HAND OUT

PANDUAN LENGKAP PEMERIKSAAN FISIK

DISUSUN OLEH: HADI SUTOMO, S.Kep.,Ns.

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG

DAFTAR ISI 1. RAMBUT. 8. 3. 10. PEMERIKSAAN KULIT. PEMERIKSAAN SISTEM NEUROLOGI. 11. 4. . 7. 9. 5. SCALP. PEMERIKSAAN SISTEM MUSKULOSKELETAL. 2. PEMERIKSAAN MATA PEMERIKSAAN TELINGA PEMERIKSAAN HIDUNG DAN SINUS PEMERIKSAAN MULUT DAN TENGGOROKKAN PEMERIKSAAN LEHER PEMERIKSAAN THORAX DAN PARU PEMERIKSAAN JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH. EMERIKSAAN ABDOMEN. DAN KUKU. 6.

Pemeriksaan fisik yang teliti dan hati-hati sangat penting bagi peningkatan status kesehatan seseorang.  Pemeriksaan ketajaman penglihatan. Gejala katarak. Penglihatan sentral dan perifer mungkin akan menurun. 3. Pemeriksaan adanya kelainan strabismus perlu segera diperiksa untuk mengembangkan prognosis.  Menjelaskan prosedur kepada pasien. glucoma dan macular degeneration merupakan masalah yang sering terjadi karena proses penuaan. Pemeriksaan funduskopi pada anak usia sekolah menggunakan metode yang sama dengan pemeriksaan pada orang dewasa. gangguan mata eksternal. Pemeriksaan mata akan berubah menyesuaika dengan tingkatan usia pasien. Pemeriksaan dengan funduskopi akan sangat menyulitkan dilakuka pada pasie bayi. PERALATAN Kartu Snellen. tetapi pemeriksaan reflek pupil dan reflek merah perlu tetap dilakukan pada bayi. IMPLEMENTASI  Cuci tangan. Pertimbanga Khusus pada Pasien Pediatri: Pasien anak belum memenuhi hasil visus mencapai 6/6 sampai denga usia 6 atau 7 tahun. . Pertimbangan khusus pada pasien Lansia: Kehilangan elastisitas kulit dapat membuat kelopak mata tampak lebih berat dan mata tampak tenggelam. Senter. DIAGNOSA KEPERAWATAN Resiko gangguan persepsi sensori: visual. 4. fotofobia. 5. Jaegar Card (pemeriksaan penglihatan dekat. 6. yang sangat bermanfaat bagi manusia untuk menhetahui lingkungannya. Penurunan produksi air mata membuat mata menjadi tampak dan terasa kering. Ishihara. tahap perkembangan serta tingkatan pendidikan. Rasional mengurangi resiko transmisi mikroorganisme. REVIEW Mata adalah organ sensori bagi penglihatan. Rasionalpenjelaskan yang baik dapat menurunkan kecemasan pasien. Tes penglihatan warna sebaiknya dilakukan sekali antara usia 4 -8 tahun. Oftalmoskop. 2. seperti produksi air mata yang berlebih. Nyeri pada mata. Pemeriksaan dengan hati2 sangat diharuskan bagi pasien usia lansia ini. Pembatas mata. TUJUAN Pemeriksaan mata dengan tetap menjaga kenyamanan pasien. PERSIAPAN Review riwayat kesehatan meliputi: Kesulitan melihat/ gangguan melihat. Glukoma Pemakaian kacamata dan lensa kontak.PEMERIKSAAN MATA Oleh: Hadi Sutomo 1.

y Posisikan psien sekitar 6 meter dari snellen chart.  Pemeriksaan otot mata ekstraokuler. lanjutkan pemeriksaan jaeger card dengan pasien tetap menggunakan kacamata tersebut. y Gunakan jari2 tangan atau dengan pensil ditengah2 antara pemeriksa dengan pasien dan dengan pelan masukkan jariri ke arah tengah. Rasionalagar pasien dan pemeriksa mempunyai lapang pandang yang sama. sinarkan cahaya ke mata pasien pada jarak 30 cm jauhnya. dan evluasi mata salah satunya mulai dari tulisan yang paling kecil. y Ulangi untuk mata yang satunya lagi. y Posisikan tubuh sama tinggi dengan pasien. y Jika pasien mengenakan alat bantu lensa. y Jika pasien menggunakan alat bantu optik. y Letakkan kertas karton pada salah satu mata pasien dan minta pasien melihat lurus kearah ana. Rasional catat hasil dari jarak 6 meter pada angka berapa pasien masih mampu membaca. Catat hasilnya dsengan keterangan pemakaian alat bantu lensa. dan mata anda juga ditutup pada salah satu yg berlawanan dengan pasien. maka gunakan jaeger card untuk memeriksa penglihatan dekat. nasal. y Ulangi untuk mata yang satunya lagi. Rasional kesulitan membaca biasanya ditemukan pada pasien berusia > 40 tahun. dengan membandingkan lapang panadang pasen dengan pemeriksa. pantulan cahaya pada kornea akan tepat pada pusat pupil antara kanan dan kiri. dengan beberapa arah yang berbeda (temporal. Yaitu pasien mampu membaca separoh dari deretan huruf terkecil maka itulah batas visus pasien yang harus didokumentasikan. y Letakkan karton pembatas pada salah satu mata. denga jarak 2 kaki dari pasien. peiksa semua lapangan pandang dari arah samping kecuali arah temporal dimulai dari agak kebelakang dari kepala pasien. Catat hasil pemeriksaan sesuai dengan hasil mulai J1 sampai J12. Rasionalmembandingkan lapang pandang pasien dengan pemeriksa y Ulangi semua prosedur untuk mata yang satunya. Rasional memastikan pemeriksaan yang akurat.Rasionalmengetahui deteksi penyimpangan kesejajaran anatar masing2 mata. y Anjurkan pasien membaca pada jarak yang paling nyaman bagi pasien dan catat jarak yang dihasilkan.  Pemeriksaan reflek kornea. y Perhatikan area yang berkilau pada bagian kornea. Rasional memastikan hasil yag akurat. y Beritahu pasien untuk mengatakan ´yaµ jika pertama kali melihat jari/pulpen dalam lapangan pandangnya. dan uji ketajaman pada salah satu mata mlai dari huruf yang paling kecil. y . Dan pada saat yang sama maka anda juga akan melihat jari anda dan bandingkan dengan pasien. dan cantumkan angka visus yag terletak disamping hasil huruf yang dibaca tadi. y Periksa penglihatan dekat pada pasien berusia < 40 tahun yang mengeluhkan kesulitan membaca.Periksa jarak bagi pemeriksaan snellen chart. superior dan inferior) Rasional menghasilkan target yang fokus. Rasional hanya tanggalaknan´kacamata untuk bacaµ saat pemeriksaan. lanjutkan pemeriksaan denga pasen tetap memakai lensa/kacamata tersebut.  Pemeriksaan lapang pandang dengan melakukan pemeriksaan secara garis besar. y Letakkan kertas karton pada salah satu mata. y Instruksikan pasien melihat lurus kedepa setinggi kepala. karena akan menyebabkan penglihatan kabur pada penglihatan jauh. Rasional mengizinkan pemeriksa membandingkan lapang pandaang dengan pasien. Rasional untuk memeriksa mata secara terpisah.

Contoh hasil reflek cahaya kornea yang normal Contoh hasil reflek cahaya kornea yang abnormal .Gambar posisi pemeriksaan releks cahaya kornea.

kemudian kembali ke tengah lagi. atau produksi air mata berlebiha bisa diakibatkan karena tersumbatnya saluran nasolakrimal duct. dan konstriksi pupil yang sebelahnya (consensual respon)s  Periksa daya akomodasi y Memastikan adanya masalah mata serta daya akomodasi. Rasionalmengamati adanya respon abnormal yang ditemukan.  Inspeksi struktur mata eksternal y Perhatikan kelopak mata serta bulu mata. Memeriksa koordinasi pergerakan mata y Untuk mengetahui kelemahan otot mata saat pergerakan y Anjurkan pasien untuk memegang kepala dan mempertahankan posisi kepalanya. perdarahan.  Amati pupil meliputi warna. Rasionalkelainan bisa mengindikasikan katarak atau kelaina neurologis. bandingkan iris mata kiri dan mata kanan. Rasionalpengamatan oblik ini memungkinkan pendeteksian ireguleritas dari permukaan kornea seperti kekeruhan.Rasional memastikan titik fokus penglihatan. yang mana sesuai jalur jari sama dengan pergerakan kedua mata. ukuran dan kesimetrisan. Pastikan arah cahaya dari samping menuju ke depan pupil. aau ireguler permukaan dari hasil sinar yang direfleksikan. dan sesekali ditahan. Rasional memungkinkan mendeteksi pergerakkan bola mata yang tidak paralel. Rasionalmemberikan cahay dari arah samping akan menghasilkan reflek cahaya yang benar. Rasional respon yang abnormal menunjukkan kelemahan otot ekstraokuler atau disfungsi nervus kranialis yang mempersyarafi otot mata. da kelainan. y Observasi terhadap respon normal. y Amati bentuk dan warna darti iris. y Amati konjungtiva dan sklera. iritasi. Rasional membuat pasien fokus pada objek dengan lebih nyaman. y Instruksikan pasien melihat jauh. Amati distribusi bulu mata. tentang adanya lesi. y Perlahan-lahan gerakan jari anda menuju ketepi ke enam arah. kemudian minta pasen memfokuskan pandangan pada jari tangan anda yang anda letakkan di depan hidung pasen dengan jarak 8-10 cm. y Posisikan jari anda 30 cm didepan mata pasen. mata akan melakukan akomodasi penglihatan dekat karena cahaya tersebut. sedangkan fokus pandangan pada benda dekat mengkonstriksikan pupil. y Amati kelenjar lakrimal. Temuan ini mungkin mengindikasikan penumpukan cairan atau terjadinya abrasi kornea. y Tujuan menghasilkan evaluasi terhadap struktur anatomi yang berperan dalam proses penglihatan.  Inspeksi struktur mata anterior. Bola mata yang cowong kedalam menunjukkan adanya dehidrasi atau penyakit berat. y Amati kejernihan kornea dengan cara menyinari kornea dari arah samping ke arah yang lain. Rasional kemerahan. beritahu pasien untuk memandang dan mengikuti pergerakan jari pemeriksa hanya dengan mata pasien. y Anjurkan pasien melihat pada jari anda selagi jari anda bergerak dari depan mata menuju ke arah pusat mata. y Amati posisi bola mata. Rasional bisa mengindikasikan terjadinya infeksi. juga memungkinkan mendeteksi nistagmus dan lid lag. atau jaundice/ ikterus. Rasionalpenonjolan bola mata mengindikasikan ganggua kelenjar thyroid. atau kelainan pada pupil. y Minta pasien melihat benda yang jauh. y Amati respon konstriksi pupil pasien dan pemusatan pandangan. . y Amati adanya pergerakan medial kedua mata. Rasionalamati sklera. Jika cahaya langsung diberikan dari depan pupil. y Amati perubahan konstriksi pupil yang diberi cahaya (direct response). Rasional memfokuskan pandangan pada jarakl jauh mendilatasi pupil. Rasional memastikan haya pergerakan mata saja.  Tes respon pupil terhadap cahaya. glukoma. y Abnormalitas mungkin mengindikasikan kelainan neurologis.  Memeriksa pemusatan/Konvergen y Untuk mengetahui adanya kelemahan otot mata saat pergerakan. Rasional memperlihatkan infeksi lokal. kemudian sinarkan cahaya ke setiap pupil secara bergerak. RasionalKetiadaan konstriksi pupil mengindikasikan asalah penglihatan dan kelemahan otot mata. pembengkakan.

kearah garis lateral untk mecari lokasi optick disk. Rasional banyak penyakit sistemik yang mempengaruhi sistem pembuluh darah tubuh manifestasinya terlihat pada pembuluh darah retina. atau perbedaan pigmen. y Lepaskan kacamata baik anda maupun pasien. y Mulailah pemeriksaan dari jarak 25 cm dari arah lateral pasien secara perlahan kedalam lapang pandang pasien. Rasional pandangan jarak jauh akan membantu membuat pupil berdilatasi serta menjaga struktur retina pada tenmpatnya. Rasional Warna seharusnya konsisten dengan warna kulit pasien. karena mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan. optick disk. Rasional dilakukannya prosedur ini untuk mengetahui struktur dalam dari mata. biasanya hipertensi. y Terakhir cari lokasi makula. Rasio cupdisk:optik disk mungkin bervariasi. garis tepi/ kontour. Rasionalpemeriksaan ini terakhir. hal tersebut juga bisa ditemukan dengan cara mengikuti pembuluh darah yang menjadi membesar. Tapi normalnya tidak lebih dari 1. Rasional cahaya diharapkan disetting kecerahannya secara maksimal. yang seharusnya 2 disk diamter terhadap temporal menuju disk. Rasional Disk seharusnya berwarna krem kekuningan sampai pink. y Lanjutkan pemeriksaan dengan bergerak pada sudut 15 derajat. tidak berwarna. macula. Pembuluh darah yag sempit. yang terletak dekat dengan nasal retina. y Amati arteri serta vena retina (gelap atau lebih besar dari arteri) amati pola percabangannya. serta rasio cup disk: optick disk. y Fokuslah pada optik disk kemudian amati warnanya. sementara beberapa variasi red refleks yang berwarna gelap atau hitam mungkin mengindikasikan bahwa pasien menderita katarak. y Peganglah optalmoskop pada tangan kanan Anda dan mata kanan anda untuk memriksa mata kana pasien. Pigmen yang menggumpal pada bagian makula mengindikasikan trauma atau retinal detachment. untuk memudahkan pemeriksaan secara adekuat. Rasionalpembuluh adarh yag membesar menyatu pada optick disk. serta putih untuk pemeriksaan rutin ada kepada pasien. bulat. Dengan cara inilah nanti anda akan menemukan perubahan pembuluh darah secara langsung. dan atau pembuluh darah yang menakik merupakan temuan yang signifikan dari penyakit hipertensi atau arteriosklerosis. Rasionalred refleks diakibatkan refleksi dari cahaya ophtalmoskop yang mengenai retina. dan nantui anda bisa mengatur kekuatan dioptri ophtalmoskop untuk membantu pengamatan ada. atau mikroaneurisme. cari adanya lesi. akibat perubahan dari kondisi sistemik. bulat atau oval. Rasional posisi ini mengizinkan anda untuk mengatur kedekatan dengan tepat sementara tangan kiri anda akan membantu anda mengorientasikan posisi serta mencegah kelopak mata pasien bagian atas dari respon berkedip. y Minta pasien untuk memfokuska pandangan pada jarak jauh. amati adanya red reflect dan dengan perlahan serta kontant dekati mata pasien. y Atur cahaya yang lebar. pinggirnya. Variasi warna dan warna tepi bisa mengindikasikan pucat. ketika ada meletakkan tangan kiri ada pada dahi pasien.5 dari diameter disk. eksudat. dan integritasnya. dengan tepi yang membedakan. bentuknya. . dan pembuliuh darah retina) pada ruangan yang gelap dengan menggunakan ophtalmoskop. y Amati latar belakang dari fundus. Rasionalkacamata mencegah pengamatan dekat. Pemeriksaan Fundus okular (retina.

EVALUASI DAN FOLLOW UP y Bandingkan hasil pemeriksaan dengan kondisi normal. . Untuk tes jaeger card. Untuk hasil snellen chart tulislah 6 pada angka terkecil disamping senelen chart yang mampu dibaca separuhnya. y Referensika temuan kepada dokter spesial mata ketika diperlukan ketika temuan abnormal ditemukan. 8. tulis hasilnya mulai dari j1 sampai j12.ghj 7. KATA KUNCI PENDOKUMENTASIAN y Hasil ketajaman penglihatan mata kanan (OD) dan mata kiri (OS) secara terpisah.

Inggris perrle (pupil equel. serta temuan abnormal. tepi. dokumentasika kondisi abnormal. Reference: 1.y y y y y y y Hasil dari tes konfrontasi. Hasil ketajaman penglihata. and accomodation) jika tidak normal catat temuan. 2008. FA Davis Company. Buku Panduan Ketrampilan Laboratorium STIKES Bahrul Ulum. kemampuan melihat makula. serta hubungan antara optik disk dari ukuran. serta temuan normal atau abnormal. jika normal bisa ditulis dengan singkatan b. serta kelopak mata. reactive to light. 2. Penggunaan lensa koreksi atau kacamata dan penglihatan dengan kacamata tersebut. Davis·s guide to clinical nursing skills. selama pemeriksaan pergerakan mata eksternal. Sebagaicontoh: cata jam 2 3 DD dari disk. round. dan jaraknya. . Philadelpia. pada fundus dengan pada posisi jarum jam. pembuluh darah. Refelek kornea simetris. pergerakan ekstraokuler. Rhoads and Meeker. Temuan pupil. Warna koinjungtiva dan skjlera. Temuan fundus: bentuk.

daripada gendang telinga pasien yang lebih muda. 3. telinga dalam.  Tanyakan tentang masukan obat2an yang bersifat ototoksik seperti. orang dewasa mungkin akan memiliki rambut yang kasar pada lubang telinganya. PERSIAPAN  Review riwayat kesehatan yang berhubungan yag akan membantu pemeriksa memperoleh informasi (riwayat kesehatan dahulu dan sekarang) mengenai kemampuan pendengaran pasien serta. dan aminoglikosida (gentamisin. lebih tebal. aspirin. Pertimbangan Khusus  Jangan pernah memasukkan spekulum telinga ketika terlihat adanya benda asing di dalam lubang telinga. Selalu ingat untuk menarik daun telinga (pinna) kebawah dan kebelakang pada anak2 kurang dari 3 tahun untuk membuat saluran telinganya lurus. Prebisusis (gangguan pendengaran karena proses penuaan) mungkin akan mempengaruhi hasil pemeriksaan dengan menggunaka frekuensi tinggi. dan lebih opak. infeksi. keseimbangan. serta gangguan perkembangan bicara. DIAGNOSA KEPERAWATAN Gangguan persepsi sensori: auditori 5.  Pertimbangan Pasien Pediatri: Pada bayi dan anak. Kondisi ini mungkin akan muncul pada tes wisper. kondisi umum telinga. gendang telinga akan tampak lebih putih. gangguan bicara.PEMERIKSAAN TELINGA Oleh: Hadi Sutomo 1. forosemid. 2. vertigo. tahap perkembangan dan tingkat pendidikan 4. vancomisin). pendengaran dan keseimbangan  Pemeriksaan menyesuaikan dengan perbedaan usia.  Pemeriksaan telinga dapat membantu mengetahui adanya kelainan pendengaran. karena anak2 akan cenderung untuk menolak. meliputi sakit pada telinga. PERALATAN Otoscope Garputala (frekuensi 512 atau 1024 Hz) . TUJUAN  Pemeriksaan lengkap dan nyama meliputi pemeriksaan tlinga luar.  Sesuaikan metode pemeriksaan anda berdasarkan dengan kultural dan tahapan perkembangan pasien. quinin. serta kesulitan mendengarkan suara konsonan selama pemeriksaan. Membran timfani  Pertimbangan Pasien Lansia: Pasien lansia mungkin akan memiliki cuping telinga yang panjag. pemeriksaan otoskopi terbaik dilakukan pada akhir rangkaian proses pemeriksaan telinga. REVIEW  Telinga mempunyai peranan penting bagi organ sensori pendengaran serta organ keseimbangan.  Observasi adanya gangguan pendengaran selama prosedur pemeriksaan. tinitus. atau kelainan neurologis.

benda asing serta lesi.Tujuan: menemukan kelainan yang tidak diketahui dari metode inspeksi.Inspeksi gendang telinga. pembengkakan. sert cairan seperti air yang mengikuti kejadian trauma diperkirakan merupakan tanda2 trauma basal tengkorak.Tujuan Memungkinkan pemeriksaan telinga lebih lanjut yang tidak dapat dilakukan dengan pemeriksaan penglihatan biasa. . IMPLEMENTASI Inspeksi Telinga Luar: . posisikan otoskop terbalik dan punggung tangan anda menahan pelipis dan pipi pasen. sedangkan warna merah kebiruan mengindikasikan adanya gigitan. Rasional posis ini membantu mencegah insersi terlalu kuat dari alat. dermatitis. ukuran.Serumen mungkin akan terlihat. Perlahan-lahan miringka kepala pasien kearah yang berlawanan dengan telinga yang akan diperiksa. serta tekan tulang mastoid. targus. mastoiditis dan trauma pada telinga. kontour.Amati Umbo. . deformitas. Rasional menarik daun telinga dengan cara ini akan membuat saluran telinga menjadi lurus. Amati saluran telinga l. Inspeksi lubang telinga dari ukuran lubang.Gerakan daun telinga. bentuk.Peganglah otoskop pada tangan dominan anda. Adanya darah atau cairan jernih. Rasional hal ini akan memberikan penglihatan terbaik dari telinga pasien. serta integritas dari gendang telinga. kemerahan. Rasional tindakan ini dapat menimbulkan nyeri pada pasien dengan otitis eksterna. Warna yang lain menunjukkan adanya infeksi. ekimoss dibelakang telinga (battle sign·s) bisa menunjukkan adanya fraktur tulang basiler.uar dari kemerahan. Perforasi gendang telinga terlihat seperti area oval gelap atau lubang yang lebih besar pada gendang telinga. .Perhatikan tempat. pearl-gray. serta lesi. transculent. bagian yang memegang tulang maleus. kesimetrisan letak dan warna kulit. . lobul. Pemeriksaan gendang telinga dengan otoskop: . benjolan.Rasional tanda2 tersebut menunukkan adanya infesi.Tarik daun telinga ke arah belakang dan atas pada orang dewasa dengan tangan non dominan untuk meluruskan saluran telinga.Tujuan memberikan informasi tentang adanya kelainan. serta cahaya kerucut (amati pada arah jam 5 serta arah jam 7 pada gendang telinga samping kiri) Rasional ketiadaan atau distorsi dari landasan megindikasikan akumulasi cairan. . cegah jangan sampai mengenai dinding medial yang sensitif terhadap nyeri. Pertahankan tindakan ini sampai otoskop dilepas dari saluran telinga. . Palpasi telinga luar aka adanya nyeri dan ketidaknyamanan: . serta membantu menstabilkan tangan anda bila kepala pasien sewaktu-waktu bergerak. pembengkanan serta keluarnya purulent dipediksi sebagai otitis eksterna atau otitis media dengan gendang telinga sudah robek. keluarnya cairan. telinga yang merah berhubungan dengan inflamasi. .Amati adanya drainase.6. atau karsinoma. Rasional secara normal gendang telinga nampak licin berkilauan. infeksi. . catatlah warnanya. pembengkakan. . dan kelainan. . .Masukkan spekulum dengan perlahan. Rasional kemerahan. Rasional ukuran yang tidak normal serta tempat yg tidak normal dari telinga berhubungab dengan nasalah genetik. trauma atau kondisi sistemik. atau ruptur gendang telinga. pembengkakan. atau akumulasi dari cairan serosa dibelakang gendang telinga. tetapi keluarnya cairan dari telinga bisa mengindikasikan adanya infeksi.Pilihlah spekulum yang terbesar yang dapat masuk dan nyaman pada saluran telinga pasien.

Rasional menghasilkan getaran suara. 2008.Bandingkan hasil pemeriksaan dengan hasil normal . 7. RasionalMencegah kontaminasi pada telinga yang satunya dari material infeksi.Tujuan: mengetahui tes lateralisasi dari suara.Bandingkan waktu konduksi melalui tulang dengan konduksi melalui udara. Rasional mengetahui lamanya konduksi tulang.Instruksikan pasien untuk menutup telinga sebelah dengan menekan pada tragus (atau hal ini dilakukan oleh pemeriksa) kemudian tekan/tutup dan buka saluran telinga denga menekan dan melepaskan tragus dengn cepat. Minta pasen untuk memberikan tanda kalau suara sudah tidak terdengar lagi. Tes romberg positif (kehil. Rasional normalnya pasien mampu mempertahankan posisi ini selama 20 detik tanpa bergoyang atau tanpa terjatuh. . Rasionalhal ini akan membuat suatu prosedur pengalihan pada telinga tersebut ketika tes pendengaran dilakukan pada telinga yang satunya. Rasional agar pemeriksaan dilakukan pada kedua telinga. . Tanyakan pasien suara terdengar pada telinga sebelah mana. . . . kemudian ulangi prosedur untuk telinga yang satunya lagi. 8. Tes Weber. Tes Romberg. kanan atau keduanya.Letakkan garputala yang telah digetarkan pada tulang mastoid pasien.Lakuka hal yang sama pada telinga yang satunya lagi. Rasional mengetahui lamaya konduksi udara . Rasional dengarkan kalau pasien mampu mengulangi kata2 yag anda bisikkan dengan tepat.Rujuk pasien ke ahli audiologist atau dokter spesialis THT jika temuan abnormal ditemukan. EVALUASI DAN FOLLOW UP . dan minta pasien untuk memberi aba2 jika suara sudah tidak terdengar kembali. kemudian minta pasien untuk menutup matanya serta mempertahankan hal ini beberapa detik. . KATA KUNCI PENDOKUMENTASIAN - Reference: 1. . . Philadelpia.Ketika suara sudah tidak terdengar.Letakkan garputala pada garis tengah dari tulang tengkorak pasien.Minta pasien untuk berdiri dengan kaki dirapatkan serta kedua tangan pada masing2 sisi tubuh.Minta pasen mengulangi kata-kata yang ada bisikan.Pemeriksaan pendengaran secara global.Tujuan membadingkan hantaran suara melalui tulang dan melalui udara.Bersihkan spekulum atau ganti spekulum. FA Davis Company. Tanyakan pasien jika suara masih terdengar. Tes Rinne. Rasional normalnya konduksi udara lamanya 2 kali dari konduksi tulang. Pemeriksaan ketajaman pendengaran: . Davis·s guide to clinical nursing skills. .angan keseimbangan) jika pasien bergoyang atau terjatuh pada tes ini mungkin menunjukka adanya masalah telinga dalam (organ keseimbangan) atau masalah pada otak kecil (cerebellum). jika konduksi tulang lebih lama dari konduksi udara menunjukkan adanya tuli konduksi. pindahkan dengan cepat ujung garputala di dekat saluran telinga pasien.Dengan kuat bunyikan garputala dengan tangan anda.Tes konduksi untuk mengetahui fungsi dari nervua VIII (Vestibulocochlearis) Tes suara berbisik (wisper test): . Rhoads and Meeker. . . kiri. .Tujuan memeriksa kemampuan organ keseimbangan pada telinga dalam dengan menggunakan teknik keseimbangan berdiri.

waktu pengambilan tertentu. atau mengambil dari ekstremitas kaki. Mengetahui kondisi khusus seperti puasa. ALAT DAN BAHAN Kapas/swab Alkohol atau swab povidone-iodine. Spesimen khusus dimasukkan dalam tempat yang tepat. Rasional: memastikan pasen yang tepat. Bak instrumen untuk tempat peralatan atau jarum. Plester atau alat pelekat lain. berfungs sebagai peresonansi suara. dan atau pemberian obat2an sebelum dan setelah pengambilan spesimen. ambil kultur anaerobik dulu baru kultur aerobik. Kantong plastik untuk transportasi spesimen. serta tube darah. 23-25 gaguge (untuk pasien anak2 dan lansia) Spuit steril (ukuran menyesuaikan dengan jumlah spesimen yang dibutuhkan) Metode vacutainer Tube vacutainer dengan pemegang jarumnya (steril) Jarum dobel ended steril ukuran 20-21 gaguge (dewasa). kenali kontraindikasi untuk melakukan pengambilan darah vena pada area tertentu. atau kepala. Pahami jika waktu perdarahan atau waktu pembekuan mungkin akan berubah oleh karena efek dari pengobatan atau kondisi patologis. memastikan kerjasama serta partisipasi pasien. Pertimbangan Pediatri dan Lansia Lakukan pengompresan air hangat kemudian ambil darah engan menggunakan jarum yang terkecil dapat meningatkan kenyamanan dan keberhasila. obat yang harus diberikan sebelum atau sesudah . Sebagi saluran Sinus membuat tulang tengkorak menjadi lenih ringan. 23-25 gauge (anak2 dan lansia) Kultur Darah Jarum steril ukuran 20-21 gauge (dewasa). Pengkajian pada area ini memberikan pengenalan terhadap gangguan yang mungkin melibatkan telinga. Minta orangtua untuk memegangi anak atau bayi agar nyaman. Torniket dari karet. memberikan hak pasien untuk diberi penjelasan. Pastikan jika kondisi yag dibutuhkan bagi pemeriksaan sudah terpebuhi. atau infeksi. serta kemampuan bekerjasama selama prosedur. Kassa steril. waktu khusus. PELAKSANAAN Identifikasi pasien. Kenali kemampuan pasien untuk memahami. Memutuskan metode pengambilan darah dengan siring atau dengan vacutainer. Bantal kecil atau handuk kecil.Pemeriksaan Hidung PEMERIKSAAN HIDUNG                                         OVERVIEW Hidung adalah segmen saluran pernapasan pertama dan memiliki banyak fungsi. Pertimbangann khusus Untuk pasien yang membutuhkan pemeriksaan kultur darah. hemtom. Resiko infeksi berhubungan dengan invasi mikroorganisme melalui lokasi pegambilan sampel darah KRITERIA HASIL Lokasi pengambilan darah tidak sampai terjadi perdarahan. produksi mukus yang akan melumasi rongga hidung. jelaskan prosedur. 23-25 gaguge (untuk pasien anak2 dan lansia) Botol kultur anaerobik dan botol kultur aerobik. Label identitas. Handscone bersih dan disposible. Rasional: pemeriksaan yang membutuhkan puasa. serta jelaskan bagaimana pasien bisa ikut membantu dalam prosedur. Untuk Metode Syring Jarum steril ukuran 20-21 gauge (dewasa). maka ambil dari tempat yang berbeda. kemampuan kooperatif pasien. PERSIAPAN Kenali kebijaksanaan institusi mengenai sertifikasi personal untuk melakukan prosedur pengambilan darah vena. DIAGNOSA KEPERAWATAN Resiko Cedera berhubungan dengan trauma pada pembuluh darah selama prosedur pengambilan sampel darah. tenggorokkan. prosedur. Jangan mengambil darah dari ekstremitas yang mana dipasang IV line. Label permintaan pemeriksaan laborat yang lengkap.

lokasi yang hematom. naikkan bed agar prosedur mudah dilakukan.  EVALUASI DAN FOLLOW UP  KATA KUNCI PENDOKUMENTASIAN  . Rasional: mengurangi penyebaran mikroorganisme.  Cuci tangan. alasi tangan denga bantal kecil atau handuk kecil. daerah arterivenus shunt.  Perhatikan jikaadanya resiko perdarahan atau pemanjangan waktu pembekuan darah.pengambilan spesimen. Rasional: menstabilkan lokasi pengambilan darah serta memudahkan prosedur. atau tangan yang sama dengan area mastektomi. pertahankan privacy pasien.  Kenakan handscone nonsteril. Rasional: mengurangi terpapar terhadap patogen dalam darah.  Posisikan pasen supinasi atau semi fowler dengan tangan diekstensikan. memberikan kenyamanan bagi pasien dan perawat. Rasional: pasien mungkin punya riwayat gangguan pembekuan darah atau mendapat terapi antikoagulan.  Perhatikan adanya kontraindikasi lokasi pengambilan spesimen. Rasional: pengambilan darah vena tidak boleh dilakukan pada area yang dipasang infus.