Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 1 PERSYARATAN TEKNIS A. PENJELASAN UMUM BAB I 1.1. URAIAN UMUM PEKERJAAN a. b.

Pekerjaan ini adalah pembangunan Gudang Obat dan Vaksin Kabupate n Bogor Istilah “Pekerjaan” mencakup penyediaan semua tenaga kerja (tenaga ahli, tuk ang, buruh dan lainnya), bahan bangunan dan peralatan/perlengkapan yang diperluk an dalam pelaksanaan pekerjaan termaksud. Pekerjaan harus diselesaikan seperti y ang dimaksud dalam RKS, Gambar-gambar Rencana, Berita Acara Rapat Penjelasan Pek erjaan serta Addenda yang disampaikan selama pelaksanaan. c. 1.2. BATASAN/PERATURAN Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor harus tunduk kepada : a. Undang – Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi b. Undang – Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung c . Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan Tekn is Bangunan Gedung d. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 468/KPTS/1998 tent ang Persyaratan Teknis Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan e. Keputu san Menteri Pekerjaan Umum RI No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengaman an Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan f. Keputusan Me nteri Pekerjaan Umum RI 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggu langan Kebakaran di Perkotaan g. Keputusan Direktur Jenderal Perumahan dan Permu kiman Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 58/KPTS/DM/2002 tentang Pe tunjuk Teknis Rencana Tindakan Darurat Kebakaran pada Bangunan Gedung. h. Peratu ran umum Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan (PUPB NI-3/56) i. Peraturan Beton Bert ulang Indonesia 1971 (PBI 1971) j. Peraturan Umum Bahan Nasional (PUBI 982) k. P eraturan Perburuhan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja) l. Peraturanperaturan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja) m. SKSNI T-15-1991-03 n . Peraturan Umum Instalasi Air (AVWI) o. Algemenee Voorwarden (AV)

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 2 1.3. DOKUMEN KONTRAK a. Dokumen Kontrak yang harus dipatuhi oleh Kontraktor terdiri a tas : Surat Perjanjian Pekerjaan Surat Penawaran Harga dan Perincian Penawaran G ambar-gambar Kerja/Pelaksanaan Rencana Kerja dan Syarat-syarat Addenda yang disa mpaikan oleh Pengawas Lapangan selama masa pelaksanaan Kontraktor wajib untuk me neliti gambar-gambar, RKS dan dokumen kontrak lainnya yang berhubungan. Apabila terdapat perbedaan/ketidak-sesuaian antara RKS dan gambar-gambar pelaksanaan, at au antara gambar satu dengan lainnya, Kontraktor wajib untuk memberitahukan/mela porkannya kepada Pengawas Lapangan. Persyaratan teknik pada gambar dan RKS yang harus diikuti adalah : 1. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan g ambar detail, maka gambar detail yang diikuti. 2. Bila skala gamabr tidak sesuai dengan angka ukuran, maka ukuran dengan angka yang diikuti, kecuali bila terjad i kesalahan penulisan angka tersebut yang jelas akan menyebabkan ketidaksempurna an/ketidaksesuaian konstruksi, harus mendapatkan keputusan Konsultan Pengawas le bih dahulu. 3. Bila tedapat perbedaan antara RKS dan gambar, maka RKS yang diiku ti kecuali bila hal tersebut terjadi karena kesalahan penulisan, yang jelas meng akibatkan kerusakan/kelemahan konstruksi, harus mendapatkan keputusan Konsultan Pengawas. 4. RKS dan gambar saling melengkapi bila di dalam gambar menyebutkan l engkap sedang RKS tidak, maka gambar yang harus diikuti demikian juga sebaliknya . 5. Yang dimaksud dengan RKS dan gambar di atas adalah RKS dan gambar setelah m endapatkan perubahan/penyempurnaan di dalam berita acara penjelasan pekerjaan. c . Bila akibat kekurangtelitian Kontraktor Pelaksana dalam melakukan pelaksanan p ekerjaan, terjadi ketidaksempurnaan konstruksi atau kegagalan struktur bangunan, maka Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pembongkaran terhadap konstruksi y ang sudah dilaksanakan tersebut dan memperbaiki/melaksanakannya kembali setelah memperoleh keputusan Konsultan Pengawas tanpa ganti rugi apapun dari pihak-pihak lain. b. BAB II 2.1 LINGKUP PEKERJAAN KETERANGAN UMUM 1. Pembangunan Gedung Kegawatdaruratan Ibu dan Anak RSUD Kab. Su medang tersebut secara umum meliputi pekerjaan standar maupun non standar. Bangu nan tersebut juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang masuk dalam sekop pe kerjaan non standar antara lain : Sistem Gas Medis Sistem Tata Suara Hydrant Air Conditioning (AC) Telepon dan PABX Fasilitas Penyandang Cacat Dan lain - lain 2.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 3 Uraian pekerjaan lebih detail seperti di uraikan pada perencanaan dan Bill of Qu antity (BoQ). 3. Secara teknis konstruksi, pekerjaan mencakup keseluruhan proses pembangunan dari persiapan sampai dengan pembersihan/pemberesan halaman, dan di lanjutkan dengan masa pemeliharaan seperti yang ditentukan, mencakup : Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Sipil / Struktur Pekerjaan Arsitektur Pekerjaan Mekanikal ekerjaan Elektrikal Pekerjaan lain-lain 2.2. URAIAN PEKERJAAN a. Pekerjaan Persiapan, meliputi : Penyediaan air dan daya kerj a Pembersihan lokasi kerja Dll. Pekerjaan Struktur, meliputi : Pekerjaan tanah P ekerjaan pondasi Pekerjaan beton Pekerjaan Water Profing Pekerjaan Atap Dll. Pek erjaan Arsitektur, meliputi : Pekerjaan dinding Pekerjaan kusen, pintu dan jende la Pekerjaan lantai Pekerjaan plafond Pekerjaan pengecatan Pekerjaan sanitasi dl l Pekerjaan Mekanikal, meliputi : Pekerjaan instalasi air bersih Pekerjaan insta lasi air kotor Pekerjaan instalasi air hujan Pekerjaan instalasi air limbah Peke rjaan instalasi gas medis Pekerjaan instalasi hydrant Pekerjaan instalasi air co nditioning dll Pekerjaan Elektrikal, meliputi : Pekerjaan instalasi listrik Peke rjaan penangkal petir Pekerjaan tata suara dan nurse call Pekerjaan telepon dll Pekerjaan lain-lain Pekerjaan yang jelas terkait langsung maupun tidak langsung yang tidak bisa dipisahkan dengan pekerjaan utama sesuai dengan gambar dan RKS b. c. d. e. f.

P

Penyelesaian yang dimaksud pada ayat g harus diartikan telah mempero leh persetujuan Konsultan Pengawas setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti. j.3. k. PEMBUATAN RENCANA JADUAL PELAKSANAAN a. Kontra ktor Pelaksana sudah harus menyelesaikan gambar sesuai pelaksanaan yang terdiri atas : Gambar rancangan pelaksanaan yang tidak mengalami perubahan dalam pelaksa naannya. waterpas. Kontraktor Pelaksana berkewajiban menyus . kecuali akan dipergunakan kembali pada tahap selanjutnya. Shop Drawing (gambar kerja) harus dibuat oleh Kontraktor s ebelum suatu komponen konstruksi dilaksanakan. Komponen-komponen konstruksi lain nya atau keadaan lingkungan diluar pekerjaan pokoknya yang mengalami kerusakan a kibat pelaksanaan konstruksi (misalnya jalan. Kontraktor harus menyediakan alatalat kerja dan perlengkapan seperti beton molen. Kontraktor wajib mengawasi dan mengatur pekerjaan dengan perhatian penuh dan menggunakan kemampuan terbaikn ya. serta tidak akan mem pekerjakan orangorang yang tidak tepat atau tidak terampil untuk jenis-jenis pek erjaan yang ditugaskan kepadanya. g. Administrasi dan Teknis Halaman : . f. metode. Shop drawing sebagai penjelasan detail maupun yang berupa gambar-gambar perubahan. h. melakukan pengukuran-pengukuran dan mempertimban gkan seluruh lingkup pekerjaan yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan kelengkapa n dari proyek. bila : Komponen-kom ponen pekerjaan pokok/konstruksi yang pada masa pemeliharaan mengalami kerusakan atau dijumpai kekurangsempurnaan pelaksanaan. serta pengaturan semua bagian pekerjaan yang ter cantum dalam Kontrak. pompa air. Pera latan dan perlengkapan itu harus dlaam kondisi baik. b. timbris. a lat-alat pengangkut dan peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan ini. Kontraktor harus selalu menjaga disiplin dan a turan yang baik diantara pekerja/karyawannya. te knik. dan lain sebagaunya).Spesifikasi Umum. Pem benahan lapangan yang berupa pembersihan lokasi dari bahan-bahan sisa-sisa pelak sanaan termasuk bowkeet dan direksikeet harus dilaksanakan sebelum masa kontrak berakhir. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja serta tenaga ahli yang cakap dan memadai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan. e. Kontraktor wajib memeriksa kebenaran dari kondisi peker jaan meninjau tempat pekerjaan.4 2. kekurangan dalam hal ini berakibat penyerahan pekerjaan kesatu tidak dapat dilakukan. c. urut-urutan dan prosedur. i. SARANA DAN CARA KERJA a.4. Sebelum penyerahan pekerjaan kesatu. d. Shop Drawing harus sudah mendapat kan persetujuan Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana sebelum elemen konstr uksi yang bersangkutan dilaksanakan. Gambar sesuai pelaksanaan dan buku penggunaan dan pemeliharaan bangunan merupaka n bagian pekerjaan yang harus diserahkan pada saat penyerahan kesatu. Pemb enahan/perbaikan kembali yang harus dilaksanakan Kontraktor. 2. halaman. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas seluruh cara pelaksanaan.

Penyelesaian yang dimaksud ini sudah harus dalam art i telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. Pembuatan rencana jadual pelaksanaan ini harus diselesaikan oleh Kontraktor Pelaksana selambat-lambatnya 10 hari setelah dimulainya pelaksa naan di lapangan pekerjaan. b.un dan membuat jadual pelaksanaan dalam bentuk barchart yang dilengkapi dengan g rafik prestasi yang direncanakan berdasarkan butir-butir komponen pekerjaan sesu ai dengan penawaran. .

Kontraktor harus menyediakan bahan-bahan ba ngunan dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dilak sanakan. Administrasi dan Teknis Halaman : . asam dan za t organik lainnya yang telah dikatakan memenuhi syarat. maka Pengawas Lapangan memerintahkan untuk membongkar kembali bagian pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. beton dan penyirama n guna pemeliharaan harus air tawar. sedangkan bahan-bahan b angunan yang belum disebutkan disini akan diisyaratkan langsung di dalam pasal-p asal mengenai persyaratan pelaksanaan komponen konstruksi di belakang. Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pekerjaannya deng an berpedoman pada rencana pelaksanaan mingguan yang harus dibuat pada saat dimu lai pelaksanaan. tidak mengandung minyak. maka bahan-bahan yang dipergunakan maupun syarat-syarat pelaksanaan harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam AV-41 dan PUBI-1982 serta ket entuan lainnya yang berlaku di Indonesia. garam. Air Air y ang digunakan sebagai media untuk adukan pasangan plesteran. Sebelum memulai pekerjaan atau bagian pekerjaan. . Pasir (Ps) b. Pemborong harus mengajukan contoh bahan yang akan digunakan kepada Pe ngawas Lapangan yang akan diajukan User dan Konsultan Perencana untuk mendapatka n persetujuan.5 c. Kontraktor tidak diizinkan untuk melanjutkan bagianbagian pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. Jadual pelaksanaan 2 mingguan ini harus disetujui oleh Konsulta n Pengawas. Pengawas Lapangan berhak m eminta kepada Kontraktor untuk memeriksakan bahan itu ke Laboratorium Balai Pene litian Bahan yang resmi dengan biaya Kontraktor.Spesifikasi Umum. Penyimpanannya harus dilakukan d engan cara dan didalam tempat yang memenuhi syarat sebagai air untuk menjamin ke butuhan kondisi sesuai persyaratan di atas. Semua kerugian akibat pembongkaran tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. d. belum mengeras sebagai atau keseluruhannya. Jika terdap at perselisihan mengenai kualitas bahan yang dipakai. Bila selama 10 hari setelah pelaksanaan pekerjaan dimulai. 2. Penyimpanan bahan-bahan harus diatur dan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelancaran pel aksanaan pekerjaan dan terhindarnya bahan-bahan dari kerusakan. sebagai air untuk keperl uan pelaksanaan konstruksi oleh laboratorium tidak lagi diperlukan rekomendasi l aboratorium. KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT BAHAN a. c. Sepanjang tidak ada ketentuan lain dalam RKS ini dan Berita Acara Rapat Penjelasan. Persyaratan mutu bahan bangunan secara umum adalah seperti di bawah ini.5. Semen Portland (PC) Semen Portland yang digunakan adalah jenis satu harus satu merek untuk penggunaan dalam pelaksanaan satu satuan komponen bengun an. Selama waktu sebelum rencana jadua l pelaksanaan disusun. Sebelum ada kepastian hasil pem eriksaan dari Laboratorium. maka Kontraktor Pelaksana haru s dapat menyajikan jadual pelaksanaan sementara minimal untuk 2 minggu pertama d an 2 minggu kedua dari pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor Pelaksana belum menyelesaikan pembuatan jadual pelaksanaan. Bahan-bahan yang tidak memenuhi ketentuan seperti disyaratkan ata u yang dinyatakan ditolak oleh Pengawas Lapangan tidak boleh digunakan dan harus segera dikeluarkan dari halaman pekerjaan selambat-lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam. Apabila bahan-bahan yang ditolak oleh Pengawas Lapangan ternyata masih dip ergunakan oleh Kontraktor.

f.d. . e.

1. serta mempunyai gradasi d an kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam PBI 1971.6 Pasir yang digunakan adalah pasir sungai. sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dap at dijadikan alasan untuk mengajukan klaim/tuntutan. gara m. b. yaitu : Air kerja untuk pencamp ur atau keperluan lainnya yang memenuhi persyaratan sesuai jenis pekerjaan. bebas dari segala macam kotoran dan zat-zat seperti minyak. asam. Lokasi proyek adalah pada lahan RSUD Kab. yang lazim disebut pasir urug. Batu Pecah (Split) Split untuk beton harus menggunakan spli t dari batu kali hitam pecah. cuku p bersih.25 mm yang lazim dipasarkan disebut pasi pasang 3. dan sebagainya yang dapat merusak atau mengurangi kekuatan konstruksi. asam. Pasir untuk urugan adalah pasir dengan butiran halus. Kontraktor harus menyediakan air atas tanggungan/biaya sendiri y ang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Kualitas air yang disediakan untuk keperluan tersebut harus cuk up terjamin. AIR DAN DAYA a.2. Kontraktor hendaknya mengadakan penelitian dengan seksama mengenai keadaan tanah halaman proyek tersebut. Pemasangan sistem listrik sementara ini harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Kontraktor harus menyediakan daya listrik atas tanggungan/biaya sen diri sementara yang dibutuhkan untuk peralatan dan penerangan serta keperluan la innya dalam melaksanakan pekerjaan ini. Sumedang. b. mandi/buang air dan kebutuhan la in para pekerja. 3. berbutir keras. Kontraktor harus pula menyediakan penangkal petir sementara untuk keselamatan. Saluran dihubungkan ke parit/selokan yang terdekat ata u menurut petunjuk Pengawas. Kontraktor harus mengatur dan menjaga a gar jaringan dan peralatan listrik tidak membahayakan para pekerja di lapangan. Pasir untuk pekerjaan beton adalah pasir cor yang gradasinya mendapat rekomendas i dari laboratorium. Pas ir untuk pasangan adalah pasir dengan ukuran butiran sebagian terbesar adalah te rletak antara 0.075 sampai 1. BAB III 3. . SITUASI DAN PERSIAPAN PEKERJAAN SITUASI/LOKASI a. SALURAN PEMBUANGAN Kontraktor harus membuat saluran pembuangan sementara untuk m enjaga agar daerah bangunan selalu dalam keadaan kering/tidak basah tergenang ai r hujan atau air buangan. Halaman pr oyek akan diserahkan kepada Kontraktor sebagaimana keadaannya waktu Rapat Penjel asan. Administrasi dan Teknis Halaman : . garam.1. l umpur. 2. 3.Spesifikasi Umum. bersih dari kotoran. yang terdiri atas.3. Kekurang-telitian atau kelalaian dalam mengevalu asi keadaan lapangan. dan bahan organik lainnya. Air be rsih untuk keperluan sehari-hari seperti minum. bersih dan bermutu baik.

Ruang gerak selama pelaksanaan dalam lokasi berpagar harus cuk up leluasa untuk lancarnya pekerjaan. PAPAN NAMA PROYEK Kontraktor wajib membuat dan memasang papan nama proyek di bag ian depan halaman proyek sehingga mudah dilihat umum. Kualitas dan peralatan yang harus disediakan adalah se bagai berikut : a. Kontraktor dapat menggunakan kembali kantor.7 3. Tinggi pagar minimum 2. Kontraktor harus menjamin agar seluruh fasilit as itu tetap bersih dan terhindar dari kerusakan. GUDANG DAN FASILITAS LAIN Kontraktor h arus membangun kantor dan perlengkapannya.1 m. Bahan dari BWG 32 dengan rangka kayu dicat sementara. gudang dan halaman kerja ( work yard) di dalam halaman pekerjaan. 120 x 100 x 30 cm Kontraktor harus selalu membersihkan d an menjaga keamanan kantor tersebut beserta peralatannya. Furnitur : 2 meja kerja 1/2 biro dan 5 kursi 1 meja rapat bahan plywood 18 mm ukuran 80 x 160 cm. Kontraktor bisa menggunakan kembali p agar yang sudah ada dengan melakukan perbaikanperbaikan terlebih dahulu bila dip erlukan. Ukuran dan redaksi papan n ama tersebut 90 x 150 cm . l antai plesteran. Dengan seijin Pemimpin Pelaksana Kegiatan. dinding double plywood tidak usah dicat. atap asbes gelombang c .6.7. c.Spesifikasi Umum. b. KANTOR KONTRAKTOR. 3. Ruang : ukuran 20 m2 b. Pada tahap selanjutnya Kontraktor harus menyediakan/memasang pengaman secukupnya disekeliling konstruksi bangunan untuk mencegah jatuhnya bahan-bahan bangunan dari atas yang membahayakan baik pekerja maupun aktivitas lain disekitar bangunan. Administrasi dan Teknis Halaman : . gudang dan halaman kerja yang sudah ada. Konstruksi : rangka kayu ex borneo. LOS DAN HALAMAN KERJA. los kerja. KANTOR PENGAWAS (DIREKSI KEET) Kontraktor harus menyediakan untuk Direksi di tem pat pekerjaan ruang kantor sementara beserta seperangkat furniture termasuk kurs i-kursi. PAGAR SEMENTARA Kontraktor harus membuat pagar sementara yang sifatnya melindung i dan menutupi lokasi yang akan dibangun dengan persyaratan kualitas sebagai ber ikut : a. los kerja. Kontraktor harus juga menyediakan untuk pekerja/buruhnya fasi litas sementara (tempat mandi dan peturasan) yang memadai untuk mandi dan buang air.5. yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerja an sesuai Kontrak.4. 3. Kontraktor harus membuat tata letak/denah halaman proyek dan rencana konstr uksi fasilitasfasilitas tersebut. dan 5 kursi 1 unit meja gambar beserta peralatannya 1 whiteboard ukuran 120 x 80 cm 1 rak arsip ga mbar plywood 12 mm ukr. 3. Kontraktor dapat menggunakan Direksi Keet yang sudah ada de ngan diadakan penyempurnaan dan perlengkapan peralatan. d. meja dan lemari. Dengan seijin Pimpinan Pelaksa na Kegiatan. Fasilitas : air dan penerangan listrik d.

c.60 dari J alan lingkungan. Pelaksanaan pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan bangunan yang berdekatan dari kerusakan. Administrasi dan Teknis Halaman : .8. pondasi. 3.00 Bangunan diambil dari + 0.9. Semua ukuran ketinggian galian. PERMUKAAN ATAS LANTAI (PEIL) a. Letak dan ketinggian permukaan bouwplank harus dijaga dan d ipelihara agar tidak berubah selama pekerjaan berlangsung. sloof.10. Papan harus lurus dan diketam halus pada bagian atasnya.00 tersebut.Spesifikasi Umum.8 dipotong dengan tiang setinggi 250 cm atau sesuai dengan petunjuk Pemerintah Dae rah setempat. b. Bouwplank dipasang dengan tiang-tiang dari kayu sejenis ukuran 5/7 cm dan dipasang pada setiap jarak satu meter. Bahan-bahan bekas bongkaran tidak diperkenankan untuk dipergunakan kembali dan harus diangkut keluar dari halaman proyek. PAPAN BANGUNAN (BOUWPLANK) a. 3. . dan lain-lain harus mengambil patokan dari peil 0. Bouwplank dibuat dari kayu terentang (kayu hutan k elas IV) ukuran minimum 3/20 cm yang utuh dan kering. 3. Peil 0. b.00 d an as kolom/dinding. PEMBERSIHAN HALAMAN a. Semua penghalang di dalam batas tanah yang menghalangi ja lannya pekerjaan seperti adanya pepohonan. Pengukuran harus memakai alat ukur yang disetujui Pengawas Lapangan. langit-l angit. b. kusen. Kontraktor tidak diijinkan menempatkan atau memasang reklame dalam bentuk apapun di halaman dan di sekitar proyek tanpa ijin dari Pemberi Tugas. batu-batuan atau puing-puing bekas ba ngunan harus dibongkar dan dibersihkan serta dipindahkan dari tanah bangunan kec uali barang-barang yang ditentukan harus dilindungi agar tetap utuh. Bouwplank harus menunjukkan ketinggian 0. Bouwplank harus benar-benar datar (waterpas) dan tegak lurus.

prisma sil ang. A. sifat.9 B. slang plastik. Dr. Situasi Pembangunan akan dilaksanakan di dalam kompleks RSJ Prof. BAB II UKURAN TINGGI DAN UKURAN POKOK Mengukur letak bangunan : Kontraktor harus menyediakan pekerja yang ahli dalam c ara-cara pengukuran alat penyipat datar. Dalam rapat penjelasan akan ditunjuk tempat dimana pembangunan akan dilaksanakan tertera pa da gambar. segitiga siku-siku dan alat-alat penyipat tegak lurus dan peralatan lain ya ng diperlukan guna ketetapan pengukuran. alat penyiku. Yani No. Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai den gan ketentuan yang tertera dalam uraian pekerjaan dan syarat-syarat gambar beste k dan detail gambar konstruksi serta keputusan Direksi. Halaman pembangunan akan diserahkan kepada pelaksana sebagaima na keadaan pada waktu rapat penjelasan untuk ini hendaknya para Kontraktor menga dakan penelitian yang seksama terutama mengenai tanah bangunan yang ada.1. Soeroyo Magelang Jl.1. Tenaga-tenaga pekerja harus tenagatenaga ahli yang cukup memadai sesuai dengan jenis pekerjaan.2. PEKERJAAN STRUKTUR/SIPIL BAB I URAIAN PEKERJAAN DAN SITUASI 1. Administrasi dan Teknis Halaman : .Spesifikasi Umum. pelat lantai Pekerjaan struktur at ap dack beton Dan pekerjaan lainnya yang jelas-jelas terkait dengan pekerjaan st ruktur 1.4. BAB III 3. 1. luas pekerjaan dan lainlain yang dapat mempengaruhi harga penawaran. balok. PEKERJAAN PONDASI PEKERJAAN PONDASI BATU KALI 1. Alat-alat pengukur seperti water pass dan alat-alat bantu lain yang dipergunakan untuk ketelitian. Lingkup pekerjaan ini meliputi : Pekerjaan persiapan Pekerjaan Pondasi Foot Plat Pekerjaan sloof Pekerjaan kolom.3. 169 Magelang. ketetapan dan kerapihan pekerjaan. 1. Untuk pelaksanaan Kontraktoran hendaknya menyediakan : Tenaga pelaks ana yang terampil dalam bidang pekerjaannya. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan pondasi ialah : .

Adukan 1 pc : 3 ps dipergunakan untuk semua pekerjaan pondasi batu kali setinggi 20 cm dari permukaan atas pondasi. 3.10 Pembuatan urugan pasir dan lantai kerja setebal 10 cm dan dipadatkan. 3. Bila pada lubang-lubang galian te rdapat banyak air tergenang karena air tanah dan air hujan. PEKERJAAN PONDASI TELAPAK BETON 1. maka ujung penghentian pondasi harus bergigi agar penyambungan berikutnya terjadi ikatan yang kokoh dan sempurna.2. - . Pembuatan semua pondasi telapa k (foot plat) sesuai Gambar Kerja. Administrasi dan Teknis Halaman : . PONDASI PASANGAN BATU KALI Adukan yang dipergunakan 1 pc : 5 ps. 2. Pembuatan semua pondasi batu kali sesuai Gambar Kerja. maka sebelum pasanga n dimulai terlebih dahulu air harus dipompa dan dibuang di daerah lain yang tida k mengganggu pekerjaan dan dasar lubang dikeringkan. 2. Pondasi telapak beton diletakkan pada tanah keras denga n kedalaman seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana.Spesifikasi Umum. Pemasangan semua stek dan angker yang diperlu kan sesuai Gambar Kerja. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Persyaratan Umum Semua pekerjaan pondasi ba ru boleh dikerjakan apabila galian tanah telah diperiksa ukuran dan kedalamannya dan disetujui Pengawas. Jika pemasangan pondasi ter paksa dihentikan. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan pondasi telapak beton ialah : Pembu atan urugan pasir setebal 10 cm dan dipadatkan dan lantai kerja dari beton tumbu k dengan komposisi adukan 1 : 3 : 5 setebal 5 cm. Penampang batu maksimum 30 cm dengan minimum tiga muka p ecahan. perlu dilakukan penggalian tanah dengan menggunakan a lat yang memadai. Di dalam pondasi sama sekali tidak boleh terdapat rongga-rongga udara/celah-celah. Untuk mendapatkan elev asi/kedalaman tanah keras. Pemasangan semua stek dan angker ya ng diperlukan sesuai Gambar Kerja. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Persyaratan Umum Semua pekerjaan pondasi ba ru boleh dikerjakan apabila galian tanah telah diperiksa ukuran dan kedalamannya dan disetujui Konsultan Manajemen Konstruksi.

Pemasangan dengan pengikatan dari pekerjaan baja yang tertanam dalam beton harus dilakukan dalam keadaan normal. Jumlah luas dari baja tulangan harus sesuai dengan gambar dan perhitungan jika dipergunakan „besi b eton kurus‟. Semua baja tulangan harus dipasan g sedemikian rupa sehingga selama dan sebelum pengecoran tulangan tidak berubah tempat.11 Bila pada lubang-lubang galian terdapat banyak air tergenang karena air tanah da n air hujan. Administrasi dan Teknis Halaman : . pasal 5. syarat-syarat bahannya dan lainlain.1 sampai pasal 8. Kualitas campuran beton minimu m harus memenuhi syarat-syarat K-225. maka sebelum pasangan dimuai terlebih dahulu air harus dipompa dan dibuang di daerah lain yang tidak mengganggu pekerjaan dan dasar lubang dikering kan.Spesifikasi Umum. NI-2. Campuran beton. Pemotongan dan Pemasangan Tulangan. pondasi sumuan dan pendukungnya. Pemborong harus membuat detail „shop drawing‟ dengan skala dan rencana untuk seluruh pekerjaan untuk disetujui Pengawas Lapangan dalam pelaksanaan. Semua baja pada pekerjaan beton ini permukaannya ha rus bersih dari larutan-larutan. bahan-bahan atau material yang dapat memberi ak ibat pengurangan ikatan antara beton dan baja.17. Dalam hal ini harus dimintakan persetujuan tertulis dari Pen gawas Lapangan terlebih dahulu. - . termasuk spesifikasi-spesifikasinya. MUTU BETON Kualitas bahan yang dipersyaratkan. ST-Crushed (kerikil) tergantung dari fungsi dan bentuk beton yang dikehendaki. Pemotongan dan pengikatan sesua i dengan kondisi yang ada pada gambar kerja. selanjut nya berlaku ketentuan dalam PBI 1971. 3. 4. maka jumlah batang-batang harus ditambah sehingga jumlah luas yang di tentukan terpenuhi. PBI 1971. S-Pasir (Sand) yang dimaksud pasir alam yang masuk dalam daerah gradasi 2 atau 3 dari pembagian daerah gradasi 1 sampai 4. tidak dise lesaikan pada saat pengecoran beton berlangsung.7 dan pasa l 8. Agregat beton. Pemborong di wajibkan membuat dan mengajukan daftar dan gambar pemasangan tulangan (buigstaad ) untuk mendapatkan persetujuan Pengawas Lapangan sebelum dilaksanakan. Campuran beton selalu dibuat untuk memenuhi syarat-syarat minimum compressive strength dari beton K-2 50 untuk pondasi mesin.3 sampai dengan pasal 5. PC-Portland Cement. Semua agregat beton mengikuti syarat-syarat PBI 1971. sesuai dengan yang tercant um pada gambar kerja. Penahan-penahan jarak (spacer) berbentuk balok-balok persegi atau gelang -gelang untuk menjaga ketebalan tebal penutup (selimut) beton. dari pabrik Gresik/Cibinong atau lainn ya yang setaraf. BAJA TULANGAN Semua baja tulangan yang didisain sebagai „tulangan praktis‟ dan ti dak termasuk pada gambar. tetapi diperlukan/dibutuhkan untuk melengkapi pekerjaa n ini harus diadakan pelaksanaannya.

- .

Campuran beton untuk lantai kerja me mpunyai perbandingan volume 1 pc : 3 ps : 5 kr. berlaku ketentuan dalam PBI 1971 bab 6 pasal 6. maka gambar tersebut ha rus disertai dengan perhitungan-perhitungan kekuatannya.3 sampai dengan pasal 4. Benda uji Selama pengecoran harus dibuat benda-ben da uji setiap 5 m3 beton dengan minimum satu buah benda uji setiap harinya sesua i pasal 4. Arah pengangkutan harus lancar. bilamana dianggap perlu oleh Pengawas Lapangan. Alat-alat pengangkutan beton harus mendapat persetujuan dari Pengawas Lapanga n. Lantai kerja ini harus kering dan bersih dari segala kotoran sebel um pengecoran beton bertulang dilaksanakan. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN BETON Pembuatan Adukan (campuran) beton Dal am melaksanakan beton dengan campuran yang direncanakan untuk mendapatkan mutu y ang disyaratkan K-250 untuk pondasi mesin.9. Pemeliharaan (Curing) Se lama struktur beton harus dilakukan pemeliharaan (curing) dengan air selama mini mal 14 hari. Di syaratkan menggunakan ready-mix concrete pada pekerjaan pondasi ini. Pengadukan. Pengangkuta n campuran beton Pengangkutan campuran beton dari tempat pengadukan ke tempat pe ngecoran harus dilakukan dengan cara-cara dimana dapat dicegah pengesahan dan ke hilangan bahanbahan. Kayu untuk perancah har us memakai ukuran 6/10. Dalam hal pengadukan beton. Pekerjaan Bekisting dan Perancah Pemborong diwajibkan membuat rencana bekisti ng dan perancah yang sebelum dilaksanakan perlu mendapatkan persetuan Pengawas L apangan. sehingga tidak terjadi perb edaan waktu yang mencolok antara beton yang sudah dicor dan beton yang akan dico r.12 Kualitas baja tulangan harus sesuai dengan yang tercantum pada gambar kerja. sumuran.Spesifikasi Umum. Pemborong diwajibkan mengaju kan perbandingan campuran menurut hasil pemeriksaan di laboratorium. Pembuatan adukan beton harus dilaksanakan dengan mesin pengaduk (beton mollen) dan harus dilengkapi dengan alatalat pengu kur yang dapat mengukur dengan tepat jumlah air pencampur yang dimasukkan ke dal am beton mollen. pemeriksaan mutu beton maupun mutu pelaksanaan beton selama masa pe laksanaan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PBI 1971 ba b 4 pasal 4.2. 5. . pengecoran. Lantai Kerja Lantai kerja semua pekerjaan beton bertulang yang berh ubungan dengan tanah harus mempunyai lantai kerja beton tumbuk dengan ketebalan minimum 5 cm. Administrasi dan Teknis Halaman : . sedangkan papan bekisting digunakan bhan m ultiplex minimal tebal 12 mm. Jenis timbangan atau takaran semen agar agregat serta banyaknya putaran mesin pengaduk harus disetujui terlebih dahulu oleh Pengawas Lapangan. 6/12 dan 5/7.7 PBI 1971 dan diberi tanggal dan nomor urut.

Tenaga ahli tersebut harus mengikuti petunju k-petunjuk yang diberikan oleh Pengawas Lapangan dan tenaga ahli tersebut harus kontinyu berada di lapangan untuk pengawasan. tidak boleh lebih dari 30 detik setiap penanaman untuk tebal lapisan 8 cm dan tidak boleh kena langsun g baik pada baja tulangan maupun cetakan. Penggalia n lubang pondasi harus dikerjakan secara terus menerus sampai mencapai elevasi y ang dipersyaratkan dan harus mendapat persetujuan tertulis yang ditanda tangani oleh Pengawas Lapangan. Administrasi dan Teknis Halaman : . Selama pekerjaan pengecora n beton bertulang harus selalu dibuat benda uji minimal 1 buah setiap 5 m3 beton setiap hari sesuai dengan pasal 4.6.7 PBI 1971 dan diberi tanggal dan nomor urut yang menerus.13 Tenaga Ahli Pengawas Lapangan Pemborong harus mengajukan daftar nama tenaga ahli yang akan ditempatkan di lapangan. jangka waktu tersebut bisa diperpanjang. Jika dari hasil pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Pengecoran harus dilakukan secara teli ti dan harus selalu diperiksa sehingga dapat menghasilkan bentuk permukaan dan k etinggian yang dibutuhkan sesuai dengan gambar kerja. Sela-sela bekisting harus dibersihkan dengan memakai pompa-pompa udara (air co mpressor) atau semburan air. pemasangan. Alat penakar harus dibuat dengan baik. Selama proses pengerasan beton. Penggalian Pemborong harus melakukan pengukuran untuk menetapkan lokasi dan elev asi lubanglubang pondasi sesuai dengan gambar kerja. Supaya dalam beton tidak terjadi rongga kosong/udara masuk selama pengecoran harus digunakan concre te vibrator. hasil pengukuran harus dise tujui oleh Pengawas Lapangan sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya. pembersihan dan campuran beton disetujui secara tertulis dari Pengawas Lapangan . kuat dan harus mendapatkan persetuj uan Pengawas Lapangan terlebih dahulu. Bila digerakkan k ontinyu secara mekanik.1 – 6. Pengecoran dan Pemadatan Pelaksa naan pengecoran baru boleh dilaksanakan setelah pekerjaan bekisting. maka pekerjaan yang bersangkutan harus dibongkar dan merupaka n tanggung jawab Pemborong. maka pekerjaan ini tidak boleh berhenti sampai me ncapai siar-siar pelaksanaan yang ditetapkan sesuai dengan PBI 1971 atau atas pe tunjuk Pengawas Lapangan. Adukan beton te rsebut harus dicorkan sedekat-dekatnya ke tujuan secara kontinyu sampai mencapai syarat-syarat pelaksanaan yang disetujui Pengawas Lapangan. Pengadukan beton tersebut harus sudah ter pakai dalam waktu 1 jam setelah pengadukan dengan air dimulai. Perbandingan adukan harus sesuai dengan hasil perco baan dan persyaratan yang diminta dan angka perbandingan tersebut harus menyatak an takaran dalam satuan isis yang dilaksanakan dalam keadaan kering tanpa digeta rkan. Lubang harus bersih setiap saat. Material lepas dan lumpur harus dibersihkan dari dalam l ubang pondasi. Pelaksanaan pengecoran harus memakai alat penggetar dan sejak pengecoran dimulai.Spesifikasi Umum. maka bidang permukaan beton harus selalu dibahasi dengan air selama satu minggu. Selanjutnya berlaku P BI 1971 bab 6 pasal 6. . Concrete vibrator harus ditanam tegak lurus.

.

2. Sebelum pengecoran dilaksanakan. Semua akibat dari tidak terpenuhinya hal -hal tersebut diatas adalah menjadi tanggung jawab Pemborong. tulangan-tulangan dan lain-lain. .Spesifikasi Umum. tembo kan. Meliputi pengadaan dan pengerjaan semua tenaga kerja. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat. drainase/sistem saluran plumbing.Pembuatan cetakan harus teliti. equipment. Peraturan Semen Portland Indonesia 19 72. Pemborong harus tetap menjamin susunan tanah pada daerah di sekitar pondasi terhadap kepadatannya maupun terhad ap peil semula. Administrasi dan Teknis Halaman : . tidak bocor. Pada pelaksana an pembersihan. peralatan dan bahan untuk semua pekerjaan beton biasa.Pemborong harus membuat shop drawing . beton telanjang berikut pembuatan dan pemasangan cetakan bekisting/mould peny elesaian dan lain-lain pekerjaan pembetonan sesuai dengan gambar-gambar rencana dan persyaratannya.14 Persiapan Pengecoran . semua cetak an beton harus bersih dari segala yang dapat mengurangi mutu dan kekuatan beton. Pekerjaan kayu. 4. Hal ini akan mendapat konfirmasi dari Pengawas Lapangan. Petunjuk-petunjuk da n peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pengawas. PENYELESAIAN Pemborong harus membersihkan kembali daerah yang telah selesai d ikerjakan terhadap segala kotoran-kotoran. Perat uran Beton Bertulang Indonesia 1971. sehingga kedudukannya tidak be rgetar atau bergeser pada waktunya. Pemborong harus menjamin kepadatan beton sehingga tidak terjadi keropos. NI-8. LINGKUP PEKERJAAN 1. sampah-sampah berkas adukan-adukan. Pekerjaan arsitektur. BAB IV PEKERJAAN BETON 4. beton bertulan g. b obokan-bobokan. 2.1. datar dan tegak lurus. Pemborong harus berhati-hati untuk tidak mengganggu setiap peker jaan baja yang tertanam di dalam beton. PERSYARATAN Semua pekerjaan beton harus dilaksanakan sesuai dengan persyara tan-persyaratan : Peraturan-peraturan/standar setempat yang biasa dipakai. Mengadakan koordinasi sebaik-baiknya dengan disiplin lain ya ng menyangkut pekerjaan pembetonan yaitu seperti : Pekerjaan tanah untuk struktu r. 6. yaitu Pemborong ha rus menanggung semua biaya-biaya re-design dan biaya tambahan volume pekerjaan. logam dan lain-lain sebagainya yang ada kaitannya dengan pekerjaan beton. NI-2. Jika diperlukan cetakan harus dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu.

Spesifikasi Umum. Semua agregat. kepadatan.15 American Society for Testing and Material (ASTM). Campuran tambahan untuk beton (con crete admixture). air. MUTUBETON Mutu beton struktur adalah K-225 dan dianjurkan memakai ready mix concrete.7.5. American Concrete Institute (A CI). bukan perbandingan isi. Kecuali ready mix concrete semua pengadukan jenis beton harus dila kukan dengan mesin pengaduk berkapasitas tidak kurang dari 350 liter. Persyaratan di atas adalah standar minimum dan harus disesuaikan dengan gambar-g ambar dan persyaratannya. PENGAWASAN CAMPURAN ADUKAN 1. Untuk menjamin kesamaan mutu beton. beratny a harus ditakar dengan seksama. reservoir dan lain-lai n harus menggunakan adukan dengan campuran 1 PC : 3Ps dan harus dicor segera set elah lapisan water proofing selesai dipasang. cara pengecoran. 1. kecuali bila dilaksanakan dengan standar yang lebih tinggi mengenai keku atan mutu bahan. kont raktor dianjurkan menggunakan readymix concrete dari perusahaan terkenal yang kh usus membuat readymix. Untuk pekerjaa n beton lantai kerja dipakai beton rabat dengan campuran 1pc : 3ps : 5kr. termasuk pengujianpengujian susut ( slump) dan pengujian-pengujian tekanan. Komposisi. Pengujian (testing).3. Pemborong harus tetap mengusahakan mutu/kekuatan beton sesuai de ngan yang disyaratkan dalam Pasal 5. Penggunaan tersebut harus dengan persetujuan Ahli/Pengawas . maka perbaikan harus dilakukan sesuai dengan prosedurprosedur dal am PBI 1971. 4. 4. textured f inishing dan kualitas secara keseluruhan. Pada umumnya penguji an dilakukan sesuai dengan PBI 1971 Bab 4. Administrasi dan Teknis Halaman : . Jika pengujian tekanan gagal. Mutu k arakteristik merupakan syarat mengikat. 2. maka bagian/kelompok adukan tersebut tidak boleh dipakai. terutama untuk pekerjaan struktur dinding beton. Semen yang dipakai harus semen portland dari merk yang disetuj ui dan yang dalam segala hal memenuhi syarat seperti yang dikehendaki oleh "Pera turan Beton Bertulang Indonesia” untuk . Pengadukan. Semua bahan harus ditakar menurut perbandingan berat . dan mutu baja yang dipakai adalah BJTD-39 dan BJTP-24. Proporsi semen yang ditentukan adalah minimal. pengadukan harus rata hingga warna dan kekentalannya sama. S ebagai pedoman. b alok. Setiap kal i membuat adukan. Tak aran Perbandingan Campuran. kolom. 2.4. cara pengerjaan cetakan. Jika beton tidak memenuhi syarat-syarat slump. Semua pekerjaan beton yang tidak sesuai standar akan d itolak. 4. 3. Bilamana dianggap perlu tambahan untuk beton dapat dipergunaka n concrete admixture. BAHAN-BAHAN.3. 4. semen. Lapisan penutup (protective concrete fill) di at as lapisan kedap air seperti pada lantai toilet (screed). lantai dan atap beton.

Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bah an-bahan organik. lumpur dan sebagainya dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1971. termasuk daya tahannya terhadap karat dari tu langan besi beton. bebas dari bahan-bahan yang merusak. semen harus terlindung dari hujan. hingga dapat dijamin kedua bahan tersebut ti dak tercampur untuk mendapatkan adukan beton yang tepat. Agregate. Jenis penulang an. bebas dari bahan-bahan yang merusak atau campuran-campuran yang mempengaruhi daya lekat semen dan dila kukan pengujian air/laboratorium test. kotoran. maka kelompok yang tida k memenuhi . Dalam pengangkutan . bermutu baik tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1971. 1. Tulangan besi beton dan penut up beton tingginya harus tepat. Pada umumnya pengujian untuk tulangan besi beton dilakuk an sesuai dengan PBI 1971 yaitu yang mempunyai kekuatan leleh minimaì 370° kg/cm2. Baja Tulangan. Digunakan koral y ang bersih. zak (kantong) asli dari pabriknya dalam kea daan tertutup rapat dan harus disimpan di gudang yang cukup ventilasinya dan tid ak kena air. Penyim panan. Pasir Beton. BJTP 24 yang sesuai dengan tabeì 3.1. PBI 1971. d.7. c. ditaruh pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lant ai. Pemasangan. Sebelum beton dicor. Bagian 3 dilakukan pengujian butiran. Administrasi dan Teknis Halaman : .Z 475 atau British Standard. Agregat (butiran) dalam segala hal harus memenuhi yang dikehe ndaki (ketentuan-ketentuan) PBI 1971. Tulangan besi beton harus disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan diudara terbuka untuk jangka waktu yang panjang. Penyimpanan/penimbunan pasir dan koral beton haru s dipisahkan satu dengan yang lain. Agregat harus ker as.1938. Bahan tambahan disetujui secara khusus dengan persetujuan Ahli/Pengawas. karat. dan tiap pengiriman baru harus dipisahkan dan ditandai dengan maksud agar pemaka ian semen dilakukan menurut urutan pengirimannya.16 beton kelas I . lepas. 4. Pengujian (testing). b. dengan penahan-penahan jarak beton (tahu beton) yang telah disetujui Ahli/Pengawas. 3. kulit giling atau bahan-bahan lain yang merusak. nomor : 12-1965. a. A i r. Koral Beton/Split.Spesifikasi Umum. Bahan Tambahan. standar Jepang kel as SR 24 atau British Standard Nomor 785 . Batang tulangan besi beton terdiri dari BJTD-39 dan BJTP-24. J ika besi beton tersebut tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Uraian dan Syarat-syarat yang tercantum dalam pengujian. Grade yang dipergunakan adalah ST-37 dengan kategori. tulangan besi beton harus bebas dari minyak. 2. umpamanya ya ng bentuk atau kwalitasnya bertentangan dan mempengaruhi kekuatan atau kekalnya konstruksi beton pada setiap umur. bersifat kekal dan bersih. Air untuk adukan dan perawatan beton harus bersih. cat. bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan-ketentuan PBI 1971. Semua tulangan ha rus dipasang dengan posisi yang tepat sehingga tidak dapat berubah atau begeser pada waktu adukan ditumbuk-tumbuk atau dipadatkan. Kantong semen tersebut tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melampau1 2 m.

.

b. fibre glass atau bahan lain yang tidak reaktif terhadap beton. Cetakan harus dibuat dan disangga sed emikian rupa hingga dapat menahan getaran yang merusak atau lengkung akibat teka nan adukan beton yang cair atau sudah padat. garis ketinggian dan dimensi dari beton sebagaimana diperlihatkan dalam gambar arsitektur. Administrasi dan Teknis Halaman : . 3. Alat untuk Membersihkan.Spesifikasi Umum. Untuk beton exposed dipakai plywood. Kawat pengikat besi beton/rangka dibuat dari baja lunak dan tid ak disepuh seng. Minyak pelumas. 5. e. Tiang acuan satu dengan yang lain haru s diikat dengan palang papan/balok secara silang. tanpa berubah bentuk. Pa da pencetakan untuk kolom atau dinding harus diadakan perlengkapanperlengkapan u ntuk menyingkirkan kotoran-kotoran.5 cm. Acuan harus rapat tidak bocor. Semua ukuran cetakan harus tepat sesuai dengan gambar arsitektur dan sama disemua tempat untuk bentuk dan ukuran tiang yang dikehendaki sama. Kolom dan balok-balok beton = 2. pelapis cetakan dari merk yang telah diset ujui dapat dipergunakan. U k u r a n. Konstruksi. tidak boleh digunakan untuk ini. a. Cetakan harus dibuat sedemikian rup a hingga mempermudah penumbukanpenumbukan untuk memadatkan pengecoran tanpa meru sak konstruksi. potonganpotongan kawat pengi kat dan lain-lain. Untuk mempermudah pembongkaran cetak an dan menyingkirkan penutup-penutup. serbuk gergaji.17 syarat-syarat itu tidak boleh dipakai dan pemborong harus menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. Tiang-tiang tidak boleh disambung lebih dari satu. dengan diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0.40 mm. Kaw at pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1971). B a h a n. Cetakan harus dibuat dari papan-papan yang bermutu ba ik atau plywood : Untuk beton tidak diexposed dipakai kayu terentang tebal minim um 2. adalah sebagai berikut : 1. Bekisting harus cukup untuk menahan getaran vibrator atau kejutan-kejutan lain yang diter ima. Bekisting harus dipakai kayu klas II yang cukup keri ng dan sesuai dengan finishing yang diminta menurut bentuk. . d. tanah dan sebagainya sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. Slab/plat beton diatas tanah = 2. bebas dari ko toran-kotoran seperti tahi gergaji. f. potongan-potongan kayu. permukaannya licin.5 cm. e. Ukuran minimal selimut beton sesuai dengan p enggunaannya (tidak termasuk plesteran). Selimut Beton. Pelapis Cetakan. 2.0 cm. Kawat Pengikat. Tiang-tiang acuan harus diatas papan atau baja untuk memudahkan pemindaha n perletakan. Tebalnya tergantung dari kwalitas dan jarak rangk a penguat cetakan tersebut. Pondasi ata u pekerjaan lainnya yang berhubungan langsung dengan tanah = 3 cm. Cetakan (bekisting). Tiang-tiang dar i dolken ukuran 8/10 cm atau kaso 5/7 cm. c. baik yang sudah maupun yang belum dipak ai.

5.3 dan +0. 2. Fibre glass atau bahan la in yang tidak reaktif terhadap beton sedangkan untuk beton biasa bisa dipakai ce takan dari papan klas II tebaì 2. toleransi ini tidak boleh bertambah-tambah (kumulatif). kolom. 3. a. Segala cacat pada permukaan b eton yang telah dicor. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. Adukan tidak boleh dijatuhkan dari ketingg ian lebih dari 2 m.18 4. e. ketinggian. d. Tolerans i-toleransi memenuhi ketentuan ayat 8. Pembersihan Cetakan dan Alat-alat. pile cap (poer). Ukuran keseluruhan u ntuk kusen-kusen pintu dan jendela. 4.Spesifikasi Umum. 6. balok. Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja. bahan dan peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Unt uk beton exposed harus dihindari adanya cacat permukaan. . Cetakan (bekisting) untuk beton telanjang (bila ada) dari plywood dengan tebal minimum 1 2 mm. Pengecoran. jendela. c. harus dibasahi d engan air sebelum dicor. pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak. PBI. 4. semu a kotoran dan benda-benda lepas harus dibuang dari cetakan. LINGKUP DAN MACAM PEKERJAAN 1. sehingga dapat dihindarkan adany a pemisahan dari bagian-bagian bahan. Sebelum beton dicor. Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atau persetujuan Direksi/Pengaw as.4. Pekerjaan meliputi pekerj aan struktur. Jika tidak ada pemberitahuan yang semestinya. Syarat-syarat Cetakan untuk Beton. sloof. pemer iksaan ukuran-ukuran. Pengecoran harus dilakukan dengan 2. harus diplester dengan campuran perekat sedemikian rupa s ehingga sesuai warna tekstur dan bentuknya dengan permukaan yang berdekatan.5 cm).7. maka Pemborong dapat diperint ahkan untuk menyingkirkan beton yang dicor atas biaya sendiri. b.5 cm. Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaa n persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh. Pemborong harus memberi tahu Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Administrasi dan Teknis Halaman : .4. Permukaan cetakan da n pasangan-pasangan dinding yang akan berhubungan dengan beton. Pengangkutan Aduk an Adukan beton harus diangkut sedemikian rupa. bermutu baik yang telah disetujui oleh Pengawas. dan tangga beton. Pemberitahuan Tentang Pelaksan aan Pengecoran. Semua sudut terbuka yang runcing dari kolom atau balok harus dibulatkan (dihaluskan 1. Ukuran-ukuran masing-ma sing bagian harus seksama dalam -0.5 . pelat. Toleransi .3 cm lebar 20 cm. beton pelat lantai basement. Posisi masing-masing bagian konstruksi harus tepat dalam batas toleransi 1 cm. pondasi tiang pancang. harus diambil dari pekerjaan untuk menjamin ketepatan antara pekerjaan konstruksi beton dan ukuran pintu. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian-bagi an utama dari pekerjaan.6. atau persiapan penge coran tidak disetujui oleh Pemberi Tugas/Pengawas.

Administrasi dan Teknis Halaman : . b.Spesifikasi Umum. Bila terjadi ke rusakan. Perubahan Konstruksi Beton. seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Semua cetakan yang sudah diisi adukan beton harus dibas ahi terus menerus sampai cetakan itu dibongkar. Konstruksi bet on yang tidak sesuai dengan bentuk atau profil yang direncanakan atau posisinya tidak seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Meskipun hasil pengujian kubus-kubus beton memua skan. Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai satu kekuatan khusus yang cukup untuk memikul 2 kali beban sendiri. 10. Campuran dan Pengambilan Contoh (sampling). tapi deng an adanya persetujuan itu tidak berarti Pemborong lepas dari tanggung jawab. Pembongkaran Cetakan . Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atau keamanan konstruksi beton se luruhnya terletak pada Kontraktor dan perhatian pemborong mengenai pembongkaran cetakan ditujukan ke PBI 1971 dalam pasal yang bersangkutan. sampai beton itu mengeras dengan baik dan untuk mencegah pengeringan terlalu cepat. Adukan harus dipadatkan dengan baik dengan memakai alat penggetar (vibrator) yang berfrekwensi dalam adukan paling sedikit 3000 getaran dalaím 1 menit. Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lainnya. Untuk men capai mutu beton K-250 sesuai dengan PBI 1971. lebih dari 24 detik. Konstruksi beton yang tidak tegak l urus. 11.19 sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup pada t dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti kropos dan sarang-sa rang koral/split yang dapat memperlemah konstruksi. 7. beton har us terus menerus dibasahi selama 14 hari berturut-turut. harus diambil tindakan-tinda kan sebagai berikut : a. Beton harus dilindungi dari k emungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. Pemborong harus mem beri tahu Pemberi Tugas/Konsultasi Perancang bilamana ia bermaksud akal membongk ar cetakan pada bagian-bagian konstruksi yang utama minta persetujuan. Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilanjutkan tanpa berhenti dan tidak boleh terputus tanpa perse tujuan Pengawas. 9. Pemadatan beton. maka cetakan tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut tetap berl angsung. Pengecora n ke dalam cetakan harus selesai sebelum adukan mulai mengental. Dalam cetakan yang vertikal. Untuk melindungi beton yang b aru dicor dari cahaya matahari angin dan hujan. tapi tidak boleh menyentuhnya sehingga dihasilkan suatu permukaan beton yang baik. Apabila pengecoran beton aka n dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh pengawas. 8. vibrator har us dekat dengan cetakan. a. Setelah pengecoran. Perawatan. yang dalam kead aan normal biasanya dalam waktu 30 menit. Pemberi Tugas/Pengawas mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton y ang cacat seperti berikut : Konstruksi beton yang sangat keropos. atau rata seperti yang direncanakan. Penggetar harus dimulai pada waktu adukan ditaruh dan dilanjutkan dengan adukan berikutnya. Penggetaran tidak boleh dilakukan langsung menembus tulangan keba gian-bagian adukan yang sudah mengeras. Tidak boleh menggetarkan suatu bagian adukan. pada bagian konstruksi akan bekerja beban-beban yang lebih tinggi daripada beba n rencana. Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. Pemborong harus melakukan percoba an-percobaan membuat design mix campuran-campuran . Bilamana akibat pembongkaran cetakan.

2. Jenis dan Mutu Bahan a. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. ayat 1 s/d 5. PBI 1971. Beton balok praktis 6. Beton balok pengikat (ringbalk) Mutu beton K 225 c. Analisá kekuatan berdasarkan pada rumus-rumus sta tistik sebagaimana tertera dalam PBI 1971. 5.6.Spesifikasi Umum. Beton balok portal c. Beton balok pengikat (ringbalk) d. dan dibuat paling sedikit dalam 3 proses pengadukan yang tidak bersamaan waktunya.1. b ahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. bahan bahan yang dipergunakan adalah bahan-bahan yang nantinya akan dipergunakan sebag ai bahan beton struktur. Jenis dan Mutu Bahan Beton kolom portal Mutu beton K 225 langan utama) Mutu baja U 24 (tulangan sengkang) BAB VI PEKERJAAN BETON BALOK DAN SLOOF 6.20 sedemikian rupa sehingga untuk kubus beton berukuran 15 x 15 x 15 cm. Pengetesan kubus percobaan tersebut hanya boleh dilakukan dilembaga-lembaga Penelitian Bahan Bangunan Resmi yang di setujui oleh Konsultan Pengawas.2. Kubus percobaan harus dibuat minimal 1 buah dalam 5 m3 beton. Beton balok praktis Mutu beton K 175 Balok praktis yang diperlukan harus dilaksanakan oleh Kontraktor mes kipun tidak tercantum dalam gambar rencana Mutu baja U 39 (tu . harus mempunyai kekuatan hancur karakteristik minimal 250 kg/cm2. pada umur 28 hari. yaitu beton kolom po rtal. BAB V PEKERJAAN BETON KOLOM 5. Beton balok portal Mutu beton K 225 b. Biaya pengetesa n termasuk dalam penawaran Pemborong atau tanggung jawab Kontraktor. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Reference pasaì 4. yang terdiri dari : a. Setiap hari pengecoran harus diambil c ontoh uji (sampling) paling sedikit tiga buah kubus percobaan yang waktu pengamb ilannya sepenuhnya ditentukan oleh Pengawas. Beton Sloof b. b ahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. b. pasaì 46.1. Administrasi dan Teknis Halaman : .

b ahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Beton pela t lantai Mutu beton K 225 Mutu tulangan BTJTD 40 untuk diameter 16 mm dan BJTP 2 4 untuk yang lebih kecil BAB VIII PEKERJAAN WATERPROOFING 8. oli . maka bagian atas ditutup dengan screeding campuran 1:3 dan kawat kasa setebal 3 cm dengan memperhatikan kemiringan untuk drainage air hujan. e. pelat beton ini digu nakan baik untuk lantai maupun sebagai pelat beton untuk atap termasuk beton yan g memerlukan kedap air seperti KM dan WC 7. jika tidak ditentukan lain harus pula menutupi kaki-kaki bidang-bidang tegak sa mpai ketinggian permukaan air (minimal 30 cm).21 BAB VII PEKERJAAN BETON PELAT LANTAI DAN PELAT ATAP 7. d. merk Isobone. bercak-bercak cat. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Pertemuan bidang horizontal dan v ertikal harus dipasang polyster mesh. Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan a.1. selanjutnya Kontraktor melapor Pengawas Lapangan untuk mendapat persetujuan.1. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kemiringan screeding beton sekurang-kurangnya 2%. beton ruang basah dipergunakan wat erproofing jenis bithuthene sheet 3000 dengan ketebalan 3 mm.Spesifikasi Umum. b. Fosr ock.2.2. lemak dan lain-lain. atau setara. Persiapan permukaan yang dilapis water proofing lantai beton harus bebas dari kotoran yang melekat seperti bitumen. Pekerjaan waterproofing harus mendapat s ertifikat pemeliharaan cuma-cuma selama 10 (sepuluh) tahun. Penyedi aan bahan Waterproofing pada plat beton atap. 8. Setelah lapisan waterproofing dipasang dengan benar. Disekeliling pipa-pipa pembuang harus dibo bok untuk kemudian diisi dengan semen non shrink. Lapisan dasar primer untuk merataka n permukaan lantai beton dan membuat kemiringan dengan screeding beton campuran 1 : 2 ditambahkan 0. BAB IX PEKERJAAN RANGKA DAN PENUTUP ATAP . Lingkup Pekerjaan Yang termasuk pekerjaan waterproofing adalah : a. Jenis dan Mutu Bahan a. c. Seluruh lapisan waterproofing.5 kg/m2 dengan semen slurry bonding agent lain yang setara.

LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini adalah pemasangan dan perakitan rangka a tap dengan baja ringan yang meliputi perhitungan struktur. American Welding Society (AWS) : AWS D1.22 9.Spesifikasi Umum. kegagalan pelapis. Desain sistem rangka atap yang terdiri dari rangka. AS 4600 – Cold Formed Code for Structural Steel. Administrasi dan Teknis Halaman : . b. Spesifikasi Teknis da n desain oleh pabrikan yang ditunjuk. Dan . Part 1 : Dead and Live Loads and Load Combinations Par t 2 : Wind Loads AS 1538 – Cold Formed Structures Code AS 1554 – Structural Steel We lding Code AS 4100 – Steel Structures Code AS 1397 – Steel Sheet and Strip – Hot Dippe d Zinc Coated and Aluminium / Zinc Coated AS 3566 – Self Drilling Screws for The B uilding and Construction Industries AS 1650 – Hot Dipped Galvanized Coatings on Fe rrous Articles. Desain. Australian Standard : AS 1163 – Structural Steel Hollow Secti ons AS 1170 – Loading Code. a. Sistem r angka atap harus didesain untuk mengakomodasi pengiriman dan penanganan. sam bungan. untuk m emudahkan dan mempercepat perakitan. Desain sistem rangka untuk rangka atap dan balok ata p harus mampu menahan beban mati rencana tanpa lendutan yang lebih besar dari 1/ 300 bentangan untuk lendutan vertikal.1 – Structural Welding Code Steel. PROSEDUR UMUM 1. Desain sistem rangka atap harus dibuat se demikian rupa agar dapat mengakomodasi gerakan bagian rangka tanpa kerusakan ata u tekanan berlebih. ketegangan yang tak semestinya pada alat pengencang dan angkur.1. atau akibat lainnya yang merusak ket ika mengalami perubahan temperatur sekitar yang maksimal sekitar 200 C. ikatan angin harus dilaksanakan oleh perusahaan/Aplikator terdaftar dan direkomendasi pabrik penghasil yang berpengalaman dalam perancangan sistem rangk a baja ringan. STANDAR / RUJUKAN 1. berikut pengadaan aplikator yang direkomen dasi oleh pabrik penghasil : Sistem rangka atap Reng dan Kasau Ikatan angin aksesori pelengkap lainnya untuk melengkapi pemasangan. 2. 3. fabrikasi dan pemasangan rangka harus dilakukan sedemikia n rupa agar rangka baja ringan mampu menerima beban rencana yang telah ditentuka n oleh Konsultan Perencana. Japanese Indus trial Standard (JIS): JIS G 3302 – Hot Dipped Zinc Coated Steel Sheets and Coils. Desain. kegagalan sambungan.

Bahan baja y ang dipakai untuk kuda – kuda adalah baja high tensile strength hot dipped galvani zed steel G550 sebagai berikut : Batang utama (chord) memakai hot – dipped Galvani zed Steel 95 x 33 Z 08 dan atau Z 10. . 2.23 2. P enyimpanan dan Penanganan. dengan ketebalan 7. sera hkan laporan pengujian dari agensi pengujian yang terdaftar yang membuktikan kes esuaiannya dengan persyaratan – persyaratan. sekur overhang. Pengiriman. Lembaran metal lapis seng / galvanized harus me menuhi ketentuan SNI 070132-1987 dengan tebal lapisan seng minimal 220 g/m2 sesu ai JIS G 33021994. dan kerusakan lainnya selama pengiriman. list plang dan balok tembok) adalah baja high tensile strength hot dipped galvanized steel G550 sebagai berikut : Reng memakai hot – dipped Galvanized Steel 45 x 27 B 50 Murplat / top plate memakai hot – dipped Galvanized Steel 75 x 40 W 10 Alat sam bung utama untuk kuda – kuda baja ringan adalah sekrup khusus yaitu self drilling screw STEELFIX berdasarkan ketentuan “Screws – Self b. dan dengan catatan pengalaman proyek yang berhasil. Lemba ran metal lapis campuran seng dan alumunium harus memenuhi ketentuan AS 1397.Spesifikasi Umum. Data analisa struktur yang tertutup dan ditanda tangani enjinir profesional yang dipilih yang bertanggung jawab untu k mempersiapkannya. Sertifikat tukang las yang ditanda ta ngani Kontraktor yang menyatakan bahwa tukang las memenuhi persyaratan – persyarat an yang ditetapkan dalam butir Jaminan Mutu. tegangan leleh.5 BMT seperti Zincalume buatan Bl ue Scope Steel Indonesia atau yang setara. Rangka baja ringan harus disimpan di ruang yang memiliki ventilasi cukup untu k mencegah kondensasi dan dilindungi dengan penutup tahan air. Sarana atau yang setara yang disetujui. 4. Kontraktor harus menyerahkan data – data berikut : Data produk untuk s etiap tipe rangka baja ringan dan aksesori. tegangan tarik. seperti Lokfom. Lembaran Metal. c. Pekerjakan fabrikator dan pemasang yang telah berpengalaman dengan bahan. Sebagai pengganti sertifikat pabrik. penyimpanan dan penangana n. Jaminan Mutu. deformasi. Penyerahan. Spesifikasi Material sbb : a. Profil rangka yang akan digunakan harus sesuai dengan standar profil rangka yang dibuat oleh pabrik pembuatan sistem rangka baja ringan. de ngan mutu baja 5500 kg/cm2. c. Standar pengela san harus memenuhi ketentuan AWS D1. Profil Rangka.1 atau AS 1554 edisi terakhir. Rangka baja ringan harus dilindungi terhadap kerusaka n.BAHAN 1. Web memakai hot – dipped Galvanized Steel 65 x 26 C 08 Bahan baja selain kuda – kuda (reng. elongasi tota l dan ketebalan lapisan pelapis metal. ikatan angin. Sertifikat pabrik yang ditanda tangani oleh pabrik pembuat r angka baja ringan yang menyatakan bahwa produk mereka memenuhi persyaratan. Administrasi dan Teknis Halaman : . 3. BAHAN . term asuk ketebalan baja tanpa lapisan. desain rangka baja ringan y ang sejenis.

sel f threading steel drill yang memiliki lapisan anti karat. bukan dengan api. tanpa kegagalan. Kawat las harus memenu hi ketentuan AWS A5. tegak lurus empat sisi. termasuk : 4. bahan yang dipakai untuk rangka atap baja ringan dap at diperiksa di Laboratorium Penelitian Bahan Bangunan. Jika dipandang perlu. Cat untuk perbaikan lapisan seng harus memenuhi ketentuan SSPC-paint20 atau DOD-P-21035. mur berbahan baja karbon. sesuai dengan garis yang telah ditentukan. sebuah beban yang besarnya 5 kali lipat beban rencana. Fabrikasi. sebuah beban yang besarnya 10 kali lipat beba n rencana. d. difabrikasi dari bahan anti karat. antara lain. Semuanya harus berlapis seng dengan proses celup panas. Drilling – for The Building and Construction Industries” (Australian Standard 3566). dengan k emampuan menumpu. manufaktur / fabrika tor sistem rangka baja ringan yang dapat memenuhi. Klip dan Alat Pengecang Baja profil dan klip harus dilapisi seng dengan proses celup panas Baut angkur pasang di tempat dan tiang harus dari baut kepala segi enam dan tiang berbahan baja karbon. Potong bagian ran gka dengan gergaji atau gunting besar. Alat pengencang mekanikal harus berupa sekrup tipe self drilling. Maksimalkan fabrikasi di pabrik pembuat d an penyusunan / perakitan bagian sistem rangka baja ringan. f. tetapi tidak ter batas pada yang tersebut berikut : Pryda Indonesia Pty. Angkur. Pelapi san (coating) anti karat menggunakan hot – dipped Galvanized coating 2 Z 22 (220 g /m ). Dengan produk Steel fast PT Blue Scope Lysaght Indonesia dengan produk Smartruss PT Jaindo Metal Ind ustries dengan produk Uni-Frame Aksesori Rangka. dan dengan sambungan yang aman dan kuat dan seperti diur aikan berikut : Fabrikasi rangka rakitan dalam cetakan / pola. Manufaktur / Fabrikator.24 d. Aksesori rangka baja ringan har us dibuat dari bahan dan penyelesaian yang sama dengan yang digunakan untuk bagi an – bagian rangka baja ringan dan sesuai dengan persyaratan engineer dari pabrik pembuat rangka baja ringan. . Sesuai dengan ketentuan – ketentuan. yang memiliki kemampuan menumpu.Spesifikasi Umum.1-E70xx atau AS 1554. PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Ltd. Angkur tipe po wder actuated harus merupakan sistem alat pengencang yang sesuai untuk aplikasi yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja. e. a. dan cincin pelat. Administrasi dan Teknis Halaman : . Semua kuda – kuda harus ditambatkan ke struktur pendukung untuk menahan beban ver tikal dan horisontal dengan Baja Ringan Multigrip (MGN) dengan bahan Galvabond G 2 – Z275 dengan Yield Strength 250 Mpa dan Design Tensile Strength 150 MPa. Angkur ekspansi h arus difabrikasi dari bahan tahan karat. 3. Fabrikasi rangka baj a ringan dan aksesori agar vertikal. 5. 1. Bahan – bahan lainnya 1. tanpa kegagalan.

.

Pasang rangka baja ringan dan aksesori agar vert ikal. penutup atau bahan penyel esaian lainnya. Administrasi dan Teknis Halaman : . 3 mm dalam 300 cmm (1 : 1000). Persiapkan dan perbaiki lapisan seng yang rusak pada rangka baja ringan yang telah difabrikasi dan dipasang dengan cat perbaika n lapisan seng yang sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat. dan den gan sambungan yang kencang. Umum. Pemasangan Panel Dinding Prefab. Pasang rangka baja ringan dalam bat as variasi toleransi maksimal yang diijinkan dari vertikal. D o not bridge building expansion and control joints with cold-formed metal framin g. aksesori dan alat pengencang yang sesuai dengan persy aratan engineer pabrik pembuat. Perbaikan Perlindungan.Spesifikasi Umum. Independently frame both sides of joints. Lengkapi dengan ikatan angin sementara yang dibiarkan pada te mpatnya sampai rangka baja ringan menjadi stabil secara permanen. dan garis y ang telah ditentukan. balok di atas bidang bukaan dinding. 3. Lengkapi dengan ikatan angin.25 Kencangkan bagian rangka baja ringan dengan baut. b. Tidak diijinkan melakukan pengencangan denga n kawat. Bagian rangka baja individu al harus ditempatkan maksimal 3 mm dari lokasi rencana. pengirima n dan tekanan pada saat pemasangan. Beri penulangan. pengaku. a. b. tegak lurus empat sisi. Bila ada penggunaan panel di nding prefab. Harus memenuhi persyaratan fabrikasi seperti disebutkan di atas. rivet atau sekrup sesuai rekom endasi enjinir dari pabrik pembuat. . Pasang bagian rangka dalam satu bagian panjang utuh bila memungkinkan. pengaku dan ikatan angin untuk menahan penanganan. Sambungan muai harus dibuat terpisah dari rangka baja ringan dengan cara sesuai persyaratan. sesuai dengan garis yang telah ditentukan. Kesalahan kumulatif tida k boleh dari persyaratan pengencangan minimal pelapis. Pemasangan. panel dinding tersebut harus diangkur dan ditumpu dengan kuat dan aman. elevasi. Fabrikasi setiap rakitan rangka metal den gan toleransi kesikuan maksimal 3 mm. siku – siku penulangan. c. 2.

Spesifikasi Umum. Pelaksanaa n pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan banguna n yang berdekatan dari kerusakan.00 Bangunan diambil dari Lantai Dasar Gedung Rawat Darurat. II PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATU BATA DAN BATA RINGAN KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan dinding yang terbuat dari ba tu bata dan bata ringan disusun ½ bata. d. sloof. PERMUKAAN ATAS LANTAI (PEIL) c.26 C. Semua penghalang di dalam batas tanah yang menghalangi ja lannya pekerjaan seperti adanya pepohonan. meliputi penyediaan bahan. b. PEKERJAAN ARSITEKTUR BAB 1.1. 2. dan lain-lain harus mengambil patokan dari peil 0. Peil 0. I PEMBERSIHAN/PEMBONGKARAN DAN PENGUKURAN PEMBERSIHAN HALAMAN a. Semua ukuran ketinggian galian. kusen.2. BAB 2. BAHAN a.2. pondasi.1.00 tersebut. Administrasi dan Teknis Halaman : . Bahan-bahan bekas bongkaran tidak diperkenanka n untuk dipergunakan kembali dan harus diangkut keluar dari halaman proyek. 1. batu-batuan atau puing-puing bekas ba ngunan harus dibongkar dan dibersihkan serta dipindahkan dari lokasi bangunan ke cuali barang-barang yang ditentukan harus dilindungi agar tetap utuh. lan git-langit. tenaga dan pera latan untuk pekerjaan ini. Batu bata (bata merah) .

Bekas adukan yang sudah mulai meng eras tidak boleh digunakan kembali. pasir dan air dipakai untuk pemasangan dinding batu bata. kolom praktis. bebas dari koto ran. 1941 Kontraktor harus menunjuk kan contoh terlebih dahulu kepada Pengawas Lapangan. ringbalk) adalah 1 pc : 2 pasir : 3 kerikil. tanpa cacat atau mengandung kotoran. PELAKSANAAN Dinding harus dipasang (uitzet dengan peralatan yang memadai) dan di dirikan menurut masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan s eperti yang ditunjukkan dalam gambar. Bata Ringan Batu bata ringan yang dipakai ad alah produksi setara Hebel atau Jaya Celcon ukuran tebal 10 cm. Kolom praktis dan ringbalk Ukuran rangk a penguat dinding bata (non struktural) : kolom praktis 12 x 12 cm dan 10 x 10 u ntuk dinding bata ringan. Komposisi adukan sesuai dengan yang disyaratkan oleh Fabrikan. e.3. Bahanbahan yang ditolak harus segera diangkut keluar dari tempat pekerjaan.5 x 22 cm yang diba kar dengan baik. Beton Bertulang Beton bertulang dibuat untuk rangka penguat dinding bata. Cipta Mortar atau setara. bebas dari tanah/lumpur dan zat-zat organik lainny a. Komposisi adukan adalah 1 pc : 5 pasir untuk dinding biasa. Pasir beton harus bersih.Spesifikasi Umum. kolom praktis dan ringbalk. Kontraktor harus menunjukkan contoh terlebih dahulu kepada Pengawas Lapangan. Bahanbah an yang ditolak harus segera diangkut keluar dari tempat pekerjaan. ringbalk dan balok latai 12 x 12 cm dan 10 x 10 untuk dinding bata ringan Kolom praktis dan ringbalk diplester sekaligus dengan dindin g bata sehingga mencapai tebal 15 cm dan 10 cm untuk dinding bata ringan. Tiga Roda atau produk daerah setempat yang mempunyai kualitas st andar konstruksi).8 buah per m2. Meskipun ukuran bata yang bisa diperoleh di suatu daerah mungkin tidak sama dengan ukuran tersebut diatas. Bekist ing terbuat dari kayu terentang/kayu hutan lainnya dengan tebal minimum 2 cm yan g rata dan berkualitas papan baik. 1 Pc : 3 pasir untuk tasram Semen PC yang dipakai adalah produk dalam negeri yang terbaik (Nus antara. c.V. . Administrasi dan Teknis Halaman : . b. d. Mortar/Plest er Adukan terdiri dari bahan Dry-Mix dan air dipakai untuk pemasangan dinding ba tu bata ringan.27 Batu bata merah (dari tanah liat) yang dipakai adalah produksi dalam negeri eks daerah setempat dari kualitas yang baik dengan ukuran 5 x 10. Adukan harus dibuat dalam alat tempat mencampur. warna merah merata. bukan langsung diatas tanah.2 cm. diatas permu kaan yang keras. bersudut runci ng dan rata. Baja tulangan menurut ketentuan PBI 1971. Adukan Adukan terdiri dari semen. B ahan Dry-Mix yang dipakai adalah produk LEMKRA. keras dan tidak mudah patah. Kua litas bata harus sesuai dengan pasal 81 dari A. Kerikil/split dari pecahan batu keras dengan ukuran 1 . Pengawas Lapangan berhak me nolak bata dan menyuruh bongkar pasangan bata yang tidak memenuhi syarat. 2. a. Komposisi bahan beton rangka penguat dinding (slo of. Gresik. Semen PC yang di pakai adalah produk dalam negeri yang terbaik (satu merek untuk seluruh pekerjaa n). 8. P engawas Lapangan berhak menolak bata ringan yang tidak memenuhi syarat. har us diusahakan supaya ukuran bata yang akan dipakai tidak terlalu menyimpang. yaitu : sloo f.

Pekerjaan plesteran mencakup pembuatan d an pemasangan plesteran pada dinding-dinding tembok bata dan bidang-bidang beton .1. Lebih dari 1 (satu) meter tingginya setiap hari di satu bagian pemasangan 4. yaitu : . Bekisting baru boleh dibongkar setelah beton mengalami proses pengerasan. man di/buang air dan kebutuhan lain para pekerja. Pasangan Bata Rin gan Bata ringan yang akan dipasang harus direndam dalam air terlebih dahulu samp ai jenuh. Pemasangan harus dijaga kerapihannya. Sela-sela disekitar kusen-kusen harus diisi dengan aduk BAB 3. S etiap luas pasangan dinding bata ringan mencapai 12 m2 harus dipasang beton prakt is (kolom. Air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum. Pasangan dinding bata Bata yang akan dipas ang harus direndam dalam air terlebih dahulu sampai jenuh. Semua permukaan ples teran dicat dengan cat tembok. Pemasangan bata ringan diatas kusen harus dibuat balok latei 10/10. Tidak diperkenankan m emasang batu bata : 1. Celah-celah papan harus rapat se hingga tidak ada air adukan yang keluar. meliputi penyediaan bahan. tenaga kerja dan peralatannya. Setiap luas pasanga n dinding bata mencapai 12 m2 harus dipasang beton praktis (kolom. bahan penyelesaian atau penutup permukaan di nding/tembok bata dan adalah plesteran.2. Permukaan beton harus dibuat kasar. b. Yang ukurannya kurang dari setengah nya 3. III PEKERJAAN PLESTERAN DAN DRY MORTAR KETERANGAN Kecuali disebutkan lain. Sela-sela disekitar kusenkusen harus diisi dengan aduk. Kayu penolong har us cukup kuat dan benar-benar dipasang tegak lurus. Tidak diperkenankan memasang batu bata ringan: 1. 2. dan ring balk) Bata dipasang tegak lurus dan berada pada garis-garis yang seharusnya dengan be ntang benang yang sipat datar. Dinding yang menempel pada k olom beton harus diberi angker besi setiap jarak 40 cm.28 Pemasangan bekisting harus rapi dan cukup kuat. Pada waktu hujan di tempat yang tidak terlindung atap 5. Yang ukurannya kuran g dari setengahnya 2. Administrasi dan Teknis Halaman : . BAHAN Komposisi bahan adukan sesuai dengan persyaratan. baik dalam arah vertikal maupun horizont al. Kayu penolong harus cukup kuat dan benar-benar di pasang tegak lurus. kecuali disebutkan lain.Spesifikasi Umum. 3. Pemasangan harus dijaga kerapihannya. Kualitas air yang disediakan untuk keperluan tersebut harus cukup terjamin. baik dalam arah vertikal maupun horizontal . c. Pada waktu hujan di tempat yang tidak terlindung atap 3. Pemasangan bata diat as kusen harus dibuat balok lantai 12/12 atau dilengkapi dengan pasangan rollaag . Dinding yang menempel pada kolom beton harus diberi angker b esi setiap jarak 40 cm. Permukaan beton harus di buat kasar. dan ring balk) Bata ringan dipasang tegak lurus dan berada pada garis -garis yang seharusnya dengan bentang benang yang sipat datar.

Ketebalan plesteran adalah rata-rata 15 mm – 25 mm Plesteran harus diakhiri dengan acian halus dari adukan air semen (Pc) Untuk be ton bertemu dengan dinding. d. permukaan dinding bata harus dibersihkan dan dibasahi dengan air. Administrasi dan Teknis Halaman : . b.5 cm dan maksimum 2 cm.29 a. Selama proses pengeringan. Teb arkan adukan tersebut pada media dinding yang sudah diplester 5. khususnya apabila permukaan dinding rata dengan permukaan beton. Sambungan dari plesteran-plesteran harus mulus dan lurus. Aduk hingga rata dengan menggunakan mixer 4. siarnya dikorek sedalam 1 cm. BAB IV . Rapikan / halus kan dengan gosokan (roskam) c. Plesteran diselesaikan dengan papan p lesteran dan kayu perata atau sekop baja. Tebal p lesteran minimum 1. halus. Plesteran dinding bata Sebelum diplester. Plesteran untuk penutup dinding ba ta ringan menggunakan Dry-Mortar : 3 kg/m2. Ketebalan dapat diat ur sesuai dengan grade : kasar.Spesifikasi Umum. c. PELAKSANAAN a. Produk setara : LEMKRA – Plester Mu tiara. Plesteran Beton Seluruh permukaan beton yang tam pak harus menghasilkan permukaan yang halus dan rata. Dalam mendiri kan dinding yang tidak berada dibawah atap. Semua pasangan dinding bata harus diplester dan diaci kecuali pasangan dinding b ata yang tertanam didalam tanah atau dibawah lantai dasar cukup diplester dengan campuran 1 : 3 tanpa acian. 1 : 2 dan sudut dinding 1 pc : 5 pasir untuk dinding bata bagian dalam gedung Semen PC yang dipakai adalah produk lokal yang terbaik (satu merek untuk seluruh pekerjaan). Masukk an serbuk Dry-Mortar secara bertahap kedalam ember perbandingan campuran (1 kg P lester Mutiara : 250 cc air) 3. selama waktu hujan harus diberi perl indungan dengan menutup bagian atas dari tembok dengan bahan pelindung yang cuku p sesuai.3. plesteran harus disiram dengan air selama 7 (tujuh) hari terus menerus. Permukaan beton yang akan diplester harus disi apkan dulu dengan pekerjaan pendahuluan dengan urutan sebagai berikut : Permukaa n dibuat kasar dengan betel/pahat beton Dibasahi dengan air Disapu air semen (Pc ) atau bonding egent Mortar untuk plesteran adalah campuran 1 Pc : 2 Ps yang dia duk secara benar-benar homogen. atau Cipta Mortar 3. plesteran harus dilapisi kawat wiremesh minimal 30 c m sepanjang pertemuan. maka permukaan te rsebut harus diplester hingga menghasilkan permukaan seperti yang dimaksud di da lam gambar rancangan pelaksanaan. Bila pelaksanaan pekerjaan beton tidak dapat menghasilkan permukaan yang halus dan rata. dinding trasram atau daerah basah dan dind ing luar yang tidak tertutup atap. Sudut-sudut dibuat serapi-rapinya dan menyiku. Tuangkan air kedalam ember yang bersih 2. b. 1 pc : 3 pasir untuk permukaan beton. ketebalan 2 mm. dengan d. sedang. Plesteran Dry Mortar 1.

PEKERJAAN KUSEN. PINTU DAN JENDELA ALUMUNIUM .

30 4. Spesifikasi Teknis Dimensi : 3” x 1 ¾”2 Tebal profil alumunium : 1. 2.000 pci Shear strength : 17.2. Rods.000 pci Anodiz ing ketebalan lapisan di seluruh permukaan alumunium adalah 18 mikron dengan war na yang akan ditentukan kemudian. kekuatan atau ket ahanan dari material dan harus tetap memenuhi kriteria perencanaan. 4.20 mm Ultimate str ngth : 28. pembuatan dan pemasangan kus en pintu dan jendela. memenuhi faktor keamanan t idak kurang dari 1.000 pci Yield strength : 22. 4. British Standard (BS) BS 5368 (Part 1) – Air In flitration BS 5368 (Part 2) – Water Inflitration BS 5368 (Part 3) – Structural Perfo rmance American Society for Testing and Materials (ASTM). 3. c.Spesifikasi Umum. AAMA – 101 – Spesifikasi untuk Jendela dan Pintu Alumunium J apanese Industrial Standard (JIS) JIS H – 4100 – Spesifikasi Komposisi Alumunium Ext rusi JIS H – 8602 – Spesifikasi Pelapisan Anodise untuk Alumunium b. STANDAR / RUJUKAN a. Kriteria Perencanaan 1. e. Standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 07-0603-1989 – Produk Al umunium Ekstrusi untuk Arsitektur. f.5 x maksimum tekanan angin yang disyaratkan. ASTM B221M-91 – Specific ation for Alumunium-Alloy Extruded Bars. DESKRIPSI SISTEM a. Wire Shapes and Tubes. sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini. daun pintu dan daun jendela serta pekerjaan lainnya yang m enggunakan bahan profil alumunium. Faktor Pengaman Kecuali disebutkan l ain. d.3.1. Administrasi dan Teknis Halaman : . LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan ini meliputi pengadaan. bagian – bagian alumunium termasuk ketahanan kaca. Modifikasi Da pat dimungkinkan tanpa merubah profil atau merubah penampilan. Pergeraka n Karena Temperatur . ASTM E-283 – Metode Pengujian Kebocoran Udara untuk Jendela dan Curtain Wall ASTM E-330 – Meto de Pengujian Struktural untuk Jendela dan Curtain Wall ASTM E-331 – Metode Penguji an Kebocoran Air untuk Jendela dan Curtain Wall American Architectural Manufactu res Association (AAMA).

1. Biaya pengadaa n contoh bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor. 2. . 3. 2. b.06 m3/hari pada setiap m‟ unit panjang penampang bidang bukaan pada tekanan 75 Pa . kaca pecah. Contoh bahan produ k alumunium harus diuji di laboratorium yang ditunjuk Konsultan MK atau harus di lengkapi dengan data-data pengujian. Sambungan kedap air harus mampu menampung pergerakan i ni. dengan jumlah air minimum 3. Kebocoran Udara ASTM E – 283 – Kebocoran udara tidak melebihi 2 . Beban Hidup : Pada bagian – bagian yang menerima hidup terutama pada waktu perawatan. sealant yang tidak merekat dan hal – hal lain. Data-data ini harus meliputi pengujian untu k : Ketebalan lapisan. Contoh Bahan dan Data Teknis 1. Kebocoran Air ASTM E – 331 – Tidak terlihat kebocoran air masuk ke dalam interi or bangunan sampai tekanan 137 Pa dalam jangka waktu 15 menit. pemasangan rangka dan bingkai. Ketahanan terhadap udara min imal 15m3/jam. pelapisan. Kontrakto r bertanggung jawab atas setiap perbedaan dimensi dan akhir penyetelan semua pek erjaan lain yang diperlukan untuk menyempurnakan pekerjaan yang tercakup dalam S pesifikasi Teknis ini. warna dan penyelesaian. 6. 2 Ketahanan terhadap air dan angin minimal 100kg/m untuk masingmasing tipe. 5. Gambar Detail Pelaksanaan. Persyaratan Struktur Defleksi : AAMA = Defleksi yang diijinkan maksimum L / 175 atau 2 cm. 4. Contoh profil dan penyelesaian permukaan yang harus meliputi tipe alumunium eks trusi. Keseragaman warna.4 L/m2/minimal. Berat. sehingga sesuai dengan ketentuan Gambar Kerja.4. 4.31 Akibat pemuaian dari material yang berhubungan tidak boleh menimbulkan suara mau pun terjadi patahan atau sambungan yang terbuka. Gambar detail pelaksanaan yang harus meliputi deta il-detail. pengencangan dan sistem pengukuran sel uruh pekerjaan. Ketahanan terhadap tekanan air minimal 15kg/m2. Semua dimensi harus diuku r dilokasi pekerjaan dan di tunjukkan dalam Gambar Detail Pelaksanaan.Spesifikasi Umum. 3. Administrasi dan Teknis Halaman : . Karat. harus diserahkan kepada Konsultan MK u ntuk disetujui sebelum pengadaan bahan kelokasi pekerjaan. seperti : meja (stool) dan cladding diharuskan disediakan penguat dan angkur dengan kemampuan menahan beban terpusat sebesar 62 kg tanpa t erjadi kerusakan. PROSEDUR UMUM a. harus disiapkan oleh Kontraktor dan diserahkan kepada Pengawas L apangan untuk disetujui sebelum pelaksanaan pekerjaan.

Spesifikasi Umum. 1. lekukan dan cacat . f. Pengiriman dan Penyimpanan 1. Tebal profil minimal 1. pengoperasian dan kondisi semua pintu. 3. 2. Alumunium untuk kusen pintu/jendela dan untuk daun pintu/jendela adalah dari jenis alumunium alloy yang memenuhi ketentuan SNI 070603-1989 dan ATSM B221 M. dan lain – lain Bahan : Stainless Steel (S US) Joint Sealer c. semua kusen pintu dan jendel a harus dilengkapi dengan arsitrave dan perlengkapan standar dari pabrik pembuat an. 9K-20219 Bahan : EPDM Sifat Material : Tahan terhadap perubaha n cuaca Sealant Dinding (Tembok) Bahan : Single komponen Type : Silicone Sealant Screw Nomor Produk : K-6612A. Garansi Kontraktor harus memberikan kepada Pemilik Proyek. dengan ukuran 3” x 1 ¾”2 dan bentuk sesuai Gambar Kerja. CP-4008. garansi tertulis yang meliputi kesempurnaan pemasangan. Semua bagian harus dijaga tetap ber sih dan bebas dari ceceran adukan. Segera seteklah didatangkan.2 mm. setara merek YKK type YS-1C. 4. 2. dalam bentuk profil jadi yang dikerjakan di pabrik. Alumunium 1. d. d engan lapisan clear anodized minimal 18 mikron yang diberi lapisan warna akhir p olish snolok di pabrik dalam warna sesuai Skema warna yang ditentukan kemudian. 4.32 c. Bahan penutup sekrup agar tidak terlihat Gasket Nomor P roduk : 9K-20216. cat dan lainnya. 2. plesteran. d. bebas dari bentuk puntiran. Dimensi profil dapat berubah tergantung jenis profi l yang nanti disetujui. Alat pengencang harus terdiri dari sekrup baja anti karat ISIA seri 300 dengan pemasangan kepala tertanam untuyk mencegah reaak si elektronik antara alat pengencang dsan komponen yang dikencangkan. pekerjaan alumunium dan kelengkapan harus ditumpu k dengan baik ditempat yang bersih dan kering dan dilindungi terhadap kerusakan dan gesekan. Pekerjaan alumunium dan kelengkapan harus diada kan sesuai ketentuan Gambar Kerja.5. sebelum dan setelah pemasangan. Angkur harus dari baja anti karat AISI seri 300 dengan tebal minimal 2mm. e. BAHAN . . b. Alat Pengencang dan Aksesori.BAHAN a. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kecuali ditentukan lain. Penahan ud ara dari bahan vinyl. jendel a dan lainnya seperti ditunjukkan dalam spesifikasi ini untuk periode selama 1 t ahun setelah pekerjaan yang rusak dengan biaya Kontraktor.

PELAKSANAAN PEKERJAAN a. Bila di pasang langsung ke d inding atau beton. sehingga mencegah kebocoran udara . serta bersih dari goresan-goresan sert a cacat-cacat yang mempengaruhi permukaan. neoprene dan lainnya. 12. Kont raktor bertanggung jawab atas kualitas konstruksi komponen-komponen.33 Sambungan antara profile horisontal dengan vertikal diberi sealer yang berserat guna menutup celah sambungan profile tersebut. 16. Semua komponen harus difabrikasi dan dirakit sec ara tepat sesuai bentuk dan ukuran aktual dilokasi serta dipasang pada lokasi ya ng telah ditentukan. Semua pekerjaan pembuatan dan pemasangan kusen. Semua ko mponen harus sesuai dengan pola yang ditentukan. Pemasangan 1. Berbagai perlengkapan bukan alumunium yang akan dipasang pada bagian alum unium harus terdiri dari bahan yang tidak menimbulkan reaksi elektronik. pintu dan jendela Aluminium harus dilakukan oleh pabrik penghasil dari bahan yang dipergunakan dengan memperoleh persetujuan pen gawas lapangan. Semua bagian alumunium yang berhubungan dengan elemen baja harus dilapisi dengan cat khusus yang direkomendasikan pabrik pembuat. Semua detail pertemuan daun pintu dan jendela harus runcing (adu manis) halus dan rata. swambungan-sambungan tersebut ha rus ditempatkan dan dibuat sedemikian rupa sehingga sambungan-sambungan tersebut dappat meneruskan beban dan menahan tekanan yang harus diterimanya. 14. Semua sambungan harus rata pemotongan dan pengeboran yang dikerjakan sebelum pelaksanaan anokdisasi. boleh d ibawa kelapangan/ halaman pekerjaan jikalau pekerjaan konstruksi benar-benar men capai tahap pemasangan kusen. kusen atau bingkai harus dilengkapi dengan angkur pada jarak setiap 500 mm.6. untuk mencegah kerusakan komposisi alumuni um. Pekerjaan febrikasi atau pemasangan tidak boleh dilaksanakan sebelum Gambar Detail Pelaksanaan yang diserahkan Kontraktor disetujui Pengawas Lapangan. 6. Administrasi dan Teknis Halaman : . Semua bahan kusen. Pemasangan sambungan harus tepat tanpa celah sedikitpun. Bila suatu sambungan tidak digambarkan dalam Gambar Kerja. Semua pengencangan harus tidak terlihat. 4. 13. 10. seperti baja anti karat. 15. 11. 2. kecuali ditentukan lain. 9K-20212 Bahan : Butyl Rubber 4. Detail Pertemuan Kusen Pintu dan Jendela harus lurus dan rata serta bersih dari goresan-goresan serta cacat yang mempengaruhi permukaan. Fabrikasi 1. Setiap sambungan ata u pertemuan dengan dinding atau benda yang berlainan sifatnya harus diberi “sealan t”. 8. Nomor Produk : 9K-20284. daun pintu dan jendela aluminium. Pemasangan harus sesuai dengan gambar rancangan pela ksanaan dan brosur serta persyaratan teknis yang benar. Bagian pertama yang terpasang harus disetujui Pengawas Lapangan sebagai acuan dan contoh untuk pemasangan berikutnya. . 9. 7. air dan suara. b. 2. 5. 3. Semua bagian alumunium yang berhubungan dengan semen atau aduk an harus dilindungi dengan cat transparan atau lembaran plastik.Spesifikasi Umum. nilon. pintu dan jendela.

alumunium telah terpasang maka kosen tersebut harus tetap terlindungi oleh Lacquer Film atau plastic tape agar kosen tetap terjamin kebersihannya.Spesifikasi Umum. 19. Kaca berwarna harus merupakan le mbaran kaca polos yang diberi warna dengan menambahkan sedikit logam pewarna pad a bahan baku kaca. seper ti tipe Indoflot buatan Asahimas atau yang setara.2.2. tanpa cacat dan dari kualita s yang baik yang memenuhi ketentuan SNI 15-0047 – 1987 dan SNI 15-0130 – 1987. Ketika pelaksanaan pekerjaan plesteran. 5.1 Kaca Polos. da un pintu dan jendela.2 5. Penyekrupan harus tidak terlihat dari luar dengan skrup kepala tanam galvanized sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air. Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja sedang warna kaca harus s esuai ketentuan dalam Skema Warna. Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.2. jendela bovenlicht. tanpa cacat dan dari kual itas yang baik yang memenuhi ketentuan SII. 5. Administrasi dan Teknis Halaman : . Untu k pemasangan fire doors tersebut dilengkapi : Door Closer Hinge (engsel) Handle and back plate Kunci cylinder.3 5. dengan tekn ik pemasangan yang sesuai prosedur pabrik dan gambar rancangan pelaksanaan. Da un pintu yang digunakan pada tangga darurat adalah menggunakan daun pintu tahan api (fire doors) minimal 120 menit produk BOSTINCO atau yang setara. Contoh kaca yang akan dipakai harus di perlihatkan kepada Pengawas paling lambat 2 (dua) minggu sebelum dipasang.2.1. pengecatan dinding dan b ila kosen. seperti buatan Asahimas atau yang se tara. Kaca Berwarna. Kaca polos harus merupakan lembaran kaca bening jenis cl ear float glass yang datar dan ketebalannya merata. 18. BAB V PEKERJAAN KACA 5.4 . Kaca es harus merupakan kaca jenis f igured glass polos yang datar dan ketebalannya merata. Cermin.2.34 17. Handle Anti Panic 20. BAHAN 5. KETERANGAN Pekerjaan kaca meliputi pengisian bidang-bidang kusen (kaca mati). seperti tipe Panasap buatan Asahimas atau yang setara. Semua al umunium yang akan dikerjakan maupun selama pengerjaan harus tetap dilindungi den gan “Lacquer Film”. Ukuran dan ketebalan kaca ses uai petunjuk dalam Gambar Kerja. Kaca Es.

Daun pintu dan daun jendela harus di amankan atau dalam keadaan terkunci atau tertutup sampai pekerjaan pemolesan dan pemasangan kaca selesai.2.5 mm. 5. Sela untuk Gasket harus ditambahkan sesuai dengan jenis gasket yang digunakan.1. PELAKSANAAN 5. Merek-merek tersebut baru boleh dilepas setelah mendapatkan persetujuan dari Pengawas Lapangan. Dimensi Neoprene/Gasket yang dibutuhkan dis esuaikan dengan ketebalan kaca dan jenis profil alumunium yang digunakan.3. 5.1 5. 5.3.1 Umum.Spesifikasi Umum.3. bingkai partisi dan bagian-bagian lain yang akan diberikan kaca harus diperik sa bahwa mereka dapat bergerak dengan baik. Kedalaman celah minimal 16 mm.3.5 Neoprene/Gaske t. Administrasi dan Teknis Halaman : .2 Pemasangan Kaca. 5.3.35 Cermin harus merupakan jenis clear mirror dengan ketebalan merata.1. 5.3.3. atau menurut petunjuk dari Pengawas Lapangan. daun pintu. Sela bagian tepi antara kaca dan rangka nominal 6mm. Neoprene/Gasket atau bahan sintetis lainnya yang setara untuk perlengkapan pe masangan kaca pada rangka alumunium. Pemasangan ha rus dilakukan oleh tukang-tukang yang ahli dalam bidang pekerjaannya. tanpa cacat d an dari kualitas baik seperti Miralux dari adari Asahimas atau yang setara.2 Ukuran-ukuran kaca dan cermin yang tertera dalam Gambar Kerja adalah ukuran yang mendekati sesungguhnya.3 Semua bahan harus dipasang dengan rekomendasi dari pabrik.2. daun jendel a. bila dikeh endaki lain. 5.1.1 Sela dan Toleransi Pemotongan. ketebalan kaca dan kualitas kaca.3. 5. . Sebelum kaca-kaca dipasang. Ukur an dan ketebalan cermin sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Toleransi pemotongan maksimal untuk seluruh kaca adalah + 3 mm a tau -1. Sela dan toleransi pemotongan sesuai ketentuan berikut : Sela bagian muka antara kaca dan rangka n ominal 3mm. Setiap kaca harus tetap ditempeli merek pabrik yang menyatakan tipe kaca.2.2 Persiapan Permukaan. Ukuran kaca yang sebenarnya dan besarnya toleransi haru s diukur ditempat oleh Kontraktor berdasarkan ukuran di tempat kaca atau cermin tersebut akan dipasang.

Administrasi dan Teknis Halaman : . meliputi p engadaan bahan. Sebelum pelaksanaan. 5. Cermin harus dipasang lengkap dengan sekrup-sekrup kaca yang memiliki dop pe nutup stainless steel. Pada waktu penyerahan pekerjaan. 5.3.3 Neoprene/Gasket dan Seal. Semua kaca yang retak. kotora n-kotoran dalam bentuk apapun.2.2. Pekerjaan alat penggantung dan pengunci ini mencakup semua kegiatan pe masangan kunci dan alat-alat penggantung pada daun pintu dan jendela. 5. tidak ada lagi merek perusahaan. lembab dan lapis an bahan kimia yang berasal dari pabrik. Penempatan sekrup-sekrup harus sedemikian rupa sehingga c ermin terpasang rata dan kokoh pada tempatnya seperti ditunjukkan dalam Gambar K erja.3.3.4 Pemasangan Cerm in. semu a kaca harus sudah dalam keadaan bersih. Segala hal yang diakib atkan karena hal di atas menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pengiriman dan Penyimpanan Alat penggant ung dan pengunci harus dikirimkan ke lokasi proyek dalam kemasan asli dari pabri k pembuatannya. VI PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI KETERANGAN Semua daun pintu dan jendela dipasangi alat penggantung dan kunci yan g sesuai.2. PROSED UR UMUM a.2. c.Spesifikasi Umum. BAB 6. Ketidaksesuaian.36 Permukaan semua celah harus bersih dan kering dan dikerjakan sesuai petunjuk pab rik. Semua alat harus d isimpan dalam tempat yang kering dan terlindung dari kerusakan.5 Penggantian dan Pembersihan. permukaan kaca harus bebas dari debu. tiap alat harus dibungkus rapi dan masing-masing dikemas dalam k otak yang masih utuh lengkap dengan nama pabrik dan mereknya. 6. sebelum dibawa kelokasi proyek. Konsultan MK berhak menolak bahan maupun pekerjaan yang tidak memenuhi persyara tan dan Kontraktor harus menggantinya dengan yang sesuai.1. Contoh Contoh bahan beserta data teknis/brosur bahan alat penggantung dan pengunci yang akan dipakai harus diserahkan kepada Konsultan MKuntuk disetu jui. kusen dengan dinding y ang berfungsi sebagai seal pada ruang yang dikondisikan. tenaga dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini. Neoprene/Gasket dipasa ng pada bilang antar kusen dengan daun pintu dan jendela. b. pecah atau kurang baik har us diganti oleh Kontraktor tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek. BAHAN . Setiap pemasangan kaca pada daun pintu dan jen dela harus dilengkapi dengan Neoprene/Gasket yang sesuai.

Spesifikasi Umum. kayu atau alumunium). semua alat penggantung dan pengunci yang didatangkan harus sesuai dengan tipe-tipe tersebut dibawah. 7. Engsel.37 a. engsel untuk pintu alumunium tipe ayun dengan bukaan satu arah. 8. Grendel Tanam/Flush bolt. Rangka Bagian Dalam. Kunci untuk semua pintu luar dan dalam harus sama atau setara dengan m erek Wilka. 4. Semua bahan harus anti karat unt uk semua tempat yang memiliki nilai kelembapan lebih dari 70%. Administrasi dan Teknis Halaman : . lubang silinder. Penahan pintu untuk mencegah benturan daun pintu dengan dinding sepert i tipe Wilka Art 728.Kecuali ditentukan adanya penggunaan eng sel kupu-kupu. sepert i tipe 2302 buatan Wilka atau setara. 1. har us dari tipe kupu-kupu berukuran 102mm x 76mm x 2mm dengan ball bearings. . seperti tipe 2301 buatan Wilka atau setara.Kecuali dite ntukan lain. Semua kunci harus terdiri dari : . . dengan 3 (tiga) buah anak kunci. 3. engsel untuk semua jendela harus dari tipe friction stay 20”. 2. 6. atau setara. Penahan Pintu (Do or Stop). Kecuali ditentuka n lain. type Rioby 456/240 atau 6800/1150/300. yang dilengkapi dengan li dah siang (latch bolt). face plate. Umum Semua bahan/alat yang tertulis dibawah ini harus seluruhnya baru. Hak Angin. .Ketentuan Bahan dan finishing eng sel adalah dari bahan Nikel Stainless steel dengan finish stainless steel hair l ine. lu bang untuk pegangan pintu dan dilengkapi strike plate. . . buatan pabrik yang dikenal dan disetujui. Alat Penggantung dan Pengunci. . lidah malam (dead bolt). Kend. Hak angin untuk jendela yang menggunakan engsel tipe kupu-kup u seperti dari tipe Gracia 401 Wilka atau setara.Engsel tipe kupu-kupu untuk jendela harus berukuran 76mm x 64mm x 2mm. .Kunci tipe silinder dengan du a kali putar yang terbuat dari bahan kuningan atau Nikel stainless steel.Handle/pegangan bentuk gagang atau kenop diatas pla t yang terbuat dari bahan Nikel stainless steel dan finishing stainless steel ha ir line. 5. dari ukuran yang sesuai dengan ukuran dan berat j endela. Pull Handle b. Pengunci Jendela. kualitas baik. umum. CISA atau setara (type akan detentukan kemudian) dengan sistem Master Key. Pengunci jendela untuk jendela dengan engsel atau tipe friction stay seperti tipe Gracia 119 Wilka atau yang setara.Badan kunci tipe tanam (mortice lock) yang terbuat dari bahan baja la pis seng stainless steel hair line dengan jenis dan ukuran yang disesuaikan deng an jenis bahan daun pintu (besi. Semua pintu ganda harus dilengkapi dengan grendel tanam atas bawah yang sesuai atau setara dengan produ k Wilka atau setara. seper ti Wilka atau IHS atau setara.

dan setiap jendela harus dilengkapi dengan sebuah pengunci. 6. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pada pintu yang terdiri d ari dua daun pintu. Untuk pemasangan engsel ke kusen Alumunium harus diberi closer dari kayu tebal min 3 cm x panjang kusen yang kuat dan dari kayu bermutu baik (Kamper atau Jati ) yang dipasang di balik atau di dalam kusen Alumunium. Semua pintu dipasangkan ke kusen dengan menggunakan 3 (tiga) buah engsel . Semua pintu memakai kunci tanam lengkap dengan pegangan (handle). Engsel bagian atas u ntuk pintu kaca menggunakan pin yang bersatu dengan bingkai bawah pemegang pintu kaca. Gasket Ketentuan pemasangan gasket pada pintu adalah sebagai berikut : Airtight . salah satunya harus dipasang slot tanam sebagaimana mestinya . Lubang untuk pemasangan kunci dan engsel harus dibuat persis dan tidak bo leh longgar. silinder. c. Semua pintu memakai kunc i pintu lengkap dengan badan kunci. Perlengkapan lain 1. Setiap daun jendela dip asangkan ke kusen dengan menggunakan 2 (dua) buah engsel type friction stay dan harus dilengkapi dengan 1 (satu) buah alat pengunci/window lock yang memiliki pe gangan. Daun jendela tidak berengsel dipasangkan ke kusen de ngan menggunakan friction stay yang merangkap sebagai hak angin. PELAKSANAAN PEKERJAAN a. handle/pelat.PEMKO S2/S3 Fireproof . pelat penutup muka dan pelat kunci. .PEMKO S88 b. 9. Pemasangan semua alat penggantung dan pengunci ha rus sesuai dengan persyaratan serta sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatny a. kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja. kecuali bila ditentukan lain. Semua alat kunci harus dipasang dengan sekrup secara lengkap Pemasa ngan Pintu. dengan cara pemasangan sesuai petunjuk dari pabrik pem buatnya dalam Gambar Kerja. Daun jend ela dengan engsel tipe kupu-kupu dipasangkan ke kusen dengan menggunakan engsel dan dilengkapi hak angin. Penempatan engsel harus sesuai d engan arah buakaan jendela yang diinginkan seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerj a.3. Warna/Lapisan. untuk menjamin kekuatan serta kesempurnaan fungsinya. Semua alat penggantung dan pengunci harus berwarna stainless steel hair line. d.Spesifikasi Umum. dengan cara pem asangan sesuai petunjuk dari pabrik pembuatnya. Pemasangan Jendela. Semua peralatan tersebut harus terpasang dengan kokoh dan rapih pada tempatny a.38 Pegangan pintu yang memakai floor hing atau semi frame less menggunakan handle b uka setara produk Wilka type Art TG 9335 SS atau setara. Kunci pintu dipasang pada ketinggalan 1000mm dari lantai. Door closer : eks Dorma atau GEZE 2. Pemasangan engsel atas berjarak maksimal 120mm dari tepi atas daun pintu dan engsel bawah berjarak maksimal 250mm dari tepi bawah daun pintu. sedang engsel tengah dipasan g diantar kedua engsel tersebut. Umum.

7.39 Smokeproof . b. Contoh itu harus memperlihatkan kualitas pengelasan dan penghalusan untuk standar dalam pekerjaan ini. Bila memakai pengikat-pengikat lain seperti clip keling dan lai nlain yang tampak harus sama dalam finish dan warna dengan bahan yang diikatnya. Contoh bahan-bahan yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada P engawas untuk disetujui. Semua pengerjaan harus diselesaikan bebas dari puntiran. f asilitas penyandang cacat menggunakan pipa stainles steel 2” produk Bakeri atau ya ng setara. BAHAN a. PELAKSANAAN a. tekukan dan hubun gan terbuka.PEMKO S2/S3 3. Standar / Rujukan: o American Society for Testing and Materials (ASTM) o Ame rican Welding Society (AWS) o American Institute of Steel Construction (AISC) o American National Standard Institute (ANSI) o Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-1729-2002 – Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung 7.PEMKO 320 AN Weatherproof . b. Administrasi dan Teknis Halaman : . D ust Strike Tipe Dust Strike yang digunakan adalah : Type lantai/threshold . harus memakai las listri k. Railing tangga entrance.2. tena ga kerja dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini. . Tenaga kerja yang melakukan hal ini harus benar-benar ahli dan berpengalaman.Modrtz 7053 Semua perlengkapan yang akan dip akai harus diberikan contohnya terlebih dahulu kepada Konsultan MKuntuk disetuju i bersama dengan Konsultan Perencana.Glyn n Johnson DP2 Untuk lantai marmer . seperti yang tercantum dalam gambar dan RKS. Railing : fasilitas penyandang cacat (Ramp) dan tangga darur at. Mutu pipa yang digunakan adalah mild steel yang memenuhi persyaratan ASTM A-36 Bahan-bahan pelengkap harus dari jenis yang sama dengan barang yang dipasangkan dan yang paling cocok untuk maksud yang bersangkutan. VII PEKERJAAN BESI / BAJA KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup semua pembuatan dan pemasangan pipa besi dan b aja. meliputi pengadaan bahan. Semua kelengkapan yang perlu demi kesempurnaan pemasangan harus diada kan.PEMKO S88 Soundproof . kecuali ditunjukkan lain. Pekerjaan ini mencak up antara lain : a. Pengerjaan di bengkel ataupun di lapangan harus mendapat persetujua n Pengawas. Semua pengelasan. BAB 7.3.Spesifikasi Umum. Pipa railing untuk tangga darurat menggunakan pipa BSP 2” di cat duco. Semua bagian yang dilas harus diratakan dan difinish sehingga sama dengan permu kaan sekitarnya. c. c. walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar atau RKS ini. Pengerjaan harus yang sebaik-bai knya. d.1.

tebal minimal 9 mm produksi Jaya Board atau seta ra. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya termasuk perlengkapannya. VIII PEKERJAAN LANGIT-LANGIT DAN DINDING PARTISI KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup pembuatan dan pemasangan langit-langit dengan berbagai bahan penutup langit-langit sesuai dengan gambar dan RKS. Semua railling tangga utama harus terbungkus crome/stainles steel kecuali disebutkan lain. produk Jaya Board.Spesifikasi Umum. kuat. Bahan terpasang harus dalam keadaan utuh. 8. g. Papan gipsum harus dari tipe standar yang memenuhi ketentuan AS 2588. Rangka plafond menggunakan sistem metal furing dan cross tee main tee terbuat dari bahan galvalume tebal 0.55 mm sesuai gambar rancangan pel aksanaan produk Janindo atau setara. Administrasi dan Teknis Halaman : . Rangka penggantung dipasang berjarak maksimum 120 cm sedangkan un tuk rangka pembagi berjarak maksimum 60 cm atau sesuai prosedur pabrik dan gamba r rancangan pelaksanaan Pemasangan paku atau sekrup harus diberi jarak 10 mm (mi nimal) dan maksimal 16 mm dari pinggir bahan penutup. b. f. Untuk mendapatkan hasil permukaan yang benar -benar rata pada setiap sambungan harus dilapisi dengan base bond dan paper tape dari produk yang sama dengan papan penutup langit-langit dengan lubang dan gari s tengah pelaksanaan sesuai brosur petunjuk. Bahan yang dipakai pada pekerjaan ini adalah gyp-board dan gyp-tile den gan ukuran sesuai pada gambar perencanaan. 8. Knauf atau Elephan t. produk Jabaseme n atau Harflex. Pemasangan (penyambungan dan pemasangan accesorise) harus dilakukan oleh t ukang yang ahli dan berpengalaman. BAHAN a.3. Sambungan pada pemasangan penutu p langit-langit antara satu dengan lainnya adalah serapat mungkin tanpa jarak ya ng pemasangannya dilakukan zig zag. meliputi peny ediaan alat. kecuali ditentukan lain.40 e. PELAKSANAAN a. Jarak antara paku sekrup p ada bagian tepi gypsum berjarak 20 cm sedangkan pada bagian tengah penutup langi t-langit jarak antara paku sekrup adalah 30 cm. Bahan yang digunakan untuk list plafond adalah terbuat dari gypsum ukuran 50 x 50 mm atau sesuai pada gambar rancangan p elaksanaan. BS 1230 atau ASTM C 36. Lubang-lubang untuk baut harus dibor dan dip unch. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini.1. GRC 6 mm untuk plafon teritisan atap bagian luar. Semua untuk pekerjaan ini harus me ngacu pada gambar rencana. List langit-langit dipasang pada setiap permukaan anta ra dinding dan plafond dengan cara pemasangan menggunakan paku atau sekrup sedem ikian rupa sehingga pangkal paku atau sekrup dapat masuk ke dalam bahan penutup . d. permukaan rata d an tanpa cacat lainnya.2. BAB 8. Pemasangan penutup langit-langit harus ditimbang rata air agar mendapatkan p ermukaan yang benar rata. Untuk pekerjaan plafond dengan meng gunakan gypsum datar tanpa nat. c.

d. g. . f. c. Lubang bekas b.langit-langit. e.

c. Bahan-bahan Umum Semua bahan ya ng akan digunakan untuk pekerjaan partisi harus berasal dari produk yang dikenal seperti disebutkan dalam Spesifikasi ini dan sesuai dengan persetujuan Pengawas Lapangan. Pengiriman dan Penyimpanan Semua bahan yang didatangkan harus disimpan ditempat yang terlindung sehingga terhindar dari kerusakan. Langit-langit tanpa penutup/exposed beton di ruangruang yang tidak tertutup harus dirapikan. Pertemuan langit – langit dengan dinding tidak bercelah. Pemasangan GRC Langit – langit GRC ( teritisan) dipaku pada rangka plafond dengan hati – hati. b.41 paku atau sekrup harus ditutup dengan plamir/compound dari bahan gypsum sampai t ak terlihat bekas lubang. Rangka Metal. cara pengencangan dan penyelesaian. Prosedur Umum Co ntoh Bahan dan Data Teknis. . Pekerja an ini mencakup pembuatan dan pemasangan langit-langit dengan berbagai bahan pen utup langit-langit sesuai dengan gambar dan RKS. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini. tata letak. pengada an bahan. baik sebelum dan selama pemasangan. DINDING PARTISI a. Sebelum pengadaan bahan. 8. untuk disetujui Pengaw as Lapangan. detail-etail pertemuan. h. dat teknis dari pabrik pembuat untuk menjamin bahwa bahan yang didatangkan tersebut sesuai dengan yang telah disetujui. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kontraktor wajib me mbuat dan menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan kepada Pengawas Lapangan untuk d iperiksa dan disetujui. Gambar Detail Pelaksanaan. Permukaan seluruh bidang langit – langit GRC harus datar air / waterpass tanpa nat. tenaga kerja dan alat kerja serta pemasangan partisi dan perlengkapann ya. dan deta il penyelesaian lainnya. Sebelum pelaksanaan. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup pngangkutan. Langit – langit GRC dicat tembok dengan warna yang ditetapkan oleh Konsultan Perencana. Bahan yang didatangkan harus dilengkapi dengan l abel. i. Kontrktor harus menyerahkan contoh dan data teknis/brosur bahan yang akan digunakan.Spesifikasi Umum. Gambar Detail Pelaksanaan harus memperlihatkan dimensi.4. menggunakan paku baut et ernit yang cukup jumlahnya. Letak paku – paku tersebut harus diatur dan beraturan jaraknya. meliputi penyediaan alat. sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.

Pemasangan paku skrup harus diberi jarak minimal 1 0 cm dari tepi Gypsum untuk setiap sambungan. 7. Papan Gipsum. Sebelum pemasangan panel Gypsum. pekerjaan-pekerjaan yang lain yang tertanam didalamnya harus sudah selesai dikerjakan dan diuji sehingga tidak menimbulkan adanya pembongkaran dan pemasangan papan Gypsum kembali. Sambungan antar panel Gypsum harus ditutup dengan pita perekat dan ditutup d engan compound serta dihaluskan/diratakan hingga membentuk permukaan yang rata. Belokan/lekukan pad a dinding harus dipasang lipatan sudut yang sesuai pada bidang sisi papan Gypsum sehingga didapat hasil belokan/lekukan yang benarbenar lurus dan siku. Jaindo atau yang setara. d. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemasangan Gypsum pada rangka dilaksanakan dengan menggunakan pak u skrup stainless steel setiap jarak 20 cm untuk bagian tepi Gypsum dan 30 cm un tuk pemasangan bagian tengah lembar Gypsum yang dipasang secara tegak lurus bida ng muka Gypsum dan rangkanya. Panel partisi harus dipasang dengan cara sedemikian rupa untuk m engurangi jumlah sambungan sebanyak mungkin. Pelaksana pemasangan harus dapat m enunjukkan sertifikat/surat rekomendasi pemasangan dari produsen Gypsum yang dip akai. 6. Pemasangan. Dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk suatu rangkaian yang koko h dan kuat dengan sambungan pada posisi yang tepat serta kelurusan permukaan ben arbenar lurus. 4. 12. atau Krauf sesuai dengan rekomendasi produsen Gypsum yang dipakai. Apabila diperlukan maka untuk produk Gypsum yang digunakan setidaknya prod usen produk yang bersangkutan harus dapat memberikan supervisi terhadap pelaksan aan pemasangan produknya. 3. Bahan yang dipakai untuk dinding partisi adalah panel Gyps um tebal 10 mm jenis standar. Papan gip sum untuk panel partisi harus dari tipe standar yang memiliki ketebalan minimal sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja dan memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis 092 50. 11. . 2. Jenis papan Gypsum yang digunakan mempunyai bagian tepi melandai.55-0. 9. 8. Setiap pertemuan sudut partisi harus dapat menghasilka n hasil akhir yang lurus dan siku (runcing) dan dipasang wall engle.75 mm dan lebar 92 (CS) produk PT.Spesifikasi Umum. 10.42 Rangka metal untuk pemasangan dan penumpu panel partisi harus dibuat dari bahan baja ringan lapis seng dan alumunium seperti Zincalume atau Galvalum. 1. 5. Rangka dinding partisi yang digunak an adalah „Metal Stud System‟ sesuai rekomendasi produsen Gypsum yang dipakai. Rangka vertikal terpasang dengan jarak maksimal 60 cm (AS). Rangk a terbuat dari bahan metal galvalume tebal 0.

asal batu yang dimaksud adalah ex. Batu Palimanan dengan finishing permukaan rata dan flamed. Perbandingan adukan dan ketebalan rata – rata yang dianjurkan adalah Se men : Pasir = 1 : 4. Permuk aan dinding yang akan dipasang keramik harus bersih. IX PEKERJAAN PELAPISAN DINDING KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup pemasangan pelapis dinding ruangan-ruangan dal am bangunan dan luar bangunan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan RKS ini.1. Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint. retak atau cacat lainnya. untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai. Lebar nat yang dianjurka n untuk dinding adalah 2 mm. tidak boleh dipasang. meli puti penyediaan alat. Bersihkan segera bekas adukan dari pe rmukaan keramik. Ba tu yang ditempel harus dalam keadaan utuh. Kontraktor wajib m enyediakan cadangan sebanyak 2. Warna akan ditentukan kemudian oleh kons ultan perencana dan owner. sudut-sudutnya tidak siku. yang . 9. Administrasi dan Teknis Halaman : . Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / dinding yang ada. dengan ketebalan rata – rata 2. Pemasangan keramik Pemasangan keramik dinding sebaiknya pada taha p akhir. cukup kering dan rata air.5% dari keseluruhan bahan terpasang untuk diserah kan kepada Pemilik Proyek. Sebelum dipasang . utuh kuat. PELAKSANAAN a. Karen a sifat alamiah dari produk keramik. BAHAN a. Setiap jalur pemasang an sebaiknya ditarik benang dan rata air. Keramik yang dida tangkan harus disetujui oleh Pengawas Lapangan. b. keramik dinding agar direndam dalam air terlebih dahulu. Pemasangan keramik dinding dimulai dari tulangan ini.2. Barang yang didatangkan harus disetujui oleh Pengawas Lapangan. kondisi baik dan kuat tanpa ada cacat . Stone Cladding Batu tempel yang dipakai adalah j enis batu Andesit. tanpa cacat rongga atau porous. agar tidak menerima beban terlalu berat. dengan campuran pengisi nat (Grout) bahan khusus AM 50. Keramik yang tidak rata permukaa n dan warnanya. 9. sisinya tidak lurus.0 cm. Lokal. Keramik harus dari kualitas yang baik atau KW 1 dan dari merek yang dikena l yang memenuhi ketentuan SNI seperti (Roman atau Asia Tile).43 BAB 9. utuh kuat. Bahan yang didatangkan harus dalam keadaan baik. tanpa cacat. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh. setelah itu segera bersihkan dengan air bersih. Khusus untuk d inding luar diberi tali air per jarak tertentu dengan mempertimbangkan desainnya . Ubin Keramik Keramik untuk pelapis dinding yang dipakai buatan dalam ne geri. berukuran 20x25 di tempat-tempat sesuai dengan gambar perencanaan dan scedule finishing. dapat digunakan bahan pembersih yang ada di pasar dengan kadar asam tidak lebih dari 5 %. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini.3. Pengiriman bahan ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh dan jelas.Spesifikasi Umum. baik permukaan dasar maupun di badan belakang keramik dinding yang terpasang. Ukuran batu yang akan dipasang disesuaikan dengan gam bar perencanaan. Bahan yang didatangkan harus dalam keadaan baik.

.

batu tempel dipasang dengan spasi 1 : 3 dipa sang sesuai gambar perencanaan rapat tanpa spasi atau sesuai gambar perencanaan. produk setara Granito dan Esenza serta keramik 10 x 20 cm. utuh dan rapi. Pemotongan ubin keramik harus menggunakan alat pemotong khusus. Dinding keramik maupun granit yang sudah terpasang haru s dibersihkan dari segala macam noda/kotoran yang melekat sehingga benar-benar b ersih.44 disebabkan proses pembakaran pada temperatur tinggi. BAB 10. untuk ini periksa dan pastikan keramik dinding yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan ukuran yang sama. sta irnose ukuran 5 x 20. Plesteran dinding dan pasangan ke ramik harus benar-benar rata/lurus dalam satu bidang. 20 x 20. c. Pengiri man ubin ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuk a dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh dan jelas. 10. Keramik dipasang secara te liti dan rapi. Sebelum keramik dan homogeneus tile dibawa ke tempat pekerjaa n. L ebar dan kedalaman siar-siar harus sama (maksimal 3 mm untuk dinding keramik dan 1 mm untuk dinding granit) dan siar harus membentuk garis-garis lurus. Administrasi dan Teknis Halaman : . Nat/siar harus lurus ve rtikal atau horisontal dengan keramik ukuran 20 x 25. Untuk border keramik dipasang sesuai leb ar keramik atau tepat di atas keramik dinding terpasang. Pemasangan border keramik Bahan yang terpasang h arus dalam keadaan baik. meliputi penyediaan bahan. Semua bahan buatan dalam negeri (produk Asia Tile atau Rom an atau Impero). Kontraktor harus menyerahkan contoh dan katalog/persyaratan teknis operatif d ari pabrik pembuat kepada Pengawas untuk memperoleh persetujuan. b. dapat terjadi perbedaan war na dan ukuran. Setelah terpasang permukaan harus segera dibersihkan dari segala kotoran dan no da atau bekas semen yang menempel. X PEKERJAAN PENUTUP LANTAI KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan penutup lantai dalam bangunan dan teras-teras termasuk plin dan tangga.3.1.2. seperti yang tercantum dalam gambar dan R KS.Spesifikasi Umum. Semua keramik d an granit tile yang akan diipakai harus berada dalam kotak aslinya. Setelah terpasang segera d ibersihkan dari segala kotoran atau noda yang menempel. Ubin-ubin ke ramik yang akan dipasang harus mulus dan bebas cacat. PELAKSANAAN . BAHAN a. warnanya tidak kusam. sesuai dengan pet unjuk Pengawas Lapangan. Pemasangan batu temp el / granit Seperti Halnya keramik. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2. Corak dan warna ubin kramik akan ditetapkan kemudian oleh Konsu ltan Perencana. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini. Siar-sia r itu diisi dengan bahan pengisi warna (grout semen berwarna). Ubin penutup lantai yang dipakai ukuran 30 x 30 cm dari jenis Homogeneo us Tile. 10. b. Pekerjaan ini harus dike rjakan oleh tukang yang bebenar terampil dan berpengalaman.5% dari keseluruhan bahan terpasang untuk diser ahkan kepada Pemilik Proyek.

Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air. dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran.5 mm kecuali untuk keramik type cuting dan ho mogeneus tile. 2. Perbandingan adukan dan ketebalan rata – rata yang dianjurkan ad alah Semen : Pasir = 1 : 6. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan. STANDAR / RUJUKAN PUBB 1973 NI-3. Sebelum dipasang. b. 3. baik permukaan dasar maupun di badan belakang keramik lanta i yang terpasang. cukup kering dan rata air. XI PEKERJAAN PENGECATAN KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup semua pekerjaan yang berhubungan dan seharusny a dilaksanakan dalam pengecatan dengan bahan-bahan emulsi.45 a. FLOOR HARDENER 1. dengan campuran pengisi nat (Grout) bahan khusus AM 50. dan permukaan-permukaan lain yang disebut dalam gambar dan RKS. ditengahtengah dan akhir. pendempulan. enamel.4. Lebar nat yang dianjurkan untuk lantai adalah 4 . Tambahan semen yang disebarkan baris demi baris selebar 10 – 15 cm dan d ifinish ratakan dengan trowel besi. Permukaan lantai yang akan dipasang keramik harus bersih. Pemolesan dilaksanakan dengan trowel sebanyak 3 kali ya itu untuk menghilangkan perbedaan warna dan setelah permukaan mulai mengeras unt uk meratakan permukaan floor hardener. untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum sel esai. sesuai dengan petunjuk p abrik bahan yang bersangkutan.1. dengan ketebalan rata – rata 2 . Pemasangan ubin keramik dan homogeneus tile Pemasangan keramik lantai sebaikn ya pada tahap akhir. untuk ini peri ksa dan pastikan keramik lantai yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan u kuran yang sama. politur/teak oil. 4. Floor hardener dilaksanakan khusus pada lantai ramp menggunaka n produk fosroc atau setara. 10. .55 Slump test 7. tenaga dan semua peralatan ya ng diperlukan untuk pekerjaan ini. cat dasar. Steel Struc tures Painting Council (SSPC). BAB 11. Sebelum penerapan floor hardener plat dasar beto n harus disiapkan sedemikian rupa hingga memenuhi kondisi sebagai berikut : Memp unyai kandungan semen 300 kg/m Rasio kandungan air maksimum 0.Spesifikasi Umum. setelah itu segera bersihkan dengan air bers ih. 5. yang disebabkan proses pembakaran pada temperatur tinggi. Pemasangan Pekerjaan ini harus dilakukan dengan serapi-rapin ya oleh tukang yang benar-benar ahli dan berpengalaman. Bersihkan segera bekas aduka n dari permukaan keramik. Penyebaran bahan floor hardener dilakukan dalam 2 tahap hingga total mencapai kepadatan 5 kg/m2 atau sesuai petunjuk dari produsen pembuatnya. Pemasangan keramik lantai dimulai dari tulangan ini. Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint. pl esteran tembok dan beton.4 cm.5 – 10 cm. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / lantai yang ada. keramik lantai agar direndam dalam air terlebih dahulu. kayu. Yang dicat adalah semua permukaan baja/besi. baik yang dilaksanakan sebagai pekerjaan permulaan. Karena sifat alamiah dari produk keramik. dapat digunakan bahan pembersih yang ada di pasar deng an kadar asam tidak lebih dari 5 %. Administrasi dan Teknis Halaman : .

Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan lainnya. Petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat. PELAKSANAAN a. nomor takaran pabrik.Spesifikasi Umum. Undercoat digunakan untuk permukaan bidang baru y ang belum pernah dicat sebelumnya. nomor formula atau Spesifikasi cat. Cat harus dalam kaleng/kemasan yang masih tertutup patri/segel . Cat dasar yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut atau setara : Water-bas ed sealer untuk permukaan pelesteran. Konsultan MK berhak menguji conto h-contoh sebelum memberikan persetujuan. beton. Semua bahan harus sesuai dengan Spesifikasi yang disyaratkan pada daftar cat. beton. Untuk menetapkan suatu standar kualitas . Cat akhir yang digunakan harus ses uai dengan daftar berikut. Dulux atau Levis – Akzo Nobel. Cat Akhir. papan gipsum dan panel kalsium silikat. 11. H igh quality solvet-based high quality gloss finish untuk permukaan interior pele steran dengan cat dasar masonry sealer. 1. Cat Dasar. BAHAN a. Pelaksanaan Pekerjaan Pembersihan. instalasi lampu dan benda-benda sejenisnya yang . b. kayu dan besi/baja. Undercoat. Wood primer sealer untuk permukaan kayu yang akan menerima ca t akhir berbahan dasar minyak. papan gipsum dan panel kalsium sili kat. warna. pe rmukaan polesan mesin. Masonry sealer untuk permukaan pelesteran yang akan menerima cat akhir berb ahan dasar minyak. tanggal pembuatan pabrikpetunjuk dari pabrik d an nama pabrik pembuat. disyaratkan bahwa semua cat yang dipakai harus berdasarkan/mengambil acuan pad a cat-cat hasil produksi Mowilex. 11. Umum. Persiapan dan Perawatan Awal P ermukaan. atau yang setar : Emulsion untuk permukaan interior p elesteran. Kontraktor harus mengajukan daftar tertulis dari semua bahan yang akan d ipakai untuk disetujui oleh Pengawas Lapangan.3.2. Khusus untuk bagian luar yang tidak terlindung atap dipakai jenis Weathershield c. d. dan masih jelas menunjukkan nama/merek dagang. papan gipsum dan panel kalsium silikat. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pe makaian bahan-bahan pengering atau bahan-bahan lainnya tanpa persetujuan Pengawa s tidak diperbolehkan. British Standard (BS). Emulsion khusus untuk permukaan eksterior pelesteran. Solvent-based anti-corrosive zinc chomate untuk p ermukaan besi/baja.46 Swedish Standard Institution (SIS). pelat. beton. Umum. Selambat-lambatnya sebulan sebelum pekerjaan pengecatan d imulai. yang semuanya harus masih absah pada saat pemakaiannya.

Kemudian permukaan gipsum ter sebut harus dilapisi dengan cat dasar khusus untuk gipsum. kotoran. Permukaan Gipsum. 2. Bahan dasar yang diaplikasikan di pabri k/bengkel harus dari merek yang sama dengan cat akhir yang akan diaplikasikan di lokasi proyek dan memenuhi ketentuan dalam butir 4. dari Spesifikasi Teknis in i. .Spesifikasi Umum. Minyak dan lemak harus dihilangkan dengan memakai kain bersih d an zat pelarut/pembersih yang berkadar racun rendah dan mempunyai titik nyala di atas 38oC. 1. Semua pekerjaan pelesteran atau semen yang cacat harus dipotong dengan tepi -tepinya dan ditambal dengan pelesteran baru hingga tepi-tepinya bersambung menj adi rata dengan pelesteran sekelilingnya. 4. ditutupi a tau dilindungi. bebas dari debu. Semua debu. Permukaan pelesteran umumnya hanya boleh dica t sesudah sedikitnya selang waktu 4 (empat) minggu untuk mengering di udara terb uka. Besi/Baja Baru. Pekerjaan ha rus dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dalam bidang tersebut. harus dilepas. Setelah cat dasar ini mengering dilanjutkan dengan pengecatan s esuai ketentuan Spesifikasi ini. lumpur. Permukaan Pelesteran dan Beton.47 berhubungan langsung dengan permukaan yang akan dicat. Administrasi dan Teknis Halaman : .2. sebelum pelapisan cat dimulai. Sesaat sebelum pelapisan cat dasar dilakukan. minyak. Permukaan kayu harus bersih dari minyak. permukaan pelesteran dibasahi secara menyeluruh dan seragam dengan tidak meninggalkan genangan air. bubuk besi. pelapisan cat dasar pada semua permukaan barang besi/baja dapat dilakukan sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan. Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum dilakukan persiapan permukaan atau pelaksa naan pengecatan. Pe rmukaan gipsum harus kering. sisa pengamplasan serta kotoran la innya. 3. kapur. aspal. Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur sedemikian rupa seh ingga debu dan pecemar lain yang berasal dari proses pembersihan tersebut tidak jauh diatas permukaan cat yang baru dan basah. untuk menutup permuka an yang berpori. Hal ini d apat dicapai dengan menyemprotkan air dalam bentuk kabut dengan memberikan selan g waktu dari saat penyemprotan hingga air dapat diserap. minyak. oli atau gemuk dan permukaan yang cacat telah diperbaiki sebelum pengecatan dimulai. gemuk dan sebagain ya harus dibersihkan dengan zat pelarut yang sesuai dan kemudian dilap dengan ka in bersih. Sesudah pembersihan selesai. Permukaan Barang Besi /Baja. lemak dan serbuk kayu gergajian. Permukaan pelesteran yang akan dicat h arus dipersiapkan dengan menghilangkan bunga garam kering. Permukaan besi/baja yang terkena karat lepas dan benda-benda asing lainnya harus dibersihkan secara mekanis dengan sikat kawat atau penyemprtan pasir/sand blasting sesuai standar Sa21/2. adukan yang berlebihan dan tetesan-tetesan adu kan. sebelum persiapan permukaan dan pengecatan dimulai. de bu. Permukaan Kayu. lemak. Be si/Baja Dilapis Dasar di Pabrik/Bengkel.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 48 Barang besi/baja yang telah dilapis dasar di pabrik/bengkel harus dilindungi ter hadap karat, baik sebelum atau sesudah pemasangan dengan cara segera merawat per mukaan karat yang terdeteksi. Permukaan harus dibersihkan dengan zat pelarut unt uk menghilangkan debu, kotoran, minyak, gemuk. Bagian-bagian yang tergores atau berkarat harus dibersihkan dengan sikat kawat sampai bersih, sesuai standar St 2 /SP-2, dan kemudian dicat kembali (touch-up) dengan bahan cat yang sama dengan y ang telah disetujui, sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan. Besi/Baja Lapis Seng/Galvanized. Permukaan besi/baja berlapis seng/galvanized yang akan dilapis i cat warna harus dikasarkan terlebih dahulu dengan bahan kimia khsus yang dipro duksi untuk maksud tersebut, atau disikat dengan sikat kawat. Bersihkan permukaa n dari kotoran-kotoran, debu dan sisa-sisa pengasaran, sebelum pengaplikasian ca t dasar. b. Selang Waktu Antara Persiapan Permukaan dan Pengecatan. Permukaan yang sudah dibersihkan, dirawat dan/atau disiapkan untuk dicat harus mendapatkan lapisan pe rtama atau cat dasar seperti yang disayaratkan, secepat mungkin setelah persiapa n-persiapan di atas selesai. Harus diperhatikan bahwa hal ini harus dilakukan se belum terjadi kerusakan pada permukaan yang sudah disiapkan di atas. c. Pelaksan aan Pengecatan. Umum. Permukaan yang sudah dirapikan harus bebas dari aliran pun ggung cat, tetesan cat, penonjolan, pelombang, bekas olesan kuas, perbedaan warn a dan tekstur. Usaha untuk menutupi semua kekurangan tersebut harus sudah sempur na dan semua lapisan harus diusahakan membentuk lapisan dengan ketebalan yang sa ma. Perhatian khusus harus diberikan pada keseluruhan permukaan, termasuk bagian tepi, sudut dan ceruk/lekukan, agar bisa memperoleh ketebalan lapisan yang sama dengan permukaan-permukaan di sekitarnya. Permukaan besi/baja atau kayu yang te rletak bersebelahan dengan permukaan yang akan menerima cat dengan bahan dasar a ir, harus telah diberi lapisan cat dasar terlebih dahulu. Proses Pengecatan. Har us diberi selang waktu yang cukup di antara pengecatan berikutnya untuk memberik an kesempatan pengeringan yang sempurna, disesuaikan dengan kedaan cuaca dan ket entuan dari pabrik pembuat cat dimaksud. Penecatan harus dilakukan dengan keteba lan minimal (dalam keadaan cat kering), sesuai ketentuan berikut. a. Permukaan I nterior Pelesteran, Beton, Gipsum. Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer . Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emulsion. b. Permukaan Eksterior Pelesteran, Beton . Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emu lsion khusus eksterior.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 49 c. Permukaan Interior dan Eksterior Pelesteran dengan Cat Akhir Berbahan Dasar Miny ak. Cat Dasar : 1 (satu) lapis masonry sealer. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. d. Permukaan Kayu Cat Dasar : 1 (satu) lapis wood primer sealer. Cat Akhir : 2 (dua ) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. Permukaan Besi/B aja. Cat Dasar : 1 (satu) lapis solvent-based anti-corrosive zinc chromate prime r. Undercoat : 1 (satu) lapis undercoat. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high qualit y solvent-based high quality gloss finish. e. Penyimpanan, Pencampuran dan Pengenceran. Pada saat pengerjaan, cat tidak boleh menunjukkan tanda-tanda mengeras, membentuk selaput yang berlebihan dan tanda-ta nda kerusakan lainnya. Cat harus diaduk, disaring secara menyeluruh dan juga aga r seragam konsistensinya selama pengecatan. Bila disyaratkan oleh kedaan permuka an, suhu, cuaca dan metoda pengecatan, maka cat boleh diencerkan sesaat sebelum dilakukan pengecatan dengan mentaati petunjuk yang diberikan pembuat cat dan tid ak melebihi jumlah 0,5 liter zat pengencer yang baik untuk 4 liter cat. Pemakaia n zat pengencer tidak berarti lepasnya tanggung jawab kontraktor untuk memperole h daya tahan cat yang tinggi (mampu menutup warna lapis di bawahnya). Metode Pen gecatan. Cat dasar untuk permuakaan beton, plesteran, gypsum board diberikan den gan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol. Cat dasar untuk perm ukaan papan gipsum deberikan dengan kuas dan dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol. Cat dasar untuk permukaan kayu harus diaplikasikan dengan kuas d an lapisan berikutnya boleh dengan kuas, rol atau semprotan. Cat dasar untuk per mukaan besi/baja diberikan dengan kuas atau disemprotkan dan lapisan berikutnya boleh menggunakan semprotan. d. Pemasangan Kembali Barang-barang yang dilepas. S esudah selesainya pekerjaan pengecatan, maka barang-barang yang dilepas harus di pasang kembali oleh pekerja yang ahli dalam bidangnya. BAB 12.1. XII PEKERJAAN PERABOT TETAP KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan fixed seperti furniture ditunjukk an dalam gambar, meja counter, Clading Panel, dll sesuai gambar rencana. Pekerja an ini, meliputi penyediaan alat, bahan dan tenaga untuk keperluan.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 50 12.2. STANDAR / RUJUKAN a. b. c. d. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (NI-5, 1961) P ersyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982) Spesifikasi Bahan Bangun an Bagian A (SK SNI S-04-1989-F) Standar Konstruksi Bangunan Indonesia (SKBI) SK BI-4.3.53.1987 – Spesifikasi Kayu Awet untuk Perumbahan dan Gedung. e. Standar Nas ional Indonesia (SNI) SNI 03-3233-1998 – Tata Cara Pengawetan Kayu untuk Bangunan Rumah dan Gedung. SNI 01-2704-1999 – Kayu Lapis Penggunaan Umum, Mutu. 12.3. PROSEDUR UMUM Contoh Bahan. 1. Contoh bahan harus diserahkan kepada Konsultan MK untuk disetujui terlebih dahulu sebelum pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan. 2. Semua kayu dan kayu lapis dan papan harus berasal dari pemasok yang dikenal yang dapat menjamin kualitas dan kadar air yang diminta. 12.4. BAHAN a. Kayu. 1. Mutu dan Jenis Kayu. Mutu kayu dan jenis kayu yang ditentukan dalam Spesifikasi Teknis ini harus dari kualitas terbaik dan kelas awet II dan k elas kuat II, memenuhi ketentukan PKKI (NI-5,1961) dan untuk semua jenis pekerja an kayu halus seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja, dan terdiri dari kayu Mera nti Merah untuk lis langit – langit dan dinding. Kayu harus bebas dari susu, getah , celah, mata kayu besar yang lepas atau mati, retakan melingkar dan kantung kul it kayu. Bahan – bahan yang mengandung mata kayu / buhul mati yang besar dan lepas , dan yang membusuk atau diserang serangga tidak boleh digunakan. Kayu yang akan menerima lapisan transparan harus bersih dan berkualitas terbai. Kayu yang akan diberi cat bukan transparan harus memiliki permukaan yang sesuai untuk penyeles aian cat berkualitas. 2. Kadar Air. Kecuali ditentukan lain dalam Spesifikasi Te knis ini, semua kayu untuk pekerjaan kayu halus harus dalam keadaan kering, di-o ven di pabrik, dan ketika didatangkan ke lokasi kadar air dalam batas – batas 6 – 11 %. Harus diperhatikan agar kadar air dimaksud tidak berubah selama pengangkutan, penyimpangan, pemasangan. b. Kayu Lapis. 1. Semua kayu lapis interior untuk pen yelesaian transparan harus mempunyai warna dan serat kayu yang seragam, bebas da ri goresan, retakan dan noda – noda dan kedua permukaannya teramplas rata. 2. Kayu lapis yang telah diawetkan di pabrik, harus memiliki kekuatan rekat yang tahan terhadap air dan cuaca. Mutu keawetan kayu lapis tidak boleh kurang dari yang te lah ditetapkan. Kayu lapis harus memiliki venir muka dan belakang berkualitas sa ma, dari mutu IBB atau IAA standar SNI 01-2704-1999, dan berasal dari merek daga ng yang dikenal baik serta terdiri dari jenis berikut :

Ukuran kayu harus sesuai persyaratan PKKI (NI-5. c. Semua lem dan perekat yang digunakan harus dari jenis kedap air. e. 4. Bila diketahui pekerjaan – pekerjaan kayu tersebut menjadi mengkerut atau bengkok. 12.Spesifikasi Umum. Administrasi dan Teknis Halaman : . Perekat. serta kayu yang timbul atau cacat lain di perm ukaan yang terlihat. Pekerjaan kayu yang telah selesai harus diamplas. 1996). 4 lapis untuk tebal 9 sampai dengan 15 mm dan 7 lapis untuk teb al 18 sampai dengan 25 mm. baut.51 3.5. Jumlah minimal lapisan untuk kayu lapis harus terdiri 3 lapis untuk tebal 4 sam pai dengan 6 mm. Resopal. PELAKSANAAN a. Kayu lapis yang ak an digunakan harus memiliki ketebalan sesuai petunjuk Gambar Kerja dan digunakan pada tempat – tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. seperti buatan Formica. Pengerjaan. Semua alat pengencang yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini. Penyelesaian untuk semua permukaan kayu harus menggunakan cat duko atau melamic sesuai ketentuan gambar perencanaa n. c. Pengawetan . Laminasi. Lapisan pelindung untuk meja (top Table/counter top) menggunakan pelapisan de ngan HPL (High Pressure Laminated) Perbaikan Pekerjaan yang Tidak Sempurna. Kayu harus diselesaikan / diratakan pada empat s isinya. seperti produk neoprene based / synthetic resin based seperti F ox atau yang setara.8 mm dengan proses HPL (High Pres sure Laminated) harus tahap terhadap panas dan memiliki warna serta corak yang a kan ditentukan kemudian. Lapisan Pelindung. sepe rti paku. Kayu harus diker jakan sesuai dengan pola / desain yang ditentukan dalam Gambar Kerja. kikisan. e. Semua jenis kayu dan kayu lapis yang dipasang tetap dalam bangunan atau strukt ur harus sudah diberi bahan pengawet. ata u kelihatan ada cacat – cacat lainnya pada pekerjaan kayu halus sebelum masa b. sekrup. Kayu lapis biasa Kayu lapis dari jati (teakwood) Kayu lapis yang terdiri dari pe cahan – pecahan atau bahan – bahan sisa pada bagian tengahnya tidak boleh digunakan. sesuai ketentuan SNI 01-2704-1999. Sambungan harus rapat sedemikian rupa untuk mencegah penyus utan. Laminasi dengan tebal minimum 0. Alat Pengencang. Decoform. d. . Bila kayu yang telah diawetkan dipotong. angkur dan lainnya harus dari baja lapis galban / seng d alam ukuran sesuai petunjuk Gambar Kerja atau sesuai kebutuhan standar yang berl aku. Sambungan pasak harus disetel dengan lem dan diberi baji dan untuk pekerja an interior harus disemat. Ukuran dan Pola. d. Supreme Deco luxe atau yang setara. m aka bagian permukaan yang dipotong tersebut harus diulas dengan bahan pengawet y ang sama. bebas da ri bekas mesin dan alat. 5.

.

produk dalam negeri (setara TOTO tipe L 5 21 V1A. 3. BAB 13. 2. W ater Closet Jongkok Bahan porselen.52 pemeliharaan berakhir maka pekerjaan yang cacat tersebut harus dibongkar dan dig anti hingga Konsultan MKmerasa puas dan pekerjaan – pekerjaan lainnya yang tergang gung akibat pembongkaran tersebut harus dibetulkan atas biaya Kontraktor. Administrasi dan Teknis Halaman : . Keran air (TOTO type T-23B13V7N dan T30ARQ13N u ntuk Pantry atau yang setara) Floor Drain (TOTO type square flange TX 1B) Towel . b. 4. Water Closet dan Wastafel Barang-barang yang akan dipakai adalah sebaga i berikut : 1. lengkap dengan stop kran dan peralatan lain. Persiapan.1. siphon dan perle ngkapan lainnya. Wastafel Wastafel Meja Bahan porselen. lengkap dengan stop kran dan peralatan lain . L 830 V3 atau American Standard). meliputi penyediaan bahan. sipho n dan perlengkapan lainnya yang diperlukan. Water Closet Duduk Bahan porselen. XIII PEKERJAAN ALAT-ALAT SANITAIR KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan sanitair dan yang berhubungan sep erti ditunjukkan dalam gambar. 4. BAHAN a. Keran. Westafel Gantung Bahan porselen. puntung kayu dan kayu bekas harus dibersihkan secara teratur dan p ada waktu penyelesaian pekerjaan. Semua bekas yang sudah tidak dapat digunakan l agi dan sampah – sampah harus disingkirkan dan dimusnahkan. g. 5. Urinoir setara TOTO Type Moeslem U57M Sekat Urinoir Toto type A 100 Semua wastafel dan Sanitary yang lainnya sudah lengkap dengan keran. Dll 1. f. Juga tidak menyebabkan rusaknya bahan – bahan yang bersentuhan. Sus ut (Mengkerut). lengkap dengan keran.2. produk dalam negeri (setara TOTO type CE 9/T V 150 NWV12 atau American Standard). Pembersihan.Spesifikasi Umum. 2. penyambungan dan pemasangan semua pekerjaan kayu halu s sedemikian rupa. produk dalam negeri (setara TO TO tipe L 237 V1B atau American Standard). produk dalam negeri (setara TOTO type CW 702J /SW784JP atau American Standard). Floor Drain. 13. Semua tatal. siphon dan perl engkapan lainnya. tenaga dan alat yang d iperlukan. lengkap dengan keran. hingga susut di bagian mana saja dan ke arah manapun tidak ak an mengurangi / mempengaruhi kekuatan dan bentuk dari pekerjaan kayu yang sudah jadi.

Ring (TOTO Tipe TX 702AES atau setara)

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 53 5. 6. 8. c. Paper Holder (TOTO type A850) Shower Spray (TOTO type TB 19 CS V9N5 atau yang se tara) Shop Holder (TOTO type TS 125R atau yang setara) Barang-barang yang akan dipasang harus benar-benar mulus dan tidak cacat sedikit pun. Kontraktor harus mengajukan contoh-contoh untuk disetujui oleh Pengawas ber sama dengan Konsultan Perencana. 13.3. PELAKSANAAN Pemasangan semua peralatan/perlengkapan saniter harus dilakukan oleh ahli pemasangan barang sanitair yang berpengalaman. Pengerjaan harus dilakukan dengan hati-hati dan sangat rapi. a. Semua sambungan harus kedap air dan udara. Bahan penutup sambungan tidak diijinkan. Cat, vernis, dempul dan lainnya tidak d iijinkan dipasang pada bidang-bidang pertemuan sambungan sampai semua sambungan dipasang kuat dan diuji. Semua saluran ekspos ke perlengkapan sanitasi harus dis elesaikan sedemikian rupa sehingga tampak bersih dan rapih dan sesuai ketentuan Gambar Kerja dan petunjuk pemasangan dari pabrik pembuat. b. Pemipaan dari perle ngkapan sanitasi ke pipa distribusi utama harus dilaksanakan sesuai ketentuan Sp esifikasi Teknis 15100. c. Bak cuci tangan tipe dinding ahrus dipasang sedemikia n rupa sehingga puncak bagian luar alat-alat tersebut berada 800mm di atas lanta i, kecuali bila ditunjukkan lain dalam Gambar Kerja. Bak cuci tangan tipe pemasa ngan di meja harus dipasang pada ketinggian sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. d. Bak cuci dari bahan stainless steel harus dipasang sedemikian rupa pada meja/ kabinter seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. e. Urinoir harus dipasang sedem ikian rupa sehingga puncak tepi bagian depan alat ini berada 530mm diatas lantai untuk orang dewasa dan 330mm untuk anak-anak, atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. f. Sistem penumpu dan penopang harus sesuai dengan rekomendasi dari pabr ik pembuat perlengkaan sanitasi atau sesuai persetujuan Pengawasan Lapangan. g. Pemanas air dengan tenaga listrik harus dipasang sesuai petunjuk pemasangan d ari pabrik pembuatnya, pada tempat-empat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja, dan pekerjaan elektrikal harus dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis 16400. h. Pemasangan alat-alat sanitair lain Kaca cermin dan tempat alat-alat p ada wastafel harus dipasang sipat datar dan diskrupkan pada dinding. Barang-bara ng yang akan dipakai harus tidak bercacat sedikitpun. Floor drain harus dipasang dengan saringannya, dan dipasang rapih. Semua sela-sela antara floor drain deng an lantai, harus diisi dengan adukan 1 Pc : 2 Ps. Pasangan harus sedemikian sehi ngga bidang atas floor drain rata dan sebidang dengan bidang lantai. Paper holde r hanya dipasang pada toilet yang closetnya duduk. Tempat sabun hanya dipasang p ada toilet yang ada bak airnya saja. Tinggi pemasangan pada dinding 100 cm di at as lantai.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 54 BAB 14.1. XIV PEKERJAAN PENUTUP ATAP DAN INSULASI ATAP 14.2. 14.3. 14.4. 14.5. KETERANGAN 1. Meliputi pengadaan bahan, tenaga kerja dan peralatan untuk pekerja an ini. 2. Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan penutup atap, meliputi pemas angan penutup atap berikut inner lanernya, sesuai yang tertera dalam gambar. STA NDAR / RUJUKAN Australian Standard AS 1397 – G550 –AZ 150, AS 3566 Standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 03-1588-1989 PROSEDUR UMUM Contoh Bahan. Contoh dan brosur b ahan – bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus diserahkan lebih dahulu kepada Konsultan MK untuk diperiksa dan disetujui, sebelum pengadaan bahan – baha n ke lokasi proyek. Gambar Detail Pelaksanaan. Sebelum memulai pelaksanaan, Kont raktor harus membuat dan menyerahkan kepada Konsultan MK, Gambar Detail Pelaksan aan yang mencakup ukuran – ukuran, cara pemasangan dan detail lain yang diperlukan , untuk diperiksa dan disetujui. Pengiriman dan Penyimpanan. Bahan – bahan harus d ikirimkan ke lokasi proyek dalam keadaan utuh, baru dan tidak rusak serta dileng kapi tanda pengenal yang jelas. Bahan – bahan harus disimpan dalam tempat yang ker ing dan terlindung dari segala kerusakan. BAHAN - BAHAN Umum. Semua bahan – bahan yang tercantum dalam Spesifikasi Teknis ini harus seluruhnya dalam keadaan baru berkualitas baik secara telah disetujui Konsultan MK. Square Ribbed Roof Penutup atap metal harus terbuat dari bahan alumunium berkualitas tinggi, serta memilik i karakteristik minimal sebagai berikut : Panjang maksimum 1.000 mm. Ketebalan 0 ,47 mm 0 Konduktivitas termal k = 0,032 W/MK pada suhu 20 C Berwarna, sesuai den gan kelas pengecatan AZ 150 (rata-rata minimum 150 g / m2) Fire clasification se suai standar AS 1530, BS 476 2 Ultimate tensile strenght min. 225 N/mm 2 Modulus of elasticity 70.000 n/mm Produk Kalzip tipe tapered seri 65/400 produk Corus a tau yang setara serta disetujui Pengawas Lapangan/MK. Warna penutup atap metal h arus sesuai ketentuan Skema Warna yang diterbitkan terpisah atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK. Asesoris pelengkap harus terdiri dari ahan yang disyaratk n oleh pabrikan yang terdiri dari bahan ekstrusi alumunium (concealed extruded), clips, A 6061, A1 M91, Si CU dan masing – masing terintegrasi satu dengan lainnya . Rangka Atap. Rangka atap dari baja (space frame) harus memenuhi ketentuan Spes ifikasi Teknis. PELAKSANAAN PEKERJAAN Umum. Sebelum pemasangan penutup atap dimu lai, semua rangka baja, seperti kuda – kuda, gording, harus sudah terpasang dengan baik . Penutup atap alumunium sebelum dibawa ke lapangan, harus terlebih dulu d isesuaikan bentuk serta ukurannya sesuai dengan yang tertera dalam gambar kerja. Jarak antar penutup atap alumunium harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat genteng metal yang digunakan.

Penutup atap metal berikut talang – talang (bila ditunj ukkan dalam Gambar Kerja) harus dipasang dengan baik. STANDAR / RUJUK AN American Society for Testing and Materials (ASTM) British Standard (BS) 14.6. dimulai dari bagian tepi b awah menuju ke atas sesuai kemiringan atap yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Alumunium Foil. Glasswool harus terdiri dari serat – serat kaca dan thermosetting resin yang a ntara dan harus memiliki karakteristik sebagai berikut : Ringan 0 Nilai penghant ar panas maksimal 0. Sebab penolakan dapat termasuk. ISOLASI ATAP 14. data teknis dan detail pemasangan pekerjaan isolasi kepada Konsultan MK untuk disetujui. Bahan isolasi harus dilindungi terhadap pengaruh cuaca selama pelaksa naan dengan lembaran plastik atau yang setara. antara lain sebagai berikut : . Pengiriman dan Pe nyimpanan. Bahan flashing harus m emenuhi ketentuan spesifikasi teknis. Kontra ktor harus menyerahkan contoh bahan. Isolasi peredam suara harus dibuat dari bahan rockwool yang diikat dengan phenolic resin.6. Seperti MG Felt Tombo atau yang setara. 2. Isolasi Peredam Suara.1. Ket idaksesuaian. Konsultan MK berhak menolak setiap pekerjaan yang tidak dilaksanak an sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis ini atau standar pemasangan lain yang ber laku. 14. atau pemasangan yang tidak sesuai Gambar Kerja atau Spesifikasi Teknis. Semua biaya tambahan yang diakibatkan karena perbaikan atau penolakan peke rjaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Bila bahan – bahan ditentukan dari s uatu produk.BAHAN Umum. sampai penutup atap dipasang. PROSEDUR UMUM Contoh Bahan dan Data Teknis. Sebelum memulai pekerjaan.Spesifikasi Umum. 14 . INS-2450 merek Insfoil atau yang setara.3. Alumunium foil harus memiliki karakteristik s esuai standar pabrik pembuatnya.033 W/mK pada 10 C 3 Kepadatan minimal 24 kg/m Ketebalan 50 mm atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.55 Pemasangan. bahan lain yang setara dan dikenal dapat digunakan asal produk – prod uk tersebut memiliki ketebalan yang sesuai untuk memastikan efisiensi dibandingk an dengan produk yang ditentukan dalam Spesifikasi Teknis ini. Administrasi dan Teknis Halaman : . bebas dari kerusakan d an dari kualitas terbaik. dari pabrik pembuat atau pemasok yang dikenal. Pemasangan penutup atap metal dan kelengkapannya harus dilaksanakan sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatnya dengan tetap memperhatikan ket entuan dalam Gambar Kerja. tetapi tidak terbatas pada kegagalan Kontraktor memasang ketebalan minimal yang disyara tkan. Semua bahan isolasi harus baru. Seperti tipe PW5024 merek Polyfoil. dan me miliki karakteristik minimal sebagai berikut : Ringan 3 Kepadatan minimal 80 kg/ m Ketebalan 50 mm atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.6. Glasswo ol.6. BAHAN . Bahan talang harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis.

Isolasi bangunan di bawah penutup atap ber upa lembaran alumunium foil yang ditempatkan di atas roofmesh atau sesuai petunj uk Gambar Kerja. 14.6. Isolasi bangunan. Semua isolasi b angunan harus dipasang sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuat dan / atau sesuai Gambar Kerja. Administrasi dan Teknis Halaman : .56 Jenis double sided terdiiri dari 5 (lima) lapis laminasi yang terdiri dari 2 (du a) lapis alumunium foil. Isolasi di atas langit – langit harus ditempatkan dalam posisi menyilang rang ka langit – langit dengan bagian tepi – tepinya bertumpuk untuk mencegah masuknya pa nas. antara lain sebagai berikut : Tebal tanpa pelapis 80 mikron Tebal dengan pelapis 135 mikron Tingkat ketahanan terhadap api memenuhi ketentuan BS 476 part 7 class 1. 1 (satu) lapis kertas kraft dan 1 (satu) lapis bitumen adhesive yang diperkuat dengan pintalan serat k aca.Spesifikasi Umum. Roofmesh.4. Seperti Paratape eks Aus tralia atau PPC No. Roofmest untuk menopan alumunium foil pada bagian bawah atap bangunan harus dari jaring k awat baja las lapis seng / galbani celup panas dengan diameter minimal 1. 403F eks Selandia Baru atau yang setara.5 mm ya ng diproduksi dengan sistem las titik pada setiap titik pertemuannya sehingga me mbentuk spasi 75 mm x 75 mm. . Isolasi peredam suara untuk ruang diesel / unit pembangkit listrik harus dipasang sesuai Gambar Detail Pelaksanaan yang telah disetujui den gan tetap mengacu pada Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.21 mm Seperti Insfoil 920 atau H arvi Foil 314. Semua tepi dan sambungan akhir harus diberi lewatan minimal ses uai rekomendasi dari pabrik pembuatnya. Di ruang diesel / unit pemba ngkit listrik seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Kawat lapis seng / galbani diameter 2 mm harus dikaitkan dan ditempatkan se cara diagonal di atas isolasi pada langit – langit dalam modul yang memadai untuk menjaga isolasi tetap pada tempatnya. Ketahanan terhadap bocor sesuai ASTM D 781 2 Berat nomila 200 gr/m Ketebalan nominal 0. antara lain harus dipasang pada tempat – t empat berikut : Semua ruang yang dikondisikan dan / atau ruang lain seperti ditu njukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK. Isolasi bangun an harus dipasang lengkap dengan semua penyambung untuk mencegah ruang – ruang kos ong. Pita Perekat. Daya pantul permukaan aluminium 95%. 1 (satu) lapis bitumen adhesive. Di bawah p enutup atap seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Pita perekat untuk alumunium foil harus memiliki ka rakteristik sesuai standar dari pabrik pembuatnya. dan sambungan tersebut kemudian ditutup dengan pita perekat. Pemasangan. PELAKSANAAN PEKERJAAN Umum.

Gambar-gambar disiplin lain t ersebut diatas adalah untuk membantu Kontraktor dalam mendapatkan gambar-gambar yang lebih jelas dari setiap jenis bahan dan pemasangannya. PUIL 2000. a. fisik maupun pemasangan dan lainlain. Hal diatas harus di ajukan dalam bentuk tertulis atau gambar pada waktu penjelasan tender/Aanwijzing . Daftar Material Waktu mengajukan penawaran. Peraturan Keselamatan Kerja 3. maka menjad i kewajiban Kontraktor untuk menanyakan ataupun mencari informasi tersebut untuk kelengkapan dan kesempurnaan instalasi yang akan dipasangnya. Sebelum pekerjaan selesai seluruhnya ataupun secara bertahap. manufacturer. Gambar-gam bar yang termasuk lingkup pekerjaan instalasi listrik (penerangan dan stop konta k) untuk bangunan ini adalah gambar-gambar dengan nomor kode EE serta disiplin l ain yang disertakan ataupun sebagai gambar informasi. Kontraktor wajib memeriksa design terhadap kemungkinan kesalahan. I INSTALASI LISTRIK PERSYARATAN UMUM Persyaratan umum dan persyaratan khusus. dalam pekerjaan i ni harus memenuhi ketentuan-ketentuan pokok yang disebutkan pada : 1. merk. terutama untuk koord inasi pemasangan serta relasi antar pekerjaan. 3. Standard/aturan Material ataupun pengerjaan instalasi listrik.57 D. SPLN 2. b. Pemborong wajib menyerahkan kepada Direksi Pengawas 6 (enam) set gambar yang disebut “As Built Dra wing” yaitu gambar dari semua material dan instalasi dalam scope ini yang terpasan g. Gambar-gambar 1. dan lain-lain dalam dokumen tender ini. Kontraktor harus menyertakan/melampi rkan “Daftar Material” yang lebih terperinci dari semua bahan yang akan dipasang pad a proyek ini dan yang sesuai dengan spesifikasi. V DE/DIN. lengkap dengan brosur/ katalog. Dalam Daftar Material ini harus disebut pabrik. dan disesuaikan dengan plafond bangunan.1. c. Gambar-gambar atau informasi-info rmasi lain yang diperlukan namun tidak disertakan dalam dokumen ini. 2. Gambar-gambar dari disi plin lain yang relevan dengan pekerjaan ini seperti gambar-gambar arsitektur dan struktur. type. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari isian uraia n pekerjaan dan persyaratan pelaksanaan ini. termasuk instruksi kep ada peserta pelelangan.Spesifikasi Umum. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL BAB 1. 4. dan IEC juga menjadi pegangan sesuai persyaratan instalasi dan kondisi r uangan. Spesifikasi teknik ini menjelaskan tentang uraian dan syarat-syarat dalam hal penyediaan dan pemasangan semua peral atan serta bekerjanya semua instalasi dan system. Administrasi dan Teknis Halaman : . Aturan-aturan lain seperti : NFPA/NEC. ketidak cocokan baik dari segi besar-besaran listrik. Dafta r Material yang diajukan pada waktu penawaran ini adalah mengikat .

lampu. merk/pabrik. sistem dan lain-lain yang menyangkut pekerjaan ini seperti ha k patent dan lain-lain. Khusus un tuk Kontraktor yang mempunyai Pas Instalatir PLN dari luar Sumedang. Nama Pabri k/Merk yang ditentukan Apabila pada spesfikasi teknis ini disebutkan nama pabrik /merek dari suatu jenis bahan. maka Kontraktor wajib memperlihatkan contoh materia l yang lain apabila diminta. Kontraktor wajib memperlihatkan contoh bahannya sebelum pemasangan kep ada Direksi Lapangan untuk disetujui. maka Direksi Lapangan akan menentukan merek lain dengan spe sifikasi teknik minimal yang sama. Pembebasan terhadap Tuntutan Untuk segala tuntutan terhadap penggunaan bahan. stop kontak. Apabila Kontraktor sudah menentukan suatu merek dan type dan sudah mengajuka n pada waktu penawaran lelang maka berarti material tersebut dalam kurun waktu s elama proyek ini berjalan sudah pasti dapat diperoleh. 2. Apabila pada saat pemasangan bahan/merek tersebut ti dak/sukar diperoleh. maka Direksi Lapangan selalu bebas terhadap hal tersebut dan ini menjadi tanggung jawab Kontraktor. 5. maka Kontraktor wajib menawarkan dan memasang ses uai dengan yang ditentukan. Contoh bahan-bahan yang harus diserahkan adalah : U ntuk instalasi semua panel dan isian panel seperti MCCB. juga tidak lepas dari kewajiba n untuk menyesuaikan dengan spesifikasi teknis serta untuk itu Direksi Lapangan dapat dan akan menentukan sendiri kemudian atas resiko Kontraktor. maka terleb ih dahulu harus memintakan izin secara khusus sebagai tanda lapor ke PLN Sumedan g mengenai keinginannya untuk ikut melaksanakan instalasi listrik Pemilik/Penang gung jawab pas intalatir haruslah atas nama perusahaan/Kontraktor tersebut serta orang yang disebut pada Pas Intalatir ini adalah betul-betul nantinya orang yan g bertanggung jawab pada instalasi yang dipasang. saklar. dari con toh material/bahan maupun instalasi yang telah disetujui adalah mengikat. contoh bahan harus diserahkan kepada Direksi Lapangan tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender setelah penunjukan.Spesifikasi Umum. Pas Instalatir Pekerjaan ini harus d ilaksanakan oleh Kontraktor yang mempunyai Pas Instalatir PLN Kelas B. cable gland. 3. ELCB Kabel-kab el. . K ualitas listrik/teknis. besar fisik dan kualitas estetika.58 Apabila tidak menyerahkan daftar material tersebut atau mengajukan yang tidak le ngkap maka hal ini selain mempengaruhi penilaian. Untuk itu perlu pengeceka n terlebih dahulu ke pasar/agen oleh Kontraktor. Pas instalatir ini serta surat -surat ijin PLN lainnya yang ada harus disertakan pada waktu penawaran. Pemasangan Material dan Schedul e Untuk menjamin material sesuai dengan apa yang ditawarkan dan terhadap schedul le proyek. MINI CB. Contoh Bahan Untuk bahan yang disebutkan di b awah ini. conduit dan lain-la in. 1. Apabila dianggap perlu oleh Direksi Lapang an dan hal ini memungkinkan. fixtures. Pengad aan contoh material adalah menjadi tanggungan dan biaya kontraktor. 4. Penolakan atas contoh-contoh tersebut diatas Kontra ktor harus mengganti dan memperlihatkan yang sesuai spesifikasi dan disetujui. maka Direksi Lapangan berhak untuk memeriksa/ mengecek pemesanan mate rial dengan demikian dapat dicegah keterlambatan karena belum dipesannya materia l-material tertentu. doos. Administrasi dan Teknis Halaman : .

8. Administrasi dan Teknis Halaman : . ber upa kerusakan atau sisa-sisa harus dirapihkan kembali. 1. PEKERJAAN INSTALASI a. Masuk pula dalam lingkup pekerjaan ini adalah. Dalam bro sur itu harus dijelaskan type. kecuali disebutkan lain oleh Direksi Lapangan. serta accessories yang mungkin secara detail tidak tergambarkan/tidak terspesifikasikan dengan sempurna. Klausal yang Disebutkan Kembali Apabila ada hal-hal yang disebutkan kembali pada bagian/bab/gambar yang lain. 11. pengujian. Konflik Pelaksanaan Apabila te rhadap konflik teknis pengadaan dan pengerjaan dari pada masingmasing instalasi. Kalau terjadi hal yang saling bertentangan antara gambar atau terhadap spesifikasi tek nis. spesifikasi teknis dengan segala kaitan serta konsekuensinya harus dipela jari dengan teliti.Spesifikasi Umum. Brosur /Katalog Untuk semua material yang digunakan maka Kontraktor harus melampirkan b rosur/katalog pada waktu penawaran lelang dan hal ini adalah mengikat. kepada maka Kontraktor wajib memasukkan „shop drawing‟ sebelum pemasangan kepada Direksi Lapangan untukdiperiksa bersama Perencana.59 6. maka ini harus diartikan bukan untuk menghilangkan satu terhadap yang lain. Pengujian ini dilakukan dengan jalan dibebani (kalau hal ini dimungkinkan) atau dioperasikan. rating dari pada bahan tersebut. tetapi malah untuk lebih menegaskan masalahnya. namun merupa kan komponen dari instalasi ini sebagai sesuatu sistem. 7. seluruh sistem instalasi yang tertulis didalam spesifikasi te knis dan gambar dokumen lelang. percobaan dan pemeliharaan. maka yang diambil sebagai patokan adalah yang mempunyai bobot teknis dan/at au yang mempunyai bobot biaya yang paling tinggi. Sisa-sisa bahan atau beka s bongkaran harus dibuang ketempat yang ditentukan oleh Direksi Lapangan. 9. . Lingkup Pekerjaan Yang diartikan dalam lingkup pekerjaan ini adalah dalam arti yang luas dari pengadaan. Untuk hal inilah maka sebelum penjelasan Tender semua g ambar. 10. „Shop drawing‟ adalah mer upakan penggambaran yang lebih teliti daripada setiap komponen dan disampaikan s ebanyak 3 (tiga) set. Penguji an Untuk pekerjaan instalasi ini maka Kontraktor harus melaksanakan : Pengetesan terhadap instalasi „Keur‟ (instalasi penerangan dan daya) Keur ini harus dilakukan sesuai aturan dan prosedur PLN atas biaya Kontraktor dan hasilnya harus diserahk an ke Direksi Lapangan Trial Run dari seluruh instalasi yang terpasang dimana pe laksanaannya menjadi tanggungan Kontraktor termasuk penyediaan daya listrik dan sarana peralatan untuk pengujian. Shop drawing Untuk semua macam pekerjaan baik material / komponen maupun pek erjaannya. Perbaikan Semua akibat dari pekerjaan instalasi listrik. maka kewajiban Kontraktor untuk mengajukan jalan keluarnya ataupun mengerjakan jalan keluar yang disaranka n oleh Direksi Lapangan. p engadaan dan pemasangan seluruh peralatan. ataupun dengan macam instalasi lain yang tidak digambarkan/diinformasikan pada gambar Tender dan baru muncul pada waktu pelaksanaan. pemasangan.2. untuk bekerja/ beroperas inya dengan sempurna dan baik.

PP-AC. dan ala t bantu accessories lain-lain. Panel harus memenuhi standard IP.60 Paket pekerjaan ini diperinci secara umum meliputi antara lain : 1. Melakukan pengujian. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pengadaan dan p emasangan instalasi penerangan dan stop kontak lengkap accessories terpasang (se suai gambar) lantai dasar sayap kiri. trial run d an masa pemeliharaan. 8. Tutup/Cover Dinding Seluruh pan el dalam bentuk modul dilengkapi dengan dinding penutup dari bahan plat besi. Di nding penutup harus dikerjakan dengan baik dan setiap sudut/siku harus benar-ben ar 90 derajat. harus ditutup dengan pintu yang rapi.40 type Plus Mounting atau Wall Mounting. sehingga dalam keadaan tertutup ataupun terbuka tetap dapat dipertahankan bentuk yang kokoh dari pintu tersebut. panel daya. asal disesuaikan dengan ukur an pintu. KEUR PLN / Pengesahan dari PLN. Konst ruksi Semua panel dibuat dalam ukuran modul dari bahan plat besi. seperti saklar. Bagian dalam p anel disesuaikan kebutuhan masing-masing seperti tertera pada gambar. 2. 6. yang disesuaikan dengan ke butuhan jumlah peralatan yang akan dipasang. kecuali lampu indikator pi lot lamp harus dapat dibaca sekalipun pintu dalam keadaan tertutup. Pengadaan dan pemasangan panel penerangan. Hal ini untuk menjaga barang-barang asing masuk atau di tusukkan ke lubang ventilasi dan langsung menyentuh bagian-bagian yang bertegang an dari peralatan panel. 7. dan sistem groun ding lengkap accessories terpasang MDP-IRJ. Pengadaan da n pemasangan fixtures lampu lengkap berikut accessories (sesuai gambar) lantai d asar. Ventilasi Pada dinding bagian depan/samping kiri kanan harus dile ngkapi lubanglubang untuk ventilasi Pada bagian dalam dinding yang diberi lubang ventilasi ini harus diberi lagi tambahan dinding yan gdiberi lubang punch pada daerah lubang ventilasi. maka pada pinggiran pintu dilakukan penekukan yang memadai. Engsel dan K unci . Rangka khusus untuk pintu tidak mutlak diharuskan. SDP-UPS. Kalau pane l menggunakan pintu maka semua komponen/aparatus harus terletak didalam dan ditu tup dengan cover plat yang diberi lubang untuk segel. untuk bekerjanya/beroperasinya sistem instalasi p enerangan dan daya dengan sempurna dan baik. conduit. SDP-0. Pengadaan dan pemasangan saklar dan stop kontak lengkap (kabel-kabel) a ccessories terpasang (sesuai gambar) lantai dasar sayap kiri. Pintu tersebut harus dari pelat bes i dengan diberi rangka penguat sedemikian rupa. Pengadaan dan pemasangan sarana penunjang. Semua pera latan diikat/dipasang pada rail di dalam modul panel. 2. b. 4. 3. dan lain-lain . Panel board 1. Pintu Pada bagian depan dari panel disesuaikan dengan g ambar.31 /IP. Pengadaan dan pemasangan instalasi list rik Ac dan exhaus fan lengkap accessories terpasang lantai dasar sayap kiri dan kanan 5.Spesifikasi Umum.

. dalam kotak tahan get aran. flush/semi flush. Untuk setiap panel harus disediakan MCB/ MCCB/ELCB cadangan sebanyak yang tertera pada gambar dan diberi tanda pengenal. Untuk keluarnya kabel-kabel ini dimana kabel-kabel ini akan langsun g masuk disiapkan lubang serta „compressinable gland‟ untuk setiap kabel/konduitnya. 50 Hz kecuali disebutkan khusus tertentu. Ring tersebut haruslah dari jenis yang bergigi arah dalamnya. 2. Semua rel harus dicat dan dipegang oleh bahan isolator/busbar suppor t di dalam distribution box. Setiap panel harus dipasang lampu indikator (untuk setiap phasa R. Peralatan listrik S emua peralatan listrik di panel harus dari kelas tegangan rendah (rated voltage) minimal 600 volt. Penggunaan Miniature Circuit Breaker (MCB). Posisi selector switch harus ditandai dengan jelas. Peralatan meter dipasang pada panel cabang sepe rti yang tertera pada gambar. Rangka pemegang Panel harus dilengkapi dengan dudukan baik itu berupa rangka besi atau dudukan lainnya yang sesuai dan disetujui.61 Engsel harus kuat dan tidak menonjol dan harus diusahakan tersembunyi serta rapi . Kabel dari panel langsung naik ke arah plafond/ceiling. Rated voltage 380 volt AC.Spesifikasi Umum. Kunci dan handle pintu adalah dari bahan yang diberi lapis „vernikel‟ dan dilengka pi dengan kunci merek YALE atau setaraf. T). Moulded Case Circui t Breaker Rated Voltage 500 volt/AC. Bagian panel dari metal harus dihubung secara elektris dengan re l pentanahan dan ditanahkan melalui elektroda pengetanahan atau cara pengetanaha n lainnya. dengan skala linier dan ketelitian 1.5 %. Jalan kabel Untuk panel-panel arah kabel incoming dari bawah dan outgoing arahny a dari atas. Rel harus dari bahan tembaga dengan ukuran sesuai dengan kemampuan arus 150 % dari arus bahan terpasang yang ukurannya disesuaikan dengan dengan a turan PUIL. dengan ukuran 96 x 96 mm. Cat Panel seluruhnya harus diberi car d asar/primer coat dan diberi pelapis cat akhir disesuaikan dengan warna box panel dan finish cat bakar. dilengkapi dengan magnetic dan terminal tri pping device. Rel/Busbar 1. Semua panjang busbar panel minimal sesuai dengan lebar panel Terminal dan mur baut Semua terminal harus diberi lapis tembaga (ve rtin) dan disekrup dengan menggunakan mur-baut ring dari bahan tembaga atau murbaut yang vernikel (atau stainless) dengan ring tembaga. S. c. Administrasi dan Teknis Halaman : . 5 0 Hz dan rated coil 220 volt AC. rated breaking capacity minimal 10 KA. 50 KA. dari type yang mempunyai „instantaneous tripping value‟ sebe sar 12 (dua belas) kali arus In (model G breakers). Meter-meter adalah dari type “Moving Iron Vane Type” k husus untuk panel dengan scale sircular. Pengetanahan/Grounding Panel harus dileng kapi dengan busbar atau terminal pengetanahan (grounding) dari bahan tembaga dan diberi cat „kuning-hijau‟ kecuali untuk tempat-tempat terminal seperti tersebut pad a butir diatas.

lengkap box dan access ories 3. M6 dilengkapi dengan Louvred miroro reflector of floresant lighting . Lamp Holder dan Sockets Rating lock lamp holder type. Sebagai pegangan dapat disebu tkan disini secara kasar sebagai berikut : 1 x 36 watt.(IP20.komponen dan lampunya. kapasitor 3. Flourescent Lamp. Armatur /luminare yang dapat mengontrol cahaya yang dating dari sumber cahaya de ngan bentuk deminsional atau Omni Directional Luminance Control (3D OLC). 6 A. 50 Hz. temperature kerja rendah. Tanda label ini terbuat d ari bahan ebonit hitam ukuran 60 x 30 x 40 mm atau ukuran lain yang memadai deng an tulisan berwarna putih yang tertulis secara Punch. noiseless. Cara-cara Power Factor Improvement ataupun de ngan penggunaan kapasitor. 84 PHILIPS. d. Rated voltage 220 volt rugi-rugi/losses ballast tidak lebih besa r dari 1 x 36 watt. Fluorescent Tube dengan type warna „white‟ atau No. Ballast harus dilengkapi dengan Connection Terminal . 1 x 18 watt loses max. ballast dengan rumahan dari bahan polyster.dipasan g rata plafon TL 1 x 36 watt. dengan atau tanpa s tarter socket yang disesuaikan dengan rumahan yang digunakan. satu phasa. losses max.Opal (IP40) dipasang diatas wastafel Down Light PLC 18 watt. untuk lampu-lampu sel uruh bangunan. Kapasitor Untuk semua lampu-lampu fluorescent disyaratkan bahwa „power factor‟ harus mencapai paling kurang 0. Fixture 1. Tanda-tanda / label-label Untuk setiap CB/switch maka didekat nya secara jelas harus dipasang tanda/label dimana tertera arah. 6 watt dan TL 1 x 10 watt loses max.class 1. Harus diproduksi oleh satu pabrikan ( Complite Set Armatur) dan diyatakan dengan Surat Keaslian Matrial dan Bergaransi . 7 mm. 220 v. saklar tunggal dan ganda inbow.85. 2.85. Zinc-coated white paint sheet steel. rated voltage 220 volt.Spesifikasi Umum. 11 watt.complice with IEC5 98 Lampu/fluorescent Tube “TL” standard type fluorescent lamp.5 mikro farad. 4. lengkap box dan access ories Saklar hotel. Armatur set harus lengkap dengan rangka dudukan/gantungan.Opal (IP40) dipasang diatas wastafel TL 1 x 18 watt. 16 A. 3 watt.62 Jalan incoming feeder/kabel seluruhnya melalui dinding/dibawah lantai dan dimasu kkan kedalam pipa. Balla st Leak proof. Armature Dari bahan pelat baja ketebalan minimal 0. tujuan keluar a tau masuk kabel yang dilayani oleh CB/switch tersebut.Revlektor (IP20 claas 1 complise IEC598 end F mark) TL 1 x 36 watt. Type Stop Kontak & Saklar Stop kontak inbow. menjadi kewajiban Kontraktor/Supplie r untuk menambah kapasitas kapasitor apabila tidak tercapai power factor sebesar 0.Semua komponen listrik berada di dalam (built in) Armatur. Type armature TL 2 x 36 watt. Administrasi dan Teknis Halaman : . kapasitor 5 mikro farad dan 1 x 18 watt. .

Instalasi Umum 1. brase. Pendukung fixture Semua fixture disini telah diartikan lengkap dengan penggantun g/pengikat lubang lampu pada plafond yang harus disupply oleh Kontraktor. Saklar/on-off pada lampu-lampu penerangan dilakukan pada tempat tersendiri dan dipasang pada ketinggian 120 cm – 150 cm dari permukaan lantai. Untuk pencabangan kabel-kabel harus menggunakan Du odoos atau Teedoos dari bahan metal. 10 A. Sistem Pengetanahan Instalasi sistem pen getanahan dalam paket ini adalah untuk sistem pengetanahan pengaman yang dihubun gkan ke panel Elektroda konduktor pengetanahan Pipa galvanized diameter 1 inchi dengan copper BSC seperti tertera pada gambar dan tahanan pengetanahan tidak bol eh lebih dari 3 (tiga) ohm. Sambungan sekrup/baut. Bahan-bahan jepitan / kl em / mur-baut harus dari bahan yang mempunyai konduktivitas arus yang baik dan t elah diproses untuk tahan korosi/oksidasi.5 mm2. 4. Semua kabel yang masuk / keluar panel mula i dari lantai sampai pada ketinggian fixtures harus dimasukkan kedalam conduit y ang sesuai. kecuali dis ebutkan lain pada spesifikasi ini. Instalasi umum menggunakan kabel NYM. Instalasi penerangan. 2. Ukuran terkecil ka bel listrik adalah penampang tembaga 2. e. Administrasi dan Teknis Halaman : . 5. Setiap pipa/ konduit dan jalan masuk kabel ke panel/terminal box/doos/fixture dan lain-lain h arus dilengkapi dengan „pengakhiran‟ berupa : „cable gland‟ atau semacamnya untuk menceg ah luka pada isolasi kabel sewaktu-waktu tertarik/ditarik. Stop kontak dan sakl ar yang akan dipasang adalah type pemasangan masuk (inbow) kecuali disebut lain. Supply listrik untuk penerangan dan stop kon tak dilayani secara terpisah dari sistem daya melalui panel listrik yang segi pe layanannya terbagi dua panel. Stop kontak dinding dipasang pada ke tinggian 30 cm – 90 cm dari permukaan lantai. 6. Aturan-aturan . 3. semua sambungan harus dengan cara jepitan dengan baut. NYY. lengkap box da n accessories Seluruh stop kontak dilengkapi safety plug. Saklar grup/grid saklar inbow lengkap isian saklar tunggal. klem Kecuali disebutkan lain.‟plain‟ atau melable iron. stop kontak dan saklar Didalam ba ngunan pada umumnya adalah general lighting berupa lampulampu atau armature dipa sang recessed mounted pada plafond / ceiling dan dak beton. Untuk suatu instalas i tiga phasa maka didalam cara instalasinya warna-warna fasa dari kabel haruslah konsisten dari awal. seperti „connec tion cap‟ sedemikian rupa sehingga aman cara instalasinya. 8. 9. Setiap pencabangan atau sambung an instalasi haruslah dipergunakan lasdop atau cara tutup lainnya. tidak akan melar (is not likely to st retch) setelah diberi „cast bronce‟. 7.Spesifikasi Umum. NYFGBY.63 5. Stop kontak di ruang pasien dipasang sesuai dengan tempat tidur pasien. Konduit/kabel harus diklem dengan rapih pada plafond setiap jarak 1 (satu) meter kecuali disebutkan lain pada spesifikasi/gambar. khusus untuk daera h lembab harus dari jenis Water Dicht (WD).

atau komponen tertentu terutama untuk material-material listrik utama. Kabel Daftar Material Untuk semua material yang ditawarkan maka Kontraktor wajib mengisi Daftar Material yang meny ebutkan merk. namun perlu diketahui bahwa pengisian ta bel ini ikut menjadi bahan peninjauan. GE. maka Pemborong harus menjamin bahwa barang tersebut adalah baik dan baru dengan jalan menunjukkan Surat Order Pengiriman Barang ters ebut dari Dealer/Agen/Pabrik apabila dimungkinkan. Kabel : SUPREME. Semua pokok-pokok harus d iisi terutama merek dan type. INDICATOR KLOCKNER. starter. indikator Peralatan lampu : armature. ELCB. GE. LEGRAND 4. MCB. Material-material harus dari pro duk dengan kualitas baik dan merupakan produksi terbaru. LABEL kabel : LEGRAND. BERKER 7. Terminal Box : L OKAL (INDUSTIRA. Saklar. NEC atau NFPA. MCB. type dan kelas lengkap dengan brosur / katalog yang dilampirkan pa da waktu lelang. TRANKA 2. Apabila nanti selama proyek berjalan. Administrasi dan Teknis Halaman : . CABLE dan lain-lain GLAND 3. disebutkan beberapa merek tertentu atau suatu kelas mutu (quantity performance) dari material. Fixture Lampu : ARTHOLITE.64 f. EGA. LUCOL ITE 6. maka Pemborong wajib mengajukan didalam penawa rannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang disebutkan itu. A BB. Daftar material ini wajib diisi dan diser takan dalam penawaran. Sepatu kabel. reflector dan lain-lain. Stop Kontak.Spesifikasi Umum. : MERTEN. terjadi bahwa material yang disebutkan pada tabel materi al tidak dapat diadakan oleh Kontraktor. Bol a Lampu : PHILIPS. CLIPSAL. KABELINDO. yang diakibatkan oleh suatu alasan tert entu yang sangat kuat dan dapat diterima pemilik. maka dapat difikirkan penggantian merek/type dengan suatu sanksi tertentu kepa da Kontraktor. AEG Plug . Penyebutan merek/produk pabrik Apabila pada spesifikasi t eknik ini atau pada gambar. terminal. DIAN WAHYU) 5. INTERLITE. fuse. Umum Persyaratan Bahan Semua material yang disup ply dan dipasang oleh Pemborong harus baru dan material tersebut harus cocok unt uk dipasang di daerah tropis dan tahan korosif. FUSE. Contactor. Tabel daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen ya ng berupa barang-barang produk pabrik atau assembling. MCCB. Persyaratan Bahan / Material 1. ballast. Direksi Lapangan dan Perencana . bola lampu. Bila tidak disebutkan lain pada spesifikasi teknik ini ataupun pada gambar maka hal-hal khusus lainnya mengenai sistem dan cara pengetanahan harus dilakukan men gikuti aturan PUIL . SIEMENS . KAB EL METAL. E LCB. kapasitor. Ballast. Contactor : MERLIN GERIN (MG). Produk pabrik yang disarankan untuk digunakan 1. MULLER. g. Kapasitor. Box Panel. Komponen panel : MCCB. apabila ada pokok dalam tabel ini yang tak dapat a tau sulit diisi dapat saja tidak diisi. 3 M. Sistem pengetanahan untuk arus kuat da n lemah harus dipisah. Untuk material-material yang disebut di bawah ini.1987.

65 8. Struktural dan gambar lai n yang berhubungan. Semua Gambar Detail Pelaksanaan ha rus segera diserahkan sebelum pengadaan bahan agar diperoleh waktu yang cukup un tuk memeriksa. Standar / Rujukan c. yang pada prinsipn ya apabila terjadi kebakaran akan dideteksi oleh detektordetektor dimana dalam h al ini menggunakan „heat detector‟ Ret of Rice Detector dan Smoke Detector yang terd iri dari zone-zone dan dikontrol oleh FACP.Spesifikasi Umum. Gambar Kerja ini harus diikuti se-seksama mungkin. EGA EGA. Konduit Doos. c. dan seluruh peralatan penunjang/ak sesoris untuk seluruh peralatan. . b. 10. K ontraktor harus menyampaikan hal ini kepada Pengawas Lapangan untuk pemecahannya . PEKERJAAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. Notifire atau yang setara . serta semua elemen harus diperiksa dimensi dan ruang bebasny a. Honey Well.2. LEGRAND LOKAL LOKAL BAB II INSTALASI FIRE PROTECTION 2. Gambar Arsitektural. Kontraktor wajib melampirkan brosur dari set iap material yang akan dipasang dan memberikan contoh material untuk disetujui o leh pihak Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi dan atau oleh Konsultan Perenca na. b. Bila terdapat perbedaan antara Gamb ar Kerja yang satu dengan lainnya atau Gambar Kerja dengan Spesifikasi Teknis. National Fir e Protection Association (NFPA) National Electrical Manufactures Association (NE MA) Spesifikasi Teknis 16400 – Distribusi Tegangan Rendah Lingkup Pekerjaan : 1. Dalam meny iapkan Gambar Detail Pelaksanaan. Pekerjaan System : System deteksi kebakar an dan system alarm pada ruangan-ruangan dikontrol oleh FACP. Administrasi dan Teknis Halaman : .1. Merek yang dipakai : Simplex. Elbow Klem dan lain-lain Accessories dan lain-lain : : : : CLIPSAL. 2. 11. Semua Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap dan harus berisi se mua informasi yang mendetail dan dibutuhkan. Gambar Kerja Elektrikal hanya menunjukkan lokasi bahan dan peralatan. Cubb. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Gambar Detail P elaksanaan untuk disetujui Pengawas Lapangan. 2. Pengadaan dan pemasangan : o Cable Terminal Box (CTB) ser ta instalasi pengabelan dari CTB ke detektor. jalur ka bel dan sambungan. 9. INSTALASI PENGABELAN a. 3.

5 mm yang dilengkapi dengan pintu dan kunci. Umum.3. b. Sebagai pemberitahuan. Semua hubungan dibu at dengan sistem screw connection. bila lampu sinyal tida k berkedip. Simplex. Notifire. 2. g.Spesifikasi Umum. lampu sinyal dan bel peringatan. Alat pendeteksi panas untuk bangunan akan beroperasi pada temperatur 4. modul sumber da ya dan peralatan penting lainnya untuk melengkapi sistem tanda kebakaran dengan jumlah zona sesuai ketentuan Gambar Kerja. Sistem. f. Sistem akan meliputi. Setiap alat pendeteksi harus berisi indikator visual integral yang menunjukkan kondisi siap siaga. Dimana diperlukan pemasangan flexible conduit. Panel Kontrol.66 d.5 mm2. penyetelan dan kalibrasi harus disediakan oleh Kontraktor. maka haruslah dipasang sekal ipun tidak disebutkan dalam gambar.20C sampai 45 0C. Panel kontrol pusat harus terdiri dari modul – modul komponen sepra ktis mungkin. Alat Pendeteksi. CABLE TERMINAL BOX (CTB) a. kelembaban dan faktor lainnya. Alat Pendeteksi Panas. 2. e. Panel.4. Kepekaan alat pendeteksi harus d apat diatur. Administrasi dan Teknis Halaman : . PERSYARATAN BAHAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. tetapi tidak terbatas pada peralatan berikut : d. modul masukan dan keluaran. CTB harus terbuat dari bahan besi plat dengan tebal minimum 1. Kabel dari CTB ke sirkuit detektor menggunakan kabel PVC dengan inti penampang tembaga 1. Alat pendeteksi harus dari tipe dua ruangan yang dapat beradaptasi pada berb agai temperatur. Nohmi. Alat atau peralatan yang dibutuhkan untuk penguj ian. c. bel peringatan akan berhenti. Modul panel harus dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut : 2 (dua) buah kawat rangkaian penggerak sinyal Panel pengamat / annunciator panel . Tidak dipe rkenankan adanya sambungan kabel kalau tidak dilakukan pada terminal box atau pa nel. Lampu uji di bagian dalam Suplai AC atau DC tambahan Tanda peringatan dan tanda bahaya tambahan e. Alat pendeteksi panas harus terdiri dari tipe – tipe terseb ut : . Buatan Gent. Kontraktor harus dengan teliti memeriksa kebutuhan ruangan dengan Kontraktor lai n yang mungkin bekerja pada lokasi yang sama untuk memastikan bahwa semua perala tan dapat dipasang pada tempat yang telah ditentukan. Panel harus memiliki kapasitas untuk m engakomodasikan modul panel kontrol.

PEMASANGAN. Pengujian perlengkapan harus term asuk pengujian arus tiap zona. dan harus dilengkapi dengan label.Spesifikasi Umum. 2. Yang dimaksud dengan bahan dalam hal ini adalah semua bahan/material yang tertera dalam uraian pekerjaan. b. Bel Peringatan Alarm Bell. d. c. persyaratan pelaksanaan/gambar. Persyaratan ini harus dikoordinasikan dengan Konsultan MKsebelum pengadaan pera latan. c. persyaratan . Alat ini didesain untuk mendeteksi kenaikan temperatur yang c epat atau tidak normal. . b. data teknis dan data lainnya yang diperlukan. S emua bahan harus factory product Semua bahan harus dijamin oleh agen/pabrik dari segi kualitasnya. a. Manual Alarm Station. Panel kontrol harus dapat diperluas / ditambah sehingga mampu menampung perlengkapan sinyal pendeteksi api pada tempat – tempat yang ditentukan. Alat pendeteksi pa nas pada umumnya harus dari jenis pemasangan di langit – langit dengan sinyal berk edip yang dihubungkan ke panel kontrol yang ditempatkan pada tempat sesuai petun juk Gambar Kerja. Administrasi dan Teknis Halaman : . Sistem tanda kebakaran harus memberikan pendeteksian api secara o tomatis pada setiap bagian bangunan. Semua bah an harus tetap berada dalam kemasan masing – masing dan harus dibebaskan dari keru sakan dan kelembaban. baru. Semua bahan harus baru. untuk mengaktifkan arus tanda bahaya. g. Tombol tekan akan dioperasikan lebih dahulu untuk dapat menuju tangkai penarik yang dikunci pada posisinya ketika saklar dib ebaskan. Kontraktor/sub memberikan pelatian/training kepada pihak rumah sakit men genai system operasional dan maintenen dari alat yang dipasang.5. PERSYARATAN BAHAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. Semua bahan yang didatangkan harus dalam kondisi baik. Semua system harus mendapat pengesahan dari DE PNAKER. 2. Alat pendeteksi asap harus terdiri dari tipe photoelectric yang dapat bekerja pada temperatur operasional dari 00C sampai dengan 500C. bebas dari segala cacat. Sumber daya dan / atau tegangan kerja ke panel kontrol adalah 220V/50Hz/1 fase. Manual alarm station harus memenuhi ketentuan sebagai b erikut : Manual alarm station harus memiliki 2 (dua) jenis pengoperasian yang terdiri dar i tombol tekan dan tangkai penarik. Bel peringatan harus diadakan untuk menghasilkan t anda bahaya yang dapat didengar.6. f. Rangkaian penggerak sinyal terdiri dari 2 ( dua) buah kawat yang dihubungkan dengan akhir jalur resistor. b. Alat Pendeteksi Asap. e. dil engkapi lampu indikator yang akan menyala berkedip pada saat normal dan menyala terus pada saat kondisi peringatan. Tipe fixed temperature Alat ini akan bekerja bila temper atur udara dalam ruang mencapai angka tertinggi yang telah ditentukan. c. Bel harus dari baja berkualitas dan dengan lapi san cat warna merah.67 Tipe rate of rise.

.

o Gambar Detail Pelaksanaan harus diserahkan sebelum pengadaan bahan agar diperoleh cukup waktu untuk pemeriksaan dan tidak ada tambahan waktu bagi K ontraktor bila mengabaikan hal ini. Tanda peringatan untuk mengosongkan ruangan / bangunan harus tanda peringatan ya ng dapat didengar yang disetujui Konsultan MKdan dipasang pada tempat – tempat ses uai petunjuk Gambar Kerja. PROSEDUR UMUM 1. commisi oning dan pemeliharaan yang sempurna untuk seluruh sistem tata suara seperti dip ersyaratkan didalam buku ini dan seperti ditunjukkan didalam Gambar Perencanaan kecuali peralatan utama tidak masuk lingkup pekerjaan. Standar Industri Ind onesia (SII).3. dan menyerahkannya kepada Konsultan MK/ Menejemen Kontruksi untuk mendapat persetujuan dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan da ta teknis serta performance dari peralatan. Dalam pekerjaan ini harus termasuk juga pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini ya ng tidak mungkin disebutkan secara terinci didalam buku ini tetapi dianggap perl u untuk kesempurnaan fungsi dan operasional sistem tata suara. peralatan. o K ontraktor harus membuat daftar yang lengkap untuk bahan. STANDAR / RUJUKAN o o o Japanase Industrial Standard (JIS). . tenaga kerja dan lainlain untuk pemasangan. o Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap da n berisi detail-detail yang diperlukan. o Sebelum diadakan/didatangkan ke lokasi. o Semua barang dan peralatan yang di adakan oleh Kontraktor harus disertai dengan Surat Keterangan Keaslian Barang (L etter of Origin) dari pabrik pembuatnya (Manufacturer) atau agen utamanya (Autho rized Dealer/Agent).1. Mencakup data berikut : Nama komponen pe rangkat tata suara Jumlah unit Tata letak / susunan peralatan tata suara Dimensi Detail pemasangan dan Detail lain yang diperlukan o Bila ada perbedaan antara G ambar Kerja yang satu dengan Gambar Kerja yang lain atau antara Gambar Kerja den gan Spesifikasi Teknis. ITEM-ITEM PEKERJAAN YANG HARUS DILAKSANAKAN a. Da ta Teknis dan Daftar Bahan. o Kontraktor harus membuat dan m enyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan sistem elektrikal kepada Konsultan MKuntuk disetujui. Gambar Detail Pelaksanaan. Spesifikasi teknis Sistem Elektrikal.Spesifikasi Umum. 3. 3. III INSTALASI TATA SUARA (SOUND SYSTEM) PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini termasuk pengadaan semua mate rial. contoh dan /atau brosur/data teknis bahan/barang/peralatan untuk pekerjaan ini harus diajuk an terlebih dahulu kepada Konsultan MK/ Menejemen Kontruksi untuk disetujui. barang. BAB 3. pengetesan.68 d. dan peralatan y ang akan digunakan.2. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kontraktor 2. Contoh Bahan.

Dalam mempe rsiapkan Gambar Detail Pelaksanaan. baru. Kontraktor harus dengan teliti memeriksa kebutuhan ruangan dengan Kontraktor lain yang mungkin bekerja pada lokasi yang sama untuk memastikan bah wa semua peralatan dapat dipasang pada tempat yang telah ditentukan.Spesifikasi Umum. Administrasi dan Teknis Halaman : . o Semua perangkat sistem tata suara harus da lam keadaan baru. Bila Kontraktor mengabaikan hal di atas. Kontraktor bertang gung jawab melaksanakan pekerjaan sesuai Gambar Kerja. o Semua barang dan peralatan yang diada kan oleh Kontraktor harus disertai dengan surat jaminan keaslian barang (Letter of Origin) dan mempunyai jaminan serta garansi (Warranty). b. da ta teknis dan data lain yang diperlukan. dengan maksud bila diterima. o Pengawas Lapangan berhak menolak semua bahan yang didatangkan atau dipasang yang tidak memenuhi ketentuan dalam Gambar Kerja dan / atau Spesifikasi Teknis. tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek . PHILIPS atau yang setara. Umum. Kontraktor harus terlebih dahulu membuat pernyataan tertulis yang menjelaskan usulan penggantian. Struktur dan Gambar Kerja lainnya yang berkaitan. Pengiriman dan Penyimpanan. o Kontraktor harus segera memperbaiki dan/atau mengga nti setiap pekerjaan yang tidak sesuai. ha rus diperiksa. o Bila bahan-bahan yang akan didatangkan ternyata menyimpang atau berbeda deng an yang ditentukan. o Semua bahan dan per alatan harus disimpan dalam kemasannya pada tempat yang aman dan terlindung dari kerusakan. 4. Gambar K erja Elektrikal hanya menunjukan tata letak bahan dan peralatan. o Semua barang dan peralatan yang diadakan oleh Kontrakto r harus disertai dengan surat keterangan keaslian barang (Letter of Origin) dari pabrik pembuat atau agen utamanya. 3. dilengkapi sertifikat lulus uji pabrik dan petunjuk pemasangan serta penggunaan dari pabrik pembuatnya. Ketidaksesuaian. BAHAN .69 o o harus melaporkannya kepada Konsultan MKuntuk dicarikan jalan keluarnya.BAHAN 1. o Semua perangkat sistem tatasuar a harus dilengkapi dengan data-data berikut : Merek dan nama pabrik Tipe Tegangan kerja dan frekuensi Konsumsi daya Impedansi Tanggapan Frekuensi . bebas dari segala cacat dan dilengkapi dengan label. dimensi dan ruang gerak yang digambarkan dal am Gambar Kerja Arsitektur. o Semua perangkat sistem tata suara ad alah dari merek TOA. o Semua bahan dan peralatan yang didatangkan harus d alam keadaan baik. Gambar Kerja ini harus diikuti dengan seksama. jalur kabel dan sambungan-sambungan. akan segera d iadakan penyesuaian.

4. KEMAMPUAN OPERASI a. P hilips. TUJUAN PENGGUNAAN Main equipment dari sistem tata suara ini adalah menggunakan m ain equipment eksisting a. Untuk ruang-ruang yang dilengkapi dengan speaker untuk tu juan emergency call. 3. Administrasi dan Teknis Halaman : . Tidak semuanya speaker digunakan untuk sarana penunjang ketiga tujuan seperti tersebut diatas. area sistem tata suara ini terdiri dari : Horn Speaker harus memiliki kapasitas 15 watt sep erti merk TOA atau yang setara. Sistem tata suara „Public Address System‟ yaitu untuk tata suara publik. Merek yang dipakai : National.Spesifikasi Umum. Ceiling speaker Yang termasuk ke dalam pekerjaan ini meliputi speaker lengkap dengan matching transformer grille dan kelengkapankelengkapan lainnya sesuai merek terpilih. TOA. wiring tata suara lengkap denga n konduitnya.70 Dimensi Dan data lainnya yang diperlukan. sehingga mempunyai urutan prioritas seperti tersebut di bawah ini : Paging an d Messaging Emergency Call Back Ground Music Dalam kondisi biasa. Ada speaker hanya untuk tujuan back ground musik dan ada speaker untuk tujuan ketiga-tiganya. . attenuator serta kelengkapan lainnya yang dibutuhkan untuk kesempu rnaan kerja sistem tata suara. Sistem Tata Suara “Public Addres System” Sistem tata suar a ini digunakan untuk semua area yaitu : Back Ground Music Paging and Messaging Emergency Call Pemasangan sistem tata suara untuk area ini diatur sedemikian rup a. yaitu : menghidupkan sistem tata suara ji ka saat itu sedang di‟mati‟-kan menghentian back ground music yang sedang berlangsun g meng‟hidup‟-kan speaker yang di‟mati‟-kan dari pengatur tingkat kuat suara di setiap r uangan yang dilengkapi dengan sistem tata suara mengambil alih fungsi seluruh sp eaker yang terpasang di dalam bangunan untuk keperluan paging dan messaging difu ngsikan sebagai sarana back ground music 3. Kontraktor/sub berkewajiban memberikan pelatian/training kepada pihak ru mah sakit mengenai system operasional dan maintenen dari alat yang dipasang.5. 2. Public Addres s System Pemasangan/pengaturan sistem tata suara public address system sedemikia n rupa sehingga mampu dioperasikan sebagai berikut : Untuk keperluan paging dan messaging dan untuk keperluan tertentu lainnya harus dapat dilakukan secara remo te dari bagian penerangan/information. Instalasi Yang termasuk ke dalam pekerjaan insta lasi meliputi pekerjaan terminal box tata suara. sistem tata su ara digunakan sebagai back ground musik yang dilayani dari ruang kontrol. Pengaturan tingkat kuat suara dilakukan secara bertingkat d engan menggunakan variable resistance device.

Data Teknis Rated Voltage : 100 volt (minimum) Rated power : 1.Spesifikasi Umum. 3.1W) : 90 dB Sisi primer matching transformer mempunyai 3 (tiga) buah tap untuk 100.25 m dari lantai. b. flush mounting mempunyai On-Off plate berbentuk segi empat yang warna nya ditentukan kemudian oleh Perencana Interior.8.70 m dari lantai disesuaikan dengan keadaan dimana attentuator tersebut akan ditempatkan. 3.16. tetapi jika pada ketinggian tersebut ada jendela. INSTALASI Spesifikasi seluruh instalasi sistem tata suara untuk bangunan ini men ggunakan kabel yang mempunyai tegangan kerja 500 volt. Untuk paging dan messaging tingkat kuat suara disetiap speaker sama dan tidak di pengaruhi oleh posisi pengatur tingkat kuat suara yang dipasang disetiap ruangan . yaitu sebelum dioperas ikan untuk paging dan messaging atau emergency call.3 k ohm Frequency response : 100 . . Jika pemasangan kabel ini pararel dengan kabel day a listrik.6 beban speaker dilayani (minimum) Ketinggian pe masangan 1.6. PERSYARATAN TEKNIS SPEAKER a. compact disc atau radio tuner.7. Back ground mus ic dapat diprogram untuk cassete deck. Administrasi dan Teknis Halaman : . maka harus mempunyai jarak minimum 30 cm. Data Teknis Rated power : 3/6 watt dan 90 watt Impedansi input : 3. Tingkat kuat suara untuk paging dan messaging dapat diset secara terpusat dari sentral sistem tata suara. Hal-hal tersebut diatas berlaku pula untuk keperluan emergency call yang dilakukan dari Sentral Sistem Pengindera Kebakaran. PERSYARATAN TEKNIS ATTENTUATOR (PENGATUR PENGUAT SUARA) a. Ceiling Speaker Ceilling speaker dan matching tran sformer ditempatkan didalam suatu box speaker dipasang recessed ceilling pada pl afond dan difinish dengan speaker grille. 3. Nada-na da yang mengawali paging dan messaging serta emergency call harus mempunyai nada -nada yang cukup spesifik (berbeda dengan sumber audio lainnya). Attentuator dengan tr ansformer.000 Hz SPL minimum (1m. Kabel instalasi untuk ke speaker dipergunakan kabel jenis „PVC insulated‟ dengan jumlah inti dan luas penampa ng kabel seperti tercantum dalam Gambar Perencanaan. Bentuk dan warna ditentukan kemudian o leh Perencana interior.71 mengembalikan fungsi sistem tata suara ke keadaan semula. 70 d an 50 volt. Kabel yang digunakan untuk attentuator dimasukkan dalam conduit atau sparing dan setiap pipa hanya boleh di isi dengan satu pasang kabel. m aka ketinggian 0.

Pengkabelan untuk mikrofon. Kontra ktor tata suara berkewajiban mencek dan menyesuaikan kabel instalasi agar berfun gsi dan bekerja dengan baik dan sesuai dengan persyaratan teknis dan rekomendasi dari produk sistem tata suara yang terpilih. rak kabel dan lain-lain sam a dengan persyaratan penunjang untuk instalasi sistem daya listrik dan peneranga n. PENGUJIAN DAN UJI PENAMPILAN . rak kabel dan lain-lain sa ma dengan persyaratan penunjang untuk instalasi sistem distribusi listrik dan pe nerangan. Konstruksi las. kunci dan handle Penyambung an kabel instalasi sistem tata suara didalam terminal box dilakukan dengan mengg unakan terminal penyambungan dari jenis „screw type‟. sehingga pengoper asian dari sistem tata suara tersebut tetap berada pada kemampuan puncak. Pada ujung setiap kabel harus diberi kabel/sling-plate yang terbuat dari plat alumunium mengenai nama kelompok speaker yang dilayaninya. Penambahan alat harus disesuaikan dengan kemampuan peralatan yang ada pada setiap produk yang dipilih. Pelindung harus diterminasi hanya pada salah satu ujungnya.9. Pipa instalasi tata suara harus di bedakan dengan pipa-pipa untuk keperluan utilitas lainnya. Kabel instalasi sistem tata suara dipasang didalam pipa sparing/conduit yang dik lem pada rak kabel atau ditanam didalam dinding. 3. Terminal box dipasang flush mountin g pada dinding Terminal box dilengkapi dengan pintu. Sistem tata suara di dalam Gambar Perencanaan tidak meng ikat dan penambahan alat diperbolehkan. 3. pe ngeras suara dan kabel daya harus dipisahkan satu sama lain dengan isolasi dan p elindung metal. j enis. sparing. Kabel harus dipasang dalam konduit atau rak kabel sesu ai ketentuan dalam Spesifikasi Teknis. Persyaratan teknis me ngenai instalasi penunjang seperti conduit. pembumian.Spesifikasi Umum.10. Kapasitas termina l box disesuaikan dengan Gambar Perencanaan. Ukur an luas penampang dan jumlah inti kabel yang digunakan minimal harus sesuai deng an Gambar Perencanaan. dicat dengan meni tahan karat dan cat fin ish dengan warna yang akan ditentukan oleh Perencana Interior. KABEL INSTALASI Kabel yang digunakan harus sesuai dengan standard SII tau standardstandard lain yang dilakukan di negara RI serta mendapat rekomendasi dari konsultan pengawas. sparing. Persyaratan teknis m engenai instalasi penunjang seperti conduit. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kabel instalasi sistem tata suara menggunakan kabel PVC jenis NYMHY (500 volt). Terminal box sistem tata suara : Terminal box terbuat dari plat baja dengan k etebalan minimum 2 mm. Pipa-pipa pelindung kabel insta lasi sistem tata suara harus dibedakan dari pipa-pipa pelindung kabel untuk kepe rluan instalasi yang lain dengan cara menandai dengan cat finish berwarna abu-ab u. Pada kabel instalasi harus dapat dibaca mengenai merek. ukuran luas penampang. rating tegangan kerja dan standard yang digunakan.72 Pada dasarnya pipa untuk kabel sistem tata suara dipasang pada rak kabel atau di tanam di dalam dinding.

o Pengujian seluruh sistem komunik asi.Spesifikasi Umum. buku asli pengoperasian / pemeliharaan peralatan berikut salinannya dalam jumlah tertentu. commissioning dan pemeliharaan yang sempurna untuk seluruh sistem te lepon seperti disyaratkan dalam buku ini dan seperti ditunjukkan didalam Gambar Perencanaan. Kontraktor harus menye rahkan kepada pemilik Proyek melalui Pengawas Lapangan. pengu jian dan uji penampilan.11. tenaga kerja. pada tingkat volume yang baik. untuk menunju kkan bahwa semua perangkat bekerja dan beroperasi dengan baik sesuai ketentuan. 3.12. 3. Surat Jaminan (Warranty) atas produk sistem tata suara. o Kabel telepon termasuk kondu it. peralatan. tanpa campuran suara dari sumber lain atau uni t lain. UJI PENERIMAAN Setelah pemasangan selesai. sesuai persya ratan kontrak. o Kotak distribusi utama dan kotak terminal.13. Kontraktor harus mengadakan uji pener imaan / acceptance test. Lingkup pekerjaan tersebut al : o Penarikan kabel dari PABX sent ral. BAB 4. Waktu pelaksanaan pengujian dan uji penampilan akan dit entukan oleh Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. Kabel-kabel feeder sebelum dan sesudah diinstalasikan harus lulus uji kesinambungan. dengan jang ka waktu masa garansi sesuai standar dari pabrik pembuat. TRAINING (PELATIHAN) Kontraktor diwajibkan mengadakan Training atau Pelatihan ke pada bagian operasional Gedung atau yang ditunjuk Pemilik sampai mampu mengopera sikan peralatan Tata Suara. PEMELIHARAAN DAN PENGOPERASIAN PERALATAN Masa pemeliharaan pekerjaan sistem tata suara sesuai persyaratan dalam kontrak diwajibkan untuk mengatasi segala kerusa kan serta kekurangan-kekurangan. meliputi pengadaan dan pengi nstalasian sistem telepon dan MDF utama sampai dengan MDF pada bangunan Gedung I RJ dan semua material. Dalam pekerjaan ini harus termasuk juga pekerjaan-pekerjaan lain ya ng berhubungan dengan pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci didalam buku ini tapi dianggap perlu untuk kesempurnaan fungsi dan operasional sistem telepon.1. . 3. pengetesan. Uji penerimaan akan meliputi memperoleh dan menerima berita pada stasiun tertent u. Kontraktor harus menyerahkan kepada pemilik Proyek melalui Pengaw as Lapangan. o Pesawat telepon. dan lain-lain untuk pemasangan. IV INSTALASI TELEPON PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini. Kontraktor harus menyediakan peralatan dan fasilitas untuk pengukuran. Administrasi dan Teknis Halaman : . o Stop kontak telepon.73 Kontraktor harus melakukan semua pengujian dan pengukuran yang dianggap perlu ol eh Konsultan MKuntuk memeriksa bahwa seluruh instalasi dapat berfungsi dengan ba ik dan memenuhi semua persyaratan dan seluruh peralatan harus lulus uji fungsion al. dengan prosedur pengujian yang disetujui.

.

Penyambungan kabel instalasi telepon didalam terminal box dilakukan dengan menggunakan penyambungan jenis „sambungan jepit‟. 4. Kabel telphone langsung dihubungkan ke Outlet So cket pada Terminal Box.7. Konstruksi las. Pesawat-pesawat yang diguna kan adalah : Pesawat untuk operator 4. Standar Industri Indonesia (SII)/Standar Na sional Indonesia (SNI). Administrasi dan Teknis Halaman : . Terminal box telepon dipasang f lush mounting pada dinding.74 4. KABEL INSTALASI Kabel instalasi telepon menggunakan kabel PVC berukuran 3x0. Pemasangan outlet telepon harus diperkuat sehingga tidak muda h lepas oleh gangguangangguan mekanis.6. Outlet telepon dipasang pada dinding dengan menggunakan square metal box. SISTEM INSTALASI DAN PERALATAN Dari PABX dihubungkan ke Hibrid Key Telephone (ek sisting). Konduktor kabel ins talasi telepon mempunyai inti solid yang terbuat dari bahan tembaga. Verband Deutscheur Electrochniker (VDE).3. OUTLET TELEPON Outlet telepon dipasang pada : dinding dengan ketinggian pemasang an 90 cm dari permukaan lantai Outlet telepon harus dibedakan dari outlet daya d an outlet data komputer.5. spar ing. Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti conduit.4. . rak kabel dan lain-lain sama dengan persyaratan penunjang untuk instalasi s istem catu daya listrik dan penerangan. 4. 4. TERMINAL BOX TELEPON Terminal box telepon terbuat dari plat baja dengan ketebala n minimal 2 mm.Spesifikasi Umum. PESAWAT TELEPON Pesawat telepon caban g berupa telepon meja dengan tipe „push button dialler‟. Kabel instalasi dipasang didalam sparing / cond uit yang diklam pada rak kabel atau ditanam didalam dinding. kunci dan handle. STANDAR / RUJUKAN Standar PT Telkom. Dari Hibrid Key Telephone ke MDF (tiap lantai) untuk kemmudian dihubun ngkan langsung ke Terminal Box. Pipa-pipa p elindung kabel instalasi telepon harus dibedakan dari pipa-pipa pelindung kabel untuk keperluan instalasi yang lain dengan cara menandai dengan cat finish berwa rna hijau. Sedangkan cara pemasangan disesuaikan den gan rekomendasi dari produk yang terpilih. Terminal box telepon dilengkapi dengan pintu. Kapasitas ter minal box disesuaikan dengan Gambar Perencanaan. 4.6 mm 2 (STEEL-K-008 dan STEEL-K-002). dicat dengan meni tahan karat dan dicat finish d engan warna yang akan ditentukan kemudian oleh Perencana Interior.2.

Pelaksanaan Pekerjaan A. Kotak dibuat dari resin daur ulang. Dapat dikunsi. overvoltage arrester untuk system komunikasi h arus diadakan sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja. sedangkan keluar harus dengan operator (beberapa pesawat terten tu dapat diprogram untuk berhubungan keluar)sesuai permintaan pemberi tugas. Mer ek yang dipakai : setara SIEMENS atau Panasonok atau sesuai dengan merk PABX yan g dipakai. Overvoltage A rresters Kecuali ditentukan lain. harus memiliki karakteristik minimal sebagai berikut: Dapat dipasang di dinding. Tahan terhadap UV dengan proteksi indeks IP 53/54.Spesifikasi Umum. Dilengkapi dengan pintu yan g dapat dilepas untuk terminasi kabel.75 push button dialler dilengkapi display kelengkapan-kelengkapannya sesuai merek P ABX terpilih feature yang dimiliki sesuai dengan rekomendasi merek terpilih dipa sang di operator telepon Pesawat telepon lainnya mengikuti ketentuan Tipe push b utton dialler diletakkan di meja untuk ruangan dengan kelengkapan : push button dialler hand-set display indikator pesawat pemanggil feature yang dimiliki sesua i dengan rekomendasi merk terpilih dipasang di meja atau sesuai gambar perencana an Pesawat ini mempunyai fasilitas untuk berhubungan dengan pesawat cabang lain secara langsung. Kondui t. Diameter pipa conduit harus sesuai dengan ketentuan dalam Gambar Kerja atau disesuaikan dengan jumlah kabel yang akan ditempatkan didalamnya. . Pipa conduit untuk kabel telepon harus sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis 16 400. Mudah di pasang. Bagian metal di buat dari bahan baja anti karat AISI 304. Dapat dibuka sampai 90°. Dilengkapi dengan ventilasi pada bagian a tas dan bawah untuk sirkulasi udara dan mencegah kelembaban. Kotak distribus i utama harus dari tipe pemasangan di luar atau dalam gedung dengan kapasitas se suai petunjuk dalam Gambar Kerja. Disetujui oleh Telkom. Ringan dan Kuat. dan harus memiliki karakteristik minimal sebag ai berikut : Rumah dibuat dari reinforced polyester. Kotak Terminal. KOTAK DISTRIBUSI UTAMA (Main Distribution Frame – MDF). Umum . Administrasi dan Teknis Halaman : . Kot ak terminal dengan tipe dan kapasitas sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.

Kontraktor harus segera memperbaiki setiap pekerjaan yang dinilai tidak sesuai oleh Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi.Spesifikasi Umum. 4. floor drain. Kabel yang aka n ditanam di dalam bagian bangunan (di lantai atau di dinding) harus ditempatkan di dalam konduit jenis High Impact. Tinggi maksimal pemasangan kotak terminal sambung 160 cm dan tinggi minimal 40 cm. sistem drain. Pengadaan dan pemasangan instalasi sistem air bersih ber ikut pemipaan sampai ke setiap fixture pengeluaran dan faucet. peralatan pemasangan. Kontraktor harus menyiapkan diagram pemasangan k otak terminal. 2. V INSTALASI PLUMBING. putih/hitam. kabel ha rus ditempatkan di dalam konduit atau rak kabel dan diklem ke beton pelat pada s etiap jarak 100cm. Seluruh kabel harus diberi tanda dengan tanda kabel. Soket te lepon dan data harus ditempatkan pada lokasi yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk dari Pengawas Lapangan. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM a. 8. 5. Total panjang satu segmen dibatasi sampai 90meter. AIR BERSIH DAN AIR KOTOR PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk lingkup pekerjaan pada paket ini adal ah sebagai berikut : a. Seti ap kotak terminal harus memiliki cadangan sekurang-kurangnya 20%. Pengadaan dan pemasangan pemipaan air kotor. UTP Category 5 harus d igunakan dan dipasang pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam gambar Kerja. pipa vent. BAB 5. b. 9. Kontraktor harus memeriksa kebutuhan ruang dengan Kontraktor lain untuk memastik an semua peralatan dan perlengkapannya dapat dipasang pada tempat yang telah dit entukan. Waktu pelaksanaan Lamanya waktu pelaksanaa     . Kon traktor harus menyediakan semua alat kerja. 6. 4. Untuk ruangan tanpa langit-langit. dengan tetap memperhatikan batasan jarak yang diisyaratkan. Semua kabel komunikasi harus ditempatkan di dalam konduit jenis h igh impact. 2. Pemasangan 1. 7. d. putih/merah. Kabel dengan 5 (lima) warna yang b erbeda (misalnya kuning/putih. Mengadakan testing commissioning untuk seluruh pekerjaan hingga dapat berfu ngsi dengan baik dan memenuhi standard/persyaratan yang telah ditentukan dalam s pesifikasi teknis. grease trap dan bak penampungan / sump pit sampai ke setiap fixtures pengeluaran . putih/biru ) harus digunakan untuk kode warna pekerjaan marshalling. 11. 10. peralatan peng ujian dan melaksanakan pengujian serta mencatatnya.2.76 1. Unit kotak distribusi utam a(MDF) unit dipasang pada ruang panel listrik arus lemah seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Kontraktor secara teratus h arus membuang kotoran dan bahan tak terpakai agar dapat bekerja dengan aman. 5. 3. putih/hijau. Administrasi dan Teknis Halaman : .1. air bekas. 3. B.

pengadaan. pemasangan dan pemeliharaan disesuaikan dengan jadwal yang telah d itentukan/mengikuti jadwal bangunan. .n.

improver material dan menjamin terha dap kualitas atau mutu barang sesuai dengan tujuan spesifikasi. tetapi bagian-bagian tersebut merupakan suatu kelengka pan sistem. instalasi yang terpasang. dan tidak dinyatakan dalam gambar perencanaan atau spesifikasi. Maka Kontraktor harus tetap melaksanakannya tanpa ada biaya tambahan. Kontraktor wajib mempunyai PA S INSTALATUR yang dikeluarkan oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) setempat d an surat Rekomendasi lainnya apabila diperlukan dalam pekerjaan ini.Spesifikasi Umum. d. g. h. detail peral atan dari seluruh instalasi diatas/sebanyak 5 rangkap cetakan dan 1 kalkir.77 b. detail pemasangan. sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pemasang an dapat diperkecil/dihilangkan. Gambar Perencanaan Walaupun didalam gambar perencanaan atau spesifikasi tidak tercantum semua pipapipa. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material/peralatan menjadi tanggungan Kontraktor. Kontraktor diwajibkan mengadakan koordinasi den gan Kontraktor lain yang mengerjakan pekerjaan struktur. Gam bar-gambar dan Spesifikasi Gambar-gambar dan spesifikasi ini harus merupakan sua tu kesatuan. Tenaga Pelaksanaan Semua pekerjaan harus dilaks anakan dengan baik oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (skilled labour). Izin Semua izin-izin dan persyarat an-persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan instalasi ini harus dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana termasuk biayanya. kepada Direksi Lapangan termasuk brosur-brosur dari alat-alat tersebut untuk mendapatkan persetujuan dar i Direksi Lapangan. maka kewajiban Kontraktor untuk memasang hal tersebut agar sistem be roperasi dengan baik dan sempurna. Koordinasi Dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Gambar-gambar Kerja Gambar kerja untuk seluru h pekerjaan harus selalu berada di lapangan (site). Contoh-contoh Barang Kontraktor waijb mengirimkan con toh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan. termasuk perubahan-perubahan atau usulan-usulan dan lain sebagainya. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti. c. fitting-fitting. sebelum alat-alat tersebut dipasang. dan harus menyerahkan Gambar Pelaksanaan (as built drawing ) yang meliputi denah. Pema sangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku dan mengikuti Pedoman Plum bing Indonesia tahun 1979. Apabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi ini dapat bekerja dengan baik. Kesalahan pemasangan akibat tiadanya kerjasama menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. f. elektrikal. Administrasi dan Teknis Halaman : . Gambar Pelaksanaan Kontraktor harus mem buat gambar instalasi (Shop Drawing) sebanyak 3 (tiga) rangkap untuk disetujui o leh Direksi Lapangan. katup-katup dan fi xtures secara terperinci. Material Kontraktor harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adala h baru bebas dari cacat defective material. aga r dapat memberikan hasil kerja yang baik dan rapi. interior da n sebagainya. maka Kontraktor harus mengganti bahan-bahan tersebut sesuai dengan yang d ipersyaratkan dalam spesifikasi. e. Bila ternyata terdapat bahan-bahan yang telah dinyatakan tidak baik/tidak bisa dipakai oleh Direksi Lap angan. .

. j.i.

Semua pekerjaan pembuatan dudukan untuk mes in dilakukan oleh Kontraktor. spesifikasi dari semua contoh bahan yang akan diajukan. Kontraktor harus memberikan data-data. ukuran-ukuran dan gambar-gambar kepada pihak lain yang mengerjakan. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS KHUSUS a. n. Kontraktor wajib memberikan data-data dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain yang mengerjakannya. l. kecuali dinyatakan lain secara tersendiri. type. Kontraktor wajib mengganti setiap kelompok barang-barang atau sistem yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi akibat dari kesalah an pabrik atau pengerjaan yang salah selama masa pemeliharaan setelah proyek ini diserahterimakan untuk pertama kali. Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada pemilik sebanyak 3 (tiga) se t copy dan 1 (satu) set kalkir. Semua pekerjaan galian dan penimbunan yang dilakukan oleh pihak lain maka Kontraktor Pelaksana harus memberikan data-data. Maintenance Guide.78 Semua pemeriksaan. Kontraktor harus memberikan surat garan si atas peralatan-peralatan utama kepada Pemberi Tugas. Petunjuk Operasional Pada saat penyerahan untuk pertama kalinya Kontraktor harus menyerahkan gambargambar. Operating Instruction. m. maka Kontraktor harus berkoordinasi dan memberikan data-data. kecuali dinyatakan l ain secara tersendiri. Kontraktor wajib mengganti setiap bag ian pekerjaannya yang ternyata cacat atau rusak selama jangka waktu pemeliharaan setelah proyek ini diserahterimakan untuk pertama kalinya. Administrasi dan Teknis Halaman : . pengujian dan lain-lain beserta keterangan-keterangan resminy a yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini harus dilakukan oleh K ontraktor atas tanggungan dan biaya Kontraktor. Apabila semua penarikan kabel-kabel listrik sampai ke panel peralatan di lakukan oleh pihak lain. k. 4. . Jaminan dan Pemeli haraan Kontraktor harus memberikan pemeliharaan selama setahun untuk peralatan d an 6 (enam) bulan untuk instalasi semenjak serah terima pekerjaan yang pertama. Troubl e Shooting Instruction dan BrosurBrosur. Koordinasi 1. 3. ukuran-ukuran dan gambargambar pekerjaan ini bilaman a ada pihak yang melaksanakannya.Spesifikasi Umum. 2.3. Dengan mencantumkan secara lengkap merek. Semua penarikan pemip aan yang dilakukan oleh pihak lain dan tidak tercantum dalam gambar dan spesifik asi. ukuran-ukur an gambar-gambar dan peralatan yang diperlukan kepada pihak lain yang memerlukan nya. data-data peral atan petunjuk operasi dan cara-cara perawatan dari peralatanperalatan yang terpa sang. 5. Kontraktor harus membuat jadwal/schedulle waktu yang terperinci untuk setiap pekerjaannya dan diserahkan kepada Direksi Lapanga n. Peraturan-peraturan / Persyaratan Tata c ara pelaksanaan dan lain-lain petunjuk yang berhubungan dengan peraturanperatura n pembangunan yang sah berlaku di Republik Indonesia. Penolakan Instalasi Kontr aktor harus memberikan contoh-contoh semua bahan-bahan yang akan dipergunakannya kepada Direksi Lapangan atau pihak yang ditunjuk untuk dimintakan persetujuan t ertulis. atau pihak yang ditunjuk untuk mendapatkan persetujuannya. Pada saat penyerahan pertama harus diserahkan an tara lain : Instruction Manual.

yang disetujui oleh Di reksi Lapangan/Manajemen Konstruksi. Material / Bahan-bahan yang Dipakai 1. elbow. Administrasi dan Teknis Halaman : . British Standar (BS) 7. 4. but-fussion welding. Pada umumnya. seperti instaflex dari George Fischer. reducer. . electrifusion atau sesuai petunjuk dari pabrik pembuat pipa PN. Sistem Sa mbungan Sistem sambungan terdiri dari compressioan fitting. Untuk distribusi aire pa nas digunakan pipa PP yang memenuhi ketentuan BS 6920 dan BS 7291 Part 1 & 2 den gan tekanan nominal PN 20.5) sambungan menggunakan Solvani Councui. Sambungan-sam bungan pipa seperti socket. Pipa. mingguan. knee. PUBB 1969. Standar Nasional Indonesia (SNI) 8. bulanan dan borongan. Pemeriksaan Umum untuk pemeriksaan bahan-bahan bangunan NI-3 (PUBB) 1956 NI-3 1963.79 Selama pelaksanaan. n ipple. Kontraktor dia nggap telah cukup mengerti dan mengetahui akan isi dan maksud dari peraturan dan syarat-syarat tersebut diatas. Sistem sambungan yang dipilih harus disetujui Pengawas Lapangan. Pemipaan Air Panas. persyaratan ini harus betul-betul ditaati. 3. per aturan-peraturan berikut berkenaan dengan pasal-pasal : 1. ISO 4427 dan atau D IN 8075 Untuk pipa jaringan air kotor dan air bekas. tee dan sebagainya. butt-fussion welding. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan Dit. Sistem sambung an terdiri dari compression fitting. nipple. Cipta Karya Depart emen Pekerjaan Umum. 10. Sambungan-sambungan pipa seperti socket. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara. electrofunction atau sesuai petunjuk dari pabrik pembuat pipa PP. reducer. Diameter dan panjang pipa yang dibutuhkan h arus sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja.Spesifikasi Umum. Pemipaan Untuk pipa-pipa jaringan pekerjaan sistem a ir bersih menggunakan pipa-pipa jenis polypropelyn PN 10. Japanese Ind ustrial Standar (JIS) 9. harus terbuat dari bahan PN yang sesuai untuk pipa PN. 12. harus terbuat dari bahan PP yang sesuai untuk pipa PP kelas 10kg/cm2. American Society fot testing and Materials (A STM) 6. serta berasal dari merek yang sama dengan merek pipa. Sistem sambunga n yang dipilih harus disetujui Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. knee. Sambungan Pipa. tee untuk air bersih d an sebagainya. 5. tentang Instalasi Air. 2. Sambungan Pipa. serta berasal dari merek yang sama dengan merek pipa. Peraturan Perburuhan Indonesia. Jen. elbow. American Water Works Associantion (AWWA) b. Sistem Sambungan. Untuk distribusi air bersih harus dari pipa Poly Propeline (PN 10) yang memenuhi standar ISO 4065. dibawah 50 mm menggunakan j enis pipa PVC Kelas AW (S. sedangka n diatas 50 mm menggunakan Rubber Ring dan Spiqot. tentan g penggunaan tenaga kerja harian.

digunakan untuk pem asangan flens.5 kelas 150 jenis raised face. Perekat untuk penyambungan pipa PVC harus dari direkomendasikan oleh pabrik pemb uat pipa PVC. Sambungan-sambungan pipa dengan jenis sambung an solven cement seperti elbow. Flensa.80 Pipa PVC dan Sambungan Pipa. c. Instalasi Pemipaan 1. diameter dan arah aliran yang diterakan pada badan katup. harus dibuat dari bahan kuningan dan harus berasal dari merek yang dikenal seperti Kitz. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pipa harus dari jenis sambungan s olvent cement. Flens tipe slip-on harus memiliki diameter yang se suai dengan pipa atau peralatan yang akan disambung. Paking harus dari A NSI kelas 150. Katu p dengan diameter sampai dengan 65mm harus memiliki ulir untuk enyambungan denga n pipa. dengan system ulir metric. Sistem Penyambungan Pipa . Toyo atau setara. Katup harus memiliki tan da tekanan kerja. Valve-valve Katup/Valve. Baut. Katup bertekanan kerja 125psi. Paking. Flens harus memenuhi standar ANSI B 16. Sisa ulir setelah pemasangan minimal 3 (tiga) ulir. Jumlah pengadaan baut dan mur di lebihkan 10% dari jumlah yang seharusnya diadakan. Jumlah pe ngadaan paking harus dilebihkan 10% dari jumlah yang seharusnya diadakan. dari merek yang sama dengan merek pipa yang disetujui digunakan. merek yang 2. sedang katup dengan diamter lebih besar dari 65mm harus memiliki flens y ang bersatu dengan badan katup. Mur untuk Flensa. Baut. harus terbuat dari bahan dan kelas yang sama dengan pipa pVC dan memenuhi standar SNI 0601351989. terbuat dari karet gulungan spiral tebal minimal 3mm. reducer..8. harus te rbuat dari baja hitam kelas 8. Diameter dan panjang baut harus sesuai dengan dimensi flens. Perekat. Diameter pa king harus sesuai dengan diameter dan jenis flens yang akan digunakan. Diamter dan panjang pipa yang dibutuhkan harus sesuai ketentuan d alam Gambar Kerja. tee dan sebagainya. dengan jenis katup dan d iameter sesuai Gambar Kerja. Sambungan Pipa.Spesifikasi Umum. Pipa air buangan harus dari pipa PVC standar SNI 06 -0084-1987 dengan kelas tekanan kerja 8kg/cm2. knee. mur lengkap dengan cincin per dan cincin pelat.

penyambungan pipa dengan ulir harus terlebih dahulu diberi lapisan red lead cement atau pintalan khusus dari asbes. agar inklinasinya tetap. Pipa Air Kotor dan Ventilasi Digunakan si stem lem/solvent cement rubber ring and spiqot untuk pengikatnya terutama untuk pipa-pipa cabang atau pipa yang berdiameter kecil. Dengan pema sangan fixtures yang baik dan serasi serta kuat dalam kedudukannya untuk kompone n. Setelah pipa dipasang pada lubang galian dan sete lah diperiksa oleh pengawas yang ditunjuk. elbo w.81 Pipa Air Bersih Digunakan las untuk semua pipa pada belokan dari bahan yang sesu ai dengan jenis bahan pipanya. valve dan sebagainya. Semua fixtures. 3. Pipa-pipa Dalam Tanah Galian pipa dalam tanah harus dib uat dengan kedalaman 60 cm untuk pipa diameter 4” kebawah. Dasar lubang galian har us cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang pipa terletak bertumpu dengan baik. Un tuk pipa-pipa yang tekanan airnya tinggi/pipa induk. Pemasangan pipa harus rata dan rapi. tee. Untuk penyambungan pipa induk .5 m. 4. Fitting dan Sebagainya Se mua fixtures harus dipasang dengan baik dan didalamnya bebas dari kotoran yang a kan mengganggu aliran atau kebersihan air. Pemasangan Fixture. untuk mence gah timbulnya getaran. Untuk memperkuat terhadap keboco ran. Administrasi dan Teknis Halaman : . fitting. dipasang balok-balok dari b eton dengan campuran yang kuat dan dipasang setiap ada sambungan pipa. Penggantung / Penumpu Pipa Semua pipa harus diikat/ditetapkan dengan kuat dengan pengantung atau angker yang kokoh (rigid).Spesifikasi Umum. Sambungan flanged dilakukan pada setiap belokan d an pada setiap dua batang pipa pada pipa lurus. sedangkan untuk sambungan flanged harus dilengkapi ring karet secara homogen. semua kotoran dibuang dari lubang gal ian dan ditimbun kembali dengan baik dengan pasir urug atau tanah bekas galian a tau bahan yang ditentukan Direksi Lapangan dan disetujui. Pipa horizontal harus digantung dengan penggantung yang d apat diatur dengan jarak antara lebih dari 2. Pipa-pipa vertikal harus ditumpu dengan clem/clam dan dibuat de ngan jarak tidak lebih dari 1.5 m. dan harus terpasang dengan kokoh dite mpatnya dengan tumpuan yang mantap. bisa digunakan sistem pengelasan apabila diperlukan pada kondisi-kondisi terte ntu. Un tuk mencegah getaran pada penggantung harus dipakai dudukan dari karet. fitting dan sebagainya. pipa-pipa air bersi h dilaksanakan harus rapi tidak mengganggu waktu pemasangan-pemasangan/dinding p orselen atau pekerjaan sipil serta mekanikal dan elektrikal lainnya. Kontraktor bertanggungjawab untuk melengkapi komponen tersebut didalam kelengkapan instalasi jaringan tersebut. . 2. misalnya fixtures. Pipa-pipa yang menembus dindin g haus diberi sleeve dengan rongga 1 mm. Penggant ung atau penumpu pipa adalah produk pabrik dan harus disekrup/terikat pada konst ruksi bangunan dengan insert/anker yang dipasang pada waktu pengecoran beton ata u dengan ramset. Untuk pipapipa air bersih dan pipa-pipa air buangan tidak boleh diletakkan pada lubang-lubang yang sama.

Untuk pipa air buangan atau drain dipakai warna abu-abu.Spesifikasi Umum. Buangan dari closet (WC) dan urinoir dibuang ke septic tank.82 Patokan/pedoman yang dipakai untuk dalamnya galian adalah diukur dari garis teng ah pipa (as pipa) sampai ke permukaan jalan/tanah asli atau bila tidak akan digu nakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk untuk dalamn ya galian. e. Pekerjaan Hydrant Fire Hydrant Box Indoor Box terbuat dari plat dengan tebal 2 m m. Sebelum dipasang fixtures-fixtures seluruh sistem distribusi air harus diuji dengan tekanan 8 . 1. Pengecatan Semua pipa dari besi/baja dalam tanah harus dililit deng an karung goni dan dilapisi dengan ter (torcoated) untuk penahan korosi. d.5” 2”. Untuk pipa-pipa yang exposed tanda-tanda b erupa arah panah dengan warna disebut diatas. Pengujian Instalasi Pemipaan. Seluruh box dan pintu dicat merah dengan cat duco ex Dana Paint dan diberi tul isan Hydrant dengan warna putih.1. Untuk pipa air kotor dipakai warna hij au 3.10 kg/cm2 untuk pipa air bersih. Pipa Ventilasi Untuk pipa ventilasi dipasang pada dinding-dinding den gan diameter pipa 1” . 2. Instalasi harus rapi. resapan airny a diteruskan ke saluran yang menuju STP beserta air buangan dari wastafel dan fl oor drain. ti dak bocor dan untuk sistem maupun lay out dapat dilihat pada detail Gambar Renca na. Harus dibuat tanda-tanda dari balok beton diatas tanah untuk memudahk an identifikasi didalam tanah. Untuk jaringan p ipa air bersih dipakai warna biru tua. f. 6. . Pekerjaan Air Kot or Air Kotor / Air Buangan Diadakan pemisahan antara air kotor buangan dari clos et/WC dan air buangan dari urinoir dengan air buangan dari wastafel atau floor d rain. 2. arah panah menunjukkan arah aliran di dalam pipa. 4. Untuk jaringan pipa hydrant dipakai warna merah. Penjelasan Spesifikasi Teknis Peralatan Utama. 1. S edangkan untuk pipa air kotor/air buangan harus diuji dengan tes rendam tanpa me ngalami kebocoran dalam waktu minimum 24 jam tekanan tersebut tidak turun/beruba h. Sedangk an untuk pipa-pipa terlihat (exposed) harus diberi tanda dengan warna atau cat y ang warnanya akan ditentukan kemudian oleh Direksi Lapangan. Pengetesan pipa harus disaksikan oleh pengawas atau Direk si Lapangan. 5.5” dan pipa ventilasi utama pada shaft dengan diameter 1. Dimensi box : lihat gambar perencanaan Tinggi pemasangan dari lantai 20 cm. P erletakan engsel disesuaikan dengan keadaan setempat sehingga mudah untuk dibuka . Pipa-pipa non exposed diberi tanda di tempat-tempat control/ pemeriksaan. Biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan adalah menjadi tanggung jawa Pemborong/Kontraktor. Pada akhir pipa ventilasi utama dalam shaft dipasang filter vent pada lokasi paling atas (ceiling lantai atas atau diatas bangunan). Administrasi dan Teknis Halaman : .

Spesifikasi Umum. Bila ada hal-hal yang dinyatakan lain tersendiri dalam spes ifikasi ini. Pemborong dapat menanyakan lebih lanjut kepada P emberi Tugas atau pihak yang ditunjuk untuk ini. Apabila sampai terjadi kelalaia n dan kekurangan. Toto. 4. peralatan pembantu. GAE. Secara umum jenis peralatan utama dan tambahan yang dicakup oleh instalasi ini diataranya ia lah : Out Door Unit Ducting Kontrol temperatur Segala sesuatu mengenai lingkup p ekerjaan ini yang kurang jelas. Nozzle variable (zet spray) 1 1/2” sem ua dalam keadaan baru dan fabricated. penyetelan. p eralatan untuk instalasi. Spindo : ATP. penyelesian akhir (finishing) seluruh sist em agar lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan persyaratan dokumen dan gambargambar yang ada. 5. Pekerjaan instalasi sistem ini meliputi seluruh pen gangkutan dan pengadaan bahan-bahan serta peralatan utama. Rucika. Daftar Material. Lingkup Pekerjaan 1. Apabila ada beberapa hal dari persyaratan umum dituliskan kembali dalam bab-bab spesifikasi ini. Persyaratan Umum Semua persyaratan umum dan supplementer yang ada merupakan pula bagian dari persyaratan sistem instalasi air conditioning ini sejauh yang berla ku bagi pekerjaannya. maka Pemborong wajib bertanggung jawab penuh atas kerugian-ker ugian yang mungkin terjadi. gambar-gambar pelaksanaan dan gambargambar detail. Administrasi dan Teknis Halaman : . tahan terhadap tekanan dan penyambungannya dengan sistem coupling.1 UMUM a. Untuk gedung ini digunakan instalasi air condition ing dengan sistem lengkap : Split Wall Type Lingkup pekerjaan instalasi sistem a ir conditioning ini dapat dilihat pada : Buku pedoman Pelelangan. Hitachi : Wavin. Spindo : PPI. Spindo : PPI. Gambar-gambar rencana. 3. Unilon. Western : Ebara. g. berarti meminta perhatian khusus dan hal tersebut tidaklah berarti menghilangkan hal lainnya dari persyaratan umum dan su pplementer yang ada. b. Kitz. mudah dilipat. GRUNFOS BAB VI PERSYARATAN PELAKSANAAN DAN URAIAN PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN INSTALASI PENGKONDISI-AN UDARA (AIR CONDITIONING/AC) 6.83 Panjang fire hose tidak kurang dari 30 m. 2. maka hal-hal yang . Lampiran-lampiran at au petunjuk-petunjuk yang dikeluarkan untuk pelaksanaan proyek ini. disahkan oleh PLN dan Departemen Tenaga Kerja RI ITEM Valve Pip a PVC Pipa GIP Pipa Black Steel Pipa Polipropilene Pompa Air Bersih MEREK : Toyo . Pralon. Bakrie. Bakrie.

.

84 tertulis dalam persyaratan umum maupun supplemneter tidak berlaku lagi untuk ins talasi ini. c. Plumbing. meneliti dan memeriksa juga pekerjaan pelak sanaan Pemborong lain yang berkaitan dengan proyek ini apabila pekerjaan pihak-p ihak lain dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya. NFPA. 6. e. Semua syarat-syarat untuk bahan. 2. Pemborong wajib menyerahkan semua izin atau keter angan resmi dari pihak yang berwajib yang diperolehnya mengenai instlasi proyek ini kepada Pemberi Tugas/ Manajemen Konstruksi. Pemborong wajib menyerahkan suatu garansi/ referensi mengenai hal ini. Pembuatan peletakan untuk mesin-mesin pembuatan hanger. Sebelum memulai pekerjaan. Izin 1. Pemb orong harus memberikan data-data. Semua pelaksanaan instalasi yang berbeda dengan spesifika si dan gambar. 3. Semua izin-izin dan persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan instala si ini harus dilakukan oleh Pemborong atas tanggungan dan biaya Pemborong. Se mua Pemeriksaan. Pe mborong wajib membuat shop drawing (gambar kerja) dari seluruh macam pekerjaan b aik secara detail maupun umum dan disahkan Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi/Pe rencana. kua litas pekerjaan dan lain-lain untuk sistem instalasi ini harus sesuai dengan sta ndard ASHRAE. l antai dan langit-langit serta finishingnya untuk jalan pipa. 4. Tida k boleh terjadi adanya penyimpangan-penyimpangan dari spesifikasi dan gambar-gam bar yang ada tanpa adanya persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas/ Manajemen Kon struksi /Perencana. f. Korelasi Pekerjaan 1. tanpa persetujuan di atas harus diperbaiki dan diubah sesuai deng an spesifikasi dan gambar yang ada. peralatan. Instalasi yang dinyatakan dalam spesif ikasi ini harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berl aku saat ini dan tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan dan Badan Keselamatan Kerja. 2. Dalam gambar ini telah tercakup koordinasi dengan pekerjaan-pekerjaan l ain. d. 3. pengujian dan lain-lain beserta keterangan-keterangan resminya yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini haruslah dilakukan Pembo rong atas tanggungan dan biaya Pemborong. 2. Penarikan kabel. Persyaratan Pelaksanaan 1. Pemborong wajib mempelajari. .Spesifikasi Umum. cara-cara pemasangan. 4. Pekerjaanpekerjan seperti di bawah ini harus dilakukan Pemborong kecuali yang dinyatakan sendiri : Pembuatan lubang-lubang biasa dan lubang-lubang khusus pada dinding. atas biaya dan tanggung jawab Pemborong. Koo rdinasi dengan Pihak Lain 1. Untuk semua p eralatan dan mesin yang disediakan atau diselesaikan oleh pihak yang lain atau y ang dibeli dari pihak lain yang termasuk dalam lingkup instalasi sistem ini. Terutama koordinasi deng an pihak Pemborong Sipil Elektrikal. Bila sampai terjadi ganggu an. Pemborong harus bertanggung jawab a tas penggunaan alat-alat yang dipatentkan dari kemungkinan tuntutan ganti rugi/b iaya-biaya yang diperlukan untuk ini. NEC dan ASME. ukuran-ukran gambar-gambar yang diperlukan kep ada pihak lain yang mengerjakannya. SMACNA. Pem borong bertanggung jawab atas segala peralatan dan pekerjaan ini. ASTM. Pemborong wajib berkoordinasi dengan pihak-pihak la innya demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek ini. 5. Administrasi dan Teknis Halaman : . Fire Protection. maka Pemborong wajib memberikan saran-saran perbaikan segenap pihak. dilakukan pihak lain.

Apabila ada data-data serta bahan yang diajukan menyi mpang daripada yang disebutkan alam gambar-gambar dan spesifikasinya. kualitas dan kuantitas finishing. kecuali dinyatakan lain secara khusus dalam kontraknya. Administrasi dan Teknis Halaman : . nomor. dan lain-lain. Pemborong hen daknya menghubungi pihak lain untuk koordinasi pembersihan lapangan ini. Lapangan yang digunakan set iap hari setelah selesai bekerja harus dibersihkan oleh Pemborong. Semua bahan yang dipergunakan dalam instalasi ini harus baru. ciri ciri. Pemborong wajib bertanggung jawab penuh atas segala lingkup pekerjaannya. Bahan 1. Service dan Garansi 1. Bila ternyata bahan yang dipakai bahan lama. model. 2. Pemborong harus memberikan service secara cuma -cuma untuk seluruh sistem ini dari lingkup pekerjaan selama masa pemeliharaan s etelah proyek ini diserah terimakan untuk pertama kali. 4. Pemborong wajib mengganti atas biaya sendiri. dalam keadaan baik. tidak bercacat sesuai dengan spesifikasi dan gambar. Kebersihan Lapangan 1. Penolakan Instalasi Bila instalasi dari sistem ini seluruhnya atau ada bagiannya yang tercacat. maka keseluruhan atau sebagian dari in stalasi ini sebagai mana kenyataannya dapat ditolak dan diganti oleh Pemberi Tug as atas tanggungan Pemborong. melindungi dan menjaga bersih semua bahan-bahan yan g dipergunakan dalam instalasi ini atau sampai pada waktu penyerahan pertama ins talasi ini. bekas dipergunakan. setiap kelompok barang-barang atau sistem yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi akibat dari kesalahan pabrik atau pengerjaan yang salah selama jangk a waktu 1 (satu) tahun proyek ini diserah terimakan untuk pertama kalinya dinyat akan lain secara tersendiri. bercacat atau rusak sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi dan gambar maka Pem borong harus mengganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan spesifikasi dan gam bar atas tanggungan sendiri. 5. maka Pembo rong harus menyatakan dengan tegas perbedaanya mengajukan permohonan penggantian disertai dengan alasan yang cukup kuat dan lengkap untuk diteliti Pemberi Tugas /CM/ Perencana. accessories dan sebagainya. 2. 3. g. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan h. gagal atau tidak memenuhi persyarat an spesifikasi dan gambar serta ternyata Pemborong gagal untuk melaksanakan perb aikan ini dalam waktu yang ditentukan CM.Spesifikasi Umum. j. keluar lapangan sesuai pe tunjuk CM. . k. ars itektur. Pembor ong harus bertanggung jawab. m aka Pemborong harus memindahkan semua sisa-sisa bahan pekerjaannya dan peralatan nya kecuali masih diperlukan selama masa pemeliharaan. Sege ra setelah kontrak pelaksanaan pemasangan sistem air conditioning ini selesai. Pemborong wajib menyerahkan data-data teknis dan mengisi daftar schedul e seluruh mesin-mesin dan peralatan beserta penjelasan jenis. lengkap kepa da Pemberi Tugas/ Manajemen Konstruksi /Perencana untuk diperiksa dan dimintakan persetujuannya. i. Dalam memilih mesin atau unit-unit Pemborong harus memperhat ikan benar-benar gambar dan spesifikasi terutama untuk bentuk dan ukuran nyata d ari unit-unit mesin guna menghindari kerancuan koordinasi terhadap struktur.85 2. 2.

Dua minggu sebelum penyerahan untuk pertama kalinya sistem ini.86 1. Jenis unit kompres or adalah screw dan dilengkapi dengan pengaturan kapasitas. 4. C a s i n g. diisi. Pembor ong harus menyediakan dan memasang unit-unit “Split Wall Type” beserta peralatan-per alatan lain sesuai dengan gambar dan spesifikasi serta persyaratanpersyaratan pa brik. peralatan untuk loading dan unloading silinder kompresor dan dirakit. l. dibalancing dan diuji secara statis maupu n dinamis oleh pabrik. Pada unit harus terdapat kontrol pelindung terhadap kelebihan muatan motor (motor overload protection). sehingga dapat berfungsi dengan sempurna. 5. tekanan tinggi atau rendah dari beban pe ndingin. 4. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemborong harus mengaju kan contoh-contoh material yang akan dipasang kepada Pemberi Tugas/CM/Perencana untuk disetujui. Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar. petunjuk operasi dan cara-cara p erawatan yang terpasang di bawah kontrak ini berikut as built drawing. Sebelum pelaksanaan. Pemborong harus menyediakan dan memasang unit-un it FCU beserta peralatanperalatan sesuai dengan gambar-gambar spesifikasi dan pe rsyaratan-persyaratan pabrik. b. 6. maupun tahan terhadap udara bergaram. Semua mesin-mesin dan perlengkapan unit harus buat . Kompresor. dilengka pi dengan katup ekspansi termostatik. Shop Drawing Untuk semua macam pekerjaan baik material/komponen maupun pekerjaan nya. Fan Coil Unit (FCU) / Indoor 1. Pemborong wajib memberikan pendidikan praktek mengenai operas i dan perawatanya kepada petugas-petugas teknis yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas sampai cakap menjalankan tugasnya. Unit harus 100 % tahan cuaca di luar dan difinish dengan bahan baja galvanis dilapis dengan lapisan anti koro si. 3.Spesifikasi Umum. 2. data-data peralatan. perlindungan terha dap suhu terlalu tinggi ataupun rendah. Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada Pemberi Tugas/CM masingmasing sebanyak 6 (e nam) set. isolasi vibrasi luar dalam automatically reversible oil pump. K o n t r o l. 3. Pemborong wajib memberikan 2 (dua) set singkatan petunjuk operasi dan perawatan kepada Pemberi Tugas dan sebuah hendaknya ditempelkan dalam ruang yang ditunjuk olah CM. “Shop Drawing” adalah merupakan penggambaran yang le bih detail daripada setiap pemasangan serta spesifikasi yang lebih detail daripa da setiap komponen. Mesin Pendingin (Outdoor Unit) 1. alat timer untuk menjaga kompresor bila terjadi gangguan daya. maka Pemborong wajib memasukkan “shop drawing” sebelum pemasangan kepada CM unt uk diperiksa bersama Perencana.2 PEKERJAAN INSTALASI AIR CONDITIONING a. 2.

2.an pabrik. . Casing Unit hendaknya dibuat dari bonderized steel atau mild galva nized steel dan direncanakan untuk menahan tekanan kerja tertentu. 3. Data Teknis. Semua panel h endaknya minimum dari 20 gauge. terdiri dari jenis direct expantion circulation. Fan Coil Unit.

c. Kekuatan Pipa Semua pipa dan persyarat annya harus dapat menahan tekanan 20 kg/cm 2 tanpa terjadi kebocoran. Fan hendaknya dilengkapi dengan pulley ya ng diatur picthnya untuk memungkinkan merubah kecepatan fan.Spesifikasi Umum. kecuali ruangan tidak memungkinkan . is olasi hendaknya tahan api memenuhi persyaratan NFPA standard 90 A. . Pemasangan P ipa hendaknya dipasang minimum sejauh 2” dari tepi dinding. Rating d ari coil hendaknya copper tubing (permukaan utama) yang direkatkan erat-erat pad a pipa tadi dengan metoda yang ditentukan pabrik. 2. langit-langit dan dinding hendaknya diberi pelindung dari penyekat/karet dan galvanized steel gauge 16. Isolasi Gete ran Jenis isolasi rubber in shear type. Fan Fan hendaknya dari type centrifugal forwa rd curve. Semua unit harusnya mempunyai fan bearing dengan pelumas grease yang settingnya dapat dicapai dari luar pelumasan. Pipa Refrigerant 1. 4. Performansi hendaknya menurut API Sandard 430-1966. sesuai dengan gambar dan spe sifikasi. atap. Pipa : Hard Copper. 6. Pekerjaan Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai de ngan spesifikasi dan gambar semua pemipaan yang ada. Setelah dipasang dalam kedudukan yang benar. 3. Coil hendaknya memenuhi standard konstruksi dan testing yang berlaku dari ASAB T-1971.88 ASTM. Bahan Untuk semua pipa r efrigerant. Fitting : Wrought Copper.87 Casing dan rangka hendaknya dilapisi dengan titik-titik penyangga yang telah dip erkuat secukupnya untuk kedudukan unit dan dilapisi dengan pelindung pada kedua sisinya. ke cuali ditentukan lain oleh pabriknya. Tubing type K memenuhi spesifikasi B. Sambungan Untuk seluruh sambungan pipa menggunakan sistem “soldered”. fan hendaknya ditest dan dibalancing secara dinamis dan statis. Administrasi dan Teknis Halaman : . 5. Wrought Grass at au Tinned Cast Grass memnuhi ANSI 400 lb. Casing unit hendaknya diisolasi dengan neoprane coated fibreglass tebal 5”. lantai dan untuk pipa yang menembus lantai. Coil Cooling coils hendaknya dipasang sedemikian rupa sehingga dapat dilepas. Coil hendaknya dilengkapi deng an sambungan gravity oil drainage. Belokan Se mua belokan harus dari jenis “long radius elbow”. Drain pan hendaknya terletak di bawah cooling coil dan harus masih cuku p besar untuk menampung segenap pengembunan air dari coil pada kondisi maksimumn ya.

memberikan data. langit-langit dan lain-lain pipa ini harus diberi lapisan isolasi ge taran dan dilindungi dengan pipa yang lebih besar ukurannya. ukuran dan gamba r-gambar yang diperlukan kepada pihak lain terutama dengan Pemborong Sipil. d. e. Pemborong wajib mencat k embali khusus ditempat yang cacat tadi dengan warna yang sesuai dengan aslinya. lantai. Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi/Perencana serta pihakpihak lain yang dipe rlukan kehadirannya. 5. Bagian luarnya h endaknya dilapisi dengan “vapour barrier jacket” seperti “sisalation 450” atau yang seje nis yang direkatkan dengan “adhisive tape 2” serta “surface finish” sampai tidak terjadi pengembunan pada permukaan luar pipa. B ahan Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Polyvinyl Chlorida) jenis kelas D bilamana tidak dinyatakan lain. 4. Pemborong harus mengecat semua pipa. semua unit-unit yang dirakit di lapangan dan bahan-bahan yang mudah ber karat dengan lapisan cat dasar (prime coating) dan cat akhir sesuai dengan persy aratan pengecatan yang sesuai untuk bahan masing-masing dan disetujui oleh Pembe ri Tugas/CM/Perencana atau pihak lain yang ditunjuk untuk ini. 2. Harus diberikan lapisan isolasi sampai sepanjang kirakira 2 (dua) meter atau sampai daerah dimana terjadi pengembunan pada bagian luar pipa. Peralatan Pipa kondensasi harus dilengkapi dengan alat pembersih. Pipa Pengembunan 1.1 atau yang sejenis dari bahan tahan api (fire resistance). rangka pe nyangga. leher angsa se rta peralatan lain yang perlu.88 7. 2. rangka penggantung. S ebelumnya Pemborong wajib memberitahukan mengenai tandatanda yang hendaknya dipa sang pada peralatan-peralatan itu. Isolasi hendaknya dari rubber (armaflex) atau sejenis yan g dirapatkan dengan adhesive tape sampai tidak terjadi pengembunan. Jenis Pekerjaan Jenis pekerjaan “balanc ing” dan “adjusting” instalasi ini. f. Pemborong harus berkoordinasi. 3. Pemborong harus memberikan tanda-tanda huruf atau nomor identifikasi bagi peralatannya. 2. Isolasi Pipa Semua pipa refrigerant harus diberi lapisan isolasi sesuai dengan g ambar dan spesifikasi. dan ti dak mengganggu. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pengecatan tid ak diperlukan bila alat-alat sudah dicat dari pabriknya atau dinyatakan lain dal am spesifikasinya. Segala bahan yang diperlukan guna pengujian tersebut menjad i tanggungan dan beban biaya Pemborong. Penembusan Dinding Bila menembus dindi ng. Pekerjaan Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin-mesin air conditioning sampai ke t empat pembuangan yang terdekat dalam saluran yang tersembunyi atau tidak. tetapi bila cacat akibat pemasangan. secara garis besar mencakup persoalan-persoalan se bagai berikut : . Pengujian 1. 3.Spesifikasi Umum. polyurethane atau styrofoam typ e D. Isolasi harus dari bahan fibreglass. maka bahan-bahan tersebut harus dicat akhir dengan warna yang disetujui oleh Pemberi Tugas/CM/ Perencana. Pengecatan 1. Untuk peralatan-peralatan yang tampak. Pek erjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian “test” dan “balancing” peralatan ins talasi sistem Air Conditioning dengan disaksikan oleh Pengawas yang berkepenting an.

Administrasi dan Teknis Halaman : . 2. 4. indicator yang ada beserta seluruh peralatan yang diperlukan pada sistem AC agar sistem peraturan dapat bek erja dengan baik sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasinya harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. 3. diantaranya ialah : 3. Sekering Cadangan Untuk setiap panel harus disediak an sekering cadangan sebanyak yang ada dan disimpan dalam tempat khusus dan dibe ri tanda pengenal. sekering. 4. Syarat-syarat Semua pekerjaan listrik yang haru s dilaksanakan sesuai dengan peraturanperaturan Pemerintah setempat dan dari Jaw atan Keselamatan Kerja. transformator. hendaknya dipilih mana yang lebih besar. Untuk setiap phasa pada pa nel hendaknya diberi lampu indikator penunjukan atau alat-alat ukur. kelembaban. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. Lain-lain sistem dengan “pressure gauge” dan alat-alat lainn ya yang diperlukan. Semua alat-alat ukuran yang terpasang harus dari daerah kerja yang paling sesua i dan dengan ketelitian 2 %. Bahan terbuat dari alumunium atau partinax dengan huruf yang dipunch. alat-alat ukur dan yang lain-lain yang ada harus diberi papan nama yang jelas dan tidak mu dah rusak. Panel kontrol daya mesin-mesin AC dan mesin-mesin venti lasi yang meliputi wiring starter. g. indikator.89 Pipa Pengujian terhadap kebocoran pada pipa “chiller” dengan alat-alat “helidetorch” ata u lainnya yang sejenis. Bila ada perbedaaan. Semua panel. Pekerjaan Listrik 1. Pemborong harus berkoordin asi dengan pihak-pihak lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang sera gam dan dari merk yang sama untuk seluruh proyek ini. swicth. Hendaknya semua izin. Penyambungan Kabel Semua penyambungan kabel harus dilakukan s esuai dengan persyaratan yang ada. alat-alat uk ur serta peralatan-peralatan lainnya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC yang tercakup dalam proyek ini. Bahan Semua bah an yang dipergunakan harus dari kualitas terbaik. pemeriksaan dan pengujian beserta keter angan resmi yang mungkin diperlukan dilaksanakan oleh Pemborong.Spesifikasi Umum. Peralatan Pada masing-masi ng unit harus dipasang sistem pengaman yang terpisah. Selain daripada itu harus pula memenuhi persyaratan stan dard negara dan pabrik pembuatannya. damper-damper. . Kontrol untuk sistem pengaturan otomatis suhu. switch. aliran air. Pemborong menyediakan dan memasan g peralatan-peralatan dari panel distribusi ke panel kontrol AC dan dari panel k ontrol AC sampai ke mesin-mesin. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud disini ialah semu a pelaksanaan instalasi. aliran udara. buatan Jerman atau USA atau ya ng sejenis kecuali dinyatakan lain secara tersendiri.

Penjelasan mengenai patokan penawar u ntuk menentukan NPSH yang diperlukan d.5 kW Star delta 7. Rucika. Legrand. AEG.25 kW Star delta. buatan mana dan jenis-jenisn ya. Item Unit AC Pipa drain PVC Kabel NYY. auto transformer. Eqa BAB 7. 2.5 kW On/off switch 3. meliputi : Kurva Q – H Kurva efisiensi Ku rva NPSH yang diminta/diperlukan Kurva NPSH yang tersedia Kedalaman benam minima l dan maksimal (untuk sumbersible pump) c. rotor resistance 25 kW . Karakteristik pompa selengkapnya. 5. Gambar secara keseluruhanl engkap.90 h. suku cadang dan daftar material. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambungan tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. Westinghouse Klockner Muller. Supreme Lokal. Administrasi dan Teknis Halaman : .1 VII UMUM PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS POMPA AIR BERSIH Penawar harus menyediakan dan mensuplai “pumping station” dalam keadaan berjalan sem purna sesuai dengan gambar dan perlengkapannya. Kabel Metal . switch. auto transformer. Di dalam penawaran. Merylin Gerin. 1. Dian Wahyu. dll Keterangan Accso n. pandangan. Diagram yang menunjukkan operasi paralel pompa e. Produksi pabrik yang harus digunakan : No.3 PERSYARATAN BAHAN a. Eqa Siemens. 3. 4. maka jenis starter yang dipergunakan adalah : Power Input Motor Jenis Starter Sampai dengan 3. penawar haru s menyertakan paling sedikit hal-hal berikut ini : a. Fuji Electric Mavin. Starter Kecuali ditentukan lain oleh pabriknya atau dinyatakan lain. NYM Cubicle panel & assembling Komponen panel. 6 . clipasal.5 kW . CB MCB. Karakteristik motor listrik yaitu : Diagram Torsi – putaran Diagram daya – putaran Diagram arus listrik – putaran Efisiensi motor – power factor (Cos Phi) . Spindo Kabelindo. GE. Kabel-kabel yang dis ambung harus “color coded” atau diberi nama. Banlon.ke atas Star delta. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi ka ret. contactor. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. fuse/frame Conduit klem. ABB.7.Spesifikasi Umum. b. Fuji Aire. GAE Lokal. rot or resistance 6.7 kW .

Efisiensi : Lebih dari 0. 7. j. c. Uraian prosedu r untuk penanganan dan instalasi termasuk daftar alat kerja khusus dan perlengka pan pembantunya.2. Effisiensi : Harus tinggi (lebih besar dari 60%) dan l uas.9 g. Rumah impeller (pump-casing) 7. Konstruksi : Sistem pendinginan udara dan pada rotor harus balans dinamis. 5/144. Sistem start : Star Delta (Y) atau menggunakan Auto Transformer. Tingkat isolasi : B atau H (IEC pulb 85). f.2.3 : Besi cor mutu tinggi (GG 25) . d.5 KW x 3 phase – 380/660 volt Seal : Mechanical seal Type : Centrifugal in line c. Volute atau bentuk khusus dan bentuk impeller sentrifugal. Situa si : Vertical and suction d. l. Tingkat proteksi : IP 55 (tropicalized) /IEC 34. Daftar suku cadang yang dianjurkan.8 f.Spesifikasi Umum. i. kopling dan rotor motor listrik g. GD2 terperinci untuk impeller. Daftar sertifikat pengujian jenis barang-b arang utama yang diberikan oleh badan penguji di negeri asal. termasuk d aftar alat-alat kerja khusus berikut perlengkapan pembantunya. Jenis pompa : Bentuk rumah impeller (pump casing). Penggunaan : Air Bersih pada temperatur air maksimum 45 derajat Celsiu s dan dapat dipakai didalam atau diluar ruangan. pada kondisi kerja yang diminta. Kapasitas dan head : Capasit as : 225 liter/menit Total Heat : 80 meter Speed : 500 – 1500 rpm Power : 5. k.2. e. Administrasi dan Teknis Halaman : .91 f. i. b. b. Jenis : Motor listrik AC.1 7. Rencana pel umasan dan perawatan h. Sedangkan temperatur udara maksimum 40 0 C dan kelembaban udara relatif da pat mencapai 100% (RH 100%). Suatu uraian tentang prosedur bongkar pasang. Power Factor : Lebih dari 0. Motor a. Semua mesin-mes in yang disuplai harus dalam bentuk kesatuan dan tidak terpisahkan. Putaran poros/rotor : Tidak lebih dari 1500 rpm h. tiga ph asa squiral cage motor dan dapat berfungsi dengan baik didalam maupun diluar rua ngan. nama dan alamat lengkap suplier suku cadang yang terdekat. Tegangan : 220/380 Volt. Batas kecepatan pu tar : Tidak lebih dari 1500 rpm dan semua benda yang diputar harus balans dinami s dan balans hidrolik. 50 Hz e.2 POMPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DAN PERLENGKAPANNYA (DOMESTIC WATER PUMP) Pompa Air Bersih a. Mat erial a.2 7. Kondisi kerja : Terhenti-henti (intermi tent S2) j.

Semua pompa tidak boleh r usak. . d. Semu a pipa baja.Spesifikasi Umum. Impeller Poros pompa Seal poros Motor Casing : : : : Ni-AL-Bronze Baja tahan karat (AISI 316 atau AISI 324) Gland packing (grafite as bestos) atau mekanikal seal (karbon keramik) Besi cor mutu tinggi atau paduan al umunium.4 Perlengkapan Teknik Lain yang Diperlukan pada Sistem Perpompaan Sentrifugal dan Motor Penggeraknya a. c. s aringan.200 atau ASTM-A 106 Grade B-A 520 atau DIN 50041-3. i. Daya motor. pada bagian isap atau Discharge harus sesuai dengan standar API-5L Grade B code 17. jika putaran poros pompa terbalik untuk jangka waktu yang relatif pendek. b. dan kontraktor harus mensuplai d an memasang manometer berikut perlengkapannya (katup dan lain-lain sesuai dengan gambar).2. e.92 b.321 dan code 76. pada bagian discharge ha rus dilengkapi tempat untuk memasang manometer.201 atau DIN 50044-3. Di dalam rumah perpompaan pada bagian isap yaitu. Semua flens yang dipakai harus sesuai dengan standar ASTM-A 105 Grade 1 code 5. 7. e.s ingkat. h.1. Stator winding b. katup. Pompa Sentrifugal Air Bersih a. b.b.1. Pompa Benam (Submersible) a. c. c. Semua bantalan gelinding (rolle r bearing) harus dapat dilumasi dengan gemuk k. Upper bearing dan botem bearing a ssembly 7. reducer. harus lebih besar 10 % atau lebih dari daya maksimum yang diperlukan oleh pompa pada setiap kondisi k erja. Administrasi dan Teknis Halaman : .2. f. Semua rumah impeller (pump casing) harus dapat berfungsi baik pada t ekanan nominal 2 diatas/lebih besar dari 10 kg/cm . d. impeller dan bagian-bagian lain harus bebas dari efek kavitasi. Semua pompa yang disuplai.C (XS ShHed 80).B.1.3 SUKU CADANG Minimal suku cadang yang harus disuplai untuk pompa adalah sebagai b erikut : 7. Semua motor listrik yang disuplai harus sesuai dengan standar IEC j. 131 atau DIN 50049-3. d.1. g. e. Semua pompa dan unit motor penggeraknya harus disuplai secara integra l berikut landasan (base plate) dan baut-baut angkernya. Sedangkan mekanisme manometer pada bagian dalam harus terbuat dari: ba han baja tahan karat AISI 316. Long radius elbow.1. 7. Diameter manometer (dial indicator) harus sama at au lebih besar dari 160 mm dan mempunyai ketelitian kurang dari 1% terhadap skal a penuh.1. dan eksentrik r eduser harus sesuai dengan standar ASTM-A 234 Grade WPB code 74. Satu unit impeller Gland packing yan g menggunakan konstruksi stuffing box atau mechanical seal Bantalan berikut wear ing rings Poros berikut penguncinya Gasket.

arah rotasi. Semua pompa digerakkan oleh motor listrik b. Pompa dan Motor Listrik Semua pompa harus dites sesuai dengan ISO 35 55 (pompa sentrifugal. kelurusan sumber poros pompa den gan sumbu poros motor. Semua pompa harus dites pada 4 atau lebih kondisi kerja. Setelah pompa berikut perlengkapannya d ipasang. Semua motor listrik harus dites sebelum dik irim. dan harus dapat memperlihatkan kefungsian masing-masing peralatan pada direksi/tenaga ahli. yaitu: Kapasitas nol Kapasitas nominal Kapasit as maksimal yang diperbolehkan Kapasitas minimal yang diperbolehkan d. c. peralatan tes dan kalibrasi pera latan/alat ukur yang dipakai pada pegnetesan (di pabrik/di lokasi) maupun biaya pengetesan merupakan tanggung jawab atau disediakan oleh Kontraktor. meliputi kondisi berikut ini: a. Administrasi dan Teknis Halaman : . terdapat cacat maka Kontraktor harus mengganti komponen yang cacat tersebut dan mengetes ulang. Ko ntraktor harus melakukan tes tentang tahanan isolasi motor pada masing-masing ph asanya dengan arde (IEC 34). sesuai dengan standar yang berlaku di negara asal (pembuat motor listrik). 7. aksial dan semi aksial – tes penerimaan class B). Kontraktor harus menyerahkan hasil tes di pabrik maupun di lokasi (4 copy ) pada direksi/tenaga ahli. jika harga tahanan isolasi mot or listrik jauh di bawah harga tahanan isolasi pada saat dites di pabrik maka Ko ntraktor harus memperbaiki motor tersebut dengan cara pengeringan yang biasa dip akai.4.1.2. Tes tahanan isolasi pada masing-masing motor listrik antara phase dengan arde (IEC 34). sedangkan prosedur tes motor listrik di pabrik. Prosedur te s harus mendapat persetujuan dari Direksi/tenaga ahli c. . Sertifikat kalibrasi in strumen/alat-alat ukur yang dipakai dalam pengetesan ini harus mendapat persetuj uan dari direksi/tenaga ahli. 7. Se mua motor listrik yang bekerja atas dasar otomatis harus dites kefungsiannya. dan pem anasan lokal pada motor winding. Tes Pompa dan Motor Listrik di Lokasi a. Setelah pemasangan mesin-mesin selesai. Semua tenaga kerja. Tes Pabrik. Sertifikat tes pabrik tentang p erformance dan manual motor listrik harus diserahkan pad direksi/tenaga ahli. dan setelah pompa bekerja selama 4 jam perlu diperiksa su ara maupun getaran dan juga temperatur yang timbul pada sistem bantalan. Direksi/tenaga ahli harus diperbolehkan untu k memeriksa semua peralatan/mesin-mesin pada saat dites. Karakteri stik masing-masing pompa yang harus meliputi : Kapasitas aliran air Head Efisien si Daya listrik yang diserap NPSH e.3. Pengetesan lain meliputi.93 7.4. karakteristik yang sama pada kondisi kerja yang sama pada saat dites di pabrik harus dites kembali di lokasi.4. PEMERIKSAAN DAN TES Umum Semua mesin-mesin berikut perlengkapannya harus diperik sa dan dites di pabrik sebelum dikirim.4 7.Spesifikasi Umum. b. Semua tes harus mendapat persetujuan direksi/tenaga ahli Kontraktor harus bertanggung jawab tentang tes d i pabrik atau dilokasi. Jika selama tes di pabrik dan di lokasi. Kontraktor harus mengetes ulang di lapangan/di lokasi.

94 BAB VIII URAIAN PEKERJAAN DAN SPESIFIKASI MATERIAL/PERALATAN 8. Semua orang yang d ipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat.Pengecatan .G.Katup . BS 21/ANSI B.Sambunga n . Ringkasan Spesi fikasi Bahan Perpipaan Sistem Tekanan Spesifikasi Hidrant 10 bar BSP 1 Spesifika si BSP 1 Penggunaan : Pemadam kebakaran Uraian Keterangan Pipa Black Steel pipe 1387 Skejul 40 Sambungan/fitting Dia 40 mm ke bawah malleable iron ANSI B 16.Pipa . b.Penggantungan dan penumpu . dia 50 mm keatas. Val ves Dia 40 mm kebawah black melleable cast iron RF class 150 lb dengan ulir. Flange Dia 40 mm kebawah black maleable cas iron RF clas s 150 lb. screwed end. Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi: .2.1.Sliv . selama dan sesudah pemasangan.Spesifikasi Umum. Dia 50 mm keatas. wrought steel butt weld fitti ng ANSI B 16. terlihat pada gambar dan/atau spesifi kasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan deng an bagian lainnya. cast iron body class 150 lb dengan sambungan fl ange.Pengujian .Stariner .Bak kontrol . Administrasi dan Teknis Halaman : . screwed dia 50 mm keatas cast iron RF class 300 lb.O. c. Persyaratan Jenis Peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan dis ini adalah sebagai berikut : Fungsi Peralatan Ukuran & Joint Jenis . air karat dan stress sebelum.Galian .9. sch 40.Pengakhiran .Peralatan bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter nominal dari pipa dan letak serta arah dari mas ing-masing sistem pipa.Blok bet on .3 c lass 150 lb. W. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran. welding joint. Seluruh pekerjaan.1 PERPIPAAN a.

1. 1. 1. lantai. serta penghalan lainnya. Drains dan vents har us disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. 2. Dimana pipa-pipa melalui dinding tahan api. Pekerjaan galian.1. katup balik da n sebagainya.Spesifikasi Umum. tidak kurang dari 50 mm diantara pipa-pipa atau dengan bangunan dan peralatan. harus juga termasuk penutupan kembali serta pemadatan. 1.95 Ball Butter Fly Gate Diafragma 50 mm keatas flanged Butterfly Gate Katup Pengatu r s/d 40 mm screwed Globe (regulating valve) Butter Fly Diafragma 50 mm keatas f langed Butterfly Gate Fungsi Peralatan Ukuran & Joint Jenis Non return valve s/d 40 mm screwed Swing check Globe check 50 mm keatas flanged Double Swing Check D ick Check Pressure Reducer Die and flow type Pressure Indicator Dial dia 100 m D ial Type Katup-katup (stop valve) s/d 40 mm screwed d.9.7. Pegangan katup/valve handled tid ak boleh menukik. balok. Selama pem asangan bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan harus ditutup dengan menggunakan caps/plugs untuk m encegah masuknya benda-benda lain. reducer dan expander dan sambungan-sambungan pada p ekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik.2. Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang y ang longgar. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup.12. 1. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teli ti sebelum dipasang. 1. serta memper kecil banyaknya penyilangan.3. sesuai dengan fungsi system dan yang diperlukan digambar. Persyaratan Pemasang 1. 1. 1. 1. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan.10. Katup/valve harus mu dah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian.6. Kecuali jika tidak terdapat dalam spesifikasi. Sambungan lengkung.4. membersihkan semua kotoran. pengatur. kerapihan. Semua galian. 1. Administrasi dan Teknis Halaman : . pipe sleeves ha rus disediakan dimana pipa-pipa menembus dinding-dinding. ketinggian yang benar. Umum 1. kolom a tau langit-langit. Penggantung dan Penunjang Pipa . 1.8. Semua pe rpipaan yang akan disambung dengan peralatan.5. harus juga termasuk penutupan k embali serta pemadatan. ruang-ruang koson g diantara sleeves dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rockwool.11. harus dilengkapi dengan UNION atau FLANGE. benda-benda tajam atau runcing. Semua pekerjaan pe rpipaan harus dipasang secara menurun kearah titik buangan.

Ukuran pipa Sampai 20 mm 25 mm s/d 50 mm 65 mm s/d 150 mm 200 mm s/d 300 mm 300 mm atau lebih besar Gantungan ganda Penunjang pipa lebih dari 2 Batang 6 mm 9 mm 13 mm 15 mm dihitung dengan faktor keamanan 5 1 ukuran lebih ke cil dari tabel diatas.3. brackets atau sadle deng an tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggang an pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini: Ukuran pipa Sampai 20 25 s/d 40 50 s/d 80 100 s/d 150 200 s/d lebih Batas max Interval mendatar (m) 1.96 2. Di ruang mesin: Ukuran pipa Sampai 75 mm 100 mm s/d 200 mm 250 mm atau lebih b esar Lain-lain ukuran katup 20 mm 4.0 3. Dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap kekuatan punca k Bentuk gantungan Split ring type atau clevis type 2. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik-titik rendah . saringan dan hal-hal lain yang sejenis. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : .Titik percabangan . Semua gan tungan dan penumpu harus dicat dengan cat dasar zinchromat sebelum dipasang. Sambungan masuk d an keluar peralatan 3. spesifikasi dan untuk bagian-bagian berikut ini: 3. Administrasi dan Teknis Halaman : . 3. 2.2. Perpipaan harus ditunjang atau digantung dengan hanger.0 Ruang (mm) Interval tegak (m) 2 3 4 4 4 Jenis pipa BSP 1 2.8 2.Diameter Batang 2.1.4.2.Beban-beban terpusat karena katup. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak.1.5.Pe rubahan-perubahan arah .0 5.Spesifikasi Umum. Penunjang atau penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini: . Pemasangan Katup-Katup Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar. Pemasangan strainer Ukuran katup 20 mm 40 mm 50 mm .0 4.

Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untu k ini Sleeves . Pe mbersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan.Spesifikasi Umum. Pengecatan 1.Ka wat las atau elektroda yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas Sebelum pekerjaan las dimulai Kontraktor harus mengajukan kepada direksi contoh hasil las untuk mendapatkan persetujuan tertulis . . 6. Pemasangan Vent Otomatis Vent udara otomatis harus disediakan dit empat-tempat tertinggi dan kantong udara. 8.Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fitting las. Pema sangan Katup-katup Katup-katup pelepasan tekanan harus disediakan ditempat-tempa t yang mungkin timbul kelebihan tekanan.Tukang las harus mempunyai se rtifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.Semua sam bungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zinkwite dengan campuran minyak .Rongga anta ra pipa dan sleeve harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau Caulk. Katup-katup pengaman harus disediakan d i tempat-tempat yang dekat dengan sumber tekanan. Administrasi dan Teknis Halaman : . pe mipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama. menggunakan cara/meto da yang disetujui sampai semua benda-benda asing disingkirkan.Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku u ntuk ukuran sampai dengan 40 mm . . spesifikasi dan untuk alat-alat berikut ini : a.Semua sambungan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda.Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulit . Katup-katup pengontrol b. 7. Penyambungan pipa-pipa Sambungan Ul ir . Katup-katup pengurangan tekana n harus disediakan ditempat-tempat dimana tekanan pemakai lebih rendah dari teka nan suplai. Sambungan Las . Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut : Pipa service Suppor t pipa dan peralatan Konstruksi besi Flange Peralatan yang belum dicat dari pabr ik Peralatan yang catnya harus diperbaharui .97 Strainer harus disediakan sesuai dengan gambar. Katup-katup pengurang tekanan 5.Sleeves untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik . e.

Ariston Pemasangan. maka atas perintah tertulis dari Pember i Tugas pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan dan akan diperhitungkan sebagai pe kerjaan kurangan. maka pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan setelah ada perintah tertulis dari Pemimpin Proyek dan akan diperhitungkan dala m pekerjaan tambahan. Label Katup (valve tag) . Untuk pemasangan i nstalasi pipa air panas dan air dingin serta krannya.Merk Product c. Apabila terdapat perbedaan antara gambar. Water Heater yang terpasang harus dalam kondisi baru dan utuh serta me mpunyai garansi product.Tags untuk katup harus disediakan ditempat-tempat p enting guna operasi dan pemeliharaan . Administrasi dan Teknis Halaman : .Kapasitas . Lingkup pekerjaan Water Heater meliputi penyediaan bahan/material tenaga/tekn isi. Pengecatan Pengecatan harus dilakukan seperti berikut : Lokasi pengecatan Pip a dan peralatan Pipa dan peralatan expose Pipa dalam tanah Pengecatan Zinchromat e primer 2 lapis dan dicat warna merah Zinchromate primer 2 lapis dan dicat akhi r 2 lapis warna merah Bitumin 2 lapis 3. tetapi menurut pertimbangan Pemberi Tugas yang dapat dipertanggun gjawabkan tidak perlu lagi dilaksanakan. maka sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan harus d iadakan rapat terlebih dahulu untuk mendapatkan kepastian. Uraian pekerjaan yang belum termuat dalam ketentuan dan syarat-syarat ini tet api didalam pelaksanaannya harus ada.98 2. dan testing sampai bisa berfungsi sebagaimana mes tinya. 3. Pemasangan harus dilakukan oleh tenaga yang terampil dam berpengalaman serta mengacu pada petunjuk yang te lah ditetapkan prabrik pembuatnya. dan pemasangan instalasi. E. . LAIN-LAIN 1. penarikan kab el daya dan pemasangan MCB dan penyambungan pipanya ke mesin.Spesifikasi Umum. b.Fungsi-fungsi seperti Normally Open atau Normally Closed harus ditunjukkan di tags katup. Specifikasi Alat : . : : : 30 ltr Wall Mounted Daalderop. Water Heater dipasang pada ruang dokter jaga dan atau ruang-ruang ya ng telah ditentukan dalam gambar perencanaan. dan Rencana Anggaran Biaya. BAB IX PEKERJAAN WATER HEATER a. 2. Apabila terdapat jenis pekerjaan yang semula diestimasi ol eh Konsultan Perencana perlu dikerjakan dan sudah termuat dalam Daftar Rencana A nggaran Biaya. Pada gedung Instalasi Rawat Jalan ini pekerjaan Water Heater meliputi pemasangan mesin Water Heater.Type .Tags untuk katup harus terbua t dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat. . spesifikasi teknis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful