P. 1
LAPORAN KP-Sistem Load Shedding Di Pagerungan-KEI _rev

LAPORAN KP-Sistem Load Shedding Di Pagerungan-KEI _rev

|Views: 4,384|Likes:

More info:

Published by: Damairiawan Desta Wiriatma on Jun 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2014

pdf

text

original

Pada tanggal 14 November 1980, Atlantic Richfield Bali North, Inc. (ARBNI) dan

Pertamina memasuki kawasan Production Sharing Contract (PSC) Kangean. Pada tahun

1982, ARBNI menguasai 43% saham British Petroleum (Britol) sedangkan PT.

Bimantara Duta Samudra sebagai partisipan dalam negeri menguasai 10% saham.

Pada Mei 1985, sumur 1 Pagerungan (PG 1) menemukan lapisan gas. Sumur tersebut

adalah sumur kelima yang telah dibor di kawasan PSC tersebut. Penemuan ini dihasilkan

setelah melakukan beberapa pengujian dengan pengeboran tiga sumur directional yang

sebelumnya ada konfirmasi bahwa telah ditemukannya akumulasi gas.

Pertamina menginstruksikan kepada Lemigas untuk melakukan studi secara detail

mengenai cadagan gas yang telah ditemukan di PSC Kangean tersebut. Studi tersebut

diawasi oleh Pertamina dan ARBNI dengan beberapa macam penelitian reservoir dan

juga mengenai rencana kedepannya.

Pada tahun 1987, penelitian Lemigas memperkirakan bahwa di kawasan PSC

Kangean terdapat 1,5 TCF cadangan proven gas bumi. Selain itu, penelitian pada sumur

Terang 1 memperkirakan bahwa sekitar 0,2 TCF dapat diperoleh dari akumulasi gas

dalam reservoir tersebut. Sumur Terang 1 tersebut terletak di sebelah barat dari kawasan

PSC Kangean dan merupakan sumur eksplorasi pertama yang dibor oleh Atlantic

Richfield Bali North, Inc. (ARBNI) di kawasan PSC Kangean. Kemudian Lemigas

memperkirakan total cadangan proven dan probable gas bumi pada kawasan PSC

Kangean adalah 2,1 TCF.

Rencana pengembangan sesuai dengan prosedur Pertamina dilengkapi dan disetujui

oleh Pertamina pada bulan Agustus tahun 1989. Kemudian pada tahun 1999 Atlantic

Richfield Bali North, Inc. (ARBNI) yang merupakan anak perusahaan Atlantic Richfield

Company (ARCO) diakuisisi oleh BP dan berganti nama menjadi BP Kangean. Pada saat

ini, BP Kangean distrik Pagerungan telah memiliki 14 sumur gas yang terletak di onshore

dan offshore. Pada bulan Oktober 2004, BP Kangean diakuisisi oleh Energi Mega Persada

Ltd. dan berubah nama menjadi EMP Kangean Ltd.

6

Semenjak bulan Mei tahun 2007, pihak Mitsubishi Corporation (Mitsubishi) and

Japan Petroleum Exploration Co., Ltd (Japex) membeli 50% saham EMP Kangean Ltd.

dan berubah nama lagi menjadi Kangean Energi Indonesia Ltd. dari awal launching-nya

pada bulan Juli tahun 2007 sampai dengan sekarang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->