata yang tepat pada perbaikan pembelajaran siklus I adalah sebagai berikut : Tabel 4. Pelafalan dengan kriteria “kurang” sebesar 13. 16 April 2008 No 1 2 Jumlah Nilai > rata-rata < rata-rata Data Jumlah 11 5 16 % 66.67 33.puisi dilihat dari aspek pelafalan dan intonasi belum berhasil.33 100 Keterangan Berhasil Belum Berhasil 22 .5 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : IV/II Hari / Tanggal : Rabu. sedangkan kemampuan dalam aspek intonasi masih ada 13. Selain hal itu.

3 diketahui bahwa kemampuan siswa dalam deklamasi puisi sudah menunjukkan peningkatan dibanding pada siklus sebelumnya. Keberhasilan dalam aspek pelafalan menunjukkan peningkatan sebesar 33.6 Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal No 1 2 Jumlah Nilai > rata-rata < rata-rata Data Jumlah 14 2 16 : Bahasa Indonesia : IV/II : Kamis. sedangkan dalam aspek intonasi menunjukkan peningkatan sebesar 46. c) Hasil Pengolahan Data Nilai Menulis Puisi Hasil penilaian terhadap 16 siswa dalam menulis puisi a) Hasil Pengolahan Data Deklamasikan Puisi berdasarkan ide dengan menggunakan pilihan kata yang tepat pada Perbaikan Pembelajaran Siklus II adalah sebagai berikut : Tabel 4. 08 Mei 2008 % 80 20 100 Keterangan Berhasil Belum Berhasil 23 . Pada perbaikan pembelajaran siklus II ini. Siklus II Berdasarkan tabel 4. Walaupun masih ada beberapa siswa yang hasilnya belum maksimal.33%.2.67%. siswa sudah berani dalam mendeklamasikan puisi tanpa dibebani perasaan malu dan ragu-ragu. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mendeklamasikan puisi telah berhasil apabila dibandingkan pada siklus sebelumnya.

Siklus II Perbaikan yang terjadi pada pembelajaran siklus II adalah dalam menyampaikan materi pelajaran. guru tidak menggunakanbeberapa contoh puisi dan pengamatan satu objek benda saja. dkk (2001) menyatakan bahwa variasi dalam kegiatan pembelajaran antara lain bertujuan untuk menghilangkan kebosanan siswa dalam pembelajaran. 1. Winataputra. Pembahasan Setiap Siklus Siklus I Perbaikan yang terjadi pada pembelajaran siklus I tentang menulis puisi adalah dalam menjelaskan materi pelajaran. 24 .C. disamping tanpa menggunakan media yang terbatas juga disebabkan oleh penggunaaan metode pembelajaran yang kurang menuntun siswa dalam mengembangkan idenya. meningkatkan kadar keaktifan/keberhasilan siswa dalam kegiatan pembelajaran. berakibat pada kemampuan siswa dalam mengembangkan idenya menjadi meningkat sehingga nilai tes yang diperoleh siswapun menunjukkan kemajuan. sehingga dalam tes menulis puisi masih banyak siswa yang mendapat nilai dibawah rata-rata. guru sudah menggunakan metode belajar yang sesuai dalam pembelajaran. Hal ini disadari oleh guru. Dengan menggunakan metode belajar yang sesuai dengan pembelajaran. Hal tersebut berakibat pada kemampuan siswa dalam mengembangkan kreativitas idenya menjadi terbatas sehingga karya yang dihasilkannyapun kurang memuaskan. 2.

Metode konstekstual dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran sastra. Penggunaan metode konstekstual dalam pembelajaran sastra.BAB V PENUTUP A. Saran dan Tindak Lanjut Berdasarkan kesimpulan diatas. dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. termotivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. beberapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran diantaranya adalah : 1. 2. Kesimpulan Dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan. 3. khususnya puisi 4. dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan idenya dengan menggunakan pilihan kata yang tepat 2. agar siswa lebih Memperdayakan Kelompok Kerja Guru (KKG) agar guru selalu bertukar siswa dalam belajar lebih terampil dan profesional dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Metode konstekstual dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam mengembangkan ide-idenya B. Melalui metode konstekstual kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan sehingga pembelajaran dapat 3. agar guru Merancang metode pembelajaran dengan baik. 25 . Menggunakan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan minat Mengikuti siswa mencoba perkembangan teori-teori terbaru. 4. pikiran dan pengalaman berkenan dengan masalah dan tugas mengajar.

26 .A. Jakarta : Balai Pustaka. Jakarta. Kurikulum Berbasis Kompetensi.Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching And Learning).K. dkk.12/Th Xxxvi/Februari 2007 Nurhadi.Herman.1973.2007. Edisi ketiga. 2003. LIPI. Kurikilum SD. 2003. Pemantapan Kemampuan Profesional.Jakarta:Depdiknas Depdiknas. dkk.A. Penelitian tindakan kelas.Teori dan Apreasiasi Puisi Wardani. 2007. Wardani. Kamus Besar Bahasa Indonesia.2004.DAFTAR PUSTAKA Arwan. Jakarta : Universitas Terbuka.G. I. Jakarta : Depdiknas Suherman.J.Definisi Puisi Depdiknas 2002.Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia.2003.K. Jakarta : Universitas Terbuka. I. Bandung: Jica Waluyo.2006.Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching And Learning).05/Th Xxxvi/Oktober 2006 Majalah”Media”No. Depdiknas.G. Majalah“Fasilitator”Edisi VI/Tahun 2003 Majalah”Media”No. Erman.

perasaan.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/Semester Hari/Tanggal Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : IV/II : Rabu. laporan. Langkah Pembelajaran 1) Kegiatan awal (5 menit)    Guru mengucapkan salam Absensi Guru melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa yang mengarah pada materi yang akan diajarkan Misal : “anak-anak. Indikator Menulis puisi bebas berdasarkan ide yang didapat dengan menggunakan pilihan kata yang tepat D. dan fakta secara tertulis dalam bentuk ringkasan. Metode : Ceramah. pernahkah kalian menulis puisi untuk teman atau o rang tua kalian?” 27 . Pemberian contoh. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran. Pengamatan. informasi. Penugasan G. 16 April 2009 : 2 x 35 Menit A. Tanya jawab. Tujuan Perbaikan Siswa mampu menulis puisi bebas berdasarkan ide yang didapat dengan menggunakan pilihan kata yang tepat E. Kompetensi Dasar Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat C. puisi bebas B. Materi pokok : Puisi F.

3. Puisi ke 1.  Guru menyampaikan informasi materi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan Guru menempelkan beberapa contoh ouisi di papan tulis Beberapa siswa disuruh maju membaca puisi di depan kelas Siswa dan guru bertanya jawab tentang puisi tersebut 1. 2. untuk dijadikan Siswa disuruh mengamati dan mendeskripsikan objek (bunga) Siswa disuruh menulis puisi bebas berdasarkan objek yang diamati Beberapa siswa membacakan hasil karyanya di depan kelas Siswa yang lain memberi komentar dari hasil pembacaan temanya Guru memberi penguatan dari hasil karya siswa 2) Kegiatan inti (50 menit)  (terlampir)   Contoh :  objek pengamatan  tersebut dengan beberapa kalimat sederhana  dengan menggunakan pilihan kata yang tepat    3) Kegiatan Akhir (15 menit)   Guru dan siswa menyimpulkan materi Guru memberikan pesan moral kepada siswa agar belajar Guru memberikan tindak lanjut :Bagi yang belum berhasil mengerjakan kembali soal yang telah diberikan Pengayaan :Bagi siswa yang sudah berhasil disuruh mempelajari materi selanjutnya 28 soal- membacakan puisi dengan intonasi yang tepat  Remidi . bercerita tentang apa? Puisi ke 2. bercerita tentang apa ? Dan seterusnya Guru memberikan satu contoh benda yaitu bunga.

1.Bunga 2) Sumber Belajar  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Semestar 2  Marminiyati. 16 April 2009 Mengetahui Mahasiswa. Teman Sejawat 29 . Mari Pandai Berbahasa Indonesia Kelas 5. Guru mengucapakan salam penutup H. Jakarta : Ricardo.Beberapa contoh puisi . dkk. Ani. a) Prosedur Tes    Tes Awal Tes Pretes Tes Akhir Tes Pretes Tes Tulis : terlampir : terlampir : terlampir :: terlampir : terlampir Evaluasi b) Jenis Tes   1) LKS 2) Soal evaluasi 4) Penskoran a) Alat Penilaian 3) Kunci jawaban : terlampir Mantingan . Sarana dan Sumber Belajar 1) Sarana : .2004.

: 814519087 30 . SUMIATI ARIFIN NIM.Dra.

Tanya jawab.RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/Semester Hari/Tanggal Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : IV/II : Rabu. Materi pokok : Puisi F. Pengamatan. informasi. perasaan. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran. Penugasan G. laporan. Indikator Menulis puisi bebas berdasarkan ide yang didapat dengan menggunakan pilihan kata yang tepat D. pernahkah kalian menulis puisi untuk teman atau orang tua kalian?”  Guru menyampaikan informasi materi 31 . Langkah Pembelajaran 1) Kegiatan awal (5 menit)    Guru mengucapkan salam Absensi Guru melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa yang mengarah pada materi yang akan diajarkan Misal : “anak-anak. Metode : Ceramah. puisi bebas B. Kompetensi Dasar Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat C. Pemberian contoh. 16 April 2009 : 2 x 35 Menit A. Tujuan Perbaikan Siswa mampu menulis puisi bebas berdasarkan ide yang didapat dengan menggunakan pilihan kata yang tepat E. dan fakta secara tertulis dalam bentuk ringkasan.

bercerita tentang apa? Puisi ke 2. Puisi ke 1. bercerita tentang apa ? Dan seterusnya Guru memberikan satu contoh benda yaitu bunga. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan Guru menempelkan beberapa contoh ouisi di papan tulis Beberapa siswa disuruh maju membaca puisi di depan kelas Siswa dan guru bertanya jawab tentang puisi tersebut 1. 3. 2. untuk dijadikan Siswa disuruh mengamati dan mendeskripsikan objek (bunga) Siswa disuruh menulis puisi bebas berdasarkan objek yang diamati Beberapa siswa membacakan hasil karyanya di depan kelas Siswa yang lain memberi komentar dari hasil pembacaan temanya Guru memberi penguatan dari hasil karya siswa 2) Kegiatan inti (50 menit)  (terlampir)   Contoh :  objek pengamatan  tersebut dengan beberapa kalimat sederhana  dengan menggunakan pilihan kata yang tepat    3) Kegiatan Akhir (15 menit)   Guru dan siswa menyimpulkan materi Guru memberikan pesan moral kepada siswa agar belajar Guru memberikan tindak lanjut :Bagi yang belum berhasil mengerjakan kembali soal yang telah diberikan Pengayaan :Bagi siswa yang sudah berhasil disuruh mempelajari materi selanjutnya  Guru mengucapakan salam penutup 32 soal- membacakan puisi dengan intonasi yang tepat  Remidi .

33 .

16 April 2009 Mengetahui Mahasiswa. Sarana dan Sumber Belajar 1) Sarana : .2004. Teman Sejawat Dra.Beberapa contoh puisi .H. Jakarta : Ricardo. SUMIATI ARIFIN 34 . Ani. a) Prosedur Tes    Tes Awal Tes Pretes Tes Akhir Tes Pretes Tes Tulis : terlampir : terlampir : terlampir :: terlampir : terlampir Evaluasi b) Jenis Tes   1) LKS 2) Soal evaluasi 4) Penskoran b) Alat Penilaian 3) Kunci jawaban : terlampir Mantingan .Bunga 2) Sumber Belajar  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Semestar 2  Marminiyati. dkk. 2. Mari Pandai Berbahasa Indonesia Kelas 5.

: 814519087 RANGKUMAN MATERI Contoh puisi 1) Bonekaku Engkau sangat lucu Bentuk badanmu seperti boneka Hadiah ulang tahunku Dari kedua orang tuaku Engkau kawan setiaku Dikala sedih dan gembira Walaupun engkau benda mati Aku tetap menyayangimu Dikutip dari Majalah Bobo Tahun XXVIII. 4Januari 2001 2) Idul Fitri Ketika Idul Fitri datang Hati merasa senang Menyambut kemenangan gemilang Setelah berpuasa selama Ramadhan Ketika Idul Fitri tiba Bukalah pintu hati untuk saling memaafkan Atas kesalahan semua insan Ketika Idul Fitri tiba “Maaf lahir dan batin Semoga sejahtera negeri kita Dikutip dari : Majalah Mentari Edisi 339 Tahun XXV-20 Oktober 2007 3). Sepedaku 35 .NIM.

Kau sangat berjasa bagiku Setiap hari kau Mengantarku sekolah Juga tempat lain yang inggin kutuju Tapi kau tak pernah malas Apalagi lelah Kau berwarna biru Warna kesukaanku Akan kurawat kau selalu Agar awet umurmu Dikutip dari Majalah Bobo Tahun XXXV. 13 Desember 2007 36 .

yang kalian baut didepan kelas! Deklamasikan puisi 37 . yaitu bunga yang ada di depan kalian ! 2. Buatlah sebuah puisi bebas berdasarkan ide dengan menggunakan pilihan kata yang tepat melalui pengamatan objek.SOAL EVALUASI 1.

KUNCI JAWABAN 1) Disesuaikan dengan hasil karya puisi masing-masing siswa 2) Disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa dalam mendeklamasikan puisi PENSKORAN No. 1 2 3 Kriteria Penilaian Pilihan kata tepat. tulisan tidak rapi Nilai 80 . tulisan rapi Pilihan kata kurang tepat. tulisan kurang rapi Pilihan kata tidak tepat.90 70 -79 70 38 .

k. l √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kelompok IV 1 2 3 4 m n. b. p √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ LEMBAR OBSERVASI Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia 39 ..LEMBAR PENGAMATAN DEKLAMASI PUISI No Nama Siswa Aspek Yang Diamati Keaktifan Keberanian B C K B C K Kerja Sama B C K Kelompok I 1 2 3 4 1 2 3 4 a. f. j. d Kelompok II e. c. o. g. h Kelompok III 1 2 3 4 i.

Kelas/Semester : IV/II Hari/Tanggal : Rabu. 16 April 2009 Kemunculan Tidak Ada Ada √ Fokus Observasi : Kegiatan Belajar Di Kelas No 1 2 Aspek Yang Diobservasi Kemampuan membuka dan menutup pelajaran Mengelola ruang kelas dan fasilitas pembelajaran 3 Penggunaaan Media yang sesuai dengan tujuan oembelajaran 4 5 6 7 Mengelola waktu pembelajaran Mengelola interaksi kelas Memberikan penguatan Membimbing siswa dalam kegiatan kelompok 8 Menumbuhkan minat dan motivasi dalam pembelajaran Pengamat √ Baik √ √ √ √ Baik Baik Baik Baik √ Baik √ Baik Komentar Baik 40 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->