Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA

____________________________________________________________________________________

9
Osilator
Pada banyak bagian dari sistem telekomunikasi menggunakan rangkaian pembangkit sinyal yang dikenal sebagai rangkaian osilator, seperti pembangkit sinyal carrier. Sinyal carrier misalnya dikenal pada sistem pemancar AM (amplitude modulation) maupun FM (frequency modulation), atau pada sistem modulasi pulsa seperti FSK (frequency shift keying) ataupun PSK (phase shift keying). Bagian lain dari sistem telekomunikasi yang menggunakan osilator adalah pada proses translasi frekuensi, seperti misalnya osilator lokal pada proses mixing untuk menghasilkan sinyal IF (intermediate frequency). Sebagai osilator lokal juga, tetapi digunakan pada proses translasi ke frekuensi kanal, atau pada sistem transposer seperti yang digunakan pada radio-link microwave termasuk pada sistem transponder satelit. Dari bentuk sinyal yang dihasilkan, osilator terbagi menjadi dua kelompok, yaitu, osilator sinusoidal dan osilator non-sinusoidal. Osilator sinusoidal sudah jelas, bahwa sinyal outputnya berbentuk sinyal sinus periodik dengan frekuensi tertentu. Sementara osilator non-sinusoidal akan mempunyai sinyal output periodik dengan bentuk salah satu dari; gelombang persegi, gelombang ramp (saw-tooth), bentuk parabola, dsb.

9.1. Osilator Sinusoidal Bentuk gelombang sinusoidal periodik mempunyai fenomena yang sangat mirip dengan gerakan bandul-mekanik atau bandul-matematis yang akan berayun ke kiri dan kemudian ke kanan melalui titik diamnya dengan frekuensi yang tertentu dari, f = dimana,
1 2π g l

.............................................................

(9-1)

g = percepatan gravitasi = 10 m/det2
HIDAYANTO DJAMAL

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI

1

Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA

____________________________________________________________________________________

l = panjang tali bandul, meter Secara teori, bandul akan terus berayun dengan simpangan yang tetap tanpa diperlukan energi tambahan dari luar berbentuk dorongan yang searah ayunan. Tetapi pada kenyataannya, ayunan tersebut makin lama makin mengecil simpangannya sampai akhirnya berhenti di titik setimbangnya. Hal ini disebabkan karena sistem bandul mengalami gaya gesekan dengan udara selama dia mengayun yang akhirnya tentu mengurangi energi bandul sampai menjadi nol. Dalam hal ayunan elektronis, yaitu yang terjadi pada rangkaian osilator, tepatnya pada satu tank-circuit, ayunan yang berbentuk siklus pengisian dan pengosongan muatan kapasitor akan berlangsung terus tanpa memerlukan energi elektris tambahan dari luar. Sebuah tank-circuit ditunjukkan pada Gbr-1, yaitu, satu induktor yang terpasang paralel dengan sebuah kapasitor.

L

C

(a)
Gbr-1 Komposisi sebuah tank-circuit (a) tank-circuit, (b) saat pengisian kapasitor, (c) saat pengisian induktor.

(b)

(c)

Dalam keadaan diam, sebuah tank-circuit hanyalah sebuah rangkaian biasa seperti ditunjukkan pada Gbr-1(a), Tetapi bila diinjeksikan satu muatan listrik pada kapasitornya sampai penuh seperti ditunjukkan pada Gbr-1(b), maka disitulah akan dimulai osilasi. Energi listrik yang telah tersimpan dalam kapasitor akan mengalami pengosongan (discharge) ke induktor sampai muatan kapasitor tersebut habis. Energi listrik tersebut kemudian berpindah seluruhnya ke induktor. Setelah itu proses discharge terjadi sebaliknya, yaitu dari induktor ke kapasitor sampai muatan seluruhnya ditampung kapasitor. Selanjutnya siklus yang sama terjadi dan demikian seterusnya. Bila tidak terjadi kerugian energi karena disipasi energi pada bahan resistif induktor dan kerugian

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

HIDAYANTO DJAMAL

ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI

2

....... farad 1 2π 1 LC (Hz) ............. yaitu dorongan yang searah ayunan....... bahwa osilasi listrik tersebut mempunyai fenomena yang persis sama dengan ayunan bandul-matematis.... f = (9-2) dimana.......... Sementara pada tank-circuit. maka harus ada energi tambahan dari luar tank-circuit yang dapat mempertahankannya.... sehingga dicapai satu kondisi yang disebut sebagai Barkhausen-Criterion... Inilah yang dimaksudkan.. Pelaksanaan pemberian energi tambahan dari luar tank-circuit agar osilasi berlangsung terus.. diagram blok sebuah penguat dengan jalur feedback dilukiskan pada Gbr-2......... Tetapi dalam kenyataannya tidaklah demikian.. Hal yang sama terjadi pada ayunan bandul-matematis seperti diuraikan di atas. apabila satu penguat mempunyai jalur feedback positif sedemikan... maka ayunan atau osilasi tersebut berlangsung terus....... A adalah faktor penguatan tanpa feedback.. dilakukan dengan proses feedback dari output ke tank-circuit....... maka faktor penguatan menjadi.....Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ dielektrik pada kapasitor.. Frekuensi osilasi juga mempunyai bentuk yang mirip. yaitu. L = induktansi ideal (tanpa komponen resistif)... henry C = kapasitansi...... Dengan adanya jalur umpan-balik positif.. Af = 1 − Aβ (9-3) A . vi n + A vo u t β Gbr-2 Diagram blok penguat dengan jalur PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 3 ............ maka terjadilah osilasi tersebut..... Untuk mempertahankan osilasi tersebut.... sementara β adalah fungsi-alih jalur feedback..... energi yang ditambahkan harus satu fasa dengan fasa osilasi... Secara umum... Secara umum...

blok amplifier pada Gbr-3 adalah blok amplifier pada Gbr-2 yang mempunyai penguatan A. dan osilator Clapp. Kedua parameter ini masing- masing dapat digunakan untuk menentukan syarat osilasi. masing-masing adalah komponen tank-circuit yang digunakan. A dan β. sehingga nilai Af menjadi tak berhingga. Hartley. adalah kondisi dimana. faktor (1-Aβ) = 0 atau Aβ = 1. Rangkaian tiga loop di atas membentuk satu rangkaian penggeser fasa antara input dan outputnya. dan Z3. Kriteria Barkhausen untuk menghasilkan satu osilasi. secara diagram blok ditunjukkan pada Gbr-3. adalah bilangan kompleks. bahwa sinyal output (sinusoidal) tetap ada walaupun inputnya nihil.Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ umpan balik positif. A m p li f i e r R Zi o Aβ = 1 . menunjukkan. dan fasa Aβ = nol. Z1. yaitu sinyal umpan-balik positif. Rangkaian osilator yang menggunakan tank-circuit. Karena kedua faktor tersebut. Rangkaian tersebut akan berosilasi dengan frekuensi tertentu bila total pergeseran fasanya sebesar 0O (ingat fenomena bandul-matematis di depan). serta loop- PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 4 . maka kondisi Aβ = 1. Colpitts. bahwa osilasinya. Z2. Diagram blok Gbr-3 ini bila disesuaikan dengan diagram blok Gbr-2 adalah. Sedang blok umpan-balik pada Gbr-2 direpresentasikan sebagai impedansi Z2 pada Gbr-3. dan nilai frekuensi V i ' V i V o A v o i V I1 Z 1 Z 2 I2 Z 3 Gbr-3 Diagram blok osilator yg menggunakan tank-circuit (tuned-circuit). Hal ini mempunyai makna. Jenis osilator yang menggunakan tank-circuit yang dibahas dalam Modul-9 ini adalah. yang outputnya adalah tegangan Vi’.

(9-5) dan nilai loop gain persamaan (9-4) menjadi lebih sederhana seperti persamaan berikut............... dan dihasilkan dua loop yang masing-masing dialiri arus I1 dan I2....... I2 = V 'i Z2 ... ... Bila nilai mutlak loop-gain lebih besar dari satu.................Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ gain sama atau lebih besar dari satu. dan.. maka dapat diabaikan........ atau.. Kedua persyaratan tersebut adalah kriteria lengkap Barkhausen....... nilai satu tersebut secara otomatis dipertahankan tetap satu. maka nilai resistansi-dinamis-nya yang dihasilkan sangat kecil serta dapat dibaikan.................. (iii) ... atau dihasilkan kondisi ‘stabil’ osilasi....... Setelah itu...... dihasilkan... Bila impedansi input cukup besar... (Z1 + Z2 + Z3) = (X1 + X2 + X3) = 0 . dan menghitung loop-gain ( = perkalian Aβ ) dari Vi ke Vi’ .......... Avo Vi = I1 (Ro + Z1) .... (Z1 + Z2 + Z3) merupakan rangkaian resonansi seri dengan nilai Q yang tinggi............ Blok rangkaian dapat dianalisa bila rangkaian diputus pada input amplifier..... (i) (ii) 0 = ....... Av(loop) = V 'i Vi = ... Dalam rangkaian osilator praktis.......... (iv) Zi ≡ ∞ Dengan menyelesaikan empat persamaan tersebut di atas...................... PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 5 .................I1 (Z1) + I2 (Z1 + Z2 + Z3) juga. Karena pada kondisi resonansi.. sehingga jumlah ketiga reaktansi tersebut sama dengan nol. osilasi yang membesar itu terus berlangsung sampai daerah nonlinier karakteristik amplifier itu sendiri yang membatasi nilai loop-gain tersebut sampai menjadi satu............I2 (Z1) . maka amplitudo osilasi membesar... Persamaan loop yang muncul adalah..Avo (9-4) Z1 Z 2 Z 1 − ( Z 1 + Z 2 + Z 3 )( Ro + Z 2 ) 2 ...................................

Lt = induktansi tank-circuit = L1 + L2 ...... nilai-nilai induktansi dan kapasitansi tank-circuit ditentukan sesuai dengan frekuensi osilasi yang dikehendaki. 9. dsb......... f = (9-7) dimana....... tiga reaktansi tersebut dapat bervariasi... sehingga terbentuk rangkaian osilator Hartley misalnya. henry C = kapasitansi tank-circuit...... atau penguat bekerja sebagai penguat kelas-A.......... dimana titik kerja ditempatkan di tengahtengah kurva karakteristiknya....... dan X3 adalah kapasitor..................... Rancangan rangkaian dcnya seperti diuraikan pada Modul-6.... R B C 1 R F C L2 L1 C C 2 R E C E Gbr-4 Rangkaian osilator Hartley Frekuensi osilasi osilator Hartley ini ditentukan oleh rumus berikut ini....... PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 6 ..1-1. dimana X1 dan X2 adalah induktor..Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Av(loop) = .... farad 1 2π 1 Lt C (Hz) ........... (9-6) Pada penerapannya. Osilator Hartley Mempunyai rangkaian seperti ditunjukkan pada Gbr-4.. Biasanya nilai kapasitansi dulu yang dipilih bebas sesuai dengan nilai-nilai yang tersedia di pasaran.. Selanjutnya..Avo X2 ≥ 1 X1 .......

......... Osilator Colpitts Mempunyai rangkaian seperti ditunjukkan pada Gbr-5..... henry Ct = kapasitansi tank-circuit... 9. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 7 .1-2.. Rancangan rangkaian dcnya seperti diuraikan pada Modul-6....Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Kapasitansi C1 dan C2 berfungsi sebagai jalan bebas bagi komponen ac (RF) disamping mencegah hubungan dc....... dimana titik kerja ditempatkan di tengahtengah kurva karakteristiknya. Begitu juga kapasitor CE berfungsi sebagai jalan bebas komponen ac dengan mem-bypass resistor RE... RFC (radio frequency choke) digunakan untuk mencegah sinyal RF masuk ke batere. L = induktansi tank-circuit.... Selanjutnya.. R B C 3 R F C L C C 2 1 R C 4 E C E Gbr-5 Rangkaian osilator Colpitts Frekuensi osilasi osilator Colpitts ini ditentukan oleh rumus berikut ini.. yaitu agar bekerja pada kelas-A. Biasanya nilai kapasitansi dulu yang dipilih bebas sesuai dengan nilai-nilai yang tersedia di pasaran... f = (9-8) dimana... nilai-nilai induktansi dan kapasitansi tank-circuit ditentukan sesuai dengan frekuensi osilasi yang dikehendaki... atau penguat bekerja sebagai penguat kelas-A.... Sementara resistor RB dan RE digunakan untuk memberikan prategangan pada rangkaian.... farad = C1 seri C2 1 2π 1 LC t (Hz) ...

000 pF (karena prategangan maju) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 8 . Yang dapat diamati sama diantara keduanya adalah. sehingga nilainya tidak tetap. sementara titik sambung dua kapasitornya terhubung secara RF ke emiter. Osilator Clapp Akibat struktur transistor yang tersusun dari pn-junction.Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Kapasitansi C3 dan C4 berfungsi sebagai jalan bebas bagi komponen ac (RF) disamping mencegah hubungan dc. ujung-ujung tank-circuit masing-masing tersambung secara RF ke kolektor dan basis transistor. Sementara resistor RB dan RE digunakan untuk memberikan prategangan pada rangkaian. Nilai keduanya bergantung pada catu tegangan dan temperatur junction. + C V C RB R F C L C C 3 1 C 2 R E C E Gbr-6 Rangkaian osilator Colpitts bentuk yg lain 9. Masing-masing adalah Cc dan Ce. terbentuklah pada persambungan itu satu kapasitor keping sejajar. yaitu collector-junction dan emitter-junction. Begitu juga kapasitor CE berfungsi sebagai jalan bebas komponen ac dengan mem-bypass resistor RE.1-3. Cc ≡ CCB ≈ 1 ~ 50 pF (karena prategangan mundur) Ce ≡ CEB ≈ 30 ~ 10. Co-ba teliti perbedaannya. yaitu agar bekerja pada kelas-A seperti pada rangkaian osilator Hartley di atas. RFC (radio frequency choke) digunakan untuk mencegah sinyal RF masuk ke batere. Kedua nilai tersebut berkisar antara. Bentuk penyambungan lain rangkaian osilator Colpitts ditunjukkan pada Gbr-6.

.. maka frekuensi osilator juga tidak stabil.... Dan karena nilainya yang tidak stabil........... Rangkaian osilator terakhir ini dinamakan osilator Clapp atau Gouriet. yaitu........ maka kapasitor parasitik tersebut tidak dapat diabaikan besarnya...... maka dalam perencanaan dilakukan : 1) Pemilihan nilai C1 dan C2... kedua nilai kapasitansi parasitik tersebut akan mempengaruhi nilai frekuensi osilasi........ C c L C C 2 C e 1 Gbr-7 Rangkaian pengganti ac osilator Colpitts Karena osilator yang dirancang dalam bidang telekomunikasi selalu pada pita frekuensi radio... seperti ditunjukkan pada Gbr-7... C2’ = C2 + Ce C1’ = C1 + Ce seri Cc ............... maka nilai C2 baru dan C1 baru menjadi....................... (9-9a) (9-9b) Untuk mengatasi keadaan itu. besar dibandingkan dengan nilai Cc dan Ce 2) Penambahan satu kapasitor kecil C3 pada tank-circuit seri dengan induktor L seperti ditunjukkan pada Gbr-8. Akibatnya. Akibat kondisi tersebut... C1 dengan Cc seri Ce. C c L C 3 C C 2 C e 1 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 9 .. sedang C2 dengan Ce.............. yaitu pada rangkaian pengganti ac-nya.....Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Kedua kapasitor parasitik tersebut terpasang paralel dengan masing-masing kapasitor tank-circuit.. ...

Dengan mengganti posisi lengan L seri C3 tersebut dengan sebuah kristal..... maka frekuensi osilasi lebih banyak ditentukan oleh nilai C3 seperti rumus berikut... Karena berkembangnya teknologi bahan.. bila pada terminalnya diberikan tegangan listrik (energi listrik)..... C3... pada piezoelectric effect... maka frekuensi osilator akan ditentukan oleh kristal dimaksud.. Rangkaian pengganti elektris satu kristal. yang selanjutnya dari energi itu menghasilkan tenaga mekanik lagi.. nampak adanya dua frekuensi resonansi. yang saling berdekatan. Proses ini mirip dengan osilasi yang terjadi pada satu tank-circuit yang diuraikan di depan.. bahan kristal mengalami proses yang disebut dengan piezoelectric effect.. Perbedaan kedua nilai frekuensi resonansi tersebut < 1% dari fre-kuensi resonansi seri. atau EDT (ethylene diamine tartrate). Pada grafik karakteristiknya. yaitu dari energi mekanik ke energi listrik.. quartz..Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Gbr-8 Rangkaian pengganti ac osilator Clapp Dengan penambahan kapasitor bernilai kecil dibandingkan dengan C1 dan C2. yaitu diantaranya adalah. yaitu... (9-10) Kombinasi L seri dengan nilai kecil kapasitor. 9. Sebagai komponen rangkaian osilator..... dst.... yaitu frekuensi resonansi seri (ωs) dan frekuensi resonansi paralel (ωp).. Osilator Kristal Sebuah kristal dibuat dari bahan kristal tertentu. itu adalah mirip dengan rangkaian pengganti struktur sebuah kristal...... serta karakteristik impedansinya ditunjukkan pada Gbr-9.. tourmaline. Jadilah sebuah osilator kristal. f ≈ 1 2π 1 LC 3 (Hz) .. maka belakangan telah dibuat bahan sintetisnya seperti ADP (ammonium dihydrogen phosphate).. terjadi siklus perubahan energi. Hanya perbedaanya.1-4..... Dan oleh karena nilai kapasitansi C sangat kecil PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 10 . maka akan dihasilkan tegangan mekanis dalam kristal... rochellesalt.. Tegangan mekanis ini kemudian menghasilkan satu medan elektrostatis (energi listrik)..

C. Penempatan kristal dapat secara seri pada jalur umpan balik rangkaian. akan memberikan frekuensi osilasi di luar frekuensi resonansinya. atau merupakan komponen tank circuit. sifat elastis kristal.Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ dibanding-kan dengan nilai kapasitansi C’. yang masing-masing mewakili. L R C C ' (a) Gbr-9 Rangkaian pengganti kristal piezoelectric (a) rangkaian pengganti. dan C’. Penempatan secara seri seperti ditunjukkan rangkaiannya pada Gbr-10. sifat hambatan listrik kristal. Pada Gbr-9(a) nampak terdapat nilai-nilai L. R. masa bahan kristal. maka praktis kedua nilai frekuensi tersebut mende-kati sama atau ωs ≈ ωp. dan nilai kapasitansi antara kedua elektroda (terminal) kristal. (b) karakteristik (b) Dengan sifat piezoelectric effect tersebut maka penempatannya dalam satu rangkaian osilator akan mempengaruhi nilai frekuensi yang dihasilkan rangkaian. + C VC L R B 1 1 R F C T r C C 1 C 2 3 R C B2 5 R E C 4 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 11 .

(5)p184.1-5. + R R 1 C 6 V T r C R 2 1 R Gbr-11 Rangkaian osilator kristal mode paralel. kemudian baru kapasitor C2 diatur untuk mendapatkan frekuensi yang tepat. Rangkaian yang bekerja dalam mode paralel ditunjukkan pada Gbr-11. Frekuensi osilasi ditentukan oleh nilai frekuensi mode paralel kristal yang biasanya tertulis pada fisik kristal tersebut. kristal juga dapat dikerjakan dalam mode paralel-nya. namun hanya menentukan besar nilai sinyal yang diumpan-balikkan. Pengaturan pertama dilakukan pada induktor L1 sedemikian sehingga osilator mulai berosilasi. C4 dan C5 yang membentuk satu tank circuit. yaitu ratio keduanya seperti dijelaskan di depan. Kristal ditempatkan di jalur umpan-balik yang bekerja pada mode seri.Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Gbr-10 Rangkaian osilator kristal seri Kristal yang menghasilkan osilasi dengan frekuensi di luar frekuensi serinya dikatakan sebagai overtone. E C C E 2 C 3 9. Dalam hal ini. kapasitor C1 dan C2 tidak lagi menentukan besar frekuensi osilasinya. Disamping kristal tersebut bekerja dengan mode seri seperti diatas. L1 akan beresonansi bersama-sama C3 . Syarat praktis perencanaan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 12 . yaitu yang sebetulnya adalah rangkaian osilator Colpitts yang diganti komponen induktor tank-circuitnya. Kapasitor C3 dan C4 di set untuk memberikan sinyal umpan-balik dari kolektor ke emiter. Induktor L1 adalah bagian rangkaian yang ditune untuk mendapatkan frekuensi overtone.

..... persamaan (9-11) menjadi... Persyaratan itu pada dasarnya adalah pengaturan nilai sinyal yang diumpan-balikkan ke input rangkaian.......... (3)p201................ PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 13 ........................... yaitu syarat minimal agar satu osilator dapat terpacu untuk bekerja. (3)p202. yaitu kapasitor (C1 dan C2) bila rangkaiannya adalah osilator Colpitts atau Clapp..... (91 + h fe ' hoe ' xh ie ' L1 L2  atau AVo ≥ L1 L2 ………….... (9-12)  Untuk osilator Hartley ... f  Avo = − g m xr d ..................Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Persyaratan dimaksud sebetulnya diturunkan dari syarat Barkhausen critereon... Dari persamaan (9-6) dapat diturunkan menjadi....... dan induktor (L1 dan L2) bila rangkaiannya adalah osilator Hartley................ (9-11)  Untuk osilator Colpitts .. Nilai sinyal yang diumpan-balikkan tertentu dari perbandingan komponen yang dipisahkan oleh tap pada tank circuit...  Transistor  Avo = − (9-14)  FET 15) dimana : hfe’ = hfe pada frekuensi kerja sembarang... persamaan (9-11) menjadi........ − Avo ≥ X1 X2 ............. − Avo ≥ C2 C1  atau AVo ≥ C2 C1 . masing-masing adalah..… (9- ........................... f hoe’ = hoe pada frekuensi kerja sembarang.. yaitu ke rangkaian basis terhadap emiter bila konfigurasi rangkaian menggunakan konfigurasi common-emitter.. − Avo ≥ 13) dimana : C2 = kapasitor yang memberikan umpan-balik L2 = induktor yang memberikan umpan-balik Avo = penguatan tegangan transistor tanpa umpan balik Untuk penguat transistor ataupun FET...........

Secara keseluruhan terdapat tiga langkah. terutama untuk keperluan osilator RF. f 1+  f  T     2 …………………………… (9-16) dimana : hfe’ = hfe pada frekuensi f hfe = faktor penguatan arus transistor konfigurasi CE untuk f = 0 (pada tabel data) f = frekuensi RF sembarang fT = frekuensi cutoff dimana pada frekuensi ini hfe’ = 1. h fe hfe’ =  h fe . Contoh Soal 9-1. dan hie’ diatas tertentu dari persamaan (9-16) berikut ini. yaitu rangkaian self-bias atau collector-to-base-bias. Pertama. Dicatat juga pada kolom fTmin . Rencanakan satu osilator yang bekerja pada frekuensi 100 kHz dengan menggunakan kristal. menentukan rangkaian prategangan untuk osilator tersebut seperti diuraikan pada Modul-6. memilih jenis transistor yang akan digunakan. bila osilator harus bekerja pada pita frekuensi radio. menentukan komponen tank-circuit. dengan mengganti hfe . Clapp. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 14 . Sebaliknya. Sehingga langkah awal perencanaan satu osilator adalah. Batere yang tersedia sebesar + 7V. yang berlaku juga untuk hoe’ dan hie’.Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ hie’ = hie pada frekuensi kerja sembarang. Bila osilator bekerja pada frekuensi audio. yaitu. maka transistor yang dipilih diawali dengan huruf R pada kolom USE. hoe’ . yang nilainya = 2 x fTmin (pada tabel data transistor). Kedua. maupun Hartley. yaitu osilator akan bekerja pada frekuensi berapa. f gm = transkondukatansi FET rd = drain resistance Sedangkan nilai hfe’ . memilih transistor yang sesuai keperluan. sebab akan digunakan menentukan nilai hfe’ seperti diberikan pada persamaan (9-13). Transistor yang digunakan mempunyai data sebagai berikut. Ketiga. maka perlu dipilih transistor yang pada kolom USE tertulis huruf A untuk huruf pertamanya. baik untuk osilator Colpitts.

. maka dipilih transistor yang mempunyai nilai fTmin yang sangat besar dibandingkan frekuensi perencanaan. Catatan : Dalam perencanaan... yaitu 100 kHz.65 volt.. Daya yang dihasilkan lebih kurang sebesar 2. yaitu untuk frekuensi pita audio atau RF seperti dijelaskan pada langkah pertama diatas.....  V − 0.. untuk RF dengan arus kerja menengah serta kegunaan umum (General purpose).... yang berarti.. + R R B C 7 k H V z 1 0 0 C 1 C 2 T r Gbr-12 Rangkaian osilator kristal dengan konfigurasi fixed-bias..3  VCQ =  CC 2   ....Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________     hie hoe hfe fT = = = = 5 kΩ 100 μSiemens 112 300 MHz Rencanakan dengan menggunakan rangkaian prategangan jenis fixed-bias.  Menentukan titik kerja Diambil........ maka persamaan (9-14) berlaku dengan nilai-nilai dc-nya. Karena frekuensi 100 kHz sudah termasuk RF... Rangkaian prategangan yang digunakan adalah jenis fixed-bias seperti ditunjukkan pada Gbr-12.. (9-17) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 15 .. semua data harus ditemukan dalam lembar data transistor. maka dipilih transistor yang tergolong RF...3  + 0. yang ditentukan dari.. termasuk jenis penggunaannya..... Untuk menghindari penggunakan persamaan (9-16).. VCQ = 3... yaitu tertera RMG misalnya.. Jawaban : Karena data fT cukup besar terhadap 100 kHz....5 mW.

3) / 2 VCC −VCQ I CQ = 2......Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ dimana 0...... parabola... yaitu 2......5 mW..5 mA. gigi gergaji (saw tooth). Diambil ICQ = 1..5 mA − 0.113 μF 9. seperti bentuk gelombang persegi (square wave)...... dsb.23 kΩ ≈ 2. Osilator Non Sinusoidal Melihat namanya tentu saja osilator ini mempunyai output sinyal periodik yang berbentuk bukan sinusoidal. VCC = ICQ x RC + VCQ  RC = Dari lingkar basis berlaku..2 kΩ  RB = I / h C Q fe VCC −VBE ≈ 470 kΩ Menentukan nilai kapasitansi tank-circuit Sesuai dengan persamaan (9-12) dan (9-14)......2... VCC = IBQ x RB + VBE  (VCC 5 = 1..... PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 16 .. C1 = 500 pF  C2 = 0.... dari nilai daya yang diminta.... maka perbandingan nilai C1 dan C2 adalah tertentu dari... Vm xI m 2 P = (9-18) ..5 = 5 Vm xI m  maka ICQ = Im = V 2 m = Dari lingkar kolektor berlaku. 2....3 volt adalah nilai VCE saturation.... melainkan bentuk sinyal yang lain....... AVo ≥ C2 C1  1 +h fe ' hoe ' xh ie ' = C2 C1 C2 1 +112 = = 226 C1 1x10 −4 x5 x10 3 Sehingga bila diambil....

bahwa bentuk gelombang persegi dapat menjadi sumber dari bentukbentuk gelombang yang lain seperti bentuk gelombang gigi gergaji. Mempunyai rangkaian seperti ditunjukkan pada Gbr-13. maupun bentuk pulsa tajam. bila sinyal bentuk ramp tersebut diintegrator-kan akan menjadi fungsi parabola. v C (1 t ) t2 = V C C 0 2 C 26 . Osilator gelombang persegi Rangkaian osilator ini berada dalam kelompok osilator relaxation. Output sinyal yang berbentuk gelombang persegi dapat diperoleh. dapat diintegrator-kan menjadi fungsi ramp (fungsi pangkat satu). Seterusnya. Bentuk gelombang dimaksud ditunjukkan pada Gbr-14. 9. free running multivibrator. dst. Fungsi-fungsi gelombang persegi yang berbentuk konstanta. (5)p185. Nampak pada Gbr-13. yang terdiri dari tiga bentuk. baik dari kolektor transistor T1 ( = vC1) maupun dari kolektor transistor T2 ( = vC2). monostable (MMV). astable multivibrator. bistable (BMV). yaitu bentuk gigi gergaji. Nama lain AMV adalah. bahwa rangkaian disusun oleh dua rangkaian transistor yang simetri yang tersambung saling mengumpan balik. dan astable (AMV).2-1.Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Ternyata nanti. R 1 1 T 1 t ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 17 = + 2 t t . 9 R PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB 0 t1 = 0 HIDAYANTO DJAMAL C 6 9 . + C V C R L 1 R C 2 2 R 1 C R 1 L 2 vC 1 T 1 T 2 vC 2 Gbr-13 Rangkaian astable multivibrator (AMV). yaitu. Bentuk-bentuk gelombang yang lain itu dapat dihasilkan dengan menggunakan rangkaian diferensiator maupun integrator. parabola. Jenis yang merupakan generator gelombang persegi adalah.

Gbr-15 menunjukkan proses tersebut ketika transistor T1 yang on.38 R x C ………………………………. maka persamaan (9-21) menjadi.69 R2C2 ………………………………… ………………………………… (9-19) (9-20) Sehingga waktu perioda sinyal persegi tersebut adalah. Sebetulnya waktu perioda tersebut. masing-masing sebesar.69 R1C1 t2 = 0. Kondisi off transistor T2 berlangsung terus sampai muatan kapasitor C2 mencapai + CV C nol volt (atau + VBE cutin). T = t1 + t2 ……………………………………… (9-21) Bila lama perioda t1 dan t2 dirancang sama.Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Gbr-14 Diagram bentuk gelombang persegi. R L 1 R C 2 2 T 2PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB o f f 18 v C HIDAYANTO DJAMAL 1 T 1- o ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI n . Polaritas muatan awal kapasitor C2 ditunjukkan pada gambar. T = 1. (9-22) dimana R1 = R2 = R dan C1 = C2 = C. output astable multivibrator. yaitu sebesar – VCC yang cukup untuk membuat transistor T2 off. bahwa lebar pulsa positif dan lebar perioda nol. maka tran- sistor T2 menjadi on yang kemudian dapat membuat transistor T1 off karena muatan – VCC pada kapasitor C1. Ketika muatan kapasitor C2 mencapai nol volt. t1 = 0. adalah waktu yang diperlukan untuk mengisi kapasitor dari – VCC sampai nol melalui transistor yang sedang on. Nilai waktu perioda t1 ataupun t2 dapat diturunkan sebagai berikut. Terlihat pada diagram bentuk gelombang output AMV sebagai fungsi waktu..

Rencanakan satu astable multivibrator yang bekerja pada frekuensi 1kHz. 0 = VCC – (2 VCC) e–t/RC t = RC ( 0.4343 e–t/RC = 2  EC ( t ) + V C C 0 v o l t .Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Gbr-15 Proses pengisian kapasitor pada astable multivibrator.301 ) RC log 2 = = 0. EC (t) = VCC – (VCC + VCC) e–t/RC Untuk kondisi muatan kapasitor sama dengan nol. Kurva pengisian mengikuti fungsi exponensial sebagai berikut. Batere yang tersedia sebesar + 5V. 1 : 2. Kurva pengisian kapasitor C1 atau C2 ditunjukkan pada Gbr-16.69 RC log e 0.VC C Gbr-16 Kurva pengisian kapasitor t2 t Contoh Soal 9-2. Jawaban : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 19 . Perbandingan perioda pulsa dan perioda nol. maka persamaan menjadi sebagai berikut.

Charles A. Donald L.. 1987. Electronic Devices and Circuits. 1979.67 x10 −3 = 0.D. maka nilai kapasitansi yang bersangkutan adalah.145 μF 0. Tokyo. Sinagpore. Electronic Circuits-Discrete and Integrated.3 x10 3 0. sehingga nilai RC dapat tertentu dari. Penerbit Airlangga..69 x3. Jacob.33 ms  0. T = 1/f = 1 ms Sementara perbandingan perioda pulsa dan perioda nol.. 2. C1 = C2 = 0. 1981. Electronic Communications. Mikro-Elektronika.3 x10 3 Daftar Kepustakaan 1. McGraw-Hill Kogakusha.D. 1 : 2.5m = 3. sehingga. 1983. Ph. Schuler.294 μF 0..69 x3.5 mA. 5. RC = VCC 5V = 1. t1 = 1/3 x 1 ms = 0. Jilid-2. Ph. Millman.3 kΩ. Prentice-Hall of India Ltd.69 R2C2 = 0.69 R1C1 = 0. Schilling. New Delhi. Jakarta. Dennis & Coolen. Ltd. Electronic. Roddy. sehingga waktu perioda siklus sinyal gelombang persegi tersebut adalah. 4. 1987. Millman.3 kΩ A IC Frekuensi kerja yang diminta sebesar 1 kHz.67 ms  0.33 x10 −3 = 0. 3. et all. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB HIDAYANTO DJAMAL ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 20 . Tokyo.John.33 x 10-3 sekon t2 = 2/3 x 1 ms = 0. Principles and Application.67 x 10-3 sekon Bila diambil R1 = R2 = 3. McGraw-Hill Book Company.. McGraw-Hill Kogakusha. Jacob.Jurusan Elektro-FTI-PKK-Modul 9 UNIVERSITAS MERCU BUANA ____________________________________________________________________________________ Arus kolektor dipilih 1. Ltd.