P. 1
Teori Moral

Teori Moral

|Views: 413|Likes:

More info:

Published by: Moustaffa Louis Abdu on Jun 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

VALMBAND - Teori Perkembangan Moral

http://valmband.multiply.com/journal/item/9

Join Multiply to get updates from Adek

VALMBAND
Home Blog Photos Video Music Market Links

Teori Perkembangan Moral
TEORI PERKEMBANGAN MORAL

Apr 25, '08 5:54 AM for everyone

valmband

A.

PIAGET Perkembangan moral berkaitan dengan aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh orang dalam berinteraksi dengan orang lain. Para pakar perkembangan anak mempelajari tentang bagaimana anak-anak berpikir, berperilaku dan menyadari tentang aturan-aturan tersebut. Minat terhadap bagaimana perkembangan moral yang dialami oleh anak membuat Piaget secara intensif mengobservasi dan melakukan wawancara dengan anak-anak dari usia 4-12 tahun. Ada dua macam studi yang dilakukan oleh Piaget mengenai perkembangan moral anak dan remaja: 1. Melakukan observasi terhadap sejumlah anak yang bermain kelereng, sambil mempelajari bagaimana mereka bermain dan memikirkan aturan-aturan permainan. Menanyakan kepada anak-anak pertanyaan tentang aturan-aturan etis, misalnya mencuri, berbohong, hukuman dan keadilan. Photos of Adek Personal Message RSS Feed [?] Report Abuse

2.

Dari hasil studi yang telah dilakukan tersebut, Piaget menyimpulkan bahwa anak-anak berpikir dengan 2 cara yang sangat berbeda tentang moralitas, tergantung pada kedewasaan perkembangan mereka. Antara lain:

1.

Heteronomous Morality Ø Merupakan tahap pertama perkembangan moral menurut teori Piaget yang terjadi kira-kira pada usia 4-7 tahun. Keadilan dan aturan-aturan dibayangkan sebagai sifat-sifat dunia yang tidak boleh berubah, yang lepas dari kendali manusia. Ø Pemikir Heteronomous menilai kebenaran atau kebaikan perilaku dengan

1 of 8

05/21/2011 08:33 AM

VALMBAND - Teori Perkembangan Moral

http://valmband.multiply.com/journal/item/9

mempertimbangkan akibat dari perilaku itu, bukan maksud dari pelaku. Ø Misal: memecahkan 12 gelas secara tidak sengaja lebih buruk daripada memecahkan 1 gelas dengan sengaja, ketika mencoba mencuri sepotong kue. Ø Pemikir Heteronomous yakin bahwa aturan tidak boleh berubah dan digugurkan oleh semua otoritas yang berkuasa. Ø Ketika Piaget menyarankan agar aturan diganti dengan aturan baru (dalam permainan kelereng), anak-anak kecil menolak. Mereka bersikeras bahwa aturan harus selalu sama dan tidak boleh diubah. Ø Meyakini keadilan yang immanen, yaitu konsep bahwa bila suatu aturan dilanggar, hukuman akan dikenakan segera. Ø Yakin bahwa pelanggaran dihubungkan secara otomatis dengan hukuman.

2.

Autonomous Morality, o Tahap kedua perkembangan moral menurut teori Piaget, yang diperlihatkan oleh anak-anak yang lebih tua (kira-kira usia 10 tahun atau lebih). Anak menjadi sadar bahwa aturan-aturan dan hukum-hukum diciptakan oleh manusia dan dalam menilai suatu tindakan, seseorang harus mempertimbangkan maksud-maksud pelaku dan juga akibat-akibatnya o o Bagi pemikir Autonomos, maksud pelaku dianggap sebagai yang terpenting. Anak-anak yang lebih tua, yang merupakan pemikir Autonomos, dapat menerima perubahan dan mengakui bahwa aturan hanyalah masalah kenyamanan, perjanjian yang sudah disetujui secara sosial, tunduk pada perubahan menurut kesepakatan. o Menyadari bahwa hukuman ditengahi secara sosial dan hanya terjadi apabila seseorang yang relevan menyaksikan kesalahan sehingga hukuman pun menjadi tak terelakkan.

Piaget berpendapat bahwa dalam berkembang anak juga menjadi lebih pintar dalam berpikir tentang persoalan sosial, terutama tentang kemungkinan-kemungkinan dan kerja sama. Pemahaman sosial ini diyakini Piaget terjadi melalui relasi dengan teman sebaya yang saling memberi dan menerima. Dalam kelompok teman sebaya, setiap anggota memiliki kekuasaan dan status yang sama, merencanakan sesuatu dengan merundingkannya, ketidaksetujuan diungkapkan dan pada akhirnya disepakati. Relasi antara orang tua dan anak, orang tua memiliki kekuasaan, sementara anak tidak, tampaknya kurang mengembangkan pemikiran moral, karena aturan selalu diteruskan dengan cara otoriter. Untuk memperjelas teori Piaget yang telah dipaparkan diatas, dapat dilihat dalam tabel di bawah ini

Tabel Teori Dua Tahap Perkembangan Moral Piaget

Umur

Tahap

Ciri Khas

2 of 8

05/21/2011 08:33 AM

VALMBAND - Teori Perkembangan Moral

http://valmband.multiply.com/journal/item/9

4-7 tahun

Realisme moral (pra operasional)

1.

Memusatkan pada akibat-akibat perbuatan

2. Aturan-aturan tak berubah 3. Hukuman atas bersifat otomatis pelanggaran

7-10 tahun

Masa transisi operasional)

(konkret-

Perubahan secara bertahap pemilikan moral tahap kedua

ke

11 tahun Ke atas

Otonomi moral, realisme dan resiprositas (formal operasional)

1.Mempertimbangkan perilaku moral

tujuan-tujuan

2.Menyadari bahwa aturan moral adalah kesepakatan tradisi yang dapat berubah

B.

KOHLBERG

Kohlberg menekankan bahwa perkembangan moral didasarkan terutama pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap. Kohlberg sampai pada pandangannya setelah 20 tahun melakukan wawancara yang unik dengan anak-anak. Dalam wawancara, anak-anak diberi serangkaian cerita di mana tokoh-tokohnya menghadapi dilema-dilema moral. Setelah membaca cerita, anak-anak yang menjadi responden menjawab serangkaian pertanyaan tentang dilema moral. Berdasarkan penalaran-penalaran yang diberikan oleh responden dalam merespons dilema moral, Kohlberg percaya terdapat tiga tingkat perkembangan moral, yang setiap tingkatnya ditandai oleh dua tahap. Konsep kunci untuk memahami perkembangan moral, khususnya teori Kohlberg, ialah internalisasi (internalization), yakni perubahan perkembangan dari perilaku yang dikendalikan secara eksternal menjadi perilaku yang dikendalikan secara internal.

Tingkat Satu: Penalaran Prakonvensional Penalaran prakonvensional (preconventional reasoning) adalah tingkat yang paling rendah dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tingkat ini, anak tidak memperlihatkan internalisasi nilai-nilai moral – penalaran moral dikendalikan oleh imbalan (hadiah) dan hukuman eksternal.

Tahap 1 Orientasi hukuman dan ketaatan (punishment and obedience orientation) ialah tahap pertama dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tahap ini, penalaran moral didasarkan atas hukuman. Anak-anak taat karena orang dewasa menuntut mereka untuk taat.

Tahap 2

3 of 8

05/21/2011 08:33 AM

VALMBAND - Teori Perkembangan Moral

http://valmband.multiply.com/journal/item/9

Individualisme dan tujuan (individualism and purpose) ialah tahap kedua dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tahap ini, penalaran moral didasarkan atas imbalan (hadiah) dan kepentingan sendiri. Anak-anak taat bila mereka ingin taat dan bila yang paling baik untuk kepentingan terbaik adalah taat. Apa yang benar adalah apa yang dirasakan baik dan apa yang dianggap menghasilkan hadiah.

Tingkat Dua: Penalaran Konvensional Penalaran konvensional (conventional reasoning) ialah tingkat kedua atau tingkat menengah dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tingkat ini, internalisasi individual ialah menengah. Seseorang menaati standar-standar (internal) tertentu, tetapi mereka tidak menaati standar-standar orang lain (eksternal), masyarakat. seperti orang tua atau aturan-aturan

Tahap 3 Norma-norma interpersonal (interpersonal norms) ialah tahap ketiga dalam perkembangan moral Kohlberg. teori

Pada tahap ini, seseorang menghargai kebenaran, keperdulian, dan kesetiaan kepada orang lain sebagai landasan pertimbangan-pertimbangan moral. Anak-anak sering mengadopsi standar-standar moral orangtuanya pada tahap ini, sambil mengharapkan dihargai oleh orangtuanya sebagai seorang "perempuan yang baik" atau seorang "laki-laki yang baik".

Tahap 4 Moralitas sistem sosial (social system morality) ialah tahap keempat dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tahap ini, pertimbangan-pertimbangan didasarkan atas pemahaman aturan sosial, hukum-hukum, keadilan, dan kewajiban.

Tingkat Tiga: Penalaran Pascakonvensional Penalaran pascakonvensional ialah tingkat tertinggi dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tingkat ini, moralitas benar-benar diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar-standar orang lain. Seseorang mengenal tindakan-tindakan moral alternatif, menjajaki pilihan-pilihan, dan kemudian memutuskan berdasarkan suatu kode moral pribadi.

Tahap 5 Hak-hak masyarakat versus hak-hak individual (community rights versus individual rights) ialah tahap kelima dalam teori perkembangan moral Kohlberg.

4 of 8

05/21/2011 08:33 AM

VALMBAND - Teori Perkembangan Moral

http://valmband.multiply.com/journal/item/9

Pada tahap ini, seseorang memahami bahwa nilai-nilai dan aturan-aturan adalah bersifat relatif dan bahwa standar dapat berbeda dari satu orang ke orang lain. Seseorang menyadari bahwa hukum penting bagi masyarakat, tetapi juga mengetahui bahwa hukum dapat diubah. Seseorang percaya bahwa beberapa nilai, seperti kebebasan, lebih penting daripada hukum.

Tahap 6 Prinsip-prinsip etis universal (universal ethical principles) ialah tahap keenam dan tertinggi dalam teori perkembangan moral Kohlberg. Pada tahap ini, seseorang telah mengembangkan suatu standar moral yang didasarkan pada hak-hak manusia yang universal. Bila menghadapi konflik antara hukum dan suara hati, seseorang akan mengikuti suara hati, walaupun keputusan itu mungkin melibatkan resiko pribadi.

Kohlberg percaya bahwa ketiga tingkat dan keenam tahap tersebut terjadi dalam suatu urutan dan berkaitan dengan usia: ü Sebelum usia 9 tahun, kebanyakan anak-anak berpikir tentang dilema moral dengan cara yang prakonvensional. ü ü Pada awal masa remaja, mereka berpikir dengan cara-cara yang lebih konvensional. Pada awal masa dewasa, sejumlah kecil orang berpikir dengan cara-cara yang pascakonvensional.

Pada suatu investigasi longitudinal 20 tahun, penggunaan tahap 1 dan 2 berkurang. Tahap 4, yang tidak muncul sama sekali dalam penalaran moral anak berusia 10 tahun, tercermin dalam 62 persen penalaran moral manusia berusia 36 tahun. Tahap 5 tidak muncul sampai usia 20 hingga 22 tahun dan tidak pernah dialami lebih dari 10 persen individu. Dengan demikian, tahap-tahap moral muncul agak kemudian dari yang dibayangkan semula oleh Kohberg, dan tahap-tahap yang lebih tinggi, khususnya tahap 6, benar-benar sangat sulit untuk dipahami. Baru-baru ini tahap 6 dibuang dari pedoman skor Kohlberg, meskipun masih dianggap sebagai sesuatu yang penting secara teoretis dalam skema perkembangan moral Kohlberg.

Kritik terhadap Kohlberg Teori perkembangan moral Kohlberg yang provokatif tidak berlalu tanpa tantangan. Kritik

5 of 8

05/21/2011 08:33 AM

VALMBAND - Teori Perkembangan Moral

http://valmband.multiply.com/journal/item/9

mencakup hubungan antara penalaran moral dan perilaku moral,

kualitas

penelitian,

pertimbangan yang memadai tentang peran kebudayaan dalam perkembangan moral, dan pengabaian perspektif pengasuhan.

1.

Pemikiran Moral dan Perilaku Moral Teori Kohlberg dikritik karenamemberi terlalu banyak penekanan pada penalaran moral dan kurang memberi penekanan pada perilaku moral. Penalaran moral kadangkadang dapat menjadi tempat perlindungan bagi perilaku immoral. Seperti para penipu, koruptor, dan pencuri mungkin mengetahui apa yang benar, tetapi masih melakukan apa yang salah.

2.

Kebudayaan dan Perkembangan Moral Kritik lain terhadap pandangan Kohlberg ialah bahwa pandangan ini secara kebudayaan bias. Suatu tinjauan penelitian terhadap perkembangan moral di 27 Negara menyimpulkan bahwa penalaran moral lebih bersifat spesifik kebudayaan daripada yang dibayangkan oleh Kohlberg dan bahwa sistem skor Kohlberg tidak mempertimbangkan penalaran moral tingkat tinggi pada kelompok-kelompok kebudayaan tertentu. Penalaran moral lebih dibentuk oleh nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan suatu kebudayaan daripada yang dinyatakan oleh Kohlberg.

3.

Gender dan Perspektif Keperdulian Carol Gilligan percaya bahwa teori perkembangan moral Kohlberg tidak mencerminkan secara memadai relasi dan keperdulian terhadap manusia lain. Perspektif keadilan (justice prespective) ialah suatu perspektif moral yang berfokus pada hak-hak individu; individu berdiri sendiri dan bebas mengambil keputusan moral. Teori Kohlberg ialah suatu perspektif keadilan. Sebaliknya, perspektif kepedulian (care perspective) ialah suatu perspektif moral yang memandang manusia dari sudut keterkaitannya dengan manusia lain dan menekankan komunikasi interpersonal, relasi dengan manusia lain, dan kepedulian terhadap orang lain. Teori Gilligan ialah suatu perspektif kepedulian. Menurut Gilligan, Kohlberg kurang memperhatikan perspektif kepedulian dalam perkembangan moral. Ia percaya bahwa hal ini mungkin terjadi karena Kohlberg seorang laki-laki, karena kebanyakan penelitiannya adalah dengan laki-laki daripada dengan perempuan, dan karena ia menggunakan respons laki-laki sebagai suatu model bagi teorinya.

Altruisme Altruisme ialah suatu minat yang tidak mementingkan diri sendiri dalam menolong seseorang. Timbal balik dan pertukaran (reciprocity and exchange) terlibat dalam altruisme. Timbal balik ditemukan di seluruh dunia manusia. Timbal balik mendorong anak-anak untuk berbuat baik kepada orang lain sebagaimana mereka mengharapkan orang lain berbuat yang sama kepada mereka. Sentimen-sentimen manusia disarikan dalam timbal balik ini. Barangkali kepercayaan adalah prinsip yang paling penting dalam jangka panjang dalam altruisme. Rasa bersalah dapat muncul di permukaan kalau anak tidak membalas (melakukan timbal balik), dan kemarahan dapat terjadi kalau seseorang tidak melakukan timbal balik. Tidak semua altruisme dimotivasi oleh timbal balik dan pertukaran, tetapi interaksi dan reaksi dengan orang lain dapat menolong kita memahami hakekat altruisme. Keadaan-keadaan yang paling mungkin melibatkan altruisme ialah emosi yang empatis terhadap seseorang yang mengalami kebutuhan atau suatu relasi yang erat antara dermawan dan penerima derma.

6 of 8

05/21/2011 08:33 AM

VALMBAND - Teori Perkembangan Moral

http://valmband.multiply.com/journal/item/9

William Damon menggambarkan suatu urutan perkembangan altruisme anak-anak, khususnya berbagi (sharing). Hingga usia 3 tahun, berbagi dilakukan karena alasan-alasan yang nonempatis; pada kira-kira 4 tahun, kombinasi kesadaran empatis dan dukungan orang dewasa menghasilkan suatu rasa kewajiban untuk berbagi; pada tahun-tahun awal sekolah dasar, anak-anak mulai secara sungguh-sungguh memperlihatkan gagasan-gagasan yang lebih obyektif tentang keadilan. Pada masa ini prinsip keadilan mulai dipahami; pada tahun-tahun pertengahan dan akhir sekolah dasar, prinsip-prinsip prestasi dan kebajikan dipahami.

KESIMPULAN

Perkembangan moral (moral development) berkaitan dengan aturan dan konvensi tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Perspektif kognitif yang pertama dalam perkembangan moral dikemukakan oleh Jean Piaget. Pandangan Piaget mengenai perkembangan moral pada anak-anak kecil ditandai dengan heteronomous morality, tetapi pada usia 10 tahun mereka beralih ke tahap yang lebih tinggi, yang disebut autonomous morality. Menurut Piaget, anak-anak yang lebih tua memperhitungkan maksud-maksud individu, mereka percaya bahwa aturan-aturan dapat berubah, dan mereka sadar bahwa hukuman tidak selalu menyertai suatu perbuatan yang salah. Perspektif kognitif yang kedua dalam perkembangan moral dikemukakan oleh Lawrence Kohlberg. Kohlberg menekankan bahwa perkembangan moral didasarkan pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap. Konsep kunci untuk memahami perkembangan moral, khususnya teori Kohlberg ialah internalisasi (internalization); yakni perubahan perkembangan dari perilaku yang dikendalikan secara eksternal menjadi perilaku yang dikendalikan secara internal.

Tags: teori, perkembangan mora Prev: Psikologi Timur Next: TEORI KOGNITIF SOSIAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN ANAK

share reply

Sponsored Links

Julia Jual Baju
newest and freshest fashion dresses for active women

Bunda suka jalan-jalan gratis?
Ke Jakarta, ke Bali bahkan ke Paris dan Stockholm dibayarin dan nginep di hotel bintang 5? Cuma ada di bisnis ini. :)

1 Comment

Chronological

Reverse

Threaded reply

gouverky wrote on Jan 3, '10 thanks artikelnya.....

Add a Comment

audio reply

video reply

7 of 8

05/21/2011 08:33 AM

VALMBAND - Teori Perkembangan Moral

http://valmband.multiply.com/journal/item/9

Submit

Preview & Spell Check

© 2011 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Translate · API · Contact · Help

8 of 8

05/21/2011 08:33 AM

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->