Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 1 PERSYARATAN TEKNIS A. PENJELASAN UMUM BAB I 1.1. URAIAN UMUM PEKERJAAN a. b.

Pekerjaan ini adalah pembangunan Gudang Obat dan Vaksin Kabupate n Bogor Istilah “Pekerjaan” mencakup penyediaan semua tenaga kerja (tenaga ahli, tuk ang, buruh dan lainnya), bahan bangunan dan peralatan/perlengkapan yang diperluk an dalam pelaksanaan pekerjaan termaksud. Pekerjaan harus diselesaikan seperti y ang dimaksud dalam RKS, Gambar-gambar Rencana, Berita Acara Rapat Penjelasan Pek erjaan serta Addenda yang disampaikan selama pelaksanaan. c. 1.2. BATASAN/PERATURAN Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor harus tunduk kepada : a. Undang – Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi b. Undang – Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung c . Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan Tekn is Bangunan Gedung d. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 468/KPTS/1998 tent ang Persyaratan Teknis Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan e. Keputu san Menteri Pekerjaan Umum RI No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengaman an Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan f. Keputusan Me nteri Pekerjaan Umum RI 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggu langan Kebakaran di Perkotaan g. Keputusan Direktur Jenderal Perumahan dan Permu kiman Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 58/KPTS/DM/2002 tentang Pe tunjuk Teknis Rencana Tindakan Darurat Kebakaran pada Bangunan Gedung. h. Peratu ran umum Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan (PUPB NI-3/56) i. Peraturan Beton Bert ulang Indonesia 1971 (PBI 1971) j. Peraturan Umum Bahan Nasional (PUBI 982) k. P eraturan Perburuhan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja) l. Peraturanperaturan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja) m. SKSNI T-15-1991-03 n . Peraturan Umum Instalasi Air (AVWI) o. Algemenee Voorwarden (AV)

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 2 1.3. DOKUMEN KONTRAK a. Dokumen Kontrak yang harus dipatuhi oleh Kontraktor terdiri a tas : Surat Perjanjian Pekerjaan Surat Penawaran Harga dan Perincian Penawaran G ambar-gambar Kerja/Pelaksanaan Rencana Kerja dan Syarat-syarat Addenda yang disa mpaikan oleh Pengawas Lapangan selama masa pelaksanaan Kontraktor wajib untuk me neliti gambar-gambar, RKS dan dokumen kontrak lainnya yang berhubungan. Apabila terdapat perbedaan/ketidak-sesuaian antara RKS dan gambar-gambar pelaksanaan, at au antara gambar satu dengan lainnya, Kontraktor wajib untuk memberitahukan/mela porkannya kepada Pengawas Lapangan. Persyaratan teknik pada gambar dan RKS yang harus diikuti adalah : 1. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan g ambar detail, maka gambar detail yang diikuti. 2. Bila skala gamabr tidak sesuai dengan angka ukuran, maka ukuran dengan angka yang diikuti, kecuali bila terjad i kesalahan penulisan angka tersebut yang jelas akan menyebabkan ketidaksempurna an/ketidaksesuaian konstruksi, harus mendapatkan keputusan Konsultan Pengawas le bih dahulu. 3. Bila tedapat perbedaan antara RKS dan gambar, maka RKS yang diiku ti kecuali bila hal tersebut terjadi karena kesalahan penulisan, yang jelas meng akibatkan kerusakan/kelemahan konstruksi, harus mendapatkan keputusan Konsultan Pengawas. 4. RKS dan gambar saling melengkapi bila di dalam gambar menyebutkan l engkap sedang RKS tidak, maka gambar yang harus diikuti demikian juga sebaliknya . 5. Yang dimaksud dengan RKS dan gambar di atas adalah RKS dan gambar setelah m endapatkan perubahan/penyempurnaan di dalam berita acara penjelasan pekerjaan. c . Bila akibat kekurangtelitian Kontraktor Pelaksana dalam melakukan pelaksanan p ekerjaan, terjadi ketidaksempurnaan konstruksi atau kegagalan struktur bangunan, maka Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pembongkaran terhadap konstruksi y ang sudah dilaksanakan tersebut dan memperbaiki/melaksanakannya kembali setelah memperoleh keputusan Konsultan Pengawas tanpa ganti rugi apapun dari pihak-pihak lain. b. BAB II 2.1 LINGKUP PEKERJAAN KETERANGAN UMUM 1. Pembangunan Gedung Kegawatdaruratan Ibu dan Anak RSUD Kab. Su medang tersebut secara umum meliputi pekerjaan standar maupun non standar. Bangu nan tersebut juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang masuk dalam sekop pe kerjaan non standar antara lain : Sistem Gas Medis Sistem Tata Suara Hydrant Air Conditioning (AC) Telepon dan PABX Fasilitas Penyandang Cacat Dan lain - lain 2.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 3 Uraian pekerjaan lebih detail seperti di uraikan pada perencanaan dan Bill of Qu antity (BoQ). 3. Secara teknis konstruksi, pekerjaan mencakup keseluruhan proses pembangunan dari persiapan sampai dengan pembersihan/pemberesan halaman, dan di lanjutkan dengan masa pemeliharaan seperti yang ditentukan, mencakup : Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Sipil / Struktur Pekerjaan Arsitektur Pekerjaan Mekanikal ekerjaan Elektrikal Pekerjaan lain-lain 2.2. URAIAN PEKERJAAN a. Pekerjaan Persiapan, meliputi : Penyediaan air dan daya kerj a Pembersihan lokasi kerja Dll. Pekerjaan Struktur, meliputi : Pekerjaan tanah P ekerjaan pondasi Pekerjaan beton Pekerjaan Water Profing Pekerjaan Atap Dll. Pek erjaan Arsitektur, meliputi : Pekerjaan dinding Pekerjaan kusen, pintu dan jende la Pekerjaan lantai Pekerjaan plafond Pekerjaan pengecatan Pekerjaan sanitasi dl l Pekerjaan Mekanikal, meliputi : Pekerjaan instalasi air bersih Pekerjaan insta lasi air kotor Pekerjaan instalasi air hujan Pekerjaan instalasi air limbah Peke rjaan instalasi gas medis Pekerjaan instalasi hydrant Pekerjaan instalasi air co nditioning dll Pekerjaan Elektrikal, meliputi : Pekerjaan instalasi listrik Peke rjaan penangkal petir Pekerjaan tata suara dan nurse call Pekerjaan telepon dll Pekerjaan lain-lain Pekerjaan yang jelas terkait langsung maupun tidak langsung yang tidak bisa dipisahkan dengan pekerjaan utama sesuai dengan gambar dan RKS b. c. d. e. f.

P

4 2. timbris. Pemb enahan/perbaikan kembali yang harus dilaksanakan Kontraktor. dan lain sebagaunya). Kontra ktor Pelaksana sudah harus menyelesaikan gambar sesuai pelaksanaan yang terdiri atas : Gambar rancangan pelaksanaan yang tidak mengalami perubahan dalam pelaksa naannya. melakukan pengukuran-pengukuran dan mempertimban gkan seluruh lingkup pekerjaan yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan kelengkapa n dari proyek. SARANA DAN CARA KERJA a. c. d. Komponen-komponen konstruksi lain nya atau keadaan lingkungan diluar pekerjaan pokoknya yang mengalami kerusakan a kibat pelaksanaan konstruksi (misalnya jalan. Kontraktor Pelaksana berkewajiban menyus . i. Gambar sesuai pelaksanaan dan buku penggunaan dan pemeliharaan bangunan merupaka n bagian pekerjaan yang harus diserahkan pada saat penyerahan kesatu. kekurangan dalam hal ini berakibat penyerahan pekerjaan kesatu tidak dapat dilakukan. serta pengaturan semua bagian pekerjaan yang ter cantum dalam Kontrak. f.Spesifikasi Umum. Shop Drawing harus sudah mendapat kan persetujuan Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana sebelum elemen konstr uksi yang bersangkutan dilaksanakan. k. PEMBUATAN RENCANA JADUAL PELAKSANAAN a. b. Pera latan dan perlengkapan itu harus dlaam kondisi baik. te knik. Sebelum penyerahan pekerjaan kesatu. Kontraktor harus menyediakan alatalat kerja dan perlengkapan seperti beton molen. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas seluruh cara pelaksanaan. Administrasi dan Teknis Halaman : . e. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja serta tenaga ahli yang cakap dan memadai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Penyelesaian yang dimaksud pada ayat g harus diartikan telah mempero leh persetujuan Konsultan Pengawas setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti. Shop drawing sebagai penjelasan detail maupun yang berupa gambar-gambar perubahan. j. metode.4. serta tidak akan mem pekerjakan orangorang yang tidak tepat atau tidak terampil untuk jenis-jenis pek erjaan yang ditugaskan kepadanya. halaman. kecuali akan dipergunakan kembali pada tahap selanjutnya. Kontraktor harus selalu menjaga disiplin dan a turan yang baik diantara pekerja/karyawannya.3. a lat-alat pengangkut dan peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan ini. g. waterpas. Pem benahan lapangan yang berupa pembersihan lokasi dari bahan-bahan sisa-sisa pelak sanaan termasuk bowkeet dan direksikeet harus dilaksanakan sebelum masa kontrak berakhir. bila : Komponen-kom ponen pekerjaan pokok/konstruksi yang pada masa pemeliharaan mengalami kerusakan atau dijumpai kekurangsempurnaan pelaksanaan. h. Kontraktor wajib memeriksa kebenaran dari kondisi peker jaan meninjau tempat pekerjaan. pompa air. 2. Shop Drawing (gambar kerja) harus dibuat oleh Kontraktor s ebelum suatu komponen konstruksi dilaksanakan. Kontraktor wajib mengawasi dan mengatur pekerjaan dengan perhatian penuh dan menggunakan kemampuan terbaikn ya. urut-urutan dan prosedur.

Penyelesaian yang dimaksud ini sudah harus dalam art i telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. . Pembuatan rencana jadual pelaksanaan ini harus diselesaikan oleh Kontraktor Pelaksana selambat-lambatnya 10 hari setelah dimulainya pelaksa naan di lapangan pekerjaan. b.un dan membuat jadual pelaksanaan dalam bentuk barchart yang dilengkapi dengan g rafik prestasi yang direncanakan berdasarkan butir-butir komponen pekerjaan sesu ai dengan penawaran.

asam dan za t organik lainnya yang telah dikatakan memenuhi syarat. Selama waktu sebelum rencana jadua l pelaksanaan disusun. Kontraktor Pelaksana belum menyelesaikan pembuatan jadual pelaksanaan. Apabila bahan-bahan yang ditolak oleh Pengawas Lapangan ternyata masih dip ergunakan oleh Kontraktor. Kontraktor tidak diizinkan untuk melanjutkan bagianbagian pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. belum mengeras sebagai atau keseluruhannya.Spesifikasi Umum. Semen Portland (PC) Semen Portland yang digunakan adalah jenis satu harus satu merek untuk penggunaan dalam pelaksanaan satu satuan komponen bengun an. Jadual pelaksanaan 2 mingguan ini harus disetujui oleh Konsulta n Pengawas. d. Penyimpanannya harus dilakukan d engan cara dan didalam tempat yang memenuhi syarat sebagai air untuk menjamin ke butuhan kondisi sesuai persyaratan di atas. Sebelum memulai pekerjaan atau bagian pekerjaan.5 c. Sepanjang tidak ada ketentuan lain dalam RKS ini dan Berita Acara Rapat Penjelasan. Persyaratan mutu bahan bangunan secara umum adalah seperti di bawah ini. Semua kerugian akibat pembongkaran tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. sedangkan bahan-bahan b angunan yang belum disebutkan disini akan diisyaratkan langsung di dalam pasal-p asal mengenai persyaratan pelaksanaan komponen konstruksi di belakang. Penyimpanan bahan-bahan harus diatur dan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelancaran pel aksanaan pekerjaan dan terhindarnya bahan-bahan dari kerusakan. Pemborong harus mengajukan contoh bahan yang akan digunakan kepada Pe ngawas Lapangan yang akan diajukan User dan Konsultan Perencana untuk mendapatka n persetujuan. beton dan penyirama n guna pemeliharaan harus air tawar. Sebelum ada kepastian hasil pem eriksaan dari Laboratorium. Jika terdap at perselisihan mengenai kualitas bahan yang dipakai. maka bahan-bahan yang dipergunakan maupun syarat-syarat pelaksanaan harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam AV-41 dan PUBI-1982 serta ket entuan lainnya yang berlaku di Indonesia. Air Air y ang digunakan sebagai media untuk adukan pasangan plesteran. Kontraktor harus menyediakan bahan-bahan ba ngunan dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dilak sanakan. c. . Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pekerjaannya deng an berpedoman pada rencana pelaksanaan mingguan yang harus dibuat pada saat dimu lai pelaksanaan. KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT BAHAN a. garam. Administrasi dan Teknis Halaman : . Bila selama 10 hari setelah pelaksanaan pekerjaan dimulai. maka Kontraktor Pelaksana haru s dapat menyajikan jadual pelaksanaan sementara minimal untuk 2 minggu pertama d an 2 minggu kedua dari pelaksanaan pekerjaan. Pasir (Ps) b. Pengawas Lapangan berhak m eminta kepada Kontraktor untuk memeriksakan bahan itu ke Laboratorium Balai Pene litian Bahan yang resmi dengan biaya Kontraktor. Bahan-bahan yang tidak memenuhi ketentuan seperti disyaratkan ata u yang dinyatakan ditolak oleh Pengawas Lapangan tidak boleh digunakan dan harus segera dikeluarkan dari halaman pekerjaan selambat-lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam.5. sebagai air untuk keperl uan pelaksanaan konstruksi oleh laboratorium tidak lagi diperlukan rekomendasi l aboratorium. maka Pengawas Lapangan memerintahkan untuk membongkar kembali bagian pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. tidak mengandung minyak. 2.

e.d. f. .

Pas ir untuk pasangan adalah pasir dengan ukuran butiran sebagian terbesar adalah te rletak antara 0. yang lazim disebut pasir urug. asam.1. Kualitas air yang disediakan untuk keperluan tersebut harus cuk up terjamin. Halaman pr oyek akan diserahkan kepada Kontraktor sebagaimana keadaannya waktu Rapat Penjel asan. berbutir keras. 3. 1. l umpur. dan sebagainya yang dapat merusak atau mengurangi kekuatan konstruksi. bersih dari kotoran. . b. Batu Pecah (Split) Split untuk beton harus menggunakan spli t dari batu kali hitam pecah. Air be rsih untuk keperluan sehari-hari seperti minum. serta mempunyai gradasi d an kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam PBI 1971. gara m. dan bahan organik lainnya. SITUASI DAN PERSIAPAN PEKERJAAN SITUASI/LOKASI a.2. yang terdiri atas. asam. Kontraktor harus menyediakan daya listrik atas tanggungan/biaya sen diri sementara yang dibutuhkan untuk peralatan dan penerangan serta keperluan la innya dalam melaksanakan pekerjaan ini. 3. Kontraktor harus menyediakan air atas tanggungan/biaya sendiri y ang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini.075 sampai 1. mandi/buang air dan kebutuhan la in para pekerja. AIR DAN DAYA a.6 Pasir yang digunakan adalah pasir sungai. Kontraktor hendaknya mengadakan penelitian dengan seksama mengenai keadaan tanah halaman proyek tersebut.3. 2. Pemasangan sistem listrik sementara ini harus memenuhi persyaratan yang berlaku. BAB III 3.25 mm yang lazim dipasarkan disebut pasi pasang 3. SALURAN PEMBUANGAN Kontraktor harus membuat saluran pembuangan sementara untuk m enjaga agar daerah bangunan selalu dalam keadaan kering/tidak basah tergenang ai r hujan atau air buangan. Sumedang. Pasir untuk urugan adalah pasir dengan butiran halus. garam. b. Administrasi dan Teknis Halaman : . yaitu : Air kerja untuk pencamp ur atau keperluan lainnya yang memenuhi persyaratan sesuai jenis pekerjaan. Saluran dihubungkan ke parit/selokan yang terdekat ata u menurut petunjuk Pengawas. cuku p bersih.Spesifikasi Umum. Lokasi proyek adalah pada lahan RSUD Kab. bebas dari segala macam kotoran dan zat-zat seperti minyak. Pasir untuk pekerjaan beton adalah pasir cor yang gradasinya mendapat rekomendas i dari laboratorium. Kontraktor harus pula menyediakan penangkal petir sementara untuk keselamatan. sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dap at dijadikan alasan untuk mengajukan klaim/tuntutan. Kekurang-telitian atau kelalaian dalam mengevalu asi keadaan lapangan. Kontraktor harus mengatur dan menjaga a gar jaringan dan peralatan listrik tidak membahayakan para pekerja di lapangan. bersih dan bermutu baik.

3. Ruang gerak selama pelaksanaan dalam lokasi berpagar harus cuk up leluasa untuk lancarnya pekerjaan. GUDANG DAN FASILITAS LAIN Kontraktor h arus membangun kantor dan perlengkapannya. Ukuran dan redaksi papan n ama tersebut 90 x 150 cm . PAGAR SEMENTARA Kontraktor harus membuat pagar sementara yang sifatnya melindung i dan menutupi lokasi yang akan dibangun dengan persyaratan kualitas sebagai ber ikut : a.1 m. Kontraktor harus juga menyediakan untuk pekerja/buruhnya fasi litas sementara (tempat mandi dan peturasan) yang memadai untuk mandi dan buang air. LOS DAN HALAMAN KERJA. b. KANTOR PENGAWAS (DIREKSI KEET) Kontraktor harus menyediakan untuk Direksi di tem pat pekerjaan ruang kantor sementara beserta seperangkat furniture termasuk kurs i-kursi. Fasilitas : air dan penerangan listrik d.6. dan 5 kursi 1 unit meja gambar beserta peralatannya 1 whiteboard ukuran 120 x 80 cm 1 rak arsip ga mbar plywood 12 mm ukr.Spesifikasi Umum. l antai plesteran. yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerja an sesuai Kontrak. Kontraktor harus menjamin agar seluruh fasilit as itu tetap bersih dan terhindar dari kerusakan. 120 x 100 x 30 cm Kontraktor harus selalu membersihkan d an menjaga keamanan kantor tersebut beserta peralatannya. 3. 3.4. Dengan seijin Pimpinan Pelaksa na Kegiatan. Administrasi dan Teknis Halaman : . Ruang : ukuran 20 m2 b. c. d. Tinggi pagar minimum 2. los kerja.5. KANTOR KONTRAKTOR. meja dan lemari. Dengan seijin Pemimpin Pelaksana Kegiatan. gudang dan halaman kerja ( work yard) di dalam halaman pekerjaan.7 3. atap asbes gelombang c . Konstruksi : rangka kayu ex borneo. dinding double plywood tidak usah dicat. Kontraktor harus membuat tata letak/denah halaman proyek dan rencana konstr uksi fasilitasfasilitas tersebut. Pada tahap selanjutnya Kontraktor harus menyediakan/memasang pengaman secukupnya disekeliling konstruksi bangunan untuk mencegah jatuhnya bahan-bahan bangunan dari atas yang membahayakan baik pekerja maupun aktivitas lain disekitar bangunan. gudang dan halaman kerja yang sudah ada. Kontraktor dapat menggunakan Direksi Keet yang sudah ada de ngan diadakan penyempurnaan dan perlengkapan peralatan. Furnitur : 2 meja kerja 1/2 biro dan 5 kursi 1 meja rapat bahan plywood 18 mm ukuran 80 x 160 cm. los kerja. Kualitas dan peralatan yang harus disediakan adalah se bagai berikut : a. PAPAN NAMA PROYEK Kontraktor wajib membuat dan memasang papan nama proyek di bag ian depan halaman proyek sehingga mudah dilihat umum. Kontraktor dapat menggunakan kembali kantor. Bahan dari BWG 32 dengan rangka kayu dicat sementara. Kontraktor bisa menggunakan kembali p agar yang sudah ada dengan melakukan perbaikanperbaikan terlebih dahulu bila dip erlukan.7.

dan lain-lain harus mengambil patokan dari peil 0. langit-l angit.Spesifikasi Umum.8 dipotong dengan tiang setinggi 250 cm atau sesuai dengan petunjuk Pemerintah Dae rah setempat. Bouwplank dipasang dengan tiang-tiang dari kayu sejenis ukuran 5/7 cm dan dipasang pada setiap jarak satu meter. Kontraktor tidak diijinkan menempatkan atau memasang reklame dalam bentuk apapun di halaman dan di sekitar proyek tanpa ijin dari Pemberi Tugas. Bouwplank dibuat dari kayu terentang (kayu hutan k elas IV) ukuran minimum 3/20 cm yang utuh dan kering.9. b. Letak dan ketinggian permukaan bouwplank harus dijaga dan d ipelihara agar tidak berubah selama pekerjaan berlangsung. 3.00 d an as kolom/dinding. PAPAN BANGUNAN (BOUWPLANK) a.10. . Administrasi dan Teknis Halaman : . 3. Pengukuran harus memakai alat ukur yang disetujui Pengawas Lapangan.60 dari J alan lingkungan. sloof. Bouwplank harus benar-benar datar (waterpas) dan tegak lurus. b. b. Pelaksanaan pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan bangunan yang berdekatan dari kerusakan. Papan harus lurus dan diketam halus pada bagian atasnya. PEMBERSIHAN HALAMAN a.8. kusen. Bahan-bahan bekas bongkaran tidak diperkenankan untuk dipergunakan kembali dan harus diangkut keluar dari halaman proyek. pondasi. batu-batuan atau puing-puing bekas ba ngunan harus dibongkar dan dibersihkan serta dipindahkan dari tanah bangunan kec uali barang-barang yang ditentukan harus dilindungi agar tetap utuh. 3. Peil 0. Bouwplank harus menunjukkan ketinggian 0. Semua penghalang di dalam batas tanah yang menghalangi ja lannya pekerjaan seperti adanya pepohonan.00 Bangunan diambil dari + 0.00 tersebut. Semua ukuran ketinggian galian. c. PERMUKAAN ATAS LANTAI (PEIL) a.

169 Magelang.2. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan pondasi ialah : . Dalam rapat penjelasan akan ditunjuk tempat dimana pembangunan akan dilaksanakan tertera pa da gambar. Alat-alat pengukur seperti water pass dan alat-alat bantu lain yang dipergunakan untuk ketelitian. pelat lantai Pekerjaan struktur at ap dack beton Dan pekerjaan lainnya yang jelas-jelas terkait dengan pekerjaan st ruktur 1. Situasi Pembangunan akan dilaksanakan di dalam kompleks RSJ Prof. sifat. Yani No.9 B. 1. Untuk pelaksanaan Kontraktoran hendaknya menyediakan : Tenaga pelaks ana yang terampil dalam bidang pekerjaannya.3. prisma sil ang. Lingkup pekerjaan ini meliputi : Pekerjaan persiapan Pekerjaan Pondasi Foot Plat Pekerjaan sloof Pekerjaan kolom. 1. Dr. alat penyiku.Spesifikasi Umum. segitiga siku-siku dan alat-alat penyipat tegak lurus dan peralatan lain ya ng diperlukan guna ketetapan pengukuran.4. BAB III 3. BAB II UKURAN TINGGI DAN UKURAN POKOK Mengukur letak bangunan : Kontraktor harus menyediakan pekerja yang ahli dalam c ara-cara pengukuran alat penyipat datar. Soeroyo Magelang Jl. PEKERJAAN PONDASI PEKERJAAN PONDASI BATU KALI 1. Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai den gan ketentuan yang tertera dalam uraian pekerjaan dan syarat-syarat gambar beste k dan detail gambar konstruksi serta keputusan Direksi. luas pekerjaan dan lainlain yang dapat mempengaruhi harga penawaran. slang plastik.1. A. PEKERJAAN STRUKTUR/SIPIL BAB I URAIAN PEKERJAAN DAN SITUASI 1. balok. Tenaga-tenaga pekerja harus tenagatenaga ahli yang cukup memadai sesuai dengan jenis pekerjaan. Halaman pembangunan akan diserahkan kepada pelaksana sebagaima na keadaan pada waktu rapat penjelasan untuk ini hendaknya para Kontraktor menga dakan penelitian yang seksama terutama mengenai tanah bangunan yang ada.1. Administrasi dan Teknis Halaman : . ketetapan dan kerapihan pekerjaan.

Adukan 1 pc : 3 ps dipergunakan untuk semua pekerjaan pondasi batu kali setinggi 20 cm dari permukaan atas pondasi.10 Pembuatan urugan pasir dan lantai kerja setebal 10 cm dan dipadatkan. PONDASI PASANGAN BATU KALI Adukan yang dipergunakan 1 pc : 5 ps. PEKERJAAN PONDASI TELAPAK BETON 1. Pemasangan semua stek dan angker yang diperlu kan sesuai Gambar Kerja. 2. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Persyaratan Umum Semua pekerjaan pondasi ba ru boleh dikerjakan apabila galian tanah telah diperiksa ukuran dan kedalamannya dan disetujui Konsultan Manajemen Konstruksi. 2. - . maka sebelum pasanga n dimulai terlebih dahulu air harus dipompa dan dibuang di daerah lain yang tida k mengganggu pekerjaan dan dasar lubang dikeringkan. Penampang batu maksimum 30 cm dengan minimum tiga muka p ecahan. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN Persyaratan Umum Semua pekerjaan pondasi ba ru boleh dikerjakan apabila galian tanah telah diperiksa ukuran dan kedalamannya dan disetujui Pengawas. Pondasi telapak beton diletakkan pada tanah keras denga n kedalaman seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana.2. Pembuatan semua pondasi batu kali sesuai Gambar Kerja. Pemasangan semua stek dan angker ya ng diperlukan sesuai Gambar Kerja. maka ujung penghentian pondasi harus bergigi agar penyambungan berikutnya terjadi ikatan yang kokoh dan sempurna. Bila pada lubang-lubang galian te rdapat banyak air tergenang karena air tanah dan air hujan. Pembuatan semua pondasi telapa k (foot plat) sesuai Gambar Kerja. Untuk mendapatkan elev asi/kedalaman tanah keras.Spesifikasi Umum. Di dalam pondasi sama sekali tidak boleh terdapat rongga-rongga udara/celah-celah. 3. perlu dilakukan penggalian tanah dengan menggunakan a lat yang memadai. Administrasi dan Teknis Halaman : . LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan pondasi telapak beton ialah : Pembu atan urugan pasir setebal 10 cm dan dipadatkan dan lantai kerja dari beton tumbu k dengan komposisi adukan 1 : 3 : 5 setebal 5 cm. Jika pemasangan pondasi ter paksa dihentikan. 3.

syarat-syarat bahannya dan lainlain. dari pabrik Gresik/Cibinong atau lainn ya yang setaraf. selanjut nya berlaku ketentuan dalam PBI 1971.1 sampai pasal 8. Administrasi dan Teknis Halaman : . Dalam hal ini harus dimintakan persetujuan tertulis dari Pen gawas Lapangan terlebih dahulu. tidak dise lesaikan pada saat pengecoran beton berlangsung. Semua baja tulangan harus dipasan g sedemikian rupa sehingga selama dan sebelum pengecoran tulangan tidak berubah tempat. BAJA TULANGAN Semua baja tulangan yang didisain sebagai „tulangan praktis‟ dan ti dak termasuk pada gambar.7 dan pasa l 8. S-Pasir (Sand) yang dimaksud pasir alam yang masuk dalam daerah gradasi 2 atau 3 dari pembagian daerah gradasi 1 sampai 4. 3. tetapi diperlukan/dibutuhkan untuk melengkapi pekerjaa n ini harus diadakan pelaksanaannya. - . PC-Portland Cement. Campuran beton. bahan-bahan atau material yang dapat memberi ak ibat pengurangan ikatan antara beton dan baja. Pemotongan dan Pemasangan Tulangan. Semua agregat beton mengikuti syarat-syarat PBI 1971. maka jumlah batang-batang harus ditambah sehingga jumlah luas yang di tentukan terpenuhi. MUTU BETON Kualitas bahan yang dipersyaratkan. PBI 1971. Jumlah luas dari baja tulangan harus sesuai dengan gambar dan perhitungan jika dipergunakan „besi b eton kurus‟.Spesifikasi Umum. NI-2. ST-Crushed (kerikil) tergantung dari fungsi dan bentuk beton yang dikehendaki. 4.3 sampai dengan pasal 5. termasuk spesifikasi-spesifikasinya. Semua baja pada pekerjaan beton ini permukaannya ha rus bersih dari larutan-larutan.17. Pemasangan dengan pengikatan dari pekerjaan baja yang tertanam dalam beton harus dilakukan dalam keadaan normal.11 Bila pada lubang-lubang galian terdapat banyak air tergenang karena air tanah da n air hujan. Penahan-penahan jarak (spacer) berbentuk balok-balok persegi atau gelang -gelang untuk menjaga ketebalan tebal penutup (selimut) beton. pasal 5. maka sebelum pasangan dimuai terlebih dahulu air harus dipompa dan dibuang di daerah lain yang tidak mengganggu pekerjaan dan dasar lubang dikering kan. Pemborong di wajibkan membuat dan mengajukan daftar dan gambar pemasangan tulangan (buigstaad ) untuk mendapatkan persetujuan Pengawas Lapangan sebelum dilaksanakan. Agregat beton. Pemborong harus membuat detail „shop drawing‟ dengan skala dan rencana untuk seluruh pekerjaan untuk disetujui Pengawas Lapangan dalam pelaksanaan. Pemotongan dan pengikatan sesua i dengan kondisi yang ada pada gambar kerja. pondasi sumuan dan pendukungnya. Kualitas campuran beton minimu m harus memenuhi syarat-syarat K-225. Campuran beton selalu dibuat untuk memenuhi syarat-syarat minimum compressive strength dari beton K-2 50 untuk pondasi mesin. sesuai dengan yang tercant um pada gambar kerja.

- .

Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemborong diwajibkan mengaju kan perbandingan campuran menurut hasil pemeriksaan di laboratorium. Pemeliharaan (Curing) Se lama struktur beton harus dilakukan pemeliharaan (curing) dengan air selama mini mal 14 hari. bilamana dianggap perlu oleh Pengawas Lapangan.Spesifikasi Umum. pemeriksaan mutu beton maupun mutu pelaksanaan beton selama masa pe laksanaan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PBI 1971 ba b 4 pasal 4. Kayu untuk perancah har us memakai ukuran 6/10. Benda uji Selama pengecoran harus dibuat benda-ben da uji setiap 5 m3 beton dengan minimum satu buah benda uji setiap harinya sesua i pasal 4. Pekerjaan Bekisting dan Perancah Pemborong diwajibkan membuat rencana bekisti ng dan perancah yang sebelum dilaksanakan perlu mendapatkan persetuan Pengawas L apangan. Pengangkuta n campuran beton Pengangkutan campuran beton dari tempat pengadukan ke tempat pe ngecoran harus dilakukan dengan cara-cara dimana dapat dicegah pengesahan dan ke hilangan bahanbahan. Alat-alat pengangkutan beton harus mendapat persetujuan dari Pengawas Lapanga n. 6/12 dan 5/7. Jenis timbangan atau takaran semen agar agregat serta banyaknya putaran mesin pengaduk harus disetujui terlebih dahulu oleh Pengawas Lapangan.2. pengecoran. sedangkan papan bekisting digunakan bhan m ultiplex minimal tebal 12 mm. Campuran beton untuk lantai kerja me mpunyai perbandingan volume 1 pc : 3 ps : 5 kr. . Di syaratkan menggunakan ready-mix concrete pada pekerjaan pondasi ini.9. sehingga tidak terjadi perb edaan waktu yang mencolok antara beton yang sudah dicor dan beton yang akan dico r. sumuran. Dalam hal pengadukan beton. Arah pengangkutan harus lancar.3 sampai dengan pasal 4. 5. Pengadukan. berlaku ketentuan dalam PBI 1971 bab 6 pasal 6. Pembuatan adukan beton harus dilaksanakan dengan mesin pengaduk (beton mollen) dan harus dilengkapi dengan alatalat pengu kur yang dapat mengukur dengan tepat jumlah air pencampur yang dimasukkan ke dal am beton mollen. maka gambar tersebut ha rus disertai dengan perhitungan-perhitungan kekuatannya. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN BETON Pembuatan Adukan (campuran) beton Dal am melaksanakan beton dengan campuran yang direncanakan untuk mendapatkan mutu y ang disyaratkan K-250 untuk pondasi mesin.7 PBI 1971 dan diberi tanggal dan nomor urut.12 Kualitas baja tulangan harus sesuai dengan yang tercantum pada gambar kerja. Lantai kerja ini harus kering dan bersih dari segala kotoran sebel um pengecoran beton bertulang dilaksanakan. Lantai Kerja Lantai kerja semua pekerjaan beton bertulang yang berh ubungan dengan tanah harus mempunyai lantai kerja beton tumbuk dengan ketebalan minimum 5 cm.

Tenaga ahli tersebut harus mengikuti petunju k-petunjuk yang diberikan oleh Pengawas Lapangan dan tenaga ahli tersebut harus kontinyu berada di lapangan untuk pengawasan. Selanjutnya berlaku P BI 1971 bab 6 pasal 6.13 Tenaga Ahli Pengawas Lapangan Pemborong harus mengajukan daftar nama tenaga ahli yang akan ditempatkan di lapangan. Bila digerakkan k ontinyu secara mekanik. . Penggalian Pemborong harus melakukan pengukuran untuk menetapkan lokasi dan elev asi lubanglubang pondasi sesuai dengan gambar kerja. Selama pekerjaan pengecora n beton bertulang harus selalu dibuat benda uji minimal 1 buah setiap 5 m3 beton setiap hari sesuai dengan pasal 4. Pelaksanaan pengecoran harus memakai alat penggetar dan sejak pengecoran dimulai. Adukan beton te rsebut harus dicorkan sedekat-dekatnya ke tujuan secara kontinyu sampai mencapai syarat-syarat pelaksanaan yang disetujui Pengawas Lapangan. Administrasi dan Teknis Halaman : . Material lepas dan lumpur harus dibersihkan dari dalam l ubang pondasi. Concrete vibrator harus ditanam tegak lurus. kuat dan harus mendapatkan persetuj uan Pengawas Lapangan terlebih dahulu. hasil pengukuran harus dise tujui oleh Pengawas Lapangan sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya. Pengadukan beton tersebut harus sudah ter pakai dalam waktu 1 jam setelah pengadukan dengan air dimulai. tidak boleh lebih dari 30 detik setiap penanaman untuk tebal lapisan 8 cm dan tidak boleh kena langsun g baik pada baja tulangan maupun cetakan. Supaya dalam beton tidak terjadi rongga kosong/udara masuk selama pengecoran harus digunakan concre te vibrator. Pengecoran dan Pemadatan Pelaksa naan pengecoran baru boleh dilaksanakan setelah pekerjaan bekisting. maka bidang permukaan beton harus selalu dibahasi dengan air selama satu minggu. Perbandingan adukan harus sesuai dengan hasil perco baan dan persyaratan yang diminta dan angka perbandingan tersebut harus menyatak an takaran dalam satuan isis yang dilaksanakan dalam keadaan kering tanpa digeta rkan. maka pekerjaan yang bersangkutan harus dibongkar dan merupaka n tanggung jawab Pemborong. Selama proses pengerasan beton. pembersihan dan campuran beton disetujui secara tertulis dari Pengawas Lapangan .6. pemasangan.7 PBI 1971 dan diberi tanggal dan nomor urut yang menerus.Spesifikasi Umum. maka pekerjaan ini tidak boleh berhenti sampai me ncapai siar-siar pelaksanaan yang ditetapkan sesuai dengan PBI 1971 atau atas pe tunjuk Pengawas Lapangan. Lubang harus bersih setiap saat. Sela-sela bekisting harus dibersihkan dengan memakai pompa-pompa udara (air co mpressor) atau semburan air. Penggalia n lubang pondasi harus dikerjakan secara terus menerus sampai mencapai elevasi y ang dipersyaratkan dan harus mendapat persetujuan tertulis yang ditanda tangani oleh Pengawas Lapangan. Alat penakar harus dibuat dengan baik.1 – 6. Jika dari hasil pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Pengecoran harus dilakukan secara teli ti dan harus selalu diperiksa sehingga dapat menghasilkan bentuk permukaan dan k etinggian yang dibutuhkan sesuai dengan gambar kerja. jangka waktu tersebut bisa diperpanjang.

.

Jika diperlukan cetakan harus dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu. Pekerjaan arsitektur. NI-2. datar dan tegak lurus. PENYELESAIAN Pemborong harus membersihkan kembali daerah yang telah selesai d ikerjakan terhadap segala kotoran-kotoran.1. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat.Pembuatan cetakan harus teliti.Pemborong harus membuat shop drawing . Hal ini akan mendapat konfirmasi dari Pengawas Lapangan. Pemborong harus menjamin kepadatan beton sehingga tidak terjadi keropos. tulangan-tulangan dan lain-lain. peralatan dan bahan untuk semua pekerjaan beton biasa. Semua akibat dari tidak terpenuhinya hal -hal tersebut diatas adalah menjadi tanggung jawab Pemborong. beton bertulan g. NI-8.14 Persiapan Pengecoran . PERSYARATAN Semua pekerjaan beton harus dilaksanakan sesuai dengan persyara tan-persyaratan : Peraturan-peraturan/standar setempat yang biasa dipakai. Pemborong harus tetap menjamin susunan tanah pada daerah di sekitar pondasi terhadap kepadatannya maupun terhad ap peil semula. beton telanjang berikut pembuatan dan pemasangan cetakan bekisting/mould peny elesaian dan lain-lain pekerjaan pembetonan sesuai dengan gambar-gambar rencana dan persyaratannya. Meliputi pengadaan dan pengerjaan semua tenaga kerja. Sebelum pengecoran dilaksanakan. Administrasi dan Teknis Halaman : . Mengadakan koordinasi sebaik-baiknya dengan disiplin lain ya ng menyangkut pekerjaan pembetonan yaitu seperti : Pekerjaan tanah untuk struktu r. Peraturan Semen Portland Indonesia 19 72. Pada pelaksana an pembersihan. LINGKUP PEKERJAAN 1. 4. yaitu Pemborong ha rus menanggung semua biaya-biaya re-design dan biaya tambahan volume pekerjaan.Spesifikasi Umum. tidak bocor. . Petunjuk-petunjuk da n peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pengawas. BAB IV PEKERJAAN BETON 4. equipment. Pekerjaan kayu. tembo kan. 6. Perat uran Beton Bertulang Indonesia 1971. b obokan-bobokan. logam dan lain-lain sebagainya yang ada kaitannya dengan pekerjaan beton. sehingga kedudukannya tidak be rgetar atau bergeser pada waktunya. 2. drainase/sistem saluran plumbing. semua cetak an beton harus bersih dari segala yang dapat mengurangi mutu dan kekuatan beton.2. sampah-sampah berkas adukan-adukan. Pemborong harus berhati-hati untuk tidak mengganggu setiap peker jaan baja yang tertanam di dalam beton.

b alok. termasuk pengujianpengujian susut ( slump) dan pengujian-pengujian tekanan. Semen yang dipakai harus semen portland dari merk yang disetuj ui dan yang dalam segala hal memenuhi syarat seperti yang dikehendaki oleh "Pera turan Beton Bertulang Indonesia” untuk . maka bagian/kelompok adukan tersebut tidak boleh dipakai. Campuran tambahan untuk beton (con crete admixture). bukan perbandingan isi. Semua agregat. Semua bahan harus ditakar menurut perbandingan berat . PENGAWASAN CAMPURAN ADUKAN 1. kepadatan. Lapisan penutup (protective concrete fill) di at as lapisan kedap air seperti pada lantai toilet (screed). air. Setiap kal i membuat adukan. reservoir dan lain-lai n harus menggunakan adukan dengan campuran 1 PC : 3Ps dan harus dicor segera set elah lapisan water proofing selesai dipasang. Pemborong harus tetap mengusahakan mutu/kekuatan beton sesuai de ngan yang disyaratkan dalam Pasal 5. kont raktor dianjurkan menggunakan readymix concrete dari perusahaan terkenal yang kh usus membuat readymix. American Concrete Institute (A CI).3. Persyaratan di atas adalah standar minimum dan harus disesuaikan dengan gambar-g ambar dan persyaratannya. semen. textured f inishing dan kualitas secara keseluruhan. dan mutu baja yang dipakai adalah BJTD-39 dan BJTP-24. kecuali bila dilaksanakan dengan standar yang lebih tinggi mengenai keku atan mutu bahan. kolom. maka perbaikan harus dilakukan sesuai dengan prosedurprosedur dal am PBI 1971. 2. Bilamana dianggap perlu tambahan untuk beton dapat dipergunaka n concrete admixture. Pengadukan.4. Kecuali ready mix concrete semua pengadukan jenis beton harus dila kukan dengan mesin pengaduk berkapasitas tidak kurang dari 350 liter. Pengujian (testing). Semua pekerjaan beton yang tidak sesuai standar akan d itolak.7. Proporsi semen yang ditentukan adalah minimal. S ebagai pedoman. Tak aran Perbandingan Campuran. Administrasi dan Teknis Halaman : . Komposisi. Penggunaan tersebut harus dengan persetujuan Ahli/Pengawas .5. lantai dan atap beton. cara pengerjaan cetakan. Jika beton tidak memenuhi syarat-syarat slump. 4. Pada umumnya penguji an dilakukan sesuai dengan PBI 1971 Bab 4. 1. pengadukan harus rata hingga warna dan kekentalannya sama.3. Untuk pekerjaa n beton lantai kerja dipakai beton rabat dengan campuran 1pc : 3ps : 5kr. terutama untuk pekerjaan struktur dinding beton. 4. 4. 2. MUTUBETON Mutu beton struktur adalah K-225 dan dianjurkan memakai ready mix concrete. Jika pengujian tekanan gagal. cara pengecoran. beratny a harus ditakar dengan seksama. 3.15 American Society for Testing and Material (ASTM). Mutu k arakteristik merupakan syarat mengikat. Untuk menjamin kesamaan mutu beton. BAHAN-BAHAN.Spesifikasi Umum. 4.

7. Administrasi dan Teknis Halaman : . Dalam pengangkutan . hingga dapat dijamin kedua bahan tersebut ti dak tercampur untuk mendapatkan adukan beton yang tepat. Koral Beton/Split.Spesifikasi Umum. zak (kantong) asli dari pabriknya dalam kea daan tertutup rapat dan harus disimpan di gudang yang cukup ventilasinya dan tid ak kena air. bebas dari bahan-bahan yang merusak atau campuran-campuran yang mempengaruhi daya lekat semen dan dila kukan pengujian air/laboratorium test. Pengujian (testing). PBI 1971. Bagian 3 dilakukan pengujian butiran. bersifat kekal dan bersih. J ika besi beton tersebut tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Uraian dan Syarat-syarat yang tercantum dalam pengujian. 3.16 beton kelas I . Grade yang dipergunakan adalah ST-37 dengan kategori. dengan penahan-penahan jarak beton (tahu beton) yang telah disetujui Ahli/Pengawas.1938. lepas. Pada umumnya pengujian untuk tulangan besi beton dilakuk an sesuai dengan PBI 1971 yaitu yang mempunyai kekuatan leleh minimaì 370° kg/cm2. kotoran. Agregate. cat. bebas dari bahan-bahan yang merusak. d. Semua tulangan ha rus dipasang dengan posisi yang tepat sehingga tidak dapat berubah atau begeser pada waktu adukan ditumbuk-tumbuk atau dipadatkan. Digunakan koral y ang bersih. a. Batang tulangan besi beton terdiri dari BJTD-39 dan BJTP-24.Z 475 atau British Standard. Pemasangan. Bahan Tambahan. semen harus terlindung dari hujan. bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan-ketentuan PBI 1971. Agregat harus ker as. BJTP 24 yang sesuai dengan tabeì 3. Jenis penulang an. karat. nomor : 12-1965. Air untuk adukan dan perawatan beton harus bersih. A i r. bermutu baik tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1971. tulangan besi beton harus bebas dari minyak. Penyimpanan/penimbunan pasir dan koral beton haru s dipisahkan satu dengan yang lain. b. Kantong semen tersebut tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melampau1 2 m. kulit giling atau bahan-bahan lain yang merusak. dan tiap pengiriman baru harus dipisahkan dan ditandai dengan maksud agar pemaka ian semen dilakukan menurut urutan pengirimannya. ditaruh pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lant ai. Pasir Beton. Tulangan besi beton dan penut up beton tingginya harus tepat. standar Jepang kel as SR 24 atau British Standard Nomor 785 . c. Baja Tulangan. Penyim panan. 2. 4. lumpur dan sebagainya dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1971. umpamanya ya ng bentuk atau kwalitasnya bertentangan dan mempengaruhi kekuatan atau kekalnya konstruksi beton pada setiap umur. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bah an-bahan organik. Tulangan besi beton harus disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan diudara terbuka untuk jangka waktu yang panjang. Bahan tambahan disetujui secara khusus dengan persetujuan Ahli/Pengawas. maka kelompok yang tida k memenuhi . Agregat (butiran) dalam segala hal harus memenuhi yang dikehe ndaki (ketentuan-ketentuan) PBI 1971.1. 1. termasuk daya tahannya terhadap karat dari tu langan besi beton. Sebelum beton dicor.

.

serbuk gergaji. Cetakan harus dibuat dan disangga sed emikian rupa hingga dapat menahan getaran yang merusak atau lengkung akibat teka nan adukan beton yang cair atau sudah padat. baik yang sudah maupun yang belum dipak ai.Spesifikasi Umum. Untuk beton exposed dipakai plywood.0 cm. e. potonganpotongan kawat pengi kat dan lain-lain. a. Kawat Pengikat. permukaannya licin. c. U k u r a n. Pelapis Cetakan. Administrasi dan Teknis Halaman : . garis ketinggian dan dimensi dari beton sebagaimana diperlihatkan dalam gambar arsitektur. Pa da pencetakan untuk kolom atau dinding harus diadakan perlengkapanperlengkapan u ntuk menyingkirkan kotoran-kotoran. Konstruksi. potongan-potongan kayu. tanpa berubah bentuk. Kawat pengikat besi beton/rangka dibuat dari baja lunak dan tid ak disepuh seng. Tiang-tiang dar i dolken ukuran 8/10 cm atau kaso 5/7 cm. Acuan harus rapat tidak bocor. Bekisting harus cukup untuk menahan getaran vibrator atau kejutan-kejutan lain yang diter ima. Minyak pelumas. 5. B a h a n. Slab/plat beton diatas tanah = 2. Cetakan harus dibuat dari papan-papan yang bermutu ba ik atau plywood : Untuk beton tidak diexposed dipakai kayu terentang tebal minim um 2. pelapis cetakan dari merk yang telah diset ujui dapat dipergunakan. adalah sebagai berikut : 1. Tiang-tiang acuan harus diatas papan atau baja untuk memudahkan pemindaha n perletakan. Semua ukuran cetakan harus tepat sesuai dengan gambar arsitektur dan sama disemua tempat untuk bentuk dan ukuran tiang yang dikehendaki sama. f.40 mm. Selimut Beton. b. Kaw at pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1971). Alat untuk Membersihkan. Tiang acuan satu dengan yang lain haru s diikat dengan palang papan/balok secara silang. Untuk mempermudah pembongkaran cetak an dan menyingkirkan penutup-penutup. Kolom dan balok-balok beton = 2. Tebalnya tergantung dari kwalitas dan jarak rangk a penguat cetakan tersebut. 3. Cetakan harus dibuat sedemikian rup a hingga mempermudah penumbukanpenumbukan untuk memadatkan pengecoran tanpa meru sak konstruksi. Tiang-tiang tidak boleh disambung lebih dari satu. Cetakan (bekisting). Ukuran minimal selimut beton sesuai dengan p enggunaannya (tidak termasuk plesteran).17 syarat-syarat itu tidak boleh dipakai dan pemborong harus menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. Bekisting harus dipakai kayu klas II yang cukup keri ng dan sesuai dengan finishing yang diminta menurut bentuk. bebas dari ko toran-kotoran seperti tahi gergaji. 2. d. Pondasi ata u pekerjaan lainnya yang berhubungan langsung dengan tanah = 3 cm.5 cm. tanah dan sebagainya sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. e. dengan diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. . tidak boleh digunakan untuk ini.5 cm. fibre glass atau bahan lain yang tidak reaktif terhadap beton.

Pembersihan Cetakan dan Alat-alat. bahan dan peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. sehingga dapat dihindarkan adany a pemisahan dari bagian-bagian bahan. pelat. 5. Toleransi . maka Pemborong dapat diperint ahkan untuk menyingkirkan beton yang dicor atas biaya sendiri. Jika tidak ada pemberitahuan yang semestinya. jendela. Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaa n persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh. Segala cacat pada permukaan b eton yang telah dicor. 6. c.3 dan +0. dan tangga beton. 2. Semua sudut terbuka yang runcing dari kolom atau balok harus dibulatkan (dihaluskan 1. 4. ketinggian. Cetakan (bekisting) untuk beton telanjang (bila ada) dari plywood dengan tebal minimum 1 2 mm. Pengangkutan Aduk an Adukan beton harus diangkut sedemikian rupa. harus diambil dari pekerjaan untuk menjamin ketepatan antara pekerjaan konstruksi beton dan ukuran pintu. pondasi tiang pancang. Permukaan cetakan da n pasangan-pasangan dinding yang akan berhubungan dengan beton. bermutu baik yang telah disetujui oleh Pengawas. sloof. kolom. Adukan tidak boleh dijatuhkan dari ketingg ian lebih dari 2 m. beton pelat lantai basement. Sebelum beton dicor.Spesifikasi Umum. Pemberitahuan Tentang Pelaksan aan Pengecoran. semu a kotoran dan benda-benda lepas harus dibuang dari cetakan. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian-bagi an utama dari pekerjaan. Ukuran keseluruhan u ntuk kusen-kusen pintu dan jendela. Syarat-syarat Cetakan untuk Beton. d. Ukuran-ukuran masing-ma sing bagian harus seksama dalam -0.3 cm lebar 20 cm.5 . toleransi ini tidak boleh bertambah-tambah (kumulatif).7.5 cm. Pengecoran. balok. Tolerans i-toleransi memenuhi ketentuan ayat 8. .6. Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemborong harus memberi tahu Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Pengecoran harus dilakukan dengan 2.4. Unt uk beton exposed harus dihindari adanya cacat permukaan. harus diplester dengan campuran perekat sedemikian rupa s ehingga sesuai warna tekstur dan bentuknya dengan permukaan yang berdekatan. 3. atau persiapan penge coran tidak disetujui oleh Pemberi Tugas/Pengawas. Pekerjaan meliputi pekerj aan struktur. pemer iksaan ukuran-ukuran. 4. Posisi masing-masing bagian konstruksi harus tepat dalam batas toleransi 1 cm. harus dibasahi d engan air sebelum dicor. e. pile cap (poer).5 cm). LINGKUP DAN MACAM PEKERJAAN 1. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. PBI. a.18 4. Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atau persetujuan Direksi/Pengaw as. b. Fibre glass atau bahan la in yang tidak reaktif terhadap beton sedangkan untuk beton biasa bisa dipakai ce takan dari papan klas II tebaì 2.4. pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak.

Pemborong harus melakukan percoba an-percobaan membuat design mix campuran-campuran . Untuk men capai mutu beton K-250 sesuai dengan PBI 1971.19 sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup pada t dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti kropos dan sarang-sa rang koral/split yang dapat memperlemah konstruksi. Pengecora n ke dalam cetakan harus selesai sebelum adukan mulai mengental. Apabila pengecoran beton aka n dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh pengawas. lebih dari 24 detik. Campuran dan Pengambilan Contoh (sampling). Penggetar harus dimulai pada waktu adukan ditaruh dan dilanjutkan dengan adukan berikutnya.Spesifikasi Umum. Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lainnya. Beton harus dilindungi dari k emungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. Pemberi Tugas/Pengawas mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton y ang cacat seperti berikut : Konstruksi beton yang sangat keropos. Bilamana akibat pembongkaran cetakan. Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. 8. a. harus diambil tindakan-tinda kan sebagai berikut : a. Konstruksi beton yang tidak tegak l urus. b. tapi deng an adanya persetujuan itu tidak berarti Pemborong lepas dari tanggung jawab. Penggetaran tidak boleh dilakukan langsung menembus tulangan keba gian-bagian adukan yang sudah mengeras. Perubahan Konstruksi Beton. vibrator har us dekat dengan cetakan. Pemadatan beton. Pemborong harus mem beri tahu Pemberi Tugas/Konsultasi Perancang bilamana ia bermaksud akal membongk ar cetakan pada bagian-bagian konstruksi yang utama minta persetujuan. sampai beton itu mengeras dengan baik dan untuk mencegah pengeringan terlalu cepat. beton har us terus menerus dibasahi selama 14 hari berturut-turut. pada bagian konstruksi akan bekerja beban-beban yang lebih tinggi daripada beba n rencana. Semua cetakan yang sudah diisi adukan beton harus dibas ahi terus menerus sampai cetakan itu dibongkar. Untuk melindungi beton yang b aru dicor dari cahaya matahari angin dan hujan. tapi tidak boleh menyentuhnya sehingga dihasilkan suatu permukaan beton yang baik. 7. Konstruksi bet on yang tidak sesuai dengan bentuk atau profil yang direncanakan atau posisinya tidak seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Bila terjadi ke rusakan. Adukan harus dipadatkan dengan baik dengan memakai alat penggetar (vibrator) yang berfrekwensi dalam adukan paling sedikit 3000 getaran dalaím 1 menit. Meskipun hasil pengujian kubus-kubus beton memua skan. seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Tidak boleh menggetarkan suatu bagian adukan. Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai satu kekuatan khusus yang cukup untuk memikul 2 kali beban sendiri. atau rata seperti yang direncanakan. maka cetakan tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut tetap berl angsung. Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. yang dalam kead aan normal biasanya dalam waktu 30 menit. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atau keamanan konstruksi beton se luruhnya terletak pada Kontraktor dan perhatian pemborong mengenai pembongkaran cetakan ditujukan ke PBI 1971 dalam pasal yang bersangkutan. 9. Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilanjutkan tanpa berhenti dan tidak boleh terputus tanpa perse tujuan Pengawas. 11. Pembongkaran Cetakan . Setelah pengecoran. Dalam cetakan yang vertikal. Perawatan. Administrasi dan Teknis Halaman : . 10.

Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Setiap hari pengecoran harus diambil c ontoh uji (sampling) paling sedikit tiga buah kubus percobaan yang waktu pengamb ilannya sepenuhnya ditentukan oleh Pengawas. PBI 1971. Analisá kekuatan berdasarkan pada rumus-rumus sta tistik sebagaimana tertera dalam PBI 1971. yaitu beton kolom po rtal. Biaya pengetesa n termasuk dalam penawaran Pemborong atau tanggung jawab Kontraktor. BAB V PEKERJAAN BETON KOLOM 5.20 sedemikian rupa sehingga untuk kubus beton berukuran 15 x 15 x 15 cm. Pengetesan kubus percobaan tersebut hanya boleh dilakukan dilembaga-lembaga Penelitian Bahan Bangunan Resmi yang di setujui oleh Konsultan Pengawas. ayat 1 s/d 5.Spesifikasi Umum.6. bahan bahan yang dipergunakan adalah bahan-bahan yang nantinya akan dipergunakan sebag ai bahan beton struktur. pasaì 46. 5. Administrasi dan Teknis Halaman : . Reference pasaì 4. Beton balok pengikat (ringbalk) d.2. Jenis dan Mutu Bahan Beton kolom portal Mutu beton K 225 langan utama) Mutu baja U 24 (tulangan sengkang) BAB VI PEKERJAAN BETON BALOK DAN SLOOF 6. dan dibuat paling sedikit dalam 3 proses pengadukan yang tidak bersamaan waktunya. b ahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Beton Sloof b. Beton balok praktis Mutu beton K 175 Balok praktis yang diperlukan harus dilaksanakan oleh Kontraktor mes kipun tidak tercantum dalam gambar rencana Mutu baja U 39 (tu . Jenis dan Mutu Bahan a. pada umur 28 hari.1. Beton balok portal Mutu beton K 225 b. b ahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Kubus percobaan harus dibuat minimal 1 buah dalam 5 m3 beton. Beton balok praktis 6. yang terdiri dari : a. harus mempunyai kekuatan hancur karakteristik minimal 250 kg/cm2. Beton balok portal c. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.2. b. Beton balok pengikat (ringbalk) Mutu beton K 225 c.1.

Pertemuan bidang horizontal dan v ertikal harus dipasang polyster mesh. b ahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini.2. Jenis dan Mutu Bahan a. c. lemak dan lain-lain. d. Fosr ock. Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan a. merk Isobone. Kemiringan screeding beton sekurang-kurangnya 2%. oli . beton ruang basah dipergunakan wat erproofing jenis bithuthene sheet 3000 dengan ketebalan 3 mm.Spesifikasi Umum.1. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk pekerjaan waterproofing adalah : a. Penyedi aan bahan Waterproofing pada plat beton atap. Setelah lapisan waterproofing dipasang dengan benar. Administrasi dan Teknis Halaman : . e. atau setara. BAB IX PEKERJAAN RANGKA DAN PENUTUP ATAP . Seluruh lapisan waterproofing. Lapisan dasar primer untuk merataka n permukaan lantai beton dan membuat kemiringan dengan screeding beton campuran 1 : 2 ditambahkan 0. Persiapan permukaan yang dilapis water proofing lantai beton harus bebas dari kotoran yang melekat seperti bitumen. b. selanjutnya Kontraktor melapor Pengawas Lapangan untuk mendapat persetujuan.2. Beton pela t lantai Mutu beton K 225 Mutu tulangan BTJTD 40 untuk diameter 16 mm dan BJTP 2 4 untuk yang lebih kecil BAB VIII PEKERJAAN WATERPROOFING 8. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bercak-bercak cat. Disekeliling pipa-pipa pembuang harus dibo bok untuk kemudian diisi dengan semen non shrink.21 BAB VII PEKERJAAN BETON PELAT LANTAI DAN PELAT ATAP 7.5 kg/m2 dengan semen slurry bonding agent lain yang setara. jika tidak ditentukan lain harus pula menutupi kaki-kaki bidang-bidang tegak sa mpai ketinggian permukaan air (minimal 30 cm). maka bagian atas ditutup dengan screeding campuran 1:3 dan kawat kasa setebal 3 cm dengan memperhatikan kemiringan untuk drainage air hujan. 8. pelat beton ini digu nakan baik untuk lantai maupun sebagai pelat beton untuk atap termasuk beton yan g memerlukan kedap air seperti KM dan WC 7.1. Pekerjaan waterproofing harus mendapat s ertifikat pemeliharaan cuma-cuma selama 10 (sepuluh) tahun.

ketegangan yang tak semestinya pada alat pengencang dan angkur. berikut pengadaan aplikator yang direkomen dasi oleh pabrik penghasil : Sistem rangka atap Reng dan Kasau Ikatan angin aksesori pelengkap lainnya untuk melengkapi pemasangan. kegagalan sambungan. Desain sistem rangka untuk rangka atap dan balok ata p harus mampu menahan beban mati rencana tanpa lendutan yang lebih besar dari 1/ 300 bentangan untuk lendutan vertikal. Desain sistem rangka atap harus dibuat se demikian rupa agar dapat mengakomodasi gerakan bagian rangka tanpa kerusakan ata u tekanan berlebih. atau akibat lainnya yang merusak ket ika mengalami perubahan temperatur sekitar yang maksimal sekitar 200 C. Spesifikasi Teknis da n desain oleh pabrikan yang ditunjuk. kegagalan pelapis. a. American Welding Society (AWS) : AWS D1.Spesifikasi Umum. STANDAR / RUJUKAN 1. 2. Australian Standard : AS 1163 – Structural Steel Hollow Secti ons AS 1170 – Loading Code. Japanese Indus trial Standard (JIS): JIS G 3302 – Hot Dipped Zinc Coated Steel Sheets and Coils. sam bungan. fabrikasi dan pemasangan rangka harus dilakukan sedemikia n rupa agar rangka baja ringan mampu menerima beban rencana yang telah ditentuka n oleh Konsultan Perencana. Part 1 : Dead and Live Loads and Load Combinations Par t 2 : Wind Loads AS 1538 – Cold Formed Structures Code AS 1554 – Structural Steel We lding Code AS 4100 – Steel Structures Code AS 1397 – Steel Sheet and Strip – Hot Dippe d Zinc Coated and Aluminium / Zinc Coated AS 3566 – Self Drilling Screws for The B uilding and Construction Industries AS 1650 – Hot Dipped Galvanized Coatings on Fe rrous Articles. Desain.1. PROSEDUR UMUM 1. Desain sistem rangka atap yang terdiri dari rangka. ikatan angin harus dilaksanakan oleh perusahaan/Aplikator terdaftar dan direkomendasi pabrik penghasil yang berpengalaman dalam perancangan sistem rangk a baja ringan.1 – Structural Welding Code Steel.22 9. untuk m emudahkan dan mempercepat perakitan. Dan . b. 3. AS 4600 – Cold Formed Code for Structural Steel. Sistem r angka atap harus didesain untuk mengakomodasi pengiriman dan penanganan. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini adalah pemasangan dan perakitan rangka a tap dengan baja ringan yang meliputi perhitungan struktur. Administrasi dan Teknis Halaman : . Desain.

de ngan mutu baja 5500 kg/cm2. c. dan kerusakan lainnya selama pengiriman. Lembaran Metal. Standar pengela san harus memenuhi ketentuan AWS D1. Rangka baja ringan harus dilindungi terhadap kerusaka n.BAHAN 1. 2. Profil Rangka. BAHAN . 3. Pengiriman.1 atau AS 1554 edisi terakhir. Sertifikat pabrik yang ditanda tangani oleh pabrik pembuat r angka baja ringan yang menyatakan bahwa produk mereka memenuhi persyaratan. elongasi tota l dan ketebalan lapisan pelapis metal. Lemba ran metal lapis campuran seng dan alumunium harus memenuhi ketentuan AS 1397. Administrasi dan Teknis Halaman : . dengan ketebalan 7. 4. Rangka baja ringan harus disimpan di ruang yang memiliki ventilasi cukup untu k mencegah kondensasi dan dilindungi dengan penutup tahan air. Spesifikasi Material sbb : a. Lembaran metal lapis seng / galvanized harus me menuhi ketentuan SNI 070132-1987 dengan tebal lapisan seng minimal 220 g/m2 sesu ai JIS G 33021994. ikatan angin. . sekur overhang. dan dengan catatan pengalaman proyek yang berhasil. Pekerjakan fabrikator dan pemasang yang telah berpengalaman dengan bahan. Data analisa struktur yang tertutup dan ditanda tangani enjinir profesional yang dipilih yang bertanggung jawab untu k mempersiapkannya. term asuk ketebalan baja tanpa lapisan. seperti Lokfom. tegangan tarik. penyimpanan dan penangana n. Web memakai hot – dipped Galvanized Steel 65 x 26 C 08 Bahan baja selain kuda – kuda (reng. deformasi. Sertifikat tukang las yang ditanda ta ngani Kontraktor yang menyatakan bahwa tukang las memenuhi persyaratan – persyarat an yang ditetapkan dalam butir Jaminan Mutu. c. Bahan baja y ang dipakai untuk kuda – kuda adalah baja high tensile strength hot dipped galvani zed steel G550 sebagai berikut : Batang utama (chord) memakai hot – dipped Galvani zed Steel 95 x 33 Z 08 dan atau Z 10.5 BMT seperti Zincalume buatan Bl ue Scope Steel Indonesia atau yang setara. list plang dan balok tembok) adalah baja high tensile strength hot dipped galvanized steel G550 sebagai berikut : Reng memakai hot – dipped Galvanized Steel 45 x 27 B 50 Murplat / top plate memakai hot – dipped Galvanized Steel 75 x 40 W 10 Alat sam bung utama untuk kuda – kuda baja ringan adalah sekrup khusus yaitu self drilling screw STEELFIX berdasarkan ketentuan “Screws – Self b. Sarana atau yang setara yang disetujui. sera hkan laporan pengujian dari agensi pengujian yang terdaftar yang membuktikan kes esuaiannya dengan persyaratan – persyaratan. Jaminan Mutu. P enyimpanan dan Penanganan. Profil rangka yang akan digunakan harus sesuai dengan standar profil rangka yang dibuat oleh pabrik pembuatan sistem rangka baja ringan. desain rangka baja ringan y ang sejenis. Kontraktor harus menyerahkan data – data berikut : Data produk untuk s etiap tipe rangka baja ringan dan aksesori. tegangan leleh.23 2. Sebagai pengganti sertifikat pabrik. Penyerahan.Spesifikasi Umum.

dengan k emampuan menumpu. tanpa kegagalan. tanpa kegagalan. Potong bagian ran gka dengan gergaji atau gunting besar. Dengan produk Steel fast PT Blue Scope Lysaght Indonesia dengan produk Smartruss PT Jaindo Metal Ind ustries dengan produk Uni-Frame Aksesori Rangka. Ltd. Fabrikasi. bukan dengan api. Aksesori rangka baja ringan har us dibuat dari bahan dan penyelesaian yang sama dengan yang digunakan untuk bagi an – bagian rangka baja ringan dan sesuai dengan persyaratan engineer dari pabrik pembuat rangka baja ringan. mur berbahan baja karbon. Semuanya harus berlapis seng dengan proses celup panas. Sesuai dengan ketentuan – ketentuan. Angkur tipe po wder actuated harus merupakan sistem alat pengencang yang sesuai untuk aplikasi yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja. f. 5. sesuai dengan garis yang telah ditentukan. Kawat las harus memenu hi ketentuan AWS A5. Angkur ekspansi h arus difabrikasi dari bahan tahan karat. Bahan – bahan lainnya 1. tegak lurus empat sisi. dan dengan sambungan yang aman dan kuat dan seperti diur aikan berikut : Fabrikasi rangka rakitan dalam cetakan / pola. termasuk : 4. manufaktur / fabrika tor sistem rangka baja ringan yang dapat memenuhi. e. . Administrasi dan Teknis Halaman : . Drilling – for The Building and Construction Industries” (Australian Standard 3566). Pelapi san (coating) anti karat menggunakan hot – dipped Galvanized coating 2 Z 22 (220 g /m ). yang memiliki kemampuan menumpu. antara lain. sel f threading steel drill yang memiliki lapisan anti karat. Klip dan Alat Pengecang Baja profil dan klip harus dilapisi seng dengan proses celup panas Baut angkur pasang di tempat dan tiang harus dari baut kepala segi enam dan tiang berbahan baja karbon. bahan yang dipakai untuk rangka atap baja ringan dap at diperiksa di Laboratorium Penelitian Bahan Bangunan. a. Cat untuk perbaikan lapisan seng harus memenuhi ketentuan SSPC-paint20 atau DOD-P-21035. 1.Spesifikasi Umum. dan cincin pelat. Jika dipandang perlu. sebuah beban yang besarnya 10 kali lipat beba n rencana. difabrikasi dari bahan anti karat.1-E70xx atau AS 1554. PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Fabrikasi rangka baj a ringan dan aksesori agar vertikal. Manufaktur / Fabrikator. Alat pengencang mekanikal harus berupa sekrup tipe self drilling. Semua kuda – kuda harus ditambatkan ke struktur pendukung untuk menahan beban ver tikal dan horisontal dengan Baja Ringan Multigrip (MGN) dengan bahan Galvabond G 2 – Z275 dengan Yield Strength 250 Mpa dan Design Tensile Strength 150 MPa. sebuah beban yang besarnya 5 kali lipat beban rencana. d.24 d. Angkur. 3. tetapi tidak ter batas pada yang tersebut berikut : Pryda Indonesia Pty. Maksimalkan fabrikasi di pabrik pembuat d an penyusunan / perakitan bagian sistem rangka baja ringan.

.

balok di atas bidang bukaan dinding. Kesalahan kumulatif tida k boleh dari persyaratan pengencangan minimal pelapis. Bagian rangka baja individu al harus ditempatkan maksimal 3 mm dari lokasi rencana. Bila ada penggunaan panel di nding prefab. siku – siku penulangan. dan den gan sambungan yang kencang. b. 3. rivet atau sekrup sesuai rekom endasi enjinir dari pabrik pembuat. Perbaikan Perlindungan. c. pengirima n dan tekanan pada saat pemasangan. Persiapkan dan perbaiki lapisan seng yang rusak pada rangka baja ringan yang telah difabrikasi dan dipasang dengan cat perbaika n lapisan seng yang sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat. Pemasangan. a. Pasang bagian rangka dalam satu bagian panjang utuh bila memungkinkan. Beri penulangan. Harus memenuhi persyaratan fabrikasi seperti disebutkan di atas. Pasang rangka baja ringan dalam bat as variasi toleransi maksimal yang diijinkan dari vertikal. penutup atau bahan penyel esaian lainnya. tegak lurus empat sisi. Lengkapi dengan ikatan angin sementara yang dibiarkan pada te mpatnya sampai rangka baja ringan menjadi stabil secara permanen. Pemasangan Panel Dinding Prefab. Tidak diijinkan melakukan pengencangan denga n kawat. pengaku. Fabrikasi setiap rakitan rangka metal den gan toleransi kesikuan maksimal 3 mm. Independently frame both sides of joints. Pasang rangka baja ringan dan aksesori agar vert ikal. panel dinding tersebut harus diangkur dan ditumpu dengan kuat dan aman.Spesifikasi Umum. 3 mm dalam 300 cmm (1 : 1000). dan garis y ang telah ditentukan. 2. sesuai dengan garis yang telah ditentukan. Sambungan muai harus dibuat terpisah dari rangka baja ringan dengan cara sesuai persyaratan. Umum. elevasi. . Lengkapi dengan ikatan angin. Administrasi dan Teknis Halaman : .25 Kencangkan bagian rangka baja ringan dengan baut. D o not bridge building expansion and control joints with cold-formed metal framin g. aksesori dan alat pengencang yang sesuai dengan persy aratan engineer pabrik pembuat. pengaku dan ikatan angin untuk menahan penanganan. b.

meliputi penyediaan bahan. batu-batuan atau puing-puing bekas ba ngunan harus dibongkar dan dibersihkan serta dipindahkan dari lokasi bangunan ke cuali barang-barang yang ditentukan harus dilindungi agar tetap utuh. 1. BAB 2. tenaga dan pera latan untuk pekerjaan ini. pondasi. sloof. II PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATU BATA DAN BATA RINGAN KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan dinding yang terbuat dari ba tu bata dan bata ringan disusun ½ bata.1.2. Pelaksanaa n pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan banguna n yang berdekatan dari kerusakan.00 Bangunan diambil dari Lantai Dasar Gedung Rawat Darurat. BAHAN a. lan git-langit. d. b. I PEMBERSIHAN/PEMBONGKARAN DAN PENGUKURAN PEMBERSIHAN HALAMAN a. PERMUKAAN ATAS LANTAI (PEIL) c. Peil 0.00 tersebut. 2. dan lain-lain harus mengambil patokan dari peil 0. Administrasi dan Teknis Halaman : . Semua ukuran ketinggian galian. Batu bata (bata merah) .2. Semua penghalang di dalam batas tanah yang menghalangi ja lannya pekerjaan seperti adanya pepohonan.26 C.Spesifikasi Umum. kusen.1. Bahan-bahan bekas bongkaran tidak diperkenanka n untuk dipergunakan kembali dan harus diangkut keluar dari halaman proyek. PEKERJAAN ARSITEKTUR BAB 1.

Spesifikasi Umum.5 x 22 cm yang diba kar dengan baik.8 buah per m2. b. Beton Bertulang Beton bertulang dibuat untuk rangka penguat dinding bata. PELAKSANAAN Dinding harus dipasang (uitzet dengan peralatan yang memadai) dan di dirikan menurut masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan s eperti yang ditunjukkan dalam gambar. 1941 Kontraktor harus menunjuk kan contoh terlebih dahulu kepada Pengawas Lapangan. d. har us diusahakan supaya ukuran bata yang akan dipakai tidak terlalu menyimpang. e. yaitu : sloo f. Semen PC yang di pakai adalah produk dalam negeri yang terbaik (satu merek untuk seluruh pekerjaa n). warna merah merata. Adukan harus dibuat dalam alat tempat mencampur. Pasir beton harus bersih. Baja tulangan menurut ketentuan PBI 1971. Komposisi adukan sesuai dengan yang disyaratkan oleh Fabrikan. Komposisi adukan adalah 1 pc : 5 pasir untuk dinding biasa. a. keras dan tidak mudah patah. B ahan Dry-Mix yang dipakai adalah produk LEMKRA. bukan langsung diatas tanah.3. . Bahanbahan yang ditolak harus segera diangkut keluar dari tempat pekerjaan. Bahanbah an yang ditolak harus segera diangkut keluar dari tempat pekerjaan. Meskipun ukuran bata yang bisa diperoleh di suatu daerah mungkin tidak sama dengan ukuran tersebut diatas. Komposisi bahan beton rangka penguat dinding (slo of. kolom praktis dan ringbalk. Kua litas bata harus sesuai dengan pasal 81 dari A. Gresik. P engawas Lapangan berhak menolak bata ringan yang tidak memenuhi syarat. Cipta Mortar atau setara. 2. Bekas adukan yang sudah mulai meng eras tidak boleh digunakan kembali.27 Batu bata merah (dari tanah liat) yang dipakai adalah produksi dalam negeri eks daerah setempat dari kualitas yang baik dengan ukuran 5 x 10. kolom praktis. ringbalk dan balok latai 12 x 12 cm dan 10 x 10 untuk dinding bata ringan Kolom praktis dan ringbalk diplester sekaligus dengan dindin g bata sehingga mencapai tebal 15 cm dan 10 cm untuk dinding bata ringan. 1 Pc : 3 pasir untuk tasram Semen PC yang dipakai adalah produk dalam negeri yang terbaik (Nus antara. bebas dari tanah/lumpur dan zat-zat organik lainny a. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pengawas Lapangan berhak me nolak bata dan menyuruh bongkar pasangan bata yang tidak memenuhi syarat. 8. ringbalk) adalah 1 pc : 2 pasir : 3 kerikil. Adukan Adukan terdiri dari semen. c. Tiga Roda atau produk daerah setempat yang mempunyai kualitas st andar konstruksi). Bata Ringan Batu bata ringan yang dipakai ad alah produksi setara Hebel atau Jaya Celcon ukuran tebal 10 cm. bebas dari koto ran. Bekist ing terbuat dari kayu terentang/kayu hutan lainnya dengan tebal minimum 2 cm yan g rata dan berkualitas papan baik. bersudut runci ng dan rata. tanpa cacat atau mengandung kotoran. diatas permu kaan yang keras. Kontraktor harus menunjukkan contoh terlebih dahulu kepada Pengawas Lapangan. Kerikil/split dari pecahan batu keras dengan ukuran 1 .2 cm. Mortar/Plest er Adukan terdiri dari bahan Dry-Mix dan air dipakai untuk pemasangan dinding ba tu bata ringan. Kolom praktis dan ringbalk Ukuran rangk a penguat dinding bata (non struktural) : kolom praktis 12 x 12 cm dan 10 x 10 u ntuk dinding bata ringan.V. pasir dan air dipakai untuk pemasangan dinding batu bata.

b. bahan penyelesaian atau penutup permukaan di nding/tembok bata dan adalah plesteran. Yang ukurannya kuran g dari setengahnya 2.2. Pemasangan harus dijaga kerapihannya. BAHAN Komposisi bahan adukan sesuai dengan persyaratan. Air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum. Kayu penolong har us cukup kuat dan benar-benar dipasang tegak lurus. Sela-sela disekitar kusenkusen harus diisi dengan aduk. Permukaan beton harus di buat kasar. Dinding yang menempel pada kolom beton harus diberi angker b esi setiap jarak 40 cm. c. Pasangan dinding bata Bata yang akan dipas ang harus direndam dalam air terlebih dahulu sampai jenuh. Dinding yang menempel pada k olom beton harus diberi angker besi setiap jarak 40 cm. Pasangan Bata Rin gan Bata ringan yang akan dipasang harus direndam dalam air terlebih dahulu samp ai jenuh. Pada waktu hujan di tempat yang tidak terlindung atap 3. kecuali disebutkan lain. Tidak diperkenankan memasang batu bata ringan: 1. 3. dan ring balk) Bata dipasang tegak lurus dan berada pada garis-garis yang seharusnya dengan be ntang benang yang sipat datar. Pada waktu hujan di tempat yang tidak terlindung atap 5.Spesifikasi Umum. tenaga kerja dan peralatannya. Celah-celah papan harus rapat se hingga tidak ada air adukan yang keluar. Pekerjaan plesteran mencakup pembuatan d an pemasangan plesteran pada dinding-dinding tembok bata dan bidang-bidang beton . S etiap luas pasangan dinding bata ringan mencapai 12 m2 harus dipasang beton prakt is (kolom. Sela-sela disekitar kusen-kusen harus diisi dengan aduk BAB 3. Administrasi dan Teknis Halaman : . yaitu : .28 Pemasangan bekisting harus rapi dan cukup kuat. Kayu penolong harus cukup kuat dan benar-benar di pasang tegak lurus. Kualitas air yang disediakan untuk keperluan tersebut harus cukup terjamin. Lebih dari 1 (satu) meter tingginya setiap hari di satu bagian pemasangan 4. Pemasangan bata ringan diatas kusen harus dibuat balok latei 10/10. Pemasangan bata diat as kusen harus dibuat balok lantai 12/12 atau dilengkapi dengan pasangan rollaag . Bekisting baru boleh dibongkar setelah beton mengalami proses pengerasan. Permukaan beton harus dibuat kasar. baik dalam arah vertikal maupun horizontal . Pemasangan harus dijaga kerapihannya. man di/buang air dan kebutuhan lain para pekerja. Yang ukurannya kurang dari setengah nya 3.1. meliputi penyediaan bahan. dan ring balk) Bata ringan dipasang tegak lurus dan berada pada garis -garis yang seharusnya dengan bentang benang yang sipat datar. 2. Semua permukaan ples teran dicat dengan cat tembok. Setiap luas pasanga n dinding bata mencapai 12 m2 harus dipasang beton praktis (kolom. III PEKERJAAN PLESTERAN DAN DRY MORTAR KETERANGAN Kecuali disebutkan lain. baik dalam arah vertikal maupun horizont al. Tidak diperkenankan m emasang batu bata : 1.

Dalam mendiri kan dinding yang tidak berada dibawah atap. siarnya dikorek sedalam 1 cm. selama waktu hujan harus diberi perl indungan dengan menutup bagian atas dari tembok dengan bahan pelindung yang cuku p sesuai. halus. permukaan dinding bata harus dibersihkan dan dibasahi dengan air.29 a. Teb arkan adukan tersebut pada media dinding yang sudah diplester 5. Plesteran dinding bata Sebelum diplester. Plesteran Beton Seluruh permukaan beton yang tam pak harus menghasilkan permukaan yang halus dan rata. plesteran harus disiram dengan air selama 7 (tujuh) hari terus menerus.Spesifikasi Umum. Permukaan beton yang akan diplester harus disi apkan dulu dengan pekerjaan pendahuluan dengan urutan sebagai berikut : Permukaa n dibuat kasar dengan betel/pahat beton Dibasahi dengan air Disapu air semen (Pc ) atau bonding egent Mortar untuk plesteran adalah campuran 1 Pc : 2 Ps yang dia duk secara benar-benar homogen. d. Masukk an serbuk Dry-Mortar secara bertahap kedalam ember perbandingan campuran (1 kg P lester Mutiara : 250 cc air) 3. Ketebalan plesteran adalah rata-rata 15 mm – 25 mm Plesteran harus diakhiri dengan acian halus dari adukan air semen (Pc) Untuk be ton bertemu dengan dinding. maka permukaan te rsebut harus diplester hingga menghasilkan permukaan seperti yang dimaksud di da lam gambar rancangan pelaksanaan. b. ketebalan 2 mm. 1 : 2 dan sudut dinding 1 pc : 5 pasir untuk dinding bata bagian dalam gedung Semen PC yang dipakai adalah produk lokal yang terbaik (satu merek untuk seluruh pekerjaan). Plesteran Dry Mortar 1. atau Cipta Mortar 3. BAB IV . Selama proses pengeringan. Administrasi dan Teknis Halaman : . dengan d. Aduk hingga rata dengan menggunakan mixer 4. Tuangkan air kedalam ember yang bersih 2. Semua pasangan dinding bata harus diplester dan diaci kecuali pasangan dinding b ata yang tertanam didalam tanah atau dibawah lantai dasar cukup diplester dengan campuran 1 : 3 tanpa acian. Ketebalan dapat diat ur sesuai dengan grade : kasar. c. Sudut-sudut dibuat serapi-rapinya dan menyiku. plesteran harus dilapisi kawat wiremesh minimal 30 c m sepanjang pertemuan. b. Rapikan / halus kan dengan gosokan (roskam) c. dinding trasram atau daerah basah dan dind ing luar yang tidak tertutup atap. Plesteran untuk penutup dinding ba ta ringan menggunakan Dry-Mortar : 3 kg/m2. Plesteran diselesaikan dengan papan p lesteran dan kayu perata atau sekop baja. khususnya apabila permukaan dinding rata dengan permukaan beton. sedang. Sambungan dari plesteran-plesteran harus mulus dan lurus. Produk setara : LEMKRA – Plester Mu tiara.3. Tebal p lesteran minimum 1.5 cm dan maksimum 2 cm. 1 pc : 3 pasir untuk permukaan beton. Bila pelaksanaan pekerjaan beton tidak dapat menghasilkan permukaan yang halus dan rata. PELAKSANAAN a.

PEKERJAAN KUSEN. PINTU DAN JENDELA ALUMUNIUM .

2.3.000 pci Shear strength : 17. ASTM B221M-91 – Specific ation for Alumunium-Alloy Extruded Bars. AAMA – 101 – Spesifikasi untuk Jendela dan Pintu Alumunium J apanese Industrial Standard (JIS) JIS H – 4100 – Spesifikasi Komposisi Alumunium Ext rusi JIS H – 8602 – Spesifikasi Pelapisan Anodise untuk Alumunium b. daun pintu dan daun jendela serta pekerjaan lainnya yang m enggunakan bahan profil alumunium. DESKRIPSI SISTEM a. 4. sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini. e. f. 4.30 4. kekuatan atau ket ahanan dari material dan harus tetap memenuhi kriteria perencanaan. STANDAR / RUJUKAN a. Administrasi dan Teknis Halaman : . Faktor Pengaman Kecuali disebutkan l ain.000 pci Anodiz ing ketebalan lapisan di seluruh permukaan alumunium adalah 18 mikron dengan war na yang akan ditentukan kemudian.20 mm Ultimate str ngth : 28. Kriteria Perencanaan 1. pembuatan dan pemasangan kus en pintu dan jendela.2. Pergeraka n Karena Temperatur .Spesifikasi Umum. Rods. d.1. Modifikasi Da pat dimungkinkan tanpa merubah profil atau merubah penampilan. bagian – bagian alumunium termasuk ketahanan kaca. 3. c. ASTM E-283 – Metode Pengujian Kebocoran Udara untuk Jendela dan Curtain Wall ASTM E-330 – Meto de Pengujian Struktural untuk Jendela dan Curtain Wall ASTM E-331 – Metode Penguji an Kebocoran Air untuk Jendela dan Curtain Wall American Architectural Manufactu res Association (AAMA). Standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 07-0603-1989 – Produk Al umunium Ekstrusi untuk Arsitektur. Wire Shapes and Tubes. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan ini meliputi pengadaan.000 pci Yield strength : 22. Spesifikasi Teknis Dimensi : 3” x 1 ¾”2 Tebal profil alumunium : 1.5 x maksimum tekanan angin yang disyaratkan. British Standard (BS) BS 5368 (Part 1) – Air In flitration BS 5368 (Part 2) – Water Inflitration BS 5368 (Part 3) – Structural Perfo rmance American Society for Testing and Materials (ASTM). memenuhi faktor keamanan t idak kurang dari 1.

Berat. pelapisan. Semua dimensi harus diuku r dilokasi pekerjaan dan di tunjukkan dalam Gambar Detail Pelaksanaan. sealant yang tidak merekat dan hal – hal lain. 3.4 L/m2/minimal. Sambungan kedap air harus mampu menampung pergerakan i ni. Ketahanan terhadap tekanan air minimal 15kg/m2. b. 5. kaca pecah. Beban Hidup : Pada bagian – bagian yang menerima hidup terutama pada waktu perawatan. 4. sehingga sesuai dengan ketentuan Gambar Kerja. Gambar Detail Pelaksanaan. Contoh bahan produ k alumunium harus diuji di laboratorium yang ditunjuk Konsultan MK atau harus di lengkapi dengan data-data pengujian.06 m3/hari pada setiap m‟ unit panjang penampang bidang bukaan pada tekanan 75 Pa . Kontrakto r bertanggung jawab atas setiap perbedaan dimensi dan akhir penyetelan semua pek erjaan lain yang diperlukan untuk menyempurnakan pekerjaan yang tercakup dalam S pesifikasi Teknis ini. Contoh profil dan penyelesaian permukaan yang harus meliputi tipe alumunium eks trusi. seperti : meja (stool) dan cladding diharuskan disediakan penguat dan angkur dengan kemampuan menahan beban terpusat sebesar 62 kg tanpa t erjadi kerusakan. Contoh Bahan dan Data Teknis 1. 4. Administrasi dan Teknis Halaman : . Data-data ini harus meliputi pengujian untu k : Ketebalan lapisan.Spesifikasi Umum. PROSEDUR UMUM a. 6. Keseragaman warna. dengan jumlah air minimum 3. 2 Ketahanan terhadap air dan angin minimal 100kg/m untuk masingmasing tipe. pemasangan rangka dan bingkai. harus diserahkan kepada Konsultan MK u ntuk disetujui sebelum pengadaan bahan kelokasi pekerjaan. harus disiapkan oleh Kontraktor dan diserahkan kepada Pengawas L apangan untuk disetujui sebelum pelaksanaan pekerjaan. 1. Persyaratan Struktur Defleksi : AAMA = Defleksi yang diijinkan maksimum L / 175 atau 2 cm. Kebocoran Udara ASTM E – 283 – Kebocoran udara tidak melebihi 2 . Gambar detail pelaksanaan yang harus meliputi deta il-detail. 2. Biaya pengadaa n contoh bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Ketahanan terhadap udara min imal 15m3/jam. 2. . Karat. 3.31 Akibat pemuaian dari material yang berhubungan tidak boleh menimbulkan suara mau pun terjadi patahan atau sambungan yang terbuka. Kebocoran Air ASTM E – 331 – Tidak terlihat kebocoran air masuk ke dalam interi or bangunan sampai tekanan 137 Pa dalam jangka waktu 15 menit.4. warna dan penyelesaian. pengencangan dan sistem pengukuran sel uruh pekerjaan.

Administrasi dan Teknis Halaman : . pengoperasian dan kondisi semua pintu. pekerjaan alumunium dan kelengkapan harus ditumpu k dengan baik ditempat yang bersih dan kering dan dilindungi terhadap kerusakan dan gesekan. dalam bentuk profil jadi yang dikerjakan di pabrik. e. Kecuali ditentukan lain. Semua bagian harus dijaga tetap ber sih dan bebas dari ceceran adukan. 2. d.BAHAN a. Pengiriman dan Penyimpanan 1. CP-4008. jendel a dan lainnya seperti ditunjukkan dalam spesifikasi ini untuk periode selama 1 t ahun setelah pekerjaan yang rusak dengan biaya Kontraktor. plesteran. 1. d engan lapisan clear anodized minimal 18 mikron yang diberi lapisan warna akhir p olish snolok di pabrik dalam warna sesuai Skema warna yang ditentukan kemudian. f.2 mm. semua kusen pintu dan jendel a harus dilengkapi dengan arsitrave dan perlengkapan standar dari pabrik pembuat an.5. Alumunium untuk kusen pintu/jendela dan untuk daun pintu/jendela adalah dari jenis alumunium alloy yang memenuhi ketentuan SNI 070603-1989 dan ATSM B221 M. . Bahan penutup sekrup agar tidak terlihat Gasket Nomor P roduk : 9K-20216. b. Pekerjaan alumunium dan kelengkapan harus diada kan sesuai ketentuan Gambar Kerja. Alumunium 1. Garansi Kontraktor harus memberikan kepada Pemilik Proyek. bebas dari bentuk puntiran. 2. dan lain – lain Bahan : Stainless Steel (S US) Joint Sealer c. BAHAN . setara merek YKK type YS-1C. dengan ukuran 3” x 1 ¾”2 dan bentuk sesuai Gambar Kerja. Alat Pengencang dan Aksesori. 4. 9K-20219 Bahan : EPDM Sifat Material : Tahan terhadap perubaha n cuaca Sealant Dinding (Tembok) Bahan : Single komponen Type : Silicone Sealant Screw Nomor Produk : K-6612A. 3.Spesifikasi Umum. garansi tertulis yang meliputi kesempurnaan pemasangan. sebelum dan setelah pemasangan. d. Dimensi profil dapat berubah tergantung jenis profi l yang nanti disetujui. 2. Segera seteklah didatangkan. Angkur harus dari baja anti karat AISI seri 300 dengan tebal minimal 2mm. lekukan dan cacat . Penahan ud ara dari bahan vinyl. cat dan lainnya. Alat pengencang harus terdiri dari sekrup baja anti karat ISIA seri 300 dengan pemasangan kepala tertanam untuyk mencegah reaak si elektronik antara alat pengencang dsan komponen yang dikencangkan. Tebal profil minimal 1.32 c. 4.

Semua sambungan harus rata pemotongan dan pengeboran yang dikerjakan sebelum pelaksanaan anokdisasi. Semua pengencangan harus tidak terlihat.Spesifikasi Umum. kecuali ditentukan lain. boleh d ibawa kelapangan/ halaman pekerjaan jikalau pekerjaan konstruksi benar-benar men capai tahap pemasangan kusen. Pemasangan sambungan harus tepat tanpa celah sedikitpun. air dan suara. serta bersih dari goresan-goresan sert a cacat-cacat yang mempengaruhi permukaan. Bagian pertama yang terpasang harus disetujui Pengawas Lapangan sebagai acuan dan contoh untuk pemasangan berikutnya. Detail Pertemuan Kusen Pintu dan Jendela harus lurus dan rata serta bersih dari goresan-goresan serta cacat yang mempengaruhi permukaan. 3. Semua bahan kusen. 13. Bila suatu sambungan tidak digambarkan dalam Gambar Kerja. daun pintu dan jendela aluminium.33 Sambungan antara profile horisontal dengan vertikal diberi sealer yang berserat guna menutup celah sambungan profile tersebut. 7. pintu dan jendela Aluminium harus dilakukan oleh pabrik penghasil dari bahan yang dipergunakan dengan memperoleh persetujuan pen gawas lapangan. Bila di pasang langsung ke d inding atau beton. Administrasi dan Teknis Halaman : . untuk mencegah kerusakan komposisi alumuni um. 2. 8. 16. 9. 12. 4. Pemasangan harus sesuai dengan gambar rancangan pela ksanaan dan brosur serta persyaratan teknis yang benar. Semua detail pertemuan daun pintu dan jendela harus runcing (adu manis) halus dan rata. Setiap sambungan ata u pertemuan dengan dinding atau benda yang berlainan sifatnya harus diberi “sealan t”. swambungan-sambungan tersebut ha rus ditempatkan dan dibuat sedemikian rupa sehingga sambungan-sambungan tersebut dappat meneruskan beban dan menahan tekanan yang harus diterimanya. Semua komponen harus difabrikasi dan dirakit sec ara tepat sesuai bentuk dan ukuran aktual dilokasi serta dipasang pada lokasi ya ng telah ditentukan. Fabrikasi 1. Semua pekerjaan pembuatan dan pemasangan kusen. 9K-20212 Bahan : Butyl Rubber 4. Pemasangan 1. Berbagai perlengkapan bukan alumunium yang akan dipasang pada bagian alum unium harus terdiri dari bahan yang tidak menimbulkan reaksi elektronik.6. Semua bagian alumunium yang berhubungan dengan elemen baja harus dilapisi dengan cat khusus yang direkomendasikan pabrik pembuat. 6. Semua bagian alumunium yang berhubungan dengan semen atau aduk an harus dilindungi dengan cat transparan atau lembaran plastik. seperti baja anti karat. sehingga mencegah kebocoran udara . b. nilon. . neoprene dan lainnya. Semua ko mponen harus sesuai dengan pola yang ditentukan. kusen atau bingkai harus dilengkapi dengan angkur pada jarak setiap 500 mm. Kont raktor bertanggung jawab atas kualitas konstruksi komponen-komponen. 11. 10. 5. PELAKSANAAN PEKERJAAN a. 14. pintu dan jendela. 2. Pekerjaan febrikasi atau pemasangan tidak boleh dilaksanakan sebelum Gambar Detail Pelaksanaan yang diserahkan Kontraktor disetujui Pengawas Lapangan. Nomor Produk : 9K-20284. 15.

34 17.2.1 Kaca Polos. Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. KETERANGAN Pekerjaan kaca meliputi pengisian bidang-bidang kusen (kaca mati). Kaca Berwarna. dengan tekn ik pemasangan yang sesuai prosedur pabrik dan gambar rancangan pelaksanaan. Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja sedang warna kaca harus s esuai ketentuan dalam Skema Warna. Administrasi dan Teknis Halaman : . Ketika pelaksanaan pekerjaan plesteran. seperti buatan Asahimas atau yang se tara. Contoh kaca yang akan dipakai harus di perlihatkan kepada Pengawas paling lambat 2 (dua) minggu sebelum dipasang.2. Penyekrupan harus tidak terlihat dari luar dengan skrup kepala tanam galvanized sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air. 18. alumunium telah terpasang maka kosen tersebut harus tetap terlindungi oleh Lacquer Film atau plastic tape agar kosen tetap terjamin kebersihannya. tanpa cacat dan dari kual itas yang baik yang memenuhi ketentuan SII. Kaca berwarna harus merupakan le mbaran kaca polos yang diberi warna dengan menambahkan sedikit logam pewarna pad a bahan baku kaca. Cermin.Spesifikasi Umum. Ukuran dan ketebalan kaca ses uai petunjuk dalam Gambar Kerja.3 5. tanpa cacat dan dari kualita s yang baik yang memenuhi ketentuan SNI 15-0047 – 1987 dan SNI 15-0130 – 1987.4 . pengecatan dinding dan b ila kosen. 5. jendela bovenlicht. Da un pintu yang digunakan pada tangga darurat adalah menggunakan daun pintu tahan api (fire doors) minimal 120 menit produk BOSTINCO atau yang setara. Kaca es harus merupakan kaca jenis f igured glass polos yang datar dan ketebalannya merata. 19. seper ti tipe Indoflot buatan Asahimas atau yang setara. BAB V PEKERJAAN KACA 5.2 5. BAHAN 5.2. Semua al umunium yang akan dikerjakan maupun selama pengerjaan harus tetap dilindungi den gan “Lacquer Film”. 5.2. Kaca Es.2. Untu k pemasangan fire doors tersebut dilengkapi : Door Closer Hinge (engsel) Handle and back plate Kunci cylinder. da un pintu dan jendela. seperti tipe Panasap buatan Asahimas atau yang setara. Handle Anti Panic 20.1. Kaca polos harus merupakan lembaran kaca bening jenis cl ear float glass yang datar dan ketebalannya merata.

bila dikeh endaki lain. . Merek-merek tersebut baru boleh dilepas setelah mendapatkan persetujuan dari Pengawas Lapangan.3. Ukur an dan ketebalan cermin sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.2 Pemasangan Kaca. PELAKSANAAN 5.3. Neoprene/Gasket atau bahan sintetis lainnya yang setara untuk perlengkapan pe masangan kaca pada rangka alumunium.5 mm.2. Toleransi pemotongan maksimal untuk seluruh kaca adalah + 3 mm a tau -1. 5.35 Cermin harus merupakan jenis clear mirror dengan ketebalan merata. tanpa cacat d an dari kualitas baik seperti Miralux dari adari Asahimas atau yang setara. Setiap kaca harus tetap ditempeli merek pabrik yang menyatakan tipe kaca.3.1 Umum. 5. 5.2. Sela bagian tepi antara kaca dan rangka nominal 6mm. Administrasi dan Teknis Halaman : .3. Kedalaman celah minimal 16 mm.1. Sela dan toleransi pemotongan sesuai ketentuan berikut : Sela bagian muka antara kaca dan rangka n ominal 3mm. atau menurut petunjuk dari Pengawas Lapangan.1. daun jendel a.3.3.5 Neoprene/Gaske t.2 Ukuran-ukuran kaca dan cermin yang tertera dalam Gambar Kerja adalah ukuran yang mendekati sesungguhnya. ketebalan kaca dan kualitas kaca. Pemasangan ha rus dilakukan oleh tukang-tukang yang ahli dalam bidang pekerjaannya. 5. Dimensi Neoprene/Gasket yang dibutuhkan dis esuaikan dengan ketebalan kaca dan jenis profil alumunium yang digunakan. bingkai partisi dan bagian-bagian lain yang akan diberikan kaca harus diperik sa bahwa mereka dapat bergerak dengan baik.1 5.3. 5.3 Semua bahan harus dipasang dengan rekomendasi dari pabrik.2.2 Persiapan Permukaan. Sebelum kaca-kaca dipasang. Sela untuk Gasket harus ditambahkan sesuai dengan jenis gasket yang digunakan. Ukuran kaca yang sebenarnya dan besarnya toleransi haru s diukur ditempat oleh Kontraktor berdasarkan ukuran di tempat kaca atau cermin tersebut akan dipasang. Daun pintu dan daun jendela harus di amankan atau dalam keadaan terkunci atau tertutup sampai pekerjaan pemolesan dan pemasangan kaca selesai.3. 5.Spesifikasi Umum. 5.1. daun pintu.1 Sela dan Toleransi Pemotongan.

5. c.1. Penempatan sekrup-sekrup harus sedemikian rupa sehingga c ermin terpasang rata dan kokoh pada tempatnya seperti ditunjukkan dalam Gambar K erja.2. 6. Ketidaksesuaian. Pada waktu penyerahan pekerjaan.3 Neoprene/Gasket dan Seal.3. Pekerjaan alat penggantung dan pengunci ini mencakup semua kegiatan pe masangan kunci dan alat-alat penggantung pada daun pintu dan jendela. BAB 6. Pengiriman dan Penyimpanan Alat penggant ung dan pengunci harus dikirimkan ke lokasi proyek dalam kemasan asli dari pabri k pembuatannya. b.2.2. Administrasi dan Teknis Halaman : . BAHAN . Segala hal yang diakib atkan karena hal di atas menjadi tanggung jawab Kontraktor. semu a kaca harus sudah dalam keadaan bersih.3. tiap alat harus dibungkus rapi dan masing-masing dikemas dalam k otak yang masih utuh lengkap dengan nama pabrik dan mereknya. Sebelum pelaksanaan. 5.3. lembab dan lapis an bahan kimia yang berasal dari pabrik. 5. kotora n-kotoran dalam bentuk apapun. tenaga dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini. Cermin harus dipasang lengkap dengan sekrup-sekrup kaca yang memiliki dop pe nutup stainless steel. tidak ada lagi merek perusahaan. Semua kaca yang retak.5 Penggantian dan Pembersihan. sebelum dibawa kelokasi proyek.36 Permukaan semua celah harus bersih dan kering dan dikerjakan sesuai petunjuk pab rik.Spesifikasi Umum. kusen dengan dinding y ang berfungsi sebagai seal pada ruang yang dikondisikan. Semua alat harus d isimpan dalam tempat yang kering dan terlindung dari kerusakan. VI PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI KETERANGAN Semua daun pintu dan jendela dipasangi alat penggantung dan kunci yan g sesuai. Konsultan MK berhak menolak bahan maupun pekerjaan yang tidak memenuhi persyara tan dan Kontraktor harus menggantinya dengan yang sesuai. meliputi p engadaan bahan. Neoprene/Gasket dipasa ng pada bilang antar kusen dengan daun pintu dan jendela.4 Pemasangan Cerm in. Setiap pemasangan kaca pada daun pintu dan jen dela harus dilengkapi dengan Neoprene/Gasket yang sesuai.2. PROSED UR UMUM a. pecah atau kurang baik har us diganti oleh Kontraktor tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek. Contoh Contoh bahan beserta data teknis/brosur bahan alat penggantung dan pengunci yang akan dipakai harus diserahkan kepada Konsultan MKuntuk disetu jui. permukaan kaca harus bebas dari debu.

Kunci untuk semua pintu luar dan dalam harus sama atau setara dengan m erek Wilka. 7. dengan 3 (tiga) buah anak kunci. . . Umum Semua bahan/alat yang tertulis dibawah ini harus seluruhnya baru. . Hak angin untuk jendela yang menggunakan engsel tipe kupu-kup u seperti dari tipe Gracia 401 Wilka atau setara.Kunci tipe silinder dengan du a kali putar yang terbuat dari bahan kuningan atau Nikel stainless steel. . 1. Semua bahan harus anti karat unt uk semua tempat yang memiliki nilai kelembapan lebih dari 70%. CISA atau setara (type akan detentukan kemudian) dengan sistem Master Key. atau setara. sepert i tipe 2302 buatan Wilka atau setara. engsel untuk pintu alumunium tipe ayun dengan bukaan satu arah. Semua kunci harus terdiri dari : . seperti tipe 2301 buatan Wilka atau setara. . Penahan Pintu (Do or Stop). seper ti Wilka atau IHS atau setara. Kend. har us dari tipe kupu-kupu berukuran 102mm x 76mm x 2mm dengan ball bearings.Ketentuan Bahan dan finishing eng sel adalah dari bahan Nikel Stainless steel dengan finish stainless steel hair l ine. 8.37 a. dari ukuran yang sesuai dengan ukuran dan berat j endela. Alat Penggantung dan Pengunci. engsel untuk semua jendela harus dari tipe friction stay 20”. Engsel. Kecuali ditentuka n lain. 5.Badan kunci tipe tanam (mortice lock) yang terbuat dari bahan baja la pis seng stainless steel hair line dengan jenis dan ukuran yang disesuaikan deng an jenis bahan daun pintu (besi. kayu atau alumunium). semua alat penggantung dan pengunci yang didatangkan harus sesuai dengan tipe-tipe tersebut dibawah. Hak Angin. umum.Engsel tipe kupu-kupu untuk jendela harus berukuran 76mm x 64mm x 2mm.Handle/pegangan bentuk gagang atau kenop diatas pla t yang terbuat dari bahan Nikel stainless steel dan finishing stainless steel ha ir line. Pengunci jendela untuk jendela dengan engsel atau tipe friction stay seperti tipe Gracia 119 Wilka atau yang setara.Kecuali ditentukan adanya penggunaan eng sel kupu-kupu. Grendel Tanam/Flush bolt. Rangka Bagian Dalam. type Rioby 456/240 atau 6800/1150/300. Penahan pintu untuk mencegah benturan daun pintu dengan dinding sepert i tipe Wilka Art 728. Pengunci Jendela. . Administrasi dan Teknis Halaman : . lubang silinder. 6. yang dilengkapi dengan li dah siang (latch bolt). Semua pintu ganda harus dilengkapi dengan grendel tanam atas bawah yang sesuai atau setara dengan produ k Wilka atau setara. 2.Spesifikasi Umum. kualitas baik. Pull Handle b. buatan pabrik yang dikenal dan disetujui. 3.Kecuali dite ntukan lain. face plate. 4. . lidah malam (dead bolt). lu bang untuk pegangan pintu dan dilengkapi strike plate.

6. d. Semua pintu memakai kunc i pintu lengkap dengan badan kunci. Administrasi dan Teknis Halaman : .3.38 Pegangan pintu yang memakai floor hing atau semi frame less menggunakan handle b uka setara produk Wilka type Art TG 9335 SS atau setara. Engsel bagian atas u ntuk pintu kaca menggunakan pin yang bersatu dengan bingkai bawah pemegang pintu kaca. c. PELAKSANAAN PEKERJAAN a. Pemasangan Jendela. Semua alat kunci harus dipasang dengan sekrup secara lengkap Pemasa ngan Pintu. sedang engsel tengah dipasan g diantar kedua engsel tersebut.PEMKO S2/S3 Fireproof . Pemasangan semua alat penggantung dan pengunci ha rus sesuai dengan persyaratan serta sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatny a. . Semua alat penggantung dan pengunci harus berwarna stainless steel hair line. Daun jend ela dengan engsel tipe kupu-kupu dipasangkan ke kusen dengan menggunakan engsel dan dilengkapi hak angin. dengan cara pem asangan sesuai petunjuk dari pabrik pembuatnya. untuk menjamin kekuatan serta kesempurnaan fungsinya. Perlengkapan lain 1. Penempatan engsel harus sesuai d engan arah buakaan jendela yang diinginkan seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerj a. Semua peralatan tersebut harus terpasang dengan kokoh dan rapih pada tempatny a. Semua pintu memakai kunci tanam lengkap dengan pegangan (handle). Door closer : eks Dorma atau GEZE 2. salah satunya harus dipasang slot tanam sebagaimana mestinya . Pemasangan engsel atas berjarak maksimal 120mm dari tepi atas daun pintu dan engsel bawah berjarak maksimal 250mm dari tepi bawah daun pintu. kecuali bila ditentukan lain. Umum. Lubang untuk pemasangan kunci dan engsel harus dibuat persis dan tidak bo leh longgar. kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja. silinder. Setiap daun jendela dip asangkan ke kusen dengan menggunakan 2 (dua) buah engsel type friction stay dan harus dilengkapi dengan 1 (satu) buah alat pengunci/window lock yang memiliki pe gangan. Warna/Lapisan. dan setiap jendela harus dilengkapi dengan sebuah pengunci. Untuk pemasangan engsel ke kusen Alumunium harus diberi closer dari kayu tebal min 3 cm x panjang kusen yang kuat dan dari kayu bermutu baik (Kamper atau Jati ) yang dipasang di balik atau di dalam kusen Alumunium. handle/pelat. 9. Pada pintu yang terdiri d ari dua daun pintu. dengan cara pemasangan sesuai petunjuk dari pabrik pem buatnya dalam Gambar Kerja.PEMKO S88 b.Spesifikasi Umum. Daun jendela tidak berengsel dipasangkan ke kusen de ngan menggunakan friction stay yang merangkap sebagai hak angin. Gasket Ketentuan pemasangan gasket pada pintu adalah sebagai berikut : Airtight . Kunci pintu dipasang pada ketinggalan 1000mm dari lantai. Semua pintu dipasangkan ke kusen dengan menggunakan 3 (tiga) buah engsel . pelat penutup muka dan pelat kunci.

seperti yang tercantum dalam gambar dan RKS. b.3. meliputi pengadaan bahan. Pengerjaan di bengkel ataupun di lapangan harus mendapat persetujua n Pengawas. Semua kelengkapan yang perlu demi kesempurnaan pemasangan harus diada kan. Railing : fasilitas penyandang cacat (Ramp) dan tangga darur at. Pengerjaan harus yang sebaik-bai knya. b. Mutu pipa yang digunakan adalah mild steel yang memenuhi persyaratan ASTM A-36 Bahan-bahan pelengkap harus dari jenis yang sama dengan barang yang dipasangkan dan yang paling cocok untuk maksud yang bersangkutan.2.Spesifikasi Umum. Tenaga kerja yang melakukan hal ini harus benar-benar ahli dan berpengalaman. BAB 7.1. d. D ust Strike Tipe Dust Strike yang digunakan adalah : Type lantai/threshold .PEMKO 320 AN Weatherproof . Contoh bahan-bahan yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada P engawas untuk disetujui. Semua bagian yang dilas harus diratakan dan difinish sehingga sama dengan permu kaan sekitarnya. Contoh itu harus memperlihatkan kualitas pengelasan dan penghalusan untuk standar dalam pekerjaan ini. kecuali ditunjukkan lain. Semua pengerjaan harus diselesaikan bebas dari puntiran. f asilitas penyandang cacat menggunakan pipa stainles steel 2” produk Bakeri atau ya ng setara. . Semua pengelasan. Railing tangga entrance. c. BAHAN a. tena ga kerja dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini.39 Smokeproof .PEMKO S88 Soundproof .PEMKO S2/S3 3. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pekerjaan ini mencak up antara lain : a. Pipa railing untuk tangga darurat menggunakan pipa BSP 2” di cat duco. 7. harus memakai las listri k. walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar atau RKS ini. c. Standar / Rujukan: o American Society for Testing and Materials (ASTM) o Ame rican Welding Society (AWS) o American Institute of Steel Construction (AISC) o American National Standard Institute (ANSI) o Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-1729-2002 – Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung 7. Bila memakai pengikat-pengikat lain seperti clip keling dan lai nlain yang tampak harus sama dalam finish dan warna dengan bahan yang diikatnya. VII PEKERJAAN BESI / BAJA KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup semua pembuatan dan pemasangan pipa besi dan b aja. PELAKSANAAN a.Modrtz 7053 Semua perlengkapan yang akan dip akai harus diberikan contohnya terlebih dahulu kepada Konsultan MKuntuk disetuju i bersama dengan Konsultan Perencana. tekukan dan hubun gan terbuka.Glyn n Johnson DP2 Untuk lantai marmer .

g. Bahan yang dipakai pada pekerjaan ini adalah gyp-board dan gyp-tile den gan ukuran sesuai pada gambar perencanaan. Jarak antara paku sekrup p ada bagian tepi gypsum berjarak 20 cm sedangkan pada bagian tengah penutup langi t-langit jarak antara paku sekrup adalah 30 cm. permukaan rata d an tanpa cacat lainnya.3.2.Spesifikasi Umum. d. kuat. Rangka penggantung dipasang berjarak maksimum 120 cm sedangkan un tuk rangka pembagi berjarak maksimum 60 cm atau sesuai prosedur pabrik dan gamba r rancangan pelaksanaan Pemasangan paku atau sekrup harus diberi jarak 10 mm (mi nimal) dan maksimal 16 mm dari pinggir bahan penutup. List langit-langit dipasang pada setiap permukaan anta ra dinding dan plafond dengan cara pemasangan menggunakan paku atau sekrup sedem ikian rupa sehingga pangkal paku atau sekrup dapat masuk ke dalam bahan penutup . meliputi peny ediaan alat. 8. BS 1230 atau ASTM C 36. b. c. PELAKSANAAN a. f. Bahan yang digunakan untuk list plafond adalah terbuat dari gypsum ukuran 50 x 50 mm atau sesuai pada gambar rancangan p elaksanaan. Pemasangan penutup langit-langit harus ditimbang rata air agar mendapatkan p ermukaan yang benar rata. produk Jaya Board. Papan gipsum harus dari tipe standar yang memenuhi ketentuan AS 2588.1. produk Jabaseme n atau Harflex. kecuali ditentukan lain.55 mm sesuai gambar rancangan pel aksanaan produk Janindo atau setara. GRC 6 mm untuk plafon teritisan atap bagian luar. Sambungan pada pemasangan penutu p langit-langit antara satu dengan lainnya adalah serapat mungkin tanpa jarak ya ng pemasangannya dilakukan zig zag. tebal minimal 9 mm produksi Jaya Board atau seta ra. BAHAN a. Untuk pekerjaan plafond dengan meng gunakan gypsum datar tanpa nat. Semua railling tangga utama harus terbungkus crome/stainles steel kecuali disebutkan lain. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini. Semua untuk pekerjaan ini harus me ngacu pada gambar rencana. Untuk mendapatkan hasil permukaan yang benar -benar rata pada setiap sambungan harus dilapisi dengan base bond dan paper tape dari produk yang sama dengan papan penutup langit-langit dengan lubang dan gari s tengah pelaksanaan sesuai brosur petunjuk. Knauf atau Elephan t. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya termasuk perlengkapannya. Bahan terpasang harus dalam keadaan utuh. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemasangan (penyambungan dan pemasangan accesorise) harus dilakukan oleh t ukang yang ahli dan berpengalaman. BAB 8. VIII PEKERJAAN LANGIT-LANGIT DAN DINDING PARTISI KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup pembuatan dan pemasangan langit-langit dengan berbagai bahan penutup langit-langit sesuai dengan gambar dan RKS. Rangka plafond menggunakan sistem metal furing dan cross tee main tee terbuat dari bahan galvalume tebal 0. Lubang-lubang untuk baut harus dibor dan dip unch. 8.40 e.

e.langit-langit. Lubang bekas b. . d. g. f. c.

Gambar Detail Pelaksanaan. Bahan yang didatangkan harus dilengkapi dengan l abel. baik sebelum dan selama pemasangan. meliputi penyediaan alat.4. Pertemuan langit – langit dengan dinding tidak bercelah. i. dan deta il penyelesaian lainnya. Letak paku – paku tersebut harus diatur dan beraturan jaraknya. Langit-langit tanpa penutup/exposed beton di ruangruang yang tidak tertutup harus dirapikan.Spesifikasi Umum. Kontrktor harus menyerahkan contoh dan data teknis/brosur bahan yang akan digunakan. cara pengencangan dan penyelesaian. Bahan-bahan Umum Semua bahan ya ng akan digunakan untuk pekerjaan partisi harus berasal dari produk yang dikenal seperti disebutkan dalam Spesifikasi ini dan sesuai dengan persetujuan Pengawas Lapangan. Pekerja an ini mencakup pembuatan dan pemasangan langit-langit dengan berbagai bahan pen utup langit-langit sesuai dengan gambar dan RKS. Langit – langit GRC dicat tembok dengan warna yang ditetapkan oleh Konsultan Perencana. Administrasi dan Teknis Halaman : .41 paku atau sekrup harus ditutup dengan plamir/compound dari bahan gypsum sampai t ak terlihat bekas lubang. DINDING PARTISI a. detail-etail pertemuan. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini. menggunakan paku baut et ernit yang cukup jumlahnya. 8. Rangka Metal. Pengiriman dan Penyimpanan Semua bahan yang didatangkan harus disimpan ditempat yang terlindung sehingga terhindar dari kerusakan. untuk disetujui Pengaw as Lapangan. pengada an bahan. dat teknis dari pabrik pembuat untuk menjamin bahwa bahan yang didatangkan tersebut sesuai dengan yang telah disetujui. Prosedur Umum Co ntoh Bahan dan Data Teknis. h. . Sebelum pelaksanaan. Sebelum pengadaan bahan. c. sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini. Pemasangan GRC Langit – langit GRC ( teritisan) dipaku pada rangka plafond dengan hati – hati. tenaga kerja dan alat kerja serta pemasangan partisi dan perlengkapann ya. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup pngangkutan. tata letak. b. Permukaan seluruh bidang langit – langit GRC harus datar air / waterpass tanpa nat. Gambar Detail Pelaksanaan harus memperlihatkan dimensi. Kontraktor wajib me mbuat dan menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan kepada Pengawas Lapangan untuk d iperiksa dan disetujui.

Jaindo atau yang setara. Pemasangan Gypsum pada rangka dilaksanakan dengan menggunakan pak u skrup stainless steel setiap jarak 20 cm untuk bagian tepi Gypsum dan 30 cm un tuk pemasangan bagian tengah lembar Gypsum yang dipasang secara tegak lurus bida ng muka Gypsum dan rangkanya. 7. d. Apabila diperlukan maka untuk produk Gypsum yang digunakan setidaknya prod usen produk yang bersangkutan harus dapat memberikan supervisi terhadap pelaksan aan pemasangan produknya. 10. Setiap pertemuan sudut partisi harus dapat menghasilka n hasil akhir yang lurus dan siku (runcing) dan dipasang wall engle. Rangka dinding partisi yang digunak an adalah „Metal Stud System‟ sesuai rekomendasi produsen Gypsum yang dipakai. Papan Gipsum. Pemasangan. Jenis papan Gypsum yang digunakan mempunyai bagian tepi melandai. Bahan yang dipakai untuk dinding partisi adalah panel Gyps um tebal 10 mm jenis standar. 9. 4. Panel partisi harus dipasang dengan cara sedemikian rupa untuk m engurangi jumlah sambungan sebanyak mungkin. Pelaksana pemasangan harus dapat m enunjukkan sertifikat/surat rekomendasi pemasangan dari produsen Gypsum yang dip akai. pekerjaan-pekerjaan yang lain yang tertanam didalamnya harus sudah selesai dikerjakan dan diuji sehingga tidak menimbulkan adanya pembongkaran dan pemasangan papan Gypsum kembali. . Rangk a terbuat dari bahan metal galvalume tebal 0.55-0. Belokan/lekukan pad a dinding harus dipasang lipatan sudut yang sesuai pada bidang sisi papan Gypsum sehingga didapat hasil belokan/lekukan yang benarbenar lurus dan siku. Administrasi dan Teknis Halaman : . 5. Pemasangan paku skrup harus diberi jarak minimal 1 0 cm dari tepi Gypsum untuk setiap sambungan. 3. 1. 12. 11. Sebelum pemasangan panel Gypsum.42 Rangka metal untuk pemasangan dan penumpu panel partisi harus dibuat dari bahan baja ringan lapis seng dan alumunium seperti Zincalume atau Galvalum. 8. atau Krauf sesuai dengan rekomendasi produsen Gypsum yang dipakai. 6. Dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk suatu rangkaian yang koko h dan kuat dengan sambungan pada posisi yang tepat serta kelurusan permukaan ben arbenar lurus.Spesifikasi Umum.75 mm dan lebar 92 (CS) produk PT. 2. Papan gip sum untuk panel partisi harus dari tipe standar yang memiliki ketebalan minimal sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja dan memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis 092 50. Rangka vertikal terpasang dengan jarak maksimal 60 cm (AS). Sambungan antar panel Gypsum harus ditutup dengan pita perekat dan ditutup d engan compound serta dihaluskan/diratakan hingga membentuk permukaan yang rata.

Khusus untuk d inding luar diberi tali air per jarak tertentu dengan mempertimbangkan desainnya . Bersihkan segera bekas adukan dari pe rmukaan keramik. Keramik yang tidak rata permukaa n dan warnanya. dapat digunakan bahan pembersih yang ada di pasar dengan kadar asam tidak lebih dari 5 %. berukuran 20x25 di tempat-tempat sesuai dengan gambar perencanaan dan scedule finishing. yang . Bahan yang didatangkan harus dalam keadaan baik. baik permukaan dasar maupun di badan belakang keramik dinding yang terpasang. PELAKSANAAN a.Spesifikasi Umum. Sebelum dipasang . tidak boleh dipasang. b.3. dengan campuran pengisi nat (Grout) bahan khusus AM 50. Kontraktor wajib m enyediakan cadangan sebanyak 2. BAHAN a. Perbandingan adukan dan ketebalan rata – rata yang dianjurkan adalah Se men : Pasir = 1 : 4. Pemasangan keramik Pemasangan keramik dinding sebaiknya pada taha p akhir. Bahan yang didatangkan harus dalam keadaan baik. keramik dinding agar direndam dalam air terlebih dahulu. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini. sisinya tidak lurus. Keramik harus dari kualitas yang baik atau KW 1 dan dari merek yang dikena l yang memenuhi ketentuan SNI seperti (Roman atau Asia Tile).43 BAB 9. Ubin Keramik Keramik untuk pelapis dinding yang dipakai buatan dalam ne geri. Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint. Warna akan ditentukan kemudian oleh kons ultan perencana dan owner.1. Lebar nat yang dianjurka n untuk dinding adalah 2 mm. untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai. Lokal. asal batu yang dimaksud adalah ex. 9. Karen a sifat alamiah dari produk keramik. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / dinding yang ada. IX PEKERJAAN PELAPISAN DINDING KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup pemasangan pelapis dinding ruangan-ruangan dal am bangunan dan luar bangunan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan RKS ini. dengan ketebalan rata – rata 2. kondisi baik dan kuat tanpa ada cacat . Pengiriman bahan ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh dan jelas. Setiap jalur pemasang an sebaiknya ditarik benang dan rata air. utuh kuat. tanpa cacat rongga atau porous. cukup kering dan rata air. meli puti penyediaan alat. tanpa cacat. Pemasangan keramik dinding dimulai dari tulangan ini. setelah itu segera bersihkan dengan air bersih. Ba tu yang ditempel harus dalam keadaan utuh.5% dari keseluruhan bahan terpasang untuk diserah kan kepada Pemilik Proyek. Barang yang didatangkan harus disetujui oleh Pengawas Lapangan. agar tidak menerima beban terlalu berat. retak atau cacat lainnya. Batu Palimanan dengan finishing permukaan rata dan flamed. Ukuran batu yang akan dipasang disesuaikan dengan gam bar perencanaan. 9.0 cm. utuh kuat. sudut-sudutnya tidak siku. Keramik yang dida tangkan harus disetujui oleh Pengawas Lapangan. Stone Cladding Batu tempel yang dipakai adalah j enis batu Andesit. Administrasi dan Teknis Halaman : . Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh. Permuk aan dinding yang akan dipasang keramik harus bersih.2.

.

10. Pemasangan border keramik Bahan yang terpasang h arus dalam keadaan baik. Ubin-ubin ke ramik yang akan dipasang harus mulus dan bebas cacat.5% dari keseluruhan bahan terpasang untuk diser ahkan kepada Pemilik Proyek. Pekerjaan ini harus dike rjakan oleh tukang yang bebenar terampil dan berpengalaman. Dinding keramik maupun granit yang sudah terpasang haru s dibersihkan dari segala macam noda/kotoran yang melekat sehingga benar-benar b ersih. Setelah terpasang permukaan harus segera dibersihkan dari segala kotoran dan no da atau bekas semen yang menempel. batu tempel dipasang dengan spasi 1 : 3 dipa sang sesuai gambar perencanaan rapat tanpa spasi atau sesuai gambar perencanaan. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini. L ebar dan kedalaman siar-siar harus sama (maksimal 3 mm untuk dinding keramik dan 1 mm untuk dinding granit) dan siar harus membentuk garis-garis lurus. BAHAN a. Sebelum keramik dan homogeneus tile dibawa ke tempat pekerjaa n. Semua bahan buatan dalam negeri (produk Asia Tile atau Rom an atau Impero). Siar-sia r itu diisi dengan bahan pengisi warna (grout semen berwarna). warnanya tidak kusam. Ubin penutup lantai yang dipakai ukuran 30 x 30 cm dari jenis Homogeneo us Tile. meliputi penyediaan bahan. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2. untuk ini periksa dan pastikan keramik dinding yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan ukuran yang sama.2. Pengiri man ubin ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuk a dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh dan jelas. 20 x 20.3. 10. produk setara Granito dan Esenza serta keramik 10 x 20 cm. utuh dan rapi. Setelah terpasang segera d ibersihkan dari segala kotoran atau noda yang menempel.Spesifikasi Umum. seperti yang tercantum dalam gambar dan R KS. Nat/siar harus lurus ve rtikal atau horisontal dengan keramik ukuran 20 x 25.1. Plesteran dinding dan pasangan ke ramik harus benar-benar rata/lurus dalam satu bidang. X PEKERJAAN PENUTUP LANTAI KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan penutup lantai dalam bangunan dan teras-teras termasuk plin dan tangga. Pemasangan batu temp el / granit Seperti Halnya keramik. sesuai dengan pet unjuk Pengawas Lapangan. dapat terjadi perbedaan war na dan ukuran. PELAKSANAAN . Administrasi dan Teknis Halaman : . b.44 disebabkan proses pembakaran pada temperatur tinggi. BAB 10. Pemotongan ubin keramik harus menggunakan alat pemotong khusus. b. Untuk border keramik dipasang sesuai leb ar keramik atau tepat di atas keramik dinding terpasang. sta irnose ukuran 5 x 20. Keramik dipasang secara te liti dan rapi. c. Semua keramik d an granit tile yang akan diipakai harus berada dalam kotak aslinya. Corak dan warna ubin kramik akan ditetapkan kemudian oleh Konsu ltan Perencana. Kontraktor harus menyerahkan contoh dan katalog/persyaratan teknis operatif d ari pabrik pembuat kepada Pengawas untuk memperoleh persetujuan.

Lebar nat yang dianjurkan untuk lantai adalah 4 . dan permukaan-permukaan lain yang disebut dalam gambar dan RKS. keramik lantai agar direndam dalam air terlebih dahulu.4. Pemasangan keramik lantai dimulai dari tulangan ini. b. Floor hardener dilaksanakan khusus pada lantai ramp menggunaka n produk fosroc atau setara. 3. Steel Struc tures Painting Council (SSPC). dengan campuran pengisi nat (Grout) bahan khusus AM 50.5 mm kecuali untuk keramik type cuting dan ho mogeneus tile. 4.1.55 Slump test 7. Karena sifat alamiah dari produk keramik. sesuai dengan petunjuk p abrik bahan yang bersangkutan. dapat digunakan bahan pembersih yang ada di pasar deng an kadar asam tidak lebih dari 5 %. dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran.45 a. baik permukaan dasar maupun di badan belakang keramik lanta i yang terpasang. Permukaan lantai yang akan dipasang keramik harus bersih. untuk ini peri ksa dan pastikan keramik lantai yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan u kuran yang sama. Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint. Pemasangan Pekerjaan ini harus dilakukan dengan serapi-rapin ya oleh tukang yang benar-benar ahli dan berpengalaman. baik yang dilaksanakan sebagai pekerjaan permulaan. dengan ketebalan rata – rata 2 . Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / lantai yang ada. enamel. Bersihkan segera bekas aduka n dari permukaan keramik. Administrasi dan Teknis Halaman : . XI PEKERJAAN PENGECATAN KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup semua pekerjaan yang berhubungan dan seharusny a dilaksanakan dalam pengecatan dengan bahan-bahan emulsi. Pemasangan ubin keramik dan homogeneus tile Pemasangan keramik lantai sebaikn ya pada tahap akhir.5 – 10 cm. cukup kering dan rata air. untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum sel esai. cat dasar. Penyebaran bahan floor hardener dilakukan dalam 2 tahap hingga total mencapai kepadatan 5 kg/m2 atau sesuai petunjuk dari produsen pembuatnya. Sebelum dipasang. pl esteran tembok dan beton. ditengahtengah dan akhir. FLOOR HARDENER 1. 5. 10. yang disebabkan proses pembakaran pada temperatur tinggi. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh. Tambahan semen yang disebarkan baris demi baris selebar 10 – 15 cm dan d ifinish ratakan dengan trowel besi. Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air. 2. politur/teak oil. Sebelum penerapan floor hardener plat dasar beto n harus disiapkan sedemikian rupa hingga memenuhi kondisi sebagai berikut : Memp unyai kandungan semen 300 kg/m Rasio kandungan air maksimum 0. BAB 11. setelah itu segera bersihkan dengan air bers ih. . Pemolesan dilaksanakan dengan trowel sebanyak 3 kali ya itu untuk menghilangkan perbedaan warna dan setelah permukaan mulai mengeras unt uk meratakan permukaan floor hardener. STANDAR / RUJUKAN PUBB 1973 NI-3. Yang dicat adalah semua permukaan baja/besi. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan.4 cm. tenaga dan semua peralatan ya ng diperlukan untuk pekerjaan ini. kayu.Spesifikasi Umum. Perbandingan adukan dan ketebalan rata – rata yang dianjurkan ad alah Semen : Pasir = 1 : 6. pendempulan.

beton. Konsultan MK berhak menguji conto h-contoh sebelum memberikan persetujuan. Pe makaian bahan-bahan pengering atau bahan-bahan lainnya tanpa persetujuan Pengawa s tidak diperbolehkan. Cat akhir yang digunakan harus ses uai dengan daftar berikut. Cat dasar yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut atau setara : Water-bas ed sealer untuk permukaan pelesteran. dan masih jelas menunjukkan nama/merek dagang. atau yang setar : Emulsion untuk permukaan interior p elesteran. Semua bahan harus sesuai dengan Spesifikasi yang disyaratkan pada daftar cat. beton. beton. papan gipsum dan panel kalsium silikat. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pelaksanaan Pekerjaan Pembersihan. H igh quality solvet-based high quality gloss finish untuk permukaan interior pele steran dengan cat dasar masonry sealer. instalasi lampu dan benda-benda sejenisnya yang . 11. disyaratkan bahwa semua cat yang dipakai harus berdasarkan/mengambil acuan pad a cat-cat hasil produksi Mowilex. Undercoat. Kontraktor harus mengajukan daftar tertulis dari semua bahan yang akan d ipakai untuk disetujui oleh Pengawas Lapangan. British Standard (BS). papan gipsum dan panel kalsium silikat. Wood primer sealer untuk permukaan kayu yang akan menerima ca t akhir berbahan dasar minyak. yang semuanya harus masih absah pada saat pemakaiannya. Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan lainnya. Selambat-lambatnya sebulan sebelum pekerjaan pengecatan d imulai. kayu dan besi/baja. Umum.2. tanggal pembuatan pabrikpetunjuk dari pabrik d an nama pabrik pembuat.3. Untuk menetapkan suatu standar kualitas . Emulsion khusus untuk permukaan eksterior pelesteran. Khusus untuk bagian luar yang tidak terlindung atap dipakai jenis Weathershield c. Cat Dasar. Persiapan dan Perawatan Awal P ermukaan. 1. Undercoat digunakan untuk permukaan bidang baru y ang belum pernah dicat sebelumnya. Solvent-based anti-corrosive zinc chomate untuk p ermukaan besi/baja. warna. nomor formula atau Spesifikasi cat. 11. Umum.Spesifikasi Umum. BAHAN a. papan gipsum dan panel kalsium sili kat. Dulux atau Levis – Akzo Nobel. Cat harus dalam kaleng/kemasan yang masih tertutup patri/segel . Masonry sealer untuk permukaan pelesteran yang akan menerima cat akhir berb ahan dasar minyak. pelat. pe rmukaan polesan mesin. Petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat.46 Swedish Standard Institution (SIS). d. PELAKSANAAN a. Cat Akhir. nomor takaran pabrik. b.

1. lemak. lumpur. permukaan pelesteran dibasahi secara menyeluruh dan seragam dengan tidak meninggalkan genangan air. Kemudian permukaan gipsum ter sebut harus dilapisi dengan cat dasar khusus untuk gipsum. sebelum persiapan permukaan dan pengecatan dimulai. Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur sedemikian rupa seh ingga debu dan pecemar lain yang berasal dari proses pembersihan tersebut tidak jauh diatas permukaan cat yang baru dan basah. Hal ini d apat dicapai dengan menyemprotkan air dalam bentuk kabut dengan memberikan selan g waktu dari saat penyemprotan hingga air dapat diserap. Minyak dan lemak harus dihilangkan dengan memakai kain bersih d an zat pelarut/pembersih yang berkadar racun rendah dan mempunyai titik nyala di atas 38oC. Permukaan besi/baja yang terkena karat lepas dan benda-benda asing lainnya harus dibersihkan secara mekanis dengan sikat kawat atau penyemprtan pasir/sand blasting sesuai standar Sa21/2. kotoran. Permukaan Gipsum. oli atau gemuk dan permukaan yang cacat telah diperbaiki sebelum pengecatan dimulai. pelapisan cat dasar pada semua permukaan barang besi/baja dapat dilakukan sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan. adukan yang berlebihan dan tetesan-tetesan adu kan. Semua pekerjaan pelesteran atau semen yang cacat harus dipotong dengan tepi -tepinya dan ditambal dengan pelesteran baru hingga tepi-tepinya bersambung menj adi rata dengan pelesteran sekelilingnya. Sesudah pembersihan selesai. Permukaan pelesteran umumnya hanya boleh dica t sesudah sedikitnya selang waktu 4 (empat) minggu untuk mengering di udara terb uka. untuk menutup permuka an yang berpori. de bu. Administrasi dan Teknis Halaman : . ditutupi a tau dilindungi. Permukaan Kayu. sisa pengamplasan serta kotoran la innya. lemak dan serbuk kayu gergajian. Semua debu. bebas dari debu. harus dilepas. Besi/Baja Baru. Permukaan Barang Besi /Baja. minyak. Sesaat sebelum pelapisan cat dasar dilakukan. gemuk dan sebagain ya harus dibersihkan dengan zat pelarut yang sesuai dan kemudian dilap dengan ka in bersih. 2. Permukaan Pelesteran dan Beton. sebelum pelapisan cat dimulai. minyak. Pe rmukaan gipsum harus kering. Pekerjaan ha rus dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dalam bidang tersebut.47 berhubungan langsung dengan permukaan yang akan dicat. Bahan dasar yang diaplikasikan di pabri k/bengkel harus dari merek yang sama dengan cat akhir yang akan diaplikasikan di lokasi proyek dan memenuhi ketentuan dalam butir 4. Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum dilakukan persiapan permukaan atau pelaksa naan pengecatan. aspal. Be si/Baja Dilapis Dasar di Pabrik/Bengkel. bubuk besi. kapur.2. Setelah cat dasar ini mengering dilanjutkan dengan pengecatan s esuai ketentuan Spesifikasi ini. Permukaan pelesteran yang akan dicat h arus dipersiapkan dengan menghilangkan bunga garam kering. Permukaan kayu harus bersih dari minyak. 3. 4.Spesifikasi Umum. dari Spesifikasi Teknis in i. .

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 48 Barang besi/baja yang telah dilapis dasar di pabrik/bengkel harus dilindungi ter hadap karat, baik sebelum atau sesudah pemasangan dengan cara segera merawat per mukaan karat yang terdeteksi. Permukaan harus dibersihkan dengan zat pelarut unt uk menghilangkan debu, kotoran, minyak, gemuk. Bagian-bagian yang tergores atau berkarat harus dibersihkan dengan sikat kawat sampai bersih, sesuai standar St 2 /SP-2, dan kemudian dicat kembali (touch-up) dengan bahan cat yang sama dengan y ang telah disetujui, sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan. Besi/Baja Lapis Seng/Galvanized. Permukaan besi/baja berlapis seng/galvanized yang akan dilapis i cat warna harus dikasarkan terlebih dahulu dengan bahan kimia khsus yang dipro duksi untuk maksud tersebut, atau disikat dengan sikat kawat. Bersihkan permukaa n dari kotoran-kotoran, debu dan sisa-sisa pengasaran, sebelum pengaplikasian ca t dasar. b. Selang Waktu Antara Persiapan Permukaan dan Pengecatan. Permukaan yang sudah dibersihkan, dirawat dan/atau disiapkan untuk dicat harus mendapatkan lapisan pe rtama atau cat dasar seperti yang disayaratkan, secepat mungkin setelah persiapa n-persiapan di atas selesai. Harus diperhatikan bahwa hal ini harus dilakukan se belum terjadi kerusakan pada permukaan yang sudah disiapkan di atas. c. Pelaksan aan Pengecatan. Umum. Permukaan yang sudah dirapikan harus bebas dari aliran pun ggung cat, tetesan cat, penonjolan, pelombang, bekas olesan kuas, perbedaan warn a dan tekstur. Usaha untuk menutupi semua kekurangan tersebut harus sudah sempur na dan semua lapisan harus diusahakan membentuk lapisan dengan ketebalan yang sa ma. Perhatian khusus harus diberikan pada keseluruhan permukaan, termasuk bagian tepi, sudut dan ceruk/lekukan, agar bisa memperoleh ketebalan lapisan yang sama dengan permukaan-permukaan di sekitarnya. Permukaan besi/baja atau kayu yang te rletak bersebelahan dengan permukaan yang akan menerima cat dengan bahan dasar a ir, harus telah diberi lapisan cat dasar terlebih dahulu. Proses Pengecatan. Har us diberi selang waktu yang cukup di antara pengecatan berikutnya untuk memberik an kesempatan pengeringan yang sempurna, disesuaikan dengan kedaan cuaca dan ket entuan dari pabrik pembuat cat dimaksud. Penecatan harus dilakukan dengan keteba lan minimal (dalam keadaan cat kering), sesuai ketentuan berikut. a. Permukaan I nterior Pelesteran, Beton, Gipsum. Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer . Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emulsion. b. Permukaan Eksterior Pelesteran, Beton . Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emu lsion khusus eksterior.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 49 c. Permukaan Interior dan Eksterior Pelesteran dengan Cat Akhir Berbahan Dasar Miny ak. Cat Dasar : 1 (satu) lapis masonry sealer. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. d. Permukaan Kayu Cat Dasar : 1 (satu) lapis wood primer sealer. Cat Akhir : 2 (dua ) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. Permukaan Besi/B aja. Cat Dasar : 1 (satu) lapis solvent-based anti-corrosive zinc chromate prime r. Undercoat : 1 (satu) lapis undercoat. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high qualit y solvent-based high quality gloss finish. e. Penyimpanan, Pencampuran dan Pengenceran. Pada saat pengerjaan, cat tidak boleh menunjukkan tanda-tanda mengeras, membentuk selaput yang berlebihan dan tanda-ta nda kerusakan lainnya. Cat harus diaduk, disaring secara menyeluruh dan juga aga r seragam konsistensinya selama pengecatan. Bila disyaratkan oleh kedaan permuka an, suhu, cuaca dan metoda pengecatan, maka cat boleh diencerkan sesaat sebelum dilakukan pengecatan dengan mentaati petunjuk yang diberikan pembuat cat dan tid ak melebihi jumlah 0,5 liter zat pengencer yang baik untuk 4 liter cat. Pemakaia n zat pengencer tidak berarti lepasnya tanggung jawab kontraktor untuk memperole h daya tahan cat yang tinggi (mampu menutup warna lapis di bawahnya). Metode Pen gecatan. Cat dasar untuk permuakaan beton, plesteran, gypsum board diberikan den gan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol. Cat dasar untuk perm ukaan papan gipsum deberikan dengan kuas dan dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol. Cat dasar untuk permukaan kayu harus diaplikasikan dengan kuas d an lapisan berikutnya boleh dengan kuas, rol atau semprotan. Cat dasar untuk per mukaan besi/baja diberikan dengan kuas atau disemprotkan dan lapisan berikutnya boleh menggunakan semprotan. d. Pemasangan Kembali Barang-barang yang dilepas. S esudah selesainya pekerjaan pengecatan, maka barang-barang yang dilepas harus di pasang kembali oleh pekerja yang ahli dalam bidangnya. BAB 12.1. XII PEKERJAAN PERABOT TETAP KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan fixed seperti furniture ditunjukk an dalam gambar, meja counter, Clading Panel, dll sesuai gambar rencana. Pekerja an ini, meliputi penyediaan alat, bahan dan tenaga untuk keperluan.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 50 12.2. STANDAR / RUJUKAN a. b. c. d. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (NI-5, 1961) P ersyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982) Spesifikasi Bahan Bangun an Bagian A (SK SNI S-04-1989-F) Standar Konstruksi Bangunan Indonesia (SKBI) SK BI-4.3.53.1987 – Spesifikasi Kayu Awet untuk Perumbahan dan Gedung. e. Standar Nas ional Indonesia (SNI) SNI 03-3233-1998 – Tata Cara Pengawetan Kayu untuk Bangunan Rumah dan Gedung. SNI 01-2704-1999 – Kayu Lapis Penggunaan Umum, Mutu. 12.3. PROSEDUR UMUM Contoh Bahan. 1. Contoh bahan harus diserahkan kepada Konsultan MK untuk disetujui terlebih dahulu sebelum pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan. 2. Semua kayu dan kayu lapis dan papan harus berasal dari pemasok yang dikenal yang dapat menjamin kualitas dan kadar air yang diminta. 12.4. BAHAN a. Kayu. 1. Mutu dan Jenis Kayu. Mutu kayu dan jenis kayu yang ditentukan dalam Spesifikasi Teknis ini harus dari kualitas terbaik dan kelas awet II dan k elas kuat II, memenuhi ketentukan PKKI (NI-5,1961) dan untuk semua jenis pekerja an kayu halus seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja, dan terdiri dari kayu Mera nti Merah untuk lis langit – langit dan dinding. Kayu harus bebas dari susu, getah , celah, mata kayu besar yang lepas atau mati, retakan melingkar dan kantung kul it kayu. Bahan – bahan yang mengandung mata kayu / buhul mati yang besar dan lepas , dan yang membusuk atau diserang serangga tidak boleh digunakan. Kayu yang akan menerima lapisan transparan harus bersih dan berkualitas terbai. Kayu yang akan diberi cat bukan transparan harus memiliki permukaan yang sesuai untuk penyeles aian cat berkualitas. 2. Kadar Air. Kecuali ditentukan lain dalam Spesifikasi Te knis ini, semua kayu untuk pekerjaan kayu halus harus dalam keadaan kering, di-o ven di pabrik, dan ketika didatangkan ke lokasi kadar air dalam batas – batas 6 – 11 %. Harus diperhatikan agar kadar air dimaksud tidak berubah selama pengangkutan, penyimpangan, pemasangan. b. Kayu Lapis. 1. Semua kayu lapis interior untuk pen yelesaian transparan harus mempunyai warna dan serat kayu yang seragam, bebas da ri goresan, retakan dan noda – noda dan kedua permukaannya teramplas rata. 2. Kayu lapis yang telah diawetkan di pabrik, harus memiliki kekuatan rekat yang tahan terhadap air dan cuaca. Mutu keawetan kayu lapis tidak boleh kurang dari yang te lah ditetapkan. Kayu lapis harus memiliki venir muka dan belakang berkualitas sa ma, dari mutu IBB atau IAA standar SNI 01-2704-1999, dan berasal dari merek daga ng yang dikenal baik serta terdiri dari jenis berikut :

Kayu harus diker jakan sesuai dengan pola / desain yang ditentukan dalam Gambar Kerja. bebas da ri bekas mesin dan alat. Alat Pengencang. sepe rti paku. Laminasi.5. Bila kayu yang telah diawetkan dipotong. 4 lapis untuk tebal 9 sampai dengan 15 mm dan 7 lapis untuk teb al 18 sampai dengan 25 mm. seperti buatan Formica. kikisan. d. Laminasi dengan tebal minimum 0. baut.Spesifikasi Umum. Pekerjaan kayu yang telah selesai harus diamplas. Decoform. sekrup. Kayu lapis biasa Kayu lapis dari jati (teakwood) Kayu lapis yang terdiri dari pe cahan – pecahan atau bahan – bahan sisa pada bagian tengahnya tidak boleh digunakan. Semua lem dan perekat yang digunakan harus dari jenis kedap air. Kayu lapis yang ak an digunakan harus memiliki ketebalan sesuai petunjuk Gambar Kerja dan digunakan pada tempat – tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Semua alat pengencang yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini. 12. Resopal. Ukuran kayu harus sesuai persyaratan PKKI (NI-5. serta kayu yang timbul atau cacat lain di perm ukaan yang terlihat. angkur dan lainnya harus dari baja lapis galban / seng d alam ukuran sesuai petunjuk Gambar Kerja atau sesuai kebutuhan standar yang berl aku. 4. Ukuran dan Pola. e. Jumlah minimal lapisan untuk kayu lapis harus terdiri 3 lapis untuk tebal 4 sam pai dengan 6 mm. . Semua jenis kayu dan kayu lapis yang dipasang tetap dalam bangunan atau strukt ur harus sudah diberi bahan pengawet. Lapisan pelindung untuk meja (top Table/counter top) menggunakan pelapisan de ngan HPL (High Pressure Laminated) Perbaikan Pekerjaan yang Tidak Sempurna. m aka bagian permukaan yang dipotong tersebut harus diulas dengan bahan pengawet y ang sama. Sambungan harus rapat sedemikian rupa untuk mencegah penyus utan. Pengawetan . 1996). seperti produk neoprene based / synthetic resin based seperti F ox atau yang setara. 5. sesuai ketentuan SNI 01-2704-1999. Penyelesaian untuk semua permukaan kayu harus menggunakan cat duko atau melamic sesuai ketentuan gambar perencanaa n. c. Lapisan Pelindung. ata u kelihatan ada cacat – cacat lainnya pada pekerjaan kayu halus sebelum masa b. d.8 mm dengan proses HPL (High Pres sure Laminated) harus tahap terhadap panas dan memiliki warna serta corak yang a kan ditentukan kemudian. c. Pengerjaan. Sambungan pasak harus disetel dengan lem dan diberi baji dan untuk pekerja an interior harus disemat. PELAKSANAAN a. Supreme Deco luxe atau yang setara. Administrasi dan Teknis Halaman : . Perekat. e. Bila diketahui pekerjaan – pekerjaan kayu tersebut menjadi mengkerut atau bengkok. Kayu harus diselesaikan / diratakan pada empat s isinya.51 3.

.

penyambungan dan pemasangan semua pekerjaan kayu halu s sedemikian rupa. siphon dan perl engkapan lainnya. Water Closet Duduk Bahan porselen. g. siphon dan perle ngkapan lainnya. Keran. Sus ut (Mengkerut). sipho n dan perlengkapan lainnya yang diperlukan.Spesifikasi Umum. puntung kayu dan kayu bekas harus dibersihkan secara teratur dan p ada waktu penyelesaian pekerjaan. produk dalam negeri (setara TOTO type CW 702J /SW784JP atau American Standard). lengkap dengan keran. Dll 1.1. W ater Closet Jongkok Bahan porselen. Floor Drain. 2. BAHAN a. tenaga dan alat yang d iperlukan. BAB 13. Keran air (TOTO type T-23B13V7N dan T30ARQ13N u ntuk Pantry atau yang setara) Floor Drain (TOTO type square flange TX 1B) Towel . lengkap dengan keran. XIII PEKERJAAN ALAT-ALAT SANITAIR KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan sanitair dan yang berhubungan sep erti ditunjukkan dalam gambar. b. Semua tatal. hingga susut di bagian mana saja dan ke arah manapun tidak ak an mengurangi / mempengaruhi kekuatan dan bentuk dari pekerjaan kayu yang sudah jadi. 13.2. lengkap dengan stop kran dan peralatan lain . Urinoir setara TOTO Type Moeslem U57M Sekat Urinoir Toto type A 100 Semua wastafel dan Sanitary yang lainnya sudah lengkap dengan keran. Semua bekas yang sudah tidak dapat digunakan l agi dan sampah – sampah harus disingkirkan dan dimusnahkan.52 pemeliharaan berakhir maka pekerjaan yang cacat tersebut harus dibongkar dan dig anti hingga Konsultan MKmerasa puas dan pekerjaan – pekerjaan lainnya yang tergang gung akibat pembongkaran tersebut harus dibetulkan atas biaya Kontraktor. f. L 830 V3 atau American Standard). Persiapan. Juga tidak menyebabkan rusaknya bahan – bahan yang bersentuhan. lengkap dengan stop kran dan peralatan lain. meliputi penyediaan bahan. 4. produk dalam negeri (setara TO TO tipe L 237 V1B atau American Standard). Administrasi dan Teknis Halaman : . 4. 5. Water Closet dan Wastafel Barang-barang yang akan dipakai adalah sebaga i berikut : 1. 3. 2. Westafel Gantung Bahan porselen. produk dalam negeri (setara TOTO type CE 9/T V 150 NWV12 atau American Standard). Wastafel Wastafel Meja Bahan porselen. Pembersihan. produk dalam negeri (setara TOTO tipe L 5 21 V1A.

Ring (TOTO Tipe TX 702AES atau setara)

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 53 5. 6. 8. c. Paper Holder (TOTO type A850) Shower Spray (TOTO type TB 19 CS V9N5 atau yang se tara) Shop Holder (TOTO type TS 125R atau yang setara) Barang-barang yang akan dipasang harus benar-benar mulus dan tidak cacat sedikit pun. Kontraktor harus mengajukan contoh-contoh untuk disetujui oleh Pengawas ber sama dengan Konsultan Perencana. 13.3. PELAKSANAAN Pemasangan semua peralatan/perlengkapan saniter harus dilakukan oleh ahli pemasangan barang sanitair yang berpengalaman. Pengerjaan harus dilakukan dengan hati-hati dan sangat rapi. a. Semua sambungan harus kedap air dan udara. Bahan penutup sambungan tidak diijinkan. Cat, vernis, dempul dan lainnya tidak d iijinkan dipasang pada bidang-bidang pertemuan sambungan sampai semua sambungan dipasang kuat dan diuji. Semua saluran ekspos ke perlengkapan sanitasi harus dis elesaikan sedemikian rupa sehingga tampak bersih dan rapih dan sesuai ketentuan Gambar Kerja dan petunjuk pemasangan dari pabrik pembuat. b. Pemipaan dari perle ngkapan sanitasi ke pipa distribusi utama harus dilaksanakan sesuai ketentuan Sp esifikasi Teknis 15100. c. Bak cuci tangan tipe dinding ahrus dipasang sedemikia n rupa sehingga puncak bagian luar alat-alat tersebut berada 800mm di atas lanta i, kecuali bila ditunjukkan lain dalam Gambar Kerja. Bak cuci tangan tipe pemasa ngan di meja harus dipasang pada ketinggian sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. d. Bak cuci dari bahan stainless steel harus dipasang sedemikian rupa pada meja/ kabinter seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. e. Urinoir harus dipasang sedem ikian rupa sehingga puncak tepi bagian depan alat ini berada 530mm diatas lantai untuk orang dewasa dan 330mm untuk anak-anak, atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. f. Sistem penumpu dan penopang harus sesuai dengan rekomendasi dari pabr ik pembuat perlengkaan sanitasi atau sesuai persetujuan Pengawasan Lapangan. g. Pemanas air dengan tenaga listrik harus dipasang sesuai petunjuk pemasangan d ari pabrik pembuatnya, pada tempat-empat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja, dan pekerjaan elektrikal harus dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis 16400. h. Pemasangan alat-alat sanitair lain Kaca cermin dan tempat alat-alat p ada wastafel harus dipasang sipat datar dan diskrupkan pada dinding. Barang-bara ng yang akan dipakai harus tidak bercacat sedikitpun. Floor drain harus dipasang dengan saringannya, dan dipasang rapih. Semua sela-sela antara floor drain deng an lantai, harus diisi dengan adukan 1 Pc : 2 Ps. Pasangan harus sedemikian sehi ngga bidang atas floor drain rata dan sebidang dengan bidang lantai. Paper holde r hanya dipasang pada toilet yang closetnya duduk. Tempat sabun hanya dipasang p ada toilet yang ada bak airnya saja. Tinggi pemasangan pada dinding 100 cm di at as lantai.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis Halaman : - 54 BAB 14.1. XIV PEKERJAAN PENUTUP ATAP DAN INSULASI ATAP 14.2. 14.3. 14.4. 14.5. KETERANGAN 1. Meliputi pengadaan bahan, tenaga kerja dan peralatan untuk pekerja an ini. 2. Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan penutup atap, meliputi pemas angan penutup atap berikut inner lanernya, sesuai yang tertera dalam gambar. STA NDAR / RUJUKAN Australian Standard AS 1397 – G550 –AZ 150, AS 3566 Standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 03-1588-1989 PROSEDUR UMUM Contoh Bahan. Contoh dan brosur b ahan – bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus diserahkan lebih dahulu kepada Konsultan MK untuk diperiksa dan disetujui, sebelum pengadaan bahan – baha n ke lokasi proyek. Gambar Detail Pelaksanaan. Sebelum memulai pelaksanaan, Kont raktor harus membuat dan menyerahkan kepada Konsultan MK, Gambar Detail Pelaksan aan yang mencakup ukuran – ukuran, cara pemasangan dan detail lain yang diperlukan , untuk diperiksa dan disetujui. Pengiriman dan Penyimpanan. Bahan – bahan harus d ikirimkan ke lokasi proyek dalam keadaan utuh, baru dan tidak rusak serta dileng kapi tanda pengenal yang jelas. Bahan – bahan harus disimpan dalam tempat yang ker ing dan terlindung dari segala kerusakan. BAHAN - BAHAN Umum. Semua bahan – bahan yang tercantum dalam Spesifikasi Teknis ini harus seluruhnya dalam keadaan baru berkualitas baik secara telah disetujui Konsultan MK. Square Ribbed Roof Penutup atap metal harus terbuat dari bahan alumunium berkualitas tinggi, serta memilik i karakteristik minimal sebagai berikut : Panjang maksimum 1.000 mm. Ketebalan 0 ,47 mm 0 Konduktivitas termal k = 0,032 W/MK pada suhu 20 C Berwarna, sesuai den gan kelas pengecatan AZ 150 (rata-rata minimum 150 g / m2) Fire clasification se suai standar AS 1530, BS 476 2 Ultimate tensile strenght min. 225 N/mm 2 Modulus of elasticity 70.000 n/mm Produk Kalzip tipe tapered seri 65/400 produk Corus a tau yang setara serta disetujui Pengawas Lapangan/MK. Warna penutup atap metal h arus sesuai ketentuan Skema Warna yang diterbitkan terpisah atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK. Asesoris pelengkap harus terdiri dari ahan yang disyaratk n oleh pabrikan yang terdiri dari bahan ekstrusi alumunium (concealed extruded), clips, A 6061, A1 M91, Si CU dan masing – masing terintegrasi satu dengan lainnya . Rangka Atap. Rangka atap dari baja (space frame) harus memenuhi ketentuan Spes ifikasi Teknis. PELAKSANAAN PEKERJAAN Umum. Sebelum pemasangan penutup atap dimu lai, semua rangka baja, seperti kuda – kuda, gording, harus sudah terpasang dengan baik . Penutup atap alumunium sebelum dibawa ke lapangan, harus terlebih dulu d isesuaikan bentuk serta ukurannya sesuai dengan yang tertera dalam gambar kerja. Jarak antar penutup atap alumunium harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat genteng metal yang digunakan.

Seperti MG Felt Tombo atau yang setara. data teknis dan detail pemasangan pekerjaan isolasi kepada Konsultan MK untuk disetujui. Bahan isolasi harus dilindungi terhadap pengaruh cuaca selama pelaksa naan dengan lembaran plastik atau yang setara. dimulai dari bagian tepi b awah menuju ke atas sesuai kemiringan atap yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Seperti tipe PW5024 merek Polyfoil.Spesifikasi Umum.BAHAN Umum. tetapi tidak terbatas pada kegagalan Kontraktor memasang ketebalan minimal yang disyara tkan. PROSEDUR UMUM Contoh Bahan dan Data Teknis. bahan lain yang setara dan dikenal dapat digunakan asal produk – prod uk tersebut memiliki ketebalan yang sesuai untuk memastikan efisiensi dibandingk an dengan produk yang ditentukan dalam Spesifikasi Teknis ini. Penutup atap metal berikut talang – talang (bila ditunj ukkan dalam Gambar Kerja) harus dipasang dengan baik. Glasswool harus terdiri dari serat – serat kaca dan thermosetting resin yang a ntara dan harus memiliki karakteristik sebagai berikut : Ringan 0 Nilai penghant ar panas maksimal 0. Pemasangan penutup atap metal dan kelengkapannya harus dilaksanakan sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatnya dengan tetap memperhatikan ket entuan dalam Gambar Kerja.6. Bahan flashing harus m emenuhi ketentuan spesifikasi teknis.55 Pemasangan. Administrasi dan Teknis Halaman : . Semua biaya tambahan yang diakibatkan karena perbaikan atau penolakan peke rjaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. 2. bebas dari kerusakan d an dari kualitas terbaik.6.3. Isolasi Peredam Suara. dan me miliki karakteristik minimal sebagai berikut : Ringan 3 Kepadatan minimal 80 kg/ m Ketebalan 50 mm atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Semua bahan isolasi harus baru. atau pemasangan yang tidak sesuai Gambar Kerja atau Spesifikasi Teknis. Isolasi peredam suara harus dibuat dari bahan rockwool yang diikat dengan phenolic resin. STANDAR / RUJUK AN American Society for Testing and Materials (ASTM) British Standard (BS) 14. Bila bahan – bahan ditentukan dari s uatu produk. Konsultan MK berhak menolak setiap pekerjaan yang tidak dilaksanak an sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis ini atau standar pemasangan lain yang ber laku. Kontra ktor harus menyerahkan contoh bahan. Ket idaksesuaian. 14 . Sebelum memulai pekerjaan. antara lain sebagai berikut : .033 W/mK pada 10 C 3 Kepadatan minimal 24 kg/m Ketebalan 50 mm atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. dari pabrik pembuat atau pemasok yang dikenal. Pengiriman dan Pe nyimpanan. Bahan talang harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis. Glasswo ol.1. ISOLASI ATAP 14. Alumunium foil harus memiliki karakteristik s esuai standar pabrik pembuatnya. 14. Alumunium Foil. BAHAN . INS-2450 merek Insfoil atau yang setara.6. sampai penutup atap dipasang.6. Sebab penolakan dapat termasuk.

21 mm Seperti Insfoil 920 atau H arvi Foil 314. antara lain harus dipasang pada tempat – t empat berikut : Semua ruang yang dikondisikan dan / atau ruang lain seperti ditu njukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK.Spesifikasi Umum. Pita perekat untuk alumunium foil harus memiliki ka rakteristik sesuai standar dari pabrik pembuatnya. Di bawah p enutup atap seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Pita Perekat. Isolasi bangunan di bawah penutup atap ber upa lembaran alumunium foil yang ditempatkan di atas roofmesh atau sesuai petunj uk Gambar Kerja. antara lain sebagai berikut : Tebal tanpa pelapis 80 mikron Tebal dengan pelapis 135 mikron Tingkat ketahanan terhadap api memenuhi ketentuan BS 476 part 7 class 1. Isolasi bangun an harus dipasang lengkap dengan semua penyambung untuk mencegah ruang – ruang kos ong.56 Jenis double sided terdiiri dari 5 (lima) lapis laminasi yang terdiri dari 2 (du a) lapis alumunium foil. 1 (satu) lapis kertas kraft dan 1 (satu) lapis bitumen adhesive yang diperkuat dengan pintalan serat k aca. Pemasangan. Kawat lapis seng / galbani diameter 2 mm harus dikaitkan dan ditempatkan se cara diagonal di atas isolasi pada langit – langit dalam modul yang memadai untuk menjaga isolasi tetap pada tempatnya. Seperti Paratape eks Aus tralia atau PPC No.4. 1 (satu) lapis bitumen adhesive. Semua isolasi b angunan harus dipasang sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuat dan / atau sesuai Gambar Kerja. . Daya pantul permukaan aluminium 95%. Isolasi peredam suara untuk ruang diesel / unit pembangkit listrik harus dipasang sesuai Gambar Detail Pelaksanaan yang telah disetujui den gan tetap mengacu pada Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini. 14. PELAKSANAAN PEKERJAAN Umum. Administrasi dan Teknis Halaman : . Ketahanan terhadap bocor sesuai ASTM D 781 2 Berat nomila 200 gr/m Ketebalan nominal 0. Roofmesh.5 mm ya ng diproduksi dengan sistem las titik pada setiap titik pertemuannya sehingga me mbentuk spasi 75 mm x 75 mm. Roofmest untuk menopan alumunium foil pada bagian bawah atap bangunan harus dari jaring k awat baja las lapis seng / galbani celup panas dengan diameter minimal 1. 403F eks Selandia Baru atau yang setara. dan sambungan tersebut kemudian ditutup dengan pita perekat. Isolasi di atas langit – langit harus ditempatkan dalam posisi menyilang rang ka langit – langit dengan bagian tepi – tepinya bertumpuk untuk mencegah masuknya pa nas.6. Semua tepi dan sambungan akhir harus diberi lewatan minimal ses uai rekomendasi dari pabrik pembuatnya. Di ruang diesel / unit pemba ngkit listrik seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Isolasi bangunan.

V DE/DIN. 4. Kontraktor wajib memeriksa design terhadap kemungkinan kesalahan.1. dan IEC juga menjadi pegangan sesuai persyaratan instalasi dan kondisi r uangan. dan lain-lain dalam dokumen tender ini. Spesifikasi teknik ini menjelaskan tentang uraian dan syarat-syarat dalam hal penyediaan dan pemasangan semua peral atan serta bekerjanya semua instalasi dan system. 3. c.Spesifikasi Umum. ketidak cocokan baik dari segi besar-besaran listrik. Hal diatas harus di ajukan dalam bentuk tertulis atau gambar pada waktu penjelasan tender/Aanwijzing . Aturan-aturan lain seperti : NFPA/NEC. Daftar Material Waktu mengajukan penawaran.57 D. merk. Sebelum pekerjaan selesai seluruhnya ataupun secara bertahap. Kontraktor harus menyertakan/melampi rkan “Daftar Material” yang lebih terperinci dari semua bahan yang akan dipasang pad a proyek ini dan yang sesuai dengan spesifikasi. Gambar-gambar dari disi plin lain yang relevan dengan pekerjaan ini seperti gambar-gambar arsitektur dan struktur. Gambar-gambar disiplin lain t ersebut diatas adalah untuk membantu Kontraktor dalam mendapatkan gambar-gambar yang lebih jelas dari setiap jenis bahan dan pemasangannya. manufacturer. 2. a. PUIL 2000. termasuk instruksi kep ada peserta pelelangan. dalam pekerjaan i ni harus memenuhi ketentuan-ketentuan pokok yang disebutkan pada : 1. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari isian uraia n pekerjaan dan persyaratan pelaksanaan ini. Peraturan Keselamatan Kerja 3. type. Standard/aturan Material ataupun pengerjaan instalasi listrik. Pemborong wajib menyerahkan kepada Direksi Pengawas 6 (enam) set gambar yang disebut “As Built Dra wing” yaitu gambar dari semua material dan instalasi dalam scope ini yang terpasan g. maka menjad i kewajiban Kontraktor untuk menanyakan ataupun mencari informasi tersebut untuk kelengkapan dan kesempurnaan instalasi yang akan dipasangnya. b. lengkap dengan brosur/ katalog. fisik maupun pemasangan dan lainlain. Administrasi dan Teknis Halaman : . Gambar-gambar 1. I INSTALASI LISTRIK PERSYARATAN UMUM Persyaratan umum dan persyaratan khusus. Dalam Daftar Material ini harus disebut pabrik. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL BAB 1. dan disesuaikan dengan plafond bangunan. terutama untuk koord inasi pemasangan serta relasi antar pekerjaan. Gambar-gambar atau informasi-info rmasi lain yang diperlukan namun tidak disertakan dalam dokumen ini. Gambar-gam bar yang termasuk lingkup pekerjaan instalasi listrik (penerangan dan stop konta k) untuk bangunan ini adalah gambar-gambar dengan nomor kode EE serta disiplin l ain yang disertakan ataupun sebagai gambar informasi. Dafta r Material yang diajukan pada waktu penawaran ini adalah mengikat . SPLN 2.

4. maka Direksi Lapangan selalu bebas terhadap hal tersebut dan ini menjadi tanggung jawab Kontraktor. maka Direksi Lapangan berhak untuk memeriksa/ mengecek pemesanan mate rial dengan demikian dapat dicegah keterlambatan karena belum dipesannya materia l-material tertentu. MINI CB. K ualitas listrik/teknis. Penolakan atas contoh-contoh tersebut diatas Kontra ktor harus mengganti dan memperlihatkan yang sesuai spesifikasi dan disetujui. 2. Administrasi dan Teknis Halaman : . 1. Pembebasan terhadap Tuntutan Untuk segala tuntutan terhadap penggunaan bahan. maka Kontraktor wajib menawarkan dan memasang ses uai dengan yang ditentukan. Pas Instalatir Pekerjaan ini harus d ilaksanakan oleh Kontraktor yang mempunyai Pas Instalatir PLN Kelas B. stop kontak.58 Apabila tidak menyerahkan daftar material tersebut atau mengajukan yang tidak le ngkap maka hal ini selain mempengaruhi penilaian. fixtures. conduit dan lain-la in. Untuk itu perlu pengeceka n terlebih dahulu ke pasar/agen oleh Kontraktor. Apabila dianggap perlu oleh Direksi Lapang an dan hal ini memungkinkan.Spesifikasi Umum. Apabila Kontraktor sudah menentukan suatu merek dan type dan sudah mengajuka n pada waktu penawaran lelang maka berarti material tersebut dalam kurun waktu s elama proyek ini berjalan sudah pasti dapat diperoleh. Contoh bahan-bahan yang harus diserahkan adalah : U ntuk instalasi semua panel dan isian panel seperti MCCB. Nama Pabri k/Merk yang ditentukan Apabila pada spesfikasi teknis ini disebutkan nama pabrik /merek dari suatu jenis bahan. Pengad aan contoh material adalah menjadi tanggungan dan biaya kontraktor. besar fisik dan kualitas estetika. Apabila pada saat pemasangan bahan/merek tersebut ti dak/sukar diperoleh. 5. Kontraktor wajib memperlihatkan contoh bahannya sebelum pemasangan kep ada Direksi Lapangan untuk disetujui. cable gland. . sistem dan lain-lain yang menyangkut pekerjaan ini seperti ha k patent dan lain-lain. Pas instalatir ini serta surat -surat ijin PLN lainnya yang ada harus disertakan pada waktu penawaran. Contoh Bahan Untuk bahan yang disebutkan di b awah ini. Khusus un tuk Kontraktor yang mempunyai Pas Instalatir PLN dari luar Sumedang. maka Direksi Lapangan akan menentukan merek lain dengan spe sifikasi teknik minimal yang sama. saklar. juga tidak lepas dari kewajiba n untuk menyesuaikan dengan spesifikasi teknis serta untuk itu Direksi Lapangan dapat dan akan menentukan sendiri kemudian atas resiko Kontraktor. merk/pabrik. 3. maka Kontraktor wajib memperlihatkan contoh materia l yang lain apabila diminta. Pemasangan Material dan Schedul e Untuk menjamin material sesuai dengan apa yang ditawarkan dan terhadap schedul le proyek. dari con toh material/bahan maupun instalasi yang telah disetujui adalah mengikat. maka terleb ih dahulu harus memintakan izin secara khusus sebagai tanda lapor ke PLN Sumedan g mengenai keinginannya untuk ikut melaksanakan instalasi listrik Pemilik/Penang gung jawab pas intalatir haruslah atas nama perusahaan/Kontraktor tersebut serta orang yang disebut pada Pas Intalatir ini adalah betul-betul nantinya orang yan g bertanggung jawab pada instalasi yang dipasang. lampu. contoh bahan harus diserahkan kepada Direksi Lapangan tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender setelah penunjukan. ELCB Kabel-kab el. doos.

rating dari pada bahan tersebut. percobaan dan pemeliharaan. 11. untuk bekerja/ beroperas inya dengan sempurna dan baik.59 6. Kalau terjadi hal yang saling bertentangan antara gambar atau terhadap spesifikasi tek nis. 1. seluruh sistem instalasi yang tertulis didalam spesifikasi te knis dan gambar dokumen lelang.2. Brosur /Katalog Untuk semua material yang digunakan maka Kontraktor harus melampirkan b rosur/katalog pada waktu penawaran lelang dan hal ini adalah mengikat. Klausal yang Disebutkan Kembali Apabila ada hal-hal yang disebutkan kembali pada bagian/bab/gambar yang lain. spesifikasi teknis dengan segala kaitan serta konsekuensinya harus dipela jari dengan teliti. Untuk hal inilah maka sebelum penjelasan Tender semua g ambar. . Masuk pula dalam lingkup pekerjaan ini adalah. Shop drawing Untuk semua macam pekerjaan baik material / komponen maupun pek erjaannya. Perbaikan Semua akibat dari pekerjaan instalasi listrik. ber upa kerusakan atau sisa-sisa harus dirapihkan kembali. Pengujian ini dilakukan dengan jalan dibebani (kalau hal ini dimungkinkan) atau dioperasikan. serta accessories yang mungkin secara detail tidak tergambarkan/tidak terspesifikasikan dengan sempurna. maka yang diambil sebagai patokan adalah yang mempunyai bobot teknis dan/at au yang mempunyai bobot biaya yang paling tinggi. 9. 8. p engadaan dan pemasangan seluruh peralatan. kepada maka Kontraktor wajib memasukkan „shop drawing‟ sebelum pemasangan kepada Direksi Lapangan untukdiperiksa bersama Perencana. PEKERJAAN INSTALASI a. Konflik Pelaksanaan Apabila te rhadap konflik teknis pengadaan dan pengerjaan dari pada masingmasing instalasi. 7. pemasangan. maka kewajiban Kontraktor untuk mengajukan jalan keluarnya ataupun mengerjakan jalan keluar yang disaranka n oleh Direksi Lapangan. „Shop drawing‟ adalah mer upakan penggambaran yang lebih teliti daripada setiap komponen dan disampaikan s ebanyak 3 (tiga) set. Penguji an Untuk pekerjaan instalasi ini maka Kontraktor harus melaksanakan : Pengetesan terhadap instalasi „Keur‟ (instalasi penerangan dan daya) Keur ini harus dilakukan sesuai aturan dan prosedur PLN atas biaya Kontraktor dan hasilnya harus diserahk an ke Direksi Lapangan Trial Run dari seluruh instalasi yang terpasang dimana pe laksanaannya menjadi tanggungan Kontraktor termasuk penyediaan daya listrik dan sarana peralatan untuk pengujian.Spesifikasi Umum. Lingkup Pekerjaan Yang diartikan dalam lingkup pekerjaan ini adalah dalam arti yang luas dari pengadaan. tetapi malah untuk lebih menegaskan masalahnya. ataupun dengan macam instalasi lain yang tidak digambarkan/diinformasikan pada gambar Tender dan baru muncul pada waktu pelaksanaan. kecuali disebutkan lain oleh Direksi Lapangan. pengujian. Dalam bro sur itu harus dijelaskan type. Administrasi dan Teknis Halaman : . 10. namun merupa kan komponen dari instalasi ini sebagai sesuatu sistem. Sisa-sisa bahan atau beka s bongkaran harus dibuang ketempat yang ditentukan oleh Direksi Lapangan. maka ini harus diartikan bukan untuk menghilangkan satu terhadap yang lain.

conduit. 2. Tutup/Cover Dinding Seluruh pan el dalam bentuk modul dilengkapi dengan dinding penutup dari bahan plat besi.60 Paket pekerjaan ini diperinci secara umum meliputi antara lain : 1.Spesifikasi Umum. yang disesuaikan dengan ke butuhan jumlah peralatan yang akan dipasang. Di nding penutup harus dikerjakan dengan baik dan setiap sudut/siku harus benar-ben ar 90 derajat. Pintu tersebut harus dari pelat bes i dengan diberi rangka penguat sedemikian rupa. Pengadaan dan pemasangan panel penerangan. 3. maka pada pinggiran pintu dilakukan penekukan yang memadai. Hal ini untuk menjaga barang-barang asing masuk atau di tusukkan ke lubang ventilasi dan langsung menyentuh bagian-bagian yang bertegang an dari peralatan panel. 7.40 type Plus Mounting atau Wall Mounting. Pengadaan dan p emasangan instalasi penerangan dan stop kontak lengkap accessories terpasang (se suai gambar) lantai dasar sayap kiri. 4. Pengadaan dan pemasangan saklar dan stop kontak lengkap (kabel-kabel) a ccessories terpasang (sesuai gambar) lantai dasar sayap kiri. Semua pera latan diikat/dipasang pada rail di dalam modul panel. dan ala t bantu accessories lain-lain. Panel harus memenuhi standard IP. Panel board 1. dan lain-lain . panel daya. dan sistem groun ding lengkap accessories terpasang MDP-IRJ. Kalau pane l menggunakan pintu maka semua komponen/aparatus harus terletak didalam dan ditu tup dengan cover plat yang diberi lubang untuk segel. SDP-UPS. kecuali lampu indikator pi lot lamp harus dapat dibaca sekalipun pintu dalam keadaan tertutup. KEUR PLN / Pengesahan dari PLN. 6. harus ditutup dengan pintu yang rapi. Konst ruksi Semua panel dibuat dalam ukuran modul dari bahan plat besi. trial run d an masa pemeliharaan. untuk bekerjanya/beroperasinya sistem instalasi p enerangan dan daya dengan sempurna dan baik. Administrasi dan Teknis Halaman : . sehingga dalam keadaan tertutup ataupun terbuka tetap dapat dipertahankan bentuk yang kokoh dari pintu tersebut. Pintu Pada bagian depan dari panel disesuaikan dengan g ambar. SDP-0. Bagian dalam p anel disesuaikan kebutuhan masing-masing seperti tertera pada gambar. Engsel dan K unci . asal disesuaikan dengan ukur an pintu. Melakukan pengujian. PP-AC. Rangka khusus untuk pintu tidak mutlak diharuskan. Pengadaan dan pemasangan instalasi list rik Ac dan exhaus fan lengkap accessories terpasang lantai dasar sayap kiri dan kanan 5. seperti saklar. 2. Pengadaan dan pemasangan sarana penunjang. b. Ventilasi Pada dinding bagian depan/samping kiri kanan harus dile ngkapi lubanglubang untuk ventilasi Pada bagian dalam dinding yang diberi lubang ventilasi ini harus diberi lagi tambahan dinding yan gdiberi lubang punch pada daerah lubang ventilasi. 8.31 /IP. Pengadaan da n pemasangan fixtures lampu lengkap berikut accessories (sesuai gambar) lantai d asar.

50 KA. dilengkapi dengan magnetic dan terminal tri pping device. Cat Panel seluruhnya harus diberi car d asar/primer coat dan diberi pelapis cat akhir disesuaikan dengan warna box panel dan finish cat bakar.Spesifikasi Umum. 5 0 Hz dan rated coil 220 volt AC. Kabel dari panel langsung naik ke arah plafond/ceiling. Bagian panel dari metal harus dihubung secara elektris dengan re l pentanahan dan ditanahkan melalui elektroda pengetanahan atau cara pengetanaha n lainnya. Peralatan meter dipasang pada panel cabang sepe rti yang tertera pada gambar. flush/semi flush. . Moulded Case Circui t Breaker Rated Voltage 500 volt/AC. 2. Administrasi dan Teknis Halaman : .61 Engsel harus kuat dan tidak menonjol dan harus diusahakan tersembunyi serta rapi . c. Kunci dan handle pintu adalah dari bahan yang diberi lapis „vernikel‟ dan dilengka pi dengan kunci merek YALE atau setaraf. Pengetanahan/Grounding Panel harus dileng kapi dengan busbar atau terminal pengetanahan (grounding) dari bahan tembaga dan diberi cat „kuning-hijau‟ kecuali untuk tempat-tempat terminal seperti tersebut pad a butir diatas. Untuk setiap panel harus disediakan MCB/ MCCB/ELCB cadangan sebanyak yang tertera pada gambar dan diberi tanda pengenal. dengan ukuran 96 x 96 mm. Penggunaan Miniature Circuit Breaker (MCB). Meter-meter adalah dari type “Moving Iron Vane Type” k husus untuk panel dengan scale sircular. Rel harus dari bahan tembaga dengan ukuran sesuai dengan kemampuan arus 150 % dari arus bahan terpasang yang ukurannya disesuaikan dengan dengan a turan PUIL. Semua rel harus dicat dan dipegang oleh bahan isolator/busbar suppor t di dalam distribution box. Rated voltage 380 volt AC. dengan skala linier dan ketelitian 1. S. Jalan kabel Untuk panel-panel arah kabel incoming dari bawah dan outgoing arahny a dari atas. Rel/Busbar 1. Setiap panel harus dipasang lampu indikator (untuk setiap phasa R. rated breaking capacity minimal 10 KA.5 %. Ring tersebut haruslah dari jenis yang bergigi arah dalamnya. Semua panjang busbar panel minimal sesuai dengan lebar panel Terminal dan mur baut Semua terminal harus diberi lapis tembaga (ve rtin) dan disekrup dengan menggunakan mur-baut ring dari bahan tembaga atau murbaut yang vernikel (atau stainless) dengan ring tembaga. Untuk keluarnya kabel-kabel ini dimana kabel-kabel ini akan langsun g masuk disiapkan lubang serta „compressinable gland‟ untuk setiap kabel/konduitnya. T). Rangka pemegang Panel harus dilengkapi dengan dudukan baik itu berupa rangka besi atau dudukan lainnya yang sesuai dan disetujui. dalam kotak tahan get aran. Peralatan listrik S emua peralatan listrik di panel harus dari kelas tegangan rendah (rated voltage) minimal 600 volt. 50 Hz kecuali disebutkan khusus tertentu. dari type yang mempunyai „instantaneous tripping value‟ sebe sar 12 (dua belas) kali arus In (model G breakers). Posisi selector switch harus ditandai dengan jelas.

Tanda-tanda / label-label Untuk setiap CB/switch maka didekat nya secara jelas harus dipasang tanda/label dimana tertera arah. Type armature TL 2 x 36 watt. Rated voltage 220 volt rugi-rugi/losses ballast tidak lebih besa r dari 1 x 36 watt. satu phasa. 16 A.Opal (IP40) dipasang diatas wastafel TL 1 x 18 watt.(IP20. 84 PHILIPS. Cara-cara Power Factor Improvement ataupun de ngan penggunaan kapasitor. Administrasi dan Teknis Halaman : . M6 dilengkapi dengan Louvred miroro reflector of floresant lighting .Semua komponen listrik berada di dalam (built in) Armatur. kapasitor 3. lengkap box dan access ories 3. Fluorescent Tube dengan type warna „white‟ atau No. Lamp Holder dan Sockets Rating lock lamp holder type. Harus diproduksi oleh satu pabrikan ( Complite Set Armatur) dan diyatakan dengan Surat Keaslian Matrial dan Bergaransi .Revlektor (IP20 claas 1 complise IEC598 end F mark) TL 1 x 36 watt. ballast dengan rumahan dari bahan polyster. 220 v.dipasan g rata plafon TL 1 x 36 watt. Zinc-coated white paint sheet steel. untuk lampu-lampu sel uruh bangunan. Kapasitor Untuk semua lampu-lampu fluorescent disyaratkan bahwa „power factor‟ harus mencapai paling kurang 0. tujuan keluar a tau masuk kabel yang dilayani oleh CB/switch tersebut. 4. Armature Dari bahan pelat baja ketebalan minimal 0. Ballast harus dilengkapi dengan Connection Terminal . saklar tunggal dan ganda inbow.Opal (IP40) dipasang diatas wastafel Down Light PLC 18 watt.complice with IEC5 98 Lampu/fluorescent Tube “TL” standard type fluorescent lamp.85. 7 mm.62 Jalan incoming feeder/kabel seluruhnya melalui dinding/dibawah lantai dan dimasu kkan kedalam pipa.komponen dan lampunya. lengkap box dan access ories Saklar hotel. kapasitor 5 mikro farad dan 1 x 18 watt. Fixture 1.Spesifikasi Umum. Balla st Leak proof. . losses max. 11 watt.class 1. rated voltage 220 volt. 6 A. Sebagai pegangan dapat disebu tkan disini secara kasar sebagai berikut : 1 x 36 watt. d. temperature kerja rendah. 3 watt. noiseless. Tanda label ini terbuat d ari bahan ebonit hitam ukuran 60 x 30 x 40 mm atau ukuran lain yang memadai deng an tulisan berwarna putih yang tertulis secara Punch. Flourescent Lamp.85. menjadi kewajiban Kontraktor/Supplie r untuk menambah kapasitas kapasitor apabila tidak tercapai power factor sebesar 0.5 mikro farad. 1 x 18 watt loses max. 2. Armatur set harus lengkap dengan rangka dudukan/gantungan. Type Stop Kontak & Saklar Stop kontak inbow. dengan atau tanpa s tarter socket yang disesuaikan dengan rumahan yang digunakan. 50 Hz. 6 watt dan TL 1 x 10 watt loses max. Armatur /luminare yang dapat mengontrol cahaya yang dating dari sumber cahaya de ngan bentuk deminsional atau Omni Directional Luminance Control (3D OLC).

tidak akan melar (is not likely to st retch) setelah diberi „cast bronce‟. Stop kontak dan sakl ar yang akan dipasang adalah type pemasangan masuk (inbow) kecuali disebut lain. Stop kontak dinding dipasang pada ke tinggian 30 cm – 90 cm dari permukaan lantai. 5. klem Kecuali disebutkan lain. khusus untuk daera h lembab harus dari jenis Water Dicht (WD). Semua kabel yang masuk / keluar panel mula i dari lantai sampai pada ketinggian fixtures harus dimasukkan kedalam conduit y ang sesuai. Instalasi Umum 1.63 5. 4. 2. Saklar grup/grid saklar inbow lengkap isian saklar tunggal. kecuali dis ebutkan lain pada spesifikasi ini. Untuk pencabangan kabel-kabel harus menggunakan Du odoos atau Teedoos dari bahan metal.Spesifikasi Umum. Untuk suatu instalas i tiga phasa maka didalam cara instalasinya warna-warna fasa dari kabel haruslah konsisten dari awal. Sistem Pengetanahan Instalasi sistem pen getanahan dalam paket ini adalah untuk sistem pengetanahan pengaman yang dihubun gkan ke panel Elektroda konduktor pengetanahan Pipa galvanized diameter 1 inchi dengan copper BSC seperti tertera pada gambar dan tahanan pengetanahan tidak bol eh lebih dari 3 (tiga) ohm. Instalasi umum menggunakan kabel NYM. Setiap pencabangan atau sambung an instalasi haruslah dipergunakan lasdop atau cara tutup lainnya. 8. Aturan-aturan . brase. Ukuran terkecil ka bel listrik adalah penampang tembaga 2. Setiap pipa/ konduit dan jalan masuk kabel ke panel/terminal box/doos/fixture dan lain-lain h arus dilengkapi dengan „pengakhiran‟ berupa : „cable gland‟ atau semacamnya untuk menceg ah luka pada isolasi kabel sewaktu-waktu tertarik/ditarik. semua sambungan harus dengan cara jepitan dengan baut. NYY. Konduit/kabel harus diklem dengan rapih pada plafond setiap jarak 1 (satu) meter kecuali disebutkan lain pada spesifikasi/gambar. 10 A. 7. e. Saklar/on-off pada lampu-lampu penerangan dilakukan pada tempat tersendiri dan dipasang pada ketinggian 120 cm – 150 cm dari permukaan lantai. Administrasi dan Teknis Halaman : . lengkap box da n accessories Seluruh stop kontak dilengkapi safety plug. Stop kontak di ruang pasien dipasang sesuai dengan tempat tidur pasien. Pendukung fixture Semua fixture disini telah diartikan lengkap dengan penggantun g/pengikat lubang lampu pada plafond yang harus disupply oleh Kontraktor. Sambungan sekrup/baut. Bahan-bahan jepitan / kl em / mur-baut harus dari bahan yang mempunyai konduktivitas arus yang baik dan t elah diproses untuk tahan korosi/oksidasi.5 mm2. 3. 6. 9. stop kontak dan saklar Didalam ba ngunan pada umumnya adalah general lighting berupa lampulampu atau armature dipa sang recessed mounted pada plafond / ceiling dan dak beton. Instalasi penerangan.‟plain‟ atau melable iron. seperti „connec tion cap‟ sedemikian rupa sehingga aman cara instalasinya. NYFGBY. Supply listrik untuk penerangan dan stop kon tak dilayani secara terpisah dari sistem daya melalui panel listrik yang segi pe layanannya terbagi dua panel.

terminal. Bol a Lampu : PHILIPS. Bila tidak disebutkan lain pada spesifikasi teknik ini ataupun pada gambar maka hal-hal khusus lainnya mengenai sistem dan cara pengetanahan harus dilakukan men gikuti aturan PUIL . E LCB. Fixture Lampu : ARTHOLITE. MCCB. EGA. ballast. Contactor : MERLIN GERIN (MG). KABELINDO. maka Pemborong harus menjamin bahwa barang tersebut adalah baik dan baru dengan jalan menunjukkan Surat Order Pengiriman Barang ters ebut dari Dealer/Agen/Pabrik apabila dimungkinkan. Umum Persyaratan Bahan Semua material yang disup ply dan dipasang oleh Pemborong harus baru dan material tersebut harus cocok unt uk dipasang di daerah tropis dan tahan korosif. Ballast. TRANKA 2.64 f. 3 M. Contactor. kapasitor. Material-material harus dari pro duk dengan kualitas baik dan merupakan produksi terbaru. apabila ada pokok dalam tabel ini yang tak dapat a tau sulit diisi dapat saja tidak diisi.1987. atau komponen tertentu terutama untuk material-material listrik utama. Direksi Lapangan dan Perencana . LABEL kabel : LEGRAND. namun perlu diketahui bahwa pengisian ta bel ini ikut menjadi bahan peninjauan. Untuk material-material yang disebut di bawah ini. AEG Plug . Sistem pengetanahan untuk arus kuat da n lemah harus dipisah. BERKER 7. Penyebutan merek/produk pabrik Apabila pada spesifikasi t eknik ini atau pada gambar. CLIPSAL. Administrasi dan Teknis Halaman : . LUCOL ITE 6. LEGRAND 4. KAB EL METAL. DIAN WAHYU) 5. indikator Peralatan lampu : armature. INTERLITE. starter. Semua pokok-pokok harus d iisi terutama merek dan type. disebutkan beberapa merek tertentu atau suatu kelas mutu (quantity performance) dari material. Kabel : SUPREME. FUSE. maka dapat difikirkan penggantian merek/type dengan suatu sanksi tertentu kepa da Kontraktor. g. GE. ELCB. fuse. Box Panel. Terminal Box : L OKAL (INDUSTIRA. MCB. Apabila nanti selama proyek berjalan. CABLE dan lain-lain GLAND 3. maka Pemborong wajib mengajukan didalam penawa rannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang disebutkan itu. Persyaratan Bahan / Material 1. Daftar material ini wajib diisi dan diser takan dalam penawaran. Tabel daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen ya ng berupa barang-barang produk pabrik atau assembling. yang diakibatkan oleh suatu alasan tert entu yang sangat kuat dan dapat diterima pemilik. SIEMENS . Kapasitor. Kabel Daftar Material Untuk semua material yang ditawarkan maka Kontraktor wajib mengisi Daftar Material yang meny ebutkan merk. : MERTEN. reflector dan lain-lain. bola lampu. Produk pabrik yang disarankan untuk digunakan 1. terjadi bahwa material yang disebutkan pada tabel materi al tidak dapat diadakan oleh Kontraktor. Stop Kontak. MCB. GE. A BB. NEC atau NFPA. Saklar. type dan kelas lengkap dengan brosur / katalog yang dilampirkan pa da waktu lelang. INDICATOR KLOCKNER. MULLER.Spesifikasi Umum. Sepatu kabel. Komponen panel : MCCB.

K ontraktor harus menyampaikan hal ini kepada Pengawas Lapangan untuk pemecahannya . 2. Standar / Rujukan c. Elbow Klem dan lain-lain Accessories dan lain-lain : : : : CLIPSAL.Spesifikasi Umum. . Dalam meny iapkan Gambar Detail Pelaksanaan. Bila terdapat perbedaan antara Gamb ar Kerja yang satu dengan lainnya atau Gambar Kerja dengan Spesifikasi Teknis. c. LEGRAND LOKAL LOKAL BAB II INSTALASI FIRE PROTECTION 2. dan seluruh peralatan penunjang/ak sesoris untuk seluruh peralatan. b. Kontraktor wajib melampirkan brosur dari set iap material yang akan dipasang dan memberikan contoh material untuk disetujui o leh pihak Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi dan atau oleh Konsultan Perenca na.65 8. Konduit Doos. Gambar Kerja Elektrikal hanya menunjukkan lokasi bahan dan peralatan. Semua Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap dan harus berisi se mua informasi yang mendetail dan dibutuhkan. 11. Administrasi dan Teknis Halaman : . Gambar Kerja ini harus diikuti se-seksama mungkin. Gambar Arsitektural. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Gambar Detail P elaksanaan untuk disetujui Pengawas Lapangan. Semua Gambar Detail Pelaksanaan ha rus segera diserahkan sebelum pengadaan bahan agar diperoleh waktu yang cukup un tuk memeriksa. Merek yang dipakai : Simplex. yang pada prinsipn ya apabila terjadi kebakaran akan dideteksi oleh detektordetektor dimana dalam h al ini menggunakan „heat detector‟ Ret of Rice Detector dan Smoke Detector yang terd iri dari zone-zone dan dikontrol oleh FACP. EGA EGA. Struktural dan gambar lai n yang berhubungan. b. 10. National Fir e Protection Association (NFPA) National Electrical Manufactures Association (NE MA) Spesifikasi Teknis 16400 – Distribusi Tegangan Rendah Lingkup Pekerjaan : 1. Cubb. 9. PEKERJAAN INSTALASI FIRE PROTECTION a.1. Pekerjaan System : System deteksi kebakar an dan system alarm pada ruangan-ruangan dikontrol oleh FACP. INSTALASI PENGABELAN a. 2. Honey Well. Pengadaan dan pemasangan : o Cable Terminal Box (CTB) ser ta instalasi pengabelan dari CTB ke detektor. serta semua elemen harus diperiksa dimensi dan ruang bebasny a. 3. jalur ka bel dan sambungan.2. Notifire atau yang setara .

Alat pendeteksi panas harus terdiri dari tipe – tipe terseb ut : . tetapi tidak terbatas pada peralatan berikut : d. Dimana diperlukan pemasangan flexible conduit. PERSYARATAN BAHAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. Sistem. Panel kontrol pusat harus terdiri dari modul – modul komponen sepra ktis mungkin. f. 2. 2. Tidak dipe rkenankan adanya sambungan kabel kalau tidak dilakukan pada terminal box atau pa nel. Alat pendeteksi panas untuk bangunan akan beroperasi pada temperatur 4. lampu sinyal dan bel peringatan.5 mm yang dilengkapi dengan pintu dan kunci. Lampu uji di bagian dalam Suplai AC atau DC tambahan Tanda peringatan dan tanda bahaya tambahan e. Umum. Setiap alat pendeteksi harus berisi indikator visual integral yang menunjukkan kondisi siap siaga. maka haruslah dipasang sekal ipun tidak disebutkan dalam gambar. Alat Pendeteksi Panas. Alat Pendeteksi. Kabel dari CTB ke sirkuit detektor menggunakan kabel PVC dengan inti penampang tembaga 1. modul sumber da ya dan peralatan penting lainnya untuk melengkapi sistem tanda kebakaran dengan jumlah zona sesuai ketentuan Gambar Kerja. Modul panel harus dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut : 2 (dua) buah kawat rangkaian penggerak sinyal Panel pengamat / annunciator panel . CABLE TERMINAL BOX (CTB) a. Panel harus memiliki kapasitas untuk m engakomodasikan modul panel kontrol. Nohmi. kelembaban dan faktor lainnya. CTB harus terbuat dari bahan besi plat dengan tebal minimum 1. Alat pendeteksi harus dari tipe dua ruangan yang dapat beradaptasi pada berb agai temperatur. Panel Kontrol. b. Sebagai pemberitahuan. Semua hubungan dibu at dengan sistem screw connection. c. Panel.5 mm2. g. bila lampu sinyal tida k berkedip.3.66 d. Buatan Gent. Simplex. modul masukan dan keluaran. Kontraktor harus dengan teliti memeriksa kebutuhan ruangan dengan Kontraktor lai n yang mungkin bekerja pada lokasi yang sama untuk memastikan bahwa semua perala tan dapat dipasang pada tempat yang telah ditentukan. Alat atau peralatan yang dibutuhkan untuk penguj ian. Notifire. Sistem akan meliputi.4. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kepekaan alat pendeteksi harus d apat diatur. penyetelan dan kalibrasi harus disediakan oleh Kontraktor. e.Spesifikasi Umum.20C sampai 45 0C. bel peringatan akan berhenti.

Alat ini didesain untuk mendeteksi kenaikan temperatur yang c epat atau tidak normal. Semua bah an harus tetap berada dalam kemasan masing – masing dan harus dibebaskan dari keru sakan dan kelembaban. S emua bahan harus factory product Semua bahan harus dijamin oleh agen/pabrik dari segi kualitasnya. c. Alat pendeteksi asap harus terdiri dari tipe photoelectric yang dapat bekerja pada temperatur operasional dari 00C sampai dengan 500C. f. d. g. c. Yang dimaksud dengan bahan dalam hal ini adalah semua bahan/material yang tertera dalam uraian pekerjaan. 2. bebas dari segala cacat. PERSYARATAN BAHAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. Rangkaian penggerak sinyal terdiri dari 2 ( dua) buah kawat yang dihubungkan dengan akhir jalur resistor. Kontraktor/sub memberikan pelatian/training kepada pihak rumah sakit men genai system operasional dan maintenen dari alat yang dipasang. Alat pendeteksi pa nas pada umumnya harus dari jenis pemasangan di langit – langit dengan sinyal berk edip yang dihubungkan ke panel kontrol yang ditempatkan pada tempat sesuai petun juk Gambar Kerja. 2. a. c. Semua bahan yang didatangkan harus dalam kondisi baik. Panel kontrol harus dapat diperluas / ditambah sehingga mampu menampung perlengkapan sinyal pendeteksi api pada tempat – tempat yang ditentukan.6. Alat Pendeteksi Asap. b. Manual Alarm Station. Tombol tekan akan dioperasikan lebih dahulu untuk dapat menuju tangkai penarik yang dikunci pada posisinya ketika saklar dib ebaskan. dil engkapi lampu indikator yang akan menyala berkedip pada saat normal dan menyala terus pada saat kondisi peringatan. Administrasi dan Teknis Halaman : . b. dan harus dilengkapi dengan label. Bel Peringatan Alarm Bell. . Bel harus dari baja berkualitas dan dengan lapi san cat warna merah. Tipe fixed temperature Alat ini akan bekerja bila temper atur udara dalam ruang mencapai angka tertinggi yang telah ditentukan. PEMASANGAN. Persyaratan ini harus dikoordinasikan dengan Konsultan MKsebelum pengadaan pera latan. data teknis dan data lainnya yang diperlukan.5. e. Sistem tanda kebakaran harus memberikan pendeteksian api secara o tomatis pada setiap bagian bangunan. b. Pengujian perlengkapan harus term asuk pengujian arus tiap zona. untuk mengaktifkan arus tanda bahaya. Semua system harus mendapat pengesahan dari DE PNAKER. Semua bahan harus baru. persyaratan . Manual alarm station harus memenuhi ketentuan sebagai b erikut : Manual alarm station harus memiliki 2 (dua) jenis pengoperasian yang terdiri dar i tombol tekan dan tangkai penarik. baru. persyaratan pelaksanaan/gambar.67 Tipe rate of rise. Bel peringatan harus diadakan untuk menghasilkan t anda bahaya yang dapat didengar.Spesifikasi Umum. Sumber daya dan / atau tegangan kerja ke panel kontrol adalah 220V/50Hz/1 fase.

.

BAB 3. pengetesan. . o K ontraktor harus membuat daftar yang lengkap untuk bahan. dan peralatan y ang akan digunakan. Dalam pekerjaan ini harus termasuk juga pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini ya ng tidak mungkin disebutkan secara terinci didalam buku ini tetapi dianggap perl u untuk kesempurnaan fungsi dan operasional sistem tata suara. 3.1. o Semua barang dan peralatan yang di adakan oleh Kontraktor harus disertai dengan Surat Keterangan Keaslian Barang (L etter of Origin) dari pabrik pembuatnya (Manufacturer) atau agen utamanya (Autho rized Dealer/Agent). III INSTALASI TATA SUARA (SOUND SYSTEM) PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini termasuk pengadaan semua mate rial. 3.68 d. peralatan. PROSEDUR UMUM 1. o Sebelum diadakan/didatangkan ke lokasi. Da ta Teknis dan Daftar Bahan.2.Spesifikasi Umum. Mencakup data berikut : Nama komponen pe rangkat tata suara Jumlah unit Tata letak / susunan peralatan tata suara Dimensi Detail pemasangan dan Detail lain yang diperlukan o Bila ada perbedaan antara G ambar Kerja yang satu dengan Gambar Kerja yang lain atau antara Gambar Kerja den gan Spesifikasi Teknis. Kontraktor 2. o Gambar Detail Pelaksanaan harus diserahkan sebelum pengadaan bahan agar diperoleh cukup waktu untuk pemeriksaan dan tidak ada tambahan waktu bagi K ontraktor bila mengabaikan hal ini. STANDAR / RUJUKAN o o o Japanase Industrial Standard (JIS). Tanda peringatan untuk mengosongkan ruangan / bangunan harus tanda peringatan ya ng dapat didengar yang disetujui Konsultan MKdan dipasang pada tempat – tempat ses uai petunjuk Gambar Kerja. o Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap da n berisi detail-detail yang diperlukan. Contoh Bahan. ITEM-ITEM PEKERJAAN YANG HARUS DILAKSANAKAN a. contoh dan /atau brosur/data teknis bahan/barang/peralatan untuk pekerjaan ini harus diajuk an terlebih dahulu kepada Konsultan MK/ Menejemen Kontruksi untuk disetujui. Standar Industri Ind onesia (SII). Gambar Detail Pelaksanaan. o Kontraktor harus membuat dan m enyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan sistem elektrikal kepada Konsultan MKuntuk disetujui. Spesifikasi teknis Sistem Elektrikal. barang. dan menyerahkannya kepada Konsultan MK/ Menejemen Kontruksi untuk mendapat persetujuan dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan da ta teknis serta performance dari peralatan. commisi oning dan pemeliharaan yang sempurna untuk seluruh sistem tata suara seperti dip ersyaratkan didalam buku ini dan seperti ditunjukkan didalam Gambar Perencanaan kecuali peralatan utama tidak masuk lingkup pekerjaan. tenaga kerja dan lainlain untuk pemasangan.3. Administrasi dan Teknis Halaman : .

4. Dalam mempe rsiapkan Gambar Detail Pelaksanaan. Gambar Kerja ini harus diikuti dengan seksama. b. Kontraktor harus dengan teliti memeriksa kebutuhan ruangan dengan Kontraktor lain yang mungkin bekerja pada lokasi yang sama untuk memastikan bah wa semua peralatan dapat dipasang pada tempat yang telah ditentukan. Struktur dan Gambar Kerja lainnya yang berkaitan. BAHAN . baru. akan segera d iadakan penyesuaian. o Semua barang dan peralatan yang diadakan oleh Kontrakto r harus disertai dengan surat keterangan keaslian barang (Letter of Origin) dari pabrik pembuat atau agen utamanya. Kontraktor harus terlebih dahulu membuat pernyataan tertulis yang menjelaskan usulan penggantian. o Bila bahan-bahan yang akan didatangkan ternyata menyimpang atau berbeda deng an yang ditentukan. o Semua barang dan peralatan yang diada kan oleh Kontraktor harus disertai dengan surat jaminan keaslian barang (Letter of Origin) dan mempunyai jaminan serta garansi (Warranty).69 o o harus melaporkannya kepada Konsultan MKuntuk dicarikan jalan keluarnya. o Semua bahan dan peralatan yang didatangkan harus d alam keadaan baik. o Semua bahan dan per alatan harus disimpan dalam kemasannya pada tempat yang aman dan terlindung dari kerusakan. Umum. tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek . 3. o Semua perangkat sistem tata suara ad alah dari merek TOA. da ta teknis dan data lain yang diperlukan.BAHAN 1. o Pengawas Lapangan berhak menolak semua bahan yang didatangkan atau dipasang yang tidak memenuhi ketentuan dalam Gambar Kerja dan / atau Spesifikasi Teknis. Pengiriman dan Penyimpanan. Ketidaksesuaian. Bila Kontraktor mengabaikan hal di atas. dilengkapi sertifikat lulus uji pabrik dan petunjuk pemasangan serta penggunaan dari pabrik pembuatnya. ha rus diperiksa. PHILIPS atau yang setara. Kontraktor bertang gung jawab melaksanakan pekerjaan sesuai Gambar Kerja. Administrasi dan Teknis Halaman : . bebas dari segala cacat dan dilengkapi dengan label. dengan maksud bila diterima.Spesifikasi Umum. o Semua perangkat sistem tatasuar a harus dilengkapi dengan data-data berikut : Merek dan nama pabrik Tipe Tegangan kerja dan frekuensi Konsumsi daya Impedansi Tanggapan Frekuensi . o Semua perangkat sistem tata suara harus da lam keadaan baru. o Kontraktor harus segera memperbaiki dan/atau mengga nti setiap pekerjaan yang tidak sesuai. dimensi dan ruang gerak yang digambarkan dal am Gambar Kerja Arsitektur. Gambar K erja Elektrikal hanya menunjukan tata letak bahan dan peralatan. jalur kabel dan sambungan-sambungan.

2. Kontraktor/sub berkewajiban memberikan pelatian/training kepada pihak ru mah sakit mengenai system operasional dan maintenen dari alat yang dipasang. yaitu : menghidupkan sistem tata suara ji ka saat itu sedang di‟mati‟-kan menghentian back ground music yang sedang berlangsun g meng‟hidup‟-kan speaker yang di‟mati‟-kan dari pengatur tingkat kuat suara di setiap r uangan yang dilengkapi dengan sistem tata suara mengambil alih fungsi seluruh sp eaker yang terpasang di dalam bangunan untuk keperluan paging dan messaging difu ngsikan sebagai sarana back ground music 3. attenuator serta kelengkapan lainnya yang dibutuhkan untuk kesempu rnaan kerja sistem tata suara. 3. Merek yang dipakai : National. Public Addres s System Pemasangan/pengaturan sistem tata suara public address system sedemikia n rupa sehingga mampu dioperasikan sebagai berikut : Untuk keperluan paging dan messaging dan untuk keperluan tertentu lainnya harus dapat dilakukan secara remo te dari bagian penerangan/information. Instalasi Yang termasuk ke dalam pekerjaan insta lasi meliputi pekerjaan terminal box tata suara.4. TOA. .70 Dimensi Dan data lainnya yang diperlukan. Tidak semuanya speaker digunakan untuk sarana penunjang ketiga tujuan seperti tersebut diatas. TUJUAN PENGGUNAAN Main equipment dari sistem tata suara ini adalah menggunakan m ain equipment eksisting a. wiring tata suara lengkap denga n konduitnya. sehingga mempunyai urutan prioritas seperti tersebut di bawah ini : Paging an d Messaging Emergency Call Back Ground Music Dalam kondisi biasa. Sistem Tata Suara “Public Addres System” Sistem tata suar a ini digunakan untuk semua area yaitu : Back Ground Music Paging and Messaging Emergency Call Pemasangan sistem tata suara untuk area ini diatur sedemikian rup a.Spesifikasi Umum. Pengaturan tingkat kuat suara dilakukan secara bertingkat d engan menggunakan variable resistance device. P hilips. Administrasi dan Teknis Halaman : . Ceiling speaker Yang termasuk ke dalam pekerjaan ini meliputi speaker lengkap dengan matching transformer grille dan kelengkapankelengkapan lainnya sesuai merek terpilih. sistem tata su ara digunakan sebagai back ground musik yang dilayani dari ruang kontrol. Untuk ruang-ruang yang dilengkapi dengan speaker untuk tu juan emergency call. KEMAMPUAN OPERASI a.5. Ada speaker hanya untuk tujuan back ground musik dan ada speaker untuk tujuan ketiga-tiganya. Sistem tata suara „Public Address System‟ yaitu untuk tata suara publik. area sistem tata suara ini terdiri dari : Horn Speaker harus memiliki kapasitas 15 watt sep erti merk TOA atau yang setara.

Attentuator dengan tr ansformer. yaitu sebelum dioperas ikan untuk paging dan messaging atau emergency call. m aka ketinggian 0.25 m dari lantai. Jika pemasangan kabel ini pararel dengan kabel day a listrik. tetapi jika pada ketinggian tersebut ada jendela.8. Bentuk dan warna ditentukan kemudian o leh Perencana interior. compact disc atau radio tuner.Spesifikasi Umum. 3.6. INSTALASI Spesifikasi seluruh instalasi sistem tata suara untuk bangunan ini men ggunakan kabel yang mempunyai tegangan kerja 500 volt. Kabel yang digunakan untuk attentuator dimasukkan dalam conduit atau sparing dan setiap pipa hanya boleh di isi dengan satu pasang kabel. Kabel instalasi untuk ke speaker dipergunakan kabel jenis „PVC insulated‟ dengan jumlah inti dan luas penampa ng kabel seperti tercantum dalam Gambar Perencanaan. Hal-hal tersebut diatas berlaku pula untuk keperluan emergency call yang dilakukan dari Sentral Sistem Pengindera Kebakaran. b. 3.6 beban speaker dilayani (minimum) Ketinggian pe masangan 1. flush mounting mempunyai On-Off plate berbentuk segi empat yang warna nya ditentukan kemudian oleh Perencana Interior.7. PERSYARATAN TEKNIS ATTENTUATOR (PENGATUR PENGUAT SUARA) a. Untuk paging dan messaging tingkat kuat suara disetiap speaker sama dan tidak di pengaruhi oleh posisi pengatur tingkat kuat suara yang dipasang disetiap ruangan . . Data Teknis Rated Voltage : 100 volt (minimum) Rated power : 1.16. PERSYARATAN TEKNIS SPEAKER a. Data Teknis Rated power : 3/6 watt dan 90 watt Impedansi input : 3. Ceiling Speaker Ceilling speaker dan matching tran sformer ditempatkan didalam suatu box speaker dipasang recessed ceilling pada pl afond dan difinish dengan speaker grille. 70 d an 50 volt.70 m dari lantai disesuaikan dengan keadaan dimana attentuator tersebut akan ditempatkan.1W) : 90 dB Sisi primer matching transformer mempunyai 3 (tiga) buah tap untuk 100.71 mengembalikan fungsi sistem tata suara ke keadaan semula. Nada-na da yang mengawali paging dan messaging serta emergency call harus mempunyai nada -nada yang cukup spesifik (berbeda dengan sumber audio lainnya). Administrasi dan Teknis Halaman : .3 k ohm Frequency response : 100 . maka harus mempunyai jarak minimum 30 cm. Back ground mus ic dapat diprogram untuk cassete deck. 3.000 Hz SPL minimum (1m. Tingkat kuat suara untuk paging dan messaging dapat diset secara terpusat dari sentral sistem tata suara.

Kabel instalasi sistem tata suara menggunakan kabel PVC jenis NYMHY (500 volt). Terminal box sistem tata suara : Terminal box terbuat dari plat baja dengan k etebalan minimum 2 mm. Pada ujung setiap kabel harus diberi kabel/sling-plate yang terbuat dari plat alumunium mengenai nama kelompok speaker yang dilayaninya. Pengkabelan untuk mikrofon. kunci dan handle Penyambung an kabel instalasi sistem tata suara didalam terminal box dilakukan dengan mengg unakan terminal penyambungan dari jenis „screw type‟.Spesifikasi Umum. rating tegangan kerja dan standard yang digunakan. ukuran luas penampang. Ukur an luas penampang dan jumlah inti kabel yang digunakan minimal harus sesuai deng an Gambar Perencanaan. KABEL INSTALASI Kabel yang digunakan harus sesuai dengan standard SII tau standardstandard lain yang dilakukan di negara RI serta mendapat rekomendasi dari konsultan pengawas. j enis. Kontra ktor tata suara berkewajiban mencek dan menyesuaikan kabel instalasi agar berfun gsi dan bekerja dengan baik dan sesuai dengan persyaratan teknis dan rekomendasi dari produk sistem tata suara yang terpilih. 3. sparing. Kabel harus dipasang dalam konduit atau rak kabel sesu ai ketentuan dalam Spesifikasi Teknis. PENGUJIAN DAN UJI PENAMPILAN . rak kabel dan lain-lain sam a dengan persyaratan penunjang untuk instalasi sistem daya listrik dan peneranga n. Pelindung harus diterminasi hanya pada salah satu ujungnya. sparing. Penambahan alat harus disesuaikan dengan kemampuan peralatan yang ada pada setiap produk yang dipilih.10. Pipa-pipa pelindung kabel insta lasi sistem tata suara harus dibedakan dari pipa-pipa pelindung kabel untuk kepe rluan instalasi yang lain dengan cara menandai dengan cat finish berwarna abu-ab u. pe ngeras suara dan kabel daya harus dipisahkan satu sama lain dengan isolasi dan p elindung metal. Pada kabel instalasi harus dapat dibaca mengenai merek. Terminal box dipasang flush mountin g pada dinding Terminal box dilengkapi dengan pintu. Persyaratan teknis me ngenai instalasi penunjang seperti conduit. Konstruksi las. Pipa instalasi tata suara harus di bedakan dengan pipa-pipa untuk keperluan utilitas lainnya. Administrasi dan Teknis Halaman : . dicat dengan meni tahan karat dan cat fin ish dengan warna yang akan ditentukan oleh Perencana Interior. Kabel instalasi sistem tata suara dipasang didalam pipa sparing/conduit yang dik lem pada rak kabel atau ditanam didalam dinding. rak kabel dan lain-lain sa ma dengan persyaratan penunjang untuk instalasi sistem distribusi listrik dan pe nerangan. Sistem tata suara di dalam Gambar Perencanaan tidak meng ikat dan penambahan alat diperbolehkan. pembumian. sehingga pengoper asian dari sistem tata suara tersebut tetap berada pada kemampuan puncak. Kapasitas termina l box disesuaikan dengan Gambar Perencanaan. 3. Persyaratan teknis m engenai instalasi penunjang seperti conduit.9.72 Pada dasarnya pipa untuk kabel sistem tata suara dipasang pada rak kabel atau di tanam di dalam dinding.

buku asli pengoperasian / pemeliharaan peralatan berikut salinannya dalam jumlah tertentu. o Stop kontak telepon. Kontraktor harus menyerahkan kepada pemilik Proyek melalui Pengaw as Lapangan. pada tingkat volume yang baik. Kabel-kabel feeder sebelum dan sesudah diinstalasikan harus lulus uji kesinambungan.13. dengan jang ka waktu masa garansi sesuai standar dari pabrik pembuat. Waktu pelaksanaan pengujian dan uji penampilan akan dit entukan oleh Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. Dalam pekerjaan ini harus termasuk juga pekerjaan-pekerjaan lain ya ng berhubungan dengan pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci didalam buku ini tapi dianggap perlu untuk kesempurnaan fungsi dan operasional sistem telepon.12. o Kabel telepon termasuk kondu it. o Kotak distribusi utama dan kotak terminal. o Pengujian seluruh sistem komunik asi. pengetesan. untuk menunju kkan bahwa semua perangkat bekerja dan beroperasi dengan baik sesuai ketentuan. peralatan. sesuai persya ratan kontrak.73 Kontraktor harus melakukan semua pengujian dan pengukuran yang dianggap perlu ol eh Konsultan MKuntuk memeriksa bahwa seluruh instalasi dapat berfungsi dengan ba ik dan memenuhi semua persyaratan dan seluruh peralatan harus lulus uji fungsion al. Administrasi dan Teknis Halaman : . meliputi pengadaan dan pengi nstalasian sistem telepon dan MDF utama sampai dengan MDF pada bangunan Gedung I RJ dan semua material. PEMELIHARAAN DAN PENGOPERASIAN PERALATAN Masa pemeliharaan pekerjaan sistem tata suara sesuai persyaratan dalam kontrak diwajibkan untuk mengatasi segala kerusa kan serta kekurangan-kekurangan.11. 3. pengu jian dan uji penampilan. 3. .1. tanpa campuran suara dari sumber lain atau uni t lain. Lingkup pekerjaan tersebut al : o Penarikan kabel dari PABX sent ral. 3. TRAINING (PELATIHAN) Kontraktor diwajibkan mengadakan Training atau Pelatihan ke pada bagian operasional Gedung atau yang ditunjuk Pemilik sampai mampu mengopera sikan peralatan Tata Suara. Kontraktor harus mengadakan uji pener imaan / acceptance test. o Pesawat telepon. UJI PENERIMAAN Setelah pemasangan selesai. BAB 4. Kontraktor harus menye rahkan kepada pemilik Proyek melalui Pengawas Lapangan. Uji penerimaan akan meliputi memperoleh dan menerima berita pada stasiun tertent u.Spesifikasi Umum. Kontraktor harus menyediakan peralatan dan fasilitas untuk pengukuran. commissioning dan pemeliharaan yang sempurna untuk seluruh sistem te lepon seperti disyaratkan dalam buku ini dan seperti ditunjukkan didalam Gambar Perencanaan. IV INSTALASI TELEPON PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini. tenaga kerja. dan lain-lain untuk pemasangan. Surat Jaminan (Warranty) atas produk sistem tata suara. dengan prosedur pengujian yang disetujui.

.

Terminal box telepon dipasang f lush mounting pada dinding. Penyambungan kabel instalasi telepon didalam terminal box dilakukan dengan menggunakan penyambungan jenis „sambungan jepit‟. 4.5. Sedangkan cara pemasangan disesuaikan den gan rekomendasi dari produk yang terpilih. OUTLET TELEPON Outlet telepon dipasang pada : dinding dengan ketinggian pemasang an 90 cm dari permukaan lantai Outlet telepon harus dibedakan dari outlet daya d an outlet data komputer. Kabel instalasi dipasang didalam sparing / cond uit yang diklam pada rak kabel atau ditanam didalam dinding. dicat dengan meni tahan karat dan dicat finish d engan warna yang akan ditentukan kemudian oleh Perencana Interior. rak kabel dan lain-lain sama dengan persyaratan penunjang untuk instalasi s istem catu daya listrik dan penerangan. KABEL INSTALASI Kabel instalasi telepon menggunakan kabel PVC berukuran 3x0. Pesawat-pesawat yang diguna kan adalah : Pesawat untuk operator 4. SISTEM INSTALASI DAN PERALATAN Dari PABX dihubungkan ke Hibrid Key Telephone (ek sisting). Standar Industri Indonesia (SII)/Standar Na sional Indonesia (SNI). . Dari Hibrid Key Telephone ke MDF (tiap lantai) untuk kemmudian dihubun ngkan langsung ke Terminal Box. Pemasangan outlet telepon harus diperkuat sehingga tidak muda h lepas oleh gangguangangguan mekanis.4. Kapasitas ter minal box disesuaikan dengan Gambar Perencanaan. Konstruksi las. Terminal box telepon dilengkapi dengan pintu. 4.3.6 mm 2 (STEEL-K-008 dan STEEL-K-002). Verband Deutscheur Electrochniker (VDE). 4. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kabel telphone langsung dihubungkan ke Outlet So cket pada Terminal Box. Konduktor kabel ins talasi telepon mempunyai inti solid yang terbuat dari bahan tembaga. STANDAR / RUJUKAN Standar PT Telkom. kunci dan handle.6. Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti conduit. TERMINAL BOX TELEPON Terminal box telepon terbuat dari plat baja dengan ketebala n minimal 2 mm. PESAWAT TELEPON Pesawat telepon caban g berupa telepon meja dengan tipe „push button dialler‟. Outlet telepon dipasang pada dinding dengan menggunakan square metal box. Pipa-pipa p elindung kabel instalasi telepon harus dibedakan dari pipa-pipa pelindung kabel untuk keperluan instalasi yang lain dengan cara menandai dengan cat finish berwa rna hijau. 4. spar ing.74 4.Spesifikasi Umum.7.2.

Pipa conduit untuk kabel telepon harus sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis 16 400. Disetujui oleh Telkom. harus memiliki karakteristik minimal sebagai berikut: Dapat dipasang di dinding. sedangkan keluar harus dengan operator (beberapa pesawat terten tu dapat diprogram untuk berhubungan keluar)sesuai permintaan pemberi tugas. KOTAK DISTRIBUSI UTAMA (Main Distribution Frame – MDF). dan harus memiliki karakteristik minimal sebag ai berikut : Rumah dibuat dari reinforced polyester. Ringan dan Kuat. Overvoltage A rresters Kecuali ditentukan lain. Dilengkapi dengan pintu yan g dapat dilepas untuk terminasi kabel.75 push button dialler dilengkapi display kelengkapan-kelengkapannya sesuai merek P ABX terpilih feature yang dimiliki sesuai dengan rekomendasi merek terpilih dipa sang di operator telepon Pesawat telepon lainnya mengikuti ketentuan Tipe push b utton dialler diletakkan di meja untuk ruangan dengan kelengkapan : push button dialler hand-set display indikator pesawat pemanggil feature yang dimiliki sesua i dengan rekomendasi merk terpilih dipasang di meja atau sesuai gambar perencana an Pesawat ini mempunyai fasilitas untuk berhubungan dengan pesawat cabang lain secara langsung. Tahan terhadap UV dengan proteksi indeks IP 53/54. Kotak dibuat dari resin daur ulang. . Dapat dikunsi. Dilengkapi dengan ventilasi pada bagian a tas dan bawah untuk sirkulasi udara dan mencegah kelembaban. Diameter pipa conduit harus sesuai dengan ketentuan dalam Gambar Kerja atau disesuaikan dengan jumlah kabel yang akan ditempatkan didalamnya. Kot ak terminal dengan tipe dan kapasitas sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Mudah di pasang. Kotak Terminal. Dapat dibuka sampai 90°.Spesifikasi Umum. Pelaksanaan Pekerjaan A. overvoltage arrester untuk system komunikasi h arus diadakan sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja. Mer ek yang dipakai : setara SIEMENS atau Panasonok atau sesuai dengan merk PABX yan g dipakai. Bagian metal di buat dari bahan baja anti karat AISI 304. Kondui t. Kotak distribus i utama harus dari tipe pemasangan di luar atau dalam gedung dengan kapasitas se suai petunjuk dalam Gambar Kerja. Administrasi dan Teknis Halaman : . Umum .

5. 2. Kontraktor secara teratus h arus membuang kotoran dan bahan tak terpakai agar dapat bekerja dengan aman. 10. Pemasangan 1. floor drain. AIR BERSIH DAN AIR KOTOR PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk lingkup pekerjaan pada paket ini adal ah sebagai berikut : a. Kabel dengan 5 (lima) warna yang b erbeda (misalnya kuning/putih. Soket te lepon dan data harus ditempatkan pada lokasi yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk dari Pengawas Lapangan. grease trap dan bak penampungan / sump pit sampai ke setiap fixtures pengeluaran . BAB 5. Kontraktor harus segera memperbaiki setiap pekerjaan yang dinilai tidak sesuai oleh Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. 9. putih/hitam. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pengadaan dan pemasangan instalasi sistem air bersih ber ikut pemipaan sampai ke setiap fixture pengeluaran dan faucet. Kabel yang aka n ditanam di dalam bagian bangunan (di lantai atau di dinding) harus ditempatkan di dalam konduit jenis High Impact. d.76 1. Seti ap kotak terminal harus memiliki cadangan sekurang-kurangnya 20%. UTP Category 5 harus d igunakan dan dipasang pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam gambar Kerja. Unit kotak distribusi utam a(MDF) unit dipasang pada ruang panel listrik arus lemah seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Kontraktor harus menyiapkan diagram pemasangan k otak terminal. b. Tinggi maksimal pemasangan kotak terminal sambung 160 cm dan tinggi minimal 40 cm.Spesifikasi Umum. 4. 3. pipa vent. putih/merah. 11. Total panjang satu segmen dibatasi sampai 90meter. putih/hijau. putih/biru ) harus digunakan untuk kode warna pekerjaan marshalling. 5. 3. Semua kabel komunikasi harus ditempatkan di dalam konduit jenis h igh impact.1.2. dengan tetap memperhatikan batasan jarak yang diisyaratkan. Kon traktor harus menyediakan semua alat kerja. kabel ha rus ditempatkan di dalam konduit atau rak kabel dan diklem ke beton pelat pada s etiap jarak 100cm. Waktu pelaksanaan Lamanya waktu pelaksanaa     . peralatan peng ujian dan melaksanakan pengujian serta mencatatnya. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM a. B. 2. air bekas. Kontraktor harus memeriksa kebutuhan ruang dengan Kontraktor lain untuk memastik an semua peralatan dan perlengkapannya dapat dipasang pada tempat yang telah dit entukan. V INSTALASI PLUMBING. peralatan pemasangan. sistem drain. Seluruh kabel harus diberi tanda dengan tanda kabel. 4. 6. 8. 7. Pengadaan dan pemasangan pemipaan air kotor. Mengadakan testing commissioning untuk seluruh pekerjaan hingga dapat berfu ngsi dengan baik dan memenuhi standard/persyaratan yang telah ditentukan dalam s pesifikasi teknis. Untuk ruangan tanpa langit-langit.

pengadaan. . pemasangan dan pemeliharaan disesuaikan dengan jadwal yang telah d itentukan/mengikuti jadwal bangunan.n.

Gambar Perencanaan Walaupun didalam gambar perencanaan atau spesifikasi tidak tercantum semua pipapipa. c. tetapi bagian-bagian tersebut merupakan suatu kelengka pan sistem.Spesifikasi Umum. Maka Kontraktor harus tetap melaksanakannya tanpa ada biaya tambahan. detail pemasangan. dan harus menyerahkan Gambar Pelaksanaan (as built drawing ) yang meliputi denah. maka Kontraktor harus mengganti bahan-bahan tersebut sesuai dengan yang d ipersyaratkan dalam spesifikasi. sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pemasang an dapat diperkecil/dihilangkan. Bila ternyata terdapat bahan-bahan yang telah dinyatakan tidak baik/tidak bisa dipakai oleh Direksi Lap angan. Material Kontraktor harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adala h baru bebas dari cacat defective material. e. Pema sangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku dan mengikuti Pedoman Plum bing Indonesia tahun 1979. Koordinasi Dalam pelaksanaan pekerjaan ini. kepada Direksi Lapangan termasuk brosur-brosur dari alat-alat tersebut untuk mendapatkan persetujuan dar i Direksi Lapangan. Gam bar-gambar dan Spesifikasi Gambar-gambar dan spesifikasi ini harus merupakan sua tu kesatuan. elektrikal. dan tidak dinyatakan dalam gambar perencanaan atau spesifikasi. f. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti. interior da n sebagainya. Administrasi dan Teknis Halaman : . Tenaga Pelaksanaan Semua pekerjaan harus dilaks anakan dengan baik oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (skilled labour). g. maka kewajiban Kontraktor untuk memasang hal tersebut agar sistem be roperasi dengan baik dan sempurna. Gambar Pelaksanaan Kontraktor harus mem buat gambar instalasi (Shop Drawing) sebanyak 3 (tiga) rangkap untuk disetujui o leh Direksi Lapangan. katup-katup dan fi xtures secara terperinci. Kontraktor diwajibkan mengadakan koordinasi den gan Kontraktor lain yang mengerjakan pekerjaan struktur. Contoh-contoh Barang Kontraktor waijb mengirimkan con toh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan.77 b. sebelum alat-alat tersebut dipasang. Izin Semua izin-izin dan persyarat an-persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan instalasi ini harus dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana termasuk biayanya. h. fitting-fitting. instalasi yang terpasang. termasuk perubahan-perubahan atau usulan-usulan dan lain sebagainya. d. Kesalahan pemasangan akibat tiadanya kerjasama menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Gambar-gambar Kerja Gambar kerja untuk seluru h pekerjaan harus selalu berada di lapangan (site). improver material dan menjamin terha dap kualitas atau mutu barang sesuai dengan tujuan spesifikasi. aga r dapat memberikan hasil kerja yang baik dan rapi. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material/peralatan menjadi tanggungan Kontraktor. Apabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi ini dapat bekerja dengan baik. detail peral atan dari seluruh instalasi diatas/sebanyak 5 rangkap cetakan dan 1 kalkir. . Kontraktor wajib mempunyai PA S INSTALATUR yang dikeluarkan oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) setempat d an surat Rekomendasi lainnya apabila diperlukan dalam pekerjaan ini.

.i. j.

Semua penarikan pemip aan yang dilakukan oleh pihak lain dan tidak tercantum dalam gambar dan spesifik asi. Dengan mencantumkan secara lengkap merek. 2. Administrasi dan Teknis Halaman : . type. Troubl e Shooting Instruction dan BrosurBrosur. Kontraktor harus memberikan surat garan si atas peralatan-peralatan utama kepada Pemberi Tugas.3. Peraturan-peraturan / Persyaratan Tata c ara pelaksanaan dan lain-lain petunjuk yang berhubungan dengan peraturanperatura n pembangunan yang sah berlaku di Republik Indonesia. k. spesifikasi dari semua contoh bahan yang akan diajukan. 3. Kontraktor wajib memberikan data-data dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain yang mengerjakannya. Apabila semua penarikan kabel-kabel listrik sampai ke panel peralatan di lakukan oleh pihak lain. Kontraktor wajib mengganti setiap kelompok barang-barang atau sistem yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi akibat dari kesalah an pabrik atau pengerjaan yang salah selama masa pemeliharaan setelah proyek ini diserahterimakan untuk pertama kali. . Pada saat penyerahan pertama harus diserahkan an tara lain : Instruction Manual. pengujian dan lain-lain beserta keterangan-keterangan resminy a yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini harus dilakukan oleh K ontraktor atas tanggungan dan biaya Kontraktor. Operating Instruction.78 Semua pemeriksaan. Koordinasi 1. 5. Semua pekerjaan galian dan penimbunan yang dilakukan oleh pihak lain maka Kontraktor Pelaksana harus memberikan data-data.Spesifikasi Umum. kecuali dinyatakan l ain secara tersendiri. Penolakan Instalasi Kontr aktor harus memberikan contoh-contoh semua bahan-bahan yang akan dipergunakannya kepada Direksi Lapangan atau pihak yang ditunjuk untuk dimintakan persetujuan t ertulis. Petunjuk Operasional Pada saat penyerahan untuk pertama kalinya Kontraktor harus menyerahkan gambargambar. ukuran-ukur an gambar-gambar dan peralatan yang diperlukan kepada pihak lain yang memerlukan nya. n. 4. Semua pekerjaan pembuatan dudukan untuk mes in dilakukan oleh Kontraktor. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS KHUSUS a. m. Jaminan dan Pemeli haraan Kontraktor harus memberikan pemeliharaan selama setahun untuk peralatan d an 6 (enam) bulan untuk instalasi semenjak serah terima pekerjaan yang pertama. Maintenance Guide. Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada pemilik sebanyak 3 (tiga) se t copy dan 1 (satu) set kalkir. Kontraktor wajib mengganti setiap bag ian pekerjaannya yang ternyata cacat atau rusak selama jangka waktu pemeliharaan setelah proyek ini diserahterimakan untuk pertama kalinya. Kontraktor harus membuat jadwal/schedulle waktu yang terperinci untuk setiap pekerjaannya dan diserahkan kepada Direksi Lapanga n. maka Kontraktor harus berkoordinasi dan memberikan data-data. ukuran-ukuran dan gambargambar pekerjaan ini bilaman a ada pihak yang melaksanakannya. Kontraktor harus memberikan data-data. kecuali dinyatakan lain secara tersendiri. atau pihak yang ditunjuk untuk mendapatkan persetujuannya. l. data-data peral atan petunjuk operasi dan cara-cara perawatan dari peralatanperalatan yang terpa sang. ukuran-ukuran dan gambar-gambar kepada pihak lain yang mengerjakan.

seperti instaflex dari George Fischer. dibawah 50 mm menggunakan j enis pipa PVC Kelas AW (S. Cipta Karya Depart emen Pekerjaan Umum. electrofunction atau sesuai petunjuk dari pabrik pembuat pipa PP. serta berasal dari merek yang sama dengan merek pipa. Jen. Pemipaan Untuk pipa-pipa jaringan pekerjaan sistem a ir bersih menggunakan pipa-pipa jenis polypropelyn PN 10.5) sambungan menggunakan Solvani Councui. knee. PUBB 1969. mingguan. Sistem Sambungan. tentang Instalasi Air. British Standar (BS) 7. 4. knee. tee dan sebagainya. reducer. Untuk distribusi aire pa nas digunakan pipa PP yang memenuhi ketentuan BS 6920 dan BS 7291 Part 1 & 2 den gan tekanan nominal PN 20. Peraturan Perburuhan Indonesia. sedangka n diatas 50 mm menggunakan Rubber Ring dan Spiqot. bulanan dan borongan. per aturan-peraturan berikut berkenaan dengan pasal-pasal : 1. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan Dit. Administrasi dan Teknis Halaman : . butt-fussion welding. American Society fot testing and Materials (A STM) 6. Sambungan Pipa. 2. Pemeriksaan Umum untuk pemeriksaan bahan-bahan bangunan NI-3 (PUBB) 1956 NI-3 1963. Diameter dan panjang pipa yang dibutuhkan h arus sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja. yang disetujui oleh Di reksi Lapangan/Manajemen Konstruksi. harus terbuat dari bahan PP yang sesuai untuk pipa PP kelas 10kg/cm2. harus terbuat dari bahan PN yang sesuai untuk pipa PN. 12. Sistem sambunga n yang dipilih harus disetujui Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. Pada umumnya.79 Selama pelaksanaan. serta berasal dari merek yang sama dengan merek pipa. Sistem Sa mbungan Sistem sambungan terdiri dari compressioan fitting. Pipa. n ipple. American Water Works Associantion (AWWA) b. Material / Bahan-bahan yang Dipakai 1. Sistem sambung an terdiri dari compression fitting. Sambungan-sam bungan pipa seperti socket. Sambungan Pipa. but-fussion welding. persyaratan ini harus betul-betul ditaati. Sistem sambungan yang dipilih harus disetujui Pengawas Lapangan. Untuk distribusi air bersih harus dari pipa Poly Propeline (PN 10) yang memenuhi standar ISO 4065. . Sambungan-sambungan pipa seperti socket. electrifusion atau sesuai petunjuk dari pabrik pembuat pipa PN. tentan g penggunaan tenaga kerja harian. ISO 4427 dan atau D IN 8075 Untuk pipa jaringan air kotor dan air bekas. elbow. elbow.Spesifikasi Umum. Pemipaan Air Panas. Kontraktor dia nggap telah cukup mengerti dan mengetahui akan isi dan maksud dari peraturan dan syarat-syarat tersebut diatas. nipple. tee untuk air bersih d an sebagainya. Japanese Ind ustrial Standar (JIS) 9. 10. 3. reducer. Standar Nasional Indonesia (SNI) 8. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara. 5.

Diameter pa king harus sesuai dengan diameter dan jenis flens yang akan digunakan. sedang katup dengan diamter lebih besar dari 65mm harus memiliki flens y ang bersatu dengan badan katup. Mur untuk Flensa.. Sambungan-sambungan pipa dengan jenis sambung an solven cement seperti elbow. Perekat. Katu p dengan diameter sampai dengan 65mm harus memiliki ulir untuk enyambungan denga n pipa. Toyo atau setara. Jumlah pe ngadaan paking harus dilebihkan 10% dari jumlah yang seharusnya diadakan. Diamter dan panjang pipa yang dibutuhkan harus sesuai ketentuan d alam Gambar Kerja. dengan jenis katup dan d iameter sesuai Gambar Kerja. Katup harus memiliki tan da tekanan kerja. Instalasi Pemipaan 1. Sambungan Pipa. knee. Administrasi dan Teknis Halaman : . harus terbuat dari bahan dan kelas yang sama dengan pipa pVC dan memenuhi standar SNI 0601351989. dengan system ulir metric. harus te rbuat dari baja hitam kelas 8. Katup bertekanan kerja 125psi. terbuat dari karet gulungan spiral tebal minimal 3mm. c. Perekat untuk penyambungan pipa PVC harus dari direkomendasikan oleh pabrik pemb uat pipa PVC. Flensa. Paking harus dari A NSI kelas 150. Diameter dan panjang baut harus sesuai dengan dimensi flens. Valve-valve Katup/Valve. reducer. Baut.8. Flens tipe slip-on harus memiliki diameter yang se suai dengan pipa atau peralatan yang akan disambung. Paking. dari merek yang sama dengan merek pipa yang disetujui digunakan. Flens harus memenuhi standar ANSI B 16. tee dan sebagainya. merek yang 2. mur lengkap dengan cincin per dan cincin pelat. digunakan untuk pem asangan flens. Pipa harus dari jenis sambungan s olvent cement.80 Pipa PVC dan Sambungan Pipa.5 kelas 150 jenis raised face.Spesifikasi Umum. harus dibuat dari bahan kuningan dan harus berasal dari merek yang dikenal seperti Kitz. diameter dan arah aliran yang diterakan pada badan katup. Baut. Pipa air buangan harus dari pipa PVC standar SNI 06 -0084-1987 dengan kelas tekanan kerja 8kg/cm2. Jumlah pengadaan baut dan mur di lebihkan 10% dari jumlah yang seharusnya diadakan. Sisa ulir setelah pemasangan minimal 3 (tiga) ulir. Sistem Penyambungan Pipa .

agar inklinasinya tetap. elbo w.Spesifikasi Umum. Un tuk mencegah getaran pada penggantung harus dipakai dudukan dari karet.5 m. Penggant ung atau penumpu pipa adalah produk pabrik dan harus disekrup/terikat pada konst ruksi bangunan dengan insert/anker yang dipasang pada waktu pengecoran beton ata u dengan ramset. Untuk penyambungan pipa induk . valve dan sebagainya.81 Pipa Air Bersih Digunakan las untuk semua pipa pada belokan dari bahan yang sesu ai dengan jenis bahan pipanya. semua kotoran dibuang dari lubang gal ian dan ditimbun kembali dengan baik dengan pasir urug atau tanah bekas galian a tau bahan yang ditentukan Direksi Lapangan dan disetujui. Pemasangan pipa harus rata dan rapi. Pipa Air Kotor dan Ventilasi Digunakan si stem lem/solvent cement rubber ring and spiqot untuk pengikatnya terutama untuk pipa-pipa cabang atau pipa yang berdiameter kecil. dipasang balok-balok dari b eton dengan campuran yang kuat dan dipasang setiap ada sambungan pipa. Pipa-pipa yang menembus dindin g haus diberi sleeve dengan rongga 1 mm. untuk mence gah timbulnya getaran. Pipa-pipa vertikal harus ditumpu dengan clem/clam dan dibuat de ngan jarak tidak lebih dari 1. Untuk memperkuat terhadap keboco ran. penyambungan pipa dengan ulir harus terlebih dahulu diberi lapisan red lead cement atau pintalan khusus dari asbes. Pemasangan Fixture. sedangkan untuk sambungan flanged harus dilengkapi ring karet secara homogen. fitting.5 m. Dengan pema sangan fixtures yang baik dan serasi serta kuat dalam kedudukannya untuk kompone n. 3. Penggantung / Penumpu Pipa Semua pipa harus diikat/ditetapkan dengan kuat dengan pengantung atau angker yang kokoh (rigid). pipa-pipa air bersi h dilaksanakan harus rapi tidak mengganggu waktu pemasangan-pemasangan/dinding p orselen atau pekerjaan sipil serta mekanikal dan elektrikal lainnya. 2. misalnya fixtures. tee. Untuk pipapipa air bersih dan pipa-pipa air buangan tidak boleh diletakkan pada lubang-lubang yang sama. Setelah pipa dipasang pada lubang galian dan sete lah diperiksa oleh pengawas yang ditunjuk. . fitting dan sebagainya. Sambungan flanged dilakukan pada setiap belokan d an pada setiap dua batang pipa pada pipa lurus. Kontraktor bertanggungjawab untuk melengkapi komponen tersebut didalam kelengkapan instalasi jaringan tersebut. Fitting dan Sebagainya Se mua fixtures harus dipasang dengan baik dan didalamnya bebas dari kotoran yang a kan mengganggu aliran atau kebersihan air. dan harus terpasang dengan kokoh dite mpatnya dengan tumpuan yang mantap. Pipa horizontal harus digantung dengan penggantung yang d apat diatur dengan jarak antara lebih dari 2. Administrasi dan Teknis Halaman : . Un tuk pipa-pipa yang tekanan airnya tinggi/pipa induk. Semua fixtures. bisa digunakan sistem pengelasan apabila diperlukan pada kondisi-kondisi terte ntu. Dasar lubang galian har us cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang pipa terletak bertumpu dengan baik. 4. Pipa-pipa Dalam Tanah Galian pipa dalam tanah harus dib uat dengan kedalaman 60 cm untuk pipa diameter 4” kebawah.

Pekerjaan Air Kot or Air Kotor / Air Buangan Diadakan pemisahan antara air kotor buangan dari clos et/WC dan air buangan dari urinoir dengan air buangan dari wastafel atau floor d rain. Pipa Ventilasi Untuk pipa ventilasi dipasang pada dinding-dinding den gan diameter pipa 1” . Buangan dari closet (WC) dan urinoir dibuang ke septic tank. 6. . Penjelasan Spesifikasi Teknis Peralatan Utama.Spesifikasi Umum. 4. 2. Pipa-pipa non exposed diberi tanda di tempat-tempat control/ pemeriksaan. Untuk pipa air kotor dipakai warna hij au 3. Untuk pipa air buangan atau drain dipakai warna abu-abu. Instalasi harus rapi. d.10 kg/cm2 untuk pipa air bersih. S edangkan untuk pipa air kotor/air buangan harus diuji dengan tes rendam tanpa me ngalami kebocoran dalam waktu minimum 24 jam tekanan tersebut tidak turun/beruba h. Pada akhir pipa ventilasi utama dalam shaft dipasang filter vent pada lokasi paling atas (ceiling lantai atas atau diatas bangunan). Pengetesan pipa harus disaksikan oleh pengawas atau Direk si Lapangan. Pengujian Instalasi Pemipaan. Sedangk an untuk pipa-pipa terlihat (exposed) harus diberi tanda dengan warna atau cat y ang warnanya akan ditentukan kemudian oleh Direksi Lapangan.5” 2”. Seluruh box dan pintu dicat merah dengan cat duco ex Dana Paint dan diberi tul isan Hydrant dengan warna putih. Dimensi box : lihat gambar perencanaan Tinggi pemasangan dari lantai 20 cm.1. Untuk pipa-pipa yang exposed tanda-tanda b erupa arah panah dengan warna disebut diatas. P erletakan engsel disesuaikan dengan keadaan setempat sehingga mudah untuk dibuka . ti dak bocor dan untuk sistem maupun lay out dapat dilihat pada detail Gambar Renca na.5” dan pipa ventilasi utama pada shaft dengan diameter 1. f. Administrasi dan Teknis Halaman : .82 Patokan/pedoman yang dipakai untuk dalamnya galian adalah diukur dari garis teng ah pipa (as pipa) sampai ke permukaan jalan/tanah asli atau bila tidak akan digu nakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk untuk dalamn ya galian. 1. Pengecatan Semua pipa dari besi/baja dalam tanah harus dililit deng an karung goni dan dilapisi dengan ter (torcoated) untuk penahan korosi. arah panah menunjukkan arah aliran di dalam pipa. Untuk jaringan pipa hydrant dipakai warna merah. Pekerjaan Hydrant Fire Hydrant Box Indoor Box terbuat dari plat dengan tebal 2 m m. Untuk jaringan p ipa air bersih dipakai warna biru tua. 1. e. 2. Harus dibuat tanda-tanda dari balok beton diatas tanah untuk memudahk an identifikasi didalam tanah. resapan airny a diteruskan ke saluran yang menuju STP beserta air buangan dari wastafel dan fl oor drain. Sebelum dipasang fixtures-fixtures seluruh sistem distribusi air harus diuji dengan tekanan 8 . 5. Biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan adalah menjadi tanggung jawa Pemborong/Kontraktor.

Western : Ebara.Spesifikasi Umum. Bila ada hal-hal yang dinyatakan lain tersendiri dalam spes ifikasi ini. Apabila ada beberapa hal dari persyaratan umum dituliskan kembali dalam bab-bab spesifikasi ini. maka hal-hal yang . Daftar Material. tahan terhadap tekanan dan penyambungannya dengan sistem coupling. Hitachi : Wavin. Rucika. Lingkup Pekerjaan 1. 2. Pemborong dapat menanyakan lebih lanjut kepada P emberi Tugas atau pihak yang ditunjuk untuk ini.1 UMUM a. Untuk gedung ini digunakan instalasi air condition ing dengan sistem lengkap : Split Wall Type Lingkup pekerjaan instalasi sistem a ir conditioning ini dapat dilihat pada : Buku pedoman Pelelangan. peralatan pembantu. penyetelan. Persyaratan Umum Semua persyaratan umum dan supplementer yang ada merupakan pula bagian dari persyaratan sistem instalasi air conditioning ini sejauh yang berla ku bagi pekerjaannya.83 Panjang fire hose tidak kurang dari 30 m. b. Kitz. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pekerjaan instalasi sistem ini meliputi seluruh pen gangkutan dan pengadaan bahan-bahan serta peralatan utama. Nozzle variable (zet spray) 1 1/2” sem ua dalam keadaan baru dan fabricated. Spindo : ATP. Bakrie. gambar-gambar pelaksanaan dan gambargambar detail. g. GAE. 5. Bakrie. maka Pemborong wajib bertanggung jawab penuh atas kerugian-ker ugian yang mungkin terjadi. berarti meminta perhatian khusus dan hal tersebut tidaklah berarti menghilangkan hal lainnya dari persyaratan umum dan su pplementer yang ada. Toto. Gambar-gambar rencana. Spindo : PPI. GRUNFOS BAB VI PERSYARATAN PELAKSANAAN DAN URAIAN PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN INSTALASI PENGKONDISI-AN UDARA (AIR CONDITIONING/AC) 6. 3. Apabila sampai terjadi kelalaia n dan kekurangan. Lampiran-lampiran at au petunjuk-petunjuk yang dikeluarkan untuk pelaksanaan proyek ini. Secara umum jenis peralatan utama dan tambahan yang dicakup oleh instalasi ini diataranya ia lah : Out Door Unit Ducting Kontrol temperatur Segala sesuatu mengenai lingkup p ekerjaan ini yang kurang jelas. 4. Spindo : PPI. disahkan oleh PLN dan Departemen Tenaga Kerja RI ITEM Valve Pip a PVC Pipa GIP Pipa Black Steel Pipa Polipropilene Pompa Air Bersih MEREK : Toyo . mudah dilipat. Pralon. Unilon. penyelesian akhir (finishing) seluruh sist em agar lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan persyaratan dokumen dan gambargambar yang ada. p eralatan untuk instalasi.

.

Instalasi yang dinyatakan dalam spesif ikasi ini harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berl aku saat ini dan tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan dan Badan Keselamatan Kerja. Tida k boleh terjadi adanya penyimpangan-penyimpangan dari spesifikasi dan gambar-gam bar yang ada tanpa adanya persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas/ Manajemen Kon struksi /Perencana. Dalam gambar ini telah tercakup koordinasi dengan pekerjaan-pekerjaan l ain. SMACNA. e. atas biaya dan tanggung jawab Pemborong. 5. Fire Protection. Penarikan kabel. 4. 6. l antai dan langit-langit serta finishingnya untuk jalan pipa. 3. NFPA. Koo rdinasi dengan Pihak Lain 1. Korelasi Pekerjaan 1. Untuk semua p eralatan dan mesin yang disediakan atau diselesaikan oleh pihak yang lain atau y ang dibeli dari pihak lain yang termasuk dalam lingkup instalasi sistem ini. Pe mborong wajib membuat shop drawing (gambar kerja) dari seluruh macam pekerjaan b aik secara detail maupun umum dan disahkan Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi/Pe rencana. 2. peralatan. Plumbing. Persyaratan Pelaksanaan 1. 3. Pemborong wajib menyerahkan semua izin atau keter angan resmi dari pihak yang berwajib yang diperolehnya mengenai instlasi proyek ini kepada Pemberi Tugas/ Manajemen Konstruksi. pengujian dan lain-lain beserta keterangan-keterangan resminya yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini haruslah dilakukan Pembo rong atas tanggungan dan biaya Pemborong. Pemborong harus bertanggung jawab a tas penggunaan alat-alat yang dipatentkan dari kemungkinan tuntutan ganti rugi/b iaya-biaya yang diperlukan untuk ini. Se mua Pemeriksaan. NEC dan ASME. Pem borong bertanggung jawab atas segala peralatan dan pekerjaan ini. 2. d. Semua izin-izin dan persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan instala si ini harus dilakukan oleh Pemborong atas tanggungan dan biaya Pemborong. ukuran-ukran gambar-gambar yang diperlukan kep ada pihak lain yang mengerjakannya. 4. kua litas pekerjaan dan lain-lain untuk sistem instalasi ini harus sesuai dengan sta ndard ASHRAE. Bila sampai terjadi ganggu an.84 tertulis dalam persyaratan umum maupun supplemneter tidak berlaku lagi untuk ins talasi ini. Pemb orong harus memberikan data-data. Sebelum memulai pekerjaan. Pemborong wajib mempelajari. Semua syarat-syarat untuk bahan. ASTM. cara-cara pemasangan. meneliti dan memeriksa juga pekerjaan pelak sanaan Pemborong lain yang berkaitan dengan proyek ini apabila pekerjaan pihak-p ihak lain dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya. c. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemborong wajib berkoordinasi dengan pihak-pihak la innya demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek ini. maka Pemborong wajib memberikan saran-saran perbaikan segenap pihak. Izin 1. Pembuatan peletakan untuk mesin-mesin pembuatan hanger. Semua pelaksanaan instalasi yang berbeda dengan spesifika si dan gambar. dilakukan pihak lain. . Pekerjaanpekerjan seperti di bawah ini harus dilakukan Pemborong kecuali yang dinyatakan sendiri : Pembuatan lubang-lubang biasa dan lubang-lubang khusus pada dinding.Spesifikasi Umum. f. Terutama koordinasi deng an pihak Pemborong Sipil Elektrikal. tanpa persetujuan di atas harus diperbaiki dan diubah sesuai deng an spesifikasi dan gambar yang ada. 2. Pemborong wajib menyerahkan suatu garansi/ referensi mengenai hal ini.

3. Pemborong wajib bertanggung jawab penuh atas segala lingkup pekerjaannya. 2. bercacat atau rusak sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi dan gambar maka Pem borong harus mengganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan spesifikasi dan gam bar atas tanggungan sendiri. lengkap kepa da Pemberi Tugas/ Manajemen Konstruksi /Perencana untuk diperiksa dan dimintakan persetujuannya. Pemborong wajib mengganti atas biaya sendiri.85 2. g. Service dan Garansi 1. kecuali dinyatakan lain secara khusus dalam kontraknya. Pembor ong harus bertanggung jawab. bekas dipergunakan. keluar lapangan sesuai pe tunjuk CM. 2. m aka Pemborong harus memindahkan semua sisa-sisa bahan pekerjaannya dan peralatan nya kecuali masih diperlukan selama masa pemeliharaan. Sege ra setelah kontrak pelaksanaan pemasangan sistem air conditioning ini selesai. Apabila ada data-data serta bahan yang diajukan menyi mpang daripada yang disebutkan alam gambar-gambar dan spesifikasinya. Administrasi dan Teknis Halaman : . nomor. Bila ternyata bahan yang dipakai bahan lama. Pemborong harus memberikan service secara cuma -cuma untuk seluruh sistem ini dari lingkup pekerjaan selama masa pemeliharaan s etelah proyek ini diserah terimakan untuk pertama kali. j. 2. 5. setiap kelompok barang-barang atau sistem yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi akibat dari kesalahan pabrik atau pengerjaan yang salah selama jangk a waktu 1 (satu) tahun proyek ini diserah terimakan untuk pertama kalinya dinyat akan lain secara tersendiri. Kebersihan Lapangan 1. . 4. dan lain-lain.Spesifikasi Umum. Dalam memilih mesin atau unit-unit Pemborong harus memperhat ikan benar-benar gambar dan spesifikasi terutama untuk bentuk dan ukuran nyata d ari unit-unit mesin guna menghindari kerancuan koordinasi terhadap struktur. Pemborong hen daknya menghubungi pihak lain untuk koordinasi pembersihan lapangan ini. model. Lapangan yang digunakan set iap hari setelah selesai bekerja harus dibersihkan oleh Pemborong. maka keseluruhan atau sebagian dari in stalasi ini sebagai mana kenyataannya dapat ditolak dan diganti oleh Pemberi Tug as atas tanggungan Pemborong. gagal atau tidak memenuhi persyarat an spesifikasi dan gambar serta ternyata Pemborong gagal untuk melaksanakan perb aikan ini dalam waktu yang ditentukan CM. dalam keadaan baik. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan h. tidak bercacat sesuai dengan spesifikasi dan gambar. ars itektur. melindungi dan menjaga bersih semua bahan-bahan yan g dipergunakan dalam instalasi ini atau sampai pada waktu penyerahan pertama ins talasi ini. k. Semua bahan yang dipergunakan dalam instalasi ini harus baru. Pemborong wajib menyerahkan data-data teknis dan mengisi daftar schedul e seluruh mesin-mesin dan peralatan beserta penjelasan jenis. i. maka Pembo rong harus menyatakan dengan tegas perbedaanya mengajukan permohonan penggantian disertai dengan alasan yang cukup kuat dan lengkap untuk diteliti Pemberi Tugas /CM/ Perencana. kualitas dan kuantitas finishing. Penolakan Instalasi Bila instalasi dari sistem ini seluruhnya atau ada bagiannya yang tercacat. ciri ciri. accessories dan sebagainya. Bahan 1.

C a s i n g. Administrasi dan Teknis Halaman : . diisi. 6. dibalancing dan diuji secara statis maupu n dinamis oleh pabrik. l. Kompresor. Jenis unit kompres or adalah screw dan dilengkapi dengan pengaturan kapasitas. isolasi vibrasi luar dalam automatically reversible oil pump. Fan Coil Unit (FCU) / Indoor 1. Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada Pemberi Tugas/CM masingmasing sebanyak 6 (e nam) set. K o n t r o l. 3. Mesin Pendingin (Outdoor Unit) 1. Pembor ong harus menyediakan dan memasang unit-unit “Split Wall Type” beserta peralatan-per alatan lain sesuai dengan gambar dan spesifikasi serta persyaratanpersyaratan pa brik. Semua mesin-mesin dan perlengkapan unit harus buat . b. 2. Sebelum pelaksanaan. Pada unit harus terdapat kontrol pelindung terhadap kelebihan muatan motor (motor overload protection). Unit harus 100 % tahan cuaca di luar dan difinish dengan bahan baja galvanis dilapis dengan lapisan anti koro si. maka Pemborong wajib memasukkan “shop drawing” sebelum pemasangan kepada CM unt uk diperiksa bersama Perencana. perlindungan terha dap suhu terlalu tinggi ataupun rendah. 3. 5. Dua minggu sebelum penyerahan untuk pertama kalinya sistem ini. Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar. Pemborong harus menyediakan dan memasang unit-un it FCU beserta peralatanperalatan sesuai dengan gambar-gambar spesifikasi dan pe rsyaratan-persyaratan pabrik. dilengka pi dengan katup ekspansi termostatik. petunjuk operasi dan cara-cara p erawatan yang terpasang di bawah kontrak ini berikut as built drawing.86 1. alat timer untuk menjaga kompresor bila terjadi gangguan daya. “Shop Drawing” adalah merupakan penggambaran yang le bih detail daripada setiap pemasangan serta spesifikasi yang lebih detail daripa da setiap komponen. Pemborong harus mengaju kan contoh-contoh material yang akan dipasang kepada Pemberi Tugas/CM/Perencana untuk disetujui. data-data peralatan.2 PEKERJAAN INSTALASI AIR CONDITIONING a. sehingga dapat berfungsi dengan sempurna. tekanan tinggi atau rendah dari beban pe ndingin. 4. 4. Shop Drawing Untuk semua macam pekerjaan baik material/komponen maupun pekerjaan nya. Pemborong wajib memberikan 2 (dua) set singkatan petunjuk operasi dan perawatan kepada Pemberi Tugas dan sebuah hendaknya ditempelkan dalam ruang yang ditunjuk olah CM.Spesifikasi Umum. maupun tahan terhadap udara bergaram. 2. Pemborong wajib memberikan pendidikan praktek mengenai operas i dan perawatanya kepada petugas-petugas teknis yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas sampai cakap menjalankan tugasnya. peralatan untuk loading dan unloading silinder kompresor dan dirakit.

Fan Coil Unit. Casing Unit hendaknya dibuat dari bonderized steel atau mild galva nized steel dan direncanakan untuk menahan tekanan kerja tertentu. Data Teknis. 2. Semua panel h endaknya minimum dari 20 gauge. 3. .an pabrik. terdiri dari jenis direct expantion circulation.

Semua unit harusnya mempunyai fan bearing dengan pelumas grease yang settingnya dapat dicapai dari luar pelumasan. c. Performansi hendaknya menurut API Sandard 430-1966. 2. Bahan Untuk semua pipa r efrigerant. Sambungan Untuk seluruh sambungan pipa menggunakan sistem “soldered”. Coil hendaknya memenuhi standard konstruksi dan testing yang berlaku dari ASAB T-1971. Pemasangan P ipa hendaknya dipasang minimum sejauh 2” dari tepi dinding. Casing unit hendaknya diisolasi dengan neoprane coated fibreglass tebal 5”. Fan Fan hendaknya dari type centrifugal forwa rd curve. 6. ke cuali ditentukan lain oleh pabriknya. Coil hendaknya dilengkapi deng an sambungan gravity oil drainage. Pipa Refrigerant 1. Setelah dipasang dalam kedudukan yang benar. Rating d ari coil hendaknya copper tubing (permukaan utama) yang direkatkan erat-erat pad a pipa tadi dengan metoda yang ditentukan pabrik. Kekuatan Pipa Semua pipa dan persyarat annya harus dapat menahan tekanan 20 kg/cm 2 tanpa terjadi kebocoran. fan hendaknya ditest dan dibalancing secara dinamis dan statis. Tubing type K memenuhi spesifikasi B. kecuali ruangan tidak memungkinkan . Pekerjaan Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai de ngan spesifikasi dan gambar semua pemipaan yang ada. 4. Isolasi Gete ran Jenis isolasi rubber in shear type. Pipa : Hard Copper. Coil Cooling coils hendaknya dipasang sedemikian rupa sehingga dapat dilepas. 3. . is olasi hendaknya tahan api memenuhi persyaratan NFPA standard 90 A. Fitting : Wrought Copper. Wrought Grass at au Tinned Cast Grass memnuhi ANSI 400 lb. lantai dan untuk pipa yang menembus lantai. Drain pan hendaknya terletak di bawah cooling coil dan harus masih cuku p besar untuk menampung segenap pengembunan air dari coil pada kondisi maksimumn ya. sesuai dengan gambar dan spe sifikasi. Fan hendaknya dilengkapi dengan pulley ya ng diatur picthnya untuk memungkinkan merubah kecepatan fan. Belokan Se mua belokan harus dari jenis “long radius elbow”.87 Casing dan rangka hendaknya dilapisi dengan titik-titik penyangga yang telah dip erkuat secukupnya untuk kedudukan unit dan dilapisi dengan pelindung pada kedua sisinya. 5. atap. langit-langit dan dinding hendaknya diberi pelindung dari penyekat/karet dan galvanized steel gauge 16. Administrasi dan Teknis Halaman : .88 ASTM.Spesifikasi Umum.

Bagian luarnya h endaknya dilapisi dengan “vapour barrier jacket” seperti “sisalation 450” atau yang seje nis yang direkatkan dengan “adhisive tape 2” serta “surface finish” sampai tidak terjadi pengembunan pada permukaan luar pipa. e. Pengecatan 1. Administrasi dan Teknis Halaman : . langit-langit dan lain-lain pipa ini harus diberi lapisan isolasi ge taran dan dilindungi dengan pipa yang lebih besar ukurannya. Pekerjaan Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin-mesin air conditioning sampai ke t empat pembuangan yang terdekat dalam saluran yang tersembunyi atau tidak. lantai. maka bahan-bahan tersebut harus dicat akhir dengan warna yang disetujui oleh Pemberi Tugas/CM/ Perencana. f.1 atau yang sejenis dari bahan tahan api (fire resistance). B ahan Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Polyvinyl Chlorida) jenis kelas D bilamana tidak dinyatakan lain. Pipa Pengembunan 1. Pemborong harus mengecat semua pipa. ukuran dan gamba r-gambar yang diperlukan kepada pihak lain terutama dengan Pemborong Sipil. Pemborong harus memberikan tanda-tanda huruf atau nomor identifikasi bagi peralatannya. Jenis Pekerjaan Jenis pekerjaan “balanc ing” dan “adjusting” instalasi ini. Penembusan Dinding Bila menembus dindi ng. Pengecatan tid ak diperlukan bila alat-alat sudah dicat dari pabriknya atau dinyatakan lain dal am spesifikasinya. tetapi bila cacat akibat pemasangan. Isolasi harus dari bahan fibreglass. Isolasi Pipa Semua pipa refrigerant harus diberi lapisan isolasi sesuai dengan g ambar dan spesifikasi. 3. 4. Segala bahan yang diperlukan guna pengujian tersebut menjad i tanggungan dan beban biaya Pemborong.88 7. 3. rangka pe nyangga. 2. Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi/Perencana serta pihakpihak lain yang dipe rlukan kehadirannya. rangka penggantung. secara garis besar mencakup persoalan-persoalan se bagai berikut : . Pemborong harus berkoordinasi. S ebelumnya Pemborong wajib memberitahukan mengenai tandatanda yang hendaknya dipa sang pada peralatan-peralatan itu. memberikan data. leher angsa se rta peralatan lain yang perlu. Pengujian 1. Pemborong wajib mencat k embali khusus ditempat yang cacat tadi dengan warna yang sesuai dengan aslinya. d. semua unit-unit yang dirakit di lapangan dan bahan-bahan yang mudah ber karat dengan lapisan cat dasar (prime coating) dan cat akhir sesuai dengan persy aratan pengecatan yang sesuai untuk bahan masing-masing dan disetujui oleh Pembe ri Tugas/CM/Perencana atau pihak lain yang ditunjuk untuk ini. 2. Harus diberikan lapisan isolasi sampai sepanjang kirakira 2 (dua) meter atau sampai daerah dimana terjadi pengembunan pada bagian luar pipa. Pek erjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian “test” dan “balancing” peralatan ins talasi sistem Air Conditioning dengan disaksikan oleh Pengawas yang berkepenting an. Untuk peralatan-peralatan yang tampak. 5.Spesifikasi Umum. 2. Isolasi hendaknya dari rubber (armaflex) atau sejenis yan g dirapatkan dengan adhesive tape sampai tidak terjadi pengembunan. polyurethane atau styrofoam typ e D. dan ti dak mengganggu. Peralatan Pipa kondensasi harus dilengkapi dengan alat pembersih.

Sekering Cadangan Untuk setiap panel harus disediak an sekering cadangan sebanyak yang ada dan disimpan dalam tempat khusus dan dibe ri tanda pengenal. diantaranya ialah : 3. Semua alat-alat ukuran yang terpasang harus dari daerah kerja yang paling sesua i dan dengan ketelitian 2 %. Pekerjaan Listrik 1. Panel kontrol daya mesin-mesin AC dan mesin-mesin venti lasi yang meliputi wiring starter. Hendaknya semua izin. kelembaban. 4. aliran udara. Selain daripada itu harus pula memenuhi persyaratan stan dard negara dan pabrik pembuatannya. Peralatan Pada masing-masi ng unit harus dipasang sistem pengaman yang terpisah. indikator. Bahan terbuat dari alumunium atau partinax dengan huruf yang dipunch. 3. Pemborong harus berkoordin asi dengan pihak-pihak lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang sera gam dan dari merk yang sama untuk seluruh proyek ini. g. transformator. hendaknya dipilih mana yang lebih besar. .89 Pipa Pengujian terhadap kebocoran pada pipa “chiller” dengan alat-alat “helidetorch” ata u lainnya yang sejenis. Administrasi dan Teknis Halaman : . 2. alat-alat ukur dan yang lain-lain yang ada harus diberi papan nama yang jelas dan tidak mu dah rusak. indicator yang ada beserta seluruh peralatan yang diperlukan pada sistem AC agar sistem peraturan dapat bek erja dengan baik sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasinya harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. Pemborong menyediakan dan memasan g peralatan-peralatan dari panel distribusi ke panel kontrol AC dan dari panel k ontrol AC sampai ke mesin-mesin. damper-damper. Bila ada perbedaaan. Semua panel. Lain-lain sistem dengan “pressure gauge” dan alat-alat lainn ya yang diperlukan. 4. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud disini ialah semu a pelaksanaan instalasi. switch. sekering. Syarat-syarat Semua pekerjaan listrik yang haru s dilaksanakan sesuai dengan peraturanperaturan Pemerintah setempat dan dari Jaw atan Keselamatan Kerja. Bahan Semua bah an yang dipergunakan harus dari kualitas terbaik. buatan Jerman atau USA atau ya ng sejenis kecuali dinyatakan lain secara tersendiri. aliran air. Untuk setiap phasa pada pa nel hendaknya diberi lampu indikator penunjukan atau alat-alat ukur. alat-alat uk ur serta peralatan-peralatan lainnya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC yang tercakup dalam proyek ini. Penyambungan Kabel Semua penyambungan kabel harus dilakukan s esuai dengan persyaratan yang ada.Spesifikasi Umum. pemeriksaan dan pengujian beserta keter angan resmi yang mungkin diperlukan dilaksanakan oleh Pemborong. Kontrol untuk sistem pengaturan otomatis suhu. swicth.

5 kW . maka jenis starter yang dipergunakan adalah : Power Input Motor Jenis Starter Sampai dengan 3. Fuji Electric Mavin. auto transformer. Starter Kecuali ditentukan lain oleh pabriknya atau dinyatakan lain. 4. GE. meliputi : Kurva Q – H Kurva efisiensi Ku rva NPSH yang diminta/diperlukan Kurva NPSH yang tersedia Kedalaman benam minima l dan maksimal (untuk sumbersible pump) c. rot or resistance 6. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC.3 PERSYARATAN BAHAN a. suku cadang dan daftar material.7. clipasal. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambungan tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih.Spesifikasi Umum. b. Administrasi dan Teknis Halaman : . NYM Cubicle panel & assembling Komponen panel. Dian Wahyu. Produksi pabrik yang harus digunakan : No.5 kW Star delta 7. dll Keterangan Accso n. Rucika.90 h. 3.1 VII UMUM PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS POMPA AIR BERSIH Penawar harus menyediakan dan mensuplai “pumping station” dalam keadaan berjalan sem purna sesuai dengan gambar dan perlengkapannya. buatan mana dan jenis-jenisn ya. contactor. 5. Fuji Aire. rotor resistance 25 kW . Karakteristik pompa selengkapnya. Eqa BAB 7.25 kW Star delta. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi ka ret. penawar haru s menyertakan paling sedikit hal-hal berikut ini : a. 6 . 1. Spindo Kabelindo. AEG. Penjelasan mengenai patokan penawar u ntuk menentukan NPSH yang diperlukan d. Banlon. pandangan. Eqa Siemens. CB MCB. Kabel-kabel yang dis ambung harus “color coded” atau diberi nama.5 kW On/off switch 3. Legrand. Merylin Gerin. auto transformer. ABB.7 kW . Diagram yang menunjukkan operasi paralel pompa e. GAE Lokal. 2. switch. Karakteristik motor listrik yaitu : Diagram Torsi – putaran Diagram daya – putaran Diagram arus listrik – putaran Efisiensi motor – power factor (Cos Phi) . Kabel Metal . fuse/frame Conduit klem. Item Unit AC Pipa drain PVC Kabel NYY.ke atas Star delta. Gambar secara keseluruhanl engkap. Westinghouse Klockner Muller. Di dalam penawaran. Supreme Lokal.

Effisiensi : Harus tinggi (lebih besar dari 60%) dan l uas. i. Kapasitas dan head : Capasit as : 225 liter/menit Total Heat : 80 meter Speed : 500 – 1500 rpm Power : 5. Batas kecepatan pu tar : Tidak lebih dari 1500 rpm dan semua benda yang diputar harus balans dinami s dan balans hidrolik. 5/144. k. GD2 terperinci untuk impeller.Spesifikasi Umum. Efisiensi : Lebih dari 0. Kondisi kerja : Terhenti-henti (intermi tent S2) j. i.5 KW x 3 phase – 380/660 volt Seal : Mechanical seal Type : Centrifugal in line c.2. Konstruksi : Sistem pendinginan udara dan pada rotor harus balans dinamis. 7. b. Volute atau bentuk khusus dan bentuk impeller sentrifugal.8 f. termasuk d aftar alat-alat kerja khusus berikut perlengkapan pembantunya.9 g.2. Daftar suku cadang yang dianjurkan. pada kondisi kerja yang diminta. Motor a. nama dan alamat lengkap suplier suku cadang yang terdekat. Rencana pel umasan dan perawatan h. Power Factor : Lebih dari 0. Sistem start : Star Delta (Y) atau menggunakan Auto Transformer.1 7. Putaran poros/rotor : Tidak lebih dari 1500 rpm h. Semua mesin-mes in yang disuplai harus dalam bentuk kesatuan dan tidak terpisahkan. Penggunaan : Air Bersih pada temperatur air maksimum 45 derajat Celsiu s dan dapat dipakai didalam atau diluar ruangan. e. c. kopling dan rotor motor listrik g. tiga ph asa squiral cage motor dan dapat berfungsi dengan baik didalam maupun diluar rua ngan.2. l. Suatu uraian tentang prosedur bongkar pasang.2 POMPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DAN PERLENGKAPANNYA (DOMESTIC WATER PUMP) Pompa Air Bersih a. Administrasi dan Teknis Halaman : . Jenis : Motor listrik AC. j. d. Mat erial a. Tingkat proteksi : IP 55 (tropicalized) /IEC 34. Situa si : Vertical and suction d. 50 Hz e. Daftar sertifikat pengujian jenis barang-b arang utama yang diberikan oleh badan penguji di negeri asal.2 7.91 f. f. Rumah impeller (pump-casing) 7. Tingkat isolasi : B atau H (IEC pulb 85). Jenis pompa : Bentuk rumah impeller (pump casing). Uraian prosedu r untuk penanganan dan instalasi termasuk daftar alat kerja khusus dan perlengka pan pembantunya. b. Tegangan : 220/380 Volt.3 : Besi cor mutu tinggi (GG 25) . Sedangkan temperatur udara maksimum 40 0 C dan kelembaban udara relatif da pat mencapai 100% (RH 100%).

c. Pompa Benam (Submersible) a. i.1.201 atau DIN 50044-3.321 dan code 76. b. Semua pompa dan unit motor penggeraknya harus disuplai secara integra l berikut landasan (base plate) dan baut-baut angkernya.1. d. g.1. d. Di dalam rumah perpompaan pada bagian isap yaitu. jika putaran poros pompa terbalik untuk jangka waktu yang relatif pendek. Semua flens yang dipakai harus sesuai dengan standar ASTM-A 105 Grade 1 code 5.3 SUKU CADANG Minimal suku cadang yang harus disuplai untuk pompa adalah sebagai b erikut : 7. katup. Upper bearing dan botem bearing a ssembly 7. Pompa Sentrifugal Air Bersih a.2. e.s ingkat. harus lebih besar 10 % atau lebih dari daya maksimum yang diperlukan oleh pompa pada setiap kondisi k erja. b.1. Impeller Poros pompa Seal poros Motor Casing : : : : Ni-AL-Bronze Baja tahan karat (AISI 316 atau AISI 324) Gland packing (grafite as bestos) atau mekanikal seal (karbon keramik) Besi cor mutu tinggi atau paduan al umunium. 131 atau DIN 50049-3. Semua motor listrik yang disuplai harus sesuai dengan standar IEC j.1. c.B. Semua pompa tidak boleh r usak. pada bagian isap atau Discharge harus sesuai dengan standar API-5L Grade B code 17. d. Semu a pipa baja. Stator winding b. Diameter manometer (dial indicator) harus sama at au lebih besar dari 160 mm dan mempunyai ketelitian kurang dari 1% terhadap skal a penuh. Long radius elbow. dan eksentrik r eduser harus sesuai dengan standar ASTM-A 234 Grade WPB code 74. Semua bantalan gelinding (rolle r bearing) harus dapat dilumasi dengan gemuk k. h. s aringan. e. Satu unit impeller Gland packing yan g menggunakan konstruksi stuffing box atau mechanical seal Bantalan berikut wear ing rings Poros berikut penguncinya Gasket. reducer.Spesifikasi Umum.200 atau ASTM-A 106 Grade B-A 520 atau DIN 50041-3.b. Semua rumah impeller (pump casing) harus dapat berfungsi baik pada t ekanan nominal 2 diatas/lebih besar dari 10 kg/cm . Sedangkan mekanisme manometer pada bagian dalam harus terbuat dari: ba han baja tahan karat AISI 316. Semua pompa yang disuplai. Administrasi dan Teknis Halaman : . . impeller dan bagian-bagian lain harus bebas dari efek kavitasi. pada bagian discharge ha rus dilengkapi tempat untuk memasang manometer. dan kontraktor harus mensuplai d an memasang manometer berikut perlengkapannya (katup dan lain-lain sesuai dengan gambar).4 Perlengkapan Teknik Lain yang Diperlukan pada Sistem Perpompaan Sentrifugal dan Motor Penggeraknya a. e. 7.C (XS ShHed 80).92 b. 7. Daya motor. f.2. c.1.

Semua tenaga kerja. 7.4. Semua motor listrik harus dites sebelum dik irim. Karakteri stik masing-masing pompa yang harus meliputi : Kapasitas aliran air Head Efisien si Daya listrik yang diserap NPSH e.Spesifikasi Umum. Tes Pabrik. yaitu: Kapasitas nol Kapasitas nominal Kapasit as maksimal yang diperbolehkan Kapasitas minimal yang diperbolehkan d. sedangkan prosedur tes motor listrik di pabrik. meliputi kondisi berikut ini: a. Kontraktor harus menyerahkan hasil tes di pabrik maupun di lokasi (4 copy ) pada direksi/tenaga ahli. Semua pompa digerakkan oleh motor listrik b.1. Kontraktor harus mengetes ulang di lapangan/di lokasi. Tes Pompa dan Motor Listrik di Lokasi a. b. aksial dan semi aksial – tes penerimaan class B).4. peralatan tes dan kalibrasi pera latan/alat ukur yang dipakai pada pegnetesan (di pabrik/di lokasi) maupun biaya pengetesan merupakan tanggung jawab atau disediakan oleh Kontraktor. PEMERIKSAAN DAN TES Umum Semua mesin-mesin berikut perlengkapannya harus diperik sa dan dites di pabrik sebelum dikirim. Administrasi dan Teknis Halaman : . Sertifikat tes pabrik tentang p erformance dan manual motor listrik harus diserahkan pad direksi/tenaga ahli. Pengetesan lain meliputi. Ko ntraktor harus melakukan tes tentang tahanan isolasi motor pada masing-masing ph asanya dengan arde (IEC 34). Setelah pompa berikut perlengkapannya d ipasang. Direksi/tenaga ahli harus diperbolehkan untu k memeriksa semua peralatan/mesin-mesin pada saat dites.4 7. 7.2. sesuai dengan standar yang berlaku di negara asal (pembuat motor listrik). kelurusan sumber poros pompa den gan sumbu poros motor. Setelah pemasangan mesin-mesin selesai.3. c. Pompa dan Motor Listrik Semua pompa harus dites sesuai dengan ISO 35 55 (pompa sentrifugal. dan harus dapat memperlihatkan kefungsian masing-masing peralatan pada direksi/tenaga ahli. dan setelah pompa bekerja selama 4 jam perlu diperiksa su ara maupun getaran dan juga temperatur yang timbul pada sistem bantalan. . jika harga tahanan isolasi mot or listrik jauh di bawah harga tahanan isolasi pada saat dites di pabrik maka Ko ntraktor harus memperbaiki motor tersebut dengan cara pengeringan yang biasa dip akai. Semua pompa harus dites pada 4 atau lebih kondisi kerja. Tes tahanan isolasi pada masing-masing motor listrik antara phase dengan arde (IEC 34). Prosedur te s harus mendapat persetujuan dari Direksi/tenaga ahli c. Semua tes harus mendapat persetujuan direksi/tenaga ahli Kontraktor harus bertanggung jawab tentang tes d i pabrik atau dilokasi.4. karakteristik yang sama pada kondisi kerja yang sama pada saat dites di pabrik harus dites kembali di lokasi. Sertifikat kalibrasi in strumen/alat-alat ukur yang dipakai dalam pengetesan ini harus mendapat persetuj uan dari direksi/tenaga ahli. arah rotasi. dan pem anasan lokal pada motor winding.93 7. Se mua motor listrik yang bekerja atas dasar otomatis harus dites kefungsiannya. terdapat cacat maka Kontraktor harus mengganti komponen yang cacat tersebut dan mengetes ulang. Jika selama tes di pabrik dan di lokasi.

W. screwed dia 50 mm keatas cast iron RF class 300 lb. selama dan sesudah pemasangan. Val ves Dia 40 mm kebawah black melleable cast iron RF class 150 lb dengan ulir.Penggantungan dan penumpu . welding joint.2. Ringkasan Spesi fikasi Bahan Perpipaan Sistem Tekanan Spesifikasi Hidrant 10 bar BSP 1 Spesifika si BSP 1 Penggunaan : Pemadam kebakaran Uraian Keterangan Pipa Black Steel pipe 1387 Skejul 40 Sambungan/fitting Dia 40 mm ke bawah malleable iron ANSI B 16.Pengakhiran . sch 40.Pengecatan .1. c.Blok bet on .G. screwed end. Dia 50 mm keatas. terlihat pada gambar dan/atau spesifi kasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan deng an bagian lainnya. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran.Bak kontrol . Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi: . BS 21/ANSI B.Pipa . air karat dan stress sebelum.Stariner . b. Flange Dia 40 mm kebawah black maleable cas iron RF clas s 150 lb.Galian .O. Administrasi dan Teknis Halaman : . Persyaratan Jenis Peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan dis ini adalah sebagai berikut : Fungsi Peralatan Ukuran & Joint Jenis .9.94 BAB VIII URAIAN PEKERJAAN DAN SPESIFIKASI MATERIAL/PERALATAN 8. Seluruh pekerjaan.1 PERPIPAAN a.Pengujian .Sliv . wrought steel butt weld fitti ng ANSI B 16.3 c lass 150 lb.Spesifikasi Umum.Peralatan bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter nominal dari pipa dan letak serta arah dari mas ing-masing sistem pipa. Semua orang yang d ipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat.Sambunga n .Katup . cast iron body class 150 lb dengan sambungan fl ange. dia 50 mm keatas.

Persyaratan Pemasang 1.9. balok. 1. Drains dan vents har us disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup. membersihkan semua kotoran.8. 1. kerapihan.7. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan.6. 1. Pegangan katup/valve handled tid ak boleh menukik. reducer dan expander dan sambungan-sambungan pada p ekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. 1. Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang y ang longgar.12. harus dilengkapi dengan UNION atau FLANGE.2. Semua pekerjaan pe rpipaan harus dipasang secara menurun kearah titik buangan.1.5. kolom a tau langit-langit. ketinggian yang benar. 1. ruang-ruang koson g diantara sleeves dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rockwool.3. pipe sleeves ha rus disediakan dimana pipa-pipa menembus dinding-dinding. benda-benda tajam atau runcing. 1. 2.10.11. tidak kurang dari 50 mm diantara pipa-pipa atau dengan bangunan dan peralatan. 1. Selama pem asangan bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan harus ditutup dengan menggunakan caps/plugs untuk m encegah masuknya benda-benda lain. serta penghalan lainnya. Dimana pipa-pipa melalui dinding tahan api. Pekerjaan galian.Spesifikasi Umum. pengatur. Kecuali jika tidak terdapat dalam spesifikasi. katup balik da n sebagainya. Semua pe rpipaan yang akan disambung dengan peralatan.95 Ball Butter Fly Gate Diafragma 50 mm keatas flanged Butterfly Gate Katup Pengatu r s/d 40 mm screwed Globe (regulating valve) Butter Fly Diafragma 50 mm keatas f langed Butterfly Gate Fungsi Peralatan Ukuran & Joint Jenis Non return valve s/d 40 mm screwed Swing check Globe check 50 mm keatas flanged Double Swing Check D ick Check Pressure Reducer Die and flow type Pressure Indicator Dial dia 100 m D ial Type Katup-katup (stop valve) s/d 40 mm screwed d. 1. 1. harus juga termasuk penutupan kembali serta pemadatan. sesuai dengan fungsi system dan yang diperlukan digambar. harus juga termasuk penutupan k embali serta pemadatan. Semua galian. serta memper kecil banyaknya penyilangan.4. Katup/valve harus mu dah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. 1. Penggantung dan Penunjang Pipa . Sambungan lengkung. 1. lantai. Administrasi dan Teknis Halaman : . Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teli ti sebelum dipasang. Umum 1.

8 2.96 2. Penunjang atau penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini: . Sambungan masuk d an keluar peralatan 3.5. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak. Administrasi dan Teknis Halaman : .2. 2.Spesifikasi Umum.2. 3. saringan dan hal-hal lain yang sejenis. brackets atau sadle deng an tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggang an pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini: Ukuran pipa Sampai 20 25 s/d 40 50 s/d 80 100 s/d 150 200 s/d lebih Batas max Interval mendatar (m) 1.Titik percabangan . Sambungan ke saluran pembuangan pada titik-titik rendah .1.3. Semua gan tungan dan penumpu harus dicat dengan cat dasar zinchromat sebelum dipasang.Beban-beban terpusat karena katup. Pemasangan Katup-Katup Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar. Ukuran pipa Sampai 20 mm 25 mm s/d 50 mm 65 mm s/d 150 mm 200 mm s/d 300 mm 300 mm atau lebih besar Gantungan ganda Penunjang pipa lebih dari 2 Batang 6 mm 9 mm 13 mm 15 mm dihitung dengan faktor keamanan 5 1 ukuran lebih ke cil dari tabel diatas.1. Perpipaan harus ditunjang atau digantung dengan hanger.0 3. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : . Di ruang mesin: Ukuran pipa Sampai 75 mm 100 mm s/d 200 mm 250 mm atau lebih b esar Lain-lain ukuran katup 20 mm 4. Dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap kekuatan punca k Bentuk gantungan Split ring type atau clevis type 2.Diameter Batang 2.Pe rubahan-perubahan arah .0 5.0 4.4. Pemasangan strainer Ukuran katup 20 mm 40 mm 50 mm . spesifikasi dan untuk bagian-bagian berikut ini: 3.0 Ruang (mm) Interval tegak (m) 2 3 4 4 4 Jenis pipa BSP 1 2.

8.Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulit .Semua sam bungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zinkwite dengan campuran minyak . Katup-katup pengurangan tekana n harus disediakan ditempat-tempat dimana tekanan pemakai lebih rendah dari teka nan suplai. Sambungan Las .Spesifikasi Umum. Pe mbersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan.Ka wat las atau elektroda yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas Sebelum pekerjaan las dimulai Kontraktor harus mengajukan kepada direksi contoh hasil las untuk mendapatkan persetujuan tertulis .Tukang las harus mempunyai se rtifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.Sleeves untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik .Semua sambungan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda. Penyambungan pipa-pipa Sambungan Ul ir .97 Strainer harus disediakan sesuai dengan gambar. Pema sangan Katup-katup Katup-katup pelepasan tekanan harus disediakan ditempat-tempa t yang mungkin timbul kelebihan tekanan. menggunakan cara/meto da yang disetujui sampai semua benda-benda asing disingkirkan. Administrasi dan Teknis Halaman : . . Pemasangan Vent Otomatis Vent udara otomatis harus disediakan dit empat-tempat tertinggi dan kantong udara. pe mipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama. . Katup-katup pengaman harus disediakan d i tempat-tempat yang dekat dengan sumber tekanan. 7.Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fitting las. 6. Katup-katup pengontrol b.Rongga anta ra pipa dan sleeve harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau Caulk. Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut : Pipa service Suppor t pipa dan peralatan Konstruksi besi Flange Peralatan yang belum dicat dari pabr ik Peralatan yang catnya harus diperbaharui . spesifikasi dan untuk alat-alat berikut ini : a. Pengecatan 1.Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku u ntuk ukuran sampai dengan 40 mm .Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untu k ini Sleeves . e. Katup-katup pengurang tekanan 5.

b. 3. Uraian pekerjaan yang belum termuat dalam ketentuan dan syarat-syarat ini tet api didalam pelaksanaannya harus ada.Kapasitas . BAB IX PEKERJAAN WATER HEATER a. . tetapi menurut pertimbangan Pemberi Tugas yang dapat dipertanggun gjawabkan tidak perlu lagi dilaksanakan. spesifikasi teknis. : : : 30 ltr Wall Mounted Daalderop. Pada gedung Instalasi Rawat Jalan ini pekerjaan Water Heater meliputi pemasangan mesin Water Heater. Water Heater dipasang pada ruang dokter jaga dan atau ruang-ruang ya ng telah ditentukan dalam gambar perencanaan. Pengecatan Pengecatan harus dilakukan seperti berikut : Lokasi pengecatan Pip a dan peralatan Pipa dan peralatan expose Pipa dalam tanah Pengecatan Zinchromat e primer 2 lapis dan dicat warna merah Zinchromate primer 2 lapis dan dicat akhi r 2 lapis warna merah Bitumin 2 lapis 3. Ariston Pemasangan. Apabila terdapat perbedaan antara gambar. penarikan kab el daya dan pemasangan MCB dan penyambungan pipanya ke mesin. LAIN-LAIN 1. 2. Apabila terdapat jenis pekerjaan yang semula diestimasi ol eh Konsultan Perencana perlu dikerjakan dan sudah termuat dalam Daftar Rencana A nggaran Biaya.Type . . Label Katup (valve tag) . dan Rencana Anggaran Biaya.Spesifikasi Umum.Merk Product c.Fungsi-fungsi seperti Normally Open atau Normally Closed harus ditunjukkan di tags katup. Specifikasi Alat : . E. Administrasi dan Teknis Halaman : . dan testing sampai bisa berfungsi sebagaimana mes tinya. maka atas perintah tertulis dari Pember i Tugas pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan dan akan diperhitungkan sebagai pe kerjaan kurangan.98 2. dan pemasangan instalasi. maka sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan harus d iadakan rapat terlebih dahulu untuk mendapatkan kepastian. Untuk pemasangan i nstalasi pipa air panas dan air dingin serta krannya. Water Heater yang terpasang harus dalam kondisi baru dan utuh serta me mpunyai garansi product. Pemasangan harus dilakukan oleh tenaga yang terampil dam berpengalaman serta mengacu pada petunjuk yang te lah ditetapkan prabrik pembuatnya.Tags untuk katup harus disediakan ditempat-tempat p enting guna operasi dan pemeliharaan . maka pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan setelah ada perintah tertulis dari Pemimpin Proyek dan akan diperhitungkan dala m pekerjaan tambahan.Tags untuk katup harus terbua t dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat. Lingkup pekerjaan Water Heater meliputi penyediaan bahan/material tenaga/tekn isi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful