BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Keluarga mempunyai peranan dan tanggungjawab utama atas
perawatan dan perlindungan anak sejak bayi hingga remaja. Pengenalan anak
kepada kebudayaan, pendidikan, nilai dan norma-norma kehidupan
bermasyarakat dimulai dalam lingkungan keluarga.
Untuk perkembangan kepribadian anak-anak yang sempurna dan serasi,
mereka harus tumbuh dalam lingkungan keluarga dalam suatu iklim
kebahagiaan, penuh kasih saying dan pengertian.
Menurut Siti Partini ( 1977 : 11 )
Keluarga adalah sekelompok manusia yang terdiri atas suami, istri,
anak-anak ( bila ada ) yang terikat atau didahului dengan
perkawinan.
Keluarga Merupakan lembaga sosial yang paling kecil, yang terdiri
atas ayah, ibu dan anak. Dari beberapa fungsi keluarga salah satunya adalah
memberikan pendidikan yang terbaik yakni pendidikan yang mencakup
pengembangan potensi-potensi yang dimiliki oleh anak-anak, yaitu : Potensi
fisik, potensi nalar, dan potensi nurani / qalbu (Muhammad Tholchah Hasan
1990 : 39).
Dengan pendidikan yang utuh tersebut akan mengembangkan
kualitas kepribadian anak dan mampu mengaktualisasikan potensi-potensi
dirinya secara menyeluruh. Dan kualitas sumberdaya manusia ( SDM ) yang
demikian sebenarnya yang dibutuhkan sekarang dan masa datang, yakni
1
kualitas sumberdaya manusia yang meliputi ; kreatifitas yang kuat,
produktifitas yang tinggi, kepribadian yang tangguh, kesadaran sosial yang
besar, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa ( Muhammad
Tholchah Hasan 1990 : 43 ).
Siswa Sekolah Menengah Atas ( SMA ) sebagai salah satu unsur
sumberdaya manusia yang potensial sangat diperlukan dalam rangka mencapai
kemajuan bangsa, “Di Indonesia, pendidikan diarahkan pada pembentukan
manusia Indonesia seutuhnya sebagai warga Negara yang pancasila “.
Pada dasarnya, proses pendidikan dapat terjadi dalam banyak
situasi sosial yang menjadi ruang lingkup kehidupan manusia. Secara garis
besar proses pendidikan dapat terjadi dalam tiga lingkungan pendidikan yang
terkenal dengan sebutan : Tri Logi Pendidikan, yaitu Pendidikan di dalam
Keluarga ( Pendidikan Informal ), Pendidikan di dalam Sekolah ( Pendidikan
Formal ), dan Pendidikan di dalam Masyarakat ( Pendidikan Non Formal ).
Pendidikan di dalam keluarga merupakan pendidikan kodrati.
Apalagi setelah anak lahir, pengenalan diantara orang tua dan anak-anaknya
yang diliputi rasa cinta kasih, ketentraman dan kedamaian. Anak-anak akan
berkembang kearah kedewasaan dengan wajar di dalam lingkungan keluarga
segala sikap dan tingkah laku kedua orang tuanya sangat berpengaruh
terhadap perkembangan anak, karena ayah dan ibu merupakan pendidik dalam
kehidupan yang nyata dan pertama sehingga sikap dan tingkah laku orang tua
akan diamati oleh anak baik disengaja maupun tidak disengaja sebagai
pengalaman bagi anak yang akan mempengaruhi pendidikan selanjutnya.
2
Maka, keluarga yang baik di dalamnya akan terjadi interaksi
diantara para anggotanya. Sebagaimana dikemukakan oleh St. Vembriarto
( 1978 : 35 ) :
Bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar yaitu suatu proses
akomodasi dengan mana individu memohon, menahan, mengubah
impuls-impuls dalam dirinya dan mengambil oper cara hidup atau
kebudayaan masyarakat.
Komunikasi, istilah ini berasal dari bahasa Inggris yaitu
Communication, yang berarti “memberitahukan”, berpartisipasi, kabar”.
( Poerwadarminto WJS dkk, 1980 : 28 ). Sedangkan Menurut A.G. Lunandi
Komunikasi adalah suatu kegiatan terus menerus yang dilakukan
orang untuk saling berhubungan dengan orang lain, khususnya
pada waktu berhadapan muka. (
Komunikasi orang tua dengan anak memegang peranan penting
dalam membina hubungan keduanya, hal ini dapat dilihat dengan nyata,
misalnya : membimbing, membantu mengarahkan, menyayangi, menasehati,
mengecam, mengomando, mendikte, dan lain sebagainya.
Orang tua yang kurang bisa berkomunikasi dengan anaknya akan
menimbulkan kerenggangan atau konflik hubungan, sebaliknya orang tua
yang dapat menerima anaknya sebagaimana adanya, maka si anak cenderung
dapat tumbuh, berkembang, membuat perubahan-perubahan yang
membangun, belajar memecahkan masalah-masalah, dan secara psikologis
semakin sehat, semakin produktif, kreatif dan mampu mengaktualisasikan
potensi sepenuhnya.
3
Sesuai dengan judul penelitian penulis, dalam pembahasan
berikutnya penulis akan memusatkan diri pada pembahasan tentang
pendidikan di dalam sekolah atau pendidikan Formal.
Pendidikan di sekolah merupakan kelanjutan dari pendidikan
dalam keluarga. Sedangkan menurut Winkel (1983 : ) Pendidikan di sekolah
diartikan : “Proses Kegiatan terencana dan terorganisir, yang terdiri atas
kegiatan mengajar dan belajar”.
Pendidikan di sekolah merupakan intesifikasi dan modifikasi
dasar-dasar Kepribadian dan pola-pola sikap anak yang dipelajarinya di
rumah. Artinya memperkuat dasar-dasar dan pola-pola sikap anak yang positif
dan mengubah dasar-dasar kepribadian dan pola-pola sikap anak yang negatip
yang dipelajari dilua sekolah.
Tugas pokok SMP dan SMA adalah mendidik dalam arti luas.
Sedangkan fungsi pokok SMP dan SMA adalah dalam arti mengajar, melatih
dan mendidik dalam arti sempit.
Mendidik dalam arti luas yang merupakan tugas pokok sekolah
adalah dalam rangka menciptakan kesempatan yang seluas-luas bagi siswa
untuk mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sesuai dengan potensi dan
lingkungannya disamping memberikan latihan mengenai : akhlak, dan
kecerdasan seseorang.
Disamping tugas pokok sekolah tersebut diatas, maka dapat
dijelaskan pula tentang tujuan institusional SMA sebagai lembaga pendidikan
4
formal tingkat atas, sesuai dengan fungsi SMA dalam rangka keseluruhan
pendidikan, yaitu :
1. Menjadikan para siswa untuk menjadi manusia Indonesia
seutuhnya, sebagai warga negara yang Pancasila
2. Memberikan bekal kemampuan yang diperlukan bagi
siswa-siswa yang akan melanjutkan studinya ke Perguruan
Tinggi.
3. Memberikan bekal kemampuan bagi siswa yang akan terjun
ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikannya di SMA.
( Depdikbud, 1984 : 7 )
Pencapaian tujuan institusional SMA sesuai dengan fungsinya
dalam rangka keseluruhan proses pendidika pada khususnya dala salah satu
tugas sekolah sebagai lembaga pendidikan formal pada umumnya tidaklah
mudah.
Disepanjang tahun, khususnya pada tahun ajaran baru, mutu
pendidikan yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pendidikan secara umum
disegala jenjang pendidikan formal, termasuk SMA sering
dipermasalahkan.Permasalahan ini seringkali dikaitankan dengan adanya
kecenderungan merosotnya minat belajar dan prestasi belajar yang dicapai
siswa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siwa tentunya
beraneka ragam, tetapi secara garis besar ada dua faktor yaitu “Faktor-faktor
pada pihak siswa dan Faktor-faktor diluar siswa” ( Winkel : )
Menurut Crow and Crow yang dikutip oleh Johny Killis ( 1988 : 26
) Ada tiga factor yang menimbulkan minat yaitu : Faktor yang ditimbulkan
dari dalam diri sendiri, faktor motif sosial dan faktor emosional yang
ketiganya mendorong timbulnya minat.
5
Pendapat tersebut sejalan yang dikemukakan Sudarsono, Faktof-
faktor yang meimbulkan minat dapat digolongkan sebagai berikut ;
1). Faktor kebutuhan dari dalam
Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan
dengan jasmani dan kejiwaan.
2). Faktor motif sosial
Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat didorong oleh
motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan,
penghargaan dari lingkungan dimana ia berada
3). Faktor emosional
Faktor yang merupakan ukuran intensitas seseorang dalam
menaruh perhatian terdapat suatu kegiatan / objek tertentu
( 1980 : 12 )
Jadi berdasarkan dua pendaat diatas faktor yang meimbulkan
minat, dalam hal ini minat untuk belajar ada tiga yaitu ; dorongaan dari diri
individu, dorongan sosial dan dorongan emosional. Timbulnya minat untuk
belajar pada individu berasal dari dalam diri individu, kemudian individu
mengadakan interaksi dengan lingkungan yang menimbulkan dorongan sosial
dan dorongan emosional, juga adanya pengaruh perhatian orang tua.
Karena hasil belajar yang baik dipengaruhi oleh minat dalam
belajr, perhatian orang tua, maka keduanya menjadi perlu untuk dibahas dan
diteliti. Hal ini dikemukakan oleh Dakir :
Perhatian adalah keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi
jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu,
baik yang didalam maupun yang ada diluar ( 1993 : 114 )
Dengan demikian seseorang yang mempunyai perhatian dan
hubungan yang baik ( bukan broken home ), cenderung mempunyai
kesanggupan yang lebih besar untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, memecahkan problem-problem yang dihadapi secara cepat
6
dan tepat, termasuk problem-peoblem dalam rangka meraih prestasi yang
optimal.
Uraian tersebut diatas mendorong penulis untuk mengadakan
penelitian tentang Pengaruh Perhatian Orang tua dan Minat belajar dengan
Prestasi Belajar siswa dalam bentuk Karangan Ilmiah dengan :
1. Tema : Prestasi Belajar
2. Aspek Masalah : Pengaruh Perhatian Orang Tua, minat
3. Judul : Pengaruh Perhatian Orang tua dan Minat
Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa
( Penelitian yang dikhususkan pada
Prestasi Belajar pilihan program Ilmu
Pengetahuan Alam Kelas II SMA PGRI
2 Kajen Kabupaten Pekalongan Tahun
Pelajaran 2004 / 2005 )
B. Identifikasi Masalah
Alasan-alasan yang mendorong penulis untuk memilih judul
penelitian diatas maka dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut :
1. Adanya kecenderungan menurunnya prestasi belajar yang
dicapai siswa-siswa di segala jenjang pendidikan formal yang
ada di Indonesia termasuk SMA sehingga perlu mendapatkan
perhatian dan penanganannya.
2. Salah satu penanganannya adalah perlunya mencari latar
belakang masalah tersebut.
7
3. Salah satu indicator yang menyebabkan prestasi belajar
siswa menurun adalah pengaruh perhatian orang tua, yang
kurang baik.
4. Disisi lain diagnosa minat belajar didalam dunia pendidikan
dirasa cukup penting dan perlu untuk dibahas dan diteliti.
Karena Minat Belajar mempunyai hubungan yang cukup tinggi
dengan hasil prestasi belajar siswa.
5. Bahwa hasil prestasi belajar siswa dalam suatu lembaga
pendidikan formal merupakan hal yang sangat pokok untuk
diperhatikan, karena dengan mengetahui prestasi belajar siswa
kita akan mengetahui pula efektifitas proses belajar dan
mengajar yang berlangsung di sekolah.
C. Batasan Masalah
Untuk memperjelas pengertian yang terkadang dalam Judul
penelitian diatas, maka akan penulis kemukakan arti daripada judul penelitian
tersebut, dengan maksud memberi gambaran secara jelas dan tidak terjadi
salah tafsir terhadapjudul penelitian tersebut. Adapun penjelasan judul yang
dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Pengaruh, yang dimaksud disini mempunyai arti yang sama
dengan “Hubungan atau Korelasi” ( Sutrisno Hadi, 1977 : 20 ).
Pengaruh disini diartikan mempunyai hubungan yang timbal balik
antara dua variabel atau lebih. Sedangkan yang dimaksud
8
hubungan timbal balik adalah hubungan dimana satu variabel dapat
menjadi sebab akibat dari variabel lainnya.
2. Perhatian
Menurut Dakir ( 1993 : 114 ) : “Perhatian adalah Keaktifan
peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam
pemusatannya kepada barang sesuatu, baik yang di dalam maupun
yang ada di luar.
Sedangkan yang dimaksud dengan perhatian dalam penelitian ini
adalah Kecenderungan atau Keaktifan perhatian orang tua yang
dikerahkan, untuk memberikan motivasi atau dorongan yang
positif terhadap anaknya dalam usaha mencapai prestasi belajar
yang optimal
3. Minat Belajar
Minat adalah Kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik
pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek ( Sumadi
Suryabrata, 1988 : 109 )
Sedangkan pengertian Belajar adalah proses mental yang mengarah
kepada penguasaan pengetahuan, kecakapan, skill, kebiasaan atau
sukap yang semuanya diperoleh, disimpan, dan dilaksanakan
sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif
( Winkel, 1983 : 92 )
Sedangkan yang penulis maksudkan dengan minat
Belajar disini, adalah suatu kemampuan umum yang dimiliki siswa
9
untuk mencapai prestasi yang optimal yang dapat ditunjukkan
dengan kegiatan belajar.
4. Prestasi Belajar
Prestasi Belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang
dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat
yang dapatmencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak
dalam periode tertentu ( Sutartinah Tirtonegoro, 1984 : 14 )
Sedangkan yang penulis maksudkan dengan prestasi
belajar disini adalah hasil dari pengukuran serta penilaian hasil
usaha belajar siswa dalam satu semester untuk semua bidang studi
kelompok pilihan program. Indikasi hasil belajar yang akan
digunakan adalah angka hasil tes prestasi belajar semester genap
tahun pelajaran 2004/2005.
Anak judul yang berbunyi Penelitian yang dikhususkan
pada Prestasi belajar pilihan program Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabuaten Pekalongan Tahun
Pelajaran 2004/2005 mempunyai maksud bahwa penelitian tentang
pengaruh perhatian orang tuan dan minat belajar dengan prestasi
belajar siswa dikhususkan pada siswa SMA PGRI 2 Kajen yang
duduk di kelas II pilihan program Ilmu Pengetahuan Alam, untuk
mendalam mata pelajaran Fisika, Biologi, Kimia dan Matematika
sebagai pilihan progran yang diambil.
10
D. Rumusan Masalah
Dalam latar belakang telah dijelaskan tentang pengaruh perhatian
orang tua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa. Dari masalah-
masalah yang ada dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah ada hubungan antara pengaruh perhatian orang tua
dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa
2. Apakah benar ada hubungan antara pengaruh perhatian
orang tua dengan prestasi belajar siswa
3. Apakah benar ada hubungan antara minat belajar dengan
prestasi belajar siswa.
E. Tujuan Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini penulis mempunyai tujuan yang
hendak dicapai yaitu :
1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perhatian orang
tua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa
2. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara perhatian
orang tua dengan prestasi belajar siswa
3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara minat
belajar dengan prestasi belajar siswa.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai
berikut :
11
1. Manfaat Teoritis
a. Untuk menambah perbendaharaan penelitian dalam
dunia pendidikan, khususnya dalam Karya tulis ilmiah
dalam rangka mengembangkan khasanah ilmiah
b. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai pedoman
dalam mengadakan penelitian selanjutnya yang lebih
mendalam
c. Sebagai pengembang disiplin ilmu kearah berbagai
spesifikasi
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pengelola pendidikan menengah khususnya
SMA : memberikan masukan di dalam memperhatikan
faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk
meningkatkan prestasi belajar.
b. Bagi siswa-siswa SMA :
1). Memberi pengetahuan bahwa perhatian orang tua,
minat belajar sangat membantu dalam meningkatkan
prestasi belajar di sekolah
2). Memberikan pengetahuan bahwa bantuan orang tua,
guru sangat mendukung dalam memperbesar minat
belajar
3). Memberikan pengetahuan bahwa besarnya perhatian
orang tua,minat belajar sangat berpengaruh dalam
12
mencapai dan meningkatkan dalam meraih prestasi
belajar.
G. Batasan Istilah
1. Perhatian orang tua adalah suatu proses pemberian bantuan kepada
individu agar dapat memilih, menyiapkan, menyesuikan dan menetapkan
dirinya dalam belajar sesuai dengan keadaan dirinya.
2. Minat Belajar adalah suatu kecenderungan yang mengandung perhatian,
rasa senang, harapan dan pengalaman untuk melakukan suatu kegiatan
belajar
3. Prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian hasil usaha
belajar siswa dan bertujuan untuk mencapai suatu keadaan yang lebih
memuaskan dari sebelumnya.
H. Sistematika Skripsi
Untuk mempermudah pembaca dalam memahami alur penelitian
skripsi ini, maka penulis sajikan sistematika skripsi berikut :
1. Bagian Awal
Bagian awal ini meliputi : Halaman judul, halaman persetujuan, halaman
pengesahan, motto, halaman persembahan, kata pengantar dan ucapan
terima kasih, daftar isi, daftar tabel, daftar laporan dan abstrak
2. Bagian Inti
Pada bagian inti ini terdiri dari lima bab, secara berturut-turut meliputi :
13
BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam bab ini akan dikemukakan uraian yang berhubungan dengan
dasar-dasar teori untuk menganalisa masalah-masalah yang akan diteliti yang
merupakan hasil studi kepustakaan.
A. Pengaruh Perhatian Orang Tua dan minat Belajar dengan Prestasi
Belajar
1. Tinjauan terhadap masalah pengaruh perhatian orang tua
Sebelum batasan tentang perhatian dan orang tua dikemukakan,
maka perlu kiranya dibicarakan tentang makna perhatian dan orang tua itu
sendiri.
Perhatian merupakan pemusatan psikis, salah satu aspek
psikologis yang tertuju pada suatu objek yang datang dari dalam dam luar
diri individu. Dengan perhatian dapat digunakan untuk meramalkan
tingkah laku atau perbuatan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Perhatian akan memberikan warna dan corak bahkan arah tingkah laku
seseorang. Dengan perhatian, seseorang akan mendapatkan gambaran
kemungkinan rangsangan yang akan timbul sebagai respon terhadap
masalah atau keadaan yang dihadapkan kepadanya.
a. Pengertian Perhatian
Tidak mudah bagi kita untuk merumuskan pengertian
perhatian. Ketidakmudahan itu disebabkan antara lain oleh beberapa
14
hal yaitu penggunaan perhatian yang kurang tepat oleh masyarakat.
Seringkali orang menyamakan perhatian dengan motif, motivasi
maupun empati.
Perhatian berbeda dari simpati, empati dan komunikasi
walaupun ketiganya berhubungan erat dalam pemusatan tenaga
seseorang. Menurut Dakir ( 1993 : 114 ) ”Perhatian adalah keaktifan
peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam
pemusatannya kepada barang sesuatu baik yang ada di dalam maupun
yang ada di luar individu sedangkan pendapat senada dikemukakan
oleh Slameto ( 1995 : 105)
Perhatian adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dalam
hubungan nya dengan pemilihan rangsangan yang datang
dari lingkungannya.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa perhatian
adalah pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek yang
datang dari dalam dan dari luar individu.
b. Pengertian orang tua
Dalam Kamus besar bahasa Indonesia ( 1995 : 706 )
disebutkan bahwa yang dimaksud dengan orang tua adalah orang yang
dihormati di kampung, tetua. Dari penjelasan di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa pengertian orang tua dalam penelitian ini adalah
ayah dan ibu dari anak ( jika anak itu tinggal bersama ayah dan ibu )
atau orang lain yang bertanggung jawab atas pendidikan anak
15
tersebut / wali siswa / orang tua asuh atau jika anak tersebut tinggal
bersama wali.
Berdasarkan uraian tersebut di atas dapatlah diambil
kesimpulan bahwa perhatian orang tua adalah pemusatan energi psikis
yang tertuju pada suatu abjek yang dilakukan oleh ayah dan ibu atau
wali terhadap anaknya dalam suatu aktivitas.
c. Macam-macam Perhatian Orang Tua
Menurut Tim Penulis FIP – IKIP Yogyakarta ( 1993 : 13 )
disebutkan adanya macam-macam perhatian dapat ditinjau dari
beberapa sudut pandang yang pada prinsipnya meliputi :
1). Macam-macam perhatian orang tua menurut cara kerjanya,
dibedakan menjadi :
a). Perhatian spontan, yaitu perhatian yang tidak disengaja atau
tidak sekehendak subjek.
b). Perhatian refleksi, yaitu perhatian yang disengaja atau
sekehendak subjek.
2). Macam-macam perhatian orang tua menurut intensitasnya,
dibedakan menjadi :
a). Perhatian intensif, yaitu perhatian yang banyak menyertakan
aspek kesadarannya.
b). Perhatian tidak intensif, yaitu perhatian yang tidak banyak
menyertakan aspek kesadaran.
16
3). Macam-macam perhatian orang tua menurut luasnya,
dibedakan menjadi :
a). Perhatian Terpusat, yaitu perhatian yang tertuju pada lingkup
objek yang sangat terbatas, perhatian ini sering disebut dengan
perhatian Konsentratif.
b). Perhatian Terpencar, yaitu perhatian yang tertuju kepada
macam-macam objek.
Sedangkan menurut Patty, dkk ( 1982 : 95 ) membedakan
perhatian menjadi tiga yaitu :
(1). Perhatian spontan dan perhatian paksaan, bila kita senang
terhadap suatu perhatian kita tercurah secara spontan.
Sebaliknya apabila kita tidak senang kepada sesuatu, kita
harus memaksakan perhatian kepadanya.
(2). Perhatian Konsentratif dan perhatian distributif, bila kita
memusatkan perhatian kepada satu hal saja, maka kita
menggunakan perhatian konsentratif. Dan manakala kita
memperhatikan beberapa hal maka kita menamakan
perhatian tersebut distributif.
(3). Perhatian sembarangan ( random attention ) yaitu
perhatian semacam ini tidak tepat, berpindah-pindah dari
objek yang satu kepada yang lain dan tidak tahan lama.
Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
macam-macam perhatian dapat dibedakan berdasarkan objek tertentu yang
disertai aktivitas. Dalam penelitian ini perhatian orang tua terhadap anak
disimpulkan sebagai pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu
objek yang dilakukan oleh orang tua ( ayah, ibu atau wali ) yang berupa :
perhatian spontan, perhatian refleksi, perhatian intensif, perhatian terpusat
dan perhatian terpencar.
17
d. Faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua
Perhatian tidak selamanya dapat diarahkan dengan baik. Hal
ini dikarenakan bahwa perhatian dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Menurut Dakir ( 1995 : 114 ) dikemukakan :
1). Ditinjau dari hal-hal yang bersifat objektif, yaitu
rangsangan yang kuat mendapatkan perhatian, kualitas rangsangan
mempengaruhi perhatian, objek yang besar menarik perhatian,
begitu pula rangsangan dapat menarik perhatian
2). Ditinjau dari hal-hal yang secara subjektif, yaitu hal-hal
yang bersangkut paut dengan pribadi subjek, misalnya : beberapa
rangsangan yang sesuai dengan bakatnya lebih menarik perhatian
daripada hal yang lain.
Selanjutnya Patty, dkk ( 1982 : 96 ) berpendapat bahwa hal-
hal yang mempengaruhi perhatian ada dua faktor yaitu faktor objektif
dan faktor subjektif.
Yang termasuk faktor objektif, adalah :
a). Perangsang yang berubah-ubah menarik perhatian
b). Perangsang yang luar biasa
c). Perangsang yang tiba-tiba
d). Benda-benda yang mempunyai bentuk tertentu
e). Benda-benda yang berhubungan dengan kebutuhan dasar.
18
Sedangkan faktor subjektif, adalah :
(a). Pekerjaan yang sedang kita laksanakan
(b). Keinginan yang sedang kita laksanakan
(c). Minat
(d). Perasaan
(e). Mode, dan
(f). Kebiasaan
Berdasarkan pendapat di atas dapat dijabarkan bahwa faktor yang
mempengaruhi perhatian orang tua antara lain :
1. Faktor Objektif yang meliputi :
a. Rangsangan yang kuat
Orang tua memiliki perasaan yang sangat peka terhadap anaknya.
Apabila anak dirasa sedang kelihatan lain daripada keadaan
biasanya, maka orang tua dengan mendapat rangsangan yang
sangat kuat untuk segera memberikan perhatian kepada anak
dengan tujuan dapat memberikan sesuatu yang sedang dibutuhkan.
Misalnya anak nampak murung, maka orang tua segera
memberikan perhatian agar anak tersebut dapat membebaskan dari
kemurungan itu.
b. Kualitas Rangsangan
Orang tua dalam memberikan perhatian kepada anak tidak bersifat
terus menerus, namun dapat memilih sekiranya anak sedang sangat
membutuhkan perhatian. Hal ini dapat terjadi pada saat anak
19
sedang menghadapi ulangan misalnya. Maka orang tua
memandang bahwa situasi pada saat itu sangat membutuhkan
perhatian agar anak dapat belajar dengan sungguh-sungguh. Situasi
sedang menghadapi ulangan adalah salah satu contoh kualitas
rangsangan yang membuat orang tua memberikan perhatian.
c. Objek yang besar atau perangsang luar biasa
Setiap orang memiliki emosi atau dorongan yang tersimpan dalam
hati, hal ini dapat muncul jika ada objek yang dapat menarik
perhatian secara tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya, sehingga
perhatian muncul dengan dorongan yang sangat kuat atau luar
biasa. Misalnya orang tua mempunyai keinginan di dalam hati agar
anaknya dapat meraih prestasi yang tinggi, jika benar-benar anak
dapat mewujudkan keinginan orang tua tersebut, maka anak akan
mendapatkan perhatian yang lebih besar.
d. Rangsangan yang baru
Anak diharapkan dapat berkembang sesuai dengan potensi yang
dimiliki. Jika dalam perkembangannya mempunyai kreatifitas
menuju hal-hal yang positif, maka orang tua akan memberikan
perhatian pula untuk mendukung kegiatan tersebut.
2. Faktor Subjektif yang meliputi :
a. Pekerjaan yang sedang dilaksanakan
Orang tua pada era sekarang cenderung sangat sibuk dengan
pekerjaan. Ini diakibatkan karena keinginan orang tua dalam
20
memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga keluarga sering ditinggal.
Anak dibiarkan diasuh oleh pembentu misalnya, Anak kurang
mendapatkan perhatian dan kasih sayang, hal ini dapat
berpengaruh terhadap minat belajar.
b. Keinginan orang tua
Antara ayah dan ibu dalam mendidik anak-anaknya harus bersikap
harmonis, artinya jangan memaksakan keinginannya sendiri-sendiri
antara ayah dan ibu, sehingga menimbulkan konflik, yang jika
tidak dapat diselesaikan dengan segera dapat mengancam keluarga
dan menjadi broken home. Ini berakibat anak bingung dan
berpengaruh terhadap minat belajar.
c. Minat
Keadaan orang tua suka berlebihan atau tidak sesuai dengan minat
dapat membuat orang tua kecewa, cemas dan sebagainya. Apabila
tidak dapat terlaksana, hal ini akan mengganggu atau
mempengaruhi perhatian orang tua terhadap minat belajar anak.
d. Perasaan
Keadaan perasaaan orang tua sangat berpengaruh terhadap minat
belajar anak. Hal ini dapat terjadi jika orang tua yang bekerja
perasaan gembira akan membuat suasana rumah yang
menyenangkan. Sebaliknya, orang tua yang bekerja dengan
perasaan marah membuat suasana rumah menjadi kurang
21
menyenangkan sehingga minat untuk belajarpun bagi anak
berkurang / menurun.
e. Mode
Keadaan mode sekarang berkembang sangat pesat. Orang tua yang
selalu mengikuti mode akan disibukkan dengan mode-mode baru,
baik mode rumah, perabot, pakaian dan sebagainya. Sehingga
orang tua cenderung memikirkan mode tanpa memperhatikan
anaknya, dan menjadikan minat belajar berkurang karena kurang
mendapatkan perhatian orang tuanya.
f. Kebiasaan
Kebiasaaan orang tua yang tidak baik seperti minum-minuman
keras, berjudi, free sex, sangat berpengaruh terhadap minat belajar.
Hal ini disebabkan keadaan orang tua yang tidak memberikan
contoh kehidupan yang baik, sehingga anak kurang bergairah
dalam belajar. Sebaliknya, jika orang tua melakukan kebiasaan-
kebiasaan yang baik, seperti rajin beribadah, olahraga, membaca
buku, maka akan dapat meningkatkan minat belajar.
Berdasarkan penjelasan mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi perhatian orang tua, maka dapat disimpulkan bahwa
perhatian orang tua dapat dipengaruhi dua faktor yaitu faktor objektif dan
subjektif.
Faktor objektif cenderung timbul karena dorongan dari dalam
diri individu, sedangkan faktor subjektif cenderung timbul dari luar diri
22
individu. Kedua faktor tersebut bagi orang tua dapat muncul dengan
sendiri ataupun bersama-sama tergantung pada objek yang sedang
dihadapi. Perhatian orang tua yang diberikan kepada anaknya sangat
berpengaruh terhadap perkembangan anak khususnya pada minat belajar
dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat memberikan kontribusi yang positif
terhadap anak.
2. Tinjauan Terhadap Masalah Minat Belajar
a. Pengertian tentang minat,
Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk
tertatik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek ( Sumadi
Suryabrata, 1988 : 109 ). Menurut Crow and Crow minat adalah
pendorong yang menyebabkan seseorang memberi perhatian terhadap
orang, sesuatu, aktivitas-aktivitas tertentu. ( Johny Killis, 1988 : 26 )
Berdasarkan pendapat Crow and Crow dapat diambil pengertian bahwa
individu yang mempunyai minat terhadap belajar, maka akan
terdorong untuk memberikan perhatian terhadap Belajar tersebut.
Karateristik minat menurut Bimo Walgito :
(1). Menimbulkan sikap positif terhadap sesuatu objek.
(2). Adanya sesuatu yang menyenangkan yang timbul dari sesuatu
objek itu.
(3). Mengandung suatu pengharapan yang menimbulkan keinginan
atau gairah untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya
( 1977 ; 4 )
Menurut pendapat diatas yang perlu diperhatikan adalah
aspek terakhir yaitu unsur pengharapan menimbulkan keinginan untuk
mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya. Ahli lain mengatakan
23
bahwa minat sebagai sesuatu hasil pengalaman yang tumbuh pada dan
dianggap bernilai oleh individu adalah kekuatan yang mendorong
seseorang itu untuk berbuat sesuatu ( Winarno Surachmad, 1980 : 90 )
Jadi pengalaman yang dianggap bernilai merupakan faktor yang turut
membuat minat pada diri individu. Pengalaman memberikan motivasi
serta kekuatan pada diri individu untuk melakukan sesuatu.
Menurut H.C. Witherington yang dikutip Suharsini
Arikunto, “Minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek,
suatu masalah atau situasi yang mengandung kaitan dengan dirinya.”
(1983 : 100 ). Batasan ini lebih memperjelas pengertian minat tersebut
dalam kaitannya dengan perhatian seseorang. Perhatian adalah
pemilihan suatu perangsang dari sekian banyak perangsang yang dapat
menimpa mekanisme penerimaan seseorang. Orang, masalah atau
situasi tertentu adalah perangsang yang datang pada mekanisme
penerima seseorang , karena pada suatu waktu tertentu hanya satu
perangsang yang dapat disadari. Maka dari sekian banyak perangsang
tersebut harus dipilih salah satu. Perangsang ini dipilih karena disadari
bahwa ia mempunyai sangkut paut dengan seseorang itu. Kesadaran
yang menyebabkan timbulnya perhatian itulah yang disebut minat.
Berdasarkan pengertian dimuka maka unsur minat adalah perhatian,
rasa senang, harapan dan pengalaman.
24
b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Minat
Menurut Crow and Crow, ada tiga faktor yang
menimbulkan minat yaitu “Faktor yang timbul dari dalam diri
individu, faktor motif sosial dan faktor emosional yang ketiganya
mendorong timbulnya minat”, (Johny Killis, 1988 : 26 ). Pendapat
tersebut sejalan dengan yang dikemukakan Sudarsono, faktor-faktor
yang menimbulkan minat dapat digolongkan sebagai berikut :
(1). Faktor kebutuhan dari dalam. Kebutuhan ini dapat berupa
kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan.
(2). Faktor motif sosial, Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat
didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan
pengakuan, perhargaan dari lingkungan dimana ia berada.
(3). Faktor emosional. Faktor ini merupakan ukuran intensitas
seseorang dalam menaruh perhatian terhadap sesuat kegiatan atau
objek tertentu ( 1980 : 12 )
Jadi berdasarkan dua pendapat diatas faktor yang
menimbulkan minat ada tiga yaitu dorongan dari diri individu,
dorongan sosial dan motif dan dorongan emosional. Timbulnya minat
pada diri individu berasal dari individu, selanjutnya individu
mengadakan interaksi dengan lingkungannya yang menimbulkan
dorongan sosial dan dorongan emosional.
c. Proses Timbulnya Minat
Menurut Charles yang dikutip oleh Slamet Widodo
dideskripsikan sebagai berikut : Pada awalnya sebelum terlibat di
dalam suatu aktivitas, siswa mempunyai perhatian terhadap adanya
perhatian, menimbulkan keinginan untuk terlibat di dalam aktivitas
( Slamet Widodo, 1989 : 72 ). Minat kemudian mulai memberikan
25
daya tarik yang ada atau ada pengalaman yang menyenangkan denga
hal-hal tersebut. Secara skematis proses terbentuknya minat dapat
digambarkan sebagai berikut :
Gambar 1 : Proses terbentuknya minat
d. Fungsi Minat
Crow and Crow ( 1973 : 153 ) menyatakan ”....the word
interested may be used to the motivatoring force which courses and
individual to give attenrion force person a thing or activity.” Pendapat
disini dmaksudkan bahwa perhatian kepada seseorang, sesuatu maupun
aktivitas tertentu, sementara ia kurang atau bahkan tidak menaruh
perhatian terhadap seseorang , sesuatu atau aktivitas tertentu sementara
ia kurang atau bahkan tidak menaruh perhatian terhadap seseorang,
sesuatu atau aktivitas yang lain. Dari uraian tersebut dengan adanya
minat memungkinkan adanya keterlibatan yang lebih besar dari objek
yang bersangkutan. Karena minat berfungsi sebagai pendorong yang
kuat.
Berdasarkan berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan
bahwa minat adalah kecenderungan seseorang untuk memilih dan
melakukan aktivitas dibandingkan aktivitas yang lain karena ada
perhatian, rasa senang dan pengalaman.
26
Perhatian Keterlibatan Minat
e. Pengertian Belajar
Disadari atau tidak, setiap individu tentu pernah
melakukan aktivitas belajar, karena aktivitas belajar tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan seseorang mulai sejak lahir sampai
mencapai umur tua.
Menurut Winkel :
Belajar adalah proses mental yang mengarah pada
penguasaan pengetahuan, kecakapan skill, kebiasaan atau
sikap yang semuanya diperoleh, disimpan dan dilakukan
sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan
adaptif.
Dari pengertian diatas, tampak belajar lebih menekankan
pada proses, baik proses mental, proses adaptasi dengan lingkungan,
proses melalui lingkugannya, proses melalui pengalaman, latihan
maupun praktek.
Selanjutnya ada pula yang merumuskan pengertian
belajar yang menekankan pada perubahan sebagaimana dikatakan oleh
Witherington, bahwa ,”Belajar adalah perubahan dalam diri individu
yang dapat dinyatakan sebagai suatu kecakapan, kebiasaan, pengertian
dan apresiasi”.
Dengan memperhatikan perumusan-perumusan tentang
pengertian belajar tersebut diatas maka penulis berpendapat; Bahwa
belajar adalah suatu peoses psikis yang berlangsung dalam interaksi
antara subjek dengan lingkungannya dan menghasilkan perubahan-
perubahan dalam pengatahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap dan
27
kebiasaan yang bersifat relative konstan / tetap baik melalui
pengalaman, latihan maupun praktek. Perubahan itu bisa sesuatu yang
baru atau hanya penyempurnaan terhadap hal-hal yang sudah dipelajari
yang segera nampak dalam perilaku nyata atau yang masih
tersembunyi. Sedangkan proses belajar dapat berlangsung dengan
kesadaran individu atau tidak, sebagaimana diungkapkan oleh Winkel
bahwa,” Proses belajar dapat berlangsung dengan disertai kesadaran
dan intensi, tetapi itu tidak mutlak perlu.” ( : )
f. Pengertian Minat Belajar
Berdasarkan pendapat diatas, maka dapat disimpulkan
bahwa pengertian minat belajar adalah kecenderungan individu untuk
memiliki rasa senang, dorongan melakukan aktivitas terhadap kegiatan
belajar yang dilakukan melalui latihan-latihan ataupun pengalaman.
Dengan demikian minat belajar pada diri siswa, maka kegiatan belajar
akan dilakukan dengan penuh kesadaran, dilakukan dengan senang dan
mempunyai dorongan untuk memperoleh hasil belajar yang optimal.
g. Faktor-faktor Yang Menimbulkan minat Belajar
Minat merupakan kecenderungan yang agak menetap
pada diri individu, tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses.
Seseorang mempunyai minat dari pembawaanya, minat tersebut akan
menetap dan berkembang pada dirinya untuk memperoleh dukungan
dari lingkungannya yang berupa pengalaman. Pengalaman akan
28
diperoleh dengan mengadakan interaksi dengan dunia luar, baik
melalui latihan maupun belajar.
Dan faktor yang dapat menimbulkan minat belajar dalam
hal ini adalah dorongan dari dalam individu, dorongan motif sosial dan
dorongan emosional.
h. Macam-Macam Minat Belajar
Sesuai dengan aturan diatas, bahwa minat merupakan
kecenderungan untuk memiliki rasa senang terhadap suatu objek dan
dalam penelitian ini objek yang diteliti mengenai belajar, maka penulis
kemukakan tentang macam-macam minat yang berhubungan dengan
macam-macam belajar.
Menurut Robert M. Gague yang dikutip oleh Suyarno
( 1985 : 9 ) ada delapan macam model belajar yang disebut :
“Cumulative Learning Model” Adapun macam atau jenis belajar
sebagai berikut :
1). Signal Learning ( belajar Signal ) individu belajar memberikan
respon terhadap suatu tanda ( signal )
2). Claining learning ( belajar merangkai membentuk suatu rangkaian
hubungan stimulus respon S – R )
3). Stimulus Respon Learning : belajar memberikan respon yang tepat
terhadap stimulus tertentu.
4). Verbal Assaciation learning : Belajar memahami pengertian verbal
jenis ini terutama diperlukan dalam belajar bahasa.
29
5). Multiple descimination learning : Belajar membedakan sesuatu
dalam jumlah yang banyak, sehingga individu perlu memberikan
respon yang berbeda-beda.
6). Concept learning : Belajar tentang berbagai hal sehingga dapat
mengklasifikasikan berbagai hal itu akhirnya mendapat pengertian
atau membentuk konsep tentang suatu hal.
7). Principle learning : Belajar prinsip, belajar memahami prinsip
antara dua pengertian / konsep atau lebih.
8). Problem solving : belajar memecahkan masalah
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
macam-macam minat belajar diikuti adanya kegiatan-kegiatan
yang mendukung timbulnya suatu aktivitas belajar. Hal ini dapat
dipengaruhi oleh delapan macam model belajar yakni belajar
dengan tanda, belajar merangkai, belajar memberikan respon,
belajar memahami pengertian verbal, belajar membedakan sesuatu
dalam jumlah banyak, belajar konsep, belajar prinsip dan
memecahkan masalah, sehingga minat belajar siswa akan lebih
terarah dengan adanya kegiatan tersebut.
i. Ciri-Ciri Orang Yang Berminat Belajar
Arden N. Frandsen yang dikutip oleh Sardiman, AM
( 1998 : 46 ) menyebutkan hal-hal yang dapat mendorong atau
menimbulkan minat belajar adalah sebagai berikut :
30
1). Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang labih
luas.
2). Adanya sifat yang kreatif pada orang yang belajar dan keinginan
untuk maju
3). Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru
dan teman-temannya
4). Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan
usaha yang baru, baik dengan kooperasi maupun dengan
kompetensi.
5). Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai
pelajaran.
6). Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari belajar.
Maslow yang dikutip oleh Sardiman AM ( 1998 : 46 )
mengemukakan dorongan-dorongan seseorang untuk belajar yaitu
sebagai berikut :
1). Adanya kebutuhan fisik
2). Adanya kebutuhan rasa aman, bebas dari kekuatan
3). Adanya kebutuhan dan kecintaan dan penerimaan dalam hubungan
dengan orang lain.
4). Adanya kebutuhan untuk mendapatkan kehormatan dari
masyarakat
5). Sesuai dengan sifat seseorang untuk mengemukakan atau
mengetengahkan diri.
31
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
orang yang berminat belajar ditandai adanya sifat ingin tahu, adanya
kreativitas, adanya simpati dari orang lain, memperbaiki kegagalan,
adanya rasa aman dan adanya ganjaran atau hukuman.
j. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua Terhadap Minat Belajar
Perhatian itu timbul karena adanya dorongan psikis
tertentu dan karena adanya rangsangan dari lingkungan.
Memperhatikan atau menaruh perhatian dapat diartikan sebagai
mengarah kepada sesuatu dan mempersiapkan diri untuk
melaksanakan pengamatan satu objek atau pelaksanaan satu perbuatan.
Perhatian orang tua terhadap minat belajar anak dapat dilakukan
dengan berbagai macam tergantung sudut objek atau sudut pandang.
Hal ini karena masing-masing orang tua mempunyai perbedaan
sendiri-sendiri, antara yang satu dengan yang lainnya. Apabila orang
tua memberikan perhatian dengan sungguh-sungguh terhadap anak
dalam hal belajar maka aktivitas belajar dapat menumbuhkan minat
belajar tanpa ada rasa terpaksa.
Adanya perhatian dari ayah, ibu atau wali yang berupa
perhatian spontan, perhatian refleksi, perhatian intensif, perhatian
terpusat dan perhatian terpencar maka anak merasa dilindungi dan
diperhatikan oleh orang tua sehingga dalam melakukan berbagai
kegiatan termasuk juga kegiatan belajar tidak mengalami tekanan-
tekanan psikis. Dengan demikian perhatian orang tua terhadap anak
32
berpengaruh terhadap minat belajar anak. Semakin baik perhatian
yang diberikan kepada anak, maka akan semakin berpengaruh terhadap
minat belajar. Dan sebaliknya semakin kurang perhatian orang tua
terhadap anak, maka semakin berkurang minat belajar yang
ditimbulkan oleh anak.
3. Tinjauan Terhadap Masalah Prestasi Belajar
Menurut Sutratinah Tirtonegoro, bahwa :
Yang dimaksud prestasi belajar adalah peningkatan hasil usaha
kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbul, angka,
huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang
sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. ( :
80 )
Dari batasan diatas, dapat penulis uraikan bahwa setelah siswa
melakukan usaha belajar di sekolah dengan waktu tertentu, maka untuk
selanjutnya siswa dihadapkan pada suatu test yang biasa disebut Tes Hasil
Belajar. Dari hasil test tersebut dapat diukur prestasi belajar siswa dengan
standar tertentu. Biasanya ukuran prestasi belajar siswa dilambangkan
dalam bentuk angka, huruf atau kata.
Secara garis besarnya, karateristik prestasi belajar dapat
disebutkan sebagai berikut :
a. Prestasi belajar seseorang merupakan perubahan perilaku yang dapat
diukur, dalam hal ini dengan menggunakan tes.
b. Prestasi belajar seseorang menunjuk pada individu, sebagai sebab,
artinya individulah sebagai pelakunya.
33
c. Prestasi belajar dapat dievaluasi dengan menggunakan standard
tertentu, baik berdasarkan norma kelompok ataupun norma yang tidak
ditetapkan.
d. Prestasi belajar menunjukkan pula pada hasil kegiatan yang disengaja
dan disadari yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan.
1). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Berhasil tidaknya kegiatan belajar dalam rangka
mencapai tujuan yang diinginkan akan tergantung pada faktor dan
kondisi yang mempengaruhinya.
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi proses
atau kegiatan belajar dan hasil atau prestasi belajar dapat
digolongkan menjadi dua yaitu :
a). Faktor individu yang belajar ( faktor interen )
b). Faktor lingkungan di luar individu yang belajar ( faktor
eksteren )
Untuk lebih jelasnya berikut ini akan diuraikan lebih
terinci tentang kedua faktor yang mempengaruhi belajar :
(1). Faktor individu yang belajar ( faktor internal)
Siswa sebagai pelajar merupakan salah satu
unsur yang sangat penting dalam proses belajar mengajar.
Berhasil tidaknya proses belajar bagi diri siswa akan
tampak pada perubahan yang terjadi pada diri siswa.
34
Diantara faktor-faktor yang perlu diperhatikan dari segi
siswa ini adalah :
(a). Faktor Fisiologis / Jasmaniyah yang bersifat
pembawaan maupun bukan pembawaan seperti :
penglihatan, bentuk tubuh, kondisi fisik, kematangan
fisik dan sejenisnya.
(b). Faktor psikologis, baik yang bersifat pembawaan atau
bukan pembawaan seperti : taraf intelegensi,
kemampuan belajar, bakat, unsur kepribadian tertentu
seperti : sikap, kebiasaan, minat, motivasi, emosi, rasa
aman, penyesuaian diri, perhatian, kematangan
psikologis dan sejenisnya.
(1). Faktor Lingkungan di luar Individu yang Belajar ( Faktor
Eksternal )
Faktor eksternal ini sering pula menjadi salah
satu sumber / faktor yang berpengaruh dalam proses belajar
mengajar, karena dalam proses belajar mengajar siswa
selalu terkait dengan faktor eksternal ini. Termasuk faktor
ini diantaranya adalah sebagai berikut :
(a). Faktor Tujuan
Setiap kegiatan manusia menpunyai tujuan
tertentu, demikian pula halnya dengan proses belajar
yang merupakan salah satu bentuk kegiatan manusia
35
dalam lingkungannya, sudah barang tentu mempunyai
tujuan tertentu pula.
Semakin jelas tujuan yang akan dicapai
dalam belajar, semakin jelas dan positiflah kegiatan-
kegiatan yang akan dilakukan siswa. Hal ini dapat
merangsang individu untuk lebih giat melakukan
kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pencapaian
tujuan yang diinginkan.
(b). Faktor Guru
Guru sebagai perantara dalam usaha
memperoleh perubahan tingkah laku siswa. Oleh sebab
itu faktor guru merupakan faktor penting dalam proses
belajar mengajar dan akan mempengaruhi prestasi
belajar siswa.
Faktor guru yang perlu dipertimbangkan
antara lain adalah : karateristik intelektual baik berupa
kecakapan potensial maupun aktual, kecakapan
psikomotorik, karateristik afektif yang meliputi ;
kematangan dan kestabilan emosi, minat dan sikap
terhadap profesinya serta terhadap materi yang akan
diajarkan guru serta aspek kepribadian lainnya.
36
(c). Faktor Lingkungan fisik dan Lingkungan Luar
Fasilitas fisik tempat belajar berlangsung,
akan mempengaruhi hasil belajar yang dicapai siswa.
Keadaan fisik sekolah yang baik akan lebih
memungkinkan siswa belajar dengan tenang, teratur dan
lancar, demikian pula sebaliknya. Faktor lingkungan
fisik dan luar ini meliputi antara lain : bentuk dan
ukuran ruangan dan suasana prasarana belajar lainnya
yang diperlukan dalam belajar.
(d). Faktor-faktor Sosial di Sekolah, yang meliputi : system
sosial yang ada di sekolah, status sosial siswa dan
interaksi antara guru dan siswa baik dalam proses
belajar mengajar maupun di luar proses belajar
mengajar.
(e). Faktor-faktor Situasional, seperti situasi dan kondisi
keluarga, sekolah, masyarakat sekitar, musim, iklim,
waktu dan sekitarnya.
2). Tes Hasil Belajar Dalam Hubungannya dengan Prestasi Belajar
Dalam Kaitannya dengan proses belajar mengajar, maka
untuk mengetahui efektifitas proses belajar mengajar dan untuk
mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai hasil yang
diharapkan dari hasil belajarnya perlu diadakan evaluasi belajar.
37
Untuk mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar siswa
diperlukan suatu alat evaluasi yang biasanya disusun oleh guru
mata pelajaran itu sendiri dan biasa disebut dengan Tes Hasil
Belajar ( THB ).
Di Indonesia THB ada dua macam yaitu THB yang disusun oleh
guru untuk kelasnya sendiri dan disusun oleh sejumlah guru secara
bersamaan yang disebut dengan .................... biasanya digunakan
untuk ulangan semesteran. Kedua macam THB tersebut
mempunyai peranan besar sebagai alat evaluasi dalam bidang
pendidikan.
Berdasarkan jawaban-jawaban siswa terhadap pertanyaan
dan atau pernyataan-pernyataan yang diajukan dalam THB ini,
siswa diberi nilai tertentu yang menyatakan taraf prestasi yang
telah dicapai siswa.
Dalam Tes Hasil Belajar saat ini, dapat dibedakan antara
Tes Formatif dan Tes Sumatif.
Menurut Abd. Gafur :
Tes Formatif digunakan sewaktu pengajaran sedang
berlangsung untuk memacu, mengarahkan, dan menilai
belajar siswa dan untuk menilai efektifitas proses
pengajaran.
Sedangkan, Tes Sumatif adalah tes yang diberikan diakhir
pengajaran untuk menentukan apakah yang letah dipelajari
siswa ( 1984 : 82 )
Menilik pendapat di atas, maka dapat ditarik suatu
kesimpulan bahwa ada bentuk THB, yaitu : Formatif, misalnya :
38
Tes Akhir Unit Bahan, Tes Latihan dalam Kelas, sedangkan Tes
Sumatif misalnya : Tes Ulangan yang dilakukan pada akhir
semester, Ujian Nasional, Ujian Akhir Semester.
Dari uraian dimuka, maka berhubungan erat dengan
Prestasi Belajar siswa. Tes hasil belajar akan menggambarkan
sejauh mana siswa telah mencapai hasil yang diharapkan dari
proses belajar mengajar dan prestasi yang telah dicapai siswa.
B. Kerangka Berpikir
1. Hubungan antara Pengaruh Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar
Siswa
Menjadi orang tua tidak berarti menjadi arif, serba tahu dan
serba benar. Mencari dan menyayangi anak adalah suatu naluri tetapi
bagaimana menyatakan rasa sayang dan cinta adalah suatu ketrampilan
yang bisa dipelajari dan dilatih.
Orang tua yang memutuskan untuk bersama-sama berkarir,
perlu saling memberi dukungan psikologis satu sama lain ssehingga
memperkuat, melengkapi dan menunjang karir masing-masing, tetapi
kualitas hubungan dengan anak perlu dijaga dengan cara meningkatkan
kepedulian terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Empati perlu
dipertajam sehingga orang tua bisa menempatkan pikiran dan perasaannya
ke dalam pikiran dan perasaan anak dalam kondisi khusus misalnya si
anak sedang belajar maka dibutuhkan lebih banyak perhataian dari orang
39
tua. Pola hidup sibuk dapat menjadi model bagi anak yntuk
mengembangkan sikap dan perilaku produktif, motivasi tinggi untuk
berprestasi, bertanggung jawab dan mandiri.
Setiap orang tua diharapkan mampu menjadi pendidik pertama
dan utama bagi anak dan seluruh anggota keluarga. Dari keluarga
seharusnya anak memperoleh pendidikan, apa saja yang seharusnya boleh
dilakukan dan apa saja yang seharusnya tidak boleh dilakukan.
Membiasakan anak hidup teratur, tertib, disiplin, sopan, santun baik dalam
keluarga maupun dengan lingkungan diluar keluarga. Semua ini diarahkan
pula untuk menanamkan jiwa kemandirian dan sebagai modal untuk
menumbuhkan profesionalisme, mencapai prestasi belajar di sekolah yang
sangat diperlukan dalam masa depannya.
Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara
Pengaruh Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa pada siswa
kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan.
2. Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa
Bahwa minat mempengaruhi proses dan hasil belajar, tak usah
dipertanyakan lagi. Kalau seorang siswa tidak berminat untuk mempelajari
sesuatu tidap dapat diharapkan bahwa dia akan berhasil dengan baik dalam
mempelajari hal tersebut, sebaliknya kalau seorang mempelajari sesuatu
dengan penuh minat, maka dapat diharapkan bahwa hasilnya akan lebih
baik. Karena itu persoalan yang biasa timbul ialah bagaimana
mengusahakan agar hal yang disajikan sebagai pengalaman belajar itu
40
menarik para siswa, atau bagaimana caranya menentukan agar para siswa
itu mengenai hal-hal yang memang menarik minat mereka. Dalam
hubungan yang terakhir ini misalnya persoalan mengenai pemilihan
jurusan / pilihan program bidang studi pada lembaga-lembaga pendidikan
formal. Sebaliknya pilihan program terhadap bidang studi itu dipilih yang
benar-benar dengan minat para siswa, karena dengan demikian dapat
diharapkan hasil dan prestasi belajar yang lebih baik.
Dengan demikian diduga ada hubungan antara adanya minat
belajar dengan prestasi belajar siswa.
3. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua dan Minat Belajar dengan Prestasi
Belajar Siswa
Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk membina hubungan
orang tua dan anak yang pada akhirnya diharapkan dapat menumbuhkan,
membina dan mengembangkan minat belajar anak salah satunya adalah
penanaman kedisiplinan terhadap anak.
Prestasi belajar yang tinggi yang dicapai di sekolah merupakan
harapan semua pihak, baik pihak siswa sendiri, guru, orang tua bahkan
pemerintah.
Menurunya prestasi belajat anak didik pada seluruh jenjang
pendidikan di Indonesia saat ini termasuk SMA, menyebabkan perlunya
diselidiki faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut.
Pada dasarnya prestasi belajar yang diraih siswa merupakan
hasil suatu proses dalam suatu sistem yang saling berhubungan, sehingga
41
faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajarpun dapat terjadi saling
berhubungan antara faktor yang satu dengan faktor yang lain. Dan minat
memiliki daya prediksi yang tinggi terhadap perilaku seseorang. Sehingga
seseorang yang mempunyai minat untuk belajar tinggi atau keras, maka
dalam dirinya akan muncul dorongan psikologis yang sangat kuat untuk
mempersiapkan diri untuk belajar.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, bila pengaruh
perhatian orang tua dilaksanakan di rumah secara efektif dan adanya minat
belajar yang tinggi pada siswa, maka akan diperoleh hasil dan prestasi
belajar juga tinggi. Begitu pula sebaliknya apabila pengaruh perhatian
orang tua tidak dilaksanakan secara efektif, baik di rumah dan rendahnya
minat belajar, maka hasil dan prestasi belajar siswapun juga rendah.
C. Paradigma Penelitian
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, dapat digambarkan
hubungan ketiga variabel penelitian tersebut dalam paradigma penelitian
sebagai berikut :
Gambar 2. Paradigma Penelitian
42
X1
X2
Y
Keterangan :
X1 : Perhatian Orang Tua
X2 : Minat Belajar
Y : Prestasi Belajar Siswa
H1 : Hipotesis Pertama
H2 : Hipotesis Kedua
H3 : Hipotesis Ketiga
D. Pengajuan Hipotesis
Berdasarkan landasan teori, kerangka berpikir dan paradigma
penelitian dimuka, dan agar kegiatan penelitian tetap terarah secara jelas
sesuai dengan tujuan penelitian, maka dapatlah dirumuskan beberapa hipotesis
sebagai berikut :
1. Ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dengan
prestasi belajar pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten
Pekalongan
2. Adanya hubungan yang positif antara minat belajar dengan prestasi belajar
siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan
3. Ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dan minat
belajar dengan Prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2
Kajen Kabupaten Pekalongan.
43
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Muhammad Ali ( 1985 : 81 ) mengatakan bahwa pendekatan
penelitian merupakan keseluruhan cara atau kegiatan yang dilakukan oleh
peneliti dalam melaksanakan penelitian mulai dari perumusan masalah sampai
dengan penarikan kesimpulan.
Menurut Fx. Sudarsono, ada 2 ( dua ) jenis pendekatan penelitian
yaitu :
1. Pendekatan Kuantitatif, artinya bahwa seorang peneliti
harus bekerja dengan angka-angka sebagai perujudan dari gejala
yang diamati, sehingga memungkinkan digunakan analisis
statistic.
2. Pendekatan Kualitatif, artinya seorang peneliti bekerja
dengan informasi-informasi, keterangan-keterangan dan
penjelasan data. Tehnik analisanya yang digunakan adalah tehnik
non statistic / dengan prinsip ( 1988 : 1 )
Sehubungan dengan pendekatan di atas, maka dalam penelitian ini
pendekatan yang dipilih adalah pendekatan kuantitatif karena gejala-gejala
hasil penelitian yang berujud data, diukur dan dikonversikan dahulu dalam
bentuk angka-angka atau dikuantifikasikan dan dianalisis dengan tehnik
statistic. Adapun pendekatan kuantitatif dengan tujuan sebagai berikut :
a. Menggambarkan suatu gejala secara kuantitaitf dengan
sajian skor, neraca, penyimpangan, grafik dan lain-lain.
b. Menerangkan suatu gejala misalnya untuk menunjukkan
besarnya koefisien dan arah korelasi, besarnya sumbangan suatu
variable, ada tidaknya perbedaan suatu kelompok dan lain
sebagainya.
44
c. Membuat prediksi dan estimasi berdasarkan hasil analisa
dan model yang telah ditetapkan ( FX. Soedarsono, 1988 : 9 )
Sesuai dengan tujuan penelitian ini yang ingin mengetahui tentang
Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar
Siswa pada siswa kelas II SMU PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran
2004 / 2005, maka penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian
korelasional, karena peneliti berusaha menelaah hubungan antara satu
variabel dengan variabel yang lain. Sehubungan dengan itu Suharsini
Arikunto menyatakan bahwa tujuan penelitian korelasional adalah untuk
menemukan ada tidaknya hubungan, dan apabila ada, seberapa eratnya
hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu ( Suharsini Arikunto,
1991 : 21 )
Sedangkan tujuan penelitian korelasional ( Corelational Research )
sebagaimana dikutip oleh Suriswo, adalah sebagai berikut :
Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mendeteksi
sejauhmana variasi variasi pada suatu faktor berkaitan dengan
variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada
koefisien korelasi ( 2005 : 35 )
Penelitian ini bila dilihat dari hadirnya variabel maka disebut
penelitian deskriptif, karena variabel yang dipakai menggambarkan
variabel yang sudah ada datanya sekarang. Pendapat senada dikutip oleh
Suriswo, menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan dengan
menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang ( sedang
terjadi ), adalah penelitian deskriptif ( 2005 : 30 )
45
Sifat dari penelitian adalah ex post facto karena pengumpulan data
dilakukan setelah kejadian berlangsung. Hal ini sesuai dengan kutipan
Suriswo, ( 2005 : 35 ) yang mengatakan bahwa, metode penelitian
komparatif adalah bersifat ex post facto. Artinya, data dikumpulkan
setelah semua kejadian yang dikumpulkan telah selesai berlangsung.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi di SMA PGRI 2 Kajen
Pekalongan Jawa Tengah
2. Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni tahun 2005
C. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah sebuah konsep seperti halnya laki-laki
dalam jenis kelamin, insaf dalam kesadaran menurut F.N. Kerlinger yang
dikutip oleh Suriswo ( 2005 : 65 ) pendapat senada diberikan oleh Sutrisno
Hadi, yang dikutip oleh Suriswo, bahwa variabel adalah sebagai gejala yang
bervariasi ( 2005 : 65 ).
Selanjutunya Suharsini Arikunto berpendapat bahwa variabel dapat
dibedakan atas kualitatif dan kuantitatif, lebih jauh variabel kuantitatif
diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu variabe diskrit dan variabel
kontinum. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Variabel Diskrit : Variabel Nominal : Variabel Kategorik
karena hanya dapat dikategorikan atas 2 kutub yang
berlawanan yakni “Ya” dan tidak.
46
2. Variabel Kontinum, dipisahkan menjadi 3 variabel kecil
yaitu :
a. Variabel Ardinal, yaitu variabel yang menunjukkan
tingkatan-tingkatan, untuk sebutan lain adalah variabel
“lebih kurang” karena yang satu punya kelebihan dari yang
lain.
b. Variabel Internal, yaitu variabel yang mempunyai
jarak, jika dibanding dengan variabel lain, sedang jarak itu
sendiri adalah dapat diketahui dengan pasti.
c. Variabel Ratio, yaitu variabel perbandingan.
Variabel ini dalam hubungannya antara sesamanya
merupakan “sekian kalinya” ( 1996 : 97 – 98 )
Variabel dalam penelitian ini dapat digolongkan dalam variabel
kontinum karena dapat digolong-golongkan menurut tingkatannya. Sesuai
dengan pendapat Sutrisno Hadi bahwa variabel atau gejala yang dapat
digolong-golongkan menurut tingkat besar kecilnya disebut gejala kontinum
( 1990 : 224 ). Sedangkan ditinjau dari jenisnya maka variabel dalam
penelitian ini dapat digolongkan menjadi variabel internal karena
menggunakan skala ukuran berjarak sama.
Menurut fungsinya di dalam penelitian maka variabel juga dapat
dibedakan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelompok variabel yaitu variabel
bebas dan variabel terikat, yaitu :
1). Variabel bebas ( Independent Variabel )
a). Perhatian orang tua ( X1 )
b). Minat belajar ( X2 )
2). Variabel terikat ( Dependent Variabel ) adalah Prestasi
belajar siswa ( Y )
47
D. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi Penelitian
Populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian yang akan
dikenai generalisasi hasil penelitian ( Suharsini Arikunto, 1997 : 102 ).
Populasi menurut Sutrisno Hadi ( 1990 : 70 ) adalah seluruh individu yang
akan dikenai sasaran generalisasi dari sampel yang akan diambil dalam
suatu penelitian.
Senada dengan pendapat diatas Zainul Mustofa memberi batasan
tentang populasi yaitu semua individu yang menjadi objek penelitian
( 1991 : 3 )
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa populasi
adalah keseluruhan individu yang menjadi sasaran penelitian. Sebagai
populasi dalam penelitian ini adalah Siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen
Pekalongan yang terdaftar pada tahun pelajaran 2002 / 2003, dengan
pertimbangan :
a.Siswa kelas II diasumsikan mempunyai karateristik yang
sama, misalnya kelas II dengan kurikulum yang sama, usia
yang hampir sama, dimana mereka telah memiliki tingkat
kematangan fisik dan psikis.
b. Kelas II merupakan tingkat penjurusan / pemilihan
program sehingga diasumsikan mereka akan lebih banyak
memikirkan tentang apa yang akan dipilih setelah kenaikan
kelas III.
48
c.Mereka telah mencapai suatu taraf perkembangan
kepribadian yang relatif sama daripada masa sebelumnya.
d. Pada kelas II siswa SMA harus memilih program
pengajaran khusus, yaitu IPA, IPS dan Bahasa.
e.Masalah yang mendasar dalam minat untuk belajar, siswa
timbul pada awal naik kelas III
SMA yang akan digunakan untuk penelitian ini mempunyai 3
kelas. Dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 150 siswa. Distribusi
siswa untuk masing-masing kelas dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 01
Distribusi Siswa Kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan
Tahun Pelajaran 2004 / 2005
NO Kelas
1 II / 1 46
2 II / 2 43
3 II / 3 46
4 Kelas Khusus 15
Jumlah Total 150
2. Sampel Penelitian
a. Penentuan besar sampel
Untuk menentukan besarnya sampel, peneliti mengacu pada
tabel yang diibuat oleh Harry King. Berdasarkan tabel tersebut untuk
49
mengambil atau menentukan besarnya sampel penelitian bagi populasi
150 siswa dengan taraf kesalahan 25 % berada pada posisi 37,5. Jadi
jumlah sampel yang diambil adalah dibulatkan menjadi 38 siswa.
b. Tehnik Sampling yang digunakan
Penelitian ini merupakan penelitian sampel atau studi
sampling. Studi Sampling merupakan penelitian yang tidak memiliki
seluruh subyek yang ada dalam populasi. Penelitian sampling
dilakukan melalui tindakan menarik sampel sebagian dari populasi,
mengambil bagian yang lebih kecil, dan kemudian
menggeneralisasikan hasil penelitian itu kepada populasi.
Kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan terdiri dari 3 kelas dan 1
kelas khusus, maka agar diperoleh sampel yang cukup representatif
digunakan tehnik pengambilan sampel Proporsional Random
Sampling. Proporsional ini ditetapkan karena masing-masing kelas
mempunyai jumlah siswa yang berbeda. Selanjutnya pengambilan
sampel ditentukan secara random. Hal ini disebabkan karena metode
random memberi kemungkinan pada semua siswa sebagai subyek
dalam populasi berkesempatan menjadi sampel penelitian ( Sutrisno
Hadi, 1990 : 203 ). Untuk penentuan sampelnya, peneliti menggunakan
cara undian, karena cara undian ini lebih mudah dan menghindarkan
dari faktor-faktor subyektifitas peneliti. Dalam penentuan sampel
masing-masing kelas dapat dijabarkan sebagai berikut :
50
Tabel 02
Distribusi Sampel Penelitian Siswa Kelas II
SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan Tahun Pelajaran 2004 / 2005
No Kelas Jumlah Siswa Jumlah Sampel
1 II / 1 46 12
2 II / 2 43 11
3 II / 3 46 12
4 Kelas Khusus 15 3
Jumlah 150 38
E. Metode Pengumpulan Data
Suharsini Arikunto ( 1993 : 121 ) menjelaskan bahwa
“Pengumpulan data merupakan cara-cara yang dapat dipergunakan oleh
peneliti untuk mengumpulkan data-data”. “Macam-macam metode atau tehnik
pengumpulan data antara lain angket ( kuisioner ), wawancara ( interview ),
pengamatan ( observasi ), ujian ( Tes ) dan dokumentasi”. ( Suharsini
Arikunto, 1993 : 121-122 )
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket
atau kuisioner dan metode dokumentasi. Sesuai dengan metode pengumpulan
data yang peneliti gunakan, maka untuk lebih jelasnya akan peneliti uraikan
sebagai berikut :
51
1. Metode Angket ( Kuisioner )
“Metode angket ( Kuisioner ) adalah sejumlah pertanyaan tertulis
yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dann arti larti
laporan tentang ptibadinya, atau hal-hal yang diketahui” ( Suharsini
Arikunto, 1997 : 124 ). Menurut Suharsini Arikunto, angket dapat
dibedakan atas beberapa jenis tergantung pada sudut pandangnya, yaitu :
a. Dipandang dari cara menjawab, maka ada :
1). Kuisioner Terbuka, yang memberi kesempatan
kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya
sendiri.
2). Kuisioner Tertutup, yang sudah disediakan
jawabannya, sehingga responden tinggal memilih.
b. Dipandang dari jawaban yang diberikan, maka ada :
1). Kuisioner Langsung : responden langsung
menjawab tentang dirinya.
2). Kuisioner tidak langsung : responden menjawab
tentang orang lain
c. Dipandang dari bentuknya, maka ada :
1). Kuisioner pilihan ganda, yang dimaksud adalah
sama dengan kuisioner tertutup
2). Kuisioner isian, yang dimaksud adalah kuisioner
terbuka
3). Cheklist, sebuah daftar dimana responden tinggal
membubuhkan tanda cek ( v ) pada kolom yang sesuai.
d. Rating Scale ( Skala bertingkat ) yaitu sebuah
pernyataan yang diikuti kolom-kolom yang menunjukkan
tingkat-tingkat, misalnya mulai dari sangat setuju sampai
sangat tidak setuju ( Suharsini Arikunto, 1991 : 124 )
Pada penelitian ini menggunakan angket tertutup, langsung dan
berbentuk skala bertingkat. Alasan pemilihan metode angket dalam
penelitian ini didasarkan atas asumsi yang dikemukakan Sutrisno Hadi
bahwa :
a.Subyek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya
b. Apa yang dinyatakan subyek kepada peneliti adalah
benar dan dapat dipercaya.
52
c.Interprestasi subyek tentang penrtanyanyang diajukan
adalah sama dengan apa yang dimaksud peneliti ( Sutrisno
Hadi, 1990 : 157 )
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini untuk
mengungkap data-data mengenai Pengaruh perhatian orang tua dan minat
belajar. Angket juga memiliki beberapa kelemahan sebagaimana
dikemukakan oleh Suharsini Arikunto, sebagai berikut :
a.Responden sering tidak teliti dalam menjawab, sehingga
ada pertanyaan yang terlewati / tidak dijawab, padahal sukar
dikembalikan padanya.
b. Sering sukar dicari validitasnya
c.Walaupun dibuat secara anonim kadang-kadang responden
memberikan jawaban yang tidak jujur.
d. Seringkali tidak kembali terutama jika dikirim lewat
pos
e.Waktu pengembalian tidak sama-sama dan bahkan ada
yang terlalu lama sehingga terlambat. ( 1992 : 126 )
Untuk mengatasi beberapa kelemahan tersebut maka peneliti
mengadakan uji coba angket yang benar-benar valid dan reliabel.
Sedangkan untuk mengatasi persoalan tehnis yang berkaitan dengan waktu
pengumpulan dan ketelitian memberikan jawaban, peneliti memberikan
petunjuk dalam angket yang jelas dan mengadakan pendekatan
kemanusian dalam meminta responden untuk mengisi angket. Pendekatan
tersebut adalah peneliti memberikan penjelasan seperlunya sehingga
angket tidak dikerjakan dengan terlalu tergesa-gesa dan agar jawaban
dapat diberikan sesuai dengan yang sebanarnya. Peneliti juga mengadakan
pengawasan dan penjelasan jika pada pelaksanaannya responden
mengalami kesulitan dan kalau ada hal-hal yang kurang jelas. Dengan
demikian maka diharapkan dari angket tersebut dapat diperoleh data yang
53
benar-benar telah menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari
responden yang diteliti.
Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket
tertutup yaitu angket yang menghendaki jawaban pendek, dan tertentu
yang telah disediakan oleh peneliti dengan cara memberikan tanda-tanda
pada alternatif jawaban yang dipilih.
2. Metode Dokumentasi
Dalam penelitian ini yang dimaksud dokumentasi menurut
Winarno Surakhmad adalah “Suatu metode pengumpulan data dengan
jalan melihat catatan yang sudah ada” ( 1985 : 100 ). Untuk melihat
catatan yang sudah ada peneliti dapat mengambilnya dari nilai tes, surat
kabar, traskrip, agenda rapat, nilai raport, dan sebagainya.
Dokumentasi sebagai sumber data dapat diklasifikasikan menjadi
dua golongan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber
data primer adalah sumber asli yang diambil atau diperoleh secara
langsung dari pihak pertama, sedangkan sumber data sekunder adalah
sumber yang diperoleh dari pihak lain. Data dalam penelitian ini
merupakan data primer yaitu dengan jalan menyalin dari dokumen hasil
belajar siswa atau daftar nilai siswa dan diambilkan dari pengelolaan
semester genap kelas II yang terdapat pada buku legger tahun pelajaran
2004 / 2005.
54
F. Instrumen Penelitian
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini salah satunya adalah
angket, oleh karena itu instrumen yang dibuat berupa angket. Menurut
Suharsini Arikunto, prosedur yang ditempuh dalam pengadaan instrumen yang
baik secara berturut-turut adalah perencanaan, penulisan butir item,
penyuntingan, uji coba, penganalisaan hasil (Suharsini Arikunto, 1989 : 134 –
135 ). Berdasarkan pendapat tersebut, langkah-langkah pengadaan instrumen
yang ditempuh dalam penelitian ini adalah :
1. Perencanaan dan penulisan butir soal
Langkah yang dilakukan dalam tahap ini adalah mendefinisikan
konsep variabel yang hendak diukur dan menentukan indikator-indikator
untuk dijabarkan menjadi butir item.
a. Variabel Pengaruh Perhatian Orang Tua
1). Definisi Operasional
Pengaruh perhatian orang tua terhadap anak adalah sebagai
pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek yang
dilakukan oleh ayah dan ibu atau wali yang berupa perhatian
spontan, perhatian refleksi, perhatian intensif, perhatian terpusat,
dan perhatian terpencar.
2). Kisi-kisi Variabel Pengaruh Perhatian Orang Tua
Kisi-kisi tentang variabel Pengaruh Perhatian Orang Tua dapat
dilihat pada tabel 04 halaman 63
55
b. Variabel Minat Belajar
1). Definisi Operasional
Minat belajar adalah kecenderungan individu untuk memiliki rasa
senang, dorongan melakukan aktivitas terhadap kegiatan belajar
yang dilakukan melalui latihan-latihan ataupun pengalaman.
2). Kisi-kisi variabel minat belajar
Kisi-kisi tentang variabel minat belajar dapat dilihat tabel 05
halaman 63
Adapun penetapan skor untuk kedua instrumen dalam penelitian
ini adalah untuk alternatif A dengan skor 4, B dengan skor 3, C dengan
skor 2, dan D dengan skor 1, dan E dengan skor 0.
2. Penyuntingan
Penyuntingan yang dimaksud meliputi melengkapi instrumen
dengan kata pengantar, petunjuk pengisian, ucapan terima kasih,
penyediaan lembar jawaban.
3. Uji Coba Instrumen
Uji coba instrumen dikenakan bagi siswa yang nantinya bukan
menjadi sampel tetapi masih merupakan satu populasi. Untuk melakukan
uji coba instrumen biasanya dengan jumlah responden 30 – 50 orang
sudah mencukupi karena dengan jumlah minim 30 orang ini maka
distribusi skor akan mendekati kurve normal. Dalam hal ini, peneliti
mengambil 30 siswa untuk dikenai uji coba. Dalam uji coba ini meliputi :
56
a. Uji Coba Validitas Instrumen
Menurut Suharsini Arikunto ( 1991 : 136 ) validitas adalah
”Suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan
suatu instrumen”. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan
sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran
tentang variabel yang dimaksud. Berkaitan dengan validitas ini,
Sutrisno Hadi mengemukakan jenis-jenis validitas, yaitu : face
validity, Logical validity, factorial validity, Content validity dan
empirical validity. Dalam penelitian ini semua angket menggunakan
Construct Validity atau Logical Validity, karena butur-butir dalam
instrumen dikembangkan berdasarkan konstruksi teoritik.
Untuk mengetahui ketepatan data dilakukan tehnik uji
validitas internal. Uji validitas internal dilakukan melalui uji validitas
butir.
Untuk menguji validitas butir digunakan tehnik atau rumus korelasi
product moment dari Karl Pearson. Rumus korelasi product yang
dimaksud adalah :

( )( ) ΣΥ ΣΧ − ΝΣΧΥ
{(
} ) ( ) } { ( ) ( )
2 2 2 2
Σ Υ − Ν Σ Υ Σ Χ − Ν Σ Χ
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antara X dengan Y
Σ Χ : Jumlah skor tiap butir
Σ Υ : Jumlah skor total
57
rxy =
Σ Χ Υ : Jumlah hasil kali skor X dengan skor Y
Σ Χ
2
: Jumlah X
Σ Υ
2
: Jumlah Y
Ν : Banyaknya subyek
( Suharsini Arikunto, 1993: 138 )
Hasil perhitungan dengan korelasi tersebut masih dikontrol
atau dicek dengan korelasi Part Whole untuk menghindari
Overestimate, sehingga diperoleh harga rpq atau rbt. Adapun
rumusnya :

pq Γ
: SDt - SDp
{(SDt
2
+SDp
2
) (
tp Γ
: SDt – SDp )}
Keterangan :
Rpq : Koefisien korelasi bagian total
rtp : Koefisien korelasi product moment
SDp : Standar deviasi total
SDt : Standar deviasi sub total ( Sutrisno Hadi, 1987 : 290 )
b. Uji Reabilitas Instrumen
Uji reabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus alpha,
karena skor item bukan nol atau satu. Sebagaimana penjelasan
Suharsini Arikunto bahwa rumus alpha digunakan untuk mencari
reabilitas instrumen yang skornya bukan nol atau satu, misalnya angket
atau soal bentuk uraian ( 196 : 190 )
58
Γpq =
Rumus alpha tersebut adalah :

,
`

.
|
−1 k
k

,
`

.
| Σ

2
2
1
t
b
δ
δ
Keterangan :
rii : Reabilitas instrumen
k : banyaknya item
b
2
δ Σ : Jumlah variaus butir
2
t δ : Variaus Total ( Suharsini A, 1996 : 191 )
Hasil rii yang telah diperoleh dikonsultasikan melalui
Standart Errar Measurement ( SEM ). Adapun rumus SEM adalah
sebagai berikut :
SEmeas = SD rii − 1
Keterangan :
SEM : Standart Eraar of Measurement
SD : Standart Deviasi
rii : Reliabilitas Instrumen ( Gilbert Sax, 1980 : 274 )
Sedangkan standar deviasi ( SD ) dapat dicari dengan rumus
berikut :
SD =
2
2
]
]
]

Ν
Σ Χ

Ν
Σ Χ
Keterangan :
SD : Standart deviasi
2
ΣΧ
: Jumlah kuadrat deviasi skor dari mean
59
rii =
N : Jumlah individu ( Sutrisno Hadi, 1993 : 50 )
Hasil perhitungan dengan SEM ini kemudian dikonsultasikan
dengan SD, dengan kriteria bahwa instrumen itu reliabel apabila harga
SEM kurang dari
2
1
SD, dan sebaliknya jika harga SEM lebih dari
2
1
SD maka instrumen itu tidak reliabel.
Tabel 03
Ringkasan Hasil Uji Coba Reliabilitas Instrumen
Variabel Koefisien Alpha SEM SD Keterangan
Pengaruh
perhatian
orang tua
0,9120 5,330 61,8158 Reliabel
Minat
belajar 0,9118 5,559 82,937 Reliabel
Prestasi
belajar 0,790 2,786 7,6579 Reliabel
Tabel 04
Kisi-kisi instrumen variabel Pengaruh Perhatian Orang Tua
No Indikator No. Item
60
1 Perhatian Spontan 1, 2, 3 3
2 Perhatian refleksi 4, 5, 6 3
3 Perhatian intensif 7, 8, 9 3
4 Perhatian tidak intensif 13, 14, 15, 16 4
5 Perhatian terpusat 10, 11, 12 3
6 Perhatian terpencar 17, 18, 19, 20 4
Jumlah 20
Tabel 05
Kisi-kisi Instrumen Variabel Minat Belajar
No Indikator No. Item
1 Sikap positif terhadap pelajaran 1, 2 2
2 Perhatian terhadap objek 3, 4 2
3 Senang melakukan aktivitas 5, 6, 7 3
4 Keinginan untuk mendapatkan sesuatu 8, 9, 10, 11 4
5 Kekuatan diri sendiri 12, 13 2
6 Motivasi dan pengalaman 14, 15, 16 3
7 Kesadaran terhadap objek / sesuatu 17, 18, 19, 20 4
Jumlah 20
G. Tehnik Analisis Data
Dalam penelitian ini ada dua macam analisis, yaitu :
1. Analisis Deskriptif
Analisis ini disajikan dalam bentuk mean (M), Median (Me),
Modus (Mo) dan standar Deviasi (SD), distribusi frekuensi serta histogram
data dari masing-masing variabel.
2. Analisis Statistik
Analisis ini digunakan untuk pengujian hipotesis, namun
sebelumnya terlebih dahulu digunakan uji prasyarat analisis.
a. Pengujian Prasyarat Analisis
61
Pengujian prasyarat analisis tersebut meliputi tiga syarat yang harus
dipenuhi :
1). Sampel yang digunakan dalam penelitian harus sampel yang
diambil secara random dari populasi terhadap kesimpulan
penyelidikan yang hendak dikenakan
2). Hubungan antara variabel X dengan variabel Y merupakan
hubungan garis lurus atau hubungan linier.
3). Bentuk didistribusi variabel X dan variabel Y dalam populasi
adalah mendekati distribusi normal.
Syarat-syarat tersebut akan dijabarkan sebagai berikut :
a). Sampel diambil secara random
Syarat ini sudah terpenuhi yaitu setiap subyek dalam populasi
diberi kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel
penelitian yaitu dengan cara undian.
b). Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data dalam
penelitian terdistribusi normal atau tidak. Dalam uji normalitas
ini menggunakan rumus chi -kuadrat yaitu :
2
2

,
`

.
| −
Σ ·
fh
fh fo
χ
Keterangan :
2
χ : Chi – kuadrat
fo : Frekwensi Observasi
fh : Frekwensi yang diharapkan
62
Untuk mengetahui distribusi normal atau tidak dapat
dilakukan dengan membandingkan antara chi – kuadrat hasil
perhitungan dengan chi – kuadrat tabel. Untuk uji signifikan
nilai chi – kuadrat digunakan taraf 5 % dengan db jumlah
kelas interval dikurangi satu ( db = k – 1 ). Bila harga
2
χ

hitung lebih kecil dari harga
2
χ
pada tabel maka data dari
variabel tersebut terdistribusi normal. Jika harga
2
χ
hitung
lebih besar dari harga
2
χ
tabel maka distribusinya tidak
normal.
c). Uji Lineritas
Uji ini untuk mengetahui apakah ubahan bebas
( Preditor ) mempunyai hubungan yang linier atau tidak dengan
ubahan terikat ( kritereum ), maka harus diadakan pengujian
lineritas. Adapun rumus yang digunakan untuk uji lineritas
adalah :
res
reg
RK
RK
F ·
Keterangan :
F : Harga bilangan untuk garis regresi
reg
RK
: Rerata kuadrat garis regresi
res
RK
: Rerata kuadrat garis residu
( Sutrisno Hadi, 1990 : 14 )
63
Taraf signifikan yang digunakan untuk uji lineritas
in adalah taraf signifikan 5 % dengan db untuk menguji harga F
adalah 1 dengan N – 2. Pengujian ini menggunakan kriteria
sebagai berikut : hubungan fungsional antara variabel bebas
dan variabel terikat adalah linier bila diperoleh harga F hitung
lebih besar dari harga F tabel.
b. Pengujian Hipotesis
1). Analisis Bivariat
Analisis ini digunakan untuk menguji hipotesis pertama
dan hipotesis kedua. Adapun rumus yang digunakan adalah rumus
korelasi product moment. Jika r hitung lebih besar dari r tabel
maka kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang positif
dan berarti hipotesis alternatif yang digunakan dapat diterima.
2). Analisis Multivariat.
Analisis ini meliputi analisis regresi ganda yang
digunakan untuk menguji hipotesis ketiga yaitu : mencari koefisien
keorelasi antara dua variabel bebas dengan satu variabel terikat.
Berkaitan dengan masalah analisis data ini Sutrisno Hadi
mengatakan bahwa tugas pokok analisis regresi ganda adalah :
a). Mencari korelasi antara kriterium dengan preditor
2
. 2 2 . 1 1
) 2 , 1 (
. .
y
y x y x
y
a a
R
Σ
Σ + Σ
·
Keterangan :
64
) 2 1 ( − y
R
: Koefisien korelasi antara X dan Y
1
a
: Koefisien predikator X
1
2
a
: Koefisien predikator X
2
y x1
Σ
: Jumlah produk antgara X
1
dengan Y
y x2
Σ
: Jumlah produk X
2
dengan Y
2
y
Σ
: Jumlah kuadrat kriterium Y
Selanjutnya hasil v hitung dikonsultasikan dengan v tabel, jika
v hitung lebih besar dari v tabel maka kedua variabel tersebut
mempunyai hubungan yang signifikan dan berarti hipotesis
alternatif yang digunakan dapat diterima.
b). Menguji apakah korelasi itu signifikan atau tidak
Untuk menguji korelasi tersebut maka dicari analisis regresi
( F ), rumus yang digunakan adalah :
reg
F
=
( )
( )
2
2
1
1
R m
m R

− − Ν
Keterangan :
reg
F
: Harga F garis regresi
N : Cacah kasus
M : Cacah prediktor
R
2
: Koefisien korelasi antara X dengan Y
( Sutrisno Hadi, 1990 : 36 )
Selanjutnya F hitung dikonsultasikan dengan F tabel, dimana
dengan db untuk menguji F adalah M lawan ( N – m – 1 ), jika
65
F hitung lebih besar dari F tabel berarti hubungan antara
preditor dengan kriterium signifikan.
c). Mencari persamaan Garis Regresi
Persamaan garis regresi 2 prediktor menggunakan rumus :
Y = a
1
X
1
+ a
2
X
2
+K
Keterangan :
Y : Kriterium
X
1
: Prediktor Pertama
X
2
: Prediktor Kedua
a
1
: Koefisien prediktor pertama
a
2
: Koefisien prediktor kedua
K : Bilangan Konstan
d). Menemukan sumbangan relatif dan sumbangan efektif
Sumbangan relatif dan sumbangan efektif masing-masing
prediktor terhadap kriterium adalah :
(1). Sumbangan Relatif Prediktor Pertama ( X1 ) ;
% 100 %
1 1
x
JKreg
SR
Υ Σ Χ ∂
·
(2). Sumbangan Relatif Prediktor Kedua ( X2 )
% 100 %
2 2
x
JKreg
SR
Υ Σ Χ ∂
·
(3). Sumbangan Efektif Prediktor Pertama ( X1 )
SR % = SR % X
1
x R
2
66
(4). Sumbangan Efektif Prediktor Kedua ( X2 )
SE % = SR % X
2
x R
2
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
I. Deskripsi Data
Pada pembahasan berikut ini akan disajikan deskripsi data yang
diperoleh dari sampel penelitian. Adapun distribusi sampelnya dapat dilihat
pada tabel berikut ini :
Tabel 08
Distribusi Pengembangan Sampel
Kelas ∑
Populasi

Sampel
II/1 46 12
II/2 43 11
II/3 46 12
Kelas Khusus 15 3
Jumlah 150 38
Dalam deskripsi data akan disajikan mengenai mean, medean, modus
dan simpangan baku serta disajikan pula mengenai distribusi frekuensi data
67
dan histogram dari masing-masing variabel. Secara lengkap dapat diuraikan
sebagai berikut :
1. Variabel Perhatian Orang Tua
Data tentang perhatian orang tua diperoleh melalui angket yang
bersifat tertutup dengan jumlah item 20 butir, skor yang digunakan dalam
angket tersebut adalah 1 sampai 5, sehingga berdasarkan skor tersebut
maka variabel perhatian orang tua memiliki rentangan 20 – 100.
Berdasarkan data induk yang diperoleh dari responden pada
penelitian ini diperoleh skor 39 dan skor tertinggi 85. Adapun distribusi
frekuensi data dari variabel Perhatian Orang Tua dapat dilihat pada table 9
berikut ini.
Tabel 09
Distribusi Frekuensi Data
Perhatian Orang Tua
Interval Frek. ABS Frek. Rel Frek. Kum F. Kum Relatif 100%
39 – 47 5 13 5 13
48 – 56 7 18 12 32
57 – 65 8 21 20 53
66 – 74 15 39 35 92
75 – 83 2 5 37 97
84 – 92 1 3 38 100
Jumlah 38 100
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi tersebut, maka histogram
data Perhatian Orang Tua adalah :
68
Dengan jasa komputer SPS diperoleh data ( M ), 61,8158 dan
simpangan baku (SD) 11,3539.
Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan secara deskriptif,
maka kategori perhatian orang tua kelas II SMA PGRI 2 Kajen
Pekalongan tekun Pelajaran 2004 / 2005 adalah sebagai berikut :
Tabel 10
Kategori Perhatian Orang Tua
Interval Jumlah Siswa Prosentase Kategori
20 – 47 5 13,2 Rendah
48 – 73 30 78,9 Sedang
74 – 100 3 7,9 Tinggi
Total 38 100 -
69
5
7
8
15
2
1
0
2
4
6
8
10
12
14
16
43 52 61 70 79 88
Berdasarkan tabel di atas dapat dikategorikan bahwa perhatian
orang tua adalah sedang dengan jumlah responden 30 siswa, Rendah yaitu
13,2 % dengan jumlah responden 5 siswa dan Tinggi yaitu 7,9 % dengan
responden 3 siswa. Jadi dapat dikategorikan Perhatian orang tua dalam
kategori sedang.
2. Variabel Minat Belajar
Data tentang minat belajar dalam penelitian ini diperoleh melalui
angket yang bersifat tertutup dengan jumlah item sebanyak 20 butir,
adapun skor yang digunakan dalam angket tersebut adalah 1 sampai 5,
sehingga berdasarkan skor tersebut maka variabel minat belajar memiliki
rentangan 60 – 101.
Tabel 11
Distribusi Frekuensi Data Minat Belajar
Interval Frek ABS Frek Rel Frek Kum F. Kum Relatif 100 %
60 – 66 2 5 2 5
67 – 73 1 3 3 8
74 – 80 11 29 14 37
81 – 87 12 32 26 68
88 – 94 11 39 37 97
95 – 101 1 3 38 100
Jumlah 38 100
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi tersebut, maka histogram
frekuensi data minat belajar adalah :
70
2
1
11
12
11
1
0
2
4
6
8
10
12
63 70 77 84 91 98
Dengan jasa komputer SPS diperoleh mean (M) 82,97 dan
Simpangan Baku (SD) 8,9294
Berdasarkan pengambilan keputusan secara deskriptif, maka
kategori minat belajar siswa kelas II SMA PGRI Kajen Pekalongan tahun
pelajaran 2004 / 2005 adalah sebagai berikut
Tabel 12
Kategori Minat Belajar
Interval Jumlah Siswa Prosentase Kategori
20 – 47 0 0,0 Rendah
48 – 73 3 7,9 Sedang
74 – 100 35 92,1 Tinggi
Total 38 100
Berdasarkan table di atas dapat dikategorikan bahwa minat
belajar adalah tinggi 92,1 %, dengan jumlah responden 35 siswa, sedang
yaitu 7,9 % dengan jumlah responden 3 siswa, jadi dapat disimpulkan
bahwa minat belajar siswa rata-rata berada dalam kategori tinggi.
3. Variabel Prestasi Belajar
Data tentang Prestasi Belajar siswa dalam penelitian ini diperoleh
dari dokumen nilai semester genap siswa kelas II SMA PGRI Kajen
71
Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005. Berdasarkan data induk
penelitian diperoleh skor terendah 6 dan skor tertinggi 8,5. Distribusi
frekuensi skor prestasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 13
Distribusi Frekuensi Skor Variabel Prestasi Belajar Siswa
Interval Frek ABS Frek Rek F. Kum F. Kum Relatif 100%
6.0 – 6,4 1 3 1 3
6,5 – 6,9 2 5 3 8
7,0 – 7,4 5 13 8 21
7,5 – 7,9 12 32 20 53
8,0 – 8,4 12 32 32 84
8,5 – 8,9 6 16 38 100
Jumlah 38 100
Berdasarkan tabel tersebut, maka bila digambarkan dalam bentuk
histogram akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini :
Dengan jasa komputer SPS diperoleh data mean (M) 7,6579 dan
simpangan baku (SD) 6052..
72
1
2
5
12 12
6
0
2
4
6
8
10
12
6,2 6,7 7,2 7,7 8,2 8,7
Berdasarkan pengambilan keputusan secara deskiptif, maka kategori
Prestasi Belajar siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun
Pelajaran 2004 / 2005 adalah sebagai berikut :
Tabel 14
Kategori Prestasi Belajar Siswa
Interval Jumlah Siswa Prosentase Kategori
6,0 – 7,4 8 21,1 Rendah
7,5 – 8,4 24 63,1 Sedang
8,5 – 8,9 6 15,8 Tinggi
Total 38 100
Berdasarkan tabel di atas dapat dikategorikan bahwa Prestasi
Belajar siswa adalah Sedang yaitu 63,1 % dengan jumlah responden 24
siswa, Rendah 21,1 % dengan jumlah responden 8 siswa dan Tinggi 15,8
% dengan jumlah responden 6 siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa
Prestasi Belajar Siswa rata-rata berada dalam kategori sedang.
J. Penyajian Persyaratan Analisis
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yaitu untuk mencari
hubungan antara Variabel bebas dengan Variabel terikat. Sebelum dilakukan
uji hipotesis dengan teknik analisis regresi ganda yang digunakan. Maka ada
persyaratan yang harus dipenuhi yaitu :
1). Sampel diambil secara random. 2). Distribusi skor harus normal. 3).
Hubungan anatara variabel bebas dengan variabel terikatnya harus linier dan
tidak terjadi multikolinier.
73
Persyaratan pertama telah terpenuhi karena sample dalam penelitian
ini diambil dengan teknik proporsional eluster ramdom sampling. Untuk
memenuhi uji persyaratan yang ke dua dan ketiga dapat diuraikan sebagai
berikut :
1. Uji Normalitas
Tujuan diadakan uji normalitas adalah untuk mengetahui kondisi
masing-masing variabel penelitian, apakah variabel tersebut mempunyai
skor yang terdistribusi normal atau tidak . Adapun teknik yang digunakan
dalam uji normalitas ini adalah chi-kuadrat ( X
2
). Untuk menguji
signifikan chi-kuadrat hasil perhitungan pada penelitian ini menggunakan
taraf signifikan 5 %. Interprestasi hasil uji normalitas adalah jika harga
Chi – Kuadrat lebih kecil dari harga Chi – kuadrat dalam table / p < 0,05,
maka distribusi skornya normal, demikian juga sebaliknya.
Setelah dilakukan analisis dengan bantuan SPS edisi Sutrisno Hadi
dan Yuni Pamardiningsih Versi IBM / IN harga Chi – kuadrat masing-
masing variabel dalam penelitian ini akan disajikan pada table 15.
Tabel 15
Rangkuman Hasil Uji Normalitas Distribusi
Variabel X
1
(hit) X
2
tab 5% Keterangan
Perhatian Orang Tua ( X1 ) 6.8744 7,81 Normal
Minat Belajar ( X2 ) 6.1390 7,81 Normal
Prestasi Belajar Siswa ( Y ) 7.5063 7,81 Normal
Dilihat dari tabel di atas menunjukan bahwa chi-kuadrat ( X
2
) hasil
hitung dari-masing-masing variabel berada di bawah daerah penolakan yang
74
telah ditentukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebaran dari
ketiga variabel penelitian adalah normal. Adapun hasil uji normalitas dapat
dilihat pada lampiran.
2. Uji Linieritas
Tujuan uji linieritas adalah untuk mengetahui apakah hubungan
antara masing-masing variabel bebas dan variabel terikat bersifat linier.
Untuk menguji hubungan antara variabel bebas dan veriabel terikat
menggunakan signifikan F.
a. Uji Linieritas hubungan antara pengaruh perhatian orang tua dengan
prestasi belajar siswa
Hubungan antara pengaruh perhatian orang tua dengan
prestasi belajar siswa setelah dianalisis menggunakan analisis regresi
sederhana diperoleh konstonta instersep (
o β
) = 6,030 dan haraga
koefisien regresinya (
I β
) =2,635. Dengan demikian persamaan
garis regresinya adalah Y =6,030+2,635
Untuk mengetahui itu benar-benar linier atau tidak perlu diuji
linieritas regresinya. Dengan bantuan komputer program SPS dapat
diketahui F hitung 11,623 sedangkan F tabel pada taraf signifikan 5 %
adalah 3,05. Jadi F hitung =11,623>3,05 maka terjadi hubungan
linieritas.
b. Uji Linieritas Antara Minat Belajar Dengan Prestai Belajar Siswa
Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan komputer
diperoleh F hitung sebesar 14,206 dengan db 1:150 dan TS 5 %. F
75
tabel menunjukan 3,05 sehingga F hitung lebih dari F tabel
(14,206>3,05) Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran
10 halaman ...... Berdasarkan perhitungan tersebut maka dapat
disimpulkan bahwa antara variabel minat belajar ( X
2
) dengan prestasi
belajar siswa ( X ) mempunyai hubungan yang linier.
K. Pengujian Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara atas masalah yang harus
diuji kebenarannya. Hipotesis terdiri dari dua macam, yaitu hipotesis Nihil
( Ho) yaitu hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel
satu dengan variabel lainnya, dan hipotesis Alternatife ( Ha ) yaitu hipotesis
yang menyatakan ada hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
a. Uji Hipotesis Pertama
Hipotesis alternatife berbunyi : “Ada hubungan yang positif
antara intensitas perhatian orang tua dengan prestasi belajar pada siswa
kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan tahun pelajaran 2004 /
2005”. Untuk keperluan pengajuan hipotesis, maka hipotesis alternatife
tersebut harus diubah menjadi hipotesis nihil yang berbunyi :” tidak ada
hubungan yang positif antara pengaruh perhatian orang tua dengan prestasi
belajar siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran
2004 / 2005.
76
Hasil analisis korelasi product moment antara variabel pengaruh
perhatian orang tua dengan prestasi belajar belajar siswa (rX
1
Y) sebesar
…….( Lampiran II halaman…….). Hasil perhitungan tersebut
dikonsultasikan dengan harga koefisien korelasi pada r tabel dengan taraf
signifikan 5 % dan N = 38 adalah 0,320. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa harga r hitung (rh) lebih besar dari r tabel (rt) atau 0,381 > 0,320.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil tersebut adalah hipotesis nihil
(Ho) ditolak dan hipotesis alternatife (Ha) yang berbunyi :” ada hubungan
yang positif antara intensitas perhatian orang tua dengan prestasi belajar
siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 /
2005” diterima pada taraf signifikan 5 %.
b. Uji Hipotesis ke dua
Hipotesis alternatife berbunyi : “ Adanya hubungan yang positif
antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II
SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan”. Untuk keperluan ini pengajuan
hipotesis maka hipotesis alternatife tersebut harus diubah menjadi
hipotesis nihil yang berbunyi :” tidak ada hubungan yang positif antara
minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI
2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005.
Hasil analisis korelasi product moment antara variabel minat
belajar dengan prestasi belajar siswa ( rX
2
Y ) sebesar 0,532 (lampiran 11
halaman …). Hasil perhitungan tersebut dikonsultasikan dengan harga
koefisien pada r tabel dengan taraf signifikan 5 % N = 38 adalah 0,305.
77
Hasil tersebut menunjukkan bahwa harga r hitung (rh) lebih besar dari r
tabel (rt) atau 0,532> 0,305. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil
tersebut adalah hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatife (Ha)
yang berbunyi “ Adanya hubungan yang positif antara minat belajar
dengan prestasi belajr siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen
Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005” diterima pada taraf signifikan 5
%.
c. Uji Hipotesis ke tiga
Hipotesis alternatife berbunyi : “ada hubungan yang positif
antara intensitas perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi
belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2
Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005”. Untuk keperluan
pengajuan hipotesis maka hipotesis alternatife tersebut harus diubah
menjadi hipotesis nihil yang berbunyi : “tidak ada hubungan yang positif
antara intensitas perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi
belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun
pelajaran 2004 / 2005”.
Besarnya koefisien antara Variabel bebas secara bersama sama
dengan variabel terikat diketahui dengan menggunakan analisis regresi.
Tujuannya adalah untuk memprediksi atau meramalkan kedudukan
variabel terikat apabila dilihat dari pengaruh variabel bebasnya.
Berdasarkan analisis data yang diperoleh harga sebesar R
y
(1,2) =0,618
78
koefisien determinan (R
2
) = 0,381 dan F
reg
hitung = 10,786 Hasil F hitung
ini kemudian dikonsultasikan dengan F tabel pada taraf signifikan 5 %
dengan db = 2:150 = 3,05 Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada
lampiran 11 halaman …….. Derdasarkan hasil tersebut dapat diketahui
bahwa harga F hitung lebih besar dari F tabel (10,786>3,05 sehingga harga
F hitung signifikan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil di atas adalah
hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatife (Ha) yang berbunyi :
“ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dan minat
belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2
Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005” diterima pada taraf
signifikan 5 %. Rangkuman hasil analisis regresi ganda dapat dilihat pada
tabel berikut :
Tabel 16. Rangkuman Hasil Analisis Regresi Ganda
Sumber JK Db R
2
( Σ Υ
2
) F
Regresi 5,168 2 42.427 10.786
Residu 8,385 35 -
Total 13,553 37 -
Hasil perhitungan koefisien determinan (R
2
) = 0,381, ini dapat
diartikan bahwa :38,1% variabel prestasi belajar siswa dapat diterangkan
oleh variabel perhatian orang tua dan minat belajar. Hal ini berarti ada
sejumlah 619% yang tidak dapat dijelaskan pada penelitian ini yang
berasal dari faktor lain. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga
β
O =4,211,
β
1 =0,340, dan
β
2 =0,401, sehingga dapat ditarik persamaan
garis regresinya adalah :
79
Y = 4,211 + 0,340 X
1
+ 0,401 X
2
Berdasarkan analisis diketahui pula bobot sumbangan masing-
masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil selengkapnya dapat
dilihat pada tabel 16 halaman .............
Tabel 17. Bobot Sumbangan Masing-masing Variabel Bebas
Variabel Sumbangan Relatif % Sumbangan efektif %
X1 18,8214 49,4%
X2 20,2692 53,2%
Total 39,0906 102,6%
L. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa
Berdasarkan pada pengajuan hipotesis pertama didapatkan
hubungan positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prestasi
belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun
pelajaran 2004 / 2005. Dari hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk
memprediksi bahwa semakin baik perhatian orang tua maka semakin
tinggi pula prestasi belajar siswa. Hal ini didukung oleh sumbangan efektif
perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa. = 49,4%
Hasil tersebut menunjukkan bahwa perhatian orang tua dapat
mempengaruhi prestasi belajar siswa. Hal ini disebabkan dengan adanya
perhatian orang tua maka siswa akan memiliki pemahaman diri sehingga
mempunyai kepercayaan terhadap kemampuan sendiri serta memiliki
80
pemahaman terhadap cara-cara belajar dan kemampuan menimbulkan
minat sehingga siswa memiliki visi atau pandangan yang cukup baik
kemasa depan, serta berinisiatif untuk mengembangkan potensinya.
2. Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa
Berdasarkan pada pengajuan hipotesis kedua didapatkan
hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi
belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten
Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005. Hasil analisis tersebut dapat
digunakan untuk memprediksi bahwa semakin baik minat belajar yang
dimiliki siswa maka semakin tinggi pula pencapaian prestasi belajar siswa.
Hal ini didukung oleh sumbangan efektif perhatian orang tua terhadap
prestasi belajar siswa sebesar 53,2%
Hasil tersebut menunjukkan bahwa minat belajar yang dimiliki
siswa akan sangat membantu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
Hal ini disebabkan minat belajar akan mampu mendorong siswa memiliki
sikap, tanggung jawab, berkemauan keras, tidak minder, serta percaya diri
untuk mengembangkan potensinya sebagai bekal belajar mandiri.
3. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua dan Minat Belajar dengan Prestasi
Belajar Siswa
Berdasarkan pada pengujian hipotesis ketiga didapatkan
hubungan positif dan signifikan antara Perhatian orang tua dan minat
81
belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2
Kajen Kabupaten Pekalongan tahun Pelajaran 2004 / 2005.
Bobot sumbangan efektif pada masing-masing variabel bebas
terhadap terikatnya adalah 49,4%, dari variabel perhatian orang tua dan
53,2% dari variabel minat belajar. Jadi kedua variabel bebas tersebut
memberi sumbangan efektif secara bersama-sama terhadap variabel terikat
sebesar 102,6%.
Berdasarkan pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa dengan
adanya perhatian orang tua yang kontinyu dan didukung minat belajar
yang dimiliki siswa cukup tinggi akan mempengaruhi prestasi belajar
siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran
2004 / 2005 .
82
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
F. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa dan pengujian hipotesis serta pembahasan,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Perhatian orang tua mempunya hubungan yang positip dan signifikan
dengan prestasi belajar siswa pilihan program IPA kelas II SMA PGRI 2
Kajen Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2004/2005. Hal ini berarti
bahwa semakin baik atau positip perhatian orang tua maka akan semakin
tinggi prestasi belajar yang dimiliki oleh siswa dan begitu pula sebaliknya.
2. Minat belajar mempunyai hubungan yang positip dan signifikan dengan
prestasi belajar siswa pilihan program IPA kelas II SMA PGRI 2 Kajen
Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2004/2005. Hal ini berarti bahwa
semakin tinggi minat belajar yang dimiliki siswa maka semakin tinggi pula
prestasi belajar pada siswa, karena siswa secara tidak langsung telah
mempunyai kepercayaan akan kemampuan dirinya untuk memberikan
dorongan/motivator, demikian pula sebaliknya.
83
3. Perhatian orang tua, dan minat belajar mempunyai hubungan yang positip
dan signifikan dengan prestasi belajar siswa pilihan program IPA kelas II
SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2004/2005. Hal
ini berarti bahwa semakin baik atau positip perhatian orang tua dan minat
belajar yang dimiliki oleh siswa semakin tinggi pula prestasi belajar siswa
tersebut, demikian pula sebaliknya.
4. Berdasarkan analisis regresi diketahui sumbangan efektif perhatian orang
tua sebesar 49,4 % dan sumbangan efektif minat belajar sebesar 53,2 %
Faktor perhatian orang tua dan minat belajar secara bersama-sama dapat
memberikan sumbangan efektif terhadap minat belajar sebesar 42,2%.
Dari hasil ini dapat diketahui bahwa faktor perhatian orang tua dan minat
belajar mempunyai peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar
para siswa.
G. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat dikemukakan implikasi
sebagai berikut :
1. Adanya Pengaruh positip dan signifikan antara perhatian orang tua dengan
prestasi belajar siswa, hal ini memberikan petunjuk kepada guru
pembimbing untuk lebih meningkatkan hubungan dengan orang tua.
Dengan perhatian orang tua akan menkadikan siswa lebih memahami diri
sehingga siswa percaya terhadap kemampuannya serta siswa lebih
memahami cara-cara belajar yang baik , bagaimana
84
mendorong/menimbulkan minat pada dirinya untuk meraih dan
meningkatkan prestasi belajar di sekolah.
2. Adanya Pengaruh positip signifikan antara minat belajar dengan prestasi
belajar siswa. Hal ini memberikan petunjuk kepada siswa untuk
meningkatkan minat belajar yang dapat digunakan untuk mencapai
prestasi belajar dalam meniti karir dimasa depan setelah lulus dari sekolah.
Dengan minat belajar yang dimiliki siswa akan menjadikan siswa lebih
percaya diri dalam meraih cita-citanya dan pemilihan program atau
jurusan yaitu IPA dan IPS sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan
belajar yang dimiliki. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan acuan untuk
meningkatkan mutu pembelajaran yang berkaitan dengan prestasi belajar.
Pengelolaan sumber-sumber belajar, misalnya guru bidang studi
bekerjasama dengan kepala sekolah dan guru pembimbing dalam
mendatangkan nara sumber untuk berceramah. Jadi siswa dapat
memadukan teori yang di dapat di sekolah dengan praktek yang
sesungguhnya di lapangan/masyarakat.
H. Saran
Mengingat pentingnya faktor perhatian orang tua dan faktor minat
belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, maka :
1. Bagi Siswa
Siswa hendaknya lebih meningkatkan prestasi belajar yang dilaksanakan
oleh sekolah serta dapat meningkatkan terhadap penguasaan materi
85
pelajaran, dan ketrampilan-ketrampilan dalam memecahkan masalah,
jangan mudah putus asa untuk mencapai cita-cita dimasa depan.
2. Bagi Guru Pembimbing
Guru pembimbing agar lebih meningkatkan dalam memberikan layanan
pembelajaran di sekolah, misalnya memberikan materi yang menarik
seperti kiat sukses dalam belajar dan juga memberikan simulasi- simulasi
yang dapat membangkitkan minat siswa untuk dapat mencapai prestasi
yang optimal.
3. Bagi Guru Bidang Studi
Dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kelancaran proses belajar
mengajar seorang pendidik hendaknya ikut aktif dalam membantu
memberikan informasi tentang bagaimana menimbulkan minat, belajar
yang sukses, cara mencapai prestasi yang optimal. Guru bidang studi dapat
bekerjasama dengan guru pembimbing untuk menemukan siswa yang
mengalami kesulitan belajar di sekolah.
4. Bagi Kepala Sekolah
Pihak sekolah agar melengkapi sarana prasarana bimbingan konseling,
bekerjasama dengan instansi lain, misalnya dalam alih tangan kasus
kepada yang lebih professional dalam penanganan-penanganan lebih
lanjut.
5. Bagi Orang Tua
86
Orang tua hendaknya senantiasa memperhatikan dan mengembangkan
sikap belajar anaknya kearah yang lebih baik, dengan selalu membina
hubungan yang harmonis dengan anaknya, artinya orang tua harus
mengerti dan memahami perbedaan individu maupun potensi yang
dimiliki anaknya.
I. Keterbatasan Penelitian
Bagian ini akan mengemukakan mengenai keterbatasan penelitian
yang tidak terjangkau baik dalam pengalaman, tenaga, waktu, dan kemampuan
penelitian. Keterbatasan yang ada dalam penelitian ini anatara lain :
Penelitian ini rencananya diberikan untuk siswa kelas III pilihan
program Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) karena dikelas III ada ujian
kompetensi dan praktek dari kelas I sampai kelas III, dan pada bulan Juni
sampai dengan Juli siswa kelas III sudah tamat, sehingga dipilihlah kelas II
yang lebih matang dan mendekati pilihan program atau penjurusan ke kelas
III. Mengingat masalah prestasi belajar siswa cukup penting untuk diketahui
dalam rangka untuk memantau efektifitas dan efisiensi proses belajar
mengajar yang harus dimiliki semua siswa dari pilihan program / jurusan
apapun.
87
DAFTAR PUSTAKA
Robert Gague, 1988, Prinsip-prinsip Belajar Untuk Pengajaran di Sekolah,
Surabaya : Usaha Nasional
Slaneto, 1988, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta : PT.
Bina Aksara
Suharsini Arikunto, 1989, Prosedur Penelitian, Jakarta : Bina Aksara
Sutrisno Hadi, 1987, Metodologi Reseach II, Yogyakarta : Yayasan Penerbit
Fakultas Psikologi UGM.
_________, 1989, Statistik II, Yogyakarta : Andi Offset
_________, 1990, Metodologi Reseach III, Yogyakarta : Yayasan Penerbit
Fakultas Psikologi UGM
_________, 1993, Statistik III, Yogyakarta : Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi
UGM
_________, 1994, Metodologi Reseach II, Yogyakarta : Yayasan Penerbit
Fakultas Psikologi UGM
Thomas Gordon, 1983, Menjadi Orang Tua Efektif, Jakarta : PT. Gramedia
88
Winkel W. S. 1983, Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah, Jakarta :
PT. Gramedia.
Zainal Mustofa, 1991, Prosedur Penelitian, Jakarta : CV. Persada
89

kualitas sumberdaya manusia yang meliputi

; kreatifitas yang kuat,

produktifitas yang tinggi, kepribadian yang tangguh, kesadaran sosial yang besar, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa ( Muhammad Tholchah Hasan 1990 : 43 ). Siswa Sekolah Menengah Atas ( SMA ) sebagai salah satu unsur sumberdaya manusia yang potensial sangat diperlukan dalam rangka mencapai kemajuan bangsa, “Di Indonesia, pendidikan diarahkan pada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya sebagai warga Negara yang pancasila “. Pada dasarnya, proses pendidikan dapat terjadi dalam banyak situasi sosial yang menjadi ruang lingkup kehidupan manusia. Secara garis besar proses pendidikan dapat terjadi dalam tiga lingkungan pendidikan yang terkenal dengan sebutan : Tri Logi Pendidikan, yaitu Pendidikan di dalam Keluarga ( Pendidikan Informal ), Pendidikan di dalam Sekolah ( Pendidikan Formal ), dan Pendidikan di dalam Masyarakat ( Pendidikan Non Formal ). Pendidikan di dalam keluarga merupakan pendidikan kodrati. Apalagi setelah anak lahir, pengenalan diantara orang tua dan anak-anaknya yang diliputi rasa cinta kasih, ketentraman dan kedamaian. Anak-anak akan berkembang kearah kedewasaan dengan wajar di dalam lingkungan keluarga segala sikap dan tingkah laku kedua orang tuanya sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, karena ayah dan ibu merupakan pendidik dalam kehidupan yang nyata dan pertama sehingga sikap dan tingkah laku orang tua akan diamati oleh anak baik disengaja maupun tidak disengaja sebagai pengalaman bagi anak yang akan mempengaruhi pendidikan selanjutnya.

2

Maka, keluarga yang baik di dalamnya akan terjadi interaksi diantara para anggotanya. Sebagaimana dikemukakan oleh St. Vembriarto ( 1978 : 35 ) : Bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar yaitu suatu proses akomodasi dengan mana individu memohon, menahan, mengubah impuls-impuls dalam dirinya dan mengambil oper cara hidup atau kebudayaan masyarakat. Komunikasi, istilah ini berasal dari bahasa Inggris yaitu Communication, yang berarti “memberitahukan”, berpartisipasi, kabar”. ( Poerwadarminto WJS dkk, 1980 : 28 ). Sedangkan Menurut A.G. Lunandi Komunikasi adalah suatu kegiatan terus menerus yang dilakukan orang untuk saling berhubungan dengan orang lain, khususnya pada waktu berhadapan muka. ( Komunikasi orang tua dengan anak memegang peranan penting dalam membina hubungan keduanya, hal ini dapat dilihat dengan nyata, misalnya : membimbing, membantu mengarahkan, menyayangi, menasehati, mengecam, mengomando, mendikte, dan lain sebagainya. Orang tua yang kurang bisa berkomunikasi dengan anaknya akan menimbulkan kerenggangan atau konflik hubungan, sebaliknya orang tua yang dapat menerima anaknya sebagaimana adanya, maka si anak cenderung dapat tumbuh, berkembang, membuat perubahan-perubahan yang

membangun, belajar memecahkan masalah-masalah, dan secara psikologis semakin sehat, semakin produktif, kreatif dan mampu mengaktualisasikan potensi sepenuhnya.

3

Sesuai dengan judul penelitian penulis, dalam pembahasan berikutnya penulis akan memusatkan diri pada pembahasan tentang pendidikan di dalam sekolah atau pendidikan Formal. Pendidikan di sekolah merupakan kelanjutan dari pendidikan dalam keluarga. Sedangkan menurut Winkel (1983 : ) Pendidikan di sekolah diartikan : “Proses Kegiatan terencana dan terorganisir, yang terdiri atas kegiatan mengajar dan belajar”. Pendidikan di sekolah merupakan intesifikasi dan modifikasi dasar-dasar Kepribadian dan pola-pola sikap anak yang dipelajarinya di rumah. Artinya memperkuat dasar-dasar dan pola-pola sikap anak yang positif dan mengubah dasar-dasar kepribadian dan pola-pola sikap anak yang negatip yang dipelajari dilua sekolah. Tugas pokok SMP dan SMA adalah mendidik dalam arti luas. Sedangkan fungsi pokok SMP dan SMA adalah dalam arti mengajar, melatih dan mendidik dalam arti sempit. Mendidik dalam arti luas yang merupakan tugas pokok sekolah adalah dalam rangka menciptakan kesempatan yang seluas-luas bagi siswa untuk mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sesuai dengan potensi dan lingkungannya disamping memberikan latihan mengenai : akhlak, dan kecerdasan seseorang. Disamping tugas pokok sekolah tersebut diatas, maka dapat dijelaskan pula tentang tujuan institusional SMA sebagai lembaga pendidikan

4

sesuai dengan fungsi SMA dalam rangka keseluruhan pendidikan. 5 . tetapi secara garis besar ada dua faktor yaitu “Faktor-faktor pada pihak siswa dan Faktor-faktor diluar siswa” ( Winkel : ) Menurut Crow and Crow yang dikutip oleh Johny Killis ( 1988 : 26 ) Ada tiga factor yang menimbulkan minat yaitu : Faktor yang ditimbulkan dari dalam diri sendiri. sebagai warga negara yang Pancasila 2. khususnya pada tahun ajaran baru. termasuk SMA sering dipermasalahkan. Memberikan bekal kemampuan bagi siswa yang akan terjun ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikannya di SMA. 1984 : 7 ) Pencapaian tujuan institusional SMA sesuai dengan fungsinya dalam rangka keseluruhan proses pendidika pada khususnya dala salah satu tugas sekolah sebagai lembaga pendidikan formal pada umumnya tidaklah mudah. Memberikan bekal kemampuan yang diperlukan bagi siswa-siswa yang akan melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siwa tentunya beraneka ragam. faktor motif sosial dan faktor emosional yang ketiganya mendorong timbulnya minat. yaitu : 1.formal tingkat atas. Disepanjang tahun. ( Depdikbud. Menjadikan para siswa untuk menjadi manusia Indonesia seutuhnya. mutu pendidikan yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pendidikan secara umum disegala jenjang pendidikan formal.Permasalahan ini seringkali dikaitankan dengan adanya kecenderungan merosotnya minat belajar dan prestasi belajar yang dicapai siswa.

2). dorongaan dari diri individu. memecahkan problem-problem yang dihadapi secara cepat 6 .Pendapat tersebut sejalan yang dikemukakan Sudarsono. dalam hal ini minat untuk belajar ada tiga yaitu . Faktor motif sosial Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan. Faktoffaktor yang meimbulkan minat dapat digolongkan sebagai berikut . Timbulnya minat untuk belajar pada individu berasal dari dalam diri individu. cenderung mempunyai kesanggupan yang lebih besar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. baik yang didalam maupun yang ada diluar ( 1993 : 114 ) Dengan demikian seseorang yang mempunyai perhatian dan hubungan yang baik ( bukan broken home ). Karena hasil belajar yang baik dipengaruhi oleh minat dalam belajr. maka keduanya menjadi perlu untuk dibahas dan diteliti. Hal ini dikemukakan oleh Dakir : Perhatian adalah keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu. dorongan sosial dan dorongan emosional. kemudian individu mengadakan interaksi dengan lingkungan yang menimbulkan dorongan sosial dan dorongan emosional. perhatian orang tua. Faktor emosional Faktor yang merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terdapat suatu kegiatan / objek tertentu ( 1980 : 12 ) Jadi berdasarkan dua pendaat diatas faktor yang meimbulkan minat. Faktor kebutuhan dari dalam Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan. juga adanya pengaruh perhatian orang tua. 1). penghargaan dari lingkungan dimana ia berada 3).

7 .dan tepat. Salah satu penanganannya adalah perlunya mencari latar belakang masalah tersebut. minat : Pengaruh Perhatian Orang tua dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa ( Penelitian yang dikhususkan pada Prestasi Belajar pilihan program Ilmu Pengetahuan Alam Kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2004 / 2005 ) B. Aspek Masalah 3. Uraian tersebut diatas mendorong penulis untuk mengadakan penelitian tentang Pengaruh Perhatian Orang tua dan Minat belajar dengan Prestasi Belajar siswa dalam bentuk Karangan Ilmiah dengan : 1. termasuk problem-peoblem dalam rangka meraih prestasi yang optimal. Judul : Prestasi Belajar : Pengaruh Perhatian Orang Tua. Tema 2. Adanya kecenderungan menurunnya prestasi belajar yang dicapai siswa-siswa di segala jenjang pendidikan formal yang ada di Indonesia termasuk SMA sehingga perlu mendapatkan perhatian dan penanganannya. 2. Identifikasi Masalah Alasan-alasan yang mendorong penulis untuk memilih judul penelitian diatas maka dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut : 1.

Pengaruh. Pengaruh disini diartikan mempunyai hubungan yang timbal balik antara dua variabel atau lebih. Karena Minat Belajar mempunyai hubungan yang cukup tinggi dengan hasil prestasi belajar siswa. Salah satu indicator yang menyebabkan prestasi belajar siswa menurun adalah pengaruh perhatian orang tua. Bahwa hasil prestasi belajar siswa dalam suatu lembaga pendidikan formal merupakan hal yang sangat pokok untuk diperhatikan. 5. C. 1977 : 20 ). yang dimaksud disini mempunyai arti yang sama dengan “Hubungan atau Korelasi” ( Sutrisno Hadi. 4. Sedangkan yang dimaksud 8 . dengan maksud memberi gambaran secara jelas dan tidak terjadi salah tafsir terhadapjudul penelitian tersebut. maka akan penulis kemukakan arti daripada judul penelitian tersebut. Batasan Masalah Untuk memperjelas pengertian yang terkadang dalam Judul penelitian diatas. Adapun penjelasan judul yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. yang kurang baik.3. Disisi lain diagnosa minat belajar didalam dunia pendidikan dirasa cukup penting dan perlu untuk dibahas dan diteliti. karena dengan mengetahui prestasi belajar siswa kita akan mengetahui pula efektifitas proses belajar dan mengajar yang berlangsung di sekolah.

Perhatian Menurut Dakir ( 1993 : 114 ) : “Perhatian adalah Keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu. baik yang di dalam maupun yang ada di luar. skill.hubungan timbal balik adalah hubungan dimana satu variabel dapat menjadi sebab akibat dari variabel lainnya. 2. kecakapan. kebiasaan atau sukap yang semuanya diperoleh. 1983 : 92 ) Sedangkan yang penulis maksudkan dengan minat Belajar disini. 1988 : 109 ) Sedangkan pengertian Belajar adalah proses mental yang mengarah kepada penguasaan pengetahuan. dan dilaksanakan sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif ( Winkel. disimpan. adalah suatu kemampuan umum yang dimiliki siswa Sumadi 9 . untuk memberikan motivasi atau dorongan yang positif terhadap anaknya dalam usaha mencapai prestasi belajar yang optimal 3. Sedangkan yang dimaksud dengan perhatian dalam penelitian ini adalah Kecenderungan atau Keaktifan perhatian orang tua yang dikerahkan. Minat Belajar Minat adalah Kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek ( Suryabrata.

10 . Indikasi hasil belajar yang akan digunakan adalah angka hasil tes prestasi belajar semester genap tahun pelajaran 2004/2005. maupun kalimat yang dapatmencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu ( Sutartinah Tirtonegoro. angka. huruf. Prestasi Belajar Prestasi Belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol. 1984 : 14 ) Sedangkan yang penulis maksudkan dengan prestasi belajar disini adalah hasil dari pengukuran serta penilaian hasil usaha belajar siswa dalam satu semester untuk semua bidang studi kelompok pilihan program. Anak judul yang berbunyi Penelitian yang dikhususkan pada Prestasi belajar pilihan program Ilmu Pengetahuan Alam Kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabuaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2004/2005 mempunyai maksud bahwa penelitian tentang pengaruh perhatian orang tuan dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa dikhususkan pada siswa SMA PGRI 2 Kajen yang duduk di kelas II pilihan program Ilmu Pengetahuan Alam.untuk mencapai prestasi yang optimal yang dapat ditunjukkan dengan kegiatan belajar. Biologi. 4. untuk mendalam mata pelajaran Fisika. Kimia dan Matematika sebagai pilihan progran yang diambil.

Tujuan Penelitian Dalam pelaksanaan penelitian ini penulis mempunyai tujuan yang hendak dicapai yaitu : 1. Dari masalahmasalah yang ada dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. E. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 11 . Rumusan Masalah Dalam latar belakang telah dijelaskan tentang pengaruh perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa 2. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa 3. Apakah benar ada hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa. Apakah benar ada hubungan antara pengaruh perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa 3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa. F.D. Apakah ada hubungan antara pengaruh perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa 2.

minat belajar sangat berpengaruh dalam 12 . Bagi siswa-siswa SMA : 1). b. Memberikan pengetahuan bahwa bantuan orang tua. guru sangat mendukung dalam memperbesar minat belajar 3). Sebagai pengembang disiplin ilmu kearah berbagai spesifikasi 2.1. Manfaat Teoritis a. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengadakan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam c. Memberikan pengetahuan bahwa besarnya perhatian orang tua. minat belajar sangat membantu dalam meningkatkan prestasi belajar di sekolah 2). Manfaat Praktis a. khususnya dalam Karya tulis ilmiah dalam rangka mengembangkan khasanah ilmiah b. Bagi pengelola pendidikan menengah khususnya SMA : memberikan masukan di dalam memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa SMA untuk meningkatkan prestasi belajar. Memberi pengetahuan bahwa perhatian orang tua. Untuk menambah perbendaharaan penelitian dalam dunia pendidikan.

Sistematika Skripsi Untuk mempermudah pembaca dalam memahami alur penelitian skripsi ini. Batasan Istilah 1. daftar laporan dan abstrak 2. rasa senang. Bagian Awal Bagian awal ini meliputi : Halaman judul. halaman persetujuan. Prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian hasil usaha belajar siswa dan bertujuan untuk mencapai suatu keadaan yang lebih memuaskan dari sebelumnya. motto. Minat Belajar adalah suatu kecenderungan yang mengandung perhatian. daftar isi. maka penulis sajikan sistematika skripsi berikut : 1. secara berturut-turut meliputi : 13 .mencapai dan meningkatkan dalam meraih prestasi belajar. harapan dan pengalaman untuk melakukan suatu kegiatan belajar 3. H. halaman persembahan. Bagian Inti Pada bagian inti ini terdiri dari lima bab. halaman pengesahan. menyiapkan. G. menyesuikan dan menetapkan dirinya dalam belajar sesuai dengan keadaan dirinya. daftar tabel. Perhatian orang tua adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu agar dapat memilih. 2. kata pengantar dan ucapan terima kasih.

BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan dikemukakan uraian yang berhubungan dengan dasar-dasar teori untuk menganalisa masalah-masalah yang akan diteliti yang merupakan hasil studi kepustakaan. a. Perhatian merupakan pemusatan psikis. Dengan perhatian. Pengaruh Perhatian Orang Tua dan minat Belajar dengan Prestasi Belajar 1. Ketidakmudahan itu disebabkan antara lain oleh beberapa 14 . maka perlu kiranya dibicarakan tentang makna perhatian dan orang tua itu sendiri. seseorang akan mendapatkan gambaran kemungkinan rangsangan yang akan timbul sebagai respon terhadap masalah atau keadaan yang dihadapkan kepadanya. salah satu aspek psikologis yang tertuju pada suatu objek yang datang dari dalam dam luar diri individu. Pengertian Perhatian Tidak mudah bagi kita untuk merumuskan pengertian perhatian. Perhatian akan memberikan warna dan corak bahkan arah tingkah laku seseorang. Tinjauan terhadap masalah pengaruh perhatian orang tua Sebelum batasan tentang perhatian dan orang tua dikemukakan. Dengan perhatian dapat digunakan untuk meramalkan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam kehidupan sehari-hari. A.

Seringkali orang menyamakan perhatian dengan motif. b. Pengertian orang tua Dalam Kamus besar bahasa Indonesia ( 1995 : 706 ) disebutkan bahwa yang dimaksud dengan orang tua adalah orang yang dihormati di kampung. motivasi maupun empati. Menurut Dakir ( 1993 : 114 ) ”Perhatian adalah keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar individu sedangkan pendapat senada dikemukakan oleh Slameto ( 1995 : 105) Perhatian adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dalam hubungan nya dengan pemilihan rangsangan yang datang dari lingkungannya. Perhatian berbeda dari simpati. tetua.hal yaitu penggunaan perhatian yang kurang tepat oleh masyarakat. Dari beberapa pendapat di atas. empati dan komunikasi walaupun ketiganya berhubungan erat dalam pemusatan tenaga seseorang. dapat disimpulkan bahwa perhatian adalah pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek yang datang dari dalam dan dari luar individu. Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian orang tua dalam penelitian ini adalah ayah dan ibu dari anak ( jika anak itu tinggal bersama ayah dan ibu ) atau orang lain yang bertanggung jawab atas pendidikan anak 15 .

Macam-macam Perhatian Orang Tua Menurut Tim Penulis FIP – IKIP Yogyakarta ( 1993 : 13 ) disebutkan adanya macam-macam perhatian dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang yang pada prinsipnya meliputi : 1).tersebut / wali siswa / orang tua asuh atau jika anak tersebut tinggal bersama wali. yaitu perhatian yang banyak menyertakan aspek kesadarannya. yaitu perhatian yang tidak disengaja atau tidak sekehendak subjek. Macam-macam perhatian orang tua menurut cara kerjanya. Perhatian spontan. c. 2). b). Perhatian refleksi. yaitu perhatian yang tidak banyak menyertakan aspek kesadaran. b). dibedakan menjadi : a). dibedakan menjadi : a). 16 . Berdasarkan uraian tersebut di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa perhatian orang tua adalah pemusatan energi psikis yang tertuju pada suatu abjek yang dilakukan oleh ayah dan ibu atau wali terhadap anaknya dalam suatu aktivitas. yaitu perhatian yang disengaja atau sekehendak subjek. Perhatian tidak intensif. Macam-macam perhatian orang tua menurut intensitasnya. Perhatian intensif.

perhatian terpusat dan perhatian terpencar. yaitu perhatian yang tertuju pada lingkup objek yang sangat terbatas. (3). perhatian intensif. dibedakan menjadi : a). Perhatian Terpusat. kita harus memaksakan perhatian kepadanya.3). Dalam penelitian ini perhatian orang tua terhadap anak disimpulkan sebagai pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek yang dilakukan oleh orang tua ( ayah. yaitu perhatian yang tertuju kepada macam-macam objek. b). Perhatian sembarangan ( random attention ) yaitu perhatian semacam ini tidak tepat. Macam-macam perhatian orang tua menurut luasnya. dkk ( 1982 : 95 ) membedakan perhatian menjadi tiga yaitu : (1). (2). maka dapat disimpulkan bahwa macam-macam perhatian dapat dibedakan berdasarkan objek tertentu yang disertai aktivitas. perhatian refleksi. 17 . Perhatian spontan dan perhatian paksaan. Dan manakala kita memperhatikan beberapa hal maka kita menamakan perhatian tersebut distributif. perhatian ini sering disebut dengan perhatian Konsentratif. Sedangkan menurut Patty. bila kita memusatkan perhatian kepada satu hal saja. bila kita senang terhadap suatu perhatian kita tercurah secara spontan. ibu atau wali ) yang berupa : perhatian spontan. maka kita menggunakan perhatian konsentratif. Berdasarkan pendapat di atas. Perhatian Konsentratif dan perhatian distributif. berpindah-pindah dari objek yang satu kepada yang lain dan tidak tahan lama. Perhatian Terpencar. Sebaliknya apabila kita tidak senang kepada sesuatu.

Menurut Dakir ( 1995 : 114 ) dikemukakan : 1). Ditinjau dari hal-hal yang bersifat objektif. 18 . yaitu rangsangan yang kuat mendapatkan perhatian. Yang termasuk faktor objektif.d. Benda-benda yang berhubungan dengan kebutuhan dasar. kualitas rangsangan mempengaruhi perhatian. Ditinjau dari hal-hal yang secara subjektif. Hal ini dikarenakan bahwa perhatian dipengaruhi oleh beberapa faktor. Perangsang yang berubah-ubah menarik perhatian b). Perangsang yang tiba-tiba d). Faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua Perhatian tidak selamanya dapat diarahkan dengan baik. Benda-benda yang mempunyai bentuk tertentu e). misalnya : beberapa rangsangan yang sesuai dengan bakatnya lebih menarik perhatian daripada hal yang lain. yaitu hal-hal yang bersangkut paut dengan pribadi subjek. Selanjutnya Patty. objek yang besar menarik perhatian. begitu pula rangsangan dapat menarik perhatian 2). Perangsang yang luar biasa c). dkk ( 1982 : 96 ) berpendapat bahwa halhal yang mempengaruhi perhatian ada dua faktor yaitu faktor objektif dan faktor subjektif. adalah : a).

b. adalah : (a). maka orang tua dengan mendapat rangsangan yang sangat kuat untuk segera memberikan perhatian kepada anak dengan tujuan dapat memberikan sesuatu yang sedang dibutuhkan. Kualitas Rangsangan Orang tua dalam memberikan perhatian kepada anak tidak bersifat terus menerus. Pekerjaan yang sedang kita laksanakan (b).Sedangkan faktor subjektif. Mode. Apabila anak dirasa sedang kelihatan lain daripada keadaan biasanya. Hal ini dapat terjadi pada saat anak 19 . dan (f). Kebiasaan Berdasarkan pendapat di atas dapat dijabarkan bahwa faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua antara lain : 1. Rangsangan yang kuat Orang tua memiliki perasaan yang sangat peka terhadap anaknya. namun dapat memilih sekiranya anak sedang sangat membutuhkan perhatian. Keinginan yang sedang kita laksanakan (c). Minat (d). Faktor Objektif yang meliputi : a. Perasaan (e). Misalnya anak nampak murung. maka orang tua segera memberikan perhatian agar anak tersebut dapat membebaskan dari kemurungan itu.

maka anak akan mendapatkan perhatian yang lebih besar. maka orang tua akan memberikan perhatian pula untuk mendukung kegiatan tersebut. Ini diakibatkan karena keinginan orang tua dalam 20 . jika benar-benar anak dapat mewujudkan keinginan orang tua tersebut. Faktor Subjektif yang meliputi : a. Misalnya orang tua mempunyai keinginan di dalam hati agar anaknya dapat meraih prestasi yang tinggi. Pekerjaan yang sedang dilaksanakan Orang tua pada era sekarang cenderung sangat sibuk dengan pekerjaan. 2. hal ini dapat muncul jika ada objek yang dapat menarik perhatian secara tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya. c. Objek yang besar atau perangsang luar biasa Setiap orang memiliki emosi atau dorongan yang tersimpan dalam hati.sedang menghadapi ulangan misalnya. Jika dalam perkembangannya mempunyai kreatifitas menuju hal-hal yang positif. Maka orang tua memandang bahwa situasi pada saat itu sangat membutuhkan perhatian agar anak dapat belajar dengan sungguh-sungguh. d. Rangsangan yang baru Anak diharapkan dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Situasi sedang menghadapi ulangan adalah salah satu contoh kualitas rangsangan yang membuat orang tua memberikan perhatian. sehingga perhatian muncul dengan dorongan yang sangat kuat atau luar biasa.

cemas dan sebagainya. sehingga keluarga sering ditinggal. Keinginan orang tua Antara ayah dan ibu dalam mendidik anak-anaknya harus bersikap harmonis. Anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang. orang tua yang bekerja dengan perasaan marah membuat suasana rumah menjadi kurang 21 . sehingga menimbulkan konflik. Ini berakibat anak bingung dan berpengaruh terhadap minat belajar. Hal ini dapat terjadi jika orang tua yang bekerja perasaan gembira akan membuat suasana rumah yang menyenangkan. yang jika tidak dapat diselesaikan dengan segera dapat mengancam keluarga dan menjadi broken home. c.memenuhi kebutuhan keluarga. Anak dibiarkan diasuh oleh pembentu misalnya. hal ini dapat berpengaruh terhadap minat belajar. artinya jangan memaksakan keinginannya sendiri-sendiri antara ayah dan ibu. hal ini akan mengganggu atau mempengaruhi perhatian orang tua terhadap minat belajar anak. Perasaan Keadaan perasaaan orang tua sangat berpengaruh terhadap minat belajar anak. Sebaliknya. b. Apabila tidak dapat terlaksana. d. Minat Keadaan orang tua suka berlebihan atau tidak sesuai dengan minat dapat membuat orang tua kecewa.

perabot. baik mode rumah. Kebiasaan Kebiasaaan orang tua yang tidak baik seperti minum-minuman keras. sedangkan faktor subjektif cenderung timbul dari luar diri 22 . f. Berdasarkan penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua. sehingga anak kurang bergairah dalam belajar. jika orang tua melakukan kebiasaankebiasaan yang baik. berjudi. Sebaliknya. maka dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua dapat dipengaruhi dua faktor yaitu faktor objektif dan subjektif. e. sangat berpengaruh terhadap minat belajar. Hal ini disebabkan keadaan orang tua yang tidak memberikan contoh kehidupan yang baik. pakaian dan sebagainya. maka akan dapat meningkatkan minat belajar. dan menjadikan minat belajar berkurang karena kurang mendapatkan perhatian orang tuanya. Orang tua yang selalu mengikuti mode akan disibukkan dengan mode-mode baru. Mode Keadaan mode sekarang berkembang sangat pesat. olahraga. free sex. membaca buku. Sehingga orang tua cenderung memikirkan mode tanpa memperhatikan anaknya. seperti rajin beribadah. Faktor objektif cenderung timbul karena dorongan dari dalam diri individu.menyenangkan sehingga minat untuk belajarpun bagi anak berkurang / menurun.

Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertatik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek ( Sumadi Suryabrata. Menimbulkan sikap positif terhadap sesuatu objek. (2). maka akan terdorong untuk memberikan perhatian terhadap Belajar tersebut. 4 ) Menurut pendapat diatas yang perlu diperhatikan adalah aspek terakhir yaitu unsur pengharapan menimbulkan keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya. (3). 1988 : 109 ). sesuatu. 2. Perhatian orang tua yang diberikan kepada anaknya sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak khususnya pada minat belajar dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap anak. ( Johny Killis.individu. Pengertian tentang minat. Menurut Crow and Crow minat adalah pendorong yang menyebabkan seseorang memberi perhatian terhadap orang. Kedua faktor tersebut bagi orang tua dapat muncul dengan sendiri ataupun bersama-sama tergantung pada objek yang sedang dihadapi. Adanya sesuatu yang menyenangkan yang timbul dari sesuatu objek itu. Mengandung suatu pengharapan yang menimbulkan keinginan atau gairah untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya ( 1977 . Ahli lain mengatakan 23 . 1988 : 26 ) Berdasarkan pendapat Crow and Crow dapat diambil pengertian bahwa individu yang mempunyai minat terhadap belajar. Tinjauan Terhadap Masalah Minat Belajar a. aktivitas-aktivitas tertentu. Karateristik minat menurut Bimo Walgito : (1).

bahwa minat sebagai sesuatu hasil pengalaman yang tumbuh pada dan dianggap bernilai oleh individu adalah kekuatan yang mendorong seseorang itu untuk berbuat sesuatu ( Winarno Surachmad, 1980 : 90 ) Jadi pengalaman yang dianggap bernilai merupakan faktor yang turut membuat minat pada diri individu. Pengalaman memberikan motivasi serta kekuatan pada diri individu untuk melakukan sesuatu. Menurut H.C. Witherington yang dikutip Suharsini Arikunto, “Minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, suatu masalah atau situasi yang mengandung kaitan dengan dirinya.” (1983 : 100 ). Batasan ini lebih memperjelas pengertian minat tersebut dalam kaitannya dengan perhatian seseorang. Perhatian adalah pemilihan suatu perangsang dari sekian banyak perangsang yang dapat menimpa mekanisme penerimaan seseorang. Orang, masalah atau situasi tertentu adalah perangsang yang datang pada mekanisme penerima seseorang , karena pada suatu waktu tertentu hanya satu perangsang yang dapat disadari. Maka dari sekian banyak perangsang tersebut harus dipilih salah satu. Perangsang ini dipilih karena disadari bahwa ia mempunyai sangkut paut dengan seseorang itu. Kesadaran yang menyebabkan timbulnya perhatian itulah yang disebut minat. Berdasarkan pengertian dimuka maka unsur minat adalah perhatian, rasa senang, harapan dan pengalaman.

24

b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Minat Menurut Crow and Crow, ada tiga faktor yang menimbulkan minat yaitu “Faktor yang timbul dari dalam diri individu, faktor motif sosial dan faktor emosional yang ketiganya mendorong timbulnya minat”, (Johny Killis, 1988 : 26 ). Pendapat tersebut sejalan dengan yang dikemukakan Sudarsono, faktor-faktor yang menimbulkan minat dapat digolongkan sebagai berikut : (1). Faktor kebutuhan dari dalam. Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani dan kejiwaan. (2). Faktor motif sosial, Timbulnya minat dalam diri seseorang dapat didorong oleh motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, perhargaan dari lingkungan dimana ia berada. (3). Faktor emosional. Faktor ini merupakan ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terhadap sesuat kegiatan atau objek tertentu ( 1980 : 12 ) Jadi berdasarkan dua pendapat diatas faktor yang menimbulkan minat ada tiga yaitu dorongan dari diri individu, dorongan sosial dan motif dan dorongan emosional. Timbulnya minat pada diri individu berasal dari individu, selanjutnya individu mengadakan interaksi dengan lingkungannya yang menimbulkan dorongan sosial dan dorongan emosional. c. Proses Timbulnya Minat Menurut Charles yang dikutip oleh Slamet Widodo dideskripsikan sebagai berikut : Pada awalnya sebelum terlibat di dalam suatu aktivitas, siswa mempunyai perhatian terhadap adanya perhatian, menimbulkan keinginan untuk terlibat di dalam aktivitas ( Slamet Widodo, 1989 : 72 ). Minat kemudian mulai memberikan

25

daya tarik yang ada atau ada pengalaman yang menyenangkan denga hal-hal tersebut. Secara skematis proses terbentuknya minat dapat digambarkan sebagai berikut :

Perhatian

Keterlibatan

Minat

Gambar 1 : Proses terbentuknya minat d. Fungsi Minat Crow and Crow ( 1973 : 153 ) menyatakan ”....the word interested may be used to the motivatoring force which courses and individual to give attenrion force person a thing or activity.” Pendapat disini dmaksudkan bahwa perhatian kepada seseorang, sesuatu maupun aktivitas tertentu, sementara ia kurang atau bahkan tidak menaruh perhatian terhadap seseorang , sesuatu atau aktivitas tertentu sementara ia kurang atau bahkan tidak menaruh perhatian terhadap seseorang, sesuatu atau aktivitas yang lain. Dari uraian tersebut dengan adanya minat memungkinkan adanya keterlibatan yang lebih besar dari objek yang bersangkutan. Karena minat berfungsi sebagai pendorong yang kuat. Berdasarkan berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan seseorang untuk memilih dan melakukan aktivitas dibandingkan aktivitas yang lain karena ada perhatian, rasa senang dan pengalaman.

26

e. Pengertian Belajar Disadari atau tidak, setiap individu tentu pernah melakukan aktivitas belajar, karena aktivitas belajar tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang mulai sejak lahir sampai mencapai umur tua. Menurut Winkel : Belajar adalah proses mental yang mengarah pada penguasaan pengetahuan, kecakapan skill, kebiasaan atau sikap yang semuanya diperoleh, disimpan dan dilakukan sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif. Dari pengertian diatas, tampak belajar lebih menekankan pada proses, baik proses mental, proses adaptasi dengan lingkungan, proses melalui lingkugannya, proses melalui pengalaman, latihan maupun praktek. Selanjutnya ada pula yang merumuskan pengertian belajar yang menekankan pada perubahan sebagaimana dikatakan oleh Witherington, bahwa ,”Belajar adalah perubahan dalam diri individu yang dapat dinyatakan sebagai suatu kecakapan, kebiasaan, pengertian dan apresiasi”. Dengan memperhatikan perumusan-perumusan tentang pengertian belajar tersebut diatas maka penulis berpendapat; Bahwa belajar adalah suatu peoses psikis yang berlangsung dalam interaksi antara subjek dengan lingkungannya dan menghasilkan perubahanperubahan dalam pengatahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap dan

27

minat tersebut akan menetap dan berkembang pada dirinya untuk memperoleh dukungan dari lingkungannya yang berupa pengalaman. Faktor-faktor Yang Menimbulkan minat Belajar Minat merupakan kecenderungan yang agak menetap pada diri individu. maka dapat disimpulkan bahwa pengertian minat belajar adalah kecenderungan individu untuk memiliki rasa senang. dilakukan dengan senang dan mempunyai dorongan untuk memperoleh hasil belajar yang optimal. Perubahan itu bisa sesuatu yang baru atau hanya penyempurnaan terhadap hal-hal yang sudah dipelajari yang segera nampak dalam perilaku nyata atau yang masih tersembunyi. tetapi itu tidak mutlak perlu. dorongan melakukan aktivitas terhadap kegiatan belajar yang dilakukan melalui latihan-latihan ataupun pengalaman. Pengalaman akan : ) 28 . Dengan demikian minat belajar pada diri siswa.” Proses belajar dapat berlangsung dengan disertai kesadaran dan intensi. tidak terjadi begitu saja. sebagaimana diungkapkan oleh Winkel bahwa.kebiasaan yang bersifat relative konstan / tetap baik melalui pengalaman. maka kegiatan belajar akan dilakukan dengan penuh kesadaran.” ( f. latihan maupun praktek. Seseorang mempunyai minat dari pembawaanya. tetapi melalui proses. Sedangkan proses belajar dapat berlangsung dengan kesadaran individu atau tidak. Pengertian Minat Belajar Berdasarkan pendapat diatas. g.

Menurut Robert M. Claining learning ( belajar merangkai membentuk suatu rangkaian hubungan stimulus respon S – R ) 3). Signal Learning ( belajar Signal ) individu belajar memberikan respon terhadap suatu tanda ( signal ) 2). baik melalui latihan maupun belajar. maka penulis kemukakan tentang macam-macam minat yang berhubungan dengan macam-macam belajar. Dan faktor yang dapat menimbulkan minat belajar dalam hal ini adalah dorongan dari dalam individu. 4). dorongan motif sosial dan dorongan emosional. Verbal Assaciation learning : Belajar memahami pengertian verbal jenis ini terutama diperlukan dalam belajar bahasa. Macam-Macam Minat Belajar Sesuai dengan aturan diatas. Gague yang dikutip oleh Suyarno ( 1985 : 9 ) ada delapan macam model belajar yang disebut : “Cumulative Learning Model” Adapun macam atau jenis belajar sebagai berikut : 1). bahwa minat merupakan kecenderungan untuk memiliki rasa senang terhadap suatu objek dan dalam penelitian ini objek yang diteliti mengenai belajar.diperoleh dengan mengadakan interaksi dengan dunia luar. h. Stimulus Respon Learning : belajar memberikan respon yang tepat terhadap stimulus tertentu. 29 .

belajar membedakan sesuatu dalam jumlah banyak. i. Frandsen yang dikutip oleh Sardiman. 6). Ciri-Ciri Orang Yang Berminat Belajar Arden N. belajar merangkai. Multiple descimination learning : Belajar membedakan sesuatu dalam jumlah yang banyak. belajar prinsip dan memecahkan masalah. Concept learning : Belajar tentang berbagai hal sehingga dapat mengklasifikasikan berbagai hal itu akhirnya mendapat pengertian atau membentuk konsep tentang suatu hal. sehingga individu perlu memberikan respon yang berbeda-beda. AM ( 1998 : 46 ) menyebutkan hal-hal yang dapat mendorong atau menimbulkan minat belajar adalah sebagai berikut : 30 . belajar memahami pengertian verbal. Hal ini dapat dipengaruhi oleh delapan macam model belajar yakni belajar dengan tanda. Problem solving : belajar memecahkan masalah Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa macam-macam minat belajar diikuti adanya kegiatan-kegiatan yang mendukung timbulnya suatu aktivitas belajar. belajar memahami prinsip antara dua pengertian / konsep atau lebih. Principle learning : Belajar prinsip.5). belajar konsep. sehingga minat belajar siswa akan lebih terarah dengan adanya kegiatan tersebut. 8). 7). belajar memberikan respon.

5). Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran. Adanya kebutuhan untuk mendapatkan kehormatan dari masyarakat 5). Adanya kebutuhan fisik 2).1). Adanya kebutuhan dan kecintaan dan penerimaan dalam hubungan dengan orang lain. Adanya kebutuhan rasa aman. 4). Sesuai dengan sifat seseorang untuk mengemukakan atau mengetengahkan diri. 31 . baik dengan kooperasi maupun dengan kompetensi. Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua. Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang labih luas. 2). Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari belajar. Adanya sifat yang kreatif pada orang yang belajar dan keinginan untuk maju 3). Maslow yang dikutip oleh Sardiman AM ( 1998 : 46 ) mengemukakan dorongan-dorongan seseorang untuk belajar yaitu sebagai berikut : 1). guru dan teman-temannya 4). 6). Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru. bebas dari kekuatan 3).

adanya rasa aman dan adanya ganjaran atau hukuman. Dengan demikian perhatian orang tua terhadap anak 32 . perhatian terpusat dan perhatian terpencar maka anak merasa dilindungi dan diperhatikan oleh orang tua sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan termasuk juga kegiatan belajar tidak mengalami tekanantekanan psikis. perhatian intensif.Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang berminat belajar ditandai adanya sifat ingin tahu. Perhatian orang tua terhadap minat belajar anak dapat dilakukan dengan berbagai macam tergantung sudut objek atau sudut pandang. Memperhatikan atau menaruh perhatian dapat diartikan sebagai mengarah kepada sesuatu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan pengamatan satu objek atau pelaksanaan satu perbuatan. Hal ini karena masing-masing orang tua mempunyai perbedaan sendiri-sendiri. antara yang satu dengan yang lainnya. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua Terhadap Minat Belajar Perhatian itu timbul karena adanya dorongan psikis tertentu dan karena adanya rangsangan dari lingkungan. adanya kreativitas. adanya simpati dari orang lain. ibu atau wali yang berupa perhatian spontan. Adanya perhatian dari ayah. memperbaiki kegagalan. Apabila orang tua memberikan perhatian dengan sungguh-sungguh terhadap anak dalam hal belajar maka aktivitas belajar dapat menumbuhkan minat belajar tanpa ada rasa terpaksa. j. perhatian refleksi.

3. sebagai sebab. karateristik prestasi belajar dapat disebutkan sebagai berikut : a. Tinjauan Terhadap Masalah Prestasi Belajar Menurut Sutratinah Tirtonegoro. Dari hasil test tersebut dapat diukur prestasi belajar siswa dengan standar tertentu. angka. Secara garis besarnya. Semakin baik perhatian yang diberikan kepada anak. Prestasi belajar seseorang merupakan perubahan perilaku yang dapat diukur.berpengaruh terhadap minat belajar anak. maka semakin berkurang minat belajar yang ditimbulkan oleh anak. bahwa : Yang dimaksud prestasi belajar adalah peningkatan hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbul. dapat penulis uraikan bahwa setelah siswa melakukan usaha belajar di sekolah dengan waktu tertentu. ( : 80 ) Dari batasan diatas. b. artinya individulah sebagai pelakunya. Prestasi belajar seseorang menunjuk pada individu. huruf atau kata. huruf. maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. maka akan semakin berpengaruh terhadap minat belajar. Dan sebaliknya semakin kurang perhatian orang tua terhadap anak. maka untuk selanjutnya siswa dihadapkan pada suatu test yang biasa disebut Tes Hasil Belajar. 33 . Biasanya ukuran prestasi belajar siswa dilambangkan dalam bentuk angka. dalam hal ini dengan menggunakan tes.

Faktor individu yang belajar ( faktor interen ) b).c. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Berhasil tidaknya kegiatan belajar dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan akan tergantung pada faktor dan kondisi yang mempengaruhinya.Faktor individu yang belajar ( faktor internal) Siswa sebagai pelajar merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. d. Faktor lingkungan di luar individu yang belajar ( faktor eksteren ) Untuk lebih jelasnya berikut ini akan diuraikan lebih terinci tentang kedua faktor yang mempengaruhi belajar : (1). Prestasi belajar menunjukkan pula pada hasil kegiatan yang disengaja dan disadari yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. baik berdasarkan norma kelompok ataupun norma yang tidak ditetapkan. 1). Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi proses atau kegiatan belajar dan hasil atau prestasi belajar dapat digolongkan menjadi dua yaitu : a). 34 . Prestasi belajar dapat dievaluasi dengan menggunakan standard tertentu. Berhasil tidaknya proses belajar bagi diri siswa akan tampak pada perubahan yang terjadi pada diri siswa.

Faktor Fisiologis / Jasmaniyah yang bersifat pembawaan maupun bukan pembawaan seperti : penglihatan. unsur kepribadian tertentu seperti : sikap. kondisi fisik. demikian pula halnya dengan proses belajar yang merupakan salah satu bentuk kegiatan manusia 35 . rasa aman. kematangan psikologis dan sejenisnya. perhatian.Faktor psikologis. kebiasaan. karena dalam proses belajar mengajar siswa selalu terkait dengan faktor eksternal ini. (b). kematangan fisik dan sejenisnya. motivasi.Diantara faktor-faktor yang perlu diperhatikan dari segi siswa ini adalah : (a). Faktor Tujuan Setiap kegiatan manusia menpunyai tujuan tertentu. penyesuaian diri. baik yang bersifat pembawaan atau bukan pembawaan seperti : taraf intelegensi. emosi. bentuk tubuh.Faktor Lingkungan di luar Individu yang Belajar ( Faktor Eksternal ) Faktor eksternal ini sering pula menjadi salah satu sumber / faktor yang berpengaruh dalam proses belajar mengajar. kemampuan belajar. Termasuk faktor ini diantaranya adalah sebagai berikut : (a). minat. bakat. (1).

karateristik afektif yang meliputi .dalam lingkungannya. (b). Oleh sebab itu faktor guru merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar dan akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.Faktor Guru Guru sebagai perantara dalam usaha memperoleh perubahan tingkah laku siswa. semakin jelas dan positiflah kegiatankegiatan yang akan dilakukan siswa. kecakapan psikomotorik. Hal ini dapat merangsang individu untuk lebih giat melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pencapaian tujuan yang diinginkan. sudah barang tentu mempunyai tujuan tertentu pula. kematangan dan kestabilan emosi. minat dan sikap terhadap profesinya serta terhadap materi yang akan diajarkan guru serta aspek kepribadian lainnya. Faktor guru yang perlu dipertimbangkan antara lain adalah : karateristik intelektual baik berupa kecakapan potensial maupun aktual. Semakin jelas tujuan yang akan dicapai dalam belajar. 36 .

akan mempengaruhi hasil belajar yang dicapai siswa. (e). demikian pula sebaliknya. Tes Hasil Belajar Dalam Hubungannya dengan Prestasi Belajar Dalam Kaitannya dengan proses belajar mengajar. sekolah. status sosial siswa dan interaksi antara guru dan siswa baik dalam proses belajar mengajar maupun di luar proses belajar mengajar. Keadaan fisik sekolah yang baik akan lebih memungkinkan siswa belajar dengan tenang. teratur dan lancar. masyarakat sekitar. Faktor Lingkungan fisik dan Lingkungan Luar Fasilitas fisik tempat belajar berlangsung. iklim. waktu dan sekitarnya. (d). maka untuk mengetahui efektifitas proses belajar mengajar dan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai hasil yang diharapkan dari hasil belajarnya perlu diadakan evaluasi belajar.(c). 2). Faktor-faktor Situasional. 37 . Faktor lingkungan fisik dan luar ini meliputi antara lain : bentuk dan ukuran ruangan dan suasana prasarana belajar lainnya yang diperlukan dalam belajar. seperti situasi dan kondisi keluarga.Faktor-faktor Sosial di Sekolah. musim. yang meliputi : system sosial yang ada di sekolah.

Untuk mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar siswa diperlukan suatu alat evaluasi yang biasanya disusun oleh guru mata pelajaran itu sendiri dan biasa disebut dengan Tes Hasil Belajar ( THB )... siswa diberi nilai tertentu yang menyatakan taraf prestasi yang telah dicapai siswa. Gafur : Tes Formatif digunakan sewaktu pengajaran sedang berlangsung untuk memacu.... Di Indonesia THB ada dua macam yaitu THB yang disusun oleh guru untuk kelasnya sendiri dan disusun oleh sejumlah guru secara bersamaan yang disebut dengan .. misalnya : 38 ... Tes Sumatif adalah tes yang diberikan diakhir pengajaran untuk menentukan apakah yang letah dipelajari siswa ( 1984 : 82 ) Menilik pendapat di atas... biasanya digunakan untuk ulangan semesteran... dan menilai belajar siswa dan untuk menilai efektifitas proses pengajaran. Dalam Tes Hasil Belajar saat ini. dapat dibedakan antara Tes Formatif dan Tes Sumatif. Sedangkan. Menurut Abd... yaitu : Formatif. maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa ada bentuk THB... Kedua macam THB tersebut mempunyai peranan besar sebagai alat evaluasi dalam bidang pendidikan.... Berdasarkan jawaban-jawaban siswa terhadap pertanyaan dan atau pernyataan-pernyataan yang diajukan dalam THB ini. mengarahkan.

maka berhubungan erat dengan Prestasi Belajar siswa. perlu saling memberi dukungan psikologis satu sama lain ssehingga memperkuat. melengkapi dan menunjang karir masing-masing. Tes hasil belajar akan menggambarkan sejauh mana siswa telah mencapai hasil yang diharapkan dari proses belajar mengajar dan prestasi yang telah dicapai siswa. serba tahu dan serba benar. Mencari dan menyayangi anak adalah suatu naluri tetapi bagaimana menyatakan rasa sayang dan cinta adalah suatu ketrampilan yang bisa dipelajari dan dilatih. tetapi kualitas hubungan dengan anak perlu dijaga dengan cara meningkatkan kepedulian terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua yang memutuskan untuk bersama-sama berkarir. sedangkan Tes Sumatif misalnya : Tes Ulangan yang dilakukan pada akhir semester. B. Kerangka Berpikir 1. Empati perlu dipertajam sehingga orang tua bisa menempatkan pikiran dan perasaannya ke dalam pikiran dan perasaan anak dalam kondisi khusus misalnya si anak sedang belajar maka dibutuhkan lebih banyak perhataian dari orang 39 .Tes Akhir Unit Bahan. Tes Latihan dalam Kelas. Dari uraian dimuka. Ujian Akhir Semester. Ujian Nasional. Hubungan antara Pengaruh Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa Menjadi orang tua tidak berarti menjadi arif.

sopan. mencapai prestasi belajar di sekolah yang sangat diperlukan dalam masa depannya. sebaliknya kalau seorang mempelajari sesuatu dengan penuh minat. 2. Karena itu persoalan yang biasa timbul ialah bagaimana mengusahakan agar hal yang disajikan sebagai pengalaman belajar itu 40 . Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara Pengaruh Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan. Membiasakan anak hidup teratur. Semua ini diarahkan pula untuk menanamkan jiwa kemandirian dan sebagai modal untuk menumbuhkan profesionalisme. tak usah dipertanyakan lagi. Setiap orang tua diharapkan mampu menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak dan seluruh anggota keluarga. maka dapat diharapkan bahwa hasilnya akan lebih baik. motivasi tinggi untuk berprestasi. Kalau seorang siswa tidak berminat untuk mempelajari sesuatu tidap dapat diharapkan bahwa dia akan berhasil dengan baik dalam mempelajari hal tersebut. disiplin. Dari keluarga seharusnya anak memperoleh pendidikan. Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Bahwa minat mempengaruhi proses dan hasil belajar. bertanggung jawab dan mandiri. santun baik dalam keluarga maupun dengan lingkungan diluar keluarga.tua. Pola hidup sibuk dapat menjadi model bagi anak yntuk mengembangkan sikap dan perilaku produktif. tertib. apa saja yang seharusnya boleh dilakukan dan apa saja yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Sebaliknya pilihan program terhadap bidang studi itu dipilih yang benar-benar dengan minat para siswa. menyebabkan perlunya diselidiki faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut. Prestasi belajar yang tinggi yang dicapai di sekolah merupakan harapan semua pihak. orang tua bahkan pemerintah. sehingga 41 . guru. karena dengan demikian dapat diharapkan hasil dan prestasi belajar yang lebih baik. 3. membina dan mengembangkan minat belajar anak salah satunya adalah penanaman kedisiplinan terhadap anak. baik pihak siswa sendiri. Pada dasarnya prestasi belajar yang diraih siswa merupakan hasil suatu proses dalam suatu sistem yang saling berhubungan. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk membina hubungan orang tua dan anak yang pada akhirnya diharapkan dapat menumbuhkan. Dalam hubungan yang terakhir ini misalnya persoalan mengenai pemilihan jurusan / pilihan program bidang studi pada lembaga-lembaga pendidikan formal. atau bagaimana caranya menentukan agar para siswa itu mengenai hal-hal yang memang menarik minat mereka. Menurunya prestasi belajat anak didik pada seluruh jenjang pendidikan di Indonesia saat ini termasuk SMA.menarik para siswa. Dengan demikian diduga ada hubungan antara adanya minat belajar dengan prestasi belajar siswa.

baik di rumah dan rendahnya minat belajar. maka akan diperoleh hasil dan prestasi belajar juga tinggi. bila pengaruh perhatian orang tua dilaksanakan di rumah secara efektif dan adanya minat belajar yang tinggi pada siswa. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa. Dan minat memiliki daya prediksi yang tinggi terhadap perilaku seseorang. Paradigma Penelitian Berdasarkan kerangka berpikir di atas. Begitu pula sebaliknya apabila pengaruh perhatian orang tua tidak dilaksanakan secara efektif. maka dalam dirinya akan muncul dorongan psikologis yang sangat kuat untuk mempersiapkan diri untuk belajar. C.faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajarpun dapat terjadi saling berhubungan antara faktor yang satu dengan faktor yang lain. Sehingga seseorang yang mempunyai minat untuk belajar tinggi atau keras. Paradigma Penelitian 42 . maka hasil dan prestasi belajar siswapun juga rendah. dapat digambarkan hubungan ketiga variabel penelitian tersebut dalam paradigma penelitian sebagai berikut : X1 Y X2 Gambar 2.

maka dapatlah dirumuskan beberapa hipotesis sebagai berikut : 1. Ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dan minat belajar dengan Prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan. Adanya hubungan yang positif antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan 3. 43 . Pengajuan Hipotesis Berdasarkan landasan teori. dan agar kegiatan penelitian tetap terarah secara jelas sesuai dengan tujuan penelitian. kerangka berpikir dan paradigma penelitian dimuka. Ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan 2.Keterangan : X1 X2 Y H1 H2 H3 : Perhatian Orang Tua : Minat Belajar : Prestasi Belajar Siswa : Hipotesis Pertama : Hipotesis Kedua : Hipotesis Ketiga D.

maka dalam penelitian ini pendekatan yang dipilih adalah pendekatan kuantitatif karena gejala-gejala hasil penelitian yang berujud data. Tehnik analisanya yang digunakan adalah tehnik non statistic / dengan prinsip ( 1988 : 1 ) Sehubungan dengan pendekatan di atas. Menurut Fx. Pendekatan Kualitatif. Pendekatan Penelitian Muhammad Ali ( 1985 : 81 ) mengatakan bahwa pendekatan penelitian merupakan keseluruhan cara atau kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian mulai dari perumusan masalah sampai dengan penarikan kesimpulan. 2. artinya seorang peneliti bekerja dengan informasi-informasi. 44 . Adapun pendekatan kuantitatif dengan tujuan sebagai berikut : a. Sudarsono. sehingga memungkinkan digunakan analisis statistic. b. keterangan-keterangan dan penjelasan data. neraca. penyimpangan. ada tidaknya perbedaan suatu kelompok dan lain sebagainya.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. besarnya sumbangan suatu variable. Menerangkan suatu gejala misalnya untuk menunjukkan besarnya koefisien dan arah korelasi. diukur dan dikonversikan dahulu dalam bentuk angka-angka atau dikuantifikasikan dan dianalisis dengan tehnik statistic. grafik dan lain-lain. Menggambarkan suatu gejala secara kuantitaitf dengan sajian skor. ada 2 ( dua ) jenis pendekatan penelitian yaitu : 1. Pendekatan Kuantitatif. artinya bahwa seorang peneliti harus bekerja dengan angka-angka sebagai perujudan dari gejala yang diamati.

karena peneliti berusaha menelaah hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. seberapa eratnya hubungan serta berarti atau tidaknya hubungan itu ( Suharsini Arikunto. adalah penelitian deskriptif ( 2005 : 30 ) 45 . menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang ( sedang terjadi ). Pendapat senada dikutip oleh Suriswo. dan apabila ada. Sehubungan dengan itu Suharsini Arikunto menyatakan bahwa tujuan penelitian korelasional adalah untuk menemukan ada tidaknya hubungan. maka penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian korelasional. 1991 : 21 ) Sedangkan tujuan penelitian korelasional ( Corelational Research ) sebagaimana dikutip oleh Suriswo. 1988 : 9 ) Sesuai dengan tujuan penelitian ini yang ingin mengetahui tentang Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa pada siswa kelas II SMU PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005.c. Membuat prediksi dan estimasi berdasarkan hasil analisa dan model yang telah ditetapkan ( FX. karena variabel yang dipakai menggambarkan variabel yang sudah ada datanya sekarang. Soedarsono. adalah sebagai berikut : Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mendeteksi sejauhmana variasi variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi ( 2005 : 35 ) Penelitian ini bila dilihat dari hadirnya variabel maka disebut penelitian deskriptif.

Tempat dan Waktu Penelitian 1. yang dikutip oleh Suriswo. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah sebuah konsep seperti halnya laki-laki dalam jenis kelamin. metode penelitian komparatif adalah bersifat ex post facto. B.N. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi di SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan Jawa Tengah 2. lebih jauh variabel kuantitatif diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu variabe diskrit dan variabel kontinum. Variabel Diskrit : Variabel Nominal : Variabel Kategorik karena hanya dapat dikategorikan atas 2 kutub yang berlawanan yakni “Ya” dan tidak. 46 . Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni tahun 2005 C. Hal ini sesuai dengan kutipan Suriswo.Sifat dari penelitian adalah ex post facto karena pengumpulan data dilakukan setelah kejadian berlangsung. bahwa variabel adalah sebagai gejala yang bervariasi ( 2005 : 65 ). Artinya. Selanjutunya Suharsini Arikunto berpendapat bahwa variabel dapat dibedakan atas kualitatif dan kuantitatif. insaf dalam kesadaran menurut F. data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dikumpulkan telah selesai berlangsung. ( 2005 : 35 ) yang mengatakan bahwa. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Kerlinger yang dikutip oleh Suriswo ( 2005 : 65 ) pendapat senada diberikan oleh Sutrisno Hadi.

untuk sebutan lain adalah variabel “lebih kurang” karena yang satu punya kelebihan dari yang lain. Variabel bebas ( Independent Variabel ) a). Dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelompok variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. b). b. Variabel Internal. Sedangkan ditinjau dari jenisnya maka variabel dalam penelitian ini dapat digolongkan menjadi variabel internal karena menggunakan skala ukuran berjarak sama. Perhatian orang tua ( X1 ) Minat belajar ( X2 ) 2). yaitu variabel perbandingan. sedang jarak itu sendiri adalah dapat diketahui dengan pasti. yaitu variabel yang mempunyai jarak. Variabel ini dalam hubungannya antara sesamanya merupakan “sekian kalinya” ( 1996 : 97 – 98 ) Variabel dalam penelitian ini dapat digolongkan dalam variabel kontinum karena dapat digolong-golongkan menurut tingkatannya. Menurut fungsinya di dalam penelitian maka variabel juga dapat dibedakan antara variabel bebas dan variabel terikat. Sesuai dengan pendapat Sutrisno Hadi bahwa variabel atau gejala yang dapat digolong-golongkan menurut tingkat besar kecilnya disebut gejala kontinum ( 1990 : 224 ). yaitu : 1). yaitu variabel yang menunjukkan tingkatan-tingkatan. Variabel Ardinal. Variabel terikat ( Dependent Variabel ) adalah Prestasi belajar siswa ( Y ) 47 . Variabel Kontinum. dipisahkan menjadi 3 variabel kecil yaitu : a. c. jika dibanding dengan variabel lain. Variabel Ratio.2.

dengan pertimbangan : a. 48 . Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah Siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan yang terdaftar pada tahun pelajaran 2002 / 2003. Kelas II merupakan tingkat penjurusan / pemilihan program sehingga diasumsikan mereka akan lebih banyak memikirkan tentang apa yang akan dipilih setelah kenaikan kelas III. b. dimana mereka telah memiliki tingkat kematangan fisik dan psikis. Populasi menurut Sutrisno Hadi ( 1990 : 70 ) adalah seluruh individu yang akan dikenai sasaran generalisasi dari sampel yang akan diambil dalam suatu penelitian. Senada dengan pendapat diatas Zainul Mustofa memberi batasan tentang populasi yaitu semua individu yang menjadi objek penelitian ( 1991 : 3 ) Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan individu yang menjadi sasaran penelitian. misalnya kelas II dengan kurikulum yang sama.Siswa kelas II diasumsikan mempunyai karateristik yang sama. 1997 : 102 ). Populasi dan Sampel Penelitian 1. usia yang hampir sama.D. Populasi Penelitian Populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian yang akan dikenai generalisasi hasil penelitian ( Suharsini Arikunto.

d. IPS dan Bahasa.c.Masalah yang mendasar dalam minat untuk belajar. Dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 150 siswa. peneliti mengacu pada tabel yang diibuat oleh Harry King. Sampel Penelitian a. Penentuan besar sampel Untuk menentukan besarnya sampel. siswa timbul pada awal naik kelas III SMA yang akan digunakan untuk penelitian ini mempunyai 3 kelas. Distribusi siswa untuk masing-masing kelas dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 01 Distribusi Siswa Kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan Tahun Pelajaran 2004 / 2005 NO 1 2 3 4 Kelas II / 1 II / 2 II / 3 Kelas Khusus Jumlah Total 46 43 46 15 150 2. yaitu IPA. e. Pada kelas II siswa SMA harus memilih program pengajaran khusus. Berdasarkan tabel tersebut untuk 49 .Mereka telah mencapai suatu taraf perkembangan kepribadian yang relatif sama daripada masa sebelumnya.

Penelitian sampling dilakukan melalui tindakan menarik sampel sebagian dari populasi.mengambil atau menentukan besarnya sampel penelitian bagi populasi 150 siswa dengan taraf kesalahan 25 % berada pada posisi 37. Proporsional ini ditetapkan karena masing-masing kelas mempunyai jumlah siswa yang berbeda. dan kemudian menggeneralisasikan hasil penelitian itu kepada populasi. peneliti menggunakan cara undian. maka agar diperoleh sampel yang cukup representatif digunakan tehnik pengambilan sampel Proporsional Random Sampling. Dalam penentuan sampel masing-masing kelas dapat dijabarkan sebagai berikut : 50 . mengambil bagian yang lebih kecil. Studi Sampling merupakan penelitian yang tidak memiliki seluruh subyek yang ada dalam populasi. b. Jadi jumlah sampel yang diambil adalah dibulatkan menjadi 38 siswa. Untuk penentuan sampelnya. 1990 : 203 ). Selanjutnya pengambilan sampel ditentukan secara random. Hal ini disebabkan karena metode random memberi kemungkinan pada semua siswa sebagai subyek dalam populasi berkesempatan menjadi sampel penelitian ( Sutrisno Hadi. karena cara undian ini lebih mudah dan menghindarkan dari faktor-faktor subyektifitas peneliti.5. Kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan terdiri dari 3 kelas dan 1 kelas khusus. Tehnik Sampling yang digunakan Penelitian ini merupakan penelitian sampel atau studi sampling.

maka untuk lebih jelasnya akan peneliti uraikan sebagai berikut : 51 . ( Suharsini Arikunto. Sesuai dengan metode pengumpulan data yang peneliti gunakan. 1993 : 121-122 ) Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket atau kuisioner dan metode dokumentasi. ujian ( Tes ) dan dokumentasi”. Metode Pengumpulan Data Suharsini Arikunto ( 1993 : 121 ) menjelaskan bahwa “Pengumpulan data merupakan cara-cara yang dapat dipergunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data-data”. pengamatan ( observasi ). “Macam-macam metode atau tehnik pengumpulan data antara lain angket ( kuisioner ).Tabel 02 Distribusi Sampel Penelitian Siswa Kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan Tahun Pelajaran 2004 / 2005 No 1 2 3 4 Kelas II / 1 II / 2 II / 3 Kelas Khusus Jumlah Jumlah Siswa 46 43 46 15 150 Jumlah Sampel 12 11 12 3 38 E. wawancara ( interview ).

Kuisioner Langsung : responden langsung menjawab tentang dirinya. Cheklist. Rating Scale ( Skala bertingkat ) yaitu sebuah pernyataan yang diikuti kolom-kolom yang menunjukkan tingkat-tingkat. 1991 : 124 ) Pada penelitian ini menggunakan angket tertutup. b. Kuisioner isian. Apa yang dinyatakan subyek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya. angket dapat dibedakan atas beberapa jenis tergantung pada sudut pandangnya. Menurut Suharsini Arikunto. maka ada : 1). sebuah daftar dimana responden tinggal membubuhkan tanda cek ( v ) pada kolom yang sesuai. Kuisioner Tertutup. langsung dan berbentuk skala bertingkat. misalnya mulai dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju ( Suharsini Arikunto. 2). 2). yaitu : a. Dipandang dari jawaban yang diberikan. atau hal-hal yang diketahui” ( Suharsini Arikunto. maka ada : 1). yang dimaksud adalah kuisioner terbuka 3). Kuisioner tidak langsung : responden menjawab tentang orang lain c. 52 . yang sudah disediakan jawabannya.1. Alasan pemilihan metode angket dalam penelitian ini didasarkan atas asumsi yang dikemukakan Sutrisno Hadi bahwa : a. maka ada : 1). Dipandang dari cara menjawab. Dipandang dari bentuknya. 1997 : 124 ). yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.Subyek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya b. yang dimaksud adalah sama dengan kuisioner tertutup 2). Kuisioner pilihan ganda. d. Metode Angket ( Kuisioner ) “Metode angket ( Kuisioner ) adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dann arti larti laporan tentang ptibadinya. sehingga responden tinggal memilih. Kuisioner Terbuka.

padahal sukar dikembalikan padanya. Pendekatan tersebut adalah peneliti memberikan penjelasan seperlunya sehingga angket tidak dikerjakan dengan terlalu tergesa-gesa dan agar jawaban dapat diberikan sesuai dengan yang sebanarnya. Angket juga memiliki beberapa kelemahan sebagaimana dikemukakan oleh Suharsini Arikunto.Interprestasi subyek tentang penrtanyanyang diajukan adalah sama dengan apa yang dimaksud peneliti ( Sutrisno Hadi. sebagai berikut : a. Dengan demikian maka diharapkan dari angket tersebut dapat diperoleh data yang 53 . Seringkali tidak kembali terutama jika dikirim lewat pos e.Walaupun dibuat secara anonim kadang-kadang responden memberikan jawaban yang tidak jujur.c.Responden sering tidak teliti dalam menjawab. peneliti memberikan petunjuk dalam angket yang jelas dan mengadakan pendekatan kemanusian dalam meminta responden untuk mengisi angket. d.Waktu pengembalian tidak sama-sama dan bahkan ada yang terlalu lama sehingga terlambat. Sering sukar dicari validitasnya c. 1990 : 157 ) Metode pengumpulan data dalam penelitian ini untuk mengungkap data-data mengenai Pengaruh perhatian orang tua dan minat belajar. Peneliti juga mengadakan pengawasan dan penjelasan jika pada pelaksanaannya responden mengalami kesulitan dan kalau ada hal-hal yang kurang jelas. Sedangkan untuk mengatasi persoalan tehnis yang berkaitan dengan waktu pengumpulan dan ketelitian memberikan jawaban. b. ( 1992 : 126 ) Untuk mengatasi beberapa kelemahan tersebut maka peneliti mengadakan uji coba angket yang benar-benar valid dan reliabel. sehingga ada pertanyaan yang terlewati / tidak dijawab.

sedangkan sumber data sekunder adalah sumber yang diperoleh dari pihak lain. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup yaitu angket yang menghendaki jawaban pendek.benar-benar telah menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari responden yang diteliti. 54 . dan sebagainya. traskrip. 2. surat kabar. Sumber data primer adalah sumber asli yang diambil atau diperoleh secara langsung dari pihak pertama. dan tertentu yang telah disediakan oleh peneliti dengan cara memberikan tanda-tanda pada alternatif jawaban yang dipilih. nilai raport. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yaitu dengan jalan menyalin dari dokumen hasil belajar siswa atau daftar nilai siswa dan diambilkan dari pengelolaan semester genap kelas II yang terdapat pada buku legger tahun pelajaran 2004 / 2005. Dokumentasi sebagai sumber data dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. agenda rapat. Untuk melihat catatan yang sudah ada peneliti dapat mengambilnya dari nilai tes. Metode Dokumentasi Dalam penelitian ini yang dimaksud dokumentasi menurut Winarno Surakhmad adalah “Suatu metode pengumpulan data dengan jalan melihat catatan yang sudah ada” ( 1985 : 100 ).

Variabel Pengaruh Perhatian Orang Tua 1). uji coba. perhatian refleksi. oleh karena itu instrumen yang dibuat berupa angket. Perencanaan dan penulisan butir soal Langkah yang dilakukan dalam tahap ini adalah mendefinisikan konsep variabel yang hendak diukur dan menentukan indikator-indikator untuk dijabarkan menjadi butir item. a. Berdasarkan pendapat tersebut. Menurut Suharsini Arikunto. perhatian intensif. penulisan butir item. penyuntingan. langkah-langkah pengadaan instrumen yang ditempuh dalam penelitian ini adalah : 1. Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data dalam penelitian ini salah satunya adalah angket. 1989 : 134 – 135 ). prosedur yang ditempuh dalam pengadaan instrumen yang baik secara berturut-turut adalah perencanaan. Definisi Operasional Pengaruh perhatian orang tua terhadap anak adalah sebagai pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek yang dilakukan oleh ayah dan ibu atau wali yang berupa perhatian spontan. perhatian terpusat.F. 2). Kisi-kisi Variabel Pengaruh Perhatian Orang Tua Kisi-kisi tentang variabel Pengaruh Perhatian Orang Tua dapat dilihat pada tabel 04 halaman 63 55 . penganalisaan hasil (Suharsini Arikunto. dan perhatian terpencar.

Uji Coba Instrumen Uji coba instrumen dikenakan bagi siswa yang nantinya bukan menjadi sampel tetapi masih merupakan satu populasi. 3. C dengan skor 2. B dengan skor 3. Definisi Operasional Minat belajar adalah kecenderungan individu untuk memiliki rasa senang. 2. dan E dengan skor 0. ucapan terima kasih. Dalam uji coba ini meliputi : 56 . dan D dengan skor 1. Untuk melakukan uji coba instrumen biasanya dengan jumlah responden 30 – 50 orang sudah mencukupi karena dengan jumlah minim 30 orang ini maka distribusi skor akan mendekati kurve normal. 2). Dalam hal ini. penyediaan lembar jawaban. petunjuk pengisian.b. Kisi-kisi variabel minat belajar Kisi-kisi tentang variabel minat belajar dapat dilihat tabel 05 halaman 63 Adapun penetapan skor untuk kedua instrumen dalam penelitian ini adalah untuk alternatif A dengan skor 4. Penyuntingan Penyuntingan yang dimaksud meliputi melengkapi instrumen dengan kata pengantar. Variabel Minat Belajar 1). peneliti mengambil 30 siswa untuk dikenai uji coba. dorongan melakukan aktivitas terhadap kegiatan belajar yang dilakukan melalui latihan-latihan ataupun pengalaman.

a. Content validity dan empirical validity. Uji Coba Validitas Instrumen Menurut Suharsini Arikunto ( 1991 : 136 ) validitas adalah ”Suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen”. Untuk menguji validitas butir digunakan tehnik atau rumus korelasi product moment dari Karl Pearson. Sutrisno Hadi mengemukakan jenis-jenis validitas. Berkaitan dengan validitas ini. Rumus korelasi product yang dimaksud adalah : rxy = ΝΣΧΥ − ( ΣΧ ΣΥ) )( {( Ν )2 − (Σ )2} Ν{Σ ( )2 − (Σ Χ )2} Σ Χ Υ Υ Keterangan : rxy : Koefisien korelasi antara X dengan Y : Jumlah skor tiap butir : Jumlah skor total ΣΧ ΣΥ 57 . yaitu : face validity. Untuk mengetahui ketepatan data dilakukan tehnik uji validitas internal. karena butur-butir dalam instrumen dikembangkan berdasarkan konstruksi teoritik. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Logical validity. factorial validity. Uji validitas internal dilakukan melalui uji validitas butir. Dalam penelitian ini semua angket menggunakan Construct Validity atau Logical Validity.

sehingga diperoleh harga rpq atau rbt.Σ ΧΥ Σ Χ2 Σ Υ2 Ν : Jumlah hasil kali skor X dengan skor Y : Jumlah X : Jumlah Y : Banyaknya subyek ( Suharsini Arikunto.SDp tp {(SDt +SDp2 ) ( Γ : SDt – SDp )} 2 Γq p Keterangan : Rpq rtp SDp SDt : Koefisien korelasi bagian total : Koefisien korelasi product moment : Standar deviasi total : Standar deviasi sub total ( Sutrisno Hadi. Adapun rumusnya : Γpq = : SDt . 1993: 138 ) Hasil perhitungan dengan korelasi tersebut masih dikontrol atau dicek dengan korelasi Part Whole untuk menghindari Overestimate. misalnya angket atau soal bentuk uraian ( 196 : 190 ) 58 . Sebagaimana penjelasan Suharsini Arikunto bahwa rumus alpha digunakan untuk mencari reabilitas instrumen yang skornya bukan nol atau satu. karena skor item bukan nol atau satu. 1987 : 290 ) b. Uji Reabilitas Instrumen Uji reabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus alpha.

Rumus alpha tersebut adalah : rii =  k     k −1   Σδb 2  1 −   δt 2    Keterangan : rii k Σδ 2b : Reabilitas instrumen : banyaknya item : Jumlah variaus butir : Variaus Total ( Suharsini A. 1996 : 191 ) δ2 t Hasil rii yang telah diperoleh dikonsultasikan melalui Standart Errar Measurement ( SEM ). 1980 : 274 ) Sedangkan standar deviasi ( SD ) dapat dicari dengan rumus berikut : SD = 2 Σ Χ Σ Χ  −  Ν Ν 2 Keterangan : SD 2 ΣΧ : Standart deviasi : Jumlah kuadrat deviasi skor dari mean 59 . Adapun rumus SEM adalah sebagai berikut : SEmeas = SD 1 −rii Keterangan : SEM SD rii : Standart Eraar of Measurement : Standart Deviasi : Reliabilitas Instrumen ( Gilbert Sax.

dengan kriteria bahwa instrumen itu reliabel apabila harga SEM kurang dari 1 2 SD.937 Reliabel 0.N : Jumlah individu ( Sutrisno Hadi. dan sebaliknya jika harga SEM lebih dari 1 2 SD maka instrumen itu tidak reliabel.559 82.330 SD 61. Item 60 .9120 SEM 5. Tabel 03 Ringkasan Hasil Uji Coba Reliabilitas Instrumen Variabel Pengaruh perhatian orang tua Minat belajar Prestasi belajar Koefisien Alpha 0. 1993 : 50 ) Hasil perhitungan dengan SEM ini kemudian dikonsultasikan dengan SD.786 7.8158 Keterangan Reliabel 0.790 2.6579 Reliabel Tabel 04 Kisi-kisi instrumen variabel Pengaruh Perhatian Orang Tua No Indikator No.9118 5.

Tehnik Analisis Data Dalam penelitian ini ada dua macam analisis. 2. a. 20 3 3 3 4 3 4 20 Tabel 05 Kisi-kisi Instrumen Variabel Minat Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 Indikator Sikap positif terhadap pelajaran Perhatian terhadap objek Senang melakukan aktivitas Keinginan untuk mendapatkan sesuatu Kekuatan diri sendiri Motivasi dan pengalaman Kesadaran terhadap objek / sesuatu Jumlah No. Analisis Statistik Analisis ini digunakan untuk pengujian hipotesis. Analisis Deskriptif Analisis ini disajikan dalam bentuk mean (M). 16 10. 9. 12 17. 8.1 2 3 4 5 6 Perhatian Spontan Perhatian refleksi Perhatian intensif Perhatian tidak intensif Perhatian terpusat Perhatian terpencar Jumlah 1. 18. 20 2 2 3 4 2 3 4 20 G. 19. 2. namun sebelumnya terlebih dahulu digunakan uji prasyarat analisis. 18. 15. 16 17. 6 7. yaitu : 1. 7 8. 13 14. Pengujian Prasyarat Analisis 61 . 2 3. 11. Item 1. 3 4. Modus (Mo) dan standar Deviasi (SD). 5. 10. 4 5. distribusi frekuensi serta histogram data dari masing-masing variabel. 14. 9 13. Median (Me). 19. 6. 15. 11 12.

Dalam uji normalitas ini menggunakan rumus chi -kuadrat yaitu : χ2 = Σ   fo − fh   fh    2 Keterangan : χ2 : Chi – kuadrat : Frekwensi Observasi : Frekwensi yang diharapkan fo fh 62 . Hubungan antara variabel X dengan variabel Y merupakan hubungan garis lurus atau hubungan linier.Pengujian prasyarat analisis tersebut meliputi tiga syarat yang harus dipenuhi : 1). Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data dalam penelitian terdistribusi normal atau tidak. b). Bentuk didistribusi variabel X dan variabel Y dalam populasi adalah mendekati distribusi normal. Sampel yang digunakan dalam penelitian harus sampel yang diambil secara random dari populasi terhadap kesimpulan penyelidikan yang hendak dikenakan 2). Sampel diambil secara random Syarat ini sudah terpenuhi yaitu setiap subyek dalam populasi diberi kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel penelitian yaitu dengan cara undian. 3). Syarat-syarat tersebut akan dijabarkan sebagai berikut : a).

maka harus diadakan pengujian lineritas. Adapun rumus yang digunakan untuk uji lineritas adalah : F = RK reg RK res Keterangan : F R K reg : Harga bilangan untuk garis regresi : Rerata kuadrat garis regresi : Rerata kuadrat garis residu R res K ( Sutrisno Hadi. 1990 : 14 ) 63 . Uji Lineritas Uji ini untuk mengetahui apakah ubahan bebas ( Preditor ) mempunyai hubungan yang linier atau tidak dengan ubahan terikat ( kritereum ). Untuk uji signifikan nilai chi – kuadrat digunakan taraf 5 % dengan db jumlah kelas interval dikurangi satu ( db = k – 1 ). Bila harga χ2 hitung lebih kecil dari harga χ2 pada tabel maka data dari variabel tersebut terdistribusi normal.Untuk mengetahui distribusi normal atau tidak dapat dilakukan dengan membandingkan antara chi – kuadrat hasil perhitungan dengan chi – kuadrat tabel. Jika harga χ2 hitung lebih besar dari harga χ2 tabel maka distribusinya tidak normal. c).

y Σy 2 Keterangan : 64 . Analisis ini meliputi analisis regresi ganda yang digunakan untuk menguji hipotesis ketiga yaitu : mencari koefisien keorelasi antara dua variabel bebas dengan satu variabel terikat. 2 ) = a1. Pengujian ini menggunakan kriteria sebagai berikut : hubungan fungsional antara variabel bebas dan variabel terikat adalah linier bila diperoleh harga F hitung lebih besar dari harga F tabel. Berkaitan dengan masalah analisis data ini Sutrisno Hadi mengatakan bahwa tugas pokok analisis regresi ganda adalah : a). Adapun rumus yang digunakan adalah rumus korelasi product moment. Pengujian Hipotesis 1). b. Mencari korelasi antara kriterium dengan preditor R y (1.Σx 2. y + a2 .Σx1. 2). Jika r hitung lebih besar dari r tabel maka kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang positif dan berarti hipotesis alternatif yang digunakan dapat diterima.Taraf signifikan yang digunakan untuk uji lineritas in adalah taraf signifikan 5 % dengan db untuk menguji harga F adalah 1 dengan N – 2. Analisis Multivariat. Analisis Bivariat Analisis ini digunakan untuk menguji hipotesis pertama dan hipotesis kedua.

jika 65 . 1990 : 36 ) Selanjutnya F hitung dikonsultasikan dengan F tabel. rumus yang digunakan adalah : Freg R 2 ( Ν − m −1) = m 1 − R2 ( ) Keterangan : Freg : Harga F garis regresi : Cacah kasus : Cacah prediktor : Koefisien korelasi antara X dengan Y N M R2 ( Sutrisno Hadi. dimana dengan db untuk menguji F adalah M lawan ( N – m – 1 ). jika v hitung lebih besar dari v tabel maka kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang signifikan dan berarti hipotesis alternatif yang digunakan dapat diterima.R y (1−2 ) : Koefisien korelasi antara X dan Y : Koefisien predikator X 1 : Koefisien predikator X 2 : Jumlah produk antgara X1 dengan Y : Jumlah produk X2 dengan Y : Jumlah kuadrat kriterium Y a1 a2 Σ y x1 Σ 2y x Σ2 y Selanjutnya hasil v hitung dikonsultasikan dengan v tabel. Menguji apakah korelasi itu signifikan atau tidak Untuk menguji korelasi tersebut maka dicari analisis regresi ( F ). b).

Sumbangan Relatif Prediktor Kedua ( X2 ) SR% = ∂ 2 Σ ΧΥ 2 x100% JKreg (3).Sumbangan Relatif Prediktor Pertama ( X1 ) . SR% = ∂1Σ ΧΥ 1 x100% JKreg (2). c). Menemukan sumbangan relatif dan sumbangan efektif Sumbangan relatif dan sumbangan efektif masing-masing prediktor terhadap kriterium adalah : (1). Mencari persamaan Garis Regresi Persamaan garis regresi 2 prediktor menggunakan rumus : Y = a1 X1 + a2 X2 +K Keterangan : Y X1 X2 : Kriterium : Prediktor Pertama : Prediktor Kedua : Koefisien prediktor pertama : Koefisien prediktor kedua : Bilangan Konstan a1 a2 K d).Sumbangan Efektif Prediktor Pertama ( X1 ) SR % = SR % X1 x R2 66 .F hitung lebih besar dari F tabel berarti hubungan antara preditor dengan kriterium signifikan.

Adapun distribusi sampelnya dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 08 Distribusi Pengembangan Sampel Kelas II/1 II/2 II/3 Kelas Khusus Jumlah ∑Populasi 46 43 46 15 150 Sam ∑ pel 12 11 12 3 38 Dalam deskripsi data akan disajikan mengenai mean.Sumbangan Efektif Prediktor Kedua ( X2 ) SE % = SR % X2 x R2 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN I. Deskripsi Data Pada pembahasan berikut ini akan disajikan deskripsi data yang diperoleh dari sampel penelitian.(4). medean. modus dan simpangan baku serta disajikan pula mengenai distribusi frekuensi data 67 .

Tabel 09 Distribusi Frekuensi Data Perhatian Orang Tua Interval 39 – 47 48 – 56 57 – 65 66 – 74 75 – 83 84 – 92 Jumlah Frek. Rel 13 18 21 39 5 3 100 Frek. sehingga berdasarkan skor tersebut maka variabel perhatian orang tua memiliki rentangan 20 – 100. Secara lengkap dapat diuraikan sebagai berikut : 1. ABS 5 7 8 15 2 1 38 Frek.dan histogram dari masing-masing variabel. Adapun distribusi frekuensi data dari variabel Perhatian Orang Tua dapat dilihat pada table 9 berikut ini. maka histogram data Perhatian Orang Tua adalah : 68 . Berdasarkan data induk yang diperoleh dari responden pada penelitian ini diperoleh skor 39 dan skor tertinggi 85. skor yang digunakan dalam angket tersebut adalah 1 sampai 5. Kum 5 12 20 35 37 38 F. Kum Relatif 100% 13 32 53 92 97 100 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi tersebut. Variabel Perhatian Orang Tua Data tentang perhatian orang tua diperoleh melalui angket yang bersifat tertutup dengan jumlah item 20 butir.

maka kategori perhatian orang tua kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tekun Pelajaran 2004 / 2005 adalah sebagai berikut : Tabel 10 Kategori Perhatian Orang Tua Interval 20 – 47 48 – 73 74 – 100 Total Jumlah Siswa 5 30 3 38 Prosentase 13.2 78.9 100 Kategori Rendah Sedang Tinggi - 69 .16 14 12 10 8 6 4 2 0 5 7 8 15 2 1 43 52 61 70 79 88 Dengan jasa komputer SPS diperoleh data ( M ).8158 dan simpangan baku (SD) 11. 61. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan secara deskriptif.9 7.3539.

9 % dengan responden 3 siswa. sehingga berdasarkan skor tersebut maka variabel minat belajar memiliki rentangan 60 – 101. Rendah yaitu 13. 2. adapun skor yang digunakan dalam angket tersebut adalah 1 sampai 5.2 % dengan jumlah responden 5 siswa dan Tinggi yaitu 7. maka histogram 12 10 8 6 4 2 0 2 1 1 frekuensi data minat belajar adalah : 11 12 11 70 63 70 77 84 91 98 . Jadi dapat dikategorikan Perhatian orang tua dalam kategori sedang. Kum Relatif 100 % 5 8 37 68 97 100 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi tersebut. Tabel 11 Distribusi Frekuensi Data Minat Belajar Interval 60 – 66 67 – 73 74 – 80 81 – 87 88 – 94 95 – 101 Jumlah Frek ABS 2 1 11 12 11 1 38 Frek Rel 5 3 29 32 39 3 100 Frek Kum 2 3 14 26 37 38 F. Variabel Minat Belajar Data tentang minat belajar dalam penelitian ini diperoleh melalui angket yang bersifat tertutup dengan jumlah item sebanyak 20 butir.Berdasarkan tabel di atas dapat dikategorikan bahwa perhatian orang tua adalah sedang dengan jumlah responden 30 siswa.

9 92. 3.9 % dengan jumlah responden 3 siswa.1 %.9294 Berdasarkan pengambilan keputusan secara deskriptif.Dengan jasa komputer SPS diperoleh mean (M) 82. dengan jumlah responden 35 siswa.1 100 Kategori Rendah Sedang Tinggi Berdasarkan table di atas dapat dikategorikan bahwa minat belajar adalah tinggi 92. maka kategori minat belajar siswa kelas II SMA PGRI Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005 adalah sebagai berikut Tabel 12 Kategori Minat Belajar Interval 20 – 47 48 – 73 74 – 100 Total Jumlah Siswa 0 3 35 38 Prosentase 0.0 7. sedang yaitu 7. jadi dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa rata-rata berada dalam kategori tinggi. Variabel Prestasi Belajar Data tentang Prestasi Belajar siswa dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen nilai semester genap siswa kelas II SMA PGRI Kajen 71 .97 dan Simpangan Baku (SD) 8.

0 – 7.2 8.7 Dengan jasa komputer SPS diperoleh data mean (M) 7.5 – 8.4 6.7 7.4 8.4 7. Kum Relatif 100% 3 8 21 53 84 100 Berdasarkan tabel tersebut. maka bila digambarkan dalam bentuk histogram akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini : 12 12 12 10 8 6 4 2 0 2 1 6 5 6. Distribusi frekuensi skor prestasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 13 Distribusi Frekuensi Skor Variabel Prestasi Belajar Siswa Interval 6. Berdasarkan data induk penelitian diperoleh skor terendah 6 dan skor tertinggi 8.5 – 6.2 6.0 – 6.9 7.9 Jumlah Frek ABS 1 2 5 12 12 6 38 Frek Rek 3 5 13 32 32 16 100 F.7 8.5.5 – 7.9 8.Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005.. Kum 1 3 8 20 32 38 F.2 7.0 – 8. 72 .6579 dan simpangan baku (SD) 6052.

1 % dengan jumlah responden 24 siswa. Distribusi skor harus normal. Sampel diambil secara random.1 63. 73 .4 8.Berdasarkan pengambilan keputusan secara deskiptif. J. Hubungan anatara variabel bebas dengan variabel terikatnya harus linier dan tidak terjadi multikolinier. Rendah 21. 3).8 % dengan jumlah responden 6 siswa.1 % dengan jumlah responden 8 siswa dan Tinggi 15. 2).5 – 8. Sebelum dilakukan uji hipotesis dengan teknik analisis regresi ganda yang digunakan.0 – 7. Penyajian Persyaratan Analisis Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yaitu untuk mencari hubungan antara Variabel bebas dengan Variabel terikat.1 15.5 – 8. Maka ada persyaratan yang harus dipenuhi yaitu : 1). Jadi dapat disimpulkan bahwa Prestasi Belajar Siswa rata-rata berada dalam kategori sedang.4 7. maka kategori Prestasi Belajar siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun Pelajaran 2004 / 2005 adalah sebagai berikut : Tabel 14 Kategori Prestasi Belajar Siswa Interval 6.9 Total Jumlah Siswa 8 24 6 38 Prosentase 21.8 100 Kategori Rendah Sedang Tinggi Berdasarkan tabel di atas dapat dikategorikan bahwa Prestasi Belajar siswa adalah Sedang yaitu 63.

81 Keterangan Normal Normal Normal Dilihat dari tabel di atas menunjukan bahwa chi-kuadrat ( X2 ) hasil hitung dari-masing-masing variabel berada di bawah daerah penolakan yang 74 . Uji Normalitas Tujuan diadakan uji normalitas adalah untuk mengetahui kondisi masing-masing variabel penelitian. Tabel 15 Rangkuman Hasil Uji Normalitas Distribusi Variabel Perhatian Orang Tua ( X1 ) Minat Belajar ( X2 ) Prestasi Belajar Siswa ( Y ) X1(hit) 6. Adapun teknik yang digunakan dalam uji normalitas ini adalah chi-kuadrat ( X2 ). apakah variabel tersebut mempunyai skor yang terdistribusi normal atau tidak .05. Untuk menguji signifikan chi-kuadrat hasil perhitungan pada penelitian ini menggunakan taraf signifikan 5 %. maka distribusi skornya normal.1390 7.5063 X2tab 5% 7. Setelah dilakukan analisis dengan bantuan SPS edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Pamardiningsih Versi IBM / IN harga Chi – kuadrat masingmasing variabel dalam penelitian ini akan disajikan pada table 15. Untuk memenuhi uji persyaratan yang ke dua dan ketiga dapat diuraikan sebagai berikut : 1.Persyaratan pertama telah terpenuhi karena sample dalam penelitian ini diambil dengan teknik proporsional eluster ramdom sampling.81 7. Interprestasi hasil uji normalitas adalah jika harga Chi – Kuadrat lebih kecil dari harga Chi – kuadrat dalam table / p < 0.81 7.8744 6. demikian juga sebaliknya.

Jadi F hitung =11.623>3. Untuk menguji hubungan antara variabel bebas menggunakan signifikan F. Dengan bantuan komputer program SPS dapat diketahui F hitung 11.05 maka terjadi hubungan linieritas.635 Untuk mengetahui itu benar-benar linier atau tidak perlu diuji linieritas regresinya.635. Uji Linieritas Antara Minat Belajar Dengan Prestai Belajar Siswa Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan komputer diperoleh F hitung sebesar 14.telah ditentukan. b. F 75 .05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebaran dari ketiga variabel penelitian adalah normal. Adapun hasil uji normalitas dapat dilihat pada lampiran. a.206 dengan db 1:150 dan TS 5 %. Dengan demikian persamaan dan veriabel terikat garis regresinya adalah Y =6. 2. Uji Linieritas hubungan antara pengaruh perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa Hubungan antara pengaruh perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa setelah dianalisis menggunakan analisis regresi o sederhana diperoleh konstonta instersep ( β ) = 6. Uji Linieritas Tujuan uji linieritas adalah untuk mengetahui apakah hubungan antara masing-masing variabel bebas dan variabel terikat bersifat linier.030+2.030 dan haraga I koefisien regresinya ( β ) =2.623 sedangkan F tabel pada taraf signifikan 5 % adalah 3.

. a..tabel menunjukan 3. yaitu hipotesis Nihil ( Ho) yaitu hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya.05) Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 10 halaman .. dan hipotesis Alternatife ( Ha ) yaitu hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.. maka hipotesis alternatife tersebut harus diubah menjadi hipotesis nihil yang berbunyi :” tidak ada hubungan yang positif antara pengaruh perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005. K. Berdasarkan perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel minat belajar ( X2 ) dengan prestasi belajar siswa ( X ) mempunyai hubungan yang linier. Hipotesis terdiri dari dua macam.05 sehingga F hitung lebih dari F tabel (14.. Uji Hipotesis Pertama Hipotesis alternatife berbunyi : “Ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005”. Pengujian Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara atas masalah yang harus diuji kebenarannya. 76 .206>3. Untuk keperluan pengajuan hipotesis.

320. Untuk keperluan ini pengajuan hipotesis maka hipotesis alternatife tersebut harus diubah menjadi hipotesis nihil yang berbunyi :” tidak ada hubungan yang positif antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005.532 (lampiran 11 halaman …).320. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil tersebut adalah hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatife (Ha) yang berbunyi :” ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005” diterima pada taraf signifikan 5 %.381 > 0.( Lampiran II halaman…….305. Hasil perhitungan tersebut dikonsultasikan dengan harga koefisien pada r tabel dengan taraf signifikan 5 % N = 38 adalah 0. Hasil perhitungan tersebut dikonsultasikan dengan harga koefisien korelasi pada r tabel dengan taraf signifikan 5 % dan N = 38 adalah 0. Hasil analisis korelasi product moment antara variabel minat belajar dengan prestasi belajar siswa ( rX2Y ) sebesar 0.). Hasil tersebut menunjukkan bahwa harga r hitung (rh) lebih besar dari r tabel (rt) atau 0. b. Uji Hipotesis ke dua Hipotesis alternatife berbunyi : “ Adanya hubungan yang positif antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan”.Hasil analisis korelasi product moment antara variabel pengaruh perhatian orang tua dengan prestasi belajar belajar siswa (rX1Y) sebesar ……. 77 .

Uji Hipotesis ke tiga Hipotesis alternatife berbunyi : “ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005”.Hasil tersebut menunjukkan bahwa harga r hitung (rh) lebih besar dari r tabel (rt) atau 0. Besarnya koefisien antara Variabel bebas secara bersama sama dengan variabel terikat diketahui dengan menggunakan analisis regresi. c. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil tersebut adalah hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatife (Ha) yang berbunyi “ Adanya hubungan yang positif antara minat belajar dengan prestasi belajr siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005” diterima pada taraf signifikan 5 %.2) =0. Untuk keperluan pengajuan hipotesis maka hipotesis alternatife tersebut harus diubah menjadi hipotesis nihil yang berbunyi : “tidak ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005”. Tujuannya adalah untuk memprediksi atau meramalkan kedudukan variabel terikat apabila dilihat dari pengaruh variabel bebasnya.305.618 78 .532> 0. Berdasarkan analisis data yang diperoleh harga sebesar Ry (1.

381. dan β2 =0.211. ini dapat diartikan bahwa :38.1% variabel prestasi belajar siswa dapat diterangkan oleh variabel perhatian orang tua dan minat belajar. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga β O =4. Derdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa harga F hitung lebih besar dari F tabel (10. sehingga dapat ditarik persamaan garis regresinya adalah : 79 .385 13.koefisien determinan (R2) = 0.401. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil di atas adalah hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatife (Ha) yang berbunyi : “ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005” diterima pada taraf signifikan 5 %.168 8.786 Hasil F hitung ini kemudian dikonsultasikan dengan F tabel pada taraf signifikan 5 % dengan db = 2:150 = 3. Rangkuman hasil analisis regresi ganda dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 16. β1 =0.786 Hasil perhitungan koefisien determinan (R2) = 0. Rangkuman Hasil Analisis Regresi Ganda Sumber Regresi Residu Total JK 5.340.786>3. Hal ini berarti ada sejumlah 619% yang tidak dapat dijelaskan pada penelitian ini yang berasal dari faktor lain.05 sehingga harga F hitung signifikan.427 F 10..05 Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 11 halaman …….553 Db 2 35 37 R2( Σ Υ2) 42.381 dan Freg hitung = 10.

. Dari hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk memprediksi bahwa semakin baik perhatian orang tua maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa..401 X2 Berdasarkan analisis diketahui pula bobot sumbangan masingmasing variabel bebas terhadap variabel terikat....2692 39.4% 53..2% 102.0906 Sumbangan efektif % 49. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 16 halaman .8214 20..211 + 0. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan pada pengajuan hipotesis pertama didapatkan hubungan positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005. Hal ini didukung oleh sumbangan efektif perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Tabel 17.....340 X1+ 0.6% L. Bobot Sumbangan Masing-masing Variabel Bebas Variabel X1 X2 Total Sumbangan Relatif % 18.4% Hasil tersebut menunjukkan bahwa perhatian orang tua dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.Y = 4. = 49. Hal ini disebabkan dengan adanya perhatian orang tua maka siswa akan memiliki pemahaman diri sehingga mempunyai kepercayaan terhadap kemampuan sendiri serta memiliki 80 ..

serta berinisiatif untuk mengembangkan potensinya. 2. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan pada pengujian hipotesis ketiga didapatkan hubungan positif dan signifikan antara Perhatian orang tua dan minat 81 . Hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk memprediksi bahwa semakin baik minat belajar yang dimiliki siswa maka semakin tinggi pula pencapaian prestasi belajar siswa. berkemauan keras. Hal ini didukung oleh sumbangan efektif perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa sebesar 53. tanggung jawab. serta percaya diri untuk mengembangkan potensinya sebagai bekal belajar mandiri. Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan pada pengajuan hipotesis kedua didapatkan hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005.pemahaman terhadap cara-cara belajar dan kemampuan menimbulkan minat sehingga siswa memiliki visi atau pandangan yang cukup baik kemasa depan. 3. tidak minder. Hal ini disebabkan minat belajar akan mampu mendorong siswa memiliki sikap.2% Hasil tersebut menunjukkan bahwa minat belajar yang dimiliki siswa akan sangat membantu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan tahun Pelajaran 2004 / 2005. Berdasarkan pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perhatian orang tua yang kontinyu dan didukung minat belajar yang dimiliki siswa cukup tinggi akan mempengaruhi prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan tahun pelajaran 2004 / 2005 . Jadi kedua variabel bebas tersebut memberi sumbangan efektif secara bersama-sama terhadap variabel terikat sebesar 102. Bobot sumbangan efektif pada masing-masing variabel bebas terhadap terikatnya adalah 49. 82 .4%.6%. dari variabel perhatian orang tua dan 53.2% dari variabel minat belajar.

Minat belajar mempunyai hubungan yang positip dan signifikan dengan prestasi belajar siswa pilihan program IPA kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2004/2005. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi minat belajar yang dimiliki siswa maka semakin tinggi pula prestasi belajar pada siswa. 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa dan pengujian hipotesis serta pembahasan. Hal ini berarti bahwa semakin baik atau positip perhatian orang tua maka akan semakin tinggi prestasi belajar yang dimiliki oleh siswa dan begitu pula sebaliknya.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN F. karena siswa secara tidak langsung telah mempunyai kepercayaan akan kemampuan dirinya untuk memberikan dorongan/motivator. 83 . demikian pula sebaliknya. Perhatian orang tua mempunya hubungan yang positip dan signifikan dengan prestasi belajar siswa pilihan program IPA kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2004/2005. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.

Dari hasil ini dapat diketahui bahwa faktor perhatian orang tua dan minat belajar mempunyai peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar para siswa. maka dapat dikemukakan implikasi sebagai berikut : 1. 4. Adanya Pengaruh positip dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa. Berdasarkan analisis regresi diketahui sumbangan efektif perhatian orang tua sebesar 49. Implikasi Berdasarkan hasil penelitian ini.2 % Faktor perhatian orang tua dan minat belajar secara bersama-sama dapat memberikan sumbangan efektif terhadap minat belajar sebesar 42. hal ini memberikan petunjuk kepada guru pembimbing untuk lebih meningkatkan hubungan dengan orang tua. G. demikian pula sebaliknya. Dengan perhatian orang tua akan menkadikan siswa lebih memahami diri sehingga siswa percaya terhadap kemampuannya serta siswa lebih memahami cara-cara belajar yang baik .4 % dan sumbangan efektif minat belajar sebesar 53. Hal ini berarti bahwa semakin baik atau positip perhatian orang tua dan minat belajar yang dimiliki oleh siswa semakin tinggi pula prestasi belajar siswa tersebut. Perhatian orang tua.3.2%. dan minat belajar mempunyai hubungan yang positip dan signifikan dengan prestasi belajar siswa pilihan program IPA kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan Tahun Ajaran 2004/2005. bagaimana 84 .

Bagi Siswa Siswa hendaknya lebih meningkatkan prestasi belajar yang dilaksanakan oleh sekolah serta dapat meningkatkan terhadap penguasaan materi 85 . Adanya Pengaruh positip signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa. H. Pengelolaan sumber-sumber belajar. Hal ini memberikan petunjuk kepada siswa untuk meningkatkan minat belajar yang dapat digunakan untuk mencapai prestasi belajar dalam meniti karir dimasa depan setelah lulus dari sekolah. 2. Jadi siswa dapat memadukan teori yang di dapat di sekolah dengan praktek yang sesungguhnya di lapangan/masyarakat. Saran Mengingat pentingnya faktor perhatian orang tua dan faktor minat belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. misalnya guru bidang studi bekerjasama dengan kepala sekolah dan guru pembimbing dalam mendatangkan nara sumber untuk berceramah. Dengan minat belajar yang dimiliki siswa akan menjadikan siswa lebih percaya diri dalam meraih cita-citanya dan pemilihan program atau jurusan yaitu IPA dan IPS sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan belajar yang dimiliki.mendorong/menimbulkan minat pada dirinya untuk meraih dan meningkatkan prestasi belajar di sekolah. maka : 1. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang berkaitan dengan prestasi belajar.

misalnya dalam alih tangan kasus kepada yang lebih professional dalam penanganan-penanganan lebih lanjut. 3.simulasi yang dapat membangkitkan minat siswa untuk dapat mencapai prestasi yang optimal. 4. jangan mudah putus asa untuk mencapai cita-cita dimasa depan. Bagi Guru Bidang Studi Dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kelancaran proses belajar mengajar seorang pendidik hendaknya ikut aktif dalam membantu memberikan informasi tentang bagaimana menimbulkan minat. 5. Bagi Orang Tua 86 . Bagi Guru Pembimbing Guru pembimbing agar lebih meningkatkan dalam memberikan layanan pembelajaran di sekolah.pelajaran. dan ketrampilan-ketrampilan dalam memecahkan masalah. bekerjasama dengan instansi lain. Bagi Kepala Sekolah Pihak sekolah agar melengkapi sarana prasarana bimbingan konseling. Guru bidang studi dapat bekerjasama dengan guru pembimbing untuk menemukan siswa yang mengalami kesulitan belajar di sekolah. cara mencapai prestasi yang optimal. 2. belajar yang sukses. misalnya memberikan materi yang menarik seperti kiat sukses dalam belajar dan juga memberikan simulasi.

dan pada bulan Juni sampai dengan Juli siswa kelas III sudah tamat. sehingga dipilihlah kelas II yang lebih matang dan mendekati pilihan program atau penjurusan ke kelas III. dengan selalu membina hubungan yang harmonis dengan anaknya. 87 . I. Keterbatasan yang ada dalam penelitian ini anatara lain : Penelitian ini rencananya diberikan untuk siswa kelas III pilihan program Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) karena dikelas III ada ujian kompetensi dan praktek dari kelas I sampai kelas III. dan kemampuan penelitian. Mengingat masalah prestasi belajar siswa cukup penting untuk diketahui dalam rangka untuk memantau efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar yang harus dimiliki semua siswa dari pilihan program / jurusan apapun. artinya orang tua harus mengerti dan memahami perbedaan individu maupun potensi yang dimiliki anaknya. waktu. tenaga.Orang tua hendaknya senantiasa memperhatikan dan mengembangkan sikap belajar anaknya kearah yang lebih baik. Keterbatasan Penelitian Bagian ini akan mengemukakan mengenai keterbatasan penelitian yang tidak terjangkau baik dalam pengalaman.

Jakarta : Bina Aksara Sutrisno Hadi. 1993. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. 1987. Menjadi Orang Tua Efektif. Metodologi Reseach II. Metodologi Reseach II. 1988. Prinsip-prinsip Belajar Untuk Pengajaran di Sekolah. 1990. 1989. 1994. Prosedur Penelitian. Surabaya : Usaha Nasional Slaneto. Yogyakarta : Andi Offset _________.DAFTAR PUSTAKA Robert Gague. Yogyakarta : Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM. Statistik III. Jakarta : PT. 1983. Jakarta : PT. Yogyakarta : Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM _________. Metodologi Reseach III. Gramedia 88 . Statistik II. _________. 1989. 1988. Bina Aksara Suharsini Arikunto. Yogyakarta : Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM _________. Yogyakarta : Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM Thomas Gordon.

Jakarta : CV. Zainal Mustofa. Jakarta : PT. Gramedia.Winkel W. Prosedur Penelitian. Persada 89 . 1991. S. Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah. 1983.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful